Anda di halaman 1dari 8

ANALISIS FOURIER

Kusnanto Mukti W.
Jurusan Fisika Fakultas MIPA Universitas Sebelas Maret

Abstrak

Analisis fourier adalah cara matematis untuk menentukan frekuensi dan amplitudo
harmonik. Percobaan ini bertufuan untuk menentukan frekuensi dan amplitudo harmonik
gelombang kotak dan gergafi dengan function generator, osiloskop dan Waveform Analy:er .
Waveform analy:er adalah alat yang dapat mefilter/memilah gelombang berdasarkan spesifikasi
yang ditentukan dalam panel ala. Spesifikasi wave form tipe pasco WA9302A ada empat fenis,
band refect, band pass, low pass, dan high pass. Pada tiap filter divariasikan freuensi 20-200
H:, 200-2000H:, dan 2-20 KH: dan menggunakan gelombang gergafi. Setelah dilakukan
penelitian dengan metode eksperimen langsung menggunakan wave form dan diamati
menggunakan osiloskop diketahui bentuk gelombang sebelum di filter dan setelah difilter
memiliki perbedaan.
Kata kunci : Analisis fourier, frekuensi, wavefrom

I. !0ndahuluan
a. Latar B0lakang
Gerak gelombang merupakan salah
satu gejala Iisis yang paling penting dan
paling umum dijumpai dalam dunia alami.
Segala sesutau yang terlihat dan terdengar,
tidak ada yang terlepas dari peranan
penjalaran gelombang elastic ataupun
gelombnagelektro magnet. Tidak hanya
terbatas pada peranana alami tersebut, gejala
gelombang kini telah dimanIaatkan dalam
sistem penginderaan, sistem komunikasi dan
sistem inIormasi. Salah satu metode yang
dapat digunakan untuk menganalisis bentuk
gelombang yaitu menggunakan cara Analisis
Fourier. Konsep utama algoritma analisis
Iourier adalah mengubah sinyal yang berbasis
waktu menjadi berbasis Irekuensi dengan
membagi masalah menjadi beberapa masalah
yang lebih kecil. Frekuensi sendiri terdiri dari
sinyal sinyal yang dikarakteristikan oleh suatu
variasi amplitudo dengan waktu dari beberapa
kuantitas Iisik.

b. %ujuan
. Menentukan Irekuensi dan ampitudo
harmonik dari gelombang kotak.
2. Menentukan Irekuensi dan ampitudo
harmonik dari gelombang gigi gergaji.

II. %injauan !ustaka

Analisis Iourier adalah cara matematis
untuk menentukan Irekuensi dan amplitudo
harmonik. Proses ini digunakan untuk
memecahkan masalah bentuk gelombang
kompleks yang meguraikan gelombang itu
menjadi komponen sinusoidal. Berikut deret
Iourier :
() =
o
0

+ o
1
cos
n

+ o
2
cos
n

+ .
b
1
sn
nx
I
+ b
2
sn
2 x
I
+ .

u
0
2
+ _ (
\
1
o
n
cos
nnx
I
+ b
n
sn
nnx
I
)
Dimana
o
n
=
1
I
] () cos
nnx
I

I
-I

b
n
=
1
I
] () sin
nnx
I

I
-I

Dengan n 0, , 2, 3, .
Jika I (x) merupakan Iungsi ganjil maka
berlaku,
b
n
=

_ () sin
nn


I
0

o
n
= 0
Jika I (x) merupakan Iungsi genap maka
berlaku,
o
n
=

_ () cos
nn


I
0

b
n
=
( Marry L. Boas, 3)
Andaikan Iungsi I (x) memenuhi siIat-siIat :
. Berharga tunggal dan terbatas, dengan
jumlah maksimum dan minimum yang
terbatas pada selang terbatas
2. Memiliki diskontinuitas yang terbatas
jumlahnya di dalam selang tersebut
3. Integrabel secara mutlak;
] | ()|
x+ n
x- n
terbatas
4. Periodic dengan periode 2a, I (x 2a)
I (x)
Maka I (x) dapat dijabarkan dalam bentuk
deret Iourier.
(Tjia, M.O, 3)
Filter adalah adalah sebuah rangkaian
yang dirancang agar melewatkan suatu pitra
Irekuensi tertentu seraya memperlemah semua
isyarat di luar pita ini. Pengertian lain dari
Iilter adalah rangkaian pemilih Irekuensi agar
dapat melewatkan Irekuensi yang diinginkan
dan menahan (couple)/membuang (by pass)
Irekuensi lainnya. Jaringan-jaringan Iilter bisa
bersiIat aktiI maupun pasiI. Jaringan Iilter
pasiI hanya berisi tahanan, inductor dan
kapasitor saja. Jaringan Filter aktiI berisikan
transistor atau op-amp ditambah tahanan,
induktor dan kapasitor. Adapun Jenis-Jenis
Filter :
. Filter Low Pass adalah sebuah
rangkaian yang tegangan keluarannya
tetap dari dc naik sampai ke suatu
Irekuensi cut-oII Ic. Bersama naiknya
Irekuensi di atas Ic, tegangan
keluarannya diperlemah (turun).Low
Pass Filter juga melewatkan Irekuensi
rendah serta meredam/menahan
Irekuensi tinggi.



ff 8angkalan Low ass lllLer

Pita Lewat : Jangkauan Irekuensi yang
dipancarkan Pita Stop : Jangkauan
Irekuensi yang diperlemah. Frekuensi
cutoII (Ic) : disebut Irekuensi 0.707,
Irekuensi 3-dB, Irekuensi pojok, atau
Irekuensi putus.
2. Filter High Pass memperlemah
tegangan keluaran untuk semua
Irekuensi di bawah Irekuensi cutoII Ic.
Di atas Ic, besarnya tegangan keluaran
tetap. Garis penuh adalah kurva
idealnya, sedangkan kurva putus-putus
menunjukkan bagaimana Iilter-Iilter
high pass yang praktis menyimpang
dari ideal. Pengertian lain dari High
Pass Filter yaitu jenis Iilter yang
melewatkan Irekuensi tinggi serta
meredam/menahan Irekuensi rendah.



ambar 2. Rangkaian High Pass
Filter

3. Filter Band Pass hanya melewatkan
sebuah pita Irekuensi saja seraya
memperlemah semua Irekuensi di luar
pita itu. Pengertian lain dari Band Pass
Filter adalah Iilter yang melewatkan
suatu range Irekuensi. Dalam
perancangannya diperhitungkan nilai
Q(Iaktor mutu).Dengan:
B lebar pita Irekuensi
Q Iaktor mutu
Io Irekuensi cut oII




ambar 3. Rangkaian Band pass
Iilter

4. Filter Band Reject, yaitu Iilter band
reject menolak pita Irekuensi tertentu
seraya melewatkan semua Irekuensi
diluar pita itu.Bisa juga disebut Band
Reject merupakan kebalikan dari Band
Pass, yaitu merupakan Iilter yang
menolak suatu range Irekuensi. Sama
seperti bandpass Iilter, band reject juga
memperhitungkan Iaktor mutu.


ambar 4. Rangkaian Band reject
Iilter twin T

(Feri Sudarwiyanto, 20)

III. M0tod0logi p0n0litian
1. Alat dan Bahan
. Function Generator
2. Waveform Analy:er model WA 302A
3. Ossiloscop
4. Kabel penghubung

2. !ros0dur
Output dari Iunction generator sebagai
pembangkit gelombang menjadi input bagi
Iilter juga sebagai masukan chenel untuk
osiloskop. Output dari Iilter menjadi
masukan chenel 2 untuk osiloscop. Data
diambil dengan mengatur panel Iilter (bend
pass, bandreject, low pass, dan high paas).
Frekuensi Iilter diatur dengan variasi 3
kali. Dilakukan pengamatan pada
osiloscop untuk chenel dan 2.

IV. ata
. Gelombang gergaji

ambar 5
H
A 7,2 Volt
T

2,x0
-3
s
I 476, Hz

BAND REJET
ambar 6
H 2(2-20 kHz)
I
analyzer
kHz
A 0 V
T
output
2 x0
-3
s
I 500 Hz
ambar 7
H 2 (200-2000
Hz)
I
analyzer
0Hz
A 0 V
T
output
2 x0
-3
s
I 500 Hz

ambar 8
H 2 (20-200
Hz)
I
analyzer
,0Hz
A 0 V
T
output
2 x0
-3
s
I 500 Hz
BAND PASS
H 2(2-20 kHz)
I
analyzer
,24kH
z

ambar 9
ambar 10
H 2 (200-2000
Hz)
I
analyzer
24Hz

ambar 11
H 2 (20-200
Hz)
I
analyzer
2,4Hz
A 2,4 V
T
output
2,2x0
-3
s
I 454,5 Hz
LOW PASS
ambar 12
H 2(2-20 KHz)
I
analyzer
7,kH
z
T
output
2,2x0
-3
s
I 454,5 Hz
ambar 13
H 2(200-2000
Hz)
I
analyzer
7Hz
T
output
2x0
-3
s
I 500 Hz
ambar 14

H 2 (20-200
Hz)
I
analyzer
7,Hz
A 0, V
T
output
2x0
-3
s
I 500 Hz
HIGH PASS

ambar 15
H2(2-20 kHz)
I
analyzer
0,24
kHz
ambar 16
H 2 (200-2000
Hz)
I
analyzer
024Hz
ambar 17
H 2 (20-200
Hz)
I
analyzer
04,2Hz
A 24 V
T
output
2,x0
-3
s
I 476, Hz
2. Gelombang kotak
ambar 18
H
A 7,2 Volt
T
input
2,x0
-3
s
I 476, Hz

BAND REJET
H 2(2-20 kHz)
I
analyzer
kHz
A 0 V
T
output
2 x0
-3
s
I 500 Hz
ambar 19
ambar 20
H 2 (200-2000
Hz)
I
analyzer
77Hz


ambar 21
H 2 (20-200
Hz)
I
analyzer
7,7Hz
A 00 V
T
output
2,x0
-3
s
I 476, Hz
BAND PASS
ambar 22
H 2(2-20 kHz)
I
analyzer
7,kHz

ambar 23
H 2 (200-2000
Hz)
I
analyzer
77Hz

ambar 24
H 2 (20-200
Hz)
I
analyzer
7,7Hz

LOW PASS
ambar 25
H 2(2-20 KHz)
I
analyzer
7,kHz

ambar 26
H 2(200-2000
Hz)
I
analyzer
77 Hz

ambar 27
H 2 (20-200
Hz)
I
analyzer
7,7Hz
HIGH PASS
ambar 28
H2(2-20 kHz)
I
analyzer
7,kHz
ambar 29
H 2 (200-2000
Hz)
I
analyzer
77 Hz
ambar 30
H 2 (20-200
Hz)
I
analyzer
7,7Hz


V. !0mbahasan
Percobaan Analisi Fourier ini
dilakukan dengan tujuan mengetahui
Irekuensi dan amplitudo harmonik dari
belombang kotak, juga menentukan Irekuensi
dan aplitudo harmonik dari gelombang
gergaji. Digunakan Iunction generator sebagai
pembangkit gelombang kotak dan gelombang
gergaji. Wave Iorm (tipe pasco WA 302a)
sebagai Iilter yang nantinya kan divariasi jenis
Iilter (band reject, band pass, low pass, dan
high pass) yang masing-masing divariasikan
Irekuensi Iilternya. Untuk mengamati bentuk
gelombang sebelum Iilter (dari Iuction) dan
sesudah Iilter digunakan osiloskop. Sebagai
chanel adalah output Iunction generator dan
sebagai chenel 2 adalah output dari Iilter.
Percobaan dimulai dengan proses
perangkaian. Sumber gelombang dari Iunction
menjadi input untuk Iilter Wave Iorm (tipe
pasco WA 302a) dan juga masukan untuk
osiloskop (H). Output dari Iilter akan
masuk menjadi input osiloskop (H2). Data
diambil untuk setiap jenis Iilter dengan variasi
Irekuensi Iilter tiga kali.
Macam-macam yang digunakan pada
Waveform Analy:er yaitu, band reject Iilter
merupakan Iilter yang hanya melewatkan
Irekuensi selain pada Irekuensi Waveform
Analy:er. Sedangkan band pass Iilter
merupakan kebalikan dari band reject Iilter
yang melewatkan Irekuensi sesuai pada
Ireuensi Waveform Analy:er. Low pass Iilter
merupakan Iilter yang hanya melewatkan
Irekuensi dibawah range Irekuensi Waveform
Analy:er. Sedangkan high pass Iilter
merupakan kebalikan dari low pass Iilter yang
hanya melewatkan Irekuensi diatas range
Irekuensi Waveform Analy:er.
Percobaan ini dimulai dengan
mengatur bentuk gelombang yang akan
digunakan. Bentuk gelombang yang
digunakan yaitu gelombnag gergaji dan kotak,
dimana Irekuensi input pada Iunction
generator yaitu menggunakan 000 Hz dan
ketika ditampilkan pada osiloskop tanpa
melewati Waveform Analy:er besar Irekuensi
yang terukur adalah 476, Hz. Hal ini
dikarenakan karena Irekuensi telah melewati
beberapa hambatan sehingga Irekuensi yang
terbaca pada osiloskop hanya seperbagian dari
Irekuensi awal. Dengan variasi beberapa
model Iilter dan tanpa Iilter akan diperoleh
bentuk gelombang yang berbeda pula untuk
tiap Iilter, dan tiap range Irekuensi tertentu,
serta diperoleh data berupa periode, ampitudo,
dan Irekuensi. Tiap model Iilter divariasikan
range Irekuensi dari Waveform Analy:er yaitu
(2-20 kHz), (200-2000 Hz) dan (20-200 Hz).
Percobaan pertama menggunakan
bentuk gelombang gergaji, diperoleh data
dengan hasil bentuk gelombangnya. Pada
band reject Iilter, untuk setiap range
Waveform Analy:er diperoleh amplitudo dan
periode yang sama begitu pula dengan hasil
gelombang yang terbentuk hampir sama. Pada
band pass Iilter range 20-200 Hz
menghasilkan gelombang sinusoidal, padahal
sebelumnya merupakan gelombang gergaji hal
ini dikarenakan amplitudo yang dihasilkan
terlalu kecil. Tiap model Iilter diperoleh
periode yang hampir sama sehingga
Irekuensinya juga hampir sama, namun
amplitudonya berbeda beda yang akan
mempengaruhi hasil bentuk gelombang pada
osiloskop. Percobaan ke dua menggunakan
bentuk gelombang kotak. Bentuk gelombang
yang divisualisasikan pada osiloskop
cenderung tidak sederhana atau kompleks
sehingga tidak dapat diukur amplitudo dan
Irekuensinya secara langsung untuk semua
Iilter.
Pada low pass Iilter yang hanya akan
melewatkan Irekuensi dibawah Irekuensi
Waveform Analy:er, jika melebihi dari
Irekuensi yang disyartakan tersebut maka
akan terjadi peredaman. Konsep utama
algoritma analisis Iourier ini adalah mengubah
sinyal yang berbasis waktu menjadi berbasis
Irekuensi dengan membagi masalah menjadi
beberapa masalah yang lebih kecil.
Gelombang kotak merupakan termasuk Iungsi
ganjil seperti I(x) x , sedangkan gelombang
gergaji merupakan termasuk Iungsi genap
seperti I(x) cos x


VI. K0simpulan
. Prinsip kerja dari percobaan ini yaitu
Iunction generator sebagai inputan
gelombang akan dilewatkan pada
Waveform Analy:er sebagai output yang
akan memIilter gelombang dengan
beberapa model Iilternya dan ditampilkan
hasilnya pada osiloskop sehingga dapat
ditentukan Irekuensi dan amplitudonya.
2. Prinsip kerja waveform analy:er
berdasarkan Iilter
a. Filter band reject hanya akan
meloloskan gelombang yang seIase
dengan gelombang Iilter.
b. Filter band pass hanya akan
meloloskan gelombang yang berbeda
Iase dengan gelombang Iilter.
c. Filter low pass hanya akan meloloskan
gelombang yang memiliki Irekuensi
lebih tinggi dari Irekuensi analis
d. Filter high pass hanya kan meloloskan
gelombang yang memiliki Irekuensi
lebih rendah dari Irekuensi analis





VII. aftar pustaka
Bani Hardi Ariq,dkk. 20. low pass filter.
Jakarta: STSN
Abdulah, Agus.200.analisis Iourier-deret
Iourier-transIormasi Iourier. UNDIP:
Semarang
Boas Marry L., 3. Mathematical Methods
in The Physical Science. anada:
DePaul University
Sudarwiyanto Feri. 20. low pass filter .
Surabaya: ITS
Tjia, M.O. 3. Gelombang. Solo : Dabara
Publisher.
phys.unpad.ac.id/wp-
content/uploads/200/03/BAB6A-
ANALISIS FOURIER.pdI