P. 1
Edisi 3 Cetak Majalah Gerbang Emas

Edisi 3 Cetak Majalah Gerbang Emas

|Views: 195|Likes:
Dipublikasikan oleh Abdul Muis Syam
Majalah Gerbang Emas, adalah sebagai upaya untuk turut bersama pemda dalam menggairahkan semangat masyarakat dalam pembangunan, khususnya di Provinsi Gorontalo
Majalah Gerbang Emas, adalah sebagai upaya untuk turut bersama pemda dalam menggairahkan semangat masyarakat dalam pembangunan, khususnya di Provinsi Gorontalo

More info:

Published by: Abdul Muis Syam on Dec 08, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/03/2015

pdf

text

original

MAJALAH “GERBANG EMAS” >> NO.

03 # JUNI 2010

1

DARI REDAKSI

D A R I

R E D A K S I

:

Catatan “Kado” Ulang Tahun ke-47 Rusli Habibie
Pembina: (Ex Oficio) Drs. H. RUSLI HABIBIE (Bupati Gorontalo Utara) THOMAS MOPILI, SE (Ketua DPRD Gorontalo Utara) H. INDRA YASIN, SH. MH (Wakil Bupati Gorontalo Utara) Ir. ISMAIL PATAMANI (Sekda Gorontalo Utara) Pengarah : Drs. RISJON K. SUNGE, M.Si (Kepala Bappeda Gorontalo Utara) Drs. GUSTI GOBEL (Kabag. Humas Setda Gorontalo Utara) Penasehat Hukum : RIDWAN YASIN, SH, MH Staf Pengarah : VERONIKA M.STP, M.Si YOWAN PULUHULAWA, SE HELMI POTUTU, SE FAISAL PIU, SE, MM YASIN ALI

Menuju Kursi Gubernur
Rusli Habibie Sosok Mutiara dari Utara (Tulisan ke 2)
Assalamu ‘Alaikum Wr..Wb.., dan salam Sejahtera, dan hormat selalu buat para pembaca di mana pun berada.
rogram Gerakan Pembangunan Ekonomi Masyarakat (Gerbang Emas) yang dipadu dengan tekad dan prinsip “Berkarya Nyata, bukan Berkarya Kata” nampaknya sangat relevan dengan pola kepemimpinan Bupati Rusli Habibie yang dinilai banyak kalangan telah mampu membuktikan diri sebagai pemimpin yang dapat menunaikan amanah dengan mewujudkan pembangunan secara cepat dan tepat sasaran. Tentang kecepatan dalam membangun daerah yang dilakukan ABDUL MUIS SYAM oleh Rusli Habibie, sungguh saat ini menjadi bahan pembicaraan Pemimpin Redaksi tersendiri dan cukup menarik bagi seluruh lapisan masyarakat. Tak heran, dari pantauan langsung di lapangan kru Majalah Gerbang Emas ditemui, bahwa banyak masyarakat saat ini mengaku sangat salut serta simpatik, dan bahkan amat merindukan sosok Rusli Habibie untuk tampil sebagai pemimpin seluruh umat di Provinsi Gorontalo ini. Hal ini tentu saja tidaklah berlebihan, mengingat kehadiran Rusli Habibie sejak pertama kalinya sebagai kepala daerah di Kabupaten Gorontalo Utara dinilai adalah hal yang luar biasa, karena dengan waktu yang tidak begitu lama, -bagai menancap gas-, Gorontalo Utara pun menjadi kabupaten yang langsung melejit dan mampu mensejajarkan diri dengan kabupaten lainnya di tanah air. Cara kerja cepat Rusli Habibie membangun daerah, menurut kacamata khalayak di lapangan memandang, sangat jarang dan sulit untuk dicontohi apalagi jika ingin diikuti oleh kepala daerah lainnya. Di Provinsi Gorontalo saja pada saat ini, menurut banyak pihak, kepala daerah yang beratribut pengusaha, hanyalah Rusli Habibie, selebihnya adalah dari kalangan birokrat dan politisi. Tentu saja, menurut banyak kalangan, cara pandang dan cara kerja seorang pengusaha (entrepreneur) dengan seorang birokrat dan politisi itu sangat jauh berbeda. Apalagi Rusli Habibie yang masih terbilang muda ini, tentu saja masih memiliki banyak energi dan kekuatan sebagai seorang pengusaha, -(juga saat ini sebagai seorang politisi selaku Ketua Umum DPD Partai Golkar Provinsi Gorontalo)- untuk segera menerobos segala kebekuan dan ketertinggalan pembangunan, yakni dengan melakukan serta mempersembahkan yang terbaik buat seluruh rakyat seantero Provinsi Gorontalo ini. Sebab tanpa energi dan kekuatan dari seorang pemimpin, maka mustahil bisa memacu laju pembangunan daerah dengan cepat. Dan biasanya, energi dan kekuatan itu lebih banyak dimiliki oleh pemimpin berusia muda yang berbasis entrepreneur seperti Rusli Habibie. Sehingga itu, banyak kalangan pun menilai, Rusli Habibie memang pantas dan layak maju sebagai calon Gubernur Gorontalo periode 2012-2017 mendatang. Apalagi Rusli Habibie saat ini juga dipandang bagai mutiara dari Utara yang nampak lebih memiliki kilauan cahaya tersendiri yang kelak lebih mampu menerangi harapan-harapan rakyat Gorontalo secara riil melalui KARYA yang NYATA, bukan Kata-kata.(*)

P

Penerbit / Pengelola : CV. SINAR INDRAUTAMA MEDIA Pemimpin Redaksi : ABDUL MUIS SYAM Pimpinan Perusahaan : INDRAWATI Sekretaris Redaksi : JUANA LAURENY Ka. Biro Kab/Kota Gtlo-Bonbol : RIZAL SARKIM Ka. Biro Boalemo-Pohuwato : KASMA MUDA Wartawan : CARLOS HADJU RAHMAT ABDULLAH IKA Photografer : A SHIN Desain Perwajahan : BENGKEL PHOTO “AMS” Pelayanan : KANTOR BAPPEDA GORUT JL. TRANS SULAWESI - KWANDANG (SMS: 0811 430 9145 atau 0813 88 652365) http://gerbangemasyam.blogspot.com email: abdulmuissyam@ymail.com
TARIF IKLAN : (persekali terbit) 1 Halaman Full-Color---Rp.2.750.000,1 Halaman Hitam-Putih---Rp.1.550.000,~Isi di luar tanggungjawab percetakan~

2

MAJALAH “GERBANG EMAS” >> NO. 03 # JUNI 2010

P R O L O G

(Gerakan Pembangunan Ekonomi Masyarakat)
• Berkarya Nyata, bukan Berkarya Kata • Sebagai Motor Penggerak Ekonomi Masyarkat Di Seluruh Sektor • Sebagai Solusi Terhadap Pengentasan Kemiskinan, Pengangguran dan Ketertinggalan • Sebagai Pendorong Semangat Bagi Pemerintah, Swasta, dan Masyarakat Ke arah yang Lebih Baik • Sebagai Komitmen Pelayanan Maksimal Pemerintah Terhadap Rakyat • Komitmen Pelayanan Pemerintah (Gerbang Emas): > Mendatangi Mereka (Rakyat) > Mendampingi Mereka > Mencintai Mereka > Bekerjasama dengan Mereka > Melakukan yang Mereka Butuhkan dengan Memanfaatkan Sumberdaya yang Mereka Miliki. Ketika Kebutuhan Mereka Terpenuhi Mereka akan Berkata: “Kami telah Berhasil Melakukan Sendiri” Terwujudlah Desa yang Mandiri

