BPK RI

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

PT PETROKIMIA GRESIK
Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003

Nomor Tanggal

: 02.A/AUDITAMA V/GA/01/2005 : 31 Januari 2005

Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Jalan Gatot Subroto No. 31 Jakarta 10210 Telp. (021) 5700380, 5738740, 5720957, 5738727, 5704395 s.d. 9 pesawat 511 Fax. (021) 5700380, 5723995

DAFTAR ISI

Halaman Laporan Auditor Independen Dasar Penugasan dan Ruang Lingkup Audit Laporan Keuangan PT Petrokimia Gresik 1. 2. 3. 4. 5. Neraca Konsolidasian Laporan Laba Rugi Konsolidasian Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian Laporan Arus Kas Konsolidasian Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian 1 2 4 5 7 i iv

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

Nomor : 02.A/AUDITAMA V/GA/01/2005 LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Kami telah mengaudit neraca konsolidasian PT Petrokimia Gresik tanggal 31 Desember 2004, serta laporan laba rugi, perubahan ekuitas dan arus kas konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. Kami juga melakukan pengujian atas kepatuhan perusahaan terhadap peraturan perundang-undangan dan pengendalian intern. Laporan Keuangan, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dan pengendalian intern adalah tanggung jawab manajemen perusahaan. Tanggung jawab kami terletak pada pernyataan pendapat atas laporan keuangan, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dan pengendalian intern berdasarkan audit kami. Laporan keuangan konsolidasian PT Petrokimia Gresik dan anak perusahaan untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 telah diaudit oleh auditor independen lain yang laporannya tertanggal 23 Januari 2004 berisi pendapat wajar tanpa pengecualian atas laporan keuangan konsolidasian tersebut. Kami tidak mengaudit laporan keuangan anak perusahaan yaitu PT Petrosida dan PT Petrokimia Kayaku untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2004, yang laporannya menyajikan jumlah aktiva sebesar Rp118.351.674.165 (4,29%) dan jumlah pendapatan usaha sebesar Rp278.813.580.833 (7,26%) untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. Laporan keuangan konsolidasian tersebut diaudit oleh auditor independen lain dengan pendapat wajar tanpa pengecualian atas laporan keuangan konsolidasian anak perusahaan tersebut, yang laporannya telah diserahkan kepada kami, dan pendapat kami, sejauh yang berkaitan dengan

BPK RI/AUDITAMA V

Standar tersebut mengharuskan kami merencanakan dan melaksanakan audit agar kami memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material.jumlah-jumlah untuk anak perusahaan tersebut. bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. persyaratan bantuan dan pasal-pasal tertentu peraturan perundang-undangan serta kepatuhan terhadap pengendalian intern. Laporan keuangan konsolidasian terlampir mencakup dampak kondisi ekonomi tersebut. Catatan 34 atas laporan keuangan konsolidasian berisi pengungkapan dampak kondisi ekonomi Indonesia terhadap perusahaan dan anak perusahaan dan tindakan yang telah ditempuh serta rencana yang dibuat oleh manajemen perusahaan dan anak perusahaan untuk menghadapi kondisi tersebut. semata-mata hanya didasarkan atas laporan auditor independen lain tersebut. Suatu audit meliputi pemeriksaan. perubahan ekuitas serta arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. sepanjang hal itu dapat ditentukan dan diperkirakan. Kami yakin bahwa audit kami memberikan dasar memadai untuk menyatakan pendapat. Menurut pendapat kami. Laporan keuangan induk perusahaan terlampir disajikan untuk ii BPK RI/AUDITAMA V . atas dasar pengujian. posisi keuangan PT Petrokimia Gresik dan anak perusahaan tanggal 31 Desember 2004 dan hasil usaha. serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. Audit juga meliputi penilaian atas prinsip akuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen. Audit kami laksanakan dengan tujuan untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan pokok secara keseluruhan. berdasarkan audit kami dan laporan auditor independen lain yang kami sebut di atas. Kami melaksanakan audit berdasarkan Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia dan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia. laporan keuangan konsolidasian yang kami sebut di atas menyajikan secara wajar. Selain itu audit mencakup pengujian atas kepatuhan perusahaan terhadap kontrak. dalam semua hal yang material.

Register Negara No. Ak.B/AUDITAMA V/GA/01/2005 tanggal 31 Januari 2005. menurut pendapat kami. berkaitan dengan laporan keuangan pokok secara keseluruhan. Drs. Kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dan pengendalian intern kami sampaikan secara terpisah kepada manajemen dengan laporan kami nomor 02. 31 Januari 2005 iii BPK RI/AUDITAMA V . dan. Auditor Utama Keuangan Negara V Penanggung Jawab Audit. Misnoto MA. disajikan secara wajar. D-1416 Jakarta. dalam semua hal yang material.tujuan analisis tambahan dan bukan merupakan bagian laporan keuangan pokok yang diharuskan menurut prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Laporan keuangan induk perusahaan tersebut telah menjadi obyek prosedur audit yang kami terapkan dalam audit atas laporan keuangan pokok.

19 tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara. 15 tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab keuangan Negara. Audit juga meliputi penilaian atas prinsip akuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. pasal-pasal tertentu peraturan perundang-undangan dan peraturan perusahaan yang kami uji mencakup : a. Undang-undang No. Surat Tugas Badan Pemeriksa Keuangan No. 1 tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas. 15 tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab keuangan Negara. 23 F dan pasal 23 G. Undang-undang No. Dasar Penugasan a. d. d. Standar tersebut mengharuskan kami untuk merencanakan dan melaksanakan audit agar memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara. b.1/9/2004. Selain itu audit mencakup pengujian atas kepatuhan perusahaan terhadap kontrak dan pasal-pasal tertentu peraturan perundang-undangan serta kepatuhan terhadap pengendalian intern. 2. e. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 5 tahun 1973 tentang Badan Pemeriksa Keuangan dan peraturan perundangan lainnya yang berlaku. Suatu audit meliputi pemeriksaan atas dasar pengujian bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Kontrak. c. b.DASAR PENUGASAN DAN RUANG LINGKUP AUDIT 1. 57/ST/VII-XV. Audit dilaksanakan dengan berpedoman pada Standar Audit Pemerintahan yang ditetapkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan Standar Auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia. vi BPK RI/AUDITAMA V . Undang-undang No. perihal penugasan untuk melakukan audit atas laporan keuangan PT Petrokimia Gresik tahun buku 2004 di Gresik. Undang-undang No. Undang-undang Dasar Tahun 1945 pasal 23 E. Undang-undang No. serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. c. Undang-undang No. Ruang Lingkup Audit Audit ini bersifat general audit atas laporan keuangan konsolidasian PT Petrokimia Gresik untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2004.

Keputusan Menteri BUMN No. Keputusan Memperindag No. 7 tahun 1991. vi BPK RI/AUDITAMA V . 9 tahun 1994 dan Undangundang No.f. KEP-102/M-MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 tentang Penyusunan Rencana Jangka Panjang BUMN. Undang-undang No. 319/KMK. 12 tahun 1998 tentang Perusahaan Perseroan (PERSERO) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah No. Keputusan Menteri Negara BUMN No. KEP-101/M-MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 tentang Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran perusahaan BUMN. g.06/2004 tanggal 28 Juni 2004 tentang Tata Cara Penghitungan dan Pembayaran Subsidi Pupuk Tahun Anggaran 2004. Peraturan Pemerintah No. Undang-undang No. l. 6 tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana yang telah diubah dengan Undang-undang No. 7 tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana yang telah diubah dengan Undang-undang No. m. Keputusan Menteri Pertanian No. 19 tahun 2001 tanggal 20 Nopember 2001 tentang Kepelabuhanan di Kabupaten Gresik. Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. o. q. 10 tahun 1994 dan Undang-undang No. j. Undang-undang No. 107/Kpts/SR. 356/MPP/KEP/5/2004 tanggal 27 Mei 2004 tentang Perubahan SK Memperindag No. i. 16 tahun 2000. r. Keputusan Menteri Negara BUMN No. 11 tahun 1994 dan Undang-undang No. k. 8 tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) sebagaimana yang telah diubah dengan Undang-undang No. Keputusan Menteri Keuangan No. 70/MPP/KEP/2/2003. 12 tahun 1998.130/2/2004 mengenai Harga Eceran Tertinggi (HET) Pupuk Bersubsidi Untuk Sektor Pertanian Tahun Anggaran 2004. 18 tahun 2000. 17 tahun 2000. 70/MPP/KEP/2/2003 tanggal 11 Pebruari 2003 tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian. Undang-undang No. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan Badan Usaha Milik Negara dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan. n. h. 45 tahun 2001 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah No. KEP-183/MBU/2003 tentang Komponen Harga Pokok Penjualan Pupuk Bersubsidi. Peraturan Daerah (Perda) No. p. Keputusan Memperindag No. s. KEP-100/M-MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan BUMN. Keputusan Menteri Negara BUMN No.

Keputusan Bupati/Kepala Pemerintah Daerah Kabupaten Gresik No. vi BPK RI/AUDITAMA V . Kami yakin bahwa audit kami memberikan dasar yang memadai untuk menyatakan pendapat. Anggaran Dasar PT Petrokimia Gresik. z. v. Pedoman dan Kebijakan Akuntansi PT Petrokimia Gresik. Pelaksanaan audit di lapangan berakhir tanggal 31 Januari 2005. 63 tahun 2002 tanggal 11 Juli 2002 tentang Tarif Jasa Pelayanan Kepelabuhanan oleh Penyelenggara Pelabuhan di Kabupaten Gresik. w. Pedoman dan Kebijakan Akuntansi Holding Pupuk. y. Prosedur Operasional Pengadaan Barang dan Jasa PT Petrokimia Gresik. u. x.t. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Petrokimia Gresik. Kontrak-kontrak pengadaan barang dan jasa dalam tahun 2004.

515 3.256 19.Setelah Dikurangi Penyisihan Piutang Ragu-ragu masing-masing sebesar Rp 1.840.030 69.928 136.309.537 249.789.908.244.072 85. 12 13 1.718.621. 4 3g.333 dan Rp 249.042 dan Rp 1.Setelah Dikurangi Akumulasi Penyusutan Masing-masing sebesar Rp 1.783 3i.266.833 44.287.127.779 pada tahun 2004 dan 2003 Persediaan Uang Muka Biaya Dibayar Dimuka Pajak Dibayar Dimuka Pendapatan Yang Masih Akan Diterima Jumlah Aktiva Lancar AKTIVA TIDAK LANCAR Aktiva Pendanaan Manfaat Kesejahteraan Karyawan Investasi Jangka Panjang Aktiva Pajak Tangguhan Aktiva Tetap . 6 152.774 618.028.816.145.464.359 57.445.920 pada tahun 2004 dan 2003 Biaya Yang Ditangguhkan Aktiva Lain-lain Aktiva Tak Berwujud Jumlah Aktiva Tidak Lancar JUMLAH AKTIVA 3f.827 13.406.825 dan Rp 10. 10 3s.Setelah dikurangi penyisihan Piutang Ragu-ragu masing-masing sebesar Rp 6.925.429 13.441 3j.404.117 887.264.823 1.384. 3h. 5 347.120.253.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK NERACA KONSOLIDASIAN Per 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Catatan 2004 Rp 2003 Rp AKTIVA AKTIVA LANCAR Kas dan Setara Kas Piutang Usaha Pihak Ketiga .393 187.695.360 219.516 63.328. 3n.670.374.209 dan Rp 506.004.678.328 17.577 14.283 pada tahun 2004 dan 2003 Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan IstimewaSetelah Dikurangi Penyisihan Piutang Ragu-ragu masing-masing sebesar Rp 714. 3l. 11 2.784 pada tahun 2004 dan 2003 Piutang Lain-Lain Pihak Ketiga . 3l.814 335.460. 16c 3m.895 23.209 47. 31 3k.677.142.Setelah Dikurangi Penyisihan Piutang Ragu-ragu masing-masing sebesar Rp 9.289 34.859 1.861 3o.216 dan Rp 981. 7 8 9 16a 21.890.077.756.002.314.688 2.592.407 1.096.248 3p. 3i.565 pada tahun 2004 dan 2003 Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa .077.629.065.268.434.369.162 718.560 2.409 469.880.160 560.409.016 256 1.237 29.808 - Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang Merupakan Bagian tidak Terpisahkan dari Laporan ini 2 .

511.426 115.1.197 2.910.692.713. HAK MINORITAS DAN EKUITAS KEWAJIBAN LANCAR 2004 Rp 2003 Rp Hutang Bank Hutang Usaha Pihak Ketiga Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa Hutang Pajak Biaya yang Masih Harus Dibayar Hutang Lain-lain Uang Muka Penjualan Hutang Jangka Panjang Yang Jatuh Tempo Dalam Satu Tahun Bank Kewajiban Lainnya Jumlah Kewajiban Lancar 14 3q.860 18.846 1.759.879.Setelah Dikurangi Bagian Yang Jatuh Tempo Dalam Satu Tahun Bank Kewajiban Jangka Panjang Lainnya Jumlah Kewajiban Tidak Lancar 3.176 23.826 1.000 334.714.000 per Saham Modal Dasar .421 897.756.295 551.986 622.888 JUMLAH KEWAJIBAN HAK MINORITAS EKUITAS Modal Saham .890. 29 519.249 1.000 Saham Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 396.263.838.757.018 43.Nilai Nominal Rp 1.000.324 117.420.055 KEWAJIBAN TIDAK LANCAR Kewajiban Pajak Tangguhan Manfaat Kesejahteraan Karyawan Diestimasi Hutang Jangka Panjang .903 2.993.001 8.293.640 4.637.265 46.363 20 21.191 3.889 108. 15 774.021.931 667. 16.808 Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang Merupakan Bagian tidak Terpisahkan dari Laporan ini 2 .309.563.878 2.323 58.f.881 14.372. 22 15.715.462.171.069 90.420 Saham Saldo Laba Yang Dicadangkan Saldo Laba Yang Belum Dicadangkan Jumlah Ekuitas JUMLAH KEWAJIBAN.555.654 22.514 31.s.300.550.117 396.374.725.150 794.596. 16.165.565.198.199.396.960.426 137.853. 3l.939.869 124.c 31 73.160.813.456.637 5.992.435.059.886.860.864.625 23 396.895 8.039 2.348 33.a.047 91.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK NERACA KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Per 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Catatan KEWAJIBAN . 3.449 87.b 17 18 19 20 21 143.960.000 288.296. HAK MINORITAS DAN EKUITAS 3.420.s.939.328 854.631 437.

458.711.429 (54.683 (60.r.874 PENDAPATAN HARGA POKOK PENJUALAN LABA KOTOR BEBAN USAHA Beban Distribusi Beban Penjualan Beban Administrasi dan Umum Jumlah Beban Usaha LABA USAHA SEBELUM BEBAN BUNGA DAN KEUANGAN Beban Bunga dan Keuangan LABA USAHA SETELAH BEBAN BUNGA DAN KEUANGAN PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN Pendapatan Diluar Usaha Beban Diluar Usaha Beban Lain-lain .934.265 (143.943.r.020.173 (2.875.413) (437.526) (375.065) 50.194 (2.081.845) 124.523) 17.837.292.166) 729.107.099.020.477 3.296) 110.328 (74. 26 (179.460.372.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASIAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Catatan 2004 Rp 3.373) 119.810.425) (159.382.969 (1.902.688 (68.642 2003 Rp 2.615.094) 126.440 3.500.982.819.r.173) 181.c (71.569.r.623 170.921.708) (86.332) 292.651.643 (3.979) 13.859) 207.759.150 119.714.648.705) 198.189.267 3. 16.145 3.306.211) (171.s.191. 28 (93.685.731.954. 27 107.157.562.244.908) (72.213.196) (17.Bersih LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN MANFAAT (BEBAN) PAJAK PENGHASILAN Pajak Kini Pajak Tangguhan Jumlah Beban Pajak Penghasilan LABA SEBELUM HAK MINORITAS BAGIAN DARI PEMILIK SAHAM MINORITAS LABA BERSIH 3.044.015.477.r.207. 25 Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang Merupakan Bagian tidak Terpisahkan dari Laporan ini 3 .819) 108.320) 582.015 (87.455.831. 24 3.023 (124.486.

372.196.414 854.175.863.087.741.210) 668.123.000 396.333 108.196.637) (932.509.150 (47.759.509.180) 2.353) (40.243) 377.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Modal Saham Rp Laba Belum Direalisasi dari Pemilikan Efek Rp 46.890 40.353) (932.280) (1.658.558) (7.123.658.747) (932.377 (7.558) Saldo Laba Yang Dicadangkan Rp 255.039 124.540.150 124.566 2.372.889 43.793.534) (1.590) (2.696) (1.372.061 794.125.869 Saldo Laba Yang Belum Dicadangkan Rp 93.420.420.414 334.280) (1.353) (2.087.150 (47.353) (932.000 396.046.540.175.210) 1.328 (60.000 Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang Merupakan Bagian tidak Terpisahkan dari Laporan ini 4 .125.442.420.879.235.328 (60.243) (46.566) 124.759.097 137.992.863.423.696) (1.590) (2.988 108.534) (1.759.735 288.199.326 108.793.377) (2.558 (46.285.180) (43.197 Saldo per 1 Januari 2003 Laba Bersih Tahun Berjalan Dividen Tantiem Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi Dana Pembinaan Wilayah Pembentukan Cadangan Sesuai RUPS Selisih Pembentukan Cadangan Laba Belum Direalisasi Dari Pemilikan Efek Koreksi PPh Badan Selisih Perubahan Ekuitas Perusahaan Anak Saldo per 31 Desember 2003 Laba Bersih Tahun Berjalan Dividen Tantiem Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi Dana Pembinaan Wilayah Pembentukan Cadangan Sesuai RUPS Selisih Perubahan Ekuitas Perusahaan Anak Saldo per 31 Desember 2004 396.328 Jumlah Ekuitas Rp 745.059.

929.741 281.459.653 576.585.264 41.021.856.054.848 305.144.534. Jasa Giro dan Penerimaan Diluar Usaha lainnya 2003 Rp 663.910.529.825 103.016.400) 128.913) 1.302.314 7.579.869.669 144.273.903 Pengeluaran : Biaya yang Berkaitan Dengan Pendapatan Diluar Usaha 38.598 Investasi Proyek Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang Merupakan Bagian 18.364.511.256.286.431 Lihat tidak Kewajiban Pembagian Laba Tahun Lalu Terpisahkan dari Laporan ini 80.552.576.245.651 1.768.179 (125.346 Jumlah Pengeluaran 234.224 9.483.158.760.350.600 199.969.258 525.960.955.470.709 2.441 152.180 513.568 347. Litbang dan Konsultan Biaya Bongkar Muat dan Distribusi Biaya Penjualan Biaya Umum Biaya Fee Agen dan Diskon Biaya Bunga Pinjaman PPN Masukan dan PPh Pengembalian Hutang usaha Pelunasan Hutang Lain .524.986.829.258 85.496 102.lain Penerimaan Restitusi Pajak dan Lain .129 7.827 9.351.679.lain Penempatan Deposito Pembayaran Kas Kepada Pemasok dan Karyawan Jumlah Pengeluaran Jumlah Arus Kas dari Aktivitas Operasi ARUS KAS DARI KEGIATAN INVESTASI Penerimaan : Penjualan Aktiva Tetap Pendapatan Bunga.455.822 90.892 52.793.127 149.570 2.250 184.033 91.060.058 215.919.930 18.027 73.192.621 190.752 63.600 382.885 4.316.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 2004 Rp ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan : Piutang Pemerintah Penjualan Tunai Piutang Dagang Deposito PPN Keluaran Penerimaan Piutang Lain .979.796 6 .605.579.618 202.000 247.298 273.277 71.226.284.127 189.902.421 Investasi Rutin 97.lain Penerimaan Kas dari pelanggan Jumlah Penerimaan Pengeluaran : Bahan Baku dan Penolong Biaya Pegawai Biaya Pemeliharaan Biaya Pajak.588.638 3.400 590.202 3. Asuransi Biaya Jasa.807.548 3.480 180.074.870 102.733.773.758 200.512.016 Jumlah Penerimaan 184.000 295.764 65.214 104.572.432.779 2.532 129.262.350.358 6.270. Retribusi.599.584.879 64.261.092 16.474.531 (94.138.083 4.911.286.771.364.514.

404.677.291 252.507 156.033 260.893) 2003 Rp 55.677.393 11.141.145.845.845.577. KMK & LC Lainnya Jumlah Pengeluaran Jumlah Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan KAS DAN SETARA KAS .145.342 Jumlah Arus Kas dari Aktivitas Investasi ARUS KAS DARI KEGIATAN PENDANAAN Penerimaan : Hutang Bank ( KMK.077.634.033 7.727.688.510.577.735 1.393 Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang Merupakan Bagian tidak Terpisahkan dari Laporan ini 6 .742 182.634. LC dan KI) Jumlah Penerimaan Pengeluaran : Angsuran kredit Investasi.096 1.AWAL TAHUN KENAIKAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 1.228 335.428.099.684 153.291 7.181.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 2004 Rp (50.411 176.709 335.604.421 347.181.814 260.688.735 1.

Mustofa : Direktur Utama : Direktur Produksi 7 . Selanjutnya. Alf3 & Cement Retarder. MSc Ir. RNP dan KCL ii) Pemasaran dan perdagangan bahan kimia antara lain N2. Direksi dan Karyawan Susunan dewan komisaris.00 – UM/2004 tanggal 8 September 2004. Tambahan Nomor 5870. pemasaran dan perdagangan berbagai jenis pupuk. Sedangkan ruang lingkup kegiatan Perusahaan adalah bergerak dalam bidang: i) Produksi. serta Risalah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 28 September 2004 adalah sebagai berikut : Komisaris : Dr. SH Nomor 110 tanggal 31 Mei 1975. surat Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Nomor : S – 480/MBU/2004 tanggal 9 September 2004 perihal pemberhentian dan pengangkatan anggota – anggota Direksi Perusahaan Anak PT Pupuk Sriwidjaja (Persero).04. Pendirian Perusahaan PT Petrokimia Gresik (Persero) selanjutnya disebut “Perusahaan” pada awalnya adalah Perusahaan Umum yang didirikan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 55 tahun 1971. Tambahan Nomor 722. terakhir dengan akta notaris No. Teddy Setiadi Drs. Ir.Th. direksi dan karyawan Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2004 ditetapkan berdasarkan surat PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) nomor U-912/A. 84 tanggal 20 Oktober 1998. SP36. pemasaran jasa rancang bangun dan pabrikasi vii) Jasa penelitian dan pemeliharaan pestisida aktif viii) Produksi/ formulasi dan memasarkan pestisida terdaftar ix) Produksi dan pemasaran jasa rancang bangun dan pabrikasi b. UMUM a. H2. NH3.98 tanggal 9 Juni 1998 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. mengenai persetujuan penjualan 10 (sepuluh) saham PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) kepada Yayasan Petrokimia Gresik.01. Sahala L Gaol Ir. SH.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 1. notaris di Jakarta. 82 tanggal 27 Maret 1998 dari Imas Fatimah. Arifin Tasrif Ir. berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 14 tahun 1975 bentuk Perusahaan Umum diubah menjadi Perusahaan Perseroan (Persero) melalui akta notaris Abdul Latief. Suhendro Bakri. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan. MA Dr. maksud dan tujuan Perusahaan adalah turut melaksanakan dan menunjang kebijaksanaan dan program Pemerintah di bidang ekonomi dan pembangunan nasional pada umumnya. diantaranya adalah pupuk ZA. khususnya di bidang industri. iii) Pemasaran produk utilitas iv) Jasa kepelabuhanan v) Jasa kesehatan vi) Produksi. Kresnayana Yahya : : : : : Komisaris Utama Komisaris Komisaris Komisaris Komisaris Direksi : Ir. Dewan Komisaris. O2. Phonska. Sesuai dengan anggaran dasar Perusahaan. Ato Suprapto. Akta pendirian ini telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia tanggal 9 Desember 1975 No 98.. Akta perubahan tersebut telah memperoleh persetujuan dari Menteri Kehakiman dengan Surat Keputusan Nomor C2-6147 HT. perdagangan jasa dan angkutan. Urea.

032. jasa transportasi dan perdagangan umum Jasa tenaga kerja. kontraktor dan produsen bataco dan paving stone Peralatan pabrik Bahan baku sabun Bahan baku plastik Produsen pupuk 50.00% USD 26.BAT Ir. Ir.47% 13.262. MM. Bambang Setiobroto. SH.HT.968.382. 20. PT Petrosida 8 .13% 9.808 Gresik Gresik Perbengkelan.04 tahun 1998 berstatus PMDN dengan investasi USD 20. Akta tersebut telah beberapa kali mengalami perubahan terakhir dengan Akta Notaris N. T. Memproduksi / memformulasi dan memasarkan pestisida 99. Nugroho Purwanto.640 Rp 61. c.80% 1. Kantor pusat Perusahaan beserta instalasi produksi berlokasi di Gresik. SH.99 % Rp 59. distribusi dan perdagangan bahan aktif pestisida serta bertindak sebagai Distributor Pupuk. Thailand Gresik Gresik Bahan baku plastik Pengelolaan lahan untuk industri di Gresik. Nomor 8 tanggal 12 Pebruari 1998 serta telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Nomor G2-1938. MH : : : : Direktur Keuangan Direktur Teknologi & Pengembangan Direktur Pemasaran Direktur SDM & Umum Karyawan Perusahaan berjumlah 3..G Yudara. Ak.089.01.00% 50.000.034 pada tahun 2003. Firdaus Syahril Ir.000.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Drs.774 Domisili Jenis Usaha Pemilikan Jumlah Aktiva 31 Desember 2004 PT Petrokimia Kayaku Gresik 60% Rp 59.392 Rp 14.711 Gresik Gresik Gresik Thailand 5.00% 35.964 orang pada tahun 2004 (tidak diaudit) dan 4.146. SE.900 Perusahaan Asosiasi Metode Ekuitas Perusahaan PT Petronika PT Kawasan Industri Gresik Perusahaan Anak * PT Petrokopindo Cipta Selaras PT Aneka Jasa Grhadika Metode Biaya PT Puspetindo PT Petrocentral PT Petrowidada Asean Potash Mining. Struktur Perusahaan Perusahaan memiliki saham perusahaan anak dan asosiasi dengan rincian sebagai berikut : Persentase Nama Perusahaan Perusahaan Anak PT Petrosida Gresik Gresik Produksi. Bambang Tjahjono.00% * : merupakan perusahaan anak yang dimiliki PT Petrosida Gresik PT Petrosida Gresik PT Petrosida Gresik (PT Petrosida) didirikan berdasarkan akta notaris Frederik Alexander Tumbuan Nomor 43 tanggal 24 Juni 1983.00% Rp 18.

terakhir dengan akta notaris Wien Hidajati Rasjid. Beberapa hal penting berkaitan dengan tata niaga tersebut adalah sebagai berikut: i.00/MMBTU. 9 . Mitsubishi Corporation Tokyo (20. SH. Mekanisme pembayaran subsidi pupuk urea melalui harga gas secara ringkas dilakukan dengan cara sebagai berikut : PT Petrokimia Gresik membayar terlebih dahulu USD 2.000. Ltd Tokyo (20. iii.99%) dan Koperasi Karyawan Keluarga Besar Petrokimia Gresik/K3PG (0. Pengadaan gas bumi untuk PT Petrokimia Gresik dengan pemanfaatan gas bumi diatur dengan perjanjian antara PT Petrokimia Gresik dengan Pertamina Nomor PJB-0693/C. Pupuk sebagai Produk Bersubsidi Surat Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan No.00/MMBTU ke Bank of America sebagai paying agent.01%).00%). Disamping itu. 2. ZA. TATA NIAGA YANG BERKAITAN PRODUK PERUSAHAAN a. Pemegang saham perusahaan ini adalah PT Petrokimia Gresik (99. Modal dasar perusahaan ini adalah Rp 19. memberikan jasa penelitian dan pemeliharaan pestisida aktif. b.000. Tata niaga tersebut sekaligus merupakan instrumen subsidi atau selisih pembayaran harga gas untuk produksi pupuk urea yang digunakan untuk sektor pertanian dalam negeri.. Gas Bumi Salah satu bahan baku produksi pupuk adalah gas bumi.01.0000/91-B1 dan nomor 236/IV/SPK/A/Dir/1991 tanggal 5 April 1991 dengan jangka waktu 1 Juni 1993 sampai dengan 1 Juni 2013 dengan harga USD 2. Modal dasar.751.HT. modal ditempatkan dan modal disetor PT Petrokima Kayaku adalah Rp 1. 69. Besarnya subsidi harga gas bumi atau selisih pembayaran harga gas adalah selisih antara harga kontrak jual beli gas antara Perusahaan dengan Kontraktor Production Sharing (KPS)/ Pertamina atau harga yang ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral dengan harga beli gas yang harus dibayar atau yang dibebankan kepada Perusahaan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. selisih harga kontrak dengan harga gas bumi yang dibebankan kepada Perusahaan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan ditagihkan kepada Pemerintah yang pelaksanaannya dilakukan oleh Direktorat Jenderal Lembaga Keuangan.00%). diantaranya menetapkan bahwa produk pupuk urea dan pupuk non-urea (SP-36. perusahaan ini juga bergerak sebagai distributor pupuk. sedangkan modal ditempatkan dan disetor penuh sebesar Rp 9.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) bergerak dalam bidang produksi. Kemudian.016. Tata niaga pembelian gas bumi oleh Perusahaan ditetapkan oleh Pemerintah. Phonska) merupakan pupuk bersubsidi. distribusi dan perdagangan bahan aktif pestisida. PT Petrokimia Kayaku bergerak dalam usaha produksi/ formulasi dan memasarkan pestisida terdaftar.04 tahun 2000. Nomor 7 tanggal 23 September 1998 dan telah mendapat persetujuan dari Menteri Kehakiman RI dengan Keputusan Nomor C2-1377.400. PT Petrokimia Kayaku PT Petrokimia Kayaku didirikan dengan akta notaris Sri Soetengsoe Abdoel Sjoekoer. ii.00%) dan Nippon Kayaku Co. Pemegang saham PT Petrokimia Kayaku adalah PT Petrokimia Gresik (60. tanggal 4 Pebruari 2002 serta telah dimuat dalam tambahan Berita Negara RI tanggal 29 Agustus 2000 No. SH nomor 3 tanggal 18 Februari 1976 di Jakarta. 356/MPP/Kep/5/2004 tanggal 27 Mei 2004 tentang perubahan Keputusan Nomor 70/MPP/Kep/2/2003 tanggal 11 Februari 2003 tentang pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI No 306/MPP/Kep/4/2003.500. Akta tersebut beberapa kali mengalami perubahan.

.00/MMBTU • Selisih antara harga gas bumi sesuai kontrak atau berdasarkan penetapan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral dengan harga gas yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan sebagai beban Perusahaan.130/2/2004 tanggal 13 Pebruari 2004 yaitu : • Pupuk Urea = Rp 1.USD 1.00/MMBTU untuk periode Agustus sampai dengan Desember 2003. Komponen biaya yang dapat diperlakukan sebagai Harga Pokok Produksi diatur dengan SK Menteri BUMN No KEP-183/MBU/2003 tanggal 28 Maret 2003 yang pada prinsipnya sama dengan HPP pada umumnya ditambah margin keuntungan 10%.06/2004 tanggal 28 Juni 2004. Hal ini sesuai Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. Pupuk Urea • Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 356/MK.050. 356/KMK. Perusahaan melaksanakan pengadaan pupuk bersubsidi sampai dengan gudang Lini III yang berlokasi di tingkat Kabupaten atau Kodya di wilayah yang menjadi tanggung jawabnya dan penjualan pupuk kepada Distributor. ZA. sedangkan untuk periode Januari sampai dengan Desember 2004 ditetapkan sebesar USD 1.06/2004 tanggal 28 Juni 2004. 319/MK.06/2003 tanggal 19 Agustus 2003 menetapkan harga gas yang menjadi beban Perusahaan adalah sebagai berikut : . Perusahaan ditugaskan sebagai pelaksana dan bertanggung jawab atas kelancaran pengadaan dan penyaluran serta 10 .USD 1. yaitu Jawa Timur di 37 Kabupaten untuk pupuk urea dan seluruh Indonesia untuk pupuk non urea.600.00/MMBTU sesuai Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 319/MK. Selanjutnya Distributor melakukan penjualan dari gudang Lini III kepada Pengecer di Lini IV.00 per Kg • Pupuk ZA = Rp 950. d.400. Distribusi Pupuk Distribusi pupuk bersubsidi sesuai Surat Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 70/MPP/Kep/2/2003 tanggal 11 Pebruari 2003 sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI No 306/MPP/Kep/4/2003 menetapkan bahwa Perusahaan bertanggung jawab untuk melaksanakan pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi tahun 2003 mulai dari Lini I sampai dengan Lini IV pada wilayah propinsi yang menjadi tanggung jawabnya.06/2003 tanggal 19 Agustus 2003 dan No. Pada tahun 2002 melalui surat dari Departemen Perindustrian dan Perdagangan Direktorat Jenderal Perdagangan dalam Negeri nomor 490/DJPDN/IX/2002 tanggal 20 September 2002.00 per Kg e.00 per Kg • Pupuk SP-36 = Rp 1. dengan ketentuan bahwa Harga Pokok Produksi tidak boleh melebihi harga impor untuk pupuk sejenis. Phonska/ NPK 15:15:15) Subsidi pupuk non urea ditentukan oleh Pemerintah melalui harga pupuk yaitu selisih positif antara Harga Pokok Produksi (HPP) dengan Harga Eceran Tertinggi yang ditetapkan oleh Menteri Pertanian dikalikan volume penyaluran pupuk ke sektor pertanian. dikalikan volume pemanfaatan gas atas penyaluran pupuk ke sektor pertanian diakui sebagai pendapatan subsidi pupuk urea. • Perusahaan mencatat harga gas dalam perhitungan harga pokok produksi sesuai dengan kontrak pembelian yaitu sebesar USD 2. HET ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor : 107/Kpts/SR.00 per Kg • Pupuk NPK = Rp 1.30/MMBTU untuk periode Januari sampai dengan Juli 2003. Subsidi ini diakui Perusahaan sebagai pendapatan subsidi pupuk non urea.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) c. Pupuk Non Urea (SP-36.

Penggunaan Estimasi Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia mengharuskan manajemen untuk membuat estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah aktiva dan kewajiban dan pengungkapan aktiva dan kewajiban kontinjen pada tanggal laporan keuangan serta jumlah pendapatan dan beban selama periode pelaporan. sesuai Surat Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan No. Dasar Pengukuran dan Penyusunan Laporan Keuangan Laporan keuangan konsolidasian ini disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. yang antara lain meliputi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Madiun. Transaksi dan Penjabaran Laporan Keuangan Dalam Mata Uang Asing 11 . Dalam pertengahan tahun 2004. d. atau apabila Perusahaan memiliki 50% atau kurang hak suara tetapi dapat dibuktikan adanya pengendalian. Bojonegoro. Magetan. b. Dasar pengukuran dalam penyusunan laporan keuangan adalah konsep biaya perolehan (historical cost). investasi dan pendanaan. c. harga. Hasil yang sebenarnya mungkin berbeda dari jumlah yang diestimasi. Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan ini adalah Rupiah. 356/MPP/Kep/5/2004 tanggal 27 Mei 2004 wilayah tanggung jawab Perusahaan menjadi 12 Kabupaten Jawa Timur untuk pupuk urea dan seluruh Indonesia untuk pupuk non urea. f. Lamongan. jumlah. Pestisida dan Produk Lainnya Pemerintah tidak mengatur tataniaga produksi dan perdagangan pestisida dan produk lainnya sehingga Perusahaan dapat melaksanakan produksi dan pemasarannya sesuai dengan kebijakan manajemen dan mekanisme pasar. Jombang. Tuban. Saldo dan transaksi termasuk keuntungan / kerugian yang belum direalisasi atas transaksi antara perusahaan dan perusahaan anak dieliminasi untuk mencerminkan posisi keuangan dan hasil usaha Perusahaan dan perusahaan anak sebagai satu kesatuan usaha.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) ketersediaan stok pupuk urea di 9 (sembilan) Kabupaten/Kota di Propinsi Jawa Timur (lebih sedikit dibandingkan tahun 2003). tempat. waktu dan mutu. Laporan arus kas konsolidasi disajikan dengan metode langsung (direct method) dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi. Prinsip Konsolidasi Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan perusahaan dan perusahaan anak dimana Perusahaan merupakan pemegang saham baik secara langsung ataupun tidak langsung lebih dari 50% hak suara dari saham yang diterbitkan. Ponorogo dan Pacitan. Kota Madiun. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI a. mulai dari Lini I sampai dengan Lini IV pada wilayah yang menjadi tanggung jawabnya. Perusahaan wajib bertanggung jawab atas pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi secara 6 (enam) tepat yaitu tepat jenis. Nganjuk. Ngawi. 3. Kedua belas kabupaten di Jawa Timur tersebut adalah Gresik.

Pada akhir tahun 2003 jumlah piutang diakui berdasarkan penyaluran ke Lini IV dan perkiraan HPP setahun. produk samping (non pupuk) dan pestisida diakui pada saat direalisasi yaitu pada saat pembuatan faktur penjualan yang didukung bukti penyerahannya. Piutang subsidi harga pupuk diakui 100% dari penagihan secara bulanan berdasarkan pupuk SP-36. ZA dan NPK (non-urea) diakui sebesar selisih perkiraan Harga Pokok Penjualan (HPP) sesuai perhitungan dan komponen biaya yang ditentukan oleh Menteri BUMN dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh Menteri Pertanian. Piutang subsidi harga gas diakui 100% dari penagihan secara bulanan berdasarkan pupuk urea untuk sektor pertanian yang telah disalurkan ke Lini IV. Piutang Usaha Piutang usaha yang berasal dari penjualan pupuk. ZA dan NPK untuk sektor pertanian yang telah disalurkan ke Lini IV. maka kerugian yang timbul akan diakui pada periode berjalan. Pembukuan PT Petronika. Transaksi-transaksi selama tahun berjalan dalam mata uang asing dicatat dengan kurs yang berlaku pada saat terjadinya transaksi. aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang asing disesuaikan untuk mencerminkan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut didasarkan pada kurs tengah mata uang asing yang diumumkan oleh Bank Indonesia. Bila hasil penelaahan tersebut menyimpulkan adanya penurunan nilai aktiva. kecuali PT Petronika diselenggarakan dalam mata uang Rupiah. Untuk tujuan penyajian laporan keuangan (bagian laba rugi penyertaan). Penurunan Nilai Aktiva Apabila terdapat indikasi adanya penurunan potensial atas nilai aktiva yang disebabkan oleh penurunan estimasi nilai ekonomis yang manfaatnya untuk masa depan. e. sedangkan pendapatan dan beban dijabarkan dengan menggunakan kurs rata – rata. Sedangkan piutang usaha yang berasal dari pendapatan jasa diakui sesuai dengan tahapan penyelesaian pekerjaan. Sedangkan untuk tahun 2004. Pada tanggal neraca. aktiva dan kewajiban PT Petronika pada tanggal neraca di jabarkan masing – masing dengan menggunakan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut. deposito berjangka yang jangka waktunya kurang dari atau sama dengan 3 (tiga) bulan sejak tanggal penempatannya dan tidak dijaminkan. pada akhir tahun jumlah piutang diakui berdasarkan penyaluran ke Lini IV selama satu tahun dengan mempertimbangkan anggaran yang tersedia di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara –Perubahan (APBN-P) tahun 2004. g. f. sedangkan pada akhir tahun 2004 berdasarkan realisasi HPP dengan mempertimbangkan anggaran yang tersedia di APBN-P tahun 2004. perusahaan anak diselenggarakan dalam mata uang Dollar Amerika Serikat. Kas dan Setara Kas Kas dan setara kas terdiri dari saldo kas dan bank. Subsidi harga pupuk (pupuk non-urea) Piutang subsidi harga pupuk tahun 2003 dan 2004 untuk produk pupuk SP-36. maka Perusahaan akan melakukan penelaahan atas terjadinya penurunan nilai aktiva. Selisih kurs yang terjadi disajikan sebagai bagian dari ekuitas. Keuntungan atau kerugian yang timbul dikreditkan atau dibebankan dalam laporan laba rugi tahun yang bersangkutan. Piutang Subsidi Kepada Pemerintah Subsidi harga gas atau selisih pembayaran harga gas (pupuk urea) Piutang subsidi harga gas tahun 2003 dan 2004 untuk produk pupuk urea diakui sebesar selisih antara harga gas menurut kontrak atau yang ditetapkan oleh Menteri Pertambangan dan Energi dengan harga yang dibebankan kepada Perusahaan menurut keputusan Menteri Keuangan. 12 .PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Pembukuan Perusahaan dan perusahaan anak. h.

Persediaan i) Persediaan bahan baku dan suku cadang dicatat sebesar harga perolehannya dengan metode ratarata bergerak (moving average method). Penerimaan kembali piutang yang telah dihapuskan dibukukan sebagai pendapatan lain-lain.2 tahun 50 % > 2 tahun 100% Piutang yang benar-benar tidak dapat ditagih dihapuskan dari pembukuan. maka nilai tercatatnya dikurangi untuk mengakui penurunan tersebut yang ditentukan untuk setiap investasi secara individu dan kerugiannya dibebankan pada laporan laba rugi tahun berjalan. Bila terjadi penurunan nilai yang bersifat permanen. Khusus untuk piutang kepada Pemerintah disisihkan setelah adanya kepastian bahwa piutang tersebut tidak akan terealisir. ii) Persediaan barang dalam proses dicatat sebesar harga perolehannya dengan metode rata-rata tertimbang (weighted average method). Transaksi dengan Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa 13 . Penyisihan Piutang Perusahaan menetapkan penyisihan piutang atas piutang usaha dan piutang lain-lain (kecuali piutang yang ada jaminannya. Bagian atas laba (rugi) tiap tahun disesuaikan dengan amortisasi atas selisih antara harga perolehan dan bagian Perusahaan atas nilai wajar netto yang dapat diidentifikasi. dinyatakan sebesar biaya perolehan. Selisih antara nilai tercatat dengan nilai Rp 1. Namun demikian penghapusan tersebut tetap mengikuti prosedur sebagaimana diatur dan berlaku untuk BUMN pada umumnya. k. maka selisih yang timbul dibebankan pada akun penurunan nilai persediaan dalam kelompok beban lain-lain. piutang kepada Pemerintah dan antar produsen pupuk/sister company) berdasarkan analisa terhadap umur piutang tersebut sebagai berikut : Umur piutang Persentase penyisihan 0 . ditambah atau dikurangi dengan bagian laba atau rugi perusahaan asosiasi sejak perolehan sebesar persentase pemilikan dan dikurangi dengan dividen yang diterima (metode ekuitas).000 (seribu Rupiah) per satuannya. Apabila penyajian dilakukan sebesar nilai bersih yang dapat direalisasi.000 (seribu Rupiah) dibebankan sebagai kerugian pada tahun berjalan. baik langsung maupun tidak langsung. j. l. ii) Investasi Lainnya Investasi dalam bentuk saham dengan pemilikan kurang dari 20% yang nilai wajarnya tidak tersedia dan dimaksudkan untuk investasi jangka panjang dinyatakan sebesar biaya perolehan (metode biaya). nilai tercatatnya dikurangi untuk mengetahui penurunan tersebut dan kerugiannya dibebankan pada laporan laba rugi tahun berjalan.1 tahun 0% 1 . Investasi Jangka Panjang i) Investasi pada Perusahaan Asosiasi Investasi dengan pemilikan 20% sampai dengan 50%.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) i. dipindahkan ke aktiva lain-lain dengan nilai Rp 1. iii) Persediaan barang jadi pada tanggal neraca disajikan sebesar nilai perolehannya atau nilai bersih yang dapat direalisasi mana yang lebih rendah (the lower of cost and net realizable value). Bila terjadi penurunan nilai yang bersifat permanen. iv) Untuk persediaan yang tidak berfungsi dalam kondisi rusak atau tidak dapat dimanfaatkan.

Perorangan yang memiliki. 7. memimpin dan mengendalikan kegiatan perusahaan pelapor yang meliputi anggota dewan komisaris. Apabila aktiva tetap yang tidak digunakan lagi untuk operasional perusahaan ( karena rusak atau usang). yang dimaksudkan dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah: i). sebagai berikut : % Tarif Penyusutan Bangunan pabrik Bangunan gedung Mesin dan Peralatan Kendaraan. Karyawan kunci yaitu orang-orang yang mempunyai wewenang dan tanggung jawab untuk merencanakan. m. iv). pengadaan/ pembangunan yang berkaitan dengan aktiva tetap adalah sebagai berikut: 14 . Perusahaan yang melalui satu atau lebih perantara (intermediaries). atau dengan pihak yang mana Perusahaan mempunyai pengaturan khusus atau transaksi yang signifikan dan juga apakah transaksi telah dilakukan atau dengan kondisi dan syarat sebagaimana dilakukan dengan pihak yang tidak mempunyai hubungan istimewa telah diuraikan di laporan keuangan. dan anggota dekat dari perorangan tersebut (yang dimaksudkan dengan anggota keluarga dekat adalah mereka yang dapat diharapkan mempengaruhi atau dipengaruhi perorangan tersebut dalam transaksinya dengan perusahaan pelapor). Sifat dan besarnya transaksi dengan pihak-pihak yang mana Perusahaan mempunyai kemampuan untuk mengendalikan. subsidiaries and fellow subsidiaries). Kriteria yang digunakan untuk objek kapitalisasi berupa pengeluaran untuk pemeliharaan. direksi atau pemegang saham utama dari perusahaan pelapor dan perusahaan-perusahaan yang mempunyai anggota manajemen kunci yang sama dengan perusahaan pelapor. Perusahaan asosiasi (associated enterprises). direksi dan manajer dari perusahaan serta anggota keluarga dekat orang-orang tersebut dan. baik secara langsung maupun tidak langsung suatu kepentingan hak suara di perusahaan pelapor yang berpengaruh secara signifikan. Terhadap aktiva tetap tersebut dilakukan penyusutan sekaligus sebesar nilai buku dan dibebankan sebagai Biaya lain – lain. Perusahaan dimana suatu kepentingan substansial dalam hak suara dimiliki baik secara langsung maupun tidak langsung oleh setiap orang yang diuraikan dalam point iii) dan iv) atau setiap orang tersebut mempunyai pengaruh signifikan atas perusahaan tersebut.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan No. maka secara administratif dikeluarkan dari perkiraan aktiva tetap untuk dipindah bukukan ke dalam aktiva tetap non operasional yang disajikan dalam kelompok aktiva lain – lain. atau berada dibawah pengendalian bersama dengan perusahaan pelapor (termasuk holding companies. Aktiva tetap kecuali tanah disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus (straight line method) berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aktiva tetap. alat berat Perabot dan inventaris lainnya 10 10 20 20 25 Tanah dinyatakan berdasarkan biaya perolehan dan tidak disusutkan. iii). ii). Aktiva Tetap Aktiva tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutannya. mengendalikan atau dikendalikan oleh. sebelum mendapatkan persetujuan formal untuk menghapuskannya atau dijual. v). Ini mencakup perusahaanperusahaan yang dimiliki anggota dewan komisaris.

r. (iii). Pengadaan/ pembangunan aktiva tetap dikapitalisasi jika harga per satuan mempunyai batas minimum sebagai berikut: Penambahan/ Penggantian Rp 25. Biaya jasa kini diakui sebagai beban pada periode berjalan. Pengeluaran berupa biaya pemeliharaan diklasifikasikan dan dicatat sebagai aktiva tetap apabila pengeluaran tersebut menambah umur ekonomis dan atau menambah kapasitas aktiva tetap yang bersangkutan. Aktiva / Kewajiban Diestimasi atas Program Pensiun Perusahaan menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti ( berupa PKHT dan THT ) untuk semua karyawan tetap lokalnya.000 Rp 25. Aktiva Dalam Pelaksanaan Aktiva dalam pelaksanaan dinyatakan sebesar biaya perolehan. Biaya jasa lalu.000 Rp 50. Apabila pengeluaran biaya pemeliharaan tidak menambah umur dan atau menambah kapasitas maka dicatat sebagai beban.000 Rp 50. Hutang Usaha Hutang usaha adalah hutang yang timbul dari pengadaan barang/ jasa yang dinyatakan sebesar nilai barang/ jasa yang harus dibayar kepada rekanan. Hutang usaha yang berhubungan dengan pemborongan pekerjaan diakui dan dicatat berdasarkan persentase fisik pekerjaan yang telah diselesaikan dan dinyatakan dengan Berita Acara. Umur teknis pabrik pupuk ditentukan selama 16 (enam belas) tahun. o. n. Metode penilaian aktuaria yang digunakan oleh aktuaris adalah metode Projected Unit Credit. koreksi aktuarial dan dampak perubahan asumsi bagi peserta pensiun yang masih aktif diamortisasi dengan metode anuitas pasti selama estimasi sisa masa kerja rata – rata karyawan sebagaimana ditentukan oleh aktuaris. Akumulasi biaya perolehan akan dipindahkan ke masing – masing aktiva tetap yang bersangkutan pada saat selesai dan siap digunakan.000 Rp 5.000 Rp 10. q.000 Rp 5. Biaya perolehan tersebut termasuk biaya pinjaman yang terjadi selama masa pembangunan yang timbul dari hutang yang digunakan untuk pembangunan aktiva tersebut.000 Rp 25. p. (ii). Aktiva suku cadang penyangga ini akan disusutkan selama umur teknis pabrik (umur teknis pabrik dikurangi masa operasi pabrik).000 Persediaan yang diklasifikasikan sebagai suku cadang penyangga disajikan pada aktiva tetap. Biaya pemeliharaan yang dikapitalisasi adalah biaya pemeliharaan yang dikategorikan sebagai perbaikan berat yang berupa penggantian baru seluruh satuan komponen aktiva tetap. Pengakuan Pendapatan dan Beban 15 .PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) (i).500 Jenis Aktiva Bangunan Mesin Alat berat Kendaraan Perabot Baru Rp 50. Biaya yang Ditangguhkan Biaya yang dikeluarkan dan diperkirakan memiliki manfaat lebih dari satu tahun dicatat sebagai biaya ditangguhkan dan diamortisasi dengan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomisnya.000 Rp 10.

