Anda di halaman 1dari 19

BUSINESS PLAN PONDOK PISANG GENCET

Dosen : D3275 - Yunita Wijaya Handranata, B.Eng., M.M

KELOMPOK 8 06PTT :
1. 2. 3. 4. Silviana Simidjaja / 1100005955 Dwi Pangestuti / 1100006125 Yoan Sanjaya / 1100007310 Rahellia Samsult / 1100007494

BINUS University 2010

1. EXECUTIVE SUMMARY Pondok Pisang Gencet merupakan sebuah usaha yang bergerak di bidang kuliner. Toko kami menyajikan makanan ringan berupa olahan pisang goreng yang digencet dengan rolling pin kemudian diberi taburan di atasnya, bisa berupa keju, coklat, susu, atau sambal. Selain menampilkan sensasi pisang gencet, kami juga menyajikan menu pisang goreng gencet ranjau (pedas), bagi mereka yang menginginkan cita rasa yang lain daripada yang lain. Untuk sambalnya, kami meraciknya sendiri secara khusus. Rencananya, Pondok Pisang Gencet ini berlokasi di Komp. Green Ville Blok AL No. 26, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Karena ukuran gedung yang kecil maka kami menetapkan bahwa bisnis ini untuk sementara waktu hanya berlaku untuk pesan bawa dan pesan antar. Manajemen team bisnis ini terdiri dari 1 orang pimpinan, 4 orang manajer, dan 4 orang karyawan yang bekerja berdasarkan shift. Manajernya terdiri dari 3 bagian yaitu : bidang marketing & sales, bidang operasional, dan bidang finance & accounting. Alasan utama kami memilih usaha ini tercantum dalam poin poin berikut : o Kami melihat adanya peluang dalam bisnis kuliner khususnya makanan ringan (snack) karena pada umumnya masyarakat Indonesia senang ngemil apalagi sambil minum kopi, teh, atau susu di pagi, siang, dan sore hari sebagai pelengkap mereka bersantai ria atau mengobrol bersama. o Kami melihat bahwa pisang adalah salah satu buah yang cukup

diminati oleh masyarakat dari berbagai kalangan, golongan atas sampai bawah, tua maupun muda, apalagi bila pisang tersebut telah berubah wujud menjadi pisang goreng. Dari pisang goreng itu sendiri bisa dikembangkan lagi hingga menghasilkan menu yang unik dan variatif. o Faktor yang juga sangat mendukung adalah tersedianya tempat yang

cukup strategis. Di daerah ini memang sudah terkenal sebagai gudangnya makanan terutama restoran. Jadi, kami melihat bahwa lokasi ini sudah memiliki pasar sehingga peluang kami untuk cepat mendapat pelanggan lebih besar. Dalam melakukan promosi, kami menerapkan beberapa strategi, antara lain menyebarkan brosur kepada masyarakat, menampilkan spanduk, serta membuat account Pondok Pisang Gencet di Facebook. Secara tidak langsung, promosi dari mulut ke mulut juga merupakan salah satu strategi kami.

Berdasarkan rencana keuangan yang telah kami buat, modal awal yang dibutuhkan untuk mendirikan usaha ini adalah Rp 80.000.000, -. Modal awal ini sudah mencakup gedung, peralatan, kendaraan, perlengkapan, bahan baku awal, gaji karyawan untuk 3 bulan ke depan, perlengkapan promosi, dan hal hal lainnya. Untuk keuntungannya sendiri, setiap 1 menu yang dijual, kami bisa memperoleh laba kotor sebesar 40% dari harga penjualan. 2. MISSION STATEMENT A. VISI : Menjadi pilihan terbaik dan nama yang terpercaya dalam kebutuhan rasa makanan dan bisnis khususnya untuk produk berbahan baku pisang. B. MISI : Kami senantiasa berusaha menjadi pebisnis olahan pisang yang Mengutamakan pelayanan yang terbaik kepada pelanggan. Menyediakan olahan pisang yang lezat dan berkualitas sesuai terbaik.

dengan selera pelanggan serta terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. tinggi. 3. BUSINESS ENVIRONMENT A. National Trend (Mengapa bisnis ini masih berpotensi untuk sukses saat ini) : Bahan baku utamanya, pisang, mudah diperoleh dan harganya relatif Buah pisang banyak disukai oleh masyarakat Indonesia dari berbagai Banyak orang yang lebih menyukai produk - produk olahan Bisnis makanan ringan hasil olahan pisang selain pisang goreng murah. kalangan. pisang daripada pisang itu sendiri. masih belum ramai dan belum variatif di Jakarta. Umumnya orang Indonesia senang ngemil sambil minum kopi, teh, atau susu di pagi / sore hari sebagai pelengkap mereka bersantai / mengobrol. Menciptakan produk olahan pisang yang inovatif dan bercitarasa

B. Industri Trend (Bagaimana pemain dalam bisnis ini) : Pebisnis olahan pisang sudah cukup banyak, namun kebanyakkan menjalankan bisnis pisang goreng. Salah satu yang paling terkenal adalah Pisang Goreng Kalimantan. Yang lainnya adalah pisang goreng keliling. Jadi, masih terbuka peluang untuk menjalankan bisnis olahan pisang yang lebih variatif dan inovatif dari sekedar pisang goreng. C. Local Trend (Bagaimana kondisi potensi pasar di daerah sekitar tempat usaha) : Kondisi pasar di daerah komplek perumahan sekitar tempat usaha sangat menjanjikan karena di daerah ini bisnis makanan sangat menjamur khususnya restoran. Belum banyak yang membuka bisnis makanan ringan yang serupa di sekitar tempat usaha. Bisnis makanan ringan yang sudah ada antara lain : toko roti dan kue, toko cokelat, toko es. Lokasi ini sudah memiliki pasar sehingga peluang kami untuk cepat mendapat pelanggan lebih besar. 4. MARKETING PLAN A. Produk Pisang gencet pada dasarnya adalah pisang goreng. Namun kami mengembangkan makanan ini agar menjadi suatu produk yang baru. Setelah digoreng, pisang ini kami gencet / ratakan dengan menggunakan rolling pin lalu di atasnya diberi taburan berupa keju, susu, meses coklat, atau sambal yang kami racik secara khusus. Dalam 1 porsi pisang gencet, kami menggunakan pisang sebanyak 2 buah. Salah satu menu kami yang khas adalah Pisang Gencet Ranjau. Menu ini merupakan pisang goreng gencet yang diberi sambal. Menu seperti ini sangat terkenal di Manado. Kami berpikir bahwa pisang goreng pedas masih jarang di Jakarta sehingga masih terbuka peluang untuk menyajikan menu ini. Menu makanan yang ditawarkan di Pondok Pisang Gencet : a. PisGen Coklat / Susu b. PisGen Ranjau c. PisGen Keju d. PisGen KatSu (Coklat Susu) e. PisGen CoKe (Coklat Keju) f. PisGen JuSu (Keju Susu) @ Rp 5.000, @ Rp 5.000, @ Rp 6.000, @ Rp 7.000, @ Rp 8.000, @ Rp 8.000, -

PisGen JuSu Ranjau B. Jasa

PisGen KatSu

PisGen

Jasa yang kami tawarkan di sini adalah pesan antar / delivery untuk daerah Green Ville dan Taman Ratu. Untuk daerah di luar itu, delivery kami tidak berlaku karena kami membatasi jangkauan pengantaran. Mengingat karyawan kami yang jumlahnya tidak banyak dan mereka pun masih harus menjaga toko untuk melayani pembeli lain. Pelanggan di luar jangkauan delivery dapat membeli produk kami dengan sistem pesan bawa. Untuk delivery, minimum pemesanan adalah 2 porsi. Kami tidak memungut biaya untuk delivery ini karena ini juga merupakan semacam kompensasi kami terhadap pelanggan karena lokasi kami yang tidak memungkinkan mereka untuk menyantap makanan di toko kami. C. ANALISA KOMPETITOR 1. Pisang Goreng Kalimantan SARI RASA Menyediakan pisang goreng kipas yang sangat renyah. Harga @ Rp 2.000, Lokasi : Tanjung Duren Jakarta Barat

2. Kedai Es Pisang Ijo Pemuda Pisang Ijo, salah satu makanan dari Makasar. Makanan ini berupa buah pisang yang dibungkus dengan adonan tepung berwarna hijau, kemudian disajikan dengan bubur sumsum, santan, sirup, es serut, dan susu.

Harga @ Rp 10.000, Lokasi : Jl. Tanjung Duren Utara IV Blok O No. 468 A-B Grogol Petamburan - Jakarta Barat D. ANALISA SWOT o Strength Analysis Berikut ini adalah beberapa poin analisa kekuatan bisnis kami : Jasa delivery. Kami memberikan layanan kemudahan bagi para pembeli agar mereka tidak perlu repot repot datang ke toko kami untuk membeli pisang gencet. o Harga makanan cukup terjangkau. Menurut kami, harga pisang gencet kami yang berkisar di bawah Rp 10.000, - per porsi cukup terjangkau bagi masyarakat sekitar karena rata rata harga makanan yang ditawarkan di daerah ini juga berada pada kisaran yang sama untuk makanan ringan. o Service diutamakan. Pelayanan yang kami utamakan antara lain : produk yang terjamin 100% halal, kebersihan produk (makanan, gedung, dan peralatan yang kami gunakan), pelayanan yang ramah dan cepat, pengiriman sesuai waktu yang kami janjikan. o Produk yang tergolong masih baru di Jakarta.

Produk olahan pisang yang kami ciptakan ini masih tergolong baru di Jakarta walaupun ada yang serupa seperti pisang bakar, namun tetap saja, pisang gencet merupakan variasi yang kami racik dan kembangkan dari dasar pisang goreng. o Bahan baku berkualitas baik. Untuk bahan baku seperti pisang, cabai, terasi, keju, susu, dan lain lain, kami hanya menggunakan bahan bahan berkualitas baik demi menjaga kepuasan pelanggan. Untuk pisang, berikut ini adalah sedikit tips memilih pisang yang baik : Pilihlah pisang yang sudah matang, yang kulitnya hijau kekuning kuningan dengan sedikit bercak coklat atau kuning, sebab pisang ini akan mudah dicerna, dan gula buah diubah menjadi glukosa alami secara cepat diserap ke dalam peredaran darah, pisang yang mentah akan sulit dicerna. Weakness Analysis Berikut ini adalah beberapa poin analisa kelemahan bisnis kami : o Luas gedung yang kecil (4x10m). Gedung ini tidak terlalu besar dan harus kami bagi lagi menjadi dapur dan counter untuk melayani pembeli. Oleh karena itu, tidak ada cukup tempat bagi pembeli yang ingin menyantap pisang gencet di toko kami sehingga pilihannya adalah pesan bawa atau pesan antar. o Produk yang sulit dibedakan dengan produk kompetitor lain. Pisang gencet pada dasarnya merupakan pisang goreng. Terkadang orang bisa saja menyamakan produk kami dengan pisang goreng pada umumnya bila mereka mendengar penjelasan mengenai produk kami dari mulut ke mulut. Opportunity Analysis Berikut ini adalah beberapa poin analisa peluang bisnis kami : o o Belum ada bisnis serupa di lokasi yang sama. Lokasi ini sudah memiliki pasar/ pelanggan. o Rata rata orang Indonesia senang ngemil di kala mereka sedang bersantai sambil ditemani minum kopi atau teh.

E. ANALISA LOKASI Calon lokasi toko kami berada di Komp. Green Ville Blok AL No. 26, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Di daerah ini memang sudah terkenal sebagai gudangnya makanan terutama restoran. Berikut ada beberapa alasan pemilihan lokasi ini sebagai tempat usaha : o Daerah perumahan ini telah beralih fungsi menjadi gudangnya bisnis o o Restoran (Gado Gado Boplo, Saung GrenVil, Kampung Djawa, kuliner, antara lain : Relish, Sarang Kepiting, Ayam Cemara, dll). Toko roti dan kue (Papa & Mama Pastries, Shianies Bakery, dll). Dapur Cokelat, dan masih banyak lagi.

Calon lokasi PisGen tepat berhadapan dengan tempat kursus bahasa inggris, dekat dengan sekolah dan tempat tempat les. Jadi, kami melihat bahwa lokasi ini sudah memiliki pasar sehingga peluang kami untuk cepat mendapat pelanggan lebih besar.

F. TARGET PASAR Sasaran utama pembeli produk kami adalah hampir semua kalangan masyarakat. Namun mungkin lebih cocok untuk golongan menengah atas. Pisang gencet kami dapat dikonsumsi oleh anak kecil sampai orang dewasa. G. STRATEGI PROMOSI Untuk mempromosikan Pondok Pisang Gencet, ada beberapa strategi yang kami lakukan, antara lain : Brosur (500 lembar) Kami menyebarkan brosur sebanyak 500 lembar ke daerah Tanjung Duren, ke tempat tempat kursus, di kampus, sekolah dekat daerah ini, perumahan, serta menempelkan brosur di tempat tempat makan sekitar lokasi ini seperti Kepa Duri, Tanjung Duren, Green Ville, Taman Ratu, dan Green Garden. Berikut ini adalah tampilan brosur yang telah kami buat :

Spanduk Kami juga menampilkan spanduk di depan toko kami supaya toko kami dapat dikenali dengan cepat oleh warga sekitar.

Account Facebook Untuk memperluas jaringan pemasaran kami, kami juga akan membuat account di situs jejaring sosial yaitu Facebook untuk menampilkan produk Pisang Gencet kami. Kami menggunakan media ini karena mudah dan murah. Penyebarannya kami mulai dari teman teman kami dulu. Dari facebook ini kami akan menampilkan foto foto produk, informasi, serta promosi Pondok Pisang Gencet.

5. MANAGEMENT TEAM

Berikut ini adalah struktur organisasi bisnis Pondok Pisang Gencet yang terdiri dari 1 orang pimpinan, 4 orang manager pada bidangnya masing masing, dan 4 orang karyawan. Pimpinan di sini berlaku sebagai investor pasif. Karyawan di sini bekerja untuk melayani para pembeli dan mengantarkan pesanan para pembeli. Mereka juga ikut membantu menyediakan pesanan pisang goreng gencet.

6. FINANCIAL PLAN A. Start Up Cost Start up cost / biaya persiapan operasi berhubungan dengan semua biaya untuk membuat bisnis siap untuk dioperasikan. Start up cost ini juga biasanya merupakan biaya biaya yang terjadi di awal-awal tahun sebelum sistem dioperasikan. Yang termasuk biaya biaya persiapan awal dalam bisnis kami adalah sebagai berikut :
Start-up cost Peralatan & Perlengkapan Kompor (1 pcs) Tabung gas (1 pcs) Galon (3 x Rp 25.000,-) Stainless Steel Knife (2 x Rp 7.500,-) Parutan (2 x Rp 10.500,-) Wajan Penggorengan (2 x Rp 137.000,-) Alat Penggorengan (2 set) Alat Penggiling (2 x Rp 33.000,-) Box Pembungkus (500 set) Talenan (2 x Rp 11.000,-) Rp 270,000.00 Rp 380,000.00 Rp 75,000.00 Rp 15,000.00 Rp 21,000.00 Rp 274,000.00 Rp 178,000.00 Rp 66,000.00 Rp 350,000.00 Rp 22,000.00

10

Meja (2 x Rp 435.500,-) Kursi (8 x Rp 25.000,-) Lemari Etalase (1 pcs) Total Peralatan & Perlengkapan Bahan Baku Pisang kepok (50 x Rp 7.000,-) Keju cheddar (10kg x Rp 110.000,-) Meses (20 x Rp 9.000,-) Susu kental coklat (20 x Rp 7.500,-) Susu kental putih (20 x Rp 8.000,-) Minyak goreng (10 x Rp 10.000,-) Garam (5 x Rp 2.500,-) Tepung beras (20 x Rp 7.000,-) Tepung terigu (5 x Rp 8.000,-) Cabai merah keriting (1kg x Rp 25.000,-) Cabai hijau (1kg x Rp 15.000,-) Terasi (5 kg x Rp 65.000,-) Total Bahan Baku Kendaraan Motor Gedung dan Renovasi Leasehold improvement Prepaid Expenses Rent (dibayar dimuka utk 1 tahun) Cetak brosur (500 lbr) Sebar brosur Spanduk & X-Banner (@ 1 pcs) Ijin usaha Total Prepaid Expenses Working Capital (cadangan expense 3 bulan) Gaji karyawan (3 x Rp 4.000.000,-) Listrik (3 x Rp 400.000,-)

Rp 871,000.00 Rp 200,000.00 Rp 450,000.00 Rp 3,172,000.00 Rp 350,000.00 Rp 1,100,000.00 Rp 180,000.00 Rp 150,000.00 Rp 160,000.00 Rp 100,000.00 Rp 12,500.00 Rp 140,000.00 Rp 40,000.00 Rp 25,000.00 Rp 15,000.00 Rp 325,000.00 Rp 2,597,500.00 Rp 13,000,000.00 Rp 2,500,000.00 Rp 35,000,000.00 Rp 660,000.00 Rp 200,000.00 Rp 350,000.00 Rp 5,000,000.00 Rp 41,210,000.00 Rp 12,000,000.00 Rp 1,200,000.00

11

Air (3 x Rp 300.000,-) Isi ulang gas (9 x Rp 75.000,-) Air minum galon refill (13 x Rp 5.000,-) ATK (3 x Rp 30.000,-) Lain-lain Total Working Capital Total Start-up cost

Rp 900,000.00 Rp 675,000.00 Rp 65,000.00 Rp 90,000.00 Rp 2,590,500.00 Rp 17,520,500.00 Rp 80,000,000.00

B. Gross Profit Gross Profit/ laba kotor/ laba penjualan adalah perbedaan antara pendapatan dan biaya pembuatan produk atau penyediaan layanan, sebelum dikurangi biaya overhead, gaji, pajak, dan bunga pembayaran. Berikut ini adalah perkiraan gross profit untuk 1 macam menu pisang gencet.
Harga Beli Barang Rp 7,000.00 Rp 7,000.00 Rp 8,000.00 Rp 9,000.00 Rp 10,000.00 Harga Bahan Baku Rp 1,166.67 Rp 1,750.00 Rp 200.00 Rp 9,600.00 Rp 4,000.00 Rp 16,716.67 Rp 2,786.11 Rp 5,000.00 Rp 2,213.89

1 sisir pisang 12pcs, bisa u/ 6 porsi Tepung beras 500 gr (125 gr u/ 6 porsi) Tepung terigu 1kg (25gr u/ 6 porsi) Meses 225gr (240gr u/ 6 porsi) Minyak goreng 400ml u/ 5x pakai Total Harga Bahan Baku Harga Bahan Baku per porsi Harga Jual Gross Profit

C. Income Statement Laporan laba / rugi (income statement) disebut juga laporan pendapatan dan biaya (profit and loss statement) atau hasil operasi (statement of operation), yaitu suatu laporan yang dibuat secara sistematis berisikan gambaran ringkasan tentang penghasilan (income) dan beban (expenses) dalam periode tertentu dari suatu perusahaan. Dalam laporan laba rugi dapat diketahui penghasilan, beban dan laba / rugi perusahaan dalam waktu tertentu serta perkembangannya.

12

Berikut ini adalah perkiraan income statement kami dalam kurun waktu 3 tahun.
Income Statement Penjualan (sales) COGS Gross profit Pengeluaran Gaji karyawan Listrik Air ATK Sewa kantor Cetak brosur Sebar brosur Spanduk & X-Banner Ijin Usaha Total Pengeluaran Pendapatan sebelum bunga & pajak Bunga Pendapatan sebelum pajak Pajak Net profit Rp 48,000,000.00 Rp 4,800,000.00 Rp 3,600,000.00 Rp 360,000.00 Rp 35,000,000.00 Rp 660,000.00 Rp 200,000.00 Rp 350,000.00 Rp 5,000,000.00 Rp 97,970,000.00 Rp 144,910,000.00 Rp Rp 144,910,000.00 Rp 28,727,500.00 Rp 116,182,500.00 Rp 49,440,000.00 Rp 4,944,000.00 Rp 3,708,000.00 Rp 370,800.00 Rp 36,050,000.00 Rp Rp Rp Rp Rp 94,512,800.00 Rp 184,799,200.00 Rp Rp 184,799,200.00 Rp 38,699,800.00 Rp 146,099,400.00 Rp 50,923,200.00 Rp 5,092,320.00 Rp 3,819,240.00 Rp 381,924.00 Rp 37,131,500.00 Rp Rp Rp Rp Rp 97,348,184.00 Rp 223,860,616.00 Rp Rp 223,860,616.00 Rp 48,465,154.00 Rp 175,395,462.00 1 Jan 11 - 31 Dec 11 Rp 330,000,000.00 Rp 87,120,000.00 Rp 242,880,000.00 1 Jan 12 - 31 Dec 12 Rp 379,500,000.00 Rp 100,188,000.00 Rp 279,312,000.00 1 Jan 13 - 31 Dec 13 Rp 436,425,000.00 Rp 115,216,200.00 Rp 321,208,800.00

D. Cash Flow Cash flow (aliran kas) merupakan sejumlah uang kas yang keluar dan yang masuk sebagai akibat dari aktivitas perusahaan. Dengan kata lain adalah aliran kas yang terdiri dari aliran masuk dalam perusahaan dan aliran kas keluar perusahaan serta berapa saldonya setiap periode. Berikut ini adalah perkiraan cash flow kami dalam kurun waktu 3 tahun.
Cash Flow Cash Receipts 1 Jan 11 - 31 Dec 11 1 Jan 12 - 31 Dec 12 1 Jan 13 - 31 Dec 13

13

Sales Cash Disbursements COGS Gaji Karyawan Listrik Air ATK Sewa gedung Pajak Total cash disbursements Net Change Plus : beginning cash balance Ending cash balance

Rp 330,000,000.00 Rp 87,120,000.00 Rp 48,000,000.00 Rp 4,800,000.00 Rp 3,600,000.00 Rp 360,000.00 Rp Rp 28,727,500.00 Rp 172,607,500.00 Rp 157,392,500.00 Rp Rp 157,392,500.00

Rp 379,500,000.00 Rp 100,188,000.00 Rp 49,440,000.00 Rp 4,944,000.00 Rp 3,708,000.00 Rp 370,800.00 Rp 36,050,000.00 Rp 38,699,800.00 Rp 233,400,600.00 Rp 146,099,400.00 Rp 157,392,500.00 Rp 303,491,900.00

Rp 436,425,000.00 Rp 115,216,200.00 Rp 50,923,200.00 Rp 5,092,320.00 Rp 3,819,240.00 Rp 381,924.00 Rp 37,131,500.00 Rp 48,465,154.00 Rp 261,029,538.00 Rp 175,395,462.00 Rp 303,491,900.00 Rp 478,887,362.00

E. Balance Sheet Laporan neraca / balance sheet adalah salah satu laporan keuangan dalam akuntansi yang menunjukan keadaan keuangan secara sistematis dari suatu perusahaan pada saat tertentu dengan cara menyajikan daftar aktiva, utang dan modal pemilik perusahaan. Berikut ini adalah perkiraan cash flow kami dalam kurun waktu 3 tahun.
Balance Sheet Assets Current Assets Cash Prepaid Expenses Fixed Assets Peralatan & Perlengkapan Motor Gedung & Renovasi Accumulated depreciation Total Assets Opening Rp 17,520,500.00 Rp 41,210,000.00 31 Desember 2010 Rp 157,392,500.00 Rp 31 Desember 2011 Rp 303,491,900.00 Rp 31 Desember 2012 Rp 478,887,362.00 Rp -

Rp 3,172,000.00 Rp 13,000,000.00 Rp 2,500,000.00 Rp Rp 77,402,500.00

Rp 3,174,000.00 Rp 13,000,000.00 Rp 2,500,000.00 Rp (3,174,580.00) Rp 172,891,920.00

Rp 3,174,000.00 Rp 13,000,000.00 Rp 2,500,000.00 Rp (5,709,646.00) Rp 316,456,254.00

Rp 3,174,000.00 Rp 13,000,000.00 Rp 2,500,000.00 Rp (7,881,174.00) Rp 489,680,188.00

14

Liabilities Owner Equity Owner's investment Rugi/Laba ditahan Total Liabilities & equity

Rp -

Rp -

Rp -

Rp -

Rp 80,000,000.00 Rp Rp 80,000,000.00

Rp 80,000,000.00 Rp 116,182,500.00 Rp 196,182,500.00

Rp 80,000,000.00 Rp 262,281,900.00 Rp 342,281,900.00

Rp 80,000,000.00 Rp 437,677,362.00 Rp 517,677,362.00

F. Break Even Point Break Even Point atau BEP adalah suatu analisis untuk menentukan dan mencari jumlah barang atau jasa yang harus dijual kepada konsumen pada harga tertentu untuk menutupi biaya biaya yang timbul serta mendapatkan keuntungan/ profit. Rumus Analisis Break Even : BEP = Total Fixed Cost / (Harga per unit - Variabel Cost per unit) Keterangan :

Fixed cost : biaya tetap yang nilainya cenderung stabil tanpa

dipengaruhi unit yang diproduksi. Variable cost : biaya variabel yang besar nilainya tergantung

pada benyak sedikit jumlah barang yang diproduksi. Berikut ini adalah perkiraan BEP kami :
BEP Biaya tetap Gaji karyawan (4 x Rp 1.000.000,-) Listrik Air Isi ulang gas (3 x Rp 75.000,-) ATK Total Biaya tetap Biaya variabel Harga jual rata-rata

Rp 4,000,000.00 Rp 400,000.00 Rp 300,000.00 Rp 225,000.00 Rp 30,000.00 Rp 4,955,000.00 Rp 200,- / porsi Rp 6.300,- / porsi

Jumlah unit yang harus dijual agar terjadi BEP : BEP = Rp 4.955.000,00 (Rp 6.300,00 - Rp 200,00) = Rp 4.955.000,00 Rp 6.100,00

15

= 812 porsi Uang penjualan yang perlu diterima agar terjadi BEP : BEP = (Rp 4.955.000,00 (Rp 6.300,00 - Rp 200,00)) * Rp 6.300,00 = (Rp 4.955.000,00 Rp 6.100,00) * Rp 6.300,00 = 812 * Rp 6.300,00 = Rp 5.115.600,00

7. OPERATIONAL PLAN Opening hour : : Pk 09.00 Pk 21.00 : Pk 15.00 Pk 23.00

a. Selasa Jumat b. Sabtu Minggu

Tutup setiap Senin dan hari libur nasional.

Jam kerja karyawan terbagi menjadi 2 shift :

Hari Selasa Jumat : shift 1 (Pk 08.00 Pk 15.00) shift 2 (Pk 15.00 Pk 22.00)

Hari Sabtu Minggu : shift 1 (Pk 14.00 Pk 19.00) shift 2 (Pk 19.00 Pk 24.00)

Kami membagi jam kerja karyawan sama rata. Karyawan harus berada di toko 1 jam lebih awal untuk membersihkan dan mempersiapkan segala sesuatunya sebelum toko dibuka.

Gaji karyawan (4 orang) @ Rp 1.000.000, -

16

Untuk kualifikasi karyawan, kami mengutamakan mereka yang bisa

mengendarai motor dengan baik agar mereka dapat mengirimkan pesanan kepada pembeli.

8. SUPPLIER Untuk bahan baku pisang kepok, cabai, minyak, dan terasi, kami dapat

memperolehnya dari pasar pasar berikut ini karena lokasinya cukup dekat dengan toko kami. 1. Pasar Tomang Raya (Pasar Kopro) Alamat : Jl. Tanjung Duren Raya Grogol Petamburan - Jakarta Barat Kode pos : 11470

No. Telp : 021 5668290 2. Pasar Timbul Barat Alamat : Jl. Tomang Tinggi, Kelurahan Tomang, Kecamatan Grogol Petamburan Kode pos : 11440

Bahan baku ini tersedia setiap hari karena pisang bukan buah musiman.

9. ANALISA RESIKO Dalam menjalankan kegiatan pembangunan dan pengembangan usaha tentunya akan menghadapi beberapa resiko yang dapat mempengaruhi hasil usahanya yang apabila tidak diantisipasi dan dipersiapkan penanganannya. Di antara resiko usaha tersebut dapat bersumber dari faktor internal maupun eksternal perusahaan.

A. Eksternal Setiap usaha tidak terlepas dari persaingan bisnis dengan perusahaan lainnya yang bergerak pada bidang yang sama. Dalam hal ini setiap

17

bidang usaha harus lebih mempertimbangkan masalah kualitas atau standar produk yang ditawarkan, ketepatan waktu supplier dan tingkat harga yang ditawarkan di pasaran. Berikut ini adalah beberapa analisa resiko internal yang mungkin muncul dalam bisnis kami berikut solusinya. Kompetitor baru di daerah yang sama. Persaingan harga. Kompetitor mendominasi pasar. Kompetitor mengeluarkan produk baru yang inovatif.

Solusi : Service yang memuaskan. Meminimalisasi harga bahan baku. Memperbaharui menu setiap kurun waktu tertentu.

B. Internal Dalam menjalankan usaha setiap perusahaan memerlukan perangkat untuk mendukung jalannya usaha tersebut diantaranya adalah sumberdaya berupa modal dan personil yang handal sesuai dengan kebutuhan. Selain itu juga diperlukan peraturan baku (SOP) yang memuat kewajiban dan hak-hak karyawan, sehingga dapat mengantisipasi peluang terjadinya kesalah pahaman antara pihak manajemen perusahaan dengan para karyawannya. Berikut ini adalah beberapa analisa resiko internal yang mungkin muncul dalam bisnis kami berikut solusinya. Pisang tidak memiliki daya tahan yang lama. Hanya berkisar 3 hari. Kesalahan pengiriman produk.

18

Solusi : Supply bahan baku dari pasar terdekat. Bahan baku dibeli secara per hari sehingga dapat diperkirakan kebutuhan pisang untuk hari berikutnya. Memberikan ganti rugi jika terjadi kesalahan produk atau delivery pada customer.

19