BPK RI

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

PT PETROKIMIA GRESIK
Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003

Nomor Tanggal

: 02.A/AUDITAMA V/GA/01/2005 : 31 Januari 2005

Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Jalan Gatot Subroto No. 31 Jakarta 10210 Telp. (021) 5700380, 5738740, 5720957, 5738727, 5704395 s.d. 9 pesawat 511 Fax. (021) 5700380, 5723995

DAFTAR ISI

Halaman Laporan Auditor Independen Dasar Penugasan dan Ruang Lingkup Audit Laporan Keuangan PT Petrokimia Gresik 1. 2. 3. 4. 5. Neraca Konsolidasian Laporan Laba Rugi Konsolidasian Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian Laporan Arus Kas Konsolidasian Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian 1 2 4 5 7 i iv

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

Nomor : 02.A/AUDITAMA V/GA/01/2005 LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Kami telah mengaudit neraca konsolidasian PT Petrokimia Gresik tanggal 31 Desember 2004, serta laporan laba rugi, perubahan ekuitas dan arus kas konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. Kami juga melakukan pengujian atas kepatuhan perusahaan terhadap peraturan perundang-undangan dan pengendalian intern. Laporan Keuangan, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dan pengendalian intern adalah tanggung jawab manajemen perusahaan. Tanggung jawab kami terletak pada pernyataan pendapat atas laporan keuangan, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dan pengendalian intern berdasarkan audit kami. Laporan keuangan konsolidasian PT Petrokimia Gresik dan anak perusahaan untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 telah diaudit oleh auditor independen lain yang laporannya tertanggal 23 Januari 2004 berisi pendapat wajar tanpa pengecualian atas laporan keuangan konsolidasian tersebut. Kami tidak mengaudit laporan keuangan anak perusahaan yaitu PT Petrosida dan PT Petrokimia Kayaku untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2004, yang laporannya menyajikan jumlah aktiva sebesar Rp118.351.674.165 (4,29%) dan jumlah pendapatan usaha sebesar Rp278.813.580.833 (7,26%) untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. Laporan keuangan konsolidasian tersebut diaudit oleh auditor independen lain dengan pendapat wajar tanpa pengecualian atas laporan keuangan konsolidasian anak perusahaan tersebut, yang laporannya telah diserahkan kepada kami, dan pendapat kami, sejauh yang berkaitan dengan

BPK RI/AUDITAMA V

Audit juga meliputi penilaian atas prinsip akuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen. Suatu audit meliputi pemeriksaan. posisi keuangan PT Petrokimia Gresik dan anak perusahaan tanggal 31 Desember 2004 dan hasil usaha. Menurut pendapat kami. dalam semua hal yang material. berdasarkan audit kami dan laporan auditor independen lain yang kami sebut di atas.jumlah-jumlah untuk anak perusahaan tersebut. Kami yakin bahwa audit kami memberikan dasar memadai untuk menyatakan pendapat. sepanjang hal itu dapat ditentukan dan diperkirakan. Catatan 34 atas laporan keuangan konsolidasian berisi pengungkapan dampak kondisi ekonomi Indonesia terhadap perusahaan dan anak perusahaan dan tindakan yang telah ditempuh serta rencana yang dibuat oleh manajemen perusahaan dan anak perusahaan untuk menghadapi kondisi tersebut. serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. semata-mata hanya didasarkan atas laporan auditor independen lain tersebut. persyaratan bantuan dan pasal-pasal tertentu peraturan perundang-undangan serta kepatuhan terhadap pengendalian intern. Kami melaksanakan audit berdasarkan Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia dan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia. bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. perubahan ekuitas serta arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Audit kami laksanakan dengan tujuan untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan pokok secara keseluruhan. Laporan keuangan konsolidasian terlampir mencakup dampak kondisi ekonomi tersebut. laporan keuangan konsolidasian yang kami sebut di atas menyajikan secara wajar. Laporan keuangan induk perusahaan terlampir disajikan untuk ii BPK RI/AUDITAMA V . atas dasar pengujian. Selain itu audit mencakup pengujian atas kepatuhan perusahaan terhadap kontrak. Standar tersebut mengharuskan kami merencanakan dan melaksanakan audit agar kami memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material.

berkaitan dengan laporan keuangan pokok secara keseluruhan. disajikan secara wajar. dalam semua hal yang material.tujuan analisis tambahan dan bukan merupakan bagian laporan keuangan pokok yang diharuskan menurut prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.B/AUDITAMA V/GA/01/2005 tanggal 31 Januari 2005. Drs. Ak. Register Negara No. 31 Januari 2005 iii BPK RI/AUDITAMA V . menurut pendapat kami. Laporan keuangan induk perusahaan tersebut telah menjadi obyek prosedur audit yang kami terapkan dalam audit atas laporan keuangan pokok. Misnoto MA. Auditor Utama Keuangan Negara V Penanggung Jawab Audit. Kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dan pengendalian intern kami sampaikan secara terpisah kepada manajemen dengan laporan kami nomor 02. dan. D-1416 Jakarta.

23 F dan pasal 23 G. 15 tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab keuangan Negara. pasal-pasal tertentu peraturan perundang-undangan dan peraturan perusahaan yang kami uji mencakup : a. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Audit dilaksanakan dengan berpedoman pada Standar Audit Pemerintahan yang ditetapkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan Standar Auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia. Selain itu audit mencakup pengujian atas kepatuhan perusahaan terhadap kontrak dan pasal-pasal tertentu peraturan perundang-undangan serta kepatuhan terhadap pengendalian intern. Kontrak. 19 tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara. c. perihal penugasan untuk melakukan audit atas laporan keuangan PT Petrokimia Gresik tahun buku 2004 di Gresik. Standar tersebut mengharuskan kami untuk merencanakan dan melaksanakan audit agar memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. Suatu audit meliputi pemeriksaan atas dasar pengujian bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. 57/ST/VII-XV. Undang-undang No. Undang-undang No. 2. Undang-undang Dasar Tahun 1945 pasal 23 E. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 5 tahun 1973 tentang Badan Pemeriksa Keuangan dan peraturan perundangan lainnya yang berlaku. Surat Tugas Badan Pemeriksa Keuangan No. Undang-undang No. e.1/9/2004. b. Undang-undang No. Ruang Lingkup Audit Audit ini bersifat general audit atas laporan keuangan konsolidasian PT Petrokimia Gresik untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2004. 1 tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas. vi BPK RI/AUDITAMA V . b. 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Undang-undang No. d. d. Undang-undang No.DASAR PENUGASAN DAN RUANG LINGKUP AUDIT 1. 15 tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab keuangan Negara. Audit juga meliputi penilaian atas prinsip akuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen. Dasar Penugasan a. c. serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan.

s. Undang-undang No. 6 tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana yang telah diubah dengan Undang-undang No. i. 107/Kpts/SR. KEP-102/M-MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 tentang Penyusunan Rencana Jangka Panjang BUMN. Keputusan Menteri BUMN No. Keputusan Menteri Negara BUMN No. m.06/2004 tanggal 28 Juni 2004 tentang Tata Cara Penghitungan dan Pembayaran Subsidi Pupuk Tahun Anggaran 2004.130/2/2004 mengenai Harga Eceran Tertinggi (HET) Pupuk Bersubsidi Untuk Sektor Pertanian Tahun Anggaran 2004. KEP-100/M-MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan BUMN. r. 70/MPP/KEP/2/2003 tanggal 11 Pebruari 2003 tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian. Keputusan Memperindag No. 45 tahun 2001 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah No.f. g. Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. n. 356/MPP/KEP/5/2004 tanggal 27 Mei 2004 tentang Perubahan SK Memperindag No. 8 tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) sebagaimana yang telah diubah dengan Undang-undang No. 17 tahun 2000. 319/KMK. 12 tahun 1998 tentang Perusahaan Perseroan (PERSERO) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah No. h. Peraturan Pemerintah No. Peraturan Daerah (Perda) No. 10 tahun 1994 dan Undang-undang No. Undang-undang No. 70/MPP/KEP/2/2003. 11 tahun 1994 dan Undang-undang No. 9 tahun 1994 dan Undangundang No. o. l. KEP-101/M-MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 tentang Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran perusahaan BUMN. 7 tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana yang telah diubah dengan Undang-undang No. 19 tahun 2001 tanggal 20 Nopember 2001 tentang Kepelabuhanan di Kabupaten Gresik. q. p. Keputusan Menteri Keuangan No. Keputusan Menteri Pertanian No. 12 tahun 1998. k. 18 tahun 2000. 16 tahun 2000. KEP-183/MBU/2003 tentang Komponen Harga Pokok Penjualan Pupuk Bersubsidi. Keputusan Menteri Negara BUMN No. Keputusan Menteri Negara BUMN No. vi BPK RI/AUDITAMA V . j. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan Badan Usaha Milik Negara dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan. Undang-undang No. Keputusan Memperindag No. 7 tahun 1991. Undang-undang No.

Prosedur Operasional Pengadaan Barang dan Jasa PT Petrokimia Gresik. Kami yakin bahwa audit kami memberikan dasar yang memadai untuk menyatakan pendapat. w. Keputusan Bupati/Kepala Pemerintah Daerah Kabupaten Gresik No. Pedoman dan Kebijakan Akuntansi PT Petrokimia Gresik. 63 tahun 2002 tanggal 11 Juli 2002 tentang Tarif Jasa Pelayanan Kepelabuhanan oleh Penyelenggara Pelabuhan di Kabupaten Gresik. v. Kontrak-kontrak pengadaan barang dan jasa dalam tahun 2004. y. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Petrokimia Gresik. vi BPK RI/AUDITAMA V .t. z. u. Anggaran Dasar PT Petrokimia Gresik. Pelaksanaan audit di lapangan berakhir tanggal 31 Januari 2005. Pedoman dan Kebijakan Akuntansi Holding Pupuk. x.

314.779 pada tahun 2004 dan 2003 Persediaan Uang Muka Biaya Dibayar Dimuka Pajak Dibayar Dimuka Pendapatan Yang Masih Akan Diterima Jumlah Aktiva Lancar AKTIVA TIDAK LANCAR Aktiva Pendanaan Manfaat Kesejahteraan Karyawan Investasi Jangka Panjang Aktiva Pajak Tangguhan Aktiva Tetap .216 dan Rp 981.406. 3l.816.890.429 13.266.895 23.629.825 dan Rp 10.127.718.516 63.065.Setelah dikurangi penyisihan Piutang Ragu-ragu masing-masing sebesar Rp 6.695.209 dan Rp 506.289 34.253.328 17.248 3p.783 3i. 12 13 1.028.264.369.333 dan Rp 249.256 19.374.384.404. 16c 3m.789.677.360 219.409.670.592.283 pada tahun 2004 dan 2003 Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan IstimewaSetelah Dikurangi Penyisihan Piutang Ragu-ragu masing-masing sebesar Rp 714.925.268.004.393 187.859 1.840.077. 3i. 3l.464.016 256 1. 4 3g.407 1.784 pada tahun 2004 dan 2003 Piutang Lain-Lain Pihak Ketiga .077.160 560. 31 3k.072 85.537 249.237 29. 3h.Setelah Dikurangi Penyisihan Piutang Ragu-ragu masing-masing sebesar Rp 1.774 618.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK NERACA KONSOLIDASIAN Per 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Catatan 2004 Rp 2003 Rp AKTIVA AKTIVA LANCAR Kas dan Setara Kas Piutang Usaha Pihak Ketiga . 5 347.441 3j.577 14.445.162 718.823 1.560 2.434.861 3o.042 dan Rp 1.209 47.002. 3n.359 57.142.621. 11 2.460.678.117 887. 6 152.309.030 69.814 335.808 - Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang Merupakan Bagian tidak Terpisahkan dari Laporan ini 2 .688 2.145.827 13.328.833 44.515 3.880.908.244.920 pada tahun 2004 dan 2003 Biaya Yang Ditangguhkan Aktiva Lain-lain Aktiva Tak Berwujud Jumlah Aktiva Tidak Lancar JUMLAH AKTIVA 3f.120.928 136.756.409 469. 7 8 9 16a 21.Setelah Dikurangi Penyisihan Piutang Ragu-ragu masing-masing sebesar Rp 9.287.565 pada tahun 2004 dan 2003 Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa . 10 3s.Setelah Dikurangi Akumulasi Penyusutan Masing-masing sebesar Rp 1.096.

f.191 3.886.939.197 2.757.631 437.1.860.640 4.000 Saham Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 396.426 137.435.939.808 Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang Merupakan Bagian tidak Terpisahkan dari Laporan ini 2 .117 396.637.878 2.986 622. 3l. HAK MINORITAS DAN EKUITAS 3. 22 15.889 108.426 115.324 117.960.449 87.021.879.047 91.421 897.888 JUMLAH KEWAJIBAN HAK MINORITAS EKUITAS Modal Saham .420. 15 774.910.055 KEWAJIBAN TIDAK LANCAR Kewajiban Pajak Tangguhan Manfaat Kesejahteraan Karyawan Diestimasi Hutang Jangka Panjang .960.550.000 334.039 2.759.Setelah Dikurangi Bagian Yang Jatuh Tempo Dalam Satu Tahun Bank Kewajiban Jangka Panjang Lainnya Jumlah Kewajiban Tidak Lancar 3.323 58.171.462.199. 16.511.565.838.725.714.625 23 396.328 854.198.000 per Saham Modal Dasar .293.869 124. HAK MINORITAS DAN EKUITAS KEWAJIBAN LANCAR 2004 Rp 2003 Rp Hutang Bank Hutang Usaha Pihak Ketiga Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa Hutang Pajak Biaya yang Masih Harus Dibayar Hutang Lain-lain Uang Muka Penjualan Hutang Jangka Panjang Yang Jatuh Tempo Dalam Satu Tahun Bank Kewajiban Lainnya Jumlah Kewajiban Lancar 14 3q.296.165.396.596.160.555.372.903 2.150 794.692.813.Nilai Nominal Rp 1.300.348 33.853.420 Saham Saldo Laba Yang Dicadangkan Saldo Laba Yang Belum Dicadangkan Jumlah Ekuitas JUMLAH KEWAJIBAN.864.363 20 21.s.890.069 90.992.059.295 551.654 22.265 46.176 23.715. 3.018 43.420.000.563.309.374.846 1.931 667.456.514 31.713.c 31 73.a.001 8.263.756.000 288.895 8.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK NERACA KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Per 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Catatan KEWAJIBAN .881 14.637 5.s.826 1.993. 29 519.860 18.b 17 18 19 20 21 143.249 1. 16.

28 (93.708) (86.373) 119.688 (68.320) 582.845) 124.623 170.425) (159.020.173) 181.819.875.r.685. 25 Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang Merupakan Bagian tidak Terpisahkan dari Laporan ini 3 .460.372.044.908) (72.211) (171.173 (2.094) 126.023 (124.296) 110.145 3.810.328 (74.526) (375.Bersih LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN MANFAAT (BEBAN) PAJAK PENGHASILAN Pajak Kini Pajak Tangguhan Jumlah Beban Pajak Penghasilan LABA SEBELUM HAK MINORITAS BAGIAN DARI PEMILIK SAHAM MINORITAS LABA BERSIH 3.831.150 119.874 PENDAPATAN HARGA POKOK PENJUALAN LABA KOTOR BEBAN USAHA Beban Distribusi Beban Penjualan Beban Administrasi dan Umum Jumlah Beban Usaha LABA USAHA SEBELUM BEBAN BUNGA DAN KEUANGAN Beban Bunga dan Keuangan LABA USAHA SETELAH BEBAN BUNGA DAN KEUANGAN PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN Pendapatan Diluar Usaha Beban Diluar Usaha Beban Lain-lain .065) 50. 16.982.523) 17.194 (2.651.902.r.015.477 3.486.705) 198.954.458.455.157.429 (54.642 2003 Rp 2.207.969 (1.191.615.759.562.213.244.943.r. 26 (179.306.440 3.819) 108.196) (17.837.477.020.r.107.c (71.934.265 (143.413) (437.643 (3.015 (87.189.714.569.921. 27 107.683 (60.731.500. 24 3.382.648.r.099.711.332) 292.166) 729.081.979) 13.s.859) 207.292.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASIAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Catatan 2004 Rp 3.267 3.

377 (7.658.000 396.243) 377.566 2.175.414 334.000 Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang Merupakan Bagian tidak Terpisahkan dari Laporan ini 4 .087.243) (46.420.420.196.353) (2.199.175.196.197 Saldo per 1 Januari 2003 Laba Bersih Tahun Berjalan Dividen Tantiem Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi Dana Pembinaan Wilayah Pembentukan Cadangan Sesuai RUPS Selisih Pembentukan Cadangan Laba Belum Direalisasi Dari Pemilikan Efek Koreksi PPh Badan Selisih Perubahan Ekuitas Perusahaan Anak Saldo per 31 Desember 2003 Laba Bersih Tahun Berjalan Dividen Tantiem Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi Dana Pembinaan Wilayah Pembentukan Cadangan Sesuai RUPS Selisih Perubahan Ekuitas Perusahaan Anak Saldo per 31 Desember 2004 396.285.540.097 137.747) (932.534) (1.328 Jumlah Ekuitas Rp 745.087.889 43.353) (40.558 (46.125.590) (2.039 124.509.869 Saldo Laba Yang Belum Dicadangkan Rp 93.372.372.863.558) Saldo Laba Yang Dicadangkan Rp 255.988 108.353) (932.150 124.879.328 (60.992.793.741.442.180) (43.566) 124.150 (47.210) 1.326 108.280) (1.059.735 288.180) 2.696) (1.759.280) (1.420.793.123.759.328 (60.558) (7.423.000 396.210) 668.123.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Modal Saham Rp Laba Belum Direalisasi dari Pemilikan Efek Rp 46.637) (932.414 854.890 40.509.759.061 794.333 108.377) (2.125.046.353) (932.696) (1.534) (1.540.372.590) (2.658.150 (47.235.863.

016 Jumlah Penerimaan 184.226.768.986.599.758 200.570 2.827 9.579.600 382.364.779 2.572.083 4.979.202 3.585.568 347.653 576.709 2.127 189.016.421 Investasi Rutin 97. Jasa Giro dan Penerimaan Diluar Usaha lainnya 2003 Rp 663.286.364.584.074.400 590.771.960.192.455.621 190.033 91.441 152.529.796 6 .576.245.869.224 9.286.179 (125.496 102.825 103.822 90.027 73.270.955.903 Pengeluaran : Biaya yang Berkaitan Dengan Pendapatan Diluar Usaha 38.lain Penempatan Deposito Pembayaran Kas Kepada Pemasok dan Karyawan Jumlah Pengeluaran Jumlah Arus Kas dari Aktivitas Operasi ARUS KAS DARI KEGIATAN INVESTASI Penerimaan : Penjualan Aktiva Tetap Pendapatan Bunga.764 65.144.262.250 184.480 180.531 (94.618 202.588.302.598 Investasi Proyek Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang Merupakan Bagian 18.679.741 281.848 305.158.552.651 1.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 2004 Rp ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan : Piutang Pemerintah Penjualan Tunai Piutang Dagang Deposito PPN Keluaran Penerimaan Piutang Lain .969.264 41. Retribusi.273.314 7.138.000 295.258 85.534.284.180 513.919.298 273.605.910.524.400) 128.258 525.277 71.913) 1.129 7.929.669 144.000 247.058 215.127 149. Asuransi Biaya Jasa.092 16.060.261.054.021.548 3.474.829.459.892 52.885 4.752 63. Litbang dan Konsultan Biaya Bongkar Muat dan Distribusi Biaya Penjualan Biaya Umum Biaya Fee Agen dan Diskon Biaya Bunga Pinjaman PPN Masukan dan PPh Pengembalian Hutang usaha Pelunasan Hutang Lain .579.856.lain Penerimaan Kas dari pelanggan Jumlah Penerimaan Pengeluaran : Bahan Baku dan Penolong Biaya Pegawai Biaya Pemeliharaan Biaya Pajak.514.316.350.214 104.879 64.870 102.911.532 129.lain Penerimaan Restitusi Pajak dan Lain .807.256.351.483.511.793.773.358 6.431 Lihat tidak Kewajiban Pembagian Laba Tahun Lalu Terpisahkan dari Laporan ini 80.638 3.902.512.733.346 Jumlah Pengeluaran 234.350.760.470.600 199.432.930 18.

577.677.291 7.688.634.411 176.393 Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang Merupakan Bagian tidak Terpisahkan dari Laporan ini 6 .099.814 260.577.AWAL TAHUN KENAIKAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 1.684 153.688.077.404.096 1.735 1.677.342 Jumlah Arus Kas dari Aktivitas Investasi ARUS KAS DARI KEGIATAN PENDANAAN Penerimaan : Hutang Bank ( KMK.507 156. KMK & LC Lainnya Jumlah Pengeluaran Jumlah Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan KAS DAN SETARA KAS .181.033 7.291 252.033 260.141.145.845.727.393 11. LC dan KI) Jumlah Penerimaan Pengeluaran : Angsuran kredit Investasi.742 182.893) 2003 Rp 55.181.845.421 347.428.228 335.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 2004 Rp (50.510.604.145.634.709 335.735 1.

04. Kresnayana Yahya : : : : : Komisaris Utama Komisaris Komisaris Komisaris Komisaris Direksi : Ir. Teddy Setiadi Drs. berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 14 tahun 1975 bentuk Perusahaan Umum diubah menjadi Perusahaan Perseroan (Persero) melalui akta notaris Abdul Latief. SH..00 – UM/2004 tanggal 8 September 2004. Urea. SP36.Th. RNP dan KCL ii) Pemasaran dan perdagangan bahan kimia antara lain N2. 82 tanggal 27 Maret 1998 dari Imas Fatimah. UMUM a. pemasaran jasa rancang bangun dan pabrikasi vii) Jasa penelitian dan pemeliharaan pestisida aktif viii) Produksi/ formulasi dan memasarkan pestisida terdaftar ix) Produksi dan pemasaran jasa rancang bangun dan pabrikasi b. O2. mengenai persetujuan penjualan 10 (sepuluh) saham PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) kepada Yayasan Petrokimia Gresik. Mustofa : Direktur Utama : Direktur Produksi 7 . serta Risalah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 28 September 2004 adalah sebagai berikut : Komisaris : Dr. MSc Ir. surat Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Nomor : S – 480/MBU/2004 tanggal 9 September 2004 perihal pemberhentian dan pengangkatan anggota – anggota Direksi Perusahaan Anak PT Pupuk Sriwidjaja (Persero). Ir. notaris di Jakarta. diantaranya adalah pupuk ZA. perdagangan jasa dan angkutan. Dewan Komisaris. khususnya di bidang industri. terakhir dengan akta notaris No. Direksi dan Karyawan Susunan dewan komisaris. Selanjutnya. pemasaran dan perdagangan berbagai jenis pupuk. direksi dan karyawan Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2004 ditetapkan berdasarkan surat PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) nomor U-912/A. Ato Suprapto. Pendirian Perusahaan PT Petrokimia Gresik (Persero) selanjutnya disebut “Perusahaan” pada awalnya adalah Perusahaan Umum yang didirikan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 55 tahun 1971. Tambahan Nomor 722. MA Dr.01. Suhendro Bakri. Sahala L Gaol Ir. Sedangkan ruang lingkup kegiatan Perusahaan adalah bergerak dalam bidang: i) Produksi. Arifin Tasrif Ir.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 1. Phonska. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan. Alf3 & Cement Retarder.98 tanggal 9 Juni 1998 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. NH3. H2. Akta pendirian ini telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia tanggal 9 Desember 1975 No 98. Akta perubahan tersebut telah memperoleh persetujuan dari Menteri Kehakiman dengan Surat Keputusan Nomor C2-6147 HT. SH Nomor 110 tanggal 31 Mei 1975. 84 tanggal 20 Oktober 1998. Tambahan Nomor 5870. iii) Pemasaran produk utilitas iv) Jasa kepelabuhanan v) Jasa kesehatan vi) Produksi. Sesuai dengan anggaran dasar Perusahaan. maksud dan tujuan Perusahaan adalah turut melaksanakan dan menunjang kebijaksanaan dan program Pemerintah di bidang ekonomi dan pembangunan nasional pada umumnya.

146.640 Rp 61. jasa transportasi dan perdagangan umum Jasa tenaga kerja.04 tahun 1998 berstatus PMDN dengan investasi USD 20. Firdaus Syahril Ir. MH : : : : Direktur Keuangan Direktur Teknologi & Pengembangan Direktur Pemasaran Direktur SDM & Umum Karyawan Perusahaan berjumlah 3. PT Petrosida 8 . SE. MM. Thailand Gresik Gresik Bahan baku plastik Pengelolaan lahan untuk industri di Gresik. SH.00% 50.47% 13.968.034 pada tahun 2003. Memproduksi / memformulasi dan memasarkan pestisida 99.032.000. kontraktor dan produsen bataco dan paving stone Peralatan pabrik Bahan baku sabun Bahan baku plastik Produsen pupuk 50. Akta tersebut telah beberapa kali mengalami perubahan terakhir dengan Akta Notaris N. c.G Yudara.964 orang pada tahun 2004 (tidak diaudit) dan 4.HT.00% USD 26. Nugroho Purwanto. Ir. Bambang Tjahjono.392 Rp 14. Bambang Setiobroto.808 Gresik Gresik Perbengkelan.711 Gresik Gresik Gresik Thailand 5.089. Ak.00% 35.000..80% 1.00% * : merupakan perusahaan anak yang dimiliki PT Petrosida Gresik PT Petrosida Gresik PT Petrosida Gresik (PT Petrosida) didirikan berdasarkan akta notaris Frederik Alexander Tumbuan Nomor 43 tanggal 24 Juni 1983. 20.99 % Rp 59.13% 9. distribusi dan perdagangan bahan aktif pestisida serta bertindak sebagai Distributor Pupuk. Nomor 8 tanggal 12 Pebruari 1998 serta telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Nomor G2-1938. Struktur Perusahaan Perusahaan memiliki saham perusahaan anak dan asosiasi dengan rincian sebagai berikut : Persentase Nama Perusahaan Perusahaan Anak PT Petrosida Gresik Gresik Produksi.BAT Ir.382.900 Perusahaan Asosiasi Metode Ekuitas Perusahaan PT Petronika PT Kawasan Industri Gresik Perusahaan Anak * PT Petrokopindo Cipta Selaras PT Aneka Jasa Grhadika Metode Biaya PT Puspetindo PT Petrocentral PT Petrowidada Asean Potash Mining. Kantor pusat Perusahaan beserta instalasi produksi berlokasi di Gresik.774 Domisili Jenis Usaha Pemilikan Jumlah Aktiva 31 Desember 2004 PT Petrokimia Kayaku Gresik 60% Rp 59.262.01.00% Rp 18.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Drs. T. SH.

selisih harga kontrak dengan harga gas bumi yang dibebankan kepada Perusahaan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan ditagihkan kepada Pemerintah yang pelaksanaannya dilakukan oleh Direktorat Jenderal Lembaga Keuangan. b. Phonska) merupakan pupuk bersubsidi. Ltd Tokyo (20.00%).00/MMBTU. PT Petrokimia Kayaku PT Petrokimia Kayaku didirikan dengan akta notaris Sri Soetengsoe Abdoel Sjoekoer. modal ditempatkan dan modal disetor PT Petrokima Kayaku adalah Rp 1. Tata niaga pembelian gas bumi oleh Perusahaan ditetapkan oleh Pemerintah. ii.. sedangkan modal ditempatkan dan disetor penuh sebesar Rp 9.00%) dan Nippon Kayaku Co.400.99%) dan Koperasi Karyawan Keluarga Besar Petrokimia Gresik/K3PG (0.00/MMBTU ke Bank of America sebagai paying agent. Pemegang saham perusahaan ini adalah PT Petrokimia Gresik (99. 9 . Nomor 7 tanggal 23 September 1998 dan telah mendapat persetujuan dari Menteri Kehakiman RI dengan Keputusan Nomor C2-1377. terakhir dengan akta notaris Wien Hidajati Rasjid. tanggal 4 Pebruari 2002 serta telah dimuat dalam tambahan Berita Negara RI tanggal 29 Agustus 2000 No. Mitsubishi Corporation Tokyo (20. Modal dasar.016. memberikan jasa penelitian dan pemeliharaan pestisida aktif. Besarnya subsidi harga gas bumi atau selisih pembayaran harga gas adalah selisih antara harga kontrak jual beli gas antara Perusahaan dengan Kontraktor Production Sharing (KPS)/ Pertamina atau harga yang ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral dengan harga beli gas yang harus dibayar atau yang dibebankan kepada Perusahaan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. PT Petrokimia Kayaku bergerak dalam usaha produksi/ formulasi dan memasarkan pestisida terdaftar. SH. Pupuk sebagai Produk Bersubsidi Surat Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan No. Beberapa hal penting berkaitan dengan tata niaga tersebut adalah sebagai berikut: i. Tata niaga tersebut sekaligus merupakan instrumen subsidi atau selisih pembayaran harga gas untuk produksi pupuk urea yang digunakan untuk sektor pertanian dalam negeri. Akta tersebut beberapa kali mengalami perubahan.500.751.HT.01%). Disamping itu. perusahaan ini juga bergerak sebagai distributor pupuk.000.01. Mekanisme pembayaran subsidi pupuk urea melalui harga gas secara ringkas dilakukan dengan cara sebagai berikut : PT Petrokimia Gresik membayar terlebih dahulu USD 2. iii. Kemudian. Modal dasar perusahaan ini adalah Rp 19. Pengadaan gas bumi untuk PT Petrokimia Gresik dengan pemanfaatan gas bumi diatur dengan perjanjian antara PT Petrokimia Gresik dengan Pertamina Nomor PJB-0693/C. diantaranya menetapkan bahwa produk pupuk urea dan pupuk non-urea (SP-36.04 tahun 2000.000. distribusi dan perdagangan bahan aktif pestisida.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) bergerak dalam bidang produksi. 69. Pemegang saham PT Petrokimia Kayaku adalah PT Petrokimia Gresik (60.0000/91-B1 dan nomor 236/IV/SPK/A/Dir/1991 tanggal 5 April 1991 dengan jangka waktu 1 Juni 1993 sampai dengan 1 Juni 2013 dengan harga USD 2. Gas Bumi Salah satu bahan baku produksi pupuk adalah gas bumi. 356/MPP/Kep/5/2004 tanggal 27 Mei 2004 tentang perubahan Keputusan Nomor 70/MPP/Kep/2/2003 tanggal 11 Februari 2003 tentang pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI No 306/MPP/Kep/4/2003. 2. ZA.00%). SH nomor 3 tanggal 18 Februari 1976 di Jakarta. TATA NIAGA YANG BERKAITAN PRODUK PERUSAHAAN a.

319/MK.USD 1.00/MMBTU • Selisih antara harga gas bumi sesuai kontrak atau berdasarkan penetapan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral dengan harga gas yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan sebagai beban Perusahaan.06/2004 tanggal 28 Juni 2004. HET ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor : 107/Kpts/SR.050.00 per Kg • Pupuk NPK = Rp 1. Hal ini sesuai Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. Subsidi ini diakui Perusahaan sebagai pendapatan subsidi pupuk non urea. Komponen biaya yang dapat diperlakukan sebagai Harga Pokok Produksi diatur dengan SK Menteri BUMN No KEP-183/MBU/2003 tanggal 28 Maret 2003 yang pada prinsipnya sama dengan HPP pada umumnya ditambah margin keuntungan 10%.00 per Kg e. Pada tahun 2002 melalui surat dari Departemen Perindustrian dan Perdagangan Direktorat Jenderal Perdagangan dalam Negeri nomor 490/DJPDN/IX/2002 tanggal 20 September 2002. Pupuk Urea • Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 356/MK. dengan ketentuan bahwa Harga Pokok Produksi tidak boleh melebihi harga impor untuk pupuk sejenis. Phonska/ NPK 15:15:15) Subsidi pupuk non urea ditentukan oleh Pemerintah melalui harga pupuk yaitu selisih positif antara Harga Pokok Produksi (HPP) dengan Harga Eceran Tertinggi yang ditetapkan oleh Menteri Pertanian dikalikan volume penyaluran pupuk ke sektor pertanian.600. Perusahaan melaksanakan pengadaan pupuk bersubsidi sampai dengan gudang Lini III yang berlokasi di tingkat Kabupaten atau Kodya di wilayah yang menjadi tanggung jawabnya dan penjualan pupuk kepada Distributor.130/2/2004 tanggal 13 Pebruari 2004 yaitu : • Pupuk Urea = Rp 1. Distribusi Pupuk Distribusi pupuk bersubsidi sesuai Surat Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 70/MPP/Kep/2/2003 tanggal 11 Pebruari 2003 sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI No 306/MPP/Kep/4/2003 menetapkan bahwa Perusahaan bertanggung jawab untuk melaksanakan pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi tahun 2003 mulai dari Lini I sampai dengan Lini IV pada wilayah propinsi yang menjadi tanggung jawabnya. . ZA.30/MMBTU untuk periode Januari sampai dengan Juli 2003.00/MMBTU sesuai Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 319/MK. dikalikan volume pemanfaatan gas atas penyaluran pupuk ke sektor pertanian diakui sebagai pendapatan subsidi pupuk urea. yaitu Jawa Timur di 37 Kabupaten untuk pupuk urea dan seluruh Indonesia untuk pupuk non urea.400. • Perusahaan mencatat harga gas dalam perhitungan harga pokok produksi sesuai dengan kontrak pembelian yaitu sebesar USD 2.06/2003 tanggal 19 Agustus 2003 dan No.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) c.06/2003 tanggal 19 Agustus 2003 menetapkan harga gas yang menjadi beban Perusahaan adalah sebagai berikut : . sedangkan untuk periode Januari sampai dengan Desember 2004 ditetapkan sebesar USD 1.USD 1.06/2004 tanggal 28 Juni 2004.00/MMBTU untuk periode Agustus sampai dengan Desember 2003. Perusahaan ditugaskan sebagai pelaksana dan bertanggung jawab atas kelancaran pengadaan dan penyaluran serta 10 . Pupuk Non Urea (SP-36. d. 356/KMK.00 per Kg • Pupuk SP-36 = Rp 1.00 per Kg • Pupuk ZA = Rp 950. Selanjutnya Distributor melakukan penjualan dari gudang Lini III kepada Pengecer di Lini IV.

d. Hasil yang sebenarnya mungkin berbeda dari jumlah yang diestimasi. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI a. Lamongan. harga. Pestisida dan Produk Lainnya Pemerintah tidak mengatur tataniaga produksi dan perdagangan pestisida dan produk lainnya sehingga Perusahaan dapat melaksanakan produksi dan pemasarannya sesuai dengan kebijakan manajemen dan mekanisme pasar. 3. yang antara lain meliputi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Madiun. Magetan. Jombang. tempat. 356/MPP/Kep/5/2004 tanggal 27 Mei 2004 wilayah tanggung jawab Perusahaan menjadi 12 Kabupaten Jawa Timur untuk pupuk urea dan seluruh Indonesia untuk pupuk non urea. atau apabila Perusahaan memiliki 50% atau kurang hak suara tetapi dapat dibuktikan adanya pengendalian. jumlah. Nganjuk. Ngawi. Kedua belas kabupaten di Jawa Timur tersebut adalah Gresik. sesuai Surat Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan No. mulai dari Lini I sampai dengan Lini IV pada wilayah yang menjadi tanggung jawabnya. Dasar Pengukuran dan Penyusunan Laporan Keuangan Laporan keuangan konsolidasian ini disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Transaksi dan Penjabaran Laporan Keuangan Dalam Mata Uang Asing 11 . Dasar pengukuran dalam penyusunan laporan keuangan adalah konsep biaya perolehan (historical cost). Kota Madiun. f. Perusahaan wajib bertanggung jawab atas pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi secara 6 (enam) tepat yaitu tepat jenis. b. waktu dan mutu. c. Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan ini adalah Rupiah. Penggunaan Estimasi Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia mengharuskan manajemen untuk membuat estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah aktiva dan kewajiban dan pengungkapan aktiva dan kewajiban kontinjen pada tanggal laporan keuangan serta jumlah pendapatan dan beban selama periode pelaporan. Laporan arus kas konsolidasi disajikan dengan metode langsung (direct method) dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi. Saldo dan transaksi termasuk keuntungan / kerugian yang belum direalisasi atas transaksi antara perusahaan dan perusahaan anak dieliminasi untuk mencerminkan posisi keuangan dan hasil usaha Perusahaan dan perusahaan anak sebagai satu kesatuan usaha. investasi dan pendanaan. Dalam pertengahan tahun 2004. Ponorogo dan Pacitan. Tuban. Prinsip Konsolidasi Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan perusahaan dan perusahaan anak dimana Perusahaan merupakan pemegang saham baik secara langsung ataupun tidak langsung lebih dari 50% hak suara dari saham yang diterbitkan.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) ketersediaan stok pupuk urea di 9 (sembilan) Kabupaten/Kota di Propinsi Jawa Timur (lebih sedikit dibandingkan tahun 2003). Bojonegoro.

e.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Pembukuan Perusahaan dan perusahaan anak. 12 . produk samping (non pupuk) dan pestisida diakui pada saat direalisasi yaitu pada saat pembuatan faktur penjualan yang didukung bukti penyerahannya. f. Piutang Usaha Piutang usaha yang berasal dari penjualan pupuk. Selisih kurs yang terjadi disajikan sebagai bagian dari ekuitas. Pada akhir tahun 2003 jumlah piutang diakui berdasarkan penyaluran ke Lini IV dan perkiraan HPP setahun. aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang asing disesuaikan untuk mencerminkan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut didasarkan pada kurs tengah mata uang asing yang diumumkan oleh Bank Indonesia. Piutang subsidi harga pupuk diakui 100% dari penagihan secara bulanan berdasarkan pupuk SP-36. pada akhir tahun jumlah piutang diakui berdasarkan penyaluran ke Lini IV selama satu tahun dengan mempertimbangkan anggaran yang tersedia di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara –Perubahan (APBN-P) tahun 2004. ZA dan NPK untuk sektor pertanian yang telah disalurkan ke Lini IV. deposito berjangka yang jangka waktunya kurang dari atau sama dengan 3 (tiga) bulan sejak tanggal penempatannya dan tidak dijaminkan. h. Pada tanggal neraca. perusahaan anak diselenggarakan dalam mata uang Dollar Amerika Serikat. Piutang Subsidi Kepada Pemerintah Subsidi harga gas atau selisih pembayaran harga gas (pupuk urea) Piutang subsidi harga gas tahun 2003 dan 2004 untuk produk pupuk urea diakui sebesar selisih antara harga gas menurut kontrak atau yang ditetapkan oleh Menteri Pertambangan dan Energi dengan harga yang dibebankan kepada Perusahaan menurut keputusan Menteri Keuangan. Keuntungan atau kerugian yang timbul dikreditkan atau dibebankan dalam laporan laba rugi tahun yang bersangkutan. sedangkan pada akhir tahun 2004 berdasarkan realisasi HPP dengan mempertimbangkan anggaran yang tersedia di APBN-P tahun 2004. sedangkan pendapatan dan beban dijabarkan dengan menggunakan kurs rata – rata. Piutang subsidi harga gas diakui 100% dari penagihan secara bulanan berdasarkan pupuk urea untuk sektor pertanian yang telah disalurkan ke Lini IV. Sedangkan untuk tahun 2004. Subsidi harga pupuk (pupuk non-urea) Piutang subsidi harga pupuk tahun 2003 dan 2004 untuk produk pupuk SP-36. Untuk tujuan penyajian laporan keuangan (bagian laba rugi penyertaan). ZA dan NPK (non-urea) diakui sebesar selisih perkiraan Harga Pokok Penjualan (HPP) sesuai perhitungan dan komponen biaya yang ditentukan oleh Menteri BUMN dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh Menteri Pertanian. Pembukuan PT Petronika. Kas dan Setara Kas Kas dan setara kas terdiri dari saldo kas dan bank. maka Perusahaan akan melakukan penelaahan atas terjadinya penurunan nilai aktiva. Transaksi-transaksi selama tahun berjalan dalam mata uang asing dicatat dengan kurs yang berlaku pada saat terjadinya transaksi. Bila hasil penelaahan tersebut menyimpulkan adanya penurunan nilai aktiva. Sedangkan piutang usaha yang berasal dari pendapatan jasa diakui sesuai dengan tahapan penyelesaian pekerjaan. Penurunan Nilai Aktiva Apabila terdapat indikasi adanya penurunan potensial atas nilai aktiva yang disebabkan oleh penurunan estimasi nilai ekonomis yang manfaatnya untuk masa depan. aktiva dan kewajiban PT Petronika pada tanggal neraca di jabarkan masing – masing dengan menggunakan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut. kecuali PT Petronika diselenggarakan dalam mata uang Rupiah. maka kerugian yang timbul akan diakui pada periode berjalan. g.

ii) Investasi Lainnya Investasi dalam bentuk saham dengan pemilikan kurang dari 20% yang nilai wajarnya tidak tersedia dan dimaksudkan untuk investasi jangka panjang dinyatakan sebesar biaya perolehan (metode biaya). Apabila penyajian dilakukan sebesar nilai bersih yang dapat direalisasi.1 tahun 0% 1 .2 tahun 50 % > 2 tahun 100% Piutang yang benar-benar tidak dapat ditagih dihapuskan dari pembukuan. nilai tercatatnya dikurangi untuk mengetahui penurunan tersebut dan kerugiannya dibebankan pada laporan laba rugi tahun berjalan. ii) Persediaan barang dalam proses dicatat sebesar harga perolehannya dengan metode rata-rata tertimbang (weighted average method). Namun demikian penghapusan tersebut tetap mengikuti prosedur sebagaimana diatur dan berlaku untuk BUMN pada umumnya. Investasi Jangka Panjang i) Investasi pada Perusahaan Asosiasi Investasi dengan pemilikan 20% sampai dengan 50%. iv) Untuk persediaan yang tidak berfungsi dalam kondisi rusak atau tidak dapat dimanfaatkan. Selisih antara nilai tercatat dengan nilai Rp 1. dipindahkan ke aktiva lain-lain dengan nilai Rp 1. Bila terjadi penurunan nilai yang bersifat permanen. Transaksi dengan Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa 13 . piutang kepada Pemerintah dan antar produsen pupuk/sister company) berdasarkan analisa terhadap umur piutang tersebut sebagai berikut : Umur piutang Persentase penyisihan 0 . k.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) i.000 (seribu Rupiah) dibebankan sebagai kerugian pada tahun berjalan. maka selisih yang timbul dibebankan pada akun penurunan nilai persediaan dalam kelompok beban lain-lain. ditambah atau dikurangi dengan bagian laba atau rugi perusahaan asosiasi sejak perolehan sebesar persentase pemilikan dan dikurangi dengan dividen yang diterima (metode ekuitas). maka nilai tercatatnya dikurangi untuk mengakui penurunan tersebut yang ditentukan untuk setiap investasi secara individu dan kerugiannya dibebankan pada laporan laba rugi tahun berjalan. baik langsung maupun tidak langsung. dinyatakan sebesar biaya perolehan. Penerimaan kembali piutang yang telah dihapuskan dibukukan sebagai pendapatan lain-lain. Penyisihan Piutang Perusahaan menetapkan penyisihan piutang atas piutang usaha dan piutang lain-lain (kecuali piutang yang ada jaminannya. l. Bagian atas laba (rugi) tiap tahun disesuaikan dengan amortisasi atas selisih antara harga perolehan dan bagian Perusahaan atas nilai wajar netto yang dapat diidentifikasi. Persediaan i) Persediaan bahan baku dan suku cadang dicatat sebesar harga perolehannya dengan metode ratarata bergerak (moving average method). iii) Persediaan barang jadi pada tanggal neraca disajikan sebesar nilai perolehannya atau nilai bersih yang dapat direalisasi mana yang lebih rendah (the lower of cost and net realizable value). j. Bila terjadi penurunan nilai yang bersifat permanen. Khusus untuk piutang kepada Pemerintah disisihkan setelah adanya kepastian bahwa piutang tersebut tidak akan terealisir.000 (seribu Rupiah) per satuannya.

iv). Aktiva Tetap Aktiva tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutannya. direksi dan manajer dari perusahaan serta anggota keluarga dekat orang-orang tersebut dan. 7. Sifat dan besarnya transaksi dengan pihak-pihak yang mana Perusahaan mempunyai kemampuan untuk mengendalikan. Perusahaan dimana suatu kepentingan substansial dalam hak suara dimiliki baik secara langsung maupun tidak langsung oleh setiap orang yang diuraikan dalam point iii) dan iv) atau setiap orang tersebut mempunyai pengaruh signifikan atas perusahaan tersebut. sebelum mendapatkan persetujuan formal untuk menghapuskannya atau dijual. m. iii). Terhadap aktiva tetap tersebut dilakukan penyusutan sekaligus sebesar nilai buku dan dibebankan sebagai Biaya lain – lain. dan anggota dekat dari perorangan tersebut (yang dimaksudkan dengan anggota keluarga dekat adalah mereka yang dapat diharapkan mempengaruhi atau dipengaruhi perorangan tersebut dalam transaksinya dengan perusahaan pelapor). Apabila aktiva tetap yang tidak digunakan lagi untuk operasional perusahaan ( karena rusak atau usang). Ini mencakup perusahaanperusahaan yang dimiliki anggota dewan komisaris. Kriteria yang digunakan untuk objek kapitalisasi berupa pengeluaran untuk pemeliharaan. mengendalikan atau dikendalikan oleh. alat berat Perabot dan inventaris lainnya 10 10 20 20 25 Tanah dinyatakan berdasarkan biaya perolehan dan tidak disusutkan. baik secara langsung maupun tidak langsung suatu kepentingan hak suara di perusahaan pelapor yang berpengaruh secara signifikan. atau dengan pihak yang mana Perusahaan mempunyai pengaturan khusus atau transaksi yang signifikan dan juga apakah transaksi telah dilakukan atau dengan kondisi dan syarat sebagaimana dilakukan dengan pihak yang tidak mempunyai hubungan istimewa telah diuraikan di laporan keuangan. Perorangan yang memiliki. v). memimpin dan mengendalikan kegiatan perusahaan pelapor yang meliputi anggota dewan komisaris. Perusahaan asosiasi (associated enterprises). Perusahaan yang melalui satu atau lebih perantara (intermediaries). yang dimaksudkan dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah: i). Karyawan kunci yaitu orang-orang yang mempunyai wewenang dan tanggung jawab untuk merencanakan.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan No. pengadaan/ pembangunan yang berkaitan dengan aktiva tetap adalah sebagai berikut: 14 . Aktiva tetap kecuali tanah disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus (straight line method) berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aktiva tetap. subsidiaries and fellow subsidiaries). atau berada dibawah pengendalian bersama dengan perusahaan pelapor (termasuk holding companies. direksi atau pemegang saham utama dari perusahaan pelapor dan perusahaan-perusahaan yang mempunyai anggota manajemen kunci yang sama dengan perusahaan pelapor. maka secara administratif dikeluarkan dari perkiraan aktiva tetap untuk dipindah bukukan ke dalam aktiva tetap non operasional yang disajikan dalam kelompok aktiva lain – lain. ii). sebagai berikut : % Tarif Penyusutan Bangunan pabrik Bangunan gedung Mesin dan Peralatan Kendaraan.

(iii).500 Jenis Aktiva Bangunan Mesin Alat berat Kendaraan Perabot Baru Rp 50. Biaya yang Ditangguhkan Biaya yang dikeluarkan dan diperkirakan memiliki manfaat lebih dari satu tahun dicatat sebagai biaya ditangguhkan dan diamortisasi dengan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomisnya. Akumulasi biaya perolehan akan dipindahkan ke masing – masing aktiva tetap yang bersangkutan pada saat selesai dan siap digunakan. Biaya jasa lalu. Biaya perolehan tersebut termasuk biaya pinjaman yang terjadi selama masa pembangunan yang timbul dari hutang yang digunakan untuk pembangunan aktiva tersebut. Pengeluaran berupa biaya pemeliharaan diklasifikasikan dan dicatat sebagai aktiva tetap apabila pengeluaran tersebut menambah umur ekonomis dan atau menambah kapasitas aktiva tetap yang bersangkutan.000 Rp 10. n.000 Rp 25.000 Rp 50. Aktiva suku cadang penyangga ini akan disusutkan selama umur teknis pabrik (umur teknis pabrik dikurangi masa operasi pabrik).000 Rp 50.000 Rp 5.000 Rp 25. o. Biaya jasa kini diakui sebagai beban pada periode berjalan. Pengadaan/ pembangunan aktiva tetap dikapitalisasi jika harga per satuan mempunyai batas minimum sebagai berikut: Penambahan/ Penggantian Rp 25. p. Hutang Usaha Hutang usaha adalah hutang yang timbul dari pengadaan barang/ jasa yang dinyatakan sebesar nilai barang/ jasa yang harus dibayar kepada rekanan. Metode penilaian aktuaria yang digunakan oleh aktuaris adalah metode Projected Unit Credit. Pengakuan Pendapatan dan Beban 15 . q. (ii). Biaya pemeliharaan yang dikapitalisasi adalah biaya pemeliharaan yang dikategorikan sebagai perbaikan berat yang berupa penggantian baru seluruh satuan komponen aktiva tetap. Hutang usaha yang berhubungan dengan pemborongan pekerjaan diakui dan dicatat berdasarkan persentase fisik pekerjaan yang telah diselesaikan dan dinyatakan dengan Berita Acara. Aktiva / Kewajiban Diestimasi atas Program Pensiun Perusahaan menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti ( berupa PKHT dan THT ) untuk semua karyawan tetap lokalnya.000 Rp 5. Apabila pengeluaran biaya pemeliharaan tidak menambah umur dan atau menambah kapasitas maka dicatat sebagai beban.000 Persediaan yang diklasifikasikan sebagai suku cadang penyangga disajikan pada aktiva tetap. Aktiva Dalam Pelaksanaan Aktiva dalam pelaksanaan dinyatakan sebesar biaya perolehan.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) (i).000 Rp 10. Umur teknis pabrik pupuk ditentukan selama 16 (enam belas) tahun. koreksi aktuarial dan dampak perubahan asumsi bagi peserta pensiun yang masih aktif diamortisasi dengan metode anuitas pasti selama estimasi sisa masa kerja rata – rata karyawan sebagaimana ditentukan oleh aktuaris. r.

Pada akhir tahun.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) i) ii) Pendapatan dari penjualan pupuk dan produk samping (non pupuk) diakui pada saat direalisasi yaitu pada saat pembuatan faktur penjualan yang didukung bukti penyerahannya. . Pendapatan subsidi pupuk diakui sebagai berikut: Tahun 2003 . maka perbedaan tersebut diperlakukan sebagai pendapatan atau beban pada tahun ditetapkannya oleh Pemerintah setelah dilakukan audit khusus subsidi pupuk. 16 .Apabila terdapat perbedaan antara pendapatan subsidi yang dicatat Perusahaan pada suatu tahun buku dengan yang diakui Pemerintah pada periode berikutnya yang berlaku surut. Perusahaan menagih sebesar 70% dari perhitungan tersebut. .Pada setiap akhir bulan pendapatan subsidi diakui sebesar 100% dari perhitungan subsidi untuk bulan yang bersangkutan. jumlah pendapatan subsidi untuk tahun berjalan diakui dan dihitung berdasarkan penyaluran pupuk bersubsidi ke Lini IV dan perkiraan HPP sesuai dengan ketentuan Menteri BUMN.

yakni laba komersial setelah dikoreksi sesuai dengan peraturan perpajakan yang berlaku. Perusahaan menagih sebesar 85% dari perhitungan tersebut. i) ii) iii) iv) Pendapatan jasa diakui sesuai dengan tahapan penyelesaian pekerjaan. maka perbedaan tersebut diperlakukan sebagai pendapatan atau beban pada tahun ditetapkannya oleh Pemerintah setelah dilakukan audit khusus subsidi pupuk.Pada setiap akhir bulan pendapatan subsidi diakui sebesar 100% dari perhitungan subsidi untuk bulan yang bersangkutan. .Apabila terdapat perbedaan antara pendapatan subsidi yang dicatat Perusahaan pada suatu tahun buku dengan yang diakui Pemerintah pada periode berikutnya yang berlaku surut. Segmen usaha adalah komponen yang dapat dibedakan (distinguishable components) dan menghasilkan suatu produk atau jasa yang berbeda. t. Saldo rugi fiskal yang dapat dikompensasi diakui sebagai aktiva pajak tangguhan apabila besar kemungkinan bahwa jumlah laba fiskal di masa mendatang akan memadai untuk dikompensasi. Harga pokok penjualan dicatat sesuai biaya perolehannya yang besarnya ditentukan sesuai dengan pisah batas (cut off) yang berlaku untuk penjualan. jumlah pendapatan subsidi untuk tahun berjalan diakui dan dihitung berdasarkan penyaluran pupuk bersubsidi ke Lini IV dan realisasi HPP sesuai ketentuan Menteri BUMN dengan mempertimbangkan anggaran yang tersedia di APBN-P. Koreksi terhadap kewajiban perpajakan diakui saat surat ketetapan pajak diterima atau jika mengajukan keberatan. Pajak tangguhan diukur dengan tarip pajak yang berlaku saat ini. 17 . s. Informasi Segmen Usaha Informasi segmen perusahaan dan perusahaan anak disajikan menurut pengelompokan (segmen) usaha. pada saat keputusan atas keberatan tersebut telah ditetapkan. Pajak kini dihitung berdasarkan laba kena pajak.Pada akhir tahun. Pendapatan bunga dan lainnya diakui dengan metode akrual. menurut pembagian industri atau kelompok produk atau jasa sejenis yang berbeda. Pajak Penghasilan Seluruh perbedaan temporer antara jumlah tercatat aktiva dan kewajiban dengan dasar pengenaan pajaknya diakui sebagai pajak tangguhan dengan metode kewajiban (liability method). . Beban diakui atas dasar akrual yaitu pada saat barang/Jasa digunakan/dimanfaatkan dalam operasi perusahaan atau dalam periode akuntansi yang menikmati manfaat ekonomi barang/jasa pada tahun yang bersangkutan.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Tahun 2004 . terutama untuk para pelanggan diluar entitas Perusahaan.

677.650.382 15.404.120 52.565 5.079 7.269.527.621 137.716 23.000 6.561 14.673 4.150.469.169.922 237.080 14.649.653 21.605 310.511.308.465 177.696 217. Piutang Usaha 2004 Rp 2003 Rp a.316 152.899.064 44.393 5. Berdasarkan Langganan Pihak Ketiga PT Gresik Cipta Sejahtera Pertani Group PT Gautama Sinarbatuah Sarana Adya Boga Agung PT Semen Gresik Cheil Samsung PT Indonesia Asahan Aluminium 18 21.325 226.310 9.892 4.404.889 6.573 763 312.286.803.355 273.764 4.526.926.089.793.044.568.533 40.185 334.363 22.491 37.764 12.377 8.760 3.443.192 196.269 21.002. Kas dan Setara Kas 2004 Rp 2003 Rp 400.916 4.292 Kas Bank : Rupiah : PT Bank Rakyat Indonesia Tbk PT Bank Negara Indonesia Tbk PT Bank Mandiri Tbk PT Bank Central Asia Tbk PT Bank DBS Indonesia PT Bank Bukopin Standard Chartered Bank The Hongkong Shanghai Bank Corporation Citi Bank PT Bank Lippo Tbk PT Bank Mega Tbk Sub Jumlah Valuta Asing : Citi Bank PT Bank Negara Indonesia Tbk PT Bank Mandiri Tbk Standard Chartered Bank PT Bank Rakyat Indonesia Tbk PT Bank Central Asia Tbk PT Bank DBS Indonesia The Hongkong Shanghai Bank Corporation PT Bank Lippo Tbk Sub Jumlah Jumlah Kas dan Bank Deposito Rupiah PT Bank Negara Indonesia Tbk Jumlah Kas dan Setara Kas 565.788 7.262.268 4.880 83.041.494 81.954 5.583.749.560 .784 191.729.358.203.083 224.420 306.234.063.780 3.849 6.446 66.393 1.012.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 4.000 335.704.011 22.557 347.521 13.323.448.814 347.765 25.374.814 171.163.

323.130.815.448.574.869.537 2003 Rp PPI (Group) PT Padas Mulya PT Dharma Niaga PT Murni Sri Jaya Kimikal Usaha Prima Andal Hasa Prima PT Anak Gresik Raya Kencana PT Sugih Waras PT Eka Matra Tani PT Lautan Luas Lainnya (dibawah Rp2.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 2004 Rp 4.540.885 42.907 106.870 8.897.117 153.913.892 193.502.143 7.600.643 (1.860 191.291.320 368.248.448 2.244 13.607 123.283) 249.253.550.320 81.237.670.577 402.116.5 milyar) Sub Jumlah Penyisihan Piutang Ragu-ragu Sub Jumlah Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa Pemerintah Republik Indonesia Subsidi Harga Pupuk Non Urea Subsidi Harga Gas Bumi (Urea) PPN atas Subsidi Harga Pupuk Non Urea Sub Jumlah Induk Perusahaan dan Perusahaan Asosiasi PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) PT Petrocentral PT Mega Eltra PT Pupuk Kaltim Tbk PT Pupuk Kujang Sub Jumlah Sub Jumlah Penyisihan Piutang Ragu-ragu Jumlah Jumlah Piutang Usaha b.793 413.360 145.346.937 359.085 3.235 93.072.520.256 7.001. 19 .869 3.373 3.116 (714.062 4.866 219.744 403.725 910.912 10.696 (7.937 Subsidi harga gas bumi merupakan subsidi atas selisih harga antara harga pembelian gas bumi dengan harga yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan sebagai beban Perusahaan yang digunakan untuk memproduksi pupuk urea yang telah disalurkan sampai ke Lini IV untuk sektor pertanian dalam negeri (lihat catatan 2).004 (1.742.547.244.067) 402.550.120.391 7.607.515.253 28.043) 187.096.197.137 17.981.287.250 14.520.520.376) 406.420 250.483.186.509 8.747.600 3.784) 152.580 (6. Berdasarkan Mata Uang Rupiah US Dollar Jumlah Penyisihan Piutang Ragu-ragu Jumlah Piutang kepada Pemerintah Republik Indonesia 6.960.521.294 3.903 44.078.260 43.807.880.655.874.333) 219.766.478.258.972 3.043. Subsidi harga jual pupuk non-urea merupakan subsidi atas selisih harga jual pupuk non-urea yang ditetapkan Pemerintah (Harga Eceran Tertinggi/ HET) dengan Harga Pokok Penjualan (HPP) untuk volume pupuk yang telah disalurkan sampai ke Lini IV untuk sektor pertanian dalam negeri (lihat catatan 2).406 12.591 28.841 3.826 2.623 3.976 110.713.700 143.361 (249.759 20.481.872.733.783 406.983.845.266.008 1.

283 29.782.500. bangunan.591 307.029.623 23.028.755 23.023 (10.470 835.779) 13.805.569.652 (9.652. Berdasarkan Langganan Pihak Ketiga PT Petro Oxo Nusantara Dinas Perhubungan Pemkab Gresik PT Samator Inti Peroksida Lain .344) 26.367.013.161 421. karyawan).385.264.620 277.980 22. Berdasarkan Mata Uang Rupiah US Dollar Jumlah Penyisihan Piutang Ragu-ragu Jumlah Piutang Lain-lain 20 9.266.579.289.850 .706.347.806. penjualan produk samping dan pinjaman suku cadang.434. Piutang Lain-lain 2004 Rp 2003 Rp a.567.579.209) 21. Piutang usaha digunakan sebagai jaminan atas hutang bank (lihat catatan 14 dan 20).030 1. 6.000 1.034) 35.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Selisih pembayaran harga gas bumi merupakan pengembalian oleh Pemerintah RI atas selisih harga antara harga pembelian gas bumi dengan harga yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan sebagai beban Perusahaan yang digunakan untuk memproduksi pupuk urea (lihat catatan 2).006 (10.162 4. Piutang kepada Perusahaan Induk dan Asosiasi Jumlah tersebut adalah piutang atas penjualan produk dan jasa. tanah.223.978 24. Manajemen berpendapat bahwa penyisihan piutang ragu .145.059.680 1.120 337.148.850 8.963 2.024 771.911 37.718.371 (1.424 731.ragu atas piutang kepada pihak ketiga dan piutang kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah cukup untuk menutupi kerugian yang mungkin timbul dari tidak tertagihnya piutang tersebut.352.341 2.989 22.027 2.120.194 (11.153.825) 14.199 3.441 5.150.lain (kurang dari 2 milyar) Sub Jumlah Penyisihan Piutang Ragu-ragu Sub Jumlah Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa PT Petrowidada Yayasan Petrokimia Gresik PT Puspetindo PT Petronika PT Kawasan Industri Gresik PT Petrocentral Karyawan PT Petrokopindo CS PT Rekayasa PT Pupuk Kaltim Tbk Lain-lain Sub Jumlah Penyisihan Piutang Ragu-ragu Sub Jumlah Jumlah Piutang Lain-lain b.879.678.148.673 21.449 5.156.747 13.565) 13.990 365.038 4.237.400 46.188 (506. penggunaan fasilitas Perusahaan (rumah dinas.092.409 26.827 12.394 6.249.617 2.989 15.784 7.225.868.162 35.943.

489 526 131 386 52 .607 161. Flowable.700.ragu atas piutang kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah cukup untuk menutupi kerugian yang mungkin timbul dari tidak tertagihnya piutang tersebut.612 1.698.703. dan lain-lain) dan penjualan jasa lainnya berupa jasa keahlian.086 18.165 3.682 31.105 3.574.679 30.589 194 199 43. Coils) Sub Jumlah c.101.021 152.716 16.228 381.334 43.760 110.484. 7.639 99.822.279 50.471 66.419 50.389 27.231. DMA.658 16.466. Coils) Sub Jumlah b. steam.960 92. sewa tanah.172 21 101. Padat.902 161.701.460 234. dll) Bahan Aktif Pestisida ALOH3 Zinc Sulfat Sub Jumlah 33. Manajemen berpendapat bahwa penyisihan piutang ragu .013.487 Kuantum *) 178.918 60.224.593 1. Persediaan 2004 2003 Rp 228.751 20.871 274.915 322.218 46.120.090.998 597.828.375 6.602 11.925. jasa pelabuhan.221 165. Persediaan Barang Jadi Pupuk Kantong Produk Lainnya Pupuk Curah Pupuk Sweeping Barang Dalam Perjalanan Pupuk ZK Bahan Aktif Pestisida (Diazinon.231 37.626 42.746 11.468 92. dan lain-lain (lihat catatan 30).037 2.320 66. BPMC.611 119.489.717 6.508 8.070 174.195 771.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Piutang kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa lainnya diatas terutama timbul dari transaksi penjualan hasil produk samping (seperti air.637 a. Flowable.758 32.591.140.636 9.854 454.032.789 4.496 2.128.227.399. Persediaan Bahan Baku Batuan Fosfat Belerang KCL Amoniak Asam Sulfat Pestisida (DMS.478 842 88 Rp 126. listrik.943.136.705 3.134 39.592 7.383 9.880 404.957 7.729 19.673 9.354 11.576 34.588 5.033 30.127.605.951.140 31.494 43. Tepung.379 2.459 13.249 8. Tepung.999.261.033 337.264 93 7.864 73. sewa rumah.263 700.698 993. Padat.183. dll) Pestisida (Cair.417 255 9.361 128 78 353 35.747. Persediaan Barang Dalam Proses Asam Fosfat ROP KCL 15-10-19-6Mg Bahan Aktif Pestisida Purified Gypsum KCL 15-9-20-6Mg CO2 Cair Asam Fluosikat Nitrogen Oksigen Crude Gypsum Pestisida (Cair.334 10.207 2.171 450.056 7.757.155 4.520 11.241 67.006 8.611 5.850 Kuantum *) 130.256 119.008 67.598 31.054.168.

833 29. sesuai hasil kesepakatan dengan anggota holding telah diputuskan tambahan dividen tersebut dialokasikan ke masing-masing anggota holding.327 85. pestisida cair.102.280 58.808.753 469.280 57.298.178 3.367. dimana PT Petrokimia Gresik mendapat bagian sejumlah Rp14. Persediaan Bahan Pembantu dan Penolong e.080 2.000 2.877.023 85.907.510.314. Seluruh persediaan di atas digunakan sebagai jaminan atas hutang bank (lihat catatan 14 dan 20).622 134.671.812. 9.464.244 3.004.256 .460 7. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian yang dialami Perusahaan.243 1.639 174.558. sedangkan kenaikan persediaan bahan jadi disebabkan menumpuknya persediaan bahan jadi di 8.515 Biaya Perbaikan Rutin yang Dikapitalisasi Biaya Distribusi Asuransi Biaya Bahan Kimia untuk NPK Blending Provisi Bank Lain-lain Jumlah 22 38.masing sebesar Rp64.071. kecuali oksigen dan nitrogen (dalam satuan ncm).695. Uang Muka 2004 Rp 2003 Rp 74. Kenaikan nilai persediaan bahan baku pada tahun 2004 disebabkan adanya kenaikan pembelian bahan baku impor karena kenaikan nilai kurs dollar. Pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003.442.634.789.894 20.418. Tambahan dividen tersebut diminta pada PT Pusri Holding sebesar Rp50 milyar. Persediaan Suku Cadang Pabrik Operating Supplies Pabrik Amonia dan Urea Kendaraan dan Alat Berat Prasarana dan Utilitas Suku Cadang Dalam Perjalanan Sub Jumlah Jumlah *) 44.391.565 36.330 6.639 9.786 14.658 2.831 16.755.951 44.209 Uang Muka Pembelian Uang Muka Dividen Uang Muka Operasional Uang Muka Lainnya Jumlah 27.585 dan PT Asuransi Ramayana Tbk pada tanggal 31 Desember 2004 sebesar Rp1.304.677.620.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) d.439 2.915.334.314. Biaya Dibayar Dimuka 2004 Rp 2003 Rp 42.359 Uang muka dividen merupakan tambahan dividen Pemerintah.271 7.721 1.529. U/41179/AOO-KU/2004 tanggal 6 Desember 2004 dan surat Menteri BUMN No.229 5. seluruh persediaan telah diasuransikan kepada PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya dengan jumlah pertanggungan masing .402 65.550 47.072 Kuantum dalam satuan ton. pestisida padat dan tepung (dalam satuan kg).914.185.233.334.336 dan Rp53. sesuai surat dari PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) No. flowable dan coils (dalam satuan ltr).706 718.416.310.409. S-638/MBU/2004 tanggal 29 Nopember 2004.335.578.328.000.

849 15.430) 20.022 15.552.13% Ringkasan pergerakan penyertaan adalah sebagai berikut : a.219 281.531 3.00% 35.160 Thailand Gresik Gresik Gresik 13.229.273.724 14.964 (744.818 23 .000 1 28.250 260.434 (42.996 Selisih Kurs - Saldo 31 Des 2003 18.530.552.873 1.032 292.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 10.091. Metode Ekuitas 2004 Bagian Laba (Rugi) Tambahan Periode Berjalan Setoran dan Koreksi Dividen 3.500 34.474.990.643 1.357.818 17.250 260.309) 875.957) (1.774 2003 Rp 18.592.190.203.818 Selisih Kurs 2.040.005 40.226 2.431 17.250 260.849 15.005 40.474.00% 50.850 289.343 69.530.360 4.190.077.474.328.519.192.500 34.273.596.040.47% 9.602. Thailand PT Petrowidada PT Petrocentral PT Puspetindo Sub Jumlah Jumlah Gresik Gresik Gresik Gresik Pemilikan Saham 20.849 15.250 260.742.360 4.000 1 28.091.219 281.00% 2004 Rp 21.470) (851.431 Saldo 01 Jan 2003 Perusahaan : PT Petronika PT Kawasan Industri Gresik Perusahaan Anak : PT Aneka Jasa Grhadika PT Petrokopindo Cipta Selaras Jumlah 19.041.742.982 6.773 541.269 817.076 Saldo 31 Des 2004 21.00% 1.328.00% 50.022 15. Investasi Jangka Panjang Tempat Kedudukan Metode Ekuitas PT Petronika PT Kawasan Industri Gresik PT Aneka Jasa Grhadika PT Petrokopindo Cipta Selaras Sub Jumlah Metode Biaya Asean Potash Mining.990.723 21.303.592.219 281.190.776.342 63.500 34.091 2003 Bagian Laba (Rugi) Tambahan Periode Berjalan Setoran dan Koreksi Dividen (582.500 34.531 3.742.617 281.776.279 5.80% 5.873 1.427) Saldo 01 Jan 2004 Perusahaan : PT Petronika PT Kawasan Industri Gresik Perusahaan Anak : PT Aneka Jasa Grhadika PT Petrokopindo Cipta Selaras Jumlah 18.602.981 6.

000. Perusahaan ini bergerak dalam bidang bahan baku plastik. 24 .260 dan pada tahun 1997 ditambah lagi sebesar Rp261.182. PT Petronika Penyertaan pada PT Petronika dilakukan pada tanggal 22 Oktober 1983 dengan akta Soeleman Ardjasasmita.385 lembar dengan nilai USD 2. PT Petronika bergerak dalam bidang bahan baku plastik.. Perusahaan ini bergerak dalam bidang konstruksi dan jasa pemeliharaan gedung.000/lembar.500 atau senilai Rp14. SH.750. SH nomor 25 tanggal 14 September 1983. Nomor 36 tanggal 18 April 1990. Perusahaan tersebut saat ini sedang dalam konstruksi menjadi produsen pupuk. Pada tahun 1995 dilakukan tambahan penyertaan senilai Rp3. penyertaan Perusahaan pada PT Petrokopindo Cipta Selaras adalah sebanyak 26.108.050 lembar saham dengan nilai nominal Rp10 per lembar atau senilai Rp260.013/1990 tanggal 5 Juni 1990. Perusahaan ini bergerak dalam bidang otomotif. b. PT Aneka Jasa Grhadika Penyertaan pada PT Aneka Jasa Grhadika dituangkan dalam akta notaris Nurlaily Adam.946. Modal Dasar Perusahaan ini adalah Rp60. Sesuai resolusi para pemegang saham.073. Thailand Penyertaan pada Potash Mining Thailand dilakukan berdasarkan surat Menteri Keuangan nomor S-672/MK. Metode Biaya Potash Mining. Pada tanggal 19 Maret 1999 dilakukan perubahan akta perusahaan yang mengubah nilai nominal saham menjadi USD 500/lembar. Akta tersebut diperbaharui dengan akta notaris Rahmat Santosa.125 lembar saham dengan nilai nominal Rp 10 per lembar atau senilai Rp281. SH nomor 140 tanggal 19 Maret 1999. PT Petrowidada Penyertaan pada PT Petrowidada dilakukan pada tanggal 17 Pebruari 1999 berdasarkan akta notaris Ny. PT KIG bergerak dalam bidang pengelolaan lahan untuk industri di Gresik.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Dasar perhitungan bagian laba penyertaan saham untuk PT Petronika dan PT Kawasan Industri Gresik menggunakan laporan keuangan yang belum diaudit. Investasi Perusahaan dalam akta ini diakui sebanyak 5. Akta ini telah beberapa kali mengalami perubahan terakhir dengan akta pernyataan keputusan rapat nomor 53 tanggal 17 Januari 1995 dihadapan notaris Yanita Poerbo.692.385.400.500. PT Kawasan Industri Gresik Investasi pada PT Kawasan Industri Gresik (PT KIG) dilakukan pada tanggal 20 Nopember 1990 dengan akta notaris Nurlaily Adam Nomor 145.318. Harga saham pada tahun 1983 adalah USD 1.000 dan telah ditempatkan sebesar Rp5. PT Petrokopindo Cipta Selaras Penyertaan pada PT Petrokopindo Cipta Selaras dituangkan dalam akta notaris Djamilah Nahdi.47%. Jumlah investasi pada tanggal tersebut adalah senilai Rp3.250. PT Petrowidada menambah modal ditempatkan dan disetor sehingga mengubah persentase kepemilikan Perusahaan dari 4.82% menjadi 1. SH. Ester Mercia Soeleman nomor 40 dengan nilai penyertaan Rp3.000.154. SH Nomor 218 tanggal 31 Desember 1994 dan telah diubah dengan notaris yang sama nomor 294 tanggal 30 Maret 1996 sebanyak 28.

280.976 14.812 2004 Pengurangan 416 4.721 3.080.535.350 lembar saham.547 39.201.123.206 2.908.13%.390 1.027 1. SH nomor 4 yang diubah dengan akta notaris Endravilla Parmata.443.572 1.646.604.000 131.782 46.802 887.510.390 1.426.576 4.450.350.997.341.355 26.530 981.619) (152.857 5.434 50.954 11.195 17.813.077.150 331.045.134. maka komposisi pemilikan saham Perusahaan pada PT Puspetindo menjadi sebesar 5.394 717.961.011.438.919.305 7.039 200.136 8.303.795 2.501 3.456. Seluruh investasi tersebut diatas dimaksudkan untuk memperoleh potensi keuntungan dalam jangka panjang.612.278. PT Puspetindo bergerak dalam bidang peralatan pabrik.000 111.595 3. Nilai penyertaan Perusahaan adalah sebesar Rp12.551 398.299.711.228. Perusahaan telah mengalami kerugian kumulatif yang melebihi modal ditempatkan.526 99.821 498.869.027) - Saldo Akhir 29.031 46.463 75.365.819.000 sehingga nilai penyertaan menjadi Rp4.120.988. Nilai penyertaan adalah sebesar USD 1.848.000 dan terdapat koreksi penyertaan sebesar Rp680.680.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) PT Petrocentral Penyertaan pada PT Petrocentral dilakukan pada tanggal 3 Maret 1986 dengan akta notaris Soeleman Ardjasasmita.340 45.321 789.779 191.403 atau ekuivalen dengan Rp2.091 Saldo Akhir 29.422.383 23.422.470.212.000 dan telah disetor sebesar USD 1.643.422.927 75.341.559 3.085.577.604.395.490.245 3. PT Petrocentral bergerak dalam bidang bahan baku sabun.283.283) (55.847 25 5 477 837 2003 Pengurangan 1 942 051 Reklasifikasi 15.220 3.241 42.821 8.007.237 Penambahan 7.533.661. karena seluruh investasi jangka panjang tersebut bergerak dalam bidang industri yang berhubungan dengan Perusahaan yaitu industri pupuk dan perdagangan.388. Dengan dilakukannya restrukturisasi hutang dalam bentuk Debt of equity Swap serta adanya perubahan modal.074.568 42.000 atau 12.011.011.128 1.566 321.819. Aktiva Tetap Saldo Awal Nilai Perolehan Tanah Bangunan Mesin dan Peralatan Kendaraan dan Alat Berat Inventaris Suku Cadang Penyangga Aktiva Dalam Pelaksanaan Bangunan Mesin dan Peralatan Inventaris Lainnya Akumulasi Penyusutan: Bangunan Mesin dan Peralatan Kendaraan dan Alat Berat Inventaris Suku Cadang Penyangga Nilai Tercatat 29.995 16.319 2.899 64.408 152.798 216. 11.556 19.124.093 42 550 193 Penambahan 498.486 Reklasifikasi 2.161 52.328 Saldo Awal Nilai Perolehan Tanah Bangunan Mesin dan Peralatan Kendaraan dan Alat Berat 29.961.438.062. SH nomor 261 tanggal 19 Mei 1992.699.527.566 321.445.002.456 214. Pada tahun 2002 PT Petrocentral membagikan dividen saham sebesar Rp2.131.776.979 22.180 107.577.216.283 55.463.544.982.566 321.056 1.409.388.025. PT Puspetindo Investasi pada PT Puspetindo dilakukan pada tanggal 22 Maret 1990 dengan akta notaris Soeleman Ardjasasmita nomor 30.200.724 14.031 46 085 979 .183 1.099 2.000.050 1.422.832.646 (2.198.

091 909.346.477.041 894.547 39.612.530 981.550.797) - Saldo Akhir 29.422.604.941.408 152.475 51.167 17.696.237 Beban penyusutan dialokasikan sebagai berikut : 2004 Rp 2003 Rp 82.593 Penambahan 498.463 75.305 1.035.085.401 928.540 111.771 185.982 40.768.508 8.394 717.039 200.193 21.213 3.753 1.433 90.379.195 17.811 Aktiva tetap dan aktiva dalam pelaksanaan digunakan sebagai jaminan atas hutang bank (lihat catatan 14 dan 20).027 116.340 45.252.480 17.136 6.942.303.179 68. 12.721 3.941.083.341.542.566 321.011.626.027 1.941 Beban Overhead Pabrik Beban Usaha Jumlah 92.577.365.588 148.963.154 3.289 .856.802 887.313.007.088.163 6.136 8.242.154 8.840.031 46.595.869.280.762 373.916.212.679. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian yang dialami perusahaan.123.711.816.941 Reklasifikasi 15.220.514.401 928.238.212.919. PT Asuransi Ramayana Tbk dan PT Asuransi Inda Tamporok General Insurance terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya dengan jumlah pertanggungan masing .837 1.306 1.490.756.145 6.422.099 2. Biaya Yang Ditangguhkan 2004 Rp 2003 Rp 21.278.317 Saldo Awal Nilai Perolehan Tanah Bangunan Mesin dan Peralatan Kendaraan dan Alat Berat Inventaris Suku Cadang Penyangga Aktiva Dalam Pelaksanaan Bangunan Mesin dan Peralatan Inventaris Lainnya Akumulasi Penyusutan: Bangunan Mesin dan Peralatan Kendaraan dan Alat Berat Inventaris Suku Cadang Penyangga Nilai Tercatat 29.390 1.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 2003 Pengurangan 1.025.051 373.044.119.408.706 (16.572.408 152.988.679.200.961.445.379 15.643 90.144.913.178 862.106 216.299.093 42.500 79.050 1.228.940.470.149 2. Pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003.589 9. seluruh Aktiva tetap kecuali tanah telah diasuransikan kepada PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero).675 99.225 16.392 2.574 14.398 37.masing sebesar Rp1.895 Denda Service Level Agreement Perbaikan yang Dikapitalisasi Pengurusan Sertifikat HGB Tenaga Bantuan Kaltim Reklamasi Tanah Pengurusan Merek Dagang Jumlah 26 10.327 232.979 22.566 321.847 5.328.578 2.463.429 29.510.577.623 dan Rp3.292.443.700 3.969.643.355 26.215 649.432.326 8.

062 342.300.790 580. Aktiva Lain-lain 2004 Rp 2003 Rp 18.biaya yang dikeluarkan sehubungan dengan pengurusan legal hak atas tanah ditangguhkan dan diamortisasi selama umur HGB tanah yang bersangkutan. Biaya . jaminan telepon dan jaminan keanggotaan golf.108.500 3.552.000 2 1.317. Deposito dijaminkan merupakan deposito pada PT Bank Negara Indonesia Tbk yang dijadikan jaminan pada PT Jamsostek (Persero) atas pinjaman untuk membiayai perumahan karyawan.784 610.407 Piutang pada Yayasan Petrokimia Gresik Deposito Dijaminkan Jaminan Jangka Panjang Jaminan Tanah Piutang Karyawan Jangka Panjang Piutang Bersyarat Uang Jaminan Kendaraan Aktiva Tetap Mesin Tidak Digunakan Uang Jaminan Bahan Bakar Jumlah 30.406. jaminan botol. Jaminan jangka panjang merupakan jaminan listrik.496 714. Piutang karyawan jangka panjang merupakan piutang atas pinjaman rumah dan kendaraan kepada pegawai yang dibayar kembali dengan angsuran melalui pemotongan gaji. Aktiva tetap mesin tidak digunakan merupakan bangunan dan mesin Pabrik Pemurnian Asam Fosfat dan Pabrik Amoniak I yang sudah tidak digunakan lagi.514 1.784 56.400 1.291 612.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Denda Service Level Agreement merupakan tunggakan denda atas restrukturisasi hutang Perusahaan yang ditangguhkan dan diamortisasi selama 3 tahun sesuai dengan jatuh tempo dalam perjanjian restrukturisasi.000 1.281.460.800 23.281.634 342.800 1. 27 .800 34.928 Piutang pada Yayasan Petrokimia Gresik adalah piutang untuk dana pembangunan perumahan karyawan yang jangka pengembaliannya lima tahun serta program santunan kesehatan (sankes) (lihat catatan 21).182 1. 13.496 759.

463.900.900 242. yang dapat digunakan untuk Fasilitas Time Loan Revolving dalam Rupiah maupun Dollar Amerika Serikat.000.6.Time Loan PT Bank Central AsiaTbk .100 3. 28 .324 2.789.911 312.347.000 10.312. dengan ketentuan untuk penggunaan dalam Dollar Amerika Serikat setinggi-tingginya sejumlah USD 5.276.841.551.00 14.000.283.296.000.995.650.000 916.000.100 20.789.028 151.000 2003 Rp 84.00 10.50% 4.03 9.430.6.00 14.860.171.335 437.939 190.248.000 92.000.000 50.610 130. Fasilitas Kredit Lokal (rekening koran) dengan jumlah pokok tidak melebihi USD 10.00 57.000.342 86.043.997.41% .020.750.375.811.347. Fasilitas Omnibus Time Loan Revolving dan Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN) dan Pinjaman Berjangka Money Market (PBMM) dengan jumlah pokok tidak melebihi Rp200 milyar.000 155.00% 10.000.387 281.56 82. c.771.069 Tingkat bunga per tahun selama tahun berjalan Rupiah US Dollar Penjelasan Pokok perjanjian pinjaman adalah sebagai berikut : 8.950 33.020.000.18% .50 3.734 Kredit Modal Kerja PT Bank Central Asia Tbk . serta perubahan .989.248..000. SH.553.146 USD (Angka Penuh) 10.876.296 5.665.56 131.456 531.14. Fasilitas Omnibus Letter of Credit (Sight LC.00 25.364. b.695 312.350.833.78 2.000. terakhir tanggal 8 Oktober 2004. dari Lindrawati Poernomo.13.000 dan fasilitas PBMM dapat digunakan hingga sejumlah Rp50 milyar dengan ketentuan pemberian fasilitas PBMM bersifat tidak mengikat disesuaikan dengan keadaan likuiditas PT Bank Central Asia Tbk.perubahan perjanjian kredit. Hutang Bank 2004 USD (Angka Penuh) Rp 139.000.88 43.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 14.75% PT Bank Central Asia Tbk Berdasarkan Akta Perjanjian Kredit Nomor 1 tanggal 7 Agustus 2003. Notaris di Jakarta.330.80% .03 13. Usance LC dan Usance Payable At Sight LC ) dengan jumlah pokok tidak melebihi USD 20.000.000.742 32.246.00 16.Market Line PT Bank DBS Indonesia PT Bank Negara Indonesia Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Syariah Mandiri Standard Chartered Bank PT Bank Mega Tbk PT Bank Lippo Tbk Sub Jumlah Fasilitas Letter of Credit (L/C) PT Bank Central Asia Tbk PT Bank Negara Indonesia Tbk Standard Chartered Bank PT Bank DBS Indonesia The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Sub Jumlah Jumlah Hutang Bank 15.171.957 23.000.731.865. Perusahaan telah memperoleh fasilitas kredit sebagai berikut : a.141.564 125.999.796.10 12.246.000.178 774.000 712.939 190.88 21.347.75% 4% .427 110.600.

000. 69 dengan jangka waktu (21 Juli 1995 . Fasilitas ini berjangka waktu satu tahun yang akan jatuh tempo pada tanggal 21 Desember 2004 dengan jaminan sebagai berikut : - 1 (satu) bidang tanah SHGB No.16% per tahun. Gresik atas nama PT Petrokimia Gresik.000. PT Bank Negara Indonesia Tbk a.000. Kab. 70 dengan jangka waktu (27 September 1995 .000. bahan penolong. barang setengah jadi. Fasilitas kredit ini dibebani bunga sebesar 12. Fasilitas kredit ini dijamin dengan tanah dengan SHGB No. dengan tingkat bunga sebesar 5. Perusahaan memperoleh Fasilitas Kredit Modal Kerja dengan jumlah maksimum kredit sebesar Rp35 milyar.Kec. Seluruh persediaan bahan baku.000. Semua fasilitas kredit tersebut akan jatuh tempo pada tanggal 19 Mei 2005. Gresik. Kedua SHGB tersebut akan dibebani Hak Tanggungan secara Paripasu dengan Bank Mandiri minimal sebesar nilai maksimum kredit Bank Mandiri dan BNI.000. Spot dan Forward dengan jangka waktu 6 (enam) bulan dan Swap sampai dengan 126 bulan. PT Bank DBS Indonesia Berdasarkan Surat Perjanjian Kredit tanggal 28 September 2004.420 m2 yang terletak di Desa Ngipik.000. 9 dengan jangka waktu (01 Pebruari 1996 .000.5% per tahun yang dibayar setiap akhir bulan. c. Kec.000 dengan rincian sebagai berikut : a.000. 2 (dua) bidang tanah SHGB No. Kecamatan Gresik atas nama PT Petrokimia Gresik seluas 105. Fasilitas Kredit Revolving dengan maksimum kredit sebesar USD 10.dengan jangka waktu kredit selama 12 bulan.25 September 2025) seluas 24. Kab.000. Perusahaan telah memperoleh Fasilitas Kredit Modal Kerja dengan jumlah maksimum sebesar USD 30. Fasilitas Kredit Modal Kerja Berdasarkan Perjanjian Kredit Nomor 97/HLB/050a tanggal 1 Agustus 997 serta addendum perubahan Perjanjian Kredit terakhir Nomor (8) 97/HLB/050a tanggal 17 September 2003 dan Surat Persetujuan Perpanjangan Sementara Fasilitas Kredit tanggal 12 Nopember 2004.000. Manyar.490 m2 terletak di Desa Romo.700 m2 beserta bangunan yang berdiri diatasnya dengan nilai pertanggungan sekitar USD 10.000. Gresik atas nama PT Petrokimia Gresik.000. berikut segala sesuatu yang berada diatas tanah tersebut. Fasilitas Trust Receipt Facility dengan maksimum kredit sebesar USD 10. 29 - - . Mesin . Fasilitas Treasuri untuk kontrak mata uang asing Tomorrow.20 Juli 2025) seluas 452 920 m2 dan SHGB No.25 September 2025) seluas 174.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Fasilitas kredit tersebut dibebani tingkat bunga sebesar 11. Fasilitas Impor dengan maksimum kredit sebesar USD 10. Fasilitas Diskonto tagihan ekspor terhadap faktur penjualan LC Ekspor yang didepositkan ke Bank maksimum sebesar USD 1. barang jadi yang diikat secara Fiducia. b. 15 yang berlokasi di Desa Ngipik. bahan pembantu.Mesin/ Peralatan Pabrik Urea dan Amoniak yang diikat secara Fiducia. dengan jangka waktu pinjaman tidak melebihi 180 (seratus delapan puluh hari) yang terdiri dari : Fasilitas Import Line dengan total nilai outstanding tidak melebihi maksimum kredit sebesar USD 10.000.80% per tahun untuk fasilitas kredit lokal yang diberikan dalam mata uang rupiah dan 8% per tahun untuk fasilitas kredit lokal yang diberikan dalam mata uang Dollar Amerika Serikat dan akan jatuh tempo pada tanggal 7 Juli 2005.000. Untuk semua fasilitas nilai kontrak dalam mata uang asing tersebut tidak boleh melebihi USD 10.

Berdasarkan surat persetujuan perpanjangan jangka waktu fasilitas KMK dari Bank Mandiri No. Perusahaan memperoleh Fasilitas Kredit LC Import dengan jumlah maksimum sebesar USD 35. 88 tanggal 31 Agustus 2000 beserta perubahan . Jumlah pagu fasilitas KMK ini adalah sebesar Rp50 milyar yang digunakan untuk menunjang kegiatan operasional (Modal Kerja Industri Pupuk) dengan tingkat bunga sebesar 13.000. SH.000.131 tanggal 17 Oktober 1994. terakhir dengan addendum III No. KPD/2/027/R tanggal 29 Juni 2004. jangka waktu kredit 1 (satu) tahun terhitung sejak tanggal 1 September 2004 sampai dengan 31 Agustus 2005. Kredit ini dijamin dengan jaminan utama berupa persediaan dan piutang dagang pupuk NPK serta jaminan tambahan berupa SHGB berikut bangunan pabrik NPK atas nama PT Petrokimia Gresik serta peralatan mesin dan fasilitas lainnya yang ada diatasnya. SH.5% per tahun serta provisi kredit sebesar 1% per tahun dari Limit Kredit.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) b. Perusahaan telah menandatangani addendum I (Pertama) atas perjanjian Kredit Modal Kerja bersifat Revolving No.000 untuk keperluan pembelian bahan baku untuk produksi pupuk.5% per tahun serta provisi kredit sebesar 1% per tahun dari limit kredit. Perusahaan telah menandatangani perjanjian Kredit Modal Kerja Nomor SBY. Berdasarkan akta No 89 tanggal 31 Agustus 2000 dari Suyati Subadi.733/ADD/2004 tanggal 8 Oktober 2004.perubahannya.000.NIAGA/02/PK-MK-CRMS/2000. notaris di Surabaya. Fasilitas kredit ini dijamin dengan seluruh barang-barang yang dibeli/dibayar dengan menggunakan fasilitas pembukaan LC yang bersangkutan serta dikaitkan dengan jaminan fasilitas kredit lainnya. Akta No. Fasilitas Kredit Modal Kerja Berdasarkan akta No 87 tanggal 31 Agustus 2000 dari Suyati Subadi.. Usance dan Usance payable at Sight termasuk L/C usance dengan skim Line of Import Trade Financing . Fasilitas kredit ini jatuh tempo pada tanggal 21 Desember 2005. b.700.COP/COD. Jumlah pagu fasilitas KMK ini sebesar Rp11 Milyar yang digunakan untuk modal kerja operasional pabrik pupuk NPK.732/ADD/2004 tanggal 8 Oktober 2004. DNW. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk a. 06A/HLB/PPLC/99 tanggal 18 Agustus 1999 dan telah diperbaharui dengan Surat Persetujuan Perubahan Perjanjian Kredit No. DNW.731/ADD/2004 tanggal 8 Oktober 2004.NIAGA/02/PK-LC-CRM/2000. (8) 97/HLB/050a tanggal 17 September 2003. jangka waktu kredit ini adalah 1 (satu) tahun terhitung sejak tanggal 1 September 2004 sampai dengan 31 Agustus 2005.. notaris di Surabaya. Fasilitas Letter of Credit Impor Sesuai dengan Perjanjian Pembukaan Letter of Credit (L/C) No. serta Persetujuan Perpanjangan Sementara No. dengan bunga sebesar 13. Fasilitas kredit ini dijamin dengan jaminan utama berupa barang . Fasilitas kredit ini terakhir dibebani bunga sebesar 4. Jangka waktu L/C maksimal 180 hari setelah tanggal Bill of Lading . DNW. Perusahaan memperoleh fasilitas kredit L/C Impor yang dapat digunakan secara switchable untuk L/C Sight .barang yang di impor dengan fasilitas L/C Impor serta jaminan yang terkait dan tanggung renteng dengan jaminan Fasilitas Kredit Investasi (lihat catatan 14) dan KMK yang telah diserahkan ke Bank Mandiri.IDB) dengan plafond sebesar USD 3.IDB (LITF . Kredit ini dijamin dengan jaminan utama berupa persediaan dan piutang dagang serta jaminan tambahan berupa SHGB berikut bangunan Pabrik NPK atas nama PT Petrokimia Gresik dan peralatan mesin dan fasilitas lainnya yang ada diatasnya. 30 .83%.COP/COD. SBY. dengan jangka waktu satu tahun terhitung sejak tanggal 1 September 2004 sampai dengan 31 Agustus 2005.000 yang merupakan bagian dari jumlah Limit kredit sebesar USD 15. Fasilitas Letter of Credit Impor Sesuai dengan Perjanjian Fasilitas Pembukaan Letter of Credit (L/C) Impor No. Berdasarkan surat persetujuan perpanjangan jangka waktu fasilitas KMK dari Bank Mandiri No.COP/COD.

Documentary Credit Facility . Fasilitas Kredit Impor dengan jumlah maksimum sebesar USD 25. Standard Chartered Bank Sesuai dengan Perjanjian Fasilitas Kredit tanggal 13 Maret 1997 beserta perubahan . The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Sesuai dengan Perjanjian Fasilitas Kredit No. JKT/AUB/239 tanggal 15 Agustus 2003 serta Addendum No. Jangka waktu pinjaman adalah sejak 6 September 2004 sampai dengan 6 September 2005 dan tingkat suku bunga 14% per tahun. Jawa Timur.BOX 107.000 dan Pinjaman Tetap On-Demand (PTX-OD) sebesar Rp3. atas nama PT Petrokimia Kayaku berkedudukan di Gresik. dengan jangka waktu pinjaman tidak melebihi 180 hari.000. A. dengan maksimum sebesar USD 5.47% per tahun. Desa Ngipik. dengan maksimum kredit sebesar USD 5.000 pada Bank Lippo dengan A/C: 736.30. Fasilitas kredit ini apabila digunakan bersama – sama tidak boleh melebihi jumlah maksimum kredit gabungan sebesar sebesar USD 5. terletak di Jl. JAK/040415/U/040630 tanggal 11 Agustus 2004. 11 Desa Ngipik.000. Fasilitas ini dijaminkan dengan piutang dagang milik debitur minimum Rp10 milyar. dengan maksimum kredit sebesar USD 5. Fasilitas kredit ini dibebani bunga sebesar tingkat bunga SIBOR ditambah 3% per tahun.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) PT Bank Syariah Mandiri Fasilitas kredit ini ditandatangani dengan akad pembiayaan Hawalah nomor 00. Deferred Payment Credit Facility .48% per tahun.000.000.3/HWLH/XI/2003 tanggal 20 Nopember 2003.000 m2. c. sarana pelengkap. Jumlah fasilitas yang terdapat dalam neraca tanggal 31 Desember 2003 adalah realisasi penarikan kredit. terakhir No.48% per tahun dengan jangka waktu pinjaman tidak boleh melebihi 180 (seratus delapan puluh) hari. JAK/040170/U/040420 tanggal 26 April 2004 dan perjanjian perubahannya No. Fasilitas kredit tersebut terakhir dibebani bunga sebesar 9.000. persediaan barang milik debitur minimum senilai Rp10 milyar. mesin dan peralatan pabrik milik PT Petrosida Gresik yang terletak di komplek PT Petrokimia Gresik.000. Pagu fasilitas ini maksimum Rp75 milyar dengan jangka waktu fasilitas sampai dengan tanggal 22 Nopember 2004.000 dan dibebani bunga sebesar 5. Fasilitas kredit ini dibebani bunga sebesar 5.1107-2 dengan jangka waktu 12 bulan.Yani PO.48% per tahun dengan jangka waktu pinjaman tidak boleh melebihi 180 (seratus delapan puluh) hari. b.000. Fasilitas kredit ini dibebani bunga sebesar 5.perubahannya. Perusahaan memperoleh fasilitas kredit dengan jumlah maksimum kredit gabungan sebesar USD 5. Clean Import Loan Facility . Kecamatan Gresik. Pinjaman ini dijamin dengan agunan berupa Sertifikat Hak Guna Bangunan No. Propinsi Jawa Timur. 31 . seluas 15.000.000.000.000. Kabupaten Gresik. Jangka waktu kredit mulai 11 April 2004 sampai dengan 10 April 2005. PT Bank Lippo Tbk Merupakan hutang PT Petrokimia Kayaku berupa Pinjaman Rekening Koran (PRK) sebesar Rp6. SBY/AUB/267 tanggal 4 Maret 2004.000 yang terdiri dari fasilitas sebagai berikut : a. dengan jumlah maksimum kredit Sebesar Rp40 milyar. PT Bank Mega Tbk Merupakan hutang PT Petrosida Gresik (Perusahaan Anak) berupa Kredit Modal Kerja dengan plafon sebesar Rp5 milyar. Perusahaan memperoleh fasilitas kredit sebagai berikut : - Fasilitas Kredit Revolving dalam bentuk Promissory Note . dan bangunan berupa pabrik.

601 753. Hutang Pajak 1.480 11.473 16.778 270.600 980.791 509.530 19.153.983.228 351.404.529 703.025.681 27.016 Pajak Penghasilan Pasal 21 Pajak Penghasilan Pasal 22 Pajak Penghasilan Pasal 23 Pajak Penghasilan Pasal 29 (Badan) PPN Masukan Jumlah b.208 2004 Rp 2003 Rp 13.860 7.198 126.447 1.624.065.289.320 10.426 .027 1.284 12.496.209.208 81.464 43.982 160.924 33.001 126.423. Berdasarkan mata uang : Rupiah US Dollar Jumlah 16.270 8.627 2.414 426.151.600 1.900.713.009.680 18.830.960.426 2003 Rp 14.244.896 62.348 109.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 15.900.413. Berdasarkan pemasok Pihak Ketiga Hutang Pembelian Barang Lokal Hutang Pembelian Jasa Lokal PPN Masukan Hutang Pembelian Barang Impor Sub Jumlah Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa PT Pupuk Kalimantan Timur Tbk PT Rekayasa Industri PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) Mitsubishi Corporation PT Mega Eltra PT Pupuk Kujang Koperasi Karyawan Keluarga Besar Petrokimia Gresik (K3PG) PT Pupuk Iskandar Muda Sub Jumlah Jumlah b. Perpajakan a.607.518.714.691.652.477 1.939.404 837.052 90.918 833.783 16.454 3.896 65. Hutang Usaha 2004 Rp 2003 Rp a.986 28.526 146.181.698 45. Pajak Dibayar Dimuka 79.939.026.652.164 992.895 6.534 188.198.138.915 17.643.589 117.916.859 Pajak Penghasilan Badan Pajak Penghasilan Pasal 21 Pajak Penghasilan Pasal 23/26 Wapu Pajak Petambahan Nilai Wapu Pajak Pertambahan Nilai Keluaran Jumlah 32 2004 Rp 5.410 277 8.744 109.076 388.

PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain)

c. Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan Perusahaan
2004 Rp 2003 Rp (74.015.979) 13.934.683 (60.081.296)

Pajak Kini Pajak Tangguhan Jumlah
Pajak Kini

(71.615.523) 17.157.429 (54.458.094)

Rekonsiliasi antara laba (rugi) sebelum pajak penghasilan menurut laporan laba rugi konsolidasian dengan laba kena pajak Perusahaan adalah sebagai berikut:
2004 Rp 2003 Rp 170.651.265 39.439.136 7.009.812 46.448.948 1.043.719 49.366.189 (23.247.027) 27.162.881 244.263.094 (2.538.939) 241.724.155

Laba Sebelum Pajak Perbedaan waktu Beda Penyusutan dan Amortisasi Perusahaan dan Fiskal Penyisihan piutang Jumlah Perbedaan Waktu Perbedaan permanen : Beban Pegawai Ekuitas dalam Laba Bersih dari Perusahaan yang Mempunyai Hubungan Istimewa yang Tidak Dikonsolidasikan Beban Lain-lain yang tidak dapat Dikurangkan Sebagai Biaya Operasional Pendapatan yang Telah Dipungut Pajak Final Biaya Penyusutan Kenikmatan dan Penyisihan Piutang Jumlah Perbedaan Permanen Laba Fiskal sebelum kompensasi kerugian Rugi Fiskal tahun-tahun lalu Laba Kena Pajak Rincian laba kena pajak adalah sebagai berikut : Perusahaan Perusahaan Anak PT Petrosida Gresik PT Petrokimia Kayaku Jumlah

181.020.268 39.680.483 5.372.999 45.053.482 1.930.356 (5.198.723) 38.657.182 (23.595.665) 3.537.750 15.330.900 241.404.650 (6.742.192) 234.662.458

226.281.858 (4.172.621) 12.553.221 234.662.458

237.692.087 (5.112.444) 9.144.512 241.724.155

Rekonsiliasi antara laba (rugi) sebelum pajak penghasilan Perusahaan dengan taksiran penghasilan kena pajak Perusahaan adalah sebagai berikut:
2004 Rp 2003 Rp 166.136.193

Laba sebelum pajak penghasilan Perbedaan waktu : Selisih antara Penyusutan dan Amortisasi Komersial dengan Pajak atas Aktiva Tetap Penyisihan Piutang Jumlah Perbedaan Waktu
33

175.184.402

39.308.378 5.403.619 44.711.997

39.379.033 7.029.969 46.409.002

PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Perbedaan Permanen : Ekuitas dalam Laba Bersih dari Perusahaan Asosiasi Beban Lain-lain yang tidak dapat Dikurangkan Sebagai Biaya Operasional Pendapatan yang Telah Dipungut Pajak Final Pendapatan Bunga (Bersih)/Dividen Jumlah Perbedaan Permanen Laba Kena Pajak Rincian beban dan hutang pajak kini adalah sebagai berikut : Beban Pajak Kini Perusahaan Perusahaan Anak PT Petrokimia Kayaku Jumlah Dikurangi Pembayaran Pajak Dimuka Pajak Penghasilan : Pasal 22 Pasal 23 Pasal 25 Fiskal Luar Negeri Jumlah Hutang Pajak Kini Rincian : Perusahaan Perusahaan Anak PT Petrosida Gresik PT Petrokimia Kayaku Jumlah
2004 Rp 67.867.057 3.748.466 71.615.523 2003 Rp 71.290.126 2.725.853 74.015.979

(10.299.527) 36.280.313 (23.133.077) 3.537.750 6.385.459 226.281.858

1.043.719 47.174.554 (23.071.381) 25.146.892 237.692.087

(35.315.921) (1.711.100) (30.087.946) (3.000) (67.117.967) 4.497.556 4.658.375 (1.110.044) 949.225 4.497.556

(19.631.709) (1.113.620) (39.782.335) (28.000) (60.555.664) 13.460.315 13.986.569 (721.285) 195.031 13.460.315

Laba kena pajak dan hutang pajak kini Perusahaan dan perusahaan anak tahun 2003 sudah sesuai dengan Surat Pemberitahuan Pajak (SPT) yang disampaikan ke Kantor Pelayanan Pajak. Pajak Tangguhan Rincian dari aktiva dan kewajiban pajak tangguhan Perusahaan dan perusahaan anak adalah sebagai berikut :
01 Januari 2003 Rp Dikreditkan (Dibebankan) ke Lap. Laba Rugi Rp 2.108.991 11.813.709 13.922.700 44.186 13.966.886 31 Desember 2003 Rp 3.752.580 (93.864.893) (90.112.313) (1.048.565) (91.160.878) Dikreditkan (Dibebankan) ke Lap. Laba Rugi Rp 1.621.085 11.792.514 13.413.599 44.792 13.458.391 Koreksi DPP Penyusutan Rp 3.641.384 3.641.384 3.641.384 31 Desember 2004 Rp 5.373.665 (78.430.995) (73.057.330) (903.307) (73.960.637)

Aktiva Pajak T angguhan Penyisihan piutang ragu-ragu Kewajiban Pajak Tangguhan Penyusutan aktiva tetap Jumlah Perusahaan Anak PT Petrosida Jumlah (Kewajiban) Pajak T angguhan Perusahaan Anak Aktiva Pajak T angguhan PT Petrokimia Kayaku Jumlah Aktiva Pajak Tangguhan

1.643.589 (105.678.602) (104.035.013) (1.092.751) (105.127.764)

492.597 492.597

68.264 68.264

560.861 560.861

57.655 57.655

-

618.516 618.516

34

PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Rekonsiliasi antara penghasilan (beban) pajak dan hasil perkalian laba akuntansi sebelum pajak dengan tarif pajak yang berlaku adalah sebagai berikut :
2004 Rp 2003 Rp

Perusahaan : Laba sebelum beban pajak menurut laporan laba rugi konsolidasi (laba akuntansi) Tarif pajak yang berlaku :
10% x Rp 50.000 15% x Rp 50.000 30% x Rp 166.036.000 30% x Rp 175.084.000

175.184.402 (5.000) (7.500) (52.525.320) (52.537.820)

166.136.193 (5.000) (7.500) (49.810.858) (49.823.358)

Jumlah

Pengaruh pajak atas (beban) penghasilan yang tidak dapat diperhitungkan menurut fiskal : Ekuitas dalam Laba Bersih dari Perusahaan Asosiasi Beban Lain-lain yang tidak dapat Dikurangkan Sebagai Biaya Operasional Pendapatan yang Telah Dipungut Pajak Final Pendapatan Bunga (Bersih)/Dividen Jumlah Jumlah Beban Pajak Koreksi DPP Penyusutan Jumlah Beban Pajak Perusahaan Perusahaan Anak PT Petrosida PT Petrokimia Kayaku Jumlah Penghasilan (Beban) Pajak

3.089.858 (10.884.094) 6.939.923 (1.061.325) (1.915.638) (54.453.458) 3.641.385 (50.812.073) 44.791 (3.690.812) (54.458.094)

(313.116) (14.152.366) 6.921.414 (7.544.068) (57.367.426) (57.367.426) (56.280) (2.657.589) (60.081.295)

17. Biaya Yang Masih Harus Dibayar
2004 Rp 61.856.621 26.965.841 14.223.400 5.570.612 1.413.093 51.164 45.371 5.038.916 115.165.018 2003 Rp 43.701.082 61.563.366 17.489.868 6.429.462 1.219.621 2.569.467 1.562.793 528.913 1.804 1.071.732 1.554.406 137.692.514

Gas Bumi Pembebasan Barang Impor Gaji, Insentif dan Estimasi PPh 21 Bunga Pinjaman Listrik dan Air Biaya Pemasaran Asuransi Jiwa Perjalanan Dinas NPK Blending Sewa Kendaraan Lain-lain Jumlah

35

757.562. Hutang Lain-lain 2004 Rp 39.827.066.227.019.557 .408 663.000 88.144. 19.50 33.965 235.Proyek Rehabilitasi Operasional Pabrik Fosfat I (RFO) .247 4.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 18.50 33.694 17.191 Penjualan Produk Sewa Tanah Penjualan Pupuk Penjualan Jasa Jumlah 20.072 3.063.326 2.247 46.352 2.913.343 286.Proyek Pupuk Phonska (NPK) .163 9.284.208 639.600 58.Proyek Pabrik Pupuk NPK Jumlah 20. Dana pembinaan wilayah merupakan bagian distribusi laba yang ditujukan untuk pengembangan lingkungan Perusahaan yang belum dibayarkan.77 152.000 27.114.091.045.788.816 51.572.631 2003 USD (Angka Penuh) Rp Kredit Modal Kerja : Pemerintah/IDB via Bank Indonesia PT Bank Rakyat Indonesia Tbk Kredit Investasi : Pemerintah/IBRD Amoniak Urea .892.Proyek Pabrik Pupuk K2SO4 PT Bank Negara Indonesia Tbk .801 308.108. Hutang Bank Jangka Panjang 2004 USD (Angka Penuh) Rp 34.864.709 12.451.876.530 388.779 10. Uang Muka Penjualan 2004 Rp 2003 Rp 46.602.000.265 2003 Rp 22.783 31.017 53.828.563 45.73 36 37.341 5.323 Yayasan dan BTN Dana Pembinaan Wilayah Uang Jaminan Selisih Harga Penyerahan Pupuk Lain-lain Jumlah Hutang Lain-lain kepada Yayasan dan BTN merupakan potongan gaji karyawan yang belum dibayarkan kepada Yayasan.226.411 8.472 13.313 398.865.701 18.27 63.558 21.432.119.372 82.Proyek Prasarana & Utilitas .021.983 74.801.563.291.535.Fasilitas Tunggakan Bunga .419 12.474.119.Pinjaman Pokok .160.857.532.296.068.829.000.171.Fasilitas Denda Tunggakan Bunga PT Bank Mandiri (Persero) Tbk .903 2.167.258 43.245 66.137.23 186. BTN dan lainnya.

13.Fasilitas Denda Tunggakan Bunga PT Bank Mandiri (Persero) Tbk .176 1.164 4.Fasilitas Tunggakan Bunga . Tingkat bunga pinjaman yang harus dibayar pada pemerintah adalah (Libor + Spread 1. dengan jumlah pagu pinjaman sebesar USD 27.167.218.50 72.572.000.903 551.Proyek Prasarana & Utilitas .734 25.500.000 ton.00 1.5%) per tahun dari pinjaman yang ditarik dan dibayarkan pada tanggal 18 Maret dan 18 September setiap tahunnya.715.6.022.164 4.75% 37 .798.798.Pinjaman Pokok .500.432.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Dikurangi bagian yang jatuh tempo satu tahun : Pemerintah/IDB via Bank Indonesia Pemerintah/IBRD Amoniak Urea .41% .303 25.000 22. 7.00 15.800 87. Setiap terjadi tunggakan pembayaran hutang pokok pinjaman dan biaya bunga dikenakan denda sebesar 2% per tahun diatas biaya bunga.50 7.637.000 untuk pembiayaaan pengadaan pupuk dan bahan baku impor yang terdiri dari KCL Putih sebayak 60.000 22.832.779 10.224.469. Perusahaan memperoleh fasilitas kredit Modal Kerja dari Pemerintah RI yang merupakan Pinjaman Penerusan antara RI dengan Islamic Development Bank (IDB).Proyek Rehabilitasi Operasional Pabrik Fosfat I (RFO) .163 9.80% .680.511.432.779 10.18% .5% + 0.813.640 519.832.800 143.800.000 ton dan Phosphate Rock sebanyak 200.6.022.00% 10.000.14.75% 4% .Proyek Pabrik Pupuk K2SO4 PT Bank Negara Indonesia Jumlah Kewajiban Jangka Panjang yang Jatuh Tempo Satu Tahun Jumlah Kewajiban Jangka Panjang Tingkat bunga per tahun selama tahun berjalan Rupiah US Dollar Penjelasan pokok perjanjian pinjaman adalah sebagai berikut : Kredit Modal Kerja Pemerintah RI (Penerusan IDB) Sesuai dengan perjanjian penerusan Pinjaman Nomor SLA – 1147/DP3/2001 tanggal 18 September 2001 serta Persetujuan Perubahan Perjanjian Penerusan Pinjaman Nomor AMA – 289/SLA – 1147/DP3/2003 tanggal 20 Nopember 2003.163 2.694 8.800. Jangka waktu pengembalian adalah 36 bulan sejak tanggal masing-masing penarikan pinjaman.218.572.Proyek Pupuk Eks.654 8.50% 4. NPK .

0 93.4 22.5 milyar yang terdiri dari pokok Rp29. tunggakan bunga Rp22. dengan jangka waktu satu tahun terhitung sejak tanggal 1 September 2004 sampai dengan 31 Agustus 2005. No.100. B.4 4. 38 . Perusahaan memperoleh Fasilitas Kredit L/C Impor yang dapat digunakan secara switchable untuk L/C Sight.1 10.000 untuk proyek Modernisasi Pabrik.4 4.000.000 untuk Proyek Pabrik Amoniak/Urea dan (ii) USD 9. Bunga pinjaman terusan ini adalah tingkat suku bunga SBI untuk jangka waktu 3 bulan selama 6 bulan ditambah 1% atau suku bunga deposito bank pemerintah 6 bulanan mana yang lebih rendah.6/2001 tanggal 27 Juli 2001 telah menyetujui penjadwalan kembali pinjaman ini sebagai berikut : Restrukturisasi meliputi nilai Rp93.000. Jangka waktu L/C maksimal 180 hari setelah tanggal Bill of Lading .4 4. 88 tanggal 31 Agustus 2000 beserta perubahan . Pemerintah melalui surat Menteri Keuangan nomor 477/MK.6 10.COP/COD.0 15.NIAGA/02/PK-LC-CRM/2000.800. sebagaimana jangka waktu fasilitas yang sedang berjalan.3 milyar. Akta No.000 yang merupakan bagian dari jumlah limit kredit sebesar USD 15.5 29.733/ADD/2004 tanggal 8 Oktober 2004.0 15. Pembayaran angsuran bagian (ii) dilakukan sebanyak 14 (empat belas) kali per setengah tahunan dengan tanggal yang sama dengan bagian (i) dan dimulai sejak 15 Agustus 1994.0 Denda Jumlah 14.4 15.4 Tunggakan Bunga 4.6 10. Berdasarkan surat dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. DNW.300.6 10. Fasilitas kredit ini terakhir dibebani bunga sebesar 6%.1 34.perubahannya terakhir Addendum III No.1 milyar dan denda Rp42.4 PT Bank Rakyat Indonesia Tbk Sesuai dengan Perjanjian Fasilitas Pembukaan Letter of Credit Impor No.IDB) dengan plafond sebesar USD 3.700. Fasilitas Kredit ini dijamin dengan jaminan utama berupa barang -barang yang di impor dengan Fasilitas L/C Impor serta jaminan yang terkait dan tanggung renteng dengan jaminan Fasilitas KI dan KMK yang telah diserahkan ke Bank Mandiri.7 19.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Kredit Investasi Pemerintah RI (Pinjaman Terusan IBRD) .Untuk Proyek Pabrik Amoniak/Urea dan Proyek Modernisasi Pabrik Kredit ini merupakan penerusan pinjaman SLA 554/DDI/1991 IBRD yang ditandatangani pada tanggal 28 Januari 1991 dengan PT Bank Negara Indonesia Tbk sebagai bank pelaksana. SBY.000 yang terdiri dari dua bagian yaitu bagian (i) sebesar USD 126. Pagu pinjaman ini adalah USD 136. Pembayaran angsuran dilakukan 20 (dua puluh) kali per setengah tahunan yang dibayar setiap tanggal 15 Pebruari dan 15 Agustus dimulai dari 15 Agustus 1996. Pembayaran nilai restrukturisasi adalah sebagai berikut : Tahun 2001 2002 2003 2004 2005 Pokok 9.IDB (LITF .75-AGR/AGR-III/01/2005 tanggal 18 Januari 2005. Bank Rakyat Indonesia menyetujui perpanjangan fasilitas kredit perusahaan untuk jangka waktu 2 tahun.1 milyar. Jangka waktu pengembalian untuk bagian (i) adalah 10 (sepuluh tahun) sejak 15 Agustus 1996.4 4.6 42. Usance dan Usance payable at Sight termasuk L/C usance dengan skim Line of Import Trade Financing .

serta jaminan tambahan berupa tanah dan bangunan di 23 lokasi (di Kecamatan Lamongan. 7 tanggal 20 Pebruari 2004 dari Irene manibuy SH. persediaan dan tanah. dan sisanya sebanyak 65% menjadi beban KI IDC (Kredit Investasi Interest During Construction ). Kredit ini dijamin dengan jaminan utama berupa tanah dan bangunan pabrik pupuk NPK berikut mesin-mesin yang melekat diatasnya.KI/ 2004. Pagu fasilitas ini adalah Rp49. Manyar. Kredit Investasi Bank Mandiri eks.Untuk Proyek Pabrik Phonska (NPK) Fasilitas ini ditandatangani melalui perjanjian kredit nomor SBY. Perusahaan memperoleh Fasilitas Kredit Investasi maksimum sebesar Rp27. yang berdiri diatas SHGB N0. unit gas turbine generator dan unit waste heade boiler . Mulai tahun ke II (Kedua) seluruh beban bunga dibayar efektif setiap akhir triwulan.5% per tahun yang dibayar secara triwulan dengan ketentuan sebagai berikut : Selama 1 (satu) tahun pertama. tanah berikut bangunan termasuk didalamnya mesin . 39 .000. b. Jumlah fasilitas yang terdapat dalam neraca tanggal 31 Desember 2004 adalah jumlah saldo kredit yang direalisasi/ditarik setelah dikurangi angsuran.jaminan lainnya terkait dengan fasilitas kredit lainnya pada PT Bank Mandiri Tbk. 70 seluas 24. Fasilitas kredit ini dibebani bunga sebesar 13. Kredit ini dijamin dengan peralatan proyek yang dibiayai dengan fasilitas ini yaitu instalasi air. 2 dan jaminan tambahan berupa tanah SHGB No. Jangka waktu kredit adalah lima tahun sampai dengan 31 Desember 2005.mesin pabrik Pupuk Fosfat I dan Bangunan pabrik Pupuk Fosfat I yang berdiri diatas SHGB No. Disamping itu kredit ini juga dijamin dengan cessie tagihan. Bunga berikut angsuran pokok pinjaman tersebut dibayar secara triwulanan.Untuk Proyek Pabrik Prasarana dan Utilitas Fasilitas ini ditandatangani melalui perjanjian kredit nomor 91 tanggal 14 Juni 1995 dihadapan Notaris Sutjipto. Kecamatan Turi.000 dengan suku bunga terakhir 14. SH.50% per tahun dan bunga dapat berubah sewaktu-waktu. Kecamatan Deket dan Kecamatan Babat). 35% bunga yang jatuh tempo dibayar efektif.575 m2. mengenai Perjanjian Kredit Investasi Nomor : CCO. tanah dan bangunan terletak di Kec.193 m2. Bunga berikut angsuran pokok pinjaman tersebut dibayar secara triwulanan. serta unit ship unloader dan belt conveyor . Exim .. 69 seluas 395. SH.5% per tahun dan ditinjau setiap tiga bulan. Jangka waktu kredit selama 6 (enam) tahun. c.SBY/007/PK . Jangka waktu kredit adalah sembilan tahun sampai dengan 14 Juni 2004. Kecamatan Gresik. Fasilitas kredit ini dijamin dengan jaminan utama berupa mesin .680.285. tanah berikut bangunan pabrik dan mesin -mesin pabrik pupuk K2SO4.000 dengan suku bunga terakhir 14.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk a. 2 seluas 112.000. Jumlah fasilitas yang terdapat dalam neraca tanggal 31 Desember 2003 adalah jumlah saldo kredit yang direalisasi/ditarik setelah dikurangi angsuran.490 m2 beserta jaminan .mesin pabrik pupuk phonska yang berdiri diatas tanah SHGB No. Notaris di Gresik. Tujuan penggunaan kredit adalah untuk membiayai proyek rehabilitasi dan fleksibilitas operasional pabrik Pupuk Fosfat I. Pagu fasilitas ini adalah Rp41. Kredit Investasi – Untuk Proyek Rehabilitasi Operasional Pabrik Fosfat I (RFO ) Berdasarkan Akta No. Kredit Investasi Bank Mandiri . unit pompa booster. sejak tanggal penandatanganan perjanjian (termasuk masa grace period pembayaran hutang pokok selama 1 tahun).NIAGA/01/PK-KI-CRMS/2000 akta nomor 86 tanggal 31 Agustus 2000 dihadapan Suyati Subadi.

158 739.jaminan lainnya terkait dengan fasilitas kredit lainnya pada PT Bank Mandiri Tbk.193 m2. mengenai Perjanjian Kredit Investasi Nomor : CCO. deposito PT Perkebunan Nusantara V senilai USD 5.803.808 dan suku bunga terakhir adalah 14. III dan V (LIBOR + 1%) ditambah spread sebesar 1.75% per tahun dan ditinjau secara bulanan dan jaminan kredit berupa deposito seluruhnya ditarik dan diganti dengan tanah. bangunan dan mesin yang dibiayai dengan kredit tersebut.844. PT Bank Negara Indonesia Tbk Fasilitas kredit ini pertama kali ditandatangani dengan perjanjian kredit nomor 98/HLB/100 tanggal 28 Nopember 1998 dengan pagu kredit sebesar USD 23. Fasilitas ini dijamin dengan deposito PT Perkebunan Nusantara II senilai USD 4. 69 seluas 395.000.811.944 4.. Fasilitas kredit ini dijamin dengan jaminan utama berupa mesin . Kewajiban Jangka Panjang Lainnya 2004 Rp 2003 Rp 20. Perusahaan memperoleh Fasilitas Kredit Investasi dengan maksimum kredit sebesar Rp15.129 4. Tujuan penggunaan kredit adalah untuk membiayai pembangunan proyek Pabrik Pupuk K2SO4.687.KI/ 2004. Kredit Investasi – Untuk Proyek Pabrik Pupuk K2SO4 Berdasarkan akta No.421 22.924 256. deposito PT Perkebunan Nusantara III senilai USD 3.012. Perjanjian ini telah mengalami perubahan.500.5%.000.500.931 PT Asuransi Jiwasraya PT Petronika PT Jamsostek (Persero) Jumlah Dikurangi bagian yang jatuh tempo satu tahun : PT Asuransi Jiwasraya PT Petronika PT Jamsostek (Persero) Jumlah bagian yang jatuh tempo satu tahun Jumlah 40 22.400.555.171 4.491. Notaris di Gresik. tanah berikut bangunan termasuk di dalamnya mesin mesin pabrik pupuk phonska yang berdiri diatas tanah SHGB No. Jangka waktu kredit adalah delapan tahun sebelas bulan empat hari sampai dengan 1 Nopember 2007.910.mesin pabrik pupuk K2SO4 dan bangunan pabrik pupuk K2SO4.000. 21. sesuai dengan surat perjanjian kredit nomor : 2001/KI/63 fasilitas tersebut dikonversi menjadi pinjaman Rupiah dengan pagu yang setara dengan Rp132.SBY/009/PK . Pada tanggal 5 Desember 2001. yang berdiri diatas tanah SHGB No.887.887.293. terakhir dengan nomor 2001/KPI/15 tanggal 18 April 2001 dengan mengubah pagu kredit menjadi USD 14.992 1. Bunga fasilitas kredit ini sebesar bunga deposito yang diterima oleh PT Perkebunan Nusantara II.685.456. 70 .263 2.154 611.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) d.249 23.550.550.235 3.352 1.136.531.114 28. tanah berikut bangunan dan mesin pabrik pupuk fosfat 2.000.040. Fasilitas kredit ini dibebani bunga sebesar 13.408 24.986 . 2 beserta jaminan .120. yang berdiri di atas tanah SHGB No. sejak tanggal penandatanganan perjanjian (termasuk masa grace period pembayaran hutang pokok selama 1 tahun). Mulai tahun ke II (Kedua) seluruh beban bunga dibayar efektif setiap setiap akhir triwulan Jangka waktu kredit adalah selama 6 (enam) tahun. 9 tanggal 20 Pebruari 2004 dari Irene Manibuy SH.5% per tahun yang dibayar secara triwulan dengan ketentuan sebagai berikut : - Selama 1 (satu) tahun pertama seluruh beban bunga menjadi beban KI IDC (Kredit Investasi Interest During Construction ).

99% 0.611 15.033 14. Dari jumlah tersebut 396.729.. Kewajiban kepada PT Petronika merupakan pendapatan diterima dimuka jangka panjang atas uang muka penjualan utilitas yang diterima dimuka untuk periode lebih dari satu tahun.000 41 . 22.846 (571) 905.420. Hak Minoritas atas Aktiva bersih Perusahaan Anak Koperasi Karyawan Keluarga Besar Petrokimia Gresik (memiliki 0. SH.000 10. Jangka waktu pinjaman adalah 10 (sepuluh) tahun dan dibebani bunga pinjaman sebesar 9% per tahun.000.396.784 2.000 telah ditempatkan dan disetor.695 905. Notaris di Gresik. Pupuk Sriwidjaja (Persero) Yayasan Petrokimia Gresik Jumlah 396.01% di PT Petrosida Gresik) Mitsubishi Corporation (memiliki 20% di PT Petrokimia Kayaku) Nippon Kayaku (memiliki 20% di PT Petrokimia Kayaku) Jumlah 23.01% 100.695 1.197.810.822 7.784 1. Hak Minoritas atas Laba Bersih Perusahaan Anak Koperasi Karyawan Keluarga Besar Petrokimia Gresik (memiliki 0. Modal Saham 278 1.280.888 Sesuai dengan akta notaris Imas Fatimah. Perusahaan telah memperoleh fasilitas bantuan pinjaman dana untuk membangun perumahan dari PT Jamsostek (Persero) yang bersumber dari dana peningkatan kesejahteraan peserta program Jamsostek sejumlah Rp2.420.189.625 2.197. Susunan pemegang saham pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 adalah : Jumlah Saham PT.000.462.410 10 396.420 lembar atau senilai Rp396.094. Hak Minoritas Pihak ketiga Pada Perusahaan Anak Hak pemilik saham minoritas pada Perusahaan anak adalah sebagai berikut : 2004 Rp 2003 Rp a.000 lembar dengan nilai nominal Rp1.611 7.819 3.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman dari PT Asuransi Jiwasraya dalam rangka Plough Back Premium .000 396.729.000 per lembar.094. 1 tanggal 1 Oktober 1998 dari Nyonya Hj. Berdasarkan Akta pemberian bantuan pinjaman dana untuk perumahan PT Petrokimia Gresik No.410. Jangka waktu pinjaman berkisar antara 8 (delapan) sampai 10 (sepuluh) tahun dan dibebani bunga berkisar antara 9% s/d 12% per tahun.01% di PT Petrosida Gresik) Mitsubishi Corporation (memiliki 20% di PT Petrokimia Kayaku) Nippon Kayaku (memiliki 20% di PT Petrokimia Kayaku) Jumlah b.00% Jumlah Rp 396. Netty Arni. yang akan digunakan untuk membangun perumahan bagi para karyawan Perusahaan.300.033 7. SH nomor 82 tanggal 27 Maret 1998 modal dasar Perusahaan adalah sebanyak 1.403 7.420 2004 dan 2003 % Pemilikan Saham 99.

119.815.389 95.270 44.290 13.949.396 41.843 495 94 64 - 919.598. Penjualan Non Pupuk (i) Penjualan Domestik Amoniak Asam Fosfat Asam Sulfat Produk (Cair) Cement Retarder Formulasi IPA G Alf3 Produk (Butiran) Produk (Tepung) Sidamethrin 789.875.076 110.910 21.795 11.398.156.391.512 432.908 446.391.040.614.486 5.709.455.839 115.991 98.335 - 19.999 150.878.820 33.603.176 1.884 489.916 112.260 265.519 3.410.251.698 3.662 10.063.263. Pendapatan 2004 Rp 2003 Rp 2.550 119 119 673 895.548.724.877 3.012 2.364 4.927.114.729.881 726.873 13.273 45.304 2.285.100.769 128.127.286 .656.120 25.312 2.083 30.580 - 42 294.174 183.166 (2.193 597.43% dan 10.839.307 94.656.909 74.585 84.381.960. Jumlah penjualan pupuk tersebut merupakan pendapatan dari hasil penjualan secara tunai maupun kredit baik lokal maupun ekspor sebagai berikut : 2004 Kuantum Rp Kuantum 2003 Rp a.977.872.020.786 257.703.489 (2.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 24.791 77.959 65.194 Penjualan Pupuk dan Non pupuk Pendapatan Subsidi Gas Bumi (Urea) Harga Pupuk (Non Urea) Pendapatan subsidi Tahun Lalu Jumlah Pendapatan Subsidi Pendapatan Bruto Potongan Penjualan Jumlah 3.978 177.942 31.571 484.236 217.002 30.682 195.158.955 106.160.912 47.872 26.837.599.018 47.764 15.064.055.401.234 528.792 166.584 276.091 2. Penjualan pupuk (i) Penjualan Domestik Pupuk SP-36 Pupuk ZA Pupuk Urea Pupuk Phonska Pupuk KCL NPK BLENDING DAP RNP Amphos ZK Eks impor MDCP Eks impor PS-18 Sub Jumlah (ii) Penjualan Ekspor DAP Jumlah Penjualan Pupuk b.372 51.48% dari penjualan pupuk dan non pupuk masing-masing pada tahun 2004 dan 2003 dilakukan dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa (catatan 30).524 2.562.081.075.210.774 2.440 23.391.294 234.683 72.036.368.972.759.642 10.023 30.847) 3.379.509.674.051.894.362 314.758 - 175.482 557.634.227.993 399.666.231 460.534.015.304 683.896 2.985.971 1.044 26.918 221.116 652.381.001 3.169 5.993 88 14.998 239.811 70.136 149.970.626 78.306 2.146 54.773.391.566 426.439 45.972) 2.881 2.340.597.587.

084 575.667 5.489 (2.100 4.394 16.688 Crude Gypsum 77.410.080 3.970.122.979.338.767.319 4.196.356.005.847) 3.330 177.580 3.997 3.855 9.982 Produk (Coil) 1.341 2.124.751 Formulasi 2.280 90.141 871.950 933.807.633 Produk (Flowable) 134.361.4D Amine Formulasi BPMC Dry Ice 1.180 60.482 210.629 Jasa Formulasi Purified Gypsum 11.645 1.894.221 1.667 2.466 Produk (Tepung) 20.791 77.320.325.834 14.347 557.194 Carbofuran CO2 Cair 6.362.357 106.062.378 5.857.851 24.166 (2.927.656.MIPC IPA Glyphosate Sidazinon Chemical Gypsum Cypermethrin SDP Petrokum Belerang Curah Amegrass 80WP Sub Jumlah (ii) Penjualan Ekspor Amoniak Alf3 2.4D Amin/For.660 3.978 68.242 2.661.998 7.007.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 2004 Kuantum Rp 8.500 336.837.091 535.887.935 717.455.577 100 761.773 2.139.642 Kuantum 9.423.071 1.398 102.599.872.194 92.918 221.950 2.185.056 2.367.142 7.903 3.839.389 285.053 180.762 1.196.246.698 3.057.040.110.513.020.949.904 39.875.905.480.896 2.821 1.972) 2.210.425 5.259 Permetrin BPMC Propoxur Formulasi MIPC Sidaron Sidazeb 2.270 44.332 1.304 683.618 227.121.119.525 5 2003 Rp 8.912 47.055.070.990 730.780 2.240 159.764.702 1.914 1.485 371.493.644 68.503.759.106 1.164.037.922.947 120.781 - 43 .173.800 78.055 775.896 2.764 1.184.057.851 8.121.630.216.919 132. Pendapatan Subsidi Urea Non Urea ZA SP-36 Phonska Sub Jumlah Pendapatan subsidi tahun 2003 Jumlah Pendapatan Subsidi Jumlah Pendapatan Bruto Potongan Penjualan Jumlah Pendapatan Bersih 14.154.502 1.000 Produk (Coil) Diazinon BPMC Sub jumlah Jumlah Penjualan Non Pupuk Jumlah Penjualan Pupuk dan Non Pupuk ( a + b ) c.878.156.862.321 4.686 195.935 2.092 5.392 3.365.748.653.974 7.910 3.160.007 2.367 1.161 4.102 11.338.

277.587 81. 319/KMK.574.971 32.470 1.900 .858.974 33.800.334 2.890.416.820.076 110.619.515.044 92.194 633.112.887.128.429 370.231 460.768.403.293 415.249.326.419 130.193.356 30.753.491.973) (94.292.603 (99.333.428.888.386.112 5.865 2.888 234.795 9.958 578.685 10.713 227.236 151.977.742 53.464 98.508 114.232 218.128.684 187.849 460.164) 3.294 225.009) (170.543 (6.038.534 243.165 2004 Kuantum Rp Kuantum 2003 Rp 2003 Rp 142.993 88 34.559 24.573 65.856.567 66.140 357.204.720 166. 25.197.615 3. sebagian termasuk pendapatan subsidi tahun 2003 sebagaimana ditetapkan oleh Pemerintah sesuai dengan hasil audit khusus yang dilaksanakan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI berdasarkan pada Kepmenkeu RI No.136 9.752.168.234 528.500.489.911.542 259. Harga Pokok Penjualan Pupuk HPP Domestik Pupuk SP-36 Pupuk ZA Pupuk Urea Pupuk Phonska Pupuk KCL NPK Blending DAP RNP Amphos ZK Eks impor MDCP Eks impor PS-18 Jumlah Harga Pokok Penjualan Pupuk 789.108.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Pendapatan subsidi tahun 2004.718 551.391.464 419.066 178.346.972 92.934.981 103.107.764 2.766 2.843 495 94 64 - 944.083.355.182 (92.013. Susut dan Sweeping Persediaan Akhir Barang Jadi *) Harga Pokok Penjualan *) setelah dikurangi persediaan pupuk eks impor a.836 (3.855.073.488.220.380.571) 88.491.455) 141.320 Persediaan Awal Barang Jadi Saldo awal ZA & Urea Curah Diproses ke Biaya Produksi Persediaan Awal Barang Jadi *) Harga Pokok Produksi : Persediaan Awal Barang Dalam Proses Biaya Bahan Baku dan Pupuk Impor Biaya Bahan Penolong Biaya Pemeliharaan Biaya Pegawai Biaya Penyusutan Biaya Pembungkus Biaya Overhead Pabrik Biaya Lainnya Persediaan Akhir Barang Dalam Proses Jumlah Harga Pokok Produksi Barang Siap untuk Dijual Dikurangi : Harga Pokok Penjualan Produk Lain-lain Dipakai Promosi.099.256) 3.735.334) 2.751 (539.317. Harga Pokok Penjualan 2004 Rp 94.745.982.974.338.817.495 336.602 158.617 192.550 119 119 673 757.616 2.264.025.440.543) 2.306 2.858 82.794 238.455 18.06/2004.974.426 (641.307 94.552 44 726.458 1.

850.087 622.247 4.613 3.971.658 767.232 31.700 132.505.165 (1) 109.698 833.791 47.662 6.490.982 3.625 2.989 532.095.Kayaku Purified Gypsum Permetrin BPMC Propoxur Formulasi MIPC Sidaron Sidazeb 2.507.526.953 4.377.146.274 6.213.914 80.660 60.525 176.333 1.658 1.790 177.989 5.314 74.786 326.830.074.4D Amin/Form MIPC IPA Glyphosate Sidazinon Chemical Gypsum Cypermethrin SDP Belerang Curah Amegrass 80WP Lain-lain Jasa formulasi .455.238 856.010.976 3.007.769 36.097 76.008.098 4.403 82.069 67.672.546 81.000 373.244 1.486.683.406 2.350 52.168 2.768 1.525 5 - 129.007 41.668 9.292.804.543.130 23.579.4D Amine Formulasi BPMC Dry Ice Jasa formulasi .58% dari jumlah pembelian bahan baku.398.416 3.652.785 - 187.558 9.500.702 1.607.530 762. 45 . masing-masing pada tahun 2004 dan 2003 dilakukan dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa (catatan 30).799 3.391 1.727.071.026.424 82.588 14.708 10.108.306 12.Petrosida Diazinon Jumlah Harga Pokok Penjualan Non pupuk Jumlah Harga Pokok Penjualan 94.364 7.975 1.542 2.424 828.709.997.099.255.884 4.642.410.027.530.051 33.343 91.799.915 559.538 3.003 3.092 1.931 7.148.362 314.168 198.610. Harga Pokok Penjualan Non Pupuk (i) HPP domestik Amoniak Asam Fosfat Asam Sulfat Produk (Cair) Cement Retarder Formulasi IPA G Alf3 Produk (Butiran) Produk (Tepung) Sidamethrin Carbofuran CO2 Cair Produk (Coil) Produk (Flowable ) Crude Gypsum Formulasi 2.144.450 2.168 47.792 166.655 4.604 37.900 21.538 861.292.111.148 3.340 247.017 342.980 1.342.309.288 40.16% dan 6.108 1.280 90.056 2.754 10.801 2.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) b.367.296 987.382 4.501 9.107.971 1.931 141.585 405.150 21.432 26.852 52.459.887.359 7.369 1.142.910 4.

024.125.710 20.526 375.923.805 246.660.133.058.994 22.391.547 274.121 13.675 1.466 72.560 56.537 5.347 6.865 60.337 31.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 26.791.068 1.803 34.270 4.044.142 1.286 179.820 1.601 5.842 6.744.745 15.709 387.325.548 3.389.303.648.530 45.425 58.934 6.344 396.807.414 758.081 1.524.080 16.153 151.161 1.891 1.194 546.550 951.477.827 129.074 21.859 Beban Distribusi Transportasi Penyaluran Bongkar Muat Pallet Pegawai Susut Rebag dan Kantong Restaple Asuransi Promosi dan Distribusi lain Sub Jumlah Beban Penjualan Pegawai Transportasi Promosi Jasa Litbang Penyusutan dan Amortisasi Kantor Bongkar Muat Pemeliharaan Restaple Rebag dan Kantong Susut Pajak dan Restribusi Asuransi Agrobisnis Penjualan Lainnya Alokasi dari pusat biaya lain Sub Jumlah Beban Administrasi dan Umum Pegawai Perjalanan dan Pembinaan Administrasi Jasa Pemeliharaan Pajak dan Restribusi Penyusutan dan Amortisasi Asuransi Umum Lainnya Alokasi dari pusat biaya lain Sub Jumlah Jumlah Beban Usaha 46 .762 171.844.845 1. Beban Usaha 2004 Rp 139.317 3.123 1.630 13.513.721.510 10.508 15.413 437.149.883 1.332 2003 Rp 104.000.573 11.685.244.211 62.740.857.058 17.920 5.829 4.641 143.397 3.232 11.771 1.781 8.556 1.083 5.497.818 29.355.336.853.945 51.202.028 1.943.655 3.267.207.163 1.516.163.908 31.045 71.708 34.176.163.366 1.256.667.173.492.202 3.053.547 86.218.405.371.182.522 55.924 16.179 159.883.418.971.201 5.271.609.179.460.658 353.836 979 2.673 122.446.

010 119.790.191.038 7.831.281.941 1.082 91.487.623 47 .044 26.055 5.711.911 2.687.406 19.213.222 280.316 59.548 22.935.501.100 689.252 1.489.461 26.560 6.598 17.950 22.Bersih Lain-lain Sub Jumlah Beban Diluar Usaha : Laba (Rugi) Selisih Kurs .019.883 2.366 4.305.521 2.312 68.858 11.482.173) 10.902.029.812 1.023 89.314.382.811.009.155 107.918.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 27.688 Pendapatan Diluar Usaha : Pendapatan Sewa dan Jasa Penjualan Produk Utilitas Pendapatan Jasa Giro/ Bunga Klaim Asuransi Laba Penyertaan Pendapatan Dividen Komisi Keagenan Penjualan Barang Bekas Pendapatan Agribisnis Denda Piutang/Keterlambatan Transport dan Asuransi Lelang Kendaraan Laba (Rugi) Selisih Kurs .399 6.488.991 1.922.998.065 50.995 14.168 15.697 21.384.701.004.233.933 1.861.196 (17.884.780 412.521 3.Bersih Biaya Sewa dan Jasa Biaya Produk Utilitas Penyisihan Piutang Pemasaran Jasa Fee Keagenan Denda Retribusi PJU/Klaim Koreksi Restitusi PPh Badan Penghapusan Piutang Lain-lain Sub Jumlah Jumlah 43.049 5.167) 124.563 14.212.287 34.937.709 299. Pendapatan (Beban) Lain-lain 2004 Rp 2003 Rp 40.941 485.192 12.291 5.222 (567.158.

080.898 11.88 5.356.353 17.50 2.417 93.513.558 23.82 3.56 6.839.15 3.176 61.194 366.505.777.488 774.005.186 22.761 1.27 567.502 3.146.529.443.Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa .630.14 10.856.829.479 13.601.621 72.774.800.Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa .257.496.105 10.911.98 1.222 26.750 764.766.724.632 23.789. kurs konversi yang digunakan Perusahaan serta kurs yang berlaku pada tanggal 31 Januari 2005 adalah sebagai berikut : 31 Desember 31 Januari 2005 Rp Mata Uang 1 USD 9.537.145 2004 Rp 9.261.882 12.934 1.469.096.279 116.120.091.721.224.651.Pihak Ketiga Piutang Lain-lain .162.486.798.803.290 2003 Rp 8.06 2.00 51.029 3.091.364.814 5.863.914.373 Kredit Investasi Kredit Fasilitas L/C Kredit Modal Kerja Asuransi Provisi Bank Jumlah 27.465 48 .303 439.27 43.337.591. Aktiva dan Kewajiban Dalam Mata Uang Asing 2004 Mata Uang Asing (USD) Aktiva Kas dan Setara Kas Piutang Usaha .506.500.819.649.35 1.42 687.11 2003 Rp 21.561.446.11 7.335 43.917 87.844.407.696.639.38 102.832.269.820.124.15 1.93 13.16 1.165 14.658.50 53.701.483.734 495.119.361.137.88 91.300 34. Beban Bunga dan Keuangan 2004 Rp 2003 Rp 43.97 82.409.090.530 27.246.946.438.681.248.54 2.408 868.982.270.625.014 Mata Uang Asing (USD) 2.104.341.717 1.392.425.360 4.417.73 421.347.133.703 41.746.12 Rp 31.424.611.508.104.876.291.70 144.874.Pihak Ketiga Jumlah Kewajiban Hutang Usaha Hutang Bank Biaya Yang Masih Harus Dibayar Hutang Bank Jangka Panjang Jatuh Tempo Satu tahun Hutang Bank Jangka Panjang Kewajiban Jangka Panjang Lainnya Jumlah Kewajiban Bersih 3.812.236.099.082 15.407.58 4.518 100.83 154.647 Pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 28.307.705 29.701.215.074.930 26.

PT Graha Sarana Gresik . Perusahaan yang pemegang sahamnya sama dengan pemegang saham utama Perusahaan : .929 345.516 49 2003 Rp 85.PT Pupuk Kujang .227 307.PT Petrokopindo Cipta Selaras . yang meliputi antara lain : a. e. dimana menurut manajemen dilakukan dengan tingkat harga dan syarat – syarat normal sebagaimana halnya bila dilakukan dengan pihak ketiga.PT Gresik Cipta Sejahtera .330 PT Petrocentral PT Mega Eltra PT Petrosida PT Pupuk Sriwidjaja PT Pupuk Kaltim Tbk PT Pupuk Kujang Jumlah . Yayasan Petrokimia Gresik adalah Perusahaan yang sebagian pengurus dan manajemennya sama dengan Perusahaan.963.880. Perusahaan yang sebagian pemegang sahamnya adalah Perusahaan : .002.114.674.680 60.578.PT Pupuk Kaltim Tbk .PT Rekayasa Industri b. Perusahaan melakukan transaksi tertentu dengan pihak – pihak yang mempunyai hubungan istimewa.777.993.760. Rincian penjualan kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebagai berikut : 2004 Rp 116. 10. merupakan penjualan kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa.775 2.267 6.PT Petrowidada d.PT Petro Graha Medika . PT Pupuk Sriwijaya adalah pemegang saham utama (mayoritas) Perusahaan.657. Perusahaan yang sebagian pemegang sahamnya sama dengan pemegang saham Perusahaan : .PT Kawasan Industri Gresik .PT Mega Eltra .PT Petrokimia Kayaku .PT Aneka Jasa Grhadika c. Transaksi dengan Perusahaan Anak dan Pihak Yang Mempunyai Hubungan Istimewa Sifat Hubungan Istimewa a.PT Pupuk Iskandar Muda .43% dan 10.PT Petronika .065. piutang atas penjualan tersebut dicatat sebagai bagian dari piutang usaha.732 78. yang meliputi 9% dan 7% dari jumlah aktiva masing – masing pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003.812 73.041 36.PT Petrosida Gresik . Transaksi-transaksi Hubungan Istimewa Dalam Kegiatan usahanya. Pada tanggal neraca.909 170.802 37.519.48% dari jumlah penjualan masing – masing pada tahun 2004 dan 2003.727 73.PT Petrocentral .945 264.PT Puspetindo . dan juga sebagai pemegang saham minoritas Perusahaan.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 30.

368 2.695 1. Rincian pembelian kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebagai berikut: 2004 Rp 225.913.864. yang diantaranya timbul dari transaksi penjualan hasil produk samping (seperti air. dikenakan sanksi denda sebesar 2% . listrik.601 2003 Rp 73.557. dll) dan penjualan jasa lainnya berupa jasa keahlian. Apabila Yayasan Petrokimia terlambat melakukan pembayaran sebagaimana jadwal angsuran yang ditetapkan dalam Perjanjian Pinjaman.400 34. 21 Pebruari 2002 dan 11 Agustus 2000.58% dari jumlah hutang masing – masing pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003.015 187.258.779 3.020.820.295. pinjaman tersebut dilakukan tanpa bunga dengan jangka waktu pengembalian adalah 5 (lima) tahun. 50 .5% per bulan.888 1.938 3.984 1.502 19. sewa rumah dan sewa tanah. yang meliputi 12.970.794 1.468 20. dimana menurut pendapat manajemen dilakukan dengan tingkat harga dan syarat – syarat normal sebagaimana halnya bila dilakukan dengan pihak ketiga.935 2.807 302. Perusahaan memberikan pinjaman dana kepada Yayasan Petrokimia Gresik selaku pihak pengelola Program Pemeliharaan Kesehatan Pensiunan/Purna Tugas dan Keluarganya (prokespen) dan Program Santunan Kesehatan (Sankes) sesuai Surat Perjanjian Kerjasama tanggal 16 April 2004 serta pengelola pembangunan perumahan karyawan PT Petrokimia Gresik sesuai Surat Perjanjian Pinjaman antara PT Petrokimia Gresik dengan Yayasan Petrokimia Gresik tanggal 27 Oktober 2003.762.770 PT Pupuk Kaltim Tbk PT Pupuk Sriwidjaja PT Pupuk Iskandar Muda PT Rekayasa Industri Jumlah c.405.897 17.644 101. steam.454 PT Petrowidada PT Petronika PT Petrocentral PT Puspetindo PT Kawasan Industri Gresik PT Pupuk Kaltim Tbk PT Pupuk Kujang PT Rekayasa Industri Yayasan PG PT Pupuk Sriwidjaja Jumlah d.794 2. Sesuai dengan hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Petrokimia Gresik tanggal 29 Desember 2003 dan Perjanjian Pinjaman.035 1. sebagai berikut : 2004 Rp 6.785.038 67.400 1. Pada tanggal neraca.345.007.58% dari jumlah pembelian masing – masing pada tahun 2004 dan 2003.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) b.741 1. jasa pelabuhan.744.926 55.702 2003 Rp 8. 12. hutang atas pembelian tersebut dicatat sebagai bagian dari hutang usaha.16% dan 6.069 1.236 18.082.419.16% dan 6.592. merupakan pembelian dari pihak yang mempunyai hubungan istimewa.750.624 8.550 12. Perusahaan juga mempunyai transaksi di luar usaha dengan pihak – pihak yang mempunyai hubungan istimewa.892.511.509.826.147.012.

067.Non Vested Koreksi Aktuarial Yang Belum Diakui Kekayaan yang Diakui Dalam Neraca Rekonsiliasi beban manfaat karyawan yang diakui dalam laporan laba rugi adalah sebagai berikut : Beban Jasa Kini Beban Bunga Harapan dari Hasil Investasi Amortisasi Beban Jasa Lalu yang Belum Diakui .45 : 0. Perusahaan melalui PT Binaputera Jaga Hikmah.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 31.504 46.924 24. aktuaris independen melakukan perhitungan aktuaria.2% ~ Tingkat kematian : Tabel Mortalita Indonesia II ~ Tingkat Kenaikan gaji rata-rata : 5% per tahun ~ Tingkat bunga Teknis : 10% per tahun ~ Ekspetasi Hasil Investasi : 10% per tahun ~ Tingkat cacat : 0.955 Jumlah Rp (271. menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti untuk semua karyawan tetapnya.570 (140.Usia 45 .556 (25.Non Vested Amortisasi Koreksi Aktuaria Pengakuan Segera dari Beban Jasa Lalu yang Vested Beban yang Diakui dalam Laporan Laba Rugi 51 Jumlah Rp 16.255) 131. Pada tahun 2004.776.05% s/d usia 55 tahun Kewajiban aktuaria dan posisi pendanaan dari manfaat kesejahteraan karyawan posisi 31 Desember 2004 adalah sebagai berikut : Kewajiban Kini (Present Value of Obligation ) Nilai Wajar dari Kekayaan Posisi Pendanaan Biaya Jasa Lalu Yang Belum Diakui .401.030 .685) 168.270.841) 2.Vested Biaya Jasa Lalu Yang Belum Diakui . Perusahaan melakukan penyisihan Pendanaan pensiun melalui program yang diselenggarakan oleh PT Asuransi Jiwasraya (Persero).964 karyawan pada tahun 2004. Jumlah karyawan yang berhak memperoleh manfaat tersebut adalah 3.02% .128.Usia 20 .066.55 : 0.253 (9.870.047. untuk menilai jumlah kewajiban aktuaria dan posisi pendanaan per 31 Desember 2004. Perhitungan benefit / manfaat terhadap imbalan kerja karyawan menggunakan manfaat sesuai dengan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) PT Petrokimia Gresik yang terdiri dari : Penghargaan kesetiaan Bantuan duka Cuti besar Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) Program Tabungan Hari Tua (THT) Program Kesejahteraan Hari Tua (PKHT) Asumsi utama yang digunakan dalam menentukan biaya manfaat pensiun adalah sebagai berikut : ~ Umur Pensiun Normal : 56 tahun ~ Tingkat pengunduran diri : .142.905.776. Manfaat Kesejahteraan Karyawan Diestimasi Perusahaan Perusahaan. dimana manfaat pensiun yang akan dibayar dihitung berdasarkan penghasilan dasar pensiun dan masa kerja karyawan.726) 14.

