Anda di halaman 1dari 3

PEMERIKSAAN FISIK DAN DIAGNOSTIK KLIEN DENGAN PENYAKIT

HIRSCHPRUNG
Oleh: Ushal Imami Fadhila, 0906629731

Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan Iisik pada masa neonatus biasanya tidak dapat menegakkan diagnosis, hanya
memperlihatkan adanya distensi abdomen dan/atau spasme anus ImperIorata ani letak
rendah dengan lubang perineal kemungkinan memiliki gambaran serupa dengan pasien
Hirschsprung Pemeriksaan Iisik yang saksama dapat membedakan keduanya Pada anak
yang lebih besar, distensi abdomen yang disebabkan adanya ketidakmampuan
melepaskan Ilatus jarang ditemukan
DiIIerensial Diagnosis:
O onstipasi
O Ileus
O Iritable Bowel Syndrome
O angguan Motilitas Usus
2 Pemeriksaan Laboratorium
a imia Darah: Pada kebanyakan pasien temuan elektrolit dan panel renal biasanya
dalam batas normal Anak dengan diare memiliki hasil yang sesuai dengan dehidrasi
Pemeriksaan ini dapat membantu mengarahkan pada penatalaksanaan cairan dan
elektrolit
b Darah Rutin: Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui hematokrit dan platelet
preoperatiI
c ProIil oagulasi: Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan tidak ada gangguan
pembekuan darah yang perlu dikoreksi sebelum operasi dilakukan
Pemeriksaan Radiologi
a Foto Polos Abdomen dapat menunjukkan adanya loop usus yang distensi dengan
adanya udara dalam rectum
b Barium enema
O angan membersihkan kolon bagian distal dengan enema sebelum memasukkan
kontras enema karena hal ini akan mengaburkan gambar pada daerah zona transisi
O ateter diletakksan didalam anus, tanpa mengembungkan balon, untuk menghindari
kaburnya zona transisi dan beresiko terjadinya perIorasi
O Foto segera diambil setelah injeksi kontras dan diambil lagi 24 jam kemudian
O olon bagian distal yang menyempit dengan bagian proksimal yang mengalami
dilatasi merupakan gambara klasi penyakit Hirschsprung Akan tetapi temuan
radiologis pada neonatus lebih sulit diinterpretasi dan sering kali gagal
memperlihatkan zona transisi
O ambaran radiologis lainnya yang mengarah pada penyakit Hirschsprung adalah
adanya retensi kontras lebih dari 24 jam setelah barium enema dilakukan
4 Pemeriksaan lainnya
Manometri dan biopsi-isapan rektum merupakan indikator penyakit Hirschsprung
yang paling mudah dan paling dapat dipercaya Manometri anorektal mengukur tekanan
sIingter ani interna saat balon dikembangkan di rektum Pada individu normal,
penggembungan rektum mengawali reIleks penurunan tekanan sIingter interna Pada
penderita penyakit Hirschsprung, tekanan gagal menurun, atau ada kenaikan tekanan
paradoks karena rektum dikembungkan etepatan uji diagnostik ini lebih dari 90,
tetapi secara teknis sulit pada bayi muda Respons normal pada evaluasi manometri ini
menyingkirkan diagnosis penyakit Hirschsprung; hasil meragukan atau respons
sebaliknya membutuhkan biopsi rektum
Biopsi-isap rektum hendaknya tidak dilakukan kurang dari 2 cm dari linea dentata
untuk menghindari daerah normal hipoganglionosis di pinggir usus Biopsi harus
mengandung cukup sampel submukosa untuk mengevaluasi adanya sel ganglion Biopsi
dapat diwarnai untuk asetilkolinesterase, untuk mempermudah interpretasi Penderita
dengan aganglionosis menunjukkan banyak sekali berkas saraI hipertroIi yang terwarnai
positiI untuk asetilkolinesterase dan tidak ada sel ganglion
Diagnosis dengan Ioto rontgen pada penyakit Hirschsprung didasarkan pada
adanya daerah peralihan antara kolon proksimal yang melebar normal dan kolon distal
tersumbat dengan diamater yang lebih kecil karena usus besar yang tanpa ganglion tidak
berelaksasi Daerah peralihan ini biasanya tidak ada sebelum umur bayi sampai 2
minggu dan pada gambaran rontgen ada daerah usus berbentuk corong antara kolon
proksimal yang melebar dan usus distal yang konstriksi Pemeriksaan radiologis harus
dilakukan tanpa persiapan untuk menghindari pelebaran sementara segmen yang tanpa
ganglion Foto-Ioto tunda 24 jam banyak membantu ika sejumlah barium masih
tertinggal di dalam kolon, barium ini meningkatkan kecurigaan terhadap penyakit
Hirschsprung walaupun daerah peralihan tidak didapatkan Pemeriksaan enema barium
berguna dalam menentukan luasnya aganglionosis sebelum pembedahan dan dalam
mengevaluasi penyakit lain yang ada bersama dengan obstruksi usus besar pada neonatus
Biopsi seluruh lapisan rektum dapat dilakukan pada saat operasi untuk memastikan
diagnosis dan derajat keterlibatan