Anda di halaman 1dari 14

1awaban Ujian Tengah Semester Mata Kuliah Evaluasi Pembelajaran Sejarah

1. 1elaskan Syarat-Syarat Tes yang Baik !


1awab:
Tes yang baik harus mengandung unsur-unsur sebagai berikut :
1. Validitas
Validitas berarti kualitas yang paling terpenting dalam suatu tes. Validitas tes menunjuk kepada pengertian apakah hasil sesuai dengan kriteria
yang telah dirumuskan dan hingga mana tes tersebut telah mengukurnya. Suatu tes dikatakan valid jika tes tersebut dapat tepat mengukur kemampuan
testee dengan benar dan sesungguhnya.
Terdapat 4 jenis validitas, yaitu:
a. Validitas Isi
Yaitu untuk mengetahui kajituan dari suatu instrumen ditinjau dari segi isi instrumen tersebut yang dilakukan dengan jalan membandingkan isi
instrumen dengan komponen-komponen yang harus diukur.
b. Validitas Susunan
Untuk mengetahui apakah suatu instrumen memenuhi syarat-syarat validitas susunan atau tidak, maka harus membandingkan susunan instrumen
tersebut dengan syarat-syarat penyusunan instrumen yang baik
c. Validitas Bandingan
Kejituan suatu instrumen dilihat dari korelasinya terhadap keadaan yang sebenarnya dari responden tersebut saat pengukuran dilakukan

d. Validitas Ramalan
Kejituan dari suatu instrumen ditinjau dari kemampuan instrumen tersebut meramalkan keadaan individu pada masa yang akan datang.

. Reliabilitas
Reliabilitas menunjuk kepada ketetapan dari nilai yang diperoleh sekelompok individu dalam kesempatan yang berbeda dengan tes yang sama
ataupun yang itemnya ekuivalen. Konsep reliabilitas mendasari kesalahan yang mungkin terjadi pada nilai tunggal tertentu sebagai susunan dari
kelompok itu mungkin berubah karenanya
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam reliabilitas adalah:
a. Sebelum mengadakan tes harus diperhatikan terlebih dahulu keadaan Iisik dan lingkungan di sekitar test.
b. Jika korelasi mendekati satu atau kurang dari satu maka ketetapannya reliable tapi kalau korelasi lebih dari satu maka tidak reliable.
3. Kesukaran
Tingkat kesukaran dalam suatu tes merupakan suatu hal yang perlu dipertimbangkan, karena tes psikologis berbeda dengan tes hasil belajar. Jika
soal yang diberikan dalam tes psikologis terlalu mudah, maka semua akan dijawab dengan baik. Tapi tidak akan bisa mengungkapkan apa yang
sebenarnya begitu juga dengan soal yang begitu rumit. Misalnya pada tes intelegensi (IQ) yang sudah ditentukan tingkat kesukarannya untuk umur
tertentu, soal tes IQ untuk murid SD akan berbeda dengan murid SMP. Kesukaran item dideIinisikan sebagai persentase manusia yang menjawab item
dengan benar.Kesukaran item ditentukan beberapa hal antara lain umur siswa. Dalam keadaan lain kesukaran item digunakan untuk menentukan
tingkatan, tujuan testing untuk membedakan antara siswa yang memiliki berbagai tingkat pengetahuan mengenai suatu subyek.


. Diskriminasi
Dalam analisis beda, arah kecendrungan alternatiI jawaban pada item dipilih menjadi dua, jawaban satu dan dua. Pembagian arah jawaban tes
tidak mengandung arti bahwa jawaban satu lebih baik daripada jawaban dua. Pembagian tersebut hanya sebagai kode. Bila kemungkinan jawaban suatu
item terdiri dari dua alternatiI, maka penentuan arah jawaban dapat dilakukan dengan mudah
5. Balance
Suatu tes yang baik harus seimbang. Semua aspek yang akan di ukur tak hanya menumpuk pada suatu item tertentu hingga hasil tes dapat
mengukur apa yang akan diukur dan dapat mengungkapkan apa yang sebenarnya yang harus diungkapkan.
6. Efisiensi dan Objektivitas
EIisiensi dapat berarti waktu yang diperlukan untuk menjawab item-item atau pertanyaan dalam melaksanakan tes dipergunakan dengan secepat
mungkin. Objetivitas berarti dalam pelaksanaan tes seharusnya diperoleh skor yang sesuai dengan kemampuan testi atau bersiIat apa adanya (objektiI).
Penilaian dengan objektivitas disebut dengan penilaian objektiI. Suatu tes yang objektiI akan memberikan hasil yang sama bila dinilai oleh tester yang
berbeda. Tipe tes yang objektiI yang paling lazim adalah beri pertanyaan multiple choice, semua jawabannya bersiIat khas dan telah ditentukan
sebelumnya. Tipe lainnya yaitu tes yang berisi pertanyaan-pertanyaan 'true and Ialse dimana seseorang akan mengisi blangko dengan suatu cara atau
ungkapan-ungkapan yang telah ditetapkan sebelumnya. Tipe lain misalnya:
a. Multiple choice item
Multiple choice item terdiri dari stem dan nomor respon yang mungkin. Stem mungkin kalimat yang tidak lengkap atau pertanyaan. Jika
stem merupakan kalimat yang tidak lengkap, tugas siswa adalah melengkapi dengan pernyataan yang paling tepat. Jika item merupakan
pertanyaan, kita harus memberikan alternatiI jawaban yang mungkin. Siswa disuruh memilih alternatiI yang benar atau paling tepat. AlternatiI
jawaban terdiri dari jawaban yang benar dan beberapa pengecoh.
b. True -False item
True False item adalah kalimat deklarative, siswa menilai pernyataan yang disajikan benar atau salah. Erdapat beberapa argumen
mengenai True-False item ini; pertama True-False item ini hanya dapat mengukur pengetahuan saja. Argumen kedua True-False item bersiIat
ambigo. Seringkali ke ambigo-an ini dirasakan oleh siswa yang tidak mempunyai pengetahuan yang dibutuhkan untuk menjawapab item.
Argumen ketiga pendidik yakin bahwa siswa dapat memperoleh skor tinggi dengan menebak, karena hanya dua pilihan maka siswa mempunyai
kesempatan 50 untuk mendapatkan jawaban benar atau salah dengan menebak.

c. Matching Item
Matching terdiri dari dua paralel daItar, yang satu berisi stimulus atau stem yang lain berisi respon yang mngkin.Tugas siswa adalah
mencocokkkan bentuk dari dua daItar, hal ini adalah menyeleksi respon ang paling cocok untuk setiap stimulus. Stimulus dapat menggunakan
pernyataan verbal. Bagaimanapun, matching item cocock untuk beberapa tipe materi.
d. Short answer
Short answer memberikan beberapa tipe item yang akan direspon siswa dengan kata, phrase, kalimat, simbol atau nomer. Short-answer
item yang sering digunakan adalah melengkapi item dengan kalimat atau beberapa kata yang hilang.
e. Essay Question.
Essai question terdiri dari pernyataan, seringkali beberapa kalimat panjang yang menggambarkan situasi dan atau problem. Tugas siswa
adalah menulis essay untuk menjawab problem yang dituju. Jawaban ini mungkin satu paragraI atau beberapa halaman. Perbedaan antara short
answer dengan essay question adalah panjangnya respon yang dibutuhkan. Pada essay question lebih ditekankan pada mengorganisasikan dan
menggabungkan materi. Problem dapat dilakukan pendekatan dengan berbagai cara.
I. Problems
Dalam beberapa cara problem memberikan Iungsi yang sama dalam kursus matematika dan science sebagai essay question yang
dikerjakan dalam studi sosial dan kursus humanity. Situasi dan atau beberapa inIormasi disajikan dan tugas siswa adalah memberikan solusi.



. Kespesifikan
Suatu tes psikologis dilakukan untuk dapat mengungkapkan kompetensi seseorang, seperti tes intelegensi harus dapat mengungkapkan
kemampuan dasar dan intelegensi orang tersebut, demikian juga dengan tes bakat yang harus mampu mengungkapkan bakat yang dimiliki seseorang.
8. KecepatanMengacu kepada waktu dalam pelaksanaan tes.
Waktu dalam pelaksanaan tes itu tidak terlalu lama dan tidak terlalu cepat. Untuk menentukan tes yang baik dan eIisien maka dapat
dipertimbangkan melalui try out.

. 1elaskan Bentuk-Bentuk Validitas !
1awab :
Bentuk-bentuk validitas ada empat macam, yaitu :
1. Validitas konstruk (Construct Validity).
Konstruk adalah kerangka dari suatu konsep, validitas konstruk adalah validitas yang berkaitan dengan kesanggupan suatu alat ukur dalam
mengukur pengertian suatu konsep yang diukurnya. Menurut Jack R. Fraenkel validasi konstruk (penentuan validitas konstruk) merupakan yang terluas
cakupannya dibanding dengan validasi lainnya, karena melibatkan banyak prosedur termasuk validasi isi dan validasi kriteria.
. Validitas Rupa (Face validity).
Adalah validitas yang menunjukan apakah alat pengukur/instrumen penelitian dari segi rupanya nampak mengukur apa yang ingin diukur,
validitas ini lebih mengacu pada bentuk dan penampilan instrumen. Menurut Djamaludin Ancok validitas rupa amat penting dalam pengukuran
kemampuan individu seperti pengukuran kejujuran, kecerdasan, bakat dan keterampilan
3. Validitas isi (Content Validity).
Valditas isi berkaitan dengan kemampuan suatu instrumen mengukur isi (konsep) yang harus diukur. Ini berarti bahwa suatu alat ukur mampu
mengungkap isi suatu konsep atau variabel yang hendak diukur. Misalnya test bidang studi IPS, harus mampu mengungkap isi bidang studi tersebut,
pengukuran motivasi harus mampu mengukur seluruh aspek yang berkaitan dengan konsep motivasi, dan demikian juga untuk hal-hal lainnya. Menurut
Kenneth Hopkin penentuan validitas isi terutama berkaitan dengan proses analisis logis, dengan dasar ini Dia berpendapat bahwa validitas isi berbeda
dengan validitas rupa yang kurang menggunakan analisis logis yang sistematis, lebih lanjut dia menyatakan bahwa sebuah instrumen yang punya validitas
isi biasanya juga mempunyai validitas rupa, sedang keadaan sebaliknya belum tentu benar.
. Validitas kriteria (Criterion validity).
Adalah validasi suatu instrumen dengan membandingkannya dengan instrumen-pengukuran lainnya yang sudah valid dan reliabel dengan cara
mengkorelasikannya, bila korelasinya signiIikan maka instrumen tersebut mempunyai validitas kriteria. Terdapat dua bentuk Validitas kriteria yaitu :
Validitas konkuren (Concurrent validity), Validitas ramalan (Predictive validity). Validitas konkuren adalah kemampuan suatu instrumen pengukuran
untuk mengukur gejala tertentu pada saat sekarang kemudian dibandingkan dengan instrumen pengukuran lain untuk konstruk yang sama. Validitas
ramalan adalah kemampuan suatu instrumen pengukuran memprediksi secara tepat dengan apa yang akan terjadi di masa datang. Contohnya apakah test
masuk sekolah mempunyai validitas ramalan atau tidak ditentukan oleh kenyataan apakah terdapat korelasi yang signiIikan antara hasil test masuk dengan
prestasi belajar sesudah menjadi siswa, bila ada, berarti test tersebut mempunyai validitas ramalan.


3. Kisi-Kisi Soal dari Masing-Masing KD dan SK, dan Soalnya Minimal Soal
1awab :
a. Kisi-Kisi Soal






KISI-KISI SOAL U1IAN SEMESTER










Je nis s e kola h : SMA Ju mla h soa l : 20 but ir

Ma t a pe la ja ra n : SEJ ARAH Bent uk soa l/t e s : Pilihan Ganda
Kurikulu m : KTSP Aloka si wakt u : 90 me nit

No .