Perusahaan telah mengikuti program Jamsostek. Program Tabungan Hari Tua (THT) sebesar 5% dari gaji pokok ditambah tunjangan keluarga. Berdasarkan Undang-undang nomor 3 tahun 1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek). Disamping itu. Pendanaan Manfaat Kesejahteraan Karyawan Perusahaan. Iuran para pegawai untuk PKHT.955) 7.08.652.030 Dalam mengelola kesejahteraan karyawan.SJ. Pemberi kerja (Perusahaan) menanggung seluruh jumlah dari tagihan premi dikurangi dengan iuran beban peserta (pegawai) yang dipotongkan dari gaji setiap bulan.142.271.U.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Biaya jasa lalu yang belum diakui Non Vested dan koreksi aktuarial diamortisasi sesuai dengan rata-rata masa kerja karyawan. 52 .0699 Manfaat PKHT meliputi pembayaran berkala dan/atau pembayaran sekaligus bagi peserta (karyawan) atau janda atau duda atau anaknya.000 14. Program Jamsostek sebesar 2% dari gaji pokok ditambah tunjangan keluarga. Perusahaan bekerjasama dengan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang disebut dengan “Program Kesejahteraan Hari Tua (PKHT)”.04. tunjangan keluarga. bantuan pangan dan bantuan perumahan). AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAaaaaaaAAAAAA 055. Rekonsiliasi (kewajiban) pendanaan manfaat pensiun karyawan sebagai berikut : Kekayaan pada Awal Tahun Beban Realisasi Pembayaran Manfaat Iuran Perusahaan Kekayaan Pada Akhir Tahun Jumlah Rp 26. tunjangan jabatan.01/04/SP/2003 tanggal 4 Juli 2003.Program Kesejahteraan Hari Tua (PKHT) sebesar 5% dari gaji dasar pertanggungan (gaji tetap berupa gaji pokok.0703 THT adalah program jaminan hari tua dalam bentuk pembayaran sekaligus bagi Peserta atau Ahli Warisnya.04/04/SP/2003 tanggal 4 Juli 2003.286.067.U.795 (46. 2).190 2. Perjanjian ini menggantikan kerjasama dengan AJB Bumiputera 1912 dalam hal “ Jaminan Asuransi Jiwa Kumpulan” sesuai dengan Perjanjian Kerjasama nomor 261/IX/SPK/DIR/1988 dan 190/U/ASK/PERT/IX/1988 tanggal 5 September 1988 dan telah diaddendum beberapa kali. terakhir tanggal 19 Desember 1989. AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA 023.SJ. Perjanjian tersebut terakhir diperbaiki melalui Perjanjian Kerjasama nomor 469/07/NK. THT dan Jamsostek dilakukan melalui pemotongan dari gaji yang besarnya sebagai berikut : . Perusahaan juga menandatangani Perjanjian Kerjasama tentang Program Tabungan Hari Tua (THT) dengan pihak PT Asuransi Jiwasraya (Persero) nomor 470/07/NK. terutama berasal dari : Perlakuan pembayaran iuran premi atas coming service (masa asuransi yang akan dijalani Peserta) dan Jamsostek adalah sebagai berikut: 1). Peraturan Pemerintah nomor 36 tahun 1995 tentang penetapan badan penyelenggara program Jamsostek.

416 108.000 ribu dengan rincian sebagai berikut : Jumlah Dividen Tantiem Direksi & Dekom Program Kemitraan Program Bina Lingkungan Cadangan Total Rp 60. 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan.087.509.910.012. dicatat sebagai berikut: 1). Dividen Tunai Dan Cadangan Umum a.590 2.759.577 (jumlah i R Rp 126 milyar) 126 il ) Perusahaan Anak PT Petrokimia Kayaku (Perusahaan Anak) menghitung dan membukukan estimasi manfaat kesejahteraan karyawan untuk seluruh karyawannya sesuai Undang-undang Republik Indonesia No.180 43.725.362. tahun 2003 sampai dengan 2012 sebesar @ Rp 18.280 1. Jumlah cadangan pemutusan hubungan kerja akan direview setiap akhir tahun dengan memperhatikan seluruh variabel yang mempengaruhi jumlah cadangan tersebut.THT : jatuh tempo setiap bulan Januari. Jumlah saldo kewajiban diestimasi atas manfaat kesejahteraan karyawan pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 masing-masing sebesar Rp 5.534 1. pemegang saham menyetujui penggunaan laba bersih tahun buku 2003 sebesar Rp 108.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Iuran premi back service baik untuk PKHT maupun THT seluruhnya ditanggung oleh Perusahaan.175.019 .863.123. Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan sebagaimana tercantum dalam Notulen Risalah Rapat tanggal 1 Juni 2004.230. tahun 2003 sampai dengan 2012 sebesar @ Rp 20.000 53 . Kewajiban pembayaran tahunan (angsuran) dicatat sebagai beban tahun berjalan.047 dan Rp 2.PKHT : jatuh tempo setiap bulan Januari.544. 32. 2). Besarnya angsuran tahunan premi back service adalah sebagai berikut: .759.

581 11.833.562.521 (10.516) (50.901.840.845) 68.459.734 (176.618.870 (2.456 1.285.845) 76.681.956 (17.681.191.029) 184.316 36.098.359) 6.356 45.536 56.508) 11.525) 73.890.152 5.436.961 (17.872.074) (3.408 (2.903) 1.862.645 11.197.042.615.638.530) (45.748.651.601 (116.405.785.645 1.065 4.811.653 (118.756.965 (71.634.207.020.158.563 2.848 4.848 12.492 (75.445.512.581 278.040.743.620 (4.189.483 (74.977 293.824.711) (1.064) 133.350) 79.413.057) 17.215) 2.385.227 54 .339.538.837.326 151.129 5.374.983 (4.330 1.164.077.052 (2.448 246.533) (94.577.228.849) 3.912.813.872.054.825) 6.411) 1.495.379.747.428 78.215.404.759.065 4.057.873.071.124.733.482 (67.092.483 (3.616) (6.719 (93.234.241.023.297 2.958.809.021.682) 1.890.822) (93.255.822.624.577) 218.928.189.688.493 (792.761 2.435.896.181.681.296 (16.357.005 (112.886.849 38.713.448 234.347) 182.804 Produksi Pupuk Rp Pendapatan Eksternal Antar Segmen Jumlah Pendapatan Hasil Hasil Segmen Antar Segmen Jumlah Hasil Segmen Pendapatan Usaha tidak Dapat Dialokasi Laba Usaha Beban Keuangan Pendapatan bunga Antar Segmen Laba Sebelum Pajak Beban Pajak Pajak Tangguhan Laba Setelah Pajak Bagian Saham Minoritas Laba Bersih Aktiva Segmen Aktiva Antar Segmen Aktiva tidak Dapat Dialokasi Jumlah Aktiva Kewajiban Segmen Kewajiban Antar Segmen Kewajiban tidak Dapat Dialokasi Jumlah Kewajiban Pengeluaran Barang Modal Penyusutan Beban Non Kas Selain Penyusutan Arus Kas Dari Operasi Penerimaan Pelanggan Pembayaran Pemasok Jumlah Arus Kas dari Investasi Investasi Rutin dan Proyek Pendapatan Bunga dan Jasa Giro Lain-lain Jumlah Arus Kas Dari Pembayaran Pelunasan Hutang Perolehan Pinjaman Lain-lain Jumlah 3.062 230.538.983 70.574.941 (15.892) (1.268 1.117 1.408 (176.493 4.216.276) (1.845.771.096) 156.096) 5.428.466) 102.021.686 1.867.923. Informasi Segmen Usaha 2004 Produksi Pestisida Rp 278.086.909.527.462 117.285.825) 618.558.537.181.986) (4.158 (112.157.284.729) 231.625.064) 121.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 33.704) 6.813.799.335 11.278.212 (93.813.080.025 2.911 (75.140 1.966.186 (10.190.238.276.516 2.345) 68.135.637 (294.077.208.747.040) 618.516 118.870.982.849) 3.011.643 241.641 (75.523) 17.287.462 8.445 8.359.364.189.839) (111.255.171.973.633.831.423 Konsolidasi Rp 3.913) (115.

158 215.789 4.331.831.052 (303.208 1.813.486) (125.780 33.015 50.400) (2.238) 252.495) 58.708 207.126) 13.421.922.812.648) 2.328 (65.238) Konsolidasi Rp 2.206) (3.346.980 252.376) 92.708 202.869.306.307 4.463.285.821.009.052 (303.505) 92.776.896 (2.829.674.812 2.963.500.928 7.160.969.309.305.112.142) 2.486.927 4.942.301) 170.946.290.623 258.436.015.038 981.570.518) 2.670.387.725.661.370) 894.284.339.314 (15.482.439.331.108) 170.692) 1.342 245.381 90.882 1.635.415.484.380 4.700 113.052) 7.914) (31.258 948.418.337 (74.841 (72.672.547 2.810) (358.088 54.810 1.535.048.966 252.919.054.115.187 53.510.553.565 12.532.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Produksi Pupuk Rp Pendapatan Eksternal Antar Segmen Jumlah Pendapatan Hasil Hasil Segmen Antar Segmen Jumlah Hasil Segmen Pendapatan Usaha tidak Dapat Dialokasi Laba Usaha Beban Keuangan Laba Sebelum Pajak Beban Pajak Kini Pajak Tangguhan Laba Setelah Pajak Aktiva Segmen Aktiva Antar Segmen Jumlah Aktiva Kewajiban Segmen Kewajiban Antar Segmen Kewajiban tidak Dapat Dialokasi Jumlah Kewajiban Pengeluaran Barang Modal Penyusutan Beban Non Kas Selain Penyusutan Arus Kas dari Operasi Penerimaan Pelanggan Pembayaran Pemasok Lain-lain Jumlah Arus Kas dari Investasi Pembelian Aktiva Tetap Lain-lain Jumlah Arus Kas dari Pembayaran Pelunasan Hutang Perolehan Pinjaman Lain-lain Jumlah 2.648.801 7.271.493.565.638 (180.857) (128.845 7.350 (65.684 110.418) 57.318.215 (558.638 (87.624) (7.243.258 (2.602 27.141.815.374.164.222) 2.193 203.894.813.042 2.934.029.418) (1.993 257.651.074.853.744.365.349.970 2.152.607.557 (665.377.665.238) (303.806.193) 229.665.285.742 55 .760 55.526.730.953.801.358.331.927 (3.980 2003 Produksi Pestisida Rp 203.496.206.281.853) 11.953.095 (2.164.574.979) 13.629) 3.978 (3.314 1.879 1.875.347.020.137.896) (326.490.984 (2.364 (2.966 58.973 (71.712.956 20.514.692) 91.257.081 (86.563.948.457.455.626 (72.610.695 (15.404 198.695 1.670.426) 203.

menurunnya tingkat suku bunga dan tingkat inflasi serta mulai meningkatnya kepercayaan investor seperti terlihat dari kenaikan secara umum harga-harga saham yang terdaftar pada bursa efek di Indonesia.816. Perusahaan yang bergerak dalam industri pupuk.249 Sebelum Reklasifikasi Rp 89.637.314. dalam tahun-tahun terakhir secara makro telah terjadi perbaikan yang positif atas beberapa indikator ekonomi utama. sepanjang hal itu dapat ditentukan dan diperkirakan.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 34.019. Meskipun demikian.209 17.654 25.816. berikut disajikan pos-pos penting dalam laporan keuangan konsolidasian tahun 2003 sesudah dan sebelum reklasifikasi : 2003 Sesudah Reklasifikasi Rp 47.989 91. seperti meningkatnya kegiatan ekonomi yang ditandai oleh meningkatnya produk domestik bruto.502 56 . sangat terpengaruh dengan fluktuasi nilai Rupiah. 35.Setelah Dikurangi Bagian Yang Jatuh Tempo Satu Tahun Bank Kewajiban Jangka Panjang Lainnya 551.739.069 46.409.211.992. Dalam menghadapi kondisi tersebut di atas. terjadinya perbaikan likuiditas. Laporan keuangan konsolidasian telah mencakup dampak kondisi ekonomi tersebut.637 25.555. Reklasifikasi Akun Untuk tujuan penyesuaian dengan penyajian laporan keuangan tahun 2004.748.294 265.513 87. manajemen perusahaan dan perusahaan anak tetap berhati-hati dalam mengelola dan menjalankan operasi perusahaan dengan mengoptimalkan kinerja perusahaan serta melakukan program penghematan dan efisiensi biaya.672 - Biaya Dibayar Dimuka Uang Muka Uang Muka dan Biaya Dibayar Dimuka Biaya Yang Ditangguhkan Hutang Bank Uang Muka Penjualan Hutang Lain-lain Hutang Jangka Panjang Yang Jatuh Tempo Satu Tahun Bank Kewajiban Jangka Panjang Lainnya Hutang Jangka Panjang .629.289 437.813.396.296.384 43. Kondisi Perekonomian Indonesia Kondisi ekonomi Indonesia masih akan terpengaruh oleh stabilitas sosial ekonomi dan politik di dalam negeri.903 4.480 72.139 811.535.515 85. karena pembelian terbesar bahan baku utama pupuk menggunakan mata uang asing (USD).

797 867.641.133 dan Rp 249.482.554.619.Setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu masing-masing sebesar Rp 6.558 dan Rp 10.771 pada tahun 2004 dan 2003 Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa Ketiga .554 17.256.676.872.287.069.778.664 pada tahun 2004 dan 2003 Persediaan Uang Muka Biaya Dibayar Dimuka Pajak Dibayar Dimuka Jumlah Aktiva Lancar AKTIVA TIDAK LANCAR Aktiva Pendanaan Manfaat Kesejahteraan Karyawan Investasi Jangka Panjang Aktiva Tetap .387.407 1.678.180 135.514.535 13.122.151.386.333.355 dan Rp 1.625 17.863.676 1.876.356.380.827.816.817 24.540.848 232.852.690.602.978.masing sebesar Rp 1.325 444.masing sebesar Rp 714.316.995 32.473.778.221 112.824.160 pada tahun 2004 dan 2003 Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa Ketiga .806.288.464.ragu masing .040.424.097.566.543.986 dan Rp 506.585.844.718.988.624.657 2.764.713.241.797.968.Setelah dikurangi penyisihan piutang ragu .564.248 13.872.208.572.898.963 pada tahun 2004 dan 2003.347.412.371.089 684.242 47.636.230.254.747.ragu masing .129.314.Setelah dikurangi akumulasi penyusutan masing-masing sebesar Rp 1.422.736 29.824 (0) (0) .073.340 983.Setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu masing-masing sebesar Rp 9.362.409 122.158.885.500 333.186 2.142.033.229.805.460 166.176.264. PETROKIMIA GRESIK NERACA Per 31 Desember 2004 dan 2003 2004 Rp 2003 Rp AKTIVA AKTIVA LANCAR Kas dan Setara Kas Piutang Usaha Pihak Ketiga .588.349.898.302 84.035.434 21.PT.013 57.030.869 1.574 dan Rp 948. Biaya Yang Ditangguhkan Aktiva Lain-lain Jumlah Aktiva Tidak Lancar JUMLAH AKTIVA 345.257.617 pada tahun 2004 dan 2003 Piutang Lain-Lain Pihak Ketiga .413.030.879.638 2.676 1.813 210.Setelah dikurangi penyisihan piutang ragu .783.467.307 42.580.105.140 14.

085.655.199.947 888.824 .639 616.340 2.328.352.909 89.450.000 288.000 Saham Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 396.597 8.161.000.312.456.755 - 90.432.000.005 1.767.992.511.1.052.296.511.286.590.813.106.112.916 109.114.372.025.568 108.PT.763.420.870 87.363 46.068.640.482.715.959.976.033.Setelah Dikurangi Bagian Yang Jatuh Tempo Dalam Satu Tahun Bank Kewajiban Jangka Panjang Lainnya Jumlah Kewajiban Tidak Lancar EKUITAS Modal Saham .985.624.Nilai Nominal Rp 1.001 73.972 133.286 31.888.654.349.068.879.933.555.637.194 23.861 396.906 2.722.491.838.394 794.532.015.869.000 334.819.768.793.329.087 854.606.474.059 143.443.420.242.657 114.713.176.588 551.420.194.960.383.962 2.508.697 437.000 per Saham Modal Dasar .359.978 - 519.308 23.300.057.214 57.332 4. PETROKIMIA GRESIK NERACA (Lanjutan) Per 31 Desember 2004 dan 2003 2004 Rp 2003 Rp KEWAJIBAN DAN EKUITAS KEWAJIBAN LANCAR Hutang Bank Hutang Usaha Pihak Ketiga Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa Hutang Pajak Biaya Yang Masih Harus Dibayar Hutang Lain-lain Uang Muka Penjualan Hutang Jangka Panjang Yang Jatuh Tempo Dalam Satu Tahun Bank Kewajiban Lainnya Jumlah Kewajiban Lancar KEWAJIBAN TIDAK LANCAR Kewajiban Pajak Tangguhan Kewajiban Diestimasi Manfaat Karyawan Hutang Jangka Panjang .616 18.575 664.072 6.000.253 124.249.629.327.347.231 43.387.092 30.797 396.420 saham Saldo Laba Yang Dicadangkan Saldo Laba Yang Belum Dicadangkan Jumlah Ekuitas JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS 765.550.197.127.348.902.

577) 124.442.189.797.409.136.197 117.951.192.673.956.899.021) 545.086 (71.427.800) 17.626.497.467 (142.704.284) 681.367.978.794.008 (86.349.782.106.359.707.425.744.372.894 (67.922.890 (93.461 PENDAPATAN HARGA POKOK PENJUALAN LABA KOTOR BEBAN USAHA Beban Distribusi Beban Penjualan Beban Administrasi dan Umum Jumlah Beban Usaha LABA USAHA SEBELUM BEBAN BUNGA DAN KEUANGAN Beban Bunga dan Keuangan LABA USAHA SETELAH BEBAN BUNGA DAN KEUANGAN PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN Pendapatan Diluar Usaha Beban Diluar Usaha Beban Lain-lain .258.867.423) 184.151.453) 198.401.400.557.298 (127.179.056.184.633.528.044.948) 278.380.992.169.632) (57.911.500) 108.663 120.767.724) (157.102) (9.198.983.624. PETROKIMIA GRESIK LAPORAN LABA RUGI Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 2004 Rp 2003 Rp 2.328.838 (179.815) (66.607.399.223 (50.409) (403.689.591) 54.228.394 .610.288 (66.811) 111.266.073.700.804) 175.698) (347.980.PT.390.812.556.658.190.069.768.Bersih LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN BEBAN PAJAK Pajak Kini Pajak Tangguhan Jumlah Beban Pajak LABA BERSIH SETELAH PAJAK 3.792.570.906.831.200.054.821.859.633.290.123) (147.122 (2.600 (57.838.126.482 (2.051.100) 13.697 166.

340 .285.372.196) (932.767.420.280.590.086 (60.000) (1.291 854.000) 668.879.637.000) (1.311.540.197.394 2.962 124.000) (43.992.000.612.797.125.377.183.888.133.000) (1.469 108.000) (1.534.420.133.611 288.420.394) 124.394 (47.000) (932.929) 108.199.863.767.696.000.387) (7.394 124.186.387 (46.423.280.741.180.253 Saldo laba yang belum dicadangkan Rp 93.068.180.394 (47.804 40.768.000) (932.PT.737. PETROKIMIA GRESIK LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 Modal Saham Rp Saldo per 1 Januari 2003 Laba Bersih Tahun Berjalan Dividen Tantiem Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi Dana Pembinaan Wilayah Pembentukan Cadangan Sesuai RUPS Selisih Pembentukan Cadangan Laba Belum Direalisasi Dari Pemilikan Efek Koreksi PPh Badan Koreksi Ekuitas Perusahaan Anak Saldo per 31 Desember 2003 Laba Bersih Tahun Berjalan Dividen Tantiem Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi Dana Pembinaan Wilayah Pembentukan Cadangan Sesuai RUPS Koreksi Ekuitas Perusahaan Anak Saldo per 31 Desember 2004 396.000) (1.000) (2.328.000 Laba belum direalisasi dari pemilikan efek Rp 46.328.747.377.611 794.353.211 108.242.000 396.125.087.590.655.328.793.093.929) (46.282) (2.353.558.387) Saldo laba yang dicadangkan Rp 255.087 Jumlah Ekuitas Rp 745.000) 2.696.086 (60.767.568 43.737.869.372.291 334.558.558.820.282 (7.509.186.797.793.210.000 396.353.175.534.658.210.871 137.000) (2.000) (40.000) (2.242.863.372.540.889.659.000) (1.087.183.000) 668.175.509.000) (932.768.658.000.353.768.

289 273.149 59.111 7.267.193 190.166 52.034 3.499.000 2.157.lain Jumlah Penerimaan Pengeluaran : Biaya Pegawai Biaya Pemeliharaan Biaya Pajak.979.250.799.335 234.342 18.413.286.677 4.367 305.876.651.468 90.960.224.098.455 347.975 102.616 228.340.870.059 102.892.799.138.010.022.628 65.807.983 38.000 382.PT.817.599.312 186.071.179.420.350.543.887) 6.352.759 129.041.647.852 202.983 199.533.965.918.773.124.415 140.423.709.311 505.572.389.528 22.109.953.605.276.302.910.496 71.016.266.258.194.298.364 1.827. Retribusi. PETROKIMIA GRESIK LAPORAN ARUS KAS (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 2004 Rp ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan : Piutang Pemerintah Penjualan Tunai Piutang Dagang Deposito PPN Keluaran Penerimaan Piutang lain .423.314.636.290.022.788.878.479. Asuransi Biaya Jasa.144.616.679.162 103.340.400.lain Penerimaan Restitusi pajak dan lain .847 182.933 71.700.430.766.803 93.576 7.128.905 1.592.340 18.lain Jumlah Pengeluaran Jumlah Arus Kas dari Aktivitas Operasi ARUS KAS DARI KEGIATAN INVESTASI Penerimaan : Pendapatan Bunga.588.973.822.126.729 62.245.485 590.600.077 58.856.619 11.505. jasa giro dan penerimaan diluar usaha lainnya Jumlah Penerimaan : Pengeluaran : Biaya yang berkaitan dengan pendapatan diluar usaha Investasi Rutin Investasi Proyek Kewajiban pembagian laba tahun lalu Jumlah Pengeluaran Jumlah Arus Kas dari Aktivitas Investasi 2003 Rp 663.942.473.109 295.157.276.192.00 100. Litbang dan Konsultan Biaya Bongkar Muat dan Distribusi Biaya Penjualan Biaya Umum Biaya Bunga Pinjaman PPN Masukan dan PPh Pengembalian Hutang usaha Pelunasan hutang lain .899.482.809 513.973 78.416 87.365.091.309.896.506.187.877.242.270.588.929.355 83.821.256.847 199.155 182.695.127.534.743 2.009.768.152.902.721.352.982.527.398.700.600.497 1.212 1.916.600.759 146.734 (45.906 .621.825.

691.809.071.474.193.326.902.485 1.833.417 333.902) 12.621 4.829.142 1.424.681.215.898.142 (1.451. PETROKIMIA GRESIK LAPORAN ARUS KAS (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 2004 Rp ARUS KAS DARI KEGIATAN PENDANAAN Penerimaan : Hutang Bank ( KMK. LC dan KI) Jumlah Penerimaan Pengeluaran : Bahan Baku dan Penolong Angsuran kredit Investasi.326.751.576.298) 183.013. KMK & LC Jumlah pengeluaran Jumlah Arus kas dari Aktivitas Pendanaan KENAIKAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 2003 Rp 1.621.261.813.204 252.844 252.019.380.073.844 2.833.424.180 345.474.258.204 1.320 333.980.829.180 .000.500 1.215.885.307.PT.763 150.073.980.848.660.813.885.106 (2.000.576.856.

d. 9 pesawat 511 Fax. (021) 5700380. 5720957. 5723995 .BPK RI LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN LAPORAN EVALUASI KINERJA PT PETROKIMIA GRESIK Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2004 Nomor Tanggal : 02.D/AUDITAMA V/GA/01/2005 : 31 Januari 2005 Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Jalan Gatot Subroto No. 5704395 s. 31 Jakarta 10210 Telp. (021) 5700380. 5738727. 5738740.

. 4. 2.3 Penilaian terhadap aspek administrasi …………………………. Pemahaman atas struktur pengendalian intern ………………………..…………………………………………. Perkembangan usaha perusahaan ……………………………………. Beban Usaha ..3 2.10 Organisasi Perusahaan …….. Metodologi.. Penyusunan dan pelaksanaan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) ………………………………………………… 2.……………………………………………. 3.8 2. 2. 2. Tingkat Kesehatan Perusahaan ……………………………………… 3..2.2 Pelaksanaan RKAP …………………………………………….2 Penilaian terhadap aspek operasional ………………………….2..2.. 4..1 2.2. Lingkungan dan K3 …………………………………… Sumber Daya Manusia ……. Tingkat kesehatan perusahaan ……………………………………….………………………………………… Investasi ….…………………………………………… Biaya Produksi . Penyusunan dan Pelaksanaan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2004 …………………………………….………………………….. 4..2. 3. Pengadaan . batasan.1 Evaluasi proses penyusunan RKAP ………………………….………………………………………. ruang lingkup dan tanggung jawab …………. BAB II URAIAN HASIL EVALUASI 1.2.1 Perkembangan posisi keuangan ………………………………. 2.4 2.2.6 2.2. Perkembangan operasi pokok perusahaan ………………………….…………………………………………..9 Penjualan .5 2. 3. Perkembangan Usaha Perusahaan …………………………………… 4.. 8 10 10 15 19 20 22 23 24 25 26 26 27 28 28 29 29 29 30 8 8 5 5 6 7 1 2.…………………………...2...2 Perkembangan laba-rugi ………………………………………... 5.. ..2 2. Produksi .DAFTAR ISI Hal BAB I SIMPULAN DAN HASIL EVALUASI 1.1 Penilaian terhadap aspek keuangan …………………………….7 2..…………………………………………….. 3. Laba / (Rugi) .2...

6. 4. Ancaman ……………………………………………….7..1 4.6.7 Analisis SWOT ………………………………………………… 5.4 Perkembangan perubahan ekuitas ……………………………. Pemahaman atas struktur pengendalian intern ……………………….5....4..5.3 4. Perkembangan penjualan ……………………………… Kekuatan ………………………………………………. Perhitungan Penilaian Tingkat Kesehatan PT Petrokimia Gresik tahun buku 2004 berdasarkan SK Menteri BUMN No: KEP-100/ MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 Lampiran 2 Dasar Perhitungan Penilaian Tingkat Kesehatan Perusahaan SK Menteri BUMN No: KEP-100/MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 . Perkembangan produksi ……………………………….6 Perkembangan operasi pokok perusahaan …………………….4 Lampiran 1 Perbandingan tahun 2004 terhadap 2003 ……………… Perbandingan rasio keuangan lima tahun terakhir …….2 4... 4.7.1 4.2 4..7..3 Perkembangan arus kas ………………………………………. Kelemahan ……………………………………………. 31 32 33 33 33 34 34 35 36 36 37 38 39 39 4. Peluang ……………………………………………….7.5 Perkembangan rasio keuangan ………………………………… 4..1 4. 4.2 4.

SIMPULAN DAN HASIL EVALUASI .

.

Penyusunan RKAP Sebagai pedoman kerja sebagaimana diatur dalam anggaran dasar perusahaan.5 bulan mulai tanggal 14 April s. Pelaksanaan RKAP ini dilaksanakan melalui tahapan-tahapan berdasarkan pada sistem top-down dan bottom-up serta penetapan pencapaian laba adalah dengan menggunakan metode a pasteori yaitu merinci komponen biaya-biaya untuk penetapan laba. (2) Pupuk DAP sebesar 61% dari RKAP 2004 disebabkan pabrik diprioritaskan untuk memproduksi pupuk phonska. sehingga pengiriman ke konsumen sering mengalami keterlambatan.d. Penyusunan dan pelaksanaan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) a. 1 BPK-RI / AUDITAMA V . dengan ini kami sampaikan hasil evaluasi kinerja perusahaan sebagai berikut: 1. 30 Juni 2004 karena mengalami kerusakan equipment sehingga kurang dapat mendukung pelaksanaan pasokan untuk wilayah Jawa Timur. untuk tahun buku 2004 telah disusun RKAP dan telah disahkan melalui RUPS. (b) Pabrik Urea tidak berproduksi selama 2. Perbandingan realisasi tahun 2004 dengan RKAP 2004 sebagai berikut: 1) Realisasi Penjualan a) Penjualan Pupuk Terdapat beberapa produk pupuk yang target penjualannya tidak tercapai antara lain : (1) Pupuk Urea sebesar 78% dari RKAP 2004 karena : (a) PT Petrokimia Gresik sesuai SK Menperindag No. (3) KCL sebesar 79% dari RKAP 2004 karena: (a) Pada semester I kedatangan impor tidak sesuai jadwal.BAB I SIMPULAN DAN HASIL EVALUASI Sehubungan dengan audit kami terhadap Laporan Keuangan PT Petrokimia Gresik untuk tahun buku yang berakhir tanggal 31 Desember 2004. (b) Pada semester II terdapat kendala dari pesaing yang menjual dengan harga lebih rendah. 356/MPP/Kep/5/2004 tanggal 27 Mei 2004 mulai bulan Juni 2004 hanya diberi tugas untuk mendistribusikan pupuk Urea ke 12 Kabupaten di Jawa Timur sedangkan sebelumnya 26 Kabupaten. b.

5 bulan) dan problem instrument hand valve EA-102 Carbamate Condensor bocor. (2) Pupuk ZA sebesar 97% dari RKAP 2004 karena terbatasnya bahan baku amoniak yang disebabkan pabrik amoniak shut down. sedangkan penjualan ekspor tidak terpenuhi karena belum terdapat kesepakatan harga. yang berakibat menurunnya konsumsi asam sulfat. crash program perbaikan start up heater 102B pabrik amoniak pada bulan Juni 2004. gangguan pasokan steam karena Service Unit Trip dan karena adanya perbaikan pipa asam sulfat yang bocor pada R-5501 mixing tank. terbatasnya pasokan steam karena boiler B-1101BD tube bocor. 2 BPK-RI / AUDITAMA V . 2) Realisasi produksi a) Produksi Pupuk Terdapat beberapa produksi pupuk yang targetnya tidak tercapai antara lain : (1) Pupuk Urea sebesar 89% dari RKAP 2004 disebabkan terhentinya pasokan bahan baku amoniak (pabrik amoniak shut down ± 2. Asam Sulfat sebesar 98% dari RKAP 2004 disebabkan kualitas yang tidak dapat konstan khususnya untuk konsumen pabrikan. (3) Pupuk DAP sebesar 62% dari RKAP 2004 karena pabrik dikonsentrasikan untuk memproduksi Phonska. (b) Adanya kendala kesulitan mendapatkan kapal pengangkut. (3) Cement Retarder sebesar 86% dari RKAP 2004 disebabkan: (a) Mundurnya perbaikan tahunan (Perta) pabrik Cement Retarder yang memakan waktu cukup panjang.b) Penjualan Non Pupuk Terdapat beberapa produk non pupuk yang target penjualannya tidak tercapai antara lain : (1) (2) Amoniak sebesar 99% dari RKAP 2004 karena problem gangguan operasional pabrik amoniak. (4) ALF3 sebesar 99% dari RKAP 2004 disebabkan stock ALF3 dioptimalkan untuk melayani permintaan dalam negeri.

Economizer E-1203 dan ada penggantian demister T-1301 drying tower. (2) Biaya produksi pupuk ZA.5 bulan akibat adanya problem pada primary reformer 101 B.90 triliun atau 157% dari anggarannya sebesar Rp1. Dryed Gypsum Conveyor M-4204 dan electric precipitator F-4201. 3) Realisasi pengadaan Realisasi Pengadaan sebesar Rp2. b) Biaya produksi non pupuk (1) Biaya produksi Amoniak sebesar 121% dari RKAP 2004 karena tidak beroperasinya pabrik Amoniak selama 2. 4) Realisasi biaya produksi Realisasi biaya produksi per ton produk sebagian besar di atas anggaran. (3) Biaya produksi pupuk DAP sebesar 139% dari RKAP 2004 karena meningkatnya harga bahan baku Asam fosfat. Amoniak dan ZA.35 triliun atau 145% dari anggarannya sebesar Rp0. 128% dan 104% dari RKAP 2004 terutama karena tingginya harga bahan baku impor akibat melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap USD. 121%. (3) Cement Retarder sebesar 90% dari RKAP 2004 dikarenakan terbatasnya pasokan gas bumi dan problem pada Gypsum Feeder M-4250. Phonska dan NPK Kebomas masingmasing sebesar 131%.5 bulan.92 triliun. antara lain tingginya biaya produksi produk pupuk: a) Tingginya biaya produksi pupuk (1) Biaya produksi pupuk Urea sebesar 113% dari RKAP 2004 karena tidak beroperasinya pabrik Urea selama 2.85 triliun yang terdiri dari pengadaan dalam negeri sebesar Rp1.b) Produksi Non Pupuk Terdapat target produksi non pupuk yang tidak tercapai antara lain : (1) Amoniak sebesar 89% dari RKAP 2004 dikarenakan pabrik mati selama 2. SP-36. synthesis compressor 103 J dan problem pada start up heater 102 B.5 bulan akibat kerusakan equipment sehingga pabrik tidak dapat beroperasi dengan efisien.93 triliun dan pengadaan luar negeri sebesar Rp1. 3 BPK-RI / AUDITAMA V . (2) Asam Sulfat sebesar 95% dari RKAP 2004 dikarenakan rate produksi tidak maksimal karena terjadi problem equipment yaitu circulation pump P-1303.55 triliun atau 169% dari anggarannya sebesar Rp0.

72 triliun karena tingginya penjualan beberapa produk pupuk dan non pupuk.40 milyar atau 109 % dari RKAP 2004 sebesar Rp371.42 milyar atau 92% dari anggaran sebesar Rp220. c) Rendahnya beban pinjaman.21 milyar atau 217% dari RKAP 2004 sebesar Rp314. persewaan dan jasa. 5) Realisasi beban usaha sebesar Rp403.70 milyar terutama karena tingginya biaya penjualan menyesuaikan dengan meningkatnya nilai penjualan. 4 BPK-RI / AUDITAMA V . biaya pemeliharaan dan biaya penyusutan. (3) (4) Biaya produksi Asam Fosfat sebesar 126% dari RKAP 2004 terutama karena tingginya pemakaian bahan baku Batuan fosfat. (5) Biaya produksi Cement Retarder sebesar 146% dari RKAP 2004 karena tingginya bahan baku purified gypsum.84 milyar atau 115% dari anggaran sebesar Rp124.93 milyar. produk samping.70 milyar karena tingginya realisasi laba penyertaan anak perusahaan dari anggarannya. biaya bahan penolong dan biaya pemeliharaan.37 milyar atau 104% dari anggaran sebesar Rp119.19 milyar atau 90% dari RKAP 2004 sebesar Rp103. karena subsidi non Urea menggunakan tarip sesuai APBN-P dan karena adanya tambahan pendapatan subsidi eks tahun 2003 sebesar Rp47. penjualan produk utilitas.57 milyar.95 triliun atau 108% dari RKAP 2004 sebesar Rp2.19 milyar. 6) Laba bersih setelah pajak sebesar Rp124. realisasi Rp93.10 milyar. b) Tingginya realisasi subsidi pupuk yang mencapai Rp683. Biaya produksi Aluminium Fluorida sebesar 158% dari RKAP 2004 terutama karena tingginya pemakaian bahan baku Aluminium hidroksida dan Asam fluosilikat.82 milyar disebabkan antara lain: a) Realisasi penjualan sebesar Rp2.(2) Biaya produksi Asam Sulfat sebesar 114% dari RKAP 2004 karena tingginya biaya pemakaian belerang.79 milyar atau 174% dari anggarannya sebesar Rp68. 7) Realisasi total investasi sebesar Rp203. d) Tingginya pendapatan lain-lain yang mencapai Rp119.31 milyar yang terdiri dari: a) Investasi rutin sebesar Rp142.

26 milyar dan terendah terjadi pada tahun 2001 yaitu sebesar Rp83. Arus Kas 1) Posisi kas dan setara kas pada akhir tahun 2004 sebesar Rp345. dapat disimpulkan bahwa kinerja PT Petrokimia Gresik pada tahun 2004 tergolong dalam kondisi SEHAT kategori AA dengan SKOR 93. Tingkat Kesehatan Perusahaan Berdasarkan evaluasi atas tingkat kesehatan perusahaan.713. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2001 yaitu sebesar Rp2. Laba setelah pajak sebesar Rp124. 2.60% dibandingkan tahun 2003. 2) Selama lima tahun terakhir (tahun 2000 sampai dengan 2004) arus kas memperlihatkan saldo kas dan setara kas tertinggi terjadi pada tahun 2004 yaitu 5 BPK-RI / AUDITAMA V . 3. b.b) Investasi pengembangan sebesar Rp60. mengacu kepada indikator yang digunakan untuk menilai tingkat kesehatan BUMN sesuai Keputusan Menteri BUMN Nomor:KEP-100/MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002.96 milyar.58 milyar atau 62% dari anggarannya sebesar Rp96.62 milyar meningkat Rp366.18 milyar naik sebesar Rp9.01 milyar atau 3. 2) Selama lima tahun terakhir (tahun 2000 sampai dengan 2004) laba setelah pajak dan setelah bagian keuntungan/kerugian anak perusahaan yang tertinggi terjadi pada tahun 2000 sebesar Rp187.55 milyar.37 milyar naik 15. Laba-Rugi 1) Laba sebelum pajak sebesar Rp175.04 milyar atau 5. c.21 milyar. Neraca 1) Jumlah aktiva/kewajiban dan ekuitas per 31 Desember 2004 sebesar Rp2.044.62 milyar.45% dibandingkan tahun 2003. Perkembangan Usaha Perusahaan a.713.34% dibanding tahun 2003. 2) Selama lima tahun terakhir (tahun 2000 sampai dengan 2004) jumlah aktiva/ kewajiban dan ekuitas tertinggi terjadi tahun 2004 yaitu sebesar Rp2.25.60 milyar atau 14.23 milyar atau 15.60% dibanding akhir tahun 2003.50. RKAP tahun 2004 menetapkan kategori AA dengan skor sebesar 93.90 milyar mengalami kenaikan sebesar Rp12.

kecuali amoniak dan asam fosfat. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2001. Perkembangan produksi 1) Perbandingan tahun 2004 terhadap tahun 2003 a) Secara umum produksi pupuk tahun 2004 lebih tinggi dibanding produksi tahun 2003.99 milyar atau naik 7. Rasio keuangan 1) Perbandingan tahun 2004 terhadap tahun 2003 a) Tingkat likuiditas perusahaan tahun 2004 relatif lebih tinggi dari tahun 2003. kecuali operating ratio dan net profit ratio. b) Tingkat rentabilitas perusahaan tahun 2004 relatif lebih tinggi dari tahun 2003. 6 BPK-RI / AUDITAMA V . 4.67% dibandingkan akhir tahun 2003. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2001 yaitu sebesar Rp722. c) Tingkat solvabilitas perusahaan tahun 2004 lebih tinggi dari tahun 2003. b) Tingkat rentabilitas perusahaan tertinggi terjadi pada tahun 2000.62 milyar. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2001 yaitu sebesar Rp58. kecuali pupuk DAP. c) Tingkat solvabilitas perusahaan selama lima tahun terakhir menunjukkan bahwa modal pihak ketiga lebih berperan dan meningkat sampai dengan tahun 2004. Perubahan ekuitas 1) Posisi ekuitas akhir tahun 2004 sebesar Rp854. e.sebesar Rp345.03 milyar. b) Produksi non pupuk tahun 2004 lebih tinggi dibanding produksi tahun 2003. 2) Perbandingan rasio keuangan lima tahun terakhir a) Tingkat likuiditas perusahaan tertinggi terjadi pada tahun 2004. Perkembangan operasi pokok perusahaan a. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2003. kecuali Acid test ratio.36 milyar.90 milyar. d. 2) Selama lima tahun terakhir (tahun 2000 sampai dengan 2004) posisi ekuitas tertinggi terjadi pada akhir tahun 2000 yaitu sebesar Rp880.

sedangkan rincian lebih lanjut dijelaskan pada halaman berikutnya.2) Perkembangan produksi dalam lima tahun terakhir (2000 s/d 2004) Volume produksi pupuk pada tahun 2004 lebih tinggi dibanding empat tahun sebelumnya. Pemahaman atas struktur pengendalian intern a. Struktur pengendalian intern PT Petrokimia Gresik telah disusun dan dilaksanakan dengan baik. Demikian kesimpulan evaluasi kinerja PT Petrokimia Gresik yang dapat kami sampaikan. Evaluasi terhadap pelaksanaan tugas Satuan Pengawas Intern (SPI) Sesuai tugas pokoknya. terutama disebabkan meningkatnya penjualan Pupuk Phonska dan NPK Kebomas yang cukup signifikan. b. 5. Register Negara No. SPI telah melaksanakan kegiatan audit yang diprogramkan dalam PKPT dan tidak diprogramkan (Non PKPT) seperti: pemeriksaan khusus. b. Perkembangan penjualan 1) Perbandingan tahun 2004 terhadap tahun 2003 Secara umum tonase penjualan pupuk dan non pupuk tahun 2004 lebih tinggi dibanding tahun 2003. Ak. 31 Januari 2005 7 BPK-RI / AUDITAMA V . 2) Perkembangan penjualan dalam lima tahun terakhir (2000 s/d 2004) Tonase penjualan pupuk tahun 2004 merupakan penjualan tertinggi selama 5 tahun terakhir dan terendah penjualan tahun 2002. sedangkan tonase penjualan non pupuk tertinggi di tahun 2000 dan terendah penjualan tahun 2003. sedangkan terendah terjadi pada tahun 2002. Drs. Auditor Utama Keuangan Negara V Penanggung Jawab Audit. sehingga dapat dijadikan dasar guna menetapkan sifat dan luasnya audit. Misnoto MA. preventif audit dan kegiatan-kegiatan yang bersifat konsultasi dalam penyelesaian permasalahan yang dihadapi unit kerja. kecuali penjualan DAP hanya 35% dan Aluminium Fluorida hanya 83% dari tahun 2003. D-1416 Jakarta. Volume produksi non pupuk tertinggi terjadi pada tahun 2004 dan terendah terjadi pada tahun 2002.

URAIAN HASIL EVALUASI .

Laporan atas Pengelolaan Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi d.BAB II URAIAN HASIL EVALUASI 1. Evaluasi terhadap aspek keuangan. Laporan kinerja Kegiatan Unit b. Laporan Anak Perusahaan Dalam Laporan Kinerja PT Petrokimia Gresik. konfirmasi. dilaksanakan bersama-sama dengan pelaksanaan general audit atas Laporan Keuangan PT Petrokimia Gresik untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004. Laporan SDM c.2 1. data keuangan perusahaan telah termasuk nilai penyertaan dan/atau pendapatan dari penyertaan PT Petrokimia Gresik pada anak perusahaan yang diperhitungkan atas dasar metode ekuitas. Sumber data yang digunakan untuk evaluasi terhadap kinerja PT Petrokimia Gresik tahun buku 2004 (periode 1 Januari s. Kami tidak melakukan perbandingan data industri sejenis yang diperoleh dari pihak eksternal yang kompeten karena keterbatasan dalam ketersediaan data/informasi yang diperlukan.4 Laporan Auditor Independen atas Laporan keuangan PT Petrokimia Gresik untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2000 s. 2.1 1. antara lain: a. Penyusunan dan Pelaksanaan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2. verifikasi. Evaluasi dilaksanakan dengan cara antara lain review. analisis dan interpretasi data/informasi yang tersedia.1 Evaluasi proses penyusunan RKAP Dasar Penyusunan Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahunan yang dijadikan sebagai Pedoman Kerja tahunan didasari oleh : 8 BPK-RI / AUDITAMA V . dilakukan berpedoman pada SK Menteri BUMN RI nomor: KEP100/MBU/2002 tanggal 04 Juni 2002 tentang “Penilaian Tingkat Kesehatan BUMN”. kami peroleh dari: 1.d 31 Desember 2004) ini.d 2004 RKAP PT Petrokimia Gresik tahun 2004 yang telah disahkan dalam RUPS Rencana Jangka Panjang (RJP) tahun 2004 – 2008 Laporan intern perusahaan yang disusun secara periodik.3 1. perhitungan ulang. ruang lingkup dan tanggung jawab Evaluasi terhadap kinerja PT Petrokimia Gresik. operasional dan administrasi sebagaimana diuraikan dalam Bab II butir 3. batasan. Metodologi.

parameter dan asumsi. b. Direksi diwajibkan mengirimkan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan kepada Dewan Komisaris dan Pemegang Saham. dinyatakan bahwa perusahaan diwajibkan untuk menyusun dan menyampaikan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) kepada Pemegang Saham selambat-lambatnya 60 hari sebelum memasuki tahun anggaran. e. dan status perusahaan berubah menjadi Badan Usaha yang seluruh sahamnya telah dimiliki oleh PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) sebagai Operating Holding. 2) Meminta. Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No.YA5/312/20 beserta perubahannya. 13 tahun 1998 dan PP No. Tahapan proses penyusunan RKAP adalah sebagai berikut : a. 28 tahun 1997. PP No. Proses penyusunan anggaran dikoordinasi oleh Komite Anggaran (budget committee) yang terdiri dari Kepala Departemen Produksi. Tugas utama Komite Anggaran adalah : 1) Menetapkan kebijakan umum. 9 BPK-RI / AUDITAMA V . dan Kepala Biro Akuntansi. untuk dimintakan pengesahan kepada Rapat Umum Pemegang Saham. 12 tahun 1998. menerima dan meninjau estimasi anggaran masing-masing Departemen/Biro dan Bidang. d. Anggaran serta Kepala Kompartemen diatasnya yang juga merupakan Komite Manajemen. b. Bagan organisasi perusahaan merupakan kerangka dasar penyusunan sekaligus sebagai pengendalian anggaran yang terkoordinasi di PT Petrokimia Gresik. Anggaran Dasar Perusahaan yang telah disahkan oleh Menteri Kehakiman No. pasal 21 ayat 1 dan 2 bahwa : 1) Rapat Umum Pemegang Saham untuk mengesahkan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan diadakan selambat-lambatnya pada akhir tahun buku sebelum tahun buku baru dimulai. Kep-101/MBU/2002 tentang Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan Badan Usaha Milik Negara. c. penyertaan Modal Negara RI dialihkan sebagai modal saham perusahaan (perseroan) PT Pupuk Sriwidjaja. 2) Dalam waktu tiga bulan sebelum tahun buku baru mulai berlaku. Pemasaran. 6 tahun 2000. Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No.a. Kep-100/MBU/2002 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Badan Usaha Milik Negara. PP No. PP No. Pengadaan.

2 Pelaksanaan RKAP 2. f. sebagai pelaksana harian adalah Biro Anggaran.1 Penjualan Realisasi penjualan produk (pupuk dan non pupuk termasuk subsidi pupuk) tahun 2004 mencapai Rp3.3) Mengusulkan perbaikan-perbaikan atas estimasi anggaran tersebut. Pembahasan Komite Anggaran. Pra RUPS. 4) Menyetujui anggaran serta perbaikan-perbaikannya. Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan yang telah disetujui dan disahkan oleh Direksi dan Dewan Komisaris diserahkan kepada Pemegang Saham (PT Pupuk Sriwidjaja).23 milyar atau 120% dari RKAP. e. perbaikan dan penambahan bila diperlukan serta persetujuan.633. Pengajuan tersebut disusun dan diolah sesuai parameter dan asumsi yang telah ditetapkan menjadi bentuk laporan rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP). i. RKAP yang telah mendapatkan pengesahan Pemegang Saham merupakan pedoman kerja Perusahaan serta sebagai pengendalian biaya untuk mencapai kinerja yang ditargetkan. pengesahan terhadap Rencana Kerja dan Anggaran tahunan oleh Pemegang Saham. c. yaitu mengevaluasi. g. Direksi dengan Dewan Komisaris.2. Departemen/Biro dan Bidang menyampaikan pengajuan estimasi anggaran kepada Komite Anggaran. tingkat Direksi dengan Pemegang Saham. 2. Pembahasan Komite Anggaran dengan Direksi. yaitu penyempurnaan dan persetujuan serta pengesahan terhadap RKAP. Pola yang digunakan PT Petrokimia dalam menyusun RKAP adalah dengan menggunakan Pola top down dan bottom up serta penetapan pencapaian laba adalah dengan menggunakan metode a pasteori yaitu merinci komponen biaya-biaya untuk penetapan laba. h. 5) Menerima dan menganalisis berbagai laporan anggaran. yaitu mengevaluasi. 6) Memberikan rekomendasi bagi tindakan yang dirancang guna meningkatkan efisiensi bila diperlukan. Tingginya nilai penjualan tahun 2004 dikarenakan tingginya nilai penjualan pupuk 10 BPK-RI / AUDITAMA V . dan RUPS. d. melakukan perbaikan-perbaikan yang diperlukan terhadap RKAP.

