P. 1
10. PT PETROKIMIA GRESIK

10. PT PETROKIMIA GRESIK

|Views: 1,166|Likes:
Dipublikasikan oleh hendro-sujono-8549

More info:

Published by: hendro-sujono-8549 on Dec 04, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/18/2013

pdf

text

original

BPK RI

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

PT PETROKIMIA GRESIK
Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003

Nomor Tanggal

: 02.A/AUDITAMA V/GA/01/2005 : 31 Januari 2005

Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Jalan Gatot Subroto No. 31 Jakarta 10210 Telp. (021) 5700380, 5738740, 5720957, 5738727, 5704395 s.d. 9 pesawat 511 Fax. (021) 5700380, 5723995

DAFTAR ISI

Halaman Laporan Auditor Independen Dasar Penugasan dan Ruang Lingkup Audit Laporan Keuangan PT Petrokimia Gresik 1. 2. 3. 4. 5. Neraca Konsolidasian Laporan Laba Rugi Konsolidasian Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian Laporan Arus Kas Konsolidasian Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian 1 2 4 5 7 i iv

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

Nomor : 02.A/AUDITAMA V/GA/01/2005 LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Kami telah mengaudit neraca konsolidasian PT Petrokimia Gresik tanggal 31 Desember 2004, serta laporan laba rugi, perubahan ekuitas dan arus kas konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. Kami juga melakukan pengujian atas kepatuhan perusahaan terhadap peraturan perundang-undangan dan pengendalian intern. Laporan Keuangan, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dan pengendalian intern adalah tanggung jawab manajemen perusahaan. Tanggung jawab kami terletak pada pernyataan pendapat atas laporan keuangan, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dan pengendalian intern berdasarkan audit kami. Laporan keuangan konsolidasian PT Petrokimia Gresik dan anak perusahaan untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 telah diaudit oleh auditor independen lain yang laporannya tertanggal 23 Januari 2004 berisi pendapat wajar tanpa pengecualian atas laporan keuangan konsolidasian tersebut. Kami tidak mengaudit laporan keuangan anak perusahaan yaitu PT Petrosida dan PT Petrokimia Kayaku untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2004, yang laporannya menyajikan jumlah aktiva sebesar Rp118.351.674.165 (4,29%) dan jumlah pendapatan usaha sebesar Rp278.813.580.833 (7,26%) untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. Laporan keuangan konsolidasian tersebut diaudit oleh auditor independen lain dengan pendapat wajar tanpa pengecualian atas laporan keuangan konsolidasian anak perusahaan tersebut, yang laporannya telah diserahkan kepada kami, dan pendapat kami, sejauh yang berkaitan dengan

BPK RI/AUDITAMA V

jumlah-jumlah untuk anak perusahaan tersebut. berdasarkan audit kami dan laporan auditor independen lain yang kami sebut di atas. Laporan keuangan induk perusahaan terlampir disajikan untuk ii BPK RI/AUDITAMA V . dalam semua hal yang material. perubahan ekuitas serta arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Kami melaksanakan audit berdasarkan Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia dan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia. Suatu audit meliputi pemeriksaan. serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. Standar tersebut mengharuskan kami merencanakan dan melaksanakan audit agar kami memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. posisi keuangan PT Petrokimia Gresik dan anak perusahaan tanggal 31 Desember 2004 dan hasil usaha. atas dasar pengujian. semata-mata hanya didasarkan atas laporan auditor independen lain tersebut. laporan keuangan konsolidasian yang kami sebut di atas menyajikan secara wajar. Selain itu audit mencakup pengujian atas kepatuhan perusahaan terhadap kontrak. Laporan keuangan konsolidasian terlampir mencakup dampak kondisi ekonomi tersebut. Audit juga meliputi penilaian atas prinsip akuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen. persyaratan bantuan dan pasal-pasal tertentu peraturan perundang-undangan serta kepatuhan terhadap pengendalian intern. Catatan 34 atas laporan keuangan konsolidasian berisi pengungkapan dampak kondisi ekonomi Indonesia terhadap perusahaan dan anak perusahaan dan tindakan yang telah ditempuh serta rencana yang dibuat oleh manajemen perusahaan dan anak perusahaan untuk menghadapi kondisi tersebut. Menurut pendapat kami. sepanjang hal itu dapat ditentukan dan diperkirakan. Kami yakin bahwa audit kami memberikan dasar memadai untuk menyatakan pendapat. Audit kami laksanakan dengan tujuan untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan pokok secara keseluruhan.

B/AUDITAMA V/GA/01/2005 tanggal 31 Januari 2005. dalam semua hal yang material. Auditor Utama Keuangan Negara V Penanggung Jawab Audit. dan. Laporan keuangan induk perusahaan tersebut telah menjadi obyek prosedur audit yang kami terapkan dalam audit atas laporan keuangan pokok. D-1416 Jakarta. Kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dan pengendalian intern kami sampaikan secara terpisah kepada manajemen dengan laporan kami nomor 02. Register Negara No. Misnoto MA.tujuan analisis tambahan dan bukan merupakan bagian laporan keuangan pokok yang diharuskan menurut prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. 31 Januari 2005 iii BPK RI/AUDITAMA V . menurut pendapat kami. Drs. berkaitan dengan laporan keuangan pokok secara keseluruhan. Ak. disajikan secara wajar.

c. Undang-undang No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Suatu audit meliputi pemeriksaan atas dasar pengujian bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. perihal penugasan untuk melakukan audit atas laporan keuangan PT Petrokimia Gresik tahun buku 2004 di Gresik. Undang-undang No. c. Undang-undang Dasar Tahun 1945 pasal 23 E. Undang-undang No. Selain itu audit mencakup pengujian atas kepatuhan perusahaan terhadap kontrak dan pasal-pasal tertentu peraturan perundang-undangan serta kepatuhan terhadap pengendalian intern. pasal-pasal tertentu peraturan perundang-undangan dan peraturan perusahaan yang kami uji mencakup : a. 15 tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab keuangan Negara. d. Undang-undang No. 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara.DASAR PENUGASAN DAN RUANG LINGKUP AUDIT 1. Undang-undang No. Undang-undang No. e. 23 F dan pasal 23 G. Dasar Penugasan a. b. 15 tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab keuangan Negara. Surat Tugas Badan Pemeriksa Keuangan No. Audit juga meliputi penilaian atas prinsip akuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen. 57/ST/VII-XV. Standar tersebut mengharuskan kami untuk merencanakan dan melaksanakan audit agar memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material.1/9/2004. Ruang Lingkup Audit Audit ini bersifat general audit atas laporan keuangan konsolidasian PT Petrokimia Gresik untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2004. serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. b. Audit dilaksanakan dengan berpedoman pada Standar Audit Pemerintahan yang ditetapkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan Standar Auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia. 1 tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas. vi BPK RI/AUDITAMA V . 2. Kontrak. 19 tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 5 tahun 1973 tentang Badan Pemeriksa Keuangan dan peraturan perundangan lainnya yang berlaku. d.

7 tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana yang telah diubah dengan Undang-undang No. 18 tahun 2000. i.130/2/2004 mengenai Harga Eceran Tertinggi (HET) Pupuk Bersubsidi Untuk Sektor Pertanian Tahun Anggaran 2004. 6 tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana yang telah diubah dengan Undang-undang No. o. Keputusan Menteri Negara BUMN No. 12 tahun 1998 tentang Perusahaan Perseroan (PERSERO) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah No.f. 8 tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) sebagaimana yang telah diubah dengan Undang-undang No. Keputusan Menteri Negara BUMN No. Undang-undang No. 12 tahun 1998. KEP-101/M-MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 tentang Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran perusahaan BUMN. 17 tahun 2000. 356/MPP/KEP/5/2004 tanggal 27 Mei 2004 tentang Perubahan SK Memperindag No. 11 tahun 1994 dan Undang-undang No. KEP-183/MBU/2003 tentang Komponen Harga Pokok Penjualan Pupuk Bersubsidi. Keputusan Menteri Keuangan No. s. l. 9 tahun 1994 dan Undangundang No. 7 tahun 1991. Keputusan Menteri BUMN No. n. q. Undang-undang No. p. vi BPK RI/AUDITAMA V . m. g. 45 tahun 2001 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah No. Peraturan Daerah (Perda) No. Keputusan Menteri Pertanian No. Keputusan Memperindag No. r. 70/MPP/KEP/2/2003. Undang-undang No. k. 319/KMK. 19 tahun 2001 tanggal 20 Nopember 2001 tentang Kepelabuhanan di Kabupaten Gresik. 16 tahun 2000.06/2004 tanggal 28 Juni 2004 tentang Tata Cara Penghitungan dan Pembayaran Subsidi Pupuk Tahun Anggaran 2004. KEP-100/M-MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan BUMN. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan Badan Usaha Milik Negara dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan. Peraturan Pemerintah No. 107/Kpts/SR. 70/MPP/KEP/2/2003 tanggal 11 Pebruari 2003 tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian. j. Keputusan Memperindag No. KEP-102/M-MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 tentang Penyusunan Rencana Jangka Panjang BUMN. Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. h. Keputusan Menteri Negara BUMN No. Undang-undang No. 10 tahun 1994 dan Undang-undang No.

63 tahun 2002 tanggal 11 Juli 2002 tentang Tarif Jasa Pelayanan Kepelabuhanan oleh Penyelenggara Pelabuhan di Kabupaten Gresik. u. Keputusan Bupati/Kepala Pemerintah Daerah Kabupaten Gresik No. w. vi BPK RI/AUDITAMA V . Pelaksanaan audit di lapangan berakhir tanggal 31 Januari 2005.t. Kami yakin bahwa audit kami memberikan dasar yang memadai untuk menyatakan pendapat. Prosedur Operasional Pengadaan Barang dan Jasa PT Petrokimia Gresik. y. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Petrokimia Gresik. Pedoman dan Kebijakan Akuntansi PT Petrokimia Gresik. z. v. Kontrak-kontrak pengadaan barang dan jasa dalam tahun 2004. x. Anggaran Dasar PT Petrokimia Gresik. Pedoman dan Kebijakan Akuntansi Holding Pupuk.

253.784 pada tahun 2004 dan 2003 Piutang Lain-Lain Pihak Ketiga .127.920 pada tahun 2004 dan 2003 Biaya Yang Ditangguhkan Aktiva Lain-lain Aktiva Tak Berwujud Jumlah Aktiva Tidak Lancar JUMLAH AKTIVA 3f.464.145.002.248 3p.565 pada tahun 2004 dan 2003 Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa .814 335.384.677.670. 3n.895 23.621.142.774 618.445. 3l.209 dan Rp 506.216 dan Rp 981.859 1.268.374.360 219.779 pada tahun 2004 dan 2003 Persediaan Uang Muka Biaya Dibayar Dimuka Pajak Dibayar Dimuka Pendapatan Yang Masih Akan Diterima Jumlah Aktiva Lancar AKTIVA TIDAK LANCAR Aktiva Pendanaan Manfaat Kesejahteraan Karyawan Investasi Jangka Panjang Aktiva Pajak Tangguhan Aktiva Tetap .393 187. 4 3g.404.030 69.369.016 256 1.309.460.823 1. 3h.314.928 136.861 3o.266.359 57.718.592.925.515 3.256 19.880.333 dan Rp 249.827 13.629.077.407 1.028.434.Setelah dikurangi penyisihan Piutang Ragu-ragu masing-masing sebesar Rp 6.816.328 17.244.096.065.117 887.409.695. 31 3k.Setelah Dikurangi Penyisihan Piutang Ragu-ragu masing-masing sebesar Rp 9.004.890. 16c 3m.577 14.783 3i.908.537 249.264.Setelah Dikurangi Penyisihan Piutang Ragu-ragu masing-masing sebesar Rp 1.678.789.162 718.289 34.237 29.077.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK NERACA KONSOLIDASIAN Per 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Catatan 2004 Rp 2003 Rp AKTIVA AKTIVA LANCAR Kas dan Setara Kas Piutang Usaha Pihak Ketiga .808 - Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang Merupakan Bagian tidak Terpisahkan dari Laporan ini 2 . 11 2.688 2.Setelah Dikurangi Akumulasi Penyusutan Masing-masing sebesar Rp 1.429 13.042 dan Rp 1.516 63.409 469.072 85. 5 347.756.441 3j.209 47.287.120.283 pada tahun 2004 dan 2003 Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan IstimewaSetelah Dikurangi Penyisihan Piutang Ragu-ragu masing-masing sebesar Rp 714. 10 3s. 6 152.560 2.406.160 560.328.840. 7 8 9 16a 21. 3i.833 44.825 dan Rp 10. 12 13 1. 3l.

309.000 334.550.c 31 73.176 23.860.960.265 46.150 794.372.000 per Saham Modal Dasar .864. 3l.171.296. 22 15.713.000.813.348 33. 16.759.420.637 5.654 22.001 8.826 1.295 551.715.886.714.426 115.191 3.197 2.757.328 854.300.363 20 21.421 897.249 1. HAK MINORITAS DAN EKUITAS 3.808 Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang Merupakan Bagian tidak Terpisahkan dari Laporan ini 2 .993.462.a.986 622.869 124.420 Saham Saldo Laba Yang Dicadangkan Saldo Laba Yang Belum Dicadangkan Jumlah Ekuitas JUMLAH KEWAJIBAN.293.895 8.910.263.396.631 437.021.Nilai Nominal Rp 1.889 108.565.449 87.931 667.637.939.596.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK NERACA KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Per 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Catatan KEWAJIBAN .879.625 23 396.881 14.725.198.069 90.1.000 288.939.853.047 91.960.878 2.018 43.055 KEWAJIBAN TIDAK LANCAR Kewajiban Pajak Tangguhan Manfaat Kesejahteraan Karyawan Diestimasi Hutang Jangka Panjang .555.514 31.890.059.324 117.640 4.s.563.860 18.117 396. 15 774.888 JUMLAH KEWAJIBAN HAK MINORITAS EKUITAS Modal Saham .039 2. 16. HAK MINORITAS DAN EKUITAS KEWAJIBAN LANCAR 2004 Rp 2003 Rp Hutang Bank Hutang Usaha Pihak Ketiga Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa Hutang Pajak Biaya yang Masih Harus Dibayar Hutang Lain-lain Uang Muka Penjualan Hutang Jangka Panjang Yang Jatuh Tempo Dalam Satu Tahun Bank Kewajiban Lainnya Jumlah Kewajiban Lancar 14 3q.903 2.511.b 17 18 19 20 21 143.199. 29 519.374.756.692.165.426 137.435. 3.s.420.000 Saham Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 396.Setelah Dikurangi Bagian Yang Jatuh Tempo Dalam Satu Tahun Bank Kewajiban Jangka Panjang Lainnya Jumlah Kewajiban Tidak Lancar 3.456.f.160.838.992.846 1.323 58.

r.265 (143.382.819) 108.642 2003 Rp 2.015 (87.477 3.s.455.173) 181.292.623 170.150 119.569.306.685.759.982. 27 107.015.173 (2.081.688 (68.954.440 3.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASIAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Catatan 2004 Rp 3.r.099.194 (2.683 (60.731.705) 198.875.651.191.166) 729.819.943.413) (437.934. 16.902.810.107.711.189.859) 207.708) (86.979) 13. 25 Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang Merupakan Bagian tidak Terpisahkan dari Laporan ini 3 .094) 126.267 3.648.372.908) (72.157.921.r.207.c (71.145 3.196) (17.r.477.328 (74.425) (159.r. 24 3.460.244.Bersih LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN MANFAAT (BEBAN) PAJAK PENGHASILAN Pajak Kini Pajak Tangguhan Jumlah Beban Pajak Penghasilan LABA SEBELUM HAK MINORITAS BAGIAN DARI PEMILIK SAHAM MINORITAS LABA BERSIH 3.615. 26 (179.526) (375.373) 119.523) 17.211) (171.969 (1.065) 50.874 PENDAPATAN HARGA POKOK PENJUALAN LABA KOTOR BEBAN USAHA Beban Distribusi Beban Penjualan Beban Administrasi dan Umum Jumlah Beban Usaha LABA USAHA SEBELUM BEBAN BUNGA DAN KEUANGAN Beban Bunga dan Keuangan LABA USAHA SETELAH BEBAN BUNGA DAN KEUANGAN PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN Pendapatan Diluar Usaha Beban Diluar Usaha Beban Lain-lain .845) 124.486.213.020.500. 28 (93.458.837.020.429 (54.714.831.320) 582.643 (3.562.296) 110.044.332) 292.023 (124.

414 334.534) (1.087.889 43.509.123.735 288.175.420.180) (43.199.992.123.372.280) (1.372.000 396.759.333 108.039 124.353) (932.087.046.326 108.558 (46.890 40.125.741.988 108.696) (1.793.747) (932.377 (7.863.637) (932.243) (46.420.150 (47.590) (2.210) 668.442.509.353) (2.558) Saldo Laba Yang Dicadangkan Rp 255.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Modal Saham Rp Laba Belum Direalisasi dari Pemilikan Efek Rp 46.879.180) 2.353) (40.196.196.000 Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang Merupakan Bagian tidak Terpisahkan dari Laporan ini 4 .566) 124.658.423.540.377) (2.414 854.125.534) (1.353) (932.869 Saldo Laba Yang Belum Dicadangkan Rp 93.328 (60.285.328 Jumlah Ekuitas Rp 745.150 (47.235.590) (2.059.658.759.420.280) (1.175.243) 377.328 (60.696) (1.097 137.566 2.863.558) (7.197 Saldo per 1 Januari 2003 Laba Bersih Tahun Berjalan Dividen Tantiem Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi Dana Pembinaan Wilayah Pembentukan Cadangan Sesuai RUPS Selisih Pembentukan Cadangan Laba Belum Direalisasi Dari Pemilikan Efek Koreksi PPh Badan Selisih Perubahan Ekuitas Perusahaan Anak Saldo per 31 Desember 2003 Laba Bersih Tahun Berjalan Dividen Tantiem Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi Dana Pembinaan Wilayah Pembentukan Cadangan Sesuai RUPS Selisih Perubahan Ekuitas Perusahaan Anak Saldo per 31 Desember 2004 396.061 794.150 124.759.540.372.793.210) 1.000 396.

250 184. Litbang dan Konsultan Biaya Bongkar Muat dan Distribusi Biaya Penjualan Biaya Umum Biaya Fee Agen dan Diskon Biaya Bunga Pinjaman PPN Masukan dan PPh Pengembalian Hutang usaha Pelunasan Hutang Lain .302.127 149.919.529.179 (125.261.273.752 63.480 180.054.524.470.651 1.192.760.600 199.298 273.669 144.568 347.264 41.400 590.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 2004 Rp ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan : Piutang Pemerintah Penjualan Tunai Piutang Dagang Deposito PPN Keluaran Penerimaan Piutang Lain .902.579.027 73.256.588.350.284.768.552.277 71.911.930 18.869.lain Penerimaan Restitusi Pajak dan Lain .226.822 90.638 3.016.496 102.870 102.421 Investasi Rutin 97.000 295.286.180 513.432.741 281.258 85. Asuransi Biaya Jasa.129 7.431 Lihat tidak Kewajiban Pembagian Laba Tahun Lalu Terpisahkan dari Laporan ini 80.lain Penerimaan Kas dari pelanggan Jumlah Penerimaan Pengeluaran : Bahan Baku dan Penolong Biaya Pegawai Biaya Pemeliharaan Biaya Pajak.351.346 Jumlah Pengeluaran 234.270.709 2.892 52.879 64.807.579.058 215.441 152.955.856.903 Pengeluaran : Biaya yang Berkaitan Dengan Pendapatan Diluar Usaha 38.511.548 3.483.286.885 4.202 3.158.733.679.576.848 305.618 202. Retribusi.584.771.314 7.605.455.913) 1.910.245.474.358 6.138.532 129. Jasa Giro dan Penerimaan Diluar Usaha lainnya 2003 Rp 663.796 6 .825 103.459.127 189.773.262.793.986.083 4.531 (94.534.364.653 576.000 247.599.016 Jumlah Penerimaan 184.144.092 16.764 65.350.512.364.lain Penempatan Deposito Pembayaran Kas Kepada Pemasok dan Karyawan Jumlah Pengeluaran Jumlah Arus Kas dari Aktivitas Operasi ARUS KAS DARI KEGIATAN INVESTASI Penerimaan : Penjualan Aktiva Tetap Pendapatan Bunga.572.514.021.598 Investasi Proyek Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang Merupakan Bagian 18.960.258 525.060.400) 128.621 190.316.074.600 382.829.758 200.585.214 104.224 9.779 2.033 91.827 9.929.979.969.570 2.

077.688.677.033 260.735 1.411 176.404.099.677.145.421 347.577.291 252.393 Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang Merupakan Bagian tidak Terpisahkan dari Laporan ini 6 .AWAL TAHUN KENAIKAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 1.510.727.342 Jumlah Arus Kas dari Aktivitas Investasi ARUS KAS DARI KEGIATAN PENDANAAN Penerimaan : Hutang Bank ( KMK.709 335.577.141.893) 2003 Rp 55.604.181.393 11.735 1.634.688.033 7.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 2004 Rp (50.096 1.845. LC dan KI) Jumlah Penerimaan Pengeluaran : Angsuran kredit Investasi.845.634.814 260.507 156.228 335.684 153.181.742 182.428.291 7. KMK & LC Lainnya Jumlah Pengeluaran Jumlah Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan KAS DAN SETARA KAS .145.

98 tanggal 9 Juni 1998 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. perdagangan jasa dan angkutan. berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 14 tahun 1975 bentuk Perusahaan Umum diubah menjadi Perusahaan Perseroan (Persero) melalui akta notaris Abdul Latief. Urea. surat Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Nomor : S – 480/MBU/2004 tanggal 9 September 2004 perihal pemberhentian dan pengangkatan anggota – anggota Direksi Perusahaan Anak PT Pupuk Sriwidjaja (Persero). Tambahan Nomor 5870. direksi dan karyawan Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2004 ditetapkan berdasarkan surat PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) nomor U-912/A. 82 tanggal 27 Maret 1998 dari Imas Fatimah.04. pemasaran jasa rancang bangun dan pabrikasi vii) Jasa penelitian dan pemeliharaan pestisida aktif viii) Produksi/ formulasi dan memasarkan pestisida terdaftar ix) Produksi dan pemasaran jasa rancang bangun dan pabrikasi b. SH. notaris di Jakarta. pemasaran dan perdagangan berbagai jenis pupuk. Phonska. MSc Ir. terakhir dengan akta notaris No. UMUM a. RNP dan KCL ii) Pemasaran dan perdagangan bahan kimia antara lain N2. H2. Teddy Setiadi Drs. Suhendro Bakri. O2. serta Risalah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 28 September 2004 adalah sebagai berikut : Komisaris : Dr. NH3. Alf3 & Cement Retarder. Mustofa : Direktur Utama : Direktur Produksi 7 . SP36. Dewan Komisaris. Direksi dan Karyawan Susunan dewan komisaris. Arifin Tasrif Ir. MA Dr. Akta perubahan tersebut telah memperoleh persetujuan dari Menteri Kehakiman dengan Surat Keputusan Nomor C2-6147 HT.00 – UM/2004 tanggal 8 September 2004. iii) Pemasaran produk utilitas iv) Jasa kepelabuhanan v) Jasa kesehatan vi) Produksi. maksud dan tujuan Perusahaan adalah turut melaksanakan dan menunjang kebijaksanaan dan program Pemerintah di bidang ekonomi dan pembangunan nasional pada umumnya. khususnya di bidang industri. diantaranya adalah pupuk ZA. Akta pendirian ini telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia tanggal 9 Desember 1975 No 98.Th. Kresnayana Yahya : : : : : Komisaris Utama Komisaris Komisaris Komisaris Komisaris Direksi : Ir. Pendirian Perusahaan PT Petrokimia Gresik (Persero) selanjutnya disebut “Perusahaan” pada awalnya adalah Perusahaan Umum yang didirikan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 55 tahun 1971.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 1. Sesuai dengan anggaran dasar Perusahaan. Selanjutnya. 84 tanggal 20 Oktober 1998. Ato Suprapto. mengenai persetujuan penjualan 10 (sepuluh) saham PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) kepada Yayasan Petrokimia Gresik. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan.. SH Nomor 110 tanggal 31 Mei 1975. Tambahan Nomor 722. Sahala L Gaol Ir.01. Sedangkan ruang lingkup kegiatan Perusahaan adalah bergerak dalam bidang: i) Produksi. Ir.

Firdaus Syahril Ir. PT Petrosida 8 .00% 50.00% USD 26.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Drs. Bambang Setiobroto.00% Rp 18.900 Perusahaan Asosiasi Metode Ekuitas Perusahaan PT Petronika PT Kawasan Industri Gresik Perusahaan Anak * PT Petrokopindo Cipta Selaras PT Aneka Jasa Grhadika Metode Biaya PT Puspetindo PT Petrocentral PT Petrowidada Asean Potash Mining.032.146.964 orang pada tahun 2004 (tidak diaudit) dan 4.HT. Kantor pusat Perusahaan beserta instalasi produksi berlokasi di Gresik. kontraktor dan produsen bataco dan paving stone Peralatan pabrik Bahan baku sabun Bahan baku plastik Produsen pupuk 50. Bambang Tjahjono. MM.640 Rp 61. SH. 20.G Yudara.04 tahun 1998 berstatus PMDN dengan investasi USD 20.774 Domisili Jenis Usaha Pemilikan Jumlah Aktiva 31 Desember 2004 PT Petrokimia Kayaku Gresik 60% Rp 59. distribusi dan perdagangan bahan aktif pestisida serta bertindak sebagai Distributor Pupuk.808 Gresik Gresik Perbengkelan.47% 13.13% 9. jasa transportasi dan perdagangan umum Jasa tenaga kerja..000.262.034 pada tahun 2003.000. Nugroho Purwanto. c. Memproduksi / memformulasi dan memasarkan pestisida 99.BAT Ir.382.711 Gresik Gresik Gresik Thailand 5. MH : : : : Direktur Keuangan Direktur Teknologi & Pengembangan Direktur Pemasaran Direktur SDM & Umum Karyawan Perusahaan berjumlah 3.00% * : merupakan perusahaan anak yang dimiliki PT Petrosida Gresik PT Petrosida Gresik PT Petrosida Gresik (PT Petrosida) didirikan berdasarkan akta notaris Frederik Alexander Tumbuan Nomor 43 tanggal 24 Juni 1983.99 % Rp 59.80% 1. Nomor 8 tanggal 12 Pebruari 1998 serta telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Nomor G2-1938.968. T.089. SH. SE. Ak.01.00% 35.392 Rp 14. Thailand Gresik Gresik Bahan baku plastik Pengelolaan lahan untuk industri di Gresik. Akta tersebut telah beberapa kali mengalami perubahan terakhir dengan Akta Notaris N. Struktur Perusahaan Perusahaan memiliki saham perusahaan anak dan asosiasi dengan rincian sebagai berikut : Persentase Nama Perusahaan Perusahaan Anak PT Petrosida Gresik Gresik Produksi. Ir.

Mekanisme pembayaran subsidi pupuk urea melalui harga gas secara ringkas dilakukan dengan cara sebagai berikut : PT Petrokimia Gresik membayar terlebih dahulu USD 2. Beberapa hal penting berkaitan dengan tata niaga tersebut adalah sebagai berikut: i. iii. Tata niaga pembelian gas bumi oleh Perusahaan ditetapkan oleh Pemerintah. Phonska) merupakan pupuk bersubsidi. ii. Tata niaga tersebut sekaligus merupakan instrumen subsidi atau selisih pembayaran harga gas untuk produksi pupuk urea yang digunakan untuk sektor pertanian dalam negeri. Besarnya subsidi harga gas bumi atau selisih pembayaran harga gas adalah selisih antara harga kontrak jual beli gas antara Perusahaan dengan Kontraktor Production Sharing (KPS)/ Pertamina atau harga yang ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral dengan harga beli gas yang harus dibayar atau yang dibebankan kepada Perusahaan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan.751. Pemegang saham PT Petrokimia Kayaku adalah PT Petrokimia Gresik (60. 2. PT Petrokimia Kayaku PT Petrokimia Kayaku didirikan dengan akta notaris Sri Soetengsoe Abdoel Sjoekoer.500. distribusi dan perdagangan bahan aktif pestisida. perusahaan ini juga bergerak sebagai distributor pupuk. selisih harga kontrak dengan harga gas bumi yang dibebankan kepada Perusahaan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan ditagihkan kepada Pemerintah yang pelaksanaannya dilakukan oleh Direktorat Jenderal Lembaga Keuangan. SH nomor 3 tanggal 18 Februari 1976 di Jakarta. 69. Ltd Tokyo (20. memberikan jasa penelitian dan pemeliharaan pestisida aktif.HT. Akta tersebut beberapa kali mengalami perubahan.00%) dan Nippon Kayaku Co. Pupuk sebagai Produk Bersubsidi Surat Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan No. Kemudian. Pengadaan gas bumi untuk PT Petrokimia Gresik dengan pemanfaatan gas bumi diatur dengan perjanjian antara PT Petrokimia Gresik dengan Pertamina Nomor PJB-0693/C. diantaranya menetapkan bahwa produk pupuk urea dan pupuk non-urea (SP-36. PT Petrokimia Kayaku bergerak dalam usaha produksi/ formulasi dan memasarkan pestisida terdaftar. Nomor 7 tanggal 23 September 1998 dan telah mendapat persetujuan dari Menteri Kehakiman RI dengan Keputusan Nomor C2-1377. sedangkan modal ditempatkan dan disetor penuh sebesar Rp 9. ZA. 356/MPP/Kep/5/2004 tanggal 27 Mei 2004 tentang perubahan Keputusan Nomor 70/MPP/Kep/2/2003 tanggal 11 Februari 2003 tentang pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI No 306/MPP/Kep/4/2003.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) bergerak dalam bidang produksi.00%). tanggal 4 Pebruari 2002 serta telah dimuat dalam tambahan Berita Negara RI tanggal 29 Agustus 2000 No.00/MMBTU ke Bank of America sebagai paying agent.00%).99%) dan Koperasi Karyawan Keluarga Besar Petrokimia Gresik/K3PG (0. terakhir dengan akta notaris Wien Hidajati Rasjid. Pemegang saham perusahaan ini adalah PT Petrokimia Gresik (99. SH.. TATA NIAGA YANG BERKAITAN PRODUK PERUSAHAAN a.400. b. Modal dasar. modal ditempatkan dan modal disetor PT Petrokima Kayaku adalah Rp 1. Disamping itu.01%).000.04 tahun 2000.016.0000/91-B1 dan nomor 236/IV/SPK/A/Dir/1991 tanggal 5 April 1991 dengan jangka waktu 1 Juni 1993 sampai dengan 1 Juni 2013 dengan harga USD 2. Mitsubishi Corporation Tokyo (20. 9 .00/MMBTU. Modal dasar perusahaan ini adalah Rp 19.000.01. Gas Bumi Salah satu bahan baku produksi pupuk adalah gas bumi.

• Perusahaan mencatat harga gas dalam perhitungan harga pokok produksi sesuai dengan kontrak pembelian yaitu sebesar USD 2.06/2004 tanggal 28 Juni 2004.050.00/MMBTU untuk periode Agustus sampai dengan Desember 2003. Komponen biaya yang dapat diperlakukan sebagai Harga Pokok Produksi diatur dengan SK Menteri BUMN No KEP-183/MBU/2003 tanggal 28 Maret 2003 yang pada prinsipnya sama dengan HPP pada umumnya ditambah margin keuntungan 10%. Pupuk Non Urea (SP-36.USD 1.06/2003 tanggal 19 Agustus 2003 dan No. Selanjutnya Distributor melakukan penjualan dari gudang Lini III kepada Pengecer di Lini IV.00/MMBTU sesuai Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 319/MK. Hal ini sesuai Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 356/KMK. Pupuk Urea • Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 356/MK.130/2/2004 tanggal 13 Pebruari 2004 yaitu : • Pupuk Urea = Rp 1. .600. d.400. HET ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor : 107/Kpts/SR. sedangkan untuk periode Januari sampai dengan Desember 2004 ditetapkan sebesar USD 1. Pada tahun 2002 melalui surat dari Departemen Perindustrian dan Perdagangan Direktorat Jenderal Perdagangan dalam Negeri nomor 490/DJPDN/IX/2002 tanggal 20 September 2002. Subsidi ini diakui Perusahaan sebagai pendapatan subsidi pupuk non urea.00 per Kg • Pupuk ZA = Rp 950.00 per Kg e. Perusahaan ditugaskan sebagai pelaksana dan bertanggung jawab atas kelancaran pengadaan dan penyaluran serta 10 .00/MMBTU • Selisih antara harga gas bumi sesuai kontrak atau berdasarkan penetapan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral dengan harga gas yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan sebagai beban Perusahaan.06/2003 tanggal 19 Agustus 2003 menetapkan harga gas yang menjadi beban Perusahaan adalah sebagai berikut : . dengan ketentuan bahwa Harga Pokok Produksi tidak boleh melebihi harga impor untuk pupuk sejenis. Phonska/ NPK 15:15:15) Subsidi pupuk non urea ditentukan oleh Pemerintah melalui harga pupuk yaitu selisih positif antara Harga Pokok Produksi (HPP) dengan Harga Eceran Tertinggi yang ditetapkan oleh Menteri Pertanian dikalikan volume penyaluran pupuk ke sektor pertanian.06/2004 tanggal 28 Juni 2004. Perusahaan melaksanakan pengadaan pupuk bersubsidi sampai dengan gudang Lini III yang berlokasi di tingkat Kabupaten atau Kodya di wilayah yang menjadi tanggung jawabnya dan penjualan pupuk kepada Distributor. ZA.USD 1.00 per Kg • Pupuk SP-36 = Rp 1. dikalikan volume pemanfaatan gas atas penyaluran pupuk ke sektor pertanian diakui sebagai pendapatan subsidi pupuk urea. Distribusi Pupuk Distribusi pupuk bersubsidi sesuai Surat Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 70/MPP/Kep/2/2003 tanggal 11 Pebruari 2003 sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI No 306/MPP/Kep/4/2003 menetapkan bahwa Perusahaan bertanggung jawab untuk melaksanakan pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi tahun 2003 mulai dari Lini I sampai dengan Lini IV pada wilayah propinsi yang menjadi tanggung jawabnya.00 per Kg • Pupuk NPK = Rp 1. 319/MK.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) c.30/MMBTU untuk periode Januari sampai dengan Juli 2003. yaitu Jawa Timur di 37 Kabupaten untuk pupuk urea dan seluruh Indonesia untuk pupuk non urea.

f. Laporan arus kas konsolidasi disajikan dengan metode langsung (direct method) dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi. Dasar pengukuran dalam penyusunan laporan keuangan adalah konsep biaya perolehan (historical cost). d. Dasar Pengukuran dan Penyusunan Laporan Keuangan Laporan keuangan konsolidasian ini disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. b. 356/MPP/Kep/5/2004 tanggal 27 Mei 2004 wilayah tanggung jawab Perusahaan menjadi 12 Kabupaten Jawa Timur untuk pupuk urea dan seluruh Indonesia untuk pupuk non urea. Transaksi dan Penjabaran Laporan Keuangan Dalam Mata Uang Asing 11 . 3. Perusahaan wajib bertanggung jawab atas pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi secara 6 (enam) tepat yaitu tepat jenis. waktu dan mutu. jumlah. Prinsip Konsolidasi Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan perusahaan dan perusahaan anak dimana Perusahaan merupakan pemegang saham baik secara langsung ataupun tidak langsung lebih dari 50% hak suara dari saham yang diterbitkan. Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan ini adalah Rupiah. Madiun. Pestisida dan Produk Lainnya Pemerintah tidak mengatur tataniaga produksi dan perdagangan pestisida dan produk lainnya sehingga Perusahaan dapat melaksanakan produksi dan pemasarannya sesuai dengan kebijakan manajemen dan mekanisme pasar. harga. Magetan. Lamongan. Bojonegoro. Hasil yang sebenarnya mungkin berbeda dari jumlah yang diestimasi. Tuban. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI a. Ponorogo dan Pacitan. Dalam pertengahan tahun 2004. Jombang.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) ketersediaan stok pupuk urea di 9 (sembilan) Kabupaten/Kota di Propinsi Jawa Timur (lebih sedikit dibandingkan tahun 2003). Kedua belas kabupaten di Jawa Timur tersebut adalah Gresik. c. Ngawi. yang antara lain meliputi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Nganjuk. investasi dan pendanaan. atau apabila Perusahaan memiliki 50% atau kurang hak suara tetapi dapat dibuktikan adanya pengendalian. Saldo dan transaksi termasuk keuntungan / kerugian yang belum direalisasi atas transaksi antara perusahaan dan perusahaan anak dieliminasi untuk mencerminkan posisi keuangan dan hasil usaha Perusahaan dan perusahaan anak sebagai satu kesatuan usaha. sesuai Surat Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan No. Kota Madiun. mulai dari Lini I sampai dengan Lini IV pada wilayah yang menjadi tanggung jawabnya. Penggunaan Estimasi Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia mengharuskan manajemen untuk membuat estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah aktiva dan kewajiban dan pengungkapan aktiva dan kewajiban kontinjen pada tanggal laporan keuangan serta jumlah pendapatan dan beban selama periode pelaporan. tempat.

Transaksi-transaksi selama tahun berjalan dalam mata uang asing dicatat dengan kurs yang berlaku pada saat terjadinya transaksi. Sedangkan untuk tahun 2004. 12 . Penurunan Nilai Aktiva Apabila terdapat indikasi adanya penurunan potensial atas nilai aktiva yang disebabkan oleh penurunan estimasi nilai ekonomis yang manfaatnya untuk masa depan. Pembukuan PT Petronika. ZA dan NPK untuk sektor pertanian yang telah disalurkan ke Lini IV. Piutang Subsidi Kepada Pemerintah Subsidi harga gas atau selisih pembayaran harga gas (pupuk urea) Piutang subsidi harga gas tahun 2003 dan 2004 untuk produk pupuk urea diakui sebesar selisih antara harga gas menurut kontrak atau yang ditetapkan oleh Menteri Pertambangan dan Energi dengan harga yang dibebankan kepada Perusahaan menurut keputusan Menteri Keuangan. Piutang subsidi harga pupuk diakui 100% dari penagihan secara bulanan berdasarkan pupuk SP-36. ZA dan NPK (non-urea) diakui sebesar selisih perkiraan Harga Pokok Penjualan (HPP) sesuai perhitungan dan komponen biaya yang ditentukan oleh Menteri BUMN dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh Menteri Pertanian. g. Piutang Usaha Piutang usaha yang berasal dari penjualan pupuk. perusahaan anak diselenggarakan dalam mata uang Dollar Amerika Serikat. Subsidi harga pupuk (pupuk non-urea) Piutang subsidi harga pupuk tahun 2003 dan 2004 untuk produk pupuk SP-36. aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang asing disesuaikan untuk mencerminkan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut didasarkan pada kurs tengah mata uang asing yang diumumkan oleh Bank Indonesia.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Pembukuan Perusahaan dan perusahaan anak. produk samping (non pupuk) dan pestisida diakui pada saat direalisasi yaitu pada saat pembuatan faktur penjualan yang didukung bukti penyerahannya. deposito berjangka yang jangka waktunya kurang dari atau sama dengan 3 (tiga) bulan sejak tanggal penempatannya dan tidak dijaminkan. Bila hasil penelaahan tersebut menyimpulkan adanya penurunan nilai aktiva. sedangkan pendapatan dan beban dijabarkan dengan menggunakan kurs rata – rata. Selisih kurs yang terjadi disajikan sebagai bagian dari ekuitas. maka kerugian yang timbul akan diakui pada periode berjalan. Pada tanggal neraca. f. h. sedangkan pada akhir tahun 2004 berdasarkan realisasi HPP dengan mempertimbangkan anggaran yang tersedia di APBN-P tahun 2004. maka Perusahaan akan melakukan penelaahan atas terjadinya penurunan nilai aktiva. e. Piutang subsidi harga gas diakui 100% dari penagihan secara bulanan berdasarkan pupuk urea untuk sektor pertanian yang telah disalurkan ke Lini IV. Keuntungan atau kerugian yang timbul dikreditkan atau dibebankan dalam laporan laba rugi tahun yang bersangkutan. Sedangkan piutang usaha yang berasal dari pendapatan jasa diakui sesuai dengan tahapan penyelesaian pekerjaan. Untuk tujuan penyajian laporan keuangan (bagian laba rugi penyertaan). aktiva dan kewajiban PT Petronika pada tanggal neraca di jabarkan masing – masing dengan menggunakan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut. kecuali PT Petronika diselenggarakan dalam mata uang Rupiah. Kas dan Setara Kas Kas dan setara kas terdiri dari saldo kas dan bank. Pada akhir tahun 2003 jumlah piutang diakui berdasarkan penyaluran ke Lini IV dan perkiraan HPP setahun. pada akhir tahun jumlah piutang diakui berdasarkan penyaluran ke Lini IV selama satu tahun dengan mempertimbangkan anggaran yang tersedia di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara –Perubahan (APBN-P) tahun 2004.

Bila terjadi penurunan nilai yang bersifat permanen. baik langsung maupun tidak langsung. nilai tercatatnya dikurangi untuk mengetahui penurunan tersebut dan kerugiannya dibebankan pada laporan laba rugi tahun berjalan. piutang kepada Pemerintah dan antar produsen pupuk/sister company) berdasarkan analisa terhadap umur piutang tersebut sebagai berikut : Umur piutang Persentase penyisihan 0 . Penyisihan Piutang Perusahaan menetapkan penyisihan piutang atas piutang usaha dan piutang lain-lain (kecuali piutang yang ada jaminannya. maka selisih yang timbul dibebankan pada akun penurunan nilai persediaan dalam kelompok beban lain-lain. Penerimaan kembali piutang yang telah dihapuskan dibukukan sebagai pendapatan lain-lain. iii) Persediaan barang jadi pada tanggal neraca disajikan sebesar nilai perolehannya atau nilai bersih yang dapat direalisasi mana yang lebih rendah (the lower of cost and net realizable value). l. ii) Investasi Lainnya Investasi dalam bentuk saham dengan pemilikan kurang dari 20% yang nilai wajarnya tidak tersedia dan dimaksudkan untuk investasi jangka panjang dinyatakan sebesar biaya perolehan (metode biaya). Namun demikian penghapusan tersebut tetap mengikuti prosedur sebagaimana diatur dan berlaku untuk BUMN pada umumnya. j. iv) Untuk persediaan yang tidak berfungsi dalam kondisi rusak atau tidak dapat dimanfaatkan.2 tahun 50 % > 2 tahun 100% Piutang yang benar-benar tidak dapat ditagih dihapuskan dari pembukuan.000 (seribu Rupiah) dibebankan sebagai kerugian pada tahun berjalan. Persediaan i) Persediaan bahan baku dan suku cadang dicatat sebesar harga perolehannya dengan metode ratarata bergerak (moving average method).000 (seribu Rupiah) per satuannya. ditambah atau dikurangi dengan bagian laba atau rugi perusahaan asosiasi sejak perolehan sebesar persentase pemilikan dan dikurangi dengan dividen yang diterima (metode ekuitas). dinyatakan sebesar biaya perolehan. k. Apabila penyajian dilakukan sebesar nilai bersih yang dapat direalisasi. maka nilai tercatatnya dikurangi untuk mengakui penurunan tersebut yang ditentukan untuk setiap investasi secara individu dan kerugiannya dibebankan pada laporan laba rugi tahun berjalan.1 tahun 0% 1 . dipindahkan ke aktiva lain-lain dengan nilai Rp 1. ii) Persediaan barang dalam proses dicatat sebesar harga perolehannya dengan metode rata-rata tertimbang (weighted average method). Bagian atas laba (rugi) tiap tahun disesuaikan dengan amortisasi atas selisih antara harga perolehan dan bagian Perusahaan atas nilai wajar netto yang dapat diidentifikasi. Transaksi dengan Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa 13 . Selisih antara nilai tercatat dengan nilai Rp 1. Investasi Jangka Panjang i) Investasi pada Perusahaan Asosiasi Investasi dengan pemilikan 20% sampai dengan 50%. Bila terjadi penurunan nilai yang bersifat permanen. Khusus untuk piutang kepada Pemerintah disisihkan setelah adanya kepastian bahwa piutang tersebut tidak akan terealisir.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) i.

Perorangan yang memiliki. ii). sebelum mendapatkan persetujuan formal untuk menghapuskannya atau dijual. Terhadap aktiva tetap tersebut dilakukan penyusutan sekaligus sebesar nilai buku dan dibebankan sebagai Biaya lain – lain. alat berat Perabot dan inventaris lainnya 10 10 20 20 25 Tanah dinyatakan berdasarkan biaya perolehan dan tidak disusutkan. sebagai berikut : % Tarif Penyusutan Bangunan pabrik Bangunan gedung Mesin dan Peralatan Kendaraan. 7. atau dengan pihak yang mana Perusahaan mempunyai pengaturan khusus atau transaksi yang signifikan dan juga apakah transaksi telah dilakukan atau dengan kondisi dan syarat sebagaimana dilakukan dengan pihak yang tidak mempunyai hubungan istimewa telah diuraikan di laporan keuangan. pengadaan/ pembangunan yang berkaitan dengan aktiva tetap adalah sebagai berikut: 14 . Apabila aktiva tetap yang tidak digunakan lagi untuk operasional perusahaan ( karena rusak atau usang). iii).PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan No. mengendalikan atau dikendalikan oleh. Karyawan kunci yaitu orang-orang yang mempunyai wewenang dan tanggung jawab untuk merencanakan. Perusahaan dimana suatu kepentingan substansial dalam hak suara dimiliki baik secara langsung maupun tidak langsung oleh setiap orang yang diuraikan dalam point iii) dan iv) atau setiap orang tersebut mempunyai pengaruh signifikan atas perusahaan tersebut. Sifat dan besarnya transaksi dengan pihak-pihak yang mana Perusahaan mempunyai kemampuan untuk mengendalikan. Kriteria yang digunakan untuk objek kapitalisasi berupa pengeluaran untuk pemeliharaan. atau berada dibawah pengendalian bersama dengan perusahaan pelapor (termasuk holding companies. Ini mencakup perusahaanperusahaan yang dimiliki anggota dewan komisaris. maka secara administratif dikeluarkan dari perkiraan aktiva tetap untuk dipindah bukukan ke dalam aktiva tetap non operasional yang disajikan dalam kelompok aktiva lain – lain. baik secara langsung maupun tidak langsung suatu kepentingan hak suara di perusahaan pelapor yang berpengaruh secara signifikan. direksi dan manajer dari perusahaan serta anggota keluarga dekat orang-orang tersebut dan. subsidiaries and fellow subsidiaries). Aktiva tetap kecuali tanah disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus (straight line method) berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aktiva tetap. memimpin dan mengendalikan kegiatan perusahaan pelapor yang meliputi anggota dewan komisaris. Perusahaan yang melalui satu atau lebih perantara (intermediaries). direksi atau pemegang saham utama dari perusahaan pelapor dan perusahaan-perusahaan yang mempunyai anggota manajemen kunci yang sama dengan perusahaan pelapor. m. iv). Perusahaan asosiasi (associated enterprises). Aktiva Tetap Aktiva tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutannya. v). yang dimaksudkan dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah: i). dan anggota dekat dari perorangan tersebut (yang dimaksudkan dengan anggota keluarga dekat adalah mereka yang dapat diharapkan mempengaruhi atau dipengaruhi perorangan tersebut dalam transaksinya dengan perusahaan pelapor).

Apabila pengeluaran biaya pemeliharaan tidak menambah umur dan atau menambah kapasitas maka dicatat sebagai beban. koreksi aktuarial dan dampak perubahan asumsi bagi peserta pensiun yang masih aktif diamortisasi dengan metode anuitas pasti selama estimasi sisa masa kerja rata – rata karyawan sebagaimana ditentukan oleh aktuaris. Biaya jasa kini diakui sebagai beban pada periode berjalan.000 Rp 5. Biaya perolehan tersebut termasuk biaya pinjaman yang terjadi selama masa pembangunan yang timbul dari hutang yang digunakan untuk pembangunan aktiva tersebut. Biaya yang Ditangguhkan Biaya yang dikeluarkan dan diperkirakan memiliki manfaat lebih dari satu tahun dicatat sebagai biaya ditangguhkan dan diamortisasi dengan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomisnya. Aktiva / Kewajiban Diestimasi atas Program Pensiun Perusahaan menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti ( berupa PKHT dan THT ) untuk semua karyawan tetap lokalnya.500 Jenis Aktiva Bangunan Mesin Alat berat Kendaraan Perabot Baru Rp 50.000 Rp 10. Hutang Usaha Hutang usaha adalah hutang yang timbul dari pengadaan barang/ jasa yang dinyatakan sebesar nilai barang/ jasa yang harus dibayar kepada rekanan. Umur teknis pabrik pupuk ditentukan selama 16 (enam belas) tahun. n.000 Rp 25.000 Rp 10. (iii). Hutang usaha yang berhubungan dengan pemborongan pekerjaan diakui dan dicatat berdasarkan persentase fisik pekerjaan yang telah diselesaikan dan dinyatakan dengan Berita Acara.000 Persediaan yang diklasifikasikan sebagai suku cadang penyangga disajikan pada aktiva tetap. Aktiva suku cadang penyangga ini akan disusutkan selama umur teknis pabrik (umur teknis pabrik dikurangi masa operasi pabrik). Metode penilaian aktuaria yang digunakan oleh aktuaris adalah metode Projected Unit Credit. Aktiva Dalam Pelaksanaan Aktiva dalam pelaksanaan dinyatakan sebesar biaya perolehan. r.000 Rp 25. Biaya pemeliharaan yang dikapitalisasi adalah biaya pemeliharaan yang dikategorikan sebagai perbaikan berat yang berupa penggantian baru seluruh satuan komponen aktiva tetap. Akumulasi biaya perolehan akan dipindahkan ke masing – masing aktiva tetap yang bersangkutan pada saat selesai dan siap digunakan. Biaya jasa lalu. q. Pengakuan Pendapatan dan Beban 15 . o.000 Rp 5.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) (i). Pengadaan/ pembangunan aktiva tetap dikapitalisasi jika harga per satuan mempunyai batas minimum sebagai berikut: Penambahan/ Penggantian Rp 25.000 Rp 50. p.000 Rp 50. Pengeluaran berupa biaya pemeliharaan diklasifikasikan dan dicatat sebagai aktiva tetap apabila pengeluaran tersebut menambah umur ekonomis dan atau menambah kapasitas aktiva tetap yang bersangkutan. (ii).

