Anda di halaman 1dari 6

Dampak globalisasi yang langsung menjadi beban negara, masyarakat, dan rakyat jelata adalah globalisasi hutang yang

membuat semua warga negara dan bahkan bayi yang baru lahir berposisi sebagai ghorim (orang yang berhutang). Hutang seperti ini bukan merupakan hutang individu (dain) yang diikat dengan etika dan hukum fiqih, tetapi hutang ini adalah hutang publik, hutang yang bersifat multilateral, yang mempunyai dampak yang sangat besar kepada kebijakan publik yang sangat berpengaruh pada kehidupan rakyat mau pun negara. Misi neoliberalisme dan globalisasi pada kenyataannya tidak hanya berpengaruh pada kehidupan ekonomi dan politik, tetapi juga kehidupan sosial masyarakat. Tatanan sosial, budaya, beserta institusi norma, secara langsung dan tidak langsung juga tak lepas dari pengaruh dua arus besar ini. Pada titik ini, gerakan sosial baru diperlukan sebagai alternatif. Hanya ada dua pilihan bagi asosiasi sosial yaitu mengikuti arus, menerima apa adanya apa yang telah terjadi, atau menjadi lokomotif gerakan alternatif. Muhammadiyah sebagai organisasi civil society yang besar di Indonesia, diharapkan dapat menjadi penyeimbang negara dan pasar yang menjadi kepanjangan tangan neo-liberalisme dan globalisasi. Harapan agar Muhammadiyah menjadi energi bagi the new social movement ternyata terbentur pada persoalan kesulitan menentukan pilihan. Konsisten atas nilai-nilai dasarnya, dibarengi dengan peningkatan kapabilitas sumber daya, menjadi kunci, apakah Muhammadiyah akan berhasil menjadi sumber gerakan sosial baru atau tidak. Dengan mengusung Mega Proyek Gedung Dakwah dan Muamalat Labuhan Ratu, Muhammadiyah akan mempunyai alasan untuk mengefektifkan kunci tersebut dengan sungguh-sungguh. Tidak mungkin membangun gedung pencakar langit itu kalau tidak menggali semua sumber dayanya seperti yang digarap dalam Majelis T3DK, WHZIS, EK3M, dan DIKDASMEN PSB. Proyek ini sangat mengharapkan peran serta yang sungguh-sungguh dari generasi penerus Muhammadiyah yang tergabung dalam Angkatan Muda Muhammadiyah yaitu PM, NA, IMM, dan IPM. Sebagai contoh, untuk intensifikasi penghimpunan zakat, infaq, shadaqah, serta wakaf dan hibah, mulai disusun barisan sebagai berikut bersama Pembina Majelis WHZIS [0852 69012915] yang akan menjadi back bone /tulang punggung yaitu dari MAJELIS WHZIS PDM KOTA BANDAR LAMPUNG Drs. Kamil Idris Chaniago [0721700268] Ir. Bambang I. Santosa [0721783079] merangkap di PCM Hasanudin, S.E. [081540859840] merangkap di BTM Slamet Risnanto, S.Ag. [0721785170] guru di SMPM3 Nurcholis, S.E. [08154063736] Ahmad Hamyadi, S.Pd. [0721784046, 0721257295] merangkap di PWM Muhammad Yasin, S.H. [085269077530] sudah meninggal dunia Suradijo, Sukarame [08157892759, 07217480203] LEMBAGA AMIL ZAKAT INFAQ SHADAQAH Muhammad Sohafi Sofian, S.H. [07217625465] Hasan Husin Syarif [ ? ] Firdaus, SMKM [07217472671, 0721788119] Tubagus Muhammad Rifki, S.P., M.Si. [ ? ] R. Widia Marchandra Kurniawan [081541512890]

ORGANISASI OTONOM 1) Pemuda Muhammadiyah Sumarno [085269245609] 2) Nasyiyatul Aisyiyah Silvia [0852 79490950] 3) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Ahmad [0816407367], Tion [081379395865], Sodiq [081379777220], Denden [085669973728], Hamami Hukum [085279918889], Alian Setiadi [08994280550], Erna Yulian [085269565720] 4) Ikatan Pelajar Muhammadiyah Mario [085269965557] Perlu dibentuk Labuhan Ratu Parking Corporation, perusahaan yang menangani perparkiran di Kompleks Muhammadiyah Labuhan Ratu. Tenaga kerjanya bisa diambilkan dari para mahasiswa Universitas Muhammadiyah Lampung. Manajemennya bisa diambilkan dari para guru dan dosennya. Pendapatan perusahaan ini berasal dari kontribusi UML, SMAM, SMKM, SMPM, dan SDM yang ada di kompleks tersebut, tergantung dari hasil studi /survei populasi kendaraan bermotor yang parkir di depan bangunannya. Ada aspirasi untuk memekarkan Majelis Ekonomi, Kewirausahaan, Kesehatan, dan Kesejahteraan Masyarakat menjadi tiga majelis yaitu: 1. Majelis Kesehatan 2. Majelis Pemberdayaan dan Kesejahteraan Masyarakat 3. Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan Konsepsi awal pembentukan Majelis EK3M adalah melaksanakan prinsip miskin struktur kaya fungsi. Oleh karena itu empat bidang dijadikan satu majelis. Kini dengan adanya aspirasi itu, perlu dipersiapkan sebaik-baiknya semua infra-struktur majelis agar setelah Musyawarah Daerah periode yang akan datang pemekaran majelis betul-betul terjadi. Seiring dengan aspirasi itu, para pegiat calon Majelis Kesehatan perlu mematangkan rencana terkait peningkatan status dan kualitas kinerja dari UKS yang ada di tiap sekolah dan Fakultas Psikologi yang ada di UML untuk secara bersama mendirikan PKU Muhammadiyah di atas bangunan tempat wudhu di sayap utara Masjid Al Ihsan. Majelis Kesehatan perlu all out mengusahakan mergernya UKS /PMR yang ada di tiap sekolah, KSR yang ada di UML dengan dukungan Amal Usaha di bidang Apotek /Toko Obat-Alkes (Alat Kesehatan). Semua itu perlu didirikan dan dikembangkan sebaik-baiknya. Dengan niatan yang sama, para pegiat calon Majelis Pemberdayaan dan Kesejahteraan Masyarakat perlu mematangkan rencana terkait lantai muamalat (di lantai 2 Gedung Dakwah & Muamalat Rajabasa) dan lantai-lantai serupa di Muhammadiyah Tower (di lantai2 sampai dengan lantai6), dalam rangka mengatasi kemiskinan absolut di kompleks pendidikan, ketidakadilan sosial dan jurang kaya miskin yang ada di sekitar kompleks itu. Majelis Pemberdayaan perlu mensurvei kondisi tempat-tempat usaha dari warga sekitar Kompleks Muhammadiyah Labuhan Ratu. Insya Allah, akan ditemukan ketimpangan /kesenjangan yang lebar. Dimulai dari kondisi bangunan yang kokoh kuat meski pun berdiri di atas lahan sengketa hingga kondisi yang mengkuatirkan karena hanya terbuat dari bahan ala kadarnya, bahkan hanya berupa sepetak kecil lahan tanpa dinding yang representatif. Semua itu perlu dibujuk untuk bergabung dalam Muhammadiyah Tower serta dipikirkan

tempat penampungan sementara, bisa dengan menempati tanah-tanah Muhammadiyah yang selama ini belum tergarap atau menempati petak-petak darurat di lantai tiga gedung UML, tentu dengan dikerja-samakan dengan pihak universitas. Dengan modus serupa, para pegiat Majelis induk yaitu EK3M perlu mematangkan rencana terkait aspek muamalat di Muhammadiyah Tower (dari lantai1 hingga lantai6) dan peluang mendapatkan pinjaman dari bank-bank BUMN bagi para warga Muhammadiyah, pengusaha mikro, kecil, dan menengah serta koperasi-koperasi Baitut Tamwil Muhammadiyah. Majelis ini bisa fokus pada bidang tugas yang tersisa yaitu ekonomi dan kewirausahaan. Di aspek ekonomi, Majelis bisa fokus pada koperasi jasa keuangan syariah. Di aspek kewirausahaan, fokus Majelis terletak pada pencetakan wirausaha baru melalui bisnis network marketing. Hal ini dapat diartikan bahwa aspirasi pemekaran Majelis EK3M mendukung penataan lingkungan dengan tajuk pembangunan Muhammadiyah Tower yang telah diterangkan dalam bagian pertama naskah muamalat_dakwah. Tinggal kini, bagai mana tindak-lanjutnya? Dari pembicaraan dengan Ngatio Haryanto, ternyata para pihak di Kompleks Muhammadiyah Labuhan Ratu sudah sepakat untuk menata bangunan pendidikan dengan bentuk letter U. Pada bulan Ramadhan 1429H bangunan bekas Kantor SMK, yang pernah ditempati oleh unsur dari Tapak Suci Putera Muhammadiyah, kini telah dibongkar. Berikut ini disusun revisi dari naskah pertama muamalat_dakwah. Perlu dilakukan negosiasi antara PDM dan UML agar PDM dapat berkantor sementara di lantai3 Gedung UML. Desain interior kantor PDM tidak mengalami perubahan, tetap seperti rancangan semula. Demikian pula SD Muhammadiyah perlu melakukan negosiasi yang sama agar SD itu dapat pindah sementara ke lantai 3 dan lantai 4 Gedung UML yang perlu segera dibangun. Lokal gedung yang ditinggalkan oleh SD itu bisa dimanfaatkan oleh TK Aisyiyah Bustanul Atfal. Selanjutnya bangunan yang ditinggalkan TKA tersebut segera dibongkar untuk dibangunkan gedung 3 lantai bersesuaian dengan gedung SMKM2. Sebelum SD Muhammadiyah pindah, lokasi di Gedung UML perlu dipersiapkan terlebih dulu. Langkah awal adalah membuat nota kesepahaman di antara Kepala SD Muhammadiyah dan Rektor UML. Setelah dokumen ini ditandatangani, dikonsultasikan kepada institusi induk masing-masing untuk dimintakan dukungannya. Setelah kedua institusi induk setuju, dibentuk panitia bersama SD Muhammadiyah dan UML untuk memproses pembangunan lokasi lantai3 dan lantai4 UML serta mengusahakan kepindahan SD tersebut ke lokasi yang dimaksud. Panitia ini perlu terus menerus melakukan fund raising hingga seluruh proses dan tahapan yang direncanakan dapat terselesaikan dengan baik. Setelah SD Muhammadiyah (SDM) berhasil dipindahkan sementara ke lantai3 dan lantai4 Gedung UML, baru bisa dimulai proses kepindahan TK Aisyiyah Bustanul Atfal ke bekas bangunan yang digunakan oleh SD tersebut. Perlu dibuat panitia bersama antara SD dan TK itu. Halhal yang perlu dilakukan panitia tersebut adalah persiapan lokal bekas SD agar siap digunakan untuk anak-anakTK ABA. Setelah itu baru bisa dimulai prosesi kepindahan sementara TK tersebut ke lokasi bekas SD. Setelah tuntas kepindahan TK ABA ke lokasi bekas SDM, bisa dimulai pembangunan gedung tiga lantai di bekas TK tersebut. Perlu dibentuk panitia pembangunan gedung TK ABA dengan komposisi terdiri atas manajemen sekolah, perwakilan wali murid, dan stake holder (dari PRM, PCM, hingga PDM). Konsep

gedung perlu disesuaikan dengan visi dan misi TK ABA, dan terutama dengan apa yang telah ditentukan Allah dalam Al Quran-Nya dan diperintahkan Muhammad Saw dalam Hadis-nya. Perhatikan Al Baqarah : 83 yang menyatakan: Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil, Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, dan orangorang miskin. Dan bertutur katalah yang baik kepada manusia, laksanakanlah salat dan tunaikanlah zakat. Tetapi kemudian kamu berpaling (mengingkari), kecuali sebagian kecil dari kamu, dan kamu (masih menjadi) pembangkang. Al Baqarah : 124 menyatakan: Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhan-nya dengan beberapa kalimat, lalu dia melaksanakannya dengan sempurna. Dia (Allah) berfirman, Sesungguhnya Aku menjadikan engkau sebagai pemimpin bagi seluruh manusia. Dia (Ibrahim) berkata, Dan (juga) dari anak cucuku? Allah berfirman, (Benar, tetapi) janji-Ku tidak berlaku bagi orang-orang zalim. Selanjutnya, ada sesuatu yang melegakan dada dan meringankan jiwa, yaitu apa yang kita saksikan sekarang ini berupa ketekunan para pelajar /mahasiswa dan para dai yang menyeru kepada kitab Allah serta sunnah Rasul-Nya dalam menghapal dan mempelajari kumpulan hadis yang besar ini di lembaga-lembaga ilmiah. Semoga Allah melindungi mereka dari segala macam kejelekan. Sedekah kepada suami dan anak. Diriwayatkan dari Zainab, istri Abdullah bin Masud r.a., ia berkata: Rasulullah Saw telah bersabda, Bersedekahlah, hai kaum wanita! Walau pun berupa perhiasan kalian! Kata Zainab: Maka aku pulang menemui Abdullah bin Masud, lalu aku katakan kepadanya, Anda orang yang ringan tangan, sedangkan Rasulullah memerintahkan kami agar bersedekah. Karena itu, temuilah Rasulullah Saw lalu tanyakan kepada beliau apakah sedekahku cukup /boleh untuk keluargaku sendiri? Jika tidak boleh, maka aku alihkan kepada orang lain. Kata Zainab: Abdullah bin Masud menjawab, Kau sajalah, temui Rasulullah Saw! Kata Zainab: Kemudian aku pergi, ternyata di pintu Rasulullah Saw ada seorang perempuan dari kaum Anshar yang keperluannya sama denganku. Kata Zainab: Rasulullah Saw selalu diliputi oleh kharisma yang membuat orang lain segan untuk bertemu. Kata Zainab: Maka Bilal keluar kepada kami, lalu kami katakan kepada Bilal, Temuilah Rasulullah Saw lalu beritahukan kepada beliau bahwa di pintu ada dua perempuan yang ingin bertanya kepada Anda. Apakah boleh dua orang perempuan ini bersedekah kepada suami mereka dan anak-anak yatim di keluarga mereka sendiri? Tapi jangan beritahukan kepada beliau siapa kami ini! Kata Zainab: Maka Bilal masuk dan menemui Rasulullah Saw, lalu dia tanyakan kepada beliau. Kemudian Rasulullah Saw bertanya kepada Bilal, Siapa dua orang perempuan itu? Jawab Bilal, Seorang perempuan dari kaum Anshar dan Zainab. Tanya Rasulullah Saw, Zainab yang mana? Jawab Bilal, Istri Abdullah bin Masud. Lalu Rasulullah Saw bersabda kepada Bilal, Dua perempuan itu mendapat dua pahala, pahala karena berbuat baik kepada keluarganya dan pahala sedekah. [Hadis ini juga diriwayatkan oleh Al-Bukhari, nomor hadis 6466]. Telah datang surat dari Maarif Institute for Culture and Humanity kepada Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bandar Lampung dengan nomor 003 /Ma'arif Institute /2009 tanggal 20 Maret 2009 perihal mohon audiensi dengan lampiran TOR (Term of Reference). Mereka mempunyai program terkait peran Ormas Islam dalam mengawasi dan mengontrol proses formulasi dan implementasi kebijakan publik Kota Bandar Lampung. Surat itu ditanda-tangani oleh Dra. Handi Mulyaningsih, M.Si.

Sebagai Koordinator Program. Di Bandar Lampung, organisasi itu beralamat di Jl. Pulau Pisang II No. 153 Komplek Perumahan Way Kandis Tanjung Senang Bandar Lampung. E-mail: koer_koer@yahoo.com. Home page: www.maarifinstitute.org. Kontak person: Kurniadi 0812 7218220. Perlu diingat bahwa mega proyek Muhammadiyah Tower bisa berbenturan atau mendukung kebijakan publik Kota Bandar Lampung. Hal ini perlu diklarifikasi dan disinkronisasi. Bagai mana program itu bisa diformulasi dan turut diimplementasi menjadi kebijakan publik kota itu. Bukankah jika hal itu menjadi kenyataan maka Gedung Muamalah dan Dakwah Muhammadiyah bisa menjadi land mark dari Labuhan Ratu Kedaton Kota Bandar Lampung. Mega proyek Muhammadiyah Tower bisa makin memantapkan ciri Persyarikatan yang memiliki pemikiran Islam berkemajuan. Dengan gedung itu Muhammadiyah bisa lebih mantap berdakwah dan melakukan aksi sosial karena agar proyek itu bisa terwujud harus dimaksimalkan pemanfaatan seluruh aset Muhammadiyah yang ada di Kota Bandar Lampung mau pun di seluruh pelosok Provinsi Lampung. Kita harus dan perlu membuktikan apakah Maarif Institute memperjuangkan arus pembaruan pemikiran Islam yang menurut pengakuan mereka merupakan concern utama institusi itu sebagai bagian dari upaya pencerahan sekali gus memperkuat elemen moderat (empowering moderates). Bagai mana sikap mereka terhadap mega proyek itu? Tertulis bahwa visi Maarif Institute menjadi lembaga pembaruan pemikiran dan advokasi untuk mewujudkan praksisme (?) Islam. Bagai mana kiprah institusi ini memperbarui pemikiran yang berkembang di kalangan Muhammadiyah khususnya yang ada di Kota Bandar Lampung? Misi Maarif Institute, pertama mengembangkan pembaruan Islam. Apakah ini tidak keliru? Bukankah Islam adalah agama samawi terbaru? Apakah ada agama yang lebih baru dari Islam? Institusi ini menjembatani dialog serta kerja sama antar-agama. Apakah ini tidak keliru? Bukankah yang bekerja sama adalah para pemeluk agama? Misi kedua institusi itu adalah memperkuat dan memperluas partisipasi civil society melalui advokasi kebijakan publik. Bagai mana Maarif Institute bisa memperluas partisipasi Warga Muhammadiyah melalui advokasi itu? Bagai mana cara Maarif Institute membangun program kemitraan dengan Angkatan Muda Muhammadiyah? Bukankah nanti mereka, AMM yang akan mewarisi tata nilai norma Ormas Islam ini? Termasuk mereka akan mewarisi seluruh aset dan konsekuensi Muhammadiyah di perubahan jangka panjang? Apakah mega proyek Muhammadiyah Tower bisa dicapai AMM di masa yang akan datang? Perhatikan tausiyah MOTIVATOR CINTA oleh Ustadz H. Aus Hidayat, Lembar Da'wah Keluarga MARHAMAH, Saling Nasihat Menasihati dalam Kasih Sayang, Edisi 867 Thn XVII 1429H /2008M. Dan ketahuilah olehmu bahwa di kalangan kamu ada Rasulullah. Kalau ia menuruti (kemauan) kamu dalam beberapa urusan benarbenarlah kamu akan mendapat kesusahan tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus (QS [49] Al Hujuraat: 7). Caranya adalah Maarif Institute dan PDM Kota Bandar Lampung perlu bekerja sama bahu membahu memperkuat Forum Rembug Warga sebagai organisasi cover untuk menyamarkan keduanya di publik Bandar Lampung jika masih ada resistensi terhadap kedua institusi ini.

PERJUANGAN DI MUKTAMAR Nabi Muhammad Shollallaahu Alaihi Wa Sallam mempunyai cara unik dalam membangun MOTIVASI para sahabatnya dalam meraih KESUKSESAN di masa depan. Beliau sering mendidik dan menanamkan motivasi melalui dialog, pengarahan, atau pun pengajaran. Beliau selalu mengingatkan ganjaran Allah di Akhirat, bahwa ganjaran itu adalah sebuah realitas yang pasti datang tidak terbantahkan. Kita, Muhammadiyah pada umumnya dan PDM Kota Bandar Lampung pada khususnya perlu memiliki cara unik untuk meng-goal-kan cita-cita kita. Untuk mewujudkan mega proyek Muhammadiyah Tower itu diperlukan sumber daya insani yang mumpuni (penguasaan Dinul Islam & Kemuhammadiyahan) serta memiliki talenta teknokrasi untuk membangun. Di sinilah pentingnya Darul Arqom Muhammadiyah Boarding School di Jl Pulau Sangiang Sukarame Bandar Lampung. Pesantren ini adalah lembaga pendidikan Islam dengan kompetensi agama, bahasa, dan sains. Oleh karena itu PDM Kota Bandar Lampung perlu bekerja sama dengan PDM-PDM tetangga dan PWM-PWM tetangga untuk menjalin inter-networking terkait pesantren itu. Di samping itu perlu dimaksimalkan manfaat kehadiran rombongan Muhammadiyah Bandar Lampung di MBS Sangkal Putung Klaten. Bagai mana cara mengasah kompetensi sains bagi para santri di DA MBS Sukarame Bandar Lampung? Metode yang perlu ditempuh adalah melakukan persiapan secara terus menerus dan rajin mengikuti kompetisi seperti olympiade sains dan olympiade komputer. Sebelum bersaing secara bebas, para santri perlu berkompetisi dengan sesama santri di MBS yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia. Oleh karena itu PDM Kota Bandar Lampung perlu membuat nota kesepahaman dengan PDM yang mempunyai MBS. Insya Allah, sumber daya insani yang dihasilkan MBS akan menjadi kader Muhammadiyah yang pilih tanding. Selanjutnya untuk tour of duty, para santri perlu diprogramkan untuk magang di seluruh PCM yang ada di Bandar Lampung, minimal di Teluk Betung Selatan untuk wilayah selatan kota dan di Rajabasa untuk wilayah utara kota. Inilah saatnya untuk memantapkan program penugasan itu mumpung para ketua PCM-nya ikut dalam rombongan PDM. Pada TAJUK di Lampung Post halaman 22 disebutkan "Kota Baru dan Pembangunan Lampung". Pembangunan itu direncanakan selesai 15-20 tahun ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan gerbang pada hari Ahad 27 Juni 2010. Muhammadiyah tidak boleh kalah, khan punya mega proyek Muhammadiyah Tower di Kedaton dan MBS di Sukarame. MBS untuk pembangunan jiwa Muhammadiyah dan Muhammadiyah Tower untuk pembangunan raga Muhammadiyah. Dengan pembangunan jiwa raga ini diharapkan mampu meningkatkan bargaining power Muhammadiyah Lampung untuk menawar diselenggarakannya Muktamar di Lampung. Bukankah kita sudah di-tanwirkan tempo hari dan mendapat predikat tanwir yang sukses? Apakah kita tidak berani mencita-citakan untuk mampu menyelenggarakan muktamar yang sukses?