Anda di halaman 1dari 14

Pendahuluan I.

Latar Belakang Di Indonesia masih banyak terdapat kepercayaan kepercayaan masyarakat bahwa apabila mencabut gigi dapat menyebabkan gigi yang lain menjadi goyang dan akhirnya harus dicabut juga. Pendapat seperti ini ada benarnya juga. Namun, Perlu dilihat dari berbagai aspek yang dapat menjadi faktor lain yang mendukung pendapat ini. Salah satunya adalah faktor dari dalam yang salah satunya adalah diabetes mellitus. Diabetes Melitus (DM) atau penyakit kencing manis merupakan suatu penyakit menahun yang ditandai dengan kadar gula glukosa darah (gula darah) melebihi nilai normal yaitu kadar gula darah darah sewaktu sama atau lebih dari 200 mg/dl, dan kadar gula dara puasa diatas atau sama dengan 126 mg/dl. Pada dasarnya, diabetes mellitus disebabkan oleh hormon insulin penderita yang tidak mencukupi atau tidak efektif sehingga tidak dapat bekerja secara normal. Padahal, insulin mempunyai peran utama mengatur kadar glukosa di dalam darah, yaitu (pada orang normal) sekitar 60-120 mg/dl waktu puasa, dan dibawah 140 mg/dl pada dua jam sesudah puasa. Diagnosa khas Diabetes Mellitus pada umumnya adalah bahwa terdapat keluhan khas Diabetes Mellitus yaitu : Poli uria (banyak kencing), Polidipsia (banyak minum), polifagia (banyak makan), dan penurunan berat badan yang tidak jelas sebabnya, dan keluhan lainnya : kesemutan, gatal, mata kabur, dan impotensi pada pria, prioritas vulva pada wanita. II. Tujuan Memberikan penjelasan kepada masyarakat tentang penyebab penyebab gigi goyang beserta penanganan terhadap penyakit tersebut. Selain itu menjelaskan hubungan antara faktor faktor diabetes mellitus dengan gigi goyang, sehingga pernyataan tersebut bukan hanya sekedar wacana, namun juga ada penjelasan secara ilmiah.

III.Manfaat Dengan mengetahui hubungan antara diabetes mellitus dan fenomena gigi goyang. Masyarakat menjadi lebih paham dan tidak ada salah persepsi. Selain itu, agar keyakinan keyakinan masyarakat tersebut dapat penjelasan secara ilmiah.

Isi I. Tinjauan Pustaka Jika ada seseorang yang ingin mencabutkan giginya, namun dia memiliki penyakit diabetes melitus, perlu diberikan pemahaman kepada pasien tersebut tentang penyakit diabetes mellitus. Pemahaman dan partisipasi pasien sangat penting karena tingkat glukosa darah berubah terus, karena kesuksesan menjaga gulah terjadiah dalam batasan normal dapat mencegah terjadinya komplikasi diabetes. Faktor lainnya yang dapat mengurangi komplikasi adalah berhenti merokok, mengoptimalkan kadar kolestrol, menjaga berat tubuh yang stabil, mengontrol tekanan darah tinggi, dan melakukan olahraga teratur. Ada 2 faktor yang menyebabkan gigi goyang, yang pertama berasal dari dalam tubuh atau faktor sistemik dan yang kedua ada faktor yang berasal dari daerah mulut penderita atau faktor lokal. Faktor sistemik salah satunya adalah Diabetes Melitus. Diabetes Melitus (DM) atau penyakit kencing manis merupakan suatu penyakit menahun yang ditandai dengan kadar gula glukosa darah (gula darah) melebihi nilai normal yaitu kadar gula darah darah sewaktu sama atau lebih dari 200 mg/dl, dan kadar gula dara puasa diatas atau sama dengan 126 mg/dl. Sedangkan faktor lokalnya antara lain:

Periodontitis Periodontitis adalah peradangan atau infeksi pada jaringan penyangga gigi (= jaringan periodontium), yang termasuk jaringan penyangga gigi adalah gusi, tulang yang

membentuk kantong tempat gigi berada, dan ligamen periodontal (selapis tipis jaringan ikat yang memegang gigi dalam kantongnya dan juga berfungsi sebagai media peredam antara gigi dan tulang).Suatu keadaan dapat disebut periodontitis bila perlekatan antara jaringan periodontal dengan gigi mengalami kerusakan. Selain itu tulang alveolar (= tulang yang menyangga gigi) juga mengalami kerusakan. Periodontitis dapat berkembang dari gingivitis (peradangan atau infeksi pada gusi) yang tidak dirawat. Infeksi akan meluas dari gusi ke arah tulang di bawah gigi sehingga menyebabkan kerusakan yang lebih luas pada jaringan periodontal.

Karies Gigi Karies adalah nama kolektif untuk kerusakan gigi di enamel (zat di mahkota gigi), sementum (zat di akar gigi), dan dentin (zat di tengah antara mahkota dan akar).Gigi dapat berlubang karena bakteri tertentu yang memproduksi asam laktat dari hasil fermentasi karbohidrat seperti sukrosa, fruktosa, dan glukosa.

Gigi terutama terdiri dari mineral yang secara konstan mengalami proses demineralisasi dan remineralisasi. Demineralisasi terjadi karena pemakaian gigi, terutama karena makan makanan yang mengandung asam. Remineralisasi gigi terjadi dengan bantuan air liur, pasta gigi ber-flouride, dan obat kumur. Ketika pH pada permukaan gigi turun di bawah 5,5 karena asam laktat yang diproduksi bakteri, demineralisasi lebih cepat dari remineralisasi sehingga gigi tekor mineral. Hal ini dapat mengarah ke gigi berlubang.

Gigi berlubang harus segera ditangani oleh dokter gigi agar tidak berkembang menjadi parah sehingga harus dicabut, atau bahkan menyebabkan infeksi berbahaya. Dokter gigi akan membor lubang untuk membersihkan kerusakan dan kemudian menambal gigi dengan implan.

Erosi gusi Gusi yang mengalami erosi akan mengekspos akarnya sehingga menjadi

sensitif terhadap makanan/minuman panas, dingin dan asam. Erosi gusi bisa disebabkan karena menyikat gigi terlalu keras atau karena penyakit gusi. Erosi gusi berlangsung bertahap dalam waktu lama sehingga lebih umum pada mereka yang berusia di atas 40 tahun. Penderitanya tidak memperhatikan atau menganggap serius sampai menjadi masalah. Bila penyebab erosi adalah terlalu keras menyikat gigi, Anda harus mengganti sikat dengan yang lebih halus dan mengurangi tekanan. Erosi gusi hanya bisa dibetulkan dengan cangkok gusi, sebuah prosedur operasi plastik yang hanya bisa dilakukan oleh dokter gigi spesialis.

Infeksi kanal akar gigi Kanal akar gigi yang terinfeksi bisa sangat menyakitkan dengan rasa nyeri

yang menyebar ke daerah lain di wajah dan tengkorak. Tubuh mempertahankan diri dari infeksi sehingga menyebabkan peradangan. Kadang-kadang terjadi abses (nanah) dalam akar gigi yang dapat menetap di dalam tulang rahang pasien selama bertahun-tahun dan terus-menerus menyebarkan bakteri ke dalam aliran darah penderitanya. Infeksi kanal akar gigi dapat membuat gigi mati sehingga harus dicabut. Mempertahankan gigi mati bukanlah pilihan. Penggunakan herbal, vitamin, atau bahkan resep antibiotik biasanya tidak memecahkan masalah bila tanpa diikuti ekstraksi dan pembersihan kanal akar gigi dan jaringan sekitarnya.

Gejala Klinis DM dalam rongga mulut 1. Candidiasis Disebabkan oleh jamur Candida Albicans yang pertumbuhannya lebih dari normal. Pada DM tidak terkontrol terjadi gangguan keseimbangan pertumbuhan flora normal dalam mulut sehingga pertumbuhannya berlebih. 2. Xerostomia Mulut kering sehingga mulut terasa terbakar. Ini merupakan akibat gangguan sekresi saliva, dimana saliva berperan menjaga kelembaban jaringan lunak dalam mulut ( oral mukosa). 3. Gingiva mudah berdarah 4. Spacing 5. Gigi goyang, karena resopsi tulang alveolar. 6. Resopsi tulang alveolar 7. Banyak calculus 8. Abses periodontal 9. Denture sore mouth Faktor yang berhubungan dengan Sistemik : 1. 2. Faktor Nutrisi Hormonal. Contoh Defisiensi Vitamin C Contoh : penyakit Diabetes melitus 3. Hematologi. Contoh: Leukemia

II. Pembahasan Terlihat adanya hubungan yang erat antara faktor lokal dan faktor sistemik, yaitu penyakit diabetes mellitus dapat mengakibatkan meningkatnya insiden karies dentis dan memperberat gingivitis maupun penyakit periodontal. Sebaliknya infeksi gigi dan jaringan sekitarnya dapat mempengaruhi stabilitas kadar gula darah. Pernah dilaporkan bahwa destruksi jaringan periodontal pada penderita diabetes mellitus lebih parah dibandingkan dengan yang bukan penderita diabetes mellitus. Sebagian besar periodontitis merupakan akibat dari penumpukanpl ak dan karang gigi (tartar) diantara gigi dan gusi. Akan terbentuk kantong diantara gigi dan gusi dan meluas ke bawah diantara akar gigi dan tulang dibawahnya. Kantong ini mengumpulkan plak dalam suatu lingkungan bebas oksigen, yang mempermudah pertumbuhan bakteri. Jika keadaan ini terus berlanjut, pada akhirnya banyak tulang rahang di dekat kantong yang dirusak sehingga gigi lepas. Kecepatan tumbuhnya periodontitis berbeda pada orang-orang yang memiliki jumlah tartar yang sama. Hal ini mungkin karena plak dari masingmasing orang tersebut mengandung jenis dan jumlah bakteri yang berbeda, dan karena respon yang berbeda terhadap bakteri. Pasien diberikan informasi pemahaman bahwa yang menyebabkab gusi bengkak sehingga gigi goyang karena jaringan yang mengikat gigi pada rahang yang disebut periodontium mudah rusak, gigi seorang penyandang diabetes mudah goyang bahkan mudah lepas. Agar jaringan periodontium kuat lagi, Diabetes mellitusnya harus diobati dengan baik, sehinga gigi yang goyang dapat kuat lagi. Oleh karena itu, Diabetisi jangan terburu-buru mencabut gigi bila giginya goyang, tetapi rawatlah dulu Diabetes

Mellitus dengan baik. Gusi seorang penyandang diabetes sering kali agak menggelembung atau bengkak, mudah mengalami infeksi, dan kadang-kadang bernana. Karena membengkaknya gusi ini, gigi akan tampak keluar (modot). Karena sering mengalami infeksi rongga mulut dan ludah Diabetisi semakin mengental, bau mulut Dibetisi sering kurang enak. Dengan demikian, Diabetisi harus selalu kumur-kumur atau sikat gigi setiap habis makan mengingat sisa-sisa makanan meskipun sedikit tetap saja tetap saja akan dapat menjadi sumber infeksi didalam mulut. Penderita Diabetes Mellitus akan lebih sering mengalami kejadian gigi goyang, kejadian ini disebabkan oleh infeksi dan peradangan yang mudah sekali terjadi. Infeksi dan peradangan tersebut disebabkan karena imunitas selular dan hormonal penderita diabetes yang menurun, fungsi leukosit terganggu serta kadar gula dalam darahnya tinggi. Infeksi yang terjadi di rongga mulut juga menyebabkan kerusakan pada jaringan penyangga gigi dan kerusakan tulang alveolar yang cukup cepat sehingga mengakibatkan gigi penderita diabetes mudah goyang. Komplikasi kronis dari Diabetes mellitus dikarenakan oleh penderita itu sendiri yang lengah dank rang memperhatikan kesehatannya, komplikasi Diabetes Mellitus dapat dengan mudah menyerang seluruh organ tubuh maupun alat tubuh, mulai dari rambut sampai ke ujung kaki termasuk semua alat tubuh di dalamnya. Jika perawatan Diabetes Mellitus dilaksanakan dengan baik, tertib, teratur atau terkendali, komplikasi tidak akan muncul. Untuk rongga mulut bagi penderita Diabetes Mellitus jika dilakukan pencabutan gigi maka akan sulit untuk penyembuhannya karena di dalam rongga mulut. Program program yang perlu dijalani oleh Diabetisi salah satunya mengatur makanan yang sehat. Sebenarnya penderita

penyakit Diabetes Mellitus boleh menikmati makanan yang anda sukai. Hanya saja, harus disesuaikan dengan keadaan diabetes melitus anda. Kurangi jumlah makanan yang mengandung gula atau karbohidrat, ubah cara penyajiannya, dan atur kapan memakannya. Dengan diet atau memakan makanan yang sehat, anda akan merasakan hidup yang sehat. Kemudian hidup lebih aktif/olahraga. Aktifitas adalah semua gerakan tubuh yang membakar kalori, misalnya menyapu, naik turun tangga, menyetrika, berkebun, dan berolahraga tentunya. Olahraga aerobic yang mengikuti serangkaian gerak yang berurutan akan menguatkan dan mengembangkan otot dan semua bagian tubuh. Termasuk didalamnya adalah jalan, berenang, bersepeda, jogging, atau senam. Olahraga yang cocok untuk penderita Diabetes Mellitus adalah aerobic.Yang dimaksud dimaksud dengan olahraga aerobic adalah olahraga yang berirama teratur, aerobic artinya dengan oksigen. Jadi aktivitas yang memakai oksigen secara teratur sehingga tidak membebani kerja jantung dan paru. Minum obat anti diabetes juga menjadi salah satu kegiatan penting yang dilakukan oleh Diabetisi agar penyakit diabetes penderita tersebut tidak bertambah parah. Obat tablet antidiabetes disebut juga sebagai OralDiabetes (OAD). Hingga kini ada lima jenis OAD yang dipasarkan. Setiap Jenis OAD mempunyai susunan kimia yang berbeda dan cara yang berlainan dalam menurukan glukosa. Ada merangsang pancreas untuk memproduksi insulin dengan lebih banyak, ada yang bekerja dengan cara mengurangi resistensi terhadap insulin, dan ada juga yang menghambat penyerapan karbohidrat dari usus. (Hans Tandra, 2008) Salah satu cara menangani gigi goyang adalah melakukan fibre splinting, yaitu mengikat gigi yang goyang ke gigi-gigi tetangganya yang tidak goyang. Dengan membuat alur pada ketiga gigi yang akan diikat untuk meletakkan

10

polyethylene fibre di dalamnya. Fibre ini terbuat dari bahan yang sangat kuat, sehingga selain melekatkan gigi yang goyang ke gigi-gigi tetangganya, fibre ini akan meneruskan beban yang kunya yang diterima gigi yang goyang tersebut ke gigi-gigi tetangganya. Dengan membagi beban ini, dukungan tulang penyanggah gigi yang sudah berkurang, tidak akan berkurang lagi, kondisi gigi tidak akan bertambah parah. Memang harga yang harus dibayar untuk mengikat gigi lebih mahal 3-4 kali lipat daripada mencabutnya. Tapi kalau mau lebih lanjut hitung menghitung, setelah pencabutan gigi harus dibuatkan gigi palsu untuk mengisi ruangan yang bekas pencabutan. Hasilnya, biaya yang dikeluarkan akhirnya menjadi lebih tinggi dibandingkan kalau gigi dipertahankan. Belum lagi waktu yang harus disediakan untuk bolak-balik ke dokter gigi. Ada beberapa orang yang tidak menganggap penting pembuatan gigi palsu dengan berbagai alasan. Ini tidak membuat harga mengikat gigi lebih murah daripada mencabut. Karena tanpa gigi pengganti, cara mengunyah akan berubah. Secara perlahan-lahan gigi-gigi akan beradaptasi dengan membentuk susunan yang baru. Hal yang umum terjadi adalah bergesernya gigi-gigi tetangga dan gigi antagonis ke arah ruangan yang kosong bekas pencabutan. Selain itu, sisi rahang yang tidak lengkap giginya biasanya tidak dipergunakan untuk mengunyah, akibatnya akan terjadi penumpukan karang gigi yang dapat mengakibatkan gigigigi lainnya goyang juga. Bila gigi yang ompong adalah gigi belakang, ada kecenderungan orang memindahkan pengunyahan ke gigi depan. Gigi depan hanya memiliki 1 akar, karena itu tidak cukup kuat untuk menanggung beban pengunyahan. Bila dipakai untuk mengunyah dalam periode yang panjang akan mengakibatkan gigi-gigi depan goyang juga. Kalau ini semua terjadi, akibatnya makin banyak lagi gigi yang harus dicabut. Manifestasi Oral Pada Diabetes yang Tidak Terkontrol: - Cheilosis ( sudut bibir kering dan pecah-pecah). - Burning sensation ( rasa panas & terbakar pada mukosa) ada atrofi papil. - Bibir kering dan pecah-pecah. - Aliran saliva berkurang.
11

- Perubahan microflora dalam rongga mulut. Yang paling besar terjadi perubahan yaitu; candida (dominan karena terjadi peningkatan kadar gula dalam saliva), Staphylococcus & Streptococcus hemolitik. - Nafas pasien berbau aseton ( terutama nafas melalui mulut ) - Indeks karies tinggi. - Perubahan pola erupsi gigi. - Jika gigi dilakukan perkusi untuk pemeriksaan akan bertambah sensitivitasnya (terasa ngilu) karena terjadi kelemahan pada jaringan periodontal sebagai jaringan penyangga gigi. - Enamel / email gigi mengelupas (hipoplasia enamel). Dikarena pembentukan dan penyerapan kalsium tidak sempurna.

12

Penutup I. Saran Untuk penyandang diabetes mellitus yang memiliki masalah dengan gigi goyang. Tidak disarankan untuk mencabut gigi. Ditakutkan akan terjadi infeksi pendarahan pasca pencabutan. Sebaiknya dilakukan perawatan penyembuhan diabetes mellitusnya. Sedangkan gigi yang goyang perlu dilakukan perawatan secara intensif agar tidak mengganggu fungsi dan kerja gigi secara utuh. II. Kesimpulan Ada 2 faktor yang menyebabkan gigi goyang, yaitu faktor sistemik dan faktor lokal. Faktor sistemik dapat berupa masalah diabetes mellitus,sedangkan dari faktor lokal ada periodentitis, karies gigi, dll. Orang yang memiliki penyakit diabetes mellitus akan mengalami gigi goyang karena penyakit diabetes mellitus dapat mengakibatkan meningkatnya insiden karies dentis dan memperberat gingivitis maupun penyakit periodontal. Sebaliknya infeksi gigi dan jaringan sekitarnya dapat mempengaruhi stabilitas kadar gula darah.

13

Daftar Pustaka Tandra, Hans. 2008. Segala Sesuatu Yang Harus Anda Ketahui Tentang Diabetes , Jakarta : Gramedia Pustaka Utama

http://idmgarut.wordpress.com/2009/01/29/periodontitis/ http://kesehatan.kompasiana.com/medis/2011/03/03/cabut-gigi-diabetes-dan-gigigoyang/ http://millianmaxi.blogspot.com/2008/07/kenali-diabetes.html http://sweetspearls.com/health/apa-penyebab-sakit-gigi-dan-bagaimana-carapenanganannya/ http://wardogi.blogspot.com/2008/02/gigi-goyang-haruskah-dicabut.html

14