BPK RI

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

PT PETROKIMIA GRESIK
Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003

Nomor Tanggal

: 02.A/AUDITAMA V/GA/01/2005 : 31 Januari 2005

Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Jalan Gatot Subroto No. 31 Jakarta 10210 Telp. (021) 5700380, 5738740, 5720957, 5738727, 5704395 s.d. 9 pesawat 511 Fax. (021) 5700380, 5723995

DAFTAR ISI

Halaman Laporan Auditor Independen Dasar Penugasan dan Ruang Lingkup Audit Laporan Keuangan PT Petrokimia Gresik 1. 2. 3. 4. 5. Neraca Konsolidasian Laporan Laba Rugi Konsolidasian Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian Laporan Arus Kas Konsolidasian Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian 1 2 4 5 7 i iv

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

Nomor : 02.A/AUDITAMA V/GA/01/2005 LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Kami telah mengaudit neraca konsolidasian PT Petrokimia Gresik tanggal 31 Desember 2004, serta laporan laba rugi, perubahan ekuitas dan arus kas konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. Kami juga melakukan pengujian atas kepatuhan perusahaan terhadap peraturan perundang-undangan dan pengendalian intern. Laporan Keuangan, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dan pengendalian intern adalah tanggung jawab manajemen perusahaan. Tanggung jawab kami terletak pada pernyataan pendapat atas laporan keuangan, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dan pengendalian intern berdasarkan audit kami. Laporan keuangan konsolidasian PT Petrokimia Gresik dan anak perusahaan untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 telah diaudit oleh auditor independen lain yang laporannya tertanggal 23 Januari 2004 berisi pendapat wajar tanpa pengecualian atas laporan keuangan konsolidasian tersebut. Kami tidak mengaudit laporan keuangan anak perusahaan yaitu PT Petrosida dan PT Petrokimia Kayaku untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2004, yang laporannya menyajikan jumlah aktiva sebesar Rp118.351.674.165 (4,29%) dan jumlah pendapatan usaha sebesar Rp278.813.580.833 (7,26%) untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. Laporan keuangan konsolidasian tersebut diaudit oleh auditor independen lain dengan pendapat wajar tanpa pengecualian atas laporan keuangan konsolidasian anak perusahaan tersebut, yang laporannya telah diserahkan kepada kami, dan pendapat kami, sejauh yang berkaitan dengan

BPK RI/AUDITAMA V

posisi keuangan PT Petrokimia Gresik dan anak perusahaan tanggal 31 Desember 2004 dan hasil usaha. dalam semua hal yang material. Audit juga meliputi penilaian atas prinsip akuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen. perubahan ekuitas serta arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Kami melaksanakan audit berdasarkan Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia dan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia. Laporan keuangan induk perusahaan terlampir disajikan untuk ii BPK RI/AUDITAMA V . atas dasar pengujian. persyaratan bantuan dan pasal-pasal tertentu peraturan perundang-undangan serta kepatuhan terhadap pengendalian intern. Catatan 34 atas laporan keuangan konsolidasian berisi pengungkapan dampak kondisi ekonomi Indonesia terhadap perusahaan dan anak perusahaan dan tindakan yang telah ditempuh serta rencana yang dibuat oleh manajemen perusahaan dan anak perusahaan untuk menghadapi kondisi tersebut. Audit kami laksanakan dengan tujuan untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan pokok secara keseluruhan. sepanjang hal itu dapat ditentukan dan diperkirakan. Selain itu audit mencakup pengujian atas kepatuhan perusahaan terhadap kontrak.jumlah-jumlah untuk anak perusahaan tersebut. Suatu audit meliputi pemeriksaan. Menurut pendapat kami. Laporan keuangan konsolidasian terlampir mencakup dampak kondisi ekonomi tersebut. berdasarkan audit kami dan laporan auditor independen lain yang kami sebut di atas. Kami yakin bahwa audit kami memberikan dasar memadai untuk menyatakan pendapat. laporan keuangan konsolidasian yang kami sebut di atas menyajikan secara wajar. Standar tersebut mengharuskan kami merencanakan dan melaksanakan audit agar kami memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. semata-mata hanya didasarkan atas laporan auditor independen lain tersebut. serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan.

dalam semua hal yang material. menurut pendapat kami. Laporan keuangan induk perusahaan tersebut telah menjadi obyek prosedur audit yang kami terapkan dalam audit atas laporan keuangan pokok. 31 Januari 2005 iii BPK RI/AUDITAMA V . Drs.B/AUDITAMA V/GA/01/2005 tanggal 31 Januari 2005. Misnoto MA.tujuan analisis tambahan dan bukan merupakan bagian laporan keuangan pokok yang diharuskan menurut prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Auditor Utama Keuangan Negara V Penanggung Jawab Audit. Kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dan pengendalian intern kami sampaikan secara terpisah kepada manajemen dengan laporan kami nomor 02. berkaitan dengan laporan keuangan pokok secara keseluruhan. disajikan secara wajar. D-1416 Jakarta. Ak. Register Negara No. dan.

Undang-undang Dasar Tahun 1945 pasal 23 E. pasal-pasal tertentu peraturan perundang-undangan dan peraturan perusahaan yang kami uji mencakup : a. Suatu audit meliputi pemeriksaan atas dasar pengujian bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan.DASAR PENUGASAN DAN RUANG LINGKUP AUDIT 1. 15 tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab keuangan Negara. vi BPK RI/AUDITAMA V . Ruang Lingkup Audit Audit ini bersifat general audit atas laporan keuangan konsolidasian PT Petrokimia Gresik untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2004. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 5 tahun 1973 tentang Badan Pemeriksa Keuangan dan peraturan perundangan lainnya yang berlaku. b. b. d. 23 F dan pasal 23 G. Audit juga meliputi penilaian atas prinsip akuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen. Kontrak. Standar tersebut mengharuskan kami untuk merencanakan dan melaksanakan audit agar memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. Undang-undang No. Undang-undang No. perihal penugasan untuk melakukan audit atas laporan keuangan PT Petrokimia Gresik tahun buku 2004 di Gresik. Undang-undang No. Surat Tugas Badan Pemeriksa Keuangan No. Audit dilaksanakan dengan berpedoman pada Standar Audit Pemerintahan yang ditetapkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan Standar Auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia. d. serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. 19 tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara. Selain itu audit mencakup pengujian atas kepatuhan perusahaan terhadap kontrak dan pasal-pasal tertentu peraturan perundang-undangan serta kepatuhan terhadap pengendalian intern. 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara.1/9/2004. 1 tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas. 15 tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab keuangan Negara. Undang-undang No. Undang-undang No. e. c. c. Undang-undang No. 57/ST/VII-XV. 2. Dasar Penugasan a. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

vi BPK RI/AUDITAMA V . Undang-undang No. 12 tahun 1998 tentang Perusahaan Perseroan (PERSERO) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah No. i. Undang-undang No. l. Keputusan Menteri Keuangan No. 7 tahun 1991. k. KEP-100/M-MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan BUMN. 19 tahun 2001 tanggal 20 Nopember 2001 tentang Kepelabuhanan di Kabupaten Gresik. 6 tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana yang telah diubah dengan Undang-undang No. 9 tahun 1994 dan Undangundang No.06/2004 tanggal 28 Juni 2004 tentang Tata Cara Penghitungan dan Pembayaran Subsidi Pupuk Tahun Anggaran 2004. Keputusan Memperindag No. p. Keputusan Menteri Negara BUMN No. 356/MPP/KEP/5/2004 tanggal 27 Mei 2004 tentang Perubahan SK Memperindag No. q. j. 12 tahun 1998. Peraturan Daerah (Perda) No. Undang-undang No. h. 17 tahun 2000. r. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan Badan Usaha Milik Negara dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan. 8 tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) sebagaimana yang telah diubah dengan Undang-undang No. 70/MPP/KEP/2/2003 tanggal 11 Pebruari 2003 tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian.f. g. Keputusan Menteri Pertanian No. Peraturan Pemerintah No. 11 tahun 1994 dan Undang-undang No. Keputusan Menteri Negara BUMN No. s. Keputusan Menteri BUMN No. 107/Kpts/SR.130/2/2004 mengenai Harga Eceran Tertinggi (HET) Pupuk Bersubsidi Untuk Sektor Pertanian Tahun Anggaran 2004. o. m. 319/KMK. 45 tahun 2001 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah No. 70/MPP/KEP/2/2003. Keputusan Memperindag No. KEP-102/M-MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 tentang Penyusunan Rencana Jangka Panjang BUMN. 18 tahun 2000. Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. Undang-undang No. 7 tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana yang telah diubah dengan Undang-undang No. Keputusan Menteri Negara BUMN No. 16 tahun 2000. KEP-101/M-MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 tentang Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran perusahaan BUMN. KEP-183/MBU/2003 tentang Komponen Harga Pokok Penjualan Pupuk Bersubsidi. n. 10 tahun 1994 dan Undang-undang No.

vi BPK RI/AUDITAMA V . u. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Petrokimia Gresik. y. Pelaksanaan audit di lapangan berakhir tanggal 31 Januari 2005. x. Pedoman dan Kebijakan Akuntansi Holding Pupuk. z. v. 63 tahun 2002 tanggal 11 Juli 2002 tentang Tarif Jasa Pelayanan Kepelabuhanan oleh Penyelenggara Pelabuhan di Kabupaten Gresik. Kami yakin bahwa audit kami memberikan dasar yang memadai untuk menyatakan pendapat. Pedoman dan Kebijakan Akuntansi PT Petrokimia Gresik. w.t. Kontrak-kontrak pengadaan barang dan jasa dalam tahun 2004. Prosedur Operasional Pengadaan Barang dan Jasa PT Petrokimia Gresik. Anggaran Dasar PT Petrokimia Gresik. Keputusan Bupati/Kepala Pemerintah Daerah Kabupaten Gresik No.

3l.237 29.774 618. 4 3g.244.833 44.384.816.096. 7 8 9 16a 21.429 13.406.Setelah Dikurangi Penyisihan Piutang Ragu-ragu masing-masing sebesar Rp 9.827 13.756.117 887.859 1.127.677.216 dan Rp 981.880.142.823 1.268. 11 2.314.393 187.537 249.560 2.464.042 dan Rp 1.460.289 34.908.369.120.407 1. 3i. 3l.890.030 69.441 3j. 16c 3m. 6 152.789.688 2.592.516 63.077. 3h.515 3.445.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK NERACA KONSOLIDASIAN Per 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Catatan 2004 Rp 2003 Rp AKTIVA AKTIVA LANCAR Kas dan Setara Kas Piutang Usaha Pihak Ketiga .621.209 dan Rp 506.287.256 19.814 335.004.162 718.Setelah Dikurangi Akumulasi Penyusutan Masing-masing sebesar Rp 1.920 pada tahun 2004 dan 2003 Biaya Yang Ditangguhkan Aktiva Lain-lain Aktiva Tak Berwujud Jumlah Aktiva Tidak Lancar JUMLAH AKTIVA 3f.Setelah dikurangi penyisihan Piutang Ragu-ragu masing-masing sebesar Rp 6.718.359 57.808 - Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang Merupakan Bagian tidak Terpisahkan dari Laporan ini 2 .283 pada tahun 2004 dan 2003 Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan IstimewaSetelah Dikurangi Penyisihan Piutang Ragu-ragu masing-masing sebesar Rp 714.145.825 dan Rp 10.253.Setelah Dikurangi Penyisihan Piutang Ragu-ragu masing-masing sebesar Rp 1.028.695. 5 347. 3n.840.309.409.409 469.016 256 1.784 pada tahun 2004 dan 2003 Piutang Lain-Lain Pihak Ketiga .404.577 14.077. 10 3s.565 pada tahun 2004 dan 2003 Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa .333 dan Rp 249.928 136.160 560.248 3p.360 219.065.678.209 47.629.861 3o.783 3i.670.266.434.328 17. 12 13 1.895 23.779 pada tahun 2004 dan 2003 Persediaan Uang Muka Biaya Dibayar Dimuka Pajak Dibayar Dimuka Pendapatan Yang Masih Akan Diterima Jumlah Aktiva Lancar AKTIVA TIDAK LANCAR Aktiva Pendanaan Manfaat Kesejahteraan Karyawan Investasi Jangka Panjang Aktiva Pajak Tangguhan Aktiva Tetap .002. 31 3k.374.328.264.925.072 85.

692.939.265 46.637.s. 16.420 Saham Saldo Laba Yang Dicadangkan Saldo Laba Yang Belum Dicadangkan Jumlah Ekuitas JUMLAH KEWAJIBAN.449 87.s.295 551.039 2.860.309.000 334.462.348 33.Setelah Dikurangi Bagian Yang Jatuh Tempo Dalam Satu Tahun Bank Kewajiban Jangka Panjang Lainnya Jumlah Kewajiban Tidak Lancar 3.960.886. HAK MINORITAS DAN EKUITAS 3.300.421 897.960. 3.197 2.563.a. 29 519.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK NERACA KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Per 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Catatan KEWAJIBAN .889 108.890.176 23. 3l.864.f.323 58.328 854.808 Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang Merupakan Bagian tidak Terpisahkan dari Laporan ini 2 .249 1.055 KEWAJIBAN TIDAK LANCAR Kewajiban Pajak Tangguhan Manfaat Kesejahteraan Karyawan Diestimasi Hutang Jangka Panjang .555.374.435. HAK MINORITAS DAN EKUITAS KEWAJIBAN LANCAR 2004 Rp 2003 Rp Hutang Bank Hutang Usaha Pihak Ketiga Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa Hutang Pajak Biaya yang Masih Harus Dibayar Hutang Lain-lain Uang Muka Penjualan Hutang Jangka Panjang Yang Jatuh Tempo Dalam Satu Tahun Bank Kewajiban Lainnya Jumlah Kewajiban Lancar 14 3q.420.171. 15 774.000 Saham Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 396.910.191 3.396.198.813.903 2.165.939. 16.756.069 90.372.293.426 115.838.879.c 31 73.511.420.631 437.714.018 43.637 5.263.625 23 396.757.986 622.860 18.881 14.296.759.514 31.869 124.001 8.888 JUMLAH KEWAJIBAN HAK MINORITAS EKUITAS Modal Saham .000 per Saham Modal Dasar .426 137.550.b 17 18 19 20 21 143.713.853.Nilai Nominal Rp 1.324 117.117 396.150 794.000 288.878 2.160.565.715.992.456.059.654 22.993.640 4.000.846 1.363 20 21.1.047 91.021.931 667.596.725. 22 15.199.826 1.895 8.

020.145 3.759.320) 582.982.615.196) (17.023 (124.562.477.189.292.373) 119.711.332) 292.643 (3.458.874 PENDAPATAN HARGA POKOK PENJUALAN LABA KOTOR BEBAN USAHA Beban Distribusi Beban Penjualan Beban Administrasi dan Umum Jumlah Beban Usaha LABA USAHA SEBELUM BEBAN BUNGA DAN KEUANGAN Beban Bunga dan Keuangan LABA USAHA SETELAH BEBAN BUNGA DAN KEUANGAN PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN Pendapatan Diluar Usaha Beban Diluar Usaha Beban Lain-lain .455.731.477 3.s.194 (2.954.150 119.979) 13.306.845) 124.819) 108.902.440 3.244.969 (1.486.211) (171.099.296) 110.015 (87.065) 50.413) (437.r.372.908) (72. 28 (93.875.015.020.265 (143.648.r.429 (54.708) (86.569.500.107.934.213. 25 Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang Merupakan Bagian tidak Terpisahkan dari Laporan ini 3 .943.651.523) 17.921.044.382.683 (60.642 2003 Rp 2.173) 181.831.810.859) 207.207.526) (375.c (71.081.r.166) 729.688 (68.267 3.r.157. 27 107. 16.425) (159.173 (2.Bersih LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN MANFAAT (BEBAN) PAJAK PENGHASILAN Pajak Kini Pajak Tangguhan Jumlah Beban Pajak Penghasilan LABA SEBELUM HAK MINORITAS BAGIAN DARI PEMILIK SAHAM MINORITAS LABA BERSIH 3. 24 3.r.623 170.819.328 (74.837.705) 198.191.685.094) 126.714.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASIAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Catatan 2004 Rp 3. 26 (179.460.

150 (47.869 Saldo Laba Yang Belum Dicadangkan Rp 93.087.000 Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang Merupakan Bagian tidak Terpisahkan dari Laporan ini 4 .889 43.243) (46.540.658.377) (2.353) (2.992.328 (60.353) (932.175.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Modal Saham Rp Laba Belum Direalisasi dari Pemilikan Efek Rp 46.087.863.280) (1.372.423.442.353) (932.000 396.061 794.039 124.372.175.879.353) (40.696) (1.333 108.988 108.377 (7.059.735 288.000 396.196.696) (1.125.534) (1.793.197 Saldo per 1 Januari 2003 Laba Bersih Tahun Berjalan Dividen Tantiem Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi Dana Pembinaan Wilayah Pembentukan Cadangan Sesuai RUPS Selisih Pembentukan Cadangan Laba Belum Direalisasi Dari Pemilikan Efek Koreksi PPh Badan Selisih Perubahan Ekuitas Perusahaan Anak Saldo per 31 Desember 2003 Laba Bersih Tahun Berjalan Dividen Tantiem Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi Dana Pembinaan Wilayah Pembentukan Cadangan Sesuai RUPS Selisih Perubahan Ekuitas Perusahaan Anak Saldo per 31 Desember 2004 396.509.210) 1.540.235.558) (7.759.509.326 108.199.123.890 40.590) (2.658.150 124.328 Jumlah Ekuitas Rp 745.125.328 (60.759.747) (932.414 334.566) 124.285.534) (1.180) 2.420.420.180) (43.150 (47.558 (46.210) 668.420.590) (2.046.741.097 137.280) (1.566 2.372.558) Saldo Laba Yang Dicadangkan Rp 255.863.793.759.196.243) 377.123.414 854.637) (932.

Litbang dan Konsultan Biaya Bongkar Muat dan Distribusi Biaya Penjualan Biaya Umum Biaya Fee Agen dan Diskon Biaya Bunga Pinjaman PPN Masukan dan PPh Pengembalian Hutang usaha Pelunasan Hutang Lain .364.796 6 .286.598 Investasi Proyek Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang Merupakan Bagian 18.913) 1.733.455.256.258 85.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 2004 Rp ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan : Piutang Pemerintah Penjualan Tunai Piutang Dagang Deposito PPN Keluaran Penerimaan Piutang Lain .930 18.441 152.669 144.848 305.599.262.512.570 2.127 149.270.870 102.346 Jumlah Pengeluaran 234.350.250 184.016 Jumlah Penerimaan 184.969.771.605.576.431 Lihat tidak Kewajiban Pembagian Laba Tahun Lalu Terpisahkan dari Laporan ini 80.298 273.903 Pengeluaran : Biaya yang Berkaitan Dengan Pendapatan Diluar Usaha 38.314 7.129 7.548 3.679.531 (94.621 190.350.572.979.lain Penerimaan Kas dari pelanggan Jumlah Penerimaan Pengeluaran : Bahan Baku dan Penolong Biaya Pegawai Biaya Pemeliharaan Biaya Pajak.618 202.358 6.752 63.027 73.054.202 3.807.638 3.192.529.016.885 4.286.277 71.585.524.892 52.758 200.760.400) 128. Jasa Giro dan Penerimaan Diluar Usaha lainnya 2003 Rp 663.273.083 4.158.474.138.651 1.302.483.480 180.421 Investasi Rutin 97.779 2.879 64.532 129.856.584.653 576.226.214 104.579.588.264 41.768.764 65.822 90.432.534.929.825 103.829.911.511.986.261.514.lain Penerimaan Restitusi Pajak dan Lain .074.284.144.316.021.058 215.600 382.459.910.955.600 199.180 513.000 247.258 525.496 102. Asuransi Biaya Jasa.902. Retribusi.351.709 2.568 347.773.827 9.400 590.869.033 91.179 (125.960.741 281.793.245.224 9.919.060.579.364.552.lain Penempatan Deposito Pembayaran Kas Kepada Pemasok dan Karyawan Jumlah Pengeluaran Jumlah Arus Kas dari Aktivitas Operasi ARUS KAS DARI KEGIATAN INVESTASI Penerimaan : Penjualan Aktiva Tetap Pendapatan Bunga.000 295.127 189.470.092 16.

PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 2004 Rp (50.688.604.291 7.428.181. LC dan KI) Jumlah Penerimaan Pengeluaran : Angsuran kredit Investasi.421 347.735 1.577.684 153.411 176.181.099.145.342 Jumlah Arus Kas dari Aktivitas Investasi ARUS KAS DARI KEGIATAN PENDANAAN Penerimaan : Hutang Bank ( KMK.845.291 252.845.709 335.077.228 335.814 260.393 11.141.033 7.393 Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang Merupakan Bagian tidak Terpisahkan dari Laporan ini 6 . KMK & LC Lainnya Jumlah Pengeluaran Jumlah Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan KAS DAN SETARA KAS .510.033 260.096 1.688.634.677.727.404.577.507 156.735 1.893) 2003 Rp 55.677.742 182.AWAL TAHUN KENAIKAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 1.634.145.

UMUM a. MSc Ir. Sahala L Gaol Ir. serta Risalah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 28 September 2004 adalah sebagai berikut : Komisaris : Dr. RNP dan KCL ii) Pemasaran dan perdagangan bahan kimia antara lain N2. Pendirian Perusahaan PT Petrokimia Gresik (Persero) selanjutnya disebut “Perusahaan” pada awalnya adalah Perusahaan Umum yang didirikan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 55 tahun 1971. surat Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Nomor : S – 480/MBU/2004 tanggal 9 September 2004 perihal pemberhentian dan pengangkatan anggota – anggota Direksi Perusahaan Anak PT Pupuk Sriwidjaja (Persero). Phonska. SP36. 84 tanggal 20 Oktober 1998. pemasaran jasa rancang bangun dan pabrikasi vii) Jasa penelitian dan pemeliharaan pestisida aktif viii) Produksi/ formulasi dan memasarkan pestisida terdaftar ix) Produksi dan pemasaran jasa rancang bangun dan pabrikasi b. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan. Tambahan Nomor 722. Sedangkan ruang lingkup kegiatan Perusahaan adalah bergerak dalam bidang: i) Produksi. terakhir dengan akta notaris No.98 tanggal 9 Juni 1998 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. Selanjutnya. pemasaran dan perdagangan berbagai jenis pupuk. Akta pendirian ini telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia tanggal 9 Desember 1975 No 98. diantaranya adalah pupuk ZA. SH Nomor 110 tanggal 31 Mei 1975.Th.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 1.01. Suhendro Bakri. Urea. Alf3 & Cement Retarder. notaris di Jakarta. Dewan Komisaris. mengenai persetujuan penjualan 10 (sepuluh) saham PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) kepada Yayasan Petrokimia Gresik. H2. Tambahan Nomor 5870. Arifin Tasrif Ir. NH3. Sesuai dengan anggaran dasar Perusahaan. iii) Pemasaran produk utilitas iv) Jasa kepelabuhanan v) Jasa kesehatan vi) Produksi. Mustofa : Direktur Utama : Direktur Produksi 7 . Teddy Setiadi Drs. Akta perubahan tersebut telah memperoleh persetujuan dari Menteri Kehakiman dengan Surat Keputusan Nomor C2-6147 HT. direksi dan karyawan Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2004 ditetapkan berdasarkan surat PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) nomor U-912/A.. SH. MA Dr. Direksi dan Karyawan Susunan dewan komisaris.04. perdagangan jasa dan angkutan.00 – UM/2004 tanggal 8 September 2004. Ir. Ato Suprapto. khususnya di bidang industri. Kresnayana Yahya : : : : : Komisaris Utama Komisaris Komisaris Komisaris Komisaris Direksi : Ir. berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 14 tahun 1975 bentuk Perusahaan Umum diubah menjadi Perusahaan Perseroan (Persero) melalui akta notaris Abdul Latief. maksud dan tujuan Perusahaan adalah turut melaksanakan dan menunjang kebijaksanaan dan program Pemerintah di bidang ekonomi dan pembangunan nasional pada umumnya. O2. 82 tanggal 27 Maret 1998 dari Imas Fatimah.

BAT Ir.47% 13.032. 20.00% 35.G Yudara. Struktur Perusahaan Perusahaan memiliki saham perusahaan anak dan asosiasi dengan rincian sebagai berikut : Persentase Nama Perusahaan Perusahaan Anak PT Petrosida Gresik Gresik Produksi. c. Nugroho Purwanto.000. Memproduksi / memformulasi dan memasarkan pestisida 99.640 Rp 61.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Drs.00% * : merupakan perusahaan anak yang dimiliki PT Petrosida Gresik PT Petrosida Gresik PT Petrosida Gresik (PT Petrosida) didirikan berdasarkan akta notaris Frederik Alexander Tumbuan Nomor 43 tanggal 24 Juni 1983.99 % Rp 59.964 orang pada tahun 2004 (tidak diaudit) dan 4.392 Rp 14. Bambang Tjahjono.034 pada tahun 2003. SH.00% USD 26. kontraktor dan produsen bataco dan paving stone Peralatan pabrik Bahan baku sabun Bahan baku plastik Produsen pupuk 50.04 tahun 1998 berstatus PMDN dengan investasi USD 20. Ak.HT.900 Perusahaan Asosiasi Metode Ekuitas Perusahaan PT Petronika PT Kawasan Industri Gresik Perusahaan Anak * PT Petrokopindo Cipta Selaras PT Aneka Jasa Grhadika Metode Biaya PT Puspetindo PT Petrocentral PT Petrowidada Asean Potash Mining. SH.146.711 Gresik Gresik Gresik Thailand 5. SE. jasa transportasi dan perdagangan umum Jasa tenaga kerja.089. Bambang Setiobroto. Ir. Akta tersebut telah beberapa kali mengalami perubahan terakhir dengan Akta Notaris N.80% 1.00% 50.01. Firdaus Syahril Ir. Nomor 8 tanggal 12 Pebruari 1998 serta telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Nomor G2-1938. PT Petrosida 8 . MH : : : : Direktur Keuangan Direktur Teknologi & Pengembangan Direktur Pemasaran Direktur SDM & Umum Karyawan Perusahaan berjumlah 3. MM.808 Gresik Gresik Perbengkelan.968.000. Thailand Gresik Gresik Bahan baku plastik Pengelolaan lahan untuk industri di Gresik.00% Rp 18.262. Kantor pusat Perusahaan beserta instalasi produksi berlokasi di Gresik. distribusi dan perdagangan bahan aktif pestisida serta bertindak sebagai Distributor Pupuk. T.13% 9.382.774 Domisili Jenis Usaha Pemilikan Jumlah Aktiva 31 Desember 2004 PT Petrokimia Kayaku Gresik 60% Rp 59..

Tata niaga tersebut sekaligus merupakan instrumen subsidi atau selisih pembayaran harga gas untuk produksi pupuk urea yang digunakan untuk sektor pertanian dalam negeri. 2. tanggal 4 Pebruari 2002 serta telah dimuat dalam tambahan Berita Negara RI tanggal 29 Agustus 2000 No.01. 9 . Akta tersebut beberapa kali mengalami perubahan. Ltd Tokyo (20. sedangkan modal ditempatkan dan disetor penuh sebesar Rp 9. 356/MPP/Kep/5/2004 tanggal 27 Mei 2004 tentang perubahan Keputusan Nomor 70/MPP/Kep/2/2003 tanggal 11 Februari 2003 tentang pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI No 306/MPP/Kep/4/2003. iii.400.00/MMBTU. SH nomor 3 tanggal 18 Februari 1976 di Jakarta. Pemegang saham PT Petrokimia Kayaku adalah PT Petrokimia Gresik (60. terakhir dengan akta notaris Wien Hidajati Rasjid. Modal dasar. Tata niaga pembelian gas bumi oleh Perusahaan ditetapkan oleh Pemerintah. ZA. TATA NIAGA YANG BERKAITAN PRODUK PERUSAHAAN a. memberikan jasa penelitian dan pemeliharaan pestisida aktif. Mekanisme pembayaran subsidi pupuk urea melalui harga gas secara ringkas dilakukan dengan cara sebagai berikut : PT Petrokimia Gresik membayar terlebih dahulu USD 2.. SH.01%). Besarnya subsidi harga gas bumi atau selisih pembayaran harga gas adalah selisih antara harga kontrak jual beli gas antara Perusahaan dengan Kontraktor Production Sharing (KPS)/ Pertamina atau harga yang ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral dengan harga beli gas yang harus dibayar atau yang dibebankan kepada Perusahaan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. selisih harga kontrak dengan harga gas bumi yang dibebankan kepada Perusahaan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan ditagihkan kepada Pemerintah yang pelaksanaannya dilakukan oleh Direktorat Jenderal Lembaga Keuangan. ii. modal ditempatkan dan modal disetor PT Petrokima Kayaku adalah Rp 1. Kemudian.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) bergerak dalam bidang produksi. PT Petrokimia Kayaku bergerak dalam usaha produksi/ formulasi dan memasarkan pestisida terdaftar.00/MMBTU ke Bank of America sebagai paying agent.000. Disamping itu.00%) dan Nippon Kayaku Co.HT.751. perusahaan ini juga bergerak sebagai distributor pupuk.00%).016. b. Phonska) merupakan pupuk bersubsidi.00%).0000/91-B1 dan nomor 236/IV/SPK/A/Dir/1991 tanggal 5 April 1991 dengan jangka waktu 1 Juni 1993 sampai dengan 1 Juni 2013 dengan harga USD 2.500. Pupuk sebagai Produk Bersubsidi Surat Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan No. Mitsubishi Corporation Tokyo (20. diantaranya menetapkan bahwa produk pupuk urea dan pupuk non-urea (SP-36.000.99%) dan Koperasi Karyawan Keluarga Besar Petrokimia Gresik/K3PG (0. Modal dasar perusahaan ini adalah Rp 19. distribusi dan perdagangan bahan aktif pestisida. Pemegang saham perusahaan ini adalah PT Petrokimia Gresik (99.04 tahun 2000. Beberapa hal penting berkaitan dengan tata niaga tersebut adalah sebagai berikut: i. PT Petrokimia Kayaku PT Petrokimia Kayaku didirikan dengan akta notaris Sri Soetengsoe Abdoel Sjoekoer. Pengadaan gas bumi untuk PT Petrokimia Gresik dengan pemanfaatan gas bumi diatur dengan perjanjian antara PT Petrokimia Gresik dengan Pertamina Nomor PJB-0693/C. 69. Nomor 7 tanggal 23 September 1998 dan telah mendapat persetujuan dari Menteri Kehakiman RI dengan Keputusan Nomor C2-1377. Gas Bumi Salah satu bahan baku produksi pupuk adalah gas bumi.

06/2003 tanggal 19 Agustus 2003 menetapkan harga gas yang menjadi beban Perusahaan adalah sebagai berikut : . Selanjutnya Distributor melakukan penjualan dari gudang Lini III kepada Pengecer di Lini IV. HET ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor : 107/Kpts/SR. yaitu Jawa Timur di 37 Kabupaten untuk pupuk urea dan seluruh Indonesia untuk pupuk non urea. dikalikan volume pemanfaatan gas atas penyaluran pupuk ke sektor pertanian diakui sebagai pendapatan subsidi pupuk urea.00 per Kg e. sedangkan untuk periode Januari sampai dengan Desember 2004 ditetapkan sebesar USD 1.050.06/2004 tanggal 28 Juni 2004. Pupuk Urea • Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 356/MK. Hal ini sesuai Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. Pupuk Non Urea (SP-36.00/MMBTU untuk periode Agustus sampai dengan Desember 2003.USD 1. dengan ketentuan bahwa Harga Pokok Produksi tidak boleh melebihi harga impor untuk pupuk sejenis. 356/KMK.00 per Kg • Pupuk NPK = Rp 1.30/MMBTU untuk periode Januari sampai dengan Juli 2003.600. Subsidi ini diakui Perusahaan sebagai pendapatan subsidi pupuk non urea. Perusahaan melaksanakan pengadaan pupuk bersubsidi sampai dengan gudang Lini III yang berlokasi di tingkat Kabupaten atau Kodya di wilayah yang menjadi tanggung jawabnya dan penjualan pupuk kepada Distributor. Komponen biaya yang dapat diperlakukan sebagai Harga Pokok Produksi diatur dengan SK Menteri BUMN No KEP-183/MBU/2003 tanggal 28 Maret 2003 yang pada prinsipnya sama dengan HPP pada umumnya ditambah margin keuntungan 10%.00/MMBTU • Selisih antara harga gas bumi sesuai kontrak atau berdasarkan penetapan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral dengan harga gas yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan sebagai beban Perusahaan. 319/MK.00 per Kg • Pupuk ZA = Rp 950.400.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) c.06/2004 tanggal 28 Juni 2004. • Perusahaan mencatat harga gas dalam perhitungan harga pokok produksi sesuai dengan kontrak pembelian yaitu sebesar USD 2. Perusahaan ditugaskan sebagai pelaksana dan bertanggung jawab atas kelancaran pengadaan dan penyaluran serta 10 .06/2003 tanggal 19 Agustus 2003 dan No.130/2/2004 tanggal 13 Pebruari 2004 yaitu : • Pupuk Urea = Rp 1.00 per Kg • Pupuk SP-36 = Rp 1. Distribusi Pupuk Distribusi pupuk bersubsidi sesuai Surat Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 70/MPP/Kep/2/2003 tanggal 11 Pebruari 2003 sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI No 306/MPP/Kep/4/2003 menetapkan bahwa Perusahaan bertanggung jawab untuk melaksanakan pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi tahun 2003 mulai dari Lini I sampai dengan Lini IV pada wilayah propinsi yang menjadi tanggung jawabnya. d. Pada tahun 2002 melalui surat dari Departemen Perindustrian dan Perdagangan Direktorat Jenderal Perdagangan dalam Negeri nomor 490/DJPDN/IX/2002 tanggal 20 September 2002.00/MMBTU sesuai Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 319/MK. . ZA. Phonska/ NPK 15:15:15) Subsidi pupuk non urea ditentukan oleh Pemerintah melalui harga pupuk yaitu selisih positif antara Harga Pokok Produksi (HPP) dengan Harga Eceran Tertinggi yang ditetapkan oleh Menteri Pertanian dikalikan volume penyaluran pupuk ke sektor pertanian.USD 1.

Saldo dan transaksi termasuk keuntungan / kerugian yang belum direalisasi atas transaksi antara perusahaan dan perusahaan anak dieliminasi untuk mencerminkan posisi keuangan dan hasil usaha Perusahaan dan perusahaan anak sebagai satu kesatuan usaha. sesuai Surat Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan No. Jombang. b. tempat. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI a. harga. Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan ini adalah Rupiah. Magetan. Dasar Pengukuran dan Penyusunan Laporan Keuangan Laporan keuangan konsolidasian ini disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. 3. investasi dan pendanaan. Dasar pengukuran dalam penyusunan laporan keuangan adalah konsep biaya perolehan (historical cost). Ponorogo dan Pacitan. Hasil yang sebenarnya mungkin berbeda dari jumlah yang diestimasi. Transaksi dan Penjabaran Laporan Keuangan Dalam Mata Uang Asing 11 . Dalam pertengahan tahun 2004. Laporan arus kas konsolidasi disajikan dengan metode langsung (direct method) dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi. f. Madiun. Pestisida dan Produk Lainnya Pemerintah tidak mengatur tataniaga produksi dan perdagangan pestisida dan produk lainnya sehingga Perusahaan dapat melaksanakan produksi dan pemasarannya sesuai dengan kebijakan manajemen dan mekanisme pasar. d.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) ketersediaan stok pupuk urea di 9 (sembilan) Kabupaten/Kota di Propinsi Jawa Timur (lebih sedikit dibandingkan tahun 2003). 356/MPP/Kep/5/2004 tanggal 27 Mei 2004 wilayah tanggung jawab Perusahaan menjadi 12 Kabupaten Jawa Timur untuk pupuk urea dan seluruh Indonesia untuk pupuk non urea. yang antara lain meliputi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Bojonegoro. Penggunaan Estimasi Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia mengharuskan manajemen untuk membuat estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah aktiva dan kewajiban dan pengungkapan aktiva dan kewajiban kontinjen pada tanggal laporan keuangan serta jumlah pendapatan dan beban selama periode pelaporan. Nganjuk. jumlah. Tuban. waktu dan mutu. Prinsip Konsolidasi Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan perusahaan dan perusahaan anak dimana Perusahaan merupakan pemegang saham baik secara langsung ataupun tidak langsung lebih dari 50% hak suara dari saham yang diterbitkan. mulai dari Lini I sampai dengan Lini IV pada wilayah yang menjadi tanggung jawabnya. Kedua belas kabupaten di Jawa Timur tersebut adalah Gresik. c. Ngawi. Kota Madiun. Lamongan. atau apabila Perusahaan memiliki 50% atau kurang hak suara tetapi dapat dibuktikan adanya pengendalian. Perusahaan wajib bertanggung jawab atas pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi secara 6 (enam) tepat yaitu tepat jenis.

maka Perusahaan akan melakukan penelaahan atas terjadinya penurunan nilai aktiva. Sedangkan untuk tahun 2004. 12 . Piutang subsidi harga gas diakui 100% dari penagihan secara bulanan berdasarkan pupuk urea untuk sektor pertanian yang telah disalurkan ke Lini IV. aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang asing disesuaikan untuk mencerminkan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut didasarkan pada kurs tengah mata uang asing yang diumumkan oleh Bank Indonesia. sedangkan pendapatan dan beban dijabarkan dengan menggunakan kurs rata – rata. Pembukuan PT Petronika. perusahaan anak diselenggarakan dalam mata uang Dollar Amerika Serikat. pada akhir tahun jumlah piutang diakui berdasarkan penyaluran ke Lini IV selama satu tahun dengan mempertimbangkan anggaran yang tersedia di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara –Perubahan (APBN-P) tahun 2004. Untuk tujuan penyajian laporan keuangan (bagian laba rugi penyertaan). Piutang Usaha Piutang usaha yang berasal dari penjualan pupuk. produk samping (non pupuk) dan pestisida diakui pada saat direalisasi yaitu pada saat pembuatan faktur penjualan yang didukung bukti penyerahannya. Transaksi-transaksi selama tahun berjalan dalam mata uang asing dicatat dengan kurs yang berlaku pada saat terjadinya transaksi.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Pembukuan Perusahaan dan perusahaan anak. Keuntungan atau kerugian yang timbul dikreditkan atau dibebankan dalam laporan laba rugi tahun yang bersangkutan. deposito berjangka yang jangka waktunya kurang dari atau sama dengan 3 (tiga) bulan sejak tanggal penempatannya dan tidak dijaminkan. Subsidi harga pupuk (pupuk non-urea) Piutang subsidi harga pupuk tahun 2003 dan 2004 untuk produk pupuk SP-36. Kas dan Setara Kas Kas dan setara kas terdiri dari saldo kas dan bank. h. Bila hasil penelaahan tersebut menyimpulkan adanya penurunan nilai aktiva. ZA dan NPK (non-urea) diakui sebesar selisih perkiraan Harga Pokok Penjualan (HPP) sesuai perhitungan dan komponen biaya yang ditentukan oleh Menteri BUMN dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh Menteri Pertanian. maka kerugian yang timbul akan diakui pada periode berjalan. Penurunan Nilai Aktiva Apabila terdapat indikasi adanya penurunan potensial atas nilai aktiva yang disebabkan oleh penurunan estimasi nilai ekonomis yang manfaatnya untuk masa depan. Selisih kurs yang terjadi disajikan sebagai bagian dari ekuitas. Sedangkan piutang usaha yang berasal dari pendapatan jasa diakui sesuai dengan tahapan penyelesaian pekerjaan. sedangkan pada akhir tahun 2004 berdasarkan realisasi HPP dengan mempertimbangkan anggaran yang tersedia di APBN-P tahun 2004. Piutang subsidi harga pupuk diakui 100% dari penagihan secara bulanan berdasarkan pupuk SP-36. ZA dan NPK untuk sektor pertanian yang telah disalurkan ke Lini IV. Pada tanggal neraca. f. kecuali PT Petronika diselenggarakan dalam mata uang Rupiah. Pada akhir tahun 2003 jumlah piutang diakui berdasarkan penyaluran ke Lini IV dan perkiraan HPP setahun. Piutang Subsidi Kepada Pemerintah Subsidi harga gas atau selisih pembayaran harga gas (pupuk urea) Piutang subsidi harga gas tahun 2003 dan 2004 untuk produk pupuk urea diakui sebesar selisih antara harga gas menurut kontrak atau yang ditetapkan oleh Menteri Pertambangan dan Energi dengan harga yang dibebankan kepada Perusahaan menurut keputusan Menteri Keuangan. e. g. aktiva dan kewajiban PT Petronika pada tanggal neraca di jabarkan masing – masing dengan menggunakan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut.

iv) Untuk persediaan yang tidak berfungsi dalam kondisi rusak atau tidak dapat dimanfaatkan. Penyisihan Piutang Perusahaan menetapkan penyisihan piutang atas piutang usaha dan piutang lain-lain (kecuali piutang yang ada jaminannya. ii) Investasi Lainnya Investasi dalam bentuk saham dengan pemilikan kurang dari 20% yang nilai wajarnya tidak tersedia dan dimaksudkan untuk investasi jangka panjang dinyatakan sebesar biaya perolehan (metode biaya). maka selisih yang timbul dibebankan pada akun penurunan nilai persediaan dalam kelompok beban lain-lain. baik langsung maupun tidak langsung.000 (seribu Rupiah) dibebankan sebagai kerugian pada tahun berjalan. Khusus untuk piutang kepada Pemerintah disisihkan setelah adanya kepastian bahwa piutang tersebut tidak akan terealisir. l. Persediaan i) Persediaan bahan baku dan suku cadang dicatat sebesar harga perolehannya dengan metode ratarata bergerak (moving average method).PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) i. Investasi Jangka Panjang i) Investasi pada Perusahaan Asosiasi Investasi dengan pemilikan 20% sampai dengan 50%. Bila terjadi penurunan nilai yang bersifat permanen. Bagian atas laba (rugi) tiap tahun disesuaikan dengan amortisasi atas selisih antara harga perolehan dan bagian Perusahaan atas nilai wajar netto yang dapat diidentifikasi. ditambah atau dikurangi dengan bagian laba atau rugi perusahaan asosiasi sejak perolehan sebesar persentase pemilikan dan dikurangi dengan dividen yang diterima (metode ekuitas). Selisih antara nilai tercatat dengan nilai Rp 1.1 tahun 0% 1 . Bila terjadi penurunan nilai yang bersifat permanen. j. piutang kepada Pemerintah dan antar produsen pupuk/sister company) berdasarkan analisa terhadap umur piutang tersebut sebagai berikut : Umur piutang Persentase penyisihan 0 . dinyatakan sebesar biaya perolehan. Namun demikian penghapusan tersebut tetap mengikuti prosedur sebagaimana diatur dan berlaku untuk BUMN pada umumnya. dipindahkan ke aktiva lain-lain dengan nilai Rp 1. Penerimaan kembali piutang yang telah dihapuskan dibukukan sebagai pendapatan lain-lain. nilai tercatatnya dikurangi untuk mengetahui penurunan tersebut dan kerugiannya dibebankan pada laporan laba rugi tahun berjalan. ii) Persediaan barang dalam proses dicatat sebesar harga perolehannya dengan metode rata-rata tertimbang (weighted average method). Apabila penyajian dilakukan sebesar nilai bersih yang dapat direalisasi. maka nilai tercatatnya dikurangi untuk mengakui penurunan tersebut yang ditentukan untuk setiap investasi secara individu dan kerugiannya dibebankan pada laporan laba rugi tahun berjalan. k.000 (seribu Rupiah) per satuannya. iii) Persediaan barang jadi pada tanggal neraca disajikan sebesar nilai perolehannya atau nilai bersih yang dapat direalisasi mana yang lebih rendah (the lower of cost and net realizable value).2 tahun 50 % > 2 tahun 100% Piutang yang benar-benar tidak dapat ditagih dihapuskan dari pembukuan. Transaksi dengan Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa 13 .

atau berada dibawah pengendalian bersama dengan perusahaan pelapor (termasuk holding companies. atau dengan pihak yang mana Perusahaan mempunyai pengaturan khusus atau transaksi yang signifikan dan juga apakah transaksi telah dilakukan atau dengan kondisi dan syarat sebagaimana dilakukan dengan pihak yang tidak mempunyai hubungan istimewa telah diuraikan di laporan keuangan. Perusahaan dimana suatu kepentingan substansial dalam hak suara dimiliki baik secara langsung maupun tidak langsung oleh setiap orang yang diuraikan dalam point iii) dan iv) atau setiap orang tersebut mempunyai pengaruh signifikan atas perusahaan tersebut. baik secara langsung maupun tidak langsung suatu kepentingan hak suara di perusahaan pelapor yang berpengaruh secara signifikan. direksi dan manajer dari perusahaan serta anggota keluarga dekat orang-orang tersebut dan. Terhadap aktiva tetap tersebut dilakukan penyusutan sekaligus sebesar nilai buku dan dibebankan sebagai Biaya lain – lain.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan No. memimpin dan mengendalikan kegiatan perusahaan pelapor yang meliputi anggota dewan komisaris. Sifat dan besarnya transaksi dengan pihak-pihak yang mana Perusahaan mempunyai kemampuan untuk mengendalikan. maka secara administratif dikeluarkan dari perkiraan aktiva tetap untuk dipindah bukukan ke dalam aktiva tetap non operasional yang disajikan dalam kelompok aktiva lain – lain. Apabila aktiva tetap yang tidak digunakan lagi untuk operasional perusahaan ( karena rusak atau usang). Ini mencakup perusahaanperusahaan yang dimiliki anggota dewan komisaris. Karyawan kunci yaitu orang-orang yang mempunyai wewenang dan tanggung jawab untuk merencanakan. ii). Kriteria yang digunakan untuk objek kapitalisasi berupa pengeluaran untuk pemeliharaan. Aktiva Tetap Aktiva tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutannya. subsidiaries and fellow subsidiaries). iii). yang dimaksudkan dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah: i). sebelum mendapatkan persetujuan formal untuk menghapuskannya atau dijual. alat berat Perabot dan inventaris lainnya 10 10 20 20 25 Tanah dinyatakan berdasarkan biaya perolehan dan tidak disusutkan. Aktiva tetap kecuali tanah disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus (straight line method) berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aktiva tetap. v). iv). Perorangan yang memiliki. mengendalikan atau dikendalikan oleh. pengadaan/ pembangunan yang berkaitan dengan aktiva tetap adalah sebagai berikut: 14 . m. Perusahaan yang melalui satu atau lebih perantara (intermediaries). Perusahaan asosiasi (associated enterprises). direksi atau pemegang saham utama dari perusahaan pelapor dan perusahaan-perusahaan yang mempunyai anggota manajemen kunci yang sama dengan perusahaan pelapor. 7. dan anggota dekat dari perorangan tersebut (yang dimaksudkan dengan anggota keluarga dekat adalah mereka yang dapat diharapkan mempengaruhi atau dipengaruhi perorangan tersebut dalam transaksinya dengan perusahaan pelapor). sebagai berikut : % Tarif Penyusutan Bangunan pabrik Bangunan gedung Mesin dan Peralatan Kendaraan.

Aktiva suku cadang penyangga ini akan disusutkan selama umur teknis pabrik (umur teknis pabrik dikurangi masa operasi pabrik). Aktiva / Kewajiban Diestimasi atas Program Pensiun Perusahaan menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti ( berupa PKHT dan THT ) untuk semua karyawan tetap lokalnya. Hutang usaha yang berhubungan dengan pemborongan pekerjaan diakui dan dicatat berdasarkan persentase fisik pekerjaan yang telah diselesaikan dan dinyatakan dengan Berita Acara.000 Rp 10. Aktiva Dalam Pelaksanaan Aktiva dalam pelaksanaan dinyatakan sebesar biaya perolehan.000 Rp 5.500 Jenis Aktiva Bangunan Mesin Alat berat Kendaraan Perabot Baru Rp 50. n.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) (i). Biaya yang Ditangguhkan Biaya yang dikeluarkan dan diperkirakan memiliki manfaat lebih dari satu tahun dicatat sebagai biaya ditangguhkan dan diamortisasi dengan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomisnya. Pengadaan/ pembangunan aktiva tetap dikapitalisasi jika harga per satuan mempunyai batas minimum sebagai berikut: Penambahan/ Penggantian Rp 25.000 Rp 10. Pengakuan Pendapatan dan Beban 15 .000 Persediaan yang diklasifikasikan sebagai suku cadang penyangga disajikan pada aktiva tetap.000 Rp 25. Metode penilaian aktuaria yang digunakan oleh aktuaris adalah metode Projected Unit Credit. Biaya perolehan tersebut termasuk biaya pinjaman yang terjadi selama masa pembangunan yang timbul dari hutang yang digunakan untuk pembangunan aktiva tersebut.000 Rp 50. (iii). o. Biaya jasa kini diakui sebagai beban pada periode berjalan. Pengeluaran berupa biaya pemeliharaan diklasifikasikan dan dicatat sebagai aktiva tetap apabila pengeluaran tersebut menambah umur ekonomis dan atau menambah kapasitas aktiva tetap yang bersangkutan. Biaya pemeliharaan yang dikapitalisasi adalah biaya pemeliharaan yang dikategorikan sebagai perbaikan berat yang berupa penggantian baru seluruh satuan komponen aktiva tetap. q. p. koreksi aktuarial dan dampak perubahan asumsi bagi peserta pensiun yang masih aktif diamortisasi dengan metode anuitas pasti selama estimasi sisa masa kerja rata – rata karyawan sebagaimana ditentukan oleh aktuaris. Akumulasi biaya perolehan akan dipindahkan ke masing – masing aktiva tetap yang bersangkutan pada saat selesai dan siap digunakan. (ii). Biaya jasa lalu.000 Rp 25. Umur teknis pabrik pupuk ditentukan selama 16 (enam belas) tahun.000 Rp 50. r.000 Rp 5. Hutang Usaha Hutang usaha adalah hutang yang timbul dari pengadaan barang/ jasa yang dinyatakan sebesar nilai barang/ jasa yang harus dibayar kepada rekanan. Apabila pengeluaran biaya pemeliharaan tidak menambah umur dan atau menambah kapasitas maka dicatat sebagai beban.