. 16 .Apabila terdapat perbedaan antara pendapatan subsidi yang dicatat Perusahaan pada suatu tahun buku dengan yang diakui Pemerintah pada periode berikutnya yang berlaku surut.Pada setiap akhir bulan pendapatan subsidi diakui sebesar 100% dari perhitungan subsidi untuk bulan yang bersangkutan. maka perbedaan tersebut diperlakukan sebagai pendapatan atau beban pada tahun ditetapkannya oleh Pemerintah setelah dilakukan audit khusus subsidi pupuk. . Pendapatan subsidi pupuk diakui sebagai berikut: Tahun 2003 . jumlah pendapatan subsidi untuk tahun berjalan diakui dan dihitung berdasarkan penyaluran pupuk bersubsidi ke Lini IV dan perkiraan HPP sesuai dengan ketentuan Menteri BUMN.Pada akhir tahun.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) i) ii) Pendapatan dari penjualan pupuk dan produk samping (non pupuk) diakui pada saat direalisasi yaitu pada saat pembuatan faktur penjualan yang didukung bukti penyerahannya. Perusahaan menagih sebesar 70% dari perhitungan tersebut.

17 . .PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Tahun 2004 . Koreksi terhadap kewajiban perpajakan diakui saat surat ketetapan pajak diterima atau jika mengajukan keberatan.Apabila terdapat perbedaan antara pendapatan subsidi yang dicatat Perusahaan pada suatu tahun buku dengan yang diakui Pemerintah pada periode berikutnya yang berlaku surut. s. jumlah pendapatan subsidi untuk tahun berjalan diakui dan dihitung berdasarkan penyaluran pupuk bersubsidi ke Lini IV dan realisasi HPP sesuai ketentuan Menteri BUMN dengan mempertimbangkan anggaran yang tersedia di APBN-P. Informasi Segmen Usaha Informasi segmen perusahaan dan perusahaan anak disajikan menurut pengelompokan (segmen) usaha. . Pajak Penghasilan Seluruh perbedaan temporer antara jumlah tercatat aktiva dan kewajiban dengan dasar pengenaan pajaknya diakui sebagai pajak tangguhan dengan metode kewajiban (liability method). Pajak kini dihitung berdasarkan laba kena pajak. Perusahaan menagih sebesar 85% dari perhitungan tersebut. yakni laba komersial setelah dikoreksi sesuai dengan peraturan perpajakan yang berlaku. maka perbedaan tersebut diperlakukan sebagai pendapatan atau beban pada tahun ditetapkannya oleh Pemerintah setelah dilakukan audit khusus subsidi pupuk. Saldo rugi fiskal yang dapat dikompensasi diakui sebagai aktiva pajak tangguhan apabila besar kemungkinan bahwa jumlah laba fiskal di masa mendatang akan memadai untuk dikompensasi. Pajak tangguhan diukur dengan tarip pajak yang berlaku saat ini.Pada akhir tahun. terutama untuk para pelanggan diluar entitas Perusahaan. Beban diakui atas dasar akrual yaitu pada saat barang/Jasa digunakan/dimanfaatkan dalam operasi perusahaan atau dalam periode akuntansi yang menikmati manfaat ekonomi barang/jasa pada tahun yang bersangkutan. t.Pada setiap akhir bulan pendapatan subsidi diakui sebesar 100% dari perhitungan subsidi untuk bulan yang bersangkutan. i) ii) iii) iv) Pendapatan jasa diakui sesuai dengan tahapan penyelesaian pekerjaan. pada saat keputusan atas keberatan tersebut telah ditetapkan. menurut pembagian industri atau kelompok produk atau jasa sejenis yang berbeda. Harga pokok penjualan dicatat sesuai biaya perolehannya yang besarnya ditentukan sesuai dengan pisah batas (cut off) yang berlaku untuk penjualan. Pendapatan bunga dan lainnya diakui dengan metode akrual. Segmen usaha adalah komponen yang dapat dibedakan (distinguishable components) dan menghasilkan suatu produk atau jasa yang berbeda.

573 763 312.089.565 5.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 4.889 6.286.292 Kas Bank : Rupiah : PT Bank Rakyat Indonesia Tbk PT Bank Negara Indonesia Tbk PT Bank Mandiri Tbk PT Bank Central Asia Tbk PT Bank DBS Indonesia PT Bank Bukopin Standard Chartered Bank The Hongkong Shanghai Bank Corporation Citi Bank PT Bank Lippo Tbk PT Bank Mega Tbk Sub Jumlah Valuta Asing : Citi Bank PT Bank Negara Indonesia Tbk PT Bank Mandiri Tbk Standard Chartered Bank PT Bank Rakyat Indonesia Tbk PT Bank Central Asia Tbk PT Bank DBS Indonesia The Hongkong Shanghai Bank Corporation PT Bank Lippo Tbk Sub Jumlah Jumlah Kas dan Bank Deposito Rupiah PT Bank Negara Indonesia Tbk Jumlah Kas dan Setara Kas 565. Berdasarkan Langganan Pihak Ketiga PT Gresik Cipta Sejahtera Pertani Group PT Gautama Sinarbatuah Sarana Adya Boga Agung PT Semen Gresik Cheil Samsung PT Indonesia Asahan Aluminium 18 21.673 4.729.803.234.880 83.650.120 52.044.269.649.000 6.325 226.814 347.704.764 12.849 6.358.448.323.677.653 21.494 81.469.310 9.374.192 196.269 21.420 306.393 5.557 347.308.355 273.079 7.716 23.268 4.784 191.169.511.605 310.002.533 40.621 137.527.780 3.377 8.793.465 177.892 4.080 14.404.765 25.922 237.150. Kas dan Setara Kas 2004 Rp 2003 Rp 400.393 1.041.560 .443.561 14.749.760 3.203.521 13.446 66.814 171.916 4. Piutang Usaha 2004 Rp 2003 Rp a.788 7.185 334.063.011 22.000 335.262.316 152.526.764 4.491 37.696 217.568.083 224.163.954 5.404.064 44.382 15.363 22.583.899.926.012.

062 4.520.983.869.072.244.043) 187.892 193.537 2003 Rp PPI (Group) PT Padas Mulya PT Dharma Niaga PT Murni Sri Jaya Kimikal Usaha Prima Andal Hasa Prima PT Anak Gresik Raya Kencana PT Sugih Waras PT Eka Matra Tani PT Lautan Luas Lainnya (dibawah Rp2.096.574.937 Subsidi harga gas bumi merupakan subsidi atas selisih harga antara harga pembelian gas bumi dengan harga yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan sebagai beban Perusahaan yang digunakan untuk memproduksi pupuk urea yang telah disalurkan sampai ke Lini IV untuk sektor pertanian dalam negeri (lihat catatan 2).509 8.540.713.880.420 250.478.872.116 (714.600.670.244 13.520. Berdasarkan Mata Uang Rupiah US Dollar Jumlah Penyisihan Piutang Ragu-ragu Jumlah Piutang kepada Pemerintah Republik Indonesia 6.5 milyar) Sub Jumlah Penyisihan Piutang Ragu-ragu Sub Jumlah Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa Pemerintah Republik Indonesia Subsidi Harga Pupuk Non Urea Subsidi Harga Gas Bumi (Urea) PPN atas Subsidi Harga Pupuk Non Urea Sub Jumlah Induk Perusahaan dan Perusahaan Asosiasi PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) PT Petrocentral PT Mega Eltra PT Pupuk Kaltim Tbk PT Pupuk Kujang Sub Jumlah Sub Jumlah Penyisihan Piutang Ragu-ragu Jumlah Jumlah Piutang Usaha b.294 3.550.248.260 43.237.766.130.120.912 10.043.700 143.897.742.448 2.759 20.361 (249.137 17.283) 249.580 (6.320 81.783 406.623 3.323.725 910.907 106.515.547.607.913.826 2.874.696 (7.235 93.577 402.258.960.287.841 3.143 7.972 3.643 (1.807.550.085 3.520.376) 406.733.253 28.333) 219.815.885 42.903 44.784) 152.937 359.406 12.502.001.747.373 3.320 368.253.004 (1.346.607 123.481.869 3.744 403.078.793 413.600 3.860 191.186.067) 402.448.250 14.870 8.116.655.483.981.008 1.521.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 2004 Rp 4.976 110.256 7.845.866 219.117 153. 19 . Subsidi harga jual pupuk non-urea merupakan subsidi atas selisih harga jual pupuk non-urea yang ditetapkan Pemerintah (Harga Eceran Tertinggi/ HET) dengan Harga Pokok Penjualan (HPP) untuk volume pupuk yang telah disalurkan sampai ke Lini IV untuk sektor pertanian dalam negeri (lihat catatan 2).266.291.591 28.197.391 7.360 145.

162 35.755 23.652 (9.059.352.620 277. Piutang kepada Perusahaan Induk dan Asosiasi Jumlah tersebut adalah piutang atas penjualan produk dan jasa.120 337.ragu atas piutang kepada pihak ketiga dan piutang kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah cukup untuk menutupi kerugian yang mungkin timbul dari tidak tertagihnya piutang tersebut.lain (kurang dari 2 milyar) Sub Jumlah Penyisihan Piutang Ragu-ragu Sub Jumlah Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa PT Petrowidada Yayasan Petrokimia Gresik PT Puspetindo PT Petronika PT Kawasan Industri Gresik PT Petrocentral Karyawan PT Petrokopindo CS PT Rekayasa PT Pupuk Kaltim Tbk Lain-lain Sub Jumlah Penyisihan Piutang Ragu-ragu Sub Jumlah Jumlah Piutang Lain-lain b.617 2.024 771.161 421.156.385.394 6. karyawan).006 (10.199 3.850 .038 4.237.000 1.706.449 5.347.034) 35. 6.806. tanah.943.341 2. Berdasarkan Mata Uang Rupiah US Dollar Jumlah Penyisihan Piutang Ragu-ragu Jumlah Piutang Lain-lain 20 9.013.023 (10.188 (506.868.145.470 835. penjualan produk samping dan pinjaman suku cadang.978 24.150.989 22.092.579.591 307.148.827 12. penggunaan fasilitas Perusahaan (rumah dinas.579.805.980 22. Piutang Lain-lain 2004 Rp 2003 Rp a. Berdasarkan Langganan Pihak Ketiga PT Petro Oxo Nusantara Dinas Perhubungan Pemkab Gresik PT Samator Inti Peroksida Lain .120.963 2.409 26.367.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Selisih pembayaran harga gas bumi merupakan pengembalian oleh Pemerintah RI atas selisih harga antara harga pembelian gas bumi dengan harga yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan sebagai beban Perusahaan yang digunakan untuk memproduksi pupuk urea (lihat catatan 2).028.673 21.289.850 8.825) 14.565) 13.680 1.030 1.153.344) 26.194 (11.027 2. Piutang usaha digunakan sebagai jaminan atas hutang bank (lihat catatan 14 dan 20).249.989 15.779) 13.500.264.283 29.784 7.623 23.678.434.223.747 13.225.441 5.424 731.371 (1.879.209) 21.718.400 46.990 365.911 37. Manajemen berpendapat bahwa penyisihan piutang ragu .782.569. bangunan.148.162 4.567.029.266.652.

264 93 7.999.120.496 2.155 4.520 11.227.140.698 993.705 3.729 19.487 Kuantum *) 178.871 274.489.419 50.460 234.960 92.033 30.902 161. dll) Bahan Aktif Pestisida ALOH3 Zinc Sulfat Sub Jumlah 33.249 8.639 99.918 60.207 2. Flowable. Persediaan Bahan Baku Batuan Fosfat Belerang KCL Amoniak Asam Sulfat Pestisida (DMS.013. Tepung.101.611 5.320 66.758 32.218 46.698. Persediaan 2004 2003 Rp 228.263 700. Manajemen berpendapat bahwa penyisihan piutang ragu .354 11.716 16.056 7.375 6.105 3.279 50.598 31.757. dan lain-lain (lihat catatan 30). jasa pelabuhan.399.592 7.602 11. Coils) Sub Jumlah c.915 322. sewa tanah.700.231 37.241 67.168. Tepung.221 165.183.037 2.588 5.172 21 101.636 9.957 7.682 31. listrik.127.459 13.673 9.224.228 381.951. Flowable.054. 7.576 34.658 16.925.171 450.032.195 771. dll) Pestisida (Cair.334 10.589 194 199 43.033 337.864 73.021 152.468 92.760 110. Coils) Sub Jumlah b.256 119.751 20. steam.484.593 1.478 842 88 Rp 126.605.471 66.466.136.383 9.379 2.880 404.850 Kuantum *) 130.679 30.508 8.789 4. sewa rumah.574.165 3.070 174.006 8.701. DMA.417 255 9. BPMC.611 119.128.494 43.489 526 131 386 52 .746 11.086 18.334 43. Persediaan Barang Jadi Pupuk Kantong Produk Lainnya Pupuk Curah Pupuk Sweeping Barang Dalam Perjalanan Pupuk ZK Bahan Aktif Pestisida (Diazinon. Padat.607 161.134 39. Padat.703.008 67.090.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Piutang kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa lainnya diatas terutama timbul dari transaksi penjualan hasil produk samping (seperti air.361 128 78 353 35.612 1.854 454.231.943.389 27.591.261.140 31. dan lain-lain) dan penjualan jasa lainnya berupa jasa keahlian. Persediaan Barang Dalam Proses Asam Fosfat ROP KCL 15-10-19-6Mg Bahan Aktif Pestisida Purified Gypsum KCL 15-9-20-6Mg CO2 Cair Asam Fluosikat Nitrogen Oksigen Crude Gypsum Pestisida (Cair.626 42.637 a.ragu atas piutang kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah cukup untuk menutupi kerugian yang mungkin timbul dari tidak tertagihnya piutang tersebut.822.828.717 6.747.998 597.

256 .330 6.336 dan Rp53.515 Biaya Perbaikan Rutin yang Dikapitalisasi Biaya Distribusi Asuransi Biaya Bahan Kimia untuk NPK Blending Provisi Bank Lain-lain Jumlah 22 38.000.671.327 85.000 2.080 2.334.558.072 Kuantum dalam satuan ton.229 5. 9.367.721 1.753 469.634.706 718. Pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian yang dialami Perusahaan.914.786 14.550 47.439 2.209 Uang Muka Pembelian Uang Muka Dividen Uang Muka Operasional Uang Muka Lainnya Jumlah 27.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) d.907. sesuai hasil kesepakatan dengan anggota holding telah diputuskan tambahan dividen tersebut dialokasikan ke masing-masing anggota holding. dimana PT Petrokimia Gresik mendapat bagian sejumlah Rp14.023 85.808.402 65.masing sebesar Rp64. Persediaan Suku Cadang Pabrik Operating Supplies Pabrik Amonia dan Urea Kendaraan dan Alat Berat Prasarana dan Utilitas Suku Cadang Dalam Perjalanan Sub Jumlah Jumlah *) 44.178 3.622 134. Seluruh persediaan di atas digunakan sebagai jaminan atas hutang bank (lihat catatan 14 dan 20).304. S-638/MBU/2004 tanggal 29 Nopember 2004.314.789.271 7.334.915.185.658 2.529.359 Uang muka dividen merupakan tambahan dividen Pemerintah. sedangkan kenaikan persediaan bahan jadi disebabkan menumpuknya persediaan bahan jadi di 8.460 7. seluruh persediaan telah diasuransikan kepada PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya dengan jumlah pertanggungan masing .314.391. Tambahan dividen tersebut diminta pada PT Pusri Holding sebesar Rp50 milyar.280 57.409.639 9.695.565 36.071. pestisida cair.416.951 44. sesuai surat dari PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) No.639 174.578. pestisida padat dan tepung (dalam satuan kg).812. Biaya Dibayar Dimuka 2004 Rp 2003 Rp 42.585 dan PT Asuransi Ramayana Tbk pada tanggal 31 Desember 2004 sebesar Rp1.877.310. Kenaikan nilai persediaan bahan baku pada tahun 2004 disebabkan adanya kenaikan pembelian bahan baku impor karena kenaikan nilai kurs dollar.418.442.755.102.280 58.328.244 3.677.004.620. U/41179/AOO-KU/2004 tanggal 6 Desember 2004 dan surat Menteri BUMN No.510.894 20.464. Uang Muka 2004 Rp 2003 Rp 74. kecuali oksigen dan nitrogen (dalam satuan ncm).298.831 16.233.335.833 29. flowable dan coils (dalam satuan ltr).243 1. Persediaan Bahan Pembantu dan Penolong e.

776.592.040.250 260.000 1 28.190.964 (744.500 34.723 21.219 281.005 40.360 4.850 289.250 260.250 260.776.873 1.470) (851.849 15.990.957) (1.00% 2004 Rp 21.531 3. Investasi Jangka Panjang Tempat Kedudukan Metode Ekuitas PT Petronika PT Kawasan Industri Gresik PT Aneka Jasa Grhadika PT Petrokopindo Cipta Selaras Sub Jumlah Metode Biaya Asean Potash Mining.091.990.091 2003 Bagian Laba (Rugi) Tambahan Periode Berjalan Setoran dan Koreksi Dividen (582.273.250 260.431 17.357.742.328.981 6.617 281.596.00% 1.269 817.00% 50.818 Selisih Kurs 2.474.190.982 6.430) 20.500 34.076 Saldo 31 Des 2004 21.724 14.273.530.742.160 Thailand Gresik Gresik Gresik 13.040.229.203.219 281.431 Saldo 01 Jan 2003 Perusahaan : PT Petronika PT Kawasan Industri Gresik Perusahaan Anak : PT Aneka Jasa Grhadika PT Petrokopindo Cipta Selaras Jumlah 19.13% Ringkasan pergerakan penyertaan adalah sebagai berikut : a.434 (42.996 Selisih Kurs - Saldo 31 Des 2003 18.343 69.500 34.552.00% 35.552.773 541.303.279 5.742.531 3.00% 50.774 2003 Rp 18.80% 5.041.47% 9.818 23 .077.474.818 17.530.219 281.602.226 2.519.342 63.032 292.005 40.360 4.192.849 15.000 1 28.873 1.500 34.091.474.592.643 1.022 15. Metode Ekuitas 2004 Bagian Laba (Rugi) Tambahan Periode Berjalan Setoran dan Koreksi Dividen 3.022 15.309) 875.328.190.427) Saldo 01 Jan 2004 Perusahaan : PT Petronika PT Kawasan Industri Gresik Perusahaan Anak : PT Aneka Jasa Grhadika PT Petrokopindo Cipta Selaras Jumlah 18. Thailand PT Petrowidada PT Petrocentral PT Puspetindo Sub Jumlah Jumlah Gresik Gresik Gresik Gresik Pemilikan Saham 20.602.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 10.849 15.

013/1990 tanggal 5 Juni 1990. Pada tanggal 19 Maret 1999 dilakukan perubahan akta perusahaan yang mengubah nilai nominal saham menjadi USD 500/lembar. Modal Dasar Perusahaan ini adalah Rp60. Investasi Perusahaan dalam akta ini diakui sebanyak 5. Perusahaan tersebut saat ini sedang dalam konstruksi menjadi produsen pupuk. Sesuai resolusi para pemegang saham.073. SH nomor 25 tanggal 14 September 1983. Nomor 36 tanggal 18 April 1990. PT Kawasan Industri Gresik Investasi pada PT Kawasan Industri Gresik (PT KIG) dilakukan pada tanggal 20 Nopember 1990 dengan akta notaris Nurlaily Adam Nomor 145.385.125 lembar saham dengan nilai nominal Rp 10 per lembar atau senilai Rp281. Ester Mercia Soeleman nomor 40 dengan nilai penyertaan Rp3.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Dasar perhitungan bagian laba penyertaan saham untuk PT Petronika dan PT Kawasan Industri Gresik menggunakan laporan keuangan yang belum diaudit. Perusahaan ini bergerak dalam bidang konstruksi dan jasa pemeliharaan gedung. Metode Biaya Potash Mining.318. penyertaan Perusahaan pada PT Petrokopindo Cipta Selaras adalah sebanyak 26.47%.000 dan telah ditempatkan sebesar Rp5. SH Nomor 218 tanggal 31 Desember 1994 dan telah diubah dengan notaris yang sama nomor 294 tanggal 30 Maret 1996 sebanyak 28.154.500 atau senilai Rp14.. Jumlah investasi pada tanggal tersebut adalah senilai Rp3.82% menjadi 1. Harga saham pada tahun 1983 adalah USD 1.946. SH nomor 140 tanggal 19 Maret 1999.260 dan pada tahun 1997 ditambah lagi sebesar Rp261. PT Petronika bergerak dalam bidang bahan baku plastik. Pada tahun 1995 dilakukan tambahan penyertaan senilai Rp3.000.000/lembar. PT Petrokopindo Cipta Selaras Penyertaan pada PT Petrokopindo Cipta Selaras dituangkan dalam akta notaris Djamilah Nahdi.108. PT Petronika Penyertaan pada PT Petronika dilakukan pada tanggal 22 Oktober 1983 dengan akta Soeleman Ardjasasmita. Perusahaan ini bergerak dalam bidang bahan baku plastik.500. SH. PT Petrowidada menambah modal ditempatkan dan disetor sehingga mengubah persentase kepemilikan Perusahaan dari 4. SH. Akta tersebut diperbaharui dengan akta notaris Rahmat Santosa.400.250.050 lembar saham dengan nilai nominal Rp10 per lembar atau senilai Rp260. b.692.750. PT Aneka Jasa Grhadika Penyertaan pada PT Aneka Jasa Grhadika dituangkan dalam akta notaris Nurlaily Adam.000.385 lembar dengan nilai USD 2. PT Petrowidada Penyertaan pada PT Petrowidada dilakukan pada tanggal 17 Pebruari 1999 berdasarkan akta notaris Ny. PT KIG bergerak dalam bidang pengelolaan lahan untuk industri di Gresik. 24 . Thailand Penyertaan pada Potash Mining Thailand dilakukan berdasarkan surat Menteri Keuangan nomor S-672/MK.182. Akta ini telah beberapa kali mengalami perubahan terakhir dengan akta pernyataan keputusan rapat nomor 53 tanggal 17 Januari 1995 dihadapan notaris Yanita Poerbo. Perusahaan ini bergerak dalam bidang otomotif.

000 dan terdapat koreksi penyertaan sebesar Rp680.776.847 25 5 477 837 2003 Pengurangan 1 942 051 Reklasifikasi 15.395.819. Seluruh investasi tersebut diatas dimaksudkan untuk memperoleh potensi keuntungan dalam jangka panjang. Nilai penyertaan Perusahaan adalah sebesar Rp12.074.643.443.099 2.283) (55.530 981. 11.821 498.612.077.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) PT Petrocentral Penyertaan pada PT Petrocentral dilakukan pada tanggal 3 Maret 1986 dengan akta notaris Soeleman Ardjasasmita.869.438.997.183 1.559 3. Aktiva Tetap Saldo Awal Nilai Perolehan Tanah Bangunan Mesin dan Peralatan Kendaraan dan Alat Berat Inventaris Suku Cadang Penyangga Aktiva Dalam Pelaksanaan Bangunan Mesin dan Peralatan Inventaris Lainnya Akumulasi Penyusutan: Bangunan Mesin dan Peralatan Kendaraan dan Alat Berat Inventaris Suku Cadang Penyangga Nilai Tercatat 29.779 191.394 717. SH nomor 261 tanggal 19 Mei 1992.328 Saldo Awal Nilai Perolehan Tanah Bangunan Mesin dan Peralatan Kendaraan dan Alat Berat 29.566 321.303.438.080.456 214.619) (152.857 5.000 sehingga nilai penyertaan menjadi Rp4.699.062.341.976 14.979 22.13%.305 7.450.002.131.995 16.572 1. SH nomor 4 yang diubah dengan akta notaris Endravilla Parmata.341.927 75.390 1.299.422.426.136 8.241 42.577.007.403 atau ekuivalen dengan Rp2.527.832.216.422.388.445.161 52.011.556 19.661.355 26.470.180 107.000 atau 12.721 3.237 Penambahan 7.093 42 550 193 Penambahan 498.280.011.813.961.422.206 2.463 75.283 55.595 3.150 331.961. maka komposisi pemilikan saham Perusahaan pada PT Puspetindo menjadi sebesar 5.027 1.409.486 Reklasifikasi 2. karena seluruh investasi jangka panjang tersebut bergerak dalam bidang industri yang berhubungan dengan Perusahaan yaitu industri pupuk dan perdagangan.011.982.220 3.050 1.988.000 dan telah disetor sebesar USD 1.200.091 Saldo Akhir 29.212.383 23.568 42. PT Puspetindo Investasi pada PT Puspetindo dilakukan pada tanggal 22 Maret 1990 dengan akta notaris Soeleman Ardjasasmita nomor 30.908.195 17.566 321.577.228. PT Petrocentral bergerak dalam bidang bahan baku sabun. PT Puspetindo bergerak dalam bidang peralatan pabrik.027) - Saldo Akhir 29.031 46.533.819.365.954 11.283.198.899 64.501 3.245 3.711.551 398.547 39.000 131.025.821 8.340 45.134.124.646.123.510.422.390 1.321 789.576 4.604.350.408 152.000 111.128 1.085.680.039 200.812 2004 Pengurangan 416 4.724 14.535.798 216.526 99.120.201.646 (2.388.000.544.604.490.278.463.056 1.350 lembar saham.802 887.795 2.456. Dengan dilakukannya restrukturisasi hutang dalam bentuk Debt of equity Swap serta adanya perubahan modal.566 321. Nilai penyertaan adalah sebesar USD 1.319 2. Pada tahun 2002 PT Petrocentral membagikan dividen saham sebesar Rp2.782 46.031 46 085 979 . Perusahaan telah mengalami kerugian kumulatif yang melebihi modal ditempatkan.919.848.434 50.045.

643 90.408.144.913.856.540 111.593 Penambahan 498.768.083.106 216.675 99.031 46.123.919.550.215 649.305 1.941 Beban Overhead Pabrik Beban Usaha Jumlah 92.252.193 21.237 Beban penyusutan dialokasikan sebagai berikut : 2004 Rp 2003 Rp 82.136 8.941.490.477.154 3.700 3.401 928.213 3.696.566 321.027 116.510.840.007.299.313.869.327 232.969.242.802 887.278.238.039 200.167 17.988.679.355 26.475 51.392 2.408 152.379.303.394 717.979 22. PT Asuransi Ramayana Tbk dan PT Asuransi Inda Tamporok General Insurance terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya dengan jumlah pertanggungan masing .811 Aktiva tetap dan aktiva dalam pelaksanaan digunakan sebagai jaminan atas hutang bank (lihat catatan 14 dan 20).401 928.578 2.145 6.035. seluruh Aktiva tetap kecuali tanah telah diasuransikan kepada PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero).195 17.566 321.982 40.711.572.340 45.306 1.895 Denda Service Level Agreement Perbaikan yang Dikapitalisasi Pengurusan Sertifikat HGB Tenaga Bantuan Kaltim Reklamasi Tanah Pengurusan Merek Dagang Jumlah 26 10.577.721 3.623 dan Rp3.963.422.093 42.604.051 373.390 1.771 185.163 6.941 Reklasifikasi 15.379 15.463.547 39.530 981.091 909.753 1.422.178 862.025.470.940.432.941. 12.050 1.341. Pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003.346.961.280.612.574 14.577.756.443.011.119.408 152.797) - Saldo Akhir 29.643.027 1.228.480 17.044.595.589 9.916.626.225 16. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian yang dialami perusahaan.433 90.542.200.099 2.212.365.398 37.masing sebesar Rp1.292.942.445.588 148.816.088.679.317 Saldo Awal Nilai Perolehan Tanah Bangunan Mesin dan Peralatan Kendaraan dan Alat Berat Inventaris Suku Cadang Penyangga Aktiva Dalam Pelaksanaan Bangunan Mesin dan Peralatan Inventaris Lainnya Akumulasi Penyusutan: Bangunan Mesin dan Peralatan Kendaraan dan Alat Berat Inventaris Suku Cadang Penyangga Nilai Tercatat 29.514.289 .508 8.762 373.041 894.328.220.136 6.149 2.463 75.326 8.500 79.706 (16.837 1.429 29. Biaya Yang Ditangguhkan 2004 Rp 2003 Rp 21.847 5.179 68.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 2003 Pengurangan 1.085.154 8.212.

514 1.291 612.928 Piutang pada Yayasan Petrokimia Gresik adalah piutang untuk dana pembangunan perumahan karyawan yang jangka pengembaliannya lima tahun serta program santunan kesehatan (sankes) (lihat catatan 21).500 3. jaminan botol. 13.281.biaya yang dikeluarkan sehubungan dengan pengurusan legal hak atas tanah ditangguhkan dan diamortisasi selama umur HGB tanah yang bersangkutan.800 23.634 342.400 1.000 2 1.062 342.300. Jaminan jangka panjang merupakan jaminan listrik.000 1.281.407 Piutang pada Yayasan Petrokimia Gresik Deposito Dijaminkan Jaminan Jangka Panjang Jaminan Tanah Piutang Karyawan Jangka Panjang Piutang Bersyarat Uang Jaminan Kendaraan Aktiva Tetap Mesin Tidak Digunakan Uang Jaminan Bahan Bakar Jumlah 30.406. Piutang karyawan jangka panjang merupakan piutang atas pinjaman rumah dan kendaraan kepada pegawai yang dibayar kembali dengan angsuran melalui pemotongan gaji.317.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Denda Service Level Agreement merupakan tunggakan denda atas restrukturisasi hutang Perusahaan yang ditangguhkan dan diamortisasi selama 3 tahun sesuai dengan jatuh tempo dalam perjanjian restrukturisasi. Aktiva tetap mesin tidak digunakan merupakan bangunan dan mesin Pabrik Pemurnian Asam Fosfat dan Pabrik Amoniak I yang sudah tidak digunakan lagi.790 580. Aktiva Lain-lain 2004 Rp 2003 Rp 18.496 759.496 714.784 56.800 34.784 610.552.460. jaminan telepon dan jaminan keanggotaan golf. Biaya .182 1. Deposito dijaminkan merupakan deposito pada PT Bank Negara Indonesia Tbk yang dijadikan jaminan pada PT Jamsostek (Persero) atas pinjaman untuk membiayai perumahan karyawan.800 1.108. 27 .

41% .18% .246.999.276. serta perubahan .000.000.88 21.000.50 3.043.000 712.564 125.028 151.00 16.876.000 50.Time Loan PT Bank Central AsiaTbk .811.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 14.00 10.995.600.6.00 57. dengan ketentuan untuk penggunaan dalam Dollar Amerika Serikat setinggi-tingginya sejumlah USD 5.78 2.00 25.731. Hutang Bank 2004 USD (Angka Penuh) Rp 139.246.000.000.75% PT Bank Central Asia Tbk Berdasarkan Akta Perjanjian Kredit Nomor 1 tanggal 7 Agustus 2003.000.665. Usance LC dan Usance Payable At Sight LC ) dengan jumlah pokok tidak melebihi USD 20.000.342 86.789.312.10 12.00 14.939 190.069 Tingkat bunga per tahun selama tahun berjalan Rupiah US Dollar Penjelasan Pokok perjanjian pinjaman adalah sebagai berikut : 8.900 242.178 774.430.75% 4% .50% 4.734 Kredit Modal Kerja PT Bank Central Asia Tbk .456 531.296 5.911 312. Fasilitas Omnibus Time Loan Revolving dan Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN) dan Pinjaman Berjangka Money Market (PBMM) dengan jumlah pokok tidak melebihi Rp200 milyar.375.171.939 190.000. terakhir tanggal 8 Oktober 2004.00% 10.00 14.000 916.000 155..000.000 10. 28 .171.833.000 2003 Rp 84.957 23.03 9.750.860.347.100 3.56 131.610 130.330. b.553.463.796.88 43.000.000.248.56 82.771.000.000.000. Fasilitas Kredit Lokal (rekening koran) dengan jumlah pokok tidak melebihi USD 10.000 92.335 437. Fasilitas Omnibus Letter of Credit (Sight LC.perubahan perjanjian kredit.000 dan fasilitas PBMM dapat digunakan hingga sejumlah Rp50 milyar dengan ketentuan pemberian fasilitas PBMM bersifat tidak mengikat disesuaikan dengan keadaan likuiditas PT Bank Central Asia Tbk.350.283.695 312.Market Line PT Bank DBS Indonesia PT Bank Negara Indonesia Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Syariah Mandiri Standard Chartered Bank PT Bank Mega Tbk PT Bank Lippo Tbk Sub Jumlah Fasilitas Letter of Credit (L/C) PT Bank Central Asia Tbk PT Bank Negara Indonesia Tbk Standard Chartered Bank PT Bank DBS Indonesia The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Sub Jumlah Jumlah Hutang Bank 15.020.650.100 20. Notaris di Jakarta.427 110.347.989.324 2.789.14.80% .742 32.141.146 USD (Angka Penuh) 10.865.841.364.6. SH.000.13.997. Perusahaan telah memperoleh fasilitas kredit sebagai berikut : a.551.020.347.248. yang dapat digunakan untuk Fasilitas Time Loan Revolving dalam Rupiah maupun Dollar Amerika Serikat.296.950 33.900. dari Lindrawati Poernomo. c.03 13.387 281.

PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Fasilitas kredit tersebut dibebani tingkat bunga sebesar 11. 70 dengan jangka waktu (27 September 1995 . Fasilitas Kredit Modal Kerja Berdasarkan Perjanjian Kredit Nomor 97/HLB/050a tanggal 1 Agustus 997 serta addendum perubahan Perjanjian Kredit terakhir Nomor (8) 97/HLB/050a tanggal 17 September 2003 dan Surat Persetujuan Perpanjangan Sementara Fasilitas Kredit tanggal 12 Nopember 2004.490 m2 terletak di Desa Romo. bahan penolong.Mesin/ Peralatan Pabrik Urea dan Amoniak yang diikat secara Fiducia. Kab.000.80% per tahun untuk fasilitas kredit lokal yang diberikan dalam mata uang rupiah dan 8% per tahun untuk fasilitas kredit lokal yang diberikan dalam mata uang Dollar Amerika Serikat dan akan jatuh tempo pada tanggal 7 Juli 2005.25 September 2025) seluas 174. Fasilitas kredit ini dijamin dengan tanah dengan SHGB No.000. Gresik.000.25 September 2025) seluas 24. Mesin .000. barang setengah jadi. Fasilitas Kredit Revolving dengan maksimum kredit sebesar USD 10. Untuk semua fasilitas nilai kontrak dalam mata uang asing tersebut tidak boleh melebihi USD 10.000.16% per tahun.Kec. bahan pembantu. Seluruh persediaan bahan baku.000.420 m2 yang terletak di Desa Ngipik.000.000.000. berikut segala sesuatu yang berada diatas tanah tersebut. PT Bank DBS Indonesia Berdasarkan Surat Perjanjian Kredit tanggal 28 September 2004. Fasilitas Impor dengan maksimum kredit sebesar USD 10.000. Gresik atas nama PT Petrokimia Gresik. dengan tingkat bunga sebesar 5.000 dengan rincian sebagai berikut : a. 2 (dua) bidang tanah SHGB No. Fasilitas Treasuri untuk kontrak mata uang asing Tomorrow. 9 dengan jangka waktu (01 Pebruari 1996 . Fasilitas Diskonto tagihan ekspor terhadap faktur penjualan LC Ekspor yang didepositkan ke Bank maksimum sebesar USD 1. Perusahaan memperoleh Fasilitas Kredit Modal Kerja dengan jumlah maksimum kredit sebesar Rp35 milyar.20 Juli 2025) seluas 452 920 m2 dan SHGB No. Kedua SHGB tersebut akan dibebani Hak Tanggungan secara Paripasu dengan Bank Mandiri minimal sebesar nilai maksimum kredit Bank Mandiri dan BNI. Manyar. Perusahaan telah memperoleh Fasilitas Kredit Modal Kerja dengan jumlah maksimum sebesar USD 30. 69 dengan jangka waktu (21 Juli 1995 . 29 - - . Fasilitas ini berjangka waktu satu tahun yang akan jatuh tempo pada tanggal 21 Desember 2004 dengan jaminan sebagai berikut : - 1 (satu) bidang tanah SHGB No.000.000. c. Semua fasilitas kredit tersebut akan jatuh tempo pada tanggal 19 Mei 2005. Kec. Fasilitas kredit ini dibebani bunga sebesar 12.5% per tahun yang dibayar setiap akhir bulan.dengan jangka waktu kredit selama 12 bulan.000.000. Spot dan Forward dengan jangka waktu 6 (enam) bulan dan Swap sampai dengan 126 bulan. b. Fasilitas Trust Receipt Facility dengan maksimum kredit sebesar USD 10.000. Kecamatan Gresik atas nama PT Petrokimia Gresik seluas 105. PT Bank Negara Indonesia Tbk a. barang jadi yang diikat secara Fiducia.700 m2 beserta bangunan yang berdiri diatasnya dengan nilai pertanggungan sekitar USD 10. dengan jangka waktu pinjaman tidak melebihi 180 (seratus delapan puluh hari) yang terdiri dari : Fasilitas Import Line dengan total nilai outstanding tidak melebihi maksimum kredit sebesar USD 10. 15 yang berlokasi di Desa Ngipik. Gresik atas nama PT Petrokimia Gresik. Kab.

Akta No..perubahannya. Berdasarkan akta No 89 tanggal 31 Agustus 2000 dari Suyati Subadi.IDB (LITF ..700. Berdasarkan surat persetujuan perpanjangan jangka waktu fasilitas KMK dari Bank Mandiri No.732/ADD/2004 tanggal 8 Oktober 2004.COP/COD.000 untuk keperluan pembelian bahan baku untuk produksi pupuk. jangka waktu kredit 1 (satu) tahun terhitung sejak tanggal 1 September 2004 sampai dengan 31 Agustus 2005. Perusahaan memperoleh Fasilitas Kredit LC Import dengan jumlah maksimum sebesar USD 35.COP/COD. SH. 88 tanggal 31 Agustus 2000 beserta perubahan . Perusahaan telah menandatangani addendum I (Pertama) atas perjanjian Kredit Modal Kerja bersifat Revolving No. terakhir dengan addendum III No. dengan bunga sebesar 13.barang yang di impor dengan fasilitas L/C Impor serta jaminan yang terkait dan tanggung renteng dengan jaminan Fasilitas Kredit Investasi (lihat catatan 14) dan KMK yang telah diserahkan ke Bank Mandiri.731/ADD/2004 tanggal 8 Oktober 2004. DNW. Jumlah pagu fasilitas KMK ini adalah sebesar Rp50 milyar yang digunakan untuk menunjang kegiatan operasional (Modal Kerja Industri Pupuk) dengan tingkat bunga sebesar 13. serta Persetujuan Perpanjangan Sementara No.83%.5% per tahun serta provisi kredit sebesar 1% per tahun dari Limit Kredit. Fasilitas Kredit Modal Kerja Berdasarkan akta No 87 tanggal 31 Agustus 2000 dari Suyati Subadi. Perusahaan memperoleh fasilitas kredit L/C Impor yang dapat digunakan secara switchable untuk L/C Sight . Fasilitas Letter of Credit Impor Sesuai dengan Perjanjian Pembukaan Letter of Credit (L/C) No. Usance dan Usance payable at Sight termasuk L/C usance dengan skim Line of Import Trade Financing . Fasilitas kredit ini dijamin dengan jaminan utama berupa barang . 30 . SBY. notaris di Surabaya. Jumlah pagu fasilitas KMK ini sebesar Rp11 Milyar yang digunakan untuk modal kerja operasional pabrik pupuk NPK. DNW. Kredit ini dijamin dengan jaminan utama berupa persediaan dan piutang dagang serta jaminan tambahan berupa SHGB berikut bangunan Pabrik NPK atas nama PT Petrokimia Gresik dan peralatan mesin dan fasilitas lainnya yang ada diatasnya. Fasilitas kredit ini terakhir dibebani bunga sebesar 4. SH. Fasilitas Letter of Credit Impor Sesuai dengan Perjanjian Fasilitas Pembukaan Letter of Credit (L/C) Impor No. DNW. jangka waktu kredit ini adalah 1 (satu) tahun terhitung sejak tanggal 1 September 2004 sampai dengan 31 Agustus 2005.733/ADD/2004 tanggal 8 Oktober 2004. Fasilitas kredit ini jatuh tempo pada tanggal 21 Desember 2005. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk a. Berdasarkan surat persetujuan perpanjangan jangka waktu fasilitas KMK dari Bank Mandiri No.000. Jangka waktu L/C maksimal 180 hari setelah tanggal Bill of Lading .000 yang merupakan bagian dari jumlah Limit kredit sebesar USD 15.000.NIAGA/02/PK-MK-CRMS/2000.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) b. Fasilitas kredit ini dijamin dengan seluruh barang-barang yang dibeli/dibayar dengan menggunakan fasilitas pembukaan LC yang bersangkutan serta dikaitkan dengan jaminan fasilitas kredit lainnya.COP/COD. Perusahaan telah menandatangani perjanjian Kredit Modal Kerja Nomor SBY. 06A/HLB/PPLC/99 tanggal 18 Agustus 1999 dan telah diperbaharui dengan Surat Persetujuan Perubahan Perjanjian Kredit No.000.IDB) dengan plafond sebesar USD 3.NIAGA/02/PK-LC-CRM/2000. (8) 97/HLB/050a tanggal 17 September 2003. KPD/2/027/R tanggal 29 Juni 2004.131 tanggal 17 Oktober 1994. Kredit ini dijamin dengan jaminan utama berupa persediaan dan piutang dagang pupuk NPK serta jaminan tambahan berupa SHGB berikut bangunan pabrik NPK atas nama PT Petrokimia Gresik serta peralatan mesin dan fasilitas lainnya yang ada diatasnya. notaris di Surabaya.5% per tahun serta provisi kredit sebesar 1% per tahun dari limit kredit. dengan jangka waktu satu tahun terhitung sejak tanggal 1 September 2004 sampai dengan 31 Agustus 2005. b.

Kabupaten Gresik.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) PT Bank Syariah Mandiri Fasilitas kredit ini ditandatangani dengan akad pembiayaan Hawalah nomor 00. Clean Import Loan Facility . atas nama PT Petrokimia Kayaku berkedudukan di Gresik. c. terakhir No. Documentary Credit Facility .48% per tahun dengan jangka waktu pinjaman tidak boleh melebihi 180 (seratus delapan puluh) hari.3/HWLH/XI/2003 tanggal 20 Nopember 2003. Jangka waktu pinjaman adalah sejak 6 September 2004 sampai dengan 6 September 2005 dan tingkat suku bunga 14% per tahun. A. PT Bank Mega Tbk Merupakan hutang PT Petrosida Gresik (Perusahaan Anak) berupa Kredit Modal Kerja dengan plafon sebesar Rp5 milyar.000.000 pada Bank Lippo dengan A/C: 736.000. JKT/AUB/239 tanggal 15 Agustus 2003 serta Addendum No.Yani PO. 11 Desa Ngipik. Fasilitas kredit tersebut terakhir dibebani bunga sebesar 9. terletak di Jl.000. Fasilitas kredit ini dibebani bunga sebesar 5. Fasilitas kredit ini dibebani bunga sebesar 5. Kecamatan Gresik.47% per tahun.000.perubahannya.000.BOX 107. dengan maksimum kredit sebesar USD 5.48% per tahun dengan jangka waktu pinjaman tidak boleh melebihi 180 (seratus delapan puluh) hari.1107-2 dengan jangka waktu 12 bulan. Jawa Timur.000. b. persediaan barang milik debitur minimum senilai Rp10 milyar.000 dan dibebani bunga sebesar 5.000 yang terdiri dari fasilitas sebagai berikut : a. Deferred Payment Credit Facility . sarana pelengkap. Jangka waktu kredit mulai 11 April 2004 sampai dengan 10 April 2005. PT Bank Lippo Tbk Merupakan hutang PT Petrokimia Kayaku berupa Pinjaman Rekening Koran (PRK) sebesar Rp6. dengan jangka waktu pinjaman tidak melebihi 180 hari. Perusahaan memperoleh fasilitas kredit sebagai berikut : - Fasilitas Kredit Revolving dalam bentuk Promissory Note . Pinjaman ini dijamin dengan agunan berupa Sertifikat Hak Guna Bangunan No. dengan maksimum kredit sebesar USD 5. seluas 15. SBY/AUB/267 tanggal 4 Maret 2004. 31 .48% per tahun. Fasilitas Kredit Impor dengan jumlah maksimum sebesar USD 25.000.000 dan Pinjaman Tetap On-Demand (PTX-OD) sebesar Rp3. Perusahaan memperoleh fasilitas kredit dengan jumlah maksimum kredit gabungan sebesar USD 5. JAK/040170/U/040420 tanggal 26 April 2004 dan perjanjian perubahannya No. Desa Ngipik. dan bangunan berupa pabrik. Fasilitas ini dijaminkan dengan piutang dagang milik debitur minimum Rp10 milyar.000 m2.000. Fasilitas kredit ini dibebani bunga sebesar tingkat bunga SIBOR ditambah 3% per tahun. dengan maksimum sebesar USD 5. Standard Chartered Bank Sesuai dengan Perjanjian Fasilitas Kredit tanggal 13 Maret 1997 beserta perubahan . mesin dan peralatan pabrik milik PT Petrosida Gresik yang terletak di komplek PT Petrokimia Gresik. dengan jumlah maksimum kredit Sebesar Rp40 milyar.000.000. Propinsi Jawa Timur. Pagu fasilitas ini maksimum Rp75 milyar dengan jangka waktu fasilitas sampai dengan tanggal 22 Nopember 2004.30.000. Fasilitas kredit ini apabila digunakan bersama – sama tidak boleh melebihi jumlah maksimum kredit gabungan sebesar sebesar USD 5. JAK/040415/U/040630 tanggal 11 Agustus 2004. The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Sesuai dengan Perjanjian Fasilitas Kredit No. Jumlah fasilitas yang terdapat dalam neraca tanggal 31 Desember 2003 adalah realisasi penarikan kredit.

244.480 11.454 3.423.896 65.016 Pajak Penghasilan Pasal 21 Pajak Penghasilan Pasal 22 Pajak Penghasilan Pasal 23 Pajak Penghasilan Pasal 29 (Badan) PPN Masukan Jumlah b.791 509.464 43.198 126.065.208 2004 Rp 2003 Rp 13.600 980.860 7.001 126.915 17.589 117.982 160. Hutang Usaha 2004 Rp 2003 Rp a.198.320 10.284 12.228 351.530 19.477 1.025.518.601 753.698 45.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 15.138.681 27.473 16.691.526 146.859 Pajak Penghasilan Badan Pajak Penghasilan Pasal 21 Pajak Penghasilan Pasal 23/26 Wapu Pajak Petambahan Nilai Wapu Pajak Pertambahan Nilai Keluaran Jumlah 32 2004 Rp 5.627 2.410 277 8.181.151. Perpajakan a.496.009.918 833.153.426 2003 Rp 14.895 6.960.986 28.607.783 16.624. Berdasarkan mata uang : Rupiah US Dollar Jumlah 16.208 81.713.939.052 90.600 1.652.414 426.270 8.164 992.026.778 270.643.896 62.209.404 837.900.289.830.900.529 703.680 18.983. Pajak Dibayar Dimuka 79.348 109.413.534 188. Hutang Pajak 1.652. Berdasarkan pemasok Pihak Ketiga Hutang Pembelian Barang Lokal Hutang Pembelian Jasa Lokal PPN Masukan Hutang Pembelian Barang Impor Sub Jumlah Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa PT Pupuk Kalimantan Timur Tbk PT Rekayasa Industri PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) Mitsubishi Corporation PT Mega Eltra PT Pupuk Kujang Koperasi Karyawan Keluarga Besar Petrokimia Gresik (K3PG) PT Pupuk Iskandar Muda Sub Jumlah Jumlah b.027 1.939.447 1.744 109.076 388.426 .924 33.714.404.916.

PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain)

c. Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan Perusahaan
2004 Rp 2003 Rp (74.015.979) 13.934.683 (60.081.296)

Pajak Kini Pajak Tangguhan Jumlah
Pajak Kini

(71.615.523) 17.157.429 (54.458.094)

Rekonsiliasi antara laba (rugi) sebelum pajak penghasilan menurut laporan laba rugi konsolidasian dengan laba kena pajak Perusahaan adalah sebagai berikut:
2004 Rp 2003 Rp 170.651.265 39.439.136 7.009.812 46.448.948 1.043.719 49.366.189 (23.247.027) 27.162.881 244.263.094 (2.538.939) 241.724.155

Laba Sebelum Pajak Perbedaan waktu Beda Penyusutan dan Amortisasi Perusahaan dan Fiskal Penyisihan piutang Jumlah Perbedaan Waktu Perbedaan permanen : Beban Pegawai Ekuitas dalam Laba Bersih dari Perusahaan yang Mempunyai Hubungan Istimewa yang Tidak Dikonsolidasikan Beban Lain-lain yang tidak dapat Dikurangkan Sebagai Biaya Operasional Pendapatan yang Telah Dipungut Pajak Final Biaya Penyusutan Kenikmatan dan Penyisihan Piutang Jumlah Perbedaan Permanen Laba Fiskal sebelum kompensasi kerugian Rugi Fiskal tahun-tahun lalu Laba Kena Pajak Rincian laba kena pajak adalah sebagai berikut : Perusahaan Perusahaan Anak PT Petrosida Gresik PT Petrokimia Kayaku Jumlah

181.020.268 39.680.483 5.372.999 45.053.482 1.930.356 (5.198.723) 38.657.182 (23.595.665) 3.537.750 15.330.900 241.404.650 (6.742.192) 234.662.458

226.281.858 (4.172.621) 12.553.221 234.662.458

237.692.087 (5.112.444) 9.144.512 241.724.155

Rekonsiliasi antara laba (rugi) sebelum pajak penghasilan Perusahaan dengan taksiran penghasilan kena pajak Perusahaan adalah sebagai berikut:
2004 Rp 2003 Rp 166.136.193

Laba sebelum pajak penghasilan Perbedaan waktu : Selisih antara Penyusutan dan Amortisasi Komersial dengan Pajak atas Aktiva Tetap Penyisihan Piutang Jumlah Perbedaan Waktu
33

175.184.402

39.308.378 5.403.619 44.711.997

39.379.033 7.029.969 46.409.002

PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Perbedaan Permanen : Ekuitas dalam Laba Bersih dari Perusahaan Asosiasi Beban Lain-lain yang tidak dapat Dikurangkan Sebagai Biaya Operasional Pendapatan yang Telah Dipungut Pajak Final Pendapatan Bunga (Bersih)/Dividen Jumlah Perbedaan Permanen Laba Kena Pajak Rincian beban dan hutang pajak kini adalah sebagai berikut : Beban Pajak Kini Perusahaan Perusahaan Anak PT Petrokimia Kayaku Jumlah Dikurangi Pembayaran Pajak Dimuka Pajak Penghasilan : Pasal 22 Pasal 23 Pasal 25 Fiskal Luar Negeri Jumlah Hutang Pajak Kini Rincian : Perusahaan Perusahaan Anak PT Petrosida Gresik PT Petrokimia Kayaku Jumlah
2004 Rp 67.867.057 3.748.466 71.615.523 2003 Rp 71.290.126 2.725.853 74.015.979

(10.299.527) 36.280.313 (23.133.077) 3.537.750 6.385.459 226.281.858

1.043.719 47.174.554 (23.071.381) 25.146.892 237.692.087

(35.315.921) (1.711.100) (30.087.946) (3.000) (67.117.967) 4.497.556 4.658.375 (1.110.044) 949.225 4.497.556

(19.631.709) (1.113.620) (39.782.335) (28.000) (60.555.664) 13.460.315 13.986.569 (721.285) 195.031 13.460.315

Laba kena pajak dan hutang pajak kini Perusahaan dan perusahaan anak tahun 2003 sudah sesuai dengan Surat Pemberitahuan Pajak (SPT) yang disampaikan ke Kantor Pelayanan Pajak. Pajak Tangguhan Rincian dari aktiva dan kewajiban pajak tangguhan Perusahaan dan perusahaan anak adalah sebagai berikut :
01 Januari 2003 Rp Dikreditkan (Dibebankan) ke Lap. Laba Rugi Rp 2.108.991 11.813.709 13.922.700 44.186 13.966.886 31 Desember 2003 Rp 3.752.580 (93.864.893) (90.112.313) (1.048.565) (91.160.878) Dikreditkan (Dibebankan) ke Lap. Laba Rugi Rp 1.621.085 11.792.514 13.413.599 44.792 13.458.391 Koreksi DPP Penyusutan Rp 3.641.384 3.641.384 3.641.384 31 Desember 2004 Rp 5.373.665 (78.430.995) (73.057.330) (903.307) (73.960.637)

Aktiva Pajak T angguhan Penyisihan piutang ragu-ragu Kewajiban Pajak Tangguhan Penyusutan aktiva tetap Jumlah Perusahaan Anak PT Petrosida Jumlah (Kewajiban) Pajak T angguhan Perusahaan Anak Aktiva Pajak T angguhan PT Petrokimia Kayaku Jumlah Aktiva Pajak Tangguhan

1.643.589 (105.678.602) (104.035.013) (1.092.751) (105.127.764)

492.597 492.597

68.264 68.264

560.861 560.861

57.655 57.655

-

618.516 618.516

34

PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Rekonsiliasi antara penghasilan (beban) pajak dan hasil perkalian laba akuntansi sebelum pajak dengan tarif pajak yang berlaku adalah sebagai berikut :
2004 Rp 2003 Rp

Perusahaan : Laba sebelum beban pajak menurut laporan laba rugi konsolidasi (laba akuntansi) Tarif pajak yang berlaku :
10% x Rp 50.000 15% x Rp 50.000 30% x Rp 166.036.000 30% x Rp 175.084.000

175.184.402 (5.000) (7.500) (52.525.320) (52.537.820)

166.136.193 (5.000) (7.500) (49.810.858) (49.823.358)

Jumlah

Pengaruh pajak atas (beban) penghasilan yang tidak dapat diperhitungkan menurut fiskal : Ekuitas dalam Laba Bersih dari Perusahaan Asosiasi Beban Lain-lain yang tidak dapat Dikurangkan Sebagai Biaya Operasional Pendapatan yang Telah Dipungut Pajak Final Pendapatan Bunga (Bersih)/Dividen Jumlah Jumlah Beban Pajak Koreksi DPP Penyusutan Jumlah Beban Pajak Perusahaan Perusahaan Anak PT Petrosida PT Petrokimia Kayaku Jumlah Penghasilan (Beban) Pajak

3.089.858 (10.884.094) 6.939.923 (1.061.325) (1.915.638) (54.453.458) 3.641.385 (50.812.073) 44.791 (3.690.812) (54.458.094)

(313.116) (14.152.366) 6.921.414 (7.544.068) (57.367.426) (57.367.426) (56.280) (2.657.589) (60.081.295)

17. Biaya Yang Masih Harus Dibayar
2004 Rp 61.856.621 26.965.841 14.223.400 5.570.612 1.413.093 51.164 45.371 5.038.916 115.165.018 2003 Rp 43.701.082 61.563.366 17.489.868 6.429.462 1.219.621 2.569.467 1.562.793 528.913 1.804 1.071.732 1.554.406 137.692.514

Gas Bumi Pembebasan Barang Impor Gaji, Insentif dan Estimasi PPh 21 Bunga Pinjaman Listrik dan Air Biaya Pemasaran Asuransi Jiwa Perjalanan Dinas NPK Blending Sewa Kendaraan Lain-lain Jumlah

35

Proyek Pabrik Pupuk K2SO4 PT Bank Negara Indonesia Tbk .865.857.419 12.Fasilitas Tunggakan Bunga .558 21. Hutang Lain-lain 2004 Rp 39.563 45.227.313 398.701 18.068.372 82.017 53.530 388. Uang Muka Penjualan 2004 Rp 2003 Rp 46.77 152. BTN dan lainnya.063.191 Penjualan Produk Sewa Tanah Penjualan Pupuk Penjualan Jasa Jumlah 20.167. 19.072 3.965 235.296.Pinjaman Pokok .892.829.163 9.144.557 . Hutang Bank Jangka Panjang 2004 USD (Angka Penuh) Rp 34.247 46.021.472 13.631 2003 USD (Angka Penuh) Rp Kredit Modal Kerja : Pemerintah/IDB via Bank Indonesia PT Bank Rakyat Indonesia Tbk Kredit Investasi : Pemerintah/IBRD Amoniak Urea .284.903 2.045.23 186.108.265 2003 Rp 22.066.913.709 12.408 663.816 51.247 4.171.788.411 8.801 308.827.432. Dana pembinaan wilayah merupakan bagian distribusi laba yang ditujukan untuk pengembangan lingkungan Perusahaan yang belum dibayarkan.326 2.019.119.Proyek Pupuk Phonska (NPK) .50 33.000 27.757.Proyek Pabrik Pupuk NPK Jumlah 20.Proyek Rehabilitasi Operasional Pabrik Fosfat I (RFO) .532.876.343 286.323 Yayasan dan BTN Dana Pembinaan Wilayah Uang Jaminan Selisih Harga Penyerahan Pupuk Lain-lain Jumlah Hutang Lain-lain kepada Yayasan dan BTN merupakan potongan gaji karyawan yang belum dibayarkan kepada Yayasan.245 66.864.50 33.091.562.474.226.828.352 2.27 63.535.341 5.451.983 74.258 43.Fasilitas Denda Tunggakan Bunga PT Bank Mandiri (Persero) Tbk .801.000 88.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 18.600 58.694 17.000.160.119.779 10.114.602.137.572.000.Proyek Prasarana & Utilitas .563.291.73 36 37.208 639.783 31.

000 untuk pembiayaaan pengadaan pupuk dan bahan baku impor yang terdiri dari KCL Putih sebayak 60.800.14.Proyek Pupuk Eks.13. NPK .303 25.572.500.000 22.779 10.000 22.469.022.000.Proyek Rehabilitasi Operasional Pabrik Fosfat I (RFO) .Proyek Prasarana & Utilitas .75% 4% .41% .832.75% 37 .218. 7.903 551.224. Jangka waktu pengembalian adalah 36 bulan sejak tanggal masing-masing penarikan pinjaman.637.00 1.680.798.Fasilitas Tunggakan Bunga . Setiap terjadi tunggakan pembayaran hutang pokok pinjaman dan biaya bunga dikenakan denda sebesar 2% per tahun diatas biaya bunga.715.5% + 0.694 8.164 4.798. dengan jumlah pagu pinjaman sebesar USD 27.432.640 519.6.800 143.218.779 10.000 ton.163 2.80% .167.000.00 15.813.164 4.000 ton dan Phosphate Rock sebanyak 200.022.500.Pinjaman Pokok .6.572. Perusahaan memperoleh fasilitas kredit Modal Kerja dari Pemerintah RI yang merupakan Pinjaman Penerusan antara RI dengan Islamic Development Bank (IDB).176 1.18% .654 8.511.Proyek Pabrik Pupuk K2SO4 PT Bank Negara Indonesia Jumlah Kewajiban Jangka Panjang yang Jatuh Tempo Satu Tahun Jumlah Kewajiban Jangka Panjang Tingkat bunga per tahun selama tahun berjalan Rupiah US Dollar Penjelasan pokok perjanjian pinjaman adalah sebagai berikut : Kredit Modal Kerja Pemerintah RI (Penerusan IDB) Sesuai dengan perjanjian penerusan Pinjaman Nomor SLA – 1147/DP3/2001 tanggal 18 September 2001 serta Persetujuan Perubahan Perjanjian Penerusan Pinjaman Nomor AMA – 289/SLA – 1147/DP3/2003 tanggal 20 Nopember 2003.50 7.00% 10.800.432.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Dikurangi bagian yang jatuh tempo satu tahun : Pemerintah/IDB via Bank Indonesia Pemerintah/IBRD Amoniak Urea .832.Fasilitas Denda Tunggakan Bunga PT Bank Mandiri (Persero) Tbk .5%) per tahun dari pinjaman yang ditarik dan dibayarkan pada tanggal 18 Maret dan 18 September setiap tahunnya. Tingkat bunga pinjaman yang harus dibayar pada pemerintah adalah (Libor + Spread 1.163 9.50% 4.734 25.50 72.800 87.

1 34.4 4. SBY.NIAGA/02/PK-LC-CRM/2000.0 Denda Jumlah 14.0 15.6 10.800.3 milyar. Fasilitas kredit ini terakhir dibebani bunga sebesar 6%.0 93. Usance dan Usance payable at Sight termasuk L/C usance dengan skim Line of Import Trade Financing . sebagaimana jangka waktu fasilitas yang sedang berjalan.6 10. Pemerintah melalui surat Menteri Keuangan nomor 477/MK. Jangka waktu pengembalian untuk bagian (i) adalah 10 (sepuluh tahun) sejak 15 Agustus 1996.Untuk Proyek Pabrik Amoniak/Urea dan Proyek Modernisasi Pabrik Kredit ini merupakan penerusan pinjaman SLA 554/DDI/1991 IBRD yang ditandatangani pada tanggal 28 Januari 1991 dengan PT Bank Negara Indonesia Tbk sebagai bank pelaksana.000.4 4.perubahannya terakhir Addendum III No.1 milyar. Fasilitas Kredit ini dijamin dengan jaminan utama berupa barang -barang yang di impor dengan Fasilitas L/C Impor serta jaminan yang terkait dan tanggung renteng dengan jaminan Fasilitas KI dan KMK yang telah diserahkan ke Bank Mandiri.IDB (LITF .IDB) dengan plafond sebesar USD 3.100.000 untuk Proyek Pabrik Amoniak/Urea dan (ii) USD 9. Bunga pinjaman terusan ini adalah tingkat suku bunga SBI untuk jangka waktu 3 bulan selama 6 bulan ditambah 1% atau suku bunga deposito bank pemerintah 6 bulanan mana yang lebih rendah. 38 .4 4. tunggakan bunga Rp22.000 untuk proyek Modernisasi Pabrik. B. DNW.5 29. Berdasarkan surat dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.000 yang terdiri dari dua bagian yaitu bagian (i) sebesar USD 126.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Kredit Investasi Pemerintah RI (Pinjaman Terusan IBRD) . Perusahaan memperoleh Fasilitas Kredit L/C Impor yang dapat digunakan secara switchable untuk L/C Sight.6 42.75-AGR/AGR-III/01/2005 tanggal 18 Januari 2005. No.4 15.5 milyar yang terdiri dari pokok Rp29.COP/COD.700.6/2001 tanggal 27 Juli 2001 telah menyetujui penjadwalan kembali pinjaman ini sebagai berikut : Restrukturisasi meliputi nilai Rp93. Bank Rakyat Indonesia menyetujui perpanjangan fasilitas kredit perusahaan untuk jangka waktu 2 tahun. Pembayaran nilai restrukturisasi adalah sebagai berikut : Tahun 2001 2002 2003 2004 2005 Pokok 9. dengan jangka waktu satu tahun terhitung sejak tanggal 1 September 2004 sampai dengan 31 Agustus 2005. Pagu pinjaman ini adalah USD 136.1 milyar dan denda Rp42.733/ADD/2004 tanggal 8 Oktober 2004.0 15. Pembayaran angsuran dilakukan 20 (dua puluh) kali per setengah tahunan yang dibayar setiap tanggal 15 Pebruari dan 15 Agustus dimulai dari 15 Agustus 1996.4 PT Bank Rakyat Indonesia Tbk Sesuai dengan Perjanjian Fasilitas Pembukaan Letter of Credit Impor No.4 22. Jangka waktu L/C maksimal 180 hari setelah tanggal Bill of Lading .7 19. Pembayaran angsuran bagian (ii) dilakukan sebanyak 14 (empat belas) kali per setengah tahunan dengan tanggal yang sama dengan bagian (i) dan dimulai sejak 15 Agustus 1994.000.1 10.6 10. Akta No.000 yang merupakan bagian dari jumlah limit kredit sebesar USD 15.4 Tunggakan Bunga 4. 88 tanggal 31 Agustus 2000 beserta perubahan .4 4.300.

tanah berikut bangunan termasuk didalamnya mesin .5% per tahun dan ditinjau setiap tiga bulan.193 m2. Jumlah fasilitas yang terdapat dalam neraca tanggal 31 Desember 2003 adalah jumlah saldo kredit yang direalisasi/ditarik setelah dikurangi angsuran. sejak tanggal penandatanganan perjanjian (termasuk masa grace period pembayaran hutang pokok selama 1 tahun). Kredit ini dijamin dengan jaminan utama berupa tanah dan bangunan pabrik pupuk NPK berikut mesin-mesin yang melekat diatasnya. Kredit Investasi – Untuk Proyek Rehabilitasi Operasional Pabrik Fosfat I (RFO ) Berdasarkan Akta No. b. Pagu fasilitas ini adalah Rp49. Jangka waktu kredit adalah lima tahun sampai dengan 31 Desember 2005. Kecamatan Turi. Jangka waktu kredit selama 6 (enam) tahun. unit gas turbine generator dan unit waste heade boiler .jaminan lainnya terkait dengan fasilitas kredit lainnya pada PT Bank Mandiri Tbk. Tujuan penggunaan kredit adalah untuk membiayai proyek rehabilitasi dan fleksibilitas operasional pabrik Pupuk Fosfat I. Kredit ini dijamin dengan peralatan proyek yang dibiayai dengan fasilitas ini yaitu instalasi air. serta unit ship unloader dan belt conveyor . dan sisanya sebanyak 65% menjadi beban KI IDC (Kredit Investasi Interest During Construction ). Notaris di Gresik. serta jaminan tambahan berupa tanah dan bangunan di 23 lokasi (di Kecamatan Lamongan.285. tanah dan bangunan terletak di Kec. Mulai tahun ke II (Kedua) seluruh beban bunga dibayar efektif setiap akhir triwulan. SH. 35% bunga yang jatuh tempo dibayar efektif. tanah berikut bangunan pabrik dan mesin -mesin pabrik pupuk K2SO4. Kecamatan Gresik. Exim . Perusahaan memperoleh Fasilitas Kredit Investasi maksimum sebesar Rp27. Bunga berikut angsuran pokok pinjaman tersebut dibayar secara triwulanan.Untuk Proyek Pabrik Phonska (NPK) Fasilitas ini ditandatangani melalui perjanjian kredit nomor SBY.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk a.000. unit pompa booster.5% per tahun yang dibayar secara triwulan dengan ketentuan sebagai berikut : Selama 1 (satu) tahun pertama.SBY/007/PK . yang berdiri diatas SHGB N0. 70 seluas 24.KI/ 2004. 2 dan jaminan tambahan berupa tanah SHGB No.Untuk Proyek Pabrik Prasarana dan Utilitas Fasilitas ini ditandatangani melalui perjanjian kredit nomor 91 tanggal 14 Juni 1995 dihadapan Notaris Sutjipto.490 m2 beserta jaminan . SH. 7 tanggal 20 Pebruari 2004 dari Irene manibuy SH.. mengenai Perjanjian Kredit Investasi Nomor : CCO. Fasilitas kredit ini dibebani bunga sebesar 13.mesin pabrik pupuk phonska yang berdiri diatas tanah SHGB No. Fasilitas kredit ini dijamin dengan jaminan utama berupa mesin . Jangka waktu kredit adalah sembilan tahun sampai dengan 14 Juni 2004.50% per tahun dan bunga dapat berubah sewaktu-waktu. Bunga berikut angsuran pokok pinjaman tersebut dibayar secara triwulanan.000. persediaan dan tanah.000 dengan suku bunga terakhir 14. 39 . Manyar. 69 seluas 395.000 dengan suku bunga terakhir 14. Kecamatan Deket dan Kecamatan Babat). Kredit Investasi Bank Mandiri . Disamping itu kredit ini juga dijamin dengan cessie tagihan.mesin pabrik Pupuk Fosfat I dan Bangunan pabrik Pupuk Fosfat I yang berdiri diatas SHGB No. Jumlah fasilitas yang terdapat dalam neraca tanggal 31 Desember 2004 adalah jumlah saldo kredit yang direalisasi/ditarik setelah dikurangi angsuran.680.575 m2. Pagu fasilitas ini adalah Rp41. Kredit Investasi Bank Mandiri eks. c.NIAGA/01/PK-KI-CRMS/2000 akta nomor 86 tanggal 31 Agustus 2000 dihadapan Suyati Subadi. 2 seluas 112.

400. bangunan dan mesin yang dibiayai dengan kredit tersebut.986 .235 3. Jangka waktu kredit adalah delapan tahun sebelas bulan empat hari sampai dengan 1 Nopember 2007.352 1.687. Fasilitas ini dijamin dengan deposito PT Perkebunan Nusantara II senilai USD 4. sejak tanggal penandatanganan perjanjian (termasuk masa grace period pembayaran hutang pokok selama 1 tahun). tanah berikut bangunan termasuk di dalamnya mesin mesin pabrik pupuk phonska yang berdiri diatas tanah SHGB No. PT Bank Negara Indonesia Tbk Fasilitas kredit ini pertama kali ditandatangani dengan perjanjian kredit nomor 98/HLB/100 tanggal 28 Nopember 1998 dengan pagu kredit sebesar USD 23.mesin pabrik pupuk K2SO4 dan bangunan pabrik pupuk K2SO4..KI/ 2004. Perusahaan memperoleh Fasilitas Kredit Investasi dengan maksimum kredit sebesar Rp15.249 23.931 PT Asuransi Jiwasraya PT Petronika PT Jamsostek (Persero) Jumlah Dikurangi bagian yang jatuh tempo satu tahun : PT Asuransi Jiwasraya PT Petronika PT Jamsostek (Persero) Jumlah bagian yang jatuh tempo satu tahun Jumlah 40 22.811. deposito PT Perkebunan Nusantara III senilai USD 3.685.136.887.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) d. terakhir dengan nomor 2001/KPI/15 tanggal 18 April 2001 dengan mengubah pagu kredit menjadi USD 14.408 24. yang berdiri diatas tanah SHGB No.531.000. Fasilitas kredit ini dibebani bunga sebesar 13.171 4. 9 tanggal 20 Pebruari 2004 dari Irene Manibuy SH. III dan V (LIBOR + 1%) ditambah spread sebesar 1. sesuai dengan surat perjanjian kredit nomor : 2001/KI/63 fasilitas tersebut dikonversi menjadi pinjaman Rupiah dengan pagu yang setara dengan Rp132.491.000.550. deposito PT Perkebunan Nusantara V senilai USD 5. yang berdiri di atas tanah SHGB No. Mulai tahun ke II (Kedua) seluruh beban bunga dibayar efektif setiap setiap akhir triwulan Jangka waktu kredit adalah selama 6 (enam) tahun. 69 seluas 395.5%.158 739.000.SBY/009/PK .456.808 dan suku bunga terakhir adalah 14. Kewajiban Jangka Panjang Lainnya 2004 Rp 2003 Rp 20.500. Notaris di Gresik. Fasilitas kredit ini dijamin dengan jaminan utama berupa mesin .012.75% per tahun dan ditinjau secara bulanan dan jaminan kredit berupa deposito seluruhnya ditarik dan diganti dengan tanah. Bunga fasilitas kredit ini sebesar bunga deposito yang diterima oleh PT Perkebunan Nusantara II.000.5% per tahun yang dibayar secara triwulan dengan ketentuan sebagai berikut : - Selama 1 (satu) tahun pertama seluruh beban bunga menjadi beban KI IDC (Kredit Investasi Interest During Construction ).040.114 28.555. mengenai Perjanjian Kredit Investasi Nomor : CCO. 21.992 1.421 22.924 256.293.263 2. tanah berikut bangunan dan mesin pabrik pupuk fosfat 2.154 611. Perjanjian ini telah mengalami perubahan. 70 .944 4. 2 beserta jaminan .500.jaminan lainnya terkait dengan fasilitas kredit lainnya pada PT Bank Mandiri Tbk.129 4.120. Pada tanggal 5 Desember 2001.550.844.803.887. Kredit Investasi – Untuk Proyek Pabrik Pupuk K2SO4 Berdasarkan akta No.193 m2.910. Tujuan penggunaan kredit adalah untuk membiayai pembangunan proyek Pabrik Pupuk K2SO4.

.625 2. Pupuk Sriwidjaja (Persero) Yayasan Petrokimia Gresik Jumlah 396.784 1.094.695 1.300.729.695 905.197. yang akan digunakan untuk membangun perumahan bagi para karyawan Perusahaan. Modal Saham 278 1. SH.611 15.01% 100.822 7. Kewajiban kepada PT Petronika merupakan pendapatan diterima dimuka jangka panjang atas uang muka penjualan utilitas yang diterima dimuka untuk periode lebih dari satu tahun.410.420 lembar atau senilai Rp396. Hak Minoritas atas Laba Bersih Perusahaan Anak Koperasi Karyawan Keluarga Besar Petrokimia Gresik (memiliki 0. 1 tanggal 1 Oktober 1998 dari Nyonya Hj.01% di PT Petrosida Gresik) Mitsubishi Corporation (memiliki 20% di PT Petrokimia Kayaku) Nippon Kayaku (memiliki 20% di PT Petrokimia Kayaku) Jumlah 23. Jangka waktu pinjaman adalah 10 (sepuluh) tahun dan dibebani bunga pinjaman sebesar 9% per tahun.729.420. 22.784 2.000 lembar dengan nilai nominal Rp1.033 14.396.99% 0.000 per lembar.000 41 .810.094.846 (571) 905. Netty Arni.033 7.189.000 telah ditempatkan dan disetor.819 3.000.410 10 396. Hak Minoritas Pihak ketiga Pada Perusahaan Anak Hak pemilik saham minoritas pada Perusahaan anak adalah sebagai berikut : 2004 Rp 2003 Rp a.000 10. SH nomor 82 tanggal 27 Maret 1998 modal dasar Perusahaan adalah sebanyak 1.197. Perusahaan telah memperoleh fasilitas bantuan pinjaman dana untuk membangun perumahan dari PT Jamsostek (Persero) yang bersumber dari dana peningkatan kesejahteraan peserta program Jamsostek sejumlah Rp2.611 7. Susunan pemegang saham pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 adalah : Jumlah Saham PT.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman dari PT Asuransi Jiwasraya dalam rangka Plough Back Premium .280.000.00% Jumlah Rp 396. Notaris di Gresik.420.420 2004 dan 2003 % Pemilikan Saham 99. Dari jumlah tersebut 396. Hak Minoritas atas Aktiva bersih Perusahaan Anak Koperasi Karyawan Keluarga Besar Petrokimia Gresik (memiliki 0.403 7. Jangka waktu pinjaman berkisar antara 8 (delapan) sampai 10 (sepuluh) tahun dan dibebani bunga berkisar antara 9% s/d 12% per tahun. Berdasarkan Akta pemberian bantuan pinjaman dana untuk perumahan PT Petrokimia Gresik No.01% di PT Petrosida Gresik) Mitsubishi Corporation (memiliki 20% di PT Petrokimia Kayaku) Nippon Kayaku (memiliki 20% di PT Petrokimia Kayaku) Jumlah b.000 396.462.888 Sesuai dengan akta notaris Imas Fatimah.

603.48% dari penjualan pupuk dan non pupuk masing-masing pada tahun 2004 dan 2003 dilakukan dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa (catatan 30).614.489 (2.307 94.875.585 84.015.912 47.210.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 24.136 149.786 257.894.656. Pendapatan 2004 Rp 2003 Rp 2.872 26.381.698 3.916 112.764 15.942 31.839.018 47.878.534.401.550 119 119 673 895.127. Penjualan pupuk (i) Penjualan Domestik Pupuk SP-36 Pupuk ZA Pupuk Urea Pupuk Phonska Pupuk KCL NPK BLENDING DAP RNP Amphos ZK Eks impor MDCP Eks impor PS-18 Sub Jumlah (ii) Penjualan Ekspor DAP Jumlah Penjualan Pupuk b.837.927.847) 3.391.306 2.626 78.970.792 166.791 77.666.682 195.001 3.960.340.524 2.548.509.158.908 446.076 110.285.100.063.811 70.724.372 51.174 183.075.312 2.335 - 19.955 106.304 683.843 495 94 64 - 919.774 2.023 30.064.998 239.391.877 3.999 150.656.146 54.410.114.512 432.884 489.519 3.036.486 5.381.773.571 484.398. Jumlah penjualan pupuk tersebut merupakan pendapatan dari hasil penjualan secara tunai maupun kredit baik lokal maupun ekspor sebagai berikut : 2004 Kuantum Rp Kuantum 2003 Rp a.091 2.002 30.273 45.839 115.562.391.566 426.599.758 - 175.729.896 2.872.020.873 13.193 597.909 74.364 4.120 25.294 234.231 460.166 (2.081.156.703.972.051.598.263.012 2.709.584 276.642 10.362 314.674.918 221.991 98.43% dan 10.815.985.597.040.119.993 88 14.455.949.993 399.977.759.910 21.044 26.482 557.290 13.769 128.304 2.391.820 33.083 30.389 95.959 65.580 - 42 294.972) 2.971 1.662 10.634.881 2.260 265.236 217.055.286 .116 652.440 23.978 177.227.683 72.379. Penjualan Non Pupuk (i) Penjualan Domestik Amoniak Asam Fosfat Asam Sulfat Produk (Cair) Cement Retarder Formulasi IPA G Alf3 Produk (Butiran) Produk (Tepung) Sidamethrin 789.396 41.368.270 44.194 Penjualan Pupuk dan Non pupuk Pendapatan Subsidi Gas Bumi (Urea) Harga Pupuk (Non Urea) Pendapatan subsidi Tahun Lalu Jumlah Pendapatan Subsidi Pendapatan Bruto Potongan Penjualan Jumlah 3.169 5.439 45.176 1.795 11.587.881 726.234 528.160.251.

325.896 2.357 106.493.160.947 120.057.972) 2.645 1.106 1.242 2.982 Produk (Coil) 1.330 177.MIPC IPA Glyphosate Sidazinon Chemical Gypsum Cypermethrin SDP Petrokum Belerang Curah Amegrass 80WP Sub Jumlah (ii) Penjualan Ekspor Amoniak Alf3 2.851 24.196.365.091 535.762 1.914 1.839.466 Produk (Tepung) 20.748.194 92.903 3.166 (2.280 90.184.910 3.055.378 5.751 Formulasi 2.338.080 3.040.4D Amin/For.056 2.084 575.642 Kuantum 9.702 1.905.780 2.194 Carbofuran CO2 Cair 6.154.667 5.878.875.847) 3.688 Crude Gypsum 77.970.425 5.270 44. Pendapatan Subsidi Urea Non Urea ZA SP-36 Phonska Sub Jumlah Pendapatan subsidi tahun 2003 Jumlah Pendapatan Subsidi Jumlah Pendapatan Bruto Potongan Penjualan Jumlah Pendapatan Bersih 14.139.367 1.240 159.482 210.978 68.862.362.196.320.599.698 3.503.950 933.872.513.800 78.037.781 - 43 .489 (2.319 4.837.347 557.304 683.221 1.759.210.974 7.062.644 68.000 Produk (Coil) Diazinon BPMC Sub jumlah Jumlah Penjualan Non Pupuk Jumlah Penjualan Pupuk dan Non Pupuk ( a + b ) c.121.122.007.949.367.124.834 14.361.259 Permetrin BPMC Propoxur Formulasi MIPC Sidaron Sidazeb 2.4D Amine Formulasi BPMC Dry Ice 1.990 730.919 132.667 2.660 3.764.502 1.630.053 180.656.773 2.057.423.121.935 717.389 285.791 77.100 4.216.894.887.180 60.102 11.141 871.485 371.807.896 2.007 2.857.997 3.398 102.577 100 761.055 775.629 Jasa Formulasi Purified Gypsum 11.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 2004 Kuantum Rp 8.341 2.500 336.156.005.686 195.764 1.356.855 9.979.092 5.394 16.338.119.142 7.071 1.633 Produk (Flowable) 134.110.185.998 7.767.950 2.173.246.321 4.020.332 1.912 47.070.392 3.851 8.525 5 2003 Rp 8.580 3.821 1.455.618 227.918 221.161 4.410.904 39.922.661.480.927.935 2.653.164.

Harga Pokok Penjualan 2004 Rp 94.025.099.542 259.140 357.112 5.543 (6.326.256) 3.419 130.974.112.355. 25. 319/KMK.911.013.220.934.766 2.464 98.958 578.491.768.197.752.165 2004 Kuantum Rp Kuantum 2003 Rp 2003 Rp 142.515.567 66.888.083.334 2.753.713 227.843 495 94 64 - 944.619.107.856.108.888 234.684 187.855.858 82.076 110.333.416.495 336.571) 88.508 114.128.617 192.974 33.346.232 218.293 415.534 243.386.294 225.426 (641.974.009) (170.356 30.182 (92.277.800.602 158.559 24.745.470 1.428.334) 2.236 151.380.820.616 2.720 166.234 528.491.073.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Pendapatan subsidi tahun 2004.615 3.587 81.193.320 Persediaan Awal Barang Jadi Saldo awal ZA & Urea Curah Diproses ke Biaya Produksi Persediaan Awal Barang Jadi *) Harga Pokok Produksi : Persediaan Awal Barang Dalam Proses Biaya Bahan Baku dan Pupuk Impor Biaya Bahan Penolong Biaya Pemeliharaan Biaya Pegawai Biaya Penyusutan Biaya Pembungkus Biaya Overhead Pabrik Biaya Lainnya Persediaan Akhir Barang Dalam Proses Jumlah Harga Pokok Produksi Barang Siap untuk Dijual Dikurangi : Harga Pokok Penjualan Produk Lain-lain Dipakai Promosi.204.391.292.971 32.307 94. sebagian termasuk pendapatan subsidi tahun 2003 sebagaimana ditetapkan oleh Pemerintah sesuai dengan hasil audit khusus yang dilaksanakan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI berdasarkan pada Kepmenkeu RI No.574.552 44 726.982.136 9.735.718 551.317.066 178.900 .403.306 2.249.231 460.168.685 10.543) 2.795 9.500.038.865 2.338.550 119 119 673 757.849 460.573 65. Harga Pokok Penjualan Pupuk HPP Domestik Pupuk SP-36 Pupuk ZA Pupuk Urea Pupuk Phonska Pupuk KCL NPK Blending DAP RNP Amphos ZK Eks impor MDCP Eks impor PS-18 Jumlah Harga Pokok Penjualan Pupuk 789.972 92.993 88 34.164) 3.489.464 419.742 53.429 370.836 (3.817.128.751 (539.044 92.977.06/2004.858.455 18.887.973) (94.488.455) 141.194 633.981 103.890. Susut dan Sweeping Persediaan Akhir Barang Jadi *) Harga Pokok Penjualan *) setelah dikurangi persediaan pupuk eks impor a.603 (99.794 238.440.764 2.264.458 1.

232 31.683.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) b.108.459.931 7.526.111.4D Amine Formulasi BPMC Dry Ice Jasa formulasi .342.530.16% dan 6.382 4.790 177.003 3.165 (1) 109.698 833.727.108 1.306 12.274 6.367.786 326.343 91.642.662 6.010.455.4D Amin/Form MIPC IPA Glyphosate Sidazinon Chemical Gypsum Cypermethrin SDP Belerang Curah Amegrass 80WP Lain-lain Jasa formulasi .403 82.558 9.525 5 - 129.792 166.830.976 3. masing-masing pada tahun 2004 dan 2003 dilakukan dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa (catatan 30).910 4.804.450 2.364 7.026.709.505.092 1.887.142.900 21.914 80.099.144.008.982 3.660 60.314 74.213.997.168 47.538 3.700 132.579.056 2.292. Harga Pokok Penjualan Non Pupuk (i) HPP domestik Amoniak Asam Fosfat Asam Sulfat Produk (Cair) Cement Retarder Formulasi IPA G Alf3 Produk (Butiran) Produk (Tepung) Sidamethrin Carbofuran CO2 Cair Produk (Coil) Produk (Flowable ) Crude Gypsum Formulasi 2.148.398.369 1.980 1.754 10.309.095.087 622.708 10.288 40.097 76.507.130 23.146.768 1.538 861.588 14.652.071.432 26.000 373.007.769 36.607.377.931 141.244 1.074.915 559.340 247.410.296 987.391 1.799 3.292.168 198.490.525 176.989 532.655 4.238 856.255.500.051 33.613 3.801 2.543.424 82.850.Kayaku Purified Gypsum Permetrin BPMC Propoxur Formulasi MIPC Sidaron Sidazeb 2.953 4.098 4.017 342.359 7.069 67.604 37.486.58% dari jumlah pembelian bahan baku.416 3.702 1.Petrosida Diazinon Jumlah Harga Pokok Penjualan Non pupuk Jumlah Harga Pokok Penjualan 94.530 762.975 1.148 3.668 9.884 4.362 314.007 41.542 2.585 405.989 5.852 52.546 81.333 1.501 9. 45 .280 90.247 4.799.658 1.150 21.672.610.027.791 47.625 2.658 767.971 1.424 828.971.785 - 187.107.350 52.168 2.406 2.

080 16.121 13.658 353.173.829 4.460.317 3.560 56.513.891 1.836 979 2.028 1.337 31.740.908 31.556 1.827 129.883.182.123 1.332 2003 Rp 104.202 3.537 5.347 6.024.371.641 143.179 159.161 1.859 Beban Distribusi Transportasi Penyaluran Bongkar Muat Pallet Pegawai Susut Rebag dan Kantong Restaple Asuransi Promosi dan Distribusi lain Sub Jumlah Beban Penjualan Pegawai Transportasi Promosi Jasa Litbang Penyusutan dan Amortisasi Kantor Bongkar Muat Pemeliharaan Restaple Rebag dan Kantong Susut Pajak dan Restribusi Asuransi Agrobisnis Penjualan Lainnya Alokasi dari pusat biaya lain Sub Jumlah Beban Administrasi dan Umum Pegawai Perjalanan dan Pembinaan Administrasi Jasa Pemeliharaan Pajak dan Restribusi Penyusutan dan Amortisasi Asuransi Umum Lainnya Alokasi dari pusat biaya lain Sub Jumlah Jumlah Beban Usaha 46 .497.405.845 1.745 15.655 3.648.943.446.516.818 29.920 5.336.667.045 71.466 72.630 13.526 375.244.601 5.477.550 951.413 437.820 1.418.068 1.547 86.853.207.202.547 274.805 246.163.218.721.149.058 17.083 5.530 45.609.807.673 122.058.232 11.344 396.771 1.270 4.397 3.201 5.414 758.524.492.391.971.303.934 6.865 60.211 62.685.781 8.389.074 21.844.994 22.573 11.510 10.081 1.044.271.425 58.744.125.325.355.176.256.709 387.660.522 55.267.163.708 34.857.000.945 51.508 15.791.762 171.053.142 1.803 34.194 546.548 3.163 1.179.153 151.710 20.286 179.923.842 6.133.883 1.675 1.924 16. Beban Usaha 2004 Rp 139.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 26.366 1.

697 21.995 14.941 485.287 34.488.Bersih Lain-lain Sub Jumlah Beban Diluar Usaha : Laba (Rugi) Selisih Kurs .065 50.935.Bersih Biaya Sewa dan Jasa Biaya Produk Utilitas Penyisihan Piutang Pemasaran Jasa Fee Keagenan Denda Retribusi PJU/Klaim Koreksi Restitusi PPh Badan Penghapusan Piutang Lain-lain Sub Jumlah Jumlah 43.937.010 119.461 26.687.902.598 17.212.029.044 26.883 2.548 22.009.196 (17.312 68.049 5.291 5.991 1.213.382.252 1.023 89.191.158.560 6.521 3.173) 10.950 22.222 280.701.055 5.233.222 (567.922.366 4.998.858 11.780 412. Pendapatan (Beban) Lain-lain 2004 Rp 2003 Rp 40.941 1.918.563 14.406 19.305.482.399 6.711.155 107.790.812 1.192 12.038 7.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 27.688 Pendapatan Diluar Usaha : Pendapatan Sewa dan Jasa Penjualan Produk Utilitas Pendapatan Jasa Giro/ Bunga Klaim Asuransi Laba Penyertaan Pendapatan Dividen Komisi Keagenan Penjualan Barang Bekas Pendapatan Agribisnis Denda Piutang/Keterlambatan Transport dan Asuransi Lelang Kendaraan Laba (Rugi) Selisih Kurs .167) 124.314.521 2.884.831.316 59.911 2.489.384.709 299.019.811.623 47 .501.487.100 689.082 91.281.004.168 15.933 1.861.

06 2.844.717 1.774.734 495.443.982.50 2.014 Mata Uang Asing (USD) 2.133. kurs konversi yang digunakan Perusahaan serta kurs yang berlaku pada tanggal 31 Januari 2005 adalah sebagai berikut : 31 Desember 31 Januari 2005 Rp Mata Uang 1 USD 9.469.93 13.930 26.407.56 6.Pihak Ketiga Piutang Lain-lain .97 82.162.16 1.88 5.12 Rp 31.601.261.091.222 26.194 366.42 687.425.224.803.832.681.257.914.88 91.347.518 100.424.124.70 144.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 28.73 421.505.303 439.Pihak Ketiga Jumlah Kewajiban Hutang Usaha Hutang Bank Biaya Yang Masih Harus Dibayar Hutang Bank Jangka Panjang Jatuh Tempo Satu tahun Hutang Bank Jangka Panjang Kewajiban Jangka Panjang Lainnya Jumlah Kewajiban Bersih 3.14 10.137.798.513.508.561.800.611.500.15 3.361.337.625.766.839.074.558 23.651.502 3.120.856.005.874.632 23.917 87.119.373 Kredit Investasi Kredit Fasilitas L/C Kredit Modal Kerja Asuransi Provisi Bank Jumlah 27.819.863.721.246.530 27.165 14.029 3.630.38 102.746.647 Pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003.911.407.829.27 567.789.00 51.215.341.104.696.105 10.898 11.Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa .307.446.248.176 61.486.761 1.356.529. Aktiva dan Kewajiban Dalam Mata Uang Asing 2004 Mata Uang Asing (USD) Aktiva Kas dan Setara Kas Piutang Usaha .Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa .506.82 3.701.099.876.104.186 22.269.236.465 48 .701.417 93.488 774.090.145 2004 Rp 9. Beban Bunga dan Keuangan 2004 Rp 2003 Rp 43.50 53.820.750 764.290 2003 Rp 8.35 1.279 116.438.479 13.360 4.27 43.703 41.15 1.11 7.496.146.291.096.300 34.409.777.082 15.080.621 72.882 12.658.537.639.353 17.934 1.417.724.591.270.408 868.946.483.812.091.649.814 5.58 4.11 2003 Rp 21.83 154.705 29.54 2.98 1.364.335 43.392.

065. yang meliputi antara lain : a.PT Kawasan Industri Gresik .680 60.114.727 73. Perusahaan yang sebagian pemegang sahamnya sama dengan pemegang saham Perusahaan : .PT Graha Sarana Gresik .PT Pupuk Iskandar Muda .041 36.PT Petrosida Gresik .PT Petrokopindo Cipta Selaras .PT Puspetindo . Yayasan Petrokimia Gresik adalah Perusahaan yang sebagian pengurus dan manajemennya sama dengan Perusahaan.48% dari jumlah penjualan masing – masing pada tahun 2004 dan 2003.802 37. dimana menurut manajemen dilakukan dengan tingkat harga dan syarat – syarat normal sebagaimana halnya bila dilakukan dengan pihak ketiga. piutang atas penjualan tersebut dicatat sebagai bagian dari piutang usaha. Transaksi dengan Perusahaan Anak dan Pihak Yang Mempunyai Hubungan Istimewa Sifat Hubungan Istimewa a.993. yang meliputi 9% dan 7% dari jumlah aktiva masing – masing pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003.909 170. e.812 73.777. Rincian penjualan kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebagai berikut : 2004 Rp 116.578.PT Petro Graha Medika .674. 10.775 2. dan juga sebagai pemegang saham minoritas Perusahaan. Transaksi-transaksi Hubungan Istimewa Dalam Kegiatan usahanya.330 PT Petrocentral PT Mega Eltra PT Petrosida PT Pupuk Sriwidjaja PT Pupuk Kaltim Tbk PT Pupuk Kujang Jumlah .PT Pupuk Kujang . merupakan penjualan kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa.516 49 2003 Rp 85. Pada tanggal neraca.945 264.657.43% dan 10. PT Pupuk Sriwijaya adalah pemegang saham utama (mayoritas) Perusahaan.760.880.227 307.PT Petrowidada d.PT Aneka Jasa Grhadika c.PT Gresik Cipta Sejahtera . Perusahaan yang pemegang sahamnya sama dengan pemegang saham utama Perusahaan : .PT Rekayasa Industri b.929 345.732 78.PT Petronika .963.267 6.PT Mega Eltra . Perusahaan melakukan transaksi tertentu dengan pihak – pihak yang mempunyai hubungan istimewa.PT Petrocentral .PT Petrokimia Kayaku . Perusahaan yang sebagian pemegang sahamnya adalah Perusahaan : .002.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 30.PT Pupuk Kaltim Tbk .519.

926 55.58% dari jumlah hutang masing – masing pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003.913.785.826.400 1.820.16% dan 6.147.624 8.702 2003 Rp 8.935 2. sewa rumah dan sewa tanah. sebagai berikut : 2004 Rp 6. Perusahaan juga mempunyai transaksi di luar usaha dengan pihak – pihak yang mempunyai hubungan istimewa.400 34. 50 . hutang atas pembelian tersebut dicatat sebagai bagian dari hutang usaha.069 1.644 101.807 302. yang diantaranya timbul dari transaksi penjualan hasil produk samping (seperti air.695 1. Rincian pembelian kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebagai berikut: 2004 Rp 225.16% dan 6.236 18.550 12.762.368 2.897 17. dimana menurut pendapat manajemen dilakukan dengan tingkat harga dan syarat – syarat normal sebagaimana halnya bila dilakukan dengan pihak ketiga.744. jasa pelabuhan.984 1. Apabila Yayasan Petrokimia terlambat melakukan pembayaran sebagaimana jadwal angsuran yang ditetapkan dalam Perjanjian Pinjaman.295.779 3. yang meliputi 12.007.419.5% per bulan.468 20.502 19.888 1. Sesuai dengan hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Petrokimia Gresik tanggal 29 Desember 2003 dan Perjanjian Pinjaman.864. dikenakan sanksi denda sebesar 2% .794 1.511.020.892. listrik.750.938 3.038 67.405.557.015 187.770 PT Pupuk Kaltim Tbk PT Pupuk Sriwidjaja PT Pupuk Iskandar Muda PT Rekayasa Industri Jumlah c. dll) dan penjualan jasa lainnya berupa jasa keahlian.454 PT Petrowidada PT Petronika PT Petrocentral PT Puspetindo PT Kawasan Industri Gresik PT Pupuk Kaltim Tbk PT Pupuk Kujang PT Rekayasa Industri Yayasan PG PT Pupuk Sriwidjaja Jumlah d.345.509.58% dari jumlah pembelian masing – masing pada tahun 2004 dan 2003. 21 Pebruari 2002 dan 11 Agustus 2000.035 1.082.012.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) b.970.794 2.258. 12.592.741 1. steam. merupakan pembelian dari pihak yang mempunyai hubungan istimewa.601 2003 Rp 73. Pada tanggal neraca. Perusahaan memberikan pinjaman dana kepada Yayasan Petrokimia Gresik selaku pihak pengelola Program Pemeliharaan Kesehatan Pensiunan/Purna Tugas dan Keluarganya (prokespen) dan Program Santunan Kesehatan (Sankes) sesuai Surat Perjanjian Kerjasama tanggal 16 April 2004 serta pengelola pembangunan perumahan karyawan PT Petrokimia Gresik sesuai Surat Perjanjian Pinjaman antara PT Petrokimia Gresik dengan Yayasan Petrokimia Gresik tanggal 27 Oktober 2003. pinjaman tersebut dilakukan tanpa bunga dengan jangka waktu pengembalian adalah 5 (lima) tahun.

870. untuk menilai jumlah kewajiban aktuaria dan posisi pendanaan per 31 Desember 2004. menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti untuk semua karyawan tetapnya. Pada tahun 2004.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 31. aktuaris independen melakukan perhitungan aktuaria.066.142.270.504 46.Non Vested Koreksi Aktuarial Yang Belum Diakui Kekayaan yang Diakui Dalam Neraca Rekonsiliasi beban manfaat karyawan yang diakui dalam laporan laba rugi adalah sebagai berikut : Beban Jasa Kini Beban Bunga Harapan dari Hasil Investasi Amortisasi Beban Jasa Lalu yang Belum Diakui .Vested Biaya Jasa Lalu Yang Belum Diakui .964 karyawan pada tahun 2004.556 (25.776. Jumlah karyawan yang berhak memperoleh manfaat tersebut adalah 3.570 (140.841) 2.Non Vested Amortisasi Koreksi Aktuaria Pengakuan Segera dari Beban Jasa Lalu yang Vested Beban yang Diakui dalam Laporan Laba Rugi 51 Jumlah Rp 16.685) 168.924 24.05% s/d usia 55 tahun Kewajiban aktuaria dan posisi pendanaan dari manfaat kesejahteraan karyawan posisi 31 Desember 2004 adalah sebagai berikut : Kewajiban Kini (Present Value of Obligation ) Nilai Wajar dari Kekayaan Posisi Pendanaan Biaya Jasa Lalu Yang Belum Diakui . Perusahaan melalui PT Binaputera Jaga Hikmah.726) 14.253 (9. Perusahaan melakukan penyisihan Pendanaan pensiun melalui program yang diselenggarakan oleh PT Asuransi Jiwasraya (Persero).Usia 45 .776.401.955 Jumlah Rp (271.030 .55 : 0.255) 131. dimana manfaat pensiun yang akan dibayar dihitung berdasarkan penghasilan dasar pensiun dan masa kerja karyawan.905.02% .067.2% ~ Tingkat kematian : Tabel Mortalita Indonesia II ~ Tingkat Kenaikan gaji rata-rata : 5% per tahun ~ Tingkat bunga Teknis : 10% per tahun ~ Ekspetasi Hasil Investasi : 10% per tahun ~ Tingkat cacat : 0.047.Usia 20 .128. Manfaat Kesejahteraan Karyawan Diestimasi Perusahaan Perusahaan. Perhitungan benefit / manfaat terhadap imbalan kerja karyawan menggunakan manfaat sesuai dengan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) PT Petrokimia Gresik yang terdiri dari : Penghargaan kesetiaan Bantuan duka Cuti besar Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) Program Tabungan Hari Tua (THT) Program Kesejahteraan Hari Tua (PKHT) Asumsi utama yang digunakan dalam menentukan biaya manfaat pensiun adalah sebagai berikut : ~ Umur Pensiun Normal : 56 tahun ~ Tingkat pengunduran diri : .45 : 0.

