Anda di halaman 1dari 6

I.

PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Perkembangan hewan merupakan mata kuliah yang mempelajari tahap-tahap
pertumbuhan hewan. Hal ini sangat berkaitan dengan reproduksi pada hewan
(mencit). Untuk mempelajari siklus reproduksi mencit tentunya mahasiswa harus
tahu tentang organ reproduksi pada mencit itu. Hal ini membuat keselarasan dan
tahap-tahap pembelajaran tentang reproduksi menjadi tepat sasaran. Setiap
mahasiswa biologi diwajibkan tahu tentang organ reproduksi. Oleh karena hal
tersebut, maka praktikum ini dilaksanakan. Praktikum ini juga merupakan salah unit
pada praktikum perkembangan hewan, tentunya wajib untuk dilaksanakan.
B. Tujuan praktikum
Untuk mengetahui bagian-bagian dan susunan organ sistem reproduksi pada
mencit.
II. TIN1AUAN PUSTAKA
Organ reproduksi adalah bagian-bagian tubuh yang menjalankan Iungsi reproduksi.
Organ-organ reproduksi itu juga biasa disebut dengan organ seks (Anonim, 2011).
Pada perkembangbiakan secara aseksual, organisme baru yang dihasilkan merupakan
hasil pembentukan yang berasal dari individu induk atau sebahagian tubuh individu
induk. Perkembangbiakan secara seksual adalah perkembangbiakan yang melibatkan dua
individu yang berbeda jenis kelaminnya atau melibatkan Iusi dua buah gamet yang
berbeda, misalnya sperma dan telur (Adnan, 2008).
Sistem reproduksi betina tidak sepenuhnya tertutup, dan sel telur dilepaskan ke
dalam rongga abdomen dekat pembukaan oviduk atau saluran telur. Oviduk mempunyai
pembukaan yang mirip corong dan silia yang terdapat pada ephitelium bagian dalam
yang melapisi duktus itu akan menarik sel telur dengan cara menarik cairan dari rongga
tubuh ke duktus tersebut. Uterus adalah organ tebal dan berotot yang dapat mengembang
selama kehamilan untuk menampung Iektus dengan bobot empar kilogram. Lapisan
bagian dalam uterus, endometrium dilapisi banyak pembuluh darah (Campbell, 2004).
III. ETODE PRAKTIKU
A. Waktu dan tempat
Hari/Tanggal : Selasa/22 November 2011
Pukul : Pukul 13.20 s.d 15.00 WITA
Tempat : Laboratorium Biologi lantai III timur FMIPA UNM
B. Alat dan bahan
Alat:
1. Papan bedah
2. Perangkat alat seksi

Bahan:
1. Mencit (Mus musculus)
C. Prosedur kerja
1. Mematikan mencit dengan cara dislokasi, yaitu memegang ekor mencit kemudian
menempatkan pada permukaaan yang bisa dijangkau (ram kawat penutup
kandang) dengan begitu mencit akan meregangkan badannya kemudian pada
tengkuk, menempatkan suatu penahan dengan tangan kiri misalnya, pensil atau
batang logam kemudian menarik bagian ekor dengan tangan kanan sehingga leher
akan terdislokasi dan mencit akan terbunuh.
2. Meletakkan mencit yang sudah mati diatas papan bedah dalam posisi menghadap
ke atas atau terlentang (bagisn punggung bertumpu pada papan bedah).
3. Mengamati alat reproduksi bagian luar.
4. Menggunakan pinset untuk memegang kaki mencit. Menusuk kaki mencit dengan
pentul sehingga menempel pada papan bedah. Melakukan cara yang sama untuk
kakai yang lain.
5. Menggunting bagian kulit dada (di bawah leher) secara melintang lurus kearah
kaki depan. Melakukan hal yang sama pada bagian bawah abdomen, lurus dengan
kaki belakang.
6. Menggunting bagian perut (bagian medial) lurus kearah dada (pectoral).
Memegang kulit yang sudah terpotong dengan pinset. Menarik kearah lateral,
menggunakan pinset untuk menempelkan kulit mencit pada papan bedah.
7. Pembedahan dimulai dari dada secara melintang menggunakan pisau tumpul
dengan posisi mata tumpul ke dalam. Memotong otot abdomen bagian bawah
secara melintang dekat anus. Melakukan hal yang sama pada bagian median
bawah lurus kearah pectoral.
8. Memegang setiap otot abdomen yang telah terbuka dengan pinset.
9. Melepaskan bagian visera secara hati-hati. Melakukan pengamatan terhadap alat
reproduksi bagian dalam. (Untuk mencit betina, mengamati letak ovarium,
bentuk, dan warna ovarium, saluran telur, dan uterus. Untuk mencit jantan,
mengamati vesikula seminalis, dan vas deIerens, melepaskan testis secara hati-
hati dari kulit skrotum. Jangan sampai merusak bagian epididimis).
IV. HASIL DAN PEAHASAN
A. Hasil pengamatan
1. Organ sistem reproduksi betina
Genitalia eksternal

















