Anda di halaman 1dari 4

Laporan Praktikum Struktur dan Fungsi Biomolekul

Hari,tanggal Waktu PJP Asisten

: Jumat, 25 November 2011 : 08.00 11.00 WIB : Popi Asri K. S.Apt, M.Si : Didit Haryadi Fariz Fatin Bina Permatasari Rian Triana

VITAMIN

Kelompok 4.A Elvira Yunita G84090006 Irman Fadly G84090011 Andini Setyanti G84090054 M. Andi Anggara G84090080

DEPARTEMEN BIOKIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2011

Pendahuluan Vitamin adalah kelompok nutrien organik yang dibutuhkan dalam jumlah kecil untuk berbagai fungsi biokimia. Vitamin umumnya tidak dapat disintesis oleh tubuh sehingga harus dipasok dari makanan (Murray 2006). Vitamin yang pertama kali ditemukan adalah vitamin A dan vitamin B, dan ternyata masingmasing memiliki sifat dapat larut di dalam lemak dan dapat larut di dalam air. Meskipun demikian, vitamin B adalah vitamin yang pertama kali ditemukan. Vitamin ini ditemukan oleh Casimir Funk, seorang Biokimiawan Polandia. Nama vitamin pun pertama kali diperkenalkan oleh ilmuwan ini. Funk menemukan mikronutrien spesifik yang dibutuhkan untuk mencegah penyakit kekurangan gizi yang disebut beri-beri, yang pernah menjadi penyakit utama pada negara-neaa pemakan beras (Lehninger 1982). Vitamin B yang berhasil diisolasi oleh Funk tergolong vitamin yang larut air. Sifat larut lemak dan larut air ini kemudian digunakan sebagai dasar klasifikasi vitamin. Vitamin yang larut air seluruhnya diberi simbol anggota B kompleks, kecuali vitamin C. Vitamin yang larut dalam air tidak bersifat toksik meskipun jumlahnya berlebih di dalam tubuh. Hal ini karena kelebihan vitamin ini akan dikeluarkan melalui urin (Rusdiana 2004). Vitamin larut lipid adalah senyawa hidrofobik yang dapat diserap secara efisien hanya jika penyerapan lemak berlangsung normal. Seperti lipid lain, vitamin ini diangkut dalam darah dalam bentuk lipoprotein atau melekat pada protein pengikat spesifik. Vitamin kelompok ini memiliki fungsi yang cukup beragam. Vitamin A berperan dalam proses pengelihatan dan diferensiasi sel. Vitamin D berperan dalam metabolisme kalsium dan fosfat serta diferensiasi sel. Toksisitas dapat terjadi akibat asupan vitamin A dan D yang berlebihan (Murray 2006). Sedangkan vitamin larut air terdiri dari vitamin B dan vitamin C yang juga esensial bagi tubuh. Keduanya berperan terutama sebagai kofaktor enzim dalam proses metabolisme tubuh. Fungsi biokimiawi beberapa vitamin pertama kali diketahui pada tahun 1930 melalui titik temu dua garis penelitian, yaitu penelitian mengenai struktur kimia konzim dan struktur vitamin. Pada tahun 1935, Otto Warburg, seorang Biokimiawan Jerman berhasil mengisolasi dan mengidentifikasi struktur koenzim yang dikenal dengan nikotinamida adenin dinukleotida fosfat yang dibutuhkan

dalam reaksi oksidasi reduksi tertentu di dalam sel. Beberapa waktu kemudian, ahli Biokimia Amerika D. Wayne Wooley dan Conrad Elvehjem menemukan bahwa nikotinamida dapat menyembuhkan penyakit pellagra pada manusia (Lehninger 1982). Rangkaian penelitian ini memberika sebuah titik cerah yang berujung pada kesimpulan vitamin sangat dibutuhkan oleh tubuhmeskipun dalam jumlah yang sedikit. Vitamin larut air (Vitamin B dan vitamin C) terutama berperan sebagai kofaktor enzim tertentu dalam proses metabolisme tubuh. Tujuan Percobaan Praktikum ini bertujuan menentukan kadar vitamin C yang terdapat pada tablet vitamin C. Selain itu, praktikum ini juga bertujuan menentukan kadar vitamin C dalam buah jeruk.

Waktu dan Tempat Percobaan Percobaan ini dilakukan pada hari jumat tanggal 25 November 20011. Percobaan dilakukan pada pukul 08.00-11.00 WIB. Praktikum ini dilakukan di laboratorium Departemen Biokimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Pertanan Bogor.

Alat dan Bahan Alat-alat yang dibutuhkan dalam melakukan percobaan ini adalah biuret, pipet Mohr, labu Erlenmeyer, dan mortar. Selain itu, peralatan lainnya yang dibutuhkan adalah tabung reaksi, gelas ukur, dan bulb. Bahan yang dibutuhkan dalam melakukan percobaan ini antara lain adalah tablet vitamin C, ekstrak sari buah jeruk, akuades, H2SO4 2 N, larutan iod 0.1 N, larutan tiosulfat 0.1 N, dan larutan pati.

Prosedur Percobaan Penentuan Vitamin C dalam Tablet. Percobaan ini diawali dengan menggerus dua buah tablet vitamin C dengan menggunakan mortar. Larutkan hasil gerutan tersebut dengan 20 ml akuades dingin. Tambahkan 5 ml H2SO4 2 N pada larutan tersebut. Setelah itu, dilakukan proses titrasi dengan larutan tiosulfat 0.1 N sebagai titran. Setelah menunjukkan perubahan warna, tiga tetes larutan pati

ditambahkan pada titrat. Kemudian, proses titrasi dilanjutkan kembali hingga terjadi perubahan warna. Proses titrasi juga dilakukan untuk larutan blanko (pelarut tanpa contoh). Proses titrasi dilakukan duplo. Kemudian, berdasarkan volume larutan tiosulfat yang terpakai, kadar vitamin C yang dilarutkan dapat diketahui. Penentuan Vitamin C dalam Buah. Perasan air jeruk dimasukkan ke dalam labu Erlenmeyer. Kemudian, untuk 10 ml larutan jeruk tersebut digunakan 25 ml larutan iod 0.1 N. stelah itu, pada larutan tersebut juga ditambahkan larutan H2SO4 sebanyak 5 ml. langkah percobaan dilanjutkan dengan melakukan proses titrasi seperti pada langkah sebelumnya. Hasil Pengamatan Pembahasan Simpulan Daftar Pustaka Lehninger Albert L. 1982. Dasar-dasar Biokimia. Jakarta : Erlangga. Terjemahan dari : Principles of Biochemistry Murray Robert, Daryl K Granner, Victor Rodwell. Biokima Harper Edisi 27. Jakarta : Erlangga. Terjemahan dari : Harpers Illustrated Biochemistry, 27th ed. Rusdiana.2004. Vitamin. [terhubung berkala]: http://library.usu.ac.id/download/fk/biokimia-rusdiana2.pdf. 28 November 2011.