Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN PRAKTIKUM VII FOTOSINTESIS

KELOMPOK 6 : 1. Daniar Setyo Rini : 3415090133


2. Firdha Khadifa

: 3415090135 : 3415092311

3. Diar Kusumawati : 3415092291


4. Ria Tri Lestari

PENDIDIKAN BIOLOGI REGULER FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA

HASIL PENGAMATAN KEGIATAN 1 : FOTOSINTESIS MENGHASILKAN KARBOHIDRAT

KEGIATAN 2 : GAS YANG DIHASILKAN FOTOSINTESIS TABUNG MENDAPAT PERLAKUAN TIDAK TERKENA CAHAYA
1. Tidak ada gas

/ gelembung udara yang menempel pada tabung reaksi

2. Tidak ada nyala api

KEGIATAN 3 : PENGARUH INTENSITAS CAHAYA TERHADAP LAJU FOTOSINTESIS

Tabel Hasil Pengamatan/ Pengukuran Intensitas Cahaya terhadap laju fotosintesis

Jarak Lampu (intensitas) 10 cm

Jumlah Gelembung pada menit ke5 5 10 33 15 115 20 119

Jumlah

Rata-rata

Suhu

274

68,5

30oC

30 cm

81

67

80

81

309

77,25

30oC

PEMBAHASAN

KEGIATAN 1 Pada percobaan ini, bertujuan membuktikan apakah proses fotosintesis menghasilkan karbohidrat. Uji karbohidrat dengan menutup sebagian daun mawar dengan aluminiumfoil sepanjang hari. Kemudian penutup aluminiumfoil dibuka lalu daun direbus sampai layu guna membuat sel-sel pada daun mawar tersebut mati. Sehingga memudahkan klorofil lepas dari daun mawar nantinya. Setelah layu, daun dimasukkan ke dalam alcohol panas guna meluruhkan klorofil sebab dengan luruhnya klorofil membuat uji karbohidrat dapat dilakukan. Sesuai dengan teori yang ada bahwa reaksi fotosintesis menghasilkan karbohidrat dengan persamaan reaksi :

Ternyata pada percobaan ini terbukti, sebab setelah daun mawar luruh klorofilnya. Daun mawar ditetesi dengan larutan lugol. Ternyata daun yang ditutupi dengan aluminium foil sepanjang hari berwarna pucat. Hal tersebut membuktikan bahwa bagian daun tersebut tidak ada karbohidratnya. Sebab indicator lugol mendeteksi amilum dengan mengubah warna daun menjadi biru kehitaman. Warna daun yang pucat (tidak ada amilum) karena bagian daun tersebut tidak melakukan proses fotosintesis selama di tutup dengan aluminium foil.

KEGIATAN 2 Dari hasil pengamatan tabung yang diceri perlakuan di tempat gelap tidak di temukan gas/gelembung. Hal ini disebabkan karena tidak adanya cahaya yang mengenai tabung, sehingga tidak terjadi fotosintesis. Seperti yang telah kita ketahui bahwa kemampuan tumbuhan hijau untuk berfotosintesis memerlukan , cahaya serta klorofil.

(istamar syamsuri,dkk.2007.Biologi.Jakarta:Erlangga)

Karena dalam tabung tidak terdapat gelembung (tidak terjadi pembenrukan gas ) maka ketika bara di masukan kedalam tabung reaksi tidak menyala hal ini disebabkan karena dalam rabung reaksi tersebut tidak ada gas yang terbentuk sehingga tidak ada reaksi antara bara dengan

KEGIATAN 3 Pada percobaan ini bertujuan untuk melihat apakah terdapat pengaruh antara intensitas cahaya dengan laju fotosintesis. Hydrilla yang ditaruh dalam larutan NaHCO3 dan disinari dengan cahaya lampu mengalami fotosintesis, hal ini ditandai dengan munculnya gelembung-gelembung udara yang berasal dari hydrilla. Pada saat hydrilla tersebut disinari dengan lampu pada jarak 10 cm, pada 5 menit pertama muncul sedikit gelembung udara, kemudian pada 5 menit kedua sampai 5 menit ke empat gelembung yang muncul semakin banyak. Hal ini menandakan bahwa laju fotosintesis semakin besar ditandai dengan semakin banyaknya gelembung udara (oksigen) sebagai salah satu hasil dari reaksi fotosintesis. Pada saat jarak lampu diubah menjadi 30 cm, pada 5 menit pertama gelembung udara yang terbentuk lebih banyak dibandingkan dengan gelembung udara yang terbentuk pada 5 menit pertama saat jarak 10 cm, hal ini disebabkan hydrilla telah menerima penyinaran yang lebih lama saat lampu berada pada jarak 10 cm sebelum dijauhkan menjadi 30 cm. namun pada 5 menit berikutnya banyaknya gelembung berkurang yang kemudian naik kembali dan menjadi konstan, tetapi banyaknya gelembung di jarak 30 cm pada setiap 5 menit lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah gelembung yang terbentuk di jarak 10 cm. Besar intensitas cahaya berbanding terbalik dengan jarak, maksudnya semakin kecil jaraknya maka semakin besar intensitas cahaya yang terbentuk sebaliknya, semakin besar jaraknya maka semakin kecil intensitas cahaya yang terbentuk. Pada saat lampu diletakkan 10 cm dari hydrilla, lampu tersebut memiliki intensitas cahaya yang lebih besar dibandingkan dengan pada saat lampu diletakkan sejauh 30 cm dari hydrilla. Saat

jaraknya kecil, intensitas cahayanya besar, dan gelembung yang terjadi juga banyak. Saat jaraknya besar, intensitas cahayanya kecil, dan gelembung yang terjadi juga sedikit. Hal ini membuktikan bahwa besarnya intensitas cahaya mempengaruhi laju fotosintesis, karena semakin besar intensitas cahaya gelembung udara (oksigen) yang merupakan hasil fotosintesis yang terbentuk banyak berarti laju fotositesisnya cepat, sedangkan pada intensitas cahaya yang kecil, gelembung udara (oksigen) yang terbentuk sedikit, ini berarti laju fotosintesisnya lambat. Namun pada percobaan kali ini terdapat beberapa kesalahan sehingga didapat hasil yang tidak valid, kesalahan yang pertama seharusnya pada saat terjadi perubahan jarak lampu, hydrilla yang digunakan harus diganti airnya sehingga tidak mendapat pengaruh dari penyinaran yang sebelumnya, kemudian hasil juga tergantung dari banyaknya hydrilla yang digunakan, semakin banyak hydrilla maka hasil fotosintesis yang terbentuk akan semakin banyak dibandingkan jika hanya menggunakan satu hydrilla, dan yang terakhir adalah ketelitian dari pengamat yang terkadang terlewat melihat gelembung yang terbentuk.

KESIMPULAN
1. Kesimpulan pada percobaan ini membuktikan bahwa proses fotosintesis

menghasilkan karbohidrat. Sebab daun yang ditutup aluminium foil sepanjang hari setelah ditetesi dengan lugol berwarna pucat yang menandakan pada bagian tersebut tidak terdapat karbohidrat. Namun pada percobaan kemarin, daun mawar yang kami tutupi dengan aluminium foil kurang rapat. Sehingga perbedaan warna daun tidak terlalu jelas warna pucatnya. 2. Proses fotosintesis memerlukan cahaya
3. Fotosintesis menghasilkan gas

yang di buktikan dengan adanya gelembung

udara dalam tabung reaksi. 4. Pada tempat gelap tumbuhan tidak dapat berfotosintesis. 5. Besarnya intensitas cahaya bergantung pada jarak dari sumber cahaya tersebut.
6. Intensitas cahaya mempengaruhi laju fotosintesis, semakin besar intensitas cahaya

maka laju fotosintesis akan semakin cepat, sebaliknya semakin kecil intensitas

cahaya maka laju fotosintesisnya akan semakin lambat. Tetapi apabila intensitas cahayanya terlalu besar dapat merusak klorofil yang hal ini mengakibatkan berkurangnya laju fotosintesis.

DAFTAR PUSTAKA

Sudjadi, Emak Panca S.2009.diunduh dari http://www.elektro.undip.ac.id/transmisi/jun05/sudjadijun05.PDF.Jumat, 6 november. 21:14 Diunduh dari http://smartbekantan.blogspot.com/2009/04/bab-i-pendahuluan1_12.html.jumat, 6 november. 21:16 Diunduh dari http://forum.megaxus.com/index.php?topic=27989.0. Jumat 6 november 21:49 Diunduh dari http://mr-fabio2.blogspot.com/2008_10_01_archive.html. Jumat 6 november. 21:50 Diunduh dari http://www.g-excess.com/id/study/fotosintesis.html.jumat 6 november 21:50 istamar syamsuri,dkk.2007.Biologi.Jakarta:Erlangga

PERTANYAAN 1. Pada percobaan kegiatan 1, mengapa daun harus dimasukkan terlebih dahulu ke air panas ? 2. Pada daun yang berwarna merah dapatkah terjadi fotosintesis ? mengapa demikian ? 3. Adakah cara lain untuk membuktikan bahwa suatu gas adalah oksigen ? jelaskan. 4. Pada percobaan fotosintesis tumbuhan air, mengapa sebaiknya air ditambah NaHCO3 ? 5. Jika digunakan lampu dengan sinar hijau, dapatkah terjadi fotosintesis ? mengapa demikian ? JAWABAN 1. Daun harus dimasukkan kedalam air mendidih, hal ini dilakukan agar sel dalam daun mati dan selama menjadi sel-sel daun lebih permeable terhadap lugol atau larutan indicator amilum lainnya. 2. Daun yang berwarna merah dapat melakukan fotosintesis karena pada dasarnya daun tersebut masih memiliki klorofil, hanya saja warna klorofil pada daun tersebut tidak dominant, melainkan warna merah atau pigmen merahlah yang lebih dominant pada daun tersebut. Pigmen ini yang menyebabkan warna pada daun, sedangkan klorofil yang membuatnya tetap dapat berfotosintesis. 3. oksigen yang dihasilkan dalam fotosintesis merupakan hasil dari fotolisis yaitu penguraian air, fotolisis sendiri mempunyai persamaan reaksi sbb : 2 H 2O( l ) 4 H + + O2 + 4e dari reaksi tersebut, gas yang terbentuk adalah gas oksigen, selain itu, gas oksigen dapat dibuktikan dengan menaruh bara api pada gas tersebut, apabila terjadi pembakaran makagas tersebut adalah oksigen. 4. NaHCO3 digunakan sebagai bahan baku fotosintesis, yaitu sebagai sumber dari gas CO2. di dalam air kandungan CO2 lebih sedikit dibandingkan dengan di udara bebas oleh karenanya perlu ditambahkan NaHCO3 untuk mempermudah terjadinya proses fotosintesis. 5. Jika menggunakan lampu dengan sinar hijau fotosintesis masih dapat mungkin terjadi karena dalam cahaya hijau tersebut tidak seutuhnya semua berspektrum cahaya hijau melainkan ada spectrum cahaya lainnya. Walaupun demikian fotosintesis yang terjadi dalam jumlah yang sedikit karena sedikit juga cahaya yang dapat diserap, karena pada umumnya cahaya hijau itu hanya dapat dipantulkan oleh daun sehingga memberi efek pada mata kita bahwa daun tersebut berwarna hijau.