Perusahaan menagih sebesar 70% dari perhitungan tersebut.Pada akhir tahun. Pendapatan subsidi pupuk diakui sebagai berikut: Tahun 2003 .Pada setiap akhir bulan pendapatan subsidi diakui sebesar 100% dari perhitungan subsidi untuk bulan yang bersangkutan. . jumlah pendapatan subsidi untuk tahun berjalan diakui dan dihitung berdasarkan penyaluran pupuk bersubsidi ke Lini IV dan perkiraan HPP sesuai dengan ketentuan Menteri BUMN.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) i) ii) Pendapatan dari penjualan pupuk dan produk samping (non pupuk) diakui pada saat direalisasi yaitu pada saat pembuatan faktur penjualan yang didukung bukti penyerahannya. .Apabila terdapat perbedaan antara pendapatan subsidi yang dicatat Perusahaan pada suatu tahun buku dengan yang diakui Pemerintah pada periode berikutnya yang berlaku surut. 16 . maka perbedaan tersebut diperlakukan sebagai pendapatan atau beban pada tahun ditetapkannya oleh Pemerintah setelah dilakukan audit khusus subsidi pupuk.

Harga pokok penjualan dicatat sesuai biaya perolehannya yang besarnya ditentukan sesuai dengan pisah batas (cut off) yang berlaku untuk penjualan. s. terutama untuk para pelanggan diluar entitas Perusahaan. Segmen usaha adalah komponen yang dapat dibedakan (distinguishable components) dan menghasilkan suatu produk atau jasa yang berbeda. Pajak kini dihitung berdasarkan laba kena pajak. .Pada setiap akhir bulan pendapatan subsidi diakui sebesar 100% dari perhitungan subsidi untuk bulan yang bersangkutan. Pajak Penghasilan Seluruh perbedaan temporer antara jumlah tercatat aktiva dan kewajiban dengan dasar pengenaan pajaknya diakui sebagai pajak tangguhan dengan metode kewajiban (liability method). Beban diakui atas dasar akrual yaitu pada saat barang/Jasa digunakan/dimanfaatkan dalam operasi perusahaan atau dalam periode akuntansi yang menikmati manfaat ekonomi barang/jasa pada tahun yang bersangkutan. Pajak tangguhan diukur dengan tarip pajak yang berlaku saat ini. 17 . Koreksi terhadap kewajiban perpajakan diakui saat surat ketetapan pajak diterima atau jika mengajukan keberatan.Apabila terdapat perbedaan antara pendapatan subsidi yang dicatat Perusahaan pada suatu tahun buku dengan yang diakui Pemerintah pada periode berikutnya yang berlaku surut. yakni laba komersial setelah dikoreksi sesuai dengan peraturan perpajakan yang berlaku. menurut pembagian industri atau kelompok produk atau jasa sejenis yang berbeda. maka perbedaan tersebut diperlakukan sebagai pendapatan atau beban pada tahun ditetapkannya oleh Pemerintah setelah dilakukan audit khusus subsidi pupuk. t.Pada akhir tahun. Saldo rugi fiskal yang dapat dikompensasi diakui sebagai aktiva pajak tangguhan apabila besar kemungkinan bahwa jumlah laba fiskal di masa mendatang akan memadai untuk dikompensasi.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Tahun 2004 . i) ii) iii) iv) Pendapatan jasa diakui sesuai dengan tahapan penyelesaian pekerjaan. . jumlah pendapatan subsidi untuk tahun berjalan diakui dan dihitung berdasarkan penyaluran pupuk bersubsidi ke Lini IV dan realisasi HPP sesuai ketentuan Menteri BUMN dengan mempertimbangkan anggaran yang tersedia di APBN-P. Informasi Segmen Usaha Informasi segmen perusahaan dan perusahaan anak disajikan menurut pengelompokan (segmen) usaha. Perusahaan menagih sebesar 85% dari perhitungan tersebut. Pendapatan bunga dan lainnya diakui dengan metode akrual. pada saat keputusan atas keberatan tersebut telah ditetapkan.

382 15.916 4.393 1.000 6.465 177.355 273.310 9.443.649.803.561 14.323.899.292 Kas Bank : Rupiah : PT Bank Rakyat Indonesia Tbk PT Bank Negara Indonesia Tbk PT Bank Mandiri Tbk PT Bank Central Asia Tbk PT Bank DBS Indonesia PT Bank Bukopin Standard Chartered Bank The Hongkong Shanghai Bank Corporation Citi Bank PT Bank Lippo Tbk PT Bank Mega Tbk Sub Jumlah Valuta Asing : Citi Bank PT Bank Negara Indonesia Tbk PT Bank Mandiri Tbk Standard Chartered Bank PT Bank Rakyat Indonesia Tbk PT Bank Central Asia Tbk PT Bank DBS Indonesia The Hongkong Shanghai Bank Corporation PT Bank Lippo Tbk Sub Jumlah Jumlah Kas dan Bank Deposito Rupiah PT Bank Negara Indonesia Tbk Jumlah Kas dan Setara Kas 565. Piutang Usaha 2004 Rp 2003 Rp a.002.788 7.192 196.764 4.557 347.185 334.673 4.420 306.308.491 37. Berdasarkan Langganan Pihak Ketiga PT Gresik Cipta Sejahtera Pertani Group PT Gautama Sinarbatuah Sarana Adya Boga Agung PT Semen Gresik Cheil Samsung PT Indonesia Asahan Aluminium 18 21.011 22.533 40.814 171.849 6.404.083 224.729.568.560 .203.393 5.325 226.889 6.583.650.404.358.041.565 5.377 8.286.044.521 13.000 335.784 191.120 52.760 3.814 347.573 763 312.446 66.079 7.080 14.926.527.262.780 3.269.526.716 23.605 310.765 25.269 21.469.064 44.704.922 237.511.764 12.954 5.621 137.696 217.150.448.374.163.653 21.169. Kas dan Setara Kas 2004 Rp 2003 Rp 400.234.268 4.677.363 22.749.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 4.880 83.012.494 81.316 152.793.089.892 4.063.

096.001.520.845.733.323.537 2003 Rp PPI (Group) PT Padas Mulya PT Dharma Niaga PT Murni Sri Jaya Kimikal Usaha Prima Andal Hasa Prima PT Anak Gresik Raya Kencana PT Sugih Waras PT Eka Matra Tani PT Lautan Luas Lainnya (dibawah Rp2.062 4.320 368.981.5 milyar) Sub Jumlah Penyisihan Piutang Ragu-ragu Sub Jumlah Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa Pemerintah Republik Indonesia Subsidi Harga Pupuk Non Urea Subsidi Harga Gas Bumi (Urea) PPN atas Subsidi Harga Pupuk Non Urea Sub Jumlah Induk Perusahaan dan Perusahaan Asosiasi PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) PT Petrocentral PT Mega Eltra PT Pupuk Kaltim Tbk PT Pupuk Kujang Sub Jumlah Sub Jumlah Penyisihan Piutang Ragu-ragu Jumlah Jumlah Piutang Usaha b.360 145.509 8.520.550.550.793 413.250 14.244 13.085 3.256 7.600.008 1.502.320 81.072.607.600 3.515.725 910.137 17.391 7.540.607 123.841 3.266.670.376) 406.067) 402.116.237.448 2.004 (1.186.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 2004 Rp 4.520. Subsidi harga jual pupuk non-urea merupakan subsidi atas selisih harga jual pupuk non-urea yang ditetapkan Pemerintah (Harga Eceran Tertinggi/ HET) dengan Harga Pokok Penjualan (HPP) untuk volume pupuk yang telah disalurkan sampai ke Lini IV untuk sektor pertanian dalam negeri (lihat catatan 2).869 3.892 193.623 3.742.807.577 402.907 106.120.258.143 7.912 10.643 (1.235 93. 19 .373 3.655.294 3.696 (7.744 403.903 44.897.253 28.885 42.361 (249.870 8.116 (714.483.253.913.130.547.420 250.287.197.826 2.866 219.574.481.078.869.766.759 20.248. Berdasarkan Mata Uang Rupiah US Dollar Jumlah Penyisihan Piutang Ragu-ragu Jumlah Piutang kepada Pemerintah Republik Indonesia 6.521.346.406 12.747.580 (6.783 406.478.713.117 153.815.937 Subsidi harga gas bumi merupakan subsidi atas selisih harga antara harga pembelian gas bumi dengan harga yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan sebagai beban Perusahaan yang digunakan untuk memproduksi pupuk urea yang telah disalurkan sampai ke Lini IV untuk sektor pertanian dalam negeri (lihat catatan 2).880.976 110.043.983.448.937 359.784) 152.043) 187.872.283) 249.972 3.591 28.960.244.333) 219.291.874.700 143.860 191.260 43.

120 337.500.283 29.029.027 2.400 46.879.449 5.990 365.978 24.911 37.805.850 8.162 4.567.194 (11.678.371 (1.579.223.162 35.266.344) 26.706.779) 13. karyawan).385. Berdasarkan Langganan Pihak Ketiga PT Petro Oxo Nusantara Dinas Perhubungan Pemkab Gresik PT Samator Inti Peroksida Lain .652 (9. bangunan.565) 13.784 7.673 21.394 6.367.156.352.827 12.289.264.225.199 3.755 23. Piutang usaha digunakan sebagai jaminan atas hutang bank (lihat catatan 14 dan 20).ragu atas piutang kepada pihak ketiga dan piutang kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah cukup untuk menutupi kerugian yang mungkin timbul dari tidak tertagihnya piutang tersebut. Piutang kepada Perusahaan Induk dan Asosiasi Jumlah tersebut adalah piutang atas penjualan produk dan jasa.145.424 731. Piutang Lain-lain 2004 Rp 2003 Rp a. penggunaan fasilitas Perusahaan (rumah dinas.161 421.943.347.980 22.470 835.620 277.120.434.148.989 15.409 26.249. 6.000 1.341 2.569. tanah.150.825) 14.680 1.092.030 1.028.868.059.006 (10.lain (kurang dari 2 milyar) Sub Jumlah Penyisihan Piutang Ragu-ragu Sub Jumlah Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa PT Petrowidada Yayasan Petrokimia Gresik PT Puspetindo PT Petronika PT Kawasan Industri Gresik PT Petrocentral Karyawan PT Petrokopindo CS PT Rekayasa PT Pupuk Kaltim Tbk Lain-lain Sub Jumlah Penyisihan Piutang Ragu-ragu Sub Jumlah Jumlah Piutang Lain-lain b. Berdasarkan Mata Uang Rupiah US Dollar Jumlah Penyisihan Piutang Ragu-ragu Jumlah Piutang Lain-lain 20 9.013.850 .579.023 (10.209) 21.617 2.591 307.237.963 2.148.782.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Selisih pembayaran harga gas bumi merupakan pengembalian oleh Pemerintah RI atas selisih harga antara harga pembelian gas bumi dengan harga yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan sebagai beban Perusahaan yang digunakan untuk memproduksi pupuk urea (lihat catatan 2).024 771.989 22.038 4. Manajemen berpendapat bahwa penyisihan piutang ragu .652.153. penjualan produk samping dan pinjaman suku cadang.188 (506.747 13.623 23.441 5.034) 35.718.806.

998 597.957 7.520 11.128.607 161.789 4.006 8.389 27.880 404.673 9. DMA.054. Persediaan Bahan Baku Batuan Fosfat Belerang KCL Amoniak Asam Sulfat Pestisida (DMS.172 21 101.588 5.611 5.703.682 31.120. dll) Bahan Aktif Pestisida ALOH3 Zinc Sulfat Sub Jumlah 33.591.915 322.698. dll) Pestisida (Cair.574.021 152.249 8.679 30.013.626 42. jasa pelabuhan.496 2.221 165. Flowable.256 119.419 50.354 11. Padat.228 381.459 13.008 67.612 1.183. sewa tanah.207 2.717 6.334 43. Persediaan Barang Dalam Proses Asam Fosfat ROP KCL 15-10-19-6Mg Bahan Aktif Pestisida Purified Gypsum KCL 15-9-20-6Mg CO2 Cair Asam Fluosikat Nitrogen Oksigen Crude Gypsum Pestisida (Cair.850 Kuantum *) 130.140 31.854 454.136.746 11.090.960 92.999. sewa rumah.576 34.639 99.383 9.224.760 110.757.195 771.134 39.ragu atas piutang kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah cukup untuk menutupi kerugian yang mungkin timbul dari tidak tertagihnya piutang tersebut.611 119.032.399. Manajemen berpendapat bahwa penyisihan piutang ragu .165 3.417 255 9. Tepung.101. dan lain-lain (lihat catatan 30).943.379 2. dan lain-lain) dan penjualan jasa lainnya berupa jasa keahlian.758 32.487 Kuantum *) 178.918 60. BPMC.460 234. listrik.227. Tepung.478 842 88 Rp 126. Padat.171 450.484.070 174.375 6.751 20.155 4.140.698 993.279 50.086 18.747.168.716 16.471 66. Persediaan Barang Jadi Pupuk Kantong Produk Lainnya Pupuk Curah Pupuk Sweeping Barang Dalam Perjalanan Pupuk ZK Bahan Aktif Pestisida (Diazinon.127.700.056 7.218 46. Flowable. steam.636 9.864 73.589 194 199 43.593 1.334 10. Coils) Sub Jumlah b.261. Persediaan 2004 2003 Rp 228.508 8.705 3.925.951.637 a.489.241 67.828.494 43.033 337.871 274.231.602 11.729 19.598 31.701. 7.264 93 7. Coils) Sub Jumlah c.320 66.592 7.658 16.231 37.489 526 131 386 52 .105 3.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Piutang kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa lainnya diatas terutama timbul dari transaksi penjualan hasil produk samping (seperti air.902 161.033 30.037 2.468 92.361 128 78 353 35.605.822.263 700.466.

695. sesuai hasil kesepakatan dengan anggota holding telah diputuskan tambahan dividen tersebut dialokasikan ke masing-masing anggota holding.233.023 85.706 718.masing sebesar Rp64.565 36.229 5.812.402 65.178 3.515 Biaya Perbaikan Rutin yang Dikapitalisasi Biaya Distribusi Asuransi Biaya Bahan Kimia untuk NPK Blending Provisi Bank Lain-lain Jumlah 22 38.256 .558. sedangkan kenaikan persediaan bahan jadi disebabkan menumpuknya persediaan bahan jadi di 8.639 9.298. dimana PT Petrokimia Gresik mendapat bagian sejumlah Rp14.328.550 47.359 Uang muka dividen merupakan tambahan dividen Pemerintah.585 dan PT Asuransi Ramayana Tbk pada tanggal 31 Desember 2004 sebesar Rp1.244 3.391.914. kecuali oksigen dan nitrogen (dalam satuan ncm).915. seluruh persediaan telah diasuransikan kepada PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya dengan jumlah pertanggungan masing .786 14.677.755.808.209 Uang Muka Pembelian Uang Muka Dividen Uang Muka Operasional Uang Muka Lainnya Jumlah 27.409.310.330 6. U/41179/AOO-KU/2004 tanggal 6 Desember 2004 dan surat Menteri BUMN No.439 2.894 20.336 dan Rp53.639 174.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) d.271 7.280 58.529. pestisida cair.304. Persediaan Bahan Pembantu dan Penolong e.442.658 2.185.418.833 29.671.314.314.510. Persediaan Suku Cadang Pabrik Operating Supplies Pabrik Amonia dan Urea Kendaraan dan Alat Berat Prasarana dan Utilitas Suku Cadang Dalam Perjalanan Sub Jumlah Jumlah *) 44.072 Kuantum dalam satuan ton.071.877. Pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003.460 7.004.080 2. S-638/MBU/2004 tanggal 29 Nopember 2004. Biaya Dibayar Dimuka 2004 Rp 2003 Rp 42.907.464.000 2.578.367.753 469. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian yang dialami Perusahaan.243 1. sesuai surat dari PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) No.334. flowable dan coils (dalam satuan ltr). 9.951 44.831 16.000.789.327 85. Uang Muka 2004 Rp 2003 Rp 74.334. Tambahan dividen tersebut diminta pada PT Pusri Holding sebesar Rp50 milyar.102. pestisida padat dan tepung (dalam satuan kg).620. Seluruh persediaan di atas digunakan sebagai jaminan atas hutang bank (lihat catatan 14 dan 20).622 134. Kenaikan nilai persediaan bahan baku pada tahun 2004 disebabkan adanya kenaikan pembelian bahan baku impor karena kenaikan nilai kurs dollar.416.280 57.335.721 1.634.

474.190.530.776.873 1.005 40.818 Selisih Kurs 2.602.742.990.47% 9.273.250 260.643 1.022 15.000 1 28.077.552.774 2003 Rp 18.531 3.981 6.850 289.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 10.190.269 817.500 34.273.190.596.723 21.022 15.203.091 2003 Bagian Laba (Rugi) Tambahan Periode Berjalan Setoran dan Koreksi Dividen (582.964 (744.219 281.849 15. Investasi Jangka Panjang Tempat Kedudukan Metode Ekuitas PT Petronika PT Kawasan Industri Gresik PT Aneka Jasa Grhadika PT Petrokopindo Cipta Selaras Sub Jumlah Metode Biaya Asean Potash Mining.250 260.873 1.000 1 28.530.040.431 Saldo 01 Jan 2003 Perusahaan : PT Petronika PT Kawasan Industri Gresik Perusahaan Anak : PT Aneka Jasa Grhadika PT Petrokopindo Cipta Selaras Jumlah 19. Metode Ekuitas 2004 Bagian Laba (Rugi) Tambahan Periode Berjalan Setoran dan Koreksi Dividen 3.849 15.818 17.00% 2004 Rp 21.328.219 281.040.602.309) 875.519.041.00% 1.032 292.724 14. Thailand PT Petrowidada PT Petrocentral PT Puspetindo Sub Jumlah Jumlah Gresik Gresik Gresik Gresik Pemilikan Saham 20.990.343 69.742.279 5.091.592.592.229.776.13% Ringkasan pergerakan penyertaan adalah sebagai berikut : a.357.076 Saldo 31 Des 2004 21.470) (851.434 (42.360 4.474.849 15.303.328.773 541.160 Thailand Gresik Gresik Gresik 13.500 34.500 34.226 2.80% 5.617 281.552.00% 50.360 4.996 Selisih Kurs - Saldo 31 Des 2003 18.005 40.250 260.531 3.427) Saldo 01 Jan 2004 Perusahaan : PT Petronika PT Kawasan Industri Gresik Perusahaan Anak : PT Aneka Jasa Grhadika PT Petrokopindo Cipta Selaras Jumlah 18.500 34.818 23 .00% 50.957) (1.192.250 260.474.342 63.742.982 6.219 281.431 17.091.00% 35.430) 20.

Akta tersebut diperbaharui dengan akta notaris Rahmat Santosa. Perusahaan tersebut saat ini sedang dalam konstruksi menjadi produsen pupuk. SH Nomor 218 tanggal 31 Desember 1994 dan telah diubah dengan notaris yang sama nomor 294 tanggal 30 Maret 1996 sebanyak 28.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Dasar perhitungan bagian laba penyertaan saham untuk PT Petronika dan PT Kawasan Industri Gresik menggunakan laporan keuangan yang belum diaudit.. PT Petronika Penyertaan pada PT Petronika dilakukan pada tanggal 22 Oktober 1983 dengan akta Soeleman Ardjasasmita.500. SH nomor 140 tanggal 19 Maret 1999. PT Kawasan Industri Gresik Investasi pada PT Kawasan Industri Gresik (PT KIG) dilakukan pada tanggal 20 Nopember 1990 dengan akta notaris Nurlaily Adam Nomor 145.154.82% menjadi 1. b. PT Aneka Jasa Grhadika Penyertaan pada PT Aneka Jasa Grhadika dituangkan dalam akta notaris Nurlaily Adam.050 lembar saham dengan nilai nominal Rp10 per lembar atau senilai Rp260. PT Petronika bergerak dalam bidang bahan baku plastik.000. 24 . SH nomor 25 tanggal 14 September 1983. PT Petrowidada Penyertaan pada PT Petrowidada dilakukan pada tanggal 17 Pebruari 1999 berdasarkan akta notaris Ny. Jumlah investasi pada tanggal tersebut adalah senilai Rp3. Sesuai resolusi para pemegang saham.013/1990 tanggal 5 Juni 1990. Harga saham pada tahun 1983 adalah USD 1. Perusahaan ini bergerak dalam bidang bahan baku plastik. Investasi Perusahaan dalam akta ini diakui sebanyak 5.108. Metode Biaya Potash Mining.260 dan pada tahun 1997 ditambah lagi sebesar Rp261.385 lembar dengan nilai USD 2. Nomor 36 tanggal 18 April 1990. Perusahaan ini bergerak dalam bidang otomotif.946.318. Thailand Penyertaan pada Potash Mining Thailand dilakukan berdasarkan surat Menteri Keuangan nomor S-672/MK.692.500 atau senilai Rp14.000/lembar. Pada tahun 1995 dilakukan tambahan penyertaan senilai Rp3. Perusahaan ini bergerak dalam bidang konstruksi dan jasa pemeliharaan gedung. PT Petrowidada menambah modal ditempatkan dan disetor sehingga mengubah persentase kepemilikan Perusahaan dari 4. Modal Dasar Perusahaan ini adalah Rp60. SH. PT Petrokopindo Cipta Selaras Penyertaan pada PT Petrokopindo Cipta Selaras dituangkan dalam akta notaris Djamilah Nahdi.750.000.000 dan telah ditempatkan sebesar Rp5. Akta ini telah beberapa kali mengalami perubahan terakhir dengan akta pernyataan keputusan rapat nomor 53 tanggal 17 Januari 1995 dihadapan notaris Yanita Poerbo.400.250. SH.125 lembar saham dengan nilai nominal Rp 10 per lembar atau senilai Rp281.385.073. Pada tanggal 19 Maret 1999 dilakukan perubahan akta perusahaan yang mengubah nilai nominal saham menjadi USD 500/lembar. Ester Mercia Soeleman nomor 40 dengan nilai penyertaan Rp3.47%. PT KIG bergerak dalam bidang pengelolaan lahan untuk industri di Gresik.182. penyertaan Perusahaan pada PT Petrokopindo Cipta Selaras adalah sebanyak 26.

131.299.997.577.365.120.395. SH nomor 261 tanggal 19 Mei 1992.982.303.438.245 3.954 11.13%.847 25 5 477 837 2003 Pengurangan 1 942 051 Reklasifikasi 15.463 75.798 216.388.180 107. 11.000 dan telah disetor sebesar USD 1.470.394 717.604.123.813.011.341.134.802 887.899 64.278.556 19.445. Perusahaan telah mengalami kerugian kumulatif yang melebihi modal ditempatkan.080.527.128 1.869. maka komposisi pemilikan saham Perusahaan pada PT Puspetindo menjadi sebesar 5.000.093 42 550 193 Penambahan 498.988.612.819.927 75.979 22.566 321.031 46 085 979 .577.228.085.463.000 atau 12.328 Saldo Awal Nilai Perolehan Tanah Bangunan Mesin dan Peralatan Kendaraan dan Alat Berat 29.422.551 398.027) - Saldo Akhir 29.011.025.857 5.280.559 3.422.341.568 42. SH nomor 4 yang diubah dengan akta notaris Endravilla Parmata. Seluruh investasi tersebut diatas dimaksudkan untuk memperoleh potensi keuntungan dalam jangka panjang.403 atau ekuivalen dengan Rp2.045.007.779 191.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) PT Petrocentral Penyertaan pada PT Petrocentral dilakukan pada tanggal 3 Maret 1986 dengan akta notaris Soeleman Ardjasasmita.422.000 dan terdapat koreksi penyertaan sebesar Rp680.388.091 Saldo Akhir 29.220 3.000 sehingga nilai penyertaan menjadi Rp4.961.832.450.350.161 52.031 46.821 8.198.535.200.039 200.544.566 321. PT Petrocentral bergerak dalam bidang bahan baku sabun.426.408 152.595 3.724 14.821 498.486 Reklasifikasi 2.201.212.510.919.961.183 1. Pada tahun 2002 PT Petrocentral membagikan dividen saham sebesar Rp2.000 131.124.241 42.501 3.795 2.547 39.848.776.456.206 2.438.661.530 981.995 16.390 1.782 46. PT Puspetindo Investasi pada PT Puspetindo dilakukan pada tanggal 22 Maret 1990 dengan akta notaris Soeleman Ardjasasmita nomor 30.619) (152.409.321 789.646 (2.572 1. karena seluruh investasi jangka panjang tersebut bergerak dalam bidang industri yang berhubungan dengan Perusahaan yaitu industri pupuk dan perdagangan. Dengan dilakukannya restrukturisasi hutang dalam bentuk Debt of equity Swap serta adanya perubahan modal.283.490.680.434 50.074.056 1.711.526 99.908.443.390 1.350 lembar saham.002.150 331.456 214. Nilai penyertaan adalah sebesar USD 1.643.136 8.283) (55.216.099 2.604.576 4. Aktiva Tetap Saldo Awal Nilai Perolehan Tanah Bangunan Mesin dan Peralatan Kendaraan dan Alat Berat Inventaris Suku Cadang Penyangga Aktiva Dalam Pelaksanaan Bangunan Mesin dan Peralatan Inventaris Lainnya Akumulasi Penyusutan: Bangunan Mesin dan Peralatan Kendaraan dan Alat Berat Inventaris Suku Cadang Penyangga Nilai Tercatat 29.976 14.000 111.283 55.050 1.566 321.077.383 23.340 45.237 Penambahan 7.819.812 2004 Pengurangan 416 4.422.195 17. PT Puspetindo bergerak dalam bidang peralatan pabrik.305 7.319 2.533.721 3.011.699.062. Nilai penyertaan Perusahaan adalah sebesar Rp12.355 26.027 1.646.

027 1. Pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003.179 68.238.379 15.626.768.025.753 1.433 90.390 1.317 Saldo Awal Nilai Perolehan Tanah Bangunan Mesin dan Peralatan Kendaraan dan Alat Berat Inventaris Suku Cadang Penyangga Aktiva Dalam Pelaksanaan Bangunan Mesin dan Peralatan Inventaris Lainnya Akumulasi Penyusutan: Bangunan Mesin dan Peralatan Kendaraan dan Alat Berat Inventaris Suku Cadang Penyangga Nilai Tercatat 29.816.837 1.149 2.163 6.299.566 321.154 8.145 6.700 3.044. 12.941.706 (16.913. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian yang dialami perusahaan.220.771 185.578 2.679.088.942.394 717.593 Penambahan 498.313.303.085.510.031 46.514.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 2003 Pengurangan 1.398 37.988.212.547 39.941 Beban Overhead Pabrik Beban Usaha Jumlah 92.408.422.577. seluruh Aktiva tetap kecuali tanah telah diasuransikan kepada PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero).408 152.215 649.919.470.550.432.242.106 216.119.429 29.463 75.144.401 928.941.041 894.212.213 3.341.379.711.679.050 1.099 2.508 8.091 909.193 21.979 22.675 99.612.566 321.365.847 5.289 . PT Asuransi Ramayana Tbk dan PT Asuransi Inda Tamporok General Insurance terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya dengan jumlah pertanggungan masing .443.083.200.490.797) - Saldo Akhir 29.623 dan Rp3.530 981.278.355 26.225 16.123.326 8.027 116.696.051 373.595.480 17.540 111.643.228.762 373.007.masing sebesar Rp1.328.445.237 Beban penyusutan dialokasikan sebagai berikut : 2004 Rp 2003 Rp 82.136 6.577.011.039 200.643 90.178 862.721 3.401 928.154 3.811 Aktiva tetap dan aktiva dalam pelaksanaan digunakan sebagai jaminan atas hutang bank (lihat catatan 14 dan 20).941 Reklasifikasi 15.756.463.895 Denda Service Level Agreement Perbaikan yang Dikapitalisasi Pengurusan Sertifikat HGB Tenaga Bantuan Kaltim Reklamasi Tanah Pengurusan Merek Dagang Jumlah 26 10.280.940.305 1.340 45.588 148.802 887.574 14.167 17.961.500 79.869.856.252.093 42.195 17.422.572.982 40.589 9.604.346.963.969. Biaya Yang Ditangguhkan 2004 Rp 2003 Rp 21.840.306 1.475 51.327 232.136 8.392 2.408 152.916.035.292.477.542.

800 1.062 342.108. Aktiva tetap mesin tidak digunakan merupakan bangunan dan mesin Pabrik Pemurnian Asam Fosfat dan Pabrik Amoniak I yang sudah tidak digunakan lagi. Biaya .000 2 1.790 580.496 714.800 23. Jaminan jangka panjang merupakan jaminan listrik.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Denda Service Level Agreement merupakan tunggakan denda atas restrukturisasi hutang Perusahaan yang ditangguhkan dan diamortisasi selama 3 tahun sesuai dengan jatuh tempo dalam perjanjian restrukturisasi.784 56.407 Piutang pada Yayasan Petrokimia Gresik Deposito Dijaminkan Jaminan Jangka Panjang Jaminan Tanah Piutang Karyawan Jangka Panjang Piutang Bersyarat Uang Jaminan Kendaraan Aktiva Tetap Mesin Tidak Digunakan Uang Jaminan Bahan Bakar Jumlah 30. 27 . jaminan botol. 13.634 342.182 1. Aktiva Lain-lain 2004 Rp 2003 Rp 18.552.928 Piutang pada Yayasan Petrokimia Gresik adalah piutang untuk dana pembangunan perumahan karyawan yang jangka pengembaliannya lima tahun serta program santunan kesehatan (sankes) (lihat catatan 21). jaminan telepon dan jaminan keanggotaan golf.317.406.496 759.300.281. Deposito dijaminkan merupakan deposito pada PT Bank Negara Indonesia Tbk yang dijadikan jaminan pada PT Jamsostek (Persero) atas pinjaman untuk membiayai perumahan karyawan.biaya yang dikeluarkan sehubungan dengan pengurusan legal hak atas tanah ditangguhkan dan diamortisasi selama umur HGB tanah yang bersangkutan.784 610.400 1.460.514 1.291 612.800 34. Piutang karyawan jangka panjang merupakan piutang atas pinjaman rumah dan kendaraan kepada pegawai yang dibayar kembali dengan angsuran melalui pemotongan gaji.000 1.281.500 3.

246.171. Perusahaan telah memperoleh fasilitas kredit sebagai berikut : a. b.043.000.248.312.Market Line PT Bank DBS Indonesia PT Bank Negara Indonesia Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Syariah Mandiri Standard Chartered Bank PT Bank Mega Tbk PT Bank Lippo Tbk Sub Jumlah Fasilitas Letter of Credit (L/C) PT Bank Central Asia Tbk PT Bank Negara Indonesia Tbk Standard Chartered Bank PT Bank DBS Indonesia The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Sub Jumlah Jumlah Hutang Bank 15.Time Loan PT Bank Central AsiaTbk .88 21.80% .000 10.000.330. serta perubahan .939 190.75% 4% .perubahan perjanjian kredit.75% PT Bank Central Asia Tbk Berdasarkan Akta Perjanjian Kredit Nomor 1 tanggal 7 Agustus 2003.00 14.551.347.000 dan fasilitas PBMM dapat digunakan hingga sejumlah Rp50 milyar dengan ketentuan pemberian fasilitas PBMM bersifat tidak mengikat disesuaikan dengan keadaan likuiditas PT Bank Central Asia Tbk.876.811.000. Usance LC dan Usance Payable At Sight LC ) dengan jumlah pokok tidak melebihi USD 20.335 437.911 312.427 110. Notaris di Jakarta.860. Fasilitas Kredit Lokal (rekening koran) dengan jumlah pokok tidak melebihi USD 10.900.141.734 Kredit Modal Kerja PT Bank Central Asia Tbk .950 33.18% .100 3.00 14. yang dapat digunakan untuk Fasilitas Time Loan Revolving dalam Rupiah maupun Dollar Amerika Serikat.78 2.387 281.56 131.56 82.342 86.000 712.347.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 14.000 50.665.000.13.000 155. dari Lindrawati Poernomo.069 Tingkat bunga per tahun selama tahun berjalan Rupiah US Dollar Penjelasan Pokok perjanjian pinjaman adalah sebagai berikut : 8.100 20.00% 10.731.939 190.350.999.296 5.456 531. terakhir tanggal 8 Oktober 2004.248.742 32.50% 4. Hutang Bank 2004 USD (Angka Penuh) Rp 139.00 57.50 3.000.246.171.000. Fasilitas Omnibus Time Loan Revolving dan Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN) dan Pinjaman Berjangka Money Market (PBMM) dengan jumlah pokok tidak melebihi Rp200 milyar.00 16.564 125.00 25.000.600.000.375.553.028 151.03 9.430.296.000.000.14.020.00 10.03 13.789.146 USD (Angka Penuh) 10. SH.841.88 43.276.41% . dengan ketentuan untuk penggunaan dalam Dollar Amerika Serikat setinggi-tingginya sejumlah USD 5.900 242. 28 .347.957 23.364.000.000.695 312.000..796.000.000 916.000 92.989.6.750.6.463.771.997.324 2.865.833.020.178 774. Fasilitas Omnibus Letter of Credit (Sight LC.000.650.995. c.000 2003 Rp 84.283.789.10 12.610 130.

000.000. Fasilitas kredit ini dibebani bunga sebesar 12.000. barang setengah jadi.dengan jangka waktu kredit selama 12 bulan. Fasilitas Treasuri untuk kontrak mata uang asing Tomorrow. 69 dengan jangka waktu (21 Juli 1995 .700 m2 beserta bangunan yang berdiri diatasnya dengan nilai pertanggungan sekitar USD 10. PT Bank Negara Indonesia Tbk a. Gresik atas nama PT Petrokimia Gresik.000.000. berikut segala sesuatu yang berada diatas tanah tersebut. Gresik atas nama PT Petrokimia Gresik. Fasilitas Diskonto tagihan ekspor terhadap faktur penjualan LC Ekspor yang didepositkan ke Bank maksimum sebesar USD 1. Kedua SHGB tersebut akan dibebani Hak Tanggungan secara Paripasu dengan Bank Mandiri minimal sebesar nilai maksimum kredit Bank Mandiri dan BNI. Kecamatan Gresik atas nama PT Petrokimia Gresik seluas 105. bahan pembantu.25 September 2025) seluas 174.000.25 September 2025) seluas 24. Manyar.5% per tahun yang dibayar setiap akhir bulan.000 dengan rincian sebagai berikut : a. Fasilitas kredit ini dijamin dengan tanah dengan SHGB No. Kab. 2 (dua) bidang tanah SHGB No.Kec. 15 yang berlokasi di Desa Ngipik. Mesin . dengan jangka waktu pinjaman tidak melebihi 180 (seratus delapan puluh hari) yang terdiri dari : Fasilitas Import Line dengan total nilai outstanding tidak melebihi maksimum kredit sebesar USD 10. Seluruh persediaan bahan baku.000.000.16% per tahun.Mesin/ Peralatan Pabrik Urea dan Amoniak yang diikat secara Fiducia. c. dengan tingkat bunga sebesar 5. Untuk semua fasilitas nilai kontrak dalam mata uang asing tersebut tidak boleh melebihi USD 10.80% per tahun untuk fasilitas kredit lokal yang diberikan dalam mata uang rupiah dan 8% per tahun untuk fasilitas kredit lokal yang diberikan dalam mata uang Dollar Amerika Serikat dan akan jatuh tempo pada tanggal 7 Juli 2005. b. Fasilitas ini berjangka waktu satu tahun yang akan jatuh tempo pada tanggal 21 Desember 2004 dengan jaminan sebagai berikut : - 1 (satu) bidang tanah SHGB No. Fasilitas Impor dengan maksimum kredit sebesar USD 10.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Fasilitas kredit tersebut dibebani tingkat bunga sebesar 11. 9 dengan jangka waktu (01 Pebruari 1996 .000. Spot dan Forward dengan jangka waktu 6 (enam) bulan dan Swap sampai dengan 126 bulan. Gresik. Semua fasilitas kredit tersebut akan jatuh tempo pada tanggal 19 Mei 2005.000. 70 dengan jangka waktu (27 September 1995 .000. Perusahaan telah memperoleh Fasilitas Kredit Modal Kerja dengan jumlah maksimum sebesar USD 30. Fasilitas Kredit Revolving dengan maksimum kredit sebesar USD 10. Kec.000.000. PT Bank DBS Indonesia Berdasarkan Surat Perjanjian Kredit tanggal 28 September 2004. Kab.20 Juli 2025) seluas 452 920 m2 dan SHGB No. 29 - - . barang jadi yang diikat secara Fiducia.490 m2 terletak di Desa Romo.000.420 m2 yang terletak di Desa Ngipik. Fasilitas Kredit Modal Kerja Berdasarkan Perjanjian Kredit Nomor 97/HLB/050a tanggal 1 Agustus 997 serta addendum perubahan Perjanjian Kredit terakhir Nomor (8) 97/HLB/050a tanggal 17 September 2003 dan Surat Persetujuan Perpanjangan Sementara Fasilitas Kredit tanggal 12 Nopember 2004.000. Perusahaan memperoleh Fasilitas Kredit Modal Kerja dengan jumlah maksimum kredit sebesar Rp35 milyar. Fasilitas Trust Receipt Facility dengan maksimum kredit sebesar USD 10. bahan penolong.

(8) 97/HLB/050a tanggal 17 September 2003. Jangka waktu L/C maksimal 180 hari setelah tanggal Bill of Lading . DNW. Perusahaan telah menandatangani perjanjian Kredit Modal Kerja Nomor SBY.barang yang di impor dengan fasilitas L/C Impor serta jaminan yang terkait dan tanggung renteng dengan jaminan Fasilitas Kredit Investasi (lihat catatan 14) dan KMK yang telah diserahkan ke Bank Mandiri. jangka waktu kredit 1 (satu) tahun terhitung sejak tanggal 1 September 2004 sampai dengan 31 Agustus 2005. Jumlah pagu fasilitas KMK ini adalah sebesar Rp50 milyar yang digunakan untuk menunjang kegiatan operasional (Modal Kerja Industri Pupuk) dengan tingkat bunga sebesar 13.131 tanggal 17 Oktober 1994. Fasilitas kredit ini dijamin dengan seluruh barang-barang yang dibeli/dibayar dengan menggunakan fasilitas pembukaan LC yang bersangkutan serta dikaitkan dengan jaminan fasilitas kredit lainnya. Akta No.5% per tahun serta provisi kredit sebesar 1% per tahun dari Limit Kredit. SH. Perusahaan memperoleh fasilitas kredit L/C Impor yang dapat digunakan secara switchable untuk L/C Sight . Perusahaan telah menandatangani addendum I (Pertama) atas perjanjian Kredit Modal Kerja bersifat Revolving No.732/ADD/2004 tanggal 8 Oktober 2004. Berdasarkan surat persetujuan perpanjangan jangka waktu fasilitas KMK dari Bank Mandiri No.. dengan jangka waktu satu tahun terhitung sejak tanggal 1 September 2004 sampai dengan 31 Agustus 2005.NIAGA/02/PK-MK-CRMS/2000.5% per tahun serta provisi kredit sebesar 1% per tahun dari limit kredit.IDB) dengan plafond sebesar USD 3.COP/COD. b. Kredit ini dijamin dengan jaminan utama berupa persediaan dan piutang dagang pupuk NPK serta jaminan tambahan berupa SHGB berikut bangunan pabrik NPK atas nama PT Petrokimia Gresik serta peralatan mesin dan fasilitas lainnya yang ada diatasnya.700.000. Fasilitas Letter of Credit Impor Sesuai dengan Perjanjian Pembukaan Letter of Credit (L/C) No. SBY. 06A/HLB/PPLC/99 tanggal 18 Agustus 1999 dan telah diperbaharui dengan Surat Persetujuan Perubahan Perjanjian Kredit No. jangka waktu kredit ini adalah 1 (satu) tahun terhitung sejak tanggal 1 September 2004 sampai dengan 31 Agustus 2005.NIAGA/02/PK-LC-CRM/2000. Usance dan Usance payable at Sight termasuk L/C usance dengan skim Line of Import Trade Financing . Fasilitas kredit ini terakhir dibebani bunga sebesar 4.000 untuk keperluan pembelian bahan baku untuk produksi pupuk.733/ADD/2004 tanggal 8 Oktober 2004.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) b. SH.IDB (LITF . Fasilitas kredit ini dijamin dengan jaminan utama berupa barang . Perusahaan memperoleh Fasilitas Kredit LC Import dengan jumlah maksimum sebesar USD 35. DNW. dengan bunga sebesar 13. Berdasarkan surat persetujuan perpanjangan jangka waktu fasilitas KMK dari Bank Mandiri No..000.731/ADD/2004 tanggal 8 Oktober 2004. Berdasarkan akta No 89 tanggal 31 Agustus 2000 dari Suyati Subadi.000 yang merupakan bagian dari jumlah Limit kredit sebesar USD 15. serta Persetujuan Perpanjangan Sementara No.83%. Fasilitas kredit ini jatuh tempo pada tanggal 21 Desember 2005. 88 tanggal 31 Agustus 2000 beserta perubahan .COP/COD. notaris di Surabaya.COP/COD.000. KPD/2/027/R tanggal 29 Juni 2004. Fasilitas Letter of Credit Impor Sesuai dengan Perjanjian Fasilitas Pembukaan Letter of Credit (L/C) Impor No. DNW. notaris di Surabaya. Fasilitas Kredit Modal Kerja Berdasarkan akta No 87 tanggal 31 Agustus 2000 dari Suyati Subadi. 30 . Jumlah pagu fasilitas KMK ini sebesar Rp11 Milyar yang digunakan untuk modal kerja operasional pabrik pupuk NPK. terakhir dengan addendum III No.perubahannya. Kredit ini dijamin dengan jaminan utama berupa persediaan dan piutang dagang serta jaminan tambahan berupa SHGB berikut bangunan Pabrik NPK atas nama PT Petrokimia Gresik dan peralatan mesin dan fasilitas lainnya yang ada diatasnya. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk a.

dengan maksimum kredit sebesar USD 5.47% per tahun.48% per tahun dengan jangka waktu pinjaman tidak boleh melebihi 180 (seratus delapan puluh) hari. JKT/AUB/239 tanggal 15 Agustus 2003 serta Addendum No. mesin dan peralatan pabrik milik PT Petrosida Gresik yang terletak di komplek PT Petrokimia Gresik. JAK/040170/U/040420 tanggal 26 April 2004 dan perjanjian perubahannya No. seluas 15. Fasilitas kredit ini dibebani bunga sebesar 5.000. dengan jangka waktu pinjaman tidak melebihi 180 hari. Jangka waktu pinjaman adalah sejak 6 September 2004 sampai dengan 6 September 2005 dan tingkat suku bunga 14% per tahun.000. Fasilitas ini dijaminkan dengan piutang dagang milik debitur minimum Rp10 milyar. Clean Import Loan Facility .000.000.perubahannya. Fasilitas kredit ini dibebani bunga sebesar tingkat bunga SIBOR ditambah 3% per tahun. Standard Chartered Bank Sesuai dengan Perjanjian Fasilitas Kredit tanggal 13 Maret 1997 beserta perubahan . Jawa Timur. Jumlah fasilitas yang terdapat dalam neraca tanggal 31 Desember 2003 adalah realisasi penarikan kredit.000 m2.30.000. atas nama PT Petrokimia Kayaku berkedudukan di Gresik. The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Sesuai dengan Perjanjian Fasilitas Kredit No.48% per tahun dengan jangka waktu pinjaman tidak boleh melebihi 180 (seratus delapan puluh) hari. 11 Desa Ngipik.000 yang terdiri dari fasilitas sebagai berikut : a.000.Yani PO.3/HWLH/XI/2003 tanggal 20 Nopember 2003. Fasilitas kredit ini dibebani bunga sebesar 5. Fasilitas kredit tersebut terakhir dibebani bunga sebesar 9. Kecamatan Gresik. Desa Ngipik. Deferred Payment Credit Facility . Pagu fasilitas ini maksimum Rp75 milyar dengan jangka waktu fasilitas sampai dengan tanggal 22 Nopember 2004.000. SBY/AUB/267 tanggal 4 Maret 2004.000 dan dibebani bunga sebesar 5.000. dengan maksimum sebesar USD 5. c. terletak di Jl. b.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) PT Bank Syariah Mandiri Fasilitas kredit ini ditandatangani dengan akad pembiayaan Hawalah nomor 00.BOX 107. JAK/040415/U/040630 tanggal 11 Agustus 2004.000. PT Bank Mega Tbk Merupakan hutang PT Petrosida Gresik (Perusahaan Anak) berupa Kredit Modal Kerja dengan plafon sebesar Rp5 milyar. 31 . persediaan barang milik debitur minimum senilai Rp10 milyar. dengan maksimum kredit sebesar USD 5. dan bangunan berupa pabrik. terakhir No. Perusahaan memperoleh fasilitas kredit dengan jumlah maksimum kredit gabungan sebesar USD 5. PT Bank Lippo Tbk Merupakan hutang PT Petrokimia Kayaku berupa Pinjaman Rekening Koran (PRK) sebesar Rp6.000 pada Bank Lippo dengan A/C: 736. A. Pinjaman ini dijamin dengan agunan berupa Sertifikat Hak Guna Bangunan No. Documentary Credit Facility . sarana pelengkap.000. dengan jumlah maksimum kredit Sebesar Rp40 milyar. Fasilitas kredit ini apabila digunakan bersama – sama tidak boleh melebihi jumlah maksimum kredit gabungan sebesar sebesar USD 5. Fasilitas Kredit Impor dengan jumlah maksimum sebesar USD 25. Kabupaten Gresik.000 dan Pinjaman Tetap On-Demand (PTX-OD) sebesar Rp3.1107-2 dengan jangka waktu 12 bulan. Jangka waktu kredit mulai 11 April 2004 sampai dengan 10 April 2005. Perusahaan memperoleh fasilitas kredit sebagai berikut : - Fasilitas Kredit Revolving dalam bentuk Promissory Note . Propinsi Jawa Timur.000.48% per tahun.

404.915 17.744 109.900.289.447 1.065.209.627 2.473 16.916.009.426 .228 351.680 18.016 Pajak Penghasilan Pasal 21 Pajak Penghasilan Pasal 22 Pajak Penghasilan Pasal 23 Pajak Penghasilan Pasal 29 (Badan) PPN Masukan Jumlah b.652.404 837.986 28.518.181.414 426.151.983.534 188.830.607.244.924 33.960.464 43.198.860 7.589 117.153.480 11.652.138.896 65.778 270.783 16.895 6.859 Pajak Penghasilan Badan Pajak Penghasilan Pasal 21 Pajak Penghasilan Pasal 23/26 Wapu Pajak Petambahan Nilai Wapu Pajak Pertambahan Nilai Keluaran Jumlah 32 2004 Rp 5. Berdasarkan mata uang : Rupiah US Dollar Jumlah 16.164 992.426 2003 Rp 14.026.896 62.208 2004 Rp 2003 Rp 13.791 509.348 109.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 15.601 753.698 45.526 146.477 1.529 703.052 90.939.198 126.284 12.413.320 10.681 27.423.027 1.918 833.643. Hutang Usaha 2004 Rp 2003 Rp a.208 81. Berdasarkan pemasok Pihak Ketiga Hutang Pembelian Barang Lokal Hutang Pembelian Jasa Lokal PPN Masukan Hutang Pembelian Barang Impor Sub Jumlah Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa PT Pupuk Kalimantan Timur Tbk PT Rekayasa Industri PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) Mitsubishi Corporation PT Mega Eltra PT Pupuk Kujang Koperasi Karyawan Keluarga Besar Petrokimia Gresik (K3PG) PT Pupuk Iskandar Muda Sub Jumlah Jumlah b.714.691.713.600 980. Perpajakan a.496. Hutang Pajak 1. Pajak Dibayar Dimuka 79.270 8.076 388.900.410 277 8.001 126.530 19.454 3.025.939.600 1.982 160.624.

PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain)

c. Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan Perusahaan
2004 Rp 2003 Rp (74.015.979) 13.934.683 (60.081.296)

Pajak Kini Pajak Tangguhan Jumlah
Pajak Kini

(71.615.523) 17.157.429 (54.458.094)

Rekonsiliasi antara laba (rugi) sebelum pajak penghasilan menurut laporan laba rugi konsolidasian dengan laba kena pajak Perusahaan adalah sebagai berikut:
2004 Rp 2003 Rp 170.651.265 39.439.136 7.009.812 46.448.948 1.043.719 49.366.189 (23.247.027) 27.162.881 244.263.094 (2.538.939) 241.724.155

Laba Sebelum Pajak Perbedaan waktu Beda Penyusutan dan Amortisasi Perusahaan dan Fiskal Penyisihan piutang Jumlah Perbedaan Waktu Perbedaan permanen : Beban Pegawai Ekuitas dalam Laba Bersih dari Perusahaan yang Mempunyai Hubungan Istimewa yang Tidak Dikonsolidasikan Beban Lain-lain yang tidak dapat Dikurangkan Sebagai Biaya Operasional Pendapatan yang Telah Dipungut Pajak Final Biaya Penyusutan Kenikmatan dan Penyisihan Piutang Jumlah Perbedaan Permanen Laba Fiskal sebelum kompensasi kerugian Rugi Fiskal tahun-tahun lalu Laba Kena Pajak Rincian laba kena pajak adalah sebagai berikut : Perusahaan Perusahaan Anak PT Petrosida Gresik PT Petrokimia Kayaku Jumlah

181.020.268 39.680.483 5.372.999 45.053.482 1.930.356 (5.198.723) 38.657.182 (23.595.665) 3.537.750 15.330.900 241.404.650 (6.742.192) 234.662.458

226.281.858 (4.172.621) 12.553.221 234.662.458

237.692.087 (5.112.444) 9.144.512 241.724.155

Rekonsiliasi antara laba (rugi) sebelum pajak penghasilan Perusahaan dengan taksiran penghasilan kena pajak Perusahaan adalah sebagai berikut:
2004 Rp 2003 Rp 166.136.193

Laba sebelum pajak penghasilan Perbedaan waktu : Selisih antara Penyusutan dan Amortisasi Komersial dengan Pajak atas Aktiva Tetap Penyisihan Piutang Jumlah Perbedaan Waktu
33

175.184.402

39.308.378 5.403.619 44.711.997

39.379.033 7.029.969 46.409.002

PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Perbedaan Permanen : Ekuitas dalam Laba Bersih dari Perusahaan Asosiasi Beban Lain-lain yang tidak dapat Dikurangkan Sebagai Biaya Operasional Pendapatan yang Telah Dipungut Pajak Final Pendapatan Bunga (Bersih)/Dividen Jumlah Perbedaan Permanen Laba Kena Pajak Rincian beban dan hutang pajak kini adalah sebagai berikut : Beban Pajak Kini Perusahaan Perusahaan Anak PT Petrokimia Kayaku Jumlah Dikurangi Pembayaran Pajak Dimuka Pajak Penghasilan : Pasal 22 Pasal 23 Pasal 25 Fiskal Luar Negeri Jumlah Hutang Pajak Kini Rincian : Perusahaan Perusahaan Anak PT Petrosida Gresik PT Petrokimia Kayaku Jumlah
2004 Rp 67.867.057 3.748.466 71.615.523 2003 Rp 71.290.126 2.725.853 74.015.979

(10.299.527) 36.280.313 (23.133.077) 3.537.750 6.385.459 226.281.858

1.043.719 47.174.554 (23.071.381) 25.146.892 237.692.087

(35.315.921) (1.711.100) (30.087.946) (3.000) (67.117.967) 4.497.556 4.658.375 (1.110.044) 949.225 4.497.556

(19.631.709) (1.113.620) (39.782.335) (28.000) (60.555.664) 13.460.315 13.986.569 (721.285) 195.031 13.460.315

Laba kena pajak dan hutang pajak kini Perusahaan dan perusahaan anak tahun 2003 sudah sesuai dengan Surat Pemberitahuan Pajak (SPT) yang disampaikan ke Kantor Pelayanan Pajak. Pajak Tangguhan Rincian dari aktiva dan kewajiban pajak tangguhan Perusahaan dan perusahaan anak adalah sebagai berikut :
01 Januari 2003 Rp Dikreditkan (Dibebankan) ke Lap. Laba Rugi Rp 2.108.991 11.813.709 13.922.700 44.186 13.966.886 31 Desember 2003 Rp 3.752.580 (93.864.893) (90.112.313) (1.048.565) (91.160.878) Dikreditkan (Dibebankan) ke Lap. Laba Rugi Rp 1.621.085 11.792.514 13.413.599 44.792 13.458.391 Koreksi DPP Penyusutan Rp 3.641.384 3.641.384 3.641.384 31 Desember 2004 Rp 5.373.665 (78.430.995) (73.057.330) (903.307) (73.960.637)

Aktiva Pajak T angguhan Penyisihan piutang ragu-ragu Kewajiban Pajak Tangguhan Penyusutan aktiva tetap Jumlah Perusahaan Anak PT Petrosida Jumlah (Kewajiban) Pajak T angguhan Perusahaan Anak Aktiva Pajak T angguhan PT Petrokimia Kayaku Jumlah Aktiva Pajak Tangguhan

1.643.589 (105.678.602) (104.035.013) (1.092.751) (105.127.764)

492.597 492.597

68.264 68.264

560.861 560.861

57.655 57.655

-

618.516 618.516

34

PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Rekonsiliasi antara penghasilan (beban) pajak dan hasil perkalian laba akuntansi sebelum pajak dengan tarif pajak yang berlaku adalah sebagai berikut :
2004 Rp 2003 Rp

Perusahaan : Laba sebelum beban pajak menurut laporan laba rugi konsolidasi (laba akuntansi) Tarif pajak yang berlaku :
10% x Rp 50.000 15% x Rp 50.000 30% x Rp 166.036.000 30% x Rp 175.084.000

175.184.402 (5.000) (7.500) (52.525.320) (52.537.820)

166.136.193 (5.000) (7.500) (49.810.858) (49.823.358)

Jumlah

Pengaruh pajak atas (beban) penghasilan yang tidak dapat diperhitungkan menurut fiskal : Ekuitas dalam Laba Bersih dari Perusahaan Asosiasi Beban Lain-lain yang tidak dapat Dikurangkan Sebagai Biaya Operasional Pendapatan yang Telah Dipungut Pajak Final Pendapatan Bunga (Bersih)/Dividen Jumlah Jumlah Beban Pajak Koreksi DPP Penyusutan Jumlah Beban Pajak Perusahaan Perusahaan Anak PT Petrosida PT Petrokimia Kayaku Jumlah Penghasilan (Beban) Pajak

3.089.858 (10.884.094) 6.939.923 (1.061.325) (1.915.638) (54.453.458) 3.641.385 (50.812.073) 44.791 (3.690.812) (54.458.094)

(313.116) (14.152.366) 6.921.414 (7.544.068) (57.367.426) (57.367.426) (56.280) (2.657.589) (60.081.295)

17. Biaya Yang Masih Harus Dibayar
2004 Rp 61.856.621 26.965.841 14.223.400 5.570.612 1.413.093 51.164 45.371 5.038.916 115.165.018 2003 Rp 43.701.082 61.563.366 17.489.868 6.429.462 1.219.621 2.569.467 1.562.793 528.913 1.804 1.071.732 1.554.406 137.692.514

Gas Bumi Pembebasan Barang Impor Gaji, Insentif dan Estimasi PPh 21 Bunga Pinjaman Listrik dan Air Biaya Pemasaran Asuransi Jiwa Perjalanan Dinas NPK Blending Sewa Kendaraan Lain-lain Jumlah

35

701 18.903 2.892.Proyek Pupuk Phonska (NPK) .341 5.137.171.788.530 388.045.876.857.865.372 82.000.801.019.Proyek Rehabilitasi Operasional Pabrik Fosfat I (RFO) .709 12.535.119.50 33.000.783 31.558 21. 19.816 51.021.068. BTN dan lainnya.265 2003 Rp 22.50 33.000 88.247 4.451.Proyek Prasarana & Utilitas .419 12.983 74.163 9.631 2003 USD (Angka Penuh) Rp Kredit Modal Kerja : Pemerintah/IDB via Bank Indonesia PT Bank Rakyat Indonesia Tbk Kredit Investasi : Pemerintah/IBRD Amoniak Urea .343 286.965 235.827.Proyek Pabrik Pupuk K2SO4 PT Bank Negara Indonesia Tbk .119.600 58.27 63.913.258 43.602.296.563.474.Fasilitas Tunggakan Bunga .000 27.167.828.757.352 2.408 663.227.77 152.326 2.191 Penjualan Produk Sewa Tanah Penjualan Pupuk Penjualan Jasa Jumlah 20.472 13.562.Fasilitas Denda Tunggakan Bunga PT Bank Mandiri (Persero) Tbk .160.226.245 66.Proyek Pabrik Pupuk NPK Jumlah 20.829.411 8.Pinjaman Pokok .23 186.313 398.208 639.532.694 17.091. Uang Muka Penjualan 2004 Rp 2003 Rp 46.108.864.063.557 . Hutang Lain-lain 2004 Rp 39.144.73 36 37.291. Hutang Bank Jangka Panjang 2004 USD (Angka Penuh) Rp 34.563 45.432.572.284.017 53.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 18.779 10.323 Yayasan dan BTN Dana Pembinaan Wilayah Uang Jaminan Selisih Harga Penyerahan Pupuk Lain-lain Jumlah Hutang Lain-lain kepada Yayasan dan BTN merupakan potongan gaji karyawan yang belum dibayarkan kepada Yayasan.801 308.066.247 46.072 3.114. Dana pembinaan wilayah merupakan bagian distribusi laba yang ditujukan untuk pengembangan lingkungan Perusahaan yang belum dibayarkan.

Fasilitas Tunggakan Bunga . Tingkat bunga pinjaman yang harus dibayar pada pemerintah adalah (Libor + Spread 1.715.813.5% + 0.000 ton dan Phosphate Rock sebanyak 200.432.50 7.176 1.637.432.500.000 22.000.000 untuk pembiayaaan pengadaan pupuk dan bahan baku impor yang terdiri dari KCL Putih sebayak 60.164 4.14.167.654 8.832.832.694 8.469.80% .Proyek Pupuk Eks.164 4.000.50% 4.50 72. 7.163 9.Proyek Prasarana & Utilitas .00 1.680.640 519.218.800 143.75% 4% .41% .779 10.224.303 25.00 15.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Dikurangi bagian yang jatuh tempo satu tahun : Pemerintah/IDB via Bank Indonesia Pemerintah/IBRD Amoniak Urea . Perusahaan memperoleh fasilitas kredit Modal Kerja dari Pemerintah RI yang merupakan Pinjaman Penerusan antara RI dengan Islamic Development Bank (IDB).511.800.Proyek Pabrik Pupuk K2SO4 PT Bank Negara Indonesia Jumlah Kewajiban Jangka Panjang yang Jatuh Tempo Satu Tahun Jumlah Kewajiban Jangka Panjang Tingkat bunga per tahun selama tahun berjalan Rupiah US Dollar Penjelasan pokok perjanjian pinjaman adalah sebagai berikut : Kredit Modal Kerja Pemerintah RI (Penerusan IDB) Sesuai dengan perjanjian penerusan Pinjaman Nomor SLA – 1147/DP3/2001 tanggal 18 September 2001 serta Persetujuan Perubahan Perjanjian Penerusan Pinjaman Nomor AMA – 289/SLA – 1147/DP3/2003 tanggal 20 Nopember 2003.903 551.Fasilitas Denda Tunggakan Bunga PT Bank Mandiri (Persero) Tbk .00% 10. NPK .18% .75% 37 .6.Pinjaman Pokok .Proyek Rehabilitasi Operasional Pabrik Fosfat I (RFO) .572.500. Setiap terjadi tunggakan pembayaran hutang pokok pinjaman dan biaya bunga dikenakan denda sebesar 2% per tahun diatas biaya bunga.022.6.798.734 25.800 87.163 2. Jangka waktu pengembalian adalah 36 bulan sejak tanggal masing-masing penarikan pinjaman. dengan jumlah pagu pinjaman sebesar USD 27.022.13.798.000 ton.779 10.218.000 22.800.5%) per tahun dari pinjaman yang ditarik dan dibayarkan pada tanggal 18 Maret dan 18 September setiap tahunnya.572.

SBY. B.COP/COD.4 PT Bank Rakyat Indonesia Tbk Sesuai dengan Perjanjian Fasilitas Pembukaan Letter of Credit Impor No.4 4. sebagaimana jangka waktu fasilitas yang sedang berjalan. 88 tanggal 31 Agustus 2000 beserta perubahan . Pembayaran angsuran bagian (ii) dilakukan sebanyak 14 (empat belas) kali per setengah tahunan dengan tanggal yang sama dengan bagian (i) dan dimulai sejak 15 Agustus 1994. 38 . No.3 milyar. Fasilitas kredit ini terakhir dibebani bunga sebesar 6%. tunggakan bunga Rp22.4 Tunggakan Bunga 4.0 15.0 Denda Jumlah 14. Jangka waktu L/C maksimal 180 hari setelah tanggal Bill of Lading .4 4.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Kredit Investasi Pemerintah RI (Pinjaman Terusan IBRD) .6 42. Pembayaran nilai restrukturisasi adalah sebagai berikut : Tahun 2001 2002 2003 2004 2005 Pokok 9.000. Jangka waktu pengembalian untuk bagian (i) adalah 10 (sepuluh tahun) sejak 15 Agustus 1996. Bunga pinjaman terusan ini adalah tingkat suku bunga SBI untuk jangka waktu 3 bulan selama 6 bulan ditambah 1% atau suku bunga deposito bank pemerintah 6 bulanan mana yang lebih rendah.000 untuk proyek Modernisasi Pabrik.5 29.1 10.4 22.1 milyar dan denda Rp42.6 10.000 yang merupakan bagian dari jumlah limit kredit sebesar USD 15. dengan jangka waktu satu tahun terhitung sejak tanggal 1 September 2004 sampai dengan 31 Agustus 2005. DNW.Untuk Proyek Pabrik Amoniak/Urea dan Proyek Modernisasi Pabrik Kredit ini merupakan penerusan pinjaman SLA 554/DDI/1991 IBRD yang ditandatangani pada tanggal 28 Januari 1991 dengan PT Bank Negara Indonesia Tbk sebagai bank pelaksana.4 4.000 yang terdiri dari dua bagian yaitu bagian (i) sebesar USD 126.000.75-AGR/AGR-III/01/2005 tanggal 18 Januari 2005.5 milyar yang terdiri dari pokok Rp29.7 19.300.000 untuk Proyek Pabrik Amoniak/Urea dan (ii) USD 9. Bank Rakyat Indonesia menyetujui perpanjangan fasilitas kredit perusahaan untuk jangka waktu 2 tahun.4 4. Perusahaan memperoleh Fasilitas Kredit L/C Impor yang dapat digunakan secara switchable untuk L/C Sight. Fasilitas Kredit ini dijamin dengan jaminan utama berupa barang -barang yang di impor dengan Fasilitas L/C Impor serta jaminan yang terkait dan tanggung renteng dengan jaminan Fasilitas KI dan KMK yang telah diserahkan ke Bank Mandiri.IDB) dengan plafond sebesar USD 3. Pagu pinjaman ini adalah USD 136.6 10.NIAGA/02/PK-LC-CRM/2000. Usance dan Usance payable at Sight termasuk L/C usance dengan skim Line of Import Trade Financing .perubahannya terakhir Addendum III No.6/2001 tanggal 27 Juli 2001 telah menyetujui penjadwalan kembali pinjaman ini sebagai berikut : Restrukturisasi meliputi nilai Rp93.IDB (LITF . Pemerintah melalui surat Menteri Keuangan nomor 477/MK. Pembayaran angsuran dilakukan 20 (dua puluh) kali per setengah tahunan yang dibayar setiap tanggal 15 Pebruari dan 15 Agustus dimulai dari 15 Agustus 1996. Berdasarkan surat dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.733/ADD/2004 tanggal 8 Oktober 2004.1 34.0 15.800.700. Akta No.1 milyar.6 10.0 93.4 15.100.

NIAGA/01/PK-KI-CRMS/2000 akta nomor 86 tanggal 31 Agustus 2000 dihadapan Suyati Subadi.575 m2.000.jaminan lainnya terkait dengan fasilitas kredit lainnya pada PT Bank Mandiri Tbk.KI/ 2004. Kredit Investasi Bank Mandiri eks. Kecamatan Gresik. tanah berikut bangunan termasuk didalamnya mesin . c. Fasilitas kredit ini dijamin dengan jaminan utama berupa mesin . Jangka waktu kredit adalah lima tahun sampai dengan 31 Desember 2005. serta unit ship unloader dan belt conveyor . Jangka waktu kredit selama 6 (enam) tahun.5% per tahun yang dibayar secara triwulan dengan ketentuan sebagai berikut : Selama 1 (satu) tahun pertama. Jumlah fasilitas yang terdapat dalam neraca tanggal 31 Desember 2003 adalah jumlah saldo kredit yang direalisasi/ditarik setelah dikurangi angsuran. Bunga berikut angsuran pokok pinjaman tersebut dibayar secara triwulanan. Kredit ini dijamin dengan jaminan utama berupa tanah dan bangunan pabrik pupuk NPK berikut mesin-mesin yang melekat diatasnya. mengenai Perjanjian Kredit Investasi Nomor : CCO.SBY/007/PK . Pagu fasilitas ini adalah Rp41. 70 seluas 24. 2 dan jaminan tambahan berupa tanah SHGB No.000.680.000 dengan suku bunga terakhir 14. 39 . tanah berikut bangunan pabrik dan mesin -mesin pabrik pupuk K2SO4. 2 seluas 112. yang berdiri diatas SHGB N0. Pagu fasilitas ini adalah Rp49. Bunga berikut angsuran pokok pinjaman tersebut dibayar secara triwulanan. unit gas turbine generator dan unit waste heade boiler . 69 seluas 395. Kredit Investasi Bank Mandiri . Kredit ini dijamin dengan peralatan proyek yang dibiayai dengan fasilitas ini yaitu instalasi air. Jangka waktu kredit adalah sembilan tahun sampai dengan 14 Juni 2004. tanah dan bangunan terletak di Kec. 35% bunga yang jatuh tempo dibayar efektif.193 m2. Disamping itu kredit ini juga dijamin dengan cessie tagihan.mesin pabrik pupuk phonska yang berdiri diatas tanah SHGB No. Exim .PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk a. Kecamatan Deket dan Kecamatan Babat).000 dengan suku bunga terakhir 14.50% per tahun dan bunga dapat berubah sewaktu-waktu. dan sisanya sebanyak 65% menjadi beban KI IDC (Kredit Investasi Interest During Construction ).Untuk Proyek Pabrik Prasarana dan Utilitas Fasilitas ini ditandatangani melalui perjanjian kredit nomor 91 tanggal 14 Juni 1995 dihadapan Notaris Sutjipto.285. Perusahaan memperoleh Fasilitas Kredit Investasi maksimum sebesar Rp27. Fasilitas kredit ini dibebani bunga sebesar 13.mesin pabrik Pupuk Fosfat I dan Bangunan pabrik Pupuk Fosfat I yang berdiri diatas SHGB No. b. SH. sejak tanggal penandatanganan perjanjian (termasuk masa grace period pembayaran hutang pokok selama 1 tahun).. SH. Kecamatan Turi. serta jaminan tambahan berupa tanah dan bangunan di 23 lokasi (di Kecamatan Lamongan. Manyar. 7 tanggal 20 Pebruari 2004 dari Irene manibuy SH. Jumlah fasilitas yang terdapat dalam neraca tanggal 31 Desember 2004 adalah jumlah saldo kredit yang direalisasi/ditarik setelah dikurangi angsuran. Tujuan penggunaan kredit adalah untuk membiayai proyek rehabilitasi dan fleksibilitas operasional pabrik Pupuk Fosfat I. Mulai tahun ke II (Kedua) seluruh beban bunga dibayar efektif setiap akhir triwulan. Kredit Investasi – Untuk Proyek Rehabilitasi Operasional Pabrik Fosfat I (RFO ) Berdasarkan Akta No.Untuk Proyek Pabrik Phonska (NPK) Fasilitas ini ditandatangani melalui perjanjian kredit nomor SBY. persediaan dan tanah.490 m2 beserta jaminan . unit pompa booster.5% per tahun dan ditinjau setiap tiga bulan. Notaris di Gresik.

844.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) d.75% per tahun dan ditinjau secara bulanan dan jaminan kredit berupa deposito seluruhnya ditarik dan diganti dengan tanah.012.158 739.114 28.000. III dan V (LIBOR + 1%) ditambah spread sebesar 1.jaminan lainnya terkait dengan fasilitas kredit lainnya pada PT Bank Mandiri Tbk.803.500.555.421 22. yang berdiri diatas tanah SHGB No. tanah berikut bangunan dan mesin pabrik pupuk fosfat 2. Fasilitas kredit ini dijamin dengan jaminan utama berupa mesin .500. 9 tanggal 20 Pebruari 2004 dari Irene Manibuy SH.5%. Jangka waktu kredit adalah delapan tahun sebelas bulan empat hari sampai dengan 1 Nopember 2007.352 1.887. 2 beserta jaminan .235 3.811.910. 70 .986 .456.SBY/009/PK . bangunan dan mesin yang dibiayai dengan kredit tersebut. Fasilitas ini dijamin dengan deposito PT Perkebunan Nusantara II senilai USD 4. Tujuan penggunaan kredit adalah untuk membiayai pembangunan proyek Pabrik Pupuk K2SO4. mengenai Perjanjian Kredit Investasi Nomor : CCO.129 4.120. Notaris di Gresik. Kewajiban Jangka Panjang Lainnya 2004 Rp 2003 Rp 20. Perjanjian ini telah mengalami perubahan. Pada tanggal 5 Desember 2001. deposito PT Perkebunan Nusantara III senilai USD 3..400. PT Bank Negara Indonesia Tbk Fasilitas kredit ini pertama kali ditandatangani dengan perjanjian kredit nomor 98/HLB/100 tanggal 28 Nopember 1998 dengan pagu kredit sebesar USD 23.263 2.887.992 1.931 PT Asuransi Jiwasraya PT Petronika PT Jamsostek (Persero) Jumlah Dikurangi bagian yang jatuh tempo satu tahun : PT Asuransi Jiwasraya PT Petronika PT Jamsostek (Persero) Jumlah bagian yang jatuh tempo satu tahun Jumlah 40 22. 69 seluas 395. sejak tanggal penandatanganan perjanjian (termasuk masa grace period pembayaran hutang pokok selama 1 tahun). Perusahaan memperoleh Fasilitas Kredit Investasi dengan maksimum kredit sebesar Rp15.193 m2.685.408 24.KI/ 2004. Mulai tahun ke II (Kedua) seluruh beban bunga dibayar efektif setiap setiap akhir triwulan Jangka waktu kredit adalah selama 6 (enam) tahun.293. deposito PT Perkebunan Nusantara V senilai USD 5.040.154 611.000. tanah berikut bangunan termasuk di dalamnya mesin mesin pabrik pupuk phonska yang berdiri diatas tanah SHGB No.550. sesuai dengan surat perjanjian kredit nomor : 2001/KI/63 fasilitas tersebut dikonversi menjadi pinjaman Rupiah dengan pagu yang setara dengan Rp132. Fasilitas kredit ini dibebani bunga sebesar 13.550. Bunga fasilitas kredit ini sebesar bunga deposito yang diterima oleh PT Perkebunan Nusantara II.924 256.171 4. terakhir dengan nomor 2001/KPI/15 tanggal 18 April 2001 dengan mengubah pagu kredit menjadi USD 14.491.mesin pabrik pupuk K2SO4 dan bangunan pabrik pupuk K2SO4.687.5% per tahun yang dibayar secara triwulan dengan ketentuan sebagai berikut : - Selama 1 (satu) tahun pertama seluruh beban bunga menjadi beban KI IDC (Kredit Investasi Interest During Construction ). Kredit Investasi – Untuk Proyek Pabrik Pupuk K2SO4 Berdasarkan akta No.531.808 dan suku bunga terakhir adalah 14.136.249 23.000.000.944 4. yang berdiri di atas tanah SHGB No. 21.

Modal Saham 278 1.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman dari PT Asuransi Jiwasraya dalam rangka Plough Back Premium . Hak Minoritas atas Laba Bersih Perusahaan Anak Koperasi Karyawan Keluarga Besar Petrokimia Gresik (memiliki 0.033 14.000 telah ditempatkan dan disetor. Pupuk Sriwidjaja (Persero) Yayasan Petrokimia Gresik Jumlah 396.396.000 10.462.189.784 1.822 7.000 41 . Berdasarkan Akta pemberian bantuan pinjaman dana untuk perumahan PT Petrokimia Gresik No.846 (571) 905.000. Hak Minoritas Pihak ketiga Pada Perusahaan Anak Hak pemilik saham minoritas pada Perusahaan anak adalah sebagai berikut : 2004 Rp 2003 Rp a. Jangka waktu pinjaman adalah 10 (sepuluh) tahun dan dibebani bunga pinjaman sebesar 9% per tahun.000 per lembar.420. 1 tanggal 1 Oktober 1998 dari Nyonya Hj. Jangka waktu pinjaman berkisar antara 8 (delapan) sampai 10 (sepuluh) tahun dan dibebani bunga berkisar antara 9% s/d 12% per tahun.01% di PT Petrosida Gresik) Mitsubishi Corporation (memiliki 20% di PT Petrokimia Kayaku) Nippon Kayaku (memiliki 20% di PT Petrokimia Kayaku) Jumlah 23.197.695 1.. Notaris di Gresik.729. 22.280.000 396.784 2.00% Jumlah Rp 396.300.094.625 2. Hak Minoritas atas Aktiva bersih Perusahaan Anak Koperasi Karyawan Keluarga Besar Petrokimia Gresik (memiliki 0.01% 100. yang akan digunakan untuk membangun perumahan bagi para karyawan Perusahaan.000.197.99% 0. Susunan pemegang saham pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 adalah : Jumlah Saham PT.888 Sesuai dengan akta notaris Imas Fatimah. SH.094.819 3. Dari jumlah tersebut 396.410 10 396.420 lembar atau senilai Rp396.410.420 2004 dan 2003 % Pemilikan Saham 99.611 7. Perusahaan telah memperoleh fasilitas bantuan pinjaman dana untuk membangun perumahan dari PT Jamsostek (Persero) yang bersumber dari dana peningkatan kesejahteraan peserta program Jamsostek sejumlah Rp2.403 7. Kewajiban kepada PT Petronika merupakan pendapatan diterima dimuka jangka panjang atas uang muka penjualan utilitas yang diterima dimuka untuk periode lebih dari satu tahun. SH nomor 82 tanggal 27 Maret 1998 modal dasar Perusahaan adalah sebanyak 1.000 lembar dengan nilai nominal Rp1. Netty Arni.729.611 15.01% di PT Petrosida Gresik) Mitsubishi Corporation (memiliki 20% di PT Petrokimia Kayaku) Nippon Kayaku (memiliki 20% di PT Petrokimia Kayaku) Jumlah b.810.420.033 7.695 905.

193 597.978 177.160.210.389 95.091 2.642 10.146 54.002 30.666.811 70.942 31.362 314.843 495 94 64 - 919.158.949.075.040.774 2.482 557.064.872.878.839.290 13.100.875.985.440 23.286 .455.231 460.656.674.698 3.381.234 528.881 726.120 25.881 2.603.599.312 2.439 45.682 195.584 276.391.571 484.910 21.585 84.398.877 3.251.519 3.820 33.43% dan 10.166 (2.335 - 19.018 47.368.260 265.709.912 47.116 652.837.614.020.063.081.587.001 3.381.512 432.051.815.993 88 14.169 5.273 45.873 13.580 - 42 294.729. Jumlah penjualan pupuk tersebut merupakan pendapatan dari hasil penjualan secara tunai maupun kredit baik lokal maupun ekspor sebagai berikut : 2004 Kuantum Rp Kuantum 2003 Rp a.634.396 41.340. Penjualan Non Pupuk (i) Penjualan Domestik Amoniak Asam Fosfat Asam Sulfat Produk (Cair) Cement Retarder Formulasi IPA G Alf3 Produk (Butiran) Produk (Tepung) Sidamethrin 789.916 112. Pendapatan 2004 Rp 2003 Rp 2.127.015.227.908 446.562.972) 2.036.391.401.534.285.909 74.703.509.364 4.999 150.307 94.263.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 24.884 489.114.391.550 119 119 673 895.626 78.960.174 183.083 30.236 217.194 Penjualan Pupuk dan Non pupuk Pendapatan Subsidi Gas Bumi (Urea) Harga Pupuk (Non Urea) Pendapatan subsidi Tahun Lalu Jumlah Pendapatan Subsidi Pendapatan Bruto Potongan Penjualan Jumlah 3.972.489 (2.372 51.847) 3.294 234.662 10.759.597.977.119.970.927.773.076 110.998 239.410.656.270 44.786 257.044 26.894.486 5.683 72.769 128.023 30. Penjualan pupuk (i) Penjualan Domestik Pupuk SP-36 Pupuk ZA Pupuk Urea Pupuk Phonska Pupuk KCL NPK BLENDING DAP RNP Amphos ZK Eks impor MDCP Eks impor PS-18 Sub Jumlah (ii) Penjualan Ekspor DAP Jumlah Penjualan Pupuk b.136 149.156.391.993 399.764 15.379.548.055.791 77.306 2.971 1.792 166.566 426.176 1.839 115.795 11.896 2.918 221.959 65.991 98.524 2.012 2.724.955 106.872 26.304 683.758 - 175.598.48% dari penjualan pupuk dan non pupuk masing-masing pada tahun 2004 dan 2003 dilakukan dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa (catatan 30).304 2.

319 4.972) 2.978 68.904 39.106 1.645 1.839.216.896 2.781 - 43 .837.161 4.194 92.780 2.166 (2.062.950 933.688 Crude Gypsum 77.184.122.525 5 2003 Rp 8.502 1.667 2.857.974 7.503.425 5.091 535.910 3.196.762 1.357 106.398 102.633 Produk (Flowable) 134.764.055 775.660 3.887.653.338.180 60.947 120.320.949.667 5.914 1.686 195.927.878.055.466 Produk (Tepung) 20.242 2.007.773 2.767.423.092 5.629 Jasa Formulasi Purified Gypsum 11.100 4.577 100 761.764 1.656.057.084 575.855 9.513.270 44.905.970.MIPC IPA Glyphosate Sidazinon Chemical Gypsum Cypermethrin SDP Petrokum Belerang Curah Amegrass 80WP Sub Jumlah (ii) Penjualan Ekspor Amoniak Alf3 2.862.280 90.196.896 2.500 336.356.160.365.630.748.847) 3.020.759.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 2004 Kuantum Rp 8.394 16.121.922.124.110.998 7.338.979.389 285.056 2.304 683.347 557.361.482 210.071 1.119.485 371.851 24.330 177.644 68.661.121.173.246.807.057.4D Amin/For.751 Formulasi 2.164.702 1.894.362.935 717. Pendapatan Subsidi Urea Non Urea ZA SP-36 Phonska Sub Jumlah Pendapatan subsidi tahun 2003 Jumlah Pendapatan Subsidi Jumlah Pendapatan Bruto Potongan Penjualan Jumlah Pendapatan Bersih 14.210.618 227.935 2.185.240 159.341 2.821 1.142 7.321 4.455.875.489 (2.156.378 5.493.040.903 3.997 3.007 2.912 47.950 2.221 1.480.800 78.410.982 Produk (Coil) 1.141 871.392 3.834 14.194 Carbofuran CO2 Cair 6.872.080 3.642 Kuantum 9.990 730.005.791 77.851 8.000 Produk (Coil) Diazinon BPMC Sub jumlah Jumlah Penjualan Non Pupuk Jumlah Penjualan Pupuk dan Non Pupuk ( a + b ) c.4D Amine Formulasi BPMC Dry Ice 1.698 3.599.139.037.325.918 221.070.367.102 11.919 132.259 Permetrin BPMC Propoxur Formulasi MIPC Sidaron Sidazeb 2.580 3.332 1.367 1.053 180.154.

974.888 234.567 66.552 44 726.764 2.426 (641.464 98.099.993 88 34.277.307 94.292.820.849 460.836 (3.972 92.164) 3.108.865 2.934.128.428.795 9.855.981 103.543 (6.083.887.320 Persediaan Awal Barang Jadi Saldo awal ZA & Urea Curah Diproses ke Biaya Produksi Persediaan Awal Barang Jadi *) Harga Pokok Produksi : Persediaan Awal Barang Dalam Proses Biaya Bahan Baku dan Pupuk Impor Biaya Bahan Penolong Biaya Pemeliharaan Biaya Pegawai Biaya Penyusutan Biaya Pembungkus Biaya Overhead Pabrik Biaya Lainnya Persediaan Akhir Barang Dalam Proses Jumlah Harga Pokok Produksi Barang Siap untuk Dijual Dikurangi : Harga Pokok Penjualan Produk Lain-lain Dipakai Promosi.753.429 370.911.617 192.025.197.168.495 336.488.194 633.742 53.380.234 528.416.317.751 (539.508 114.768.076 110.559 24.718 551.419 130.982. 319/KMK.249.752.193.458 1.112 5.858 82.220.038.182 (92.571) 88.843 495 94 64 - 944.971 32.900 .009) (170.294 225.044 92.615 3.338.334 2.306 2.066 178.355.464 419.550 119 119 673 757.112. 25.890.856.107.391.165 2004 Kuantum Rp Kuantum 2003 Rp 2003 Rp 142.356 30.128.489.491.326.236 151.542 259.231 460.574.333.587 81.06/2004.515.534 243.293 415.817.685 10.974 33. sebagian termasuk pendapatan subsidi tahun 2003 sebagaimana ditetapkan oleh Pemerintah sesuai dengan hasil audit khusus yang dilaksanakan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI berdasarkan pada Kepmenkeu RI No.745.346.603 (99.619.735.973) (94.455) 141.543) 2. Harga Pokok Penjualan Pupuk HPP Domestik Pupuk SP-36 Pupuk ZA Pupuk Urea Pupuk Phonska Pupuk KCL NPK Blending DAP RNP Amphos ZK Eks impor MDCP Eks impor PS-18 Jumlah Harga Pokok Penjualan Pupuk 789.713 227.136 9.232 218.616 2.140 357.888.766 2.974.684 187. Harga Pokok Penjualan 2004 Rp 94.800.204.264.073.500.013.386.602 158.256) 3.573 65.440.334) 2.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Pendapatan subsidi tahun 2004.470 1. Susut dan Sweeping Persediaan Akhir Barang Jadi *) Harga Pokok Penjualan *) setelah dikurangi persediaan pupuk eks impor a.858.491.977.403.794 238.455 18.958 578.720 166.

340 247.708 10.416 3.914 80.359 7.008.406 2.292.213.613 3.424 82.108 1.672.792 166.107.000 373.625 2.Kayaku Purified Gypsum Permetrin BPMC Propoxur Formulasi MIPC Sidaron Sidazeb 2.314 74.333 1.507.007 41.931 141.146.350 52.003 3.056 2.398.989 532.108.382 4.791 47.367.027.148 3.306 12.099.58% dari jumlah pembelian bahan baku.391 1.804. 45 .698 833.642.165 (1) 109.098 4.4D Amine Formulasi BPMC Dry Ice Jasa formulasi .238 856.490.542 2.727.097 76.255.087 622.700 132.702 1.092 1.546 81.432 26.910 4.364 7.997.543.150 21.232 31.976 3.410.786 326.655 4.130 23.377.247 4.071.709.026.486.530.500.931 7.658 1.588 14.501 9.296 987.505.526.754 10. Harga Pokok Penjualan Non Pupuk (i) HPP domestik Amoniak Asam Fosfat Asam Sulfat Produk (Cair) Cement Retarder Formulasi IPA G Alf3 Produk (Butiran) Produk (Tepung) Sidamethrin Carbofuran CO2 Cair Produk (Coil) Produk (Flowable ) Crude Gypsum Formulasi 2.604 37.900 21.953 4.530 762.16% dan 6.362 314.915 559.989 5.884 4.168 47.538 861.309.585 405.525 176.799 3.424 828.148.683.850.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) b.168 198.525 5 - 129.142.450 2.982 3.459.558 9.660 60.852 52.369 1.4D Amin/Form MIPC IPA Glyphosate Sidazinon Chemical Gypsum Cypermethrin SDP Belerang Curah Amegrass 80WP Lain-lain Jasa formulasi .975 1.111.274 6.768 1.579.095.280 90.538 3.292. masing-masing pada tahun 2004 dan 2003 dilakukan dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa (catatan 30).342.288 40.830.017 342.658 767.668 9.244 1.455.069 67.051 33.607.343 91.652.Petrosida Diazinon Jumlah Harga Pokok Penjualan Non pupuk Jumlah Harga Pokok Penjualan 94.887.799.144.010.971 1.785 - 187.168 2.801 2.610.980 1.007.074.790 177.403 82.971.662 6.769 36.

791.762 171.820 1.179.317 3.943.121 13.513.133.548 3.149.667.805 246.161 1.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 26.207.853.526 375.609.211 62.641 143.194 546.934 6.508 15.771 1.842 6.740.721.286 179.366 1.303.685.123 1.908 31.337 31.344 396.675 1.202.655 3.573 11.945 51.537 5.446.425 58.560 56.530 45.176.547 274.524.547 86.865 60.028 1.829 4.058.397 3.256.389.332 2003 Rp 104.859 Beban Distribusi Transportasi Penyaluran Bongkar Muat Pallet Pegawai Susut Rebag dan Kantong Restaple Asuransi Promosi dan Distribusi lain Sub Jumlah Beban Penjualan Pegawai Transportasi Promosi Jasa Litbang Penyusutan dan Amortisasi Kantor Bongkar Muat Pemeliharaan Restaple Rebag dan Kantong Susut Pajak dan Restribusi Asuransi Agrobisnis Penjualan Lainnya Alokasi dari pusat biaya lain Sub Jumlah Beban Administrasi dan Umum Pegawai Perjalanan dan Pembinaan Administrasi Jasa Pemeliharaan Pajak dan Restribusi Penyusutan dan Amortisasi Asuransi Umum Lainnya Alokasi dari pusat biaya lain Sub Jumlah Jumlah Beban Usaha 46 .492.827 129.163.053.080 16.000.883 1.550 951.271.891 1.347 6.818 29.920 5. Beban Usaha 2004 Rp 139.994 22.971.371.024.163 1.083 5.267.673 122.516.836 979 2.336.125.923.556 1.232 11.179 159.497.182.074 21.803 34.807.883.202 3.355.857.648.244.201 5.153 151.173.781 8.658 353.924 16.660.460.710 20.044.081 1.045 71.601 5.218.745 15.270 4.522 55.325.466 72.630 13.844.163.709 387.418.142 1.058 17.068 1.510 10.405.477.744.391.413 437.414 758.708 34.845 1.

461 26.812 1.055 5.212.831.065 50.998.884.004.305.009.Bersih Biaya Sewa dan Jasa Biaya Produk Utilitas Penyisihan Piutang Pemasaran Jasa Fee Keagenan Denda Retribusi PJU/Klaim Koreksi Restitusi PPh Badan Penghapusan Piutang Lain-lain Sub Jumlah Jumlah 43.521 2.995 14.082 91.922.399 6.861.019.173) 10.488.811.366 4.213.312 68.406 19.941 1.883 2.902.858 11.911 2.168 15.548 22.790.598 17.941 485.687.937.709 299.384.155 107.Bersih Lain-lain Sub Jumlah Beban Diluar Usaha : Laba (Rugi) Selisih Kurs .316 59.222 280.158.222 (567.281.489.010 119.038 7.501.287 34.029.044 26. Pendapatan (Beban) Lain-lain 2004 Rp 2003 Rp 40.100 689.314.950 22.023 89.711.521 3.233.935.196 (17.291 5.991 1.933 1.252 1.167) 124.688 Pendapatan Diluar Usaha : Pendapatan Sewa dan Jasa Penjualan Produk Utilitas Pendapatan Jasa Giro/ Bunga Klaim Asuransi Laba Penyertaan Pendapatan Dividen Komisi Keagenan Penjualan Barang Bekas Pendapatan Agribisnis Denda Piutang/Keterlambatan Transport dan Asuransi Lelang Kendaraan Laba (Rugi) Selisih Kurs .697 21.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 27.918.191.482.780 412.560 6.623 47 .192 12.382.701.487.563 14.049 5.

500.11 7.829.029 3.438.360 4.105 10.Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa .789.303 439.774.Pihak Ketiga Piutang Lain-lain .814 5.261.696.356.186 22.124.518 100.099.529.766.104.874.236.882 12.800.38 102.508.091.465 48 .194 366.914.104.73 421.14 10.97 82.42 687.844.417.443.483.88 91.080.11 2003 Rp 21.930 26.54 2.496.145 2004 Rp 9.16 1.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 28.863.681.407.224.88 5.425.408 868.337.290 2003 Rp 8.812.703 41.911.750 764.746. Beban Bunga dan Keuangan 2004 Rp 2003 Rp 43.Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa .839.Pihak Ketiga Jumlah Kewajiban Hutang Usaha Hutang Bank Biaya Yang Masih Harus Dibayar Hutang Bank Jangka Panjang Jatuh Tempo Satu tahun Hutang Bank Jangka Panjang Kewajiban Jangka Panjang Lainnya Jumlah Kewajiban Bersih 3.248.721.647 Pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003.561.649.162.15 1.005.798.133.537.70 144.373 Kredit Investasi Kredit Fasilitas L/C Kredit Modal Kerja Asuransi Provisi Bank Jumlah 27.505.392.820.469.222 26.651.269.705 29.58 4.417 93.724.630.917 87.27 43.00 51.479 13.558 23.407.761 1.014 Mata Uang Asing (USD) 2.513.591.611.56 6.146.35 1.658.982.803.50 53.98 1.347.12 Rp 31.176 61.83 154.946.291.096.701.898 11. Aktiva dan Kewajiban Dalam Mata Uang Asing 2004 Mata Uang Asing (USD) Aktiva Kas dan Setara Kas Piutang Usaha .15 3.279 116.621 72.424.06 2.270.361.601.341.120.502 3.832.307.639.701.074.215.734 495.856.353 17.082 15.488 774.876.409.446.27 567.506.632 23.364.257.300 34.93 13.165 14.625.091.335 43.50 2.777.246. kurs konversi yang digunakan Perusahaan serta kurs yang berlaku pada tanggal 31 Januari 2005 adalah sebagai berikut : 31 Desember 31 Januari 2005 Rp Mata Uang 1 USD 9.486.090.82 3.137.717 1.819.119.934 1.530 27.

674.002.PT Petrowidada d.43% dan 10.880. dan juga sebagai pemegang saham minoritas Perusahaan. merupakan penjualan kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa.929 345.732 78.760.777.578. Transaksi dengan Perusahaan Anak dan Pihak Yang Mempunyai Hubungan Istimewa Sifat Hubungan Istimewa a.PT Petrokopindo Cipta Selaras .PT Pupuk Kaltim Tbk .PT Gresik Cipta Sejahtera .267 6. PT Pupuk Sriwijaya adalah pemegang saham utama (mayoritas) Perusahaan. Rincian penjualan kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebagai berikut : 2004 Rp 116.PT Petrokimia Kayaku . Perusahaan yang pemegang sahamnya sama dengan pemegang saham utama Perusahaan : .PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 30. dimana menurut manajemen dilakukan dengan tingkat harga dan syarat – syarat normal sebagaimana halnya bila dilakukan dengan pihak ketiga. yang meliputi antara lain : a. yang meliputi 9% dan 7% dari jumlah aktiva masing – masing pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003.PT Aneka Jasa Grhadika c. piutang atas penjualan tersebut dicatat sebagai bagian dari piutang usaha. Perusahaan melakukan transaksi tertentu dengan pihak – pihak yang mempunyai hubungan istimewa.48% dari jumlah penjualan masing – masing pada tahun 2004 dan 2003.909 170.114.PT Petrocentral .519.330 PT Petrocentral PT Mega Eltra PT Petrosida PT Pupuk Sriwidjaja PT Pupuk Kaltim Tbk PT Pupuk Kujang Jumlah .945 264.PT Petro Graha Medika .802 37.PT Petronika . e.PT Puspetindo . Perusahaan yang sebagian pemegang sahamnya sama dengan pemegang saham Perusahaan : .PT Mega Eltra . Pada tanggal neraca. Transaksi-transaksi Hubungan Istimewa Dalam Kegiatan usahanya. 10. Yayasan Petrokimia Gresik adalah Perusahaan yang sebagian pengurus dan manajemennya sama dengan Perusahaan.963.PT Rekayasa Industri b.812 73. Perusahaan yang sebagian pemegang sahamnya adalah Perusahaan : .680 60.041 36.PT Pupuk Kujang .PT Graha Sarana Gresik .727 73.PT Petrosida Gresik .516 49 2003 Rp 85.227 307.PT Kawasan Industri Gresik .PT Pupuk Iskandar Muda .775 2.065.993.657.

750.794 2. Rincian pembelian kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebagai berikut: 2004 Rp 225.007.236 18.035 1. dimana menurut pendapat manajemen dilakukan dengan tingkat harga dan syarat – syarat normal sebagaimana halnya bila dilakukan dengan pihak ketiga. sebagai berikut : 2004 Rp 6.550 12. pinjaman tersebut dilakukan tanpa bunga dengan jangka waktu pengembalian adalah 5 (lima) tahun.58% dari jumlah pembelian masing – masing pada tahun 2004 dan 2003. 21 Pebruari 2002 dan 11 Agustus 2000. listrik.762.624 8.020.744.807 302. 12.16% dan 6.400 1.770 PT Pupuk Kaltim Tbk PT Pupuk Sriwidjaja PT Pupuk Iskandar Muda PT Rekayasa Industri Jumlah c.826.557. Perusahaan juga mempunyai transaksi di luar usaha dengan pihak – pihak yang mempunyai hubungan istimewa.58% dari jumlah hutang masing – masing pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003.785.419. Pada tanggal neraca. yang diantaranya timbul dari transaksi penjualan hasil produk samping (seperti air.938 3. yang meliputi 12.702 2003 Rp 8.926 55.454 PT Petrowidada PT Petronika PT Petrocentral PT Puspetindo PT Kawasan Industri Gresik PT Pupuk Kaltim Tbk PT Pupuk Kujang PT Rekayasa Industri Yayasan PG PT Pupuk Sriwidjaja Jumlah d.015 187.741 1.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) b.897 17.511.779 3.16% dan 6.970. hutang atas pembelian tersebut dicatat sebagai bagian dari hutang usaha. Perusahaan memberikan pinjaman dana kepada Yayasan Petrokimia Gresik selaku pihak pengelola Program Pemeliharaan Kesehatan Pensiunan/Purna Tugas dan Keluarganya (prokespen) dan Program Santunan Kesehatan (Sankes) sesuai Surat Perjanjian Kerjasama tanggal 16 April 2004 serta pengelola pembangunan perumahan karyawan PT Petrokimia Gresik sesuai Surat Perjanjian Pinjaman antara PT Petrokimia Gresik dengan Yayasan Petrokimia Gresik tanggal 27 Oktober 2003.592. Apabila Yayasan Petrokimia terlambat melakukan pembayaran sebagaimana jadwal angsuran yang ditetapkan dalam Perjanjian Pinjaman.5% per bulan.038 67.695 1.913.888 1.295. Sesuai dengan hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Petrokimia Gresik tanggal 29 Desember 2003 dan Perjanjian Pinjaman.984 1. dikenakan sanksi denda sebesar 2% .601 2003 Rp 73.935 2.147.012. jasa pelabuhan.864. dll) dan penjualan jasa lainnya berupa jasa keahlian.400 34.082.405.509.502 19.069 1. 50 . steam.820.794 1.345.468 20.644 101.892.258.368 2. merupakan pembelian dari pihak yang mempunyai hubungan istimewa. sewa rumah dan sewa tanah.

menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti untuk semua karyawan tetapnya.955 Jumlah Rp (271.Non Vested Koreksi Aktuarial Yang Belum Diakui Kekayaan yang Diakui Dalam Neraca Rekonsiliasi beban manfaat karyawan yang diakui dalam laporan laba rugi adalah sebagai berikut : Beban Jasa Kini Beban Bunga Harapan dari Hasil Investasi Amortisasi Beban Jasa Lalu yang Belum Diakui .964 karyawan pada tahun 2004. Manfaat Kesejahteraan Karyawan Diestimasi Perusahaan Perusahaan.030 .924 24.2% ~ Tingkat kematian : Tabel Mortalita Indonesia II ~ Tingkat Kenaikan gaji rata-rata : 5% per tahun ~ Tingkat bunga Teknis : 10% per tahun ~ Ekspetasi Hasil Investasi : 10% per tahun ~ Tingkat cacat : 0.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 31.Usia 45 . untuk menilai jumlah kewajiban aktuaria dan posisi pendanaan per 31 Desember 2004.726) 14. Jumlah karyawan yang berhak memperoleh manfaat tersebut adalah 3.504 46.45 : 0.570 (140.067.047.Usia 20 . Perusahaan melakukan penyisihan Pendanaan pensiun melalui program yang diselenggarakan oleh PT Asuransi Jiwasraya (Persero).Vested Biaya Jasa Lalu Yang Belum Diakui .05% s/d usia 55 tahun Kewajiban aktuaria dan posisi pendanaan dari manfaat kesejahteraan karyawan posisi 31 Desember 2004 adalah sebagai berikut : Kewajiban Kini (Present Value of Obligation ) Nilai Wajar dari Kekayaan Posisi Pendanaan Biaya Jasa Lalu Yang Belum Diakui .55 : 0.401.556 (25.776.255) 131.841) 2.Non Vested Amortisasi Koreksi Aktuaria Pengakuan Segera dari Beban Jasa Lalu yang Vested Beban yang Diakui dalam Laporan Laba Rugi 51 Jumlah Rp 16.253 (9.905.066. Perusahaan melalui PT Binaputera Jaga Hikmah.142.776.128. Pada tahun 2004. dimana manfaat pensiun yang akan dibayar dihitung berdasarkan penghasilan dasar pensiun dan masa kerja karyawan.02% . aktuaris independen melakukan perhitungan aktuaria.685) 168.870.270. Perhitungan benefit / manfaat terhadap imbalan kerja karyawan menggunakan manfaat sesuai dengan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) PT Petrokimia Gresik yang terdiri dari : Penghargaan kesetiaan Bantuan duka Cuti besar Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) Program Tabungan Hari Tua (THT) Program Kesejahteraan Hari Tua (PKHT) Asumsi utama yang digunakan dalam menentukan biaya manfaat pensiun adalah sebagai berikut : ~ Umur Pensiun Normal : 56 tahun ~ Tingkat pengunduran diri : .

652.0699 Manfaat PKHT meliputi pembayaran berkala dan/atau pembayaran sekaligus bagi peserta (karyawan) atau janda atau duda atau anaknya. Perusahaan bekerjasama dengan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang disebut dengan “Program Kesejahteraan Hari Tua (PKHT)”.795 (46. tunjangan jabatan. Rekonsiliasi (kewajiban) pendanaan manfaat pensiun karyawan sebagai berikut : Kekayaan pada Awal Tahun Beban Realisasi Pembayaran Manfaat Iuran Perusahaan Kekayaan Pada Akhir Tahun Jumlah Rp 26.0703 THT adalah program jaminan hari tua dalam bentuk pembayaran sekaligus bagi Peserta atau Ahli Warisnya. Berdasarkan Undang-undang nomor 3 tahun 1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek).286. Disamping itu. terakhir tanggal 19 Desember 1989. tunjangan keluarga.142.Program Kesejahteraan Hari Tua (PKHT) sebesar 5% dari gaji dasar pertanggungan (gaji tetap berupa gaji pokok.190 2.SJ.SJ. Perjanjian tersebut terakhir diperbaiki melalui Perjanjian Kerjasama nomor 469/07/NK. bantuan pangan dan bantuan perumahan). Peraturan Pemerintah nomor 36 tahun 1995 tentang penetapan badan penyelenggara program Jamsostek. AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA 023. THT dan Jamsostek dilakukan melalui pemotongan dari gaji yang besarnya sebagai berikut : . Program Tabungan Hari Tua (THT) sebesar 5% dari gaji pokok ditambah tunjangan keluarga.01/04/SP/2003 tanggal 4 Juli 2003. Pemberi kerja (Perusahaan) menanggung seluruh jumlah dari tagihan premi dikurangi dengan iuran beban peserta (pegawai) yang dipotongkan dari gaji setiap bulan.271.067.U.000 14. AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAaaaaaaAAAAAA 055. Pendanaan Manfaat Kesejahteraan Karyawan Perusahaan.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Biaya jasa lalu yang belum diakui Non Vested dan koreksi aktuarial diamortisasi sesuai dengan rata-rata masa kerja karyawan.U. 52 .08. Perjanjian ini menggantikan kerjasama dengan AJB Bumiputera 1912 dalam hal “ Jaminan Asuransi Jiwa Kumpulan” sesuai dengan Perjanjian Kerjasama nomor 261/IX/SPK/DIR/1988 dan 190/U/ASK/PERT/IX/1988 tanggal 5 September 1988 dan telah diaddendum beberapa kali.04.030 Dalam mengelola kesejahteraan karyawan.04/04/SP/2003 tanggal 4 Juli 2003. Perusahaan juga menandatangani Perjanjian Kerjasama tentang Program Tabungan Hari Tua (THT) dengan pihak PT Asuransi Jiwasraya (Persero) nomor 470/07/NK. Program Jamsostek sebesar 2% dari gaji pokok ditambah tunjangan keluarga. Iuran para pegawai untuk PKHT.955) 7. Perusahaan telah mengikuti program Jamsostek. terutama berasal dari : Perlakuan pembayaran iuran premi atas coming service (masa asuransi yang akan dijalani Peserta) dan Jamsostek adalah sebagai berikut: 1). 2).

759. Jumlah saldo kewajiban diestimasi atas manfaat kesejahteraan karyawan pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 masing-masing sebesar Rp 5.087. tahun 2003 sampai dengan 2012 sebesar @ Rp 18. dicatat sebagai berikut: 1).759. pemegang saham menyetujui penggunaan laba bersih tahun buku 2003 sebesar Rp 108.863. Dividen Tunai Dan Cadangan Umum a. 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan.175. tahun 2003 sampai dengan 2012 sebesar @ Rp 20.000 ribu dengan rincian sebagai berikut : Jumlah Dividen Tantiem Direksi & Dekom Program Kemitraan Program Bina Lingkungan Cadangan Total Rp 60.230.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Iuran premi back service baik untuk PKHT maupun THT seluruhnya ditanggung oleh Perusahaan.544.047 dan Rp 2.534 1. Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan sebagaimana tercantum dalam Notulen Risalah Rapat tanggal 1 Juni 2004.910.416 108.123.362. Kewajiban pembayaran tahunan (angsuran) dicatat sebagai beban tahun berjalan.019 .180 43.280 1.THT : jatuh tempo setiap bulan Januari.590 2. Jumlah cadangan pemutusan hubungan kerja akan direview setiap akhir tahun dengan memperhatikan seluruh variabel yang mempengaruhi jumlah cadangan tersebut. Besarnya angsuran tahunan premi back service adalah sebagai berikut: .012.509.725.000 53 . 2). 32.PKHT : jatuh tempo setiap bulan Januari.577 (jumlah i R Rp 126 milyar) 126 il ) Perusahaan Anak PT Petrokimia Kayaku (Perusahaan Anak) menghitung dan membukukan estimasi manfaat kesejahteraan karyawan untuk seluruh karyawannya sesuai Undang-undang Republik Indonesia No.

228.845.064) 121.255.379.356 45.840.074) (3.445 8.071.986) (4.958.862.483 (3.080.536 56.238.459.711) (1.054.867.523) 17.276.408 (2.197.466) 102.686 1.296 (16.849) 3.633.525) 73.029) 184.538.562.493 4.020.982.171.364.928.357.448 246.181.833.641 (75.824.966.448 234.124.743.345) 68.911 (75.761 2.140 1.335 11.482 (67.688.098.040) 618.181.350) 79.508) 11.011.189.574.733.845) 76.278.825) 6.158.285.681.973.493 (792.983 70.811.077.624.625.064) 133.077.870 (2.890.456 1.912.216.537.533) (94.057) 17.516 2.227 54 .965 (71.615.538.890.638.057.892) (1.563 2.445.186 (10.618.495.512.086.021.212 (93.886.813.956 (17.428.164.682) 1.748.207.326 151.516 118.005 (112.719 (93.492 (75.771.825) 618.096) 156.747.062 230.025 2.849 38.785.190.873.837.285.255.577.729) 231.411) 1.872.521 (10.189.903) 1.845) 68.215) 2.983 (4.462 117.645 11.157.756.872.347) 182.158 (112.284.339.287.408 (176. Informasi Segmen Usaha 2004 Produksi Pestisida Rp 278.977 293.423 Konsolidasi Rp 3.901.316 36.759.359) 6.577) 218.941 (15.651.637 (294.516) (50.413.040.813.558.581 11.804 Produksi Pupuk Rp Pendapatan Eksternal Antar Segmen Jumlah Pendapatan Hasil Hasil Segmen Antar Segmen Jumlah Hasil Segmen Pendapatan Usaha tidak Dapat Dialokasi Laba Usaha Beban Keuangan Pendapatan bunga Antar Segmen Laba Sebelum Pajak Beban Pajak Pajak Tangguhan Laba Setelah Pajak Bagian Saham Minoritas Laba Bersih Aktiva Segmen Aktiva Antar Segmen Aktiva tidak Dapat Dialokasi Jumlah Aktiva Kewajiban Segmen Kewajiban Antar Segmen Kewajiban tidak Dapat Dialokasi Jumlah Kewajiban Pengeluaran Barang Modal Penyusutan Beban Non Kas Selain Penyusutan Arus Kas Dari Operasi Penerimaan Pelanggan Pembayaran Pemasok Jumlah Arus Kas dari Investasi Investasi Rutin dan Proyek Pendapatan Bunga dan Jasa Giro Lain-lain Jumlah Arus Kas Dari Pembayaran Pelunasan Hutang Perolehan Pinjaman Lain-lain Jumlah 3.241.189.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 33.870.135.042.813.799.839) (111.923.404.374.096) 5.909.330 1.462 8.681.645 1.620 (4.822) (93.152 5.681.616) (6.191.234.428 78.023.405.713.215.276) (1.913) (115.052 (2.831.435.359.634.822.961 (17.208.436.643 241.704) 6.734 (176.092.848 4.530) (45.268 1.581 278.896.747.297 2.065 4.021.527.601 (116.809.483 (74.129 5.065 4.849) 3.653 (118.385.848 12.117 1.

980 252.074.346.896) (326.052 (303.215 (558.347.238) (303.927 4.635.626 (72.813.695 (15.547 2.672.415.418) 57.730.853) 11.331.307 4.142) 2.815.206) (3.514.426) 203.953.377.948.108) 170.306.365.285.495) 58.565.857) (128.695 1.208 1.973 (71.309.381 90.052) 7.532.418.095 (2.966 252.712.455.015.831.648) 2.387.258 (2.557 (665.928 7.500.301) 170.953.674.364 (2.152.349.238) 252.869.337 (74.602 27.258 948.484.490.457.725.158 215.812 2.535.486) (125.801 7.505) 92.331.942.137.404 198.979) 13.651.284.510.238) Konsolidasi Rp 2.285.400) (2.370) 894.314 1.760 55.305.638 (87.331.708 202.607.141.563.314 (15.801.946.970 2.436.376) 92.744.742 55 .670.812.042 2.020.610.882 1.496.206.081 (86.029.126) 13.776.486.358.222) 2.934.661.980 2003 Produksi Pestisida Rp 203.526.009.493.670.439.565 12.553.160.966 58.482.243.374.629) 3.054.879 1.963.164.048.570.638 (180.810) (358.088 54.463.115.290.380 4.684 110.328 (65.574.648.692) 1.914) (31.894.841 (72.969.281.789 4.813.038 981.193 203.665.342 245.418) (1.780 33.700 113.187 53.919.164.821.896 (2.984 (2.518) 2.624) (7.875.271.692) 91.956 20.829.927 (3.708 207.845 7.623 258.806.665.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Produksi Pupuk Rp Pendapatan Eksternal Antar Segmen Jumlah Pendapatan Hasil Hasil Segmen Antar Segmen Jumlah Hasil Segmen Pendapatan Usaha tidak Dapat Dialokasi Laba Usaha Beban Keuangan Laba Sebelum Pajak Beban Pajak Kini Pajak Tangguhan Laba Setelah Pajak Aktiva Segmen Aktiva Antar Segmen Jumlah Aktiva Kewajiban Segmen Kewajiban Antar Segmen Kewajiban tidak Dapat Dialokasi Jumlah Kewajiban Pengeluaran Barang Modal Penyusutan Beban Non Kas Selain Penyusutan Arus Kas dari Operasi Penerimaan Pelanggan Pembayaran Pemasok Lain-lain Jumlah Arus Kas dari Investasi Pembelian Aktiva Tetap Lain-lain Jumlah Arus Kas dari Pembayaran Pelunasan Hutang Perolehan Pinjaman Lain-lain Jumlah 2.810 1.978 (3.015 50.257.318.421.922.853.052 (303.339.112.993 257.193) 229.350 (65.

Meskipun demikian.209 17.289 437.629.816. manajemen perusahaan dan perusahaan anak tetap berhati-hati dalam mengelola dan menjalankan operasi perusahaan dengan mengoptimalkan kinerja perusahaan serta melakukan program penghematan dan efisiensi biaya.069 46.396.211.535.637 25.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 34. Perusahaan yang bergerak dalam industri pupuk. seperti meningkatnya kegiatan ekonomi yang ditandai oleh meningkatnya produk domestik bruto.992. Laporan keuangan konsolidasian telah mencakup dampak kondisi ekonomi tersebut.813. 35.637. Dalam menghadapi kondisi tersebut di atas.502 56 . karena pembelian terbesar bahan baku utama pupuk menggunakan mata uang asing (USD).Setelah Dikurangi Bagian Yang Jatuh Tempo Satu Tahun Bank Kewajiban Jangka Panjang Lainnya 551.989 91.515 85.816.139 811.555.384 43. terjadinya perbaikan likuiditas. sepanjang hal itu dapat ditentukan dan diperkirakan. dalam tahun-tahun terakhir secara makro telah terjadi perbaikan yang positif atas beberapa indikator ekonomi utama.294 265.409. Kondisi Perekonomian Indonesia Kondisi ekonomi Indonesia masih akan terpengaruh oleh stabilitas sosial ekonomi dan politik di dalam negeri.019.739.249 Sebelum Reklasifikasi Rp 89.480 72. Reklasifikasi Akun Untuk tujuan penyesuaian dengan penyajian laporan keuangan tahun 2004. menurunnya tingkat suku bunga dan tingkat inflasi serta mulai meningkatnya kepercayaan investor seperti terlihat dari kenaikan secara umum harga-harga saham yang terdaftar pada bursa efek di Indonesia.903 4.654 25.513 87. sangat terpengaruh dengan fluktuasi nilai Rupiah.314.672 - Biaya Dibayar Dimuka Uang Muka Uang Muka dan Biaya Dibayar Dimuka Biaya Yang Ditangguhkan Hutang Bank Uang Muka Penjualan Hutang Lain-lain Hutang Jangka Panjang Yang Jatuh Tempo Satu Tahun Bank Kewajiban Jangka Panjang Lainnya Hutang Jangka Panjang .748. berikut disajikan pos-pos penting dalam laporan keuangan konsolidasian tahun 2003 sesudah dan sebelum reklasifikasi : 2003 Sesudah Reklasifikasi Rp 47.296.

638 2.407 1.PT.362.413.Setelah dikurangi penyisihan piutang ragu .898.872.657 2.641.554.602.264.736 29.844.885.254.625 17.340 983.122.158.869 1.140 14.242 47.718.482.500 333.574 dan Rp 948.535 13.387.460 166.543.089 684.898.434 21.824 (0) (0) .872.995 32.783.564.764.467.287.713.676 1.464.678.805.105.409 122.778.424.588.248 13.797.827.422.558 dan Rp 10.624.129.302 84.316.771 pada tahun 2004 dan 2003 Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa Ketiga . PETROKIMIA GRESIK NERACA Per 31 Desember 2004 dan 2003 2004 Rp 2003 Rp AKTIVA AKTIVA LANCAR Kas dan Setara Kas Piutang Usaha Pihak Ketiga .151.554 17.314.241.514.978.288.325 444.035.676.040.208.257.masing sebesar Rp 1.186 2.ragu masing .617 pada tahun 2004 dan 2003 Piutang Lain-Lain Pihak Ketiga .988.180 135.863.033.473.797 867.371.356.229.Setelah dikurangi penyisihan piutang ragu .386.355 dan Rp 1.030.879.142.013 57.Setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu masing-masing sebesar Rp 9.778.030.572. Biaya Yang Ditangguhkan Aktiva Lain-lain Jumlah Aktiva Tidak Lancar JUMLAH AKTIVA 345.664 pada tahun 2004 dan 2003 Persediaan Uang Muka Biaya Dibayar Dimuka Pajak Dibayar Dimuka Jumlah Aktiva Lancar AKTIVA TIDAK LANCAR Aktiva Pendanaan Manfaat Kesejahteraan Karyawan Investasi Jangka Panjang Aktiva Tetap .585.ragu masing .069.Setelah dikurangi akumulasi penyusutan masing-masing sebesar Rp 1.852.176.412.690.848 232.073.963 pada tahun 2004 dan 2003.masing sebesar Rp 714.380.813 210.160 pada tahun 2004 dan 2003 Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa Ketiga .619.816.349.347.636.876.307 42.806.676 1.097.Setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu masing-masing sebesar Rp 6.333.221 112.817 24.986 dan Rp 506.540.580.968.747.824.256.133 dan Rp 249.566.230.

959.508.329.000.015.861 396.059 143.327.127.286.819.214 57.443.624.879.000.909 89.640.456.352.768.383.597 8.420.000 288.197.767.085.057.106.087 854.654.033.763.813.340 2.Nilai Nominal Rp 1.637.906 2.Setelah Dikurangi Bagian Yang Jatuh Tempo Dalam Satu Tahun Bank Kewajiban Jangka Panjang Lainnya Jumlah Kewajiban Tidak Lancar EKUITAS Modal Saham .372.387.249.394 794.000.328.550.555.001 73.933.474.000 334.312.253 124.491.869.296.797 396.052.359.888.976.349. PETROKIMIA GRESIK NERACA (Lanjutan) Per 31 Desember 2004 dan 2003 2004 Rp 2003 Rp KEWAJIBAN DAN EKUITAS KEWAJIBAN LANCAR Hutang Bank Hutang Usaha Pihak Ketiga Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa Hutang Pajak Biaya Yang Masih Harus Dibayar Hutang Lain-lain Uang Muka Penjualan Hutang Jangka Panjang Yang Jatuh Tempo Dalam Satu Tahun Bank Kewajiban Lainnya Jumlah Kewajiban Lancar KEWAJIBAN TIDAK LANCAR Kewajiban Pajak Tangguhan Kewajiban Diestimasi Manfaat Karyawan Hutang Jangka Panjang .870 87.194 23.420.347.1.000 per Saham Modal Dasar .363 46.838.000 Saham Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 396.286 31.992.176.575 664.972 133.715.114.755 - 90.450.332 4.629.916 109.978 - 519.068.960.231 43.420 saham Saldo Laba Yang Dicadangkan Saldo Laba Yang Belum Dicadangkan Jumlah Ekuitas JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS 765.962 2.161.092 30.655.657 114.300.068.511.511.902.713.568 108.824 .242.348.025.697 437.PT.722.793.199.308 23.606.420.532.194.985.482.432.005 1.947 888.639 616.072 6.590.588 551.112.616 18.

367.400.890 (93.570.051.461 PENDAPATAN HARGA POKOK PENJUALAN LABA KOTOR BEBAN USAHA Beban Distribusi Beban Penjualan Beban Administrasi dan Umum Jumlah Beban Usaha LABA USAHA SEBELUM BEBAN BUNGA DAN KEUANGAN Beban Bunga dan Keuangan LABA USAHA SETELAH BEBAN BUNGA DAN KEUANGAN PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN Pendapatan Diluar Usaha Beban Diluar Usaha Beban Lain-lain .528.409.792.800) 17.794.673.427.626.707.021) 545.288 (66.126.044.453) 198.697 166.607.658.922.624.069.500) 108.978.577) 124.123) (147.821. PETROKIMIA GRESIK LAPORAN LABA RUGI Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 2004 Rp 2003 Rp 2.591) 54.556.425.086 (71.992.831.983.838 (179.610.008 (86.951.349.467 (142.054.744.911.328.394 .184.258.Bersih LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN BEBAN PAJAK Pajak Kini Pajak Tangguhan Jumlah Beban Pajak LABA BERSIH SETELAH PAJAK 3.948) 278.106.698) (347.859.151.200.056.190.290.136.442.102) (9.689.894 (67.815) (66.223 (50.179.767.812.633.401.380.838.197 117.359.192.724) (157.899.632) (57.497.423) 184.266.782.409) (403.700.980.482 (2.198.372.600 (57.100) 13.768.797.189.557.399.811) 111.390.804) 175.169.284) 681.956.073.867.298 (127.228.122 (2.633.704.906.663 120.PT.

133.242.175.000) (2.767.558.000) (1.199.558.590.000) (40.929) (46.000) (932.696.793.888.737.747.863.000) 668.929) 108.000) (1.353.540.469 108.420.659.509.568 43.000) (1.210.180.737.741.372.871 137.863.611 288.534.291 854.768.658.558.377.420.328.068.280.540.377.768.000) (1.133.767.180.768.612.186.328.186.086 (60.000 Laba belum direalisasi dari pemilikan efek Rp 46.087.423.311.282 (7.387 (46.804 40.394 (47.282) (2.420.655.125.093.196) (932.394 124.696.183.328.372.125.820.280.183.340 .797.000) (2.086 (60.087 Jumlah Ekuitas Rp 745.611 794.509.291 334.175.962 124.869.879.658.PT.000) (932.767.000) (932.000 396.211 108.242. PETROKIMIA GRESIK LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 Modal Saham Rp Saldo per 1 Januari 2003 Laba Bersih Tahun Berjalan Dividen Tantiem Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi Dana Pembinaan Wilayah Pembentukan Cadangan Sesuai RUPS Selisih Pembentukan Cadangan Laba Belum Direalisasi Dari Pemilikan Efek Koreksi PPh Badan Koreksi Ekuitas Perusahaan Anak Saldo per 31 Desember 2003 Laba Bersih Tahun Berjalan Dividen Tantiem Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi Dana Pembinaan Wilayah Pembentukan Cadangan Sesuai RUPS Koreksi Ekuitas Perusahaan Anak Saldo per 31 Desember 2004 396.000.000 396.000) 668.797.000.087.992.353.210.353.000) (43.394 2.353.253 Saldo laba yang belum dicadangkan Rp 93.534.793.387) (7.000) (1.394) 124.394 (47.197.000) (2.000) 2.000) (1.387) Saldo laba yang dicadangkan Rp 255.372.000.637.590.889.285.

041.887) 6.528 22.309.827.759 129.415 140.773.149 59.109.286.679.138.111 7.847 182.468 90.803 93.906 .983 199.533.847 199.600.352.270.312 186.00 100.809 513.636.311 505.973 78.619 11.152.768.902.677 4.527.543.340.276.965.734 (45.651.266.224.340.600.098.193 190.616 228.109 295.505.059 102.192.982.365. Retribusi.194.lain Penerimaan Restitusi pajak dan lain .878.709.700.817.256.127.455 347.071.000 382.788.352.155 182.166 52.605.899.124.289 273.910.877.157.700.245.729 62.364 1.960.588.759 146.482.599.821.423.870.lain Jumlah Pengeluaran Jumlah Arus Kas dari Aktivitas Operasi ARUS KAS DARI KEGIATAN INVESTASI Penerimaan : Pendapatan Bunga.350.302.766.314.416 87.600.628 65.876.389. Litbang dan Konsultan Biaya Bongkar Muat dan Distribusi Biaya Penjualan Biaya Umum Biaya Bunga Pinjaman PPN Masukan dan PPh Pengembalian Hutang usaha Pelunasan hutang lain .588.398.091.009. PETROKIMIA GRESIK LAPORAN ARUS KAS (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 2004 Rp ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan : Piutang Pemerintah Penjualan Tunai Piutang Dagang Deposito PPN Keluaran Penerimaan Piutang lain .lain Jumlah Penerimaan Pengeluaran : Biaya Pegawai Biaya Pemeliharaan Biaya Pajak.647.621.916.929.485 590.983 38.743 2.721.187.355 83.258.162 103.077 58.367 305.496 71.942.250.497 1.022.479.342 18.423.918.506.896.807.473.276.892.534.413.400.975 102.825.267.010.212 1.420.905 1. Asuransi Biaya Jasa.298.572.430.022.592.799.616. jasa giro dan penerimaan diluar usaha lainnya Jumlah Penerimaan : Pengeluaran : Biaya yang berkaitan dengan pendapatan diluar usaha Investasi Rutin Investasi Proyek Kewajiban pembagian laba tahun lalu Jumlah Pengeluaran Jumlah Arus Kas dari Aktivitas Investasi 2003 Rp 663.799.157.822.128.242.933 71.576 7.000 2.973.144.034 3.126.PT.179.695.852 202.953.290.340 18.335 234.499.856.016.979.

298) 183.751.813.180 .885.621 4.142 1.681.660.193.000.215.261. PETROKIMIA GRESIK LAPORAN ARUS KAS (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 2004 Rp ARUS KAS DARI KEGIATAN PENDANAAN Penerimaan : Hutang Bank ( KMK.833.013.902) 12.073.106 (2.474.474.829.844 2.500 1.451.813.417 333.073.576. LC dan KI) Jumlah Penerimaan Pengeluaran : Bahan Baku dan Penolong Angsuran kredit Investasi.204 252.019.180 345.PT.621.326.142 (1.380.844 252.691.307.848.898.856.576.320 333. KMK & LC Jumlah pengeluaran Jumlah Arus kas dari Aktivitas Pendanaan KENAIKAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 2003 Rp 1.215.326.258.829.809.204 1.485 1.000.424.902.424.833.071.980.980.763 150.885.

9 pesawat 511 Fax. 31 Jakarta 10210 Telp. (021) 5700380. 5738727.d. 5738740. 5720957.BPK RI LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN LAPORAN EVALUASI KINERJA PT PETROKIMIA GRESIK Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2004 Nomor Tanggal : 02. 5723995 .D/AUDITAMA V/GA/01/2005 : 31 Januari 2005 Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Jalan Gatot Subroto No. (021) 5700380. 5704395 s.

4.1 Evaluasi proses penyusunan RKAP …………………………... Laba / (Rugi) .. Lingkungan dan K3 …………………………………… Sumber Daya Manusia …….. 2.1 2..3 2.1 Perkembangan posisi keuangan ………………………………. 2..2. Tingkat Kesehatan Perusahaan ……………………………………… 3. Produksi .2 2.. 4.3 Penilaian terhadap aspek administrasi ………………………….. Pengadaan . 8 10 10 15 19 20 22 23 24 25 26 26 27 28 28 29 29 29 30 8 8 5 5 6 7 1 2...………………………………………..10 Organisasi Perusahaan ……. Penyusunan dan pelaksanaan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) ………………………………………………… 2.6 2.………………………………………… Investasi ….…………………………. 2..2. 3.2 Pelaksanaan RKAP …………………………………………….7 2.……………………………………………. BAB II URAIAN HASIL EVALUASI 1.2. Metodologi. ruang lingkup dan tanggung jawab ………….. 5. 2.2 Perkembangan laba-rugi ……………………………………….8 2. Beban Usaha .…………………………... Perkembangan operasi pokok perusahaan …………………………..2.4 2.2.5 2. 3. 4. 3.2. Tingkat kesehatan perusahaan ………………………………………. batasan.………………………………………….………………………………………….2..9 Penjualan . ....2. Perkembangan usaha perusahaan …………………………………….2. Pemahaman atas struktur pengendalian intern ……………………….1 Penilaian terhadap aspek keuangan ……………………………..2..…………………………………………… Biaya Produksi .……………………………………………. Perkembangan Usaha Perusahaan …………………………………… 4.2 Penilaian terhadap aspek operasional …………………………. 3...DAFTAR ISI Hal BAB I SIMPULAN DAN HASIL EVALUASI 1.. Penyusunan dan Pelaksanaan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2004 …………………………………….

4. Perhitungan Penilaian Tingkat Kesehatan PT Petrokimia Gresik tahun buku 2004 berdasarkan SK Menteri BUMN No: KEP-100/ MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 Lampiran 2 Dasar Perhitungan Penilaian Tingkat Kesehatan Perusahaan SK Menteri BUMN No: KEP-100/MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 .7 Analisis SWOT ………………………………………………… 5.3 Perkembangan arus kas ……………………………………….2 4.4 Perkembangan perubahan ekuitas ……………………………. Pemahaman atas struktur pengendalian intern ………………………...6. 4.7. Perkembangan produksi ………………………………. Peluang ……………………………………………….7. Perkembangan penjualan ……………………………… Kekuatan ……………………………………………….1 4..2 4.. 4.1 4.2 4.. 4.7. 31 32 33 33 33 34 34 35 36 36 37 38 39 39 4.5..3 4... Kelemahan …………………………………………….7.6 Perkembangan operasi pokok perusahaan ……………………..4 Lampiran 1 Perbandingan tahun 2004 terhadap 2003 ……………… Perbandingan rasio keuangan lima tahun terakhir …….5 Perkembangan rasio keuangan ………………………………… 4.6..5.1 4. Ancaman ……………………………………………….

SIMPULAN DAN HASIL EVALUASI .

.

(b) Pabrik Urea tidak berproduksi selama 2. untuk tahun buku 2004 telah disusun RKAP dan telah disahkan melalui RUPS. 356/MPP/Kep/5/2004 tanggal 27 Mei 2004 mulai bulan Juni 2004 hanya diberi tugas untuk mendistribusikan pupuk Urea ke 12 Kabupaten di Jawa Timur sedangkan sebelumnya 26 Kabupaten. 1 BPK-RI / AUDITAMA V . dengan ini kami sampaikan hasil evaluasi kinerja perusahaan sebagai berikut: 1. Penyusunan RKAP Sebagai pedoman kerja sebagaimana diatur dalam anggaran dasar perusahaan. 30 Juni 2004 karena mengalami kerusakan equipment sehingga kurang dapat mendukung pelaksanaan pasokan untuk wilayah Jawa Timur. (2) Pupuk DAP sebesar 61% dari RKAP 2004 disebabkan pabrik diprioritaskan untuk memproduksi pupuk phonska. sehingga pengiriman ke konsumen sering mengalami keterlambatan. (b) Pada semester II terdapat kendala dari pesaing yang menjual dengan harga lebih rendah. (3) KCL sebesar 79% dari RKAP 2004 karena: (a) Pada semester I kedatangan impor tidak sesuai jadwal.d. b. Pelaksanaan RKAP ini dilaksanakan melalui tahapan-tahapan berdasarkan pada sistem top-down dan bottom-up serta penetapan pencapaian laba adalah dengan menggunakan metode a pasteori yaitu merinci komponen biaya-biaya untuk penetapan laba.5 bulan mulai tanggal 14 April s. Perbandingan realisasi tahun 2004 dengan RKAP 2004 sebagai berikut: 1) Realisasi Penjualan a) Penjualan Pupuk Terdapat beberapa produk pupuk yang target penjualannya tidak tercapai antara lain : (1) Pupuk Urea sebesar 78% dari RKAP 2004 karena : (a) PT Petrokimia Gresik sesuai SK Menperindag No.BAB I SIMPULAN DAN HASIL EVALUASI Sehubungan dengan audit kami terhadap Laporan Keuangan PT Petrokimia Gresik untuk tahun buku yang berakhir tanggal 31 Desember 2004. Penyusunan dan pelaksanaan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) a.

gangguan pasokan steam karena Service Unit Trip dan karena adanya perbaikan pipa asam sulfat yang bocor pada R-5501 mixing tank. 2) Realisasi produksi a) Produksi Pupuk Terdapat beberapa produksi pupuk yang targetnya tidak tercapai antara lain : (1) Pupuk Urea sebesar 89% dari RKAP 2004 disebabkan terhentinya pasokan bahan baku amoniak (pabrik amoniak shut down ± 2. (b) Adanya kendala kesulitan mendapatkan kapal pengangkut. sedangkan penjualan ekspor tidak terpenuhi karena belum terdapat kesepakatan harga. (2) Pupuk ZA sebesar 97% dari RKAP 2004 karena terbatasnya bahan baku amoniak yang disebabkan pabrik amoniak shut down. 2 BPK-RI / AUDITAMA V .b) Penjualan Non Pupuk Terdapat beberapa produk non pupuk yang target penjualannya tidak tercapai antara lain : (1) (2) Amoniak sebesar 99% dari RKAP 2004 karena problem gangguan operasional pabrik amoniak. terbatasnya pasokan steam karena boiler B-1101BD tube bocor. Asam Sulfat sebesar 98% dari RKAP 2004 disebabkan kualitas yang tidak dapat konstan khususnya untuk konsumen pabrikan. yang berakibat menurunnya konsumsi asam sulfat. (3) Pupuk DAP sebesar 62% dari RKAP 2004 karena pabrik dikonsentrasikan untuk memproduksi Phonska.5 bulan) dan problem instrument hand valve EA-102 Carbamate Condensor bocor. crash program perbaikan start up heater 102B pabrik amoniak pada bulan Juni 2004. (4) ALF3 sebesar 99% dari RKAP 2004 disebabkan stock ALF3 dioptimalkan untuk melayani permintaan dalam negeri. (3) Cement Retarder sebesar 86% dari RKAP 2004 disebabkan: (a) Mundurnya perbaikan tahunan (Perta) pabrik Cement Retarder yang memakan waktu cukup panjang.

Dryed Gypsum Conveyor M-4204 dan electric precipitator F-4201. (2) Biaya produksi pupuk ZA.5 bulan akibat adanya problem pada primary reformer 101 B.b) Produksi Non Pupuk Terdapat target produksi non pupuk yang tidak tercapai antara lain : (1) Amoniak sebesar 89% dari RKAP 2004 dikarenakan pabrik mati selama 2.5 bulan. b) Biaya produksi non pupuk (1) Biaya produksi Amoniak sebesar 121% dari RKAP 2004 karena tidak beroperasinya pabrik Amoniak selama 2.85 triliun yang terdiri dari pengadaan dalam negeri sebesar Rp1. SP-36. Amoniak dan ZA.92 triliun. 4) Realisasi biaya produksi Realisasi biaya produksi per ton produk sebagian besar di atas anggaran.55 triliun atau 169% dari anggarannya sebesar Rp0.35 triliun atau 145% dari anggarannya sebesar Rp0. 121%. 3) Realisasi pengadaan Realisasi Pengadaan sebesar Rp2. (2) Asam Sulfat sebesar 95% dari RKAP 2004 dikarenakan rate produksi tidak maksimal karena terjadi problem equipment yaitu circulation pump P-1303. synthesis compressor 103 J dan problem pada start up heater 102 B. 128% dan 104% dari RKAP 2004 terutama karena tingginya harga bahan baku impor akibat melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap USD. (3) Cement Retarder sebesar 90% dari RKAP 2004 dikarenakan terbatasnya pasokan gas bumi dan problem pada Gypsum Feeder M-4250. 3 BPK-RI / AUDITAMA V .93 triliun dan pengadaan luar negeri sebesar Rp1.90 triliun atau 157% dari anggarannya sebesar Rp1. Phonska dan NPK Kebomas masingmasing sebesar 131%. (3) Biaya produksi pupuk DAP sebesar 139% dari RKAP 2004 karena meningkatnya harga bahan baku Asam fosfat. Economizer E-1203 dan ada penggantian demister T-1301 drying tower.5 bulan akibat kerusakan equipment sehingga pabrik tidak dapat beroperasi dengan efisien. antara lain tingginya biaya produksi produk pupuk: a) Tingginya biaya produksi pupuk (1) Biaya produksi pupuk Urea sebesar 113% dari RKAP 2004 karena tidak beroperasinya pabrik Urea selama 2.

84 milyar atau 115% dari anggaran sebesar Rp124. d) Tingginya pendapatan lain-lain yang mencapai Rp119. 5) Realisasi beban usaha sebesar Rp403. persewaan dan jasa. 7) Realisasi total investasi sebesar Rp203.31 milyar yang terdiri dari: a) Investasi rutin sebesar Rp142.72 triliun karena tingginya penjualan beberapa produk pupuk dan non pupuk.57 milyar. 6) Laba bersih setelah pajak sebesar Rp124.95 triliun atau 108% dari RKAP 2004 sebesar Rp2. realisasi Rp93. b) Tingginya realisasi subsidi pupuk yang mencapai Rp683.19 milyar. c) Rendahnya beban pinjaman.21 milyar atau 217% dari RKAP 2004 sebesar Rp314.10 milyar. karena subsidi non Urea menggunakan tarip sesuai APBN-P dan karena adanya tambahan pendapatan subsidi eks tahun 2003 sebesar Rp47.79 milyar atau 174% dari anggarannya sebesar Rp68. 4 BPK-RI / AUDITAMA V . biaya bahan penolong dan biaya pemeliharaan.(2) Biaya produksi Asam Sulfat sebesar 114% dari RKAP 2004 karena tingginya biaya pemakaian belerang.37 milyar atau 104% dari anggaran sebesar Rp119.40 milyar atau 109 % dari RKAP 2004 sebesar Rp371.42 milyar atau 92% dari anggaran sebesar Rp220. Biaya produksi Aluminium Fluorida sebesar 158% dari RKAP 2004 terutama karena tingginya pemakaian bahan baku Aluminium hidroksida dan Asam fluosilikat. (3) (4) Biaya produksi Asam Fosfat sebesar 126% dari RKAP 2004 terutama karena tingginya pemakaian bahan baku Batuan fosfat. biaya pemeliharaan dan biaya penyusutan.82 milyar disebabkan antara lain: a) Realisasi penjualan sebesar Rp2. penjualan produk utilitas. (5) Biaya produksi Cement Retarder sebesar 146% dari RKAP 2004 karena tingginya bahan baku purified gypsum.93 milyar.19 milyar atau 90% dari RKAP 2004 sebesar Rp103. produk samping.70 milyar terutama karena tingginya biaya penjualan menyesuaikan dengan meningkatnya nilai penjualan.70 milyar karena tingginya realisasi laba penyertaan anak perusahaan dari anggarannya.

713. 3.18 milyar naik sebesar Rp9.04 milyar atau 5.45% dibandingkan tahun 2003. b.34% dibanding tahun 2003. Tingkat Kesehatan Perusahaan Berdasarkan evaluasi atas tingkat kesehatan perusahaan.96 milyar.37 milyar naik 15.01 milyar atau 3.23 milyar atau 15. 2) Selama lima tahun terakhir (tahun 2000 sampai dengan 2004) arus kas memperlihatkan saldo kas dan setara kas tertinggi terjadi pada tahun 2004 yaitu 5 BPK-RI / AUDITAMA V . dapat disimpulkan bahwa kinerja PT Petrokimia Gresik pada tahun 2004 tergolong dalam kondisi SEHAT kategori AA dengan SKOR 93.044.60 milyar atau 14.713. mengacu kepada indikator yang digunakan untuk menilai tingkat kesehatan BUMN sesuai Keputusan Menteri BUMN Nomor:KEP-100/MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002. 2) Selama lima tahun terakhir (tahun 2000 sampai dengan 2004) laba setelah pajak dan setelah bagian keuntungan/kerugian anak perusahaan yang tertinggi terjadi pada tahun 2000 sebesar Rp187.62 milyar meningkat Rp366.90 milyar mengalami kenaikan sebesar Rp12. Laba setelah pajak sebesar Rp124. c.55 milyar.60% dibanding akhir tahun 2003.25. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2001 yaitu sebesar Rp2. Arus Kas 1) Posisi kas dan setara kas pada akhir tahun 2004 sebesar Rp345.50. Perkembangan Usaha Perusahaan a.60% dibandingkan tahun 2003. Laba-Rugi 1) Laba sebelum pajak sebesar Rp175. Neraca 1) Jumlah aktiva/kewajiban dan ekuitas per 31 Desember 2004 sebesar Rp2.58 milyar atau 62% dari anggarannya sebesar Rp96.21 milyar.62 milyar. 2. RKAP tahun 2004 menetapkan kategori AA dengan skor sebesar 93.b) Investasi pengembangan sebesar Rp60. 2) Selama lima tahun terakhir (tahun 2000 sampai dengan 2004) jumlah aktiva/ kewajiban dan ekuitas tertinggi terjadi tahun 2004 yaitu sebesar Rp2.26 milyar dan terendah terjadi pada tahun 2001 yaitu sebesar Rp83.

36 milyar. Perkembangan produksi 1) Perbandingan tahun 2004 terhadap tahun 2003 a) Secara umum produksi pupuk tahun 2004 lebih tinggi dibanding produksi tahun 2003. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2001 yaitu sebesar Rp722. kecuali operating ratio dan net profit ratio. 2) Selama lima tahun terakhir (tahun 2000 sampai dengan 2004) posisi ekuitas tertinggi terjadi pada akhir tahun 2000 yaitu sebesar Rp880.03 milyar. kecuali pupuk DAP. b) Tingkat rentabilitas perusahaan tahun 2004 relatif lebih tinggi dari tahun 2003. Perubahan ekuitas 1) Posisi ekuitas akhir tahun 2004 sebesar Rp854. c) Tingkat solvabilitas perusahaan tahun 2004 lebih tinggi dari tahun 2003. 2) Perbandingan rasio keuangan lima tahun terakhir a) Tingkat likuiditas perusahaan tertinggi terjadi pada tahun 2004. 4. e. Rasio keuangan 1) Perbandingan tahun 2004 terhadap tahun 2003 a) Tingkat likuiditas perusahaan tahun 2004 relatif lebih tinggi dari tahun 2003. kecuali amoniak dan asam fosfat. d. b) Produksi non pupuk tahun 2004 lebih tinggi dibanding produksi tahun 2003. Perkembangan operasi pokok perusahaan a. kecuali Acid test ratio. b) Tingkat rentabilitas perusahaan tertinggi terjadi pada tahun 2000. c) Tingkat solvabilitas perusahaan selama lima tahun terakhir menunjukkan bahwa modal pihak ketiga lebih berperan dan meningkat sampai dengan tahun 2004. 6 BPK-RI / AUDITAMA V .90 milyar. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2001 yaitu sebesar Rp58.62 milyar.67% dibandingkan akhir tahun 2003.99 milyar atau naik 7. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2003.sebesar Rp345. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2001.

Demikian kesimpulan evaluasi kinerja PT Petrokimia Gresik yang dapat kami sampaikan. terutama disebabkan meningkatnya penjualan Pupuk Phonska dan NPK Kebomas yang cukup signifikan. SPI telah melaksanakan kegiatan audit yang diprogramkan dalam PKPT dan tidak diprogramkan (Non PKPT) seperti: pemeriksaan khusus. 5. Volume produksi non pupuk tertinggi terjadi pada tahun 2004 dan terendah terjadi pada tahun 2002. kecuali penjualan DAP hanya 35% dan Aluminium Fluorida hanya 83% dari tahun 2003. Pemahaman atas struktur pengendalian intern a.2) Perkembangan produksi dalam lima tahun terakhir (2000 s/d 2004) Volume produksi pupuk pada tahun 2004 lebih tinggi dibanding empat tahun sebelumnya. Perkembangan penjualan 1) Perbandingan tahun 2004 terhadap tahun 2003 Secara umum tonase penjualan pupuk dan non pupuk tahun 2004 lebih tinggi dibanding tahun 2003. 2) Perkembangan penjualan dalam lima tahun terakhir (2000 s/d 2004) Tonase penjualan pupuk tahun 2004 merupakan penjualan tertinggi selama 5 tahun terakhir dan terendah penjualan tahun 2002. 31 Januari 2005 7 BPK-RI / AUDITAMA V . Drs. b. b. Misnoto MA. Ak. preventif audit dan kegiatan-kegiatan yang bersifat konsultasi dalam penyelesaian permasalahan yang dihadapi unit kerja. sedangkan tonase penjualan non pupuk tertinggi di tahun 2000 dan terendah penjualan tahun 2003. D-1416 Jakarta. Struktur pengendalian intern PT Petrokimia Gresik telah disusun dan dilaksanakan dengan baik. sedangkan rincian lebih lanjut dijelaskan pada halaman berikutnya. sehingga dapat dijadikan dasar guna menetapkan sifat dan luasnya audit. sedangkan terendah terjadi pada tahun 2002. Evaluasi terhadap pelaksanaan tugas Satuan Pengawas Intern (SPI) Sesuai tugas pokoknya. Register Negara No. Auditor Utama Keuangan Negara V Penanggung Jawab Audit.

URAIAN HASIL EVALUASI .

d 2004 RKAP PT Petrokimia Gresik tahun 2004 yang telah disahkan dalam RUPS Rencana Jangka Panjang (RJP) tahun 2004 – 2008 Laporan intern perusahaan yang disusun secara periodik.1 Evaluasi proses penyusunan RKAP Dasar Penyusunan Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahunan yang dijadikan sebagai Pedoman Kerja tahunan didasari oleh : 8 BPK-RI / AUDITAMA V .2 1.4 Laporan Auditor Independen atas Laporan keuangan PT Petrokimia Gresik untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2000 s. Evaluasi terhadap aspek keuangan. Kami tidak melakukan perbandingan data industri sejenis yang diperoleh dari pihak eksternal yang kompeten karena keterbatasan dalam ketersediaan data/informasi yang diperlukan. analisis dan interpretasi data/informasi yang tersedia.BAB II URAIAN HASIL EVALUASI 1. perhitungan ulang. Sumber data yang digunakan untuk evaluasi terhadap kinerja PT Petrokimia Gresik tahun buku 2004 (periode 1 Januari s. ruang lingkup dan tanggung jawab Evaluasi terhadap kinerja PT Petrokimia Gresik. dilakukan berpedoman pada SK Menteri BUMN RI nomor: KEP100/MBU/2002 tanggal 04 Juni 2002 tentang “Penilaian Tingkat Kesehatan BUMN”. Laporan SDM c. 2. batasan. operasional dan administrasi sebagaimana diuraikan dalam Bab II butir 3. Laporan kinerja Kegiatan Unit b. Metodologi.3 1. data keuangan perusahaan telah termasuk nilai penyertaan dan/atau pendapatan dari penyertaan PT Petrokimia Gresik pada anak perusahaan yang diperhitungkan atas dasar metode ekuitas. dilaksanakan bersama-sama dengan pelaksanaan general audit atas Laporan Keuangan PT Petrokimia Gresik untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004. Laporan atas Pengelolaan Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi d.1 1. antara lain: a. Evaluasi dilaksanakan dengan cara antara lain review. kami peroleh dari: 1. konfirmasi. Penyusunan dan Pelaksanaan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2.d 31 Desember 2004) ini. Laporan Anak Perusahaan Dalam Laporan Kinerja PT Petrokimia Gresik. verifikasi.

dinyatakan bahwa perusahaan diwajibkan untuk menyusun dan menyampaikan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) kepada Pemegang Saham selambat-lambatnya 60 hari sebelum memasuki tahun anggaran. 28 tahun 1997. dan status perusahaan berubah menjadi Badan Usaha yang seluruh sahamnya telah dimiliki oleh PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) sebagai Operating Holding. menerima dan meninjau estimasi anggaran masing-masing Departemen/Biro dan Bidang.a. Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. 13 tahun 1998 dan PP No. e. Bagan organisasi perusahaan merupakan kerangka dasar penyusunan sekaligus sebagai pengendalian anggaran yang terkoordinasi di PT Petrokimia Gresik. d. 6 tahun 2000. untuk dimintakan pengesahan kepada Rapat Umum Pemegang Saham. 2) Meminta. penyertaan Modal Negara RI dialihkan sebagai modal saham perusahaan (perseroan) PT Pupuk Sriwidjaja.YA5/312/20 beserta perubahannya. c. 2) Dalam waktu tiga bulan sebelum tahun buku baru mulai berlaku. 9 BPK-RI / AUDITAMA V . Pemasaran. PP No. Kep-101/MBU/2002 tentang Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan Badan Usaha Milik Negara. Proses penyusunan anggaran dikoordinasi oleh Komite Anggaran (budget committee) yang terdiri dari Kepala Departemen Produksi. Direksi diwajibkan mengirimkan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan kepada Dewan Komisaris dan Pemegang Saham. pasal 21 ayat 1 dan 2 bahwa : 1) Rapat Umum Pemegang Saham untuk mengesahkan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan diadakan selambat-lambatnya pada akhir tahun buku sebelum tahun buku baru dimulai. Pengadaan. Anggaran serta Kepala Kompartemen diatasnya yang juga merupakan Komite Manajemen. Tahapan proses penyusunan RKAP adalah sebagai berikut : a. PP No. dan Kepala Biro Akuntansi. Kep-100/MBU/2002 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Badan Usaha Milik Negara. 12 tahun 1998. PP No. b. Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. parameter dan asumsi. Anggaran Dasar Perusahaan yang telah disahkan oleh Menteri Kehakiman No. Tugas utama Komite Anggaran adalah : 1) Menetapkan kebijakan umum. b.

633. Tingginya nilai penjualan tahun 2004 dikarenakan tingginya nilai penjualan pupuk 10 BPK-RI / AUDITAMA V . i. c. Direksi dengan Dewan Komisaris. 2.2 Pelaksanaan RKAP 2.2. RKAP yang telah mendapatkan pengesahan Pemegang Saham merupakan pedoman kerja Perusahaan serta sebagai pengendalian biaya untuk mencapai kinerja yang ditargetkan. 6) Memberikan rekomendasi bagi tindakan yang dirancang guna meningkatkan efisiensi bila diperlukan. sebagai pelaksana harian adalah Biro Anggaran. Pembahasan Komite Anggaran. dan RUPS. f. yaitu penyempurnaan dan persetujuan serta pengesahan terhadap RKAP. perbaikan dan penambahan bila diperlukan serta persetujuan. Pembahasan Komite Anggaran dengan Direksi. melakukan perbaikan-perbaikan yang diperlukan terhadap RKAP. Pra RUPS. Departemen/Biro dan Bidang menyampaikan pengajuan estimasi anggaran kepada Komite Anggaran. pengesahan terhadap Rencana Kerja dan Anggaran tahunan oleh Pemegang Saham. g.1 Penjualan Realisasi penjualan produk (pupuk dan non pupuk termasuk subsidi pupuk) tahun 2004 mencapai Rp3. 4) Menyetujui anggaran serta perbaikan-perbaikannya. e. d.23 milyar atau 120% dari RKAP. tingkat Direksi dengan Pemegang Saham. Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan yang telah disetujui dan disahkan oleh Direksi dan Dewan Komisaris diserahkan kepada Pemegang Saham (PT Pupuk Sriwidjaja). yaitu mengevaluasi. h. 5) Menerima dan menganalisis berbagai laporan anggaran. Pola yang digunakan PT Petrokimia dalam menyusun RKAP adalah dengan menggunakan Pola top down dan bottom up serta penetapan pencapaian laba adalah dengan menggunakan metode a pasteori yaitu merinci komponen biaya-biaya untuk penetapan laba. yaitu mengevaluasi. Pengajuan tersebut disusun dan diolah sesuai parameter dan asumsi yang telah ditetapkan menjadi bentuk laporan rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP).3) Mengusulkan perbaikan-perbaikan atas estimasi anggaran tersebut.

