Anda di halaman 1dari 28

REKAYASA BIOPROSES ISOLASI DAN SELEKSI MIKROORGANISME

KELOMPOK 2 ARI REVITASARI WULANDARI KELAS: 2 KB

POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA PALEMBANG

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah swt karena atas berkat rajmat, & ridho Allah jualah makalah Rekayasa Bioproses dengan judul ISOLASI DAN SELEKSI MIKROORGANISME ini dapat diselesaikan sesuai rencana. Pembahasan materi pada setiap bab dalam buku biasanya dituliskan secara garis besarnya saja. Sehingga kebanyakkan mahasiswa sulit memahami materi yang dibahas pada bab tersebut. Hal ini disebabkan karena keterbatasan halaman dan penulis dari buku tersebut memang memilki tujuan baik agar mahasiswa memiliki inisiatif serta dituntut kemandiriannya dalam mencari sumber-sumber dari media lain. Oleh sebab itu, penyusun mencoba membuat suatu makalah untuk lebih memudahkan mahasiswa dalam memahami materi yang diberikan dalam buku. Makalah ini terdiri atas delapan substansi yaitu: 1. Isolasi Mikroorganisme 2. Karakteristik Mikroorganisme 3. Beberapa Cara Isolasi 4. Metode Isolasi 5. Penyimpanan Mikroba 6. Peningkatan Aktivitas Mikroba 7. Tahap-tahap Isolasi 8. Seleksi Mikroorganisme Tim penulis menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah banyak membantu dalam penyusunan makalah ini. Mudah-mudahan dengan adanya makalah ini akan 2

bermanfaat bagi mahasiswa khususnya yang ingin menguasai materi ini. Akhir kata penulis harapkan kritik dan saran guna tercapainya suatu kesempurnaan. Palembang, April 2010

Tim Penulis

DAFTAR ISI
Halaman Judul Kata Pengantar.......................................................................................1 Daftar Isi.................................................................................................2 BAB 2 Isolasi dan Seleksi Mikroorganisme Pendahuluan...............................................................................3 Latar Belakang...........................................................................3 Tujuan.......................................................................................3 2.1 Isolasi Mikroorganisme..............................................................4 Pengertian Isolasi.....................................................................6 Metode Penemuan Mikroba Baru..............................................7 Metode Isolasi dari Tanah.........................................................7 Penyimpanan Mikroba yang Penting dalam Industri................7 Peningkatan Aktivitas Mikroba.................................................8 Isolasi Mikroorganisme untuk Industri......................................9 Tahap-tahap Isolasi................................................................10 Teknik Pengambilan Sampel..................................................11 2.2 Seleksi.....................................................................................18 Kesimpulan...........................................................................................20 Daftar Pustaka.....................................................................................21
3

Notulen.................................................................................................22

BAB 2
ISOLASI DAN SELEKSI MIKROORGANISME
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG Mikroorganisme merupakan kelompok makhluk hidup yang sangat beragam, dan dapat ditemukan di berbagai tempat secara mudah. Akan tetapi, kita tidak dapat secara langsung melihat keberadaan mereka yang sebenarnya sangat banyak. Hal itulah yang menyebabkan isolasi dan seleksi mikroorganisme perlu dilakukan, karena diperkirakan hampir 99% dari mikroorganisme menguntungkan. Isolasi dan seleksi mikroorganisme merupakan tahapan dasar untuk mempelajari mikroorganisme. Sampel dapat diambil dari mana saja, bisa dari udara, tanah, pohon, bagian makhluk hidup, perairan, dan juga habitathabitat ekstrem seperti kolam air panas. TUJUAN
1. Dapat menjelaskan pengertian isolasi,seleksi, metode isolasi,teknik

di

sekitar

kita

tidak

berbahaya

dan

cenderung

penyimpanan kultur
4

2. Dapat menjelaskan metode isolasi mikroorganisme dari tanah, tahaptahap isolasi 3. Dapat menyebutkan kriteria mikroorganisme industry 4. Dapat menjelaskan peningkatan aktivitas mikroba

2.1 ISOLASI MIKROORGANISME Screening adalah proses untuk mendapatkan mikroorganisme yang potensial untuk aplikasi industri. Screening meliputi tahapan isolasi dal seleksi. Isolasi merupakan kegiatan pemisahan kultur mikroorganisme dari campuran biakan beberapa jenis mikroba yang terdapat di alam . Isolat mikroba yang diperoleh dan bersifat unggul digunakan untuk memproduksi senyawa yang besifat komersial. Ada beberapa hal yang penting untuk diperhatikan dalam isolasi mikroorganisme: 1. Spesies Mikroorganisme 2. Habitat (lingkungan) a. Suhu b. Ketersediaan air c. pH d. Tipe medium Metode isolasi mikroba dapat menggunakan cara Crowded Plate Technique, Auxonography, dan kultur diperkaya. Penyimpanan kultur hasil

isolasi diusahakan untuk mengurangi terjadinya pengurangan sifat gnetik , mencegah terjadinya kontaminasi serta menjaga viabilitas. Teknik penyimpanan kultur mikroba melalui cara disimpan pada suhu rendah atau dalam bentuk kering. Penyimpanan mikroba dalam suhu rendah meliputi penyimpanan dalam media agar miring, spora dalam pasir steril, dalm nitrogen, sedang penyimpanan dalam kondisi kering, contohnya kultur pasir dan lyophilisasi. Mikroba yang berperan dalam industry perlu ditingkatkan aktivitas metabolismenya, sebab isolat alami hanya mampu menghasilkan produk dalam jumlah sedikit. Caranya dengan tranformasi lisogeni, rekombinasi dan pembuatan mutan auxotrof. Populasi ( mikroorganisme ) yang ditumbuhkan dengan sengaja pada suatu jenis media tertentu dalam kondisi tertentu pula yang dikenal dengan istilah kultur. Kultur mikroba yang terdiri atas satu sel mikroorganisme dikenal dengan istilah kultur murni atau kultur aksenik. Bila kultur terdiri dari dua jenis mikroorganisme dan hubungan antara kedua jenis organisme ini dipelihara, kultur demikian disebut dengan kultur dua anggota ( two membered culture ). Apabila kultur terdiri atas tiga atau lebih mikroorganisme disebut dengan kultur campuran. Dalam prakteknya, baik dalm skala laboratorium maupun tingkat industri, kultur aksenik paling umum digunakan. Seleksi dilakukan dengan memanipulasi kondisi lingkungan ( pH, temperature, aerob, anaerob, dsb ) dan komposisi media tumbuh sehingga diperoleh suatu jenis mikroorganisme yang memiliki kemampuan untuk menghasilkan reaksi atau produk yang diinginkan Seleksi sutu kultur harus menggabungkan antara produktivitas

mikroorganisme dan factor ekonomi lainnya. Secara umum pemilihan

mikroorganisme yang akan digunakan untuk proses produksi memenuhi criteria sebagai berikut : 1. Kemampuan untuk beradaptasi dengan media fermentasi yang murah
2. Temperatur optimum pertumbuhan mikroorganisme di atas 400 C

3. Kemampuan untuk mengkonversi substrat ( produktivitas) tinggi 4. Memiliki kestabilan genetik 5. Kemampuan beradaptasi dengan reactor dan tipe proses yang digunakan 6. Kemudahan memisahkan produk ( recovery ) dari kultur Untuk mengidentifikasi dan klasifikasi dari suatu mikroorganisme perlu diketahui karakteristiknya sebanyak mungkin. Karakteristiknya utamanya adalah sebagai berikut :
1. Karakteristik struktural, misalnya nutrient atau kultur bagi suatu

mikroorganisme sering bersifat spesifik umpamanya jenis kapang dapat tahan keasaman sampai kira-kira pH 3 2. Karakteristik morfologis, misalnya ukuran sel, susunan koloni, bentuk, struktur yang dapat diamati. 3. Karakteristik metabolic, merupakan cara mikroorganisme melakukan proses-proses biokimia dalam kehidupannya 4. Karakteristik komposisi kimiawi, merupakan bahan atau zat utama yang terkandung dalam mikroorganisme itu 5. Karakteristik antigenic, merupakan deteksi komponen sel khusus yang nyata ada persamaan antara spesies

6. Karakteristik

genetic,

merupakan

analisis

komposisi

DNA

yang

diisolasikan dari mikroorganisme yang berlainan PENGERTIAN ISOLASI Kegiatan pemisahan suatu kultur mikroorganisme dari campuran biakan dari beberapa jenis mikroorganisme yang terdapat di alam disebut isolasi. Isolasi dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu : 1. Secara Konvensional, yaitu isolasi yang dilakukan dengan cara bertigkat : cara sejauh mungkin mengencerkannya. Beberapa Tingk tingkat

at pertama, biasa dilakukan dengan cara manual yaitu dengan terakhir dipupuk pada media padat dengan harapan akan tumbuh koloni-koloni yang lebih terpisah jauh sehingga dapat diambil satu koloni yang dianggap murni untuk sementara. Tingk

at kedua, adalah dengan media yang bersifat selektif bagi mikroba tertentu atau beberapa mikroba tertentu yang mungkin masih satu golongan. Tingk

at ketiga, dari koloni yang seolah-olah sudah murni mungkin masih perlu untuk diencerkan kembali atau diisolasi ulang agar tingkat kemurniannya lebih meyakinkan. 2. Secara Modern, yaitu isolasi dengan menggunakan alat yang canggih yaitu alat micromanipulator. Alat ini terdiri dari alat manipulator yang dapat dilihat melalui suatu mikroskop. 3. Secara kultur khusus, artinya media khusus yang bersifat member kemudahan bagi tumbuhnya galur mikroba tertentu yang diinginkan
8

saja dan dapat menghalangi tumbuhnya mikroba yang tidak dikehendaki. METODA PENEMUAN MIKROBA BARU Kultur baru dapat diisolasi dari sumber alam yaitu substrat alami material organic, biji-bijian, air tanah, dan udara. Contoh Penicellium notatum dari kontaminan pada media agar yang ditumbuhi Staphylococcus aureus, Bacillus subtilis dan B. licheniformis penghasil protease alkaline diisolasi dari hippopptatmus burung di Copenhagen. METODA ISOLASI DARI TANAH
1. Crowded

plate

technique

untuk

mendapatkan

isolasi

jamur

penghasil antibiotic dengan cara taburkan jamur diinokulasi bakteri uji ( Staphylococcus aureus ) 2. Auxonography untuk isolasi mikroba penghasil factor tumbuh. Tanah yang telah disuspensikan dituang dipermukaan agar yang telah diinokulasi dengan bakteri auxotroph ( bakteri pengguna factor tumbuh / vitamin atau asam amino ) 3. Kultur diperkaya untuk isolasi mikroba penghasil enzim dalam media diperkaya dengan ekstrak substrat yang ditumbuhi oleh mikroba yang akan diisolasi, missal ditambah ekstrak tanah. PENYIMPANAN MIKROBA YANG PENTING DALAM INDUSTRI Mikroba komersial adalah sangat penting untuk industry fermentasi. Penyimpanan kultur dengan beberapa cara :
1.

Penyi

mpana dalam nutrient agar miring lalu disimpan dalam refrigerator ( 50 C ) atau freezer ( -20o C ), kapas dibakar kemudian ditutup dengan mineral oil
9

2.

Penyi

mpanan spora jamur benang dalam aquadest steril disimpan pada suhu 5o C , cara ini jarang dipakai
3.

Penyi

mpanan mikroba dalam nitrogen cair. Mikroba disimpan dalam feezer suhu 150o C sampai -196o C 4. mpanan media dalam bentuk dehidrasi Penyimpanan ini digunakan untuk aktinomesetes dengan menumbuhkan dalam media, lalu dikeringkan pada suhu kamar selama 2 minggu atau dalam refrigerator

Penyi

Lypophilisasi

freeze-drying

).

Penyimpanan

mikroba

menggnakan CO2 kering, dalm kondisi vaccum, penyimpanan ini kultur ditumbuhkan sampai fase stationer maksimum dan sel dilindungi dalam media susu, serum dan sodium glutamate. PENINGKATAN AKTIVITAS MIKROBA Pembuatan mutan auxotroph dengan dua system yaitu dengan system regulasi iso enzim dan multi valent regulator

Tranformasi buatan dan alami. Bila tranformasi buatan, DNA diekstraksi lalu dipindahkan ke media yang ditumbuhi mikroba resipiennya. Contoh : transformasin Streptomyces olivaccus penghasil antibiotic, strain baru kemampuan lebih besar dari pada kultur induknya. Contoh lain strain lisogeni mampu menghasilkan tirosin 10 kali lebihn besar

Rekombinasi
10

Cara rekombinasi dari dua spesies mikroba dapat digunakan untuk membuat rekombinasi baru. Pembuatan rekombinasi baru ini melalui proses seksual. Contoh : Streptomyces rimosus dikombinasi dengan strain penghasil oxitetracyclin.

Beberapa contoh dari cara tersebut adalah sebagai berikut :

Untuk

organism fotosintetik dapat diperkaya atau diperbanyak tumbuhnya dengan menggunakan media tanpa sumber tenaga organic maupun anorganik, tetapi CO2 sebagai sumber karbon harus diadakan Bila

yang diingini mikroorganisme yang mampu tumbuh dalm suhu tinggi maka perkayaannya dapat dilakukan dengan menginkubasi kultur dalam suhu tinggi

Bila

yang diingini mikroorganisme anaerob, maka dapat diperkaya dengan menginkubasi media kultur tanpa O2 ISOLASI MIKROORGANISME UNTUK INDUSTRI Mikroba untuk kepentingan industry pada umumnya diisolasi dari tanah, danau dan lumpur sungai. Secara umum pemilihan mikroorganisme yang akan digunakan untuk proses produksi memenuhi kriteria sebagai berikut : 1. Kema

mpuan untuk beradaptasi dengan media fermentasi yang murah 2. mpuan ntuk mengkonversi substrak ( produktivitas ) tinggi Kema

11

3. liki kestabilan genetic 4. h untuk dipisahkan dari kultur 5.

Memi

Muda

Mam

pu beradaptasi dengan reactor dan tipe proses yang digunakan Contoh-contoh prosedur dan target spesifik dari mikroba yang diinginkan : Prosedur Medium organic encer ( dilute organic media ) Pollenbaiting haematin Dexycholate tripheny tetrazolium chloride Chitin ( sebagai sumber nutrisi ) Lisobakter dan gliding bacteria lainnya Ranting, akar, kooran hewan Sisa-sisa tanaman ( air tawar ) Myxtrobacter Aktinomicetes yang mampu Mikroba yang diinginkan Mikromonospora, arthrobacter,

bakteri akuatik, bakteri oligotrofik Actinoplanaceae Bakteri garam negative

membentuk spora dan bergerak Temperatur yang tinggi ( 42-45o Thermothrops C) Temperatur yang rendah ( 4-15o Psyctrotrops C) PH yang ekstrim Kadar NaCl yang tinggi Inkubasi dalam N2 yang tinggi Lumpur laut yang dalam Asidophil NIcardia, halophiles Anaerob Bakteri laut
12

TAHAP-TAHAP ISOLASI Pengambilan sampel dari alam Pengenceran sampel dalam air steril Penyiapan media agar pembiakan Pencampuran agar pada sampel pada cawan petris Inkubasi Pemeriksaan hasil inkubasi

TEKNIK PENGAMBILAN SAMPEL

1) Teknik preparasi suspensi Swab Rinse Maserasi

2) Teknik pengenceran bertingkat 3) Teknik penanaman Dari suspensi (spread dan pour plate) Dengan goresan (streak dan quadrant streak inoculation)

Sebelum melakukan isolasi terlebih dahulu dilakukan pengambilan sampel. Berikut merupakan prosedur pengambilan sampel. 1. Sampel tanah

13

Jika mikroorganisme yang diinginkan kemungkinan berada di dalam tanah, maka cara pengambilannya disesuaikan dengan tujuan dan kebutuhan. Misal jika yang diinginkan mikroorganisma rhizosfer maka sampel diambil dari sekitar perakaran dekat permukaan hingga ujung perakaran.. 2. Sampel air Pengambilan sampel air bergantung kepada keadaan air itu sendiri. Jika berasal dari air sungai yang mengalir maka botol dicelupkan miring dengan bibir botol melawan arus air. Bila pengambilan sampel dilakukan pada air yang tenang, botol dapat dicelupkan dengan tali, jika ingin mengambil sampel dari air keran maka sebelumya keran dialirkan dulu beberapa saat dan mulut kran dibakar.

Isolasi Dengan Cara Pengenceran (Dilution) 1. Teknik Preparasi Suspensi Sampel yang telah diambil kemudian disuspensikan dalam akuades steril. Tujuan dari teknik ini pada prinsipnya adalah melarutkan atau melepaskan mikroba dari substratnya ke dalam air sehingga lebih mudah
14

penanganannya. Macam-macam preparsi bergantung kepada bentuk sampel : a. Swab (ulas), dilakukan menggunakan cotton bud steril pada sampel yang memiliki permukaan luas dan pada umumnya sulit dipindahkan atau sesuatu pada benda tersebut. Contohnya adalah meja, batu, batang kayu dll. Caranya dengan mengusapkan cotton bud memutar sehingga seluruh permukaan kapas dari cotton bud kontak dengan permukaan sampel. Swab akan lebih baik jika cotton bud dicelupkan terlebih dahulu ke dalam larutan atraktan semisal pepton water. b. Rinse (bilas) ditujukan untuk melarutkan sel-sel mikroba yang menempel pada permukaan substrat yang luas tapi relatif berukuran kecil, misalnya daun bunga dll. Rinse merupakan prosedur kerja dengan mencelupkan sampel ke dalam akuades dengan perbandingan 1 : 9 (w/v). Contohnya sampel daun diambil dan ditimbang 5 g kemudian dibilas dengan akuades 45 ml yang terdapat dalam beaker glass.

c. Maseration (pengancuran), sampel yang berbentuk padat dapat ditumbuk dengan mortar dan pestle sehingga mikroba yang ada dipermukaan atau di dalam dapat terlepas kemudian dilarutkan ke dalam air. Contoh sampelnya antar alain bakso, biji, dimaserasi. buah dll. Perbandingan antar berat sampel dengan pengenceran pertama adalah 1 : 9 (w/v). Unutk sampel dari tanh tak perlu

2. Teknik Pengenceran Bertingkat

15

Tujuan

dari

pengenceran

bertingkat

yaitu

memperkecil

atau

mengurangi jumlah mikroba yang tersuspensi dalam cairan. Penentuan besarnya atau banyaknya tingkat pengenceran tergantung kepada perkiraan jumlah mikroba dalam sampel. Digunakan perbandingan 1 : 9 untuk sampel dan pengenceran pertama dan sel selanjutnya, sehingga dari pengenceran pengenceran berikutnya sebelumnya. 3. Teknik Penanaman a. Teknik penanaman dari suspensi Teknik penanaman ini merupakan lajutan dari pengenceran bertingkat. Pengambilan suspensi dapat diambil dari pengenceran mana saja tapi biasanya untuk tujuan isolasi (mendapatkan koloni tunggal) diambil beberapa tabung pengenceran terakhir. a.1. Spread Plate (agar tabur ulas) mengandung 1/10 mikroorganisma

16

Spread plate adalah teknik menanam dengan menyebarkan suspensi bakteri di permukaan agar diperoleh kultur murni. Adapun prosedur kerja yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut : Ambil suspensi cairan senamyak 0,1 ml dengan pipet ukur kemudian teteskan diatas permukaan agar yang telah memadat. Batang L atau batang drugal diambil kemudian disemprot alkohol dan dibakar diatas bunsen beberapa saat, kemudian didinginkan dan ditunggu beberapa detik. Kemudian disebarkan dengan menggosokannya pada permukaan agar supaya tetesan suspensi merata, penyebaran akan lebih efektif bila cawan ikut diputar. Hal yang perlu diingat bahwa batang L yang terlalu panas dapat menyebabkan sel-sel mikroorganisme dapat mati karena panas.

a.2. Pour Plate (agar tuang) Teknik ini memerlukan agar yang belum padat (>45oC) untuk dituang bersama suspensi bakteri ke dalam cawan petri lalu kemudian dihomogenkan dan dibiarkan memadat. Hal ini akan menyebarkan sel-sel bakteri tidak hanya pada permukaan agar saja melainkan sel terendam agar (di dalam agar) sehingga terdapat sel yang tumbuh dipermukaan agar yang kaya O2 dan ada yang tumbuh di dalam agar yang tidak banyak begitu banyak mengandung oksigen. Adapun prosedur kerja yang dilakukan adalah sebagai berikut :
17

Siapkan cawan steril, tabung pengenceran yang akan ditanam dan media

padat yang masih cair (>45oC)


-

Teteskan 1 ml secara aseptis.suspensi sel kedalam cawan kosong Tuangkan media yang masih cair ke cawan kemudian putar cawan untuk

menghomogenkan suspensi bakteri dan media, kemudian diinkubasi.

Alasan diteteskannya bakteri sebanyak 0,1 ml untuk spread plate dan 1 ml untuk pour plate karena spread plate ditujukan untuk menumbuhkan dipermukaanya saja, sedangkan pour plate membutuhkan ruang yang lebih luas untuk penyebarannya sehingga diberikan lebih banyak dari pada spread plate.

b. Teknik Penanaman dengan Goresan (Streak) Bertujuan untuk mengisolasi mikroorganisme dari campurannya atau meremajakan kultur ke dalam medium baru. b.1 Goresan Sinambung

18

b.2 Goresan T Cara kerja :

B.3 Goresan Kuadran (Streak quadrant)

Cara Kerja Isolasi Bakteri dari Sampel Tanah : Tanah seberat 1 g dimasukan ke dalam tabung pengenceran 10 -1 secara aseptis dan selanjutnya dilakukan pengenceran bertingkat sampai 10-8 Tiga pengenceran terakhir diambil 0,1 ml untuk ditanam secara spread plate pada medium NA, setelah selesai, diinkubasi pada 37oC selama 1x24 jam Koloni akan tumbuh pada ketiga cawan tersebut kemudian dipilih koloni yang relatif terpisah dari koloni lain dan koloni yang mudah dikenali Koloni yang terpilih kemudian ditumbuhkan atau dimurnikan ke NA baru dengan teknik streak kuadran Inkubasi 1x24 jam.

19

Cara Kerja Isolasi Jamur dari Tanah :

Tanah dalam cawan petri dipanaskan dengan oven pada suhu 80oC selama 30 menit dengan cawan petri untuk membunuh sel vegetative tetap bertahan

Tanah yang telah dioven diambil 1 g kemudian dimasukan ke dalam tabung pengenceran bertingkat Tiga pengenceran terakhir diambil untuk ditanama secara spread plate ke media PDA yang ditambah streptomycin atau penicillin. Kemudian diinkubnasi pada suhu ruang 5-7 hari

Koloni jamur yang tumbuh dimurnikan dan ditanam pada medium PDA baru, Inkubasi pada suhu ruang 5-7 hari.

20

2.2 SELEKSI Seleksi adalah proses manipulasi kondisi lingkungan ( pH, To C, oksigen ) dan komposisi media tumbuh sehingga diperoleh suatu jenis mikroorganisme yang memiliki kemampuan untuk menghasilkan reaksi atau produk yang kita harapkan Kultur atau biakan hasil seleksi ini seringkali harus dimurnikan kembali agar biakan terseleksi ini benar-benar terbebas dari segala jenis kontaminan yang mempunyai pertumbuhan yang amat lambat yang tidak terseleksi pada fase-fase awal isolasi. Melalui proses ini, variasi genetika isolasi dapat diperkecil dengan sifat-sifat yang lebih stabil. Sifat-sifat ini termasuk sifat genetik yang sangat diperlukan bila biakan terseleksi ini akan digunakan dalam proses fermentasi. Sifat-sifat tersebut antara lain :
21

1. Harus bersifat murni, terbebas dari segala kontaminan

2.

Harus

dapat mmproduksi sel vegetative secara langsung dan spora atau unit propagasi lainnya (jenis yang mampu memproduksi miselium yang jarang digunakan) 3. Harus dapat tumbuh subur 4. Harus dapat menghasilkan produk yang diinginkan 5. misalnya saja Harus mampu tumbuh optimum dalam suasana sangat

mampu melindungi dirinya sendiri dari gangguan kontaminan, asam atau suhu yang tinggi 6. waktu yang lama Haru

s dapat dengan mudah disimpan atau diawetkan untuk jangka

KESIMPULAN
22

Isolasi

dan

seleksi

mikroorganisme

merupakan

tahapan

dasar

untuk

mempelajari mikroorganisme.

Screening adalah proses untuk mendapatkan mikroorganisme yang potensial untuk aplikasi industri. Isolasi merupakan kegiatan pemisahan kultur mikroorganisme dari campuran biakan beberapa jenis mikroba yang terdapat di alam .

Seleksi dilakukan dengan memanipulasi kondisi lingkungan ( pH, temperature, aerob, anaerob, dsb ) dan komposisi media tumbuh untuk memperoleh suatu jenis mikroorganisme yang mampu menghasilkan produk

Karakteristik mikroorganisma : karakteristik struktural, karakteristik morfologis, karakteristik metabolik, karakteristik komposisi kimiawi, karakteristik antigenik, karakteristik genetik,

Isolasi dapat dilakukan dengan cara konvensional, modern, dan kultur khusus Metoda isolasi dari tanah : Crowded plate technique, Auxoography, dan kultur diperkaya Tahap-tahap isolasi : 1. Pengambilan sampel dari alam 2. Pengenceran sampel dalam air steril 3. Penyiapan media agar pembiakan 4. Pencampuran agar pada sampel pada cawan petris 5. Inkubasi 6. Pemeriksaan hasil inkubasi
23

DAFTAR PUSTAKA
M.Amin, Jaksen.dkk.2011.BAHAN AJAR/KULIAH REKAYASA BIOPROSES.Palembang : POLSRI M.Amin, Jaksen.dkk.2011.PETUNJUK PRAKTIKUM REKAYASA BIOPROSES.Palembang : POLSRI
www.problogindo.com/2010/10/isolasi-mikroorganisme/ www.google.com ekmon-saurus.blogspot.com/.../bab-4-isolasi-mikroorganisme.html

24

NOTULEN HASIL PRESENTASI REKAYASA BIOPROSES ISOLASI DAN SELEKSI MIKROORGANISME

Waktu dan Tempat Pelaksanaan Hari/Tanggal Waktu Tempat : Senin/4 April 2011 : Pukul 10.50-12.30 WIB : Ruang Kelas 2KB

Susunan Acara 1. Pembukaan 2. Penyampaian materi 3. Tanya-jawab (diskusi) 4. Kesimpulan 5. Penutup

Hasil Presentasi Suasana dalam forum diskusi ini baik, tenang, aman dan terkendali. Terdapat beberapa pertanyaan pada saat sesi tanya-jawab (diskusi), yaitu : 1. Sdra. Asef Riyadi

25

Mengapa mulut botol saat pengambilan sampel air harus dibakar sebelumnya ? Bagaimana jika sampel yang diambil air yang kotor ? Cara isolasi apa yang banyak digunakan. Mengapa ? Jawab : Untuk minghindari mikroba yang ada di udara Tidak apa-apa, karena itu terserah pada peneliti sampel apa yang akan dianalisa Cara isolasi yang paling banyak digunakan ialah cara konvensial, karena lebih mudah hanya melalui pengenceran bertingkat dibanding cara isolasi yang lain 2. Sdri. Maimunah
Apa maksud dari Isolasi merupakan kegiatan pemisahan kultur

mikroorganisme dari campuran biakan beberapa jenis mikroba yang terdapat di alam ? Pada suhu berapa penyimpanan kultur mikroba ?
Salah satu criteria dalam pemilihan mikroorganisme untuk industri

ialah kemampuan untuk mengkonversi substrak ( produktivitas ) tinggi. Jelaskan ! Jawab : Maksud pemisahan kultur mikroorganisme dari campuran biakan ialah penanaman mikroba dari sampel. Contohnya sampel air tanah, dimana akan dikembangbiakan mikroba yang ada di dalam air tanah tersebut dalam media pembiakan.
26

Pada suhu 37o C Maksud dari mengkonversi substrak ( produktivitas ) tinggi adalah

mikroorganisme harus mampu meningkatkan metabolismenya sehingga produk yang dihasilkan suatu industri meningkat. Cara untuk meningkatkan metabolismenya, dilakukan transformasi lisogeni, rekombinasi dan mutan auxotroph. 3. Sdra. Adip Brilyan P
Tujuan dari teknik preparasi suspensi, teknik pengenceran bertingkat, dan

teknik penanaman ? Jawab : Tujuan dari setiap teknik itu ialah hanya untuk memberi informasi kepada peneliti, lain . 4. Sdri. Indasil Isin Addala
Apakah dalam tahap-tahap isolasi, saat pengenceran sampel harus dengan

bahwa

dalam

teknik-teknik

preparasi

suspensi,

pengenceran

bertingkat dan penanaman tidak hanya ada satu cara bahkan ada cara yang

air steril ? Jawab : Saebaiknya air steril yang digunakan, namun pakai air aquadest pun sudah cukup karena air aquadest adalah air demineral yang telah melalui tahap penyulingan . 5. Sdri. Yolanda Desriani Apa itu aktinomicetes ? Jawab :
27

Aktinomicetes

adalah

kelompok

bakteri

berfilamen

yang

jumlahnya

melimpah di tanah 6. Sdri. Nyimas Nurkomala Dewi Apakah penggolongan karakteristik mikroorganisme itu hanya untuk satu mikroorganisme atau seluruh mikroorganisme ? Jelaskan maksud dari tabel antar prosedur dan mikroorganisme yang diinginkan ! Jawab : Penggolongan karakteristik mikroorganisme itu berlaku untuk

semua mikroorganisme
Maksud dari tabel itu adalah bila kita ingin mengembangbiakan

suatu mikroorganisme, media yang digunakan harus sesuai agar mikroorganisme itu tumbuh . Misalnya, kita ingin menembangbiakan Mikromonospora, Arthobacter, bakteri akuatik dan bakteri oligotrofik, kita harus menggunakan media organic encer.

28