Anda di halaman 1dari 5

Pakar

G e ra k aM a h a s is wG a ja h i P e lu p uM a taTa kN a m p a k n a; d k
O lehF a ja r K a rtik a
bertugas sebag ai age n am pu s kem u dian m elah irkan K perubahan . Seja k itu kam p us lom p ok-kelom pok diskusi dan kediken alse- ba gai m arka s para geraka n. K elom pokerke m ban g b pem ikir dan gu dang- n ya orator, m ben tuklan- dasan be rp ikir me terutam a terkait kon disi (ideologi) sountuk m eng ka ji D an m aw ar tetaplah sia l-politik sekitar. fenom ena sosial. seharum n ya w alau kita D i Indone sia, tah un 1966, K eb erha silan d an keg ag alan m enyeb utn ya den gan nam a pen derita- an rakyat akibat geraka n terleta k pa da lain . inflasi 6 0 % e n jadi m isu gerakan ideo logisnya. Ideologi wjib a(W. m a hasisw a, m ulai d iskusi h in g- iliki se tiap geraka n. Jika dim S h ak espe are ) ga turu n ke jalan m enuntut maka akan lahir p en ya kit tidak, Sejarah In donesia perubahanPun tah un 1998, . organisa si; m acetn ya diskusi, m en catat, d ua pe ru bahan besa rgeraka nn ya berh asil ketidakd isiplinan a ng - gota serta sukses digaw ang i m a- hasiswm e nu runkan a, kepem im pinan disorien ta si g erakan. Ideo logi yakni geraka n m ahasisw a 19 66 Soeharto. berfun gsi gan da , sebagai alat d an 1998. K in i, tig a belas tahu n su kses dua an alisa p erju an gan dan identita s era reform asi, ge ra kan Kunci peristiw a b esar terse bu t adalah kelompok. m ah asisw a tid ur lelap. Pe ristiw a D isorientasi gerakan dan sosial gam ang d irespo n mad an yakesa tu anvisi dan misi ageraka n. B erkat itu ketidakd i- siplinan bukan berm ula h asisw a. M u lai persoa lan Bank jarin ga n dari in divid u m ela in kan C entury h in gg a gedu ng b aru terben tu klah kom u nikasi antarkelompok. siste m nya.O rgan isasicen de ru ng D PR RI. m e ng and alkanfigure ke tim ban g Pada tata ra n lokal, m e m - b an gu n sistem yan g baik p em ba ngunan H yp erm art, isu hinggam am pu m en gubah ind ividu b uruh , h in gg a rencan a lem ah m en ja di ku at. Salah , jika m en gh id up ka n kem b ali jalur organisa si sakit, pen gu rusnya kereta api Sem a rangKu dus m e nyalahkan ind ividu . A khirnya, R em bang m estin ya diresp on penya-kit sem akin tida k m u ng kin m ah asisw a UMK. terobati. Tu lisanini m eng upas kisah S eb agaim ana Cultural apa yan g Studies ala M ah zab Frankfurt, m e ng gangg u gerakan laju situa si lokal (m ikro) selalu m ah asisw a dipengaruhi Ind on esia.Pe m aparandiulas situasi glob al b erdasar (m akro ). D aya kritis m ahasisw a teoriCu ltural Stud ies ahzab M ad alahmikro, sementara Fra nkfurt. situasi kam p us adalah G erakan m ahasisw a dia w ali m a kron ya . Sistem yang be rlaku p ergo-lakan A rgentin a tahun ce nd erun g m em buat m ahasisw a 1918. G erakan p rotes itu m a ti suri da ri seka dar d isebut M anfesto Cord oba i . m e nyalahkan in divid u m ahasisw a S alah satu d ari lim a tuntutannya Indonesia. adala h pem ban gunan oton om i Sejak 2004, dunia pe nd id ikan kam pu s. A rti-nya, prinsip m e nerapkan sistem kuriku lu m kebeb asan berpikir dan baru, Kuriku lum B erbasis berbicara secara akademik Kom p etensi (KBK). Peserta ik d id kam pu s dite gakkan . Ini tidak lagi sebaga i objek, n am un m en gilh am i keb eb asan subje k yang m e m bangun sen diri akade m ik kam pu s di pe njuru peng etahuannya . Artinya, ia d un ia. Se- tiap m ahasisw a dibuat sibuk terus m em ikirkan
Apalah arti seb uah nam a? Jika m aw ar tetap lah m aw ar w alau ia berw arna hitam

pem aham an p elajaran nya. ta hu n. M eski dan ren dahnya kadar sin gkat, 4 K eberhasiln ya d iu kur oleh p roke w irausaha an. ses Sistem KBK tantan gan lapa ng an kerja kerja hingga m en jadi teram p il. S istem kese jah teraan ada, m encoba m enjaw abnya dan K BK tidak m entolelir kesalahaelalu i pe ning katan kua litas semangatnya mn proses. Pasa ln ya slog an K BK m ahasisw a. Namun, , m e ng kritisi pem erintah tak ada lah ketun tasan b elajar, disang ka, di kendur. KBK m enjadi kolonial tidak m an a peserta didik harus bahaya laten bagi Hemat penulis, m aha sisw a mencapai standar yang ke berlang su ng an gerakan harus m am pu m enyesua ikan ditetap kan . H arap ann ya, lulusan m ahasisw a. Jika N K K/BKK diri den gan pe- rub ahan m en gerti, ah li da n te ra m pil sesuai ad alah m o m ok gerakan pa da properti zam an , baik KBK ata u bidangnya. m asa O rb a, m aka K BK seba gai lapa ng an kerja.Tug as u tam a ya n Di lain sisi, mahasiswa pelem a h internalnya. A kh irnya, bukan h anya en gkritisisituasi m m em iliki m ahasisw a tida k lagi terta rik sosial di lua r, nam un juga problem te rb atasnya lap angan pada isu di luar ran ah m e ning katkan ku alitas d iri. Jika kerja ilm unya seb ab terbatasnyaterlen a, akan terjebak pada waktu dan tenaga. Jika dang ka lnya an alisis d an dem ikia n, jalan bu ntukah di m o lorn ya m asa studi. hadapan aktivis m a hasisw a M ahasisw a ha ru s ahli dan m asakini? teram p ildi bidan gn ya.Ini bisa Filsu f Jerm a n, Im anu el Kant sukse s jika ger- a kannya pern ah berujar, tiada perbed aan dasiideologi. In gat, organ dilan an tara m asa dep an, m asa kin i si tanpa ideolog i ba k zo m bie isa dan m asa lalu ke cuali ayat hidu p); berg erak tan pa (m propertinya. jiw a dan sangat m u da h Kapanpun, ditunggang i oleh pihak lain. tantan gan zam a n Eng kausarjan am u daresah selalu sama yakni m encari kerja Em p at tahu n perjua ng an m anusia m enggapai lam anya, bergelu t den gan bu ku ke m akm urannya, yang beda (Iw an F als) hanyaperlengkapannya. Ingat! sem a sa m ahasisw a , F a ja K artika r , Soekarno fokuspada studi S taf Pengajar di FK IP-Bahasa In gg ris , Pem b antu D ekan te knik sipiln ya . Ia p un lulus
III FK P U MK I

In fo M u ria / E d is i V / M e i-Ju li 2 0 1 1

The greatest assets of the company are the people. Aset terbesar yang dipunyai oleh sebuah organisasi yang sangat menentukan hidup matinya organisasi adalah manusia yang ada didalamnya. Untuk meningkatkan kualitas organisasi, kunci utamanya adalah meningkatkan kualitas kader. Tidak salah jika lembaga mahasiswa disebut sebagai lembaga kaderisasi. Sehingga, pemahaman mengenai tahapan pembentukan kader sangat penting untuk diketahui, terutama oleh penangung jawab sistem kaderisasi tersebut. Kaderisasi adalah

sistem, terdiri dari 3 hal yang tidak terpisahkan: input, proses, dan output. Sebagai organisasi mahasiswa di tingkat eksekutif yang bertanggung jawab terhadap kualitas mahasiswanya dan anggotanya secara garis kaderisasi sendiri, besar yang maka alur menjadi

Kaderisasi

internal

adalah

proses pengkaderan (inputproses-output) untuk internal organisasi kaitannya peningkatan sendiri. Erat dengan pemahaman,

skill, dan attitude pengurus. Sering sekali kita jumpai lembaga mahasiswa terutama HMJ atau pun BEM yang terkesan lembaga semata. hanya Event Sering sebagai Organizer pula kita

tanggung jawab kita (baca: BEM dan HMJ) dapat dibagi dua jalu: 1) kaderisasi internal dan 2) kaderisasi eksternal.

jumpai lembaga mahasiswa

yang mengalami penurunan kualitas pada sistem kader dan krisis kepemimpinan/pemimpin tahun-tahun kaderisasi tertentu. internal dan Hal tersebut karena lemahnya organisasi. Penjagaan

sistem kaderisasi yang kita miliki haruslah kuat. Hasil atau out-put dari proses pengkaderan Universitas adalah yang disebut sebagai standar kompetensi di Diponegoro COMPLETE

masa berlangsung. Tahapan dilakukan untuk sehingga diperoleh

kepengurusan

kaderisasi sebagai menyaring nantinya kader

atau metode kader akan dengan

levelisasi kader sangat perlu

pengokohan sistem kaderisasi internal sejatinya merupakan cara untuk terus menjaga kinerja organisasi mahasiswa. Sedangkan eksternal pengkaderan bawah yang (jurusan) adalah kaderisasi proses (input-prosesorganisasi (HMJ BEM

(Communicator, professional, leader, entrepreneur, thinker, educator). kompetensi akhir dari ini Keenam lah yang

kualitas terbaik yang akan menempati posisi tertinggi organisasi. pentahapan Levelisasi atau pembentukan

menjadi sasaran atau tujuan pembentukan mahasiswa Diponegoro. kaderisasi di (pembinaan) Universitas didalam pun jurusan/fakultas/universitas harus bermuara pada keenam kompetensi tersebut. Pentahapan kaderisasi adalah sebuah sistem yang bermula dari input, proses, dan output. Input, sedangkan dimulai ouput dari adalah penerimaan mahasiswa baru, mahasiswa yang siap menjadi pemimpin organisasi maupun yang siap lulus dari Universitas yang kerja-kerja Diponegoro. akan selama proses

kader ibaratnya adalah proses membuat rumah, dimana hal yang pertama kali dilakukan yaitu membangun pondasinya terlebih dahulu, lalu tiang, dinding, dan akhirnya atap. Level kader yang masih baru difokuskan pembentukan teknis kemudian diarahkan kemampuan (technical semakin pada kemampuan skills) tinggi kepada untuk

output) seluruh mahasiswa di naungan atau bersangkutan

Semua tahapan atau langkah mahasiswa di lembaga atau

(fakultas/universitas). Setiap kita (HMJ dan BEM), harus mampu membentuk sistem kaderisasi kokoh jurusan/fakultas/universitas maupun di internal organisasi sendiri. Kualitas mahasiswa jurusan Sistem mampu sangat yang ditentukan baik akan oleh kualitas HMJ-nya, dst. mendukung yang baik dan di

level kader, pembentukannya

menganalisa, memikirkan ide atau konsep, dan merekayasa sistem dan SDM (conceptual skills). Berangkat dari ilustasi berikut ini, kita dapat merekayasa level kaderisasi kita sendiri. KM UNDIP saat ini sudah mempunyai alur kaderisasi yang jelas dan sangat baik serta sistem kaderisasi yang

terciptanya kader-kader yang handal dan berkualitas, bukan hanya sekedar mampu mencetak satu orang super hero. Setiap kita (HMJ dan BEM) membentuk setiap harus kader waktu. mampu hebat Karenanya,

Tujuan atau output ini lah nantinya konkrit dijabarkan menjadi bentuk

lumayan

baik.

Namun

jomplang. Kekuatan utama dalam awal membentuk dan kader memahamkan

fakultas yang (kurang) baik, maka kita dikatakan belum berhasil mencetak kader unggulan di universitas ini. Karena yang pertama kali orang lain nilai adalah sejauh mana kualitas mahasiswa dari universitas tersebut, bukan dari jurusan atau fakultas mana. Mari kawan2, kita buat mahasiswa UNDIP menjadi lebih berkualitas dan selaras kualitasnya dengan banyak belajar mengimplementasikan dengan benar alur kaderisasi yang sudah kita buat bersama. Kawan, kondisi mahasiswa UNDIP bergantung ditangan kita. Kita lah sang creator. Kita lah sang pelukis itu, dan kitalah sang sutradara. dan

demikian, KM UNDIP yang terdiri dari berbagai lembaga ini belum mempunyai level kader masih pemahaman tersebut, yang sebagai yang sama karena dan contoh lemahnya

kader di KM UNDIP menjadi sama atau setidaknya selaras ada di tangan HMJ. Sedangkan kunci utama agar alur dan sistem kaderisasi ini berjalan dan terimplementasikan dengan baik ada ditangan BEM dan Senat. Setelah kita kita tidak lulus akan nantinya,

implementasi alur kaderisasi masih ada beberapa HMJ belum mengadakan yang dan dan masih yang yang LKMM pra dasar, masih ada beberapa untuk beberapa organisasi pengurusnya, pelatihan jika apa tidak mengadakan DIKLAT

pernah dilihat dari jurusan atau fakultas apa, melainkan yang pertama kali dilihat dan diperhatikan akan sekedar jurusan pernah dan adalah hanya fakultas nama bisa nama kita universitas kita. Kita tidak membawa

pengembangan lainnya. Tidak mengherankan banyak bertanya-tanya mahaiswa

mereka dapat dan rasakan dari organisasi mahasiswa. Sehingga hal ini membuat kualitas kader atau aktivis di KM UNDIP terkesan

tanpa nama universitas kita. Sebaik apapun fakultas dan jurusan masih kita, ada namun jurusan jika dan

Mahasiswa biasanya terpaksa mengikuti suatu pengkaderan ataupun kegiatan lembaga kemudian setelah kegiatan berakhir, kader pada lari dari lembaga, (Prof Atja Razak Taha)
Lembaga mahasiswa adalah wadah yang mampu memberikan pengalaman bagi mahasiswa dalam menunjang kiprahnya bertransformasi menjadi kritis. Hasilnya adalah membentuk sebuah kelompok massa yang kritis, tujuannya adalah pendidikan. Dengan berlembaga mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan minat dan bakat tersembunyi yang dimilikinya sejak lahir. Agar, kelak ketika lulus sebagai sarjana, mahasiswa mempunyai karakter tersendiri dalam berinteraksi dan juga bekerjasama di lingkungan sosialnya. Berlembaga itu adalah proses yang harus dijalani oleh setiap mahasiswa, tegas Fadil Ketua BEM Fakultas

Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Namun begitu ironisnya, melihat kondisi lembaga mahasiswa saat ini yang pengurus aktifnya hanya beberapa orang saja. Padahal setiap tahunya pululuhan bahkan ratusan kader-kader yang dilahirkan lembaga kemahasiswaan melalui tahap-tahap pengkaderan. Banyak yang terdaftar tapi kurang eksistensinya dalam berlembaga, tambah Fadil. Hal senada pun diutarakan Sultan Hasanuddin selaku Ketua BEM Fakultas Kedokteran, menurutnya, jumlah kader sebenarnya tidak krisis. Sebab untuk pengkaderan sendiri terhitung 1 sks yang wajib dicapai dan itu dinilai dari poin yang diberikan oleh lembaga mahasiswa, tetap saja kader menjadi masalah sebab kebanyakan hanya mengikuti ceremonialnya saja, keluhnya.RR
Pada zaman dulu tidak ada batasan dalam standard batasan kelulusan. mahasiswa dapat bergerak bebas dan tidak terlalu disibukkan dalam perkuliahan. dalam fitrahnya pun mahasiswa mempunyai andil yang cukup besar dalam kehidupan masyarakat. Karena pada dasarnya mahasiswa sebagai pengontrol social atau kaum pembaharu. Namun sekarang diberi batasan maksimal 14 semester harus sudah lulus. Hal ini sebagai bukti runtuhnya idealisme mahasiswa yang sebagai fitrahnya sebagai agent of social change.

Sejarah mencatat bahwa mahasiswa mempunyai peranan penting dalam sejarah bangsa Indonesia. Mahasiswa membawa perubahan banyak terhadap bangsa ini. Runtuhnya rezim Sukarno yang totaliter serta mengagungkan dirinya sebagai presiden seumur hidup tidak lain karena idealisme mahasiswa, sama halnya pada rezim Suharto yang otoriter juga runtuh oleh gerakan mahasiswa. Ini menunjukkan bahwa mahasiswa merupakan generasi penting dalam suatu negara. Kalau pemudanya kuat maka negara akan kuat juga. Di era reformasi saat, sudah sepatutnya dan selayaknya mahasiswa mempertahankan idealismenya. Ciri khas mahasiswa adalah idealis, karena setiap aktivitas dan gerakan mahasiswa selalu dilandasi oleh kekuatan moral moral force dan tidak berlandaskan kepentingan. Akan tetapi, citra mahasiswa sekarang mulai tergeser akibat prilakunya sendiri. Masyarakat merasa bahwa mahasiswa adalah benalu yang sering membuat susah. Sebagai contoh, seringnya demo mahasiswa yang membuat macet jalan umum, dan ujung-ujungnya berakhir anarkis, mahasiswa tak jauh beda dengan preman pasar yang membuat gaduh dan menyengsarakan banyak orang. Sedikit-sedikit kekerasan, sedikit-sedikit maen pukul. Dari sini, dimanakah yang dinamakan budaya idealis? Budaya intelektual, budaya calon guru. V