Anda di halaman 1dari 7

BAB II

TIN1AUAN PUSTAKA

Steril adalah keadaan suatu zat yang bebas dari mikroba hidup, baik yang patogen
(menimbulkan penyakit) maupun apatogen (tidak menimbulkkan penyakit), baik dalam bentuk
vegetatiI (siap untuk berkembang biak) maupun dalam bentuk spora (dalam keadaan statis tidak
dapat berkembang biak, tetapi melindungi diri dengan lapisan pelindung yang kuat).
Sterilisasi adalah suatu proses untuk membuat ruangan atau benda menjadi steril.
Sediaan Iarmasi yang perlu disterilkan adalah injeksi, tablet implant, tablet hipodermik,
dan sediaan untuk mata seperti tetes mata, cuci mata dan salep mata.
Cara-cara sterilisasi menurut FI III
1. Cara A (pemanasan secara basah dengan autoklaI pada suhu 115-116
o
C selama 30 menit
dengan uap air panas).
2. Cara B ( dengan penambahan bakterisida).
3. Cara C (dengan penyaringan bekteri steril).
4. Cara D (pemanasan secara kering dengan oven pada suhu 150
o
C selama 1 jam dengan udara
panas).
5. Caara aseptic (mencegah dan menghindarkan lingkungan dari cemaran bakteri seminimal
mungkin).
Cara-cara sterilisasi menurut FI IV
1. Sterilisasi uap. Sterilisasi cara ini menggunakan suatu siklus autoklaI yang dalam Iarmakope
ditetapkan bahwa untuk media atau pereaksi adalah selama 15 menit pada suhu 121
o
C,
kecuali dinyatakan lain.
2. Sterilisasi panas kering. Sterilisasi cara ini menggunakan suatu siklus oven modern yang
dilengkapi dengan udara yang dipanaskan dan disaring. Rentang suhu khas yang dapat
diterima didalam bejana sterilisasi kosong adalah sekitar 15
o
C, jika alat sterilisasi beroperasi
pada suhu tidak kurang dari 250
o
C.
3.Sterilisasi gas. Bahan aktiI yang digunakan adalah gas etilen oksid yang dinetralkan oleh gas
karbondioksida. Keburukan gas etilen oksida ini adalah sangat mudah terbakar, bersiIat
mutagenic, dan kemungkinan meninggalkan residu toksik di dalam bahan yang disterilkan
terutama yang mengandung ionklorida. Sterilisasi gas ini digunakan sebagai alternative
sterilisasi termal, jika juka bahan yang disterilkan tidak tahan terhadap suhu tinggi pada
sterilisasi uap atau panas kering. Kekurangan proses sterilisasi ini adalah terbatasnya
kemampuan gas tersebut untuk berdiIusi sampai ke daerah yang paling dalam pada produk
yang disterikan.
4.Sterilisasi dengan radiasi ion. Ada dua jenis radiasi ion yang digunakan, yaitu desintegrasi
radioaktiI dari radioisotope dan radiasi berkas electron. Cara ini dilakukan jika bahan yang
disterilkan tidak tahan terhadap sterilisasi panas dan khawatir terhadap keamanan etilen oksid.
Keuntungan sterilisasi ini adalah reaktivitas kimia dan residu yana rendah dapat diukur serta
variable yang dikendalikan lebih sedikit.
5.Sterilisasi dengan penyaringan. Sterilisasi untuk larutan yang labil terhadap panas dilakukan
dengan penyaringan menggunakan bahan yang dapat menahan mikroba sehingga mikroba
yang dikandungnya dapat dipisahkan secara Iisika. Penyaring yang melepaskan serat terutama
yang mengandung asbes harus dihindari penggunaannya kecuali jika tidak ada alternative
penyaring lain yang dapat digunakan.
6.Sterilisasi dengan cara aseptis. Proses ini untuk mencegah masuknya mikroba hidup ke dalam
komponen steril atau komponen yang melewati proses-antara sehingga produk setengah jadi
atau produk ruahannya bebas dari mikroba hidup.
Pemilihan cara sterilisasi harus mempertimbangkan beberapa hal berikut, yaitu:
1. Stabilitas: siIat kimia, Iisika, khasiat, serat, struktur bahan obat tidak boleh mengalami
perubahan setelah proses sterilisasi.
2. EIektivitas: cara sterilisasi yang dipilih akan memberikan hasil maksimal dengan proses yang
sederhana, cepat dan biaya murah.
3. Waktu: lamanya pensterilan ditentukan leh bentuk zat, jenis zat, siIat zat dan kecepatan
tercapainya suhu pensterilan yang merata.
Cara sterilisasi secara umum
1. Dengan pemanasan secara kering
Ciri-ciri pemanasan kering:
a. Yang dipanaskan adalah udara kering.
b. Prosees pembunuhan mikroba berdasarkan oksidasi O
2
.
c. Suhu yang digunakan lebih tinggi, kira-kira 150
o
C. 1 g udara pada suhu 100
o
C, jika
didinginkan menjadi 99
o
C hanya membebaskan 0,237 kal.
d. Waktu yang diperlukan lebih lama, antara 1 sampai 2 jam, kecuali pemijaran.
e. Digunakan untuk sterilisasi bahan obat atau alat yang tahan pemanasan tinggi.
Alat: oven, yaitu lemari pengering dengan dinding ganda, dilengkapi dengan thermometer
dan lubang tempat keluar masuknya udara, dipanaskan dari bawah dengan gas atau listrik.
Bahan yang dapat disterilkan: alat-alat dari gelas, bahn yang tahan pemanasan tinggi.
Flambir atau disebut juga pemijaran juga termasuk dalam sterilisasi ini.
2. Dengan pemanasan secara basah
Ciri-ciri pemanasan basah:
a. Yang dipanaskan adalah air menjadi uap air.
b. Proses pemusnahan mikroba berdasarkan koagulasi atau penggumpalan zat putih telur
dari mikroba tersebut.
c. Waktu yang diperlukan lebih singkat, ira-kira 30 menit.
d. Suhu yang diperlukan lebihrendah, maksimal 116
o
C. I g uap air 100
o
C jika mengembun
menjadi air bersuhu 100
o
C akan membebaskan 536 kal.
e. Digunakan untuk sediaan injeksi dengan permbawa berair.
Alat: autoklaI, yaitu suatu panic logam kuat dengan tutup yang berat, mempunyai lubang
tempat mengeluarkan uap air beserta krannya, thermometer, pengatur tekanan udara dan klep
pengaman.
Bahan/alat yang dapat di sterilkan: alat pembalut, kertas saring, alat gelas, dan obat-obat
tertentu.
Keuntungan: uap air mempunyai daya bakterisid lebih besar jika dibandingkan dengan
pemanasan keringkarena mudah menembus dinding sel mikroba dan akan menggumpalkan
zat putih telurnya.
3. Dengan penambahan zat-zat tertentu
Zat-zat yang ditambahkan dapat berIungsi sebagai:
- Pencuci hama (desinIektan), yaitu suatu zat antimikroba yang digunakan pada berbagai
alat kedokteran instrument atau barang ubtuk mencegah terjadinya inIeksi pada manusia.
Zat ini dapat mematikan mikroba patogen sehingga mencegah inIeksi (germisida),
mematikan bakteri (bakterisida) dan mematikan Iungi (Iungisida).
- Antiseptic, yaitu suatu zat antimikroba yang biasa digunakan secara topikal atau local
pada tubuh manusia yang dapat mencegah pembiakkan bakteri.
Bakteriostatik untuk mencegah pertumbuhan Iungi.
Pengawet untuk mencegah pertumbuhan bakteri dan cendawan dalam makanan atau
minuman.
- Antibiotic, yaitu segolongan zat yang dihasilkan oleh bakteri yang dapat menentang atau
mematikan bakteri lain.
Untuk bahan obat, sterilisasi dilakukan dengan penambahan bakterisida. Cara ini tidak
dapat digunakan untuk sterilisasi injeksi dosis tunggal secara intravena, intratekal,
intrasisterna. Karena pada injeksi ini tidak boleh mengandung bakterisida.
Untuk alat-alat sterilisasi dilakukan dengan cara direndam dalam alcohol, kreosol, Ienol,
Iormaldehid.
Untuk ruangan, sterilisasi dilakukan dengan cara disemprot dengan Iormaldehid atau 1:9
etilen oksid dan karbon dioksida.
4. Dengan cara penyinaran
a. Sterilisasi dengan radiasi ion
Ada dua jenis radiasi ion yang digunakan, yaitu desintegrasi radioaktiI dari radioisotope
dan radiasi berkas electron. Cara ini dilakukan jika bahan yang disterilkan tidak tahan
terhadap sterilisasi panas dan khawatir terhadap keamanan etilen oksid. Keuntungan
sterilisasi ini adalah reaktivitas kimia dan residu yana rendah dapat diukur serta variable yang
dikendalikan lebih sedikit.
b. Sterilisasi dengan sinar UV
gelombang 200-2600 A dapat membunuh mikroba pathogen, spora, virus, jamur dan ragi.
Bekerja eIektiI jika langsung menyinari bahan yang disterilkan. Digunakan untuk
mensterilkan ruangan, udara dan obat suntik.
c. Sterilisasi dengan sinar gamma
Digunakan isotop radioaktiI.
d. Sterilisasi dengan sinar X dan sinar katoda
Sinar X dan electron-elektron yang memiliki intensitas tinggi dapat mematikan mikroba.
Yang dapat disterilkan dengan cara ini antara lain penisilin-Na, streptomisin sulIat, hidrolisat
protein hormone pituitary, insulin, vaksin inIluenza dan vaksin cacar.
5. Dengan penyaring bakteri steril
Larutan disaring melalui penyaring bakteri steril, diisikan kedalam wadah steril,
kemudian ditutup kedap menurut teknik aseptic.
Keuntungan:
- Digunakan untuk bahan obat yang tidak tahan pemanasan tetapi larut dalam air.
- Dapat dilakukan dengan cepat, terutama untuk pembuatan skala kecil.
- Semua mikroba hidup atau mati dapat disaring dari larutan, jumlah virus dapat dikurangi.
- Penyaring dapat bersiIat adsorpsi sehingga sebagian besar virus dapat diadsorpsi.
Kerugian:
- Masih diperlukan zat bakterisid.
- Hanya dapat digunakan untuk pembawa berair, tidak dapat digunakan untuk pembawa
minyak.
- Beberapa jenis penyaring dapt mengadsorpsi bahaan obat, teruma jika kadarnya kecil.
- Beberapa penyaring sukar dicuci. Contohnya porselin dan kieselguhr.
- Beberapa penyaring bersiIat alkalis dan penyaring dari asbes melepaskan asbes ke dalam
larutan.
- Filtrate yang diperoleh belum bebas virus.
6. Dengan cara aseptik
Cara sterilisasi dengan menggunakan teknik yang dapat memperkecil kemungkinan
terjadinya pencemaran atau kontaminasi dengan mikroba hingga seminimal mungkin.
Digunakan untuk bahan obat yang tidak dapat disterilkan dengan cara pemanasan atau
dengan cara penyaringan.
Cara kerja:
Bahan obat, jika memenuhi syar at p.i tidak disterilkan.
Zat pembawa, disterilkan tersendiri.
Zat pembantu, disterilkan tersendiri.
Alat-alat, disterilkan dengan cara yang cocok.
Ruang kerja,harus bersih, bebas debu dan angin. Disterilkan dengan sinar UV atau cara lain
yang sesuai.


















AFTAR PUSTAKA

Syamsuni, A. 2007. Ilmu resep. Jakarta. EGC
Departemen Kesehatan RI. 1979. Farmakope Indonesia Edisi III. Jakarta.
Departemen Kesehatan RI. 1995. Farmakope Indonesia Edisi IJ. Jakarta.




















Lampiran
1. Apakah yang dimaksud dengan sediaan steril? Apakah tujuan sterilisasi sediaan?
Sediaan steril adalah sediaan yang bebas dari mikroba hidup, baik yang patogen maupun
apatogen, baik dalam bentuk vegetatiI maupun dalam bentuk spora. Sterilisasi sediaan
dilakukan untuk menghindari adanya inIeksi sekunder.
2. Apakah yang perlu dilakukan bila masih terdapat pertumbuhan mikroba pada sediaan yang
telah disterilisasi?
Disterilisasi kembali
3. Apa yang perlu diperhatikan sebelum melakukan pengujian sterilisasi sediaan?
Media yang digunakan untuk pengujian harus bersiIat Iertile.
4. Apakah yang dimaksud media Iertile? Bagaimanakah cara mengetahui Iertilitas media
tersebut?
Media Iertile adalah media yang subur, yang pada masa inkubasinya akan menumbuhan
banyak sekali koloni bakteri. Fertilitas media diuji dengan cara menginkubasi media yang
tidak steril kemudian setelah 24 jam dilihat pertumbuhannya.
5. Bagaimanakah cara pengujian sterilitas sediaan dalam bentuk serbuk atau semi solid menurut
aturan Iarmakope Indonesia IV? Jelaskan dengan lengkap.