Anda di halaman 1dari 8

laporan pendahuluan ca mammae

(Kanker Payudara) 1. Pengertian


Kanker Payudara adalah keganasan yang berasal dari parenkim, stoma, aerola dan papila mammae. Kanker Payudara merupakan salah satu kanker yang terbanyak ditemukan di Indonesia. Biasanya kanker ini ditemukan pada umur 40-49 tahun dan letak terbanyak di kuadran lateral atas (Mansjoer : 2000)

Ca Mammae

2.

Etiologi kanker payudara tidak diketahui dengan pasti. Namun beberapa faktor resiko pada px diduga berhubungan dengan kejadian kanker payudara, yaitu : a. umur > 30 tahun b. melahirkan anak pertama pada usia > 35 tahun c. tidak kawin dan nulipara d. usia menars < 12 tahun e. usia menopouse > 55 tahun f. pernah mengalami infeksi, trauma atau operasi tumor jinak payudara g. terapi hormonal lama h. mempunyai kanker payudara kontralateral i. pernah menjalani operasi ginekologi misalnya tumor ovarium j. pernah mengalami radiasi didaerah dada.

Etiologi

3. Gejala Klinis

Keluhan penderita kanker payudara : a. mungkin tidak ada b. ulkus / perdarahan dari ulkus c. perdarahan / keluar cairan dari puting susu d. tumor mammae umumnya tidak nyeri e. nyeri pada payudara f. kelainan bentuk payudara g. keluhan karena metastase.

4. Gambaran Klinis

Gambaran klinis ca mammae yang khas pada wanita usia 35 tahun / lebih a. tumbuh progresif b. infasi atau nekrosis 1. batas tidak jelas 2. bentuk tidak teratur 3. mobilitas terbatas 4. retraksi papil / kul;it 5. eritem kulit

6. peaue d'orange 7. nodul satelit 8. ulkus 9. tumor melekat dekat : -. kulit -. m pektoralis -. dinding thorax c. mengadakan metastase 1. regional a. pembesaran kelenjar limfe aksila b. pembesaran kelenjar limfe mammaria internal 2. organ jauh a. kelenjar limfe : supraklavikula, aksila kontralateral, lehaer dst b. mammae kontralateral : tumor dengan tanda maligna, "peau d'orange" c. kulit : nodul satelit di luar kulit mammae, eritema kulit d. paru : efusi pleura, atelektase, coin lesin, lymphangitic spread e. tulang : nyeri tulang, distruksi tulang, (ostiolitik, osteoblastik, fraktur) alkali fosfatase nark f. hati : hematomegali, nodus dihati umumnya multipel ikterus, dsb g. sumsum tulang : anemia, trombositopenia, terdapat sel kanker disumsum tulang h. otak : sefalgia, neuroplegia, TIK meninggi, lumpuh dsb.

5.

a. Karsinoma insitu karsinoma insitu artinya adalah kanker yang masih berada pada tempatnya, merupakan kanker dini yang belum menyebar atau menyusup keluar dari tempat asalanya. b. karsinoma duktal karsinoma duktal berasal dari sel-sel yang melapisi saluran yang menuju puting susu. sekitar 90% kanker payudara merupakan karsinoma duktal c. karsinoma lobuler karsinoma lobuler mulai tumbuh di dalam kelenjar susu, biasanya terjadi setelah menopouse d. karsinoma invasive karsinoma invasive adalah kanker yang telah menyebar dan merusak jaringan lainnya, biasanya terinkalisir (terbatas pada payudara) maupun melastatik (menyebar kebagian tubuh lainnya) e. karsinoma meduler kanker ini berasal dari kelenjar susu

Jenis

kanker

Payudara

klasifikasi

TNM

kanker

payudara
(T) primer insitu insitu tumor

-. tumor primer Tx : tumor primer tidak dapat ditentukan To : tidak terbukti adanya tumor Tis : -. kanker -. kanker intraduktal atau lobuler -. penyakit raget pada papila tanpa teraba

T1 : tumor < 2 cm T1a tumor < 0.5 cm T1b tumor 0.5 1 cm T1c tumor 1 2 cm T2 : tumor sampai 2-5 cm T3 : tumor > 5 cm T4 : berapapun ukuran tumor, dengan penyebaran langsung kedinding dada atau kulit. dinding dada termasuk kosta, otot interkosta, otot seratus anterior, tidak termasuk otot pektoralis T4a : melekat pada dinding dada T4b : edema, peau d'orange, ulserasi kulit, nodul satelit pada daerah payudara yang sama T4c : T4a dan T4b T4d : karsinoma inflamatoris mastitis karsinoma tosis

Nodul

Nx : pembesaran kelenjar regional tidak dapat ditentukan No : tidak teraba kelenjar aksila N1 : teraba pembesaran kelenjar aksila homolateral yang tidak melekat N2 : teraba pembesaran kelenjar aksila homolateral yang melekat satu sama lain atau melekat pada jaringan sekitarnya. N3 : terdapat pembesaran kelenjar mammae interna homolateral.

Limfe

Regional

(N)

Metastase
Mx Mo M1 : :

metastase : tidak terdapat metastase

jauh

tidak ada jauh, termasuk

Jauh

dapat ditentukan metastase jauh kelenjar supraklavikula

(M)

Penentuan

Stadium

Kanker

a. Stadium 0 : kanker insitu dimana sel-sel kanker berada pada tempatnya didalam payudara yang normal b. Stadium I : tumor dengan garis tengah kurang dari 2 cm dan belum menyebar keluar payudara c. Stadium IIa : tumor dengan garis tengah 2-5 cm dan belum menyebar ke kelenjar getah bening ketiak d. Stadium IIb : tumor dengan garis tengah lebih besar dari 5 cm dan belum menyebar ke kelenjar getah bening ketiak e. Stadium IIIa : tumor dengan garis tengah kurang dari 5 cm dan menyebar ke kelenjar getah bening ketiak disertai perlekatan satu sama lain f. Stadium IIIb : tumor telah menyusup keluar payudara, yaitu ke dalam kulit payudara atau dinding dada g. Stadium IV : tumor telah menyebar keluar daerah payudara dan dinding dada

Persepsi Nyeri dan Penanganan Nyeri (P, Q, R, S, T)

P (Paliatif) : faktor yang mempengaruhi / penyebab timbulnya nyeri Q (Qualitatif) : dinyatakan sesuai dengan apa yang dirasakan Px R (Regio) : lokasi / letak nyeri S (Skala) : Intensitas, ditunjukkan dengan skala nyeri T (Time) : Waktu nyeri

Pengukuran Skala Nyeri dengan Skala Numerik <--0---1---2---3---4---5---6---7---8---9---10-->


Minta Px untuk 0 1-3 4-7 8-10 menunjukkan angka : : tidak nyeri : nyeri ringan : nyeri sedang : nyeri berat

6. Patofisiologi

faktor resiko pada px dengan kanker payudara : umur > 30 tahun usia menarche < 12 tahun usia menopouse > 55 tahun pernah mengalami infeksi, trauma atau operasi tumor jinak payudara ] ca mammae ] <--karsinoma---karsinoma---karsinoma---karsinoma---karsinoma---karsinoma--> insitu duktal lobuler invasive meduler rubuler ] ] ] ] ] ] ] ] ] ] ] ] ---------------------------------------------------------------------perdarahan dari ulkus keluar cairan dari puting susu nyeri pada dada keluhan karena metastase ] ---------------------------------------------------[ ] penekanan / kerusakan kurang mengetahui tentang jaringan saraf prosedur penyembuhan / terapi [ ] nyeri kurangnya pengetahuan

7. Pemeriksaan
a. Pemeriksaan klinis b. Pemeriksaan Penunjang -. pemeriksaan radiologis USG mammae X- foto thorax -. pemeriksaan laboratorium

rutin darah lengkap urine c. pemeriksaan sitologis / patologis FNA dari tumor

8. Penatalaksanaan
a. terapi kuratif untuk kanker mammae stadium 0, I, II, dan III -. terapi utama adalah mastekromi radikal modifikasi, alterenatif tomoorektomi + diseksi aksila -. terapi ajubin : radiologi, kemoterapi, hormon terapi b. terapi paliatif untuk kanker mammae syadium IIIb dan IV 1. terapi utama -. pramenopouse -. pasca menopouse 2. terapi ajuvan -. operable (mastektomi simple) -. inoperable (radioterapi)

9. Konsep Keperawatan

a. pengkajian 1. identitas Px 2. keluhan utama (terdapat benjolan pada payudara dll) 3. konsep diri mengalami perubahan pada sebagian besar klien dengan kanker mammae 4. pemeriksaan klinis a. inspeksi : simetris mammae kanan - kiri, kelainan papila b. palpasi : px berbaring dan di usahakan agar payudara tersebar rata atas lapangan dada, jika perlu punggung diganjal bantal kecil, konsistensi, banyak, lokasi, infiltrasi, besar, batas dan operabilitas, pembesaran kelenjar getah bening (kelenjar aksila)

10. Diagnosa Keperawatan


a. cemas / takut b/d situasi krisis (kanker) perubahan kesehatan, sosial ekonomi, peran dan fungsi, bentuk interaksi, persiapan kematian, pemisahan dengan keluarga yang ditantai dengan peningkatan tegangan, kelelahan, mengekpresikan kecanggungan peran, perasaan tergantun, tidak adekuat kemampuan menolong diri. b. nyeri (akut) b/d proses penyakit (penekanan / kerusakan jaringan saraf, infiltrasi sistem suplay saraf, obstruksi jalur saraf, inflamasi) efek samping terapi kanker ditandai dengan px mengatakan nyeri, px sulit tidur, tidak mampu memusatkan perhatian, ekspresi nyeri, kelemahan c. resti terhadap gangguan konsep diri b/d perubahan dalam penampilan sekunder terhadap pemberian sitostatika d. gangguan nutrisi (kurang dari kebutuhan) b/d kanker, konsekwensi kemoterapi, radiasi, pembedahan (anoreksia, iritasi lambung, kurangnya rasa kecap) emosional

distress, fatigue, ketidakmampuan mengontrol nyeri ditandai dengan klien mengatakan intake tidak adekuat, hilangnya rasa kecap, kehilangan selera, berat badan turun sampai 20% atau lebih dibawah ideal, penurunan massa otot dan lemak subkutan, konstipasi, abdominal cramping e. kurangnya pengetahuan tentang penyakit, prognosis dan pengobatan b/d kurangnya informasi mesinterprestasi, keterbatan kognitif, ditandai dengan sering bertanya, mengatakan masalahnya, pernyataan miskonsepsi, tidak akurat dalam mengikuti instruksi / pencegahan komplikasi

11. Intervensi
a. cemas / takut b/d situasi krisis (kanker) perubahan kesehatan, sosial ekonomi, peran dan fungsi, bentuk interaksi, persiapan kematian, pemisahan dengan keluarga yang ditantai dengan peningkatan tegangan, kelelahan, mengekpresikan kecanggungan peran, perasaan tergantun, tidak adekuat kemampuan menolong diri. tujuan : -. klien dapat mengurangi rasa cemasnya -. rileks dan dapat melihat dirinya secara objektif -. menunjukkan koping yang efektif serta mampu berpartisipasi dalam pengobatan Intervensi : a. tentukan pengalaman px sebelumnya terhadap penyakit yang dideritanya R/ data-data mengenai pengalaman px sebelumnya, akan memberikan dasar untuk penyulihan dan menghindari adanya dulikasi b. berikan informasi tentang prognosis secara akurat R/ pemberian informasi dapat membantu px dalam memahami proses penyakit. c. jelaskan pengobatan, tujuan dan efek samping. bantu px mempersipakan diri dalam pengobatan R/ membantu px dalam memahami kebutuhan untuk pengobatan dan efek sampingnya d. anjurkan untuk mengembangkan interaksi dengan support system R/ agar klien memperoleh dukungan dari orang yang terdekat / keluarganya. e. berikan lingkunga yang tenang dan nayaman. R/ memberikan kesempatan pada klien untuk berfikir / merenung / istirahat b. nyeri (akut) b/d proses penyakit (penekanan / kerusakan jaringan saraf, infiltrasi sistem suplay saraf, obstruksi jalur saraf, inflamasi) efek samping terapi kanker ditandai dengan px mengatakan nyeri, px sulit tidur, tidak mampu memusatkan perhatian, ekspresi nyeri, kelemahan tujuan : -. klien mampu mengontrol rasa nyeri melalui aktivitas -. melaporkan nyeri yang dialaminya -. mengikuti program pengobatan Intervensi : a. tentukan riwayat nyeri, lokasi, durasi dan intensitas R/ memberikan informasi yang diperluakan, untuk merencanakan askep b. evaluasi terapi, pembedahan, radiasi, kemoterapi, bioterapi, ajarkan klien dan keluarga tentang cara menghadapinya. R/ untuk mengetahui terapi yang dilakukan sesuai atau tidak c. berikan pengalihan seperti reposisi dan aktivitas menyenanagkan seperti mendengarkan musik atau menonton tv

d. menganjurkan teknik penanganan sterss (teknik relaksasi, visualisasi, bimbingan) gembira dan berikan sentuhan therapoutik R/ meningkatkan kontrol diri atas efek samping dengan menentukan stress dan ansietas. e. evaluasi nyeri, berikan pengobatan bila perlu R/ untuk mengetahui efeksivitas penanganan nyeri, tingkat nyeri, dan sampai sejauh mana px mampu menahannya serta untuk mengetahui kebutuhan px akan obatobatan anti nyeri f. diskusikan penangan nyeri dengan dokter dan juga dengan px R/ agar terapi yang diberikan tepat sasaran

Daftar Pustaka
Brunner & Suddarth. 2002. Keperawatan Medikal Bedah vol 2. Jakarta : EGC Mansjoer, Arif. 2000. Kapita Selekta Kedokteran Jilid 2. Jakarta : Media Aesculapius Carpenito Lynda Juall.2006. Buku Saku Diagnosa Keperawatan. jakarta : EGC Marilyan, Doenges E. 2000. Rencana Asuhan Keperawatan (Pedoman untuk perencanaan dan pendokumentasian perawatyan px) Jakarta : EGC http://makalah-kesehatan-online,blogspot-com diaskes tgl 25 februari 2010 jam13.30