Anda di halaman 1dari 10

1

Metode Depresiasi
Depresiasi Sinking Fund
Depresiasi Unit Produksi
Perbandingan Metode-metode Depresiasi

Oleh :
Kelompok III
Agus Eka A. (0908405001)
Agustinus A. Ete (0908405036)
Vian Riska Ayuningtyas (0908405048)
Eka Ariwijayanthi (0908405055)


!urusan MaLemaLlka
lakulLas MaLemaLlka dan llmu engeLahuan Alam
unlverslLas udayana
20102011
2


1.1 Metode Depresiasi Sinking Fund (SF)
sumsi dasar yang digunakan pada metode depresiasi sinking Iund adalah bahwa penurunan
nilai suatu asset semakin cepat dari suatu saat ke saat berikutnya. Peningkatan ini diakibatkan
karena disertakannya konsep nilai waktu dari uang sehingga besarnya depresiasi akan meningkat
seirama dengan tingkat bunga yang berlaku. Dengan kata lain besarnya depresiasi akan lebih
kecil pada tahun-tahun awal periode depresiasi. Dengan siIat demikian metode depresiasi sinking
Iund tidak akan menguntungkan bila ditinjau dari sudut pajak yang harus ditanggung perusahaan.
Besarnya nilai patokan depresiasi tiap tahun dihitung dari konversi nilai yang akan didepresiasi
(P-S) selama n periode ke nilai seragam tahunan dengan bunga sebesar i, atau :
= ( - ) _

, %, n]
Dengan demikian maka besarnya depresiasi pada tahun ke-t adalah jumlah dari nilai patokan
depresiasi () dengan bunga yang dihasilkannya. Jadi depresiasi pada tahun pertama adalah ,
dan pada tahun ke-t adalah (1i)t-1, atau sama dengan (F/P, i,t-1). Maka depresiasi pada
tahun ke-t adalah :

t
= ( -) _

, %, n]_

, %, - ]
Besarnya beban depresiasi ini juga dinyatakan dengan selisih nilai buku pada suatu tahun (t)
dengan nilai buku pada tahun sebelumnya (t-1). Dengan pernyataan lain :

t
=
t-1
-
t
, dimana nilai buku pada periode t adalah nilai awal asset tersebut setelah
dikurangi akumulasi nilai patokan depresiasi maupun bunga yang terjadi sampai saat itu. tau
dapat dirumuskan :

t
= -_

, %, ]
tau

t
= -( - ) _

, %, n] _

, %, ]
Contoh soal:
1. Misalkan sebuah perusahaan membeli alat transportasi dengan harga Rp 38.000.000 dan
biaya pengiriman dan uji coba besarnya adalah Rp 1.000.000. Masa pakai ekonomis dari
alat ini adalah 6 tahun dengan perkiraan nilai sisa sebesar Rp 3.000.000. Hitunglah
depresiasi yang terjadi serta nilai bukunya selama periode depresiasi dengan
mengansumsikan I sebesar 12 dengan menggunakan metode depresiasi sinking Iund.
Jawab :
Besarnya depresiasi tiap tahun dihitung dengan mencari nilai depresiasi dasarnya, yaitu :
= ( - ) _

, %, n]
= (p% - p) _

, %, ]
= p(,)
= p
Besarnya depresiasi pada tahun pertama adalah sama dengan nilai depresiasi dasar, yaitu Rp
4.436.000. atau dapat dihitung dengan menggunakan rumus :

t
= ( -) _

, %, n]_

, %, - ]
= p _

, %, ]_

, %, ]
= p(,)()
= p


ilai buku pada akhir tahun pertama adalah nilai awal dikurangi besarnya depresiasi pada tahun
pertama, yaitu Rp 36.000.000-Rp 4.436.000 Rp 34.564.000, atau dapat dihitung dengan
menggunakan rumus :

t
= -_

, %, ]
= p% -p _

, %, ]
= p% -p()
= p
Selanjutnya hasil-hasil perhitungan selengkapnya dari besarnya depresiasi dan nilai buku tahun
sampai akhir periode depresiasi :
Akhir Tahun Depresiasi akhir tahun
(Rupiah)
Nilai buku akhir tahun
(Rupiah)
0 0 Rp 39.000.000
1 Rp 4.436.000 Rp 34.564.000
2 Rp 4.968.000 Rp 29.596.000
3 Rp 5.565.000 Rp 24.031.000
4 Rp 6.232.000 Rp 17.799.000
5 Rp 6.980.000 Rp 10.819.000
6 Rp 7.819.000 Rp 3.000.000