0703 THT adalah program jaminan hari tua dalam bentuk pembayaran sekaligus bagi Peserta atau Ahli Warisnya.030 Dalam mengelola kesejahteraan karyawan. Pemberi kerja (Perusahaan) menanggung seluruh jumlah dari tagihan premi dikurangi dengan iuran beban peserta (pegawai) yang dipotongkan dari gaji setiap bulan.01/04/SP/2003 tanggal 4 Juli 2003. Perusahaan bekerjasama dengan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang disebut dengan “Program Kesejahteraan Hari Tua (PKHT)”.000 14. Perjanjian tersebut terakhir diperbaiki melalui Perjanjian Kerjasama nomor 469/07/NK.Program Kesejahteraan Hari Tua (PKHT) sebesar 5% dari gaji dasar pertanggungan (gaji tetap berupa gaji pokok.U.04. bantuan pangan dan bantuan perumahan).U. terutama berasal dari : Perlakuan pembayaran iuran premi atas coming service (masa asuransi yang akan dijalani Peserta) dan Jamsostek adalah sebagai berikut: 1).PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Biaya jasa lalu yang belum diakui Non Vested dan koreksi aktuarial diamortisasi sesuai dengan rata-rata masa kerja karyawan. Perusahaan juga menandatangani Perjanjian Kerjasama tentang Program Tabungan Hari Tua (THT) dengan pihak PT Asuransi Jiwasraya (Persero) nomor 470/07/NK. 2).08. tunjangan jabatan.795 (46.286.04/04/SP/2003 tanggal 4 Juli 2003. tunjangan keluarga. Berdasarkan Undang-undang nomor 3 tahun 1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek).SJ. Perjanjian ini menggantikan kerjasama dengan AJB Bumiputera 1912 dalam hal “ Jaminan Asuransi Jiwa Kumpulan” sesuai dengan Perjanjian Kerjasama nomor 261/IX/SPK/DIR/1988 dan 190/U/ASK/PERT/IX/1988 tanggal 5 September 1988 dan telah diaddendum beberapa kali.0699 Manfaat PKHT meliputi pembayaran berkala dan/atau pembayaran sekaligus bagi peserta (karyawan) atau janda atau duda atau anaknya. Program Jamsostek sebesar 2% dari gaji pokok ditambah tunjangan keluarga. AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA 023.271. terakhir tanggal 19 Desember 1989.652. 52 . THT dan Jamsostek dilakukan melalui pemotongan dari gaji yang besarnya sebagai berikut : . Iuran para pegawai untuk PKHT.190 2. Rekonsiliasi (kewajiban) pendanaan manfaat pensiun karyawan sebagai berikut : Kekayaan pada Awal Tahun Beban Realisasi Pembayaran Manfaat Iuran Perusahaan Kekayaan Pada Akhir Tahun Jumlah Rp 26. Peraturan Pemerintah nomor 36 tahun 1995 tentang penetapan badan penyelenggara program Jamsostek. Pendanaan Manfaat Kesejahteraan Karyawan Perusahaan. Disamping itu.067.955) 7. Perusahaan telah mengikuti program Jamsostek.SJ.142. AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAaaaaaaAAAAAA 055. Program Tabungan Hari Tua (THT) sebesar 5% dari gaji pokok ditambah tunjangan keluarga.

Kewajiban pembayaran tahunan (angsuran) dicatat sebagai beban tahun berjalan. tahun 2003 sampai dengan 2012 sebesar @ Rp 20. Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan sebagaimana tercantum dalam Notulen Risalah Rapat tanggal 1 Juni 2004.019 .175. 32. tahun 2003 sampai dengan 2012 sebesar @ Rp 18.544.759. 2).362.180 43. Besarnya angsuran tahunan premi back service adalah sebagai berikut: .910.534 1. Dividen Tunai Dan Cadangan Umum a.012.087.416 108.047 dan Rp 2.230.280 1.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Iuran premi back service baik untuk PKHT maupun THT seluruhnya ditanggung oleh Perusahaan.863.725. Jumlah cadangan pemutusan hubungan kerja akan direview setiap akhir tahun dengan memperhatikan seluruh variabel yang mempengaruhi jumlah cadangan tersebut.000 53 .PKHT : jatuh tempo setiap bulan Januari. Jumlah saldo kewajiban diestimasi atas manfaat kesejahteraan karyawan pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 masing-masing sebesar Rp 5.123.759.590 2.509. pemegang saham menyetujui penggunaan laba bersih tahun buku 2003 sebesar Rp 108. 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan. dicatat sebagai berikut: 1).000 ribu dengan rincian sebagai berikut : Jumlah Dividen Tantiem Direksi & Dekom Program Kemitraan Program Bina Lingkungan Cadangan Total Rp 60.THT : jatuh tempo setiap bulan Januari.577 (jumlah i R Rp 126 milyar) 126 il ) Perusahaan Anak PT Petrokimia Kayaku (Perusahaan Anak) menghitung dan membukukan estimasi manfaat kesejahteraan karyawan untuk seluruh karyawannya sesuai Undang-undang Republik Indonesia No.

276) (1.681.436.408 (2.135.562.729) 231.086.516 118.958.285.956 (17.042.681.190.986) (4.615.911 (75.356 45.020.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 33.152 5.462 8.734 (176.023.886.181.896.098.719 (93.157.824.682) 1.215) 2.516 2.359) 6.445.158.345) 68.563 2.833.581 11.870 (2.913) (115.385.785.057.040.077.164.747.029) 184.862.405.849) 3.335 11.445 8.941 (15.495.077.181.285.909.189.347) 182.577) 218.624.681.339.276.890.158 (112.901.189.809.870.357.216.643 241.064) 121.284.171.483 (3.977 293.711) (1.448 234.839) (111.813.483 (74.241.743.822.278.848 12.811.525) 73.186 (10.530) (45.536 56.268 1.074) (3.923.625.482 (67.096) 5.054.912.255.577.364.462 117.052 (2.748.982.092.867.071.538.521 (10. Informasi Segmen Usaha 2004 Produksi Pestisida Rp 278.825) 618.645 1.117 1.761 2.653 (118.618.837.296 (16.234.872.747.140 1.065 4.813.651.096) 156.799.215.616) (6.890.903) 1.822) (93.873.493 (792.124.316 36.197.845.212 (93.831.527.645 11.966.493 4.326 151.011.537.129 5.771.021.523) 17.428 78.634.227 54 .021.558.208.413.928.374.804 Produksi Pupuk Rp Pendapatan Eksternal Antar Segmen Jumlah Pendapatan Hasil Hasil Segmen Antar Segmen Jumlah Hasil Segmen Pendapatan Usaha tidak Dapat Dialokasi Laba Usaha Beban Keuangan Pendapatan bunga Antar Segmen Laba Sebelum Pajak Beban Pajak Pajak Tangguhan Laba Setelah Pajak Bagian Saham Minoritas Laba Bersih Aktiva Segmen Aktiva Antar Segmen Aktiva tidak Dapat Dialokasi Jumlah Aktiva Kewajiban Segmen Kewajiban Antar Segmen Kewajiban tidak Dapat Dialokasi Jumlah Kewajiban Pengeluaran Barang Modal Penyusutan Beban Non Kas Selain Penyusutan Arus Kas Dari Operasi Penerimaan Pelanggan Pembayaran Pemasok Jumlah Arus Kas dari Investasi Investasi Rutin dan Proyek Pendapatan Bunga dan Jasa Giro Lain-lain Jumlah Arus Kas Dari Pembayaran Pelunasan Hutang Perolehan Pinjaman Lain-lain Jumlah 3.428.983 (4.411) 1.287.574.466) 102.756.601 (116.849) 3.040) 618.713.983 70.423 Konsolidasi Rp 3.025 2.207.825) 6.492 (75.456 1.065 4.330 1.408 (176.759.704) 6.005 (112.404.191.581 278.965 (71.459.813.848 4.080.508) 11.845) 68.638.849 38.228.516) (50.633.637 (294.845) 76.961 (17.641 (75.688.359.350) 79.435.973.064) 133.379.238.620 (4.840.733.057) 17.872.297 2.512.686 1.448 246.533) (94.255.189.062 230.538.892) (1.

339.956 20.095 (2.112.015 50.980 2003 Produksi Pestisida Rp 203.610.708 207.081 (86.206) (3.337 (74.208 1.505) 92.482.914) (31.160.744.015.857) (128.661.969.164.318.493.919.500.364 (2.374.243.307 4.314 1.831.164.780 33.725.048.342 245.692) 1.970 2.742 55 .387.158 215.635.963.875.418.648.418) 57.108) 170.054.328 (65.439.927 (3.510.301) 170.730.187 53.346.238) Konsolidasi Rp 2.305.271.789 4.638 (87.486) (125.563.331.813.896) (326.993 257.490.349.978 (3.966 252.088 54.821.894.776.486.760 55.813.370) 894.670.607.306.284.222) 2.928 7.281.829.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Produksi Pupuk Rp Pendapatan Eksternal Antar Segmen Jumlah Pendapatan Hasil Hasil Segmen Antar Segmen Jumlah Hasil Segmen Pendapatan Usaha tidak Dapat Dialokasi Laba Usaha Beban Keuangan Laba Sebelum Pajak Beban Pajak Kini Pajak Tangguhan Laba Setelah Pajak Aktiva Segmen Aktiva Antar Segmen Jumlah Aktiva Kewajiban Segmen Kewajiban Antar Segmen Kewajiban tidak Dapat Dialokasi Jumlah Kewajiban Pengeluaran Barang Modal Penyusutan Beban Non Kas Selain Penyusutan Arus Kas dari Operasi Penerimaan Pelanggan Pembayaran Pemasok Lain-lain Jumlah Arus Kas dari Investasi Pembelian Aktiva Tetap Lain-lain Jumlah Arus Kas dari Pembayaran Pelunasan Hutang Perolehan Pinjaman Lain-lain Jumlah 2.708 202.331.258 948.526.376) 92.365.700 113.674.381 90.973 (71.638 (180.841 (72.984 (2.463.670.953.979) 13.966 58.845 7.052 (303.404 198.285.257.074.948.518) 2.815.946.565 12.193 203.812.141.810 1.692) 91.602 27.853.377.309.557 (665.358.853) 11.665.934.651.624) (7.285.484.126) 13.042 2.350 (65.623 258.812 2.648) 2.629) 3.712.896 (2.532.421.038 981.215 (558.927 4.570.496.684 110.115.238) 252.953.455.810) (358.347.535.882 1.942.869.806.495) 58.331.009.695 1.380 4.290.193) 229.029.415.418) (1.436.514.980 252.922.052) 7.142) 2.801.547 2.258 (2.426) 203.020.574.206.238) (303.152.553.672.801 7.400) (2.565.137.695 (15.879 1.457.626 (72.665.314 (15.052 (303.

Dalam menghadapi kondisi tersebut di atas.480 72. dalam tahun-tahun terakhir secara makro telah terjadi perbaikan yang positif atas beberapa indikator ekonomi utama. Kondisi Perekonomian Indonesia Kondisi ekonomi Indonesia masih akan terpengaruh oleh stabilitas sosial ekonomi dan politik di dalam negeri.019.989 91.409.629.249 Sebelum Reklasifikasi Rp 89.211.637.739.535. manajemen perusahaan dan perusahaan anak tetap berhati-hati dalam mengelola dan menjalankan operasi perusahaan dengan mengoptimalkan kinerja perusahaan serta melakukan program penghematan dan efisiensi biaya.384 43.502 56 . berikut disajikan pos-pos penting dalam laporan keuangan konsolidasian tahun 2003 sesudah dan sebelum reklasifikasi : 2003 Sesudah Reklasifikasi Rp 47.992.672 - Biaya Dibayar Dimuka Uang Muka Uang Muka dan Biaya Dibayar Dimuka Biaya Yang Ditangguhkan Hutang Bank Uang Muka Penjualan Hutang Lain-lain Hutang Jangka Panjang Yang Jatuh Tempo Satu Tahun Bank Kewajiban Jangka Panjang Lainnya Hutang Jangka Panjang .637 25.515 85.816.Setelah Dikurangi Bagian Yang Jatuh Tempo Satu Tahun Bank Kewajiban Jangka Panjang Lainnya 551. Reklasifikasi Akun Untuk tujuan penyesuaian dengan penyajian laporan keuangan tahun 2004.294 265.289 437. menurunnya tingkat suku bunga dan tingkat inflasi serta mulai meningkatnya kepercayaan investor seperti terlihat dari kenaikan secara umum harga-harga saham yang terdaftar pada bursa efek di Indonesia. sepanjang hal itu dapat ditentukan dan diperkirakan. sangat terpengaruh dengan fluktuasi nilai Rupiah. 35.816. terjadinya perbaikan likuiditas.748.813.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 34.314. Perusahaan yang bergerak dalam industri pupuk.069 46.513 87.209 17.139 811. karena pembelian terbesar bahan baku utama pupuk menggunakan mata uang asing (USD).396.555.296.903 4. seperti meningkatnya kegiatan ekonomi yang ditandai oleh meningkatnya produk domestik bruto. Laporan keuangan konsolidasian telah mencakup dampak kondisi ekonomi tersebut.654 25. Meskipun demikian.

030.186 2.033.413.678.879.208.885.863.572.995 32.241.473.230.302 84.248 13.Setelah dikurangi penyisihan piutang ragu .386.535 13.986 dan Rp 506.580.574 dan Rp 948.771 pada tahun 2004 dan 2003 Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa Ketiga .797 867.422.035.151. Biaya Yang Ditangguhkan Aktiva Lain-lain Jumlah Aktiva Tidak Lancar JUMLAH AKTIVA 345.844.masing sebesar Rp 1.158.617 pada tahun 2004 dan 2003 Piutang Lain-Lain Pihak Ketiga .288.783.254.816.564.588.229.362.140 14.797.602.356.806.676 1.242 47.778.852.257.664 pada tahun 2004 dan 2003 Persediaan Uang Muka Biaya Dibayar Dimuka Pajak Dibayar Dimuka Jumlah Aktiva Lancar AKTIVA TIDAK LANCAR Aktiva Pendanaan Manfaat Kesejahteraan Karyawan Investasi Jangka Panjang Aktiva Tetap .314.543.638 2.347.869 1.434 21.122.824.876.069.221 112.827.963 pada tahun 2004 dan 2003.333.747. PETROKIMIA GRESIK NERACA Per 31 Desember 2004 dan 2003 2004 Rp 2003 Rp AKTIVA AKTIVA LANCAR Kas dan Setara Kas Piutang Usaha Pihak Ketiga .424.619.129.Setelah dikurangi penyisihan piutang ragu .460 166.105.817 24.898.387.masing sebesar Rp 714.142.Setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu masing-masing sebesar Rp 9.089 684.500 333.690.657 2.355 dan Rp 1.824 (0) (0) .558 dan Rp 10.073.636.325 444.540.264.Setelah dikurangi akumulasi penyusutan masing-masing sebesar Rp 1.676 1.848 232.778.467.180 135.898.676.554.307 42.554 17.412.Setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu masing-masing sebesar Rp 6.316.764.464.718.872.040.287.625 17.736 29.713.813 210.409 122.978.988.030.407 1.624.256.PT.566.371.340 983.013 57.641.ragu masing .514.133 dan Rp 249.097.349.176.160 pada tahun 2004 dan 2003 Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa Ketiga .805.968.380.ragu masing .585.482.872.

332 4.606.072 6.978 - 519.813.253 124.052.249.214 57.383.Nilai Nominal Rp 1.654.PT.797 396.550.005 1.000 per Saham Modal Dasar .511.616 18.450.000 288.025.639 616.347.308 23.768.916 109.879.869.033.697 437.870 87.087 854.348.286.327.819.962 2.106.482.000.015.340 2.349.909 89.715.000 334.456.532.657 114.1.902.000.199.387. PETROKIMIA GRESIK NERACA (Lanjutan) Per 31 Desember 2004 dan 2003 2004 Rp 2003 Rp KEWAJIBAN DAN EKUITAS KEWAJIBAN LANCAR Hutang Bank Hutang Usaha Pihak Ketiga Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa Hutang Pajak Biaya Yang Masih Harus Dibayar Hutang Lain-lain Uang Muka Penjualan Hutang Jangka Panjang Yang Jatuh Tempo Dalam Satu Tahun Bank Kewajiban Lainnya Jumlah Kewajiban Lancar KEWAJIBAN TIDAK LANCAR Kewajiban Pajak Tangguhan Kewajiban Diestimasi Manfaat Karyawan Hutang Jangka Panjang .655.443.000 Saham Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 396.508.713.112.511.161.352.972 133.420.722.329.906 2.588 551.947 888.976.194 23.420 saham Saldo Laba Yang Dicadangkan Saldo Laba Yang Belum Dicadangkan Jumlah Ekuitas JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS 765.568 108.363 46.491.Setelah Dikurangi Bagian Yang Jatuh Tempo Dalam Satu Tahun Bank Kewajiban Jangka Panjang Lainnya Jumlah Kewajiban Tidak Lancar EKUITAS Modal Saham .194.085.001 73.057.420.861 396.637.127.059 143.575 664.420.312.960.372.092 30.933.959.000.296.231 43.640.838.767.629.992.242.985.597 8.176.068.068.394 794.432.793.300.328.197.359.590.888.555.824 .624.763.755 - 90.114.286 31.474.

122 (2.607.497.632) (57.394 .288 (66.797.198.482 (2.290.442.123) (147.102) (9.978.838 (179.453) 198.626.815) (66.838.794.086 (71.894 (67.767.184.812.983.190.633.401.698) (347.557.106.169.951.284) 681.409.556.906.658.811) 111.821.980.922.PT.528.008 (86.768.073.380.258.400.423) 184.673.831.859.192.663 120.992.298 (127.500) 108.044.782.069.189.610.197 117.056.867.367.223 (50.051.100) 13.744.328.228.624.804) 175.390.697 166.349.372.467 (142.151.911.179.021) 545.792.427.890 (93.948) 278.570.707.700.461 PENDAPATAN HARGA POKOK PENJUALAN LABA KOTOR BEBAN USAHA Beban Distribusi Beban Penjualan Beban Administrasi dan Umum Jumlah Beban Usaha LABA USAHA SEBELUM BEBAN BUNGA DAN KEUANGAN Beban Bunga dan Keuangan LABA USAHA SETELAH BEBAN BUNGA DAN KEUANGAN PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN Pendapatan Diluar Usaha Beban Diluar Usaha Beban Lain-lain .704.577) 124.600 (57.591) 54.956.724) (157.200.054.409) (403.266. PETROKIMIA GRESIK LAPORAN LABA RUGI Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 2004 Rp 2003 Rp 2.689.126.899.136.399.425.Bersih LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN BEBAN PAJAK Pajak Kini Pajak Tangguhan Jumlah Beban Pajak LABA BERSIH SETELAH PAJAK 3.633.359.800) 17.

183.125.962 124.086 (60.658.000) (932.197.068.747.611 288.797.372.328.394 (47.311.696.199.183.590.737.767.655.420.180.558.328.087.242.000) (932.509.612.000) (2.869.820.175.659.086 (60.093.291 334.509.534.000) (1.340 .000.394) 124.568 43.767.394 124.186.394 2.285.000) 2.291 854.186.590.696.000) (1.242.768.000) (43.000) (932.000) 668.180.000.768.280.637.741. PETROKIMIA GRESIK LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 Modal Saham Rp Saldo per 1 Januari 2003 Laba Bersih Tahun Berjalan Dividen Tantiem Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi Dana Pembinaan Wilayah Pembentukan Cadangan Sesuai RUPS Selisih Pembentukan Cadangan Laba Belum Direalisasi Dari Pemilikan Efek Koreksi PPh Badan Koreksi Ekuitas Perusahaan Anak Saldo per 31 Desember 2003 Laba Bersih Tahun Berjalan Dividen Tantiem Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi Dana Pembinaan Wilayah Pembentukan Cadangan Sesuai RUPS Koreksi Ekuitas Perusahaan Anak Saldo per 31 Desember 2004 396.000.540.000) (1.804 40.423.611 794.000 396.000) (40.797.871 137.253 Saldo laba yang belum dicadangkan Rp 93.353.768.000) (2.000) (2.387) Saldo laba yang dicadangkan Rp 255.087 Jumlah Ekuitas Rp 745.534.282) (2.888.377.133.175.737.377.133.000) 668.210.353.328.879.540.125.929) (46.280.767.420.196) (932.992.793.394 (47.PT.372.387) (7.863.420.353.000) (1.000) (1.469 108.282 (7.087.000 Laba belum direalisasi dari pemilikan efek Rp 46.210.558.558.863.929) 108.658.889.000 396.793.000) (1.211 108.372.387 (46.353.

592.455 347.415 140.588.258.533.651.677 4.352. Retribusi.179.430.109.543.309.965.242.505.365.420.803 93.600.lain Penerimaan Restitusi pajak dan lain .022.588.700.709.lain Jumlah Pengeluaran Jumlah Arus Kas dari Aktivitas Operasi ARUS KAS DARI KEGIATAN INVESTASI Penerimaan : Pendapatan Bunga.155 182.506. Litbang dan Konsultan Biaya Bongkar Muat dan Distribusi Biaya Penjualan Biaya Umum Biaya Bunga Pinjaman PPN Masukan dan PPh Pengembalian Hutang usaha Pelunasan hutang lain .827.109 295.473.124.367 305.423.010.413.041.721.111 7.973.350.468 90. PETROKIMIA GRESIK LAPORAN ARUS KAS (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 2004 Rp ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan : Piutang Pemerintah Penjualan Tunai Piutang Dagang Deposito PPN Keluaran Penerimaan Piutang lain .059 102.856.960.902.485 590.496 71.340.973 78.527.416 87.825.009.364 1.314.340 18.127.576 7.628 65.355 83.267.616 228.899.149 59.270.302.00 100.679.896.000 2.979.605.799.766.071.892.266.335 234.933 71.929.773.942.621.144.983 38.286.352.077 58.311 505.482.126.224.245.905 1.312 186.lain Jumlah Penerimaan Pengeluaran : Biaya Pegawai Biaya Pemeliharaan Biaya Pajak.098.619 11.340.389.852 202.636.616.152.887) 6. jasa giro dan penerimaan diluar usaha lainnya Jumlah Penerimaan : Pengeluaran : Biaya yang berkaitan dengan pendapatan diluar usaha Investasi Rutin Investasi Proyek Kewajiban pembagian laba tahun lalu Jumlah Pengeluaran Jumlah Arus Kas dari Aktivitas Investasi 2003 Rp 663.876.PT.000 382.034 3.289 273.276.906 .695.729 62.157.256.877.647.807.192.916.983 199.166 52.788.910.162 103.822.187.290.534.743 2.700.821.759 146.091.499.809 513.953.212 1. Asuransi Biaya Jasa.600.799.138.599.400.016.847 182.870.276.423.497 1.193 190.298.918.878.768.194.734 (45.975 102.847 199.022.128.572.528 22.759 129.342 18.817.398.157.250.982.600.479.

142 (1.844 2.073.326.813.576.073.204 252.326.980.261.621 4.013.829.813.451.902.215.307.902) 12.106 (2.833.621.320 333.833.019.071.PT.751.258.485 1.424.474.000.844 252.885.681. KMK & LC Jumlah pengeluaran Jumlah Arus kas dari Aktivitas Pendanaan KENAIKAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 2003 Rp 1.193. PETROKIMIA GRESIK LAPORAN ARUS KAS (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 2004 Rp ARUS KAS DARI KEGIATAN PENDANAAN Penerimaan : Hutang Bank ( KMK.380.142 1. LC dan KI) Jumlah Penerimaan Pengeluaran : Bahan Baku dan Penolong Angsuran kredit Investasi.763 150.298) 183.980.417 333.856.691.809.180 .500 1.204 1.000.829.848.885.660.215.898.424.474.576.180 345.

BPK RI LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN LAPORAN EVALUASI KINERJA PT PETROKIMIA GRESIK Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2004 Nomor Tanggal : 02. 5704395 s.d. 5738740. 31 Jakarta 10210 Telp. 5720957. (021) 5700380.D/AUDITAMA V/GA/01/2005 : 31 Januari 2005 Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Jalan Gatot Subroto No. 9 pesawat 511 Fax. 5723995 . 5738727. (021) 5700380.

3 2..... 2.…………………………………………….………………………….. Perkembangan operasi pokok perusahaan …………………………. Penyusunan dan Pelaksanaan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2004 ……………………………………. BAB II URAIAN HASIL EVALUASI 1.2.. Metodologi.4 2..…………………………………………….. 3. 2. . Beban Usaha ...2.7 2. Tingkat kesehatan perusahaan ……………………………………….1 2. Pengadaan ...1 Evaluasi proses penyusunan RKAP …………………………. Perkembangan usaha perusahaan ……………………………………..…………………………. Laba / (Rugi) .2 2.2. Perkembangan Usaha Perusahaan …………………………………… 4.. Lingkungan dan K3 …………………………………… Sumber Daya Manusia …….…………………………………………...……………………………………….2.. 3.. 4.8 2. ruang lingkup dan tanggung jawab ………….2..2...1 Penilaian terhadap aspek keuangan ……………………………. 8 10 10 15 19 20 22 23 24 25 26 26 27 28 28 29 29 29 30 8 8 5 5 6 7 1 2. 4. 5.………………………………………… Investasi ….. batasan.2.2 Pelaksanaan RKAP …………………………………………….2. Tingkat Kesehatan Perusahaan ……………………………………… 3. 4.2.…………………………………………… Biaya Produksi . 3.1 Perkembangan posisi keuangan ………………………………... 3.…………………………………………. 2. Pemahaman atas struktur pengendalian intern ……………………….3 Penilaian terhadap aspek administrasi ………………………….10 Organisasi Perusahaan …….6 2.2. Produksi .9 Penjualan .2 Perkembangan laba-rugi ……………………………………….2 Penilaian terhadap aspek operasional …………………………. 2. Penyusunan dan pelaksanaan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) ………………………………………………… 2.DAFTAR ISI Hal BAB I SIMPULAN DAN HASIL EVALUASI 1.5 2..

6.7. Ancaman ……………………………………………….5. Peluang ………………………………………………...3 4.1 4.7.. 4.7 Analisis SWOT ………………………………………………… 5. Perkembangan penjualan ……………………………… Kekuatan ………………………………………………. Perhitungan Penilaian Tingkat Kesehatan PT Petrokimia Gresik tahun buku 2004 berdasarkan SK Menteri BUMN No: KEP-100/ MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 Lampiran 2 Dasar Perhitungan Penilaian Tingkat Kesehatan Perusahaan SK Menteri BUMN No: KEP-100/MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 ..5 Perkembangan rasio keuangan ………………………………… 4.5..7.. Perkembangan produksi ……………………………….. 4.2 4. 4. Kelemahan ……………………………………………. Pemahaman atas struktur pengendalian intern ………………………..4.1 4.2 4.2 4.3 Perkembangan arus kas ……………………………………….6..7.4 Lampiran 1 Perbandingan tahun 2004 terhadap 2003 ……………… Perbandingan rasio keuangan lima tahun terakhir …….4 Perkembangan perubahan ekuitas ……………………………. 31 32 33 33 33 34 34 35 36 36 37 38 39 39 4..6 Perkembangan operasi pokok perusahaan …………………….1 4.

SIMPULAN DAN HASIL EVALUASI .

.

d. (2) Pupuk DAP sebesar 61% dari RKAP 2004 disebabkan pabrik diprioritaskan untuk memproduksi pupuk phonska. Pelaksanaan RKAP ini dilaksanakan melalui tahapan-tahapan berdasarkan pada sistem top-down dan bottom-up serta penetapan pencapaian laba adalah dengan menggunakan metode a pasteori yaitu merinci komponen biaya-biaya untuk penetapan laba. 356/MPP/Kep/5/2004 tanggal 27 Mei 2004 mulai bulan Juni 2004 hanya diberi tugas untuk mendistribusikan pupuk Urea ke 12 Kabupaten di Jawa Timur sedangkan sebelumnya 26 Kabupaten. Penyusunan RKAP Sebagai pedoman kerja sebagaimana diatur dalam anggaran dasar perusahaan. (b) Pabrik Urea tidak berproduksi selama 2. Perbandingan realisasi tahun 2004 dengan RKAP 2004 sebagai berikut: 1) Realisasi Penjualan a) Penjualan Pupuk Terdapat beberapa produk pupuk yang target penjualannya tidak tercapai antara lain : (1) Pupuk Urea sebesar 78% dari RKAP 2004 karena : (a) PT Petrokimia Gresik sesuai SK Menperindag No.5 bulan mulai tanggal 14 April s. b.BAB I SIMPULAN DAN HASIL EVALUASI Sehubungan dengan audit kami terhadap Laporan Keuangan PT Petrokimia Gresik untuk tahun buku yang berakhir tanggal 31 Desember 2004. 1 BPK-RI / AUDITAMA V . (3) KCL sebesar 79% dari RKAP 2004 karena: (a) Pada semester I kedatangan impor tidak sesuai jadwal. untuk tahun buku 2004 telah disusun RKAP dan telah disahkan melalui RUPS. 30 Juni 2004 karena mengalami kerusakan equipment sehingga kurang dapat mendukung pelaksanaan pasokan untuk wilayah Jawa Timur. (b) Pada semester II terdapat kendala dari pesaing yang menjual dengan harga lebih rendah. Penyusunan dan pelaksanaan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) a. sehingga pengiriman ke konsumen sering mengalami keterlambatan. dengan ini kami sampaikan hasil evaluasi kinerja perusahaan sebagai berikut: 1.

b) Penjualan Non Pupuk Terdapat beberapa produk non pupuk yang target penjualannya tidak tercapai antara lain : (1) (2) Amoniak sebesar 99% dari RKAP 2004 karena problem gangguan operasional pabrik amoniak. 2) Realisasi produksi a) Produksi Pupuk Terdapat beberapa produksi pupuk yang targetnya tidak tercapai antara lain : (1) Pupuk Urea sebesar 89% dari RKAP 2004 disebabkan terhentinya pasokan bahan baku amoniak (pabrik amoniak shut down ± 2. gangguan pasokan steam karena Service Unit Trip dan karena adanya perbaikan pipa asam sulfat yang bocor pada R-5501 mixing tank. (3) Pupuk DAP sebesar 62% dari RKAP 2004 karena pabrik dikonsentrasikan untuk memproduksi Phonska. (3) Cement Retarder sebesar 86% dari RKAP 2004 disebabkan: (a) Mundurnya perbaikan tahunan (Perta) pabrik Cement Retarder yang memakan waktu cukup panjang.5 bulan) dan problem instrument hand valve EA-102 Carbamate Condensor bocor. (2) Pupuk ZA sebesar 97% dari RKAP 2004 karena terbatasnya bahan baku amoniak yang disebabkan pabrik amoniak shut down. terbatasnya pasokan steam karena boiler B-1101BD tube bocor. (4) ALF3 sebesar 99% dari RKAP 2004 disebabkan stock ALF3 dioptimalkan untuk melayani permintaan dalam negeri. Asam Sulfat sebesar 98% dari RKAP 2004 disebabkan kualitas yang tidak dapat konstan khususnya untuk konsumen pabrikan. (b) Adanya kendala kesulitan mendapatkan kapal pengangkut. yang berakibat menurunnya konsumsi asam sulfat. 2 BPK-RI / AUDITAMA V . sedangkan penjualan ekspor tidak terpenuhi karena belum terdapat kesepakatan harga. crash program perbaikan start up heater 102B pabrik amoniak pada bulan Juni 2004.

5 bulan akibat kerusakan equipment sehingga pabrik tidak dapat beroperasi dengan efisien. SP-36. 121%. Economizer E-1203 dan ada penggantian demister T-1301 drying tower. synthesis compressor 103 J dan problem pada start up heater 102 B.35 triliun atau 145% dari anggarannya sebesar Rp0. antara lain tingginya biaya produksi produk pupuk: a) Tingginya biaya produksi pupuk (1) Biaya produksi pupuk Urea sebesar 113% dari RKAP 2004 karena tidak beroperasinya pabrik Urea selama 2.85 triliun yang terdiri dari pengadaan dalam negeri sebesar Rp1. 4) Realisasi biaya produksi Realisasi biaya produksi per ton produk sebagian besar di atas anggaran. b) Biaya produksi non pupuk (1) Biaya produksi Amoniak sebesar 121% dari RKAP 2004 karena tidak beroperasinya pabrik Amoniak selama 2.92 triliun.55 triliun atau 169% dari anggarannya sebesar Rp0. 3 BPK-RI / AUDITAMA V . Dryed Gypsum Conveyor M-4204 dan electric precipitator F-4201. 128% dan 104% dari RKAP 2004 terutama karena tingginya harga bahan baku impor akibat melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap USD. (2) Biaya produksi pupuk ZA.93 triliun dan pengadaan luar negeri sebesar Rp1. Phonska dan NPK Kebomas masingmasing sebesar 131%. (3) Biaya produksi pupuk DAP sebesar 139% dari RKAP 2004 karena meningkatnya harga bahan baku Asam fosfat. (2) Asam Sulfat sebesar 95% dari RKAP 2004 dikarenakan rate produksi tidak maksimal karena terjadi problem equipment yaitu circulation pump P-1303.b) Produksi Non Pupuk Terdapat target produksi non pupuk yang tidak tercapai antara lain : (1) Amoniak sebesar 89% dari RKAP 2004 dikarenakan pabrik mati selama 2.90 triliun atau 157% dari anggarannya sebesar Rp1. Amoniak dan ZA.5 bulan. 3) Realisasi pengadaan Realisasi Pengadaan sebesar Rp2.5 bulan akibat adanya problem pada primary reformer 101 B. (3) Cement Retarder sebesar 90% dari RKAP 2004 dikarenakan terbatasnya pasokan gas bumi dan problem pada Gypsum Feeder M-4250.

82 milyar disebabkan antara lain: a) Realisasi penjualan sebesar Rp2.57 milyar.79 milyar atau 174% dari anggarannya sebesar Rp68.21 milyar atau 217% dari RKAP 2004 sebesar Rp314.37 milyar atau 104% dari anggaran sebesar Rp119. d) Tingginya pendapatan lain-lain yang mencapai Rp119.40 milyar atau 109 % dari RKAP 2004 sebesar Rp371.42 milyar atau 92% dari anggaran sebesar Rp220.10 milyar.84 milyar atau 115% dari anggaran sebesar Rp124. biaya bahan penolong dan biaya pemeliharaan. persewaan dan jasa.70 milyar karena tingginya realisasi laba penyertaan anak perusahaan dari anggarannya.31 milyar yang terdiri dari: a) Investasi rutin sebesar Rp142. penjualan produk utilitas. realisasi Rp93.(2) Biaya produksi Asam Sulfat sebesar 114% dari RKAP 2004 karena tingginya biaya pemakaian belerang.72 triliun karena tingginya penjualan beberapa produk pupuk dan non pupuk. 4 BPK-RI / AUDITAMA V . 7) Realisasi total investasi sebesar Rp203. (3) (4) Biaya produksi Asam Fosfat sebesar 126% dari RKAP 2004 terutama karena tingginya pemakaian bahan baku Batuan fosfat. 5) Realisasi beban usaha sebesar Rp403. b) Tingginya realisasi subsidi pupuk yang mencapai Rp683. Biaya produksi Aluminium Fluorida sebesar 158% dari RKAP 2004 terutama karena tingginya pemakaian bahan baku Aluminium hidroksida dan Asam fluosilikat.95 triliun atau 108% dari RKAP 2004 sebesar Rp2. karena subsidi non Urea menggunakan tarip sesuai APBN-P dan karena adanya tambahan pendapatan subsidi eks tahun 2003 sebesar Rp47. 6) Laba bersih setelah pajak sebesar Rp124.19 milyar atau 90% dari RKAP 2004 sebesar Rp103. c) Rendahnya beban pinjaman.93 milyar.19 milyar. biaya pemeliharaan dan biaya penyusutan.70 milyar terutama karena tingginya biaya penjualan menyesuaikan dengan meningkatnya nilai penjualan. (5) Biaya produksi Cement Retarder sebesar 146% dari RKAP 2004 karena tingginya bahan baku purified gypsum. produk samping.

dapat disimpulkan bahwa kinerja PT Petrokimia Gresik pada tahun 2004 tergolong dalam kondisi SEHAT kategori AA dengan SKOR 93. 2) Selama lima tahun terakhir (tahun 2000 sampai dengan 2004) jumlah aktiva/ kewajiban dan ekuitas tertinggi terjadi tahun 2004 yaitu sebesar Rp2. Laba setelah pajak sebesar Rp124.45% dibandingkan tahun 2003.60 milyar atau 14.b) Investasi pengembangan sebesar Rp60. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2001 yaitu sebesar Rp2.62 milyar meningkat Rp366.713. b.58 milyar atau 62% dari anggarannya sebesar Rp96.01 milyar atau 3.23 milyar atau 15. Laba-Rugi 1) Laba sebelum pajak sebesar Rp175.37 milyar naik 15.90 milyar mengalami kenaikan sebesar Rp12.21 milyar.25. Tingkat Kesehatan Perusahaan Berdasarkan evaluasi atas tingkat kesehatan perusahaan.96 milyar. 2. 2) Selama lima tahun terakhir (tahun 2000 sampai dengan 2004) laba setelah pajak dan setelah bagian keuntungan/kerugian anak perusahaan yang tertinggi terjadi pada tahun 2000 sebesar Rp187.62 milyar. RKAP tahun 2004 menetapkan kategori AA dengan skor sebesar 93.18 milyar naik sebesar Rp9.60% dibanding akhir tahun 2003. Neraca 1) Jumlah aktiva/kewajiban dan ekuitas per 31 Desember 2004 sebesar Rp2.34% dibanding tahun 2003.044.55 milyar.713.60% dibandingkan tahun 2003. mengacu kepada indikator yang digunakan untuk menilai tingkat kesehatan BUMN sesuai Keputusan Menteri BUMN Nomor:KEP-100/MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002. 3.26 milyar dan terendah terjadi pada tahun 2001 yaitu sebesar Rp83.50. Arus Kas 1) Posisi kas dan setara kas pada akhir tahun 2004 sebesar Rp345. Perkembangan Usaha Perusahaan a.04 milyar atau 5. 2) Selama lima tahun terakhir (tahun 2000 sampai dengan 2004) arus kas memperlihatkan saldo kas dan setara kas tertinggi terjadi pada tahun 2004 yaitu 5 BPK-RI / AUDITAMA V . c.

sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2001 yaitu sebesar Rp722. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2001 yaitu sebesar Rp58. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2003. 2) Perbandingan rasio keuangan lima tahun terakhir a) Tingkat likuiditas perusahaan tertinggi terjadi pada tahun 2004.36 milyar.sebesar Rp345. kecuali Acid test ratio. e.67% dibandingkan akhir tahun 2003. 2) Selama lima tahun terakhir (tahun 2000 sampai dengan 2004) posisi ekuitas tertinggi terjadi pada akhir tahun 2000 yaitu sebesar Rp880. kecuali pupuk DAP. kecuali amoniak dan asam fosfat. b) Tingkat rentabilitas perusahaan tertinggi terjadi pada tahun 2000.99 milyar atau naik 7. c) Tingkat solvabilitas perusahaan tahun 2004 lebih tinggi dari tahun 2003.62 milyar. Perubahan ekuitas 1) Posisi ekuitas akhir tahun 2004 sebesar Rp854. 6 BPK-RI / AUDITAMA V . Rasio keuangan 1) Perbandingan tahun 2004 terhadap tahun 2003 a) Tingkat likuiditas perusahaan tahun 2004 relatif lebih tinggi dari tahun 2003. Perkembangan operasi pokok perusahaan a. b) Tingkat rentabilitas perusahaan tahun 2004 relatif lebih tinggi dari tahun 2003.90 milyar. Perkembangan produksi 1) Perbandingan tahun 2004 terhadap tahun 2003 a) Secara umum produksi pupuk tahun 2004 lebih tinggi dibanding produksi tahun 2003. kecuali operating ratio dan net profit ratio. d. 4. b) Produksi non pupuk tahun 2004 lebih tinggi dibanding produksi tahun 2003. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2001. c) Tingkat solvabilitas perusahaan selama lima tahun terakhir menunjukkan bahwa modal pihak ketiga lebih berperan dan meningkat sampai dengan tahun 2004.03 milyar.

Struktur pengendalian intern PT Petrokimia Gresik telah disusun dan dilaksanakan dengan baik. b. Auditor Utama Keuangan Negara V Penanggung Jawab Audit. terutama disebabkan meningkatnya penjualan Pupuk Phonska dan NPK Kebomas yang cukup signifikan. 2) Perkembangan penjualan dalam lima tahun terakhir (2000 s/d 2004) Tonase penjualan pupuk tahun 2004 merupakan penjualan tertinggi selama 5 tahun terakhir dan terendah penjualan tahun 2002. 5. Perkembangan penjualan 1) Perbandingan tahun 2004 terhadap tahun 2003 Secara umum tonase penjualan pupuk dan non pupuk tahun 2004 lebih tinggi dibanding tahun 2003. sehingga dapat dijadikan dasar guna menetapkan sifat dan luasnya audit. sedangkan rincian lebih lanjut dijelaskan pada halaman berikutnya. D-1416 Jakarta. Drs. Register Negara No. b. Volume produksi non pupuk tertinggi terjadi pada tahun 2004 dan terendah terjadi pada tahun 2002. sedangkan terendah terjadi pada tahun 2002. Evaluasi terhadap pelaksanaan tugas Satuan Pengawas Intern (SPI) Sesuai tugas pokoknya. Pemahaman atas struktur pengendalian intern a. sedangkan tonase penjualan non pupuk tertinggi di tahun 2000 dan terendah penjualan tahun 2003. Misnoto MA. kecuali penjualan DAP hanya 35% dan Aluminium Fluorida hanya 83% dari tahun 2003. SPI telah melaksanakan kegiatan audit yang diprogramkan dalam PKPT dan tidak diprogramkan (Non PKPT) seperti: pemeriksaan khusus. Demikian kesimpulan evaluasi kinerja PT Petrokimia Gresik yang dapat kami sampaikan. Ak. 31 Januari 2005 7 BPK-RI / AUDITAMA V .2) Perkembangan produksi dalam lima tahun terakhir (2000 s/d 2004) Volume produksi pupuk pada tahun 2004 lebih tinggi dibanding empat tahun sebelumnya. preventif audit dan kegiatan-kegiatan yang bersifat konsultasi dalam penyelesaian permasalahan yang dihadapi unit kerja.

URAIAN HASIL EVALUASI .

4 Laporan Auditor Independen atas Laporan keuangan PT Petrokimia Gresik untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2000 s.2 1.d 2004 RKAP PT Petrokimia Gresik tahun 2004 yang telah disahkan dalam RUPS Rencana Jangka Panjang (RJP) tahun 2004 – 2008 Laporan intern perusahaan yang disusun secara periodik. ruang lingkup dan tanggung jawab Evaluasi terhadap kinerja PT Petrokimia Gresik. Kami tidak melakukan perbandingan data industri sejenis yang diperoleh dari pihak eksternal yang kompeten karena keterbatasan dalam ketersediaan data/informasi yang diperlukan.BAB II URAIAN HASIL EVALUASI 1. Laporan Anak Perusahaan Dalam Laporan Kinerja PT Petrokimia Gresik. batasan.d 31 Desember 2004) ini. Laporan atas Pengelolaan Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi d. dilakukan berpedoman pada SK Menteri BUMN RI nomor: KEP100/MBU/2002 tanggal 04 Juni 2002 tentang “Penilaian Tingkat Kesehatan BUMN”. kami peroleh dari: 1. 2. Metodologi. Evaluasi terhadap aspek keuangan. Evaluasi dilaksanakan dengan cara antara lain review. konfirmasi. data keuangan perusahaan telah termasuk nilai penyertaan dan/atau pendapatan dari penyertaan PT Petrokimia Gresik pada anak perusahaan yang diperhitungkan atas dasar metode ekuitas. Penyusunan dan Pelaksanaan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2. Laporan kinerja Kegiatan Unit b. analisis dan interpretasi data/informasi yang tersedia. Laporan SDM c.1 1.3 1. verifikasi. antara lain: a. dilaksanakan bersama-sama dengan pelaksanaan general audit atas Laporan Keuangan PT Petrokimia Gresik untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004. perhitungan ulang.1 Evaluasi proses penyusunan RKAP Dasar Penyusunan Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahunan yang dijadikan sebagai Pedoman Kerja tahunan didasari oleh : 8 BPK-RI / AUDITAMA V . Sumber data yang digunakan untuk evaluasi terhadap kinerja PT Petrokimia Gresik tahun buku 2004 (periode 1 Januari s. operasional dan administrasi sebagaimana diuraikan dalam Bab II butir 3.

2) Dalam waktu tiga bulan sebelum tahun buku baru mulai berlaku. PP No. 9 BPK-RI / AUDITAMA V . Tahapan proses penyusunan RKAP adalah sebagai berikut : a. dan status perusahaan berubah menjadi Badan Usaha yang seluruh sahamnya telah dimiliki oleh PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) sebagai Operating Holding. b. untuk dimintakan pengesahan kepada Rapat Umum Pemegang Saham. e. Tugas utama Komite Anggaran adalah : 1) Menetapkan kebijakan umum. Direksi diwajibkan mengirimkan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan kepada Dewan Komisaris dan Pemegang Saham. 28 tahun 1997. 2) Meminta. PP No. PP No. menerima dan meninjau estimasi anggaran masing-masing Departemen/Biro dan Bidang. 13 tahun 1998 dan PP No. penyertaan Modal Negara RI dialihkan sebagai modal saham perusahaan (perseroan) PT Pupuk Sriwidjaja. 12 tahun 1998. pasal 21 ayat 1 dan 2 bahwa : 1) Rapat Umum Pemegang Saham untuk mengesahkan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan diadakan selambat-lambatnya pada akhir tahun buku sebelum tahun buku baru dimulai. Anggaran Dasar Perusahaan yang telah disahkan oleh Menteri Kehakiman No. Kep-101/MBU/2002 tentang Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan Badan Usaha Milik Negara. b.YA5/312/20 beserta perubahannya. parameter dan asumsi. Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No.a. dan Kepala Biro Akuntansi. Proses penyusunan anggaran dikoordinasi oleh Komite Anggaran (budget committee) yang terdiri dari Kepala Departemen Produksi. Kep-100/MBU/2002 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Badan Usaha Milik Negara. c. dinyatakan bahwa perusahaan diwajibkan untuk menyusun dan menyampaikan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) kepada Pemegang Saham selambat-lambatnya 60 hari sebelum memasuki tahun anggaran. d. 6 tahun 2000. Anggaran serta Kepala Kompartemen diatasnya yang juga merupakan Komite Manajemen. Pengadaan. Bagan organisasi perusahaan merupakan kerangka dasar penyusunan sekaligus sebagai pengendalian anggaran yang terkoordinasi di PT Petrokimia Gresik. Pemasaran. Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No.

melakukan perbaikan-perbaikan yang diperlukan terhadap RKAP. f. Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan yang telah disetujui dan disahkan oleh Direksi dan Dewan Komisaris diserahkan kepada Pemegang Saham (PT Pupuk Sriwidjaja). h.1 Penjualan Realisasi penjualan produk (pupuk dan non pupuk termasuk subsidi pupuk) tahun 2004 mencapai Rp3. i. Departemen/Biro dan Bidang menyampaikan pengajuan estimasi anggaran kepada Komite Anggaran. sebagai pelaksana harian adalah Biro Anggaran. c. yaitu mengevaluasi. RKAP yang telah mendapatkan pengesahan Pemegang Saham merupakan pedoman kerja Perusahaan serta sebagai pengendalian biaya untuk mencapai kinerja yang ditargetkan.3) Mengusulkan perbaikan-perbaikan atas estimasi anggaran tersebut. Pembahasan Komite Anggaran. tingkat Direksi dengan Pemegang Saham. yaitu penyempurnaan dan persetujuan serta pengesahan terhadap RKAP. dan RUPS.2 Pelaksanaan RKAP 2. 4) Menyetujui anggaran serta perbaikan-perbaikannya.2. Pra RUPS. yaitu mengevaluasi. Pembahasan Komite Anggaran dengan Direksi. d. 2. 6) Memberikan rekomendasi bagi tindakan yang dirancang guna meningkatkan efisiensi bila diperlukan. pengesahan terhadap Rencana Kerja dan Anggaran tahunan oleh Pemegang Saham. 5) Menerima dan menganalisis berbagai laporan anggaran. e. g. Pengajuan tersebut disusun dan diolah sesuai parameter dan asumsi yang telah ditetapkan menjadi bentuk laporan rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP).633. Tingginya nilai penjualan tahun 2004 dikarenakan tingginya nilai penjualan pupuk 10 BPK-RI / AUDITAMA V . Direksi dengan Dewan Komisaris. perbaikan dan penambahan bila diperlukan serta persetujuan. Pola yang digunakan PT Petrokimia dalam menyusun RKAP adalah dengan menggunakan Pola top down dan bottom up serta penetapan pencapaian laba adalah dengan menggunakan metode a pasteori yaitu merinci komponen biaya-biaya untuk penetapan laba.23 milyar atau 120% dari RKAP.

