Anda di halaman 1dari 34

LAPORAN AKTIVITAS MAGANG PADA HR AREA 01 SUMATERA PT.

TELEKOMUNIKASI INDONESIA, Tbk TAHUN 2011

Diajukan untuk memenuhi syarat kelulusan mata kuliah Magang pada Program S1 Jurusan Manajemen Bisnis Telekomunisai dan Informatika

Disusun Oleh : Siti Karina Tarigan 108400319

PROGRAM S1 MANAJEMEN BISNIS TELEKOMUNIKASI DAN INFORMATIKA INSTITUT MANAJEMEN TELKOM

Laporan Magang HR Area 01 Sumatera PT Telekomunikasi, Tbk. 2011 BAB I GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN A. Profil PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk 1. Profil Perusahaan PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk. (TELKOM) merupakan Badan Usaha Milik Negara dan penyedia layanan informasi dan telekomunikasi (InfoComm) yang memiliki layanan yang lengkap dan jaringan terbesar di Indonesia. TELKOM menyediakan layanan InfoComm, telepon kabel tidak bergerak (fixed wireline) dan telepon nirkabel tidak bergerak (fixed wireless), layanan telepon seluler, data dan internet, serta jaringan dan interkoneksi, baik secara langsung maupun melalui anak perusahaan. Jumlah pelanggan TELKOM hingga Desember 2010 mencapai 120,5 juta pelanggan, meningkat 14,6 %. Dari jumlah tersebut, sebanyak 8,3 juta pelanggan merupakan pelanggan telepon kabel tidak bergerak, 18,2 juta pelanggan telepon nirkabel tidak bergerak, dan 94,0 juta pelanggan telepon seluler. 2. Visi dan Misi Visi Menjadi perusahaan yang unggul dalam penyelenggaraan Telecomunication, Information, Media dan Edutainment (TIME) di kawasan regional.

Misi Menyediakan layanan TIME yang berkualitas tinggi dengan harga yang kompetitif.

Laporan Magang HR Area 01 Sumatera PT Telekomunikasi, Tbk. Menjadi model pengelolaan korporasi terbaik di Indonesia.

3. Logo GAMBAR 1.2 LOGO PT. TELKOM

Sumber : www.telkom.co.id
4. Tujuan dan Inisiatif Strategis Perusahaan Tahun 2010

Tujuan Menciptakan posisi terdepan dengan memperkokoh bisnia legacy dan meningkatkan bisnis new wave untuk memperoleh 60% dari pendapatan industri tahun 2015. Innisiatif Strategis Perusahaan Tahun 2010
1) Mengoptimalkan layanan sambungan telepon kabel tidak bergerak /

fixed wireline (FWL).


2) Memperkuat dan mengembangkan bisnis sambungan telepon nirkabel

tidak bergerak/ fixed wireless access portofolio nirkabel.

(FWA) dan mengelola

Laporan Magang HR Area 01 Sumatera PT Telekomunikasi, Tbk.


3) Melakukan investasi pada jaringan broadband. 4) Mengintegrasikan solusi bagi UKM, Enterprise dan berinvestasi di

bisnis wholesale.
5) Mengembangkan layanan Teknologi Informasi termasuk e-payment. 6) Berinvestasi di bisnis media dan edutainment.

7) Berinvestasi pada peluang bisnis internasional yang strategis.


8) Mengintegrasikan Next Generation Network (NGN) dan OBCE

(Operational support system, Business support system, Customer support system and Enterprise relations management). 9) Menyelaraskan struktur bisnis dan pengelolaan portofolio. 10) Melakukan transformasi budaya perusahaan.

5. Struktur Organisasi GAMBAR 1.3 STRUKTUR ORGANISASI PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA, Tbk.

Laporan Magang HR Area 01 Sumatera PT Telekomunikasi, Tbk. Sumber : Laporan Manajemen Tahun 2010 6. Aspek Manajemen a. Aspek Produksi Beberapa layanan jasa telekomunikasi dan informasi yang diberikan oleh PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk yaitu : a. Sambungan telepon kabel tidak bergerak (TELKOMLokal, TELKOM SLJJ, TELKOMSLI-007, TELKOMSpeedy).
b. Sambungan telepon nirkabel bergerak (TELKOMFlexy).

c. Seluer (kartuHALO, simPATI, kartu AS). d. Data dan internet (TELKOMGlobal-01017, TELKOMSave, TELKOMNet Instan, plasa.com, Kartu i-VAS,). e. Jaringan dan interkoneksi (TELKOMIntercarries). f. TELKOM Solution Business Partner (TSBP). g. Lain-lain (TELKOMVision). b. Aspek Keuangan Dalam Laporan Manajemen tahun 2010 disebutkan bahwa : Pandapatan Laba usaha Laba Jumlah asset Jumlah ekuitas (dalam miliar Rupiah) c. Aspek Pemasaran Dalam memasarkan produknya, Telkom mempunyai saluran distribusi yang disebut konsep OGDC (one gate distribution channel). Konsep : 68.629 : 22.491 : 11.537 : 99.759 : 44.419

Laporan Magang HR Area 01 Sumatera PT Telekomunikasi, Tbk. OGDC adalah penjualan terhadap produk-produk TELKOM yang sifatnya sangat spesifik dan memiliki pasar khusus. d. Aspek SDM Jumlah karyawan TELKOM sampai dengan 31 Desember 2010 adalah 26.847 karyawan, dimana 21.138 merupakan karyawan TELKOM dan 5.709 merupakan karyawan anak- anak perusahaan. Jumlah ini menurun sebesar 6.6% dari 28.750 karyawan di tahun 2009.

Laporan Magang HR Area 01 Sumatera PT Telekomunikasi, Tbk.

BAB II AKTIVITAS DAN PENUGASAN MAGANG A. Lokasi dan Waktu Magang 1. Lokasi Magang Penulis melakukan program magang di PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk. Unit HR Area 01 Sumatera Lantai 1, Jl. Prof. H. M. Yamin, SH. No. 2 Medan. 2. Waktu Magang Penulis melakukan program magang sejak tanggal 4 Juli 2011 sampai dengan tanggal 16 Agustus 2011 dengan waktu pelaksanaan 08.00 16.00 WIB. B. Uraian Aktivitas 1. Uraian Kegiatan Harian TABEL 2.1 Kegiatan Harian No. 1. Tanggal 4 Juli 2011 Kegiatan Magang 1. Pengenalan lingkungan perusahaan.
2. Mengikuti pengarahan tentang PT.

Telekomunikasi Indonesia, Tbk. bersama kelompok GELADI dari IT TELKOM

Laporan Magang HR Area 01 Sumatera PT Telekomunikasi, Tbk. 2. 5 Juli 2011 1. Mencari data mengenai HR Area 01 Sumatra untuk kelengkapan laporan magang.

No. 3.

Tanggal 6 Juli 2011

Kegiatan Magang 1. Mencari data mengenai HR Area 01 Sumatra untuk kelengkapan laporan magang. 2. Mengikuti acara serah terima jabatan Manajer Direct Channel.

4.

7 Juli 2011

1. Mencari data mengenai HR Area 01 Sumatra untuk kelengkapan laporan magang. 2. Membuat surat G-3 untuk SK Manfaat Pensiun, mengurus administrasi dan membuat pertinggalnya untuk diarsipkan. 1. Mencari data mengenai HR Area 01 Sumatra untuk kelengkapan laporan magang. 2. Membuat surat G-3 untuk SK Manfaat Pensiun Janda, mengurus administrasi dan membuat pertinggal untuk diarsipkan. 1. Mengurus administrasi dan pengarsipan untuk SK Manfaat Pensiun. 2. Mengikuti acara eskursi dari AMIK

5.

8 Juli 2011

6.

12 Juli 2011

Laporan Magang HR Area 01 Sumatera PT Telekomunikasi, Tbk. DUMAI.

No. 7.

Tanggal 13 Juli 2011

Kegiatan Magang 1. Mencari data mengenai HR Area 01 Sumatra untuk kelengkapan laporan magang. 2. Merapikan surat ketetapan pemberian bantuan dana. 1. Memasukkan data daftar berobat lanjut karyawan. 1. Memasukkan data daftar berobat lanjut karyawan. 1. Membuat surat G-3 untuk SK Berhenti Meninggal, mengurus administrasi dan membuat pertinggalnya untuk diarsipkan. 1. Merapikan arsip data pegawai. 1. Merapikan arsip data pegawai. 1. Merapikan arsip data pegawai dan menguploadnya ke portal internal. 1. Merapikan arsip data pegawai dan menguploadnya ke portal internal. 2. Merapikan data Daftar Nama Peserta Pembinaan Kesehatan 2011. 3. Membuat nota dinas undangan.

8. 9. 10.

14 Juli 2011 15 Juli 2011 18 Juli 2011

11. 12. 13. 14.

19 Juli 2011 20 Juli 2011 21 Juli 2011 22 Juli 2011

Laporan Magang HR Area 01 Sumatera PT Telekomunikasi, Tbk.

No. 15.

Tanggal 25 Juli 2011

Kegiatan Magang 1. Membuat suart G3 untuk SK MPP, SK MPP Dipercepat, SK Berhenti Meninggal, SK Berhenti dengan hormat, SK Penunjukan Penghunian Rumah Perusahaan GM Access Reg 1 Sumatera. 2. Mengupload data pegawai ke portal internal. 1. Merapikan data pegawai 2. Mengupload data pegawai ke portal internal. 1. Merapikan data pegawai. 2. Mengupload data pegawai ke portal internal.

16.

26 Juli 2011

17.

27 Juli 2011

18.

28 Juli 2011

1. Merapikan data pegawai. 2. Mengupload data pegawai ke portal internal. 1. Merapikan data Penyempurnaan Pengaturan Biaya Pengganti Fasilitas Perumahan (BPFP) dan Bantuan Biaya Perumahan (BBP). 1. Mengupload data pegawai ke portal internal. 2. Mengarsipkan daftar pertanggungan uang kas.

19 .

29 Juli 2011

20. 21.

1 Agustus 2011 2 Agustus 2011

10

Laporan Magang HR Area 01 Sumatera PT Telekomunikasi, Tbk.


3. Membuat SK SATGAS PENDI

Tahun 2009 Divisi Regional 01 No. 22. Tanggal 3 Agustus 2011 Sumatera. Kegiatan Magang 1. Merapikan dan mengedit Surat Keputusan PGS Operation Senior Manager tentang Pemberhentian Dengan 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 5 Agustus 2011 8 Agustus 2011 9 Agustus 2011 10 Agustus 2011 11 Agustus 2011 12 Agustus 2011 15 Agutus 2011 16 Agustus 2011 Hormat Sebagai Karyawan Perusahaan. 1. Membuat surat G3 untuk SK Pensiun. 1. Membuat laporan magang. 1. Membuat SK Berhenti. 2. Membuat laporan magang. 1. Membuat laporan magang. 1. Membuat surat G3 form Pensiun Dini. 1. Merapikan data pegawai dan menguploadnya ke portal internal. 1. Merapikan data pegawai dan menguploadnya ke portal internal. 1. Merapikan data pegawai dan menguploadnya ke portal internal. 2. Analisis Kegiatan Harian a. Mengikuti pengarahan tentang PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk. bersama kelompok GELADI dari Intitut Teknik TELKOM GELADI adalah kelompok mahasiswa dan mahasiswa dari Institut Teknik Telkom yang juga mengikuti program magang di PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk. HR Area 01 Sumatera. Bersama dengan mereka, penulis mengikuti pengarahan mengenai lingkungan PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk secara umum dan lingkungan HR Area 01 secara khusus. Selain itu, pengarah juga memberikan beberapa informasi mengenai

11

Laporan Magang HR Area 01 Sumatera PT Telekomunikasi, Tbk. produk, baik produk lama maupun produk baru yang dimiliki PT Telkekomunikasi Indonesia, Tbk. b. Mencari data mengenai HR Area 01 Sumatra Kegiatan ini dilakukan penulis selama minggu pertama kegiatan magang. Hal ini dilakukan agar penulis lebih mengetahui tentang lingkungan HR Area 01 Sumatera, terutama mengenai struktur organisasi. Selain itu, hal ini juga dilakukan untuk kelengkapan laporan magang. c. Mengikuti acara serah terima jabatan Manajer Direct Channel Penulis bersama beberapa orang dari Bagian HR mengikuti serah terima jabatan Manajer Direct Channel PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk Area 01 Sumatera. Acara ini berlangsung di Jln. Prof H.M Yamin S.H, No.2 Medan. d. Membuat surat G-3 Surat G-3 adalah surat pengantar yang digunakan ketika salah satu bagian di PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk ingin mengirim paket, baik berupa barang maupun surat, kepada bagian lain. Surat G-3 yang sering ditugaskan kepada penulis adalah Surat G-3 untuk SK Manfaat Pensiun, SK Manfaat Janda, SK berhenti Meninggal, SK Berhenti dengan Hormat, SK MPP, SK MPP dipercepat, dan SK Penunjukkan Penghunian Rumah Perusahaan. e. Mengikuti acara eskursi dari AMIK DUMAI Sebagai salah satu perusahaan BUMN yang sukses, PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk sering mendapat kunjungan. Salah satunya adalah kunjungan dari instansi pendidikan. Seperti yang terjadi pada 12 Juli 2011, PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk Area 01 Sumatera mendapat kunjungan dari AMIK Dumai. Pada kunjungan ini, penulis membantu bagian HR untuk menyiapkan acara.

12

Laporan Magang HR Area 01 Sumatera PT Telekomunikasi, Tbk. f. Memasukkan data daftar berobat lanjut karyawan Salah satu fasilitas yang diterima oleh karyawan PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk adalah fasilitas kesehatan. Fasilitas kesehatan ini termasuk berobat lanjut. Tugas penulis adalah melihat surat ketetapan untuk karyawan mana yang melakukan berobat lanjut dan telah berapa kali melakukan berobat lanjut tersebut. Kemudian penulis akan membuat daftar para karyawan tersebut.
g. Merapikan arsip data pegawai dan meng-upload-nya ke portal internal

Tugas lain yang penulis dapatkan adalah merapikan arsip data pegawai. Data yang dimaksud merupakan berkas-berkas mengenai informasi pribadi karyawan, seperti misalnya riwayat pendidikan, riwayat jabatan, riwayat pernikahan dan keluarga, dan sebagainya. Berkas tersebut tadinya masih berupa kertas, namun kemudian dilakukan digitalisasi berupa pen-scan-an yang dilakukan oleh peserta magang lainnya. Tugas penulis adalah memastikan judul berkas yang telah discan tersebut telah benar sesuai dengan aturan. Setelah semuanya benar, maka selanjutnya penulis akan meng-upload berkas tersebut ke portal internal. C. Permasalahan yang Ditemukan Permasalahan yang ditemui adalah yang berkaitan tentang Manfaat Pensiun. Masalah tersebut antara lain: 1. Ada pegawai yang belum mengetahui tentang apa saja dokumen yang harus disiapkan untuk menerima SK Manfaat Pensiun. 2. Ada pegawai yang tidak mengetahui kewajibannya sebagai pensiunan/ penerima Manfaat Pensiun.

13

Laporan Magang HR Area 01 Sumatera PT Telekomunikasi, Tbk. 3. Sering terjadi ketidakcocokan data pegawai antara data yang berada diberkas asli (fotocopi Ijazah, Sertifikat, dll) dengan yang berada di portal internal. Ketidakcocokan yang sering terjadi adalah perbedaan tanggal antara yang tertera di berkas dengan tanggal yang tertulis di portal internal. D. Landasan Teori 1. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) Menurut UU No. 13 Tahun 2003 Pasal 1 butir 25, Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) adalah pengakhiran hubungan kerja karena suatu hal tertentu yang mengakibatkan berakhirnya hak dan kewajiban antara pekerja/ buruh dan pengusaha. Beberapa hal yang menjadi penyebab terjadinya pemutusan hubungan kerja antara lain sebagai berikut (Priansa, Donni Juni dan Suwatno, 2011): a. Undang-Undang Undang-Undang dapat menyebabkan seorang karyawan harus diberhentikan dari perusahaan. Misalnya, anak-anak, karyawan WNA yang sudah habis izinnya, terlibat organisasi terlarang, tindakan kriminal dan lain sebagainya. b. Keinginan Perusahaan Keinginan perusahaan dapat menyebabkan diberhentikannya seorang karyawan, baik secara terhormat maupun dipecat. Permohonan izin PHK dapat diberikan dalam hal buruh melakukan kesalahan besar, aatara lain : a. b. Pada saat perjanjian kerja diadakan memberikan keterangan Melakukan tindakan kejahatan; palsu atau dipalsukan;

14

Laporan Magang HR Area 01 Sumatera PT Telekomunikasi, Tbk. c. Penganiayaan, menghina secara kasar atau mengancam

pengusaha, keluarga pengusaha atau teman kerja (F.X. Djulmadji, 1994:101). c. Keinginan Karyawan Karyawan dapat memutuskan hubungan kerja sewaktu-waktu, karena alasan mendesak sesuai dengan perundangan yang berlaku. d. Pensiun Apabila seorang karyawan telah mencapai batas usia atau masa kerja maksimum sesuai dengan peraturan perusahaan yang telah disepakati atau karena alasan-alasan lain. e. Kontrak Kerja Berakhir Karyawan akan dilepas atau diberhentikan, apabila kontrak kerjanya berakhir. f. Kesehatan Karyawan Kesehatan karyawan dapat menjadi alasan untuk pemberhentian keryawan. Inisiatif pemberhentian ini bisa berdasarkan keinginan perusahaan ataupun keinginan karyawan. g. Meninggal Dunia Karyawan yang meninggal dunia secara otomatis putus hubungan kerjanya dengan perusahaan. h. Perusahaan bangkrut Karyawan akan dilepas jika perusahaan dilikuidasi atau ditutup karena bangkrut. Kesimpulannya, pensiun adalah putusnya hubungan kerja antara pekerja dengan perusahaan dikarenakan pekerja telah mencapai batas usia atau batas kerja maksimum sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati. 2. Kompensasi bagi Pekerja yang di-PHK

15

Laporan Magang HR Area 01 Sumatera PT Telekomunikasi, Tbk. Pekerja yang telah di-PHK berhak mendapatkan kompensasi dari perusahaan yang pernah mempekerjakannya. UU No. 13 Tahun 2003 Pasal 156 ayat 1, menyebutkan bahwa dalam hal terjadi pemutusan hubungan kerja, pengusaha diwajibkan membayar uang pesangon dan/atau uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak. Penggantian uang hak sebagaimana yang dimaksud dalam UU No. 13 Tahun 2003Pasal 156 ayat 1 tersebut adalah : a. Cuti tahunan yang belum diambil dan belum gugur; b. Biaya atau ongkos pulang untuk pekerja/ buruh dan keluarganya ke tempat dimana pekerja/ buruh diterima bekerja; c. Penggantian perumahan serta pengobatan dan perawatan ditetapkan 15% (lima belas persen) dari uang pesangon dan atau uang penghargaan masa kerja bagi yang memenuhi syarat; d. Hal-hal lain yang ditetapkan dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau PKB. 3. Dana Pensiun UU No. 11 Tahun 1992 pasal 1 menyebutkan bahwa dana pensiun adalah badan hokum yang mengelola dan menjalankan program yang menjanjikan manfaat pensiun. Terdapat dua jenis kelembagaan dana pensiun, yaitu : a. Dana Pensiun Pemberi Kerja Dana Pensiun Pemberi Kerja adalah Dana Pensiun yang dibentuk oleh orang atau badan yang mempekerjakan karyawan, selaku pendiri, untuk menyelenggarakan Program Pensiun Manfaat Pasti atau Program Pensiun Iuran Pasti, bagi kepentingan sebagian atau seluruh karyawannya sebagai peserta, dan yang menimbulkan kewajiban terhadap pemberi kerja. b. Dana Pensiun Lembaga Keuangan

16

Laporan Magang HR Area 01 Sumatera PT Telekomunikasi, Tbk. Dana Pensiun Lembaga Keuangan adalah Dana Pensiun yang dibentuk oleh bank atau perusahaan asuransi jiwa untuk menyelenggarakan Program Pensiun Iuran Pasti bagi perorangan, baik karyawan maupun pekerja mandiri yang terpisah dari Dana Pensiun pemberi kerja bagi karyawan bank atau perusahaan asuransi jiwa yang bersangkutan. E. Pembahasan
1. Pengertian Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan Exit System

a. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) Pemutusan hubungan kerja adalah tindakan yang dilakukan oleh TELKOM atau karyawan untuk memutuskan/ mengakhiri hubungan kerja baik Atas Permintaan Sendiri (APS) maupun bukan Atas Permintaan Sendiri. Putusnya hubungan kerja dapat terjadi karena : 1) 2)
3)

Mencapai Batas Usia Kerja/ Pensiun Normal; Mengundurkan Diri Atas Permintaan Sendiri (APS); Pensiun Dini (Golden dan atau Silver Hand Shake); Pernikahan sesama karyawan TELKOM; Tidak memenuhi syarat untuk diangkat sebagai Karyawan Berhenti karena uzur/ cacat dalam menjalankan tugas; Berhenti karena meninggal dunia/ hilang; Berhenti karena diangkat sebagai anggota Direksi BUMN; Berhenti karena Pelanggaran Disiplin Karyawan; Pemberhentian karena Cuti di Luar Tanggungan Perusahaan Berhenti karena Program Merumahkan Karyawan.

4) 5) 6) 7) 8) 9) 10) 11)

Tetap/ Berhenti dalam Masa Percobaan;

(CLTP);

b. Exit System

17

Laporan Magang HR Area 01 Sumatera PT Telekomunikasi, Tbk. Pemutusan Hubungan Kerja antara PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk. diatur dalam Keputusan Direksi Perusahaan Persero PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk No 15/PS 950/COP-B0011000/2008 tentang Exit System. Exit System merupakan salah satu proses pengelolaan SDM yang dapat dipergunakan untuk maksud pengendalian tersebut dengan menyediakan beberapa pilihan/ kemungkinan kategori exit (multi exit). Maksud dibuatnya kebijakan Exit System adalah sebagai pedoman bagi pengelola SDM dalam menangai karyawan yang berhenti bekerja dengan berbagai kategori exit. Tujuan diberlakukannya Exit System ini adalah untuk dicapainya sasaran komposisi jumlah dan kompetensi SDM yang dibutuhkan perusahaan dan terpeliharanya kesejahteraan karyawan pasca kerja sesuai kemampuan perusahaan.
2. Pensiun Normal, Masa Persiapan Pensiun (MPP) dan Dana Pensiun

Telkom a. Pensiun Normal Pensiun normal adalah putusnya hubungan kerja yang terjadi disebabkan karyawan telah memasuki usia pensiun normal 56 tahun. Hak yang diterima oleh seorang karyawan yang mengalami pensiun normal adalah sebagai berikut : 1) Penghargaan Kenaikan Gaji Dasar yang diberikan terhitung mulai tanggal 1 (satu) bulan berikutnya setelah karyawan dimaksud berhenti, yang diatur dalam Keputusan Direksi tentang Sistem Remunerasi; 2) Manfaat Pensiun yang dibayarkan oleh Dana Pensiun atau Dana Pensiun Lembaga Keuangan yang TELKOM

pembayarannya melalui Perusahaan Asuransi Jiwa;

18

Laporan Magang HR Area 01 Sumatera PT Telekomunikasi, Tbk. 3) Tabungan Hari Tua (THT) atau Pembayaran 20% (duapuluh

perseratus) dari nilai total Manfaat Pensiun secara sekaligus sesuai persyaratan dan ketentuan yang diatur dalam Peraturan Dana Pensiun; 4) 5) Pengembalian Tabungan Wajib Perumahan yang dibayarkan Santunan Asuransi yang dibayarkan oleh Perusahaan Jasa dan sesua dengan ketentuan yang diatur oleh KOPTEL; Asuransi Terkait, sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Keputusan Direksi tentang Sistem Remunerasi; 6) Fasilitas Kesehatan seumur hidup dari Perusahaan Penyedia Asuransi bagi karyawan yang diangkat sejak 1 November 1995 dan mempunyai masa kerja minimal 20 tahun; 7) Santunan Asuransi kesehatan Masa Pensiun sesuai dengan perjanjian dengan Perusahaan Penyedia Asuransi bagi karyawan aktif bekerja di TELKOM, sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Keputusan Direksi tentang Sistem Remunerasi; 8) Biaya Fasilitas Perumahan Terakhir (BFPT) bagi karyawan yang masa kerjanya mencapai 20 tahun atau lebih yang dihitung sejak tanggal karyawan aktif bekerja di TELKOM, sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Keputusan Direksi tentang Sistem Remunerasi; 9) Tunjangan Cuti Tahunan diberikan bagi karyawan yang belum menerima tunjangan tersebut pada tahun berjalan, yang diatur dalam Keputusan Direksi tentang Sistem Remunerasi; 10) Jasa Produksi/ bonus, insentif dan hak-hak lainnya sesuai ketentuan uang diatur dalam Keputusan Direksi tentang Sistem Remunerasi; 11) Biaya atau ongkos kembali ke tempat asal lamaran, sesuai ketentuan yang diatur dalam Keputusan Direksi tentang Sistem Remunerasi.

19

Laporan Magang HR Area 01 Sumatera PT Telekomunikasi, Tbk. Sebagai penerima manfaat pensiun, ada beberapa kewajiban yang harus dipenuhi, yaitu: 1) 2) Melakukan pembaruan data secara berkala; Menginformasikan: 1) Perubahan status diri, missal kawin lagi atau janda/duda kawin lagi; 2) Perubahan atau mutasi penerima manfaat pensiun (penerima Manfaat Pensiun meninggal dunia, janda/duda kawin lagi, janda/duda meninggal dunia, anak sudah berumur 21 tahun, 25 tahun atau sudah menikah/ bekerja);
3) Perubahan data (pindah alamat, perumabahan nomor telepon,

handphone, email, dan perubahan no rekening; 4) Siapa yang dikuasakan mengambil Manfaat Pensiun. 3) 4) 5) Mempunyai dan menyampaikan NPWP. Menginformasikan/ lapor ke Dana Pensiun Telkom bila sudah Melatih anak/ cucu untuk dapat melaporkan ke Dana Pensiun

3 bulan pensiun belum menerima SK Manfaat Pensiun. Telkom bila ada perubahan status penerima Manfaat Pensiun. b. Masa Persiapan Pensiun (MPP) Masa Persiapan Pensiun (MPP) adalah waktu yang diberikan oleh TELKOM kepada sebelum masa pensiun untuk mempersiapkan diri menghadapi masa purnabhakti. Terdapat dua jenis MPP, yaitu : 1) Masa Persiapan Pensiun (MPP) Normal Masa Persiapan Pensiun (MPP) Normal adalah waktu yang diberikan oleh TELKOM kepada karyawan selama 6 (enam) bulan sebelum

20

Laporan Magang HR Area 01 Sumatera PT Telekomunikasi, Tbk. masa pensiun untuk mempersiapkan diri menghadapi masa

purnabhakti. Selama menjalani MPP Normal, karyawan berhak atas : a) Gaji bulanan sebagaimana Karyawan Tetap aktif dengan ketentuan Tunjangan Posisi sesuai dengan Tarif Tunjangan Posisi terakhir, kecuali bagi karyawan yang berada di kelas khusus diberikan Tunjangan Posisi tarif dasar kelas 5 (lima) sesuai dengan Band Posisi Terakhir; b) Pertumbuhan Gaji Fasar sesuai ketentuan prosentase Kenaikan Gaji Dasar Reguler yang berlaku. Kenaikan Gaji dasar Reguler diberikan bagi karyawan yang belum menerima Kenaikan Gaji Dasar Reguler pada tahun berjalan, yang diatur dalam Keputusan Direksi tentang Sistem Remunerasi;
c) Pertumbuhan Tunjangan Dasar sesuai nilai performansi dan

atau kompetensi terakhir karyawan bersangkutan sebelum MPP dengan mempertimbangkan comparatio sebagaimana diatur dalam Keputusan Direksi tentang Sistem Remunerasi. d) Fasilitas Kesehatan sebagaimana diberikan kepada Karyawan Teteap Akif sesuai ketentuan yang diatur dalam Direksi tentang Sistem Remunerasi; e) Tunjangan Hari Raya sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Keputusan Direksi tentang Sistem Remunerasi; f) Tunjangan Cuti Tahunan sesuai dengan persayaratan dan ketentuan yang diatur dalam Keputusan Direksi tentang Sistem Remunerasi; g) Jasa produksi/bonus, insentif dan hak-hak lainnya sesuai ketentuan yang diatur dalam Keputusan Direksi tentang Sistem Remunerasi; Keputusan

21

Laporan Magang HR Area 01 Sumatera PT Telekomunikasi, Tbk. h) Biaya Pengganti Fasilitas Perumahan (BPFP/BBP) diberikan kepada karyawan yang belum menerima BPFP tersebut dalam 2 (dua) tahun terakhir bagi penerima BPFP dan pada tahun berjalan bagi penerima BBP yang besarnya sesuai dengan sisa MPP dan tarif yang berlaku dalam Keputusan Direksi tentang Sistem Remunerasi; i) Hak-hak sebagaimana dimaksuf butir 3, 5, dan 6 diatas, diberikan apabila periode pembayaran hak/ tunjangan-tunjangan tersebut dibayarkan pada masa MPP Normal. 2) Masa Persiapan Pensiun (MPP) Dipercepat

Masa Persiapan Pensiun (MPP) Dipercepat adalah kesempatan yang diberikan oleh TELKOM kepada karyawan untuk melaksanakan Masa Persiapan Pensiun (MPP) lebih dari 6 (enam) bulan dan paling lama 3 (tiga) tiga tahun yang dilaksanakan secara sukarela dengan terlebih dahulu mengajukan permohonan, Karyawan yang ingin melaksanakan MPP Dipercepat prosedurnya adalah sebagai berikut : a) Karyawan mengajukan permohonan kepada Pejabat Yang Berwenang, yaitu Direktur HCGA untuk karyawan Band Posisi I, SGM HR Center untuk karyawan Band Posisi II, OSM HR Area untuk karyawan Band Posisi III IV di area pelayanannya.; b) Dengan mempertimbangkan kepentingan perusahaan dan ketersediaan anggaran, Pejabat Yang Berwenang berhak menyetujui atau menolak permohonan karyawan; c) Persetujuan atau penolakan harus sudah diterima oleh karyawan selambat-lambatnya 15 (lima belas) hari setelah pernohonan diterima oleh Pejabat Yang Berwenang;

22

Laporan Magang HR Area 01 Sumatera PT Telekomunikasi, Tbk. d) Surat Keputusan MPP Dipercepat, bagi karyawan yang permohonannya disetujui, diterbitkan selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari setelah permohonan diterima oleh Pejabat Yang Berwenang.

Selama menjalani MPP Dipercepat, karyawan berhak atas : a) Selama 1 (satu) tahun pertama diberikan hak seperti hak yang diterima oleh keryawan MPP Normal; b) Setelah 1 (satu) tahun pertama, karyawan berhak atas : 1. Gaji Bulanan sebagaimana Karyawan tetap aktif dengan ketentuan Tunjangan Posisi seuai tariff Tunjangan posisi terakhir, kecuali bagi karyawan yang berada di kelas khusus diberikan Tunjangan Posisi tariff dasar kelas 5 sesuai posisi Band Terakhir; 2. Pertumbuhan Gaji Dasar sesuai ketentuan prosentase Kanikan Gaji Dasar Reguler yang berlaku. Kenaikan Gaji Dasar Reguler diberikan bagi karyawan yang belum menerima Kenaikan Gaji Dasar Reguler pada tahun berjalan, yang diatur dalam Keputusan Direksi tenang Sistem Remunerasi; 3. Fasilitas Kesehatan sebagaimana diberikan kepada Karyawan tetap Aktif sesuai ketentuan yang diatur dalam Keputusan Direksi tentang Sistem Remunerasi; 4. 5. Tunjangan Hari Raya sesuai ketentuan yang diatur Jasa Produksi/ bonus, insentif dan hak-hak lainnya dalam Keputusan DIreksi tentang Sistem Remunerasi; sesuai ketentuan yang diatur dalam Keputusan Direksi tentang Sistem Remunerasi;

23

Laporan Magang HR Area 01 Sumatera PT Telekomunikasi, Tbk. 6. Biaya Pengganti Fasilitas Perumahan (BPFP/ BBP)

diberikan kepada karyawan yang belum menerima BPFP tersebut dalam 2 (dua) tahun terkahir bagi penerima BBP dan pada tahun berjalan bagi penerima BBP yang besarnya sesuai dengan sisa MPP dan tariff yang berlaku dalam Keputusan Direksi tentang Sistem Renumerasi. c. Dana Pensiun TELKOM (DAPENTEL) Dana Pensiun TELKOM adalah Dana Pesiun Pemberi Kerja yang didirikan oleh TELKOM yang mengelola dan menjalankan Program Pensiun Manfaat pasti bagi karyawan TELKOM yang menjadi Peserta Dana Pensiun TELKOM. Dana Pensiun TELKOM memiliki tugas dan tanggungjawab sebagai berikut : 1) 2) 3) Membayar Manfaat Pensiun; Menagih dan mengelola peneriumaan iuran Pemberi Kerja dan Mengelola dan mengembangkan dana (investasi).

Peserta;

7. Pelaksanaan Pensiun Normal Sebelum pensiun, seorang karyawan akan memasuki Masa Persiapan Pensiun (MPP) Normal. Selama masa MPP ini, karyawan mendapatkan hak-hak seperti yang telah disebutkan diatas. Dalam masa MPP ini pula seorang karyawan bisa tetap bekerja seperti biasa atau juga tidak, tergantung pilihan karyawan tersebut. Pilihan ini tidak akan mengurangi haknya. Pada prinsipnya, karyawan tidak perlu meyiapkan berkas apapun karena semua berkas yang diperlukan telah ada di HR. 2 bulan sebelum masa pensiun, HR telah membuat SK Pensiun yang terdiri dari : a. DRP (Daftar Riwayat Pekerjaan);

24

Laporan Magang HR Area 01 Sumatera PT Telekomunikasi, Tbk. b. SK CaPeg (Calon Pegawai); HR yang membuat SK Pensiun tersebut adalah HR tempat karyawan yang bersangkutan bertugas. Dan maksimal 2 minggu sebelum pensiun, karyawan akan menerima SK Pensiun tersebut dari manajer yang mengepalai karyawan yang bersangkutan. 8. Pembayaran Manfaat Pensiun Agar SK Pembayaran Manfaat Pensiun terbit, karyawan yang telah mengalami pensiun normal perlu menyiapkan dokumen sebagai berikut: a. Fotocopy SK Pemberhentian; b. Fotocopy SK CAPEG dan Pegawai Perusahaan; c. Fotocopy KTP dan Kartu Keluarga; d. Fotocopy Surat/ Akte Nikah dan Kartu Keluarga; e. Pas photo berwarna ukuran 3x4 sebanyak 2 buah; f. Fotocopy buku rekening bank (sebaiknya Bank BNI, BRI, Mandiri,BTPN); g. Fotcopy akte kelahiran anak yang masih di bawah usia 21 tahun/ 25 tahun yang masih kuliah; h. Fotocopy Kartu NPWP Sampai dengan akhir tahun 2010, proses transfer dari DAPEN Telkom ke Bank Koordinator untuk pembayaran manfaat pensiun akan dilakukan pada akhir bulan, sehingga manfaat pensiun bulan N akan masuk rekening Pensiunan/ Penerima Manfaat Pensiun pada akhir bulan N-1 (sekitar tanggal 29 atau 30 bulan N-1). Namun, mulai Januari 2011, Manfaat Pensiun bulan N akan diterima (masuk rekening) pada tanggal awal bulan N. Apabila awal bulan jatuh pada hari libur, maka Manfaat Pensiun akan masuk rekening Pensiunan/ Penerima Manfaat Pensiun pada hari kerja berikutnya.

25

Laporan Magang HR Area 01 Sumatera PT Telekomunikasi, Tbk.

9. Relevansi antara Teori dengan Aktivitas Magang Berikut ini merupakan perbandingan antara Alasan Pemutusan Hubungan Kerja dengan jenis Exit System yang ada di Telkom :

TABEL 2.2 PERBANDINGAN ALASAN PHK Alasan menurut teori 1. Undang-undang 2. Keinginan Perusahaan 3. Keinginan Karyawan 4. Pensiun 5. Kontrak Kerja Berakhir Alasan menurut Exit System TELKOM 1. Mencapai batas usia kerja/ pensiun normal 2. Mengundurkan diri atas permintaan sendiri (APS) 3. Pensiun dini (Golden dan atau Silver Hand Shaeke) 4. Pernikahan sesama karyawan Telkom 5. Tidak memenuhi syarat untuk diangkat sebagai keryawan tetap/ 6. Kesehatan Karyawan 7. Meninggal Dunia 8. Perusahaan Bangkrut berhenti dalam masa percobaan. 6. Berhenti karena uzur/ cacat dalam menjalankan tugas. 7. Berhenti karena meninggal dunia/ hilang. 8. Berhenti karena diangkat sebagai anggota Direksi DUMN 9. Berhenti karena Pelanggaran Disiplin Kerja 10. Pemberhentian karena cuti di luar tanggungan perusahaan.

26

Laporan Magang HR Area 01 Sumatera PT Telekomunikasi, Tbk. 11. Berhenti karena program merumahkan karyawan Berdasarkan tabel 2.2 dapat dilihat bahwa ada persamaan antara teori mengenai alasan Pemutusan Hubunan Kerja dengan yang diterapkan oleh PT. Telekomuniksai Indonesia, Tbk.. Kesamaan terjadi pada alasan PHK yang disebabkan oleh Keinginan Perusahaan, Peinginan Kesehatan Karyawan dan Meninggal Dunia. Sedangkan perbedaan yang terjadi karena PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk. lebih karena perusahaan mendetailkan lagi penyebab Pemutusan Hubungan dengan alasan alasan tertentu. Perbandingan Hak Pensiun antara teori yang disebutkan dengan yang diterpakan oleh PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk. dapat dilihat dari tabel berikut. TABEL 2.3 PERBANDINGAN HAK PENSIUN Hak Pensiun menurut teori 1. Cuti tahunan yang belum diambil dan belum gugur. Hak Pensiun yang diterapkan TELKOM 1. Penghargaan Kenaikan Gaji Dasar; Karyawan, Pensiun,

27

Laporan Magang HR Area 01 Sumatera PT Telekomunikasi, Tbk. 2. Biaya atau ongkos pulang untuk pekerja/ buruh dan keluarganya ke tempat dimana pekerja/ buruh diterima bekerja. 2. Manfaat Pensiun;

Hak Pensiun menurut teori 3. Penggantian perumahan serta pengobatan dan perawatan ditwtapkan 15% dari uang pesangon dan atau uang penghargaan masa kerja bagi yang memenuhi syarat. 4. Hal-hal lain yang ditetapkan dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau PKB

Hak Pensiun yang diterapkan TELKOM 3. Tabungan Hari Tua (THT);

4. Pengembalian Tabungan Wajib Perumahan; 5. Santunan Asuransi; 6. Fasilitas Kesehatan seumur hidup; 7. Santunan Asuransu kesehatan Masa Pensiun 8. Biaya Fasilitas Perumahan Terakhir (BFPT);

28

Laporan Magang HR Area 01 Sumatera PT Telekomunikasi, Tbk. 9. Tunjangan Cuti Tahunan 10. Jasa Produksi/ bonus, insentif dan hak hak; 11. Biaya atau ongkos kembali ke tempat asal lamaran. Perbandingan yang disajikan di tabel 2.3 menunjukkan bahwa TELKOM memberikan hak pensiun karyawan sesuai dengan teori dan peraturan yang disebutkan dalam undang-undang, bahkan memberi lebih. Kelebihan yang diberikan oleh TELKOM kepada para pensiunan berupa Penghargaan Kenaikan Gaji Dasar, Menfaat Pensiun, Tabungan Hari Tua Dan Pegembalian Tabungan Wajib Perumahan.

29

Laporan Magang HR Area 01 Sumatera PT Telekomunikasi, Tbk.

BAB III KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan 1. Kesimpulan Aktivitas Magang Penulis mendapatkan banyak manfaat dan pengalaman selama menjalani kegiatan magang. Selain itu, penulis juga mendapatkan banyak informasi seputar dunia kerja. Selama menjalani kegiatan magang, hal-hal yang dilakukan penulis meliputi pengarsipan data, memasukkan data, mengupload data tersebut ke portal internal, membuat surat dan lainnya. Penulis juga mengikuti kegiatan lain berupa acara pengarahan dari perusahaan bersama kelompok GELADI dari Institut Teknik Telkom, serah terima jabatan Manajer Direct Channel dan acara eskursi dari AMIK Dumai. Sedangkan pengalaman yang disebut di atas berupa: a. Penulis dapat mengaplikasikan teori-teori yang selama ini dipelajari serta membandingkan antara teori tersebut dengan yang terjadi sebenarnya di dunia kerja.

30

Laporan Magang HR Area 01 Sumatera PT Telekomunikasi, Tbk. b. Penulis dapat mengetahui masalah-masalah dan kendala yang dihadapi di dunia kerja. c. Penulis dapat merasakan atmosfir dunia kerja dan budaya organisasi di PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk

2. Kesimpulan Laporan Magang Kesimpulan dari laporan magang ini adalah : a. HR merupakan salah satu bagian dari PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk yang mengurusi masalah kepegawaian di perusahaan tersebut. b. Salah satu tugas dari HR adalah menangangi masalah Pensiun Normal, yang merupakan salah satu Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karena karyawan telah memasuki usia 56 tahun.
c. Segala hal tentang Pemutusan Hubungan Kerja, termasuk Pensiun

Normal, diatur dalam Keputusan Direksi Perusahaan Persero PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk No 15/PS 950/COP-B0011000/2008 tentang Exit System. d. Pembayaran Manfaat Pensiun dilakukan oleh Dana Pensiun Telkom (DAPENTEL) melakui bank-bank yang telah ditunjuk. e. Baik alasan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) maupun hak-hak yang diterima oleh seorang pensiunan yang dilakukan oleh PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk telah sesuai dengan peraturan yang tertera dalam UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Tidak hanya alasan Pemutusan Hubungan Kerja, hak yang diterima oleh seorang karyawan yang di-PHK

31

Laporan Magang HR Area 01 Sumatera PT Telekomunikasi, Tbk. oleh PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk juga sesuai dengan undangundnag tersebut.

B. Saran 1. Saran untuk Aktvitas Magang a. Saran untuk Perusahaan Secara umum, pelaksanaan program magang telah berjalan baik. Namun demikian, ada beberapa hal yang penulis sarankan kepada perusahaan agar pelaksanaan program magang berikutnya menjadi lebih baik, yaitu : 1) Lebih melibatkan peserta magang di kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan. 2) Memberikan tugas yang sesuai dengan bidang kajian peserta magang. 3) Memberikan peraturan yang jelas dan tegas kepada peserta magang, berupa aturan berpakaian, bersikap dan peraturan lainnya yang dianggap perlu. b. Saran untuk Institut Manajemen Telkom Beberapa hal yang penulis sarankan kepada pihak Institut Manajemen Telkom adalah sebagai berikut : 1) Perbanyak sosialisasi tentang program magang. Karena masih

sering terjadi ketidakjelasan dan kesimpangsiuran informasi tentang magang.

32

Laporan Magang HR Area 01 Sumatera PT Telekomunikasi, Tbk. 2) Melakukan kerjasama dengan perusahaan perusahaan. Hal ini

untuk mempermudah mahasiswa untuk memperoleh tempat magang

2. Saran untuk Penugasan Magang a. Saran untuk Pelaksanaan Pensiun Normal Saran yang penulis berikan untuk pelaksanaan Pensiun Normal adalah sebagai berikut : 1) Melakukan sosialisasi bagi karyawan yang akan memasuki usia

pensiun agar mereka mengetahui tentang hak dan kewajibannya baik sebelum menjadi pensiunan maupun setelah. 2) Bagi karyawan HR yang menangai masalah pensiun agar

memastikan bahwa semua berkas yang diperlukan telah tersedia dan SK Pensiun bias dikeluarkan tepat waktu. 3) Memperhatikan kinerja Dana Pensiun Telkom dalam

menjalankan tugasnya membayarkan Manfaat Pensiun agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

b. Saran untuk HR Area 01 Sumatera Kepada HR Area 01 Sumatera, penulis memberikan saran sebagai berikut : 1) Lebih memanfaatkan media komunikasi, seperti TV, untuk

memberikan informasi, baik informasi umum maupun informasi berupa kebijaka-kebijakan baru yang perlu diketahui oleh karyawan.

33

Laporan Magang HR Area 01 Sumatera PT Telekomunikasi, Tbk.


2)

Lebih memperhatikan tentang data karyawan yang akan

diupload ke portal internal. Kesalahan yang sering terjadi adalah perbedaan tentang tanggal pendidikan karyawan antara yang tertera di portal internal dengan dokumen aslinya.

34