2. Suatu PL (PERSERO) PJX membeli 1 unit recloser termasuk biaya pemasangan
dengan harga Rp 400.000.000,- dimana umur recloser tersebut diasumsikan 20 tahun
(dengan i12) bila nilai akhir (salvage value) 0. Dengan menggunakan metode
sinking Iund hitung depresiasi/tahun.
Besarnya depresiasi tiap tahun dihitung dengan mencari nilai depresiasi dasarnya, yaitu :
= ( - ) _

, %, n]


= (p - ) _

, %, ]
= p(,%)
= p

t
= -_

, %, ]
= p - p
= p%
Akhir Tahun Depresiasi akhir tahun
(Rupiah)
Nilai buku akhir tahun
(Rupiah)
0 0 Rp 400.000.000
1 Rp 5.560.000 Rp 394.440.000
2 Rp 6.232.152 Rp 388.207.848
3 Rp 6.948.920 Rp 381.258.928
4 Rp 7.815.808 Rp 373.443.120
5 Rp 8.738.569 Rp 364.704.551
6 Rp 9.774.082 Rp 354.930.469
7 Rp 10.967.351 Rp 343.963.118
8 Rp 12.279.483 Rp 331.683.635
9 Rp 13.731.702 Rp 317.951.933
10 Rp 15.388.874 Rp 302.563.059
11 Rp 17.246.094 Rp 285.316.965
12 Rp 19.315.959 Rp 266.001.006
13 Rp 21.625.881 Rp 244.375.125
14 Rp 24.217.575 Rp 220.157.550
15 Rp 27.123.410 Rp 193.034.140
16 Rp 30.383.574 Rp 162.650.566
17 Rp 34.026.498 Rp 128.624.068
18 Rp 38.111.311 Rp 90.512.757


19 Rp 42.694.867 Rp 47.817.890
20 Rp 47.817.890 0

1.2 Metode Depresiasi Unit Produksi (UP)
pabila penyusutan suatu asset lebih ditentukan oleh intensitas pemakaianya dibanding
dengan lamanya alat tersebut dimiliki maka depresiasinya bisa didasarkan atas unit produksi
atau unit output dari asset atau property tersebut. Pada prinsipnya, unit produksi bisa dinyatakan
dari salah satu ukuran berikut :
a) Output Produksi, misalnya volume atau berat dari material yang dipindahkan oleh
suatu alat pengangkutan material pada tahun tertentu dibandingkan dengan berat
atau volume material yang diperkirakan bisa dipindah selama masa pakai dari alat
tersebut.
b) Hari Operasi, menunjukan jumlah hari operasi suatu aset selama tahun tertentu
dibandingkan dengan ekspektasi total hari operasi dari asset tersebut selama
pemakaianya.
c) Proyeksi Pendapatan, menunjukan estimasi pendapatan pada tahun tertentu dari
suatu asset yang disewakan dibandingkan dengan estimasi pendapatan dari
penyewaan alat tersebut selama masa pakainya.

Pada metode depresiasi unit produksi ini, besarnya depresiasi diperhitungkan sama untuk
tiap satuan output produksi dari asset tersebut, tanpa memperhitungkan berapa lama output
tersebut dicapai. Unit output atau unit produksi ini bisa dinyatakan dengan salah satu dari 3
ukuran yang telah diuraikan. Misalkan U
t
adalah jumlah unit produksi suatu asset selama tahun t
dan U adalah total unit produksi dari asset tersebut selama masa pakainya, makan besarnya
depresiasi pada tahun t adalah jumlah yang boleh didpresiasi (P-S) dikalikan dengan rasio U
t
/ U.
dengan kata lain,

t
=

t


Dengan demikian maka nilai buku pada akhir tahun ke-t diberikan oleh :


t
= -_
-

_ (
1
+
2
+ +
t


Contoh Soal :
1. Sebuah alat pemecah batu dibeli dengan harga Rp 12 juta dengan perkiraan umur 5 tahun
dan nilai sisa Rp 2 juta pada akhir umurnya. Pemecah batu ini akan digunakan dalam
pembangunan dam, yang diperkirakan berlangsung selama 5 tahun. dengan
menyesuaikan dengan jadwal pembangunan dam, pekerjaan pemecahan batu yang akan
ditangani oleh alat ini selam 5 tahun berturut-turut (dalam meter kubik) adalah
8000,12000, 18000, 8000, dan 4000. Dengan metode unit produksi, tentukanlah besarnya
depresiasi dan nilai buku tiap tahun !

Penyelesaian :
Total unit produksi selama 5 tahun adalah :
U 8000120001800080004000 50.000
ilai yang akan terdepresiasi selama 5 tahun adalah :
P-S Rp 12 juta Rp 2 juta
Rp 10 juta
Dengan demikian maka nilai
t
dan
t
selama 5 tahun adalah sebagai berikut :

D
1
8/50(10 juta) Rp 1.6 juta
BV
1
Rp 12 juta Rp 1.6 juta Rp 10.4 juta

D
2
12/50(10 juta) Rp 2.4 juta
BV
2
Rp 10.4 juta Rp 2.4 juta Rp 8 juta

D
3
1 8/50(juta) Rp 3.6 juta
BV
3
Rp 8 juta Rp 3.6 juta rp 404 juta

D
4
8/50(10 juta) Rp 1.6 juta


BV
4
Rp 404 juta Rp 1.6 juta Rp 2.8 juata

D
5
4/50(juta) Rp 0.8 juta
BV
5
Rp 2.8 juta Rp 0.8 juta Rp 2 juta

1.3 Perbandingan Metode-metode Depresiasi
Semua metode depresiasi yang diuraikan di atas memiliki karakteristik tersendiri. Metode
garis lurus adalah metode yang paling mudah cara perhitungannya dan cukup banyak dipakai.
Metode ini mengakibatkan nilai buku suatu aset menurun dengan kecepatan tetap. Metode
jumlah digit tahun (SYOD) dan metode keseimbangan menurun (DB atau DDB) adalah metode-
metode yang dipercepat, artinya menimbulkan depresiasi yang lebih besar pada tahun-tahun awal
periode depresiasi. Kedua metode ini akan menguntungkan ditinjau dari segi pembayaran pajak.
Pada umumnya metode (DB (terutama DDB) lebih cepat menurunkan nilai buku dibandingkan
dengan metode SYOD.
Metode depresiasi sinking Iund adalah metode yang terbalik dengan metode DB atau
SYOD, karena besarnya depresiasi justru lebih kecil pada tahun-tahun awal dibandingkan
dengan pada tahun-tahun berikutnya. Dari segi beban pajak, metode ini tidak memberikan
keuntungan sehingga hampir tidak ada perusahaan yang menggunakannya. Sedangkan metode
unit produksi tidak memiliki pola yang jelas karena besarnya depresiasi akan bergantung pada
penjualan produksi, bukan pada masa pakai aset atau alat yang bersangkutan. Oleh karenanya,
metode ini bisa mempercepat atau memperlambat depresiasi. Perbandingan metode-metode
depresiasi tersebut terlihat pada gambar di bawah ini yang memperlihatkan graIik antara waktu
dengan nilai buku aset pada metode-metode depresiasi yang berbeda.





ambar Perbandingan metode-metode depresiasi












1 meLode u8
2 meLode u
meLode SC?u
meLode SL
meLode Sl
10

DFTR PUSTK
Pujawan, I yoman. Ekonomi Teknik. 2004: Guna Widya,Surabaya