Anda di halaman 1dari 26

BUKU PANDUAN MANAGEMENT BETERNAK BROILER MODERN

Oleh :

Drh. Nuky Rusianto


PRIVO SAKURAZY MEDTECINDO (Perusahaan Inti Plasma)

ON LINE SYSTEM
WebSites : www.geocities.com/p3ide Email : KaizenMeiji@yahoo.com Correspondence and Delegation Address Jl. Dharmahusada Dalam No. 20 Surabaya 60132 East Java INDONESIA Telp. / Fax. : +62315995076 / + 62313897155 Mobile : 088803006468

Year of 2008

PENDAHULUAN
Syukur Alhamdulillah, kami ucapkan atas terselesaikannya buku panduan Manual PSM Broiler ini disusun untuk kalangan internal dan para pelanggan sehingga mengetahui manajemen dan praktek pemeliharaan ayam broiler agar diperoleh performans yang maksimal. Disini kami membuat pedoman praktis yang akan memfokuskan perhatian kita pada aspek manajemen dan menjelaskan secara sederhana apa yang dapat dicapai oleh PSM Broiler pada kondisi temperatur dan kelembaban yang tinggi di daerah tropis seperti di Indonesia. Kami yakin manual ini akan sangat berguna bagi group atau kalangan internal dan semua pihak yang secara langsung berhubungan dengan produksi broiler. Profile historis perusahaan diperuntukkan bagi All The Best and Big International Company ini bermula dari Privat Organization (PrivO) kemudian atas total support dari Group Sakura dan Group Gozy berkembang atas dukungan para Veterinary dan Medical (Tenaga Ahli Peternakan, Kesehatan dan Dokter dokter yang dimotori oleh Dr. Nuky Rusianto, dkk) yang diperuntukkan guna komersialisasi program peningkatan kesejahteraan dan kelayakan kemitraan masyarakat domestik (Indonesia) dan masyarakat mancanegara (International) sehingga terbentuklah nama Privo Sakurazy Medtecindo yang akrab dikenal dengan nama PSM. PSM merupakan produk Group perusahaan berbasis ON LINE, hal tersebut merupakan aplikasi efisiensi, efektivitas dan maksimalisasi profit management. PSM mengadopsi visi dan misi sistem perusahaan international guna menciptakan bentuk liberalisasi investasi dan privatisasi project stock international link system modern (SI-LSM). PSM Broiler akan dikembangkan agar daya tahan hidupnya lebih tinggi dan konversi pakan yang efisien, serta berat akhir yang maksimal. Para pelanggan PSM akan puas terhadap peningkatan performans broiler yang sangat tahan terhadap tantangan di masa pemeliharaan, mulai dari minggu pertama hingga ayam dipanen dan dikirm ke pasar atau ke rumah potong. Buku panduan manual ini tidak selalu menjamin tercapainya produktivitas sesuai dengan angka angka yang tertera di dalamnya karena banyak faktor yang berpengaruh, dan dalam penerapannya, manual ini harus dilaksanakan dengan benar sesuai dengan petunjuk.

TENJO GROUP

KARAKTERISTIK PSM BROILER


PSM Broiler merupakan hasil persilangan galur murni yang unggul dan rekayasa genetika, dengan FCR rendah, pola pertumbuhan cepat dan lebih selektif (daging dada lebih banyak). Broiler ini peka terhadap perubahan dan mudah stres, pertumbuhan bulu lambat dan memerlukan formulasi pakan yang baik. PSM Broiler dipelihara untuk bisa dipanen lebih awal dengan berat panen 1 1,5 kg maupun berat panen diatas 2 kg. Laju pertumbuhan broiler dapat diatur dengan program pencahayaan dan program pemberian pakan yang baik. Untuk dapat menghasilkan berat panen 1 1,5 kg, maka pertumbuhan pada 7 hari pertama perlu diperhatikan. Berat badan yang baik pada umur 7 hari ( 175g) secara umum akan menghasilkan berat badan yang sangat baik pula pada akhir masa panen. PSM Broiler disediakan untuk para pelanggan sebagai Satu produk untuk semua pasar. Pertumbuhan yang cepat pada umur umur awal dan pada umur yang lebih tua akan menghasilkan daging dada yang baik, konversi pakan yang rendah dan daya tahan hidup yang baik. Standar Performans Mingguan untuk PSM Broiler Berat Badan Pertambahan Berat Konsumsi (Gram/Ekor) Badan (Grm/Hari/Ekor) Jantan Betina Rata2 Jantan Betina Rata2 Per Hari 182 169 175,5 20,0 18,1 19,1 509 467 488,0 46,7 42,6 44,7 69,9 979 887 933,0 67,1 60,0 63,6 110,8 1555 1385 1470,0 82,3 71,1 76,7 150,8 2193 1912 2052,5 91,1 75,3 83,2 179,0 2849 2423 2636,0 93,7 73,0 83,4 194,7 3487 2873 3180,0 91,1 64,3 77,7 201,0 4064 3206 3635,0 82,4 47,6 65,0 195,0

Umur (Mingguan)

Pakan

FCR
(Cum : Rata2 BB)

Cum 150 512 1167 2105 3283 4604 5995 7380 0,857 1,049 1,251 1,432 1,600 1,747 1,890 2,030

1 2 3 4 5 6 7 8

Tabel diatas merupakan suatu referensi atau pedoman yang menggambarkan performans strain ayam pada kondisi optimum tanpa pembatasan pada tiap tingkatan umur

PAKAN PSM BROILER


PRIVO SAKURAZY MEDTECINDO memproduksi pakan untuk ayam broiler dengan memberikan keseimbangan yang tepat antara protein, energi, mineral, vitamin dan asam amino esensial sehingga didapatkan pertumbuhan dan performans ayam broiler yang optimum. Kita mengetahui bahwa pakan merupakan faktor yang pengaruhnya paling besar dari total biaya produksi broiler. Oleh karena itu harus dapat dipastikan bahwa pakan yang diberikan harus berkualitas baik sesuai dengan spesifikasinya. PSM 69 PSM 96 PSM 818

PSM 717

PSM 67

PSM 323

Note :

Gambar di atas merupakan contoh (sample) kemasan produk pakan atau feed concentrat yang akan diproduksi dan dipasarkan oleh Group.

TIPE SPESIFIKASI PAKAN


Class / Land

STARTER FINISHER

JAWA PSM 69 PSM 717

SUMATERA PSM 96 PSM 67

SULAWESI PSM 818 PSM 323

KALIMNTAN PSM 96 PSM 67

IRIAN PSM 818 PSM 323

PERSIAPAN KANDANG
Setiap unit farm untuk produksi broiler seharusnya memelihara ayam hanya satu kelompok umur saja. Penempatan ayam diatur dengan sistem all in all out (ayam masuk dan keluar secara bersamaan) untuk meminimalkan serangan penyakit. Waktu pemberian dan periode istirahat kandang pada satu unit farm broiler minimal 14 hari guna mengurangi resiko infeksi bakteri dan virus. Pelaksanaan biosekurity atau sanitasi sangat penting dilakukan, seperti sanitasi sebelum masuk farm terhadap setiap karyawan / staf / tamu, kendaraan dan barang barang yang akan memasuki area farm maupun kandang.

TAHAP PERSIAPAN KANDANG 1. Pencucian Kandang Pembersihan kandang lakukan sesegera mungkin setelah ayam dalam satu flok dikeluarkan. Kotoran ayam dan semua peralatan kandang dikeluarkan. Kandang dicuci dengan detergen dan dibilas dengan air sampai bersih. Kemudian kandang disemprot dengan formalin (10%). Berbagai jenis produk baru dan kombinasinya juga terbukti efektif digunakan sebagai desinfektan. Kemudian lantai kandang di kapur (proses pengapuran kandang). Gunakan campuran 10 kg kapur hidup dan 20 kg ammonium sulfat pada permukaan lantai seluas 100 m2. Tebarkan secara merata ke lantai kandang lalu semprot dengan 100 liter air pada permukaannya. Setelah kandang bersih, tutup tirai kandang dan semprot kandang (bagian atas, lantai / bawah kandang) dengan formalin (10%). Masukkan litter yang telah di desinfeksi (dosis 10% formalin) dan sebar merata ke seluruh bagian kandang. Dengan menggunakan litter yang bagus, kering tidak menggumpal dan tidak berdebu akan cacat pada kulit, dada, kaki dan saluran pernafasan ayam dapat dihindarkan. Litter yang umum digunakan antara lain serutan kayu (3 5 kg / m2) dan sekam padi (2,5 4 kg / m2) yang mudah didapatkan. Dianjurkan ketebalan litter 5 8 cm. 2. Pencucian Peralatan Kandang Cuci peralatan kandang dengan detergen hingga bersih. Bilas dengan air desinfektan (Ucarsan,Bromoquad atau Iodosept). Kemudian dikeringkan dan simpan di tempat yang bersih (gudang peralatan). 3. Pemasangan Tirai Setelah kandang bersih dan sekam telah disebar merata, pasang tirai luar dan tengah dan semprot kembali dengan formalin (merata ke bagian atas, sekam dan ruang kandang) dengan dosis 10 liter / 90 liter air. Kemudian pasang sekat dan masukkan peralatan yang telah bersih (tempat minum dan feeder tray) serta pasang pemanas. Tiga hari sebelum DOC masuk, semprot kembali dengan formalin 10 liter / 90 liter air. Jika terjadi kasus penyakit pada periode sebelumnya, maka perlu dilakukan desinfektan ekstra (penyemprotan formalin minimal 5 kali).

PERIODE BROODING
a. Tujuan Brooding Tujuan brooding adalah untuk menyediakan lingkungan yang nyaman dan sehat secara efisien dan ekonomis bagi anak ayam, untuk pertumbuhan optimal. Saat ayam berumur 2 minggu pertama terjadi perbanyakan sel (hiperplasia). Perbanyakan sel tersebut meliputi perkembangan saluran pencernaan / gastrointestinal, perkembangan saluran pernapasan dan perkembangan sistem kekebalan. b. Manajemen Penerimaan DOC Harus ada komunikasi yang baik antara hatchery, marketing DOC dan custumer untuk menentukan jadwal waktu pengiriman. Sebelum DOC datang, pakan dan air minum harus sudah tersedia. Pada kasus pengiriman jarak jauh, sebelum ayam tiba di farm, berikan larutan gula 1% pada air yang didistribusikan pertama kali untuk mencegah dehidrasi dan berikan larutan gula 1%. Beberapa hal yang harus diperhatikan saat DOC datang : Cek kondisi mobil pengangkut DOC meliputi ; segel, kondisi kipas, surat jalan dan cek sampel DOC 10% dengan ditunggu dan disaksikan oleh supir pengirim. Cek sampel dengan memperhatikan ; jumlah DOC, DOC yang mati serta kondisi umum DOC (lincah, diam atau cacat). Setelah DOC dicek, harus segera disebar ke brooder masing masing yang telah disiapkan. Jika anak ayam mengalami dehidrasi, jangan diberikan pakan sebelum anak ayam menemukan tempat minum dan telah minum selama 2 3 jam. Hal ini perlu diperhatikan terutama jika sistem air minum menggunakan nipple drinker. Kesehatan dan Kualitas Anak Ayam Perhatikan anak ayam secara intensif selama 24 jam pertama untuk memastikan bahwa anak ayam tersebut cukup nyaman berada di brooder. Perhatikan tingkah laku akan ayam dan pstikan kalau semua anak ayam dapat dengan mudah menjangkau pakan dan ir minum. Catat parameter performans dan tetapkan target sehingga pelaksanaan teknik manajemen yang tepat menjadi maksimal. Penyebab Utama Kematian di Minggu Pertama adalah : Temperatur brooding terlalu tinggi atau rendah. Kurangnya distribusi air dan tempat minum akan membuat ayam mengalami kesulitan dalam mendapatkan air minum pada 24 jam pertama, c. Manajemen Brooding Terdapat dua sistem dasar yang diterapkan untuk brooder pada broiler, yakni Spot Brooding (Induk Buatan setempat / pemanasan setempat) dan Whole House Brooding (Induk Buatan menyeluruh / pemanasan menyeluruh). 1. Spot Brooding (Induk Buatan setempat / pemanasan setempat) Diperlukan lingkaran / sekat pelindung anak ayam (chick guard) dengan tinggi 45 50 cm untuk melindungi anak ayam dari aliran udara dingin, serta agar anak ayam tetap dekat dengan pemanas, pakan dan minum.

Tempatkan 60 ekor anak ayam per m2 pada hari pertama dan lebarkan area brooder secara bertahap. Untuk 500 ekor anak ayam, gunakan brooder berbentuk lingkaran dengan diameter 3,25 m. 2. Whole House Brooding (Induk Buatan menyeluruh / pemanasan seluruh kandang) Kandang dapat dipanaskan dengan sistem pemanas langsung dan tidak langsung. Sistem pemanas tidak langsung biasanya menggunakan gas atau minyak tanah, dan menyemburkan udara panas ke dalam kandang pada satu titik. Penambahan kipas pada sistem ini di dalam kandang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas udara dan pemerataan temperatur. d. Lama Brooding Lama brooding tergantung dari lokasi farm dan kondisi lingkungan. IKLIM LAMA BROODING (Hari) Musim Panas 10 - 12 Musim Hujan 12 - 14
Catatan : lihat kondisi ayam

Umur (Hari) 13 46 7 14 15 21 22 28 29 35 > 35

Suhu pemeliharaan Suhu (o C) 32 31 30 28 26 26 25

Kelembaban

60%

Tingkah Laku Anak Ayam sesuai dengan Temperatur Terlalu dingin Terlalu panas

Suhu yang bagus


Tidak ada ayam pada tempat yang terpanas

Angin

KEPADATAN AYAM
Jumlah ayam per m2 dapat bervariasi tergantung dari umur panen, tipe kandang dan iklim yang terjadi pada saat itu. Pada kandang terbuka dengan ventilasi alami kepadatannya adalah 15 kg / m2. Pada kandang aliran udara yang bisa diatur (kandang tertutup), kepadatan dapat mencapai 25 30 kg / m2 berat hidup. Direkomendasikan juga untuk menurunkan kepadatan kandang pada saat temperatur tinggi. Kepadatan Ayam Berdasarkan Berat Panen Berat 0,80 0,99 1,00 1,19 1,20 1,39 1,40 1,59 1,60 1,69 > 1,90 PELEBARAN AREA BROODING 6 Hari 1/3 Kandang 9 Hari Kandang 12 Hari Kandang 14 Hari Full Kandang Keterangan :

Kepadatan (ekor/m2) 11,0 11,1 10,0 10,5 9,0 9,5 8,0 8,5 7,5 8,0 7,0 7,5

Setiap pelebaran selalu dilakukan penambahan tempat pakan dan minum, dimulai pada hari ke 2, Umur 6 hari feeder tray mulai diambil dan ditambah dengan alas tempat pakan tabung, Umur 9 hari feeder tray sudah diangkat semua (diganti dengan alas tempat pakan tabung), Hari ke 12 tempat pakan mulai digantung 50%, hari ke 14 sudah digantung semua, Pada kandang panggung hari ke 18 mulai turunkan sekam, hari ke 19 sekam turun semua.

MANAJEMEN TIRAI
Pemasangan tirai sesuai dengan kebutuhan (sesuaikan dengan kondisi lingkungan ). Buka dan tutup tirai tergantung pada temperatur di dalam kandang. Cara buka tirai dari atas ke bawah. Hal ini untuk mencegah agar ayam tidak terkena angin langsung. Tirai sampaing (bagian atas) terbuka 0,2 0,3 m (dengan melihat kondisi lingkungan ). Penambahan tirai bagian dalam dianjurkan terutama jika udara dingin. Jika anak ayam mulai panting di umur 2 3 hari, maka buka tirai bagian tengah. MANAJEMEN TIRAI Umur Kondisi Tirai (Hari) Luar Tengah Siang Malam Siang Malam 12 Tertutup Tertutup Tertutup Tertutup 34 Tertutup Tertutup Buka Setengah Tertutup 56 Buka Setengah Tertutup Terbuka Tertutup setengah 78 Buka Setengah Tertutup Terbuka Terbuka 9 10 Buka Setengah Tertutup Terbuka Terbuka 11 12 Buka Setengah Tertutup Terbuka Terbuka 13 - 14 Terbuka Tertutup setengah Terbuka Terbuka 15 20 Terbuka Tertutup setengah Terbuka Terbuka 21 - Panen Terbuka Terbuka Terbuka Terbuka
Keterangan : Lihat kondisi ayam

SISTEM PEMBERIAN PAKAN


1. Tempat Pakan (Feeder Space) Untuk Anak Ayam 0 2 hari 1 feeder tray diameter 35 cm per 50 ekor ayam. 3 5 hari tambah feeder tray dan pan feeder 6 14 hari tambah 1 pan feeder setiap 50 ekor anak ayam Tempat pakan mulai umur 3 hari sudah ditambah dengan pan feeder dan setiap pelebaran ditambah (lihat kondisi ayam). Feeder tray pada umur 6 hari mulai dikeluarkan pada umur 9 hari semua sudah menggunakan feeder tube. Umur 12 hari feeder tube sudah mulai digantung, pada 14 hari feeder tube sudah digantung semua (lihat kondisi ayam). Jumlah Kebutuhan Tepat Pakan untuk 500 ekor Kepadatan Chicken Feeder 2 (ekor / m ) Tray (CFT) 60 10 40 10 30 6 20 4 15 10 -

Umur 1 3 6 9 12 14 >>

Tube 10 Kg 10 12 16 24 24

Pemberian pakan, pola pemberian pakan yang baik akan membantu meningkatkan konsumsi pakan minggu pertama. Pemberian pakan sedikit demi sedikit tetapi sesering mungkin sangat dianjurkan.

Frekuensi Pemberian Pakan Umur (Hari) 12 34 56 78 9 10 11 12 13 14 15 20 > 20

Frekuensi Pemberian 8 7 6 6 6 5 5 4 2

2. Ketinggian Feeder Untuk Broiler Bibir feeder pan (feeder tube) harus sedikit lebih rendah daripada tembolok ayam jika ayam berdiri tegak.

10

SISTEM PEMBERIAN AIR MINUM


Sangatlah penting bahwa air minum tersedia setiap saat untuk broiler. Kekurangan pasokan air minum, baik dalam jumlah, penyebaran serta tempat minum dan konsumsinya dapat mengurangi laju pertumbuhan. Pada saat ayam datang, berikan larutan gula 1% paling lama 2 3 jam pertama serta berikan antibiotik pada hari ke 1 hingga ke 3 disaat pagi hari (paling lama 5 6 jam) dan berikan vitamin pada saat sore hari. Air harus selalu bersih dan segar dan dilakukan test secara teratur terhadap kandungan zat kimia dan komposisi bakteriologis (6 bulan sekali). Untuk menjaga air dalam kondisi normal, gunakan 3 5 ppm chorine untuk mengurangi masalah E. coli. 1. Ketinggian tempat air minum untuk broiler Tempat air minum harus selalu dicek ketinggiannya setiap hari dan disesuaikan agar tepi tempat air minum sejajar denga punggung ayam sejak hari ke 18 dan seterusnya. Ketinggian nipple disesuaikan secara sentral menggunalan kerekan sehingga ayam dapat minum dengan mendongakkan kepalanya 45o terhadap nipple. 2. Level air minum Ketinggian air minum sebaiknya 0,6 cm di bawah tutup tempat minum sampai dengan 7 10 hari dan harus ada air dasar tempat minum dengan ketinggian 0,6 cm sejak hari ke 10 dan selanjutnya. Pengeluaran air dari nipple minimal 80 ml per menit dengan tekanan 30 40 cm water column. 3. Kualitas air minum Kualitas air sangat penting karena ayam minum 1,6 2 kali dari jumlah pakan yang dikonsumsinya. Lakukan analisa terhadap air minum dua kali setahun untuk memastikan bahwa air minum tersebut mengandung mineral atau bahan organik dalam jumlah yang dapat diterima. Kebutuhan Tempat Minum untuk 500 Ekor Tempat Minum Otomatis Tempat Minum 1 Gallon 6 10 6 10 8 12 10 16 10 16 10 16

Umur (Hari) 1 3 6 9 12 > 14

11

KONSUMSI AIR MINUM


Pada temperatur normal, konsumsi air minum ayam adalah 1,6 2,0 kali dari konsumsi pakan. Faktor ini sebaiknya digunakan sebagai pedoman sehingga penyimpangan konsumsi air yang berkaitan dengan kualitas pakan, temperatur atau kesehatan hanya dapat segara diketahui dan diperbaiki. Konsumsi Air / 1000 ekor / hari (Pada Suhu 21o C) Umur (Minggu) Liter 1 58 65 2 102 115 3 149 167 4 192 216 5 232 261 6 274 308 7 309 347 8 342 385

Diatas suhu 21o C, kebutuhan air minum meningkat rata rata 6,5% setip kenaikan satu derajat Celcius.

LEVEL MAKSIMAL MINERAL DAN BAKTERI PADA AIR MINUM YANG DAPAT DITOLELIR

Kualitas Air Minum

Total bahan padat terlarut Khlorida PH Nitrat Sulfat Besi Kalsium Tembaga Magnesium Mangaan Seng Fluorida Merkuri Timah Faecal Coliform

300 500 ppm 200 mg / l 68 45 ppm 200 pp 1 mg / l 75 mg / l 0,05 mg / l 30 mg / l 0,05 mg / l 5 mg / l 0,06 mg / l 0,002 mg / l 0,05 mg / l 0

12

PROGRAM PENCAHAYAAN
Pencahayaan berfungsi untuk memaksimalkan berat badan harian. Pencahayaan dalam kandang harus merata ke seluruh bagian kandang. Secara umum broiler tumbuh pada 23 jam penyinaran per hari. Penelitian telah membuktikan bahwa penyinaran kurang dari 23 jam dapat memberikan beberapa keuntungan. Untuk anak ayam, berikan cahaya terang sebesar 20 lux. Setelah satu minggu intensitas cahaya dikurangi secara bertahap menjadi 5 10 lux. Program pencahayaan untuk broiler yang telah dimodifikasi terdiri dari 3 tipe yaitu : 1. Program Penambahan Lama Penyinaran (Photoperiod) sesuai untuk flok yang dipelihara sampai bobot badan di atas 2 kg (panen di atas 2 kg) TERANG 0 3 Hari 4 -7 Hari 8 14 Hari 15 21 Hari 22 28 Hari 29 Dijual / Dipanen 23 18 14 16 18 23 GELAP 1 6 10 8 6 1

2. Program Pengurangan Lama Penyinaran (Phoyoperiod) sesuai untuk flok yang dipelihara hingga 2 kg (panen antara 1 kg sampai 2 kg). TERANG 0 7 Hari 8 21 Hari 22 Dijual / Dipanen 23 16 23 GELAP 1 8 1

3. Program Pencahayaan Intermitten (Terang Gelap) pada kandang tertutup sesuai untuk flok yang dipelihara sampai dengan umur 42 hari.

13

Program ini digunakan bila terdapat masalah pertumbuhan kaki yang abnormal. Program pencahayaan ini dapat bermanfaat dalam mengurangi efek stres panas pada performans broiler. A 0 3 hari 4 35 Hari 36 42 Hari B 0 7 Hari 8 21 Hari 21 - Dijual Note : TERANG 23 5 23 TERANG 24 23 2 (1) GELAP 1 1 (Terang / gelap secara bergantian) 1 GELAP 0 1 2 (3) (Terang / gelap secara bergantian)

Program Pencahayaan Lampu Pijar 5 Watt / m , lampu neon 1 Watt / m2.

14

INTENSITAS CAHAYA
Pencahayaan secara tradisional hanya ada satu sistem, yaitu pencahayaan secara terus menerus, yan telah diterapkan oleh para peternak broiler. Hal ini dilaksanakan untuk memaksimalkan pertambahan berat badan harian. Periode gelap yang singkat digunakan agar ayam menjadi terbiasa dengan kegelapan kandang pada saat listrik padam. Intensitas cahaya sebaiknya diturunkan secara bertahap sejak hari ke 7 dari 20 lux menjadi 10 lux. Oleh karena itu intensitas cahaya harus merata ke seluruh bagian kandang. BOLA LAMPU (WATT) 20 25 40 80 100 TUNGSTEN (LUMEN) 170 230 430 730 1600 FLUORESENSI (LUMEN) 830 1000 2600

Formula ini digunakan untuk ketinggian bola lampu 2 mter di atas ayam. Perhitungan sederhanya adalah 1 Watt / 1,33 meter setara dengan 10 lux. Intensitas Cahaya = 2 x B x Lumen W x L x H^2

Keterangan : B = Jumlah bola lampu (pijar / neon) W = Lebar kandang L = Panjang kandang H = Tinggi kandang

15

SELEKSI AYAM
Pelaksanaan seleksi ayam sebaiknya dilakukan semenjak penerimaan DOC dan dapat dilakukan saat vaksinasi. Ayam yang diseleksi meliputi : Ayam yang dehidrasi Pantat atau pusarnya basah Ayam yang kerdil, lemah atau cacat Ayam hasil seleksi ini di tempatkan di dalam brooder tertentu. Berikan pemanas, vitamin, pakan dan minum yang cukup.

Tampak Depan

Tampak Samping

Dikomparasikan dengan sample yang lain Note : Keseragaman menentukan teknis produksi Broiler

16

STRES PANAS
Stres akibat panas dapat menurunkan performans ayam. Kisaran temperatur netral untuk ayam menurun dari > 30o C (86o F) pada waktu menetas sampai sekitar 24o C (75o F) pada umur 4 minggu. Catatan khusus Comparation Suhu International : TC 5 = TF -32 9 = TR 4 = TK 273 5

Keterangan : TC = Derajat Celcius TF = Derajat Fehrenheit TR = Derajat Reamur TK = Derajat Kelvin Respon alami ayam dalam menghadapi stres panas adalah mengurangi konsumsi pakan sebagai upaya untuk menurunkan produksi panas tubuhnya. Peningkatan konsumsi pakan selama stres panas yang akut dapat meningkatkan kematian, sehingga untuk mencegah hal tersebut dapat dilakukan dengan cara : Ayam dipuasakan. Interval puasa lebih dari 6 8 jam sebelum terjadinya awal stres panas, kemudian terjadi lagi stres panas selama 6 jam sehingga puasanya menjadi 12 jam masih dapat ditolelir Pemberian vitamin dan elektrolit sangat dianjurkan. Vitamin C diberikan 6 jam sebelum stres panas terjadi.

17

VENTILASI
Pergerakan udara dapat meningkatkan pengeluaran panas dalam kandang dengan cara konduksi dan evaporasi. Efektivitas pergerakan uadara dalam kandang tergantung pada umur ayam dan bulu yang menutup tubuhya. Pergerakan udara dapat dibuat dengan menggunakan kipas sirkulasi yang ditempatkan untuk meningkatkan kecepatan angin sesuai dengan level yang dibutuhkan oleh ayam. Cara menciptakan pergerakan udara dalam kandang dapat dibagi menjadi dua tipe, yakni : 1. Kipas sirkulasi untuk kandang tipe terbuka 2. Ventilasi sistem tunnel untuk kandang tertutup Kipas dengan ukura 36o dan berkapasitas 10.000 cfm dapat menimbulkan pergerakan udara dalam area seluas 5 x 15 m. Ventilasi tunnel merupakan metode terbaik untuk menjaga agar ayam tetap dingin di musim panas, tetapi hal ini hanya efektif jika di desain dan diatur secara benar. Ventilasi tunnel bertujuan agar panas di dalam kandang dapat keluar dari kandang dengan menggunakan kecepatan angin dalam kandang sebesar 400 500 ft / menit. Pergantian udara terjadi satu kali tiap satu menit atau kurang. Efek wind chill yang disebabkan oleh udara bercepatan tinggi dapat menurunkan temperatur efektif sebesar 10 12o F. Grafik di bawah ini menunjukkan estimasi temperatur efektif yang dihasilkan pada kecepatan udara yang berbeda, pada ayam berumur 4 dan 7 minggu.

18

BIOSEKURITI
a. Pencegahan Penyebaran Penyakit Melalui Manusia Membatasi orang dan kendaraan yang masuk ke lokasi kandang. Masuk ke lokasi kandang harus di semprot dengan desinfektan. Siapkan celup kaki dan celup tangan di tiap kandang (air dan deinfektan). Lakukan penyemprotan juga terhadap kendaraan yang keluar masuk kandang. b. Pencegahan Penyakit Melalui Ayam Segera keluarkan ayam yang mati dalam kandang setiap hari. Jika ada ayam yang menunjukkan gejala sakit segara isolasi ke kandang isolasi. c. Pencegahan Penyakit Melalui Peralatan Sistem all in all out akan membantu pencegahan penyebaran penyakit dari ayam tua ke ayam muda. Peternak harus membiasakan pembersihan dan desinfeksi kandang untuk mengurangi mikroorganisme patogen hingga level minimum. d. Pencegahan Penyakit Melalui Vektor Vektor penyebab penyakit seperti rodensia, burung liar, serangga, parasit internal.

19

VAKSINASI
Perhatikan penyakit penyakit yang paling banyak menimbulkan masalah pada musim musim yang berbeda dalam satu tahun. Hitung secara periodik dan kuantitatif penyakit penyakit yang menyerang ayam. Gunakan vaksin dengan frekuensi minimal pada pemeliharaan broiler dan evaluasi programnya secara teratur. 1. Reaksi Vaksinasi VAKSINASI Infectious Bronchitis Newcastle Disease IBD REAKSI SETELAH 3 5 Hari 5 7 Hari 1 4 Hari

2. Penyesuaian Prgram Vaksinasi Vaksinasi yang tepat dan benar dapat mencegah penyakit. Untuk menghindari terjadinya reaksi post vaksinasi pada saluran pernafasan yang keras ataupun komplikasi yang kuat setelah pelaksanaan vaksinasi, maka kita harus mengetahui penyebab terjadinya reaksi pasca vaksinasi yang kuat tersebut, yakni antara lain : 1. Kesalahan teknik vaksinasi 2. Rendahnya antibodi dari induk (maternal antibody) 3. Salah dalam memilih strain vaksin 4. Terlalu banyak dilakukan vaksinasi 5. Untuk broiler yan divaksin dengan bursaplex in ovo (di Hatchery). Dapat memilih program vaksin 1 4 tergantung dari kondisi di masing masing wilayah. Tidak membutuhkan vaksinasi IBD di peternakan broiler (vaksin IBD pada 14 hari). 6. Untuk vaksinasi AI pada broiler yang dipanen pada berat 1,8 Kg. Vaksin AI diberikan di umur 7 hari.

20

PROGRAM VAKSINASI
NO
1 2 3 4 5 6 7 8 1 2 3 4 1 2 3 4 5 6 7 8 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 2 3 4 5 6 7

HARI
1 6 Hari 3 Hari 7 Hari 8 13 Hari 14 Hari 15 Hari 20 Hari 21 Hari 22 Hari 28 Hari 1 6 Hari 3 Hari 7 Hari 8 34 Hari 1 6 Hari 3 Hari 7 Hari 8 13 Hari 14 Hari 15 Hari 20 Hari 21 Hari 22 Hari 34 Hari 1 Hari 3 Hari 2 Hari 6 Hari 7 Hari 8 Hari 13 Hari 14 Hari 15 Hari 20 Hari 21 Hari 22 Hari 34 Hari 1 Hari 6 Hari 3 Hari 7 Hari 8 Hari 13 Hari 14 Hari 15 Hari 20 Hari 21 Hari 22 Hari 34 Hari 35 Hari 1 Hari 3 Hari 2 Hari 13 Hari 14 Hari 15 Hari 20 Hari 21 Hari 22 Hari 34 Hari

TERAPI
Vitamin + AB COCCI ND Vitamin + AB IBD Vitamin + AB ND + IB Vitamin Vitamin + AB COCCI ND Vitamin Vitamin + AB COCCI IB Vitamin + AB ND Vitamin + AB ND + IB Vitamin IB COCCI Vitamin + AB ND Vitamin + AB IBD Vitamin + AB ND + IB Vitamin Vitamin + AB COCCI ND Vitamin + AB IBD Vitamin + AB ND Vitamin + AB ND + IB ND COCCI Vitamin + AB IBD Vitamin + AB ND + IB Vitamin

PRODUK
ASTRESS + AMPI COLI GRIN DURACOX MYVAC 102 ASTRESS + AGRIXINE SOLUTION REPROMUNE 4 ASTRESS + AMPIDURA REPROMUNE ND / IB ASTRESS

APLIKASI KONDISI NORMAL

HIGH ND CHALLENGE
ASTRESS + AMPI COLI GRIN DURACOX MYVAC 102 ASTRESS

HIGH IB CHALLENGE
ASTRESS + AMPI COLI GRIN DURACOX REPROMUNE ND / IB ASTRESS + ERYTOGRIN MYVAC 102 ASTRESS + DURADOXY REPROMUNE ND / IB ASTRESS

HIGH ND dan IB CHALLENGE


REPROMUNE ND / IB DURACOX ASTRESS + AMPI COLI GRIN MYVAC 102 ASTRESS + ERYTROGRIN REPROMUNE IBD / ND / IB ASTRESS + DURADOXY REPROMUNE ND / IB ASTRESS

BROILER > 2 KG
ASTRESS + AMPI COLI GRIN DURACOX MYVAC 102 ASTRESS + ERYTROGRIN REPROMUNE ND / IB ASTRESS + DURADOXY MYVAC 202 ASTRESS REPROMUNE ND / IB

BROILER YANG DIVAKSIN DI HATCHERY


MYVAC 102 DURACOX ASTRESS + AMPI COLI GRIN REPROMUNE IBD / ND / IB ASTRESS + ERYTROGRIN REPROMUNE ND / IB ASTRESS

Daftar diatas dapat berubah sewaktu waktu sesuai dengan kondisi supplier Rekomendasi Umum Medik

drh. Nuky Rusianto

21

PELAKSANAAN PANEN
Sebelum merencanakan pengiriman pakan, harus dilakukan perhitungan yang benar terhadap kebutuhan pakan yang diperlukan sampai ayam dipanen. Manager farm bertanggung jawab untuk mendapatkan performans yang optimal saat panen, melaksanakan periode pemuasaan yang tepat saat sebelum penangkapan ayam dan mengkoordinir serta mengatasi petugas penangkap ayam. Rata rata dibutuhkan 8 jam antara saat dimulainya pemuasaan pada ayam sampai saat pemotongan ayam. Pemuasaan yang dilaksanakan diatas 8 jam, akan menyebabkan kehilangan berat ayam sekitar 0,25 per jam pada kondisi temperatur normal. Diperlukan waktu minimal 4 jam setelah pengosongan tempat pakan sebelum dilakukan penangkapan ayam. Air minum sebaiknya tersedia dalam jumlah yang cukup sampai saat penangkapan ayam dimulai, yang sebaiknya dilakukan pada malam hari.

Transportasi Udara

Transportasi Laut

Transportasi Darat

22

PERHITUNGAN PERFORMANS BROILER


European Production Efficiency Factor (EPEF) atau Faktor Efisiensi Produksi menurut Standard Eropa Standard tersebut di atas merupakan suatu standar perhitungan bagi faktor performans teknis yang meliputi berat hidup, konversi pakan, umur dan kematian normal yang diukur di rumah potong. Perhitungan tersebut sebagai berikut : EPEF = A B x A C x D x 10.000

Keterangan : A = Total berat hidup yang diterima di tempat pemotongan ayam (Kg) B = Jumlah DOC yang masuk C = Umur D = Total pakan (Kg) INDEKS PERFORMANS (IP) Gambaran untuk mengevaluasi hasil teknis diperoleh dari Indeks Performans (IP) IP = Rata rata berat panen x (100 Persentase kematian) x 100 Rata rata umur panen x konversi pakan

Semakin besar angka IP berarti semakin baik pula hasil teknisnya.

23

RECORDING
Nama Peternak : ............. Tgl Masuk DOC : ............. Kondisi DOC : ............. TANGGAL UMUR STD Jenis DOC Kode Box : ......... : ......... Jam Datang DOC : ............ Kondisi Farm : .............. Berat Rata rata : ........... MATI / AFKIR ACT MATI AFKIR TOTAL OBAT & VAKSIN

PAKAN

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27

24

TANGGAL

UMUR STD

PAKAN ACT MATI

MATI / AFKIR AFKIR TOTAL

OBAT & VAKSIN

28 29 30 31 32 33 Jumlah Pakan gr / ek Berat Rata2 FCR Kematian Sisa Ayam % Ekor Ket :

HASIL PANEN
Umur Berat Badan FCR Mortalitas IP

Hak Cipta dilindungi Undang Undang Dilarang memperbanyak karya tulis ini dalam bentuk dan dengan cara apa pun, termasuk fotokopi, tanpa izin tertulis dari manajemen dan penulis Copyright 2008 LSM Perkumpulan Pemuda Peduli Ide Consultant Community International Akta Notaris : Dadang Koesboediwitjaksono, SH No. 5 Tanggal 21 Februari 2008 Kritik dan Saran www.geocities.com/p3ide KaizenMeiji@yahoo.com

25

BIBIOGRAFI
Drh. Nuky Rusianto lahir di Surabaya, Jawa Timur, tepatnya tanggal 22 Juni 1980. Sejak SD hingga SLTA selalu menempati peringkat pertama dan terbaik. Menyelesaikan pendidikan SLTA-nya di SMUN 5 Surabaya pada tahun 1999. Kemudian melanjutkan kuliah di Universitas Airlangga Surabaya pada Fakultas Kedokteran Hewan hingga memperoleh gelar Sarjana Kedokteran Hewan (SKH) pada tahun 2004, kemudian beliau menyelesaikan pendidikan profesi dan pelantikkan Dokter Hewan (Drh) pada tahun 2008. Mempersunting gadis berdarah Pakualaman bernama Raden Ajeng Sri Rahayu pada tanggal 11 April 2008. Karirnya diawali sebagai Sales Promotion Representative di CV. Dahaous (General Supplier) Surabaya (1999), Finance Consultant PT. Solid Gold (Future Finance) Surabaya (2000), Direct Sales Representative ABN AMRO Bank (Finance) Surabaya (2001), Business Installment Loan Standart Chartered Bank (Finance) Surabaya (2002), Pimpinan Proyek Kemitraan Terpadu From Farm to The Table SAKURA Group (Animal Health Business) area Jember (2003), Technical Service PT. Privo Sakurazy Medtecindo (Perusahaan Inti Plasma International Animal Health Business) area Jatim (2004), Asisten Dokter Hewan Klinik YUKATO (Animal Health) Jember (2005), Medical Representative PT. Mensa Bina Sukses (Human Health Business) area Jatim (2006), Technical Sales Representative PT. Primavindo Sejahtera Pratama - Group PT. Charoen Pokphand Indonesia, Tbk (Animal Health Business) area Bali (2007), Technical Sales Representative PT. Mensana Aneka Satwa (Animal Health Business) area Makasar (2007), Technical Sales Representative PT. Biotek Indonesia Group PT. Sierad Produce, Tbk (Animal Health Business) area Jatim (2007), Chief Executive Official (CEO) Consultant Community International (CCI) sub divisi Riset Lembaga Swadaya Masyarakat Perkumpulan Pemuda Peduli Ide (LSM P3IDE) yang masih merupakan group bisnis dari SAKURA Group, Krida Group dan CV. Panditabala Group, Chief Executive Area Service (CEAS) dan Kepala Biro Organisasi dan Kepegawaian Dosen Akademi Kebidanan Yayasan Taruna dan Medical Veterinary (2008 Sekarang).

26