Anda di halaman 1dari 2

TEST IQ, PERLU?

Tanya Assalaamualaikum wr. Wb. Pengasuh rubrik Keluarga Sakinah yang terhormat. Saya Ibu dari 3 anak yang terkecil masih TK nol besar, tahun ini insya Allah akan masuk SD. Sekitar bulan Maret kemarin, di sekolah anak saya mengadakan tes IQ. Semua dianjurkan untuk ikut tes tersebut. Saya merasa heran mengapa anak kecil diminta test IQ, sedangkan anak saya yang terdahulu tidak di test IQ sewaktu di TK. Tetapi anak saya yang kedua dan pertama mengikuti test IQ sewaktu SMP dan SMA. Saya ingin tanya apakah test IQ itu perlu? Apa manfaat test IQ? Apakah bila IQ tinggi maka akan menjamin anak sukses? Terima kasih atas jawabannya. Nyonya Hani, di Jogja Jawab. Waalaikum salam wr. wb. Nyonya Hani yang terhormat, untuk menjawab pertanyaan anda perlu atau tidak test IQ itu akan tergantung dari kebutuhan dan manfaatnya. Maka bila ibu ingin mengetahui IQ anak ibu, jangan hanya sekedar ikut-ikutan, tetapi harus memastikan bahwa test tersebut ada gunanya. Memang ada banyak orangtua yang saya jumpai salah dalam mengartikan test IQ. Mereka berpikir bila IQ anaknya tinggi maka pasti anaknya akan berhasil. Orang tua merasa ayem melihat skor IQ anaknya tinggi, sedang yang melihat skor IQ anaknya biasa-biasa saja menganggap bahwa anaknya bodoh (naudzubillah mindalik). Sikapsikap seperti itu tentu saja tidak menguntungkan bagi anak. Karena ada banyak faktor lain yang berpengaruh dalam keberhasilan. Faktor-faktor itu antara lain motivasi anak, metode pendidikan, cara guru mengajar, dan minat anak. Jadi skor IQ yang tinggi tidak jaminan untuk keberhasilan semua. Test IQ digunakan untuk melihat kemampuan seseorang untuk berpikir secara rasional. Semakin tinggi IQ seseorang semakin cepat memahami materi dalam jumlah tertentu daripada rata-rata anak-anak seumurnya. Oleh karena itu berapa pun skor IQ yang dicapai anak hendaknya disikapi biasa saja. Yang terpenting untuk dilihat adalah kelebihan dan kekurangan si anak dan bagaimana mengembangkan potensi-potensi yang ada. Hal itu berkaitan dengan proses perkembangan dan pendidikan anak, dimana perlakuan dari orang-orang di lingkungan terdekat sangat berpengaruh pada si anak. Untuk mengetahui segala yang berkaitan dengan hasil skor IQ dari si anak dan bagaimana cara mengembangkan potensi yang ada ibu dapat melakukan konseling yang rutin dengan seorang psikolog. Pada umur tertentu test IQ yang dilakukan ditambah dengan pengujian taraf kematangan anak, ini biasanya dilakukan pada anak TK yaitu untuk mengetahui kesiapan anak untuk masuk SD. Berbeda dengan di TK yang hampir seluruh waktu yang digunakan untuk belajar sambil bermain, maka usia SD sudah membutuhkan

kematangan emosi dan sosial anak untuk bisa duduk diam dan berkonsentrasi mengikuti pelajaran. Maka, jangan heran bila kini sekolah-sekolah TK tertentu mengadakan test IQ dan test kematangan. Sebagai tambahan berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan bila ibu hendak mengikutkan test IQ anak ibu: Sebaiknya mengambil test IQ secara individual, bukan klasikal atau masal. Karena biasanya test secara individual menyediakan konseling. Dengan konseling ibu dapat mengetahui arti angka atau skor hasil test yang menunjukkan kelebihan dan kekurangan anak dan dapat bertanya pada psikolog bagaimana cara mengoptimalkannya. Gunakanlah waktu konseling dengan bertanya sebanyakbanyaknya pada psikolog Untuk mendapatkan skor IQ yang optimal kondisi anak pada waktu test harus baik secara fisik maupun emosinya. Kondisi sakit atau tak nyaman membuat skor IQ tidak optimal. Hasil test IQ bersifat rahasia dan sifatnya sangat personal. Setelah mengetahui skor IQ yang penting diketahui sebagai orang tua adalah skor itu bukan segala-galanya. Yang lebih penting adalah melakukan konsultasi dengan psikolog untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan anak. Jadi IQ yang rendah bukan suatu kegagalan vonis bagi anak. Demikian jawaban dari saya. Dengan mengetahui halhal tersebut diatas, semoga ibu dapat lebih bijaksana dalam mensikapi skor test IQ anak. Sumber: Suara Muhammadiyah Edisi 16 2002