Anda di halaman 1dari 17

41

BAB III RESUM KEPERAWATAN

Pengkajian Proses penyusunan tinjauan kasus dengan asuhan keperawatan

keluaraga yang menderita hipertensi dengan masalah nutrisi pada Tuan S .di RT 2 RW II di dukuh ndalasem desa rejosari kabupaten demak yang mulai tanggal 25 April sampai dengan 21 mei 2011. Identitas Klien Pada tanggal 6 mei 2011 di rumah keluarga tuan S di desa rejosari kecamatan karang tengah kabupaten demak, Tn sebagai kepala keluarga berumur 60 tahun ,pendidikan SR, pekerjaan petani, agama Islam, keadaan fisik sehat tidak pernah menderita penyakit kronis, tinggal bersama istrinya yang bernama Sunarsih yang berumur 56 tahun, pendidikan SR, pekerjaan penganyam bambu, agama Islam ,penyakit yang diderita yaitu hipertensi sejak tahun 2010 sampai sekarang. Tn S dan Ny S memiliki anak 4 yaitui Anak pertama Sunaryo 30 tahun,pendidikan SLTA, pekerjaan swasta, tinggal pisah dengan orang tua. Anak kedua Kusmiati 29 tahun ,pendidikan SLTA,

pekerjaan ibu rumah tangga,status kawin, tinggal pisah. Anak ketiga Sugeng 27 tahun,pendidikan SLTA, pekerjaan wiraswasta,belum menikah ,tinggal bersama orang tua. Anak keempat Sri rahayu umur 22 tahun, pendidikan SLTA, pekerjaan karyawan swasta, belum menikah, tinggal bersama orang tua. Tipe keluarga adalah keluarga inti .

42

Riwayat Keperawatan Dari pihak Tn S dan Ny S tidak memiliki penyakit keturunan dan menular. Fokus Dari pengkajian pada keluarga Tn S didapatkan bahawa istrinya yaitu Ny S mengeluh pusing, pandangan terkadang kabur, nyeri pada tengkuk leher, kemudian Tn S menyuruh istrinya untuk memeriksakan diri ke polindes, dari pihak polindes Ny S dinyatakan menderita hipertensi atau tekanan darah tinggi, pada saat itu tekanan daah tinggi Ny S 160/90. Setelah saya periksa ternyata Ny S belum mengalami perubahan, dalam keluarga Tn S saat ini belum mengalami masalah kesehatan, Tn S belum mengetahui tentang penyakit yang dialami istrinya, selain itu dia juga tidak mengetahui tanda dan gejala, penyebab, akibat, dan cara

penanggulangannya. Pada pemeriksaan fisik istrinya, berat badan Ny S 60 kg, tinggi badan 155 cm, tekanan darah 160/90 mmHg, nadi 88 x/menit, nafas 20x/menit, Ny S mengtakan mudah lelah, pusing, nyeri pada bagian tengkuk leher, dan susah tidur, Ny jarang memeriksakan dirinya ke polindes. Dari kebiasaan makan Ny S Makan 3 (tiga ) kali sehari dengan makan pokok beras. Keadaan fisik anggota keluarga tidak terlalu gemuk kecuali nyonya S. Dalam menyiapkan dan menyajikan makan secara

43 bersama dan bergabung dengan nyonya S. yang menderita penyakit

hipertensi. Dalam makanan yang disajikan cukup banyak mengandung garam. Penghasilan Tn S sebulan rata-rata Rp.700.000, Sedangkan penghasilan anak-anak rata-rata Rp.800.000 sebulan. Penggunaannya

sebagian untuk kebutuhan hidup sehari-hari dan sisanya ditabung. Sisa belanja disimpan untuk kebutuhan tak terduga yang sifatnya mendadak. Pada pengkajian lingkungan terdapat ukuran rumah Tn S 6 X 8 m2 terdiri dari dua kamar tidur, dapur, ruang tamu, ruang makan dan kamar mandi serta kamar wc. Sumber air minum jet PAM, ada saluram pembuangan air limbah, ada tempat sampah Riwayat kesehatan keluarga Tn .S dan ny.S yaitu tidak ingat lagi jenis imunisasi yang didapatkan oleh anaknya. Ibu tidak pernah mengikuti program KB buatan tapi menggunakan KB alamiah. Penyakit yang diderita oleh Ny.S menderita penyakit hipertensi sejak tahun 2010 sampai sekarang sedangkan anggota keluarga yang lain tidak ada yang menderita penyakit kronis. Ny.S pergi berobat kesarana kesehatan bila timbul gejala kepala pusing dan susah tidur.

Analisa Data Masalah kesehatan yang dihadapi oleh keluarga tuan S disebabkan oleh factor ketidaktahuan dan kurang pengetahuan tentang manfaat diet

44 bagi klien hipertensi. Dari factor tersebut menimbulkan ketidakmampuan keluarga untuk mengatasi,masalah kesehatan dan keperawatan yang dihadapi oleh keluarga. Kondisi seperti ini mengakibatkan masalah kesehatan yang berkepanjangan dan berlarut-larut bagai suatu siklus yang tidak ada habisnya dalam hidup keluarga. Dari hasil pengumpuan data masalah yang dihadaapi oleh keluarga adalah Keluarga tidak mengetahui bagaimana cara merawat keluarga dengan hipertensi, keluarga tidak mengetahui bagaimana cara mengatasi nyeri. Klien jarang kontrol kesarana kesehatan. Dari masalah diatas akan timbul hal antara lain yaitu ancaman kesehatan (keluarga tidak mengetahui cara pengaturan diet untuk klien hipertensi ). Kurang atau tidak sehat (adanya klien hipertensi dalam keluarga)

41 Berdasar data yang muncul dalam data pertama yaitu Data subyektif : Klien dan keluarga mengatakan tidak mengetahui cara merawat keluarga denagn hipertensi. Kemudian Data obyektif : - Kemungkinan penyebab adalah kurang pengetahuan tentang cara pengaturan diet untuk klien hipertensi Masalah kesehatannya yaitu ancaman kesehatan yaitu cara pengaturan diet yang salah.

41 Permasalahan kedua terdapat Data subyektif : Klien dan keluarga mengatakan mengkonsumsi makanan yang cukup mengadung garam. Data obyektif yaitu Tekanan darah 150/90 mmhg. BB 68 kg, TB 164 cm. Kemungkinan penyebab yaitu kurang pengetahuan klien dan keluarga akibat kelebihan natrium dalam tubuh. Masalah kesehatan yaitu ancaman kesehatan bagi klien hipertensi. Permasalahan ketiga terdapat Data subyekti : klien dan keluarga mengatakan pengolahan makan disatukan dengan klien hipertensi dan anggota keluarga yang lain, Data obyektif yang diperoleh adalah Jumlah dan jenis makan sama dengan anggota keluarga yang lain dan

Kemugkinan penyebabnya Kurang penegetahuan klien dan keluarga cara pengoalahan makanan untuk klien hipertensi. Dan masalah kesehatannya ancaman kesehatan

41 permasalahan keempat terdapat data subyektif : Klien mengatakan pergi kontrol kesarana kesehatan bila timbul gejala pusing dan tengkuk terasa tegang. data obyektif : Klien berobat rata-rata satu kali sebulan, kemungkinan penyebab masalah : Kekurang tahuan klien dan keluarga tentang komplikasi yang akan terjadi akibat hipertensi. masalah kesehatan adalah ancaman kesehatan bagi klien hipertensi.

Diagnosa Keperawatan Diagnosa Keperawatan 1 Resiko terjadinya serangan ulang pada Ny. M berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat anggota yang sakit. Tujuan Umum : Setelah dilakukan tindakan keperawatan diharapkan tidak terjadi kenaikan tekanan darah diatas 140/90 mmHg. Tujuan Khusus 1: Setelah dilakukan tindakan atau pertemuan selama 25 menit keluarga mampu mengenal masalah kesehatan. Implementasi :1) Menggali pengetahuan keluarga mengenai hipertensi. 2) Menjelaskan tentang pengertian, penyebab, tanda dan gejala serta pencegahan hipertensi. 3) Mendiskusikan cara pencegahan hipertensi. 4) Memberi kesempatan pada keluarga untuk mengelompokkan makanan yang tidak boleh/dikurangi. 5) Mengulangi penjelasan yang telah disampaikan. Evaluasi: 1) Keluarga Tn. T mengatakan sudah mengerti tentang hipertensi, 2) Keluarga Tn T sudah tahu tentang tanda dan gejala serta pencegahan dari hipertensi , 3) Keluarga Tn T mampu menyebutkan jenis makanan yang tidak

42 boleh/dikurangi, 5) Keluarga Tn. T mengatakan sudah jelas dengan materi yang disampaikan oleh penulis. Rencana tindak lanjut : melakukan kunjungan rumah tak terduga.

Tujuan Khusus 2 : Setelah dilakukan tindakan atau pertemuan selama 25 menit diharapkan keluarga mampu mengambil keputusan mengenai tindakan yang tepat. Implementasi : 1) Menjelaskan pada keluarga komplikasi dari penyakit hipertensi, 2) Mendiskusikan cara pengolahan makanan untuk penderita hipertensi, 3) Memberikan bimbingan cara pengolahan makanan, 4) Memberikan pujian pada keluarga atas keputusan yang diambil. Evaluasi : 1) Keluarga Tn. T dapat menjelaskan kembali tentang komplikasi dari hipertensi, 2) Keluarga Tn. T mampu menyebutkan cara pengolahan makanan bagi penderita hipertensi. Rencana tindak lanjut : melakukan kunjungan rumah tak terduga.

Tujuan Khusus 3 : Setelah dilakukan tindakan perawatanatau pertemuan selama 25 menit keluarga mampu merawat anggota keluarga yang sakit. Implementasi : 1) Menggali pengetahuan keluarga tentang perawatan hipertensi, 2) Membimbing keluarga Tn. T tentang pencegahan dan perawatan hipertensi, 3) Memberikan pujian pada keluarga Tn. T atas cara perawatan yang diambil, 4) Mengulangi penjelasan cara perawatan hipertensi. Evaluasi : 1) Keluarga Tn. T dapat menjelaskan kembali tentang perawatan

43 hipertensi dengan di bantu oleh penyuluh, 2) Keluarga Tn. T mampu menyebutkan cara pencegahan dan perawatan hipertensi, 3) Keluarga Tn. T mengatakan penjelasan yang disampaikan cukup jelas. Rencana tindak lanjut : melakukan kunjungan rumah tak terduga.

Tujuan Khusus 4 : Setelah dilakukan tindakan keperawatan atau pertemuan 20 menit diharapkan keluarga mampu memodifikasi lingkungan. Implementasi : 1) Menjelaskan cara membuat obat tradisional hipertensi, 2) Mendemonstrasikan pembuatan obat tradisional, 3) Memberi kesempatan pada keluarga TN. T untuk redemonstrasi pembuatan obat tradisional, 4) Memberikan pujian atas redemonstrasi yang dilakukan. Evaluasi : 1) Keluarga Tn. T mampu menyebutkan cara membuat obat tradisional, 2) Ny M mampu mendemonstrasikan pembuatan obat tradisional. Rencana tindak lanjut : melakukan kunjungan rumah tak terduga.

Tujuan Khusus 5 : Setelah dilakukan tindakan keperawatan atau pertemuan selama 20 menit diharapkan keluarga mampu memanfaatkan fasilitas kesehatan. Implementasi: 1) Menjelaskan pada keluarga berbagai fasilitas pelayanan kesehatan yang dapat didunakan, 2) Menanyakan pada keluarga Tn. T fasilitas kesehatan yang akan digunakan, 3) Memberikan dorongan untuk mengunjungi pelayanan kesehatan terdekat. Evaluasi: 1) Keluarga Tn. Tmampu menyebutkan jenis fasilitas pelayanan

44 kesehatan, 2) Keluarga Tn. T mengatakan mau mengunjungi Puskesmas untuk mengobati sakitnya. Rencana tindak lanjut : melakukan kunjungan rumah tak terduga.

Diagnosa Keperawatan 2 Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga mengenal masalah kesehatan. Tujuan Umum : Setelah dilakukan tindakan asuhan keperawatan atau penyuluhan , diharapkan nyeri berkurang sampai dengan hilang. Tujuan Khusus 1 : Setelah dilakukan tindakan atau pertemuan sebanyak 2 x diharapkan keluarga mampu mengenal masalah kesehatan. Implementasi : 1) Menanyakan pada keluarga tentang relaksasi, 2)

Mendiskusikan cara menangani nyeri, 3) Memberi penyuluhan tentang relaksasi, 4) Melakukan demonstrasi relaksasi, 5) Memberikan keempatan pada keluarga Tn. T untuk redemonstrasi relaksasi, 6) Memberi pujian untuk tindakan yang benar. Evaluasi : 1) Keluarga Tn. T sudah tahu tentang relaksasi, 2) Keluarga Tn. T mampu melakukan relaksasi. Rencana tindak lanjut : melakukan kunjungan rumah tak terduga.

Tujuan Khusus 2 : Setelah dilakukan tindakan keperawatan atau penyuluhan kesehatan selama 20 menit diharapkan keluarga mampu memutuskan tindakan yang tepat.

45 Implementasi : 1) Menjelaskan pada keluarga Tn. T tentang penyebab nyeri, 2) Mendiskusikan dengan keluarga Tn. T untuk mengurangi nyeri, 3) Memberikan bimbingan untuk mengurangi nyeri, 4) Memberikan pujian atas keputusan yang diambil. Evaluasi : 1) Keluarga Tn. T mampu menyebutkan penyebab nyeri, 2) Keluarga Tn. T mampu mengambil keputusan untuk mengurangi nyeri. Rencana tindak lanjut : melakukan kunjungan rumah tak terduga.

Tujuan Khusus 3 : Setelah dilakukan tindakan keperawatan atau kunjungan rumah selama 25 menit diharapkan keluarga mampu merawat anggota keluarga yang sakit. Implementasi : 1) Menjelaskan tentang akibat nyeri, 2) Memberikan pujian untuk tindakan yang benar, 3) Mengulangi penjelasan agar lebih jelas lagi. Evaluasi : 1) Keluarga mampu menyebutkan akibat nyeri yang berkelanjutan. Rencana tindak lanjut : melakukan kunjungan rumah tak terduga.

Tujuan Khusus 4 : Setelah dilakukan tindakan keperawatan atau penyuluhan kesehatan sebanyak 2 x kunjungan diharapkan keluarga mampu memodifikasi lingkungan untuk mengurangi nyeri. Implementasi : 1) Memberikan kesempatan pada Ny. M untuk melakukan

relaksasi, 2) Mendemonstrasikan cara pembuatan obat tradisional, 3) Memberikan kesempatan pada Ny. M untuk membuat obat tradisional, 4) Mempersilakan pada

46 Ny. M untuk minum obat yang telah di buat. Evaluasi : 1) Keluarga mampu melakukan relaksasi, 2) Keluarga mampu membuat obat tradisional, 3) Ny. M mau minum obat tradisional. Rencana tindak lanjut : melakukan kunjungan rumah tak terduga. Tujuan Khusus 5 : Setelah dilakukan tindakan keperawatan atau pertemuan selama 25 menit diharapkan keluarga mampu memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan. Implementasi : 1) Menjelaskan pada keluarga Tn. T tentang fasilitas pelayanan kesehatan yang dapat digunakan, 2) Menanyakan pada keluarga Tn. T fasilitas mana yang akan digunakan, 3) Memberikan dorongan untuk mengunjungi fasilitas pelayanan kesehatan yang terdekat. Evaluasi : 1) Keluarga dapat mengerti fasilitas pelayanan kesehatan yang dapat digunakan, 2) Keluarga Tn. T mengatakan akan memanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada bila ada yang mengalami gangguan kesehatan, 3) Ny.M mau mengunjungi Puskesmas. Rencana tindak lanjut : melakukan kunjungan rumah tak terduga.

Ketidaktahuan keluarga masalah nutrisi sebagai salah satu penyebab terjadinyan hipertensi berhubungan dengan kurang pengetahuan klien dan keluarga tentang cara pengaturan diet yang benar Ketidak sanggupan keluarga untuk memilih ndakan yang tepat dalam

47 pengaturan diet bagi klien hipertensi dan selalu mengkonsumsi makan yang cukup mengandung garam Ketidakmampuan untuk penyediaan diet khusus bagi klien hipertensi berhubungan dengan kurangnya pengetahuan keluarga tentang cara pengolahan makan yang benar untuk klien hipertensi

Rencana Keperawatan, Implementasi, dan Evaluasi Dari diagnosa diatas dapat dirumuskan untuk mendapatkan perencanaan selanjutnya untuk diintervensi sesusai diagnosa. Ketidaktahuan keluarga mengenal masalah nutrisi sebagai salah satu penyebab terjadinya hipertensi yang bertujuan Keluarga mampu mengenal adaanya maslah cara pengaturan diet bagi klien hipertensi Kriteria hasilnya Keluarga mampu menyebutkan secara sederhana batasan pengaturan diet bagi klien hipertensi, keluarga dapat memahami dan mampu mengambil tindakan sesuai anjuran Rencana tindakannya, beri penjelasan kepada klien dan keluarga cara pengaturan diet yang benar bagi penderita hipertensi, mengukur tekanan darah klien Rasionalisasinya dengan diberikan penjelasan menimbulkan

persepsi yang positip sehingga diharapkan dapat memberi motivasi kepada keluarga untuk mengenal masalah nutrisi, dengan diberikan penjelasan diharapkan keluarga mengerti sehingga menyajikan makanan yang rendah garam, dan mengevaluasi keadaan klien.

48 Diagnosa yang kedua yaitu ketidak saanggupan keuarga untuk memilih tindakan yang tepat dalam pengturan diet bagi ,klien hipertensi. Tujuannya klien dan keluarga dapat memahami manfaat

pengaturan diet untuk penderita hipertensi Kriteria hasilnya, keluarga mampu menjelaskan mamnfaat

pengaturan diet bagi klien hipertensi, keluarga dapat menyiapkan makanan khusus untuk klien hipertensi. Rencana tindakannya beri penjelasan kepada klien dan keluarga manfaat pengaturan diet bagi klien hipertensi. beri penjelasan kepada keluarga jenis makanan untuk klien hipertensi Rencana tindakannya dengan diberi penjelasan diharapkan keluarga mampu melaksanakan cara pengaturan diet untuk klien hipertensi, diharapkan keluarga mengetahui jenis makanan untuk klien hipertensi Ketidakmampuan untuk penyediaan diet khusus bagi klien hipertensi berhubungan dengan kurangnya pengetahuan keluarga tentang cara pengolahan makan yang benar untuk klien hipertensi Tujuannya klien dan keluarga mampu mengolah makanan dalam jumlah yang tepat. Kriteria hasilnya klien dan keluarga mampu menyebut jumlah makanan yang dikonsumsi oleh klien, keluarga menyajikan makanan dalam jumlah yang tepat untuk klin. Rencana tindakannya beri penjelasan kepada klien dan keluarga tentang cara pengolahan makanan untuk klien, berikan penjelasan kepada

49 klien dan keluarga tentang jumlah makanan yang dikonsumsi oleh klien, berikan contoh sederhana kepada klien dan keluarga tentang cara membuat makanan dalam jumlah yang tepat Rasionalisasinya diharapkan klien dan keluarga dapat memahami cara pengolahan makanan untuk klien, klien mengkonsumsi makanan sesuai diet yang dianjurkan, dengan diberikan contoh yang sederhana cara membuat makanan dalam jumlah yang tepat,klien dan kelaurga dapat melaksanakannya dengan sendiri. Pelaksanaan intervensi keperawatan sesuai rencana yang telah disusun pada tanggal 8 mei 2011 memberi penjelasan kepada keluarga dan klien tantang cara pengaturan diet yang benar bagi klien hipertensi,seperti untuk sarapan pagi : satu piring nasi putih (100 gr ),satu potong ikan panggang (50 gr),satu potong tahu goring isi sayur (50 gr),empat senduk capcay dan satu buah pisang ambon, Untuk makan siang Satu piring nasi putih (100 gr),satu potong daging (50 gr),satu mangkok sup (130 gr),satu potong tempe (50 gr),satu potong pepaya(100 gr), Untuk makan malam Satu piring nasi putih (100 gr),satu potong ikan (100 gr),satu mangkok sayur (130 gr),satu potong tempe (100 gr),satu buah pisang ambon (125 gr). Jumlah zat gizi Kalori :1,701 kal, protein 79 gr, karboidrat 25 gr, lemak 57,1 gr, vitamin A 1757 RE, vitamin C 90,7 mg, Calsium 793 mg, Ferum 21,3 gr dan natrium 528mg, mengukur tekanan darah klien (ny.S) Implementasi dilakukan pada tanggal 9 mei 2011 yaitu

50 memberikan penjelasan kepada klien dan keluarga tentang manfat pengaturan diet bagi klien hipertensi, memberikan penjelasan kepada klien dan keluarga jenis makanan yang dikonsumsi oleh klien. Implementasi dilakukan pada tanggal 10 mei 2011 yaitu menberikan penjelasan kepada klien dan keluarga tentang cara pengolahan makanan untuk klien hipertensi, Memberi penjelasan kepada klien dan keluarga jenis makanan yang dikonsumsi oleh klien, memberi contoh sederhana kepada klien dan keluarga,cara membuat makanan dalam jumlah yang tepat bagi klien. Untuk menilai suatu keberhasilan dari tindakan keperawatan yang telah dilaksanakan,perlu dilakukan evaluasi yang mempunyai batas waktu tertentu. Evaluasi dari hasil asuhan keperawatan pada keluarga tuan S.ini dilaksanakan pada tanggal 11 mei dan 13 mei 2011. adapun hasil dari asuhan keperawatan tersebut dapat dilihat pada perubahan sikap dan perilaku serta pengetahuan klien dan keluarga. Pada tanggal 11 mei 2011 klien dan keluarga mengatakan klien telah mengkonsumsi makanan rendah garam, pengolahan makanan sudah terpisah dengan klien dan anggota keluarga lain. Tekanan darah 150/90 mmHg. Tanggal 13 mei 2011 klien dan keluarga mengatakan telah mengkonsumsi makanan yang dianjurkan oleh tenaga kesehatan.Klien dan keluarga telah memahami manfaat pengaturan diet untuk klien hipertensi

51 dan berusaha untuk mengikuti anjuran yang telah dianjurkan oleh petugas kesehatan, Tensi 140/90 mmHg, klien juga mengatakan ingin berobat secara teratur serta kontrol yang terus menerus dan perawatan selanjutnya dipolindes