Anda di halaman 1dari 31

PENGELOLAAN KEUANGAN

Formulasi, implementasi dan Pengendalian


Oleh : M Fanhar Kausar

Pengelolaan Keuangan
Pendanaan Pengelolaan aktiva investasi

PT PKPA
Neraca Per 31 Des 2007-2006 2007 Aktiva Lancar Kas /setara kas Piutang Persediaan Total Aktiva Lancar Aktiva Tetap Aktiva lainnya Total Aktiva Pasiva Lancar Utang Dagang Utang Bank Total Aktiva Lancar Hutang Jangka Panjang Ekuitas Modal Laba ditahan Laba thn berjalan Jumlah ekuitas Total Pasiva 4,020,000 350,000 150,000 4,520,000 15,380,000 8,500,000 28,400,000 2006 3,010,000 320,000 125,000 3,455,000 13,380,000 6,000,000 22,835,000 Perubahan 1,010,000 30,000 25,000 1,065,000 2,000,000 2,500,000 5,565,000 110,000 (1,500,000) (1,390,000) 10,000,000 2,850,000 4,030,000 16,880,000 28,400,000 10,000,000 3,925,000 3,500,000 17,425,000 22,835,000 (1,075,000) 530,000 (545,000) 5,565,000

4,020,000 4,020,000 7,500,000

3,910,000 1,500,000 5,410,000 -

Metode Pengelolaan Keuangan PT KFA Sentralisasi Terintegrasi Suatu Sistem

Cash Managemen

ORGANISASI BIDANG MANAJEMEN

MANAJEMEN KEUANGAN

MANAJEMEN PEMASARAN

MANAJEMEN SDM

MANAJEMEN TEK. INFORMASI

MANAJEMEN OPERASIONAL

Manajemen

adalah proses kegiatan mengelola sumber daya (men,material, money,machine & method) berdasdarkan fungsi-fungsi manajemen agar tujuan yang diinginkan dapat dicapai secara efektif dan efisien Merencanakan, menggorganisasikan, pelaksanaan dan pengendalian atas sumber sumber dan alokasi/penggunaan keuangan perusahaan agar tujuan perusahaan dapat dicapai secara efektif dan efisien

Manajemen Keuangan

Manajemen Keuangan

Mengatur aliran dana (cah flows) perusahaan

ORGANISASI FUNGSI MANAJEMEN

PLANING PERENCANAAN

ORGANIZING

ACTUATING PELAKSANAAN

CONTROL PENGENDALIAN

KINERJA

FEED-BACK UMPAN BALIK

ORGANISASI planning process

Vision

Mission

Objective

Plan

Corporate

Business

ORGANISASI Control process

Plan

Do

Chek Action

Improvement Revisi/Inovation

Coordinating

Penerimaan Dana Cash Flows Alokasi Dana


Pengelolaan Cash flows merupakan pengaturan penerimaan dan alokasi dana secara efektif, efisien dan ekonomis.

Mengatur Dana

Penerimaan dana > Alokasi Dana Tidak Defisit

Jika Defisit ??

Peluang Kondisi Tidak ada peluang


Surplus dana Deposito Surat berharga Dll. Extra discount Harga murah

+ -

Defisit dana

Mengatur Dana

Perencanaan Pengendalian

Internal

Penjualan tunai Penerimaan pembayaran piutang lainnya (penjualan aktiva, bunga, dll)

Sumber Dana Eksternal Kredit Modal kerja Kredit Investasi Kredit pemerintah,dll

Alokasi Dana

Biaya Operasional Pembayaran Hutang dagang Pembayaran Pajak Pemberian pinjaman Investasi Pembayaran hutang bank Pembayaran hutang lainnya

PENYUSUNAN ANGGARAN Anggaran Adalah rencana kegiatan dalam bentuk perolehan pendapatan dan biaya dalam satuan moneter . merupakan pernyataan tentang estimasi yang hendak dicapai selama periode tertentu ( kurang sama dengan dari satu tahun ) dalam satuan moneter

Fungsi Anggaran

Sebagai alat perencanaan Sebagai alat pengendalian Sebagai alat penilaian kinerja sebagai alat kebijakan Sebagai alat koordinasi dan komunikasi

PT PKPA Anggaran Laba Rugi tahun 20..


Rp. 000,00 URAIAN 1 Penjualan - Tunai - Kredit Total Penjualan Harga Pokok Penjualan Laba (Rugi) Kotor (1 - 2) Biaya Usaha - Biaya Adm. & Umum - Biaya Penjualan 5 6 7 8 9 Total biaya Usaha Laba Usaha (3-4) Pendapatan Lain (net) Laba Sebelum Pajak (5+6) Pajak Laba setelah Pajak (7-8) Total TW I TW II TW III TW IV

2 3 4

20,000 10,000 30,000 21,000 9,000 2,100 1,200 3,300 5,700 500 6,200 2,170 4,030

4,000 2,000 6,000 4,200 1,800 420 240 660 1,140 100 1,240 434 806

4,800 2,400 7,200 5,040 2,160 504 288 792 1,368 120 1,488 521 967

5,400 2,700 8,100 5,670 2,430 567 324 891 1,539 135 1,674 586 1,088

5,800 2,900 8,700 6,090 2,610 609 348 957 1,653 145 1,798 629 1,169

STRATEGI PENYUSUNAN ANGARAN Data Hystoris growt yang diinginkan

Prediksi Kondisi Masa Depan

Analisis Lingkungan internal dan Ekaternal Menetapkan ukuran Keberhasilan Growt dan pendekatan balance score card

Gabungan Data Hystoris dan Prediksi masa Depan

Tingkat Pertumbuhan Yang Dinginkan

Penjualan/sales

Analisis trend Tingakat inflasi Pertubuhan pasar farmasi Program pengembangan outlet Program mempertahankan pelanggan Program pencarian Pelanggan

Pertumbuhan Penjualan 2005 Realisasi Penjualan Pertumbuhan Penjualan Inflasi 18,000 11 % 16 % 2006 20,340 13 % 5,8 % 2007 23,188 14 % 5,9 % 2008 ?

Harga Pokok Penjualan

Prubahan Faktor/indeks harga jual Perubahan perolehan discount pembelian

Biaya Usaha

Trend peneluaran biaya --> % dari total penjualan Cost Reduction (penyederhanaan biaya)

Pendapatan Lain

Penjualan Aktiva Pemanfaatan Asset idle Investasi jangka pendek

Kekuatan Internal Kelemahan Analisis Lingkungan Peluang Eksternal Ancaman

Kekuatan Perusahan sudah dikenal secara luas dan lokasi tempat usaha umumnya ditempat strategis Pilihan konsumen kepada outlet-outlet perusahan karean kelengkapan produk dan pelayanan yang ramah Memiliki pengalaman dan kompetensi dalam mengelola bisnis apotek Struktur modal cukup kuat Kelemahan Belum memiliki IT yang terintegrasi Pengeluaran biaya masih belum efisien, HPP tinggi Produktivitas pegawai masih rendah Peluang Kondisi perekonomian Indonesia semakin baik Peertumbuhan pasar farmasi cukup baik masyarakat semakin kritis Ancaman Adanya regulasi pembatasan margin Muncul pesaing dari dalam dan luar negeri tumbuh ilegal marke

Aspek Finansial

ROI ROE Cash Flows

Ukuran Keberhasilan Aspek Konsumen

Tingkat Kepusan Konsumen Tingkat keluhan konsumen Tingkat respon Costommer relationship

Sistem Penjualan Aspek Proses Bisnis Sistem Pengadaan

Research and development Aspek Pembelajaran Reinovation New Inovation

ROI/ROA ROE

Net Income Total Asset Net Income Equity Penjualan Bersih Piutang 360 Perp. Piutang Pemb. Kredit Utang 360 Perp. Utang HPP Persediaan 360 Perp.Persediaan

Perputaran Piuatang Umur Piutang

Perputaran Utang Umur Utang

Perputaran Persediaan Umur Persediaan

Cash to cash cycle Umur Piutang + Umur Persediaan - Umur utang

PT PKPA
Rencana Cash Flows Rp.000,00 Penerimaan Aktivitas Operasional - Penjualan tunai - Piutang dagang - Lainnya Pen. Aktivitas Opr. Aktivitas Investasi - Penjualan aktiva tetap - Dividen - Lainnya Pen. Aktivitas Investasi Aktivitas pendanaan - Kredit Modal Kerja - Kredit Investasi - Lainnya Pen. Aktivitas Investasi Total Penerimaan

21,000,000 9,900,000 87,500 30,987,500

400,000 32,500 432,500

7,500,000 7,500,000 38,920,000

PT PKPA
Rencana Cash Flows Rp.000,00 Pengeluaran Aktivitas Operasional - Pembyaran Hutang dgang - Biaya Opr. - Bayar pajak - Lainnya Pengeluaran Aktivitas Opr. Aktivitas Investasi - Pembelian aktiva tetap - Pembayaran Proyek - Lainnya Pengeluaran. Aktivitas Investasi Aktivitas pendanaan - Pembayaran KMK - PembayaranKredit Investasi - Lainnya Pengeluaran. Aktivitas Investasi Total Pengeluaran Penerimaan Bersih (B) Saldo Awal Saldo Akhir 7,500,000 2,000,000 5,500,000 23,100,000 3,100,000 1,200,000 27,400,000

1,500,000 1,500,000 36,400,000 2,520,000 1,500,000 4,020,000

Form Cash Budget


No I Uraian Penerimaan - Penjualan Tunai - Piutang Usaha - Lain-lain Total Penerimaan Pengeluaran Pembayaran Hutang Dagang - APL - AAM - BSP - Esenval - Tempo - Lainnya Total Pembayaran HD Biaya Usaha - Biaya Pegawai - Biaya Tak langsung - BiayaAsuransi - Biaya Pajak - Biaya Pemeliharaan - Biaya Umum - Biaya serba-i - Biaya Penjualan Total biaya Opr. Setor Pajak Total Pengeluaran III Selisih Penerimaan dng Pengeluaran Minggi I Minggi 2 Minggi 3 Minggi 4 Total

II 1

Merencanakan Penerimaan Penjualan Tunai Perncanaan cash flows diabuat satu tahun dibreakdown per bulan /perminggu Dasar Perencanaan cash flows bulanan Anggaran Peusahaan Bulan Yang Bersangkutan Realisasi bulan sebelumnya mereview AP Revisi Kondisi bulan yg bersangkuatan ada peristiwa/momen yg mempengaruhi perolehan penjualan ada program peningkatan penjualan Indentifikasi resiko (Resiko adalah sesuatu /kondisi yang dapat menyebabkan rencana tidak tercapai) Dokter potensial cuti beberapa hari Sejauh mana dampak yang ditimbulkan alternatif pemecahan masalah listrik mati dampak terhadap perolehan penjualan tunai Stok kosong tindakan yang harus diambil

Merencanakan Penerimaan Pembayaran piutang Kenali debitur Perjanjian pembayaran Realisasi pembayaran sebelumnya Indentifikasi resiko terlambat pembuatan alat tagih adanya claim ketidak sesuaian tagihan debitur tdk memiliki dana Frekuensi penagihan

Penjualan Aktiva Tetap

Nilai ekonomis telah habis (disusutkan)/tidak produktif Nilai aktiva (gedung tempat usaha)terlalu tinggi dibanding dengan hasil dari aktiva tersebut

Penerimaan Dividen Penerimaan Kredit Modal kerja

Investasi Jangka Pendek Sebagai dana talangan Pilih dengan sistem pengguaan dibawah atau sama dengan plofond kredit

Penerimaan Kredit Investasia

Tidak tersedia dana perusahaan Untuk membiayai proyek/investasi Pembayaran dari hasil proyek tersebut Memerlukan jaminan

Pembayaran Hutang Dagang

dipengaruhi oleh pola pengadaan -->

Sesuai kebutuhan Mendapatkan ekstra discout Butuh waktu pengadaan Tempat penyimpanan

Biaya Usaha Pengeluaran Pajak

Program cost redaction PPN PPh karyawan

Menghindari pemborosan

Selisih pajak keluaran dan masukan Sebagai tunjangan pajak (gross up)

Pembelian Aktiva Tetap

Direncanakan karena melibatkan dana relatif besar Harus menunjang operasional perusahaan

Pembiayaan outlet baru

Direncanakan realisasinya ( TW I,II, III atau IV) Ada study kelayakan

Pengendalian Pengendalian terhadap cash flows

Tindakan yang meyakinkan bahwa perencanaan telah ditindak lanjuti Tindakan meyakinkan bahwa apa yang telah disajikan dalam cash flows budget dapat direalisasikan serta mencegah terjadinya penyimpangan baik disengaja maupun karena kelemahan sistem. Pemisahan fusnsi (pencatatan, otorisasi, penerimaan dan pengawasan) Penetapan tanggungjawab Rekonsilisi bank --> dana riil (mencegah dana idle)

Pengendalian Penerimaan

Pengendalian Pengeluaran

Otorisasi Kebenaran formal dan materil Sesuai anggaran --> jika melebihi izin personel berwenang

TERIMA KASIH

S
1. 2.

W
1. ORGANISASI BELUM EFEKTIF 2. HPP DAN BIAYA TINGGI 3. KUALITAS LAYANAN MASIH RENDAH 4. BELUM BEROPERASI SEBAGAI APOTEK JARINGAN DG KONSEP MODERN 5. BELUM MEILIKI IT YANG TERINTEGRASI 6. PENGELOLAAN INVENTORY DAN PIUTANG BELUM OPTIMAL 7. PENGELOLAAN SPACE BELUM OPTIMAL 8. PRODUKTIVITAS PEGAWAI MSH RENDAH

3. 4.

5.

JUMLAH APOTEK BANYAK(328) DAN TERSEBAR DI SELURUH WIL. INDONESIA SEBAGIAN BESAR OUTLET BERLOKASI STRATEGIS BRAND AWARENESS CUKUP TINGGI MEMILIKI PENGALAMAN DAN KOMETENSI DLM MENGELOLA BISNIS APOTEK STRUKTUR MODAL CUKUP KUAT(DER 41:59)

O
1. 2. 3. 4. 5. 6.

SO
SALES GROWTH : PENGEMBANGAN APOTEK DG FORMAT BARU PENAMBAHAN JUMLAH APOTEK

WO
CUSTOMER FOCUS PENINGKATAN KEPUASAN PELANGGAN: VALUE ADDED SERVICE CRM PRODUCT QUALITY

7.

PERTUMBUHAN EKONOMI 5 TH MENDATANG 6-8 % PERTUMBUHAN PASAR FARMASI 5 TH MENDATANG 12-14% TINGKAT SUKU BUNGA BANK MULAI TURUN BISNIS ASURANSI KESEHATAN SEMAKIN BERKEMBANG PROGRAM PEMERINTAH UNTUK ASKESKIN MENINGKATNYA PEREDARAN OBAT PALSU DAN ILEGAL MASYARAKAT LEBIH SELEKTIF MEMILIH APOTEK DISAHKANNYA UU SJSKN

T
1. 2. 3. 4.

ST
AKUISISI APOTEK PH 3 YG MENGALAMI MISMANAGEMENT TETAPI MASIH PROSPEKTIF

WT
EFISIENSI: OPTIMALISASI HPP & BIAYA OPRS OPTIMIALISASI UTILITAS ASSET ( SPACE, INVENTORI DAN PIUTANG) IT YANG TERINTEGRASI PENINGKATAN PRODUKTIVITAS PEG: OPERATIONAL EXCELLENT WORKFORCE CONDUCIVE WORK CLIMATE

5.

6.

NILAI TUKAR RUPIAH MELEMAH MASUKNYA JARINGAN APOTEK PMA PERIZINAN APOTEK DIPERMUDAH KONSUMEN SEMAKIN EDUCATED, DEMANDING DAN LIBERAL REGULASI: PENURUNAN MARGIN, PENURUNAN HARGA OGB DAN BRANDED GENERIK, PEMBATASAN TEMPAT PRAKTIK DOKTER DITERAPKANNYA BILLING SYSTEM DI RS PEMERINTAH

Misi, Visi, dan Strategi


M I S I

Visi

1.

Menjadi perusahaan jaringan layanan Farmasi yang terkemuka di Indonesia

2.

3.

Memberikan jasa layanan prima atas ritel farmasi dan jasa terkait serta memberikan solusI jasa layanan kefarmasian bagi pelanggan. Meningkatkan nilai perusahaan untuk pemegang saham dan pihak-pihak yang berkepentingan dengan berdasarkan prinsip GCG Mengembangkan kompetensi dan komitmen SDM yang lebih profesional untuk meningkatkan nilai perusahaan dan kesejahteraan SDM
STRATEGI

Cost Effectiveness Growth Profitability