790 342.000 180.SP-36 .KCL .464 30.Lain-lain Sub jumlah pupuk Non Pupuk Dalam Negeri .Aluminium Fluorida Sub Jumlah non pupuk Realisasi (1) Anggaran (2) % (3)=(1):(2) 460.150 10.500 2.251.211 581.000 3.21 milyar atau 217% dibanding RKAP 2004 sebesar Rp314.230 Anggaran % (2) (3)=(1):(2) 2.Asam fosfat .296. Nilai penjualan tersebut terinci sebagai berikut : (Rp juta) Keterangan Penjualan Pupuk Subsidi Pupuk Penjualan non pupuk Jumlah Realisasi (1) 2.19 milyar.982 3.57 milyar atau 137% dari RKAP 2004 sebesar Rp425.496 2.356 34.510 96.Amoniak .sebesar Rp2.191 217 425.Cement Retarder .035.368.Asam sulfat .000 99 98 110 86 117 130 82 97 11 BPK-RI / AUDITAMA V .500 125.000 560.057 103 314.NPK Kebomas .849 192.000 3.450 683.368.501 124.ZA .Lain-lain Ekspor .902 2.569 3.45 milyar atau 103% dibanding RKAP 2004 sebesar Rp2.256.852 177.545 120 Ton Keterangan Penjualan Pupuk .000 826.795 11.296.30 milyar serta realisasi subsidi pupuk yang lebih tinggi dibanding RKAP 2004 yaitu sebesar Rp683.000 19.820 98.300 760.000 48.000 96.06 milyar dan non pupuk sebesar Rp581.633.500 138.Urea .Phonska .950 78 104 113 139 308 61 79 70 100 94.297 137 3.000 49.617 789.DAP .591 594.194 633.017 52.466 798.Aluminium Fluorida .000 400.

sehingga kurang dapat mendukung pelaksanaan pasokan untuk wilayah Jawa Timur.617 ton atau 78% dari RKAP 2004 sebesar 594.724 26.774 115.491 2.NPK Kebomas . b) PT Petrokimia Gresik sesuai SK Menperindag No.DAP .KCL .376 69.(Rp Juta) Keterangan Penjualan Pupuk .633.907 940.035.887 581.636 35.115 17.368.057 77 104 117 139 401 72 95 70 103 294.Phonska .Aluminium Fluorida .300 84.Lain-lain Sub jumlah pupuk Non Pupuk Dalam Negeri .455 155.507 512.Amoniak .574 54.Cement Retarder .191 3.5 bulan mulai tanggal 14 April s.640 18.678 20.978 72.569 2.320 425.297 2.Asam fosfat .306 180.377 250. Penjualan Produk Pupuk 1) Realisasi penjualan pupuk Urea sebesar 460. Tidak tercapainya target penjualan Urea disebabkan : a) Pabrik Urea tidak berproduksi selama 2.875 34. dan Subsidi Realisasi (1) 411.Urea .015 9.076 45.614 148.203 2.Lain-lain Ekspor .211 3.019 683. 356/MPP/Kep/5/2004 tanggal 27 Mei 2004 mulai bulan Juni 2004 hanya diberi tugas untuk mendistribusikan pupuk Urea ke 12 BPK-RI / AUDITAMA V .354 314.Asam sulfat .879 439.230 173.359 10.721.950.Aluminium Fluorida Sub Jumlah non pupuk Jumlah Subsidi pupuk Total Penj.545 170 105 136 94 127 93 96 137 108 217 120 a.450 Anggaran % (2) (3)=(1):(2) 532.296.656 25.624 48.057 13.612 24.358 904.300 ton.ZA .SP-36 .d 30 Juni 2004 karena mengalami kerusakan equipment.

000 ton dan 560. sehingga pengiriman ke konsumen sering mengalami keterlambatan. 6) Realisasi penjualan pupuk KCL sebesar 98. Target penjualan pupuk DAP tidak dapat tercapai disebabkan pabrik diprioritaskan untuk memproduksi pupuk Phonska. 3) Realisasi penjualan pupuk Phonska sebesar 192. Menteri Pertanian.849 ton atau 104% dan 113% dari RKAP 2004 sebesar 760.000 ton.820 ton atau 61% dari RKAP 2004 sebesar 19. 2) Realisasi penjualan pupuk SP-36 dan pupuk ZA sebesar 789. 5) Realisasi penjualan pupuk DAP sebesar 11.150 ton.194 ton dan 633. 4) Realisasi penjualan NPK Kebomas sebesar 30.500 ton.464 ton atau 139 % dari RKAP 2004 sebesar 138. Target penjualan pupuk SP-36 dan pupuk ZA dapat tercapai disebabkan tingginya kebutuhan riil pupuk SP-36 untuk sektor tanaman pangan di pulau Jawa dibanding kuota SK. 13 BPK-RI / AUDITAMA V .795 ton atau 308% dari RKAP 2004 sebesar 10. Target penjualan pupuk KCL tidak dapat tercapai disebabkan : a) Pada semester I kedatangan impor tidak sesuai jadual.000 ton.12 Kabupaten di Jawa Timur sedangkan sebelumnya 26 Kabupaten. Target penjualan pupuk NPK Kebomas dapat tercapai disebabkan tingginya permintaan pada sektor perkebunan. Target penjualan pupuk Phonska dapat tercapai disebabkan mampu bersaing dengan produk impor untuk kebutuhan sub sektor hortikultura dan komoditas tanaman pangan terutama pada daerah yang memiliki irigasi teknis dan karena di beberapa daerah petani melakukan substitusi pupuk Urea dengan pupuk ZA dan Phonska.500 ton.356 ton atau 79% dari RKAP 2004 sebesar 125. b) Pada semester II terdapat kendala dari pesaing yang menjual dengan harga lebih rendah.

Target penjualan Asam Sulfat tidak dapat tercapai disebabkan kualitas yang tidak bisa konstan khususnya untuk konsumen pabrikan. Target penjualan Asam Fosfat dapat tercapai disebabkan adanya peningkatan harga STPP internasional sehingga permintaan Asam Fosfat meningkat. sehingga berakibat menurunnya konsumsi Asam Sulfat. 2) Realisasi penjualan Asam Sulfat sebesar 177. 3) Realisasi penjualan Asam Fosfat sebesar 52. Target penjualan Cement Retarder tidak dapat tercapai disebabkan : a) Mundurnya perbaikan tahunan (perta) pabrik Cement Retarder yang memakan waktu cukup panjang (rencana 28 hari realisasi 35 hari). 4) Realisasi penjualan Cement Retarder sebesar 342.000 ton.b. Target penjualan Amoniak tidak dapat tercapai karena adanya gangguan operasional pabrik amoniak. b) Adanya kendala kesulitan mendapatkan kapal pengangkut. 5) Realisasi penjualan ALF3 sebesar 5.000 ton. Penjualan Produk Non Pupuk 1) Realisasi penjualan Amoniak sebesar 94.967 ton atau 99% dari RKAP 2004 sebesar 6. sedangkan penjualan ekspor tidak terpenuhi karena belum terdapat kesepakatan harga.000 ton.790 ton atau 110% dari RKAP 2004 sebesar 48. 14 BPK-RI / AUDITAMA V .017 ton atau 98% dari RKAP 2004 sebesar 180.852 ton atau 99% dari RKAP 2004 sebesar 96. Target penjualan ALF3 tidak dapat tercapai disebabkan stock ALF3 dioptimalkan untuk melayani permintaan dalam negeri.000 ton.000 ton.982 ton atau 86% dari RKAP 2004 sebesar 400.

Produk samping & utilitas .703 174 129.977 32.587 25.315 512 (9.2.582 24.79 milyar atau 174% dari anggarannya.736 99 6. Rendahnya nilai jumlah pendapatan dan beban lain-lain dikarenakan adanya rugi kurs sebesar Rp90.Laba penyertaan Total pendapatan lain-lain Biaya atas pendapatan lain-lain Pendapatan lain-lain netto Realisasi Anggaran % (1) (2) (3)=(1):(2) 24.111 10.601 468 6.480 138 119.794) 43.Pendapatan lain-lain Selama tahun 2004 realisasi pendapatan lain-lain bervariasi antara 86% sampai dengan 979% dibanding dengan anggarannya.Jasa giro & bunga deposito .900 158 28.Persewaan jasa .299 7.2 Produksi Secara keseluruhan realisasi kegiatan produksi tahun 2004 untuk berbagai jenis produk berkisar antara 43% sampai dengan 320% dibanding yang dianggarkan yang terinci per jenis produk sebagai berikut: 15 BPK-RI / AUDITAMA V .Lain-lain . terinci lebih lanjut sebagai berikut: (Rp Juta) Keterangan .793 68.07 milyar yang tidak dianggarkan.388 - Realisasi total pendapatan lain-lain mencapai Rp119.591 2.430 139 4. 2.743 689 979 44.Dividen & fee keagenan .

111 Anggaran (2) 385. Pupuk SP-36 Realisasi produksi pupuk SP-36 sebesar 738.610 314. Produk Pupuk Pupuk Urea Realisasi produksi Urea sebesar 344.Purified Gypsum Total Produk Non Pupuk Realisasi (1) 344.190 519. Produk Non Pupuk Amoniak Asam Sulfat Asam Fosfat Cement Retarder ALF3 Lain-lain .412 9.892 ton dan pupuk SP-36 II sebesar 473.509 361.000 1.000 140.Dry Ice .000 5.333 ton. Penjelasan lebih lanjut sebagai berikut: 16 BPK-RI / AUDITAMA V .Crude gypsum . Produk Pupuk Pupuk Urea Pupuk SP-36 Pupuk ZA Pupuk Phonska Pupuk DAP Pupuk NPK Kebomas Total Pupuk II.418 1.880.000 590. Tidak tercapainya target produksi disebabkan terhentinya pasok bahan baku amoniak (pabrik amoniak shut down ± 2. crash program perbaikan Start up Heater 102 B pabrik Amoniak pada Juni 2004.274 24.000 11.CO2 .000 1.439 32.225 ton atau 100% dari RKAP 2004 sebesar 735.000 400.803 197.012 6.356 738.5 bulan) dan problem instrument hand valve EA-102 Carbamate Condensor bocor.901.000 195.000 ton.000 % (3)=(1):(2) 89 100 97 144 62 320 101 89 95 101 90 107 85 43 119 96 a.599 201.000 20.000 355.225 572.000 735.000 80.013 1.000 550.150 95.343 2.000 10.Ton Keterangan I. terbatasnya pasokan steam karena Boiler B-1101 BD tube bocor. terdiri dari pupuk SP-36 I sebesar 264.000 ton.356 ton atau 89% dari RKAP 2004 sebesar 385.602.530.978 12.000 6.

978 ton atau 144% dari RKAP 2004 sebesar 140. Pupuk ZA Realisasi produksi pupuk ZA sebesar 572. 3) Pupuk ZA III Realisasi produksi sebesar 193.000 ton karena menyesuaikan dengan permintaan penjualan.590 ton.599 ton atau 97% dari RKAP 2004 sebesar 590.000 ton. Pupuk Phonska Realisasi produksi sebesar 201. 17 BPK-RI / AUDITAMA V .325 ton dan pupuk ZA III sebesar 193. pupuk ZA II sebesar 194.333 ton atau 114% dari RKAP 2004 sebesar 416.892 ton atau 83% dari RKAP 2004 sebesar 319.000 ton karena terbatasnya bahan baku amoniak (pabrik Amoniak shut down).000 ton.1) Pupuk SP-36 I Realisasi produksi sebesar 264.590 ton atau 97% dari RKAP 2004 sebesar 200.000 ton.000 ton karena pabrik tidak berproduksi selama ± 4 bulan terkait dengan pelaksanaan program kegiatan konstruksi proyek RFO Pabrik Pupuk Fosfat I.684 ton. terdiri dari pupuk ZA I sebesar 184.684 ton atau 97% dari RKAP 2004 sebesar 190. 2) Pupuk SP-36 II Realisasi produksi sebesar 473. karena terbatasnya bahan baku amoniak (pabrik Amoniak shut down) dan terjadi gangguan pasokan steam karena Service Unit Ttrip serta karena ada perbaikan pipa asam sulfat yang bocor pada R-5501 Mixing Tank.325 ton atau 97% dari RKAP 2004 sebesar 200.000 ton terutama karena menyesuaikan dengan permintaan penjualan yang cukup tinggi. 2) Pupuk ZA II Realisasi produksi sebesar 194. Penjelasan lebih lanjut sebagai berikut: 1) Pupuk ZA I Realisasi produksi sebesar 184. karena terbatasnya bahan baku amoniak (pabrik Amoniak shut down).

disebabkan pabrik dikonsentrasikan untuk memproduksi Phonska.012 ton atau 90% dari RKAP 2004 sebesar 400.013 ton atau 320% dari RKAP 2004 sebesar 10. Economizer E-1203. Synthesis Compressor 103 J dan terjadi problem pada Start up Heater 102 B sehingga pabrik tidak beroperasi selama 2.5 bulan. Produk Non Pupuk Amoniak Realisasi produksi Amoniak mencapai 314.000 ton.000 ton.439 ton atau 62% dari RKAP 2004 sebesar 20.000 ton karena memenuhi permintaan penjualan.000 ton.000 ton.Pupuk DAP Realisasi produksi sebesar 12. Tidak tercapainya target produksi karena rate produksi tidak maksimal karena terjadi problem equipment yaitu Circulation Pump P-1303. Lebih rendahnya realisasi produksi dari RKAP 2004 karena terbatasnya pasokan gas bumi dan terjadi 18 BPK-RI / AUDITAMA V .509 ton atau 101% dari RKAP 2004 sebesar 195. Lebih tingginya realisasi produksi dari RKAP 2004 karena rate produksi mencapai 106% dari RKAP 2004. dan ada penggantian Demister T-1301 Drying Tower.190 ton atau 89% dari RKAP 2004 sebesar 355. Tidak tercapainya target produksi karena terjadi problem pada Primary Reformer 101 B. Cement Retarder Realisasi produksi Cement Retarder sebesar 361. Asam Sulfat Realisasi produksi Asam Sulfat mencapai 519.803 ton atau 95% dari RKAP 2004 sebesar 550. Pupuk NPK Kebomas Realisasi produksi pupuk NPK Kebomas sebesar 32. b.000 ton. Asam Fosfat Realisasi produksi Asam Fosfat sebesar 197.

26 milyar dikarenakan 53% pengadaan suku cadang merupakan pembelian luar negeri yang 19 BPK-RI / AUDITAMA V .811 169.584 1. pabrik Karung plastik & kemas Jumlah Pengadaan Realisasi (1) Anggaran (2) % (3=1:2) 2.845.802 2.41 triliun atau 154% dari anggaran sebesar Rp1.17 milyar atau 489% dari anggaran sebesar Rp56.322.240 1. Tercapainya target produksi karena rate produksi mencapai 119% dari RKAP 2004.391 916.561. dikarenakan hal-hal sebagai berikut: a. Pengadaan suku cadang dan bahan pembantu pabrik sebesar Rp275.989 2.Industri kecil .573 929.631 145 169 157 (Rp juta) Keterangan Bahan baku Bahan penolong Sk cadang & bhn.548. dan Electric precipitator F-4201.2.000 ton.301 1.093 140.512 275. Aluminium Fluorida Realisasi produksi Aluminium Fluorida mencapai 6.pmbt.605 1.408. Dryed Gypsum Conveyor M4204.Non Industri kecil Jumlah pembelian dalam negeri 2.894.952 56.631 154 83 489 123 157 Realisasi pengadaan sebesar Rp2.345.166 70.problem pada Gypsum Feeder M-4250.89 triliun atau 157% dari RKAP sebesar Rp1. Pembelian dalam negeri .412 ton atau 107% dari RKAP 2004 sebesar 6.85 triliun.845.894.283 1.573 1.56 triliun dikarenakan 57% pengadaan bahan baku merupakan pembelian luar negeri dan sebagian besar merupakan pembelian dalam mata uang asing. Pembelian luar negeri Jumlah Pengadaan Realisasi (1) Anggaran (2) % (3=1:2) 23.3 Pengadaan (Rp juta) Keterangan 1. 2. Pengadaan bahan baku sebesar Rp2. b.264 57.

0 9 4 .6 5 3 .0 1 7 . batuan fosfat.11 ribu atau 131% dibanding anggarannya sebesar Rp694.4 2 5 . b. A sa m F osfa t d.80 milyar atau 123% dari anggaran sebesar Rp57.sangat terpengaruh dengan mata uang asing dan kenaikan biaya transportasi. A m onia k b .7 8 0 6 9 4 .9 7 7 1 .2 6 1 .4 5 3 .227. Realisasi biaya produksi Urea per ton tahun 2004 sebesar Rp981.7 2 5 .4 6 5 1 1 8 .98 ribu 20 BPK-RI / AUDITAMA V .9 7 6 6 . Pupuk a .9 4 9 2 9 5 . A sa m S u lfa t c. bahan penolong katalis dan listrik PLN. D A P f.9 2 3 1 .78 ribu disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku asam fosfat. Pengadaan karung plastik dan kemas sebesar Rp70.0 0 9 3 . N P K K eb om a s 2 . A lu m iniu m F lu orida e.97 ribu atau 121% dibanding anggarannya sebesar Rp1.1 4 2 . P honska e.9 6 7 2 .9 0 5 1 .2.2 4 1 9 4 6 .9 6 9 9 1 0 .91 ribu atau 113% dibanding anggarannya sebesar Rp868.4 3 0 2 .6 1 7 8 0 .2 2 7 . S P -3 6 c. c. Realisasi biaya produksi pupuk SP-36 per ton tahun 2004 sebesar Rp1.1 9 2 1 .6 3 1 .1 1 3 1 .6 7 2 1 .4 8 2 . asam sulfat eks produksi serta tingginya biaya bahan penolong listrik PLN.d D esem b er 2 0 0 4 R ea lisa si A ngga ra n 2 3 9 8 1 .1 3 6 .8 1 8 . N on P u p u k a .1 2 9 1 .9 6 7 % 4 = 2 :3 113 121 131 128 139 104 121 114 126 158 146 Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa: a. Realisasi biaya produksi pupuk ZA per ton tahun 2004 sebesar Rp910. Z A d.6 7 7 4 .61 milyar. 2.3 4 6 3 3 8 . Hal tersebut disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku gas bumi.13 ribu.0 3 2 8 6 8 . U rea b . biaya jasa serta tingginya biaya kantong & kemas.017. biaya pemeliharaan. c.0 8 7 1 . C em ent R eta rder s.4 Biaya Produksi (Rp/ton) K etera nga n 1 1.

261. biaya pajak & retribusi. f.01 ribu atau 114% dari RKAP sebesar Rp295. tingginya biaya pemeliharaan.818.92 ribu.631. biaya jasa. Hal tersebut disebabkan karena tingginya biaya pemakaian bahan baku asam fosfat eks produksi. ZA eks impor. biaya asuransi. biaya kantong & pengantongan. jasa serta biaya kantong. biaya penyusutan.19 ribu atau 139% dari RKAP sebesar Rp1. tingginya biaya pemeliharaan. tingginya biaya pemeliharaan dan biaya penyusutan. tingginya biaya bahan penolong (katalis dan listrik PLN). Realisasi biaya produksi pupuk phonska per ton tahun 2004 sebesar Rp1. Realisasi biaya produksi per ton asam sulfat sebesar Rp338.98 ribu atau 126% dari RKAP sebesar Rp2. amoniak eks impor. tingginya biaya pemakaian bahan penolong (bahan kimia dan MFO).95 ribu disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku gas bumi.094.482.43 ribu atau 128% dibanding anggarannya sebesar Rp1. Hal tersebut disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku aluminium hydroxida dan asam fluosilikat. e.142. bahan penolong MFO. Hal tersebut disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku (asam fosfat eks produksi. biaya pemeliharaan dan biaya kantong & Kemas. Hal tersebut disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku batuan fosfat. amoniak dan ZA. Realisasi biaya produksi pupuk DAP per ton sebesar Rp2.62 ribu.97 ribu disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku belerang. d.35 ribu atau 121% dari RKAP sebesar Rp946.68 ribu.47 ribu atau 158% dari RKAP sebesar Rp4. Realisasi biaya produksi per ton aluminium fluorida sebesar Rp6.453. tingginya biaya pemeliharaan dan biaya kantong & kemas. g. tingginya biaya pemeliharaan.136. Realisasi biaya produksi per ton asam fosfat sebesar Rp3.09 ribu. biaya jasa dan biaya penyusutan. h. KCL dan Urea). tingginya biaya pemakaian bahan penolong (bahan kimia dan MFO).425. Realisasi biaya produksi per ton Amoniak sebesar Rp1. tingginya biaya pemeliharaan dan biaya penyusutan. 21 BPK-RI / AUDITAMA V .disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku amoniak impor. i.

Beban distribusi .5 Beban usaha (Rp juta) Uraian 1 . tingginya biaya bahan penolong (bahan kimia dan MFO) serta tingginya biaya pemeliharaan.40 milyar atau 109% dari anggaran dikarenakan: a.2. 2.j.Beban admistrasi dan umum Jumlah beban usaha Tahun 2004 Realisasi Anggaran 2 3 179. Realisasi biaya produksi per ton cement retarder sebesar Rp118.97 ribu disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku purified gypsum. Beban administrasi dan umum sebesar Rp157.40 milyar atau 117% dari anggaran terutama karena tingginya biaya sewa kendaraan dan biaya pembinaan wilayah. b.Beban penjualan .401 371. Beban penjualan sebesar Rp66.96 milyar atau 119% dari anggaran karena menyesuaikan dengan meningkatnya nilai penjualan.525 403.045 181. 22 BPK-RI / AUDITAMA V .956 56.03 ribu atau 146% dari RKAP sebesar Rp80.703 % 4=2:3 99 119 117 109 Realisasi beban usaha sebesar Rp403.400 134.037 157.141 66.

035.034 10. Asam Sulfat dan Asam Fosfat.Beban Jumlah pendapatan dan beban lain-lain Laba/(Rugi) sebelum pajak Pajak Laba/(Rugi) setelah pajak 2.703 (25.569) 131.956) (157. Realisasi penjualan pupuk dan non pupuk sebesar Rp2. disebabkan antara lain: a.729 (54.Pendapatan .Penjualan dalam negeri .045) (66.711.525) (371.613 (181.Penjualan ekspor Jumlah hasil penjualan .82 milyar.37 milyar atau 104% dari RKAP sebesar Rp119.912) 119.887 2. sedangkan laba setelah pajak sebesar Rp124.400) (403.18 milyar atau 100% dari RKAP sebesar Rp174.Subsidi pupuk Harga Pokok Penjualan Laba/(Rugi) kotor Biaya Usaha : .951.018 683.191 3.Beban Distribusi .812) 124.950.659) 681.354 314.73 milyar.341 68.190) 184.72 triliun dikarenakan tingginya penjualan beberapa produk pupuk dan non pupuk meliputi pupuk SP-36.2.703) 234.979 119.320 2.Beban Adm dan Umum Jumlah beban usaha Laba/(Rugi) usaha Beban pinjaman Laba/(Rugi) setelah beban pinjaman Pendapatan & beban lain-lain : .6 Laba/(Rugi) (Rp Juta) Uraian 1 Tahun 2004 Realisasi Anggaran 2 3 % 4=2:3 Hasil penjualan : .211 3. ZA.169 (93. Phonska dan NPK Kebomas serta Amoniak.428.794) 175.633.373 2.587) (9.940.388 174.931) 606.544 (2.401) 278.721.817 108 96 108 217 120 122 112 99 119 117 109 118 90 141 174 512 (23) 100 93 104 Perolehan laba tahun 2004 sebelum pajak sebesar Rp175.229 (2.185 (50.910 (103.141) (56.Beban Penjualan . 23 BPK-RI / AUDITAMA V .315) 43.2.131 9.570 (179.793 (129.037) (134.95 triliun atau 108% dari RKAP 2004 sebesar Rp2.

833 25.Proyek Revamping Amoniak .Bangunan /Fasilitas .071 2.624 126.57 milyar karena rendahnya tingkat suku bunga Kredit Investasi realisasi rata-rata 6. Rendahnya beban pinjaman.50% per tahun sedangkan anggarannya 17% per tahun dan tingkat suku bunga Kredit Modal Kerja realisasi rata-rata 9.313 % 131 115 98 84 115 80 93 101 66 83 62 92 BPK-RI / AUDITAMA V .935 5. c.000 200 2. Tingginya realisasi subsidi pupuk yang mencapai Rp683.Proyek Phosphoric Acid II .103 39.140 109.Proyek RFO PF I .843 31.93 milyar.19 milyar atau 90% dari RKAP 2004 sebesar Rp103.420 Anggaran 8. karena subsidi non Urea menggunakan tarip sesuai APBN-P berkait dengan disetujuinya Anggaran Belanja Tambahan (ABT) subsidi pupuk non Urea sebesar Rp238.79 milyar atau 174% dari anggaran sebesar Rp68.89% .13.Mesin & Peralatan .673 24.64 milyar dan karena adanya tambahan pendapatan subsidi eks 2003 sebesar Rp47. persewaan dan jasa serta pendapatan klaim asuransi.Proyek ERP: Tahap I Tahap II Jumlah Tahap I + II Jumlah investasi pengembangan Jumlah investasi 24 Realisasi 10. Tingginya pendapatan lain-lain yang mencapai Rp 119. d.577 203.466 4.050 978 124.916 4.824 96.210 220.925 5.917 1.927 826 142.2.7.353 25.45% .b. realisasi Rp93.899 2.Inventaris Jumlah investasi rutin Investasi Pengembangan: .Kalium Sulfat (K2SO4) .70 milyar karena tingginya laba penyertaan anak perusahaan dari anggarannya.21 milyar atau 217% dari RKAP 2004. produk samping.13% per tahun sedangkan anggarannya 15% per tahun. penjualan produk utilitas.833 60.Kendaraan & Alat Berat . Investasi Tabel investasi (Rp juta) Keterangan Investasi Rutin: . 2.

21 milyar. c. 3) Penghijauan sisi laut (dengan mengrove) dan sisi darat (dengan beringin) serta pembuatan terasiring.58 milyar atau 62% dari anggaran sebesar Rp96. 2) Realisasi Proyek K2 SO4 sebesar 93% karena adanya beberapa monthly progress kepada pihak kontraktor yang masih dalam proses. Daur ulang Seal Leg Water dari unit reaksi ke unit granulasi Pabrik I. status in progress dan dicarryoverkan ke tahun 2005. d. selesai. b. Drainase dan Pit Recycle Pabrik Asam Fosfat. 25 BPK-RI / AUDITAMA V . telah selesai dan berhasil baik. Hal tersebut disebabkan realisasi bangunan/fasilitas serta mesin dan peralatan masing-masing mencapai 131% dan 115% dari anggarannya. in progress).2. Investasi pengembangan sebesar Rp60. Modifikasi trestel conveyor 02 M102 di T-20. Penanganan Gas Fugitive HF di area Mixed Acid pabrik II.8. telah selesai dan berhasil baik. e. b.10 milyar. sedangkan kendaraan dan alat berat serta inventaris hanya mencapai 98% dan 84% dari anggarannya. 2. Pemanfaatan buangan padat: 1) Penjajagan pemanfaatan kapur dengan PT Batubara Bukit Asam. telah selesai dan berhasil baik.84 milyar atau 115% dari anggaran sebesar Rp124. 3) Proyek Phosphoric Acid II masih belum ada kegiatan. 2) Pembuatan plengsengan pengaman kapur.Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa: a. Lingkungan dan K3 Program Manajemen Lingkungan: a. 5) Realisasi Proyek ERP sebesar 83% karena belum selesainya masa pemeliharaan. 4) Proyek Revamping Amoniak masih belum ada kegiatan. Investasi rutin tahun 2004 mencapai Rp142. dengan rincian sebagai berikut: 1) Realisasi Proyek RFO PF I sebesar 80% karena adanya progres yang masih dalam proses pembayaran dan pemeriksaan bersama.

berhasil baik. sebagai berikut: a. antara lain ke Indocement dan ke PT Semen Gresik.10 Organisasi Perusahaan Beberapa pertimbangan yang mendasari perubahan organisasi perusahaan pada tahun 2004. menurun 74 orang dibanding posisi pada akhir tahun 2003.9. c. diklat formal dan lain-lain.75% dari RKAP 2004 sebanyak 3. 2. Peningkatan fungsi pengadaan sehubungan dengan beban tugas pengadaan yang semakin besar karena adanya sentralisasi kegiatan pengadaan bahan baku. Pada tahun 2004 jumlah peserta diklat sebanyak 8.2. 6) Percobaan menaikkan pH raw gypsum dengan menggunakan kapur aktif. 5) Percobaan menaikkan pH raw gypsum dengan menggunakan kapur aktif. meninggal dunia 4 orang. meliputi diklat jenjang jabatan.644 orang. Penyesuaian organisasi pengadaan dikaitkan dengan strategi pemasaran sehubungan dengan perubahan pola kebijakan subsidi pupuk dari Pemerintah. barang dagangan. dan jasa-jasa dengan tujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengadaan. kapur ZA II dan kapur mix skala lab telah dilakukan. kapur ZA II dan kapur mix skala pilot dalam 2 tahap telah selesai.84 milyar atau 96% dari RKAP. 26 BPK-RI / AUDITAMA V .2.635 orang atau 99. in progress. in progress.134 orang dan biaya sebesar Rp4. Menurunnya jumlah karyawan tersebut dikarenakan pensiun sebanyak 68 orang. berhasil baik. Perubahan jumlah Direksi dari 5 (lima) menjadi 6 (enam). b. 2. Program pendidikan dan pelatihan dilaksanakan secara terpadu untuk meningkatkan kualitas dan motivasi kerja karyawan. Sumber Daya Manusia Jumlah karyawan pada akhir tahun 2004 sebanyak 3. mengundurkan diri 3 orang dan PHK 1 orang serta penambahan karyawan sebanyak 2 orang.4) Penjajagan pemanfaatan kapur dengan PT Semen Gresik. 7) Uji coba pemakaian limbah padat sesuai dengan permintaan. diklat kompetensi.

Dibandingkan dengan RKAP dan dengan realisasi tahun 2003 menunjukkan data sebagai berikut: In d ik a to r P e n ila ia n I. e. A sp e k A d m in istra si TOTAL SK OR R e a l.5 0 6 6 . A sp e k O p e ra sio n a l III. Perhitungan tingkat kesehatan perusahaan mengacu pada data keuangan hasil audit atas laporan keuangan PT Petrokimia Gresik tahun buku 2004 dan data keuangan hasil pemeriksaan pertanggungjawaban dana Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi (PUKK) tahun buku 2004. A sp e k k e u a n g a n II. PT Petrokimia Gresik termasuk dalam golongan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Non-Infrastruktur.0 0 1 4 . 3. 100/MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002. Hasil evaluasi atas tingkat kesehatan perusahaan menunjukkan kinerja PT Petrokimia Gresik dalam tahun 2004 tergolong dalam kondisi “SEHAT” kategori “AA” dengan Skor 93.0 0 1 4 .2 5 6 4 .d. 2 0 0 4 R K A P 2 0 0 4 R e a l.2 5 27 BPK-RI / AUDITAMA V .5 0 1 5 .0 0 1 4 . Pembentukan Biro Manajemen Risiko dalam rangka peningkatan penerapan Good Corporate Governance (GCG). f.0 0 9 3 .0 0 1 5 .0 0 1 4 . Peningkatan efektivitas kegiatan engineering dan manufacturing dengan menggabungkannya dalam satu direktorat (Direktorat Teknik & Pengembangan).5 0 9 4 . 2 0 0 3 6 4 .25. Penggabungan beberapa Departemen/Biro sehubungan dengan penyeimbangan job load dari Departemen/Biro yang bersangkutan. Tingkat kesehatan perusahaan Kinerja perusahaan tahun buku 2004 diukur dengan berpedoman pada Surat Keputusan Menteri BUMN RI No.5 0 9 3 .

00 5.00 10.00 4.50 4.00 66.000 10.00 5.50 5.00 5.00 119.25 20. 2003 90. (Rp ribu) Jml Tenaga Kerja Pendpt : Jml Tenaga Kerja 4.00 15. Perputaran Persediaan 7.500 3. 2004 RKAP 2004 Real. dan Pengadaan (ton) Pupuk Urea Pupuk SP-36 Pupuk ZA Pupuk Phonska Pupuk DAP NPK Kebomas Cement Retarder Aluminium Fluorida Crude Gypsum CO2Cair Jumlah 3. Total Asset Turn Over 8. Keselamatan Kerja TOTAL Kinerja Realisasi 3.71 27.00 5.25 64.00 5.000 140.00 15.025 96 SKOR Nilai Real.901 201.957 778.500 11.000 735.14% 5.012 6.412 95.00 3.00 3.00 15.02 28.50 20.50 Hasil % % % % hari hari % % 3.99% 100% 3.00 13.00 4.032 688.3. Imbalan kepada pemegang saham (ROE) 2.00 4.50 4.343 2.978 12.00 113.513 96 RKAP 3.013 361.229 3.633.00 5. Eff.000 6.18 17.00 64.439 32. Modal sendiri thd total aktiva TOTAL Satuan SKOR Thn 2004 Real 2004 RKAP 2004Real 2003 21.00 13.00 5. Imbalan investasi (ROI) 3.693.84 125.000 2.685895 385. Rasio Lancar 5.50 5.000 80. Produktivitas Tenaga Kerja Total Nilai Penj.00 28 BPK-RI / AUDITAMA V . Poduksi (Cons. Collection Period 6.322298 507.1 Penilaian terhadap aspek keuangan Indikator Penilaian 1.00 14.00 2. Prod.00 7.361 3.22 20. Rasio Kas 4.00 2.000 590.000 20.635 999.00 3.00 5.644 833.000 400.377.544 3.00 10.2 Penilaian terhadap aspek operasional Indikator Penilaian 1.12 37 69 146.00 4.29% 5.00 2.00 5.00 2.035. Rate) 2.274 9.

06 311.Tk.81 547. Laporan Perhitungan tahunan Rancangan RKAP 2004 Laporan Periodik Kinerja PUKK .78 928.00 95. kolektibilitas pengemb. Adapun data lebih rinci sebagai berikut: (Rp Milyar) Keterangan Kas dan Bank Persediaan Aktiva lancar lainnya Penyertaan jk panjang Nilai Buku Ak.36 2.89 444. 2.46 1.33 1.044.00 3.347.00 3.96 901.82 93.90% 40.86% 4.96 288.97 73.858.24 295.322.713.00 3.713. 3.09 112.77 2003 333.36 18.242.05 443.87 524.347.99 2.80 2.52 84.07 2.00 14.00 2.96 Tahun 2002 150. Kenaikan nilai pasiva disebabkan karena kenaikan hutang lancar.089.03 122.62 milyar.87 104.81 453.00 14.86 494.1 Perkembangan posisi keuangan Total aktiva per 31 Desember 2004 berjumlah Rp2. 4.36 339. 2004 RKAP 2004 Real.71 361.58 789.92 722.51 2.00 3.25 90.93 112.33 2.39 840.343.95 745.00 3.347.70 51.00 3.339.11 1.00 3.96 880.98 2.05 1. Perkembangan usaha perusahaan 4.41 40.3 Penilaian terhadap aspek administrasi Indikator Penilaian 1.00 14.11 849.174.10 97.60 1.32 2001 58.713.61 116.00 3.62 1.089.00 3.59 75.04 2.32 794.54 914.39 2004 345.90 684.39 milyar terutama adanya kenaikan pos persediaan dan aktiva dalam pelaksanaan.00 2.220.000.044.82 2.00 112.33 52.73 80.03 1.23 milyar dari posisi akhir tahun 2003 berjumlah Rp2.36 786. pinjaman Total Aspek Administrasi Nilai 2004 SKOR Real. hutang jangka panjang dan ekuitas dari posisi akhir tahun 2003. jumlah tersebut meningkat Rp366.220.3.38 1.62 854.83 2.Efektifitas penyaluran dana . 2003 3.00 3.36 324.00 3. Pajak tangguhan Total Hutang Ekuitas Total Hutang dan Ekuitas 2000 149.553.61 542.00 2.62 29 BPK-RI / AUDITAMA V . tetap Aktiva dlm pelaksanaan Aktiva lain-lain Total Aktiva Hutang lancar Hutang jk panjang Kw.01 677.27 143.10 53.

78 (1.12) 241.80 (29.713.92 milyar.18 (50.2 Perkembangan Laba-Rugi Realisasi laba setelah pajak tahun 2004 berjumlah Rp124.79) (93.61 2003 2.55 Tahun 2002 1.37 milyar lebih tinggi 14.23 milyar atau 15. Rincian lebih lanjut sebagai berikut: (Rp Milyar) Keterangan Penjualan bersih Harga Pokok Penjualan Laba kotor Biaya usaha Laba rugi usaha Laba/(rugi) lain-lain Biaya pinjaman Laba rugi sebelum pajak Pajak Penghasilan Laba setelah pajak 2000 1.26 milyar dan terendah terjadi pada tahun 2001 yaitu sebesar Rp83.16 (116.37 101.96) 403.75) 423.65 milyar hutang jangka panjang sebesar Rp254.96) 250.35 54.62 milyar.Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa: a. b.55 (194.54) 399.951.77 2004 3.55 milyar.044.26 2001 2.17 (9.96 milyar.20) 175. 4.34 (1.55) 93.61 (86.14 (57.57 (403. Selama lima tahun terakhir (2000 sampai dengan 2004) laba setelah pajak yang tertinggi terjadi pada tahun 2000 yaitu sebesar Rp187.633.82) 166.34% dibanding tahun 2003 sebesar Rp108.44 (115.37) 108.44% dibandingkan tahun 2003.24 (191.664.37 Laba perusahaan sebelum pajak tahun 2004 naik sebesar Rp9.79) 435.72 milyar serta kenaikan ekuitas sebesar Rp60.23) 112.87 (70.17) 257. Jumlah aktiva/kewajiban dan ekuitas tahun 2004 naik sebesar Rp366.16 (46.60% dibanding tahun 2003 disebabkan antara lain adanya kenaikan persediaan sebesar Rp240.30) 198.438.323.25) 83.04 milyar atau 5.08 (1.744. Selama lima tahun terakhir (2000 sampai dengan 2004) jumlah aktiva pasiva tertinggi terjadi pada tahun 2004 yaitu sebesar Rp2.33 (172.71) 140.23 (2.01 milyar.340.54 milyar dan aktiva dalam pelaksanaan sebesar Rp62.43 14. 30 BPK-RI / AUDITAMA V . aktiva tetap sebesar Rp53.37) 207.61) 187.65 (205.61 (2.874.67 (94. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2001 yaitu sebesar Rp2.51 milyar dan diikuti dengan kenaikan hutang lancar sebesar Rp67.87 21.77 milyar.747.40) 278. karena adanya kenaikan omzet penjualan dan penerimaan subsidi.66) 681.81) 124.063.

373 (179.3 Perkembangan arus kas Rincian data arus kas adalah sebagai berikut: (Rp.613 90.898 Posisi kas dan setara kas pada akhir tahun 2004 sebesar Rp345.896) 74.619) 58.62 milyar.224) (240.669) 149.620 Tahun 2002 58.01 milyar atau 3.908 187.072 150.885 124.775) 287.620 93.014 345. 31 BPK-RI / AUDITAMA V .60% dibanding tahun 2003.692 2003 150.549 148.448) (208.90 milyar.239 83.692 108.702 12.468 (82.795 183.806 (45.576) (266.769 111.727) (46. Juta) Keterangan Saldo awal Laba bersih Arus kas Operasi Investasi Pendanaan Surplus/(Defisit) Saldo Akhir 2000 415.620) 92.262 (47.4.526 (111.239 2001 149.413) (90. Selama lima tahun terakhir (2000 sampai dengan 2004) arus kas memperlihatkan saldo kas dan setara kas tertinggi pada tahun 2004 yaitu sebesar Rp345. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2001 yaitu sebesar Rp58.885 2004 333.907) (197.193 333.90 milyar mengalami kenaikan Rp12.287) (220.

033 4.36 milyar.191) 1.613 47 745. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2001 yaitu sebesar Rp722.420 288.549 396.4.590 794.768) (4.069 (60.404) (1.741 93.363 (93.618) (4.343 (242) 109.549 20 722.420 296.059 109.106) (2. sebagai berikut: (Rp Juta) Keterangan Saldo awal Modal Cadangan Laba tahun berjalan Laba belum direalisasi dari efek Jumlah Koreksi-koreksi Koreksi cadangan Koreksi Laba/(rugi) Distribusi Laba PT Petrokimia Gresik Deviden Tantiem/Gratifikasi Dana Pembinaan UKK Biaya Manajemen Dana Pembinaan wilayah Cadangan Anak Perusahaan Deviden Cadangan Gratifikasi.958 864.069 3.820 (7.03 milyar.363 (109.237) (31.536) 374 Tahun 2002 396.033 (37.dll Laba tahun berjalan Saldo Akhir Modal Cadangan Laba belum direalisasi dari efek Laba tahun berjalan Jumlah 2000 396.832) (700) 83.014 (499) (107.420 142.456) 3. 32 BPK-RI / AUDITAMA V .893) (1.088) (2.468) (46.730) (46.506 (328) 124.773) 12.036) 187.992 Posisi ekuitas tahun 2004 sebesar Rp854.420 255.044 83.664) (6.673 324.372 854.655) (1.250) (5.590 396.613 745.262 880.741 47 93.125) (1.613 396.821 (47.069) (4.424) (932) (932) (40.748) 2004 396.177) (2.387) (34.67% dibanding tahun 2003 Perubahan ekuitas dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2004 memperlihatkan saldo ekuitas tertinggi terjadi pada tahun 2000 yaitu sebesar Rp880.000) (3.175) (44.420 255.200 124.541) (1.420 288.420 242.372 396.92 milyar atau 7.044 20 83.257) (822) (822) (2.262 396.681 187.262 880.590 794.420 296.319 (1.681 187.4 Perkembangan perubahan ekuitas Perubahan ekuitas tahun 2000 sampai dengan tahun 2004.549 722.929) (7.500) (137.863) (1.510) (1.763 (851) 2003 396.059 109.99 milyar mengalami kenaikan sebesar Rp60.420 242.420 334.423) (476) 93.051 (853) 192 2001 396.

sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2001 yang disebabkan tingginya kewajiban lancar. b.5. kecuali acid test ratio.1 Perbandingan tahun 2004 terhadap tahun 2003 Dari tabel di atas. Tingkat likuiditas perusahaan relatif tertinggi terjadi pada tahun 2004. Tingkat likuiditas perusahaan tahun 2004 relatif lebih tinggi dari tahun 2003. kecuali operating ratio dan net profit ratio.2 Perbandingan rasio keuangan lima tahun terakhir Dari tabel di atas juga dapat dikemukakan hal-hal sebagai berikut: a. 4. 33 BPK-RI / AUDITAMA V . sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2003 dikarenakan tingginya harga pokok penjualan dan biaya usaha. b. Tingkat solvabilitas perusahaan tahun 2004 relatif lebih tinggi dibandingkan tahun 2003. Tingkat rentabilitas perusahaan tahun 2004 relatif lebih tinggi dari tahun 2003. Tingkat rentabilitas perusahaan relatif tertinggi pada tahun 2000 disebabkan tingginya laba sebelum maupun setelah pajak. c.4.5 Perkembangan rasio keuangan Rasio keuangan tahun 2000 sampai dengan tahun 2004 (%) Keterangan Likuiditas Current ratio Acid test ratio Cash ratio Rentabilitas Gross profit ratio Operating ratio Net profit ratio Rate of ROE Rate of ROI Solvabilitas Total loan to total equity 2000 112 83 15 24 86 11 19 26 60:40 2001 107 67 7 19 96 4 16 13 65:35 Tahun 2002 113 64 16 23 93 5 22 15 64:36 2003 108 71 28 15 96 4 15 18 66:34 2004 125 70 28 19 90 3 21 18 68:32 4. disebabkan tingginya persediaan.5. dapat dikemukakan bahwa: a.

924 Jumlah lain-lain 66.341.430 Lain-lain : .873 355.1 Perkembangan produksi Data produksi selama lima tahun terakhir sebagai berikut: Ton Keterangan Tahun 2000 2001 2002 2003 2004 % Tahun 2004:2003 Pupuk Pupuk Urea 341.490 .736 344.174 9.959 12.892 310.176 ALF3 4.646 3.530. 34 BPK-RI / AUDITAMA V .978 12.013 1.914 2.343 2.464.274 24.412 5.280.716 260.289 Jumlah non pupuk 1.CO2 9.150 95.115 653.c.6.418 131. kecuali produksi pupuk DAP hanya mencapai 34% dari tahun 2003.509 6.752 204.915 447.824 Pupuk Phonska 30.066 552.803 197.190 519.718 3.304 9.182 1.942 36.460 279.6 Perkembangan operasi pokok perusahaan 4.229.281 113.006 Asam Sulfat 98% 434.599 201. Non Pupuk Secara keseluruhan produksi non pupuk di tahun 2004 lebih tinggi dibanding tahun 2003.111 132 107 119 177 34 121 88 120 97 109 116 94 80 91 111 107 Perbandingan tahun 2004 terhadap tahun 2003 a.434 Pupuk SP-36 467.410 238.208 156.225 572.741 9.170 117.517 421. b.825 355. Pupuk Secara umum produksi pupuk di tahun 2004 lebih tinggi dibanding tahun 2003.412 361.577.608 151.253 2.725 1.091 1.875 .702 105.996 56.492 313.479 328. bahwa selama lima tahun terakhir modal pihak ketiga lebih berperan dan paling besar terjadi pada tahun 2004.728 Pupuk ZA 501.216 5.012 9. Tingkat solvabilitas perusahaan menunjukkan.357 2.Crude Gypsum .176 687. 4.999 213.610 314.850 Cement Retarder 402.688 40.208 292. kecuali amoniak dan asam fosfat masing-masing 88% dan 97% dari tahun 2003.403.399 141.425.817 1.916 431.Dry Ice 3.082 Non Pupuk Amoniak 364.786 1.941 138.439 32.984 419.657 479.272 367.185 1.096 Pupuk DAP Pupuk NPK Kebomas Jumlah pupuk 1.Purified Gypsum 52.082 1.741 Asam Fosfat 100% 131.356 738.471.903 172.901.650 65.

843 94 64 34.785 91.587 1.431 1.605 30.204 52.971 47.251 19.584 9. 4.865 80.202 9.019 526.995 35 104 19 638 79 54 790 115 86 106 110 83 109 1.357 2.903 798.982 21.591 94.525 425.231 110.587 15.6.208 12.525 90.168 314.2 Perkembangan penjualan Perkembangan penjualan seluruh jenis pupuk dan non pupuk dalam negeri maupun ekspor dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2004.903 53.487 4.601 5.659 533.287 2004 460.040 332.455 63.820 98.550 5.790 5.492 9.496 2.887 2.000 2.561 5.767 1.Perkembangan produksi lima tahun terakhir Volume produksi pupuk pada tahun 2004 lebih tinggi dibanding empat tahun sebelumnya.202 750. Volume produksi non pupuk tertinggi terjadi pada tahun 2004 dan terendah terjadi pada tahun 2002.208 85.431 4.234 528.875 3.306 119 119 8.056 5 9.251.544 2003 460.160 2.416 408.795 11.617 789.297 178.110 4.257 3.509 515.150 124. sebagai berikut: Ton Keterangan Pupuk Pupuk Urea Pupuk SP-36 Pupuk ZA Pupuk Phonska Pupuk NPK Blend Pupuk DAP Pupuk KCL Lain-lain: Pupuk PS-18 Pupuk Amophos RNP Pupuk ZK Pupuk MDCP Jumlah lain-lain Total Pupuk Non Pupuk Amoniak Asam Sulfat Asam Fosfat ALF3 Cement Retarder Lain-lain : Purified Gypsum Crude Gypsum Belerang curah CO2 Dry Ice Jumlah lain-lain Total Non Pupuk 2000 339.033 139.069 9.702 104.364 1.410 76.076 726.489 654.993 673 2.774 35 BPK-RI / AUDITAMA V Tahun 2002 197.490 146.228 2001 313.290 175.000 10.112 94.464 30.790 166.886 70.625 9.263 28.638 1 2.881 771.687 39.598 634.914 2.968 807.034 84.317.887 1.356 495 33.000 429.307 88 34.718 3.343 2.017 52.560.122 155.814 874.962.704 106 .989 41.194 633.808 109.486 76.792 7.511 % Tahun 2004:2003 100 109 120 174 34.530.695 84.999 100.852 177. sedangkan terendah terjadi pada tahun 2002.429 102 94 80 1.849 192.967 342.

Bidang Pemasaran dan Penjualan (termasuk Distribusi) 1) Memiliki sarana pelabuhan yang dapat menunjang kelancaran pemasaran dan distribusi. Bidang Produksi dan Kualitas Produk 1) Memiliki unit produksi yang lengkap dan tingkat fleksibilitas yang tinggi untuk menghasilkan produk pupuk berbasis N. Kebijakan dan Program Kegiatan Perusahaan PT Petrokimia Gresik selama kurun waktu 2004 – 2008. kecuali penjualan DAP hanya 35% dan Aluminium Fluorida hanya 83% dari tahun 2003. P dan K dan produk kimia lainnya.Perbandingan tahun 2004 terhadap tahun 2003 Dari tabel di atas dapat dikemukakan sebagai berikut: Secara umum tonase penjualan pupuk dan non pupuk tahun 2004 lebih tinggi dibanding tahun 2003. 5) Memiliki produk pupuk yang lengkap dan berkualitas tinggi. Perbandingan penjualan dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2004 Tonase penjualan pupuk tahun 2004 merupakan penjualan tertinggi selama 5 tahun terakhir. 3) Memiliki jaringan distribusi yang tersebar di wilayah-wilayah potensial. terutama disebabkan meningkatnya penjualan Pupuk Phonska dan NPK Kebomas yang cukup signifikan. b. sedangkan tonase penjualan non pupuk tertinggi di tahun 2000 dan terendah penjualan tahun 2003.7. Strategi. 4. 4) Memiliki tenaga Sales Supervisor yang cukup berkualitas dan tersebar di wilayah-wilayah potensial. di sentra pasar.1 Kekuatan a. antara lain didasarkan atas Analisis sebagai SWOT sebagai berikut: 4. 36 BPK-RI / AUDITAMA V .7 Analisis SWOT Penentuan Sasaran. 6) Memiliki sistem informasi pemasaran dan distribusi yang cukup memadai. 2) Perusahaan berada di lokasi strategis.

37 BPK-RI / AUDITAMA V .7.2) Memiliki sarana penunjang yang berakreditasi untuk menunjang Quality Control. instansi/Lembaga keuangan. Bidang Keuangan dan Akuntansi 1) Tersedianya asset untuk menjamin dana pinjaman. 4. 2) Memiliki fasilitas yang memadai untuk melakukan uji coba produkproduk yang akan dikembangkan. d. konstruksi dan pemeliharaan pabrik. 4) Penguasaan jaringan pemasaran jasa teknik belum optimal. e. Bidang Penelitian dan Pengembangan 1) Memiliki berbagai macam unit produksi yang memungkinkan untuk penelitian dan pengembangan produk-produk derivatifnya. f. Bidang Produksi 1) Sebagian besar peralatan pabrik berumur tua. Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia 1) Memiliki Sumber Daya Manusia dari berbagai disiplin ilmu. 3) Sarana gudang belum memadai. Bidang Teknik dan Teknologi 1) Memiliki Sumber Daya Manusia profesional dari berbagai disiplin ilmu yang cukup berpengalaman di bidang rancang bangun dan perekayasaan. 3) Memiliki workshop dan alat berat yang mendukung kegiatan fabrikasi. b. Bidang Pemasaran dan Penjualan (termasuk Distribusi) 1) Peta pasar belum akurat. 2) Sistem transportasi belum sepenuhnya dikuasai. 2) Memiliki sistem informasi akuntansi dan keuangan yang berbasis ERP 3) Memiliki relationship yang cukup luas dengan pihak perbankan. 2) Sistem pengembangan Sumber Daya Manusia yang memungkinkan continuous learning. c.2 Kelemahan a. 2) Memiliki fasilitas sarana dan prasarana untuk mendukung kegiatan rancang bangun dan perekayasaan.

f. 3) Turn over piutang masih rendah.3 Peluang a. e. b. Bidang Produksi 1) Ada peluang untuk memenuhi permintaan pasar. e. 2) Jumlah tenaga kontrak terlalu banyak.2) Utilisasi kapasitas belum optimal. Bidang Keuangan dan Akuntansi. Tersedianya institusi pendidikan profesional. 2) Kepercayaan bank atas kredibilitas perusahaan. Bidang Pemasaran dan Penjualan (termasuk Distribusi) 1) Komitmen pemerintah memungkinkan pasar pupuk berkembang. Pengembangan Sumber Daya Manusia 1) Jumlah karyawan mayoritas berumur diatas 40 tahun. c. 4. 3) Tumbuhnya kepercayaan pasar. 3) Ketergantungan antar unit pabrik sangat tinggi 4) Kondisi area yang korosif dan berdebu. c. 2) Pengeluaran dana USD lebih besar dari penerimaannya. Bidang Penelitian dan Pengembangan Jumlah tenaga peneliti semakin berkurang dibanding kebutuhan. 2) Adanya teknologi untuk meningkatkan kemampuan produksi dan memperbaiki kualitas produk. 38 BPK-RI / AUDITAMA V . Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia. 2) Pemanfaatan workshop belum optimal. Bidang Teknik Adanya pembangunan industri yang membutuhkan kemampuan jasa rancang bangun dan perekayasaan.7. Bidang Teknik 1) Penguasaan jaringan informasi belum optimal. 2) Membaiknya pasar komoditas perkebunan. 1) Struktur pendanaan didominasi pinjaman. d. Bidang Keuangan dan Akuntansi 1) Sumber pendanaan dan pasar valuta asing beragam. d. 3) Ada jaminan kontinuitas suplai air baku.

4) Perubahan kebijakan pemerintah di bidang ekonomi moneter.7.f. Pemahaman atas struktur pengendalian intern 5. 5. Bidang Penelitian dan Pengembangan 1) Tersedianya sumber gas bumi di Jatim. preventif audit dan kegiatan-kegiatan yang bersifat konsultasi dalam penyelesaian permasalahan yang dihadapi unit kerja. 2) Kegiatan produksi dan pemeliharaan. sehingga dapat menjadi dasar audit guna menetapkan sifat dan luasnya audit. 2) Masuknya pesaing baru dan produk impor. sebagai berikut: A. 3) Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat. 5. 2) Kebutuhan pupuk Urea khususnya di Jawa Timur masih besar. c. Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekses negatif dari era keterbukaan. 4.4 Ancaman a. Bidang Pemasaran dan Penjualan (termasuk Distribusi) 1) Isu kerusakan tanah dan lingkungan akibat penggunaan pupuk anorganik.2 Evaluasi terhadap pelaksanaan tugas Satuan Pengawasan Intern (SPI) SPI sesuai dengan tugas pokoknya telah melaksanakan kegiatan audit yang diprogramkan (PKPT) dan yang tidak diprogramkan (non PKPT) seperti: pemeriksaan khusus. d. 2) Suku bunga pinjaman tinggi. Kegiatan Pengawasan Sesuai dengan Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT) tahun 2004. Satuan Pengawasan Intern telah melakukan audit atas obyek-obyek sebagai berikut: 1) Kegiatan pengadaan barang dan jasa.1 Struktur pengendalian intern PT Petrokimia Gresik telah disusun dan dilaksanakan dengan baik.3 Pelaksanaan kegiatan SPI tahun 2004. 5. b. 39 BPK-RI / AUDITAMA V . Bidang Produksi Pasokan gas bumi dari sumber di Pagerungan mengalami penurunan. Bidang Keuangan dan Akuntansi 1) Country risk Indonesia yang tinggi.

000. 6) Kegiatan lainnya. Audit atas pemanfaatan/utilisasi alat berat.000. 2) LHA Kas Opname & Rekonsiliasi Bank: 12 LHA. 5) Proyek-proyek pengembangan. 10) Audit atas kegiatan pengembangan produk.3) Kegiatan pemasaran dan distribusi. 11) Audit atas waktu proses pengadaan barang dari penerbitan Permintaan Pembelian (PP) sampai dengan penerbitan Order Pembelian (OP) dengan nilai di atas Rp100. 4) 5) 6) 7) 8) 9) Audit atas kepatuhan penunjukan Distributor pupuk bersubsidi terhadap peraturan yang berlaku. Audit atas kepatuhan terhadap klausul PO dalam proses penerimaan barang di Gudang Bahan Biro Pengadaan.00. Audit atas pengelolaan persediaan suku cadang (spare part) di Gudang Bahan Biro Pengadaan. Laporan Hasil Audit (LHA) yang telah diterbitkan: 1) LHA PKPT dan Non PKPT : 38 LHA (rencana 38 LHA). A. 12) Audit atas efisiensi pemakaian bahan baku dan bahan penolong untuk memproduksi pupuk ZA.1 Audit PKPT dan Non PKPT 1) 2) 3) Audit atas persediaan pupuk (stock opname pupuk) di Gudang Gresik dan Gudang Non Gresik. Audit atas pembayaran pekerjaan angkutan pupuk. Audit atas pengelolaan pupuk KCL di Gudang Gresik. bongkar muat. 40 BPK-RI / AUDITAMA V . 4) Kegiatan financial dan sistem informasi akuntansi. Audit atas kepatuhan Distributor terhadap klausul-klausul Surat Perjanjian Jual Beli pupuk bersubsidi. 13) Audit atas efisiensi pemakaian bahan baku dan bahan penolong untuk memproduksi Amoniak. Audit atas kepatuhan terhadap peraturan/perundang-undangan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Departemen Produksi II dan Departemen Prasarana Pabrik dan Kawasan. pengelolaan stock pupuk dan sewa gudang.

14) Audit atas efisiensi pemakaian bahan baku dan bahan penolong untuk memproduksi pupuk Urea. Kas Opname dan Rekonsiliasi Bank Pelaksanaan kas opname selama tahun 2004 dilakukan sebanyak 12 kali dan pemantauan pelaksanaan rekonsiliasi bank oleh Biro Keuangan dilakukan setiap 3 bulan sekali. 25) Audit atas pengelolaan pajak. 22) Audit atas pencatatan biaya penjualan. 15) Audit atas efisiensi pemakaian bahan baku untuk memproduksi pupuk SP-36. 32) Audit atas pemanfaatan forklift sewa. 41 BPK-RI / AUDITAMA V . 26) Audit atas efektivitas pengendalian penjualan pupuk. 27) Audit atas pelaksanaan pengadaan barang dalam negeri. 31) Audit atas pelaksanaan proyek RFO. 16) Audit atas pengelolaan gudang bahan (stock opname). 34) Audit atas fisik persediaan pupuk dalam kantong. 24) Audit atas pelaksanaan program Kemitraan dan Bina Lingkungan (KBL). 17) Audit atas proses penerimaan barang dan pembayaran atas pengadaan barang. 33) Audit atas pelaksanaan Port Fasility Security Plan (PFSP). 19) Audit atas pelaksanaan penyusunan RKAP tahun 2004. 35) Audit atas fisik persediaan bahan baku posisi per 30 Nopember 2004. Jumlah laporan yang dihasilkan sebanyak 12 LHA. 37) Audit atas lembur sopir kontrak. 29) Audit atas pelaksanaan proyek K2SO4. 21) Audit atas pencatatan biaya produksi. 2. 30) Audit atas pelaksanaan start up Heater 102B unit Amoniak. A. 20) Audit atas pencatatan dan pengelolaan piutang. 18) Audit atas pelaksanaan pengadaan jasa bongkar muat pupuk. 36) Audit atas fisik persediaan pupuk KCL. 28) Audit atas pelaksanaan pengadaan barang luar negeri. 38) Audit atas pengadaan jasa borongan pihak ke III. 23) Audit atas pelaksanaan proyek ERP.

catatan dan saran KAP S. BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA 42 BPK-RI / AUDITAMA V . 3) Melakukan koordinasi dalam kegiatan general audit tahun buku 2004 yang dilakukan oleh BPK-RI dan KAP Aryanto Amir Yusuf & Mawar. Sumantri & Rekan dalam audit Laporan Keuangan tahun buku 2003 dan tahun – tahun sebelumnya. dan kegiatan audit PKBL tahun 2004 yang dilakukan BPK-RI dan BPKP.B. catatan dan saran BPKP dalam audit PKBL tahun 2003 dan tahun-tahun sebelumnya. Kegiatan Eksternal Auditor 1) Melakukan tindaklanjut atas temuan. Mannan. Hasil audit dapat diselesaikan sesuai dengan rencana yaitu tanggal 31 Januari 2005. 2) Melakukan tindaklanjut atas temuan.

LAMPIRAN .

Lampiran 1 PERHITUNGAN PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN PT PETROKIMIA GRESIK TAHUN 2004 SK. MEN. BUMN No. KEP-100/MBU/2002 No. URAIAN Aspek Keuangan 1 Return On Equity (ROE) Laba Setelah Pajak (*) Modal Sendiri EBIT + Penyusutan Capital Employed Kas, Bank & Srt Berharga Kewajiban Lancar Aktiva Lancar Kewajiban Lancar Total Piutang Usaha Total Pendapatan Usaha Total Persediaan Total Pendapatan Usaha Total Pendapatan Capital Employed Total Modal Sendiri - (*) Total Asset - (*) X 100% > 15% 124,372 587,288 455,325 2,570,292 345,898 1,242,607 1,554,797 1,242,607 368,378 3,633,229 684,872 3,633,229 3,753,022 2,570,292 730,620 2,589,252 X 100% 21,18% 20.00 20.00 RUMUS STANDAR REALISASI HASIL PENILAIAN BOBOT SKOR

2

Return On Invesment (ROI)

X 100%

> 18%

X 100%

17,71%

15.00

13.50

3

Rasio Kas

X 100%

>= 35%

X 100%

27,84%

5.00

4.00

4

Rasio Lancar

X 100%

>= 125%

X 100%

125,12%

5.00

5.00

5

Collection Periods

X 366 hr

<= 60 hr

X 366 hr

37 hr

5.00

5.00

6

Perputaran Persediaan

X 366 hr

<= 60 hr

X 366 hr

69 hr

5.00

4.50

7

Perputaran Total Asset (TATO) Rasio TMS Thd TA (TMS Thd TA) SUB JUMLAH Aspek Operasional

X 100%

> 120%

X 100%

146,02%

5.00

5.00

8

X 100%

30%<= x <40%

X 100%

28,22%

10.00 70.00

7.25 64.25

1

Efisiensi Produksi (Pemakaian B.Baku/PBB) Produksi & Pengadaan (Pupuk dan Non Pupuk) Produktivitas Tenaga Kerja (Total Pend. Usaha/TPU) Keselamatan Kerja (Penilaian Independen) SUB JUMLAH Aspek Administrasi

Realisasi Rata2 PBB Anggaran Rata2 PBB Realisasi Prod. & Pengdn Anggaran Prod. & Pengdn Realisasi TPU Per Orang Anggaran TPU Per Orang Realisasi Penilaian K3 Anggaran Penilaian K3

X 100%

<= 100%

3.322298 3.685895 2,693,361 2,377,500 999.513 833.025 96 96

X 100%

90,14%

5.00

5.00

2

X 100%

>= 100%

X 100%

113,29%

5.00

5.00

3

X 100%

>= 100%

X 100%

119,99%

3.00

3.00

4

X 100%

>= 100%

X 100%

100,00%

2.00 15.00

2.00 15.00

1

Laporan Perhit. Tahunan (Audited) Rancangan RKAP

Lapkeu audited disampaikan paling lambat akhir bulan ke-5 stlh tahun buku RKAP disampaikan 60 hari sebelum tahun anggaran ybs Lap. Triwulanan disampaikan paling lambat 1 bln stlh akhir periode lap. ybs

<= akhir bln ke-4 >= 2 bln sblm thn anggaran <= akhir bln ke-1

Akhir bln ke-1 (Tanggal 31 Januari 2005) Lebih dr 2 bln sblm thn anggaran (Tanggal 7 Oktober 2004) Kurang dr 1 bln stlh periode lap. (Tanggal 11 - 14 bln berikutnya)

3.00

3.00

2

3.00

3.00

3

Laporan Periodik (Triwulanan) Kinerja PUKK (Pemb. Ush. Kecil & Koprs) a. Efektivitas Penyaluran

3.00

3.00

4

Dana Yang Disalurkan Dana Yang Tersedia Jum. Rata2 Ttmb Pinjaman Total Pinj. Yang Disalurkan

X 100%

> 90%

6,025 6,282 6,885 16,849

X 100%

95,90%

3.00

3.00

b. Tingkat Kolektibilitas Pengembalian Pinjaman SUB JUMLAH TOTAL NILAI KRITERIA KINERJA

X 100%

> 70%

X 100%

40,86%

3.00 15.00 100.00

2.00 14.00 93.25 AA

SEHAT

Keterangan Kriteria Kinerja : SEHAT terdiri dari : AAA apabila Total Skor (TS) > 95 AA apabila 80 < TS <= 95 A apabila 65 < TS <= 80

Lampiran 2 DASAR PERHITUNGAN PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN PT PETROKIMIA GRESIK TAHUN 2004 SK. MEN. BUMN No. KEP-100/MBU/2002 No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 URAIAN Aktiva Lancar (Current Asset) Kas, Bank, Deposito & Surat Berharga Kewajiban Lancar (Current Liabilities) Piutang Usaha - bruto Piutang Usaha - netto Persediaan Aktiva Tetap Dalam Pelaksanaan (ADP) Total Aktiva (TA) Capital Employed (TA - ADP) Total Modal Sendiri (TMS) = Ekuitas Modal Sendiri (TMS - Laba Berjalan Stlh Pajak ADP) Pendapatan Usaha (realisasi/anggaran) Pendapatan Non Usaha - Penjualan AT Total Pendapatan EBIT Biaya Penyusutan (Depresiasi & Amortisasi) EBIT + Biaya Penyusutan Laba Setelah Pajak Efisiensi Produksi (realisasi/anggaran) Rata-rata Pemakaian Bahan Baku Produksi & Pengadaan (realisasi/anggaran) : Pupuk Urea Pupuk SP-36 Pupuk ZA Pupuk Phonska Pupuk DAP Pupuk NPK Kebomas Cement Retarder Aluminium Fluorida Crude Gypsum CO2 Cair Total Produksi & Pengadaan Tenaga Kerja (realisasi/anggaran) Dana PUKK Yang Disalurkan Dana PUKK Yang Tersedia Kolektibilitas Pinjaman PUKK Tertimbang Total Pinjaman PUKK SATUAN Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Kntm Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton Orang Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 JUMLAH 1,554,797 345,898 1,242,607 375,347 368,378 684,872 143,332 2,713,624 2,570,292 854,992 587,288 3,633,229 / 3,035,544 119,793 3,753,022 358,441 96,884 455,325 124,372 3,322298 / 3,685895 507,957 / 385,000 778,032 / 735,000 688,901 / 590,000 203,424 / 140,000 10,993 / 20,000 32,013 / 10,000 361,012 / 400,000 6,412 / 6,000 95,274 / 80,500 9,343 / 11,000 2,693,361 / 2,377,500 3,635 / 3,644 6,025 6,282 6,885 16,849

10

11

12 13 14

15 16 17 18 19

BPK RI

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

PT PETROKIMIA GRESIK
KEPATUHAN TERHADAP PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DAN PENGENDALIAN INTERN

Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2004

Nomor Tanggal

: 02.B/AUDITAMA V/GA/01/2005 : 31 Januari 2005

Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Jalan Gatot Subroto No. 31 Jakarta 10210 Telp. (021) 5700380, 5738740, 5720957, 5738727, 5704395 s.d. 9 pesawat 511 Fax. (021) 5700380, 5723995

3. LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN ATAS KEPATUHAN TERHADAP PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN Laporan Auditor Independen …………………………………………… Lampiran A 1. 10 13 15 17 20 22 25 .d 2002 dari PT Pelindo III sebesar Rp1. Terdapat sisa barang yang sudah dibeli dari tahun 2001 s.DAFTAR ISI I. Tindak lanjut Hasil Pemeriksaan tahun 2003 ……………………… LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN ATAS KEPATUHAN TERHADAP PENGENDALIAN INTERN Laporan Auditor Independen …………………………………………… Lampiran B 1.. Penjualan pupuk sebesar Rp5.03 ribu belum diakui oleh Guizhou Wengfu Chemi-Phos & Exp Corp China ……………….939. A. 4. Keputusan RUPS tentang penggunaan laba bersih untuk Program Bina Lingkungan tidak sesuai dengan ketentuan …………………. 3.171.22 juta ……………………………….44 juta tidak sesuai ketentuan Perjanjian Fasilitas Kredit Ketahanan Pangan ……………………. 2.765. PT Petrokimia Gresik belum menerima pembayaran atas bagi hasil pendapatan jasa pelabuhan periode tahun 1996 s.18 ribu ………………… 2.. Tindak lanjut Hasil Pemeriksaan tahun 2003 ……………………… 1 A. B.22 juta namun belum diambil oleh unit peminta barang ……………………………………………………………… 5. B..d 2004 senilai Rp21.692. PT Petrokimia Gresik tidak melakukan rekonsiliasi bank secara teratur ……………………………………………………………… 6. Penjualan jasa kepada PT Petro Oxo Nusantara berpotensi merugikan perusahaan sebesar US$1.. 4. 3 4 7 9 II. PT Petrokimia Gresik terlambat menyetorkan PPN Impor dan PPh 22 Impor kepada Negara ………………………………………….. Hak PT Petrokimia Gresik atas klaim pada pembelian bahan baku Rock Phosphate sebesar US$349.

berkaitan dengan unsur yang kami uji. kami tidak menyatakan suatu pendapat seperti itu. Sebagai bagian dari pemerolehan keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material. dan persyaratan bantuan. Oleh karena itu. kontrak.B/AUDITAMA V/GA/01/2005 LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Kami telah mengaudit laporan keuangan PT Petrokimia Gresik tanggal 31 Desember 2004 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. Kami melaksanakan audit berdasarkan Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan standar auditing yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. dan persyaratan bantuan yang berlaku bagi PT Petrokimia Gresik merupakan tanggung jawab manajemen. peraturan. Namun. dalam semua hal yang material.BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA Nomor : 02. tujuan audit kami atas laporan keuangan adalah tidak untuk menyatakan pendapat atas keseluruhan kepatuhan terhadap pasal-pasal tersebut. Kepatuhan perusahaan terhadap hukum. dan telah menerbitkan laporan Nomor : 02. Hasil pengujian kami menunjukkan bahwa. peraturan. PT Petrokimia Gresik mematuhi.A/AUDITAMA V/GA/01/2005 tanggal 31 Januari 2005. kami melakukan pengujian terhadap kepatuhan PT Petrokimia Gresik terhadap pasal-pasal tertentu hukum. pasal-pasal yang kami sebut BPK RI/AUDITAMA V . Standar tersebut mengharuskan kami merencanakan dan melaksanakan audit untuk memperoleh keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material. kontrak.

Ak. Auditor Utama Keuangan Negara V Penanggung Jawab Audit.dalam paragraf di atas. Register Negara No. dalam semua hal yang material. Berkaitan dengan unsur yang tidak kami uji. tidak ada satupun yang kami ketahui yang menyebabkan kami percaya bahwa PT Petrokimia Gresik tidak mematuhi. pasal-pasal tersebut. dan persyaratan bantuan disertai saran perbaikannya yang kami kemukakan pada lampiran A. Namun kami mencatat masalah-masalah tertentu yang tidak material berkaitan dengan kepatuhan PT Petrokimia Gresik terhadap pasal-pasal tertentu hukum. kontrak. Drs. Misnoto. 31 Januari 2005 2 BPK RI/AUDITAMA V . D-1416 Jakarta. peraturan. MA.

Bahan baku yang diimpor antara lain amoniak. BPK RI/AUDITAMA V .535. Selanjutnya Bagian Paransi menyiapkan Surat Setoran Pabean Cukai Pajak (SSPCP) dan diserahkan ke Bagian Perbendaharaan untuk dilakukan pembayaran. Prosedur Pengadaan Bahan Baku menyebutkan bahwa pada setiap rencana kedatangan kapal yang akan mengirim bahan baku ke PT PG.309. ammonium sulfat. Selanjutnya dengan Memo No.01/21/MI/2004 tanggal 14 Juni 2004 tentang PO-PO yang belum diselesaikan prosedur pabeannya.957. Sesuai Memo Departemen Distribusi Wilayah I Nomor 817/06/LG. PT Petrokimia Gresik terlambat menyetorkan PPN Impor dan PPh 22 Impor kepada Negara PT Petrokimia Gresik (PT PG) memenuhi kebutuhan bahan baku untuk memproduksi pupuk dengan cara pembelian lokal dan impor.52.037/11/LG.02.98. Disransar PT PG akan menyiapkan Pemberitahuan Impor Barang (PIB) yang kemudian diserahkan kepada Bagian Pajak dan Asuransi (Paransi).470. Pada setiap impor bahan baku.022/01/LG.Lampiran A 1. Jumlah kewajiban tersebut terus terakumulasi sejak bulan Oktober 2003.02.96.645. Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan secara uji petik diketahui terdapat beberapa Order Pembelian (Purchasing Order/PO) yang belum diselesaikan prosedur pabeannya (belum dibebaskan dari wewenang Bea dan Cukai). kalium klorida dan belerang.02.01/21/MI/2004 tanggal 22 Nopember 2004 kepada Biro Keuangan dinyatakan bahwa jumlah kewajiban pajak impor per 22 Nopember 2004 adalah sebesar Rp127.01/21/MI/2005 tanggal 10 Januari 2005 dinyatakan bahwa posisi kewajiban pajak impor per 10 Januari 2005 adalah sebesar Rp48.616. Biro Pengadaan membuat pemberitahuan kepada Departemen Distribusi Sarana dan Pemasaran (Disransar) disertai lampiran spesifikasi bahan baku yang akan diserahkan ke PT PG sesuai dengan spesifikasi yang ada dalam kontrak antara PT PG dengan suplier bahan baku tersebut. asam fosfat.236. superfosfat. Bagian Gudang diketahui bahwa atas bahan baku tersebut sudah dilakukan pembongkaran.589. Sedangkan sesuai Memo No.017. yang ditujukan kepada Biro Keuangan dinyatakan bahwa PT PG mempunyai kewajiban pajak impor sebesar Rp71. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Departemen Distribusi Wilayah I dan Memo dari Departemen Distribusi Wilayah I yang ditujukan kepada Biro Perencanaan dan Gudang Material cq.

Keputusan RUPS tentang penggunaan laba bersih untuk Program Bina Lingkungan tidak sesuai dengan ketentuan Berdasarkan Laporan Keuangan PT PG per 31 Desember 2004 diketahui saldo akun Hutang Lain-lain sebesar Rp43.309. Dari saldo tersebut terdapat saldo sub akun 4 BPK RI/AUDITAMA V . Untuk selanjutnya kewajiban perpajakan atas impor yang terdiri dari PPh pasal 22 dan PPN impor akan ditingkatkan monitoringnya sehingga tidak akan terjadi lagi keterlambatan pelaporan dan pembayaran pajak.236.363. Selain itu UU No. dan bagian dari bulan dihitung penuh 1 (satu) bulan.18 tahun 2000 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan Barang Mewah Pasal 11 ayat (1) jo Pasal 33 Peraturan Pemerintah No.590. b. BPK RI menyarankan agar PT PG mematuhi ketentuan perundang-undangan tentang perpajakan dan melakukan penyetoran secara tertib dan tepat waktu. Negara terlambat menerima pembayaran PPN Impor dan PPh 22 Impor dari PT PG sebesar Rp48.16 tahun 2000 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan Pasal 9 ayat (2a) menyatakan bahwa apabila pembayaran atau penyetoran pajak sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) atau ayat (2) dilakukan setelah tanggal jatuh tempo pembayaran atau penyetoran pajak.589. Hal tersebut disebabkan PT PG lalai dalam memenuhi kewajiban penyetoran pajak impor kepada Negara.50 tahun 1994 menyebutkan bahwa saat terutang untuk impor Barang Kena Pajak terjadi pada saat Barang Kena Pajak dimasukkan ke dalam Daerah Pabean Indonesia.236.589. Hal tersebut mengakibatkan a.00.98. UU No. PT PG berpotensi dikenakan sanksi administrasi sebesar 2% per bulan atas keterlambatan penyetoran pajak. PT PG menjelaskan bahwa pembayaran sisa kewajiban sebesar Rp48. 2.309. dikenakan sanksi administrasi berupa denda bunga sebesar 2% (dua persen) sebulan yang dihitung dari jatuh tempo pembayaran.819.Dari hasil pemeriksaan secara uji petik atas General Ledger (GL) PT PG Tahun Buku 2004 diketahui bahwa pelunasan pembayaran PPN Impor dan PPh 22 Impor pada umumnya terlambat dan baru dilunasi pada bulan Nopember dan Desember 2004.98 telah dilakukan pada bulan Januari 2005.

000. Dari Risalah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT PG tentang Persetujuan Laporan Tahunan Pengesahan Perhitungan Tahunan dan Penggunaan Laba Bersih Tahun Buku 2003 yang dilaksanakan tanggal 1 Juni 2004 diketahui bahwa laba bersih konsolidasian PT PG Tahun Buku 2003 sebesar Rp108.821.000.990.460 Rp 821.000 Rp 22.000.495.000 Rp 2.759.272.087. Laba th 2001 utk Pembinaan Wilayah 7.500.321.00 atau sekitar 1% dan 2% dari seluruh total laba bersih konsolidasian.833.678. Penyaluran th 2002 6.000.00 atau 2% dari laba bersih konsolidasian.00.877.714.321 Rp 3.175.500. Dipindah ke cadangan 5.512. Laba th 95-99/Pemb kel pra sejahtera &sejahtera I 5.214.900 Rp 2.590. 5 BPK RI/AUDITAMA V .094 Rp 4.877.000 Rp 1.519.714.548.175.335. Pemindahan sisa dana pendidikan sd th 1988 4.100 Rp17.015. Penyaluran th 2003 7.000 Rp 1. Laba th 2003 utk Pembinaan Wilayah Jumlah PENGGUNAAN DANA 1. Penyaluran th 2004 8.Dana Pra Sejahtera dan Sosial. Dalam jumlah perolehan dana tersebut diantaranya merupakan perolehan dari laba Tahun Buku 2003 sebesar Rp2.000 Rp 821.127.180. Penyaluran th 2000 4.514. Laba th 2000 utk Pembinaan Wilayah 6. Pendidikan dan Pembinaan Wilayah atas penyisihan laba dari Tahun Buku 1973 s.871 Rp 8.000.000. Laba th 1973 sd 1988 2.00 sehingga masih terdapat saldo per 31 Desember 2004 sebesar Rp3.175. 2003 adalah sebesar Rp21. Proyek LIK Gresik 3.212.738. RUPS antara lain menetapkan penggunaan dana untuk Program Kemitraan dan Bina Lingkungan masingmasing sebesar Rp1.335. Laba th 2002 utk Pembinaan Wilayah 8. Partisipasi sd th 1999 2. Pendidikan dan Pembinaan Wilayah sebesar Rp3.000 Rp 1.180.000. Dana tersebut merupakan dana pemegang saham/Pemerintah yang disisihkan dari pembagian laba dengan perolehan dana dan penggunaan dana terinci sebagai berikut: PEROLEHAN DANA 1.000 Rp 3.990.00 sedangkan jumlah yang sudah disalurkan sebesar Rp17.00.d.020.212.175.000.335.950 Rp 350.000.548.730.375. Pemindahan cad dasar SK Menkeu 702/M/D/82 3.821 Rp 6.072.00.537.000 Rp21.500 Tabel di atas menunjukkan bahwa jumlah Dana Pra Sejahtera dan Sosial.00 dan Rp2.714. Bantuan bencana alam Jumlah SISA DANA Rp 5.767 Rp 655.833.180.353.000 Rp 932.180.

saldo Dana Prasejahtera & Sosial. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003.KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan Badan Usaha Milik Negara dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan. Pendidikan & Pembinaan Wilayah tersebut seharusnya disetorkan ke rekening Program Bina Lingkungan dan dikelola oleh unit PKBL. bunga deposito dan atau jasa giro dari dana Program Kemitraan setelah dikurangi beban operasional. PT PG menjelaskan bahwa sisa dana sebesar Rp3. RUPS seharusnya tidak perlu lagi mengalokasikan dana untuk Program Bina Lingkungan.089. selaras dengan pelaksanaan Keputusan Menteri BUMN No.180. Bab III pasal 8 Keputusan Menteri BUMN tersebut menyatakan: Ayat (1) Dana Program Kemitraan bersumber dari penyisihan laba setelah pajak sebesar 1% (satu persen) sampai dengan 3% (tiga persen).089.175.00.600.00 tidak tepat sasaran dan dapat digunakan untuk kepentingan lain. hasil bunga deposito dan atau jasa giro dari dana Program Bina Lingkungan. jika ada. Pendidikan & Pembinaan Wilayah sebesar Rp5.872.00 yang belum disalurkan.Ketentuan tentang penetapan dan penggunaan dana untuk Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan diatur dalam Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. hasil bunga pinjaman. Ayat (3) Besarnya dana Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan yang berasal dari penyisihan laba setelah pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) ditetapkan oleh RUPS untuk PERSERO dan Menteri untuk PERUM.600. Hal tersebut terjadi karena RUPS dalam menetapkan alokasi laba bersih tidak mempertimbangkan adanya saldo Dana Prasejahtera & Sosial. Ayat (4) Dalam kondisi tertentu besarnya dana Program Bina Lingkungan yang berasal dari penyisihan laba setelah pajak ditetapkan lain dengan persetujuan Menteri/RUPS Dengan pertimbangan perusahaan masih mempunyai saldo Dana Pra Sejahtera dan Sosial. dan pelimpahan dana Program Kemitraan dari BUMN lain. 6 BPK RI/AUDITAMA V . Pendidikan dan Pembinaan Wilayah per 31 Desember 2003 sebesar Rp5.000.872. Ayat (2) Dana Program Bina Lingkungan bersumber dari penyisihan laba setelah pajak maksimal sebesar 1% (satu persen). Hal tersebut mengakibatkan pengalokasian laba bersih tahun buku 2003 untuk Program Bina Lingkungan sebesar Rp2.335.00 akan disampaikan/dilaporkan dalam RUPS kinerja tahun 2004.500.714. Di sisi lain.

penetapan alokasi laba bersih untuk Program Bina Lingkungan memperhatikan saldo yang belum tersalurkan. Dalam perjanjian tersebut dinyatakan bahwa Kelompok Tani wajib melunasi hutangnya setelah jangka waktu tertentu ditambah bunga dan atau denda tunggakan. Sedangkan untuk 7 BPK RI/AUDITAMA V . BASTB merupakan dasar PT PG untuk membuat faktur penjualan yang dipakai untuk mengakui adanya piutang.06/54/SP/2002 tanggal 16 Juli 2002 dengan penjamin PT Askrindo. Setelah adanya Perjanjian Kredit. Kelompok Tani yang telah mendapat persetujuan dari PT PG dan memenuhi persyaratan yang telah ditentukan dapat mengajukan permohonan fasilitas KKP kepada PT Bank Bukopin. Penjualan pupuk sebesar Rp5.BPK RI menyarankan agar dalam RUPS kinerja tahun 2004. Permohonan kredit tersebut harus dilengkapi dengan antara lain rencana kebutuhan kredit berdasarkan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang dibuat oleh Kelompok Tani dan telah disetujui baik oleh Dinas teknis terkait maupun PT PG yang akan menentukan jumlah pagu pokok pinjaman. dan pada akhirnya dibuat Berita Acara Serah Terima Barang (BASTB) antara PT PG dengan Kelompok Tani. 382/07/TU. KKP merupakan peminjaman uang berdasarkan persetujuan pinjam meminjam antara PT Bank Bukopin dengan Kelompok Tani yang membeli paket pupuk Phonska dari PT PG yang dituangkan dalam Perjanjian Kredit. Penjualan pupuk PT PG dengan fasilitas KKP dilaksanakan dalam tahun 2001 dan 2002 yang dituangkan dalam dua perjanjian. yaitu : (1) Perjanjian No. ZA dan Phonska yang disebut dengan paket pupuk Phonska kepada Kelompok Tani dengan dukungan fasilitas kredit untuk produksi pertanian atau Kredit Ketahanan Pangan (KKP) dari PT Bank Bukopin.04.04.113/02/TU. Selanjutnya PT Bank Bukopin melakukan penelitian dan memberikan keputusan kredit.06/ SP/2001 tanggal 21 Pebruari 2001 dengan penjamin Perum SPU. 3.692. PT PG dapat melakukan pendistribusian pupuk yang dimulai dengan membuat perjanjian penjualan paket pupuk Phonska antara PT PG dengan Kelompok Tani.44 juta tidak sesuai ketentuan Perjanjian Fasilitas Kredit Ketahanan Pangan PT PG melakukan penjualan pupuk Urea. Selanjutnya akan dibuat Perjanjian Kredit dengan Kelompok Tani yang telah disetujui PT Bank Bukopin untuk mendapat KKP. dan (2) Perjanjian No. Fasilitas KKP ini mendapat penjaminan dari Perum Sarana Pengembangan Usaha (Perum SPU) dan PT Asuransi Kredit Indonesia (PT Askrindo).

441.466. 1.581. 2.170.606.675.984.50 dan yang belum dilunasi (piutang) sebesar Rp1.50 dan dalam tahun 2004 (s. BASTB digunakan untuk mencairkan KKP kepada Kelompok Tani dan langsung dipindahbukukan ke rekening PT PG.50 c.50 belum seluruhnya dilunasi. PT PG sudah menyalurkan pupuk kepada Kelompok Tani sebelum fasilitas KKP disetujui oleh PT Bank Bukopin dan Perjanjian Kredit dibuat.d akhir Nopember) menerima pembayaran sebesar Rp25.470.441.00 5. PT PG mengakui adanya pelunasan piutang. Sampai dengan akhir Desember 2003.50.000. PT PG mengalihkannya sebagai penjualan kredit PT PG.320. Berdasarkan data perkembangan pinjaman Kelompok Tani peserta KKP per akhir Nopember 2004 diketahui bahwa jumlah pengalihan yang menjadi penjualan kredit PT PG adalah sebesar Rp5.02.290.417.50.00.612.367.441.251. tetapi fasilitas KKP yang sudah disetujui PT Bank Bukopin dan dibuat Perjanjian Kreditnya baru sebesar Rp15. b.02/54/MI/2002 tanggal 24 Juni 2002 diketahui bahwa PT PG diperkirakan sudah menyalurkan pupuk sebesar Rp22.498. Dari hasil pemeriksaan atas penjualan pupuk dengan fasilitas KKP dapat dikemukakan hal-hal berikut : a.246.620. PT PG telah menerima pembayaran dari Kelompok Tani sebesar Rp4.PT Bank Bukopin.547.077. Berdasarkan data perkembangan pinjaman Kelompok Tani peserta KKP diketahui bahwa jumlah penjualan pupuk kepada Kelompok Tani sebesar Rp5. Propinsi Jawa Timur Jawa Tengah Jawa Barat Jumlah Nilai Penyaluran Pupuk (Rp) 2.402. Hal ini menunjukkan terdapat penjualan paket pupuk Phonska dalam kerangka fasilitas KKP yang tidak mendapat persetujuan KKP dari PT Bank Bukopin sebesar Rp5.099.814.442.709. 3. Dengan demikian jumlah pembayaran yang telah diterima PT PG seluruhnya sebesar Rp4.441.108.547.692.1/06/KU. Terhadap penjualan paket pupuk Phonska dalam kerangka fasilitas KKP yang tidak memperoleh persetujuan kredit dari PT Bank Bukopin. Rincian penjualan pupuk tersebut adalah sebagai berikut : No.00 49.00.692.00 yang belum mendapat persetujuan dari PT Bank Bukopin.943.692.547.547.00 sehingga terdapat penjualan paket pupuk Phonska yang telah dilakukan PT PG dalam kerangka fasilitas KKP diperkirakan sebesar Rp6.50 3.992.227. Dengan adanya pembayaran dari PT Bank Bukopin dan bukti transfer.692.225. 8 BPK RI/AUDITAMA V . Berdasarkan laporan per 31 Mei 2002 sesuai Memo No.085.00.

Sedangkan mulai tahun 2004. Tindak lanjut Hasil Pemeriksaan tahun 2003 Dalam pemeriksaan Tahun Buku 2003 terdapat satu temuan.597. BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA 9 BPK RI/AUDITAMA V . BPK RI menyarankan agar PT PG tetap mengupayakan penagihannya dengan lebih intensif.70.085.470. yaitu pembebanan jasa keahlian kepada perusahaan afiliasi belum dipungut PPN sebesar Rp362. Hal ini terjadi karena PT PG melakukan penyaluran pupuk berdasarkan RDKK yang dibuat Kelompok Tani tanpa adanya persetujuan dari PT Bank Bukopin.00. jumlah. seharusnya PT PG tidak menyalurkan pupuk kepada Kelompok Tani sebelum adanya persetujuan dari PT Bank Bukopin. harga.943. waktu dan tempat yang tertuang dalam Perjanjian Penjualan antara PT PG dengan Kelompok Tani yang memperoleh fasilitas kredit dari PT Bank Bukopin. akan diupayakan penagihannya dan dilakukan survey untuk mendapatkan data kemampuan petani dalam melunasi piutang.Sesuai Pasal 2 Perjanjian Kredit untuk produksi pertanian atau KKP yang menggunakan paket pupuk Phonska. PT PG menjelaskan bahwa hal tersebut terjadi karena petani membutuhkan pupuk dengan segera sedangkan proses administrasi di bank lama. 4.553. Dalam pasal tersebut antara lain dinyatakan bahwa PT PG melaksanakan penyediaan paket pupuk Phonska sesuai jenis. Hal tersebut mengakibatkan adanya potensi kerugian yaitu resiko tidak tertagihnya piutang diperkirakan sebesar Rp1. PT PG telah menerbitkan faktur PPN atas transaksi pembebanan jasa keahlian kepada perusahaan afiliasi. mutu. PT PG telah melaksanakan tindak lanjut temuan tersebut yaitu dengan mencadangkan hutang PPN terhadap karyawan yang diperbantukan kepada perusahaan afiliasi. Atas sisa piutang tersebut.

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
Nomor : 02.B/AUDITAMA V/GA/01/2005

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Kami telah mengaudit laporan keuangan PT Petrokimia Gresik tanggal 31 Desember 2004 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, dan telah menerbitkan laporan Nomor: 02.A/AUDITAMA V/GA/01/2005 tanggal 31 Januari 2005. Kami melaksanakan audit berdasarkan Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan standar auditing yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Standar tersebut mengharuskan kami untuk merencanakan dan melaksanakan audit untuk memperoleh keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material. Dalam perencanaan dan pelaksanaan audit kami atas laporan keuangan PT Petrokimia Gresik untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004, kami mempertimbangkan pengendalian intern entitas tersebut untuk menentukan prosedur audit yang kami laksanakan untuk menyatakan pendapat kami atas laporan keuangan dan tidak dimaksudkan untuk memberikan keyakinan atas pengendalian intern tersebut. Manajemen PT Petrokimia Gresik bertanggung jawab untuk menyusun dan memelihara suatu pengendalian intern. Dalam memenuhi tanggung jawabnya tersebut, diperlukan estimasi dan pertimbangan dari pihak manajemen tentang taksiran manfaat dan biaya yang berkaitan dengan pengendalian intern. Tujuan suatu pengendalian intern adalah untuk memberikan keyakinan memadai, bukan keyakinan absolut, kepada manajemen bahwa 10
BPK RI/AUDITAMA V

aktiva terjamin keamanannya dari kerugian sebagai akibat pemakaian atau pengeluaran yang tidak diotorisasi dan bahwa transaksi dilaksanakan dengan otorisasi manajemen dan dicatat semestinya untuk memungkinkan penyusunan laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Karena adanya keterbatasan bawaan dalam setiap pengendalian intern, kekeliruan atau ketidakberesan dapat saja terjadi dan tidak terdeteksi. Begitu juga, proyeksi setiap evaluasi atas pengendalian intern ke periode yang akan datang mengandung risiko bahwa suatu prosedur menjadi tidak memadai lagi karena perubahan kondisi yang terjadi atau efektifitas desain dan operasi pengendalian intern tersebut telah berkurang. Untuk tujuan laporan ini, kami menggolongkan pengendalian intern signifikan ke dalam kelompok berikut ini: • Produksi • Pemasaran • Keuangan • Teknologi & Pengembangan • SDM & Umum Untuk semua golongan pengendalian intern tersebut di atas, kami memperoleh pemahaman tentang desain pengendalian intern yang relevan dan apakah pengendalian intern tersebut dioperasikan, serta kami menentukan risiko pengendalian. Pertimbangan kami atas pengendalian intern tidak perlu mengungkapkan semua masalah dalam pengendalian intern yang mungkin merupakan kelemahan material menurut Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan. Suatu kelemahan material adalah kondisi yang dapat dilaporkan yang di dalamnya desain dan operasi satu atau lebih komponen pengendalian intern tidak mengurangi risiko ke tingkat yang relatif rendah tentang terjadinya kekeliruan dan ketidakberesan dalam jumlah yang akan material dalam hubungannya dengan laporan keuangan auditan dan tidak terdeteksi dalam waktu semestinya oleh karyawan dalam melaksanakan normal fungsi yang ditugaskan kepadanya. Kami mencatat bahwa tidak ada masalah berkaitan dengan pengendalian intern dan

11

BPK RI/AUDITAMA V

operasinya yang kami pandang memiliki kelemahan material sebagaimana kami definisikan di atas. Namun, kami mencatat masalah-masalah tertentu berkaitan dengan pengendalian intern dan operasinya disertai saran perbaikannya yang kami kemukakan pada Lampiran B.

Auditor Utama Keuangan Negara V Penanggung Jawab Audit,

Drs. Misnoto, MA, Ak. Register Negara No. D-1416 Jakarta, 31 Januari 2005

12

BPK RI/AUDITAMA V

Tarif umum jasa pelabuhan dan sewa rute pipa masing-masing sebesar US$3. yaitu PT Eterindo Anugerah Prakarsa.Lampiran B 1. Surat Perjanjian antara PT PG dengan PT PON tentang Sewa Menyewa Fasilitas No. Normal-Butyl Alcohol (NBA).d April 2001. jasa pelabuhan.00. Perjanjian ini merupakan pelaksanaan dari perjanjian penyertaan saham di atas yang mengatur masalah penjualan jasa PT PG kepada PT PON atas jasa pelabuhan dan sewa 13 BPK RI/AUDITAMA V . PT Tirtamas Majutama dan PT PG yang dalam hal ini diwakili oleh Direktur Utama. Penjualan jasa kepada PT Petro Oxo Nusantara berpotensi merugikan perusahaan sebesar US$1. Pemberian tarif khusus tersebut dimaksudkan sebagai bentuk persiapan penyertaan saham PT PG pada PT PON.350.00 dan untuk maksud penyertaan diberikan tarif khusus (50%).171.000. yaitu untuk jasa pelabuhan sebesar US$1. Pabrik Octanol tersebut menghasilkan tiga produk yaitu 2-Ethyl Hexanol (2EH atau Octanol). Persiapan penyertaan saham PT PG pada PT PON telah dilakukan dengan ditandatanganinya dokumen berikut : a.000. PT PON yang didirikan di Jakarta pada tahun 1996 dapat menggunakan pelabuhan PT PG untuk membongkar bahan baku dan memuat produknya dari Pabrik Octanol di Gresik. b. Nilai penyertaan saham PT PG yang akan ditempatkan adalah sebesar US$2.456/11/01.02/45/SP/1996 tanggal 14 Nopember 1996.454/11/01.02/45/SP/ 1996 tanggal 14 Nopember 1996 yang ditandatangani tiga pihak. dan Iso-Butyl Alcohol (IBA).18 ribu Selain menjual produk pupuk.50 per ton dan untuk sewa rute pipa sebesar US$1. PT PG diwakili oleh Direktur Utama. dan persewaan. Pada periode tahun 1996 s.00 atau sebesar 5% dari modal sendiri PT PON sebesar US$47. Dengan adanya fasilitas pelabuhan dan sewa rute pipa. PT PG telah melakukan penjualan jasa pelabuhan dan persewaan kepada PT Petro Oxo Nusantara (PT PON) dengan tarif khusus atau di bawah tarif yang berlaku umum.50 per inci meter per tahun. Penyertaan tersebut dilakukan PT PG dalam bentuk antara lain : pemberian harga khusus selama 8 tahun untuk jasa bongkar/muat pelabuhan dan sewa rute pipa.000. Octanol adalah bahan kimia dasar berbentuk alkohol cair yang dipergunakan sebagai bahan dalam proses pembuatan plastik. PT PG juga menjual produk non pupuk yang antara lain berupa penjualan produk utilitas. Surat Perjanjian Penyertaan Saham PT PG Dalam PT PON No. Sedangkan NBA dan IBA dipergunakan sebagai bahan baku pembuatan cat.

rute pipa. Dalam perjanjian dinyatakan bahwa tarif khusus untuk jasa pelabuhan sebesar US$1,50 per ton dan untuk sewa rute pipa sebesar US$1,50 per inci meter per tahun. Tarif khusus tersebut diberikan pada periode tahun 1996 s.d April 2001, sedangkan mulai bulan Mei 2001 PT PG tidak lagi memberikan tarif khusus yaitu untuk jasa pelabuhan sebesar US$3,00 per ton dan untuk sewa rute pipa sebesar US$3,00 per inci meter per tahun. Hal tersebut dilakukan setelah PT PG melakukan analisis dan penelitian mendalam atas rencana penyertaan saham PT PG pada PT PON. Melalui surat No.1454/05/KU.01.04/04/DR/2001 tanggal 15 Mei 2001 yang ditujukan kepada PT PON, PT PG menyatakan tidak ikut dalam penyertaan saham pada PT PON karena kinerja perusahaan tersebut kurang baik. Sedangkan pemberitahuan tentang perubahan tarif masing-masing menjadi sebesar US$3,00 dilakukan melalui surat Kepala Kompartemen Komersial No.1604/05/SA.04.05/23/DR/2001 tanggal 28 Mei 2001. Dengan ketidakikut-sertaan PT PG dalam penyertaan saham, maka PT PG merencanakan akan melakukan addendum atas Surat Perjanjian yang sedang berjalan. Sementara terhadap kekurangan pembayaran yang merupakan nilai persiapan penyertaan yang telah terhimpun s.d April 2001 sebesar US$1.171.178,48, PT PG telah melakukan penagihan kepada PT PON melalui dua faktur dengan rincian sebagai berikut:
No. FAKTUR 0554/FK.JL-FU/2001 0560/FK.JL-FU/2001 TANGGAL URAIAN JUMLAH (US$) 581.678,48 589.500,00 1.171.178,48

28 Mei 2001 Jasa pelabuhan 1998 s.d April 2001 30 Mei 2001 Sewa rute pipa Nov 1996 s.d Nov 2001 Total

Menanggapi kedua surat tersebut di atas dan adanya tagihan tersebut, PT PON melalui surat No.F-PJAR/PKG-035/VII/2001 tanggal 6 Juli 2001 meminta penjelasan kepada PT PG atas kekurangan tagihan biaya sewa tahun 1996 s.d 2001 karena dalam surat PT PG No.1604/05/SA.04.05/23/DR/2001 tanggal 28 Mei 2001 hanya menyebutkan tentang penggunaan tarif baru sebesar US$3,00 mulai bulan Mei 2001. Hal ini menunjukkan PT PON merasa keberatan atas tagihan yang dilakukan oleh PT PG, sehingga sampai dengan akhir bulan Desember 2004 PT PON belum melunasi tagihan tersebut, sementara itu addendum Surat Perjanjian masih dalam proses. Pembuatan addendum tersebut sesuai dengan kesepakatan para pihak yang dituangkan dalam Side Letter No.457/11/01.02/45/SP/1996 tanggal 14 Nopember 1996 yang menyatakan bahwa apabila PT PG tidak jadi ikut dalam penyertaan saham pada PT PON, maka semua Surat Perjanjian yang telah dibuat akan dilakukan perubahan seperlunya sesuai peraturan yang berlaku. Seharusnya addendum atas Surat Perjanjian yang berkaitan dengan persiapan penyertaan saham PT PG pada PT PON telah dibuat dengan merubah tarip khusus yang 14 BPK RI/AUDITAMA V

telah diberikan menjadi tarip umum dalam penggunaan fasilitas PT PG oleh PT PON untuk periode tahun 1996 s.d April 2001. Hal tersebut mengakibatkan PT PG tidak dapat menggunakan dana dari hasil penjualan jasa pelabuhan dan persewaan pada periode tahun 1996 s.d Nopember 2001 sebesar US$1.171.178,48. Masalah tersebut disebabkan PT PG tidak segera mengajukan pembuatan addendum Surat Perjanjian atas ketidakikut-sertaannya dalam penyertaan saham pada PT PON. PT PG menjelaskan bahwa Manajemen PT PG menyadari adanya permasalahan piutang kepada PT PON sebesar US$1.171.178,48. Atas permasalahan tersebut PT PG akan menawarkan penyelesaian kepada PT PON dengan cara melakukan reschedule sebesar US$1.171.178,48. Adanya Surat Perjanjian Penyertaan Saham piutang

No.456/11/01.02/45/SP/1996 tanggal 14 Nopember 1996 dan Surat Perjanjian Sewa Menyewa Fasilitas No.454/11/01.02/45/SP/1996 tanggal 14 Nopember 1996 merupakan persiapan apabila PT PG dapat ikut dalam kepemilikan saham PT PON. BPK RI menyarankan agar PT PG melakukan penagihan secara intensif atas nilai persiapan penyertaan yang sudah terhimpun s.d April 2001 sebesar US$1.171.178,48 dan mempercepat penyelesaian pembuatan addendum Surat Perjanjian. 2. Hak PT Petrokimia Gresik atas klaim pada pembelian bahan baku Rock Phosphate sebesar US$349,03 ribu belum diakui oleh Guizhou Wengfu Chemi-Phos Imp & Exp Corp China PT PG pada tahun 2003 menandatangani kontrak pengadaan bahan baku Rock Phosphate (RP) dengan Guizhou Wengfu Chemi-Phos Imp & Exp Corp (GWCPIEC) China No. WFPGPR0304 tanggal 15 Juli 2003. RP tersebut akan digunakan sebagai bahan baku pupuk SP-36. Jumlah RP yang dibeli sesuai perjanjian adalah 300.000,00 MT dengan jenis low grade, yang akan dikirim dalam 7 kali pengapalan (shipment) mulai Agustus 2003 s.d Juni 2004 berdasarkan Order Pembelian/Purchasing Order (PO) yang diterbitkan oleh PT PG. Kesepakatan yang disetujui kedua belah pihak antara lain adalah pembayaran dilakukan dengan cara menggunakan usance L/C, dan PT PG berhak mengajukan klaim atas kualitas RP yang dikirimkan oleh GWCPIEC jika terdapat perbedaan antara sertifikat kualitas (certificate of analysis) yang dikeluarkan pada saat pemuatan ke kapal dan sertifikat kualitas pada saat tiba di pelabuhan bongkar (discharging) yang dilakukan oleh Sucofindo, dengan ketentuan sebagai berikut:

15

BPK RI/AUDITAMA V

a. Setiap 0,10% penyimpangan kandungan P2O5, PT PG berhak atas klaim sebesar US$0,145/MT. b. Setiap 0,10% penyimpangan kandungan MgO, PT PG berhak atas klaim sebesar US$0,046/MT. c. Setiap 0,10% penyimpangan kandungan H2O, PT PG berhak atas klaim sebesar kelebihan kuantitas H2O dikalikan harga RP. Hasil pemeriksaan terhadap dokumen pengadaan RP dari GWCPIEC adalah sebagai berikut: a. Selama tahun 2004 dilakukan 5 kali pengiriman melalui kapal sebanyak 187.836,00 MT. Setelah tiba di gudang Gresik dilakukan uji kualitas yang dilakukan oleh Sucofindo. Dari hasil uji kualitas diketahui bahwa PO No.352/LN/2004 sebanyak 37.102,00 MT memenuhi standar kualitas yang ditetapkan dalam perjanjian. Sedangkan terhadap 4 PO lainnya yaitu No.865/LN/2003, No.062/LN/2004, No.149/LN/2004 dan No.440/LN/2004 sebanyak 150.734,00 MT, kualitasnya berada di bawah standar yang ditetapkan dalam perjanjian sehingga PT PG berhak atas klaim. b. Terhadap RP yang kualitasnya di bawah standar, PT PG telah mengirimkan surat pemberitahuan kepada GWCPIEC sebanyak 5 kali, terakhir dengan faximili No.86-8516831558/65-62221422 tanggal 6 September 2004. Dalam surat pemberitahuan tersebut dijelaskan bahwa atas PO No.440/LN/2004, PT PG berhak atas klaim sebesar US$81.618,50 setara Rp758.235.865,00 (kurs US$1,00 = Rp9.290,00). Sedangkan untuk 3 PO lainnya jumlah klaim yang diperhitungkan adalah sebesar US$140.987,15 setara Rp1.309.770.623,50 sehingga total perhitungan klaim atas keempat PO tersebut adalah sebesar US$222.605,65 setara Rp2.068.006.488,50. Atas semua klaim tersebut, GWCPIEC belum memberikan tanggapan kepada PT PG sehingga PT PG belum melakukan penagihan. c. Dari hasil perhitungan kembali (rekalkulasi) atas klaim yang sudah diberitahukan kepada GWCPIEC diketahui bahwa dalam perhitungan klaim yang dilakukan oleh PT PG terdapat kekeliruan dan diperhitungkan terlalu kecil dari yang seharusnya. Jumlah perhitungan klaim yang sudah diberitahukan kepada GWCPIEC atas 4 PO tersebut di atas sebesar US$222.605,65 setara Rp2.068.006.488,50 sedangkan hasil perhitungan kembali sebesar US$288.984,60 setara Rp2.684.666.934,00, sehingga terjadi kekurangan perhitungan sebesar US$66.378,95 (US$288.984,60 – US$222.605,65) setara Rp616.660.445,50. 16 BPK RI/AUDITAMA V

Hal tersebut disebabkan PT PG kurang tegas dalam menerapkan isi kontrak No.619/LN/2004 dan No.017.40.40.445.60 + US$60.40.444.00 MT dan 41. PT PG menjelaskan bahwa pihaknya telah mengajukan surat klaim kepada Guizhou Wengfu Chemi-Phos Imp & Exp Corp China dan penagihan klaim secara financial sebesar US$349.234. Selama tahun 2004 GWCPIEC telah melakukan dua kali pengiriman dengan PO No.36 setara Rp3. Pada tahun 2004 PT PG mengikat kontrak baru dengan GWCPIEC dengan kontrak No.491. BPK RI menyarankan agar PT PG melakukan penagihan klaim kepada GWCPIEC atas pengiriman barang yang tidak sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan dalam kontrak.36 (US$288.00 MT.778.d 2002 dari PT Pelindo III sebesar Rp1. PT PG seharusnya menghitung klaim secara cermat atas kualitas RP yang tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan dalam kontrak dan segera melakukan penagihan.299.d September 2005.WFPGPR0304 tanggal 15 Juli 2003 dan WFPGPR0405 tanggal 13 Juli 2004 atas pengiriman RP yang dilakukan oleh GWCPIEC yang kualitasnya di bawah standar.040.22 juta Laporan Keuangan PT PG per 31 Desember 2004 antara lain menunjukkan saldo akun Piutang lain-lain sebesar Rp49.583.00 dan piutang kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebesar Rp26.00 yang terdiri dari piutang kepada pihak ketiga sebesar Rp23. Isi dari kontrak baru tersebut sama dengan kontrak sebelumnya.WFPGPR0405 tanggal 13 Juli 2004.829. Dengan demikian secara keseluruhan PT PG berhak atas klaim sebesar US$349.025. Hasil uji kualitas yang dilakukan Sucofindo menunjukkan bahwa RP atas PO No.00.765.594. PT Petrokimia Gresik belum menerima pembayaran atas bagi hasil pendapatan jasa pelabuhan periode tahun 1996 s.025.619/LN/2004 kualitasnya di bawah standar yang ditetapkan.445.d.040.594. Hal tersebut mengakibatkan PT PG tidak dapat memanfaatkan dana dengan segera sebesar US$349. Hasil perhitungan atas penyimpangan kualitas yang menjadi hak atas klaim PT PG adalah sebesar US$60.242.508. 3.660. Masa berlaku kontrak adalah sejak ditandatangani kontrak s.242.025. Dari jumlah tersebut diantaranya terdapat piutang 17 BPK RI/AUDITAMA V .36 akan dilakukan setelah GWCPIEC sepakat dengan surat klaim Biro Pengadaan.76 setara Rp557.210.76) setara Rp3.284.984.693.663/LN/2004 masing-masing sebanyak 36.

4. sedangkan PT PG hanya mengadministrasikan dan menagih penjualan air kepada pihak ketiga. Adapun pembagian hasil pendapatan jasa-jasa pelabuhan yang dipungut dari pihak ketiga ditetapkan sebagai berikut: No 1.42 yang merupakan pendapatan di luar usaha yaitu tagihan atas bagi hasil pendapatan pengelolaan jasa pelabuhan periode tahun 1996 s.765. muat dan bunker baik untuk kapal-kapal milik. Untuk tagihan periode tahun 1996 s.223.d 2002 sebesar Rp1.758. PT PG tidak pernah lagi melakukan penagihan atau mengupayakan rekonsiliasi sehingga sd tanggal 31 Desember 2004 saldo piutang PT PG kepada PT Pelindo III tidak ada mutasi sama sekali. bongkar. PT PG membuat faktur tagihan kepada PT Pelindo untuk mendapatkan bagi hasil jasa pelabuhan.kepada PT Pelindo III sebesar Rp1. Sedangkan untuk tarif sewa permukaan air diperlakukan tarif Pelabuhan Gresik.d 2002. Tarif jasa pelabuhan ditetapkan sesuai dengan peraturan dan ketentuan tarif yang berlaku di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.758. 2.765. Salinan perhitungan nota tagihan kepada pihak ketiga atas pemakaian jasa pelabuhan dikirim kepada PT PG. Dalam SPK tersebut PT Pelindo III diwakili oleh Administrator Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.42. hirepurchase dan kapal-kapal lain yang digunakan untuk mengangkut barang-barang guna keperluan pihak kedua dan atau barang pihak ketiga. Cara pelaksanaan pungutan jasa pelabuhan diatur dan ditetapkan oleh Pihak Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Keterangan Uang tambat Wharfage/Uang Dermaga Pas Pelabuhan Penjualan Air PT PG 50% 50% 50% 80% PT Pelindo III 50% 50% 50% 20% Dalam pengelolaan dermaga tersebut. Penyerahan hasil pendapatan jasa-jasa pelabuhan oleh masing-masing pihak dilakukan paling lambat tanggal 15 bulan berikutnya.d Maret 2002. 18 BPK RI/AUDITAMA V . PT PG telah mengikat perjanjian dengan PT Pelindo III dengan Surat Perjanjian Kerjasama (SPK) Nomor 82/301/1980 ---513/IX/SPK/J/DIR/1980 tanggal 23 September 1980 tentang Pengelolaan Dermaga Khusus Petrokimia.223. PT Pelindo III menyediakan semua blanko pemakaian-pemakaian jasa pelabuhan oleh pihak ketiga sekaligus melakukan penagihannya. Sejak tagihan terakhir bulan Maret 2002. namun PT Pelindo III belum melakukan pembayaran. Dalam SPK antara lain dinyatakan bahwa Dermaga Khusus PT PG digunakan untuk tambat/sandar. 3. Berdasarkan nota tagihan tersebut. PT PG telah mengeluarkan faktur tagihan dari bulan April 1996 s. Dalam pengelolaan jasa pelabuhan tersebut. charter. yang berlaku surut terhitung mulai tanggal 7 Agustus 1979.

7.42 tersebut telah dilakukan penagihan kepada PT Pelindo III pada tanggal 13 Januari 2005 dan telah dilakukan rekonsiliasi pada tanggal 14 Januari 2005.840.42 yang merupakan bagi hasil jasa pelabuhan dari tahun 1996 sd 2002 dapat dirinci sebagai berikut: No.800.50 1.50 24. 5.105. Seharusnya bagi hasil pendapatan jasa pelabuhan dapat diterima PT PG paling lambat setiap tanggal 15 bulan berikutnya. 63 tahun 2002 tentang Tarif Jasa Pelayanan Kepelabuhanan oleh Penyelenggara Pelabuhan di Kabupaten Gresik.765. 1.194.34 1.758. PT PG menjelaskan bahwa atas piutang sebesar Rp1.765.19 tahun 2001 tentang Kepelabuhanan di Kabupaten Gresik.223.758. namun masih memerlukan rekonsiliasi lebih lanjut.765.223. pada tanggal 20 Nopember 2001 Pemerintah Daerah Gresik mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) No.968.556.710.00 2. 6. Menindaklanjuti Perda tersebut.42.223.735.219.Sejalan dengan pelaksanaan otonomi daerah. Saldo piutang PT PG kepada PT Pelindo III per 31 Desember 2004 sebesar Rp1. pada tanggal 11 Juli 2002 Bupati/Kepala Pemerintah Daerah Kabupaten Gresik mengeluarkan Keputusan No. 3.36 2.782.223.895. Dengan dikeluarkannya keputusan ini maka pengelolaan jasa Kepelabuhanan Dermaga Khusus PT PG tidak lagi dilakukan oleh PT Pelindo III melainkan diambil alih oleh Pemda Kabupaten Gresik. Pasal 11 ayat (3) Perda tersebut menyatakan bahwa kewenangan pengelolaan wilayah perairan dalam batas 4 mil dari daratan sepanjang teritorial wilayah daratan kabupaten Gresik berada ditangan Pemerintah Kabupaten Gresik.146.42 Atas jumlah piutang tersebut oleh Bagian Akuntansi PT PG telah dilakukan penyisihan sebesar 100% karena tidak ada mutasi pembayaran lebih dari dua tahun.72 274. Hal tersebut disebabkan PT PG tidak aktif melakukan penagihan atau rekonsiliasi dengan PT Pelindo III. 2.336.689. Asal piutang Faktur th 1996 Faktur th 1997 Faktur th 1998 Faktur th 1999 Faktur th 2000 Faktur th 2001 Faktur th 2002 Jumlah Nilai 1.765. 4.758.458. 19 BPK RI/AUDITAMA V .758. Hal tersebut mengakibatkan timbulnya piutang macet PT PG kepada PT Pelindo III per 31 Desember 2004 sebesar Rp1.00 1.

774. 5 Departemen) baik pembelian dalam negeri maupun pembelian impor.503.25 44.427.00 284.833.581. 3.939. Status barang tersebut adalah stock item (SI).00 467.463.080.750.d 2004 senilai Rp21. 4.900.32 36.167.00 5.239.126.509.498.27 Departemen Har III 35.00 0.00 128.427.100.118.758.915.840.699.219.00 82.270. Terdapat sisa barang yang sudah dibeli dari tahun 2001 s.931.997. 5.411. Pemeliharaan I (Har I) Dep.833.20 Jumlah Total *) yang dicatat saat kedatangan barang adalah nomor terima barang (TB) 20 BPK RI/AUDITAMA V .459.956. dengan kategori intransit (I) atau suku cadang penyangga (Z).00 17. Biro Pengadaan PT PG melakukan pembelian barang yang diminta oleh unit peminta barang/user (dhi.00 31.027.00 161.00 78.117.825.76 0.822.d Nopember 2004 dengan rincian waktu.170.01 3.043.350. Pemeliharaan III (Har III) Dep.106.00 14.96 169. 1.00 35.00 10.00 9.01 Har II 185.828.00 116.58 120.150.074.578.483.00 0.015.926.343.00 158.074.656. 2.00 8.956.113.027.00 448. Prasarana Pabrik & Kawasan (PPK) Dep.912.677.00 3.22 juta namun belum diambil oleh unit peminta barang Selama tahun 2004.772.224.00 426.997.085.063.285.001.496.470.16 PPK 12.714.85 214.558.579.00 64.00 280.560.27 1.772.831.76 13.818. Berdasarkan data yang diperoleh dari Bagian Perencanaan dan Pengendalian Biro Pengadaan (Candal Ro Daan) diketahui bahwa s. Peralatan & Permesinan (Latsin) Jumlah Nilai (Rp) 7.00 0.774.00 426.980.000.477.d bulan Nopember 2004 masih terdapat barang yang telah dibeli dan diterima namun belum diambil oleh unit peminta barang senilai Rp13.133.320.408.00 0.83 180.10 82.915.673.833.54 444.750.20 Jumlah tersebut merupakan barang yang datang dari bulan Januari s.00 212.91 325.818.16 467.920.00 0.900.886.909.838.76 13.150.106.BPK RI menyarankan agar PT PG segera melakukan rekonsiliasi lebih lanjut untuk menetapkan jumlah yang pasti dan selanjutnya melakukan penagihan secara intensif.351.754.655.963.074.581.637.963.00 56.00 Latsin 160. 4.936.652.047.00 1.293.00 21.491.40 254.483. dimana apabila barang tersebut sudah datang maka harus langsung diambil dan dipakai oleh unit peminta barang. Pemeliharaan II (Har II) Dep. unit peminta barang dan nilai sebagai berikut: Bulan Har I *) Januari Pebruari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember 7.225.285.00 88.000.00 3.120.120.054.896.00 106. Unit Peminta Barang (User) Dep.184.744.956.20 dengan rincian sebagai berikut: No.

383.81 1.76 17.300.80 1.206.023.22. Rincian barang yang belum diambil per 31 Desember 2003 terjadi pada Departemen berikut: No.00 91.878.259.538. 2.907. Pemeliharaan I Pemeliharaan II Pemeliharaan III Prasarana Pabrik & Kawasan Peralatan & Permesinan Jumlah 3.842.800.00 0.945.253.946. User 2001 1.489. yaitu jumlah barang yang sudah dibeli namun belum diambil oleh unit peminta barang sebesar Rp24.370. 21 BPK RI/AUDITAMA V .206.000.249.74 1. 5. atau seluruhnya sebesar Rp15.829.190.789.07 28.729.67.462.000.853. 4.907.181.00 936.259.71. Departemen Pemeliharaan I Pemeliharaan II Pemeliharaan III Prasarana Pabrik & Kawasan Peralatan & Permesinan Jumlah Nilai (Rp) 17.68 3.249.854.708.697.78 24.145.946.000.232.825.22 Jumlah Dari jumlah tersebut diketahui bahwa pada tahun 2004 terjadi mutasi di Departemen Pemeliharaan I sebesar Rp10.45.22 Berdasarkan hasil pemeriksaan secara uji petik atas administrasi dan fisik barang yang belum diambil diketahui bahwa dari jumlah barang yang belum diambil per 31 Desember 2003 ternyata diantaranya terdapat barang yang berasal dari pengadaan tahun 2001 dan 2002 dengan rincian sebagai berikut: No.00 Pengadaan tahun 2002 1.321. Seharusnya barang yang sudah dibeli oleh Ro Daan atas permintaan user dengan kategori intransit atau suku cadang penyangga segera diambil dari gudang logistik Ro Daan dan langsung dipakai.639. 5.108.00 dan di Departemen Peralatan & Permesinan sebesar Rp897.896.483.864.95 1.81 sehingga sisa barang yang belum diambil per 29 Desember 2004 seluruhnya sebesar Rp8.557.360.800.322.639.00 900. Hal yang sama terjadi juga pada tahun 2003.107.00 936.00 433.175.163.41. 3.875.455.538.639.259.557.861.255.98.68 2.483.00 0.120.489.221.98 22.289. 2.729.000. di Departemen Pemeliharaan III sebesar Rp2.81 1.196.36 1.108.46 2003 16.00 88.68 3. di Departemen Pemeliharaan II sebesar Rp1.78 24.500.654.714.362.816. 1.00 0. 4. 3.886.Berdasarkan penjelasan dari PT PG diketahui bahwa belum diambilnya barang tersebut antara lain dikarenakan barang yang akan diganti ternyata masih bisa diperbaiki dan dipakai lagi serta ketika diperlukan barang tersebut belum datang.708.681.096.557.099.009.840.896. di Departemen Prasarana Pabrik & Kawasan sebesar Rp1.354.921.729.354.106.692.59 231.417.161.829.00 36.109.023.681.95 1.

diantaranya sebesar Rp 1.Hal tersebut mengakibatkan terjadi pengendapan dana yang tidak efektif sebesar Rp21.074 milyar. PT Petrokimia Gresik tidak melakukan rekonsiliasi bank secara teratur Dalam rangka membentuk pengendalian internal yang baik terhadap pengelolaan dana. Hal tersebut disebabkan: a. Sedangkan sisa barang yang belum diambil oleh unit pemakai periode 2001.864. Dep PPK dan Dep Latsin pada tahun 2005 pada saat Perbaikan Tahunan dan untuk kebutuhan/pemeliharaan rutin. maka perusahaan akan menerapkan prosedur kerja agar tercipta suatu pengendalian atas penerimaan dan pengeluaran uang. PT PG menjelaskan bahwa sisa barang yang belum diambil oleh unit pemakai dari Januari s. diantaranya sebesar Rp2.41).20 + Rp8.864 milyar. Beberapa ciri pengendalian internal yang baik atas transaksi penerimaan dan pengeluaran uang adalah adanya pemisahan fungsi tugas dan tanggungjawab antara yang menerima dan mengeluarkan uang dengan yang melakukan pencatatan. Dep PPK dan Dep Latsin pada tahun 2005 pada saat Perbaikan Tahunan dan untuk kebutuhan/pemeliharaan rutin.61 (Rp13.833.074.956. yang memberikan otorisasi atas penerimaan dan pengeluaran uang. Perencanaan dan pengendalian pada kelima unit peminta barang tersebut di atas tidak berjalan dengan baik.939. Selain itu agar Bagian Candal pada Biro Pengadaan lebih cermat lagi memproses setiap permintaan pembelian dari unit peminta barang. Dep Har II. 2002 dan 2003 sebesar Rp8.d Nopember 2004 sebesar Rp13. 5. Dep Har III. Dep Har III.589 milyar akan dipasang oleh Dep Har I.383. Selain itu petugas Keuangan harus melakukan rekonsiliasi bank setiap akhir bulan secara teratur sehingga diharapkan saldo bank menurut pembukuan selalu sesuai dengan saldo fisik yang ada di banknya. b.485 milyar merupakan barang insurance (suku cadang penyangga) dan sisanya sebesar Rp11. Dep Har II. Terjadi pembelian barang yang tidak tepat waktu dan tidak tepat sasaran. BPK RI menyarankan agar Bagian Candal pada kelima unit peminta barang tersebut dalam mengajukan permintaan pembelian barang disesuaikan dengan kebutuhan senyatanya.217.387 milyar akan dipasang oleh Dep Har I.477 milyar merupakan barang insurance dan sisanya sebesar Rp6. PT PG menyimpan dana operasional perusahaan pada 10 bank dalam 37 rekening yang terdiri dari rekening giro aktif sebanyak 29 rekening untuk operasional perusahaan 22 BPK RI/AUDITAMA V .886.842.

Kesepuluh bank yang mengelola dana perusahaan tersebut adalah BCA. Namun Seksi Penagihan kadang-kadang mengalami kesulitan terhadap pelunasan yang dilakukan distributor dengan cara transfer bank atau melalui ATM karena tidak ada keterangan yang jelas. Berdasarkan struktur organisasi PT PG. BRI. Bagian Keuangan selama ini memperlakukan dana yang outstanding tersebut tetap tersimpan dalam rekening bank sebagai rekening yang belum diketahui. Biro Keuangan terdiri dari dua bagian. BNI. Dana outstanding ini berdampak pada saldo piutang usaha setiap akhir bulan. dana outstanding yang belum diketahui sumbernya akan dibukukan sebagai Uang Muka Penjualan. yaitu Perbendaharaan dan Pajak & Asuransi (Paransi).dan 8 rekening untuk penyaluran Kredit Modal Kerja dan Kredit Investasi. Bank Mandiri. Menurut penjelasan Biro Keuangan. Bank DBS Indonesia dan Bank Hongkong Shanghai Bank Corporation (HSBC). Citybank. Rekonsiliasi bank hanya dilakukan pada akhir tahun yaitu bulan Desember bersamaan dengan penyusunan laporan keuangan akhir tahun perusahaan. Standard Chartered Bank. Seksi Pembayaran dan Seksi Pengelolaan dana. maka setiap bulan akan selalu terdapat selisih atas penerimaan uang antara pembukuan Akuntansi dengan saldo rekening bank secara fisik sehingga jumlah penerimaan dana akan terus terakumulasi dan menjadi dana outstanding. Bagian Perbendaharaan membawahi Seksi Penagihan. Oleh karena tidak pernah dilakukan rekonsiliasi bank secara teratur. Sedangkan yang menjadi dasar jumlah saldo bank di laporan keuangan interim adalah saldo bank menurut pembukuan Akuntansi. 23 BPK RI/AUDITAMA V . Seksi Penagihan mempunyai tugas mencatat hasil penagihan atau pelunasan atas penjualan setiap bulan yang antara lain dari distributor dengan mengecek transaksi penerimaan masuk dari rekening koran bank dan mencocokkan dengan catatan dari Bagian Pemasaran. Rekonsiliasi bank di PT PG merupakan tugas dari Seksi Pengelolaan Dana dan dijelaskan bahwa selama tahun 2004 rekonsiliasi bank tidak dilakukan secara teratur setiap bulan. Untuk pelunasan yang belum dapat ditelusuri tersebut dananya tetap tersimpan dalam rekening bank. timbulnya dana outstanding tersebut karena belum dilakukan pembukuan atas sejumlah uang masuk di bank atas pembayaran distributor yang belum dapat diidentifikasikan dan juga karena terjadi penumpukan (overload) pekerjaan di Seksi Penagihan sehingga terlambat dalam membukukan uang yang telah diterima. Bukopin. Pada akhir tahun. Bank Syariah Mandiri.

Pada bulan Oktober 2004. saldo rekening koran lebih besar Rp42 milyar b. Informasi saldo bank yang terdapat dalam Laporan Keuangan Bulanan tidak mencerminkan posisi yang sesungguhnya sehingga dapat mempengaruhi keputusan yang diambil oleh Manajemen sebagai pengguna laporan keuangan b. saldo rekening koran lebih besar Rp87 milyar PT PG seharusnya melakukan rekonsiliasi bank secara teratur setiap bulan dan bila terdapat selisih segera menyesuaikannya sehingga saldo bank di pembukuan selalu sesuai dengan saldo fisik yang ada di bank. PT PG menjelaskan pada bulan Desember 2004. Terbatasnya sumber daya manusia yang melakukan rekonsiliasi bank. Pada bulan Juni 2004. Hal tersebut mengakibatkan: a. rekonsiliasi bank telah dilakukan dan untuk periode selanjutnya akan melakukan rekonsiliasi bank secara periodik (bulanan). saldo rekening koran lebih besar Rp69 milyar d. Oktober dan Nopember tahun 2004. Rincian perbedaan tersebut adalah sebagai berikut: a. Pada bulan Nopember 2004. Belum ada kebijakan mengenai kapan dan bagaimana rekonsiliasi bank harus dilakukan. saldo rekening koran lebih besar Rp60 milyar c. 24 BPK RI/AUDITAMA V . b. Hal tersebut disebabkan: a. Tujuan sistem akuntansi sebagai salah satu sarana pengaman asset perusahaan tidak tercapai.Bagian Keuangan mengalami kendala untuk melakukan rekonsiliasi bank karena yang menangani rekonsiliasi bank hanya dilakukan oleh satu orang petugas sedangkan jumlah rekening bank yang digunakan ada 29 rekening giro dan dilakukan setiap bulan. yaitu saldo rekening bank lebih tinggi dari saldo menurut buku pada bulan Januari. Pada bulan Januari 2004. BPK RI menyarankan agar PT PG: a. Timbulnya dana outstanding yang mempengaruhi nilai saldo piutang usaha setiap akhir bulan. Juni. Dari hasil pemeriksaan dapat diketahui bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara saldo bank menurut rekening koran dengan saldo menurut pembukuan Akuntansi. Melakukan rekonsiliasi bank secara teratur setiap bulan sehingga dapat diperoleh informasi keuangan yang akurat dan tepat waktu. c.

Pelaksanaan pembinaan industri kecil kapur dan fosfat alam yang diserahkan pelaksanaannya kepada PT Graha Cipta Sarana (PT GCS) tidak sesuai dengan Surat Direktur Produksi No. Temuan tersebut seluruhnya telah ditindaklanjuti pada tahun 2004 dan dinyatakan selesai. BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA 25 BPK RI/AUDITAMA V . karena PT GCS tidak melakukan kewajiban berupa pembinaan kepada industri kecil. terutama mengenai pembagian beban biaya gudang.b. Hal tersebut dilakukan agar PT PG tidak menanggung beban sewa gudang atas sisa pupuk milik Distributor yang masih tersimpan di gudang penyangga. Perjanjian Kerjasama Sewa Gudang dengan PT Bhanda Ghara Reksa (PT BGR) belum sepenuhnya selaras dengan SPJB antara PT PG dengan Distributor Pupuk. PT PG telah memberlakukan pemberian sanksi denda terhadap keterlambatan penebusan DO. Tindak lanjut Hasil Pemeriksaan tahun 2003 Dalam pemeriksaan tahun buku 2003 terdapat 2 (dua) temuan.03. Mulai tahun 2004 pelaksanaan pembinaan industri kecil kapur dan fosfat alam dilakukan oleh Biro Pengadaan PT PG b.03/13/DR/2000 tanggal 19 Mei 2000. Tindak lanjut terhadap temuan tersebut adalah PT PG telah memutus kontrak dengan PT GCS.1400/05/HU. Tindak lanjut mengenai pembagian beban biaya gudang. Menyusun kebijakan dan prosedur mengenai pelaksanaan rekonsilasi bank dan kapan rekonsiliasi tersebut harus dilakukan. 6. Kedua temuan tersebut dan tindak lanjutnya adalah: a.

5723995 . (021) 5700380. 5704395 s.d. (021) 5700380. 5738740.C/AUDITAMA V/01/2005 : 18 Januari 2005 Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Jalan Gatot Subroto No. 5738727.BPK RI LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN LAPORAN PENGELOLAAN PROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL) PT PETROKIMIA GRESIK Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2004 Nomor Tanggal : 02. 9 pesawat 511 Fax. 31 Jakarta 10210 Telp. 5720957.

. 4. Hasil Audit Pengelolaan Dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan …………………………………………………………. Hal-hal Yang Perlu Mendapat Perhatian …………………………….DAFTAR ISI BAB I BAB II SIMPULAN HASIL AUDIT URAIAN AUDIT 1.……………………… 6.. Lampiran 8 16 20 6 6 6 7 7 Hal 1 . Dasar Pengelolaan Dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan . 2... Ruang Lingkup dan Periode yang Diaudit …………………………. Struktur Organisasi …………………………. 5.………….. Sifat dan Tujuan Audit ……. 3.……….. Sumber dan Penggunaan Dana ……………………………………… 8. Dasar Audit ……………………………………..………………………………………. 7.

90%.370.658.000. Sedangkan dana Bina Lingkungan yang tersedia pada tahun 2004 sebesar Rp2. review dan analisa terhadap kebijakan.00 telah BPK RI/AUDITAMA V .378.00 atau 133.630. Standar tersebut mengharuskan kami memberikan penilaian atas efektifitas.48% dari Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Program Kemitraan tahun 2004 sebesar Rp3.024.00 95. Berdasarkan dana Program Kemitraan yang tersedia pada tahun 2004 sebesar Rp6.202.00 tersebut merupakan 154.SIMPULAN HASIL AUDIT Kami telah mengaudit Laporan Keuangan dan Laporan mengenai pengelolaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) PT Petrokimia Gresik untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004.900.00.000. Simpulan atas audit tersebut adalah sebagai berikut: 1. Anggaran dan realisasi Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Realisasi dana Program Kemitraan dilaksanakan dalam bentuk pemberian pinjaman modal kerja/investasi serta bantuan hibah. Suatu audit meliputi evaluasi terhadap bukti.526.008. Laporan keuangan dan laporan mengenai pengelolaan PKBL merupakan tanggung jawab manajemen.024. Standar Auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia serta aturan lainnya yang diberlakukan pemerintah terhadap pengelolaan PKBL.614.658. Hasil audit pengelolaan dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Dari audit atas pengelolaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) PT Petrokimia Gresik (PT PG) untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 dapat dikemukakan sebagai berikut: a.370.10% dari realisasi tahun 2003 sebesar Rp4. sistem pengendalian manajemen dan pelaksanaan operasi Program.00 telah direalisasikan dalam bentuk pinjaman atau dan hibah untuk Realisasi Program Kemitraan dana sebesar sebesar Rp6. penggunaan Rp6.201.282. efisiensi dan keekonomisan serta kepatuhan pada peraturan yang berlaku.090. Tanggung jawab kami terletak pada hasil penilaian atas laporan keuangan dan pengelolaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan PKBL berdasarkan audit kami. Audit dilaksanakan dari tanggal 6 Desember 2004 sampai dengan 18 Januari 2005. perencanaan. Kami melaksanakan audit berdasarkan Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan Badan Pemeriksa Keuangan.

319.00 tersebut merupakan 190.00 atau 169.782.000. 2 BPK RI/AUDITAMA V .00. RKA tersebut digunakan sebagai acuan pengelolaan PKBL 2) Koordinasi Dalam penyaluran bantuan baik untuk kemitraan maupun untuk bina lingkungan telah dilaksanakan koordinasi secara internal pada pelaksana BPPIK dan unit kerja terkait. Dalam melaksanakan pemantauan terhadap mitra binaan BPPIK juga bekerja sama dengan PT GCS. bantuan sarana ibadah serta bantuan peningkatan kesehatan sebesar Rp1.108.13% dari RKA Bina Lingkungan sebesar Rp1. bantuan pengembangan prasarana dan sarana umum.00 atau 88. Sedangkan rencana alokasi dana bina lingkungan sebesar Rp1.319.000. 4) Pengadministrasian Pengadministrasian terhadap mitra binaan maupun calon mitra binaan telah dilakukan oleh pelaksana BPPIK. PT PG juga bekerjasama dengan PT Gresik Cipta Sejahtera (PT GCS) dalam pembinaan mitra binaan. Realisasi penggunaan dana Bina Lingkungan sebesar Rp1.808. Ketua Pelaksana Badan Pembinaan dan Pengembangan Industri Kecil (BPPIK) PT PG telah menyusun program kerja kemitraan 2004 seperti yang tertuang dalam RKA PKBL tahun 2004.030. Berdasarkan RKA PKBL tahun 2004.157.00.000.direalisasikan untuk pelaksanaan Bina Lingkungan berupa bantuan bencana alam.030.888. b. 5) Pelaporan Pelaporan pengelolaan program kemitraan dan bina lingkungan telah dilakukan sesuai dengan ketentuan. demikian juga mengenai bantuan kepada masyarakat lingkungan sekitar perusahaan.000.000. bantuan pendidikan masyarakat sekitar. Efektivitas Kegiatan Manajerial Bagian PKBL PT PG 1) Perencanaan Dalam tahun 2004.00.782.000.14% dari realisasi tahun 2003 sebesar Rp1. 3) Pemantauan Pemantauan merupakan kegiatan yang sangat penting untuk memperoleh informasi mengenai perkembangan mitra binaan. jumlah mitra binaan yang akan dibina sebanyak 200 mitra binaan dengan rencana alokasi sebesar Rp4.958.958.95%.

016/1994 tanggal 27 Juni 1994 tentang Pedoman Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi Melalui Pemanfaatan Dana dan Bagian Laba BUMN jo Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No.686.0 tersebut telah digunakan untuk Program Kemitraan sebesar Rp44. 2.00. d.671.c.323.00 dan penggunaan dana sebesar Rp48. Berdasarkan indikator yang ditetapkan dalam Keputusan Surat Keputusan Menteri Negara BUMN No. Ketaatan Terhadap Ketentuan Perundang-Undangan Yang Berlaku Untuk tahun 2004.966.686. pada umumnya PT PG telah melaksanakan Program Kemitraan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku terutama ketentuan mengenai (1) batasan jumlah pembentukan/penyediaan dana Program Kemitraan dan pengalokasiannya dan (2) jenis kegiatan yang diperbolehkan sebagaimana ditetapkan dalam Keputusan Menteri Keuangan RI Nomor 316/KMK.660. Kep-100/MBU/2002 tanggal 04 Juni 2002 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Badan Usaha Milik Negara.00 Bina Lingkungan 3 BPK RI/AUDITAMA V .323.90% dari dana yang tersedia.627.377.616. Tingkat kolektibilitas pengembalian pinjaman mempunyai skor “2” dengan tingkat kolektibilitas pinjaman 40.86% dari jumlah seluruh pinjaman. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan baik untuk pembentukan dana program bina lingkungan dan jenis kegiatan yang diperbolehkan mendapat bantuan.377. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan. Sumber dan penggunaan dana Sumber dan penggunaan dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan secara akumulasi sampai dengan 31 Desember 2004 yaitu sumber dana sebesar Rp48. kinerja PKBL PT Petrokimia Gresik adalah: Tingkat efektivitas penyaluran dana mempunyai skor “3” dengan tingkat penyaluran dana 95. Jumlah kumulatif penggunaan dana dan sampai untuk dengan Program 31 Desember 2004 sebesar sebesar Rp48. Demikian halnya dengan Program Bina Lingkungan yang telah dilaksanakan sesuai dengan Surat Menteri Negara BUMN No.S-366/M-MBU/2002 tanggal 6 Mei 2002 tentang Program Bina Lingkungan jo Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No.627.

Permasalahan tersebut mengakibatkan meningkatnya jenjang birokrasi dan diperlukannya koordinasi lebih intensif antara Bagian.000.070. Hal tersebut disebabkan PT PG kurang melakukan penagihan secara intensif. Terdapat satu (1) temuan pemeriksaan tahun buku 2002 yang masih dalam proses penyelesaian yaitu terdapat uang pembinaan kemitraan usaha tani yang belum dibayarkan kepada petani dan masih berada di distributor pupuk PT Himikarta senilai Rp16. Pelaksanaan tugas antara Bagian UKK PT Petrokimia Gresik dan PT Gresik Cipta Sejahtera belum sepenuhnya sesuai dengan Surat Perjanjian yang berlaku. Saldo pinjaman tersebut per 31 Desember 2004 sebesar Rp12. Hal-hal yang perlu mendapat perhatian a.706.00. e. Sehingga sisa dana PKBL pada 31 Desember 2004 sebesar Rp282.000.00 kurang tepat sasaran.000.145.Rp3. d. 4 BPK RI/AUDITAMA V .304. b. PT Petrokimia Gresik belum membentuk unit Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) yang mandiri. Biro/Departemen dan Kompartemen dalam struktur organisasi PT PG yang terkait dengan pengelolaan PKBL. Hal tersebut disebabkan Direksi PT PG kurang mematuhi ketentuan dalam Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. Permasalahan tersebut mengakibatkan terjadi tumpang tindih penagihan dengan petugas PT GCS dan melanggar perjanjian yang telah disepakati. Pelaksanaan pemberian bantuan Program Bina Lingkungan (BL) belum sepenuhnya mengikuti ketentuan.00.696. c.280.000. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 dan Surat Edaran Menteri BUMN Nomor SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003.800. 3.00.00 yang memerlukan usaha khusus dalam penagihannya. Permasalahan tersebut mengakibatkan pemberian bantuan BL sebesar Rp225.00. Hal tersebut terjadi karena Bagian UKK berkeinginan untuk menaikkan tingkat pengembalian pinjaman.475. Terdapat pinjaman macet sebesar Rp220.575. Hal tersebut disebabkan PT PG belum melakukan survai secara memadai dan kurang selektif dalam menentukan obyek penerima dana Program BL.

Sulaeman dan H. Ikhsan Abdullah. Direksi PT PG segera membentuk unit PKBL yang mandiri. Rekomendasi Terhadap permasalahan di atas. Anis di Surabaya. d. Pengelola program BL PT PG agar melakukan evaluasi proposal bantuan BL dan berpedoman pada Surat Edaran Menteri BUMN No. Misnoto. Bagian UKK PT PG melakukan penagihan dengan cara mendatangi langsung maupun dalam bentuk surat dan memberi peringatan tertulis kepada Ketua dan Sekretaris Yayasan Bina Masyarakat Insan Utama (H. c. e. sedangkan penjelasan lebih lanjut dimuat pada laporan berikut.4.SE. 18 Januari 2005 5 BPK RI/AUDITAMA V . Demikian kesimpulan hasil audit terhadap pengelolaan PKBL PT PG yang dapat kami sampaikan. S. D-1416 Jakarta.) di Jakarta dan kepada M. b.H. MA. Drs.433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003 dalam menentukan obyek penerima dana BL. Ak. kami merekomendasikan sebagai berikut : a. Register Negara No. Auditor Utama Keuangan Negara V Penanggung Jawab Audit. Direksi PT PG agar menyempurnakan klausul dalam Surat Perjanjian yang telah dibuat dengan PT GCS khususnya pasal 1 ayat 3 butir b tentang tugas penagihan. Agar PT PG segera menindaklanjuti temuan yang masih dalam proses penyelesaian.

23 F dan 23 G. Surat Menteri Negara BUMN No. 3. serta menilai kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku. b. BUMN Pembina & Koordinator Pembina di setiap Propinsi/Daerah Istimewa Tahun 2003.S-116/MBU/2003 tanggal 21 Maret 2003 tentang Penetapan Alokasi Dana PUKK. daya guna dan hasil guna. perihal penugasan untuk melakukan pemeriksaan atas Laporan Keuangan Tahun Buku 2004 pada PT Petrokimia Gresik dan pemeriksaan atas pengelolaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL). KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan. Dasar Pengelolaan Dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan a. Surat Edaran Menteri BUMN No. Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. Dasar Audit a. Sifat dan Tujuan Audit Audit yang kami lakukan merupakan audit keuangan dan operasional atas pengelolaan Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan (PKBL) PT Petrokimia Gresik dengan tujuan untuk menilai efektivitas dan efisiensi pengelolaan program.1/9/2004 tanggal 28 September 2004. SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan. d. BPK R1/AUDITAMA V . Undang-undang Republik Indonesia Nomor 5 tahun 1973 tentang Badan Pemeriksa Keuangan dan peraturan perundangan lainnya yang berlaku. BUMN Pembina & Koordinator Pembina di setiap Propinsi Tahun 2004.57/ST/VII-XV. Surat Menteri Negara BUMN No. c. memberikan rekomendasi perbaikan guna meningkatkan kehematan. b.URAIAN AUDIT 1.S-88/MBU/2004 tanggal 31 Maret 2004 tentang Penetapan Alokasi Dana PUKK. Undang-undang Dasar Tahun 1945 pasal 23 E. c. 2. Surat Tugas Badan Pemeriksa Keuangan No.

205/07/HU. 4. Surat Keputusan Direksi PT Petrokimia Gresik No.205/07/HU.03. Penasehat b. Ruang Lingkup dan Periode yang Diaudit Kami melakukan audit atas laporan keuangan dan hasil pengelolaan PKBL PT Petrokimia Gresik tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (tanggal 1 Januari s.e. Kep-100/MBU/2002 tanggal 04 Juni 2002 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Badan Usaha Milik Negara. Dewan Pembina: Ketua Wakil Ketua I Wakil Ketua II Ketua Sekretaris Bendahara : Direktur Teknik : Kepala Kompartemen Pengembangan : Kepala Kompartemen Administrasi dan Keuangan. Struktur Organisasi Dalam rangka untuk lebih meningkatkan pelaksanaan Pembinaan dan Pengembangan Industri Kecil.03. 5. Pelaksana: Pencatat Pembukuan : Kepala Biro Akuntansi 7 BPK-RI/AUDITAMA V . Audit dilaksanakan dari tanggal 6 Desember 2004 sampai dengan 18 Januari 2005. Adapun bentuk dan susunan anggota BPPIK PT Petrokimia Gresik adalah sebagai berikut: a.02/30/SK/2002 tanggal 15 Mei 2002 tentang Susunan dan Tugas Pelaksana Program Bina Lingkungan PT Petrokimia Gresik.04. Surat Keputusan Menteri Negara BUMN No. f. Surat Keputusan Direksi PT Petrokimia Gresik No. : Kepala Biro Pengembangan Usaha : Kepala Bagian Pengembangan Usaha Kecil dan Koperasi : Kepala Biro Keuangan : Direksi PT Petrokimia Gresik c.03/31/SK/2003 tanggal 22 Juli 2003 tentang Susunan dan Tugas Badan Pembinaan dan Pengembangan Industri Kecil (BPPIK) PT Petrokimia Gresik.097/05/TU. Direksi PT Petrokimia Gresik membentuk Badan Pembinaan dan Pengembangan Industri Kecil (BPPIK) dengan Surat Keputusan Direksi No.03/31/SK/2003 tanggal 22 Juli 2003 tentang Susunan dan Tugas Badan Pembinaan dan Pengembangan Industri Kecil (BPPIK).d 31 Desember 2004). g.

Sedangkan untuk melaksanakan Program Bina Lingkungan. Susunan Pelaksana Program Bina Lingkungan adalah sebagai berikut: Ketua Sekretaris Bendahara Pencatat Pembukuan Anggota : Sekretaris Perusahaan : Karo Humas : Karo Keuangan : Karo Akuntansi : Karo/Kadep yang terkait. 6. Direksi PT PG membentuk Pelaksana Program Bina Lingkungan dengan Surat Keputusan No. Anggaran dan Realisasi Program Kemitraan dan Bina Lingkungan 1) Program Kemitraan Program Kemitraan yang telah dilakukan oleh BPPIK PT PG adalah pembinaan dibidang permodalan dan hibah yang terdiri dari teknik produksi. Hasil Audit Pengelolaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Audit atas pengelolaan dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) PT PG untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 dapat dikemukakan sebagai berikut: a.04.d. Pengelola Lingkungan Industri Kecil (LIK) Gresik. pemasaran dan manajerial. PT Gresik Cipta Sejahtera (PT GCS) 3. Perbandingan antara realisasi penerimaan dan pengeluaran tahun 2004 dengan anggarannya serta terhadap realisasi tahun sebelumnya adalah sebagai berikut: 8 BPK-RI/AUDITAMA V .02/30/SK/2002 tanggal 15 Mei 2002 tentang Susunan dan Tugas Pelaksana Program Bina Lingkungan PT Petrokimia Gresik. Anggota : 1.097/05/TU. Karo/Kadep yang terkait 2.

378.590.242.118.606.000 208.300.000 6. Saldo Awal 2.370.026.408. Penerimaan alokasi laba tahun 2003 b.397.35 78.000 4.00 tersebut merupakan 154.000. Lain-lain Jumlah dana yang tersedia 1.72 134.10% dari realisasi tahun 2003 sebesar Rp4.196 932.27 67.560 1.024.087.30 125.068.39 116.119.117 491.821.599.133.240.79 129.122.78 151.000.660 450.590.990.000.000 3.941.00 atau 173.00 telah direalisasi dalam bentuk pinjaman dan hibah sebesar Rp6.000 401. Penggunaan dana : 1.03 159.000 4.54 69.282.000.96 276.244.740. Tingginya realisasi penyaluran tersebut disebabkan ketersediaan dana dari tingkat pengembalian pinjaman yang cukup tinggi dan naiknya realisasi sumber dana dari pembagian laba sebesar Rp1.008. Realisasi penggunaan dana Rp6.526.000. Biaya Operasional Jumlah Penggunaan Dana 3.590.789. Hibah kepada Mitra Binaan 3.000.240.60 174.630 105.832 275.370 217.994.900.00 atau 95.651.125.626 14.617.071.27 63.470 189.634 0 4.770 39.00 Realisasi pembinaan dalam bentuk bantuan pinjaman modal diberikan kepada 174 Mitra Binaan sebesar Rp5.090.90%.97 152.000 616.993.860 173.400 6.00.050 20.48% dari Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Program Kemitraan tahun 2004 sebesar Rp3.196 4.203.338.400.97 168.630.295.35% dari anggaran sebesar Rp3.841.000.22 11.667 343.633 338.120.703.120.191.00.026.000 4. Berdasarkan dana yang tersedia pada tahun 2004 sebesar Rp6.00 atau 133.980 19. Dana yang tersedia : 1. Pinjaman Modal kerja/investasi 2.46 C.090 124.353.295.98 104.990 2.75 2.000.623 22.000 14.470 5.69 131.(Rupiah) REALISASI No Uraian RKA Tahun 2004 (2) Tahun 2003 (3) Tahun 2004 (4) Perbandingan (%) (1) (5)=(4/2) (6)=(4/3) A.000 780.658.370.008.00 yang sebelumnya dianggarkan sebesar Rp1.401.090 343. 9 BPK-RI/AUDITAMA V . Saldo Realisasi Program Kemitraan dilaksanakan dalam bentuk pemberian pinjaman modal kerja/investasi serta bantuan hibah yang dimaksudkan untuk membantu meningkatkan dan mengembangkan kegiatan usaha kecil dan koperasi.65 137.108.703. Penerimaan jasa giro/bunga deposito e.024.000.282.078.000. Sumber dana : a.96 B.874 438.948.77 181. Penerimaan bunga pinjaman d.408.11 153.230 4. Penerimaan angsuran pinjaman c.658.590.087.

900 52.370. SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan.00.000. konsultasi bisnis.000.00 80.000. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan dan Surat Edaran Menteri BUMN No.Realisasi hibah untuk mitra binaan dalam bentuk pameran dan promosi.000.000 150.00 atau 168.370 Persentase 168.200 644.000.900. forum temu bisnis.000.000 121.000 Realisasi 422.068.950 616.320 19.000.000. partisipasi dalam kegiatan koordinasi BUMN serta untuk sarana dan prasarana LIK adalah sebesar Rp616.068.26 0.062. Perbandingan antara realisasi penerimaan dan pengeluaran tahun 2004 dengan anggarannya serta terhadap realisasi tahun sebelumnya adalah sebagai berikut: 10 BPK-RI/AUDITAMA V .99% dari anggaran sebesar Rp250.50 19.98% dari anggarannya sebesar Rp780.00. Sedangkan untuk kegiatan lain yaitu konsultasi bisnis. 2) Bina Lingkungan Pengelolaan Program Bina Lingkungan telah dilaksanakan dengan memberikan bantuan kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan kepedulian terhadap pembinaan masyarakat terutama di sekitar lokasi perusahaan.00 dengan rincian sebagai berikut: Bidang Pameran dan promosi Konsultasi bisnis Forum temu bisnis Partisipasi dalam kegiatan koord BUMN Sarana dan prasaran LIK Jumlah Anggaran 250.000.465.000 130.895.50% dari anggaran sebesar Rp130.465. bahkan untuk kegiatan forum temu bisnis hanya mencapai Rp644.98 Dari sejumlah kegiatan pemberian hibah untuk mitra binaan tahun 2004 hanya kegiatan pameran dan promosi yang melebihi anggaran yaitu sebesar Rp422.71 78.000 100. Dalam pelaksanaannya PT PG mengacu Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No.99 35. partisipasi dalam kegiatan koordinasi BUMN serta untuk sarana dan prasarana LIK masih dibawah anggarannya.000.00 atau 78.000.00 atau 0. forum temu bisnis.000.000 780.000.320.000 150.

000.030.00.026.556.319.900 540.180.000 Realisasi 59.978.44 46.000) 2.814. Realisasi pelaksanan program bina lingkungan tahun 2004 sebesar Rp1.63 211.574.614.000.000. Sumber dana : Saldo awal Penerimaan alokasi laba tahun 2003 Bunga deposito/tabungan/jasa giro Dana belum dialokasi Jumlah dana tersedia 1.433.295.000 0 1.958.420 194.2.353.562 1.000.65 168. Penggunaan Dana Pelaksanaan Program Bina Lingkungan 1.782.433.500.91 15.000 339. Tingginya realisasi penyaluran bantuan tersebut disebabkan ketersediaan dana dari naiknya realisasi sumber dana dari pembagian laba sebesar Rp2.000 200.14 64.782 % 119.13 1.09 256.182 13.486.06 46.030.94 211.600 1.03 233.850 129.949.000 12.(Rupiah) RKA No Keterangan (1) Realisasi Tahun 2003 (3) Th 2004 (2) Tahun 2004 (4) Perbandingan (%) (5)=(4/2) (6)=(4/3) A.50 190.000. biaya pembangunan prasarana dan sarana umum.14 163.000 30.319.250 231.242.500.000 1.600 1.13 Realisasi penyaluran bantuan untuk bina lingkungan tahun 2004 untuk semua kegiatan diatas anggarannya.157.294.026.542.808.911.000 Biaya operasional Jumlah penggunaan dana Saldo per 31 Desember 2004 30.042.00 atau 190.958.600 932.000.888 148.726.31 169.000 12.250 1.632 13.40 227.000.050 484.15 202.00 dengan rincian sebagai berikut: Bidang Bantuan bencana alam Bantuan pendidikan masyarakat sekitar Bantuan pengembangan prasarana dan sarana umum Bantuan sarana ibadah Bantuan peningkatan kesehatan Biaya operasional Jumlah Anggaran 50.260 1.944.94 1.000.888 1.150 454.10 1.450 404.306.000 1.958.319.000 211. 11 BPK-RI/AUDITAMA V .75 168.28 143.156.000.000 1.50 190. bantuan sarana ibadah dan bantuan peningkatan kesehatan.00 yang sebelumnya dianggarkan sebesar Rp1.562 2.949.000.153.218.295.180.663.145.500.782 243.000.30 59.000.030.13% dari anggaran sebesar Rp1.000 200.000 1.990.780.726.202 940.806.000.370.175.000.175.640 (129.990 650.201.55 PT PG telah mengupayakan agar bantuan bina lingkungan yang diberikan dalam bentuk fisik dapat bermanfaat bagi masyarakat di sekitar lingkungan perusahaan yaitu bantuan bencana alam.000 7.450 148. bantuan pendidikan masyarakat sekitar.

PT PG telah menyusun program kerja kemitraan 2004 seperti yang tertuang dalam RKA PKBL tahun 2004. Kegiatan pemantauan terhadap mitra binaan secara terus-menerus sangat penting guna memperoleh informasi mengenai perkembangan mitra binaan dan meningkatkan tingkat pengembalian pinjaman. Berdasarkan RKA PKBL tahun 2004. demikian juga mengenai bantuan kepada masyarakat lingkungan sekitar perusahaan. Efektivitas kegiatan manajerial bagian PKBL PT PG 1) Perencanaan Dalam tahun 2004. PT PG juga mengadakan kerjasama dengan PT Gresik Cipta Sejahtera (PT GCS) dalam hal pembinaan usaha kecil yang meliputi peningkatan kemampuan manajerial. peningkatan kemampuan pemasaran. Dalam melaksanakan pemantauan terhadap mitra binaan.b. peningkatan kemampuan ketrampilan teknik produksi. Selain itu.000. 2) Koordinasi Dalam penyaluran bantuan baik untuk kemitraan maupun untuk bina lingkungan telah dilaksanakan koordinasi secara internal pada pelaksana BPPIK dan semua unit yang terkait dengan PKBL.108. RKA tersebut digunakan sebagai acuan pengelolaan kegiatan PKBL. Sedangkan rencana alokasi dana bina lingkungan sebesar Rp1. jumlah mitra yang akan dibina sebanyak 200 mitra dengan rencana alokasi sebesar Rp4.00.000. 3) Pemantauan Jumlah mitra binaan tahun 2004 sebanyak 174 mitra binaan. jumlah tersebut turun apabila dibandingkan dengan jumlah mitra binaan tahun 2003 sebanyak 202 mitra binaan.00. 12 BPK-RI/AUDITAMA V . peningkatan kemampuan modal kerja. 4) Pengadministrasian Pengadministrasian terhadap mitra binaan maupun calon mitra binaan telah dilakukan oleh pelaksana BPPIK.030.000. 5) Pelaporan Pelaporan pengelolaan program kemitraan dan bina lingkungan telah dilakukan sesuai dengan ketentuan dari Menteri Negara BUMN.000. BPPIK juga bekerja sama dengan PT GCS.

00 sudah dapat persetujuan RUPS untuk dihapusbukukan pada tahun 2000 sehingga sisa pinjaman menjadi Rp16. Kurang Lancar.564. d. Kinerja program kemitraan dan bina lingkungan 1) Kinerja Program Kemitraan a) Perkembangan mitra binaan Sampai dengan 31 Desember 2004 BPPIK PT PG telah membina mitra binaan sebanyak 174 mitra.895.486.227.00).192.827.828.500.848.364.882.192.00.00 yang dapat dikelompokkan dalam kategori Lancar. Proyek Agro Bisnis (PAB) 13 BPK-RI/AUDITAMA V . Ketaatan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku Untuk tahun 2004.895.564.609.252.00.663. Rp69. pada umumnya PT PG telah melaksanakan Program Kemitraan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku terutama ketentuan mengenai (1) batasan jumlah pembentukan/penyediaan dana Program Kemitraan dan pengalokasiannya dan (2) jenis kegiatan yang diperbolehkan sebagaimana ditetapkan dalam Keputusan Menteri Keuangan RI Nomor 316/KMK. sebesar Rp399.219.971.733. Pinjaman macet sebesar Rp9.016/1994 tanggal 27 Juni 1994 tentang Pedoman Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi Melalui Pemanfaatan Dana dan Bagian Laba BUMN jo Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. Demikian halnya dengan Program Bina Lingkungan yang telah dilaksanakan sesuai dengan Surat Menteri Negara BUMN No.648.252.247. Ragu-ragu dan Macet yang masing-masing sebesar Rp6.00 atau sisa pinjamannya sebesar Rp17.00 (Rp38.557. b) Perkembangan penyaluran pinjaman Realisasi penyaluran pinjaman dan pengembalian dana Program Kemitraan sampai dengan 31 Desember 2004 masing-masing sebesar Rp38. Rp396.00 .648.744.00.403.00 dan Rp9.448. KEP236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan baik untuk pembentukan dana program bina lingkungan dan jenis kegiatan yang diperbolehkan mendapat bantuan.364.00 terdiri dari: − Pinjaman eks.209.Rp21. Dari sisa pinjaman tersebut. yang terdiri dari usaha kecil sebanyak 170 mitra binaan dan koperasi sebanyak 4 mitra binaan.823.S-366/M-MBU/2002 tanggal 6 Mei 2002 tentang Program Bina Lingkungan jo Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No.500. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan.227.00 Rp1.c.971.00 dan Rp21.187.402.

404.439. Tunggakan sebesar Rp1.720.209.440. Sekretaris I.280.0 terdiri dari sisa pinjaman tahun 2000 dan 2001 yang masing-masing sebesar Rp1.J/VII/2004/Reskim tanggal 21 Juli 2004.770.00 yang merupakan angsuran pokok dan bunga masing-masing sebesar Rp13.00. Sekretaris II dan Bendahara Koperasi telah menyatakan berhutang dengan sungguh-sungguh dan sah kepada PT PG.393. Kep-100/MBU/2002 tanggal 04 Juni 2002 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Badan Usaha Milik Negara adalah sebagai berikut: penyaluran pinjaman dan kolektibilitas pengembalian 14 BPK-RI/AUDITAMA V .00.00 dan Rp387.28 tanggal 28 Pebruari 2003 yang dikeluarkan Notaris Lukman Hakim Gusti. SH. Bina Insan Kamil (BIK) − Pinjaman Usaha Kecil/Koperasi lainnya Rp3. Pengurus Koperasi BIK yang diwakili oleh Ketua I.769.260.000. Jumlah angsuran selama tahun 2004 sebesar Rp14.00. Jumlah angsuran selama tahun 2004 sebesar Rp24.428.758. Ketua II.00 dan Rp486. Tunggakan pinjaman Koperasi BIK karena dana yang telah disalurkan kepada Kelompok Tani disalahgunakan oleh Koperasi BIK.061.00 PAB merupakan proyek yang dibentuk manajemen yang salah satu tujuannya adalah pengenalan pupuk Phonska ke petani dengan cara pemberian pinjaman yang sebagian pendanaannya dibiayai dengan dana PUKK. Sesuai dengan Surat Kapolres Gresik No.BP/83. Berdasarkan Akta Notaris No.341.402.− Pinjaman Kop. pihak kepolisian telah mengirimkan Berkas Perkara kepada Kepala Kejaksaan Negeri Gresik.893.00 Rp4.827. Pihak manajemen terus berupaya melakukan penyelesaian sesuai Komitmen Manajemen tanggal 10 Januari 2003 yang ditandatangani oleh Direktur Teknik dan diketahui oleh Direktur Utama PT PG. PT PG juga telah melaporkan kasus ini ke Polres Gresik pada tanggal 17 November 2003. c) Efektivitas pinjaman Kinerja Program Kemitraan dalam efektifitas penyaluran pinjaman dan tingkat kolektibilitas pengembalian pinjaman sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Negara BUMN No.425.380.000.

895.609.00 (2) Tingkat kolektibilitas penyaluran pinjaman adalah sebagai berikut: Rata-rata tertimbang kolektibilitas pinjaman PT PG: 15 BPK-RI/AUDITAMA V .733.27 100.282.658.448 69.00 x 100% 6.630.663 9.557 Prosentase 39.564 16.96 0.882 396.00 = X 100% 95.403.008. untuk menghitung tingkat kolektibilitas pinjaman Program Kemitraan PT PG sebagai berikut: (1) Analisis kolektibilitas pinjaman Uraian Lancar Kurang lancar Ragu-ragu Macet Jumlah Jumlah Pinjaman 6.42 2.Indikator 1.486. Efektifitas Penyaluran 2.370.648.024.90% Tabel daftar penilaian tingkat penyerapan dana Program Kemitraan Penyerapan (%) > 90 85 s/d 90 80 s/d 85 Skor 3 2 1 < 80 0 Tingkat Kolektibilitas Pengembalian Pinjaman Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Negara BUMN No.848.823. Kep- 100/MBU/2002 tanggal 04 Juni 2002 dan contoh perhitungan yang diberikan dalam Surat tersebut. Tingkat kolektibilitas pengembalian pinjaman Total Skor 3 2 5 Efektifitas Penyaluran Dana Jumlah dana yang disalurkan Jumlah dana yang tersedia 6.35 57.

557.00 25% x Macet 0% x 9.201.614.911.958.00 Rp 52.823.00 digunakan untuk bantuan kepada masyarakat di lingkungan perusahaan.025.025.663.00 x 100% = 40. Dana Program Bina Lingkungan bersumber dari: 1) Penyisihan laba setelah pajak maksimal sebesar 1 % (satu persen) 16 BPK-RI/AUDITAMA V .893.00 396.486.448.00 Rata-rata tertimbang kolektibilitas pinjaman Tingkat kolektibilitas pinjaman: Rata-rata tertimbang kolektibilitas pinjaman PK Jumlah seluruh pinjaman 6.448.848.00 X 100% Tabel daftar penilaian tingkat pengembalian dana Program Kemitraan Tingkat Pengembalian (%) Skor > 70 3 40 s/d 70 2 10 s/d 40 1 < 10 0 2) Kinerja Program Bina Lingkungan Selama tahun 2004 realisasi penyaluran dana program bina lingkungan sebesar Rp1.648.893. jika ada. Realisasi tersebut mencapai 88.95% dari dana yang tersedia sebesar Rp2.782.00.564. bunga deposito dan atau jasa giro dari dana Program kemitraan setelah dikurangi beban operasional 3) Pelimpahan dana Program Kemitraan dari BUMN lain.733.202.75 Rp 0.Lancar Kurang Lancar Ragu-ragu 100% x 6. b.403. Sumber dan Penggunaan Dana Berdasarkan Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan Badan Usaha Milik Negara dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan melalui Pemanfaatan dana dari bagian laba BUMN.00 75% x 69.367.403.884.882.121.609. 7. Dana Program Kemitraan yaitu: 1) Penyisihan laba setelah pajak sebesar 1 % (satu persen) sampai dengan 3 % (tiga persen) 2) Hasil bunga pinjaman.50 Rp 99.00 16. dana yang dipergunakan untuk pembinaan berasal dari: a.319.665.884.00 Rp 6.895.86% = = = = = Rp 6.733.

113.668.364.2) Hasil bunga deposito dan atau jasa giro dari dana Program Bina Lingkungan.679. Biaya Operasional Jumlah Bina Lingkungan 1.949.304.686 39.000 20.971 4.691.323.660.268 320.764 1.377. Penggunaan Dana: Program Kemitraan 1.500.323. Penyaluran pinjaman 2.166.966.171 44.323.294.227 1.192.401. 4.710.695.000 21.523.725.377.810 554.686. Hibah Program Kemitraan 3. 5. 20.00 dan penggunaan dana sebesar Rp48.627. Program Sumber Dana: Program Kemitraan Alokasi laba bersih Pengembalian pinjaman Bunga pinjaman Pendapatan bunga bank/jasa giro Penerimaan lain-lain Jumlah Bina Lingkungan Alokasi laba bersih Penerimaan lain-lain Jumlah Jumlah Sumber Dana Jumlah 1. 2.881 44.706.490 48.696.280 17 BPK-RI/AUDITAMA V .904. 2.00 dengan rincian sebagai berikut: (Rupiah) No.490 3. Biaya operasional Jumlah Jumlah Penggunaan Dana Sisa dana per 31 Desember 2004 Sisa dana Program Kemitraan Sisa dana Program Bina Lingkungan Jumlah Sisa Dana per 31 Desember 2004 38.209.223.947.600 3.966 1. Hasil bunga yang berasal dari penempatan dana pembinaan yang belum tersalurkan.660.094.386.627.470 15.671.252.476 3.929. Penyaluran 2.461.616 3.070 48.075.420 282. Sumber dan penggunaan dana PKBL secara akumulasi sampai dengan 31 Desember 2004 yaitu sumber dana sebesar Rp48.860 243.598. 3.

874.00 Merupakan pendapatan bunga bank/jasa giro akumulasi sampai dengan 2003 sebesar Rp306.00 21. Bunga pinjaman Rp1.252.642.119.909.364. Penerimaan lain-lain dan tahun 2004 sebesar Rp450.000.816.171. 2.810.00 d.268.000.386.150.Penjelasan Pos-pos Sumber Dana 1.245. Pengembalian pinjaman Jumlah Rp19.626.00.166.386.203.941.00 dan tahun 2004 sebesar Rp438.171. Pendapatan bunga bank/jasa giro Rp320.000.240.113.252. Bina Lingkungan a.929.904. Jumlah tersebut merupakan akumulasi sampai 31 Desember 2004 Hasil Pengembalian Akumulasi Sampai dengan tahun.353.364.422.523.000.00 Merupakan penerimaan lain-lain sampai dengan 2003 sebesar Rp554. Sumber dana Bina Lingkungan dari bagian laba bersih Rp3.854.796.Pengembalian pinjaman 16. Sumber dana Program Kemitraan dari bagian laba bersih Rp20.904.00 Merupakan pendapatan bunga pinjaman akumulasi sampai dengan 2003 sebesar Rp1.00 Rp21.047.00 c.227.00 e.00 Jumlah dana program PK dari bagian laba tersebut adalah dana Program Kemitraan akumulasi alokasi dana sampai dengan 31 Desember 2004 dengan rincian sebagai berikut: Tahun Pengalokasian Bagian laba bersih s/d 2002 Bagian laba bersih tahun 2003 Jumlah b.00 4.397.00 Jumlah dana Bina Lingkungan dari bagian laba tersebut adalah dana Bina Lingkungan akumulasi alokasi dana sampai dengan 31 Desember 2004 dengan rincian sebagai berikut: Rp554.00 dan tahun 2004 sebesar Rp14.087.227.00 18 BPK-RI/AUDITAMA V .695.660. 2003 Tahun 2004 Total .590.00 Rp 1.00 Sumber dana pengembalian pinjaman dan bunga merupakan dana dari cicilan mitra binaan.000.00 Rp20.679. Program Kemitraan a.

971.523.602. Bina Lingkungan a.d 2003 Hibah tahun 2004 Jumlah c.746.607.00.500.764.394.668. Penyaluran pinjaman dengan rincian sebagai berikut: Jumlah Rp1. Biaya Operasional sebesar Rp1.408.00 Rp3.00 dan penyaluran tahun 2004 sebesar Rp1.075.640. Penerimaan lain-lain dan tahun 2004 sebesar Rp7.971.948.881.400.00 Rp20.764.00.481.192. Hibah Program Kemitraan Jumlah Rp33.Tahun Pengalokasian Bagian laba bersih s/d 2002 Bagian laba bersih tahun 2003 Jumlah b.000.370.288.192.574.00 Rp4.000. Program Kemitraan a.839. pemasaran dan manajerial dengan rincian sebagai berikut : Hibah tahun s.d 2003 Rp217.944.068.500.00 Penyaluran tersebut merupakan akumulasi dana yang sudah disalurkan untuk program bina lingkungan s.971.091.929.370.209.590.513.00 Rp 5. Penjelasan Pos-pos Penggunaan Dana 1.223.00 Rp1.d 2003 sebesar Rp1.000.180.175.000.470.182.00 4.691.850.490.600.461.00 Rp38.668.00 Jumlah tersebut merupakan akumulasi penyaluran pinjaman kepada mitra binaan Tahun Penyaluran Penyaluran tahun s/d 2003 Penyaluran tahun 2004 Jumlah b.343.00 616.00 Rp38.754.00 Hibah Program Kemitraan merupakan akumulasi penyaluran untuk kegiatan pendidikan dan pelatihan mencakup bidang teknik produksi.00 Merupakan penerimaan lain-lain sampai dengan 2003 sebesar Rp12.729.00 dan biaya Rp Rp Rp 3. Penyaluran Rp3.00 operasional tahun 2004 sebesar Biaya operasional tersebut merupakan akumulasi biaya operasional s. 2.00 Rp2.223.00 19 BPK-RI/AUDITAMA V .500.947.

Untuk mendukung pelaksanakan program pembinaan usaha kecil dan koperasi. 8.d 2003 sebesar Rp1.145. Susunan kepengurusan BPPIK PT PG sesuai dengan pasal 1 SK Direksi tersebut sebagai berikut: 1) Penasehat 2) Dewan Pembina Ketua Wakil Ketua 1 Wakil Ketua 2 3) Pelaksana Ketua Sekretaris Bendahara : Kepala Biro Pengembangan Usaha : Kepala Bagian Pengembangan UKK : Kepala Biro Keuangan : Direktur Teknik : Kepala Kompartemen Pengembangan : Kepala Kompartemen Administrasi Keuangan : Direksi PT PG 20 BPK-RI/AUDITAMA V .00 Biaya operasional tersebut merupakan akumulasi biaya operasional untuk bina lingkungan s.016/1994 tanggal 27 Juni 1994 yang telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No.949. perlu ditingkatkan partisipasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk memberdayakan dan mengembangkan kondisi ekonomi.205/07/HU.600. Direksi PT Petrokimia Gresik (PT PG) membentuk Badan Pembinaan dan Pengembangan Industri Kecil (BPPIK) dengan SK No.000.c.094. kondisi sosial masyarakat dan lingkungan sekitarnya.03. melalui program kemitraan BUMN dengan usaha kecil dan program bina lingkungan.600.00. Pelaksanaan program kemitraan BUMN dengan usaha kecil dan koperasi diatur dalam Keputusan Menteri Keuangan Nomor 316/KMK. kesempatan berusaha dan pemberdayaan masyarakat. PT Petrokimia Gresik Belum Membentuk Unit Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Yang Mandiri Dalam rangka mendorong kegiatan dan pertumbuhan ekonomi kerakyatan serta terciptanya pemerataan pembangunan melalui perluasan lapangan kerja. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan (PKBL).03/31/SK/2003 tanggal 22 Juli 2003 tentang Susunan dan Tugas BPPIK. Hal-Hal Yang Perlu Mendapat Perhatian a. Biaya Operasional Rp15.00 dan biaya operasional tahun 2004 sebesar Rp13.

Kegiatan-kegiatan Bagian Pengembangan UKK antara lain mengevaluasi proposal pinjaman. 2 dan 3 adalah melakukan pembinaan dan pengembangan industri kecil dalam bentuk bantuan yang menyangkut aspek teknis dan manajemen yang meliputi: 1) Peningkatan kemampuan manajerial 2) Peningkatan kemampuan dalam ketrampilan teknis produksi 3) Peningkatan kemampuan modal kerja 4) Peningkatan kemampuan pemasaran dan bantuan pemasaran 5) Bantuan penggunaan teknologi terapan 6) Pemberian pinjaman untuk mendapatkan kredit perbankan SK Direksi tentang BPPIK hanya mengatur tentang pelaksanaan program kemitraan.02/30/SK/2002 tanggal 15 Mei 2002 tentang Susunan dan Tugas Pelaksanaan Program Bina Lingkungan. memonitor pinjaman.q.097/05/TU. Dasar pelaksanaan bina lingkungan diatur dalam SK Direksi yang berbeda yaitu SK No. Susunan Pelaksana Program Bina Lingkungan sebagai berikut: 1) Ketua 2) Sekretaris 3) Bendahara 5) Anggota Keuangan.04. Pelaksana utama kegiatan program kemitraan adalah Bagian Pengembangan Usaha Kecil dan Koperasi (UKK) yaitu salah satu Bagian dibawah Biro Pengembangan Usaha. melakukan survai lapangan. tugas dan tanggung jawab BPPIK menurut pasal 1. melakukan penagihan dan membuat laporan program kemitraan serta mengkompilasi laporan program kemitraan dengan laporan program bina lingkungan yang dibuat Biro : Sekretaris Perusahaan : Kepala Biro Humas : Kepala Biro Keuangan : Kepala Biro/Departemen Terkait 4) Pencatat Pembukuan : Kepala Biro Akuntansi Pelaksana Program Bina Lingkungan bertanggungjawab kepada Direksi c.Pencatat Pembukuan : Kepala Biro Akuntansi 4) Anggota Anggota 1 Anggota 2 Anggota 3 : Kepala Departemen/Biro secara fungsional terkait : PT Gresik Cipta Sejahtera : Pengelola Lingkungan Industri Kecil Gresik Secara garis besar. Direktur 21 BPK-RI/AUDITAMA V .

Sedangkan pasal 1 ayat 6 menyatakan unit PKBL adalah unit organisasi khusus yang mengelola PKBL yang merupakan bagian dari organisasi BUMN Pembina serta bertanggungjawab langsung kepada Direksi BUMN Pembina. 22 BPK-RI/AUDITAMA V .d. Pembentukan unit khusus PKBL ditegaskan lagi dalam Surat Edaran Menteri BUMN Nomor SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan. Pasal 5 butir (a) Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. 2) Unit PKBL bertanggungjawab langsung kepada salah satu anggota Direksi yang ditetapkan dalam rapat Direksi. KEP236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 menyatakan BUMN Pembina berkewajiban membentuk unit Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan (PKBL).03/31/SK/2003 tanggal 22 Juli 2003 dan Nomor 097/05/TU. Biro Humas juga mengelola anggaran dana pembinaan wilayah yang merupakan beban perusahaan.03. Selain mengelola dana program bina lingkungan. Sedangkan pelaksanaan program bina lingkungan mulai dari penerimaan proposal s. pengelolaan dana PKBL PT Petrokimia Gresik juga melibatkan Biro Keuangan sebagai Bendahara dan Biro Akuntansi sebagai pencatat pembukuan.04. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 dan Surat Edaran Menteri BUMN Nomor SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003.Humas menjadi laporan PKBL.02/ 30/SK/2002 tanggal 15 Mei 2002 belum sepenuhnya sesuai dengan Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. Selain itu. dibentuk unit tersendiri yang khusus melaksanakan Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan (selanjutnya disebut Unit PKBL) dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari organisasi perusahaan secara keseluruhan. pemberian bantuan dan pembuatan laporan dilakukan oleh Biro Humas. Direksi PT PG seharusnya membentuk unit khusus yang melaksanakan Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan. Pengelolaan PKBL PT PG seperti diatur dalam SK Direksi Nomor 205/07/HU. Bagian I tentang Pembentukan Unit Khusus antara lain menyatakan: 1) Agar tujuan pelaksanaan PKBL dapat tercapai.

PT Petrokimia Gresik (PT PG) memberikan pinjaman modal kerja sebesar Rp175. 009. Hal tersebut disebabkan Direksi PT PG kurang mematuhi ketentuan dalam Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No.000. Direksi PT PG menetapkan pengelolaan program Bina Lingkungan oleh Biro Humas dengan pertimbangan Biro Humas juga bertanggungjawab atas kegiatan pengembangan masyarakat (community development) yang selaras dengan program Bina Lingkungan.06/GCS. Terdapat pinjaman macet sebesar Rp220.00 yang proses penagihannya memerlukan usaha khusus.800. b.800. Agar pengelolaan kegiatan PKBL lebih efektif maka selanjutnya akan dibentuk unit pengelola PKBL.00 kepada Yayasan Bina Masyarakat Insan Utama di Jakarta. 007. Penerima pinjaman tersebut adalah Yayasan Bina Masyarakat Insan Utama dan M.000.Pengelolaan PKBL yang melibatkan beberapa unit setingkat Bagian.00. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 dan Surat Edaran Menteri BUMN Nomor SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003. BPK RI menyarankan agar Direksi PT PG segera membentuk unit khusus PKBL yang mandiri.04. Penjelasan lebih lanjut tentang kedua penerima pinjaman tersebut sebagai berikut: a. Pinjaman modal kerja tersebut digunakan untuk usaha 23 BPK-RI/AUDITAMA V .00 dan Rp45. Yayasan Bina Masyarakat Insan Utama Pada tanggal 26 Pebruari 2001.000. Program Kemitraan dikelola oleh Bagian UKK Biro Pengembangan usaha sedangkan Program Bina Lingkungan dikelola oleh Bagian Informasi dan Komunikasi Biro Pengembangan. Biro/Departemen dan Kompartemen mengakibatkan meningkatnya jenjang birokrasi dan diperlukannya koordinasi lebih intensif antara unit-unit yang terkait.000.00 yang memerlukan usaha khusus dalam penagihannya Dari hasil pemeriksaan phisik di lapangan yang dilakukan dari tanggal 27 sampai 31 Desember 2004 ditemukan pinjaman macet sebesar Rp 220.000. 011 dan 013/02/TU. PT PG menjelaskan pengelolaan PKBL memang dilakukan oleh dua unit setingkat Biro yang terpisah. Pemberian pinjaman tersebut diikat dengan Surat Perjanjian 005.800. Anis dengan jumlah tunggakan masing-masing sebesar Rp175.06/DR/2001 tanggal 26 Pebruari 2001.000.000.

Ikhsan Abdullah.000. Kabupaten Cirebon. Penerima pinjaman tersebut adalah Abdurrakhman Kama yang bertempat tinggal di Desa Jagapura Wetan. M. Alamat tersebut sekarang digunakan untuk usaha salon kecantikan yang dikelola oleh orang yang tidak ada hubungannya dengan Yayasan tersebut. Sulaeman) yang beralamat di Jalan Utan Panjang III nomor 15 dan 15A./ menantu H. 24 BPK-RI/AUDITAMA V . Alamat Yayasan di Jalan Cempaka Putih Raya 26 Jakarta sudah tidak ada lagi.00. Kecamatan Gegesik. Sampai dengan 31 Desember 2004.000. Anis hanya mengangsur sebanyak dua kali angsuran sehingga sisa pokok pinjaman masih sebesar Rp45. Berdasarkan Surat Perjanjian No.06/31/SP/2002 tanggal 9 September 2002. Sulaeman) dan Sekretaris Yayasan (H. Dari pemeriksaan phisik di lapangan diketahui hanya satu dari lima tempat usaha peternakan ayam yang disebutkan dalam Surat Perjanjian menerima pinjaman sebesar Rp35. Anis. Nomor telepon yang selama ini dicantumkan sebagai nomor telepon Yayasan adalah nomor telepon rumah pribadi Ketua Yayasan (H. usaha tersebut masih berjalan.000.peternakan ayam di tiga tempat di kabupaten Kuningan dan dua tempat di Cirebon dengan jumlah pinjaman masing-masing tempat sebesar Rp35.H.535/09/TU. Sampai saat dilakukan pemeriksaan. S.000. Pinjaman tersebut seharusnya diangsur setiap bulan mulai tanggal 1 April 2002 dan akan lunas pada tanggal 1 Maret 2005. Pinjaman tersebut digunakan untuk usaha peternakan ayam sebagaimana disebutkan dalam proposal.000.04. M.000. PT PG sepakat memberikan bantuan modal kerja usaha penerbitan dan percetakan yang dipimpim oleh M Anis sebesar Rp50.00.000. b. Sampai dengan 31 Desember 2004.00.800. Seharusnya mitra binaan mengangsur pinjaman secara tepat waktu sesuai kesepakatan dalam Surat Perjanjian. Yayasan Bina Masyarakat Insan Utama tidak pernah melakukan pembayaran angsuran. Sedangkan empat peternakan ayam lainnya tidak ditemukan tempatnya.00. Pinjaman tersebut seharusnya diangsur setiap bulan mulai tanggal 1 Oktober 2001 dan lunas pada tanggal 1 September 2003.

800. BPK RI menyarankan agar Bagian UKK PT PG melakukan penagihan dengan cara mendatangi langsung maupun dalam bentuk surat dan memberi peringatan tertulis kepada Ketua dan Sekretaris Yayasan Bina Masyarakat Insan Utama dan kepada M.06/31/SP/2003 tanggal 1 April 2003 tentang Pembinaan dan Pengembangan Usaha Kecil dan Koperasi. Kerjasama tersebut diikat dengan Surat Perjanjian antara PT Petrokimia Gresik dengan PT GCS No. Sesuai dengan Surat Perjanjian seharusnya yang berhak melakukan penagihan ke mitra binaan adalah PT GCS. 25 BPK-RI/AUDITAMA V .04.0297/04/TU. Pelaksanaan tugas antara bagian UKK PT Petrokimia Gresik dan PT Gresik Cipta Sejahtera belum sepenuhnya sesuai dengan Surat Perjanjian yang berlaku. c.Hal tersebut mengakibatkan PT PG tidak dapat menggunakan dana pinjaman sebesar Rp220. Anis. Untuk menaikkan tingkat pengembalian pinjaman dari mitra binaan. Tindakan Bagian UKK melakukan penagihan kepada mitra binaan secara langsung melanggar perjanjian yang telah disepakati dan mengakibatkan tumpang tindih penagihan dengan petugas PT GCS.000. PT PG melakukan kerjasama dengan PT Gresik Cipta Sejahtera (PT GCS). PT PG menjelaskan akan melakukan penagihan lebih intensif sesuai program kegiatan penagihan atas seluruh pinjaman khususnya terhadap pinjaman macet. PT PG menjelaskan kegiatan penagihan dalam rangka pengawasan untuk tercapainya tujuan pembinaan dan pengembangan usaha kecil merupakan salah satu hak PT PG dan tidak bertentangan dengan perjanjian. Pasal 1 ayat 3 butir b perjanjian tersebut antara lain menyatakan yang berkewajiban melakukan penagihan adalah PT GCS. Hal tersebut disebabkan Bagian UKK berkeinginan untuk menaikkan tingkat pengembalian pinjaman. selama ini Bagian UKK masih melaksanakan tugas penagihan kepada mitra binaan. Dalam melakukan Pembinaan dan Pengembangan Usaha Kecil dan Koperasi. Hal tersebut disebabkan Bagian UKK PT PG kurang melakukan penagihan secara intensif.00 untuk mitra binaan lainnya.

dana program BL adalah dana Pemerintah untuk masyarakat yang pengelolaannya diserahkan kepada BUMN yang bersangkutan. Selain mengelola dana program BL.KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 menyatakan bahwa BUMN wajib melaksanakan Program Bina Lingkungan (BL). Manajemen PT PG juga menetapkan PR-28-1045 tanggal 12 Pebruari 2004 tentang Prosedur Pelaksanaan Program Bina Lingkungan. Untuk mendukung pelaksanakan program BL.02/30/SK/2002 tanggal 15 Mei 2002 tentang Susunan dan Tugas Pelaksanaan Program Bina Lingkungan. Pelaksanaan Pemberian Bantuan Program Bina Lingkungan Belum Sepenuhnya Sesuai Dengan Ketentuan SK Menteri BUMN No. Direktur 26 BPK-RI/AUDITAMA V . unit pelaksana program BL adalah Biro Humas. Dengan demikian. S-366/M-MBU/2002 tanggal 6 Mei 2002 dan Keputusan Menteri BUMN No.04. Berdasarkan SK Direksi tersebut.097/05/TU. d. Program BL adalah program memperdayaan kondisi sosial masyarakat oleh BUMN di wilayah usaha BUMN tersebut melalui pemanfaatan dana dari bagian laba BUMN. : Sekretaris Perusahaan : Kepala Biro Humas : Kepala Biro Keuangan : Kepala Biro/Departemen Terkait Pencatat Pembukuan : Kepala Biro Akuntansi Pelaksana Program Bina Lingkungan bertanggungjawab kepada Direksi c. Selain itu. Biro Humas juga mengelola anggaran dana pembinaan wilayah yang merupakan beban perusahaan. Susunan Pelaksana Program Bina Lingkungan sebagai berikut: Ketua Sekretaris Bendahara Anggota Keuangan.q.BPK RI menyarankan agar Direksi PT PG menyempurnakan klausul dalam Surat Perjanjian yang telah dibuat dengan PT GCS khususnya pasal 1 ayat 3 butir b tentang tugas penagihan. Direksi PT PG menetapkan SK Direksi No.

bantuan pendidikan dan atau pelatihan.Dari hasil pemeriksaan terhadap pengelolaan dana program BL tahun buku 2004 diketahui hal-hal berikut: 1) Penyaluran dana BL dilakukan dengan 2 (dua) cara yaitu sentralisasi dan desentralisasi. 27 BPK-RI/AUDITAMA V .00.195. Prosedur Pelaksanaan Program BL antara lain menyatakan Biro Humas mengevaluasi proposal yang masuk dan menimbang bobot relevansinya atas penggunaan dana BL. bingkisan perangkat desa sebesar Rp8.000. bulan November 2004 secara uji petik ditemukan pengeluaran sebesar Rp225.070. Berdasarkan penelusuran terhadap dokumen penyaluran dana program BL tidak ditemukan satu dokumen pun tentang evaluasi proposal atau survei lapangan untuk menentukan jumlah pemberian dana BL. penyaluran dana program BL dilakukan daerah yang membutuhkan dana BL.000.00 dan silaturahmi alim ulama sebesar Rp33.d. Dari penelusuran dokumen pemberian dana BL s.250.00. Sentralisasi adalah pelaksanaan kegiatan BL diselenggarakan di PT PG dengan mengundang masyarakat wilayah Gresik. c) Bantuan sarana ibadah berupa bantuan berkaitan dengan kegiatan haji sebanyak 2 kegiatan senilai Rp46.00. Dalam dipandang perlu Biro Humas bersama dengan Unit Kerja yang terkait dapat melakukan survei dan mengevaluasi kelayakan penyaluran.000.00. buka bersama alim ulama sebesar Rp75.00.00. bantuan pengembangan sarana-prasarana umum dan bantuan sarana ibadah.00 untuk membiayai beberapa kegiatan yang tidak memenuhi kriteria penggunaan dana BL yaitu: a) Bantuan kesehatan berupa bingkisan pasukan kuning (kebersihan) dan sembako untuk masyarakat dalam rangka HUT PT PG masing-masing sebesar Rp48. b) Bantuan pengembangan sarana-prasarana umum berupa pemberian bantuan peringatan HUT RI ke 59 sebanyak 24 kegiatan senilai Rp31. Sedangkan desentralisasi.050.000.145. Tujuan cara ini adalah agar penyaluran dana BL dapat dilakukan secara merata.000. 3) Obyek BL dapat dikelompokkan menjadi 5 (lima) yaitu bantuan bencana alam. d) Bantuan operasional berupa silaturahmi dengan tokoh masyarakat senilai Rp13.000.850. 2) Sebagian besar penyaluran desentralisasi didasarkan pada proposal yang diajukan oleh masyarakat.000. bantuan peningkatan kesehatan.000.00 dan Rp44.000.000.000.730.

BPK RI menyarankan pengelola Program BL PT PG selalu melakukan evaluasi proposal bantuan BL dan berpedoman pada Surat Edaran Menteri BUMN No. pengadaan perlengkapan ibadah dan bantuan dana untuk menunjang pelaksanaan kegiatan-kegiatan keagamaan. Sehubungan dengan pelaksanaan pemberian bantuan masih belum sesuai sasaran dan belum mengikuti ketentuan.145. Hal tersebut disebabkan PT PG belum melakukan survai secara memadai dan kurang selektif dalam menentukan obyek penerima dana Program BL. 28 BPK-RI/AUDITAMA V . Hal tersebut mengakibatkan pemberian bantuan BL sebesar Rp225. 2) Berpedoman pada Surat Edaran Menteri BUMN Nomor SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003 dalam menentukan obyek bantuan dana BL.000.Obyek bina lingkungan sudah diatur dengan jelas dalam Surat Edaran Menteri BUMN Nomor SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan khususnya Bagian II tentang Bina Lingkungan antara lain menyatakan: 1) Bantuan peningkatan kesehatan berupa renovasi balai pengobatan masyarakat dan bantuan untuk kegiatan yang bersifat kesehatan masyarakat. PT PG seharusnya: 1) Melakukan evaluasi untuk menilai kelayakan pemberian bantuan. pembangunan dan rehabilitasi prasarana dan sarana umum serta pembangunan dan atau rehabilitasi panti asuhan dan panti jompo.433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003 dalam menentukan obyek penerima dana BL. PT PG menjelaskan pemberian bantuan BL tersebut di atas dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. maka selanjutnya PT PG akan lebih selektif lagi dalam penggunaan dana program BL.SE.00 kurang tepat sasaran. 2) Bantuan pengembangan prasarana dan sarana umum berupa rehabilitasi prasarana pendidikan. 3) Bantuan sarana ibadah berupa bantuan pembangunan/rehabilitasi rumah ibadah.

PT PG terus mengupayakan penagihannya. BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA 29 BPK-RI/AUDITAMA V .00.02/27/DR/2004 tanggal 9 Agustus 2004. (2) PT GCS melaksanakan kewajiban tidak sepenuhnya sesuai perjanjian dan (3) PT PG kurang melakukan pengawasan terhadap kelompok peternak penggemukan sapi di Bojonegoro.e.2480/08/KU.00. Ketiga temuan tersebut sudah selesai ditindaklanjuti.475. BPK RI menyarankan agar PT PG segera menindaklanjuti temuan yang masih dalam proses penyelesaian.02. terakhir dengan Surat No.575. Tindaklanjut pemeriksaan sebelumnya Dalam pemeriksaan tahun buku 2003 terdapat 3 (tiga) temuan yaitu (1) Pencatatan register proposal kurang lengkap.000. Saldo pinjaman tersebut per 31 Desember 2004 sebesar Rp12.000. Sedangkan untuk pemeriksaan tahun buku 2002 masih terdapat 1 ( satu) temuan yang masih dalam proses tindaklanjut yaitu terdapat uang pembinaan kemitraan usaha tani yang belum dibayarkan kepada petani dan masih berada di distributor pupuk PT Himikarta senilai Rp16.

000.00 Beban monitoring Rp 23.500.000.370.000.087.00 Rp 4.00 Sektor Perdagangan Rp 2. Surplus / Defisit (D-E) G.626.00 Rp 5.00 616.000.00 Sektor Peternakan Rp 688.470.00 Sektor Perkebunan Rp 0.00 Sektor Perikanan Rp 225.671.00 Rp 6. Beban operasional tahun 2004 : Beban survai Rp 40. Sisa dana yang tersedia (A-B) D.948.320.000.00 Jumlah pinjaman Pinjaman khusus : Sektor Industri Rp 0.068.Lampiran 1 PROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN PT PETROKIMIA GRESIK LAPORAN AKTIVITAS PROGRAM KEMITRAAN UNTUK TAHUN BUKU YANG BERAKHIR TANGGAL 31 DESEMBER 2004 A. Saldo akhir dana 31 Desember 2004 (C+F) Rp 343.941. Pendapatan tahun 2004 : Bunga Pinjaman Rp 438.00 Pendapatan lain-lain Rp 450.00 Jumlah pinjaman khusus Hibah : Jumlah penggunaan dana C.000.00 Sektor Pertanian Rp 0.00 Sektor Peternakan Rp 0.000.824.886.829.00 F.00 Jasa Giro Rp 13.00 E.000. Penggunaan dana Pinjaman : Sektor Industri Rp 1.00 Sektor Jasa Rp 220.500.000.00 Rp Rp 234.00 Beban lain-lain Rp 11.000.00 Sektor Pertanian Rp 538.000.00 Beban penagihan Rp 39. Dana yang tersedia Saldo awal dana.203.900.290.00 Rp -195. 1 Januari 2004 Alokasi penyisihan laba tahun 2003 Penerimaan pengembalian pokok pinjaman Jumlah dana yang tersedia B.00 Sektor Perikanan Rp 0.026.00 Rp 5.068.554.500.00 Sektor Lain-lain Rp 407.286.00 Rp Rp 250.423.00 Rp 217.300.340.546.000.397.401.635.400.703.679.658.590.00 .000.658.874.000.00 Rp 452.00 Bunga Deposito Rp 565.370.000.235.00 Sektor Perkebunan Rp 0.00 Beban administrasi Rp 48.024.590.00 Rp 1.00 39.000.00 Beban Rp 53.344.000.000.00 Sektor Perdagangan Rp 0.000.000.00 Sektor Jasa Rp 250.158.000.011.758.860.773.00 Sektor Lain-lain Rp 0.

971.725. penerimaan pengembalian pokok pinj.227.900.00 Sektor Perkebunan Rp 0.000.00 Sektor Perikanan Rp 2.489.252.000.616.947.671.710.00 Hibah : Rp 1.135.504.00 Sektor Perkebunan Rp 0.881.00 Sektor Jasa Rp 1.00 Bunga tabungan Rp 192.500.000.000.00 Jumlah akumulasi sumber dana s.447.00 Jasa Giro Rp 127.00 Sektor Perdagangan Rp 6.323.00 Pinjaman khusus : Sektor Industri Rp 0.000.00 Pendapatan lain-lain Rp 554.410.00 Sektor Lain-lain Rp 0.00 Rp 2. 31 Desember 2004 B.00 Jumlah pinjaman khusus Rp 400.564. s.476.190.000.d.461.00 .00 Sektor Perdagangan Rp 0.000. tahun 2004 Akumulasi penerimaan pendapatan s.386.00 Ak.668.000. Saldo akhir dana 31 Desember 2004 (A-B) Rp 39.00 Rp 4.240. Tahun 2004 : Pinjaman : Sektor Industri Rp 7.192.561.113. 31 Desember 2004 Rp 44.674.100.446. Akumulasi Penyaluran Dana : Akumulasi Penyaluran Dana s.00 Jumlah pinjaman Rp 38.223.695.d.492.d.364. tahun 2004 : Bunga pinjaman Rp 1.525.249.00 Sektor Pertanian Rp 16.00 Sektor Jasa Rp 400.d.00 Sektor Lain-lain Rp 1.268.904.171.d.687.00 Sektor Pertanian Rp 0.00 Beban Operasional : Jumlah akumulasi penyaluran dana s.553.000.00 C.000.975.00 Akumulasi alokasi penyisihan laba s/d tahun 2004 Rp 21.020.00 Sektor Peternakan Rp 2.764.Lampiran 2 PROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN PT PETROKIMIA GRESIK LAPORAN AKUMULASI DANA PROGRAM KEMITRAAN UNTUK TAHUN BUKU YANG BERAKHIR TANGGAL 31 DESEMBER 2004 A.679.00 Sektor Perikanan Rp 0.00 Rp 44.053.401. Akumulasi Sumber Dana : Rp 20.00 Sektor Peternakan Rp 0.000.860.400.

00 250.025. 31 DESEMBER 2004 Rupiah No.000.00 0.687.00 0.000.00 0.00 0.00 254.00 0.d. Bali 5.000.00 0.00 E K T O R Perikanan 2.00 0.403.00 4.000.904.446.047.525.000.000.00 0.564.000.00 0.00 425.00 Pertanian 12.00 0. Jawa Tengah 3.000.00 4.00 1. Nusa Tenggara Barat 6.00 0.000.00 1.564.00 38.240.00 0.765.000.000.000.000.00 Perkebunan 0.000.904.000.000.00 245.240.446.135.00 0.500.240.900.000.000.00 0.00 1.00 0.489.000.900.020.000.00 Lain-lain 1.000.047.00 0.00 0.780.00 0.00 0.00 Peternakan 2.192.00 0.053.00 0.000.00 0.00 0.000.00 0.190.641.228.048. Jawa Barat 4.471.00 0.261. Wilayah Binaan S Industri 7.500.000.000.000.00 16.00 0.00 407.00 0.000.00 0.00 0.447.905.00 175.00 Perdagangan 5.971.00 407.000.00 2.000.00 7.500.088.00 Jasa 1.500.00 2.500.447.00 6.561. Jawa Timur 2.280.00 0.00 0.00 0.00 0.065.Lampiran 3 PROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN PT PETROKIMIA GRESIK PENYALURAN PINJAMAN DANA PROGRAM KEMITRAAN MENURUT WILAYAH DAN SEKTOR USAHA s.00 425. Lain-lain Total pinjaman .00 4.00 Jumlah 32.000.190.00 245.00 0.

00 0.417.00 1.888.484.888.011.00 16.00 Rp Rp 0.011.417.609.00 (381.557.000.00 39.901.00 Cicilan Revolving Rp 21.888.100.00 Rp Rp Rp 16.00 0.888.00 0.Lampiran 4 PROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN PT PETROKIMIA GRESIK NERACA PROGRAM KEMITRAAN PER 31 DESEMBER 2004 AKTIVA Aktiva Lancar Kas Rp Bank Rp Piutang Pinjaman Mitra Binaan Rp Revolving Rp 38.00 Rp 16.401.087.860.181.590.664.243.00 16.252.00 Rp 0.00 0.417.364.00 0.00 .00 0.417.973.784.00 Piutang Net Rp Jumlah Aktiva Lancar Aktiva Tetap Kendaraan Rp Inventaris Kantor Rp Aktiva Tetap Lainnya Rp Nilai Perolehan Akumulasi Penyusutan Nilai Buku Aktiva Tetap Aktiva Lain-lain Piutang Bermasalah Rp Jumlaah Aktiva Lain-lain Jumlah Aktiva KEWAJIBAN DAN EKUITAS Kewajiban Kewajiban Lancar Kewajiban Tidak Lancar Jumlah Kewajiban Ekuitas Saldo Awal Ekuitas Alokasi Laba Tahun Berjalan Surplus (defisit) Jumlah Ekuitas Jumlah Kewajiban dan Ekuitas Rp Rp 0.848.011.00 16.00 Rp 0.227.00 Rp Rp 0.00) Rp Rp 16.00 0.00 0.011.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful