STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PENGURANGAN RISIKO BENCANA

a. Desa Nanghale, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur

1. Jika terjadi gempa besar, maka regu deteksi segera memberikan

informasi ke masyarakat (tanda atau informasi bencana untuk Desa Nanggahale dengan memukul tiang listrik).
2. Ketua Masyarakat Siaga Bencana segera menghimbau warga untuk

segera menuju ke tempat evakuasi (khusus untuk daerah dengan karakteristik wilayahnya yang sangat dekat dengan pantai, maka jika terjadi gempabumi yang besar harus segera menuju ketempat evakuasi yang lebih tinggi, tidak perlu menunggu informasi dari BMKG).
3. Ketua Masyarakat Siaga Bencana memerintahkan seluruh regu

masyarakat siaga bencana untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsi masing-masing.
4. Regu perintis dan pengungsian segera mendirikan tenda di posko

pengungsi
5. Regu logistik dan dapur umum segera mendirikan tenda logistik dan

menyiapkan dapur umum
6. Regu kesehatan segera mendirikan tenda kesehatan 7. Setelah ketua masyarakat siaga bencana mendapatkan informasi

yang pasti bahwa tsunami telah berhenti atau selesai, maka ketua masyarakat siaga bencana segera memerintahkan regu perintis dan pengungsian, regu keamanan, regu evakuasi dan regu kesehatan dan P3K untuk turun kembali ke lokasi bencana dan melakukan evakuasi korban yang ada di lokasi.
8. Korban yang ada di lokasi segera di beri tanda/label sesuai dengan

kondisi korban dan segera di evakuasi ke posko kesehatan
9. Regu

administrasi selamat dan luka siaga bencana.

dan

dokumentasi

segera

mendata

korban

10. Setiap regu melaporkan hasil kerjanya kepada ketua masyarakat

Pengenalan tanah longsor. Tugas dan Tanggung Jawab. Kabupaten Lombok Barat 1. hujan dan juga mengenali tanda-tanda terjadinya tanah longsor serta menentukan lokasi yang aman untuk pengungsian. baik kondisi fisik maupun kondisi sosial. . Pembentukan Tim ( Koordinasi). Desa Batulayar. Kecamatan Batu Layar.11. Kondisi fisik meliputi kondisi lereng. Mengenali atau menentukan tugas masing-masing seksi yang telah ditunjuk. Membentuk tim dan melakukan koordinasi setiap musim hujan tiba ataupun denga wktu2 yang telah ditentukan untuk mempersiapkan atau mengingatkan masyarakat bahwa daerahnya rawan bencana dan wajib siap siaga 3. Sedang undtuk kndisi social mengenali posisi rumahrumah yang berada di daerah rawan longsor. 2. Ketua masyarakat penanggulangan bencan berkoordinasi dengan anggotanya untuk monitoring dan evaluasi b. Penganalan ini meliputi pengenalan kondisi wilayah. Pengenalan ini dilakukan oleh seksi deteksi dini.

Pelaporan dilakukan untukmelaporkan kondisi wilayah baik kondisi fisik Maupin social saat pra bencana hingga pasca bencana. Reporting. Koordinator KMPB Kelurahan Lepo-Lepo segera menginstruksikan kewaspadaan . Menyaipkan peralan untuk kegiatan penanggulangan bencana baik dari prabencana. Desa Lepo-lepo. Jika terjadi hujan yang sangat lebat yang berlangsung dalam waktu yang lama maka regu masyarakat diumumkan sehingga air permukaan sungai Wanggu mulai naik. tenda. 6. deteksi dini segera memberikan informasi kepada (informasi bencana di Kelurahan Lepo-Lepo biasanya dengan menyiarkan lewat masjid setempat) kepada seluruh regu untuk bersiap-siap 2. obat-obatan. c. alat ukur curah hujan 5. Pengumpulan Data. Pengumpulan data dilakukan baik sebelum terjadi bencana hingga sesudah terjadi bencana terutama data mengenai jumlah penduduk.Koordinator : . Sulawesi Tengah 1. Missal : peta. Penyiapan Peralatan. saat bencana dan pasca bencana.Mengkoordinasi seluruh anggota tim Mengajukan dan mengelola anggaran dan biaya operasional Mengkoordinasikan kegiatan tim dengan pemerintah daerah/bpbd di daerah setempat Melaporkan pada tim Menjadi jurubicara media massa 4.

8. dan dipersimpangan jalan raya. anggotanya dan mengecek semua peralatan P3K (segera menuju ke tempat pengungsian). Regu evakuasi /SAR segera mempersiapkan regunya untuk melakukan evakuasi darat dan sungai (mencari korban yang masih terjebak. Regu air bersih segera menyiapkan tangki dengan mobil tangki ke tempat pengungsian. mengevakuasi korban luka/meninggal) kemudian dibawa ke tempat pengungsian. Regu deteksi dini dan humas melaporkan pada koordinator tentang perkembangan kondisi sungai Wanggu apabila permukaan air semakin tinggi dan hamper meluap. menyiapkan 9. Regu kesehatan segera mendirikan tenda kesehatan. 3. 4. 11.melaksanakan tugas pokok dan fungsinya masing-masing dalam penanggulangan bencana. di tepi sungai. Setelah koordinator KMPB Keluahan Lepo-Lepo mendapatkan informasi dari regu deteksi dini bahwa air sungai Wanggu sudah mulai surut. untuk membantu dan memperlancar jalannya evakuasi dan mengawasi keamanan permukiman dari pencurian. 10. Regu TRC segera mempersiapkan seluruh tim. segera menyebar 7. maka coordinator segera menyatakan bahwa banjir . maka penduduk setempat harus segera menyelamatkan diri ke tempat evakuasi yang sudah ditentukan (tempat yang lebih tinggi). 5. Regu dapur umum segera mendirikan tenda logistic dan menyiapkan semua bahan-bahan konsumsi beserta peralatannya (mendistribusikan bahan makanan yang sudah diolah kepada pengungsi). Regu keamanan segera mempersiapkan anggotanya untuk segera ditempatkan di titik-titik rawan seperti di permukiman. 6. dan menyuplai persediaan air bersih dilokasi pengungsian. untuk membantu regu evakuasi / SAR mengevakuasi korban yang masih terjebak ataupun meninggal dan segera membawa ke lokasi pengungsian. Regu pengungsian segera mendirikan tenda di posko pengungsi dan segera mengatur para pengungsi (mengelompokkan dan mendata korban).

15.sudah surut dan masyarakat dapat kembali ke rumah masingmasing. 14. 12. Koordinator KMPB berkoordinasi monitoring dan evaluasi dengan anggotanya untuk . 13. Regu evakuasi segera mendata jumlah korban (luka/meninggal/selamat) dan segera melapor kepada koordinator. Setiap regu melaporkan hasil kerjanya kepada koordinator KMPB. Koordinator KMPB memerintahkan kepada masing-masing ketua regu untuk mengecek kelengkapan masing-masing regu.

maka regu deteksi dini segera melaporkan kepada ketua KMPB. Kabuppaten Donggala 1. Desa Lero.d. Kecamatan Sindue. kemudian ketua KMPB memberikan informasi ke masyarakat dengan menggunakan tanda atau informasi bencana melalui pengeras suara dari masjid yang diikuti dengan pemukulan tiang listrik oleh regu deteksi dini (sambil menuju ke arah pantai untuk mengamati tanda-tanda tsunami) untuk memberitahukan . Jika terjadi gempa besar.

Setelah ketua KMPB mendapatkan informasi yang pasti bahwa tsunami telah berhenti atau selesai. Regu perintis dan pengungsian segera mendirikan tenda di posko pengungsi 5. dan regu kesehatan dan P3K untuk turun ke lokasi bencana dan melakukan evakuasi korban yang ada. jika terlihat adanya tanda-tanda akan terjadi tsunami. 11. Regu logistik dan dapur umum segera mendirikan tenda logistik dan menyiapkan dapur umum 6. Ketua KMPB berkoordinasi dengan anggotanya untuk monitoring dan evaluasi . Regu kesehatan segera mendirikan tenda kesehatan 7. Ketua KMPB melakukan koordinasi dengan seluruh anggotanya dan memerintahkan seluruh regu untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsi masing-masing. maka segera menginformasikan kepada ketua KMPB yang kemudian ketua KMPB segera memerintahkan warga masyarakat untuk segera menuju ke tempat evakuasi. Regu administrasi selamat dan luka dan dokumentasi segera mendata korban 10. 4. 8. regu keamanan. 3. segera keluar rumah sambil menunggu 2. Setiap regu melaporkan hasil kerjanya kepada ketua KMPB. Regu deteksi dini segera melihat kondisi pantai.kepada warga agar informasi lebih lanjut. Korban yang ditemukan segera diberi tanda/label sesuai dengan kondisi korban dan segera di evakuasi ke posko kesehatan 9. maka ketua KMPB segera memerintahkan regu perintis dan pengungsian. regu evakuasi.

e. 2. Koordinator KMPB menginstruksikan kepada seluruh warga Kelurahan Maasing untuk segera mengungsi ke lokasi pengungsian yang sudah ditetapkan. dan mengkoordinasikan pada : 1) Regu Pengungsian untuk mendirikan tenda. dan mengikuti jalur evakuasi yang telah ditentukan sebelumnya ke tempat yang aman (tempat posko yang akan didirikan kelak). Selanjutnya Koordinator Kelompok Masyarakat Penanggulangan Bencana menuju ke Posko pengungsian. Sulawesi Utara 1. dirasakan cukup besar. Kecamatan Tuminting. 3. Regu keamanan berkeliling kampung untuk tetap menjaga-jaga keamanan. Tiga kepala lingkungan (Wakil koordinator KMPB) mendukung dengan berkeliling kampung untuk melihat keadaan. Seksi deteksi dini via HT segera menghubungi Koordinator KMPB untuk menginformasikan bahwa di Teluk Manado berpotensi tsunami. 6. maka seluruh masyarakat serta merta lari keluar. Ketika bencana gempabumi terjadi. 2) Regu Dapur Umum untuk menyiapkan perlengkapan dapur umum terhadap pengungsi. 3) Regu Kesehatan untuk melakukan pertolongan . 5. 7. Seksi Deteksi Dini mengamati kondisi Pantai Teluk Manado lalu melihat kondisi air laut surut tidak seperti biasanya. mengantisipasi adanya orang yang memanfaatkan situasi untuk melakukan pencurian. Kelurahan Maasing. dengan membunyikan sirine dari TOA sebagai tanda bahaya. serta menolong warga untuk menyelamatkan diri 4.

pertama pada korban. 9. Administrasi untuk pendataan 8. 4) Regu kebutuhan dan korban. Regu deteksi dini melaporkan kepada koordinator KMPB bahwa tsunami mencapai 800 m dari tepi pantai. Setelah itu koordinator KMPB menginformasikan kepada Kepala BPBD Kota (menggunakan HT) tentang kondisi dan situasi di kelurahan Maasing. 11. dan hilang serta pendataan kebutuhan bagi pengungsi. meninggal. 12. 10. dan Regu Evakuasi melakukan penyisiran untuk mencari korban yang masih tertinggal di lokasi. koordinator Regu Kesehatan menghubungi puskesmas kecamatan agar mengirimkan ambulans untuk segera mengevakuasi korban luka patah tulang dan luka parah ke rumah sakit . Regu Deteksi Dini melaporkan bahwa tsunami telah surut. Regu Administrasi mendata korban bencana yang mengalami luka-luka. Sementara itu.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful