P. 1
renstra

renstra

|Views: 503|Likes:
Dipublikasikan oleh Dwi Mei Asri Wulandari

More info:

Published by: Dwi Mei Asri Wulandari on Dec 08, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/27/2013

pdf

text

original

BAB IV VISI, MISI, STRATEGIS DAN TUJUAN SASARAN, STRATEGIS DAN KEBIJAKAN

4.1 Visi dan Misi Visi Pembangunan Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura adalah Terwujudnya pertanian tanaman pangan dan hortikultura yang tangguh dan berdaya saing menuju masyarakat sejahtera. Misi Pembangunan Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura adalah : 1. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia baik aparat maupun para petani pelaku agribisnis. 2. Mengembangkan inovasi teknologi spesifik lokasi dan ramah lingkungan baik pada industri hulu, maupun industri hilir serta usahatani pertanian. 3. Mengembangkan usaha agribisnis dari berbagai tingkatan skala usaha baik on farm maupun off farm dan non farm mendorong kerjasama kemitraan bisnis antar usaha yang saling menguntungkan dan berkeadilan. 4. Meningkatkan pemanfaatan dan pelestarian keragaman sumberdaya alam dan sumberdaya hayati secara berimbang. 5. Mengembangkan sumber-sumber penerimaan daerah.

4.2 Strategis dan Tujuan Sasaran 1. Bidang Produksi Tanaman Pangan a. Tujuan

1)

Meningkatkan dan mempertahankan produksi tanaman pangan, untuk memenuhi kebutuhan pangan dalam rangka mencapai ketahanan pangan daerah.

2)

Meningkatkan kualitas produksi komoditas tanaman pangan untuk memenuhi permintaan pasar sebagai konsumsi, bahan baku industri dan peningkatan eksport.

3)

Mengembangkan

kesempatan

kerja

dan

berusaha

melalui

pengembangan industri perbenihan, penyalur pupuk,ketersediaan Alsintan dan usaha agribisnis.

b.

Sasaran 1) Meningkatnya produksi komoditi tanaman pangan (padi, jagung, kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubi kayu, ubi jalar). 2) Meningkatnya penggunaan benih unggul bermutu komoditi padi, jagung dan kedelai. 3) 4) Berkembangnya industri penangkaran benih tanaman pangan. Meningkatnya penggunaan pupuk organik dalam budidaya tanaman pangan. 5) Tersedianya pupuk bersubsidi baik pupuk organik maupun anorganik untuk memenuhi kebutuhan Tanaman Pangan. 6) 7) 8) Meningkatnya Usaha Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA). Meningkatnya upaya pengendalian serangan OPT tanaman pangan. Menurunnya gagal panen (puso) akibat serangan Organisme Pengganggu Tananaman (OPT) dan Dampak Fenomena Iklim (DFI).

9)

Meningkatnya pemanfaatan lahan kering melalui optimalisasi lahan pertanian dan perbaikan kualitas sumberdaya air.

10)

Terpeliharanya sarana dan prasarana pengairan pada daerah irigasi melalui pengelolaan lahan dan air (PLA).

c.

Bidang Produksi Hortikultura a. 1) Tujuan Meningkatkan dan mempertahankan produksi tanaman hortikultura, untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negeri untuk ketahanan pangan daerah. 2) Meningkatkan kualitas produksi komoditas tanaman hortikultura untuk memenuhi permintaan pasar sebagai konsumsi, bahan baku industri dan peningkatan eksport. 3) Mengembangkan kesempatan kerja dan berusaha melalui mencapai

pengembangan industri perbenihan, penyalur pupuk, ketersediaan Alsintan dan usaha agribisnis.

b.

Sasaran 1) Meningkatnya produksi komoditi tanaman hortikultura (buah-buahan, sayuran, biofarmaka dan tanaman hias). 2) Meningkatnya penggunaan benih unggul bermutu dan bersertifikat komoditi hortikultura (buah-buahan, sayuran, biofarmaka dan tanaman hias). 3) Meningkatnya penggunaan pupuk organik, pestisida nabati dan

agensia hayati dalam budidaya tanaman sehat pada komoditas hortikultura. 4) Tersedianya pupuk bersubsidi baik pupuk organik maupun anorganik untuk memenuhi kebutuhan Tanaman Hortikultura. 5) 6) 7) Meningkatnya upaya pengendalian OPT tanaman hortikultura. Meningkatnya keamanan pangan pada produk hortikultura. Menurunnya gagal panen (puso) akibat serangan Organisme Pengganggu Tananaman (OPT) dan Dampak Fenomena Iklim (DFI). 8) Meningkatnya produk hortikultura baik kualitas, kuantitas dan meningkatnya jaminan kontinyuitas produksi 9) 10) Berkembangnya industri perbenihan hortikultura. Berkembangnya usaha kios saprotan (pupuk dan obat-obatan) dalam rangka peningkatan pelayanan terhadap petani. 11) Meningkatnya pengetahuan dan keterampilan petani dalam

pembuatan pupuk organik, pestisida nabati serta agen hayati. 12) Meningkatnya Usaha Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) tanaman hortikultura. 13) Meningkatnya kapasitas pelaku usaha agribisnis hortikultura.

4.3 Strategis dan Kebijakan Pembangunan pertanian di provinsi Nusa Tenggara Barat merupakan bagian integral dari pembangunan sector perekonomian daerah. Sebagai daerah yang agraris dengan potensi sumberdaya alam yang sangat mendukung berkembangnya sector pertanian, memungkinkan berkembangnya usaha agribisnis dengan berbagai

kelompok tani dan kelembagaan petani lainnya melalui Revitalisasi Penyuluhan Pertanian yang terintegrasi dengan konsepsi pengembangan pertanian berbasis sumberdaya lokal yang mengedepankan prinsip-prinsip keberlanjutan. 3. Subsektor pertanian tanaman pangan dan hortikultura merupakan salah satu domain pengembangan sector pertanian yang cukup dominan. Berdasarkan tiga kebijakan umum tersebut dan dengan memperhatikan tujuan an sasaran strategis yang telah dirumuskan maka kebijakan pembangunan pertanian tanaman pangan dan hortikultura di Provinsi NTB Tahun 2009-2013 meliputi: 1. 2.komoditas pertanian sebagai basis usahanya. Mengembangkan lahan kering sebagai salah satu komitmen aktualisasi keberpihakan program pada petani di lahan kering melalui pemberdayaan dan peningkatan kapasitas pengelolaan yang terintegrasi dengan perkembangan pertanian lahan basah. Mempertahankan bahkan meningkatkan secara proporsional Sasaran Nasional pembangunan pertanian tanaman pangan dan hortikultura yang ada di daerah sebagai wujud dari komitmen memperkuat ketahanan pangan dalam kerangka NKRI. Berdasarkan visi dan misi yang telah ditetapkan dengan merujuk pada visi dan misi Gubernur yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) maka kebijakan pembangunan subsector pertanian tanaman pangan dan hortikultura provinsi Nusa Tenggara Barat tahun 2009 – 2013 diarahkan pada tiga fokus yakni : 1. Meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman pangan melalui pendekatan pengelolaan tanaman dan sumberdaya terpadu (SL – PTT). 2. Mengembangkan kemampuan pengelolaan usahatani masyarakat dan peningkatan kapasitas petani. Mengembangkan pembangunan agribisnis lahan kering dengan menerapkan kaidah-kaidah konservasi dalam rangka memelihara kelestarian sumber daya . dalam mewujudkan NTB yang Beriman dan Berdaya Saing khususnya pada sector pertanian.

6. 13. UKM dan BPTP. 10. Gapoktan. Mengembangkan Penyuluhan Pertanian melalui upaya Revitalisasi Penyuluhan 12. Melakukan advokasi kepada Pemerintah Kabupaten/Kota dalam rangka menekan laju alih fungsi lahan pertanian terutama yang beririgasi tekhnis. 8. 4. 9. 11. 4. Perguruan Tinggi maupun dengan pihak pengusaha BUMN. Koperasi. 3. Mengembangkan sistem perbenihan daerah Mengembangkan sistem permodalan yang mudah di akses petani/ kelompok tani dengan bunga yang relatif rendah. Meningkatkan pembinaan dan pendampingan Kelompok Tani. Mengembangkan sarana dan prasarana pertanian untuk mendukung sistem ketahanan pangan dan pengembangan agribisnis. 7. Mengembangkan diversifikasi pangan sejalan dengan upaya diversifikasi tanam agar secara bertahap mengurangi ketergantungan kepada beras. produktivitas tanaman pangan dan hortikultura 5. Mengembangkan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan dengan instansi pemerintah seperti Dinas Kimpraswil. Mengembangkan pola tanam tumpang sari di berbagai tipologi lahan untuk menunjang ketersediaan pangan terutama di wilayah–wilayah rawan pangan.alam. Mengembangkan usaha agribisnis dengan pola kemitraan yang saling menguntungkan dan berkeadilan. BUMD.4 Analisa dan Perkiraan Sumber-Sumber Pendanaan SKPD . Mengembangkan pengelolaan lahan dan air sebagai unsur penunjang peningkatan produksi. Perindag. Koptan. swasta dan LSM pemerhati pertanian.

090 40.377.304 .957.783.935.170 14.354.035 53.218.091 62.026.888. 4. 2.994. Dana Dekonsentrasi/APBN dan dana Tugas Pembantuan serta sumber pembiayaan yang berasal dari bantuan luar negeri. 3.496 17.1 Dana Desentralisasi / APBD Untuk mendukung pelaksanaan program pembangunan pertanian.007.439.615 34.358 39.511 Belanja Langsung 12.492.033. Tahun Belanja Tidak Langsung 1.846.793 Jumlah 32.789. dukungan dana APBD Provinsi Nusa Tenggara Barat tahun 2009 .796 29.893.855.855.292 46.901.658. 4.936.733 22.552.920 25.420 19.382. baik tanaman pangan maupun hortikultura.4.Aktualisasi penyelengaraan tugas pokok dan fungsi Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura berupa pelaksanaan program dan kegiatan yang didukung oleh sumber pembiayaan yang berasal dari Dana Desentralisasi/APBD. Pembiayaan program dan kegiatan pembangunan pertanian tanaman pangan dan hortikultura periode 2009 – 2013 sangat ditentukan oleh penetapan sasaran kinerja dan plafon anggaran yang tersedia pada beberapa sumber pembiayaan sebagaimana tersebut diatas.860.533. Selama lima tahun kedepan pembiayaan pada masingmasing program dan kegiatan akan mengalami peningkatan sejalan dengan besaran target dan sasaran kinerja yang telah ditetapkan secara proporsional dalam Rencana Kerja Tahunan (RKT). 5.207.559.351. 2009 2010 2011 2012 2013 19.388.995.2013 sebesar adalah sebagai berikut : Jenis Belanja No.

4.4.2 Dana Dekonsentrasi / APBN .

300.000 473. dukungan dana APBN pada tahun 2009 2013 adalah sebagai berikut : 4. 2.Untuk mendukung pelaksanaan program pembangunan pertanian.000 520.000 .000. Tahun 2009 2010 2011 Jumlah Anggaran 430.4. 3.3 Dana Tugas Pembantuan / APBN Satuan Kerja Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi NTB (03) dari Program Ketahanan Pangan adalah : No. 1. baik tanaman pangan maupun hortikultura.000.

000 Lain-Lain Pendapatan Yang Syah Komisi Pengadaan Barang dan Jasa 30.000 5.750 5.860 31.431.312.412.188 6. 6.281 3.578. maka kebijakan Pendapatan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi NTB adalah : optimalisasi pemanfaatan seluruh asset daerah yang dalam pengelolaan SKPD untuk menghasilkan sumber penerimaan daerah sebagai berikut : Tahun 2009 2010 2011 2012 2013 Sumber Pendapatan Retribusi Daerah Retribusi .1 Arah Kebijakan Pendapatan SKPD Dalam rangka mendukung kebijakan Pemerintah Provinsi NTB dalam rangka memperoleh pendapatan yang merupakan sumber penerimaan utama bagi pemerintah daerah untuk membiayai kegiatan-kegiatan baik yang ditujukan untuk penyelenggaraan pemerintah dan pembangunan maupun ditujukan yang menyentuh langsung kepada masyarakat.465.969 1.395 Retribusi Jasa Usaha Retribusi Tempat Penginapan / Pesanggrahan / Vila 75.378.875 91.554.583.000 Retribusi Penjualan Produksi Usaha Daerah 1.657.500 1.856.447.821.640.531 1.000.519.000 33.909.000 4.687.500 86.330.512.000 Jumlah 1.762.000 Lain-lain penerimaan 5.Leges - 3.000 3.125 1.500.503.975 1.822.788.250.000.512.077.5.125 3.000 82. 2012 2013 572.5 Arah Kebijakan Keuangan Daerah 4.000 78.000 629.075.482.563.750.000 5.363.000.390.100 34. dan biaya-biaya atas kegiatan-kegiatan tersebut tertuang dalam komponen belanja.250.413.162.755 36.943 .000 1.728.583.500 3.500 1.950.250.5.724 1.

Karena sifatnya mengurangi asset. b. diarahkan agar lebih efisien. Berdasarkan hal tersebut. efektif. keseluruhannya didasarkan pada penyelenggaraan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan Tugas Pokok dan Fungsi SKPD Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi NTB. Refungsionalisasi dan Revitalisasi Lembaga- Lembaga Kemasyarakatan pembangunan ekonomi serta perkuatan Ekonomi Masyarakat. Pengembangan Ekonomi Lokal Berbasis Pertanian Dalam Arti Luas. sehingga dapat menjadi lebih berdaya guna dalam pencapaian Rencana Strategis Dinas. kecuali belanja yang disebabkan keadaan darurat sesuai ketentuan . Belanja Pegawai (terdiri dari belanja tidak langsung dan belanja langsung digunakan untuk membiayai kegiatan aparatur di bidang pelayanan yang hasil. manfaat dan dampaknya secara langsung dinikmati oleh masyarakat melalui pemberdayaan masyarakat dengan prioritas : a. dan proporsional terhadap belanja langsung ( urusan wajib dan urusan pilihan).Dari sumber-sumber pendapatan tersebut. belanja SKPD pada periode 2009-2013 diarahkan untuk menjawab permasalah sebagai berikut : a. dengan tetap mengedepankan fungsi pokok dari unit pelaksana teknis. b. realistis. manfaat dan dampaknya tidak secara langsung dinikmati oleh masyarakat. maka kebijakan belanja SKPD antara lain harus mampu meningkatkan nilai tambah (added value) dari setiap pembelanjaan yang dilakukan.5. Belanja Langsung yang digunakan untuk membiayai program dan kegiatan yang hasil. Restrukturisasi. c. Pengembangan Kapasitas Kelembagaan Sosial dan Ekonomi Berbasis Masyarakat.2 Arah Kebijakan Belanja SKPD Belanja SKPD adalah semua kewajiban SKPD yang diakui sebagai pengurang nilai kekayaan bersih dalam periode tahun anggaran yang bersangkutan. Meningkatkan disiplin anggaran dengan menghindarkan setiap bentuk pembelanjaan yang tidak dianggarkan pada tahun anggaran berjalan. 4. c.

penggunaan anggaran secara efektif. serta akuntable. transparan. efieien.perundang-undangan dan dicantumkan dalam perhitungan anggaran. Last Updated On .

Meningkatkan ketahanan dan memantapkan swasembada pangan serta mendukung perbaikan gizi masyarakat 2. berkelanjutan dan ramah lingkungan 3. Pertanian PILIH PRODUK Tujuan dan Sasaran 1. sumber daya produksi dan konsumsi 4. Mempertuas lapangan kerja 5. Mencapai sasaran produksi padi. Info Harga Eksport Import Publik Teknologi Peta Profile Sekapur Sirih Visi dan Misi Keadaan Umum Prog. produktivitas. jagung dan kedelai 2. Sasaran kebutuhan benih Link Kami . Memperluas spektrum pembangunan pertanian melalui diversifikasi teknotogi.yang II Visi dan Misi Untuk mewujudkan visi pembangunan tersebut. panen. produksi Tanaman Pangan dan Hortikultura 2. Mengembangkan usaha?usaha ramah lingkungan Sentral Industri Unit UPT Keragaan Fasilitas Buku Tamu File Dokumen Sasaran yang hendak dicapai metalui Pembangunan Pertanian Jawa Timuer adalah : 1. tanam. Sasaran luas areal. Mengoptimalkan agribisnis untuk meningkatkan pendapatan petani 5. maka ditetapkan pula Misi Dinas Pertanian propinsi Jawa Timur: 1. Mantapkan dan tingkatkan produksi pangan selain padi. Tingkatkan kemandirian petani melatui pemberdayaan kelembagaan 6. Tingkatkan produksi yang berdaya guna tinggi 4. Memanfaatkan dan mengembangkan sumberdaya alam Pertanian secara optimal. Sediakan ketersediaan bahan baku Tanaman Pangan dan Hortikultura 8. jagung dan kedetai 3. Tingkatkan pendapatan masyarakat petani 7. Mewujudkan kemandirian petani dalam berusahatani.

