1 BAB I

PENDAHULUAN Latar Belakang Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) memiliki posisi penting dalam penyelenggaraan pendidikan non formal terbukti dengan telah dimasukkannya PKBM sebagai salah satu satuan pendidikan non formal dalam UU No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Sebagaimana diketahui bahwa PKBM adalah wadah penyelenggaraan berbagai program pendidikan non formal yang dibentuk dan diselenggarakan oleh masyarakat untuk membelajarkan masyarakat di lingkungannya. Selama ini PKBM sudah berkembang walaupun secara kuantitas masih kecil bila dibandingkan dengan luasnya wilayah yang harus dijangkau. Karena pada prinsipnya satu PKBM memiliki wilayah satu desa atau kelurahan. Dengan demikian diharapkan ruang lingkup PNF yang sangat beragam, sasaran yang besar dan bervariasi serta sikap dan sifat sasaran khusus dapat terlayani. PKBM merupakan lembaga yang dapat memberikan akses pendidikan sehingga kesempatan masyarakat memperoleh PNF yang membutuhkan penanganan

pendidikan semakin luas. PKBM yang ada sekarang sudah dapat menunjukkan fungsinya memenuhi kebutuhan masyarakat namun karena keterbatasan para pengelola tidak jarang PKBM yang sudah berjalan justru tidak bisa beroperasi terus secara maksimal bahkan tragisnya

PEDOMAN BLOCK GRANT RINTISAN PKBM PEMBINA

banyak pula berhenti beroperasi. Salah satu hal yang masih dirasakan selama ini adalah lemahnya manajemen dan pengelolaan program Pendidikan Kesetaraan yang diterapkan di PKBM. Untuk itu harus ada upaya pengembangan, penguatan dalam meyelenggarakan program Pendidikan Kesetaraan dengan

menggerakkan daya dukung dari semua potensi yang ada agar penyelenggaraan pendidikan kesetaraan dapat eksis dan

semakin berkembang dan lulusannya benar-benar berkualitas.

Sehubungan dengan hal tersebut diatas, BPPNFI Regional I tahun 2007 melaksanakan pembinaan dan pemberdayaan PKBM

melalui Rintisan PKBM Pembina terutama untuk Pendidikan Kesetaraan. PKBM Pembina diharapkan dapat terbentuk minimal 1 (satu) lembaga di di Setiap kabupaten/kota sehingga dapat dijadikan contoh tauladan bagi PKBM lainnya yang berada di Kab/Kota tersebut baik program dari segi managemen Kesetaraan. dan Untuk

penyelenggaraan

Pendidikan

mendukung pelaksanaan PKBM Pembina tersebut salah satu kebijakan yang ditempuh dengan menyalurkan sejumlah dana Rintisan kepada PKBM Pembina. Agar pengelolaan dana tersebut dapat terlaksanan dengan lancar dan memberikan hasil yang baik maka perlu disusun pedoman agar para pelaksana di lapangan dapat dengan segera memulai perencanaan kegiatan dan mengelola program yang diselenggarakan sesuai dengan

3 acuan yang ada. Surat Keputusan Mendiknas No. Surat Keputusan Mendiknas No. Tujuan Pemberian Dana Blok Grant a. memberikan motivasi kepada PKBM untuk meningkatkan kinerjanya dalam rangka pelayanan pendidikan non formal dan informal di masyarakat terutama dalam penyelenggaraan program Pendidikan Kesetaraan PEDOMAN BLOCK GRANT RINTISAN PKBM PEMBINA . Peraturan Pemerintah No. Dasar Undang-undang Republik Indonesia Nomor : 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Tujuan Pedoman Tujuan pedoman ini adalah untuk memberikan informasi bagi calon penerima block grant Rintisan PKBM Pembina dan stakeholder terkait tentang program pemberian dana block grant ini sekaligus sebagai panduan untuk mendapatkannya dan mempertanggung jawabkannya. 28 tahun 2007 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pengembangan Pendidikan Non Formal dan Informal (BP-PNFI) . 41 tahun 2003 tentang Perincian tugas BP-PLSP. Tujuan 1. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. 2.

Ditinjau dari Sarana Prasarana Gedung miliki Sendiri Ruang belajar minimal ada 3 (tiga) ruangan yang layak sebagai ruang belajar Memiliki ruang seketariat/Pengelola Memiliki ruang tamu Memiliki mobiler yang memadai (meja. lainnya yang Lembaga Penyelenggara Program Penerima bantuan ini adalah PKBM yang terpilih menjadi PKBM Pembina. kursi. Memberikan apresiasi kepada PKBM terbaik dalam penyelenggaraan Pendidikan Kesetaraan untuk lebih maju lagi Mendorong lebih berfungsinya PKBM Pembina dalam meningkatkan dan menperluas akses pendidikan Kesetaraan yang dapat dijadikan contoh oleh PKBM atau satuan pendidikan ada di Kab/Kotanya. lemari dll) Memiliki komputer dan mesin tik Memiliki kamar mandi dan WC/MCK Memiliki jaringan listrik dan air bersih Ditinjau dari Identitas dan Legalitas PKBM Memiliki papan nama yang standar (minimal 1x 2 m) .b. Kriteria PKBM Pembina adalah sebagai berikut: 1.

5 Memiliki struktur organisasi Memiliki izin operasional dari Dinas Pendidikan setempat Memiliki Akte Pendirian Ada nomor rekening lembaga Ada NPWP lembaga Ditinjau dari Program minimal memiliki 3 jenis program Telah melaksanakan program PNF terutama program Pendidikan Kesetaraan minimal 3 tahun tanpa henti Telah meluluskan warga belajar Pendidikan Kesetaraaan minimal 2 (dua) kali Angka Kelulusan Warga Belajar tahun terakhir minimal 80 % Menerapkan Kesetaraan Mempunyai mitra kerja dibuktikan dengan MOU model-model pembelajaran Pendidikan Pendidikan Kesetaraan dua Ditinjau dari Ketenagaan Memiliki kepengurusan PKBM dilengkapan dengan rincian tugas dan tanggungjawab yang jelas. Memiliki data sasaran program pembelajaran/pelatihan PNF sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Memiliki nara sumber teknis PEDOMAN BLOCK GRANT RINTISAN PKBM PEMBINA . jumlah pengurus/pengelola PKBM minimal 4 orang Memiliki Data Tutor setiap program dibuktikan dengan SK.

Ditinjau dari Administrasi Memiliki Papan struktur organisasi dan nama pengurus Memiliki Daftar perincian tugas masing-masing pengurus/pengelola Memiliki Anggaran Dasar (AD) Memiliki Anggaran Rumah Tangga (ART) Memiliki Stempel PKBM Memiliki Daftar nama tutor/tenaga pendidik/fasilitator/nara sumber keterampilan Memiliki Daftar rencana kegiatan (tahunan) Memiliki Daftar hadir pengurus pengelola dan tutor/tenaga pendidik/fasilitator/nara sumber keterampilan Memiliki Jadwal pembelajaran/pelatihan setiap program kegiatan Memiliki File notulen rapat atau hasil kesepakatan dari setiap pertemuan Memiliki Buku Tamu Memiliki Buku Agenda Memiliki Buku Ekspedisi Memiliki Buku Notulen Rapat Memiliki Buku induk warga belajar per masing-masing program Memiliki Buku absensi warga belajar dari setiap jenjang program .

monitoring dan Pembinaan.7 Memiliki Buku catatan keuangan Memiliki Buku Induk Barang/Inventaris Memiliki Buku penilaian warga belajar Memiliki Buku modul sesuai program Besar Dana Bantuan Dana Bantuan Langsung (Block Grant) Program Rintisan PKBM Pembina bersumber dari DIPA BPPNFI T. Administrasi Umum/dukungan managemen : Max 10 % (dialokasikan untuk.000/PKBM Pembina . pengadaan dan penggandaan PEDOMAN BLOCK GRANT RINTISAN PKBM PEMBINA .A 2008 sebesar Rp.000. Untuk 50. pembuatan laporan serta ATK Pengelolaan dana bantuan 2. kegiatan koordinasi/konsultasi.(Lima puluh juta rupah). PKBM Pembina ini digunakan untuk kegiatan ( dialokasikan untuk penambahan sarana dan prasarana untuk PBM Pendidikan Kesetaraaan.. Tahun 2008 ini disediakan dana untuk 8 (Delapan) PKBM Pembina di Wilayah kerja BP-PNFI Dana Rintisan sebagai berikut : 1. Peningkatan sarana prasarana : Max 15 % Regional I.

media atau sarana belajar lainnya ) Kegiatan PKBM Pembina : Max 75 % (dialokasikan untuk penyelenggaraan program pendidikan kesetaraan dengan penerapan berbagai model pembelajaran pendidikan kesetaraan) BAB II PROSEDUR PENYUSUNAN DAN PENGAJUAN PROPOSAL Penyusunan Proposal Untuk memperoleh Bantuan. nama dan alamat lembaga lengkap dengan kode pos. nomor telepon serta nomor fax) Lembar Pengesahan Ditanda tangani oleh kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dimana PKBM Pembina berada dan diketahui . Halamam Muka/Cover Proposal Halaman cover berisi judul proposal yang jelas dan fokus (diajukan kepada siapa dan untuk tujuan apa. PKBM Pembina wajib menyusun proposal minimal memuat : 1.modul.

Sistematika Proposal Kata pengantar Daftar isi BAB I : PENDAHULUAN Latar Belakang Dasar Tujuan BAB II : Profil PKBM Visi dan Misi Kegiatan yang telah dilaksankanakan dan hasil yang sudah diperoleh Struktur organisasi PKBM Pembina Jumlah Tenaga Pendidik Jumlah Warga Belajar yang telah di bina Sumber Dana Mitra Kerja BAB III : Rencana Kerja Uraian yang jelas mengenai rencana dan program kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun 2008 dari dana block grand yang diterima lengkap dengan jadwal kerja PEDOMAN BLOCK GRANT RINTISAN PKBM PEMBINA . 3.9 oleh Kepala BPKB.

Sanggup melaksanakan Mekanisme Pengajuan Proposal Proposal usulan untuk memperoleh dana pemberdayaan PKBM Pembina yang telah disusun sesuai dengan petunjuk di atas dikirimkan langsung ke BPPNFI Regional I Jln Kenanga Raya no.Lampiran 1. Anggaran dasar dan Rumah tangga Foto-foto kegiatan Foto Copy Rekening PKBM Surat Pernyataan Pekerjaan/Program/keg. Lampiran . Rencana Penggunaan Dana Mengambarkan pemanfaatan dana dana block grand untuk mendukung pelaksanaan kegiatan PKBM Pembina dengan memperhatikan komponen pembiayaan dari setiap target sasaran yang akan dicapai. 64 Tanjung Sari Medan sebanyak rangkap 2 (dua) asli.b. Proposal sampai ke BPPNFI Regional I paling lambat akhir . Akte pendirian lembaga oleh Notaris 2. BAB IV : Penutup Berisikan iktisar dari isi proposal dengan maksud memperkuat hal-hal yang menjadi fokus kegiatan.

Kasi/ Kasubbag dan Pamong Belajar PEDOMAN BLOCK GRANT RINTISAN PKBM PEMBINA . akan diproses lebih lanjut untuk pencairan dana block grant. BAB III PENILAIAN PROPOSAL DAN PENETAPAN LEMBAGA Tim Penilai Tim Penilai Proposal BPPNFI dibentuk dan ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Kepala BP-PNFI Regional I. Tim Penilai direkrut dari unsur Tim Akademisi.11 Mei 2008 Proposal yang telah diterima di BPPNFI akan didata selanjutnya disampaikan kepada Tim Penilai Proposal untuk di nilai BPPNFI Melimpahkan Kewenangan Penilaian Proposal kepada Tim Penilai Proposal Proposal yang dianggap sah dan layak oleh tim penilai proposal dan ditentukan sebagai lembaga penerima.

Program Pendidikan Kesetaraan yang telah dan akan dilaksanakan d. Tujuan penyelenggaraan Program PKBM Pembina c. kelengkapan proposal a. Rencana dan jadwal pelaksanaan kegiatan Kelengkapan lampiran yang tentang dimiliki administrasi oleh lembaga dan dan data akan pendudukung dimanfaatkan untuk mendukung keberhasilan program PKBM Pembina Penetapan Lembaga Berdasarkan Hasil Penilaian. uraian tentang rencana penggunaan dana g. Sarana prasarana yang dimiliki dan dibutuhkan f. Tim Penilai akan mengajukan daftar . Alasan penyelenggaraan program PKBM Pembina b. Strategi yang digunakan e.BP-PNFI Regional I Mekanisme Penilaian Proposal yang masuk di data dan selanjutnya di nilai oleh tim Penilaian sesuai dengan kriteria penilaian proposal yang ditentukan yang meliputi : Kejelasan.

3. Penyaluran Dana Setelah proposal disetujui oleh Kepala BP-PNFI maka : Semua lembaga/organisasi yang ditetapkan sebagai penerima Block grant wajib menandatangani Akad Kerjasama. Mekanisme pencairan dana dilakukan dengan pengajuan dari BP-PNFI Regional I kepada Kantor Pelayanan Pembendaharaan Negara (KPPN). selanjutnya KPPN menerbitkan SP2D dan mentransfer dana Block grant ke rekening lembaga/organisasi penerima PEDOMAN BLOCK GRANT RINTISAN PKBM PEMBINA . Akad Kerjasama dimaksud pada butir 1 ditandatangani oleh pimpinan lembaga/organisasi dengan Kepala BPPNFI Regional I.13 calon penerima block grant Rintisan PKBM Pembina kepada Kepala BP-PNFI yang kemudian akan menetapkan lembaga melalui Surat penerima dana Rintisan PKBM Pembina tersebut Keputusan.

BAB IV PENGENDALIAN PELAKSANAAN PROGRAM Pemantauan Pemantauan dan Pembinaan merupakan suatu rangkaian oleh kegiatan untuk memastikan kualitas pemanfaatan dana Pkbm Pembina penerima dana blok grant. Pemantauan dilakukan dengan berbagai cara seperti menganalisis laporan. ketepatan waktu penyaluran dana dan ketepatan pemanfaatan dana sesuai dengan proposal yang telah diajukan. Pemantauan selain memiliki fungsi pengawasan juga berfungsi sembagai pembina artinya pemantauan tidak hanya mencari masalah dan penyimpangan akan tetapi juga memberikan alternatif solusi mengatasi berbagai masalah dan juga upaya dalam rangka peningkatan mutu program Pendidikan Non Formal. Hasil pemantauan disusun menjadi laporan tertulis dan dikirim ke BPPNFI Regional I . Pemantauan ditujukan untuk memastikan ketepatan penerima dana. Pemantauan dan pembinaan menjadi tanggung jawab BP-PNFI Regional I dan Dinas Pendidikan Kab/Kota. Hasil Pemantauan diharapkan dapat untuk mengidentifikasi dan mengantisipasi sedini mungkin masalah atau penyimpangan yang terjadi. melakukan kunjungan langsung kelapangan. Pelaksanaan Pemantauan dilakukan setelah 2 (dua) bulan dana blok grant diterima oleh lembaga penerima dalam hal ini PKBM Pembina .

yaitu: a. laporan pelaksanaan program setelah 4 (empat) bulan berikutnya c. sekurang-kurangnya disusun dan diajukan dalam 3 (tiga) tahap. b. Evaluasi dilakukan setelah 3 (tiga) bulan dana blok grant diterima oleh lembaga (PKBM Pembina) penerima atau sebulan setelah pemantauan. Laporan dimaksud meliputi: 1. Pertama. Pelaporan PKBM Pembina penerima dana block grant wajib membuat laporan sebagai bukti pertanggungjawaban atas dana yang diterima.15 Evaluasi Evaluasi dilakukan untuk mengetahui tingkat keberhasilan kegiatan. Hasil evaluasi disusun menjadi laporan tertulis dan dikirim ke BPPNFI Regional I. Kedua. Laporan pelaksanaan kegiatan. Ketiga. pemberitahuan kesiapan melaksanakan program paling lambat 2 minggu setelah dana block grant diterima. kekuatan yang perlu dikembangkan dan hal-hal lain yang perlu ditindaklanjuti untuk meningkatkan keberhasilan program. laporan akhir yaitu 8 (delapan) bulan setelah program selesai dilasanakan. Sedangkan evaluasi hasil program dilaksanakan setelah selesai penyelenggaraan atau diakhir tahun. PEDOMAN BLOCK GRANT RINTISAN PKBM PEMBINA . kelemahan yang perlu diperbaiki.

Isi laporan memuat.2. (5) solusi pemecahan yang dilakukan. (4) permasalahan dan kendala yang dihadapi. . Sistematika Laporan terlampir. (1) Laporan hasil pelaksanaan kegiatan yang telah dan akan ditindaklanjuti atau perkembangan program (2) Laporan pemanfaatan dana atau daya serap anggaran. (3) Hasil yang dicapai.

17 BAB V PENUTUP Dengan adanya acuan ini diharapkan dapat menginformasikan dengan jelas maksud dan tujuan pemberian bantuan/block grant. Pedoman penyaluran dan blok grant rintisan PKBM Pembina dibuat agar dipergunakan sebagai bahan acuan bagi pihakpihak yang berkepentingan baik dalam pelaksanaan maupun dalam menetapkan langkah tindak lanjut serta sebagai bahan penilaian bagi pimpinan terhadap pelaksanaan kegiatan. Dengan adanya pedoman ini diharapkan kegiatan penyaluran dana blok grant rintisan PKBM Pembina dapat berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. PEDOMAN BLOCK GRANT RINTISAN PKBM PEMBINA . mempermudah pengajuan bantuan dana sehingga pelaksanaan program rintisan PKBM dapat dilaksanakan secara efektif.

...................................... 1 Latar Belakang ......... iii ..... ii DAFTAR ISI ........ BAB I : PENDAHULUAN ............... 8 Mekanisme Pengajuan Proposal 10 BAB III : PENILAIAN PROPOSAL DAN PENETAPAN LEMBAGA ………… 11 ………………………………................................................. 3 Tujuan Pedoman ……………………………………………………........................ 7 BAB II : PROSEDUR PENYUSUNAN DAN PENGAJUAN PROPOSAL…… 8 Penyusunan Proposal ………………………………………………...DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR i KATA SAMBUTAN . 3 Lembaga Penyelenggara Program ……………………………............................... 4 Besar Dana Bantuan ………………………………………………......................... ............................................................ Dasar 1 ……………………………………………………………………....................................................................................

. ……………………… 16 ………………………………………………………………............... ………………………………………………..... PEDOMAN BLOCK GRANT RINTISAN PKBM PEMBINA ........... …………………………………………………………... 14 Pelaporan 14 BAB IV : PENUTUP ... B.. 13 A............19 Tim Penilai ……………………………………………………………...... ………………………………………………………………….......... 11 Mekanisme Penilaian 11 Penetapan Lembaga 12 Penyaluran Dana ……………………………………………………… 12 BAB IV : PENGENDALIAN PELAKSANAAN PROGRAM …………... 13 Evaluasi Pemantauan ………………………………………………...

PEDOMAN PEMBERIAN DANA (BLOCK GRANT) .

Sedangkan tujuan PKBM adalah PEDOMAN BLOCK GRANT RINTISAN PKBM PEMBINA . ekonomi dan budaya.21 RINTISAN PKBM PEMBINA DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN NONFORMAL DAN INFORMAL (BPPNFI) REGIONAL I TAHUN 2008 KATA PENGANTAR Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) adalah suatu wadah berbagai kegiatan pembelajaran masyarakat diarahkan pada pemberdayaan potensi untuk menggerakkan pembangunan di bidang sosial.

memperluas kesempatan warga masyarakat. M. Dalam upaya menyamakan persepsi dan menyelaraskan penyelenggaraan PKBM.Pd NIP. PKBM dibentuk dengan Prinsip dari. 130467405 KATA SAMBUTAN Menurut UU No 20 Tahun 2003 Sistem Pendidikan Nasional dinyatakan bahwa salah satu satuan pendidikan Non Formal . Pedoman ini tentulah belum sempurna. sehingga diharapkan masukan demi perbaikan dan penyempunaannya dimas-masa mendatang terima kasih. Untuk itu mulai tahun 2008 secara bertahap akan ditetapkan beberapa PKBM Pembina dalam wilayah tertentu dalam suatu aturan yang diputuskan berdasarkan masukan-masukan dari semua pihak. keterampilan dan sikap mental yang diperlukan untuk mengembangkan diri dan bekerja mencari nafkah. Penetapan PKBM Pembina tentu saja harus merupakan hasil penilaian yang objektif bahwa PKBM tersebut memang memiliki keunggulan-keunggulan terutama dalam penyelenggaraan program Kesetaraan. Untuk itu perlu dibuat suatu pedoman atau acuan dalam rangka penetapan PKBM Pembina sehingga dapat dipedomani oleh semua yang terkait. maka perlu dikembangkan alat ukur kelayakan penyelenggaraan PKBM. Agar peran PKBM semakin meningkat dalam memberikan layanan kepada masyarakat terutama dalam pelayanan pendidikan Kesetaraan maka diperlukan suatu kebijakan baru dengan menetapkan PKBM Pembina yang dapat dijadikan rujukan bagi PKBM yang lain disamping dapat pula memberikan pembinaan kepada PKBM yang ada diwilayah tertentu. Kepala BP-PNFI Drs. H. Artinya PKBM bukan milik pemerintah tetapi ditumbuhkan sendiri oleh masyarakat karena kebutuhan akan adanya layanan pendidikan non formal untuk memajukan masyarakat yang ada disekitar dimana PKBM di dirikan. oleh dan untuk masyarakat. Chairuddin Samosir. PKBM yang tumbuh dan berkembang berdasarkan kepentingan dan kemampuan masyarakat. khususnya yang tidak mampu untuk meningkatkan pengetahuan. dengan ide dasar PKBM sebagai pusat kegiatan pendidikan non formal.

Artinya PKBM bukan milik pemerintah tetapi ditumbuhkan sendiri oleh masyarakat karena kebutuhan akan adanya layanan pendidikan non formal untuk memajukan masyarakat yang ada disekitar dimana PKBM di dirikan. PKBM merupakan lembaga yang dapat memberikan akses pendidikan sehingga kesempatan masyarakat memperoleh pendidikan semakin luas. Untuk mendukung pelaksanaan PKBM Pembina tersebut salah satu kebijakan yang ditempuh dengan menyalurkan sejumlah dana Rintisan kepada PKBM Pembina.23 adalah PKBM. 130687374 PEDOMAN BLOCK GRANT RINTISAN PKBM PEMBINA . Penetapan PKBM Pembina tentu saja harus merupakan hasil penilaian yang objektif bahwa PKBM tersebut memang memiliki keunggulan-keunggulan baik dari segi managemen dan terutama dalam penyelenggaraan program Kesetaraan. Demikian sambutan saya. oleh dan untuk masyarakat. Prinsip PKBM dibentuk dari. PKBM adalah wadah penyelenggaraan berbagai program pendidikan non formal yang dibentuk dan diselenggarakan oleh masyarakat untuk membelajarkan masyarakat di lingkungannya. semoga pedoman ini dapat dijadikan pedoman dalam memberikan dana block grant PKBM Pembina sesuai dengan acuan yang ada. Jakarta. Sehubungan dengan hal tersebut mulai tahun 2008 Dirjen Pendidikan Luar Sekolah secara bertahap akan menetapkan PKBM Pembina di seleluruh Indonesia. Ph. Agar peran PKBM semakin meningkat dalam memberikan layanan kepada masyarakat terutama dalam pelayanan pendidikan Kesetaraan maka diperlukan suatu kebijakan baru dengan menetapkan PKBM Pembina yang dapat dijadikan rujukan bagi PKBM yang lain disamping dapat pula memberikan pembinaan kepada PKBM yang ada diwilayah tertentu. Agar pengelolaan dana tersebut dapat terlaksanan dengan lancar dan memberikan hasil yang baik. Oleh karena itu perlu dibuat suatu pedoman atau acuan dalam rangka penetapan PKBM Pembina sehingga dapat dipedomani oleh semua yang terkait.D NIP. Januari 2008 Direktur Jenderal PNFI Ace Suryadi.