Keterangan :
1.Kelenjar klitoris
2.Lubang vagina
3.Lubang uretra
4.Ekor





Genitalia internal











Keterangan :
1. Ginjal
2. Ovarium
3. Vena cava
inIerior
4. Uterus
5. Bursa lemak
6. Kandung kemih
7. Lubang uretra
8. Ureter






















Keterangan :
1. Ginjal
2. Uterus
3. Tuba Iallopii
4. Ovarium
5. Bursa lemak

2. Organ sistem reproduksi jantan
Genitalia eksternal
Keterangan :
1. Penis
2. Kantung
skrotum
3. Anus
4. Ekor










Genitalia internal











Keterangan :
1. Ginjal
2. Vas deIerens
3. Kelenjar prostat
4. Testis
5. Uretra
6. Vesica urinaria





















Keterangan 1 :
1. Kandung
kemih
2. Kelenjar prostat
3. Duktus deIerens
4. Kelenjar koagulasi
5. Vesica seminalis
Keterangan 2 :
1. Duktus deIerens
2. Epididimis
3. Gubernoculum
4. Kauda edpididimis
5. Testis
6. Duktus deIerens
7. Caput epididimis
8. Bursa lemak

B. Pembahasan
a. Mencit betina
Dari hasil pengamatan sistem reproduksi pada mencit betina, tampak organ-
organ reproduksinya yang terdiri dari ovary, tuba Iallopi, cerviks, angina,
kelenjar klitoris, vulva, serta uretra. Menurut teori, mencit betina memiliki
sepasang ovary yang terletak dibelakang ren. Sebelah lateral dari masing-masing
ovarium terdapat pembuluh ostium yang selanjutnya berhubungan dengan
saluran silindris oviduk. Kedua oviduk tersebut membentuk saluran yang
berdinding tebal yang disebut uterus.
Pada mencit betina, uterusnya mempunyai tipe duplex. Dari itu terjulur
saluran yang disebut vagina yang terletak antara vesica urinaria dan rectum, dan
berakhir pada muara urogenitalis. Disebelah ventral muara tersebut, terdapat
badan kecil yang disebut klitoris yang homolog dengan penis pada hewan
jantan.


b. Mencit jantan
Dari hasil pengamatan sistem reproduksi pada mencit jantan, tampak organ-
organ reproduksinya yang terdiri dari vesikula seminalis, kelenjar kopulasi,
ampula, epididimis, testis, penis, uretra, serta vas deIerens. Menurut teori, pada
mencit jantan terdapat testis yang terletak dalam skrotum yang merupakan
perluasan kulit ganda dari rongga abdomen di sebelah bawah atau muka anus.
Antara rongga sktotum dan abdomen terdapat saluran penghubung yang disebut
,3,lis i3ui3,lis, dari masing-masing testis sperma dikumpulkan melalui
pembuluh epididimis terus ke saluran sperma atau vas deIerens. Saluran ini
bersama-sama pembuluh darah dan saraI pada ,3,lis i3ui3,lis membentuk
Fu3iculus sperm,9icus masuk dalam rongga abdomen. Kedua vas deIerens
akhirnya masuk ke dasar uretra membentuk saluran umum uroe3i9,lis melalui
alat kolpulasi penis akan mentransIer sperma ke dalam vagina hewan betina
pada waktu kopulasi.
V. PENUTUP
A.Kesimpulan
Dari haisl pengamatan diatas, dapat disimpulkan bahwa organ reproduksi pada
jantan terdiri dari penis, kandung kencing, uretra (saluran kencing) kelenjar prostat,
vesikula seminalis, vas deIerens (saluran sperma), epididimis, testis (pelir), scrotum,
tulang kemaluan, dan rambut kemaluan. Sedangkan organ reproduksi pada betina
yaitu terdiri dari indung telur (ovarium), saluran indung telur (tuba Iallopii), rahim
(uterus), vagina/liang kemaluan, selaput darah (hymen), bibir kemaluan (labia),
klitoris, dan saluran kemih.
B. Saran
1. Untuk laboran, sebaiknya pengadaan sarana dalam praktikan agar lebih
ditingkatkan sehingga proses praktikum dapat berjalan dengan lancar, seperti
pengadaan preparat.
2. Untuk asisten, agar selalu mengawasi dengan baik jalannya praktikum, dan
membimbing praktikan dalam pengamatan yang dilakukan dengan membantu
praktikan menemukan bagian-bagian yang menjadi tujuan pengamatan.
3.Untuk praktikan, agar mengamati lebih teliti bagian-bagian yang menjadi tujuan
pengamatan pada setiap praktikum.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2011. $is9em reproduksi. s9-leaIlet ditrem edisi1.pdI. Diakses pada tanggal 5
Desember 2011
Adnan. 2008. !erkemb,3,3 Hew,3. Makasar : FMIPA UNM.
Campbell, Neil A. 2004. ioloi Jilid III Edisi Kelim,. Jakarta : Erlangga.