Penyediaan Sarana Prasarana dan Permodalan b. Sasaran kebutuhan pupuk 4. Pemasaran dan Pengernbangan Usaha 3. Sasaran pengembangan prasarana jaringan 6.Peningkatan Produktivitas . Program Pengembangan Pertanian Rakyat Terpadu a. Pernasaran dan Pengembangan Usaha Bappenas Holtilkultura Deptan BPTP Jatim Online East Java 0183815 . Program Pengem ban gan Agri bisnis a.Pengamanan produksi dan penyelamatan hasit produksi 2.Peningkatan Produktivitas . Pengembangan / Pemberdayaan SDM b. Peningkatan Produksi Tanarnan Pangan . Peningkatan Produksi Hortikultura . Sasaran kebutuhan pegawai BMG BPS Dipenda Indonesia Site Program Pembangunan Pertanian 1. Program Ketahanan Pangan a.3.Pengamanan produksi dan penyetamatan hasil produksi b. Sasaran penyediaan alsintan dalam pengembangan UPJA 5.

Kegiatan kelompoktani selain penyuluhan pertanian di pedesaan telah berkembang berbagai kelompok sesuai dengan kegiatannya seperti kelompok wanita tani. Perkembangan Produk Domestik Bruto (PDRB). Perkembangan Penggunaan Lahan. Perkembangan Komoditas Tanaman Hias. Program Pembangunan Pertanian TPH.Yang ke tiga Keragaan Pengembangan sistem dan usaha agribisnis Jawa Timur. Keadaan Umum Propinsi Jawa Timur Visi dan Misi Dinas Pertanian Propinsi Jawa Timur. Di Jawa Timur. Curah Hujan dan Hari Hujan. Perkembangan Tanaman Pangan. jumlah kelompoktani seluruhnya sebanyak 26. Lanjut dan Pemula.Buahan. kelompok pemuda tani. Perkembangan Komoditas Buah . UPJA. .683 kelompok yang terdiri dari Kelas Utama. Perkembangan Sayuran. Pengendalian OPT .34 % dibanding tahun 1983. berkelanjutan. Perkembangan Pembenihan . SDM pertanian tidak hanya sekedar faktor produksi melainkan juga sebagai pelaku utama dalam meningkatkan ketahanan pangan dan pengembangan usaha agribisnis Berdasarkan hasil sensus 1993. kelompok agribisnis dan SLPHT Visi Pembangunan Pertanian Propinsi Jawa Timur adalah ”Mewujudkan Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura yang berwawasan agribisnis. Perkembangan Komoditas Tanaman Obat. Bencana Alam Banjir dan Kekeringan. kondisi rumah tangga pertanian Jawa Timur menunjukkan penurunan pertumbuhan sebesar 7. kemandirian dan kesejahteraan masyarakat petan". HIPPA. Perkembangan Pemasaran Hasil Pertanian. Nilai Tukar Petani. Madya.

Perkembangan tersebut tidak terlepas dari keberadaan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jawa Barat dalam peranannya untuk meningkatkan Produksi. Investasi mapun sumbangan bagi Devisa Negara. Sistem informasi manajemen terkomputerisasi ini agar dimanfaatkan oleh aparat lingkup pertanian serta seluruh stake holder yang terkait. Penyeapan Tenaga Kerja. Pendahuluan A. Akhirnya. Produksi. Luas Panen. lembaga yang menyelenggarakan pembinaan pertanian di Jawa Barat adalah Provinciale Lanbouw Voorlichtings Dienst (LVD) yang dikepalai oleh seorang Inspektur berkebangsaan Belanda yang disebut Landbouw inspecteur . konsumsi dan pemasaran produk-prosduk pertanian tanaman pangan. Jaman Penjajahan Belanda 1. II. Selain penyajian Data dan Informasi Pertanian dalam strategi Pembangunan Pertanian Tanaman Pangan diperlukan juga Sistem Jaringan Informasi melalui komputer yang merupakan salah satu media informasi secara terpadu yang sedang kita wujudkan. Riwayat Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jawa Barat A. harapan kami semoga adanya situs Dinas Pertanian Tanaman Pangan Propinsi Jawa Barat dapat dimanfaatkan oleh semua pihak yang memerlukan. . Permintaan Masyarakat konsumen. Latar Belakang Kegiatan sub sektor pertanian tanaman pangan di Jawa Barat sejak jaman penjajahan sampai saat ini telah mengalami perkembangan yang menggembirakan baik dilihat dari segi pencapaian populasi. Luas Tanam.Selayang pandang Penyajian Data dan Informasi Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura yang akurat dan tersedia pada saat dibutuhkan seperti Luas Baku Lahan. Fungsi lembaga ini adalah untuk memberikan pembinaan terhadap para petani pribumi untuk meningkatkan produksi sedangkan alih teknologi diberikan dalam batas-batas tertentu karena atas dasar pertimbangan politis. Sejarah Riwayat Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jawa Barat I. populasi. Lembaga ini diperkirakan telah berdiri sejak tahun 1912. Pendapatan Petani. Produktivitas dan Produksi serta data lainnya yang dianggap penting oleh pemakai data dalam membuat perencanaan dan pengambilan keputusan merupakan kebutuhan yang mendasar. Landbouw Voorlichtings Dienst (LVD) Pada masa penjajahan Belanda. Konsumsi. selain sebagai evaluasi pelaksanaan di lapangan juga sebagai bahan Rencana Tindak Lanjut Program Pembangunan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura di Jawa Barat.

kina dan teh. Wilayah kerja LVD adalah : c. Lembaga Perbenihan Kelembagaan khusus lainnya yaitu Zaad Hoeve (Balai Benih Padi) yang didirikan tahun 1921 dan berkedudukan di Cihea Kabupaten Cianjur dan dikelola oleh LVD. 3. . Palawija. Cultur School (CS). Sayur-Sayuran dan Buah-Buahan. Lembaga Pendidikan Pertanian Pada masa penjajahan Belanda terdapat beberapa lembaga khusus yang menyeleggarakan pendidikan di Bidang Pertanian yaitu : a. kapok. Perindustrian dan Perdagangan) yang berkedudukan di Batavia. berkedudukan di Bogor Landbouw Bedrijf School (LBS).Kelembagaan LVD terdiri dari 2(dua) bagian yaitu : a. Satuan organisasi LVD secara organik berada dibawah Departemen Van Landbouw Nijverheid en Handel (Departemen Pertanian. Tingkat Karesidenan dikepalai oleh Landbouwconsulenten yang berkebangsaan Belanda Tingkat Kabupaten dikepalai oleh : Adjunct Landbouwconsulenten yang pada umumnya dijabat oleh pribumi. Tingkat Kewedanaan dikepalai oleh : Landbouw opzichters. Bagiatan Tanaman Rakyat (Indlandsche landbouw) yang bidang pengelolaannya meliputi Tanaman Padi. b. karet. e. Tingkat Kecamatan dikepalai oleh Mantri Landbouw. yang dijabat oleh Pribumi 2. berkedudukan di Sukabumi Midlebaare Landbouw School (MLS). yang bidang pengelolaannya meliputi tanaman-tanaman perkebunan seperti Kopi. g. b. berkedudukan di Tanjungsari kabupaten Sumedang. d. yang dijabat oleh pribumi. Bagian Tanaman Keras. f. Tingkat provinsi dikepalai oleh : Inspektur LVD yang berkebangsaan Belanda. c.

Kebijaksanaan program maupun sistem pembinaan pertanian ditrapkan tidak berbeda pada jaman Belanda. Lembaga Pendidikan Pertanian Sedangkan dibidang pendidikan pertanian. pada jaman penjajahan Jepang ini ditandai dengan perubahan nama Landbouw Berdrijf School (LBS) menjadi sekolah Pertanian Pertama. Kebijaksanaan maupun programnya adalah untuk meningkatkan produksi dan pendapatan petani. Norinka Pada jaman pendudukan Jepang. pengelolaan Balai Benih Padi Cihea dilanjutkan oleh Norinka 3. Jaman Kemerdekaan 1.B. Jawatan Pertanian Republik Indonesia Setelah Indonesia merdeka maka pada tahun 1945 didirikan Jawatan Pertanian Republik Indonesia yang merupakan Lembaga di bawah Departemen kemakmuran. yaitu memberikan pembinaan kepada para petani untuk meningkatkan produksi akan tetapi tujuannya diperluas dengan sasaran utama untuk memenuhi kebutuhan bahan pangan untuk mensuplai keperluan perang bagi tentara Jepang. 2. Lembaga Pendidikan Pertanian Pada tahun 1948 sekolah pertanian pertama tanjungsari diubah namanya menjadi sekolah Pendidikan Mantri Pertanian (SPMP). perkebunan. Lembaga Perbenihan Balai Benih Padi Cihea Ex. sedangkan bidang yang ditanganinya mencakup segala aspek yang menyangkut kemakmuran rakyat. penyelegaraan pembinaan pertanian dilaksanakan oleh Norinka yang bernaung dibawah pemerintahan Jepang. kehewanan dan penyalur bahan makanan. C. Norinka dilanjutkan pengelolaannya oleh Jawatan Pertanian Republik Indonesia dengan nama Perusahaan Pertanian Cihea (PP Cihea) c. Lembaga Perbenihan Pada masa Jepang ini. Jaman Penjajahan Jepang 1. perikanan. b. . Periode Tahun 1945 s/d 1949 a.

bagian tanaman perkebunan yang semula termasuk Jawatan Pertanian dipisahkan menjadi lembaga tersendiri bergabung dengan Jawatan Karet Rakyat Jawa Barat yang sekarang menjadi Dinas Perkebunan.2. Jawatan Pertanian Rakyat Pada tahun 1950 lahir Provinsi daerah Tingkat I Jawa Barat yang dibentuk dengan undang-undang Nomor 11 Tahun 1950. Periode Tahun 1950 s/d 1974 a. Lembaga Perbenihan 1. Dengan peraturan dareah Nomor 13/PD-DPRD-GR/ 1961 tentang penyerahan urusan-urusan dalam lapangan pertanian rakyat kepada daerah Tingkat II/Kotapraja di seluruh Jawa Barat dibentuk jawatan pertanian rakyat di daerah Tingkat II. undangundang tersebut memberikan beberapa urusan yang menjadi kewenangan pangkal daerah. 2. diantaranya adalah urusan pertanian. Jawatan Kehewanan dan Jawatan Perikanan darat. Menunjuk beberapa pejabat sebagai Kepala Jawatan masing-masing Berdasarkan peraturan pemerintah Nomor 64 Tahun 1957. Pusat Pembibitan Tanaman Jeruk cabang Pasirjati. b. Balai-balai benih dan Percontohan Pertanian Tanah Kering (PPTK) yang tersebar diseluruh Kabupaten diseluruh Jawa Barat ± 219 lokasi yang didirikan bertahap dari tahun 19511957. Balai Pertemuan Masyarakat Desa (BPMD) beserta lahan percontohannya yang merupakan sarana pendidikan non formal dan merupkan cikal bakal Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) yang didirikan tahun 1951. 4. Pembinaan. Penyerahan Balai Benih Padi Cihea/PP Cihea dari pemerintah Pusat kepada Pemerintah Propinsi Daerah Tingkat I Jawa Barat yang didirikan tahun 1955. yang didirikan tahun 1951 2. Membentuk Jawatan Pertanian Rakyat. . Dengan terbitnya peraturan perundang-undangan tersebut diatas maka Pemerintah Propinsi Jawa Barat mengeluarkan Surat Keputusan Dewan Pemerintah Daerah sementara Propinsi Jawa Barat Nomor 3/UPO/1952 tanggal 4 Juni 1952 yang pokoknya menetapkan : 1. 3. pengendalian dan pengawasan diberikan oleh Jawatan Pertanian Rakyat Wilayah yang berkedudukan di Keresidenan.

Pusat Pengembangan Produksi Palawija berkedudukan di Plumbon Kabupaten Cirebon. Berdasarkan KepGub.53/Pend/SK/65 tanggal 5 Pebruari 1965 tentang pendirian SPMA ditiap-tiap Kabupaten dibentuk 20 SPMA di 17 Kabupaten. 6. pada tahun 1951. merupakan pengembangan da r i B alai Benih Kabupaten daerah Tingkat II Cirebon. Nomor B. c. 4. Periode Tahun 1975 s/d sekaran . Berdasarkan peraturan daerah Nomor 13/PD-DPRD-GR/ 1961 maka sebagian besar Balai Benih dan PPTK diserahkan kepada Daerah Tingkat II yang bersangkutan. Diadakan penambahan jurusan pada Sekolah Mantri Pertanian (SPMP) Tanjungsari dengan sekolah Guru Pertanian (SGP).III-42/E-50-Pend/SK/65 tanggal 20 Oktober 1965.5. 7. 5. KepGub.III-7/E. Pada tahun 1955 nama sekolah pendidikan Mantri pertanian/Sekolah Guru Pertanian diubah menjadi Sekolah Pengamat Pertanian 3. maka Sekolah Pengamat Pertanian ditingkatkan menjadi Sekolah Pertanian Menengah Atas (SPMA). Jawa Barat Nomor 24/VIII-C/E/60 tanggal 24 Agustus 1960 tentang Pendirian Sekolah Pertanian Menengah Atas Propinsi Daerah Tingkat I Jawa Barat di Tanjungsari. Lembaga Pendidikan Pertanian 1. Berdiri SPMA Gegerkalong berdasarkan KepGub Nomor B. yang didirikan tahun 1970. Perusahaan Pertanian Cihea (PP Cihea)di ubah menjadi Perusahaan Jawatan Tani Makmur cihea berdasarkan Surat keputusan Gubernur Jawa Barat nomor 98/EK/XIII/Pers/70 tanggal 07 April 1970. 3. 2.

produksi tanaman pangan. Penyelenggaraan koordinasi dan pembinaan UPTD. 3. produksi tanaman hortikultura dan bina usaha 4. 2. FUNGSI 1. produksi tanaman hortikultura dan bina usaha. dekonsentrasi dan tugas pembantuan. rencana kerja dan pendanaannya. yang diharapkan dapat menciptakan kepastian kebijakan sebagai komitmen Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jawa Barat yang harus dilaksanakan secara konsisten. Substansi Rencana Kerja Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jawa Barat mengacu kepada RPJM Daerah. produksi tanaman pangan. Latar Belakang Dokumen perencanaan jangka panjang dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Daerah. produksi tanaman hortikultura dan bina usaha. prioritas pembangunan pertanian.KEDUDUKAN TUPOKSI TUGAS POKOK Melaksanakan urusan pemerintahan daerah bidang pertanian tanaman pangan berdasarkan azas otonomi. baik yang akan dilaksanakan oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jawa Barat maupun oleh berbagai pemangku kepentingan lainnya sebagai wujud dari pola perencanaan partisipatif. perencanaan pembangunan tahunan dituangkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dan perencanaan pembangunan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tahunan dituangkan dalam Rencana Kerja (RENJA) OPD. RENCANA DAN STRATEGI Rencana Strategi Pembangunan Pertanian Tahun 2010 BAB I PENDAHULUAN 1. dan RKP Daerah serta memuat rancangan program dan kegiatan. Penyelenggaraan urusan pertanian tanaman pangan meliputi sumberdaya. produksi tanaman pangan. Rencana Kerja memuat kebijakan publik dan arah kebijakan pembangunan pertanian selama setahun. RPJP Daerah. . Penyelenggaraan perumusan dan penetapan kebijakan teknis sumberdaya. jangka menengah dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Daerah. Penyelenggaraan pembinaan dan pelaksanaan tugas-tugas pertanian tanaman pangan meliputi sumber daya.

Neglasari. APBD 2. APBN 3. TUGAS PEMBANTUAN KELEMBAGAAN Kelembagaan / Institusi Lembaga Penyuluhan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) : 357 buah UPTD Lingkup Dinas Pertanian Tanaman Pangan Propinsi Jawa Barat  Balai Benih Induk Padi : 1. Instalasi Campaka.Tahun 2010 merupakan pelaksanaan tahun kedua dari periode kepemimpinan Kepala Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2008-2013. Raya Campaka Kabupaten Purwakarta  Balai Benih Induk Hortikultura : 1. oleh karena itu dalam penyusunan Rencana Kerja Tahun 2010 merupakan penjabaran dari skema RPJM Daerah 2008-2013 atau sebagai tindak lanjut dari RKPD Tahun 2009 serta Rencana Strategis Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jawa Barat Tahun 2008 . Instalasi Cilembang. Jl. Instalasi Cibeber. Kabupaten Bekasi 4. Jl. Kabupaten Karawang 6. Bojongpicung .Lembang. Instalasi Panawangan. Penyusunan Rencana kerja Tahun 2010 Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jawa Barat berpedoman pada Peraturan Daerah PROGRAM KERJA 1. Kabupaten Tasikmalaya  Balai Benih Induk Palawija : 1. BBI Hortikultura Pasirbanteng. Instalasi Cikebo.Kabupaten Ciamis 5.Cihea Kab. Raya Cibeber Kabupaten Cianjur 3. Kec. Panawangan . Kabupaten Sumedang 2. Instalasi Cikarang.2013. Raya Plumbon Km. Cianjur 2. Kabupaten Karawang 5. Instalasi Karangpawitan. Maja . Jl. Instalasi Rengasdengklok. Jl. Ds. Instalasi Margahayu Cikole . Instalasi Jatisari. Kec. Raya Karangpawitan Kabupaten Garut 3. BBI Padi Cihea.Kabupaten Majalengka 4. Kabupaten Bandung .12 Kabupaten Cirebon 2. BBI Palawija Plumbon.

Instalasi Cimangkok Titisan . Kabupaten Bandung Balai Benih Padi Tani Makmur Cihea. Kabupaten Cianjur. Subang dan Bandung  Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan. Desa Bojongpicung Kabupaten Cianjur SPP-SPMA Tanjungsari. Ciganitri Bandung : 1.Kabupaten Tasikmalaya Instalasi Kasugengan Plumbon . Lembang Kabupaten Garut : Cikajang Kabupaten Cianjur : Cipanas Kabupaten Majalengka : M a j a Kabupaten Bekasi : Cibitung . Instalasi Laboratorium BPTP Kabupaten Bandung 2. Ciganitri Bandung : 1. Instalasi Sub Laboratorium BPSB Kabupaten Garut 3.Kabupaten Corebon     Balai Benih Induk Kentang Pangalengan. 4. Kabupaten Cianjur Balai Proteksi Tanaman Pangan (BPTP).Kabupaten Bandung Instalasi Salebu Mangunreja . 6.Ciwidey.Sukalarang Kabupaten Sukabumi Instalasi Citatah. Instalasi Laboratorium BPTP Kabupaten Indramayu 5. Instalasi Laboratorium BPTP Kabupaten Cianjur 3.3. Padalarang . Kabupaten Bandung Lembaga Perlindungan Tanaman     Brigade Proteksi Tanaman : 11 buah Stasiun Meterologi Pertanian Khusus (SMPK) : 5 buah Laboratorium Pengamat dan Peramalan Hama/Penyakit : 5 buah Wilayah Pengamatan : 526 buah Pusat Informasi Pasar (PIP)      Kabupaten Bandung : Pangalengan. Indramayu    Balai Pelatihan Pertanian Cihea. Instalasi Laboratorium BPTP Kabupaten Tasikmalaya 4. Instalasi Brigade Proteksi Tanaman Pangan. Kabupaten Sumedang SPP-SPMA Gegerkalong. Instalasi Sub Laboratorium BPSB Kabupaten Subang 4. Indramayu. Instalasi Sub Laboratorium BPSB Kab. Desa Bojongpicung Kabupaten Cianjur Balai Mekanisasi Pertanian Tanaman Pangan. Instalasi Laboratorium BPTP Kabupaten Subang 6. 5. Instalasi Sub Laboratorium BPSB Kabupaten Cianjur 2. Ciamis.

2. 6. 11. Membentuk jaringan pemasaran komoditi pertanian berorientasi eksport. mitra usaha dan pemasaran serta pembinaan penyuluhan. 10. Kota Bandung : Gede Bage. serta Program Pengembangan Agribisnis dan KetahananPangan Tahun 2005. 9. Laju pertumbuhan sektor tanaman bahan makanan sebesar 3. 5. Pelatihan teknis aparatur dan petani tentang teknologi. Pengembangan usaha agribisnis pertanian berbasis komoditas unggulan dan penguatan jaringan kelembagaan informasi pasar. Memfasilitasi peningkatan akses petani terhadap sumber permodalan.35 %. Pengembangan hama dan penyakit pada tanaman. . Peningkatan laju pertumbuhan sektor pertanian sebesar 3. Penyediaan infrastruktur Kawasan Sentra Produksi (KSP). Perluasan kesempatan kerja dengan penyerapan tenaga kerja di sektorpertanian sebesar 42. Memfasilitasi peningkatan akses petani terhadap lembaga sumber permodalan. 3. Pengembangan teknologi dalam penanganan pasca panen. Pengembangan agroindustri dan agropolitan.98 %.000 orang. Pengembangan alternatif sistem penjualan komoditas unggulan dan manajemen resiko agribisnis. 4. 2. Caringin STRATEGI PRIORITAS Strategidan Prioritas. Dalam Rangka Pengembangan Struktur PerekonomianDaerah yang Tangguh adalah sebagai berikut : Program Pengembangan Agribisnis (PA) Tujuan : Peningkatan Laju Pertumbuhan Ekonomi dengan Perluasan Kesempatan Kerja dan Peningkatan Nilai Tambah Bidang Pertanian Sasaran : 1. 7. Strategi Prioritas Kegiatan : 1. 8.

Indikator Kinerja Program : 1. 4. 7. Regional dan Nasional Sasaran : 1. 6. Pengembangan alternatif sistem penjualan komoditas pertanian dan manajemen resiko agribisnis. Program Ketahanan Pangan (KP) Tujuan : Meningkatkan Ketersediaan. Identifikasikebutuhan pelayanan agribisnis dan penataan fungsi tugas kelembagaanpemerintah daerah dalam pengembangan agribisnis. 5. 4. Meningkatnya produksi dan ketersediaan pangan Tercapainya stabilitas harga gabah petani Meningkatnya Teknologi Tepat Guna (TTG) dalam pengolahan hasil pertanian dan keanekaragaman konsumsi pangan Meningkatnya pengetahuan aparat dan masyarakat tentang ketahanan pangan Tersebarnya atau terdistribusinya pasokan pangan Menurunnya tingkat kerawanan pangan Berkembangnya kelembagaan lumbung pangan Meningkatnya sarana dan prasarana ketahanan pangan Meningkatnya peran petani dalam pembangunan pertanian di Jawa Barat 4. 8. Peningkatan produktivitas pangan yang efektif dan efisien Pemanfaatan dan pengembangan komoditas pangan unggulan Pengembangan sistem jaminan mutu pangan dan keamanan produk Peningkatan kapasitas sarana dan prasarana yang mendukung terwujudnya ketahanan pangan . 2. 5. mitra usaha dan pemasaran serta pembinaan penyuluhan. 3.3. Penyediaan infrastruktur Kawasan Sentra Produksi (KSP). 9. Pelatihan teknis aparatur dan petani tentang teknologi. Distribusi dan Konsumsi Pangan Mewujudkan Ketahanan Pangan Rumah Tangga. 6. 3. 2.

6. serta peningkatan diversifikasi usaha Meningkatkan penyediaan dan akses terhadap teknologi Menumbuhkan pusat-pusat pertumbuhan produksi tanaman pangan 2. pemanfaatan air irigasi. Mendorong usaha pengolahan hasil . 4. dan Antar Daerah Meningkatkanproduksi dan produktivitas komoditi tanaman pangan melalui :Peningkatan Mutu Intensifikasi (PMI). Prioritas Pengembangan Produksi Pangan (Padi dan Palawija) : 1. 3. 4. 5.5. Stabilitasi harga gabah petani di pasar bebas minimal sesuai dengan harga dasar pembelian pemerintah Pengembangan kelembagaan lumbung pangan yang mengarah kepada ekonomi pedesaan 6. Pusat-Daerah. 7. pompanisasi danefisiensi penggunaan air. Meningkatkankoordinasi kebijakan dan program aksi peningkatan produksi tanamanpangan ditingkat Pusat. Perluasan Areal Tanam (PAT). 2. 3. peningkatan IP. 9. 8. Meningkatnya produktivitas lahan Meningkatnya produksi pertanian Meningkatnya ketersediaan benih/bibit bermutu (bersertifikat) Meningkatnya pengetahuan dan keterampilan SDM Pertanian Menurunnya kehilangan produk pada saat panen dan pasca panen Tertanggulanginya hama dan penyakit tanaman Meningkatnya pelayanan fasilitas dan fungsi sarana dan prasarana Meningkatnya pemanfaatan teknologi dalam penanganan hasil dan mutu hasil pertanian Mendorong pengembangan sistem distribusi dan pasar 10.pengamanan produksi dan perbaikan pasca panen Peningkatan pelayanan penyuluhan Optimalisasisumber daya lahan dan air melalui pemanfaatan lahan tidur danterlantar. 6. 5. Strategi Pelaksanaan Kegiatan Ketahanan Pangan : 1.

968 2.000 Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton .000 400.512 156.131 38.000 Ton Ton : : : : : 10.000 104.048. 3.730.Kunci Pengembangan Usaha Agribisnis : 1.922 654. 6.115.884 130.151. sumber daya lahan.279 17.090 Ton Kg* Pohon** : : 3. pengairan dan prasarana Penguasaan dan penerapan teknologi maju Kemampuan berwirausaha dan pemasaran produk Dukungan sumber daya manusia terampil dan tekun Kemampuan menjaga mutu produk dan kontinuitas pasokan SASARAN PRODUKSI Sasaran Produksi tahun 2007 Mengacu Sasaran program pembangunan pertanian tanaman pangan dan hortikurtura Propinsi Jawa Barat TA 2007 melalui Program Intensfikasi Pertanian Tahun 2007 di Jawa Barat Sasaran produksi tanaman pangan dan hortikurtura yang harus dicapai di Jawa Barat tahun 2007 yaitu : Padi Jagung Kedelai Ketela Pohon Ketela Rambat Kacang Tanah Kacang Hijau Sayuran Buah-buahan Obat-Obatan Tanaman Hias : : : 73. 5. Informasi permintaan pasar Ketersediaan modal usaha.048 2. 4. 2.

420 Kelompok 4.191 Kelompok 12.404 orang 5.565.352 orang terdiri dari :  PNS Propinsi  PNS UPTD/Instalasi  PNSD SPP-SPMA  Tenaga Kontrak Kerja (Honorer) : : : : 229 orang 881 orang 60 orang 232 orang 5.388 Kelompok 981 Kelompok . Aparat Penyuluh Pertanian di Jawa Barat  Penyuluh Pertanian Propinsi  Penyuluh Pertanian Kabupaten : : 26 orang 2.68. Kelompok Tani di Jawa Barat  Kelompok Pemula  Kelompok Lanjut  Kelompok Madya  Kelompok Utama : : : : 8.4.3.630 Keterangan : * ** : Untuk tanaman Melati : Untuktanaman Palem Tangkai*** APARATUR DI PERTANIAN Aparat Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jawa Barat Jumlah seluruh pegawai 1.

5.868 Orang Kelompok P3A Mitra Cai di Jawa Barat Kel P3A Mitra Cai Luas Areal Fungsional (Ha) Jumlah P3A (Unit) 2004 585. kelompok anggota : 17.400 12. Bekasi Jenis UPJA SPL .980 Kelompok 5.043 Orang : : 65.316 Orang 11.OECF . Regu Pengendali Hama di Jawa Barat  Regu Pengendali Hama  Anggota RPH  Petani Pengendali Hama  Alumni SL.OECF PMI Jumlah 6 1 7 2 Kab. Bogor SPL .208 2006 559.713 6.Jumlah: 25.553 TAHUN 2005 584.025 13.795 Kelp : 294. 1 Kabupaten/Kota Kab.786 Keterangan : Sebagai REVISI data pokok tahun 2005 dan 2006 U P J A di Jawa Barat No.655 Regu : 200.

OECF PMI UP3HP 12 Kab. Sumedang SPL . Kuningan SPL . Sukabumi Jenis UPJA SPL .OECF PMI 10 Kab.OECF .OECF PMI 11 Kab.OECF PMI UP3HP 8 Kab. Subang SPL .OECF PMI UP3HP 5 Kab. Indramayu SPL . Purwakarta SPL .OECF PMI 6 Kab.OECF PMI UP3HP Jumlah 1 16 1 1 8 1 1 7 1 12 1 1 32 1 1 12 1 1 4 1 21 1 4 1 1 6 1 1 1 11 4 Kab.OECF PMI GAPOKTAN 9 Kab. Majalengka SPL .OECF PMI GAPOKTAN 7 Kab. Bandung SPL . Cirebon SPL .No. Cianjur SPL .OECF PMI UP3HP GAPOKTAN 13 Kab. 3 Kabupaten/Kota PMI Kab. Karawang SPL .

Ciamis 5.8.No.OECF PMI UP3HP GAPOKTAN Jumlah 14 Kab. Garut 16 Kab. Dinamis dan Sejahtera ". .OECF PMI UP3HP GAPOKTAN SPL . Kabupaten/Kota PMI Jenis UPJA Jumlah 1 1 1 10 1 1 2 6 1 3 1 7 1 1 1 204 UP3HP GAPOKTAN SPL .OECF PMI UP3HP GAPOKTAN 15 Kab. Tasikmalaya SPL . Penangkar Benih di Jawa Barat  Penangkar Benih Padi  Penangkar Benih Palawija  Penangkar Benih Hortikultura : 225 Orang : 33 Orang : 162 Orang VISI MISI DAN AKSELERASI Visi Dinas Pertanian Tanaman Pangan Jawa Barat Mengacu pada Kebijakan Pola Dasar Pembangunan Provinsi Jawa Barat maka Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jawa Barat telah merumuskan danmenetapkan RENSTRA (Rencana Strategis) tahun 2008 – 2013 yangdituangkan dalam visi " Mewujudkan Petani Jawa Barat yang Mandiri.

Misi Dinas Pertanian Tanaman Pangan Jawa Barat Mengacu pada visi Pemerintah Provinsi Jawa Barat di atas. Pengembangan perbenihan dan sarana produksi mendukung ketersediaan benih/bibit varietas/klone unggul bermutu . kualitas dan kontinuitas produksiberbagai komoditi tanaman pangan dan hortikultura. berkualitas dan aman dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan nasional 2. 3. MeningkatkanKualitas dan Produktivitas SDM Pertanian. Pengembangan komoditas unggulan bernilai ekonomi yang memiliki pangsa pasar besar dan memiliki keunggulan kompetitif 5. Meningkatkan Kualitas dan Produktifitas Sumber Daya Manusia Pertanian Meningkatkan Produksi dalam rangka Mendukung Ketahanan Pangan. 2. 4. 7. maka Dinas PertanianTanaman Pangan Provinsi Jawa Barat menetapkan misinya. ramahlingkungan dan berkelanjutan Menyusun rancangan program dan pembiayaan dalam pengembangan sistem agribisnis tanaman pangan tahun mendatang KEBIJAKAN PEMBANGUNAN Kebijakan Pembangunan yang tertuang dalam RKPD tahun 2009 yang diimplementasikan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jawa Barat yaitu: 1. 8. Meningkatkan produksi tanaman pangan yang cukup.berkerakyatan dan ramah lingkungan Meningkatkan Kemampuan professional dan standar kompetensi SDM aparatur pertanian Meningkatkankelancaran dukungan dan pelayanan/fasilitas sarana dan prasaranapertanian tanaman pangan dalam menunjang pengembangan sistem agribisnis Mengembangkankomoditas unggulan berdasarkan keunggulan komparatif dan keunggulankompetitif untuk menghasilkan produk yang berdaya saing. 4. Meningkatkan kesempatan kerja dan berusaha melalui pengembangan produk dan peningkatan nilai tambah produk olahan 3. 6. Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani di pedesaan 4. Pengembangan kawasan hortikultura yang didasarkan pada kesesuaian sumberdaya lahan dan agroklimat 6. Akselerasi Pembangunan Pertanian Tanaman Pangan 1. sebagai berikut : 1. 6. 5. 3. Pengembangan mutu produk secara bertahap untuk memenuhi standar mutu konsumsi segar maupun bahan baku industri 7. pelayanan dan penyuluhan bagi masyarakat tani dan stakeholder guna meningkatkan kuantitas. sejalan denganpeningkatan tuntutan kebutuhan konsumsi pangan dalam rangkameningkatkan ketahanan pangan Meningkatkanpelayanan kepada pelaku dan kelembagaan usaha dalam mendukungpengembangan sistem agribisnis tanaman pangan yang berdaya saing. Meningkatkan Daya Saing dan Nilai Tambah Produk Pertanian Meningkatkan Sarana Produksi Pertanian Meningkatkan Kemitraan dengan Stake Holder dan Terobosan Pemasaran Produk Pertanian Mewujudkan kelestarian Sumber Daya Alam Melalui Pembangunan Pertanian Yang Berwawasan Lingkungan . 2. 5. khususnya angkatan kerjapertanian sebagai pelaku utama agribisnis Tanaman Pangan danHortikultura di Jawa Barat Mengembangkan Kelembagaan Ekonomi Petani dan Kelembagaan pendukung di pedesaan Meningkatkanpengaturan.

forum komunikasi dan kerjasama antar instansi 23. berkelanjutan dan partisipasif 19. Peningkatan kompetensi petugas untuk dapat membina petani dengan baik dan peningkatan kompetensi petani agar dapat memproduksi produk bermutu tinggi yang sesuai dengan preferensi konsumen 11. mutu dan daya saing produk pertanian 27. Mengembangkan sumber irigasi di kawasan lahan rawan kekeringan melalui pemanfaatan sumber air alternatif berskala kecil. Pengembangan manajemen hortikultura dari perencanaan. melindungi kawasan pertanian produktif.8. Memberdayakan kelembagaan dalam meningkatkan fungsi dan peran kelembagaan petani dalam mewujudkan pengelolaan air 22. peningkatan intensitas pertanaman dan pendayagunaan lahan bukaan baru 18. Pengembangan perlindungan hortikultura mendukung pengemanan produksi. keamanan konsumsi dan pemenuhan standar akspor 9. produsen dan konsumen 14. Meningkatkan kapasitas SDM dan kelembagaan usaha di bidang pengolahan dan pemasaran hasil pertanian 25. Pengembangan sistem informasi manajemen hortikultura untuk menghasilkan data dan informasi yang akurat dan terkini 13. mendirikan sekolah tinggi fungsional teknis pertanian (STFTP). Meningkatkan fungsi prasarana irigasi melalui penerapan teknologi hemat air dan partisipasi masyarakat 20. Menyelenggarakan penyuluhan pertanian di berbagai jenjang pemerintahan dengan program yang sesuai kebutuhan petani . Meningkatkan penerapan inovasi teknologi pasca panen dan pengolahan hasil pertanian 26. pemenuhan standar minimal tenaga pendidikan pertanian dan kerjasama pendidikan 29. Mengembangkan standar kompetensi aparat dan pelatihan berbasis kompetensi kerja 30. Perbaikan/penyempurnaan regulasi yang berpihak pelaku usaha. Pengembangan kelembagaan yang sesuai dengan sosial ekonomi dan budaya petani 10. Mengembangkan kebijakan promosi dan proteksi produk pertanian 28. Meningkatkan efisiensi usaha. Peningkatan investasi untuk menghasilkan produk berdaya saing melalui kebun yang berskala ekonomi komersial 15. Meningkatkan kualitas koordinasi kelembagaan pengelolaan lahan dan air melalui pembentukan POKJA. Pemasyarakatan produk hortikultura dari tingkat pengelola produksi hingga ke pusat promosi 12. monitoring hingga evaluasi dengan didukung data. yang didukung dengan peningkatan kesadaran masyarakat melalui pemberian intensif dan disinsentif 17. Meningkatkan partisipasi masyarakat untuk mengantisipasi banjir dan kekeringan dengan dukungan fasilitasi sarana dan prasarana 21. pengembangan Sekolah Pendidikan Pertanian (SPP) dan kurikulum pertanian. Memperluas areal pertanian melalui penambahan luas baku lahan. informasi dan peraturan perundangan yang berpihak kepada kesejahteraan pelaku usaha 16. Mendorong tersusunnya bahan legislasi dan regulasi untuk mengendalikan alih fungsi lahan. Meningkatkan kapasitas petugas dan petani dalam pengelolaan lahan dan air yang didukung dengan pendampingan 24. Meningkatkan status kelembagaan pendidikan.

efisien dan produktif c. permodalan dan pasar. Secara garis besar strategi ini akan dituangkan dalam bentuk stabilisasi harga produk primer pertanian melalui DPMLUEP. fasilitasi skim pelayanan pembiayaan pertanian. penguatan lembaga ekonomi masyarakat pertanian (LEM-P). pelaksanaan hingga ke pengawasannya. SATU KOMODITAS. pengembangan pasar tani. Perbaikan sistem penyuluhan. diklat petani. Secara garis besar strategi ini akan dituangkan dalam bentuk penyediaan/perbaikan irigasi desa. Petani perlu memiliki organisasi ekonomi yang kuat guna memperjuangkan kepentingan mereka terhadap terhadap informasi teknologi. Akselerasi Pembangunan Pertanian a. mulai dari perencanaan. Fasilitasi pemasaran hasil pertanian. mendirikan BPP dan memfasilitasi biaya operasional penyuluh pertanian STRATEGI PEMBANGUNAN Strategi Pembangunan Pertanian Tahun 2009 A. jaringan irigasi tingkat usahatani.31. dll c. Penyediaan/perbaikan infrastruktur termasuk sistem perbenihan/perbibitan dan riset. jalan usahatani. dll e. Dengan adanya sistem agro-forestry maka di dalam sebuah wilayah pertanian desa diperlukan kesepakatan untuk menentukan satu komoditas unggulan yang dapat diusahakan secara terpadu. Memperkokoh fondasi pembangunan pertanian melalui Panca Yasa yang terdiri dari : a. Secara garis besar strategi ini akan dituangkan dalam bentuk peningkatan sistem penyuluhan dan SDM. peningkatan kegiatan pasca panen dan pengolahan. dll b. Secara garis besar strategi ini akan dituangkan dalam bentuk bantuan langsung masyarakat untuk keringanan investasi pertanian (BLMKIP). komprehensif. Penguatan kelembagaan. Secara garis besar strategi ini akan dituangkan dalam wujud pembentukan/pengaktifan kelompok tani dan gabungan kelompok tani. Manajemen pembangunan pertanian memerlukan pendekatan wilayah sebagai basis penanganan persoalan yaitu wilayah administratif desa guna menjamin berjalannya prinsip-prinsip manajemen efektif. fasilitasi uang muka alsintan. pengorganisasian. Mengupayakan satu penyuluhan di desa. SATU PENYULUH . Untuk itu dilakukan pendekatan SATU DESA. Penanganan pembiayaan pertanian terutama upaya untuk memobilisasi dana masyarakat di perbankan. pengembangan magang sekolah lapang. Mengakselerasikan peningkatan produktivitas secara terencana dan berkelanjutan melalui peningkatan mutu intensifikasi melalui penerapan rekayasa ekonomi dan rekayasa sosial di daerah-daerah yang produktivitasnya telah relatif tinggi serta penerapan teknologi maju yang efisien dan spesifik lokasi pada daerah-daerah yang tingkat produktivitasnya relatif rendah b. dll B. dll d. tata air mikro. mekanisasi pasca panen.

jagung. Peningkatan daya beli masyarakat. Berjalannya Kemitraan Strategis anatar KUKM. pengembangan dan pengendalian infrastruktur Kemandirian energi dan kecukupan air baku COMMON GOALS yang terkait dengan pertanian tanaman pangan 1. bawang merah. jaringan irigasi dan sumber daya air lainnya di sentra produksi pertanian 2.d. jagung dan kedelai. kedelai. swasembada jagung berkelanjutan. mangga. Ketahanan pangan. manggis. jeruk. durian. Tanaman pangan : padi. Meningkatnya Nilai Tukar Petani di atas 116 f. yaitu: swasembada padi berkelanjutan. Sasaran : a. Meningkatnya Kesejahteraan Petani.  1. 6. difokuskan pada penciptaan lapangan kerja serta menyiapkan tenaga kerja terampil dan berjiwa entrepreneur/kewirausahaan untuk kebutuhan dalam negeri dan luar negeri. Meningkatnya produksi beras b. Sasaran : a. 2. 8. Di tingkat lokal/Kabupaten ditekankan kepada pengembangan ketahanan pangan lokal f. BUMD dan Pengusaha Besar d. fokus komoditas unggulan yang dikembangkan secara intensif meliputi: i. Penyediaan Kemudahan Akses Permodalan c. Nelayan dan buruh b. difokuskan pada komoditas beras. Tertatanya distribusi dan perdagangan beras. Fokus penanganan terhadap sejumlah komoditas yang menjadi perhatian di tingkat nasional dan daerah. 4. IKM. Meningkatnya kondisi infrastruktur jalan. anggrek dan rimpang iii. Hortikultura : kentang. ubi kayu dan kacang tanah ii. Terpenuhinya stok beras c. Sinergis seluruh potensi sumber daya secara optimal. Tumbuhnya Semangat dan Jiwa Kewirausahaan Masyarakat e. cabe merah. Pada tahun 2009.  Kebijakan Umum Tahun 2008 (Tujuan Bersama-COMMON GOALS) : Peningkatan kualitas dan produktivitas sumberdaya manusia Ketahanan Pangan. Tersedianya informasi dan akses permodalan bagi KUMKM Wilayah Pengembangan Kawasan Andalan Agribisnis dan Komoditas Unggulan Pengembangan Komoditi Unggulan dilaksanakan dengan pendekatan pewilayahan pada Kawasan Andalan. 5. yang difokuskan pada komoditi beras Peningkatan daya beli masyarakat Peningkatan kinerja aparatur Pengelolaan bencana Pengendalian dan pemulihan lingkungan Pengelolaan. jagung dan kedelai d. 7. 3. pisang. swasembada kedelai 2015 e. yaitu sebagai berikut : .

blewah melon. rambutan. durian. Komoditas Cirebon Pangan Sayuran Bawang merah Buahbuahan Semangka. meliputi Kabupaten Ciamis. Indramayu. Kawasan Priangan Timur dan sekitarnya.tanah Cabe Merah Cabe Merah. wortel. jagung. jagung. Komoditas Ciamis Pangan Jagung Sayuran Buahbuahan Garut Padi. blewah durian melon. kc. pisang 3. Kawasan Andalan Cekungan Bandung dan sekitarnya. kacang tanah Manggis 2. Kawasan Andalan Sukabumi dan sekitarnya. jagung. mangga 4. kubis Jeruk. Mangga Mangga. dan Kabupaten Kuningan. jagung ubi jalar . jagung Manggis. mangga Indramayu Majalengka Kuningan Padi Jagung Ubi jalar Cabe merah. Majalengka. jeruk garut Tasikmalaya Padi. kol. Bawang bawang merah merah Semangka. tomat. Komoditas Pangan Sayuran Buah-buahan Bandung Padi.1. kentang Manggis Manggis. strawberry Sumedang Padi. meliputi Kabupaten Cirebon. pepaya. Garut dan Kabupaten Tasikmalaya. Kawasan Andalan CIAYUMAJAKUNING . Komoditas Pangan Buah-buahan Sukabumi Kacang tanah. jeruk. kedelai Kentang. kedelai.

Kawasan Andalan BODEBEK dan sekitarnya. meliputi Kabupaten Bogor.585 6.246 1.976 32. kacang tanah. semangka 6.893 1.489 5.877 13 577 2.165 3.887 259.289 944.676 552.562 . melon.724 21.236 34.643 6.128 108.144 156.034 12.075 280 149 105.5. Kawasan Andalan BOPUNCUR . Depok dan Bekasi. jagung Durian.837 13 455 159 91.458 0 378.432 994 0 122 1.215 122. pepaya Sumber Data: BAPPEDA – Jawa Barat SUMBER DAYA ALAM Baku Lahan Tahun 2008 di Jawa Barat Luas Lahan Sawah Luas Lahan Sawah Irigasi Teknis Irigasi 1/2 teknis Irigasi sederhana PU Irigasi sederhana non PU Tadah Hujan Pasang Surut Lebak Polder dan lainnya Jumlah Lahan Sawah Dlm 1 th Ditanami Padi 3 x 166.779 1.157 525 13 121.705 Dlm 1 th Dlm 1 th Tidak Sementara Ditanami Ditanami Ditanami tdK Jumlah Padi 2 x Padi 1 x Padi diusahakan 203.856 81.995 0 0 40 81.444 3.003 76.482 0 0 646 7. jagung Pisang. meliputi Kabupaten Bogor dan Cianjur. Komoditas Pangan Buah-buahan Bodebek Padi.569 0 0 0 2. Komoditas Pangan Buah-buahan Bopuncur Kacang tanah.002 180.

361 1. sungai.136 576.250 Jiwa .487 35.669 1.380 219.362 590.047 31.008.207 246.282 Jiwa : 36. bangunan & halaman : sekitarnya • Hutan Negara : • Lainnya (jln.004 254.009 Ha Ha Ha Ha Ha Lahan sementara tidak diusahakan di Jawa Barat • Lahan Sawah • Lahan Kering : : 3.363 32.084.670.224 291.002 12.Rumput • Sementara tdk diusahakan • Kolam/Tebet/Empang • Tambak • Ditanami pohon/Hutan rakyat • Perkebunan Jumlah Lahan Kering : : : : : : : : : : 227. danau.099 Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha Ha Lahan Bukan Pertanian • Rawa-rawa tdk ditanami : • Rumah.672.586 12.Luas Lahan Kering • Pekarangan yang ditanami tanaman pertanian • Tegal/Kebun • Ladang/Huma • Penggembalaan/P.282 159.487 Ha Ha SUMBER DAYA MANUSIA Penduduk Jawa Barat: • Proyeksi Peduduk Tahun 2008 • Sensus Penduduk Tahun 2000 : 41. lahan tandus dll) : Jumlah Lahan Lainnya 4.

170 orang terdiri dari : • PNS Propinsi : 989 orang • PNS UPTD/Instalasi : 741 orang • PNSD SPP-SPMA : 34 orang • Tenaga Kontrak Kerja (Honorer) : 181 orang Aparat Penyuluh Pertanian di Jawa Barat • Penyuluh Pertanian Propinsi : 26 orang • Penyuluh Pertanian Kabupaten : 2.420 Kelompok • Kelompok Madya : 4.795 Kelp Anggota 294.043 Orang • Petani Pengendali Hama : 65.388 Kelompok • Kelompok Utama : 981 Kelompok Jumlah 25.08 % Aparat Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jawa Barat Jumlah seluruh pegawai 1.655 Regu • Anggota RPH : 200.868 Orang .191 Kelompok • Kelompok Lanjut : 12.• Kenaikan penduduk Jabar per tahun : 2.316 Orang • Alumni SL.980 Kelompok Regu Pengendali Hama di Jawa Barat • Regu Pengendali Hama : 17. kelompok : 11.404 orang Kelompok Tani di Jawa Barat • Kelompok Pemula : 8.

423 Sumber Data : Bidang Sumber Daya U P J A di Jawa Barat No. 1 Kabupaten/Kota Kab.208 2007 617.025 13.OECF PMI 6 Kab.OECF PMI GAPOKTAN Jumlah 6 1 7 1 16 1 1 8 1 1 7 1 12 1 1 . Cirebon SPL . Sukabumi SPL .423 2008 617.OECF PMI UP3HP 5 Kab.713 6.OECF PMI 3 Kab.OECF PMI UP3HP 4 Kab.958 6. Bekasi Jenis UPJA SPL.400 12. Bogor SPL .OECF PMI 2 Kab. Majalengka SPL .958 6.553 2005 584.786 2004 585. Cianjur SPL .Kelompok P3A Mitra Cai di Jawa Barat Kel P3A Mitra Cai Luas Areal Fungsional (Ha) Jumlah P3A (Unit) TAHUN 2006 559.

OECF PMI GAPOKTAN 9 Kab. Kuningan SPL . Sumedang SPL .OECF PMI 10 Kab. Bandung SPL .OECF PMI 11 Kab. Garut SPL .7 Kab. Indramayu SPL . Subang SPL .OECF PMI UP3HP GAPOKTAN 13 Kab.OECF PMI UP3HP 12 Kab.OECF PMI UP3HP GAPOKTAN . Karawang SPL .OECF PMI UP3HP 32 1 1 12 1 1 4 1 21 1 4 1 1 6 1 1 1 11 1 1 1 10 1 1 2 8 Kab. Purwakarta SPL .OECF PMI UP3HP GAPOKTAN 14 Kab.

OECF PMI UP3HP GAPOKTAN 6 1 3 1 7 1 1 1 204 16 Kab. Tasikmalaya SPL .OECF PMI UP3HP GAPOKTAN Jumlah Penangkar Benih di Jawa Barat • Penangkar Benih Padi : 225 Orang • Penangkar Benih Palawija : 33 Orang • Penangkar Benih Hortikultura : 162 Orang .15 Kab. Ciamis SPL .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->