Anda di halaman 1dari 2

http://Iisikon.com/kelas3/index.php?

optioncomcontent&viewarticle&id90:contoh-soal-
pipa-organa-terbuka&catid13:gelombang-bunyi&Itemid141Resonansi bunyi
Resonansi adalah peristiwa ikut bergetarnya suatu benda karena ada benda lain yang bergetar
dan memiliki Irekuensi yang sama atau kelipatan bilangan bulat dari Irekuensi itu. Resonansi
sangat bermanIaat dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, resonansi bunyi pada kolom udara
dapat dimanIaatkan untuk menghasilkan bunyi. Berdasarkan hal tersebut, maka dapat dibuat
berbagai macam alat musik. Alat musik pada umumnya dibuat berlubang agar terjadi resonansi
udara sehingga suara alat musik tersebut menjadi nyaring. Contoh alat musik itu antara lain:
seruling, kendang, beduk, ketipung dan sebagainya.
Resonansi sangat penting di dalam dunia musik. Dawai tidak dapat menghasilkan nada yang
nyaring tanpa adanya kotak resonansi. Pada gitar terdapat kotak atau ruang udara tempat udara
ikut bergetar apabila senar gitar dipetik. Udara di dalam kotak ini bergerak dengan Irekuensi
yang sama dengan yang dihasilkan oleh senar gitar. Udara yang mengisi tabung gamelan juga
akan ikut bergetar jika lempengan logam pada gamelan tersebut dipukul. Tanpa adanya tabung
kolom udara di bawah lempengan logamnya, Anda tidak dapat mendengar nyaringnya bunyi
gamelan tersebut. Reonansi juga dipahami untuk mengukur kecepatan perambatan bunyi di
udara.
Untuk mengetahui proses resonansi, kita tinjau dua garputala yang saling beresonansi seperti
ditunjukkan pada Gambar 3.4.

Gambar 3.4. Dua garputala yang saling beresonansi

Jika garputala dipukul, garputala tersebut akan bergetar. Frekuensi bunyi yang dihasilkan
bergantung pada bentuk, besar, dan bahan garputala tersebut.
Resonansi pada kolom udara
Apabila pada kolom udara yang terletak di atas permukaan air digetarkan sebuah garputala,
molekul-molekul di dalam udara tersebut akan bergetar. Perhatikan Gambar 3.5.

Gambar 3.5. Sebuah kolom udara di atas permukaan
air digetarkan oleh sebuah garputala
Syarat terjadinya reronansi, yaitu:
(a) pada permukaan air harus terbentuk simpul gelombang;
(b) pada ujung tabung bagian atas merupakan perut gelombang.
Peristiwa resonansi terjadi sesuai dengan getaran udara pada pipa organa tertutup. Jadi, resonansi
petama akan terjadi jika panjang kolom udara di atas air / , resonansi ke dua / , resonansi ke
tiga 5/4 , dan seterusnya.
Kolom udara pada percobaan penentuan resonansi di atas berIungsi sebagai tabung resonator.
Peristiwa resonansi ini dapat dipakai untuk mengukur kecepatan perambatan bunyi di udara.
Agar dapat terjadi resonansi, panjang kolom udaranya adalah (2n-1)/ dengan n 1, 2, 3, . .
.
Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat ditentukan bahwa resonansi bertuturutan dapat Anda
dengar apabila suatu resonansi dengan resonansi berikutnya memiliki jarak A . Jika
Irekuensi garputala diketahui, cepat rambat gelombang bunyi di udara dapat diperoleh melalui
hubungan:
;1....................................................(3.7)
Peristiwa resonansi juga dapat menimbulkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya,
gelas piala bertangkai bisa pecah bila diletakkan didekat penyanyi yang sedang menyanyi. Hal
ini terjadi karena gelas memiliki Irekuensi alami yang sama dengan suara penyanyi sehingga
gelas mengalami resonansi dan mengakibatkan pecahnya gelas tersebut. Peristiwa resonansi juga
dapat menyebabkan runtuhnya jembatan gantung jika Irekuensi hentakan kaki serentak orang
yang berbaris di atas jembatan gantung sama dengan Irekuensi alami jembatan sehingga
jembatan akan berayun hebat dan dapat menyebabkan runtuhnya jembatan.