Anda di halaman 1dari 12

BAB I LARUTAN I.

PENGERTIAN LARUTAN Larutan adalah campuran yang bersifat homogen antara molekul, atom ataup un ion dari dua zat atau lebih.Disebut campuran karena susunannya atau komposisi nya dapat berubah.Komponen dari larutan terdiri dari dua jenis, pelarut (solvent ) dan zat terlarut(solute), yang dapat dipertukarkan tergantung jumlahnya.Pelaru t merupakan komponen yang utama yang terdapat dalam jumlah yang banyak, sedangka n komponen minornya merupakan zat terlarut.Larutan terbentuk melalui pencampuran dua atau lebih zat murni yang molekulnya berinteraksi langsung dalam keadaan te rcampur.Fase larutan dapat berwujud gas, padat ataupun cair. II. PEMBAGIAN LARUTAN 1.Berdasarkan daya hantar listriknya (daya ionisasinya) a. Larutan elektrolit Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik. Larutan ini dibedakan atas: 1. ELEKTROLIT KUAT Larutan elektrolit kuat adalah larutan yang mempunyai daya hantar listrik yang k uat, karena zat terlarutnya didalam pelarut (umumnya air), seluruhnya berubah menjadi ion-ion (a lpha = 1). Yang tergolong elektrolit kuat adalah: a. Asam-asam kuat, seperti : HCl, HCl03, H2SO4, HNO3 dan lain-lain. b. Basa-basa kuat, yaitu basa-basa golongan alkali dan alkali tanah, seperti: Na OH, KOH, Ca(OH)2, Ba(OH)2 dan lain-lain. c. Garam-garam yang mudah larut, seperti: NaCl, KI, Al2(SO4)3 dan lain-lain 2. ELEKTROLIT LEMAH Larutan elektrolit lemah adalah larutan yang daya hantar listriknya lemah dengan harga derajat ionisasi sebesar 0 < < 1. Yang tergolong elektrolit lemah: a. Asam-asam lemah, seperti : CH3COOH, HCN, H2CO3, H2S dan lain-lain b. Basa-basa lemah seperti : NH4OH, Ni(OH)2 dan lain-lain c. Garam-garam yang sukar larut, seperti : AgCl, CaCrO4, PbI2 dan lain-lain b.LARUTAN NON ELEKTROLIT Larutan non elektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listri k, karena zat terlarutnya di dalam pelarut tidak dapat menghasilkan ion-ion (tidak mengion). Tergolong - Larutan - Larutan - Larutan ke dalam jenis ini misalnya: urea glukosa Larutan sukrosa alkohol dan lain-lain

2.Berdasarkan fase zat terlarut dan pelarutnya. Tabel berikut menunjukkan contoh-contoh larutan berdasarkan fase komponen-kompon ennya. PELARUT ZAT TERLARUT GAS CAIRAN PADAT GAS Udara (oksigen dan gas-gas lain dalam nitrogen) Uap air di udara (kelembapan) Bau suatu zat padat yang timbul dari larutnya molekul padatan tersebut di udara CAIRAN Air terkarbonasi (karbon dioksidadalam air) Etanol dalam air; campuran berbagai hidrokarbon (minyak bumi Sukrosa (gula) dalam air; natrium klorida(garam dapur) dalam air; amalgamemas da

lam raksa PADAT Hidrogen larut dalam logam, misalnya platina Air dalam arang aktif; uap air dalam kayu Aloy logam seperti baja dan duralumin 3. Berdasarkan tingkat kelarutannya Kelarutan (solubility) adalah banyaknya solute yang melarut dalam pelaru t yang banyaknya tertentu untuk menghasilkan suatu larutan jenuh. Berdasarkan tingkat kelarutannya larutan terbagi menjadi : 1. Larutan jenuh adalah larutan yang mengandung zat terlarut dalam jumlah yang diperlukan untuk adanya kesetimbangan antara solute yang terlarut dan yang tak terlarut. 2. Larutan tak jenuh (unsaturated) jumlah solute yang terlarut kurang dari kelarutannya, maka larutannya. Senyawa Kelarutan Nitrat Semua larut Nitrit Semua larut kecuali Ag+ Bromida Semua larut kecuali Ag+, Hg22+, Pb2+ Oksida Semua tidak larut kecuali Na+, K+, Ba2+, Sr2+, Ca2+ Tabel 1.Kelarutan beberapa senyawa dalam air. III.FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LARUTAN a.Pengaruh Jenis Zat pada Kelarutan Zat-zat dengan struktur kimia yang mirip umumnya dapat salin g bercampurdengan baik, sedangkan zat-zat yang struktur kimianya berbeda umumnya kurang dapatsaling bercampur(like dissolves like)Senyawa yang bersifat polar ak an mudah larutdalam pelarut polar, sedangkan senyawa nonpolar akan mudah larut d alam pelarutnonpolar. Contohnya alkohol dan air bercampur sempurna(completely mi scible), air daneter bercampur sebagian(partially miscible),sedangkan minyak dan air tidak bercampur(completely immiscible). b. Pengaruh Temperatur pada Kelarutan Kelarutan gas umumnya berkurang pada temperatur yang lebih tinggi.Misalnyajika a ir dipanaskan, maka timbul gelembung-gelembung gas yang keluar dari dalam air, s ehingga gas yang BAB I LARUTAN I. PENGERTIAN LARUTAN Larutan adalah campuran yang bersifat homogen antara molekul, atom ataup un ion dari dua zat atau lebih.Disebut campuran karena susunannya atau komposisi nya dapat berubah.Komponen dari larutan terdiri dari dua jenis, pelarut (solvent ) dan zat terlarut(solute), yang dapat dipertukarkan tergantung jumlahnya.Pelaru t merupakan komponen yang utama yang terdapat dalam jumlah yang banyak, sedangka n komponen minornya merupakan zat terlarut.Larutan terbentuk melalui pencampuran dua atau lebih zat murni yang molekulnya berinteraksi langsung dalam keadaan te rcampur.Fase larutan dapat berwujud gas, padat ataupun cair. II. PEMBAGIAN LARUTAN 1.Berdasarkan daya hantar listriknya (daya ionisasinya) a. Larutan elektrolit Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik. Larutan ini dibedakan atas: 1. ELEKTROLIT KUAT Larutan elektrolit kuat adalah larutan yang mempunyai daya hantar listrik yang k uat, karena zat terlarutnya didalam pelarut (umumnya air), seluruhnya berubah menjadi ion-ion (a lpha = 1).

Yang tergolong elektrolit kuat adalah: a. Asam-asam kuat, seperti : HCl, HCl03, H2SO4, HNO3 dan lain-lain. b. Basa-basa kuat, yaitu basa-basa golongan alkali dan alkali tanah, seperti: Na OH, KOH, Ca(OH)2, Ba(OH)2 dan lain-lain. c. Garam-garam yang mudah larut, seperti: NaCl, KI, Al2(SO4)3 dan lain-lain 2. ELEKTROLIT LEMAH Larutan elektrolit lemah adalah larutan yang daya hantar listriknya lemah dengan harga derajat ionisasi sebesar 0 < < 1. Yang tergolong elektrolit lemah: a. Asam-asam lemah, seperti : CH3COOH, HCN, H2CO3, H2S dan lain-lain b. Basa-basa lemah seperti : NH4OH, Ni(OH)2 dan lain-lain c. Garam-garam yang sukar larut, seperti : AgCl, CaCrO4, PbI2 dan lain-lain b.LARUTAN NON ELEKTROLIT Larutan non elektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listri k, karena zat terlarutnya di dalam pelarut tidak dapat menghasilkan ion-ion (tidak mengion). Tergolong - Larutan - Larutan - Larutan ke dalam jenis ini misalnya: urea glukosa Larutan sukrosa alkohol dan lain-lain

2.Berdasarkan fase zat terlarut dan pelarutnya. Tabel berikut menunjukkan contoh-contoh larutan berdasarkan fase komponen-kompon ennya. PELARUT ZAT TERLARUT GAS CAIRAN PADAT GAS Udara (oksigen dan gas-gas lain dalam nitrogen) Uap air di udara (kelembapan) Bau suatu zat padat yang timbul dari larutnya molekul padatan tersebut di udara CAIRAN Air terkarbonasi (karbon dioksidadalam air) Etanol dalam air; campuran berbagai hidrokarbon (minyak bumi Sukrosa (gula) dalam air; natrium klorida(garam dapur) dalam air; amalgamemas da lam raksa PADAT Hidrogen larut dalam logam, misalnya platina Air dalam arang aktif; uap air dalam kayu Aloy logam seperti baja dan duralumin 3. Berdasarkan tingkat kelarutannya Kelarutan (solubility) adalah banyaknya solute yang melarut dalam pelaru t yang banyaknya tertentu untuk menghasilkan suatu larutan jenuh. Berdasarkan tingkat kelarutannya larutan terbagi menjadi : 1. Larutan jenuh adalah larutan yang mengandung zat terlarut dalam jumlah yang diperlukan untuk adanya kesetimbangan antara solute yang terlarut dan yang tak terlarut. 2. Larutan tak jenuh (unsaturated) jumlah solute yang terlarut kurang dari kelarutannya, maka larutannya. Senyawa Nitrat Nitrit Bromida Oksida Kelarutan Semua larut Semua larut kecuali Ag+ Semua larut kecuali Ag+, Hg22+, Pb2+ Semua tidak larut kecuali Na+, K+, Ba2+, Sr2+, Ca2+

Tabel 1.Kelarutan beberapa senyawa dalam air. III.FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LARUTAN a.Pengaruh Jenis Zat pada Kelarutan Zat-zat dengan struktur kimia yang mirip umumnya dapat salin g bercampurdengan baik, sedangkan zat-zat yang struktur kimianya berbeda umumnya kurang dapatsaling bercampur(like dissolves like)Senyawa yang bersifat polar ak an mudah larutdalam pelarut polar, sedangkan senyawa nonpolar akan mudah larut d alam pelarutnonpolar. Contohnya alkohol dan air bercampur sempurna(completely mi scible), air daneter bercampur sebagian(partially miscible),sedangkan minyak dan air tidak bercampur(completely immiscible). b. Pengaruh Temperatur pada Kelarutan Kelarutan gas umumnya berkurang pada temperatur yang lebih tinggi.Misalnyajika a ir dipanaskan, maka timbul gelembung-gelembung gas yang keluar dari dalam air, s ehingga gas yang BAB I LARUTAN I. PENGERTIAN LARUTAN Larutan adalah campuran yang bersifat homogen antara molekul, atom ataup un ion dari dua zat atau lebih.Disebut campuran karena susunannya atau komposisi nya dapat berubah.Komponen dari larutan terdiri dari dua jenis, pelarut (solvent ) dan zat terlarut(solute), yang dapat dipertukarkan tergantung jumlahnya.Pelaru t merupakan komponen yang utama yang terdapat dalam jumlah yang banyak, sedangka n komponen minornya merupakan zat terlarut.Larutan terbentuk melalui pencampuran dua atau lebih zat murni yang molekulnya berinteraksi langsung dalam keadaan te rcampur.Fase larutan dapat berwujud gas, padat ataupun cair. II. PEMBAGIAN LARUTAN 1.Berdasarkan daya hantar listriknya (daya ionisasinya) a. Larutan elektrolit Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik. Larutan ini dibedakan atas: 1. ELEKTROLIT KUAT Larutan elektrolit kuat adalah larutan yang mempunyai daya hantar listrik yang k uat, karena zat terlarutnya didalam pelarut (umumnya air), seluruhnya berubah menjadi ion-ion (a lpha = 1). Yang tergolong elektrolit kuat adalah: a. Asam-asam kuat, seperti : HCl, HCl03, H2SO4, HNO3 dan lain-lain. b. Basa-basa kuat, yaitu basa-basa golongan alkali dan alkali tanah, seperti: Na OH, KOH, Ca(OH)2, Ba(OH)2 dan lain-lain. c. Garam-garam yang mudah larut, seperti: NaCl, KI, Al2(SO4)3 dan lain-lain 2. ELEKTROLIT LEMAH Larutan elektrolit lemah adalah larutan yang daya hantar listriknya lemah dengan harga derajat ionisasi sebesar 0 < < 1. Yang tergolong elektrolit lemah: a. Asam-asam lemah, seperti : CH3COOH, HCN, H2CO3, H2S dan lain-lain b. Basa-basa lemah seperti : NH4OH, Ni(OH)2 dan lain-lain c. Garam-garam yang sukar larut, seperti : AgCl, CaCrO4, PbI2 dan lain-lain b.LARUTAN NON ELEKTROLIT Larutan non elektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listri k, karena zat terlarutnya di dalam pelarut tidak dapat menghasilkan ion-ion (tidak mengion). Tergolong ke dalam jenis ini misalnya: - Larutan urea - Larutan glukosa

- Larutan sukrosa - Larutan alkohol dan lain-lain 2.Berdasarkan fase zat terlarut dan pelarutnya. Tabel berikut menunjukkan contoh-contoh larutan berdasarkan fase komponen-kompon ennya. PELARUT ZAT TERLARUT GAS CAIRAN PADAT GAS Udara (oksigen dan gas-gas lain dalam nitrogen) Uap air di udara (kelembapan) Bau suatu zat padat yang timbul dari larutnya molekul padatan tersebut di udara CAIRAN Air terkarbonasi (karbon dioksidadalam air) Etanol dalam air; campuran berbagai hidrokarbon (minyak bumi Sukrosa (gula) dalam air; natrium klorida(garam dapur) dalam air; amalgamemas da lam raksa PADAT Hidrogen larut dalam logam, misalnya platina Air dalam arang aktif; uap air dalam kayu Aloy logam seperti baja dan duralumin 3. Berdasarkan tingkat kelarutannya Kelarutan (solubility) adalah banyaknya solute yang melarut dalam pelaru t yang banyaknya tertentu untuk menghasilkan suatu larutan jenuh. Berdasarkan tingkat kelarutannya larutan terbagi menjadi : 1. Larutan jenuh adalah larutan yang mengandung zat terlarut dalam jumlah yang diperlukan untuk adanya kesetimbangan antara solute yang terlarut dan yang tak terlarut. 2. Larutan tak jenuh (unsaturated) jumlah solute yang terlarut kurang dari kelarutannya, maka larutannya. Senyawa Kelarutan Nitrat Semua larut Nitrit Semua larut kecuali Ag+ Bromida Semua larut kecuali Ag+, Hg22+, Pb2+ Oksida Semua tidak larut kecuali Na+, K+, Ba2+, Sr2+, Ca2+ Tabel 1.Kelarutan beberapa senyawa dalam air. III.FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LARUTAN a.Pengaruh Jenis Zat pada Kelarutan Zat-zat dengan struktur kimia yang mirip umumnya dapat salin g bercampurdengan baik, sedangkan zat-zat yang struktur kimianya berbeda umumnya kurang dapatsaling bercampur(like dissolves like)Senyawa yang bersifat polar ak an mudah larutdalam pelarut polar, sedangkan senyawa nonpolar akan mudah larut d alam pelarutnonpolar. Contohnya alkohol dan air bercampur sempurna(completely mi scible), air daneter bercampur sebagian(partially miscible),sedangkan minyak dan air tidak bercampur(completely immiscible). b. Pengaruh Temperatur pada Kelarutan Kelarutan gas umumnya berkurang pada temperatur yang lebih tinggi.Misalnyajika a ir dipanaskan, maka timbul gelembung-gelembung gas yang keluar dari dalam air, s ehingga gas yang BAB I LARUTAN I. PENGERTIAN LARUTAN Larutan adalah campuran yang bersifat homogen antara molekul, atom ataup un ion dari dua zat atau lebih.Disebut campuran karena susunannya atau komposisi nya dapat berubah.Komponen dari larutan terdiri dari dua jenis, pelarut (solvent ) dan zat terlarut(solute), yang dapat dipertukarkan tergantung jumlahnya.Pelaru t merupakan komponen yang utama yang terdapat dalam jumlah yang banyak, sedangka n komponen minornya merupakan zat terlarut.Larutan terbentuk melalui pencampuran

dua atau lebih zat murni yang molekulnya berinteraksi langsung dalam keadaan te rcampur.Fase larutan dapat berwujud gas, padat ataupun cair. II. PEMBAGIAN LARUTAN 1.Berdasarkan daya hantar listriknya (daya ionisasinya) a. Larutan elektrolit Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik. Larutan ini dibedakan atas: 1. ELEKTROLIT KUAT Larutan elektrolit kuat adalah larutan yang mempunyai daya hantar listrik yang k uat, karena zat terlarutnya didalam pelarut (umumnya air), seluruhnya berubah menjadi ion-ion (a lpha = 1). Yang tergolong elektrolit kuat adalah: a. Asam-asam kuat, seperti : HCl, HCl03, H2SO4, HNO3 dan lain-lain. b. Basa-basa kuat, yaitu basa-basa golongan alkali dan alkali tanah, seperti: Na OH, KOH, Ca(OH)2, Ba(OH)2 dan lain-lain. c. Garam-garam yang mudah larut, seperti: NaCl, KI, Al2(SO4)3 dan lain-lain 2. ELEKTROLIT LEMAH Larutan elektrolit lemah adalah larutan yang daya hantar listriknya lemah dengan harga derajat ionisasi sebesar 0 < < 1. Yang tergolong elektrolit lemah: a. Asam-asam lemah, seperti : CH3COOH, HCN, H2CO3, H2S dan lain-lain b. Basa-basa lemah seperti : NH4OH, Ni(OH)2 dan lain-lain c. Garam-garam yang sukar larut, seperti : AgCl, CaCrO4, PbI2 dan lain-lain b.LARUTAN NON ELEKTROLIT Larutan non elektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listri k, karena zat terlarutnya di dalam pelarut tidak dapat menghasilkan ion-ion (tidak mengion). Tergolong - Larutan - Larutan - Larutan ke dalam jenis ini misalnya: urea glukosa Larutan sukrosa alkohol dan lain-lain

2.Berdasarkan fase zat terlarut dan pelarutnya. Tabel berikut menunjukkan contoh-contoh larutan berdasarkan fase komponen-kompon ennya. PELARUT ZAT TERLARUT GAS CAIRAN PADAT GAS Udara (oksigen dan gas-gas lain dalam nitrogen) Uap air di udara (kelembapan) Bau suatu zat padat yang timbul dari larutnya molekul padatan tersebut di udara CAIRAN Air terkarbonasi (karbon dioksidadalam air) Etanol dalam air; campuran berbagai hidrokarbon (minyak bumi Sukrosa (gula) dalam air; natrium klorida(garam dapur) dalam air; amalgamemas da lam raksa PADAT Hidrogen larut dalam logam, misalnya platina Air dalam arang aktif; uap air dalam kayu Aloy logam seperti baja dan duralumin 3. Berdasarkan tingkat kelarutannya Kelarutan (solubility) adalah banyaknya solute yang melarut dalam pelaru

t yang banyaknya tertentu untuk menghasilkan suatu larutan jenuh. Berdasarkan tingkat kelarutannya larutan terbagi menjadi : 1. Larutan jenuh adalah larutan yang mengandung zat terlarut dalam jumlah yang diperlukan untuk adanya kesetimbangan antara solute yang terlarut dan yang tak terlarut. 2. Larutan tak jenuh (unsaturated) jumlah solute yang terlarut kurang dari kelarutannya, maka larutannya. Senyawa Kelarutan Nitrat Semua larut Nitrit Semua larut kecuali Ag+ Bromida Semua larut kecuali Ag+, Hg22+, Pb2+ Oksida Semua tidak larut kecuali Na+, K+, Ba2+, Sr2+, Ca2+ Tabel 1.Kelarutan beberapa senyawa dalam air. III.FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LARUTAN a.Pengaruh Jenis Zat pada Kelarutan Zat-zat dengan struktur kimia yang mirip umumnya dapat salin g bercampurdengan baik, sedangkan zat-zat yang struktur kimianya berbeda umumnya kurang dapatsaling bercampur(like dissolves like)Senyawa yang bersifat polar ak an mudah larutdalam pelarut polar, sedangkan senyawa nonpolar akan mudah larut d alam pelarutnonpolar. Contohnya alkohol dan air bercampur sempurna(completely mi scible), air daneter bercampur sebagian(partially miscible),sedangkan minyak dan air tidak bercampur(completely immiscible). b. Pengaruh Temperatur pada Kelarutan Kelarutan gas umumnya berkurang pada temperatur yang lebih tinggi.Misalnyajika a ir dipanaskan, maka timbul gelembung-gelembung gas yang keluar dari dalam air, s ehingga gas yang BAB I LARUTAN I. PENGERTIAN LARUTAN Larutan adalah campuran yang bersifat homogen antara molekul, atom ataup un ion dari dua zat atau lebih.Disebut campuran karena susunannya atau komposisi nya dapat berubah.Komponen dari larutan terdiri dari dua jenis, pelarut (solvent ) dan zat terlarut(solute), yang dapat dipertukarkan tergantung jumlahnya.Pelaru t merupakan komponen yang utama yang terdapat dalam jumlah yang banyak, sedangka n komponen minornya merupakan zat terlarut.Larutan terbentuk melalui pencampuran dua atau lebih zat murni yang molekulnya berinteraksi langsung dalam keadaan te rcampur.Fase larutan dapat berwujud gas, padat ataupun cair. II. PEMBAGIAN LARUTAN 1.Berdasarkan daya hantar listriknya (daya ionisasinya) a. Larutan elektrolit Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik. Larutan ini dibedakan atas: 1. ELEKTROLIT KUAT Larutan elektrolit kuat adalah larutan yang mempunyai daya hantar listrik yang k uat, karena zat terlarutnya didalam pelarut (umumnya air), seluruhnya berubah menjadi ion-ion (a lpha = 1). Yang tergolong elektrolit kuat adalah: a. Asam-asam kuat, seperti : HCl, HCl03, H2SO4, HNO3 dan lain-lain. b. Basa-basa kuat, yaitu basa-basa golongan alkali dan alkali tanah, seperti: Na OH, KOH, Ca(OH)2, Ba(OH)2 dan lain-lain. c. Garam-garam yang mudah larut, seperti: NaCl, KI, Al2(SO4)3 dan lain-lain 2. ELEKTROLIT LEMAH Larutan elektrolit lemah adalah larutan yang daya hantar listriknya lemah dengan harga derajat

ionisasi sebesar 0 < < 1. Yang tergolong elektrolit lemah: a. Asam-asam lemah, seperti : CH3COOH, HCN, H2CO3, H2S dan lain-lain b. Basa-basa lemah seperti : NH4OH, Ni(OH)2 dan lain-lain c. Garam-garam yang sukar larut, seperti : AgCl, CaCrO4, PbI2 dan lain-lain b.LARUTAN NON ELEKTROLIT Larutan non elektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listri k, karena zat terlarutnya di dalam pelarut tidak dapat menghasilkan ion-ion (tidak mengion). Tergolong - Larutan - Larutan - Larutan ke dalam jenis ini misalnya: urea glukosa Larutan sukrosa alkohol dan lain-lain

2.Berdasarkan fase zat terlarut dan pelarutnya. Tabel berikut menunjukkan contoh-contoh larutan berdasarkan fase komponen-kompon ennya. PELARUT ZAT TERLARUT GAS CAIRAN PADAT GAS Udara (oksigen dan gas-gas lain dalam nitrogen) Uap air di udara (kelembapan) Bau suatu zat padat yang timbul dari larutnya molekul padatan tersebut di udara CAIRAN Air terkarbonasi (karbon dioksidadalam air) Etanol dalam air; campuran berbagai hidrokarbon (minyak bumi Sukrosa (gula) dalam air; natrium klorida(garam dapur) dalam air; amalgamemas da lam raksa PADAT Hidrogen larut dalam logam, misalnya platina Air dalam arang aktif; uap air dalam kayu Aloy logam seperti baja dan duralumin 3. Berdasarkan tingkat kelarutannya Kelarutan (solubility) adalah banyaknya solute yang melarut dalam pelaru t yang banyaknya tertentu untuk menghasilkan suatu larutan jenuh. Berdasarkan tingkat kelarutannya larutan terbagi menjadi : 1. Larutan jenuh adalah larutan yang mengandung zat terlarut dalam jumlah yang diperlukan untuk adanya kesetimbangan antara solute yang terlarut dan yang tak terlarut. 2. Larutan tak jenuh (unsaturated) jumlah solute yang terlarut kurang dari kelarutannya, maka larutannya. Senyawa Kelarutan Nitrat Semua larut Nitrit Semua larut kecuali Ag+ Bromida Semua larut kecuali Ag+, Hg22+, Pb2+ Oksida Semua tidak larut kecuali Na+, K+, Ba2+, Sr2+, Ca2+ Tabel 1.Kelarutan beberapa senyawa dalam air. III.FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LARUTAN a.Pengaruh Jenis Zat pada Kelarutan Zat-zat dengan struktur kimia yang mirip umumnya dapat salin g bercampurdengan baik, sedangkan zat-zat yang struktur kimianya berbeda umumnya kurang dapatsaling bercampur(like dissolves like)Senyawa yang bersifat polar ak an mudah larutdalam pelarut polar, sedangkan senyawa nonpolar akan mudah larut d alam pelarutnonpolar. Contohnya alkohol dan air bercampur sempurna(completely mi scible), air daneter bercampur sebagian(partially miscible),sedangkan minyak dan

air tidak bercampur(completely immiscible). b. Pengaruh Temperatur pada Kelarutan Kelarutan gas umumnya berkurang pada temperatur yang lebih tinggi.Misalnyajika a ir dipanaskan, maka timbul gelembung-gelembung gas yang keluar dari dalam air, s ehingga gas yang BAB I LARUTAN I. PENGERTIAN LARUTAN Larutan adalah campuran yang bersifat homogen antara molekul, atom ataup un ion dari dua zat atau lebih.Disebut campuran karena susunannya atau komposisi nya dapat berubah.Komponen dari larutan terdiri dari dua jenis, pelarut (solvent ) dan zat terlarut(solute), yang dapat dipertukarkan tergantung jumlahnya.Pelaru t merupakan komponen yang utama yang terdapat dalam jumlah yang banyak, sedangka n komponen minornya merupakan zat terlarut.Larutan terbentuk melalui pencampuran dua atau lebih zat murni yang molekulnya berinteraksi langsung dalam keadaan te rcampur.Fase larutan dapat berwujud gas, padat ataupun cair. II. PEMBAGIAN LARUTAN 1.Berdasarkan daya hantar listriknya (daya ionisasinya) a. Larutan elektrolit Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik. Larutan ini dibedakan atas: 1. ELEKTROLIT KUAT Larutan elektrolit kuat adalah larutan yang mempunyai daya hantar listrik yang k uat, karena zat terlarutnya didalam pelarut (umumnya air), seluruhnya berubah menjadi ion-ion (a lpha = 1). Yang tergolong elektrolit kuat adalah: a. Asam-asam kuat, seperti : HCl, HCl03, H2SO4, HNO3 dan lain-lain. b. Basa-basa kuat, yaitu basa-basa golongan alkali dan alkali tanah, seperti: Na OH, KOH, Ca(OH)2, Ba(OH)2 dan lain-lain. c. Garam-garam yang mudah larut, seperti: NaCl, KI, Al2(SO4)3 dan lain-lain 2. ELEKTROLIT LEMAH Larutan elektrolit lemah adalah larutan yang daya hantar listriknya lemah dengan harga derajat ionisasi sebesar 0 < < 1. Yang tergolong elektrolit lemah: a. Asam-asam lemah, seperti : CH3COOH, HCN, H2CO3, H2S dan lain-lain b. Basa-basa lemah seperti : NH4OH, Ni(OH)2 dan lain-lain c. Garam-garam yang sukar larut, seperti : AgCl, CaCrO4, PbI2 dan lain-lain b.LARUTAN NON ELEKTROLIT Larutan non elektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listri k, karena zat terlarutnya di dalam pelarut tidak dapat menghasilkan ion-ion (tidak mengion). Tergolong - Larutan - Larutan - Larutan ke dalam jenis ini misalnya: urea glukosa Larutan sukrosa alkohol dan lain-lain

2.Berdasarkan fase zat terlarut dan pelarutnya. Tabel berikut menunjukkan contoh-contoh larutan berdasarkan fase komponen-kompon ennya. PELARUT ZAT TERLARUT GAS CAIRAN PADAT GAS Udara (oksigen dan gas-gas lain dalam nitrogen)

Uap air di udara (kelembapan) Bau suatu zat padat yang timbul dari larutnya molekul padatan tersebut di udara CAIRAN Air terkarbonasi (karbon dioksidadalam air) Etanol dalam air; campuran berbagai hidrokarbon (minyak bumi Sukrosa (gula) dalam air; natrium klorida(garam dapur) dalam air; amalgamemas da lam raksa PADAT Hidrogen larut dalam logam, misalnya platina Air dalam arang aktif; uap air dalam kayu Aloy logam seperti baja dan duralumin 3. Berdasarkan tingkat kelarutannya Kelarutan (solubility) adalah banyaknya solute yang melarut dalam pelaru t yang banyaknya tertentu untuk menghasilkan suatu larutan jenuh. Berdasarkan tingkat kelarutannya larutan terbagi menjadi : 1. Larutan jenuh adalah larutan yang mengandung zat terlarut dalam jumlah yang diperlukan untuk adanya kesetimbangan antara solute yang terlarut dan yang tak terlarut. 2. Larutan tak jenuh (unsaturated) jumlah solute yang terlarut kurang dari kelarutannya, maka larutannya. Senyawa Kelarutan Nitrat Semua larut Nitrit Semua larut kecuali Ag+ Bromida Semua larut kecuali Ag+, Hg22+, Pb2+ Oksida Semua tidak larut kecuali Na+, K+, Ba2+, Sr2+, Ca2+ Tabel 1.Kelarutan beberapa senyawa dalam air. III.FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LARUTAN a.Pengaruh Jenis Zat pada Kelarutan Zat-zat dengan struktur kimia yang mirip umumnya dapat salin g bercampurdengan baik, sedangkan zat-zat yang struktur kimianya berbeda umumnya kurang dapatsaling bercampur(like dissolves like)Senyawa yang bersifat polar ak an mudah larutdalam pelarut polar, sedangkan senyawa nonpolar akan mudah larut d alam pelarutnonpolar. Contohnya alkohol dan air bercampur sempurna(completely mi scible), air daneter bercampur sebagian(partially miscible),sedangkan minyak dan air tidak bercampur(completely immiscible). b. Pengaruh Temperatur pada Kelarutan Kelarutan gas umumnya berkurang pada temperatur yang lebih tinggi.Misalnyajika a ir dipanaskan, maka timbul gelembung-gelembung gas yang keluar dari dalam air, s ehingga gas yang BAB I LARUTAN I. PENGERTIAN LARUTAN Larutan adalah campuran yang bersifat homogen antara molekul, atom ataup un ion dari dua zat atau lebih.Disebut campuran karena susunannya atau komposisi nya dapat berubah.Komponen dari larutan terdiri dari dua jenis, pelarut (solvent ) dan zat terlarut(solute), yang dapat dipertukarkan tergantung jumlahnya.Pelaru t merupakan komponen yang utama yang terdapat dalam jumlah yang banyak, sedangka n komponen minornya merupakan zat terlarut.Larutan terbentuk melalui pencampuran dua atau lebih zat murni yang molekulnya berinteraksi langsung dalam keadaan te rcampur.Fase larutan dapat berwujud gas, padat ataupun cair. II. PEMBAGIAN LARUTAN 1.Berdasarkan daya hantar listriknya (daya ionisasinya) a. Larutan elektrolit Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik. Larutan ini dibedakan atas:

1. ELEKTROLIT KUAT Larutan elektrolit kuat adalah larutan yang mempunyai daya hantar listrik yang k uat, karena zat terlarutnya didalam pelarut (umumnya air), seluruhnya berubah menjadi ion-ion (a lpha = 1). Yang tergolong elektrolit kuat adalah: a. Asam-asam kuat, seperti : HCl, HCl03, H2SO4, HNO3 dan lain-lain. b. Basa-basa kuat, yaitu basa-basa golongan alkali dan alkali tanah, seperti: Na OH, KOH, Ca(OH)2, Ba(OH)2 dan lain-lain. c. Garam-garam yang mudah larut, seperti: NaCl, KI, Al2(SO4)3 dan lain-lain 2. ELEKTROLIT LEMAH Larutan elektrolit lemah adalah larutan yang daya hantar listriknya lemah dengan harga derajat ionisasi sebesar 0 < < 1. Yang tergolong elektrolit lemah: a. Asam-asam lemah, seperti : CH3COOH, HCN, H2CO3, H2S dan lain-lain b. Basa-basa lemah seperti : NH4OH, Ni(OH)2 dan lain-lain c. Garam-garam yang sukar larut, seperti : AgCl, CaCrO4, PbI2 dan lain-lain b.LARUTAN NON ELEKTROLIT Larutan non elektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listri k, karena zat terlarutnya di dalam pelarut tidak dapat menghasilkan ion-ion (tidak mengion). Tergolong - Larutan - Larutan - Larutan ke dalam jenis ini misalnya: urea glukosa Larutan sukrosa alkohol dan lain-lain

2.Berdasarkan fase zat terlarut dan pelarutnya. Tabel berikut menunjukkan contoh-contoh larutan berdasarkan fase komponen-kompon ennya. PELARUT ZAT TERLARUT GAS CAIRAN PADAT GAS Udara (oksigen dan gas-gas lain dalam nitrogen) Uap air di udara (kelembapan) Bau suatu zat padat yang timbul dari larutnya molekul padatan tersebut di udara CAIRAN Air terkarbonasi (karbon dioksidadalam air) Etanol dalam air; campuran berbagai hidrokarbon (minyak bumi Sukrosa (gula) dalam air; natrium klorida(garam dapur) dalam air; amalgamemas da lam raksa PADAT Hidrogen larut dalam logam, misalnya platina Air dalam arang aktif; uap air dalam kayu Aloy logam seperti baja dan duralumin 3. Berdasarkan tingkat kelarutannya Kelarutan (solubility) adalah banyaknya solute yang melarut dalam pelaru t yang banyaknya tertentu untuk menghasilkan suatu larutan jenuh. Berdasarkan tingkat kelarutannya larutan terbagi menjadi : 1. Larutan jenuh adalah larutan yang mengandung zat terlarut dalam jumlah yang diperlukan untuk adanya kesetimbangan antara solute yang terlarut dan yang tak terlarut. 2. Larutan tak jenuh (unsaturated) jumlah solute yang terlarut kurang dari kelarutannya, maka larutannya.

Senyawa Kelarutan Nitrat Semua larut Nitrit Semua larut kecuali Ag+ Bromida Semua larut kecuali Ag+, Hg22+, Pb2+ Oksida Semua tidak larut kecuali Na+, K+, Ba2+, Sr2+, Ca2+ Tabel 1.Kelarutan beberapa senyawa dalam air. III.FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LARUTAN a.Pengaruh Jenis Zat pada Kelarutan Zat-zat dengan struktur kimia yang mirip umumnya dapat salin g bercampurdengan baik, sedangkan zat-zat yang struktur kimianya berbeda umumnya kurang dapatsaling bercampur(like dissolves like)Senyawa yang bersifat polar ak an mudah larutdalam pelarut polar, sedangkan senyawa nonpolar akan mudah larut d alam pelarutnonpolar. Contohnya alkohol dan air bercampur sempurna(completely mi scible), air daneter bercampur sebagian(partially miscible),sedangkan minyak dan air tidak bercampur(completely immiscible). b. Pengaruh Temperatur pada Kelarutan Kelarutan gas umumnya berkurang pada temperatur yang lebih tinggi.Misalnyajika a ir dipanaskan, maka timbul gelembung-gelembung gas yang keluar dari dalam air, s ehingga gas yang v

Beri Nilai