S t a nd a r
Ko mp e t e ns i

Ko mp e t e n s i Das a r

Kl s /
s mt

Ma t e ri
p o ko k

Indika t o r s o a l
No mo r
s oa l
1. Me nga na lisis
pe rjala na n ba ngs a
Ind one sia pad a ma s a
n e ga ra -n e ga ra
t ra disi ona l
Menga nalisis pe nga ru h
pe r ke mba n ga n a ga ma
dan kebudayaan Hindu-
Budha t e rh a da p
ma s ya ra ka t di be r ba ga i
da e ra h di Ind one sia
XI/1 Hipot e sis pa r a a hli
t ent a n g ma su kn ya
aja ra n Hindu ke
Ind on e sia
Siswa dapat me njela ska n s a la h
s at u hipot e sis t e nt a n g pr os e s
ma su kn ya a ja ra n Hindu ke
Ind one sia
1
Menga nalisis
pe r ke mba n ga n ke hidu pa n
ne ga ra -n e ga ra ke ra ja a n
Hindu -Budha di Ind on e sia
XI/1 Pe r ke mba nga n ke r a ja a n
Taru ma n e ga r a
Siswa dapat me n ye but ka n s alah
s at u pra s a s t i yang dike lua rka n
ole h raja Taru ma ne ga ra
2
Pe r ke mba nga n sriwija ya
da la m bidang e kon omi
Siswa dapat me njela ska n ala s a n
Sriwijaya me nja di ke r a ja a n ma rit im
3
Menga nalisis pe nga ru h
pe r ke mba n ga n a ga ma
dan kebudayaan Isla m
t er h ad ap ma s ya ra ka t di
be r ba ga i da e ra h di
Ind on e sia
XI/1 Faktor pe nd or on g
ma su kn ya Isla m di
Ind on e sia
Siswa dapat me njela ska n Ia kt or
pendor ong ma su kn ya Is la m di
Ind one sia
4
Siswa dapat me njela ska n ala s a n
a ja ra n Isla m muda h dit e rima di
Ind one sia
5
Menga nalisis pr os e s
int e ra ksi a nt a r a t ra disi
lokal, Hindu -Bud ha, da n
Isla m di Indone sia
XI/1 Bukti a kult u ra si bud a ya
Hindu Isla m da la m
seni ba nguna n
Siswa dapat menunjukkan bu kt i
ad an ya a kult ura si budaya Hindu-
Isla m da la m seni ba n guna n
6
Bentuk a kult ura si
budaya lokal Hindu
da la m pe me rint a ha n
Siswa d a pat m e mb ed a kan be nt uk
pe me rin t ah a n di Ind on e sia
s e be lu m dan s e sud ah ma su kn ya
a ja ra n Hindu
7









2. Me nga na lisis
pe r ke mba n ga n
ba n gs a Ind on e sia
sejak ma su kn ya
pe nga ruh Ba ra t
s a mpai de nga n
pendudukan Je pa n g
Menga nalisis
pe r ke mba n ga n pe nga ru h
Ba ra t dan pe ruba ha n
e kon omi, de mogr a Ii, d an
kehidupan sosial buda ya
ma s ya ra ka t di Ind one sia
pad a ma s a Kolonial
XI/2 Ke da t anga n
Impe rialis me da n
Kolonia lis me ba ngs a
Eropa di Ind on e sia
Siswa dapat me n ye but ka n Ia kt or
pendor ong ma su kn ya ba ngs a
Ba ra t ke dunia Ti mur
8
Menga nalisis hu bunga n
a n t ar a pe r ke mba n ga n
pa ha m-pa h a m bar u d a n
XI/2 Pengaruh pa ha m
moder n t e rha da p
munculn ya pe r ge ra ka n
Siswa dapat me njela ska n
pe r be da a n per ge r akan na sion al
s e be lu m dan s e sud ah tahun 1908
9

t ra n sIor ma si s oci al
de nga n ke s a da ra n da n
pe r ge ra ka n ke ba ngs a a n

na si on al Ind on e sia Siswa dapat me n ye but ka n Ia kt or -
Iaktor yang me mpe n ga ru hi
la hirnya per ger a ka n na sional
Ind one sia
10
Menga nalisis pr os e s
int e ra ksi Indone sia
Je pa n g dan da mpa k
pendudukan militer Je pa ng
terh ad ap ke hidu pa n
ma s ya ra ka t di Ind one sia
XI/2 Pendudukan Je pa ng di
Ind on e sia
Siswa dapat me n ye but ka n
or ga nis a si-or ga nis a si be nt u ka n
Je pa n g
11
Siswa dapat me njela ska n da mpa k
pendudukan Je pa ng da la m bida ng
milit e r
12
Siswa dapat me njela ska n lat a r
be la ka ng pe rla wa na n ba ngs a
Ind one sia te r h ad a p pe nduduka n
Je pa n g
13
Menga nalisis pe nga ru h
re volusi industri di Er opa
t er h ad ap pe ruba ha n
sosial, e kon omi, d an
polit ik di Ind one sia
XI/2 Pengaruh re volusi
industri t e rha da p
kehidupan di Ind on e sia
s a mpa i a bad ke -20
Siswa dapat me njela ska n da mpa k
re volusi industri di Eropa t e rhad a p
pe ruba h a n sosial di Indone sia
14
b. Soal-soal Pilihan Ganda

16. Kebijakan Daendels di bidang pertahanan sewaktu menjabat menjadi Gubernur Jenderal di Indonesia adalah.........
a. Di bentuk pengadilan keliling bagi orang pribumidi setiap preIektur
b. Para Bupati di jadikan pegawai pemerintah
c.Pulau Jawa di bagi atas 9 daerah (preIektur)
d. Membangun jalan raya Anyer sampai Panarukan
e. Pemerintahan kolonial di pusatkan di Batavia
10. Dalam menyebarkan agama Islam di Nusantara, salah seorang wali yang menyiarkan agama Islam sampai ke Maluku adalah........
a. Sunan Ampel d. Sunan Kalijaga
b.Sunan Giri e. Sunan Jepara
c. Sunan Gunung Jati
11. Sumber berita yang berasal dari Ibnu Battutah tentang Samudera pasai adalah.......
a. Samudera Pasai merupakan kerajaan Islam pertama di Indonesia
b.Sultan Malik al-Saleh adalah raja Samudera Pasai yang pertama masuk Islam
c. Para pedagang Islam di Samudera Pasai banyak mendirikan perkampungan menurut asal bangsanya
d. Peran serta para pedagang arab di Samudera Pasai
e. Smudera Pasai menjadi bandar perdagangan yang ramai dan penting pada waktu itu
5. Puncak kebesaran dinasti Syailendra di Mataram kuno, tercapai pada zaman raja...............
a. Samaratungga d. Balitung
b. Pramodawardhani e. Rakai Pikatan
c. Indra


2. Daerah di Indonesia yang tidak mendapat pengaruh budaya India adalah .......
a. Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Utara d. Sulawesi Utara dan Sulawesi Selatan
b. Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur e. Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Selatan
c. Sulawesi Utara dan Nusa Tenggara Timur
3. Raja Mulawarman adalah seorang raja yang menganut aliran Hindhu Syiwa, hal ini di buktikan oleh................
a. Adanya Vratyastoma d. Nama raja memakai nama sanskerta
b. Di temukannya Baprakeswara e. Adanya prasasti sebagai upacara korban
c. Di temukannya Waprakeswara
4. Salah satu karya sastra zaman Kediri yang menceritakan Raja Airlangga bersamadi dan mendapatkan wahyu terdapat dalam buku............
a. Arjuna Wiwaha d. Gatot Kacasraya
b.Calon Arang e. Ramayana
c. Kresnayana
19. Jepang mulai mengadakan pembaruan dan modernisasi di segala bidang yang dikenal dengan Restorasi Meiji pada waktu Kaisar............
a. Osyahito d. Mutshuhito
b. Ijejasu Tokugawa e. Sadao Araki
c. Yoshanibu Tokugawa
6. Pengaruh kebudayaan Hindhu-Budha dalam kehidupan politik di Indonesia adalah................
a. Timbulnya kekuasaan pemerintah di lingkungan rakyat d. Pudarnya seni geometris
b. Lahirnya sistem pemerintahan kerajaan e. Penan terhadap raja semakin mendalam
c. Lahirnya pelapisan sosial
7. Sumber berita tentang agama Islam di Indonesia yang berasal dari Ma-Huan antara lain.............
a. Kerajaan Samudera Pasai telah memeluk Islam sejak abad 13
b. Agama Islam di Indonesia menganut aliran syaIei
c. Sekitar abad 14 telah ada saudagar-saudagar Islam yang tinggal di pantai utara jawa
d. Agama Islam di Indonesia telah di sesuaikan dengan keadaan alam di Indonesia
e. Agama Islam masuk ke Indonesia di bawa oleh pedagang Gujarat
8. Sebagai bukti bahwa pada abad 12 pengaruh Agama Islam telah ada di Indonesia adalah di temukannya..........
a. Makam Malik al-saleh d. Makam Sunan Bonang
b. Makam Malik Ibrahim e. Makam Siti Fatimah binti Ma`mun
c. Makam Sunan Kalijaga
9. Yang -:,3 Iaktor penyebab agama Islamcepat menyebar luas di Indonesia ialah.................
a. Agama Islam tidak mengenal pembagian kasta
b. Persyaratan untuk masuk Islam hanya dengan mengucapkan dua kalimat syahadat
c. Agama Islam yang menyebar di Indonesia telah di sesuaikan dengan tradisi di Indonesia
d. Agama Islam di sebarluaskan dengan cara damai dan tidak menggunakan kekerasan
e. Agama Islam tidak mengikat pemeluknya dalam menjalankan ibadah
12. Menurut catatan J.C. van Leur, agama Islam sudah ada di Indonesia sejak abad.............
a. 7 Masehi b. 8 Masehi c. 9 Masehi d. 11 Masehi e. 12 Masehi
13. Golongan suIi dari India memainkan peran yang signiIikan dalam penyebaran agama Islam di Indonesia, melalui ' jalur mistisisme Islam relatiI mudah di
terima masyarakat, karena.............
a. Mistik agama Islam adalah mistik masyarakat setempat d. Para mistikus Islam tidak jauh berbeda dengan dukun setempat
b. Mistik Islam menerima adat dan kebiasaan lama masyarakat e. Mistik Islam tidak ada bedanya dengan mistik Hindhuisme
c. Melalui mistik, masyarakat semakin membenci sesamanya
14. Yang bukan termasuk objek proses akulturasi budaya Islam di Indonesia adalah...............
a. Arsitektur masjid d. Karya sastra
b. arsitektur makam e. Konsep kekuasaan
c. Konsep perdaganga
20. Tujuaan dari politik imperialisme Jepang adalah keinginan negara tersebut untuk...........
a. Menunjukkan kepada dunia bahwa negaranya sudah setaraI dengan eropa
b. Mempersatukan seluruh Asia di bawah kekuasaannya
c. Menguasai negara-negara berkembang yang ada di dunia
d. Mengimbangi keekuatan imperialisme Eropa di Asia
e. Mewujudkan ajaran Shinto dalam bidang pemerintahan

15. Salah satu bentuk pemaksaan dan monopoli selama zaman VOC adalah 08975,8. Yang di maksud dengan ekstirpasi adalah.................
a. Wajib kerja mendayung perahu patroli kompeni di perairan maluku
b. Mengeluarkan biaya sedikit mungkin tetapi di masukkan keuntungan sebanyak mungkin
c. Tindakan bunuh diri secara massal untuk menghindarkan diri dari musuh
d. Aksi menebang pohon pala dan cengkeh rakyat yang melanggar aturan monopoli
e. Kewajiban menyediakan perahu, kerja paksa menebang pohon untuk Belanda
17. Yang menjadi sebab di adakannnya sistem Tanam Paksa di Indonesia, adalah sebagai berikut, kecuali............
a. Pemasukan uang melalui penanaman kopi,landrete, dan cara-cara lain tidak banyak memberikan hasil
b. Hutang VOC yang harus di tanggung pemerintah Belenda
c. Memburuknya keadaan di tanah jajahan
d. Keinginan Belanda segera memindahkan penduduknya di Indonesia
e. Kas negara yang kosong untuk membiayai perang Diponegoro melawan Belanda
18. Pengaruh kemenangan Jepang atas Rusia tahun 1905 bagi perjuangan bangsa-bangsa Asia-AIrika dalam mencapai kemerdekaan adalah..............
a. Bangsa Asia-AIrika menjadi kekuatan baru dalam peperangan d. Negara-negara Asia dan AIrika mendukung Jepang
b. Negara-negara di Asia- AIrika di beri kemerdekaan e. Bangsa Asia-AIrika tidak lagi tunduk kepada bangsa Eropa
c. Negara-negara Asia-AIrika bangkit melawan penjajah

1. Menurut N.J.Krom, kebudayaan Hindhu-Budha masuk melalui para pedagng. Pendapat ini di kenal dengan teori ......
a. Sudra b. Ksatria c. Brahmana d. Waisya e. Nasional