000 49.Asam fosfat .510 96.545 120 Ton Keterangan Penjualan Pupuk .000 96.496 2.017 52.466 798.57 milyar atau 137% dari RKAP 2004 sebesar Rp425.DAP .150 10.368.356 34.300 760.211 581.19 milyar.297 137 3.591 594.194 633.KCL .852 177.sebesar Rp2.500 125.820 98.057 103 314.450 683.000 99 98 110 86 117 130 82 97 11 BPK-RI / AUDITAMA V .256.633.191 217 425.30 milyar serta realisasi subsidi pupuk yang lebih tinggi dibanding RKAP 2004 yaitu sebesar Rp683.795 11.251.982 3.Phonska .Amoniak .21 milyar atau 217% dibanding RKAP 2004 sebesar Rp314.569 3.000 826.849 192.617 789.45 milyar atau 103% dibanding RKAP 2004 sebesar Rp2.950 78 104 113 139 308 61 79 70 100 94.SP-36 .Lain-lain Ekspor .ZA .Asam sulfat .035.790 342.Lain-lain Sub jumlah pupuk Non Pupuk Dalam Negeri .NPK Kebomas .000 400.000 3.902 2.500 2.Cement Retarder .296.464 30.501 124.000 3.000 180.368.Aluminium Fluorida .000 19.Aluminium Fluorida Sub Jumlah non pupuk Realisasi (1) Anggaran (2) % (3)=(1):(2) 460.Urea .000 560. Nilai penjualan tersebut terinci sebagai berikut : (Rp juta) Keterangan Penjualan Pupuk Subsidi Pupuk Penjualan non pupuk Jumlah Realisasi (1) 2.500 138.000 48.296.06 milyar dan non pupuk sebesar Rp581.230 Anggaran % (2) (3)=(1):(2) 2.

076 45.640 18.907 940.879 439.035.Asam fosfat .(Rp Juta) Keterangan Penjualan Pupuk .Phonska .ZA .300 84.617 ton atau 78% dari RKAP 2004 sebesar 594.019 683.633.Lain-lain Sub jumlah pupuk Non Pupuk Dalam Negeri .354 314.Aluminium Fluorida .887 581. Tidak tercapainya target penjualan Urea disebabkan : a) Pabrik Urea tidak berproduksi selama 2.721.455 155.636 35.569 2.Asam sulfat .306 180.377 250.491 2.KCL .Aluminium Fluorida Sub Jumlah non pupuk Jumlah Subsidi pupuk Total Penj. 356/MPP/Kep/5/2004 tanggal 27 Mei 2004 mulai bulan Juni 2004 hanya diberi tugas untuk mendistribusikan pupuk Urea ke 12 BPK-RI / AUDITAMA V .978 72.Amoniak . sehingga kurang dapat mendukung pelaksanaan pasokan untuk wilayah Jawa Timur.211 3.359 10.875 34.015 9.NPK Kebomas .191 3.230 173.507 512.DAP .774 115. Penjualan Produk Pupuk 1) Realisasi penjualan pupuk Urea sebesar 460.320 425.574 54.545 170 105 136 94 127 93 96 137 108 217 120 a. b) PT Petrokimia Gresik sesuai SK Menperindag No.614 148.5 bulan mulai tanggal 14 April s.950.358 904.203 2.376 69.Lain-lain Ekspor .724 26.d 30 Juni 2004 karena mengalami kerusakan equipment.057 13.Urea .Cement Retarder .297 2.057 77 104 117 139 401 72 95 70 103 294.296. dan Subsidi Realisasi (1) 411.115 17.624 48.656 25.612 24.450 Anggaran % (2) (3)=(1):(2) 532.678 20.300 ton.SP-36 .368.

464 ton atau 139 % dari RKAP 2004 sebesar 138. Menteri Pertanian.500 ton. Target penjualan pupuk Phonska dapat tercapai disebabkan mampu bersaing dengan produk impor untuk kebutuhan sub sektor hortikultura dan komoditas tanaman pangan terutama pada daerah yang memiliki irigasi teknis dan karena di beberapa daerah petani melakukan substitusi pupuk Urea dengan pupuk ZA dan Phonska.194 ton dan 633.356 ton atau 79% dari RKAP 2004 sebesar 125. sehingga pengiriman ke konsumen sering mengalami keterlambatan.000 ton dan 560.849 ton atau 104% dan 113% dari RKAP 2004 sebesar 760. b) Pada semester II terdapat kendala dari pesaing yang menjual dengan harga lebih rendah. 3) Realisasi penjualan pupuk Phonska sebesar 192. 2) Realisasi penjualan pupuk SP-36 dan pupuk ZA sebesar 789.000 ton.150 ton. Target penjualan pupuk NPK Kebomas dapat tercapai disebabkan tingginya permintaan pada sektor perkebunan. 4) Realisasi penjualan NPK Kebomas sebesar 30. 5) Realisasi penjualan pupuk DAP sebesar 11. Target penjualan pupuk DAP tidak dapat tercapai disebabkan pabrik diprioritaskan untuk memproduksi pupuk Phonska. 13 BPK-RI / AUDITAMA V .12 Kabupaten di Jawa Timur sedangkan sebelumnya 26 Kabupaten.795 ton atau 308% dari RKAP 2004 sebesar 10.820 ton atau 61% dari RKAP 2004 sebesar 19.000 ton. Target penjualan pupuk SP-36 dan pupuk ZA dapat tercapai disebabkan tingginya kebutuhan riil pupuk SP-36 untuk sektor tanaman pangan di pulau Jawa dibanding kuota SK. 6) Realisasi penjualan pupuk KCL sebesar 98.500 ton. Target penjualan pupuk KCL tidak dapat tercapai disebabkan : a) Pada semester I kedatangan impor tidak sesuai jadual.

000 ton. sedangkan penjualan ekspor tidak terpenuhi karena belum terdapat kesepakatan harga. Target penjualan Amoniak tidak dapat tercapai karena adanya gangguan operasional pabrik amoniak. Penjualan Produk Non Pupuk 1) Realisasi penjualan Amoniak sebesar 94. Target penjualan ALF3 tidak dapat tercapai disebabkan stock ALF3 dioptimalkan untuk melayani permintaan dalam negeri. 3) Realisasi penjualan Asam Fosfat sebesar 52.000 ton. 4) Realisasi penjualan Cement Retarder sebesar 342.967 ton atau 99% dari RKAP 2004 sebesar 6. 2) Realisasi penjualan Asam Sulfat sebesar 177. 14 BPK-RI / AUDITAMA V .790 ton atau 110% dari RKAP 2004 sebesar 48.000 ton. 5) Realisasi penjualan ALF3 sebesar 5. Target penjualan Asam Sulfat tidak dapat tercapai disebabkan kualitas yang tidak bisa konstan khususnya untuk konsumen pabrikan. Target penjualan Asam Fosfat dapat tercapai disebabkan adanya peningkatan harga STPP internasional sehingga permintaan Asam Fosfat meningkat.982 ton atau 86% dari RKAP 2004 sebesar 400.017 ton atau 98% dari RKAP 2004 sebesar 180. Target penjualan Cement Retarder tidak dapat tercapai disebabkan : a) Mundurnya perbaikan tahunan (perta) pabrik Cement Retarder yang memakan waktu cukup panjang (rencana 28 hari realisasi 35 hari). b) Adanya kendala kesulitan mendapatkan kapal pengangkut.000 ton.852 ton atau 99% dari RKAP 2004 sebesar 96. sehingga berakibat menurunnya konsumsi Asam Sulfat.000 ton.b.

793 68.601 468 6.480 138 119.2.Pendapatan lain-lain Selama tahun 2004 realisasi pendapatan lain-lain bervariasi antara 86% sampai dengan 979% dibanding dengan anggarannya.582 24.07 milyar yang tidak dianggarkan.Persewaan jasa .736 99 6.79 milyar atau 174% dari anggarannya. terinci lebih lanjut sebagai berikut: (Rp Juta) Keterangan .111 10.388 - Realisasi total pendapatan lain-lain mencapai Rp119.Produk samping & utilitas .430 139 4.Jasa giro & bunga deposito .794) 43.587 25.977 32.315 512 (9.299 7. Rendahnya nilai jumlah pendapatan dan beban lain-lain dikarenakan adanya rugi kurs sebesar Rp90.743 689 979 44.Laba penyertaan Total pendapatan lain-lain Biaya atas pendapatan lain-lain Pendapatan lain-lain netto Realisasi Anggaran % (1) (2) (3)=(1):(2) 24. 2.Lain-lain .2 Produksi Secara keseluruhan realisasi kegiatan produksi tahun 2004 untuk berbagai jenis produk berkisar antara 43% sampai dengan 320% dibanding yang dianggarkan yang terinci per jenis produk sebagai berikut: 15 BPK-RI / AUDITAMA V .703 174 129.Dividen & fee keagenan .900 158 28.591 2.

439 32. Penjelasan lebih lanjut sebagai berikut: 16 BPK-RI / AUDITAMA V . Pupuk SP-36 Realisasi produksi pupuk SP-36 sebesar 738.000 10.000 550.000 ton.901.274 24. terbatasnya pasokan steam karena Boiler B-1101 BD tube bocor.418 1.Crude gypsum .012 6.509 361.880.000 11.000 80.602. Produk Pupuk Pupuk Urea Realisasi produksi Urea sebesar 344.000 140.000 6.000 % (3)=(1):(2) 89 100 97 144 62 320 101 89 95 101 90 107 85 43 119 96 a.610 314.000 20.412 9.000 590.000 ton. Produk Pupuk Pupuk Urea Pupuk SP-36 Pupuk ZA Pupuk Phonska Pupuk DAP Pupuk NPK Kebomas Total Pupuk II.Purified Gypsum Total Produk Non Pupuk Realisasi (1) 344. Tidak tercapainya target produksi disebabkan terhentinya pasok bahan baku amoniak (pabrik amoniak shut down ± 2.333 ton.978 12.000 1.150 95.343 2.530.Dry Ice .356 738.190 519.000 195. terdiri dari pupuk SP-36 I sebesar 264.225 ton atau 100% dari RKAP 2004 sebesar 735.111 Anggaran (2) 385.803 197. Produk Non Pupuk Amoniak Asam Sulfat Asam Fosfat Cement Retarder ALF3 Lain-lain .356 ton atau 89% dari RKAP 2004 sebesar 385.000 1.Ton Keterangan I.892 ton dan pupuk SP-36 II sebesar 473.599 201.000 400.5 bulan) dan problem instrument hand valve EA-102 Carbamate Condensor bocor.225 572.000 735.013 1. crash program perbaikan Start up Heater 102 B pabrik Amoniak pada Juni 2004.000 355.000 5.CO2 .

3) Pupuk ZA III Realisasi produksi sebesar 193. Penjelasan lebih lanjut sebagai berikut: 1) Pupuk ZA I Realisasi produksi sebesar 184.000 ton karena menyesuaikan dengan permintaan penjualan.000 ton karena terbatasnya bahan baku amoniak (pabrik Amoniak shut down).590 ton.684 ton. Pupuk ZA Realisasi produksi pupuk ZA sebesar 572. 2) Pupuk SP-36 II Realisasi produksi sebesar 473. terdiri dari pupuk ZA I sebesar 184.000 ton karena pabrik tidak berproduksi selama ± 4 bulan terkait dengan pelaksanaan program kegiatan konstruksi proyek RFO Pabrik Pupuk Fosfat I.978 ton atau 144% dari RKAP 2004 sebesar 140. Pupuk Phonska Realisasi produksi sebesar 201. 2) Pupuk ZA II Realisasi produksi sebesar 194. pupuk ZA II sebesar 194.599 ton atau 97% dari RKAP 2004 sebesar 590.000 ton.684 ton atau 97% dari RKAP 2004 sebesar 190.333 ton atau 114% dari RKAP 2004 sebesar 416. karena terbatasnya bahan baku amoniak (pabrik Amoniak shut down).892 ton atau 83% dari RKAP 2004 sebesar 319.000 ton.590 ton atau 97% dari RKAP 2004 sebesar 200.1) Pupuk SP-36 I Realisasi produksi sebesar 264.000 ton.325 ton atau 97% dari RKAP 2004 sebesar 200. 17 BPK-RI / AUDITAMA V . karena terbatasnya bahan baku amoniak (pabrik Amoniak shut down) dan terjadi gangguan pasokan steam karena Service Unit Ttrip serta karena ada perbaikan pipa asam sulfat yang bocor pada R-5501 Mixing Tank.325 ton dan pupuk ZA III sebesar 193.000 ton terutama karena menyesuaikan dengan permintaan penjualan yang cukup tinggi.

Tidak tercapainya target produksi karena terjadi problem pada Primary Reformer 101 B. disebabkan pabrik dikonsentrasikan untuk memproduksi Phonska. dan ada penggantian Demister T-1301 Drying Tower.803 ton atau 95% dari RKAP 2004 sebesar 550.5 bulan. Lebih tingginya realisasi produksi dari RKAP 2004 karena rate produksi mencapai 106% dari RKAP 2004. Tidak tercapainya target produksi karena rate produksi tidak maksimal karena terjadi problem equipment yaitu Circulation Pump P-1303. Economizer E-1203.Pupuk DAP Realisasi produksi sebesar 12. Produk Non Pupuk Amoniak Realisasi produksi Amoniak mencapai 314.509 ton atau 101% dari RKAP 2004 sebesar 195.013 ton atau 320% dari RKAP 2004 sebesar 10. Asam Sulfat Realisasi produksi Asam Sulfat mencapai 519. Pupuk NPK Kebomas Realisasi produksi pupuk NPK Kebomas sebesar 32.000 ton karena memenuhi permintaan penjualan.190 ton atau 89% dari RKAP 2004 sebesar 355.000 ton.000 ton.000 ton.000 ton. Cement Retarder Realisasi produksi Cement Retarder sebesar 361.012 ton atau 90% dari RKAP 2004 sebesar 400. b. Asam Fosfat Realisasi produksi Asam Fosfat sebesar 197.439 ton atau 62% dari RKAP 2004 sebesar 20. Synthesis Compressor 103 J dan terjadi problem pada Start up Heater 102 B sehingga pabrik tidak beroperasi selama 2.000 ton. Lebih rendahnya realisasi produksi dari RKAP 2004 karena terbatasnya pasokan gas bumi dan terjadi 18 BPK-RI / AUDITAMA V .

412 ton atau 107% dari RKAP 2004 sebesar 6. 2.17 milyar atau 489% dari anggaran sebesar Rp56. Tercapainya target produksi karena rate produksi mencapai 119% dari RKAP 2004. Pengadaan bahan baku sebesar Rp2. Dryed Gypsum Conveyor M4204.89 triliun atau 157% dari RKAP sebesar Rp1.631 145 169 157 (Rp juta) Keterangan Bahan baku Bahan penolong Sk cadang & bhn.952 56.problem pada Gypsum Feeder M-4250.802 2.264 57.605 1.548.41 triliun atau 154% dari anggaran sebesar Rp1.pmbt.283 1.845. dan Electric precipitator F-4201.301 1.989 2.584 1.561.811 169.26 milyar dikarenakan 53% pengadaan suku cadang merupakan pembelian luar negeri yang 19 BPK-RI / AUDITAMA V .Industri kecil .000 ton.166 70.322.2.894. dikarenakan hal-hal sebagai berikut: a.573 929.894.093 140.240 1.56 triliun dikarenakan 57% pengadaan bahan baku merupakan pembelian luar negeri dan sebagian besar merupakan pembelian dalam mata uang asing.Non Industri kecil Jumlah pembelian dalam negeri 2.85 triliun.631 154 83 489 123 157 Realisasi pengadaan sebesar Rp2.512 275.408.3 Pengadaan (Rp juta) Keterangan 1.391 916. pabrik Karung plastik & kemas Jumlah Pengadaan Realisasi (1) Anggaran (2) % (3=1:2) 2. Pembelian luar negeri Jumlah Pengadaan Realisasi (1) Anggaran (2) % (3=1:2) 23. Aluminium Fluorida Realisasi produksi Aluminium Fluorida mencapai 6.845. Pembelian dalam negeri . b.345. Pengadaan suku cadang dan bahan pembantu pabrik sebesar Rp275.573 1.

0 3 2 8 6 8 .11 ribu atau 131% dibanding anggarannya sebesar Rp694.3 4 6 3 3 8 .8 1 8 .13 ribu.0 1 7 .98 ribu 20 BPK-RI / AUDITAMA V .0 9 4 .1 3 6 . A sa m F osfa t d. b.9 6 7 2 .80 milyar atau 123% dari anggaran sebesar Rp57.1 1 3 1 .9 7 7 1 . Pengadaan karung plastik dan kemas sebesar Rp70.2 4 1 9 4 6 .017.6 7 2 1 .7 2 5 .9 2 3 1 .1 4 2 .sangat terpengaruh dengan mata uang asing dan kenaikan biaya transportasi.6 3 1 .6 7 7 4 .6 1 7 8 0 . A sa m S u lfa t c.4 3 0 2 .227. C em ent R eta rder s.97 ribu atau 121% dibanding anggarannya sebesar Rp1.78 ribu disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku asam fosfat. U rea b .2 2 7 .0 0 9 3 .4 2 5 .9 4 9 2 9 5 .1 9 2 1 .2 6 1 .0 8 7 1 . N on P u p u k a . batuan fosfat. S P -3 6 c. c.9 7 6 6 .4 5 3 . Z A d. biaya jasa serta tingginya biaya kantong & kemas.d D esem b er 2 0 0 4 R ea lisa si A ngga ra n 2 3 9 8 1 . biaya pemeliharaan.4 8 2 . asam sulfat eks produksi serta tingginya biaya bahan penolong listrik PLN. c.9 6 9 9 1 0 .4 6 5 1 1 8 . D A P f. Realisasi biaya produksi Urea per ton tahun 2004 sebesar Rp981. bahan penolong katalis dan listrik PLN. Hal tersebut disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku gas bumi. 2.2.6 5 3 .91 ribu atau 113% dibanding anggarannya sebesar Rp868. P honska e.9 6 7 % 4 = 2 :3 113 121 131 128 139 104 121 114 126 158 146 Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa: a.4 Biaya Produksi (Rp/ton) K etera nga n 1 1. Pupuk a . Realisasi biaya produksi pupuk SP-36 per ton tahun 2004 sebesar Rp1.9 0 5 1 .61 milyar. A lu m iniu m F lu orida e. N P K K eb om a s 2 . A m onia k b .7 8 0 6 9 4 .1 2 9 1 . Realisasi biaya produksi pupuk ZA per ton tahun 2004 sebesar Rp910.

Realisasi biaya produksi per ton Amoniak sebesar Rp1. f.631. biaya asuransi. tingginya biaya pemakaian bahan penolong (bahan kimia dan MFO).136. amoniak eks impor. jasa serta biaya kantong. bahan penolong MFO.261. ZA eks impor.95 ribu disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku gas bumi. biaya jasa. amoniak dan ZA.98 ribu atau 126% dari RKAP sebesar Rp2.142. i. Realisasi biaya produksi per ton asam fosfat sebesar Rp3. tingginya biaya pemeliharaan.09 ribu. tingginya biaya pemeliharaan dan biaya kantong & kemas.35 ribu atau 121% dari RKAP sebesar Rp946.818. Realisasi biaya produksi per ton aluminium fluorida sebesar Rp6. biaya pemeliharaan dan biaya kantong & Kemas. e. biaya kantong & pengantongan. 21 BPK-RI / AUDITAMA V . Realisasi biaya produksi per ton asam sulfat sebesar Rp338. tingginya biaya bahan penolong (katalis dan listrik PLN). tingginya biaya pemeliharaan.094. Hal tersebut disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku batuan fosfat. biaya penyusutan. Hal tersebut disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku (asam fosfat eks produksi. tingginya biaya pemeliharaan. Realisasi biaya produksi pupuk phonska per ton tahun 2004 sebesar Rp1.62 ribu. tingginya biaya pemeliharaan dan biaya penyusutan.disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku amoniak impor. Hal tersebut disebabkan karena tingginya biaya pemakaian bahan baku asam fosfat eks produksi.425. tingginya biaya pemakaian bahan penolong (bahan kimia dan MFO). Hal tersebut disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku aluminium hydroxida dan asam fluosilikat.43 ribu atau 128% dibanding anggarannya sebesar Rp1. g.68 ribu. biaya pajak & retribusi. d.97 ribu disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku belerang. tingginya biaya pemeliharaan dan biaya penyusutan. Realisasi biaya produksi pupuk DAP per ton sebesar Rp2.19 ribu atau 139% dari RKAP sebesar Rp1. KCL dan Urea). biaya jasa dan biaya penyusutan.92 ribu. h.482.47 ribu atau 158% dari RKAP sebesar Rp4.01 ribu atau 114% dari RKAP sebesar Rp295.453.

956 56.Beban penjualan .03 ribu atau 146% dari RKAP sebesar Rp80.Beban admistrasi dan umum Jumlah beban usaha Tahun 2004 Realisasi Anggaran 2 3 179.703 % 4=2:3 99 119 117 109 Realisasi beban usaha sebesar Rp403. 2.2. Realisasi biaya produksi per ton cement retarder sebesar Rp118.037 157. 22 BPK-RI / AUDITAMA V .141 66.j.Beban distribusi . Beban administrasi dan umum sebesar Rp157.525 403. b.400 134.045 181.5 Beban usaha (Rp juta) Uraian 1 .97 ribu disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku purified gypsum.96 milyar atau 119% dari anggaran karena menyesuaikan dengan meningkatnya nilai penjualan. Beban penjualan sebesar Rp66. tingginya biaya bahan penolong (bahan kimia dan MFO) serta tingginya biaya pemeliharaan.40 milyar atau 109% dari anggaran dikarenakan: a.401 371.40 milyar atau 117% dari anggaran terutama karena tingginya biaya sewa kendaraan dan biaya pembinaan wilayah.

721.Beban Distribusi .191 3. Realisasi penjualan pupuk dan non pupuk sebesar Rp2.Beban Penjualan .979 119.72 triliun dikarenakan tingginya penjualan beberapa produk pupuk dan non pupuk meliputi pupuk SP-36.037) (134.034 10.320 2.817 108 96 108 217 120 122 112 99 119 117 109 118 90 141 174 512 (23) 100 93 104 Perolehan laba tahun 2004 sebelum pajak sebesar Rp175.018 683.910 (103.Beban Jumlah pendapatan dan beban lain-lain Laba/(Rugi) sebelum pajak Pajak Laba/(Rugi) setelah pajak 2.Penjualan ekspor Jumlah hasil penjualan .388 174.587) (9.931) 606.400) (403.659) 681.190) 184.570 (179.Subsidi pupuk Harga Pokok Penjualan Laba/(Rugi) kotor Biaya Usaha : .703 (25.794) 175.82 milyar.035.950. sedangkan laba setelah pajak sebesar Rp124.703) 234.73 milyar.169 (93.401) 278.793 (129.354 314. disebabkan antara lain: a.373 2.045) (66.812) 124.613 (181.525) (371. Asam Sulfat dan Asam Fosfat.95 triliun atau 108% dari RKAP 2004 sebesar Rp2.711.229 (2.211 3.185 (50.6 Laba/(Rugi) (Rp Juta) Uraian 1 Tahun 2004 Realisasi Anggaran 2 3 % 4=2:3 Hasil penjualan : . ZA.569) 131. 23 BPK-RI / AUDITAMA V .956) (157.341 68.2.37 milyar atau 104% dari RKAP sebesar Rp119.951.141) (56.729 (54.315) 43.428.2.18 milyar atau 100% dari RKAP sebesar Rp174.Beban Adm dan Umum Jumlah beban usaha Laba/(Rugi) usaha Beban pinjaman Laba/(Rugi) setelah beban pinjaman Pendapatan & beban lain-lain : .887 2. Phonska dan NPK Kebomas serta Amoniak.131 9.Penjualan dalam negeri .Pendapatan .912) 119.544 (2.940.633.

000 200 2. Rendahnya beban pinjaman.420 Anggaran 8.466 4.824 96.45% .Proyek Phosphoric Acid II .927 826 142. Investasi Tabel investasi (Rp juta) Keterangan Investasi Rutin: .7. penjualan produk utilitas.210 220.13.50% per tahun sedangkan anggarannya 17% per tahun dan tingkat suku bunga Kredit Modal Kerja realisasi rata-rata 9.64 milyar dan karena adanya tambahan pendapatan subsidi eks 2003 sebesar Rp47.833 25.Proyek Revamping Amoniak .89% .577 203.19 milyar atau 90% dari RKAP 2004 sebesar Rp103.925 5. 2.916 4.Proyek RFO PF I .Mesin & Peralatan .Bangunan /Fasilitas .140 109. produk samping.071 2.833 60.Kendaraan & Alat Berat .050 978 124.93 milyar.935 5. karena subsidi non Urea menggunakan tarip sesuai APBN-P berkait dengan disetujuinya Anggaran Belanja Tambahan (ABT) subsidi pupuk non Urea sebesar Rp238.Inventaris Jumlah investasi rutin Investasi Pengembangan: .843 31.70 milyar karena tingginya laba penyertaan anak perusahaan dari anggarannya.917 1. realisasi Rp93.13% per tahun sedangkan anggarannya 15% per tahun.313 % 131 115 98 84 115 80 93 101 66 83 62 92 BPK-RI / AUDITAMA V . Tingginya realisasi subsidi pupuk yang mencapai Rp683.673 24.57 milyar karena rendahnya tingkat suku bunga Kredit Investasi realisasi rata-rata 6.103 39.79 milyar atau 174% dari anggaran sebesar Rp68. c.Proyek ERP: Tahap I Tahap II Jumlah Tahap I + II Jumlah investasi pengembangan Jumlah investasi 24 Realisasi 10. persewaan dan jasa serta pendapatan klaim asuransi. Tingginya pendapatan lain-lain yang mencapai Rp 119.b.624 126. d.21 milyar atau 217% dari RKAP 2004.Kalium Sulfat (K2SO4) .2.353 25.899 2.

Investasi rutin tahun 2004 mencapai Rp142. 2. telah selesai dan berhasil baik. 25 BPK-RI / AUDITAMA V . 4) Proyek Revamping Amoniak masih belum ada kegiatan.58 milyar atau 62% dari anggaran sebesar Rp96.10 milyar. Daur ulang Seal Leg Water dari unit reaksi ke unit granulasi Pabrik I. 2) Realisasi Proyek K2 SO4 sebesar 93% karena adanya beberapa monthly progress kepada pihak kontraktor yang masih dalam proses.Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa: a. Lingkungan dan K3 Program Manajemen Lingkungan: a. telah selesai dan berhasil baik. c. e. d. sedangkan kendaraan dan alat berat serta inventaris hanya mencapai 98% dan 84% dari anggarannya. b. Modifikasi trestel conveyor 02 M102 di T-20. status in progress dan dicarryoverkan ke tahun 2005. 2) Pembuatan plengsengan pengaman kapur. 3) Proyek Phosphoric Acid II masih belum ada kegiatan. in progress). Penanganan Gas Fugitive HF di area Mixed Acid pabrik II. 5) Realisasi Proyek ERP sebesar 83% karena belum selesainya masa pemeliharaan. Drainase dan Pit Recycle Pabrik Asam Fosfat.8.84 milyar atau 115% dari anggaran sebesar Rp124. selesai. Investasi pengembangan sebesar Rp60. Hal tersebut disebabkan realisasi bangunan/fasilitas serta mesin dan peralatan masing-masing mencapai 131% dan 115% dari anggarannya.2. dengan rincian sebagai berikut: 1) Realisasi Proyek RFO PF I sebesar 80% karena adanya progres yang masih dalam proses pembayaran dan pemeriksaan bersama. b. Pemanfaatan buangan padat: 1) Penjajagan pemanfaatan kapur dengan PT Batubara Bukit Asam.21 milyar. 3) Penghijauan sisi laut (dengan mengrove) dan sisi darat (dengan beringin) serta pembuatan terasiring. telah selesai dan berhasil baik.

2.644 orang.4) Penjajagan pemanfaatan kapur dengan PT Semen Gresik. Menurunnya jumlah karyawan tersebut dikarenakan pensiun sebanyak 68 orang. 5) Percobaan menaikkan pH raw gypsum dengan menggunakan kapur aktif. diklat formal dan lain-lain. Program pendidikan dan pelatihan dilaksanakan secara terpadu untuk meningkatkan kualitas dan motivasi kerja karyawan. Perubahan jumlah Direksi dari 5 (lima) menjadi 6 (enam). berhasil baik. c. berhasil baik.2. Penyesuaian organisasi pengadaan dikaitkan dengan strategi pemasaran sehubungan dengan perubahan pola kebijakan subsidi pupuk dari Pemerintah. Sumber Daya Manusia Jumlah karyawan pada akhir tahun 2004 sebanyak 3. Pada tahun 2004 jumlah peserta diklat sebanyak 8.2.10 Organisasi Perusahaan Beberapa pertimbangan yang mendasari perubahan organisasi perusahaan pada tahun 2004. Peningkatan fungsi pengadaan sehubungan dengan beban tugas pengadaan yang semakin besar karena adanya sentralisasi kegiatan pengadaan bahan baku. 2. b.9.84 milyar atau 96% dari RKAP. meliputi diklat jenjang jabatan. kapur ZA II dan kapur mix skala pilot dalam 2 tahap telah selesai. in progress. sebagai berikut: a. in progress. mengundurkan diri 3 orang dan PHK 1 orang serta penambahan karyawan sebanyak 2 orang. antara lain ke Indocement dan ke PT Semen Gresik. 26 BPK-RI / AUDITAMA V . diklat kompetensi.75% dari RKAP 2004 sebanyak 3. barang dagangan. meninggal dunia 4 orang. dan jasa-jasa dengan tujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengadaan. kapur ZA II dan kapur mix skala lab telah dilakukan. 6) Percobaan menaikkan pH raw gypsum dengan menggunakan kapur aktif.635 orang atau 99.134 orang dan biaya sebesar Rp4. menurun 74 orang dibanding posisi pada akhir tahun 2003. 7) Uji coba pemakaian limbah padat sesuai dengan permintaan.

d. Penggabungan beberapa Departemen/Biro sehubungan dengan penyeimbangan job load dari Departemen/Biro yang bersangkutan.5 0 1 5 . Pembentukan Biro Manajemen Risiko dalam rangka peningkatan penerapan Good Corporate Governance (GCG).5 0 9 3 . A sp e k A d m in istra si TOTAL SK OR R e a l.0 0 1 5 . 100/MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002. Perhitungan tingkat kesehatan perusahaan mengacu pada data keuangan hasil audit atas laporan keuangan PT Petrokimia Gresik tahun buku 2004 dan data keuangan hasil pemeriksaan pertanggungjawaban dana Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi (PUKK) tahun buku 2004.0 0 9 3 . PT Petrokimia Gresik termasuk dalam golongan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Non-Infrastruktur.5 0 6 6 .5 0 9 4 .0 0 1 4 . f. 2 0 0 4 R K A P 2 0 0 4 R e a l.0 0 1 4 .0 0 1 4 .2 5 6 4 .2 5 27 BPK-RI / AUDITAMA V . Hasil evaluasi atas tingkat kesehatan perusahaan menunjukkan kinerja PT Petrokimia Gresik dalam tahun 2004 tergolong dalam kondisi “SEHAT” kategori “AA” dengan Skor 93.25. e.0 0 1 4 . 3. Peningkatan efektivitas kegiatan engineering dan manufacturing dengan menggabungkannya dalam satu direktorat (Direktorat Teknik & Pengembangan). Tingkat kesehatan perusahaan Kinerja perusahaan tahun buku 2004 diukur dengan berpedoman pada Surat Keputusan Menteri BUMN RI No. 2 0 0 3 6 4 . A sp e k k e u a n g a n II. Dibandingkan dengan RKAP dan dengan realisasi tahun 2003 menunjukkan data sebagai berikut: In d ik a to r P e n ila ia n I. A sp e k O p e ra sio n a l III.

84 125.635 999.439 32.00 119.00 5. Prod.544 3.25 20.00 7.2 Penilaian terhadap aspek operasional Indikator Penilaian 1.513 96 RKAP 3. 2004 RKAP 2004 Real.25 64.00 13.00 3.500 3.00 5. Eff. Rasio Lancar 5.50 4.50 Hasil % % % % hari hari % % 3.000 590.000 735.00 15.00 2. Imbalan investasi (ROI) 3.000 6.14% 5.50 20.00 4.00 5.901 201.00 5.000 400.00 13. Rate) 2. Produktivitas Tenaga Kerja Total Nilai Penj.00 5.685895 385.00 5.377. Rasio Kas 4.00 3. Total Asset Turn Over 8. Modal sendiri thd total aktiva TOTAL Satuan SKOR Thn 2004 Real 2004 RKAP 2004Real 2003 21.00 15.00 113.693. Keselamatan Kerja TOTAL Kinerja Realisasi 3.012 6.000 140.00 4.00 5.633.500 11.035. Imbalan kepada pemegang saham (ROE) 2.00 14.00 64.013 361.71 27. (Rp ribu) Jml Tenaga Kerja Pendpt : Jml Tenaga Kerja 4. Perputaran Persediaan 7.000 10.957 778.412 95.1 Penilaian terhadap aspek keuangan Indikator Penilaian 1.025 96 SKOR Nilai Real.00 10.22 20.00 5.000 2.50 4.361 3.50 5.00 4.00 66.00 15.322298 507. Poduksi (Cons.99% 100% 3.00 5.50 5.02 28.274 9.18 17.229 3.00 4.978 12. Collection Period 6. 2003 90. dan Pengadaan (ton) Pupuk Urea Pupuk SP-36 Pupuk ZA Pupuk Phonska Pupuk DAP NPK Kebomas Cement Retarder Aluminium Fluorida Crude Gypsum CO2Cair Jumlah 3.00 28 BPK-RI / AUDITAMA V .000 80.00 2.000 20.29% 5.12 37 69 146.00 10.00 2.644 833.032 688.3.343 2.00 2.00 3.

36 786.347.78 928.089. 2004 RKAP 2004 Real. Perkembangan usaha perusahaan 4.54 914.87 524.32 794.339.58 789.62 1.322.24 295.82 93.96 880.39 840.73 80.70 51. Laporan Perhitungan tahunan Rancangan RKAP 2004 Laporan Periodik Kinerja PUKK .3. 2003 3.044.61 542.858. Pajak tangguhan Total Hutang Ekuitas Total Hutang dan Ekuitas 2000 149.36 324.33 2.62 29 BPK-RI / AUDITAMA V .71 361. kolektibilitas pengemb.06 311.00 3.59 75.95 745.27 143.86 494.07 2.92 722.174.713.96 Tahun 2002 150.00 3.242.03 1.38 1. hutang jangka panjang dan ekuitas dari posisi akhir tahun 2003.000.00 3.90 684.05 443.3 Penilaian terhadap aspek administrasi Indikator Penilaian 1.00 2. pinjaman Total Aspek Administrasi Nilai 2004 SKOR Real.10 97.00 3.81 547.Efektifitas penyaluran dana .10 53.00 14. Kenaikan nilai pasiva disebabkan karena kenaikan hutang lancar.Tk.044.93 112.00 3.01 677.83 2.00 95.39 2004 345.1 Perkembangan posisi keuangan Total aktiva per 31 Desember 2004 berjumlah Rp2.36 2.23 milyar dari posisi akhir tahun 2003 berjumlah Rp2.39 milyar terutama adanya kenaikan pos persediaan dan aktiva dalam pelaksanaan.04 2.09 112.05 1.713.96 901.41 40. tetap Aktiva dlm pelaksanaan Aktiva lain-lain Total Aktiva Hutang lancar Hutang jk panjang Kw.36 339.347.089.32 2001 58.00 112.220.52 84.62 854.97 73.00 3.11 1.61 116.99 2.00 14.00 3.87 104.82 2.51 2. 2. Adapun data lebih rinci sebagai berikut: (Rp Milyar) Keterangan Kas dan Bank Persediaan Aktiva lancar lainnya Penyertaan jk panjang Nilai Buku Ak.11 849.00 3.86% 4.36 18.00 2. 4.343.25 90.00 14.347.46 1.60 1.77 2003 333.96 288.220.713. jumlah tersebut meningkat Rp366.00 3.33 52.80 2.90% 40.00 3.62 milyar.81 453.89 444.00 3.98 2. 3.553.00 2.03 122.33 1.

96 milyar.17) 257.23) 112. 4.23 milyar atau 15.26 2001 2.25) 83.37 Laba perusahaan sebelum pajak tahun 2004 naik sebesar Rp9.67 (94.24 (191.40) 278.2 Perkembangan Laba-Rugi Realisasi laba setelah pajak tahun 2004 berjumlah Rp124.744.23 (2.633.14 (57.54) 399.04 milyar atau 5.438. Selama lima tahun terakhir (2000 sampai dengan 2004) laba setelah pajak yang tertinggi terjadi pada tahun 2000 yaitu sebesar Rp187.61 2003 2.44 (115.51 milyar dan diikuti dengan kenaikan hutang lancar sebesar Rp67. Selama lima tahun terakhir (2000 sampai dengan 2004) jumlah aktiva pasiva tertinggi terjadi pada tahun 2004 yaitu sebesar Rp2.044.71) 140.951.65 (205.62 milyar.87 21.37) 108.57 (403. Jumlah aktiva/kewajiban dan ekuitas tahun 2004 naik sebesar Rp366.26 milyar dan terendah terjadi pada tahun 2001 yaitu sebesar Rp83.87 (70.12) 241.55 milyar.Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa: a.80 (29.08 (1.61 (2.16 (46. b.61) 187.96) 250.37 101.340.44% dibandingkan tahun 2003.713.78 (1.17 (9.01 milyar.55) 93.55 Tahun 2002 1.92 milyar.33 (172.16 (116.72 milyar serta kenaikan ekuitas sebesar Rp60.82) 166.874.063.81) 124.79) 435.96) 403. Rincian lebih lanjut sebagai berikut: (Rp Milyar) Keterangan Penjualan bersih Harga Pokok Penjualan Laba kotor Biaya usaha Laba rugi usaha Laba/(rugi) lain-lain Biaya pinjaman Laba rugi sebelum pajak Pajak Penghasilan Laba setelah pajak 2000 1.77 2004 3.43 14. 30 BPK-RI / AUDITAMA V .323.54 milyar dan aktiva dalam pelaksanaan sebesar Rp62.77 milyar.79) (93.65 milyar hutang jangka panjang sebesar Rp254. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2001 yaitu sebesar Rp2.60% dibanding tahun 2003 disebabkan antara lain adanya kenaikan persediaan sebesar Rp240. karena adanya kenaikan omzet penjualan dan penerimaan subsidi.18 (50.37 milyar lebih tinggi 14.66) 681.34% dibanding tahun 2003 sebesar Rp108. aktiva tetap sebesar Rp53.75) 423.30) 198.34 (1.664.61 (86.55 (194.37) 207.20) 175.35 54.747.

619) 58.526 (111.620 Tahun 2002 58.692 2003 150.287) (220.448) (208.692 108.898 Posisi kas dan setara kas pada akhir tahun 2004 sebesar Rp345.795 183.896) 74.262 (47.468 (82.620) 92. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2001 yaitu sebesar Rp58.549 148.413) (90.239 83.702 12.224) (240.373 (179.90 milyar mengalami kenaikan Rp12.620 93.669) 149.239 2001 149.613 90.727) (46. 31 BPK-RI / AUDITAMA V .907) (197.775) 287.885 2004 333.62 milyar.90 milyar. Juta) Keterangan Saldo awal Laba bersih Arus kas Operasi Investasi Pendanaan Surplus/(Defisit) Saldo Akhir 2000 415. Selama lima tahun terakhir (2000 sampai dengan 2004) arus kas memperlihatkan saldo kas dan setara kas tertinggi pada tahun 2004 yaitu sebesar Rp345.769 111.014 345.072 150.908 187.60% dibanding tahun 2003.576) (266.01 milyar atau 3.3 Perkembangan arus kas Rincian data arus kas adalah sebagai berikut: (Rp.4.885 124.806 (45.193 333.

175) (44.456) 3.929) (7.088) (2.832) (700) 83.033 (37.000) (3.363 (109.420 142.681 187.549 396.468) (46.958 864.673 324.541) (1.613 396.250) (5.051 (853) 192 2001 396.059 109.681 187.420 296.372 854.748) 2004 396.500) (137.069 3. sebagai berikut: (Rp Juta) Keterangan Saldo awal Modal Cadangan Laba tahun berjalan Laba belum direalisasi dari efek Jumlah Koreksi-koreksi Koreksi cadangan Koreksi Laba/(rugi) Distribusi Laba PT Petrokimia Gresik Deviden Tantiem/Gratifikasi Dana Pembinaan UKK Biaya Manajemen Dana Pembinaan wilayah Cadangan Anak Perusahaan Deviden Cadangan Gratifikasi.730) (46. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2001 yaitu sebesar Rp722.059 109.404) (1.033 4.420 288.893) (1.069 (60.613 47 745.420 242.03 milyar.92 milyar atau 7.106) (2.262 880.992 Posisi ekuitas tahun 2004 sebesar Rp854.36 milyar.420 334.319 (1.863) (1.821 (47.069) (4.191) 1.99 milyar mengalami kenaikan sebesar Rp60.177) (2.044 20 83.036) 187.741 93.618) (4.125) (1.549 722.420 288.67% dibanding tahun 2003 Perubahan ekuitas dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2004 memperlihatkan saldo ekuitas tertinggi terjadi pada tahun 2000 yaitu sebesar Rp880.044 83.590 396.664) (6.4.420 255.536) 374 Tahun 2002 396.420 242.768) (4. 32 BPK-RI / AUDITAMA V .773) 12.590 794.741 47 93.372 396.506 (328) 124.343 (242) 109.257) (822) (822) (2.763 (851) 2003 396.014 (499) (107.510) (1.363 (93.387) (34.dll Laba tahun berjalan Saldo Akhir Modal Cadangan Laba belum direalisasi dari efek Laba tahun berjalan Jumlah 2000 396.424) (932) (932) (40.262 880.420 296.820 (7.613 745.4 Perkembangan perubahan ekuitas Perubahan ekuitas tahun 2000 sampai dengan tahun 2004.655) (1.200 124.423) (476) 93.420 255.590 794.237) (31.549 20 722.262 396.

Tingkat rentabilitas perusahaan tahun 2004 relatif lebih tinggi dari tahun 2003. kecuali operating ratio dan net profit ratio. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2001 yang disebabkan tingginya kewajiban lancar. Tingkat rentabilitas perusahaan relatif tertinggi pada tahun 2000 disebabkan tingginya laba sebelum maupun setelah pajak. c. disebabkan tingginya persediaan.4. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2003 dikarenakan tingginya harga pokok penjualan dan biaya usaha. Tingkat solvabilitas perusahaan tahun 2004 relatif lebih tinggi dibandingkan tahun 2003. b.5. Tingkat likuiditas perusahaan tahun 2004 relatif lebih tinggi dari tahun 2003. Tingkat likuiditas perusahaan relatif tertinggi terjadi pada tahun 2004. 33 BPK-RI / AUDITAMA V .1 Perbandingan tahun 2004 terhadap tahun 2003 Dari tabel di atas. kecuali acid test ratio. dapat dikemukakan bahwa: a. 4.5 Perkembangan rasio keuangan Rasio keuangan tahun 2000 sampai dengan tahun 2004 (%) Keterangan Likuiditas Current ratio Acid test ratio Cash ratio Rentabilitas Gross profit ratio Operating ratio Net profit ratio Rate of ROE Rate of ROI Solvabilitas Total loan to total equity 2000 112 83 15 24 86 11 19 26 60:40 2001 107 67 7 19 96 4 16 13 65:35 Tahun 2002 113 64 16 23 93 5 22 15 64:36 2003 108 71 28 15 96 4 15 18 66:34 2004 125 70 28 19 90 3 21 18 68:32 4.2 Perbandingan rasio keuangan lima tahun terakhir Dari tabel di atas juga dapat dikemukakan hal-hal sebagai berikut: a. b.5.

825 355.280.942 36.718 3.903 172. Non Pupuk Secara keseluruhan produksi non pupuk di tahun 2004 lebih tinggi dibanding tahun 2003.914 2.850 Cement Retarder 402.490 . kecuali produksi pupuk DAP hanya mencapai 34% dari tahun 2003.Dry Ice 3.410 238.610 314.978 12.646 3. kecuali amoniak dan asam fosfat masing-masing 88% dan 97% dari tahun 2003.Crude Gypsum .012 9.253 2.190 519. Pupuk Secara umum produksi pupuk di tahun 2004 lebih tinggi dibanding tahun 2003.185 1.066 552. Tingkat solvabilitas perusahaan menunjukkan.082 Non Pupuk Amoniak 364.786 1.725 1.006 Asam Sulfat 98% 434.170 117.479 328.150 95.CO2 9.c.403.343 2.272 367.013 1.425.984 419. 34 BPK-RI / AUDITAMA V .752 204.702 105.650 65.208 292.688 40.716 260.356 738.824 Pupuk Phonska 30.817 1.439 32.304 9.216 5.1 Perkembangan produksi Data produksi selama lima tahun terakhir sebagai berikut: Ton Keterangan Tahun 2000 2001 2002 2003 2004 % Tahun 2004:2003 Pupuk Pupuk Urea 341.599 201.434 Pupuk SP-36 467.736 344.111 132 107 119 177 34 121 88 120 97 109 116 94 80 91 111 107 Perbandingan tahun 2004 terhadap tahun 2003 a. 4.091 1.471.999 213.741 9.959 12.6 Perkembangan operasi pokok perusahaan 4.924 Jumlah lain-lain 66.517 421.399 141.096 Pupuk DAP Pupuk NPK Kebomas Jumlah pupuk 1.412 361.803 197.996 56.460 279.274 24.873 355.6.916 431.728 Pupuk ZA 501.182 1. b.174 9.492 313.657 479.577. bahwa selama lima tahun terakhir modal pihak ketiga lebih berperan dan paling besar terjadi pada tahun 2004.875 .Purified Gypsum 52.941 138.176 687.741 Asam Fosfat 100% 131.357 2.509 6.208 156.430 Lain-lain : .281 113.530.915 447.225 572.341.892 310.901.608 151.082 1.176 ALF3 4.464.229.289 Jumlah non pupuk 1.418 131.115 653.412 5.

914 2.886 70.820 98.069 9.017 52.617 789.194 633.695 84.257 3.525 425.490 146.774 35 BPK-RI / AUDITAMA V Tahun 2002 197.492 9.000 10.638 1 2.306 119 119 8.702 104.263 28.790 166.993 673 2.033 139.202 750.971 47.785 91. sedangkan terendah terjadi pada tahun 2002.887 2.968 807.881 771.718 3.489 654.790 5.584 9.251.464 30.429 102 94 80 1.290 175.591 94.903 53.204 52.525 90.808 109.343 2.601 5.487 4.561 5.903 798. Volume produksi non pupuk tertinggi terjadi pada tahun 2004 dan terendah terjadi pada tahun 2002.410 76.307 88 34.509 515.989 41.530.208 85.208 12.659 533.160 2.550 5.150 124.168 314.202 9.000 429.234 528.122 155.852 177.228 2001 313.687 39.875 3.767 1.287 2004 460.962.034 84.982 21.364 1.704 106 .999 100.598 634.814 874.967 342.6.357 2.317.416 408.019 526.076 726.110 4.865 80.843 94 64 34.544 2003 460.605 30.000 2.792 7.112 94.455 63.496 2.795 11.625 9.887 1.431 1.431 4. 4. sebagai berikut: Ton Keterangan Pupuk Pupuk Urea Pupuk SP-36 Pupuk ZA Pupuk Phonska Pupuk NPK Blend Pupuk DAP Pupuk KCL Lain-lain: Pupuk PS-18 Pupuk Amophos RNP Pupuk ZK Pupuk MDCP Jumlah lain-lain Total Pupuk Non Pupuk Amoniak Asam Sulfat Asam Fosfat ALF3 Cement Retarder Lain-lain : Purified Gypsum Crude Gypsum Belerang curah CO2 Dry Ice Jumlah lain-lain Total Non Pupuk 2000 339.587 1.849 192.356 495 33.Perkembangan produksi lima tahun terakhir Volume produksi pupuk pada tahun 2004 lebih tinggi dibanding empat tahun sebelumnya.486 76.040 332.2 Perkembangan penjualan Perkembangan penjualan seluruh jenis pupuk dan non pupuk dalam negeri maupun ekspor dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2004.297 178.251 19.511 % Tahun 2004:2003 100 109 120 174 34.587 15.231 110.995 35 104 19 638 79 54 790 115 86 106 110 83 109 1.560.056 5 9.

antara lain didasarkan atas Analisis sebagai SWOT sebagai berikut: 4. 6) Memiliki sistem informasi pemasaran dan distribusi yang cukup memadai. 3) Memiliki jaringan distribusi yang tersebar di wilayah-wilayah potensial. Bidang Pemasaran dan Penjualan (termasuk Distribusi) 1) Memiliki sarana pelabuhan yang dapat menunjang kelancaran pemasaran dan distribusi. Perbandingan penjualan dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2004 Tonase penjualan pupuk tahun 2004 merupakan penjualan tertinggi selama 5 tahun terakhir.7. Strategi. kecuali penjualan DAP hanya 35% dan Aluminium Fluorida hanya 83% dari tahun 2003. 36 BPK-RI / AUDITAMA V . Bidang Produksi dan Kualitas Produk 1) Memiliki unit produksi yang lengkap dan tingkat fleksibilitas yang tinggi untuk menghasilkan produk pupuk berbasis N. 2) Perusahaan berada di lokasi strategis.7 Analisis SWOT Penentuan Sasaran. P dan K dan produk kimia lainnya. di sentra pasar.Perbandingan tahun 2004 terhadap tahun 2003 Dari tabel di atas dapat dikemukakan sebagai berikut: Secara umum tonase penjualan pupuk dan non pupuk tahun 2004 lebih tinggi dibanding tahun 2003. b. sedangkan tonase penjualan non pupuk tertinggi di tahun 2000 dan terendah penjualan tahun 2003. terutama disebabkan meningkatnya penjualan Pupuk Phonska dan NPK Kebomas yang cukup signifikan. 4) Memiliki tenaga Sales Supervisor yang cukup berkualitas dan tersebar di wilayah-wilayah potensial. Kebijakan dan Program Kegiatan Perusahaan PT Petrokimia Gresik selama kurun waktu 2004 – 2008.1 Kekuatan a. 4. 5) Memiliki produk pupuk yang lengkap dan berkualitas tinggi.

konstruksi dan pemeliharaan pabrik. 2) Sistem pengembangan Sumber Daya Manusia yang memungkinkan continuous learning. Bidang Pemasaran dan Penjualan (termasuk Distribusi) 1) Peta pasar belum akurat. b. 2) Memiliki fasilitas sarana dan prasarana untuk mendukung kegiatan rancang bangun dan perekayasaan. instansi/Lembaga keuangan. 4) Penguasaan jaringan pemasaran jasa teknik belum optimal.7. Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia 1) Memiliki Sumber Daya Manusia dari berbagai disiplin ilmu.2) Memiliki sarana penunjang yang berakreditasi untuk menunjang Quality Control. Bidang Keuangan dan Akuntansi 1) Tersedianya asset untuk menjamin dana pinjaman. 2) Memiliki fasilitas yang memadai untuk melakukan uji coba produkproduk yang akan dikembangkan. c. 3) Memiliki workshop dan alat berat yang mendukung kegiatan fabrikasi. 2) Memiliki sistem informasi akuntansi dan keuangan yang berbasis ERP 3) Memiliki relationship yang cukup luas dengan pihak perbankan. 2) Sistem transportasi belum sepenuhnya dikuasai.2 Kelemahan a. d. Bidang Penelitian dan Pengembangan 1) Memiliki berbagai macam unit produksi yang memungkinkan untuk penelitian dan pengembangan produk-produk derivatifnya. Bidang Produksi 1) Sebagian besar peralatan pabrik berumur tua. f. 4. 3) Sarana gudang belum memadai. e. 37 BPK-RI / AUDITAMA V . Bidang Teknik dan Teknologi 1) Memiliki Sumber Daya Manusia profesional dari berbagai disiplin ilmu yang cukup berpengalaman di bidang rancang bangun dan perekayasaan.

d. Bidang Produksi 1) Ada peluang untuk memenuhi permintaan pasar. 3) Turn over piutang masih rendah. 4. c. 2) Adanya teknologi untuk meningkatkan kemampuan produksi dan memperbaiki kualitas produk.3 Peluang a. 2) Membaiknya pasar komoditas perkebunan.7. 2) Pengeluaran dana USD lebih besar dari penerimaannya. Bidang Penelitian dan Pengembangan Jumlah tenaga peneliti semakin berkurang dibanding kebutuhan. 2) Pemanfaatan workshop belum optimal. d. f. 3) Ada jaminan kontinuitas suplai air baku. Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia. e. 3) Tumbuhnya kepercayaan pasar. Pengembangan Sumber Daya Manusia 1) Jumlah karyawan mayoritas berumur diatas 40 tahun. e. Bidang Teknik Adanya pembangunan industri yang membutuhkan kemampuan jasa rancang bangun dan perekayasaan. Tersedianya institusi pendidikan profesional. 2) Kepercayaan bank atas kredibilitas perusahaan.2) Utilisasi kapasitas belum optimal. Bidang Keuangan dan Akuntansi. b. 3) Ketergantungan antar unit pabrik sangat tinggi 4) Kondisi area yang korosif dan berdebu. 38 BPK-RI / AUDITAMA V . Bidang Pemasaran dan Penjualan (termasuk Distribusi) 1) Komitmen pemerintah memungkinkan pasar pupuk berkembang. c. 1) Struktur pendanaan didominasi pinjaman. Bidang Teknik 1) Penguasaan jaringan informasi belum optimal. Bidang Keuangan dan Akuntansi 1) Sumber pendanaan dan pasar valuta asing beragam. 2) Jumlah tenaga kontrak terlalu banyak.

