Anda di halaman 1dari 7

Ujian Praktikum Akhir Semester Endapan Mineral GL 3142

Program Studi Teknik Geologi


Institut Teknologi Bandung
2011

Endapan Mineral Early Magmatic, Studi Kasus: Endapan Mineral Kromit


Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan
Boby Benni Wahana (12009034)
Sari
Endapan mineral eraly magmatik adalah salah satu tipe endapan mineral yang berasal dari proses
pembekuan magma. Salah satu mineral bijih yang ekonomis dari endapan ini yaitu kromit
(FeCr
2
O
3
) sumber unsur Cr yang utama yang berasosiasi dengan batuan ultrabasa. Pada daerah
penelitian yang berada di daerah kabupaten Barru Sulawesi Selatan kromit ini terbentuk akibat
proses disseminasi sehingga endapan yang dihasilkan yaitu bertipe podiIorm yang tersingkap akibat
dari penggerusan serpentin yang melapisi kromit pada zona ssar sehingga tersingkap kromit
berbentuk nodul- nodul pada batuan ultrabasa yaitu peridotit. Diperkirakan endapan ini berumur
mesozoikum dan terletak pada kompleks tektonik Bantimala.
Kata Kunci : Early Magmatic, Kromit, Ultrabasa, PodiIorm

Pendahuluan
Endapan early magmatic adalah endapan
mineral yang berasal dari pembekuan magma,
jadi endapan mineral bijih ini berasal dari unsur
unsur yang terkandung dalam magma lalu
magma tersebut mengalami pembekuaan
sehingga unsur unsur metal tersebut
terakumulasi sehingga menjadi endapan mineral
yang ekonomis. Endapan mineral ini memiliki
karakteristik yaitu: berasosiasi dengan batuan
beku intrusiI dalam atau menengah (plutonik)
dengan jenis batuan basa dan ultrabasa,
terakumulasi pada sebagian atau seluruh tubuh
batuan beku, terbentuk dari kristalisasi magma
yang terkonsentrasi akibat diIerensiasi magma,
magma mixing, atau asimilasi magma, dan
sering disebut sebagai endapan otrhomagmatik.
Unsur unsur yang terkandung dalam magma
biasanya terdiri dari unsur unsur PGM ( Ni,
Cu, Ti, V, Cr, intan, dan sedikit Fe) dan unsur
unsur REE ( Nb, Zr, Li, Be, B, U, W, Sn, dan
Ta) dari unsur unsur inilah yang menghasilkan
mineral bijih dari tipe endapan early magmatic.
Proses pembentukan tipe endapan early
magmatic terbagi menjadi 2 jenis yaitu :
diseminasi atau kristalisasi sederhana yaitu
kristalisasi sederhana magma - dalam (deep
seated magma) akan menghasilkan batuan beku
granular, dimana kristal yg terbentuk di awal
akan tersebar seluruhnya dan geometri endapan
ini adalah intrusiI seperti dike, pipe atau stock,
berukuran besar. Yang ke - 2 adalah
segregation (gambar 1) yaitu proses kristalisasi
magma akibat gravitasi pada pembekuaan awal,
Ujian Praktikum Akhir Semester Endapan Mineral GL 3142
Program Studi Teknik Geologi
Institut Teknologi Bandung
2011
2

jadi mineral yang terbentuk lebih dulu akan


jatuh ke bawah dalam larutan magma karena
perbedaan densitas sehingga mineral bijih
tersebut akan terakumulasi di bagian bawah
dapur magma, geometri dari endapan mineral
ini adalah umumnya lentikular dan relatiI
berukuran kecil, biasanya berupa disconnected
pod-shape lenses, stringer, & buches, dan
kadang - kadang membentuk layer dalam host
rock. Mineral bijih yan dihasilkan oleh tipe
endapan ini contohnya adalah kromit, magnetit,
mineral PGM, intan, dll.
Gambar 1. Proses Segregation
mineral bijih yang dihasilkan oleh tipe ini contohnya :
kromit, magnetit, dan lain lain. (Basuki 2011)
Endapan Kromit
Kromit adalah suatu mineral oksida dengan
bentuk oktahedral yang terbentuk akibat proses
kristalisasi magma. Kromit merupakan mineral
oksida dari besi kromium dengan komposisi
kimia (FeCr
2
O
3
) dengan bijih logam kromium.
Mineral ini terdapat di dalam batuan beku
ultrabasa seperti peridotit yang berasosiasi
dengan intrusi magma. Selain itu, terdapat pula
pada serpentin dan batuan metamorI lainnya
yang terbentuk dari alterasi batuan beku
ultrabasa. Mineral ini terbentuk pada
temperatur yang sangat tinggi dan pada bagian
bawah dari tubuh magma, dimana proses
kristalisasi terjadi. Mineral kromit ini memiliki
ciri ciri warna hitam dan coklat kehitaman,
gores coklat gelap, kilap logam, mineral opak
yang tidak memiliki belahan, kekerasannya 5.5
- 6 dan berat jenisnya 4.5 - 4.8. Kromit
digunakan sebagai bijih utama dari kromium.
Sekitar 76 produksi kromit dunia digunakan
untuk industri logam terutama metal alloy dan
sisanya untuk industry refraktory, foundry,
kimia dan industri keramik. Kromit juga
digunakan dalam pembuatan batu bata tahan
api.
Gambar 2. Kenampakan mikroskopis mineral kromit
(abu-abu terang), yang berasosiasi dengan silika (abu abu
gelap), warna hitam adalah lubang-lubang poles. (Dewi
2011)
Secara genetik endapan kromit dibagi menjadi
dua :
O Endapan berlapis tipis (gambar 3) atau
dikenal dengan sebutan endapan stratiform
(Bushveld Type) contohnya di Bushveld
Ujian Praktikum Akhir Semester Endapan Mineral GL 3142
Program Studi Teknik Geologi
Institut Teknologi Bandung
2011
3

(Republik AIrika Selatan), Great D


(Zimbabwe).

Gambar 3. Endapan stratiform kromit (Basuki 2011)
O Endapan berbentuk kantong atau tabung
(gambar 4) yang dikenal dengan sebutan
podiform (Alpine Type) contohnya di
Guleman (Turki), Barru (Indonesia).

Gambar 4. Endapan kromit podiform
(Http://Ourgeology.com 2011)
Endapan stratiform merupakan lapisan
(gambar 3) pengkayaan kromit, yang
ketebalannya berkisar dari beberapa sentimeter
sampai dengan beberapa meter, dimana
lapisannya saling berselingan secara teratur
dengan urut urutan lapisan tipis olivin atau
piroksen. Sebagai contoh adalah di Bushveld
barat yang mencapai ketebalan 1.10 m sampai
dengan 1.30 m dan dapat ditelusuri sampai
beberapa kilometer tanpa ada perubahan yang
berarti baik dalam komposisi mineral
maupun ketebalannya. Secara umum batas
antara pengkayaan kromit dan lapisan
dibawahnya sangat tajam. Lapisan kromit
makin keatas berubah menjadi bintik - bintik
kromit sebagai akibat bertambahnya silikat.
Endapan porliform merupakan badan kromit
yang berbentuk kantong sampai bentuk tabung,
biasanya berhubungan dengan arah magmatic
stratification, sebagai contoh bagian paling
bawah bijih kromit masiI, pada lapisan atasnya,
merupakan bentuk jalur papan atau bijih
berbintik - bintik. Struktur dalam badan kromit
bervariasi. Kristal kromit padat rapat di dalam
Iormasi bijih masiI mengandung 75 sampai
dengan 85 volume kromit. Bijih bulat atau
berbintik bintik yang terdiri dari kristal bulat
khromit berdiameter 0.5 - 2 cm di dalam massa
dasar silikat seperti olivin, piroksen, serpentinit,
merupakan ciri khas dari endapan karung bijih
kromit. Bijih berbentuk pita berhubungan erat
dengan bijih masiI, tetapi lebih kaya silikat dan
kemudian membentuk mata rantai dengan bijih
berbintik - bintik (belang seperti leopard)
(gambar 4).
Mineral kromit banyak ditemukan sebagai
endapan besar di negara-negara Turki, AIrika
Selatan, Philipina, Albania dan Kuba. Selain
itu, banyak pula ditemukan sebagai endapan-
endapan lensa di pegunungan Italia. Bentuk-
bentuk kristal yang baik ditemukan dari
Ujian Praktikum Akhir Semester Endapan Mineral GL 3142
Program Studi Teknik Geologi
Institut Teknologi Bandung
2011
4

Namibia, demikian juga pada Stillwater


Complex - Montana, dan dari batuan serpentine
di Texas, Pennsylvania, dan CaliIornia (USA)
dan ada beberapa tempat di Indonesia yang
terdapat potensi endapan kromit yaitu
Kalimantan Selatan (G. Bobaris, G. Meratus, P.
Lautdan, P. Sebuku), Sulawesi (Barru, Malili,
Pomalaa, Kabaena, Morowali), Maluku Utara
(P. Gebe, P. Halmahera), Papua (Peg.
Siklopdan Peg. Maropeni).

Gambar 5. Produksi Kromit Dunia (USGS 2011, dalam
Dewi 2011)
eologi Regional Umum Barru Sulawesi
Selatan
Batuan penyusun di daerah kabupaten Barru
(gambar 6) terdiri dari batuan ultrabasa, batuan
metamorI, batuan melange, Iormasi
Balangbaru, Iormasi Mallawa, Iormasi Tonasa,
batuan gunnngapi, batuan terobosan, serta
endapan aluvium. Batuan terobosan ultrabasa
banyak diketemukan di daerah Sulawesi
selatan, tetapi singkapan - singkapan yang
berukuran besar banyak diketemukan di daerah
Sulawesi tenggara. Laporan Koolhoven W.C.B.
pada lembar peta Malili (Mark 1961, dalam
Purawiardi 2008) menyebutkan bahwa batuan
ultrabasa ini dalam hal ini sebagai Peridotit
berada dibawah anggota Matano bawah yang
berumur kapur bawah. Lokasi tipe Iormasi
Matano diketemukan di daerah Sulawesi
Tenggara tepatnya di danau Matano, Soroako.
Bijih kromit di Barru terdapat di dalam
batuan ultrabasa, yang mengalami
serpentinisasi. Terbentuknya endapan kromit
berhubungan erat dengan proses pembekuan
magma ultrabasa, karena besarnya massa jenis,
konsentrasi bijih kromit cenderung menempati
tempat paling bawah. Kedudukan bijih kromit
di beberapa tempat telah mengalami perubahan,
disebahkan oleh proses orogenesa oleh kegiatan
tektonik regional, bersamaan dengan itu pula
tejadi penerobosan magma diorit. Batuan
ultrabasa termasuk kedalam kelompok tektonik
Bantimala, yang mengalami kontak dengan
batuan metamorI (sekis), dan kelompok
melange. Batuan ultrabasa ini juga kontak
dengan batuan terobosan yang bemmur
tersier, yaitu batuan diorit, sehingga pengaruh
batuan terobosan yang berumur lebih muda
akan mempengaruhi mineralisasi pada batuan
peridotit tersebut. Lokasi pengambilan contoh
batuan dilakukan di daerah kecamatan Barru,
74326
3600400
3600000
03990
966063
63900
600000
3473
23267
223000
200000
99000
32333
90000
70300
63000
4672
34000
22000
A
f
r
l
k
a

a
L
a
n
l
n
d
l
a
k
a
z
a
k
h
s
L
a
n
1
u
r
k
l
l

r
a
s
l

u
s
l
a
8
r
a
z
l

l
m
b
a
b
w

l
l
n

a
n
d
l
a
A
u
s
L
r
a

l
a
l
r
a
n
C
l
n
a

a
k
l
s
L
a
n
M
a
d
a
g
a
s
k
a
r
v
l

L
n
a
m
C
m
a
n
A

b
a
n
l
a

l
p
l
n
a
k
u
b
a

u
d
a
n
roduks| krom|t
rodukslkromlL
Ujian Praktikum Akhir Semester Endapan Mineral GL 3142
Program Studi Teknik Geologi
Institut Teknologi Bandung
2011
3

yaitu di daerah bukit ultrabasa selatan, daerah


penelitian diIokuskan di daerah Kamara,
Lasitae, Kalumasa, dan Palaka.
Keadaan geologi daerah Barru dan
sekitamya, didasarkan peta geologi lembar
Pangkajene dan Watampone, Skala 1:250.000
(gambar 6) (Sukamto 1982, dalam Purawiardi
2008) menguraikan stratigraIi daerah Barru,
Pangkajene, Pangkep, Propinsi Sulawesi
Selatan dari tua ke muda sebagai berikut:
O Batuan tertua adalah komplek tektonik
Bantimala yang terdiri dari batuan Ultrabasa,
batuan MetamorI, dan kelompok Melange,
yang masing - masing saling bersentuhan
secara struktur.
O Batuan ultrabasa, merupakan batuan
peridotit yang mengalami serpentinisasi
berwarna hijau tua, berIoliasi, di beberapa
tempat mengandung nodul kromit, lensa
kromit, dan besi, diperkirakan berumur
Trias.
O Batuan MetamorI disusun oleh sekis
glaukoIan, gneis, kuarsa dan Ielspar.
Mengalami sesar naik yang berarah
baratdaya, kontak struktur dengan batuan
sekitarnya. Berdasarkan dating kalium dan
argon umur absolut 111 juta tahun, atau
jura. Batuan ini berhubungan erat dengan
bahan galian sekis dan mika.
O Komplek Melange, merupakan batuan
campur aduk secara tektonik, terdiri dari
greywacke, breksi, konglomerat, batupasir,
serpih kelabu, serpih merah, rijang radiolaria
merah, batusabak, sekis, basalt ultramaIik,
diorit, dan lempung. kelompok ini
Gambar 6. Peta geologi daerah Barru dan lokasi penelitian (Purawiardi 2008)
Ujian Praktikum Akhir Semester Endapan Mineral GL 3142
Program Studi Teknik Geologi
Institut Teknologi Bandung
2011
6

umumnya berstruktur mendaun, berumur


jura. Komplek melange ini berhubungan erat
dengan chert (rijang), jasper, dan mangan.

Sejarah Mineralisasi Daerah Barru
Analisa mekanisme pembentukan endapan
mineral kromit didapat dari analisa kandungan
dan karakteristik mineralnya dengan metode
analisa pengujian diIraktrometer sinar x pada
sampel batuan didaerah Kamara, Lasitae,
Kalumasa, dan Palaka di daerah Barru ini dari
hasil tersebut didapat bahwa pembentukan
mineral kromit didaerah ini melalui beberapa
tahapan atau proses, didapat dari hasil analisa
diIraksi sinar X menunjukkan bahwa contoh
batuan terdiri dari mineral - mineral, kromit,
kammeririte, serpentinite, penninite. Pada
contoh batuan Karnara, mineral kromit
merupakan mineral dominan, sedang mineral
mineral lainnya merupakan mineral yang
kurang dominan, seperti kammeririte,
menunjukkan bahwa mineral kromit secara
stratigraIi berada dibawah mineral kammeririte
dan berada sekeliling mineral kammeririte dan
serpentine. Pada contoh batuan Lasitae, mineral
kromit merupakan mineral dominan, yang
diikuti oleh mineral Penninite. Pada contoh
batuan kalumasa, lokasinya dekat dengan sesar
naik, dan berada dalam kawasan Lasitae,
mineral yang dominan adalah kammeririte,
diikuti oleh mineral kromit dan serpentine. Pada
contoh batuan Palaka, mineral yang dominan
adalah kammeririte, diikuti oleh kromite dan
serpentine. Genesa terbentuknya bijih kromit
dibagi menjadi tahapan - tahapan sebagai
berikut :
O Tahapan 1 yaitu pembentukkan batuan
ultrabasa yang dicirikan oleh mineral - mineral
temperatur tinggi, yang merupakan endapan
magmatis seperti olivin, piroksen, kromit,
periklas, hematit, ilmenit.
O Tahapan 2 yaitu proses metasomatik
replacement, merupakan proses pengisian dan
penggantian oleh larutan sisa magma yang
temperatumya lebih rendah dari proses tahap
pertama, dicirikan oleh krisotil (serpentin),
piropanit, psilomelan, pirolusit, korundum.
O Tahapan 3 yaitu proses hidrotermal
yang merupakan proses pengisian larutan sisa
magma bertemperatur rendah, dicirikan oleh
mineral - mineral apatit, sIalerit, kalkopirit, dan
kammeririt.
O Tahapan 4 yaitu proses oksidasi dan
pengayaan (supergene enrichment) dicirikan
oleh hadirnya oksida - oksida nikel, tembaga,
seng, besi, dan lain-lain.
Terbentuknya mineral kammeririte di Kalumasa
dan Lasitae ada hubungannya dengan aktiIitas
hidrotermal akibat terobosan batuan diorit dan
dasit. Endapan - endapan kromit di kecamatan
Barru umumnya terdapat pada daerah - daerah
dekat sesar, dan di daerah perbatasan antara
batuan ultrabasa dan batuan terobosan diorite -
granodiorite, maupun dasit (Sumarno 1980,
dalam Purawiardi 2008). Tersingkapnya
endapan - endapan bijih kromit didaerah sesar,
Ujian Praktikum Akhir Semester Endapan Mineral GL 3142
Program Studi Teknik Geologi
Institut Teknologi Bandung
2011
7

karena pada daerah sesar tersebut terjadi zona


penggerusan, sehingga serpentine terkelupas
dari kromit. Dari analisa citra SEM, Olivin
hampir seluruhnya mangalami alterasi menjadi
serpentine, struktur sisa Olivin akibat
penggantian (replacement) oleh serpentin. Pada
sayatan sejajar sumbu c, nampak mineral
kromit berada di dalam serpentine, yang
menunjukkan bahwa terbentuknya kromit
bersamaan dengan terbentuknya batuan
ultrabasa. Dengan melihat bentuk Serpentine
dari analisa citra SEM yang memperlihatkan
struktur asbestos Iiber, maka jenis Serpentine
pada contoh batuan dari Kalumasa, adalah
Clzrysotile (Kerr 1977, dalam Purawiardi
2008).
Kesimpulan
Endapan early magmatic adalah endapan
mineral yang berasal dari pembekuan magma
terbentuk sebagai proses magmatik primer.
Endapan ini berasosiasi dengan batuan
ultrabasa dengan geometri batuan plutonik.
Terdapat dua jenis mekanisme pembentukan
endapan mineral ini yaitu diseminasi yaitu
proses kristalisasi sederhana yang
menyebabkan endapan mineral bijih tersebar
dalam seluruh tubuh batuan atau membentuk
endapan tipe podiform. Yang kedua yaitu
segregation yaitu kristal yang terbentuk lebih
duu turun kebawah larutan magma karena
gravitasi menyebabkan mineral bijih
membentuk geometri perlapisan membentuk
tipe endapan stratiform. Mineral bijih yang
dihasilkan proses ini yaitu kromit, magnetit,
mineral PGM, intan, dll. Pada daerah penelitian
terdapat endapan kromit (FeCr
2
O
3
) bertipe
endapan podiIorm berbentuk nodul nodul
kromit yang terbentuk pada batuan ultrabasa
(peidotit) pada komplek tektonik Bantimala,
endapan ini berumur trias dengan mekanisme
pembentukan secara disseminasi. Dan endapan
di daerah ini juga telah mengalami
serpentinisasi karena pengaruh metasomatisme
dan metamorIisme. Tipe cebakan podiform ini
banyak ditemukan di sepanjang zona patahan
dan lingkar pegunungan, ditandai dengan bukti
di daerah penelitian endapan kromit banyak
tersingkap di daerah zona sesar karena serpentin
yang menutupinya mengalami penggerusan.
Tetapi jumlah endapan kromit pada bentuk
cebakan podiIorm ini tidak sebesar pada kromit
denga tipe cebakan stratiIorm.
Daftar Pustaka
Basuki, Nurcahyo I. 2011. ndapan Mineral
(slide kuliah). Bandung: ITB (tidak
dipublikasi).
Dewi, Sri Intan. 2011. ndapan Kromit
Magmatik.
Purawiardi, Rustiadi. 2008. Karakteristik Bijih
Kromit Barru, Sulawesi Selatan. Jurnal Riset
Geologi dan Pertambangan.
Http://ourgeology.com (diakses nopember
2011)