Anda di halaman 1dari 3

08 JANUARI 2010 MARIA AZMI PISCESSANELLA MAINTENANCE 0731210067 / III F / 15 PRAKTEK PERAWATAN MESIN KONVERSI ENERGI MOTOR BAKAR

TUJUAN

Setelah menyelesaikan praktek ini, mahasiswa mampu : 1. 2. 3. 4. Menjelaskan pengertian motor bakar Menjelaskan jenis motor bakar Melakukan perawatan motor bakar dengan baik dan benar Melakukan perbaikan motor bakar dengan baik dan benar.

DASAR TEORI

Motor bakar torak merupakan mesin dengan pembakaran dalam atau Internal Combustion Engine (ICE) dimana pada saat sekarang ini masih banyak digunakan untuk berbagai keperluan terutama di bidang transportasi. Peranannya di bidang transportasi sangatlah besar, karena hampir semua kendaraan terutama yang beroperasi di darat menggunakan motor bakar torak sebagai penggeraknya. Motor bakar torak sendiri terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu Motor Bensin (Otto) dan Motor Diesel. Perbedaan kedua jenis motor tersebut sangat jelas sekali yaitu jika motor bensin menggunakan bahan bakar bensin (premium), sedangkan motor diesel menggunakan bahan bakar solar. Perbedaan yang utama juga terletak pada sistem penyalaannya, di mana pada motor bensin digunakan busi sebagai sistem penyalaannya sedangkan pada motor diesel memanfaatkan suhu kompresi yang tinggi untuk dapat membakar bahan bakar solar. Kemajuan teknologi di Industri Otomotif (kendaraan bermotor) sudah memasuki tahap penggunaan bahan bakar alternatif, dimana bahan bakar tersebut harus ekonomis, emisi yang dihasilkan aman bagi lingkungan dan memiliki nilai oktan yang tinggi. Dengan adanya dampak negatif yang ditimbulkan oleh pemakaian bensin yang mengandung timbal (TEL) terhadap lingkungan, maka penggunaan bensin dengan TEL sebagai bahan bakar motor bensin perlu dicari alternatif bahan bakar lain yang lebih aman. Untuk maksud tersebut dapat digunakan bensin bebas timbal yaitu jenis premix, pertamax atau pertamax plus akan tetapi karena harganya yang
TEKNIK MESIN POLITEKNIK NEGERI MALANG 2010 Page 1

terlampau mahal maka perlu dicari suatu campuran bahan bakar yang dapat membantu meningkatkan kinerja mesin, nilai oktan (octane booster), dan juga sebagai pengganti zat Tetra Ethyl Lead (TEL) yaitu dengan menggunakan Toluene (methyl benzene). Toluene sendiri merupakan bahan yang berasal dari fraksi minyak bumi sama halnya dengan bensin dan toluene biasa digunakan sebagai bahan pengencer cat. Bedanya Toluene (C7H termasuk dalam senyawa hidrokarbon aromatik (senyawa lingkar) yang molekulnya terikat satu sama lain sehingga terlihat seperti cincin dan tidak mengandung timbal serta memiliki nilai oktan yang tinggi sedangkan pada bensin (C8H1 merupakan campuran senyawa hidrokarbon alifatik (rantai terbuka) seperti iso-oktana, n-heptana dan TEL (Tetra Ethyl Lead) atau tetraetil timbal.

KEGIATAN PRAKTEK Alat yang Digunakan Adapun beberapa alat yang digunakan dalam praktek tersebut antara lain adalah: 1. Alat peraga motor bakar MB.04 2. Alat pengukur tekanan piston 3. Kunci sok busi 4. Aki Prosedur Pembongkaran Adapun prosedur pembongkaran pada praktek tersebut adalah: 1. Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan 2. Menyalakan mesin 3. Memposisikan mesin pada Titik Mati Atas (TMA) 4. Mengecek kebocoran oli 5. Mengecek kelonggaran platina 6. Membuka penutup piston 7. Melepaskan busi pada setiap piston dengan menggunakan kunci sok busi 8. Mengukur tekanan pada setiap piston dengan menggunakan alat pengukur tekanan dan menyalakan mesin 9. Mencatat hasil pengukuran tekanan setiap piston 10.

DATA PRAKTEK 1. Tekanan pada piston saat TMA adalah: 1) Piston pertama adalah 115 psi 2) Piston kedua adalah 115 psi 3) Piston ketiga adalah 120 psi
TEKNIK MESIN POLITEKNIK NEGERI MALANG 2010 Page 2

4) Piston keempat adalah 110 psi 2. Kelonggaran yang terjadi saat TMA 1 adalah: 1) Out 1 adalah 0,3 mm 2) In 1 adalah 0,15 mm 3) In 2 adalah 0,15 mm 4) Out 3 adalah 0,3 mm 3. Kelonggaran yang terjadi saat TMA 4 adalah: 1) Out 2 adalah 0,3 mm 2) In 3 adalah 0,1 mm 3) In 4 adalah 0,1mm 4) Out 4 adalah 0,3 mm

TEKNIK MESIN POLITEKNIK NEGERI MALANG 2010

Page 3