3 Pelaksanaan kegiatan SPI tahun 2004. 5. 5. 5.2 Evaluasi terhadap pelaksanaan tugas Satuan Pengawasan Intern (SPI) SPI sesuai dengan tugas pokoknya telah melaksanakan kegiatan audit yang diprogramkan (PKPT) dan yang tidak diprogramkan (non PKPT) seperti: pemeriksaan khusus. 2) Suku bunga pinjaman tinggi.f. Bidang Penelitian dan Pengembangan 1) Tersedianya sumber gas bumi di Jatim. Bidang Pemasaran dan Penjualan (termasuk Distribusi) 1) Isu kerusakan tanah dan lingkungan akibat penggunaan pupuk anorganik. b. sebagai berikut: A. 4. preventif audit dan kegiatan-kegiatan yang bersifat konsultasi dalam penyelesaian permasalahan yang dihadapi unit kerja.7. 2) Masuknya pesaing baru dan produk impor. 39 BPK-RI / AUDITAMA V . 2) Kebutuhan pupuk Urea khususnya di Jawa Timur masih besar. Bidang Produksi Pasokan gas bumi dari sumber di Pagerungan mengalami penurunan. 2) Kegiatan produksi dan pemeliharaan. Satuan Pengawasan Intern telah melakukan audit atas obyek-obyek sebagai berikut: 1) Kegiatan pengadaan barang dan jasa. Kegiatan Pengawasan Sesuai dengan Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT) tahun 2004.4 Ancaman a. d. 3) Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat. c. Pemahaman atas struktur pengendalian intern 5. sehingga dapat menjadi dasar audit guna menetapkan sifat dan luasnya audit. 4) Perubahan kebijakan pemerintah di bidang ekonomi moneter.1 Struktur pengendalian intern PT Petrokimia Gresik telah disusun dan dilaksanakan dengan baik. Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekses negatif dari era keterbukaan. Bidang Keuangan dan Akuntansi 1) Country risk Indonesia yang tinggi.

pengelolaan stock pupuk dan sewa gudang. 40 BPK-RI / AUDITAMA V . 10) Audit atas kegiatan pengembangan produk. 4) Kegiatan financial dan sistem informasi akuntansi. 4) 5) 6) 7) 8) 9) Audit atas kepatuhan penunjukan Distributor pupuk bersubsidi terhadap peraturan yang berlaku.1 Audit PKPT dan Non PKPT 1) 2) 3) Audit atas persediaan pupuk (stock opname pupuk) di Gudang Gresik dan Gudang Non Gresik. Audit atas kepatuhan terhadap klausul PO dalam proses penerimaan barang di Gudang Bahan Biro Pengadaan. 11) Audit atas waktu proses pengadaan barang dari penerbitan Permintaan Pembelian (PP) sampai dengan penerbitan Order Pembelian (OP) dengan nilai di atas Rp100.000. Audit atas pengelolaan pupuk KCL di Gudang Gresik. Audit atas kepatuhan terhadap peraturan/perundang-undangan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Departemen Produksi II dan Departemen Prasarana Pabrik dan Kawasan. 2) LHA Kas Opname & Rekonsiliasi Bank: 12 LHA.3) Kegiatan pemasaran dan distribusi. Laporan Hasil Audit (LHA) yang telah diterbitkan: 1) LHA PKPT dan Non PKPT : 38 LHA (rencana 38 LHA). Audit atas pengelolaan persediaan suku cadang (spare part) di Gudang Bahan Biro Pengadaan. 6) Kegiatan lainnya. bongkar muat. Audit atas pembayaran pekerjaan angkutan pupuk. 5) Proyek-proyek pengembangan.000. A. Audit atas kepatuhan Distributor terhadap klausul-klausul Surat Perjanjian Jual Beli pupuk bersubsidi.00. 13) Audit atas efisiensi pemakaian bahan baku dan bahan penolong untuk memproduksi Amoniak. 12) Audit atas efisiensi pemakaian bahan baku dan bahan penolong untuk memproduksi pupuk ZA. Audit atas pemanfaatan/utilisasi alat berat.

21) Audit atas pencatatan biaya produksi. 20) Audit atas pencatatan dan pengelolaan piutang. 22) Audit atas pencatatan biaya penjualan. 32) Audit atas pemanfaatan forklift sewa. 18) Audit atas pelaksanaan pengadaan jasa bongkar muat pupuk. 23) Audit atas pelaksanaan proyek ERP. 24) Audit atas pelaksanaan program Kemitraan dan Bina Lingkungan (KBL). Kas Opname dan Rekonsiliasi Bank Pelaksanaan kas opname selama tahun 2004 dilakukan sebanyak 12 kali dan pemantauan pelaksanaan rekonsiliasi bank oleh Biro Keuangan dilakukan setiap 3 bulan sekali. 37) Audit atas lembur sopir kontrak. 26) Audit atas efektivitas pengendalian penjualan pupuk. 25) Audit atas pengelolaan pajak. 41 BPK-RI / AUDITAMA V . 28) Audit atas pelaksanaan pengadaan barang luar negeri. 19) Audit atas pelaksanaan penyusunan RKAP tahun 2004. 31) Audit atas pelaksanaan proyek RFO. 16) Audit atas pengelolaan gudang bahan (stock opname). 17) Audit atas proses penerimaan barang dan pembayaran atas pengadaan barang. 34) Audit atas fisik persediaan pupuk dalam kantong. Jumlah laporan yang dihasilkan sebanyak 12 LHA. 33) Audit atas pelaksanaan Port Fasility Security Plan (PFSP). 27) Audit atas pelaksanaan pengadaan barang dalam negeri. 38) Audit atas pengadaan jasa borongan pihak ke III. 29) Audit atas pelaksanaan proyek K2SO4.14) Audit atas efisiensi pemakaian bahan baku dan bahan penolong untuk memproduksi pupuk Urea. 36) Audit atas fisik persediaan pupuk KCL. 30) Audit atas pelaksanaan start up Heater 102B unit Amoniak. 2. A. 15) Audit atas efisiensi pemakaian bahan baku untuk memproduksi pupuk SP-36. 35) Audit atas fisik persediaan bahan baku posisi per 30 Nopember 2004.

Sumantri & Rekan dalam audit Laporan Keuangan tahun buku 2003 dan tahun – tahun sebelumnya. catatan dan saran BPKP dalam audit PKBL tahun 2003 dan tahun-tahun sebelumnya. Kegiatan Eksternal Auditor 1) Melakukan tindaklanjut atas temuan. Mannan. Hasil audit dapat diselesaikan sesuai dengan rencana yaitu tanggal 31 Januari 2005. 2) Melakukan tindaklanjut atas temuan. BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA 42 BPK-RI / AUDITAMA V . dan kegiatan audit PKBL tahun 2004 yang dilakukan BPK-RI dan BPKP.B. catatan dan saran KAP S. 3) Melakukan koordinasi dalam kegiatan general audit tahun buku 2004 yang dilakukan oleh BPK-RI dan KAP Aryanto Amir Yusuf & Mawar.

LAMPIRAN .

Lampiran 1 PERHITUNGAN PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN PT PETROKIMIA GRESIK TAHUN 2004 SK. MEN. BUMN No. KEP-100/MBU/2002 No. URAIAN Aspek Keuangan 1 Return On Equity (ROE) Laba Setelah Pajak (*) Modal Sendiri EBIT + Penyusutan Capital Employed Kas, Bank & Srt Berharga Kewajiban Lancar Aktiva Lancar Kewajiban Lancar Total Piutang Usaha Total Pendapatan Usaha Total Persediaan Total Pendapatan Usaha Total Pendapatan Capital Employed Total Modal Sendiri - (*) Total Asset - (*) X 100% > 15% 124,372 587,288 455,325 2,570,292 345,898 1,242,607 1,554,797 1,242,607 368,378 3,633,229 684,872 3,633,229 3,753,022 2,570,292 730,620 2,589,252 X 100% 21,18% 20.00 20.00 RUMUS STANDAR REALISASI HASIL PENILAIAN BOBOT SKOR

2

Return On Invesment (ROI)

X 100%

> 18%

X 100%

17,71%

15.00

13.50

3

Rasio Kas

X 100%

>= 35%

X 100%

27,84%

5.00

4.00

4

Rasio Lancar

X 100%

>= 125%

X 100%

125,12%

5.00

5.00

5

Collection Periods

X 366 hr

<= 60 hr

X 366 hr

37 hr

5.00

5.00

6

Perputaran Persediaan

X 366 hr

<= 60 hr

X 366 hr

69 hr

5.00

4.50

7

Perputaran Total Asset (TATO) Rasio TMS Thd TA (TMS Thd TA) SUB JUMLAH Aspek Operasional

X 100%

> 120%

X 100%

146,02%

5.00

5.00

8

X 100%

30%<= x <40%

X 100%

28,22%

10.00 70.00

7.25 64.25

1

Efisiensi Produksi (Pemakaian B.Baku/PBB) Produksi & Pengadaan (Pupuk dan Non Pupuk) Produktivitas Tenaga Kerja (Total Pend. Usaha/TPU) Keselamatan Kerja (Penilaian Independen) SUB JUMLAH Aspek Administrasi

Realisasi Rata2 PBB Anggaran Rata2 PBB Realisasi Prod. & Pengdn Anggaran Prod. & Pengdn Realisasi TPU Per Orang Anggaran TPU Per Orang Realisasi Penilaian K3 Anggaran Penilaian K3

X 100%

<= 100%

3.322298 3.685895 2,693,361 2,377,500 999.513 833.025 96 96

X 100%

90,14%

5.00

5.00

2

X 100%

>= 100%

X 100%

113,29%

5.00

5.00

3

X 100%

>= 100%

X 100%

119,99%

3.00

3.00

4

X 100%

>= 100%

X 100%

100,00%

2.00 15.00

2.00 15.00

1

Laporan Perhit. Tahunan (Audited) Rancangan RKAP

Lapkeu audited disampaikan paling lambat akhir bulan ke-5 stlh tahun buku RKAP disampaikan 60 hari sebelum tahun anggaran ybs Lap. Triwulanan disampaikan paling lambat 1 bln stlh akhir periode lap. ybs

<= akhir bln ke-4 >= 2 bln sblm thn anggaran <= akhir bln ke-1

Akhir bln ke-1 (Tanggal 31 Januari 2005) Lebih dr 2 bln sblm thn anggaran (Tanggal 7 Oktober 2004) Kurang dr 1 bln stlh periode lap. (Tanggal 11 - 14 bln berikutnya)

3.00

3.00

2

3.00

3.00

3

Laporan Periodik (Triwulanan) Kinerja PUKK (Pemb. Ush. Kecil & Koprs) a. Efektivitas Penyaluran

3.00

3.00

4

Dana Yang Disalurkan Dana Yang Tersedia Jum. Rata2 Ttmb Pinjaman Total Pinj. Yang Disalurkan

X 100%

> 90%

6,025 6,282 6,885 16,849

X 100%

95,90%

3.00

3.00

b. Tingkat Kolektibilitas Pengembalian Pinjaman SUB JUMLAH TOTAL NILAI KRITERIA KINERJA

X 100%

> 70%

X 100%

40,86%

3.00 15.00 100.00

2.00 14.00 93.25 AA

SEHAT

Keterangan Kriteria Kinerja : SEHAT terdiri dari : AAA apabila Total Skor (TS) > 95 AA apabila 80 < TS <= 95 A apabila 65 < TS <= 80

Lampiran 2 DASAR PERHITUNGAN PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN PT PETROKIMIA GRESIK TAHUN 2004 SK. MEN. BUMN No. KEP-100/MBU/2002 No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 URAIAN Aktiva Lancar (Current Asset) Kas, Bank, Deposito & Surat Berharga Kewajiban Lancar (Current Liabilities) Piutang Usaha - bruto Piutang Usaha - netto Persediaan Aktiva Tetap Dalam Pelaksanaan (ADP) Total Aktiva (TA) Capital Employed (TA - ADP) Total Modal Sendiri (TMS) = Ekuitas Modal Sendiri (TMS - Laba Berjalan Stlh Pajak ADP) Pendapatan Usaha (realisasi/anggaran) Pendapatan Non Usaha - Penjualan AT Total Pendapatan EBIT Biaya Penyusutan (Depresiasi & Amortisasi) EBIT + Biaya Penyusutan Laba Setelah Pajak Efisiensi Produksi (realisasi/anggaran) Rata-rata Pemakaian Bahan Baku Produksi & Pengadaan (realisasi/anggaran) : Pupuk Urea Pupuk SP-36 Pupuk ZA Pupuk Phonska Pupuk DAP Pupuk NPK Kebomas Cement Retarder Aluminium Fluorida Crude Gypsum CO2 Cair Total Produksi & Pengadaan Tenaga Kerja (realisasi/anggaran) Dana PUKK Yang Disalurkan Dana PUKK Yang Tersedia Kolektibilitas Pinjaman PUKK Tertimbang Total Pinjaman PUKK SATUAN Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Kntm Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton Orang Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 JUMLAH 1,554,797 345,898 1,242,607 375,347 368,378 684,872 143,332 2,713,624 2,570,292 854,992 587,288 3,633,229 / 3,035,544 119,793 3,753,022 358,441 96,884 455,325 124,372 3,322298 / 3,685895 507,957 / 385,000 778,032 / 735,000 688,901 / 590,000 203,424 / 140,000 10,993 / 20,000 32,013 / 10,000 361,012 / 400,000 6,412 / 6,000 95,274 / 80,500 9,343 / 11,000 2,693,361 / 2,377,500 3,635 / 3,644 6,025 6,282 6,885 16,849

10

11

12 13 14

15 16 17 18 19

BPK RI

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

PT PETROKIMIA GRESIK
KEPATUHAN TERHADAP PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DAN PENGENDALIAN INTERN

Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2004

Nomor Tanggal

: 02.B/AUDITAMA V/GA/01/2005 : 31 Januari 2005

Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Jalan Gatot Subroto No. 31 Jakarta 10210 Telp. (021) 5700380, 5738740, 5720957, 5738727, 5704395 s.d. 9 pesawat 511 Fax. (021) 5700380, 5723995

44 juta tidak sesuai ketentuan Perjanjian Fasilitas Kredit Ketahanan Pangan ……………………. Keputusan RUPS tentang penggunaan laba bersih untuk Program Bina Lingkungan tidak sesuai dengan ketentuan ………………….d 2004 senilai Rp21. 4. Terdapat sisa barang yang sudah dibeli dari tahun 2001 s.18 ribu ………………… 2. 3.692. LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN ATAS KEPATUHAN TERHADAP PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN Laporan Auditor Independen …………………………………………… Lampiran A 1. Tindak lanjut Hasil Pemeriksaan tahun 2003 ……………………… LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN ATAS KEPATUHAN TERHADAP PENGENDALIAN INTERN Laporan Auditor Independen …………………………………………… Lampiran B 1. 4. A.. B. 2.765... PT Petrokimia Gresik terlambat menyetorkan PPN Impor dan PPh 22 Impor kepada Negara ………………………………………….22 juta ………………………………. PT Petrokimia Gresik tidak melakukan rekonsiliasi bank secara teratur ……………………………………………………………… 6. 3 4 7 9 II.DAFTAR ISI I.. 3.. PT Petrokimia Gresik belum menerima pembayaran atas bagi hasil pendapatan jasa pelabuhan periode tahun 1996 s.d 2002 dari PT Pelindo III sebesar Rp1. Hak PT Petrokimia Gresik atas klaim pada pembelian bahan baku Rock Phosphate sebesar US$349. Penjualan pupuk sebesar Rp5.939. B.03 ribu belum diakui oleh Guizhou Wengfu Chemi-Phos & Exp Corp China ………………. Tindak lanjut Hasil Pemeriksaan tahun 2003 ……………………… 1 A. 10 13 15 17 20 22 25 .171.22 juta namun belum diambil oleh unit peminta barang ……………………………………………………………… 5. Penjualan jasa kepada PT Petro Oxo Nusantara berpotensi merugikan perusahaan sebesar US$1.

dan telah menerbitkan laporan Nomor : 02.A/AUDITAMA V/GA/01/2005 tanggal 31 Januari 2005. peraturan. tujuan audit kami atas laporan keuangan adalah tidak untuk menyatakan pendapat atas keseluruhan kepatuhan terhadap pasal-pasal tersebut. Kami melaksanakan audit berdasarkan Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan standar auditing yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Oleh karena itu. Standar tersebut mengharuskan kami merencanakan dan melaksanakan audit untuk memperoleh keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material. peraturan. dan persyaratan bantuan. kontrak. Hasil pengujian kami menunjukkan bahwa. Namun.BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA Nomor : 02. kami melakukan pengujian terhadap kepatuhan PT Petrokimia Gresik terhadap pasal-pasal tertentu hukum. dan persyaratan bantuan yang berlaku bagi PT Petrokimia Gresik merupakan tanggung jawab manajemen.B/AUDITAMA V/GA/01/2005 LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Kami telah mengaudit laporan keuangan PT Petrokimia Gresik tanggal 31 Desember 2004 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. kontrak. PT Petrokimia Gresik mematuhi. Kepatuhan perusahaan terhadap hukum. berkaitan dengan unsur yang kami uji. dalam semua hal yang material. pasal-pasal yang kami sebut BPK RI/AUDITAMA V . kami tidak menyatakan suatu pendapat seperti itu. Sebagai bagian dari pemerolehan keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material.

Register Negara No. Berkaitan dengan unsur yang tidak kami uji.dalam paragraf di atas. Drs. MA. pasal-pasal tersebut. 31 Januari 2005 2 BPK RI/AUDITAMA V . Misnoto. peraturan. Namun kami mencatat masalah-masalah tertentu yang tidak material berkaitan dengan kepatuhan PT Petrokimia Gresik terhadap pasal-pasal tertentu hukum. Ak. dan persyaratan bantuan disertai saran perbaikannya yang kami kemukakan pada lampiran A. Auditor Utama Keuangan Negara V Penanggung Jawab Audit. D-1416 Jakarta. kontrak. tidak ada satupun yang kami ketahui yang menyebabkan kami percaya bahwa PT Petrokimia Gresik tidak mematuhi. dalam semua hal yang material.

02. Selanjutnya Bagian Paransi menyiapkan Surat Setoran Pabean Cukai Pajak (SSPCP) dan diserahkan ke Bagian Perbendaharaan untuk dilakukan pembayaran. Jumlah kewajiban tersebut terus terakumulasi sejak bulan Oktober 2003.309. Bagian Gudang diketahui bahwa atas bahan baku tersebut sudah dilakukan pembongkaran.017.589. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Departemen Distribusi Wilayah I dan Memo dari Departemen Distribusi Wilayah I yang ditujukan kepada Biro Perencanaan dan Gudang Material cq. kalium klorida dan belerang.01/21/MI/2004 tanggal 22 Nopember 2004 kepada Biro Keuangan dinyatakan bahwa jumlah kewajiban pajak impor per 22 Nopember 2004 adalah sebesar Rp127. Selanjutnya dengan Memo No.98.037/11/LG.02.236.01/21/MI/2005 tanggal 10 Januari 2005 dinyatakan bahwa posisi kewajiban pajak impor per 10 Januari 2005 adalah sebesar Rp48. Pada setiap impor bahan baku. Disransar PT PG akan menyiapkan Pemberitahuan Impor Barang (PIB) yang kemudian diserahkan kepada Bagian Pajak dan Asuransi (Paransi).470. Sedangkan sesuai Memo No. asam fosfat. Prosedur Pengadaan Bahan Baku menyebutkan bahwa pada setiap rencana kedatangan kapal yang akan mengirim bahan baku ke PT PG. superfosfat.022/01/LG. Bahan baku yang diimpor antara lain amoniak. Sesuai Memo Departemen Distribusi Wilayah I Nomor 817/06/LG.Lampiran A 1.02.645. Biro Pengadaan membuat pemberitahuan kepada Departemen Distribusi Sarana dan Pemasaran (Disransar) disertai lampiran spesifikasi bahan baku yang akan diserahkan ke PT PG sesuai dengan spesifikasi yang ada dalam kontrak antara PT PG dengan suplier bahan baku tersebut.957. ammonium sulfat.96.01/21/MI/2004 tanggal 14 Juni 2004 tentang PO-PO yang belum diselesaikan prosedur pabeannya.52. Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan secara uji petik diketahui terdapat beberapa Order Pembelian (Purchasing Order/PO) yang belum diselesaikan prosedur pabeannya (belum dibebaskan dari wewenang Bea dan Cukai). yang ditujukan kepada Biro Keuangan dinyatakan bahwa PT PG mempunyai kewajiban pajak impor sebesar Rp71. BPK RI/AUDITAMA V .616. PT Petrokimia Gresik terlambat menyetorkan PPN Impor dan PPh 22 Impor kepada Negara PT Petrokimia Gresik (PT PG) memenuhi kebutuhan bahan baku untuk memproduksi pupuk dengan cara pembelian lokal dan impor.535.

Negara terlambat menerima pembayaran PPN Impor dan PPh 22 Impor dari PT PG sebesar Rp48. Untuk selanjutnya kewajiban perpajakan atas impor yang terdiri dari PPh pasal 22 dan PPN impor akan ditingkatkan monitoringnya sehingga tidak akan terjadi lagi keterlambatan pelaporan dan pembayaran pajak. Keputusan RUPS tentang penggunaan laba bersih untuk Program Bina Lingkungan tidak sesuai dengan ketentuan Berdasarkan Laporan Keuangan PT PG per 31 Desember 2004 diketahui saldo akun Hutang Lain-lain sebesar Rp43. Selain itu UU No. b. 2. Dari saldo tersebut terdapat saldo sub akun 4 BPK RI/AUDITAMA V .819.589.309. UU No.00. PT PG berpotensi dikenakan sanksi administrasi sebesar 2% per bulan atas keterlambatan penyetoran pajak. dikenakan sanksi administrasi berupa denda bunga sebesar 2% (dua persen) sebulan yang dihitung dari jatuh tempo pembayaran.589. PT PG menjelaskan bahwa pembayaran sisa kewajiban sebesar Rp48.50 tahun 1994 menyebutkan bahwa saat terutang untuk impor Barang Kena Pajak terjadi pada saat Barang Kena Pajak dimasukkan ke dalam Daerah Pabean Indonesia.236.309. dan bagian dari bulan dihitung penuh 1 (satu) bulan.16 tahun 2000 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan Pasal 9 ayat (2a) menyatakan bahwa apabila pembayaran atau penyetoran pajak sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) atau ayat (2) dilakukan setelah tanggal jatuh tempo pembayaran atau penyetoran pajak.18 tahun 2000 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan Barang Mewah Pasal 11 ayat (1) jo Pasal 33 Peraturan Pemerintah No. Hal tersebut disebabkan PT PG lalai dalam memenuhi kewajiban penyetoran pajak impor kepada Negara.98.98 telah dilakukan pada bulan Januari 2005. BPK RI menyarankan agar PT PG mematuhi ketentuan perundang-undangan tentang perpajakan dan melakukan penyetoran secara tertib dan tepat waktu. Hal tersebut mengakibatkan a.Dari hasil pemeriksaan secara uji petik atas General Ledger (GL) PT PG Tahun Buku 2004 diketahui bahwa pelunasan pembayaran PPN Impor dan PPh 22 Impor pada umumnya terlambat dan baru dilunasi pada bulan Nopember dan Desember 2004.590.363.236.

100 Rp17.000. Penyaluran th 2004 8.00 dan Rp2.335.175.087. Laba th 2002 utk Pembinaan Wilayah 8.375.072. Laba th 2000 utk Pembinaan Wilayah 6.537. 2003 adalah sebesar Rp21.335.212.00.460 Rp 821. RUPS antara lain menetapkan penggunaan dana untuk Program Kemitraan dan Bina Lingkungan masingmasing sebesar Rp1.000. Dalam jumlah perolehan dana tersebut diantaranya merupakan perolehan dari laba Tahun Buku 2003 sebesar Rp2.714. Pendidikan dan Pembinaan Wilayah atas penyisihan laba dari Tahun Buku 1973 s.500.d.714.495.548.821.00. Pemindahan cad dasar SK Menkeu 702/M/D/82 3.000.000 Rp 932.000.214.500.00.000.175. Penyaluran th 2002 6.00 atau 2% dari laba bersih konsolidasian.00 atau sekitar 1% dan 2% dari seluruh total laba bersih konsolidasian.321.000 Rp 1. Pemindahan sisa dana pendidikan sd th 1988 4.127.759. Penyaluran th 2000 4. Dari Risalah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT PG tentang Persetujuan Laporan Tahunan Pengesahan Perhitungan Tahunan dan Penggunaan Laba Bersih Tahun Buku 2003 yang dilaksanakan tanggal 1 Juni 2004 diketahui bahwa laba bersih konsolidasian PT PG Tahun Buku 2003 sebesar Rp108.990. Laba th 1973 sd 1988 2. 5 BPK RI/AUDITAMA V .512. Laba th 95-99/Pemb kel pra sejahtera &sejahtera I 5.353.000 Rp 22.590.877.00 sehingga masih terdapat saldo per 31 Desember 2004 sebesar Rp3. Partisipasi sd th 1999 2.548.900 Rp 2. Bantuan bencana alam Jumlah SISA DANA Rp 5.020. Dipindah ke cadangan 5.000.678.767 Rp 655.738.000 Rp21.821 Rp 6.990.000 Rp 2.519. Dana tersebut merupakan dana pemegang saham/Pemerintah yang disisihkan dari pembagian laba dengan perolehan dana dan penggunaan dana terinci sebagai berikut: PEROLEHAN DANA 1.000.015.000 Rp 3.833. Laba th 2001 utk Pembinaan Wilayah 7.Dana Pra Sejahtera dan Sosial.500 Tabel di atas menunjukkan bahwa jumlah Dana Pra Sejahtera dan Sosial.180. Penyaluran th 2003 7.000 Rp 1.175.000.833.514. Laba th 2003 utk Pembinaan Wilayah Jumlah PENGGUNAAN DANA 1.180.212. Pendidikan dan Pembinaan Wilayah sebesar Rp3.730.000.950 Rp 350.094 Rp 4.180.000 Rp 821.335.714.00 sedangkan jumlah yang sudah disalurkan sebesar Rp17.321 Rp 3. Proyek LIK Gresik 3.272.000 Rp 1.175.180.877.871 Rp 8.

Ayat (4) Dalam kondisi tertentu besarnya dana Program Bina Lingkungan yang berasal dari penyisihan laba setelah pajak ditetapkan lain dengan persetujuan Menteri/RUPS Dengan pertimbangan perusahaan masih mempunyai saldo Dana Pra Sejahtera dan Sosial. Di sisi lain. RUPS seharusnya tidak perlu lagi mengalokasikan dana untuk Program Bina Lingkungan. Pendidikan & Pembinaan Wilayah tersebut seharusnya disetorkan ke rekening Program Bina Lingkungan dan dikelola oleh unit PKBL. Hal tersebut mengakibatkan pengalokasian laba bersih tahun buku 2003 untuk Program Bina Lingkungan sebesar Rp2.KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan Badan Usaha Milik Negara dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan. Pendidikan dan Pembinaan Wilayah per 31 Desember 2003 sebesar Rp5.180.600.714. Bab III pasal 8 Keputusan Menteri BUMN tersebut menyatakan: Ayat (1) Dana Program Kemitraan bersumber dari penyisihan laba setelah pajak sebesar 1% (satu persen) sampai dengan 3% (tiga persen).175. hasil bunga deposito dan atau jasa giro dari dana Program Bina Lingkungan. Hal tersebut terjadi karena RUPS dalam menetapkan alokasi laba bersih tidak mempertimbangkan adanya saldo Dana Prasejahtera & Sosial. 6 BPK RI/AUDITAMA V .Ketentuan tentang penetapan dan penggunaan dana untuk Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan diatur dalam Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No.00 yang belum disalurkan. Ayat (3) Besarnya dana Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan yang berasal dari penyisihan laba setelah pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) ditetapkan oleh RUPS untuk PERSERO dan Menteri untuk PERUM. PT PG menjelaskan bahwa sisa dana sebesar Rp3.089. bunga deposito dan atau jasa giro dari dana Program Kemitraan setelah dikurangi beban operasional. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003.872.600. hasil bunga pinjaman.335. saldo Dana Prasejahtera & Sosial. dan pelimpahan dana Program Kemitraan dari BUMN lain.00 tidak tepat sasaran dan dapat digunakan untuk kepentingan lain. Ayat (2) Dana Program Bina Lingkungan bersumber dari penyisihan laba setelah pajak maksimal sebesar 1% (satu persen).089.872. selaras dengan pelaksanaan Keputusan Menteri BUMN No.00 akan disampaikan/dilaporkan dalam RUPS kinerja tahun 2004. jika ada. Pendidikan & Pembinaan Wilayah sebesar Rp5.00.000.500.

Dalam perjanjian tersebut dinyatakan bahwa Kelompok Tani wajib melunasi hutangnya setelah jangka waktu tertentu ditambah bunga dan atau denda tunggakan.113/02/TU. Selanjutnya PT Bank Bukopin melakukan penelitian dan memberikan keputusan kredit.06/ SP/2001 tanggal 21 Pebruari 2001 dengan penjamin Perum SPU. Permohonan kredit tersebut harus dilengkapi dengan antara lain rencana kebutuhan kredit berdasarkan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang dibuat oleh Kelompok Tani dan telah disetujui baik oleh Dinas teknis terkait maupun PT PG yang akan menentukan jumlah pagu pokok pinjaman. KKP merupakan peminjaman uang berdasarkan persetujuan pinjam meminjam antara PT Bank Bukopin dengan Kelompok Tani yang membeli paket pupuk Phonska dari PT PG yang dituangkan dalam Perjanjian Kredit. Penjualan pupuk PT PG dengan fasilitas KKP dilaksanakan dalam tahun 2001 dan 2002 yang dituangkan dalam dua perjanjian. 3.BPK RI menyarankan agar dalam RUPS kinerja tahun 2004. BASTB merupakan dasar PT PG untuk membuat faktur penjualan yang dipakai untuk mengakui adanya piutang.04.04. yaitu : (1) Perjanjian No. Sedangkan untuk 7 BPK RI/AUDITAMA V .06/54/SP/2002 tanggal 16 Juli 2002 dengan penjamin PT Askrindo. Selanjutnya akan dibuat Perjanjian Kredit dengan Kelompok Tani yang telah disetujui PT Bank Bukopin untuk mendapat KKP. Kelompok Tani yang telah mendapat persetujuan dari PT PG dan memenuhi persyaratan yang telah ditentukan dapat mengajukan permohonan fasilitas KKP kepada PT Bank Bukopin.44 juta tidak sesuai ketentuan Perjanjian Fasilitas Kredit Ketahanan Pangan PT PG melakukan penjualan pupuk Urea. dan pada akhirnya dibuat Berita Acara Serah Terima Barang (BASTB) antara PT PG dengan Kelompok Tani. Fasilitas KKP ini mendapat penjaminan dari Perum Sarana Pengembangan Usaha (Perum SPU) dan PT Asuransi Kredit Indonesia (PT Askrindo). penetapan alokasi laba bersih untuk Program Bina Lingkungan memperhatikan saldo yang belum tersalurkan. 382/07/TU. Setelah adanya Perjanjian Kredit.692. PT PG dapat melakukan pendistribusian pupuk yang dimulai dengan membuat perjanjian penjualan paket pupuk Phonska antara PT PG dengan Kelompok Tani. dan (2) Perjanjian No. Penjualan pupuk sebesar Rp5. ZA dan Phonska yang disebut dengan paket pupuk Phonska kepada Kelompok Tani dengan dukungan fasilitas kredit untuk produksi pertanian atau Kredit Ketahanan Pangan (KKP) dari PT Bank Bukopin.

547.814.441.50.402.50 dan yang belum dilunasi (piutang) sebesar Rp1. Propinsi Jawa Timur Jawa Tengah Jawa Barat Jumlah Nilai Penyaluran Pupuk (Rp) 2.085.50 c. PT PG mengalihkannya sebagai penjualan kredit PT PG.442. Sampai dengan akhir Desember 2003. BASTB digunakan untuk mencairkan KKP kepada Kelompok Tani dan langsung dipindahbukukan ke rekening PT PG.692.547.943.251.984.00.00 sehingga terdapat penjualan paket pupuk Phonska yang telah dilakukan PT PG dalam kerangka fasilitas KKP diperkirakan sebesar Rp6. Rincian penjualan pupuk tersebut adalah sebagai berikut : No.606.692.581.077.50 dan dalam tahun 2004 (s.1/06/KU. Dengan demikian jumlah pembayaran yang telah diterima PT PG seluruhnya sebesar Rp4.498.320.02. Terhadap penjualan paket pupuk Phonska dalam kerangka fasilitas KKP yang tidak memperoleh persetujuan kredit dari PT Bank Bukopin.00.50 3.470. Berdasarkan data perkembangan pinjaman Kelompok Tani peserta KKP diketahui bahwa jumlah penjualan pupuk kepada Kelompok Tani sebesar Rp5.246.50 belum seluruhnya dilunasi.441.675. Dari hasil pemeriksaan atas penjualan pupuk dengan fasilitas KKP dapat dikemukakan hal-hal berikut : a. PT PG mengakui adanya pelunasan piutang.02/54/MI/2002 tanggal 24 Juni 2002 diketahui bahwa PT PG diperkirakan sudah menyalurkan pupuk sebesar Rp22.00 5. 3.PT Bank Bukopin.441. tetapi fasilitas KKP yang sudah disetujui PT Bank Bukopin dan dibuat Perjanjian Kreditnya baru sebesar Rp15. Berdasarkan laporan per 31 Mei 2002 sesuai Memo No. Berdasarkan data perkembangan pinjaman Kelompok Tani peserta KKP per akhir Nopember 2004 diketahui bahwa jumlah pengalihan yang menjadi penjualan kredit PT PG adalah sebesar Rp5.709.466.50.441. b. Dengan adanya pembayaran dari PT Bank Bukopin dan bukti transfer.227.108.290.612. 8 BPK RI/AUDITAMA V .692. 1.547.099. 2. PT PG sudah menyalurkan pupuk kepada Kelompok Tani sebelum fasilitas KKP disetujui oleh PT Bank Bukopin dan Perjanjian Kredit dibuat.00.417.170.692. PT PG telah menerima pembayaran dari Kelompok Tani sebesar Rp4.00 yang belum mendapat persetujuan dari PT Bank Bukopin. Hal ini menunjukkan terdapat penjualan paket pupuk Phonska dalam kerangka fasilitas KKP yang tidak mendapat persetujuan KKP dari PT Bank Bukopin sebesar Rp5.367.992.225.620.547.d akhir Nopember) menerima pembayaran sebesar Rp25.00 49.000.

Atas sisa piutang tersebut.70.470. Dalam pasal tersebut antara lain dinyatakan bahwa PT PG melaksanakan penyediaan paket pupuk Phonska sesuai jenis.553.597. PT PG telah menerbitkan faktur PPN atas transaksi pembebanan jasa keahlian kepada perusahaan afiliasi. mutu. 4. waktu dan tempat yang tertuang dalam Perjanjian Penjualan antara PT PG dengan Kelompok Tani yang memperoleh fasilitas kredit dari PT Bank Bukopin.943. jumlah. yaitu pembebanan jasa keahlian kepada perusahaan afiliasi belum dipungut PPN sebesar Rp362. Sedangkan mulai tahun 2004. BPK RI menyarankan agar PT PG tetap mengupayakan penagihannya dengan lebih intensif. Hal ini terjadi karena PT PG melakukan penyaluran pupuk berdasarkan RDKK yang dibuat Kelompok Tani tanpa adanya persetujuan dari PT Bank Bukopin. BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA 9 BPK RI/AUDITAMA V . PT PG telah melaksanakan tindak lanjut temuan tersebut yaitu dengan mencadangkan hutang PPN terhadap karyawan yang diperbantukan kepada perusahaan afiliasi. seharusnya PT PG tidak menyalurkan pupuk kepada Kelompok Tani sebelum adanya persetujuan dari PT Bank Bukopin. Tindak lanjut Hasil Pemeriksaan tahun 2003 Dalam pemeriksaan Tahun Buku 2003 terdapat satu temuan. Hal tersebut mengakibatkan adanya potensi kerugian yaitu resiko tidak tertagihnya piutang diperkirakan sebesar Rp1. harga.00. PT PG menjelaskan bahwa hal tersebut terjadi karena petani membutuhkan pupuk dengan segera sedangkan proses administrasi di bank lama.085. akan diupayakan penagihannya dan dilakukan survey untuk mendapatkan data kemampuan petani dalam melunasi piutang.Sesuai Pasal 2 Perjanjian Kredit untuk produksi pertanian atau KKP yang menggunakan paket pupuk Phonska.

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
Nomor : 02.B/AUDITAMA V/GA/01/2005

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Kami telah mengaudit laporan keuangan PT Petrokimia Gresik tanggal 31 Desember 2004 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, dan telah menerbitkan laporan Nomor: 02.A/AUDITAMA V/GA/01/2005 tanggal 31 Januari 2005. Kami melaksanakan audit berdasarkan Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan standar auditing yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Standar tersebut mengharuskan kami untuk merencanakan dan melaksanakan audit untuk memperoleh keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material. Dalam perencanaan dan pelaksanaan audit kami atas laporan keuangan PT Petrokimia Gresik untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004, kami mempertimbangkan pengendalian intern entitas tersebut untuk menentukan prosedur audit yang kami laksanakan untuk menyatakan pendapat kami atas laporan keuangan dan tidak dimaksudkan untuk memberikan keyakinan atas pengendalian intern tersebut. Manajemen PT Petrokimia Gresik bertanggung jawab untuk menyusun dan memelihara suatu pengendalian intern. Dalam memenuhi tanggung jawabnya tersebut, diperlukan estimasi dan pertimbangan dari pihak manajemen tentang taksiran manfaat dan biaya yang berkaitan dengan pengendalian intern. Tujuan suatu pengendalian intern adalah untuk memberikan keyakinan memadai, bukan keyakinan absolut, kepada manajemen bahwa 10
BPK RI/AUDITAMA V

aktiva terjamin keamanannya dari kerugian sebagai akibat pemakaian atau pengeluaran yang tidak diotorisasi dan bahwa transaksi dilaksanakan dengan otorisasi manajemen dan dicatat semestinya untuk memungkinkan penyusunan laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Karena adanya keterbatasan bawaan dalam setiap pengendalian intern, kekeliruan atau ketidakberesan dapat saja terjadi dan tidak terdeteksi. Begitu juga, proyeksi setiap evaluasi atas pengendalian intern ke periode yang akan datang mengandung risiko bahwa suatu prosedur menjadi tidak memadai lagi karena perubahan kondisi yang terjadi atau efektifitas desain dan operasi pengendalian intern tersebut telah berkurang. Untuk tujuan laporan ini, kami menggolongkan pengendalian intern signifikan ke dalam kelompok berikut ini: • Produksi • Pemasaran • Keuangan • Teknologi & Pengembangan • SDM & Umum Untuk semua golongan pengendalian intern tersebut di atas, kami memperoleh pemahaman tentang desain pengendalian intern yang relevan dan apakah pengendalian intern tersebut dioperasikan, serta kami menentukan risiko pengendalian. Pertimbangan kami atas pengendalian intern tidak perlu mengungkapkan semua masalah dalam pengendalian intern yang mungkin merupakan kelemahan material menurut Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan. Suatu kelemahan material adalah kondisi yang dapat dilaporkan yang di dalamnya desain dan operasi satu atau lebih komponen pengendalian intern tidak mengurangi risiko ke tingkat yang relatif rendah tentang terjadinya kekeliruan dan ketidakberesan dalam jumlah yang akan material dalam hubungannya dengan laporan keuangan auditan dan tidak terdeteksi dalam waktu semestinya oleh karyawan dalam melaksanakan normal fungsi yang ditugaskan kepadanya. Kami mencatat bahwa tidak ada masalah berkaitan dengan pengendalian intern dan

11

BPK RI/AUDITAMA V

operasinya yang kami pandang memiliki kelemahan material sebagaimana kami definisikan di atas. Namun, kami mencatat masalah-masalah tertentu berkaitan dengan pengendalian intern dan operasinya disertai saran perbaikannya yang kami kemukakan pada Lampiran B.

