BPK RI

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

PT PETROKIMIA GRESIK
Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003

Nomor Tanggal

: 02.A/AUDITAMA V/GA/01/2005 : 31 Januari 2005

Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Jalan Gatot Subroto No. 31 Jakarta 10210 Telp. (021) 5700380, 5738740, 5720957, 5738727, 5704395 s.d. 9 pesawat 511 Fax. (021) 5700380, 5723995

DAFTAR ISI

Halaman Laporan Auditor Independen Dasar Penugasan dan Ruang Lingkup Audit Laporan Keuangan PT Petrokimia Gresik 1. 2. 3. 4. 5. Neraca Konsolidasian Laporan Laba Rugi Konsolidasian Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian Laporan Arus Kas Konsolidasian Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian 1 2 4 5 7 i iv

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

Nomor : 02.A/AUDITAMA V/GA/01/2005 LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Kami telah mengaudit neraca konsolidasian PT Petrokimia Gresik tanggal 31 Desember 2004, serta laporan laba rugi, perubahan ekuitas dan arus kas konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. Kami juga melakukan pengujian atas kepatuhan perusahaan terhadap peraturan perundang-undangan dan pengendalian intern. Laporan Keuangan, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dan pengendalian intern adalah tanggung jawab manajemen perusahaan. Tanggung jawab kami terletak pada pernyataan pendapat atas laporan keuangan, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dan pengendalian intern berdasarkan audit kami. Laporan keuangan konsolidasian PT Petrokimia Gresik dan anak perusahaan untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 telah diaudit oleh auditor independen lain yang laporannya tertanggal 23 Januari 2004 berisi pendapat wajar tanpa pengecualian atas laporan keuangan konsolidasian tersebut. Kami tidak mengaudit laporan keuangan anak perusahaan yaitu PT Petrosida dan PT Petrokimia Kayaku untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2004, yang laporannya menyajikan jumlah aktiva sebesar Rp118.351.674.165 (4,29%) dan jumlah pendapatan usaha sebesar Rp278.813.580.833 (7,26%) untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. Laporan keuangan konsolidasian tersebut diaudit oleh auditor independen lain dengan pendapat wajar tanpa pengecualian atas laporan keuangan konsolidasian anak perusahaan tersebut, yang laporannya telah diserahkan kepada kami, dan pendapat kami, sejauh yang berkaitan dengan

BPK RI/AUDITAMA V

Standar tersebut mengharuskan kami merencanakan dan melaksanakan audit agar kami memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. perubahan ekuitas serta arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Audit kami laksanakan dengan tujuan untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan pokok secara keseluruhan. Laporan keuangan induk perusahaan terlampir disajikan untuk ii BPK RI/AUDITAMA V . atas dasar pengujian.jumlah-jumlah untuk anak perusahaan tersebut. laporan keuangan konsolidasian yang kami sebut di atas menyajikan secara wajar. Kami melaksanakan audit berdasarkan Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia dan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia. dalam semua hal yang material. sepanjang hal itu dapat ditentukan dan diperkirakan. Menurut pendapat kami. Kami yakin bahwa audit kami memberikan dasar memadai untuk menyatakan pendapat. Audit juga meliputi penilaian atas prinsip akuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen. Laporan keuangan konsolidasian terlampir mencakup dampak kondisi ekonomi tersebut. bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. berdasarkan audit kami dan laporan auditor independen lain yang kami sebut di atas. Catatan 34 atas laporan keuangan konsolidasian berisi pengungkapan dampak kondisi ekonomi Indonesia terhadap perusahaan dan anak perusahaan dan tindakan yang telah ditempuh serta rencana yang dibuat oleh manajemen perusahaan dan anak perusahaan untuk menghadapi kondisi tersebut. semata-mata hanya didasarkan atas laporan auditor independen lain tersebut. Suatu audit meliputi pemeriksaan. Selain itu audit mencakup pengujian atas kepatuhan perusahaan terhadap kontrak. persyaratan bantuan dan pasal-pasal tertentu peraturan perundang-undangan serta kepatuhan terhadap pengendalian intern. posisi keuangan PT Petrokimia Gresik dan anak perusahaan tanggal 31 Desember 2004 dan hasil usaha.

Drs. Ak. dan. Laporan keuangan induk perusahaan tersebut telah menjadi obyek prosedur audit yang kami terapkan dalam audit atas laporan keuangan pokok.tujuan analisis tambahan dan bukan merupakan bagian laporan keuangan pokok yang diharuskan menurut prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. disajikan secara wajar.B/AUDITAMA V/GA/01/2005 tanggal 31 Januari 2005. Misnoto MA. dalam semua hal yang material. D-1416 Jakarta. menurut pendapat kami. Register Negara No. 31 Januari 2005 iii BPK RI/AUDITAMA V . berkaitan dengan laporan keuangan pokok secara keseluruhan. Auditor Utama Keuangan Negara V Penanggung Jawab Audit. Kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dan pengendalian intern kami sampaikan secara terpisah kepada manajemen dengan laporan kami nomor 02.

23 F dan pasal 23 G. d. Standar tersebut mengharuskan kami untuk merencanakan dan melaksanakan audit agar memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. Undang-undang No. pasal-pasal tertentu peraturan perundang-undangan dan peraturan perusahaan yang kami uji mencakup : a. Undang-undang No. Dasar Penugasan a. Undang-undang No. 2. Undang-undang No. Surat Tugas Badan Pemeriksa Keuangan No. 15 tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab keuangan Negara. b. c.1/9/2004. 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara. c. Undang-undang Dasar Tahun 1945 pasal 23 E. Audit dilaksanakan dengan berpedoman pada Standar Audit Pemerintahan yang ditetapkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan Standar Auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia. 57/ST/VII-XV. Audit juga meliputi penilaian atas prinsip akuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen. serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. b. 1 tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas. d. Undang-undang No. perihal penugasan untuk melakukan audit atas laporan keuangan PT Petrokimia Gresik tahun buku 2004 di Gresik. Suatu audit meliputi pemeriksaan atas dasar pengujian bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Undang-undang No. 15 tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab keuangan Negara. e. 19 tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara. Selain itu audit mencakup pengujian atas kepatuhan perusahaan terhadap kontrak dan pasal-pasal tertentu peraturan perundang-undangan serta kepatuhan terhadap pengendalian intern.DASAR PENUGASAN DAN RUANG LINGKUP AUDIT 1. Ruang Lingkup Audit Audit ini bersifat general audit atas laporan keuangan konsolidasian PT Petrokimia Gresik untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2004. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Kontrak. vi BPK RI/AUDITAMA V . Undang-undang Republik Indonesia Nomor 5 tahun 1973 tentang Badan Pemeriksa Keuangan dan peraturan perundangan lainnya yang berlaku.

KEP-101/M-MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 tentang Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran perusahaan BUMN. KEP-183/MBU/2003 tentang Komponen Harga Pokok Penjualan Pupuk Bersubsidi. g. 107/Kpts/SR. Keputusan Menteri Negara BUMN No. 70/MPP/KEP/2/2003 tanggal 11 Pebruari 2003 tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian. h. Keputusan Memperindag No. 7 tahun 1991. 7 tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana yang telah diubah dengan Undang-undang No. KEP-100/M-MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan BUMN. p. j. 17 tahun 2000. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan Badan Usaha Milik Negara dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan. Undang-undang No. 6 tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana yang telah diubah dengan Undang-undang No. 12 tahun 1998. q.06/2004 tanggal 28 Juni 2004 tentang Tata Cara Penghitungan dan Pembayaran Subsidi Pupuk Tahun Anggaran 2004. 356/MPP/KEP/5/2004 tanggal 27 Mei 2004 tentang Perubahan SK Memperindag No. k. s. 8 tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) sebagaimana yang telah diubah dengan Undang-undang No. o. i. m. Keputusan Menteri BUMN No. 10 tahun 1994 dan Undang-undang No. n. 70/MPP/KEP/2/2003. Keputusan Menteri Pertanian No.130/2/2004 mengenai Harga Eceran Tertinggi (HET) Pupuk Bersubsidi Untuk Sektor Pertanian Tahun Anggaran 2004. l. Undang-undang No. Keputusan Memperindag No. 12 tahun 1998 tentang Perusahaan Perseroan (PERSERO) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah No. 45 tahun 2001 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah No. Undang-undang No. Keputusan Menteri Negara BUMN No. Keputusan Menteri Keuangan No. vi BPK RI/AUDITAMA V . 9 tahun 1994 dan Undangundang No. Undang-undang No. Keputusan Menteri Negara BUMN No. 18 tahun 2000. r. Peraturan Pemerintah No. 19 tahun 2001 tanggal 20 Nopember 2001 tentang Kepelabuhanan di Kabupaten Gresik. 11 tahun 1994 dan Undang-undang No. Peraturan Daerah (Perda) No. KEP-102/M-MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 tentang Penyusunan Rencana Jangka Panjang BUMN. Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. 319/KMK. 16 tahun 2000.f.

Anggaran Dasar PT Petrokimia Gresik. Prosedur Operasional Pengadaan Barang dan Jasa PT Petrokimia Gresik. w. Kami yakin bahwa audit kami memberikan dasar yang memadai untuk menyatakan pendapat. Kontrak-kontrak pengadaan barang dan jasa dalam tahun 2004. x. Pedoman dan Kebijakan Akuntansi Holding Pupuk. v.t. 63 tahun 2002 tanggal 11 Juli 2002 tentang Tarif Jasa Pelayanan Kepelabuhanan oleh Penyelenggara Pelabuhan di Kabupaten Gresik. vi BPK RI/AUDITAMA V . Pelaksanaan audit di lapangan berakhir tanggal 31 Januari 2005. z. u. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Petrokimia Gresik. y. Pedoman dan Kebijakan Akuntansi PT Petrokimia Gresik. Keputusan Bupati/Kepala Pemerintah Daerah Kabupaten Gresik No.

10 3s.779 pada tahun 2004 dan 2003 Persediaan Uang Muka Biaya Dibayar Dimuka Pajak Dibayar Dimuka Pendapatan Yang Masih Akan Diterima Jumlah Aktiva Lancar AKTIVA TIDAK LANCAR Aktiva Pendanaan Manfaat Kesejahteraan Karyawan Investasi Jangka Panjang Aktiva Pajak Tangguhan Aktiva Tetap . 5 347.030 69.237 29.774 618.256 19.816. 3l.328 17.592.840.577 14. 31 3k.718.369.407 1.895 23.333 dan Rp 249.784 pada tahun 2004 dan 2003 Piutang Lain-Lain Pihak Ketiga .283 pada tahun 2004 dan 2003 Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan IstimewaSetelah Dikurangi Penyisihan Piutang Ragu-ragu masing-masing sebesar Rp 714.688 2.248 3p.814 335.404.077.160 560. 11 2.Setelah Dikurangi Akumulasi Penyusutan Masing-masing sebesar Rp 1.925.042 dan Rp 1.028.359 57.565 pada tahun 2004 dan 2003 Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa .209 47.Setelah Dikurangi Penyisihan Piutang Ragu-ragu masing-masing sebesar Rp 9.120. 16c 3m.560 2.Setelah dikurangi penyisihan Piutang Ragu-ragu masing-masing sebesar Rp 6.314.Setelah Dikurangi Penyisihan Piutang Ragu-ragu masing-masing sebesar Rp 1.145.253.808 - Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang Merupakan Bagian tidak Terpisahkan dari Laporan ini 2 .289 34.409 469.142.096.309.441 3j.016 256 1.859 1.004.065.264.429 13.445.537 249.434.266.360 219.825 dan Rp 10.406. 4 3g.783 3i.756.678.823 1.409.677.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK NERACA KONSOLIDASIAN Per 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Catatan 2004 Rp 2003 Rp AKTIVA AKTIVA LANCAR Kas dan Setara Kas Piutang Usaha Pihak Ketiga .216 dan Rp 981.393 187.695.670. 7 8 9 16a 21. 3l.827 13.209 dan Rp 506. 3h.516 63.002. 3n.328. 6 152.890.515 3.629.789.384.460.908.244.127.077.920 pada tahun 2004 dan 2003 Biaya Yang Ditangguhkan Aktiva Lain-lain Aktiva Tak Berwujud Jumlah Aktiva Tidak Lancar JUMLAH AKTIVA 3f.928 136. 3i.833 44.374.287.880.464.861 3o.072 85. 12 13 1.162 718.621.117 887.268.

000.713.640 4.039 2.Nilai Nominal Rp 1.757.759.511.986 622.323 58. 3l.838.363 20 21.263.992. HAK MINORITAS DAN EKUITAS KEWAJIBAN LANCAR 2004 Rp 2003 Rp Hutang Bank Hutang Usaha Pihak Ketiga Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa Hutang Pajak Biaya yang Masih Harus Dibayar Hutang Lain-lain Uang Muka Penjualan Hutang Jangka Panjang Yang Jatuh Tempo Dalam Satu Tahun Bank Kewajiban Lainnya Jumlah Kewajiban Lancar 14 3q.596.555.a.881 14.047 91.348 33. 29 519.197 2.813.715.889 108.059.631 437.295 551.018 43.300.Setelah Dikurangi Bagian Yang Jatuh Tempo Dalam Satu Tahun Bank Kewajiban Jangka Panjang Lainnya Jumlah Kewajiban Tidak Lancar 3.426 115.846 1.160. HAK MINORITAS DAN EKUITAS 3. 16.309.939.756.165. 3.826 1.886.000 Saham Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 396.c 31 73.420.993.878 2.171.176 23.191 3.420.890.879.714.000 288.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK NERACA KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Per 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Catatan KEWAJIBAN .s.625 23 396.s.888 JUMLAH KEWAJIBAN HAK MINORITAS EKUITAS Modal Saham .396.000 per Saham Modal Dasar .637. 16.1.328 854.b 17 18 19 20 21 143.001 8. 22 15.249 1.435.f.563.550.296.420 Saham Saldo Laba Yang Dicadangkan Saldo Laba Yang Belum Dicadangkan Jumlah Ekuitas JUMLAH KEWAJIBAN.864.372.374.692.960.069 90.654 22.462. 15 774.514 31.869 124.198.931 667.808 Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang Merupakan Bagian tidak Terpisahkan dari Laporan ini 2 .860.903 2.117 396.637 5.960.725.265 46.000 334.449 87.853.910.895 8.421 897.324 117.150 794.293.426 137.199.939.565.860 18.055 KEWAJIBAN TIDAK LANCAR Kewajiban Pajak Tangguhan Manfaat Kesejahteraan Karyawan Diestimasi Hutang Jangka Panjang .456.021.

711.c (71.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASIAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Catatan 2004 Rp 3.328 (74.845) 124.r.819.969 (1.196) (17. 26 (179.908) (72.943.044.157.831.819) 108. 16.r.460.213.982. 27 107.173 (2.569.440 3.921.320) 582.642 2003 Rp 2.191.094) 126.r.526) (375.934.s.683 (60.455.708) (86.020.211) (171.292.562.207. 28 (93.150 119.166) 729.015.523) 17.065) 50.332) 292.425) (159.874 PENDAPATAN HARGA POKOK PENJUALAN LABA KOTOR BEBAN USAHA Beban Distribusi Beban Penjualan Beban Administrasi dan Umum Jumlah Beban Usaha LABA USAHA SEBELUM BEBAN BUNGA DAN KEUANGAN Beban Bunga dan Keuangan LABA USAHA SETELAH BEBAN BUNGA DAN KEUANGAN PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN Pendapatan Diluar Usaha Beban Diluar Usaha Beban Lain-lain .810.189.623 170.r.859) 207. 24 3.020.500.173) 181.902.954.486.429 (54.477 3.107.837.373) 119.648.Bersih LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN MANFAAT (BEBAN) PAJAK PENGHASILAN Pajak Kini Pajak Tangguhan Jumlah Beban Pajak Penghasilan LABA SEBELUM HAK MINORITAS BAGIAN DARI PEMILIK SAHAM MINORITAS LABA BERSIH 3.615.685.267 3.194 (2.979) 13.372.714.477. 25 Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang Merupakan Bagian tidak Terpisahkan dari Laporan ini 3 .731.688 (68.023 (124.413) (437.651.643 (3.759.015 (87.458.306.705) 198.r.145 3.244.875.081.265 (143.099.382.296) 110.

353) (40.196.863.175.759.420.377 (7.423.328 (60.377) (2.210) 668.372.326 108.509.540.197 Saldo per 1 Januari 2003 Laba Bersih Tahun Berjalan Dividen Tantiem Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi Dana Pembinaan Wilayah Pembentukan Cadangan Sesuai RUPS Selisih Pembentukan Cadangan Laba Belum Direalisasi Dari Pemilikan Efek Koreksi PPh Badan Selisih Perubahan Ekuitas Perusahaan Anak Saldo per 31 Desember 2003 Laba Bersih Tahun Berjalan Dividen Tantiem Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi Dana Pembinaan Wilayah Pembentukan Cadangan Sesuai RUPS Selisih Perubahan Ekuitas Perusahaan Anak Saldo per 31 Desember 2004 396.000 396.000 396.658.414 334.696) (1.046.863.199.180) 2.285.333 108.534) (1.637) (932.566 2.372.243) 377.150 124.372.039 124.992.210) 1.590) (2.235.793.180) (43.243) (46.889 43.087.890 40.879.414 854.696) (1.735 288.123.150 (47.793.420.353) (932.353) (2.442.125.175.988 108.747) (932.059.540.509.123.558) Saldo Laba Yang Dicadangkan Rp 255.061 794.759.759.741.125.150 (47.558 (46.087.328 (60.558) (7.000 Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang Merupakan Bagian tidak Terpisahkan dari Laporan ini 4 .280) (1.590) (2.280) (1.328 Jumlah Ekuitas Rp 745.658.534) (1.869 Saldo Laba Yang Belum Dicadangkan Rp 93.420.097 137.196.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Modal Saham Rp Laba Belum Direalisasi dari Pemilikan Efek Rp 46.566) 124.353) (932.

286.600 382.793. Retribusi.929.470.314 7.807.621 190.016.441 152.496 102.768.262. Litbang dan Konsultan Biaya Bongkar Muat dan Distribusi Biaya Penjualan Biaya Umum Biaya Fee Agen dan Diskon Biaya Bunga Pinjaman PPN Masukan dan PPh Pengembalian Hutang usaha Pelunasan Hutang Lain .568 347.129 7.250 184.955. Asuransi Biaya Jasa.919.273.902.903 Pengeluaran : Biaya yang Berkaitan Dengan Pendapatan Diluar Usaha 38.lain Penerimaan Restitusi Pajak dan Lain .829.258 525.576.364.351.570 2.679.771.016 Jumlah Penerimaan 184.651 1.588.474.127 149.512.913) 1.779 2.827 9.764 65.033 91.752 63.653 576.599.979.825 103.058 215.856.027 73.302.773.529.202 3. Jasa Giro dan Penerimaan Diluar Usaha lainnya 2003 Rp 663.346 Jumlah Pengeluaran 234.270.524.892 52.822 90.358 6.350.605.960.618 202.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 2004 Rp ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan : Piutang Pemerintah Penjualan Tunai Piutang Dagang Deposito PPN Keluaran Penerimaan Piutang Lain .364.733.000 247.144.758 200.261.534.796 6 .572.930 18.138.432.869.480 180.lain Penempatan Deposito Pembayaran Kas Kepada Pemasok dan Karyawan Jumlah Pengeluaran Jumlah Arus Kas dari Aktivitas Operasi ARUS KAS DARI KEGIATAN INVESTASI Penerimaan : Penjualan Aktiva Tetap Pendapatan Bunga.760.870 102.127 189.286.600 199.264 41.400 590.277 71.431 Lihat tidak Kewajiban Pembagian Laba Tahun Lalu Terpisahkan dari Laporan ini 80.179 (125.969.741 281.350.638 3.848 305.579.911.092 16.459.585.584.074.514.421 Investasi Rutin 97.531 (94.709 2.180 513.158.245.532 129.224 9.598 Investasi Proyek Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang Merupakan Bagian 18.054.316.579.lain Penerimaan Kas dari pelanggan Jumlah Penerimaan Pengeluaran : Bahan Baku dan Penolong Biaya Pegawai Biaya Pemeliharaan Biaya Pajak.214 104.511.284.192.669 144.552.400) 128.910.483.226.000 295.885 4.060.021.548 3.879 64.298 273.455.986.083 4.256.258 85.

845.735 1. KMK & LC Lainnya Jumlah Pengeluaran Jumlah Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan KAS DAN SETARA KAS .742 182.727.033 260.421 347.510.145.096 1.735 1.033 7.342 Jumlah Arus Kas dari Aktivitas Investasi ARUS KAS DARI KEGIATAN PENDANAAN Penerimaan : Hutang Bank ( KMK.077.228 335.404.181.145.604.634.677.634.893) 2003 Rp 55.AWAL TAHUN KENAIKAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 1.688.099.141.814 260.684 153.393 Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang Merupakan Bagian tidak Terpisahkan dari Laporan ini 6 . LC dan KI) Jumlah Penerimaan Pengeluaran : Angsuran kredit Investasi.688.845.428.291 7.181.507 156.411 176.577.709 335.677.577.291 252.393 11.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 2004 Rp (50.

PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 1. SH Nomor 110 tanggal 31 Mei 1975. MA Dr. Tambahan Nomor 722. berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 14 tahun 1975 bentuk Perusahaan Umum diubah menjadi Perusahaan Perseroan (Persero) melalui akta notaris Abdul Latief. surat Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Nomor : S – 480/MBU/2004 tanggal 9 September 2004 perihal pemberhentian dan pengangkatan anggota – anggota Direksi Perusahaan Anak PT Pupuk Sriwidjaja (Persero). Pendirian Perusahaan PT Petrokimia Gresik (Persero) selanjutnya disebut “Perusahaan” pada awalnya adalah Perusahaan Umum yang didirikan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 55 tahun 1971.98 tanggal 9 Juni 1998 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. RNP dan KCL ii) Pemasaran dan perdagangan bahan kimia antara lain N2. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan. 84 tanggal 20 Oktober 1998. perdagangan jasa dan angkutan. Arifin Tasrif Ir. pemasaran dan perdagangan berbagai jenis pupuk. O2. notaris di Jakarta. maksud dan tujuan Perusahaan adalah turut melaksanakan dan menunjang kebijaksanaan dan program Pemerintah di bidang ekonomi dan pembangunan nasional pada umumnya.00 – UM/2004 tanggal 8 September 2004. Sedangkan ruang lingkup kegiatan Perusahaan adalah bergerak dalam bidang: i) Produksi. H2. MSc Ir. Suhendro Bakri. diantaranya adalah pupuk ZA. 82 tanggal 27 Maret 1998 dari Imas Fatimah. Ir. Akta pendirian ini telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia tanggal 9 Desember 1975 No 98. khususnya di bidang industri. Teddy Setiadi Drs. Sahala L Gaol Ir.Th. SP36. serta Risalah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 28 September 2004 adalah sebagai berikut : Komisaris : Dr.. direksi dan karyawan Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2004 ditetapkan berdasarkan surat PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) nomor U-912/A. mengenai persetujuan penjualan 10 (sepuluh) saham PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) kepada Yayasan Petrokimia Gresik. Direksi dan Karyawan Susunan dewan komisaris. Phonska. Sesuai dengan anggaran dasar Perusahaan. Mustofa : Direktur Utama : Direktur Produksi 7 . terakhir dengan akta notaris No. Alf3 & Cement Retarder. NH3. Urea. SH. iii) Pemasaran produk utilitas iv) Jasa kepelabuhanan v) Jasa kesehatan vi) Produksi. Tambahan Nomor 5870. Kresnayana Yahya : : : : : Komisaris Utama Komisaris Komisaris Komisaris Komisaris Direksi : Ir. Dewan Komisaris.04. Ato Suprapto. UMUM a. Selanjutnya. pemasaran jasa rancang bangun dan pabrikasi vii) Jasa penelitian dan pemeliharaan pestisida aktif viii) Produksi/ formulasi dan memasarkan pestisida terdaftar ix) Produksi dan pemasaran jasa rancang bangun dan pabrikasi b.01. Akta perubahan tersebut telah memperoleh persetujuan dari Menteri Kehakiman dengan Surat Keputusan Nomor C2-6147 HT.

13% 9.00% * : merupakan perusahaan anak yang dimiliki PT Petrosida Gresik PT Petrosida Gresik PT Petrosida Gresik (PT Petrosida) didirikan berdasarkan akta notaris Frederik Alexander Tumbuan Nomor 43 tanggal 24 Juni 1983.00% Rp 18. Thailand Gresik Gresik Bahan baku plastik Pengelolaan lahan untuk industri di Gresik.640 Rp 61.089. jasa transportasi dan perdagangan umum Jasa tenaga kerja. SH. Firdaus Syahril Ir. Nugroho Purwanto.808 Gresik Gresik Perbengkelan. T. kontraktor dan produsen bataco dan paving stone Peralatan pabrik Bahan baku sabun Bahan baku plastik Produsen pupuk 50.000. Kantor pusat Perusahaan beserta instalasi produksi berlokasi di Gresik.711 Gresik Gresik Gresik Thailand 5. distribusi dan perdagangan bahan aktif pestisida serta bertindak sebagai Distributor Pupuk.BAT Ir. SH.00% 50.146.000.00% USD 26. Bambang Tjahjono.00% 35.01. SE.034 pada tahun 2003. MM. Memproduksi / memformulasi dan memasarkan pestisida 99. Ir.47% 13.964 orang pada tahun 2004 (tidak diaudit) dan 4.HT.G Yudara.968.99 % Rp 59.032.774 Domisili Jenis Usaha Pemilikan Jumlah Aktiva 31 Desember 2004 PT Petrokimia Kayaku Gresik 60% Rp 59.80% 1.382. MH : : : : Direktur Keuangan Direktur Teknologi & Pengembangan Direktur Pemasaran Direktur SDM & Umum Karyawan Perusahaan berjumlah 3.. Akta tersebut telah beberapa kali mengalami perubahan terakhir dengan Akta Notaris N.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Drs. Bambang Setiobroto. Struktur Perusahaan Perusahaan memiliki saham perusahaan anak dan asosiasi dengan rincian sebagai berikut : Persentase Nama Perusahaan Perusahaan Anak PT Petrosida Gresik Gresik Produksi.262. c. 20. PT Petrosida 8 . Ak.900 Perusahaan Asosiasi Metode Ekuitas Perusahaan PT Petronika PT Kawasan Industri Gresik Perusahaan Anak * PT Petrokopindo Cipta Selaras PT Aneka Jasa Grhadika Metode Biaya PT Puspetindo PT Petrocentral PT Petrowidada Asean Potash Mining. Nomor 8 tanggal 12 Pebruari 1998 serta telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Nomor G2-1938.392 Rp 14.04 tahun 1998 berstatus PMDN dengan investasi USD 20.

sedangkan modal ditempatkan dan disetor penuh sebesar Rp 9. Tata niaga pembelian gas bumi oleh Perusahaan ditetapkan oleh Pemerintah. SH nomor 3 tanggal 18 Februari 1976 di Jakarta.500. Pemegang saham perusahaan ini adalah PT Petrokimia Gresik (99.000. ii. Pengadaan gas bumi untuk PT Petrokimia Gresik dengan pemanfaatan gas bumi diatur dengan perjanjian antara PT Petrokimia Gresik dengan Pertamina Nomor PJB-0693/C. Pupuk sebagai Produk Bersubsidi Surat Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan No. Pemegang saham PT Petrokimia Kayaku adalah PT Petrokimia Gresik (60. 2.04 tahun 2000. modal ditempatkan dan modal disetor PT Petrokima Kayaku adalah Rp 1. Kemudian. PT Petrokimia Kayaku bergerak dalam usaha produksi/ formulasi dan memasarkan pestisida terdaftar.HT. 9 . selisih harga kontrak dengan harga gas bumi yang dibebankan kepada Perusahaan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan ditagihkan kepada Pemerintah yang pelaksanaannya dilakukan oleh Direktorat Jenderal Lembaga Keuangan. SH. Beberapa hal penting berkaitan dengan tata niaga tersebut adalah sebagai berikut: i. TATA NIAGA YANG BERKAITAN PRODUK PERUSAHAAN a. Modal dasar perusahaan ini adalah Rp 19.400. b. PT Petrokimia Kayaku PT Petrokimia Kayaku didirikan dengan akta notaris Sri Soetengsoe Abdoel Sjoekoer. iii.00/MMBTU. Mitsubishi Corporation Tokyo (20.016. perusahaan ini juga bergerak sebagai distributor pupuk. distribusi dan perdagangan bahan aktif pestisida. Besarnya subsidi harga gas bumi atau selisih pembayaran harga gas adalah selisih antara harga kontrak jual beli gas antara Perusahaan dengan Kontraktor Production Sharing (KPS)/ Pertamina atau harga yang ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral dengan harga beli gas yang harus dibayar atau yang dibebankan kepada Perusahaan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) bergerak dalam bidang produksi.751. 356/MPP/Kep/5/2004 tanggal 27 Mei 2004 tentang perubahan Keputusan Nomor 70/MPP/Kep/2/2003 tanggal 11 Februari 2003 tentang pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI No 306/MPP/Kep/4/2003.99%) dan Koperasi Karyawan Keluarga Besar Petrokimia Gresik/K3PG (0. memberikan jasa penelitian dan pemeliharaan pestisida aktif. Nomor 7 tanggal 23 September 1998 dan telah mendapat persetujuan dari Menteri Kehakiman RI dengan Keputusan Nomor C2-1377.000. diantaranya menetapkan bahwa produk pupuk urea dan pupuk non-urea (SP-36. Tata niaga tersebut sekaligus merupakan instrumen subsidi atau selisih pembayaran harga gas untuk produksi pupuk urea yang digunakan untuk sektor pertanian dalam negeri.. Ltd Tokyo (20.00%). Gas Bumi Salah satu bahan baku produksi pupuk adalah gas bumi. Mekanisme pembayaran subsidi pupuk urea melalui harga gas secara ringkas dilakukan dengan cara sebagai berikut : PT Petrokimia Gresik membayar terlebih dahulu USD 2.0000/91-B1 dan nomor 236/IV/SPK/A/Dir/1991 tanggal 5 April 1991 dengan jangka waktu 1 Juni 1993 sampai dengan 1 Juni 2013 dengan harga USD 2. Modal dasar. terakhir dengan akta notaris Wien Hidajati Rasjid.00/MMBTU ke Bank of America sebagai paying agent. Disamping itu. Akta tersebut beberapa kali mengalami perubahan.01%).00%). ZA.00%) dan Nippon Kayaku Co. 69. Phonska) merupakan pupuk bersubsidi.01. tanggal 4 Pebruari 2002 serta telah dimuat dalam tambahan Berita Negara RI tanggal 29 Agustus 2000 No.

Hal ini sesuai Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. d. . • Perusahaan mencatat harga gas dalam perhitungan harga pokok produksi sesuai dengan kontrak pembelian yaitu sebesar USD 2.00/MMBTU untuk periode Agustus sampai dengan Desember 2003. dikalikan volume pemanfaatan gas atas penyaluran pupuk ke sektor pertanian diakui sebagai pendapatan subsidi pupuk urea. Pada tahun 2002 melalui surat dari Departemen Perindustrian dan Perdagangan Direktorat Jenderal Perdagangan dalam Negeri nomor 490/DJPDN/IX/2002 tanggal 20 September 2002.06/2004 tanggal 28 Juni 2004. Distribusi Pupuk Distribusi pupuk bersubsidi sesuai Surat Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 70/MPP/Kep/2/2003 tanggal 11 Pebruari 2003 sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI No 306/MPP/Kep/4/2003 menetapkan bahwa Perusahaan bertanggung jawab untuk melaksanakan pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi tahun 2003 mulai dari Lini I sampai dengan Lini IV pada wilayah propinsi yang menjadi tanggung jawabnya.00 per Kg • Pupuk ZA = Rp 950. Komponen biaya yang dapat diperlakukan sebagai Harga Pokok Produksi diatur dengan SK Menteri BUMN No KEP-183/MBU/2003 tanggal 28 Maret 2003 yang pada prinsipnya sama dengan HPP pada umumnya ditambah margin keuntungan 10%. ZA. Perusahaan ditugaskan sebagai pelaksana dan bertanggung jawab atas kelancaran pengadaan dan penyaluran serta 10 .600.00 per Kg • Pupuk NPK = Rp 1. Pupuk Urea • Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 356/MK.400.USD 1. Perusahaan melaksanakan pengadaan pupuk bersubsidi sampai dengan gudang Lini III yang berlokasi di tingkat Kabupaten atau Kodya di wilayah yang menjadi tanggung jawabnya dan penjualan pupuk kepada Distributor.00/MMBTU sesuai Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 319/MK. 356/KMK. sedangkan untuk periode Januari sampai dengan Desember 2004 ditetapkan sebesar USD 1.30/MMBTU untuk periode Januari sampai dengan Juli 2003. Selanjutnya Distributor melakukan penjualan dari gudang Lini III kepada Pengecer di Lini IV.00 per Kg • Pupuk SP-36 = Rp 1.050. yaitu Jawa Timur di 37 Kabupaten untuk pupuk urea dan seluruh Indonesia untuk pupuk non urea.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) c.06/2003 tanggal 19 Agustus 2003 menetapkan harga gas yang menjadi beban Perusahaan adalah sebagai berikut : .06/2004 tanggal 28 Juni 2004. dengan ketentuan bahwa Harga Pokok Produksi tidak boleh melebihi harga impor untuk pupuk sejenis.00 per Kg e. HET ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor : 107/Kpts/SR.00/MMBTU • Selisih antara harga gas bumi sesuai kontrak atau berdasarkan penetapan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral dengan harga gas yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan sebagai beban Perusahaan.130/2/2004 tanggal 13 Pebruari 2004 yaitu : • Pupuk Urea = Rp 1. Subsidi ini diakui Perusahaan sebagai pendapatan subsidi pupuk non urea.USD 1. 319/MK. Phonska/ NPK 15:15:15) Subsidi pupuk non urea ditentukan oleh Pemerintah melalui harga pupuk yaitu selisih positif antara Harga Pokok Produksi (HPP) dengan Harga Eceran Tertinggi yang ditetapkan oleh Menteri Pertanian dikalikan volume penyaluran pupuk ke sektor pertanian.06/2003 tanggal 19 Agustus 2003 dan No. Pupuk Non Urea (SP-36.

Hasil yang sebenarnya mungkin berbeda dari jumlah yang diestimasi. Dasar pengukuran dalam penyusunan laporan keuangan adalah konsep biaya perolehan (historical cost). atau apabila Perusahaan memiliki 50% atau kurang hak suara tetapi dapat dibuktikan adanya pengendalian. mulai dari Lini I sampai dengan Lini IV pada wilayah yang menjadi tanggung jawabnya. sesuai Surat Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan No. f. Ponorogo dan Pacitan. Kota Madiun. Dasar Pengukuran dan Penyusunan Laporan Keuangan Laporan keuangan konsolidasian ini disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Prinsip Konsolidasi Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan perusahaan dan perusahaan anak dimana Perusahaan merupakan pemegang saham baik secara langsung ataupun tidak langsung lebih dari 50% hak suara dari saham yang diterbitkan. 356/MPP/Kep/5/2004 tanggal 27 Mei 2004 wilayah tanggung jawab Perusahaan menjadi 12 Kabupaten Jawa Timur untuk pupuk urea dan seluruh Indonesia untuk pupuk non urea. Kedua belas kabupaten di Jawa Timur tersebut adalah Gresik. Ngawi. Bojonegoro. Pestisida dan Produk Lainnya Pemerintah tidak mengatur tataniaga produksi dan perdagangan pestisida dan produk lainnya sehingga Perusahaan dapat melaksanakan produksi dan pemasarannya sesuai dengan kebijakan manajemen dan mekanisme pasar. Lamongan. Saldo dan transaksi termasuk keuntungan / kerugian yang belum direalisasi atas transaksi antara perusahaan dan perusahaan anak dieliminasi untuk mencerminkan posisi keuangan dan hasil usaha Perusahaan dan perusahaan anak sebagai satu kesatuan usaha. 3. investasi dan pendanaan. Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan ini adalah Rupiah. yang antara lain meliputi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. jumlah. harga. tempat. b. Magetan. waktu dan mutu. Penggunaan Estimasi Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia mengharuskan manajemen untuk membuat estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah aktiva dan kewajiban dan pengungkapan aktiva dan kewajiban kontinjen pada tanggal laporan keuangan serta jumlah pendapatan dan beban selama periode pelaporan. Perusahaan wajib bertanggung jawab atas pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi secara 6 (enam) tepat yaitu tepat jenis. Jombang. Laporan arus kas konsolidasi disajikan dengan metode langsung (direct method) dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI a.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) ketersediaan stok pupuk urea di 9 (sembilan) Kabupaten/Kota di Propinsi Jawa Timur (lebih sedikit dibandingkan tahun 2003). d. Dalam pertengahan tahun 2004. Tuban. Nganjuk. Madiun. c. Transaksi dan Penjabaran Laporan Keuangan Dalam Mata Uang Asing 11 .

ZA dan NPK untuk sektor pertanian yang telah disalurkan ke Lini IV. Transaksi-transaksi selama tahun berjalan dalam mata uang asing dicatat dengan kurs yang berlaku pada saat terjadinya transaksi. sedangkan pendapatan dan beban dijabarkan dengan menggunakan kurs rata – rata. ZA dan NPK (non-urea) diakui sebesar selisih perkiraan Harga Pokok Penjualan (HPP) sesuai perhitungan dan komponen biaya yang ditentukan oleh Menteri BUMN dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh Menteri Pertanian. e. kecuali PT Petronika diselenggarakan dalam mata uang Rupiah. aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang asing disesuaikan untuk mencerminkan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut didasarkan pada kurs tengah mata uang asing yang diumumkan oleh Bank Indonesia. Sedangkan piutang usaha yang berasal dari pendapatan jasa diakui sesuai dengan tahapan penyelesaian pekerjaan. Untuk tujuan penyajian laporan keuangan (bagian laba rugi penyertaan). aktiva dan kewajiban PT Petronika pada tanggal neraca di jabarkan masing – masing dengan menggunakan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut. Piutang Subsidi Kepada Pemerintah Subsidi harga gas atau selisih pembayaran harga gas (pupuk urea) Piutang subsidi harga gas tahun 2003 dan 2004 untuk produk pupuk urea diakui sebesar selisih antara harga gas menurut kontrak atau yang ditetapkan oleh Menteri Pertambangan dan Energi dengan harga yang dibebankan kepada Perusahaan menurut keputusan Menteri Keuangan. Pada tanggal neraca.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Pembukuan Perusahaan dan perusahaan anak. Sedangkan untuk tahun 2004. produk samping (non pupuk) dan pestisida diakui pada saat direalisasi yaitu pada saat pembuatan faktur penjualan yang didukung bukti penyerahannya. h. perusahaan anak diselenggarakan dalam mata uang Dollar Amerika Serikat. maka kerugian yang timbul akan diakui pada periode berjalan. Piutang subsidi harga pupuk diakui 100% dari penagihan secara bulanan berdasarkan pupuk SP-36. g. Piutang subsidi harga gas diakui 100% dari penagihan secara bulanan berdasarkan pupuk urea untuk sektor pertanian yang telah disalurkan ke Lini IV. f. Pembukuan PT Petronika. Pada akhir tahun 2003 jumlah piutang diakui berdasarkan penyaluran ke Lini IV dan perkiraan HPP setahun. pada akhir tahun jumlah piutang diakui berdasarkan penyaluran ke Lini IV selama satu tahun dengan mempertimbangkan anggaran yang tersedia di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara –Perubahan (APBN-P) tahun 2004. Keuntungan atau kerugian yang timbul dikreditkan atau dibebankan dalam laporan laba rugi tahun yang bersangkutan. Selisih kurs yang terjadi disajikan sebagai bagian dari ekuitas. Bila hasil penelaahan tersebut menyimpulkan adanya penurunan nilai aktiva. Penurunan Nilai Aktiva Apabila terdapat indikasi adanya penurunan potensial atas nilai aktiva yang disebabkan oleh penurunan estimasi nilai ekonomis yang manfaatnya untuk masa depan. Kas dan Setara Kas Kas dan setara kas terdiri dari saldo kas dan bank. 12 . maka Perusahaan akan melakukan penelaahan atas terjadinya penurunan nilai aktiva. sedangkan pada akhir tahun 2004 berdasarkan realisasi HPP dengan mempertimbangkan anggaran yang tersedia di APBN-P tahun 2004. Subsidi harga pupuk (pupuk non-urea) Piutang subsidi harga pupuk tahun 2003 dan 2004 untuk produk pupuk SP-36. deposito berjangka yang jangka waktunya kurang dari atau sama dengan 3 (tiga) bulan sejak tanggal penempatannya dan tidak dijaminkan. Piutang Usaha Piutang usaha yang berasal dari penjualan pupuk.

ii) Persediaan barang dalam proses dicatat sebesar harga perolehannya dengan metode rata-rata tertimbang (weighted average method). ii) Investasi Lainnya Investasi dalam bentuk saham dengan pemilikan kurang dari 20% yang nilai wajarnya tidak tersedia dan dimaksudkan untuk investasi jangka panjang dinyatakan sebesar biaya perolehan (metode biaya). l.000 (seribu Rupiah) per satuannya. Selisih antara nilai tercatat dengan nilai Rp 1.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) i. Penyisihan Piutang Perusahaan menetapkan penyisihan piutang atas piutang usaha dan piutang lain-lain (kecuali piutang yang ada jaminannya. Bila terjadi penurunan nilai yang bersifat permanen.000 (seribu Rupiah) dibebankan sebagai kerugian pada tahun berjalan. Bila terjadi penurunan nilai yang bersifat permanen. j. dipindahkan ke aktiva lain-lain dengan nilai Rp 1. Investasi Jangka Panjang i) Investasi pada Perusahaan Asosiasi Investasi dengan pemilikan 20% sampai dengan 50%. dinyatakan sebesar biaya perolehan. Penerimaan kembali piutang yang telah dihapuskan dibukukan sebagai pendapatan lain-lain. Bagian atas laba (rugi) tiap tahun disesuaikan dengan amortisasi atas selisih antara harga perolehan dan bagian Perusahaan atas nilai wajar netto yang dapat diidentifikasi. Khusus untuk piutang kepada Pemerintah disisihkan setelah adanya kepastian bahwa piutang tersebut tidak akan terealisir.1 tahun 0% 1 . Apabila penyajian dilakukan sebesar nilai bersih yang dapat direalisasi. ditambah atau dikurangi dengan bagian laba atau rugi perusahaan asosiasi sejak perolehan sebesar persentase pemilikan dan dikurangi dengan dividen yang diterima (metode ekuitas). Namun demikian penghapusan tersebut tetap mengikuti prosedur sebagaimana diatur dan berlaku untuk BUMN pada umumnya. k. iii) Persediaan barang jadi pada tanggal neraca disajikan sebesar nilai perolehannya atau nilai bersih yang dapat direalisasi mana yang lebih rendah (the lower of cost and net realizable value). baik langsung maupun tidak langsung. maka nilai tercatatnya dikurangi untuk mengakui penurunan tersebut yang ditentukan untuk setiap investasi secara individu dan kerugiannya dibebankan pada laporan laba rugi tahun berjalan. piutang kepada Pemerintah dan antar produsen pupuk/sister company) berdasarkan analisa terhadap umur piutang tersebut sebagai berikut : Umur piutang Persentase penyisihan 0 .2 tahun 50 % > 2 tahun 100% Piutang yang benar-benar tidak dapat ditagih dihapuskan dari pembukuan. iv) Untuk persediaan yang tidak berfungsi dalam kondisi rusak atau tidak dapat dimanfaatkan. Persediaan i) Persediaan bahan baku dan suku cadang dicatat sebesar harga perolehannya dengan metode ratarata bergerak (moving average method). nilai tercatatnya dikurangi untuk mengetahui penurunan tersebut dan kerugiannya dibebankan pada laporan laba rugi tahun berjalan. Transaksi dengan Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa 13 . maka selisih yang timbul dibebankan pada akun penurunan nilai persediaan dalam kelompok beban lain-lain.

atau berada dibawah pengendalian bersama dengan perusahaan pelapor (termasuk holding companies. Aktiva tetap kecuali tanah disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus (straight line method) berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aktiva tetap. m. maka secara administratif dikeluarkan dari perkiraan aktiva tetap untuk dipindah bukukan ke dalam aktiva tetap non operasional yang disajikan dalam kelompok aktiva lain – lain. memimpin dan mengendalikan kegiatan perusahaan pelapor yang meliputi anggota dewan komisaris. Perusahaan yang melalui satu atau lebih perantara (intermediaries).PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan No. iv). yang dimaksudkan dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah: i). alat berat Perabot dan inventaris lainnya 10 10 20 20 25 Tanah dinyatakan berdasarkan biaya perolehan dan tidak disusutkan. Ini mencakup perusahaanperusahaan yang dimiliki anggota dewan komisaris. Perusahaan dimana suatu kepentingan substansial dalam hak suara dimiliki baik secara langsung maupun tidak langsung oleh setiap orang yang diuraikan dalam point iii) dan iv) atau setiap orang tersebut mempunyai pengaruh signifikan atas perusahaan tersebut. subsidiaries and fellow subsidiaries). atau dengan pihak yang mana Perusahaan mempunyai pengaturan khusus atau transaksi yang signifikan dan juga apakah transaksi telah dilakukan atau dengan kondisi dan syarat sebagaimana dilakukan dengan pihak yang tidak mempunyai hubungan istimewa telah diuraikan di laporan keuangan. Apabila aktiva tetap yang tidak digunakan lagi untuk operasional perusahaan ( karena rusak atau usang). direksi dan manajer dari perusahaan serta anggota keluarga dekat orang-orang tersebut dan. iii). Sifat dan besarnya transaksi dengan pihak-pihak yang mana Perusahaan mempunyai kemampuan untuk mengendalikan. Perorangan yang memiliki. 7. sebelum mendapatkan persetujuan formal untuk menghapuskannya atau dijual. mengendalikan atau dikendalikan oleh. Perusahaan asosiasi (associated enterprises). baik secara langsung maupun tidak langsung suatu kepentingan hak suara di perusahaan pelapor yang berpengaruh secara signifikan. ii). v). direksi atau pemegang saham utama dari perusahaan pelapor dan perusahaan-perusahaan yang mempunyai anggota manajemen kunci yang sama dengan perusahaan pelapor. Kriteria yang digunakan untuk objek kapitalisasi berupa pengeluaran untuk pemeliharaan. Terhadap aktiva tetap tersebut dilakukan penyusutan sekaligus sebesar nilai buku dan dibebankan sebagai Biaya lain – lain. sebagai berikut : % Tarif Penyusutan Bangunan pabrik Bangunan gedung Mesin dan Peralatan Kendaraan. pengadaan/ pembangunan yang berkaitan dengan aktiva tetap adalah sebagai berikut: 14 . dan anggota dekat dari perorangan tersebut (yang dimaksudkan dengan anggota keluarga dekat adalah mereka yang dapat diharapkan mempengaruhi atau dipengaruhi perorangan tersebut dalam transaksinya dengan perusahaan pelapor). Aktiva Tetap Aktiva tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutannya. Karyawan kunci yaitu orang-orang yang mempunyai wewenang dan tanggung jawab untuk merencanakan.

Biaya pemeliharaan yang dikapitalisasi adalah biaya pemeliharaan yang dikategorikan sebagai perbaikan berat yang berupa penggantian baru seluruh satuan komponen aktiva tetap. r. Pengadaan/ pembangunan aktiva tetap dikapitalisasi jika harga per satuan mempunyai batas minimum sebagai berikut: Penambahan/ Penggantian Rp 25. Biaya jasa kini diakui sebagai beban pada periode berjalan.000 Rp 25. Pengeluaran berupa biaya pemeliharaan diklasifikasikan dan dicatat sebagai aktiva tetap apabila pengeluaran tersebut menambah umur ekonomis dan atau menambah kapasitas aktiva tetap yang bersangkutan. q. Metode penilaian aktuaria yang digunakan oleh aktuaris adalah metode Projected Unit Credit. Umur teknis pabrik pupuk ditentukan selama 16 (enam belas) tahun. Hutang Usaha Hutang usaha adalah hutang yang timbul dari pengadaan barang/ jasa yang dinyatakan sebesar nilai barang/ jasa yang harus dibayar kepada rekanan. Biaya perolehan tersebut termasuk biaya pinjaman yang terjadi selama masa pembangunan yang timbul dari hutang yang digunakan untuk pembangunan aktiva tersebut.000 Rp 50. (ii). Aktiva Dalam Pelaksanaan Aktiva dalam pelaksanaan dinyatakan sebesar biaya perolehan. koreksi aktuarial dan dampak perubahan asumsi bagi peserta pensiun yang masih aktif diamortisasi dengan metode anuitas pasti selama estimasi sisa masa kerja rata – rata karyawan sebagaimana ditentukan oleh aktuaris. Biaya yang Ditangguhkan Biaya yang dikeluarkan dan diperkirakan memiliki manfaat lebih dari satu tahun dicatat sebagai biaya ditangguhkan dan diamortisasi dengan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomisnya.500 Jenis Aktiva Bangunan Mesin Alat berat Kendaraan Perabot Baru Rp 50. Aktiva suku cadang penyangga ini akan disusutkan selama umur teknis pabrik (umur teknis pabrik dikurangi masa operasi pabrik).PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) (i). o.000 Rp 50. Akumulasi biaya perolehan akan dipindahkan ke masing – masing aktiva tetap yang bersangkutan pada saat selesai dan siap digunakan. Biaya jasa lalu. p.000 Rp 10. Pengakuan Pendapatan dan Beban 15 . Hutang usaha yang berhubungan dengan pemborongan pekerjaan diakui dan dicatat berdasarkan persentase fisik pekerjaan yang telah diselesaikan dan dinyatakan dengan Berita Acara. (iii). Apabila pengeluaran biaya pemeliharaan tidak menambah umur dan atau menambah kapasitas maka dicatat sebagai beban. n.000 Rp 5.000 Rp 5. Aktiva / Kewajiban Diestimasi atas Program Pensiun Perusahaan menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti ( berupa PKHT dan THT ) untuk semua karyawan tetap lokalnya.000 Persediaan yang diklasifikasikan sebagai suku cadang penyangga disajikan pada aktiva tetap.000 Rp 25.000 Rp 10.

jumlah pendapatan subsidi untuk tahun berjalan diakui dan dihitung berdasarkan penyaluran pupuk bersubsidi ke Lini IV dan perkiraan HPP sesuai dengan ketentuan Menteri BUMN.Pada akhir tahun. .PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) i) ii) Pendapatan dari penjualan pupuk dan produk samping (non pupuk) diakui pada saat direalisasi yaitu pada saat pembuatan faktur penjualan yang didukung bukti penyerahannya. Perusahaan menagih sebesar 70% dari perhitungan tersebut. maka perbedaan tersebut diperlakukan sebagai pendapatan atau beban pada tahun ditetapkannya oleh Pemerintah setelah dilakukan audit khusus subsidi pupuk. 16 . Pendapatan subsidi pupuk diakui sebagai berikut: Tahun 2003 . .Apabila terdapat perbedaan antara pendapatan subsidi yang dicatat Perusahaan pada suatu tahun buku dengan yang diakui Pemerintah pada periode berikutnya yang berlaku surut.Pada setiap akhir bulan pendapatan subsidi diakui sebesar 100% dari perhitungan subsidi untuk bulan yang bersangkutan.

t. Informasi Segmen Usaha Informasi segmen perusahaan dan perusahaan anak disajikan menurut pengelompokan (segmen) usaha. pada saat keputusan atas keberatan tersebut telah ditetapkan. Segmen usaha adalah komponen yang dapat dibedakan (distinguishable components) dan menghasilkan suatu produk atau jasa yang berbeda. Pendapatan bunga dan lainnya diakui dengan metode akrual. Pajak kini dihitung berdasarkan laba kena pajak. Harga pokok penjualan dicatat sesuai biaya perolehannya yang besarnya ditentukan sesuai dengan pisah batas (cut off) yang berlaku untuk penjualan. Beban diakui atas dasar akrual yaitu pada saat barang/Jasa digunakan/dimanfaatkan dalam operasi perusahaan atau dalam periode akuntansi yang menikmati manfaat ekonomi barang/jasa pada tahun yang bersangkutan.Pada setiap akhir bulan pendapatan subsidi diakui sebesar 100% dari perhitungan subsidi untuk bulan yang bersangkutan. yakni laba komersial setelah dikoreksi sesuai dengan peraturan perpajakan yang berlaku. Perusahaan menagih sebesar 85% dari perhitungan tersebut. s. terutama untuk para pelanggan diluar entitas Perusahaan. Pajak tangguhan diukur dengan tarip pajak yang berlaku saat ini. maka perbedaan tersebut diperlakukan sebagai pendapatan atau beban pada tahun ditetapkannya oleh Pemerintah setelah dilakukan audit khusus subsidi pupuk. 17 . i) ii) iii) iv) Pendapatan jasa diakui sesuai dengan tahapan penyelesaian pekerjaan.Apabila terdapat perbedaan antara pendapatan subsidi yang dicatat Perusahaan pada suatu tahun buku dengan yang diakui Pemerintah pada periode berikutnya yang berlaku surut. jumlah pendapatan subsidi untuk tahun berjalan diakui dan dihitung berdasarkan penyaluran pupuk bersubsidi ke Lini IV dan realisasi HPP sesuai ketentuan Menteri BUMN dengan mempertimbangkan anggaran yang tersedia di APBN-P.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Tahun 2004 . Pajak Penghasilan Seluruh perbedaan temporer antara jumlah tercatat aktiva dan kewajiban dengan dasar pengenaan pajaknya diakui sebagai pajak tangguhan dengan metode kewajiban (liability method). Saldo rugi fiskal yang dapat dikompensasi diakui sebagai aktiva pajak tangguhan apabila besar kemungkinan bahwa jumlah laba fiskal di masa mendatang akan memadai untuk dikompensasi. menurut pembagian industri atau kelompok produk atau jasa sejenis yang berbeda. .Pada akhir tahun. . Koreksi terhadap kewajiban perpajakan diakui saat surat ketetapan pajak diterima atau jika mengajukan keberatan.

653 21.404.269 21.150.079 7.268 4.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 4.355 273.404.420 306.677.446 66.163.041.916 4.323.793.926.621 137.849 6.064 44.185 334.788 7.382 15.560 .494 81.002.080 14.729.533 40.000 6.358.764 4.889 6.605 310.780 3. Kas dan Setara Kas 2004 Rp 2003 Rp 400.310 9.511.325 226.316 152.565 5.814 347.673 4.704.011 22.203.393 1.063.443.393 5.561 14.527.814 171.765 25.262.760 3. Berdasarkan Langganan Pihak Ketiga PT Gresik Cipta Sejahtera Pertani Group PT Gautama Sinarbatuah Sarana Adya Boga Agung PT Semen Gresik Cheil Samsung PT Indonesia Asahan Aluminium 18 21.749.083 224.363 22.192 196.377 8.308.573 763 312.044.526.892 4.650.954 5.374.557 347.000 335.521 13.649.469.234.803.120 52.583.491 37.286.012.465 177.880 83.716 23.899.568.089.292 Kas Bank : Rupiah : PT Bank Rakyat Indonesia Tbk PT Bank Negara Indonesia Tbk PT Bank Mandiri Tbk PT Bank Central Asia Tbk PT Bank DBS Indonesia PT Bank Bukopin Standard Chartered Bank The Hongkong Shanghai Bank Corporation Citi Bank PT Bank Lippo Tbk PT Bank Mega Tbk Sub Jumlah Valuta Asing : Citi Bank PT Bank Negara Indonesia Tbk PT Bank Mandiri Tbk Standard Chartered Bank PT Bank Rakyat Indonesia Tbk PT Bank Central Asia Tbk PT Bank DBS Indonesia The Hongkong Shanghai Bank Corporation PT Bank Lippo Tbk Sub Jumlah Jumlah Kas dan Bank Deposito Rupiah PT Bank Negara Indonesia Tbk Jumlah Kas dan Setara Kas 565.784 191.922 237.696 217. Piutang Usaha 2004 Rp 2003 Rp a.764 12.448.169.269.

807.744 403.826 2.866 219.078.197.520.072.521.420 250.759 20.448 2.766.869 3.096.860 191.120.577 402.885 42.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 2004 Rp 4.5 milyar) Sub Jumlah Penyisihan Piutang Ragu-ragu Sub Jumlah Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa Pemerintah Republik Indonesia Subsidi Harga Pupuk Non Urea Subsidi Harga Gas Bumi (Urea) PPN atas Subsidi Harga Pupuk Non Urea Sub Jumlah Induk Perusahaan dan Perusahaan Asosiasi PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) PT Petrocentral PT Mega Eltra PT Pupuk Kaltim Tbk PT Pupuk Kujang Sub Jumlah Sub Jumlah Penyisihan Piutang Ragu-ragu Jumlah Jumlah Piutang Usaha b.700 143.903 44.244.655.137 17.361 (249.783 406.323.520.600 3.117 153.696 (7.869.253 28.643 (1.742.540.983.725 910.186.550.713.600.256 7.912 10.793 413.260 43.580 (6.320 368.591 28.283) 249.872.892 193.287.244 13.376) 406.043) 187.008 1.130.062 4.448.960.972 3.537 2003 Rp PPI (Group) PT Padas Mulya PT Dharma Niaga PT Murni Sri Jaya Kimikal Usaha Prima Andal Hasa Prima PT Anak Gresik Raya Kencana PT Sugih Waras PT Eka Matra Tani PT Lautan Luas Lainnya (dibawah Rp2.085 3.623 3.880.913.574.784) 152. Subsidi harga jual pupuk non-urea merupakan subsidi atas selisih harga jual pupuk non-urea yang ditetapkan Pemerintah (Harga Eceran Tertinggi/ HET) dengan Harga Pokok Penjualan (HPP) untuk volume pupuk yang telah disalurkan sampai ke Lini IV untuk sektor pertanian dalam negeri (lihat catatan 2).509 8.333) 219.874.346.670.515.607.248.481.897.250 14.116.143 7.547.235 93.067) 402.391 7.116 (714.845.360 145.981.258.373 3.937 Subsidi harga gas bumi merupakan subsidi atas selisih harga antara harga pembelian gas bumi dengan harga yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan sebagai beban Perusahaan yang digunakan untuk memproduksi pupuk urea yang telah disalurkan sampai ke Lini IV untuk sektor pertanian dalam negeri (lihat catatan 2).937 359.520.478.550.841 3.001.502.976 110.294 3.907 106.406 12.004 (1.747. Berdasarkan Mata Uang Rupiah US Dollar Jumlah Penyisihan Piutang Ragu-ragu Jumlah Piutang kepada Pemerintah Republik Indonesia 6.320 81.266.733.607 123.870 8.043.253.237. 19 .291.815.483.

283 29.148.145.352.806.591 307.150.000 1.371 (1.194 (11.225.706.030 1.264.156.341 2.237.978 24.424 731.120 337. karyawan).569.850 .344) 26. bangunan. Manajemen berpendapat bahwa penyisihan piutang ragu .162 4.567.879. penjualan produk samping dan pinjaman suku cadang.755 23.092.868. Berdasarkan Langganan Pihak Ketiga PT Petro Oxo Nusantara Dinas Perhubungan Pemkab Gresik PT Samator Inti Peroksida Lain .943.850 8.249.400 46. penggunaan fasilitas Perusahaan (rumah dinas. Piutang usaha digunakan sebagai jaminan atas hutang bank (lihat catatan 14 dan 20).652 (9.148.805.024 771.120. 6.347.678. tanah.500.434.579.028.990 365.034) 35.038 4.825) 14.023 (10.385.718.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Selisih pembayaran harga gas bumi merupakan pengembalian oleh Pemerintah RI atas selisih harga antara harga pembelian gas bumi dengan harga yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan sebagai beban Perusahaan yang digunakan untuk memproduksi pupuk urea (lihat catatan 2). Piutang kepada Perusahaan Induk dan Asosiasi Jumlah tersebut adalah piutang atas penjualan produk dan jasa.652.782.441 5.617 2.162 35.911 37.989 15. Piutang Lain-lain 2004 Rp 2003 Rp a.980 22.188 (506.153.565) 13.ragu atas piutang kepada pihak ketiga dan piutang kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah cukup untuk menutupi kerugian yang mungkin timbul dari tidak tertagihnya piutang tersebut.470 835.266.006 (10.449 5.lain (kurang dari 2 milyar) Sub Jumlah Penyisihan Piutang Ragu-ragu Sub Jumlah Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa PT Petrowidada Yayasan Petrokimia Gresik PT Puspetindo PT Petronika PT Kawasan Industri Gresik PT Petrocentral Karyawan PT Petrokopindo CS PT Rekayasa PT Pupuk Kaltim Tbk Lain-lain Sub Jumlah Penyisihan Piutang Ragu-ragu Sub Jumlah Jumlah Piutang Lain-lain b. Berdasarkan Mata Uang Rupiah US Dollar Jumlah Penyisihan Piutang Ragu-ragu Jumlah Piutang Lain-lain 20 9.963 2.199 3.209) 21.623 23.680 1.027 2.989 22.409 26.620 277.223.827 12.394 6.059.367.784 7.779) 13.747 13.161 421.013.579.029.673 21.289.

155 4.120.221 165.605.588 5.746 11.054.717 6. sewa rumah.165 3.140 31.960 92.379 2.399.636 9.136.032.729 19.459 13.279 50.951.334 10.264 93 7.417 255 9.172 21 101.140.871 274.589 194 199 43. Padat. jasa pelabuhan.673 9.263 700.698.705 3.494 43. Coils) Sub Jumlah c. Tepung.789 4. 7. Tepung.508 8.607 161.828.822.101.998 597.611 119.658 16.864 73.086 18.228 381.241 67.574. listrik.261.701.033 30.520 11. Persediaan Bahan Baku Batuan Fosfat Belerang KCL Amoniak Asam Sulfat Pestisida (DMS.171 450.127.320 66.128.ragu atas piutang kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah cukup untuk menutupi kerugian yang mungkin timbul dari tidak tertagihnya piutang tersebut.915 322. Flowable.008 67.334 43. dan lain-lain (lihat catatan 30).224.760 110.598 31.168.070 174.487 Kuantum *) 178.758 32.183.925. steam.227.471 66.943.249 8.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Piutang kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa lainnya diatas terutama timbul dari transaksi penjualan hasil produk samping (seperti air. Padat.419 50.682 31. Persediaan Barang Jadi Pupuk Kantong Produk Lainnya Pupuk Curah Pupuk Sweeping Barang Dalam Perjalanan Pupuk ZK Bahan Aktif Pestisida (Diazinon.489.854 454.716 16.134 39.999. Manajemen berpendapat bahwa penyisihan piutang ragu .484. Flowable.013.637 a.592 7.957 7.195 771.626 42.593 1.231 37.056 7.576 34. dan lain-lain) dan penjualan jasa lainnya berupa jasa keahlian.354 11. dll) Bahan Aktif Pestisida ALOH3 Zinc Sulfat Sub Jumlah 33. BPMC.757. Coils) Sub Jumlah b. Persediaan Barang Dalam Proses Asam Fosfat ROP KCL 15-10-19-6Mg Bahan Aktif Pestisida Purified Gypsum KCL 15-9-20-6Mg CO2 Cair Asam Fluosikat Nitrogen Oksigen Crude Gypsum Pestisida (Cair.021 152.468 92.639 99.611 5.037 2.751 20. Persediaan 2004 2003 Rp 228.679 30.256 119.700.466.231.383 9.105 3.478 842 88 Rp 126.880 404. DMA.090.375 6. sewa tanah.006 8.591.747.612 1.703.902 161.602 11.361 128 78 353 35.207 2.033 337. dll) Pestisida (Cair.850 Kuantum *) 130.218 46.698 993.489 526 131 386 52 .918 60.496 2.389 27.460 234.

907. Tambahan dividen tersebut diminta pada PT Pusri Holding sebesar Rp50 milyar. Pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003. flowable dan coils (dalam satuan ltr).359 Uang muka dividen merupakan tambahan dividen Pemerintah. Biaya Dibayar Dimuka 2004 Rp 2003 Rp 42.391.831 16.515 Biaya Perbaikan Rutin yang Dikapitalisasi Biaya Distribusi Asuransi Biaya Bahan Kimia untuk NPK Blending Provisi Bank Lain-lain Jumlah 22 38.755.244 3.706 718.808.298.256 .639 174.585 dan PT Asuransi Ramayana Tbk pada tanggal 31 Desember 2004 sebesar Rp1. seluruh persediaan telah diasuransikan kepada PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya dengan jumlah pertanggungan masing .314.894 20.335.178 3.695.753 469.578.439 2.558.330 6.914.409.336 dan Rp53.677.622 134.786 14. Persediaan Suku Cadang Pabrik Operating Supplies Pabrik Amonia dan Urea Kendaraan dan Alat Berat Prasarana dan Utilitas Suku Cadang Dalam Perjalanan Sub Jumlah Jumlah *) 44.185.072 Kuantum dalam satuan ton.550 47. Uang Muka 2004 Rp 2003 Rp 74.402 65.812.280 57.877.510. S-638/MBU/2004 tanggal 29 Nopember 2004. dimana PT Petrokimia Gresik mendapat bagian sejumlah Rp14.658 2.071. Persediaan Bahan Pembantu dan Penolong e.080 2.464.460 7.671. 9.004.102.304. pestisida cair.620.334.951 44.367.639 9. U/41179/AOO-KU/2004 tanggal 6 Desember 2004 dan surat Menteri BUMN No.634.334.229 5.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) d.masing sebesar Rp64.328.721 1. kecuali oksigen dan nitrogen (dalam satuan ncm). Seluruh persediaan di atas digunakan sebagai jaminan atas hutang bank (lihat catatan 14 dan 20). sedangkan kenaikan persediaan bahan jadi disebabkan menumpuknya persediaan bahan jadi di 8. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian yang dialami Perusahaan.243 1.915.789.416. pestisida padat dan tepung (dalam satuan kg).418.280 58.271 7.023 85.529.442. sesuai hasil kesepakatan dengan anggota holding telah diputuskan tambahan dividen tersebut dialokasikan ke masing-masing anggota holding.327 85.209 Uang Muka Pembelian Uang Muka Dividen Uang Muka Operasional Uang Muka Lainnya Jumlah 27.000 2. Kenaikan nilai persediaan bahan baku pada tahun 2004 disebabkan adanya kenaikan pembelian bahan baku impor karena kenaikan nilai kurs dollar.314.000.233. sesuai surat dari PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) No.310.565 36.833 29.

203.742.470) (851.250 260.552.873 1.160 Thailand Gresik Gresik Gresik 13. Thailand PT Petrowidada PT Petrocentral PT Puspetindo Sub Jumlah Jumlah Gresik Gresik Gresik Gresik Pemilikan Saham 20.076 Saldo 31 Des 2004 21.091.602.990.434 (42.091.849 15.360 4.500 34.776.850 289.818 23 .192.723 21.996 Selisih Kurs - Saldo 31 Des 2003 18.342 63.00% 1.091 2003 Bagian Laba (Rugi) Tambahan Periode Berjalan Setoran dan Koreksi Dividen (582.250 260.724 14.077.328.219 281.531 3.773 541.474.032 292.022 15.005 40.040.00% 2004 Rp 21.190.776. Investasi Jangka Panjang Tempat Kedudukan Metode Ekuitas PT Petronika PT Kawasan Industri Gresik PT Aneka Jasa Grhadika PT Petrokopindo Cipta Selaras Sub Jumlah Metode Biaya Asean Potash Mining.530.981 6.303.602.360 4.269 817.219 281.552.531 3.47% 9.000 1 28.005 40.041.00% 50.957) (1.596.474.742.343 69.022 15.190.774 2003 Rp 18.229.592.219 281.000 1 28.250 260.431 17.040.818 Selisih Kurs 2.617 281.00% 35.849 15. Metode Ekuitas 2004 Bagian Laba (Rugi) Tambahan Periode Berjalan Setoran dan Koreksi Dividen 3.431 Saldo 01 Jan 2003 Perusahaan : PT Petronika PT Kawasan Industri Gresik Perusahaan Anak : PT Aneka Jasa Grhadika PT Petrokopindo Cipta Selaras Jumlah 19.474.742.430) 20.500 34.990.273.427) Saldo 01 Jan 2004 Perusahaan : PT Petronika PT Kawasan Industri Gresik Perusahaan Anak : PT Aneka Jasa Grhadika PT Petrokopindo Cipta Selaras Jumlah 18.500 34.13% Ringkasan pergerakan penyertaan adalah sebagai berikut : a.982 6.643 1.00% 50.964 (744.273.849 15.250 260.309) 875.500 34.279 5.328.873 1.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 10.190.530.519.357.592.818 17.226 2.80% 5.

500 atau senilai Rp14.47%.013/1990 tanggal 5 Juni 1990. 24 . Nomor 36 tanggal 18 April 1990. SH. PT KIG bergerak dalam bidang pengelolaan lahan untuk industri di Gresik. PT Petronika bergerak dalam bidang bahan baku plastik.692.000 dan telah ditempatkan sebesar Rp5.500. Akta ini telah beberapa kali mengalami perubahan terakhir dengan akta pernyataan keputusan rapat nomor 53 tanggal 17 Januari 1995 dihadapan notaris Yanita Poerbo. Modal Dasar Perusahaan ini adalah Rp60.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Dasar perhitungan bagian laba penyertaan saham untuk PT Petronika dan PT Kawasan Industri Gresik menggunakan laporan keuangan yang belum diaudit. Ester Mercia Soeleman nomor 40 dengan nilai penyertaan Rp3.250.260 dan pada tahun 1997 ditambah lagi sebesar Rp261..000.000. PT Aneka Jasa Grhadika Penyertaan pada PT Aneka Jasa Grhadika dituangkan dalam akta notaris Nurlaily Adam. Perusahaan tersebut saat ini sedang dalam konstruksi menjadi produsen pupuk. Perusahaan ini bergerak dalam bidang otomotif. penyertaan Perusahaan pada PT Petrokopindo Cipta Selaras adalah sebanyak 26. PT Petrokopindo Cipta Selaras Penyertaan pada PT Petrokopindo Cipta Selaras dituangkan dalam akta notaris Djamilah Nahdi. SH nomor 25 tanggal 14 September 1983.750.000/lembar.182. Perusahaan ini bergerak dalam bidang konstruksi dan jasa pemeliharaan gedung. Akta tersebut diperbaharui dengan akta notaris Rahmat Santosa. Investasi Perusahaan dalam akta ini diakui sebanyak 5.073.385. Harga saham pada tahun 1983 adalah USD 1. PT Petronika Penyertaan pada PT Petronika dilakukan pada tanggal 22 Oktober 1983 dengan akta Soeleman Ardjasasmita. b.82% menjadi 1.318.050 lembar saham dengan nilai nominal Rp10 per lembar atau senilai Rp260. Jumlah investasi pada tanggal tersebut adalah senilai Rp3. SH Nomor 218 tanggal 31 Desember 1994 dan telah diubah dengan notaris yang sama nomor 294 tanggal 30 Maret 1996 sebanyak 28. Pada tanggal 19 Maret 1999 dilakukan perubahan akta perusahaan yang mengubah nilai nominal saham menjadi USD 500/lembar. PT Petrowidada Penyertaan pada PT Petrowidada dilakukan pada tanggal 17 Pebruari 1999 berdasarkan akta notaris Ny.108. SH nomor 140 tanggal 19 Maret 1999.385 lembar dengan nilai USD 2.400. SH.946. PT Kawasan Industri Gresik Investasi pada PT Kawasan Industri Gresik (PT KIG) dilakukan pada tanggal 20 Nopember 1990 dengan akta notaris Nurlaily Adam Nomor 145.125 lembar saham dengan nilai nominal Rp 10 per lembar atau senilai Rp281. Pada tahun 1995 dilakukan tambahan penyertaan senilai Rp3. Perusahaan ini bergerak dalam bidang bahan baku plastik. Thailand Penyertaan pada Potash Mining Thailand dilakukan berdasarkan surat Menteri Keuangan nomor S-672/MK. Sesuai resolusi para pemegang saham. Metode Biaya Potash Mining.154. PT Petrowidada menambah modal ditempatkan dan disetor sehingga mengubah persentase kepemilikan Perusahaan dari 4.

795 2.394 717.438.595 3.813.388.403 atau ekuivalen dengan Rp2.039 200.857 5.821 498.000.395.128 1.456 214.085.216.821 8.848. Aktiva Tetap Saldo Awal Nilai Perolehan Tanah Bangunan Mesin dan Peralatan Kendaraan dan Alat Berat Inventaris Suku Cadang Penyangga Aktiva Dalam Pelaksanaan Bangunan Mesin dan Peralatan Inventaris Lainnya Akumulasi Penyusutan: Bangunan Mesin dan Peralatan Kendaraan dan Alat Berat Inventaris Suku Cadang Penyangga Nilai Tercatat 29.000 atau 12.961.426.643.544. PT Puspetindo bergerak dalam bidang peralatan pabrik.350.566 321.501 3.869.390 1.341.961.646 (2.779 191.899 64.007. SH nomor 261 tanggal 19 Mei 1992.568 42.721 3.074.319 2.077.982.341.13%.025.131.245 3.134.365. 11. PT Petrocentral bergerak dalam bidang bahan baku sabun.283.530 981.604.954 11.486 Reklasifikasi 2.510.123.195 17.198.280.099 2.533.646. Dengan dilakukannya restrukturisasi hutang dalam bentuk Debt of equity Swap serta adanya perubahan modal.237 Penambahan 7.490.551 398.434 50. PT Puspetindo Investasi pada PT Puspetindo dilakukan pada tanggal 22 Maret 1990 dengan akta notaris Soeleman Ardjasasmita nomor 30.136 8.556 19.979 22.120.000 dan telah disetor sebesar USD 1.305 7.355 26.000 sehingga nilai penyertaan menjadi Rp4.535.832.206 2.228.299.847 25 5 477 837 2003 Pengurangan 1 942 051 Reklasifikasi 15. Nilai penyertaan Perusahaan adalah sebesar Rp12.200.212.062.422.988.383 23.819.201.180 107.183 1.812 2004 Pengurangan 416 4.577.031 46.422.566 321.388.011.976 14.080.527.220 3.577.150 331.782 46.350 lembar saham.802 887.031 46 085 979 .997. Nilai penyertaan adalah sebesar USD 1.798 216.390 1.463 75.604.050 1.002.699.724 14. Perusahaan telah mengalami kerugian kumulatif yang melebihi modal ditempatkan.000 131.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) PT Petrocentral Penyertaan pada PT Petrocentral dilakukan pada tanggal 3 Maret 1986 dengan akta notaris Soeleman Ardjasasmita.000 111.450.161 52.328 Saldo Awal Nilai Perolehan Tanah Bangunan Mesin dan Peralatan Kendaraan dan Alat Berat 29.995 16.443.027) - Saldo Akhir 29.409.422.124.056 1.572 1.445.819.091 Saldo Akhir 29.612.566 321.093 42 550 193 Penambahan 498.711.908.927 75.241 42. maka komposisi pemilikan saham Perusahaan pada PT Puspetindo menjadi sebesar 5.463.919.619) (152.283 55.576 4.045.547 39.456.422.661.027 1.283) (55.408 152.278.011. SH nomor 4 yang diubah dengan akta notaris Endravilla Parmata.559 3.438.321 789. Seluruh investasi tersebut diatas dimaksudkan untuk memperoleh potensi keuntungan dalam jangka panjang.000 dan terdapat koreksi penyertaan sebesar Rp680.470. Pada tahun 2002 PT Petrocentral membagikan dividen saham sebesar Rp2.340 45.011.776.526 99.680.303. karena seluruh investasi jangka panjang tersebut bergerak dalam bidang industri yang berhubungan dengan Perusahaan yaitu industri pupuk dan perdagangan.

341.595.589 9.326 8.706 (16.572.433 90.280.432. 12.394 717.679.085.163 6.542.051 373.305 1.083.463 75.470.593 Penambahan 498. Biaya Yang Ditangguhkan 2004 Rp 2003 Rp 21.392 2.840. seluruh Aktiva tetap kecuali tanah telah diasuransikan kepada PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero).299.195 17.340 45.303.154 3.401 928.588 148.011.941 Reklasifikasi 15.514.237 Beban penyusutan dialokasikan sebagai berikut : 2004 Rp 2003 Rp 82.422.106 216.463.711.178 862.242.200.228.530 981.306 1.390 1.540 111.475 51.797) - Saldo Akhir 29.756.869.317 Saldo Awal Nilai Perolehan Tanah Bangunan Mesin dan Peralatan Kendaraan dan Alat Berat Inventaris Suku Cadang Penyangga Aktiva Dalam Pelaksanaan Bangunan Mesin dan Peralatan Inventaris Lainnya Akumulasi Penyusutan: Bangunan Mesin dan Peralatan Kendaraan dan Alat Berat Inventaris Suku Cadang Penyangga Nilai Tercatat 29.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 2003 Pengurangan 1.408 152.982 40.007.025.313.123.093 42.643 90.088.215 649.643.942.510.136 6.044.941.445.623 dan Rp3.099 2.212.700 3.379.154 8.327 232.940.144.035.119.913.837 1.220.771 185.969.238.679.041 894.675 99.278.961.762 373.574 14.847 5.626.916. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian yang dialami perusahaan.577.401 928.566 321.422.941 Beban Overhead Pabrik Beban Usaha Jumlah 92.408.963.039 200.443.212.477.050 1.379 15.179 68.213 3.292.547 39.919.753 1.612.768.480 17.550.027 1.027 116.252.490.566 321.429 29.149 2.167 17.578 2.856.365. PT Asuransi Ramayana Tbk dan PT Asuransi Inda Tamporok General Insurance terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya dengan jumlah pertanggungan masing .masing sebesar Rp1.508 8.346.988.895 Denda Service Level Agreement Perbaikan yang Dikapitalisasi Pengurusan Sertifikat HGB Tenaga Bantuan Kaltim Reklamasi Tanah Pengurusan Merek Dagang Jumlah 26 10.696.721 3.577.816.941.802 887.811 Aktiva tetap dan aktiva dalam pelaksanaan digunakan sebagai jaminan atas hutang bank (lihat catatan 14 dan 20).289 .225 16.145 6.408 152.328.091 909.398 37.355 26.500 79.193 21.604.031 46.136 8. Pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003.979 22.

000 1.291 612. 13.300. Piutang karyawan jangka panjang merupakan piutang atas pinjaman rumah dan kendaraan kepada pegawai yang dibayar kembali dengan angsuran melalui pemotongan gaji.460.108.784 56.784 610. Aktiva tetap mesin tidak digunakan merupakan bangunan dan mesin Pabrik Pemurnian Asam Fosfat dan Pabrik Amoniak I yang sudah tidak digunakan lagi. Deposito dijaminkan merupakan deposito pada PT Bank Negara Indonesia Tbk yang dijadikan jaminan pada PT Jamsostek (Persero) atas pinjaman untuk membiayai perumahan karyawan.634 342. Biaya .800 1. jaminan telepon dan jaminan keanggotaan golf.552.407 Piutang pada Yayasan Petrokimia Gresik Deposito Dijaminkan Jaminan Jangka Panjang Jaminan Tanah Piutang Karyawan Jangka Panjang Piutang Bersyarat Uang Jaminan Kendaraan Aktiva Tetap Mesin Tidak Digunakan Uang Jaminan Bahan Bakar Jumlah 30. Aktiva Lain-lain 2004 Rp 2003 Rp 18.062 342.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Denda Service Level Agreement merupakan tunggakan denda atas restrukturisasi hutang Perusahaan yang ditangguhkan dan diamortisasi selama 3 tahun sesuai dengan jatuh tempo dalam perjanjian restrukturisasi.800 34.406. jaminan botol.281.496 714. 27 .790 580.928 Piutang pada Yayasan Petrokimia Gresik adalah piutang untuk dana pembangunan perumahan karyawan yang jangka pengembaliannya lima tahun serta program santunan kesehatan (sankes) (lihat catatan 21).500 3. Jaminan jangka panjang merupakan jaminan listrik.800 23.000 2 1.514 1.281.496 759.400 1.182 1.biaya yang dikeluarkan sehubungan dengan pengurusan legal hak atas tanah ditangguhkan dan diamortisasi selama umur HGB tanah yang bersangkutan.317.

997.6.020.020.100 20.perubahan perjanjian kredit.000.00 16.00% 10.350.000.950 33.000.50 3.324 2.171.564 125.811. Fasilitas Omnibus Letter of Credit (Sight LC.734 Kredit Modal Kerja PT Bank Central Asia Tbk .PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 14.000.296.75% PT Bank Central Asia Tbk Berdasarkan Akta Perjanjian Kredit Nomor 1 tanggal 7 Agustus 2003.000. Hutang Bank 2004 USD (Angka Penuh) Rp 139.88 43.50% 4.00 25.553.069 Tingkat bunga per tahun selama tahun berjalan Rupiah US Dollar Penjelasan Pokok perjanjian pinjaman adalah sebagai berikut : 8.56 131.939 190.043.999.41% .000.841. serta perubahan .000.456 531.248. 28 .865.000. Notaris di Jakarta.146 USD (Angka Penuh) 10.000.141.13. c.364.000.430.957 23.00 10.387 281.276.000 712.178 774. Fasilitas Kredit Lokal (rekening koran) dengan jumlah pokok tidak melebihi USD 10.600.00 14. b.860.000 155.347.75% 4% .246.771.6.028 151.14.000.463.876.347.995.000 92.833.312.911 312.742 32.939 190.000 50.342 86.000. Usance LC dan Usance Payable At Sight LC ) dengan jumlah pokok tidak melebihi USD 20.296 5.610 130.03 13.551. Perusahaan telah memperoleh fasilitas kredit sebagai berikut : a.248.900 242.Market Line PT Bank DBS Indonesia PT Bank Negara Indonesia Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Syariah Mandiri Standard Chartered Bank PT Bank Mega Tbk PT Bank Lippo Tbk Sub Jumlah Fasilitas Letter of Credit (L/C) PT Bank Central Asia Tbk PT Bank Negara Indonesia Tbk Standard Chartered Bank PT Bank DBS Indonesia The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Sub Jumlah Jumlah Hutang Bank 15.731.665.375.03 9.695 312.246.100 3.000.789.000 2003 Rp 84.335 437.330.80% . yang dapat digunakan untuk Fasilitas Time Loan Revolving dalam Rupiah maupun Dollar Amerika Serikat. dengan ketentuan untuk penggunaan dalam Dollar Amerika Serikat setinggi-tingginya sejumlah USD 5. Fasilitas Omnibus Time Loan Revolving dan Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN) dan Pinjaman Berjangka Money Market (PBMM) dengan jumlah pokok tidak melebihi Rp200 milyar. SH.650.10 12.347.283. dari Lindrawati Poernomo.171.750.000 916.000.Time Loan PT Bank Central AsiaTbk .000.900..00 57.78 2.789.427 110.18% .88 21.00 14. terakhir tanggal 8 Oktober 2004.989.796.000 10.000 dan fasilitas PBMM dapat digunakan hingga sejumlah Rp50 milyar dengan ketentuan pemberian fasilitas PBMM bersifat tidak mengikat disesuaikan dengan keadaan likuiditas PT Bank Central Asia Tbk.56 82.

16% per tahun. Fasilitas Trust Receipt Facility dengan maksimum kredit sebesar USD 10. Mesin . Fasilitas Impor dengan maksimum kredit sebesar USD 10.000.000. Manyar.dengan jangka waktu kredit selama 12 bulan.80% per tahun untuk fasilitas kredit lokal yang diberikan dalam mata uang rupiah dan 8% per tahun untuk fasilitas kredit lokal yang diberikan dalam mata uang Dollar Amerika Serikat dan akan jatuh tempo pada tanggal 7 Juli 2005. dengan tingkat bunga sebesar 5. Fasilitas Diskonto tagihan ekspor terhadap faktur penjualan LC Ekspor yang didepositkan ke Bank maksimum sebesar USD 1.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Fasilitas kredit tersebut dibebani tingkat bunga sebesar 11. barang setengah jadi.25 September 2025) seluas 24.490 m2 terletak di Desa Romo. b. Fasilitas Kredit Revolving dengan maksimum kredit sebesar USD 10.420 m2 yang terletak di Desa Ngipik.000 dengan rincian sebagai berikut : a. Fasilitas kredit ini dijamin dengan tanah dengan SHGB No. Perusahaan memperoleh Fasilitas Kredit Modal Kerja dengan jumlah maksimum kredit sebesar Rp35 milyar. c.000.000.000. Kab. Fasilitas Treasuri untuk kontrak mata uang asing Tomorrow.000.Kec.000.000.000. Kecamatan Gresik atas nama PT Petrokimia Gresik seluas 105. 9 dengan jangka waktu (01 Pebruari 1996 .000.000. Fasilitas kredit ini dibebani bunga sebesar 12. 29 - - . Kec. berikut segala sesuatu yang berada diatas tanah tersebut. PT Bank Negara Indonesia Tbk a.20 Juli 2025) seluas 452 920 m2 dan SHGB No. bahan penolong. barang jadi yang diikat secara Fiducia. Perusahaan telah memperoleh Fasilitas Kredit Modal Kerja dengan jumlah maksimum sebesar USD 30.25 September 2025) seluas 174. PT Bank DBS Indonesia Berdasarkan Surat Perjanjian Kredit tanggal 28 September 2004. Semua fasilitas kredit tersebut akan jatuh tempo pada tanggal 19 Mei 2005. bahan pembantu. dengan jangka waktu pinjaman tidak melebihi 180 (seratus delapan puluh hari) yang terdiri dari : Fasilitas Import Line dengan total nilai outstanding tidak melebihi maksimum kredit sebesar USD 10.000.5% per tahun yang dibayar setiap akhir bulan.000.Mesin/ Peralatan Pabrik Urea dan Amoniak yang diikat secara Fiducia.000. 15 yang berlokasi di Desa Ngipik. Untuk semua fasilitas nilai kontrak dalam mata uang asing tersebut tidak boleh melebihi USD 10. Gresik atas nama PT Petrokimia Gresik.700 m2 beserta bangunan yang berdiri diatasnya dengan nilai pertanggungan sekitar USD 10. Gresik. Kedua SHGB tersebut akan dibebani Hak Tanggungan secara Paripasu dengan Bank Mandiri minimal sebesar nilai maksimum kredit Bank Mandiri dan BNI. Fasilitas Kredit Modal Kerja Berdasarkan Perjanjian Kredit Nomor 97/HLB/050a tanggal 1 Agustus 997 serta addendum perubahan Perjanjian Kredit terakhir Nomor (8) 97/HLB/050a tanggal 17 September 2003 dan Surat Persetujuan Perpanjangan Sementara Fasilitas Kredit tanggal 12 Nopember 2004. Spot dan Forward dengan jangka waktu 6 (enam) bulan dan Swap sampai dengan 126 bulan.000. Kab. Fasilitas ini berjangka waktu satu tahun yang akan jatuh tempo pada tanggal 21 Desember 2004 dengan jaminan sebagai berikut : - 1 (satu) bidang tanah SHGB No. 70 dengan jangka waktu (27 September 1995 . Gresik atas nama PT Petrokimia Gresik. 69 dengan jangka waktu (21 Juli 1995 . 2 (dua) bidang tanah SHGB No. Seluruh persediaan bahan baku.

notaris di Surabaya.COP/COD.732/ADD/2004 tanggal 8 Oktober 2004. KPD/2/027/R tanggal 29 Juni 2004.IDB (LITF . Fasilitas kredit ini dijamin dengan jaminan utama berupa barang . Perusahaan memperoleh Fasilitas Kredit LC Import dengan jumlah maksimum sebesar USD 35. terakhir dengan addendum III No.733/ADD/2004 tanggal 8 Oktober 2004. Kredit ini dijamin dengan jaminan utama berupa persediaan dan piutang dagang pupuk NPK serta jaminan tambahan berupa SHGB berikut bangunan pabrik NPK atas nama PT Petrokimia Gresik serta peralatan mesin dan fasilitas lainnya yang ada diatasnya.barang yang di impor dengan fasilitas L/C Impor serta jaminan yang terkait dan tanggung renteng dengan jaminan Fasilitas Kredit Investasi (lihat catatan 14) dan KMK yang telah diserahkan ke Bank Mandiri. Perusahaan telah menandatangani perjanjian Kredit Modal Kerja Nomor SBY. b. SH.5% per tahun serta provisi kredit sebesar 1% per tahun dari Limit Kredit.000 untuk keperluan pembelian bahan baku untuk produksi pupuk. Berdasarkan surat persetujuan perpanjangan jangka waktu fasilitas KMK dari Bank Mandiri No.000. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk a. 06A/HLB/PPLC/99 tanggal 18 Agustus 1999 dan telah diperbaharui dengan Surat Persetujuan Perubahan Perjanjian Kredit No.perubahannya.000. DNW. SH.NIAGA/02/PK-MK-CRMS/2000. dengan jangka waktu satu tahun terhitung sejak tanggal 1 September 2004 sampai dengan 31 Agustus 2005. 88 tanggal 31 Agustus 2000 beserta perubahan . Kredit ini dijamin dengan jaminan utama berupa persediaan dan piutang dagang serta jaminan tambahan berupa SHGB berikut bangunan Pabrik NPK atas nama PT Petrokimia Gresik dan peralatan mesin dan fasilitas lainnya yang ada diatasnya. Fasilitas kredit ini dijamin dengan seluruh barang-barang yang dibeli/dibayar dengan menggunakan fasilitas pembukaan LC yang bersangkutan serta dikaitkan dengan jaminan fasilitas kredit lainnya.NIAGA/02/PK-LC-CRM/2000. Fasilitas Kredit Modal Kerja Berdasarkan akta No 87 tanggal 31 Agustus 2000 dari Suyati Subadi. Jumlah pagu fasilitas KMK ini sebesar Rp11 Milyar yang digunakan untuk modal kerja operasional pabrik pupuk NPK. DNW.COP/COD. 30 . jangka waktu kredit ini adalah 1 (satu) tahun terhitung sejak tanggal 1 September 2004 sampai dengan 31 Agustus 2005.COP/COD. serta Persetujuan Perpanjangan Sementara No. Fasilitas kredit ini terakhir dibebani bunga sebesar 4.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) b.. Berdasarkan akta No 89 tanggal 31 Agustus 2000 dari Suyati Subadi.83%. notaris di Surabaya. Usance dan Usance payable at Sight termasuk L/C usance dengan skim Line of Import Trade Financing . Akta No.5% per tahun serta provisi kredit sebesar 1% per tahun dari limit kredit. Fasilitas kredit ini jatuh tempo pada tanggal 21 Desember 2005.000 yang merupakan bagian dari jumlah Limit kredit sebesar USD 15.000.IDB) dengan plafond sebesar USD 3. jangka waktu kredit 1 (satu) tahun terhitung sejak tanggal 1 September 2004 sampai dengan 31 Agustus 2005. Fasilitas Letter of Credit Impor Sesuai dengan Perjanjian Pembukaan Letter of Credit (L/C) No. DNW.731/ADD/2004 tanggal 8 Oktober 2004. Jangka waktu L/C maksimal 180 hari setelah tanggal Bill of Lading . SBY. Berdasarkan surat persetujuan perpanjangan jangka waktu fasilitas KMK dari Bank Mandiri No. (8) 97/HLB/050a tanggal 17 September 2003. Fasilitas Letter of Credit Impor Sesuai dengan Perjanjian Fasilitas Pembukaan Letter of Credit (L/C) Impor No. dengan bunga sebesar 13. Perusahaan memperoleh fasilitas kredit L/C Impor yang dapat digunakan secara switchable untuk L/C Sight .. Perusahaan telah menandatangani addendum I (Pertama) atas perjanjian Kredit Modal Kerja bersifat Revolving No.131 tanggal 17 Oktober 1994.700. Jumlah pagu fasilitas KMK ini adalah sebesar Rp50 milyar yang digunakan untuk menunjang kegiatan operasional (Modal Kerja Industri Pupuk) dengan tingkat bunga sebesar 13.

Standard Chartered Bank Sesuai dengan Perjanjian Fasilitas Kredit tanggal 13 Maret 1997 beserta perubahan . 31 . Pagu fasilitas ini maksimum Rp75 milyar dengan jangka waktu fasilitas sampai dengan tanggal 22 Nopember 2004.000. JAK/040170/U/040420 tanggal 26 April 2004 dan perjanjian perubahannya No. dengan jumlah maksimum kredit Sebesar Rp40 milyar.30. Jangka waktu pinjaman adalah sejak 6 September 2004 sampai dengan 6 September 2005 dan tingkat suku bunga 14% per tahun. dan bangunan berupa pabrik.3/HWLH/XI/2003 tanggal 20 Nopember 2003. Perusahaan memperoleh fasilitas kredit sebagai berikut : - Fasilitas Kredit Revolving dalam bentuk Promissory Note . seluas 15.BOX 107. c. JKT/AUB/239 tanggal 15 Agustus 2003 serta Addendum No.000 pada Bank Lippo dengan A/C: 736. PT Bank Mega Tbk Merupakan hutang PT Petrosida Gresik (Perusahaan Anak) berupa Kredit Modal Kerja dengan plafon sebesar Rp5 milyar. Propinsi Jawa Timur. Perusahaan memperoleh fasilitas kredit dengan jumlah maksimum kredit gabungan sebesar USD 5.48% per tahun. PT Bank Lippo Tbk Merupakan hutang PT Petrokimia Kayaku berupa Pinjaman Rekening Koran (PRK) sebesar Rp6. Fasilitas kredit ini dibebani bunga sebesar tingkat bunga SIBOR ditambah 3% per tahun.000. SBY/AUB/267 tanggal 4 Maret 2004.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) PT Bank Syariah Mandiri Fasilitas kredit ini ditandatangani dengan akad pembiayaan Hawalah nomor 00. Fasilitas kredit ini apabila digunakan bersama – sama tidak boleh melebihi jumlah maksimum kredit gabungan sebesar sebesar USD 5. JAK/040415/U/040630 tanggal 11 Agustus 2004.000. Kabupaten Gresik. dengan jangka waktu pinjaman tidak melebihi 180 hari. Deferred Payment Credit Facility . Fasilitas ini dijaminkan dengan piutang dagang milik debitur minimum Rp10 milyar. terletak di Jl.000.Yani PO. atas nama PT Petrokimia Kayaku berkedudukan di Gresik. Kecamatan Gresik.000 dan Pinjaman Tetap On-Demand (PTX-OD) sebesar Rp3. dengan maksimum kredit sebesar USD 5.000.000. Clean Import Loan Facility . 11 Desa Ngipik.000. dengan maksimum sebesar USD 5. Jangka waktu kredit mulai 11 April 2004 sampai dengan 10 April 2005. persediaan barang milik debitur minimum senilai Rp10 milyar. terakhir No. A.000.48% per tahun dengan jangka waktu pinjaman tidak boleh melebihi 180 (seratus delapan puluh) hari. mesin dan peralatan pabrik milik PT Petrosida Gresik yang terletak di komplek PT Petrokimia Gresik. Desa Ngipik. Fasilitas kredit ini dibebani bunga sebesar 5.47% per tahun.000 m2.perubahannya.1107-2 dengan jangka waktu 12 bulan. Fasilitas kredit ini dibebani bunga sebesar 5. sarana pelengkap.000.000 yang terdiri dari fasilitas sebagai berikut : a.000. The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Sesuai dengan Perjanjian Fasilitas Kredit No. Fasilitas kredit tersebut terakhir dibebani bunga sebesar 9. dengan maksimum kredit sebesar USD 5. Jumlah fasilitas yang terdapat dalam neraca tanggal 31 Desember 2003 adalah realisasi penarikan kredit. Fasilitas Kredit Impor dengan jumlah maksimum sebesar USD 25.48% per tahun dengan jangka waktu pinjaman tidak boleh melebihi 180 (seratus delapan puluh) hari.000 dan dibebani bunga sebesar 5.000. b. Documentary Credit Facility . Jawa Timur. Pinjaman ini dijamin dengan agunan berupa Sertifikat Hak Guna Bangunan No.

413.016 Pajak Penghasilan Pasal 21 Pajak Penghasilan Pasal 22 Pajak Penghasilan Pasal 23 Pajak Penghasilan Pasal 29 (Badan) PPN Masukan Jumlah b.076 388.918 833.138.198.270 8.529 703.025.454 3.924 33.713.916.473 16.065.181.643.698 45.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 15.960.624.284 12.480 11.208 81.426 .680 18.652.939.714.983.791 509.320 10. Berdasarkan pemasok Pihak Ketiga Hutang Pembelian Barang Lokal Hutang Pembelian Jasa Lokal PPN Masukan Hutang Pembelian Barang Impor Sub Jumlah Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa PT Pupuk Kalimantan Timur Tbk PT Rekayasa Industri PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) Mitsubishi Corporation PT Mega Eltra PT Pupuk Kujang Koperasi Karyawan Keluarga Besar Petrokimia Gresik (K3PG) PT Pupuk Iskandar Muda Sub Jumlah Jumlah b.900.589 117.895 6.534 188.447 1.744 109.607.208 2004 Rp 2003 Rp 13.228 351.939.900.151.896 62.404. Perpajakan a.477 1.652.414 426.986 28.198 126.209.426 2003 Rp 14.153.009.778 270.027 1.052 90.860 7.244.423.164 992. Hutang Usaha 2004 Rp 2003 Rp a.830. Hutang Pajak 1.600 1.896 65.783 16.859 Pajak Penghasilan Badan Pajak Penghasilan Pasal 21 Pajak Penghasilan Pasal 23/26 Wapu Pajak Petambahan Nilai Wapu Pajak Pertambahan Nilai Keluaran Jumlah 32 2004 Rp 5.518.600 980.496. Berdasarkan mata uang : Rupiah US Dollar Jumlah 16.348 109.026.289. Pajak Dibayar Dimuka 79.681 27.982 160.627 2.404 837.410 277 8.601 753.464 43.530 19.915 17.526 146.001 126.691.

PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain)

c. Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan Perusahaan
2004 Rp 2003 Rp (74.015.979) 13.934.683 (60.081.296)

Pajak Kini Pajak Tangguhan Jumlah
Pajak Kini

(71.615.523) 17.157.429 (54.458.094)

Rekonsiliasi antara laba (rugi) sebelum pajak penghasilan menurut laporan laba rugi konsolidasian dengan laba kena pajak Perusahaan adalah sebagai berikut:
2004 Rp 2003 Rp 170.651.265 39.439.136 7.009.812 46.448.948 1.043.719 49.366.189 (23.247.027) 27.162.881 244.263.094 (2.538.939) 241.724.155

Laba Sebelum Pajak Perbedaan waktu Beda Penyusutan dan Amortisasi Perusahaan dan Fiskal Penyisihan piutang Jumlah Perbedaan Waktu Perbedaan permanen : Beban Pegawai Ekuitas dalam Laba Bersih dari Perusahaan yang Mempunyai Hubungan Istimewa yang Tidak Dikonsolidasikan Beban Lain-lain yang tidak dapat Dikurangkan Sebagai Biaya Operasional Pendapatan yang Telah Dipungut Pajak Final Biaya Penyusutan Kenikmatan dan Penyisihan Piutang Jumlah Perbedaan Permanen Laba Fiskal sebelum kompensasi kerugian Rugi Fiskal tahun-tahun lalu Laba Kena Pajak Rincian laba kena pajak adalah sebagai berikut : Perusahaan Perusahaan Anak PT Petrosida Gresik PT Petrokimia Kayaku Jumlah

181.020.268 39.680.483 5.372.999 45.053.482 1.930.356 (5.198.723) 38.657.182 (23.595.665) 3.537.750 15.330.900 241.404.650 (6.742.192) 234.662.458

226.281.858 (4.172.621) 12.553.221 234.662.458

237.692.087 (5.112.444) 9.144.512 241.724.155

Rekonsiliasi antara laba (rugi) sebelum pajak penghasilan Perusahaan dengan taksiran penghasilan kena pajak Perusahaan adalah sebagai berikut:
2004 Rp 2003 Rp 166.136.193

Laba sebelum pajak penghasilan Perbedaan waktu : Selisih antara Penyusutan dan Amortisasi Komersial dengan Pajak atas Aktiva Tetap Penyisihan Piutang Jumlah Perbedaan Waktu
33

175.184.402

39.308.378 5.403.619 44.711.997

39.379.033 7.029.969 46.409.002

PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Perbedaan Permanen : Ekuitas dalam Laba Bersih dari Perusahaan Asosiasi Beban Lain-lain yang tidak dapat Dikurangkan Sebagai Biaya Operasional Pendapatan yang Telah Dipungut Pajak Final Pendapatan Bunga (Bersih)/Dividen Jumlah Perbedaan Permanen Laba Kena Pajak Rincian beban dan hutang pajak kini adalah sebagai berikut : Beban Pajak Kini Perusahaan Perusahaan Anak PT Petrokimia Kayaku Jumlah Dikurangi Pembayaran Pajak Dimuka Pajak Penghasilan : Pasal 22 Pasal 23 Pasal 25 Fiskal Luar Negeri Jumlah Hutang Pajak Kini Rincian : Perusahaan Perusahaan Anak PT Petrosida Gresik PT Petrokimia Kayaku Jumlah
2004 Rp 67.867.057 3.748.466 71.615.523 2003 Rp 71.290.126 2.725.853 74.015.979

(10.299.527) 36.280.313 (23.133.077) 3.537.750 6.385.459 226.281.858

1.043.719 47.174.554 (23.071.381) 25.146.892 237.692.087

(35.315.921) (1.711.100) (30.087.946) (3.000) (67.117.967) 4.497.556 4.658.375 (1.110.044) 949.225 4.497.556

(19.631.709) (1.113.620) (39.782.335) (28.000) (60.555.664) 13.460.315 13.986.569 (721.285) 195.031 13.460.315

Laba kena pajak dan hutang pajak kini Perusahaan dan perusahaan anak tahun 2003 sudah sesuai dengan Surat Pemberitahuan Pajak (SPT) yang disampaikan ke Kantor Pelayanan Pajak. Pajak Tangguhan Rincian dari aktiva dan kewajiban pajak tangguhan Perusahaan dan perusahaan anak adalah sebagai berikut :
01 Januari 2003 Rp Dikreditkan (Dibebankan) ke Lap. Laba Rugi Rp 2.108.991 11.813.709 13.922.700 44.186 13.966.886 31 Desember 2003 Rp 3.752.580 (93.864.893) (90.112.313) (1.048.565) (91.160.878) Dikreditkan (Dibebankan) ke Lap. Laba Rugi Rp 1.621.085 11.792.514 13.413.599 44.792 13.458.391 Koreksi DPP Penyusutan Rp 3.641.384 3.641.384 3.641.384 31 Desember 2004 Rp 5.373.665 (78.430.995) (73.057.330) (903.307) (73.960.637)

Aktiva Pajak T angguhan Penyisihan piutang ragu-ragu Kewajiban Pajak Tangguhan Penyusutan aktiva tetap Jumlah Perusahaan Anak PT Petrosida Jumlah (Kewajiban) Pajak T angguhan Perusahaan Anak Aktiva Pajak T angguhan PT Petrokimia Kayaku Jumlah Aktiva Pajak Tangguhan

1.643.589 (105.678.602) (104.035.013) (1.092.751) (105.127.764)

492.597 492.597

68.264 68.264

560.861 560.861

57.655 57.655

-

618.516 618.516

34

PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Rekonsiliasi antara penghasilan (beban) pajak dan hasil perkalian laba akuntansi sebelum pajak dengan tarif pajak yang berlaku adalah sebagai berikut :
2004 Rp 2003 Rp

Perusahaan : Laba sebelum beban pajak menurut laporan laba rugi konsolidasi (laba akuntansi) Tarif pajak yang berlaku :
10% x Rp 50.000 15% x Rp 50.000 30% x Rp 166.036.000 30% x Rp 175.084.000

175.184.402 (5.000) (7.500) (52.525.320) (52.537.820)

166.136.193 (5.000) (7.500) (49.810.858) (49.823.358)

Jumlah

Pengaruh pajak atas (beban) penghasilan yang tidak dapat diperhitungkan menurut fiskal : Ekuitas dalam Laba Bersih dari Perusahaan Asosiasi Beban Lain-lain yang tidak dapat Dikurangkan Sebagai Biaya Operasional Pendapatan yang Telah Dipungut Pajak Final Pendapatan Bunga (Bersih)/Dividen Jumlah Jumlah Beban Pajak Koreksi DPP Penyusutan Jumlah Beban Pajak Perusahaan Perusahaan Anak PT Petrosida PT Petrokimia Kayaku Jumlah Penghasilan (Beban) Pajak

3.089.858 (10.884.094) 6.939.923 (1.061.325) (1.915.638) (54.453.458) 3.641.385 (50.812.073) 44.791 (3.690.812) (54.458.094)

(313.116) (14.152.366) 6.921.414 (7.544.068) (57.367.426) (57.367.426) (56.280) (2.657.589) (60.081.295)

17. Biaya Yang Masih Harus Dibayar
2004 Rp 61.856.621 26.965.841 14.223.400 5.570.612 1.413.093 51.164 45.371 5.038.916 115.165.018 2003 Rp 43.701.082 61.563.366 17.489.868 6.429.462 1.219.621 2.569.467 1.562.793 528.913 1.804 1.071.732 1.554.406 137.692.514

Gas Bumi Pembebasan Barang Impor Gaji, Insentif dan Estimasi PPh 21 Bunga Pinjaman Listrik dan Air Biaya Pemasaran Asuransi Jiwa Perjalanan Dinas NPK Blending Sewa Kendaraan Lain-lain Jumlah

35

783 31.562.532.326 2. 19.021.137.563 45.296.372 82.77 152.000 27.247 4.Fasilitas Denda Tunggakan Bunga PT Bank Mandiri (Persero) Tbk .631 2003 USD (Angka Penuh) Rp Kredit Modal Kerja : Pemerintah/IDB via Bank Indonesia PT Bank Rakyat Indonesia Tbk Kredit Investasi : Pemerintah/IBRD Amoniak Urea .828.23 186.Pinjaman Pokok .227.313 398.343 286. Hutang Bank Jangka Panjang 2004 USD (Angka Penuh) Rp 34.865.535.208 639.801.091.864.000.066.474.265 2003 Rp 22.876.000.063.163 9.779 10.451.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 18.068.965 235.352 2.245 66.801 308.Proyek Pabrik Pupuk K2SO4 PT Bank Negara Indonesia Tbk .284.472 13.Fasilitas Tunggakan Bunga .247 46.757.419 12. Dana pembinaan wilayah merupakan bagian distribusi laba yang ditujukan untuk pengembangan lingkungan Perusahaan yang belum dibayarkan.017 53.160.563.694 17.50 33.114.50 33.226.Proyek Pupuk Phonska (NPK) .602.557 . Hutang Lain-lain 2004 Rp 39.73 36 37.Proyek Prasarana & Utilitas .Proyek Pabrik Pupuk NPK Jumlah 20.600 58.258 43.788.072 3.000 88.983 74.903 2.827.411 8.892.045.701 18.709 12.Proyek Rehabilitasi Operasional Pabrik Fosfat I (RFO) .572.829.558 21.291.432.816 51.167.119.408 663.119.171.27 63. BTN dan lainnya. Uang Muka Penjualan 2004 Rp 2003 Rp 46.530 388.191 Penjualan Produk Sewa Tanah Penjualan Pupuk Penjualan Jasa Jumlah 20.341 5.144.857.323 Yayasan dan BTN Dana Pembinaan Wilayah Uang Jaminan Selisih Harga Penyerahan Pupuk Lain-lain Jumlah Hutang Lain-lain kepada Yayasan dan BTN merupakan potongan gaji karyawan yang belum dibayarkan kepada Yayasan.108.019.913.

000 22.022.779 10.00 1.303 25.000 ton.Proyek Prasarana & Utilitas .Proyek Pupuk Eks.572.80% . Tingkat bunga pinjaman yang harus dibayar pada pemerintah adalah (Libor + Spread 1.6.500.903 551.164 4.218.50 72.224.163 2.75% 4% .800.00% 10.800 143.50% 4.637.640 519.18% .798.13. NPK .832.000 ton dan Phosphate Rock sebanyak 200.000.Proyek Pabrik Pupuk K2SO4 PT Bank Negara Indonesia Jumlah Kewajiban Jangka Panjang yang Jatuh Tempo Satu Tahun Jumlah Kewajiban Jangka Panjang Tingkat bunga per tahun selama tahun berjalan Rupiah US Dollar Penjelasan pokok perjanjian pinjaman adalah sebagai berikut : Kredit Modal Kerja Pemerintah RI (Penerusan IDB) Sesuai dengan perjanjian penerusan Pinjaman Nomor SLA – 1147/DP3/2001 tanggal 18 September 2001 serta Persetujuan Perubahan Perjanjian Penerusan Pinjaman Nomor AMA – 289/SLA – 1147/DP3/2003 tanggal 20 Nopember 2003.75% 37 . Setiap terjadi tunggakan pembayaran hutang pokok pinjaman dan biaya bunga dikenakan denda sebesar 2% per tahun diatas biaya bunga.800.694 8.6.432.022.500.680.734 25.000 22.813.167.Proyek Rehabilitasi Operasional Pabrik Fosfat I (RFO) .715.50 7.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Dikurangi bagian yang jatuh tempo satu tahun : Pemerintah/IDB via Bank Indonesia Pemerintah/IBRD Amoniak Urea . dengan jumlah pagu pinjaman sebesar USD 27. Perusahaan memperoleh fasilitas kredit Modal Kerja dari Pemerintah RI yang merupakan Pinjaman Penerusan antara RI dengan Islamic Development Bank (IDB). Jangka waktu pengembalian adalah 36 bulan sejak tanggal masing-masing penarikan pinjaman.00 15.176 1.000 untuk pembiayaaan pengadaan pupuk dan bahan baku impor yang terdiri dari KCL Putih sebayak 60.832.5%) per tahun dari pinjaman yang ditarik dan dibayarkan pada tanggal 18 Maret dan 18 September setiap tahunnya.164 4.654 8.779 10.511.218.800 87.41% .Fasilitas Tunggakan Bunga .Fasilitas Denda Tunggakan Bunga PT Bank Mandiri (Persero) Tbk .572.163 9.14. 7.432.Pinjaman Pokok .469.5% + 0.798.000.

Berdasarkan surat dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.NIAGA/02/PK-LC-CRM/2000.6 42.4 Tunggakan Bunga 4.0 93. Pembayaran angsuran bagian (ii) dilakukan sebanyak 14 (empat belas) kali per setengah tahunan dengan tanggal yang sama dengan bagian (i) dan dimulai sejak 15 Agustus 1994.1 milyar. Fasilitas kredit ini terakhir dibebani bunga sebesar 6%.6 10.4 4. DNW.0 15.4 PT Bank Rakyat Indonesia Tbk Sesuai dengan Perjanjian Fasilitas Pembukaan Letter of Credit Impor No. SBY. Jangka waktu pengembalian untuk bagian (i) adalah 10 (sepuluh tahun) sejak 15 Agustus 1996.733/ADD/2004 tanggal 8 Oktober 2004.700.5 milyar yang terdiri dari pokok Rp29. B. dengan jangka waktu satu tahun terhitung sejak tanggal 1 September 2004 sampai dengan 31 Agustus 2005.0 Denda Jumlah 14.100.3 milyar.4 4.1 10.0 15.4 22.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Kredit Investasi Pemerintah RI (Pinjaman Terusan IBRD) .4 15.6 10.6 10. Bank Rakyat Indonesia menyetujui perpanjangan fasilitas kredit perusahaan untuk jangka waktu 2 tahun.000 yang merupakan bagian dari jumlah limit kredit sebesar USD 15.IDB) dengan plafond sebesar USD 3.000 untuk Proyek Pabrik Amoniak/Urea dan (ii) USD 9. tunggakan bunga Rp22.6/2001 tanggal 27 Juli 2001 telah menyetujui penjadwalan kembali pinjaman ini sebagai berikut : Restrukturisasi meliputi nilai Rp93.COP/COD.800.000 yang terdiri dari dua bagian yaitu bagian (i) sebesar USD 126.4 4. Pembayaran nilai restrukturisasi adalah sebagai berikut : Tahun 2001 2002 2003 2004 2005 Pokok 9. Pagu pinjaman ini adalah USD 136.000.perubahannya terakhir Addendum III No.4 4.1 34.000 untuk proyek Modernisasi Pabrik.300. sebagaimana jangka waktu fasilitas yang sedang berjalan. No. Fasilitas Kredit ini dijamin dengan jaminan utama berupa barang -barang yang di impor dengan Fasilitas L/C Impor serta jaminan yang terkait dan tanggung renteng dengan jaminan Fasilitas KI dan KMK yang telah diserahkan ke Bank Mandiri.7 19. Pemerintah melalui surat Menteri Keuangan nomor 477/MK.75-AGR/AGR-III/01/2005 tanggal 18 Januari 2005. Perusahaan memperoleh Fasilitas Kredit L/C Impor yang dapat digunakan secara switchable untuk L/C Sight. Akta No. Pembayaran angsuran dilakukan 20 (dua puluh) kali per setengah tahunan yang dibayar setiap tanggal 15 Pebruari dan 15 Agustus dimulai dari 15 Agustus 1996.000. Jangka waktu L/C maksimal 180 hari setelah tanggal Bill of Lading .IDB (LITF . 88 tanggal 31 Agustus 2000 beserta perubahan .5 29.1 milyar dan denda Rp42. Bunga pinjaman terusan ini adalah tingkat suku bunga SBI untuk jangka waktu 3 bulan selama 6 bulan ditambah 1% atau suku bunga deposito bank pemerintah 6 bulanan mana yang lebih rendah. 38 .Untuk Proyek Pabrik Amoniak/Urea dan Proyek Modernisasi Pabrik Kredit ini merupakan penerusan pinjaman SLA 554/DDI/1991 IBRD yang ditandatangani pada tanggal 28 Januari 1991 dengan PT Bank Negara Indonesia Tbk sebagai bank pelaksana. Usance dan Usance payable at Sight termasuk L/C usance dengan skim Line of Import Trade Financing .

tanah berikut bangunan termasuk didalamnya mesin . Pagu fasilitas ini adalah Rp41. c.000.Untuk Proyek Pabrik Phonska (NPK) Fasilitas ini ditandatangani melalui perjanjian kredit nomor SBY.490 m2 beserta jaminan . mengenai Perjanjian Kredit Investasi Nomor : CCO..SBY/007/PK . Notaris di Gresik.NIAGA/01/PK-KI-CRMS/2000 akta nomor 86 tanggal 31 Agustus 2000 dihadapan Suyati Subadi. Kecamatan Gresik.575 m2.mesin pabrik Pupuk Fosfat I dan Bangunan pabrik Pupuk Fosfat I yang berdiri diatas SHGB No. Bunga berikut angsuran pokok pinjaman tersebut dibayar secara triwulanan. Kecamatan Deket dan Kecamatan Babat). Kredit Investasi – Untuk Proyek Rehabilitasi Operasional Pabrik Fosfat I (RFO ) Berdasarkan Akta No. tanah dan bangunan terletak di Kec. Kredit ini dijamin dengan jaminan utama berupa tanah dan bangunan pabrik pupuk NPK berikut mesin-mesin yang melekat diatasnya. persediaan dan tanah. tanah berikut bangunan pabrik dan mesin -mesin pabrik pupuk K2SO4. Fasilitas kredit ini dijamin dengan jaminan utama berupa mesin . 2 dan jaminan tambahan berupa tanah SHGB No.193 m2. Jangka waktu kredit adalah sembilan tahun sampai dengan 14 Juni 2004. serta unit ship unloader dan belt conveyor . 70 seluas 24.680.000.000 dengan suku bunga terakhir 14. Kredit ini dijamin dengan peralatan proyek yang dibiayai dengan fasilitas ini yaitu instalasi air.285.000 dengan suku bunga terakhir 14. b. SH. 2 seluas 112.jaminan lainnya terkait dengan fasilitas kredit lainnya pada PT Bank Mandiri Tbk. Jangka waktu kredit adalah lima tahun sampai dengan 31 Desember 2005. Fasilitas kredit ini dibebani bunga sebesar 13. Kecamatan Turi. Jumlah fasilitas yang terdapat dalam neraca tanggal 31 Desember 2004 adalah jumlah saldo kredit yang direalisasi/ditarik setelah dikurangi angsuran.50% per tahun dan bunga dapat berubah sewaktu-waktu.5% per tahun dan ditinjau setiap tiga bulan. 7 tanggal 20 Pebruari 2004 dari Irene manibuy SH. Mulai tahun ke II (Kedua) seluruh beban bunga dibayar efektif setiap akhir triwulan. Manyar. SH. 39 . Exim . Disamping itu kredit ini juga dijamin dengan cessie tagihan. 35% bunga yang jatuh tempo dibayar efektif. yang berdiri diatas SHGB N0. Pagu fasilitas ini adalah Rp49. unit gas turbine generator dan unit waste heade boiler .5% per tahun yang dibayar secara triwulan dengan ketentuan sebagai berikut : Selama 1 (satu) tahun pertama.KI/ 2004. Jangka waktu kredit selama 6 (enam) tahun. Tujuan penggunaan kredit adalah untuk membiayai proyek rehabilitasi dan fleksibilitas operasional pabrik Pupuk Fosfat I. sejak tanggal penandatanganan perjanjian (termasuk masa grace period pembayaran hutang pokok selama 1 tahun). serta jaminan tambahan berupa tanah dan bangunan di 23 lokasi (di Kecamatan Lamongan. Perusahaan memperoleh Fasilitas Kredit Investasi maksimum sebesar Rp27. Kredit Investasi Bank Mandiri eks.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk a. unit pompa booster.mesin pabrik pupuk phonska yang berdiri diatas tanah SHGB No. Kredit Investasi Bank Mandiri . dan sisanya sebanyak 65% menjadi beban KI IDC (Kredit Investasi Interest During Construction ).Untuk Proyek Pabrik Prasarana dan Utilitas Fasilitas ini ditandatangani melalui perjanjian kredit nomor 91 tanggal 14 Juni 1995 dihadapan Notaris Sutjipto. Bunga berikut angsuran pokok pinjaman tersebut dibayar secara triwulanan. Jumlah fasilitas yang terdapat dalam neraca tanggal 31 Desember 2003 adalah jumlah saldo kredit yang direalisasi/ditarik setelah dikurangi angsuran. 69 seluas 395.

jaminan lainnya terkait dengan fasilitas kredit lainnya pada PT Bank Mandiri Tbk. Bunga fasilitas kredit ini sebesar bunga deposito yang diterima oleh PT Perkebunan Nusantara II. PT Bank Negara Indonesia Tbk Fasilitas kredit ini pertama kali ditandatangani dengan perjanjian kredit nomor 98/HLB/100 tanggal 28 Nopember 1998 dengan pagu kredit sebesar USD 23. Tujuan penggunaan kredit adalah untuk membiayai pembangunan proyek Pabrik Pupuk K2SO4. yang berdiri di atas tanah SHGB No.844.687.550.SBY/009/PK .352 1.. deposito PT Perkebunan Nusantara III senilai USD 3. mengenai Perjanjian Kredit Investasi Nomor : CCO.000. Fasilitas kredit ini dibebani bunga sebesar 13.040. deposito PT Perkebunan Nusantara V senilai USD 5.808 dan suku bunga terakhir adalah 14.75% per tahun dan ditinjau secara bulanan dan jaminan kredit berupa deposito seluruhnya ditarik dan diganti dengan tanah.5% per tahun yang dibayar secara triwulan dengan ketentuan sebagai berikut : - Selama 1 (satu) tahun pertama seluruh beban bunga menjadi beban KI IDC (Kredit Investasi Interest During Construction ).500. yang berdiri diatas tanah SHGB No.931 PT Asuransi Jiwasraya PT Petronika PT Jamsostek (Persero) Jumlah Dikurangi bagian yang jatuh tempo satu tahun : PT Asuransi Jiwasraya PT Petronika PT Jamsostek (Persero) Jumlah bagian yang jatuh tempo satu tahun Jumlah 40 22.012.158 739. tanah berikut bangunan dan mesin pabrik pupuk fosfat 2. sesuai dengan surat perjanjian kredit nomor : 2001/KI/63 fasilitas tersebut dikonversi menjadi pinjaman Rupiah dengan pagu yang setara dengan Rp132.5%.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) d.986 . Pada tanggal 5 Desember 2001.924 256. 21.235 3.171 4. terakhir dengan nomor 2001/KPI/15 tanggal 18 April 2001 dengan mengubah pagu kredit menjadi USD 14.000.685.555.249 23.421 22. 70 .408 24. tanah berikut bangunan termasuk di dalamnya mesin mesin pabrik pupuk phonska yang berdiri diatas tanah SHGB No.803.491.293.129 4.944 4.500.910.120.KI/ 2004.000. Fasilitas ini dijamin dengan deposito PT Perkebunan Nusantara II senilai USD 4.992 1. Fasilitas kredit ini dijamin dengan jaminan utama berupa mesin .550. Mulai tahun ke II (Kedua) seluruh beban bunga dibayar efektif setiap setiap akhir triwulan Jangka waktu kredit adalah selama 6 (enam) tahun.136.114 28. 9 tanggal 20 Pebruari 2004 dari Irene Manibuy SH. bangunan dan mesin yang dibiayai dengan kredit tersebut.400. Kredit Investasi – Untuk Proyek Pabrik Pupuk K2SO4 Berdasarkan akta No.456.193 m2. Jangka waktu kredit adalah delapan tahun sebelas bulan empat hari sampai dengan 1 Nopember 2007.887.000. Perusahaan memperoleh Fasilitas Kredit Investasi dengan maksimum kredit sebesar Rp15. sejak tanggal penandatanganan perjanjian (termasuk masa grace period pembayaran hutang pokok selama 1 tahun). 69 seluas 395. Notaris di Gresik. Kewajiban Jangka Panjang Lainnya 2004 Rp 2003 Rp 20.263 2.mesin pabrik pupuk K2SO4 dan bangunan pabrik pupuk K2SO4.154 611.811.531. 2 beserta jaminan .887. Perjanjian ini telah mengalami perubahan. III dan V (LIBOR + 1%) ditambah spread sebesar 1.

22.01% 100.420. SH.396.420 lembar atau senilai Rp396.695 1. Dari jumlah tersebut 396. Susunan pemegang saham pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 adalah : Jumlah Saham PT.99% 0.000.189. Hak Minoritas atas Laba Bersih Perusahaan Anak Koperasi Karyawan Keluarga Besar Petrokimia Gresik (memiliki 0. Jangka waktu pinjaman adalah 10 (sepuluh) tahun dan dibebani bunga pinjaman sebesar 9% per tahun.094.00% Jumlah Rp 396.784 2.094. Berdasarkan Akta pemberian bantuan pinjaman dana untuk perumahan PT Petrokimia Gresik No.420. Jangka waktu pinjaman berkisar antara 8 (delapan) sampai 10 (sepuluh) tahun dan dibebani bunga berkisar antara 9% s/d 12% per tahun.729. Hak Minoritas Pihak ketiga Pada Perusahaan Anak Hak pemilik saham minoritas pada Perusahaan anak adalah sebagai berikut : 2004 Rp 2003 Rp a.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman dari PT Asuransi Jiwasraya dalam rangka Plough Back Premium .625 2. Pupuk Sriwidjaja (Persero) Yayasan Petrokimia Gresik Jumlah 396.611 15.888 Sesuai dengan akta notaris Imas Fatimah. Netty Arni.000 41 .000 396.000 lembar dengan nilai nominal Rp1.410 10 396. Kewajiban kepada PT Petronika merupakan pendapatan diterima dimuka jangka panjang atas uang muka penjualan utilitas yang diterima dimuka untuk periode lebih dari satu tahun.197.01% di PT Petrosida Gresik) Mitsubishi Corporation (memiliki 20% di PT Petrokimia Kayaku) Nippon Kayaku (memiliki 20% di PT Petrokimia Kayaku) Jumlah b.000. 1 tanggal 1 Oktober 1998 dari Nyonya Hj. Perusahaan telah memperoleh fasilitas bantuan pinjaman dana untuk membangun perumahan dari PT Jamsostek (Persero) yang bersumber dari dana peningkatan kesejahteraan peserta program Jamsostek sejumlah Rp2. SH nomor 82 tanggal 27 Maret 1998 modal dasar Perusahaan adalah sebanyak 1.822 7.420 2004 dan 2003 % Pemilikan Saham 99.403 7.033 14.784 1. Hak Minoritas atas Aktiva bersih Perusahaan Anak Koperasi Karyawan Keluarga Besar Petrokimia Gresik (memiliki 0.410.819 3..000 per lembar.280. yang akan digunakan untuk membangun perumahan bagi para karyawan Perusahaan.300.01% di PT Petrosida Gresik) Mitsubishi Corporation (memiliki 20% di PT Petrokimia Kayaku) Nippon Kayaku (memiliki 20% di PT Petrokimia Kayaku) Jumlah 23. Modal Saham 278 1.729.810.462.033 7. Notaris di Gresik.000 10.197.611 7.846 (571) 905.000 telah ditempatkan dan disetor.695 905.

044 26.391.372 51.263.724.43% dan 10.119.002 30.584 276.977.051.909 74.100.985.587.682 195.875.286 .018 47.562.599.091 2.227.656.603.548.912 47.455.991 98.698 3.231 460.908 446.391.626 78.872 26.634.001 3.193 597.614.083 30.970.055.955 106.335 - 19.764 15.839 115.999 150.884 489.971 1.234 528.998 239.114.837.642 10.942 31.304 683.389 95.791 77.894.116 652.786 257.896 2.993 88 14. Pendapatan 2004 Rp 2003 Rp 2.585 84.598.020.597.978 177.023 30.396 41.729.566 426.270 44.872.236 217.156.759.847) 3.769 128.843 495 94 64 - 919.251.391.811 70.120 25.774 2.972.368.703.260 265.127.674.709.306 2.364 4.877 3.036.839.076 110. Penjualan pupuk (i) Penjualan Domestik Pupuk SP-36 Pupuk ZA Pupuk Urea Pupuk Phonska Pupuk KCL NPK BLENDING DAP RNP Amphos ZK Eks impor MDCP Eks impor PS-18 Sub Jumlah (ii) Penjualan Ekspor DAP Jumlah Penjualan Pupuk b.571 484.972) 2.169 5.440 23.993 399.534.401.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 24.176 1.063.48% dari penjualan pupuk dan non pupuk masing-masing pada tahun 2004 dan 2003 dilakukan dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa (catatan 30).379.166 (2.160.656.312 2.486 5.391.509.482 557.820 33.881 726.758 - 175.158.340.307 94.194 Penjualan Pupuk dan Non pupuk Pendapatan Subsidi Gas Bumi (Urea) Harga Pupuk (Non Urea) Pendapatan subsidi Tahun Lalu Jumlah Pendapatan Subsidi Pendapatan Bruto Potongan Penjualan Jumlah 3.294 234.040.773.881 2.815.580 - 42 294.550 119 119 673 895.290 13.304 2.146 54. Penjualan Non Pupuk (i) Penjualan Domestik Amoniak Asam Fosfat Asam Sulfat Produk (Cair) Cement Retarder Formulasi IPA G Alf3 Produk (Butiran) Produk (Tepung) Sidamethrin 789.666.012 2.960.519 3.873 13.381.210.174 183.878.959 65.015.927.136 149.398.081.439 45. Jumlah penjualan pupuk tersebut merupakan pendapatan dari hasil penjualan secara tunai maupun kredit baik lokal maupun ekspor sebagai berikut : 2004 Kuantum Rp Kuantum 2003 Rp a.381.075.524 2.273 45.064.410.362 314.792 166.662 10.285.910 21.795 11.489 (2.916 112.683 72.949.512 432.918 221.

947 120.667 2.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 2004 Kuantum Rp 8.394 16.851 8.154.919 132.040.365.362.455.367.970.216.161 4.160.525 5 2003 Rp 8.280 90.887.330 177.912 47.196.878.503.057.807.320.974 7.903 3.862.781 - 43 .091 535.978 68.071 1.392 3.398 102.773 2.221 1.242 2.914 1.338.482 210.489 (2.056 2.062.500 336.246.751 Formulasi 2.686 195.007 2.037.698 3.851 24.124.139. Pendapatan Subsidi Urea Non Urea ZA SP-36 Phonska Sub Jumlah Pendapatan subsidi tahun 2003 Jumlah Pendapatan Subsidi Jumlah Pendapatan Bruto Potongan Penjualan Jumlah Pendapatan Bersih 14.910 3.759.949.904 39.633 Produk (Flowable) 134.119.918 221.847) 3.702 1.875.142 7.332 1.210.070.667 5.121.502 1.053 180.378 5.688 Crude Gypsum 77.122.166 (2.767.653.304 683.480.184.644 68.855 9.338.935 717.896 2.110.4D Amin/For.466 Produk (Tepung) 20.194 92.905.361.357 106.055 775.493.998 7.485 371.100 4.164.661.007.341 2.325.410.000 Produk (Coil) Diazinon BPMC Sub jumlah Jumlah Penjualan Non Pupuk Jumlah Penjualan Pupuk dan Non Pupuk ( a + b ) c.990 730.141 871.259 Permetrin BPMC Propoxur Formulasi MIPC Sidaron Sidazeb 2.997 3.319 4.057.972) 2.896 2.935 2.762 1.194 Carbofuran CO2 Cair 6.005.055.872.4D Amine Formulasi BPMC Dry Ice 1.356.645 1.780 2.764 1.084 575.080 3.834 14.894.367 1.173.389 285.599.106 1.629 Jasa Formulasi Purified Gypsum 11.270 44.423.642 Kuantum 9.425 5.580 3.922.020.513.618 227.MIPC IPA Glyphosate Sidazinon Chemical Gypsum Cypermethrin SDP Petrokum Belerang Curah Amegrass 80WP Sub Jumlah (ii) Penjualan Ekspor Amoniak Alf3 2.927.630.656.800 78.982 Produk (Coil) 1.185.577 100 761.837.347 557.092 5.839.196.857.950 2.748.102 11.979.764.791 77.240 159.156.121.821 1.950 933.321 4.660 3.180 60.

617 192.416.619.567 66.386.488.470 1.108. Harga Pokok Penjualan 2004 Rp 94.464 419.009) (170.491.836 (3.06/2004.403.294 225.764 2.745.515.231 460.855.391.820.993 88 34.616 2.602 158.440.073.038. 319/KMK.587 81.083.320 Persediaan Awal Barang Jadi Saldo awal ZA & Urea Curah Diproses ke Biaya Produksi Persediaan Awal Barang Jadi *) Harga Pokok Produksi : Persediaan Awal Barang Dalam Proses Biaya Bahan Baku dan Pupuk Impor Biaya Bahan Penolong Biaya Pemeliharaan Biaya Pegawai Biaya Penyusutan Biaya Pembungkus Biaya Overhead Pabrik Biaya Lainnya Persediaan Akhir Barang Dalam Proses Jumlah Harga Pokok Produksi Barang Siap untuk Dijual Dikurangi : Harga Pokok Penjualan Produk Lain-lain Dipakai Promosi.317.164) 3.264.338.380.752.168.977.107.334) 2.794 238.800.888.334 2.346.766 2.326.843 495 94 64 - 944.543 (6.718 551.971 32. sebagian termasuk pendapatan subsidi tahun 2003 sebagaimana ditetapkan oleh Pemerintah sesuai dengan hasil audit khusus yang dilaksanakan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI berdasarkan pada Kepmenkeu RI No.140 357.615 3.193.603 (99.232 218.419 130.489.464 98.500.887.571) 88.428.751 (539.865 2.508 114.972 92.236 151.307 94.066 178.856.768.292.455 18.911.573 65.890.306 2.742 53.128.974.534 243.685 10.355.974 33.458 1.753.795 9.982.194 633.550 119 119 673 757.044 92.858 82.204.220.559 24. Susut dan Sweeping Persediaan Akhir Barang Jadi *) Harga Pokok Penjualan *) setelah dikurangi persediaan pupuk eks impor a.256) 3.099.900 .249.025.713 227.128.542 259.356 30.455) 141.817.973) (94.293 415.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Pendapatan subsidi tahun 2004.720 166.981 103.888 234.112.574. Harga Pokok Penjualan Pupuk HPP Domestik Pupuk SP-36 Pupuk ZA Pupuk Urea Pupuk Phonska Pupuk KCL NPK Blending DAP RNP Amphos ZK Eks impor MDCP Eks impor PS-18 Jumlah Harga Pokok Penjualan Pupuk 789. 25.858.684 187.333.543) 2.429 370.934.013.165 2004 Kuantum Rp Kuantum 2003 Rp 2003 Rp 142.974.197.112 5.076 110.849 460.735.234 528.136 9.552 44 726.958 578.182 (92.426 (641.491.277.495 336.

585 405.168 198.799.662 6.850.604 37.333 1.377.098 4.910 4.213.146.613 3.997.588 14.915 559.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) b.150 21.340 247.403 82.007 41.406 2.683.027.769 36.884 4.000 373.108.658 1.709.432 26.071.672.830. Harga Pokok Penjualan Non Pupuk (i) HPP domestik Amoniak Asam Fosfat Asam Sulfat Produk (Cair) Cement Retarder Formulasi IPA G Alf3 Produk (Butiran) Produk (Tepung) Sidamethrin Carbofuran CO2 Cair Produk (Coil) Produk (Flowable ) Crude Gypsum Formulasi 2.424 828.056 2.309.852 52.350 52.507.142.416 3.790 177.980 1.010.975 1.4D Amin/Form MIPC IPA Glyphosate Sidazinon Chemical Gypsum Cypermethrin SDP Belerang Curah Amegrass 80WP Lain-lain Jasa formulasi .579.087 622.306 12.792 166. masing-masing pada tahun 2004 dan 2003 dilakukan dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa (catatan 30).168 2.490.359 7.799 3.007.525 5 - 129.459.017 342.314 74.989 5.607.982 3.931 141.148.367.486.069 67.538 861.900 21.424 82.092 1.455.343 91.785 - 187.610.914 80.538 3.655 4.232 31.953 4.931 7.542 2.625 2.16% dan 6.702 1.727.168 47.700 132.660 60.099.642.801 2.274 6.003 3.530 762.362 314. 45 .280 90.255.108 1.026.095.668 9.501 9.989 532.364 7.382 4.450 2.051 33.130 23.288 40.Kayaku Purified Gypsum Permetrin BPMC Propoxur Formulasi MIPC Sidaron Sidazeb 2.505.342.111.543.Petrosida Diazinon Jumlah Harga Pokok Penjualan Non pupuk Jumlah Harga Pokok Penjualan 94.247 4.238 856.971 1.525 176.097 76.244 1.107.292.786 326.971.530.976 3.144.754 10.296 987.4D Amine Formulasi BPMC Dry Ice Jasa formulasi .500.708 10.58% dari jumlah pembelian bahan baku.292.658 767.369 1.652.526.791 47.698 833.804.768 1.074.148 3.887.558 9.546 81.008.165 (1) 109.398.410.391 1.

414 758.332 2003 Rp 104.943.044.762 171.673 122.908 31.655 3.286 179.271.516.857.121 13.829 4.771 1.744.142 1.859 Beban Distribusi Transportasi Penyaluran Bongkar Muat Pallet Pegawai Susut Rebag dan Kantong Restaple Asuransi Promosi dan Distribusi lain Sub Jumlah Beban Penjualan Pegawai Transportasi Promosi Jasa Litbang Penyusutan dan Amortisasi Kantor Bongkar Muat Pemeliharaan Restaple Rebag dan Kantong Susut Pajak dan Restribusi Asuransi Agrobisnis Penjualan Lainnya Alokasi dari pusat biaya lain Sub Jumlah Beban Administrasi dan Umum Pegawai Perjalanan dan Pembinaan Administrasi Jasa Pemeliharaan Pajak dan Restribusi Penyusutan dan Amortisasi Asuransi Umum Lainnya Alokasi dari pusat biaya lain Sub Jumlah Jumlah Beban Usaha 46 .347 6.232 11.153 151.745 15.024.556 1.397 3.971.267.945 51.924 16.270 4.526 375.550 951.803 34.202 3.641 143.389.709 387.781 8.123 1.667.994 22.081 1.818 29.685.179.053.058 17.891 1. Beban Usaha 2004 Rp 139.524.492.182.710 20.083 5.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 26.161 1.391.194 546.201 5.791.371.163 1.133.218.844.446.336.202.609.163.179 159.000.244.080 16.256.355.303.883.675 1.068 1.163.425 58.934 6.466 72.344 396.708 34.211 62.460.530 45.028 1.740.573 11.721.125.560 56.176.630 13.548 3.477.805 246.537 5.658 353.207.149.820 1.836 979 2.865 60.920 5.497.547 86.853.508 15.522 55.413 437.648.883 1.325.058.547 274.807.601 5.510 10.074 21.337 31.842 6.660.045 71.845 1.173.827 129.317 3.513.923.418.366 1.405.

044 26. Pendapatan (Beban) Lain-lain 2004 Rp 2003 Rp 40.019.991 1.222 280.399 6.688 Pendapatan Diluar Usaha : Pendapatan Sewa dan Jasa Penjualan Produk Utilitas Pendapatan Jasa Giro/ Bunga Klaim Asuransi Laba Penyertaan Pendapatan Dividen Komisi Keagenan Penjualan Barang Bekas Pendapatan Agribisnis Denda Piutang/Keterlambatan Transport dan Asuransi Lelang Kendaraan Laba (Rugi) Selisih Kurs .812 1.911 2.314.252 1.004.212.883 2.009.038 7.222 (567.366 4.461 26.937.029.406 19.598 17.167) 124.697 21.811.902.065 50.191.933 1.023 89.941 485.155 107.884.291 5.687.501.312 68.010 119.382.521 2.Bersih Biaya Sewa dan Jasa Biaya Produk Utilitas Penyisihan Piutang Pemasaran Jasa Fee Keagenan Denda Retribusi PJU/Klaim Koreksi Restitusi PPh Badan Penghapusan Piutang Lain-lain Sub Jumlah Jumlah 43.709 299.213.521 3.922.488.623 47 .100 689.305.082 91.192 12.563 14.158.548 22.780 412.487.482.196 (17.316 59.384.173) 10.831.918.941 1.168 15.Bersih Lain-lain Sub Jumlah Beban Diluar Usaha : Laba (Rugi) Selisih Kurs .PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 27.711.560 6.995 14.489.861.858 11.950 22.287 34.935.049 5.701.790.998.233.055 5.281.

469.488 774.Pihak Ketiga Jumlah Kewajiban Hutang Usaha Hutang Bank Biaya Yang Masih Harus Dibayar Hutang Bank Jangka Panjang Jatuh Tempo Satu tahun Hutang Bank Jangka Panjang Kewajiban Jangka Panjang Lainnya Jumlah Kewajiban Bersih 3.832.438.12 Rp 31.750 764.146.14 10.56 6.50 2.820.681.090.11 7.917 87.803.701.506.261.120.27 43.417.06 2.93 13.Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa .734 495.361.290 2003 Rp 8.530 27.508.186 22.558 23. kurs konversi yang digunakan Perusahaan serta kurs yang berlaku pada tanggal 31 Januari 2005 adalah sebagai berikut : 31 Desember 31 Januari 2005 Rp Mata Uang 1 USD 9.279 116.721.50 53.934 1.82 3.465 48 .611.408 868.145 2004 Rp 9.844. Beban Bunga dan Keuangan 2004 Rp 2003 Rp 43.930 26.717 1.425.746.356.898 11.625.104.029 3.215.774.705 29.651.35 1.409.104.73 421.446.091.257.88 91.696.483.248.647 Pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003.165 14.162.417 93.914.537.98 1.97 82.105 10.291.38 102.500.303 439.658.911.269.882 12.080.16 1.946.099.798.630.54 2.88 5.137.224.839.Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa .119.082 15.236.133.347.518 100.505.703 41.649.246.15 3.83 154.632 23.194 366.766.777.812.27 567.091.335 43.373 Kredit Investasi Kredit Fasilitas L/C Kredit Modal Kerja Asuransi Provisi Bank Jumlah 27.364.307.00 51.856.005.Pihak Ketiga Piutang Lain-lain .789.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 28.502 3.360 4.124.701.407.982.443.621 72.15 1.353 17.863.096.591.761 1.479 13.496.337.341.814 5.42 687.11 2003 Rp 21.222 26.176 61.014 Mata Uang Asing (USD) 2.561.407.270.829.074.300 34.424.486.876.639.724.70 144.392.58 4.800.513. Aktiva dan Kewajiban Dalam Mata Uang Asing 2004 Mata Uang Asing (USD) Aktiva Kas dan Setara Kas Piutang Usaha .819.529.874.601.

674. Transaksi dengan Perusahaan Anak dan Pihak Yang Mempunyai Hubungan Istimewa Sifat Hubungan Istimewa a.802 37.945 264.909 170.PT Pupuk Iskandar Muda .732 78. Perusahaan yang pemegang sahamnya sama dengan pemegang saham utama Perusahaan : .657.PT Graha Sarana Gresik .PT Aneka Jasa Grhadika c. yang meliputi 9% dan 7% dari jumlah aktiva masing – masing pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003.43% dan 10.777.680 60.PT Petrowidada d.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 30.PT Petrokopindo Cipta Selaras .519.929 345.PT Gresik Cipta Sejahtera .PT Petrocentral .880.330 PT Petrocentral PT Mega Eltra PT Petrosida PT Pupuk Sriwidjaja PT Pupuk Kaltim Tbk PT Pupuk Kujang Jumlah .267 6. dan juga sebagai pemegang saham minoritas Perusahaan. merupakan penjualan kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa.PT Pupuk Kaltim Tbk .114.963. yang meliputi antara lain : a. Perusahaan yang sebagian pemegang sahamnya sama dengan pemegang saham Perusahaan : .760.PT Puspetindo . Rincian penjualan kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebagai berikut : 2004 Rp 116.PT Kawasan Industri Gresik . e. dimana menurut manajemen dilakukan dengan tingkat harga dan syarat – syarat normal sebagaimana halnya bila dilakukan dengan pihak ketiga.002.48% dari jumlah penjualan masing – masing pada tahun 2004 dan 2003.PT Petrokimia Kayaku . Perusahaan yang sebagian pemegang sahamnya adalah Perusahaan : .PT Petronika . PT Pupuk Sriwijaya adalah pemegang saham utama (mayoritas) Perusahaan.PT Petrosida Gresik .727 73.065.041 36.578.993. Transaksi-transaksi Hubungan Istimewa Dalam Kegiatan usahanya.PT Mega Eltra .PT Pupuk Kujang . Yayasan Petrokimia Gresik adalah Perusahaan yang sebagian pengurus dan manajemennya sama dengan Perusahaan. piutang atas penjualan tersebut dicatat sebagai bagian dari piutang usaha.227 307.775 2.812 73.PT Rekayasa Industri b.516 49 2003 Rp 85. Perusahaan melakukan transaksi tertentu dengan pihak – pihak yang mempunyai hubungan istimewa. 10. Pada tanggal neraca.PT Petro Graha Medika .

Pada tanggal neraca.258.892.770 PT Pupuk Kaltim Tbk PT Pupuk Sriwidjaja PT Pupuk Iskandar Muda PT Rekayasa Industri Jumlah c. listrik.926 55.511.826.807 302.345. jasa pelabuhan. Rincian pembelian kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebagai berikut: 2004 Rp 225.592.5% per bulan. Sesuai dengan hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Petrokimia Gresik tanggal 29 Desember 2003 dan Perjanjian Pinjaman.695 1.750. merupakan pembelian dari pihak yang mempunyai hubungan istimewa.007.601 2003 Rp 73.454 PT Petrowidada PT Petronika PT Petrocentral PT Puspetindo PT Kawasan Industri Gresik PT Pupuk Kaltim Tbk PT Pupuk Kujang PT Rekayasa Industri Yayasan PG PT Pupuk Sriwidjaja Jumlah d.897 17.557.082.509.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) b.020.794 2.741 1. 21 Pebruari 2002 dan 11 Agustus 2000.744.400 1.644 101. Perusahaan memberikan pinjaman dana kepada Yayasan Petrokimia Gresik selaku pihak pengelola Program Pemeliharaan Kesehatan Pensiunan/Purna Tugas dan Keluarganya (prokespen) dan Program Santunan Kesehatan (Sankes) sesuai Surat Perjanjian Kerjasama tanggal 16 April 2004 serta pengelola pembangunan perumahan karyawan PT Petrokimia Gresik sesuai Surat Perjanjian Pinjaman antara PT Petrokimia Gresik dengan Yayasan Petrokimia Gresik tanggal 27 Oktober 2003.147. pinjaman tersebut dilakukan tanpa bunga dengan jangka waktu pengembalian adalah 5 (lima) tahun.035 1.419.762. sewa rumah dan sewa tanah.779 3.913. yang diantaranya timbul dari transaksi penjualan hasil produk samping (seperti air.295.58% dari jumlah pembelian masing – masing pada tahun 2004 dan 2003. 12. dikenakan sanksi denda sebesar 2% .970. Perusahaan juga mempunyai transaksi di luar usaha dengan pihak – pihak yang mempunyai hubungan istimewa.502 19.468 20.16% dan 6.405.015 187.785. dimana menurut pendapat manajemen dilakukan dengan tingkat harga dan syarat – syarat normal sebagaimana halnya bila dilakukan dengan pihak ketiga.794 1. sebagai berikut : 2004 Rp 6.624 8.938 3.888 1. yang meliputi 12.984 1.820.864.012.550 12. dll) dan penjualan jasa lainnya berupa jasa keahlian. hutang atas pembelian tersebut dicatat sebagai bagian dari hutang usaha.236 18.702 2003 Rp 8.400 34.069 1. Apabila Yayasan Petrokimia terlambat melakukan pembayaran sebagaimana jadwal angsuran yang ditetapkan dalam Perjanjian Pinjaman. steam.368 2. 50 .58% dari jumlah hutang masing – masing pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003.16% dan 6.935 2.038 67.

255) 131.504 46.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 31. menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti untuk semua karyawan tetapnya.Usia 20 .047.401.128. Pada tahun 2004.55 : 0.066.776.841) 2.955 Jumlah Rp (271.45 : 0.570 (140.142.964 karyawan pada tahun 2004.776.726) 14.270.030 . Perusahaan melalui PT Binaputera Jaga Hikmah.Non Vested Koreksi Aktuarial Yang Belum Diakui Kekayaan yang Diakui Dalam Neraca Rekonsiliasi beban manfaat karyawan yang diakui dalam laporan laba rugi adalah sebagai berikut : Beban Jasa Kini Beban Bunga Harapan dari Hasil Investasi Amortisasi Beban Jasa Lalu yang Belum Diakui . Jumlah karyawan yang berhak memperoleh manfaat tersebut adalah 3.905.556 (25.253 (9.685) 168.067.Usia 45 .870.05% s/d usia 55 tahun Kewajiban aktuaria dan posisi pendanaan dari manfaat kesejahteraan karyawan posisi 31 Desember 2004 adalah sebagai berikut : Kewajiban Kini (Present Value of Obligation ) Nilai Wajar dari Kekayaan Posisi Pendanaan Biaya Jasa Lalu Yang Belum Diakui .Vested Biaya Jasa Lalu Yang Belum Diakui .Non Vested Amortisasi Koreksi Aktuaria Pengakuan Segera dari Beban Jasa Lalu yang Vested Beban yang Diakui dalam Laporan Laba Rugi 51 Jumlah Rp 16. aktuaris independen melakukan perhitungan aktuaria. dimana manfaat pensiun yang akan dibayar dihitung berdasarkan penghasilan dasar pensiun dan masa kerja karyawan. Manfaat Kesejahteraan Karyawan Diestimasi Perusahaan Perusahaan. Perusahaan melakukan penyisihan Pendanaan pensiun melalui program yang diselenggarakan oleh PT Asuransi Jiwasraya (Persero). untuk menilai jumlah kewajiban aktuaria dan posisi pendanaan per 31 Desember 2004.924 24.2% ~ Tingkat kematian : Tabel Mortalita Indonesia II ~ Tingkat Kenaikan gaji rata-rata : 5% per tahun ~ Tingkat bunga Teknis : 10% per tahun ~ Ekspetasi Hasil Investasi : 10% per tahun ~ Tingkat cacat : 0. Perhitungan benefit / manfaat terhadap imbalan kerja karyawan menggunakan manfaat sesuai dengan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) PT Petrokimia Gresik yang terdiri dari : Penghargaan kesetiaan Bantuan duka Cuti besar Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) Program Tabungan Hari Tua (THT) Program Kesejahteraan Hari Tua (PKHT) Asumsi utama yang digunakan dalam menentukan biaya manfaat pensiun adalah sebagai berikut : ~ Umur Pensiun Normal : 56 tahun ~ Tingkat pengunduran diri : .02% .

652. Peraturan Pemerintah nomor 36 tahun 1995 tentang penetapan badan penyelenggara program Jamsostek.01/04/SP/2003 tanggal 4 Juli 2003. Rekonsiliasi (kewajiban) pendanaan manfaat pensiun karyawan sebagai berikut : Kekayaan pada Awal Tahun Beban Realisasi Pembayaran Manfaat Iuran Perusahaan Kekayaan Pada Akhir Tahun Jumlah Rp 26.000 14. Program Jamsostek sebesar 2% dari gaji pokok ditambah tunjangan keluarga.U.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Biaya jasa lalu yang belum diakui Non Vested dan koreksi aktuarial diamortisasi sesuai dengan rata-rata masa kerja karyawan. Perjanjian tersebut terakhir diperbaiki melalui Perjanjian Kerjasama nomor 469/07/NK. Program Tabungan Hari Tua (THT) sebesar 5% dari gaji pokok ditambah tunjangan keluarga. terutama berasal dari : Perlakuan pembayaran iuran premi atas coming service (masa asuransi yang akan dijalani Peserta) dan Jamsostek adalah sebagai berikut: 1). AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA 023. Perjanjian ini menggantikan kerjasama dengan AJB Bumiputera 1912 dalam hal “ Jaminan Asuransi Jiwa Kumpulan” sesuai dengan Perjanjian Kerjasama nomor 261/IX/SPK/DIR/1988 dan 190/U/ASK/PERT/IX/1988 tanggal 5 September 1988 dan telah diaddendum beberapa kali. Perusahaan bekerjasama dengan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang disebut dengan “Program Kesejahteraan Hari Tua (PKHT)”.067. Iuran para pegawai untuk PKHT.08.286.Program Kesejahteraan Hari Tua (PKHT) sebesar 5% dari gaji dasar pertanggungan (gaji tetap berupa gaji pokok. Perusahaan telah mengikuti program Jamsostek. Perusahaan juga menandatangani Perjanjian Kerjasama tentang Program Tabungan Hari Tua (THT) dengan pihak PT Asuransi Jiwasraya (Persero) nomor 470/07/NK.U. tunjangan keluarga.190 2. terakhir tanggal 19 Desember 1989.SJ.04. AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAaaaaaaAAAAAA 055.142.0699 Manfaat PKHT meliputi pembayaran berkala dan/atau pembayaran sekaligus bagi peserta (karyawan) atau janda atau duda atau anaknya. THT dan Jamsostek dilakukan melalui pemotongan dari gaji yang besarnya sebagai berikut : . bantuan pangan dan bantuan perumahan). tunjangan jabatan.SJ.795 (46.0703 THT adalah program jaminan hari tua dalam bentuk pembayaran sekaligus bagi Peserta atau Ahli Warisnya. Berdasarkan Undang-undang nomor 3 tahun 1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek).04/04/SP/2003 tanggal 4 Juli 2003. Disamping itu.271. 52 .955) 7. Pendanaan Manfaat Kesejahteraan Karyawan Perusahaan. Pemberi kerja (Perusahaan) menanggung seluruh jumlah dari tagihan premi dikurangi dengan iuran beban peserta (pegawai) yang dipotongkan dari gaji setiap bulan. 2).030 Dalam mengelola kesejahteraan karyawan.

Besarnya angsuran tahunan premi back service adalah sebagai berikut: .534 1.PKHT : jatuh tempo setiap bulan Januari.759.362. 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan. 2). Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan sebagaimana tercantum dalam Notulen Risalah Rapat tanggal 1 Juni 2004.000 53 .577 (jumlah i R Rp 126 milyar) 126 il ) Perusahaan Anak PT Petrokimia Kayaku (Perusahaan Anak) menghitung dan membukukan estimasi manfaat kesejahteraan karyawan untuk seluruh karyawannya sesuai Undang-undang Republik Indonesia No. Jumlah cadangan pemutusan hubungan kerja akan direview setiap akhir tahun dengan memperhatikan seluruh variabel yang mempengaruhi jumlah cadangan tersebut.863. tahun 2003 sampai dengan 2012 sebesar @ Rp 18.590 2.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Iuran premi back service baik untuk PKHT maupun THT seluruhnya ditanggung oleh Perusahaan.416 108.230.087. 32.047 dan Rp 2.THT : jatuh tempo setiap bulan Januari.280 1.725. pemegang saham menyetujui penggunaan laba bersih tahun buku 2003 sebesar Rp 108. Kewajiban pembayaran tahunan (angsuran) dicatat sebagai beban tahun berjalan.019 .544. tahun 2003 sampai dengan 2012 sebesar @ Rp 20.123.012.910.000 ribu dengan rincian sebagai berikut : Jumlah Dividen Tantiem Direksi & Dekom Program Kemitraan Program Bina Lingkungan Cadangan Total Rp 60. Jumlah saldo kewajiban diestimasi atas manfaat kesejahteraan karyawan pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 masing-masing sebesar Rp 5.509.180 43. Dividen Tunai Dan Cadangan Umum a.759. dicatat sebagai berikut: 1).175.

408 (176.164.643 241.911 (75.651.961 (17.357.527.287.374.482 (67.040.713.870 (2.495.021.577.849) 3.890.867.977 293.189.729) 231.577) 218.747.189.492 (75.296 (16.241.158 (112.326 151.285.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 33.523) 17.483 (3.759.870.456 1.359) 6.966.411) 1.189.824.965 (71.181.892) (1.825) 6.483 (74.435.601 (116.983 (4.276) (1.096) 5.581 278.516 118.215) 2.228.822) (93.350) 79.956 (17.197.837.538.042.023.459.620 (4.135.986) (4.190.813.448 234.234.062 230.129 5.845) 76.840.379.345) 68.761 2.822.799.645 1.625.872.958.080.227 54 .445 8.255.436.074) (3.928.624.686 1.462 117.804 Produksi Pupuk Rp Pendapatan Eksternal Antar Segmen Jumlah Pendapatan Hasil Hasil Segmen Antar Segmen Jumlah Hasil Segmen Pendapatan Usaha tidak Dapat Dialokasi Laba Usaha Beban Keuangan Pendapatan bunga Antar Segmen Laba Sebelum Pajak Beban Pajak Pajak Tangguhan Laba Setelah Pajak Bagian Saham Minoritas Laba Bersih Aktiva Segmen Aktiva Antar Segmen Aktiva tidak Dapat Dialokasi Jumlah Aktiva Kewajiban Segmen Kewajiban Antar Segmen Kewajiban tidak Dapat Dialokasi Jumlah Kewajiban Pengeluaran Barang Modal Penyusutan Beban Non Kas Selain Penyusutan Arus Kas Dari Operasi Penerimaan Pelanggan Pembayaran Pemasok Jumlah Arus Kas dari Investasi Investasi Rutin dan Proyek Pendapatan Bunga dan Jasa Giro Lain-lain Jumlah Arus Kas Dari Pembayaran Pelunasan Hutang Perolehan Pinjaman Lain-lain Jumlah 3.040) 618.339.831.533) (94.065 4.923.645 11.512.521 (10.064) 133.872.618.140 1.756.681.493 (792.845) 68.157.057.688.747.005 (112.516 2.615.064) 121.839) (111.117 1.912.428 78.316 36.186 (10.704) 6.212 (93.748.181.743.825) 618. Informasi Segmen Usaha 2004 Produksi Pestisida Rp 278.297 2.347) 182.445.335 11.873.811.581 11.813.516) (50.413.558.285.124.849 38.359.428.973.833.530) (45.681.054.029) 184.653 (118.508) 11.065 4.330 1.848 12.423 Konsolidasi Rp 3.633.276.536 56.011.268 1.982.733.025 2.886.448 246.901.941 (15.913) (115.734 (176.641 (75.462 8.909.562.711) (1.809.682) 1.813.208.020.364.405.983 70.158.466) 102.191.848 4.719 (93.278.785.098.096) 156.215.238.637 (294.057) 17.255.634.152 5.896.771.408 (2.404.563 2.092.616) (6.216.537.077.638.077.525) 73.903) 1.071.681.284.052 (2.493 4.356 45.385.021.574.845.849) 3.086.207.171.862.538.890.

565 12.780 33.801.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Produksi Pupuk Rp Pendapatan Eksternal Antar Segmen Jumlah Pendapatan Hasil Hasil Segmen Antar Segmen Jumlah Hasil Segmen Pendapatan Usaha tidak Dapat Dialokasi Laba Usaha Beban Keuangan Laba Sebelum Pajak Beban Pajak Kini Pajak Tangguhan Laba Setelah Pajak Aktiva Segmen Aktiva Antar Segmen Jumlah Aktiva Kewajiban Segmen Kewajiban Antar Segmen Kewajiban tidak Dapat Dialokasi Jumlah Kewajiban Pengeluaran Barang Modal Penyusutan Beban Non Kas Selain Penyusutan Arus Kas dari Operasi Penerimaan Pelanggan Pembayaran Pemasok Lain-lain Jumlah Arus Kas dari Investasi Pembelian Aktiva Tetap Lain-lain Jumlah Arus Kas dari Pembayaran Pelunasan Hutang Perolehan Pinjaman Lain-lain Jumlah 2.339.505) 92.927 4.526.400) (2.238) Konsolidasi Rp 2.376) 92.238) (303.314 1.695 (15.331.708 202.038 981.349.271.651.857) (128.760 55.565.648.290.979) 13.381 90.074.946.206) (3.160.831.879 1.088 54.973 (71.306.810 1.966 58.896) (326.806.500.692) 91.318.495) 58.307 4.776.934.922.966 252.404 198.610.152.553.563.700 113.314 (15.956 20.661.301) 170.812.380 4.853) 11.514.285.418) (1.607.557 (665.875.457.970 2.674.482.337 (74.602 27.829.350 (65.112.164.455.695 1.518) 2.670.331.532.108) 170.841 (72.665.164.418.137.052 (303.486) (125.222) 2.869.919.052 (303.347.684 110.725.258 (2.187 53.238) 252.215 (558.387.421.896 (2.712.020.744.243.042 2.054.510.493.081 (86.346.638 (87.342 245.980 2003 Produksi Pestisida Rp 203.126) 13.206.095 (2.813.638 (180.629) 3.845 7.463.942.648) 2.742 55 .812 2.821.370) 894.331.374.257.426) 203.158 215.547 2.258 948.801 7.364 (2.813.193 203.484.496.439.377.208 1.730.670.928 7.284.624) (7.789 4.980 252.626 (72.672.193) 229.436.328 (65.570.894.418) 57.281.984 (2.535.963.665.365.142) 2.309.953.141.048.623 258.978 (3.948.914) (31.810) (358.305.490.115.486.415.692) 1.009.635.993 257.015 50.969.285.574.708 207.052) 7.927 (3.882 1.853.358.815.029.953.015.

903 4. dalam tahun-tahun terakhir secara makro telah terjadi perbaikan yang positif atas beberapa indikator ekonomi utama.296.535. menurunnya tingkat suku bunga dan tingkat inflasi serta mulai meningkatnya kepercayaan investor seperti terlihat dari kenaikan secara umum harga-harga saham yang terdaftar pada bursa efek di Indonesia.739. karena pembelian terbesar bahan baku utama pupuk menggunakan mata uang asing (USD).211.672 - Biaya Dibayar Dimuka Uang Muka Uang Muka dan Biaya Dibayar Dimuka Biaya Yang Ditangguhkan Hutang Bank Uang Muka Penjualan Hutang Lain-lain Hutang Jangka Panjang Yang Jatuh Tempo Satu Tahun Bank Kewajiban Jangka Panjang Lainnya Hutang Jangka Panjang .629. Perusahaan yang bergerak dalam industri pupuk.Setelah Dikurangi Bagian Yang Jatuh Tempo Satu Tahun Bank Kewajiban Jangka Panjang Lainnya 551. Reklasifikasi Akun Untuk tujuan penyesuaian dengan penyajian laporan keuangan tahun 2004.816.396.813.654 25. Laporan keuangan konsolidasian telah mencakup dampak kondisi ekonomi tersebut. Dalam menghadapi kondisi tersebut di atas. Kondisi Perekonomian Indonesia Kondisi ekonomi Indonesia masih akan terpengaruh oleh stabilitas sosial ekonomi dan politik di dalam negeri.209 17.019.515 85.314.513 87.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 34.289 437.069 46.502 56 .139 811.637.637 25.992. manajemen perusahaan dan perusahaan anak tetap berhati-hati dalam mengelola dan menjalankan operasi perusahaan dengan mengoptimalkan kinerja perusahaan serta melakukan program penghematan dan efisiensi biaya.989 91. seperti meningkatnya kegiatan ekonomi yang ditandai oleh meningkatnya produk domestik bruto. 35.555. sepanjang hal itu dapat ditentukan dan diperkirakan.384 43.294 265.480 72. berikut disajikan pos-pos penting dalam laporan keuangan konsolidasian tahun 2003 sesudah dan sebelum reklasifikasi : 2003 Sesudah Reklasifikasi Rp 47. Meskipun demikian. terjadinya perbaikan likuiditas.409.748. sangat terpengaruh dengan fluktuasi nilai Rupiah.249 Sebelum Reklasifikasi Rp 89.816.

473.035.340 983. PETROKIMIA GRESIK NERACA Per 31 Desember 2004 dan 2003 2004 Rp 2003 Rp AKTIVA AKTIVA LANCAR Kas dan Setara Kas Piutang Usaha Pihak Ketiga .434 21.872. Biaya Yang Ditangguhkan Aktiva Lain-lain Jumlah Aktiva Tidak Lancar JUMLAH AKTIVA 345.256.588.013 57.558 dan Rp 10.413.412.863.302 84.254.180 135.690.160 pada tahun 2004 dan 2003 Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa Ketiga .574 dan Rp 948.133 dan Rp 249.736 29.968.535 13.872.988.089 684.186 2.122.554.641.242 47.073.Setelah dikurangi penyisihan piutang ragu .424.ragu masing .676 1.288.314.797 867.464.585.307 42.676.678.387.masing sebesar Rp 1.257.664 pada tahun 2004 dan 2003 Persediaan Uang Muka Biaya Dibayar Dimuka Pajak Dibayar Dimuka Jumlah Aktiva Lancar AKTIVA TIDAK LANCAR Aktiva Pendanaan Manfaat Kesejahteraan Karyawan Investasi Jangka Panjang Aktiva Tetap .876.208.624.325 444.230.602.030.869 1.885.Setelah dikurangi akumulasi penyusutan masing-masing sebesar Rp 1.380.142.816.827.355 dan Rp 1.852.978.817 24.105.806.963 pada tahun 2004 dan 2003.771 pada tahun 2004 dan 2003 Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa Ketiga .158.636.540.676 1.500 333.040.176.566.409 122.229.797.347.543.Setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu masing-masing sebesar Rp 6.625 17.572.879.995 32.422.783.PT.824.824 (0) (0) .129.069.362.287.316.747.844.657 2.241.848 232.460 166.805.356.638 2.619.Setelah dikurangi penyisihan piutang ragu .986 dan Rp 506.221 112.386.371.764.407 1.030.813 210.333.248 13.514.554 17.898.Setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu masing-masing sebesar Rp 9.778.ragu masing .713.097.151.718.264.564.778.masing sebesar Rp 714.482.349.033.580.617 pada tahun 2004 dan 2003 Piutang Lain-Lain Pihak Ketiga .898.467.140 14.

PETROKIMIA GRESIK NERACA (Lanjutan) Per 31 Desember 2004 dan 2003 2004 Rp 2003 Rp KEWAJIBAN DAN EKUITAS KEWAJIBAN LANCAR Hutang Bank Hutang Usaha Pihak Ketiga Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa Hutang Pajak Biaya Yang Masih Harus Dibayar Hutang Lain-lain Uang Muka Penjualan Hutang Jangka Panjang Yang Jatuh Tempo Dalam Satu Tahun Bank Kewajiban Lainnya Jumlah Kewajiban Lancar KEWAJIBAN TIDAK LANCAR Kewajiban Pajak Tangguhan Kewajiban Diestimasi Manfaat Karyawan Hutang Jangka Panjang .161.340 2.657 114.249.933.000 Saham Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 396.443.387.214 57.869.349.624.114.960.394 794.286 31.606.637.352.767.450.879.072 6.482.474.199.508.824 .916 109.616 18.231 43.640.253 124.015.715.194.902.057.511.550.000.590.420 saham Saldo Laba Yang Dicadangkan Saldo Laba Yang Belum Dicadangkan Jumlah Ekuitas JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS 765.568 108.763.242.087 854.861 396.947 888.629.197.793.327.906 2.348.888.Nilai Nominal Rp 1.106.755 - 90.420.813.000.359.025.555.962 2.654.092 30.Setelah Dikurangi Bagian Yang Jatuh Tempo Dalam Satu Tahun Bank Kewajiban Jangka Panjang Lainnya Jumlah Kewajiban Tidak Lancar EKUITAS Modal Saham .127.308 23.978 - 519.909 89.985.176.328.697 437.312.363 46.420.959.639 616.532.588 551.372.655.000 288.575 664.870 87.005 1.511.383.722.296.713.286.033.000 per Saham Modal Dasar .347.432.976.112.1.085.000 334.PT.001 73.420.068.332 4.597 8.819.972 133.068.329.000.194 23.838.992.052.059 143.768.456.491.300.797 396.

054.423) 184.453) 198.169.051.151.633.073.122 (2.815) (66.700.069.838.258.956.744.804) 175.106.658.890 (93.425.179.867.899.821.794.086 (71.570.497.467 (142.266.782.626.911.184.400.056.126.021) 545.223 (50.838 (179.349.556.557.724) (157.610.704.906.624.689.123) (147.577) 124.401.189.190.409) (403.767.697 166. PETROKIMIA GRESIK LAPORAN LABA RUGI Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 2004 Rp 2003 Rp 2.978.044.607.367.442.663 120.359.409.290.812.288 (66.228.PT.328.380.800) 17.427.591) 54.200.707.198.298 (127.008 (86.192.372.500) 108.948) 278.922.390.859.600 (57.894 (67.482 (2.284) 681.399.698) (347.633.831.992.983.102) (9.100) 13.394 .768.632) (57.461 PENDAPATAN HARGA POKOK PENJUALAN LABA KOTOR BEBAN USAHA Beban Distribusi Beban Penjualan Beban Administrasi dan Umum Jumlah Beban Usaha LABA USAHA SEBELUM BEBAN BUNGA DAN KEUANGAN Beban Bunga dan Keuangan LABA USAHA SETELAH BEBAN BUNGA DAN KEUANGAN PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN Pendapatan Diluar Usaha Beban Diluar Usaha Beban Lain-lain .197 117.792.811) 111.673.136.Bersih LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN BEBAN PAJAK Pajak Kini Pajak Tangguhan Jumlah Beban Pajak LABA BERSIH SETELAH PAJAK 3.980.528.951.797.

869.328.000) (932.210.000 396.534.888.387 (46.540.183.767.423.820.590.568 43.863.768.768.509.280.328.992.612.340 .180.879.000) (1.199.186.183.797.804 40.558.394 (47.767.387) Saldo laba yang dicadangkan Rp 255.PT.534.175.000) (932.000) (1.372.420.282 (7.611 794.282) (2.420.068.962 124.611 288.590.000) (2.242.558.000) (2.540.659.793.696.747.000.000) (1.509.211 108.637.285.291 854.377.353.000) (40.311.797.087.087.000 Laba belum direalisasi dari pemilikan efek Rp 46.394 124.175. PETROKIMIA GRESIK LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 Modal Saham Rp Saldo per 1 Januari 2003 Laba Bersih Tahun Berjalan Dividen Tantiem Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi Dana Pembinaan Wilayah Pembentukan Cadangan Sesuai RUPS Selisih Pembentukan Cadangan Laba Belum Direalisasi Dari Pemilikan Efek Koreksi PPh Badan Koreksi Ekuitas Perusahaan Anak Saldo per 31 Desember 2003 Laba Bersih Tahun Berjalan Dividen Tantiem Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi Dana Pembinaan Wilayah Pembentukan Cadangan Sesuai RUPS Koreksi Ekuitas Perusahaan Anak Saldo per 31 Desember 2004 396.000 396.133.000) (43.242.889.000) (932.394 2.372.133.000) 668.125.087 Jumlah Ekuitas Rp 745.000) (1.197.737.000.253 Saldo laba yang belum dicadangkan Rp 93.655.420.377.394) 124.093.558.353.000.291 334.658.210.353.000) 2.000) (1.768.000) 668.658.086 (60.000) (1.929) 108.196) (932.793.353.387) (7.180.328.929) (46.000) (2.086 (60.394 (47.372.186.696.737.125.280.863.871 137.767.741.469 108.

266.124.192.527.367 305.979.lain Jumlah Penerimaan Pengeluaran : Biaya Pegawai Biaya Pemeliharaan Biaya Pajak.022.743 2.534.942.059 102.342 18.109.572.400.340 18.636.799.166 52.965.290.lain Penerimaan Restitusi pajak dan lain .899.768.423.709.415 140.953.918.126.983 38.721.309.270. Retribusi.543.340.616.821.621.807.616 228.679.496 71.887) 6.876.576 7.389.420.482.700.975 102.138.729 62.803 93.224.423.000 382.413.398.588.468 90.258.960.973.605.473.010.892.416 87.809 513.759 146.870.312 186.352.109 295.276.983 199.157.PT.528 22.759 129.647.825.599.700.340.695.506.212 1.455 347.533.128.034 3.916.592.600.677 4.734 (45.896.822.157. Asuransi Biaya Jasa.817.335 234.302.286.lain Jumlah Pengeluaran Jumlah Arus Kas dari Aktivitas Operasi ARUS KAS DARI KEGIATAN INVESTASI Penerimaan : Pendapatan Bunga.600.000 2.009.187.628 65.194.298.982.788.651.144.041.773.098. PETROKIMIA GRESIK LAPORAN ARUS KAS (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 2004 Rp ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan : Piutang Pemerintah Penjualan Tunai Piutang Dagang Deposito PPN Keluaran Penerimaan Piutang lain .00 100.193 190.245.016.499.847 199.852 202.350.091.827.497 1.364 1.256.179.877.250.149 59. jasa giro dan penerimaan diluar usaha lainnya Jumlah Penerimaan : Pengeluaran : Biaya yang berkaitan dengan pendapatan diluar usaha Investasi Rutin Investasi Proyek Kewajiban pembagian laba tahun lalu Jumlah Pengeluaran Jumlah Arus Kas dari Aktivitas Investasi 2003 Rp 663.905 1.430.479.973 78.906 .289 273.155 182.365.127.856.022.077 58.242.111 7.933 71.071.355 83.878.847 182.766.505. Litbang dan Konsultan Biaya Bongkar Muat dan Distribusi Biaya Penjualan Biaya Umum Biaya Bunga Pinjaman PPN Masukan dan PPh Pengembalian Hutang usaha Pelunasan hutang lain .619 11.267.902.352.910.152.799.929.314.588.600.162 103.276.485 590.311 505.

307.844 252.621.451.474.380.193.180 345.660.PT.848.261.204 252.621 4.833.576.844 2.856.073.071.073.902.180 .813.829.691.751.000.576.885.885.763 150.106 (2.019. KMK & LC Jumlah pengeluaran Jumlah Arus kas dari Aktivitas Pendanaan KENAIKAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 2003 Rp 1.417 333.000.320 333. PETROKIMIA GRESIK LAPORAN ARUS KAS (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 2004 Rp ARUS KAS DARI KEGIATAN PENDANAAN Penerimaan : Hutang Bank ( KMK.424.326.326.298) 183.258.898.809.829.204 1.485 1.215.474.980.424.681.833.813. LC dan KI) Jumlah Penerimaan Pengeluaran : Bahan Baku dan Penolong Angsuran kredit Investasi.142 1.902) 12.013.215.500 1.980.142 (1.

31 Jakarta 10210 Telp.D/AUDITAMA V/GA/01/2005 : 31 Januari 2005 Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Jalan Gatot Subroto No. 5704395 s. 5720957. (021) 5700380.d. 5723995 . 5738740.BPK RI LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN LAPORAN EVALUASI KINERJA PT PETROKIMIA GRESIK Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2004 Nomor Tanggal : 02. 9 pesawat 511 Fax. 5738727. (021) 5700380.

DAFTAR ISI Hal BAB I SIMPULAN DAN HASIL EVALUASI 1... Metodologi..6 2..………………………………………….9 Penjualan .1 Penilaian terhadap aspek keuangan …………………………….5 2.10 Organisasi Perusahaan …….……………………………………………. 2. 2.. 3. Perkembangan Usaha Perusahaan …………………………………… 4. Perkembangan operasi pokok perusahaan …………………………. 3... 5. Penyusunan dan Pelaksanaan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2004 ……………………………………. BAB II URAIAN HASIL EVALUASI 1.2..2. Produksi . .2. 4.4 2. Perkembangan usaha perusahaan ……………………………………. 2. 2.………………………………………… Investasi …...2 2.……………………………………….. 4.…………………………. Laba / (Rugi) . ruang lingkup dan tanggung jawab ………….. 3... 3...2. Lingkungan dan K3 …………………………………… Sumber Daya Manusia ……. 8 10 10 15 19 20 22 23 24 25 26 26 27 28 28 29 29 29 30 8 8 5 5 6 7 1 2.2 Pelaksanaan RKAP …………………………………………….…………………………………………….2.2 Perkembangan laba-rugi ………………………………………. Beban Usaha .2.3 2.2. Pengadaan .2.………………………….1 Evaluasi proses penyusunan RKAP …………………………. Tingkat Kesehatan Perusahaan ……………………………………… 3..1 Perkembangan posisi keuangan ………………………………..…………………………………………… Biaya Produksi .. batasan. Pemahaman atas struktur pengendalian intern ……………………….8 2.…………………………………………..2.2.7 2.. Penyusunan dan pelaksanaan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) ………………………………………………… 2.1 2.2 Penilaian terhadap aspek operasional …………………………... Tingkat kesehatan perusahaan ……………………………………….. 4.3 Penilaian terhadap aspek administrasi …………………………..

1 4. Perkembangan produksi ………………………………..7.5.2 4.7 Analisis SWOT ………………………………………………… 5.5.6....7.4 Perkembangan perubahan ekuitas …………………………….6 Perkembangan operasi pokok perusahaan …………………….3 4..7.5 Perkembangan rasio keuangan ………………………………… 4. 4. 31 32 33 33 33 34 34 35 36 36 37 38 39 39 4.2 4...7.1 4..2 4. 4. 4. Peluang ………………………………………………. Ancaman ……………………………………………….6.3 Perkembangan arus kas ……………………………………….4.. Perhitungan Penilaian Tingkat Kesehatan PT Petrokimia Gresik tahun buku 2004 berdasarkan SK Menteri BUMN No: KEP-100/ MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 Lampiran 2 Dasar Perhitungan Penilaian Tingkat Kesehatan Perusahaan SK Menteri BUMN No: KEP-100/MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 . Kelemahan ……………………………………………. Perkembangan penjualan ……………………………… Kekuatan ……………………………………………….4 Lampiran 1 Perbandingan tahun 2004 terhadap 2003 ……………… Perbandingan rasio keuangan lima tahun terakhir …….1 4.. Pemahaman atas struktur pengendalian intern ……………………….

SIMPULAN DAN HASIL EVALUASI .

.

5 bulan mulai tanggal 14 April s. 1 BPK-RI / AUDITAMA V . Pelaksanaan RKAP ini dilaksanakan melalui tahapan-tahapan berdasarkan pada sistem top-down dan bottom-up serta penetapan pencapaian laba adalah dengan menggunakan metode a pasteori yaitu merinci komponen biaya-biaya untuk penetapan laba. Penyusunan RKAP Sebagai pedoman kerja sebagaimana diatur dalam anggaran dasar perusahaan. (b) Pada semester II terdapat kendala dari pesaing yang menjual dengan harga lebih rendah.BAB I SIMPULAN DAN HASIL EVALUASI Sehubungan dengan audit kami terhadap Laporan Keuangan PT Petrokimia Gresik untuk tahun buku yang berakhir tanggal 31 Desember 2004. untuk tahun buku 2004 telah disusun RKAP dan telah disahkan melalui RUPS. sehingga pengiriman ke konsumen sering mengalami keterlambatan. 356/MPP/Kep/5/2004 tanggal 27 Mei 2004 mulai bulan Juni 2004 hanya diberi tugas untuk mendistribusikan pupuk Urea ke 12 Kabupaten di Jawa Timur sedangkan sebelumnya 26 Kabupaten.d. (2) Pupuk DAP sebesar 61% dari RKAP 2004 disebabkan pabrik diprioritaskan untuk memproduksi pupuk phonska. 30 Juni 2004 karena mengalami kerusakan equipment sehingga kurang dapat mendukung pelaksanaan pasokan untuk wilayah Jawa Timur. dengan ini kami sampaikan hasil evaluasi kinerja perusahaan sebagai berikut: 1. (3) KCL sebesar 79% dari RKAP 2004 karena: (a) Pada semester I kedatangan impor tidak sesuai jadwal. Perbandingan realisasi tahun 2004 dengan RKAP 2004 sebagai berikut: 1) Realisasi Penjualan a) Penjualan Pupuk Terdapat beberapa produk pupuk yang target penjualannya tidak tercapai antara lain : (1) Pupuk Urea sebesar 78% dari RKAP 2004 karena : (a) PT Petrokimia Gresik sesuai SK Menperindag No. Penyusunan dan pelaksanaan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) a. (b) Pabrik Urea tidak berproduksi selama 2. b.

crash program perbaikan start up heater 102B pabrik amoniak pada bulan Juni 2004.5 bulan) dan problem instrument hand valve EA-102 Carbamate Condensor bocor. sedangkan penjualan ekspor tidak terpenuhi karena belum terdapat kesepakatan harga. terbatasnya pasokan steam karena boiler B-1101BD tube bocor. (2) Pupuk ZA sebesar 97% dari RKAP 2004 karena terbatasnya bahan baku amoniak yang disebabkan pabrik amoniak shut down. (3) Pupuk DAP sebesar 62% dari RKAP 2004 karena pabrik dikonsentrasikan untuk memproduksi Phonska. gangguan pasokan steam karena Service Unit Trip dan karena adanya perbaikan pipa asam sulfat yang bocor pada R-5501 mixing tank.b) Penjualan Non Pupuk Terdapat beberapa produk non pupuk yang target penjualannya tidak tercapai antara lain : (1) (2) Amoniak sebesar 99% dari RKAP 2004 karena problem gangguan operasional pabrik amoniak. 2) Realisasi produksi a) Produksi Pupuk Terdapat beberapa produksi pupuk yang targetnya tidak tercapai antara lain : (1) Pupuk Urea sebesar 89% dari RKAP 2004 disebabkan terhentinya pasokan bahan baku amoniak (pabrik amoniak shut down ± 2. (b) Adanya kendala kesulitan mendapatkan kapal pengangkut. (3) Cement Retarder sebesar 86% dari RKAP 2004 disebabkan: (a) Mundurnya perbaikan tahunan (Perta) pabrik Cement Retarder yang memakan waktu cukup panjang. 2 BPK-RI / AUDITAMA V . yang berakibat menurunnya konsumsi asam sulfat. (4) ALF3 sebesar 99% dari RKAP 2004 disebabkan stock ALF3 dioptimalkan untuk melayani permintaan dalam negeri. Asam Sulfat sebesar 98% dari RKAP 2004 disebabkan kualitas yang tidak dapat konstan khususnya untuk konsumen pabrikan.

93 triliun dan pengadaan luar negeri sebesar Rp1.b) Produksi Non Pupuk Terdapat target produksi non pupuk yang tidak tercapai antara lain : (1) Amoniak sebesar 89% dari RKAP 2004 dikarenakan pabrik mati selama 2.85 triliun yang terdiri dari pengadaan dalam negeri sebesar Rp1.92 triliun. Dryed Gypsum Conveyor M-4204 dan electric precipitator F-4201.55 triliun atau 169% dari anggarannya sebesar Rp0. b) Biaya produksi non pupuk (1) Biaya produksi Amoniak sebesar 121% dari RKAP 2004 karena tidak beroperasinya pabrik Amoniak selama 2. SP-36.90 triliun atau 157% dari anggarannya sebesar Rp1. 3) Realisasi pengadaan Realisasi Pengadaan sebesar Rp2. 128% dan 104% dari RKAP 2004 terutama karena tingginya harga bahan baku impor akibat melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap USD. (3) Biaya produksi pupuk DAP sebesar 139% dari RKAP 2004 karena meningkatnya harga bahan baku Asam fosfat. 3 BPK-RI / AUDITAMA V . (2) Biaya produksi pupuk ZA.5 bulan. synthesis compressor 103 J dan problem pada start up heater 102 B. Economizer E-1203 dan ada penggantian demister T-1301 drying tower. 4) Realisasi biaya produksi Realisasi biaya produksi per ton produk sebagian besar di atas anggaran. Phonska dan NPK Kebomas masingmasing sebesar 131%.5 bulan akibat kerusakan equipment sehingga pabrik tidak dapat beroperasi dengan efisien. (2) Asam Sulfat sebesar 95% dari RKAP 2004 dikarenakan rate produksi tidak maksimal karena terjadi problem equipment yaitu circulation pump P-1303. antara lain tingginya biaya produksi produk pupuk: a) Tingginya biaya produksi pupuk (1) Biaya produksi pupuk Urea sebesar 113% dari RKAP 2004 karena tidak beroperasinya pabrik Urea selama 2. (3) Cement Retarder sebesar 90% dari RKAP 2004 dikarenakan terbatasnya pasokan gas bumi dan problem pada Gypsum Feeder M-4250. Amoniak dan ZA.35 triliun atau 145% dari anggarannya sebesar Rp0.5 bulan akibat adanya problem pada primary reformer 101 B. 121%.

d) Tingginya pendapatan lain-lain yang mencapai Rp119.31 milyar yang terdiri dari: a) Investasi rutin sebesar Rp142.57 milyar. (3) (4) Biaya produksi Asam Fosfat sebesar 126% dari RKAP 2004 terutama karena tingginya pemakaian bahan baku Batuan fosfat.10 milyar. produk samping. c) Rendahnya beban pinjaman.72 triliun karena tingginya penjualan beberapa produk pupuk dan non pupuk. 4 BPK-RI / AUDITAMA V .70 milyar karena tingginya realisasi laba penyertaan anak perusahaan dari anggarannya.93 milyar. 5) Realisasi beban usaha sebesar Rp403. Biaya produksi Aluminium Fluorida sebesar 158% dari RKAP 2004 terutama karena tingginya pemakaian bahan baku Aluminium hidroksida dan Asam fluosilikat.42 milyar atau 92% dari anggaran sebesar Rp220.70 milyar terutama karena tingginya biaya penjualan menyesuaikan dengan meningkatnya nilai penjualan. persewaan dan jasa.95 triliun atau 108% dari RKAP 2004 sebesar Rp2.84 milyar atau 115% dari anggaran sebesar Rp124. biaya pemeliharaan dan biaya penyusutan.82 milyar disebabkan antara lain: a) Realisasi penjualan sebesar Rp2. 7) Realisasi total investasi sebesar Rp203. biaya bahan penolong dan biaya pemeliharaan.19 milyar atau 90% dari RKAP 2004 sebesar Rp103.79 milyar atau 174% dari anggarannya sebesar Rp68.21 milyar atau 217% dari RKAP 2004 sebesar Rp314.40 milyar atau 109 % dari RKAP 2004 sebesar Rp371. realisasi Rp93. 6) Laba bersih setelah pajak sebesar Rp124. karena subsidi non Urea menggunakan tarip sesuai APBN-P dan karena adanya tambahan pendapatan subsidi eks tahun 2003 sebesar Rp47. (5) Biaya produksi Cement Retarder sebesar 146% dari RKAP 2004 karena tingginya bahan baku purified gypsum. penjualan produk utilitas.19 milyar.37 milyar atau 104% dari anggaran sebesar Rp119. b) Tingginya realisasi subsidi pupuk yang mencapai Rp683.(2) Biaya produksi Asam Sulfat sebesar 114% dari RKAP 2004 karena tingginya biaya pemakaian belerang.

mengacu kepada indikator yang digunakan untuk menilai tingkat kesehatan BUMN sesuai Keputusan Menteri BUMN Nomor:KEP-100/MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002. c.34% dibanding tahun 2003. Tingkat Kesehatan Perusahaan Berdasarkan evaluasi atas tingkat kesehatan perusahaan.713.55 milyar. Arus Kas 1) Posisi kas dan setara kas pada akhir tahun 2004 sebesar Rp345. Neraca 1) Jumlah aktiva/kewajiban dan ekuitas per 31 Desember 2004 sebesar Rp2.60% dibanding akhir tahun 2003. 2) Selama lima tahun terakhir (tahun 2000 sampai dengan 2004) arus kas memperlihatkan saldo kas dan setara kas tertinggi terjadi pada tahun 2004 yaitu 5 BPK-RI / AUDITAMA V .37 milyar naik 15.01 milyar atau 3.62 milyar meningkat Rp366.18 milyar naik sebesar Rp9.90 milyar mengalami kenaikan sebesar Rp12.21 milyar. b.25.044.23 milyar atau 15.04 milyar atau 5. 2) Selama lima tahun terakhir (tahun 2000 sampai dengan 2004) jumlah aktiva/ kewajiban dan ekuitas tertinggi terjadi tahun 2004 yaitu sebesar Rp2. Laba-Rugi 1) Laba sebelum pajak sebesar Rp175.60% dibandingkan tahun 2003.50.60 milyar atau 14.96 milyar.62 milyar. Perkembangan Usaha Perusahaan a.b) Investasi pengembangan sebesar Rp60.45% dibandingkan tahun 2003.58 milyar atau 62% dari anggarannya sebesar Rp96. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2001 yaitu sebesar Rp2.26 milyar dan terendah terjadi pada tahun 2001 yaitu sebesar Rp83. 2) Selama lima tahun terakhir (tahun 2000 sampai dengan 2004) laba setelah pajak dan setelah bagian keuntungan/kerugian anak perusahaan yang tertinggi terjadi pada tahun 2000 sebesar Rp187. Laba setelah pajak sebesar Rp124. 2. 3. dapat disimpulkan bahwa kinerja PT Petrokimia Gresik pada tahun 2004 tergolong dalam kondisi SEHAT kategori AA dengan SKOR 93.713. RKAP tahun 2004 menetapkan kategori AA dengan skor sebesar 93.

6 BPK-RI / AUDITAMA V . Perkembangan produksi 1) Perbandingan tahun 2004 terhadap tahun 2003 a) Secara umum produksi pupuk tahun 2004 lebih tinggi dibanding produksi tahun 2003. 4. kecuali operating ratio dan net profit ratio.03 milyar. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2001.sebesar Rp345.99 milyar atau naik 7. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2003.67% dibandingkan akhir tahun 2003. kecuali Acid test ratio.90 milyar. b) Produksi non pupuk tahun 2004 lebih tinggi dibanding produksi tahun 2003.62 milyar. b) Tingkat rentabilitas perusahaan tahun 2004 relatif lebih tinggi dari tahun 2003. d. b) Tingkat rentabilitas perusahaan tertinggi terjadi pada tahun 2000. Perubahan ekuitas 1) Posisi ekuitas akhir tahun 2004 sebesar Rp854.36 milyar. 2) Selama lima tahun terakhir (tahun 2000 sampai dengan 2004) posisi ekuitas tertinggi terjadi pada akhir tahun 2000 yaitu sebesar Rp880. 2) Perbandingan rasio keuangan lima tahun terakhir a) Tingkat likuiditas perusahaan tertinggi terjadi pada tahun 2004. c) Tingkat solvabilitas perusahaan selama lima tahun terakhir menunjukkan bahwa modal pihak ketiga lebih berperan dan meningkat sampai dengan tahun 2004. Rasio keuangan 1) Perbandingan tahun 2004 terhadap tahun 2003 a) Tingkat likuiditas perusahaan tahun 2004 relatif lebih tinggi dari tahun 2003. kecuali amoniak dan asam fosfat. c) Tingkat solvabilitas perusahaan tahun 2004 lebih tinggi dari tahun 2003. Perkembangan operasi pokok perusahaan a. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2001 yaitu sebesar Rp722. e. kecuali pupuk DAP. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2001 yaitu sebesar Rp58.

preventif audit dan kegiatan-kegiatan yang bersifat konsultasi dalam penyelesaian permasalahan yang dihadapi unit kerja.2) Perkembangan produksi dalam lima tahun terakhir (2000 s/d 2004) Volume produksi pupuk pada tahun 2004 lebih tinggi dibanding empat tahun sebelumnya. D-1416 Jakarta. 5. b. SPI telah melaksanakan kegiatan audit yang diprogramkan dalam PKPT dan tidak diprogramkan (Non PKPT) seperti: pemeriksaan khusus. Misnoto MA. Volume produksi non pupuk tertinggi terjadi pada tahun 2004 dan terendah terjadi pada tahun 2002. sehingga dapat dijadikan dasar guna menetapkan sifat dan luasnya audit. Struktur pengendalian intern PT Petrokimia Gresik telah disusun dan dilaksanakan dengan baik. Demikian kesimpulan evaluasi kinerja PT Petrokimia Gresik yang dapat kami sampaikan. b. kecuali penjualan DAP hanya 35% dan Aluminium Fluorida hanya 83% dari tahun 2003. 31 Januari 2005 7 BPK-RI / AUDITAMA V . Pemahaman atas struktur pengendalian intern a. sedangkan rincian lebih lanjut dijelaskan pada halaman berikutnya. terutama disebabkan meningkatnya penjualan Pupuk Phonska dan NPK Kebomas yang cukup signifikan. Evaluasi terhadap pelaksanaan tugas Satuan Pengawas Intern (SPI) Sesuai tugas pokoknya. Drs. sedangkan terendah terjadi pada tahun 2002. Auditor Utama Keuangan Negara V Penanggung Jawab Audit. Ak. sedangkan tonase penjualan non pupuk tertinggi di tahun 2000 dan terendah penjualan tahun 2003. 2) Perkembangan penjualan dalam lima tahun terakhir (2000 s/d 2004) Tonase penjualan pupuk tahun 2004 merupakan penjualan tertinggi selama 5 tahun terakhir dan terendah penjualan tahun 2002. Register Negara No. Perkembangan penjualan 1) Perbandingan tahun 2004 terhadap tahun 2003 Secara umum tonase penjualan pupuk dan non pupuk tahun 2004 lebih tinggi dibanding tahun 2003.

URAIAN HASIL EVALUASI .

2.3 1. Laporan atas Pengelolaan Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi d. Laporan kinerja Kegiatan Unit b. dilakukan berpedoman pada SK Menteri BUMN RI nomor: KEP100/MBU/2002 tanggal 04 Juni 2002 tentang “Penilaian Tingkat Kesehatan BUMN”.d 2004 RKAP PT Petrokimia Gresik tahun 2004 yang telah disahkan dalam RUPS Rencana Jangka Panjang (RJP) tahun 2004 – 2008 Laporan intern perusahaan yang disusun secara periodik. Laporan Anak Perusahaan Dalam Laporan Kinerja PT Petrokimia Gresik. Evaluasi terhadap aspek keuangan. ruang lingkup dan tanggung jawab Evaluasi terhadap kinerja PT Petrokimia Gresik.4 Laporan Auditor Independen atas Laporan keuangan PT Petrokimia Gresik untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2000 s. perhitungan ulang.2 1. kami peroleh dari: 1.1 1.d 31 Desember 2004) ini. Sumber data yang digunakan untuk evaluasi terhadap kinerja PT Petrokimia Gresik tahun buku 2004 (periode 1 Januari s. Penyusunan dan Pelaksanaan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2. verifikasi.1 Evaluasi proses penyusunan RKAP Dasar Penyusunan Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahunan yang dijadikan sebagai Pedoman Kerja tahunan didasari oleh : 8 BPK-RI / AUDITAMA V . Evaluasi dilaksanakan dengan cara antara lain review. operasional dan administrasi sebagaimana diuraikan dalam Bab II butir 3. Kami tidak melakukan perbandingan data industri sejenis yang diperoleh dari pihak eksternal yang kompeten karena keterbatasan dalam ketersediaan data/informasi yang diperlukan. data keuangan perusahaan telah termasuk nilai penyertaan dan/atau pendapatan dari penyertaan PT Petrokimia Gresik pada anak perusahaan yang diperhitungkan atas dasar metode ekuitas.BAB II URAIAN HASIL EVALUASI 1. dilaksanakan bersama-sama dengan pelaksanaan general audit atas Laporan Keuangan PT Petrokimia Gresik untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004. Laporan SDM c. konfirmasi. analisis dan interpretasi data/informasi yang tersedia. batasan. antara lain: a. Metodologi.

28 tahun 1997. d. dan Kepala Biro Akuntansi. PP No. Tahapan proses penyusunan RKAP adalah sebagai berikut : a. Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No.a. Pemasaran. b. Bagan organisasi perusahaan merupakan kerangka dasar penyusunan sekaligus sebagai pengendalian anggaran yang terkoordinasi di PT Petrokimia Gresik. Proses penyusunan anggaran dikoordinasi oleh Komite Anggaran (budget committee) yang terdiri dari Kepala Departemen Produksi. Kep-101/MBU/2002 tentang Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan Badan Usaha Milik Negara. dan status perusahaan berubah menjadi Badan Usaha yang seluruh sahamnya telah dimiliki oleh PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) sebagai Operating Holding. PP No. untuk dimintakan pengesahan kepada Rapat Umum Pemegang Saham. 9 BPK-RI / AUDITAMA V . Pengadaan. Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. b. dinyatakan bahwa perusahaan diwajibkan untuk menyusun dan menyampaikan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) kepada Pemegang Saham selambat-lambatnya 60 hari sebelum memasuki tahun anggaran. parameter dan asumsi. penyertaan Modal Negara RI dialihkan sebagai modal saham perusahaan (perseroan) PT Pupuk Sriwidjaja. PP No. Tugas utama Komite Anggaran adalah : 1) Menetapkan kebijakan umum. pasal 21 ayat 1 dan 2 bahwa : 1) Rapat Umum Pemegang Saham untuk mengesahkan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan diadakan selambat-lambatnya pada akhir tahun buku sebelum tahun buku baru dimulai. 2) Dalam waktu tiga bulan sebelum tahun buku baru mulai berlaku. e. menerima dan meninjau estimasi anggaran masing-masing Departemen/Biro dan Bidang. 13 tahun 1998 dan PP No. 2) Meminta. Direksi diwajibkan mengirimkan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan kepada Dewan Komisaris dan Pemegang Saham. c. Kep-100/MBU/2002 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Badan Usaha Milik Negara.YA5/312/20 beserta perubahannya. 12 tahun 1998. Anggaran serta Kepala Kompartemen diatasnya yang juga merupakan Komite Manajemen. Anggaran Dasar Perusahaan yang telah disahkan oleh Menteri Kehakiman No. 6 tahun 2000.

2 Pelaksanaan RKAP 2. Departemen/Biro dan Bidang menyampaikan pengajuan estimasi anggaran kepada Komite Anggaran. Pra RUPS. yaitu penyempurnaan dan persetujuan serta pengesahan terhadap RKAP. f. Direksi dengan Dewan Komisaris. d. Pembahasan Komite Anggaran dengan Direksi. c.633. Tingginya nilai penjualan tahun 2004 dikarenakan tingginya nilai penjualan pupuk 10 BPK-RI / AUDITAMA V . Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan yang telah disetujui dan disahkan oleh Direksi dan Dewan Komisaris diserahkan kepada Pemegang Saham (PT Pupuk Sriwidjaja). h. melakukan perbaikan-perbaikan yang diperlukan terhadap RKAP. Pengajuan tersebut disusun dan diolah sesuai parameter dan asumsi yang telah ditetapkan menjadi bentuk laporan rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP). 4) Menyetujui anggaran serta perbaikan-perbaikannya. g. 6) Memberikan rekomendasi bagi tindakan yang dirancang guna meningkatkan efisiensi bila diperlukan. yaitu mengevaluasi.2. tingkat Direksi dengan Pemegang Saham. dan RUPS. pengesahan terhadap Rencana Kerja dan Anggaran tahunan oleh Pemegang Saham. Pembahasan Komite Anggaran. 5) Menerima dan menganalisis berbagai laporan anggaran. sebagai pelaksana harian adalah Biro Anggaran.3) Mengusulkan perbaikan-perbaikan atas estimasi anggaran tersebut. perbaikan dan penambahan bila diperlukan serta persetujuan.23 milyar atau 120% dari RKAP. 2. Pola yang digunakan PT Petrokimia dalam menyusun RKAP adalah dengan menggunakan Pola top down dan bottom up serta penetapan pencapaian laba adalah dengan menggunakan metode a pasteori yaitu merinci komponen biaya-biaya untuk penetapan laba. RKAP yang telah mendapatkan pengesahan Pemegang Saham merupakan pedoman kerja Perusahaan serta sebagai pengendalian biaya untuk mencapai kinerja yang ditargetkan. i. yaitu mengevaluasi.1 Penjualan Realisasi penjualan produk (pupuk dan non pupuk termasuk subsidi pupuk) tahun 2004 mencapai Rp3. e.

000 400.Aluminium Fluorida Sub Jumlah non pupuk Realisasi (1) Anggaran (2) % (3)=(1):(2) 460.368.000 826.982 3. Nilai penjualan tersebut terinci sebagai berikut : (Rp juta) Keterangan Penjualan Pupuk Subsidi Pupuk Penjualan non pupuk Jumlah Realisasi (1) 2.000 48.sebesar Rp2.SP-36 .Cement Retarder .852 177.510 96.795 11.569 3.790 342.Asam sulfat .500 2.545 120 Ton Keterangan Penjualan Pupuk .230 Anggaran % (2) (3)=(1):(2) 2.211 581.591 594.000 3.Aluminium Fluorida .297 137 3.057 103 314.017 52.DAP .Amoniak .21 milyar atau 217% dibanding RKAP 2004 sebesar Rp314.296.150 10.849 192.251.256.000 49.617 789.Phonska .Lain-lain Sub jumlah pupuk Non Pupuk Dalam Negeri .19 milyar.356 34.000 96.Asam fosfat .KCL .000 3.NPK Kebomas .000 99 98 110 86 117 130 82 97 11 BPK-RI / AUDITAMA V .950 78 104 113 139 308 61 79 70 100 94.496 2.191 217 425.ZA .296.820 98.500 125.06 milyar dan non pupuk sebesar Rp581.Urea .30 milyar serta realisasi subsidi pupuk yang lebih tinggi dibanding RKAP 2004 yaitu sebesar Rp683.300 760.450 683.501 124.000 180.000 560.Lain-lain Ekspor .194 633.57 milyar atau 137% dari RKAP 2004 sebesar Rp425.902 2.035.464 30.633.000 19.466 798.45 milyar atau 103% dibanding RKAP 2004 sebesar Rp2.500 138.368.

dan Subsidi Realisasi (1) 411.455 155.887 581.450 Anggaran % (2) (3)=(1):(2) 532.Amoniak .354 314.211 3.296.875 34.300 ton.(Rp Juta) Keterangan Penjualan Pupuk .491 2.019 683. sehingga kurang dapat mendukung pelaksanaan pasokan untuk wilayah Jawa Timur.NPK Kebomas .230 173.569 2.617 ton atau 78% dari RKAP 2004 sebesar 594.320 425.300 84. Penjualan Produk Pupuk 1) Realisasi penjualan pupuk Urea sebesar 460.359 10.950.656 25.879 439.624 48.057 77 104 117 139 401 72 95 70 103 294.774 115.368.Asam fosfat .640 18.297 2.Aluminium Fluorida .KCL .678 20.574 54. 356/MPP/Kep/5/2004 tanggal 27 Mei 2004 mulai bulan Juni 2004 hanya diberi tugas untuk mendistribusikan pupuk Urea ke 12 BPK-RI / AUDITAMA V .115 17.ZA .191 3.Lain-lain Sub jumlah pupuk Non Pupuk Dalam Negeri .377 250.358 904.DAP .724 26.076 45.907 940.d 30 Juni 2004 karena mengalami kerusakan equipment.306 180.612 24.614 148. Tidak tercapainya target penjualan Urea disebabkan : a) Pabrik Urea tidak berproduksi selama 2.545 170 105 136 94 127 93 96 137 108 217 120 a. b) PT Petrokimia Gresik sesuai SK Menperindag No.Phonska .636 35.5 bulan mulai tanggal 14 April s.035.057 13.203 2.376 69.Aluminium Fluorida Sub Jumlah non pupuk Jumlah Subsidi pupuk Total Penj.633.Urea .015 9.SP-36 .Cement Retarder .Asam sulfat .Lain-lain Ekspor .507 512.978 72.721.

000 ton. Menteri Pertanian. 13 BPK-RI / AUDITAMA V . Target penjualan pupuk DAP tidak dapat tercapai disebabkan pabrik diprioritaskan untuk memproduksi pupuk Phonska.500 ton. 5) Realisasi penjualan pupuk DAP sebesar 11.194 ton dan 633.820 ton atau 61% dari RKAP 2004 sebesar 19. Target penjualan pupuk Phonska dapat tercapai disebabkan mampu bersaing dengan produk impor untuk kebutuhan sub sektor hortikultura dan komoditas tanaman pangan terutama pada daerah yang memiliki irigasi teknis dan karena di beberapa daerah petani melakukan substitusi pupuk Urea dengan pupuk ZA dan Phonska.000 ton.500 ton. Target penjualan pupuk NPK Kebomas dapat tercapai disebabkan tingginya permintaan pada sektor perkebunan.150 ton. b) Pada semester II terdapat kendala dari pesaing yang menjual dengan harga lebih rendah.795 ton atau 308% dari RKAP 2004 sebesar 10. Target penjualan pupuk SP-36 dan pupuk ZA dapat tercapai disebabkan tingginya kebutuhan riil pupuk SP-36 untuk sektor tanaman pangan di pulau Jawa dibanding kuota SK.000 ton dan 560. sehingga pengiriman ke konsumen sering mengalami keterlambatan.356 ton atau 79% dari RKAP 2004 sebesar 125.12 Kabupaten di Jawa Timur sedangkan sebelumnya 26 Kabupaten. 2) Realisasi penjualan pupuk SP-36 dan pupuk ZA sebesar 789. 3) Realisasi penjualan pupuk Phonska sebesar 192. 6) Realisasi penjualan pupuk KCL sebesar 98.464 ton atau 139 % dari RKAP 2004 sebesar 138.849 ton atau 104% dan 113% dari RKAP 2004 sebesar 760. 4) Realisasi penjualan NPK Kebomas sebesar 30. Target penjualan pupuk KCL tidak dapat tercapai disebabkan : a) Pada semester I kedatangan impor tidak sesuai jadual.

Target penjualan Cement Retarder tidak dapat tercapai disebabkan : a) Mundurnya perbaikan tahunan (perta) pabrik Cement Retarder yang memakan waktu cukup panjang (rencana 28 hari realisasi 35 hari). Target penjualan Amoniak tidak dapat tercapai karena adanya gangguan operasional pabrik amoniak. Target penjualan Asam Sulfat tidak dapat tercapai disebabkan kualitas yang tidak bisa konstan khususnya untuk konsumen pabrikan.000 ton. Penjualan Produk Non Pupuk 1) Realisasi penjualan Amoniak sebesar 94.017 ton atau 98% dari RKAP 2004 sebesar 180. sehingga berakibat menurunnya konsumsi Asam Sulfat. 3) Realisasi penjualan Asam Fosfat sebesar 52.b. 2) Realisasi penjualan Asam Sulfat sebesar 177. 5) Realisasi penjualan ALF3 sebesar 5. sedangkan penjualan ekspor tidak terpenuhi karena belum terdapat kesepakatan harga.000 ton.852 ton atau 99% dari RKAP 2004 sebesar 96. Target penjualan ALF3 tidak dapat tercapai disebabkan stock ALF3 dioptimalkan untuk melayani permintaan dalam negeri.000 ton.000 ton.982 ton atau 86% dari RKAP 2004 sebesar 400.790 ton atau 110% dari RKAP 2004 sebesar 48. 4) Realisasi penjualan Cement Retarder sebesar 342.967 ton atau 99% dari RKAP 2004 sebesar 6. 14 BPK-RI / AUDITAMA V . b) Adanya kendala kesulitan mendapatkan kapal pengangkut.000 ton. Target penjualan Asam Fosfat dapat tercapai disebabkan adanya peningkatan harga STPP internasional sehingga permintaan Asam Fosfat meningkat.

2 Produksi Secara keseluruhan realisasi kegiatan produksi tahun 2004 untuk berbagai jenis produk berkisar antara 43% sampai dengan 320% dibanding yang dianggarkan yang terinci per jenis produk sebagai berikut: 15 BPK-RI / AUDITAMA V .07 milyar yang tidak dianggarkan.111 10.743 689 979 44.2. 2.601 468 6.315 512 (9.480 138 119.900 158 28.794) 43. terinci lebih lanjut sebagai berikut: (Rp Juta) Keterangan .Dividen & fee keagenan .582 24.587 25.388 - Realisasi total pendapatan lain-lain mencapai Rp119.Produk samping & utilitas .299 7.Jasa giro & bunga deposito .Persewaan jasa .591 2.Pendapatan lain-lain Selama tahun 2004 realisasi pendapatan lain-lain bervariasi antara 86% sampai dengan 979% dibanding dengan anggarannya.Lain-lain .430 139 4.79 milyar atau 174% dari anggarannya.977 32.Laba penyertaan Total pendapatan lain-lain Biaya atas pendapatan lain-lain Pendapatan lain-lain netto Realisasi Anggaran % (1) (2) (3)=(1):(2) 24.736 99 6. Rendahnya nilai jumlah pendapatan dan beban lain-lain dikarenakan adanya rugi kurs sebesar Rp90.703 174 129.793 68.

418 1.610 314.000 735.000 ton.Crude gypsum .602. crash program perbaikan Start up Heater 102 B pabrik Amoniak pada Juni 2004.901.333 ton.225 ton atau 100% dari RKAP 2004 sebesar 735.356 ton atau 89% dari RKAP 2004 sebesar 385.000 355.190 519.000 550.000 590. Pupuk SP-36 Realisasi produksi pupuk SP-36 sebesar 738.013 1.225 572.000 11. Produk Pupuk Pupuk Urea Pupuk SP-36 Pupuk ZA Pupuk Phonska Pupuk DAP Pupuk NPK Kebomas Total Pupuk II.880.599 201.000 20.Dry Ice . terbatasnya pasokan steam karena Boiler B-1101 BD tube bocor.439 32.000 80.150 95. Penjelasan lebih lanjut sebagai berikut: 16 BPK-RI / AUDITAMA V .5 bulan) dan problem instrument hand valve EA-102 Carbamate Condensor bocor.356 738.000 5.412 9.111 Anggaran (2) 385.000 1. Produk Non Pupuk Amoniak Asam Sulfat Asam Fosfat Cement Retarder ALF3 Lain-lain .Ton Keterangan I.000 400.803 197.000 140.Purified Gypsum Total Produk Non Pupuk Realisasi (1) 344.978 12.000 % (3)=(1):(2) 89 100 97 144 62 320 101 89 95 101 90 107 85 43 119 96 a.343 2.274 24.000 1.012 6.000 195. Produk Pupuk Pupuk Urea Realisasi produksi Urea sebesar 344. terdiri dari pupuk SP-36 I sebesar 264.509 361.000 6.000 ton.CO2 .000 10. Tidak tercapainya target produksi disebabkan terhentinya pasok bahan baku amoniak (pabrik amoniak shut down ± 2.892 ton dan pupuk SP-36 II sebesar 473.530.

Penjelasan lebih lanjut sebagai berikut: 1) Pupuk ZA I Realisasi produksi sebesar 184.000 ton.000 ton karena pabrik tidak berproduksi selama ± 4 bulan terkait dengan pelaksanaan program kegiatan konstruksi proyek RFO Pabrik Pupuk Fosfat I. 2) Pupuk SP-36 II Realisasi produksi sebesar 473.000 ton karena terbatasnya bahan baku amoniak (pabrik Amoniak shut down).684 ton. pupuk ZA II sebesar 194.590 ton atau 97% dari RKAP 2004 sebesar 200.892 ton atau 83% dari RKAP 2004 sebesar 319.000 ton karena menyesuaikan dengan permintaan penjualan.000 ton. terdiri dari pupuk ZA I sebesar 184. 2) Pupuk ZA II Realisasi produksi sebesar 194. karena terbatasnya bahan baku amoniak (pabrik Amoniak shut down) dan terjadi gangguan pasokan steam karena Service Unit Ttrip serta karena ada perbaikan pipa asam sulfat yang bocor pada R-5501 Mixing Tank. karena terbatasnya bahan baku amoniak (pabrik Amoniak shut down).590 ton.325 ton dan pupuk ZA III sebesar 193.000 ton. 3) Pupuk ZA III Realisasi produksi sebesar 193. Pupuk ZA Realisasi produksi pupuk ZA sebesar 572. Pupuk Phonska Realisasi produksi sebesar 201.333 ton atau 114% dari RKAP 2004 sebesar 416.325 ton atau 97% dari RKAP 2004 sebesar 200.000 ton terutama karena menyesuaikan dengan permintaan penjualan yang cukup tinggi.684 ton atau 97% dari RKAP 2004 sebesar 190. 17 BPK-RI / AUDITAMA V .599 ton atau 97% dari RKAP 2004 sebesar 590.978 ton atau 144% dari RKAP 2004 sebesar 140.1) Pupuk SP-36 I Realisasi produksi sebesar 264.

509 ton atau 101% dari RKAP 2004 sebesar 195. b.000 ton. Asam Fosfat Realisasi produksi Asam Fosfat sebesar 197. Tidak tercapainya target produksi karena rate produksi tidak maksimal karena terjadi problem equipment yaitu Circulation Pump P-1303. Lebih rendahnya realisasi produksi dari RKAP 2004 karena terbatasnya pasokan gas bumi dan terjadi 18 BPK-RI / AUDITAMA V . Asam Sulfat Realisasi produksi Asam Sulfat mencapai 519.000 ton.000 ton.439 ton atau 62% dari RKAP 2004 sebesar 20. Pupuk NPK Kebomas Realisasi produksi pupuk NPK Kebomas sebesar 32. Synthesis Compressor 103 J dan terjadi problem pada Start up Heater 102 B sehingga pabrik tidak beroperasi selama 2.000 ton karena memenuhi permintaan penjualan.803 ton atau 95% dari RKAP 2004 sebesar 550.190 ton atau 89% dari RKAP 2004 sebesar 355. Economizer E-1203. Cement Retarder Realisasi produksi Cement Retarder sebesar 361.013 ton atau 320% dari RKAP 2004 sebesar 10. dan ada penggantian Demister T-1301 Drying Tower.Pupuk DAP Realisasi produksi sebesar 12. Tidak tercapainya target produksi karena terjadi problem pada Primary Reformer 101 B.000 ton. Lebih tingginya realisasi produksi dari RKAP 2004 karena rate produksi mencapai 106% dari RKAP 2004.012 ton atau 90% dari RKAP 2004 sebesar 400.5 bulan. disebabkan pabrik dikonsentrasikan untuk memproduksi Phonska.000 ton. Produk Non Pupuk Amoniak Realisasi produksi Amoniak mencapai 314.

512 275.952 56.894. Pengadaan suku cadang dan bahan pembantu pabrik sebesar Rp275.240 1. Aluminium Fluorida Realisasi produksi Aluminium Fluorida mencapai 6. Pengadaan bahan baku sebesar Rp2.Industri kecil .85 triliun.2.pmbt.17 milyar atau 489% dari anggaran sebesar Rp56.894. b.3 Pengadaan (Rp juta) Keterangan 1.000 ton.573 1.989 2. pabrik Karung plastik & kemas Jumlah Pengadaan Realisasi (1) Anggaran (2) % (3=1:2) 2.301 1.264 57.845.89 triliun atau 157% dari RKAP sebesar Rp1.811 169. Tercapainya target produksi karena rate produksi mencapai 119% dari RKAP 2004.605 1. dikarenakan hal-hal sebagai berikut: a. dan Electric precipitator F-4201. Pembelian dalam negeri .322.56 triliun dikarenakan 57% pengadaan bahan baku merupakan pembelian luar negeri dan sebagian besar merupakan pembelian dalam mata uang asing.166 70.093 140.561.391 916.345.802 2. Dryed Gypsum Conveyor M4204. Pembelian luar negeri Jumlah Pengadaan Realisasi (1) Anggaran (2) % (3=1:2) 23.631 145 169 157 (Rp juta) Keterangan Bahan baku Bahan penolong Sk cadang & bhn.845.283 1.631 154 83 489 123 157 Realisasi pengadaan sebesar Rp2.26 milyar dikarenakan 53% pengadaan suku cadang merupakan pembelian luar negeri yang 19 BPK-RI / AUDITAMA V .548.408. 2.584 1.573 929.41 triliun atau 154% dari anggaran sebesar Rp1.Non Industri kecil Jumlah pembelian dalam negeri 2.412 ton atau 107% dari RKAP 2004 sebesar 6.problem pada Gypsum Feeder M-4250.

S P -3 6 c.9 2 3 1 . D A P f.2 4 1 9 4 6 . P honska e. c. Realisasi biaya produksi pupuk ZA per ton tahun 2004 sebesar Rp910.3 4 6 3 3 8 . Pupuk a .6 1 7 8 0 .9 4 9 2 9 5 .13 ribu.9 7 6 6 .9 6 7 2 .11 ribu atau 131% dibanding anggarannya sebesar Rp694.6 7 7 4 .61 milyar.017. A lu m iniu m F lu orida e.0 0 9 3 .7 2 5 . Realisasi biaya produksi pupuk SP-36 per ton tahun 2004 sebesar Rp1.9 7 7 1 . A sa m F osfa t d. Hal tersebut disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku gas bumi.2 6 1 . b. 2.9 0 5 1 .1 3 6 .6 7 2 1 .0 8 7 1 .4 8 2 .2 2 7 . biaya pemeliharaan.9 6 7 % 4 = 2 :3 113 121 131 128 139 104 121 114 126 158 146 Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa: a.97 ribu atau 121% dibanding anggarannya sebesar Rp1.6 3 1 .98 ribu 20 BPK-RI / AUDITAMA V .6 5 3 .9 6 9 9 1 0 .d D esem b er 2 0 0 4 R ea lisa si A ngga ra n 2 3 9 8 1 . N P K K eb om a s 2 .91 ribu atau 113% dibanding anggarannya sebesar Rp868.1 1 3 1 . biaya jasa serta tingginya biaya kantong & kemas.0 1 7 .0 3 2 8 6 8 .78 ribu disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku asam fosfat. bahan penolong katalis dan listrik PLN. U rea b . A sa m S u lfa t c. N on P u p u k a .4 6 5 1 1 8 . Z A d.8 1 8 .1 4 2 . batuan fosfat. C em ent R eta rder s.80 milyar atau 123% dari anggaran sebesar Rp57. asam sulfat eks produksi serta tingginya biaya bahan penolong listrik PLN.4 5 3 .4 2 5 . A m onia k b .1 2 9 1 .4 Biaya Produksi (Rp/ton) K etera nga n 1 1.227.0 9 4 . c.1 9 2 1 .7 8 0 6 9 4 . Pengadaan karung plastik dan kemas sebesar Rp70.4 3 0 2 .sangat terpengaruh dengan mata uang asing dan kenaikan biaya transportasi.2. Realisasi biaya produksi Urea per ton tahun 2004 sebesar Rp981.

21 BPK-RI / AUDITAMA V . Realisasi biaya produksi pupuk phonska per ton tahun 2004 sebesar Rp1. f.261. tingginya biaya pemeliharaan.95 ribu disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku gas bumi. Realisasi biaya produksi per ton asam sulfat sebesar Rp338.92 ribu. biaya pajak & retribusi. biaya kantong & pengantongan. tingginya biaya pemeliharaan dan biaya kantong & kemas. biaya penyusutan.01 ribu atau 114% dari RKAP sebesar Rp295.47 ribu atau 158% dari RKAP sebesar Rp4.094. Hal tersebut disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku batuan fosfat. tingginya biaya pemeliharaan. Realisasi biaya produksi per ton asam fosfat sebesar Rp3.482.142. biaya asuransi.disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku amoniak impor.97 ribu disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku belerang.98 ribu atau 126% dari RKAP sebesar Rp2.68 ribu.09 ribu. e. Realisasi biaya produksi per ton aluminium fluorida sebesar Rp6. d. h. Hal tersebut disebabkan karena tingginya biaya pemakaian bahan baku asam fosfat eks produksi. amoniak eks impor. i.453. biaya jasa dan biaya penyusutan. KCL dan Urea).43 ribu atau 128% dibanding anggarannya sebesar Rp1. Realisasi biaya produksi pupuk DAP per ton sebesar Rp2. bahan penolong MFO.631. tingginya biaya pemakaian bahan penolong (bahan kimia dan MFO). tingginya biaya pemeliharaan.818. Realisasi biaya produksi per ton Amoniak sebesar Rp1.35 ribu atau 121% dari RKAP sebesar Rp946. biaya pemeliharaan dan biaya kantong & Kemas. Hal tersebut disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku (asam fosfat eks produksi. ZA eks impor. Hal tersebut disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku aluminium hydroxida dan asam fluosilikat.62 ribu. tingginya biaya pemakaian bahan penolong (bahan kimia dan MFO). biaya jasa. amoniak dan ZA. tingginya biaya pemeliharaan dan biaya penyusutan. tingginya biaya pemeliharaan dan biaya penyusutan.136. g. jasa serta biaya kantong.19 ribu atau 139% dari RKAP sebesar Rp1. tingginya biaya bahan penolong (katalis dan listrik PLN).425.

703 % 4=2:3 99 119 117 109 Realisasi beban usaha sebesar Rp403.956 56.40 milyar atau 109% dari anggaran dikarenakan: a. 2.Beban distribusi . 22 BPK-RI / AUDITAMA V . tingginya biaya bahan penolong (bahan kimia dan MFO) serta tingginya biaya pemeliharaan.97 ribu disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku purified gypsum.96 milyar atau 119% dari anggaran karena menyesuaikan dengan meningkatnya nilai penjualan.40 milyar atau 117% dari anggaran terutama karena tingginya biaya sewa kendaraan dan biaya pembinaan wilayah. Beban administrasi dan umum sebesar Rp157.037 157.2. b. Beban penjualan sebesar Rp66.03 ribu atau 146% dari RKAP sebesar Rp80.141 66.401 371.5 Beban usaha (Rp juta) Uraian 1 .Beban penjualan .j. Realisasi biaya produksi per ton cement retarder sebesar Rp118.045 181.Beban admistrasi dan umum Jumlah beban usaha Tahun 2004 Realisasi Anggaran 2 3 179.525 403.400 134.

931) 606.2.72 triliun dikarenakan tingginya penjualan beberapa produk pupuk dan non pupuk meliputi pupuk SP-36.229 (2.Beban Penjualan .Subsidi pupuk Harga Pokok Penjualan Laba/(Rugi) kotor Biaya Usaha : .912) 119.341 68.191 3.721.400) (403.569) 131.711.211 3.Penjualan ekspor Jumlah hasil penjualan . disebabkan antara lain: a.2.037) (134.6 Laba/(Rugi) (Rp Juta) Uraian 1 Tahun 2004 Realisasi Anggaran 2 3 % 4=2:3 Hasil penjualan : .315) 43.035.354 314.950.373 2.401) 278.018 683.817 108 96 108 217 120 122 112 99 119 117 109 118 90 141 174 512 (23) 100 93 104 Perolehan laba tahun 2004 sebelum pajak sebesar Rp175.Beban Jumlah pendapatan dan beban lain-lain Laba/(Rugi) sebelum pajak Pajak Laba/(Rugi) setelah pajak 2.587) (9.Penjualan dalam negeri .910 (103.659) 681.Beban Adm dan Umum Jumlah beban usaha Laba/(Rugi) usaha Beban pinjaman Laba/(Rugi) setelah beban pinjaman Pendapatan & beban lain-lain : .Beban Distribusi .131 9.185 (50.793 (129. 23 BPK-RI / AUDITAMA V .729 (54.045) (66. Asam Sulfat dan Asam Fosfat.940.812) 124.034 10.703 (25.887 2.82 milyar.794) 175.37 milyar atau 104% dari RKAP sebesar Rp119. Realisasi penjualan pupuk dan non pupuk sebesar Rp2.979 119.951.Pendapatan .428.388 174.73 milyar. ZA.613 (181.95 triliun atau 108% dari RKAP 2004 sebesar Rp2.169 (93.633.570 (179.320 2.956) (157. Phonska dan NPK Kebomas serta Amoniak.190) 184.544 (2.525) (371. sedangkan laba setelah pajak sebesar Rp124.18 milyar atau 100% dari RKAP sebesar Rp174.703) 234.141) (56.

935 5.353 25.Inventaris Jumlah investasi rutin Investasi Pengembangan: .57 milyar karena rendahnya tingkat suku bunga Kredit Investasi realisasi rata-rata 6.313 % 131 115 98 84 115 80 93 101 66 83 62 92 BPK-RI / AUDITAMA V .103 39.420 Anggaran 8. d. realisasi Rp93.Mesin & Peralatan .833 60.Proyek Phosphoric Acid II .000 200 2. c.93 milyar.927 826 142.917 1. karena subsidi non Urea menggunakan tarip sesuai APBN-P berkait dengan disetujuinya Anggaran Belanja Tambahan (ABT) subsidi pupuk non Urea sebesar Rp238.13% per tahun sedangkan anggarannya 15% per tahun. Rendahnya beban pinjaman.624 126.19 milyar atau 90% dari RKAP 2004 sebesar Rp103.79 milyar atau 174% dari anggaran sebesar Rp68. 2.210 220.140 109. persewaan dan jasa serta pendapatan klaim asuransi. penjualan produk utilitas. produk samping.13.843 31.50% per tahun sedangkan anggarannya 17% per tahun dan tingkat suku bunga Kredit Modal Kerja realisasi rata-rata 9.b.70 milyar karena tingginya laba penyertaan anak perusahaan dari anggarannya.466 4.899 2.Proyek ERP: Tahap I Tahap II Jumlah Tahap I + II Jumlah investasi pengembangan Jumlah investasi 24 Realisasi 10.071 2.824 96.673 24.050 978 124.45% . Tingginya realisasi subsidi pupuk yang mencapai Rp683.Proyek RFO PF I .916 4.7.577 203.833 25.925 5.Bangunan /Fasilitas .Kendaraan & Alat Berat .64 milyar dan karena adanya tambahan pendapatan subsidi eks 2003 sebesar Rp47. Investasi Tabel investasi (Rp juta) Keterangan Investasi Rutin: .21 milyar atau 217% dari RKAP 2004.Proyek Revamping Amoniak .89% . Tingginya pendapatan lain-lain yang mencapai Rp 119.2.Kalium Sulfat (K2SO4) .

Penanganan Gas Fugitive HF di area Mixed Acid pabrik II. Pemanfaatan buangan padat: 1) Penjajagan pemanfaatan kapur dengan PT Batubara Bukit Asam.21 milyar. d.10 milyar. Modifikasi trestel conveyor 02 M102 di T-20. 5) Realisasi Proyek ERP sebesar 83% karena belum selesainya masa pemeliharaan. selesai. status in progress dan dicarryoverkan ke tahun 2005. Investasi pengembangan sebesar Rp60. b. 3) Proyek Phosphoric Acid II masih belum ada kegiatan. Drainase dan Pit Recycle Pabrik Asam Fosfat. 2) Pembuatan plengsengan pengaman kapur. 2) Realisasi Proyek K2 SO4 sebesar 93% karena adanya beberapa monthly progress kepada pihak kontraktor yang masih dalam proses. Hal tersebut disebabkan realisasi bangunan/fasilitas serta mesin dan peralatan masing-masing mencapai 131% dan 115% dari anggarannya. e.Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa: a. Lingkungan dan K3 Program Manajemen Lingkungan: a. 4) Proyek Revamping Amoniak masih belum ada kegiatan. Daur ulang Seal Leg Water dari unit reaksi ke unit granulasi Pabrik I. Investasi rutin tahun 2004 mencapai Rp142. sedangkan kendaraan dan alat berat serta inventaris hanya mencapai 98% dan 84% dari anggarannya.2. in progress).58 milyar atau 62% dari anggaran sebesar Rp96. telah selesai dan berhasil baik. 2. b. 25 BPK-RI / AUDITAMA V . dengan rincian sebagai berikut: 1) Realisasi Proyek RFO PF I sebesar 80% karena adanya progres yang masih dalam proses pembayaran dan pemeriksaan bersama.84 milyar atau 115% dari anggaran sebesar Rp124. telah selesai dan berhasil baik. telah selesai dan berhasil baik. c. 3) Penghijauan sisi laut (dengan mengrove) dan sisi darat (dengan beringin) serta pembuatan terasiring.8.

berhasil baik.84 milyar atau 96% dari RKAP. Sumber Daya Manusia Jumlah karyawan pada akhir tahun 2004 sebanyak 3.644 orang.134 orang dan biaya sebesar Rp4. b. in progress. sebagai berikut: a. Perubahan jumlah Direksi dari 5 (lima) menjadi 6 (enam). Peningkatan fungsi pengadaan sehubungan dengan beban tugas pengadaan yang semakin besar karena adanya sentralisasi kegiatan pengadaan bahan baku. menurun 74 orang dibanding posisi pada akhir tahun 2003. antara lain ke Indocement dan ke PT Semen Gresik.75% dari RKAP 2004 sebanyak 3. Pada tahun 2004 jumlah peserta diklat sebanyak 8. 2. Program pendidikan dan pelatihan dilaksanakan secara terpadu untuk meningkatkan kualitas dan motivasi kerja karyawan. dan jasa-jasa dengan tujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengadaan. diklat formal dan lain-lain. 26 BPK-RI / AUDITAMA V . meliputi diklat jenjang jabatan.9. 7) Uji coba pemakaian limbah padat sesuai dengan permintaan. barang dagangan. kapur ZA II dan kapur mix skala pilot dalam 2 tahap telah selesai. 5) Percobaan menaikkan pH raw gypsum dengan menggunakan kapur aktif. berhasil baik. in progress. Penyesuaian organisasi pengadaan dikaitkan dengan strategi pemasaran sehubungan dengan perubahan pola kebijakan subsidi pupuk dari Pemerintah. 2.2. c. meninggal dunia 4 orang.2. 6) Percobaan menaikkan pH raw gypsum dengan menggunakan kapur aktif.635 orang atau 99. diklat kompetensi.10 Organisasi Perusahaan Beberapa pertimbangan yang mendasari perubahan organisasi perusahaan pada tahun 2004. mengundurkan diri 3 orang dan PHK 1 orang serta penambahan karyawan sebanyak 2 orang. kapur ZA II dan kapur mix skala lab telah dilakukan. Menurunnya jumlah karyawan tersebut dikarenakan pensiun sebanyak 68 orang.4) Penjajagan pemanfaatan kapur dengan PT Semen Gresik.

A sp e k A d m in istra si TOTAL SK OR R e a l. Peningkatan efektivitas kegiatan engineering dan manufacturing dengan menggabungkannya dalam satu direktorat (Direktorat Teknik & Pengembangan).2 5 27 BPK-RI / AUDITAMA V .5 0 9 3 .0 0 1 5 . e. 3. f. Pembentukan Biro Manajemen Risiko dalam rangka peningkatan penerapan Good Corporate Governance (GCG).0 0 9 3 .d. Dibandingkan dengan RKAP dan dengan realisasi tahun 2003 menunjukkan data sebagai berikut: In d ik a to r P e n ila ia n I.2 5 6 4 .25. 2 0 0 3 6 4 . Penggabungan beberapa Departemen/Biro sehubungan dengan penyeimbangan job load dari Departemen/Biro yang bersangkutan.0 0 1 4 . Perhitungan tingkat kesehatan perusahaan mengacu pada data keuangan hasil audit atas laporan keuangan PT Petrokimia Gresik tahun buku 2004 dan data keuangan hasil pemeriksaan pertanggungjawaban dana Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi (PUKK) tahun buku 2004. Hasil evaluasi atas tingkat kesehatan perusahaan menunjukkan kinerja PT Petrokimia Gresik dalam tahun 2004 tergolong dalam kondisi “SEHAT” kategori “AA” dengan Skor 93. A sp e k k e u a n g a n II. PT Petrokimia Gresik termasuk dalam golongan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Non-Infrastruktur.5 0 6 6 . A sp e k O p e ra sio n a l III.5 0 9 4 . 100/MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002. Tingkat kesehatan perusahaan Kinerja perusahaan tahun buku 2004 diukur dengan berpedoman pada Surat Keputusan Menteri BUMN RI No.0 0 1 4 .0 0 1 4 . 2 0 0 4 R K A P 2 0 0 4 R e a l.0 0 1 4 .5 0 1 5 .

00 113.00 15.00 5.50 5.000 2.000 10.14% 5.377.274 9.02 28. Collection Period 6.025 96 SKOR Nilai Real.693.322298 507.000 590.032 688.25 20.00 5.000 400. Eff.71 27.000 80.685895 385.29% 5.00 4.644 833. Produktivitas Tenaga Kerja Total Nilai Penj.000 735. Keselamatan Kerja TOTAL Kinerja Realisasi 3.957 778. Prod. 2003 90.00 28 BPK-RI / AUDITAMA V . Modal sendiri thd total aktiva TOTAL Satuan SKOR Thn 2004 Real 2004 RKAP 2004Real 2003 21.00 4.00 2.00 13.00 3.00 14.00 5.50 Hasil % % % % hari hari % % 3.12 37 69 146.50 20.50 4.00 3.439 32.412 95.00 5.00 15.00 5.00 3.84 125.50 5.2 Penilaian terhadap aspek operasional Indikator Penilaian 1.00 2.00 66. Perputaran Persediaan 7.00 10.361 3.00 119. Rate) 2. Poduksi (Cons. Rasio Kas 4.013 361.633.513 96 RKAP 3.000 20.635 999.00 5.000 6.544 3.500 11.00 2. (Rp ribu) Jml Tenaga Kerja Pendpt : Jml Tenaga Kerja 4.500 3.00 2.978 12.000 140. Imbalan investasi (ROI) 3.25 64. Total Asset Turn Over 8.00 15.99% 100% 3.00 5. Imbalan kepada pemegang saham (ROE) 2. 2004 RKAP 2004 Real.22 20.343 2.012 6. Rasio Lancar 5.00 7.035.3.00 64.00 5.229 3.00 13. dan Pengadaan (ton) Pupuk Urea Pupuk SP-36 Pupuk ZA Pupuk Phonska Pupuk DAP NPK Kebomas Cement Retarder Aluminium Fluorida Crude Gypsum CO2Cair Jumlah 3.18 17.00 10.00 4.50 4.00 5.00 4.901 201.1 Penilaian terhadap aspek keuangan Indikator Penilaian 1.

87 104.00 3.61 542.05 443.77 2003 333.89 444.33 52.95 745.46 1.82 2.00 3.00 14.220.62 854.Tk.36 786. hutang jangka panjang dan ekuitas dari posisi akhir tahun 2003.41 40.09 112.11 1.62 29 BPK-RI / AUDITAMA V .3.000.82 93. jumlah tersebut meningkat Rp366.00 3.3 Penilaian terhadap aspek administrasi Indikator Penilaian 1. kolektibilitas pengemb.00 3.03 122.80 2.05 1.33 2.71 361.1 Perkembangan posisi keuangan Total aktiva per 31 Desember 2004 berjumlah Rp2.00 95.36 324. pinjaman Total Aspek Administrasi Nilai 2004 SKOR Real.00 2.089.81 547. Adapun data lebih rinci sebagai berikut: (Rp Milyar) Keterangan Kas dan Bank Persediaan Aktiva lancar lainnya Penyertaan jk panjang Nilai Buku Ak.97 73.00 3. 3.553.81 453.00 14.04 2.96 880.858.07 2.00 2.96 288.86% 4.60 1.339.70 51. tetap Aktiva dlm pelaksanaan Aktiva lain-lain Total Aktiva Hutang lancar Hutang jk panjang Kw.96 Tahun 2002 150.00 3.33 1. 2.00 3.90 684.24 295.347.62 milyar.713.00 14.713.00 3.96 901.220.322.044.27 143.38 1. 2003 3.00 3.11 849.86 494.174.62 1.00 3. 4.089.36 2.044.93 112.39 2004 345. Pajak tangguhan Total Hutang Ekuitas Total Hutang dan Ekuitas 2000 149.Efektifitas penyaluran dana . Laporan Perhitungan tahunan Rancangan RKAP 2004 Laporan Periodik Kinerja PUKK .347.00 2.92 722.06 311.73 80.25 90.83 2.39 milyar terutama adanya kenaikan pos persediaan dan aktiva dalam pelaksanaan.58 789.10 53.32 794.36 339.54 914.99 2.78 928.98 2.713.51 2.01 677.61 116.00 112. Kenaikan nilai pasiva disebabkan karena kenaikan hutang lancar.90% 40.59 75.36 18.242.32 2001 58.343.87 524.10 97.52 84.23 milyar dari posisi akhir tahun 2003 berjumlah Rp2.347.39 840. Perkembangan usaha perusahaan 4.03 1. 2004 RKAP 2004 Real.00 3.

30) 198.96) 403.323.61 2003 2.80 (29. 4.61 (86.54) 399.87 (70.Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa: a.54 milyar dan aktiva dalam pelaksanaan sebesar Rp62.81) 124.23 milyar atau 15.37 101.24 (191.61) 187. Jumlah aktiva/kewajiban dan ekuitas tahun 2004 naik sebesar Rp366.96) 250.063.35 54.43 14.82) 166.01 milyar.34% dibanding tahun 2003 sebesar Rp108.66) 681.17 (9. Selama lima tahun terakhir (2000 sampai dengan 2004) laba setelah pajak yang tertinggi terjadi pada tahun 2000 yaitu sebesar Rp187.20) 175.23) 112.37 milyar lebih tinggi 14.77 2004 3.72 milyar serta kenaikan ekuitas sebesar Rp60.87 21.713.55 milyar. b.34 (1. 30 BPK-RI / AUDITAMA V .37) 108. aktiva tetap sebesar Rp53.44 (115.79) 435.51 milyar dan diikuti dengan kenaikan hutang lancar sebesar Rp67.04 milyar atau 5.14 (57.79) (93.26 2001 2.61 (2. Selama lima tahun terakhir (2000 sampai dengan 2004) jumlah aktiva pasiva tertinggi terjadi pada tahun 2004 yaitu sebesar Rp2.78 (1.65 (205. karena adanya kenaikan omzet penjualan dan penerimaan subsidi.33 (172.65 milyar hutang jangka panjang sebesar Rp254.744.08 (1.37) 207.874.44% dibandingkan tahun 2003.92 milyar.23 (2. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2001 yaitu sebesar Rp2.438.71) 140.12) 241.40) 278.951.18 (50.96 milyar.60% dibanding tahun 2003 disebabkan antara lain adanya kenaikan persediaan sebesar Rp240.55 (194.55) 93. Rincian lebih lanjut sebagai berikut: (Rp Milyar) Keterangan Penjualan bersih Harga Pokok Penjualan Laba kotor Biaya usaha Laba rugi usaha Laba/(rugi) lain-lain Biaya pinjaman Laba rugi sebelum pajak Pajak Penghasilan Laba setelah pajak 2000 1.340.62 milyar.26 milyar dan terendah terjadi pada tahun 2001 yaitu sebesar Rp83.664.044.67 (94.77 milyar.633.16 (46.25) 83.75) 423.2 Perkembangan Laba-Rugi Realisasi laba setelah pajak tahun 2004 berjumlah Rp124.37 Laba perusahaan sebelum pajak tahun 2004 naik sebesar Rp9.747.16 (116.17) 257.55 Tahun 2002 1.57 (403.

90 milyar mengalami kenaikan Rp12.806 (45.60% dibanding tahun 2003.373 (179.896) 74.620 93.224) (240.4. Juta) Keterangan Saldo awal Laba bersih Arus kas Operasi Investasi Pendanaan Surplus/(Defisit) Saldo Akhir 2000 415.620) 92.287) (220.619) 58.239 2001 149.885 2004 333. Selama lima tahun terakhir (2000 sampai dengan 2004) arus kas memperlihatkan saldo kas dan setara kas tertinggi pada tahun 2004 yaitu sebesar Rp345.907) (197.01 milyar atau 3. 31 BPK-RI / AUDITAMA V .072 150.576) (266.526 (111.468 (82.549 148.692 2003 150.413) (90.702 12.613 90.262 (47.795 183.727) (46.193 333.769 111.898 Posisi kas dan setara kas pada akhir tahun 2004 sebesar Rp345.692 108.62 milyar.775) 287. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2001 yaitu sebesar Rp58.239 83.448) (208.620 Tahun 2002 58.885 124.014 345.3 Perkembangan arus kas Rincian data arus kas adalah sebagai berikut: (Rp.90 milyar.669) 149.908 187.

363 (109.958 864.768) (4.420 334.420 296.773) 12.673 324.420 242.613 745.319 (1.613 47 745.730) (46.681 187.404) (1.420 242.500) (137.92 milyar atau 7.549 20 722.372 396.655) (1.250) (5.549 722.741 93.748) 2004 396.613 396.191) 1.014 (499) (107.033 (37.059 109.549 396.03 milyar.590 396.363 (93.4 Perkembangan perubahan ekuitas Perubahan ekuitas tahun 2000 sampai dengan tahun 2004.000) (3.372 854.423) (476) 93.618) (4.069) (4.590 794.541) (1.262 396.820 (7.590 794.929) (7.069 3.343 (242) 109.175) (44.763 (851) 2003 396.420 288.420 255.044 83.125) (1.069 (60.821 (47.456) 3.420 142.741 47 93.506 (328) 124.36 milyar.99 milyar mengalami kenaikan sebesar Rp60.237) (31.832) (700) 83.67% dibanding tahun 2003 Perubahan ekuitas dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2004 memperlihatkan saldo ekuitas tertinggi terjadi pada tahun 2000 yaitu sebesar Rp880.dll Laba tahun berjalan Saldo Akhir Modal Cadangan Laba belum direalisasi dari efek Laba tahun berjalan Jumlah 2000 396.044 20 83.424) (932) (932) (40.177) (2.4.051 (853) 192 2001 396. sebagai berikut: (Rp Juta) Keterangan Saldo awal Modal Cadangan Laba tahun berjalan Laba belum direalisasi dari efek Jumlah Koreksi-koreksi Koreksi cadangan Koreksi Laba/(rugi) Distribusi Laba PT Petrokimia Gresik Deviden Tantiem/Gratifikasi Dana Pembinaan UKK Biaya Manajemen Dana Pembinaan wilayah Cadangan Anak Perusahaan Deviden Cadangan Gratifikasi.893) (1.257) (822) (822) (2.036) 187.536) 374 Tahun 2002 396.262 880.420 288.863) (1.262 880.200 124. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2001 yaitu sebesar Rp722.387) (34.992 Posisi ekuitas tahun 2004 sebesar Rp854.088) (2.510) (1.468) (46.106) (2.681 187.420 255. 32 BPK-RI / AUDITAMA V .033 4.059 109.420 296.664) (6.

dapat dikemukakan bahwa: a.5 Perkembangan rasio keuangan Rasio keuangan tahun 2000 sampai dengan tahun 2004 (%) Keterangan Likuiditas Current ratio Acid test ratio Cash ratio Rentabilitas Gross profit ratio Operating ratio Net profit ratio Rate of ROE Rate of ROI Solvabilitas Total loan to total equity 2000 112 83 15 24 86 11 19 26 60:40 2001 107 67 7 19 96 4 16 13 65:35 Tahun 2002 113 64 16 23 93 5 22 15 64:36 2003 108 71 28 15 96 4 15 18 66:34 2004 125 70 28 19 90 3 21 18 68:32 4. b. kecuali operating ratio dan net profit ratio. 33 BPK-RI / AUDITAMA V .4. Tingkat rentabilitas perusahaan relatif tertinggi pada tahun 2000 disebabkan tingginya laba sebelum maupun setelah pajak.5. b.5. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2003 dikarenakan tingginya harga pokok penjualan dan biaya usaha. kecuali acid test ratio.2 Perbandingan rasio keuangan lima tahun terakhir Dari tabel di atas juga dapat dikemukakan hal-hal sebagai berikut: a. Tingkat solvabilitas perusahaan tahun 2004 relatif lebih tinggi dibandingkan tahun 2003. Tingkat likuiditas perusahaan relatif tertinggi terjadi pada tahun 2004. Tingkat rentabilitas perusahaan tahun 2004 relatif lebih tinggi dari tahun 2003.1 Perbandingan tahun 2004 terhadap tahun 2003 Dari tabel di atas. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2001 yang disebabkan tingginya kewajiban lancar. c. disebabkan tingginya persediaan. 4. Tingkat likuiditas perusahaan tahun 2004 relatif lebih tinggi dari tahun 2003.

460 279.208 292.942 36.066 552.650 65. kecuali produksi pupuk DAP hanya mencapai 34% dari tahun 2003.410 238.718 3.225 572.688 40.509 6.657 479.492 313.Crude Gypsum .403.013 1.892 310.190 519.6.941 138.174 9.091 1.115 653.185 1.425.304 9.850 Cement Retarder 402.873 355.817 1.716 260.803 197.490 .916 431.343 2.736 344.c.208 156.464.999 213.725 1.439 32.752 204.479 328.914 2.901.412 361. bahwa selama lima tahun terakhir modal pihak ketiga lebih berperan dan paling besar terjadi pada tahun 2004. 4.702 105.356 738. b.875 .182 1.399 141.341.824 Pupuk Phonska 30.Purified Gypsum 52.959 12.216 5.530.272 367.176 ALF3 4.903 172.599 201.741 9.786 1.274 24.281 113. 34 BPK-RI / AUDITAMA V .082 Non Pupuk Amoniak 364.176 687.CO2 9.6 Perkembangan operasi pokok perusahaan 4.608 151.289 Jumlah non pupuk 1.741 Asam Fosfat 100% 131.150 95.517 421.434 Pupuk SP-36 467.412 5.006 Asam Sulfat 98% 434. Tingkat solvabilitas perusahaan menunjukkan.728 Pupuk ZA 501.915 447.012 9.280.229.111 132 107 119 177 34 121 88 120 97 109 116 94 80 91 111 107 Perbandingan tahun 2004 terhadap tahun 2003 a.357 2.646 3.Dry Ice 3.825 355.418 131.1 Perkembangan produksi Data produksi selama lima tahun terakhir sebagai berikut: Ton Keterangan Tahun 2000 2001 2002 2003 2004 % Tahun 2004:2003 Pupuk Pupuk Urea 341.471.577.984 419.978 12.170 117.096 Pupuk DAP Pupuk NPK Kebomas Jumlah pupuk 1.924 Jumlah lain-lain 66.430 Lain-lain : .253 2.082 1.996 56. Pupuk Secara umum produksi pupuk di tahun 2004 lebih tinggi dibanding tahun 2003.610 314. Non Pupuk Secara keseluruhan produksi non pupuk di tahun 2004 lebih tinggi dibanding tahun 2003. kecuali amoniak dan asam fosfat masing-masing 88% dan 97% dari tahun 2003.

605 30.228 2001 313.790 166.204 52.034 84.792 7.287 2004 460.914 2.000 2.410 76.591 94.357 2.000 10.659 533.814 874.881 771.598 634.993 673 2.967 342.903 798.560.257 3.306 119 119 8.903 53.160 2. 4.317.056 5 9.486 76.702 104.033 139.231 110.112 94.790 5.194 633.887 2.865 80.852 177.000 429.168 314.544 2003 460.429 102 94 80 1.971 47.511 % Tahun 2004:2003 100 109 120 174 34.849 192.489 654.587 1. sebagai berikut: Ton Keterangan Pupuk Pupuk Urea Pupuk SP-36 Pupuk ZA Pupuk Phonska Pupuk NPK Blend Pupuk DAP Pupuk KCL Lain-lain: Pupuk PS-18 Pupuk Amophos RNP Pupuk ZK Pupuk MDCP Jumlah lain-lain Total Pupuk Non Pupuk Amoniak Asam Sulfat Asam Fosfat ALF3 Cement Retarder Lain-lain : Purified Gypsum Crude Gypsum Belerang curah CO2 Dry Ice Jumlah lain-lain Total Non Pupuk 2000 339.887 1.234 528.356 495 33.122 155.343 2.509 515.704 106 .290 175.490 146.202 9.820 98.069 9.843 94 64 34.875 3.040 332.455 63.208 12.530.886 70.525 425.995 35 104 19 638 79 54 790 115 86 106 110 83 109 1.962.718 3. Volume produksi non pupuk tertinggi terjadi pada tahun 2004 dan terendah terjadi pada tahun 2002.431 4.808 109.202 750.999 100.307 88 34.Perkembangan produksi lima tahun terakhir Volume produksi pupuk pada tahun 2004 lebih tinggi dibanding empat tahun sebelumnya.695 84.525 90.431 1.251 19.487 4.687 39.785 91.767 1.601 5.584 9.6.989 41.416 408.492 9.795 11.464 30.550 5. sedangkan terendah terjadi pada tahun 2002.561 5.150 124.638 1 2.982 21.587 15.968 807.364 1.625 9.110 4.019 526.617 789.496 2.774 35 BPK-RI / AUDITAMA V Tahun 2002 197.251.208 85.076 726.017 52.263 28.2 Perkembangan penjualan Perkembangan penjualan seluruh jenis pupuk dan non pupuk dalam negeri maupun ekspor dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2004.297 178.

di sentra pasar. Perbandingan penjualan dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2004 Tonase penjualan pupuk tahun 2004 merupakan penjualan tertinggi selama 5 tahun terakhir. Bidang Produksi dan Kualitas Produk 1) Memiliki unit produksi yang lengkap dan tingkat fleksibilitas yang tinggi untuk menghasilkan produk pupuk berbasis N. sedangkan tonase penjualan non pupuk tertinggi di tahun 2000 dan terendah penjualan tahun 2003.7 Analisis SWOT Penentuan Sasaran. P dan K dan produk kimia lainnya. 4. Bidang Pemasaran dan Penjualan (termasuk Distribusi) 1) Memiliki sarana pelabuhan yang dapat menunjang kelancaran pemasaran dan distribusi. 36 BPK-RI / AUDITAMA V . kecuali penjualan DAP hanya 35% dan Aluminium Fluorida hanya 83% dari tahun 2003. b. 2) Perusahaan berada di lokasi strategis.7. Strategi. antara lain didasarkan atas Analisis sebagai SWOT sebagai berikut: 4.1 Kekuatan a. Kebijakan dan Program Kegiatan Perusahaan PT Petrokimia Gresik selama kurun waktu 2004 – 2008. 3) Memiliki jaringan distribusi yang tersebar di wilayah-wilayah potensial. 4) Memiliki tenaga Sales Supervisor yang cukup berkualitas dan tersebar di wilayah-wilayah potensial.Perbandingan tahun 2004 terhadap tahun 2003 Dari tabel di atas dapat dikemukakan sebagai berikut: Secara umum tonase penjualan pupuk dan non pupuk tahun 2004 lebih tinggi dibanding tahun 2003. 6) Memiliki sistem informasi pemasaran dan distribusi yang cukup memadai. 5) Memiliki produk pupuk yang lengkap dan berkualitas tinggi. terutama disebabkan meningkatnya penjualan Pupuk Phonska dan NPK Kebomas yang cukup signifikan.

2) Memiliki fasilitas sarana dan prasarana untuk mendukung kegiatan rancang bangun dan perekayasaan. 3) Memiliki workshop dan alat berat yang mendukung kegiatan fabrikasi. Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia 1) Memiliki Sumber Daya Manusia dari berbagai disiplin ilmu. Bidang Teknik dan Teknologi 1) Memiliki Sumber Daya Manusia profesional dari berbagai disiplin ilmu yang cukup berpengalaman di bidang rancang bangun dan perekayasaan. Bidang Pemasaran dan Penjualan (termasuk Distribusi) 1) Peta pasar belum akurat. instansi/Lembaga keuangan. Bidang Keuangan dan Akuntansi 1) Tersedianya asset untuk menjamin dana pinjaman. f. 2) Memiliki sistem informasi akuntansi dan keuangan yang berbasis ERP 3) Memiliki relationship yang cukup luas dengan pihak perbankan. e. d. 3) Sarana gudang belum memadai. Bidang Penelitian dan Pengembangan 1) Memiliki berbagai macam unit produksi yang memungkinkan untuk penelitian dan pengembangan produk-produk derivatifnya.2) Memiliki sarana penunjang yang berakreditasi untuk menunjang Quality Control. Bidang Produksi 1) Sebagian besar peralatan pabrik berumur tua. b. konstruksi dan pemeliharaan pabrik.2 Kelemahan a. 2) Sistem transportasi belum sepenuhnya dikuasai. c. 37 BPK-RI / AUDITAMA V . 2) Sistem pengembangan Sumber Daya Manusia yang memungkinkan continuous learning.7. 4. 2) Memiliki fasilitas yang memadai untuk melakukan uji coba produkproduk yang akan dikembangkan. 4) Penguasaan jaringan pemasaran jasa teknik belum optimal.

3) Ada jaminan kontinuitas suplai air baku. Bidang Teknik Adanya pembangunan industri yang membutuhkan kemampuan jasa rancang bangun dan perekayasaan. 3) Turn over piutang masih rendah. Bidang Keuangan dan Akuntansi 1) Sumber pendanaan dan pasar valuta asing beragam. Bidang Penelitian dan Pengembangan Jumlah tenaga peneliti semakin berkurang dibanding kebutuhan. 4. 2) Pengeluaran dana USD lebih besar dari penerimaannya. 2) Jumlah tenaga kontrak terlalu banyak. Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia. Bidang Keuangan dan Akuntansi. e. d. 2) Adanya teknologi untuk meningkatkan kemampuan produksi dan memperbaiki kualitas produk. 38 BPK-RI / AUDITAMA V . 3) Ketergantungan antar unit pabrik sangat tinggi 4) Kondisi area yang korosif dan berdebu. 2) Kepercayaan bank atas kredibilitas perusahaan. Bidang Produksi 1) Ada peluang untuk memenuhi permintaan pasar. Bidang Teknik 1) Penguasaan jaringan informasi belum optimal. 2) Pemanfaatan workshop belum optimal. 2) Membaiknya pasar komoditas perkebunan. Bidang Pemasaran dan Penjualan (termasuk Distribusi) 1) Komitmen pemerintah memungkinkan pasar pupuk berkembang. Tersedianya institusi pendidikan profesional.7. d. c. f.2) Utilisasi kapasitas belum optimal. c. e. 1) Struktur pendanaan didominasi pinjaman. Pengembangan Sumber Daya Manusia 1) Jumlah karyawan mayoritas berumur diatas 40 tahun. b. 3) Tumbuhnya kepercayaan pasar.3 Peluang a.

5. 3) Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat. Bidang Produksi Pasokan gas bumi dari sumber di Pagerungan mengalami penurunan. Satuan Pengawasan Intern telah melakukan audit atas obyek-obyek sebagai berikut: 1) Kegiatan pengadaan barang dan jasa. 2) Masuknya pesaing baru dan produk impor. d.1 Struktur pengendalian intern PT Petrokimia Gresik telah disusun dan dilaksanakan dengan baik. preventif audit dan kegiatan-kegiatan yang bersifat konsultasi dalam penyelesaian permasalahan yang dihadapi unit kerja.2 Evaluasi terhadap pelaksanaan tugas Satuan Pengawasan Intern (SPI) SPI sesuai dengan tugas pokoknya telah melaksanakan kegiatan audit yang diprogramkan (PKPT) dan yang tidak diprogramkan (non PKPT) seperti: pemeriksaan khusus. b. Bidang Penelitian dan Pengembangan 1) Tersedianya sumber gas bumi di Jatim.3 Pelaksanaan kegiatan SPI tahun 2004. 2) Kebutuhan pupuk Urea khususnya di Jawa Timur masih besar. sebagai berikut: A. Kegiatan Pengawasan Sesuai dengan Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT) tahun 2004. 5. 2) Suku bunga pinjaman tinggi. 4) Perubahan kebijakan pemerintah di bidang ekonomi moneter. 5. sehingga dapat menjadi dasar audit guna menetapkan sifat dan luasnya audit. Bidang Keuangan dan Akuntansi 1) Country risk Indonesia yang tinggi. 4.f. Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekses negatif dari era keterbukaan.4 Ancaman a.7. 2) Kegiatan produksi dan pemeliharaan. 39 BPK-RI / AUDITAMA V . c. Bidang Pemasaran dan Penjualan (termasuk Distribusi) 1) Isu kerusakan tanah dan lingkungan akibat penggunaan pupuk anorganik. Pemahaman atas struktur pengendalian intern 5.

A. pengelolaan stock pupuk dan sewa gudang. 40 BPK-RI / AUDITAMA V . Audit atas pemanfaatan/utilisasi alat berat. 2) LHA Kas Opname & Rekonsiliasi Bank: 12 LHA. Audit atas pembayaran pekerjaan angkutan pupuk. 11) Audit atas waktu proses pengadaan barang dari penerbitan Permintaan Pembelian (PP) sampai dengan penerbitan Order Pembelian (OP) dengan nilai di atas Rp100. Audit atas kepatuhan terhadap peraturan/perundang-undangan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Departemen Produksi II dan Departemen Prasarana Pabrik dan Kawasan. 13) Audit atas efisiensi pemakaian bahan baku dan bahan penolong untuk memproduksi Amoniak. 12) Audit atas efisiensi pemakaian bahan baku dan bahan penolong untuk memproduksi pupuk ZA. 10) Audit atas kegiatan pengembangan produk. bongkar muat. Audit atas kepatuhan terhadap klausul PO dalam proses penerimaan barang di Gudang Bahan Biro Pengadaan. 6) Kegiatan lainnya. Audit atas pengelolaan persediaan suku cadang (spare part) di Gudang Bahan Biro Pengadaan.1 Audit PKPT dan Non PKPT 1) 2) 3) Audit atas persediaan pupuk (stock opname pupuk) di Gudang Gresik dan Gudang Non Gresik. 4) 5) 6) 7) 8) 9) Audit atas kepatuhan penunjukan Distributor pupuk bersubsidi terhadap peraturan yang berlaku.000.00.000. Audit atas kepatuhan Distributor terhadap klausul-klausul Surat Perjanjian Jual Beli pupuk bersubsidi. Laporan Hasil Audit (LHA) yang telah diterbitkan: 1) LHA PKPT dan Non PKPT : 38 LHA (rencana 38 LHA). 4) Kegiatan financial dan sistem informasi akuntansi.3) Kegiatan pemasaran dan distribusi. 5) Proyek-proyek pengembangan. Audit atas pengelolaan pupuk KCL di Gudang Gresik.

22) Audit atas pencatatan biaya penjualan. 25) Audit atas pengelolaan pajak. A. 2. 41 BPK-RI / AUDITAMA V . 21) Audit atas pencatatan biaya produksi. 36) Audit atas fisik persediaan pupuk KCL. 24) Audit atas pelaksanaan program Kemitraan dan Bina Lingkungan (KBL). 35) Audit atas fisik persediaan bahan baku posisi per 30 Nopember 2004. 27) Audit atas pelaksanaan pengadaan barang dalam negeri. 34) Audit atas fisik persediaan pupuk dalam kantong. Kas Opname dan Rekonsiliasi Bank Pelaksanaan kas opname selama tahun 2004 dilakukan sebanyak 12 kali dan pemantauan pelaksanaan rekonsiliasi bank oleh Biro Keuangan dilakukan setiap 3 bulan sekali. 31) Audit atas pelaksanaan proyek RFO. 32) Audit atas pemanfaatan forklift sewa. 16) Audit atas pengelolaan gudang bahan (stock opname). 28) Audit atas pelaksanaan pengadaan barang luar negeri. 15) Audit atas efisiensi pemakaian bahan baku untuk memproduksi pupuk SP-36. 18) Audit atas pelaksanaan pengadaan jasa bongkar muat pupuk. 38) Audit atas pengadaan jasa borongan pihak ke III. 29) Audit atas pelaksanaan proyek K2SO4. 19) Audit atas pelaksanaan penyusunan RKAP tahun 2004. 20) Audit atas pencatatan dan pengelolaan piutang. 26) Audit atas efektivitas pengendalian penjualan pupuk. Jumlah laporan yang dihasilkan sebanyak 12 LHA. 30) Audit atas pelaksanaan start up Heater 102B unit Amoniak.14) Audit atas efisiensi pemakaian bahan baku dan bahan penolong untuk memproduksi pupuk Urea. 17) Audit atas proses penerimaan barang dan pembayaran atas pengadaan barang. 23) Audit atas pelaksanaan proyek ERP. 33) Audit atas pelaksanaan Port Fasility Security Plan (PFSP). 37) Audit atas lembur sopir kontrak.

Mannan. catatan dan saran BPKP dalam audit PKBL tahun 2003 dan tahun-tahun sebelumnya. 2) Melakukan tindaklanjut atas temuan. Sumantri & Rekan dalam audit Laporan Keuangan tahun buku 2003 dan tahun – tahun sebelumnya. 3) Melakukan koordinasi dalam kegiatan general audit tahun buku 2004 yang dilakukan oleh BPK-RI dan KAP Aryanto Amir Yusuf & Mawar. dan kegiatan audit PKBL tahun 2004 yang dilakukan BPK-RI dan BPKP. BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA 42 BPK-RI / AUDITAMA V . Hasil audit dapat diselesaikan sesuai dengan rencana yaitu tanggal 31 Januari 2005. catatan dan saran KAP S. Kegiatan Eksternal Auditor 1) Melakukan tindaklanjut atas temuan.B.

LAMPIRAN .

Lampiran 1 PERHITUNGAN PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN PT PETROKIMIA GRESIK TAHUN 2004 SK. MEN. BUMN No. KEP-100/MBU/2002 No. URAIAN Aspek Keuangan 1 Return On Equity (ROE) Laba Setelah Pajak (*) Modal Sendiri EBIT + Penyusutan Capital Employed Kas, Bank & Srt Berharga Kewajiban Lancar Aktiva Lancar Kewajiban Lancar Total Piutang Usaha Total Pendapatan Usaha Total Persediaan Total Pendapatan Usaha Total Pendapatan Capital Employed Total Modal Sendiri - (*) Total Asset - (*) X 100% > 15% 124,372 587,288 455,325 2,570,292 345,898 1,242,607 1,554,797 1,242,607 368,378 3,633,229 684,872 3,633,229 3,753,022 2,570,292 730,620 2,589,252 X 100% 21,18% 20.00 20.00 RUMUS STANDAR REALISASI HASIL PENILAIAN BOBOT SKOR

2

Return On Invesment (ROI)

X 100%

> 18%

X 100%

17,71%

15.00

13.50

3

Rasio Kas

X 100%

>= 35%

X 100%

27,84%

5.00

4.00

4

Rasio Lancar

X 100%

>= 125%

X 100%

125,12%

5.00

5.00

5

Collection Periods

X 366 hr

<= 60 hr

X 366 hr

37 hr

5.00

5.00

6

Perputaran Persediaan

X 366 hr

<= 60 hr

X 366 hr

69 hr

5.00

4.50

7

Perputaran Total Asset (TATO) Rasio TMS Thd TA (TMS Thd TA) SUB JUMLAH Aspek Operasional

X 100%

> 120%

X 100%

146,02%

5.00

5.00

8

X 100%

30%<= x <40%

X 100%

28,22%

10.00 70.00

7.25 64.25

1

Efisiensi Produksi (Pemakaian B.Baku/PBB) Produksi & Pengadaan (Pupuk dan Non Pupuk) Produktivitas Tenaga Kerja (Total Pend. Usaha/TPU) Keselamatan Kerja (Penilaian Independen) SUB JUMLAH Aspek Administrasi

Realisasi Rata2 PBB Anggaran Rata2 PBB Realisasi Prod. & Pengdn Anggaran Prod. & Pengdn Realisasi TPU Per Orang Anggaran TPU Per Orang Realisasi Penilaian K3 Anggaran Penilaian K3

X 100%

<= 100%

3.322298 3.685895 2,693,361 2,377,500 999.513 833.025 96 96

X 100%

90,14%

5.00

5.00

2

X 100%

>= 100%

X 100%

113,29%

5.00

5.00

3

X 100%

>= 100%

X 100%

119,99%

3.00

3.00

4

X 100%

>= 100%

X 100%

100,00%

2.00 15.00

2.00 15.00

1

Laporan Perhit. Tahunan (Audited) Rancangan RKAP

Lapkeu audited disampaikan paling lambat akhir bulan ke-5 stlh tahun buku RKAP disampaikan 60 hari sebelum tahun anggaran ybs Lap. Triwulanan disampaikan paling lambat 1 bln stlh akhir periode lap. ybs

<= akhir bln ke-4 >= 2 bln sblm thn anggaran <= akhir bln ke-1

Akhir bln ke-1 (Tanggal 31 Januari 2005) Lebih dr 2 bln sblm thn anggaran (Tanggal 7 Oktober 2004) Kurang dr 1 bln stlh periode lap. (Tanggal 11 - 14 bln berikutnya)

3.00

3.00

2

3.00

3.00

3

Laporan Periodik (Triwulanan) Kinerja PUKK (Pemb. Ush. Kecil & Koprs) a. Efektivitas Penyaluran

3.00

3.00

4

Dana Yang Disalurkan Dana Yang Tersedia Jum. Rata2 Ttmb Pinjaman Total Pinj. Yang Disalurkan

X 100%

> 90%

6,025 6,282 6,885 16,849

X 100%

95,90%

3.00

3.00

b. Tingkat Kolektibilitas Pengembalian Pinjaman SUB JUMLAH TOTAL NILAI KRITERIA KINERJA

X 100%

> 70%

X 100%

40,86%

3.00 15.00 100.00

2.00 14.00 93.25 AA

SEHAT

Keterangan Kriteria Kinerja : SEHAT terdiri dari : AAA apabila Total Skor (TS) > 95 AA apabila 80 < TS <= 95 A apabila 65 < TS <= 80

Lampiran 2 DASAR PERHITUNGAN PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN PT PETROKIMIA GRESIK TAHUN 2004 SK. MEN. BUMN No. KEP-100/MBU/2002 No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 URAIAN Aktiva Lancar (Current Asset) Kas, Bank, Deposito & Surat Berharga Kewajiban Lancar (Current Liabilities) Piutang Usaha - bruto Piutang Usaha - netto Persediaan Aktiva Tetap Dalam Pelaksanaan (ADP) Total Aktiva (TA) Capital Employed (TA - ADP) Total Modal Sendiri (TMS) = Ekuitas Modal Sendiri (TMS - Laba Berjalan Stlh Pajak ADP) Pendapatan Usaha (realisasi/anggaran) Pendapatan Non Usaha - Penjualan AT Total Pendapatan EBIT Biaya Penyusutan (Depresiasi & Amortisasi) EBIT + Biaya Penyusutan Laba Setelah Pajak Efisiensi Produksi (realisasi/anggaran) Rata-rata Pemakaian Bahan Baku Produksi & Pengadaan (realisasi/anggaran) : Pupuk Urea Pupuk SP-36 Pupuk ZA Pupuk Phonska Pupuk DAP Pupuk NPK Kebomas Cement Retarder Aluminium Fluorida Crude Gypsum CO2 Cair Total Produksi & Pengadaan Tenaga Kerja (realisasi/anggaran) Dana PUKK Yang Disalurkan Dana PUKK Yang Tersedia Kolektibilitas Pinjaman PUKK Tertimbang Total Pinjaman PUKK SATUAN Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Kntm Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton Orang Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 JUMLAH 1,554,797 345,898 1,242,607 375,347 368,378 684,872 143,332 2,713,624 2,570,292 854,992 587,288 3,633,229 / 3,035,544 119,793 3,753,022 358,441 96,884 455,325 124,372 3,322298 / 3,685895 507,957 / 385,000 778,032 / 735,000 688,901 / 590,000 203,424 / 140,000 10,993 / 20,000 32,013 / 10,000 361,012 / 400,000 6,412 / 6,000 95,274 / 80,500 9,343 / 11,000 2,693,361 / 2,377,500 3,635 / 3,644 6,025 6,282 6,885 16,849

10

11

12 13 14

15 16 17 18 19

BPK RI

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

PT PETROKIMIA GRESIK
KEPATUHAN TERHADAP PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DAN PENGENDALIAN INTERN

Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2004

Nomor Tanggal

: 02.B/AUDITAMA V/GA/01/2005 : 31 Januari 2005

Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Jalan Gatot Subroto No. 31 Jakarta 10210 Telp. (021) 5700380, 5738740, 5720957, 5738727, 5704395 s.d. 9 pesawat 511 Fax. (021) 5700380, 5723995

d 2004 senilai Rp21. 3.765.03 ribu belum diakui oleh Guizhou Wengfu Chemi-Phos & Exp Corp China ………………. Hak PT Petrokimia Gresik atas klaim pada pembelian bahan baku Rock Phosphate sebesar US$349..692. 4. A.. PT Petrokimia Gresik belum menerima pembayaran atas bagi hasil pendapatan jasa pelabuhan periode tahun 1996 s.. Tindak lanjut Hasil Pemeriksaan tahun 2003 ……………………… 1 A.939..22 juta namun belum diambil oleh unit peminta barang ……………………………………………………………… 5.DAFTAR ISI I. 2. Terdapat sisa barang yang sudah dibeli dari tahun 2001 s. PT Petrokimia Gresik terlambat menyetorkan PPN Impor dan PPh 22 Impor kepada Negara ………………………………………….22 juta ………………………………. B. Penjualan jasa kepada PT Petro Oxo Nusantara berpotensi merugikan perusahaan sebesar US$1. LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN ATAS KEPATUHAN TERHADAP PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN Laporan Auditor Independen …………………………………………… Lampiran A 1. Tindak lanjut Hasil Pemeriksaan tahun 2003 ……………………… LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN ATAS KEPATUHAN TERHADAP PENGENDALIAN INTERN Laporan Auditor Independen …………………………………………… Lampiran B 1. PT Petrokimia Gresik tidak melakukan rekonsiliasi bank secara teratur ……………………………………………………………… 6.d 2002 dari PT Pelindo III sebesar Rp1.18 ribu ………………… 2.171. Keputusan RUPS tentang penggunaan laba bersih untuk Program Bina Lingkungan tidak sesuai dengan ketentuan ………………….. B. 3. 3 4 7 9 II. 4. Penjualan pupuk sebesar Rp5. 10 13 15 17 20 22 25 .44 juta tidak sesuai ketentuan Perjanjian Fasilitas Kredit Ketahanan Pangan …………………….

Standar tersebut mengharuskan kami merencanakan dan melaksanakan audit untuk memperoleh keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material. kami tidak menyatakan suatu pendapat seperti itu. peraturan. tujuan audit kami atas laporan keuangan adalah tidak untuk menyatakan pendapat atas keseluruhan kepatuhan terhadap pasal-pasal tersebut. Sebagai bagian dari pemerolehan keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material. berkaitan dengan unsur yang kami uji. dalam semua hal yang material.B/AUDITAMA V/GA/01/2005 LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Kami telah mengaudit laporan keuangan PT Petrokimia Gresik tanggal 31 Desember 2004 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. dan persyaratan bantuan. kami melakukan pengujian terhadap kepatuhan PT Petrokimia Gresik terhadap pasal-pasal tertentu hukum. Kami melaksanakan audit berdasarkan Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan standar auditing yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. kontrak. Kepatuhan perusahaan terhadap hukum. pasal-pasal yang kami sebut BPK RI/AUDITAMA V . peraturan. dan telah menerbitkan laporan Nomor : 02. Namun. Oleh karena itu.BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA Nomor : 02. dan persyaratan bantuan yang berlaku bagi PT Petrokimia Gresik merupakan tanggung jawab manajemen.A/AUDITAMA V/GA/01/2005 tanggal 31 Januari 2005. Hasil pengujian kami menunjukkan bahwa. kontrak. PT Petrokimia Gresik mematuhi.

Auditor Utama Keuangan Negara V Penanggung Jawab Audit. Ak. dan persyaratan bantuan disertai saran perbaikannya yang kami kemukakan pada lampiran A. Misnoto. MA. pasal-pasal tersebut. tidak ada satupun yang kami ketahui yang menyebabkan kami percaya bahwa PT Petrokimia Gresik tidak mematuhi. Register Negara No. peraturan. Namun kami mencatat masalah-masalah tertentu yang tidak material berkaitan dengan kepatuhan PT Petrokimia Gresik terhadap pasal-pasal tertentu hukum. kontrak. dalam semua hal yang material. 31 Januari 2005 2 BPK RI/AUDITAMA V . D-1416 Jakarta. Drs.dalam paragraf di atas. Berkaitan dengan unsur yang tidak kami uji.

589.957.470.535. Pada setiap impor bahan baku.01/21/MI/2004 tanggal 14 Juni 2004 tentang PO-PO yang belum diselesaikan prosedur pabeannya. Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan secara uji petik diketahui terdapat beberapa Order Pembelian (Purchasing Order/PO) yang belum diselesaikan prosedur pabeannya (belum dibebaskan dari wewenang Bea dan Cukai). ammonium sulfat. yang ditujukan kepada Biro Keuangan dinyatakan bahwa PT PG mempunyai kewajiban pajak impor sebesar Rp71. Selanjutnya dengan Memo No. asam fosfat.645.017.01/21/MI/2005 tanggal 10 Januari 2005 dinyatakan bahwa posisi kewajiban pajak impor per 10 Januari 2005 adalah sebesar Rp48. Jumlah kewajiban tersebut terus terakumulasi sejak bulan Oktober 2003. Sesuai Memo Departemen Distribusi Wilayah I Nomor 817/06/LG.037/11/LG. kalium klorida dan belerang. superfosfat. Prosedur Pengadaan Bahan Baku menyebutkan bahwa pada setiap rencana kedatangan kapal yang akan mengirim bahan baku ke PT PG.616. PT Petrokimia Gresik terlambat menyetorkan PPN Impor dan PPh 22 Impor kepada Negara PT Petrokimia Gresik (PT PG) memenuhi kebutuhan bahan baku untuk memproduksi pupuk dengan cara pembelian lokal dan impor.02.309. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Departemen Distribusi Wilayah I dan Memo dari Departemen Distribusi Wilayah I yang ditujukan kepada Biro Perencanaan dan Gudang Material cq.022/01/LG.236.52. Selanjutnya Bagian Paransi menyiapkan Surat Setoran Pabean Cukai Pajak (SSPCP) dan diserahkan ke Bagian Perbendaharaan untuk dilakukan pembayaran.02. BPK RI/AUDITAMA V . Bahan baku yang diimpor antara lain amoniak. Bagian Gudang diketahui bahwa atas bahan baku tersebut sudah dilakukan pembongkaran.02. Biro Pengadaan membuat pemberitahuan kepada Departemen Distribusi Sarana dan Pemasaran (Disransar) disertai lampiran spesifikasi bahan baku yang akan diserahkan ke PT PG sesuai dengan spesifikasi yang ada dalam kontrak antara PT PG dengan suplier bahan baku tersebut.96. Disransar PT PG akan menyiapkan Pemberitahuan Impor Barang (PIB) yang kemudian diserahkan kepada Bagian Pajak dan Asuransi (Paransi).Lampiran A 1.01/21/MI/2004 tanggal 22 Nopember 2004 kepada Biro Keuangan dinyatakan bahwa jumlah kewajiban pajak impor per 22 Nopember 2004 adalah sebesar Rp127. Sedangkan sesuai Memo No.98.

589. PT PG menjelaskan bahwa pembayaran sisa kewajiban sebesar Rp48. UU No.363. b.Dari hasil pemeriksaan secara uji petik atas General Ledger (GL) PT PG Tahun Buku 2004 diketahui bahwa pelunasan pembayaran PPN Impor dan PPh 22 Impor pada umumnya terlambat dan baru dilunasi pada bulan Nopember dan Desember 2004.98 telah dilakukan pada bulan Januari 2005. Selain itu UU No.18 tahun 2000 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan Barang Mewah Pasal 11 ayat (1) jo Pasal 33 Peraturan Pemerintah No.236. Dari saldo tersebut terdapat saldo sub akun 4 BPK RI/AUDITAMA V .590. Hal tersebut disebabkan PT PG lalai dalam memenuhi kewajiban penyetoran pajak impor kepada Negara.98.50 tahun 1994 menyebutkan bahwa saat terutang untuk impor Barang Kena Pajak terjadi pada saat Barang Kena Pajak dimasukkan ke dalam Daerah Pabean Indonesia. Untuk selanjutnya kewajiban perpajakan atas impor yang terdiri dari PPh pasal 22 dan PPN impor akan ditingkatkan monitoringnya sehingga tidak akan terjadi lagi keterlambatan pelaporan dan pembayaran pajak. 2. dikenakan sanksi administrasi berupa denda bunga sebesar 2% (dua persen) sebulan yang dihitung dari jatuh tempo pembayaran.309.16 tahun 2000 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan Pasal 9 ayat (2a) menyatakan bahwa apabila pembayaran atau penyetoran pajak sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) atau ayat (2) dilakukan setelah tanggal jatuh tempo pembayaran atau penyetoran pajak.309.236.589. Hal tersebut mengakibatkan a. Negara terlambat menerima pembayaran PPN Impor dan PPh 22 Impor dari PT PG sebesar Rp48. BPK RI menyarankan agar PT PG mematuhi ketentuan perundang-undangan tentang perpajakan dan melakukan penyetoran secara tertib dan tepat waktu.00.819. dan bagian dari bulan dihitung penuh 1 (satu) bulan. Keputusan RUPS tentang penggunaan laba bersih untuk Program Bina Lingkungan tidak sesuai dengan ketentuan Berdasarkan Laporan Keuangan PT PG per 31 Desember 2004 diketahui saldo akun Hutang Lain-lain sebesar Rp43. PT PG berpotensi dikenakan sanksi administrasi sebesar 2% per bulan atas keterlambatan penyetoran pajak.

000 Rp 1.519.100 Rp17.00 dan Rp2.000 Rp 1.000 Rp 821. Laba th 1973 sd 1988 2.730.714.087.00 sehingga masih terdapat saldo per 31 Desember 2004 sebesar Rp3.000.321.d. Penyaluran th 2002 6.990.833.000. Laba th 2002 utk Pembinaan Wilayah 8.180.000 Rp 1.833.180.548.000 Rp21.072.871 Rp 8.000. Dipindah ke cadangan 5.212.548.950 Rp 350.512.00 atau sekitar 1% dan 2% dari seluruh total laba bersih konsolidasian.990.00 sedangkan jumlah yang sudah disalurkan sebesar Rp17. Dana tersebut merupakan dana pemegang saham/Pemerintah yang disisihkan dari pembagian laba dengan perolehan dana dan penggunaan dana terinci sebagai berikut: PEROLEHAN DANA 1. Bantuan bencana alam Jumlah SISA DANA Rp 5. Pemindahan cad dasar SK Menkeu 702/M/D/82 3.000 Rp 932.180.015.175.000.714.000.353.175. Penyaluran th 2000 4.000.214.500 Tabel di atas menunjukkan bahwa jumlah Dana Pra Sejahtera dan Sosial. RUPS antara lain menetapkan penggunaan dana untuk Program Kemitraan dan Bina Lingkungan masingmasing sebesar Rp1. Pemindahan sisa dana pendidikan sd th 1988 4.000 Rp 2.000. Laba th 2003 utk Pembinaan Wilayah Jumlah PENGGUNAAN DANA 1.321 Rp 3.375.495.175. Partisipasi sd th 1999 2.877.175.460 Rp 821.127.335.000 Rp 22.821. Laba th 95-99/Pemb kel pra sejahtera &sejahtera I 5.537. 5 BPK RI/AUDITAMA V .272.500.180.738.000 Rp 3. Pendidikan dan Pembinaan Wilayah atas penyisihan laba dari Tahun Buku 1973 s. Penyaluran th 2004 8.335.767 Rp 655. Laba th 2000 utk Pembinaan Wilayah 6. Penyaluran th 2003 7.821 Rp 6. Dari Risalah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT PG tentang Persetujuan Laporan Tahunan Pengesahan Perhitungan Tahunan dan Penggunaan Laba Bersih Tahun Buku 2003 yang dilaksanakan tanggal 1 Juni 2004 diketahui bahwa laba bersih konsolidasian PT PG Tahun Buku 2003 sebesar Rp108.00.900 Rp 2.00. Dalam jumlah perolehan dana tersebut diantaranya merupakan perolehan dari laba Tahun Buku 2003 sebesar Rp2.000. Pendidikan dan Pembinaan Wilayah sebesar Rp3.877. Proyek LIK Gresik 3.Dana Pra Sejahtera dan Sosial.00.759.094 Rp 4.714.514.00 atau 2% dari laba bersih konsolidasian. 2003 adalah sebesar Rp21.000.212.500. Laba th 2001 utk Pembinaan Wilayah 7.678.590.020.335.

hasil bunga deposito dan atau jasa giro dari dana Program Bina Lingkungan. hasil bunga pinjaman.600.180. Pendidikan & Pembinaan Wilayah tersebut seharusnya disetorkan ke rekening Program Bina Lingkungan dan dikelola oleh unit PKBL.175.00 akan disampaikan/dilaporkan dalam RUPS kinerja tahun 2004. Ayat (3) Besarnya dana Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan yang berasal dari penyisihan laba setelah pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) ditetapkan oleh RUPS untuk PERSERO dan Menteri untuk PERUM. Pendidikan dan Pembinaan Wilayah per 31 Desember 2003 sebesar Rp5. Ayat (2) Dana Program Bina Lingkungan bersumber dari penyisihan laba setelah pajak maksimal sebesar 1% (satu persen). selaras dengan pelaksanaan Keputusan Menteri BUMN No.714.335.00 yang belum disalurkan.500. Hal tersebut mengakibatkan pengalokasian laba bersih tahun buku 2003 untuk Program Bina Lingkungan sebesar Rp2.600.KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan Badan Usaha Milik Negara dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan.089.Ketentuan tentang penetapan dan penggunaan dana untuk Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan diatur dalam Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. Hal tersebut terjadi karena RUPS dalam menetapkan alokasi laba bersih tidak mempertimbangkan adanya saldo Dana Prasejahtera & Sosial. Bab III pasal 8 Keputusan Menteri BUMN tersebut menyatakan: Ayat (1) Dana Program Kemitraan bersumber dari penyisihan laba setelah pajak sebesar 1% (satu persen) sampai dengan 3% (tiga persen). saldo Dana Prasejahtera & Sosial. RUPS seharusnya tidak perlu lagi mengalokasikan dana untuk Program Bina Lingkungan. dan pelimpahan dana Program Kemitraan dari BUMN lain.00. Di sisi lain.000.00 tidak tepat sasaran dan dapat digunakan untuk kepentingan lain.872. jika ada.872. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003. Ayat (4) Dalam kondisi tertentu besarnya dana Program Bina Lingkungan yang berasal dari penyisihan laba setelah pajak ditetapkan lain dengan persetujuan Menteri/RUPS Dengan pertimbangan perusahaan masih mempunyai saldo Dana Pra Sejahtera dan Sosial. bunga deposito dan atau jasa giro dari dana Program Kemitraan setelah dikurangi beban operasional. Pendidikan & Pembinaan Wilayah sebesar Rp5. 6 BPK RI/AUDITAMA V . PT PG menjelaskan bahwa sisa dana sebesar Rp3.089.

06/ SP/2001 tanggal 21 Pebruari 2001 dengan penjamin Perum SPU.06/54/SP/2002 tanggal 16 Juli 2002 dengan penjamin PT Askrindo. PT PG dapat melakukan pendistribusian pupuk yang dimulai dengan membuat perjanjian penjualan paket pupuk Phonska antara PT PG dengan Kelompok Tani. Kelompok Tani yang telah mendapat persetujuan dari PT PG dan memenuhi persyaratan yang telah ditentukan dapat mengajukan permohonan fasilitas KKP kepada PT Bank Bukopin. Selanjutnya akan dibuat Perjanjian Kredit dengan Kelompok Tani yang telah disetujui PT Bank Bukopin untuk mendapat KKP. 382/07/TU.692. BASTB merupakan dasar PT PG untuk membuat faktur penjualan yang dipakai untuk mengakui adanya piutang. dan (2) Perjanjian No. Penjualan pupuk sebesar Rp5. 3. Selanjutnya PT Bank Bukopin melakukan penelitian dan memberikan keputusan kredit. KKP merupakan peminjaman uang berdasarkan persetujuan pinjam meminjam antara PT Bank Bukopin dengan Kelompok Tani yang membeli paket pupuk Phonska dari PT PG yang dituangkan dalam Perjanjian Kredit.04. Fasilitas KKP ini mendapat penjaminan dari Perum Sarana Pengembangan Usaha (Perum SPU) dan PT Asuransi Kredit Indonesia (PT Askrindo). Dalam perjanjian tersebut dinyatakan bahwa Kelompok Tani wajib melunasi hutangnya setelah jangka waktu tertentu ditambah bunga dan atau denda tunggakan. Sedangkan untuk 7 BPK RI/AUDITAMA V .BPK RI menyarankan agar dalam RUPS kinerja tahun 2004. yaitu : (1) Perjanjian No. dan pada akhirnya dibuat Berita Acara Serah Terima Barang (BASTB) antara PT PG dengan Kelompok Tani. Permohonan kredit tersebut harus dilengkapi dengan antara lain rencana kebutuhan kredit berdasarkan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang dibuat oleh Kelompok Tani dan telah disetujui baik oleh Dinas teknis terkait maupun PT PG yang akan menentukan jumlah pagu pokok pinjaman. Penjualan pupuk PT PG dengan fasilitas KKP dilaksanakan dalam tahun 2001 dan 2002 yang dituangkan dalam dua perjanjian. Setelah adanya Perjanjian Kredit. penetapan alokasi laba bersih untuk Program Bina Lingkungan memperhatikan saldo yang belum tersalurkan.113/02/TU.04.44 juta tidak sesuai ketentuan Perjanjian Fasilitas Kredit Ketahanan Pangan PT PG melakukan penjualan pupuk Urea. ZA dan Phonska yang disebut dengan paket pupuk Phonska kepada Kelompok Tani dengan dukungan fasilitas kredit untuk produksi pertanian atau Kredit Ketahanan Pangan (KKP) dari PT Bank Bukopin.

943. 8 BPK RI/AUDITAMA V . Berdasarkan laporan per 31 Mei 2002 sesuai Memo No.470.00 sehingga terdapat penjualan paket pupuk Phonska yang telah dilakukan PT PG dalam kerangka fasilitas KKP diperkirakan sebesar Rp6. PT PG mengakui adanya pelunasan piutang.320.581.246. Dengan adanya pembayaran dari PT Bank Bukopin dan bukti transfer.02/54/MI/2002 tanggal 24 Juni 2002 diketahui bahwa PT PG diperkirakan sudah menyalurkan pupuk sebesar Rp22.227.00 yang belum mendapat persetujuan dari PT Bank Bukopin.50 dan dalam tahun 2004 (s. PT PG mengalihkannya sebagai penjualan kredit PT PG.PT Bank Bukopin. Berdasarkan data perkembangan pinjaman Kelompok Tani peserta KKP diketahui bahwa jumlah penjualan pupuk kepada Kelompok Tani sebesar Rp5.50 c.50 3.620.417.442. 3.000.085. Rincian penjualan pupuk tersebut adalah sebagai berikut : No. PT PG sudah menyalurkan pupuk kepada Kelompok Tani sebelum fasilitas KKP disetujui oleh PT Bank Bukopin dan Perjanjian Kredit dibuat.441.170.466.50 belum seluruhnya dilunasi.50. PT PG telah menerima pembayaran dari Kelompok Tani sebesar Rp4.00.02. 1.50 dan yang belum dilunasi (piutang) sebesar Rp1.290.547.692.675.692.251. Propinsi Jawa Timur Jawa Tengah Jawa Barat Jumlah Nilai Penyaluran Pupuk (Rp) 2.992.402.547.50.606. Dari hasil pemeriksaan atas penjualan pupuk dengan fasilitas KKP dapat dikemukakan hal-hal berikut : a.441.498. tetapi fasilitas KKP yang sudah disetujui PT Bank Bukopin dan dibuat Perjanjian Kreditnya baru sebesar Rp15.814. 2.692.441.612.00. b. Dengan demikian jumlah pembayaran yang telah diterima PT PG seluruhnya sebesar Rp4.441. Berdasarkan data perkembangan pinjaman Kelompok Tani peserta KKP per akhir Nopember 2004 diketahui bahwa jumlah pengalihan yang menjadi penjualan kredit PT PG adalah sebesar Rp5.d akhir Nopember) menerima pembayaran sebesar Rp25. Hal ini menunjukkan terdapat penjualan paket pupuk Phonska dalam kerangka fasilitas KKP yang tidak mendapat persetujuan KKP dari PT Bank Bukopin sebesar Rp5.367.108.099.709.984.00 49.225. Terhadap penjualan paket pupuk Phonska dalam kerangka fasilitas KKP yang tidak memperoleh persetujuan kredit dari PT Bank Bukopin.00.1/06/KU.00 5.077. Sampai dengan akhir Desember 2003. BASTB digunakan untuk mencairkan KKP kepada Kelompok Tani dan langsung dipindahbukukan ke rekening PT PG.547.547.692.

seharusnya PT PG tidak menyalurkan pupuk kepada Kelompok Tani sebelum adanya persetujuan dari PT Bank Bukopin.553. BPK RI menyarankan agar PT PG tetap mengupayakan penagihannya dengan lebih intensif. 4.085.70. PT PG telah menerbitkan faktur PPN atas transaksi pembebanan jasa keahlian kepada perusahaan afiliasi. Hal ini terjadi karena PT PG melakukan penyaluran pupuk berdasarkan RDKK yang dibuat Kelompok Tani tanpa adanya persetujuan dari PT Bank Bukopin. akan diupayakan penagihannya dan dilakukan survey untuk mendapatkan data kemampuan petani dalam melunasi piutang. Sedangkan mulai tahun 2004.Sesuai Pasal 2 Perjanjian Kredit untuk produksi pertanian atau KKP yang menggunakan paket pupuk Phonska. yaitu pembebanan jasa keahlian kepada perusahaan afiliasi belum dipungut PPN sebesar Rp362. BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA 9 BPK RI/AUDITAMA V . Atas sisa piutang tersebut. PT PG menjelaskan bahwa hal tersebut terjadi karena petani membutuhkan pupuk dengan segera sedangkan proses administrasi di bank lama. harga. Dalam pasal tersebut antara lain dinyatakan bahwa PT PG melaksanakan penyediaan paket pupuk Phonska sesuai jenis. Hal tersebut mengakibatkan adanya potensi kerugian yaitu resiko tidak tertagihnya piutang diperkirakan sebesar Rp1. Tindak lanjut Hasil Pemeriksaan tahun 2003 Dalam pemeriksaan Tahun Buku 2003 terdapat satu temuan. mutu.943.597. jumlah.470. PT PG telah melaksanakan tindak lanjut temuan tersebut yaitu dengan mencadangkan hutang PPN terhadap karyawan yang diperbantukan kepada perusahaan afiliasi. waktu dan tempat yang tertuang dalam Perjanjian Penjualan antara PT PG dengan Kelompok Tani yang memperoleh fasilitas kredit dari PT Bank Bukopin.00.

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
Nomor : 02.B/AUDITAMA V/GA/01/2005

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Kami telah mengaudit laporan keuangan PT Petrokimia Gresik tanggal 31 Desember 2004 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, dan telah menerbitkan laporan Nomor: 02.A/AUDITAMA V/GA/01/2005 tanggal 31 Januari 2005. Kami melaksanakan audit berdasarkan Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan standar auditing yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Standar tersebut mengharuskan kami untuk merencanakan dan melaksanakan audit untuk memperoleh keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material. Dalam perencanaan dan pelaksanaan audit kami atas laporan keuangan PT Petrokimia Gresik untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004, kami mempertimbangkan pengendalian intern entitas tersebut untuk menentukan prosedur audit yang kami laksanakan untuk menyatakan pendapat kami atas laporan keuangan dan tidak dimaksudkan untuk memberikan keyakinan atas pengendalian intern tersebut. Manajemen PT Petrokimia Gresik bertanggung jawab untuk menyusun dan memelihara suatu pengendalian intern. Dalam memenuhi tanggung jawabnya tersebut, diperlukan estimasi dan pertimbangan dari pihak manajemen tentang taksiran manfaat dan biaya yang berkaitan dengan pengendalian intern. Tujuan suatu pengendalian intern adalah untuk memberikan keyakinan memadai, bukan keyakinan absolut, kepada manajemen bahwa 10
BPK RI/AUDITAMA V

aktiva terjamin keamanannya dari kerugian sebagai akibat pemakaian atau pengeluaran yang tidak diotorisasi dan bahwa transaksi dilaksanakan dengan otorisasi manajemen dan dicatat semestinya untuk memungkinkan penyusunan laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Karena adanya keterbatasan bawaan dalam setiap pengendalian intern, kekeliruan atau ketidakberesan dapat saja terjadi dan tidak terdeteksi. Begitu juga, proyeksi setiap evaluasi atas pengendalian intern ke periode yang akan datang mengandung risiko bahwa suatu prosedur menjadi tidak memadai lagi karena perubahan kondisi yang terjadi atau efektifitas desain dan operasi pengendalian intern tersebut telah berkurang. Untuk tujuan laporan ini, kami menggolongkan pengendalian intern signifikan ke dalam kelompok berikut ini: • Produksi • Pemasaran • Keuangan • Teknologi & Pengembangan • SDM & Umum Untuk semua golongan pengendalian intern tersebut di atas, kami memperoleh pemahaman tentang desain pengendalian intern yang relevan dan apakah pengendalian intern tersebut dioperasikan, serta kami menentukan risiko pengendalian. Pertimbangan kami atas pengendalian intern tidak perlu mengungkapkan semua masalah dalam pengendalian intern yang mungkin merupakan kelemahan material menurut Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan. Suatu kelemahan material adalah kondisi yang dapat dilaporkan yang di dalamnya desain dan operasi satu atau lebih komponen pengendalian intern tidak mengurangi risiko ke tingkat yang relatif rendah tentang terjadinya kekeliruan dan ketidakberesan dalam jumlah yang akan material dalam hubungannya dengan laporan keuangan auditan dan tidak terdeteksi dalam waktu semestinya oleh karyawan dalam melaksanakan normal fungsi yang ditugaskan kepadanya. Kami mencatat bahwa tidak ada masalah berkaitan dengan pengendalian intern dan

11

BPK RI/AUDITAMA V

operasinya yang kami pandang memiliki kelemahan material sebagaimana kami definisikan di atas. Namun, kami mencatat masalah-masalah tertentu berkaitan dengan pengendalian intern dan operasinya disertai saran perbaikannya yang kami kemukakan pada Lampiran B.