.Pada setiap akhir bulan pendapatan subsidi diakui sebesar 100% dari perhitungan subsidi untuk bulan yang bersangkutan. Pendapatan subsidi pupuk diakui sebagai berikut: Tahun 2003 . jumlah pendapatan subsidi untuk tahun berjalan diakui dan dihitung berdasarkan penyaluran pupuk bersubsidi ke Lini IV dan perkiraan HPP sesuai dengan ketentuan Menteri BUMN.Pada akhir tahun.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) i) ii) Pendapatan dari penjualan pupuk dan produk samping (non pupuk) diakui pada saat direalisasi yaitu pada saat pembuatan faktur penjualan yang didukung bukti penyerahannya. 16 . Perusahaan menagih sebesar 70% dari perhitungan tersebut. maka perbedaan tersebut diperlakukan sebagai pendapatan atau beban pada tahun ditetapkannya oleh Pemerintah setelah dilakukan audit khusus subsidi pupuk.Apabila terdapat perbedaan antara pendapatan subsidi yang dicatat Perusahaan pada suatu tahun buku dengan yang diakui Pemerintah pada periode berikutnya yang berlaku surut. .

yakni laba komersial setelah dikoreksi sesuai dengan peraturan perpajakan yang berlaku. Koreksi terhadap kewajiban perpajakan diakui saat surat ketetapan pajak diterima atau jika mengajukan keberatan. Harga pokok penjualan dicatat sesuai biaya perolehannya yang besarnya ditentukan sesuai dengan pisah batas (cut off) yang berlaku untuk penjualan. . Beban diakui atas dasar akrual yaitu pada saat barang/Jasa digunakan/dimanfaatkan dalam operasi perusahaan atau dalam periode akuntansi yang menikmati manfaat ekonomi barang/jasa pada tahun yang bersangkutan. pada saat keputusan atas keberatan tersebut telah ditetapkan.Pada akhir tahun. Perusahaan menagih sebesar 85% dari perhitungan tersebut. Saldo rugi fiskal yang dapat dikompensasi diakui sebagai aktiva pajak tangguhan apabila besar kemungkinan bahwa jumlah laba fiskal di masa mendatang akan memadai untuk dikompensasi.Apabila terdapat perbedaan antara pendapatan subsidi yang dicatat Perusahaan pada suatu tahun buku dengan yang diakui Pemerintah pada periode berikutnya yang berlaku surut. . menurut pembagian industri atau kelompok produk atau jasa sejenis yang berbeda. Pajak kini dihitung berdasarkan laba kena pajak.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Tahun 2004 .Pada setiap akhir bulan pendapatan subsidi diakui sebesar 100% dari perhitungan subsidi untuk bulan yang bersangkutan. s. Pajak Penghasilan Seluruh perbedaan temporer antara jumlah tercatat aktiva dan kewajiban dengan dasar pengenaan pajaknya diakui sebagai pajak tangguhan dengan metode kewajiban (liability method). Pendapatan bunga dan lainnya diakui dengan metode akrual. jumlah pendapatan subsidi untuk tahun berjalan diakui dan dihitung berdasarkan penyaluran pupuk bersubsidi ke Lini IV dan realisasi HPP sesuai ketentuan Menteri BUMN dengan mempertimbangkan anggaran yang tersedia di APBN-P. t. maka perbedaan tersebut diperlakukan sebagai pendapatan atau beban pada tahun ditetapkannya oleh Pemerintah setelah dilakukan audit khusus subsidi pupuk. Segmen usaha adalah komponen yang dapat dibedakan (distinguishable components) dan menghasilkan suatu produk atau jasa yang berbeda. terutama untuk para pelanggan diluar entitas Perusahaan. Pajak tangguhan diukur dengan tarip pajak yang berlaku saat ini. i) ii) iii) iv) Pendapatan jasa diakui sesuai dengan tahapan penyelesaian pekerjaan. 17 . Informasi Segmen Usaha Informasi segmen perusahaan dan perusahaan anak disajikan menurut pengelompokan (segmen) usaha.

185 334.526.922 237.286.325 226.649.568.954 5.511.446 66.814 171.316 152.169.393 5.749.521 13. Berdasarkan Langganan Pihak Ketiga PT Gresik Cipta Sejahtera Pertani Group PT Gautama Sinarbatuah Sarana Adya Boga Agung PT Semen Gresik Cheil Samsung PT Indonesia Asahan Aluminium 18 21.704.803.262.729.382 15.814 347.621 137.926.063.573 763 312.404.012.788 7.323.374.491 37.404.044.716 23.358.916 4.120 52.561 14.533 40.583.892 4.764 4.393 1.469.234.203.000 335.355 273.565 5.269 21.673 4.268 4.064 44.765 25.079 7.880 83.041.760 3.377 8.363 22.448.696 217.653 21.000 6.784 191.677.605 310.764 12.527. Piutang Usaha 2004 Rp 2003 Rp a.793.292 Kas Bank : Rupiah : PT Bank Rakyat Indonesia Tbk PT Bank Negara Indonesia Tbk PT Bank Mandiri Tbk PT Bank Central Asia Tbk PT Bank DBS Indonesia PT Bank Bukopin Standard Chartered Bank The Hongkong Shanghai Bank Corporation Citi Bank PT Bank Lippo Tbk PT Bank Mega Tbk Sub Jumlah Valuta Asing : Citi Bank PT Bank Negara Indonesia Tbk PT Bank Mandiri Tbk Standard Chartered Bank PT Bank Rakyat Indonesia Tbk PT Bank Central Asia Tbk PT Bank DBS Indonesia The Hongkong Shanghai Bank Corporation PT Bank Lippo Tbk Sub Jumlah Jumlah Kas dan Bank Deposito Rupiah PT Bank Negara Indonesia Tbk Jumlah Kas dan Setara Kas 565.011 22.560 .308.192 196.150.494 81. Kas dan Setara Kas 2004 Rp 2003 Rp 400.163.080 14.650.083 224.089.420 306.780 3.443.269.002.465 177.557 347.899.310 9.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 4.849 6.889 6.

742.502.521.872.120.600.008 1.448 2.574.143 7.515.903 44.591 28.520.983.972 3.537 2003 Rp PPI (Group) PT Padas Mulya PT Dharma Niaga PT Murni Sri Jaya Kimikal Usaha Prima Andal Hasa Prima PT Anak Gresik Raya Kencana PT Sugih Waras PT Eka Matra Tani PT Lautan Luas Lainnya (dibawah Rp2.360 145.880.5 milyar) Sub Jumlah Penyisihan Piutang Ragu-ragu Sub Jumlah Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa Pemerintah Republik Indonesia Subsidi Harga Pupuk Non Urea Subsidi Harga Gas Bumi (Urea) PPN atas Subsidi Harga Pupuk Non Urea Sub Jumlah Induk Perusahaan dan Perusahaan Asosiasi PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) PT Petrocentral PT Mega Eltra PT Pupuk Kaltim Tbk PT Pupuk Kujang Sub Jumlah Sub Jumlah Penyisihan Piutang Ragu-ragu Jumlah Jumlah Piutang Usaha b. Berdasarkan Mata Uang Rupiah US Dollar Jumlah Penyisihan Piutang Ragu-ragu Jumlah Piutang kepada Pemerintah Republik Indonesia 6.346.478.085 3.866 219.725 910.406 12.845.744 403.294 3.256 7.759 20.550.001.623 3.976 110.266.540. 19 .700 143.062 4. Subsidi harga jual pupuk non-urea merupakan subsidi atas selisih harga jual pupuk non-urea yang ditetapkan Pemerintah (Harga Eceran Tertinggi/ HET) dengan Harga Pokok Penjualan (HPP) untuk volume pupuk yang telah disalurkan sampai ke Lini IV untuk sektor pertanian dalam negeri (lihat catatan 2).747.670.244.361 (249.248.815.186.117 153.373 3.448.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 2004 Rp 4.897.078.067) 402.937 359.783 406.250 14.892 193.580 (6.237.043.600 3.912 10.981.004 (1.333) 219.520.116 (714.235 93.607 123.960.116.260 43.376) 406.253.607.547.869 3.481.283) 249.072.874.323.420 250.483.197.291.096.391 7.713.258.907 106.807.043) 187.870 8.244 13.913.826 2.860 191.793 413.937 Subsidi harga gas bumi merupakan subsidi atas selisih harga antara harga pembelian gas bumi dengan harga yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan sebagai beban Perusahaan yang digunakan untuk memproduksi pupuk urea yang telah disalurkan sampai ke Lini IV untuk sektor pertanian dalam negeri (lihat catatan 2).520.885 42.550.287.577 402.320 81.696 (7.733.841 3.784) 152.130.253 28.137 17.320 368.766.869.643 (1.509 8.655.

penjualan produk samping dan pinjaman suku cadang.367.150.034) 35. tanah.006 (10.784 7.ragu atas piutang kepada pihak ketiga dan piutang kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah cukup untuk menutupi kerugian yang mungkin timbul dari tidak tertagihnya piutang tersebut.400 46.188 (506.623 23. Berdasarkan Mata Uang Rupiah US Dollar Jumlah Penyisihan Piutang Ragu-ragu Jumlah Piutang Lain-lain 20 9.868. Manajemen berpendapat bahwa penyisihan piutang ragu .394 6.156.347. bangunan.225.148.989 22. karyawan).029.990 365.980 22.591 307.617 2.249.059.194 (11. Piutang Lain-lain 2004 Rp 2003 Rp a.266.lain (kurang dari 2 milyar) Sub Jumlah Penyisihan Piutang Ragu-ragu Sub Jumlah Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa PT Petrowidada Yayasan Petrokimia Gresik PT Puspetindo PT Petronika PT Kawasan Industri Gresik PT Petrocentral Karyawan PT Petrokopindo CS PT Rekayasa PT Pupuk Kaltim Tbk Lain-lain Sub Jumlah Penyisihan Piutang Ragu-ragu Sub Jumlah Jumlah Piutang Lain-lain b.024 771.352.013.673 21.567.449 5.038 4.199 3. Berdasarkan Langganan Pihak Ketiga PT Petro Oxo Nusantara Dinas Perhubungan Pemkab Gresik PT Samator Inti Peroksida Lain . 6.850 8.565) 13. penggunaan fasilitas Perusahaan (rumah dinas.434.718.120.806.943.652 (9.092.341 2.161 421.879.805.989 15.652.162 35. Piutang usaha digunakan sebagai jaminan atas hutang bank (lihat catatan 14 dan 20).620 277.283 29.023 (10.162 4.747 13.289.825) 14.120 337.782.209) 21.424 731.441 5.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Selisih pembayaran harga gas bumi merupakan pengembalian oleh Pemerintah RI atas selisih harga antara harga pembelian gas bumi dengan harga yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan sebagai beban Perusahaan yang digunakan untuk memproduksi pupuk urea (lihat catatan 2).680 1.027 2.264.030 1.779) 13.409 26.579.237.028.223.911 37.385.850 . Piutang kepada Perusahaan Induk dan Asosiasi Jumlah tersebut adalah piutang atas penjualan produk dan jasa.827 12.755 23.000 1.678.978 24.371 (1.579.963 2.153.344) 26.470 835.706.145.569.500.148.

716 16.612 1. Persediaan Barang Jadi Pupuk Kantong Produk Lainnya Pupuk Curah Pupuk Sweeping Barang Dalam Perjalanan Pupuk ZK Bahan Aktif Pestisida (Diazinon.822.221 165.999.957 7.263 700. Flowable.140.207 2.171 450.168. Persediaan Bahan Baku Batuan Fosfat Belerang KCL Amoniak Asam Sulfat Pestisida (DMS. Coils) Sub Jumlah c.918 60.241 67.925.698.943.218 46.165 3.033 337.105 3.828.489.120.127.334 10.008 67.915 322.195 771.054. jasa pelabuhan.460 234.459 13.701.361 128 78 353 35.484.006 8.592 7.264 93 7. Coils) Sub Jumlah b. dan lain-lain (lihat catatan 30).682 31.227.037 2.231 37. Persediaan Barang Dalam Proses Asam Fosfat ROP KCL 15-10-19-6Mg Bahan Aktif Pestisida Purified Gypsum KCL 15-9-20-6Mg CO2 Cair Asam Fluosikat Nitrogen Oksigen Crude Gypsum Pestisida (Cair. sewa tanah.758 32. steam. Tepung. dll) Bahan Aktif Pestisida ALOH3 Zinc Sulfat Sub Jumlah 33. Tepung. Flowable.383 9.140 31.056 7.496 2.419 50.864 73.698 993.998 597.375 6.598 31.593 1.172 21 101.729 19.751 20.334 43.607 161.033 30.520 11.789 4.261.086 18.850 Kuantum *) 130.871 274.700.478 842 88 Rp 126. DMA.679 30.090.494 43. Padat.013.379 2.673 9.626 42. Padat. BPMC.508 8. Persediaan 2004 2003 Rp 228.576 34.101.354 11.489 526 131 386 52 .021 152.589 194 199 43.155 4.951.880 404.228 381.602 11. 7.960 92.636 9.249 8.468 92.591.320 66.747.487 Kuantum *) 178.588 5.902 161.854 454.639 99.389 27. listrik.417 255 9.128.658 16.224.134 39. Manajemen berpendapat bahwa penyisihan piutang ragu .ragu atas piutang kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah cukup untuk menutupi kerugian yang mungkin timbul dari tidak tertagihnya piutang tersebut.279 50.399.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Piutang kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa lainnya diatas terutama timbul dari transaksi penjualan hasil produk samping (seperti air.136.703.605. sewa rumah.611 5.256 119. dll) Pestisida (Cair.717 6.032.466. dan lain-lain) dan penjualan jasa lainnya berupa jasa keahlian.705 3.637 a.611 119.574.757.746 11.231.760 110.070 174.183.471 66.

000.907.753 469.336 dan Rp53. seluruh persediaan telah diasuransikan kepada PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya dengan jumlah pertanggungan masing . pestisida cair.102. Seluruh persediaan di atas digunakan sebagai jaminan atas hutang bank (lihat catatan 14 dan 20).558.808. Persediaan Bahan Pembantu dan Penolong e.639 9.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) d.359 Uang muka dividen merupakan tambahan dividen Pemerintah.209 Uang Muka Pembelian Uang Muka Dividen Uang Muka Operasional Uang Muka Lainnya Jumlah 27.695. Kenaikan nilai persediaan bahan baku pada tahun 2004 disebabkan adanya kenaikan pembelian bahan baku impor karena kenaikan nilai kurs dollar.755.256 .334.529.833 29.464.620.439 2.550 47.565 36.510.233. S-638/MBU/2004 tanggal 29 Nopember 2004.634.229 5. dimana PT Petrokimia Gresik mendapat bagian sejumlah Rp14. flowable dan coils (dalam satuan ltr).831 16.367.515 Biaya Perbaikan Rutin yang Dikapitalisasi Biaya Distribusi Asuransi Biaya Bahan Kimia untuk NPK Blending Provisi Bank Lain-lain Jumlah 22 38. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian yang dialami Perusahaan.314.915.185.080 2.271 7.328. kecuali oksigen dan nitrogen (dalam satuan ncm).706 718.877. Pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003.072 Kuantum dalam satuan ton. sesuai hasil kesepakatan dengan anggota holding telah diputuskan tambahan dividen tersebut dialokasikan ke masing-masing anggota holding. Biaya Dibayar Dimuka 2004 Rp 2003 Rp 42.402 65.894 20.178 3. 9.786 14.460 7.639 174.298.004.244 3.416.304.418. Tambahan dividen tersebut diminta pada PT Pusri Holding sebesar Rp50 milyar.914.812. U/41179/AOO-KU/2004 tanggal 6 Desember 2004 dan surat Menteri BUMN No.578.071.391.310.721 1.658 2. pestisida padat dan tepung (dalam satuan kg). sedangkan kenaikan persediaan bahan jadi disebabkan menumpuknya persediaan bahan jadi di 8.442.314.000 2.622 134.671.677.023 85.280 58.330 6.409. Persediaan Suku Cadang Pabrik Operating Supplies Pabrik Amonia dan Urea Kendaraan dan Alat Berat Prasarana dan Utilitas Suku Cadang Dalam Perjalanan Sub Jumlah Jumlah *) 44.243 1.masing sebesar Rp64.951 44.280 57. sesuai surat dari PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) No.789.335.327 85.334. Uang Muka 2004 Rp 2003 Rp 74.585 dan PT Asuransi Ramayana Tbk pada tanggal 31 Desember 2004 sebesar Rp1.

303.996 Selisih Kurs - Saldo 31 Des 2003 18.531 3.091.982 6.850 289.530.00% 35.519.091.430) 20.041.229.818 Selisih Kurs 2.990.000 1 28.742.873 1.500 34.552.742.250 260.776.219 281.219 281.273.552.328.00% 50.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 10.776.076 Saldo 31 Des 2004 21.500 34.957) (1.964 (744.190. Metode Ekuitas 2004 Bagian Laba (Rugi) Tambahan Periode Berjalan Setoran dan Koreksi Dividen 3.873 1.005 40.250 260.434 (42.328.643 1.022 15.040.160 Thailand Gresik Gresik Gresik 13.273.531 3.500 34.00% 1.431 17.13% Ringkasan pergerakan penyertaan adalah sebagai berikut : a.226 2.774 2003 Rp 18.500 34.47% 9.077.602.617 281.427) Saldo 01 Jan 2004 Perusahaan : PT Petronika PT Kawasan Industri Gresik Perusahaan Anak : PT Aneka Jasa Grhadika PT Petrokopindo Cipta Selaras Jumlah 18.849 15.773 541.470) (851.279 5.474.849 15.818 17.269 817.190.724 14. Investasi Jangka Panjang Tempat Kedudukan Metode Ekuitas PT Petronika PT Kawasan Industri Gresik PT Aneka Jasa Grhadika PT Petrokopindo Cipta Selaras Sub Jumlah Metode Biaya Asean Potash Mining.219 281.00% 2004 Rp 21.250 260.192.00% 50.250 260.474.602.723 21.849 15.360 4.530.592.357.190.343 69.360 4.032 292.040.742.005 40.592.203.309) 875.990. Thailand PT Petrowidada PT Petrocentral PT Puspetindo Sub Jumlah Jumlah Gresik Gresik Gresik Gresik Pemilikan Saham 20.091 2003 Bagian Laba (Rugi) Tambahan Periode Berjalan Setoran dan Koreksi Dividen (582.431 Saldo 01 Jan 2003 Perusahaan : PT Petronika PT Kawasan Industri Gresik Perusahaan Anak : PT Aneka Jasa Grhadika PT Petrokopindo Cipta Selaras Jumlah 19.342 63.596.474.022 15.000 1 28.981 6.818 23 .80% 5.

PT Aneka Jasa Grhadika Penyertaan pada PT Aneka Jasa Grhadika dituangkan dalam akta notaris Nurlaily Adam.385 lembar dengan nilai USD 2.750.050 lembar saham dengan nilai nominal Rp10 per lembar atau senilai Rp260.692. SH Nomor 218 tanggal 31 Desember 1994 dan telah diubah dengan notaris yang sama nomor 294 tanggal 30 Maret 1996 sebanyak 28. Thailand Penyertaan pada Potash Mining Thailand dilakukan berdasarkan surat Menteri Keuangan nomor S-672/MK.318.125 lembar saham dengan nilai nominal Rp 10 per lembar atau senilai Rp281.000/lembar.182.000 dan telah ditempatkan sebesar Rp5. Investasi Perusahaan dalam akta ini diakui sebanyak 5.250. Nomor 36 tanggal 18 April 1990. Pada tanggal 19 Maret 1999 dilakukan perubahan akta perusahaan yang mengubah nilai nominal saham menjadi USD 500/lembar. SH.47%. Akta tersebut diperbaharui dengan akta notaris Rahmat Santosa. Sesuai resolusi para pemegang saham.260 dan pada tahun 1997 ditambah lagi sebesar Rp261.500 atau senilai Rp14.013/1990 tanggal 5 Juni 1990. Jumlah investasi pada tanggal tersebut adalah senilai Rp3. Pada tahun 1995 dilakukan tambahan penyertaan senilai Rp3.82% menjadi 1. Akta ini telah beberapa kali mengalami perubahan terakhir dengan akta pernyataan keputusan rapat nomor 53 tanggal 17 Januari 1995 dihadapan notaris Yanita Poerbo. Harga saham pada tahun 1983 adalah USD 1. Perusahaan ini bergerak dalam bidang konstruksi dan jasa pemeliharaan gedung.000. Metode Biaya Potash Mining.500.073. Modal Dasar Perusahaan ini adalah Rp60. SH nomor 140 tanggal 19 Maret 1999. PT KIG bergerak dalam bidang pengelolaan lahan untuk industri di Gresik.154. 24 . Perusahaan ini bergerak dalam bidang otomotif. penyertaan Perusahaan pada PT Petrokopindo Cipta Selaras adalah sebanyak 26. Ester Mercia Soeleman nomor 40 dengan nilai penyertaan Rp3. PT Petrowidada menambah modal ditempatkan dan disetor sehingga mengubah persentase kepemilikan Perusahaan dari 4.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Dasar perhitungan bagian laba penyertaan saham untuk PT Petronika dan PT Kawasan Industri Gresik menggunakan laporan keuangan yang belum diaudit. PT Petronika Penyertaan pada PT Petronika dilakukan pada tanggal 22 Oktober 1983 dengan akta Soeleman Ardjasasmita.000. Perusahaan tersebut saat ini sedang dalam konstruksi menjadi produsen pupuk. SH nomor 25 tanggal 14 September 1983. PT Petrowidada Penyertaan pada PT Petrowidada dilakukan pada tanggal 17 Pebruari 1999 berdasarkan akta notaris Ny.946.108. Perusahaan ini bergerak dalam bidang bahan baku plastik. SH. PT Kawasan Industri Gresik Investasi pada PT Kawasan Industri Gresik (PT KIG) dilakukan pada tanggal 20 Nopember 1990 dengan akta notaris Nurlaily Adam Nomor 145. PT Petrokopindo Cipta Selaras Penyertaan pada PT Petrokopindo Cipta Selaras dituangkan dalam akta notaris Djamilah Nahdi.400. PT Petronika bergerak dalam bidang bahan baku plastik.385. b..

Nilai penyertaan Perusahaan adalah sebesar Rp12.120.813.077.576 4.039 200.995 16.470.409.961.438.819.426.283) (55.321 789.646.699.305 7.486 Reklasifikasi 2.299.245 3.619) (152.383 23. SH nomor 261 tanggal 19 Mei 1992.595 3.131.388.195 17.123.711.535.025.982.443.819.328 Saldo Awal Nilai Perolehan Tanah Bangunan Mesin dan Peralatan Kendaraan dan Alat Berat 29.721 3.526 99.533.559 3. Dengan dilakukannya restrukturisasi hutang dalam bentuk Debt of equity Swap serta adanya perubahan modal.031 46 085 979 .510.547 39.350.988.997.422.000 111.093 42 550 193 Penambahan 498.463.572 1.776.241 42.847 25 5 477 837 2003 Pengurangan 1 942 051 Reklasifikasi 15.000.798 216.501 3.283 55.278.237 Penambahan 7.821 498.680.216.011. SH nomor 4 yang diubah dengan akta notaris Endravilla Parmata.438.365.201.604.150 331.099 2.280. Perusahaan telah mengalami kerugian kumulatif yang melebihi modal ditempatkan.395.869.795 2.456.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) PT Petrocentral Penyertaan pada PT Petrocentral dilakukan pada tanggal 3 Maret 1986 dengan akta notaris Soeleman Ardjasasmita.527.350 lembar saham.577.136 8.782 46.340 45.490.000 sehingga nilai penyertaan menjadi Rp4.390 1.812 2004 Pengurangan 416 4.961.551 398.646 (2.456 214.031 46.422.568 42.319 2.390 1.220 3.283.341. PT Petrocentral bergerak dalam bidang bahan baku sabun.556 19.779 191.544.857 5.927 75.128 1.388.074.355 26.062. 11.091 Saldo Akhir 29.566 321.463 75.802 887.000 dan telah disetor sebesar USD 1.899 64.577.434 50.027) - Saldo Akhir 29.643.045.134.403 atau ekuivalen dengan Rp2.979 22.124.002.011.212.422.085.450.198.724 14. maka komposisi pemilikan saham Perusahaan pada PT Puspetindo menjadi sebesar 5.661. Seluruh investasi tersebut diatas dimaksudkan untuk memperoleh potensi keuntungan dalam jangka panjang.954 11.445.027 1.000 131.530 981.566 321. Pada tahun 2002 PT Petrocentral membagikan dividen saham sebesar Rp2. PT Puspetindo Investasi pada PT Puspetindo dilakukan pada tanggal 22 Maret 1990 dengan akta notaris Soeleman Ardjasasmita nomor 30.303.832.011. Nilai penyertaan adalah sebesar USD 1.976 14.007.422.13%.206 2.341.604.394 717. karena seluruh investasi jangka panjang tersebut bergerak dalam bidang industri yang berhubungan dengan Perusahaan yaitu industri pupuk dan perdagangan.080.908.056 1.919.000 atau 12.408 152.200.566 321.180 107.848.000 dan terdapat koreksi penyertaan sebesar Rp680.161 52. PT Puspetindo bergerak dalam bidang peralatan pabrik.612.050 1.183 1.228.821 8. Aktiva Tetap Saldo Awal Nilai Perolehan Tanah Bangunan Mesin dan Peralatan Kendaraan dan Alat Berat Inventaris Suku Cadang Penyangga Aktiva Dalam Pelaksanaan Bangunan Mesin dan Peralatan Inventaris Lainnya Akumulasi Penyusutan: Bangunan Mesin dan Peralatan Kendaraan dan Alat Berat Inventaris Suku Cadang Penyangga Nilai Tercatat 29.

623 dan Rp3.797) - Saldo Akhir 29.031 46.626.811 Aktiva tetap dan aktiva dalam pelaksanaan digunakan sebagai jaminan atas hutang bank (lihat catatan 14 dan 20).027 1.379 15.463.365.706 (16.643 90.514.422.679.masing sebesar Rp1.696.167 17.475 51.144.490.220. 12.398 37.577.379.278.200.612.050 1.306 1.212.566 321.595.154 8.542.508 8.578 2.869.762 373.299.593 Penambahan 498.328.136 6.572.840.500 79.145 6.942.856.940.477.408 152.550.119.091 909.510.979 22.163 6.566 321.963.753 1.355 26.292.027 116.346.326 8.238.941.604.429 29.225 16.228.237 Beban penyusutan dialokasikan sebagai berikut : 2004 Rp 2003 Rp 82.577.083.589 9.394 717.340 45.445.408.193 21.215 649.123.039 200.913.700 3.099 2.025.007.303.969.305 1.313.041 894.149 2.988.432.643.961.422.847 5. seluruh Aktiva tetap kecuali tanah telah diasuransikan kepada PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero).212.317 Saldo Awal Nilai Perolehan Tanah Bangunan Mesin dan Peralatan Kendaraan dan Alat Berat Inventaris Suku Cadang Penyangga Aktiva Dalam Pelaksanaan Bangunan Mesin dan Peralatan Inventaris Lainnya Akumulasi Penyusutan: Bangunan Mesin dan Peralatan Kendaraan dan Alat Berat Inventaris Suku Cadang Penyangga Nilai Tercatat 29.919.895 Denda Service Level Agreement Perbaikan yang Dikapitalisasi Pengurusan Sertifikat HGB Tenaga Bantuan Kaltim Reklamasi Tanah Pengurusan Merek Dagang Jumlah 26 10.106 216.178 862.011.756.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 2003 Pengurangan 1.252.213 3.341.401 928.470.837 1.136 8.802 887.982 40.085.711.941 Reklasifikasi 15.588 148.154 3.433 90.408 152.093 42.540 111.675 99.044.392 2.088.574 14.530 981.280.401 928.771 185. Pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003.051 373.721 3.327 232.916.679.390 1.480 17.941 Beban Overhead Pabrik Beban Usaha Jumlah 92.035. Biaya Yang Ditangguhkan 2004 Rp 2003 Rp 21.547 39.768. PT Asuransi Ramayana Tbk dan PT Asuransi Inda Tamporok General Insurance terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya dengan jumlah pertanggungan masing .195 17.443.289 .242. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian yang dialami perusahaan.816.941.179 68.463 75.

496 714. Biaya .317. Piutang karyawan jangka panjang merupakan piutang atas pinjaman rumah dan kendaraan kepada pegawai yang dibayar kembali dengan angsuran melalui pemotongan gaji.062 342. jaminan telepon dan jaminan keanggotaan golf. Jaminan jangka panjang merupakan jaminan listrik.281.000 1. 27 .800 1.108.800 34.291 612.784 56.784 610.496 759.400 1. jaminan botol.514 1.406. Aktiva Lain-lain 2004 Rp 2003 Rp 18.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Denda Service Level Agreement merupakan tunggakan denda atas restrukturisasi hutang Perusahaan yang ditangguhkan dan diamortisasi selama 3 tahun sesuai dengan jatuh tempo dalam perjanjian restrukturisasi.500 3.460.928 Piutang pada Yayasan Petrokimia Gresik adalah piutang untuk dana pembangunan perumahan karyawan yang jangka pengembaliannya lima tahun serta program santunan kesehatan (sankes) (lihat catatan 21).biaya yang dikeluarkan sehubungan dengan pengurusan legal hak atas tanah ditangguhkan dan diamortisasi selama umur HGB tanah yang bersangkutan.300.634 342.182 1. Aktiva tetap mesin tidak digunakan merupakan bangunan dan mesin Pabrik Pemurnian Asam Fosfat dan Pabrik Amoniak I yang sudah tidak digunakan lagi. Deposito dijaminkan merupakan deposito pada PT Bank Negara Indonesia Tbk yang dijadikan jaminan pada PT Jamsostek (Persero) atas pinjaman untuk membiayai perumahan karyawan.000 2 1.800 23.552.407 Piutang pada Yayasan Petrokimia Gresik Deposito Dijaminkan Jaminan Jangka Panjang Jaminan Tanah Piutang Karyawan Jangka Panjang Piutang Bersyarat Uang Jaminan Kendaraan Aktiva Tetap Mesin Tidak Digunakan Uang Jaminan Bahan Bakar Jumlah 30. 13.790 580.281.

771.789.997.6.564 125.865. Fasilitas Omnibus Time Loan Revolving dan Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN) dan Pinjaman Berjangka Money Market (PBMM) dengan jumlah pokok tidak melebihi Rp200 milyar.375.020.463.50 3.283.41% .6.171.324 2.989. Hutang Bank 2004 USD (Angka Penuh) Rp 139. SH.000 dan fasilitas PBMM dapat digunakan hingga sejumlah Rp50 milyar dengan ketentuan pemberian fasilitas PBMM bersifat tidak mengikat disesuaikan dengan keadaan likuiditas PT Bank Central Asia Tbk.876.999.14.841.000.18% .995.00 14.276. c.000 92.00 10. b.860.734 Kredit Modal Kerja PT Bank Central Asia Tbk .13.750.000 50.248.000.00 14.56 131.78 2.789.000.75% PT Bank Central Asia Tbk Berdasarkan Akta Perjanjian Kredit Nomor 1 tanggal 7 Agustus 2003.347.00 25.456 531. 28 .75% 4% .88 43.00 16.000.553.043. Perusahaan telah memperoleh fasilitas kredit sebagai berikut : a.000 2003 Rp 84.000 10.000 155.00 57.350.950 33.742 32.833. Usance LC dan Usance Payable At Sight LC ) dengan jumlah pokok tidak melebihi USD 20.335 437.88 21.427 110.000. serta perubahan .900 242.330. Fasilitas Omnibus Letter of Credit (Sight LC.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 14.347.650.600.100 20.342 86.000.665.296.10 12.811.347.80% .939 190.312. terakhir tanggal 8 Oktober 2004.56 82.000. yang dapat digunakan untuk Fasilitas Time Loan Revolving dalam Rupiah maupun Dollar Amerika Serikat.000.939 190.028 151.178 774.387 281.50% 4.296 5.957 23.100 3.171.796.146 USD (Angka Penuh) 10.900.911 312..000 916.610 130.000.364.000.000.000. Notaris di Jakarta.020.141.03 13. dengan ketentuan untuk penggunaan dalam Dollar Amerika Serikat setinggi-tingginya sejumlah USD 5.000.perubahan perjanjian kredit.695 312.Time Loan PT Bank Central AsiaTbk . Fasilitas Kredit Lokal (rekening koran) dengan jumlah pokok tidak melebihi USD 10.430.246.000 712.Market Line PT Bank DBS Indonesia PT Bank Negara Indonesia Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Syariah Mandiri Standard Chartered Bank PT Bank Mega Tbk PT Bank Lippo Tbk Sub Jumlah Fasilitas Letter of Credit (L/C) PT Bank Central Asia Tbk PT Bank Negara Indonesia Tbk Standard Chartered Bank PT Bank DBS Indonesia The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Sub Jumlah Jumlah Hutang Bank 15.731.000.000.03 9.551.069 Tingkat bunga per tahun selama tahun berjalan Rupiah US Dollar Penjelasan Pokok perjanjian pinjaman adalah sebagai berikut : 8.00% 10.246. dari Lindrawati Poernomo.248.

000. Fasilitas Impor dengan maksimum kredit sebesar USD 10. Perusahaan memperoleh Fasilitas Kredit Modal Kerja dengan jumlah maksimum kredit sebesar Rp35 milyar.000.000.000.000. Mesin .000. c. Spot dan Forward dengan jangka waktu 6 (enam) bulan dan Swap sampai dengan 126 bulan. barang jadi yang diikat secara Fiducia.420 m2 yang terletak di Desa Ngipik. Seluruh persediaan bahan baku. Fasilitas Treasuri untuk kontrak mata uang asing Tomorrow. Gresik atas nama PT Petrokimia Gresik.000. Semua fasilitas kredit tersebut akan jatuh tempo pada tanggal 19 Mei 2005. Kecamatan Gresik atas nama PT Petrokimia Gresik seluas 105.000. Fasilitas kredit ini dibebani bunga sebesar 12.20 Juli 2025) seluas 452 920 m2 dan SHGB No. barang setengah jadi. Kab.490 m2 terletak di Desa Romo.Mesin/ Peralatan Pabrik Urea dan Amoniak yang diikat secara Fiducia. Kab.700 m2 beserta bangunan yang berdiri diatasnya dengan nilai pertanggungan sekitar USD 10.000.000 dengan rincian sebagai berikut : a.25 September 2025) seluas 174. berikut segala sesuatu yang berada diatas tanah tersebut. Gresik atas nama PT Petrokimia Gresik. 29 - - . Kec.000.000. Fasilitas kredit ini dijamin dengan tanah dengan SHGB No. bahan pembantu.000. 15 yang berlokasi di Desa Ngipik.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Fasilitas kredit tersebut dibebani tingkat bunga sebesar 11. dengan jangka waktu pinjaman tidak melebihi 180 (seratus delapan puluh hari) yang terdiri dari : Fasilitas Import Line dengan total nilai outstanding tidak melebihi maksimum kredit sebesar USD 10. dengan tingkat bunga sebesar 5.000.000. 9 dengan jangka waktu (01 Pebruari 1996 .80% per tahun untuk fasilitas kredit lokal yang diberikan dalam mata uang rupiah dan 8% per tahun untuk fasilitas kredit lokal yang diberikan dalam mata uang Dollar Amerika Serikat dan akan jatuh tempo pada tanggal 7 Juli 2005. PT Bank DBS Indonesia Berdasarkan Surat Perjanjian Kredit tanggal 28 September 2004.Kec. Fasilitas Kredit Revolving dengan maksimum kredit sebesar USD 10. Gresik. Perusahaan telah memperoleh Fasilitas Kredit Modal Kerja dengan jumlah maksimum sebesar USD 30. Fasilitas ini berjangka waktu satu tahun yang akan jatuh tempo pada tanggal 21 Desember 2004 dengan jaminan sebagai berikut : - 1 (satu) bidang tanah SHGB No. Untuk semua fasilitas nilai kontrak dalam mata uang asing tersebut tidak boleh melebihi USD 10. Kedua SHGB tersebut akan dibebani Hak Tanggungan secara Paripasu dengan Bank Mandiri minimal sebesar nilai maksimum kredit Bank Mandiri dan BNI.25 September 2025) seluas 24. 70 dengan jangka waktu (27 September 1995 . b. 69 dengan jangka waktu (21 Juli 1995 . Fasilitas Kredit Modal Kerja Berdasarkan Perjanjian Kredit Nomor 97/HLB/050a tanggal 1 Agustus 997 serta addendum perubahan Perjanjian Kredit terakhir Nomor (8) 97/HLB/050a tanggal 17 September 2003 dan Surat Persetujuan Perpanjangan Sementara Fasilitas Kredit tanggal 12 Nopember 2004. Fasilitas Diskonto tagihan ekspor terhadap faktur penjualan LC Ekspor yang didepositkan ke Bank maksimum sebesar USD 1.5% per tahun yang dibayar setiap akhir bulan.16% per tahun. 2 (dua) bidang tanah SHGB No.dengan jangka waktu kredit selama 12 bulan. bahan penolong. Fasilitas Trust Receipt Facility dengan maksimum kredit sebesar USD 10. PT Bank Negara Indonesia Tbk a. Manyar.000.

Fasilitas kredit ini terakhir dibebani bunga sebesar 4.732/ADD/2004 tanggal 8 Oktober 2004. Fasilitas Kredit Modal Kerja Berdasarkan akta No 87 tanggal 31 Agustus 2000 dari Suyati Subadi.NIAGA/02/PK-LC-CRM/2000. notaris di Surabaya.5% per tahun serta provisi kredit sebesar 1% per tahun dari limit kredit.000. DNW. jangka waktu kredit 1 (satu) tahun terhitung sejak tanggal 1 September 2004 sampai dengan 31 Agustus 2005. Perusahaan telah menandatangani addendum I (Pertama) atas perjanjian Kredit Modal Kerja bersifat Revolving No.700.5% per tahun serta provisi kredit sebesar 1% per tahun dari Limit Kredit. jangka waktu kredit ini adalah 1 (satu) tahun terhitung sejak tanggal 1 September 2004 sampai dengan 31 Agustus 2005.000. Perusahaan memperoleh fasilitas kredit L/C Impor yang dapat digunakan secara switchable untuk L/C Sight . Jumlah pagu fasilitas KMK ini sebesar Rp11 Milyar yang digunakan untuk modal kerja operasional pabrik pupuk NPK.131 tanggal 17 Oktober 1994.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) b.NIAGA/02/PK-MK-CRMS/2000. Kredit ini dijamin dengan jaminan utama berupa persediaan dan piutang dagang pupuk NPK serta jaminan tambahan berupa SHGB berikut bangunan pabrik NPK atas nama PT Petrokimia Gresik serta peralatan mesin dan fasilitas lainnya yang ada diatasnya. SBY.000. 88 tanggal 31 Agustus 2000 beserta perubahan .733/ADD/2004 tanggal 8 Oktober 2004. dengan bunga sebesar 13.IDB) dengan plafond sebesar USD 3. 06A/HLB/PPLC/99 tanggal 18 Agustus 1999 dan telah diperbaharui dengan Surat Persetujuan Perubahan Perjanjian Kredit No.000 yang merupakan bagian dari jumlah Limit kredit sebesar USD 15.IDB (LITF . SH.. Berdasarkan surat persetujuan perpanjangan jangka waktu fasilitas KMK dari Bank Mandiri No. Berdasarkan surat persetujuan perpanjangan jangka waktu fasilitas KMK dari Bank Mandiri No. SH.COP/COD. Jumlah pagu fasilitas KMK ini adalah sebesar Rp50 milyar yang digunakan untuk menunjang kegiatan operasional (Modal Kerja Industri Pupuk) dengan tingkat bunga sebesar 13. DNW. serta Persetujuan Perpanjangan Sementara No. Fasilitas kredit ini dijamin dengan jaminan utama berupa barang . terakhir dengan addendum III No.COP/COD.barang yang di impor dengan fasilitas L/C Impor serta jaminan yang terkait dan tanggung renteng dengan jaminan Fasilitas Kredit Investasi (lihat catatan 14) dan KMK yang telah diserahkan ke Bank Mandiri. 30 . b.COP/COD. (8) 97/HLB/050a tanggal 17 September 2003. DNW.perubahannya. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk a.. Fasilitas Letter of Credit Impor Sesuai dengan Perjanjian Pembukaan Letter of Credit (L/C) No. Usance dan Usance payable at Sight termasuk L/C usance dengan skim Line of Import Trade Financing .000 untuk keperluan pembelian bahan baku untuk produksi pupuk. Jangka waktu L/C maksimal 180 hari setelah tanggal Bill of Lading . dengan jangka waktu satu tahun terhitung sejak tanggal 1 September 2004 sampai dengan 31 Agustus 2005. Berdasarkan akta No 89 tanggal 31 Agustus 2000 dari Suyati Subadi.83%. KPD/2/027/R tanggal 29 Juni 2004.731/ADD/2004 tanggal 8 Oktober 2004. Akta No. Perusahaan memperoleh Fasilitas Kredit LC Import dengan jumlah maksimum sebesar USD 35. Fasilitas kredit ini jatuh tempo pada tanggal 21 Desember 2005. Kredit ini dijamin dengan jaminan utama berupa persediaan dan piutang dagang serta jaminan tambahan berupa SHGB berikut bangunan Pabrik NPK atas nama PT Petrokimia Gresik dan peralatan mesin dan fasilitas lainnya yang ada diatasnya. Fasilitas kredit ini dijamin dengan seluruh barang-barang yang dibeli/dibayar dengan menggunakan fasilitas pembukaan LC yang bersangkutan serta dikaitkan dengan jaminan fasilitas kredit lainnya. Perusahaan telah menandatangani perjanjian Kredit Modal Kerja Nomor SBY. Fasilitas Letter of Credit Impor Sesuai dengan Perjanjian Fasilitas Pembukaan Letter of Credit (L/C) Impor No. notaris di Surabaya.

A. Kecamatan Gresik. Pinjaman ini dijamin dengan agunan berupa Sertifikat Hak Guna Bangunan No.000 yang terdiri dari fasilitas sebagai berikut : a. Fasilitas kredit ini dibebani bunga sebesar tingkat bunga SIBOR ditambah 3% per tahun. PT Bank Lippo Tbk Merupakan hutang PT Petrokimia Kayaku berupa Pinjaman Rekening Koran (PRK) sebesar Rp6. JAK/040415/U/040630 tanggal 11 Agustus 2004. Pagu fasilitas ini maksimum Rp75 milyar dengan jangka waktu fasilitas sampai dengan tanggal 22 Nopember 2004.000 m2. dengan maksimum sebesar USD 5. mesin dan peralatan pabrik milik PT Petrosida Gresik yang terletak di komplek PT Petrokimia Gresik. persediaan barang milik debitur minimum senilai Rp10 milyar.000.000.perubahannya.30.48% per tahun dengan jangka waktu pinjaman tidak boleh melebihi 180 (seratus delapan puluh) hari. Fasilitas kredit ini dibebani bunga sebesar 5. b. Perusahaan memperoleh fasilitas kredit dengan jumlah maksimum kredit gabungan sebesar USD 5.47% per tahun. dengan maksimum kredit sebesar USD 5.000. The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Sesuai dengan Perjanjian Fasilitas Kredit No. terletak di Jl.000 dan Pinjaman Tetap On-Demand (PTX-OD) sebesar Rp3. SBY/AUB/267 tanggal 4 Maret 2004. Fasilitas kredit tersebut terakhir dibebani bunga sebesar 9. Documentary Credit Facility . Fasilitas ini dijaminkan dengan piutang dagang milik debitur minimum Rp10 milyar.000. Fasilitas kredit ini apabila digunakan bersama – sama tidak boleh melebihi jumlah maksimum kredit gabungan sebesar sebesar USD 5. Clean Import Loan Facility . Jawa Timur. Kabupaten Gresik.000. Fasilitas Kredit Impor dengan jumlah maksimum sebesar USD 25. Propinsi Jawa Timur. Fasilitas kredit ini dibebani bunga sebesar 5. Jangka waktu kredit mulai 11 April 2004 sampai dengan 10 April 2005. dan bangunan berupa pabrik.000 pada Bank Lippo dengan A/C: 736. seluas 15.48% per tahun dengan jangka waktu pinjaman tidak boleh melebihi 180 (seratus delapan puluh) hari. c. JKT/AUB/239 tanggal 15 Agustus 2003 serta Addendum No. Standard Chartered Bank Sesuai dengan Perjanjian Fasilitas Kredit tanggal 13 Maret 1997 beserta perubahan .Yani PO.3/HWLH/XI/2003 tanggal 20 Nopember 2003.000.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) PT Bank Syariah Mandiri Fasilitas kredit ini ditandatangani dengan akad pembiayaan Hawalah nomor 00. Jangka waktu pinjaman adalah sejak 6 September 2004 sampai dengan 6 September 2005 dan tingkat suku bunga 14% per tahun.1107-2 dengan jangka waktu 12 bulan. dengan maksimum kredit sebesar USD 5. Desa Ngipik. Deferred Payment Credit Facility . sarana pelengkap.000. dengan jumlah maksimum kredit Sebesar Rp40 milyar. Perusahaan memperoleh fasilitas kredit sebagai berikut : - Fasilitas Kredit Revolving dalam bentuk Promissory Note . atas nama PT Petrokimia Kayaku berkedudukan di Gresik.48% per tahun.000. 11 Desa Ngipik.BOX 107. terakhir No. 31 .000. JAK/040170/U/040420 tanggal 26 April 2004 dan perjanjian perubahannya No.000.000 dan dibebani bunga sebesar 5. dengan jangka waktu pinjaman tidak melebihi 180 hari. PT Bank Mega Tbk Merupakan hutang PT Petrosida Gresik (Perusahaan Anak) berupa Kredit Modal Kerja dengan plafon sebesar Rp5 milyar. Jumlah fasilitas yang terdapat dalam neraca tanggal 31 Desember 2003 adalah realisasi penarikan kredit.000.

Hutang Usaha 2004 Rp 2003 Rp a.198 126.896 65.601 753.791 509.589 117.181.198.464 43.244.454 3.698 45.348 109.025.009.783 16.982 160.153.404 837.607.001 126.652.496. Berdasarkan mata uang : Rupiah US Dollar Jumlah 16.065.530 19.473 16.900. Pajak Dibayar Dimuka 79.918 833.052 90.600 1.900.208 2004 Rp 2003 Rp 13.895 6.600 980.714.477 1.026.915 17.652. Berdasarkan pemasok Pihak Ketiga Hutang Pembelian Barang Lokal Hutang Pembelian Jasa Lokal PPN Masukan Hutang Pembelian Barang Impor Sub Jumlah Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa PT Pupuk Kalimantan Timur Tbk PT Rekayasa Industri PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) Mitsubishi Corporation PT Mega Eltra PT Pupuk Kujang Koperasi Karyawan Keluarga Besar Petrokimia Gresik (K3PG) PT Pupuk Iskandar Muda Sub Jumlah Jumlah b.643.164 992.713.426 .939.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 15.924 33. Perpajakan a.410 277 8.896 62.016 Pajak Penghasilan Pasal 21 Pajak Penghasilan Pasal 22 Pajak Penghasilan Pasal 23 Pajak Penghasilan Pasal 29 (Badan) PPN Masukan Jumlah b. Hutang Pajak 1.778 270.916.414 426.983.404.744 109.680 18.027 1.986 28.151.691.284 12.939.681 27.534 188.228 351.209.413.208 81.859 Pajak Penghasilan Badan Pajak Penghasilan Pasal 21 Pajak Penghasilan Pasal 23/26 Wapu Pajak Petambahan Nilai Wapu Pajak Pertambahan Nilai Keluaran Jumlah 32 2004 Rp 5.830.960.627 2.447 1.076 388.320 10.526 146.480 11.624.426 2003 Rp 14.860 7.529 703.518.138.423.289.270 8.

PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain)

c. Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan Perusahaan
2004 Rp 2003 Rp (74.015.979) 13.934.683 (60.081.296)

Pajak Kini Pajak Tangguhan Jumlah
Pajak Kini

(71.615.523) 17.157.429 (54.458.094)

Rekonsiliasi antara laba (rugi) sebelum pajak penghasilan menurut laporan laba rugi konsolidasian dengan laba kena pajak Perusahaan adalah sebagai berikut:
2004 Rp 2003 Rp 170.651.265 39.439.136 7.009.812 46.448.948 1.043.719 49.366.189 (23.247.027) 27.162.881 244.263.094 (2.538.939) 241.724.155

Laba Sebelum Pajak Perbedaan waktu Beda Penyusutan dan Amortisasi Perusahaan dan Fiskal Penyisihan piutang Jumlah Perbedaan Waktu Perbedaan permanen : Beban Pegawai Ekuitas dalam Laba Bersih dari Perusahaan yang Mempunyai Hubungan Istimewa yang Tidak Dikonsolidasikan Beban Lain-lain yang tidak dapat Dikurangkan Sebagai Biaya Operasional Pendapatan yang Telah Dipungut Pajak Final Biaya Penyusutan Kenikmatan dan Penyisihan Piutang Jumlah Perbedaan Permanen Laba Fiskal sebelum kompensasi kerugian Rugi Fiskal tahun-tahun lalu Laba Kena Pajak Rincian laba kena pajak adalah sebagai berikut : Perusahaan Perusahaan Anak PT Petrosida Gresik PT Petrokimia Kayaku Jumlah

181.020.268 39.680.483 5.372.999 45.053.482 1.930.356 (5.198.723) 38.657.182 (23.595.665) 3.537.750 15.330.900 241.404.650 (6.742.192) 234.662.458

226.281.858 (4.172.621) 12.553.221 234.662.458

237.692.087 (5.112.444) 9.144.512 241.724.155

Rekonsiliasi antara laba (rugi) sebelum pajak penghasilan Perusahaan dengan taksiran penghasilan kena pajak Perusahaan adalah sebagai berikut:
2004 Rp 2003 Rp 166.136.193

Laba sebelum pajak penghasilan Perbedaan waktu : Selisih antara Penyusutan dan Amortisasi Komersial dengan Pajak atas Aktiva Tetap Penyisihan Piutang Jumlah Perbedaan Waktu
33

175.184.402

39.308.378 5.403.619 44.711.997

39.379.033 7.029.969 46.409.002

PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Perbedaan Permanen : Ekuitas dalam Laba Bersih dari Perusahaan Asosiasi Beban Lain-lain yang tidak dapat Dikurangkan Sebagai Biaya Operasional Pendapatan yang Telah Dipungut Pajak Final Pendapatan Bunga (Bersih)/Dividen Jumlah Perbedaan Permanen Laba Kena Pajak Rincian beban dan hutang pajak kini adalah sebagai berikut : Beban Pajak Kini Perusahaan Perusahaan Anak PT Petrokimia Kayaku Jumlah Dikurangi Pembayaran Pajak Dimuka Pajak Penghasilan : Pasal 22 Pasal 23 Pasal 25 Fiskal Luar Negeri Jumlah Hutang Pajak Kini Rincian : Perusahaan Perusahaan Anak PT Petrosida Gresik PT Petrokimia Kayaku Jumlah
2004 Rp 67.867.057 3.748.466 71.615.523 2003 Rp 71.290.126 2.725.853 74.015.979

(10.299.527) 36.280.313 (23.133.077) 3.537.750 6.385.459 226.281.858

1.043.719 47.174.554 (23.071.381) 25.146.892 237.692.087

(35.315.921) (1.711.100) (30.087.946) (3.000) (67.117.967) 4.497.556 4.658.375 (1.110.044) 949.225 4.497.556

(19.631.709) (1.113.620) (39.782.335) (28.000) (60.555.664) 13.460.315 13.986.569 (721.285) 195.031 13.460.315

Laba kena pajak dan hutang pajak kini Perusahaan dan perusahaan anak tahun 2003 sudah sesuai dengan Surat Pemberitahuan Pajak (SPT) yang disampaikan ke Kantor Pelayanan Pajak. Pajak Tangguhan Rincian dari aktiva dan kewajiban pajak tangguhan Perusahaan dan perusahaan anak adalah sebagai berikut :
01 Januari 2003 Rp Dikreditkan (Dibebankan) ke Lap. Laba Rugi Rp 2.108.991 11.813.709 13.922.700 44.186 13.966.886 31 Desember 2003 Rp 3.752.580 (93.864.893) (90.112.313) (1.048.565) (91.160.878) Dikreditkan (Dibebankan) ke Lap. Laba Rugi Rp 1.621.085 11.792.514 13.413.599 44.792 13.458.391 Koreksi DPP Penyusutan Rp 3.641.384 3.641.384 3.641.384 31 Desember 2004 Rp 5.373.665 (78.430.995) (73.057.330) (903.307) (73.960.637)

Aktiva Pajak T angguhan Penyisihan piutang ragu-ragu Kewajiban Pajak Tangguhan Penyusutan aktiva tetap Jumlah Perusahaan Anak PT Petrosida Jumlah (Kewajiban) Pajak T angguhan Perusahaan Anak Aktiva Pajak T angguhan PT Petrokimia Kayaku Jumlah Aktiva Pajak Tangguhan

1.643.589 (105.678.602) (104.035.013) (1.092.751) (105.127.764)

492.597 492.597

68.264 68.264

560.861 560.861

57.655 57.655

-

618.516 618.516

34

PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Rekonsiliasi antara penghasilan (beban) pajak dan hasil perkalian laba akuntansi sebelum pajak dengan tarif pajak yang berlaku adalah sebagai berikut :
2004 Rp 2003 Rp

Perusahaan : Laba sebelum beban pajak menurut laporan laba rugi konsolidasi (laba akuntansi) Tarif pajak yang berlaku :
10% x Rp 50.000 15% x Rp 50.000 30% x Rp 166.036.000 30% x Rp 175.084.000

175.184.402 (5.000) (7.500) (52.525.320) (52.537.820)

166.136.193 (5.000) (7.500) (49.810.858) (49.823.358)

Jumlah

Pengaruh pajak atas (beban) penghasilan yang tidak dapat diperhitungkan menurut fiskal : Ekuitas dalam Laba Bersih dari Perusahaan Asosiasi Beban Lain-lain yang tidak dapat Dikurangkan Sebagai Biaya Operasional Pendapatan yang Telah Dipungut Pajak Final Pendapatan Bunga (Bersih)/Dividen Jumlah Jumlah Beban Pajak Koreksi DPP Penyusutan Jumlah Beban Pajak Perusahaan Perusahaan Anak PT Petrosida PT Petrokimia Kayaku Jumlah Penghasilan (Beban) Pajak

3.089.858 (10.884.094) 6.939.923 (1.061.325) (1.915.638) (54.453.458) 3.641.385 (50.812.073) 44.791 (3.690.812) (54.458.094)

(313.116) (14.152.366) 6.921.414 (7.544.068) (57.367.426) (57.367.426) (56.280) (2.657.589) (60.081.295)

17. Biaya Yang Masih Harus Dibayar
2004 Rp 61.856.621 26.965.841 14.223.400 5.570.612 1.413.093 51.164 45.371 5.038.916 115.165.018 2003 Rp 43.701.082 61.563.366 17.489.868 6.429.462 1.219.621 2.569.467 1.562.793 528.913 1.804 1.071.732 1.554.406 137.692.514

Gas Bumi Pembebasan Barang Impor Gaji, Insentif dan Estimasi PPh 21 Bunga Pinjaman Listrik dan Air Biaya Pemasaran Asuransi Jiwa Perjalanan Dinas NPK Blending Sewa Kendaraan Lain-lain Jumlah

35

77 152.284.296.019.23 186.532.801.258 43.783 31.530 388.291.000.160. BTN dan lainnya.265 2003 Rp 22.709 12.326 2.119.063.857. Dana pembinaan wilayah merupakan bagian distribusi laba yang ditujukan untuk pengembangan lingkungan Perusahaan yang belum dibayarkan.73 36 37.171.144.208 639.535.816 51.372 82.419 12.864.137.562.341 5.827.068.757.Proyek Pupuk Phonska (NPK) .913.600 58.965 235.563.066.245 66.343 286.50 33.801 308.788.602.27 63.072 3.Pinjaman Pokok .876.558 21.572.408 663.313 398.Fasilitas Tunggakan Bunga .451.021.474.Proyek Pabrik Pupuk K2SO4 PT Bank Negara Indonesia Tbk .091.411 8.045.865.828.557 .000.119.323 Yayasan dan BTN Dana Pembinaan Wilayah Uang Jaminan Selisih Harga Penyerahan Pupuk Lain-lain Jumlah Hutang Lain-lain kepada Yayasan dan BTN merupakan potongan gaji karyawan yang belum dibayarkan kepada Yayasan.000 27.163 9.247 46.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 18.631 2003 USD (Angka Penuh) Rp Kredit Modal Kerja : Pemerintah/IDB via Bank Indonesia PT Bank Rakyat Indonesia Tbk Kredit Investasi : Pemerintah/IBRD Amoniak Urea .694 17.167.247 4.227.Fasilitas Denda Tunggakan Bunga PT Bank Mandiri (Persero) Tbk .191 Penjualan Produk Sewa Tanah Penjualan Pupuk Penjualan Jasa Jumlah 20. Uang Muka Penjualan 2004 Rp 2003 Rp 46.779 10.432.114.903 2.50 33.000 88.Proyek Pabrik Pupuk NPK Jumlah 20.701 18.108.892. 19. Hutang Lain-lain 2004 Rp 39.563 45.226.352 2. Hutang Bank Jangka Panjang 2004 USD (Angka Penuh) Rp 34.Proyek Rehabilitasi Operasional Pabrik Fosfat I (RFO) .472 13.017 53.983 74.Proyek Prasarana & Utilitas .829.

163 9.00 1.14.50 72.000 22.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Dikurangi bagian yang jatuh tempo satu tahun : Pemerintah/IDB via Bank Indonesia Pemerintah/IBRD Amoniak Urea .779 10.832.000 ton.Proyek Pabrik Pupuk K2SO4 PT Bank Negara Indonesia Jumlah Kewajiban Jangka Panjang yang Jatuh Tempo Satu Tahun Jumlah Kewajiban Jangka Panjang Tingkat bunga per tahun selama tahun berjalan Rupiah US Dollar Penjelasan pokok perjanjian pinjaman adalah sebagai berikut : Kredit Modal Kerja Pemerintah RI (Penerusan IDB) Sesuai dengan perjanjian penerusan Pinjaman Nomor SLA – 1147/DP3/2001 tanggal 18 September 2001 serta Persetujuan Perubahan Perjanjian Penerusan Pinjaman Nomor AMA – 289/SLA – 1147/DP3/2003 tanggal 20 Nopember 2003.511.640 519.167.303 25.779 10.000.734 25.Pinjaman Pokok .50% 4.6. 7.800.500.432.022. Jangka waktu pengembalian adalah 36 bulan sejak tanggal masing-masing penarikan pinjaman.798.654 8.715.176 1.218.Proyek Pupuk Eks.832.Proyek Rehabilitasi Operasional Pabrik Fosfat I (RFO) .163 2.903 551.680.5% + 0.00 15.Fasilitas Denda Tunggakan Bunga PT Bank Mandiri (Persero) Tbk . dengan jumlah pagu pinjaman sebesar USD 27. Perusahaan memperoleh fasilitas kredit Modal Kerja dari Pemerintah RI yang merupakan Pinjaman Penerusan antara RI dengan Islamic Development Bank (IDB). Tingkat bunga pinjaman yang harus dibayar pada pemerintah adalah (Libor + Spread 1.Proyek Prasarana & Utilitas .224.Fasilitas Tunggakan Bunga . NPK .432.164 4.022.000 22.572.000.13.800.00% 10.18% .000 untuk pembiayaaan pengadaan pupuk dan bahan baku impor yang terdiri dari KCL Putih sebayak 60. Setiap terjadi tunggakan pembayaran hutang pokok pinjaman dan biaya bunga dikenakan denda sebesar 2% per tahun diatas biaya bunga.694 8.000 ton dan Phosphate Rock sebanyak 200.500.80% .800 143.469.572.637.218.6.5%) per tahun dari pinjaman yang ditarik dan dibayarkan pada tanggal 18 Maret dan 18 September setiap tahunnya.798.800 87.813.75% 37 .75% 4% .50 7.41% .164 4.

4 4. Jangka waktu pengembalian untuk bagian (i) adalah 10 (sepuluh tahun) sejak 15 Agustus 1996. Pembayaran angsuran bagian (ii) dilakukan sebanyak 14 (empat belas) kali per setengah tahunan dengan tanggal yang sama dengan bagian (i) dan dimulai sejak 15 Agustus 1994.6 10.5 milyar yang terdiri dari pokok Rp29.000 untuk proyek Modernisasi Pabrik. Pembayaran nilai restrukturisasi adalah sebagai berikut : Tahun 2001 2002 2003 2004 2005 Pokok 9. Usance dan Usance payable at Sight termasuk L/C usance dengan skim Line of Import Trade Financing .6 10.1 34. Bank Rakyat Indonesia menyetujui perpanjangan fasilitas kredit perusahaan untuk jangka waktu 2 tahun.000 untuk Proyek Pabrik Amoniak/Urea dan (ii) USD 9.4 15. SBY. Pembayaran angsuran dilakukan 20 (dua puluh) kali per setengah tahunan yang dibayar setiap tanggal 15 Pebruari dan 15 Agustus dimulai dari 15 Agustus 1996.3 milyar.733/ADD/2004 tanggal 8 Oktober 2004. tunggakan bunga Rp22.1 10.700. No. Akta No.IDB (LITF .000. Perusahaan memperoleh Fasilitas Kredit L/C Impor yang dapat digunakan secara switchable untuk L/C Sight. Bunga pinjaman terusan ini adalah tingkat suku bunga SBI untuk jangka waktu 3 bulan selama 6 bulan ditambah 1% atau suku bunga deposito bank pemerintah 6 bulanan mana yang lebih rendah.75-AGR/AGR-III/01/2005 tanggal 18 Januari 2005.4 4.6 42.000. B.5 29.800.0 93.Untuk Proyek Pabrik Amoniak/Urea dan Proyek Modernisasi Pabrik Kredit ini merupakan penerusan pinjaman SLA 554/DDI/1991 IBRD yang ditandatangani pada tanggal 28 Januari 1991 dengan PT Bank Negara Indonesia Tbk sebagai bank pelaksana.100.000 yang merupakan bagian dari jumlah limit kredit sebesar USD 15. sebagaimana jangka waktu fasilitas yang sedang berjalan.4 4. Pagu pinjaman ini adalah USD 136.4 Tunggakan Bunga 4. 88 tanggal 31 Agustus 2000 beserta perubahan .NIAGA/02/PK-LC-CRM/2000.6/2001 tanggal 27 Juli 2001 telah menyetujui penjadwalan kembali pinjaman ini sebagai berikut : Restrukturisasi meliputi nilai Rp93. Fasilitas kredit ini terakhir dibebani bunga sebesar 6%.300. Berdasarkan surat dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.perubahannya terakhir Addendum III No.4 4.6 10.4 22.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Kredit Investasi Pemerintah RI (Pinjaman Terusan IBRD) . dengan jangka waktu satu tahun terhitung sejak tanggal 1 September 2004 sampai dengan 31 Agustus 2005.COP/COD.1 milyar. Jangka waktu L/C maksimal 180 hari setelah tanggal Bill of Lading .0 15.0 15. Pemerintah melalui surat Menteri Keuangan nomor 477/MK.0 Denda Jumlah 14.7 19.000 yang terdiri dari dua bagian yaitu bagian (i) sebesar USD 126. 38 . DNW.4 PT Bank Rakyat Indonesia Tbk Sesuai dengan Perjanjian Fasilitas Pembukaan Letter of Credit Impor No.1 milyar dan denda Rp42.IDB) dengan plafond sebesar USD 3. Fasilitas Kredit ini dijamin dengan jaminan utama berupa barang -barang yang di impor dengan Fasilitas L/C Impor serta jaminan yang terkait dan tanggung renteng dengan jaminan Fasilitas KI dan KMK yang telah diserahkan ke Bank Mandiri.

mesin pabrik Pupuk Fosfat I dan Bangunan pabrik Pupuk Fosfat I yang berdiri diatas SHGB No. 39 . unit pompa booster. tanah berikut bangunan termasuk didalamnya mesin .285. Mulai tahun ke II (Kedua) seluruh beban bunga dibayar efektif setiap akhir triwulan. Bunga berikut angsuran pokok pinjaman tersebut dibayar secara triwulanan. serta jaminan tambahan berupa tanah dan bangunan di 23 lokasi (di Kecamatan Lamongan. Jangka waktu kredit adalah lima tahun sampai dengan 31 Desember 2005. Notaris di Gresik. Bunga berikut angsuran pokok pinjaman tersebut dibayar secara triwulanan.000 dengan suku bunga terakhir 14. Kecamatan Turi.50% per tahun dan bunga dapat berubah sewaktu-waktu. serta unit ship unloader dan belt conveyor . 7 tanggal 20 Pebruari 2004 dari Irene manibuy SH. Pagu fasilitas ini adalah Rp49. Kredit ini dijamin dengan peralatan proyek yang dibiayai dengan fasilitas ini yaitu instalasi air. Fasilitas kredit ini dibebani bunga sebesar 13. Kecamatan Deket dan Kecamatan Babat). mengenai Perjanjian Kredit Investasi Nomor : CCO. persediaan dan tanah. 2 seluas 112.000. Exim . SH. Manyar. dan sisanya sebanyak 65% menjadi beban KI IDC (Kredit Investasi Interest During Construction ).PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk a. unit gas turbine generator dan unit waste heade boiler .NIAGA/01/PK-KI-CRMS/2000 akta nomor 86 tanggal 31 Agustus 2000 dihadapan Suyati Subadi.Untuk Proyek Pabrik Prasarana dan Utilitas Fasilitas ini ditandatangani melalui perjanjian kredit nomor 91 tanggal 14 Juni 1995 dihadapan Notaris Sutjipto.5% per tahun dan ditinjau setiap tiga bulan. 35% bunga yang jatuh tempo dibayar efektif. SH.5% per tahun yang dibayar secara triwulan dengan ketentuan sebagai berikut : Selama 1 (satu) tahun pertama. Jangka waktu kredit adalah sembilan tahun sampai dengan 14 Juni 2004. Kecamatan Gresik. 2 dan jaminan tambahan berupa tanah SHGB No. Disamping itu kredit ini juga dijamin dengan cessie tagihan. c. Kredit ini dijamin dengan jaminan utama berupa tanah dan bangunan pabrik pupuk NPK berikut mesin-mesin yang melekat diatasnya.575 m2. Perusahaan memperoleh Fasilitas Kredit Investasi maksimum sebesar Rp27. Pagu fasilitas ini adalah Rp41. sejak tanggal penandatanganan perjanjian (termasuk masa grace period pembayaran hutang pokok selama 1 tahun). Tujuan penggunaan kredit adalah untuk membiayai proyek rehabilitasi dan fleksibilitas operasional pabrik Pupuk Fosfat I. Jangka waktu kredit selama 6 (enam) tahun.680. 70 seluas 24.000 dengan suku bunga terakhir 14. Jumlah fasilitas yang terdapat dalam neraca tanggal 31 Desember 2004 adalah jumlah saldo kredit yang direalisasi/ditarik setelah dikurangi angsuran. tanah berikut bangunan pabrik dan mesin -mesin pabrik pupuk K2SO4.. 69 seluas 395.490 m2 beserta jaminan .Untuk Proyek Pabrik Phonska (NPK) Fasilitas ini ditandatangani melalui perjanjian kredit nomor SBY. Kredit Investasi – Untuk Proyek Rehabilitasi Operasional Pabrik Fosfat I (RFO ) Berdasarkan Akta No.000.mesin pabrik pupuk phonska yang berdiri diatas tanah SHGB No.jaminan lainnya terkait dengan fasilitas kredit lainnya pada PT Bank Mandiri Tbk. tanah dan bangunan terletak di Kec.KI/ 2004.193 m2. Kredit Investasi Bank Mandiri eks. Jumlah fasilitas yang terdapat dalam neraca tanggal 31 Desember 2003 adalah jumlah saldo kredit yang direalisasi/ditarik setelah dikurangi angsuran. Kredit Investasi Bank Mandiri . yang berdiri diatas SHGB N0. Fasilitas kredit ini dijamin dengan jaminan utama berupa mesin . b.SBY/007/PK .

811.408 24..931 PT Asuransi Jiwasraya PT Petronika PT Jamsostek (Persero) Jumlah Dikurangi bagian yang jatuh tempo satu tahun : PT Asuransi Jiwasraya PT Petronika PT Jamsostek (Persero) Jumlah bagian yang jatuh tempo satu tahun Jumlah 40 22.685. 2 beserta jaminan .012. deposito PT Perkebunan Nusantara III senilai USD 3.491.550. mengenai Perjanjian Kredit Investasi Nomor : CCO.249 23. Notaris di Gresik.154 611.5% per tahun yang dibayar secara triwulan dengan ketentuan sebagai berikut : - Selama 1 (satu) tahun pertama seluruh beban bunga menjadi beban KI IDC (Kredit Investasi Interest During Construction ). yang berdiri di atas tanah SHGB No.986 .803.456.500.550.808 dan suku bunga terakhir adalah 14.129 4.000.421 22.SBY/009/PK . Tujuan penggunaan kredit adalah untuk membiayai pembangunan proyek Pabrik Pupuk K2SO4. tanah berikut bangunan dan mesin pabrik pupuk fosfat 2. Kewajiban Jangka Panjang Lainnya 2004 Rp 2003 Rp 20.687.887.120.000.136.040. Fasilitas kredit ini dijamin dengan jaminan utama berupa mesin . 70 .924 256.171 4.75% per tahun dan ditinjau secara bulanan dan jaminan kredit berupa deposito seluruhnya ditarik dan diganti dengan tanah. Jangka waktu kredit adalah delapan tahun sebelas bulan empat hari sampai dengan 1 Nopember 2007.293. terakhir dengan nomor 2001/KPI/15 tanggal 18 April 2001 dengan mengubah pagu kredit menjadi USD 14.531.158 739.114 28. PT Bank Negara Indonesia Tbk Fasilitas kredit ini pertama kali ditandatangani dengan perjanjian kredit nomor 98/HLB/100 tanggal 28 Nopember 1998 dengan pagu kredit sebesar USD 23. Perusahaan memperoleh Fasilitas Kredit Investasi dengan maksimum kredit sebesar Rp15. III dan V (LIBOR + 1%) ditambah spread sebesar 1.887.944 4. 9 tanggal 20 Pebruari 2004 dari Irene Manibuy SH.352 1.KI/ 2004.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) d.844. tanah berikut bangunan termasuk di dalamnya mesin mesin pabrik pupuk phonska yang berdiri diatas tanah SHGB No. Perjanjian ini telah mengalami perubahan.5%.400. Fasilitas ini dijamin dengan deposito PT Perkebunan Nusantara II senilai USD 4. 69 seluas 395. sesuai dengan surat perjanjian kredit nomor : 2001/KI/63 fasilitas tersebut dikonversi menjadi pinjaman Rupiah dengan pagu yang setara dengan Rp132.992 1.263 2. Fasilitas kredit ini dibebani bunga sebesar 13.555. Bunga fasilitas kredit ini sebesar bunga deposito yang diterima oleh PT Perkebunan Nusantara II. 21.500.235 3. bangunan dan mesin yang dibiayai dengan kredit tersebut.193 m2.000. sejak tanggal penandatanganan perjanjian (termasuk masa grace period pembayaran hutang pokok selama 1 tahun). deposito PT Perkebunan Nusantara V senilai USD 5. Kredit Investasi – Untuk Proyek Pabrik Pupuk K2SO4 Berdasarkan akta No.910. Mulai tahun ke II (Kedua) seluruh beban bunga dibayar efektif setiap setiap akhir triwulan Jangka waktu kredit adalah selama 6 (enam) tahun.mesin pabrik pupuk K2SO4 dan bangunan pabrik pupuk K2SO4. Pada tanggal 5 Desember 2001.jaminan lainnya terkait dengan fasilitas kredit lainnya pada PT Bank Mandiri Tbk. yang berdiri diatas tanah SHGB No.000.

033 7.000 41 .094.819 3. Hak Minoritas atas Aktiva bersih Perusahaan Anak Koperasi Karyawan Keluarga Besar Petrokimia Gresik (memiliki 0.00% Jumlah Rp 396.625 2. 1 tanggal 1 Oktober 1998 dari Nyonya Hj.695 905. 22.410 10 396.01% 100. Berdasarkan Akta pemberian bantuan pinjaman dana untuk perumahan PT Petrokimia Gresik No.000 telah ditempatkan dan disetor.396.462.99% 0.810.420 2004 dan 2003 % Pemilikan Saham 99.280.695 1. SH nomor 82 tanggal 27 Maret 1998 modal dasar Perusahaan adalah sebanyak 1.094.729.403 7. Hak Minoritas Pihak ketiga Pada Perusahaan Anak Hak pemilik saham minoritas pada Perusahaan anak adalah sebagai berikut : 2004 Rp 2003 Rp a. SH.822 7.01% di PT Petrosida Gresik) Mitsubishi Corporation (memiliki 20% di PT Petrokimia Kayaku) Nippon Kayaku (memiliki 20% di PT Petrokimia Kayaku) Jumlah 23.000. Modal Saham 278 1. Hak Minoritas atas Laba Bersih Perusahaan Anak Koperasi Karyawan Keluarga Besar Petrokimia Gresik (memiliki 0.000 10.000..784 2.197. Netty Arni.000 per lembar. Kewajiban kepada PT Petronika merupakan pendapatan diterima dimuka jangka panjang atas uang muka penjualan utilitas yang diterima dimuka untuk periode lebih dari satu tahun.611 7. Notaris di Gresik. Susunan pemegang saham pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 adalah : Jumlah Saham PT.189.846 (571) 905.888 Sesuai dengan akta notaris Imas Fatimah.197.300. Pupuk Sriwidjaja (Persero) Yayasan Petrokimia Gresik Jumlah 396.611 15.420 lembar atau senilai Rp396.729.01% di PT Petrosida Gresik) Mitsubishi Corporation (memiliki 20% di PT Petrokimia Kayaku) Nippon Kayaku (memiliki 20% di PT Petrokimia Kayaku) Jumlah b. Perusahaan telah memperoleh fasilitas bantuan pinjaman dana untuk membangun perumahan dari PT Jamsostek (Persero) yang bersumber dari dana peningkatan kesejahteraan peserta program Jamsostek sejumlah Rp2.000 lembar dengan nilai nominal Rp1.784 1. Dari jumlah tersebut 396.420. yang akan digunakan untuk membangun perumahan bagi para karyawan Perusahaan.033 14.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman dari PT Asuransi Jiwasraya dalam rangka Plough Back Premium . Jangka waktu pinjaman berkisar antara 8 (delapan) sampai 10 (sepuluh) tahun dan dibebani bunga berkisar antara 9% s/d 12% per tahun.000 396.420. Jangka waktu pinjaman adalah 10 (sepuluh) tahun dan dibebani bunga pinjaman sebesar 9% per tahun.410.

949.792 166.585 84.837.381.482 557.872.993 399.193 597.100.724.884 489.018 47.998 239.709.489 (2.002 30.519 3.306 2.116 652.674.294 234.401.127.156.597.769 128.666.970.158.081.015.662 10.548.820 33.160.227.169 5.896 2.340.286 .372 51.584 276.759.642 10.811 70.758 - 175.362 314.912 47.114.843 495 94 64 - 919.391.076 110.120 25.614.603.044 26.146 54.263.455.698 3.270 44.815.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 24.285.972) 2.999 150.873 13.020.959 65.562.991 98.847) 3.566 426.509.875.587.634.055.083 30.486 5.550 119 119 673 895.194 Penjualan Pupuk dan Non pupuk Pendapatan Subsidi Gas Bumi (Urea) Harga Pupuk (Non Urea) Pendapatan subsidi Tahun Lalu Jumlah Pendapatan Subsidi Pendapatan Bruto Potongan Penjualan Jumlah 3. Pendapatan 2004 Rp 2003 Rp 2. Penjualan pupuk (i) Penjualan Domestik Pupuk SP-36 Pupuk ZA Pupuk Urea Pupuk Phonska Pupuk KCL NPK BLENDING DAP RNP Amphos ZK Eks impor MDCP Eks impor PS-18 Sub Jumlah (ii) Penjualan Ekspor DAP Jumlah Penjualan Pupuk b.174 183.683 72.398.881 2.231 460.839.729.307 94.682 195.43% dan 10.439 45.971 1. Penjualan Non Pupuk (i) Penjualan Domestik Amoniak Asam Fosfat Asam Sulfat Produk (Cair) Cement Retarder Formulasi IPA G Alf3 Produk (Butiran) Produk (Tepung) Sidamethrin 789.290 13.910 21.571 484.391.023 30.656.410.396 41.599.389 95.626 78.012 2.379.391.075.273 45.908 446.764 15.580 - 42 294. Jumlah penjualan pupuk tersebut merupakan pendapatan dari hasil penjualan secara tunai maupun kredit baik lokal maupun ekspor sebagai berikut : 2004 Kuantum Rp Kuantum 2003 Rp a.960.063.955 106.598.119.985.993 88 14.909 74.881 726.176 1.791 77.391.260 265.978 177.877 3.878.703.036.916 112.977.440 23.381.918 221.773.210.839 115.774 2.304 2.251.795 11.534.656.236 217.524 2.786 257.364 4.040.48% dari penjualan pupuk dan non pupuk masing-masing pada tahun 2004 dan 2003 dilakukan dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa (catatan 30).091 2.972.927.312 2.136 149.512 432.304 683.234 528.166 (2.368.942 31.872 26.894.051.064.335 - 19.001 3.

905.160.056 2.121.185.950 2.055.935 717.630.855 9.970.875.196.330 177.851 8.791 77.633 Produk (Flowable) 134.466 Produk (Tepung) 20.918 221.423.503.080 3.688 Crude Gypsum 77.773 2.656.194 Carbofuran CO2 Cair 6.110.748.092 5.642 Kuantum 9.896 2.767.922.702 1.007.362.240 159.184.394 16.259 Permetrin BPMC Propoxur Formulasi MIPC Sidaron Sidazeb 2.055 775.357 106.119.780 2.862.764.919 132.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 2004 Kuantum Rp 8.139.974 7.667 5.878.482 210.485 371.242 2.338.857.062.480.341 2.356.667 2.142 7.280 90.156.040.367 1.057.121.367.998 7.851 24.389 285.947 120.837.525 5 2003 Rp 8.398 102.425 5.807.106 1.661.161 4.887.500 336.455.904 39.100 4.246.847) 3.894.180 60.000 Produk (Coil) Diazinon BPMC Sub jumlah Jumlah Penjualan Non Pupuk Jumlah Penjualan Pupuk dan Non Pupuk ( a + b ) c.102 11.927.686 195.410.347 557.896 2.872.972) 2.084 575.903 3.071 1.091 535.319 4.781 - 43 .618 227.164.935 2.196.949.764 1.914 1.950 933.910 3.982 Produk (Coil) 1.173.698 3.221 1.800 78.141 871.166 (2.194 92.321 4.751 Formulasi 2.057.325.502 1.839.122.4D Amin/For.489 (2.912 47.320.762 1.270 44.580 3.513.361.020.332 1.124.990 730.629 Jasa Formulasi Purified Gypsum 11.365.304 683.759.577 100 761.979.644 68.005.037.660 3.154.210.645 1.4D Amine Formulasi BPMC Dry Ice 1.978 68.493.053 180.599.338.378 5.392 3.070.821 1.007 2.834 14.653.997 3.216. Pendapatan Subsidi Urea Non Urea ZA SP-36 Phonska Sub Jumlah Pendapatan subsidi tahun 2003 Jumlah Pendapatan Subsidi Jumlah Pendapatan Bruto Potongan Penjualan Jumlah Pendapatan Bersih 14.MIPC IPA Glyphosate Sidazinon Chemical Gypsum Cypermethrin SDP Petrokum Belerang Curah Amegrass 80WP Sub Jumlah (ii) Penjualan Ekspor Amoniak Alf3 2.

795 9.165 2004 Kuantum Rp Kuantum 2003 Rp 2003 Rp 142.264.602 158.380.500.294 225.164) 3.334) 2.464 98.858.232 218.552 44 726.419 130.333.320 Persediaan Awal Barang Jadi Saldo awal ZA & Urea Curah Diproses ke Biaya Produksi Persediaan Awal Barang Jadi *) Harga Pokok Produksi : Persediaan Awal Barang Dalam Proses Biaya Bahan Baku dan Pupuk Impor Biaya Bahan Penolong Biaya Pemeliharaan Biaya Pegawai Biaya Penyusutan Biaya Pembungkus Biaya Overhead Pabrik Biaya Lainnya Persediaan Akhir Barang Dalam Proses Jumlah Harga Pokok Produksi Barang Siap untuk Dijual Dikurangi : Harga Pokok Penjualan Produk Lain-lain Dipakai Promosi.293 415.974 33.470 1.025.234 528.752.197.334 2.817.440.890.182 (92.911.543) 2.099.326.515.958 578.981 103.887.573 65.993 88 34.489.491.616 2.543 (6.753.193.426 (641.386.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Pendapatan subsidi tahun 2004.603 (99.587 81.009) (170.684 187.574.534 243.735.355.108.391.745. Susut dan Sweeping Persediaan Akhir Barang Jadi *) Harga Pokok Penjualan *) setelah dikurangi persediaan pupuk eks impor a.720 166.317.972 92.076 110. sebagian termasuk pendapatan subsidi tahun 2003 sebagaimana ditetapkan oleh Pemerintah sesuai dengan hasil audit khusus yang dilaksanakan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI berdasarkan pada Kepmenkeu RI No.685 10.204.800.356 30.220.236 151.550 119 119 673 757.112 5.455) 141.617 192.168.06/2004.973) (94.766 2.136 9.836 (3.768. Harga Pokok Penjualan Pupuk HPP Domestik Pupuk SP-36 Pupuk ZA Pupuk Urea Pupuk Phonska Pupuk KCL NPK Blending DAP RNP Amphos ZK Eks impor MDCP Eks impor PS-18 Jumlah Harga Pokok Penjualan Pupuk 789.429 370.974.428.140 357.843 495 94 64 - 944.073.982.971 32.194 633.718 551.491.508 114.292.849 460.306 2.751 (539.307 94.403.742 53.083.977.858 82. 25.542 259.256) 3.346. 319/KMK.974.495 336.900 . Harga Pokok Penjualan 2004 Rp 94.820.865 2.013.464 419.855.338.713 227.231 460.794 238.112.277.888 234.488.044 92.764 2.066 178.128.619.128.559 24.107.571) 88.455 18.888.458 1.038.249.615 3.856.934.567 66.416.

884 4.4D Amin/Form MIPC IPA Glyphosate Sidazinon Chemical Gypsum Cypermethrin SDP Belerang Curah Amegrass 80WP Lain-lain Jasa formulasi .Petrosida Diazinon Jumlah Harga Pokok Penjualan Non pupuk Jumlah Harga Pokok Penjualan 94.007.801 2.500.546 81.097 76.914 80.168 47.668 9.292.074.786 326.108.280 90.971.910 4.142.542 2.915 559.343 91.655 4.377.130 23.982 3.980 1.792 166.505.168 2.799 3.931 141. masing-masing pada tahun 2004 dan 2003 dilakukan dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa (catatan 30).017 342.976 3.931 7.003 3.098 4.450 2.989 532.071.148.525 5 - 129.027.768 1.501 9.610.830.168 198.727.416 3.588 14.403 82.658 767.Kayaku Purified Gypsum Permetrin BPMC Propoxur Formulasi MIPC Sidaron Sidazeb 2.804.4D Amine Formulasi BPMC Dry Ice Jasa formulasi .092 1.238 856.095.997.525 176.850. Harga Pokok Penjualan Non Pupuk (i) HPP domestik Amoniak Asam Fosfat Asam Sulfat Produk (Cair) Cement Retarder Formulasi IPA G Alf3 Produk (Butiran) Produk (Tepung) Sidamethrin Carbofuran CO2 Cair Produk (Coil) Produk (Flowable ) Crude Gypsum Formulasi 2.309.852 52.530 762.056 2.585 405.340 247.790 177.342.292.660 60.507.107.490.708 10.333 1.247 4.424 82.382 4.367.362 314.296 987.410.579.683.288 40.486.069 67.406 2.791 47.026.900 21.232 31.398.607.672.350 52.165 (1) 109.58% dari jumlah pembelian bahan baku.364 7.432 26.785 - 187.244 1.150 21.538 861.008.455.213.652.144.111.16% dan 6.625 2.108 1.314 74.369 1.604 37.754 10.700 132.887.953 4.007 41.543.613 3.709.459.274 6.658 1. 45 .971 1.359 7.099.769 36.642.051 33.662 6.702 1.391 1.538 3.558 9.087 622.146.306 12.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) b.148 3.799.424 828.530.989 5.000 373.255.010.698 833.526.975 1.

556 1.325.270 4.655 3.516.332 2003 Rp 104.466 72.537 5.630 13.244.303.971.708 34.791.709 387.074 21. Beban Usaha 2004 Rp 139.908 31.389.355.548 3.675 1.121 13.781 8.842 6.844.658 353.256.673 122.366 1.609.044.560 56.286 179.820 1.201 5.513.883.943.547 86.053.530 45.721.477.391.397 3.805 246.418.068 1.891 1.267.425 58.344 396.271.667.202 3.173.807.024.923.414 758.123 1.836 979 2.648.883 1.179.218.149.028 1.081 1.317 3.524.924 16.153 151.179 159.547 274.405.371.829 4.994 22.522 55.161 1.803 34.460.641 143.859 Beban Distribusi Transportasi Penyaluran Bongkar Muat Pallet Pegawai Susut Rebag dan Kantong Restaple Asuransi Promosi dan Distribusi lain Sub Jumlah Beban Penjualan Pegawai Transportasi Promosi Jasa Litbang Penyusutan dan Amortisasi Kantor Bongkar Muat Pemeliharaan Restaple Rebag dan Kantong Susut Pajak dan Restribusi Asuransi Agrobisnis Penjualan Lainnya Alokasi dari pusat biaya lain Sub Jumlah Beban Administrasi dan Umum Pegawai Perjalanan dan Pembinaan Administrasi Jasa Pemeliharaan Pajak dan Restribusi Penyusutan dan Amortisasi Asuransi Umum Lainnya Alokasi dari pusat biaya lain Sub Jumlah Jumlah Beban Usaha 46 .497.182.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 26.857.058.000.413 437.125.762 171.347 6.945 51.202.685.336.853.133.163 1.601 5.845 1.508 15.934 6.446.083 5.710 20.827 129.045 71.337 31.176.526 375.745 15.492.550 951.920 5.232 11.080 16.058 17.163.771 1.573 11.818 29.194 546.660.142 1.163.510 10.740.865 60.744.207.211 62.

950 22.918.173) 10.Bersih Biaya Sewa dan Jasa Biaya Produk Utilitas Penyisihan Piutang Pemasaran Jasa Fee Keagenan Denda Retribusi PJU/Klaim Koreksi Restitusi PPh Badan Penghapusan Piutang Lain-lain Sub Jumlah Jumlah 43.004.082 91.168 15.780 412.213.Bersih Lain-lain Sub Jumlah Beban Diluar Usaha : Laba (Rugi) Selisih Kurs .281.100 689.314.884.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 27.065 50.697 21.688 Pendapatan Diluar Usaha : Pendapatan Sewa dan Jasa Penjualan Produk Utilitas Pendapatan Jasa Giro/ Bunga Klaim Asuransi Laba Penyertaan Pendapatan Dividen Komisi Keagenan Penjualan Barang Bekas Pendapatan Agribisnis Denda Piutang/Keterlambatan Transport dan Asuransi Lelang Kendaraan Laba (Rugi) Selisih Kurs .922.155 107.305.701.858 11.196 (17.212.158.316 59.312 68.521 2.222 (567.192 12.038 7. Pendapatan (Beban) Lain-lain 2004 Rp 2003 Rp 40.009.883 2.521 3.010 119.287 34.399 6.461 26.044 26.902.487.049 5.995 14.711.233.812 1.029.291 5.598 17.384.489.382.501.998.019.548 22.911 2.167) 124.831.941 1.366 4.991 1.709 299.935.055 5.687.937.222 280.941 485.406 19.623 47 .563 14.933 1.790.482.861.811.191.023 89.252 1.488.560 6.

PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 28.537.82 3.766.104.417.425.56 6.146.746.696.417 93.561.502 3.133.407.898 11.70 144.38 102.074.625.124.438.080.934 1.488 774.505.88 91.703 41.874.93 13.882 12.356.658.761 1.096.621 72.27 567.734 495.632 23.982.14 10.530 27.98 1.300 34.Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa .407.946.261.479 13.500.16 1.639.721.443.224.082 15.104.137.090.364.35 1.091.506.701.290 2003 Rp 8.246.73 421.54 2.Pihak Ketiga Piutang Lain-lain .091.486.005.469.58 4.105 10.119.814 5.347.165 14.222 26.014 Mata Uang Asing (USD) 2.257. Beban Bunga dan Keuangan 2004 Rp 2003 Rp 43.27 43.248.800.341.15 3.839.829.681.630.496.00 51.863.360 4.Pihak Ketiga Jumlah Kewajiban Hutang Usaha Hutang Bank Biaya Yang Masih Harus Dibayar Hutang Bank Jangka Panjang Jatuh Tempo Satu tahun Hutang Bank Jangka Panjang Kewajiban Jangka Panjang Lainnya Jumlah Kewajiban Bersih 3.930 26.194 366.373 Kredit Investasi Kredit Fasilitas L/C Kredit Modal Kerja Asuransi Provisi Bank Jumlah 27.Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa .303 439.558 23.601.820.83 154.832.798.774.914.06 2.162.529.335 43.803.591.518 100.353 17.88 5.777.465 48 .649.11 7.50 2.361.120.819.701.291.446.099.717 1.812.186 22.651.424.270.705 29.337.724.911.145 2004 Rp 9.513. kurs konversi yang digunakan Perusahaan serta kurs yang berlaku pada tanggal 31 Januari 2005 adalah sebagai berikut : 31 Desember 31 Januari 2005 Rp Mata Uang 1 USD 9.215.42 687. Aktiva dan Kewajiban Dalam Mata Uang Asing 2004 Mata Uang Asing (USD) Aktiva Kas dan Setara Kas Piutang Usaha .750 764.611.844.647 Pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003.11 2003 Rp 21.029 3.50 53.15 1.12 Rp 31.176 61.789.408 868.392.236.483.409.279 116.269.876.856.97 82.917 87.307.508.

065.267 6.PT Petrokimia Kayaku . e. Yayasan Petrokimia Gresik adalah Perusahaan yang sebagian pengurus dan manajemennya sama dengan Perusahaan. Transaksi-transaksi Hubungan Istimewa Dalam Kegiatan usahanya.760.727 73.PT Gresik Cipta Sejahtera .775 2.48% dari jumlah penjualan masing – masing pada tahun 2004 dan 2003.PT Mega Eltra . Transaksi dengan Perusahaan Anak dan Pihak Yang Mempunyai Hubungan Istimewa Sifat Hubungan Istimewa a.PT Pupuk Kujang .909 170.PT Petrowidada d. Perusahaan yang pemegang sahamnya sama dengan pemegang saham utama Perusahaan : .PT Aneka Jasa Grhadika c.002.802 37. dan juga sebagai pemegang saham minoritas Perusahaan.114.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 30.330 PT Petrocentral PT Mega Eltra PT Petrosida PT Pupuk Sriwidjaja PT Pupuk Kaltim Tbk PT Pupuk Kujang Jumlah . Rincian penjualan kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebagai berikut : 2004 Rp 116.PT Kawasan Industri Gresik .993.041 36. Perusahaan melakukan transaksi tertentu dengan pihak – pihak yang mempunyai hubungan istimewa.777.PT Petro Graha Medika .PT Petrosida Gresik .680 60.PT Graha Sarana Gresik .657. merupakan penjualan kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa.880. Pada tanggal neraca.812 73. PT Pupuk Sriwijaya adalah pemegang saham utama (mayoritas) Perusahaan.PT Pupuk Iskandar Muda . 10. piutang atas penjualan tersebut dicatat sebagai bagian dari piutang usaha. dimana menurut manajemen dilakukan dengan tingkat harga dan syarat – syarat normal sebagaimana halnya bila dilakukan dengan pihak ketiga.578.PT Rekayasa Industri b.PT Puspetindo . Perusahaan yang sebagian pemegang sahamnya sama dengan pemegang saham Perusahaan : .519.PT Petrokopindo Cipta Selaras .732 78.516 49 2003 Rp 85.929 345. yang meliputi antara lain : a.674.227 307.43% dan 10.PT Petronika . Perusahaan yang sebagian pemegang sahamnya adalah Perusahaan : .963.945 264.PT Petrocentral .PT Pupuk Kaltim Tbk . yang meliputi 9% dan 7% dari jumlah aktiva masing – masing pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003.

21 Pebruari 2002 dan 11 Agustus 2000.892. Perusahaan memberikan pinjaman dana kepada Yayasan Petrokimia Gresik selaku pihak pengelola Program Pemeliharaan Kesehatan Pensiunan/Purna Tugas dan Keluarganya (prokespen) dan Program Santunan Kesehatan (Sankes) sesuai Surat Perjanjian Kerjasama tanggal 16 April 2004 serta pengelola pembangunan perumahan karyawan PT Petrokimia Gresik sesuai Surat Perjanjian Pinjaman antara PT Petrokimia Gresik dengan Yayasan Petrokimia Gresik tanggal 27 Oktober 2003.069 1.007.785.550 12.58% dari jumlah pembelian masing – masing pada tahun 2004 dan 2003. Sesuai dengan hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Petrokimia Gresik tanggal 29 Desember 2003 dan Perjanjian Pinjaman. Pada tanggal neraca. 12.16% dan 6. sebagai berikut : 2004 Rp 6.020.601 2003 Rp 73.035 1.864. listrik. sewa rumah dan sewa tanah. dikenakan sanksi denda sebesar 2% . pinjaman tersebut dilakukan tanpa bunga dengan jangka waktu pengembalian adalah 5 (lima) tahun.644 101.938 3.624 8.762.502 19.368 2.926 55.295.779 3.970.082.794 1.592.770 PT Pupuk Kaltim Tbk PT Pupuk Sriwidjaja PT Pupuk Iskandar Muda PT Rekayasa Industri Jumlah c.16% dan 6.147. merupakan pembelian dari pihak yang mempunyai hubungan istimewa.038 67.258.405.419.345.695 1.557.984 1.5% per bulan.750.012.468 20.794 2.58% dari jumlah hutang masing – masing pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003.015 187.400 34. 50 .935 2. Apabila Yayasan Petrokimia terlambat melakukan pembayaran sebagaimana jadwal angsuran yang ditetapkan dalam Perjanjian Pinjaman.741 1. Perusahaan juga mempunyai transaksi di luar usaha dengan pihak – pihak yang mempunyai hubungan istimewa.702 2003 Rp 8.511.888 1. dimana menurut pendapat manajemen dilakukan dengan tingkat harga dan syarat – syarat normal sebagaimana halnya bila dilakukan dengan pihak ketiga. yang diantaranya timbul dari transaksi penjualan hasil produk samping (seperti air. yang meliputi 12. hutang atas pembelian tersebut dicatat sebagai bagian dari hutang usaha.820.913. Rincian pembelian kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebagai berikut: 2004 Rp 225. dll) dan penjualan jasa lainnya berupa jasa keahlian.897 17. jasa pelabuhan.807 302.236 18.509.744.826.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) b.454 PT Petrowidada PT Petronika PT Petrocentral PT Puspetindo PT Kawasan Industri Gresik PT Pupuk Kaltim Tbk PT Pupuk Kujang PT Rekayasa Industri Yayasan PG PT Pupuk Sriwidjaja Jumlah d.400 1. steam.

047. menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti untuk semua karyawan tetapnya. aktuaris independen melakukan perhitungan aktuaria.504 46.55 : 0.Non Vested Amortisasi Koreksi Aktuaria Pengakuan Segera dari Beban Jasa Lalu yang Vested Beban yang Diakui dalam Laporan Laba Rugi 51 Jumlah Rp 16.02% .Usia 20 .401.924 24. untuk menilai jumlah kewajiban aktuaria dan posisi pendanaan per 31 Desember 2004.255) 131. Perusahaan melakukan penyisihan Pendanaan pensiun melalui program yang diselenggarakan oleh PT Asuransi Jiwasraya (Persero).253 (9.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 31.776.270.841) 2.2% ~ Tingkat kematian : Tabel Mortalita Indonesia II ~ Tingkat Kenaikan gaji rata-rata : 5% per tahun ~ Tingkat bunga Teknis : 10% per tahun ~ Ekspetasi Hasil Investasi : 10% per tahun ~ Tingkat cacat : 0.05% s/d usia 55 tahun Kewajiban aktuaria dan posisi pendanaan dari manfaat kesejahteraan karyawan posisi 31 Desember 2004 adalah sebagai berikut : Kewajiban Kini (Present Value of Obligation ) Nilai Wajar dari Kekayaan Posisi Pendanaan Biaya Jasa Lalu Yang Belum Diakui .067.726) 14.776.Vested Biaya Jasa Lalu Yang Belum Diakui .964 karyawan pada tahun 2004. Manfaat Kesejahteraan Karyawan Diestimasi Perusahaan Perusahaan.066. Perusahaan melalui PT Binaputera Jaga Hikmah. Jumlah karyawan yang berhak memperoleh manfaat tersebut adalah 3.905.570 (140.556 (25.870.955 Jumlah Rp (271.142.685) 168. Pada tahun 2004.Non Vested Koreksi Aktuarial Yang Belum Diakui Kekayaan yang Diakui Dalam Neraca Rekonsiliasi beban manfaat karyawan yang diakui dalam laporan laba rugi adalah sebagai berikut : Beban Jasa Kini Beban Bunga Harapan dari Hasil Investasi Amortisasi Beban Jasa Lalu yang Belum Diakui . Perhitungan benefit / manfaat terhadap imbalan kerja karyawan menggunakan manfaat sesuai dengan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) PT Petrokimia Gresik yang terdiri dari : Penghargaan kesetiaan Bantuan duka Cuti besar Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) Program Tabungan Hari Tua (THT) Program Kesejahteraan Hari Tua (PKHT) Asumsi utama yang digunakan dalam menentukan biaya manfaat pensiun adalah sebagai berikut : ~ Umur Pensiun Normal : 56 tahun ~ Tingkat pengunduran diri : . dimana manfaat pensiun yang akan dibayar dihitung berdasarkan penghasilan dasar pensiun dan masa kerja karyawan.030 .Usia 45 .45 : 0.128.

652.955) 7. Rekonsiliasi (kewajiban) pendanaan manfaat pensiun karyawan sebagai berikut : Kekayaan pada Awal Tahun Beban Realisasi Pembayaran Manfaat Iuran Perusahaan Kekayaan Pada Akhir Tahun Jumlah Rp 26. Program Jamsostek sebesar 2% dari gaji pokok ditambah tunjangan keluarga. Perjanjian ini menggantikan kerjasama dengan AJB Bumiputera 1912 dalam hal “ Jaminan Asuransi Jiwa Kumpulan” sesuai dengan Perjanjian Kerjasama nomor 261/IX/SPK/DIR/1988 dan 190/U/ASK/PERT/IX/1988 tanggal 5 September 1988 dan telah diaddendum beberapa kali.SJ. tunjangan keluarga.U. Pendanaan Manfaat Kesejahteraan Karyawan Perusahaan.000 14.08. 52 . Perusahaan telah mengikuti program Jamsostek. Perusahaan juga menandatangani Perjanjian Kerjasama tentang Program Tabungan Hari Tua (THT) dengan pihak PT Asuransi Jiwasraya (Persero) nomor 470/07/NK.286.04/04/SP/2003 tanggal 4 Juli 2003. Peraturan Pemerintah nomor 36 tahun 1995 tentang penetapan badan penyelenggara program Jamsostek. tunjangan jabatan.142. Iuran para pegawai untuk PKHT.SJ. Perusahaan bekerjasama dengan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang disebut dengan “Program Kesejahteraan Hari Tua (PKHT)”.190 2. Perjanjian tersebut terakhir diperbaiki melalui Perjanjian Kerjasama nomor 469/07/NK.Program Kesejahteraan Hari Tua (PKHT) sebesar 5% dari gaji dasar pertanggungan (gaji tetap berupa gaji pokok.271. Berdasarkan Undang-undang nomor 3 tahun 1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek).PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Biaya jasa lalu yang belum diakui Non Vested dan koreksi aktuarial diamortisasi sesuai dengan rata-rata masa kerja karyawan. AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAaaaaaaAAAAAA 055. bantuan pangan dan bantuan perumahan). terakhir tanggal 19 Desember 1989.795 (46.0699 Manfaat PKHT meliputi pembayaran berkala dan/atau pembayaran sekaligus bagi peserta (karyawan) atau janda atau duda atau anaknya. Program Tabungan Hari Tua (THT) sebesar 5% dari gaji pokok ditambah tunjangan keluarga. AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA 023.U.01/04/SP/2003 tanggal 4 Juli 2003. terutama berasal dari : Perlakuan pembayaran iuran premi atas coming service (masa asuransi yang akan dijalani Peserta) dan Jamsostek adalah sebagai berikut: 1). Disamping itu.067.04.0703 THT adalah program jaminan hari tua dalam bentuk pembayaran sekaligus bagi Peserta atau Ahli Warisnya. 2). THT dan Jamsostek dilakukan melalui pemotongan dari gaji yang besarnya sebagai berikut : .030 Dalam mengelola kesejahteraan karyawan. Pemberi kerja (Perusahaan) menanggung seluruh jumlah dari tagihan premi dikurangi dengan iuran beban peserta (pegawai) yang dipotongkan dari gaji setiap bulan.

000 ribu dengan rincian sebagai berikut : Jumlah Dividen Tantiem Direksi & Dekom Program Kemitraan Program Bina Lingkungan Cadangan Total Rp 60.PKHT : jatuh tempo setiap bulan Januari. Kewajiban pembayaran tahunan (angsuran) dicatat sebagai beban tahun berjalan.759. 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan.725. tahun 2003 sampai dengan 2012 sebesar @ Rp 18.012.180 43. Jumlah saldo kewajiban diestimasi atas manfaat kesejahteraan karyawan pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 masing-masing sebesar Rp 5. Dividen Tunai Dan Cadangan Umum a.416 108.047 dan Rp 2. pemegang saham menyetujui penggunaan laba bersih tahun buku 2003 sebesar Rp 108.544. Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan sebagaimana tercantum dalam Notulen Risalah Rapat tanggal 1 Juni 2004. Jumlah cadangan pemutusan hubungan kerja akan direview setiap akhir tahun dengan memperhatikan seluruh variabel yang mempengaruhi jumlah cadangan tersebut.362. dicatat sebagai berikut: 1). Besarnya angsuran tahunan premi back service adalah sebagai berikut: . tahun 2003 sampai dengan 2012 sebesar @ Rp 20.123. 2).PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Iuran premi back service baik untuk PKHT maupun THT seluruhnya ditanggung oleh Perusahaan.759.087.534 1.175.577 (jumlah i R Rp 126 milyar) 126 il ) Perusahaan Anak PT Petrokimia Kayaku (Perusahaan Anak) menghitung dan membukukan estimasi manfaat kesejahteraan karyawan untuk seluruh karyawannya sesuai Undang-undang Republik Indonesia No. 32.280 1.910.000 53 .590 2.230.509.863.019 .THT : jatuh tempo setiap bulan Januari.

809.849 38.729) 231.536 56.516) (50.011.966.435.873.025 2.538.255.624.459.216.911 (75.379.423 Konsolidasi Rp 3.064) 121.285.870.238.364.811.822.359) 6.086.207.181.558.909.563 2.748.523) 17.040.681.234.158.064) 133.759.456 1.057) 17.618.756.212 (93.357.404.771.278.651.615.681.508) 11.653 (118.129 5.581 11.157.171.581 278.339.074) (3.848 4.983 70.190.799.021.645 11.982.189.577) 218.577.492 (75.005 (112.228.052 (2.408 (2.189.287.965 (71.466) 102.686 1.831.537.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 33.848 12.521 (10.837.057.152 5.845) 76.527.208.634.986) (4.385.227 54 .062 230.870 (2.961 (17.462 8.483 (3.268 1.345) 68.862.825) 6.923.903) 1.285.872.255.164.405.637 (294.641 (75.872.413.516 2.825) 618.713.347) 182.928.241.734 (176.973.516 118.326 151.719 (93.688.135.284.276) (1.042.436.890.215) 2.493 (792.096) 5.533) (94.080.189.428 78.747.886.482 (67.020.356 45.822) (93.643 241. Informasi Segmen Usaha 2004 Produksi Pestisida Rp 278.733.296 (16.785.448 234.892) (1.645 1.445.824.408 (176.335 11.711) (1.054.761 2.983 (4.096) 156.077.140 1.941 (15.845) 68.316 36.191.912.896.743.958.065 4.092.330 1.197.890.297 2.867.845.633.181.574.023.638.620 (4.813.077.681.445 8.158 (112.849) 3.840.483 (74.616) (6.530) (45.704) 6.495.462 117.276.913) (115.538.625.833.029) 184.601 (116.065 4.804 Produksi Pupuk Rp Pendapatan Eksternal Antar Segmen Jumlah Pendapatan Hasil Hasil Segmen Antar Segmen Jumlah Hasil Segmen Pendapatan Usaha tidak Dapat Dialokasi Laba Usaha Beban Keuangan Pendapatan bunga Antar Segmen Laba Sebelum Pajak Beban Pajak Pajak Tangguhan Laba Setelah Pajak Bagian Saham Minoritas Laba Bersih Aktiva Segmen Aktiva Antar Segmen Aktiva tidak Dapat Dialokasi Jumlah Aktiva Kewajiban Segmen Kewajiban Antar Segmen Kewajiban tidak Dapat Dialokasi Jumlah Kewajiban Pengeluaran Barang Modal Penyusutan Beban Non Kas Selain Penyusutan Arus Kas Dari Operasi Penerimaan Pelanggan Pembayaran Pemasok Jumlah Arus Kas dari Investasi Investasi Rutin dan Proyek Pendapatan Bunga dan Jasa Giro Lain-lain Jumlah Arus Kas Dari Pembayaran Pelunasan Hutang Perolehan Pinjaman Lain-lain Jumlah 3.359.562.117 1.098.411) 1.428.682) 1.215.747.021.512.071.977 293.839) (111.813.956 (17.901.124.525) 73.186 (10.040) 618.813.374.448 246.493 4.849) 3.350) 79.

602 27.215 (558.623 258.404 198.258 948.812 2.730.243.048.831.674.271.806.661.648) 2.984 (2.948.801 7.074.493.973 (71.342 245.421.365.526.626 (72.570.380 4.418) (1.193) 229.290.869.331.810 1.009.038 981.966 252.042 2.364 (2.815.896) (326.953.829.318.638 (87.374.857) (128.387.285.314 (15.700 113.979) 13.894.331.624) (7.882 1.629) 3.980 2003 Produksi Pestisida Rp 203.206.309.563.810) (358.760 55.193 203.672.496.665.695 (15.126) 13.692) 91.813.439.966 58.505) 92.651.137.969.436.490.557 (665.928 7.222) 2.206) (3.455.307 4.919.813.208 1.112.914) (31.187 53.963.638 (180.337 (74.331.956 20.305.350 (65.020.853.347.896 (2.301) 170.565 12.547 2.377.927 (3.486) (125.346.875.670.486.095 (2.052) 7.670.052 (303.574.845 7.457.418) 57.801.381 90.238) (303.725.328 (65.281.708 202.879 1.708 207.152.238) Konsolidasi Rp 2.088 54.108) 170.370) 894.789 4.970 2.946.742 55 .029.081 (86.934.142) 2.052 (303.015 50.482.980 252.314 1.358.349.821.665.518) 2.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Produksi Pupuk Rp Pendapatan Eksternal Antar Segmen Jumlah Pendapatan Hasil Hasil Segmen Antar Segmen Jumlah Hasil Segmen Pendapatan Usaha tidak Dapat Dialokasi Laba Usaha Beban Keuangan Laba Sebelum Pajak Beban Pajak Kini Pajak Tangguhan Laba Setelah Pajak Aktiva Segmen Aktiva Antar Segmen Jumlah Aktiva Kewajiban Segmen Kewajiban Antar Segmen Kewajiban tidak Dapat Dialokasi Jumlah Kewajiban Pengeluaran Barang Modal Penyusutan Beban Non Kas Selain Penyusutan Arus Kas dari Operasi Penerimaan Pelanggan Pembayaran Pemasok Lain-lain Jumlah Arus Kas dari Investasi Pembelian Aktiva Tetap Lain-lain Jumlah Arus Kas dari Pembayaran Pelunasan Hutang Perolehan Pinjaman Lain-lain Jumlah 2.054.780 33.400) (2.953.812.015.942.607.712.141.258 (2.565.744.484.927 4.684 110.495) 58.692) 1.376) 92.532.285.339.993 257.695 1.610.510.841 (72.164.160.500.115.635.415.158 215.853) 11.418.648.776.514.284.164.535.922.306.463.257.978 (3.238) 252.426) 203.553.

637 25.989 91.139 811.535.672 - Biaya Dibayar Dimuka Uang Muka Uang Muka dan Biaya Dibayar Dimuka Biaya Yang Ditangguhkan Hutang Bank Uang Muka Penjualan Hutang Lain-lain Hutang Jangka Panjang Yang Jatuh Tempo Satu Tahun Bank Kewajiban Jangka Panjang Lainnya Hutang Jangka Panjang . Dalam menghadapi kondisi tersebut di atas. berikut disajikan pos-pos penting dalam laporan keuangan konsolidasian tahun 2003 sesudah dan sebelum reklasifikasi : 2003 Sesudah Reklasifikasi Rp 47. seperti meningkatnya kegiatan ekonomi yang ditandai oleh meningkatnya produk domestik bruto.629.069 46. terjadinya perbaikan likuiditas.637.294 265.209 17.314.515 85.555.249 Sebelum Reklasifikasi Rp 89.739. sepanjang hal itu dapat ditentukan dan diperkirakan. Reklasifikasi Akun Untuk tujuan penyesuaian dengan penyajian laporan keuangan tahun 2004.384 43.654 25. dalam tahun-tahun terakhir secara makro telah terjadi perbaikan yang positif atas beberapa indikator ekonomi utama.Setelah Dikurangi Bagian Yang Jatuh Tempo Satu Tahun Bank Kewajiban Jangka Panjang Lainnya 551.903 4.396.480 72.816.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 34.748. Perusahaan yang bergerak dalam industri pupuk. manajemen perusahaan dan perusahaan anak tetap berhati-hati dalam mengelola dan menjalankan operasi perusahaan dengan mengoptimalkan kinerja perusahaan serta melakukan program penghematan dan efisiensi biaya.409. menurunnya tingkat suku bunga dan tingkat inflasi serta mulai meningkatnya kepercayaan investor seperti terlihat dari kenaikan secara umum harga-harga saham yang terdaftar pada bursa efek di Indonesia.502 56 . karena pembelian terbesar bahan baku utama pupuk menggunakan mata uang asing (USD). Laporan keuangan konsolidasian telah mencakup dampak kondisi ekonomi tersebut. 35.813. Meskipun demikian.019.289 437. Kondisi Perekonomian Indonesia Kondisi ekonomi Indonesia masih akan terpengaruh oleh stabilitas sosial ekonomi dan politik di dalam negeri.211.513 87.992.816.296. sangat terpengaruh dengan fluktuasi nilai Rupiah.

355 dan Rp 1.288.242 47.572.302 84.208.540.129.122.783.638 2.869 1.362.069.349.386.460 166.558 dan Rp 10.407 1.422.824 (0) (0) .988.105.876.872.827.885.588.347. Biaya Yang Ditangguhkan Aktiva Lain-lain Jumlah Aktiva Tidak Lancar JUMLAH AKTIVA 345.140 14.872.805.676 1.824. PETROKIMIA GRESIK NERACA Per 31 Desember 2004 dan 2003 2004 Rp 2003 Rp AKTIVA AKTIVA LANCAR Kas dan Setara Kas Piutang Usaha Pihak Ketiga .813 210.624.Setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu masing-masing sebesar Rp 6.736 29.968.316.PT.678.ragu masing .676 1.690.641.ragu masing .256.771 pada tahun 2004 dan 2003 Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa Ketiga .Setelah dikurangi penyisihan piutang ragu .657 2.Setelah dikurangi akumulasi penyusutan masing-masing sebesar Rp 1.142.180 135.033.masing sebesar Rp 714.500 333.636.412.424.248 13.325 444.995 32.778.186 2.898.387.434 21.356.852.617 pada tahun 2004 dan 2003 Piutang Lain-Lain Pihak Ketiga .535 13.879.254.257.898.467.844.340 983.264.473.619.333.482.176.413.masing sebesar Rp 1.158.554.409 122.664 pada tahun 2004 dan 2003 Persediaan Uang Muka Biaya Dibayar Dimuka Pajak Dibayar Dimuka Jumlah Aktiva Lancar AKTIVA TIDAK LANCAR Aktiva Pendanaan Manfaat Kesejahteraan Karyawan Investasi Jangka Panjang Aktiva Tetap .778.040.073.797 867.371.676.580.160 pada tahun 2004 dan 2003 Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa Ketiga .554 17.314.713.097.030.625 17.221 112.816.Setelah dikurangi penyisihan piutang ragu .978.030.241.133 dan Rp 249.986 dan Rp 506.543.817 24.585.602.806.718.Setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu masing-masing sebesar Rp 9.564.307 42.229.514.747.151.574 dan Rp 948.797.848 232.035.013 57.089 684.464.863.380.963 pada tahun 2004 dan 2003.764.566.287.230.

300.655.231 43.057.482.657 114.962 2.052.906 2.199.474.697 437.197.713.127.624.253 124.959.511.763.888.797 396.372.960.340 2.978 - 519.106.112.000.092 30.Setelah Dikurangi Bagian Yang Jatuh Tempo Dalam Satu Tahun Bank Kewajiban Jangka Panjang Lainnya Jumlah Kewajiban Tidak Lancar EKUITAS Modal Saham .312.838.000 per Saham Modal Dasar .394 794.870 87.332 4.972 133.214 57.327.824 .Nilai Nominal Rp 1.000 288.286 31.532.194.025.000 Saham Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 396.491.755 - 90.575 664.001 73.420 saham Saldo Laba Yang Dicadangkan Saldo Laba Yang Belum Dicadangkan Jumlah Ekuitas JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS 765.072 6.985.349.059 143.597 8.588 551.443.947 888.511.606.000.793.085.087 854.347.654.819.933.976.861 396.420.328.308 23.629.568 108.916 109.114.715.637.813.249.590.768.352.363 46.383.000. PETROKIMIA GRESIK NERACA (Lanjutan) Per 31 Desember 2004 dan 2003 2004 Rp 2003 Rp KEWAJIBAN DAN EKUITAS KEWAJIBAN LANCAR Hutang Bank Hutang Usaha Pihak Ketiga Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa Hutang Pajak Biaya Yang Masih Harus Dibayar Hutang Lain-lain Uang Muka Penjualan Hutang Jangka Panjang Yang Jatuh Tempo Dalam Satu Tahun Bank Kewajiban Lainnya Jumlah Kewajiban Lancar KEWAJIBAN TIDAK LANCAR Kewajiban Pajak Tangguhan Kewajiban Diestimasi Manfaat Karyawan Hutang Jangka Panjang .161.068.387.879.640.348.616 18.639 616.450.359.005 1.015.033.508.992.329.420.1.456.869.286.000 334.550.722.432.242.420.555.176.PT.068.902.194 23.296.767.909 89.

633.689.266.102) (9.610.482 (2.359.069.Bersih LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN BEBAN PAJAK Pajak Kini Pajak Tangguhan Jumlah Beban Pajak LABA BERSIH SETELAH PAJAK 3.894 (67.821.044.390.607.906.401.815) (66.624.189.800) 17.288 (66.126.021) 545.184.122 (2.056. PETROKIMIA GRESIK LAPORAN LABA RUGI Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 2004 Rp 2003 Rp 2.768.838 (179.577) 124.782.500) 108.106.190.980.992.704.372.197 117.697 166.409) (403.223 (50.724) (157.911.804) 175.838.600 (57.899.557.700.951.707.409.744.467 (142.632) (57.400.086 (71.054.633.658.179.423) 184.169.453) 198.367.394 .570.812.461 PENDAPATAN HARGA POKOK PENJUALAN LABA KOTOR BEBAN USAHA Beban Distribusi Beban Penjualan Beban Administrasi dan Umum Jumlah Beban Usaha LABA USAHA SEBELUM BEBAN BUNGA DAN KEUANGAN Beban Bunga dan Keuangan LABA USAHA SETELAH BEBAN BUNGA DAN KEUANGAN PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN Pendapatan Diluar Usaha Beban Diluar Usaha Beban Lain-lain .797.008 (86.831.151.983.859.792.200.673.497.948) 278.698) (347.626.556.399.284) 681.663 120.PT.349.198.767.591) 54.380.136.978.956.073.867.890 (93.427.051.123) (147.228.425.258.298 (127.442.100) 13.328.794.290.922.811) 111.192.528.

087 Jumlah Ekuitas Rp 745.768.658.086 (60.793.280.863.372.394 (47.767.328.000 396.534.000) 2.186.741.394) 124.125.282 (7.888.087.291 334.377.186.534.590.000) (43.820.611 794.000.540.696.737.420.394 (47.175.793.000) (1.768.423.000.394 124.509.000 Laba belum direalisasi dari pemilikan efek Rp 46.000) (1.000) (2.196) (932.797.285.210.211 108.180.929) (46.353.737.000) (932.992.000) 668.000) (1.000) (1.328.000) 668.000) (1.000) (2.889.804 40.086 (60.377.387 (46.558.558.087.133.197.509.372.000.747.929) 108.175.282) (2.469 108.183.093.768.612.420.655.568 43.000 396.280.871 137.558.387) Saldo laba yang dicadangkan Rp 255.420.000) (1.328.637.242.394 2.372.311.340 .869.540.767.PT.133.797.180.199.659.000) (932.696.000) (2.210.590.000) (932. PETROKIMIA GRESIK LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 Modal Saham Rp Saldo per 1 Januari 2003 Laba Bersih Tahun Berjalan Dividen Tantiem Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi Dana Pembinaan Wilayah Pembentukan Cadangan Sesuai RUPS Selisih Pembentukan Cadangan Laba Belum Direalisasi Dari Pemilikan Efek Koreksi PPh Badan Koreksi Ekuitas Perusahaan Anak Saldo per 31 Desember 2003 Laba Bersih Tahun Berjalan Dividen Tantiem Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi Dana Pembinaan Wilayah Pembentukan Cadangan Sesuai RUPS Koreksi Ekuitas Perusahaan Anak Saldo per 31 Desember 2004 396.767.353.291 854.068.353.183.000) (40.879.611 288.962 124.353.253 Saldo laba yang belum dicadangkan Rp 93.242.863.658.387) (7.125.

059 102.628 65.289 273.270.077 58.679.942.827.lain Penerimaan Restitusi pajak dan lain .527.870.091.364 1.528 22.157.773.876.000 2.413.916.651.312 186.423.759 146.929.856. Asuransi Biaya Jasa.286.022.647.543.822.807.352.455 347.309.700.355 83.600.022.965.365.PT.187.533.245.342 18.144.600.416 87.415 140.825.162 103.109.098.193 190.616 228. PETROKIMIA GRESIK LAPORAN ARUS KAS (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 2004 Rp ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan : Piutang Pemerintah Penjualan Tunai Piutang Dagang Deposito PPN Keluaran Penerimaan Piutang lain .621.034 3.902.389.276.896.128.709.499.973.400.479.759 129.847 182.127.933 71.878.152. Litbang dan Konsultan Biaya Bongkar Muat dan Distribusi Biaya Penjualan Biaya Umum Biaya Bunga Pinjaman PPN Masukan dan PPh Pengembalian Hutang usaha Pelunasan hutang lain .729 62.910.700.983 199.766.010.505.906 .009.000 382.423.973 78.109 295.892.166 52.314.lain Jumlah Penerimaan Pengeluaran : Biaya Pegawai Biaya Pemeliharaan Biaya Pajak.242.335 234.468 90.534.126.572.734 (45.605.111 7.809 513.677 4.799.192.138.276.975 102.267.398.847 199.350. jasa giro dan penerimaan diluar usaha lainnya Jumlah Penerimaan : Pengeluaran : Biaya yang berkaitan dengan pendapatan diluar usaha Investasi Rutin Investasi Proyek Kewajiban pembagian laba tahun lalu Jumlah Pengeluaran Jumlah Arus Kas dari Aktivitas Investasi 2003 Rp 663.367 305.lain Jumlah Pengeluaran Jumlah Arus Kas dari Aktivitas Operasi ARUS KAS DARI KEGIATAN INVESTASI Penerimaan : Pendapatan Bunga.877.041.430.887) 6.485 590.979.803 93.290.721.071.592.506.340.953.788.960.982.298.212 1.224.905 1.302.256.420.768.918.588.250.016.149 59.266.600.340.482.616.179.00 100.155 182.636.340 18.576 7.497 1.157.258.799.852 202.899.619 11.496 71.743 2.194.588.124.352.473.599.311 505.983 38.821.817.695. Retribusi.

LC dan KI) Jumlah Penerimaan Pengeluaran : Bahan Baku dan Penolong Angsuran kredit Investasi.193.180 . KMK & LC Jumlah pengeluaran Jumlah Arus kas dari Aktivitas Pendanaan KENAIKAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 2003 Rp 1.261.856.751.485 1.180 345.621 4.215.073.902.833.142 1.073.898.380.474.902) 12.PT.809.500 1.215.763 150.681.829.844 2.833.204 252.980.424.000.307.106 (2.320 333.660.142 (1.326. PETROKIMIA GRESIK LAPORAN ARUS KAS (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 2004 Rp ARUS KAS DARI KEGIATAN PENDANAAN Penerimaan : Hutang Bank ( KMK.885.451.326.013.980.844 252.576.298) 183.885.829.019.417 333.813.576.000.691.071.848.474.258.424.204 1.621.813.

31 Jakarta 10210 Telp. 5738740.d.D/AUDITAMA V/GA/01/2005 : 31 Januari 2005 Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Jalan Gatot Subroto No. 5738727. (021) 5700380. (021) 5700380.BPK RI LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN LAPORAN EVALUASI KINERJA PT PETROKIMIA GRESIK Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2004 Nomor Tanggal : 02. 9 pesawat 511 Fax. 5720957. 5723995 . 5704395 s.

.4 2. 8 10 10 15 19 20 22 23 24 25 26 26 27 28 28 29 29 29 30 8 8 5 5 6 7 1 2.2..8 2..2 Penilaian terhadap aspek operasional ………………………….2.7 2.……………………………………………. . Perkembangan Usaha Perusahaan …………………………………… 4. 4.2.2. 2.2. 3. 3..2.………………………….... 4..1 Penilaian terhadap aspek keuangan ……………………………..2.…………………………………………….………………………………………. Pengadaan .2.. 4..………………………………………… Investasi …. Pemahaman atas struktur pengendalian intern ………………………. Perkembangan usaha perusahaan …………………………………….DAFTAR ISI Hal BAB I SIMPULAN DAN HASIL EVALUASI 1.2. BAB II URAIAN HASIL EVALUASI 1.. 2.………………………….2 2.1 2.3 2...………………………………………….. Penyusunan dan Pelaksanaan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2004 …………………………………….. Perkembangan operasi pokok perusahaan …………………………. Metodologi...2 Pelaksanaan RKAP …………………………………………….. ruang lingkup dan tanggung jawab ………….…………………………………………… Biaya Produksi .2.2 Perkembangan laba-rugi ………………………………………. Lingkungan dan K3 …………………………………… Sumber Daya Manusia ……. batasan. Beban Usaha .10 Organisasi Perusahaan ……. Produksi .1 Evaluasi proses penyusunan RKAP …………………………... 2. Laba / (Rugi) .3 Penilaian terhadap aspek administrasi …………………………. 3.………………………………………….5 2. 2. 3... Tingkat Kesehatan Perusahaan ……………………………………… 3.9 Penjualan .. 5. Penyusunan dan pelaksanaan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) ………………………………………………… 2. Tingkat kesehatan perusahaan ………………………………………..1 Perkembangan posisi keuangan ……………………………….6 2.

6.6.2 4.7 Analisis SWOT ………………………………………………… 5. 31 32 33 33 33 34 34 35 36 36 37 38 39 39 4... Peluang ……………………………………………….3 Perkembangan arus kas ……………………………………….7..2 4.5.1 4..5 Perkembangan rasio keuangan ………………………………… 4.3 4..4 Perkembangan perubahan ekuitas ……………………………. 4.4.7.. Perkembangan penjualan ……………………………… Kekuatan ……………………………………………….7.. Kelemahan ……………………………………………... Perkembangan produksi ………………………………..6 Perkembangan operasi pokok perusahaan …………………….4 Lampiran 1 Perbandingan tahun 2004 terhadap 2003 ……………… Perbandingan rasio keuangan lima tahun terakhir ……. Pemahaman atas struktur pengendalian intern ………………………. Ancaman ……………………………………………….7. 4.2 4.1 4.1 4.5. 4. Perhitungan Penilaian Tingkat Kesehatan PT Petrokimia Gresik tahun buku 2004 berdasarkan SK Menteri BUMN No: KEP-100/ MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 Lampiran 2 Dasar Perhitungan Penilaian Tingkat Kesehatan Perusahaan SK Menteri BUMN No: KEP-100/MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 .

SIMPULAN DAN HASIL EVALUASI .

.

Penyusunan dan pelaksanaan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) a. (b) Pabrik Urea tidak berproduksi selama 2. 30 Juni 2004 karena mengalami kerusakan equipment sehingga kurang dapat mendukung pelaksanaan pasokan untuk wilayah Jawa Timur.5 bulan mulai tanggal 14 April s. dengan ini kami sampaikan hasil evaluasi kinerja perusahaan sebagai berikut: 1. 1 BPK-RI / AUDITAMA V . 356/MPP/Kep/5/2004 tanggal 27 Mei 2004 mulai bulan Juni 2004 hanya diberi tugas untuk mendistribusikan pupuk Urea ke 12 Kabupaten di Jawa Timur sedangkan sebelumnya 26 Kabupaten. Perbandingan realisasi tahun 2004 dengan RKAP 2004 sebagai berikut: 1) Realisasi Penjualan a) Penjualan Pupuk Terdapat beberapa produk pupuk yang target penjualannya tidak tercapai antara lain : (1) Pupuk Urea sebesar 78% dari RKAP 2004 karena : (a) PT Petrokimia Gresik sesuai SK Menperindag No. b. Penyusunan RKAP Sebagai pedoman kerja sebagaimana diatur dalam anggaran dasar perusahaan. (b) Pada semester II terdapat kendala dari pesaing yang menjual dengan harga lebih rendah. Pelaksanaan RKAP ini dilaksanakan melalui tahapan-tahapan berdasarkan pada sistem top-down dan bottom-up serta penetapan pencapaian laba adalah dengan menggunakan metode a pasteori yaitu merinci komponen biaya-biaya untuk penetapan laba. (2) Pupuk DAP sebesar 61% dari RKAP 2004 disebabkan pabrik diprioritaskan untuk memproduksi pupuk phonska.d.BAB I SIMPULAN DAN HASIL EVALUASI Sehubungan dengan audit kami terhadap Laporan Keuangan PT Petrokimia Gresik untuk tahun buku yang berakhir tanggal 31 Desember 2004. sehingga pengiriman ke konsumen sering mengalami keterlambatan. untuk tahun buku 2004 telah disusun RKAP dan telah disahkan melalui RUPS. (3) KCL sebesar 79% dari RKAP 2004 karena: (a) Pada semester I kedatangan impor tidak sesuai jadwal.

2 BPK-RI / AUDITAMA V . terbatasnya pasokan steam karena boiler B-1101BD tube bocor.b) Penjualan Non Pupuk Terdapat beberapa produk non pupuk yang target penjualannya tidak tercapai antara lain : (1) (2) Amoniak sebesar 99% dari RKAP 2004 karena problem gangguan operasional pabrik amoniak. sedangkan penjualan ekspor tidak terpenuhi karena belum terdapat kesepakatan harga. Asam Sulfat sebesar 98% dari RKAP 2004 disebabkan kualitas yang tidak dapat konstan khususnya untuk konsumen pabrikan.5 bulan) dan problem instrument hand valve EA-102 Carbamate Condensor bocor. (3) Cement Retarder sebesar 86% dari RKAP 2004 disebabkan: (a) Mundurnya perbaikan tahunan (Perta) pabrik Cement Retarder yang memakan waktu cukup panjang. 2) Realisasi produksi a) Produksi Pupuk Terdapat beberapa produksi pupuk yang targetnya tidak tercapai antara lain : (1) Pupuk Urea sebesar 89% dari RKAP 2004 disebabkan terhentinya pasokan bahan baku amoniak (pabrik amoniak shut down ± 2. (b) Adanya kendala kesulitan mendapatkan kapal pengangkut. (4) ALF3 sebesar 99% dari RKAP 2004 disebabkan stock ALF3 dioptimalkan untuk melayani permintaan dalam negeri. (3) Pupuk DAP sebesar 62% dari RKAP 2004 karena pabrik dikonsentrasikan untuk memproduksi Phonska. crash program perbaikan start up heater 102B pabrik amoniak pada bulan Juni 2004. gangguan pasokan steam karena Service Unit Trip dan karena adanya perbaikan pipa asam sulfat yang bocor pada R-5501 mixing tank. yang berakibat menurunnya konsumsi asam sulfat. (2) Pupuk ZA sebesar 97% dari RKAP 2004 karena terbatasnya bahan baku amoniak yang disebabkan pabrik amoniak shut down.

b) Produksi Non Pupuk Terdapat target produksi non pupuk yang tidak tercapai antara lain : (1) Amoniak sebesar 89% dari RKAP 2004 dikarenakan pabrik mati selama 2. (3) Cement Retarder sebesar 90% dari RKAP 2004 dikarenakan terbatasnya pasokan gas bumi dan problem pada Gypsum Feeder M-4250.55 triliun atau 169% dari anggarannya sebesar Rp0. SP-36.5 bulan. Dryed Gypsum Conveyor M-4204 dan electric precipitator F-4201. b) Biaya produksi non pupuk (1) Biaya produksi Amoniak sebesar 121% dari RKAP 2004 karena tidak beroperasinya pabrik Amoniak selama 2. (2) Asam Sulfat sebesar 95% dari RKAP 2004 dikarenakan rate produksi tidak maksimal karena terjadi problem equipment yaitu circulation pump P-1303.93 triliun dan pengadaan luar negeri sebesar Rp1. 128% dan 104% dari RKAP 2004 terutama karena tingginya harga bahan baku impor akibat melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap USD.92 triliun. Economizer E-1203 dan ada penggantian demister T-1301 drying tower. antara lain tingginya biaya produksi produk pupuk: a) Tingginya biaya produksi pupuk (1) Biaya produksi pupuk Urea sebesar 113% dari RKAP 2004 karena tidak beroperasinya pabrik Urea selama 2. 4) Realisasi biaya produksi Realisasi biaya produksi per ton produk sebagian besar di atas anggaran. 3) Realisasi pengadaan Realisasi Pengadaan sebesar Rp2. Phonska dan NPK Kebomas masingmasing sebesar 131%.35 triliun atau 145% dari anggarannya sebesar Rp0. 121%.90 triliun atau 157% dari anggarannya sebesar Rp1. (2) Biaya produksi pupuk ZA. (3) Biaya produksi pupuk DAP sebesar 139% dari RKAP 2004 karena meningkatnya harga bahan baku Asam fosfat.5 bulan akibat kerusakan equipment sehingga pabrik tidak dapat beroperasi dengan efisien. Amoniak dan ZA. 3 BPK-RI / AUDITAMA V .85 triliun yang terdiri dari pengadaan dalam negeri sebesar Rp1. synthesis compressor 103 J dan problem pada start up heater 102 B.5 bulan akibat adanya problem pada primary reformer 101 B.

82 milyar disebabkan antara lain: a) Realisasi penjualan sebesar Rp2. 6) Laba bersih setelah pajak sebesar Rp124. penjualan produk utilitas.57 milyar.37 milyar atau 104% dari anggaran sebesar Rp119. (3) (4) Biaya produksi Asam Fosfat sebesar 126% dari RKAP 2004 terutama karena tingginya pemakaian bahan baku Batuan fosfat.19 milyar. produk samping. persewaan dan jasa. biaya bahan penolong dan biaya pemeliharaan.10 milyar. 7) Realisasi total investasi sebesar Rp203.72 triliun karena tingginya penjualan beberapa produk pupuk dan non pupuk.79 milyar atau 174% dari anggarannya sebesar Rp68. (5) Biaya produksi Cement Retarder sebesar 146% dari RKAP 2004 karena tingginya bahan baku purified gypsum. realisasi Rp93.19 milyar atau 90% dari RKAP 2004 sebesar Rp103. Biaya produksi Aluminium Fluorida sebesar 158% dari RKAP 2004 terutama karena tingginya pemakaian bahan baku Aluminium hidroksida dan Asam fluosilikat.42 milyar atau 92% dari anggaran sebesar Rp220.95 triliun atau 108% dari RKAP 2004 sebesar Rp2. 4 BPK-RI / AUDITAMA V . biaya pemeliharaan dan biaya penyusutan. karena subsidi non Urea menggunakan tarip sesuai APBN-P dan karena adanya tambahan pendapatan subsidi eks tahun 2003 sebesar Rp47.70 milyar terutama karena tingginya biaya penjualan menyesuaikan dengan meningkatnya nilai penjualan.40 milyar atau 109 % dari RKAP 2004 sebesar Rp371.31 milyar yang terdiri dari: a) Investasi rutin sebesar Rp142.(2) Biaya produksi Asam Sulfat sebesar 114% dari RKAP 2004 karena tingginya biaya pemakaian belerang. c) Rendahnya beban pinjaman. b) Tingginya realisasi subsidi pupuk yang mencapai Rp683.84 milyar atau 115% dari anggaran sebesar Rp124. 5) Realisasi beban usaha sebesar Rp403.70 milyar karena tingginya realisasi laba penyertaan anak perusahaan dari anggarannya. d) Tingginya pendapatan lain-lain yang mencapai Rp119.93 milyar.21 milyar atau 217% dari RKAP 2004 sebesar Rp314.

2) Selama lima tahun terakhir (tahun 2000 sampai dengan 2004) laba setelah pajak dan setelah bagian keuntungan/kerugian anak perusahaan yang tertinggi terjadi pada tahun 2000 sebesar Rp187. Arus Kas 1) Posisi kas dan setara kas pada akhir tahun 2004 sebesar Rp345.26 milyar dan terendah terjadi pada tahun 2001 yaitu sebesar Rp83. c.34% dibanding tahun 2003. mengacu kepada indikator yang digunakan untuk menilai tingkat kesehatan BUMN sesuai Keputusan Menteri BUMN Nomor:KEP-100/MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002.55 milyar.04 milyar atau 5. Tingkat Kesehatan Perusahaan Berdasarkan evaluasi atas tingkat kesehatan perusahaan. Laba-Rugi 1) Laba sebelum pajak sebesar Rp175.62 milyar meningkat Rp366.713. dapat disimpulkan bahwa kinerja PT Petrokimia Gresik pada tahun 2004 tergolong dalam kondisi SEHAT kategori AA dengan SKOR 93. Perkembangan Usaha Perusahaan a.01 milyar atau 3. 3. Laba setelah pajak sebesar Rp124.b) Investasi pengembangan sebesar Rp60. Neraca 1) Jumlah aktiva/kewajiban dan ekuitas per 31 Desember 2004 sebesar Rp2.90 milyar mengalami kenaikan sebesar Rp12.50.23 milyar atau 15. 2) Selama lima tahun terakhir (tahun 2000 sampai dengan 2004) jumlah aktiva/ kewajiban dan ekuitas tertinggi terjadi tahun 2004 yaitu sebesar Rp2.60 milyar atau 14. b. 2.18 milyar naik sebesar Rp9. RKAP tahun 2004 menetapkan kategori AA dengan skor sebesar 93.96 milyar.044.58 milyar atau 62% dari anggarannya sebesar Rp96. 2) Selama lima tahun terakhir (tahun 2000 sampai dengan 2004) arus kas memperlihatkan saldo kas dan setara kas tertinggi terjadi pada tahun 2004 yaitu 5 BPK-RI / AUDITAMA V . sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2001 yaitu sebesar Rp2.60% dibandingkan tahun 2003.37 milyar naik 15.60% dibanding akhir tahun 2003.713.25.21 milyar.45% dibandingkan tahun 2003.62 milyar.

Perkembangan produksi 1) Perbandingan tahun 2004 terhadap tahun 2003 a) Secara umum produksi pupuk tahun 2004 lebih tinggi dibanding produksi tahun 2003. d. kecuali pupuk DAP. e. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2001 yaitu sebesar Rp722. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2003. 2) Selama lima tahun terakhir (tahun 2000 sampai dengan 2004) posisi ekuitas tertinggi terjadi pada akhir tahun 2000 yaitu sebesar Rp880. Perkembangan operasi pokok perusahaan a. kecuali Acid test ratio.62 milyar.67% dibandingkan akhir tahun 2003.99 milyar atau naik 7. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2001 yaitu sebesar Rp58. 4. Perubahan ekuitas 1) Posisi ekuitas akhir tahun 2004 sebesar Rp854. c) Tingkat solvabilitas perusahaan selama lima tahun terakhir menunjukkan bahwa modal pihak ketiga lebih berperan dan meningkat sampai dengan tahun 2004. b) Tingkat rentabilitas perusahaan tahun 2004 relatif lebih tinggi dari tahun 2003.sebesar Rp345. kecuali operating ratio dan net profit ratio. Rasio keuangan 1) Perbandingan tahun 2004 terhadap tahun 2003 a) Tingkat likuiditas perusahaan tahun 2004 relatif lebih tinggi dari tahun 2003.36 milyar. 2) Perbandingan rasio keuangan lima tahun terakhir a) Tingkat likuiditas perusahaan tertinggi terjadi pada tahun 2004. b) Tingkat rentabilitas perusahaan tertinggi terjadi pada tahun 2000. kecuali amoniak dan asam fosfat.90 milyar. b) Produksi non pupuk tahun 2004 lebih tinggi dibanding produksi tahun 2003. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2001.03 milyar. c) Tingkat solvabilitas perusahaan tahun 2004 lebih tinggi dari tahun 2003. 6 BPK-RI / AUDITAMA V .

SPI telah melaksanakan kegiatan audit yang diprogramkan dalam PKPT dan tidak diprogramkan (Non PKPT) seperti: pemeriksaan khusus. kecuali penjualan DAP hanya 35% dan Aluminium Fluorida hanya 83% dari tahun 2003. 2) Perkembangan penjualan dalam lima tahun terakhir (2000 s/d 2004) Tonase penjualan pupuk tahun 2004 merupakan penjualan tertinggi selama 5 tahun terakhir dan terendah penjualan tahun 2002. Misnoto MA. Register Negara No. D-1416 Jakarta. terutama disebabkan meningkatnya penjualan Pupuk Phonska dan NPK Kebomas yang cukup signifikan. 31 Januari 2005 7 BPK-RI / AUDITAMA V . Ak. Demikian kesimpulan evaluasi kinerja PT Petrokimia Gresik yang dapat kami sampaikan. 5. sedangkan tonase penjualan non pupuk tertinggi di tahun 2000 dan terendah penjualan tahun 2003. Evaluasi terhadap pelaksanaan tugas Satuan Pengawas Intern (SPI) Sesuai tugas pokoknya. Volume produksi non pupuk tertinggi terjadi pada tahun 2004 dan terendah terjadi pada tahun 2002. preventif audit dan kegiatan-kegiatan yang bersifat konsultasi dalam penyelesaian permasalahan yang dihadapi unit kerja. Drs. b. Perkembangan penjualan 1) Perbandingan tahun 2004 terhadap tahun 2003 Secara umum tonase penjualan pupuk dan non pupuk tahun 2004 lebih tinggi dibanding tahun 2003. b.2) Perkembangan produksi dalam lima tahun terakhir (2000 s/d 2004) Volume produksi pupuk pada tahun 2004 lebih tinggi dibanding empat tahun sebelumnya. sedangkan terendah terjadi pada tahun 2002. Struktur pengendalian intern PT Petrokimia Gresik telah disusun dan dilaksanakan dengan baik. sehingga dapat dijadikan dasar guna menetapkan sifat dan luasnya audit. Auditor Utama Keuangan Negara V Penanggung Jawab Audit. sedangkan rincian lebih lanjut dijelaskan pada halaman berikutnya. Pemahaman atas struktur pengendalian intern a.

URAIAN HASIL EVALUASI .

2. Sumber data yang digunakan untuk evaluasi terhadap kinerja PT Petrokimia Gresik tahun buku 2004 (periode 1 Januari s. Laporan kinerja Kegiatan Unit b.d 2004 RKAP PT Petrokimia Gresik tahun 2004 yang telah disahkan dalam RUPS Rencana Jangka Panjang (RJP) tahun 2004 – 2008 Laporan intern perusahaan yang disusun secara periodik.1 1. kami peroleh dari: 1.BAB II URAIAN HASIL EVALUASI 1. Laporan atas Pengelolaan Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi d.4 Laporan Auditor Independen atas Laporan keuangan PT Petrokimia Gresik untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2000 s. konfirmasi. Laporan SDM c. analisis dan interpretasi data/informasi yang tersedia.2 1. Laporan Anak Perusahaan Dalam Laporan Kinerja PT Petrokimia Gresik. verifikasi. ruang lingkup dan tanggung jawab Evaluasi terhadap kinerja PT Petrokimia Gresik. data keuangan perusahaan telah termasuk nilai penyertaan dan/atau pendapatan dari penyertaan PT Petrokimia Gresik pada anak perusahaan yang diperhitungkan atas dasar metode ekuitas. operasional dan administrasi sebagaimana diuraikan dalam Bab II butir 3. batasan.3 1. Evaluasi terhadap aspek keuangan. Evaluasi dilaksanakan dengan cara antara lain review. dilakukan berpedoman pada SK Menteri BUMN RI nomor: KEP100/MBU/2002 tanggal 04 Juni 2002 tentang “Penilaian Tingkat Kesehatan BUMN”.d 31 Desember 2004) ini. Penyusunan dan Pelaksanaan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2.1 Evaluasi proses penyusunan RKAP Dasar Penyusunan Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahunan yang dijadikan sebagai Pedoman Kerja tahunan didasari oleh : 8 BPK-RI / AUDITAMA V . perhitungan ulang. Kami tidak melakukan perbandingan data industri sejenis yang diperoleh dari pihak eksternal yang kompeten karena keterbatasan dalam ketersediaan data/informasi yang diperlukan. dilaksanakan bersama-sama dengan pelaksanaan general audit atas Laporan Keuangan PT Petrokimia Gresik untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004. Metodologi. antara lain: a.

pasal 21 ayat 1 dan 2 bahwa : 1) Rapat Umum Pemegang Saham untuk mengesahkan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan diadakan selambat-lambatnya pada akhir tahun buku sebelum tahun buku baru dimulai. Pengadaan. c. Direksi diwajibkan mengirimkan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan kepada Dewan Komisaris dan Pemegang Saham. Tugas utama Komite Anggaran adalah : 1) Menetapkan kebijakan umum. e. penyertaan Modal Negara RI dialihkan sebagai modal saham perusahaan (perseroan) PT Pupuk Sriwidjaja. b. 2) Dalam waktu tiga bulan sebelum tahun buku baru mulai berlaku. Kep-101/MBU/2002 tentang Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan Badan Usaha Milik Negara. Tahapan proses penyusunan RKAP adalah sebagai berikut : a. dinyatakan bahwa perusahaan diwajibkan untuk menyusun dan menyampaikan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) kepada Pemegang Saham selambat-lambatnya 60 hari sebelum memasuki tahun anggaran. 12 tahun 1998. Proses penyusunan anggaran dikoordinasi oleh Komite Anggaran (budget committee) yang terdiri dari Kepala Departemen Produksi. PP No. Kep-100/MBU/2002 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Badan Usaha Milik Negara. PP No. Pemasaran. 28 tahun 1997. Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. untuk dimintakan pengesahan kepada Rapat Umum Pemegang Saham. Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. d. 9 BPK-RI / AUDITAMA V . 2) Meminta. Bagan organisasi perusahaan merupakan kerangka dasar penyusunan sekaligus sebagai pengendalian anggaran yang terkoordinasi di PT Petrokimia Gresik. dan Kepala Biro Akuntansi. 6 tahun 2000. Anggaran Dasar Perusahaan yang telah disahkan oleh Menteri Kehakiman No. 13 tahun 1998 dan PP No. menerima dan meninjau estimasi anggaran masing-masing Departemen/Biro dan Bidang. b. PP No.YA5/312/20 beserta perubahannya. parameter dan asumsi.a. dan status perusahaan berubah menjadi Badan Usaha yang seluruh sahamnya telah dimiliki oleh PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) sebagai Operating Holding. Anggaran serta Kepala Kompartemen diatasnya yang juga merupakan Komite Manajemen.

Direksi dengan Dewan Komisaris. sebagai pelaksana harian adalah Biro Anggaran. RKAP yang telah mendapatkan pengesahan Pemegang Saham merupakan pedoman kerja Perusahaan serta sebagai pengendalian biaya untuk mencapai kinerja yang ditargetkan.2. c. 2. Departemen/Biro dan Bidang menyampaikan pengajuan estimasi anggaran kepada Komite Anggaran. Pembahasan Komite Anggaran. Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan yang telah disetujui dan disahkan oleh Direksi dan Dewan Komisaris diserahkan kepada Pemegang Saham (PT Pupuk Sriwidjaja). Pola yang digunakan PT Petrokimia dalam menyusun RKAP adalah dengan menggunakan Pola top down dan bottom up serta penetapan pencapaian laba adalah dengan menggunakan metode a pasteori yaitu merinci komponen biaya-biaya untuk penetapan laba. Pengajuan tersebut disusun dan diolah sesuai parameter dan asumsi yang telah ditetapkan menjadi bentuk laporan rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP).633. yaitu mengevaluasi.2 Pelaksanaan RKAP 2. pengesahan terhadap Rencana Kerja dan Anggaran tahunan oleh Pemegang Saham. d.3) Mengusulkan perbaikan-perbaikan atas estimasi anggaran tersebut. 5) Menerima dan menganalisis berbagai laporan anggaran. g.23 milyar atau 120% dari RKAP. e. yaitu mengevaluasi. yaitu penyempurnaan dan persetujuan serta pengesahan terhadap RKAP. 6) Memberikan rekomendasi bagi tindakan yang dirancang guna meningkatkan efisiensi bila diperlukan. tingkat Direksi dengan Pemegang Saham. melakukan perbaikan-perbaikan yang diperlukan terhadap RKAP. Tingginya nilai penjualan tahun 2004 dikarenakan tingginya nilai penjualan pupuk 10 BPK-RI / AUDITAMA V . Pra RUPS. h. 4) Menyetujui anggaran serta perbaikan-perbaikannya. dan RUPS. i.1 Penjualan Realisasi penjualan produk (pupuk dan non pupuk termasuk subsidi pupuk) tahun 2004 mencapai Rp3. perbaikan dan penambahan bila diperlukan serta persetujuan. Pembahasan Komite Anggaran dengan Direksi. f.

296.500 138.ZA .296.KCL .450 683.Phonska .000 3.500 2.591 594.Cement Retarder .NPK Kebomas .017 52.496 2.06 milyar dan non pupuk sebesar Rp581.211 581.230 Anggaran % (2) (3)=(1):(2) 2.000 19.Aluminium Fluorida .852 177.300 760.368.633.545 120 Ton Keterangan Penjualan Pupuk .57 milyar atau 137% dari RKAP 2004 sebesar Rp425.SP-36 .950 78 104 113 139 308 61 79 70 100 94.000 49.466 798.000 48.368.000 180.820 98.251.150 10.DAP .19 milyar.464 30.000 96.500 125.256.356 34.000 99 98 110 86 117 130 82 97 11 BPK-RI / AUDITAMA V .617 789.Amoniak .297 137 3.849 192.790 342.Asam fosfat .035.902 2.21 milyar atau 217% dibanding RKAP 2004 sebesar Rp314.Asam sulfat .45 milyar atau 103% dibanding RKAP 2004 sebesar Rp2.000 826.000 400.000 560.194 633.510 96.795 11.Aluminium Fluorida Sub Jumlah non pupuk Realisasi (1) Anggaran (2) % (3)=(1):(2) 460.30 milyar serta realisasi subsidi pupuk yang lebih tinggi dibanding RKAP 2004 yaitu sebesar Rp683.Lain-lain Sub jumlah pupuk Non Pupuk Dalam Negeri .501 124.982 3.Urea .Lain-lain Ekspor .sebesar Rp2. Nilai penjualan tersebut terinci sebagai berikut : (Rp juta) Keterangan Penjualan Pupuk Subsidi Pupuk Penjualan non pupuk Jumlah Realisasi (1) 2.000 3.569 3.057 103 314.191 217 425.

617 ton atau 78% dari RKAP 2004 sebesar 594. 356/MPP/Kep/5/2004 tanggal 27 Mei 2004 mulai bulan Juni 2004 hanya diberi tugas untuk mendistribusikan pupuk Urea ke 12 BPK-RI / AUDITAMA V .678 20.569 2.614 148.300 84.774 115. b) PT Petrokimia Gresik sesuai SK Menperindag No.SP-36 .Urea .211 3.d 30 Juni 2004 karena mengalami kerusakan equipment.376 69.Aluminium Fluorida Sub Jumlah non pupuk Jumlah Subsidi pupuk Total Penj.359 10.Asam fosfat .491 2.Lain-lain Ekspor .076 45.624 48.358 904.721.887 581. Tidak tercapainya target penjualan Urea disebabkan : a) Pabrik Urea tidak berproduksi selama 2.545 170 105 136 94 127 93 96 137 108 217 120 a.368.612 24.Cement Retarder .203 2.Lain-lain Sub jumlah pupuk Non Pupuk Dalam Negeri .950.978 72.5 bulan mulai tanggal 14 April s.907 940.Aluminium Fluorida . dan Subsidi Realisasi (1) 411. Penjualan Produk Pupuk 1) Realisasi penjualan pupuk Urea sebesar 460.Phonska .507 512.636 35.354 314.377 250.640 18.297 2.306 180.115 17.019 683.(Rp Juta) Keterangan Penjualan Pupuk .724 26.ZA . sehingga kurang dapat mendukung pelaksanaan pasokan untuk wilayah Jawa Timur.633.455 155.057 77 104 117 139 401 72 95 70 103 294.875 34.Amoniak .KCL .191 3.DAP .035.320 425.Asam sulfat .450 Anggaran % (2) (3)=(1):(2) 532.230 173.574 54.296.656 25.300 ton.057 13.015 9.879 439.NPK Kebomas .

13 BPK-RI / AUDITAMA V .500 ton. b) Pada semester II terdapat kendala dari pesaing yang menjual dengan harga lebih rendah.500 ton.464 ton atau 139 % dari RKAP 2004 sebesar 138.356 ton atau 79% dari RKAP 2004 sebesar 125.000 ton. 3) Realisasi penjualan pupuk Phonska sebesar 192. 5) Realisasi penjualan pupuk DAP sebesar 11.194 ton dan 633.820 ton atau 61% dari RKAP 2004 sebesar 19. Target penjualan pupuk SP-36 dan pupuk ZA dapat tercapai disebabkan tingginya kebutuhan riil pupuk SP-36 untuk sektor tanaman pangan di pulau Jawa dibanding kuota SK. Menteri Pertanian. sehingga pengiriman ke konsumen sering mengalami keterlambatan.000 ton dan 560.150 ton. Target penjualan pupuk KCL tidak dapat tercapai disebabkan : a) Pada semester I kedatangan impor tidak sesuai jadual. 2) Realisasi penjualan pupuk SP-36 dan pupuk ZA sebesar 789. Target penjualan pupuk Phonska dapat tercapai disebabkan mampu bersaing dengan produk impor untuk kebutuhan sub sektor hortikultura dan komoditas tanaman pangan terutama pada daerah yang memiliki irigasi teknis dan karena di beberapa daerah petani melakukan substitusi pupuk Urea dengan pupuk ZA dan Phonska.12 Kabupaten di Jawa Timur sedangkan sebelumnya 26 Kabupaten.000 ton. 6) Realisasi penjualan pupuk KCL sebesar 98.795 ton atau 308% dari RKAP 2004 sebesar 10. 4) Realisasi penjualan NPK Kebomas sebesar 30. Target penjualan pupuk DAP tidak dapat tercapai disebabkan pabrik diprioritaskan untuk memproduksi pupuk Phonska. Target penjualan pupuk NPK Kebomas dapat tercapai disebabkan tingginya permintaan pada sektor perkebunan.849 ton atau 104% dan 113% dari RKAP 2004 sebesar 760.

Target penjualan Amoniak tidak dapat tercapai karena adanya gangguan operasional pabrik amoniak.017 ton atau 98% dari RKAP 2004 sebesar 180.000 ton.000 ton.b.000 ton.790 ton atau 110% dari RKAP 2004 sebesar 48. Target penjualan Cement Retarder tidak dapat tercapai disebabkan : a) Mundurnya perbaikan tahunan (perta) pabrik Cement Retarder yang memakan waktu cukup panjang (rencana 28 hari realisasi 35 hari). 2) Realisasi penjualan Asam Sulfat sebesar 177.852 ton atau 99% dari RKAP 2004 sebesar 96. 14 BPK-RI / AUDITAMA V . b) Adanya kendala kesulitan mendapatkan kapal pengangkut. sehingga berakibat menurunnya konsumsi Asam Sulfat. sedangkan penjualan ekspor tidak terpenuhi karena belum terdapat kesepakatan harga. Target penjualan Asam Sulfat tidak dapat tercapai disebabkan kualitas yang tidak bisa konstan khususnya untuk konsumen pabrikan.000 ton. Target penjualan ALF3 tidak dapat tercapai disebabkan stock ALF3 dioptimalkan untuk melayani permintaan dalam negeri. 4) Realisasi penjualan Cement Retarder sebesar 342. Penjualan Produk Non Pupuk 1) Realisasi penjualan Amoniak sebesar 94. 5) Realisasi penjualan ALF3 sebesar 5.967 ton atau 99% dari RKAP 2004 sebesar 6. 3) Realisasi penjualan Asam Fosfat sebesar 52. Target penjualan Asam Fosfat dapat tercapai disebabkan adanya peningkatan harga STPP internasional sehingga permintaan Asam Fosfat meningkat.982 ton atau 86% dari RKAP 2004 sebesar 400.000 ton.

703 174 129.2.Produk samping & utilitas .Persewaan jasa .07 milyar yang tidak dianggarkan.79 milyar atau 174% dari anggarannya. Rendahnya nilai jumlah pendapatan dan beban lain-lain dikarenakan adanya rugi kurs sebesar Rp90.743 689 979 44.299 7.587 25.Lain-lain .111 10.582 24.388 - Realisasi total pendapatan lain-lain mencapai Rp119. terinci lebih lanjut sebagai berikut: (Rp Juta) Keterangan . 2.736 99 6.Pendapatan lain-lain Selama tahun 2004 realisasi pendapatan lain-lain bervariasi antara 86% sampai dengan 979% dibanding dengan anggarannya.591 2.601 468 6.900 158 28.794) 43.Dividen & fee keagenan .793 68.2 Produksi Secara keseluruhan realisasi kegiatan produksi tahun 2004 untuk berbagai jenis produk berkisar antara 43% sampai dengan 320% dibanding yang dianggarkan yang terinci per jenis produk sebagai berikut: 15 BPK-RI / AUDITAMA V .480 138 119.315 512 (9.430 139 4.977 32.Laba penyertaan Total pendapatan lain-lain Biaya atas pendapatan lain-lain Pendapatan lain-lain netto Realisasi Anggaran % (1) (2) (3)=(1):(2) 24.Jasa giro & bunga deposito .

602.000 % (3)=(1):(2) 89 100 97 144 62 320 101 89 95 101 90 107 85 43 119 96 a.333 ton.356 738. terbatasnya pasokan steam karena Boiler B-1101 BD tube bocor. Pupuk SP-36 Realisasi produksi pupuk SP-36 sebesar 738.439 32.343 2.000 355.Crude gypsum .412 9.CO2 .000 6. Penjelasan lebih lanjut sebagai berikut: 16 BPK-RI / AUDITAMA V . Produk Pupuk Pupuk Urea Pupuk SP-36 Pupuk ZA Pupuk Phonska Pupuk DAP Pupuk NPK Kebomas Total Pupuk II.150 95.000 20. Produk Pupuk Pupuk Urea Realisasi produksi Urea sebesar 344.5 bulan) dan problem instrument hand valve EA-102 Carbamate Condensor bocor.Purified Gypsum Total Produk Non Pupuk Realisasi (1) 344.274 24.000 195.Ton Keterangan I.111 Anggaran (2) 385.599 201.356 ton atau 89% dari RKAP 2004 sebesar 385.000 590.978 12.000 ton.000 10.190 519.000 140.803 197.225 ton atau 100% dari RKAP 2004 sebesar 735.000 550.Dry Ice .530.000 400.000 11.012 6.000 735.000 ton.418 1.901. terdiri dari pupuk SP-36 I sebesar 264. Produk Non Pupuk Amoniak Asam Sulfat Asam Fosfat Cement Retarder ALF3 Lain-lain .892 ton dan pupuk SP-36 II sebesar 473.000 1.013 1.509 361. Tidak tercapainya target produksi disebabkan terhentinya pasok bahan baku amoniak (pabrik amoniak shut down ± 2. crash program perbaikan Start up Heater 102 B pabrik Amoniak pada Juni 2004.000 80.880.610 314.225 572.000 5.000 1.

Pupuk Phonska Realisasi produksi sebesar 201.000 ton.978 ton atau 144% dari RKAP 2004 sebesar 140.333 ton atau 114% dari RKAP 2004 sebesar 416. 2) Pupuk SP-36 II Realisasi produksi sebesar 473.590 ton atau 97% dari RKAP 2004 sebesar 200. karena terbatasnya bahan baku amoniak (pabrik Amoniak shut down) dan terjadi gangguan pasokan steam karena Service Unit Ttrip serta karena ada perbaikan pipa asam sulfat yang bocor pada R-5501 Mixing Tank. terdiri dari pupuk ZA I sebesar 184.590 ton. karena terbatasnya bahan baku amoniak (pabrik Amoniak shut down).325 ton atau 97% dari RKAP 2004 sebesar 200.684 ton.000 ton karena terbatasnya bahan baku amoniak (pabrik Amoniak shut down).684 ton atau 97% dari RKAP 2004 sebesar 190.1) Pupuk SP-36 I Realisasi produksi sebesar 264.000 ton. 2) Pupuk ZA II Realisasi produksi sebesar 194. Penjelasan lebih lanjut sebagai berikut: 1) Pupuk ZA I Realisasi produksi sebesar 184. 3) Pupuk ZA III Realisasi produksi sebesar 193. 17 BPK-RI / AUDITAMA V .000 ton karena pabrik tidak berproduksi selama ± 4 bulan terkait dengan pelaksanaan program kegiatan konstruksi proyek RFO Pabrik Pupuk Fosfat I.000 ton terutama karena menyesuaikan dengan permintaan penjualan yang cukup tinggi. pupuk ZA II sebesar 194. Pupuk ZA Realisasi produksi pupuk ZA sebesar 572.000 ton.325 ton dan pupuk ZA III sebesar 193.599 ton atau 97% dari RKAP 2004 sebesar 590.000 ton karena menyesuaikan dengan permintaan penjualan.892 ton atau 83% dari RKAP 2004 sebesar 319.

Tidak tercapainya target produksi karena rate produksi tidak maksimal karena terjadi problem equipment yaitu Circulation Pump P-1303.Pupuk DAP Realisasi produksi sebesar 12.000 ton. Tidak tercapainya target produksi karena terjadi problem pada Primary Reformer 101 B. disebabkan pabrik dikonsentrasikan untuk memproduksi Phonska. dan ada penggantian Demister T-1301 Drying Tower.5 bulan.000 ton. Pupuk NPK Kebomas Realisasi produksi pupuk NPK Kebomas sebesar 32.013 ton atau 320% dari RKAP 2004 sebesar 10. Lebih tingginya realisasi produksi dari RKAP 2004 karena rate produksi mencapai 106% dari RKAP 2004. Asam Sulfat Realisasi produksi Asam Sulfat mencapai 519. Cement Retarder Realisasi produksi Cement Retarder sebesar 361. Lebih rendahnya realisasi produksi dari RKAP 2004 karena terbatasnya pasokan gas bumi dan terjadi 18 BPK-RI / AUDITAMA V .000 ton.439 ton atau 62% dari RKAP 2004 sebesar 20. Economizer E-1203.012 ton atau 90% dari RKAP 2004 sebesar 400. Synthesis Compressor 103 J dan terjadi problem pada Start up Heater 102 B sehingga pabrik tidak beroperasi selama 2.803 ton atau 95% dari RKAP 2004 sebesar 550.000 ton.000 ton karena memenuhi permintaan penjualan. Asam Fosfat Realisasi produksi Asam Fosfat sebesar 197. b.000 ton.190 ton atau 89% dari RKAP 2004 sebesar 355. Produk Non Pupuk Amoniak Realisasi produksi Amoniak mencapai 314.509 ton atau 101% dari RKAP 2004 sebesar 195.

605 1.85 triliun.Non Industri kecil Jumlah pembelian dalam negeri 2.pmbt.573 929. Aluminium Fluorida Realisasi produksi Aluminium Fluorida mencapai 6. b.845.894. Pengadaan bahan baku sebesar Rp2.573 1.345.283 1. Pembelian dalam negeri .322.894.561.412 ton atau 107% dari RKAP 2004 sebesar 6.989 2. pabrik Karung plastik & kemas Jumlah Pengadaan Realisasi (1) Anggaran (2) % (3=1:2) 2.problem pada Gypsum Feeder M-4250.811 169. Dryed Gypsum Conveyor M4204.240 1.26 milyar dikarenakan 53% pengadaan suku cadang merupakan pembelian luar negeri yang 19 BPK-RI / AUDITAMA V .093 140. 2.Industri kecil .17 milyar atau 489% dari anggaran sebesar Rp56. Pembelian luar negeri Jumlah Pengadaan Realisasi (1) Anggaran (2) % (3=1:2) 23.41 triliun atau 154% dari anggaran sebesar Rp1.166 70.952 56.512 275.89 triliun atau 157% dari RKAP sebesar Rp1.631 145 169 157 (Rp juta) Keterangan Bahan baku Bahan penolong Sk cadang & bhn.584 1.301 1.631 154 83 489 123 157 Realisasi pengadaan sebesar Rp2.3 Pengadaan (Rp juta) Keterangan 1.2. dan Electric precipitator F-4201.408.802 2.845.264 57.56 triliun dikarenakan 57% pengadaan bahan baku merupakan pembelian luar negeri dan sebagian besar merupakan pembelian dalam mata uang asing. Tercapainya target produksi karena rate produksi mencapai 119% dari RKAP 2004.000 ton. dikarenakan hal-hal sebagai berikut: a.548.391 916. Pengadaan suku cadang dan bahan pembantu pabrik sebesar Rp275.

batuan fosfat.6 7 7 4 .0 8 7 1 .6 7 2 1 .9 6 7 2 . c.97 ribu atau 121% dibanding anggarannya sebesar Rp1.98 ribu 20 BPK-RI / AUDITAMA V .4 3 0 2 .4 8 2 . N P K K eb om a s 2 .6 1 7 8 0 .d D esem b er 2 0 0 4 R ea lisa si A ngga ra n 2 3 9 8 1 . 2. Realisasi biaya produksi pupuk SP-36 per ton tahun 2004 sebesar Rp1.7 2 5 . asam sulfat eks produksi serta tingginya biaya bahan penolong listrik PLN.2 6 1 . bahan penolong katalis dan listrik PLN. c. biaya jasa serta tingginya biaya kantong & kemas.9 4 9 2 9 5 .9 6 7 % 4 = 2 :3 113 121 131 128 139 104 121 114 126 158 146 Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa: a.0 3 2 8 6 8 . N on P u p u k a .9 2 3 1 .0 0 9 3 .1 2 9 1 . A sa m F osfa t d. Z A d. biaya pemeliharaan.1 1 3 1 . Realisasi biaya produksi Urea per ton tahun 2004 sebesar Rp981.0 1 7 . Hal tersebut disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku gas bumi. A sa m S u lfa t c. C em ent R eta rder s.2 4 1 9 4 6 .4 2 5 .6 3 1 .11 ribu atau 131% dibanding anggarannya sebesar Rp694.1 9 2 1 .0 9 4 . D A P f. U rea b .9 0 5 1 .9 7 7 1 .78 ribu disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku asam fosfat. P honska e.227.4 Biaya Produksi (Rp/ton) K etera nga n 1 1.8 1 8 . Realisasi biaya produksi pupuk ZA per ton tahun 2004 sebesar Rp910.7 8 0 6 9 4 .017. Pupuk a .sangat terpengaruh dengan mata uang asing dan kenaikan biaya transportasi.1 3 6 .9 7 6 6 .6 5 3 . b. A lu m iniu m F lu orida e. Pengadaan karung plastik dan kemas sebesar Rp70.61 milyar.4 6 5 1 1 8 .9 6 9 9 1 0 .80 milyar atau 123% dari anggaran sebesar Rp57.2.2 2 7 . S P -3 6 c.1 4 2 .91 ribu atau 113% dibanding anggarannya sebesar Rp868.13 ribu.3 4 6 3 3 8 .4 5 3 . A m onia k b .

95 ribu disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku gas bumi.09 ribu.425.01 ribu atau 114% dari RKAP sebesar Rp295. biaya jasa.142. Realisasi biaya produksi pupuk phonska per ton tahun 2004 sebesar Rp1. tingginya biaya pemeliharaan dan biaya penyusutan. g. Hal tersebut disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku batuan fosfat. biaya penyusutan.19 ribu atau 139% dari RKAP sebesar Rp1. Hal tersebut disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku aluminium hydroxida dan asam fluosilikat. Realisasi biaya produksi per ton asam sulfat sebesar Rp338.62 ribu. Realisasi biaya produksi per ton asam fosfat sebesar Rp3. biaya pajak & retribusi. bahan penolong MFO. 21 BPK-RI / AUDITAMA V . e. biaya kantong & pengantongan. Realisasi biaya produksi per ton aluminium fluorida sebesar Rp6.68 ribu. KCL dan Urea).818. d. f.43 ribu atau 128% dibanding anggarannya sebesar Rp1. tingginya biaya pemeliharaan. Hal tersebut disebabkan karena tingginya biaya pemakaian bahan baku asam fosfat eks produksi.482.094. h.disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku amoniak impor.92 ribu.631. tingginya biaya pemakaian bahan penolong (bahan kimia dan MFO). jasa serta biaya kantong.97 ribu disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku belerang.136. biaya pemeliharaan dan biaya kantong & Kemas. Realisasi biaya produksi pupuk DAP per ton sebesar Rp2. tingginya biaya bahan penolong (katalis dan listrik PLN). tingginya biaya pemakaian bahan penolong (bahan kimia dan MFO). tingginya biaya pemeliharaan.453.98 ribu atau 126% dari RKAP sebesar Rp2. amoniak dan ZA. tingginya biaya pemeliharaan. tingginya biaya pemeliharaan dan biaya kantong & kemas. tingginya biaya pemeliharaan dan biaya penyusutan. ZA eks impor. amoniak eks impor. biaya jasa dan biaya penyusutan. Realisasi biaya produksi per ton Amoniak sebesar Rp1.35 ribu atau 121% dari RKAP sebesar Rp946. Hal tersebut disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku (asam fosfat eks produksi. biaya asuransi.261. i.47 ribu atau 158% dari RKAP sebesar Rp4.

956 56.5 Beban usaha (Rp juta) Uraian 1 .Beban distribusi . Beban penjualan sebesar Rp66.400 134. Beban administrasi dan umum sebesar Rp157.703 % 4=2:3 99 119 117 109 Realisasi beban usaha sebesar Rp403.03 ribu atau 146% dari RKAP sebesar Rp80.Beban penjualan .045 181.40 milyar atau 117% dari anggaran terutama karena tingginya biaya sewa kendaraan dan biaya pembinaan wilayah.j.2.037 157.97 ribu disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku purified gypsum.96 milyar atau 119% dari anggaran karena menyesuaikan dengan meningkatnya nilai penjualan.141 66.40 milyar atau 109% dari anggaran dikarenakan: a. tingginya biaya bahan penolong (bahan kimia dan MFO) serta tingginya biaya pemeliharaan. Realisasi biaya produksi per ton cement retarder sebesar Rp118.Beban admistrasi dan umum Jumlah beban usaha Tahun 2004 Realisasi Anggaran 2 3 179. b. 2.401 371. 22 BPK-RI / AUDITAMA V .525 403.

6 Laba/(Rugi) (Rp Juta) Uraian 1 Tahun 2004 Realisasi Anggaran 2 3 % 4=2:3 Hasil penjualan : . Asam Sulfat dan Asam Fosfat.525) (371.141) (56.400) (403. ZA.82 milyar.034 10.Penjualan ekspor Jumlah hasil penjualan .045) (66.190) 184.794) 175.544 (2.341 68.131 9. Realisasi penjualan pupuk dan non pupuk sebesar Rp2.388 174.931) 606.587) (9.721.711.Subsidi pupuk Harga Pokok Penjualan Laba/(Rugi) kotor Biaya Usaha : .940.428.72 triliun dikarenakan tingginya penjualan beberapa produk pupuk dan non pupuk meliputi pupuk SP-36.Penjualan dalam negeri . Phonska dan NPK Kebomas serta Amoniak.703) 234.613 (181.401) 278.793 (129.951.729 (54.037) (134.354 314.035.95 triliun atau 108% dari RKAP 2004 sebesar Rp2.979 119.18 milyar atau 100% dari RKAP sebesar Rp174.812) 124.Beban Penjualan .Beban Adm dan Umum Jumlah beban usaha Laba/(Rugi) usaha Beban pinjaman Laba/(Rugi) setelah beban pinjaman Pendapatan & beban lain-lain : .373 2.191 3.229 (2.2.73 milyar.320 2.817 108 96 108 217 120 122 112 99 119 117 109 118 90 141 174 512 (23) 100 93 104 Perolehan laba tahun 2004 sebelum pajak sebesar Rp175.570 (179.Pendapatan .Beban Jumlah pendapatan dan beban lain-lain Laba/(Rugi) sebelum pajak Pajak Laba/(Rugi) setelah pajak 2.950.37 milyar atau 104% dari RKAP sebesar Rp119. sedangkan laba setelah pajak sebesar Rp124.2.315) 43.887 2.169 (93.910 (103.018 683.633.185 (50. 23 BPK-RI / AUDITAMA V .659) 681.703 (25. disebabkan antara lain: a.211 3.956) (157.569) 131.Beban Distribusi .912) 119.

Mesin & Peralatan . Rendahnya beban pinjaman. d.466 4.824 96.899 2. Tingginya pendapatan lain-lain yang mencapai Rp 119. produk samping.000 200 2.071 2.833 25.313 % 131 115 98 84 115 80 93 101 66 83 62 92 BPK-RI / AUDITAMA V .79 milyar atau 174% dari anggaran sebesar Rp68.13.833 60.353 25.70 milyar karena tingginya laba penyertaan anak perusahaan dari anggarannya.Inventaris Jumlah investasi rutin Investasi Pengembangan: . persewaan dan jasa serta pendapatan klaim asuransi.916 4.210 220.50% per tahun sedangkan anggarannya 17% per tahun dan tingkat suku bunga Kredit Modal Kerja realisasi rata-rata 9.050 978 124.57 milyar karena rendahnya tingkat suku bunga Kredit Investasi realisasi rata-rata 6.927 826 142.93 milyar.Proyek Revamping Amoniak .45% .Bangunan /Fasilitas .7.843 31.b.420 Anggaran 8.577 203. penjualan produk utilitas.103 39.64 milyar dan karena adanya tambahan pendapatan subsidi eks 2003 sebesar Rp47.917 1. 2.2. karena subsidi non Urea menggunakan tarip sesuai APBN-P berkait dengan disetujuinya Anggaran Belanja Tambahan (ABT) subsidi pupuk non Urea sebesar Rp238.13% per tahun sedangkan anggarannya 15% per tahun.21 milyar atau 217% dari RKAP 2004.140 109. Investasi Tabel investasi (Rp juta) Keterangan Investasi Rutin: .Kendaraan & Alat Berat .19 milyar atau 90% dari RKAP 2004 sebesar Rp103.Kalium Sulfat (K2SO4) .935 5.925 5.89% . realisasi Rp93.Proyek Phosphoric Acid II .Proyek ERP: Tahap I Tahap II Jumlah Tahap I + II Jumlah investasi pengembangan Jumlah investasi 24 Realisasi 10. c.Proyek RFO PF I . Tingginya realisasi subsidi pupuk yang mencapai Rp683.673 24.624 126.

2) Realisasi Proyek K2 SO4 sebesar 93% karena adanya beberapa monthly progress kepada pihak kontraktor yang masih dalam proses. 3) Penghijauan sisi laut (dengan mengrove) dan sisi darat (dengan beringin) serta pembuatan terasiring. telah selesai dan berhasil baik. 5) Realisasi Proyek ERP sebesar 83% karena belum selesainya masa pemeliharaan.2. Investasi pengembangan sebesar Rp60. Daur ulang Seal Leg Water dari unit reaksi ke unit granulasi Pabrik I.21 milyar. d. Lingkungan dan K3 Program Manajemen Lingkungan: a.Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa: a. e. in progress). c.10 milyar.8. selesai. Investasi rutin tahun 2004 mencapai Rp142. Pemanfaatan buangan padat: 1) Penjajagan pemanfaatan kapur dengan PT Batubara Bukit Asam.58 milyar atau 62% dari anggaran sebesar Rp96. b.84 milyar atau 115% dari anggaran sebesar Rp124. status in progress dan dicarryoverkan ke tahun 2005. b. dengan rincian sebagai berikut: 1) Realisasi Proyek RFO PF I sebesar 80% karena adanya progres yang masih dalam proses pembayaran dan pemeriksaan bersama. Hal tersebut disebabkan realisasi bangunan/fasilitas serta mesin dan peralatan masing-masing mencapai 131% dan 115% dari anggarannya. 25 BPK-RI / AUDITAMA V . Penanganan Gas Fugitive HF di area Mixed Acid pabrik II. Drainase dan Pit Recycle Pabrik Asam Fosfat. Modifikasi trestel conveyor 02 M102 di T-20. sedangkan kendaraan dan alat berat serta inventaris hanya mencapai 98% dan 84% dari anggarannya. telah selesai dan berhasil baik. 2) Pembuatan plengsengan pengaman kapur. 2. telah selesai dan berhasil baik. 3) Proyek Phosphoric Acid II masih belum ada kegiatan. 4) Proyek Revamping Amoniak masih belum ada kegiatan.

6) Percobaan menaikkan pH raw gypsum dengan menggunakan kapur aktif. meninggal dunia 4 orang. b. kapur ZA II dan kapur mix skala pilot dalam 2 tahap telah selesai. Perubahan jumlah Direksi dari 5 (lima) menjadi 6 (enam). 2.2. menurun 74 orang dibanding posisi pada akhir tahun 2003.644 orang. sebagai berikut: a. 7) Uji coba pemakaian limbah padat sesuai dengan permintaan.9. Program pendidikan dan pelatihan dilaksanakan secara terpadu untuk meningkatkan kualitas dan motivasi kerja karyawan. Menurunnya jumlah karyawan tersebut dikarenakan pensiun sebanyak 68 orang. diklat kompetensi. dan jasa-jasa dengan tujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengadaan.4) Penjajagan pemanfaatan kapur dengan PT Semen Gresik. 2. antara lain ke Indocement dan ke PT Semen Gresik. berhasil baik.635 orang atau 99.134 orang dan biaya sebesar Rp4. Penyesuaian organisasi pengadaan dikaitkan dengan strategi pemasaran sehubungan dengan perubahan pola kebijakan subsidi pupuk dari Pemerintah. mengundurkan diri 3 orang dan PHK 1 orang serta penambahan karyawan sebanyak 2 orang. kapur ZA II dan kapur mix skala lab telah dilakukan. c. in progress.10 Organisasi Perusahaan Beberapa pertimbangan yang mendasari perubahan organisasi perusahaan pada tahun 2004. barang dagangan. Peningkatan fungsi pengadaan sehubungan dengan beban tugas pengadaan yang semakin besar karena adanya sentralisasi kegiatan pengadaan bahan baku.84 milyar atau 96% dari RKAP. diklat formal dan lain-lain.2. berhasil baik.75% dari RKAP 2004 sebanyak 3. 26 BPK-RI / AUDITAMA V . Sumber Daya Manusia Jumlah karyawan pada akhir tahun 2004 sebanyak 3. 5) Percobaan menaikkan pH raw gypsum dengan menggunakan kapur aktif. Pada tahun 2004 jumlah peserta diklat sebanyak 8. in progress. meliputi diklat jenjang jabatan.

0 0 1 5 .5 0 1 5 . A sp e k k e u a n g a n II. 2 0 0 3 6 4 .d. Penggabungan beberapa Departemen/Biro sehubungan dengan penyeimbangan job load dari Departemen/Biro yang bersangkutan. Peningkatan efektivitas kegiatan engineering dan manufacturing dengan menggabungkannya dalam satu direktorat (Direktorat Teknik & Pengembangan).0 0 1 4 . A sp e k O p e ra sio n a l III.2 5 27 BPK-RI / AUDITAMA V .5 0 9 4 .0 0 1 4 .25. 2 0 0 4 R K A P 2 0 0 4 R e a l. 100/MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002.5 0 9 3 .0 0 1 4 . Pembentukan Biro Manajemen Risiko dalam rangka peningkatan penerapan Good Corporate Governance (GCG). f. A sp e k A d m in istra si TOTAL SK OR R e a l.2 5 6 4 . e.5 0 6 6 . Tingkat kesehatan perusahaan Kinerja perusahaan tahun buku 2004 diukur dengan berpedoman pada Surat Keputusan Menteri BUMN RI No. Dibandingkan dengan RKAP dan dengan realisasi tahun 2003 menunjukkan data sebagai berikut: In d ik a to r P e n ila ia n I. PT Petrokimia Gresik termasuk dalam golongan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Non-Infrastruktur.0 0 9 3 . Perhitungan tingkat kesehatan perusahaan mengacu pada data keuangan hasil audit atas laporan keuangan PT Petrokimia Gresik tahun buku 2004 dan data keuangan hasil pemeriksaan pertanggungjawaban dana Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi (PUKK) tahun buku 2004.0 0 1 4 . Hasil evaluasi atas tingkat kesehatan perusahaan menunjukkan kinerja PT Petrokimia Gresik dalam tahun 2004 tergolong dalam kondisi “SEHAT” kategori “AA” dengan Skor 93. 3.

00 13.00 3.22 20.00 64. Rasio Lancar 5.274 9. Poduksi (Cons.377.00 2.00 5. Imbalan investasi (ROI) 3.322298 507.343 2.25 20.000 2.025 96 SKOR Nilai Real.685895 385.00 28 BPK-RI / AUDITAMA V . Collection Period 6.012 6.412 95.00 4. (Rp ribu) Jml Tenaga Kerja Pendpt : Jml Tenaga Kerja 4.71 27.00 3. Rate) 2.00 15.000 140.00 15.513 96 RKAP 3.00 5. Produktivitas Tenaga Kerja Total Nilai Penj. Prod.000 10.00 5.29% 5.000 400.013 361.00 4. Eff.50 20.000 80.84 125.229 3.361 3.00 5.00 5.000 20.00 2.439 32.00 113.50 5.00 4.978 12.00 66.14% 5.644 833.635 999.00 119.50 Hasil % % % % hari hari % % 3.00 5.633. Rasio Kas 4.000 590.00 13.2 Penilaian terhadap aspek operasional Indikator Penilaian 1.00 5.500 11. dan Pengadaan (ton) Pupuk Urea Pupuk SP-36 Pupuk ZA Pupuk Phonska Pupuk DAP NPK Kebomas Cement Retarder Aluminium Fluorida Crude Gypsum CO2Cair Jumlah 3.00 14.00 4.000 735.50 4.00 2.3.12 37 69 146.00 15.00 3.00 5.00 2. Perputaran Persediaan 7. 2003 90. Imbalan kepada pemegang saham (ROE) 2.500 3.00 7.035.544 3.032 688.1 Penilaian terhadap aspek keuangan Indikator Penilaian 1.99% 100% 3.18 17.693.50 4.000 6.25 64.00 10. Modal sendiri thd total aktiva TOTAL Satuan SKOR Thn 2004 Real 2004 RKAP 2004Real 2003 21.02 28.901 201.957 778.00 5.00 10. Total Asset Turn Over 8. 2004 RKAP 2004 Real.50 5. Keselamatan Kerja TOTAL Kinerja Realisasi 3.

25 90.86 494.00 3.62 1.96 Tahun 2002 150.99 2.00 2.3 Penilaian terhadap aspek administrasi Indikator Penilaian 1. Perkembangan usaha perusahaan 4.174. Pajak tangguhan Total Hutang Ekuitas Total Hutang dan Ekuitas 2000 149.36 786.00 3.10 53. 4.242.96 288.00 3.33 2.00 2.00 3.00 112.90% 40.36 324.70 51. hutang jangka panjang dan ekuitas dari posisi akhir tahun 2003.39 milyar terutama adanya kenaikan pos persediaan dan aktiva dalam pelaksanaan.07 2.06 311. 2003 3.87 104.93 112.24 295.86% 4.04 2.089.96 901.82 93.00 3.83 2.00 95. Adapun data lebih rinci sebagai berikut: (Rp Milyar) Keterangan Kas dan Bank Persediaan Aktiva lancar lainnya Penyertaan jk panjang Nilai Buku Ak. pinjaman Total Aspek Administrasi Nilai 2004 SKOR Real.089.Efektifitas penyaluran dana .000.58 789.51 2.713.32 794.33 1.Tk.61 542.00 3.00 14.46 1.343.03 1.60 1.044.322. 3.78 928.347.41 40.36 18.858.61 116.00 14.97 73.05 1.62 854.36 339.27 143.10 97. jumlah tersebut meningkat Rp366.11 849.54 914. Laporan Perhitungan tahunan Rancangan RKAP 2004 Laporan Periodik Kinerja PUKK .347.11 1.81 547.044.220. kolektibilitas pengemb.00 3.220.00 3.62 29 BPK-RI / AUDITAMA V .89 444.01 677.05 443.73 80.03 122. 2.33 52.00 2.3. Kenaikan nilai pasiva disebabkan karena kenaikan hutang lancar.95 745. 2004 RKAP 2004 Real.00 3.81 453.00 3.71 361.09 112.39 2004 345.339.713.98 2.52 84.87 524. tetap Aktiva dlm pelaksanaan Aktiva lain-lain Total Aktiva Hutang lancar Hutang jk panjang Kw.59 75.1 Perkembangan posisi keuangan Total aktiva per 31 Desember 2004 berjumlah Rp2.36 2.90 684.80 2.553.82 2.713.38 1.62 milyar.96 880.92 722.23 milyar dari posisi akhir tahun 2003 berjumlah Rp2.00 14.347.32 2001 58.39 840.00 3.77 2003 333.

92 milyar.23) 112.80 (29.67 (94.61 (86.17 (9.35 54.55 Tahun 2002 1.01 milyar.79) 435.044.44 (115.664.16 (116.75) 423.96) 250.951. b.438.323.23 milyar atau 15.79) (93. karena adanya kenaikan omzet penjualan dan penerimaan subsidi.65 milyar hutang jangka panjang sebesar Rp254.744.33 (172.26 milyar dan terendah terjadi pada tahun 2001 yaitu sebesar Rp83. 30 BPK-RI / AUDITAMA V .26 2001 2.62 milyar.37 Laba perusahaan sebelum pajak tahun 2004 naik sebesar Rp9.54) 399.37) 108.20) 175.87 21.34% dibanding tahun 2003 sebesar Rp108. Selama lima tahun terakhir (2000 sampai dengan 2004) jumlah aktiva pasiva tertinggi terjadi pada tahun 2004 yaitu sebesar Rp2.60% dibanding tahun 2003 disebabkan antara lain adanya kenaikan persediaan sebesar Rp240.Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa: a.43 14.633.37) 207.65 (205.40) 278.61 2003 2.55 milyar.77 2004 3.57 (403.747. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2001 yaitu sebesar Rp2.713.04 milyar atau 5.08 (1.24 (191.2 Perkembangan Laba-Rugi Realisasi laba setelah pajak tahun 2004 berjumlah Rp124.063.54 milyar dan aktiva dalam pelaksanaan sebesar Rp62.96) 403.81) 124.61) 187.71) 140.17) 257.87 (70.340.55 (194. Jumlah aktiva/kewajiban dan ekuitas tahun 2004 naik sebesar Rp366. 4.82) 166. Rincian lebih lanjut sebagai berikut: (Rp Milyar) Keterangan Penjualan bersih Harga Pokok Penjualan Laba kotor Biaya usaha Laba rugi usaha Laba/(rugi) lain-lain Biaya pinjaman Laba rugi sebelum pajak Pajak Penghasilan Laba setelah pajak 2000 1. Selama lima tahun terakhir (2000 sampai dengan 2004) laba setelah pajak yang tertinggi terjadi pada tahun 2000 yaitu sebesar Rp187.874.61 (2. aktiva tetap sebesar Rp53.78 (1.55) 93.16 (46.37 milyar lebih tinggi 14.66) 681.96 milyar.18 (50.77 milyar.44% dibandingkan tahun 2003.14 (57.37 101.51 milyar dan diikuti dengan kenaikan hutang lancar sebesar Rp67.72 milyar serta kenaikan ekuitas sebesar Rp60.25) 83.34 (1.30) 198.12) 241.23 (2.

373 (179. Juta) Keterangan Saldo awal Laba bersih Arus kas Operasi Investasi Pendanaan Surplus/(Defisit) Saldo Akhir 2000 415.4.62 milyar.224) (240.619) 58.01 milyar atau 3.549 148.620 Tahun 2002 58.907) (197.072 150.669) 149.239 2001 149.702 12.775) 287. 31 BPK-RI / AUDITAMA V .576) (266.193 333.692 2003 150.620) 92.898 Posisi kas dan setara kas pada akhir tahun 2004 sebesar Rp345.727) (46.908 187. Selama lima tahun terakhir (2000 sampai dengan 2004) arus kas memperlihatkan saldo kas dan setara kas tertinggi pada tahun 2004 yaitu sebesar Rp345. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2001 yaitu sebesar Rp58.896) 74.413) (90.90 milyar.885 2004 333.692 108.239 83.014 345.60% dibanding tahun 2003.885 124.90 milyar mengalami kenaikan Rp12.526 (111.769 111.3 Perkembangan arus kas Rincian data arus kas adalah sebagai berikut: (Rp.287) (220.262 (47.613 90.806 (45.620 93.448) (208.468 (82.795 183.

99 milyar mengalami kenaikan sebesar Rp60.541) (1. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2001 yaitu sebesar Rp722.536) 374 Tahun 2002 396.681 187.036) 187.000) (3.044 83. 32 BPK-RI / AUDITAMA V .420 255.36 milyar.456) 3.033 4.549 20 722.420 242.420 288.262 880.510) (1.468) (46.832) (700) 83.014 (499) (107.262 880.664) (6.051 (853) 192 2001 396.404) (1.424) (932) (932) (40.372 854.613 745.4 Perkembangan perubahan ekuitas Perubahan ekuitas tahun 2000 sampai dengan tahun 2004.420 334.863) (1.893) (1.506 (328) 124.590 794.420 142.92 milyar atau 7.420 288.618) (4.681 187.500) (137.03 milyar.4.200 124.191) 1.069 3.958 864.741 93.250) (5.387) (34.033 (37.420 296.343 (242) 109.67% dibanding tahun 2003 Perubahan ekuitas dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2004 memperlihatkan saldo ekuitas tertinggi terjadi pada tahun 2000 yaitu sebesar Rp880.673 324.088) (2.423) (476) 93.655) (1.821 (47.590 396.420 296.730) (46.069) (4.069 (60.420 242.257) (822) (822) (2.590 794.125) (1.763 (851) 2003 396.748) 2004 396.773) 12.106) (2.177) (2.262 396.363 (109.420 255.059 109.363 (93.319 (1.929) (7.044 20 83.613 396.549 722.dll Laba tahun berjalan Saldo Akhir Modal Cadangan Laba belum direalisasi dari efek Laba tahun berjalan Jumlah 2000 396.820 (7.237) (31.613 47 745. sebagai berikut: (Rp Juta) Keterangan Saldo awal Modal Cadangan Laba tahun berjalan Laba belum direalisasi dari efek Jumlah Koreksi-koreksi Koreksi cadangan Koreksi Laba/(rugi) Distribusi Laba PT Petrokimia Gresik Deviden Tantiem/Gratifikasi Dana Pembinaan UKK Biaya Manajemen Dana Pembinaan wilayah Cadangan Anak Perusahaan Deviden Cadangan Gratifikasi.175) (44.992 Posisi ekuitas tahun 2004 sebesar Rp854.059 109.372 396.768) (4.549 396.741 47 93.

Tingkat likuiditas perusahaan tahun 2004 relatif lebih tinggi dari tahun 2003.5.1 Perbandingan tahun 2004 terhadap tahun 2003 Dari tabel di atas. 4. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2003 dikarenakan tingginya harga pokok penjualan dan biaya usaha.5 Perkembangan rasio keuangan Rasio keuangan tahun 2000 sampai dengan tahun 2004 (%) Keterangan Likuiditas Current ratio Acid test ratio Cash ratio Rentabilitas Gross profit ratio Operating ratio Net profit ratio Rate of ROE Rate of ROI Solvabilitas Total loan to total equity 2000 112 83 15 24 86 11 19 26 60:40 2001 107 67 7 19 96 4 16 13 65:35 Tahun 2002 113 64 16 23 93 5 22 15 64:36 2003 108 71 28 15 96 4 15 18 66:34 2004 125 70 28 19 90 3 21 18 68:32 4. Tingkat likuiditas perusahaan relatif tertinggi terjadi pada tahun 2004. kecuali operating ratio dan net profit ratio. b.5. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2001 yang disebabkan tingginya kewajiban lancar. 33 BPK-RI / AUDITAMA V . b. c.4. kecuali acid test ratio. Tingkat rentabilitas perusahaan tahun 2004 relatif lebih tinggi dari tahun 2003. disebabkan tingginya persediaan. dapat dikemukakan bahwa: a.2 Perbandingan rasio keuangan lima tahun terakhir Dari tabel di atas juga dapat dikemukakan hal-hal sebagai berikut: a. Tingkat solvabilitas perusahaan tahun 2004 relatif lebih tinggi dibandingkan tahun 2003. Tingkat rentabilitas perusahaan relatif tertinggi pada tahun 2000 disebabkan tingginya laba sebelum maupun setelah pajak.

229.430 Lain-lain : .741 9.460 279.006 Asam Sulfat 98% 434.915 447.091 1.892 310.736 344.716 260.208 156.752 204.873 355.174 9.185 1.Dry Ice 3.741 Asam Fosfat 100% 131.786 1.418 131.490 .280.425. bahwa selama lima tahun terakhir modal pihak ketiga lebih berperan dan paling besar terjadi pada tahun 2004.190 519.903 172.608 151.718 3.530.657 479.471.403.013 1.Crude Gypsum . kecuali produksi pupuk DAP hanya mencapai 34% dari tahun 2003.688 40.509 6.984 419.610 314.341.399 141.410 238.650 65.914 2. Tingkat solvabilitas perusahaan menunjukkan.272 367.Purified Gypsum 52.702 105.289 Jumlah non pupuk 1.176 ALF3 4.850 Cement Retarder 402.999 213.343 2.817 1.728 Pupuk ZA 501.901.439 32.170 117.1 Perkembangan produksi Data produksi selama lima tahun terakhir sebagai berikut: Ton Keterangan Tahun 2000 2001 2002 2003 2004 % Tahun 2004:2003 Pupuk Pupuk Urea 341.6 Perkembangan operasi pokok perusahaan 4.825 355.082 1.357 2.6.434 Pupuk SP-36 467.803 197. 34 BPK-RI / AUDITAMA V .115 653.412 361.824 Pupuk Phonska 30. Pupuk Secara umum produksi pupuk di tahun 2004 lebih tinggi dibanding tahun 2003.959 12.CO2 9.c.599 201.281 113.176 687.150 95.942 36.111 132 107 119 177 34 121 88 120 97 109 116 94 80 91 111 107 Perbandingan tahun 2004 terhadap tahun 2003 a.941 138. b.996 56.225 572.356 738.492 313. Non Pupuk Secara keseluruhan produksi non pupuk di tahun 2004 lebih tinggi dibanding tahun 2003.725 1.082 Non Pupuk Amoniak 364.464.978 12. 4.304 9.216 5.577.916 431.274 24.182 1.479 328.012 9.646 3.875 .412 5.096 Pupuk DAP Pupuk NPK Kebomas Jumlah pupuk 1.517 421.924 Jumlah lain-lain 66. kecuali amoniak dan asam fosfat masing-masing 88% dan 97% dari tahun 2003.208 292.066 552.253 2.

263 28.852 177.228 2001 313.160 2.194 633.659 533. sedangkan terendah terjadi pada tahun 2002.487 4.591 94.431 4.561 5.489 654.306 119 119 8.790 166.017 52.257 3.560.886 70.6.617 789.887 1.000 10.967 342.416 408.887 2.792 7.307 88 34.455 63.820 98.317.971 47.601 5.486 76.903 798.704 106 .544 2003 460.687 39.2 Perkembangan penjualan Perkembangan penjualan seluruh jenis pupuk dan non pupuk dalam negeri maupun ekspor dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2004.962.989 41.511 % Tahun 2004:2003 100 109 120 174 34.843 94 64 34.584 9.814 874.795 11. Volume produksi non pupuk tertinggi terjadi pada tahun 2004 dan terendah terjadi pada tahun 2002.110 4.881 771.767 1.530. 4.076 726.509 515.000 429.774 35 BPK-RI / AUDITAMA V Tahun 2002 197.496 2.702 104.638 1 2.865 80.202 9.357 2.202 750.625 9.785 91.695 84.112 94.000 2.290 175.525 90.208 85.208 12.251.251 19.914 2.808 109.231 110.995 35 104 19 638 79 54 790 115 86 106 110 83 109 1.598 634.343 2.410 76.056 5 9.033 139.982 21. sebagai berikut: Ton Keterangan Pupuk Pupuk Urea Pupuk SP-36 Pupuk ZA Pupuk Phonska Pupuk NPK Blend Pupuk DAP Pupuk KCL Lain-lain: Pupuk PS-18 Pupuk Amophos RNP Pupuk ZK Pupuk MDCP Jumlah lain-lain Total Pupuk Non Pupuk Amoniak Asam Sulfat Asam Fosfat ALF3 Cement Retarder Lain-lain : Purified Gypsum Crude Gypsum Belerang curah CO2 Dry Ice Jumlah lain-lain Total Non Pupuk 2000 339.492 9.587 15.019 526.Perkembangan produksi lima tahun terakhir Volume produksi pupuk pada tahun 2004 lebih tinggi dibanding empat tahun sebelumnya.356 495 33.122 155.297 178.287 2004 460.429 102 94 80 1.875 3.431 1.168 314.605 30.525 425.587 1.550 5.040 332.968 807.490 146.790 5.069 9.364 1.464 30.849 192.204 52.993 673 2.718 3.034 84.150 124.999 100.903 53.234 528.

2) Perusahaan berada di lokasi strategis. 4) Memiliki tenaga Sales Supervisor yang cukup berkualitas dan tersebar di wilayah-wilayah potensial. di sentra pasar. Bidang Pemasaran dan Penjualan (termasuk Distribusi) 1) Memiliki sarana pelabuhan yang dapat menunjang kelancaran pemasaran dan distribusi. 5) Memiliki produk pupuk yang lengkap dan berkualitas tinggi.1 Kekuatan a. 36 BPK-RI / AUDITAMA V . b. P dan K dan produk kimia lainnya. 4. Strategi. terutama disebabkan meningkatnya penjualan Pupuk Phonska dan NPK Kebomas yang cukup signifikan. 6) Memiliki sistem informasi pemasaran dan distribusi yang cukup memadai.7 Analisis SWOT Penentuan Sasaran. kecuali penjualan DAP hanya 35% dan Aluminium Fluorida hanya 83% dari tahun 2003. Bidang Produksi dan Kualitas Produk 1) Memiliki unit produksi yang lengkap dan tingkat fleksibilitas yang tinggi untuk menghasilkan produk pupuk berbasis N. 3) Memiliki jaringan distribusi yang tersebar di wilayah-wilayah potensial. sedangkan tonase penjualan non pupuk tertinggi di tahun 2000 dan terendah penjualan tahun 2003. Kebijakan dan Program Kegiatan Perusahaan PT Petrokimia Gresik selama kurun waktu 2004 – 2008.Perbandingan tahun 2004 terhadap tahun 2003 Dari tabel di atas dapat dikemukakan sebagai berikut: Secara umum tonase penjualan pupuk dan non pupuk tahun 2004 lebih tinggi dibanding tahun 2003.7. Perbandingan penjualan dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2004 Tonase penjualan pupuk tahun 2004 merupakan penjualan tertinggi selama 5 tahun terakhir. antara lain didasarkan atas Analisis sebagai SWOT sebagai berikut: 4.

Bidang Penelitian dan Pengembangan 1) Memiliki berbagai macam unit produksi yang memungkinkan untuk penelitian dan pengembangan produk-produk derivatifnya. 2) Memiliki fasilitas sarana dan prasarana untuk mendukung kegiatan rancang bangun dan perekayasaan. Bidang Teknik dan Teknologi 1) Memiliki Sumber Daya Manusia profesional dari berbagai disiplin ilmu yang cukup berpengalaman di bidang rancang bangun dan perekayasaan. f. instansi/Lembaga keuangan. Bidang Keuangan dan Akuntansi 1) Tersedianya asset untuk menjamin dana pinjaman. c. 37 BPK-RI / AUDITAMA V . 3) Memiliki workshop dan alat berat yang mendukung kegiatan fabrikasi. Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia 1) Memiliki Sumber Daya Manusia dari berbagai disiplin ilmu. d. 3) Sarana gudang belum memadai. 2) Memiliki fasilitas yang memadai untuk melakukan uji coba produkproduk yang akan dikembangkan. konstruksi dan pemeliharaan pabrik.2 Kelemahan a. 2) Memiliki sistem informasi akuntansi dan keuangan yang berbasis ERP 3) Memiliki relationship yang cukup luas dengan pihak perbankan.7. 2) Sistem transportasi belum sepenuhnya dikuasai. e.2) Memiliki sarana penunjang yang berakreditasi untuk menunjang Quality Control. b. Bidang Pemasaran dan Penjualan (termasuk Distribusi) 1) Peta pasar belum akurat. 2) Sistem pengembangan Sumber Daya Manusia yang memungkinkan continuous learning. 4. Bidang Produksi 1) Sebagian besar peralatan pabrik berumur tua. 4) Penguasaan jaringan pemasaran jasa teknik belum optimal.

b. 3) Ada jaminan kontinuitas suplai air baku. Bidang Teknik Adanya pembangunan industri yang membutuhkan kemampuan jasa rancang bangun dan perekayasaan. 2) Adanya teknologi untuk meningkatkan kemampuan produksi dan memperbaiki kualitas produk. Bidang Teknik 1) Penguasaan jaringan informasi belum optimal. Tersedianya institusi pendidikan profesional. 2) Jumlah tenaga kontrak terlalu banyak. Bidang Produksi 1) Ada peluang untuk memenuhi permintaan pasar.2) Utilisasi kapasitas belum optimal. 1) Struktur pendanaan didominasi pinjaman. Bidang Penelitian dan Pengembangan Jumlah tenaga peneliti semakin berkurang dibanding kebutuhan. 2) Kepercayaan bank atas kredibilitas perusahaan. e. 2) Membaiknya pasar komoditas perkebunan. 2) Pengeluaran dana USD lebih besar dari penerimaannya. d. Pengembangan Sumber Daya Manusia 1) Jumlah karyawan mayoritas berumur diatas 40 tahun. Bidang Keuangan dan Akuntansi 1) Sumber pendanaan dan pasar valuta asing beragam. c. 4. 38 BPK-RI / AUDITAMA V . 3) Turn over piutang masih rendah. d. Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia. Bidang Pemasaran dan Penjualan (termasuk Distribusi) 1) Komitmen pemerintah memungkinkan pasar pupuk berkembang. f. 3) Tumbuhnya kepercayaan pasar. c. Bidang Keuangan dan Akuntansi. 2) Pemanfaatan workshop belum optimal.3 Peluang a.7. e. 3) Ketergantungan antar unit pabrik sangat tinggi 4) Kondisi area yang korosif dan berdebu.

3 Pelaksanaan kegiatan SPI tahun 2004. Kegiatan Pengawasan Sesuai dengan Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT) tahun 2004. sebagai berikut: A. 39 BPK-RI / AUDITAMA V .7. Bidang Pemasaran dan Penjualan (termasuk Distribusi) 1) Isu kerusakan tanah dan lingkungan akibat penggunaan pupuk anorganik. Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekses negatif dari era keterbukaan. Bidang Penelitian dan Pengembangan 1) Tersedianya sumber gas bumi di Jatim. 4. Bidang Produksi Pasokan gas bumi dari sumber di Pagerungan mengalami penurunan. preventif audit dan kegiatan-kegiatan yang bersifat konsultasi dalam penyelesaian permasalahan yang dihadapi unit kerja. 5. Pemahaman atas struktur pengendalian intern 5. sehingga dapat menjadi dasar audit guna menetapkan sifat dan luasnya audit. Bidang Keuangan dan Akuntansi 1) Country risk Indonesia yang tinggi. 2) Kebutuhan pupuk Urea khususnya di Jawa Timur masih besar. Satuan Pengawasan Intern telah melakukan audit atas obyek-obyek sebagai berikut: 1) Kegiatan pengadaan barang dan jasa. 2) Masuknya pesaing baru dan produk impor. 4) Perubahan kebijakan pemerintah di bidang ekonomi moneter. 5. 2) Suku bunga pinjaman tinggi. b. c. 3) Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat.2 Evaluasi terhadap pelaksanaan tugas Satuan Pengawasan Intern (SPI) SPI sesuai dengan tugas pokoknya telah melaksanakan kegiatan audit yang diprogramkan (PKPT) dan yang tidak diprogramkan (non PKPT) seperti: pemeriksaan khusus. 2) Kegiatan produksi dan pemeliharaan.f.1 Struktur pengendalian intern PT Petrokimia Gresik telah disusun dan dilaksanakan dengan baik. 5. d.4 Ancaman a.

Audit atas kepatuhan terhadap peraturan/perundang-undangan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Departemen Produksi II dan Departemen Prasarana Pabrik dan Kawasan. A. 2) LHA Kas Opname & Rekonsiliasi Bank: 12 LHA. 6) Kegiatan lainnya. Audit atas pengelolaan pupuk KCL di Gudang Gresik. Audit atas kepatuhan Distributor terhadap klausul-klausul Surat Perjanjian Jual Beli pupuk bersubsidi. Audit atas pemanfaatan/utilisasi alat berat. 13) Audit atas efisiensi pemakaian bahan baku dan bahan penolong untuk memproduksi Amoniak. bongkar muat. Audit atas pembayaran pekerjaan angkutan pupuk. Laporan Hasil Audit (LHA) yang telah diterbitkan: 1) LHA PKPT dan Non PKPT : 38 LHA (rencana 38 LHA).1 Audit PKPT dan Non PKPT 1) 2) 3) Audit atas persediaan pupuk (stock opname pupuk) di Gudang Gresik dan Gudang Non Gresik. 10) Audit atas kegiatan pengembangan produk. 12) Audit atas efisiensi pemakaian bahan baku dan bahan penolong untuk memproduksi pupuk ZA. 5) Proyek-proyek pengembangan.000. 4) 5) 6) 7) 8) 9) Audit atas kepatuhan penunjukan Distributor pupuk bersubsidi terhadap peraturan yang berlaku. Audit atas kepatuhan terhadap klausul PO dalam proses penerimaan barang di Gudang Bahan Biro Pengadaan. Audit atas pengelolaan persediaan suku cadang (spare part) di Gudang Bahan Biro Pengadaan.000.00. 4) Kegiatan financial dan sistem informasi akuntansi. 11) Audit atas waktu proses pengadaan barang dari penerbitan Permintaan Pembelian (PP) sampai dengan penerbitan Order Pembelian (OP) dengan nilai di atas Rp100. pengelolaan stock pupuk dan sewa gudang.3) Kegiatan pemasaran dan distribusi. 40 BPK-RI / AUDITAMA V .

18) Audit atas pelaksanaan pengadaan jasa bongkar muat pupuk. 41 BPK-RI / AUDITAMA V . 35) Audit atas fisik persediaan bahan baku posisi per 30 Nopember 2004. 34) Audit atas fisik persediaan pupuk dalam kantong. 20) Audit atas pencatatan dan pengelolaan piutang. 25) Audit atas pengelolaan pajak. 28) Audit atas pelaksanaan pengadaan barang luar negeri. 30) Audit atas pelaksanaan start up Heater 102B unit Amoniak.14) Audit atas efisiensi pemakaian bahan baku dan bahan penolong untuk memproduksi pupuk Urea. 27) Audit atas pelaksanaan pengadaan barang dalam negeri. Jumlah laporan yang dihasilkan sebanyak 12 LHA. 37) Audit atas lembur sopir kontrak. 24) Audit atas pelaksanaan program Kemitraan dan Bina Lingkungan (KBL). 2. 19) Audit atas pelaksanaan penyusunan RKAP tahun 2004. 21) Audit atas pencatatan biaya produksi. 16) Audit atas pengelolaan gudang bahan (stock opname). 31) Audit atas pelaksanaan proyek RFO. 26) Audit atas efektivitas pengendalian penjualan pupuk. 32) Audit atas pemanfaatan forklift sewa. 36) Audit atas fisik persediaan pupuk KCL. 33) Audit atas pelaksanaan Port Fasility Security Plan (PFSP). 15) Audit atas efisiensi pemakaian bahan baku untuk memproduksi pupuk SP-36. 17) Audit atas proses penerimaan barang dan pembayaran atas pengadaan barang. 29) Audit atas pelaksanaan proyek K2SO4. 23) Audit atas pelaksanaan proyek ERP. A. 22) Audit atas pencatatan biaya penjualan. Kas Opname dan Rekonsiliasi Bank Pelaksanaan kas opname selama tahun 2004 dilakukan sebanyak 12 kali dan pemantauan pelaksanaan rekonsiliasi bank oleh Biro Keuangan dilakukan setiap 3 bulan sekali. 38) Audit atas pengadaan jasa borongan pihak ke III.

catatan dan saran BPKP dalam audit PKBL tahun 2003 dan tahun-tahun sebelumnya. BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA 42 BPK-RI / AUDITAMA V . Hasil audit dapat diselesaikan sesuai dengan rencana yaitu tanggal 31 Januari 2005.B. Mannan. 3) Melakukan koordinasi dalam kegiatan general audit tahun buku 2004 yang dilakukan oleh BPK-RI dan KAP Aryanto Amir Yusuf & Mawar. 2) Melakukan tindaklanjut atas temuan. Kegiatan Eksternal Auditor 1) Melakukan tindaklanjut atas temuan. Sumantri & Rekan dalam audit Laporan Keuangan tahun buku 2003 dan tahun – tahun sebelumnya. dan kegiatan audit PKBL tahun 2004 yang dilakukan BPK-RI dan BPKP. catatan dan saran KAP S.

LAMPIRAN .

Lampiran 1 PERHITUNGAN PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN PT PETROKIMIA GRESIK TAHUN 2004 SK. MEN. BUMN No. KEP-100/MBU/2002 No. URAIAN Aspek Keuangan 1 Return On Equity (ROE) Laba Setelah Pajak (*) Modal Sendiri EBIT + Penyusutan Capital Employed Kas, Bank & Srt Berharga Kewajiban Lancar Aktiva Lancar Kewajiban Lancar Total Piutang Usaha Total Pendapatan Usaha Total Persediaan Total Pendapatan Usaha Total Pendapatan Capital Employed Total Modal Sendiri - (*) Total Asset - (*) X 100% > 15% 124,372 587,288 455,325 2,570,292 345,898 1,242,607 1,554,797 1,242,607 368,378 3,633,229 684,872 3,633,229 3,753,022 2,570,292 730,620 2,589,252 X 100% 21,18% 20.00 20.00 RUMUS STANDAR REALISASI HASIL PENILAIAN BOBOT SKOR

2

Return On Invesment (ROI)

X 100%

> 18%

X 100%

17,71%

15.00

13.50

3

Rasio Kas

X 100%

>= 35%

X 100%

27,84%

5.00

4.00

4

Rasio Lancar

X 100%

>= 125%

X 100%

125,12%

5.00

5.00

5

Collection Periods

X 366 hr

<= 60 hr

X 366 hr

37 hr

5.00

5.00

6

Perputaran Persediaan

X 366 hr

<= 60 hr

X 366 hr

69 hr

5.00

4.50

7

Perputaran Total Asset (TATO) Rasio TMS Thd TA (TMS Thd TA) SUB JUMLAH Aspek Operasional

X 100%

> 120%

X 100%

146,02%

5.00

5.00

8

X 100%

30%<= x <40%

X 100%

28,22%

10.00 70.00

7.25 64.25

1

Efisiensi Produksi (Pemakaian B.Baku/PBB) Produksi & Pengadaan (Pupuk dan Non Pupuk) Produktivitas Tenaga Kerja (Total Pend. Usaha/TPU) Keselamatan Kerja (Penilaian Independen) SUB JUMLAH Aspek Administrasi

Realisasi Rata2 PBB Anggaran Rata2 PBB Realisasi Prod. & Pengdn Anggaran Prod. & Pengdn Realisasi TPU Per Orang Anggaran TPU Per Orang Realisasi Penilaian K3 Anggaran Penilaian K3

X 100%

<= 100%

3.322298 3.685895 2,693,361 2,377,500 999.513 833.025 96 96

X 100%

90,14%

5.00

5.00

2

X 100%

>= 100%

X 100%

113,29%

5.00

5.00

3

X 100%

>= 100%

X 100%

119,99%

3.00

3.00

4

X 100%

>= 100%

X 100%

100,00%

2.00 15.00

2.00 15.00

1

Laporan Perhit. Tahunan (Audited) Rancangan RKAP

Lapkeu audited disampaikan paling lambat akhir bulan ke-5 stlh tahun buku RKAP disampaikan 60 hari sebelum tahun anggaran ybs Lap. Triwulanan disampaikan paling lambat 1 bln stlh akhir periode lap. ybs

<= akhir bln ke-4 >= 2 bln sblm thn anggaran <= akhir bln ke-1

Akhir bln ke-1 (Tanggal 31 Januari 2005) Lebih dr 2 bln sblm thn anggaran (Tanggal 7 Oktober 2004) Kurang dr 1 bln stlh periode lap. (Tanggal 11 - 14 bln berikutnya)

3.00

3.00

2

3.00

3.00

3

Laporan Periodik (Triwulanan) Kinerja PUKK (Pemb. Ush. Kecil & Koprs) a. Efektivitas Penyaluran

3.00

3.00

4

Dana Yang Disalurkan Dana Yang Tersedia Jum. Rata2 Ttmb Pinjaman Total Pinj. Yang Disalurkan

X 100%

> 90%

6,025 6,282 6,885 16,849

X 100%

95,90%

3.00

3.00

b. Tingkat Kolektibilitas Pengembalian Pinjaman SUB JUMLAH TOTAL NILAI KRITERIA KINERJA

X 100%

> 70%

X 100%

40,86%

3.00 15.00 100.00

2.00 14.00 93.25 AA

SEHAT

Keterangan Kriteria Kinerja : SEHAT terdiri dari : AAA apabila Total Skor (TS) > 95 AA apabila 80 < TS <= 95 A apabila 65 < TS <= 80

Lampiran 2 DASAR PERHITUNGAN PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN PT PETROKIMIA GRESIK TAHUN 2004 SK. MEN. BUMN No. KEP-100/MBU/2002 No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 URAIAN Aktiva Lancar (Current Asset) Kas, Bank, Deposito & Surat Berharga Kewajiban Lancar (Current Liabilities) Piutang Usaha - bruto Piutang Usaha - netto Persediaan Aktiva Tetap Dalam Pelaksanaan (ADP) Total Aktiva (TA) Capital Employed (TA - ADP) Total Modal Sendiri (TMS) = Ekuitas Modal Sendiri (TMS - Laba Berjalan Stlh Pajak ADP) Pendapatan Usaha (realisasi/anggaran) Pendapatan Non Usaha - Penjualan AT Total Pendapatan EBIT Biaya Penyusutan (Depresiasi & Amortisasi) EBIT + Biaya Penyusutan Laba Setelah Pajak Efisiensi Produksi (realisasi/anggaran) Rata-rata Pemakaian Bahan Baku Produksi & Pengadaan (realisasi/anggaran) : Pupuk Urea Pupuk SP-36 Pupuk ZA Pupuk Phonska Pupuk DAP Pupuk NPK Kebomas Cement Retarder Aluminium Fluorida Crude Gypsum CO2 Cair Total Produksi & Pengadaan Tenaga Kerja (realisasi/anggaran) Dana PUKK Yang Disalurkan Dana PUKK Yang Tersedia Kolektibilitas Pinjaman PUKK Tertimbang Total Pinjaman PUKK SATUAN Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Kntm Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton Orang Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 JUMLAH 1,554,797 345,898 1,242,607 375,347 368,378 684,872 143,332 2,713,624 2,570,292 854,992 587,288 3,633,229 / 3,035,544 119,793 3,753,022 358,441 96,884 455,325 124,372 3,322298 / 3,685895 507,957 / 385,000 778,032 / 735,000 688,901 / 590,000 203,424 / 140,000 10,993 / 20,000 32,013 / 10,000 361,012 / 400,000 6,412 / 6,000 95,274 / 80,500 9,343 / 11,000 2,693,361 / 2,377,500 3,635 / 3,644 6,025 6,282 6,885 16,849

10

11

12 13 14

15 16 17 18 19

BPK RI

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

PT PETROKIMIA GRESIK
KEPATUHAN TERHADAP PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DAN PENGENDALIAN INTERN

Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2004

Nomor Tanggal

: 02.B/AUDITAMA V/GA/01/2005 : 31 Januari 2005

Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Jalan Gatot Subroto No. 31 Jakarta 10210 Telp. (021) 5700380, 5738740, 5720957, 5738727, 5704395 s.d. 9 pesawat 511 Fax. (021) 5700380, 5723995

Tindak lanjut Hasil Pemeriksaan tahun 2003 ……………………… 1 A. 10 13 15 17 20 22 25 . PT Petrokimia Gresik belum menerima pembayaran atas bagi hasil pendapatan jasa pelabuhan periode tahun 1996 s.939. B. Hak PT Petrokimia Gresik atas klaim pada pembelian bahan baku Rock Phosphate sebesar US$349.44 juta tidak sesuai ketentuan Perjanjian Fasilitas Kredit Ketahanan Pangan ……………………. 4. PT Petrokimia Gresik terlambat menyetorkan PPN Impor dan PPh 22 Impor kepada Negara ………………………………………….692. Penjualan pupuk sebesar Rp5. 3... LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN ATAS KEPATUHAN TERHADAP PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN Laporan Auditor Independen …………………………………………… Lampiran A 1.. Tindak lanjut Hasil Pemeriksaan tahun 2003 ……………………… LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN ATAS KEPATUHAN TERHADAP PENGENDALIAN INTERN Laporan Auditor Independen …………………………………………… Lampiran B 1.18 ribu ………………… 2.22 juta ………………………………. 3 4 7 9 II. B.. Terdapat sisa barang yang sudah dibeli dari tahun 2001 s.171. 2. Keputusan RUPS tentang penggunaan laba bersih untuk Program Bina Lingkungan tidak sesuai dengan ketentuan ………………….22 juta namun belum diambil oleh unit peminta barang ……………………………………………………………… 5. PT Petrokimia Gresik tidak melakukan rekonsiliasi bank secara teratur ……………………………………………………………… 6. 3.03 ribu belum diakui oleh Guizhou Wengfu Chemi-Phos & Exp Corp China ……………….765.d 2002 dari PT Pelindo III sebesar Rp1.d 2004 senilai Rp21. 4. Penjualan jasa kepada PT Petro Oxo Nusantara berpotensi merugikan perusahaan sebesar US$1. A.DAFTAR ISI I..

kontrak. kami melakukan pengujian terhadap kepatuhan PT Petrokimia Gresik terhadap pasal-pasal tertentu hukum. Oleh karena itu. pasal-pasal yang kami sebut BPK RI/AUDITAMA V .BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA Nomor : 02. berkaitan dengan unsur yang kami uji. tujuan audit kami atas laporan keuangan adalah tidak untuk menyatakan pendapat atas keseluruhan kepatuhan terhadap pasal-pasal tersebut. dan persyaratan bantuan yang berlaku bagi PT Petrokimia Gresik merupakan tanggung jawab manajemen. dan persyaratan bantuan. kontrak. dalam semua hal yang material. Kepatuhan perusahaan terhadap hukum. Sebagai bagian dari pemerolehan keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material. dan telah menerbitkan laporan Nomor : 02.B/AUDITAMA V/GA/01/2005 LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Kami telah mengaudit laporan keuangan PT Petrokimia Gresik tanggal 31 Desember 2004 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. PT Petrokimia Gresik mematuhi. Standar tersebut mengharuskan kami merencanakan dan melaksanakan audit untuk memperoleh keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material. peraturan. kami tidak menyatakan suatu pendapat seperti itu. Hasil pengujian kami menunjukkan bahwa.A/AUDITAMA V/GA/01/2005 tanggal 31 Januari 2005. peraturan. Kami melaksanakan audit berdasarkan Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan standar auditing yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Namun.

Namun kami mencatat masalah-masalah tertentu yang tidak material berkaitan dengan kepatuhan PT Petrokimia Gresik terhadap pasal-pasal tertentu hukum. dalam semua hal yang material. Auditor Utama Keuangan Negara V Penanggung Jawab Audit. Register Negara No. peraturan. pasal-pasal tersebut. tidak ada satupun yang kami ketahui yang menyebabkan kami percaya bahwa PT Petrokimia Gresik tidak mematuhi. Drs. D-1416 Jakarta. MA. kontrak. dan persyaratan bantuan disertai saran perbaikannya yang kami kemukakan pada lampiran A. Ak.dalam paragraf di atas. Berkaitan dengan unsur yang tidak kami uji. 31 Januari 2005 2 BPK RI/AUDITAMA V . Misnoto.

52. PT Petrokimia Gresik terlambat menyetorkan PPN Impor dan PPh 22 Impor kepada Negara PT Petrokimia Gresik (PT PG) memenuhi kebutuhan bahan baku untuk memproduksi pupuk dengan cara pembelian lokal dan impor. kalium klorida dan belerang. ammonium sulfat. Bahan baku yang diimpor antara lain amoniak.017.470.309. Disransar PT PG akan menyiapkan Pemberitahuan Impor Barang (PIB) yang kemudian diserahkan kepada Bagian Pajak dan Asuransi (Paransi).96. BPK RI/AUDITAMA V .Lampiran A 1.02.616. Pada setiap impor bahan baku. Selanjutnya dengan Memo No.02.037/11/LG.957. Sesuai Memo Departemen Distribusi Wilayah I Nomor 817/06/LG. Bagian Gudang diketahui bahwa atas bahan baku tersebut sudah dilakukan pembongkaran. asam fosfat.98. Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan secara uji petik diketahui terdapat beberapa Order Pembelian (Purchasing Order/PO) yang belum diselesaikan prosedur pabeannya (belum dibebaskan dari wewenang Bea dan Cukai).589.535. Sedangkan sesuai Memo No. Prosedur Pengadaan Bahan Baku menyebutkan bahwa pada setiap rencana kedatangan kapal yang akan mengirim bahan baku ke PT PG. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Departemen Distribusi Wilayah I dan Memo dari Departemen Distribusi Wilayah I yang ditujukan kepada Biro Perencanaan dan Gudang Material cq.02.645.236. Selanjutnya Bagian Paransi menyiapkan Surat Setoran Pabean Cukai Pajak (SSPCP) dan diserahkan ke Bagian Perbendaharaan untuk dilakukan pembayaran. Jumlah kewajiban tersebut terus terakumulasi sejak bulan Oktober 2003.01/21/MI/2004 tanggal 22 Nopember 2004 kepada Biro Keuangan dinyatakan bahwa jumlah kewajiban pajak impor per 22 Nopember 2004 adalah sebesar Rp127. yang ditujukan kepada Biro Keuangan dinyatakan bahwa PT PG mempunyai kewajiban pajak impor sebesar Rp71. Biro Pengadaan membuat pemberitahuan kepada Departemen Distribusi Sarana dan Pemasaran (Disransar) disertai lampiran spesifikasi bahan baku yang akan diserahkan ke PT PG sesuai dengan spesifikasi yang ada dalam kontrak antara PT PG dengan suplier bahan baku tersebut.01/21/MI/2005 tanggal 10 Januari 2005 dinyatakan bahwa posisi kewajiban pajak impor per 10 Januari 2005 adalah sebesar Rp48.022/01/LG.01/21/MI/2004 tanggal 14 Juni 2004 tentang PO-PO yang belum diselesaikan prosedur pabeannya. superfosfat.

00.98. BPK RI menyarankan agar PT PG mematuhi ketentuan perundang-undangan tentang perpajakan dan melakukan penyetoran secara tertib dan tepat waktu. 2. b. dan bagian dari bulan dihitung penuh 1 (satu) bulan. UU No.18 tahun 2000 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan Barang Mewah Pasal 11 ayat (1) jo Pasal 33 Peraturan Pemerintah No. dikenakan sanksi administrasi berupa denda bunga sebesar 2% (dua persen) sebulan yang dihitung dari jatuh tempo pembayaran. Keputusan RUPS tentang penggunaan laba bersih untuk Program Bina Lingkungan tidak sesuai dengan ketentuan Berdasarkan Laporan Keuangan PT PG per 31 Desember 2004 diketahui saldo akun Hutang Lain-lain sebesar Rp43.363. Dari saldo tersebut terdapat saldo sub akun 4 BPK RI/AUDITAMA V . Untuk selanjutnya kewajiban perpajakan atas impor yang terdiri dari PPh pasal 22 dan PPN impor akan ditingkatkan monitoringnya sehingga tidak akan terjadi lagi keterlambatan pelaporan dan pembayaran pajak.98 telah dilakukan pada bulan Januari 2005.589. Hal tersebut mengakibatkan a.309.309. PT PG berpotensi dikenakan sanksi administrasi sebesar 2% per bulan atas keterlambatan penyetoran pajak.50 tahun 1994 menyebutkan bahwa saat terutang untuk impor Barang Kena Pajak terjadi pada saat Barang Kena Pajak dimasukkan ke dalam Daerah Pabean Indonesia. Hal tersebut disebabkan PT PG lalai dalam memenuhi kewajiban penyetoran pajak impor kepada Negara.16 tahun 2000 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan Pasal 9 ayat (2a) menyatakan bahwa apabila pembayaran atau penyetoran pajak sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) atau ayat (2) dilakukan setelah tanggal jatuh tempo pembayaran atau penyetoran pajak. Negara terlambat menerima pembayaran PPN Impor dan PPh 22 Impor dari PT PG sebesar Rp48.589.Dari hasil pemeriksaan secara uji petik atas General Ledger (GL) PT PG Tahun Buku 2004 diketahui bahwa pelunasan pembayaran PPN Impor dan PPh 22 Impor pada umumnya terlambat dan baru dilunasi pada bulan Nopember dan Desember 2004. PT PG menjelaskan bahwa pembayaran sisa kewajiban sebesar Rp48. Selain itu UU No.236.236.590.819.

321.180.000 Rp 3.000 Rp21.020. 2003 adalah sebesar Rp21.000 Rp 1.127.548.519.072. Laba th 95-99/Pemb kel pra sejahtera &sejahtera I 5.000 Rp 2.214. Pendidikan dan Pembinaan Wilayah atas penyisihan laba dari Tahun Buku 1973 s. Laba th 2003 utk Pembinaan Wilayah Jumlah PENGGUNAAN DANA 1.00. RUPS antara lain menetapkan penggunaan dana untuk Program Kemitraan dan Bina Lingkungan masingmasing sebesar Rp1.335. Penyaluran th 2003 7. Penyaluran th 2002 6. Dari Risalah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT PG tentang Persetujuan Laporan Tahunan Pengesahan Perhitungan Tahunan dan Penggunaan Laba Bersih Tahun Buku 2003 yang dilaksanakan tanggal 1 Juni 2004 diketahui bahwa laba bersih konsolidasian PT PG Tahun Buku 2003 sebesar Rp108.d.00 dan Rp2.590.495.833. Proyek LIK Gresik 3.512.738.353.00. 5 BPK RI/AUDITAMA V .00 atau sekitar 1% dan 2% dari seluruh total laba bersih konsolidasian.00 sedangkan jumlah yang sudah disalurkan sebesar Rp17.272.000. Laba th 2001 utk Pembinaan Wilayah 7.180.000 Rp 1.335.833.175.00.821. Dalam jumlah perolehan dana tersebut diantaranya merupakan perolehan dari laba Tahun Buku 2003 sebesar Rp2.212.767 Rp 655.759.000.877.175.537.180.Dana Pra Sejahtera dan Sosial.375.000.877.500.714. Penyaluran th 2000 4.000 Rp 821.175.900 Rp 2. Dipindah ke cadangan 5.094 Rp 4.321 Rp 3. Penyaluran th 2004 8.000.000.678.000 Rp 22.000 Rp 1.730.000.514.821 Rp 6.500 Tabel di atas menunjukkan bahwa jumlah Dana Pra Sejahtera dan Sosial.000 Rp 932. Dana tersebut merupakan dana pemegang saham/Pemerintah yang disisihkan dari pembagian laba dengan perolehan dana dan penggunaan dana terinci sebagai berikut: PEROLEHAN DANA 1. Laba th 2002 utk Pembinaan Wilayah 8. Pemindahan sisa dana pendidikan sd th 1988 4.714.000.990.460 Rp 821.990.000. Laba th 1973 sd 1988 2.00 atau 2% dari laba bersih konsolidasian. Bantuan bencana alam Jumlah SISA DANA Rp 5.100 Rp17.212.015. Laba th 2000 utk Pembinaan Wilayah 6. Pemindahan cad dasar SK Menkeu 702/M/D/82 3.087.180. Partisipasi sd th 1999 2.871 Rp 8.500.00 sehingga masih terdapat saldo per 31 Desember 2004 sebesar Rp3.950 Rp 350.714. Pendidikan dan Pembinaan Wilayah sebesar Rp3.548.000.175.335.

Di sisi lain. Ayat (4) Dalam kondisi tertentu besarnya dana Program Bina Lingkungan yang berasal dari penyisihan laba setelah pajak ditetapkan lain dengan persetujuan Menteri/RUPS Dengan pertimbangan perusahaan masih mempunyai saldo Dana Pra Sejahtera dan Sosial. Pendidikan & Pembinaan Wilayah tersebut seharusnya disetorkan ke rekening Program Bina Lingkungan dan dikelola oleh unit PKBL. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003.872. Pendidikan dan Pembinaan Wilayah per 31 Desember 2003 sebesar Rp5.714.Ketentuan tentang penetapan dan penggunaan dana untuk Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan diatur dalam Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. 6 BPK RI/AUDITAMA V . Bab III pasal 8 Keputusan Menteri BUMN tersebut menyatakan: Ayat (1) Dana Program Kemitraan bersumber dari penyisihan laba setelah pajak sebesar 1% (satu persen) sampai dengan 3% (tiga persen). Ayat (2) Dana Program Bina Lingkungan bersumber dari penyisihan laba setelah pajak maksimal sebesar 1% (satu persen).500.600.089.180.00 yang belum disalurkan.335. hasil bunga pinjaman.175. selaras dengan pelaksanaan Keputusan Menteri BUMN No. Ayat (3) Besarnya dana Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan yang berasal dari penyisihan laba setelah pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) ditetapkan oleh RUPS untuk PERSERO dan Menteri untuk PERUM.00 akan disampaikan/dilaporkan dalam RUPS kinerja tahun 2004. hasil bunga deposito dan atau jasa giro dari dana Program Bina Lingkungan.00 tidak tepat sasaran dan dapat digunakan untuk kepentingan lain. jika ada. bunga deposito dan atau jasa giro dari dana Program Kemitraan setelah dikurangi beban operasional.872. dan pelimpahan dana Program Kemitraan dari BUMN lain. saldo Dana Prasejahtera & Sosial. Hal tersebut mengakibatkan pengalokasian laba bersih tahun buku 2003 untuk Program Bina Lingkungan sebesar Rp2.00. Pendidikan & Pembinaan Wilayah sebesar Rp5.000. PT PG menjelaskan bahwa sisa dana sebesar Rp3.600.KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan Badan Usaha Milik Negara dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan. Hal tersebut terjadi karena RUPS dalam menetapkan alokasi laba bersih tidak mempertimbangkan adanya saldo Dana Prasejahtera & Sosial. RUPS seharusnya tidak perlu lagi mengalokasikan dana untuk Program Bina Lingkungan.089.

3. Permohonan kredit tersebut harus dilengkapi dengan antara lain rencana kebutuhan kredit berdasarkan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang dibuat oleh Kelompok Tani dan telah disetujui baik oleh Dinas teknis terkait maupun PT PG yang akan menentukan jumlah pagu pokok pinjaman. 382/07/TU.04. penetapan alokasi laba bersih untuk Program Bina Lingkungan memperhatikan saldo yang belum tersalurkan.04.113/02/TU. Fasilitas KKP ini mendapat penjaminan dari Perum Sarana Pengembangan Usaha (Perum SPU) dan PT Asuransi Kredit Indonesia (PT Askrindo).BPK RI menyarankan agar dalam RUPS kinerja tahun 2004. Penjualan pupuk PT PG dengan fasilitas KKP dilaksanakan dalam tahun 2001 dan 2002 yang dituangkan dalam dua perjanjian. dan pada akhirnya dibuat Berita Acara Serah Terima Barang (BASTB) antara PT PG dengan Kelompok Tani.06/ SP/2001 tanggal 21 Pebruari 2001 dengan penjamin Perum SPU. Kelompok Tani yang telah mendapat persetujuan dari PT PG dan memenuhi persyaratan yang telah ditentukan dapat mengajukan permohonan fasilitas KKP kepada PT Bank Bukopin. ZA dan Phonska yang disebut dengan paket pupuk Phonska kepada Kelompok Tani dengan dukungan fasilitas kredit untuk produksi pertanian atau Kredit Ketahanan Pangan (KKP) dari PT Bank Bukopin. dan (2) Perjanjian No. Sedangkan untuk 7 BPK RI/AUDITAMA V .692.44 juta tidak sesuai ketentuan Perjanjian Fasilitas Kredit Ketahanan Pangan PT PG melakukan penjualan pupuk Urea. BASTB merupakan dasar PT PG untuk membuat faktur penjualan yang dipakai untuk mengakui adanya piutang. PT PG dapat melakukan pendistribusian pupuk yang dimulai dengan membuat perjanjian penjualan paket pupuk Phonska antara PT PG dengan Kelompok Tani. yaitu : (1) Perjanjian No.06/54/SP/2002 tanggal 16 Juli 2002 dengan penjamin PT Askrindo. Setelah adanya Perjanjian Kredit. Selanjutnya akan dibuat Perjanjian Kredit dengan Kelompok Tani yang telah disetujui PT Bank Bukopin untuk mendapat KKP. Dalam perjanjian tersebut dinyatakan bahwa Kelompok Tani wajib melunasi hutangnya setelah jangka waktu tertentu ditambah bunga dan atau denda tunggakan. KKP merupakan peminjaman uang berdasarkan persetujuan pinjam meminjam antara PT Bank Bukopin dengan Kelompok Tani yang membeli paket pupuk Phonska dari PT PG yang dituangkan dalam Perjanjian Kredit. Penjualan pupuk sebesar Rp5. Selanjutnya PT Bank Bukopin melakukan penelitian dan memberikan keputusan kredit.

620.290.00 yang belum mendapat persetujuan dari PT Bank Bukopin. PT PG mengakui adanya pelunasan piutang.099.00 sehingga terdapat penjualan paket pupuk Phonska yang telah dilakukan PT PG dalam kerangka fasilitas KKP diperkirakan sebesar Rp6.675.50.00. Rincian penjualan pupuk tersebut adalah sebagai berikut : No.085. PT PG sudah menyalurkan pupuk kepada Kelompok Tani sebelum fasilitas KKP disetujui oleh PT Bank Bukopin dan Perjanjian Kredit dibuat.251. Terhadap penjualan paket pupuk Phonska dalam kerangka fasilitas KKP yang tidak memperoleh persetujuan kredit dari PT Bank Bukopin.581.50 dan dalam tahun 2004 (s. Sampai dengan akhir Desember 2003.000. Dengan adanya pembayaran dari PT Bank Bukopin dan bukti transfer.547.442.225. Berdasarkan laporan per 31 Mei 2002 sesuai Memo No.PT Bank Bukopin.367. Hal ini menunjukkan terdapat penjualan paket pupuk Phonska dalam kerangka fasilitas KKP yang tidak mendapat persetujuan KKP dari PT Bank Bukopin sebesar Rp5.00.02/54/MI/2002 tanggal 24 Juni 2002 diketahui bahwa PT PG diperkirakan sudah menyalurkan pupuk sebesar Rp22.692.692. 1.441.50. b.992.441.108.402. Dengan demikian jumlah pembayaran yang telah diterima PT PG seluruhnya sebesar Rp4.00 5.547.00. PT PG mengalihkannya sebagai penjualan kredit PT PG.246. Berdasarkan data perkembangan pinjaman Kelompok Tani peserta KKP per akhir Nopember 2004 diketahui bahwa jumlah pengalihan yang menjadi penjualan kredit PT PG adalah sebesar Rp5.320.498.d akhir Nopember) menerima pembayaran sebesar Rp25.50 c.470.441.417.170.077.606.466.1/06/KU.547.00 49. 3.984.814. 2. 8 BPK RI/AUDITAMA V . Propinsi Jawa Timur Jawa Tengah Jawa Barat Jumlah Nilai Penyaluran Pupuk (Rp) 2.02.612. Berdasarkan data perkembangan pinjaman Kelompok Tani peserta KKP diketahui bahwa jumlah penjualan pupuk kepada Kelompok Tani sebesar Rp5.50 dan yang belum dilunasi (piutang) sebesar Rp1. tetapi fasilitas KKP yang sudah disetujui PT Bank Bukopin dan dibuat Perjanjian Kreditnya baru sebesar Rp15.50 3. BASTB digunakan untuk mencairkan KKP kepada Kelompok Tani dan langsung dipindahbukukan ke rekening PT PG.943.227. PT PG telah menerima pembayaran dari Kelompok Tani sebesar Rp4.50 belum seluruhnya dilunasi.692.709.441.692.547. Dari hasil pemeriksaan atas penjualan pupuk dengan fasilitas KKP dapat dikemukakan hal-hal berikut : a.

943. Atas sisa piutang tersebut. yaitu pembebanan jasa keahlian kepada perusahaan afiliasi belum dipungut PPN sebesar Rp362. Tindak lanjut Hasil Pemeriksaan tahun 2003 Dalam pemeriksaan Tahun Buku 2003 terdapat satu temuan. jumlah. PT PG telah menerbitkan faktur PPN atas transaksi pembebanan jasa keahlian kepada perusahaan afiliasi. harga. PT PG menjelaskan bahwa hal tersebut terjadi karena petani membutuhkan pupuk dengan segera sedangkan proses administrasi di bank lama. Hal tersebut mengakibatkan adanya potensi kerugian yaitu resiko tidak tertagihnya piutang diperkirakan sebesar Rp1. PT PG telah melaksanakan tindak lanjut temuan tersebut yaitu dengan mencadangkan hutang PPN terhadap karyawan yang diperbantukan kepada perusahaan afiliasi. akan diupayakan penagihannya dan dilakukan survey untuk mendapatkan data kemampuan petani dalam melunasi piutang. mutu.Sesuai Pasal 2 Perjanjian Kredit untuk produksi pertanian atau KKP yang menggunakan paket pupuk Phonska.597. BPK RI menyarankan agar PT PG tetap mengupayakan penagihannya dengan lebih intensif.70.470.553. Sedangkan mulai tahun 2004. 4. Hal ini terjadi karena PT PG melakukan penyaluran pupuk berdasarkan RDKK yang dibuat Kelompok Tani tanpa adanya persetujuan dari PT Bank Bukopin. waktu dan tempat yang tertuang dalam Perjanjian Penjualan antara PT PG dengan Kelompok Tani yang memperoleh fasilitas kredit dari PT Bank Bukopin.085.00. BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA 9 BPK RI/AUDITAMA V . seharusnya PT PG tidak menyalurkan pupuk kepada Kelompok Tani sebelum adanya persetujuan dari PT Bank Bukopin. Dalam pasal tersebut antara lain dinyatakan bahwa PT PG melaksanakan penyediaan paket pupuk Phonska sesuai jenis.

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
Nomor : 02.B/AUDITAMA V/GA/01/2005

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Kami telah mengaudit laporan keuangan PT Petrokimia Gresik tanggal 31 Desember 2004 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, dan telah menerbitkan laporan Nomor: 02.A/AUDITAMA V/GA/01/2005 tanggal 31 Januari 2005. Kami melaksanakan audit berdasarkan Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan standar auditing yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Standar tersebut mengharuskan kami untuk merencanakan dan melaksanakan audit untuk memperoleh keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material. Dalam perencanaan dan pelaksanaan audit kami atas laporan keuangan PT Petrokimia Gresik untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004, kami mempertimbangkan pengendalian intern entitas tersebut untuk menentukan prosedur audit yang kami laksanakan untuk menyatakan pendapat kami atas laporan keuangan dan tidak dimaksudkan untuk memberikan keyakinan atas pengendalian intern tersebut. Manajemen PT Petrokimia Gresik bertanggung jawab untuk menyusun dan memelihara suatu pengendalian intern. Dalam memenuhi tanggung jawabnya tersebut, diperlukan estimasi dan pertimbangan dari pihak manajemen tentang taksiran manfaat dan biaya yang berkaitan dengan pengendalian intern. Tujuan suatu pengendalian intern adalah untuk memberikan keyakinan memadai, bukan keyakinan absolut, kepada manajemen bahwa 10
BPK RI/AUDITAMA V

aktiva terjamin keamanannya dari kerugian sebagai akibat pemakaian atau pengeluaran yang tidak diotorisasi dan bahwa transaksi dilaksanakan dengan otorisasi manajemen dan dicatat semestinya untuk memungkinkan penyusunan laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Karena adanya keterbatasan bawaan dalam setiap pengendalian intern, kekeliruan atau ketidakberesan dapat saja terjadi dan tidak terdeteksi. Begitu juga, proyeksi setiap evaluasi atas pengendalian intern ke periode yang akan datang mengandung risiko bahwa suatu prosedur menjadi tidak memadai lagi karena perubahan kondisi yang terjadi atau efektifitas desain dan operasi pengendalian intern tersebut telah berkurang. Untuk tujuan laporan ini, kami menggolongkan pengendalian intern signifikan ke dalam kelompok berikut ini: • Produksi • Pemasaran • Keuangan • Teknologi & Pengembangan • SDM & Umum Untuk semua golongan pengendalian intern tersebut di atas, kami memperoleh pemahaman tentang desain pengendalian intern yang relevan dan apakah pengendalian intern tersebut dioperasikan, serta kami menentukan risiko pengendalian. Pertimbangan kami atas pengendalian intern tidak perlu mengungkapkan semua masalah dalam pengendalian intern yang mungkin merupakan kelemahan material menurut Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan. Suatu kelemahan material adalah kondisi yang dapat dilaporkan yang di dalamnya desain dan operasi satu atau lebih komponen pengendalian intern tidak mengurangi risiko ke tingkat yang relatif rendah tentang terjadinya kekeliruan dan ketidakberesan dalam jumlah yang akan material dalam hubungannya dengan laporan keuangan auditan dan tidak terdeteksi dalam waktu semestinya oleh karyawan dalam melaksanakan normal fungsi yang ditugaskan kepadanya. Kami mencatat bahwa tidak ada masalah berkaitan dengan pengendalian intern dan

11

BPK RI/AUDITAMA V

operasinya yang kami pandang memiliki kelemahan material sebagaimana kami definisikan di atas. Namun, kami mencatat masalah-masalah tertentu berkaitan dengan pengendalian intern dan operasinya disertai saran perbaikannya yang kami kemukakan pada Lampiran B.

Auditor Utama Keuangan Negara V Penanggung Jawab Audit,

Drs. Misnoto, MA, Ak. Register Negara No. D-1416 Jakarta, 31 Januari 2005

12

BPK RI/AUDITAMA V

00 atau sebesar 5% dari modal sendiri PT PON sebesar US$47. Sedangkan NBA dan IBA dipergunakan sebagai bahan baku pembuatan cat. Dengan adanya fasilitas pelabuhan dan sewa rute pipa.02/45/SP/1996 tanggal 14 Nopember 1996. Nilai penyertaan saham PT PG yang akan ditempatkan adalah sebesar US$2. Penjualan jasa kepada PT Petro Oxo Nusantara berpotensi merugikan perusahaan sebesar US$1.d April 2001. Octanol adalah bahan kimia dasar berbentuk alkohol cair yang dipergunakan sebagai bahan dalam proses pembuatan plastik. PT PON yang didirikan di Jakarta pada tahun 1996 dapat menggunakan pelabuhan PT PG untuk membongkar bahan baku dan memuat produknya dari Pabrik Octanol di Gresik. Pada periode tahun 1996 s. Pabrik Octanol tersebut menghasilkan tiga produk yaitu 2-Ethyl Hexanol (2EH atau Octanol). jasa pelabuhan. dan Iso-Butyl Alcohol (IBA). PT Tirtamas Majutama dan PT PG yang dalam hal ini diwakili oleh Direktur Utama. Penyertaan tersebut dilakukan PT PG dalam bentuk antara lain : pemberian harga khusus selama 8 tahun untuk jasa bongkar/muat pelabuhan dan sewa rute pipa. Normal-Butyl Alcohol (NBA). PT PG telah melakukan penjualan jasa pelabuhan dan persewaan kepada PT Petro Oxo Nusantara (PT PON) dengan tarif khusus atau di bawah tarif yang berlaku umum.50 per ton dan untuk sewa rute pipa sebesar US$1. yaitu untuk jasa pelabuhan sebesar US$1. b.456/11/01. PT PG diwakili oleh Direktur Utama. Pemberian tarif khusus tersebut dimaksudkan sebagai bentuk persiapan penyertaan saham PT PG pada PT PON.000.Lampiran B 1.00. Tarif umum jasa pelabuhan dan sewa rute pipa masing-masing sebesar US$3.000.171. PT PG juga menjual produk non pupuk yang antara lain berupa penjualan produk utilitas.454/11/01. Persiapan penyertaan saham PT PG pada PT PON telah dilakukan dengan ditandatanganinya dokumen berikut : a.50 per inci meter per tahun.18 ribu Selain menjual produk pupuk.02/45/SP/ 1996 tanggal 14 Nopember 1996 yang ditandatangani tiga pihak. Perjanjian ini merupakan pelaksanaan dari perjanjian penyertaan saham di atas yang mengatur masalah penjualan jasa PT PG kepada PT PON atas jasa pelabuhan dan sewa 13 BPK RI/AUDITAMA V .000. Surat Perjanjian antara PT PG dengan PT PON tentang Sewa Menyewa Fasilitas No.350. Surat Perjanjian Penyertaan Saham PT PG Dalam PT PON No. dan persewaan. yaitu PT Eterindo Anugerah Prakarsa.00 dan untuk maksud penyertaan diberikan tarif khusus (50%).

rute pipa. Dalam perjanjian dinyatakan bahwa tarif khusus untuk jasa pelabuhan sebesar US$1,50 per ton dan untuk sewa rute pipa sebesar US$1,50 per inci meter per tahun. Tarif khusus tersebut diberikan pada periode tahun 1996 s.d April 2001, sedangkan mulai bulan Mei 2001 PT PG tidak lagi memberikan tarif khusus yaitu untuk jasa pelabuhan sebesar US$3,00 per ton dan untuk sewa rute pipa sebesar US$3,00 per inci meter per tahun. Hal tersebut dilakukan setelah PT PG melakukan analisis dan penelitian mendalam atas rencana penyertaan saham PT PG pada PT PON. Melalui surat No.1454/05/KU.01.04/04/DR/2001 tanggal 15 Mei 2001 yang ditujukan kepada PT PON, PT PG menyatakan tidak ikut dalam penyertaan saham pada PT PON karena kinerja perusahaan tersebut kurang baik. Sedangkan pemberitahuan tentang perubahan tarif masing-masing menjadi sebesar US$3,00 dilakukan melalui surat Kepala Kompartemen Komersial No.1604/05/SA.04.05/23/DR/2001 tanggal 28 Mei 2001. Dengan ketidakikut-sertaan PT PG dalam penyertaan saham, maka PT PG merencanakan akan melakukan addendum atas Surat Perjanjian yang sedang berjalan. Sementara terhadap kekurangan pembayaran yang merupakan nilai persiapan penyertaan yang telah terhimpun s.d April 2001 sebesar US$1.171.178,48, PT PG telah melakukan penagihan kepada PT PON melalui dua faktur dengan rincian sebagai berikut:
No. FAKTUR 0554/FK.JL-FU/2001 0560/FK.JL-FU/2001 TANGGAL URAIAN JUMLAH (US$) 581.678,48 589.500,00 1.171.178,48

28 Mei 2001 Jasa pelabuhan 1998 s.d April 2001 30 Mei 2001 Sewa rute pipa Nov 1996 s.d Nov 2001 Total

Menanggapi kedua surat tersebut di atas dan adanya tagihan tersebut, PT PON melalui surat No.F-PJAR/PKG-035/VII/2001 tanggal 6 Juli 2001 meminta penjelasan kepada PT PG atas kekurangan tagihan biaya sewa tahun 1996 s.d 2001 karena dalam surat PT PG No.1604/05/SA.04.05/23/DR/2001 tanggal 28 Mei 2001 hanya menyebutkan tentang penggunaan tarif baru sebesar US$3,00 mulai bulan Mei 2001. Hal ini menunjukkan PT PON merasa keberatan atas tagihan yang dilakukan oleh PT PG, sehingga sampai dengan akhir bulan Desember 2004 PT PON belum melunasi tagihan tersebut, sementara itu addendum Surat Perjanjian masih dalam proses. Pembuatan addendum tersebut sesuai dengan kesepakatan para pihak yang dituangkan dalam Side Letter No.457/11/01.02/45/SP/1996 tanggal 14 Nopember 1996 yang menyatakan bahwa apabila PT PG tidak jadi ikut dalam penyertaan saham pada PT PON, maka semua Surat Perjanjian yang telah dibuat akan dilakukan perubahan seperlunya sesuai peraturan yang berlaku. Seharusnya addendum atas Surat Perjanjian yang berkaitan dengan persiapan penyertaan saham PT PG pada PT PON telah dibuat dengan merubah tarip khusus yang 14 BPK RI/AUDITAMA V

telah diberikan menjadi tarip umum dalam penggunaan fasilitas PT PG oleh PT PON untuk periode tahun 1996 s.d April 2001. Hal tersebut mengakibatkan PT PG tidak dapat menggunakan dana dari hasil penjualan jasa pelabuhan dan persewaan pada periode tahun 1996 s.d Nopember 2001 sebesar US$1.171.178,48. Masalah tersebut disebabkan PT PG tidak segera mengajukan pembuatan addendum Surat Perjanjian atas ketidakikut-sertaannya dalam penyertaan saham pada PT PON. PT PG menjelaskan bahwa Manajemen PT PG menyadari adanya permasalahan piutang kepada PT PON sebesar US$1.171.178,48. Atas permasalahan tersebut PT PG akan menawarkan penyelesaian kepada PT PON dengan cara melakukan reschedule sebesar US$1.171.178,48. Adanya Surat Perjanjian Penyertaan Saham piutang

No.456/11/01.02/45/SP/1996 tanggal 14 Nopember 1996 dan Surat Perjanjian Sewa Menyewa Fasilitas No.454/11/01.02/45/SP/1996 tanggal 14 Nopember 1996 merupakan persiapan apabila PT PG dapat ikut dalam kepemilikan saham PT PON. BPK RI menyarankan agar PT PG melakukan penagihan secara intensif atas nilai persiapan penyertaan yang sudah terhimpun s.d April 2001 sebesar US$1.171.178,48 dan mempercepat penyelesaian pembuatan addendum Surat Perjanjian. 2. Hak PT Petrokimia Gresik atas klaim pada pembelian bahan baku Rock Phosphate sebesar US$349,03 ribu belum diakui oleh Guizhou Wengfu Chemi-Phos Imp & Exp Corp China PT PG pada tahun 2003 menandatangani kontrak pengadaan bahan baku Rock Phosphate (RP) dengan Guizhou Wengfu Chemi-Phos Imp & Exp Corp (GWCPIEC) China No. WFPGPR0304 tanggal 15 Juli 2003. RP tersebut akan digunakan sebagai bahan baku pupuk SP-36. Jumlah RP yang dibeli sesuai perjanjian adalah 300.000,00 MT dengan jenis low grade, yang akan dikirim dalam 7 kali pengapalan (shipment) mulai Agustus 2003 s.d Juni 2004 berdasarkan Order Pembelian/Purchasing Order (PO) yang diterbitkan oleh PT PG. Kesepakatan yang disetujui kedua belah pihak antara lain adalah pembayaran dilakukan dengan cara menggunakan usance L/C, dan PT PG berhak mengajukan klaim atas kualitas RP yang dikirimkan oleh GWCPIEC jika terdapat perbedaan antara sertifikat kualitas (certificate of analysis) yang dikeluarkan pada saat pemuatan ke kapal dan sertifikat kualitas pada saat tiba di pelabuhan bongkar (discharging) yang dilakukan oleh Sucofindo, dengan ketentuan sebagai berikut:

15

BPK RI/AUDITAMA V

a. Setiap 0,10% penyimpangan kandungan P2O5, PT PG berhak atas klaim sebesar US$0,145/MT. b. Setiap 0,10% penyimpangan kandungan MgO, PT PG berhak atas klaim sebesar US$0,046/MT. c. Setiap 0,10% penyimpangan kandungan H2O, PT PG berhak atas klaim sebesar kelebihan kuantitas H2O dikalikan harga RP. Hasil pemeriksaan terhadap dokumen pengadaan RP dari GWCPIEC adalah sebagai berikut: a. Selama tahun 2004 dilakukan 5 kali pengiriman melalui kapal sebanyak 187.836,00 MT. Setelah tiba di gudang Gresik dilakukan uji kualitas yang dilakukan oleh Sucofindo. Dari hasil uji kualitas diketahui bahwa PO No.352/LN/2004 sebanyak 37.102,00 MT memenuhi standar kualitas yang ditetapkan dalam perjanjian. Sedangkan terhadap 4 PO lainnya yaitu No.865/LN/2003, No.062/LN/2004, No.149/LN/2004 dan No.440/LN/2004 sebanyak 150.734,00 MT, kualitasnya berada di bawah standar yang ditetapkan dalam perjanjian sehingga PT PG berhak atas klaim. b. Terhadap RP yang kualitasnya di bawah standar, PT PG telah mengirimkan surat pemberitahuan kepada GWCPIEC sebanyak 5 kali, terakhir dengan faximili No.86-8516831558/65-62221422 tanggal 6 September 2004. Dalam surat pemberitahuan tersebut dijelaskan bahwa atas PO No.440/LN/2004, PT PG berhak atas klaim sebesar US$81.618,50 setara Rp758.235.865,00 (kurs US$1,00 = Rp9.290,00). Sedangkan untuk 3 PO lainnya jumlah klaim yang diperhitungkan adalah sebesar US$140.987,15 setara Rp1.309.770.623,50 sehingga total perhitungan klaim atas keempat PO tersebut adalah sebesar US$222.605,65 setara Rp2.068.006.488,50. Atas semua klaim tersebut, GWCPIEC belum memberikan tanggapan kepada PT PG sehingga PT PG belum melakukan penagihan. c. Dari hasil perhitungan kembali (rekalkulasi) atas klaim yang sudah diberitahukan kepada GWCPIEC diketahui bahwa dalam perhitungan klaim yang dilakukan oleh PT PG terdapat kekeliruan dan diperhitungkan terlalu kecil dari yang seharusnya. Jumlah perhitungan klaim yang sudah diberitahukan kepada GWCPIEC atas 4 PO tersebut di atas sebesar US$222.605,65 setara Rp2.068.006.488,50 sedangkan hasil perhitungan kembali sebesar US$288.984,60 setara Rp2.684.666.934,00, sehingga terjadi kekurangan perhitungan sebesar US$66.378,95 (US$288.984,60 – US$222.605,65) setara Rp616.660.445,50. 16 BPK RI/AUDITAMA V

Pada tahun 2004 PT PG mengikat kontrak baru dengan GWCPIEC dengan kontrak No.583.594. PT Petrokimia Gresik belum menerima pembayaran atas bagi hasil pendapatan jasa pelabuhan periode tahun 1996 s.d September 2005.242. PT PG menjelaskan bahwa pihaknya telah mengajukan surat klaim kepada Guizhou Wengfu Chemi-Phos Imp & Exp Corp China dan penagihan klaim secara financial sebesar US$349.WFPGPR0405 tanggal 13 Juli 2004.210. Hasil uji kualitas yang dilakukan Sucofindo menunjukkan bahwa RP atas PO No.594.025.829. Dengan demikian secara keseluruhan PT PG berhak atas klaim sebesar US$349.508.00 yang terdiri dari piutang kepada pihak ketiga sebesar Rp23.693. Hal tersebut disebabkan PT PG kurang tegas dalam menerapkan isi kontrak No.299. Isi dari kontrak baru tersebut sama dengan kontrak sebelumnya.60 + US$60.00.40.76) setara Rp3.22 juta Laporan Keuangan PT PG per 31 Desember 2004 antara lain menunjukkan saldo akun Piutang lain-lain sebesar Rp49.040.660.00 dan piutang kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebesar Rp26.00 MT.025. Masa berlaku kontrak adalah sejak ditandatangani kontrak s.36 setara Rp3.00 MT dan 41.76 setara Rp557.040.025. Selama tahun 2004 GWCPIEC telah melakukan dua kali pengiriman dengan PO No.445.778.445. Hasil perhitungan atas penyimpangan kualitas yang menjadi hak atas klaim PT PG adalah sebesar US$60. 3. PT PG seharusnya menghitung klaim secara cermat atas kualitas RP yang tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan dalam kontrak dan segera melakukan penagihan.WFPGPR0304 tanggal 15 Juli 2003 dan WFPGPR0405 tanggal 13 Juli 2004 atas pengiriman RP yang dilakukan oleh GWCPIEC yang kualitasnya di bawah standar. BPK RI menyarankan agar PT PG melakukan penagihan klaim kepada GWCPIEC atas pengiriman barang yang tidak sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan dalam kontrak.017.242. Dari jumlah tersebut diantaranya terdapat piutang 17 BPK RI/AUDITAMA V .d.284.619/LN/2004 dan No. Hal tersebut mengakibatkan PT PG tidak dapat memanfaatkan dana dengan segera sebesar US$349.619/LN/2004 kualitasnya di bawah standar yang ditetapkan.36 (US$288.d 2002 dari PT Pelindo III sebesar Rp1.491.234.40.663/LN/2004 masing-masing sebanyak 36.984.40.444.765.36 akan dilakukan setelah GWCPIEC sepakat dengan surat klaim Biro Pengadaan.

Dalam SPK antara lain dinyatakan bahwa Dermaga Khusus PT PG digunakan untuk tambat/sandar. Sedangkan untuk tarif sewa permukaan air diperlakukan tarif Pelabuhan Gresik. PT PG telah mengikat perjanjian dengan PT Pelindo III dengan Surat Perjanjian Kerjasama (SPK) Nomor 82/301/1980 ---513/IX/SPK/J/DIR/1980 tanggal 23 September 1980 tentang Pengelolaan Dermaga Khusus Petrokimia. Penyerahan hasil pendapatan jasa-jasa pelabuhan oleh masing-masing pihak dilakukan paling lambat tanggal 15 bulan berikutnya. Berdasarkan nota tagihan tersebut.d Maret 2002. 2. Adapun pembagian hasil pendapatan jasa-jasa pelabuhan yang dipungut dari pihak ketiga ditetapkan sebagai berikut: No 1. bongkar. 18 BPK RI/AUDITAMA V . yang berlaku surut terhitung mulai tanggal 7 Agustus 1979.765. PT PG membuat faktur tagihan kepada PT Pelindo untuk mendapatkan bagi hasil jasa pelabuhan. namun PT Pelindo III belum melakukan pembayaran.758.765. 4.kepada PT Pelindo III sebesar Rp1. sedangkan PT PG hanya mengadministrasikan dan menagih penjualan air kepada pihak ketiga. hirepurchase dan kapal-kapal lain yang digunakan untuk mengangkut barang-barang guna keperluan pihak kedua dan atau barang pihak ketiga.42 yang merupakan pendapatan di luar usaha yaitu tagihan atas bagi hasil pendapatan pengelolaan jasa pelabuhan periode tahun 1996 s. Tarif jasa pelabuhan ditetapkan sesuai dengan peraturan dan ketentuan tarif yang berlaku di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.d 2002 sebesar Rp1.223.42. Untuk tagihan periode tahun 1996 s. Sejak tagihan terakhir bulan Maret 2002. muat dan bunker baik untuk kapal-kapal milik. PT Pelindo III menyediakan semua blanko pemakaian-pemakaian jasa pelabuhan oleh pihak ketiga sekaligus melakukan penagihannya.d 2002. Cara pelaksanaan pungutan jasa pelabuhan diatur dan ditetapkan oleh Pihak Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. 3. Dalam pengelolaan jasa pelabuhan tersebut. PT PG telah mengeluarkan faktur tagihan dari bulan April 1996 s. Keterangan Uang tambat Wharfage/Uang Dermaga Pas Pelabuhan Penjualan Air PT PG 50% 50% 50% 80% PT Pelindo III 50% 50% 50% 20% Dalam pengelolaan dermaga tersebut. charter.223. PT PG tidak pernah lagi melakukan penagihan atau mengupayakan rekonsiliasi sehingga sd tanggal 31 Desember 2004 saldo piutang PT PG kepada PT Pelindo III tidak ada mutasi sama sekali. Salinan perhitungan nota tagihan kepada pihak ketiga atas pemakaian jasa pelabuhan dikirim kepada PT PG. Dalam SPK tersebut PT Pelindo III diwakili oleh Administrator Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.758.

19 BPK RI/AUDITAMA V . Asal piutang Faktur th 1996 Faktur th 1997 Faktur th 1998 Faktur th 1999 Faktur th 2000 Faktur th 2001 Faktur th 2002 Jumlah Nilai 1.840. 1. 4. 3.00 1.968. 63 tahun 2002 tentang Tarif Jasa Pelayanan Kepelabuhanan oleh Penyelenggara Pelabuhan di Kabupaten Gresik. pada tanggal 11 Juli 2002 Bupati/Kepala Pemerintah Daerah Kabupaten Gresik mengeluarkan Keputusan No.735. Hal tersebut mengakibatkan timbulnya piutang macet PT PG kepada PT Pelindo III per 31 Desember 2004 sebesar Rp1. 5.758.50 1. pada tanggal 20 Nopember 2001 Pemerintah Daerah Gresik mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) No.42.36 2. Dengan dikeluarkannya keputusan ini maka pengelolaan jasa Kepelabuhanan Dermaga Khusus PT PG tidak lagi dilakukan oleh PT Pelindo III melainkan diambil alih oleh Pemda Kabupaten Gresik. Pasal 11 ayat (3) Perda tersebut menyatakan bahwa kewenangan pengelolaan wilayah perairan dalam batas 4 mil dari daratan sepanjang teritorial wilayah daratan kabupaten Gresik berada ditangan Pemerintah Kabupaten Gresik.765.765.Sejalan dengan pelaksanaan otonomi daerah. 6.223.72 274.758.765.34 1.146.765. Seharusnya bagi hasil pendapatan jasa pelabuhan dapat diterima PT PG paling lambat setiap tanggal 15 bulan berikutnya.00 2.758.42 yang merupakan bagi hasil jasa pelabuhan dari tahun 1996 sd 2002 dapat dirinci sebagai berikut: No. Hal tersebut disebabkan PT PG tidak aktif melakukan penagihan atau rekonsiliasi dengan PT Pelindo III.42 tersebut telah dilakukan penagihan kepada PT Pelindo III pada tanggal 13 Januari 2005 dan telah dilakukan rekonsiliasi pada tanggal 14 Januari 2005. Saldo piutang PT PG kepada PT Pelindo III per 31 Desember 2004 sebesar Rp1.689.895.556.223.219.105.19 tahun 2001 tentang Kepelabuhanan di Kabupaten Gresik. Menindaklanjuti Perda tersebut.758.782. 7.223.223.194. PT PG menjelaskan bahwa atas piutang sebesar Rp1.336.50 24.458.800.42 Atas jumlah piutang tersebut oleh Bagian Akuntansi PT PG telah dilakukan penyisihan sebesar 100% karena tidak ada mutasi pembayaran lebih dari dua tahun.710. 2. namun masih memerlukan rekonsiliasi lebih lanjut.

00 212.27 Departemen Har III 35.00 64.54 444.931.293.96 169.76 13.d bulan Nopember 2004 masih terdapat barang yang telah dibeli dan diterima namun belum diambil oleh unit peminta barang senilai Rp13.470.20 Jumlah tersebut merupakan barang yang datang dari bulan Januari s.956. Pemeliharaan II (Har II) Dep.225.00 10.956.491. Terdapat sisa barang yang sudah dibeli dari tahun 2001 s.939.00 284.772.16 467.655.00 14.920.219.750. Pemeliharaan III (Har III) Dep.20 Jumlah Total *) yang dicatat saat kedatangan barang adalah nomor terima barang (TB) 20 BPK RI/AUDITAMA V .00 9.558.00 56.047.754. 4.840.10 82. Berdasarkan data yang diperoleh dari Bagian Perencanaan dan Pengendalian Biro Pengadaan (Candal Ro Daan) diketahui bahwa s.758.915.184.818.40 254.00 1.652.912.00 128.25 44.963.427.411.886.00 106.270.822.818. Status barang tersebut adalah stock item (SI).997.637.27 1.001.900.83 180.00 467.015.909.343.00 0.463. Peralatan & Permesinan (Latsin) Jumlah Nilai (Rp) 7.00 426. Prasarana Pabrik & Kawasan (PPK) Dep. dengan kategori intransit (I) atau suku cadang penyangga (Z).997.00 78.915.043.963.00 0.980. Pemeliharaan I (Har I) Dep.150.560.BPK RI menyarankan agar PT PG segera melakukan rekonsiliasi lebih lanjut untuk menetapkan jumlah yang pasti dan selanjutnya melakukan penagihan secara intensif.699.581.58 120. Unit Peminta Barang (User) Dep.509.496.900.76 13.825.285.00 3.32 36.00 17.673.00 0.027.224.20 dengan rincian sebagai berikut: No.000.00 426.074.00 0.00 116.106.120.896.459.76 0.d Nopember 2004 dengan rincian waktu.00 35.427.00 161. dimana apabila barang tersebut sudah datang maka harus langsung diambil dan dipakai oleh unit peminta barang.85 214.074.677.350.100.22 juta namun belum diambil oleh unit peminta barang Selama tahun 2004.656.320.956.01 Har II 185.106. unit peminta barang dan nilai sebagai berikut: Bulan Har I *) Januari Pebruari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember 7.00 31.744.774.080. 3.16 PPK 12.239.483. 4.714.00 3.d 2004 senilai Rp21.00 88.831.118.00 5.126.00 280.833.00 21.477.91 325.00 448. 1.113.351.483.085. Biro Pengadaan PT PG melakukan pembelian barang yang diminta oleh unit peminta barang/user (dhi.936.838.120.167.170.01 3.833.133.117.774.00 Latsin 160.578.000.063. 2.581.054.027.408.833.828.926.00 82.503.00 0. 5.579.00 158.150.074.772.00 8.498.285.750. 5 Departemen) baik pembelian dalam negeri maupun pembelian impor.

68 3.161. 21 BPK RI/AUDITAMA V .538.181.489.362.489.462.41.023.639.697.853.22 Berdasarkan hasil pemeriksaan secara uji petik atas administrasi dan fisik barang yang belum diambil diketahui bahwa dari jumlah barang yang belum diambil per 31 Desember 2003 ternyata diantaranya terdapat barang yang berasal dari pengadaan tahun 2001 dan 2002 dengan rincian sebagai berikut: No.59 231.00 Pengadaan tahun 2002 1.78 24.107.00 0.639. 5.483.360.00 0.729.81 sehingga sisa barang yang belum diambil per 29 Desember 2004 seluruhnya sebesar Rp8.71.708.145.000. atau seluruhnya sebesar Rp15.221. 2. 3.861.946.00 900.163.354.681.557.67.76 17. 3.907.98. di Departemen Pemeliharaan II sebesar Rp1. 1.854. yaitu jumlah barang yang sudah dibeli namun belum diambil oleh unit peminta barang sebesar Rp24.921.108.896.300.206.878.829.98 22. Rincian barang yang belum diambil per 31 Desember 2003 terjadi pada Departemen berikut: No.383.196.417.681. di Departemen Pemeliharaan III sebesar Rp2. Hal yang sama terjadi juga pada tahun 2003.946.68 2.00 936. 5. 4. Departemen Pemeliharaan I Pemeliharaan II Pemeliharaan III Prasarana Pabrik & Kawasan Peralatan & Permesinan Jumlah Nilai (Rp) 17.22.259.500.175.829.370.106.800.00 88.45.729.07 28. 2.483.322.80 1.000.009.00 936.81 1.907.354.95 1.22 Jumlah Dari jumlah tersebut diketahui bahwa pada tahun 2004 terjadi mutasi di Departemen Pemeliharaan I sebesar Rp10.108.00 36.099.81 1.00 91.096.00 dan di Departemen Peralatan & Permesinan sebesar Rp897.249.557.253.78 24.840.36 1.825. User 2001 1.Berdasarkan penjelasan dari PT PG diketahui bahwa belum diambilnya barang tersebut antara lain dikarenakan barang yang akan diganti ternyata masih bisa diperbaiki dan dipakai lagi serta ketika diperlukan barang tersebut belum datang.46 2003 16.259. 4.289.886.190.714.875.95 1.232.321.000.00 0.74 1.109.455.023.945.864.255.729.538.639.68 3.816.206.259.692.654.120. Pemeliharaan I Pemeliharaan II Pemeliharaan III Prasarana Pabrik & Kawasan Peralatan & Permesinan Jumlah 3.708.000.249. Seharusnya barang yang sudah dibeli oleh Ro Daan atas permintaan user dengan kategori intransit atau suku cadang penyangga segera diambil dari gudang logistik Ro Daan dan langsung dipakai.557.789.896.00 433. di Departemen Prasarana Pabrik & Kawasan sebesar Rp1.842.800.

383. diantaranya sebesar Rp2.20 + Rp8. Dep Har II. Perencanaan dan pengendalian pada kelima unit peminta barang tersebut di atas tidak berjalan dengan baik.074 milyar.61 (Rp13.387 milyar akan dipasang oleh Dep Har I. Terjadi pembelian barang yang tidak tepat waktu dan tidak tepat sasaran. 2002 dan 2003 sebesar Rp8. b. Dep Har III.477 milyar merupakan barang insurance dan sisanya sebesar Rp6. Hal tersebut disebabkan: a. Dep Har III.886. PT PG menyimpan dana operasional perusahaan pada 10 bank dalam 37 rekening yang terdiri dari rekening giro aktif sebanyak 29 rekening untuk operasional perusahaan 22 BPK RI/AUDITAMA V .217.842. PT Petrokimia Gresik tidak melakukan rekonsiliasi bank secara teratur Dalam rangka membentuk pengendalian internal yang baik terhadap pengelolaan dana.864 milyar.939. 5.589 milyar akan dipasang oleh Dep Har I. maka perusahaan akan menerapkan prosedur kerja agar tercipta suatu pengendalian atas penerimaan dan pengeluaran uang. Dep PPK dan Dep Latsin pada tahun 2005 pada saat Perbaikan Tahunan dan untuk kebutuhan/pemeliharaan rutin. Dep Har II. Sedangkan sisa barang yang belum diambil oleh unit pemakai periode 2001.d Nopember 2004 sebesar Rp13.074.Hal tersebut mengakibatkan terjadi pengendapan dana yang tidak efektif sebesar Rp21. Selain itu agar Bagian Candal pada Biro Pengadaan lebih cermat lagi memproses setiap permintaan pembelian dari unit peminta barang. PT PG menjelaskan bahwa sisa barang yang belum diambil oleh unit pemakai dari Januari s. BPK RI menyarankan agar Bagian Candal pada kelima unit peminta barang tersebut dalam mengajukan permintaan pembelian barang disesuaikan dengan kebutuhan senyatanya. Dep PPK dan Dep Latsin pada tahun 2005 pada saat Perbaikan Tahunan dan untuk kebutuhan/pemeliharaan rutin.41).956.485 milyar merupakan barang insurance (suku cadang penyangga) dan sisanya sebesar Rp11. Selain itu petugas Keuangan harus melakukan rekonsiliasi bank setiap akhir bulan secara teratur sehingga diharapkan saldo bank menurut pembukuan selalu sesuai dengan saldo fisik yang ada di banknya.833. yang memberikan otorisasi atas penerimaan dan pengeluaran uang.864. Beberapa ciri pengendalian internal yang baik atas transaksi penerimaan dan pengeluaran uang adalah adanya pemisahan fungsi tugas dan tanggungjawab antara yang menerima dan mengeluarkan uang dengan yang melakukan pencatatan. diantaranya sebesar Rp 1.

dan 8 rekening untuk penyaluran Kredit Modal Kerja dan Kredit Investasi. BNI. dana outstanding yang belum diketahui sumbernya akan dibukukan sebagai Uang Muka Penjualan. Bagian Perbendaharaan membawahi Seksi Penagihan. Untuk pelunasan yang belum dapat ditelusuri tersebut dananya tetap tersimpan dalam rekening bank. Menurut penjelasan Biro Keuangan. Rekonsiliasi bank hanya dilakukan pada akhir tahun yaitu bulan Desember bersamaan dengan penyusunan laporan keuangan akhir tahun perusahaan. maka setiap bulan akan selalu terdapat selisih atas penerimaan uang antara pembukuan Akuntansi dengan saldo rekening bank secara fisik sehingga jumlah penerimaan dana akan terus terakumulasi dan menjadi dana outstanding. Standard Chartered Bank. BRI. Bank Mandiri. Bukopin. Berdasarkan struktur organisasi PT PG. Kesepuluh bank yang mengelola dana perusahaan tersebut adalah BCA. Citybank. Seksi Penagihan mempunyai tugas mencatat hasil penagihan atau pelunasan atas penjualan setiap bulan yang antara lain dari distributor dengan mengecek transaksi penerimaan masuk dari rekening koran bank dan mencocokkan dengan catatan dari Bagian Pemasaran. 23 BPK RI/AUDITAMA V . Biro Keuangan terdiri dari dua bagian. Rekonsiliasi bank di PT PG merupakan tugas dari Seksi Pengelolaan Dana dan dijelaskan bahwa selama tahun 2004 rekonsiliasi bank tidak dilakukan secara teratur setiap bulan. timbulnya dana outstanding tersebut karena belum dilakukan pembukuan atas sejumlah uang masuk di bank atas pembayaran distributor yang belum dapat diidentifikasikan dan juga karena terjadi penumpukan (overload) pekerjaan di Seksi Penagihan sehingga terlambat dalam membukukan uang yang telah diterima. Sedangkan yang menjadi dasar jumlah saldo bank di laporan keuangan interim adalah saldo bank menurut pembukuan Akuntansi. Namun Seksi Penagihan kadang-kadang mengalami kesulitan terhadap pelunasan yang dilakukan distributor dengan cara transfer bank atau melalui ATM karena tidak ada keterangan yang jelas. yaitu Perbendaharaan dan Pajak & Asuransi (Paransi). Bank Syariah Mandiri. Pada akhir tahun. Bagian Keuangan selama ini memperlakukan dana yang outstanding tersebut tetap tersimpan dalam rekening bank sebagai rekening yang belum diketahui. Oleh karena tidak pernah dilakukan rekonsiliasi bank secara teratur. Dana outstanding ini berdampak pada saldo piutang usaha setiap akhir bulan. Seksi Pembayaran dan Seksi Pengelolaan dana. Bank DBS Indonesia dan Bank Hongkong Shanghai Bank Corporation (HSBC).

PT PG menjelaskan pada bulan Desember 2004. 24 BPK RI/AUDITAMA V . rekonsiliasi bank telah dilakukan dan untuk periode selanjutnya akan melakukan rekonsiliasi bank secara periodik (bulanan). saldo rekening koran lebih besar Rp87 milyar PT PG seharusnya melakukan rekonsiliasi bank secara teratur setiap bulan dan bila terdapat selisih segera menyesuaikannya sehingga saldo bank di pembukuan selalu sesuai dengan saldo fisik yang ada di bank. Oktober dan Nopember tahun 2004. Pada bulan Januari 2004. saldo rekening koran lebih besar Rp60 milyar c. Rincian perbedaan tersebut adalah sebagai berikut: a. Dari hasil pemeriksaan dapat diketahui bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara saldo bank menurut rekening koran dengan saldo menurut pembukuan Akuntansi. saldo rekening koran lebih besar Rp42 milyar b. Pada bulan Juni 2004. Hal tersebut disebabkan: a. Melakukan rekonsiliasi bank secara teratur setiap bulan sehingga dapat diperoleh informasi keuangan yang akurat dan tepat waktu. Juni. BPK RI menyarankan agar PT PG: a. Pada bulan Nopember 2004.Bagian Keuangan mengalami kendala untuk melakukan rekonsiliasi bank karena yang menangani rekonsiliasi bank hanya dilakukan oleh satu orang petugas sedangkan jumlah rekening bank yang digunakan ada 29 rekening giro dan dilakukan setiap bulan. c. yaitu saldo rekening bank lebih tinggi dari saldo menurut buku pada bulan Januari. Terbatasnya sumber daya manusia yang melakukan rekonsiliasi bank. Pada bulan Oktober 2004. saldo rekening koran lebih besar Rp69 milyar d. b. Informasi saldo bank yang terdapat dalam Laporan Keuangan Bulanan tidak mencerminkan posisi yang sesungguhnya sehingga dapat mempengaruhi keputusan yang diambil oleh Manajemen sebagai pengguna laporan keuangan b. Hal tersebut mengakibatkan: a. Timbulnya dana outstanding yang mempengaruhi nilai saldo piutang usaha setiap akhir bulan. Belum ada kebijakan mengenai kapan dan bagaimana rekonsiliasi bank harus dilakukan. Tujuan sistem akuntansi sebagai salah satu sarana pengaman asset perusahaan tidak tercapai.

1400/05/HU. Mulai tahun 2004 pelaksanaan pembinaan industri kecil kapur dan fosfat alam dilakukan oleh Biro Pengadaan PT PG b. Tindak lanjut terhadap temuan tersebut adalah PT PG telah memutus kontrak dengan PT GCS. Tindak lanjut mengenai pembagian beban biaya gudang. 6. terutama mengenai pembagian beban biaya gudang. Menyusun kebijakan dan prosedur mengenai pelaksanaan rekonsilasi bank dan kapan rekonsiliasi tersebut harus dilakukan. PT PG telah memberlakukan pemberian sanksi denda terhadap keterlambatan penebusan DO.b.03. BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA 25 BPK RI/AUDITAMA V . karena PT GCS tidak melakukan kewajiban berupa pembinaan kepada industri kecil. Pelaksanaan pembinaan industri kecil kapur dan fosfat alam yang diserahkan pelaksanaannya kepada PT Graha Cipta Sarana (PT GCS) tidak sesuai dengan Surat Direktur Produksi No. Kedua temuan tersebut dan tindak lanjutnya adalah: a. Hal tersebut dilakukan agar PT PG tidak menanggung beban sewa gudang atas sisa pupuk milik Distributor yang masih tersimpan di gudang penyangga.03/13/DR/2000 tanggal 19 Mei 2000. Perjanjian Kerjasama Sewa Gudang dengan PT Bhanda Ghara Reksa (PT BGR) belum sepenuhnya selaras dengan SPJB antara PT PG dengan Distributor Pupuk. Temuan tersebut seluruhnya telah ditindaklanjuti pada tahun 2004 dan dinyatakan selesai. Tindak lanjut Hasil Pemeriksaan tahun 2003 Dalam pemeriksaan tahun buku 2003 terdapat 2 (dua) temuan.

5723995 . 5704395 s. 9 pesawat 511 Fax.C/AUDITAMA V/01/2005 : 18 Januari 2005 Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Jalan Gatot Subroto No. 5720957. 31 Jakarta 10210 Telp. 5738727.d. (021) 5700380. (021) 5700380. 5738740.BPK RI LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN LAPORAN PENGELOLAAN PROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL) PT PETROKIMIA GRESIK Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2004 Nomor Tanggal : 02.

Dasar Pengelolaan Dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan . 4. 5..…………. 7.……………………………………….DAFTAR ISI BAB I BAB II SIMPULAN HASIL AUDIT URAIAN AUDIT 1.. Struktur Organisasi …………………………... 2. 3. Sumber dan Penggunaan Dana ……………………………………… 8.. Dasar Audit …………………………………….……….. Ruang Lingkup dan Periode yang Diaudit ………………………….……………………… 6. Hal-hal Yang Perlu Mendapat Perhatian …………………………….. Sifat dan Tujuan Audit ……. Hasil Audit Pengelolaan Dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan …………………………………………………………. Lampiran 8 16 20 6 6 6 7 7 Hal 1 .

090.00 95. Standar tersebut mengharuskan kami memberikan penilaian atas efektifitas. review dan analisa terhadap kebijakan.630.900.658. Berdasarkan dana Program Kemitraan yang tersedia pada tahun 2004 sebesar Rp6.370. Hasil audit pengelolaan dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Dari audit atas pengelolaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) PT Petrokimia Gresik (PT PG) untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 dapat dikemukakan sebagai berikut: a.000. Suatu audit meliputi evaluasi terhadap bukti. sistem pengendalian manajemen dan pelaksanaan operasi Program.024.378. Sedangkan dana Bina Lingkungan yang tersedia pada tahun 2004 sebesar Rp2.90%.00 tersebut merupakan 154.48% dari Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Program Kemitraan tahun 2004 sebesar Rp3. Standar Auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia serta aturan lainnya yang diberlakukan pemerintah terhadap pengelolaan PKBL. perencanaan.00 atau 133. Audit dilaksanakan dari tanggal 6 Desember 2004 sampai dengan 18 Januari 2005. efisiensi dan keekonomisan serta kepatuhan pada peraturan yang berlaku.000.008. Laporan keuangan dan laporan mengenai pengelolaan PKBL merupakan tanggung jawab manajemen. Kami melaksanakan audit berdasarkan Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan Badan Pemeriksa Keuangan.10% dari realisasi tahun 2003 sebesar Rp4.370.614.00.201.00 telah direalisasikan dalam bentuk pinjaman atau dan hibah untuk Realisasi Program Kemitraan dana sebesar sebesar Rp6.526.SIMPULAN HASIL AUDIT Kami telah mengaudit Laporan Keuangan dan Laporan mengenai pengelolaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) PT Petrokimia Gresik untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004. Tanggung jawab kami terletak pada hasil penilaian atas laporan keuangan dan pengelolaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan PKBL berdasarkan audit kami.202. Anggaran dan realisasi Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Realisasi dana Program Kemitraan dilaksanakan dalam bentuk pemberian pinjaman modal kerja/investasi serta bantuan hibah. penggunaan Rp6.024. Simpulan atas audit tersebut adalah sebagai berikut: 1.658.282.00 telah BPK RI/AUDITAMA V .

782. jumlah mitra binaan yang akan dibina sebanyak 200 mitra binaan dengan rencana alokasi sebesar Rp4.000. Realisasi penggunaan dana Bina Lingkungan sebesar Rp1.000.14% dari realisasi tahun 2003 sebesar Rp1.157. 4) Pengadministrasian Pengadministrasian terhadap mitra binaan maupun calon mitra binaan telah dilakukan oleh pelaksana BPPIK. b. PT PG juga bekerjasama dengan PT Gresik Cipta Sejahtera (PT GCS) dalam pembinaan mitra binaan.808.direalisasikan untuk pelaksanaan Bina Lingkungan berupa bantuan bencana alam. Ketua Pelaksana Badan Pembinaan dan Pengembangan Industri Kecil (BPPIK) PT PG telah menyusun program kerja kemitraan 2004 seperti yang tertuang dalam RKA PKBL tahun 2004.782. bantuan pengembangan prasarana dan sarana umum.95%. 3) Pemantauan Pemantauan merupakan kegiatan yang sangat penting untuk memperoleh informasi mengenai perkembangan mitra binaan.000. 5) Pelaporan Pelaporan pengelolaan program kemitraan dan bina lingkungan telah dilakukan sesuai dengan ketentuan.000. RKA tersebut digunakan sebagai acuan pengelolaan PKBL 2) Koordinasi Dalam penyaluran bantuan baik untuk kemitraan maupun untuk bina lingkungan telah dilaksanakan koordinasi secara internal pada pelaksana BPPIK dan unit kerja terkait.00.958. Dalam melaksanakan pemantauan terhadap mitra binaan BPPIK juga bekerja sama dengan PT GCS.958.00 atau 88. Berdasarkan RKA PKBL tahun 2004.888. demikian juga mengenai bantuan kepada masyarakat lingkungan sekitar perusahaan.00.000. bantuan pendidikan masyarakat sekitar.000.030.030. Efektivitas Kegiatan Manajerial Bagian PKBL PT PG 1) Perencanaan Dalam tahun 2004. Sedangkan rencana alokasi dana bina lingkungan sebesar Rp1.00.108.13% dari RKA Bina Lingkungan sebesar Rp1.319. bantuan sarana ibadah serta bantuan peningkatan kesehatan sebesar Rp1.319.00 atau 169.00 tersebut merupakan 190. 2 BPK RI/AUDITAMA V .

Sumber dan penggunaan dana Sumber dan penggunaan dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan secara akumulasi sampai dengan 31 Desember 2004 yaitu sumber dana sebesar Rp48. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan.686. Berdasarkan indikator yang ditetapkan dalam Keputusan Surat Keputusan Menteri Negara BUMN No.323.00 dan penggunaan dana sebesar Rp48.966.016/1994 tanggal 27 Juni 1994 tentang Pedoman Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi Melalui Pemanfaatan Dana dan Bagian Laba BUMN jo Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. 2.0 tersebut telah digunakan untuk Program Kemitraan sebesar Rp44.627.616.660.86% dari jumlah seluruh pinjaman. Ketaatan Terhadap Ketentuan Perundang-Undangan Yang Berlaku Untuk tahun 2004.377. Jumlah kumulatif penggunaan dana dan sampai untuk dengan Program 31 Desember 2004 sebesar sebesar Rp48. Tingkat kolektibilitas pengembalian pinjaman mempunyai skor “2” dengan tingkat kolektibilitas pinjaman 40. kinerja PKBL PT Petrokimia Gresik adalah: Tingkat efektivitas penyaluran dana mempunyai skor “3” dengan tingkat penyaluran dana 95.323.377. Demikian halnya dengan Program Bina Lingkungan yang telah dilaksanakan sesuai dengan Surat Menteri Negara BUMN No.00 Bina Lingkungan 3 BPK RI/AUDITAMA V .627. Kep-100/MBU/2002 tanggal 04 Juni 2002 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Badan Usaha Milik Negara. pada umumnya PT PG telah melaksanakan Program Kemitraan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku terutama ketentuan mengenai (1) batasan jumlah pembentukan/penyediaan dana Program Kemitraan dan pengalokasiannya dan (2) jenis kegiatan yang diperbolehkan sebagaimana ditetapkan dalam Keputusan Menteri Keuangan RI Nomor 316/KMK.c.00. d.686.90% dari dana yang tersedia. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan baik untuk pembentukan dana program bina lingkungan dan jenis kegiatan yang diperbolehkan mendapat bantuan.671.S-366/M-MBU/2002 tanggal 6 Mei 2002 tentang Program Bina Lingkungan jo Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No.

575.304.000. c.706. Permasalahan tersebut mengakibatkan meningkatnya jenjang birokrasi dan diperlukannya koordinasi lebih intensif antara Bagian.00. 3. Terdapat satu (1) temuan pemeriksaan tahun buku 2002 yang masih dalam proses penyelesaian yaitu terdapat uang pembinaan kemitraan usaha tani yang belum dibayarkan kepada petani dan masih berada di distributor pupuk PT Himikarta senilai Rp16.00. Pelaksanaan tugas antara Bagian UKK PT Petrokimia Gresik dan PT Gresik Cipta Sejahtera belum sepenuhnya sesuai dengan Surat Perjanjian yang berlaku. b.000. 4 BPK RI/AUDITAMA V .475. PT Petrokimia Gresik belum membentuk unit Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) yang mandiri.280. Hal-hal yang perlu mendapat perhatian a. Saldo pinjaman tersebut per 31 Desember 2004 sebesar Rp12. Permasalahan tersebut mengakibatkan terjadi tumpang tindih penagihan dengan petugas PT GCS dan melanggar perjanjian yang telah disepakati.00 yang memerlukan usaha khusus dalam penagihannya.696.145.00. Hal tersebut disebabkan Direksi PT PG kurang mematuhi ketentuan dalam Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No.000. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 dan Surat Edaran Menteri BUMN Nomor SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003.00 kurang tepat sasaran. Terdapat pinjaman macet sebesar Rp220.070.Rp3. Hal tersebut disebabkan PT PG kurang melakukan penagihan secara intensif.00. Pelaksanaan pemberian bantuan Program Bina Lingkungan (BL) belum sepenuhnya mengikuti ketentuan.000. d. Hal tersebut terjadi karena Bagian UKK berkeinginan untuk menaikkan tingkat pengembalian pinjaman. Sehingga sisa dana PKBL pada 31 Desember 2004 sebesar Rp282.800. Hal tersebut disebabkan PT PG belum melakukan survai secara memadai dan kurang selektif dalam menentukan obyek penerima dana Program BL. e. Permasalahan tersebut mengakibatkan pemberian bantuan BL sebesar Rp225. Biro/Departemen dan Kompartemen dalam struktur organisasi PT PG yang terkait dengan pengelolaan PKBL.

433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003 dalam menentukan obyek penerima dana BL. Ak. kami merekomendasikan sebagai berikut : a. Agar PT PG segera menindaklanjuti temuan yang masih dalam proses penyelesaian. Register Negara No. d. Auditor Utama Keuangan Negara V Penanggung Jawab Audit. Sulaeman dan H. e.SE. sedangkan penjelasan lebih lanjut dimuat pada laporan berikut. D-1416 Jakarta. Rekomendasi Terhadap permasalahan di atas. c. Drs. Direksi PT PG segera membentuk unit PKBL yang mandiri. Anis di Surabaya. 18 Januari 2005 5 BPK RI/AUDITAMA V . Ikhsan Abdullah. Bagian UKK PT PG melakukan penagihan dengan cara mendatangi langsung maupun dalam bentuk surat dan memberi peringatan tertulis kepada Ketua dan Sekretaris Yayasan Bina Masyarakat Insan Utama (H.) di Jakarta dan kepada M. Pengelola program BL PT PG agar melakukan evaluasi proposal bantuan BL dan berpedoman pada Surat Edaran Menteri BUMN No. b.4. S. Misnoto. Demikian kesimpulan hasil audit terhadap pengelolaan PKBL PT PG yang dapat kami sampaikan. Direksi PT PG agar menyempurnakan klausul dalam Surat Perjanjian yang telah dibuat dengan PT GCS khususnya pasal 1 ayat 3 butir b tentang tugas penagihan.H. MA.

b. memberikan rekomendasi perbaikan guna meningkatkan kehematan. Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. serta menilai kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku. Surat Tugas Badan Pemeriksa Keuangan No. Dasar Audit a. BUMN Pembina & Koordinator Pembina di setiap Propinsi Tahun 2004. b. 2. Surat Edaran Menteri BUMN No.1/9/2004 tanggal 28 September 2004. perihal penugasan untuk melakukan pemeriksaan atas Laporan Keuangan Tahun Buku 2004 pada PT Petrokimia Gresik dan pemeriksaan atas pengelolaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL). Surat Menteri Negara BUMN No.URAIAN AUDIT 1. d. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan.57/ST/VII-XV. BUMN Pembina & Koordinator Pembina di setiap Propinsi/Daerah Istimewa Tahun 2003. c. Dasar Pengelolaan Dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan a. c. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 5 tahun 1973 tentang Badan Pemeriksa Keuangan dan peraturan perundangan lainnya yang berlaku.S-88/MBU/2004 tanggal 31 Maret 2004 tentang Penetapan Alokasi Dana PUKK. Sifat dan Tujuan Audit Audit yang kami lakukan merupakan audit keuangan dan operasional atas pengelolaan Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan (PKBL) PT Petrokimia Gresik dengan tujuan untuk menilai efektivitas dan efisiensi pengelolaan program. daya guna dan hasil guna. SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan. 3. Undang-undang Dasar Tahun 1945 pasal 23 E.S-116/MBU/2003 tanggal 21 Maret 2003 tentang Penetapan Alokasi Dana PUKK. Surat Menteri Negara BUMN No. 23 F dan 23 G. BPK R1/AUDITAMA V .

097/05/TU. Struktur Organisasi Dalam rangka untuk lebih meningkatkan pelaksanaan Pembinaan dan Pengembangan Industri Kecil. Kep-100/MBU/2002 tanggal 04 Juni 2002 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Badan Usaha Milik Negara. Ruang Lingkup dan Periode yang Diaudit Kami melakukan audit atas laporan keuangan dan hasil pengelolaan PKBL PT Petrokimia Gresik tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (tanggal 1 Januari s.03.03.205/07/HU. Surat Keputusan Direksi PT Petrokimia Gresik No.03/31/SK/2003 tanggal 22 Juli 2003 tentang Susunan dan Tugas Badan Pembinaan dan Pengembangan Industri Kecil (BPPIK) PT Petrokimia Gresik. Pelaksana: Pencatat Pembukuan : Kepala Biro Akuntansi 7 BPK-RI/AUDITAMA V . 5. 4.e. : Kepala Biro Pengembangan Usaha : Kepala Bagian Pengembangan Usaha Kecil dan Koperasi : Kepala Biro Keuangan : Direksi PT Petrokimia Gresik c. Dewan Pembina: Ketua Wakil Ketua I Wakil Ketua II Ketua Sekretaris Bendahara : Direktur Teknik : Kepala Kompartemen Pengembangan : Kepala Kompartemen Administrasi dan Keuangan.03/31/SK/2003 tanggal 22 Juli 2003 tentang Susunan dan Tugas Badan Pembinaan dan Pengembangan Industri Kecil (BPPIK). g.02/30/SK/2002 tanggal 15 Mei 2002 tentang Susunan dan Tugas Pelaksana Program Bina Lingkungan PT Petrokimia Gresik. Adapun bentuk dan susunan anggota BPPIK PT Petrokimia Gresik adalah sebagai berikut: a. f.d 31 Desember 2004).205/07/HU.04. Surat Keputusan Menteri Negara BUMN No. Surat Keputusan Direksi PT Petrokimia Gresik No. Audit dilaksanakan dari tanggal 6 Desember 2004 sampai dengan 18 Januari 2005. Direksi PT Petrokimia Gresik membentuk Badan Pembinaan dan Pengembangan Industri Kecil (BPPIK) dengan Surat Keputusan Direksi No. Penasehat b.

Anggaran dan Realisasi Program Kemitraan dan Bina Lingkungan 1) Program Kemitraan Program Kemitraan yang telah dilakukan oleh BPPIK PT PG adalah pembinaan dibidang permodalan dan hibah yang terdiri dari teknik produksi. Sedangkan untuk melaksanakan Program Bina Lingkungan. Susunan Pelaksana Program Bina Lingkungan adalah sebagai berikut: Ketua Sekretaris Bendahara Pencatat Pembukuan Anggota : Sekretaris Perusahaan : Karo Humas : Karo Keuangan : Karo Akuntansi : Karo/Kadep yang terkait.d. 6. Pengelola Lingkungan Industri Kecil (LIK) Gresik. PT Gresik Cipta Sejahtera (PT GCS) 3. Perbandingan antara realisasi penerimaan dan pengeluaran tahun 2004 dengan anggarannya serta terhadap realisasi tahun sebelumnya adalah sebagai berikut: 8 BPK-RI/AUDITAMA V . Karo/Kadep yang terkait 2. Hasil Audit Pengelolaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Audit atas pengelolaan dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) PT PG untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 dapat dikemukakan sebagai berikut: a.04.097/05/TU. pemasaran dan manajerial. Anggota : 1. Direksi PT PG membentuk Pelaksana Program Bina Lingkungan dengan Surat Keputusan No.02/30/SK/2002 tanggal 15 Mei 2002 tentang Susunan dan Tugas Pelaksana Program Bina Lingkungan PT Petrokimia Gresik.

108. Lain-lain Jumlah dana yang tersedia 1.240.370 217.00.590.90%.590.874 438.000. 9 BPK-RI/AUDITAMA V .634 0 4.35% dari anggaran sebesar Rp3.000.994.00. Realisasi penggunaan dana Rp6. Saldo Awal 2.000.900.48% dari Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Program Kemitraan tahun 2004 sebesar Rp3.990 2.97 168.590.703.980 19.026.703.000 208.000 780. Pinjaman Modal kerja/investasi 2.46 C.00 tersebut merupakan 154.000 4.560 1.526.282.240.300.120.69 131.03 159.740.295.008.990. Penerimaan angsuran pinjaman c.000.00 atau 95.078.282.39 116.090. Berdasarkan dana yang tersedia pada tahun 2004 sebesar Rp6.630.370.000 6.77 181. Tingginya realisasi penyaluran tersebut disebabkan ketersediaan dana dari tingkat pengembalian pinjaman yang cukup tinggi dan naiknya realisasi sumber dana dari pembagian laba sebesar Rp1.000.941.27 63.000 14.122.821.860 173.10% dari realisasi tahun 2003 sebesar Rp4.599.00 atau 173. Biaya Operasional Jumlah Penggunaan Dana 3.401. Penerimaan jasa giro/bunga deposito e.397.242.000 401.27 67.000.050 20.993.630 105.633 338.400.72 134.196 932.470 189.196 4.378.590.244.65 137.11 153.97 152.00 atau 133.00 Realisasi pembinaan dalam bentuk bantuan pinjaman modal diberikan kepada 174 Mitra Binaan sebesar Rp5.841.090 343.408.98 104. Penggunaan dana : 1.658.120. Penerimaan bunga pinjaman d.408.30 125.191.606.000 4.79 129.230 4.119. Sumber dana : a.000.353.203.651.617.000.60 174.75 2.068. Saldo Realisasi Program Kemitraan dilaksanakan dalam bentuk pemberian pinjaman modal kerja/investasi serta bantuan hibah yang dimaksudkan untuk membantu meningkatkan dan mengembangkan kegiatan usaha kecil dan koperasi.008.770 39.000 616.024.470 5. Hibah kepada Mitra Binaan 3.948.78 151.090 124.54 69.96 B.000.295.(Rupiah) REALISASI No Uraian RKA Tahun 2004 (2) Tahun 2003 (3) Tahun 2004 (4) Perbandingan (%) (1) (5)=(4/2) (6)=(4/3) A.623 22.35 78.370.789.00 yang sebelumnya dianggarkan sebesar Rp1. Penerimaan alokasi laba tahun 2003 b.658.071.087.00 telah direalisasi dalam bentuk pinjaman dan hibah sebesar Rp6.832 275.118. Dana yang tersedia : 1.000 3.087.96 276.626 14.026.660 450.400 6.22 11.117 491.133.125.024.338.000 4.000.667 343.

