Anda di halaman 1dari 20

November 2011 Edition

Warta PMKO FE-UH

PIGEON

VISI: Dimuridkan Untuk Memuridkan

Syalom PMKOerz Hmmmm bemana kabarx teman2?? Masih semangat melayani Tuhan?? Tak terasa kita udah di bulan November,, tak lama lagee taon 2012 tiba... Sudahkah teman2 menyiapkan diri memasuki taon yg baru?? Sudahkah qt menggunakan perlengkapan perang rohani kita dlm menghadapi perang melawan kedagingan qt?? PIGEON mo berbagi banyak hal dlm edisi ini... Simak baik2 yah.. Selamat Menikmati :D

Buat temen2 yg mo kasi kritik & saran ato artikel/kesaksian u/ Pigeon dan crew pengurus, silahkan kirim: Via email: pmko.feuh@hotmail.co.id Via sms: 089 752 77 200 (PMKO SMS center) Via FB: PMKO FE-UH (grup resmi) Bersama qt bawa PMKO jadi lebih baik & memuliakan Bapa di sorga.. Jesus Bless ^_^

Perlengkapan Senjata Rohani


Oleh: Open Heaven Ministry-Jakarta
Ketika Tuhan mulai memposisikan kita untuk ada di garis depan, dengan kuasa iman yang supranatural dan tanda-tanda ajaib yang menyertai, dengan hikmat dan kreativitas, dan dengan roh terobosan, secara otomatis kita diposisikan untuk berhadapan langsung dengan penguasa-penguasa angkasa. Untuk itu kita perlu mempersiapkan hidup kita, agar apapun yang akan terjadi pada hari-hari ke depan, ketika Tuhan mulai memakai hidup kita untuk memanifestasikan kuasa dan kemuliaanNYA, tidak akan ada hal buruk yang akan terjadi atas kita. Selama hati kita terus melekat kepada Dia dan kebenaranNYA, kita akan dapat selalu kuat di dalam Dia (Efesus 6:10). Iblis tidak akan bisa pernah membuat kita menjadi lemah, sebaliknya, kita akan dapat terus mengerjakan kehendak Tuhan dan selalu segar dan perkasa. Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis (Efesus 6:11) Kata tipu muslihat dalam ayat di atas ditulis dengan kata Yunani metodia atau metode. Dengan kata lain, segala sesuatu yang iblis akan lakukan untuk menjerat kita sebetulnya sudah dengan mudah dapat kita kenali, karena metode yang ia gunakan dari waktu ke waktu selalu sama. Yang perlu kita lakukan adalah mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah. Kata perlengkapan senjata Allah sesungguhnya memiliki arti: pertolongan rohani yang Tuhan sediakan agar kita dapat mengalahkan segala pencobaan dari si jahat. Dalam Efesus 6:12, Alkitab berkata bahwa perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging tetapi melawan pemerintah-pemerintah, penguasapenguasa, dan roh-roh jahat di udara. Dengan kata lain, peperangan kita yang sesungguhnya adalah peperangan yang sifatnya rohani; itu sebabnya kita membutuhkan perlengkapan senjata yang juga bersifat rohani. Namun satu hal yang ingin saya tegaskan, perlengkapan senjata Allah yang sudah disediakan bagi kita dalam ayat 14-17 bukanlah sesuatu yang dapat kita pakai dan kemudian dicopot; perlengkapan senjata Allah yang dimaksud di sini sesungguhnya berbicara tentang gaya hidup. Selama kita membangun gaya hidup tersebut dalam hidup kita, secara ilahi pertolongan Tuhan akan selalu ada atas kita dan kita akan dapat selalu mengalahkan tipu daya iblis. Berikut ini adalah perlengkapan senjata Allah yang Tuhan sudah sediakan bagi kita: Berikatpinggangkan kebenaran (Efesus 6:14a) Ikat pinggang berbicara tentang sikap hati kita. Ikat pinggang yang ada pada jaman Paulus hidup dapat dipakai seperti dompet dan juga untuk menyimpan sesuatu. Ketika Alkitab berkata berikatpinggangkan kebenaran, sesungguhnya Tuhan ingin memastikan bahwa sikap hati kita selalu tertuju kepada kebenaran. Selama hati kita selalu tertuju kepada kebenaran, kita sedang mengenakan ikat pinggang kebenaran. Karena itu, pastikan kita selalu menyelidiki hati kita, apakah sampai hari ini kobaran api Roh Kudus dalam hidup kita masih terus menggerakkan kita untuk mencari Dia lebih lagi. Jika ternyata selama ini kerinduan kita akan Tuhan mulai sirna, ini waktunya kita mulai membenahi hidup kita. Tanpa kita terus membenahi hidup kita, kita justru akan kehilangan ikat pinggang kebenaran kita. Ketika hati kita terus tertuju kepada kebenaran, pedang Roh yang adalah Firman Tuhan secara otomatis akan datang dalam hidup kita. Kita tidak akan mendapati Tuhan datang dan berbicara dalam hidup kita, menyampaikan isi hatiNYA dan memberikan Firman yang tepat kepada kita untuk bisa kita pergunakan dalam peperangan rohani, jika hati kita tidak tertuju kepada Dia. Sebaliknya, ketika hati kita terus tertuju kepada Dia, apapun yang kita alami, kita akan selalu menerima cukup Firman yang akan dapat kita pergunakan untuk memenangkan peperangan kita.

Berbajuzirahkan keadilan (Efesus 6:14b) Dalam Alkitab bahasa Inggris, kata keadilan ditulis sebagai righteousness (pembenaran dan integritas). Apapun yang kita rasakan atau orang lain katakan tentang diri kita, ketika Tuhan mulai berbicara secara langsung tentang jati diri dan keberadaan kita, bersama dengan datangnya Firman terjadi pula pembenaran. Yang dimaksud dengan pembenaran di sini artinya, Tuhan telah menempatkan kita pada sebuah posisi yang memperkenan hatiNYA. Ketika Firman datang, yang dibutuhkan dari kita hanyalah mempercayai FirmanNYA. Pada masa tuanya, Tuhan membawa Abraham keluar dari tendanya dan memperlihatkan bintang-bintang di langit, Ia berFirman, Seperti banyaknya bintang di langit, demikianlah nanti keturunanmu dan Alkitab berkata bahwa Abraham percaya. Sejak saat itu juga, Abraham menerima pembenaran dari Tuhan. Hal yang sama akan terus terjadi dalam hidup kita. Selama kita terus mengarahkan hati kita kepada kebenaranNYA, Tuhan juga akan mulai banyak berbicara kepada kita tentang jati diri dan keberadaan kita, sehingga kita tidak perlu lagi terpengaruh oleh apa yang orang katakan tentang diri kita dan juga oleh apa yang kita sendiri pikirkan tentang diri kita. Karena ketika Tuhan mulai berbicara, apa yang Dia sampaikan sesungguhnya adalah apa yang Dia lihat tentang diri kita; pada waktu itulah kita menerima pembenaran. Setelah kita dibenarkan oleh FirmanNYA, yang kita harus lakukan lebih lanjut untuk memiliki baju zirah keadilan adalah menjagai diri kita tetap melangkah dan hidup sesuai dengan FirmanNYA. Dengan demikian integritas akan datang dalam hidup kita, Tuhan pun mulai mempercayai hidup kita. Semakin kita membangun integritas dalam hidup kita, artinya kita sedang terus mengenakan baju zirah keadilan dalam diri kita. Kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera (Efesus 6:15) Kasut kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera berbicara tentang kesiapan dan kestabilan hidup yang dihasilkan oleh kuasa Injil. Ketika kita membuka hidup kita untuk kuasa Firman terus bekerja dalam diri kita, kita pun akan mulai menikmati kestabilan hidup. Selama kita terus menikmati kestabilan hidup, artinya di manapun kita berada kita tidak akan mudah terpengaruh oleh keadaan di sekeliling kita. Tentara-tentara Romawi pada jaman dahulu diberikan kasut agar ketika mereka harus menempuh perjalanan sebelum memasuki peperangan, kaki mereka tidak akan terluka terlebih dahulu. Bahkan, beberapa tentara Romawi menaruh paku-paku tajam pada kasut mereka agar mereka bisa menginjak musuh dan menciptakan luka yang separah mungkin atas musuhnya. Demikian pula tindakan kita untuk terus belajar menghidupi prinsip Firman akan membuat kita selalu siap, sehingga kapanpun Tuhan ingin bergerak, Ia bisa dengan leluasa bergerak lewat hidup kita. Ketika Tuhan memberi perintah kepada Yosua untuk merenungkan Firman siang dan malam, Firman yang Tuhan maksudkan di sini bukanlah 10 perintah Allah ataupun Taurat Musa, melainkan arahan yang secara spesifik Tuhan berikan kepada Yosua melalui Musa ketika Yosua mengalahkan orang-orang Amalek dalam peperangan (Keluaran 17:8-14). Pertanyaannya saat ini: apa yang secara spesifik Tuhan perintahkan untuk Anda lakukan dalam hidupmu? Selama Anda terus dengan setia dan taat melakukan arahan yang Tuhan berikan kepadamu, Anda akan selalu memiliki kesiapan dan kestabilan hidup. Dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat (Efesus 6:16) Kita perlu membangun kuasa iman yang mengobarkan pekerjaan Roh dalam hidup kita. Gambaran tentang perisai iman yang dimaksud di sini sebenarnya adalah perisai yang biasa dipergunakan oleh tentara-tentara Romawi untuk melindungi dalam peperangan, yang ukurannya hampir setinggi manusia.

Dengan demikian, ketika musuh menyerang dari jarak jauh dengan panah berapi, yang bertujuan untuk menciptakan luka bakar dengan daya rusak yang lebih parah, tentara-tentara Romawi tersebut bisa berlindung sambil terus melangkah maju, bahkan di tengah hebatnya serangan musuh. Seperti itulah Tuhan menghendaki kita membangun perisai iman dalam hidup kita. Mungkin sekali waktu dalam perjalanan rohani kita, kita mulai mengalami kejenuhan/keengganan rohani. Yang harus kita lakukan adalah belajar mengaktifkan pekerjaan Roh dengan kuasa iman yang kita miliki. Beberapa unsur yang dibutuhkan untuk membuat kuasa iman terus bekerja, sehingga pekerjaan Roh dapat terus terjadi dalam hidup kita: Yesus yang sudah memulai perjalanan iman kita adalah Yesus yang sama yang akan melanjutkan perjalanan iman kita sampai sempurna (Ibrani 12:2). Pengakuan iman yang kita lakukan atas apa yang Yesus Firmankan akan membuat terjadinya dinamika Roh yang baru dalam hidup kita (Yohanes 7:38-39). Dan terimalah ketopong keselamatan (Efesus 6:17a) Dalam hal ini saya tidak lagi membahas tentang pedang Roh, karena pedang Roh kita terima dan secara otomatis akan selalu ada dalam hidup kita ketika kita terus mengarahkan hati kita kepada kebenaran. Yang dimaksud dengan ketopong keselamatan di sini adalah, kita belajar membangun pengharapan dan keyakinan yang teguh atas kesetiaan Allah. Sekalipun kita mungkin telah melakukan banyak kekeliruan dan perbuatan manusiawi yang membuat kita merasa jauh dari Tuhan, ketika kita terus membangun pengharapan dan keyakinan yang teguh atas kesetiaan Tuhan, kita akan menyadari bahwa Dia adalah Allah yang setia dan Dia tidak akan pernah melepaskan kita. Dengan demikian, kita akan bisa terus melanjutkan perjalanan iman kita. Pada hari-hari yang jahat ini, sekalipun peperangan kita bukan melawan darah dan daging, kita akan tetap bisa berjalan sampai garis akhir dan menyelesaikan kehendak Tuhan. Karena itu saya mendorong Anda, terus praktekkan kelima prinsip di atas. Pastikan kelima prinsip tersebut mulai terbangun dalam hidupmu. Teruslah melangkah dalam prinsip-prinsip Firman dan bangun integritas dalam hidupmu, dan pastikan apapun arahan yang Tuhan beri selalu engkau hidupi, sehingga akan ada kestabilan hidup dalam dirimu. Pastikan kuasa iman selalu mengobarkan pekerjaan Roh, sehingga engkau akan alami, pengharapan dan keyakinan yang teguh atas kesetiaanNYA akan senantiasa menyertaimu, sehingga apapun yang Tuhan Firmankan itulah yang pasti akan terjadi.

Inilah waktu yang Tuhan tetapkan untuk lahirnya sekelompok orang percaya yang tidak akan bisa dihentikan oleh apapun juga, dan engkau termasuk dalam kelompok orang percaya tersebut! Engkau akan dapat melakukan dan menyelesaikan kehendak Tuhan tanpa ada yang dapat menghentikanmu. Pergumulan dan masalah akan datang dan pergi, tapi kita akan selalu berkemenangan. Tantangan akan selalu datang dan pergi, tetapi kita akan tetap kuat dan lebih kuat lagi di dalam Dia.

TERTAWA ITU SEHAT :D :D


ANAK YATIM
Faqih: "Eh, ... Bet! Mana kalimat berikut yang benar? a. Anak yatim itu dipukuli ayahnya. b. Anak yatim itu dipukulkan ayahnya." Albet: "Pasti... a. Anak yatim itu dipukuli ayahnya dong!!!" Faqih: "Salah." Albet: "Lalu apa?" Faqih: "Tidak ada yang benar, anak yatim mana punya ayah?" Albet: "@#%&@$"

1o Reasons Why We Need To PRAY


1. Mengurangi daya stress yang ditimbulkan oleh beraneka ragam persoalan hidup yang kita alami mereka yang suka malas berdoa akan lebih mudah untuk mengalami stress 2. Menurunkan tingkat emosi atau kemarahan mereka yang lebih sering berdoa akan lebih mampu mengendalikan diri dalam hal emosi dan kemarahan mereka yang sedang mau marah dan kemudian berdoa percaya, emosinya menjadi stabil 3. Mengurangi bahkan menghilangkan rasa putus asa mereka yang tekun berdoa akan memiliki kemampuan lebih untuk tidak mudah putus asa saat berada dalam kegagalan dibanding mereka yang jarang bahkan sama sekali malas berdoa 4. Meningkatkan ketegaran hati mereka yang lebih tekun berdoa akan lebih tegar menghadapi peristiwa-peristiwa yang terjadi di luar yang dikehendakinya bahkan peristiwa pahit sekalipun 5. Meningkatkan daya tahan tubuh dari penyakit-penyakit yang disebabkan gangguan psikis dengan ketekunan dalam berdoa, seseorang akan memiliki daya tahan secara fisik karena mampu untuk menghadapi dan menjalani kehidupan dengan segala peristiwanya dalam terang Kehendak Allah, sehingga tubuh tidak menjadi mudah lemah karena beban pikiran dan pekerjaan 6. Membuat orang menjadi lebih terbuka terhadap kelemahan dan kekurangan sesama mereka yang tekun berdoa dengan baik memiliki sikap yang lebih terbuka terhadap sesamanya karena ia akan terbantu dalam doa-doanya untuk menyadari juga kelemahan-kelemahannya sendiri 7. Meningkatkan daya cinta kasih kepada diri sendiri dan orang lain ketekunan dalam doa membuat seseorang memiliki relasi intim dengan Tuhan Allah. Allah sendiri adalah kasih maka mereka yang tekun berdoa niscaya memiliki daya cinta kasih yang lebih kepada diri sendiri dan sesamanya. Mereka yang terjerumus dalam narkoba pastilah orang yang tidak tekun berdoa karena tidak mampu mencintai dan mengasihi diri sendiri 8. Meningkatkan kemampuan dalam mengembangkan diri. Seseorang yang dalam hidupnya tekun untuk berdoa akan memiliki kekuatan dan kemampuan untuk mengembangkan diri dengan lebih maksimal, karena ia akan semakin memahami talenta-talenta yang Tuhan berikan dan bagaimana seharusnya dikembangkan 9. Menjadikan yang tidak baik menjadi baik setiap orang yang tekun berdoa akan memiliki kemampuan untuk merubah yang tidak baik menjadi baik, dibandingkan mereka yang malas berdoa justru menjadikan yang baik menjadi buruk 10. Layak menerima keselamatan. Dengan berdoa tekun seseorang mendapatkan kesempatan untuk semakin kuat dan bahkan karena relasinya yang baik dengan Allah selagi di dunia ini ia juga akan mengalami yang sama kelak di keabadian

Doakan kesehatian antar-anggota pengurus. Kiranya tetap setia melayani & menjaga HPDT. Doakan pencarian tempat untuk dijadikan sekretariat. Kiranya Tuhan menunjukkan tempat yang sesuai dan aman serta mencukupkan dana yang dibutuhkan. Div. Kerohanian Doakan panpel Natal dlm pencarian dana, smoga tetap semangat & tetap sehati. Doakan kesehatian antara anggota2 divisi. Bersyukur untuk ibadah rekreasi dan ibadah gabungan bersama PKKPN-UP & PMK FKM boleh terlaksana dengan lancar seizin Tuhan. Doakan rencana pelaksanaan Malam Puji-Pujian seminggu sebelum final test. Div. Pembinaan & Pengkaderan Doakan kesehatian dan kesetiaan kelompok2 PA. Bersyukur untuk LPJ Maper yang boleh terlaksana. Doakan rencana PA pengurus dan PA bersama yang akan dilaksanakan dlm waktu dekat ini. Div. Humas & Informasi Doakan rencana kerjasama dlm warta dengan PMK Fapertahut, kiranya boleh terlaksana. Doakan teman2 yang saat ini mengalami masalah dlm perkuliahan. Doakan kegiatan kunjungan ke panti jompo yang akan dilaksanakan akhir tahun ini. Div. Minat, Bakat & Keilmuan Doakan persiapan, baik fisik, mental, dan perlengkapan yang dibutuhkan tim paduan suara yang akan mengikuti Lomba Padus Antarfakultas, kiranya tiap anggota setia mengikuti latihan dan bisa membagi waktu dengan baik. Doakan kesehatian para anggota divisi, biar ada kerjasama yang baik terjalin. Secara Umum Doakan teman2 yang mengikuti ujian proposal, ujian skripsi, dan ujian komprehensif. Kiranya tetap mengandalkan Tuhan & semoga berhasil. Doakan para alumni yang sedang mencari pekerjaan. Kiranya Tuhan membuka jalan & memberi kesabaran dalam menanti jawaban Tuhan. Doakan para alumni yang sudah bekerja dan sudah berkeluarga. Kiranya tetap menjaga HPDT dan menjadi berkat bagi sekitarnya. Doakan fakultas Ekonomi dan kampus Unhas. Kiranya Tuhan memberkati staf akademisi yang ada & memberikan keamanan dalam lingkungan kampus. Doakan kota Makassar & kota2 lainnya yang mengalami ujian bentrok antarsuku. Kiranya Tuhan senantiasa turut campur dalam segala persoalan yang terjadi. Doakan pemerintah, bangsa dan negara Indonesia. Kiranya damai sejahtra Allah senantiasa melingkupi tanah air kita. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya (Yakobus 5:16b)

Hari Raya Semua Orang Kudus dan Peringatan Arwah Semua Orang Beriman
oleh: Romo William P. Saunders Dapatkah dijelaskan asal mula Hari Raya Semua Orang Kudus dan Peringatan Arwah Semua Orang Beriman? Apakah kedua perayaan tersebut ada hubungannya dengan paham kekafiran dan perayaan Halloween? ~ seorang pembaca di Springfield Keduanya, Hari Raya Semua Orang Kudus dan Peringatan Arwah Semua Orang Beriman, berkembang dalam kehidupan Gereja, terlepas dari paham kekafiran dan perayaan Halloween. Marilah pertama-tama kita membahas Hari Raya Semua Orang Kudus. Asal mula yang tepat dari perayaan ini tidak diketahui dengan pasti, walau, sesudah disahkannya kekristenan pada tahun 313 M, suatu peringatan umum demi menghormati para kudus, khususnya para martir, muncul di berbagai wilayah di segenap penjuru Gereja. Alasan utama menetapkan suatu pesta umum ini adalah karena kerinduan untuk menghormati sejumlah besar martir, teristimewa yang wafat dalam masa penganiayaan oleh Kaisar Diocletion (284-305), yaitu masa penganiayaan yang paling luas, keji dan bengis. Singkatnya, tidak akan ada cukup hari dalam satu tahun apabila masing-masing martir dirayakan tersendiri, lagipula kebanyakan dari para martir ini wafat dalam kelompok. Sebab itu, suatu pesta umum bagi semua orang kudus, dianggap paling tepat. Penetapan tanggal 1 November sebagai Hari Raya Semua Orang Kudus berkembang seturut berjalannya waktu. Paus Gregorius III (731-741) mempersembahkan suatu oratorium di Basilika St Petrus yang asli demi menghormati semua orang kudus pada tanggal 1 November (setidaknya demikian menurut beberapa catatan), maka kemudian tanggal ini menjadi tanggal resmi untuk merayakan Hari Raya Semua Orang Kudus di Roma. St. Beda (wafat 735) mencatat HR Semua Orang Kudus dirayakan pada tanggal 1 November di Inggris, dan perayaan serupa juga ada di Salzburg, Austria. Ado dari Vienne (wafat 875) menceritakan bagaimana Paus Gregorius IV meminta Raja Louis yang Saleh (778-840) untuk memaklumkan tanggal 1 November sebagai HR Semua Orang Kudus di seluruh wilayah Kekaisaran Romawi. Buku Doa Misa dari abad ke-9 dan ke-10 juga menempatkan HR Semua Orang Kudus dalam penanggalan liturgi pada tanggal 1 November. Menurut seorang sejarahwan Gereja perdana, John Beleth (wafat 1165), Paus Gregorius IV (827-844) secara resmi memaklumkan tanggal 1 November sebagai HR Semua Orang Kudus, memindahkannya dari tanggal 13 Mei. Tetapi, Sicard dari Cremona (wafat 1215) mencatat bahwa Paus Gregorius VII (1073-85) akhirnya menghapus tanggal 13 Mei dan mengamanatkan 1 November sebagai tanggal perayaan HR Semua Orang Kudus. Secara keseluruhan dapat kita lihat bahwa Gereja menetapkan perayaan liturgis demi menghormati para kudus ini sama sekali terlepas dari pengaruh kekafiran. Sekarang, kita membahas hubungannya dengan perayaan Halloween. Tanggal 1 November menandai Samhain, yaitu dimulainya musim dingin bangsa Celtic. (Bangsa Celtic hidup sekitar 2000 tahun yang lalu di Inggris, Scotlandia, Wales, Irlandia dan Perancis utara.) Samhain, yang namanya dipakai sebagai nama perayaan, adalah dewa kematian bangsa Celtic, namanya secara harafiah berarti akhir musim panas. Karena musim dingin adalah masa-masa dingin, kegelapan dan kematian, kaum Celtic segera menghubungkannya dengan kematian manusia. Malam menjelang Samhain, yaitu tanggal 31 Oktober, adalah saat kurban kafir bangsa Celtic, dan Samhain mengijinkan jiwa-jiwa orang mati untuk kembali ke rumah-rumah duniawi mereka pada malam ini. Setansetan, hantu, roh dan tukang sihir datang untuk mencelakai manusia, teristimewa orang-orang yang pernah menyakiti mereka semasa mereka masih hidup. Kucing, juga, dianggap keramat sebab dianggap dulunya mereka adalah manusia yang dikutuk sebagai hukuman atas perbuatan-perbuatan jahat mereka semasa di dunia. Guna melindungi diri dari roh-roh jahat yang bergentayangan pada malam Samhain, orang-orang memadamkan perapian mereka, dan para Druids (para imam dan guru rohani bangsa Celtic) mendirikan suatu api unggun tahun baru yang sangat besar terbuat dari dahan-dahan pohon oak yang keramat. Druids mempersembahkan kurban-kurban bakaran, hasil bumi, hewan, bahkan manusia dan menyampaikan

ramalan mengenai tahun yang akan datang dengan memeriksa sisa-sisa kurban bakaran. Orang-orang terkadang mengenakan kostum dari kepala dan kulit binatang. Dari api unggun yang baru ini, perapian rumah para penduduk sekali lagi dinyalakan. Dengan tersebar luasnya kekristenan dan dengan ditetapkannya HR Semua Orang Kudus, sebagian dari tradisi-tradisi kafir ini tetap tinggal dalam wilayah yang masyarakatnya berbahasa Inggris, dalam perayaan All Hallows Eve (atau Halloween, All Saints Eve, Malam menjelang HR Semua Orang Kudus), kemungkinan pertama-tama memang berasal dari takhayul, tetapi kemudian, lebih pada unsur sukaria tanpa ada hubungan dengan kekafiran. Oleh sebab itulah, anak-anak kecil (dan juga sebagian orang dewasa) masih mengenakan berbagai macam kostum dan malam itu berpura-pura menjadi setan, tukang sihir, drakula, monster, ninja, bajak laut, dan lain sebagainya, tanpa lagi memikirkan kekafiran. Dengan demikian, HR Semua Orang Kudus jelas muncul dari devosi Kristiani yang sejati, terlepas dari paham kekafiran. Sejalan dengan Hari Raya Semua Orang Kudus, berkembang pula Peringatan Arwah Semua Orang Beriman. Gereja tak henti-hentinya mendorong umat beriman untuk mempersembahkan doa-doa dan Misa Kudus bagi jiwa-jiwa umat beriman yang telah meninggal dunia, yang masih berada di purgatorium. Pada saat kematian mereka, jiwa-jiwa ini belum bersih sepenuhnya dari dosa-dosa ringan atau belum melunasi hutang dosa di masa lalu, dan oleh sebab itu belum dapat menikmati kebahagiaan surgawi. Umat beriman di dunia dapat menolong jiwa-jiwa di api penyucian ini agar dapat segera menikmati kebahagiaan surgawi melalui doa-doa, perbuatanperbuatan baik dan mempersembahkan Misa Kudus bagi jiwa-jiwa menderita ini. Pada masa-masa Gereja awali, nama-nama umat beriman yang telah meninggal dunia ditempelkan di Gereja sehingga komunitas akan mengenangkan mereka dalam doa. Pada abad keenam, biara-biara Benediktin mengadakan peringatan khidmad akan para anggota yang telah meninggal dunia, pada hari-hari

sesudah Pentakosta. Di Spanyol, St Isidorus (wafat 636) menegaskan adanya perayaan pada hari Sabtu sebelum Minggu Sexagesima (Minggu kedua sebelum Masa Prapaskah, kedelapan sebelum Paskah, dalam penanggalan kuno). Di Jerman, Widukind, Abbas Corvey (wafat 980) mencatat adanya suatu upacara khusus pada tanggal 1 Oktober bagi umat beriman yang telah meninggal dunia. St Odilo, Abbas Cluny (wafat 1048) mengamanatkan kepada seluruh biara Cluniac agar doa-doa khusus dipanjatkan dan Ofisi bagi Yang Meninggal dimadahkan demi segenap jiwa-jiwa di purgatorium, pada tanggal 2 November, sehari sesudah HR Semua Orang Kudus. Benediktin dan Kartusian menerapkan devosi yang sama, dan segera saja tanggal 2 November dirayakan sebagai Peringatan Arwah Sem ua Orang Beriman di segenap Gereja. Namun demikian, pada Abad Pertengahan, suatu kepercayaan takhayul, mungkin pengaruh dari paham kafir bangsa Celtic, mengatakan bahwa jiwajiwa di api penyucian menampakkan diri pada Peringatan Arwah Semua Orang Beriman sebagai tukang sihir, kodok, hantu, dll kepada mereka yang telah berbuat salah terhadap mereka semasa mereka masih hidup di dunia. Oleh sebab itu, beberapa kelompok etnis juga mempersiapkan makanan sesaji guna menjamu dan menenangkan roh-roh pada hari itu. Praktek-praktek semacam ini kemungkinan merupakan sisa-sisa perayaan Samhain bangsa Celtic seperti yang dibicarakan di atas. Pada masa sekarang, makanan sajian seperti itu tidak lagi ada hubungannya dengan kekafiran melainkan lebih sebagai wujud penitensi. Oleh sebab itu, baik Hari Raya Semua Orang Kudus maupun Peringatan Arwah Semua Orang Beriman, berasal dari kepercayaan kristiani dan muncul dalam kehidupan Gereja melalui spiritualitas yang sehat. Segala praktek seputar kedua perayaan religius ini, yang berasal dari paham kafir - seperti Halloween telah lama kehilangan makna kekafirannya
Sumber http://yesaya.indocell.net/id919.htm

KILAS BALIK
Ehm..ehm.. Foto2 yg ada dibawah ini adlh dokumentasi dari beberapa kegaiatan PMKO yg baru2 ini dilaksanakan & kegiatan2 yg blom s4 dimuat dlm PIGEON sbelumx.. Check it out!! :D

J A D O
26 Agt: Jam Doa Perdana dgn Maba 2011 Heheheheehehe mereka cukup smangat ikut Jam Doa,, meski rada lama share firman,, tapi cukup antusias :D Rajin2 ikut Jam Doa ya adek2...

07 Sept: Kebaktian Penyambutan Maba 2011 Kebaktian Penyambutan yg diadakan di rumah Sdr.Agustinus Ribo ini hanya dihadiri 4 orang adek2 Maba.. Syg skalii sih byk adek2 Maba yg nda ikut,,padahal keluarga PMKO sudah menanti2kan anggota2 keluarga baru ini,, tapi kirax itu nda mengurangi sukacita & kehikmatan ibadah PMKO.. Ibadah slanjutnya rajin ikut ya adek2.. :D

05 Nov: Ibadah Rekresi PMKOerz @ Tj. Bayang Begitu sampe, PMKOerz langsung mengikuti ibadah... Setelah itu peserta dibagi dlm grup2 truz mngikuti games yg udah disiapkan...Inilah aksi2 PMKOerz,, ada yg asoyy joget, s4 mejeng foto2, smpe bibir rada moyong gara2 gigit sendok wkwkwkwk ^_^

I B A D A H R E K R E A S I

08 Nov: LPJ Panitia MAPER 2011 LPJ kali ini seruuu skalii... Diwarnai oleh spidol kritik & krayon saran2 dari pengurus n keluarga... Tapi panitia tetap smangat menjawab n menerima smua masukan.. Buktinya masih semangat foto2 hahahahaha ^^

L P J

A P E R

Hari Pahlawan Bukan Sekedar Refleksi


Barang siapa sungguh menghendaki kemerdekaan buat umum, segenap waktu ia harus siap sedia dan ikhlas buat menderita kehilangan kemerdekaan diri sendiri
(Dari Penjara ke Penjara, Tan Malaka) Hampir saban 10 November kita selalu mengibarkan bendera satu tiang penuh. Upacara penghormatan pun dilakukan untuk memperingati hari Pahlawan. Seremonial tahunan ini menjadi satu refleksi bagi kita semua untuk mengenang jasa-jasa besar para pahlawan Indonesia yang dengan ikhlas mengorbankan segenap jiwa dan raga yang dimiliki sampai tetes darah penghabisan. Semua itu demi satu tujuan: Kemerdekaan! Merdeka dari penghisapan, merdeka dari penjajahan, dan merdeka dari penindasan kolonial.

Soekarno pernah berkata bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak pernah lupa akan jasa para pahlawannya. Maka dari itu, jangan pernah
sekalipun melupakan sejarah. Sebagaimana laiknya sebuah refleksi, peringatan hari pahlawan ini tak cukup sekedar kita memasang bendera satu tiang penuh dan mengikuti upacara kebesaran yang dipersiapkan, dihadiri para pejabat, didengarkan pidatonya, lantas selesai begitu saja tanpa ada satu nilai. Dan hal ini dari tahun ke tahun terasa semakin kurang dihayati dan menjadi kosong makna karena peringatan ini cenderung bersifat seremonial belaka. Lebih dari itu, refleksi ini menjadi satu permenungan kita bersama, sejauh mana kita sebagai angkatan muda (baca: mahasiswa), kaum intelektual terpelajar mampu menjadi bagian dalam proses pembangunan bangsa ini ke depan? Hal signifikan apa saja yang telah kita perbuat di dalam arus persaingan yang global ini? Karena seperti apa yang dikatakan oleh Soe Hok Gie bahwa kitalah generasi yang akan memakmurkan Indonesia. Memang secara legal formal bangsa ini telah merdeka, tetapi bila kita lihat secara hakikat ternyata belum sepenuhnya kita merdeka. Penjajahan yang kita alami sekarang tidak sama dengan apa yang dialami oleh arek-arek Suroboyo ketika melawan Inggris di Surabaya 63 tahun silam dengan menggunakan beberapa pucuk senjata dan bambu runcing. Bentuk penjajahan yang kita alami saat ini tidak bermuka garang melainkan berwajah lembut. Kita dijajah secara sistem! Tengoklah berapa juta massa rakyat Indonesia yang terbelenggu dalam kemiskinan, mereka yang tidak mampu sekolah, pengangguran yang menumpuk, petani yang dirampas tanahnya, buruh dengan gaji rendah, belum lagi kanker korupsi yang masih menjamur di tubuh birokrasi negeri ini. Tan Malaka membuat sebuah illustrasi yang menyedihkan tentang keadaan rakyat. Sebuah kenyataan yang ditulis puluhan tahun lampau namun masih dekat dengan kenyataan yang sekarang kita alami: Beberapa juta jiwa

sekarang hidup dalam keadaan pagi makan, petang tidak. Mereka tidak bertanah dan beralat lagi, tidak berpengharapan di belakang hari. Kekuasaan atas tanah pabrik, alat-alat pengangkutan dan barang perdagangan, kini semuanya dipusatkan dalam tangan beberapa sindikat...demikianlah rakyat Indonesia tambah lama tambah miskin sebab gaji mereka tetap seperti biasa(malahan kerapkali diturunkan), sementara barang-barang makanan semakin mahal...
Hal inilah yang secara kongkrit harus kita jawab bersama. Bangsa Indonesia saat ini membutuhkan pahlawan-pahlawan baru untuk mewujudkan kehidupan massa rakyat yang demokratis secara politik, adil secara sosial, sejahtera secara ekonomi, dan partisipatif secara budaya. Pengalaman-pengalaman besar harus dijemput bukan hanya melalui analisa tapi juga karyakarya penting untuk menggugah kesadaran yang sudah lama terlelap. Di dunia pemikiran kita bukan sekedar membutuhkan gagasan-gagasan baru melainkan juga alat baca yang berpihak atas massa rakyat yang tertindas. Intelektual adalah bagian dari arus massa tertindas dan sebaiknya mengerti, memahami, dan menyelami kehidupan mereka. Hal ini tak akan bisa dimengerti jika mengetahui kehidupan hanya sebatas kegiatan-kegiatan pelatihan, workshop, rapat, seminar, diskusi atau penelitian pesanan. Kegiatan itu hanya akan meningkatkan pendapatan bukan pemahaman atas kenyataan sosial. Membuang keyakinan lama mungkin jadi syarat utama menuju pada tugas serta mandat seorang intelektual terpelajar. Tugas kita saat ini adalah memberi makna baru kepahlawanan dan mengisi kemerdekaan sesuai dengan perkembangan mempertahankan zaman. Saat memperjuangkan rakyat dan telah kemerdekaan,

mengorbankan nyawanya. Kita wajib menundukkan kepala untuk mengenang jasa-jasa mereka. Karena itulah hari Pahlawan harus kita peringati dan refleksikan. Namun, kepahlawanan tidak hanya berhenti di sana. Dalam mengisi kemerdekaan pun kita dituntut untuk menjadi pahlawan. Bukankah arti pahlawan itu adalah orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran? Bukankah makna pahlawan itu adalah pejuang gagah berani? Bukankah makna kepahlawanan tak lain adalah perihal sifat pahlawan seperti keberanian, keperkasaan, dan kerelaan berkorban? Saat negara nasibnya terseok seperti sekarang dimana rakyat hidupnya diperas, perubahan hanya jadi menu diskusi, saat itulah maka gerakan progresif kaum intelektual terpelajar menjadi satu kebutuhan mendesak. Seorang terpelajar bukan semata-mata sosok yang mencintai pengetahuan, tapi bagaimana dapat dan mampu memberikan gagasan-gagasan tentang perubahan. Karena itulah, solusi-solusi baru dan tindakan konkrit untuk perubahan sosial mutlak dibutuhkan. Semoga ini bisa menjadi permenungan kita bersama sebagai intelektual terpelajar dalam merefleksikan peringatan hari Pahlawan dan mengisi kemerdekaan ini dengan penuh makna
Sumber http://bungkapit21artikel.blogspot.com/2008/12/hari-pahlawan-bukan-sekedar-refleksi.html

PMKOerz,, kali ini PIGEON mo main CCA alias Cerdas Cermat Alkitab.. Ada 20 pertanyaan dlm bhs Inggris yg akan mnguji pengetahuan Alkitab n bhs Inggris teman2 hehehehe :D Jngan khawatir,, ada hadiahnya koq bagi 2 orang pengirim tercepat yg jawabanx benar n tepat (jawaban dlm bhs Inggris juga). Batas waktu kirim jawabanx tgl 30 Nov.. Enjoy it!!
1. The names of the four Gospels 2. The longest book in the Bible 3. Who wrote the Acts of the Apostles? 4. Which book says, The wages of sin is death? 5. How many people were on Noahs Ark? 6. What is the Golden Rule? 7. Put in chronological order: Daniel, Noah, Paul, Moses and David. 8. How many books are there in the Bible? Divide it according to the Testaments! 9. Who were the first two people? 10.Mention of the Ten Commandments. 11. Angels are: ghosts of dead people, children who died in infancy, genies, or invisible beings created by God? 12. Who was the brother of Jacob? 13. Who wrote Psalm 23? 14. Name three of Jesus parables. 15. How many epistles were written by John? 16. Was Luke: a fisherman, an apostle, a doctor or a shepherd? 17. Which tribe did Moses belong to? 18. Is Daniel in the Old or the New Testament? 19. In what language was the New Testament written? 20. Faith is: a leap into the dark, trust in what God says, believing in something you know isnt true, or a religious feeling?

PAHLAWAN-PAHLAWAN IMAN
Oleh Pdt.Em Daud Adiprasetya (Hak. 4:1-10; Mzm. 123; 1 Tes. 5:1-11; Mat. 25:14-30) Dalam sebuah peperangan pada zaman dahulu, konon ada kejadian yang sangat menarik, sebagai berikut: Ketika peperangan sudah usai, ternyata masih terdengar bunyi tambur musuh dari dasar sumur kering, rupa nya tadi penambur telah terperosok dan sekarang tidak mengetahui bahwa perang sudah berakhir dengan kekalahan dipihaknya. Tentu saja ia ditertawakan oleh bala tentera musuh dari atas sumur. Namun tiba-tiba Sang Jendral musuh membentak anak buahnya supaya jangan mengejek, tapi segera mengeluarkannya dari dasar sumur, sambil dengan penuh wibawa berkata: Dia adalah pahlawan yang gagah, yang patut kita teladan! Kepahlawanan yang ditandai keberanian, setia kawan dan kesungguhan hati serta rela berkorban selalu akan dihargai dan dikagumi baik oleh kawan maupun lawan. Tentang mengagumi musuh, Tuhan Yesus bahkan pernah memuji kecerdikan bendahara yang tidak jujur, anak-anak dunia serta ular (Lukas 16, Matius 10). Dalam bacaan Hakim-hakim 4 tadi sesungguhnya kita melihat tiga tokoh yang bisa saja kita sebut sebagai Pahlawan, yaitu: Debora, Barak, dan Yael. Peranan tiga orang itu sangatlah penting dalam peperangan umat Tuhan melawan bangsa Kanaan, dengan Sisera sebagai panglima perangnya. Kemenangan pihak umat Tuhan tentu saja merupakan surprise besar sebab sudah 20 tahun ditindas dengan keras oleh musuh. Semakin lama ditindas dengan keras, biasanya akan semakin kehilangan semangat untuk bangkit. Apalagi waktu itu Sisera terkenal dengan persenjataan perangnya yang canggih, yaitu 900 kereta besi! Tetapi yang muncul dari pihak umat Tuhan sebagai penantangnya justru seorang hakim wanita, Debora yang berdampingan dengan Barak. Babak terakhir dari pertempuran itu sungguh sangat tragis! Semua tentara musuh dapat ditewaskan dan yang paling akhir Sisera juga dibinasakan secara konyol di bawah tangan seorang wanita, seorang ibu rumah tangga yang bernama Yael. Pelipisnya ditembus dengan patok kemah ketika dia sedang tidur nyenyak. Beberapa hal yang patut kita simak di sini, yang pertama adalah bahwa semula Tuhan memang dengan sengaja menyerahkan umatNya ke dalam tangan Yabin, raja Kanaan, karena dosa-dosa umatNya. Tuhan mengijinkan bangsa Kanaan menindas dengan keras umat kesayangan Tuhan itu sebagai bentuk hukumanNya (ayat 1 dan 2). Berarti dengan berbuat demikian Tuhan sedang korban perasaan demi kepentingan umatNya. Ketika pada zaman Debora, umat Tuhan ditindas dengan keras, sebenarnya batin Tuhan ikut menderita. Tuhan rela menanggung semua itu demi menegakkan keadilan dan kesucian yang telah diinjak-injak oleh umatNya, juga demi kasih Tuhan yang ingin menyadarkan kesalahan umatNya serta mendewasakan mereka melalui hukuman Tuhan saat itu. Setelah umatNya menyadari segala dosanya serta mohon pertolonganNya, juga karena oleh Tuhan dipandang sudah tiba saatnya maka Tuhan pun bersedia menolong umatNya untuk bisa bebas dari penindasan yang berat itu. Sebab Tuhan tidak merencanakan yang jahat untuk umatNya. Tuhan tidak mau umatNya menjadi seperti talenta yang terpendam. Hal kedua yang menarik adalah bahwa Tuhan mendukung Debora untuk berkiprah dalam peperangan yang begitu besar. Debora sang hakim dan nabiah itu ternyata pegang peranan yang sangat besar karena selalu memberi petunjuk dan semangat kepada Barak yang memimpin 10.000 orang itu. Di sini kita melihat bahwa seorang wanita sekali pun, di dalam tangan Tuhan dapat berjasa besar bagi bangsanya dan berdaya guna dalam Kerajaan Allah. Sama halnya dengan hanya memiliki satu talenta, walau dipandang paling kecil dan sedikit, tidak menjadi masalah, yang terpenting ada kesungguhan hati dan usaha yang optimal untuk mengelolanya. Hal ketiga yang kita lihat adalah terjadinya kerja sama, saling melengkapi di antara para pahlawan tadi, Debora, Barak dan Yael. Faktor campur tangan dari Tuhan atas umatNya juga harus diperhitungkan! Dari sini kita diingatkan bahwa di dunia ini sebenarnya tidak ada pahlawan yang memilik kemampuan yang sempurna untuk berjuang seorang diri. Hanya Yesus Kristus yang memiliki kemandirian yang hakiki sebab Ia adalah Manusia sejati yang tak punya dosa, dan Ilahi yang mampu menanggung hukuman kekal. Orang-orang yang kelihatannya seperti membantu meringankan penderitaan Tuhan Yesus sebenarnya adalah orang-orang yang beroleh anugerah untuk boleh ambil bagian dalam pekerjaanNya, serta untuk bisa berdekatan dengan Tuhan Yesus. Tuhan

Yesus tidak membutuhkan bantuan apa pun dari siapa pun, Dia adalah penebus tunggal yang sempurna. Pahlawan sejati bagi kita! Di dalam Mazmur 123 yang kita baca tadi, mata hati setiap manusia diajak untuk memandang kepada Tuhan saja. Kita tidak bisa membanggakan kemampuan serta kepahlawanan kita, di hadapan Tuhan kita hanya bisa minta dikasihani. Hanya Tuhan yang dapat menolong kita dari keadaan yang hina karena dosa. Kita patut bersyukur karena di dalam Kristus Yesus harkat kita sudah diangkat. Bahwa kita tidak hanya telah diampuni tapi juga sebagai anak-anak tebusan kita boleh berkarya dalam KerajaanNya. Maka perumpamaan Tuhan Yesus tentang talenta, dalam Matius 25 tadi, perlu kita pahami dengan benar. Setiap orang memang mendapat talenta yang berbeda, tetapi mendapat tuntutan yang sama, yaitu agar dikembangkan seoptimal mungkin. Saat ini kita sedang bingung menghadapi krisis global. Tahukah Saudara bahwa krisis yang paling menakutkan adalah minimnya damai sejahtera? Banyak orang yang hanya memikirkan kepentingannya sendiri, kemakmurannya sendiri, korupsi lalu menjadi budaya bangsa. Kalau begitu musuh kita bukanlah bangsa Kanaan, yang kita takuti bukanlah Sisera dengan kereta besinya. Tantangan kita sekarang adalah bagaimana kita dapat mengerjakan segala sesuatu yang menghadirkan damai sejahtera dalam hidup kita. Bagaimana menyadarkan orang-orang di sekitar kita, bersama kita mereka mau mengutamakan damai sejahtera, dan melipat gandakannya. Talenta dalam tangan kita adalah segala kemampuan dan kesempatan untuk ambil bagian dalam menghadirkan damai sejahtera. Untuk setiap perbuatan baik, kita harus mulai dengan diri sendiri. Yang dipertanyakan oleh Tuhan: Apakah engkau sudah mengembangkan talenta pemberianKu? Bagaimana cara engkau mengembangkannya? Untuk siapa kau kembangkan talenta itu? Dan apakah engkau masih giat melakukannya?

Apa yang kita baca dalam I Tesalonika 5 tadi dalam menyongsong masa depan serta kedatangan Tuhan Yesus yang ke dua nanti, kita diminta untuk bersikap benar. Seperti orang siaga dalam peperangan, sebab dalam ayat 8 Firman Tuhan mengatakan agar kita mengenakan baju zirah iman dan kasih dan berketopongkan pengharapan keselamatan. Nah, kita semua dilibatkan dalam peperangan iman, dan diharapkan keluar sebagai pahlawan-pahlawan iman. Iman, kasih, pengharapan, dan seterusnya merupakan senjata rohani andalan kita, tetapi semua itu juga adalah talenta berharga pemberian Tuhan. Awas Tuan kita Yesus Kristus akan datang kembali dan akan memeriksa dengan cermat segala kegiatan yang sudah kita lakukan di dunia ini. Ia akan bertanya kepada Anda dan saya: Apa yang telah kau lakukan dengan talentamu? Sangat mungkin kita tidak menguburnya dalam tanah, tapi jika kita tidak mengembangkan seoptimal mungkin maka kita pasti akan mendapat teguran yang keras! Saudara, disini ada sebuah kejadian yang dapat membuat kita untuk lebih menghargai talenta kecil yang kita sangka tak berharga: Sir Michael Costa, seorang konduktor terkenal, sedang mengadakan pertunjukan. Saat koor dinyanyikan, diiringi dengan ratusan alat musik, pemain piccolo (seruling kecil) berhenti bermain, karena mengira kontribusinya tidak akan berarti di tengah musik seagung itu. Tiba-tiba pemimpin orkestra itu berhenti dan berteriak: Mana piccolonya?! Suara alat musik kecil itu penting untuk harmoni dan telinga konduktor itu tidak melupakannya. Sumber http://www.gki.or.id/forum/index.php/topic,359.0.ht ml

Nov 01 03 05 08 19 20 22 24

Darmawanto Lebang Hermanto Barapadang, S.E. Ayu Novitasari Nasir Randy Mars Tornado Sella Novita Novita Pirade, S.E. Nita Ivana Payangan Wiwik Astuti Buranda Kristoforus Pasapan Hangga Dwiputra Pabisangan

AK 08 MJ 07 AK 10 MJ 09 AK 10 IE 07 AK 11 IE 11 AK 09 AK 10

Saldo 08 Oktober 2011

Rp 1.185.800 Rp 76.500 Rp 119.000 Rp 5.000 Rp 10.000 Rp 117.000 Rp 72.000 Rp 5.000 Rp 400.000 Rp 84.000 Rp 50.000 Rp 94.000 Rp 147.500 Rp 1.180.000 Rp 17.000 Rp 15.000 Rp 7.000 Rp 30.000 Rp 100.000 Rp 45.000 Rp 200.000 Rp 11.000 Rp 50.000 Rp 50.000 Rp 25.000 Rp 15.000 Rp 40.000 Rp 6.000 Rp 250.000 Rp 455.000 Rp 3.800 Rp 3.000 Rp 12.000 Rp 6.500 Rp 13.000 Rp 36.000 Rp 35.500 Rp 50.000 Rp 160.000 Rp 12.000 Rp 3.500 Rp 20.000 Rp 300.000 Rp 11.000 Rp 60.000 Rp 125.000

Pemasukan:
12/10 Persembahan ibadah di rumah sdr. Winter 20/10 Persembahan ibadah di rumah sdr. Serdy 21/10 Iuran pengurus sdri. Ayu 25/10 Iuran pengurus sdr. Medyoto (2 bulan) 26/10 Persembahan ibadah di rumah sdri. Tri 02/11 Persembahan ibadah di rumah sdri. Prima Iuran pengurus sdri, Wulan 05/11 Kontribusi peserta Ibadah Rekreasi (40 org @ Rp 10.000) Persembahan Ibadah Rekreasi 10/11 Persembahan syukur sdri. Novi Persembahan ibadah di rumah sdri. Irind 16/11 Persembahan ibadah di rumah sdri. Ornis Total

Pengeluaran:

09/10 Buah tangan menjenguk sdri. Intan 11/10 Fotokopi SK Panitia Natal 12/10 Pembelian tinta stempel Transportasi ke rumah sdr. Winter 13/10 Pembelian BLD 2 dan 3 14/10 Biaya training MC dan gitaris 17/10 Dana awal Panitia Natal 19/10 Pembelian pulsa nomor PMKO Biaya cetak PIGEON bulan 9 dan 10 20/10 Transportasi pelayan firman di rumah sdr. Serdy Transportasi ke rumah sdr. Serdy 21/10 Fotokopi partitur lagu 26/10 Transportasi ke rumah sdri. Tri Fotokopi liturgi ibadah di rumah sdri. Tri 02/11 Sewa tempat untuk Ibadah Rekreasi di Tj. Bayang 041/11 Konsumsi untuk Ibadah Rekreasi Fotokopi liturgi Ibadah Rekreasi Pembelian Kertas Kado Pembelian pompa balon gambar 05/11 Pembelian sendok plastik berwarna Pembelian balon gas Pembelian 3 dos air mineral @ Rp 12.000 Pembelian hadiah games di Ibadah Rekreasi Transportasi pelayan di Ibadah Rekreasi Transportasi ke tempat Ibadah Rekreasi 10/11 Transportasi ke rumah sdri. Irind Fotokopi liturgi ibadah di rumah sdri. Irind 11/11 Konsumsi latihan ibadah gabungan 17/11 Dana untuk ibadah gabungan 18/11 Pembelian pulsa nomor PMKO Konsumsi untuk Doa Semalaman 19/11 Sewa tempat untuk Doa Semalaman Total Saldo 18 November 2011 Saldo Pengadaan Sekretariat

Rp 2.167.300 Rp 198.500 Rp 2.275.800

Dana awal dari pengurus Pemasukan: Lelang suara di Filadelfia HOB 12/10 Persembahan ibadah di rumah Kak Winter 20/10 Persembahan ibadah di rumah Kak Serdy Persembahan syukur dari Kak Serdy 26/10 Persembahan ibadah di rumah Kak Tri 28/10 Bazar di Kafe Sulastri 31/10 Bazar makanan ringan Penjualan kupon bazar 02/11 Persembahan di rumah Kak Prima 04/11 Sumbangan dari STMIK 05/11 Bazar es buah di Ibadah Rekreasi 10/11 Bazar buku renungan Persembahan ibadah di rumah Kak Irin 13/11 Bazar kue di Getor Jemaat Bara-baraya 16/11 Persembahan ibadah di rumah Kak Ornis 17/11 Persembahan di ibadah gabungan Total Pengeluaran: Modal bazar makanan ringan Modal bazar buku renungan Modal bazar es buah Modal bazar kue di Getor Jemaat Bara-baraya Modal Door To Door Modal kalender Total Saldo cash on hand Piutang Rp 200.000 Rp 74.000 Rp 84.000 Rp 300.000 Rp 102.000 Rp 277.000 Rp 150.000 Rp 432.000 Rp 150.000 Rp 50.000 Rp 380.000 Rp 414.000 Rp 24.000 Rp 550.000 Rp 143.500 Rp 127.000

Rp

200.000

Rp 3.457.500

Rp 180.000 Rp 250.000 Rp 150.000 Rp 230.000 Rp 300.000 Rp 250.000 Rp 1.360.000 Rp 2.297.500 Rp 95.000

Dalam rangka pencarian dana Natal, panpel menjual baju kaos berkerah seharga Rp 75.000; dengan pilihan warna: Abu-abu gelap dan Merah marun (desainx sperti gambar di samping ini) Teman2 yg berminat bisa pesan pada PMKO SMS CENTRE (08975277200)ato di PJ list baju tiap angkatan. Panjar 35rb Batas pembayaran lunas tgl 09-12-2011 Thx u be4 sists & broths God Bless :D

Cerita dibalik Logo dan Maskot Sea Games 2011


Logo dan Maskot Sea Games 26th yang digelar di Jakarta dan Palembang memiliki sebuah arti. Mungkin sebagian dari teman2 sudah tahu cerita dibalik Logo dan Maskot Sea Games 2011, tapi bagi yang belum tau silahkan baca artikel PIGEON kali ini.. Logo dan Maskot Sea Games 26th sudah ditentukan sejak awal tahun 2011 kemarin, nah siapa yang membuat Logo dan Maskot Sea Games 2011 ini? Tidak ada yang tau pasti siapa yang merancang Logo dan Maskot Sea Games 2011 yang jelas, Logo Sea Games diluncurkan pada 15 Januari 2011 bersamaan dengan pembukaan Teater Tanah Airku Taman Mini Indonesia. Dalam acara tersebut Komite Pelaksana SEA Games Indonesia (INACO) bekerja sama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga itu mensosialisasikan misi Indonesia nanti sebagai tuan rumah. Selain itu para panitia juga meluncurkan situs resmi mereka yang bisa teman2 akses di alamat seag2011.com Selanjutnya mari kita mengenal lebih dekat Logo dan Maskot Sea Games 2011 yang digelar pada 11-22 November 2011. Logo Sea Games 2011 mengambil tema Burung Garuda dan untuk Maskot Sea Games 2011 menggunakan hewan yang sedang jadi perhatian seluruh dunia yaitu Komodo dengan nama Modo dan Modi. Logo yang digunakan pada SEA Games ini adalah Burung Garuda yang merupakan lambang negara kita tercinta. Burung Garuda ini dipilih bukan hanya karena lambang negara kita tetapi juga dipilih karena Burung Garuda secara fisik melambangkan kekuatan dan kepakan sayapnya merepresentasikan kemegahan dan kejayaan. Di samping itu, Burung Garuda juga dikenal karena keindahannya dan terdapat di seluruh dunia. Dimana seperti halnya Indonesia yang sangat terkenal di seluruh dunia karena alam dan budayanya yang beragam. Selain itu, jika kita liat gambar dari logo SEA Games 2011 telihat ada guratan dengan tinta hijau di bagian atas yang berbentuk gunung. Nah, guratan ini sebagai simbol bahwa alam Indonesia didominasi oleh pegunungan yang indah dengan jumlah gunung terbanyak di dunia. Warna hijau yang dipakai pada guratan untuk merepresentasikan bahwa alam Indonesia sangatlah hijau dan subur. Tidak hanya guratan di bagian atas saja, di bagian bawah juga terdapat guratan berwarna biru yang berbentuk seperti aliran air. Guratan ini melambangkan bahwa Indonesia memiliki lautan yang sangat luas dan juga sebagian besar negara Indonesia berbatasan langsung dengan lautan. Pemilihan warna biru disamping melambangkan warna air, warna biru juga dipilih lantaran lautan Indonesia yang luas merupakan lautan yang sangat jernih dan di beberapa bagian lautan telah diakui oleh dunia memiliki air laut terjernih. Warna merah yang berbentuk kepala Garuda, selain mempresentasikan salah satu warna bendera kita, juga melambangkan keberanian para atlet Indonesia. Maskot SEA Games 2011 kali ini adalah Modo dan Modi yang merupakan sepasang hewan komodo. Hewan komodo dipilih lantaran hewan ini merupakan hewan endemik Indonesia dan hanya terdapat di wilayah Indonesia yaitu Taman Nasional Komodo di Nusa Tenggara Timur. Selain itu, hewan komodo juga dipilih lantaran sudah hampir punah, jadi maskot ini dimaksudkan untuk menyadarkan masyarakat dunia untuk melestarikan kadal purba terbesar di dunia ini sekaligus juga memperkenalkan Taman Nasional Komodo yang diikutsertakan dalam New7Wonders of Nature. Modo merupakan nama komodo jantan yang mengenakan pakaian tradisional Indonesia berwarna biru dan memakai selempang dengan motif batik. Modi merupakan komodo betina yang memakai baju tradisional Indonesia yaitu kebaya berwarna merah dan menggunakan sarung batik serta selendang. Penggunaan nama MODO juga diambil dari singkatan KOMODO dan Modo-Modi di ambil dari kata Pemuda-Pemudi. ModoModi ini memiliki sifat yang pekerja keras, jujur, adil, bersahabat, sportif, dan talk less do more. Nah itulah cerita dibalik Logo dan Maskot Sea Games 2011. Sekian dan terimakasih^^ Sumber: Jimmi dan Kompasiana
http://www.rootdiesomec.com/2011/11/07/cerita-dibalik-logo-dan-maskot-sea-games-2011-jakarta-palembang/

Rising up to take the place With selfless faith, with selfless faith

By: Hillsong United


Electric/accoustic guitar standard tuning

Verse 1 G I see the King of glory Em Coming on the clouds with fire Am The whole earth shakes D The whole earth shakes (Em - play between 1st and 2nd verse and between 3rd and 4th verse) Verse 2 G I see His love and mercy Em Washing over all our sin Am The people Sing D The people sing Chorus D G C Ho - sanna, Ho C Hosanna in the D G C Ho - sanna, Ho C Hosanna in the G D Em - san - na Em Highest D Em - san - na D Em High - est

Verse4 I see a near revival Staring as we pray and seek We're on our knees, we're on our knees Chorus D G C D Em Ho - sanna, Ho - san - na C Em Hosanna in the Highest D G C D Em Ho - sanna, Ho - san - na C D Em Hosanna in the High - est (Instrumental in-between - Em G Am7 Bm7) Bridge C D Heal my heart and make it clean G Em Open up my eyes to the things unseen C D Em Show me how to love like You have loved me C D Break my heart for what breaks Yours G Em Everything I am for Your Kingdom's cause C D C As I walk from earth in - to eterni ty Chorus

Verse3 I see a generation

TERTAWA ITU SEHAT


Ada seorang anak SD kelas 1 yang amat lugu namanya Alya. Ia disuruh oleh ibunya untuk membeli cabai di warung depan di seberang jalan rumahnya, "Nak, belikan ibu cabai di warung depan, tapi kalau mau menyeberang hati-hati, tunggu mobil lewat dulu ya." Alya segera menjawab, "Iya, Bu." Setelah ditunggu 30 menit, Alya masih belum kembali. Lalu ibunya keluar rumah. Didapatinya Alya masih menunggu di pinggir jalan. Ibunya bertanya, "Alya, kok kamu malah menunggu di situ, tidak beli cabai?" Alya menjawab dengan polos, "Iya, Bu. Soalnya aku nunggu mobil lewat, dari tadi yang lewat motor terus, Bu."