Auditor Utama Keuangan Negara V Penanggung Jawab Audit,

Drs. Misnoto, MA, Ak. Register Negara No. D-1416 Jakarta, 31 Januari 2005

12

BPK RI/AUDITAMA V

171. Pada periode tahun 1996 s.Lampiran B 1. yaitu PT Eterindo Anugerah Prakarsa.d April 2001.18 ribu Selain menjual produk pupuk.456/11/01. PT PG telah melakukan penjualan jasa pelabuhan dan persewaan kepada PT Petro Oxo Nusantara (PT PON) dengan tarif khusus atau di bawah tarif yang berlaku umum. PT PON yang didirikan di Jakarta pada tahun 1996 dapat menggunakan pelabuhan PT PG untuk membongkar bahan baku dan memuat produknya dari Pabrik Octanol di Gresik. Tarif umum jasa pelabuhan dan sewa rute pipa masing-masing sebesar US$3. PT PG juga menjual produk non pupuk yang antara lain berupa penjualan produk utilitas. Penjualan jasa kepada PT Petro Oxo Nusantara berpotensi merugikan perusahaan sebesar US$1. Nilai penyertaan saham PT PG yang akan ditempatkan adalah sebesar US$2. Perjanjian ini merupakan pelaksanaan dari perjanjian penyertaan saham di atas yang mengatur masalah penjualan jasa PT PG kepada PT PON atas jasa pelabuhan dan sewa 13 BPK RI/AUDITAMA V . Dengan adanya fasilitas pelabuhan dan sewa rute pipa. PT PG diwakili oleh Direktur Utama. Persiapan penyertaan saham PT PG pada PT PON telah dilakukan dengan ditandatanganinya dokumen berikut : a.50 per ton dan untuk sewa rute pipa sebesar US$1. Octanol adalah bahan kimia dasar berbentuk alkohol cair yang dipergunakan sebagai bahan dalam proses pembuatan plastik. Pemberian tarif khusus tersebut dimaksudkan sebagai bentuk persiapan penyertaan saham PT PG pada PT PON. b. Normal-Butyl Alcohol (NBA). jasa pelabuhan.02/45/SP/ 1996 tanggal 14 Nopember 1996 yang ditandatangani tiga pihak.350. Penyertaan tersebut dilakukan PT PG dalam bentuk antara lain : pemberian harga khusus selama 8 tahun untuk jasa bongkar/muat pelabuhan dan sewa rute pipa.454/11/01.00.000. PT Tirtamas Majutama dan PT PG yang dalam hal ini diwakili oleh Direktur Utama. dan Iso-Butyl Alcohol (IBA).50 per inci meter per tahun. Pabrik Octanol tersebut menghasilkan tiga produk yaitu 2-Ethyl Hexanol (2EH atau Octanol).000.02/45/SP/1996 tanggal 14 Nopember 1996. Surat Perjanjian antara PT PG dengan PT PON tentang Sewa Menyewa Fasilitas No. Sedangkan NBA dan IBA dipergunakan sebagai bahan baku pembuatan cat. dan persewaan. yaitu untuk jasa pelabuhan sebesar US$1.00 dan untuk maksud penyertaan diberikan tarif khusus (50%).00 atau sebesar 5% dari modal sendiri PT PON sebesar US$47. Surat Perjanjian Penyertaan Saham PT PG Dalam PT PON No.000.

rute pipa. Dalam perjanjian dinyatakan bahwa tarif khusus untuk jasa pelabuhan sebesar US$1,50 per ton dan untuk sewa rute pipa sebesar US$1,50 per inci meter per tahun. Tarif khusus tersebut diberikan pada periode tahun 1996 s.d April 2001, sedangkan mulai bulan Mei 2001 PT PG tidak lagi memberikan tarif khusus yaitu untuk jasa pelabuhan sebesar US$3,00 per ton dan untuk sewa rute pipa sebesar US$3,00 per inci meter per tahun. Hal tersebut dilakukan setelah PT PG melakukan analisis dan penelitian mendalam atas rencana penyertaan saham PT PG pada PT PON. Melalui surat No.1454/05/KU.01.04/04/DR/2001 tanggal 15 Mei 2001 yang ditujukan kepada PT PON, PT PG menyatakan tidak ikut dalam penyertaan saham pada PT PON karena kinerja perusahaan tersebut kurang baik. Sedangkan pemberitahuan tentang perubahan tarif masing-masing menjadi sebesar US$3,00 dilakukan melalui surat Kepala Kompartemen Komersial No.1604/05/SA.04.05/23/DR/2001 tanggal 28 Mei 2001. Dengan ketidakikut-sertaan PT PG dalam penyertaan saham, maka PT PG merencanakan akan melakukan addendum atas Surat Perjanjian yang sedang berjalan. Sementara terhadap kekurangan pembayaran yang merupakan nilai persiapan penyertaan yang telah terhimpun s.d April 2001 sebesar US$1.171.178,48, PT PG telah melakukan penagihan kepada PT PON melalui dua faktur dengan rincian sebagai berikut:
No. FAKTUR 0554/FK.JL-FU/2001 0560/FK.JL-FU/2001 TANGGAL URAIAN JUMLAH (US$) 581.678,48 589.500,00 1.171.178,48

28 Mei 2001 Jasa pelabuhan 1998 s.d April 2001 30 Mei 2001 Sewa rute pipa Nov 1996 s.d Nov 2001 Total

Menanggapi kedua surat tersebut di atas dan adanya tagihan tersebut, PT PON melalui surat No.F-PJAR/PKG-035/VII/2001 tanggal 6 Juli 2001 meminta penjelasan kepada PT PG atas kekurangan tagihan biaya sewa tahun 1996 s.d 2001 karena dalam surat PT PG No.1604/05/SA.04.05/23/DR/2001 tanggal 28 Mei 2001 hanya menyebutkan tentang penggunaan tarif baru sebesar US$3,00 mulai bulan Mei 2001. Hal ini menunjukkan PT PON merasa keberatan atas tagihan yang dilakukan oleh PT PG, sehingga sampai dengan akhir bulan Desember 2004 PT PON belum melunasi tagihan tersebut, sementara itu addendum Surat Perjanjian masih dalam proses. Pembuatan addendum tersebut sesuai dengan kesepakatan para pihak yang dituangkan dalam Side Letter No.457/11/01.02/45/SP/1996 tanggal 14 Nopember 1996 yang menyatakan bahwa apabila PT PG tidak jadi ikut dalam penyertaan saham pada PT PON, maka semua Surat Perjanjian yang telah dibuat akan dilakukan perubahan seperlunya sesuai peraturan yang berlaku. Seharusnya addendum atas Surat Perjanjian yang berkaitan dengan persiapan penyertaan saham PT PG pada PT PON telah dibuat dengan merubah tarip khusus yang 14 BPK RI/AUDITAMA V

telah diberikan menjadi tarip umum dalam penggunaan fasilitas PT PG oleh PT PON untuk periode tahun 1996 s.d April 2001. Hal tersebut mengakibatkan PT PG tidak dapat menggunakan dana dari hasil penjualan jasa pelabuhan dan persewaan pada periode tahun 1996 s.d Nopember 2001 sebesar US$1.171.178,48. Masalah tersebut disebabkan PT PG tidak segera mengajukan pembuatan addendum Surat Perjanjian atas ketidakikut-sertaannya dalam penyertaan saham pada PT PON. PT PG menjelaskan bahwa Manajemen PT PG menyadari adanya permasalahan piutang kepada PT PON sebesar US$1.171.178,48. Atas permasalahan tersebut PT PG akan menawarkan penyelesaian kepada PT PON dengan cara melakukan reschedule sebesar US$1.171.178,48. Adanya Surat Perjanjian Penyertaan Saham piutang

No.456/11/01.02/45/SP/1996 tanggal 14 Nopember 1996 dan Surat Perjanjian Sewa Menyewa Fasilitas No.454/11/01.02/45/SP/1996 tanggal 14 Nopember 1996 merupakan persiapan apabila PT PG dapat ikut dalam kepemilikan saham PT PON. BPK RI menyarankan agar PT PG melakukan penagihan secara intensif atas nilai persiapan penyertaan yang sudah terhimpun s.d April 2001 sebesar US$1.171.178,48 dan mempercepat penyelesaian pembuatan addendum Surat Perjanjian. 2. Hak PT Petrokimia Gresik atas klaim pada pembelian bahan baku Rock Phosphate sebesar US$349,03 ribu belum diakui oleh Guizhou Wengfu Chemi-Phos Imp & Exp Corp China PT PG pada tahun 2003 menandatangani kontrak pengadaan bahan baku Rock Phosphate (RP) dengan Guizhou Wengfu Chemi-Phos Imp & Exp Corp (GWCPIEC) China No. WFPGPR0304 tanggal 15 Juli 2003. RP tersebut akan digunakan sebagai bahan baku pupuk SP-36. Jumlah RP yang dibeli sesuai perjanjian adalah 300.000,00 MT dengan jenis low grade, yang akan dikirim dalam 7 kali pengapalan (shipment) mulai Agustus 2003 s.d Juni 2004 berdasarkan Order Pembelian/Purchasing Order (PO) yang diterbitkan oleh PT PG. Kesepakatan yang disetujui kedua belah pihak antara lain adalah pembayaran dilakukan dengan cara menggunakan usance L/C, dan PT PG berhak mengajukan klaim atas kualitas RP yang dikirimkan oleh GWCPIEC jika terdapat perbedaan antara sertifikat kualitas (certificate of analysis) yang dikeluarkan pada saat pemuatan ke kapal dan sertifikat kualitas pada saat tiba di pelabuhan bongkar (discharging) yang dilakukan oleh Sucofindo, dengan ketentuan sebagai berikut:

15

BPK RI/AUDITAMA V

a. Setiap 0,10% penyimpangan kandungan P2O5, PT PG berhak atas klaim sebesar US$0,145/MT. b. Setiap 0,10% penyimpangan kandungan MgO, PT PG berhak atas klaim sebesar US$0,046/MT. c. Setiap 0,10% penyimpangan kandungan H2O, PT PG berhak atas klaim sebesar kelebihan kuantitas H2O dikalikan harga RP. Hasil pemeriksaan terhadap dokumen pengadaan RP dari GWCPIEC adalah sebagai berikut: a. Selama tahun 2004 dilakukan 5 kali pengiriman melalui kapal sebanyak 187.836,00 MT. Setelah tiba di gudang Gresik dilakukan uji kualitas yang dilakukan oleh Sucofindo. Dari hasil uji kualitas diketahui bahwa PO No.352/LN/2004 sebanyak 37.102,00 MT memenuhi standar kualitas yang ditetapkan dalam perjanjian. Sedangkan terhadap 4 PO lainnya yaitu No.865/LN/2003, No.062/LN/2004, No.149/LN/2004 dan No.440/LN/2004 sebanyak 150.734,00 MT, kualitasnya berada di bawah standar yang ditetapkan dalam perjanjian sehingga PT PG berhak atas klaim. b. Terhadap RP yang kualitasnya di bawah standar, PT PG telah mengirimkan surat pemberitahuan kepada GWCPIEC sebanyak 5 kali, terakhir dengan faximili No.86-8516831558/65-62221422 tanggal 6 September 2004. Dalam surat pemberitahuan tersebut dijelaskan bahwa atas PO No.440/LN/2004, PT PG berhak atas klaim sebesar US$81.618,50 setara Rp758.235.865,00 (kurs US$1,00 = Rp9.290,00). Sedangkan untuk 3 PO lainnya jumlah klaim yang diperhitungkan adalah sebesar US$140.987,15 setara Rp1.309.770.623,50 sehingga total perhitungan klaim atas keempat PO tersebut adalah sebesar US$222.605,65 setara Rp2.068.006.488,50. Atas semua klaim tersebut, GWCPIEC belum memberikan tanggapan kepada PT PG sehingga PT PG belum melakukan penagihan. c. Dari hasil perhitungan kembali (rekalkulasi) atas klaim yang sudah diberitahukan kepada GWCPIEC diketahui bahwa dalam perhitungan klaim yang dilakukan oleh PT PG terdapat kekeliruan dan diperhitungkan terlalu kecil dari yang seharusnya. Jumlah perhitungan klaim yang sudah diberitahukan kepada GWCPIEC atas 4 PO tersebut di atas sebesar US$222.605,65 setara Rp2.068.006.488,50 sedangkan hasil perhitungan kembali sebesar US$288.984,60 setara Rp2.684.666.934,00, sehingga terjadi kekurangan perhitungan sebesar US$66.378,95 (US$288.984,60 – US$222.605,65) setara Rp616.660.445,50. 16 BPK RI/AUDITAMA V

36 akan dilakukan setelah GWCPIEC sepakat dengan surat klaim Biro Pengadaan.040.583. PT Petrokimia Gresik belum menerima pembayaran atas bagi hasil pendapatan jasa pelabuhan periode tahun 1996 s. Hal tersebut disebabkan PT PG kurang tegas dalam menerapkan isi kontrak No.76 setara Rp557.76) setara Rp3.22 juta Laporan Keuangan PT PG per 31 Desember 2004 antara lain menunjukkan saldo akun Piutang lain-lain sebesar Rp49.508. Hal tersebut mengakibatkan PT PG tidak dapat memanfaatkan dana dengan segera sebesar US$349.00 MT dan 41.00.040. 3. BPK RI menyarankan agar PT PG melakukan penagihan klaim kepada GWCPIEC atas pengiriman barang yang tidak sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan dalam kontrak.WFPGPR0405 tanggal 13 Juli 2004.619/LN/2004 dan No.210.234. Masa berlaku kontrak adalah sejak ditandatangani kontrak s. PT PG menjelaskan bahwa pihaknya telah mengajukan surat klaim kepada Guizhou Wengfu Chemi-Phos Imp & Exp Corp China dan penagihan klaim secara financial sebesar US$349.242.40.445.40.663/LN/2004 masing-masing sebanyak 36.d.829.445.491. Dari jumlah tersebut diantaranya terdapat piutang 17 BPK RI/AUDITAMA V .619/LN/2004 kualitasnya di bawah standar yang ditetapkan.444.40.242.594.025.984. Isi dari kontrak baru tersebut sama dengan kontrak sebelumnya.765.60 + US$60. PT PG seharusnya menghitung klaim secara cermat atas kualitas RP yang tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan dalam kontrak dan segera melakukan penagihan.36 (US$288.d 2002 dari PT Pelindo III sebesar Rp1.284.778.WFPGPR0304 tanggal 15 Juli 2003 dan WFPGPR0405 tanggal 13 Juli 2004 atas pengiriman RP yang dilakukan oleh GWCPIEC yang kualitasnya di bawah standar. Hasil perhitungan atas penyimpangan kualitas yang menjadi hak atas klaim PT PG adalah sebesar US$60.660.025.00 yang terdiri dari piutang kepada pihak ketiga sebesar Rp23.36 setara Rp3. Dengan demikian secara keseluruhan PT PG berhak atas klaim sebesar US$349.00 MT.299.025. Pada tahun 2004 PT PG mengikat kontrak baru dengan GWCPIEC dengan kontrak No.693.d September 2005.00 dan piutang kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebesar Rp26.017. Selama tahun 2004 GWCPIEC telah melakukan dua kali pengiriman dengan PO No. Hasil uji kualitas yang dilakukan Sucofindo menunjukkan bahwa RP atas PO No.594.

Sedangkan untuk tarif sewa permukaan air diperlakukan tarif Pelabuhan Gresik.765. 4.223. Adapun pembagian hasil pendapatan jasa-jasa pelabuhan yang dipungut dari pihak ketiga ditetapkan sebagai berikut: No 1. Penyerahan hasil pendapatan jasa-jasa pelabuhan oleh masing-masing pihak dilakukan paling lambat tanggal 15 bulan berikutnya. Cara pelaksanaan pungutan jasa pelabuhan diatur dan ditetapkan oleh Pihak Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. PT PG telah mengeluarkan faktur tagihan dari bulan April 1996 s. 2. bongkar. namun PT Pelindo III belum melakukan pembayaran. 3.765.42 yang merupakan pendapatan di luar usaha yaitu tagihan atas bagi hasil pendapatan pengelolaan jasa pelabuhan periode tahun 1996 s. Untuk tagihan periode tahun 1996 s. Berdasarkan nota tagihan tersebut. Salinan perhitungan nota tagihan kepada pihak ketiga atas pemakaian jasa pelabuhan dikirim kepada PT PG.223. PT PG tidak pernah lagi melakukan penagihan atau mengupayakan rekonsiliasi sehingga sd tanggal 31 Desember 2004 saldo piutang PT PG kepada PT Pelindo III tidak ada mutasi sama sekali. muat dan bunker baik untuk kapal-kapal milik.42.758. hirepurchase dan kapal-kapal lain yang digunakan untuk mengangkut barang-barang guna keperluan pihak kedua dan atau barang pihak ketiga. PT Pelindo III menyediakan semua blanko pemakaian-pemakaian jasa pelabuhan oleh pihak ketiga sekaligus melakukan penagihannya. PT PG membuat faktur tagihan kepada PT Pelindo untuk mendapatkan bagi hasil jasa pelabuhan.758. Dalam pengelolaan jasa pelabuhan tersebut.d Maret 2002.d 2002. yang berlaku surut terhitung mulai tanggal 7 Agustus 1979. Dalam SPK antara lain dinyatakan bahwa Dermaga Khusus PT PG digunakan untuk tambat/sandar. charter. Tarif jasa pelabuhan ditetapkan sesuai dengan peraturan dan ketentuan tarif yang berlaku di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. sedangkan PT PG hanya mengadministrasikan dan menagih penjualan air kepada pihak ketiga. Sejak tagihan terakhir bulan Maret 2002. 18 BPK RI/AUDITAMA V .d 2002 sebesar Rp1. Keterangan Uang tambat Wharfage/Uang Dermaga Pas Pelabuhan Penjualan Air PT PG 50% 50% 50% 80% PT Pelindo III 50% 50% 50% 20% Dalam pengelolaan dermaga tersebut. Dalam SPK tersebut PT Pelindo III diwakili oleh Administrator Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. PT PG telah mengikat perjanjian dengan PT Pelindo III dengan Surat Perjanjian Kerjasama (SPK) Nomor 82/301/1980 ---513/IX/SPK/J/DIR/1980 tanggal 23 September 1980 tentang Pengelolaan Dermaga Khusus Petrokimia.kepada PT Pelindo III sebesar Rp1.

336. Seharusnya bagi hasil pendapatan jasa pelabuhan dapat diterima PT PG paling lambat setiap tanggal 15 bulan berikutnya.72 274. namun masih memerlukan rekonsiliasi lebih lanjut. 1. 63 tahun 2002 tentang Tarif Jasa Pelayanan Kepelabuhanan oleh Penyelenggara Pelabuhan di Kabupaten Gresik. Saldo piutang PT PG kepada PT Pelindo III per 31 Desember 2004 sebesar Rp1.00 2. 4. Dengan dikeluarkannya keputusan ini maka pengelolaan jasa Kepelabuhanan Dermaga Khusus PT PG tidak lagi dilakukan oleh PT Pelindo III melainkan diambil alih oleh Pemda Kabupaten Gresik. pada tanggal 20 Nopember 2001 Pemerintah Daerah Gresik mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) No.758.556.223.968.735.895.758.19 tahun 2001 tentang Kepelabuhanan di Kabupaten Gresik.223.765.146. 7.219.458.34 1. Hal tersebut disebabkan PT PG tidak aktif melakukan penagihan atau rekonsiliasi dengan PT Pelindo III.758.Sejalan dengan pelaksanaan otonomi daerah.42 yang merupakan bagi hasil jasa pelabuhan dari tahun 1996 sd 2002 dapat dirinci sebagai berikut: No.840. PT PG menjelaskan bahwa atas piutang sebesar Rp1.710. Asal piutang Faktur th 1996 Faktur th 1997 Faktur th 1998 Faktur th 1999 Faktur th 2000 Faktur th 2001 Faktur th 2002 Jumlah Nilai 1. Pasal 11 ayat (3) Perda tersebut menyatakan bahwa kewenangan pengelolaan wilayah perairan dalam batas 4 mil dari daratan sepanjang teritorial wilayah daratan kabupaten Gresik berada ditangan Pemerintah Kabupaten Gresik.689.00 1. pada tanggal 11 Juli 2002 Bupati/Kepala Pemerintah Daerah Kabupaten Gresik mengeluarkan Keputusan No.765.42 Atas jumlah piutang tersebut oleh Bagian Akuntansi PT PG telah dilakukan penyisihan sebesar 100% karena tidak ada mutasi pembayaran lebih dari dua tahun.50 24.758. 5.105. 2. Menindaklanjuti Perda tersebut.765.42.765.36 2.223. 6. 3.50 1. Hal tersebut mengakibatkan timbulnya piutang macet PT PG kepada PT Pelindo III per 31 Desember 2004 sebesar Rp1. 19 BPK RI/AUDITAMA V .782.194.42 tersebut telah dilakukan penagihan kepada PT Pelindo III pada tanggal 13 Januari 2005 dan telah dilakukan rekonsiliasi pada tanggal 14 Januari 2005.800.223.

113.581.20 Jumlah Total *) yang dicatat saat kedatangan barang adalah nomor terima barang (TB) 20 BPK RI/AUDITAMA V .840.997.00 31.772.10 82.83 180. 3.58 120.270. 5 Departemen) baik pembelian dalam negeri maupun pembelian impor.915.76 13. Biro Pengadaan PT PG melakukan pembelian barang yang diminta oleh unit peminta barang/user (dhi.000.239.699.656.00 10.00 280.637.496.22 juta namun belum diambil oleh unit peminta barang Selama tahun 2004.774.20 dengan rincian sebagai berikut: No. dengan kategori intransit (I) atau suku cadang penyangga (Z).00 82.27 1.120.167.772.963.926.463.120.320.118.652.027.822.126.579.900.886.900.074.427.831.d bulan Nopember 2004 masih terdapat barang yang telah dibeli dan diterima namun belum diambil oleh unit peminta barang senilai Rp13.956.047.459.818.054.677.00 0.956.963.915.509.00 0.714.01 Har II 185.00 426.483. Status barang tersebut adalah stock item (SI).285.343.224.001.00 284.00 21.411. 4.00 0.00 35. Pemeliharaan III (Har III) Dep.00 3.27 Departemen Har III 35. 5.931.76 0.560.774.085.351.750.074.920.54 444.00 161.828.818.956.00 5.427.106.150.754.184.503.980.015. Prasarana Pabrik & Kawasan (PPK) Dep.000.833.150.00 0.01 3.00 467.408.d 2004 senilai Rp21.d Nopember 2004 dengan rincian waktu.00 78.00 1.25 44.00 17.912.16 467.16 PPK 12.91 325.491.106.673.655.BPK RI menyarankan agar PT PG segera melakukan rekonsiliasi lebih lanjut untuk menetapkan jumlah yang pasti dan selanjutnya melakukan penagihan secara intensif.833. Pemeliharaan II (Har II) Dep.00 56.578. 2.00 14.825.838.997.833.043.00 426.00 9.00 158.00 Latsin 160.581.00 128.00 3.909.32 36.939. 1. unit peminta barang dan nilai sebagai berikut: Bulan Har I *) Januari Pebruari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember 7.750.350.100.85 214.00 8.936.027.117.00 212.477.498. dimana apabila barang tersebut sudah datang maka harus langsung diambil dan dipakai oleh unit peminta barang.133.744.558.76 13.074.00 0.285.00 106.00 116.40 254.170.063.470.00 64.483. Pemeliharaan I (Har I) Dep.293.00 88.225. Berdasarkan data yang diperoleh dari Bagian Perencanaan dan Pengendalian Biro Pengadaan (Candal Ro Daan) diketahui bahwa s.080. Peralatan & Permesinan (Latsin) Jumlah Nilai (Rp) 7.758.896. 4.96 169.20 Jumlah tersebut merupakan barang yang datang dari bulan Januari s.219. Terdapat sisa barang yang sudah dibeli dari tahun 2001 s. Unit Peminta Barang (User) Dep.00 448.

489.36 1.654.68 2.842.354. Seharusnya barang yang sudah dibeli oleh Ro Daan atas permintaan user dengan kategori intransit atau suku cadang penyangga segera diambil dari gudang logistik Ro Daan dan langsung dipakai.946. User 2001 1.907.221.00 433.255.370.853.120. 1.Berdasarkan penjelasan dari PT PG diketahui bahwa belum diambilnya barang tersebut antara lain dikarenakan barang yang akan diganti ternyata masih bisa diperbaiki dan dipakai lagi serta ketika diperlukan barang tersebut belum datang.74 1.00 91.98 22.500.300.354. di Departemen Prasarana Pabrik & Kawasan sebesar Rp1.875.249.462.45.829.946. di Departemen Pemeliharaan II sebesar Rp1. 2.681.009.206.896.896.864. 5.107. 3.00 936.489.483.163.729.253.00 900. 4.81 1.59 231.145.360.099.000. Departemen Pemeliharaan I Pemeliharaan II Pemeliharaan III Prasarana Pabrik & Kawasan Peralatan & Permesinan Jumlah Nilai (Rp) 17. 2.46 2003 16.22 Jumlah Dari jumlah tersebut diketahui bahwa pada tahun 2004 terjadi mutasi di Departemen Pemeliharaan I sebesar Rp10.362.800.945.07 28.81 1.455.196.00 36.95 1.557.538.714. yaitu jumlah barang yang sudah dibeli namun belum diambil oleh unit peminta barang sebesar Rp24.41.483.023.78 24.259.639.538.249. 3.00 88.00 0.854.023.321. atau seluruhnya sebesar Rp15.729.789.76 17.921.417.00 0.639.98.181.175. 21 BPK RI/AUDITAMA V .00 0.708.861.825.00 Pengadaan tahun 2002 1. 5.697.259.816.232.800.22 Berdasarkan hasil pemeriksaan secara uji petik atas administrasi dan fisik barang yang belum diambil diketahui bahwa dari jumlah barang yang belum diambil per 31 Desember 2003 ternyata diantaranya terdapat barang yang berasal dari pengadaan tahun 2001 dan 2002 dengan rincian sebagai berikut: No.322.00 936.108.729.108.68 3.00 dan di Departemen Peralatan & Permesinan sebesar Rp897. Pemeliharaan I Pemeliharaan II Pemeliharaan III Prasarana Pabrik & Kawasan Peralatan & Permesinan Jumlah 3. Hal yang sama terjadi juga pada tahun 2003.161.109.71.907.81 sehingga sisa barang yang belum diambil per 29 Desember 2004 seluruhnya sebesar Rp8.95 1.692.096.886.106.78 24.829.840.80 1.190.000.000.206.557.289.681.708.68 3.639.878.557.000.22. di Departemen Pemeliharaan III sebesar Rp2.383.259.67. Rincian barang yang belum diambil per 31 Desember 2003 terjadi pada Departemen berikut: No. 4.

Dep Har II.477 milyar merupakan barang insurance dan sisanya sebesar Rp6.61 (Rp13. 2002 dan 2003 sebesar Rp8.956.20 + Rp8. Selain itu petugas Keuangan harus melakukan rekonsiliasi bank setiap akhir bulan secara teratur sehingga diharapkan saldo bank menurut pembukuan selalu sesuai dengan saldo fisik yang ada di banknya.842. Dep Har II. diantaranya sebesar Rp2.387 milyar akan dipasang oleh Dep Har I.383. BPK RI menyarankan agar Bagian Candal pada kelima unit peminta barang tersebut dalam mengajukan permintaan pembelian barang disesuaikan dengan kebutuhan senyatanya. b.074. PT Petrokimia Gresik tidak melakukan rekonsiliasi bank secara teratur Dalam rangka membentuk pengendalian internal yang baik terhadap pengelolaan dana. Hal tersebut disebabkan: a. Perencanaan dan pengendalian pada kelima unit peminta barang tersebut di atas tidak berjalan dengan baik.833. Terjadi pembelian barang yang tidak tepat waktu dan tidak tepat sasaran. PT PG menyimpan dana operasional perusahaan pada 10 bank dalam 37 rekening yang terdiri dari rekening giro aktif sebanyak 29 rekening untuk operasional perusahaan 22 BPK RI/AUDITAMA V . Beberapa ciri pengendalian internal yang baik atas transaksi penerimaan dan pengeluaran uang adalah adanya pemisahan fungsi tugas dan tanggungjawab antara yang menerima dan mengeluarkan uang dengan yang melakukan pencatatan. Sedangkan sisa barang yang belum diambil oleh unit pemakai periode 2001. Selain itu agar Bagian Candal pada Biro Pengadaan lebih cermat lagi memproses setiap permintaan pembelian dari unit peminta barang. 5.Hal tersebut mengakibatkan terjadi pengendapan dana yang tidak efektif sebesar Rp21. maka perusahaan akan menerapkan prosedur kerja agar tercipta suatu pengendalian atas penerimaan dan pengeluaran uang. yang memberikan otorisasi atas penerimaan dan pengeluaran uang.074 milyar. Dep Har III. diantaranya sebesar Rp 1.864.886.939. Dep Har III.485 milyar merupakan barang insurance (suku cadang penyangga) dan sisanya sebesar Rp11. Dep PPK dan Dep Latsin pada tahun 2005 pada saat Perbaikan Tahunan dan untuk kebutuhan/pemeliharaan rutin.41). PT PG menjelaskan bahwa sisa barang yang belum diambil oleh unit pemakai dari Januari s.d Nopember 2004 sebesar Rp13.864 milyar. Dep PPK dan Dep Latsin pada tahun 2005 pada saat Perbaikan Tahunan dan untuk kebutuhan/pemeliharaan rutin.217.589 milyar akan dipasang oleh Dep Har I.

Standard Chartered Bank. BNI. Oleh karena tidak pernah dilakukan rekonsiliasi bank secara teratur. timbulnya dana outstanding tersebut karena belum dilakukan pembukuan atas sejumlah uang masuk di bank atas pembayaran distributor yang belum dapat diidentifikasikan dan juga karena terjadi penumpukan (overload) pekerjaan di Seksi Penagihan sehingga terlambat dalam membukukan uang yang telah diterima. Bank Mandiri. Rekonsiliasi bank hanya dilakukan pada akhir tahun yaitu bulan Desember bersamaan dengan penyusunan laporan keuangan akhir tahun perusahaan. Bank DBS Indonesia dan Bank Hongkong Shanghai Bank Corporation (HSBC).dan 8 rekening untuk penyaluran Kredit Modal Kerja dan Kredit Investasi. Bank Syariah Mandiri. Citybank. Bagian Keuangan selama ini memperlakukan dana yang outstanding tersebut tetap tersimpan dalam rekening bank sebagai rekening yang belum diketahui. Kesepuluh bank yang mengelola dana perusahaan tersebut adalah BCA. Namun Seksi Penagihan kadang-kadang mengalami kesulitan terhadap pelunasan yang dilakukan distributor dengan cara transfer bank atau melalui ATM karena tidak ada keterangan yang jelas. Sedangkan yang menjadi dasar jumlah saldo bank di laporan keuangan interim adalah saldo bank menurut pembukuan Akuntansi. Pada akhir tahun. Seksi Penagihan mempunyai tugas mencatat hasil penagihan atau pelunasan atas penjualan setiap bulan yang antara lain dari distributor dengan mengecek transaksi penerimaan masuk dari rekening koran bank dan mencocokkan dengan catatan dari Bagian Pemasaran. Dana outstanding ini berdampak pada saldo piutang usaha setiap akhir bulan. dana outstanding yang belum diketahui sumbernya akan dibukukan sebagai Uang Muka Penjualan. Seksi Pembayaran dan Seksi Pengelolaan dana. Rekonsiliasi bank di PT PG merupakan tugas dari Seksi Pengelolaan Dana dan dijelaskan bahwa selama tahun 2004 rekonsiliasi bank tidak dilakukan secara teratur setiap bulan. 23 BPK RI/AUDITAMA V . Bukopin. Menurut penjelasan Biro Keuangan. BRI. Bagian Perbendaharaan membawahi Seksi Penagihan. Biro Keuangan terdiri dari dua bagian. Untuk pelunasan yang belum dapat ditelusuri tersebut dananya tetap tersimpan dalam rekening bank. yaitu Perbendaharaan dan Pajak & Asuransi (Paransi). Berdasarkan struktur organisasi PT PG. maka setiap bulan akan selalu terdapat selisih atas penerimaan uang antara pembukuan Akuntansi dengan saldo rekening bank secara fisik sehingga jumlah penerimaan dana akan terus terakumulasi dan menjadi dana outstanding.

Informasi saldo bank yang terdapat dalam Laporan Keuangan Bulanan tidak mencerminkan posisi yang sesungguhnya sehingga dapat mempengaruhi keputusan yang diambil oleh Manajemen sebagai pengguna laporan keuangan b. BPK RI menyarankan agar PT PG: a. Hal tersebut mengakibatkan: a. Rincian perbedaan tersebut adalah sebagai berikut: a. Oktober dan Nopember tahun 2004. Timbulnya dana outstanding yang mempengaruhi nilai saldo piutang usaha setiap akhir bulan. Pada bulan Juni 2004. saldo rekening koran lebih besar Rp60 milyar c. Belum ada kebijakan mengenai kapan dan bagaimana rekonsiliasi bank harus dilakukan. Terbatasnya sumber daya manusia yang melakukan rekonsiliasi bank. rekonsiliasi bank telah dilakukan dan untuk periode selanjutnya akan melakukan rekonsiliasi bank secara periodik (bulanan). b.Bagian Keuangan mengalami kendala untuk melakukan rekonsiliasi bank karena yang menangani rekonsiliasi bank hanya dilakukan oleh satu orang petugas sedangkan jumlah rekening bank yang digunakan ada 29 rekening giro dan dilakukan setiap bulan. Melakukan rekonsiliasi bank secara teratur setiap bulan sehingga dapat diperoleh informasi keuangan yang akurat dan tepat waktu. saldo rekening koran lebih besar Rp69 milyar d. Hal tersebut disebabkan: a. Pada bulan Nopember 2004. PT PG menjelaskan pada bulan Desember 2004. Pada bulan Oktober 2004. 24 BPK RI/AUDITAMA V . Juni. c. Dari hasil pemeriksaan dapat diketahui bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara saldo bank menurut rekening koran dengan saldo menurut pembukuan Akuntansi. saldo rekening koran lebih besar Rp87 milyar PT PG seharusnya melakukan rekonsiliasi bank secara teratur setiap bulan dan bila terdapat selisih segera menyesuaikannya sehingga saldo bank di pembukuan selalu sesuai dengan saldo fisik yang ada di bank. yaitu saldo rekening bank lebih tinggi dari saldo menurut buku pada bulan Januari. saldo rekening koran lebih besar Rp42 milyar b. Tujuan sistem akuntansi sebagai salah satu sarana pengaman asset perusahaan tidak tercapai. Pada bulan Januari 2004.

Menyusun kebijakan dan prosedur mengenai pelaksanaan rekonsilasi bank dan kapan rekonsiliasi tersebut harus dilakukan. Tindak lanjut Hasil Pemeriksaan tahun 2003 Dalam pemeriksaan tahun buku 2003 terdapat 2 (dua) temuan. Hal tersebut dilakukan agar PT PG tidak menanggung beban sewa gudang atas sisa pupuk milik Distributor yang masih tersimpan di gudang penyangga.b. PT PG telah memberlakukan pemberian sanksi denda terhadap keterlambatan penebusan DO. Tindak lanjut mengenai pembagian beban biaya gudang. Pelaksanaan pembinaan industri kecil kapur dan fosfat alam yang diserahkan pelaksanaannya kepada PT Graha Cipta Sarana (PT GCS) tidak sesuai dengan Surat Direktur Produksi No. BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA 25 BPK RI/AUDITAMA V . Perjanjian Kerjasama Sewa Gudang dengan PT Bhanda Ghara Reksa (PT BGR) belum sepenuhnya selaras dengan SPJB antara PT PG dengan Distributor Pupuk. Tindak lanjut terhadap temuan tersebut adalah PT PG telah memutus kontrak dengan PT GCS. Mulai tahun 2004 pelaksanaan pembinaan industri kecil kapur dan fosfat alam dilakukan oleh Biro Pengadaan PT PG b. 6.1400/05/HU.03/13/DR/2000 tanggal 19 Mei 2000.03. terutama mengenai pembagian beban biaya gudang. Kedua temuan tersebut dan tindak lanjutnya adalah: a. karena PT GCS tidak melakukan kewajiban berupa pembinaan kepada industri kecil. Temuan tersebut seluruhnya telah ditindaklanjuti pada tahun 2004 dan dinyatakan selesai.

9 pesawat 511 Fax. (021) 5700380.BPK RI LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN LAPORAN PENGELOLAAN PROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL) PT PETROKIMIA GRESIK Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2004 Nomor Tanggal : 02. 5704395 s.C/AUDITAMA V/01/2005 : 18 Januari 2005 Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Jalan Gatot Subroto No. (021) 5700380. 31 Jakarta 10210 Telp. 5723995 . 5738740. 5738727. 5720957.d.

Hasil Audit Pengelolaan Dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan ………………………………………………………….DAFTAR ISI BAB I BAB II SIMPULAN HASIL AUDIT URAIAN AUDIT 1.. 5. Sumber dan Penggunaan Dana ……………………………………… 8. 2. 7.. Struktur Organisasi …………………………. Ruang Lingkup dan Periode yang Diaudit …………………………. Dasar Audit ……………………………………. Lampiran 8 16 20 6 6 6 7 7 Hal 1 . Sifat dan Tujuan Audit …….. Dasar Pengelolaan Dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan ..……….. 4.……………………… 6. 3.……………………………………….…………. Hal-hal Yang Perlu Mendapat Perhatian ……………………………...

perencanaan.00 telah direalisasikan dalam bentuk pinjaman atau dan hibah untuk Realisasi Program Kemitraan dana sebesar sebesar Rp6.024.10% dari realisasi tahun 2003 sebesar Rp4. Standar tersebut mengharuskan kami memberikan penilaian atas efektifitas. Tanggung jawab kami terletak pada hasil penilaian atas laporan keuangan dan pengelolaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan PKBL berdasarkan audit kami. penggunaan Rp6.000.00 tersebut merupakan 154. Laporan keuangan dan laporan mengenai pengelolaan PKBL merupakan tanggung jawab manajemen. Anggaran dan realisasi Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Realisasi dana Program Kemitraan dilaksanakan dalam bentuk pemberian pinjaman modal kerja/investasi serta bantuan hibah.900.SIMPULAN HASIL AUDIT Kami telah mengaudit Laporan Keuangan dan Laporan mengenai pengelolaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) PT Petrokimia Gresik untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004. Audit dilaksanakan dari tanggal 6 Desember 2004 sampai dengan 18 Januari 2005.90%.00 atau 133. Simpulan atas audit tersebut adalah sebagai berikut: 1. efisiensi dan keekonomisan serta kepatuhan pada peraturan yang berlaku.090.630. Sedangkan dana Bina Lingkungan yang tersedia pada tahun 2004 sebesar Rp2.282.658.370.658.201. Kami melaksanakan audit berdasarkan Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan Badan Pemeriksa Keuangan. sistem pengendalian manajemen dan pelaksanaan operasi Program.202.526. Berdasarkan dana Program Kemitraan yang tersedia pada tahun 2004 sebesar Rp6.00. Standar Auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia serta aturan lainnya yang diberlakukan pemerintah terhadap pengelolaan PKBL.48% dari Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Program Kemitraan tahun 2004 sebesar Rp3.370. Suatu audit meliputi evaluasi terhadap bukti. review dan analisa terhadap kebijakan.008.614. Hasil audit pengelolaan dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Dari audit atas pengelolaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) PT Petrokimia Gresik (PT PG) untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 dapat dikemukakan sebagai berikut: a.00 telah BPK RI/AUDITAMA V .378.024.000.00 95.

00.958. Ketua Pelaksana Badan Pembinaan dan Pengembangan Industri Kecil (BPPIK) PT PG telah menyusun program kerja kemitraan 2004 seperti yang tertuang dalam RKA PKBL tahun 2004.00 atau 88. Realisasi penggunaan dana Bina Lingkungan sebesar Rp1.000.030.14% dari realisasi tahun 2003 sebesar Rp1.808.000.direalisasikan untuk pelaksanaan Bina Lingkungan berupa bantuan bencana alam.000. PT PG juga bekerjasama dengan PT Gresik Cipta Sejahtera (PT GCS) dalam pembinaan mitra binaan. 3) Pemantauan Pemantauan merupakan kegiatan yang sangat penting untuk memperoleh informasi mengenai perkembangan mitra binaan.108. jumlah mitra binaan yang akan dibina sebanyak 200 mitra binaan dengan rencana alokasi sebesar Rp4.00 atau 169. Efektivitas Kegiatan Manajerial Bagian PKBL PT PG 1) Perencanaan Dalam tahun 2004.958.782. bantuan pengembangan prasarana dan sarana umum.00.00 tersebut merupakan 190. Dalam melaksanakan pemantauan terhadap mitra binaan BPPIK juga bekerja sama dengan PT GCS. Berdasarkan RKA PKBL tahun 2004.782.157. demikian juga mengenai bantuan kepada masyarakat lingkungan sekitar perusahaan.888.95%.030. RKA tersebut digunakan sebagai acuan pengelolaan PKBL 2) Koordinasi Dalam penyaluran bantuan baik untuk kemitraan maupun untuk bina lingkungan telah dilaksanakan koordinasi secara internal pada pelaksana BPPIK dan unit kerja terkait. b. bantuan sarana ibadah serta bantuan peningkatan kesehatan sebesar Rp1.319. Sedangkan rencana alokasi dana bina lingkungan sebesar Rp1.000.319. 5) Pelaporan Pelaporan pengelolaan program kemitraan dan bina lingkungan telah dilakukan sesuai dengan ketentuan.13% dari RKA Bina Lingkungan sebesar Rp1.000.00. bantuan pendidikan masyarakat sekitar.000. 4) Pengadministrasian Pengadministrasian terhadap mitra binaan maupun calon mitra binaan telah dilakukan oleh pelaksana BPPIK. 2 BPK RI/AUDITAMA V .

Ketaatan Terhadap Ketentuan Perundang-Undangan Yang Berlaku Untuk tahun 2004.686.00 dan penggunaan dana sebesar Rp48.0 tersebut telah digunakan untuk Program Kemitraan sebesar Rp44.377.90% dari dana yang tersedia. Demikian halnya dengan Program Bina Lingkungan yang telah dilaksanakan sesuai dengan Surat Menteri Negara BUMN No. pada umumnya PT PG telah melaksanakan Program Kemitraan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku terutama ketentuan mengenai (1) batasan jumlah pembentukan/penyediaan dana Program Kemitraan dan pengalokasiannya dan (2) jenis kegiatan yang diperbolehkan sebagaimana ditetapkan dalam Keputusan Menteri Keuangan RI Nomor 316/KMK.686. Berdasarkan indikator yang ditetapkan dalam Keputusan Surat Keputusan Menteri Negara BUMN No. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan baik untuk pembentukan dana program bina lingkungan dan jenis kegiatan yang diperbolehkan mendapat bantuan. 2. Jumlah kumulatif penggunaan dana dan sampai untuk dengan Program 31 Desember 2004 sebesar sebesar Rp48.323. Tingkat kolektibilitas pengembalian pinjaman mempunyai skor “2” dengan tingkat kolektibilitas pinjaman 40.00.c.016/1994 tanggal 27 Juni 1994 tentang Pedoman Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi Melalui Pemanfaatan Dana dan Bagian Laba BUMN jo Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. kinerja PKBL PT Petrokimia Gresik adalah: Tingkat efektivitas penyaluran dana mempunyai skor “3” dengan tingkat penyaluran dana 95. Kep-100/MBU/2002 tanggal 04 Juni 2002 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Badan Usaha Milik Negara.S-366/M-MBU/2002 tanggal 6 Mei 2002 tentang Program Bina Lingkungan jo Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No.323. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan. d.616.00 Bina Lingkungan 3 BPK RI/AUDITAMA V .627.627.86% dari jumlah seluruh pinjaman.671.377. Sumber dan penggunaan dana Sumber dan penggunaan dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan secara akumulasi sampai dengan 31 Desember 2004 yaitu sumber dana sebesar Rp48.660.966.

Hal tersebut disebabkan PT PG belum melakukan survai secara memadai dan kurang selektif dalam menentukan obyek penerima dana Program BL.00.000.706. Sehingga sisa dana PKBL pada 31 Desember 2004 sebesar Rp282. Permasalahan tersebut mengakibatkan terjadi tumpang tindih penagihan dengan petugas PT GCS dan melanggar perjanjian yang telah disepakati. Permasalahan tersebut mengakibatkan meningkatnya jenjang birokrasi dan diperlukannya koordinasi lebih intensif antara Bagian. b. Pelaksanaan tugas antara Bagian UKK PT Petrokimia Gresik dan PT Gresik Cipta Sejahtera belum sepenuhnya sesuai dengan Surat Perjanjian yang berlaku.280. Terdapat satu (1) temuan pemeriksaan tahun buku 2002 yang masih dalam proses penyelesaian yaitu terdapat uang pembinaan kemitraan usaha tani yang belum dibayarkan kepada petani dan masih berada di distributor pupuk PT Himikarta senilai Rp16. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 dan Surat Edaran Menteri BUMN Nomor SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003. Hal tersebut disebabkan PT PG kurang melakukan penagihan secara intensif. PT Petrokimia Gresik belum membentuk unit Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) yang mandiri. c.00.575. Hal tersebut terjadi karena Bagian UKK berkeinginan untuk menaikkan tingkat pengembalian pinjaman. Terdapat pinjaman macet sebesar Rp220. Pelaksanaan pemberian bantuan Program Bina Lingkungan (BL) belum sepenuhnya mengikuti ketentuan.000.800. 3. Saldo pinjaman tersebut per 31 Desember 2004 sebesar Rp12.475.304.000.00 yang memerlukan usaha khusus dalam penagihannya.00.696. d. e. Hal tersebut disebabkan Direksi PT PG kurang mematuhi ketentuan dalam Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. 4 BPK RI/AUDITAMA V .000. Hal-hal yang perlu mendapat perhatian a.070.00 kurang tepat sasaran.145.00. Biro/Departemen dan Kompartemen dalam struktur organisasi PT PG yang terkait dengan pengelolaan PKBL. Permasalahan tersebut mengakibatkan pemberian bantuan BL sebesar Rp225.Rp3.

Ak. Sulaeman dan H. Direksi PT PG segera membentuk unit PKBL yang mandiri. Pengelola program BL PT PG agar melakukan evaluasi proposal bantuan BL dan berpedoman pada Surat Edaran Menteri BUMN No. d.4. MA. Agar PT PG segera menindaklanjuti temuan yang masih dalam proses penyelesaian. D-1416 Jakarta. Anis di Surabaya. Bagian UKK PT PG melakukan penagihan dengan cara mendatangi langsung maupun dalam bentuk surat dan memberi peringatan tertulis kepada Ketua dan Sekretaris Yayasan Bina Masyarakat Insan Utama (H. e. kami merekomendasikan sebagai berikut : a. Ikhsan Abdullah. 18 Januari 2005 5 BPK RI/AUDITAMA V . S. c. Register Negara No.) di Jakarta dan kepada M. Misnoto. Demikian kesimpulan hasil audit terhadap pengelolaan PKBL PT PG yang dapat kami sampaikan. b. Rekomendasi Terhadap permasalahan di atas.SE. Drs. sedangkan penjelasan lebih lanjut dimuat pada laporan berikut. Auditor Utama Keuangan Negara V Penanggung Jawab Audit.H. Direksi PT PG agar menyempurnakan klausul dalam Surat Perjanjian yang telah dibuat dengan PT GCS khususnya pasal 1 ayat 3 butir b tentang tugas penagihan.433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003 dalam menentukan obyek penerima dana BL.

daya guna dan hasil guna.57/ST/VII-XV. 23 F dan 23 G. SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan. Surat Menteri Negara BUMN No. Dasar Audit a. Surat Tugas Badan Pemeriksa Keuangan No. Sifat dan Tujuan Audit Audit yang kami lakukan merupakan audit keuangan dan operasional atas pengelolaan Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan (PKBL) PT Petrokimia Gresik dengan tujuan untuk menilai efektivitas dan efisiensi pengelolaan program. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 5 tahun 1973 tentang Badan Pemeriksa Keuangan dan peraturan perundangan lainnya yang berlaku. Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. c. c.S-116/MBU/2003 tanggal 21 Maret 2003 tentang Penetapan Alokasi Dana PUKK. serta menilai kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku. BUMN Pembina & Koordinator Pembina di setiap Propinsi Tahun 2004. memberikan rekomendasi perbaikan guna meningkatkan kehematan. 3. Dasar Pengelolaan Dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan a. BUMN Pembina & Koordinator Pembina di setiap Propinsi/Daerah Istimewa Tahun 2003. BPK R1/AUDITAMA V . Surat Menteri Negara BUMN No. d. 2. b. b. perihal penugasan untuk melakukan pemeriksaan atas Laporan Keuangan Tahun Buku 2004 pada PT Petrokimia Gresik dan pemeriksaan atas pengelolaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL). Surat Edaran Menteri BUMN No. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan.S-88/MBU/2004 tanggal 31 Maret 2004 tentang Penetapan Alokasi Dana PUKK.1/9/2004 tanggal 28 September 2004.URAIAN AUDIT 1. Undang-undang Dasar Tahun 1945 pasal 23 E.

4.03. Struktur Organisasi Dalam rangka untuk lebih meningkatkan pelaksanaan Pembinaan dan Pengembangan Industri Kecil. Surat Keputusan Direksi PT Petrokimia Gresik No. g.03.d 31 Desember 2004). Ruang Lingkup dan Periode yang Diaudit Kami melakukan audit atas laporan keuangan dan hasil pengelolaan PKBL PT Petrokimia Gresik tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (tanggal 1 Januari s. : Kepala Biro Pengembangan Usaha : Kepala Bagian Pengembangan Usaha Kecil dan Koperasi : Kepala Biro Keuangan : Direksi PT Petrokimia Gresik c. Dewan Pembina: Ketua Wakil Ketua I Wakil Ketua II Ketua Sekretaris Bendahara : Direktur Teknik : Kepala Kompartemen Pengembangan : Kepala Kompartemen Administrasi dan Keuangan. Direksi PT Petrokimia Gresik membentuk Badan Pembinaan dan Pengembangan Industri Kecil (BPPIK) dengan Surat Keputusan Direksi No.04.097/05/TU.e. Audit dilaksanakan dari tanggal 6 Desember 2004 sampai dengan 18 Januari 2005.205/07/HU. Penasehat b. Kep-100/MBU/2002 tanggal 04 Juni 2002 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Badan Usaha Milik Negara. Surat Keputusan Direksi PT Petrokimia Gresik No. Surat Keputusan Menteri Negara BUMN No. 5.03/31/SK/2003 tanggal 22 Juli 2003 tentang Susunan dan Tugas Badan Pembinaan dan Pengembangan Industri Kecil (BPPIK) PT Petrokimia Gresik.02/30/SK/2002 tanggal 15 Mei 2002 tentang Susunan dan Tugas Pelaksana Program Bina Lingkungan PT Petrokimia Gresik. Adapun bentuk dan susunan anggota BPPIK PT Petrokimia Gresik adalah sebagai berikut: a. f. Pelaksana: Pencatat Pembukuan : Kepala Biro Akuntansi 7 BPK-RI/AUDITAMA V .205/07/HU.03/31/SK/2003 tanggal 22 Juli 2003 tentang Susunan dan Tugas Badan Pembinaan dan Pengembangan Industri Kecil (BPPIK).

6. Anggota : 1. Perbandingan antara realisasi penerimaan dan pengeluaran tahun 2004 dengan anggarannya serta terhadap realisasi tahun sebelumnya adalah sebagai berikut: 8 BPK-RI/AUDITAMA V .04. PT Gresik Cipta Sejahtera (PT GCS) 3. Anggaran dan Realisasi Program Kemitraan dan Bina Lingkungan 1) Program Kemitraan Program Kemitraan yang telah dilakukan oleh BPPIK PT PG adalah pembinaan dibidang permodalan dan hibah yang terdiri dari teknik produksi.d. Karo/Kadep yang terkait 2.097/05/TU. pemasaran dan manajerial. Direksi PT PG membentuk Pelaksana Program Bina Lingkungan dengan Surat Keputusan No. Hasil Audit Pengelolaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Audit atas pengelolaan dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) PT PG untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 dapat dikemukakan sebagai berikut: a. Pengelola Lingkungan Industri Kecil (LIK) Gresik. Sedangkan untuk melaksanakan Program Bina Lingkungan. Susunan Pelaksana Program Bina Lingkungan adalah sebagai berikut: Ketua Sekretaris Bendahara Pencatat Pembukuan Anggota : Sekretaris Perusahaan : Karo Humas : Karo Keuangan : Karo Akuntansi : Karo/Kadep yang terkait.02/30/SK/2002 tanggal 15 Mei 2002 tentang Susunan dan Tugas Pelaksana Program Bina Lingkungan PT Petrokimia Gresik.

900.090 124.401.117 491.000 4. Dana yang tersedia : 1. Penerimaan jasa giro/bunga deposito e.599.874 438.97 152.000.00 Realisasi pembinaan dalam bentuk bantuan pinjaman modal diberikan kepada 174 Mitra Binaan sebesar Rp5.125.470 5.789.623 22.087.397.068.590.78 151.353.242.370.090.024.00.000 4.(Rupiah) REALISASI No Uraian RKA Tahun 2004 (2) Tahun 2003 (3) Tahun 2004 (4) Perbandingan (%) (1) (5)=(4/2) (6)=(4/3) A.65 137.282.658.119.667 343. Biaya Operasional Jumlah Penggunaan Dana 3.48% dari Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Program Kemitraan tahun 2004 sebesar Rp3.000.120.000.000.000 3.024.526.00 atau 133.008.590.196 932.634 0 4.660 450.832 275.96 276.841.69 131.626 14.994. Lain-lain Jumlah dana yang tersedia 1. Penerimaan angsuran pinjaman c.22 11.606.203.400 6.008. Penerimaan bunga pinjaman d. Pinjaman Modal kerja/investasi 2.133.35% dari anggaran sebesar Rp3.990.00.000.980 19.087.30 125.11 153.617.633 338.60 174.026. 9 BPK-RI/AUDITAMA V . Sumber dana : a.191.090 343.10% dari realisasi tahun 2003 sebesar Rp4.75 2.46 C.244.240.300.295.77 181.000 780.00 atau 95.000 208.54 69.98 104. Saldo Awal 2. Saldo Realisasi Program Kemitraan dilaksanakan dalam bentuk pemberian pinjaman modal kerja/investasi serta bantuan hibah yang dimaksudkan untuk membantu meningkatkan dan mengembangkan kegiatan usaha kecil dan koperasi.338. Tingginya realisasi penyaluran tersebut disebabkan ketersediaan dana dari tingkat pengembalian pinjaman yang cukup tinggi dan naiknya realisasi sumber dana dari pembagian laba sebesar Rp1.35 78.90%.03 159.651.196 4.282.97 168.122.00 atau 173.00 tersebut merupakan 154. Berdasarkan dana yang tersedia pada tahun 2004 sebesar Rp6.821.408.948.39 116. Hibah kepada Mitra Binaan 3.000 4.740.000 616. Realisasi penggunaan dana Rp6.000. Penggunaan dana : 1.000.026.470 189.590.990 2.630.993.000 6. Penerimaan alokasi laba tahun 2003 b.000 401.96 B.941.72 134.27 67.295.590.240.108.00 telah direalisasi dalam bentuk pinjaman dan hibah sebesar Rp6.118.078.770 39.071.050 20.000.703.230 4.560 1.120.370 217.370.658.378.703.630 105.000 14.000.27 63.00 yang sebelumnya dianggarkan sebesar Rp1.400.79 129.000.860 173.408.

Perbandingan antara realisasi penerimaan dan pengeluaran tahun 2004 dengan anggarannya serta terhadap realisasi tahun sebelumnya adalah sebagai berikut: 10 BPK-RI/AUDITAMA V . KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan dan Surat Edaran Menteri BUMN No.000.000 100.000.895.200 644.000 150.000.000.00 80.Realisasi hibah untuk mitra binaan dalam bentuk pameran dan promosi.00 atau 78. SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan.000 150.00.320 19.370.98% dari anggarannya sebesar Rp780.99% dari anggaran sebesar Rp250.000 130. bahkan untuk kegiatan forum temu bisnis hanya mencapai Rp644. Dalam pelaksanaannya PT PG mengacu Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No.00 atau 0.950 616.000.000 780. forum temu bisnis.98 Dari sejumlah kegiatan pemberian hibah untuk mitra binaan tahun 2004 hanya kegiatan pameran dan promosi yang melebihi anggaran yaitu sebesar Rp422.000.900 52.000.068.062.26 0.068.00.000 Realisasi 422.000.50% dari anggaran sebesar Rp130.000. partisipasi dalam kegiatan koordinasi BUMN serta untuk sarana dan prasarana LIK adalah sebesar Rp616.320.465. forum temu bisnis. konsultasi bisnis.465.000. partisipasi dalam kegiatan koordinasi BUMN serta untuk sarana dan prasarana LIK masih dibawah anggarannya.71 78.000. Sedangkan untuk kegiatan lain yaitu konsultasi bisnis.370 Persentase 168. 2) Bina Lingkungan Pengelolaan Program Bina Lingkungan telah dilaksanakan dengan memberikan bantuan kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan kepedulian terhadap pembinaan masyarakat terutama di sekitar lokasi perusahaan.000.00 atau 168.50 19.00 dengan rincian sebagai berikut: Bidang Pameran dan promosi Konsultasi bisnis Forum temu bisnis Partisipasi dalam kegiatan koord BUMN Sarana dan prasaran LIK Jumlah Anggaran 250.000 121.99 35.000.900.

030.000.94 1.050 484.10 1.242.726.000 1.000.000 12.65 168.50 190.28 143.726.218.353.958.370.958.156.13 Realisasi penyaluran bantuan untuk bina lingkungan tahun 2004 untuk semua kegiatan diatas anggarannya.14 64.75 168.91 15.978.000 1.14 163.182 13.000 200. biaya pembangunan prasarana dan sarana umum.000 339.180.556.990.44 46. bantuan sarana ibadah dan bantuan peningkatan kesehatan.640 (129.000.782 243.000.000 7.990 650.000 1.00 yang sebelumnya dianggarkan sebesar Rp1.000.000 Biaya operasional Jumlah penggunaan dana Saldo per 31 Desember 2004 30.420 194.000.614.03 233.295.31 169.030.306.850 129.000 0 1. Sumber dana : Saldo awal Penerimaan alokasi laba tahun 2003 Bunga deposito/tabungan/jasa giro Dana belum dialokasi Jumlah dana tersedia 1.294.250 231.026.780.782 % 119.63 211.06 46.562 2.295.900 540.175. 11 BPK-RI/AUDITAMA V .000) 2.782.000.2.202 940.000.000 Realisasi 59.486.150 454.808. Tingginya realisasi penyaluran bantuan tersebut disebabkan ketersediaan dana dari naiknya realisasi sumber dana dari pembagian laba sebesar Rp2.319.500.000.15 202.000.00 dengan rincian sebagai berikut: Bidang Bantuan bencana alam Bantuan pendidikan masyarakat sekitar Bantuan pengembangan prasarana dan sarana umum Bantuan sarana ibadah Bantuan peningkatan kesehatan Biaya operasional Jumlah Anggaran 50.153.09 256.180.433.542.888 1.026.949.958.000.319.000.600 932.50 190.000 211.500.042.030.319.250 1.00 atau 190.600 1.000.814.(Rupiah) RKA No Keterangan (1) Realisasi Tahun 2003 (3) Th 2004 (2) Tahun 2004 (4) Perbandingan (%) (5)=(4/2) (6)=(4/3) A.574.00.944.55 PT PG telah mengupayakan agar bantuan bina lingkungan yang diberikan dalam bentuk fisik dapat bermanfaat bagi masyarakat di sekitar lingkungan perusahaan yaitu bantuan bencana alam.157.40 227.806.663.13% dari anggaran sebesar Rp1.000 12.000. bantuan pendidikan masyarakat sekitar.145.888 148.500.201.600 1.632 13.562 1.433.260 1.175.000 1.000 30. Penggunaan Dana Pelaksanaan Program Bina Lingkungan 1.13 1. Realisasi pelaksanan program bina lingkungan tahun 2004 sebesar Rp1.450 148.30 59.94 211.000 200.949.450 404.911.

Efektivitas kegiatan manajerial bagian PKBL PT PG 1) Perencanaan Dalam tahun 2004. 3) Pemantauan Jumlah mitra binaan tahun 2004 sebanyak 174 mitra binaan.000. 4) Pengadministrasian Pengadministrasian terhadap mitra binaan maupun calon mitra binaan telah dilakukan oleh pelaksana BPPIK. peningkatan kemampuan modal kerja.030.108. jumlah mitra yang akan dibina sebanyak 200 mitra dengan rencana alokasi sebesar Rp4. jumlah tersebut turun apabila dibandingkan dengan jumlah mitra binaan tahun 2003 sebanyak 202 mitra binaan. PT PG juga mengadakan kerjasama dengan PT Gresik Cipta Sejahtera (PT GCS) dalam hal pembinaan usaha kecil yang meliputi peningkatan kemampuan manajerial. Selain itu. 12 BPK-RI/AUDITAMA V .000. 5) Pelaporan Pelaporan pengelolaan program kemitraan dan bina lingkungan telah dilakukan sesuai dengan ketentuan dari Menteri Negara BUMN. peningkatan kemampuan pemasaran. PT PG telah menyusun program kerja kemitraan 2004 seperti yang tertuang dalam RKA PKBL tahun 2004. Berdasarkan RKA PKBL tahun 2004. 2) Koordinasi Dalam penyaluran bantuan baik untuk kemitraan maupun untuk bina lingkungan telah dilaksanakan koordinasi secara internal pada pelaksana BPPIK dan semua unit yang terkait dengan PKBL.00. demikian juga mengenai bantuan kepada masyarakat lingkungan sekitar perusahaan. Sedangkan rencana alokasi dana bina lingkungan sebesar Rp1. Kegiatan pemantauan terhadap mitra binaan secara terus-menerus sangat penting guna memperoleh informasi mengenai perkembangan mitra binaan dan meningkatkan tingkat pengembalian pinjaman.00. RKA tersebut digunakan sebagai acuan pengelolaan kegiatan PKBL. peningkatan kemampuan ketrampilan teknik produksi.b. Dalam melaksanakan pemantauan terhadap mitra binaan.000.000. BPPIK juga bekerja sama dengan PT GCS.

448.733. Demikian halnya dengan Program Bina Lingkungan yang telah dilaksanakan sesuai dengan Surat Menteri Negara BUMN No.823. KEP236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan baik untuk pembentukan dana program bina lingkungan dan jenis kegiatan yang diperbolehkan mendapat bantuan. Rp396.564.895.247.00 atau sisa pinjamannya sebesar Rp17.00 dan Rp21.00 yang dapat dikelompokkan dalam kategori Lancar.227.252.Rp21. Ragu-ragu dan Macet yang masing-masing sebesar Rp6.744.609.00 dan Rp9.219. Rp69.00 Rp1.00).00 (Rp38.848.648.403. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan. pada umumnya PT PG telah melaksanakan Program Kemitraan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku terutama ketentuan mengenai (1) batasan jumlah pembentukan/penyediaan dana Program Kemitraan dan pengalokasiannya dan (2) jenis kegiatan yang diperbolehkan sebagaimana ditetapkan dalam Keputusan Menteri Keuangan RI Nomor 316/KMK. Kinerja program kemitraan dan bina lingkungan 1) Kinerja Program Kemitraan a) Perkembangan mitra binaan Sampai dengan 31 Desember 2004 BPPIK PT PG telah membina mitra binaan sebanyak 174 mitra.227.500.486. yang terdiri dari usaha kecil sebanyak 170 mitra binaan dan koperasi sebanyak 4 mitra binaan. sebesar Rp399.971. Kurang Lancar.663. d.402.00 .364.187.828.00 terdiri dari: − Pinjaman eks.971.557. Ketaatan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku Untuk tahun 2004.648.00 sudah dapat persetujuan RUPS untuk dihapusbukukan pada tahun 2000 sehingga sisa pinjaman menjadi Rp16.564.S-366/M-MBU/2002 tanggal 6 Mei 2002 tentang Program Bina Lingkungan jo Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. Pinjaman macet sebesar Rp9.882.016/1994 tanggal 27 Juni 1994 tentang Pedoman Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi Melalui Pemanfaatan Dana dan Bagian Laba BUMN jo Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No.00. Proyek Agro Bisnis (PAB) 13 BPK-RI/AUDITAMA V .500.192.209. Dari sisa pinjaman tersebut.827.895.192.c.252.364.00. b) Perkembangan penyaluran pinjaman Realisasi penyaluran pinjaman dan pengembalian dana Program Kemitraan sampai dengan 31 Desember 2004 masing-masing sebesar Rp38.00.

00 yang merupakan angsuran pokok dan bunga masing-masing sebesar Rp13. SH. Pihak manajemen terus berupaya melakukan penyelesaian sesuai Komitmen Manajemen tanggal 10 Januari 2003 yang ditandatangani oleh Direktur Teknik dan diketahui oleh Direktur Utama PT PG.770. Sekretaris II dan Bendahara Koperasi telah menyatakan berhutang dengan sungguh-sungguh dan sah kepada PT PG.769.− Pinjaman Kop.J/VII/2004/Reskim tanggal 21 Juli 2004. Jumlah angsuran selama tahun 2004 sebesar Rp14.439.BP/83. pihak kepolisian telah mengirimkan Berkas Perkara kepada Kepala Kejaksaan Negeri Gresik. PT PG juga telah melaporkan kasus ini ke Polres Gresik pada tanggal 17 November 2003. Kep-100/MBU/2002 tanggal 04 Juni 2002 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Badan Usaha Milik Negara adalah sebagai berikut: penyaluran pinjaman dan kolektibilitas pengembalian 14 BPK-RI/AUDITAMA V .000. Tunggakan pinjaman Koperasi BIK karena dana yang telah disalurkan kepada Kelompok Tani disalahgunakan oleh Koperasi BIK.00. Bina Insan Kamil (BIK) − Pinjaman Usaha Kecil/Koperasi lainnya Rp3.425.260.00.209. Ketua II.440. Sekretaris I.00 Rp4.00 PAB merupakan proyek yang dibentuk manajemen yang salah satu tujuannya adalah pengenalan pupuk Phonska ke petani dengan cara pemberian pinjaman yang sebagian pendanaannya dibiayai dengan dana PUKK.061. c) Efektivitas pinjaman Kinerja Program Kemitraan dalam efektifitas penyaluran pinjaman dan tingkat kolektibilitas pengembalian pinjaman sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Negara BUMN No. Pengurus Koperasi BIK yang diwakili oleh Ketua I. Tunggakan sebesar Rp1.0 terdiri dari sisa pinjaman tahun 2000 dan 2001 yang masing-masing sebesar Rp1.827.00.00 dan Rp486.380.720.280.428.893.28 tanggal 28 Pebruari 2003 yang dikeluarkan Notaris Lukman Hakim Gusti.341.00 dan Rp387.404.402. Sesuai dengan Surat Kapolres Gresik No.000.758. Berdasarkan Akta Notaris No.393. Jumlah angsuran selama tahun 2004 sebesar Rp24.

823.370.00 x 100% 6.008.35 57.282.00 (2) Tingkat kolektibilitas penyaluran pinjaman adalah sebagai berikut: Rata-rata tertimbang kolektibilitas pinjaman PT PG: 15 BPK-RI/AUDITAMA V .90% Tabel daftar penilaian tingkat penyerapan dana Program Kemitraan Penyerapan (%) > 90 85 s/d 90 80 s/d 85 Skor 3 2 1 < 80 0 Tingkat Kolektibilitas Pengembalian Pinjaman Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Negara BUMN No.733.Indikator 1.895.96 0. untuk menghitung tingkat kolektibilitas pinjaman Program Kemitraan PT PG sebagai berikut: (1) Analisis kolektibilitas pinjaman Uraian Lancar Kurang lancar Ragu-ragu Macet Jumlah Jumlah Pinjaman 6.27 100.663 9. Kep- 100/MBU/2002 tanggal 04 Juni 2002 dan contoh perhitungan yang diberikan dalam Surat tersebut.648.557 Prosentase 39. Tingkat kolektibilitas pengembalian pinjaman Total Skor 3 2 5 Efektifitas Penyaluran Dana Jumlah dana yang disalurkan Jumlah dana yang tersedia 6.564 16.42 2.658.609.00 = X 100% 95.024.848.630.486.882 396. Efektifitas Penyaluran 2.448 69.403.

201.564.00 Rp 6.448. bunga deposito dan atau jasa giro dari dana Program kemitraan setelah dikurangi beban operasional 3) Pelimpahan dana Program Kemitraan dari BUMN lain.884.00 25% x Macet 0% x 9.121.733.367.202.893.557.448.403.75 Rp 0.025.958.893. Dana Program Bina Lingkungan bersumber dari: 1) Penyisihan laba setelah pajak maksimal sebesar 1 % (satu persen) 16 BPK-RI/AUDITAMA V .782.95% dari dana yang tersedia sebesar Rp2.Lancar Kurang Lancar Ragu-ragu 100% x 6.609.882.00 x 100% = 40. Sumber dan Penggunaan Dana Berdasarkan Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan Badan Usaha Milik Negara dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan melalui Pemanfaatan dana dari bagian laba BUMN.50 Rp 99.648.00 396.025. Dana Program Kemitraan yaitu: 1) Penyisihan laba setelah pajak sebesar 1 % (satu persen) sampai dengan 3 % (tiga persen) 2) Hasil bunga pinjaman.733.00.663.614.00 X 100% Tabel daftar penilaian tingkat pengembalian dana Program Kemitraan Tingkat Pengembalian (%) Skor > 70 3 40 s/d 70 2 10 s/d 40 1 < 10 0 2) Kinerja Program Bina Lingkungan Selama tahun 2004 realisasi penyaluran dana program bina lingkungan sebesar Rp1. Realisasi tersebut mencapai 88.00 Rata-rata tertimbang kolektibilitas pinjaman Tingkat kolektibilitas pinjaman: Rata-rata tertimbang kolektibilitas pinjaman PK Jumlah seluruh pinjaman 6.403.884.665.00 75% x 69.911.00 Rp 52.00 digunakan untuk bantuan kepada masyarakat di lingkungan perusahaan.848.00 16. jika ada. dana yang dipergunakan untuk pembinaan berasal dari: a.895.486. b.823.319. 7.86% = = = = = Rp 6.

Hasil bunga yang berasal dari penempatan dana pembinaan yang belum tersalurkan.323.710.600 3.401.268 320. Sumber dan penggunaan dana PKBL secara akumulasi sampai dengan 31 Desember 2004 yaitu sumber dana sebesar Rp48.252. Penggunaan Dana: Program Kemitraan 1.668.725.323.860 243.2) Hasil bunga deposito dan atau jasa giro dari dana Program Bina Lingkungan.671.695.598.764 1.377.070 48.171 44.490 48.461.660.364.881 44.000 20.490 3.000 21.304.00 dengan rincian sebagai berikut: (Rupiah) No.686.947.094. 3.706. 2.966 1.500.971 4.470 15.696.810 554.113. 20.280 17 BPK-RI/AUDITAMA V . 2.904.166.377.075.00 dan penggunaan dana sebesar Rp48.227 1.929.627. 5. Penyaluran pinjaman 2.323. Hibah Program Kemitraan 3. Biaya operasional Jumlah Jumlah Penggunaan Dana Sisa dana per 31 Desember 2004 Sisa dana Program Kemitraan Sisa dana Program Bina Lingkungan Jumlah Sisa Dana per 31 Desember 2004 38. Penyaluran 2.386.294.209.679.223.949. Biaya Operasional Jumlah Bina Lingkungan 1.420 282.523.660.691.476 3.686 39.966. 4. Program Sumber Dana: Program Kemitraan Alokasi laba bersih Pengembalian pinjaman Bunga pinjaman Pendapatan bunga bank/jasa giro Penerimaan lain-lain Jumlah Bina Lingkungan Alokasi laba bersih Penerimaan lain-lain Jumlah Jumlah Sumber Dana Jumlah 1.616 3.192.627.

Pendapatan bunga bank/jasa giro Rp320. Jumlah tersebut merupakan akumulasi sampai 31 Desember 2004 Hasil Pengembalian Akumulasi Sampai dengan tahun.364.252.047.397.386.854.00 Merupakan penerimaan lain-lain sampai dengan 2003 sebesar Rp554.695.000.00 Merupakan pendapatan bunga pinjaman akumulasi sampai dengan 2003 sebesar Rp1.00 Rp20.386.626.929.796.119.810.00 Rp21.523. Program Kemitraan a. Bina Lingkungan a.00 18 BPK-RI/AUDITAMA V .00 Rp 1.00 21. Pengembalian pinjaman Jumlah Rp19.422.Pengembalian pinjaman 16.874.353.904.087. Sumber dana Program Kemitraan dari bagian laba bersih Rp20. Bunga pinjaman Rp1.000.00.171.000.227. Penerimaan lain-lain dan tahun 2004 sebesar Rp450.00 d.00 Jumlah dana Bina Lingkungan dari bagian laba tersebut adalah dana Bina Lingkungan akumulasi alokasi dana sampai dengan 31 Desember 2004 dengan rincian sebagai berikut: Rp554.240.150.000. 2.245.203. Sumber dana Bina Lingkungan dari bagian laba bersih Rp3.227. 2003 Tahun 2004 Total .00 dan tahun 2004 sebesar Rp14.642.590.252.268.941.000.00 4.816.00 e.679.Penjelasan Pos-pos Sumber Dana 1.171.364.660.00 Sumber dana pengembalian pinjaman dan bunga merupakan dana dari cicilan mitra binaan.904.00 Jumlah dana program PK dari bagian laba tersebut adalah dana Program Kemitraan akumulasi alokasi dana sampai dengan 31 Desember 2004 dengan rincian sebagai berikut: Tahun Pengalokasian Bagian laba bersih s/d 2002 Bagian laba bersih tahun 2003 Jumlah b.00 Merupakan pendapatan bunga bank/jasa giro akumulasi sampai dengan 2003 sebesar Rp306.113.00 c.00 dan tahun 2004 sebesar Rp438.166.909.

370.00 4.746.850.182.00.00 dan penyaluran tahun 2004 sebesar Rp1. 2.000.574.00 Rp38.394.600.223.00 operasional tahun 2004 sebesar Biaya operasional tersebut merupakan akumulasi biaya operasional s.764.209.00 Rp3.490.00 616.971.691.068. Program Kemitraan a.d 2003 sebesar Rp1. Penjelasan Pos-pos Penggunaan Dana 1. Penerimaan lain-lain dan tahun 2004 sebesar Rp7.400.288.00 Rp1.668. pemasaran dan manajerial dengan rincian sebagai berikut : Hibah tahun s.00 Rp20.180.00 dan biaya Rp Rp Rp 3.370.929.075.00.513.729.00 Hibah Program Kemitraan merupakan akumulasi penyaluran untuk kegiatan pendidikan dan pelatihan mencakup bidang teknik produksi.947.00 Rp38.881.500.00 19 BPK-RI/AUDITAMA V .Tahun Pengalokasian Bagian laba bersih s/d 2002 Bagian laba bersih tahun 2003 Jumlah b.500.839.754.000.408.d 2003 Rp217.00 Penyaluran tersebut merupakan akumulasi dana yang sudah disalurkan untuk program bina lingkungan s.971.091.223. Penyaluran pinjaman dengan rincian sebagai berikut: Jumlah Rp1. Hibah Program Kemitraan Jumlah Rp33.640.602.668.175.00 Rp 5.481.590.d 2003 Hibah tahun 2004 Jumlah c.764.470. Penyaluran Rp3.00 Rp4. Biaya Operasional sebesar Rp1.00 Merupakan penerimaan lain-lain sampai dengan 2003 sebesar Rp12.948.971.500.00 Rp2.523.461.000.944.00 Jumlah tersebut merupakan akumulasi penyaluran pinjaman kepada mitra binaan Tahun Penyaluran Penyaluran tahun s/d 2003 Penyaluran tahun 2004 Jumlah b.192.343. Bina Lingkungan a.000.607.192.

kesempatan berusaha dan pemberdayaan masyarakat. melalui program kemitraan BUMN dengan usaha kecil dan program bina lingkungan.949.000.205/07/HU.00 Biaya operasional tersebut merupakan akumulasi biaya operasional untuk bina lingkungan s. Susunan kepengurusan BPPIK PT PG sesuai dengan pasal 1 SK Direksi tersebut sebagai berikut: 1) Penasehat 2) Dewan Pembina Ketua Wakil Ketua 1 Wakil Ketua 2 3) Pelaksana Ketua Sekretaris Bendahara : Kepala Biro Pengembangan Usaha : Kepala Bagian Pengembangan UKK : Kepala Biro Keuangan : Direktur Teknik : Kepala Kompartemen Pengembangan : Kepala Kompartemen Administrasi Keuangan : Direksi PT PG 20 BPK-RI/AUDITAMA V . Biaya Operasional Rp15.c. 8.00 dan biaya operasional tahun 2004 sebesar Rp13.03.145.00. perlu ditingkatkan partisipasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk memberdayakan dan mengembangkan kondisi ekonomi. Direksi PT Petrokimia Gresik (PT PG) membentuk Badan Pembinaan dan Pengembangan Industri Kecil (BPPIK) dengan SK No. Untuk mendukung pelaksanakan program pembinaan usaha kecil dan koperasi. Pelaksanaan program kemitraan BUMN dengan usaha kecil dan koperasi diatur dalam Keputusan Menteri Keuangan Nomor 316/KMK.600.094. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan (PKBL). Hal-Hal Yang Perlu Mendapat Perhatian a. kondisi sosial masyarakat dan lingkungan sekitarnya.03/31/SK/2003 tanggal 22 Juli 2003 tentang Susunan dan Tugas BPPIK.d 2003 sebesar Rp1.600. PT Petrokimia Gresik Belum Membentuk Unit Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Yang Mandiri Dalam rangka mendorong kegiatan dan pertumbuhan ekonomi kerakyatan serta terciptanya pemerataan pembangunan melalui perluasan lapangan kerja.016/1994 tanggal 27 Juni 1994 yang telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No.

02/30/SK/2002 tanggal 15 Mei 2002 tentang Susunan dan Tugas Pelaksanaan Program Bina Lingkungan. Susunan Pelaksana Program Bina Lingkungan sebagai berikut: 1) Ketua 2) Sekretaris 3) Bendahara 5) Anggota Keuangan. Kegiatan-kegiatan Bagian Pengembangan UKK antara lain mengevaluasi proposal pinjaman. 2 dan 3 adalah melakukan pembinaan dan pengembangan industri kecil dalam bentuk bantuan yang menyangkut aspek teknis dan manajemen yang meliputi: 1) Peningkatan kemampuan manajerial 2) Peningkatan kemampuan dalam ketrampilan teknis produksi 3) Peningkatan kemampuan modal kerja 4) Peningkatan kemampuan pemasaran dan bantuan pemasaran 5) Bantuan penggunaan teknologi terapan 6) Pemberian pinjaman untuk mendapatkan kredit perbankan SK Direksi tentang BPPIK hanya mengatur tentang pelaksanaan program kemitraan. melakukan survai lapangan.04.q. memonitor pinjaman. Pelaksana utama kegiatan program kemitraan adalah Bagian Pengembangan Usaha Kecil dan Koperasi (UKK) yaitu salah satu Bagian dibawah Biro Pengembangan Usaha.Pencatat Pembukuan : Kepala Biro Akuntansi 4) Anggota Anggota 1 Anggota 2 Anggota 3 : Kepala Departemen/Biro secara fungsional terkait : PT Gresik Cipta Sejahtera : Pengelola Lingkungan Industri Kecil Gresik Secara garis besar. tugas dan tanggung jawab BPPIK menurut pasal 1. Dasar pelaksanaan bina lingkungan diatur dalam SK Direksi yang berbeda yaitu SK No. melakukan penagihan dan membuat laporan program kemitraan serta mengkompilasi laporan program kemitraan dengan laporan program bina lingkungan yang dibuat Biro : Sekretaris Perusahaan : Kepala Biro Humas : Kepala Biro Keuangan : Kepala Biro/Departemen Terkait 4) Pencatat Pembukuan : Kepala Biro Akuntansi Pelaksana Program Bina Lingkungan bertanggungjawab kepada Direksi c. Direktur 21 BPK-RI/AUDITAMA V .097/05/TU.

Pembentukan unit khusus PKBL ditegaskan lagi dalam Surat Edaran Menteri BUMN Nomor SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan.03/31/SK/2003 tanggal 22 Juli 2003 dan Nomor 097/05/TU. 22 BPK-RI/AUDITAMA V . Biro Humas juga mengelola anggaran dana pembinaan wilayah yang merupakan beban perusahaan. Pengelolaan PKBL PT PG seperti diatur dalam SK Direksi Nomor 205/07/HU. Bagian I tentang Pembentukan Unit Khusus antara lain menyatakan: 1) Agar tujuan pelaksanaan PKBL dapat tercapai. dibentuk unit tersendiri yang khusus melaksanakan Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan (selanjutnya disebut Unit PKBL) dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari organisasi perusahaan secara keseluruhan. 2) Unit PKBL bertanggungjawab langsung kepada salah satu anggota Direksi yang ditetapkan dalam rapat Direksi. Sedangkan pasal 1 ayat 6 menyatakan unit PKBL adalah unit organisasi khusus yang mengelola PKBL yang merupakan bagian dari organisasi BUMN Pembina serta bertanggungjawab langsung kepada Direksi BUMN Pembina.02/ 30/SK/2002 tanggal 15 Mei 2002 belum sepenuhnya sesuai dengan Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. Sedangkan pelaksanaan program bina lingkungan mulai dari penerimaan proposal s. Direksi PT PG seharusnya membentuk unit khusus yang melaksanakan Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan. pengelolaan dana PKBL PT Petrokimia Gresik juga melibatkan Biro Keuangan sebagai Bendahara dan Biro Akuntansi sebagai pencatat pembukuan. Selain mengelola dana program bina lingkungan.04.Humas menjadi laporan PKBL. Pasal 5 butir (a) Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 dan Surat Edaran Menteri BUMN Nomor SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003. pemberian bantuan dan pembuatan laporan dilakukan oleh Biro Humas. Selain itu.d. KEP236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 menyatakan BUMN Pembina berkewajiban membentuk unit Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan (PKBL).03.

Pemberian pinjaman tersebut diikat dengan Surat Perjanjian 005. Direksi PT PG menetapkan pengelolaan program Bina Lingkungan oleh Biro Humas dengan pertimbangan Biro Humas juga bertanggungjawab atas kegiatan pengembangan masyarakat (community development) yang selaras dengan program Bina Lingkungan. Program Kemitraan dikelola oleh Bagian UKK Biro Pengembangan usaha sedangkan Program Bina Lingkungan dikelola oleh Bagian Informasi dan Komunikasi Biro Pengembangan. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 dan Surat Edaran Menteri BUMN Nomor SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003. Hal tersebut disebabkan Direksi PT PG kurang mematuhi ketentuan dalam Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. Pinjaman modal kerja tersebut digunakan untuk usaha 23 BPK-RI/AUDITAMA V . PT PG menjelaskan pengelolaan PKBL memang dilakukan oleh dua unit setingkat Biro yang terpisah.06/DR/2001 tanggal 26 Pebruari 2001.000.06/GCS. Yayasan Bina Masyarakat Insan Utama Pada tanggal 26 Pebruari 2001.04.000.Pengelolaan PKBL yang melibatkan beberapa unit setingkat Bagian. Biro/Departemen dan Kompartemen mengakibatkan meningkatnya jenjang birokrasi dan diperlukannya koordinasi lebih intensif antara unit-unit yang terkait.00 yang memerlukan usaha khusus dalam penagihannya Dari hasil pemeriksaan phisik di lapangan yang dilakukan dari tanggal 27 sampai 31 Desember 2004 ditemukan pinjaman macet sebesar Rp 220.00 yang proses penagihannya memerlukan usaha khusus. Terdapat pinjaman macet sebesar Rp220.800.000.800.800.00 dan Rp45. Agar pengelolaan kegiatan PKBL lebih efektif maka selanjutnya akan dibentuk unit pengelola PKBL. b.00. Anis dengan jumlah tunggakan masing-masing sebesar Rp175. PT Petrokimia Gresik (PT PG) memberikan pinjaman modal kerja sebesar Rp175.000.000. 007. BPK RI menyarankan agar Direksi PT PG segera membentuk unit khusus PKBL yang mandiri. 011 dan 013/02/TU. 009. Penjelasan lebih lanjut tentang kedua penerima pinjaman tersebut sebagai berikut: a. Penerima pinjaman tersebut adalah Yayasan Bina Masyarakat Insan Utama dan M.000.000.00 kepada Yayasan Bina Masyarakat Insan Utama di Jakarta.

000. Pinjaman tersebut seharusnya diangsur setiap bulan mulai tanggal 1 Oktober 2001 dan lunas pada tanggal 1 September 2003. M. Sedangkan empat peternakan ayam lainnya tidak ditemukan tempatnya./ menantu H.000. Pinjaman tersebut seharusnya diangsur setiap bulan mulai tanggal 1 April 2002 dan akan lunas pada tanggal 1 Maret 2005.000.peternakan ayam di tiga tempat di kabupaten Kuningan dan dua tempat di Cirebon dengan jumlah pinjaman masing-masing tempat sebesar Rp35. Sampai dengan 31 Desember 2004. PT PG sepakat memberikan bantuan modal kerja usaha penerbitan dan percetakan yang dipimpim oleh M Anis sebesar Rp50. M.04.06/31/SP/2002 tanggal 9 September 2002. Dari pemeriksaan phisik di lapangan diketahui hanya satu dari lima tempat usaha peternakan ayam yang disebutkan dalam Surat Perjanjian menerima pinjaman sebesar Rp35. 24 BPK-RI/AUDITAMA V .00.000. Kabupaten Cirebon.H. Pinjaman tersebut digunakan untuk usaha peternakan ayam sebagaimana disebutkan dalam proposal. Sampai saat dilakukan pemeriksaan.00.000. Ikhsan Abdullah. Alamat tersebut sekarang digunakan untuk usaha salon kecantikan yang dikelola oleh orang yang tidak ada hubungannya dengan Yayasan tersebut. S. Berdasarkan Surat Perjanjian No. Nomor telepon yang selama ini dicantumkan sebagai nomor telepon Yayasan adalah nomor telepon rumah pribadi Ketua Yayasan (H. Sulaeman) yang beralamat di Jalan Utan Panjang III nomor 15 dan 15A. Yayasan Bina Masyarakat Insan Utama tidak pernah melakukan pembayaran angsuran. Anis hanya mengangsur sebanyak dua kali angsuran sehingga sisa pokok pinjaman masih sebesar Rp45. Penerima pinjaman tersebut adalah Abdurrakhman Kama yang bertempat tinggal di Desa Jagapura Wetan. Seharusnya mitra binaan mengangsur pinjaman secara tepat waktu sesuai kesepakatan dalam Surat Perjanjian.535/09/TU.000.00. Sulaeman) dan Sekretaris Yayasan (H. b. Anis.00. Kecamatan Gegesik. Sampai dengan 31 Desember 2004.000. usaha tersebut masih berjalan. Alamat Yayasan di Jalan Cempaka Putih Raya 26 Jakarta sudah tidak ada lagi.800.

04. Kerjasama tersebut diikat dengan Surat Perjanjian antara PT Petrokimia Gresik dengan PT GCS No.00 untuk mitra binaan lainnya. PT PG melakukan kerjasama dengan PT Gresik Cipta Sejahtera (PT GCS). PT PG menjelaskan kegiatan penagihan dalam rangka pengawasan untuk tercapainya tujuan pembinaan dan pengembangan usaha kecil merupakan salah satu hak PT PG dan tidak bertentangan dengan perjanjian. selama ini Bagian UKK masih melaksanakan tugas penagihan kepada mitra binaan. Hal tersebut disebabkan Bagian UKK berkeinginan untuk menaikkan tingkat pengembalian pinjaman. Pasal 1 ayat 3 butir b perjanjian tersebut antara lain menyatakan yang berkewajiban melakukan penagihan adalah PT GCS. BPK RI menyarankan agar Bagian UKK PT PG melakukan penagihan dengan cara mendatangi langsung maupun dalam bentuk surat dan memberi peringatan tertulis kepada Ketua dan Sekretaris Yayasan Bina Masyarakat Insan Utama dan kepada M. PT PG menjelaskan akan melakukan penagihan lebih intensif sesuai program kegiatan penagihan atas seluruh pinjaman khususnya terhadap pinjaman macet. Anis. c.800. Sesuai dengan Surat Perjanjian seharusnya yang berhak melakukan penagihan ke mitra binaan adalah PT GCS.06/31/SP/2003 tanggal 1 April 2003 tentang Pembinaan dan Pengembangan Usaha Kecil dan Koperasi. Untuk menaikkan tingkat pengembalian pinjaman dari mitra binaan.0297/04/TU. Dalam melakukan Pembinaan dan Pengembangan Usaha Kecil dan Koperasi.000.Hal tersebut mengakibatkan PT PG tidak dapat menggunakan dana pinjaman sebesar Rp220. Pelaksanaan tugas antara bagian UKK PT Petrokimia Gresik dan PT Gresik Cipta Sejahtera belum sepenuhnya sesuai dengan Surat Perjanjian yang berlaku. Tindakan Bagian UKK melakukan penagihan kepada mitra binaan secara langsung melanggar perjanjian yang telah disepakati dan mengakibatkan tumpang tindih penagihan dengan petugas PT GCS. 25 BPK-RI/AUDITAMA V . Hal tersebut disebabkan Bagian UKK PT PG kurang melakukan penagihan secara intensif.

Direksi PT PG menetapkan SK Direksi No.q. Dengan demikian. S-366/M-MBU/2002 tanggal 6 Mei 2002 dan Keputusan Menteri BUMN No. Susunan Pelaksana Program Bina Lingkungan sebagai berikut: Ketua Sekretaris Bendahara Anggota Keuangan. d.04. Selain mengelola dana program BL.BPK RI menyarankan agar Direksi PT PG menyempurnakan klausul dalam Surat Perjanjian yang telah dibuat dengan PT GCS khususnya pasal 1 ayat 3 butir b tentang tugas penagihan.02/30/SK/2002 tanggal 15 Mei 2002 tentang Susunan dan Tugas Pelaksanaan Program Bina Lingkungan. : Sekretaris Perusahaan : Kepala Biro Humas : Kepala Biro Keuangan : Kepala Biro/Departemen Terkait Pencatat Pembukuan : Kepala Biro Akuntansi Pelaksana Program Bina Lingkungan bertanggungjawab kepada Direksi c. Selain itu. Pelaksanaan Pemberian Bantuan Program Bina Lingkungan Belum Sepenuhnya Sesuai Dengan Ketentuan SK Menteri BUMN No. Program BL adalah program memperdayaan kondisi sosial masyarakat oleh BUMN di wilayah usaha BUMN tersebut melalui pemanfaatan dana dari bagian laba BUMN. Biro Humas juga mengelola anggaran dana pembinaan wilayah yang merupakan beban perusahaan. Berdasarkan SK Direksi tersebut. Direktur 26 BPK-RI/AUDITAMA V .097/05/TU. unit pelaksana program BL adalah Biro Humas. Manajemen PT PG juga menetapkan PR-28-1045 tanggal 12 Pebruari 2004 tentang Prosedur Pelaksanaan Program Bina Lingkungan. dana program BL adalah dana Pemerintah untuk masyarakat yang pengelolaannya diserahkan kepada BUMN yang bersangkutan. Untuk mendukung pelaksanakan program BL.KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 menyatakan bahwa BUMN wajib melaksanakan Program Bina Lingkungan (BL).

00. bantuan pendidikan dan atau pelatihan.000. Sedangkan desentralisasi.000. 3) Obyek BL dapat dikelompokkan menjadi 5 (lima) yaitu bantuan bencana alam.00 untuk membiayai beberapa kegiatan yang tidak memenuhi kriteria penggunaan dana BL yaitu: a) Bantuan kesehatan berupa bingkisan pasukan kuning (kebersihan) dan sembako untuk masyarakat dalam rangka HUT PT PG masing-masing sebesar Rp48. Sentralisasi adalah pelaksanaan kegiatan BL diselenggarakan di PT PG dengan mengundang masyarakat wilayah Gresik. bantuan peningkatan kesehatan. bantuan pengembangan sarana-prasarana umum dan bantuan sarana ibadah. buka bersama alim ulama sebesar Rp75.00.000. Dari penelusuran dokumen pemberian dana BL s.000.00.Dari hasil pemeriksaan terhadap pengelolaan dana program BL tahun buku 2004 diketahui hal-hal berikut: 1) Penyaluran dana BL dilakukan dengan 2 (dua) cara yaitu sentralisasi dan desentralisasi.00.000.d.00.000. bingkisan perangkat desa sebesar Rp8. penyaluran dana program BL dilakukan daerah yang membutuhkan dana BL. bulan November 2004 secara uji petik ditemukan pengeluaran sebesar Rp225.000.195.000.050. Prosedur Pelaksanaan Program BL antara lain menyatakan Biro Humas mengevaluasi proposal yang masuk dan menimbang bobot relevansinya atas penggunaan dana BL. Tujuan cara ini adalah agar penyaluran dana BL dapat dilakukan secara merata. d) Bantuan operasional berupa silaturahmi dengan tokoh masyarakat senilai Rp13.850.000.070.00. b) Bantuan pengembangan sarana-prasarana umum berupa pemberian bantuan peringatan HUT RI ke 59 sebanyak 24 kegiatan senilai Rp31. 2) Sebagian besar penyaluran desentralisasi didasarkan pada proposal yang diajukan oleh masyarakat.730.00 dan silaturahmi alim ulama sebesar Rp33. Berdasarkan penelusuran terhadap dokumen penyaluran dana program BL tidak ditemukan satu dokumen pun tentang evaluasi proposal atau survei lapangan untuk menentukan jumlah pemberian dana BL.000.000. Dalam dipandang perlu Biro Humas bersama dengan Unit Kerja yang terkait dapat melakukan survei dan mengevaluasi kelayakan penyaluran.145.00 dan Rp44. 27 BPK-RI/AUDITAMA V .250. c) Bantuan sarana ibadah berupa bantuan berkaitan dengan kegiatan haji sebanyak 2 kegiatan senilai Rp46.

Sehubungan dengan pelaksanaan pemberian bantuan masih belum sesuai sasaran dan belum mengikuti ketentuan. BPK RI menyarankan pengelola Program BL PT PG selalu melakukan evaluasi proposal bantuan BL dan berpedoman pada Surat Edaran Menteri BUMN No. Hal tersebut mengakibatkan pemberian bantuan BL sebesar Rp225.00 kurang tepat sasaran.145. 3) Bantuan sarana ibadah berupa bantuan pembangunan/rehabilitasi rumah ibadah. pembangunan dan rehabilitasi prasarana dan sarana umum serta pembangunan dan atau rehabilitasi panti asuhan dan panti jompo.SE. maka selanjutnya PT PG akan lebih selektif lagi dalam penggunaan dana program BL. 28 BPK-RI/AUDITAMA V . Hal tersebut disebabkan PT PG belum melakukan survai secara memadai dan kurang selektif dalam menentukan obyek penerima dana Program BL.000.Obyek bina lingkungan sudah diatur dengan jelas dalam Surat Edaran Menteri BUMN Nomor SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan khususnya Bagian II tentang Bina Lingkungan antara lain menyatakan: 1) Bantuan peningkatan kesehatan berupa renovasi balai pengobatan masyarakat dan bantuan untuk kegiatan yang bersifat kesehatan masyarakat.433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003 dalam menentukan obyek penerima dana BL. PT PG menjelaskan pemberian bantuan BL tersebut di atas dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. PT PG seharusnya: 1) Melakukan evaluasi untuk menilai kelayakan pemberian bantuan. pengadaan perlengkapan ibadah dan bantuan dana untuk menunjang pelaksanaan kegiatan-kegiatan keagamaan. 2) Bantuan pengembangan prasarana dan sarana umum berupa rehabilitasi prasarana pendidikan. 2) Berpedoman pada Surat Edaran Menteri BUMN Nomor SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003 dalam menentukan obyek bantuan dana BL.

02.000. Saldo pinjaman tersebut per 31 Desember 2004 sebesar Rp12.00. BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA 29 BPK-RI/AUDITAMA V . Sedangkan untuk pemeriksaan tahun buku 2002 masih terdapat 1 ( satu) temuan yang masih dalam proses tindaklanjut yaitu terdapat uang pembinaan kemitraan usaha tani yang belum dibayarkan kepada petani dan masih berada di distributor pupuk PT Himikarta senilai Rp16. Tindaklanjut pemeriksaan sebelumnya Dalam pemeriksaan tahun buku 2003 terdapat 3 (tiga) temuan yaitu (1) Pencatatan register proposal kurang lengkap. Ketiga temuan tersebut sudah selesai ditindaklanjuti.02/27/DR/2004 tanggal 9 Agustus 2004.475.2480/08/KU.e. PT PG terus mengupayakan penagihannya.000.00. terakhir dengan Surat No. (2) PT GCS melaksanakan kewajiban tidak sepenuhnya sesuai perjanjian dan (3) PT PG kurang melakukan pengawasan terhadap kelompok peternak penggemukan sapi di Bojonegoro.575. BPK RI menyarankan agar PT PG segera menindaklanjuti temuan yang masih dalam proses penyelesaian.

941.00 Jumlah pinjaman khusus Hibah : Jumlah penggunaan dana C.068.000.300.00 Sektor Pertanian Rp 0.397. Dana yang tersedia Saldo awal dana.00 Rp -195.554. Surplus / Defisit (D-E) G.500.886.00 Jasa Giro Rp 13.235.320.158.00 E.00 39.000.000.370.00 Jumlah pinjaman Pinjaman khusus : Sektor Industri Rp 0.546. Sisa dana yang tersedia (A-B) D.026.340.00 Sektor Perikanan Rp 225.011.658.000.370.000.00 Beban monitoring Rp 23.000.024.703.590.00 Beban administrasi Rp 48.00 Sektor Perikanan Rp 0.500.500.00 Rp 5. Saldo akhir dana 31 Desember 2004 (C+F) Rp 343.000.679.000. Pendapatan tahun 2004 : Bunga Pinjaman Rp 438.00 Sektor Pertanian Rp 538.590.400.000.758.00 Sektor Peternakan Rp 0.00 Rp Rp 250.00 Rp Rp 234. Penggunaan dana Pinjaman : Sektor Industri Rp 1.000.00 .00 Sektor Perdagangan Rp 0.773.829.00 Sektor Jasa Rp 220.000.00 Beban lain-lain Rp 11.00 Rp 5.658.824.00 616.000.286.470.00 Sektor Jasa Rp 250.00 Rp 6.Lampiran 1 PROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN PT PETROKIMIA GRESIK LAPORAN AKTIVITAS PROGRAM KEMITRAAN UNTUK TAHUN BUKU YANG BERAKHIR TANGGAL 31 DESEMBER 2004 A.000.626.00 Sektor Lain-lain Rp 407.900.00 Rp 452.00 Bunga Deposito Rp 565.00 Pendapatan lain-lain Rp 450.000.290.00 Rp 4. 1 Januari 2004 Alokasi penyisihan laba tahun 2003 Penerimaan pengembalian pokok pinjaman Jumlah dana yang tersedia B.000.00 Sektor Perkebunan Rp 0.344.000.00 Beban penagihan Rp 39.423.671.087.860.000.068.00 Sektor Perkebunan Rp 0.00 Sektor Peternakan Rp 688.874.203.00 Sektor Lain-lain Rp 0.000.401.000.635.000.000.00 Sektor Perdagangan Rp 2. Beban operasional tahun 2004 : Beban survai Rp 40.00 Rp 217.948.00 F.00 Rp 1.00 Beban Rp 53.

00 Sektor Perdagangan Rp 6. s.446. Saldo akhir dana 31 Desember 2004 (A-B) Rp 39.401.00 Jumlah pinjaman Rp 38.020. tahun 2004 Akumulasi penerimaan pendapatan s.00 .00 C.d. penerimaan pengembalian pokok pinj.364.00 Ak.053.447.00 Sektor Perkebunan Rp 0. Tahun 2004 : Pinjaman : Sektor Industri Rp 7.679.00 Pendapatan lain-lain Rp 554.561.410.553.227.489.00 Sektor Lain-lain Rp 0.00 Rp 2.564. tahun 2004 : Bunga pinjaman Rp 1.671.00 Sektor Peternakan Rp 2.000.616.00 Sektor Perikanan Rp 2.00 Jumlah pinjaman khusus Rp 400.00 Bunga tabungan Rp 192.000.710.881.386. 31 Desember 2004 B.00 Sektor Perkebunan Rp 0. 31 Desember 2004 Rp 44.00 Jasa Giro Rp 127.000.00 Sektor Pertanian Rp 16.674.249.00 Rp 4.252.000.00 Sektor Pertanian Rp 0. Akumulasi Penyaluran Dana : Akumulasi Penyaluran Dana s.d.00 Hibah : Rp 1.113.00 Sektor Jasa Rp 400.000.971.00 Sektor Perdagangan Rp 0.000.900.975.764.190.100.00 Pinjaman khusus : Sektor Industri Rp 0.695.668.d.492.461.240.500.000.476.860.d.Lampiran 2 PROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN PT PETROKIMIA GRESIK LAPORAN AKUMULASI DANA PROGRAM KEMITRAAN UNTUK TAHUN BUKU YANG BERAKHIR TANGGAL 31 DESEMBER 2004 A.00 Akumulasi alokasi penyisihan laba s/d tahun 2004 Rp 21.000.00 Sektor Peternakan Rp 0.268.947.525.d.00 Sektor Perikanan Rp 0.171.00 Rp 44.904.00 Jumlah akumulasi sumber dana s.725.323.400.000.223.00 Sektor Jasa Rp 1.00 Beban Operasional : Jumlah akumulasi penyaluran dana s.504.00 Sektor Lain-lain Rp 1. Akumulasi Sumber Dana : Rp 20.000.687.000.192.135.

000.00 2.00 0.00 0. Nusa Tenggara Barat 6.000.447.088.00 245.240.446.500.00 0.000.905.00 0.000.00 Jasa 1.641.240.00 0. Jawa Barat 4.000.000.687.00 0.000.00 0.500.446.000.00 407.765.447.000.00 6.00 Jumlah 32.00 0.00 0.900.000.025.403.564.00 0.00 4.000. Lain-lain Total pinjaman .00 0.020.Lampiran 3 PROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN PT PETROKIMIA GRESIK PENYALURAN PINJAMAN DANA PROGRAM KEMITRAAN MENURUT WILAYAH DAN SEKTOR USAHA s.500.00 0.000.00 0.00 250.00 1.00 0.00 7.00 0.135.900.00 Perkebunan 0.00 16.525.00 2.00 0.904.000.000.00 175.000.00 38.00 0.000.000.471.000.00 4.00 425.000.000.500.00 245.00 0. Jawa Tengah 3.00 Lain-lain 1.00 0.00 E K T O R Perikanan 2.000.000.564.065.00 0.000.904.00 0.00 0.053. Jawa Timur 2.000. 31 DESEMBER 2004 Rupiah No.00 407.047.190.261.192.047. Bali 5.000.048.00 0.00 0.00 0.228.00 254.561.500.00 4.00 0.000.00 0.000.00 0.00 1.240.00 0.000.000.489.00 Perdagangan 5.00 0.d.00 1.00 Peternakan 2.00 0.00 Pertanian 12.780.971.000.00 425.00 0.190.00 0.280. Wilayah Binaan S Industri 7.00 0.

252.011.00 Rp 16.848.888.227.417.00 0.Lampiran 4 PROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN PT PETROKIMIA GRESIK NERACA PROGRAM KEMITRAAN PER 31 DESEMBER 2004 AKTIVA Aktiva Lancar Kas Rp Bank Rp Piutang Pinjaman Mitra Binaan Rp Revolving Rp 38.243.590.000.087.00 1.901.00 0.00) Rp Rp 16.664.011.00 Cicilan Revolving Rp 21.973.00 0.00 0.011.00 0.888.00 0.00 Rp Rp 0.401.609.181.00 Rp Rp 0.417.00 16.00 39.860.00 .888.00 16.00 0.888.00 Piutang Net Rp Jumlah Aktiva Lancar Aktiva Tetap Kendaraan Rp Inventaris Kantor Rp Aktiva Tetap Lainnya Rp Nilai Perolehan Akumulasi Penyusutan Nilai Buku Aktiva Tetap Aktiva Lain-lain Piutang Bermasalah Rp Jumlaah Aktiva Lain-lain Jumlah Aktiva KEWAJIBAN DAN EKUITAS Kewajiban Kewajiban Lancar Kewajiban Tidak Lancar Jumlah Kewajiban Ekuitas Saldo Awal Ekuitas Alokasi Laba Tahun Berjalan Surplus (defisit) Jumlah Ekuitas Jumlah Kewajiban dan Ekuitas Rp Rp 0.00 Rp Rp Rp 16.484.100.00 16.00 (381.364.00 0.417.00 Rp 0.00 Rp 0.784.417.557.011.