Anda di halaman 1dari 9

KEDUDUKAN AHL WARS

PADA UMUMNYA

Kedudukan Ahli Waris Pada Umumnya


Terkandung maksud aspek-aspek hukum yg dlm kedudukannya sebagai ahli
waris menyangkut empat hal:
1. Hak dan kewajiban beralih, artinya dlm prinsip hukum kewarisan perdata
barat disebutkan "seketika setelah pewaris meninggal maka beralihlah
sekalian hak-hak dan kewajiban pada para ahli warisnya. prinsip ini tidak
berlaku mutlak artinya karena ada beberapa hal dibidang hukum kekayaan
yg tidak beralih, yaitu:
a. Hak pakai, berakhir dengan meninggalnya si pemakai hak
b. Hak yg timbul dari perjanjian;
1) Pemborongan pekerjaan
) Kerja
3) Pemberian kuasa
. Hak istimewa, yaitu hak ahli waris untuk menuntut penyerahan "boedel
warisan yg berada di pihak "Hereditatis Petitio tuntutan/gugatan ini
dapat meliputi:
a. Sebagian warisan (pasal 834 BW)
b. Seluruh warisan
Hak ini daluwarsa setelah 30 tahun (pasal 835 BW)
3
3. Saat "peralihan hak waris adalah pada saat meninggalnya
pewaris (pasal 853, 955 BW). Beralihnya aktiva dan
passiva dari pewaris pada ahli waris setelah si ahli waris
mengeluarkan pernyataan menerima.
1. Aktiva otomatis/demi hukum beralih setelah terbukanya
warisan pasal 833, 955 BW
. Passiva setelah ahli waris menyatakan menerima baru beralih
(pasal 1100 dan 1101 BW)
4. Hak ahli waris untuk memilih antara menerima murni,
menolak, atau menerima dengan syarat pencatatan boedel.
Hak pilih diberikan undang-undang pada ahli waris karena
hak ahli waris yg beralih tidak hanya berupa aktiva tetapi
juga passiva yg akan menjadi beban ahli waris
4
Beberapa Aturan Yg Menyangkut Hak Pilih
1. Pewaris tidak dapat membatasi ahli waris dalam melakukan hak pilih.
. Ahli waris tidak dapat menggunakan hak pilih sebelum warisan terbuka.
3. Pilihan harus tanpa syarat.
4. Pilihan harus mencakup seluruh harta warisan.
5. Hak pilih merupakan "perbuatan hukum oleh karena itu harus dilakukan oleh
orang yg cakap bertindak.
6. Hak pilih dapat beralih pada ahli waris sendiri (anak-anak dan cucu)
7. Pilihan yg telah dilakukan tidak dapat dicabut kembali.
8. Pilihan yg merupakan perbuatan hukum dapat dibatalkan jika dilakukan dibawah
ancaman/penipuan.
9. Pilihan-pilihan tsb berlaku surut, jadi berlaku sejak saat meninggalnya pewaris.
10. Seorang ahli waris yg tidak melakukan pilihan dapat dipaksa untuk menentukan
sikap.
11. Seorang ahli waris yg belum melakukan pilihan diberi hak untuk "berpikir.
pernyataan berpikir harus dilakukan di kepaniteraan Pengadilan Negeri dimana
warisan terbuka. Jangka waktu berpikir 4 bulan sejak dikeluarkan pernyataan.
akibat "penggunaan hak berpikir
Selama jangka waktu berpikir yg bersangkutan tidak dapat dituntut dalam
kaitannya dengan hak waris
Selama jangka waktu berpikir yg bersangkutan tidak dapat segera memperoleh
hak waris.
3 sikap ahli waris dalam
menentukan pilihan dapat berupa :
1. Menerima secara murni
a. cara penerimaan warisan dapat dilakukan secara
tegas (1084 KUHPerdata), yaitu pernyataan harus
dituangkan dalam bentuk akta autentik atau akta
dibawah tangan
b. penerimaan secara diam-diam, yaitu jika ahli
waris melakukan perbuatan-perbuatan hukum yang
berkaitan dengan hak waris tersebut. Misal menjual
harta warisan tersebut.
5
. Menerima dengan syarat
penerimaan dengan syarat harus dilakukan
dengan cara membuat surat pernyataan di
depan Panitera pengadilan Negeri di wilayah
hukum dimana warisan terbuka (109
KUHPerdata)
Akibatnya ahli waris tersebut hanya
bertanggung jawab pada harta waris yang
ada, artinya harta pribadi tidak bercampur
dengan harta waris.
6
Kewajiban ahli Waris yang menerima
dengan Syarat adalah :
1. Harus membuat catatan boedel warisan
. Berkewajiban menjamin pelunasan hutang
(1035 KUHPerdata)
3. Berkewajiban unutk mengurus harta dengan
baik
4. Membuat pertanggung jawaban mengenai harta
warisan dalam jangka waktu 7 bulan sejak
berakhirnya pengurusan.
7
3. Penolakan warisan
a. Cara penolakan warisan, menurut ketentuan
pasal 1057 KUHPerdata penolakan warisan
harus dilakukan secara tegas, artinya orang
yang menolak warisan harus memberikan
pernyataan di kantor Panitera Pengadilan
Negeri wilayah hukum warisan terbuka.
b. Akibat penolakan warisan 1058 KUHPerdata
akibat dari penolakan warisan adalah bahwa
ahli waris tersebut tidak pernah menjadi ahli
waris dari pewaris yang bersangkutan.
8
9
SKAP AHL WARS
DLM MENENTUKAN
HAK PLH
. Menerima Murni
. Menerima Dgn Syarat
. Penolakan warisan dilakukan secara tegas di Kepaniteraan PN
dimana warisan terbuka (ps. 1057 BW)
Suatu asas ahli waris menolak dianggap tidak pernah menjadi ahli waris (ps. 1058 BW)
Akibat passiva beralih
dgn demikian A.W
bertanggung jawab
atas hutang hutang
pewaris dgnharta
pribadinya.
- Tidak dapat menolak lagi
Tegas akta otentik
akta dibawah tangan
Diam diam memperlihatkan perbuatan yang
Mencerminkan adanya kemauan untuk menerima
warisan (ps. 1048 BW)
Dgn surat pernyataan di Kepaniteraan Pengadilan Negeri
Dimana warisan terbuka (ps. 109 BW)
Akibat ahli waris hanya bertanggung jawab sebatas Boedel warisan. Tidak bertanggung
Jawab dgn harta pribadinya.
Kewajiban kewajiban:
1. Harus membuat catatan boedel warisan
. Berkewajiban menjamin pelunasan hutang hutang pewaris (ps. 1035 BW)
3. Berkewajiban mengurus harta warisan dgn baik (ps. 1053 BW)
4. Membuat pertanggungjawaban mengenai pengurusan harta warisan dlm jangka waktu
7 bulan sejak saat berakhirnya pengurusan.