982 3.000 96.Asam fosfat .06 milyar dan non pupuk sebesar Rp581.300 760.510 96.297 137 3.296.Phonska .000 49.194 633.21 milyar atau 217% dibanding RKAP 2004 sebesar Rp314.000 560.000 19.466 798.464 30.KCL .000 48.591 594.57 milyar atau 137% dari RKAP 2004 sebesar Rp425.000 3.795 11.820 98.790 342.852 177.356 34.368.035.Lain-lain Sub jumlah pupuk Non Pupuk Dalam Negeri .296.251.000 180.Urea .NPK Kebomas .617 789.ZA .569 3.Amoniak .500 2.191 217 425.Asam sulfat .sebesar Rp2.501 124.256. Nilai penjualan tersebut terinci sebagai berikut : (Rp juta) Keterangan Penjualan Pupuk Subsidi Pupuk Penjualan non pupuk Jumlah Realisasi (1) 2.633.017 52.000 3.45 milyar atau 103% dibanding RKAP 2004 sebesar Rp2.19 milyar.30 milyar serta realisasi subsidi pupuk yang lebih tinggi dibanding RKAP 2004 yaitu sebesar Rp683.057 103 314.545 120 Ton Keterangan Penjualan Pupuk .496 2.450 683.Cement Retarder .211 581.849 192.500 138.150 10.500 125.000 99 98 110 86 117 130 82 97 11 BPK-RI / AUDITAMA V .368.Aluminium Fluorida .Aluminium Fluorida Sub Jumlah non pupuk Realisasi (1) Anggaran (2) % (3)=(1):(2) 460.SP-36 .Lain-lain Ekspor .000 400.902 2.DAP .230 Anggaran % (2) (3)=(1):(2) 2.000 826.950 78 104 113 139 308 61 79 70 100 94.

sehingga kurang dapat mendukung pelaksanaan pasokan untuk wilayah Jawa Timur.300 84.035. b) PT Petrokimia Gresik sesuai SK Menperindag No.455 155.296.Cement Retarder .ZA .636 35.057 77 104 117 139 401 72 95 70 103 294.DAP .507 512.Urea .774 115.377 250.376 69.076 45.617 ton atau 78% dari RKAP 2004 sebesar 594.624 48.724 26.SP-36 .Phonska .Lain-lain Sub jumlah pupuk Non Pupuk Dalam Negeri .KCL .354 314.320 425.574 54.203 2.019 683.678 20.879 439.640 18.450 Anggaran % (2) (3)=(1):(2) 532.057 13.306 180.297 2.211 3.491 2.300 ton.887 581. dan Subsidi Realisasi (1) 411.569 2.545 170 105 136 94 127 93 96 137 108 217 120 a.612 24.191 3.633.Asam fosfat .Lain-lain Ekspor .721. Tidak tercapainya target penjualan Urea disebabkan : a) Pabrik Urea tidak berproduksi selama 2.656 25.907 940.950.978 72.359 10.115 17.NPK Kebomas .Amoniak .875 34.d 30 Juni 2004 karena mengalami kerusakan equipment. 356/MPP/Kep/5/2004 tanggal 27 Mei 2004 mulai bulan Juni 2004 hanya diberi tugas untuk mendistribusikan pupuk Urea ke 12 BPK-RI / AUDITAMA V .015 9.Aluminium Fluorida .(Rp Juta) Keterangan Penjualan Pupuk . Penjualan Produk Pupuk 1) Realisasi penjualan pupuk Urea sebesar 460.Aluminium Fluorida Sub Jumlah non pupuk Jumlah Subsidi pupuk Total Penj.5 bulan mulai tanggal 14 April s.368.Asam sulfat .230 173.614 148.358 904.

000 ton dan 560. Target penjualan pupuk Phonska dapat tercapai disebabkan mampu bersaing dengan produk impor untuk kebutuhan sub sektor hortikultura dan komoditas tanaman pangan terutama pada daerah yang memiliki irigasi teknis dan karena di beberapa daerah petani melakukan substitusi pupuk Urea dengan pupuk ZA dan Phonska.795 ton atau 308% dari RKAP 2004 sebesar 10. Menteri Pertanian.820 ton atau 61% dari RKAP 2004 sebesar 19.150 ton. 5) Realisasi penjualan pupuk DAP sebesar 11. 4) Realisasi penjualan NPK Kebomas sebesar 30. sehingga pengiriman ke konsumen sering mengalami keterlambatan. 13 BPK-RI / AUDITAMA V .000 ton. Target penjualan pupuk NPK Kebomas dapat tercapai disebabkan tingginya permintaan pada sektor perkebunan. Target penjualan pupuk KCL tidak dapat tercapai disebabkan : a) Pada semester I kedatangan impor tidak sesuai jadual. b) Pada semester II terdapat kendala dari pesaing yang menjual dengan harga lebih rendah.500 ton.500 ton.194 ton dan 633. 2) Realisasi penjualan pupuk SP-36 dan pupuk ZA sebesar 789. Target penjualan pupuk SP-36 dan pupuk ZA dapat tercapai disebabkan tingginya kebutuhan riil pupuk SP-36 untuk sektor tanaman pangan di pulau Jawa dibanding kuota SK.356 ton atau 79% dari RKAP 2004 sebesar 125. Target penjualan pupuk DAP tidak dapat tercapai disebabkan pabrik diprioritaskan untuk memproduksi pupuk Phonska. 3) Realisasi penjualan pupuk Phonska sebesar 192.12 Kabupaten di Jawa Timur sedangkan sebelumnya 26 Kabupaten. 6) Realisasi penjualan pupuk KCL sebesar 98.000 ton.849 ton atau 104% dan 113% dari RKAP 2004 sebesar 760.464 ton atau 139 % dari RKAP 2004 sebesar 138.

Target penjualan ALF3 tidak dapat tercapai disebabkan stock ALF3 dioptimalkan untuk melayani permintaan dalam negeri.000 ton. 2) Realisasi penjualan Asam Sulfat sebesar 177.b.852 ton atau 99% dari RKAP 2004 sebesar 96. Penjualan Produk Non Pupuk 1) Realisasi penjualan Amoniak sebesar 94. Target penjualan Asam Fosfat dapat tercapai disebabkan adanya peningkatan harga STPP internasional sehingga permintaan Asam Fosfat meningkat. Target penjualan Cement Retarder tidak dapat tercapai disebabkan : a) Mundurnya perbaikan tahunan (perta) pabrik Cement Retarder yang memakan waktu cukup panjang (rencana 28 hari realisasi 35 hari).982 ton atau 86% dari RKAP 2004 sebesar 400.000 ton. 14 BPK-RI / AUDITAMA V .967 ton atau 99% dari RKAP 2004 sebesar 6.017 ton atau 98% dari RKAP 2004 sebesar 180.790 ton atau 110% dari RKAP 2004 sebesar 48. 5) Realisasi penjualan ALF3 sebesar 5. 3) Realisasi penjualan Asam Fosfat sebesar 52. b) Adanya kendala kesulitan mendapatkan kapal pengangkut. sehingga berakibat menurunnya konsumsi Asam Sulfat. 4) Realisasi penjualan Cement Retarder sebesar 342.000 ton. sedangkan penjualan ekspor tidak terpenuhi karena belum terdapat kesepakatan harga. Target penjualan Asam Sulfat tidak dapat tercapai disebabkan kualitas yang tidak bisa konstan khususnya untuk konsumen pabrikan.000 ton. Target penjualan Amoniak tidak dapat tercapai karena adanya gangguan operasional pabrik amoniak.000 ton.

299 7.587 25.Produk samping & utilitas .07 milyar yang tidak dianggarkan.703 174 129.480 138 119. Rendahnya nilai jumlah pendapatan dan beban lain-lain dikarenakan adanya rugi kurs sebesar Rp90.Pendapatan lain-lain Selama tahun 2004 realisasi pendapatan lain-lain bervariasi antara 86% sampai dengan 979% dibanding dengan anggarannya. 2.2 Produksi Secara keseluruhan realisasi kegiatan produksi tahun 2004 untuk berbagai jenis produk berkisar antara 43% sampai dengan 320% dibanding yang dianggarkan yang terinci per jenis produk sebagai berikut: 15 BPK-RI / AUDITAMA V .900 158 28.79 milyar atau 174% dari anggarannya.315 512 (9.582 24.Lain-lain .Persewaan jasa .388 - Realisasi total pendapatan lain-lain mencapai Rp119.736 99 6.793 68.794) 43.Dividen & fee keagenan .Laba penyertaan Total pendapatan lain-lain Biaya atas pendapatan lain-lain Pendapatan lain-lain netto Realisasi Anggaran % (1) (2) (3)=(1):(2) 24. terinci lebih lanjut sebagai berikut: (Rp Juta) Keterangan .Jasa giro & bunga deposito .591 2.601 468 6.743 689 979 44.430 139 4.111 10.2.977 32.

274 24.012 6.000 ton.000 10. Pupuk SP-36 Realisasi produksi pupuk SP-36 sebesar 738.000 590.225 572.Purified Gypsum Total Produk Non Pupuk Realisasi (1) 344.803 197.000 ton.000 6.530.978 12.Ton Keterangan I.000 1.509 361.599 201.000 355. Penjelasan lebih lanjut sebagai berikut: 16 BPK-RI / AUDITAMA V . crash program perbaikan Start up Heater 102 B pabrik Amoniak pada Juni 2004. terdiri dari pupuk SP-36 I sebesar 264.439 32.Dry Ice .343 2.000 195.000 20. terbatasnya pasokan steam karena Boiler B-1101 BD tube bocor.190 519.418 1.000 140.901.111 Anggaran (2) 385.000 735. Produk Non Pupuk Amoniak Asam Sulfat Asam Fosfat Cement Retarder ALF3 Lain-lain .000 1. Produk Pupuk Pupuk Urea Realisasi produksi Urea sebesar 344.225 ton atau 100% dari RKAP 2004 sebesar 735.000 400.000 80.880.000 11.356 738. Tidak tercapainya target produksi disebabkan terhentinya pasok bahan baku amoniak (pabrik amoniak shut down ± 2.333 ton.000 % (3)=(1):(2) 89 100 97 144 62 320 101 89 95 101 90 107 85 43 119 96 a.356 ton atau 89% dari RKAP 2004 sebesar 385.000 5.013 1.610 314.5 bulan) dan problem instrument hand valve EA-102 Carbamate Condensor bocor.000 550.Crude gypsum .150 95. Produk Pupuk Pupuk Urea Pupuk SP-36 Pupuk ZA Pupuk Phonska Pupuk DAP Pupuk NPK Kebomas Total Pupuk II.CO2 .602.412 9.892 ton dan pupuk SP-36 II sebesar 473.

karena terbatasnya bahan baku amoniak (pabrik Amoniak shut down).000 ton. karena terbatasnya bahan baku amoniak (pabrik Amoniak shut down) dan terjadi gangguan pasokan steam karena Service Unit Ttrip serta karena ada perbaikan pipa asam sulfat yang bocor pada R-5501 Mixing Tank.000 ton.325 ton dan pupuk ZA III sebesar 193.000 ton.000 ton terutama karena menyesuaikan dengan permintaan penjualan yang cukup tinggi. 2) Pupuk SP-36 II Realisasi produksi sebesar 473.684 ton atau 97% dari RKAP 2004 sebesar 190.892 ton atau 83% dari RKAP 2004 sebesar 319. 17 BPK-RI / AUDITAMA V . terdiri dari pupuk ZA I sebesar 184. 3) Pupuk ZA III Realisasi produksi sebesar 193.333 ton atau 114% dari RKAP 2004 sebesar 416.599 ton atau 97% dari RKAP 2004 sebesar 590. pupuk ZA II sebesar 194.978 ton atau 144% dari RKAP 2004 sebesar 140. Penjelasan lebih lanjut sebagai berikut: 1) Pupuk ZA I Realisasi produksi sebesar 184.590 ton.000 ton karena terbatasnya bahan baku amoniak (pabrik Amoniak shut down).000 ton karena pabrik tidak berproduksi selama ± 4 bulan terkait dengan pelaksanaan program kegiatan konstruksi proyek RFO Pabrik Pupuk Fosfat I. 2) Pupuk ZA II Realisasi produksi sebesar 194.000 ton karena menyesuaikan dengan permintaan penjualan.684 ton. Pupuk Phonska Realisasi produksi sebesar 201.1) Pupuk SP-36 I Realisasi produksi sebesar 264.325 ton atau 97% dari RKAP 2004 sebesar 200.590 ton atau 97% dari RKAP 2004 sebesar 200. Pupuk ZA Realisasi produksi pupuk ZA sebesar 572.

disebabkan pabrik dikonsentrasikan untuk memproduksi Phonska.803 ton atau 95% dari RKAP 2004 sebesar 550. dan ada penggantian Demister T-1301 Drying Tower. Lebih tingginya realisasi produksi dari RKAP 2004 karena rate produksi mencapai 106% dari RKAP 2004.013 ton atau 320% dari RKAP 2004 sebesar 10.000 ton karena memenuhi permintaan penjualan.509 ton atau 101% dari RKAP 2004 sebesar 195.000 ton.190 ton atau 89% dari RKAP 2004 sebesar 355. Asam Sulfat Realisasi produksi Asam Sulfat mencapai 519. Synthesis Compressor 103 J dan terjadi problem pada Start up Heater 102 B sehingga pabrik tidak beroperasi selama 2.Pupuk DAP Realisasi produksi sebesar 12.439 ton atau 62% dari RKAP 2004 sebesar 20. Asam Fosfat Realisasi produksi Asam Fosfat sebesar 197. Pupuk NPK Kebomas Realisasi produksi pupuk NPK Kebomas sebesar 32.000 ton.000 ton. Produk Non Pupuk Amoniak Realisasi produksi Amoniak mencapai 314. Lebih rendahnya realisasi produksi dari RKAP 2004 karena terbatasnya pasokan gas bumi dan terjadi 18 BPK-RI / AUDITAMA V . Tidak tercapainya target produksi karena terjadi problem pada Primary Reformer 101 B. Tidak tercapainya target produksi karena rate produksi tidak maksimal karena terjadi problem equipment yaitu Circulation Pump P-1303. b.000 ton.000 ton.012 ton atau 90% dari RKAP 2004 sebesar 400. Economizer E-1203. Cement Retarder Realisasi produksi Cement Retarder sebesar 361.5 bulan.

301 1.894.561.3 Pengadaan (Rp juta) Keterangan 1. Aluminium Fluorida Realisasi produksi Aluminium Fluorida mencapai 6. dan Electric precipitator F-4201.Non Industri kecil Jumlah pembelian dalam negeri 2. dikarenakan hal-hal sebagai berikut: a.322.283 1.631 145 169 157 (Rp juta) Keterangan Bahan baku Bahan penolong Sk cadang & bhn.391 916.pmbt. Pembelian dalam negeri .573 1. pabrik Karung plastik & kemas Jumlah Pengadaan Realisasi (1) Anggaran (2) % (3=1:2) 2.26 milyar dikarenakan 53% pengadaan suku cadang merupakan pembelian luar negeri yang 19 BPK-RI / AUDITAMA V .894.573 929.548.85 triliun.584 1.240 1.Industri kecil .631 154 83 489 123 157 Realisasi pengadaan sebesar Rp2. Pembelian luar negeri Jumlah Pengadaan Realisasi (1) Anggaran (2) % (3=1:2) 23.41 triliun atau 154% dari anggaran sebesar Rp1.845.512 275. Pengadaan suku cadang dan bahan pembantu pabrik sebesar Rp275.605 1. Tercapainya target produksi karena rate produksi mencapai 119% dari RKAP 2004.952 56. Dryed Gypsum Conveyor M4204.989 2. 2.093 140.166 70.412 ton atau 107% dari RKAP 2004 sebesar 6.345.811 169.000 ton.89 triliun atau 157% dari RKAP sebesar Rp1.845.56 triliun dikarenakan 57% pengadaan bahan baku merupakan pembelian luar negeri dan sebagian besar merupakan pembelian dalam mata uang asing.802 2.problem pada Gypsum Feeder M-4250.2. Pengadaan bahan baku sebesar Rp2. b.408.264 57.17 milyar atau 489% dari anggaran sebesar Rp56.

80 milyar atau 123% dari anggaran sebesar Rp57.0 1 7 .13 ribu.017.9 0 5 1 .1 2 9 1 .9 2 3 1 .2 2 7 .9 7 6 6 .9 4 9 2 9 5 .9 6 7 % 4 = 2 :3 113 121 131 128 139 104 121 114 126 158 146 Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa: a.1 1 3 1 .4 Biaya Produksi (Rp/ton) K etera nga n 1 1. biaya pemeliharaan.d D esem b er 2 0 0 4 R ea lisa si A ngga ra n 2 3 9 8 1 . batuan fosfat. 2.sangat terpengaruh dengan mata uang asing dan kenaikan biaya transportasi. Realisasi biaya produksi pupuk ZA per ton tahun 2004 sebesar Rp910.7 2 5 .98 ribu 20 BPK-RI / AUDITAMA V .4 5 3 .2.227.6 5 3 . A lu m iniu m F lu orida e.7 8 0 6 9 4 .3 4 6 3 3 8 .78 ribu disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku asam fosfat. D A P f. N on P u p u k a .1 3 6 .9 6 9 9 1 0 .2 4 1 9 4 6 . A sa m F osfa t d.6 7 2 1 .11 ribu atau 131% dibanding anggarannya sebesar Rp694. P honska e. Realisasi biaya produksi pupuk SP-36 per ton tahun 2004 sebesar Rp1. Realisasi biaya produksi Urea per ton tahun 2004 sebesar Rp981.6 7 7 4 .8 1 8 .97 ribu atau 121% dibanding anggarannya sebesar Rp1.61 milyar. U rea b . S P -3 6 c. Hal tersebut disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku gas bumi.0 0 9 3 .1 4 2 . bahan penolong katalis dan listrik PLN. Pupuk a . A sa m S u lfa t c. c.4 3 0 2 .9 7 7 1 .9 6 7 2 .2 6 1 . Pengadaan karung plastik dan kemas sebesar Rp70.6 1 7 8 0 .1 9 2 1 .4 2 5 .0 3 2 8 6 8 . c.4 6 5 1 1 8 . asam sulfat eks produksi serta tingginya biaya bahan penolong listrik PLN. biaya jasa serta tingginya biaya kantong & kemas. C em ent R eta rder s.4 8 2 . A m onia k b . N P K K eb om a s 2 .6 3 1 .91 ribu atau 113% dibanding anggarannya sebesar Rp868.0 9 4 . b. Z A d.0 8 7 1 .

Realisasi biaya produksi pupuk phonska per ton tahun 2004 sebesar Rp1. tingginya biaya pemeliharaan.09 ribu.01 ribu atau 114% dari RKAP sebesar Rp295.631. Hal tersebut disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku aluminium hydroxida dan asam fluosilikat. tingginya biaya pemeliharaan dan biaya penyusutan. tingginya biaya pemeliharaan dan biaya kantong & kemas.19 ribu atau 139% dari RKAP sebesar Rp1.disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku amoniak impor.47 ribu atau 158% dari RKAP sebesar Rp4. tingginya biaya pemakaian bahan penolong (bahan kimia dan MFO). tingginya biaya bahan penolong (katalis dan listrik PLN). Hal tersebut disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku (asam fosfat eks produksi. bahan penolong MFO.136.482. f. Realisasi biaya produksi pupuk DAP per ton sebesar Rp2. biaya kantong & pengantongan. tingginya biaya pemeliharaan. KCL dan Urea).95 ribu disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku gas bumi. jasa serta biaya kantong. 21 BPK-RI / AUDITAMA V .92 ribu. Realisasi biaya produksi per ton asam fosfat sebesar Rp3. amoniak dan ZA.453. Realisasi biaya produksi per ton Amoniak sebesar Rp1. h.43 ribu atau 128% dibanding anggarannya sebesar Rp1.98 ribu atau 126% dari RKAP sebesar Rp2.68 ribu. amoniak eks impor. Realisasi biaya produksi per ton aluminium fluorida sebesar Rp6. ZA eks impor.094. Hal tersebut disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku batuan fosfat. e.35 ribu atau 121% dari RKAP sebesar Rp946. tingginya biaya pemeliharaan. tingginya biaya pemeliharaan dan biaya penyusutan. biaya asuransi. Realisasi biaya produksi per ton asam sulfat sebesar Rp338. tingginya biaya pemakaian bahan penolong (bahan kimia dan MFO).97 ribu disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku belerang.62 ribu.425. biaya pemeliharaan dan biaya kantong & Kemas. g. Hal tersebut disebabkan karena tingginya biaya pemakaian bahan baku asam fosfat eks produksi. biaya penyusutan. biaya jasa. biaya jasa dan biaya penyusutan.261.142.818. i. d. biaya pajak & retribusi.

141 66. Beban penjualan sebesar Rp66.96 milyar atau 119% dari anggaran karena menyesuaikan dengan meningkatnya nilai penjualan.401 371.037 157.525 403.Beban penjualan .03 ribu atau 146% dari RKAP sebesar Rp80.40 milyar atau 109% dari anggaran dikarenakan: a. Beban administrasi dan umum sebesar Rp157.956 56.5 Beban usaha (Rp juta) Uraian 1 .703 % 4=2:3 99 119 117 109 Realisasi beban usaha sebesar Rp403.97 ribu disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku purified gypsum. 2.2.Beban admistrasi dan umum Jumlah beban usaha Tahun 2004 Realisasi Anggaran 2 3 179.045 181.400 134.40 milyar atau 117% dari anggaran terutama karena tingginya biaya sewa kendaraan dan biaya pembinaan wilayah. Realisasi biaya produksi per ton cement retarder sebesar Rp118.Beban distribusi . 22 BPK-RI / AUDITAMA V . b.j. tingginya biaya bahan penolong (bahan kimia dan MFO) serta tingginya biaya pemeliharaan.

141) (56.659) 681.817 108 96 108 217 120 122 112 99 119 117 109 118 90 141 174 512 (23) 100 93 104 Perolehan laba tahun 2004 sebelum pajak sebesar Rp175.045) (66.Penjualan dalam negeri .951.428.388 174.910 (103.035.169 (93.711.812) 124. Realisasi penjualan pupuk dan non pupuk sebesar Rp2.Subsidi pupuk Harga Pokok Penjualan Laba/(Rugi) kotor Biaya Usaha : .956) (157.72 triliun dikarenakan tingginya penjualan beberapa produk pupuk dan non pupuk meliputi pupuk SP-36. sedangkan laba setelah pajak sebesar Rp124. Phonska dan NPK Kebomas serta Amoniak.Penjualan ekspor Jumlah hasil penjualan . Asam Sulfat dan Asam Fosfat.6 Laba/(Rugi) (Rp Juta) Uraian 1 Tahun 2004 Realisasi Anggaran 2 3 % 4=2:3 Hasil penjualan : .Beban Adm dan Umum Jumlah beban usaha Laba/(Rugi) usaha Beban pinjaman Laba/(Rugi) setelah beban pinjaman Pendapatan & beban lain-lain : .979 119.131 9.940.82 milyar.Beban Penjualan .525) (371.315) 43.211 3.400) (403.034 10.633.354 314.037) (134.018 683.185 (50.703) 234.Beban Jumlah pendapatan dan beban lain-lain Laba/(Rugi) sebelum pajak Pajak Laba/(Rugi) setelah pajak 2.Beban Distribusi .703 (25.887 2.721.2.912) 119.73 milyar.18 milyar atau 100% dari RKAP sebesar Rp174.190) 184.544 (2.931) 606.320 2.2.229 (2.729 (54.Pendapatan .794) 175.569) 131.587) (9.191 3.950. ZA.373 2.341 68. 23 BPK-RI / AUDITAMA V .613 (181.95 triliun atau 108% dari RKAP 2004 sebesar Rp2. disebabkan antara lain: a.37 milyar atau 104% dari RKAP sebesar Rp119.793 (129.401) 278.570 (179.

Proyek RFO PF I .Bangunan /Fasilitas .673 24. karena subsidi non Urea menggunakan tarip sesuai APBN-P berkait dengan disetujuinya Anggaran Belanja Tambahan (ABT) subsidi pupuk non Urea sebesar Rp238.2.Kendaraan & Alat Berat . Tingginya realisasi subsidi pupuk yang mencapai Rp683.577 203.21 milyar atau 217% dari RKAP 2004.13.7.824 96. Rendahnya beban pinjaman. d. c. realisasi Rp93.Proyek Phosphoric Acid II .071 2.b.210 220.50% per tahun sedangkan anggarannya 17% per tahun dan tingkat suku bunga Kredit Modal Kerja realisasi rata-rata 9.Mesin & Peralatan .050 978 124.70 milyar karena tingginya laba penyertaan anak perusahaan dari anggarannya.927 826 142. 2.899 2.353 25.Proyek Revamping Amoniak .103 39.45% .79 milyar atau 174% dari anggaran sebesar Rp68.Proyek ERP: Tahap I Tahap II Jumlah Tahap I + II Jumlah investasi pengembangan Jumlah investasi 24 Realisasi 10.843 31. produk samping.89% .000 200 2.917 1.57 milyar karena rendahnya tingkat suku bunga Kredit Investasi realisasi rata-rata 6.925 5.833 25.466 4.420 Anggaran 8. Tingginya pendapatan lain-lain yang mencapai Rp 119. Investasi Tabel investasi (Rp juta) Keterangan Investasi Rutin: .13% per tahun sedangkan anggarannya 15% per tahun.313 % 131 115 98 84 115 80 93 101 66 83 62 92 BPK-RI / AUDITAMA V .19 milyar atau 90% dari RKAP 2004 sebesar Rp103.Kalium Sulfat (K2SO4) .916 4.140 109.624 126.Inventaris Jumlah investasi rutin Investasi Pengembangan: . persewaan dan jasa serta pendapatan klaim asuransi.64 milyar dan karena adanya tambahan pendapatan subsidi eks 2003 sebesar Rp47. penjualan produk utilitas.833 60.93 milyar.935 5.

5) Realisasi Proyek ERP sebesar 83% karena belum selesainya masa pemeliharaan. selesai. dengan rincian sebagai berikut: 1) Realisasi Proyek RFO PF I sebesar 80% karena adanya progres yang masih dalam proses pembayaran dan pemeriksaan bersama. sedangkan kendaraan dan alat berat serta inventaris hanya mencapai 98% dan 84% dari anggarannya. telah selesai dan berhasil baik. Lingkungan dan K3 Program Manajemen Lingkungan: a.10 milyar. 3) Penghijauan sisi laut (dengan mengrove) dan sisi darat (dengan beringin) serta pembuatan terasiring.8. status in progress dan dicarryoverkan ke tahun 2005. Penanganan Gas Fugitive HF di area Mixed Acid pabrik II. Hal tersebut disebabkan realisasi bangunan/fasilitas serta mesin dan peralatan masing-masing mencapai 131% dan 115% dari anggarannya. 25 BPK-RI / AUDITAMA V .Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa: a. e. Modifikasi trestel conveyor 02 M102 di T-20. telah selesai dan berhasil baik. d.2. 2) Pembuatan plengsengan pengaman kapur. b.84 milyar atau 115% dari anggaran sebesar Rp124. 4) Proyek Revamping Amoniak masih belum ada kegiatan. telah selesai dan berhasil baik.58 milyar atau 62% dari anggaran sebesar Rp96. 2) Realisasi Proyek K2 SO4 sebesar 93% karena adanya beberapa monthly progress kepada pihak kontraktor yang masih dalam proses. Investasi pengembangan sebesar Rp60. Investasi rutin tahun 2004 mencapai Rp142. Drainase dan Pit Recycle Pabrik Asam Fosfat. 3) Proyek Phosphoric Acid II masih belum ada kegiatan. Pemanfaatan buangan padat: 1) Penjajagan pemanfaatan kapur dengan PT Batubara Bukit Asam. c. in progress).21 milyar. 2. b. Daur ulang Seal Leg Water dari unit reaksi ke unit granulasi Pabrik I.

26 BPK-RI / AUDITAMA V . Peningkatan fungsi pengadaan sehubungan dengan beban tugas pengadaan yang semakin besar karena adanya sentralisasi kegiatan pengadaan bahan baku. in progress. Program pendidikan dan pelatihan dilaksanakan secara terpadu untuk meningkatkan kualitas dan motivasi kerja karyawan. berhasil baik. Perubahan jumlah Direksi dari 5 (lima) menjadi 6 (enam). diklat kompetensi. Pada tahun 2004 jumlah peserta diklat sebanyak 8.2. 5) Percobaan menaikkan pH raw gypsum dengan menggunakan kapur aktif. dan jasa-jasa dengan tujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengadaan. kapur ZA II dan kapur mix skala pilot dalam 2 tahap telah selesai. 6) Percobaan menaikkan pH raw gypsum dengan menggunakan kapur aktif.635 orang atau 99.644 orang. diklat formal dan lain-lain. 2. 7) Uji coba pemakaian limbah padat sesuai dengan permintaan. Sumber Daya Manusia Jumlah karyawan pada akhir tahun 2004 sebanyak 3. Menurunnya jumlah karyawan tersebut dikarenakan pensiun sebanyak 68 orang. meliputi diklat jenjang jabatan. meninggal dunia 4 orang. barang dagangan. in progress. antara lain ke Indocement dan ke PT Semen Gresik.10 Organisasi Perusahaan Beberapa pertimbangan yang mendasari perubahan organisasi perusahaan pada tahun 2004. menurun 74 orang dibanding posisi pada akhir tahun 2003. sebagai berikut: a.4) Penjajagan pemanfaatan kapur dengan PT Semen Gresik. berhasil baik. b.9. kapur ZA II dan kapur mix skala lab telah dilakukan.84 milyar atau 96% dari RKAP. 2.134 orang dan biaya sebesar Rp4. mengundurkan diri 3 orang dan PHK 1 orang serta penambahan karyawan sebanyak 2 orang.75% dari RKAP 2004 sebanyak 3. Penyesuaian organisasi pengadaan dikaitkan dengan strategi pemasaran sehubungan dengan perubahan pola kebijakan subsidi pupuk dari Pemerintah.2. c.

d. 2 0 0 3 6 4 . A sp e k k e u a n g a n II. e. Penggabungan beberapa Departemen/Biro sehubungan dengan penyeimbangan job load dari Departemen/Biro yang bersangkutan. Perhitungan tingkat kesehatan perusahaan mengacu pada data keuangan hasil audit atas laporan keuangan PT Petrokimia Gresik tahun buku 2004 dan data keuangan hasil pemeriksaan pertanggungjawaban dana Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi (PUKK) tahun buku 2004.0 0 1 4 .0 0 1 4 . Hasil evaluasi atas tingkat kesehatan perusahaan menunjukkan kinerja PT Petrokimia Gresik dalam tahun 2004 tergolong dalam kondisi “SEHAT” kategori “AA” dengan Skor 93. PT Petrokimia Gresik termasuk dalam golongan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Non-Infrastruktur. Tingkat kesehatan perusahaan Kinerja perusahaan tahun buku 2004 diukur dengan berpedoman pada Surat Keputusan Menteri BUMN RI No. 2 0 0 4 R K A P 2 0 0 4 R e a l. Peningkatan efektivitas kegiatan engineering dan manufacturing dengan menggabungkannya dalam satu direktorat (Direktorat Teknik & Pengembangan). A sp e k A d m in istra si TOTAL SK OR R e a l.0 0 1 4 .5 0 6 6 . Pembentukan Biro Manajemen Risiko dalam rangka peningkatan penerapan Good Corporate Governance (GCG).0 0 1 4 .5 0 1 5 .5 0 9 3 .5 0 9 4 .2 5 6 4 .0 0 9 3 . 3. f.25. Dibandingkan dengan RKAP dan dengan realisasi tahun 2003 menunjukkan data sebagai berikut: In d ik a to r P e n ila ia n I.2 5 27 BPK-RI / AUDITAMA V .0 0 1 5 . 100/MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002. A sp e k O p e ra sio n a l III.

274 9.50 4. dan Pengadaan (ton) Pupuk Urea Pupuk SP-36 Pupuk ZA Pupuk Phonska Pupuk DAP NPK Kebomas Cement Retarder Aluminium Fluorida Crude Gypsum CO2Cair Jumlah 3.00 13.00 5.00 13. Keselamatan Kerja TOTAL Kinerja Realisasi 3.00 5.000 80.000 735. Total Asset Turn Over 8.50 20.035. Poduksi (Cons.00 5.00 2.012 6.00 3.00 2.635 999.00 15.901 201.412 95. Eff.00 66.000 20.361 3.00 5.343 2.644 833. 2004 RKAP 2004 Real.00 10.2 Penilaian terhadap aspek operasional Indikator Penilaian 1.633. Produktivitas Tenaga Kerja Total Nilai Penj.957 778.25 20.00 15.14% 5.322298 507.544 3.00 28 BPK-RI / AUDITAMA V .00 4.685895 385.3.50 4.00 15.000 140.693.229 3.00 5.02 28.00 4.00 2. Collection Period 6.00 5.00 64.84 125.032 688. Rasio Kas 4.99% 100% 3.513 96 RKAP 3.000 400.22 20.00 7.00 14. 2003 90.377.000 6. (Rp ribu) Jml Tenaga Kerja Pendpt : Jml Tenaga Kerja 4.00 5.50 5. Perputaran Persediaan 7.00 2.00 4.000 10.500 3.25 64.500 11.50 Hasil % % % % hari hari % % 3. Prod.29% 5.1 Penilaian terhadap aspek keuangan Indikator Penilaian 1.000 590.00 5.00 5.18 17.439 32.025 96 SKOR Nilai Real.00 113.978 12.00 3. Rasio Lancar 5. Modal sendiri thd total aktiva TOTAL Satuan SKOR Thn 2004 Real 2004 RKAP 2004Real 2003 21.12 37 69 146. Imbalan kepada pemegang saham (ROE) 2. Rate) 2. Imbalan investasi (ROI) 3.00 4.00 3.00 10.00 119.71 27.000 2.013 361.50 5.

62 milyar.96 880.36 2.Efektifitas penyaluran dana .05 1.25 90.713.93 112.70 51.98 2.00 14.32 2001 58.00 14.04 2.09 112.10 97.1 Perkembangan posisi keuangan Total aktiva per 31 Desember 2004 berjumlah Rp2. 2.90 684.62 1.00 14.00 3.03 1.41 40.00 112.39 milyar terutama adanya kenaikan pos persediaan dan aktiva dalam pelaksanaan. jumlah tersebut meningkat Rp366.38 1.00 3.00 3.339.81 453.87 104.39 2004 345.96 288.220.347.83 2.044.61 116.86% 4.24 295.00 2.99 2. Pajak tangguhan Total Hutang Ekuitas Total Hutang dan Ekuitas 2000 149.96 901.00 2.220.07 2.62 854. 2003 3.71 361. 3.33 52. 4.60 1.82 93.00 3.54 914.Tk.39 840.3.06 311. Perkembangan usaha perusahaan 4.01 677.36 339.86 494.96 Tahun 2002 150. Kenaikan nilai pasiva disebabkan karena kenaikan hutang lancar.78 928.242.044.52 84.33 2.089.00 3.23 milyar dari posisi akhir tahun 2003 berjumlah Rp2. 2004 RKAP 2004 Real. Laporan Perhitungan tahunan Rancangan RKAP 2004 Laporan Periodik Kinerja PUKK .36 18. tetap Aktiva dlm pelaksanaan Aktiva lain-lain Total Aktiva Hutang lancar Hutang jk panjang Kw.00 3.87 524.36 324.00 3.11 1.347.00 2.713.80 2.61 542.58 789.62 29 BPK-RI / AUDITAMA V .11 849.77 2003 333.92 722.33 1.10 53.36 786.000.59 75. Adapun data lebih rinci sebagai berikut: (Rp Milyar) Keterangan Kas dan Bank Persediaan Aktiva lancar lainnya Penyertaan jk panjang Nilai Buku Ak.46 1.73 80. kolektibilitas pengemb.32 794.174.90% 40.05 443.347.27 143.3 Penilaian terhadap aspek administrasi Indikator Penilaian 1.00 3.95 745.00 95.00 3.03 122.322. hutang jangka panjang dan ekuitas dari posisi akhir tahun 2003.81 547.89 444.00 3.82 2. pinjaman Total Aspek Administrasi Nilai 2004 SKOR Real.553.858.713.089.97 73.00 3.343.51 2.

747.44% dibandingkan tahun 2003.87 21.37 101.65 (205.96 milyar.37 milyar lebih tinggi 14.26 milyar dan terendah terjadi pada tahun 2001 yaitu sebesar Rp83.26 2001 2. karena adanya kenaikan omzet penjualan dan penerimaan subsidi.34 (1.44 (115.37) 207.874.87 (70.33 (172.18 (50.60% dibanding tahun 2003 disebabkan antara lain adanya kenaikan persediaan sebesar Rp240.77 2004 3.96) 250.34% dibanding tahun 2003 sebesar Rp108.23) 112.75) 423.54 milyar dan aktiva dalam pelaksanaan sebesar Rp62.063.61 (2.67 (94.04 milyar atau 5.Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa: a.43 14.664.323.16 (116.438.79) 435. aktiva tetap sebesar Rp53. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2001 yaitu sebesar Rp2.51 milyar dan diikuti dengan kenaikan hutang lancar sebesar Rp67.17) 257. 4.744. Jumlah aktiva/kewajiban dan ekuitas tahun 2004 naik sebesar Rp366. 30 BPK-RI / AUDITAMA V .25) 83. Rincian lebih lanjut sebagai berikut: (Rp Milyar) Keterangan Penjualan bersih Harga Pokok Penjualan Laba kotor Biaya usaha Laba rugi usaha Laba/(rugi) lain-lain Biaya pinjaman Laba rugi sebelum pajak Pajak Penghasilan Laba setelah pajak 2000 1.61) 187.57 (403.77 milyar.61 (86.55 (194.79) (93.54) 399.713.14 (57. Selama lima tahun terakhir (2000 sampai dengan 2004) jumlah aktiva pasiva tertinggi terjadi pada tahun 2004 yaitu sebesar Rp2.55 Tahun 2002 1.24 (191.96) 403.951.17 (9.35 54.12) 241.23 milyar atau 15.37) 108.37 Laba perusahaan sebelum pajak tahun 2004 naik sebesar Rp9.92 milyar.044.65 milyar hutang jangka panjang sebesar Rp254. Selama lima tahun terakhir (2000 sampai dengan 2004) laba setelah pajak yang tertinggi terjadi pada tahun 2000 yaitu sebesar Rp187.78 (1.633.23 (2.30) 198.80 (29.55 milyar.62 milyar.40) 278.55) 93.20) 175.71) 140.16 (46.61 2003 2.340.81) 124.2 Perkembangan Laba-Rugi Realisasi laba setelah pajak tahun 2004 berjumlah Rp124.82) 166.72 milyar serta kenaikan ekuitas sebesar Rp60. b.08 (1.66) 681.01 milyar.

769 111.413) (90.896) 74.287) (220.549 148.072 150.907) (197.727) (46.373 (179.90 milyar mengalami kenaikan Rp12. Selama lima tahun terakhir (2000 sampai dengan 2004) arus kas memperlihatkan saldo kas dan setara kas tertinggi pada tahun 2004 yaitu sebesar Rp345.224) (240.448) (208.01 milyar atau 3.4.885 2004 333.3 Perkembangan arus kas Rincian data arus kas adalah sebagai berikut: (Rp.576) (266.014 345.90 milyar.620 93.193 333.669) 149.795 183.62 milyar.526 (111.692 2003 150. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2001 yaitu sebesar Rp58.620 Tahun 2002 58.885 124.898 Posisi kas dan setara kas pada akhir tahun 2004 sebesar Rp345. 31 BPK-RI / AUDITAMA V .60% dibanding tahun 2003.702 12.262 (47.239 2001 149.806 (45.775) 287.239 83. Juta) Keterangan Saldo awal Laba bersih Arus kas Operasi Investasi Pendanaan Surplus/(Defisit) Saldo Akhir 2000 415.620) 92.692 108.619) 58.468 (82.613 90.908 187.

175) (44.420 255.033 (37.387) (34.036) 187.420 288.741 47 93.681 187.014 (499) (107.250) (5.681 187.36 milyar.590 396.664) (6.dll Laba tahun berjalan Saldo Akhir Modal Cadangan Laba belum direalisasi dari efek Laba tahun berjalan Jumlah 2000 396.059 109.929) (7.420 242.99 milyar mengalami kenaikan sebesar Rp60.257) (822) (822) (2.549 396.768) (4.613 396.319 (1.420 288.088) (2.958 864.03 milyar.420 296.177) (2.618) (4.863) (1.763 (851) 2003 396.893) (1.237) (31.262 880.613 47 745.051 (853) 192 2001 396.420 142.262 396.420 255.536) 374 Tahun 2002 396.420 242.748) 2004 396.069 3.820 (7. 32 BPK-RI / AUDITAMA V .67% dibanding tahun 2003 Perubahan ekuitas dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2004 memperlihatkan saldo ekuitas tertinggi terjadi pada tahun 2000 yaitu sebesar Rp880.191) 1.000) (3.125) (1.992 Posisi ekuitas tahun 2004 sebesar Rp854.590 794.506 (328) 124.420 296.92 milyar atau 7.262 880.549 722.468) (46.044 20 83.106) (2.590 794.500) (137.059 109.363 (93.673 324.821 (47.4.510) (1.613 745.730) (46.549 20 722.4 Perkembangan perubahan ekuitas Perubahan ekuitas tahun 2000 sampai dengan tahun 2004.372 854. sebagai berikut: (Rp Juta) Keterangan Saldo awal Modal Cadangan Laba tahun berjalan Laba belum direalisasi dari efek Jumlah Koreksi-koreksi Koreksi cadangan Koreksi Laba/(rugi) Distribusi Laba PT Petrokimia Gresik Deviden Tantiem/Gratifikasi Dana Pembinaan UKK Biaya Manajemen Dana Pembinaan wilayah Cadangan Anak Perusahaan Deviden Cadangan Gratifikasi.200 124.343 (242) 109.069) (4.424) (932) (932) (40.655) (1.404) (1.741 93.423) (476) 93. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2001 yaitu sebesar Rp722.069 (60.773) 12.044 83.033 4.363 (109.420 334.832) (700) 83.456) 3.372 396.541) (1.

33 BPK-RI / AUDITAMA V . sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2001 yang disebabkan tingginya kewajiban lancar. c.5. disebabkan tingginya persediaan.5 Perkembangan rasio keuangan Rasio keuangan tahun 2000 sampai dengan tahun 2004 (%) Keterangan Likuiditas Current ratio Acid test ratio Cash ratio Rentabilitas Gross profit ratio Operating ratio Net profit ratio Rate of ROE Rate of ROI Solvabilitas Total loan to total equity 2000 112 83 15 24 86 11 19 26 60:40 2001 107 67 7 19 96 4 16 13 65:35 Tahun 2002 113 64 16 23 93 5 22 15 64:36 2003 108 71 28 15 96 4 15 18 66:34 2004 125 70 28 19 90 3 21 18 68:32 4. kecuali acid test ratio.1 Perbandingan tahun 2004 terhadap tahun 2003 Dari tabel di atas.5.4. 4. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2003 dikarenakan tingginya harga pokok penjualan dan biaya usaha. Tingkat likuiditas perusahaan relatif tertinggi terjadi pada tahun 2004. Tingkat rentabilitas perusahaan relatif tertinggi pada tahun 2000 disebabkan tingginya laba sebelum maupun setelah pajak. b. dapat dikemukakan bahwa: a. kecuali operating ratio dan net profit ratio. Tingkat likuiditas perusahaan tahun 2004 relatif lebih tinggi dari tahun 2003. Tingkat rentabilitas perusahaan tahun 2004 relatif lebih tinggi dari tahun 2003. Tingkat solvabilitas perusahaan tahun 2004 relatif lebih tinggi dibandingkan tahun 2003.2 Perbandingan rasio keuangan lima tahun terakhir Dari tabel di atas juga dapat dikemukakan hal-hal sebagai berikut: a. b.

013 1.Dry Ice 3.006 Asam Sulfat 98% 434. kecuali produksi pupuk DAP hanya mencapai 34% dari tahun 2003.6 Perkembangan operasi pokok perusahaan 4.959 12.6.716 260.608 151.Purified Gypsum 52.096 Pupuk DAP Pupuk NPK Kebomas Jumlah pupuk 1.646 3.915 447.c.412 361.1 Perkembangan produksi Data produksi selama lima tahun terakhir sebagai berikut: Ton Keterangan Tahun 2000 2001 2002 2003 2004 % Tahun 2004:2003 Pupuk Pupuk Urea 341.082 1.752 204.412 5.356 738.216 5.924 Jumlah lain-lain 66.984 419.341.091 1.418 131.190 519.066 552.229.253 2.479 328.599 201.725 1.873 355.280.978 12.688 40.650 65. Pupuk Secara umum produksi pupuk di tahun 2004 lebih tinggi dibanding tahun 2003.182 1.176 687.728 Pupuk ZA 501.289 Jumlah non pupuk 1.817 1.CO2 9.439 32.824 Pupuk Phonska 30.208 292.170 117.471.718 3.434 Pupuk SP-36 467.892 310.825 355.082 Non Pupuk Amoniak 364.115 653.903 172.941 138.012 9.702 105.357 2. 34 BPK-RI / AUDITAMA V .425.850 Cement Retarder 402.272 367.577.875 .657 479. Non Pupuk Secara keseluruhan produksi non pupuk di tahun 2004 lebih tinggi dibanding tahun 2003.901. kecuali amoniak dan asam fosfat masing-masing 88% dan 97% dari tahun 2003.996 56.111 132 107 119 177 34 121 88 120 97 109 116 94 80 91 111 107 Perbandingan tahun 2004 terhadap tahun 2003 a. b.492 313.399 141.225 572.274 24.410 238.403.174 9.914 2.786 1. 4.942 36.460 279.464.741 Asam Fosfat 100% 131.509 6.304 9. Tingkat solvabilitas perusahaan menunjukkan.176 ALF3 4.Crude Gypsum .490 .343 2.741 9.610 314. bahwa selama lima tahun terakhir modal pihak ketiga lebih berperan dan paling besar terjadi pada tahun 2004.150 95.530.736 344.281 113.999 213.430 Lain-lain : .517 421.185 1.916 431.208 156.803 197.

843 94 64 34.525 425.530.033 139.251.695 84.431 4.792 7.914 2.034 84.875 3.591 94.887 1.000 429.887 2.492 9.865 80.993 673 2. Volume produksi non pupuk tertinggi terjadi pada tahun 2004 dan terendah terjadi pada tahun 2002.814 874.486 76.410 76.489 654.587 1.511 % Tahun 2004:2003 100 109 120 174 34.881 771.704 106 .982 21.790 5.017 52.490 146.625 9.Perkembangan produksi lima tahun terakhir Volume produksi pupuk pada tahun 2004 lebih tinggi dibanding empat tahun sebelumnya.194 633.561 5.168 314.903 798.287 2004 460.550 5.317.587 15.702 104.774 35 BPK-RI / AUDITAMA V Tahun 2002 197.886 70.297 178.208 85.069 9.429 102 94 80 1.849 192.307 88 34.820 98. sedangkan terendah terjadi pada tahun 2002.605 30.356 495 33.122 155.971 47.204 52.852 177.000 10.160 2.995 35 104 19 638 79 54 790 115 86 106 110 83 109 1.431 1.962.150 124.598 634.416 408.785 91. sebagai berikut: Ton Keterangan Pupuk Pupuk Urea Pupuk SP-36 Pupuk ZA Pupuk Phonska Pupuk NPK Blend Pupuk DAP Pupuk KCL Lain-lain: Pupuk PS-18 Pupuk Amophos RNP Pupuk ZK Pupuk MDCP Jumlah lain-lain Total Pupuk Non Pupuk Amoniak Asam Sulfat Asam Fosfat ALF3 Cement Retarder Lain-lain : Purified Gypsum Crude Gypsum Belerang curah CO2 Dry Ice Jumlah lain-lain Total Non Pupuk 2000 339.2 Perkembangan penjualan Perkembangan penjualan seluruh jenis pupuk dan non pupuk dalam negeri maupun ekspor dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2004. 4.525 90.357 2.263 28.999 100.290 175.496 2.687 39.455 63.343 2.056 5 9.617 789.202 750.767 1.790 166.306 119 119 8.584 9.968 807.228 2001 313.208 12.6.509 515.903 53.076 726.487 4.040 332.659 533.251 19.112 94.544 2003 460.019 526.257 3.989 41.202 9.560.638 1 2.000 2.601 5.364 1.234 528.718 3.967 342.110 4.808 109.464 30.231 110.795 11.

36 BPK-RI / AUDITAMA V . Bidang Produksi dan Kualitas Produk 1) Memiliki unit produksi yang lengkap dan tingkat fleksibilitas yang tinggi untuk menghasilkan produk pupuk berbasis N. 6) Memiliki sistem informasi pemasaran dan distribusi yang cukup memadai. 4. Strategi. terutama disebabkan meningkatnya penjualan Pupuk Phonska dan NPK Kebomas yang cukup signifikan. 4) Memiliki tenaga Sales Supervisor yang cukup berkualitas dan tersebar di wilayah-wilayah potensial. Kebijakan dan Program Kegiatan Perusahaan PT Petrokimia Gresik selama kurun waktu 2004 – 2008. P dan K dan produk kimia lainnya.Perbandingan tahun 2004 terhadap tahun 2003 Dari tabel di atas dapat dikemukakan sebagai berikut: Secara umum tonase penjualan pupuk dan non pupuk tahun 2004 lebih tinggi dibanding tahun 2003. Perbandingan penjualan dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2004 Tonase penjualan pupuk tahun 2004 merupakan penjualan tertinggi selama 5 tahun terakhir.7.7 Analisis SWOT Penentuan Sasaran. b. 5) Memiliki produk pupuk yang lengkap dan berkualitas tinggi. 2) Perusahaan berada di lokasi strategis. sedangkan tonase penjualan non pupuk tertinggi di tahun 2000 dan terendah penjualan tahun 2003.1 Kekuatan a. di sentra pasar. kecuali penjualan DAP hanya 35% dan Aluminium Fluorida hanya 83% dari tahun 2003. 3) Memiliki jaringan distribusi yang tersebar di wilayah-wilayah potensial. Bidang Pemasaran dan Penjualan (termasuk Distribusi) 1) Memiliki sarana pelabuhan yang dapat menunjang kelancaran pemasaran dan distribusi. antara lain didasarkan atas Analisis sebagai SWOT sebagai berikut: 4.

3) Memiliki workshop dan alat berat yang mendukung kegiatan fabrikasi.7. 2) Memiliki fasilitas sarana dan prasarana untuk mendukung kegiatan rancang bangun dan perekayasaan. Bidang Penelitian dan Pengembangan 1) Memiliki berbagai macam unit produksi yang memungkinkan untuk penelitian dan pengembangan produk-produk derivatifnya. 2) Sistem pengembangan Sumber Daya Manusia yang memungkinkan continuous learning. instansi/Lembaga keuangan. d.2) Memiliki sarana penunjang yang berakreditasi untuk menunjang Quality Control. 2) Memiliki sistem informasi akuntansi dan keuangan yang berbasis ERP 3) Memiliki relationship yang cukup luas dengan pihak perbankan.2 Kelemahan a. e. f. c. 4) Penguasaan jaringan pemasaran jasa teknik belum optimal. Bidang Pemasaran dan Penjualan (termasuk Distribusi) 1) Peta pasar belum akurat. Bidang Produksi 1) Sebagian besar peralatan pabrik berumur tua. Bidang Teknik dan Teknologi 1) Memiliki Sumber Daya Manusia profesional dari berbagai disiplin ilmu yang cukup berpengalaman di bidang rancang bangun dan perekayasaan. Bidang Keuangan dan Akuntansi 1) Tersedianya asset untuk menjamin dana pinjaman. 3) Sarana gudang belum memadai. 2) Memiliki fasilitas yang memadai untuk melakukan uji coba produkproduk yang akan dikembangkan. 37 BPK-RI / AUDITAMA V . 2) Sistem transportasi belum sepenuhnya dikuasai. 4. konstruksi dan pemeliharaan pabrik. b. Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia 1) Memiliki Sumber Daya Manusia dari berbagai disiplin ilmu.

Bidang Keuangan dan Akuntansi 1) Sumber pendanaan dan pasar valuta asing beragam. 3) Ada jaminan kontinuitas suplai air baku.2) Utilisasi kapasitas belum optimal. 2) Jumlah tenaga kontrak terlalu banyak. 2) Membaiknya pasar komoditas perkebunan.7. 38 BPK-RI / AUDITAMA V . Bidang Teknik 1) Penguasaan jaringan informasi belum optimal. 2) Pengeluaran dana USD lebih besar dari penerimaannya. d. Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia. c. 4. b. Bidang Pemasaran dan Penjualan (termasuk Distribusi) 1) Komitmen pemerintah memungkinkan pasar pupuk berkembang. Bidang Produksi 1) Ada peluang untuk memenuhi permintaan pasar.3 Peluang a. 2) Adanya teknologi untuk meningkatkan kemampuan produksi dan memperbaiki kualitas produk. 2) Kepercayaan bank atas kredibilitas perusahaan. 3) Turn over piutang masih rendah. f. e. Pengembangan Sumber Daya Manusia 1) Jumlah karyawan mayoritas berumur diatas 40 tahun. 3) Ketergantungan antar unit pabrik sangat tinggi 4) Kondisi area yang korosif dan berdebu. c. e. 3) Tumbuhnya kepercayaan pasar. Bidang Penelitian dan Pengembangan Jumlah tenaga peneliti semakin berkurang dibanding kebutuhan. Tersedianya institusi pendidikan profesional. Bidang Keuangan dan Akuntansi. 1) Struktur pendanaan didominasi pinjaman. 2) Pemanfaatan workshop belum optimal. Bidang Teknik Adanya pembangunan industri yang membutuhkan kemampuan jasa rancang bangun dan perekayasaan. d.

Bidang Produksi Pasokan gas bumi dari sumber di Pagerungan mengalami penurunan. 39 BPK-RI / AUDITAMA V . Satuan Pengawasan Intern telah melakukan audit atas obyek-obyek sebagai berikut: 1) Kegiatan pengadaan barang dan jasa. sebagai berikut: A. sehingga dapat menjadi dasar audit guna menetapkan sifat dan luasnya audit.7.1 Struktur pengendalian intern PT Petrokimia Gresik telah disusun dan dilaksanakan dengan baik. Pemahaman atas struktur pengendalian intern 5.f. 2) Kegiatan produksi dan pemeliharaan. Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekses negatif dari era keterbukaan.4 Ancaman a. 4. 5.3 Pelaksanaan kegiatan SPI tahun 2004. 2) Masuknya pesaing baru dan produk impor. 3) Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat. Kegiatan Pengawasan Sesuai dengan Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT) tahun 2004. 2) Suku bunga pinjaman tinggi. Bidang Keuangan dan Akuntansi 1) Country risk Indonesia yang tinggi. c. preventif audit dan kegiatan-kegiatan yang bersifat konsultasi dalam penyelesaian permasalahan yang dihadapi unit kerja. 5. 2) Kebutuhan pupuk Urea khususnya di Jawa Timur masih besar. 5.2 Evaluasi terhadap pelaksanaan tugas Satuan Pengawasan Intern (SPI) SPI sesuai dengan tugas pokoknya telah melaksanakan kegiatan audit yang diprogramkan (PKPT) dan yang tidak diprogramkan (non PKPT) seperti: pemeriksaan khusus. 4) Perubahan kebijakan pemerintah di bidang ekonomi moneter. b. Bidang Pemasaran dan Penjualan (termasuk Distribusi) 1) Isu kerusakan tanah dan lingkungan akibat penggunaan pupuk anorganik. Bidang Penelitian dan Pengembangan 1) Tersedianya sumber gas bumi di Jatim. d.

6) Kegiatan lainnya. pengelolaan stock pupuk dan sewa gudang. 2) LHA Kas Opname & Rekonsiliasi Bank: 12 LHA. 11) Audit atas waktu proses pengadaan barang dari penerbitan Permintaan Pembelian (PP) sampai dengan penerbitan Order Pembelian (OP) dengan nilai di atas Rp100. bongkar muat. A. 4) Kegiatan financial dan sistem informasi akuntansi. Laporan Hasil Audit (LHA) yang telah diterbitkan: 1) LHA PKPT dan Non PKPT : 38 LHA (rencana 38 LHA). 4) 5) 6) 7) 8) 9) Audit atas kepatuhan penunjukan Distributor pupuk bersubsidi terhadap peraturan yang berlaku. Audit atas pembayaran pekerjaan angkutan pupuk. Audit atas pengelolaan persediaan suku cadang (spare part) di Gudang Bahan Biro Pengadaan.00.000. Audit atas kepatuhan terhadap peraturan/perundang-undangan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Departemen Produksi II dan Departemen Prasarana Pabrik dan Kawasan. Audit atas kepatuhan Distributor terhadap klausul-klausul Surat Perjanjian Jual Beli pupuk bersubsidi. 40 BPK-RI / AUDITAMA V . 12) Audit atas efisiensi pemakaian bahan baku dan bahan penolong untuk memproduksi pupuk ZA. 10) Audit atas kegiatan pengembangan produk. 13) Audit atas efisiensi pemakaian bahan baku dan bahan penolong untuk memproduksi Amoniak.000. 5) Proyek-proyek pengembangan. Audit atas pemanfaatan/utilisasi alat berat. Audit atas kepatuhan terhadap klausul PO dalam proses penerimaan barang di Gudang Bahan Biro Pengadaan. Audit atas pengelolaan pupuk KCL di Gudang Gresik.1 Audit PKPT dan Non PKPT 1) 2) 3) Audit atas persediaan pupuk (stock opname pupuk) di Gudang Gresik dan Gudang Non Gresik.3) Kegiatan pemasaran dan distribusi.

31) Audit atas pelaksanaan proyek RFO. 25) Audit atas pengelolaan pajak. 33) Audit atas pelaksanaan Port Fasility Security Plan (PFSP). 18) Audit atas pelaksanaan pengadaan jasa bongkar muat pupuk. 15) Audit atas efisiensi pemakaian bahan baku untuk memproduksi pupuk SP-36. 21) Audit atas pencatatan biaya produksi. 36) Audit atas fisik persediaan pupuk KCL. 20) Audit atas pencatatan dan pengelolaan piutang. 26) Audit atas efektivitas pengendalian penjualan pupuk. 34) Audit atas fisik persediaan pupuk dalam kantong. 17) Audit atas proses penerimaan barang dan pembayaran atas pengadaan barang. Kas Opname dan Rekonsiliasi Bank Pelaksanaan kas opname selama tahun 2004 dilakukan sebanyak 12 kali dan pemantauan pelaksanaan rekonsiliasi bank oleh Biro Keuangan dilakukan setiap 3 bulan sekali.14) Audit atas efisiensi pemakaian bahan baku dan bahan penolong untuk memproduksi pupuk Urea. Jumlah laporan yang dihasilkan sebanyak 12 LHA. 37) Audit atas lembur sopir kontrak. 29) Audit atas pelaksanaan proyek K2SO4. A. 19) Audit atas pelaksanaan penyusunan RKAP tahun 2004. 32) Audit atas pemanfaatan forklift sewa. 22) Audit atas pencatatan biaya penjualan. 27) Audit atas pelaksanaan pengadaan barang dalam negeri. 41 BPK-RI / AUDITAMA V . 23) Audit atas pelaksanaan proyek ERP. 38) Audit atas pengadaan jasa borongan pihak ke III. 16) Audit atas pengelolaan gudang bahan (stock opname). 35) Audit atas fisik persediaan bahan baku posisi per 30 Nopember 2004. 30) Audit atas pelaksanaan start up Heater 102B unit Amoniak. 28) Audit atas pelaksanaan pengadaan barang luar negeri. 24) Audit atas pelaksanaan program Kemitraan dan Bina Lingkungan (KBL). 2.

catatan dan saran KAP S. Kegiatan Eksternal Auditor 1) Melakukan tindaklanjut atas temuan. Sumantri & Rekan dalam audit Laporan Keuangan tahun buku 2003 dan tahun – tahun sebelumnya. dan kegiatan audit PKBL tahun 2004 yang dilakukan BPK-RI dan BPKP. Mannan. 2) Melakukan tindaklanjut atas temuan. BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA 42 BPK-RI / AUDITAMA V .B. catatan dan saran BPKP dalam audit PKBL tahun 2003 dan tahun-tahun sebelumnya. 3) Melakukan koordinasi dalam kegiatan general audit tahun buku 2004 yang dilakukan oleh BPK-RI dan KAP Aryanto Amir Yusuf & Mawar. Hasil audit dapat diselesaikan sesuai dengan rencana yaitu tanggal 31 Januari 2005.

LAMPIRAN .

Lampiran 1 PERHITUNGAN PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN PT PETROKIMIA GRESIK TAHUN 2004 SK. MEN. BUMN No. KEP-100/MBU/2002 No. URAIAN Aspek Keuangan 1 Return On Equity (ROE) Laba Setelah Pajak (*) Modal Sendiri EBIT + Penyusutan Capital Employed Kas, Bank & Srt Berharga Kewajiban Lancar Aktiva Lancar Kewajiban Lancar Total Piutang Usaha Total Pendapatan Usaha Total Persediaan Total Pendapatan Usaha Total Pendapatan Capital Employed Total Modal Sendiri - (*) Total Asset - (*) X 100% > 15% 124,372 587,288 455,325 2,570,292 345,898 1,242,607 1,554,797 1,242,607 368,378 3,633,229 684,872 3,633,229 3,753,022 2,570,292 730,620 2,589,252 X 100% 21,18% 20.00 20.00 RUMUS STANDAR REALISASI HASIL PENILAIAN BOBOT SKOR

2

Return On Invesment (ROI)

X 100%

> 18%

X 100%

17,71%

15.00

13.50

3

Rasio Kas

X 100%

>= 35%

X 100%

27,84%

5.00

4.00

4

Rasio Lancar

X 100%

>= 125%

X 100%

125,12%

5.00

5.00

5

Collection Periods

X 366 hr

<= 60 hr

X 366 hr

37 hr

5.00

5.00

6

Perputaran Persediaan

X 366 hr

<= 60 hr

X 366 hr

69 hr

5.00

4.50

7

Perputaran Total Asset (TATO) Rasio TMS Thd TA (TMS Thd TA) SUB JUMLAH Aspek Operasional

X 100%

> 120%

X 100%

146,02%

5.00

5.00

8

X 100%

30%<= x <40%

X 100%

28,22%

10.00 70.00

7.25 64.25

1

Efisiensi Produksi (Pemakaian B.Baku/PBB) Produksi & Pengadaan (Pupuk dan Non Pupuk) Produktivitas Tenaga Kerja (Total Pend. Usaha/TPU) Keselamatan Kerja (Penilaian Independen) SUB JUMLAH Aspek Administrasi

Realisasi Rata2 PBB Anggaran Rata2 PBB Realisasi Prod. & Pengdn Anggaran Prod. & Pengdn Realisasi TPU Per Orang Anggaran TPU Per Orang Realisasi Penilaian K3 Anggaran Penilaian K3

X 100%

<= 100%

3.322298 3.685895 2,693,361 2,377,500 999.513 833.025 96 96

X 100%

90,14%

5.00

5.00

2

X 100%

>= 100%

X 100%

113,29%

5.00

5.00

3

X 100%

>= 100%

X 100%

119,99%

3.00

3.00

4

X 100%

>= 100%

X 100%

100,00%

2.00 15.00

2.00 15.00

1

Laporan Perhit. Tahunan (Audited) Rancangan RKAP

Lapkeu audited disampaikan paling lambat akhir bulan ke-5 stlh tahun buku RKAP disampaikan 60 hari sebelum tahun anggaran ybs Lap. Triwulanan disampaikan paling lambat 1 bln stlh akhir periode lap. ybs

<= akhir bln ke-4 >= 2 bln sblm thn anggaran <= akhir bln ke-1

Akhir bln ke-1 (Tanggal 31 Januari 2005) Lebih dr 2 bln sblm thn anggaran (Tanggal 7 Oktober 2004) Kurang dr 1 bln stlh periode lap. (Tanggal 11 - 14 bln berikutnya)

3.00

3.00

2

3.00

3.00

3

Laporan Periodik (Triwulanan) Kinerja PUKK (Pemb. Ush. Kecil & Koprs) a. Efektivitas Penyaluran

3.00

3.00

4

Dana Yang Disalurkan Dana Yang Tersedia Jum. Rata2 Ttmb Pinjaman Total Pinj. Yang Disalurkan

X 100%

> 90%

6,025 6,282 6,885 16,849

X 100%

95,90%

3.00

3.00

b. Tingkat Kolektibilitas Pengembalian Pinjaman SUB JUMLAH TOTAL NILAI KRITERIA KINERJA

X 100%

> 70%

X 100%

40,86%

3.00 15.00 100.00

2.00 14.00 93.25 AA

SEHAT

Keterangan Kriteria Kinerja : SEHAT terdiri dari : AAA apabila Total Skor (TS) > 95 AA apabila 80 < TS <= 95 A apabila 65 < TS <= 80

Lampiran 2 DASAR PERHITUNGAN PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN PT PETROKIMIA GRESIK TAHUN 2004 SK. MEN. BUMN No. KEP-100/MBU/2002 No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 URAIAN Aktiva Lancar (Current Asset) Kas, Bank, Deposito & Surat Berharga Kewajiban Lancar (Current Liabilities) Piutang Usaha - bruto Piutang Usaha - netto Persediaan Aktiva Tetap Dalam Pelaksanaan (ADP) Total Aktiva (TA) Capital Employed (TA - ADP) Total Modal Sendiri (TMS) = Ekuitas Modal Sendiri (TMS - Laba Berjalan Stlh Pajak ADP) Pendapatan Usaha (realisasi/anggaran) Pendapatan Non Usaha - Penjualan AT Total Pendapatan EBIT Biaya Penyusutan (Depresiasi & Amortisasi) EBIT + Biaya Penyusutan Laba Setelah Pajak Efisiensi Produksi (realisasi/anggaran) Rata-rata Pemakaian Bahan Baku Produksi & Pengadaan (realisasi/anggaran) : Pupuk Urea Pupuk SP-36 Pupuk ZA Pupuk Phonska Pupuk DAP Pupuk NPK Kebomas Cement Retarder Aluminium Fluorida Crude Gypsum CO2 Cair Total Produksi & Pengadaan Tenaga Kerja (realisasi/anggaran) Dana PUKK Yang Disalurkan Dana PUKK Yang Tersedia Kolektibilitas Pinjaman PUKK Tertimbang Total Pinjaman PUKK SATUAN Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Kntm Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton Orang Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 JUMLAH 1,554,797 345,898 1,242,607 375,347 368,378 684,872 143,332 2,713,624 2,570,292 854,992 587,288 3,633,229 / 3,035,544 119,793 3,753,022 358,441 96,884 455,325 124,372 3,322298 / 3,685895 507,957 / 385,000 778,032 / 735,000 688,901 / 590,000 203,424 / 140,000 10,993 / 20,000 32,013 / 10,000 361,012 / 400,000 6,412 / 6,000 95,274 / 80,500 9,343 / 11,000 2,693,361 / 2,377,500 3,635 / 3,644 6,025 6,282 6,885 16,849

10

11

12 13 14

15 16 17 18 19

BPK RI

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

PT PETROKIMIA GRESIK
KEPATUHAN TERHADAP PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DAN PENGENDALIAN INTERN

Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2004

Nomor Tanggal

: 02.B/AUDITAMA V/GA/01/2005 : 31 Januari 2005

Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Jalan Gatot Subroto No. 31 Jakarta 10210 Telp. (021) 5700380, 5738740, 5720957, 5738727, 5704395 s.d. 9 pesawat 511 Fax. (021) 5700380, 5723995

Tindak lanjut Hasil Pemeriksaan tahun 2003 ……………………… LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN ATAS KEPATUHAN TERHADAP PENGENDALIAN INTERN Laporan Auditor Independen …………………………………………… Lampiran B 1. B.939.22 juta ………………………………. 10 13 15 17 20 22 25 .171.22 juta namun belum diambil oleh unit peminta barang ……………………………………………………………… 5.03 ribu belum diakui oleh Guizhou Wengfu Chemi-Phos & Exp Corp China ………………..DAFTAR ISI I.. 3 4 7 9 II..765.d 2004 senilai Rp21. PT Petrokimia Gresik belum menerima pembayaran atas bagi hasil pendapatan jasa pelabuhan periode tahun 1996 s.. A. Hak PT Petrokimia Gresik atas klaim pada pembelian bahan baku Rock Phosphate sebesar US$349.44 juta tidak sesuai ketentuan Perjanjian Fasilitas Kredit Ketahanan Pangan ……………………. 2. PT Petrokimia Gresik terlambat menyetorkan PPN Impor dan PPh 22 Impor kepada Negara …………………………………………. LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN ATAS KEPATUHAN TERHADAP PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN Laporan Auditor Independen …………………………………………… Lampiran A 1. Terdapat sisa barang yang sudah dibeli dari tahun 2001 s. PT Petrokimia Gresik tidak melakukan rekonsiliasi bank secara teratur ……………………………………………………………… 6. Penjualan pupuk sebesar Rp5.18 ribu ………………… 2. B. 4.692. Keputusan RUPS tentang penggunaan laba bersih untuk Program Bina Lingkungan tidak sesuai dengan ketentuan …………………. Penjualan jasa kepada PT Petro Oxo Nusantara berpotensi merugikan perusahaan sebesar US$1. 3. 4.d 2002 dari PT Pelindo III sebesar Rp1.. Tindak lanjut Hasil Pemeriksaan tahun 2003 ……………………… 1 A. 3.

Oleh karena itu.A/AUDITAMA V/GA/01/2005 tanggal 31 Januari 2005. pasal-pasal yang kami sebut BPK RI/AUDITAMA V .BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA Nomor : 02. Kami melaksanakan audit berdasarkan Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan standar auditing yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. kami tidak menyatakan suatu pendapat seperti itu. Namun. Kepatuhan perusahaan terhadap hukum. tujuan audit kami atas laporan keuangan adalah tidak untuk menyatakan pendapat atas keseluruhan kepatuhan terhadap pasal-pasal tersebut. dan persyaratan bantuan yang berlaku bagi PT Petrokimia Gresik merupakan tanggung jawab manajemen. kontrak. peraturan. dalam semua hal yang material. berkaitan dengan unsur yang kami uji. peraturan. Sebagai bagian dari pemerolehan keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material. kami melakukan pengujian terhadap kepatuhan PT Petrokimia Gresik terhadap pasal-pasal tertentu hukum. PT Petrokimia Gresik mematuhi. dan telah menerbitkan laporan Nomor : 02. Hasil pengujian kami menunjukkan bahwa.B/AUDITAMA V/GA/01/2005 LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Kami telah mengaudit laporan keuangan PT Petrokimia Gresik tanggal 31 Desember 2004 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. kontrak. dan persyaratan bantuan. Standar tersebut mengharuskan kami merencanakan dan melaksanakan audit untuk memperoleh keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material.

tidak ada satupun yang kami ketahui yang menyebabkan kami percaya bahwa PT Petrokimia Gresik tidak mematuhi. 31 Januari 2005 2 BPK RI/AUDITAMA V . Berkaitan dengan unsur yang tidak kami uji. MA. Ak. D-1416 Jakarta. Auditor Utama Keuangan Negara V Penanggung Jawab Audit. Namun kami mencatat masalah-masalah tertentu yang tidak material berkaitan dengan kepatuhan PT Petrokimia Gresik terhadap pasal-pasal tertentu hukum. Register Negara No. peraturan. dan persyaratan bantuan disertai saran perbaikannya yang kami kemukakan pada lampiran A. kontrak. dalam semua hal yang material.dalam paragraf di atas. Drs. Misnoto. pasal-pasal tersebut.

645.01/21/MI/2004 tanggal 22 Nopember 2004 kepada Biro Keuangan dinyatakan bahwa jumlah kewajiban pajak impor per 22 Nopember 2004 adalah sebesar Rp127. Bahan baku yang diimpor antara lain amoniak.02.616.02.957.017.01/21/MI/2004 tanggal 14 Juni 2004 tentang PO-PO yang belum diselesaikan prosedur pabeannya. Pada setiap impor bahan baku. Sedangkan sesuai Memo No. Jumlah kewajiban tersebut terus terakumulasi sejak bulan Oktober 2003. Sesuai Memo Departemen Distribusi Wilayah I Nomor 817/06/LG. superfosfat.236.037/11/LG.01/21/MI/2005 tanggal 10 Januari 2005 dinyatakan bahwa posisi kewajiban pajak impor per 10 Januari 2005 adalah sebesar Rp48. ammonium sulfat.535. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Departemen Distribusi Wilayah I dan Memo dari Departemen Distribusi Wilayah I yang ditujukan kepada Biro Perencanaan dan Gudang Material cq.98.52. Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan secara uji petik diketahui terdapat beberapa Order Pembelian (Purchasing Order/PO) yang belum diselesaikan prosedur pabeannya (belum dibebaskan dari wewenang Bea dan Cukai).309. BPK RI/AUDITAMA V . asam fosfat. Selanjutnya Bagian Paransi menyiapkan Surat Setoran Pabean Cukai Pajak (SSPCP) dan diserahkan ke Bagian Perbendaharaan untuk dilakukan pembayaran. Biro Pengadaan membuat pemberitahuan kepada Departemen Distribusi Sarana dan Pemasaran (Disransar) disertai lampiran spesifikasi bahan baku yang akan diserahkan ke PT PG sesuai dengan spesifikasi yang ada dalam kontrak antara PT PG dengan suplier bahan baku tersebut. kalium klorida dan belerang. Selanjutnya dengan Memo No. Disransar PT PG akan menyiapkan Pemberitahuan Impor Barang (PIB) yang kemudian diserahkan kepada Bagian Pajak dan Asuransi (Paransi). Bagian Gudang diketahui bahwa atas bahan baku tersebut sudah dilakukan pembongkaran.470.Lampiran A 1. Prosedur Pengadaan Bahan Baku menyebutkan bahwa pada setiap rencana kedatangan kapal yang akan mengirim bahan baku ke PT PG. PT Petrokimia Gresik terlambat menyetorkan PPN Impor dan PPh 22 Impor kepada Negara PT Petrokimia Gresik (PT PG) memenuhi kebutuhan bahan baku untuk memproduksi pupuk dengan cara pembelian lokal dan impor.589. yang ditujukan kepada Biro Keuangan dinyatakan bahwa PT PG mempunyai kewajiban pajak impor sebesar Rp71.96.02.022/01/LG.

18 tahun 2000 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan Barang Mewah Pasal 11 ayat (1) jo Pasal 33 Peraturan Pemerintah No. 2.236. Dari saldo tersebut terdapat saldo sub akun 4 BPK RI/AUDITAMA V . Hal tersebut mengakibatkan a. UU No.590. Selain itu UU No. Untuk selanjutnya kewajiban perpajakan atas impor yang terdiri dari PPh pasal 22 dan PPN impor akan ditingkatkan monitoringnya sehingga tidak akan terjadi lagi keterlambatan pelaporan dan pembayaran pajak.00.363. dan bagian dari bulan dihitung penuh 1 (satu) bulan.Dari hasil pemeriksaan secara uji petik atas General Ledger (GL) PT PG Tahun Buku 2004 diketahui bahwa pelunasan pembayaran PPN Impor dan PPh 22 Impor pada umumnya terlambat dan baru dilunasi pada bulan Nopember dan Desember 2004. PT PG berpotensi dikenakan sanksi administrasi sebesar 2% per bulan atas keterlambatan penyetoran pajak. Keputusan RUPS tentang penggunaan laba bersih untuk Program Bina Lingkungan tidak sesuai dengan ketentuan Berdasarkan Laporan Keuangan PT PG per 31 Desember 2004 diketahui saldo akun Hutang Lain-lain sebesar Rp43.309.50 tahun 1994 menyebutkan bahwa saat terutang untuk impor Barang Kena Pajak terjadi pada saat Barang Kena Pajak dimasukkan ke dalam Daerah Pabean Indonesia.309.98 telah dilakukan pada bulan Januari 2005.589.98.16 tahun 2000 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan Pasal 9 ayat (2a) menyatakan bahwa apabila pembayaran atau penyetoran pajak sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) atau ayat (2) dilakukan setelah tanggal jatuh tempo pembayaran atau penyetoran pajak.819.236.589. Hal tersebut disebabkan PT PG lalai dalam memenuhi kewajiban penyetoran pajak impor kepada Negara. PT PG menjelaskan bahwa pembayaran sisa kewajiban sebesar Rp48. Negara terlambat menerima pembayaran PPN Impor dan PPh 22 Impor dari PT PG sebesar Rp48. BPK RI menyarankan agar PT PG mematuhi ketentuan perundang-undangan tentang perpajakan dan melakukan penyetoran secara tertib dan tepat waktu. b. dikenakan sanksi administrasi berupa denda bunga sebesar 2% (dua persen) sebulan yang dihitung dari jatuh tempo pembayaran.

Pemindahan cad dasar SK Menkeu 702/M/D/82 3.548. Penyaluran th 2004 8.175. Proyek LIK Gresik 3. Dana tersebut merupakan dana pemegang saham/Pemerintah yang disisihkan dari pembagian laba dengan perolehan dana dan penggunaan dana terinci sebagai berikut: PEROLEHAN DANA 1.015.000. Bantuan bencana alam Jumlah SISA DANA Rp 5.000 Rp 1.714.678.100 Rp17.000 Rp 1.087. Laba th 2001 utk Pembinaan Wilayah 7.000.000 Rp21.000 Rp 932.335.000.000 Rp 1.738.335. 2003 adalah sebesar Rp21.000.00 atau sekitar 1% dan 2% dari seluruh total laba bersih konsolidasian.175.871 Rp 8.00 sehingga masih terdapat saldo per 31 Desember 2004 sebesar Rp3.000 Rp 2.990.00 atau 2% dari laba bersih konsolidasian.212. Dalam jumlah perolehan dana tersebut diantaranya merupakan perolehan dari laba Tahun Buku 2003 sebesar Rp2.877.180. Dari Risalah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT PG tentang Persetujuan Laporan Tahunan Pengesahan Perhitungan Tahunan dan Penggunaan Laba Bersih Tahun Buku 2003 yang dilaksanakan tanggal 1 Juni 2004 diketahui bahwa laba bersih konsolidasian PT PG Tahun Buku 2003 sebesar Rp108.000. Laba th 95-99/Pemb kel pra sejahtera &sejahtera I 5.180.000 Rp 821.900 Rp 2.495.537. Partisipasi sd th 1999 2.990.460 Rp 821.000.Dana Pra Sejahtera dan Sosial. Penyaluran th 2000 4.512.500 Tabel di atas menunjukkan bahwa jumlah Dana Pra Sejahtera dan Sosial. Pemindahan sisa dana pendidikan sd th 1988 4.767 Rp 655.00 sedangkan jumlah yang sudah disalurkan sebesar Rp17.175.180.375. 5 BPK RI/AUDITAMA V . RUPS antara lain menetapkan penggunaan dana untuk Program Kemitraan dan Bina Lingkungan masingmasing sebesar Rp1.272.519.000 Rp 3.500.00.212.833. Penyaluran th 2003 7.833. Pendidikan dan Pembinaan Wilayah atas penyisihan laba dari Tahun Buku 1973 s.353.000.714.214.821 Rp 6.00.759.548.321 Rp 3.950 Rp 350.500.821. Dipindah ke cadangan 5.335.00. Penyaluran th 2002 6.000. Laba th 2000 utk Pembinaan Wilayah 6.730.175.877.020.d.000. Laba th 2002 utk Pembinaan Wilayah 8.514.00 dan Rp2.180.714.590.321.000 Rp 22.094 Rp 4. Laba th 2003 utk Pembinaan Wilayah Jumlah PENGGUNAAN DANA 1.127.072. Pendidikan dan Pembinaan Wilayah sebesar Rp3. Laba th 1973 sd 1988 2.

Hal tersebut terjadi karena RUPS dalam menetapkan alokasi laba bersih tidak mempertimbangkan adanya saldo Dana Prasejahtera & Sosial.00 tidak tepat sasaran dan dapat digunakan untuk kepentingan lain. hasil bunga pinjaman.600. Ayat (4) Dalam kondisi tertentu besarnya dana Program Bina Lingkungan yang berasal dari penyisihan laba setelah pajak ditetapkan lain dengan persetujuan Menteri/RUPS Dengan pertimbangan perusahaan masih mempunyai saldo Dana Pra Sejahtera dan Sosial.180.175. Bab III pasal 8 Keputusan Menteri BUMN tersebut menyatakan: Ayat (1) Dana Program Kemitraan bersumber dari penyisihan laba setelah pajak sebesar 1% (satu persen) sampai dengan 3% (tiga persen). Di sisi lain.089. bunga deposito dan atau jasa giro dari dana Program Kemitraan setelah dikurangi beban operasional. Pendidikan dan Pembinaan Wilayah per 31 Desember 2003 sebesar Rp5.500.Ketentuan tentang penetapan dan penggunaan dana untuk Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan diatur dalam Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No.872. 6 BPK RI/AUDITAMA V .000.089.KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan Badan Usaha Milik Negara dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan. jika ada. Ayat (2) Dana Program Bina Lingkungan bersumber dari penyisihan laba setelah pajak maksimal sebesar 1% (satu persen).335. hasil bunga deposito dan atau jasa giro dari dana Program Bina Lingkungan. Pendidikan & Pembinaan Wilayah sebesar Rp5. selaras dengan pelaksanaan Keputusan Menteri BUMN No.714.00 yang belum disalurkan. Hal tersebut mengakibatkan pengalokasian laba bersih tahun buku 2003 untuk Program Bina Lingkungan sebesar Rp2. dan pelimpahan dana Program Kemitraan dari BUMN lain. Ayat (3) Besarnya dana Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan yang berasal dari penyisihan laba setelah pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) ditetapkan oleh RUPS untuk PERSERO dan Menteri untuk PERUM. PT PG menjelaskan bahwa sisa dana sebesar Rp3.600. RUPS seharusnya tidak perlu lagi mengalokasikan dana untuk Program Bina Lingkungan. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003. Pendidikan & Pembinaan Wilayah tersebut seharusnya disetorkan ke rekening Program Bina Lingkungan dan dikelola oleh unit PKBL.00. saldo Dana Prasejahtera & Sosial.872.00 akan disampaikan/dilaporkan dalam RUPS kinerja tahun 2004.

KKP merupakan peminjaman uang berdasarkan persetujuan pinjam meminjam antara PT Bank Bukopin dengan Kelompok Tani yang membeli paket pupuk Phonska dari PT PG yang dituangkan dalam Perjanjian Kredit. yaitu : (1) Perjanjian No. Permohonan kredit tersebut harus dilengkapi dengan antara lain rencana kebutuhan kredit berdasarkan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang dibuat oleh Kelompok Tani dan telah disetujui baik oleh Dinas teknis terkait maupun PT PG yang akan menentukan jumlah pagu pokok pinjaman.BPK RI menyarankan agar dalam RUPS kinerja tahun 2004. Penjualan pupuk PT PG dengan fasilitas KKP dilaksanakan dalam tahun 2001 dan 2002 yang dituangkan dalam dua perjanjian. penetapan alokasi laba bersih untuk Program Bina Lingkungan memperhatikan saldo yang belum tersalurkan. Selanjutnya akan dibuat Perjanjian Kredit dengan Kelompok Tani yang telah disetujui PT Bank Bukopin untuk mendapat KKP. PT PG dapat melakukan pendistribusian pupuk yang dimulai dengan membuat perjanjian penjualan paket pupuk Phonska antara PT PG dengan Kelompok Tani.44 juta tidak sesuai ketentuan Perjanjian Fasilitas Kredit Ketahanan Pangan PT PG melakukan penjualan pupuk Urea. ZA dan Phonska yang disebut dengan paket pupuk Phonska kepada Kelompok Tani dengan dukungan fasilitas kredit untuk produksi pertanian atau Kredit Ketahanan Pangan (KKP) dari PT Bank Bukopin. 3. 382/07/TU. Selanjutnya PT Bank Bukopin melakukan penelitian dan memberikan keputusan kredit. Setelah adanya Perjanjian Kredit.113/02/TU. dan (2) Perjanjian No. BASTB merupakan dasar PT PG untuk membuat faktur penjualan yang dipakai untuk mengakui adanya piutang.06/54/SP/2002 tanggal 16 Juli 2002 dengan penjamin PT Askrindo. Dalam perjanjian tersebut dinyatakan bahwa Kelompok Tani wajib melunasi hutangnya setelah jangka waktu tertentu ditambah bunga dan atau denda tunggakan.692.04.04. Sedangkan untuk 7 BPK RI/AUDITAMA V . Penjualan pupuk sebesar Rp5. Kelompok Tani yang telah mendapat persetujuan dari PT PG dan memenuhi persyaratan yang telah ditentukan dapat mengajukan permohonan fasilitas KKP kepada PT Bank Bukopin. dan pada akhirnya dibuat Berita Acara Serah Terima Barang (BASTB) antara PT PG dengan Kelompok Tani.06/ SP/2001 tanggal 21 Pebruari 2001 dengan penjamin Perum SPU. Fasilitas KKP ini mendapat penjaminan dari Perum Sarana Pengembangan Usaha (Perum SPU) dan PT Asuransi Kredit Indonesia (PT Askrindo).

Terhadap penjualan paket pupuk Phonska dalam kerangka fasilitas KKP yang tidak memperoleh persetujuan kredit dari PT Bank Bukopin. tetapi fasilitas KKP yang sudah disetujui PT Bank Bukopin dan dibuat Perjanjian Kreditnya baru sebesar Rp15.498.984.246.675. BASTB digunakan untuk mencairkan KKP kepada Kelompok Tani dan langsung dipindahbukukan ke rekening PT PG.108. Propinsi Jawa Timur Jawa Tengah Jawa Barat Jumlah Nilai Penyaluran Pupuk (Rp) 2. 2.00 5. Sampai dengan akhir Desember 2003.709.612.442.692.692. b.470. Berdasarkan data perkembangan pinjaman Kelompok Tani peserta KKP per akhir Nopember 2004 diketahui bahwa jumlah pengalihan yang menjadi penjualan kredit PT PG adalah sebesar Rp5.692.00 49. Hal ini menunjukkan terdapat penjualan paket pupuk Phonska dalam kerangka fasilitas KKP yang tidak mendapat persetujuan KKP dari PT Bank Bukopin sebesar Rp5.441. PT PG sudah menyalurkan pupuk kepada Kelompok Tani sebelum fasilitas KKP disetujui oleh PT Bank Bukopin dan Perjanjian Kredit dibuat. Berdasarkan laporan per 31 Mei 2002 sesuai Memo No.50 c. Dengan demikian jumlah pembayaran yang telah diterima PT PG seluruhnya sebesar Rp4.50 belum seluruhnya dilunasi. 3.00. PT PG telah menerima pembayaran dari Kelompok Tani sebesar Rp4. PT PG mengalihkannya sebagai penjualan kredit PT PG.402.00.225.50 dan dalam tahun 2004 (s.547.50 3.367.606.441.227.085. Rincian penjualan pupuk tersebut adalah sebagai berikut : No.290. 8 BPK RI/AUDITAMA V .320.814.441.00 sehingga terdapat penjualan paket pupuk Phonska yang telah dilakukan PT PG dalam kerangka fasilitas KKP diperkirakan sebesar Rp6.d akhir Nopember) menerima pembayaran sebesar Rp25.099.620.02/54/MI/2002 tanggal 24 Juni 2002 diketahui bahwa PT PG diperkirakan sudah menyalurkan pupuk sebesar Rp22.992.943.692.1/06/KU.02.50.00 yang belum mendapat persetujuan dari PT Bank Bukopin. PT PG mengakui adanya pelunasan piutang. Berdasarkan data perkembangan pinjaman Kelompok Tani peserta KKP diketahui bahwa jumlah penjualan pupuk kepada Kelompok Tani sebesar Rp5.50 dan yang belum dilunasi (piutang) sebesar Rp1.170.077.581.PT Bank Bukopin.50.547. Dari hasil pemeriksaan atas penjualan pupuk dengan fasilitas KKP dapat dikemukakan hal-hal berikut : a.466.441. Dengan adanya pembayaran dari PT Bank Bukopin dan bukti transfer. 1.547.00.417.251.547.000.

jumlah. Sedangkan mulai tahun 2004. PT PG telah menerbitkan faktur PPN atas transaksi pembebanan jasa keahlian kepada perusahaan afiliasi.Sesuai Pasal 2 Perjanjian Kredit untuk produksi pertanian atau KKP yang menggunakan paket pupuk Phonska. Dalam pasal tersebut antara lain dinyatakan bahwa PT PG melaksanakan penyediaan paket pupuk Phonska sesuai jenis. Atas sisa piutang tersebut. yaitu pembebanan jasa keahlian kepada perusahaan afiliasi belum dipungut PPN sebesar Rp362. PT PG telah melaksanakan tindak lanjut temuan tersebut yaitu dengan mencadangkan hutang PPN terhadap karyawan yang diperbantukan kepada perusahaan afiliasi. waktu dan tempat yang tertuang dalam Perjanjian Penjualan antara PT PG dengan Kelompok Tani yang memperoleh fasilitas kredit dari PT Bank Bukopin. BPK RI menyarankan agar PT PG tetap mengupayakan penagihannya dengan lebih intensif. PT PG menjelaskan bahwa hal tersebut terjadi karena petani membutuhkan pupuk dengan segera sedangkan proses administrasi di bank lama.085.553. Hal ini terjadi karena PT PG melakukan penyaluran pupuk berdasarkan RDKK yang dibuat Kelompok Tani tanpa adanya persetujuan dari PT Bank Bukopin. akan diupayakan penagihannya dan dilakukan survey untuk mendapatkan data kemampuan petani dalam melunasi piutang. Tindak lanjut Hasil Pemeriksaan tahun 2003 Dalam pemeriksaan Tahun Buku 2003 terdapat satu temuan.470.00. seharusnya PT PG tidak menyalurkan pupuk kepada Kelompok Tani sebelum adanya persetujuan dari PT Bank Bukopin. BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA 9 BPK RI/AUDITAMA V . mutu.597. harga. 4. Hal tersebut mengakibatkan adanya potensi kerugian yaitu resiko tidak tertagihnya piutang diperkirakan sebesar Rp1.70.943.

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
Nomor : 02.B/AUDITAMA V/GA/01/2005

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Kami telah mengaudit laporan keuangan PT Petrokimia Gresik tanggal 31 Desember 2004 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, dan telah menerbitkan laporan Nomor: 02.A/AUDITAMA V/GA/01/2005 tanggal 31 Januari 2005. Kami melaksanakan audit berdasarkan Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan standar auditing yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Standar tersebut mengharuskan kami untuk merencanakan dan melaksanakan audit untuk memperoleh keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material. Dalam perencanaan dan pelaksanaan audit kami atas laporan keuangan PT Petrokimia Gresik untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004, kami mempertimbangkan pengendalian intern entitas tersebut untuk menentukan prosedur audit yang kami laksanakan untuk menyatakan pendapat kami atas laporan keuangan dan tidak dimaksudkan untuk memberikan keyakinan atas pengendalian intern tersebut. Manajemen PT Petrokimia Gresik bertanggung jawab untuk menyusun dan memelihara suatu pengendalian intern. Dalam memenuhi tanggung jawabnya tersebut, diperlukan estimasi dan pertimbangan dari pihak manajemen tentang taksiran manfaat dan biaya yang berkaitan dengan pengendalian intern. Tujuan suatu pengendalian intern adalah untuk memberikan keyakinan memadai, bukan keyakinan absolut, kepada manajemen bahwa 10
BPK RI/AUDITAMA V

aktiva terjamin keamanannya dari kerugian sebagai akibat pemakaian atau pengeluaran yang tidak diotorisasi dan bahwa transaksi dilaksanakan dengan otorisasi manajemen dan dicatat semestinya untuk memungkinkan penyusunan laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Karena adanya keterbatasan bawaan dalam setiap pengendalian intern, kekeliruan atau ketidakberesan dapat saja terjadi dan tidak terdeteksi. Begitu juga, proyeksi setiap evaluasi atas pengendalian intern ke periode yang akan datang mengandung risiko bahwa suatu prosedur menjadi tidak memadai lagi karena perubahan kondisi yang terjadi atau efektifitas desain dan operasi pengendalian intern tersebut telah berkurang. Untuk tujuan laporan ini, kami menggolongkan pengendalian intern signifikan ke dalam kelompok berikut ini: • Produksi • Pemasaran • Keuangan • Teknologi & Pengembangan • SDM & Umum Untuk semua golongan pengendalian intern tersebut di atas, kami memperoleh pemahaman tentang desain pengendalian intern yang relevan dan apakah pengendalian intern tersebut dioperasikan, serta kami menentukan risiko pengendalian. Pertimbangan kami atas pengendalian intern tidak perlu mengungkapkan semua masalah dalam pengendalian intern yang mungkin merupakan kelemahan material menurut Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan. Suatu kelemahan material adalah kondisi yang dapat dilaporkan yang di dalamnya desain dan operasi satu atau lebih komponen pengendalian intern tidak mengurangi risiko ke tingkat yang relatif rendah tentang terjadinya kekeliruan dan ketidakberesan dalam jumlah yang akan material dalam hubungannya dengan laporan keuangan auditan dan tidak terdeteksi dalam waktu semestinya oleh karyawan dalam melaksanakan normal fungsi yang ditugaskan kepadanya. Kami mencatat bahwa tidak ada masalah berkaitan dengan pengendalian intern dan

11

BPK RI/AUDITAMA V

operasinya yang kami pandang memiliki kelemahan material sebagaimana kami definisikan di atas. Namun, kami mencatat masalah-masalah tertentu berkaitan dengan pengendalian intern dan operasinya disertai saran perbaikannya yang kami kemukakan pada Lampiran B.