99 35.00. partisipasi dalam kegiatan koordinasi BUMN serta untuk sarana dan prasarana LIK masih dibawah anggarannya.000.000.00 80.000.000 150. SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan.00 atau 78.50 19.99% dari anggaran sebesar Rp250. Perbandingan antara realisasi penerimaan dan pengeluaran tahun 2004 dengan anggarannya serta terhadap realisasi tahun sebelumnya adalah sebagai berikut: 10 BPK-RI/AUDITAMA V .00 atau 168.000.000 150.068.895. Sedangkan untuk kegiatan lain yaitu konsultasi bisnis.000.00. konsultasi bisnis.000.000 121.900.000. bahkan untuk kegiatan forum temu bisnis hanya mencapai Rp644.370 Persentase 168.000 Realisasi 422.000. 2) Bina Lingkungan Pengelolaan Program Bina Lingkungan telah dilaksanakan dengan memberikan bantuan kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan kepedulian terhadap pembinaan masyarakat terutama di sekitar lokasi perusahaan.900 52.000 100.26 0.50% dari anggaran sebesar Rp130.950 616.370.000. forum temu bisnis.00 atau 0.465. Dalam pelaksanaannya PT PG mengacu Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No.320 19.068.200 644. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan dan Surat Edaran Menteri BUMN No.320.000.98 Dari sejumlah kegiatan pemberian hibah untuk mitra binaan tahun 2004 hanya kegiatan pameran dan promosi yang melebihi anggaran yaitu sebesar Rp422.000.000 780. partisipasi dalam kegiatan koordinasi BUMN serta untuk sarana dan prasarana LIK adalah sebesar Rp616.465. forum temu bisnis.000.000 130.00 dengan rincian sebagai berikut: Bidang Pameran dan promosi Konsultasi bisnis Forum temu bisnis Partisipasi dalam kegiatan koord BUMN Sarana dan prasaran LIK Jumlah Anggaran 250.Realisasi hibah untuk mitra binaan dalam bentuk pameran dan promosi.000.062.98% dari anggarannya sebesar Rp780.71 78.

782 % 119.000.353.614.850 129.(Rupiah) RKA No Keterangan (1) Realisasi Tahun 2003 (3) Th 2004 (2) Tahun 2004 (4) Perbandingan (%) (5)=(4/2) (6)=(4/3) A.600 932.294.500.556.50 190.63 211.026.450 148.000 1.13 Realisasi penyaluran bantuan untuk bina lingkungan tahun 2004 untuk semua kegiatan diatas anggarannya.486.295.782.00 yang sebelumnya dianggarkan sebesar Rp1.13 1.06 46.10 1.888 1. bantuan sarana ibadah dan bantuan peningkatan kesehatan.319.000 7.306.888 148.000.175. bantuan pendidikan masyarakat sekitar.050 484.000 1.13% dari anggaran sebesar Rp1.000 1.145.000 1.30 59. Penggunaan Dana Pelaksanaan Program Bina Lingkungan 1.000.000.09 256.632 13.31 169. Sumber dana : Saldo awal Penerimaan alokasi laba tahun 2003 Bunga deposito/tabungan/jasa giro Dana belum dialokasi Jumlah dana tersedia 1.153.000.000.000 339.15 202.782 243.726.000.030.150 454.242.500.042.94 211.180.562 1.000.91 15.000.40 227. Tingginya realisasi penyaluran bantuan tersebut disebabkan ketersediaan dana dari naiknya realisasi sumber dana dari pembagian laba sebesar Rp2.958.000 200.542.000.990 650.250 1.780.319.420 194.000 200.14 64.026.600 1.218.260 1.28 143.000 12.55 PT PG telah mengupayakan agar bantuan bina lingkungan yang diberikan dalam bentuk fisik dapat bermanfaat bagi masyarakat di sekitar lingkungan perusahaan yaitu bantuan bencana alam.202 940.949.000 30. Realisasi pelaksanan program bina lingkungan tahun 2004 sebesar Rp1.180.640 (129.000.808.949.00.990.944.600 1.94 1.000) 2.000 Biaya operasional Jumlah penggunaan dana Saldo per 31 Desember 2004 30.500.03 233. 11 BPK-RI/AUDITAMA V .14 163.000 0 1.50 190.000 211.574.175.663.182 13.000.806.00 dengan rincian sebagai berikut: Bidang Bantuan bencana alam Bantuan pendidikan masyarakat sekitar Bantuan pengembangan prasarana dan sarana umum Bantuan sarana ibadah Bantuan peningkatan kesehatan Biaya operasional Jumlah Anggaran 50.562 2.000.726.958. biaya pembangunan prasarana dan sarana umum.44 46.000 12.75 168.000 Realisasi 59.250 231.65 168.030.978.157.00 atau 190.900 540.2.433.000.030.295.911.156.958.201.814.319.450 404.433.370.

RKA tersebut digunakan sebagai acuan pengelolaan kegiatan PKBL.00. 2) Koordinasi Dalam penyaluran bantuan baik untuk kemitraan maupun untuk bina lingkungan telah dilaksanakan koordinasi secara internal pada pelaksana BPPIK dan semua unit yang terkait dengan PKBL.000.000. jumlah tersebut turun apabila dibandingkan dengan jumlah mitra binaan tahun 2003 sebanyak 202 mitra binaan. PT PG juga mengadakan kerjasama dengan PT Gresik Cipta Sejahtera (PT GCS) dalam hal pembinaan usaha kecil yang meliputi peningkatan kemampuan manajerial.030.000. peningkatan kemampuan pemasaran. Kegiatan pemantauan terhadap mitra binaan secara terus-menerus sangat penting guna memperoleh informasi mengenai perkembangan mitra binaan dan meningkatkan tingkat pengembalian pinjaman. 5) Pelaporan Pelaporan pengelolaan program kemitraan dan bina lingkungan telah dilakukan sesuai dengan ketentuan dari Menteri Negara BUMN. Dalam melaksanakan pemantauan terhadap mitra binaan. peningkatan kemampuan modal kerja. 4) Pengadministrasian Pengadministrasian terhadap mitra binaan maupun calon mitra binaan telah dilakukan oleh pelaksana BPPIK. PT PG telah menyusun program kerja kemitraan 2004 seperti yang tertuang dalam RKA PKBL tahun 2004. jumlah mitra yang akan dibina sebanyak 200 mitra dengan rencana alokasi sebesar Rp4.108.00. demikian juga mengenai bantuan kepada masyarakat lingkungan sekitar perusahaan. BPPIK juga bekerja sama dengan PT GCS. peningkatan kemampuan ketrampilan teknik produksi.b. Sedangkan rencana alokasi dana bina lingkungan sebesar Rp1. 12 BPK-RI/AUDITAMA V . Berdasarkan RKA PKBL tahun 2004. 3) Pemantauan Jumlah mitra binaan tahun 2004 sebanyak 174 mitra binaan. Selain itu. Efektivitas kegiatan manajerial bagian PKBL PT PG 1) Perencanaan Dalam tahun 2004.000.

Dari sisa pinjaman tersebut.00 sudah dapat persetujuan RUPS untuk dihapusbukukan pada tahun 2000 sehingga sisa pinjaman menjadi Rp16.00 terdiri dari: − Pinjaman eks. KEP236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan baik untuk pembentukan dana program bina lingkungan dan jenis kegiatan yang diperbolehkan mendapat bantuan.00).895.895.247. Rp396.227. Pinjaman macet sebesar Rp9.00.S-366/M-MBU/2002 tanggal 6 Mei 2002 tentang Program Bina Lingkungan jo Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan.828.448.252.823.403. b) Perkembangan penyaluran pinjaman Realisasi penyaluran pinjaman dan pengembalian dana Program Kemitraan sampai dengan 31 Desember 2004 masing-masing sebesar Rp38.c.402. sebesar Rp399.648.564.486. Ketaatan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku Untuk tahun 2004.648.016/1994 tanggal 27 Juni 1994 tentang Pedoman Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi Melalui Pemanfaatan Dana dan Bagian Laba BUMN jo Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. Kurang Lancar.500. Rp69.00.227. Ragu-ragu dan Macet yang masing-masing sebesar Rp6.971.192.192. Proyek Agro Bisnis (PAB) 13 BPK-RI/AUDITAMA V .00. Demikian halnya dengan Program Bina Lingkungan yang telah dilaksanakan sesuai dengan Surat Menteri Negara BUMN No.00 atau sisa pinjamannya sebesar Rp17.564. Kinerja program kemitraan dan bina lingkungan 1) Kinerja Program Kemitraan a) Perkembangan mitra binaan Sampai dengan 31 Desember 2004 BPPIK PT PG telah membina mitra binaan sebanyak 174 mitra.971.00 (Rp38.209.252.827. pada umumnya PT PG telah melaksanakan Program Kemitraan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku terutama ketentuan mengenai (1) batasan jumlah pembentukan/penyediaan dana Program Kemitraan dan pengalokasiannya dan (2) jenis kegiatan yang diperbolehkan sebagaimana ditetapkan dalam Keputusan Menteri Keuangan RI Nomor 316/KMK.187.744.848.Rp21.609.663. d.557.00 Rp1.733.00 dan Rp21.500.219.00 dan Rp9.364. yang terdiri dari usaha kecil sebanyak 170 mitra binaan dan koperasi sebanyak 4 mitra binaan.364.882.00 yang dapat dikelompokkan dalam kategori Lancar.00 .

758. Sekretaris II dan Bendahara Koperasi telah menyatakan berhutang dengan sungguh-sungguh dan sah kepada PT PG. Jumlah angsuran selama tahun 2004 sebesar Rp24. Sekretaris I.260.827.000.00 PAB merupakan proyek yang dibentuk manajemen yang salah satu tujuannya adalah pengenalan pupuk Phonska ke petani dengan cara pemberian pinjaman yang sebagian pendanaannya dibiayai dengan dana PUKK.404.00.00. SH.00.209. Berdasarkan Akta Notaris No.00 yang merupakan angsuran pokok dan bunga masing-masing sebesar Rp13. Kep-100/MBU/2002 tanggal 04 Juni 2002 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Badan Usaha Milik Negara adalah sebagai berikut: penyaluran pinjaman dan kolektibilitas pengembalian 14 BPK-RI/AUDITAMA V .00 dan Rp486. c) Efektivitas pinjaman Kinerja Program Kemitraan dalam efektifitas penyaluran pinjaman dan tingkat kolektibilitas pengembalian pinjaman sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Negara BUMN No.J/VII/2004/Reskim tanggal 21 Juli 2004.439.BP/83.425. Tunggakan sebesar Rp1. Tunggakan pinjaman Koperasi BIK karena dana yang telah disalurkan kepada Kelompok Tani disalahgunakan oleh Koperasi BIK.402.428.− Pinjaman Kop.061.000. pihak kepolisian telah mengirimkan Berkas Perkara kepada Kepala Kejaksaan Negeri Gresik.893.341.440.720.380. Pengurus Koperasi BIK yang diwakili oleh Ketua I. Sesuai dengan Surat Kapolres Gresik No.770.28 tanggal 28 Pebruari 2003 yang dikeluarkan Notaris Lukman Hakim Gusti. PT PG juga telah melaporkan kasus ini ke Polres Gresik pada tanggal 17 November 2003.0 terdiri dari sisa pinjaman tahun 2000 dan 2001 yang masing-masing sebesar Rp1. Ketua II. Jumlah angsuran selama tahun 2004 sebesar Rp14. Pihak manajemen terus berupaya melakukan penyelesaian sesuai Komitmen Manajemen tanggal 10 Januari 2003 yang ditandatangani oleh Direktur Teknik dan diketahui oleh Direktur Utama PT PG.00 Rp4.393.00 dan Rp387.769.280. Bina Insan Kamil (BIK) − Pinjaman Usaha Kecil/Koperasi lainnya Rp3.

630.00 = X 100% 95.895.486.733.848.564 16. Efektifitas Penyaluran 2. Kep- 100/MBU/2002 tanggal 04 Juni 2002 dan contoh perhitungan yang diberikan dalam Surat tersebut.27 100.00 (2) Tingkat kolektibilitas penyaluran pinjaman adalah sebagai berikut: Rata-rata tertimbang kolektibilitas pinjaman PT PG: 15 BPK-RI/AUDITAMA V .90% Tabel daftar penilaian tingkat penyerapan dana Program Kemitraan Penyerapan (%) > 90 85 s/d 90 80 s/d 85 Skor 3 2 1 < 80 0 Tingkat Kolektibilitas Pengembalian Pinjaman Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Negara BUMN No.648.008.024.00 x 100% 6.Indikator 1.35 57.609.557 Prosentase 39. Tingkat kolektibilitas pengembalian pinjaman Total Skor 3 2 5 Efektifitas Penyaluran Dana Jumlah dana yang disalurkan Jumlah dana yang tersedia 6.96 0.448 69.663 9.282.658.42 2.823.403.882 396. untuk menghitung tingkat kolektibilitas pinjaman Program Kemitraan PT PG sebagai berikut: (1) Analisis kolektibilitas pinjaman Uraian Lancar Kurang lancar Ragu-ragu Macet Jumlah Jumlah Pinjaman 6.370.

663.Lancar Kurang Lancar Ragu-ragu 100% x 6.609. Sumber dan Penggunaan Dana Berdasarkan Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan Badan Usaha Milik Negara dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan melalui Pemanfaatan dana dari bagian laba BUMN.025. Realisasi tersebut mencapai 88.403.202.00 X 100% Tabel daftar penilaian tingkat pengembalian dana Program Kemitraan Tingkat Pengembalian (%) Skor > 70 3 40 s/d 70 2 10 s/d 40 1 < 10 0 2) Kinerja Program Bina Lingkungan Selama tahun 2004 realisasi penyaluran dana program bina lingkungan sebesar Rp1.86% = = = = = Rp 6. 7.00 Rp 6. dana yang dipergunakan untuk pembinaan berasal dari: a.025.00 x 100% = 40.319.75 Rp 0.782.00 75% x 69.00 Rp 52.00 396.50 Rp 99.367.911.893.403.665.95% dari dana yang tersedia sebesar Rp2.958.893.848.00 16.884. jika ada.448.557.486.00. bunga deposito dan atau jasa giro dari dana Program kemitraan setelah dikurangi beban operasional 3) Pelimpahan dana Program Kemitraan dari BUMN lain.823.733.882.648.00 Rata-rata tertimbang kolektibilitas pinjaman Tingkat kolektibilitas pinjaman: Rata-rata tertimbang kolektibilitas pinjaman PK Jumlah seluruh pinjaman 6.884. Dana Program Kemitraan yaitu: 1) Penyisihan laba setelah pajak sebesar 1 % (satu persen) sampai dengan 3 % (tiga persen) 2) Hasil bunga pinjaman.00 25% x Macet 0% x 9.00 digunakan untuk bantuan kepada masyarakat di lingkungan perusahaan.564.733.614.121.201.448. b.895. Dana Program Bina Lingkungan bersumber dari: 1) Penyisihan laba setelah pajak maksimal sebesar 1 % (satu persen) 16 BPK-RI/AUDITAMA V .

364.627. 4.671.192.323.686.00 dengan rincian sebagai berikut: (Rupiah) No.598.070 48. Penyaluran 2.500. Hasil bunga yang berasal dari penempatan dana pembinaan yang belum tersalurkan.476 3.691.600 3.113.679.420 282.227 1.401.166.966.660.668.725.949.706.523.00 dan penggunaan dana sebesar Rp48. Penyaluran pinjaman 2.304.966 1.764 1.294.971 4.947.280 17 BPK-RI/AUDITAMA V .860 243. 2. 5.2) Hasil bunga deposito dan atau jasa giro dari dana Program Bina Lingkungan.323.490 3. Penggunaan Dana: Program Kemitraan 1.904.470 15. Program Sumber Dana: Program Kemitraan Alokasi laba bersih Pengembalian pinjaman Bunga pinjaman Pendapatan bunga bank/jasa giro Penerimaan lain-lain Jumlah Bina Lingkungan Alokasi laba bersih Penerimaan lain-lain Jumlah Jumlah Sumber Dana Jumlah 1.616 3. Hibah Program Kemitraan 3.695. Biaya Operasional Jumlah Bina Lingkungan 1.686 39.627.323.377.881 44.929. 2.094.252.696. Biaya operasional Jumlah Jumlah Penggunaan Dana Sisa dana per 31 Desember 2004 Sisa dana Program Kemitraan Sisa dana Program Bina Lingkungan Jumlah Sisa Dana per 31 Desember 2004 38.000 20.268 320.710. 3.171 44. Sumber dan penggunaan dana PKBL secara akumulasi sampai dengan 31 Desember 2004 yaitu sumber dana sebesar Rp48.660.386.490 48.000 21.810 554.223.075.461.209.377. 20.

Pendapatan bunga bank/jasa giro Rp320.245. Penerimaan lain-lain dan tahun 2004 sebesar Rp450.00 d. Jumlah tersebut merupakan akumulasi sampai 31 Desember 2004 Hasil Pengembalian Akumulasi Sampai dengan tahun.941.119.240.252.087.00 Merupakan pendapatan bunga pinjaman akumulasi sampai dengan 2003 sebesar Rp1.00 4. 2003 Tahun 2004 Total .00 Sumber dana pengembalian pinjaman dan bunga merupakan dana dari cicilan mitra binaan.150.904.Penjelasan Pos-pos Sumber Dana 1.000. Bina Lingkungan a.047.Pengembalian pinjaman 16.00 Merupakan pendapatan bunga bank/jasa giro akumulasi sampai dengan 2003 sebesar Rp306.909. Bunga pinjaman Rp1.000.268.00 e.00 Merupakan penerimaan lain-lain sampai dengan 2003 sebesar Rp554.874.227. Pengembalian pinjaman Jumlah Rp19.00.422.642.00 dan tahun 2004 sebesar Rp14.590. 2.810. Program Kemitraan a.397.000.523.929. Sumber dana Bina Lingkungan dari bagian laba bersih Rp3.203.00 c.166.353.386.816.679.227.00 Rp20.00 21.000. Sumber dana Program Kemitraan dari bagian laba bersih Rp20.695.364.000.00 dan tahun 2004 sebesar Rp438.796.660.00 18 BPK-RI/AUDITAMA V .00 Rp 1.854.00 Jumlah dana Bina Lingkungan dari bagian laba tersebut adalah dana Bina Lingkungan akumulasi alokasi dana sampai dengan 31 Desember 2004 dengan rincian sebagai berikut: Rp554.904.252.171.113.626.00 Jumlah dana program PK dari bagian laba tersebut adalah dana Program Kemitraan akumulasi alokasi dana sampai dengan 31 Desember 2004 dengan rincian sebagai berikut: Tahun Pengalokasian Bagian laba bersih s/d 2002 Bagian laba bersih tahun 2003 Jumlah b.00 Rp21.364.386.171.

000.668.075. Penerimaan lain-lain dan tahun 2004 sebesar Rp7.00 Rp 5.481.850.513.00 Hibah Program Kemitraan merupakan akumulasi penyaluran untuk kegiatan pendidikan dan pelatihan mencakup bidang teknik produksi.00.000.Tahun Pengalokasian Bagian laba bersih s/d 2002 Bagian laba bersih tahun 2003 Jumlah b.00 19 BPK-RI/AUDITAMA V .d 2003 sebesar Rp1. 2.00 dan penyaluran tahun 2004 sebesar Rp1.000.00 dan biaya Rp Rp Rp 3.175.068.500. Biaya Operasional sebesar Rp1.00 Rp38.668.691.881.490.764.00 operasional tahun 2004 sebesar Biaya operasional tersebut merupakan akumulasi biaya operasional s.971.947.180.408.754.00 Jumlah tersebut merupakan akumulasi penyaluran pinjaman kepada mitra binaan Tahun Penyaluran Penyaluran tahun s/d 2003 Penyaluran tahun 2004 Jumlah b.590.00 4.602. Penyaluran Rp3.d 2003 Hibah tahun 2004 Jumlah c.470.343.370.500. Penjelasan Pos-pos Penggunaan Dana 1. Bina Lingkungan a.729.00 Rp3.091.394.d 2003 Rp217.00 Rp2.00 Penyaluran tersebut merupakan akumulasi dana yang sudah disalurkan untuk program bina lingkungan s.192.948.944.523. Penyaluran pinjaman dengan rincian sebagai berikut: Jumlah Rp1.971.640.839.746.370.00 Rp38.00.182.00 Rp20. pemasaran dan manajerial dengan rincian sebagai berikut : Hibah tahun s.00 Rp1.929.288.500.00 Merupakan penerimaan lain-lain sampai dengan 2003 sebesar Rp12.764.223.971.607.192.00 Rp4.461.400. Hibah Program Kemitraan Jumlah Rp33.223.00 616.209.000. Program Kemitraan a.574.600.

Hal-Hal Yang Perlu Mendapat Perhatian a.c.600.949. Direksi PT Petrokimia Gresik (PT PG) membentuk Badan Pembinaan dan Pengembangan Industri Kecil (BPPIK) dengan SK No. Susunan kepengurusan BPPIK PT PG sesuai dengan pasal 1 SK Direksi tersebut sebagai berikut: 1) Penasehat 2) Dewan Pembina Ketua Wakil Ketua 1 Wakil Ketua 2 3) Pelaksana Ketua Sekretaris Bendahara : Kepala Biro Pengembangan Usaha : Kepala Bagian Pengembangan UKK : Kepala Biro Keuangan : Direktur Teknik : Kepala Kompartemen Pengembangan : Kepala Kompartemen Administrasi Keuangan : Direksi PT PG 20 BPK-RI/AUDITAMA V .03.03/31/SK/2003 tanggal 22 Juli 2003 tentang Susunan dan Tugas BPPIK.00 Biaya operasional tersebut merupakan akumulasi biaya operasional untuk bina lingkungan s. 8.016/1994 tanggal 27 Juni 1994 yang telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No.00 dan biaya operasional tahun 2004 sebesar Rp13. perlu ditingkatkan partisipasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk memberdayakan dan mengembangkan kondisi ekonomi.d 2003 sebesar Rp1. kondisi sosial masyarakat dan lingkungan sekitarnya. Biaya Operasional Rp15. Untuk mendukung pelaksanakan program pembinaan usaha kecil dan koperasi.145.205/07/HU. PT Petrokimia Gresik Belum Membentuk Unit Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Yang Mandiri Dalam rangka mendorong kegiatan dan pertumbuhan ekonomi kerakyatan serta terciptanya pemerataan pembangunan melalui perluasan lapangan kerja. kesempatan berusaha dan pemberdayaan masyarakat. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan (PKBL). Pelaksanaan program kemitraan BUMN dengan usaha kecil dan koperasi diatur dalam Keputusan Menteri Keuangan Nomor 316/KMK.00.000.600. melalui program kemitraan BUMN dengan usaha kecil dan program bina lingkungan.094.

tugas dan tanggung jawab BPPIK menurut pasal 1. melakukan penagihan dan membuat laporan program kemitraan serta mengkompilasi laporan program kemitraan dengan laporan program bina lingkungan yang dibuat Biro : Sekretaris Perusahaan : Kepala Biro Humas : Kepala Biro Keuangan : Kepala Biro/Departemen Terkait 4) Pencatat Pembukuan : Kepala Biro Akuntansi Pelaksana Program Bina Lingkungan bertanggungjawab kepada Direksi c.Pencatat Pembukuan : Kepala Biro Akuntansi 4) Anggota Anggota 1 Anggota 2 Anggota 3 : Kepala Departemen/Biro secara fungsional terkait : PT Gresik Cipta Sejahtera : Pengelola Lingkungan Industri Kecil Gresik Secara garis besar.02/30/SK/2002 tanggal 15 Mei 2002 tentang Susunan dan Tugas Pelaksanaan Program Bina Lingkungan. memonitor pinjaman. Pelaksana utama kegiatan program kemitraan adalah Bagian Pengembangan Usaha Kecil dan Koperasi (UKK) yaitu salah satu Bagian dibawah Biro Pengembangan Usaha. Kegiatan-kegiatan Bagian Pengembangan UKK antara lain mengevaluasi proposal pinjaman.097/05/TU. Direktur 21 BPK-RI/AUDITAMA V . Dasar pelaksanaan bina lingkungan diatur dalam SK Direksi yang berbeda yaitu SK No. 2 dan 3 adalah melakukan pembinaan dan pengembangan industri kecil dalam bentuk bantuan yang menyangkut aspek teknis dan manajemen yang meliputi: 1) Peningkatan kemampuan manajerial 2) Peningkatan kemampuan dalam ketrampilan teknis produksi 3) Peningkatan kemampuan modal kerja 4) Peningkatan kemampuan pemasaran dan bantuan pemasaran 5) Bantuan penggunaan teknologi terapan 6) Pemberian pinjaman untuk mendapatkan kredit perbankan SK Direksi tentang BPPIK hanya mengatur tentang pelaksanaan program kemitraan.q. Susunan Pelaksana Program Bina Lingkungan sebagai berikut: 1) Ketua 2) Sekretaris 3) Bendahara 5) Anggota Keuangan. melakukan survai lapangan.04.

d. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 dan Surat Edaran Menteri BUMN Nomor SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003. Bagian I tentang Pembentukan Unit Khusus antara lain menyatakan: 1) Agar tujuan pelaksanaan PKBL dapat tercapai. Pembentukan unit khusus PKBL ditegaskan lagi dalam Surat Edaran Menteri BUMN Nomor SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan. KEP236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 menyatakan BUMN Pembina berkewajiban membentuk unit Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan (PKBL). Direksi PT PG seharusnya membentuk unit khusus yang melaksanakan Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan. Selain mengelola dana program bina lingkungan. Sedangkan pelaksanaan program bina lingkungan mulai dari penerimaan proposal s. Pengelolaan PKBL PT PG seperti diatur dalam SK Direksi Nomor 205/07/HU. 2) Unit PKBL bertanggungjawab langsung kepada salah satu anggota Direksi yang ditetapkan dalam rapat Direksi. Pasal 5 butir (a) Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No.03. Sedangkan pasal 1 ayat 6 menyatakan unit PKBL adalah unit organisasi khusus yang mengelola PKBL yang merupakan bagian dari organisasi BUMN Pembina serta bertanggungjawab langsung kepada Direksi BUMN Pembina. Biro Humas juga mengelola anggaran dana pembinaan wilayah yang merupakan beban perusahaan. Selain itu. pengelolaan dana PKBL PT Petrokimia Gresik juga melibatkan Biro Keuangan sebagai Bendahara dan Biro Akuntansi sebagai pencatat pembukuan. dibentuk unit tersendiri yang khusus melaksanakan Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan (selanjutnya disebut Unit PKBL) dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari organisasi perusahaan secara keseluruhan.Humas menjadi laporan PKBL.04. 22 BPK-RI/AUDITAMA V .02/ 30/SK/2002 tanggal 15 Mei 2002 belum sepenuhnya sesuai dengan Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. pemberian bantuan dan pembuatan laporan dilakukan oleh Biro Humas.03/31/SK/2003 tanggal 22 Juli 2003 dan Nomor 097/05/TU.

000. 007. BPK RI menyarankan agar Direksi PT PG segera membentuk unit khusus PKBL yang mandiri. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 dan Surat Edaran Menteri BUMN Nomor SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003.000. Pemberian pinjaman tersebut diikat dengan Surat Perjanjian 005.Pengelolaan PKBL yang melibatkan beberapa unit setingkat Bagian.06/DR/2001 tanggal 26 Pebruari 2001. Anis dengan jumlah tunggakan masing-masing sebesar Rp175. Terdapat pinjaman macet sebesar Rp220. 009.800.00 yang memerlukan usaha khusus dalam penagihannya Dari hasil pemeriksaan phisik di lapangan yang dilakukan dari tanggal 27 sampai 31 Desember 2004 ditemukan pinjaman macet sebesar Rp 220. Program Kemitraan dikelola oleh Bagian UKK Biro Pengembangan usaha sedangkan Program Bina Lingkungan dikelola oleh Bagian Informasi dan Komunikasi Biro Pengembangan. Biro/Departemen dan Kompartemen mengakibatkan meningkatnya jenjang birokrasi dan diperlukannya koordinasi lebih intensif antara unit-unit yang terkait. Penerima pinjaman tersebut adalah Yayasan Bina Masyarakat Insan Utama dan M. Direksi PT PG menetapkan pengelolaan program Bina Lingkungan oleh Biro Humas dengan pertimbangan Biro Humas juga bertanggungjawab atas kegiatan pengembangan masyarakat (community development) yang selaras dengan program Bina Lingkungan.00 dan Rp45.00 kepada Yayasan Bina Masyarakat Insan Utama di Jakarta.800.800.06/GCS.00. 011 dan 013/02/TU. Pinjaman modal kerja tersebut digunakan untuk usaha 23 BPK-RI/AUDITAMA V .00 yang proses penagihannya memerlukan usaha khusus. PT Petrokimia Gresik (PT PG) memberikan pinjaman modal kerja sebesar Rp175.000. Agar pengelolaan kegiatan PKBL lebih efektif maka selanjutnya akan dibentuk unit pengelola PKBL. Hal tersebut disebabkan Direksi PT PG kurang mematuhi ketentuan dalam Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. PT PG menjelaskan pengelolaan PKBL memang dilakukan oleh dua unit setingkat Biro yang terpisah.000.000. Yayasan Bina Masyarakat Insan Utama Pada tanggal 26 Pebruari 2001.000.000. b.04. Penjelasan lebih lanjut tentang kedua penerima pinjaman tersebut sebagai berikut: a.

00. Ikhsan Abdullah. Seharusnya mitra binaan mengangsur pinjaman secara tepat waktu sesuai kesepakatan dalam Surat Perjanjian. Kabupaten Cirebon. Pinjaman tersebut seharusnya diangsur setiap bulan mulai tanggal 1 Oktober 2001 dan lunas pada tanggal 1 September 2003.000. Anis. Sampai dengan 31 Desember 2004.00. Penerima pinjaman tersebut adalah Abdurrakhman Kama yang bertempat tinggal di Desa Jagapura Wetan. Sulaeman) dan Sekretaris Yayasan (H. 24 BPK-RI/AUDITAMA V . Dari pemeriksaan phisik di lapangan diketahui hanya satu dari lima tempat usaha peternakan ayam yang disebutkan dalam Surat Perjanjian menerima pinjaman sebesar Rp35.000. Nomor telepon yang selama ini dicantumkan sebagai nomor telepon Yayasan adalah nomor telepon rumah pribadi Ketua Yayasan (H. b. Sampai dengan 31 Desember 2004.00. Sedangkan empat peternakan ayam lainnya tidak ditemukan tempatnya. Yayasan Bina Masyarakat Insan Utama tidak pernah melakukan pembayaran angsuran.800. Pinjaman tersebut seharusnya diangsur setiap bulan mulai tanggal 1 April 2002 dan akan lunas pada tanggal 1 Maret 2005. Anis hanya mengangsur sebanyak dua kali angsuran sehingga sisa pokok pinjaman masih sebesar Rp45. S.H. Pinjaman tersebut digunakan untuk usaha peternakan ayam sebagaimana disebutkan dalam proposal. Sulaeman) yang beralamat di Jalan Utan Panjang III nomor 15 dan 15A. Kecamatan Gegesik. M. PT PG sepakat memberikan bantuan modal kerja usaha penerbitan dan percetakan yang dipimpim oleh M Anis sebesar Rp50.000./ menantu H.000. usaha tersebut masih berjalan.535/09/TU. Alamat tersebut sekarang digunakan untuk usaha salon kecantikan yang dikelola oleh orang yang tidak ada hubungannya dengan Yayasan tersebut. Sampai saat dilakukan pemeriksaan.000. Berdasarkan Surat Perjanjian No.000.peternakan ayam di tiga tempat di kabupaten Kuningan dan dua tempat di Cirebon dengan jumlah pinjaman masing-masing tempat sebesar Rp35.06/31/SP/2002 tanggal 9 September 2002.000.00.04. Alamat Yayasan di Jalan Cempaka Putih Raya 26 Jakarta sudah tidak ada lagi. M.

Hal tersebut disebabkan Bagian UKK berkeinginan untuk menaikkan tingkat pengembalian pinjaman. PT PG menjelaskan akan melakukan penagihan lebih intensif sesuai program kegiatan penagihan atas seluruh pinjaman khususnya terhadap pinjaman macet. Kerjasama tersebut diikat dengan Surat Perjanjian antara PT Petrokimia Gresik dengan PT GCS No. Untuk menaikkan tingkat pengembalian pinjaman dari mitra binaan. Sesuai dengan Surat Perjanjian seharusnya yang berhak melakukan penagihan ke mitra binaan adalah PT GCS. Dalam melakukan Pembinaan dan Pengembangan Usaha Kecil dan Koperasi. PT PG menjelaskan kegiatan penagihan dalam rangka pengawasan untuk tercapainya tujuan pembinaan dan pengembangan usaha kecil merupakan salah satu hak PT PG dan tidak bertentangan dengan perjanjian.06/31/SP/2003 tanggal 1 April 2003 tentang Pembinaan dan Pengembangan Usaha Kecil dan Koperasi. Pasal 1 ayat 3 butir b perjanjian tersebut antara lain menyatakan yang berkewajiban melakukan penagihan adalah PT GCS. 25 BPK-RI/AUDITAMA V . c. Pelaksanaan tugas antara bagian UKK PT Petrokimia Gresik dan PT Gresik Cipta Sejahtera belum sepenuhnya sesuai dengan Surat Perjanjian yang berlaku.0297/04/TU. Anis. Tindakan Bagian UKK melakukan penagihan kepada mitra binaan secara langsung melanggar perjanjian yang telah disepakati dan mengakibatkan tumpang tindih penagihan dengan petugas PT GCS.800. PT PG melakukan kerjasama dengan PT Gresik Cipta Sejahtera (PT GCS). BPK RI menyarankan agar Bagian UKK PT PG melakukan penagihan dengan cara mendatangi langsung maupun dalam bentuk surat dan memberi peringatan tertulis kepada Ketua dan Sekretaris Yayasan Bina Masyarakat Insan Utama dan kepada M.04.000.Hal tersebut mengakibatkan PT PG tidak dapat menggunakan dana pinjaman sebesar Rp220. Hal tersebut disebabkan Bagian UKK PT PG kurang melakukan penagihan secara intensif. selama ini Bagian UKK masih melaksanakan tugas penagihan kepada mitra binaan.00 untuk mitra binaan lainnya.

Biro Humas juga mengelola anggaran dana pembinaan wilayah yang merupakan beban perusahaan. Berdasarkan SK Direksi tersebut.04. Pelaksanaan Pemberian Bantuan Program Bina Lingkungan Belum Sepenuhnya Sesuai Dengan Ketentuan SK Menteri BUMN No.097/05/TU.BPK RI menyarankan agar Direksi PT PG menyempurnakan klausul dalam Surat Perjanjian yang telah dibuat dengan PT GCS khususnya pasal 1 ayat 3 butir b tentang tugas penagihan. Direksi PT PG menetapkan SK Direksi No. d. Dengan demikian. unit pelaksana program BL adalah Biro Humas.q. S-366/M-MBU/2002 tanggal 6 Mei 2002 dan Keputusan Menteri BUMN No. Direktur 26 BPK-RI/AUDITAMA V . Selain itu. Manajemen PT PG juga menetapkan PR-28-1045 tanggal 12 Pebruari 2004 tentang Prosedur Pelaksanaan Program Bina Lingkungan.02/30/SK/2002 tanggal 15 Mei 2002 tentang Susunan dan Tugas Pelaksanaan Program Bina Lingkungan. dana program BL adalah dana Pemerintah untuk masyarakat yang pengelolaannya diserahkan kepada BUMN yang bersangkutan. Susunan Pelaksana Program Bina Lingkungan sebagai berikut: Ketua Sekretaris Bendahara Anggota Keuangan.KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 menyatakan bahwa BUMN wajib melaksanakan Program Bina Lingkungan (BL). Selain mengelola dana program BL. Program BL adalah program memperdayaan kondisi sosial masyarakat oleh BUMN di wilayah usaha BUMN tersebut melalui pemanfaatan dana dari bagian laba BUMN. Untuk mendukung pelaksanakan program BL. : Sekretaris Perusahaan : Kepala Biro Humas : Kepala Biro Keuangan : Kepala Biro/Departemen Terkait Pencatat Pembukuan : Kepala Biro Akuntansi Pelaksana Program Bina Lingkungan bertanggungjawab kepada Direksi c.

000.00.Dari hasil pemeriksaan terhadap pengelolaan dana program BL tahun buku 2004 diketahui hal-hal berikut: 1) Penyaluran dana BL dilakukan dengan 2 (dua) cara yaitu sentralisasi dan desentralisasi.00 dan Rp44. bantuan pendidikan dan atau pelatihan.000. 3) Obyek BL dapat dikelompokkan menjadi 5 (lima) yaitu bantuan bencana alam.00 untuk membiayai beberapa kegiatan yang tidak memenuhi kriteria penggunaan dana BL yaitu: a) Bantuan kesehatan berupa bingkisan pasukan kuning (kebersihan) dan sembako untuk masyarakat dalam rangka HUT PT PG masing-masing sebesar Rp48. 27 BPK-RI/AUDITAMA V .000. bulan November 2004 secara uji petik ditemukan pengeluaran sebesar Rp225.050. Sedangkan desentralisasi. b) Bantuan pengembangan sarana-prasarana umum berupa pemberian bantuan peringatan HUT RI ke 59 sebanyak 24 kegiatan senilai Rp31.00.730. bantuan pengembangan sarana-prasarana umum dan bantuan sarana ibadah. Sentralisasi adalah pelaksanaan kegiatan BL diselenggarakan di PT PG dengan mengundang masyarakat wilayah Gresik.000.070. c) Bantuan sarana ibadah berupa bantuan berkaitan dengan kegiatan haji sebanyak 2 kegiatan senilai Rp46. Berdasarkan penelusuran terhadap dokumen penyaluran dana program BL tidak ditemukan satu dokumen pun tentang evaluasi proposal atau survei lapangan untuk menentukan jumlah pemberian dana BL.d.000. Prosedur Pelaksanaan Program BL antara lain menyatakan Biro Humas mengevaluasi proposal yang masuk dan menimbang bobot relevansinya atas penggunaan dana BL.000.195.250.00. Dari penelusuran dokumen pemberian dana BL s. Tujuan cara ini adalah agar penyaluran dana BL dapat dilakukan secara merata.000. 2) Sebagian besar penyaluran desentralisasi didasarkan pada proposal yang diajukan oleh masyarakat. Dalam dipandang perlu Biro Humas bersama dengan Unit Kerja yang terkait dapat melakukan survei dan mengevaluasi kelayakan penyaluran.145.000.00.000. bantuan peningkatan kesehatan. d) Bantuan operasional berupa silaturahmi dengan tokoh masyarakat senilai Rp13. penyaluran dana program BL dilakukan daerah yang membutuhkan dana BL.00.850.00 dan silaturahmi alim ulama sebesar Rp33.000.000. buka bersama alim ulama sebesar Rp75.00. bingkisan perangkat desa sebesar Rp8.

BPK RI menyarankan pengelola Program BL PT PG selalu melakukan evaluasi proposal bantuan BL dan berpedoman pada Surat Edaran Menteri BUMN No. pengadaan perlengkapan ibadah dan bantuan dana untuk menunjang pelaksanaan kegiatan-kegiatan keagamaan. PT PG seharusnya: 1) Melakukan evaluasi untuk menilai kelayakan pemberian bantuan. 2) Bantuan pengembangan prasarana dan sarana umum berupa rehabilitasi prasarana pendidikan. Sehubungan dengan pelaksanaan pemberian bantuan masih belum sesuai sasaran dan belum mengikuti ketentuan.145. PT PG menjelaskan pemberian bantuan BL tersebut di atas dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. pembangunan dan rehabilitasi prasarana dan sarana umum serta pembangunan dan atau rehabilitasi panti asuhan dan panti jompo.Obyek bina lingkungan sudah diatur dengan jelas dalam Surat Edaran Menteri BUMN Nomor SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan khususnya Bagian II tentang Bina Lingkungan antara lain menyatakan: 1) Bantuan peningkatan kesehatan berupa renovasi balai pengobatan masyarakat dan bantuan untuk kegiatan yang bersifat kesehatan masyarakat. maka selanjutnya PT PG akan lebih selektif lagi dalam penggunaan dana program BL.433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003 dalam menentukan obyek penerima dana BL. 3) Bantuan sarana ibadah berupa bantuan pembangunan/rehabilitasi rumah ibadah.000. Hal tersebut disebabkan PT PG belum melakukan survai secara memadai dan kurang selektif dalam menentukan obyek penerima dana Program BL. 2) Berpedoman pada Surat Edaran Menteri BUMN Nomor SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003 dalam menentukan obyek bantuan dana BL.00 kurang tepat sasaran.SE. Hal tersebut mengakibatkan pemberian bantuan BL sebesar Rp225. 28 BPK-RI/AUDITAMA V .

02.00.00. Saldo pinjaman tersebut per 31 Desember 2004 sebesar Rp12. PT PG terus mengupayakan penagihannya. Sedangkan untuk pemeriksaan tahun buku 2002 masih terdapat 1 ( satu) temuan yang masih dalam proses tindaklanjut yaitu terdapat uang pembinaan kemitraan usaha tani yang belum dibayarkan kepada petani dan masih berada di distributor pupuk PT Himikarta senilai Rp16. Ketiga temuan tersebut sudah selesai ditindaklanjuti.2480/08/KU. Tindaklanjut pemeriksaan sebelumnya Dalam pemeriksaan tahun buku 2003 terdapat 3 (tiga) temuan yaitu (1) Pencatatan register proposal kurang lengkap. (2) PT GCS melaksanakan kewajiban tidak sepenuhnya sesuai perjanjian dan (3) PT PG kurang melakukan pengawasan terhadap kelompok peternak penggemukan sapi di Bojonegoro. BPK RI menyarankan agar PT PG segera menindaklanjuti temuan yang masih dalam proses penyelesaian. BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA 29 BPK-RI/AUDITAMA V .000.000.475.02/27/DR/2004 tanggal 9 Agustus 2004.575. terakhir dengan Surat No.e.

00 Beban administrasi Rp 48. Penggunaan dana Pinjaman : Sektor Industri Rp 1.087.500. Dana yang tersedia Saldo awal dana.397.948.860.773.00 Sektor Jasa Rp 250.00 Jasa Giro Rp 13. Pendapatan tahun 2004 : Bunga Pinjaman Rp 438.00 Sektor Peternakan Rp 688.00 Rp 452.000.00 Sektor Perikanan Rp 225.068.000.00 Rp 5.635. Saldo akhir dana 31 Desember 2004 (C+F) Rp 343.554.900.024.300.286.00 Jumlah pinjaman Pinjaman khusus : Sektor Industri Rp 0.400.203.068.000.00 Rp 1.671.00 Beban lain-lain Rp 11.000.344.000.00 Bunga Deposito Rp 565.000.00 Sektor Lain-lain Rp 407.00 616.011.000.00 Sektor Perikanan Rp 0.00 Rp Rp 250.000.703.00 Rp 217.158.00 Sektor Perkebunan Rp 0.290.500.758.370.Lampiran 1 PROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN PT PETROKIMIA GRESIK LAPORAN AKTIVITAS PROGRAM KEMITRAAN UNTUK TAHUN BUKU YANG BERAKHIR TANGGAL 31 DESEMBER 2004 A.500.000.00 Rp -195.423.590.000.000.320.000.00 Beban penagihan Rp 39.626.00 Beban monitoring Rp 23.00 Sektor Jasa Rp 220.235.000.00 Sektor Peternakan Rp 0.00 F.000.000.00 Jumlah pinjaman khusus Hibah : Jumlah penggunaan dana C. 1 Januari 2004 Alokasi penyisihan laba tahun 2003 Penerimaan pengembalian pokok pinjaman Jumlah dana yang tersedia B.370. Surplus / Defisit (D-E) G.824.00 E.340.658.026.886.00 Sektor Perkebunan Rp 0.00 Sektor Perdagangan Rp 2.00 .00 Sektor Pertanian Rp 538.00 Sektor Lain-lain Rp 0.829. Sisa dana yang tersedia (A-B) D.679.00 Rp Rp 234. Beban operasional tahun 2004 : Beban survai Rp 40.00 Rp 5.000.658.000.546.000.874.000.401.00 Sektor Pertanian Rp 0.00 Pendapatan lain-lain Rp 450.000.00 39.00 Sektor Perdagangan Rp 0.00 Rp 6.000.590.00 Rp 4.941.00 Beban Rp 53.470.

971.525.135. tahun 2004 : Bunga pinjaman Rp 1.00 Rp 2.000.561.00 Sektor Pertanian Rp 16.00 Akumulasi alokasi penyisihan laba s/d tahun 2004 Rp 21.00 Jasa Giro Rp 127.00 Pendapatan lain-lain Rp 554.674.268.687.000.489.223.679. Saldo akhir dana 31 Desember 2004 (A-B) Rp 39.668.000.710. penerimaan pengembalian pokok pinj.00 Sektor Perikanan Rp 0.020.671.975. Akumulasi Sumber Dana : Rp 20.252.00 Sektor Perdagangan Rp 6.364.00 Bunga tabungan Rp 192.553.504.053.461. s.d. Akumulasi Penyaluran Dana : Akumulasi Penyaluran Dana s.400.00 Rp 4.192.240.d.725.00 Jumlah pinjaman Rp 38.00 Hibah : Rp 1.00 Sektor Perkebunan Rp 0.947.447. tahun 2004 Akumulasi penerimaan pendapatan s.000.00 Sektor Perdagangan Rp 0.00 .00 Sektor Jasa Rp 1.d.000.000.000.00 Ak.476.d.410.d.00 C.00 Jumlah akumulasi sumber dana s.00 Sektor Peternakan Rp 0. 31 Desember 2004 Rp 44.616.881.100.401.00 Rp 44.500.171.904.00 Sektor Perkebunan Rp 0. Tahun 2004 : Pinjaman : Sektor Industri Rp 7.492.249.000.00 Sektor Lain-lain Rp 0.Lampiran 2 PROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN PT PETROKIMIA GRESIK LAPORAN AKUMULASI DANA PROGRAM KEMITRAAN UNTUK TAHUN BUKU YANG BERAKHIR TANGGAL 31 DESEMBER 2004 A.695.00 Sektor Lain-lain Rp 1.446.000.00 Sektor Perikanan Rp 2.00 Pinjaman khusus : Sektor Industri Rp 0. 31 Desember 2004 B.860.900.190.00 Sektor Peternakan Rp 2.00 Jumlah pinjaman khusus Rp 400.000.386.00 Beban Operasional : Jumlah akumulasi penyaluran dana s.564.00 Sektor Pertanian Rp 0.323.00 Sektor Jasa Rp 400.113.227.764.000.

000.000.000.00 0.00 0.00 Peternakan 2. Jawa Barat 4.500.00 Jasa 1.447. Jawa Tengah 3.00 Pertanian 12.561.000.403.780.190.00 E K T O R Perikanan 2.000.489.000.00 0.00 0.020.00 245.500.00 0.00 425.00 0.00 0.641.00 0.971.00 Lain-lain 1.047.240.00 Jumlah 32. Jawa Timur 2.00 0.500.904.280.564.000.000.190.471.00 0.228.261.00 250.000.000.525.00 Perdagangan 5.053.00 254.000.905.900.00 7.000.00 0.00 0.d.000.00 Perkebunan 0.00 4.135.00 4.065.000.00 0.000.447.00 6.000.000.00 2. 31 DESEMBER 2004 Rupiah No.446.000.000.000.00 0.00 407.00 2.00 0.192. Bali 5. Wilayah Binaan S Industri 7.500.000.00 0.00 0.00 0.00 1.047.000.00 0.00 1.00 0.000.00 0.000.240.Lampiran 3 PROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN PT PETROKIMIA GRESIK PENYALURAN PINJAMAN DANA PROGRAM KEMITRAAN MENURUT WILAYAH DAN SEKTOR USAHA s.00 4.00 0.000.00 0.00 0.564.00 0.00 0.025.240.00 0.00 245.000.00 175.00 0.00 38.00 425. Nusa Tenggara Barat 6.00 0. Lain-lain Total pinjaman .00 16.000.000.088.765.00 0.00 0.500.048.446.00 407.000.687.900.904.00 1.000.00 0.00 0.00 0.

00 (381.00 16.011.417.00 16.00 0.00 Rp 0.227.888.00 16.417.609.00 0.888.00) Rp Rp 16.888.00 .00 39.784.087.00 Rp 0.973.252.00 Rp Rp Rp 16.417.00 Rp 16.590.011.000.243.Lampiran 4 PROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN PT PETROKIMIA GRESIK NERACA PROGRAM KEMITRAAN PER 31 DESEMBER 2004 AKTIVA Aktiva Lancar Kas Rp Bank Rp Piutang Pinjaman Mitra Binaan Rp Revolving Rp 38.011.417.00 1.00 Rp Rp 0.00 0.00 0.364.401.100.00 Piutang Net Rp Jumlah Aktiva Lancar Aktiva Tetap Kendaraan Rp Inventaris Kantor Rp Aktiva Tetap Lainnya Rp Nilai Perolehan Akumulasi Penyusutan Nilai Buku Aktiva Tetap Aktiva Lain-lain Piutang Bermasalah Rp Jumlaah Aktiva Lain-lain Jumlah Aktiva KEWAJIBAN DAN EKUITAS Kewajiban Kewajiban Lancar Kewajiban Tidak Lancar Jumlah Kewajiban Ekuitas Saldo Awal Ekuitas Alokasi Laba Tahun Berjalan Surplus (defisit) Jumlah Ekuitas Jumlah Kewajiban dan Ekuitas Rp Rp 0.011.00 0.888.484.00 0.860.00 0.181.00 Cicilan Revolving Rp 21.00 0.848.00 Rp Rp 0.664.557.901.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful