Anda di halaman 1dari 109

(blank page)

ii

YAH BEGINILAH... SOLEH SOLIHUN MENULIS TENTANG PEREMPUAN


Soleh Solihun

PT Evolitera Jakarta, 2010

iii

YAH BEGINILAH... SOLEH SOLIHUN MENULIS TENTANG PEREMPUAN


Soleh Solihun
Editor, Cover, Layout Image : Evolitera : Stephen Wondal

PT Evolitera EvoHackSpace Jalan Kayu Putih IV Blok D, No. 1, 3rdfloor East Jakarta 13260, INDONESIA

Soleh Solihun, 2010

iv

TERIMA KASIH TUHAN TELAH ENGKAU CIPTAKAN PEREMPUAN


Perempuan. Sejak zaman perempuan pertama di dunia, kehadirannya sudah menghebohkan. Atas permintaan Hawa, Adam berani mengambil buah terlarang sehingga membuat mereka yang tadinya tinggal di surga harus pindah ke bumi [setidaknya, begitu menurut kisah yang diceritakan oleh guru pelajaran agama Islam]. Maka lelaki pun ditakdirkan untuk selalu berusaha membahagiakan perempuan. Tidak percaya? Coba Anda perhatikan cerita para superhero. Superman diceritakan selalu mati-matian berusaha menyelamatkan Lois Lane, meskipun tentu saja konteksnya menyelamatkan dunia dari serangan orang- orang jahat tapi pada dasarnya yang selalu jadi benang merahnya adalah perempuan cantik bernama Lois Lane. Lantas ada Spiderman dengan Mary Jane Watson-nya. Mungkin itu sebabnya, ada pepatah yang mengatakan di balik pria sukses selalu ada perempuan hebat [saya tak yakin apakah kalimat terakhir tadi ada hubungannya dengan deskripsi saya sebelumnya. Hehe...] Perempuan yang membuat lelaki jadi lelaki. Tanpa adanya makhluk bernama perempuan, lelaki tak bisa disebut lelaki. Adam menjadi lelaki ketika Hawa diciptakan. Buat saya, perempuan itu melengkapi hidup. Jangan salah artikan melengkapi

v

sebagai sesuatu yang tidak penting. Melengkapi maksudnya membuat utuh. Bahkan sepertinya pasangan penyuka sesama jenis pun, selalu membagi peranan. Jika itu gay, maka salah satu ada yang berperan sebagai perempuannya. Dan jika itu lesbian, maka salah satu ada yang berperan sebagai lelakinya [maaf kalau saya salah, soal ini saya juga tidak tahu pasti, pendapat ini hanya analisa dangkal berdasar praduga]. Tulisan-tulisan di buku ini, semua inspirasinya dari perempuan. Ada yang diambil dari pengalaman pribadi. Ada yang merupakan hasil dari profesi saya sebagai jurnalis. Ada yang merupakan pengalaman teman. Ada juga yang merupakan pendapat yang seringkali muncul begitu saja di kepala dan harus dituangkan dalam bentuk tulisan. Intinya, ini adalah penghargaan saya terhadap perempuan. Ya, saya pemuja perempuantolong jangan artikan memuja sebagai menyembah seperti berhala dan menduakan Tuhan. Oke, sekarang kita bicara soal buku ini. Suatu hari, saya mendapat email dari Dhiratara Widhya, yang merupakan Co-Founder & Chief Publishing Officer dari PT Evolitera. Dhira menawarkan saya untuk membuat buku elektronik yang tulisannya diambil dari solehsolihun.multiply.com. Tanpa pikir panjang, saya mengiyakan tawarannya. Awalnya, tulisan yang diminta adalah tulisan-tulisan bertema musik. Evolitera yang akan memilih tulisan mana yang akan dimuat. Ternyata, beberapa minggu kemudian, mereka malah datang dengan tema perempuan untuk buku elektronik pertama saya ini. Saya agak kaget juga, ternyata selama hampir lima tahun menulis blog [meskipun frekuensinya sangat jarang], banyak sekali tulisan bertema perempuan.

vi

Jadi ingat zaman Multiply berjaya. Sebelum datangnya Twitter, situs jejaring sosial Multiply terasa sangat menyenangkan. Seperti sebuah tempat nongkrong berisi teman-teman yang asik diajak berdiskusi tentang segala hal. Dan saya belum pernah berpikir sebelumnya kalau tulisan-tulisan iseng saya di blog akan membuat orang tertarik untuk membukukan. Bukan apa-apa, jika dibandingkan dengan penulis-penulis buku lain yang isinya diambil dari blog, saya sering merasa belum ada yang layak dijadikan buku. Tapi kenyataannya berkata sebaliknya. Bicara soal buku dan perempuan, saya jadi ingat pacar saya: Tetta Riyani Valentia. Kepadanya, saya pernah berjanji ingin membuatkan buku biografi band independen dari Bandung yang sudah almarhum. Hingga kini janji itu belum juga terwujud makanya kepada Anda saya meminta doa supaya itu segera terwujud. Meskipun sudah dua buku kecil-kecilan saya terbitkan: Generasi Biru [2008], yang merupakan adaptasi film Generasi Biru karya Garin Nugroho dan buku The King is Dead [2009] yang merupakan buku soal Michael Jackson. Musik selalu jadi tema yang menarik buat saya: tahun 2004 ketika saya pertama kali bekerja di Jakarta sebagai jurnalis pun, itu langsung di majalah musik MTV Trax yang sekarang jadi Trax Magz. Meskipun sempat mampir di Playboy Indonesia dari awal hingga bubarnya, sekarang saya kembali ke gairah mendasar yaitu musik dan bekerja sebagai Editor di Rolling Stone Indonesia. Nah, paragraf di atas dibuat untuk menunjukkan sisi romantis saya dan kredibilitas saya dalam dunia tulis menulis. Ketika kata pengantar ini dibuat, saya nyaris tak aktif lagi di Multiply. Selain karena situs itu sudah semakin sepi dan ditinggalkan banyak orang, Multiply kini lebih banyak berisi orang-

vii

orang yang menawarkan barang dagangan. Juga karena pengaruh Twitter yang pernah saya cibir karena tak suka konsep micro blogging tapi jadinya sekarang malah betah di Twitter [oya, silakan follow @solehsolihun]. Pembenaran yang lain: karena terlalu lelah menulis untuk kantor saya jadi malas menulis lagi di blog. Yah begitulah. Semoga buku ini bermanfaat buat Anda. Semoga juga ini jadi pemicu saya untuk menengok kembali blog yang belakangan ini jarang saya kunjungi [setelah mendapat tawaran buku ini, saya kunjungi lagi blog pertama saya sebelum solehsolihun.multiply.com: wakwekwok.blogspot.com yang saya ubah menjadi solehsolihun.blogspot.com]. Semoga gairah saya untuk menulis di luar tugas kantor kembali bergejolak. Nah, tulisan ngalor ngidul di atas sebetulnya cuma ingin mengatakan satu hal: selain musik, yang selalu menarik minat saya adalah perempuan. Dan untuk itu, saya ingin berterimakasih kepada perempuankhususnya beberapa nama yang ada di buku inidi manapun kalian berada karena telah menjadi sumber inspirasi. Terima kasih juga kepada Tuhan karena telah menciptakan makhluk bernama perempuan. Soleh Solihun 5 Oktober 2010.

viii

(blank page)

ix

DI HARI ITU DIA MENJADI MASKULIN


Posted at October 6, 2008

Laki-laki

: Kenapa sih, elo suka gue? Apa sih yang elo sukai

dari gue? Perempuan: Habis, elo bad boy sih. Hihihi

BISAKAH COWOK DAN CEWEK TULUS BERSAHABAT?


Posted at November 28, 2006

Pertanyaan itu sering menghantui saya. Maksudnya, benar- benar bersahabat. Tanpa pretensi. Walaupun memang, yang namanya manusia pasti selalu dihubungkan oleh kepentingan- kepentingan. Kan katanya tidak ada kawan dan lawan abadi. Yang ada, hanya kepentingan abadi.Tapi, kalau hubungan itu dalam konteks cowok dan cewek, bisakah murni bersahabat tanpa ada daya tarik fisik maupun seksual? Pernah nonton film When Harry Met Sally kan? Di situ Harry bilang, cewek dan cowok tidak bisa berteman. Karena selalu ada daya tarik seksual terlibat. Cowok mah nggak pernah kosong, kata seorang teman cowok. Maksudnya, ketika cowok berteman dengan cewek, pasti ada maunya. Apalagi kalau kadar pertemanannya sangat dekat. Apalagi kalau si cowok tidak punya pacar. Pasti ada maunya. Itu yang diyakini sebagian besar teman saya. Termasuk saya. Saya punya sahabat cewek. Dan harus saya akui, ketika di awal saya ingin berteman dengan dia, itu karena daya tarik fisik. Saya pikir dia manis. Makanya, saya senang berteman dengannya. Pernah ada masanya, saya menyukai dia. Bahkan, kunjungan ke kosannya pun, bukan semata-mata mencari teman ngobrol. Pernah ada misi lah. Saya tidak pernah mengatakan perasaan saya padanya. Di

3

tengah-tengah proses pertemanan kami, dia punya pacar. Plus, saya juga tidak pernah sepenuh hati padanya. Entah apa yang kurang. Perasaan saya, atau keberanian saya (belakangan sih, dia tahu juga bagaimana perasaan saya. Setelah saya punya pacar, di suatu hari saya bilang kalau saya pernah suka sama dia). Itu makanya saya kadang masih suka mempertanyakan bisakah cewek dan cowok bersahabat. Saya tidak tahu ya dari sudut pandang cewek. Tapi saya selalu sedikit curiga dengan seorang cowok yang memberi perhatian lebih pada teman ceweknya. Atau, seorang cowok yang mengajak jalan teman ceweknya. Oke lah, mereka mengatakan bersahabat. Tetap saja, saya selalu memandang curiga hal itu. Sekali lagi, apalagi kalau si cowok tidak punya pacar. Mungkin ada tempat kosong yang coba diisi. Bisa merasakan jalan dengan cewek untuk beberapa jam. Kalau cewek mah, biasanya lebih tulus dibanding cowok, kata teman saya lagi. Pacar saya tadi bilang diajak makan sahabatnya. Lantas, mereka nonton. Saya sih sekarang sudah percaya sama pacar saya. Tapi itu tadi. Kadang saya masih suka curiga sama niat cowok. Makanya, sekarang saya tidak pernah mau janjian makan atau nonton dengan teman cewek berdua saja. Mungkin juga karena saya tidak kenal baik dengan sahabat pacar saya. Bawaannya jadi sedikit cemburu. Mungkin karena jam terbang saya berpacaran yang baru dua kali, membuat saya kurang santai menanggapi hal ini. Mungkin karena saya tidak punya banyak

sahabat cewek. Mungkin karena sebagian besar teman cowok yang saya tanya, mengatakan tidak pernah ada itu cowok yang murni bersahabat dengan cewek. Atau, mungkin juga karena perut lapar, pikiran saya mulai aneh.

MERAYAKAN HARI KASIH SAYANG


Posted at February 3, 2006

Sebelas hari lagi Hari Valentine. Biasanya, saya tidak peduli. Tapi barusan, sesuatu terlintas di kepala saya. Tepatnya, setelah saya membaca tulisan pacar saya di bulletin board; soal hari Valentine. Dia sudah terbiasa merayakan - kalau memang saling memberi hadiah dengan teman dianggap merayakan. Lantas, saya telepon dia beberapa menit yang lalu. Kami bicara soal itu. Saya bilang padanya, saya tidak biasa merayakan hari Valentine. Karena saya kurang tahu makna di balik perayaan itu. Karena saya juga tidak ada kedekatan psikologis dan budaya dengan perayaannya. Dan karena memang saya kurang suka merayakan hari-hari seperti halnya banyak orang. Bahkan hari raya seperti Idul Fitri, Idul Adha maupun hari-hari yang ada hubungannya dengan agama pun saya anggap biasa saja. Tidak saya sambut dengan berbunga-bunga. Pacar saya bilang, dia tidak keberatan kalau saya tidak tertarik merayakannya. Ini berarti salah satunya, tidak memberi dia hadiah di hari itu. Dan saya bilang alasannya. Dia menerimanya. Tapi, dia juga bilang, tidak ada salahnya kan menikmati hari itu tanpa banyak pertanyaan soal makna di balik perayaannya. Toh, hari itu banyak cokelat lucu yang bisa dibagi dan dinikmati. Kurang lebih seperti

6

itulah. Intinya, dia tahu. Bergembira di hari Valentine, bukan berarti hanya merayakan kasih sayang di hari itu saja. Yang membuat saya agak berpikir, adalah setelah mengetahui kalau dia pernah mendapat kejutan di hari Valentine tahun 2002 dari (waktu itu) pacarnya. Dan dia senang. Ego laki-laki saya tersentuh. Hehehe. Membaca itu jelas membuat saya jadi berpikir dua kali. Jangan-jangan, pacar saya akan kecewa kalau Valentine kali ini tidak dapat hadiah apa-apa dari saya. Belum lagi kenyataan kalau saya bukan pria romantis. Memberi bunga saja belum pernah. Memang, saya sering memuji dan mengucapkan kata sayang, tapi saya tidak anggap itu sesuatu yang romantis. Apalagi ini? Merayakan hari Valentine. Bah, saya tidak tahu harus berbuat apa. Cokelat apa yang harus dikasih? Bunga apa yang harus saya pilih? Walaupun itu bukan intinya. Tapi itu tadi. Saya kurang suka merayakan hari. Toh setiap hari adalah hari yang baik dan sama bahagianya buat saya. Apalagi kalau ada pacar di samping saya. Wah bahagia sekali. Hehe.

Kembali ke Hari Valentine. Dia bilang mengerti pendapat saya. Apalagi dengan kondisi saya di Jakarta dia di Bandung, dia lebih memaklumi. Dan dia juga tidak mau saya memberi sesuatu karena ikut-ikutan. Bukan keinginan sendiri. Tetap saja, itu terus berputar di kepala saya. Bagaimana kalau pacar saya kecewa? Dan itu hal terakhir yang saya inginkan. Ah jadi bingung.

PACAR DAN ALIRAN LISTRIK


Posted at February 28, 2006

Pacar itu datang di saat yang tidak kita duga. Kamu mungkin pernah merasakannya juga. Bertanya-tanya soal kapan punya pacar--ketika masih jomblo tentu saja. Tapi, sadarkah kamu? Dia datang justru di saat kita pasrah. Melepaskan semua perasaan sakit hati, dendam di masa lalu, atau penasaran kapan dia datang. Seperti kejadian mati lampu sebenarnya. Kamu tahu, kalau aliran listrik mati di rumah kita. Biasanya, lampu baru menyala di saat kita tidak punya perasaan kesal. Ketika kita sudah pasrah dan sesaat melupakan atau menerima kenyataan itu dengan lapang dada, aliran listrik hidup kembali. Dan kamu tahu juga bagaimana senangnya perasaan itu.

PACAR SAYA INGIN BUNGA, HANYA JANJI YANG SAYA BERI


Posted at October 13, 2006

Ini tentang bunga. Sudah empat belas bulan pacaran, saya belum sekalipun beri bunga buat pacar. Padahal, dulu berjanji pada diri sendiri, kalau pacar ulang tahun, atau kalau kami satu tahunan, saya akan beri dia bunga.Tapi, itu belum juga terjadi. Waktu pacar ulang tahun, dia sedang KKN di Cirebon. Dan saya terlalu malas untuk bawa bunga jauh-jauh dari Jakarta. Waktu kami satu tahunan pun, saya tidak sempat beli bunga. Sebenarnya, pacar bilang, kalau saya memberi bunga, akan sangat menyenangkan buat dia. Itu salah satu yang dianggap penting. Kata dia, sama pentingnya, dengan keinginan saya memasang foto kami di Friendster dia. Hehe (terserah lah kamu mau bilang apa. Yang jelas, saya suka cemburu melihat foto teman-teman cowok dia di Friendster-nya. Masa' foto saya tidak ada?) Dia tidak terlalu mempermasalahkannya sih. Walaupun, kadang suka menyindir soal bunga ini. Tapi, saya yang jadi tidak enak. Jadinya, seperti janji tinggal janji manis di bibir, banyak alasan. Kadang, saya suka cemburu juga sih. Mendengar cerita soal mantan-mantannya yang pernah memberi dia bunga, yang mungkin masih disimpan hingga sekarang. Ah, kalau begini, untuk pembenaran saya, jadi ingat lirik lagu Iwan Fals, "Entah".

10

11

EMANG SALAH GUE APA? (1)


Posted at October 3, 2006

Seorang sahabat sedang berduka. Dia patah hati. Diputuskan pacar. Saya yang mengenalkan perempuan itu. Semua terjadi begitu cepat. Tadinya, saya berniat mengatur pertemuan antara si perempuan dengan sahabat saya itu sebut saja dia A. Tapi, bahkan sebelum pertemuan itu terjadi, mereka sudah berpacaran. Seperti yang saya bilang tadi, semua terjadi begitu cepat. Dan kisah kasih mereka pun terjadi begitu cepat. Hanya tiga minggu. A galau. Sakit hati. Di benaknya penuh pertanyaan. Saya mengerti perasaan dia. Saya pernah ada di posisi itu. Karena saya yang mengenalkan dia pada perempuan itu. Karena saya juga pernah mengalami itu, A akhirnya sering minta ditemani. Dua minggu belakangan ini, saya sering 'dipaksa' menginap di kosan A. Mendengarkan pertanyaan, dan segala unek-unek dia. Obrolannya, selalu kurang lebih begini: A : Gue masih nggak nyangka Leh. Kok, bisa ya dia berubah

secepat itu? Emang salah gue apa? Kalo dia minta dijemput di kantornya, gue selalu bisa kok. S : Kalo ngomong salah mah, kadang-kadang emang nggak perlu si

laki-laki berbuat salah untuk diputusin cewek. Waktu gue diputusin,

12

emang salah gue apa? Selingkuh? Nggak kan! Terus, ada lagi teman kita si B. Emang dia salah apa sampe diputusin? Kalo ngomong soal salah mah, banyak cewek yang mutusin cowoknya tanpa ada kesalahan. Itu mah karena ceweknya udah nggak sayang aja. Hilang aja perasaannya. Belakangan gue juga tau kalo mantan gue, waktu itu mutusin gue karena bosen! A S A : Emang bisa ya mutusin karena bosen, atau hilang rasa? : Buktinya, banyak kok yang diputusin karena begitu. : Edan ya. Bisa begitu. Gue jadi takut lagi pacaran kalo gitu mah.

Tapi, masalahnya, dia yang mulai duluan, Leh! Yang waktu itu ngajak pacaran siapa coba? Eh, tau-tau dia mutusin gue! Ckckck.....jahat pisan! Masih nggak bisa mengerti gue, Leh. Kok bisa ya? S : Yang namanya soal hati atau perasaan mah, kadang-kadang

emang bukan untuk dimengerti. Diterima aja lah. A : Udah gitu, kalo gue mau ketemu sama dia, selalu nggak boleh.

Kemaren aja, gue mau nengok dia yang lagi sakit, eh dia malah marah- marah sama gue! Mana pernah bilang, 'It's over! It's over!'. Tapi, udah marah-marah, tiba-tiba tadi dia nelepon. Bilang minta maaf. Besok dia mau ngobrol-ngobrol lagi. Menurut lo itu tulus nggak ya? Soalnya waktu itu, dia pernah nelepon gue, minta tolong dibantu tugas kuliahnya. Giliran gue pengen ngobrol atau ketemuan, dia malah SMS bilang, 'bisa

13

nggak sih, lo nggak sms atau nelepon gue terus?'. Jadi, apa maksud dia tiba-tiba baik gitu ya? Terus, tadi bilang selamat tidur segala. Manja- manja. Ketawanya itu loh. Bikin gemes! Kayak Ida Royani, Leh! S : Sekarang bukan soal dia tulus atau nggak. Tapi, gimana cara lo

ngehadepin sikap dia! Apakah lo mau konsisten berusaha melupakan dia? Atau, mau terus terbawa arus rayuan dia? Dan mengalami sakit hati lagi. A S : Kalo dia udah nggak sayang lagi sama elo mah, percuma aja. : Tapi gue masih sayang sama dia.

Nggak ada itu yang namanya cinta tidak perlu memiliki. Itu cuma omongan pecundang! Rasa sayang itu harusnya saling timbal balik! Buat apa lo ngasih rasa sayang lo buat orang yang nggak mau menyayangi balik? Mending cari perempuan lain yang mau menyayangi elo! Percayalah. Mungkin sekarang lo pikir, dia perempuan yang tepat. Yang selama ini lo cari. Tipe lo banget. Tapi, begitu lo nemu perempuan yang lebih baik. Yang tidak menyia-nyiakan rasa sayang lo. Lo bakal sadar, kalo perasaan lo itu semu! Kalo dia emang sayang sama lo, nggak akan ninggalin tanpa alasan yang jelas!

14

Kalau di kosan dia, saya selalu mengakhiri obrolan dengan, Udah ah. Ngantuk... Sedangkan kalau giliran dia datang ke kantor, obrolan itu selalu ditutup dengan, Leh, nginep di kosan gue ya. Lagi galau berat nih...

15

EMANG SALAH GUE APA? (2)


Posted at October 4, 2006

Masih ingat cerita saya soal si A yang sakit hati? Ini sekuelnya. Kemarin, A mendatangi kosan si pemudi. Dia bertemu dengan seorang teman laki-laki si pemudi. A sakit hati lagi untuk kesekian kali. Dia berpikir macam-macam. Semakin kuatlah tekad A untuk melupakan si pemudi. Merasa sakit hatinya memuncak, A mengirim si pemudi SMS. Isinya soal betapa dia sakit hati. Betapa dia jahat. Blablabla. Saya juga tidak tau isi lengkapnya. Si pemudi mendapat SMS itu, langsung menelepon. Tapi A tidak menjawabnya. Beberapa kali si pemudi berusaha menelepon, A tetap tidak menjawabnya. SMS dari si pemudi, tidak dia baca. Begitu sampai, langsung dihapus. Barusan, si pemudi tiba-tiba menelepon saya. Begini kira-kira obrolan kami:
P : Leh, maaf dan terima kasih ya. Elo telah mengenalkan gue sama

orang yang baek. Bagaimanapun, gue nggak akan melupakan dia. S : (Saya hanya cengengesan. Tidak tau harus berkata apa).

16

: Temen lo dari kemaren gua coba telepon, tapi di-reject mulu.

Terus, dia ngirim SMS nggak enak gitu. Padahal, udah gue ajakin ketemuan kalo emang mau diomongin. Tapi dia nggak mau.

(Hihihi Jadi tidak enak. Mungkin karena saran dari saya, si A tidak mau bertemu si pemudi).
P : Oya, bukan gue yang ngajak jadian ya. Dia yang nembak gue

duluan. S P S : Yah namanya juga orang diputusin. Gue sih menganggap reaksi : Gue udah baca blog dia. Tulisannya menyudutkan gue banget. : Oh, ya gue sih cuma ngulangin apa yang dia cerita.

begitu wajar aja. Gue bilang ke dia, elo diputusin berarti karena si pemudi udah nggak sayang. P : Sebenernya, ada dua hal Leh, yang bikin gue mutusin dia.

Pertama, karena dia selalu berpikiran semua tentang dia. Gue nggak pernah komplain soal kebiasaan dia. Tapi, dia selalu ngelarang-larang gue lah. Pokoknya, semua tentang dia. Kedua, tentang bagaimana pandangan dia soal treatment perempuan sama pacarnya. Gue nggak tau gimana dia sama mantan-mantannya, tapi gue sekarang mau baik-

17

baik aja. Gue bilang sama dia, gue pengen pacaran yang bener! Waktu gue ngajak putus, gue bilang sama dia gue lagi pengen sendiri. Eh, dia sms gue terus, nelepon gue terus. Padahal, gue lagi banyak kerjaan. Kok, dia nggak bisa dewasa ngehadepinnya ya? Padahal kan dia lebih tua dari gue. Pake ngejelek-jelekin gue segala. Harusnya dia nggak kekanak- kanakan gini dong diputusin sama gue. Bukan cuma dia yang sakit hati, gue juga sakit hati, Leh! Harusnya dia mikirin perasaan gue juga dong! S : (sambil cengengesan). Yah, gue bisa mengerti perasaan dia. Gue

tau rasanya diputusin. Wajar sih kalo ada cowok yang sikapnya jadi begitu. Gue juga gitu waktu diputusin. Jadinya malah ngejelek-jelekin mantan. Tapi begitu udah dapet yang lebih baik, gue cuma bisa ketawa- ketawa nginget kejadian itu. P : Sekarang kan lo tau dari sisi gue. Nggak cuma satu sisi aja kalo

dengerin cerita. Gue juga udah ninggalin komen tuh di blog elo. [jangan hanya mendengarkan dari satu sisi aja, Leh...ada alasan yang udah pernah gue bahas sama ybs, tp ga pernah dianggap. selalu disepelekan... ;p--diambil dari wakwekwok.blogspot.com] S : Kalo gitu, boleh gue tulis juga dong di blog obrolan kita? Biar

pembaca tau cerita dari sisi elo. (masih cengengesan).

18

KENAPA HARUS MENYIKSA PEREMPUAN?


Posted at October 11, 2006

Ini sedikit tentang kekerasan domestik. Saya masih tidak mengerti perilaku laki-laki yang suka menyakiti secara fisik perempuan: pacarnya, istrinya, orang-orang yang katanya mereka sayangi. Kenapa ya mereka begitu? Marah? Kesal? Wajar saja. Tapi, apa harus sampai memukul? Oke lah, kalau ada laki-laki yang suka berkelahi dengan sesama lelaki. Emosi, langsung hajar! Saya tidak terlalu bermasalah dengan itu. Kamu mungkin pernah melihat atau mendengar kasus semacam ini lewat media massa. Saya punya tiga teman perempuan, dengan latar belakang seperti itu. Disiksa secara fisik oleh pacarnya. Entah apa salah mereka di mata pacarnya, saya juga kurang paham. Saya tidak terlalu dekat dengan tiga perempuan yang saya maksud di atas. Tapi, tetap saja. Mendengar ada laki-laki menghajar pacarnya, saya kesal. Apapun kesalahan yang dibuat perempuan-perempuan itu, mereka tidak pantas mendapat bogem mentah (haha ini istilah old school ya?)

19

Tapi, yang membuat saya heran. Kenapa perempuan- perempuan itu tidak bisa (atau susah sekali) meninggalkan laki- lakinya ya? Sudah jelas, pacarnya menyiksa. Kenapa masih juga dipertahankan? Malah, ada yang balik lagi ke si laki-laki, walaupun sempat meninggalkan. Rasa sayangkah? Kalau memang mau berpikir jernih, laki-laki yang menyiksa pasangannya, harusnya dipertanyakan rasa sayangnya. Apakah para laki-laki penyiksa itu mulutnya manis, hingga mampu membuat si perempuan tetap bersamanya. Atau mungkin, ini bukti kalau rasa sayang mengalahkan segalanya. Biarpun sering disiksa, tetap saja perempuan- perempuan itu ada di sisi si laki-laki. Logikanya sih, orang seperti itu harus ditinggalkan. Atau memang, urusan hati kadang tidak sesuai dengan logika??

20

PENGAKUAN SEORANG LAKI-LAKI EGOIS


Posted at January 24, 2006

Saya suka perempuan yang lebih muda. Perempuan lebih tua atau seumur biasanya terasa lebih intimidatif buat saya. Ego laki-laki saya seakan terancam dengan kehadiran mereka. Kesan yang ada di kepala saya, mereka lebih serius, lebih dewasa, dan pandangan hidupnya sudah beberapa langkah di depan saya. Mereka juga sepertinya lebih berpengalaman dibanding saya. Akhirnya, saya selalu merasa seperti anak kecil. Tidak jadi laki-laki. Itu makanya saya merasa terancam. Hehe. Kalau dipikir-pikir, memang selama ini saya tidak pernah naksir perempuan seumur atau yang lebih tua. Bukan apa-apa. Beberapa orang kawan saya ada yang pernah atau sedang mencoba menjalin hubungan dengan perempuan yang lebih tua. Saya angkat gelas buat mereka. Buat saya, butuh keberanian lebih untuk bisa dekat dengan perempuan lebih tua. Mungkin karena saya tidak terlalu dekat dengan ibu saya. Hubungan kami baik. Hanya, saya tidak pernah meminta nasihat atau berkeluh kesah pada ibu. Bahkan ketika sedih pun, saya tidak lari ke pangkuan ibu (waktu kecil mungkin). Atau, mungkin karena

21

perempuan lebih tua itu terlanjur diwakili oleh sosok ibu di kepala saya. Sosok yang membuat saya selalu merasa jadi anak kecil (walaupun pada dasarnya, saya selalu ingin memposisikan diri sebagai anak kecil di hadapan ibu). Sedangkan dengan perempuan lebih muda,saya merasa jadi laki-laki. Hehe Bisa membimbing (ciee). Pandangan mereka sudah dewasa, jauh ke depan, tapi tidak ada di depan saya. Masih bisa saya imbangi. Sifat kekanak-kanakkan mereka masih ada. Dan porsinya biasanya cukup mengimbangi sifat kekanak-kanakkan saya. Itu makanya saya lebih nyaman dengan perempuan yang lebih muda. Sebagai teman maupun sebagai pasangan. Jangan salah sangka dulu. Saya tidak membenci perempuan yang lebih tua atau seumur. Saya akrab kok, dengan teman perempuan yang lebih tua atau seumur. Tapi itu tadi. Jauh di lubuk hati, saya merasa seperti anak kecil. Belum tahu apa-apa. Terancam. Ada di bawah mereka. Dan saya tidak suka ada di bawah perempuan. Kecuali dalam konteks lain tentunya.

22

KHAWATIRNYA PUNYA ANAK PEREMPUAN


Posted at June 16, 2008

Ini cerita tentang tiga perempuan. Yang pertama, perempuan paling tua di antara mereka bertiga, sekitar 60 tahun. Masih segar, perokok. Pernah kerja di Bir Bintang. Entah sebagai apa. Yang jelas, banyak sekali memorabilia Bir Bintang di rumahnya. Sebut saja dia, Ibu Verhoff. Sepertinya ada turunan Belanda. Kulitnya putih. Kadang berbicara dalam bahasa Belanda dengan teman yang datang. Ibu Verhoff, punya anak perempuan. Janda. Sekitar 40 atau 30 akhir. Sebut saja dia Ibu Grace. Sesekali dia mengunjungi Ibu Verhoff. Kadang menginap di rumah sang ibu. Ibu Grace punya anak perempuan. Beberapa waktu, dia tinggal bersama sang Oma. Tapi, kadang batang hidungnya tak terlihat. Masih duduk di bangku SMP. Kita sebut saja Cindy. Kalau bicara, volumenya keras sekali. Beberapa kali, dia berkelahi dengan kakaknya, suaranya hampir berteriak. Mereka adalah perempuan Verhoff dari tiga generasi. Dari tiga orang itu, kita bisa tahu seperti apa gambaran hidup mereka secara fisik. Ingin melihat rupa Ibu Verhoff atau Ibu Grace sewaktu muda, lihatlah Cindy. Begitu juga sebaliknya. Suatu hari. Ibu Verhoff dan Ibu Grace khawatir. Perempuan Verhoff paling muda, belum juga pulang ke rumah. Ibu Verhoff berinisiatif

23

menelepon sang cucu. "Cindy, kamu di mana? Kok belum pulang?" "Aku lagi di PIM," jawab sang cucu. "Loh kok, ke PIM? Tadi kan nggak bilang ke PIM. Cepet pulang! Ngapain kamu di PIM? Nonton ya?" nada bicara sang oma makin meninggi. "Nggak kok, Oma. Jalan-jalan doang." "Kamu nonton ya? Gelap-gelapan ya? Nanti dipegang- dipegang loh!" sang oma makin menunjukkan kekhawatiran. "Cepet pulang!" Setelah telepon ditutup, Ibu Grace berkata pada Ibu Verhoff. "Cindy kan masih muda. Dia belum ngerti. Nanti ada cowok megang-megang dikiranya suka. Dikiranya cowok itu nganggep dia cantik, karena megang-megang. Nanti tau-tau dia dikobel."

24

IBU SETENGAH BAYA & KAOS BAND


Posted at June 8, 2008

Minggu sore, 8 Juni, Toko God Inc, Bandung. Satu keluarga lengkap; bapak, ibu dan dua anak masuk toko. Si bapak langsung melihat-lihat kaos yang digantung. Si ibu dan dua anaknya menghampiri kasir. Si ibu, tipikal ibu-ibu biasa. Berkerudung. Pakaiannya mirip pakaian kebanyakan ibu-ibu. Separuh baya, sekira empat puluhan. Si anak perempuannya, usia SMA. Si anak lelakinya, sepertinya masih usia SD. Tak ada penampilan yang signifikan membedakan mereka dari kebanyakan keluarga biasa. "Mbak, ada kaos band nggak?" kata si ibu kepada kasir. "Itu ada Bu, di sebelah sana," mbak kasir menunjuk ke arah tempat kaos digantung. Si bapak masih asik melihat-lihat kaos. "Selain di sini, di mana lagi ya Mbak?" si ibu bertanya lagi. "Wah, di mana ya? Coba lihat aja dulu di sini, Bu." "Di Hard N' Heavy juga ada kok, Bu. Di Planet Dago. Nggak jauh dari sini kok," saya berinisiatif memberi informasi. "Ooh di Hard N' Heavy," kata si ibu sambil memandang ke arah anak perempuannya. Si anak, hanya terdiam. Si ibu masih mengangguk-angguk. Seakan-akan paham benar apa yang saya

25

bicarakan. Saya sendiri, tak yakin dia tahu yang saya maksud. "Emang mau nyari kaos apaan Bu?" tanya saya. Si anak masih terdiam. Si bapak masih melihat-lihat. Si ibu masih kebingungan. "Saya mau nyari kaos Nazareth..." dan si ibu pun menyebut beberapa nama band metal lagi, yang tak bisa saya ingat karena sudah terkejut mendengar jawaban si ibu.

26

GUILTY PLEASURE DANGDUT


Posted at July 3, 2006

Tidak biasanya, saya suka lagu dangdut! Tapi, lagu dangdut yang satu ini, mau tidak mau benar-benar mencuri perhatian. Hahaha. Ini, guilty pleasure dangdut saya yang pertama. Pertama kali saya dengar, dalam perjalanan Bandung-Jakarta di bus Primajasa. Salah satu radio dangdut memutar lagu ini. Lantas, kali kedua saya dengar, waktu makan sea food di Anyer sekitar dua bulan lalu. Dan yang ketiga, Minggu (2/7) kemarin. Di bus Primajasa. Tapi, kali ini versi video klip. Musiknya memang cheesy. Dangdut yang di-mix dengan house musikkacangan. Ada sentuhan musik Melayu-nya juga. Seperti kebanyakan lagu-lagu house dangdut yang diputar di lapak- lapak bajakan, atau di Metro Mini. Dan saya suka lagunya. Hahaha. Gawat. Tapi, coba perhatikan liriknya. Temanya masih selingkuh memang. Tema biasa. Banyak lagu dangdut mengambil tema ini. Pertama kali saya dengar, saya ingin tertawa. Terbayang jelas dua karakter. Yang lelaki, tipe cunihin kalo kata orang Sunda mah. Genit. Yang perempuan, manja. Berkuasa. Sudah tau pacarnya galak, posesif, cemburuan, si lelaki masih saja main gila. Dan adegan ini digambarkan dengan baik lewat cerita soal SMS. Satu hal kecil yang bisa menggambarkan dengan baik persoalan dan karakter dari

27

sepasang kekasih. Bang, SMS siapa ini Bang? Bang, pesannya pakai sayang sayang Bang, nampaknya dari pacar Abang Bang, hati ini mulai tak tenang Bang tolong jawab tanyaku,Abang Bang, nanti HP ini kubuang

Bang, ayo dong jujur saja Abang Bang, kalau masih sayang Kalau bersilat lidah memang Abang rajanya sudah nyata Abang salah masih saja berkilah orang salah kirimlah,orang iseng isenglah orang salah kirimlah, orang iseng isenglah mulai dari sekarang HP aku yang pegang
Kalo situs tadi. mau dengar musiknya, silakan klik ini: http://womanthink.blogspot.com. Saya juga dapat lirik itu dari

28

PAYUDARA
Posted at June 10, 2005

Ini tentang payudara. Tunggu dulu. Saya tidak akan porno. Saya hanya ingin mengungkapkan sebuah teori. Tentang kata "payudara". Mari kita telaah dari segi bahasa. Haha. Saya pisahkan dua kata itu, "payu" dan "dara". Payu, dalam bahasa Sunda, berarti laku. Sedangkan dara, kita tahu itu berarti perempuan. Gabungkan dua kata tadi, laku dan perempuan. Dan pikirkan payudara. Bukankah itu, yang membuat seorang perempuan jadi perempuan? Karena dia punya payudara. Dan itukah yang membedakan perempuan dengan laki-laki, bukan? Itu pula yang sering membuat perempuan jadi lebih menarik, atau lebih laku, di mata laki-laki. Berarti, tepatlah kalau kita sebut bagian tubuh itu dengan payudara. Dan, bukankah kadang-kadang, perempuan mencoba segala cara agar payudara-nya terlihat indah? Agar sebagai dara, dia jadi payu, alias laku? Makanya, produk pengencang payudara diproduksi. Tujuannya tentu saja untuk membuat perempuan lebih laku. Ah sudahlah. Saya menulis ini karena besok harus membahas

29

produk yang berhubungan dengan payudara. Jadi, mari kita angkat gelas untuk payudara. Dan, untuk laki-laki, mari kita berterima kasih. Karena Tuhan telah menciptakan payudara. Karena kita diberi kesempatan untuk bisa tertarik melihat payudara. Haha. Semakin melantur nih. Sudah dulu ya.

30

WOMAN IS A DEVIL
Posted at January 4, 2005

Ada orang mati ditembak. Beritanya ada di koran dan di TV. Menyaingi berita bencana gempa dan tsunami. Tersangkanya, seorang pengusaha. Salah seorang bos kelompok MRA. Kamu mungkin sudah baca atau dengar beritanya. Ada yang menarik. Ketika penembakan di Hilton itu terjadi. Katanya, si bos sedang bersama seorang perempuan entah siapa. Kartu BCA yang digunakan perempuan itu ditolak. Singkat kata, si perempuan lapor kepada si bos. Entah bagaimana kejadian sebenarnya. Yang jelas, pegawai malang yang baru satu bulan kerja di sana itu, akhirnya mati ditembak si bos. Saya tidak tahu pasti bagaimana attitude si bos. Hanya, mungkin kalau saja si perempuan tidak melaporkan soal ditolaknya kartu dia, si bos tidak akan menarik pelatuk. Ini yang menarik saya. Bagaimana peristiwa itu dipicu seorang perempuan.

31

Saya jadi ingat kisah Hawa yang meminta Adam memetik buah khuldi di surga. Sejak dimulainya kehidupan ini, rasanya laki- laki selalu berusaha memenuhi keinginan perempuan. Semua selalu untuk perempuan. Contoh lain, Superman dan Lois Lane. Coba perhatikan. Ceritanya pasti seputar bagaimana Superman menyelamatkan seorang Lois Lane. Mungkin, kalau tidak ada Lois Lane, Superman tidak harus repot menyelamatkan dunia. Lalu, kisah bagaimana Spiderman mati-matian menyelamatkan Mary Jane dari segala mara bahaya. Maaf. Bukan maksud saya menjelekkan perempuan. Saya masih normal, kok. Hahaha. Orientasi seks saya juga masih terhadap perempuan. Mereka mahluk cantik. Tanpa ada perempuan, tidak akan ada mahluk yang disebut laki-laki. Intinya, saya tidak membenci mereka. Bahkan, setelah sekian banyak fakta bahwa banyak laki-laki melakukan kebodohan karena perempuan pun. Bukan hanya Adam, Superman dan Spiderman tentunya. Tapi, jutaan laki-laki lain di dunia. Sepanjang zaman. Woman is a devil, kata Jim Morrison. Kata Jim dalam lagu itu, "...woman is a devil. That's what I've been told. She'll take all your money. Then she'll spend all your gold. The devil is a woman. She's a woman. Well I play my acts, honey. She take the whole damn role..."

32

Devil or not. Agaknya, saya masih belum bisa hidup tanpa mereka. Dan, kadang kala, justru bukankah itu yang membuat hidup sedikit menarik dan berwarna? Entahlah. Salam.

33

YANG JATUH CINTA DAN YANG TERJATUH KARENA CINTA


Posted at February 8, 2005

Kejahatan cinta. Itu judul tulisan di blog teman saya [http://il-

matto.blogspot.com]. Dia cerita tentang cewek yang ingin membakar foto mantan pacarnya. Karena merasa dikecewakan. Ironis sebetulnya. Cewek yang juga teman saya itu rupanya masih sakit hati karena diputuskan mantan pacarnya. Ya, saya tahu bagaimana sakitnya. Jadi, kurang lebih saya bisa memahaminya. Oh ya, ironis karena teman saya yang lain yang juga teman si cewek itu malah sedang bahagia karena cinta. Dia baru jadian. Tidak ada yang lebih indah rasanya dari perasaan, baru punya pacar. Saya pernah mengalaminya. Intinya, saya pernah mengalami yang dua teman saya itu rasakan. Jatuh cinta dan juga 'terjatuh' karena cinta. Namanya jatuh, pasti sakit lah. Apalagi sebelumnya dibawa terbang tinggi. Semakin tinggi kau terbang. Semakin sakit kau ketika jatuh. Itu pelajaran berharganya. Saya ingin merasakan lagi indahnya jatuh cinta. Tapi, saya juga takut sakit hati lagi karena cinta. Apa yang dirasakan dua teman saya itu seakan menggambarkan apa yang bisa saya rasakan.

34

Mudah-mudahan saja terjadi efek domino. Setelah teman saya jadian, giliran saya yang jadian. Hahaha. Sudah ah. Nanti seluruh perasaan saya ditulis di sini, kan gawat. Salam.

35

PEREMPUAN DAN PUJIAN


Posted at February 5, 2005

Katanya, perempuan senang dipuji. Kalau bilang, kamu cantik. Mereka senang. Kalau bilang, pakaian kamu bagus. Mereka senang. Kalau bilang, rambut kamu indah. Mereka senang. Kalau bilang, mata kamu indah. Mereka senang. Ya, maksud saya. Ucapan seperti itu kemungkinan besar akan membuat mereka senang. Tapi, kalau bilang, pantat kamu indah. Kemungkinan besar, mereka akan kaget. Kalau kamu bilang, payudara kamu juga indah. Kemungkinan besar mereka merasa dilecehkan. Haha. Coba kamu ucapkan itu, sama perempuan yang tidak terlalu akrab sama kamu. Kemungkinan kamu dicap punya pikiran kotor. Padahal, pujian tentang pantat, atau payudara, sama juga seperti pujian fisik lainnya; mata, rambut atau pakaian. Bisa jadi saya salah. Tapi, saya yakin. Banyak laki-laki di luar sana, yang juga ragu-ragu untuk mengeluarkan seperti itu. Termasuk saya. Lebih baik saya simpan saja di dalam hati, atau bagi bersama teman-teman laki-laki lain. Ah sudahlah.

36

ORANG TUA, PEREMPUAN SETENGAH TELANJANG, DAN RENCANA JANGKA PANJANG


Posted at January 6, 2006

Ini tentang saya dan pekerjaan saya. Kamu mungkin pernah baca tulisan saya soal sekarang saya jadi feature editor di taman bermain yang baru. Ya. Secara karir saya meningkat. Dari reporter jadi feature editor. Finansial juga tentunya meningkat. Alhamdulillah. Tapi, tanggungjawab juga semakin berat. Itu konsekuensinya. Saya bahagia. Tentu saja. Apalagi setelah mengetahui kalau orangtua saya merestui kepindahan saya ke majalah ini. "Bukannya itu majalah porno ya kalau di luar negeri mah?" tanya ayah saya. "Ya yang di sini mah, gambarnya nggak akan seperti di sana," jawab saya. Sementara ibu saya, sepertinya tidak banyak tau soal imej taman bermain itu. Intinya, saya dapat restu mereka. Yang mereka khawatirkan justru bukan soal isi majalah (agak heran juga saya, padahal mereka cukup religius), jauh religius dari saya, tapi soal kesejahteraan dan

37

kepastian bekerja di sana, ketika saya bilang sudah pindah kantor. "Kerja teh sering banget pindah-pindah ya," kata ibu saya singkat. Orangtua saya dari dulu memang selalu mendukung keputusan saya. Alhamdulillah. Walaupun seringkali, mereka bertanya apakah saya tidak tertarik jadi pegawai BUMN, tapi mereka membiarkan saya memilih pekerjaan yang saya sukai. Tapi, masih ada orangtua yang belum saya hadapi.O rangtua pacar saya. Maklum, saya dan Tetta sudah punya rencana jangka panjang soal hubungan kami. Dengan kata lain, kami memandang serius hubungan ini. Tidak untuk main-main. Doakan kami ya! Hehe Ah jadi melantur. Kembali ke topik pekerjaan. Singkatnya, orangtua Tetta belum tau kalau saya sekarang bekerja di taman bermain yang baru. Yang mereka tahu, saya wartawan. Itu saja. Dulu sih, waktu di Trax saya bilang, saya kerja di majalah musik. Sampai sekarang, mereka belum bertanya lagi. Untungnya. Hehehe Ini persoalannya. Ayahnya sedikit konservatif. Dari sekian banyak pandangan dia, gambar-gambar perempuan seksi di media, adalah salah satu yang tidak dia sukai. Satu waktu, dia melihat kalender keluaran Rip Curl, yang jadi bonus Trax. "Ini apa sih? Kok

38

banyak gambar orang telanjangnya?" katanya mengomentari gambar perempuan dengan bikini sedang duduk di pinggir pantai. Itu baru secuil. Kata pacar saya, beberapa waktu yang lalu juga dia pernah berkomentar soal gambar perempuan seksi. "Jadi kamu jangan bilang dulu sama Papa ya," kata pacar saya soal pekerjaan yang baru ini. Saya mengikuti sarannya. Dan saya memaklumi hal ini. Wajar saja, saya yakin bukan cuma orangtua pacar saya yang keberatan soal itu. Ironis. Soalnya, saya sering menggoda teman saya, yang tidak ingin namanya muncul di taman bermain itu. Ada hubungannya dengan keluarga, intinya seperti itu. Chicken. Begitu saya sering menggoda dia. Padahal, saya sendiri masih takut akan pendapat orangtua pacar. Dan sebisa mungkin menghindari obrolan soal pekerjaan saya. Dua orang kakak dan suaminya masing-masing sih, sudah tau. Hanya satu orang kakaknya yang kata pacar saya cukup konservatif dan para paman serta bibinya yang belum tau. Karena memang saya juga belum ingin mereka tahu. Maklum, saya masih berusaha mendapatkan perhatian mereka. Kalau posisi saya sudah cukup aman, mungkin saya akan lebih berani.

39

Tapi sebelum itu terjadi, saya masih harus tetap menghindari obrolan soal pekerjaan. Dan berdoa semoga saja mereka bisa terbuka dan menerima saya apa adanya. Seperti juga pacar saya menerima saya apa adanya. Bukan begitu sayang? :)

40

42

43

Saya mengenal sosok dia, awalnya karena membaca tulisan tentang The Rolling Stones. Faithfull adalah perempuan yang katanya membawa Mick Jagger ke kalangan sosialita. Tapi, secara fisik, ini memang pacar Mick Jagger yang paling oke dilihat dari selera saya. Dibandingkan Jerry Hall atau Bianca, Marianne adalah juaranya. Bibirnya cukup lebar, tapi tak selebar bibir Bianca. Rambutnya lurus, tipikal perempuan 60s atau 70s. Marianne terlihat feminin tapi mitos yang mengelilinya membuatnya punya imej liar. Mitos yang paling liar adalah ketika suatu saat polisi menggerebek sebuah rumah di mana Mick, Keith, Marianne dan beberapa orang lainnya sedang pesta narkotika. Ketika digerebek, Marianne baru keluar dari kamar mandi, karena tiba-tiba ada polisi dia belum sempat berpakaian, maka dibalutlah badannya itu dengan karpet atau selimut saya lupa. Yang jelas, besoknya, surat kabar memberitakan bahwa dalam penggerebekan pesta narkotika itu, Marianne tertangkap sedang telanjang dan di bagian pribadinya [yah kamu tahulah di mana], tertancap cokelat batangan bermerk Mars. Hahaha. Salah satu momen paling seksi adalah ketika Marianne bermain di dalam film Girl on A Motorcycle. Kostum kulit ketat dipadu dengan motor besar semakin menambah daya tarik visual.

45

Grace Slick
adalah penyanyi Jefferson Airplane.

Perempuan cantik bernyanyi lagu psikedelik sudah tentu bakal menarik. Secara fisik sih, sudah tentu punya daya tarik.

46

DEBBIE HARRY

Penyanyi

Blondie

ini

menunjukkan betapa liar dia di panggung. Dan dia berteman dengan The Ramones, itu menambah daya tariknya.

punya daya tarik yang hampir sama dengan Marianne Faithfull. Dia feminin, tapi bisa juga punya imej liar dan kadang sedikit ada cita rasa maskulin. Foto-foto panggungnya

akan
47

Yang
membuat dia menarik adalah rambut panjang lurus dan kacamatanya. Apalagi ketika dia bermain gitar. Seperti memadukan unsur perempuan baik- baik dengan sedikit unsur liar [tapi bukan liar dalam konteks murahan atau perempuan nakal]. Lisa Loeb adalah salah satu contoh baik betapa perempuan dengan kacamata bisa terlihat seksi.

48

Video klip Whenever, Wherever adalah perkenalan saya dengan perempuan ini. Yang menjadi daya tarik pertamanya sih sebetulnya karena goyangan Shakira di video klip itu. Sebelum orang heboh dengan goyang Inul

dan Dewi Persik, Shakira sudah menghebohkan kepala saya dengan goyang pinggulnya. Melihat goyangannya yang cepat, seakan-akan pantatnya seperti punya pikiran sendiri!

49

Avril Lavigne ini adalah


salah satu guilty pleasure saya. Hehe. Pertama kali tertarik pada Avril karena video klip Skt8r Boy sering diputar di televisi. Sewaktu dia muncul dengan klip Complicated sih belum tertarik, tapi begitu melihat Avril lincah di klip Skt8r Boy yang memang catchy dan punya potensi untuk jadi guilty pleasure, dari situlah saya tertarik. Avril ketika muncul pertama kali adalah sosok perempuan muda yang tomboy tapi cantik. Kalau tomboy tapi tak cantik sih tak akan menarik, karena jadinya malah seperti laki- laki. Tapi kalau tomboy tapi cantik, itu baru menarik.

Seperti

saya saya

bilang selalu

sebelumnya,

suka sedikit maskulinitas dalam diri perempuan. Dan Avril Lavigne sepertinya punya itu.

50

Dia punya segalanya. Wajah cantik, dada montok, baju yang seksi, lagu yang catchy serta danceable membuat

Katy

Perry tak hanya enak dinikmati


secara audio, tapi juga secara visual. Ketertarikan dia dengan gaya 50s membuat ada sedikit nuansa rockabilly [tapi tak terlalu intimidatif seperti kebanyakan perempuan rockabilly yang se- lalu saya lihat di sekitar anak- anak SID atau teman-temannya Rudolf Dethu1. Hehe].


1 Rudolf Dethu, mantan

manajer/propagandis band Superman Is Dead. Kini seorang penulis, tinggal di Bali

51

Dia adalah eksibisionis. Ini daya tarik utama. :p Pilihan kostum panggungnya hanya dua: celana ketat berbahan kulit [atau lateks ya?] atau tanpa memakai celana, membiarkan pahanya tak tertutupi celana. Damn saya

Wening bilang seperti beat musik dance Inggris murahan]. Tapi saya terpaksa menolak anggapan itu. Karena ternyata lagu Just Dance dan Poker Face dari album perdananya, The Fame rupanya enak untuk

terdengar

seperti

pervert!

Awalnya, beat-beat lagunya tak terdengar menarik di telinga saya. Serasa seperti lagu dance lainnya [bahkan teman saya

dinikmati. Plus, Lady Gaga adalah penggemar David Bowie [itu menjelaskan motif cat di wajahnya].

52

Saya bukan

penggemar musik R&B. Tapi, Beyonce adalah alasan yang bagus untuk tetap diam menyaksikan video klip lagu dia. Masa-masa dia di Destinys Child memang tak terlihat menarik buat saya, tapi begitu dia bersolo karir barulah saya sadar betapa menariknya dia. Apalagi di video klip yang saya lupa judulnya, tapi dia memakai hot pants dan tank top putih dan menari-nari. Yang paling terbaru, adalah video klip If I Were A Boy yang mengharuskan dia memakai kostum polisi. Hehehe.

53

Nona Sari punya daya tarik yang berbeda dibandingkan para penyanyi
perempuan yang saya tulis sebelumnya. Yang lebih dulu menarik buat saya adalah musiknya, baru penyanyinya. Belakangan saya tersadar bahwa dia seksi, tapi tidak dalam konteks sensual. Di antara seluruh daftar saya, dia satu-satunya yang tidak mengumbar banyak kulit. Bukan yang membuat jantung berdebar dan pikiran melayang ke mana-mana. Dia secara visual seperti perempuan rumahan 70-an yang kadang terlihat polos dan mungkin naif dari luar, tapi ketika bernyanyi kita akan melihat bahwa di balik pakaiannya itu, dia tak sepolos yang kamu kira. Nona Sari tak perlu banyak bergerak di panggung. Dia tak perlu terlihat lincah untuk musik mereka yang riang gembira itu. Dia hanya perlu menari-nari sedikit, tapi justru dari pergerakan yang sedikit itu timbul daya tarik.

54

***

55

AYU AZHARI AKAN BERNYANYI DI DEPAN OBAMA


Posted at January 7, 2009

Mendengar Ayu Azhari bernyanyi di negeri sendiri saja, sudah geram. Eh, ini dia bakal bernyanyi di negeri orang. Baca dulu ini:

Jakarta Ayu Azhari direncanakan memamerkan suara merdunya pada pesta pelantikan presiden Amerika Serikat terpilih, Barack Obama. Meski akan tampil di hajatan terbesar Amerika itu, Ayu ternyata belum melakukan persiapan khusus. Lagu apa yang akan di bawakan, kakak Sarah dan Rahma Azhari itu belum mau membeberkannya. Alasannya karena waktu pesta pelantikan yang masih jauh, yaitu 20 Januari mendatang. Pesta pelantikan Obama akan digelar di National Park Service, Washington DC. Di sanalah Ayu akan menyanyi. "Dia nyanyi di sana, tapi dia belum mau kasih tahu lagu apa," kata kuasa hukum sekaligus sahabat Ayu, Secarpiandy saat dihubungi detikhot via ponselnya, Selasa (6/1/2009). Untuk tampil di hajatan lengsernya presiden George W. Bush itu Ayu belum melakukan persiapan apapun. Istri Mike Tramp tersebut juga masih harus membicarakan rencana itu kepada sahabatnya yang juga penyanyi di negara Paman Sam itu.

56

Siapa sahabat Ayu sehingga bisa diundang Obama di pelantikannya? Secarpiandy tidak tahu pasti. Namun Selasa (6/1/2009) ini Secarpiandy akan menyambangi Ayu untuk membicarakan rencana keberangkatan ke Amerika pada 17 Januari 2009 mendatang. "Temannya siapa, saya nggak tahu pasti. Biar saya ke Ayu dulu untuk bicarakan ini semua," ujarnya. Sekedar informasi, awal mula keterlibatan Ayu di hajatan Obama itu, karena ia diundang melalui temannya yang juga penyanyi di Amerika Serikat. Ketika diajak temannya, Ayu pun langsung mengiyakan.

sumber: http://www.detikhot.com/read/2009/01/06/151044/1063885/230/ay u-azhari-nyanyi-di-pelantikan-obama

Gila. Kalau ini benar terjadi, nama Indonesia akan tercoreng lagi di dunia internasional. Sudah dituduh sarang teroris, eh begitu ada penyanyi yang tampil di acara bergengsi macam pesta hajatan Obama, Indonesia diwakili oleh orang yang bahkan di negaranya sendiri pun tak layak disebut penyanyi. Saya belum pernah melihat Ayu Azhari bernyanyi, tapi melihat dan mendengar video klipnya saja, saya tak bisa membayangkan jika Ayu Azhari akan bernyanyi dengan baik. Bahkan Mike Tramp pun semakin buruk setelah menikahi dia. Kalau kamu pernah mendengar Mike Tramp menyanyikan

57

"Khadijaaah..." maka kamu bisa membayangkan kira-kira seperti apa pengaruh buruknya. Anang menikahi Krisdayanti, hasilnya baik. Pasangan itu beberapa kali mengeluarkan duet yang manis. Pay dengan Dewiq, menghasilkan mesin pencetak hits. Tapi, Mike Tramp dengan Ayu Azhari? Wakwaw. Mari kita berdoa semoga rencana ini tak terjadi. Semoga pihak intelijen Amerika Serikat segera sadar bahwa rencana meminta Ayu Azhari bernyanyi di depan Obama adalah keputusan buruk. Karena Ayu Azhari sebenarnya bukan untuk dinikmati suaranya.

58

SOLEH SOLIHUN MEWAWANCARAI PENYANYI DANGDUT


Posted at July 10, 2008

Saya hampir menolaknya, karena saya awam dangdut. Tapi, sang kawan menyuruh saya membuka Youtube dan Facebook. Ternyata, dia ada di sana. Mieke Asmara namanya. Kelahiran Sukabumi, 24 April 1977. Video klipnya Merem Melek ternyata bisa dilihat di Youtube. Mungkin supaya lebih mempopulerkan namanya. Mieke tipikal penyanyi dangdut. Make up menor. Sedikit menggoda. Yah, kamu bisa lihat sendiri lah di foto ini.

59

Mieke adalah kisah klise para pencari popularitas. Seperti lagu Tince Sukarti Binti Mahmud, yang ditulis Iwan Fals. Konon, Mieke adalah seorang mantan penyanyi dangdut tingkat kelurahan di Sukabumi. Konon lagi, ia hijrah ke Jakarta dengan impian untuk menjadi seorang bintang besar. Namun impiannya hancur ketika mengikuti sebuah audisi reality show dangdut di salah satu televisi swasta. Oleh dewan juri ia disebut tak bebakat dan lebih baik memikirkan karir alternatif. Sekali lagi konon, Mieke akhirnya menemukan karir alternatif tersebut: gonta-ganti menjadi pacar gelap para lelaki berduit Jakarta. Oktober 2008 nanti, Mieke Asmara akan tampil dalam Gara- Gara Bola!, film komedi yang diproduseri oleh Nia Dinata (Janji Joni, Quickie Express). Ini adalah debut aktingnya yang pertama. Sebelum melihat aktingnya di film itu, baca dulu wawancaranya. Ada hubungan apa dengan Mira Asmara yang penyanyi dangdut? Tidak ada. Mieke Asmara itu nama panggung. Nama asli saya Muhairoh Ini pertama kalinya saya wawancara dengan penyanyi dangdut. Rasanya deg-degan karena penyanyi dangdut biasanya selalu menggoda. Kalau Anda, bagaimana rasanya diwawancara saya? Biasa saja. Apalagi muka Anda mirip teman dekat saya. Namanya Kang Jufri. Siang dia jualan bunga di Barito, malamnya dia suka

60

Tresnasih.

nonton saya manggung di Pasar Rumput. Orangnya baik sekali, suka membelikan VCD dangdut, suka mengirimkan saya bunga. Yah, biar bunganya bekas karangan bunga duka cita, yang penting kan niatnya baik. Potongannya ya seperti Kang Aduh, siapa nama Anda? Soleh. Iya, seperti Kang Soleh ini. Hitam, dekil, jaket kulit, pakai kacamata. Jadi saya seperti bicara dengan kawan lama saja. (Mieke terdiam agak lama. Mendadak matanya berkaca-kaca). Sayang Kang Jufri sudah tidak ada. Tahun lalu, bajaj yang dia tumpangi tercebur ke Kali Ciliwung karena adu balap dengan Metro Mini. Kejadian itu makin memecut semangat saya untuk rekaman. Makanya di album saya ada lagu yang saya dedikasikan untuk Kang Jufri. Judulnya? Cintaku di Dasar Ciliwung. Tak banyak penyanyi dangdut yang punya account Facebook. Kenapa Anda punya? Sebetulnya saya ini orangnya gaptek. Tapi beruntung, suami adik saya yang tinggal di Sukabumi punya usaha warnet. Jadilah dia membuatkan saya account di Facebook, sekaligus menambahkan isinya kalau ada berita baru. Duh, adik ipar saya ini memang

61

suportif sekali terhadap karir saya. Saking suportifnya, dia suka mengirimi saya SMS-SMS penambah semangat. Seperti ini nih. (Mieke lalu menunjukkan sebuah SMS yang berbunyi: MIEKE SAYANG, KPN KT BS KTEMUAN? AK KANGEN. LELI LG GAK DI RUMAH LHO. KABARIN YA.) Manis ya? Siapa yang memasukkan video klip Merem Melek ke Youtube? Kalau itu kerjaan Bang Feri, produser saya. Kalau Multiply? Punya account Multiply nggak? Ini kan wawancara buat Multiply. Kebetulan belum. Padahal saya suka menulis buku harian lho. Tadinya saya mau minta tolong ke suami adik saya untuk membuatkan, tapi entah kenapa, sejak mengirim SMS terakhir tadi, dia jadi susah dihubungi. Pas saya hubungi adik saya, tanggapannya judes. Jadi bingung. Kenapa Anda mengklaim musik Anda sebagai dangdut hiphop pertama di Indonesia? Ya karena memang yang pertama kan? Dulu saya sempat dengar Bang Oma hendak duet dengan Iwa K, atau Martabak Manis, atau siapa gitu bintang hiphop lokal, tapi entah kenapa tak terdengar lagi

62

perkembangannya. Syukur juga, karena dengan begitu saya bisa mengklaim sebagai penyanyi dut-hop pertama. Ide siapa untuk menggabungkan dangdut dan hiphop? Itu ide saya dan Bang Feri. Yah, namanya juga persaingan industri, harus punya ciri khas kalau mau laku. Dangdut koplo, dangdut rock, dangdut house, dangdut keroncong, semua sudah ada. Pilihannya tinggal dangdut seriosa atau dangdut hip-hop. Akhirnya kami memilih dangdut hip-hop. Lebih gampang nge-rap daripada nyanyi seriosa, sumpah. Momen apa yang membuat Anda memutuskan untuk jadi penyanyi dangdut? Menonton Aneka Ria Safari, suatu malam di tahun 1989. Di luar hujan rintik-rintik, di layar tampil Itje Trisnawati membawakan Duh Engkang. Saat itu juga, saya tahu kalau sudah besar mau jadi apa.

63

Bagaimana Anda memandang industri dangdut di Indonesia? Semuanya serba ketat. Ya persaingannya, ya kostum panggungnya. Untung postur tubuh saya oke, jadi memakai kostum ketat pun tidak masalah. Anda gagal di reality show dangdut. Bagaimana rasanya? Seperti dicambuk, lalu lukanya dikecruti jeruk nipis pakai madu. Sakit karena ditolak, tapi manis karena bisa bertemu idola saya, seorang diva dangdut yang saat itu menjadi juri. Kenapa Anda ingin sekali jadi superstar? Kalau hanya jadi bintang, di langit juga banyak, Kang. Anda punya goyangan khusus? Ada dong. Namanya goyang dongkrak. Jadi suatu hari ban mobil saya kempes, terpaksa deh saya mengganti ban sendiri. Saat mendongkrak itulah saya dapat ide untuk membuat sebuah goyangan baru. Seperti ini nih (Mieke pun memperagakan sebuah gerakan yang super sensual, mirip orang mendongkrak, tapi dengan pantat ketimbang tangan.) Anehnya Kang, sewaktu mogok itu ada

64

banyak lelaki yang mengerubungi, tapi tak satu pun yang mau menolong. Rasanya semua jenis goyangan sudah diambil penyanyi dangdut. Bagaimana Anda melihat fenomena ini? Buat saya, ini bagian dari tuntutan zaman. Dulu, menyanyi saja sudah cukup. Sekarang perlu ditambah goyangan. Siapa tahu, beberapa tahun lagi, penyanyi dangdut sukses adalah mereka yang bisa nyanyi, goyang dan main sulap sekaligus. Dan beberapa tahun kemudian, nyanyi, goyang, main sulap dan pidato. Makanya saya sedang berpikir untuk mendaftar di sekolah sulapnya Kang Dedy Corbuzier, atau sekolah Errr Apa namanya? Robert Baden Powell? John Robert Powers. Iya. Itu. Kenapa sih banyak penyanyi dangdut kalau bernyanyi selalu mendesah? Yah, lebih baik mendesah daripada mengigau, Mas.

65

Katanya Anda gila seks. Benarkah itu? Segila apa sih? (Tersenyum nakal) Benar nih Mas Soleh mau tahu? (tertawa gugup). Kalau begitu, saya percaya saja deh. Bagaimana rasanya punya album rekaman? Yang pasti, jauh lebih menyenangkan daripada punya album foto. Apa yang menyenangkan dari bernyanyi di kafe Pasar Rumput? Yah, selain bisa dapat uang, saya senang di sana bisa ketemu berbagai macam orang. Seperti investor yang membiayai album saya, itu ketemunya di Pasar Rumput. Dia bos karaoke dan panti pijat di Blok M, tapi suka dangdut. Orang yang menawarkan kerja sebagai manajer Bakmi Yona juga ketemunya di Pasar Rumput. Pokoknya bagus banget buat netwokring. Apa? Netwokring. Itu loh, yang kenal banyak orang buat bisnis. Oooo Networking! Iya, netwroking. Bagaimana suasana kafe di Pasar Rumput?

66

Wah, meriah, Kang. Apalagi saat tanggal muda. Acara di Dragonfly jadi seperti pesta ulang tahun anak SD. Penyanyi dangdut di kafe, biasanya identik dengan perempuan nakal. Bagaimana dengan Anda? Saya lebih suka menyebut diri saya berjiwa petualang. Ke mana jalan mengalir, ke situlah saya akan berhembus. Dan masalah nakal atau tidak kan sebetulnya juga kembali ke individualnya masing- masing pribadi. Dan tergantung kacamata yang digunakan. Kalau kacamatanya belum dilap, mungkin kelihatannya begini. Kalo kacamatanya bersih, ya kelihatannya begitu. Jangan mentang- mentang musiknya kafe dan mainnya di dangdut, lalu dicap nakal. Walaupun saya akui, oknum itu pasti ada. Di semua profesi juga begitu, bukan? Digodek-godek itu sebenarnya sedang diapain? Ini kembali tergantung pada kacamata yang kita gunakan. Dari kacamata dugem, orang godek-godek jelas orang yang menikmati dugemnya. Dari kacamata polisi, orang godek-godek berarti orang yang menolak tuduhan kalau dia maling. Dari kacamata pejalan kaki, orang godek-godek berarti orang yang mau menyeberang. Dari kacamata Mieke (tertawa nakal) Pastinya menggodek karena kenikmatan.

67

Apa nikmatnya digodek-godek sehingga Anda sampai harus merem melek begitu? Beda orang tentu beda ekspresi kenikmatan. Ada yang ngiler. Ada yang memelet. Ada yang mematuk. Nah, kalau saya merem melek. Apakah kita harus selalu sedia lap setiap saat ingin menggodek Anda? Tergantung. Kalau godekan Anda kurang mantap, lap itu mungkin tidak diperlukan, karena saya tak mungkin becek. Kalau kita digodek Anda, apakah akan sampai becek juga? Mungkin saja. Tapi beceknya setelah digodek, bukan saat digodek. Kalau saat digodek sudah becek, wah, stamina Anda perlu dipertanyakan. Kalau "Gelinjang Cinta," itu bercerita tentang apa? Gelinjang Cinta kisah tentang seorang gadis yang dari awal terus menuruti apa perkataan sang kekasih. Sang kekasih mau ke kiri, ia ikut ke kiri. Sang kekasih mau ke kanan, ia ikut ke kanan. Seperti tidak punya pendirian dan identitas. Akhirnya si gadis tak tahan dan memutuskan cintanya tatkala sang kekasih hendak menduakannya. Dengan gadis lain?

68

Bukan, dengan lelaki lain. Dari mana Anda mendapatkan kostum? Yang mendesain asisten dan make-up artist saya. Namanya Memed. Dia memang punya usaha sendiri, namanya MmmmMemed Modiste & Vermak Levis. Lumayan, jadi lebih hemat. Anda merasa seksi jika memakai pakaian apa? Selama pakaiannya ada corak berwarna hijau spotlight atau shocking pink, selama berpayet, selama berumbai dan selama ketat menempel, saya pasti selalu merasa seksi saat mengenakannya. Siapa idola Anda untuk urusan fashion? Gabungan antara Marilyn Monroe, Itje Trisnawati dan Rama Aiphama. Ketiga sosok itu yang selalu saya jadikan panutan. Bagaimana ceritanya Anda bisa bermain film? Kebetulan casting director film itu, namanya Dimas, pacaran sama Iyut, adik Bang Feri, produser saya. Tahu-tahu Iyut hamil. Bang Feri murka, soalnya Iyut itu adik kesayangannya. Dia langsung mendatangi Dimas, lalu Dimas digebukin. Mungkin supaya Bang Feri

69

menghentikan gebukannya, Dimas menjanjikan peran ini. Akhirnya Dimas tak jadi dibuat bonyok oleh Bang Feri. Saya lalu ikutan casting, dan ternyata perannya pas: seorang penyanyi dangdut ibukota. Sutradara suka, produser suka, jadilah saya ikutan. Sepertinya semua terjadi begitu cepat. Punya album langsung main film. Bagaimana Anda memandang fenomena ini? Seperti yang saya bilang tadi Ke mana jalan mengalir, ke situlah saya akan berhembus. Dijalani saja, Kang. Yang penting kita total.

70

ANGGUN TANPA C. SASMI


Posted at December 7, 2006


Ini versi yang belum diedit, untuk rubrik 20Q edisi November kemarin. Wawancara dengan Anggun dilakukan di kantor Universal Music Indonesia, Senin [10/7]. Selama 45 menit lewat sambungan telepon internasional. Video klip Saviour dilarang diputar di Indonesia, bagaimana perasaan Anda? Anehnya dilarang di Indonesia, tapi tetap saja dimainkan, waktu aku datang ke Indonesia untuk promo konser, setiap kali datang ke acara TV, video itu diputar [tertawa]. Jadi sebenarnya, itu dilarang apa tidak? Maksudnya, officially itu dilarang. Tapi sebenarnya bisa diputar. Padahal, penampilan Anda di video itu tidak vulgar. Yang aku sebelnya di Indonesia, kalau kita menggunakan kata-kata seperti seksi, sensual. Kita kan tidak terbiasa dengan kata-kata itu. Jadi mereka kebanyakan suka salah kaprah. Aku pernah ditulis di salah satu koran, sebelum konser yang di JHCC kemaren. Ditulisnya, Anggun berjanji akan tampil vulgar. Sebenarnya arti vulgar untuk

71

orang Indonesia itu apa? Sayangnya para wartawan Indonesia itu nggak ikut sekolah jurnalistik. Nggak ikut sekolah sastra untuk tau bahwa setiap kata itu ada artinya. Nah kalau vulgar, arti vulgar itu apa? Sensual itu apa? Seksi itu apa? Jadi, kalau aku dibilang vulgar, sebenarnya aku dituding sekali. Karena apakah vulgar itu, sesuatu yang hubungannya dengan ikat pinggang ke bawah. Atau, apakah itu kalau misalnya lihat orang pake short, celana pendek, Bermuda, itu vulgar? Apa pake baju renang itu vulgar? Apa telanjang itu vulgar? Masalahnya di Indonesia tuh, nggak ada akses untuk melihat sesuatu yang bisa kita bandingkan. Jadi, karena dari dulu dibilang ini dilarang, jadi kalau lihat perempuan yang agak terbuka sedikit, bilangnya langsung vulgar. Itu kan jorok? Masa sih, aku dibilang jorok. Maksudnya apa? Jangan sampai wartawan- wartawan Indonesia membina kesalahpahaman ini. Di lagu Undress Me, Anda minta diingatkan kalau tidak jadi diri Anda sendiri. Dalam kehidupan nyata, seberapa sering itu terjadi? Setiap aku bikin lagu, itu bukan melulu otobiografi. Undress Me itu sebenarnya hanya metamorfosis. Kalau cuma dilihat kalimat undress me, sudah jelas itu telanjangi saya. Tapi kalau kita lihat kalimat sebelumnya. when I wear my bad moods to my mouth, you should undress me. Jadi, itu bukan baju yang dicopot. Jadi, kata- kata jelekku, kejahatanku kalau aku bicara. Bad mood lah. Makanya, jangan melulu ngambil satu kalimat, karena ini pasti salah kaprah. Dan ini pasti membina kesalahkaprahan.

72

Maksudnya, dalam kehidupan nyata, seberapa sering Anda bad mood? Namanya juga perempuan. Setidaknya, seminggu sekali kami boleh bad mood[tertawa]. Kan hormonal. Di salah satu situs, saya baca Anda bilang, Love is when you wake up in the morning and have a big smile. Kenapa Anda bisa berkata seperti itu? Itu buat aku memang benar. Cuma, sekarang cinta itu tidak melulu kebahagiaan. Kadang-kadang cinta bertepuk sebelah tangan. Jadi, kebahagiaan itu sangat relatif. Apakah kita bisa bahagia melihat dia bahagia? Jadi buat aku, sekarang, sebenarnya arti kata itu, kalau kita bangun dan tidur, kan ada hari yang berjalan. Apa yang terjadi di situ. Apa bedanya bekerja dengan musisi Indonesia dibandingkan musisi luar? Bedanya kalau musisi luar sangat menghargai waktu. Lebih apa ya, pokoknya kalau jam karet itu kan, Indonesia banget. Sangat disiplin, sangat menghargai waktu. Sangat menghargai orang. Menghargai waktu tuh, ya ampun Mas, kalau di Indonesia, menunggu itu sudah jadi sesuatu yang cultural. Makanya, kalau aku datang ke Indonesia,

73

setiap kali aku menunggu wartawan, atau nunggu apapun. Kesannya tuh aku tidak dihargai. Kalau aku datang ke Indonesia, kan waktunya sempit sekali. Ini sudah sempit, mereka telat. Intinya, soal disiplin waktu? Aku cuma bisa bilang tentang musisi aku ya. Mereka nggak punya ego. Kebanyakan musisi di sini, kalau dipilih jadi musisi untuk artis, egonya itu ya artisnya itu. Musisi aku, setiap aku ke panggung, mereka nanya aku, boleh nggak pakai baju ini. Nah aku kan provide mereka dengan wardrobe. Aku inginnya mereka pakai hitam semua. Pokoknya aku kasih dresscode. Jadi segala sesuatunya minta ijin aku. Dulu, tahun 90-an waktu aku kerja dengan musisi Indonesia, waktu itu mereka kanasal-asalan saja. Selain musiknya, apa sebenarnya yang membedakan Anggun sekarang dengan Anggun era 90-an? Ya bedanya dari semua sisi. Penampilan, musik, semua hal. Beda tuh pasti. Untungnya berbeda. Coba kalau sama. Itu kan justru saya malah yang khawatir.

74

Skala satu sampai sepuluh, berapa Anda menilai perkembangan karir Anda sekarang? Aku sama sekali tidak mengukur begitu. Aku sama sekali bukan ibu guru. Nggak mau ngasih angka. Segala sesuatunya ada logikanya, ada prosesnya. Kalau kita ngasih angka, kesannya tuh kita nggak menghargai proses hidup, atau proses kehidupan seseorang. Lantas, definisi sukses menurut Anda? Sukses itu kalau kita bisa berhasil tanpa harus menjual diri dengan kemusikan saya. Jadi, nggak bikin kompromi yang akan saya sesalkan. Bagaimana Anda melihat sosok Anda ketika memakai baret dan sepatu boots? Ya sekarang lucu aja. Soalnya namanya juga proses. Itu kan awal 90. Ya orang-orang dulu pakai bajunya seperti itu. Mungkin tidak berbaret ya, tapi rambutnya dulu ya aku pakai permanen. Ke sekolah ya begitu semua. Jadi nggak aneh. Tahu tidak? Video klip Tua Tua Keladi masih diputar di salah satu tempat karaoke di Jakarta. Justru waktu aku kemarin konser, aku bilang sama Mas Jay, aku ingin daripada punya opening act, aku ingin opening act-nya lagu-

75

lagu lamaku. Supaya orang-orang lihat aku tuh begini. Sekarang begini. Mereka jadi lihat proses perubahan atau metamorfosis seorang Anggun. Kemarin sempat tinggal di Kanada ya. Apa bedanya tinggal di Kanada dengan Paris? Sebenarnya aku bisa tinggal di mana saja. Cuma di Paris lebih praktis saja. Karena pekerjaan aku kan terpusat di sini. Apa sih yang Anda rindukan dari Indonesia? Aku rindu keluargaku, temen-temenku, sama suasana hidup di sana yang serba mudah. Memang apa bedanya dibandingkan dengan tempat tinggal Anda sekarang? Di sini, segala sesuatunya serba Euro. Mahal dong. Dan serba ini, segala sesuatunya lebih rumit orang-orangnya. Kadang-kadang harus bersilat lidah. Supaya mendapatkan sesuatu. Jadi kesannya, kita lebih akal-akalan. Di Indonesia kan segala sesuatunya gampang. Punya anak gampang. Kalau misalnya kerja, ada babysitter, ada orangtua. Di sini kan nggak. Mahal. Belum tentu dapat babysitter yang baik.

76

Lantas, bagaimana Anda memandang Indonesia sekarang? Yang aku lihat dari sini, Indonesia sedang banyak sialnya. Dari alamnya. Kemarin di Yogya, kemarin tsunami. Cuma sayangnya yang tadinya aku pikir kan, Indonesia itu sedang jatuh. Malah aku pikir, kita harus bangun. Eh aku malah dengar, yang tsunami kemarin masih banyak yang korupsi. Ya ampun, itu uang untuk korban malah dikorupsi. Aku jadi, sayangnya negara kita tuh sebenarnya Negara yang kaya. Cuma kita tuh nggak bisa ngelolanya. Terlalu banyak orang yang punya mentalitas sangat feodal. Bertahun-tahun dijajah Belanda, sekarang dijajah bangsa sendiri. Di salah satu TV, Anda bilang tidak mau lagi tinggal di sini. Waktu itu, karena RUU APP akan disahkan. Lantas, alasan utamanya karena karir, atau memang Indonesia sudah tidak nyaman lagi buat Anda? Aku tidak pernah bilang tidak mau lagi tinggal di Indonesia. Aku harus lihat dulu, bagaimana sisi ekonomisnya. Bagaimana sisi politiknya. Apakah negara ini bisa bertoleransi. Kalau masih ada seperti undang-Undang yang membuat kehidupan artis jadi lebih sempit, aku nggak mau. Kita jadi tidak bebas berkarya, bebas berpikir. Mana mau aku tinggal di negara seperti itu. Sama saja seperti aku tidak ingin tinggal di negara yang masih memberi hukuman mati ke seseorang. Karena buat aku, bukan manusia yang

77

berhak atas hidup dan kematian seseorang. Makanya aku tidak bisa tinggal di Amerika. Karena masih ada hukuman mati. Di Indonesia juga. Perancis bisa memberikan yang Anda harapkan? Di Perancis sudah tidak ada hukuman mati dari tahun 70-an. Dan enaknya di Perancis, seseorang berhak untuk berkarya dan membuat sesuatu yang mereka suka. Aku sangat menghargai itu. Cuma sayangnya di Prancis, pajaknya besar sekali. Wuuuuh... Aku bayar pajak bisa lima puluh persen. Jadi kalau tinggal di sini, dapat uang di sini, harus bayar. Walaupun Anda warga negara Korea atau China. Seberapa penting sih kewarganegaraan buat Anda? Yang aku nggak sukanya dengan pertanyaan seperti ini, kesannya banyak orang nggak tahu. Padahal aku sudah ke kanan kiri menjelaskan kenapa aku pindah kewarganegaraan. Aku ganti warga negara karena aku tidak dibantu sama pemerintah Indonesia. Kesuksesanku tidak dibantu sama sekali oleh orang Indonesia. Malah banyak orang Indonesia mengkritik aku. Terus, sekarang aku sukses banyak orang bilang, Oh dia seperti kacang lupa kulitnya. Ganti kewarganegaraan. Padahal, sama sekali nggak ada hubungannya dengan itu. Aku tuh kadang-kadang suka menyesal memberi informasi ini, karena banyak orang menuding dan bicara

78

yang nggak nggak. Tapi dari dulu memang sudah seperti ini. Dikritik justru sama orang dari negeri sendiri. Orang lain bilang nggak ada masalah. Tapi buat orang Indonesia ada masalah. Ada yang mempersoalkan nasionalisme ya? Karena kan buat kebanyakan orang Indonesia, dan kebanyakan yang ditulis tentang kewarganegaraan, aku tuh dibilang meninggalkan Indonesia, kawin dengan orang bule, terus sekarang sangat sudah tidak Indonesia lagi. Sekarang malah justru akunya meninggalkan kewarganegaraan Indonesia. Buat mereka, aku sudah nggak Indonesia lagi. Padahal, apakah warna buku sekecil itu, yang ukurannya lima belas dan sepuluh sentimeter mengukur kenasionalismean seseorang? Kan nggak juga. Kalau segala sesuatu diukur karena ah yang penting dia paspornya masih Indonesia, tapi kelakuannya tuh sangat tidak pro Indonesia, ngomongnya ke-Barat- baratan, terus sangat melecehkan negara sendiri. Apakah itu lebih penting di mata Indonesia? Apakah lebih penting orang seperti aku? Yang mencoba mengangkat nama Indonesia dari luar, tapi tidak pernah dibantu sedikit pun oleh pemerintah. Malah dibantu pemerintah Perancis. Bantuan seperti apa sih yang diharapkan? Aku tuh ingin dibantu seperti misalnya dipermudah soal visa. Makanya, aku minta ke orang KBRI. Karena orang KBRI banyak

79

fasilitas. Jadi, aku datang ke Pak Dubes, aku tanya, Pak Dubes bisa nggak aku kasih fasilitas tertentu, supaya aku dipermudah setiap kali aku promosi ke negara-negara. Setiap Senin, aku bangun setengah tujuh pagi, ke kantor-kantor kedutaan asing. Nah itu kan setiap hari. Aku kan harus kerja. Jadi, bukan pekerjaan aku ngantri untuk visa. Malah ada di beberapa negara yang pasporku ditolak. Aku minta sama Pak Dubes, bisa nggak aku minta fasilitas? Dia malah bilang, Nggak ah nggak bisa. Wong anakku juga nggak dapat kok. Memangnya, anaknya Pak Dubes tuh ngapain? Mereka paling sekolah di luar. Aku kan beda. Perlakuan Pemerintah Perancis berbeda? Justru aku malah dapat penghargaan. Karena aku mengangkat kultur Perancis di luar. Kebalik banget. Aku setiap kali wawancara dengan wartawan luar, mengangkat nama Indonesia. Aku bela- belain kalau ada masalah. Waktu Playboy kantornya dihancurkan, mereka nanya ke aku. Langsung aku bela-belain sampai berdarah- darah. Nah yang begitu, orang-orang nggak pernah lihat. Kok, kamu ganti warga negara sih? Nah, masalahnya yang negara Indonesia kasih ke aku apa? Kenapa selalu akunya dituntut. Aku minta bantuan sekali saja.

80

Anda sakit hati karena itu? Nggak. Cuma kaget saja. Kalau aku disinggung masalah ini dengan cara kesannya tuh dilecehkan. Dulu waktu aku pertama kali datang ke Indonesia dengan album pertama, Snow on the Sahara. Ada wartawan yang ngomong ke aku pakai bahasa Inggris. Karena mereka pikir aku sudah lupa bahasa Indonesia. Aku merasa tersinggung, sakit hati. Mungkin banyak artis Indonesia yang ngomongnya tuh setiap kali wawancara pakai bahasa Inggris. Setiap dua kata pakai bahasa Inggris, atau mengakhiri kalimatnya dengan kata-kata bahasa Inggris. Aku nggak! Di negeri sendiri, Anda diperlakukan seperti itu ya? Dan aku dituding. Karena sudah tidak tinggal di Indonesia lagi. Dan karena aku sudah tidak punya paspor Indonesia. Padahal, itu sama sekali bukan kemauan aku. Jadi, ironisnya tuh begitu. Tapi nggak apa-apa sih. Karena aku sekarang tidak peduli. Aku cuma peduli sama pendapat keluargaku, teman-temanku, orang-orang yang aku kenal. Selain itu, yang mereka nggak kenal aku, terus ngritik, aku nggak mau dengar. Buat aku, itu bukan sesuatu yang normal. Setiap kali lihat di situs-situs, yang mengkritik selalu orang Indonesia. Orang Italia memuji. Orang Amerika memuji. Orang Indonesia, ya ampun, Videonya jelek. Fotonya jelek. Liriknya kok begitu? Jadi, aku selalu dikritik sama orang Indonesia. Kan aneh.

81

Menurut Anda kenapa? Nggak ngerti. Makanya, aku tuh kesannya nggak mau membikin usaha untuk mereka. Jadi salah kaprah. Kalau aku nggak ngomong, dituding juga. Kalau ngomong, dituding lagi. Jadi, sekarang aku masa bodoh. Ini karirku. Ini hidupku. Pasporku. Aku nggak minta izin dari siapapun. Sekarang satu-satunya orang yang bisa menolong aku, ya diri aku. Aku nggak mau mendengar kritik-kritik yang nggak membangun. Itu aku masa bodohin. Ya kita balik lagi ke titik awal. Menghargai usaha. Mungkin karena di Indonesia, banyak yang system apresiasinya berbeda. Aku pernah lihat konser orang Indonesia. Banyak yang VIP-nya, sudah pulang. Aku nonton konser salah satu diva. Pak pejabat datangnya telat satu jam. Datang dengan dua belas orang. Itu kan mengganggu orang lain. Dan kita tidak tahu cara mengapresiasi sesuatu. Usaha orang. Waktu orang. Bakat orang. Di Indonesia banyak orang pintar, tapi sayangnya kita tidak pernah diajari apresiasi. Di luar lebih bagus ya soal apresiasi? Jangan salah ya. Nggak semua yang di luar itu lebih bagus. Cuma, karena kita bicara soal apresiasi. Jangan disamaratakan dengan hal lain. Di luar tuh, ada debat. Misalnya, Playboy dibilang jahanam. Mereka terlalu sering dibilang seperti ini. Jadi salah kaprah. Jadi percaya. Padahal yang lebih parah dari Playboy lebih banyak.

82

Sayangnya, tidak ada tempat untuk berdebat. Kalau di sini, kalau ada satu topik yang akan mengganggu. Orang-orang tukar pikiran. Debat. Masing-masing memberi opini. Jadi semua tahu. Di Indonesia kan nggak. Ini menjatuhkan perempuan lah. Ya nggak dong. Sayang aja. Bagaimana pendapat Anda soal banyak musisi Indonesia yang bilang ingin go international? Lah wong akunya dulu juga begitu. Yang jelas, sekarang jangan ngomong aja. Bertindak. Apa kritik Anda untuk industri musik di Indonesia? Aku sama sekali nggak punya kritik-kritik yang apa-apa. Aku bukan pakar musik. Yang aku lihat cuma, ya ada tempat ada market untuk semua jenis musik. Yang aku sayangkan, jangan sampai pemerintah Indonesia menghalangi musikalitas seorang artis dan juga kehidupan artis. Pokoknya, dari cara dia mengekspresikan diri. Apakah dia dalam musik, dalam kata-kata, cara dia bergaya. Soalnya sebagai seorang musisi, artis kan kesannya bebas. Seperti pelukis, seperti pemahat. Pokoknya kalau dalam bidang seni, harus dilihat dan dinilai dari mata seni.

83

Apakah Anda mendokumentasikan karya-karya Anda dengan baik? Nggak juga. Sebenarnya itu sama sekali bukan pekerjaannya seorang artis. Itu bukan tugas aku. Aku sama sekali nggak begitu koleksi. Justru banyak fansku yang koleksi. Mereka kasih lihat aku, ya ampun kamu dapat ini dari mana? Sepayah itukah pria Indonesia sehingga anda memilih pria asing? Nggak juga. Soalnya kan kalau kita jatuh cinta, itu tidak diatur. Dulu waktu masih SMP suka ditanya, ingin pacar yang gimana? Inginnya yang tinggi, yang lucu, segala macam. Itu kan kita tidak tahu kalau kita jatuh cinta. Apakah kita bisa mendisiplinkan hati? Nggak juga kan? Dan kebetulan karena nggak ada orang Indonesia yang naksir aku. Apa bedanya pria asing dengan pria Indonesia? Nggak tahu. Wong dulu pacaran dengan orang Indonesia waktu SMP dan SMA. Mungkin kalau pria Indonesia itu, suka sok kuasa. Segala sesuatunya harus minta izin ke saya. Makanya, banyak sekali pertanyaan ke aku dari wartawan Indonesia, Mbak, suami mendukung nggak sih kegiatan Mbak? Ya ampuun. Kalau suamiku nggak mendukung, ya suamiku aku pecat. Dianya kerja untuk aku. Jadi, di kultur Indonesia itu, segala sesuatu harus lewat suami dulu. Dibina supaya lelaki kuasanya lebih besar daripada perempuan.

84

Perempuan harus cantik, supaya suaminya setia. Nah, kalau suaminya gemuk, nggak merawat diri. Istrinya bisa lari dong. Makanya, di generasi aku, kami menuntut yang sama dari laki-laki. Kami juga ingin laki-laki yang sosialitasnya bagus, yang bisa masak, yang bisa jaga anak, dan juga jagoan di tempat tidur. Masa kami diminta yang sama, laki-lakinya leha-leha begitu. Sikap seperti ini sudah ada dari dulu, atau setelah tinggal di luar? Ini kan setelah jadi dewasa. Segala sesuatu kan proses hidup. Dari pengalaman hidup, dari contoh-contoh yang dilihat dari kiri kanan, apakah keluarga, atau teman-teman. Aku kan sempat asosial sekali. Aku sangat hidup di sekelilingku, yang kawin cerai kawin cerai, mereka seperti apa hidupnya. Nah, dengan begitu aku sangat menekankan bahwa aku menuntut yang sama dari laki-laki. Dan buat aku, adil. Masa sih, kita jangan sampai lelaki menuntut keperawanan perempuan, sementara kita tidak bisa menuntut keperawanan laki-laki. Pokoknya, jangan sampai hak kemunafikan itu tidak boleh hanya di lelaki saja. Perempuan juga boleh.

85

Ada kelompok musik/penyanyi Indonesia yang menarik minat Anda sekarang? Aku suka Peterpan. Aku suka melodinya dia. Aku suka suaranya Agnes Monica. Aku suka Candil. Ooh. Dia kan Mariah Carey-nya Indonesia. Aku nge-fans banget sama Seurieus. Mereka musikalitasnya oke. Tapi menghibur. Lucu, tapi serius. Pokoknya waktu mereka bilang, aliran musiknya Happy Metal. Emang bener sih [tertawa]. Itu konsep musik yang oke. Aku punya album mereka semua. Album paling berkesan buat Anda? And Justice for All dari Metallica. Itu masa remajaku banget. Dan sampai sekarang, kalau aku mau bernostalgia, pasti dengernya itu. (Versi pendek wawancara ini pernah dimuat di majalah Playboy Indonesia edisi November 2006)

86

LAGU-LAGU DI RESEPSI PERNIKAHAN SAYA


Posted at June 20, 2007

Hari Minggu kemarin, saya ke resepsi pernikahan seorang kawan. Pemandangannya standar lah. Seperti banyak resepsi pernikahan, Makan-makan. Salam-salaman. Foto-foto. Beberapa hari lalu, di film Rome, ada adegan resepsi pernikahan. Rupanya, format pengantin duduk di pelaminan dan bersalaman dengan tamu, sudah ada sejak dulu. Saya tidak tahu apakah ini benar atau tidak, yang jelas di film itu begitu. Sambil menyantap makanan, si wedding singer dan home band menyanyikan beberapa lagu. Dan rupanya, tidak sedikit wedding singer yang memperhatikan dengan baik lagu apa yang sebaiknya mereka nyanyikan di resepsi pernikahan. Kemarin, yang paling saya ingat, adalah ketika si wedding singer menyanyikan Gantung dari Melly. Apakah dia tidak tahu, lagu itu bercerita tentang apa? Dasar. Lagu Glenn Fredly (atau Ello ya? Saya lupa, soalnya dua penyanyi itu kadang lagunya mirip. Hehe) yang Pergi Untuk Kembali juga dia nyanyikan. Liriknya saja, tentang si cowok meninggalkan kekasihnya untuk sementara. Bukan persoalan feng shui atau apa. Menurut saya sih, temanya tidak cocok dengan semangat resepsi pernikahan. Maklum, sepasang manusia berbahagia. Resmi mengikatkan diri mereka. Menatap masa depan bersama. Haha.

88

Tidak jarang, saya memikirkan lagu apa yang sebaiknya diputar di resepsi pernikahan. Walau saya tahu, itu agak mustahil. Paling juga, ketika saatnya tiba, calon mertua akan menolak ide ini. Kawan saya yang skin head saja, di resepsi pernikahannya, wedding singer-nya yang sepertinya kelompok nasyid, menyanyikan lagu- lagu rohani. Paling pop, lagu Opick. Ini untuk berandai-andai. Jika ternyata calon mertua mengizinkan, atau saya punya uang berlimpah, dan mengadakan resepsi khusus kawan-kawan dekat, beberapa lagu ini, saya ingin putar di resepsi pernikahan. Jika tidak pun, yah setidaknya saya sudah membayangkannya. Hehe. Lagu-lagu cinta ini, semacam gombalan saya buat istri saya nanti.

Senang Bersamamu (Naif)


Ini mah yang paling mendasar tentunya. Perasaan senang bersama pasangan. Yang penting itukan, kita harus senang ada di dekat pasangan. Apalagi untuk seumur hidup.

89

The Long and Winding Road (The Beatles)


Filosofisnya, karena kami akan menempuh perjalanan yang panjang dan berliku.

Thats How Strong My Love Is (The Rolling Stones)


Aslinya dibawakan Otis Redding. Dan bicara soal gombal, ini gombal sekali, tapi saya suka. Dan lagu ini tidak terlalu bising buat pernikahan. If I was the sun, way up there. I'd go with my love everywhere. I'll be the moon when the sun go down. To let you know I'm still around. That's how strong my love is, baby. That's how strong my love is.

CIK (Iwan Fals)


CIK itu kependekkan dari calon istriku. Saya suka liriknya. Semangatnya positif. Mungkin Iwan Fals menulis ini ketika masih pacaran dengan Yos, saya tidak tahu. Ini bagian yang saya suka,riak gelombang satu rintangan. Ingat itu pasti kan datang. karang tajam sepintas seram. Usah gentar bersatu terjang. Ulurkan tanganmu pasti kugenggam jarimu. Kecup mesra hatiku. Rintangan kuyakin pasti berlalu.

90

Love (John Lennon)


Cara John Lennon menyanyikan lagu ini, benar-benar menyentuh. Dia bicara cinta, memang seperti orang yang jatuh cinta, dan percaya sekali akan cinta. Bukan seperti band baru yang menyanyikan lagu cinta, karena berharap lagunya laku. Love is you. You and me. Love is knowing. We can be.

Perfect Day (Lou Reed)


Resepsi pernikahan mungkin salah satu perfect day (saya tidak tau, karena belum pernah mengalaminya). Makanya lagu ini cocok. Oh, its such a perfect day. Im glad I spend it with you.

It Takes Two (Marvin Gaye)


One can have a dream baby. Two can make that dream so real. Lagi-lagi, ini soal harapan dan semangat. Di hari saya memulai hidup baru bersama pasangan, saya ingin semuanya positif.

91

Say You Will (Mick Jagger)


Di antara semua lagu solo Mick Jagger, ini yang paling pas. Cast all your fears aside. Say you will, say you will be mine. And stay with me, until the end of time.

I Love You (The Ramones)


Mendengar Joey Ramone, menyanyikan Baby I love you. I tell you, I love youI really do dengan logat khasnya, mungkin akan menghilangkan rasa pegal saya setelah berdiri dua jam, bersalaman dengan banyak orang asing (walaupun kemungkinan besar, ini akan membuat banyak orang tua kaget. Hehe)

Mawar Merah (Slank)


Slank harus masuk. Walaupun ada bagian dari lirik yang berkata soal tidak bisa memberi apa-apa, tapi tetap saja, bagian bahwa si lelaki percaya sekali pada cinta si perempuan, itu cocok dengan semangat positif yang saya harapkan.

92

Love You (Syd Barrett)


Lirik pembuka lagu ini sungguh unik. Honey love you, honey little, honey funny sunny morning. Suara akustik gitar yang lebih menonjol, diharapkan bisa menurunkan sedikit tempo.

Have I Told You Lately? (Van Morrison)


Saya lebih suka versi Van Morrison. Karena saya suka karakter vokal seperti ini. Mungkin ini bisa memfasilitasi mereka yang kupingnya lebih senang lagu yang lebih manis. Take away my sadness. Fill my life with gladness. Ease my troubles. Thats what you do.

Ill be Your Mirror (The Velvet Underground)


Rasanya lagu The Velvet Underground akan cocok diputar untuk segala suasana. Yang ini saya pilih tentu saja karena liriknya. Ill be the wind, the rain and the sunset. The light on your door to show that youre home.

93

For Your Love (The Yardbirds)


Ini satu lagu lagi yang bercerita tentang betapa si lelaki akan berusaha sekuat tenaga untuk membuat pasangannya bahagia. For your love, for your love, I would give the stars above. For your love. For your love. I would give you all I could.

Ah, segitu saja dulu. Intinya sih, saya ingin musik-musik dari musisi favorit saya diputar. Nanti saya pikirkan lagu yang lainnya, kalau sudah pasti kapan nikahnya. Dan tentu saja, ini belum termasuk lagu-lagu pilihan calon istri saya nanti. Hahaha. Seperti saya bilang di atas, mimpi tinggal mimpi, paling juga nanti di resepsi pernikahan saya, yang diputar lagu tradisional.

94

BERTEMU SUZANNA
Posted at October 19, 2006

Ini kejadian Selasa (17/8) lalu. Sebelas malam, saya naik taksi Ekspress dari depan Citos. Begitu masuk, taksi gelap. Dan betapa kagetnya saya, ketika si supir taksi menoleh ke arah saya, di antara remang-remangnya suasana taksi. Wajah, senyuman dan tatapan supir itu mirip Suzanna si aktris horor! Anjis! Seumur saya di Jakarta, baru kali ini kebagian taksi yang disupiri perempuan. Mirip Suzana pula. Di spion tengah, tergantung setangkai mawar merah yang kelopak bunganya cukup besar.

95

Dan si ibu supir tadi, mengemudikan taksinya dengan kecepatan cukup tinggi. Sementara itu, radio di mobilnya memutar musik klasik. Agak-agak menyeramkan juga. Untung saja, perjalanan saya tidak berakhir di kuburan. Seperti banyak kisah horor. Jangan-jangan, Suzanna yang digosipkan meninggal itu, memang menghilang. Dan punya pekerjaan sampingan jadi supir taksi Ekspress.

96

SUMBER GAMBAR
Marianne Faithfull http://www.artlibitum.net/simple/wp- content/uploads/2009/09/marianne-faithfull-2.jpg Grace Slick http://1.bp.blogspot.com/_xwGn0lYrgKs/TK8p_k2hJJI/AAAAAAAAAR8/R m3WSx74LJ0/s1600/GRACESLICK.jpg Debbie Harry http://3.bp.blogspot.com/_A6Ss_wFIPgE/Su9NjCfJeFI/AAAAAAAAH- 4/b_ACyxf2AtY/s800/Debbie+Harry+black+and+white.jpg Lisa Loeb http://matanews.com/wp-content/uploads/LISA-LOEB.jpg Shakira http://entertainment.gaeatimes.com/wp- content/uploads/2009/07/epa_shakira_196351g.jpg Avril Lavigne http://www.celebrity-pictures.ca/Celebrities/Avril- Lavigne/Avril-Lavigne-101.JPG Katy Perry http://1.bp.blogspot.com/_Qcq_fR- tBgs/TM1TsRKhosI/AAAAAAAAAFM/V36VBULZQ7s/s1600/Katy-Perry.jpg Lady Gaga http://2.bp.blogspot.com/_gsW9iji4Dvw/TANHFjlOAUI/AAAAAAAAAA4/ Q9KcjLbggec/s1600/lady-gaga.jpg Beyonce http://clutchmagonline.com/wp- content/uploads/2010/11/beyonce-knowles.jpg

97

Nona Sari http://i683.photobucket.com/albums/vv191/Calvin_Images/White%20S hoes%20and%20The%20Couples%20Company/SariWSTCC.jpg

98