Anda di halaman 1dari 9

Kernel for Word to PDF Demo

Kernel for Word to PDF Demo

Kernel for Word to PDF Demo

PSIKONEUROIMUNOLOGI Pada awal perkembangannya, psikoneuroimunologi difahami sebagai field

of study. Pemahaman ini didasarkan atas keterlibatan tiga bidang kajian, yaitu (1)

Psikologi, (2) Neurologi, (3) Imunologi (Putra ST, 1999).

Kernel for Word to PDF Demo

Kernel for Word to PDF Demo

Kernel for Word to PDF Demo

Notosoedirdjo M M, 1998, menyatakan bahwa psikoneuroimunologi adalah ilmu yang mempelajari interaksi antara sistem imunitas dan perilaku

melalui sistem saraf. Sedangkan imunitas berupa suatu jaringan alat tubuh yang

melindungi badan dari invasi bakteri, virus dan benda asing.

Kernel for Word to PDF Demo

Kernel for Word to PDF Demo

Kernel for Word to PDF Demo

Secara historis, konsep psikoneuroimunologi muncul sekitar tahun 1975, oleh R. Ader dan C. Holder (Putra ST, 1999). Psikoneuroimunologi muncul

setelah munculnya konsep pemikiran imunopatobiologik dan imunopatologik.

Fakta imunopatobiologik menunjukkan bahwa kerentanan individu dan metastasis

Kernel for Word to PDF Demo

Kernel for Word to PDF Demo

Kernel for Word to PDF Demo

pada individu yang mengalami stres disebabkan oleh penurunan ketahanan imunologik. Sedangkan kelainan mukosal yang memunculkan pemikiran respon

imun yang melukai merupakan fakta imunopatologik. Karena kedua pendekatan model berpikir tersebut dalam mengungkap patogenesis dianggap kurang holistik,

Kernel for Word to PDF Demo

Kernel for Word to PDF Demo

Kernel for Word to PDF Demo

maka muncullah ilmu baru yang sekarang dikenal dengan psikoneuroimunologi, yang dikembangkan atas dasar keterkaitan antara tiga konsep, yaitu behavior, neuroendokrin dan konsep imunologik (Putra ST, 1999).

Kernel for Word to PDF Demo Kernel for Word to PDF Demo Kernel for Word
Kernel for Word to PDF Demo
Kernel for Word to PDF Demo
Kernel for Word to PDF Demo
Psikologi
Neurologi
Imunologi
Kernel for Word to PDF Demo
Kernel for Word to PDF Demo
Kernel for Word to PDF Demo
Gambar konsep psikoneuroimunologi (Putra ST, 1999)
Sistem limbik, hipotalamus dan pengaturan emosi
Kata “limbik” berarti pembatasan. Istilah limbik digunakan untuk

Kernel for Word to PDF Demo

Kernel for Word to PDF Demo

Kernel for Word to PDF Demo

menjelaskan struktur tepi di sekeliling region basal dari serebrum. Sistem limbik ini berhubungan erat dengan emosi, kegiatan motorik dan sensoris bawah sadar,

serta perasaan intrinsik mengenai rasa nyeri dan kesenangan (Lieben P, 1999; Soleh, 2005).

Kernel for Word to PDF Demo

Kernel for Word to PDF Demo

Kernel for Word to PDF Demo

2005). Kernel for Word to PDF Demo Kernel for Word to PDF Demo Kernel for Word
2005). Kernel for Word to PDF Demo Kernel for Word to PDF Demo Kernel for Word

Kernel for Word to PDF Demo

Bagian utama sistem limbik adalah hipotalamus. Selain perannya

mengatur perilaku, area ini mengatur banyak kondisi internal dari tubuh, seperti suhu tubuh, osmolaritas cairan tubuh dan dorongan untuk makan dan minum serta

pengaturan berat badan (Guyton, 1996; Soleh, 2005). Fungsi internal ini secara

Kernel for Word to PDF Demo

bersama-sama disebut fungsi vegetatif otak dan pengaturannya berkaitan erat dengan perilaku. Sistem limbik menghasilkan banyak sekali pengaturan emosi untuk menyiapkan area otak lain ke dalam suatu aksi dan bahkan menghasilkan

pengaturan motivasi untuk proses belajar itu sendiri (Guyton & Hall, 1997; Soleh,

2005). Sekitar tahun 1950-an, McLeland P, ahli neurologi mengemukakan bahwa

pusat emosi terletak pada sistem limbik dengan hipokampus. Namun, pada

penelitian Joseph Le Doux membuktikan bahwa hipokampus kurang terlibat

Kernel for Word to PDF Demo

Kernel for Word to PDF Demo

langsung dalam emosi. Sedangkan prefrontal-amigdala, merupakan bagian penting bagi letak emosi (Goleman D, 1997; Soleh, 2005). Ahli nuerologi

berpendapat bahwa hipokampus yang sudah lama dianggap sebagai kunci struktur sistem limbik, ternyata lebih berkaitan dalam perekaman dan pemaknaan pola

Kernel for Word to PDF Demo

persepsi ketimbang reaksi emosional. Sumbangan utama hipokampus adalah dalam hal penyediaan ingatan terperinci akan korteks, pemahaman emosional, hipokampuslah yang mengenali perbedaan makna, misalnya, ular di kebun

binatang dan ular di halaman rumah (Goleman D, 1995; Soleh, 2005). Dengan

Kernel for Word to PDF Demo

kata lain, hipokampus sebagai spesialis ingatan, dan penyimpanan, sedangkan amigdala spesialis masalah emosional. Berbagai penelitian membuktikan bahwa pemuda yang amigdalanya dibuang untuk mengendalikan penyakit epilepsinya, pemuda tersebut menjadi

Kernel for Word to PDF Demo

sama sekali tidak berminat kepada manusia, menarik diri dari hubungan antar manusia. Meskipun ia mampu mengimbangi percakapan, ia tidak mampu mengenali sahabatnya, kerabat, bahkan ibunya, tetap pasif meskipun menghadapi kecemasan. Tanpa amigdala, ia telah kehilangan semua pemahaman tentang

Kernel for Word to PDF Demo

perasaan. Amigdalalah yang berfungsi sebagai semacam gudang ingatan emosional, dan dengan demikian makna emosional itu sendiri hidup tanpa amigdala merupakan kehidupan tanpa makna pribadi sama sekali (Goleman D,

Kernel for Word to PDF Demo

tanpa makna pribadi sama sekali (Goleman D, Kernel for Word to PDF Demo Dokumen scrib.com Page
tanpa makna pribadi sama sekali (Goleman D, Kernel for Word to PDF Demo Dokumen scrib.com Page

Kernel for Word to PDF Demo

1995; Soleh, 2005). Pengaruh emosi melalui amigdala dapat digambarkan sebagai berikut :

NEOCORTEX Kernel for Word to PDF Demo Stimulus Channels 1. Features Primary Unimodial Polymodial Sensory
NEOCORTEX
Kernel for Word to PDF Demo
Stimulus Channels
1. Features
Primary
Unimodial
Polymodial
Sensory
Association
Association
2. Objects
3. Concepts
4. Contexts
Ethortinal
Cortex
Kernel for Word to PDF Demo
Hipokampus
Lat
Sensory
Subiculum
Emotional
Amyg
Thalamus
Response
Kernel for Word to PDF Demo
Behavioral
BL
ACE
Autonomic
Emotional
BM
Stimulus
Endocrine

Pengaruh emosi melalui amigdala (Lieben P, 1999; Soleh, 2005)

Kernel for Word to PDF Demo

Korteks prefrontal bertindak sebagai manajer emosi yang efisien, menimbang-nimbang reaksi sebelum bertindak adalah dengan menghambat sinyal untuk pengaktifan apa yang telah dikirim amigdala dan pusat limbik lainnya.

Penelitian suasana hati beberapa pasien yang mengalami cedera pada bagian lobus

prefrontal ditemukan bahwa salah satu tugas lobus prefrontal kiri adalah bertindak sebagai thermostat saraf, mengatur emosi yang tidak menyenangkan menjadi positif menyenangkan, cinta kasih dan rasa bahagia. Lobus prefrontal kanan

Kernel for Word to PDF Demo

merupakan tempat perasaan negatif seperti rasa takut dan amarah, cemas, agresif.

Kelompok pasien penderita stroke yang cederanya pada korteks prefrontal kiri mudah cemas, takut yang hebat, sedangkan penderita yang cedera bagian kanan

pasien tersebut menjadi kelewat ceria, santai, berkelakar kelewat batas (Gionatti

G, 1972; Soleh, 2005).

Kernel for Word to PDF Demo

Kernel for Word to PDF Demo

Stres dan stresor Stres merupakan istilah yang membingungkan karena istilah tersebut mempunyai multi makna. Menurut Cox (1995) untuk mendefinisikan istilah stres

sangat sulit mengingat istilah tersebut digunakan untuk menggambarkan berbagai

Kernel for Word to PDF Demo

tersebut digunakan untuk menggambarkan berbagai Kernel for Word to PDF Demo Dokumen scrib.com Page 3
tersebut digunakan untuk menggambarkan berbagai Kernel for Word to PDF Demo Dokumen scrib.com Page 3

Kernel for Word to PDF Demo

hal yang beragam. Namun yang perlu dipahami bahwa stres tidak harus mempunyai konsekuensi kondisi yang patologis. Banyak individu yang merespon

sumber stres secara psikologis dan fisiologis sebagai suatu pengalaman yang

menyenangkan dan tidak mengganggu batas keseimbangan. Ada tiga pendekatan

Kernel for Word to PDF Demo

yang digunakan untuk mengkonseptualisasikan stres, yaitu (1) pendekatan rekayasa (engineering approach), (2) pendekatan medikofisiologis

(medicophysiological approach), dan (3) pendekatan psikologis (psychological

approach) (Cox, 1995).

Kernel for Word to PDF Demo

1. Pendekatan Rekayasa Menurut pendekatan rekayasa, stres merupakan istilah yang menggambarkan

karakteristik stimulus di lingkungan hidup yang tidak menyenangkan atau

merusak. Dengan demikian stress merupakan istilah yang digunakan untuk

Kernel for Word to PDF Demo

menggambarkan karakteristik lingkungan yang tidak kondusif untuk tempat tinggal makhluk hidup dan istilah stress digunakan untuk menamakan penyebab atau stimulus yang mengakibatkan reaksi menegangkan (a strain reaction) (Cox, 1995).

Kernel for Word to PDF Demo

2. Pendekatan Medikofisiologis Pendekatan medikofisiologis diperkenalkan oleh Hans Selye, berdasar kajian yang dilakukan mulai tahun 1950 sampai tahun 1956. Menurut pendekatan medikofisiologis, stress merupakan kondisi yang ditunjukkan oleh sindrom

Kernel for Word to PDF Demo

yang spesifik, yang berisi semua perubahan yang nonspesifik dari sistem biologis. Dengan kata lain, stress merupakan kondisi spesifik yang didasari

oleh perubahan biologis yang tidak spesifik. Hans Selye seorang ahli ilmu faal, memaknai stres sebagai perubahan biologis (Cox, 1995).

Kernel for Word to PDF Demo

3. Pendekatan Psikologis Pendekatan psikologis memahami stres sebagai istilah yang digunakan untuk menggambarkan hasil interaksi dinamis antara individu dengan lingkungannya, yang melibatkan kognisi dan emosi. Kognisi merupakan

Kernel for Word to PDF Demo

suatu pemahaman hasil proses pembelajaran sedang emosi merupakan pencerminan perasaan individu. Pendekatan psikologis ini memperhatikan kompleksitas internal events yang terjadi pada manusia pada saat berinteraksi dengan lingkungannya (Cox, 1995).

Kernel for Word to PDF Demo

saat berinteraksi dengan lingkungannya (Cox, 1995). Kernel for Word to PDF Demo Dokumen scrib.com Page 4
saat berinteraksi dengan lingkungannya (Cox, 1995). Kernel for Word to PDF Demo Dokumen scrib.com Page 4

Kernel for Word to PDF Demo

Konsep stres dalam psikoneuroimunologi Konsep stres menurut Hans Selye, yaitu stres merupakan sindrom yang

spesifik, yang berisi semua perubahan sistem biologis yang nonspesifik atau

merupakan kondisi spesifik yang didasari oleh perubahan biologis yang

Kernel for Word to PDF Demo

nonspesifik (Cox, 1995), merupakan konsep stres yang sesuai untuk paradigma

psikoneuroimunologi. Hal ini mengingat imunoregulasi merupakan perubahan biologis namun penggambaran sindrom spesifik yang didasari oleh perubahan

perubahan biologis dari sistem imun tersebut belum teraktualisasi dengan jelas.

Kernel for Word to PDF Demo

Menurut Weiten (2004), konsep psikologi yang merupakan penyempurnaan konsep perilaku, yang diketengahkan oleh Watson, adalah ilmu yang mempelajari

perilaku dan semua perubahan yang mendasari (perubahan kognisi dan fisiologis).

Selanjutnya juga memperhatikan konsep Cox (1995), bahwa proses pembelajaran

Kernel for Word to PDF Demo

akan menghasilkan persepsi maka manusia sebagai individu yang berakal dan beremosi mempunyai keunikan yang sangat variatif. Atas dasar hal ini maka

perpaduan antara tiga konsep, yaitu konsep psikologis, konsep stres psikologis dan konsep stres biologis ini merupakan penyempurnaan konsep stres yang sesuai

Kernel for Word to PDF Demo

untuk perkembangan paradigma psikoneuroimunologi. Konsep stres tersebut menyatakan bahwa stres terdiri dari stress

perception dan stress response. Stress perception ini hasil proses pembelajaran untuk menyeleksi, mengorganisasi, mengintepretasi dan mengartikan stresor

Kernel for Word to PDF Demo

secara benar. Stress perception, selain melibatkan akal, pengalaman juga emosi. Dengan demikian maka ketepatan persepsi ini akan membuat stress response menjadi tepat pula. Stress perception merupakan pencerminan kinerja otak yang mempengaruhi imunoregulasi yang menghasilkan imunitas yang merupakan

Kernel for Word to PDF Demo

model stress response. Berdasarkan konsep stres ini maka setiap stresor yang diterima oleh individu akan dipelajari dengan seksama sehingga menghasilkan persepsi yang benar yang akhirnya akan direspon dengan benar pula. Mekanisme koping

Kernel for Word to PDF Demo

Mekanisme koping adalah suatu mekanisme untuk mengatasi perubahan yang diterima atau beban yang diterima. Apabila mekanisme koping ini berhasil

maka orang tersebut dapat beradaptasi terhadap perubahan tersebut atau akan merasakan beban berat menjadi ringan. Mekanisme koping ini dapat dipelajari,

Kernel for Word to PDF Demo

ringan. Mekanisme koping ini dapat dipelajari, Kernel for Word to PDF Demo Dokumen scrib.com Page 5
ringan. Mekanisme koping ini dapat dipelajari, Kernel for Word to PDF Demo Dokumen scrib.com Page 5

Kernel for Word to PDF Demo

sejak awalnya timbul stresor dan orang menyadari dampak dari stresor tersebut (Carlson, 1994; Soleh, 2005). Kemampuan dari mekanisme koping setiap orang

tergantung dari temperamen individu dan persepsi serta kognisi terhadap stresor

yang diterima (Carlson, 1994; Soleh, 2005). Mekanisme koping terbentuk melalui

Kernel for Word to PDF Demo

proses belajar dan mengingat. Belajar di sini adalah kemampuan menyesuaikan

diri pada pengaruh faktor internal dan eksternal (Notosoedirdjo M, 1998; Soleh, 2005). Mekanisme belajar ada 2 macam, yaitu (1) bentuk belajar yang implisit,

dan (2) bentuk belajar yang eksplisit. Belajar yang implisit umumnya bersifat

Kernel for Word to PDF Demo

reflektif dan tidak memerlukan kesadaran. Keadaan ini ditemukan dalam perilaku habituasi, kebiasaan, sensitisasi, dan conditioning (Bear, 1996; Notosoedirdjo M,

1998; Soleh, 2005).

Lipowski membagi koping dalam dua bentuk yaitu coping style dan

Kernel for Word to PDF Demo

coping strategy. Coping style merupakan mekanisme adaptasi individu meliputi mekanisme psikologis, mekanisme kognitif dan persepsi. Sifat dasar coping style adalah mengurangi makna suatu konsep yang dianutnya, misalnya penolakan atau pengingkaran yang bervariasi yang sangat tidak realistis atau berat (psikotik)

Kernel for Word to PDF Demo

hingga pada tingkatan yang sangat ringan saja terhadap suatu keadaan. Sedangkan

coping strategy merupakan coping yang digunakan individu secara sadar dan terarah dalam mengatasi sakit atau stressor yang dihadapinya. Apabila individu mempunyai mekanisme coping yang efektif dalam mengahadapi stresor, maka

Kernel for Word to PDF Demo

stressor tidak akan menimbulkan stress yang berakibat kesakitan (disease), tetapi stressor justru menjadi stimulant yang mendatangkan wellness (kesejahteraan) dan

prestasi (Soleh, 2005). Kelenjar adrenal dan sekresi kortisol

Kernel for Word to PDF Demo

Secara embriologik, kelenjar adrenal terdiri dari dua bagian yang berbeda, yaitu (1) bagian luar, korteks yang berasal dari mesoderm dan (2) bagian dalam (medulla) yang berasal dari neuroectoderm (Gani, 1995). Korteks adrenal terdiri dari tiga zona, yaitu (1) Glomerulosa, (2) Fasciculata, (3) Retikularis. Antara

Kernel for Word to PDF Demo

kelenjar adrenal dan hipotalamus terdapat jalur efferen, yang memungkinkan stres dapat merangsang sekresi ACTH (Gani, 1995; Soleh,2005). Perkembangan dari zona fasikulata dan retikularis dipengaruhi oleh ACTH. Kelebihan ACTH akan menyebabkan hiperplasi dan hipertrofi. Sedangkan

Kernel for Word to PDF Demo

menyebabkan hiperplasi dan hipertrofi. Sedangkan Kernel for Word to PDF Demo Dokumen scrib.com Page 6
menyebabkan hiperplasi dan hipertrofi. Sedangkan Kernel for Word to PDF Demo Dokumen scrib.com Page 6

Kernel for Word to PDF Demo

kekurangan ACTH akan menyebabkan atropi. Zona fasikulata merespon terhadap medula adrenal yang mengandung kromafin yang bentuknya tidak teratur. Sel ini

berfungsi untuk sintesis dan sekresi katekolamin. Granula pada sel ini berfungsi

untuk menyimpan katekolamin, dimana pada manusia 85% merupakan epinefrin

Kernel for Word to PDF Demo

(Gani, 1995; Soleh, 2005). Hormon yang disekresi oleh korteks adrenal adalah kortisol, aldosteron dan androgen. Sekresi kortisol dan androgen diatur oleh ACTH, sedangkan sekresi

aldosteron juga dipengaruhi oleh angiotensin dan konsentrasi ion K. Selain oleh

Kernel for Word to PDF Demo

ACTH, sekresi kortisol juga dipengaruhi oleh rangsangan otak sebagai respon terhadap stres, khususnya sekresi kortisol dipengaruhi oleh 3 respon, yaitu : stres,

ACTH, diurnal rythme (Guyton, 1996; Soleh, 2005). Peranan ACTH pada sekresi

kortisol terjadi melalui interaksi antara hypothalamic-pituitary-adrenal axis

Kernel for Word to PDF Demo

(HPA). ACTH yang bekerja pada zona fasiculata dan reticularis, merupakan faktor utama dalam pengaturan sekresi kortisol, androgen dan aldosteron.

Sedangkan ACTH sendiri diatur oleh CRH dan neurotransmiter (Guyton, 1996; McCance & Shelby, 1994; Soleh, 2005).

Kernel for Word to PDF Demo

Hormon korteks adrenal terikat dengan reseptor dalam sitoplasma

(reseptor intra seluler). Interaksi kortisol dengan reseptornya akan menginduksi proses transkripsi dengan jalan berinteraksi dengan bagian DNA yang disebut glucocorticoid response elements (RGEs). Berbagai protein yang dihasilkan akan

Kernel for Word to PDF Demo

mempengaruhi respon kortisol terhadap berbagai jaringan. Respon tersebut dapat bersifat stimulasi atau inhibisi, tergantung dari jaringan mana hormon tersebut

bekerja. Walaupun reseptor kortisol sama di semua jaringan, namun terdapat variasi sintesis protein akibat ekspresi gen spesifik pada berbagai jaringan (Turner

&

Pada sistem kardiovaskuler, kortisol meningkatkan curah jantung dari tonus pembuluh darah perifer, kemungkinan dengan jalan meningkatkan efek vasokonstriktor lain seperti katekolamin. Kortisol juga mengatur ekspresi reseptor

Kernel for Word to PDF Demo

Bagnara, 1988; Guyton, 1996; Soleh, 2005).

Kernel for Word to PDF Demo

adrenergik (Gani, 1995; Soleh, 2005). Pada keadaan kekurangan kortisol yang berat dapat terjadi vasodilatasi yang abnormal, walaupun tidak terjadi kehilangan cairan, namun pengisian pembuluh darah akan berkurang, tekanan darah akan menurun dan terjadi shok, terutama rentan terhadap stres. Jadi kortisol berfungsi

Kernel for Word to PDF Demo

rentan terhadap stres. Jadi kortisol berfungsi Kernel for Word to PDF Demo Dokumen scrib.com Page 7
rentan terhadap stres. Jadi kortisol berfungsi Kernel for Word to PDF Demo Dokumen scrib.com Page 7

Kernel for Word to PDF Demo

mempertahankan integritas dan sifat responsive pembuluh darah dan volume

cairan tubuh. Kelebihan kortisol dapat menyebabkan hipertensi melalui stimulasi rennin pada sistem rennin angiotensin (Guyton, 1996; Soleh, 2005).

Pada sistem imun, pemberian kortisol meningkatkan pelepasan leokosit

Kernel for Word to PDF Demo

(PMN) intravaskuler dari sumsum tulang, meningkatkan waktu paruh PMN dalam

sirkulasi, mengurangi pergerakan PMN keluar dari pembuluh darah. Kortisol

mengurangi konsentrasi limfosit, monosit dan eosinofil dalam sirkulasi, terutama

dengan jalan meningkatkan pergerakan mereka keluar dari sirkulasi. Pemberian

Kernel for Word to PDF Demo

kortisol dalam jangka waktu lama memudahkan seseorang untuk mendapat infeksi oleh karena penekanan sistem imunologik (Calabres & Nieman, 1996; Soleh,

2005). Secara ringkas Granner (1988) yang dikutip oleh Soleh (2005),

mengemukakan efek kortisol terhadap sistem imun adalah sebagai berikut :

Kernel for Word to PDF Demo

1. Menekan sintesis imunoglobulin. 2. Menurunkan populasi sel PMN, limfosit dan makrofag dalam darah tepi.

3. Menimbulkan atropi jaringan limfosit dalam timus, limpa dan kelenjar limfe. Selain mempengaruhi hipotalamus melalui mekanisme umpan balik

Kernel for Word to PDF Demo

negatif untuk sekresi ACTH, juga mempengaruhi tingkah laku dan emosi. Kelebihan kortisol pada awalnya memberikan euphoria, namun dengan pemberian jangka panjang dapat memberikan gangguan psikologik, seperti emosi labil, mudah tersinggung, dan depresi. Pada beberapa penderita dapat terjadi gangguan

Kernel for Word to PDF Demo

kognisi seperti gangguan memori dan konsentrasi (Guyton, 1996; Soleh M, 2005).

Kernel for Word to PDF Demo

Kernel for Word to PDF Demo

Kernel for Word to PDF Demo

2005). Kernel for Word to PDF Demo Kernel for Word to PDF Demo Kernel for Word
2005). Kernel for Word to PDF Demo Kernel for Word to PDF Demo Kernel for Word

Kernel for Word to PDF Demo

REFERENSI

Cox T, (1995). Stres, Coping and Health. In Health Psychology Process And Application Edited By Annabel Broome And Sue Llewelyn, 2 nd Edition. Champman & Hall: London, pp 21-34

Kernel for Word to PDF Demo

Putra S T, (2005). Psikoneuroimunologi Kedokteran. Surabaya: GRAMIK FK UNAIR-RSU Dr. Soetomo, hal: 16-19, 21-22

Soleh, M, (2005). Tahajud Manfaat Praktis Ditinjau Dari Ilmu Kedokteran. Yogyakarta: Forum Studi Himanda, hal: 10-11, 13, 14, 18, 19, 20, 24-26,

31, 33-36, 48-50, 53-54, 173, 174, 175, 179, 180, 181, 182-183, 190, 193-

195

Kernel for Word to PDF Demo

Kernel for Word to PDF Demo

Kernel for Word to PDF Demo

Kernel for Word to PDF Demo

Kernel for Word to PDF Demo

Kernel for Word to PDF Demo

Kernel for Word to PDF Demo

to PDF Demo Kernel for Word to PDF Demo Kernel for Word to PDF Demo Kernel
to PDF Demo Kernel for Word to PDF Demo Kernel for Word to PDF Demo Kernel

Beri Nilai