Auditor Utama Keuangan Negara V Penanggung Jawab Audit,

Drs. Misnoto, MA, Ak. Register Negara No. D-1416 Jakarta, 31 Januari 2005

12

BPK RI/AUDITAMA V

171.000.d April 2001. PT Tirtamas Majutama dan PT PG yang dalam hal ini diwakili oleh Direktur Utama. b.00. jasa pelabuhan. PT PG diwakili oleh Direktur Utama. Pemberian tarif khusus tersebut dimaksudkan sebagai bentuk persiapan penyertaan saham PT PG pada PT PON. Surat Perjanjian antara PT PG dengan PT PON tentang Sewa Menyewa Fasilitas No. Pada periode tahun 1996 s.456/11/01. PT PON yang didirikan di Jakarta pada tahun 1996 dapat menggunakan pelabuhan PT PG untuk membongkar bahan baku dan memuat produknya dari Pabrik Octanol di Gresik.02/45/SP/1996 tanggal 14 Nopember 1996. PT PG juga menjual produk non pupuk yang antara lain berupa penjualan produk utilitas. Persiapan penyertaan saham PT PG pada PT PON telah dilakukan dengan ditandatanganinya dokumen berikut : a.000. Nilai penyertaan saham PT PG yang akan ditempatkan adalah sebesar US$2.00 atau sebesar 5% dari modal sendiri PT PON sebesar US$47.50 per inci meter per tahun. Perjanjian ini merupakan pelaksanaan dari perjanjian penyertaan saham di atas yang mengatur masalah penjualan jasa PT PG kepada PT PON atas jasa pelabuhan dan sewa 13 BPK RI/AUDITAMA V .00 dan untuk maksud penyertaan diberikan tarif khusus (50%). Pabrik Octanol tersebut menghasilkan tiga produk yaitu 2-Ethyl Hexanol (2EH atau Octanol). yaitu PT Eterindo Anugerah Prakarsa.18 ribu Selain menjual produk pupuk. Penjualan jasa kepada PT Petro Oxo Nusantara berpotensi merugikan perusahaan sebesar US$1. dan Iso-Butyl Alcohol (IBA). yaitu untuk jasa pelabuhan sebesar US$1. Sedangkan NBA dan IBA dipergunakan sebagai bahan baku pembuatan cat. dan persewaan. Octanol adalah bahan kimia dasar berbentuk alkohol cair yang dipergunakan sebagai bahan dalam proses pembuatan plastik. Normal-Butyl Alcohol (NBA).000. PT PG telah melakukan penjualan jasa pelabuhan dan persewaan kepada PT Petro Oxo Nusantara (PT PON) dengan tarif khusus atau di bawah tarif yang berlaku umum. Penyertaan tersebut dilakukan PT PG dalam bentuk antara lain : pemberian harga khusus selama 8 tahun untuk jasa bongkar/muat pelabuhan dan sewa rute pipa.350.02/45/SP/ 1996 tanggal 14 Nopember 1996 yang ditandatangani tiga pihak.Lampiran B 1. Surat Perjanjian Penyertaan Saham PT PG Dalam PT PON No. Dengan adanya fasilitas pelabuhan dan sewa rute pipa. Tarif umum jasa pelabuhan dan sewa rute pipa masing-masing sebesar US$3.50 per ton dan untuk sewa rute pipa sebesar US$1.454/11/01.

rute pipa. Dalam perjanjian dinyatakan bahwa tarif khusus untuk jasa pelabuhan sebesar US$1,50 per ton dan untuk sewa rute pipa sebesar US$1,50 per inci meter per tahun. Tarif khusus tersebut diberikan pada periode tahun 1996 s.d April 2001, sedangkan mulai bulan Mei 2001 PT PG tidak lagi memberikan tarif khusus yaitu untuk jasa pelabuhan sebesar US$3,00 per ton dan untuk sewa rute pipa sebesar US$3,00 per inci meter per tahun. Hal tersebut dilakukan setelah PT PG melakukan analisis dan penelitian mendalam atas rencana penyertaan saham PT PG pada PT PON. Melalui surat No.1454/05/KU.01.04/04/DR/2001 tanggal 15 Mei 2001 yang ditujukan kepada PT PON, PT PG menyatakan tidak ikut dalam penyertaan saham pada PT PON karena kinerja perusahaan tersebut kurang baik. Sedangkan pemberitahuan tentang perubahan tarif masing-masing menjadi sebesar US$3,00 dilakukan melalui surat Kepala Kompartemen Komersial No.1604/05/SA.04.05/23/DR/2001 tanggal 28 Mei 2001. Dengan ketidakikut-sertaan PT PG dalam penyertaan saham, maka PT PG merencanakan akan melakukan addendum atas Surat Perjanjian yang sedang berjalan. Sementara terhadap kekurangan pembayaran yang merupakan nilai persiapan penyertaan yang telah terhimpun s.d April 2001 sebesar US$1.171.178,48, PT PG telah melakukan penagihan kepada PT PON melalui dua faktur dengan rincian sebagai berikut:
No. FAKTUR 0554/FK.JL-FU/2001 0560/FK.JL-FU/2001 TANGGAL URAIAN JUMLAH (US$) 581.678,48 589.500,00 1.171.178,48

28 Mei 2001 Jasa pelabuhan 1998 s.d April 2001 30 Mei 2001 Sewa rute pipa Nov 1996 s.d Nov 2001 Total

Menanggapi kedua surat tersebut di atas dan adanya tagihan tersebut, PT PON melalui surat No.F-PJAR/PKG-035/VII/2001 tanggal 6 Juli 2001 meminta penjelasan kepada PT PG atas kekurangan tagihan biaya sewa tahun 1996 s.d 2001 karena dalam surat PT PG No.1604/05/SA.04.05/23/DR/2001 tanggal 28 Mei 2001 hanya menyebutkan tentang penggunaan tarif baru sebesar US$3,00 mulai bulan Mei 2001. Hal ini menunjukkan PT PON merasa keberatan atas tagihan yang dilakukan oleh PT PG, sehingga sampai dengan akhir bulan Desember 2004 PT PON belum melunasi tagihan tersebut, sementara itu addendum Surat Perjanjian masih dalam proses. Pembuatan addendum tersebut sesuai dengan kesepakatan para pihak yang dituangkan dalam Side Letter No.457/11/01.02/45/SP/1996 tanggal 14 Nopember 1996 yang menyatakan bahwa apabila PT PG tidak jadi ikut dalam penyertaan saham pada PT PON, maka semua Surat Perjanjian yang telah dibuat akan dilakukan perubahan seperlunya sesuai peraturan yang berlaku. Seharusnya addendum atas Surat Perjanjian yang berkaitan dengan persiapan penyertaan saham PT PG pada PT PON telah dibuat dengan merubah tarip khusus yang 14 BPK RI/AUDITAMA V

telah diberikan menjadi tarip umum dalam penggunaan fasilitas PT PG oleh PT PON untuk periode tahun 1996 s.d April 2001. Hal tersebut mengakibatkan PT PG tidak dapat menggunakan dana dari hasil penjualan jasa pelabuhan dan persewaan pada periode tahun 1996 s.d Nopember 2001 sebesar US$1.171.178,48. Masalah tersebut disebabkan PT PG tidak segera mengajukan pembuatan addendum Surat Perjanjian atas ketidakikut-sertaannya dalam penyertaan saham pada PT PON. PT PG menjelaskan bahwa Manajemen PT PG menyadari adanya permasalahan piutang kepada PT PON sebesar US$1.171.178,48. Atas permasalahan tersebut PT PG akan menawarkan penyelesaian kepada PT PON dengan cara melakukan reschedule sebesar US$1.171.178,48. Adanya Surat Perjanjian Penyertaan Saham piutang

No.456/11/01.02/45/SP/1996 tanggal 14 Nopember 1996 dan Surat Perjanjian Sewa Menyewa Fasilitas No.454/11/01.02/45/SP/1996 tanggal 14 Nopember 1996 merupakan persiapan apabila PT PG dapat ikut dalam kepemilikan saham PT PON. BPK RI menyarankan agar PT PG melakukan penagihan secara intensif atas nilai persiapan penyertaan yang sudah terhimpun s.d April 2001 sebesar US$1.171.178,48 dan mempercepat penyelesaian pembuatan addendum Surat Perjanjian. 2. Hak PT Petrokimia Gresik atas klaim pada pembelian bahan baku Rock Phosphate sebesar US$349,03 ribu belum diakui oleh Guizhou Wengfu Chemi-Phos Imp & Exp Corp China PT PG pada tahun 2003 menandatangani kontrak pengadaan bahan baku Rock Phosphate (RP) dengan Guizhou Wengfu Chemi-Phos Imp & Exp Corp (GWCPIEC) China No. WFPGPR0304 tanggal 15 Juli 2003. RP tersebut akan digunakan sebagai bahan baku pupuk SP-36. Jumlah RP yang dibeli sesuai perjanjian adalah 300.000,00 MT dengan jenis low grade, yang akan dikirim dalam 7 kali pengapalan (shipment) mulai Agustus 2003 s.d Juni 2004 berdasarkan Order Pembelian/Purchasing Order (PO) yang diterbitkan oleh PT PG. Kesepakatan yang disetujui kedua belah pihak antara lain adalah pembayaran dilakukan dengan cara menggunakan usance L/C, dan PT PG berhak mengajukan klaim atas kualitas RP yang dikirimkan oleh GWCPIEC jika terdapat perbedaan antara sertifikat kualitas (certificate of analysis) yang dikeluarkan pada saat pemuatan ke kapal dan sertifikat kualitas pada saat tiba di pelabuhan bongkar (discharging) yang dilakukan oleh Sucofindo, dengan ketentuan sebagai berikut:

15

BPK RI/AUDITAMA V

a. Setiap 0,10% penyimpangan kandungan P2O5, PT PG berhak atas klaim sebesar US$0,145/MT. b. Setiap 0,10% penyimpangan kandungan MgO, PT PG berhak atas klaim sebesar US$0,046/MT. c. Setiap 0,10% penyimpangan kandungan H2O, PT PG berhak atas klaim sebesar kelebihan kuantitas H2O dikalikan harga RP. Hasil pemeriksaan terhadap dokumen pengadaan RP dari GWCPIEC adalah sebagai berikut: a. Selama tahun 2004 dilakukan 5 kali pengiriman melalui kapal sebanyak 187.836,00 MT. Setelah tiba di gudang Gresik dilakukan uji kualitas yang dilakukan oleh Sucofindo. Dari hasil uji kualitas diketahui bahwa PO No.352/LN/2004 sebanyak 37.102,00 MT memenuhi standar kualitas yang ditetapkan dalam perjanjian. Sedangkan terhadap 4 PO lainnya yaitu No.865/LN/2003, No.062/LN/2004, No.149/LN/2004 dan No.440/LN/2004 sebanyak 150.734,00 MT, kualitasnya berada di bawah standar yang ditetapkan dalam perjanjian sehingga PT PG berhak atas klaim. b. Terhadap RP yang kualitasnya di bawah standar, PT PG telah mengirimkan surat pemberitahuan kepada GWCPIEC sebanyak 5 kali, terakhir dengan faximili No.86-8516831558/65-62221422 tanggal 6 September 2004. Dalam surat pemberitahuan tersebut dijelaskan bahwa atas PO No.440/LN/2004, PT PG berhak atas klaim sebesar US$81.618,50 setara Rp758.235.865,00 (kurs US$1,00 = Rp9.290,00). Sedangkan untuk 3 PO lainnya jumlah klaim yang diperhitungkan adalah sebesar US$140.987,15 setara Rp1.309.770.623,50 sehingga total perhitungan klaim atas keempat PO tersebut adalah sebesar US$222.605,65 setara Rp2.068.006.488,50. Atas semua klaim tersebut, GWCPIEC belum memberikan tanggapan kepada PT PG sehingga PT PG belum melakukan penagihan. c. Dari hasil perhitungan kembali (rekalkulasi) atas klaim yang sudah diberitahukan kepada GWCPIEC diketahui bahwa dalam perhitungan klaim yang dilakukan oleh PT PG terdapat kekeliruan dan diperhitungkan terlalu kecil dari yang seharusnya. Jumlah perhitungan klaim yang sudah diberitahukan kepada GWCPIEC atas 4 PO tersebut di atas sebesar US$222.605,65 setara Rp2.068.006.488,50 sedangkan hasil perhitungan kembali sebesar US$288.984,60 setara Rp2.684.666.934,00, sehingga terjadi kekurangan perhitungan sebesar US$66.378,95 (US$288.984,60 – US$222.605,65) setara Rp616.660.445,50. 16 BPK RI/AUDITAMA V

765.829.00 yang terdiri dari piutang kepada pihak ketiga sebesar Rp23. Hasil uji kualitas yang dilakukan Sucofindo menunjukkan bahwa RP atas PO No.693.619/LN/2004 dan No.WFPGPR0304 tanggal 15 Juli 2003 dan WFPGPR0405 tanggal 13 Juli 2004 atas pengiriman RP yang dilakukan oleh GWCPIEC yang kualitasnya di bawah standar.445.234.284. Selama tahun 2004 GWCPIEC telah melakukan dua kali pengiriman dengan PO No.210. Hasil perhitungan atas penyimpangan kualitas yang menjadi hak atas klaim PT PG adalah sebesar US$60.36 (US$288. 3.40.d.242.778. Dengan demikian secara keseluruhan PT PG berhak atas klaim sebesar US$349.00 dan piutang kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebesar Rp26. Hal tersebut disebabkan PT PG kurang tegas dalam menerapkan isi kontrak No. PT PG seharusnya menghitung klaim secara cermat atas kualitas RP yang tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan dalam kontrak dan segera melakukan penagihan.025.025.040.00.22 juta Laporan Keuangan PT PG per 31 Desember 2004 antara lain menunjukkan saldo akun Piutang lain-lain sebesar Rp49.508. Pada tahun 2004 PT PG mengikat kontrak baru dengan GWCPIEC dengan kontrak No.040. Hal tersebut mengakibatkan PT PG tidak dapat memanfaatkan dana dengan segera sebesar US$349.017.445. PT Petrokimia Gresik belum menerima pembayaran atas bagi hasil pendapatan jasa pelabuhan periode tahun 1996 s.00 MT.984.40. Masa berlaku kontrak adalah sejak ditandatangani kontrak s. PT PG menjelaskan bahwa pihaknya telah mengajukan surat klaim kepada Guizhou Wengfu Chemi-Phos Imp & Exp Corp China dan penagihan klaim secara financial sebesar US$349.663/LN/2004 masing-masing sebanyak 36.76 setara Rp557.444.299. BPK RI menyarankan agar PT PG melakukan penagihan klaim kepada GWCPIEC atas pengiriman barang yang tidak sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan dalam kontrak.76) setara Rp3.00 MT dan 41.491.60 + US$60.025.594.36 setara Rp3.d September 2005.WFPGPR0405 tanggal 13 Juli 2004.594.619/LN/2004 kualitasnya di bawah standar yang ditetapkan.40.36 akan dilakukan setelah GWCPIEC sepakat dengan surat klaim Biro Pengadaan.d 2002 dari PT Pelindo III sebesar Rp1. Dari jumlah tersebut diantaranya terdapat piutang 17 BPK RI/AUDITAMA V . Isi dari kontrak baru tersebut sama dengan kontrak sebelumnya.583.660.242.

Salinan perhitungan nota tagihan kepada pihak ketiga atas pemakaian jasa pelabuhan dikirim kepada PT PG.42 yang merupakan pendapatan di luar usaha yaitu tagihan atas bagi hasil pendapatan pengelolaan jasa pelabuhan periode tahun 1996 s. 18 BPK RI/AUDITAMA V . hirepurchase dan kapal-kapal lain yang digunakan untuk mengangkut barang-barang guna keperluan pihak kedua dan atau barang pihak ketiga. Berdasarkan nota tagihan tersebut. 3. Keterangan Uang tambat Wharfage/Uang Dermaga Pas Pelabuhan Penjualan Air PT PG 50% 50% 50% 80% PT Pelindo III 50% 50% 50% 20% Dalam pengelolaan dermaga tersebut. charter.758. Tarif jasa pelabuhan ditetapkan sesuai dengan peraturan dan ketentuan tarif yang berlaku di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. sedangkan PT PG hanya mengadministrasikan dan menagih penjualan air kepada pihak ketiga. muat dan bunker baik untuk kapal-kapal milik. Untuk tagihan periode tahun 1996 s. Sedangkan untuk tarif sewa permukaan air diperlakukan tarif Pelabuhan Gresik. Dalam SPK antara lain dinyatakan bahwa Dermaga Khusus PT PG digunakan untuk tambat/sandar.d Maret 2002. PT PG telah mengeluarkan faktur tagihan dari bulan April 1996 s.d 2002 sebesar Rp1.765. bongkar.758. Cara pelaksanaan pungutan jasa pelabuhan diatur dan ditetapkan oleh Pihak Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.765. 2.223. Sejak tagihan terakhir bulan Maret 2002. PT PG membuat faktur tagihan kepada PT Pelindo untuk mendapatkan bagi hasil jasa pelabuhan. Adapun pembagian hasil pendapatan jasa-jasa pelabuhan yang dipungut dari pihak ketiga ditetapkan sebagai berikut: No 1. PT PG tidak pernah lagi melakukan penagihan atau mengupayakan rekonsiliasi sehingga sd tanggal 31 Desember 2004 saldo piutang PT PG kepada PT Pelindo III tidak ada mutasi sama sekali. Penyerahan hasil pendapatan jasa-jasa pelabuhan oleh masing-masing pihak dilakukan paling lambat tanggal 15 bulan berikutnya.kepada PT Pelindo III sebesar Rp1. Dalam pengelolaan jasa pelabuhan tersebut. PT Pelindo III menyediakan semua blanko pemakaian-pemakaian jasa pelabuhan oleh pihak ketiga sekaligus melakukan penagihannya.42.d 2002. Dalam SPK tersebut PT Pelindo III diwakili oleh Administrator Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. 4. yang berlaku surut terhitung mulai tanggal 7 Agustus 1979. PT PG telah mengikat perjanjian dengan PT Pelindo III dengan Surat Perjanjian Kerjasama (SPK) Nomor 82/301/1980 ---513/IX/SPK/J/DIR/1980 tanggal 23 September 1980 tentang Pengelolaan Dermaga Khusus Petrokimia.223. namun PT Pelindo III belum melakukan pembayaran.

146. Asal piutang Faktur th 1996 Faktur th 1997 Faktur th 1998 Faktur th 1999 Faktur th 2000 Faktur th 2001 Faktur th 2002 Jumlah Nilai 1.42 yang merupakan bagi hasil jasa pelabuhan dari tahun 1996 sd 2002 dapat dirinci sebagai berikut: No. 3.219.223.735. Pasal 11 ayat (3) Perda tersebut menyatakan bahwa kewenangan pengelolaan wilayah perairan dalam batas 4 mil dari daratan sepanjang teritorial wilayah daratan kabupaten Gresik berada ditangan Pemerintah Kabupaten Gresik.765.765.223.105.765. Menindaklanjuti Perda tersebut.765. 19 BPK RI/AUDITAMA V . PT PG menjelaskan bahwa atas piutang sebesar Rp1. 63 tahun 2002 tentang Tarif Jasa Pelayanan Kepelabuhanan oleh Penyelenggara Pelabuhan di Kabupaten Gresik.50 24.458.34 1. pada tanggal 11 Juli 2002 Bupati/Kepala Pemerintah Daerah Kabupaten Gresik mengeluarkan Keputusan No.758.194. 5.42.336.758.00 2.840. 6. Hal tersebut mengakibatkan timbulnya piutang macet PT PG kepada PT Pelindo III per 31 Desember 2004 sebesar Rp1.00 1.223.800.556.42 Atas jumlah piutang tersebut oleh Bagian Akuntansi PT PG telah dilakukan penyisihan sebesar 100% karena tidak ada mutasi pembayaran lebih dari dua tahun.710.50 1.Sejalan dengan pelaksanaan otonomi daerah.758.19 tahun 2001 tentang Kepelabuhanan di Kabupaten Gresik. pada tanggal 20 Nopember 2001 Pemerintah Daerah Gresik mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) No. Hal tersebut disebabkan PT PG tidak aktif melakukan penagihan atau rekonsiliasi dengan PT Pelindo III. 1.36 2. namun masih memerlukan rekonsiliasi lebih lanjut. 4.968.72 274.782.42 tersebut telah dilakukan penagihan kepada PT Pelindo III pada tanggal 13 Januari 2005 dan telah dilakukan rekonsiliasi pada tanggal 14 Januari 2005. 7.895. 2. Saldo piutang PT PG kepada PT Pelindo III per 31 Desember 2004 sebesar Rp1. Seharusnya bagi hasil pendapatan jasa pelabuhan dapat diterima PT PG paling lambat setiap tanggal 15 bulan berikutnya. Dengan dikeluarkannya keputusan ini maka pengelolaan jasa Kepelabuhanan Dermaga Khusus PT PG tidak lagi dilakukan oleh PT Pelindo III melainkan diambil alih oleh Pemda Kabupaten Gresik.689.223.758.

00 0.170.00 0.20 Jumlah Total *) yang dicatat saat kedatangan barang adalah nomor terima barang (TB) 20 BPK RI/AUDITAMA V .320.027. Status barang tersebut adalah stock item (SI).912.939.239. Terdapat sisa barang yang sudah dibeli dari tahun 2001 s. Pemeliharaan III (Har III) Dep. Peralatan & Permesinan (Latsin) Jumlah Nilai (Rp) 7.047.00 426.150.120.224.656.00 Latsin 160.491.01 3.285.01 Har II 185.00 116.427.00 10.074. Pemeliharaan II (Har II) Dep.411.d 2004 senilai Rp21.980.00 78.496.120.840.000.963.00 0.25 44.20 dengan rincian sebagai berikut: No.956.831.00 56. 1. 3.00 82.270.503.54 444. unit peminta barang dan nilai sebagai berikut: Bulan Har I *) Januari Pebruari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember 7.509.76 0.818. Unit Peminta Barang (User) Dep.655. 4.900.00 448.00 9.293.00 31.40 254.750.106.936.85 214.900.150.560.00 3.833.963.085.00 5.043.10 82.184. Berdasarkan data yang diperoleh dari Bagian Perencanaan dan Pengendalian Biro Pengadaan (Candal Ro Daan) diketahui bahwa s.00 35.483.828. dimana apabila barang tersebut sudah datang maka harus langsung diambil dan dipakai oleh unit peminta barang.76 13.408.350.074.22 juta namun belum diambil oleh unit peminta barang Selama tahun 2004.931.956.579.926.113.219.100.027.00 161.00 284.00 212.00 426.76 13.915. 4.074.677. Prasarana Pabrik & Kawasan (PPK) Dep.00 88.578.00 21.00 3.652.00 280.000.00 8.825.001.459.818.750. 5 Departemen) baik pembelian dalam negeri maupun pembelian impor.00 14.754.054.463.774.00 106.920.822.477.83 180.772.00 17.744. 5.167.956. dengan kategori intransit (I) atau suku cadang penyangga (Z).997.063.00 158.00 0.00 128.838.774. Pemeliharaan I (Har I) Dep.886.080.16 PPK 12. 2.427. Biro Pengadaan PT PG melakukan pembelian barang yang diminta oleh unit peminta barang/user (dhi.015.126.833.673.351.00 1.00 64.581.637.498.32 36.833.997.91 325.772.20 Jumlah tersebut merupakan barang yang datang dari bulan Januari s.915.16 467.96 169.285.d Nopember 2004 dengan rincian waktu.483.BPK RI menyarankan agar PT PG segera melakukan rekonsiliasi lebih lanjut untuk menetapkan jumlah yang pasti dan selanjutnya melakukan penagihan secara intensif.896.27 Departemen Har III 35.118.133.58 120.225.117.106.00 0.758.d bulan Nopember 2004 masih terdapat barang yang telah dibeli dan diterima namun belum diambil oleh unit peminta barang senilai Rp13.909.343.558.470.581.00 467.699.714.27 1.

697.190.729.22.023.538.946.800.107.538.46 2003 16. User 2001 1. 1.729.259.78 24.483. 2.853.854.80 1. 21 BPK RI/AUDITAMA V . yaitu jumlah barang yang sudah dibeli namun belum diambil oleh unit peminta barang sebesar Rp24.383.692.789.354.00 900.907.232. Hal yang sama terjadi juga pada tahun 2003.000.840.00 91.255.221.557.00 88.896.945.878.886.249.639.946.68 3.67.861.68 2.417.681.816.681.163.321.206.907.Berdasarkan penjelasan dari PT PG diketahui bahwa belum diambilnya barang tersebut antara lain dikarenakan barang yang akan diganti ternyata masih bisa diperbaiki dan dipakai lagi serta ketika diperlukan barang tersebut belum datang.639.07 28.639.22 Jumlah Dari jumlah tersebut diketahui bahwa pada tahun 2004 terjadi mutasi di Departemen Pemeliharaan I sebesar Rp10.489. 3.196.829.462.360.120.95 1.289.81 1.71.249.106.81 1.98.023.81 sehingga sisa barang yang belum diambil per 29 Desember 2004 seluruhnya sebesar Rp8.253.00 36.98 22.259.825.800.557.829.175. Pemeliharaan I Pemeliharaan II Pemeliharaan III Prasarana Pabrik & Kawasan Peralatan & Permesinan Jumlah 3.36 1.300.59 231.708.00 0.096.00 433. Seharusnya barang yang sudah dibeli oleh Ro Daan atas permintaan user dengan kategori intransit atau suku cadang penyangga segera diambil dari gudang logistik Ro Daan dan langsung dipakai.78 24.74 1. Departemen Pemeliharaan I Pemeliharaan II Pemeliharaan III Prasarana Pabrik & Kawasan Peralatan & Permesinan Jumlah Nilai (Rp) 17.000. atau seluruhnya sebesar Rp15.000.108. 3.000. di Departemen Pemeliharaan II sebesar Rp1. 4.483.708. Rincian barang yang belum diambil per 31 Desember 2003 terjadi pada Departemen berikut: No.099.145.00 936. di Departemen Prasarana Pabrik & Kawasan sebesar Rp1.714.00 0.654.370.864.181.45.557.00 dan di Departemen Peralatan & Permesinan sebesar Rp897.009. di Departemen Pemeliharaan III sebesar Rp2.68 3.896.500.41.489. 4.921.00 936.259.354.455. 5.00 0.108.76 17.00 Pengadaan tahun 2002 1. 2.109.362.161.322.206. 5.842.22 Berdasarkan hasil pemeriksaan secara uji petik atas administrasi dan fisik barang yang belum diambil diketahui bahwa dari jumlah barang yang belum diambil per 31 Desember 2003 ternyata diantaranya terdapat barang yang berasal dari pengadaan tahun 2001 dan 2002 dengan rincian sebagai berikut: No.875.95 1.729.

217. BPK RI menyarankan agar Bagian Candal pada kelima unit peminta barang tersebut dalam mengajukan permintaan pembelian barang disesuaikan dengan kebutuhan senyatanya. b. PT PG menyimpan dana operasional perusahaan pada 10 bank dalam 37 rekening yang terdiri dari rekening giro aktif sebanyak 29 rekening untuk operasional perusahaan 22 BPK RI/AUDITAMA V .842. Terjadi pembelian barang yang tidak tepat waktu dan tidak tepat sasaran. Perencanaan dan pengendalian pada kelima unit peminta barang tersebut di atas tidak berjalan dengan baik. yang memberikan otorisasi atas penerimaan dan pengeluaran uang.864 milyar.20 + Rp8. Dep PPK dan Dep Latsin pada tahun 2005 pada saat Perbaikan Tahunan dan untuk kebutuhan/pemeliharaan rutin. 5. Dep Har II. diantaranya sebesar Rp 1.074. PT PG menjelaskan bahwa sisa barang yang belum diambil oleh unit pemakai dari Januari s.864. Hal tersebut disebabkan: a. maka perusahaan akan menerapkan prosedur kerja agar tercipta suatu pengendalian atas penerimaan dan pengeluaran uang.387 milyar akan dipasang oleh Dep Har I. 2002 dan 2003 sebesar Rp8. Selain itu agar Bagian Candal pada Biro Pengadaan lebih cermat lagi memproses setiap permintaan pembelian dari unit peminta barang. Sedangkan sisa barang yang belum diambil oleh unit pemakai periode 2001. Dep Har III.Hal tersebut mengakibatkan terjadi pengendapan dana yang tidak efektif sebesar Rp21.886. Beberapa ciri pengendalian internal yang baik atas transaksi penerimaan dan pengeluaran uang adalah adanya pemisahan fungsi tugas dan tanggungjawab antara yang menerima dan mengeluarkan uang dengan yang melakukan pencatatan.477 milyar merupakan barang insurance dan sisanya sebesar Rp6. PT Petrokimia Gresik tidak melakukan rekonsiliasi bank secara teratur Dalam rangka membentuk pengendalian internal yang baik terhadap pengelolaan dana.833. Dep Har II. Dep Har III.61 (Rp13.956.589 milyar akan dipasang oleh Dep Har I.939.383.485 milyar merupakan barang insurance (suku cadang penyangga) dan sisanya sebesar Rp11. diantaranya sebesar Rp2.074 milyar.d Nopember 2004 sebesar Rp13.41). Dep PPK dan Dep Latsin pada tahun 2005 pada saat Perbaikan Tahunan dan untuk kebutuhan/pemeliharaan rutin. Selain itu petugas Keuangan harus melakukan rekonsiliasi bank setiap akhir bulan secara teratur sehingga diharapkan saldo bank menurut pembukuan selalu sesuai dengan saldo fisik yang ada di banknya.

23 BPK RI/AUDITAMA V . Bukopin. Dana outstanding ini berdampak pada saldo piutang usaha setiap akhir bulan. Standard Chartered Bank.dan 8 rekening untuk penyaluran Kredit Modal Kerja dan Kredit Investasi. Sedangkan yang menjadi dasar jumlah saldo bank di laporan keuangan interim adalah saldo bank menurut pembukuan Akuntansi. BNI. Rekonsiliasi bank di PT PG merupakan tugas dari Seksi Pengelolaan Dana dan dijelaskan bahwa selama tahun 2004 rekonsiliasi bank tidak dilakukan secara teratur setiap bulan. Untuk pelunasan yang belum dapat ditelusuri tersebut dananya tetap tersimpan dalam rekening bank. Bank DBS Indonesia dan Bank Hongkong Shanghai Bank Corporation (HSBC). Bagian Perbendaharaan membawahi Seksi Penagihan. Menurut penjelasan Biro Keuangan. dana outstanding yang belum diketahui sumbernya akan dibukukan sebagai Uang Muka Penjualan. Kesepuluh bank yang mengelola dana perusahaan tersebut adalah BCA. Namun Seksi Penagihan kadang-kadang mengalami kesulitan terhadap pelunasan yang dilakukan distributor dengan cara transfer bank atau melalui ATM karena tidak ada keterangan yang jelas. Oleh karena tidak pernah dilakukan rekonsiliasi bank secara teratur. maka setiap bulan akan selalu terdapat selisih atas penerimaan uang antara pembukuan Akuntansi dengan saldo rekening bank secara fisik sehingga jumlah penerimaan dana akan terus terakumulasi dan menjadi dana outstanding. Bank Syariah Mandiri. Seksi Pembayaran dan Seksi Pengelolaan dana. Biro Keuangan terdiri dari dua bagian. Rekonsiliasi bank hanya dilakukan pada akhir tahun yaitu bulan Desember bersamaan dengan penyusunan laporan keuangan akhir tahun perusahaan. Bank Mandiri. BRI. Citybank. yaitu Perbendaharaan dan Pajak & Asuransi (Paransi). Pada akhir tahun. timbulnya dana outstanding tersebut karena belum dilakukan pembukuan atas sejumlah uang masuk di bank atas pembayaran distributor yang belum dapat diidentifikasikan dan juga karena terjadi penumpukan (overload) pekerjaan di Seksi Penagihan sehingga terlambat dalam membukukan uang yang telah diterima. Bagian Keuangan selama ini memperlakukan dana yang outstanding tersebut tetap tersimpan dalam rekening bank sebagai rekening yang belum diketahui. Seksi Penagihan mempunyai tugas mencatat hasil penagihan atau pelunasan atas penjualan setiap bulan yang antara lain dari distributor dengan mengecek transaksi penerimaan masuk dari rekening koran bank dan mencocokkan dengan catatan dari Bagian Pemasaran. Berdasarkan struktur organisasi PT PG.

Pada bulan Oktober 2004. saldo rekening koran lebih besar Rp60 milyar c. PT PG menjelaskan pada bulan Desember 2004. 24 BPK RI/AUDITAMA V . saldo rekening koran lebih besar Rp87 milyar PT PG seharusnya melakukan rekonsiliasi bank secara teratur setiap bulan dan bila terdapat selisih segera menyesuaikannya sehingga saldo bank di pembukuan selalu sesuai dengan saldo fisik yang ada di bank. saldo rekening koran lebih besar Rp69 milyar d. Belum ada kebijakan mengenai kapan dan bagaimana rekonsiliasi bank harus dilakukan. Melakukan rekonsiliasi bank secara teratur setiap bulan sehingga dapat diperoleh informasi keuangan yang akurat dan tepat waktu. b. Juni. Terbatasnya sumber daya manusia yang melakukan rekonsiliasi bank. Rincian perbedaan tersebut adalah sebagai berikut: a. Pada bulan Januari 2004. Hal tersebut disebabkan: a. yaitu saldo rekening bank lebih tinggi dari saldo menurut buku pada bulan Januari. Dari hasil pemeriksaan dapat diketahui bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara saldo bank menurut rekening koran dengan saldo menurut pembukuan Akuntansi. Pada bulan Nopember 2004. Pada bulan Juni 2004. Hal tersebut mengakibatkan: a. BPK RI menyarankan agar PT PG: a. Oktober dan Nopember tahun 2004. Timbulnya dana outstanding yang mempengaruhi nilai saldo piutang usaha setiap akhir bulan.Bagian Keuangan mengalami kendala untuk melakukan rekonsiliasi bank karena yang menangani rekonsiliasi bank hanya dilakukan oleh satu orang petugas sedangkan jumlah rekening bank yang digunakan ada 29 rekening giro dan dilakukan setiap bulan. c. rekonsiliasi bank telah dilakukan dan untuk periode selanjutnya akan melakukan rekonsiliasi bank secara periodik (bulanan). Informasi saldo bank yang terdapat dalam Laporan Keuangan Bulanan tidak mencerminkan posisi yang sesungguhnya sehingga dapat mempengaruhi keputusan yang diambil oleh Manajemen sebagai pengguna laporan keuangan b. saldo rekening koran lebih besar Rp42 milyar b. Tujuan sistem akuntansi sebagai salah satu sarana pengaman asset perusahaan tidak tercapai.

Menyusun kebijakan dan prosedur mengenai pelaksanaan rekonsilasi bank dan kapan rekonsiliasi tersebut harus dilakukan. Pelaksanaan pembinaan industri kecil kapur dan fosfat alam yang diserahkan pelaksanaannya kepada PT Graha Cipta Sarana (PT GCS) tidak sesuai dengan Surat Direktur Produksi No. karena PT GCS tidak melakukan kewajiban berupa pembinaan kepada industri kecil. Tindak lanjut terhadap temuan tersebut adalah PT PG telah memutus kontrak dengan PT GCS. PT PG telah memberlakukan pemberian sanksi denda terhadap keterlambatan penebusan DO. terutama mengenai pembagian beban biaya gudang. Tindak lanjut Hasil Pemeriksaan tahun 2003 Dalam pemeriksaan tahun buku 2003 terdapat 2 (dua) temuan. Temuan tersebut seluruhnya telah ditindaklanjuti pada tahun 2004 dan dinyatakan selesai. Perjanjian Kerjasama Sewa Gudang dengan PT Bhanda Ghara Reksa (PT BGR) belum sepenuhnya selaras dengan SPJB antara PT PG dengan Distributor Pupuk.b. Mulai tahun 2004 pelaksanaan pembinaan industri kecil kapur dan fosfat alam dilakukan oleh Biro Pengadaan PT PG b.03/13/DR/2000 tanggal 19 Mei 2000. 6. BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA 25 BPK RI/AUDITAMA V .03. Tindak lanjut mengenai pembagian beban biaya gudang. Hal tersebut dilakukan agar PT PG tidak menanggung beban sewa gudang atas sisa pupuk milik Distributor yang masih tersimpan di gudang penyangga.1400/05/HU. Kedua temuan tersebut dan tindak lanjutnya adalah: a.

31 Jakarta 10210 Telp. 5720957. (021) 5700380. 5738740.d. 9 pesawat 511 Fax.C/AUDITAMA V/01/2005 : 18 Januari 2005 Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Jalan Gatot Subroto No. 5723995 . 5704395 s. 5738727. (021) 5700380.BPK RI LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN LAPORAN PENGELOLAAN PROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL) PT PETROKIMIA GRESIK Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2004 Nomor Tanggal : 02.

Sifat dan Tujuan Audit ……. Dasar Pengelolaan Dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan .………. Sumber dan Penggunaan Dana ……………………………………… 8. Ruang Lingkup dan Periode yang Diaudit …………………………. Struktur Organisasi …………………………. Lampiran 8 16 20 6 6 6 7 7 Hal 1 .DAFTAR ISI BAB I BAB II SIMPULAN HASIL AUDIT URAIAN AUDIT 1.. Hasil Audit Pengelolaan Dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan ………………………………………………………….. 3. 7.…………..... 4.………………………………………. Dasar Audit …………………………………….……………………… 6. Hal-hal Yang Perlu Mendapat Perhatian ……………………………. 5.. 2.

sistem pengendalian manajemen dan pelaksanaan operasi Program.024.370. Hasil audit pengelolaan dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Dari audit atas pengelolaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) PT Petrokimia Gresik (PT PG) untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 dapat dikemukakan sebagai berikut: a. Audit dilaksanakan dari tanggal 6 Desember 2004 sampai dengan 18 Januari 2005.202.090.000.00 tersebut merupakan 154.900. Anggaran dan realisasi Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Realisasi dana Program Kemitraan dilaksanakan dalam bentuk pemberian pinjaman modal kerja/investasi serta bantuan hibah.00.370.00 telah BPK RI/AUDITAMA V . penggunaan Rp6.658. Standar Auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia serta aturan lainnya yang diberlakukan pemerintah terhadap pengelolaan PKBL.378.000.024.658.526.282.00 atau 133. perencanaan.00 telah direalisasikan dalam bentuk pinjaman atau dan hibah untuk Realisasi Program Kemitraan dana sebesar sebesar Rp6.10% dari realisasi tahun 2003 sebesar Rp4. review dan analisa terhadap kebijakan.48% dari Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Program Kemitraan tahun 2004 sebesar Rp3. Sedangkan dana Bina Lingkungan yang tersedia pada tahun 2004 sebesar Rp2. Standar tersebut mengharuskan kami memberikan penilaian atas efektifitas. Simpulan atas audit tersebut adalah sebagai berikut: 1.00 95. efisiensi dan keekonomisan serta kepatuhan pada peraturan yang berlaku. Kami melaksanakan audit berdasarkan Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan Badan Pemeriksa Keuangan.SIMPULAN HASIL AUDIT Kami telah mengaudit Laporan Keuangan dan Laporan mengenai pengelolaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) PT Petrokimia Gresik untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004. Suatu audit meliputi evaluasi terhadap bukti.614.630.008. Laporan keuangan dan laporan mengenai pengelolaan PKBL merupakan tanggung jawab manajemen.90%.201. Berdasarkan dana Program Kemitraan yang tersedia pada tahun 2004 sebesar Rp6. Tanggung jawab kami terletak pada hasil penilaian atas laporan keuangan dan pengelolaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan PKBL berdasarkan audit kami.

95%.000. Ketua Pelaksana Badan Pembinaan dan Pengembangan Industri Kecil (BPPIK) PT PG telah menyusun program kerja kemitraan 2004 seperti yang tertuang dalam RKA PKBL tahun 2004.030.030. bantuan pengembangan prasarana dan sarana umum.319.14% dari realisasi tahun 2003 sebesar Rp1. 4) Pengadministrasian Pengadministrasian terhadap mitra binaan maupun calon mitra binaan telah dilakukan oleh pelaksana BPPIK.00 atau 169.958.000.00 tersebut merupakan 190.000.782.108.319.00 atau 88.782.888. demikian juga mengenai bantuan kepada masyarakat lingkungan sekitar perusahaan. RKA tersebut digunakan sebagai acuan pengelolaan PKBL 2) Koordinasi Dalam penyaluran bantuan baik untuk kemitraan maupun untuk bina lingkungan telah dilaksanakan koordinasi secara internal pada pelaksana BPPIK dan unit kerja terkait. 2 BPK RI/AUDITAMA V . Efektivitas Kegiatan Manajerial Bagian PKBL PT PG 1) Perencanaan Dalam tahun 2004. b.00. Dalam melaksanakan pemantauan terhadap mitra binaan BPPIK juga bekerja sama dengan PT GCS.000. Berdasarkan RKA PKBL tahun 2004.000.157. Sedangkan rencana alokasi dana bina lingkungan sebesar Rp1.00.000.808.direalisasikan untuk pelaksanaan Bina Lingkungan berupa bantuan bencana alam. 3) Pemantauan Pemantauan merupakan kegiatan yang sangat penting untuk memperoleh informasi mengenai perkembangan mitra binaan. PT PG juga bekerjasama dengan PT Gresik Cipta Sejahtera (PT GCS) dalam pembinaan mitra binaan. bantuan sarana ibadah serta bantuan peningkatan kesehatan sebesar Rp1.00. 5) Pelaporan Pelaporan pengelolaan program kemitraan dan bina lingkungan telah dilakukan sesuai dengan ketentuan. Realisasi penggunaan dana Bina Lingkungan sebesar Rp1. jumlah mitra binaan yang akan dibina sebanyak 200 mitra binaan dengan rencana alokasi sebesar Rp4.13% dari RKA Bina Lingkungan sebesar Rp1.958. bantuan pendidikan masyarakat sekitar.

Tingkat kolektibilitas pengembalian pinjaman mempunyai skor “2” dengan tingkat kolektibilitas pinjaman 40. Berdasarkan indikator yang ditetapkan dalam Keputusan Surat Keputusan Menteri Negara BUMN No.c.660.90% dari dana yang tersedia. Ketaatan Terhadap Ketentuan Perundang-Undangan Yang Berlaku Untuk tahun 2004.323. Kep-100/MBU/2002 tanggal 04 Juni 2002 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Badan Usaha Milik Negara. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan baik untuk pembentukan dana program bina lingkungan dan jenis kegiatan yang diperbolehkan mendapat bantuan. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan.686.00 Bina Lingkungan 3 BPK RI/AUDITAMA V .323. Sumber dan penggunaan dana Sumber dan penggunaan dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan secara akumulasi sampai dengan 31 Desember 2004 yaitu sumber dana sebesar Rp48.966. d. pada umumnya PT PG telah melaksanakan Program Kemitraan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku terutama ketentuan mengenai (1) batasan jumlah pembentukan/penyediaan dana Program Kemitraan dan pengalokasiannya dan (2) jenis kegiatan yang diperbolehkan sebagaimana ditetapkan dalam Keputusan Menteri Keuangan RI Nomor 316/KMK.377.86% dari jumlah seluruh pinjaman.671.S-366/M-MBU/2002 tanggal 6 Mei 2002 tentang Program Bina Lingkungan jo Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No.616.627. kinerja PKBL PT Petrokimia Gresik adalah: Tingkat efektivitas penyaluran dana mempunyai skor “3” dengan tingkat penyaluran dana 95.016/1994 tanggal 27 Juni 1994 tentang Pedoman Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi Melalui Pemanfaatan Dana dan Bagian Laba BUMN jo Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No.00.0 tersebut telah digunakan untuk Program Kemitraan sebesar Rp44.627.00 dan penggunaan dana sebesar Rp48. Demikian halnya dengan Program Bina Lingkungan yang telah dilaksanakan sesuai dengan Surat Menteri Negara BUMN No. Jumlah kumulatif penggunaan dana dan sampai untuk dengan Program 31 Desember 2004 sebesar sebesar Rp48.377. 2.686.

280.145. Hal tersebut terjadi karena Bagian UKK berkeinginan untuk menaikkan tingkat pengembalian pinjaman. Biro/Departemen dan Kompartemen dalam struktur organisasi PT PG yang terkait dengan pengelolaan PKBL. Permasalahan tersebut mengakibatkan terjadi tumpang tindih penagihan dengan petugas PT GCS dan melanggar perjanjian yang telah disepakati.000. b. 4 BPK RI/AUDITAMA V .00.00 kurang tepat sasaran.070. e.800. Saldo pinjaman tersebut per 31 Desember 2004 sebesar Rp12.696. Terdapat satu (1) temuan pemeriksaan tahun buku 2002 yang masih dalam proses penyelesaian yaitu terdapat uang pembinaan kemitraan usaha tani yang belum dibayarkan kepada petani dan masih berada di distributor pupuk PT Himikarta senilai Rp16.Rp3. 3. Sehingga sisa dana PKBL pada 31 Desember 2004 sebesar Rp282.000.706. Permasalahan tersebut mengakibatkan pemberian bantuan BL sebesar Rp225.00 yang memerlukan usaha khusus dalam penagihannya. Hal tersebut disebabkan PT PG kurang melakukan penagihan secara intensif. Hal tersebut disebabkan PT PG belum melakukan survai secara memadai dan kurang selektif dalam menentukan obyek penerima dana Program BL. Pelaksanaan tugas antara Bagian UKK PT Petrokimia Gresik dan PT Gresik Cipta Sejahtera belum sepenuhnya sesuai dengan Surat Perjanjian yang berlaku.00. Hal-hal yang perlu mendapat perhatian a.475. d.000.000. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 dan Surat Edaran Menteri BUMN Nomor SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003.575. Permasalahan tersebut mengakibatkan meningkatnya jenjang birokrasi dan diperlukannya koordinasi lebih intensif antara Bagian. Hal tersebut disebabkan Direksi PT PG kurang mematuhi ketentuan dalam Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No.304. Pelaksanaan pemberian bantuan Program Bina Lingkungan (BL) belum sepenuhnya mengikuti ketentuan. PT Petrokimia Gresik belum membentuk unit Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) yang mandiri.00.00. c. Terdapat pinjaman macet sebesar Rp220.

Bagian UKK PT PG melakukan penagihan dengan cara mendatangi langsung maupun dalam bentuk surat dan memberi peringatan tertulis kepada Ketua dan Sekretaris Yayasan Bina Masyarakat Insan Utama (H.SE. Anis di Surabaya.433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003 dalam menentukan obyek penerima dana BL.H.) di Jakarta dan kepada M. Drs. e. Ak. d. Direksi PT PG agar menyempurnakan klausul dalam Surat Perjanjian yang telah dibuat dengan PT GCS khususnya pasal 1 ayat 3 butir b tentang tugas penagihan. D-1416 Jakarta. c. Auditor Utama Keuangan Negara V Penanggung Jawab Audit. S. b. Direksi PT PG segera membentuk unit PKBL yang mandiri. 18 Januari 2005 5 BPK RI/AUDITAMA V . Agar PT PG segera menindaklanjuti temuan yang masih dalam proses penyelesaian. kami merekomendasikan sebagai berikut : a. Misnoto. Demikian kesimpulan hasil audit terhadap pengelolaan PKBL PT PG yang dapat kami sampaikan. Pengelola program BL PT PG agar melakukan evaluasi proposal bantuan BL dan berpedoman pada Surat Edaran Menteri BUMN No. Register Negara No. Rekomendasi Terhadap permasalahan di atas. sedangkan penjelasan lebih lanjut dimuat pada laporan berikut.4. Ikhsan Abdullah. Sulaeman dan H. MA.

perihal penugasan untuk melakukan pemeriksaan atas Laporan Keuangan Tahun Buku 2004 pada PT Petrokimia Gresik dan pemeriksaan atas pengelolaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL). c. serta menilai kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 5 tahun 1973 tentang Badan Pemeriksa Keuangan dan peraturan perundangan lainnya yang berlaku. Sifat dan Tujuan Audit Audit yang kami lakukan merupakan audit keuangan dan operasional atas pengelolaan Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan (PKBL) PT Petrokimia Gresik dengan tujuan untuk menilai efektivitas dan efisiensi pengelolaan program. Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No.S-88/MBU/2004 tanggal 31 Maret 2004 tentang Penetapan Alokasi Dana PUKK. daya guna dan hasil guna. BUMN Pembina & Koordinator Pembina di setiap Propinsi/Daerah Istimewa Tahun 2003. Dasar Pengelolaan Dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan a. memberikan rekomendasi perbaikan guna meningkatkan kehematan. Surat Menteri Negara BUMN No.URAIAN AUDIT 1.S-116/MBU/2003 tanggal 21 Maret 2003 tentang Penetapan Alokasi Dana PUKK. b. SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan. 23 F dan 23 G. Surat Tugas Badan Pemeriksa Keuangan No.1/9/2004 tanggal 28 September 2004. Surat Edaran Menteri BUMN No. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan. 2. c. 3. b. Surat Menteri Negara BUMN No. BUMN Pembina & Koordinator Pembina di setiap Propinsi Tahun 2004. Dasar Audit a. Undang-undang Dasar Tahun 1945 pasal 23 E.57/ST/VII-XV. BPK R1/AUDITAMA V . d.

g.205/07/HU. 4.02/30/SK/2002 tanggal 15 Mei 2002 tentang Susunan dan Tugas Pelaksana Program Bina Lingkungan PT Petrokimia Gresik.03.205/07/HU.097/05/TU. f.03/31/SK/2003 tanggal 22 Juli 2003 tentang Susunan dan Tugas Badan Pembinaan dan Pengembangan Industri Kecil (BPPIK) PT Petrokimia Gresik. Audit dilaksanakan dari tanggal 6 Desember 2004 sampai dengan 18 Januari 2005. Adapun bentuk dan susunan anggota BPPIK PT Petrokimia Gresik adalah sebagai berikut: a. Surat Keputusan Menteri Negara BUMN No. Kep-100/MBU/2002 tanggal 04 Juni 2002 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Badan Usaha Milik Negara. Struktur Organisasi Dalam rangka untuk lebih meningkatkan pelaksanaan Pembinaan dan Pengembangan Industri Kecil. Surat Keputusan Direksi PT Petrokimia Gresik No. : Kepala Biro Pengembangan Usaha : Kepala Bagian Pengembangan Usaha Kecil dan Koperasi : Kepala Biro Keuangan : Direksi PT Petrokimia Gresik c. Penasehat b. Ruang Lingkup dan Periode yang Diaudit Kami melakukan audit atas laporan keuangan dan hasil pengelolaan PKBL PT Petrokimia Gresik tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (tanggal 1 Januari s. Direksi PT Petrokimia Gresik membentuk Badan Pembinaan dan Pengembangan Industri Kecil (BPPIK) dengan Surat Keputusan Direksi No.e.d 31 Desember 2004).03.03/31/SK/2003 tanggal 22 Juli 2003 tentang Susunan dan Tugas Badan Pembinaan dan Pengembangan Industri Kecil (BPPIK).04. 5. Surat Keputusan Direksi PT Petrokimia Gresik No. Dewan Pembina: Ketua Wakil Ketua I Wakil Ketua II Ketua Sekretaris Bendahara : Direktur Teknik : Kepala Kompartemen Pengembangan : Kepala Kompartemen Administrasi dan Keuangan. Pelaksana: Pencatat Pembukuan : Kepala Biro Akuntansi 7 BPK-RI/AUDITAMA V .

Susunan Pelaksana Program Bina Lingkungan adalah sebagai berikut: Ketua Sekretaris Bendahara Pencatat Pembukuan Anggota : Sekretaris Perusahaan : Karo Humas : Karo Keuangan : Karo Akuntansi : Karo/Kadep yang terkait. 6. PT Gresik Cipta Sejahtera (PT GCS) 3.02/30/SK/2002 tanggal 15 Mei 2002 tentang Susunan dan Tugas Pelaksana Program Bina Lingkungan PT Petrokimia Gresik. Anggota : 1.04. Anggaran dan Realisasi Program Kemitraan dan Bina Lingkungan 1) Program Kemitraan Program Kemitraan yang telah dilakukan oleh BPPIK PT PG adalah pembinaan dibidang permodalan dan hibah yang terdiri dari teknik produksi.d. pemasaran dan manajerial. Sedangkan untuk melaksanakan Program Bina Lingkungan. Perbandingan antara realisasi penerimaan dan pengeluaran tahun 2004 dengan anggarannya serta terhadap realisasi tahun sebelumnya adalah sebagai berikut: 8 BPK-RI/AUDITAMA V . Karo/Kadep yang terkait 2. Pengelola Lingkungan Industri Kecil (LIK) Gresik.097/05/TU. Hasil Audit Pengelolaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Audit atas pengelolaan dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) PT PG untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 dapat dikemukakan sebagai berikut: a. Direksi PT PG membentuk Pelaksana Program Bina Lingkungan dengan Surat Keputusan No.

Penerimaan jasa giro/bunga deposito e.27 63.990.667 343.79 129.078.900.338.024.703.000 616.00 tersebut merupakan 154.000 3.54 69.35% dari anggaran sebesar Rp3.300.27 67.590.990 2.008.660 450.980 19.090.993.397.196 932.353.026.97 152.590.000.590. Saldo Realisasi Program Kemitraan dilaksanakan dalam bentuk pemberian pinjaman modal kerja/investasi serta bantuan hibah yang dimaksudkan untuk membantu meningkatkan dan mengembangkan kegiatan usaha kecil dan koperasi.00 atau 173.703.994. Hibah kepada Mitra Binaan 3.401. Penggunaan dana : 1.125.240.60 174.119.841.606.000.941.832 275.000.75 2. Biaya Operasional Jumlah Penggunaan Dana 3.00.090 124.72 134.087.378.400.630 105.77 181.948.408.196 4.120.026.630. Tingginya realisasi penyaluran tersebut disebabkan ketersediaan dana dari tingkat pengembalian pinjaman yang cukup tinggi dan naiknya realisasi sumber dana dari pembagian laba sebesar Rp1.634 0 4. Penerimaan alokasi laba tahun 2003 b. Penerimaan angsuran pinjaman c.658.78 151.000.000 401.90%.00 Realisasi pembinaan dalam bentuk bantuan pinjaman modal diberikan kepada 174 Mitra Binaan sebesar Rp5.108.96 B.65 137.00 yang sebelumnya dianggarkan sebesar Rp1.470 189.599.00 atau 95.30 125.97 168.000 4.000.00 atau 133.000.22 11.633 338.626 14.69 131.090 343.00 telah direalisasi dalam bentuk pinjaman dan hibah sebesar Rp6.000.617.000.03 159.295.282.240.000 6.470 5.050 20.000.000 4.120.10% dari realisasi tahun 2003 sebesar Rp4.191.122.560 1.651.068.117 491.39 116.658.133.087.590.000 4.35 78.623 22.118.48% dari Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Program Kemitraan tahun 2004 sebesar Rp3.400 6.000 780.000 208. 9 BPK-RI/AUDITAMA V . Berdasarkan dana yang tersedia pada tahun 2004 sebesar Rp6.(Rupiah) REALISASI No Uraian RKA Tahun 2004 (2) Tahun 2003 (3) Tahun 2004 (4) Perbandingan (%) (1) (5)=(4/2) (6)=(4/3) A. Dana yang tersedia : 1.024.98 104. Pinjaman Modal kerja/investasi 2.789.242.244.000.11 153.282. Penerimaan bunga pinjaman d.370.000 14.860 173.46 C.295. Lain-lain Jumlah dana yang tersedia 1.008.370 217.821.770 39. Saldo Awal 2.526.408.370. Sumber dana : a.00.874 438.071.740.96 276. Realisasi penggunaan dana Rp6.230 4.203.

000.000 150.98 Dari sejumlah kegiatan pemberian hibah untuk mitra binaan tahun 2004 hanya kegiatan pameran dan promosi yang melebihi anggaran yaitu sebesar Rp422.000.00 atau 168.900.00 80.26 0.99 35. Sedangkan untuk kegiatan lain yaitu konsultasi bisnis. 2) Bina Lingkungan Pengelolaan Program Bina Lingkungan telah dilaksanakan dengan memberikan bantuan kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan kepedulian terhadap pembinaan masyarakat terutama di sekitar lokasi perusahaan. forum temu bisnis.000.000.000 100.000.99% dari anggaran sebesar Rp250.900 52.000.00 atau 78.062.000 130.370 Persentase 168. Dalam pelaksanaannya PT PG mengacu Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No.950 616. bahkan untuk kegiatan forum temu bisnis hanya mencapai Rp644.465. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan dan Surat Edaran Menteri BUMN No.068.000 Realisasi 422. Perbandingan antara realisasi penerimaan dan pengeluaran tahun 2004 dengan anggarannya serta terhadap realisasi tahun sebelumnya adalah sebagai berikut: 10 BPK-RI/AUDITAMA V .000 780.50 19.000.465.00.370.000.320.00.000 121.895.00 dengan rincian sebagai berikut: Bidang Pameran dan promosi Konsultasi bisnis Forum temu bisnis Partisipasi dalam kegiatan koord BUMN Sarana dan prasaran LIK Jumlah Anggaran 250.98% dari anggarannya sebesar Rp780.200 644.000.71 78. forum temu bisnis.068.50% dari anggaran sebesar Rp130.000.000.Realisasi hibah untuk mitra binaan dalam bentuk pameran dan promosi.320 19.00 atau 0.000.000. konsultasi bisnis.000 150. SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan. partisipasi dalam kegiatan koordinasi BUMN serta untuk sarana dan prasarana LIK masih dibawah anggarannya. partisipasi dalam kegiatan koordinasi BUMN serta untuk sarana dan prasarana LIK adalah sebesar Rp616.

13% dari anggaran sebesar Rp1.663.250 1.000.500.614.15 202.600 932.990.319.000 0 1.00.295.156. bantuan pendidikan masyarakat sekitar.030. 11 BPK-RI/AUDITAMA V .000 Biaya operasional Jumlah penggunaan dana Saldo per 31 Desember 2004 30.542.562 1.000 Realisasi 59.182 13.562 2.250 231.295.000 12.450 404.00 atau 190.(Rupiah) RKA No Keterangan (1) Realisasi Tahun 2003 (3) Th 2004 (2) Tahun 2004 (4) Perbandingan (%) (5)=(4/2) (6)=(4/3) A.780.94 211.370.000.000.319.000.978.574.06 46.944. bantuan sarana ibadah dan bantuan peningkatan kesehatan.294.000.026.000 30.50 190.000 1.000 200.153.556.40 227.14 64.888 1.50 190.00 yang sebelumnya dianggarkan sebesar Rp1.600 1.000 339.000.000.75 168. biaya pembangunan prasarana dan sarana umum.990 650.00 dengan rincian sebagai berikut: Bidang Bantuan bencana alam Bantuan pendidikan masyarakat sekitar Bantuan pengembangan prasarana dan sarana umum Bantuan sarana ibadah Bantuan peningkatan kesehatan Biaya operasional Jumlah Anggaran 50.201.000 1.958.726.782 243.000. Penggunaan Dana Pelaksanaan Program Bina Lingkungan 1.500.145.900 540.13 Realisasi penyaluran bantuan untuk bina lingkungan tahun 2004 untuk semua kegiatan diatas anggarannya.09 256.000 211.949.782.03 233.026.000 12.420 194.260 1.486.850 129.65 168.000.030. Realisasi pelaksanan program bina lingkungan tahun 2004 sebesar Rp1.180.150 454.050 484.949.000.180.10 1.500.000.000 1.632 13.433.319.042.94 1.640 (129.28 143.958.888 148.000.000) 2.353.030.30 59.726.000.600 1.000 200.814.31 169.782 % 119.175.13 1.2.218.806.000 1. Sumber dana : Saldo awal Penerimaan alokasi laba tahun 2003 Bunga deposito/tabungan/jasa giro Dana belum dialokasi Jumlah dana tersedia 1.911.242.175.202 940.000 7.000.958.55 PT PG telah mengupayakan agar bantuan bina lingkungan yang diberikan dalam bentuk fisik dapat bermanfaat bagi masyarakat di sekitar lingkungan perusahaan yaitu bantuan bencana alam.306.44 46.157.808.450 148.91 15.14 163.433.63 211. Tingginya realisasi penyaluran bantuan tersebut disebabkan ketersediaan dana dari naiknya realisasi sumber dana dari pembagian laba sebesar Rp2.

Dalam melaksanakan pemantauan terhadap mitra binaan. peningkatan kemampuan ketrampilan teknik produksi. 4) Pengadministrasian Pengadministrasian terhadap mitra binaan maupun calon mitra binaan telah dilakukan oleh pelaksana BPPIK.000. 5) Pelaporan Pelaporan pengelolaan program kemitraan dan bina lingkungan telah dilakukan sesuai dengan ketentuan dari Menteri Negara BUMN. peningkatan kemampuan modal kerja. BPPIK juga bekerja sama dengan PT GCS. 3) Pemantauan Jumlah mitra binaan tahun 2004 sebanyak 174 mitra binaan.108. jumlah tersebut turun apabila dibandingkan dengan jumlah mitra binaan tahun 2003 sebanyak 202 mitra binaan. 12 BPK-RI/AUDITAMA V . jumlah mitra yang akan dibina sebanyak 200 mitra dengan rencana alokasi sebesar Rp4. Kegiatan pemantauan terhadap mitra binaan secara terus-menerus sangat penting guna memperoleh informasi mengenai perkembangan mitra binaan dan meningkatkan tingkat pengembalian pinjaman. Efektivitas kegiatan manajerial bagian PKBL PT PG 1) Perencanaan Dalam tahun 2004.000. peningkatan kemampuan pemasaran.030. PT PG juga mengadakan kerjasama dengan PT Gresik Cipta Sejahtera (PT GCS) dalam hal pembinaan usaha kecil yang meliputi peningkatan kemampuan manajerial. Berdasarkan RKA PKBL tahun 2004. RKA tersebut digunakan sebagai acuan pengelolaan kegiatan PKBL. Sedangkan rencana alokasi dana bina lingkungan sebesar Rp1.000.00. 2) Koordinasi Dalam penyaluran bantuan baik untuk kemitraan maupun untuk bina lingkungan telah dilaksanakan koordinasi secara internal pada pelaksana BPPIK dan semua unit yang terkait dengan PKBL.000.00. Selain itu. demikian juga mengenai bantuan kepada masyarakat lingkungan sekitar perusahaan.b. PT PG telah menyusun program kerja kemitraan 2004 seperti yang tertuang dalam RKA PKBL tahun 2004.

Ragu-ragu dan Macet yang masing-masing sebesar Rp6.192.895.564.971.00 dan Rp21.00 sudah dapat persetujuan RUPS untuk dihapusbukukan pada tahun 2000 sehingga sisa pinjaman menjadi Rp16.557.744.648.00 dan Rp9.S-366/M-MBU/2002 tanggal 6 Mei 2002 tentang Program Bina Lingkungan jo Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No.848.00 atau sisa pinjamannya sebesar Rp17. KEP236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan baik untuk pembentukan dana program bina lingkungan dan jenis kegiatan yang diperbolehkan mendapat bantuan. Ketaatan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku Untuk tahun 2004. Dari sisa pinjaman tersebut.00 yang dapat dikelompokkan dalam kategori Lancar.00 (Rp38. sebesar Rp399.209.564. b) Perkembangan penyaluran pinjaman Realisasi penyaluran pinjaman dan pengembalian dana Program Kemitraan sampai dengan 31 Desember 2004 masing-masing sebesar Rp38.827.500.448.971.823. pada umumnya PT PG telah melaksanakan Program Kemitraan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku terutama ketentuan mengenai (1) batasan jumlah pembentukan/penyediaan dana Program Kemitraan dan pengalokasiannya dan (2) jenis kegiatan yang diperbolehkan sebagaimana ditetapkan dalam Keputusan Menteri Keuangan RI Nomor 316/KMK.016/1994 tanggal 27 Juni 1994 tentang Pedoman Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi Melalui Pemanfaatan Dana dan Bagian Laba BUMN jo Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No.895. Rp69. Demikian halnya dengan Program Bina Lingkungan yang telah dilaksanakan sesuai dengan Surat Menteri Negara BUMN No. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan.828.252.00).733.252.00 terdiri dari: − Pinjaman eks.219. Kurang Lancar.00 .192.247.609.486.402. Pinjaman macet sebesar Rp9.00.364.00.187. yang terdiri dari usaha kecil sebanyak 170 mitra binaan dan koperasi sebanyak 4 mitra binaan. Proyek Agro Bisnis (PAB) 13 BPK-RI/AUDITAMA V . Kinerja program kemitraan dan bina lingkungan 1) Kinerja Program Kemitraan a) Perkembangan mitra binaan Sampai dengan 31 Desember 2004 BPPIK PT PG telah membina mitra binaan sebanyak 174 mitra. Rp396.648.Rp21.364.882.00.500.403.227.227.c.663. d.00 Rp1.

260.J/VII/2004/Reskim tanggal 21 Juli 2004. pihak kepolisian telah mengirimkan Berkas Perkara kepada Kepala Kejaksaan Negeri Gresik.769.00 Rp4.425. Pihak manajemen terus berupaya melakukan penyelesaian sesuai Komitmen Manajemen tanggal 10 Januari 2003 yang ditandatangani oleh Direktur Teknik dan diketahui oleh Direktur Utama PT PG. Bina Insan Kamil (BIK) − Pinjaman Usaha Kecil/Koperasi lainnya Rp3.209.− Pinjaman Kop.770.280. SH. c) Efektivitas pinjaman Kinerja Program Kemitraan dalam efektifitas penyaluran pinjaman dan tingkat kolektibilitas pengembalian pinjaman sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Negara BUMN No.000.758. Tunggakan sebesar Rp1. Pengurus Koperasi BIK yang diwakili oleh Ketua I. Ketua II.393. PT PG juga telah melaporkan kasus ini ke Polres Gresik pada tanggal 17 November 2003.439.720.00 dan Rp387.00 dan Rp486.BP/83.402. Sekretaris II dan Bendahara Koperasi telah menyatakan berhutang dengan sungguh-sungguh dan sah kepada PT PG.00.893.827.061. Berdasarkan Akta Notaris No.28 tanggal 28 Pebruari 2003 yang dikeluarkan Notaris Lukman Hakim Gusti.341. Tunggakan pinjaman Koperasi BIK karena dana yang telah disalurkan kepada Kelompok Tani disalahgunakan oleh Koperasi BIK. Sesuai dengan Surat Kapolres Gresik No. Kep-100/MBU/2002 tanggal 04 Juni 2002 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Badan Usaha Milik Negara adalah sebagai berikut: penyaluran pinjaman dan kolektibilitas pengembalian 14 BPK-RI/AUDITAMA V .00. Jumlah angsuran selama tahun 2004 sebesar Rp14.0 terdiri dari sisa pinjaman tahun 2000 dan 2001 yang masing-masing sebesar Rp1.428.00 PAB merupakan proyek yang dibentuk manajemen yang salah satu tujuannya adalah pengenalan pupuk Phonska ke petani dengan cara pemberian pinjaman yang sebagian pendanaannya dibiayai dengan dana PUKK. Jumlah angsuran selama tahun 2004 sebesar Rp24.404.000.440.00 yang merupakan angsuran pokok dan bunga masing-masing sebesar Rp13.00.380. Sekretaris I.

882 396.823.27 100. Tingkat kolektibilitas pengembalian pinjaman Total Skor 3 2 5 Efektifitas Penyaluran Dana Jumlah dana yang disalurkan Jumlah dana yang tersedia 6. Kep- 100/MBU/2002 tanggal 04 Juni 2002 dan contoh perhitungan yang diberikan dalam Surat tersebut.895.024.42 2.630.733.486.00 x 100% 6.008.00 (2) Tingkat kolektibilitas penyaluran pinjaman adalah sebagai berikut: Rata-rata tertimbang kolektibilitas pinjaman PT PG: 15 BPK-RI/AUDITAMA V .00 = X 100% 95.648.564 16.663 9.658.35 57. untuk menghitung tingkat kolektibilitas pinjaman Program Kemitraan PT PG sebagai berikut: (1) Analisis kolektibilitas pinjaman Uraian Lancar Kurang lancar Ragu-ragu Macet Jumlah Jumlah Pinjaman 6. Efektifitas Penyaluran 2.609.282.557 Prosentase 39.Indikator 1.448 69.90% Tabel daftar penilaian tingkat penyerapan dana Program Kemitraan Penyerapan (%) > 90 85 s/d 90 80 s/d 85 Skor 3 2 1 < 80 0 Tingkat Kolektibilitas Pengembalian Pinjaman Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Negara BUMN No.96 0.848.370.403.

893.95% dari dana yang tersedia sebesar Rp2. Sumber dan Penggunaan Dana Berdasarkan Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan Badan Usaha Milik Negara dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan melalui Pemanfaatan dana dari bagian laba BUMN.665.201. b. dana yang dipergunakan untuk pembinaan berasal dari: a.848.609.884.564.00 x 100% = 40.403.782.448.00 Rp 6.882.00 396.121.911.025.367. Dana Program Kemitraan yaitu: 1) Penyisihan laba setelah pajak sebesar 1 % (satu persen) sampai dengan 3 % (tiga persen) 2) Hasil bunga pinjaman. bunga deposito dan atau jasa giro dari dana Program kemitraan setelah dikurangi beban operasional 3) Pelimpahan dana Program Kemitraan dari BUMN lain.00 Rp 52. jika ada.202.893.Lancar Kurang Lancar Ragu-ragu 100% x 6. Dana Program Bina Lingkungan bersumber dari: 1) Penyisihan laba setelah pajak maksimal sebesar 1 % (satu persen) 16 BPK-RI/AUDITAMA V .614.75 Rp 0. Realisasi tersebut mencapai 88.00 X 100% Tabel daftar penilaian tingkat pengembalian dana Program Kemitraan Tingkat Pengembalian (%) Skor > 70 3 40 s/d 70 2 10 s/d 40 1 < 10 0 2) Kinerja Program Bina Lingkungan Selama tahun 2004 realisasi penyaluran dana program bina lingkungan sebesar Rp1.50 Rp 99.00 75% x 69.733.00 16.025.958.823.00 25% x Macet 0% x 9.00 Rata-rata tertimbang kolektibilitas pinjaman Tingkat kolektibilitas pinjaman: Rata-rata tertimbang kolektibilitas pinjaman PK Jumlah seluruh pinjaman 6.733.486.319.663.403.884.86% = = = = = Rp 6.448.00.648. 7.895.557.00 digunakan untuk bantuan kepada masyarakat di lingkungan perusahaan.

947.476 3. 2.323.364. 2.668.523. Biaya Operasional Jumlah Bina Lingkungan 1. 20.386. Sumber dan penggunaan dana PKBL secara akumulasi sampai dengan 31 Desember 2004 yaitu sumber dana sebesar Rp48.929.113.600 3.490 3. Hasil bunga yang berasal dari penempatan dana pembinaan yang belum tersalurkan.660.627.671.881 44.500.490 48.00 dengan rincian sebagai berikut: (Rupiah) No.223.470 15.280 17 BPK-RI/AUDITAMA V .268 320.075.094.764 1.377. Hibah Program Kemitraan 3.966 1.166.691. Penyaluran 2.461.192.696.00 dan penggunaan dana sebesar Rp48.904.706.949.323.860 243. Penyaluran pinjaman 2.252.000 21. 4.171 44.070 48.725.660.420 282.323.627.209.401.227 1.304. 3.598.710.616 3.377. Biaya operasional Jumlah Jumlah Penggunaan Dana Sisa dana per 31 Desember 2004 Sisa dana Program Kemitraan Sisa dana Program Bina Lingkungan Jumlah Sisa Dana per 31 Desember 2004 38.810 554.686.686 39.294. 5.695.2) Hasil bunga deposito dan atau jasa giro dari dana Program Bina Lingkungan.679.000 20.966. Penggunaan Dana: Program Kemitraan 1. Program Sumber Dana: Program Kemitraan Alokasi laba bersih Pengembalian pinjaman Bunga pinjaman Pendapatan bunga bank/jasa giro Penerimaan lain-lain Jumlah Bina Lingkungan Alokasi laba bersih Penerimaan lain-lain Jumlah Jumlah Sumber Dana Jumlah 1.971 4.

00 Merupakan pendapatan bunga bank/jasa giro akumulasi sampai dengan 2003 sebesar Rp306.00 dan tahun 2004 sebesar Rp438.252.113. Jumlah tersebut merupakan akumulasi sampai 31 Desember 2004 Hasil Pengembalian Akumulasi Sampai dengan tahun.816.909.268.00 Merupakan penerimaan lain-lain sampai dengan 2003 sebesar Rp554.590. Pengembalian pinjaman Jumlah Rp19.679.660. Sumber dana Program Kemitraan dari bagian laba bersih Rp20.047.397.150. Bina Lingkungan a.203.245.087.227.00 Rp 1.941.364.00 18 BPK-RI/AUDITAMA V .626.00 d.000. Sumber dana Bina Lingkungan dari bagian laba bersih Rp3.422.00 21.874.353. Bunga pinjaman Rp1.171.Penjelasan Pos-pos Sumber Dana 1.854. 2.00 Rp20.166.00 Sumber dana pengembalian pinjaman dan bunga merupakan dana dari cicilan mitra binaan.904. 2003 Tahun 2004 Total .00 Jumlah dana program PK dari bagian laba tersebut adalah dana Program Kemitraan akumulasi alokasi dana sampai dengan 31 Desember 2004 dengan rincian sebagai berikut: Tahun Pengalokasian Bagian laba bersih s/d 2002 Bagian laba bersih tahun 2003 Jumlah b.00 e.227.929.171.810.904. Pendapatan bunga bank/jasa giro Rp320.386.Pengembalian pinjaman 16.000.000.364.252.000. Program Kemitraan a.119.000.642.240.00 Jumlah dana Bina Lingkungan dari bagian laba tersebut adalah dana Bina Lingkungan akumulasi alokasi dana sampai dengan 31 Desember 2004 dengan rincian sebagai berikut: Rp554.00 dan tahun 2004 sebesar Rp14.695. Penerimaan lain-lain dan tahun 2004 sebesar Rp450.00 c.00 Merupakan pendapatan bunga pinjaman akumulasi sampai dengan 2003 sebesar Rp1.796.00.00 Rp21.386.00 4.523.

948.513.00.068. Penyaluran pinjaman dengan rincian sebagai berikut: Jumlah Rp1.d 2003 Hibah tahun 2004 Jumlah c.668.00 Jumlah tersebut merupakan akumulasi penyaluran pinjaman kepada mitra binaan Tahun Penyaluran Penyaluran tahun s/d 2003 Penyaluran tahun 2004 Jumlah b.Tahun Pengalokasian Bagian laba bersih s/d 2002 Bagian laba bersih tahun 2003 Jumlah b.00 Rp20.00 Rp2.175. Program Kemitraan a.343.602.223.00 616.500. Penyaluran Rp3.881.370. Bina Lingkungan a.182.180.370.223.764.00 Rp3.461. Hibah Program Kemitraan Jumlah Rp33.408.668.590.00 Rp 5.00 Merupakan penerimaan lain-lain sampai dengan 2003 sebesar Rp12.729.944.394.00 dan biaya Rp Rp Rp 3.00 Rp1.746.000. Penerimaan lain-lain dan tahun 2004 sebesar Rp7.288.192.00 4.607.500.00.00 operasional tahun 2004 sebesar Biaya operasional tersebut merupakan akumulasi biaya operasional s.000.00 Rp4.500.929.00 19 BPK-RI/AUDITAMA V .971.d 2003 Rp217.600.00 Penyaluran tersebut merupakan akumulasi dana yang sudah disalurkan untuk program bina lingkungan s. Penjelasan Pos-pos Penggunaan Dana 1.640.209.075.00 dan penyaluran tahun 2004 sebesar Rp1.091. Biaya Operasional sebesar Rp1.947.000.691.850.523.000.754.574.400.490.192.00 Hibah Program Kemitraan merupakan akumulasi penyaluran untuk kegiatan pendidikan dan pelatihan mencakup bidang teknik produksi. 2.971.971.00 Rp38.d 2003 sebesar Rp1.764.470.839. pemasaran dan manajerial dengan rincian sebagai berikut : Hibah tahun s.00 Rp38.481.

094. Untuk mendukung pelaksanakan program pembinaan usaha kecil dan koperasi.00 dan biaya operasional tahun 2004 sebesar Rp13. Direksi PT Petrokimia Gresik (PT PG) membentuk Badan Pembinaan dan Pengembangan Industri Kecil (BPPIK) dengan SK No. perlu ditingkatkan partisipasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk memberdayakan dan mengembangkan kondisi ekonomi. Hal-Hal Yang Perlu Mendapat Perhatian a. Pelaksanaan program kemitraan BUMN dengan usaha kecil dan koperasi diatur dalam Keputusan Menteri Keuangan Nomor 316/KMK.205/07/HU.000. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan (PKBL).03. kondisi sosial masyarakat dan lingkungan sekitarnya.145.03/31/SK/2003 tanggal 22 Juli 2003 tentang Susunan dan Tugas BPPIK. kesempatan berusaha dan pemberdayaan masyarakat.c. Susunan kepengurusan BPPIK PT PG sesuai dengan pasal 1 SK Direksi tersebut sebagai berikut: 1) Penasehat 2) Dewan Pembina Ketua Wakil Ketua 1 Wakil Ketua 2 3) Pelaksana Ketua Sekretaris Bendahara : Kepala Biro Pengembangan Usaha : Kepala Bagian Pengembangan UKK : Kepala Biro Keuangan : Direktur Teknik : Kepala Kompartemen Pengembangan : Kepala Kompartemen Administrasi Keuangan : Direksi PT PG 20 BPK-RI/AUDITAMA V .016/1994 tanggal 27 Juni 1994 yang telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. PT Petrokimia Gresik Belum Membentuk Unit Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Yang Mandiri Dalam rangka mendorong kegiatan dan pertumbuhan ekonomi kerakyatan serta terciptanya pemerataan pembangunan melalui perluasan lapangan kerja.00.949. Biaya Operasional Rp15.600.600.d 2003 sebesar Rp1. melalui program kemitraan BUMN dengan usaha kecil dan program bina lingkungan. 8.00 Biaya operasional tersebut merupakan akumulasi biaya operasional untuk bina lingkungan s.

memonitor pinjaman. Pelaksana utama kegiatan program kemitraan adalah Bagian Pengembangan Usaha Kecil dan Koperasi (UKK) yaitu salah satu Bagian dibawah Biro Pengembangan Usaha.Pencatat Pembukuan : Kepala Biro Akuntansi 4) Anggota Anggota 1 Anggota 2 Anggota 3 : Kepala Departemen/Biro secara fungsional terkait : PT Gresik Cipta Sejahtera : Pengelola Lingkungan Industri Kecil Gresik Secara garis besar. Kegiatan-kegiatan Bagian Pengembangan UKK antara lain mengevaluasi proposal pinjaman. Direktur 21 BPK-RI/AUDITAMA V . tugas dan tanggung jawab BPPIK menurut pasal 1. melakukan penagihan dan membuat laporan program kemitraan serta mengkompilasi laporan program kemitraan dengan laporan program bina lingkungan yang dibuat Biro : Sekretaris Perusahaan : Kepala Biro Humas : Kepala Biro Keuangan : Kepala Biro/Departemen Terkait 4) Pencatat Pembukuan : Kepala Biro Akuntansi Pelaksana Program Bina Lingkungan bertanggungjawab kepada Direksi c.02/30/SK/2002 tanggal 15 Mei 2002 tentang Susunan dan Tugas Pelaksanaan Program Bina Lingkungan. 2 dan 3 adalah melakukan pembinaan dan pengembangan industri kecil dalam bentuk bantuan yang menyangkut aspek teknis dan manajemen yang meliputi: 1) Peningkatan kemampuan manajerial 2) Peningkatan kemampuan dalam ketrampilan teknis produksi 3) Peningkatan kemampuan modal kerja 4) Peningkatan kemampuan pemasaran dan bantuan pemasaran 5) Bantuan penggunaan teknologi terapan 6) Pemberian pinjaman untuk mendapatkan kredit perbankan SK Direksi tentang BPPIK hanya mengatur tentang pelaksanaan program kemitraan.097/05/TU. Dasar pelaksanaan bina lingkungan diatur dalam SK Direksi yang berbeda yaitu SK No.04. melakukan survai lapangan. Susunan Pelaksana Program Bina Lingkungan sebagai berikut: 1) Ketua 2) Sekretaris 3) Bendahara 5) Anggota Keuangan.q.

02/ 30/SK/2002 tanggal 15 Mei 2002 belum sepenuhnya sesuai dengan Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. Sedangkan pelaksanaan program bina lingkungan mulai dari penerimaan proposal s.Humas menjadi laporan PKBL. dibentuk unit tersendiri yang khusus melaksanakan Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan (selanjutnya disebut Unit PKBL) dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari organisasi perusahaan secara keseluruhan. 2) Unit PKBL bertanggungjawab langsung kepada salah satu anggota Direksi yang ditetapkan dalam rapat Direksi. KEP236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 menyatakan BUMN Pembina berkewajiban membentuk unit Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan (PKBL).d. pengelolaan dana PKBL PT Petrokimia Gresik juga melibatkan Biro Keuangan sebagai Bendahara dan Biro Akuntansi sebagai pencatat pembukuan. pemberian bantuan dan pembuatan laporan dilakukan oleh Biro Humas. Sedangkan pasal 1 ayat 6 menyatakan unit PKBL adalah unit organisasi khusus yang mengelola PKBL yang merupakan bagian dari organisasi BUMN Pembina serta bertanggungjawab langsung kepada Direksi BUMN Pembina. 22 BPK-RI/AUDITAMA V . Selain mengelola dana program bina lingkungan. Selain itu. Biro Humas juga mengelola anggaran dana pembinaan wilayah yang merupakan beban perusahaan. Pasal 5 butir (a) Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. Bagian I tentang Pembentukan Unit Khusus antara lain menyatakan: 1) Agar tujuan pelaksanaan PKBL dapat tercapai. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 dan Surat Edaran Menteri BUMN Nomor SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003.03.03/31/SK/2003 tanggal 22 Juli 2003 dan Nomor 097/05/TU.04. Pembentukan unit khusus PKBL ditegaskan lagi dalam Surat Edaran Menteri BUMN Nomor SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan. Direksi PT PG seharusnya membentuk unit khusus yang melaksanakan Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan. Pengelolaan PKBL PT PG seperti diatur dalam SK Direksi Nomor 205/07/HU.

011 dan 013/02/TU. BPK RI menyarankan agar Direksi PT PG segera membentuk unit khusus PKBL yang mandiri.000. b.000.00 kepada Yayasan Bina Masyarakat Insan Utama di Jakarta.00 yang memerlukan usaha khusus dalam penagihannya Dari hasil pemeriksaan phisik di lapangan yang dilakukan dari tanggal 27 sampai 31 Desember 2004 ditemukan pinjaman macet sebesar Rp 220. Terdapat pinjaman macet sebesar Rp220. Penerima pinjaman tersebut adalah Yayasan Bina Masyarakat Insan Utama dan M.000. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 dan Surat Edaran Menteri BUMN Nomor SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003.800.00 dan Rp45. Direksi PT PG menetapkan pengelolaan program Bina Lingkungan oleh Biro Humas dengan pertimbangan Biro Humas juga bertanggungjawab atas kegiatan pengembangan masyarakat (community development) yang selaras dengan program Bina Lingkungan.000. PT Petrokimia Gresik (PT PG) memberikan pinjaman modal kerja sebesar Rp175. Yayasan Bina Masyarakat Insan Utama Pada tanggal 26 Pebruari 2001. Anis dengan jumlah tunggakan masing-masing sebesar Rp175.800. Hal tersebut disebabkan Direksi PT PG kurang mematuhi ketentuan dalam Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. 007.000.04.Pengelolaan PKBL yang melibatkan beberapa unit setingkat Bagian.00. Pinjaman modal kerja tersebut digunakan untuk usaha 23 BPK-RI/AUDITAMA V . Pemberian pinjaman tersebut diikat dengan Surat Perjanjian 005. PT PG menjelaskan pengelolaan PKBL memang dilakukan oleh dua unit setingkat Biro yang terpisah.00 yang proses penagihannya memerlukan usaha khusus. Program Kemitraan dikelola oleh Bagian UKK Biro Pengembangan usaha sedangkan Program Bina Lingkungan dikelola oleh Bagian Informasi dan Komunikasi Biro Pengembangan.000. Biro/Departemen dan Kompartemen mengakibatkan meningkatnya jenjang birokrasi dan diperlukannya koordinasi lebih intensif antara unit-unit yang terkait. 009.06/DR/2001 tanggal 26 Pebruari 2001. Penjelasan lebih lanjut tentang kedua penerima pinjaman tersebut sebagai berikut: a.800.06/GCS.000. Agar pengelolaan kegiatan PKBL lebih efektif maka selanjutnya akan dibentuk unit pengelola PKBL.

Penerima pinjaman tersebut adalah Abdurrakhman Kama yang bertempat tinggal di Desa Jagapura Wetan.000. 24 BPK-RI/AUDITAMA V . Berdasarkan Surat Perjanjian No. Nomor telepon yang selama ini dicantumkan sebagai nomor telepon Yayasan adalah nomor telepon rumah pribadi Ketua Yayasan (H.000. Sampai dengan 31 Desember 2004. M.535/09/TU.04.00. Pinjaman tersebut digunakan untuk usaha peternakan ayam sebagaimana disebutkan dalam proposal. Kecamatan Gegesik. Sulaeman) dan Sekretaris Yayasan (H. Ikhsan Abdullah.06/31/SP/2002 tanggal 9 September 2002. PT PG sepakat memberikan bantuan modal kerja usaha penerbitan dan percetakan yang dipimpim oleh M Anis sebesar Rp50.000. Sulaeman) yang beralamat di Jalan Utan Panjang III nomor 15 dan 15A.00. M. Alamat tersebut sekarang digunakan untuk usaha salon kecantikan yang dikelola oleh orang yang tidak ada hubungannya dengan Yayasan tersebut.000. Pinjaman tersebut seharusnya diangsur setiap bulan mulai tanggal 1 Oktober 2001 dan lunas pada tanggal 1 September 2003. Sedangkan empat peternakan ayam lainnya tidak ditemukan tempatnya.H.peternakan ayam di tiga tempat di kabupaten Kuningan dan dua tempat di Cirebon dengan jumlah pinjaman masing-masing tempat sebesar Rp35.800. b.000. Seharusnya mitra binaan mengangsur pinjaman secara tepat waktu sesuai kesepakatan dalam Surat Perjanjian.00. Anis. Kabupaten Cirebon. usaha tersebut masih berjalan. Yayasan Bina Masyarakat Insan Utama tidak pernah melakukan pembayaran angsuran. Anis hanya mengangsur sebanyak dua kali angsuran sehingga sisa pokok pinjaman masih sebesar Rp45.000. Dari pemeriksaan phisik di lapangan diketahui hanya satu dari lima tempat usaha peternakan ayam yang disebutkan dalam Surat Perjanjian menerima pinjaman sebesar Rp35. Sampai dengan 31 Desember 2004. Pinjaman tersebut seharusnya diangsur setiap bulan mulai tanggal 1 April 2002 dan akan lunas pada tanggal 1 Maret 2005.000.00. Alamat Yayasan di Jalan Cempaka Putih Raya 26 Jakarta sudah tidak ada lagi. S./ menantu H. Sampai saat dilakukan pemeriksaan.

04. PT PG menjelaskan kegiatan penagihan dalam rangka pengawasan untuk tercapainya tujuan pembinaan dan pengembangan usaha kecil merupakan salah satu hak PT PG dan tidak bertentangan dengan perjanjian.0297/04/TU. Sesuai dengan Surat Perjanjian seharusnya yang berhak melakukan penagihan ke mitra binaan adalah PT GCS.Hal tersebut mengakibatkan PT PG tidak dapat menggunakan dana pinjaman sebesar Rp220.800. Anis. BPK RI menyarankan agar Bagian UKK PT PG melakukan penagihan dengan cara mendatangi langsung maupun dalam bentuk surat dan memberi peringatan tertulis kepada Ketua dan Sekretaris Yayasan Bina Masyarakat Insan Utama dan kepada M. Kerjasama tersebut diikat dengan Surat Perjanjian antara PT Petrokimia Gresik dengan PT GCS No. PT PG menjelaskan akan melakukan penagihan lebih intensif sesuai program kegiatan penagihan atas seluruh pinjaman khususnya terhadap pinjaman macet. Hal tersebut disebabkan Bagian UKK PT PG kurang melakukan penagihan secara intensif. 25 BPK-RI/AUDITAMA V . selama ini Bagian UKK masih melaksanakan tugas penagihan kepada mitra binaan. Pelaksanaan tugas antara bagian UKK PT Petrokimia Gresik dan PT Gresik Cipta Sejahtera belum sepenuhnya sesuai dengan Surat Perjanjian yang berlaku. PT PG melakukan kerjasama dengan PT Gresik Cipta Sejahtera (PT GCS). c. Pasal 1 ayat 3 butir b perjanjian tersebut antara lain menyatakan yang berkewajiban melakukan penagihan adalah PT GCS. Untuk menaikkan tingkat pengembalian pinjaman dari mitra binaan.00 untuk mitra binaan lainnya. Dalam melakukan Pembinaan dan Pengembangan Usaha Kecil dan Koperasi. Hal tersebut disebabkan Bagian UKK berkeinginan untuk menaikkan tingkat pengembalian pinjaman. Tindakan Bagian UKK melakukan penagihan kepada mitra binaan secara langsung melanggar perjanjian yang telah disepakati dan mengakibatkan tumpang tindih penagihan dengan petugas PT GCS.06/31/SP/2003 tanggal 1 April 2003 tentang Pembinaan dan Pengembangan Usaha Kecil dan Koperasi.000.

Selain itu. Pelaksanaan Pemberian Bantuan Program Bina Lingkungan Belum Sepenuhnya Sesuai Dengan Ketentuan SK Menteri BUMN No. Direktur 26 BPK-RI/AUDITAMA V .04. S-366/M-MBU/2002 tanggal 6 Mei 2002 dan Keputusan Menteri BUMN No. Direksi PT PG menetapkan SK Direksi No. d.KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 menyatakan bahwa BUMN wajib melaksanakan Program Bina Lingkungan (BL). Dengan demikian. unit pelaksana program BL adalah Biro Humas.02/30/SK/2002 tanggal 15 Mei 2002 tentang Susunan dan Tugas Pelaksanaan Program Bina Lingkungan. dana program BL adalah dana Pemerintah untuk masyarakat yang pengelolaannya diserahkan kepada BUMN yang bersangkutan. Berdasarkan SK Direksi tersebut. Program BL adalah program memperdayaan kondisi sosial masyarakat oleh BUMN di wilayah usaha BUMN tersebut melalui pemanfaatan dana dari bagian laba BUMN. : Sekretaris Perusahaan : Kepala Biro Humas : Kepala Biro Keuangan : Kepala Biro/Departemen Terkait Pencatat Pembukuan : Kepala Biro Akuntansi Pelaksana Program Bina Lingkungan bertanggungjawab kepada Direksi c. Susunan Pelaksana Program Bina Lingkungan sebagai berikut: Ketua Sekretaris Bendahara Anggota Keuangan. Untuk mendukung pelaksanakan program BL.q.BPK RI menyarankan agar Direksi PT PG menyempurnakan klausul dalam Surat Perjanjian yang telah dibuat dengan PT GCS khususnya pasal 1 ayat 3 butir b tentang tugas penagihan. Manajemen PT PG juga menetapkan PR-28-1045 tanggal 12 Pebruari 2004 tentang Prosedur Pelaksanaan Program Bina Lingkungan. Biro Humas juga mengelola anggaran dana pembinaan wilayah yang merupakan beban perusahaan.097/05/TU. Selain mengelola dana program BL.

000.195. bantuan pengembangan sarana-prasarana umum dan bantuan sarana ibadah.000.730. d) Bantuan operasional berupa silaturahmi dengan tokoh masyarakat senilai Rp13.Dari hasil pemeriksaan terhadap pengelolaan dana program BL tahun buku 2004 diketahui hal-hal berikut: 1) Penyaluran dana BL dilakukan dengan 2 (dua) cara yaitu sentralisasi dan desentralisasi.050.00 untuk membiayai beberapa kegiatan yang tidak memenuhi kriteria penggunaan dana BL yaitu: a) Bantuan kesehatan berupa bingkisan pasukan kuning (kebersihan) dan sembako untuk masyarakat dalam rangka HUT PT PG masing-masing sebesar Rp48. c) Bantuan sarana ibadah berupa bantuan berkaitan dengan kegiatan haji sebanyak 2 kegiatan senilai Rp46.d.000. Prosedur Pelaksanaan Program BL antara lain menyatakan Biro Humas mengevaluasi proposal yang masuk dan menimbang bobot relevansinya atas penggunaan dana BL.000.000. bantuan pendidikan dan atau pelatihan.00.00. 27 BPK-RI/AUDITAMA V .000. bingkisan perangkat desa sebesar Rp8.00 dan Rp44. bulan November 2004 secara uji petik ditemukan pengeluaran sebesar Rp225.000. Sedangkan desentralisasi. penyaluran dana program BL dilakukan daerah yang membutuhkan dana BL. 3) Obyek BL dapat dikelompokkan menjadi 5 (lima) yaitu bantuan bencana alam. buka bersama alim ulama sebesar Rp75. 2) Sebagian besar penyaluran desentralisasi didasarkan pada proposal yang diajukan oleh masyarakat.850.00 dan silaturahmi alim ulama sebesar Rp33.000.070.00. Dalam dipandang perlu Biro Humas bersama dengan Unit Kerja yang terkait dapat melakukan survei dan mengevaluasi kelayakan penyaluran.000. Dari penelusuran dokumen pemberian dana BL s. bantuan peningkatan kesehatan.00.250.00. Berdasarkan penelusuran terhadap dokumen penyaluran dana program BL tidak ditemukan satu dokumen pun tentang evaluasi proposal atau survei lapangan untuk menentukan jumlah pemberian dana BL. b) Bantuan pengembangan sarana-prasarana umum berupa pemberian bantuan peringatan HUT RI ke 59 sebanyak 24 kegiatan senilai Rp31. Tujuan cara ini adalah agar penyaluran dana BL dapat dilakukan secara merata. Sentralisasi adalah pelaksanaan kegiatan BL diselenggarakan di PT PG dengan mengundang masyarakat wilayah Gresik.00.000.000.145.

000. pengadaan perlengkapan ibadah dan bantuan dana untuk menunjang pelaksanaan kegiatan-kegiatan keagamaan. Hal tersebut mengakibatkan pemberian bantuan BL sebesar Rp225.145. PT PG menjelaskan pemberian bantuan BL tersebut di atas dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. pembangunan dan rehabilitasi prasarana dan sarana umum serta pembangunan dan atau rehabilitasi panti asuhan dan panti jompo. maka selanjutnya PT PG akan lebih selektif lagi dalam penggunaan dana program BL. PT PG seharusnya: 1) Melakukan evaluasi untuk menilai kelayakan pemberian bantuan. 2) Berpedoman pada Surat Edaran Menteri BUMN Nomor SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003 dalam menentukan obyek bantuan dana BL. 3) Bantuan sarana ibadah berupa bantuan pembangunan/rehabilitasi rumah ibadah.00 kurang tepat sasaran.SE.Obyek bina lingkungan sudah diatur dengan jelas dalam Surat Edaran Menteri BUMN Nomor SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan khususnya Bagian II tentang Bina Lingkungan antara lain menyatakan: 1) Bantuan peningkatan kesehatan berupa renovasi balai pengobatan masyarakat dan bantuan untuk kegiatan yang bersifat kesehatan masyarakat. BPK RI menyarankan pengelola Program BL PT PG selalu melakukan evaluasi proposal bantuan BL dan berpedoman pada Surat Edaran Menteri BUMN No.433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003 dalam menentukan obyek penerima dana BL. Sehubungan dengan pelaksanaan pemberian bantuan masih belum sesuai sasaran dan belum mengikuti ketentuan. 28 BPK-RI/AUDITAMA V . 2) Bantuan pengembangan prasarana dan sarana umum berupa rehabilitasi prasarana pendidikan. Hal tersebut disebabkan PT PG belum melakukan survai secara memadai dan kurang selektif dalam menentukan obyek penerima dana Program BL.

e. PT PG terus mengupayakan penagihannya.575. BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA 29 BPK-RI/AUDITAMA V . terakhir dengan Surat No. (2) PT GCS melaksanakan kewajiban tidak sepenuhnya sesuai perjanjian dan (3) PT PG kurang melakukan pengawasan terhadap kelompok peternak penggemukan sapi di Bojonegoro.00. Saldo pinjaman tersebut per 31 Desember 2004 sebesar Rp12.02. Ketiga temuan tersebut sudah selesai ditindaklanjuti. Tindaklanjut pemeriksaan sebelumnya Dalam pemeriksaan tahun buku 2003 terdapat 3 (tiga) temuan yaitu (1) Pencatatan register proposal kurang lengkap. BPK RI menyarankan agar PT PG segera menindaklanjuti temuan yang masih dalam proses penyelesaian.475.00.000.02/27/DR/2004 tanggal 9 Agustus 2004. Sedangkan untuk pemeriksaan tahun buku 2002 masih terdapat 1 ( satu) temuan yang masih dalam proses tindaklanjut yaitu terdapat uang pembinaan kemitraan usaha tani yang belum dibayarkan kepada petani dan masih berada di distributor pupuk PT Himikarta senilai Rp16.2480/08/KU.000.

000.000.068.00 Rp Rp 250.00 Sektor Perdagangan Rp 2.00 Beban monitoring Rp 23.500.000.286.773.000.000.900.00 E. Penggunaan dana Pinjaman : Sektor Industri Rp 1.00 Sektor Perkebunan Rp 0.397.00 Sektor Peternakan Rp 688.00 616.026.00 F.874.758. 1 Januari 2004 Alokasi penyisihan laba tahun 2003 Penerimaan pengembalian pokok pinjaman Jumlah dana yang tersedia B. Sisa dana yang tersedia (A-B) D.658.703.658.000.423.000.00 Sektor Perdagangan Rp 0.00 Sektor Pertanian Rp 538.886.00 Sektor Jasa Rp 250.000.00 Rp 5.00 .370.011.000.00 Sektor Lain-lain Rp 0.340.00 Sektor Pertanian Rp 0. Beban operasional tahun 2004 : Beban survai Rp 40.000.590.000.00 Rp 217.000.00 Rp 4.00 Rp -195.290.00 Rp 5.671.00 Beban Rp 53.00 Beban administrasi Rp 48.546.500.00 Beban penagihan Rp 39.000.203.320.000.00 Pendapatan lain-lain Rp 450.Lampiran 1 PROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN PT PETROKIMIA GRESIK LAPORAN AKTIVITAS PROGRAM KEMITRAAN UNTUK TAHUN BUKU YANG BERAKHIR TANGGAL 31 DESEMBER 2004 A.554.470.000.824.000.948.00 Sektor Perikanan Rp 0.00 Rp 452. Pendapatan tahun 2004 : Bunga Pinjaman Rp 438.000. Dana yang tersedia Saldo awal dana.000.635.679.00 Jasa Giro Rp 13.000.087.235.829.344.00 Rp Rp 234.860.00 Jumlah pinjaman Pinjaman khusus : Sektor Industri Rp 0.590.400.300. Saldo akhir dana 31 Desember 2004 (C+F) Rp 343.00 Sektor Peternakan Rp 0.00 Jumlah pinjaman khusus Hibah : Jumlah penggunaan dana C.00 Rp 6.370.000.000.024. Surplus / Defisit (D-E) G.068.00 39.500.00 Sektor Jasa Rp 220.626.00 Sektor Perkebunan Rp 0.941.00 Sektor Perikanan Rp 225.00 Beban lain-lain Rp 11.401.00 Rp 1.00 Sektor Lain-lain Rp 407.158.00 Bunga Deposito Rp 565.

190.764.881.00 Sektor Pertanian Rp 0.d.461.860.710.553.240.d.00 Pinjaman khusus : Sektor Industri Rp 0. Akumulasi Sumber Dana : Rp 20.268. penerimaan pengembalian pokok pinj.000.00 Jasa Giro Rp 127.00 Sektor Pertanian Rp 16.00 Sektor Perkebunan Rp 0.525. 31 Desember 2004 B.00 Sektor Peternakan Rp 0.00 Sektor Perikanan Rp 2.00 Akumulasi alokasi penyisihan laba s/d tahun 2004 Rp 21.d.00 Sektor Jasa Rp 1.000.504.00 Sektor Perikanan Rp 0.020.671.447.947. Saldo akhir dana 31 Desember 2004 (A-B) Rp 39.000.668.674.000.489.000. 31 Desember 2004 Rp 44.000.492.725.616.d.971.Lampiran 2 PROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN PT PETROKIMIA GRESIK LAPORAN AKUMULASI DANA PROGRAM KEMITRAAN UNTUK TAHUN BUKU YANG BERAKHIR TANGGAL 31 DESEMBER 2004 A.223.000.476.386.446.00 Rp 2.401.00 Sektor Perdagangan Rp 6.00 Pendapatan lain-lain Rp 554.00 Sektor Lain-lain Rp 0.00 .323.100.00 Ak.695. Tahun 2004 : Pinjaman : Sektor Industri Rp 7. Akumulasi Penyaluran Dana : Akumulasi Penyaluran Dana s.00 Rp 44. tahun 2004 Akumulasi penerimaan pendapatan s. tahun 2004 : Bunga pinjaman Rp 1.900.561.252.d.00 Hibah : Rp 1. s.00 Sektor Perdagangan Rp 0.679.400.00 Sektor Perkebunan Rp 0.975.192.00 Jumlah akumulasi sumber dana s.000.904.00 Sektor Peternakan Rp 2.410.00 Jumlah pinjaman khusus Rp 400.000.00 Jumlah pinjaman Rp 38.00 C.135.249.00 Beban Operasional : Jumlah akumulasi penyaluran dana s.053.171.564.113.00 Sektor Lain-lain Rp 1.000.000.00 Bunga tabungan Rp 192.500.687.00 Sektor Jasa Rp 400.364.00 Rp 4.227.

905.00 0.190.000.00 0.00 2.020.00 254.00 Jasa 1. Nusa Tenggara Barat 6.00 0.000.00 0.500.00 0.403.00 0.489.00 4.00 0.00 1.00 Jumlah 32.228. 31 DESEMBER 2004 Rupiah No.240.00 0.00 0.000.00 425.00 7.00 245.000.00 0.261.00 0.000.00 2.240.904.500.047.00 0.561.900.053.687.00 0.500.000.00 0.00 250.00 4.447.00 0.525.904.000.00 407.192.00 0.00 0. Lain-lain Total pinjaman .088.00 0.000.00 0.00 6.00 Perdagangan 5.765.00 Peternakan 2. Jawa Timur 2.000.00 0.000.190.446. Bali 5.447.000.000.00 1.00 0.00 0.065.500.00 0.000.000.641.000.240.00 407.564.00 Pertanian 12.000.00 4.900.000.025.00 0.00 0.000.135.00 245.000.564.280.Lampiran 3 PROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN PT PETROKIMIA GRESIK PENYALURAN PINJAMAN DANA PROGRAM KEMITRAAN MENURUT WILAYAH DAN SEKTOR USAHA s.500.d.000.00 0.000.000.000. Jawa Barat 4.00 0.00 425.00 1.000.00 38.971.00 0.00 E K T O R Perikanan 2. Wilayah Binaan S Industri 7.000.00 Perkebunan 0.000.00 0.00 0.00 175.780.000. Jawa Tengah 3.000.00 0.048.446.00 0.00 16.471.00 Lain-lain 1.00 0.047.00 0.000.000.

00 Cicilan Revolving Rp 21.417.609.664.417.888.252.00 0.973.00 16.888.011.00 0.Lampiran 4 PROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN PT PETROKIMIA GRESIK NERACA PROGRAM KEMITRAAN PER 31 DESEMBER 2004 AKTIVA Aktiva Lancar Kas Rp Bank Rp Piutang Pinjaman Mitra Binaan Rp Revolving Rp 38.401.901.227.00 .00 (381.181.00 Rp Rp 0.00 Rp 16.557.00 Piutang Net Rp Jumlah Aktiva Lancar Aktiva Tetap Kendaraan Rp Inventaris Kantor Rp Aktiva Tetap Lainnya Rp Nilai Perolehan Akumulasi Penyusutan Nilai Buku Aktiva Tetap Aktiva Lain-lain Piutang Bermasalah Rp Jumlaah Aktiva Lain-lain Jumlah Aktiva KEWAJIBAN DAN EKUITAS Kewajiban Kewajiban Lancar Kewajiban Tidak Lancar Jumlah Kewajiban Ekuitas Saldo Awal Ekuitas Alokasi Laba Tahun Berjalan Surplus (defisit) Jumlah Ekuitas Jumlah Kewajiban dan Ekuitas Rp Rp 0.100.00 39.00) Rp Rp 16.364.00 Rp 0.00 1.00 16.243.00 16.417.011.00 0.484.011.00 Rp Rp Rp 16.590.011.00 0.00 Rp 0.784.888.000.00 0.848.888.417.00 Rp Rp 0.087.00 0.860.00 0.00 0.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->