Anda di halaman 1dari 9

JENIS-JENIS KUCING DI PASAR TRADISIONAL DAN PASAR MODERN DI SURABAYA

Suhermin, Shella Wardya Relandina, Maya Purnama Sari, dan Lailatul Azizah Pendidikan Biologi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Surabaya, Jalan Raya Ketintang, Kampus ketintang, 2011.

ABSTRACT Telah dilakukan penelitian yang berjudul Jenis-Jenis Kucing Di Pasar Tradisional Dan Pasar Modern Di Surabaya. Penelitian ini dilakukan sejak 15 Oktober 2011 hingga 22 Desember 2011. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis kucing yang dijual di pasar tradisional dan pasar modern yang ada di Surabaya serta untuk mengetahui jenis kucing yang banyak diminati oleh pembeli. Sehingga dapat digunakan sebagai referensi bagi setiap orang umumnya dan para pecinta kucing khususnya yang ingin mengetahui jenis-jenis kucing yang yang dijual di pasar tradisional dan pasar modern yang ada di Surabaya. Kucing terdiri dari 149 jenis ras kucing, yang digolongkan berdasarkan rambutnya, yaitu rambut panjang (longhair), rambut pendek (shorthair) dan rambut sedang (semi-longhair). Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasi karena menggunakan metode pengumpulan data dengan observasi dan wawancara. Hasil penelitian berupa deskriptif dalam bentuk artikel yang nantinya hasil penelitian akan membahas mengenai keanaekaragaman kucing setiap sampel dan perbandingan antar sampel. Jenis-jenis kucing yang dijual di Pasar Tradisional (Pasar Bratang dan Pasar Gunung Sari) Surabaya lebih tinggi dibandingkan dengan jenis kucing yang dijual di Pasar Modern (Royal Plaza dan PTC) Surabaya. Jenis kucing yang dijual di Pasar Tradisional adalah sebagai berikut, Persia, Persia Medium, Himalayan, Norwegian, Siame, Pignose, dan Angora, sedangkan yang dijual di Pasar Modern hanya jenis Persia, Persia medium dan Pignose. Jenis kucing yang banyak diminati yaitu jenis Persia 53 %, Persia medium 21 %, sedangkan untuk maincoon dan pignose berturut-turut yaitu 16 % dan 10 %. Jenis persia diminati oleh sebagian besar pembeli dikarenakan beberapa hal yaitu harga yang relatif terjangkau dibandingkan dengan maincoon dan pignose. Selain itu perawatan lebih muda. Persia medium merupakan hasil perkawinan antara kucing persia dengan angora, sehingga hasil anakan yang dihasilkan memiliki hidung lebih mancung dibandingkan dengan jenis persia. Hal inilah yang menjadi pertimbangan pembeli untuk lebih memilih persia. Pembeli seakan ditawarkan kucing persia palsu jika melihat jenis persia medium.

Keywords :Biodiversity, cat, market, traditional, modern.

PENDAHULUAN Saat ini, kucing (Felis silvestris) merupakan salah satu hewan peliharaan terpopuler di Indonesia maupun di

Shorthair: Rambut pendek diseluruh badan, contohnya adalah Exotic

Shorthair, British Shorthair, American Shorthair, European Shorthair,

dunia.Jumlah jenis kucing ras di seluruh dunia yang terdata cukup banyak.terdapat 149 jenis ras kucing yang cukup populer dan terdaftar di organisasi/asosiasi/federasi

Chartreux, Oriental Shorthair, Siamese, Snowshoe, Seychellois, Abyssinian,

Rusian Blue, Korat, Burmese, Asian Group, Burmilla, Bombay, Bengal,

kucing di dunia.Berdasarkan rambutnya, ras Kucing dapat dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu rambut panjang (longhair), rambut pendek (shorthair) dan rambut sedang (semilonghair). Berikut ini daftar ras kucing menurut WCF - The World Cat Federation yang digolongkan berdasarkan panjang

Tonkinese, Egyptian Mau, Singapura, Ocicat, Japanese Bobtail, Cornish Rex, Devon Rex, Selkirk Rex, American Curl, Scottish Fold, American Wirehair,

Sphynx, Munchkin. Berkat kepopulerannya, maka banyak orang yang melirik kucing untuk dimanfaaatkan sebagai peluang bisnis yang memiliki

rambutnya : Longhair:Rambut panjang dan jatuh pada sisi tubuh, beberapa memiliki rambut yang menyentuh lantai ketika berdiri. Rambut pada ekor juga panjang (terkulai) dan tidak lebat. Contohnya adalah Persia. Semi-Longhair:Rambut panjang pada bagian perut, sedikit panjang pada bagian dada atau leher, rambut pada ekor lebih lebat. Contohnya adalahBirman, Turkish Van, Turkish Angora, Somali, Maine Coon, Norwegian, Balinese,

prospek yang menjanjikan.Banyak toko hewan menjamur diberbagai penjuru yang menyediakan kucing dan segala kebutuhan kucing.Namun setiap toko memiliki

keanekaragaman kucing yang berbeda.Dari latar belakang di atas, maka peneliti mengambil Keanekaragaman judul Kucing penelitian di Pasar

Tradisional dan Pasar Modern. Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalah dari penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Bagaimana keanekaragaman kucing yang dijual di pasar tradisional dan pasar modern yang ada di Surabaya ?.

Javanese (Angora), Ragdoll, Tiffanie, Tiffany, Medium. Cymric, Himalaya, Persia

2. Jenis kucing apa saja yang banyak diminati oleh pembeli dijual di pasar tradisional dan pasar modern yang ada di Surabaya ?. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Untuk mengetahui keanekaragaman kucing yang dijual di pasar tradisional dan pasar modern yang ada di Surabaya. 2. Untuk mengetahui jenis kucing yang banyak diminati oleh pembeli dijual di pasar tradisional dan pasar modern yang ada di Surabaya? Manfaat diadakannya penelitian ini

dalam bentuk artikel. Hasil penelitian akan membahas mengenai keanaekaragaman

kucing setiap sampel dan perbandingan antar sampel. Dalam penelitian data ini, peneliti tentang

mengumpulkan

keanekaragaman kucing yang ada di pasar tradisional dan pasar modern di Surabaya. Dari masing-masing pasar akan diambil 2 sampel yaitu untuk pasar tradisional kami mengambil sampel Pasar Bratang dan Pasar Gunung Sari, sedangkan untuk sampel Pasar Modern kami tentukan di Pakuwon Trade Center (PTC) dan Royal Plaza. Penelitian dilakukan dalam waktu 3 bulan yaitu bulan Oktober-Desember. Sasaran penelitian ini yaitu para penjual kucing yang terdapat pada pasar tradisional dan pasar modernsampel beserta kucing yang dijual serta pecinta kucing yang berada ditempat penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara kepada para

adalah hasil dari penelitian dapat digunakan sebagai umumnya khususnya referensi dan yang bagi para setiap pecinta orang kucing

ingin

mengetahui

keanekaragaman kucing yang yang dijual di pasar tradisional dan pasar modern yang ada di Surabaya.

METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini, kami menggunakan jenis penelitian observasi. karena

penjual dan pembeli. Peneliti melakukan observasi pada masing-masing sampel

penelitian kemudian mencatat, merekam dalam bentuk foto setiap jenis kucing setiap toko pada masing-masing sampel penelitian. Peneliti merekam beberapa tingkah laku kucing dalam bentuk video. kepada Peneliti penjual

menggunakan metode pengumpulan data dengan observasi dan wawancara. Peneliti mengumpulkan data mengenai

keanekaragaman kucing yang di jual di Surabaya. Hasil penelitian berupa deskriptif

melakukan

wawancara

mengenai deskripsi kucing(jenis kucing, ketebalan bulu, perawatan, dan harga) untuk setiap jenis kucing.Peneliti juga akan

Jadwal penelitian dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

melakukan wawancara kepada pembeli di masing-masing sampel. Lembar observasi dan wawancara dapat dilihat pada lampiran. Data hasil observasi dilakukan Tanggal 15 Oktober 2011 Kegiatan Melakukan observasi dan wawancara Tempat pasar tradisional (Pasar Bratang dan Pasar Gunung Sari) 16 Oktober 2011 jenis kucing berdasarkan Melakukan observasi dan wawancara pasar modern (Pakuwon Trade Center dan Royal Plaza) 17 Oktober 2011 Mengolah data hasil observasi dan wawancara 17-30 Oktober 2011 Menyusun laporan dalam bentuk artikel Desember 2011 Presentasi hasil Jurusan Biologi Jurusan Biologi FMIPA UNESA Jurusan Biologi FMIPA UNESA

identifikasi dengan menggunakan kunci identifikasi kucing. Setelah itu dibandingkan keanekaragaman kucing setiap sampelnya. Sedangkan untuk data hasil wawancara kepada statistik diminati. Keanekaragaman kucing adalah beberapa macam pembeli mengenai dilakukan jenis perhitungan kucing yang

spesiesnya.Pasar tradisional adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli serta ditandai dengan adanya transaksi penjual dan pembeli secara langsung dan biasanya ada proses tawar menawar, bangunan

biasanya terdiri dari kios-kios atau gerai, los, dan dasaran terbuka yang dibuka oleh penjual maupun pengelola pasar.Pasar

modern adalah pasar yang pelayanannya dilakukan secara mendiri atau dilayani oleh pramuniaga, seperti lift, terdapat escalator, fasilitas canggih yang

stan-stan

dibangun sedemikian rupa sehingga terkesan mewah, rapi dan bersih.

penelitian

FMIPA UNESA

Desember2011

Revisi hasil penelitian

Jurusan Biologi FMIPA UNESA

70 J U 60 M 50 L A 40 H 30 K 20 U C 10 I 0 N G PASAR TRADISIONAL PASAR MODERN

HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 1. Perbandingan Keanekaragaman Jenis Kucing Di PasarTradisional Dan Pasar Modern Di Surabaya Jenis Kucing Persia Persia Mediu m Himala ya Siame Pignose Norwe gian Angora 1 1 1 1 8 2 64 23 Pasar Pasar

JENIS KUCING

Diagram 1: Keanekaragaman Jenis Kucing Di PasarTradisional Dan Pasar Modern Di Surabaya Berdasarkan tabel dan grafik diatas, terlihat jelas bahwa jenis kucing yang dijual di Pasar Tradisional (Pasar Bratang dan Pasar Gunung Sari) Surabaya lebih tinggi dibandingkan dengan jenis kucing yang dijual di Pasar Modern (Royal Plaza dan PTC) Surabaya. Jenis kucing yang dijual di Pasar Tradisional adalah sebagai berikut, Persia, Persia Medium, Himalayan,

Tradisional Modern 7 4

Norwegian, Siame, Pignose, dan Angora, sedangkan yang dijual di Pasar Modern

Dari tabel di atas, maka dapat di buat diagram seperti dibawah ini:

hanya jenis Persia, Persia medium dan Pignose.

Angora Orang awam sering menggunakan kata angorauntuk kucing berbulu

panjang.Kesalahan ini mulai terjadi sekitar 250 tahun lalu. Pada saat itu kucing-kucing berbulu panjang banyak terdapat di sekitar kota Angora (sejak tahun 1930 disebut Ankara, Turki) dan Persia (Daerah timur perbatasan Iran).Angora turki, sejak 1935 disebut dan

Inggris, dan terutama oleh peternak Amerika setelah Perang Dunia Kedua.Ia termasuk kucing jenis long hair, untuk

membedakannya dari jenis short hair dan medium hair dalam klasifikasi berdasarkan panjang rambut. Selain berambut panjang dan berhidung pesek, ada beberapa ciri spesifik lainnya dari kucing Persia, misalnya kepala besar dan bulat, hidung lebar dengan celah pembatas yang jelas dengan

pertama

kali

diakui

didaftar pada tahun 1973 oleh CFA (Cat Fanciers Association). Kucing ras angora mempunyai ukuran badan sedang, dengan gaya lemah gemulai dan anggun. Badan panjang, langsing, dengan kaki dan ekor panjang.Ekor berbulu tebal dan

mata.Rahangnya kuat dan lebar, sedangkan pipinya penuh ditopang tulang pipi yang menonjol.Bila dilihat dari samping, bagian dahi, hidung, dan dagu membentuk garis tegak lurus. Ujung telinganya membulat, sedangkan bagian dasarnya melebar, tak terlalu tinggi serta agak miring ke depan. Mata membuka, berbentuk bulat dan

mengembang seperti ekor musang.Hidung mancung, keseluruhan kepala berbentuk seperti segi tiga, dengan telinga lebar.Harga jual kucing anggora sekarang ini mungkin sekitar jutaan. Umur 3 bulan biasanya dijual dengan harga 1 sampai 1,5 juta.

lebar.Warna mata terkait dengan warna bulu.Bagian dadanya lebar dan membulat, sementara punggung sedikit membulat.

(kucingkita.com)

Persia Persia adalah seekor kucing

Ukuran dan posisi perut bagian belakang membulat dan lebih rendah (cobby).

berambut panjang yang ditandai dengan wajah bulat dan moncong pendek.Universal peringkat nomor satu jenis yang paling populer karena sangat mencintai dan setia. Salah satu ras kucing tertua, ia mengambil namanya dari tempat asalnya, Persia (Iran). Diakui oleh fancy kucing sejak akhir abad 19, itu dikembangkan pertama kali oleh

Keempat kakinya pendek, tebal, dan kuat, ditopang dengan tulang yang berukuran besar.Kaki depan dan kaki belakangnya lurus (bila dilihat dari belakang). Cakar besar, bulat dan kokoh. Selain panjang, bulunya tebal mengkilap, sehingga menutupi seluruh badan. Ekor berbulu tebal, lurus, dan panjang sesuai dengan proporsi badan.

Kucing persia berasal dari dataran tinggi Iran, yang kemudian dibawa ke Eropa pada abad ke-16. Ia menjadi lambang keagungan dan kekayaan di Eropa. Kucing persia yang ada sekarang sudah jauh bebeda dengan aslinya, karena hasil pembiakannya berabad-abad lamanya, dan disesuaikan dengan selera pembiaknya. Berdasarkan panjang bulunya,

hidung Persia medium tidak pesek alias mancung, kecuali dikawin silangkan dengan american short hair atau british short hair maka akan menghasilkan kucing exotic yang berhidung pesek. Kucing jenis ini banyak diminati oleh pecinta kucing, karena

perawatannya mudah dibandingkan dengan jenis Persia.

kucing persia masih terbagi lagi menjadi dua tipe. Yaitu long haired persian (berbulu panjang) dan exotic short hair (berbulu pendek). Berdasarkan variasi warna, kucing ini terbagi menjadi tujuh kelompok: solid color, silver and golden, shaded and smoke, tabby, particolor, vicolor, dan himalayan. Kucing persia mudah beradaptasi dengan berbagai macam tempat, suka bermain, dan mudah untuk disayangi. Ekspresi wajahnya manis, dengan sifat tenang, bahkan senang dimanja. Ia bisa duduk maupun tidur di satu tempat selama berjam-jam, tidak berisik, serta bersuara lembut. Berbagai keunggulan inilah yang membuat persia menjadi kucing ras yang paling banyak dipelihara di Indonesia.

Siame Siamese adalah salah satu yang pertama jelas diakui kucing Oriental breeds. Kucing Siamese berasal dari negara yang bernama Siam, sekarang negara itu bernama Thailand. Standar berkembang biak dari Siamese Modern menunjukkan elegan,

ramping, bergaya, fleksibel dan tubuh berotot. kepala berbentuk segitiga, dengan moncong tipis. Mata berbentuk almond dan miring.Rambut pendek, mengkilap, halus, lembut, ketat dan dipatuhi tubuh.Siamese ditandai dengan skema warna khas

runcing.Mereka ramping dan atletis dengan telinga yang besar.bulu mereka yang pendek dan terletak dekat dengan kulit mereka. Himalayan Himalayan adalah kucing berpola

Persia Medium Persia Medium adalah kucing jenis persia yang di kawin silang dengan kucing lokal atau anggora. Hal ini mengakibatkan

colorpoint. perpaduan

Jenis

kucing

ini

adalah untuk

antara kucing persia

fisiknya dengan jenis kucing Siamese.Ini dibuktikan dengan pada tahun 1920 seorang

ahli genetik Sweden, Dr. Tjebbes melakukan penyilangan kucing Persia dengan Siamese, sehingga dihasilkan ras baru dengan pola warna seperti Siamese tetapi bulunya

Norwegian Norwegia (Norwegian Cat) adalah salah satu ras kucing yang berkembang secara alami.Ras kucing ini berasal dari daerah yang bernama Norway,

panjang. Ciri-ciri utama kucing himalayan adalah pada warna matanya yaitu biru tua. Jenis kucing himalayan ini adalah

sehingga sering juga disebut Norway atau Skogkatt (kucing hutan).Nenek moyang kucing ini tidak diketahui secara pasti, diduga berasal dari hutan-hutan di daerah Nowegia dan Skandinavia.Kucing Norway sering muncul dalam dongeng-dongeng Norwegia.Disebutkan, Norway adalah

persilangan kucing persia dan seamese. Kucing Himalaya adalah jenis kucing berbul u panjang identik dalam tipe Persia dengan pengecualian mata biru dan warna titik yang berasal dari persimpangan dari Persia

dengan siam. Di Eropa mereka disebut sebagai Colour point Persia, sedangkan jenis Himalaya dianggap terpisah dari Persia oleh Cat Asosiasi.Kucing Himalaya memiliki tubuh bulat dengan kaki pendek sehingga tidak bisa melompat lebih tinggi.

kucing yang umum dipelihara keluarga bangsa Viking. Pada awal abad ke-16 kucing Norwegian dideskripsikan sebagai kucing dengan badan besar, kaki panjang, rambut ekor tebal dan mempunyairambut pada ujung telinga seperti antena.Kucing dewasa mempunyai bulu disekitar tengkuk

Pignose Exotic Shorthair atau yang lebih dikenal dengan Pignose (hidung babi) karena hidung kucing ini menyerupai hidung babi.Pignose dikembangkan adalah untuk jenis menjadi kucing versi

dan leher yang tebal.Kucing dengan warna gelap cenderung mempunyai bulu yang lebih pendek dibandingkan dengan kucing berwana terang atau warna putih. Pola warna pun beragam seperti kucing lainnya kecuali warna-warna point seperti pada himalaya dan siam. Tidak seperti ras persia, norway tidak memerlukan banyak grooming (penyisiran).

shorthaired dari Persia.Exotic Shorthair mirip dengan Persia dalam banyak hal, termasuk temperamen dan konformasi,

dengan pengecualian rambut padat dan pendek. Diagram 1: Jenis kucing yang diminati pembeli

10% 21% 16% 53%

SIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan pembahasan di atas, dapat


persia maincoon

kami

simpulkan

bahwa

keanekaragaman kucing di Pasar Tradisional persia medium lebih tinggi dibandingkan dengan Pasar pignose Modern di Surabaya. Jenis kucing yang paling banyak diminati oleh penggemar kucing di Surabaya yaitu jenis persia.

DAFTAR PUSTAKA Berdasarkan diagram, jenis kucing yang banyak diminati yaitu jenis persia dengan prosentase 53 %, peringkat kedua dengan 21 % pembeli menyukai persia medium,
Candra dkk. 2000. Mamalia. FMIPA : ITS.

www.wishkas.com WCF - The World Cat Federation www.animaldiversity.ummz.umich.edu

sedangkan untuk maincoon dan pignose berturut-turut yaitu 16 % dan 10 %. Jenis persia diminati oleh sebagian besar pembeli dikarenakan beberapa hal yaitu harga yang dengan relatif terjangkau dan

dibandingkan

maincoon

pignose. Selain itu perawatan lebih muda. Persia medium merupakan hasil perkawinan antara kucing persia dengan angora,sehingga hasil anakan yang dihasilkan memiliki hidung lebih mancung dibandingkan dengan jenis persia. Hal inilah yang menjadi pertimbangan pembeli untuk lebih memilih persia. Pembeli seakan ditawarkan kucing persia palsu jika melihat jenis persia medium.