Auditor Utama Keuangan Negara V Penanggung Jawab Audit,

Drs. Misnoto, MA, Ak. Register Negara No. D-1416 Jakarta, 31 Januari 2005

12

BPK RI/AUDITAMA V

Sedangkan NBA dan IBA dipergunakan sebagai bahan baku pembuatan cat.00 atau sebesar 5% dari modal sendiri PT PON sebesar US$47.00 dan untuk maksud penyertaan diberikan tarif khusus (50%).000.171.50 per inci meter per tahun. yaitu untuk jasa pelabuhan sebesar US$1. jasa pelabuhan. Pada periode tahun 1996 s.000. PT PG telah melakukan penjualan jasa pelabuhan dan persewaan kepada PT Petro Oxo Nusantara (PT PON) dengan tarif khusus atau di bawah tarif yang berlaku umum. PT PG juga menjual produk non pupuk yang antara lain berupa penjualan produk utilitas. Pemberian tarif khusus tersebut dimaksudkan sebagai bentuk persiapan penyertaan saham PT PG pada PT PON.02/45/SP/ 1996 tanggal 14 Nopember 1996 yang ditandatangani tiga pihak. Penjualan jasa kepada PT Petro Oxo Nusantara berpotensi merugikan perusahaan sebesar US$1.000.d April 2001. Surat Perjanjian antara PT PG dengan PT PON tentang Sewa Menyewa Fasilitas No.02/45/SP/1996 tanggal 14 Nopember 1996.18 ribu Selain menjual produk pupuk. yaitu PT Eterindo Anugerah Prakarsa.350. Perjanjian ini merupakan pelaksanaan dari perjanjian penyertaan saham di atas yang mengatur masalah penjualan jasa PT PG kepada PT PON atas jasa pelabuhan dan sewa 13 BPK RI/AUDITAMA V . Pabrik Octanol tersebut menghasilkan tiga produk yaitu 2-Ethyl Hexanol (2EH atau Octanol). Octanol adalah bahan kimia dasar berbentuk alkohol cair yang dipergunakan sebagai bahan dalam proses pembuatan plastik. Persiapan penyertaan saham PT PG pada PT PON telah dilakukan dengan ditandatanganinya dokumen berikut : a. Nilai penyertaan saham PT PG yang akan ditempatkan adalah sebesar US$2. PT PON yang didirikan di Jakarta pada tahun 1996 dapat menggunakan pelabuhan PT PG untuk membongkar bahan baku dan memuat produknya dari Pabrik Octanol di Gresik. dan persewaan.00. PT PG diwakili oleh Direktur Utama.456/11/01. Normal-Butyl Alcohol (NBA). PT Tirtamas Majutama dan PT PG yang dalam hal ini diwakili oleh Direktur Utama. dan Iso-Butyl Alcohol (IBA). Dengan adanya fasilitas pelabuhan dan sewa rute pipa. Surat Perjanjian Penyertaan Saham PT PG Dalam PT PON No. b.454/11/01. Penyertaan tersebut dilakukan PT PG dalam bentuk antara lain : pemberian harga khusus selama 8 tahun untuk jasa bongkar/muat pelabuhan dan sewa rute pipa. Tarif umum jasa pelabuhan dan sewa rute pipa masing-masing sebesar US$3.Lampiran B 1.50 per ton dan untuk sewa rute pipa sebesar US$1.

rute pipa. Dalam perjanjian dinyatakan bahwa tarif khusus untuk jasa pelabuhan sebesar US$1,50 per ton dan untuk sewa rute pipa sebesar US$1,50 per inci meter per tahun. Tarif khusus tersebut diberikan pada periode tahun 1996 s.d April 2001, sedangkan mulai bulan Mei 2001 PT PG tidak lagi memberikan tarif khusus yaitu untuk jasa pelabuhan sebesar US$3,00 per ton dan untuk sewa rute pipa sebesar US$3,00 per inci meter per tahun. Hal tersebut dilakukan setelah PT PG melakukan analisis dan penelitian mendalam atas rencana penyertaan saham PT PG pada PT PON. Melalui surat No.1454/05/KU.01.04/04/DR/2001 tanggal 15 Mei 2001 yang ditujukan kepada PT PON, PT PG menyatakan tidak ikut dalam penyertaan saham pada PT PON karena kinerja perusahaan tersebut kurang baik. Sedangkan pemberitahuan tentang perubahan tarif masing-masing menjadi sebesar US$3,00 dilakukan melalui surat Kepala Kompartemen Komersial No.1604/05/SA.04.05/23/DR/2001 tanggal 28 Mei 2001. Dengan ketidakikut-sertaan PT PG dalam penyertaan saham, maka PT PG merencanakan akan melakukan addendum atas Surat Perjanjian yang sedang berjalan. Sementara terhadap kekurangan pembayaran yang merupakan nilai persiapan penyertaan yang telah terhimpun s.d April 2001 sebesar US$1.171.178,48, PT PG telah melakukan penagihan kepada PT PON melalui dua faktur dengan rincian sebagai berikut:
No. FAKTUR 0554/FK.JL-FU/2001 0560/FK.JL-FU/2001 TANGGAL URAIAN JUMLAH (US$) 581.678,48 589.500,00 1.171.178,48

28 Mei 2001 Jasa pelabuhan 1998 s.d April 2001 30 Mei 2001 Sewa rute pipa Nov 1996 s.d Nov 2001 Total

Menanggapi kedua surat tersebut di atas dan adanya tagihan tersebut, PT PON melalui surat No.F-PJAR/PKG-035/VII/2001 tanggal 6 Juli 2001 meminta penjelasan kepada PT PG atas kekurangan tagihan biaya sewa tahun 1996 s.d 2001 karena dalam surat PT PG No.1604/05/SA.04.05/23/DR/2001 tanggal 28 Mei 2001 hanya menyebutkan tentang penggunaan tarif baru sebesar US$3,00 mulai bulan Mei 2001. Hal ini menunjukkan PT PON merasa keberatan atas tagihan yang dilakukan oleh PT PG, sehingga sampai dengan akhir bulan Desember 2004 PT PON belum melunasi tagihan tersebut, sementara itu addendum Surat Perjanjian masih dalam proses. Pembuatan addendum tersebut sesuai dengan kesepakatan para pihak yang dituangkan dalam Side Letter No.457/11/01.02/45/SP/1996 tanggal 14 Nopember 1996 yang menyatakan bahwa apabila PT PG tidak jadi ikut dalam penyertaan saham pada PT PON, maka semua Surat Perjanjian yang telah dibuat akan dilakukan perubahan seperlunya sesuai peraturan yang berlaku. Seharusnya addendum atas Surat Perjanjian yang berkaitan dengan persiapan penyertaan saham PT PG pada PT PON telah dibuat dengan merubah tarip khusus yang 14 BPK RI/AUDITAMA V

telah diberikan menjadi tarip umum dalam penggunaan fasilitas PT PG oleh PT PON untuk periode tahun 1996 s.d April 2001. Hal tersebut mengakibatkan PT PG tidak dapat menggunakan dana dari hasil penjualan jasa pelabuhan dan persewaan pada periode tahun 1996 s.d Nopember 2001 sebesar US$1.171.178,48. Masalah tersebut disebabkan PT PG tidak segera mengajukan pembuatan addendum Surat Perjanjian atas ketidakikut-sertaannya dalam penyertaan saham pada PT PON. PT PG menjelaskan bahwa Manajemen PT PG menyadari adanya permasalahan piutang kepada PT PON sebesar US$1.171.178,48. Atas permasalahan tersebut PT PG akan menawarkan penyelesaian kepada PT PON dengan cara melakukan reschedule sebesar US$1.171.178,48. Adanya Surat Perjanjian Penyertaan Saham piutang

No.456/11/01.02/45/SP/1996 tanggal 14 Nopember 1996 dan Surat Perjanjian Sewa Menyewa Fasilitas No.454/11/01.02/45/SP/1996 tanggal 14 Nopember 1996 merupakan persiapan apabila PT PG dapat ikut dalam kepemilikan saham PT PON. BPK RI menyarankan agar PT PG melakukan penagihan secara intensif atas nilai persiapan penyertaan yang sudah terhimpun s.d April 2001 sebesar US$1.171.178,48 dan mempercepat penyelesaian pembuatan addendum Surat Perjanjian. 2. Hak PT Petrokimia Gresik atas klaim pada pembelian bahan baku Rock Phosphate sebesar US$349,03 ribu belum diakui oleh Guizhou Wengfu Chemi-Phos Imp & Exp Corp China PT PG pada tahun 2003 menandatangani kontrak pengadaan bahan baku Rock Phosphate (RP) dengan Guizhou Wengfu Chemi-Phos Imp & Exp Corp (GWCPIEC) China No. WFPGPR0304 tanggal 15 Juli 2003. RP tersebut akan digunakan sebagai bahan baku pupuk SP-36. Jumlah RP yang dibeli sesuai perjanjian adalah 300.000,00 MT dengan jenis low grade, yang akan dikirim dalam 7 kali pengapalan (shipment) mulai Agustus 2003 s.d Juni 2004 berdasarkan Order Pembelian/Purchasing Order (PO) yang diterbitkan oleh PT PG. Kesepakatan yang disetujui kedua belah pihak antara lain adalah pembayaran dilakukan dengan cara menggunakan usance L/C, dan PT PG berhak mengajukan klaim atas kualitas RP yang dikirimkan oleh GWCPIEC jika terdapat perbedaan antara sertifikat kualitas (certificate of analysis) yang dikeluarkan pada saat pemuatan ke kapal dan sertifikat kualitas pada saat tiba di pelabuhan bongkar (discharging) yang dilakukan oleh Sucofindo, dengan ketentuan sebagai berikut:

15

BPK RI/AUDITAMA V

a. Setiap 0,10% penyimpangan kandungan P2O5, PT PG berhak atas klaim sebesar US$0,145/MT. b. Setiap 0,10% penyimpangan kandungan MgO, PT PG berhak atas klaim sebesar US$0,046/MT. c. Setiap 0,10% penyimpangan kandungan H2O, PT PG berhak atas klaim sebesar kelebihan kuantitas H2O dikalikan harga RP. Hasil pemeriksaan terhadap dokumen pengadaan RP dari GWCPIEC adalah sebagai berikut: a. Selama tahun 2004 dilakukan 5 kali pengiriman melalui kapal sebanyak 187.836,00 MT. Setelah tiba di gudang Gresik dilakukan uji kualitas yang dilakukan oleh Sucofindo. Dari hasil uji kualitas diketahui bahwa PO No.352/LN/2004 sebanyak 37.102,00 MT memenuhi standar kualitas yang ditetapkan dalam perjanjian. Sedangkan terhadap 4 PO lainnya yaitu No.865/LN/2003, No.062/LN/2004, No.149/LN/2004 dan No.440/LN/2004 sebanyak 150.734,00 MT, kualitasnya berada di bawah standar yang ditetapkan dalam perjanjian sehingga PT PG berhak atas klaim. b. Terhadap RP yang kualitasnya di bawah standar, PT PG telah mengirimkan surat pemberitahuan kepada GWCPIEC sebanyak 5 kali, terakhir dengan faximili No.86-8516831558/65-62221422 tanggal 6 September 2004. Dalam surat pemberitahuan tersebut dijelaskan bahwa atas PO No.440/LN/2004, PT PG berhak atas klaim sebesar US$81.618,50 setara Rp758.235.865,00 (kurs US$1,00 = Rp9.290,00). Sedangkan untuk 3 PO lainnya jumlah klaim yang diperhitungkan adalah sebesar US$140.987,15 setara Rp1.309.770.623,50 sehingga total perhitungan klaim atas keempat PO tersebut adalah sebesar US$222.605,65 setara Rp2.068.006.488,50. Atas semua klaim tersebut, GWCPIEC belum memberikan tanggapan kepada PT PG sehingga PT PG belum melakukan penagihan. c. Dari hasil perhitungan kembali (rekalkulasi) atas klaim yang sudah diberitahukan kepada GWCPIEC diketahui bahwa dalam perhitungan klaim yang dilakukan oleh PT PG terdapat kekeliruan dan diperhitungkan terlalu kecil dari yang seharusnya. Jumlah perhitungan klaim yang sudah diberitahukan kepada GWCPIEC atas 4 PO tersebut di atas sebesar US$222.605,65 setara Rp2.068.006.488,50 sedangkan hasil perhitungan kembali sebesar US$288.984,60 setara Rp2.684.666.934,00, sehingga terjadi kekurangan perhitungan sebesar US$66.378,95 (US$288.984,60 – US$222.605,65) setara Rp616.660.445,50. 16 BPK RI/AUDITAMA V

984.d September 2005.619/LN/2004 dan No. Isi dari kontrak baru tersebut sama dengan kontrak sebelumnya.663/LN/2004 masing-masing sebanyak 36. BPK RI menyarankan agar PT PG melakukan penagihan klaim kepada GWCPIEC atas pengiriman barang yang tidak sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan dalam kontrak.00.017.242.00 MT dan 41. Selama tahun 2004 GWCPIEC telah melakukan dua kali pengiriman dengan PO No.22 juta Laporan Keuangan PT PG per 31 Desember 2004 antara lain menunjukkan saldo akun Piutang lain-lain sebesar Rp49.040.660.210. Dari jumlah tersebut diantaranya terdapat piutang 17 BPK RI/AUDITAMA V .284.40.36 akan dilakukan setelah GWCPIEC sepakat dengan surat klaim Biro Pengadaan.299.00 dan piutang kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebesar Rp26.829.00 yang terdiri dari piutang kepada pihak ketiga sebesar Rp23.693. Hasil perhitungan atas penyimpangan kualitas yang menjadi hak atas klaim PT PG adalah sebesar US$60. PT PG seharusnya menghitung klaim secara cermat atas kualitas RP yang tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan dalam kontrak dan segera melakukan penagihan.445.d 2002 dari PT Pelindo III sebesar Rp1.40.36 setara Rp3. Pada tahun 2004 PT PG mengikat kontrak baru dengan GWCPIEC dengan kontrak No.025.00 MT. Masa berlaku kontrak adalah sejak ditandatangani kontrak s.444. Hal tersebut mengakibatkan PT PG tidak dapat memanfaatkan dana dengan segera sebesar US$349.765.491. PT Petrokimia Gresik belum menerima pembayaran atas bagi hasil pendapatan jasa pelabuhan periode tahun 1996 s.445.508.778.76 setara Rp557. PT PG menjelaskan bahwa pihaknya telah mengajukan surat klaim kepada Guizhou Wengfu Chemi-Phos Imp & Exp Corp China dan penagihan klaim secara financial sebesar US$349.40.d.619/LN/2004 kualitasnya di bawah standar yang ditetapkan.242.76) setara Rp3.60 + US$60. Dengan demikian secara keseluruhan PT PG berhak atas klaim sebesar US$349.594.583.594.WFPGPR0405 tanggal 13 Juli 2004.025.234.040.025.WFPGPR0304 tanggal 15 Juli 2003 dan WFPGPR0405 tanggal 13 Juli 2004 atas pengiriman RP yang dilakukan oleh GWCPIEC yang kualitasnya di bawah standar. 3. Hasil uji kualitas yang dilakukan Sucofindo menunjukkan bahwa RP atas PO No.36 (US$288. Hal tersebut disebabkan PT PG kurang tegas dalam menerapkan isi kontrak No.

758. hirepurchase dan kapal-kapal lain yang digunakan untuk mengangkut barang-barang guna keperluan pihak kedua dan atau barang pihak ketiga. bongkar. Untuk tagihan periode tahun 1996 s.765.42.765.d 2002 sebesar Rp1. PT PG tidak pernah lagi melakukan penagihan atau mengupayakan rekonsiliasi sehingga sd tanggal 31 Desember 2004 saldo piutang PT PG kepada PT Pelindo III tidak ada mutasi sama sekali. sedangkan PT PG hanya mengadministrasikan dan menagih penjualan air kepada pihak ketiga. Penyerahan hasil pendapatan jasa-jasa pelabuhan oleh masing-masing pihak dilakukan paling lambat tanggal 15 bulan berikutnya.kepada PT Pelindo III sebesar Rp1. Cara pelaksanaan pungutan jasa pelabuhan diatur dan ditetapkan oleh Pihak Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Sejak tagihan terakhir bulan Maret 2002. PT PG membuat faktur tagihan kepada PT Pelindo untuk mendapatkan bagi hasil jasa pelabuhan. Berdasarkan nota tagihan tersebut.223.42 yang merupakan pendapatan di luar usaha yaitu tagihan atas bagi hasil pendapatan pengelolaan jasa pelabuhan periode tahun 1996 s. PT PG telah mengeluarkan faktur tagihan dari bulan April 1996 s. 3. muat dan bunker baik untuk kapal-kapal milik.758. 18 BPK RI/AUDITAMA V .223. Dalam SPK antara lain dinyatakan bahwa Dermaga Khusus PT PG digunakan untuk tambat/sandar.d Maret 2002. Salinan perhitungan nota tagihan kepada pihak ketiga atas pemakaian jasa pelabuhan dikirim kepada PT PG. PT Pelindo III menyediakan semua blanko pemakaian-pemakaian jasa pelabuhan oleh pihak ketiga sekaligus melakukan penagihannya. Dalam SPK tersebut PT Pelindo III diwakili oleh Administrator Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Adapun pembagian hasil pendapatan jasa-jasa pelabuhan yang dipungut dari pihak ketiga ditetapkan sebagai berikut: No 1. 2. Dalam pengelolaan jasa pelabuhan tersebut. PT PG telah mengikat perjanjian dengan PT Pelindo III dengan Surat Perjanjian Kerjasama (SPK) Nomor 82/301/1980 ---513/IX/SPK/J/DIR/1980 tanggal 23 September 1980 tentang Pengelolaan Dermaga Khusus Petrokimia. Keterangan Uang tambat Wharfage/Uang Dermaga Pas Pelabuhan Penjualan Air PT PG 50% 50% 50% 80% PT Pelindo III 50% 50% 50% 20% Dalam pengelolaan dermaga tersebut. 4. namun PT Pelindo III belum melakukan pembayaran.d 2002. Tarif jasa pelabuhan ditetapkan sesuai dengan peraturan dan ketentuan tarif yang berlaku di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Sedangkan untuk tarif sewa permukaan air diperlakukan tarif Pelabuhan Gresik. yang berlaku surut terhitung mulai tanggal 7 Agustus 1979. charter.

50 1.556.840.710. Asal piutang Faktur th 1996 Faktur th 1997 Faktur th 1998 Faktur th 1999 Faktur th 2000 Faktur th 2001 Faktur th 2002 Jumlah Nilai 1.336.782.758.765. 2.72 274. 4.00 1.00 2. 7.765. 6.146.105. Dengan dikeluarkannya keputusan ini maka pengelolaan jasa Kepelabuhanan Dermaga Khusus PT PG tidak lagi dilakukan oleh PT Pelindo III melainkan diambil alih oleh Pemda Kabupaten Gresik. pada tanggal 11 Juli 2002 Bupati/Kepala Pemerintah Daerah Kabupaten Gresik mengeluarkan Keputusan No.42 Atas jumlah piutang tersebut oleh Bagian Akuntansi PT PG telah dilakukan penyisihan sebesar 100% karena tidak ada mutasi pembayaran lebih dari dua tahun.800. pada tanggal 20 Nopember 2001 Pemerintah Daerah Gresik mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) No.689.458.19 tahun 2001 tentang Kepelabuhanan di Kabupaten Gresik.223.50 24. Saldo piutang PT PG kepada PT Pelindo III per 31 Desember 2004 sebesar Rp1. 1. Seharusnya bagi hasil pendapatan jasa pelabuhan dapat diterima PT PG paling lambat setiap tanggal 15 bulan berikutnya.194.758.895.42 tersebut telah dilakukan penagihan kepada PT Pelindo III pada tanggal 13 Januari 2005 dan telah dilakukan rekonsiliasi pada tanggal 14 Januari 2005.42 yang merupakan bagi hasil jasa pelabuhan dari tahun 1996 sd 2002 dapat dirinci sebagai berikut: No. 5.758.223. 63 tahun 2002 tentang Tarif Jasa Pelayanan Kepelabuhanan oleh Penyelenggara Pelabuhan di Kabupaten Gresik. Pasal 11 ayat (3) Perda tersebut menyatakan bahwa kewenangan pengelolaan wilayah perairan dalam batas 4 mil dari daratan sepanjang teritorial wilayah daratan kabupaten Gresik berada ditangan Pemerintah Kabupaten Gresik. Hal tersebut mengakibatkan timbulnya piutang macet PT PG kepada PT Pelindo III per 31 Desember 2004 sebesar Rp1.765.Sejalan dengan pelaksanaan otonomi daerah.36 2.968. PT PG menjelaskan bahwa atas piutang sebesar Rp1. Hal tersebut disebabkan PT PG tidak aktif melakukan penagihan atau rekonsiliasi dengan PT Pelindo III. Menindaklanjuti Perda tersebut.42.735.223.219. namun masih memerlukan rekonsiliasi lebih lanjut.34 1.223.758. 3. 19 BPK RI/AUDITAMA V .765.

912.656.106. Peralatan & Permesinan (Latsin) Jumlah Nilai (Rp) 7.100.00 5.699. Pemeliharaan II (Har II) Dep.963.91 325.54 444. Unit Peminta Barang (User) Dep.997.463.886.00 56.750.00 78.219.00 0.754.76 13.00 88.000.427.900.655.00 128.498.758.10 82. 4.225.838.677.133.579.503.167.d bulan Nopember 2004 masih terdapat barang yang telah dibeli dan diterima namun belum diambil oleh unit peminta barang senilai Rp13.408.001.491.027.047.00 8. dengan kategori intransit (I) atau suku cadang penyangga (Z). Biro Pengadaan PT PG melakukan pembelian barang yang diminta oleh unit peminta barang/user (dhi.080.170.054.483.085.915.343.714.285.909.558.01 Har II 185.774.25 44.00 82.184.074.920.833.956.285.956.560.00 0. 2.106.673.015.118.22 juta namun belum diambil oleh unit peminta barang Selama tahun 2004.351.01 3. dimana apabila barang tersebut sudah datang maka harus langsung diambil dan dipakai oleh unit peminta barang.963.637.896.20 Jumlah Total *) yang dicatat saat kedatangan barang adalah nomor terima barang (TB) 20 BPK RI/AUDITAMA V .000.00 14. Status barang tersebut adalah stock item (SI).00 161.96 169.00 0.20 Jumlah tersebut merupakan barang yang datang dari bulan Januari s.239.120.772.40 254. unit peminta barang dan nilai sebagai berikut: Bulan Har I *) Januari Pebruari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember 7.818.833.16 PPK 12.043.00 0.822.900.470.00 280.744.027. 3.d Nopember 2004 dengan rincian waktu.00 467.113.00 3.774.117.00 3. Pemeliharaan I (Har I) Dep.825.818.074.772. Terdapat sisa barang yang sudah dibeli dari tahun 2001 s.427.00 116.27 Departemen Har III 35.581.00 17. 1. Pemeliharaan III (Har III) Dep.00 212.750.00 426.956.926. 4. 5 Departemen) baik pembelian dalam negeri maupun pembelian impor.652.477.915.831.224.833.581.350.d 2004 senilai Rp21.578.840.483.58 120.00 10.120.00 21.293.83 180.931. 5.00 Latsin 160.00 106. Berdasarkan data yang diperoleh dari Bagian Perencanaan dan Pengendalian Biro Pengadaan (Candal Ro Daan) diketahui bahwa s.496.BPK RI menyarankan agar PT PG segera melakukan rekonsiliasi lebih lanjut untuk menetapkan jumlah yang pasti dan selanjutnya melakukan penagihan secara intensif.00 31.85 214.00 9.00 448.32 36.270.997.00 284.00 158.20 dengan rincian sebagai berikut: No.00 0. Prasarana Pabrik & Kawasan (PPK) Dep.459.27 1.76 0.126.150.00 64.074.936.320.980.00 35.150.00 1.00 426.76 13.063.16 467.509.828.411.939.

00 433.360.853.00 Pengadaan tahun 2002 1.00 dan di Departemen Peralatan & Permesinan sebesar Rp897.489.921. 4.483.557.714.789.455. Hal yang sama terjadi juga pada tahun 2003.946.854.557.07 28.255.462.120.249. 3. 3.370.829.099.106.829. Seharusnya barang yang sudah dibeli oleh Ro Daan atas permintaan user dengan kategori intransit atau suku cadang penyangga segera diambil dari gudang logistik Ro Daan dan langsung dipakai.000.181.800.289.232.45.163.161.36 1.22. 5.321.816.639.639.Berdasarkan penjelasan dari PT PG diketahui bahwa belum diambilnya barang tersebut antara lain dikarenakan barang yang akan diganti ternyata masih bisa diperbaiki dan dipakai lagi serta ketika diperlukan barang tersebut belum datang.483.00 91.692.00 900.00 88.654.00 0.22 Berdasarkan hasil pemeriksaan secara uji petik atas administrasi dan fisik barang yang belum diambil diketahui bahwa dari jumlah barang yang belum diambil per 31 Desember 2003 ternyata diantaranya terdapat barang yang berasal dari pengadaan tahun 2001 dan 2002 dengan rincian sebagai berikut: No.946.259.681. di Departemen Pemeliharaan II sebesar Rp1.81 1.68 3.557.98.639.221.023.383.00 36.249.729.00 0.80 1.907.206.009.259.840.800.489.190.729.81 sehingga sisa barang yang belum diambil per 29 Desember 2004 seluruhnya sebesar Rp8. Rincian barang yang belum diambil per 31 Desember 2003 terjadi pada Departemen berikut: No.78 24.78 24.107.68 3.109.81 1.00 936.417.896.907.878.206.708.023.300. 1.000. Departemen Pemeliharaan I Pemeliharaan II Pemeliharaan III Prasarana Pabrik & Kawasan Peralatan & Permesinan Jumlah Nilai (Rp) 17.861.681.74 1.864.096.175.00 936.322.98 22. 5.259.253. 2. atau seluruhnya sebesar Rp15.68 2.896.41.59 231.71.842.108.22 Jumlah Dari jumlah tersebut diketahui bahwa pada tahun 2004 terjadi mutasi di Departemen Pemeliharaan I sebesar Rp10.76 17.886. Pemeliharaan I Pemeliharaan II Pemeliharaan III Prasarana Pabrik & Kawasan Peralatan & Permesinan Jumlah 3.825.00 0.95 1.945.108.500.46 2003 16.354. yaitu jumlah barang yang sudah dibeli namun belum diambil oleh unit peminta barang sebesar Rp24. di Departemen Prasarana Pabrik & Kawasan sebesar Rp1. User 2001 1.67.145.196.000.000.538. 2. 4. di Departemen Pemeliharaan III sebesar Rp2.708.362.538.354.95 1. 21 BPK RI/AUDITAMA V .697.729.875.

41).217. PT PG menjelaskan bahwa sisa barang yang belum diambil oleh unit pemakai dari Januari s. BPK RI menyarankan agar Bagian Candal pada kelima unit peminta barang tersebut dalam mengajukan permintaan pembelian barang disesuaikan dengan kebutuhan senyatanya.387 milyar akan dipasang oleh Dep Har I.842.886. Dep Har III.61 (Rp13.589 milyar akan dipasang oleh Dep Har I. b.074.477 milyar merupakan barang insurance dan sisanya sebesar Rp6. PT PG menyimpan dana operasional perusahaan pada 10 bank dalam 37 rekening yang terdiri dari rekening giro aktif sebanyak 29 rekening untuk operasional perusahaan 22 BPK RI/AUDITAMA V . diantaranya sebesar Rp 1. Dep PPK dan Dep Latsin pada tahun 2005 pada saat Perbaikan Tahunan dan untuk kebutuhan/pemeliharaan rutin. maka perusahaan akan menerapkan prosedur kerja agar tercipta suatu pengendalian atas penerimaan dan pengeluaran uang. Dep Har III. Dep PPK dan Dep Latsin pada tahun 2005 pada saat Perbaikan Tahunan dan untuk kebutuhan/pemeliharaan rutin.d Nopember 2004 sebesar Rp13.864.20 + Rp8.956. Dep Har II.Hal tersebut mengakibatkan terjadi pengendapan dana yang tidak efektif sebesar Rp21. Sedangkan sisa barang yang belum diambil oleh unit pemakai periode 2001.485 milyar merupakan barang insurance (suku cadang penyangga) dan sisanya sebesar Rp11. Dep Har II. Selain itu agar Bagian Candal pada Biro Pengadaan lebih cermat lagi memproses setiap permintaan pembelian dari unit peminta barang.074 milyar.833. diantaranya sebesar Rp2.939. Beberapa ciri pengendalian internal yang baik atas transaksi penerimaan dan pengeluaran uang adalah adanya pemisahan fungsi tugas dan tanggungjawab antara yang menerima dan mengeluarkan uang dengan yang melakukan pencatatan. 2002 dan 2003 sebesar Rp8. Hal tersebut disebabkan: a. PT Petrokimia Gresik tidak melakukan rekonsiliasi bank secara teratur Dalam rangka membentuk pengendalian internal yang baik terhadap pengelolaan dana. Selain itu petugas Keuangan harus melakukan rekonsiliasi bank setiap akhir bulan secara teratur sehingga diharapkan saldo bank menurut pembukuan selalu sesuai dengan saldo fisik yang ada di banknya. yang memberikan otorisasi atas penerimaan dan pengeluaran uang. Terjadi pembelian barang yang tidak tepat waktu dan tidak tepat sasaran. Perencanaan dan pengendalian pada kelima unit peminta barang tersebut di atas tidak berjalan dengan baik.383. 5.864 milyar.

Untuk pelunasan yang belum dapat ditelusuri tersebut dananya tetap tersimpan dalam rekening bank. Bank Syariah Mandiri. Seksi Pembayaran dan Seksi Pengelolaan dana. Oleh karena tidak pernah dilakukan rekonsiliasi bank secara teratur. Seksi Penagihan mempunyai tugas mencatat hasil penagihan atau pelunasan atas penjualan setiap bulan yang antara lain dari distributor dengan mengecek transaksi penerimaan masuk dari rekening koran bank dan mencocokkan dengan catatan dari Bagian Pemasaran. BRI. Citybank. maka setiap bulan akan selalu terdapat selisih atas penerimaan uang antara pembukuan Akuntansi dengan saldo rekening bank secara fisik sehingga jumlah penerimaan dana akan terus terakumulasi dan menjadi dana outstanding. Rekonsiliasi bank hanya dilakukan pada akhir tahun yaitu bulan Desember bersamaan dengan penyusunan laporan keuangan akhir tahun perusahaan. dana outstanding yang belum diketahui sumbernya akan dibukukan sebagai Uang Muka Penjualan. Sedangkan yang menjadi dasar jumlah saldo bank di laporan keuangan interim adalah saldo bank menurut pembukuan Akuntansi. Rekonsiliasi bank di PT PG merupakan tugas dari Seksi Pengelolaan Dana dan dijelaskan bahwa selama tahun 2004 rekonsiliasi bank tidak dilakukan secara teratur setiap bulan. Kesepuluh bank yang mengelola dana perusahaan tersebut adalah BCA. timbulnya dana outstanding tersebut karena belum dilakukan pembukuan atas sejumlah uang masuk di bank atas pembayaran distributor yang belum dapat diidentifikasikan dan juga karena terjadi penumpukan (overload) pekerjaan di Seksi Penagihan sehingga terlambat dalam membukukan uang yang telah diterima. Pada akhir tahun. Bukopin. Namun Seksi Penagihan kadang-kadang mengalami kesulitan terhadap pelunasan yang dilakukan distributor dengan cara transfer bank atau melalui ATM karena tidak ada keterangan yang jelas. Berdasarkan struktur organisasi PT PG. Bagian Keuangan selama ini memperlakukan dana yang outstanding tersebut tetap tersimpan dalam rekening bank sebagai rekening yang belum diketahui. BNI. Bank Mandiri. yaitu Perbendaharaan dan Pajak & Asuransi (Paransi). Dana outstanding ini berdampak pada saldo piutang usaha setiap akhir bulan. Menurut penjelasan Biro Keuangan. Bank DBS Indonesia dan Bank Hongkong Shanghai Bank Corporation (HSBC). Biro Keuangan terdiri dari dua bagian. Standard Chartered Bank. 23 BPK RI/AUDITAMA V .dan 8 rekening untuk penyaluran Kredit Modal Kerja dan Kredit Investasi. Bagian Perbendaharaan membawahi Seksi Penagihan.

BPK RI menyarankan agar PT PG: a. Pada bulan Oktober 2004. b. saldo rekening koran lebih besar Rp69 milyar d. Informasi saldo bank yang terdapat dalam Laporan Keuangan Bulanan tidak mencerminkan posisi yang sesungguhnya sehingga dapat mempengaruhi keputusan yang diambil oleh Manajemen sebagai pengguna laporan keuangan b. Belum ada kebijakan mengenai kapan dan bagaimana rekonsiliasi bank harus dilakukan. yaitu saldo rekening bank lebih tinggi dari saldo menurut buku pada bulan Januari. Dari hasil pemeriksaan dapat diketahui bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara saldo bank menurut rekening koran dengan saldo menurut pembukuan Akuntansi. Rincian perbedaan tersebut adalah sebagai berikut: a. Oktober dan Nopember tahun 2004. Terbatasnya sumber daya manusia yang melakukan rekonsiliasi bank. saldo rekening koran lebih besar Rp87 milyar PT PG seharusnya melakukan rekonsiliasi bank secara teratur setiap bulan dan bila terdapat selisih segera menyesuaikannya sehingga saldo bank di pembukuan selalu sesuai dengan saldo fisik yang ada di bank. saldo rekening koran lebih besar Rp60 milyar c. Pada bulan Nopember 2004. Melakukan rekonsiliasi bank secara teratur setiap bulan sehingga dapat diperoleh informasi keuangan yang akurat dan tepat waktu. Hal tersebut disebabkan: a. 24 BPK RI/AUDITAMA V . saldo rekening koran lebih besar Rp42 milyar b. Tujuan sistem akuntansi sebagai salah satu sarana pengaman asset perusahaan tidak tercapai. Juni. Pada bulan Juni 2004. rekonsiliasi bank telah dilakukan dan untuk periode selanjutnya akan melakukan rekonsiliasi bank secara periodik (bulanan).Bagian Keuangan mengalami kendala untuk melakukan rekonsiliasi bank karena yang menangani rekonsiliasi bank hanya dilakukan oleh satu orang petugas sedangkan jumlah rekening bank yang digunakan ada 29 rekening giro dan dilakukan setiap bulan. Pada bulan Januari 2004. Timbulnya dana outstanding yang mempengaruhi nilai saldo piutang usaha setiap akhir bulan. PT PG menjelaskan pada bulan Desember 2004. c. Hal tersebut mengakibatkan: a.

Tindak lanjut Hasil Pemeriksaan tahun 2003 Dalam pemeriksaan tahun buku 2003 terdapat 2 (dua) temuan.b. Hal tersebut dilakukan agar PT PG tidak menanggung beban sewa gudang atas sisa pupuk milik Distributor yang masih tersimpan di gudang penyangga. Kedua temuan tersebut dan tindak lanjutnya adalah: a. Tindak lanjut mengenai pembagian beban biaya gudang. Menyusun kebijakan dan prosedur mengenai pelaksanaan rekonsilasi bank dan kapan rekonsiliasi tersebut harus dilakukan. Mulai tahun 2004 pelaksanaan pembinaan industri kecil kapur dan fosfat alam dilakukan oleh Biro Pengadaan PT PG b. Pelaksanaan pembinaan industri kecil kapur dan fosfat alam yang diserahkan pelaksanaannya kepada PT Graha Cipta Sarana (PT GCS) tidak sesuai dengan Surat Direktur Produksi No. Tindak lanjut terhadap temuan tersebut adalah PT PG telah memutus kontrak dengan PT GCS. Temuan tersebut seluruhnya telah ditindaklanjuti pada tahun 2004 dan dinyatakan selesai. karena PT GCS tidak melakukan kewajiban berupa pembinaan kepada industri kecil. terutama mengenai pembagian beban biaya gudang. PT PG telah memberlakukan pemberian sanksi denda terhadap keterlambatan penebusan DO. Perjanjian Kerjasama Sewa Gudang dengan PT Bhanda Ghara Reksa (PT BGR) belum sepenuhnya selaras dengan SPJB antara PT PG dengan Distributor Pupuk.03/13/DR/2000 tanggal 19 Mei 2000. 6.1400/05/HU. BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA 25 BPK RI/AUDITAMA V .03.

C/AUDITAMA V/01/2005 : 18 Januari 2005 Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Jalan Gatot Subroto No. 31 Jakarta 10210 Telp. 5704395 s.BPK RI LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN LAPORAN PENGELOLAAN PROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL) PT PETROKIMIA GRESIK Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2004 Nomor Tanggal : 02. 5738727. 5723995 . 5738740. (021) 5700380.d. (021) 5700380. 5720957. 9 pesawat 511 Fax.

Hasil Audit Pengelolaan Dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan …………………………………………………………..DAFTAR ISI BAB I BAB II SIMPULAN HASIL AUDIT URAIAN AUDIT 1. Sumber dan Penggunaan Dana ……………………………………… 8. 2. Hal-hal Yang Perlu Mendapat Perhatian ……………………………. Ruang Lingkup dan Periode yang Diaudit ………………………….. 4. Dasar Audit ……………………………………. 3. 5..……………………… 6. Dasar Pengelolaan Dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan . Struktur Organisasi ………………………….... Lampiran 8 16 20 6 6 6 7 7 Hal 1 . Sifat dan Tujuan Audit …….……………………………………….…………. 7.………..

Standar Auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia serta aturan lainnya yang diberlakukan pemerintah terhadap pengelolaan PKBL.526.201.282. perencanaan.370. Laporan keuangan dan laporan mengenai pengelolaan PKBL merupakan tanggung jawab manajemen. Suatu audit meliputi evaluasi terhadap bukti. Kami melaksanakan audit berdasarkan Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan Badan Pemeriksa Keuangan.024.658. efisiensi dan keekonomisan serta kepatuhan pada peraturan yang berlaku.378.SIMPULAN HASIL AUDIT Kami telah mengaudit Laporan Keuangan dan Laporan mengenai pengelolaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) PT Petrokimia Gresik untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004.48% dari Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Program Kemitraan tahun 2004 sebesar Rp3.10% dari realisasi tahun 2003 sebesar Rp4.00 atau 133.202.00 telah BPK RI/AUDITAMA V .024. sistem pengendalian manajemen dan pelaksanaan operasi Program.658. Simpulan atas audit tersebut adalah sebagai berikut: 1. Audit dilaksanakan dari tanggal 6 Desember 2004 sampai dengan 18 Januari 2005. Anggaran dan realisasi Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Realisasi dana Program Kemitraan dilaksanakan dalam bentuk pemberian pinjaman modal kerja/investasi serta bantuan hibah.090.000.614. Tanggung jawab kami terletak pada hasil penilaian atas laporan keuangan dan pengelolaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan PKBL berdasarkan audit kami.00 95. Berdasarkan dana Program Kemitraan yang tersedia pada tahun 2004 sebesar Rp6.900. Sedangkan dana Bina Lingkungan yang tersedia pada tahun 2004 sebesar Rp2.00 tersebut merupakan 154. penggunaan Rp6. Standar tersebut mengharuskan kami memberikan penilaian atas efektifitas.00. Hasil audit pengelolaan dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Dari audit atas pengelolaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) PT Petrokimia Gresik (PT PG) untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 dapat dikemukakan sebagai berikut: a.008.370.00 telah direalisasikan dalam bentuk pinjaman atau dan hibah untuk Realisasi Program Kemitraan dana sebesar sebesar Rp6.90%. review dan analisa terhadap kebijakan.000.630.

bantuan pengembangan prasarana dan sarana umum.958.782. 3) Pemantauan Pemantauan merupakan kegiatan yang sangat penting untuk memperoleh informasi mengenai perkembangan mitra binaan.00. Realisasi penggunaan dana Bina Lingkungan sebesar Rp1.030.00 atau 169. 2 BPK RI/AUDITAMA V . PT PG juga bekerjasama dengan PT Gresik Cipta Sejahtera (PT GCS) dalam pembinaan mitra binaan.00.157.319.030. bantuan sarana ibadah serta bantuan peningkatan kesehatan sebesar Rp1.00 tersebut merupakan 190.000.14% dari realisasi tahun 2003 sebesar Rp1.00 atau 88.00.782.000. Sedangkan rencana alokasi dana bina lingkungan sebesar Rp1. RKA tersebut digunakan sebagai acuan pengelolaan PKBL 2) Koordinasi Dalam penyaluran bantuan baik untuk kemitraan maupun untuk bina lingkungan telah dilaksanakan koordinasi secara internal pada pelaksana BPPIK dan unit kerja terkait. jumlah mitra binaan yang akan dibina sebanyak 200 mitra binaan dengan rencana alokasi sebesar Rp4.13% dari RKA Bina Lingkungan sebesar Rp1.888.108. demikian juga mengenai bantuan kepada masyarakat lingkungan sekitar perusahaan.000. Efektivitas Kegiatan Manajerial Bagian PKBL PT PG 1) Perencanaan Dalam tahun 2004. Berdasarkan RKA PKBL tahun 2004.000. 5) Pelaporan Pelaporan pengelolaan program kemitraan dan bina lingkungan telah dilakukan sesuai dengan ketentuan. Dalam melaksanakan pemantauan terhadap mitra binaan BPPIK juga bekerja sama dengan PT GCS. b. 4) Pengadministrasian Pengadministrasian terhadap mitra binaan maupun calon mitra binaan telah dilakukan oleh pelaksana BPPIK.000.000.808.95%.958. Ketua Pelaksana Badan Pembinaan dan Pengembangan Industri Kecil (BPPIK) PT PG telah menyusun program kerja kemitraan 2004 seperti yang tertuang dalam RKA PKBL tahun 2004.direalisasikan untuk pelaksanaan Bina Lingkungan berupa bantuan bencana alam. bantuan pendidikan masyarakat sekitar.319.

00 Bina Lingkungan 3 BPK RI/AUDITAMA V .627. 2. Jumlah kumulatif penggunaan dana dan sampai untuk dengan Program 31 Desember 2004 sebesar sebesar Rp48.660.0 tersebut telah digunakan untuk Program Kemitraan sebesar Rp44.90% dari dana yang tersedia. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan baik untuk pembentukan dana program bina lingkungan dan jenis kegiatan yang diperbolehkan mendapat bantuan.686.00 dan penggunaan dana sebesar Rp48.377.c.686. kinerja PKBL PT Petrokimia Gresik adalah: Tingkat efektivitas penyaluran dana mempunyai skor “3” dengan tingkat penyaluran dana 95. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan. Berdasarkan indikator yang ditetapkan dalam Keputusan Surat Keputusan Menteri Negara BUMN No.323.966. Demikian halnya dengan Program Bina Lingkungan yang telah dilaksanakan sesuai dengan Surat Menteri Negara BUMN No. Sumber dan penggunaan dana Sumber dan penggunaan dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan secara akumulasi sampai dengan 31 Desember 2004 yaitu sumber dana sebesar Rp48. Kep-100/MBU/2002 tanggal 04 Juni 2002 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Badan Usaha Milik Negara.00. Tingkat kolektibilitas pengembalian pinjaman mempunyai skor “2” dengan tingkat kolektibilitas pinjaman 40. d.323. pada umumnya PT PG telah melaksanakan Program Kemitraan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku terutama ketentuan mengenai (1) batasan jumlah pembentukan/penyediaan dana Program Kemitraan dan pengalokasiannya dan (2) jenis kegiatan yang diperbolehkan sebagaimana ditetapkan dalam Keputusan Menteri Keuangan RI Nomor 316/KMK.S-366/M-MBU/2002 tanggal 6 Mei 2002 tentang Program Bina Lingkungan jo Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No.016/1994 tanggal 27 Juni 1994 tentang Pedoman Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi Melalui Pemanfaatan Dana dan Bagian Laba BUMN jo Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No.377.671. Ketaatan Terhadap Ketentuan Perundang-Undangan Yang Berlaku Untuk tahun 2004.86% dari jumlah seluruh pinjaman.627.616.

304.475. Permasalahan tersebut mengakibatkan terjadi tumpang tindih penagihan dengan petugas PT GCS dan melanggar perjanjian yang telah disepakati. 3.00 yang memerlukan usaha khusus dalam penagihannya. Hal-hal yang perlu mendapat perhatian a. Hal tersebut disebabkan PT PG belum melakukan survai secara memadai dan kurang selektif dalam menentukan obyek penerima dana Program BL.000.00. Pelaksanaan tugas antara Bagian UKK PT Petrokimia Gresik dan PT Gresik Cipta Sejahtera belum sepenuhnya sesuai dengan Surat Perjanjian yang berlaku. Terdapat satu (1) temuan pemeriksaan tahun buku 2002 yang masih dalam proses penyelesaian yaitu terdapat uang pembinaan kemitraan usaha tani yang belum dibayarkan kepada petani dan masih berada di distributor pupuk PT Himikarta senilai Rp16. e. Biro/Departemen dan Kompartemen dalam struktur organisasi PT PG yang terkait dengan pengelolaan PKBL.800.00.Rp3. Sehingga sisa dana PKBL pada 31 Desember 2004 sebesar Rp282. Hal tersebut terjadi karena Bagian UKK berkeinginan untuk menaikkan tingkat pengembalian pinjaman. Hal tersebut disebabkan PT PG kurang melakukan penagihan secara intensif. Pelaksanaan pemberian bantuan Program Bina Lingkungan (BL) belum sepenuhnya mengikuti ketentuan. d.000. Hal tersebut disebabkan Direksi PT PG kurang mematuhi ketentuan dalam Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No.145. Permasalahan tersebut mengakibatkan pemberian bantuan BL sebesar Rp225. Saldo pinjaman tersebut per 31 Desember 2004 sebesar Rp12.00.696. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 dan Surat Edaran Menteri BUMN Nomor SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003. c.575. Terdapat pinjaman macet sebesar Rp220. PT Petrokimia Gresik belum membentuk unit Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) yang mandiri.000. b.070.00 kurang tepat sasaran.000.280. Permasalahan tersebut mengakibatkan meningkatnya jenjang birokrasi dan diperlukannya koordinasi lebih intensif antara Bagian. 4 BPK RI/AUDITAMA V .00.706.

) di Jakarta dan kepada M. kami merekomendasikan sebagai berikut : a. S. Direksi PT PG agar menyempurnakan klausul dalam Surat Perjanjian yang telah dibuat dengan PT GCS khususnya pasal 1 ayat 3 butir b tentang tugas penagihan. d. Rekomendasi Terhadap permasalahan di atas. Ikhsan Abdullah. MA. D-1416 Jakarta.433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003 dalam menentukan obyek penerima dana BL. Sulaeman dan H. Misnoto. b.SE. Agar PT PG segera menindaklanjuti temuan yang masih dalam proses penyelesaian. sedangkan penjelasan lebih lanjut dimuat pada laporan berikut.4. c. 18 Januari 2005 5 BPK RI/AUDITAMA V . Bagian UKK PT PG melakukan penagihan dengan cara mendatangi langsung maupun dalam bentuk surat dan memberi peringatan tertulis kepada Ketua dan Sekretaris Yayasan Bina Masyarakat Insan Utama (H. Auditor Utama Keuangan Negara V Penanggung Jawab Audit.H. Anis di Surabaya. e. Ak. Direksi PT PG segera membentuk unit PKBL yang mandiri. Pengelola program BL PT PG agar melakukan evaluasi proposal bantuan BL dan berpedoman pada Surat Edaran Menteri BUMN No. Demikian kesimpulan hasil audit terhadap pengelolaan PKBL PT PG yang dapat kami sampaikan. Register Negara No. Drs.

Sifat dan Tujuan Audit Audit yang kami lakukan merupakan audit keuangan dan operasional atas pengelolaan Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan (PKBL) PT Petrokimia Gresik dengan tujuan untuk menilai efektivitas dan efisiensi pengelolaan program. perihal penugasan untuk melakukan pemeriksaan atas Laporan Keuangan Tahun Buku 2004 pada PT Petrokimia Gresik dan pemeriksaan atas pengelolaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL). b. Surat Edaran Menteri BUMN No. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 5 tahun 1973 tentang Badan Pemeriksa Keuangan dan peraturan perundangan lainnya yang berlaku. Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. 23 F dan 23 G. serta menilai kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dasar Pengelolaan Dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan a. SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan. daya guna dan hasil guna. Surat Menteri Negara BUMN No. BPK R1/AUDITAMA V .57/ST/VII-XV. b. Surat Menteri Negara BUMN No. 3. c.S-116/MBU/2003 tanggal 21 Maret 2003 tentang Penetapan Alokasi Dana PUKK. Surat Tugas Badan Pemeriksa Keuangan No.URAIAN AUDIT 1. Undang-undang Dasar Tahun 1945 pasal 23 E. memberikan rekomendasi perbaikan guna meningkatkan kehematan. Dasar Audit a. BUMN Pembina & Koordinator Pembina di setiap Propinsi Tahun 2004. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan. 2. BUMN Pembina & Koordinator Pembina di setiap Propinsi/Daerah Istimewa Tahun 2003. d.1/9/2004 tanggal 28 September 2004. c.S-88/MBU/2004 tanggal 31 Maret 2004 tentang Penetapan Alokasi Dana PUKK.

03.03.205/07/HU. Dewan Pembina: Ketua Wakil Ketua I Wakil Ketua II Ketua Sekretaris Bendahara : Direktur Teknik : Kepala Kompartemen Pengembangan : Kepala Kompartemen Administrasi dan Keuangan. : Kepala Biro Pengembangan Usaha : Kepala Bagian Pengembangan Usaha Kecil dan Koperasi : Kepala Biro Keuangan : Direksi PT Petrokimia Gresik c. g. 4. Surat Keputusan Menteri Negara BUMN No.d 31 Desember 2004). f. Struktur Organisasi Dalam rangka untuk lebih meningkatkan pelaksanaan Pembinaan dan Pengembangan Industri Kecil. Surat Keputusan Direksi PT Petrokimia Gresik No. Ruang Lingkup dan Periode yang Diaudit Kami melakukan audit atas laporan keuangan dan hasil pengelolaan PKBL PT Petrokimia Gresik tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (tanggal 1 Januari s.097/05/TU. Kep-100/MBU/2002 tanggal 04 Juni 2002 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Badan Usaha Milik Negara. Penasehat b. Direksi PT Petrokimia Gresik membentuk Badan Pembinaan dan Pengembangan Industri Kecil (BPPIK) dengan Surat Keputusan Direksi No. Audit dilaksanakan dari tanggal 6 Desember 2004 sampai dengan 18 Januari 2005.04. Pelaksana: Pencatat Pembukuan : Kepala Biro Akuntansi 7 BPK-RI/AUDITAMA V .03/31/SK/2003 tanggal 22 Juli 2003 tentang Susunan dan Tugas Badan Pembinaan dan Pengembangan Industri Kecil (BPPIK) PT Petrokimia Gresik.02/30/SK/2002 tanggal 15 Mei 2002 tentang Susunan dan Tugas Pelaksana Program Bina Lingkungan PT Petrokimia Gresik.205/07/HU. Adapun bentuk dan susunan anggota BPPIK PT Petrokimia Gresik adalah sebagai berikut: a.e. Surat Keputusan Direksi PT Petrokimia Gresik No.03/31/SK/2003 tanggal 22 Juli 2003 tentang Susunan dan Tugas Badan Pembinaan dan Pengembangan Industri Kecil (BPPIK). 5.

02/30/SK/2002 tanggal 15 Mei 2002 tentang Susunan dan Tugas Pelaksana Program Bina Lingkungan PT Petrokimia Gresik. Anggota : 1.d. Sedangkan untuk melaksanakan Program Bina Lingkungan. Karo/Kadep yang terkait 2. pemasaran dan manajerial. 6. Pengelola Lingkungan Industri Kecil (LIK) Gresik.097/05/TU. Perbandingan antara realisasi penerimaan dan pengeluaran tahun 2004 dengan anggarannya serta terhadap realisasi tahun sebelumnya adalah sebagai berikut: 8 BPK-RI/AUDITAMA V . Susunan Pelaksana Program Bina Lingkungan adalah sebagai berikut: Ketua Sekretaris Bendahara Pencatat Pembukuan Anggota : Sekretaris Perusahaan : Karo Humas : Karo Keuangan : Karo Akuntansi : Karo/Kadep yang terkait.04. Direksi PT PG membentuk Pelaksana Program Bina Lingkungan dengan Surat Keputusan No. Hasil Audit Pengelolaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Audit atas pengelolaan dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) PT PG untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 dapat dikemukakan sebagai berikut: a. Anggaran dan Realisasi Program Kemitraan dan Bina Lingkungan 1) Program Kemitraan Program Kemitraan yang telah dilakukan oleh BPPIK PT PG adalah pembinaan dibidang permodalan dan hibah yang terdiri dari teknik produksi. PT Gresik Cipta Sejahtera (PT GCS) 3.

240.000 4.703.97 168.00 telah direalisasi dalam bentuk pinjaman dan hibah sebesar Rp6.00 atau 95.789.75 2.651. Berdasarkan dana yang tersedia pada tahun 2004 sebesar Rp6.295.97 152.118.370.000.69 131.000.65 137.00 yang sebelumnya dianggarkan sebesar Rp1. Saldo Realisasi Program Kemitraan dilaksanakan dalam bentuk pemberian pinjaman modal kerja/investasi serta bantuan hibah yang dimaksudkan untuk membantu meningkatkan dan mengembangkan kegiatan usaha kecil dan koperasi.658.658.980 19. Realisasi penggunaan dana Rp6.078.590.79 129.240.000.230 4. Biaya Operasional Jumlah Penggunaan Dana 3.35% dari anggaran sebesar Rp3.242.400 6.10% dari realisasi tahun 2003 sebesar Rp4.72 134.630.026.408.000 6.000.000 4.11 153. Penggunaan dana : 1.000.120. 9 BPK-RI/AUDITAMA V .470 5.108.071.008.196 4.606.54 69.401.119.024.78 151.(Rupiah) REALISASI No Uraian RKA Tahun 2004 (2) Tahun 2003 (3) Tahun 2004 (4) Perbandingan (%) (1) (5)=(4/2) (6)=(4/3) A.96 276.244.599.370 217.03 159.900.122.282.282.96 B.77 181.740.98 104.993.941.000.660 450.30 125.821.841.703.295.623 22.353.22 11.526.400. Penerimaan jasa giro/bunga deposito e.125.00. Penerimaan angsuran pinjaman c.370.087.090.27 63.590.117 491.090 343.770 39.203.590.46 C.626 14.120.860 173.90%.39 116.196 932.378.60 174.000 4. Lain-lain Jumlah dana yang tersedia 1.00 tersebut merupakan 154.832 275. Hibah kepada Mitra Binaan 3.00 atau 133.00.000 780.024. Pinjaman Modal kerja/investasi 2.000. Dana yang tersedia : 1.000 616. Penerimaan alokasi laba tahun 2003 b.630 105.560 1.990.397.990 2.617.27 67.000.191.590.000 3.133.026.994.090 124.300.874 438.35 78.000 14.00 Realisasi pembinaan dalam bentuk bantuan pinjaman modal diberikan kepada 174 Mitra Binaan sebesar Rp5.008. Saldo Awal 2.000 401.000.48% dari Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Program Kemitraan tahun 2004 sebesar Rp3.000.408.050 20.000 208.068.948.470 189.087. Sumber dana : a.634 0 4. Penerimaan bunga pinjaman d.00 atau 173.633 338.338.667 343. Tingginya realisasi penyaluran tersebut disebabkan ketersediaan dana dari tingkat pengembalian pinjaman yang cukup tinggi dan naiknya realisasi sumber dana dari pembagian laba sebesar Rp1.

895.00 atau 168.068.Realisasi hibah untuk mitra binaan dalam bentuk pameran dan promosi. forum temu bisnis.320.000.000.000.000 150.465.320 19.99 35.370.99% dari anggaran sebesar Rp250.00 dengan rincian sebagai berikut: Bidang Pameran dan promosi Konsultasi bisnis Forum temu bisnis Partisipasi dalam kegiatan koord BUMN Sarana dan prasaran LIK Jumlah Anggaran 250.00.000.900. konsultasi bisnis. Perbandingan antara realisasi penerimaan dan pengeluaran tahun 2004 dengan anggarannya serta terhadap realisasi tahun sebelumnya adalah sebagai berikut: 10 BPK-RI/AUDITAMA V .50 19.000 780. 2) Bina Lingkungan Pengelolaan Program Bina Lingkungan telah dilaksanakan dengan memberikan bantuan kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan kepedulian terhadap pembinaan masyarakat terutama di sekitar lokasi perusahaan.900 52.950 616.000.000.50% dari anggaran sebesar Rp130. partisipasi dalam kegiatan koordinasi BUMN serta untuk sarana dan prasarana LIK masih dibawah anggarannya. bahkan untuk kegiatan forum temu bisnis hanya mencapai Rp644. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan dan Surat Edaran Menteri BUMN No. partisipasi dalam kegiatan koordinasi BUMN serta untuk sarana dan prasarana LIK adalah sebesar Rp616.00 atau 0.26 0.068. Dalam pelaksanaannya PT PG mengacu Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No.000.000 100. forum temu bisnis.00 80.98% dari anggarannya sebesar Rp780.000.000 Realisasi 422.465. SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan.000 121.98 Dari sejumlah kegiatan pemberian hibah untuk mitra binaan tahun 2004 hanya kegiatan pameran dan promosi yang melebihi anggaran yaitu sebesar Rp422.370 Persentase 168.00 atau 78.00.000.71 78.000.000. Sedangkan untuk kegiatan lain yaitu konsultasi bisnis.200 644.000 130.000 150.062.000.000.

55 PT PG telah mengupayakan agar bantuan bina lingkungan yang diberikan dalam bentuk fisik dapat bermanfaat bagi masyarakat di sekitar lingkungan perusahaan yaitu bantuan bencana alam.782.000.949.000 1.13 Realisasi penyaluran bantuan untuk bina lingkungan tahun 2004 untuk semua kegiatan diatas anggarannya.157. 11 BPK-RI/AUDITAMA V .026. Sumber dana : Saldo awal Penerimaan alokasi laba tahun 2003 Bunga deposito/tabungan/jasa giro Dana belum dialokasi Jumlah dana tersedia 1.000.900 540.(Rupiah) RKA No Keterangan (1) Realisasi Tahun 2003 (3) Th 2004 (2) Tahun 2004 (4) Perbandingan (%) (5)=(4/2) (6)=(4/3) A.726.562 1.03 233.433.00 atau 190.663.000.50 190.556.000 200.000.000) 2.65 168.433.000.500.15 202.000.420 194.042.888 148.500.370. Tingginya realisasi penyaluran bantuan tersebut disebabkan ketersediaan dana dari naiknya realisasi sumber dana dari pembagian laba sebesar Rp2.542.150 454.180.09 256. bantuan pendidikan masyarakat sekitar.306.632 13.600 1.00 dengan rincian sebagai berikut: Bidang Bantuan bencana alam Bantuan pendidikan masyarakat sekitar Bantuan pengembangan prasarana dan sarana umum Bantuan sarana ibadah Bantuan peningkatan kesehatan Biaya operasional Jumlah Anggaran 50.295. bantuan sarana ibadah dan bantuan peningkatan kesehatan.000 211.850 129.486.978.94 211. biaya pembangunan prasarana dan sarana umum.000 12.182 13.808.000.10 1.180.250 231.260 1.000 30.30 59.75 168.91 15.726.050 484.2.990 650.353.14 64.000.000 1.030.201.600 932.28 143.294.000.888 1.156.614.000 339.990.000.000 7.000 1.500.000 1.958.295.00.14 163.640 (129.000.780.030.000.782 % 119.911.175.806. Realisasi pelaksanan program bina lingkungan tahun 2004 sebesar Rp1.218.202 940.958.13 1.175.574.00 yang sebelumnya dianggarkan sebesar Rp1.242.94 1.949.030.000.40 227.600 1.000 0 1.000 Realisasi 59.000 Biaya operasional Jumlah penggunaan dana Saldo per 31 Desember 2004 30.958.450 404.319.50 190.06 46.250 1.562 2.000.026.000 12.319.63 211.145.450 148.44 46.153.782 243.13% dari anggaran sebesar Rp1. Penggunaan Dana Pelaksanaan Program Bina Lingkungan 1.000 200.814.319.31 169.944.

BPPIK juga bekerja sama dengan PT GCS.000. peningkatan kemampuan ketrampilan teknik produksi. 2) Koordinasi Dalam penyaluran bantuan baik untuk kemitraan maupun untuk bina lingkungan telah dilaksanakan koordinasi secara internal pada pelaksana BPPIK dan semua unit yang terkait dengan PKBL. 12 BPK-RI/AUDITAMA V . Kegiatan pemantauan terhadap mitra binaan secara terus-menerus sangat penting guna memperoleh informasi mengenai perkembangan mitra binaan dan meningkatkan tingkat pengembalian pinjaman. demikian juga mengenai bantuan kepada masyarakat lingkungan sekitar perusahaan. 5) Pelaporan Pelaporan pengelolaan program kemitraan dan bina lingkungan telah dilakukan sesuai dengan ketentuan dari Menteri Negara BUMN. Dalam melaksanakan pemantauan terhadap mitra binaan. PT PG juga mengadakan kerjasama dengan PT Gresik Cipta Sejahtera (PT GCS) dalam hal pembinaan usaha kecil yang meliputi peningkatan kemampuan manajerial. RKA tersebut digunakan sebagai acuan pengelolaan kegiatan PKBL. Sedangkan rencana alokasi dana bina lingkungan sebesar Rp1.000. peningkatan kemampuan pemasaran.030. jumlah tersebut turun apabila dibandingkan dengan jumlah mitra binaan tahun 2003 sebanyak 202 mitra binaan.108.b.000. jumlah mitra yang akan dibina sebanyak 200 mitra dengan rencana alokasi sebesar Rp4.000. Selain itu.00. 3) Pemantauan Jumlah mitra binaan tahun 2004 sebanyak 174 mitra binaan. Berdasarkan RKA PKBL tahun 2004.00. 4) Pengadministrasian Pengadministrasian terhadap mitra binaan maupun calon mitra binaan telah dilakukan oleh pelaksana BPPIK. peningkatan kemampuan modal kerja. PT PG telah menyusun program kerja kemitraan 2004 seperti yang tertuang dalam RKA PKBL tahun 2004. Efektivitas kegiatan manajerial bagian PKBL PT PG 1) Perencanaan Dalam tahun 2004.

227.00 (Rp38.895.663.648.00 dan Rp9.00 atau sisa pinjamannya sebesar Rp17.564.00 dan Rp21.827. Rp396.364.403.00 .00.247. Proyek Agro Bisnis (PAB) 13 BPK-RI/AUDITAMA V .c. sebesar Rp399.016/1994 tanggal 27 Juni 1994 tentang Pedoman Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi Melalui Pemanfaatan Dana dan Bagian Laba BUMN jo Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No.00.564.252. Kurang Lancar.882.733. Demikian halnya dengan Program Bina Lingkungan yang telah dilaksanakan sesuai dengan Surat Menteri Negara BUMN No.192. Pinjaman macet sebesar Rp9.848. KEP236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan baik untuk pembentukan dana program bina lingkungan dan jenis kegiatan yang diperbolehkan mendapat bantuan.00 yang dapat dikelompokkan dalam kategori Lancar.00. Rp69.823.219.227.971.192.828.187.744.402. yang terdiri dari usaha kecil sebanyak 170 mitra binaan dan koperasi sebanyak 4 mitra binaan.500.971. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan.500.486.252. b) Perkembangan penyaluran pinjaman Realisasi penyaluran pinjaman dan pengembalian dana Program Kemitraan sampai dengan 31 Desember 2004 masing-masing sebesar Rp38. Kinerja program kemitraan dan bina lingkungan 1) Kinerja Program Kemitraan a) Perkembangan mitra binaan Sampai dengan 31 Desember 2004 BPPIK PT PG telah membina mitra binaan sebanyak 174 mitra.557. Ragu-ragu dan Macet yang masing-masing sebesar Rp6.S-366/M-MBU/2002 tanggal 6 Mei 2002 tentang Program Bina Lingkungan jo Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. d.00 terdiri dari: − Pinjaman eks.209.895.364.Rp21.00 Rp1.00 sudah dapat persetujuan RUPS untuk dihapusbukukan pada tahun 2000 sehingga sisa pinjaman menjadi Rp16.00).609. pada umumnya PT PG telah melaksanakan Program Kemitraan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku terutama ketentuan mengenai (1) batasan jumlah pembentukan/penyediaan dana Program Kemitraan dan pengalokasiannya dan (2) jenis kegiatan yang diperbolehkan sebagaimana ditetapkan dalam Keputusan Menteri Keuangan RI Nomor 316/KMK.648.448. Dari sisa pinjaman tersebut. Ketaatan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku Untuk tahun 2004.

00 dan Rp387. PT PG juga telah melaporkan kasus ini ke Polres Gresik pada tanggal 17 November 2003. Sesuai dengan Surat Kapolres Gresik No.00 Rp4. Jumlah angsuran selama tahun 2004 sebesar Rp24.00.439. pihak kepolisian telah mengirimkan Berkas Perkara kepada Kepala Kejaksaan Negeri Gresik. Jumlah angsuran selama tahun 2004 sebesar Rp14.770. Sekretaris II dan Bendahara Koperasi telah menyatakan berhutang dengan sungguh-sungguh dan sah kepada PT PG.720. Pengurus Koperasi BIK yang diwakili oleh Ketua I.00 yang merupakan angsuran pokok dan bunga masing-masing sebesar Rp13.00 PAB merupakan proyek yang dibentuk manajemen yang salah satu tujuannya adalah pengenalan pupuk Phonska ke petani dengan cara pemberian pinjaman yang sebagian pendanaannya dibiayai dengan dana PUKK.28 tanggal 28 Pebruari 2003 yang dikeluarkan Notaris Lukman Hakim Gusti.402. Berdasarkan Akta Notaris No.00.00 dan Rp486.393.758.209. Sekretaris I.893.J/VII/2004/Reskim tanggal 21 Juli 2004.260.− Pinjaman Kop.000.425.00. Ketua II.BP/83. c) Efektivitas pinjaman Kinerja Program Kemitraan dalam efektifitas penyaluran pinjaman dan tingkat kolektibilitas pengembalian pinjaman sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Negara BUMN No. Bina Insan Kamil (BIK) − Pinjaman Usaha Kecil/Koperasi lainnya Rp3.440.404.827.061.380.0 terdiri dari sisa pinjaman tahun 2000 dan 2001 yang masing-masing sebesar Rp1. Tunggakan pinjaman Koperasi BIK karena dana yang telah disalurkan kepada Kelompok Tani disalahgunakan oleh Koperasi BIK.000.769.341.280. SH. Kep-100/MBU/2002 tanggal 04 Juni 2002 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Badan Usaha Milik Negara adalah sebagai berikut: penyaluran pinjaman dan kolektibilitas pengembalian 14 BPK-RI/AUDITAMA V .428. Tunggakan sebesar Rp1. Pihak manajemen terus berupaya melakukan penyelesaian sesuai Komitmen Manajemen tanggal 10 Januari 2003 yang ditandatangani oleh Direktur Teknik dan diketahui oleh Direktur Utama PT PG.

403.00 x 100% 6.658.648.35 57.609.008.282.564 16.823.448 69. Tingkat kolektibilitas pengembalian pinjaman Total Skor 3 2 5 Efektifitas Penyaluran Dana Jumlah dana yang disalurkan Jumlah dana yang tersedia 6.663 9.90% Tabel daftar penilaian tingkat penyerapan dana Program Kemitraan Penyerapan (%) > 90 85 s/d 90 80 s/d 85 Skor 3 2 1 < 80 0 Tingkat Kolektibilitas Pengembalian Pinjaman Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Negara BUMN No.733.486.370.882 396. Efektifitas Penyaluran 2.42 2.557 Prosentase 39.630.895.96 0.024.848.00 = X 100% 95. Kep- 100/MBU/2002 tanggal 04 Juni 2002 dan contoh perhitungan yang diberikan dalam Surat tersebut.27 100. untuk menghitung tingkat kolektibilitas pinjaman Program Kemitraan PT PG sebagai berikut: (1) Analisis kolektibilitas pinjaman Uraian Lancar Kurang lancar Ragu-ragu Macet Jumlah Jumlah Pinjaman 6.00 (2) Tingkat kolektibilitas penyaluran pinjaman adalah sebagai berikut: Rata-rata tertimbang kolektibilitas pinjaman PT PG: 15 BPK-RI/AUDITAMA V .Indikator 1.

557.319. jika ada.733.Lancar Kurang Lancar Ragu-ragu 100% x 6.782.884.564.00 16.882.823.448.367.893.448. bunga deposito dan atau jasa giro dari dana Program kemitraan setelah dikurangi beban operasional 3) Pelimpahan dana Program Kemitraan dari BUMN lain.025.00 396.893.911.848.00 x 100% = 40.648.00 75% x 69.663. Realisasi tersebut mencapai 88.486.00.00 digunakan untuk bantuan kepada masyarakat di lingkungan perusahaan. Dana Program Kemitraan yaitu: 1) Penyisihan laba setelah pajak sebesar 1 % (satu persen) sampai dengan 3 % (tiga persen) 2) Hasil bunga pinjaman.201.75 Rp 0.95% dari dana yang tersedia sebesar Rp2.202. 7.50 Rp 99.86% = = = = = Rp 6.958.609.00 Rp 6.00 X 100% Tabel daftar penilaian tingkat pengembalian dana Program Kemitraan Tingkat Pengembalian (%) Skor > 70 3 40 s/d 70 2 10 s/d 40 1 < 10 0 2) Kinerja Program Bina Lingkungan Selama tahun 2004 realisasi penyaluran dana program bina lingkungan sebesar Rp1. Sumber dan Penggunaan Dana Berdasarkan Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan Badan Usaha Milik Negara dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan melalui Pemanfaatan dana dari bagian laba BUMN.895.403.121.00 Rp 52.00 25% x Macet 0% x 9.403.884.00 Rata-rata tertimbang kolektibilitas pinjaman Tingkat kolektibilitas pinjaman: Rata-rata tertimbang kolektibilitas pinjaman PK Jumlah seluruh pinjaman 6. Dana Program Bina Lingkungan bersumber dari: 1) Penyisihan laba setelah pajak maksimal sebesar 1 % (satu persen) 16 BPK-RI/AUDITAMA V .025. dana yang dipergunakan untuk pembinaan berasal dari: a. b.665.614.733.

810 554.971 4.500.094. 20. Biaya Operasional Jumlah Bina Lingkungan 1.070 48.671. 4.377.947.386. 2. Hibah Program Kemitraan 3.710.401.490 3.691.252.323.268 320.966. Biaya operasional Jumlah Jumlah Penggunaan Dana Sisa dana per 31 Desember 2004 Sisa dana Program Kemitraan Sisa dana Program Bina Lingkungan Jumlah Sisa Dana per 31 Desember 2004 38.223.660.660.764 1.686 39.304.461.679. 2.192.2) Hasil bunga deposito dan atau jasa giro dari dana Program Bina Lingkungan.627.523.280 17 BPK-RI/AUDITAMA V .227 1.420 282.364. Hasil bunga yang berasal dari penempatan dana pembinaan yang belum tersalurkan.627.00 dan penggunaan dana sebesar Rp48.294.706.171 44.323.966 1.377.113. Program Sumber Dana: Program Kemitraan Alokasi laba bersih Pengembalian pinjaman Bunga pinjaman Pendapatan bunga bank/jasa giro Penerimaan lain-lain Jumlah Bina Lingkungan Alokasi laba bersih Penerimaan lain-lain Jumlah Jumlah Sumber Dana Jumlah 1. 3. Penyaluran pinjaman 2.725.600 3.166.490 48. 5.696.881 44. Penyaluran 2.209.904.476 3. Sumber dan penggunaan dana PKBL secara akumulasi sampai dengan 31 Desember 2004 yaitu sumber dana sebesar Rp48.000 20.00 dengan rincian sebagai berikut: (Rupiah) No.470 15.695.075.323.949.598. Penggunaan Dana: Program Kemitraan 1.860 243.000 21.616 3.686.929.668.

00 18 BPK-RI/AUDITAMA V .422.166.268.000.00 dan tahun 2004 sebesar Rp14. 2.00 Rp21.171.364.00 21.00 dan tahun 2004 sebesar Rp438.119.00 4.00 Rp 1.227.171.00 Sumber dana pengembalian pinjaman dan bunga merupakan dana dari cicilan mitra binaan.240.00 Jumlah dana Bina Lingkungan dari bagian laba tersebut adalah dana Bina Lingkungan akumulasi alokasi dana sampai dengan 31 Desember 2004 dengan rincian sebagai berikut: Rp554.000.929.00.00 Merupakan penerimaan lain-lain sampai dengan 2003 sebesar Rp554.397.660.087. Bunga pinjaman Rp1.909.047.227.00 Rp20. Sumber dana Program Kemitraan dari bagian laba bersih Rp20.353.00 c.904. Program Kemitraan a.00 Merupakan pendapatan bunga pinjaman akumulasi sampai dengan 2003 sebesar Rp1.252.816. Bina Lingkungan a.904. Penerimaan lain-lain dan tahun 2004 sebesar Rp450.854.00 Merupakan pendapatan bunga bank/jasa giro akumulasi sampai dengan 2003 sebesar Rp306. 2003 Tahun 2004 Total .810.679.000.386.941.203. Sumber dana Bina Lingkungan dari bagian laba bersih Rp3.590.000.000.Pengembalian pinjaman 16.626.523.252.00 d. Pengembalian pinjaman Jumlah Rp19.386.364.150.245.642.695. Pendapatan bunga bank/jasa giro Rp320.00 Jumlah dana program PK dari bagian laba tersebut adalah dana Program Kemitraan akumulasi alokasi dana sampai dengan 31 Desember 2004 dengan rincian sebagai berikut: Tahun Pengalokasian Bagian laba bersih s/d 2002 Bagian laba bersih tahun 2003 Jumlah b.113.796.Penjelasan Pos-pos Sumber Dana 1.874. Jumlah tersebut merupakan akumulasi sampai 31 Desember 2004 Hasil Pengembalian Akumulasi Sampai dengan tahun.00 e.

461. Penjelasan Pos-pos Penggunaan Dana 1.00 Rp2.400.00 Rp4.881. Program Kemitraan a. Biaya Operasional sebesar Rp1.929.500.668.223. Bina Lingkungan a.408.091. Penyaluran Rp3.523.00 dan biaya Rp Rp Rp 3.00 616.470.754.947.288.394.00.00 Merupakan penerimaan lain-lain sampai dengan 2003 sebesar Rp12. pemasaran dan manajerial dengan rincian sebagai berikut : Hibah tahun s.d 2003 sebesar Rp1.000.209.175. Penerimaan lain-lain dan tahun 2004 sebesar Rp7.764.574.500.513.00 Rp38.00 Penyaluran tersebut merupakan akumulasi dana yang sudah disalurkan untuk program bina lingkungan s.691.00 dan penyaluran tahun 2004 sebesar Rp1.490.223.370.668.00 Rp 5.00 Rp38.Tahun Pengalokasian Bagian laba bersih s/d 2002 Bagian laba bersih tahun 2003 Jumlah b.839.607.000.d 2003 Rp217. 2.068.00 Hibah Program Kemitraan merupakan akumulasi penyaluran untuk kegiatan pendidikan dan pelatihan mencakup bidang teknik produksi.000.729.600.075.971.370.948.602.00 operasional tahun 2004 sebesar Biaya operasional tersebut merupakan akumulasi biaya operasional s.500.00 Jumlah tersebut merupakan akumulasi penyaluran pinjaman kepada mitra binaan Tahun Penyaluran Penyaluran tahun s/d 2003 Penyaluran tahun 2004 Jumlah b.971.971. Penyaluran pinjaman dengan rincian sebagai berikut: Jumlah Rp1.180.481.192.00.d 2003 Hibah tahun 2004 Jumlah c.192.00 Rp3.00 19 BPK-RI/AUDITAMA V .182.944.000.640.00 Rp1.590.746. Hibah Program Kemitraan Jumlah Rp33.764.00 Rp20.343.00 4.850.

00 dan biaya operasional tahun 2004 sebesar Rp13.03. Untuk mendukung pelaksanakan program pembinaan usaha kecil dan koperasi.205/07/HU.016/1994 tanggal 27 Juni 1994 yang telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No.600. melalui program kemitraan BUMN dengan usaha kecil dan program bina lingkungan. PT Petrokimia Gresik Belum Membentuk Unit Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Yang Mandiri Dalam rangka mendorong kegiatan dan pertumbuhan ekonomi kerakyatan serta terciptanya pemerataan pembangunan melalui perluasan lapangan kerja. kondisi sosial masyarakat dan lingkungan sekitarnya. Biaya Operasional Rp15.600. Pelaksanaan program kemitraan BUMN dengan usaha kecil dan koperasi diatur dalam Keputusan Menteri Keuangan Nomor 316/KMK.145.00 Biaya operasional tersebut merupakan akumulasi biaya operasional untuk bina lingkungan s.949. Direksi PT Petrokimia Gresik (PT PG) membentuk Badan Pembinaan dan Pengembangan Industri Kecil (BPPIK) dengan SK No. kesempatan berusaha dan pemberdayaan masyarakat.094. Hal-Hal Yang Perlu Mendapat Perhatian a.d 2003 sebesar Rp1. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan (PKBL).00. Susunan kepengurusan BPPIK PT PG sesuai dengan pasal 1 SK Direksi tersebut sebagai berikut: 1) Penasehat 2) Dewan Pembina Ketua Wakil Ketua 1 Wakil Ketua 2 3) Pelaksana Ketua Sekretaris Bendahara : Kepala Biro Pengembangan Usaha : Kepala Bagian Pengembangan UKK : Kepala Biro Keuangan : Direktur Teknik : Kepala Kompartemen Pengembangan : Kepala Kompartemen Administrasi Keuangan : Direksi PT PG 20 BPK-RI/AUDITAMA V . perlu ditingkatkan partisipasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk memberdayakan dan mengembangkan kondisi ekonomi.03/31/SK/2003 tanggal 22 Juli 2003 tentang Susunan dan Tugas BPPIK. 8.000.c.

memonitor pinjaman. Pelaksana utama kegiatan program kemitraan adalah Bagian Pengembangan Usaha Kecil dan Koperasi (UKK) yaitu salah satu Bagian dibawah Biro Pengembangan Usaha. Dasar pelaksanaan bina lingkungan diatur dalam SK Direksi yang berbeda yaitu SK No.Pencatat Pembukuan : Kepala Biro Akuntansi 4) Anggota Anggota 1 Anggota 2 Anggota 3 : Kepala Departemen/Biro secara fungsional terkait : PT Gresik Cipta Sejahtera : Pengelola Lingkungan Industri Kecil Gresik Secara garis besar.04.097/05/TU. Kegiatan-kegiatan Bagian Pengembangan UKK antara lain mengevaluasi proposal pinjaman. Direktur 21 BPK-RI/AUDITAMA V . melakukan survai lapangan. tugas dan tanggung jawab BPPIK menurut pasal 1. melakukan penagihan dan membuat laporan program kemitraan serta mengkompilasi laporan program kemitraan dengan laporan program bina lingkungan yang dibuat Biro : Sekretaris Perusahaan : Kepala Biro Humas : Kepala Biro Keuangan : Kepala Biro/Departemen Terkait 4) Pencatat Pembukuan : Kepala Biro Akuntansi Pelaksana Program Bina Lingkungan bertanggungjawab kepada Direksi c. 2 dan 3 adalah melakukan pembinaan dan pengembangan industri kecil dalam bentuk bantuan yang menyangkut aspek teknis dan manajemen yang meliputi: 1) Peningkatan kemampuan manajerial 2) Peningkatan kemampuan dalam ketrampilan teknis produksi 3) Peningkatan kemampuan modal kerja 4) Peningkatan kemampuan pemasaran dan bantuan pemasaran 5) Bantuan penggunaan teknologi terapan 6) Pemberian pinjaman untuk mendapatkan kredit perbankan SK Direksi tentang BPPIK hanya mengatur tentang pelaksanaan program kemitraan.02/30/SK/2002 tanggal 15 Mei 2002 tentang Susunan dan Tugas Pelaksanaan Program Bina Lingkungan.q. Susunan Pelaksana Program Bina Lingkungan sebagai berikut: 1) Ketua 2) Sekretaris 3) Bendahara 5) Anggota Keuangan.

dibentuk unit tersendiri yang khusus melaksanakan Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan (selanjutnya disebut Unit PKBL) dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari organisasi perusahaan secara keseluruhan. KEP236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 menyatakan BUMN Pembina berkewajiban membentuk unit Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan (PKBL).04. Biro Humas juga mengelola anggaran dana pembinaan wilayah yang merupakan beban perusahaan. pengelolaan dana PKBL PT Petrokimia Gresik juga melibatkan Biro Keuangan sebagai Bendahara dan Biro Akuntansi sebagai pencatat pembukuan.d. 22 BPK-RI/AUDITAMA V . Selain mengelola dana program bina lingkungan. Pembentukan unit khusus PKBL ditegaskan lagi dalam Surat Edaran Menteri BUMN Nomor SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan. Sedangkan pasal 1 ayat 6 menyatakan unit PKBL adalah unit organisasi khusus yang mengelola PKBL yang merupakan bagian dari organisasi BUMN Pembina serta bertanggungjawab langsung kepada Direksi BUMN Pembina. Pengelolaan PKBL PT PG seperti diatur dalam SK Direksi Nomor 205/07/HU.02/ 30/SK/2002 tanggal 15 Mei 2002 belum sepenuhnya sesuai dengan Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No.Humas menjadi laporan PKBL. Selain itu. Direksi PT PG seharusnya membentuk unit khusus yang melaksanakan Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan.03. Pasal 5 butir (a) Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. Bagian I tentang Pembentukan Unit Khusus antara lain menyatakan: 1) Agar tujuan pelaksanaan PKBL dapat tercapai.03/31/SK/2003 tanggal 22 Juli 2003 dan Nomor 097/05/TU. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 dan Surat Edaran Menteri BUMN Nomor SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003. 2) Unit PKBL bertanggungjawab langsung kepada salah satu anggota Direksi yang ditetapkan dalam rapat Direksi. Sedangkan pelaksanaan program bina lingkungan mulai dari penerimaan proposal s. pemberian bantuan dan pembuatan laporan dilakukan oleh Biro Humas.

00.000. Anis dengan jumlah tunggakan masing-masing sebesar Rp175.00 yang proses penagihannya memerlukan usaha khusus. Pinjaman modal kerja tersebut digunakan untuk usaha 23 BPK-RI/AUDITAMA V . Pemberian pinjaman tersebut diikat dengan Surat Perjanjian 005.000.000. Penerima pinjaman tersebut adalah Yayasan Bina Masyarakat Insan Utama dan M.800. b. PT Petrokimia Gresik (PT PG) memberikan pinjaman modal kerja sebesar Rp175. Penjelasan lebih lanjut tentang kedua penerima pinjaman tersebut sebagai berikut: a. Yayasan Bina Masyarakat Insan Utama Pada tanggal 26 Pebruari 2001.00 yang memerlukan usaha khusus dalam penagihannya Dari hasil pemeriksaan phisik di lapangan yang dilakukan dari tanggal 27 sampai 31 Desember 2004 ditemukan pinjaman macet sebesar Rp 220.06/GCS. Program Kemitraan dikelola oleh Bagian UKK Biro Pengembangan usaha sedangkan Program Bina Lingkungan dikelola oleh Bagian Informasi dan Komunikasi Biro Pengembangan.Pengelolaan PKBL yang melibatkan beberapa unit setingkat Bagian. Hal tersebut disebabkan Direksi PT PG kurang mematuhi ketentuan dalam Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No.00 dan Rp45.800.800. Direksi PT PG menetapkan pengelolaan program Bina Lingkungan oleh Biro Humas dengan pertimbangan Biro Humas juga bertanggungjawab atas kegiatan pengembangan masyarakat (community development) yang selaras dengan program Bina Lingkungan.000. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 dan Surat Edaran Menteri BUMN Nomor SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003.000. Biro/Departemen dan Kompartemen mengakibatkan meningkatnya jenjang birokrasi dan diperlukannya koordinasi lebih intensif antara unit-unit yang terkait.06/DR/2001 tanggal 26 Pebruari 2001. BPK RI menyarankan agar Direksi PT PG segera membentuk unit khusus PKBL yang mandiri. 007. 009. PT PG menjelaskan pengelolaan PKBL memang dilakukan oleh dua unit setingkat Biro yang terpisah. Agar pengelolaan kegiatan PKBL lebih efektif maka selanjutnya akan dibentuk unit pengelola PKBL. 011 dan 013/02/TU.000.00 kepada Yayasan Bina Masyarakat Insan Utama di Jakarta.000. Terdapat pinjaman macet sebesar Rp220.04.

000. PT PG sepakat memberikan bantuan modal kerja usaha penerbitan dan percetakan yang dipimpim oleh M Anis sebesar Rp50. S. Berdasarkan Surat Perjanjian No. Alamat Yayasan di Jalan Cempaka Putih Raya 26 Jakarta sudah tidak ada lagi. Sulaeman) yang beralamat di Jalan Utan Panjang III nomor 15 dan 15A. Kabupaten Cirebon.H. Anis hanya mengangsur sebanyak dua kali angsuran sehingga sisa pokok pinjaman masih sebesar Rp45.06/31/SP/2002 tanggal 9 September 2002. Sampai saat dilakukan pemeriksaan. Sulaeman) dan Sekretaris Yayasan (H. Penerima pinjaman tersebut adalah Abdurrakhman Kama yang bertempat tinggal di Desa Jagapura Wetan. Seharusnya mitra binaan mengangsur pinjaman secara tepat waktu sesuai kesepakatan dalam Surat Perjanjian. Anis. Sampai dengan 31 Desember 2004. Sedangkan empat peternakan ayam lainnya tidak ditemukan tempatnya. Yayasan Bina Masyarakat Insan Utama tidak pernah melakukan pembayaran angsuran. Ikhsan Abdullah. 24 BPK-RI/AUDITAMA V .00. Alamat tersebut sekarang digunakan untuk usaha salon kecantikan yang dikelola oleh orang yang tidak ada hubungannya dengan Yayasan tersebut.000. b.04.535/09/TU. usaha tersebut masih berjalan. Pinjaman tersebut digunakan untuk usaha peternakan ayam sebagaimana disebutkan dalam proposal.00.00. Kecamatan Gegesik.800.000. Nomor telepon yang selama ini dicantumkan sebagai nomor telepon Yayasan adalah nomor telepon rumah pribadi Ketua Yayasan (H.00.peternakan ayam di tiga tempat di kabupaten Kuningan dan dua tempat di Cirebon dengan jumlah pinjaman masing-masing tempat sebesar Rp35.000. Sampai dengan 31 Desember 2004. Dari pemeriksaan phisik di lapangan diketahui hanya satu dari lima tempat usaha peternakan ayam yang disebutkan dalam Surat Perjanjian menerima pinjaman sebesar Rp35. Pinjaman tersebut seharusnya diangsur setiap bulan mulai tanggal 1 Oktober 2001 dan lunas pada tanggal 1 September 2003./ menantu H. M.000.000. M. Pinjaman tersebut seharusnya diangsur setiap bulan mulai tanggal 1 April 2002 dan akan lunas pada tanggal 1 Maret 2005.000.

00 untuk mitra binaan lainnya. Dalam melakukan Pembinaan dan Pengembangan Usaha Kecil dan Koperasi. Anis.Hal tersebut mengakibatkan PT PG tidak dapat menggunakan dana pinjaman sebesar Rp220. c. Tindakan Bagian UKK melakukan penagihan kepada mitra binaan secara langsung melanggar perjanjian yang telah disepakati dan mengakibatkan tumpang tindih penagihan dengan petugas PT GCS. Pasal 1 ayat 3 butir b perjanjian tersebut antara lain menyatakan yang berkewajiban melakukan penagihan adalah PT GCS. selama ini Bagian UKK masih melaksanakan tugas penagihan kepada mitra binaan. 25 BPK-RI/AUDITAMA V .0297/04/TU. BPK RI menyarankan agar Bagian UKK PT PG melakukan penagihan dengan cara mendatangi langsung maupun dalam bentuk surat dan memberi peringatan tertulis kepada Ketua dan Sekretaris Yayasan Bina Masyarakat Insan Utama dan kepada M. Sesuai dengan Surat Perjanjian seharusnya yang berhak melakukan penagihan ke mitra binaan adalah PT GCS. PT PG melakukan kerjasama dengan PT Gresik Cipta Sejahtera (PT GCS). Hal tersebut disebabkan Bagian UKK berkeinginan untuk menaikkan tingkat pengembalian pinjaman. Kerjasama tersebut diikat dengan Surat Perjanjian antara PT Petrokimia Gresik dengan PT GCS No. Hal tersebut disebabkan Bagian UKK PT PG kurang melakukan penagihan secara intensif.04. PT PG menjelaskan akan melakukan penagihan lebih intensif sesuai program kegiatan penagihan atas seluruh pinjaman khususnya terhadap pinjaman macet.800.000. PT PG menjelaskan kegiatan penagihan dalam rangka pengawasan untuk tercapainya tujuan pembinaan dan pengembangan usaha kecil merupakan salah satu hak PT PG dan tidak bertentangan dengan perjanjian. Pelaksanaan tugas antara bagian UKK PT Petrokimia Gresik dan PT Gresik Cipta Sejahtera belum sepenuhnya sesuai dengan Surat Perjanjian yang berlaku.06/31/SP/2003 tanggal 1 April 2003 tentang Pembinaan dan Pengembangan Usaha Kecil dan Koperasi. Untuk menaikkan tingkat pengembalian pinjaman dari mitra binaan.

unit pelaksana program BL adalah Biro Humas. Program BL adalah program memperdayaan kondisi sosial masyarakat oleh BUMN di wilayah usaha BUMN tersebut melalui pemanfaatan dana dari bagian laba BUMN. Dengan demikian. Selain itu. Susunan Pelaksana Program Bina Lingkungan sebagai berikut: Ketua Sekretaris Bendahara Anggota Keuangan. Berdasarkan SK Direksi tersebut. Selain mengelola dana program BL.097/05/TU.02/30/SK/2002 tanggal 15 Mei 2002 tentang Susunan dan Tugas Pelaksanaan Program Bina Lingkungan.04. Direktur 26 BPK-RI/AUDITAMA V . Direksi PT PG menetapkan SK Direksi No.KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 menyatakan bahwa BUMN wajib melaksanakan Program Bina Lingkungan (BL).BPK RI menyarankan agar Direksi PT PG menyempurnakan klausul dalam Surat Perjanjian yang telah dibuat dengan PT GCS khususnya pasal 1 ayat 3 butir b tentang tugas penagihan. S-366/M-MBU/2002 tanggal 6 Mei 2002 dan Keputusan Menteri BUMN No. Manajemen PT PG juga menetapkan PR-28-1045 tanggal 12 Pebruari 2004 tentang Prosedur Pelaksanaan Program Bina Lingkungan. Biro Humas juga mengelola anggaran dana pembinaan wilayah yang merupakan beban perusahaan.q. Pelaksanaan Pemberian Bantuan Program Bina Lingkungan Belum Sepenuhnya Sesuai Dengan Ketentuan SK Menteri BUMN No. Untuk mendukung pelaksanakan program BL. dana program BL adalah dana Pemerintah untuk masyarakat yang pengelolaannya diserahkan kepada BUMN yang bersangkutan. : Sekretaris Perusahaan : Kepala Biro Humas : Kepala Biro Keuangan : Kepala Biro/Departemen Terkait Pencatat Pembukuan : Kepala Biro Akuntansi Pelaksana Program Bina Lingkungan bertanggungjawab kepada Direksi c. d.

00 untuk membiayai beberapa kegiatan yang tidak memenuhi kriteria penggunaan dana BL yaitu: a) Bantuan kesehatan berupa bingkisan pasukan kuning (kebersihan) dan sembako untuk masyarakat dalam rangka HUT PT PG masing-masing sebesar Rp48. c) Bantuan sarana ibadah berupa bantuan berkaitan dengan kegiatan haji sebanyak 2 kegiatan senilai Rp46.850.000. bantuan pengembangan sarana-prasarana umum dan bantuan sarana ibadah.000.00.000.00.000.070. 3) Obyek BL dapat dikelompokkan menjadi 5 (lima) yaitu bantuan bencana alam.000. b) Bantuan pengembangan sarana-prasarana umum berupa pemberian bantuan peringatan HUT RI ke 59 sebanyak 24 kegiatan senilai Rp31. Sentralisasi adalah pelaksanaan kegiatan BL diselenggarakan di PT PG dengan mengundang masyarakat wilayah Gresik.000.000.195.00 dan silaturahmi alim ulama sebesar Rp33. bantuan peningkatan kesehatan. Berdasarkan penelusuran terhadap dokumen penyaluran dana program BL tidak ditemukan satu dokumen pun tentang evaluasi proposal atau survei lapangan untuk menentukan jumlah pemberian dana BL. penyaluran dana program BL dilakukan daerah yang membutuhkan dana BL.730.000.d. bantuan pendidikan dan atau pelatihan.050.250. buka bersama alim ulama sebesar Rp75. Sedangkan desentralisasi. 2) Sebagian besar penyaluran desentralisasi didasarkan pada proposal yang diajukan oleh masyarakat.00. Prosedur Pelaksanaan Program BL antara lain menyatakan Biro Humas mengevaluasi proposal yang masuk dan menimbang bobot relevansinya atas penggunaan dana BL.00 dan Rp44.000.000.00. d) Bantuan operasional berupa silaturahmi dengan tokoh masyarakat senilai Rp13. Dari penelusuran dokumen pemberian dana BL s.145. Tujuan cara ini adalah agar penyaluran dana BL dapat dilakukan secara merata. bingkisan perangkat desa sebesar Rp8.00. Dalam dipandang perlu Biro Humas bersama dengan Unit Kerja yang terkait dapat melakukan survei dan mengevaluasi kelayakan penyaluran. bulan November 2004 secara uji petik ditemukan pengeluaran sebesar Rp225.Dari hasil pemeriksaan terhadap pengelolaan dana program BL tahun buku 2004 diketahui hal-hal berikut: 1) Penyaluran dana BL dilakukan dengan 2 (dua) cara yaitu sentralisasi dan desentralisasi. 27 BPK-RI/AUDITAMA V .00.000.

PT PG seharusnya: 1) Melakukan evaluasi untuk menilai kelayakan pemberian bantuan. maka selanjutnya PT PG akan lebih selektif lagi dalam penggunaan dana program BL.433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003 dalam menentukan obyek penerima dana BL. 28 BPK-RI/AUDITAMA V .Obyek bina lingkungan sudah diatur dengan jelas dalam Surat Edaran Menteri BUMN Nomor SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan khususnya Bagian II tentang Bina Lingkungan antara lain menyatakan: 1) Bantuan peningkatan kesehatan berupa renovasi balai pengobatan masyarakat dan bantuan untuk kegiatan yang bersifat kesehatan masyarakat.00 kurang tepat sasaran. Hal tersebut disebabkan PT PG belum melakukan survai secara memadai dan kurang selektif dalam menentukan obyek penerima dana Program BL. 3) Bantuan sarana ibadah berupa bantuan pembangunan/rehabilitasi rumah ibadah. Sehubungan dengan pelaksanaan pemberian bantuan masih belum sesuai sasaran dan belum mengikuti ketentuan. 2) Bantuan pengembangan prasarana dan sarana umum berupa rehabilitasi prasarana pendidikan. Hal tersebut mengakibatkan pemberian bantuan BL sebesar Rp225.145.000. pembangunan dan rehabilitasi prasarana dan sarana umum serta pembangunan dan atau rehabilitasi panti asuhan dan panti jompo. 2) Berpedoman pada Surat Edaran Menteri BUMN Nomor SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003 dalam menentukan obyek bantuan dana BL. BPK RI menyarankan pengelola Program BL PT PG selalu melakukan evaluasi proposal bantuan BL dan berpedoman pada Surat Edaran Menteri BUMN No. pengadaan perlengkapan ibadah dan bantuan dana untuk menunjang pelaksanaan kegiatan-kegiatan keagamaan.SE. PT PG menjelaskan pemberian bantuan BL tersebut di atas dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

000. (2) PT GCS melaksanakan kewajiban tidak sepenuhnya sesuai perjanjian dan (3) PT PG kurang melakukan pengawasan terhadap kelompok peternak penggemukan sapi di Bojonegoro.02/27/DR/2004 tanggal 9 Agustus 2004.02. PT PG terus mengupayakan penagihannya.2480/08/KU.575. Tindaklanjut pemeriksaan sebelumnya Dalam pemeriksaan tahun buku 2003 terdapat 3 (tiga) temuan yaitu (1) Pencatatan register proposal kurang lengkap.00.475.e. BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA 29 BPK-RI/AUDITAMA V . terakhir dengan Surat No. Sedangkan untuk pemeriksaan tahun buku 2002 masih terdapat 1 ( satu) temuan yang masih dalam proses tindaklanjut yaitu terdapat uang pembinaan kemitraan usaha tani yang belum dibayarkan kepada petani dan masih berada di distributor pupuk PT Himikarta senilai Rp16.00. Saldo pinjaman tersebut per 31 Desember 2004 sebesar Rp12. Ketiga temuan tersebut sudah selesai ditindaklanjuti. BPK RI menyarankan agar PT PG segera menindaklanjuti temuan yang masih dalam proses penyelesaian.000.

000.00 Sektor Pertanian Rp 538.00 Sektor Perikanan Rp 225.423.00 Sektor Lain-lain Rp 0.000.290.000.370.Lampiran 1 PROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN PT PETROKIMIA GRESIK LAPORAN AKTIVITAS PROGRAM KEMITRAAN UNTUK TAHUN BUKU YANG BERAKHIR TANGGAL 31 DESEMBER 2004 A.286.000.758.00 Jumlah pinjaman Pinjaman khusus : Sektor Industri Rp 0.671.00 Beban lain-lain Rp 11.011.00 Sektor Perkebunan Rp 0.874.00 Sektor Peternakan Rp 0.203. Beban operasional tahun 2004 : Beban survai Rp 40.000.00 Rp 6. Pendapatan tahun 2004 : Bunga Pinjaman Rp 438.320.00 Jumlah pinjaman khusus Hibah : Jumlah penggunaan dana C.00 Pendapatan lain-lain Rp 450.000. Surplus / Defisit (D-E) G.068.000.00 Beban penagihan Rp 39.00 Sektor Lain-lain Rp 407.500.00 Jasa Giro Rp 13.658.024.000.300.00 Sektor Perdagangan Rp 2.00 39.000.00 Beban monitoring Rp 23.000.00 Sektor Perkebunan Rp 0.900.340.000.00 E.546.397.000.00 Sektor Peternakan Rp 688.00 F.948.679.941.635.658.500.00 Rp 5.000.00 Beban administrasi Rp 48.00 Rp 1.000.00 Sektor Jasa Rp 220.590. Saldo akhir dana 31 Desember 2004 (C+F) Rp 343.00 Rp -195.554.000.344. 1 Januari 2004 Alokasi penyisihan laba tahun 2003 Penerimaan pengembalian pokok pinjaman Jumlah dana yang tersedia B.000.068.000.235.00 Bunga Deposito Rp 565.00 Sektor Pertanian Rp 0.824.087.00 616.00 Rp 452.00 Rp Rp 250.00 Sektor Perdagangan Rp 0.158.626.590.00 Rp Rp 234.401.370.00 Rp 217.026.00 Sektor Perikanan Rp 0.703.400.00 Sektor Jasa Rp 250.000. Sisa dana yang tersedia (A-B) D.886.00 Rp 5.470.000.00 .00 Rp 4.829.500.00 Beban Rp 53. Penggunaan dana Pinjaman : Sektor Industri Rp 1.773. Dana yang tersedia Saldo awal dana.000.000.860.

561.252.249.668.860.00 Sektor Perkebunan Rp 0.00 Sektor Lain-lain Rp 0.904. Saldo akhir dana 31 Desember 2004 (A-B) Rp 39. tahun 2004 : Bunga pinjaman Rp 1.446.000.000.00 Jumlah pinjaman khusus Rp 400. Tahun 2004 : Pinjaman : Sektor Industri Rp 7. 31 Desember 2004 Rp 44.00 Rp 4.492.461.240.00 Sektor Perikanan Rp 2.695.d.Lampiran 2 PROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN PT PETROKIMIA GRESIK LAPORAN AKUMULASI DANA PROGRAM KEMITRAAN UNTUK TAHUN BUKU YANG BERAKHIR TANGGAL 31 DESEMBER 2004 A.d.00 Bunga tabungan Rp 192.00 Akumulasi alokasi penyisihan laba s/d tahun 2004 Rp 21.710.000.386.000.00 Pendapatan lain-lain Rp 554.401.00 Sektor Jasa Rp 400.616.190.764.476.00 Sektor Peternakan Rp 0.053.500.687.00 Sektor Perdagangan Rp 6.364.000.00 Sektor Pertanian Rp 16. penerimaan pengembalian pokok pinj.674.100.671.223. Akumulasi Penyaluran Dana : Akumulasi Penyaluran Dana s.947. Akumulasi Sumber Dana : Rp 20. tahun 2004 Akumulasi penerimaan pendapatan s.564.447. 31 Desember 2004 B.000.00 Jumlah akumulasi sumber dana s.00 Hibah : Rp 1.323.000.00 Beban Operasional : Jumlah akumulasi penyaluran dana s.000.881.00 Sektor Pertanian Rp 0.00 Sektor Lain-lain Rp 1.268.171.00 Sektor Peternakan Rp 2.00 Sektor Perkebunan Rp 0.00 Jasa Giro Rp 127.000.00 Sektor Jasa Rp 1.000.679.971.135.900.00 Rp 44.227.504.489.00 Rp 2.020.00 Pinjaman khusus : Sektor Industri Rp 0.553.525.410.00 .d.d.00 C.192.725.975.00 Sektor Perikanan Rp 0. s.d.000.400.00 Sektor Perdagangan Rp 0.113.00 Jumlah pinjaman Rp 38.00 Ak.

00 38.00 Perdagangan 5. Jawa Tengah 3.228.000.000.240.00 0.000.900.00 0.047.447.00 425.00 250. Jawa Barat 4.000.446.00 4.020.000.000.403.00 1.000.00 0.00 0.00 Perkebunan 0.641.00 0.00 0.190.047.Lampiran 3 PROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN PT PETROKIMIA GRESIK PENYALURAN PINJAMAN DANA PROGRAM KEMITRAAN MENURUT WILAYAH DAN SEKTOR USAHA s.00 0.00 0.564.000.240.000.000.00 0.00 0.000.00 0.240.00 0. Lain-lain Total pinjaman .000.000.00 1.00 2.000.00 0.00 0.564.00 0.00 4.489.525.000.500.000. Wilayah Binaan S Industri 7.00 0.00 E K T O R Perikanan 2.687.500.00 Jasa 1.261.471.765. 31 DESEMBER 2004 Rupiah No.00 0.00 0.048.000.00 0.00 4. Nusa Tenggara Barat 6.00 425.00 254.192.00 0.000.000.00 0.00 Pertanian 12.000.280.00 0.190.00 0.00 245.500.000.904.00 407.025.00 0.00 Lain-lain 1.561.500.00 1.000. Jawa Timur 2.900.d.00 0.000.065. Bali 5.135.780.00 6.00 0.446.00 16.000.00 0.00 7.00 Peternakan 2.00 0.088.00 0.00 0.447.971.00 175.000.00 407.500.00 0.000.000.053.00 2.000.00 0.000.000.904.00 0.00 245.00 0.905.00 Jumlah 32.

243.227.252.888.100.417.590.401.00 16.087.00 0.181.00 0.417.00 0.609.00) Rp Rp 16.00 0.00 0.00 Rp 0.011.00 1.888.364.860.00 (381.973.00 Rp Rp 0.00 16.417.00 Rp Rp Rp 16.00 Rp 16.417.000.011.00 .00 Piutang Net Rp Jumlah Aktiva Lancar Aktiva Tetap Kendaraan Rp Inventaris Kantor Rp Aktiva Tetap Lainnya Rp Nilai Perolehan Akumulasi Penyusutan Nilai Buku Aktiva Tetap Aktiva Lain-lain Piutang Bermasalah Rp Jumlaah Aktiva Lain-lain Jumlah Aktiva KEWAJIBAN DAN EKUITAS Kewajiban Kewajiban Lancar Kewajiban Tidak Lancar Jumlah Kewajiban Ekuitas Saldo Awal Ekuitas Alokasi Laba Tahun Berjalan Surplus (defisit) Jumlah Ekuitas Jumlah Kewajiban dan Ekuitas Rp Rp 0.011.484.Lampiran 4 PROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN PT PETROKIMIA GRESIK NERACA PROGRAM KEMITRAAN PER 31 DESEMBER 2004 AKTIVA Aktiva Lancar Kas Rp Bank Rp Piutang Pinjaman Mitra Binaan Rp Revolving Rp 38.00 16.888.00 0.00 Cicilan Revolving Rp 21.00 0.888.848.664.00 Rp Rp 0.00 39.784.011.557.901.00 0.00 Rp 0.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful