Anda di halaman 1dari 15

PERANGI MABUK PER1ALANAN DENGAN 1AHE

OLEH :

I LUH KADE INTAN PUSPA SARI (11022)

KELAS : XII IPA 5


SMA NEGERI 1 TABANAN
1alan Gunung Agung No. 122 Tabanan,Bali
TAHUN A1ARAN 2009/2010

2


KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa / Ida Sang Hyang Widhi
Wasa atas asung kerta wara nugraha-nya karena berkat rahmat dan tuntunan beliau,
penulis dapat menyelesaikan karya tulis ilmiah yang berjudul Perangi Mabuk Perjalanan
dengan Jahe dengan baik dan tepat waktu. Melalui kesempatan ini penulis juga
mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :
1. apak Drs. I Made Suistana Adiputra,M.Pd sebagai kepala SMAN Negeri 1 Tabanan.
2. Ibu / apak Guru sebagai tenaga pengajar di SMA Negeri 1 Tabanan.
3. Serta seluruh pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu.
Penulis menyadari makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Untuk itu penulis
mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari semua pihak agar penulis dapat
menyusun makalah yang lebih baik. Selain itu penulis mengharapkan makalah ini dapat
bermanIaat bagi semua pembaca agar pemanIaatan obat-obatan herbal ke depannya dapat
lebih maksimal. Akhir kata, semoga makalah ini dapat memberikan sumbangan terhadap
dunia ilmu pengetahuan secara luas.

Tabanan, 3 November 2010

Penulis


3

DAITAR ISI

HaIanan
Kala Ionganlai . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 2
Daflai Isi . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . ....3
A I IondahuIuan .......................4
1. Runusan MasaIah ...................5
2. Tujuan ........................5
A II Landasan Tooii ....................6
1. IongonaIan Maluk IoijaIanan ...............6
2. IongonaIan Tananan }aho .................................................7
A III Ionlahasan ....................1O
A IV Ionulup .....................14
1. SinpuIan .....................14
2. Saian .......................14
Daflai Iuslaka ...........................15





4

BAB I
PENDAHULUAN
1.1Latar Belakang
Hampir setiap tahun OSIS SMA Negeri 1 Tabanan mengadakan acara study
tour. aik itu study tour di dalam pulau ali ataupun di luar pulau ali. Untuk di luar
pulau seringkali tujuan utamanya adalah pulau Jawa. Seperti halnya tahun ini, pada
tahun ajaran 2010/2011 ini, OSIS SMAN 1 Tabanan mengadakan study tour ke pulau
Jawa khususnya ke daerah Jakarta, andung, dan Yogyakarta. Acara study tour ini
diadakan pada tanggal 10 Oktober 2010, dan berlangsung selama 1 minggu.

Namun , penulis sendiri tidak dapat mengikuti acara study tour ini karena satu
alasan medis. Di kalangan medis gangguan ini dinamakan motion sickness. Atau lebih
akrabnya kita sebut dengan mabuk darat atau mabuk perjalanan. Inilah penyebab
utama penulis sendiri tidak mengikuti acara ini. Mungkin bagi sebagian orang ini
adalah masalah kecil, padahal, jika diabaikan gangguan ini dapat berakibat serius
pada kesehatan penderita itu sendiri.

Motion sickness merupakan gangguan yang sering dialami mereka yang
berpergian dengan kapal laut, pesawat udara dan mobil. Gejala ini timbul akibat
goncangan goncangan yang dialami selama perjalanan menggunakan alat transportasi
seperti kapal laut, mobil dan pesawat udara. Goncangan ini akan merangsang pusat
keseimbangan di telinga tengah sehingga menyebabkan gejala gejala mabuk
laut/udara.

Meskipun demikian, ambang mabuk tiap-tiap individu sangat berbeda. Ada
yang sangat mudah mengalami mabuk laut/darat, ada pula yang tidak. Hal ini
mungkin disebabkan oleh berbagai Iaktor terutama kebiasaan dalam berkendara.
Gejala yang timbul saat mabuk laut/darat sangat bervariasi tetapi umumnya gejala
utama adalah mual dan muntah. Gejala lain dapat berupa sakit kepala, kepala terasa
ringan, keringat dingin, dan lain lain.Penulis sendiri telah berusaha untuk mencari
tahu alternatiI yang dapat digunakan untuk mengatasi mabuk perjalanan tersebut.
Dari berbagai sumber, diprolehlah bahwa untuk mengatasi mabuk darat tersebut
ternyata dapat menggunakan tanaman herbal yaitu jahe (ingiber officinale. Jahe
3

adalah tanaman rimpang yang sangat populer sebagai rempah-rempah dan bahan obat.
Rimpangnya berbentuk jemari yang menggembung di ruas-ruas tengah. Rasa dominan
pedas disebabkan senyawa keton bernama ingeron.
erdasarkan pengalaman pribadi inilah, penulis tertarik untuk membahas
mengenai cara mengatasi motion sickness dengan menggunakan jahe. Maka dari itu
pada makalah kali ini penulis mengangkat judul ' Perangi Mabuk Perjalanan dengan
Jahe. Penulis berharap, makalah ini dapat bermanIaat untuk semua pembaca
khususnya bagi penderita motion sickness.
1.2Rumusan Masalah
Adapun masalah yang ingin dikaji penulis dalam makalah ini adalah :
1.2.1 Apakah penyebab mabuk darat?
1.2.2 Apakah jahe dapat mengatasi mabuk darat?
1.2.3 Apakah kandungan yang terdapat di dalam jahe?

1.3Tujuan
Adapun tujuan yang ingin dicapai penulis melalui penulisan makalah kali ini adalah
sebagai berikut:
1.3.1 Untuk mengetahui penyebab mabuk darat
1.3.2 Untuk mengetahui jahe dapat mengatasi mabuk darat
1.3.3 Untuk mengetahui kandungan yang terdapat dalam jahe

6

BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Pengenalan Mabuk Perjalanan
2.1.1 Pengertian Mabuk Perjalanan
Mabuk perjalanan atau mabuk darat yang dalam bahasa kedokterannya dikenal
dengan nama motion sickness merupakan gangguan yang sering dialami mereka yang
berpergian dengan kapal laut, pesawat udara dan mobil. Gejala ini timbul akibat goncangan
goncangan yang dialami selama perjalanan menggunakan alat transportasi seperti kapal laut,
mobil dan pesawat udara. Goncangan ini akan merangsang pusat keseimbangan di telinga
tengah sehingga menyebabkan gejala - gejala mabuk perjalanan.
Meskipun demikian, ambang mabuk tiap tiap individu sangat berbeda. Ada yang
sangat mudah mengalami mabuk laut atau darat, ada pula yang tidak. Hal ini mungkin
disebabkan oleh berbagai Iaktor terutama kebiasaan dalam berkendara. Gejala yang timbul
saat mabuk darat sangat bervariasi tetapi umumnya gejala utama adalah mual dan muntah.
Gejala lain dapat berupa sakit kepala, kepala terasa ringan, keringat dingin, dan lain lain.
2.1.2 Penyebab Mabuk Perjalanan
Mabuk disebabkan oleh adanya kekacauan pada sinyal-sinyal yang masuk otak.
Secara ilmiah, otak dapat menerima sinyal dari berbagai sumber, seperti telinga bagian
dalam, mata, tekanan pada kulit dan otot-otot dalam tubuh. Sistem SaraI Pusat (SSP di otak
kita akan mengumpulkan semua sinyal tersebut, sehingga inIormasi yang diterima membuat
semacam gambaran akan apa yang sedang terjadi.
Sinyal-sinyal tersebut bisa saling mengacaukan satu sama lain jika otak kita menerima
sinyal secara bersamaan dari sumber sinyal. Hal ini biasanya terjadi jika kita melakukan
aktivitas secara bersamaan di dalam kendaraan. Saat kendaraan yang kita tumpangi sedang
melaju kencang, telinga dan kulit kita menyampaikan inIormasi bahwa kita sedang bergerak.
Sedangkan jika kita membaca buku, misalnya, mata akan mengatakan bahwa huruI-huruI
pada lembaran buku tersebut diam. InIormasi yang berlawanan ini lantas diterima oleh otak
secara bersamaan. Hal ini menyebabkan ketidaknyamanan yang menstimulasi otak untuk
7

membuat kita merasa pusing, ingin muntah, dan sebagainya. Gejala ini lalu akan menjadi
cikal bakal mabuk perjalanan.
2.2 Pengenalan 1ahe
2.2.1 Tanaman Jahe
Jahe (ingiber officinale, dengan nama latin ingiber
officinale Rosc. adalah tanaman rimpang yang sangat populer
sebagai rempah-rempah dan bahan obat. Rimpangnya
berbentuk jemari yang menggembung di ruas-ruas tengah.
Rasa dominan pedas disebabkan senyawa keton bernama
zingeron. Nama-nama daerah bagi jahe tersebut antara lain
halia (Aceh, bahing (atak karo, sipadeh atau sipodeh
(Sumatera arat, Jahi (Lampung, jae (Jawa, Jahe (sunda,
jhai (Madura, pese (ugis lali (Irian. Jahe termasuk suku Zingiberaceae (temu-temuan.
Nama ilmiah jahe diberikan oleh William Roxburgh dari kata Yunani ingiberi, dari bahasa
Sansekerta, singaberi.
Genus Zingiber sendiri terdiri dari sekitar 100 spesies, yang tersebar di daratan tropis
Asia, di antaranya yang banyak memiliki manIaat adalah ingiber officinale atau yang kita
kenal sebagai Jahe, ingiber erumbet (lempuyang gajah, ingiber aromaticum (lempuyang
wangi, dan ingiber purpureum yang kita kenal sebagai bangle.
Tanaman semusim ini memiliki ciri-ciri berbatang semu, beralur dan tumbuh dengan
ketinggian pohon mencapai 30 hingga 100 cm Akarnya berbentuk rimpang dengan daging
akar berwarna kuning hingga kemerahan dengan bau menyengat. entuk daunnya tunggal
bewarna hijau tua. Daun menyirip dengan panjang 15 hingga 23 mm dan panjang 8 hingga 15
mm. Tangkai daun berbulu halus. unganya majemuk dengan mahkota berbentuk corong.
unga jahe tumbuh dari dalam tanah berbentuk bulat telur dengan panjang 3,5 hingga 5 cm
dan lebar 1,5 hingga 1,75 cm. Gagang bunga bersisik sebanyak 5 hingga 7 buah. unga
berwarna hijau kekuningan. ibir bunga dan kepala putik ungu. Tangkai putik berjumlah dua.
Jahe tumbuh subur di ketinggian 0 hingga 1500 meter di atas permukaan laut, kecuali
jenis jahe gajah di ketinggian 500 hingga 950 meter. Untuk bisa berproduksi optimal,
dibutuhkan curah hujan 2500 hingga 3000 mm per tahun, kelembapan 80 dan tanah lembab
8

dengan PH 5,5 hingga 7,0 dan unsur hara tinggi. Tanah yang digunakan untuk penanaman
jahe tidak boleh tergenang.
Jahe diperkirakan berasal dari India. Namun ada pula yang mempercayai jahe berasal
dari Republik Rakyat Cina Selatan. Dari India, jahe dibawa sebagai rempah perdagangan
hingga Asia Tenggara, Tiongkok, Jepang, hingga Timur Tengah. Kemudian pada zaman
kolonialisme, jahe yang bisa memberikan rasa hangat dan pedas pada makanan segera
menjadi komoditas yang populer di Eropa. Karena jahe hanya bisa bertahan hidup di daerah
tropis, penanamannya hanya bisa dilakukan di daerah katulistiwa seperti Asia Tenggara,
rasil, dan AIrika. Saat ini Equador dan rasil menjadi pemasok jahe terbesar di dunia.
Saat ini terdapat tiga jenis jahe yang populer di pasaran, yaitu:
1. Jahe gajah atau jahe badak
Merupakan jahe yang paling disukai di pasaran internasional. entuknya besar gemuk
dan rasanya tidak terlalu pedas. Daging rimpang berwarna kuning hingga putih.
2. Jahe kuning
Merupakan jahe yang banyak dipakai sebagai bumbu masakan, terutama untuk
konsumsi lokal. Rasa dan aromanya cukup tajam. Ukuran rimpang sedang dengan
warna kuning.
3. Jahe merah
Jahe jenis ini memiliki kandungan minyak atsiri tinggi dan rasa paling pedas,
sehingga cocok untuk bahan dasar Iarmasi dan jamu. Ukuran rimpangnya paling kecil
dengan warna merah. Dengan serat lebih besar dibanding jahe biasa.
2.2.2 Kandungan dalam Jahe
Dalam tanaman herba ini terkandung minyak atsiri ingiberena (ingirona),
ingiberol, bisabolena, kurkumen, gingerol, filandrena, dan resin pahit. ila ramuan jahe
diminum maka akan terasa panas diperut. Rasa panas itu dihasilkan dari pecahan molekul
gingerol yang pedas dan berantai karbon panjang, menjadi ingiberon pecahan dari gingerol,
bukan gingerol-nya sendiri.
9

SiIat khas jahe disebabkan adanya minyak atsiri dan oleoresin jahe. Aroma harum
jahe disebabkan oleh minyak atsiri, sedangkan oleoresinnya menyebabkan rasa pedas.
Minyak atsiri dapat diperoleh atau diisolasi dengan destilasi uap dari rhizoma jahe kering.
Ekstrak minyak jahe berbentuk cairan kental berwarna kehijauan sampai kuning, berbau
harum tetapi tidak memiliki komponen pembentuk rasa pedas. Kandungan minyak atsiri
dalam jahe kering sekitar 1 3 persen. Komponen utama minyak atsiri jahe yang
menyebabkan bau harum adalah zingiberen dan zingiberol. Rimpang jahe juga mengandung
minyak damar, mineral sineol, Iellandren, kamIer, borneol, zingiberin, zingiberol, gigerol
(misalnya di bagian-bagian merah, zingeron, lipidas, asam aminos, niacin, vitamin A, 1, C
dan protein. Minyak jahe berwarna kuning dan kental. Minyak ini kebanyakan mengandung
terpen, Iellandren, dextrokamIen, bahan sesquiterpen yang dinamakan zingiberen, zingeron
damar,pati.
Jahe terdiri dari ratusan substansi, termasuk didalamnya kandungan phenol yang
bersiIat anti-radang dan sudah terbukti dalam berapa penelitian dapat meredakan radang
sendi dan ketegangan otot. Kandungan shogaol dan zingilberene dalam jahe, memiliki
kemampuan sebagai antioksidan yang mencegah penyakit jantung dan kanker. Zingiber
Rhizoma (Rhizoma Zingiberis- akar jahe yang berupa umbi Zingerber oIIicinale
mengandung 6 bahan obat-obatan yang sering dipakai sebagai rumusan obat-obatan., jahe
merupakan tanaman obat-obatan yang paling banyak dipakai di dunia. Sejak dulu Jahe
dipergunakan sebagai obat, atau bumbu dapur dan aneka keperluan Iainnya. Jahe dapat
merangsang kelenjar pencernaan, baik untuk membangkitkan naIsu makan dan pencernaan.
Jahe berguna sebagai obat gosok untuk penyakit encok dan sakit kepala. Jahe segar yang
ditumbuk halus dapat digunakan sebagai obat luar untuk sebagai obat mulas. Rasa dan
aromanya pedas dapat menghangatkan tubuh dan mengeluarkan keringat. Minyak atsirinya
bermanIaat untuk menghilangkan nyeri, anti inIlamasi dan anti bakteri. Air perasan umbinya
(akar tongkat digunakan untuk penyakit katarak. Pada umumnya jahe dipakai sebagai
pencampur beberapa jenis obat yaitu sebagai obat batuk, rnengobati Iuka luar dan dalam
,melawan gatal (umbinya ditumbuk haIus.

10

BAB III
PEMBAHASAN
Motion sicknessmerupakan gangguan yang timbul akibat goncangan goncangan yang
dialami selama perjalanan menggunakan alat transportasi seperti kapal laut, mobil dan
pesawat udara. Goncangan ini akan merangsang pusat keseimbangan di telinga tengah
sehingga menyebabkan gejala gejala mabuk perjalanan. Mabuk disebabkan oleh adanya
kekacauan pada sinyal-sinyal yang masuk ke dalam otak. Secara ilmiah, otak dapat menerima
sinyal dari berbagai sumber, seperti telinga bagian dalam, mata, tekanan pada kulit dan otot-
otot dalam tubuh. Sistem SaraI Pusat (SSP di otak kita akan mengumpulkan semua sinyal
tersebut, sehingga inIormasi yang diterima membuat semacam gambaran akan apa yang
sedang terjadi. Sinyal-sinyal tersebut bisa saling mengacaukan satu sama lain jika otak kita
menerima sinyal secara bersamaan dari sumber sinyal. Hal ini biasanya terjadi jika kita
melakukan aktivitas secara bersamaan di dalam kendaraan. Inilah yang menyebabkan
ketidaknyamanan yang menstimulasi otak untuk membuat kita merasa pusing, ingin muntah,
dan sebagainya. Gejala ini lalu akan menjadi cikal bakal mabuk perjalanan.
agi mereka yang sering mengalami mabuk perjalanan atau motion sickness, berikut
anjuran yang bisa dilakukan guna mengurangi keluhan yang sering dialami :
1. Saat menumpang kendaraan, usahakan pandangan Anda seluas mungkin atau dengan
kata lain, pandangan Anda dapat mengikuti pergerakan kendaraan. Saat di mobil,
Anda dapat duduk di bangku depan sehingga dapat memandang dengan lebih luas.
Saat menumpang kapal laut, naiklah ke atas deck dan pandang pergerakan horison.
Jika di pesawat terbang, duduklah di dekat jendela lalu pandang keluar dan ambilah
posisi duduk yang dekat dengan sayap yang mana pergerakan pesawat minimal pada
daerah itu.
2. Jangan membaca saat bepergian dan jangan duduk menghadap ke belakang terutama
bagi Anda yang sering mabuk laut atau darat.
3. Cukupi konsumsi air. awalah bekal buah atau jus yang rasanya segar.
4. Pastikan sirkulasi udara di kendaraan baik.
5. Jauhkan asap rokok karena selain mengiritasi saluran pernaIasan, juga membuat Anda
mual.
6. Usahakan perut tidak terlampau kenyang.
11

7. Jangan melihat atau berbicara dengan penumpang yang sedang mabuk.
8. Hindari mengkonsumsi makanan pedas dan merangsang pencernaan sebelum dan
selama perjalanan..
9. Minumlah obat pencegah mabuk laut atau darat sebelum Anda berpergian.
10.Hubungi dokter Anda jika masalah mabuk ini sudah sangat menganggu Anda.
Namun jika hal tersebut di atas belum berhasil juga, penulis mempunyai satu alternatiI
lainnya. erdasarkan data yang penulis dapatkan dari berbagai sumber, ternyata ada salah
satu tanaman herbal yang dapat dijadikan alternatiI untuk mengatasi mabuk perjalanan.
Tanaman tersebut adalah jahe (ingiber officinale. Khasiat jahe sudah diketahui sejak lama.
Jaman dulu para pelaut Cina mengunyah jahe begitu saja untuk mencegah mabuk laut saat
akan naik perahu. Namun kini jahe sebagai antimabuk bisa Anda dapatkan dalam bentuk
kapsul. Di Inggris, jahe dengan berat 0.5 gram dalam kapsul telah dipatenkan sebagai obat
antimabuk yang ditelan setengah jam sebelum bepergian. Serbuk itu diambil dari umbi akar
jahe.
Dalam tanaman herba ini terkandung minyak atsiri ingiberena (ingirona),
ingiberol, bisabolena, kurkumen, gingerol, filandrena, dan resin pahit. ila ramuan jahe
diminum maka akan terasa panas diperut. Rasa panas itu dihasilkan dari pecahan molekul
gingerol yang pedas dan berantai karbon panjang, menjadi ingiberon pecahan dari gingerol,
bukan gingerol-nya sendiri.
Di balik rasanya yang pedas, jahe mengandung zat-zat yang berguna bagi
tubuh manusia. Tak heran bila sejak lama dikenal ada wedang (minuman jahe,
permen jahe, atau bandrek (minuman yang mengandung jahe. Jahe juga banyak
digunakan sebagai bumbu untuk berbagai jenis masakan atau kue.
ManIaat jahe, berdasar sejumlah penelitian, antara lain:
1. Merangsang pelepasan hormon adrenalin, memperlebar pembuluh darah,
sehingga darah mengalir lebih cepat dan lancar. Tubuh pun menjadi lebih
hangat, kerja jantung memompa darah lebih ringan. Akibatnya, tekanan
darah menjadi turun.
2. Jahe mengandung dua enzim pencernaan yang penting. Pertama, protease
yang berIungsi memecah protein. Kedua, lipase yang berIungsi memecah
lemak. Kedua enzim ini membantu tubuh mencerna dan menyerap makanan.
12

3. Jahe sekurangnya mengandung 19 komponen bio-aktiI yang berguna bagi
tubuh. Komponen yang paling utama adalah gingerol yang bersiIat
antikoagulan, yaitu mencegah penggumpalan darah. Jadi mencegah
tersumbatnya pembuluh darah, penyebab utama stroke, dan serangan jantung.
Gingerol diperkirakan juga membantu menurunkan kadar kolesterol.
4. Memblok serotonin, yaitu senyawa kimia pembawa pesan. Senyawa ini
menyebabkan perut berkontraksi, sehigga timbul rasa mual. Misalnya pada
orang yang mengalami mabuk perjalanan.
5. Membuat lambung menjadi nyaman, dan membantu mengeluarkan angin.
6. isa meringankan kram perut saat menstruasi atau kram akibat terlalu banyak
mengkonsumsi makanan berlemak.
7. Membantu tubuh melawan pilek dan Ilu. Jahe mengandung antioksidan yang
membantu menetralkan eIek merusak yang disebabkan oleh radikal bebas di
dalam tubuh.
8. Jahe merupakan pereda rasa sakit yang alami dan dapat meredakan nyeri
rematik, sakit kepala, dan migren.
Menurut data dari agian Riset dan Pengembangan PT Sido Muncul, jahe mengandung
satu sampai empat persen minyak atsiri dan oleoresin. Komposisi minyak yang terkandung
bervariasi tergantung dari geograIi tanaman berasal. Kandungan utamanya yaitu zingiberene,
arcurcumene, sesquiphellandrene, dan bisabolene.
Secara tradisional jahe digunakan sebagai peluruh dahak atau obat batuk, peluruh
keringat, peluruh angin perut, diare, dan pencegah mual. aik untuk menghilangkan mual dan
kembung karena perjalanan jauh (mabuk darat, mabuk udara, atau mabuk laut bahkan pada
beberapa buku teks pengobatan menganjurkan wanita hamil agar mengonsumsi jahe untuk
menghilangkan rasa mual dan muntah selama kehamilan. Pembuktian ilmiah telah dilakukan
di Inggris yang menunjukkan jahe eIektiI mengurangi mual bahkan mual yang timbul setelah
operasi.
Penelitian di Denmark membuktikan bahwa pemberian jahe pada pasien rematik dan
gangguan muskuloskleletal sangat bermanIaat dalam menghilangkan nyeri dan gejala yang
berhubungan dengan rematik. eberapa pengujian telah memberikan hasil yang baik dengan
menghilangnya rasa nyeri, sakit serta peradangan atau pembengkakan. Dan, pada percobaan
13

in vitro, jahe Indonesia ternyata mengandung bahan antirhinovirus yaitu beta-
sesquiphelandrone.
Diketahui bahwa rhinovirus adalah salah satu virus penyebab utama penyakit common
cold atau inIluenza. Kalau diperhatikan banyak obat-obat OTC (obat bebas yang beredar
baik di Indonesia maupun di Eropa mengandung ekstrak Jahe. Mengunyah jahe dapat
merangsang pengeluaran air liur dan cairan pencernaan, juga mengurangi mual dan muntah.
Tradisi mengulum jahe ini tetap dilakukan sampai sekarang pada beberapa tukang
masak proIesional Cina yang selalu mengunyah jahe untuk mencegah terjadinya mual karena
terpapar dalam waktu lama dengan bau masakan yang kuat. Jahe bisa dikonsumsi dalam
bentuk teh untuk memperbaiki pencernaan, menghilangkan gas dalam saluran pencernaan,
dan merangsang naIsu makan.
Di dalam Monograph European ScientiIic Cooperative on Phytotherapy disebutkan
bahwa dosis pemakaian serbuk jahe untuk dewasa dan anak-anak diatas 12 tahun adalah 0,5
sampai 2 gram sehari untuk sekali minum atau dibagi menjadi beberapa kali minum.
Untuk mencegah mabuk pada saat perjalanan, minum seduhan dari 1/2 gram serbuk
jahe atau 1/2 sendok teh jahe segar setiap 15 menit selama 1 jam sebelum perjalanan.
Lanjutkan jika dalam perjalanan terlihat gejala sakit. Untuk menjaga kesehatan pencernaan, 1
gram jahe serbuk atau 1 sendok teh jahe segar diseduh dalam segelas air selama 15 menit,
diminum sebelum atau sesudah makan.

14

BAB IV
PENUTUP
4.1 Simpulan
erdasarkan hasil inIormasi yang didapat penulis dari berbagai sumber di internet,
menunjukan bahwa mabuk perjalanan (motion sickness disebabkan oleh goncangan
goncangan yang dialami selama perjalanan dengan menggunakan alat transportasi.
Goncangan ini akan merangsang pusat keseimbangan di telinga tengah sehingga
menyebabkan gejala gejala mabuk laut atau udara. Untuk mengatasi mabuk darat tersebut
dapat menggunakan jahe. Kandungan minyak atsiri ingiberena (ingirona), ingiberol,
bisabolena, kurkumen, gingerol, filandrena, dan resin pahit dalam jahe dapat mengatasi rasa
mual saat dalam perjalanan. Selain itu jahe juga mampu memblok serotonin, yaitu senyawa
kimia pembawa pesan dimana senyawa inilah yang menyebabkan perut berkontraksi,
sehingga timbul rasa mual saat dalam perjalanan. Dengan dibloknya senyawa ini oleh
kandungan zat dalam jahe, maka mabuk perjalanan tersebut akan dapat teratasi.
4.2 Saran
Melalui makalah ini penulis mencoba memberikan solusi alternatiI untuk mengatasi
mabuk perjalanan dengan menggunakan jahe. Jika nantinya ditemui kasus yang serupa
hendaknya penderita motion sickness dapat menggunakan jahe dibandingkan obat-obatan
yang mengandung zat kimia. Selain lebih aman bagi tubuh, penggunaan obat herbal inipun
memiliki harga yang lebih terjangkau. Namun selain itu sebelum melakukan perjalanan
diharapkan penderita dapat menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat sehingga dapat terhindar
dari mabuk perjalanan. Jika mabuk perjalanan ini tak kunjung teratasi, alangkah baiknya jika
penderita berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang lebih baik.




13


DAFTAR PUSTAKA

WebslLe
hLLp//wwwembundaunwordpresscom
hLLp//wwwwlklpedlacom
hLLp//wwwgooglecom

Beri Nilai