Roda Dua Bagi Kepala Cabang Diknas beserta Guru, dan Bus Sekolah Bagi Anak Didik • Peningkatan Kualitas Anak Didik • Pemberian Beasiswa Bagi Anak Didik dan Mahasiswa yang Kurang Mampu

bangan Pelabuhan Perikanan Pantai Kwandang Menjadi Pelabuhan Perikanan Nusantara • Pembangunan dan Peningkatan Jalan • Pembangunan Jembatan • Pembangunan/Rehab Saluran Irigasi • Normalisasi Sungai • Pembangunan Sarana Perkantoran dan Rumah Dinas • Perumahan Baru & Perumahan Nelayan • Bedah Kampung & Mahyani • Penyediaan Prasarana dan Sarana Air Minum • Pembuatan Saluran Drainase • Sarana Sanitasi Dasar (MCK) Pemberian Dana ADD (Alokasi Dana Desa) • ADD tahun 2009: Rp. 5.600.000.000.• Add tahun 2010 Rp. 6.600.000.000.Peningkatan Tunjangan Aparat Desa Pemberian Sarana Transportasi Bagi Kepala Desa Alokasi Dana PNPM Program Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) Pemekaran Desa Pembangunan Rumah Tempat Ibadah Pelayanan KTP/Akte Kelahiran Gartis Pemberian Tunjangan Lanjut Usia (Lansia) Santunan Kedukaan

SEKTOR PU

SEKTOR KESEHATAN
• Pembangunan dan Rehab Sarana Kesehatan: Pustu, Poskesdes dan Puskesmas • Peningkatan Pustu Menjadi Puskesmas • Peningkatan Puskesmas Menjadi Puskesmas Rawat Inap • Pemberian Jaminan Kesehatan Kepada Warga Miskin • Pemberian Makanan Tambahan Bagi Balita dan Ibu Hamil • Program Penanggulangan Gizi Buruk • Penyedian Alat-alat Kesehatan • Penyedian Tenaga Medis dan Dokter Ahli Penyakit Dalam serta Ahli Kandungan Revitalisasi Sektor Pertanian •Pemberian Bantuan Bibit, Pupuk dan Obat-obatan (Padi & Jagung); •Peningkatan Produksi Pertanian Melalui Sentuhan Teknologi (Padi dan Jagung) dari 4 ton/Ha Menjadi 8 Ton s/d 11 ton/Ha; •Pembukaan Akses ke Sentra-sentra Produksi Pertanian (Jalan Usaha Tani); •Pencetakan Sawah Baru; •Pengembangan Perkebunan Kakao; •Pembangunan Lumbung Pangan

“GORONTALO UTARA SEBAGAI KEKUATAN PEREKONOMIAN DI PANTAI UTARA LAUT SULAWESI”

PEMDES & SOSIAL

1. MENGEDEPANKAN POTENSI KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA (SDM) KABUPATEN GORONTALO UTARA 2. MENURUNKAN ANGKA KEMISKINAN, PENGANGGURAN DAN KETERTINGGALAN 3. MENGEMBANGKAN SISTEM PEREKONOMIAN YANG TANGGUH BERBASIS KERAKYATAN (GERBANG EMAS, GERAKAN PEMBANGUNAN EKONOMI MASYARAKAT) 4. MENGEMBANGKAN NILAI-NILAI RELIGI DALAM KONTEKS KEBERAGAMAN ADAT ISTIADAT/ NILAI-NILAI BUDAYA 5. MENCIPTAKAN JEJARING KERJASAMA EKONOMI DENGAN MENJADIKAN GORONTALO UTARA SEBAGAI DAERAH LINTAS PENGEMBANGAN PEREKONOMIAN SEGITIGA EMAS

SEKTOR PERTANIAN

Melaksanakan Sektor-sektor Unggulan Secara Terpadu: •Pendidikan; •Kesehatan; •Pertanian; •Peternakan; •Kelautan dan Perikanan; •Pekerjaan Umum; •Perdagangan dan Koperasi; •Kehutanan & Lingkungan Hidup Melaksanakan Pembangunan Infrastruktur Dasar: •Jalan; •Jembatan; •Pengairan; •Perumahan (Bedah Kampung) & Mahayani; •Listrik (PLTH, PLTMH, PLTA, PLTS); •Air Bersih (Pembangunan IPA IKK & Mobil Tanki) • Pembangunan dan Rehab Gedung Sekolah : Paud, Tk, SD/MI, SMP/MTs dan SMU/MA & Perpustakaan • Peningkatan Kualitas Tenaga Kependidikan : Pemberian Beasiswa Bagi Guru untuk Melanjutkan Pendidikan Ke jejang D2, D3, S1 Dan S2 Sertifikasi Guru Pemberian Tunjangan Guru Terpencil dan Daerah Khusus • Penyediaan Sarana Transportasi

GERBANG EMAS MEWUJUDKAN DESA YANG MANDIRI

SEKTOR PETERNAKAN
Revitalisasi Sektor Peternakan • Pengembangan Ternak Sapi (Inseminasi Buatan) • Penggemukan Ternak Sapi • Pemberian Bantuan Ternak Sapi dan Unggas • Penyedian Pakan Ternak Kandang dan Obat-obatan • Pemanfaatan Limbah Ternak Menjadi Biogas

SEKTOR PENDIDIKAN

Revitalisasi Sektor Kelautan dan Perikanan: •Peningkatan Produksi Perikanan Tangkap; •Pengembangan Budidaya Air Tawar (Ikan Patin, Ikan Lele & Ikan Nila); •Pemberian Bantuan Sarana Alat Tangkap Modern (Kapal Ikan 3 Gt-100 Gt); •Pengembangan Budidaya Rumput Laut; •Pemberian Benih Ikan, Rumput Laut,Obatobatan dan Pakan Ikan; •Pengem-

SEKTOR KELAUTAN & PERIKANAN

• Pembangunan Pasar Los Tradisional Kec. Atinggola Kec. Tolinggula • Pemberian Modal untuk Koperasi • Bantuan Kube UKM/IKM • Pembangunan BLK

SEKTOR PERDAGANGAN DAN KOPERASI

• Pemberantasan Ilegal Loging, Ilegal Minning, Ilegal Fishing ) (Pemda, Yudikatif) • Penanaman Pohon Sepanjang Jalan Trans • Ruang Terbuka Hijau (RTH) • Pembangunan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) & Tempat Pembuangan Akhir (TPA). ---------Sumber: BAPPEDA Gorut

SEKTOR KEHUTANAN DAN LINGKUNGAN HIDUP

MAJALAH “GERBANG EMAS” >> NO. 03 # JUNI 2010

3

GERBANG UTAMA

Ismail Patamani: Kepemimpinan Rusli Habibie Lebih Cepat dan Lebih Tepat Sasaran

U

paya memacu pembangunan di Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) hingga saat ini masih terus berjalan, bahkan makin digiatkan secara serius melalui sentuhan Program Gerakan Pembangunan Ekonomi Masyarakat (Gerbang Emas). Para aparat dan pejabat di daerah ini pun

mengaku menyadari betul apa yang menjadi keinginan Bupati Rusli Habibie, dan juga yang menjadi harapan rakyat. Yakni, menjadikan Gorontalo Utara sebagai kabupaten yang maju dan berkembang dengan senantiasa mengedepankan kepentingan rakyat. Harapan ini, menurut Sekretaris daerah

Kabupaten Gorontalo Utara, Ir. Ismail Patamani, bukanlah sebuah mimpi atau angan-angan. Karena, menurut mantan Kadis Pertanian, Peternakan dan Ketahanan Pangan Kab. Boalemo ini, Bupati Rusli Habibie memiliki visi dan misi yang sangat jelas, terutama dalam menggairahkan pembangunan di Gorut melalui terobosan Ger-

4

MAJALAH “GERBANG EMAS” >> NO. 03 # JUNI 2010

GERBANG UTAMA

bang Emas yang dari waktu ke waktu juga telah memperlihatkan karya nyata untuk kepentingan rakyat. Dikatakannya, Berkarya Nyata bukan Berkarya Kata adalah sebuah langkah riil yang tak terbantahkan lagi. Karena, menurut Ismail Patamani, Bupati Rusli Habibie dinilai mampu membuktikan sekaligus mewujudkan banyak karya dalam tempo yang tidak lama. Menurutnya, Kabupaten Gorut baru tiga tahun, tetapi kepemimpinan Bupati Rusli Habibie bisa lebih cepat dan lebih tepat sasaran dalam mempersembahkan karya yang betul-betul nyata, seperti sejumlah infrastruktur yang telah terbangun di daerah ini membuat banyak pihak terkagum-kagum.

Bagaimana tidak, lanjut Ismail, jarang kepala daerah seperti Bupati Rusli Habibie yang mampu berbuat tanpa harus membutuhkan waktu yang lama. Ini, kata Ismail, tentu saja adalah bukti bahwa Bupati Rusli Habibie adalah pemimpin yang amanah dan tak ingin menyia-nyiakan waktu begitu saja. Dengan gerakan pembangunan yang lebih cepat dan tepat sasaran ini, lanjut Ismail, membuat khalayak terutama rakyat Gorut semakin bersimpati dengan pola-pola kepemimpinan Rusli Habibie yang tentunya dinilai luar biasa. Tak berlebihan kiranya, menurut Ismail, jika khalayak serta rakyat Gorut tersebut kini mendukung Bupati Rusli Habibie yang juga selaku Ketua Umum DPD Partai Golkar Provinsi Gorontalo itu untuk maju dalam pertarungan di suksesi Pemilihan Gubernur Gorontalo 2011 mendatang. Ismail Patamani bahkan mengakui, bahwa berkat kharisma dan watak kepemimpinan yang dimiliki oleh Rusli Habibie selama ini membuat banyak orang tertarik untuk bisa mendukung Rusli Habibie ke tingkat yang lebih tinggi lagi,

yakni dari bupati menjadi Gubernur. Dan ini, kata Ismail, sangat sulit dibendung, karena sosok seperti Rusli Habibie saat ini memang layak untuk dapat berkiprah di tingkat yang lebih tinggi lagi. Hal menarik yang dikatakan Ismail Patamani, bahwa kegiatan berkarya nyata yang dilakukan oleh Rusli Habibie sejauh ini bukan karena semata untuk mendapat simpati dari rakyat. Rusli Habibie, katanya, melakukan semua itu karena memang dari dorongan jiwanya yang begitu meluap untuk membangun daerah dan masyarakat. Apalagi, katanya, masyarakat juga memang telah lama menanti dan merindukan seorang pemimpin yang betul-betul dapat mempersembahkan karya yang benar-benar nyata, bukan janji-janji melalui kata-kata. Namun Sekda Ismail mengakui, membangun daerah tidaklah semudah yang dibayangkan. Olehnya itu, seorang pemimpin harus punya keseriusan dan energi yang besar untuk melakukan terobosan-terobosan yang cepat dan tepat sasaran, seperti yang telah dilakukan Rusli Habibie selama ini di Gorut.(ge-ams)

MAJALAH “GERBANG EMAS” >> NO. 03 # JUNI 2010

5

GERBANG UTAMA

Pusat akan Beri Bantuan Sapi untuk Sumalata
Risjon Sunge: Setiap Bupati Rusli Habibie Melobi ke Jakarta, Pasti Ada Hasil
Kwandang (GERBANG EMAS News): rogram-program kegiatan yang telah disusun dalam perencanaan-perencanaan kerja oleh Bappeda Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut), sejauh ini nampaknya akan terus membuahkan karya nyata dalam pelaksanaannya, terlebih dalam pelaksanaan program Gerakan Pembangunan Ekonomi Masyarakat (Gerbang Emas) yang hingga kini pula terus digiatkan secara terpadu dan maksimal. Bupati Rusli Habibie juga tak henti-hentinya melakukan terobosan-terobosan penting dalam upaya mema-jukan pembangunan di Kab. Gorut ini hingga program-program pembangunan pun dapat berjalan sebagaimana mestinya. Salah satunya adalah dengan melakukan lobi-lobi ke pusat agar Kab. Gorut juga bisa mendapatkan per-hatian lebih dari pemerintah pusat. Drs. Risjon Kujiman Sunge, M.Si selaku Kepala Bappeda Kab. Gorut menuturkan, setiap Bupati Rusli Habibie me-lobi ke Jakarta, maka pasti ada hasil. Menurut Risjon, hal ini merupakan bukti bahwa Bupati Rusli Ha-bibie punya kepiawaian dan sikap persuasif dalam melobi, persis se-perti cara Fadel Muham-mad, mantan Gubernur Gorontalo itu. Dikatakannya, ke-

P

pandaian Rusli Habibie dalam melakukan lobi-lobi anggaran maupun bantuan membuat para pejabat teras di pusat merasa lebih mengenal Provinsi Gorontalo jika telah mendengar nama Rusli Habibie. “Saat ini, pejabat teras di pusat mengaku jika mendengar atau membaca nama Provinsi Gorontalo, maka bayangan mereka pun mengingat Rusli Habibie,” tutur Risjon tersenyum. Menurutnya, banyak lobi-lobi yang telah dilakukan oleh Bupati Rusli Habibie, dan tak sedikit hasil yang akan diboyong ke Kab. Gorut. “Barubaru ini saja, sedikitnya terdapat 200 ekor sapi hasil lobi beliau (Rusli Habibie,-red) dari Kementrian Pembangunan Desa Tertinggal (PDT), telah disetujui peruntukkannya bagi warga di beberapa desa di Kecamatan Sumalata untuk dikem-bangkan,” ungkap Risjon. Bantuan ini, katanya, akan disalurkan kepada 20 kelompok peternak yang dibentuk di Desa Deme I dan Didingga Kec. Sumalata untuk dipelihara dan

.......bersambung ke hlmn: 24

6

MAJALAH “GERBANG EMAS” >> NO. 03 # JUNI 2010

GERBANG UTAMA

(GERBANG EMAS News): Selaku Ketua Tim Penggerak PKK Gorut Dra.Hj.Idah Sya-hidah Rusli, MH, menyadari betul apa yang menjadi keingi-nan masyarakat, khususnya dalam hal kesehatan. Olehnya itu, hingga kini Ny. Idah pun senantiasa memantau dan terlibat langsung terhadap kegiatan yang berkaitan dengan masalah kesehatan masyarakat, terutama kesehatan ibuibu hamil dan para balita. Ny. Idah juga memahami, bahwa para ibu-ibu hamil dan balita perlu dimotivasi untuk dapat mengunjungi posyandu dan fasilitas kesehatan lainnya yang telah disediakan oleh pemda. Olehnya itu, Ny. Idah pun setiap saat menyempatkan diri untuk mengunjungi posyandu dan tempat pelayanan kesehatan lainnya di setiap desa. Menurut Ny. Idah, langkah ini merupakan salah satu upaya dalam mewujudkan kesejahteraan ibu dan anak di Kab. Gorontalo Utara. “Saya ingin melihat secara dekat bentuk kesadaran masyarakat mengunjungi posyandu, sekaligus saya ingin mengetahui kinerja para tenaga kesehatan Gorut yang selama ini juga aktif melayani masyarakat hingga ke pelosok desa,” ujar Ny. Idah tersenyum. Di setiap kunjungan, Ny. Idah juga melakukan sosialisasi Angka Kematian Ibu Nol (AKI Nol), penyuluhan PHBS, pembagian makanan tambahan bagi balita dan ibu hamil. Menariknya, Ny.Idah Rusli Habibie selaku Ketua TP-PKK Kab. Gorut juga melakukan MoU dengan pihak pemerintah desa setempat agar secara bersama-sama mengawal kesehatan para ibu hamil dan balita di daerahnya masing-masing. “Dengan begitu, kita setidaknya telah melakukan Karya Nyata dalam memajukan daerah ini,” ujar Ny. Idah. Maksimalkan Posyandu Gairah Ny.Idah dalam mendukung Program

Gerbang Emas melalui upaya peningkatan mutu dan derajat kesehatan masyarakat nampaknya tak diragukan lagi. Ini terlihat dengan aktifnya Ny. Idah menggerakkan TP-PKK Gorut dalam membantu dan melakukan pelayanan kepada masyarakat. Posyandu adalah salah satu yang menjadi perhatian tersendiri Ny. Idah. Ia berharap posyandu dapat dimaksimalkan fungsinya hingga nantinya bisa menjadi posyandu yang mandiri dalam melakukan pelayanan terpadu untuk warga lanjut usia, bina keluarga balita dan pendidikan anak usia dini, gerakan sayang ibu, pelayanan informasi dan konsultasi keluarga serta peningkatan pendapatan keluarga. Para kader juga diajak untuk menggerakan para ibu ke posyandu demi mendapatkan pelayanan gizi dan kesehatan serta penyuluhan mengenai upaya pencegahan kematian ibu hamil, melahirkan dan nifas atau yang berkaitan dengan hal-hal kesehatan lainnya.

Menurutnya, dengan memaksimalkan fungsi posyandu, dengan berbagai kegiatan di dalamnya, maka itu akan mempercepat pencapaian target dari penurunan angka kematian ibu dan bayi. Dengan aktifnya TP-PKK dalam melakukan kegiatan yang berorientasi kepada solusi terhadap masalah kesehatan, membuat Kepala Dinas Kesehatan Kab. Gorut, dr. Triyanto S. Bialangi, M.Kes mengaku salut sekaligus merasa tertantang untuk bisa lebih meningkatkan peran pelayanan kesehatan yang lebih baik lagi. dr. Triyanto mengatakan, jumlah posyandu di Gorut saat ini telah mengalami peningkatan signifikan baik dalam jumlahnya maupun pada perannya. Ny. Idah mengungkapkan, penyebab langsung kematian ibu melahirkan antara lain perdarahan, eklampsia dan proses kelahiran yang lama. Sedangkan penyebab tidak langsungnya, kata Ny. Idah, adalah 3 terlambat, 4 terlalu. Tiga terlambat yng dimaksud, yakni terlambat mengenali bahaya dan memutuskan untuk mencari pertolongan ke fasilitas kesehatan, terlambat membawa ke fasilitas rujukan serta terlambat memperoleh tindakan pertolongan. Sedangkan empat terlalunya adalah, terlalu tua, terlalu muda, terlalu sering hamil dan terlalu banyak anak. “Saya berpesan selain mensosialisasikan tiga terlambat dan empat terlalu. Juga saya berharap agar kader senantiasa mengingatkan tentang pentingnya kesehatan. Kemudian posyandu hendaknya menganjurkan ibu hamil agar memeriksakan diri, selanjutnya dihimbau agar para ibu segera menimbang balita, serta memberikan imunisasi dan menjadi akseptor KB,” pinta Ny. Idah.

.......bersambung ke hlmn: 29

MAJALAH “GERBANG EMAS” >> NO. 03 # JUNI 2010

7

GERBANG UTAMA

GALERI FOTO RUSLI HABIBIE

Wagub Beri Jempol RH P

Kwandang (GERBANG EMAS News) engganti Antar Waktu (PAW) Wakil Gubernur Gorontalo Tonny Uloli, SE baru saja diambil sumpahnya, Senin (14/6) lalu, untuk menghabiskan sisa waktu 1 tahun mendampingi Gusnar Ismail yang juga PAW Gubernur Gorontalo. Memulai kunjungan kerjanya, Tonny memilih Gorontalo Utara sebagai kabupaten pertama untuk dikunjungi sekaligus bersilaturahmi serta melihat secara dekat langkahlangkah pembangunan yang tengah dilaksanakan oleh Bupati Rusli Habibie. Pada kunjungan silaturahmi tersebut Wagub diterima secara adat Gorontalo yang disambut langsung oleh Bupati Gorontalo Utara Drs. H. Rusli Habibie, dan Wakil Bupati Gorontalo Utara H. Indra Yasin, SH serta sejumlah pejabat dan camat se Kab. Gorontalo Utara. Kesan pertama yang tak dapat disembunyikan oleh Wagub Tonny saat bertandang ke Gorut, Senin (21/6) lalu adalah dengan bahasa tubuh Tonny yang terus-terus mengangguk-anggukkan kepala dan nampak terkagumkagum dengan Rusli Habibie yang mampu membangun dan

8

MAJALAH “GERBANG EMAS” >> NO. 03 # JUNI 2010

GERBANG UTAMA

GALERI FOTO RUSLI HABIBIE
memajukan Gorut mulai dari nol. Sehingga itu Wagub Tonny Uloli menyampaikan apreasinya yang mendalam tentang perkembangan pembangunan di Gorut yang kelihatannya sangat pesat karena didukung oleh potensi daerah, potensi masyarakat serta para pemimpin yang saling mendukung. Tonny bahkan memberi jempol dan memuji lalu menyatakan bahwa Rusli Habibie dinilai telah berhasil membangun Gorut melalui program Gerbang Emas hingga bisa sejajar dengan kabupaten lainnya. Menurut Tonny, masyarakat beruntung punya pemimpin seperti Rusli Habibie. Bagaimana tidak, Gorut yang baru saja dimekarkan ini menurut penilaian Wagub, Gorut bisa berkembang sangat pesat, dan itu menandakan pembangunan jalan dan pemerintah betul-betul menjalankan fungsinya dengan baik. Tonny mengatakan, Gorut merupakan pintu gerbang ke Gorontalo, dan posisinya berada di jalur yang sangat strategis. “Pembangunanya sangat pesat. Saya seperti berada di kota Industri, syukurlah rakyat Gorut punya Bupati seperti pak Rusli,” tutur Wagub Tonny Uloli. Dikatakannya, masyarakat dan Pemda Gorut nampaknya telah punya jiwa entrepreneur, apalagi peluang dan posisi geografis Gorut memang sangat menunjang untuk itu. “Saya bangga Gorut, luar biasa pembangunannya, bukan karena saya orang Golkar sama-sama dengan pak Bupati, tapi memang kenyataanya seperti itu,” ujar Tonny Uloli. Diungkapkannya, Gorut ini memiliki deposit bahan baku semen. Untuk itu, upaya yang akan dilakukan terkait dengan adanya kandungan alam ini adalah menawarkanya kepada investor. “Rencananya ditawarkan ke grup semen gresik,” tandasnya. Wagub bahkan optimis, bahwa Kabupaten Gorut ke depan akan menjadi salah satu daerah yang layak diperhitungkan bukan saja di kawasan regional Sulawesi, tetapi bahkan layak untuk kawasan Timur Indonesia. Dalam kunjungan tersebur Wagub juga sempat meninjau pelabuhan ikan di Kwandang pelabuhan Anggrek. Di tempat yang sama, Bupati Gorontalo Utara, Rusli Habibie menyambut gembira kunjungan perdana Wagub ke Gorontalo Utara. “Dari kunjungan ini, kita berharap Wagub bisa melihat langsung kondisi pembangunan yang ada di Gorut, di mana diakui bahwa kita masih baru dan tentu masih butuh pembenahan,” ujar Bupati Rusli Habibie. Selain itu, Bupati Rusli Habibie juga menyinggung, bahwa dengan kunjungan perdana Wagub ini diharapkan dapat membuka koordinasi antara Pemerintah Provinsi Gorontalo dan Kabupaten Gorut. Karena Bupati Rusli Habibie mengakui, bahwa selama ini koordinasi itu kurang tercipta sehingga banyak pembangunan yang seakan jalan sendiri. “Walau pun hanya lewat sms, saya akan senang sekali,” ujarnya seraya menambahkan bahwa dengan kunjungan Wagub ini dapat kembali terjalin dengan mesra antara Pemprov. Gorontalo dan Pemda Kabupaten Gorut. (ge-ams)

MAJALAH “GERBANG EMAS” >> NO. 03 # JUNI 2010

9

SOSIALISASI

GALERI FOTO RUSLI HABIBIE

Kwandang (GERBANG EMAS News): endati Gorut baru saja memasuki usia 3 tahun perjalanannya sebagai kabupaten definitif, tapi kemajuan dalam kemandirian sudah mulai diperlihatkan secara nyata oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) melalui terobosan-terobosan pembangunan yang jelas-jelas mengarah untuk kepentingan rakyat. Apalagi, Pemerintah Daerah Kab. Gorut sejauh ini juga benar-benar nampak tak pernah diam, terutama Bupati Rusli Habibie dalam menyikapi setiap perencanaan pembangunan yang disuguhkan oleh Bappeda Gorut. Bagaimana tidak, Bappeda yang dinakhodai oleh Drs. Risjon Kujiman Sunge, M.Si ini pun mengaku setiap saat terus menggodok perencanaan-perencanaan pembangunan untuk segera direalisasikan secara cermat demi kemajuan daerah dan rakyat Gorut itu sendiri. Nampaknya, Bupati Rusli Habibie juga memahami betul peran dan fungsi Bappeda selama ini begitu amat mendukung langkah-langkah dan strategi-strategi pembangunan yang harus dipatok demi mempersembahkan yang terbaik buat kemajuan daerah ini, yakni Gerakan Pembangunan Ekonomi Masyarakat (Gerbang Emas). Pro-

K

10

MAJALAH “GERBANG EMAS” >> NO. 03 # JUNI 2010

SOSIALISASI

GALERI FOTO RUSLI HABIBIE
gram Gerbang Emas ini pun terus dikaryakan secara nyata. Tak heran, dengan geliat pembangunan yang terus bergerak secara dinamis dan terukur ini, membuat Gorut pun lebih dikenal dan dipercaya sebagai Kabupaten yang mampu membangun daerah dengan format masa depan yang lebih terencana dan matang. Sejumlah kepercayaan itu, misalnya, di medio Mei lalu, Risjon Sunge selaku Kepala Bappeda Gorut sempat diundang ke Bali sebagai pembicara pada acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) bidang infrastruktur sosial 2010-1014, yang terdiri dari bidang pendidikan, kesehatan, dan permukiman. Menurut Risjon Sunge, sampai saat ini pemda Gorut telah melaksanakan kegiatan pembangunan dari perencanaan yang telah dimatangkan sebelumnya. Dan selanjutnya, ada sejumlah perencanaan yang juga menyusul siap untuk segera action. Di antaranya, menurut Risjon, pembangunan pasar tradisional di Desa Pontolo yang akan menelan anggaran +Rp.15 M APBN dari Kementerian Perdagangan RI. “Ini sementara digodok. Dan kita akan terus berusaha untuk segera merealisasikannya,” kata Risjon Sunge. Di sektor peternakan, kata Risjon, Dinas Peternakan Gorut menurut rencana tahun ini juga akan melaksanakan pengadaan ternak sapi total senilai Rp.1,1 M dari Kementerian PDT. Di bidang Pekerjaan Umum, lanjut Risjon, terdapat sejumlah kegiatan percepatan pembangunan, yakni jalan by pass, jalan desa, dan pembangunan jembatan dari APBN senilai +Rp.22 M. Bukan cuma itu, kata Risjon, dalam rangka membenahi SDM, Kab. Gorut akan mendapat dana percepatan pendidikan senilai Rp.1 M dari APBN. “Sedangkan untuk di BKD dan Diklat, terdapat kegiatan pengiriman mahasiswa STKS sebanyak 10 orang ke Bandung,” katanya. Selain itu, lanjut Risjon, di Dinas Nakertrans Gorut juga akan mendapatkan anggaran dari APBN +Rp.16 M untuk pembangunan Kawasan Transmigrasi 400 KK di Desa Bulontio Timur Kecamatan Sumalata. Sementara itu, menurut Kabid. Perumahan Rakyat Bappeda Gorut, Umar Rahim menyebutkan, pihaknya telah mematok pembangunan Perumahan melalui Program Bedah Kampung dari Menpera sebanyak 275 unit rumah berikut fasilitas pendukungnya. Selain itu, Umar Rahim juga mengungkapkan, bahwa saat ini tengah dilaksanakan pembangunan Kawasan Perkantoran. “Kawasan ini akan dibangun gedung perkantoran semua SKPD badan, dinas, kantor yang ada di Gorut hingga rumah-rumah dinas para pejabat,” ujar Umar seraya menyebutkan kegiatan ini akan menelan anggaran sebesar +Rp.100 M dari APBD, pelaksanaan 2010-2011.(car/ams)

MAJALAH “GERBANG EMAS” >> NO. 03 # JUNI 2010

11

PERSADA
Nora Olii: Bupati Rusli Habibie Imbau Koperasi di Gorut Harus Bangkit untuk Kesejahteraan Rakyat
Kwandang (GERBANG EMAS News): erhatian Bupati Rusli Habibie terhadap pembangunan daerah tidak hanya tertuju pada bidang tertentu, tetapi juga ke seluruh sektor lainnya yang ada di Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut). Salah satu sektor yang boleh dikata juga menjadi ujung tombak dalam menunjang upaya menyukseskan Program Gerakan Pembangunan Ekonomi Masyarakat (Gerbang Emas) di daerah pesisir Utara ini adalah Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil Menengah, Perindustrian Perdagangan (Diskop, UMKM, Perindag). Bupati Rusli Habibie bahkan menunjuk Koperasi, UMKM, Perindag sebagai bidang yang harus mendapat perhatian serius untuk dapat ditingkatkan melalui sentuhan yang maksimal dengan menyusun perencanaan dan menetapkan strategi yang matang, sehingga pada gilirannya akan dapat dilaksanakan dengan baik dan optimal buat seluruh lapisan masyarakat. Khusus di bidang koperasi, Bupati Rusli Habibie berharap kepada seluruh lapisan masyarakat agar dapat dipertahankan dan dijaga keberadaannya yang selama ini terbukti sangat membantu perjalanan penguatan ekonomi rakyat, terutama di pedesaan. “Selama ini koperasi hadir tidak lain adalah memang untuk berkarya nyata di tengah-tengah masyarakat, khususnya dalam mengatasi persoalan-persoalan ekonomi yang terbukti senantiasa menjadi solusi meski krisis ekonomi. Sehingga itu tak salah jika koperasi harus berusaha untuk dijaga dan dipertahan keberadaannya secara sehat,” ujar Bupati Rusli Habibie. Sementara itu Dra. Noraa Olii selaku Kadis Koperasi, UMKM, Perindag Kab. Gorut saat ditemui di ruang kerjanya mengatakan, pihaknya saat ini tengah melakukan langkah-langkah nyata dalam pembenahan bidang Koperasi, UMKM, Perindag. Karena menurut Nora, sebagai daerah yang baru saja memulai pembangunan, Kab. Gorut tentu tak terlepas dari tugas-tugas berat yang di dalamnya tentu tersimpan harapan yang besar pula. Khusus penanganan koperasi, kata Nora, sejauh ini memang masih terus digodok untuk bisa diting-

P

katkan secara mandiri. Dari 74 jumlah koperasi yang ada di Kab. Gorut, lanjut Nora, hanya terdapat 35 koperasi di antaranya yang sedang aktif. Nora mengakui, hal ini memang cukup memprihatinkan, tetapi ini tentu tak bisa dipandang secara negatif. Sebab apa yang dihadapi oleh Diskop, UMKM, Perindag Kab. Gorut ini adalah sebuah konsekuensi logis sekaligus tantangan yang harus dihadapi sebagai daerah yang baru saja memulai pembangunan. “Itulah, seiring dengan upaya yang ada, kita optimis pembenahan atas tantangan yang ada bisa dilakukan dan diatasi sepanjang masyarakat bersama stakeholder serta pihak-pihak lainnya yang terkait di dalamnya bisa seia-sekata,” ujar Nora. Besarnya jumlah koperasi yang mengendap tak melakukan kegiatan lagi, menurut Nora yang didampingi Kabid. Koperasi Djania Lasambu, adalah disebabkan oleh beberapa faktor. Seperti, perhatian para pengurus belum fokus pada peningkatan koperasi masingmasing.

12

MAJALAH “GERBANG EMAS” >> NO. 03 # JUNI 2010

PERSADA

Disebutkan pula, di sisi lain menurut pemantauan, kemacetan sebuah koperasi dapat terjadi tanpa diketahui sebabnya setelah terjadi pergantian pengurus. Ditambah lagi, katanya, dengan faktor para anggota yang malas karena tak mampu membayar pinjaman kredit. Namun, menurut Nora, faktor utama tersendatnya dan macetnya sejumlah koperasi di daerah ini adalah masalah permodalan. Pihak perbankan yang telah diundang untuk membicarakan hal ini, kata Nora, ternyata cuma melayani permodalan untuk UKM, itupun besarannya maksimal Rp. 5 juta. Mencermati masalah tersebut, kata Nora, Bupati Rusli Habibie pun mengambil langkah melobi ke pusat, yakni pada kementerian koperasi. “Hasilnya, alhamdulillah dalam waktu dekat ini terdapat satu koperasi wanita dan dua KSU akan mendapat bantuan permodalan dari kementerian koperasi,” ungkap Nora seraya mengatakan bahwa Bupati Rusli Habibie pada momen-momen tertentu sering melakukan tatap muka dengan para pengurus koperasi untuk mengetahui secara langsung kendala dan hambatan mereka. Langkah lain yang ditempuh dalam upaya pembenahan koperasi ini, kata Nora, adalah dengan adanya penambahan tenaga kepala seksi di bidang Koperasi. “Tentu saja pengisian posisi tiga tenaga kepala seksi di bidang Koperasi ini diharapkan dapat membantu upaya menghidupkan koperasi-koperasi yang sejauh ini tidak aktif lagi, agar dapat melakukan kegiatannya kembali,” kata Nora. Pembangunan Pasar Tradisional

Dinas Koperasi, UMKM, Perindag Kab. Gorut saat ini juga tengah sibuk melakukan upaya-upaya pembenahan dan pembangunan pasar-pasar tradisional yang selama ini dinilai telah tak layak lagi untuk dijadikan lokasi pertemuan antara pedagangan dan pembeli. Pembangunan Pasar Tradisional Modern (PTM) pun jadi pilihan untuk segera dilaksanakan. Misalnya yang baru saja dibangun oleh Diskop.UMKM Perindag Gorut adalah PTM Ilangata yang menelan anggaran dari Tugas Perbantuan (TB) sebesar Rp.1 M telah diresmikan penggunaannya oleh Bupati Rusli Habibie. “PTM Ilangata ini memiliki dua los dan 30 kios yang dibangun di atas lahan kurang dari satu hektar,” kata Nora. Pengelolaan PTM ini, lanjutnya, ditangani langsung oleh Koperasi Tunas Mandiri dengan pembagian hasil dari pungutan retribusi dan sewa los dan kios 60% ke daerah. Nora menyebutkan, pihaknya sementara ini tengah menggodok pembangunan PTM untuk dapat dilaksanakan di semua lokasi yang ada. “Dari hasil lobi yang telah dilakukan oleh Bupati Rusli Habibie baru-baru ini, didapati anggaran dari Kementerian Perdagangan sebesar Rp.15 M untuk membangun PTM di Desa Pontolo. Tapi anggaran ini nanti akan direalisasikan pada 2011 mendatang oleh Dirjen Anggaran Kementerian Perdagangan dengan kucuran tahap awal sebesar Rp.5 M,” ungkap Nora seraya menyebutkan persyaratan PTM itu harus memiliki sebuah koperasi pengelola dan lahan serta nama-nama pedagangan sebagaimana peruntukkannya. (ge-ams)

MAJALAH “GERBANG EMAS” >> NO. 03 # JUNI 2010

13

POROS
Gerakan Koperasi Luar Negeri erakan koperasi diga-gas oleh Robert Owen (17711858), yang menerapkannya pertama kali pada usaha pemintalan kapas di New Lanark, Skotlandia. Gerakan koperasi ini dikembangkan lebih lanjut oleh William King (1786-1865) dengan mendirikan toko koperasi di Brighton, Inggris. Pada 1 mei 1828, King menerbitkan publikasi bulanan yang bernama The Cooperator yang berisi berbagai gagasan dan saran-saran praktis tentang mengelola toko dengan prinsip koperasi. Keadaan Perekonomian Indonesia pada Masa Ekonomi Liberal Sistem ekonomi liberal mulai dilaksanakan di Hindia Belanda (nama Indonesia ketika masih dijajah Belanda) setelah pemerintah kolonial Belanda menghentikan pelaksanaan "Cultuur Stelseel (sistem tanam paksa). Sejak saat ini para penanam modal/usahawan Belanda berlomba menginvestasikan dananya ke Hindia Belanda. Bangsa Belanda melakukan praktik penindasan, pemerasan dan pemerkosaan hak tanpa prikemanusiaan makin berlangsung ganas, sehingga kemudian kehidupan sebagian besar rakyat di bawah batas kelayakan hidup. Dalam keadaan hidup demikian, pihak kolonial terus-menerus mengintimidasi penduduk pribumi sehingga kondisi sebagian besar rakyat sangat memprihatinkan. Di samping itu para rentenir, pengijon dan lintah darat turut pula memperkeruh suasana. Mereka berlomba mencari keuntungan yang besar dan para petani yang sedang menghadapi kesulitan hidup, sehingga tidak jarang terpaksa melepaskan tanah miliknya sehubungan dengan ketidakmampuan mereka mengembalikan hutang-hutangnya yang membengkak akibat sistem bunga berbunga yang diterapkan pengijon. Timbulnya Cita-Cita Pembentukan Koperasi di Indonesia Penindasan yang terus menerus terhadap rakyat Indonesia berlangsung cukup lama menjadikan kondisi umum rakyat parah. Namun demikian masih beruntung semangat bergotong-royong masih tetap tumbuh dan bahkan berkembang makin pesat. Di samping itu kesadaran beragama juga semakin tinggi. Pada saat itulah mulai tumbuh keinginan untuk melepaskan dari keadaan yang selama ini mengungkung mereka. Pemerintah Hindia Belanda tak segan-segan menyiksa mereka baik fisik maupun mental. Sementara itu para pengijon dan lintah darat memanfatkan kesempatan dan keadaan mereka sehingga makin banyak yang terjepit hutang yang mencekik leher. Dari keadaan itulah timbul keinginan untuk membebaskan kesengsaraan rakyat dengan membentuk koperasi. Konsep Koperasi diperkenalkan untuk pertama kalinya di Indonesia oleh Patih Purwokerto Raden Aria Wiria Atmadja di Purwokerto, Jawa Tengah pada tahun 1896. Dia mendirikan koperasi kredit (Hul-en Sparbank) dengan tujuan membantu Priyayi dan rakyatnya yang terjerat hutang dengan rentenir. Waktu itu, Raden Aria Wiria Atmaja dibantu Asisten Raden Banyumas. Selanjutnya lembaga tersebut berkembang guna memberikan Kredit kepada Petani mengikuti Pola Kopersi Kredit Raiffeisen. Bentuk usaha Koperasi pertama ini kemudian dilanjutkan oleh Boedi MAJALAH “GERBANG EMAS” >> NO. 03 # JUNI 2010

G

14

Oetomo dan Serikat Dagang Islam (SDI), lalu perlahan-lahan diteladani dan dikembangkan oleh beberapa kelompok masyarakat, sehingga mulailah tumbuh kehidupan Koperasi di Indonesia. Di sisi lain, adanya Politik Etis Belanda membuktikan adanya beberapa orang Belanda yang turut memikirkan nasib penderitaan atau kesengsaraan rakyat Indonesia seperti halnya berkaitan dengan koperasi tanah air kita yakni E. Sieburgh dan De Wolf van Westerrede. Kedua nama tersebut banyak kaitannya dengan perintisan koperasi yang pertama-tama di tanah air, yaitu di Purwokerto. Terwujudnya Pendirian Koperasi Sementara itu pergerakan nasional untuk mengusir penjajah tumbuh di mana-mana. Kaum pergerakan pun dalam perjuangan mereka memanfaatkan sektor perkoperasian ini agar tidak membuat ekonomi para pejuang melemah. Titik awal perkembangan perkoperasian di bumi Nusantara ini bertepatan dengan berdirinya perkumpulan "Budi Utomo" pada tahun 1908. Pergerakan kebangsaan yang dipimpin oleh Sutomo dan Gunawan Mangunkusumo inilah yang menjadi pelopor dalam industri kecil dan kerajinan melalui keputusan Kongres Budi Oetomo di Yogyakarta kala itu ditetapkan, bahwa: 1.Memperbaiki dan meningkatkan kecerdasan rakyat melalui bidang pendidikan; 2. Memperbaiki dan meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui koperasi. Sebagai wujud pelaksanaan keputusan kongres tersebut, maka dibentuklah koperasi konsumsi dengan nama "Toko Adil". Sejak saat inilah arus gerakan koperasi internasional mulai masuk mempengaruhi gerakan koperasi Indonesia, yaitu terutama melalui penggunaan sendi-sendi dasar atau prinsip-prinsip Rochdale. Sendi-sendi dasar demokrasi serta dimensi kesamaan hak mulai dikenal dan diterapkan. Dan pada tahun 1912, sendi dasar ini juga yang dipakai oleh organisasi Serikat Islam. Campur Tangan Belanda dalam Perkembangan Koperasi Indonesia Pemerintah Hindia Belanda bersikap tak acuh dan apatis terhadap gejala yang tumbuh di dalam kehidupan beroganisasi di kalangan penduduk pribumi saat itu. Baru pada tahun 1915 disadari bahaya laten dan sendisendi dasar demokrasi yang dianut pergerakan-pergerakan rakyat itu. Pemerintah kolonial lalu mengeluarkan peraturan yang pertama kali mengatur cara kerja koperasi, yang sifatnya le-bih membatasi ruang gerak perkoperasian. Karena Belanda kuatir koperasi akan dijadikan tempat pusat perlawanan, maka Belanda pun mengeluarkan Undang-Undang No. 431 tahun 1915 yang isinya yaitu : - Harus membayar minimal 50 gulden untuk mendirikan koperasi - Sistem usaha harus menyerupai sistem di Eropa - Harus mendapat persetujuan dari Gubernur Jenderal - Proposal pengajuan harus berbahasa Belanda Hal ini menyebabkan koperasi yang ada saat itu berjatuhan karena tidak mendapatkan izin Koperasi dari Belanda. Namun setelah para tokoh Indonesia mengajukan protes, Belanda akhirnya mengeluarkan UndangUndang No. 91 pada tahun 1927, yang isinya lebih ringan dari UndangUndang No. 431, seperti : - Hanya membayar 3 gulden untuk materai - Bisa menggunakan bahasa derah - Hukum dagang sesuai daerah masing-masing - Perizinan bisa di daerah setempat Koperasi pun menjamur kembali hingga pada tahun 1933. Namun

POROS

kemudian keluar lagi aturan yang mirip UndangUndang No. 431, sehingga mematikan usaha koperasi untuk yang kedua kalinya. Adanya peraturan yang baru ini membuat pergerakan perkoperasian nasional mengalami kesulitan untuk berkembang. Kesulitan pelaksanaan koperasi tidak saja dialami oleh Budi Oetomo, melainkan juga dialami oleh pergerakan- pergerakan lainnya, seperti SDI yang dilahirkan pada tahun 1911 silam dipimpin oleh H. Samanhudi. Koperasi Indonesia pada Masa Pendudukan Jepang Pada tahun 1942 Jepang menduduki Indonesia. Pada masa Jepang berkuasa di Indonesia koperasi tidak mengalami perkembangan tetapi justru mengalami kehancuran. Jepang lalu mendirikan "Kumiai", yaitu koperasi model Jepang. Tugas Kumiai mula-mula menyalurkan barang-barang kebutuhan rakyat yang pada waktu itu memang sudah mulai sulit kehidupannya. Politik tersebut sangat menarik perhatian rakyat, sehingga rakyat dengan serentak di Indonesia ramai-ramai mendirikan Kumiai sampai ke desadesa. Awalnya koperasi ini berjalan mulus. Namun kemudian, fungsinya mulai berubah drastis dan menjadi alat jepang untuk mengeruk keuntungan, yang pada akhirnya hanya membuat rakyat jadi sengsara. Jelaslah bahwa Kumiai sangat merugikan perekonomian rakyat, sehingga kepercayaan rakyat terhadap koperasi pun mulai memudar dan hilang. Hal ini merupakan hantaman moral dalam menumbuhkembangkan koperasi di kemudian hari. Pemulihan Kepercayaan Koperasi yang lahir sebagai "Anak Pedesaan" akibat sistem Ekonomi di masa Penjajahan, dilihat para penyusun rancangan Undang-undang Dasar sebagai lembaga Ekonomi Masyarakat yang paling cocok dan sesuai untuk upaya Pendemokrasian Kehidupan Ekonomi Bangsa. Maka karenanya, dicamtumkanlah pada pasal 33 UUD 1945 bahwa bangunan usaha yang sesuai dengan demokrasi ekonomi itu adalah koperasi. Dengan demikian, koperasi adalah amanat konstitusi Indonesia. Karena ketika itu masih banyak permasalahan yang dihadapi untuk mempertahankan kemerdekaan, membuat pemerintah belum dapat menyusun Undang-undang yang mengatur tentang perkoperasian. Baru pada tahun 1958, berhasil ditetapkan Undang-undang Nomor 79 Tahun 1958 tentang perkumpulan koperasi. Menjelang berakhirnya pemerintahan Orde Lama, terbit Undang-undang Nomor 14 Tahun 1965 tentang perkoperasian. Undang-undang ini lebih banyak mengatur peranan dan campur tangan pemerintah dalam kehidupan koperasi, serta mengandung unsur politik "Nasakom", yang membuat koperasi pada masa itu menyimpang dari asas dan sendi dasar koperasi yang sebenarnya. Sikap dan komitmen pemerintah Orde Baru yang bertekat menjalankan UUD 1945 secara murni dan konsekuen, menjadi dasar penataan kembali Undang-undang dan peraturan serta kebijaksanaan politik dan pembangunan. Untuk

mengembalikan koperasi pada asas dan sendi dasar koperasi serta dasar-dasar demokrasi ekonomi, maka diterbitkan Undang-undang Nomor 12 Tahun 1967 tentang Pokok-Pokok Perkoperasian. Dengan lahirnya Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1967 itu, pemerintah mulai melakukan pendekatan pembangunan koperasi secara terencana, sistematis dan bertahap. Pandangan yang dianut pemerintah pada awalnya adalah contoh ke pragmatisme, namun dengan berkembangnya pemikiran selanjutnya pandangan pemerintah secara bertahap diarahkan menuju etikalisme demokrasi ekonomi. Koperasi yang ada di ketika itu pun selanjutnya berusaha menetapkan infrastruktur yang merupakan pilar-pilar kemandirian koperasi masa depan. Hal ini ditunjukkan oleh pembentukan dan berkembangnya BUKOPIN. Tumbuhnya Koperasi Asuransi Indonesia (KAI) serta dibentuknya Koperasi Jasa Audit (KJA) dan Institut Manajemen Koperasi. Dengan adanya infastruktur tersebut berarti koperasi telah memiliki lembaga perbangkan/keuangan, manajemen dan lembaga pendidikan sendiri. Infrastruktur yang kuat dan besar akan sangat membantu meningkatkan peranan koperasi di masa mendatang. Memahami Koperasi Pengertian atau Definisi Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum dengan melaksanakan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sehingga sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan. Pada tanggal 12 Juli 1947, pergerakan koperasi di Indonesia mengadakan konggres koperasi yang pertama di Tasikmalaya. Tanggal dilaksanakannya konggres ini kemudian ditetapkan sebagai Hari Koperasi Indonesia. Lambang Koperasi Indonesia memiliki arti sebagai berikut: a . Rantai melambangkan persahabatan yang kokoh. b. Gigi Roda melambangkan usaha/karya yang terus menerus. c. Kapas dan Padi melambangkan kemakmuran rakyat yang diusahakan oleh Koperasi. d. Timbangan melambangkan keadilan sosial sebagai salah satu dasar koperasi. e . Bintang dalam perisai melambangkan Pancasila sebagai landasan ideal koperasi. f. Pohon beringin melambangkan sifat kemasyarakatan dan kepribadian Indonesia yang kokoh berakar. g. Tuliasan Koperasi Indonesia melambangkan kepribadian koperasi rakyat Indonesia. h. Warna merah dan putih melambangkan sifat nasional Indonesia. Pentingnya Koperasi dalam Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat Koperasi berperan untuk meningkatkan taraf kesejahteraan anggotanya. Keuntugan yang diperoleh dibagikan kepada anggotanya dalam bentuk Sisa Hasil Usaha (SHU). Secara lengkap pentingnya Koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat dapat dilihat dalam tujuan, manfaat,

prinsip, kelengkapan, jenis dan modal koperasi. Tujuan Koperasi ; Koperasi bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Hal ini diperoleh dengan adanya pembagian SHU kepada para anggotanya. Tujuan koperasi ini membedakan koperasi dengan badan usaha lainnya. Secara umum badan usaha lainnya bertujuan untuk memperoleh keuntungan sebesarbesarnya. Manfaat Koperasi; Berikut ini beberapa manfaat koperasi: a . Memenuhi kebutuhan anggota-nya dengan harga yang relatif murah. b. Memberikan kemudahan bagi anggotanya untuk memperoleh modal usaha. c. Memberikan keuntungan bagi anggotanya melalui SHU. d. Mengembangkan usaha anggota koperasi. e . Meniadakan praktik rentenir. Prinsip Koperasi; Menurut UU. No. 25 Tahun 1992 Pasal 5 disebutkan prinsip koperasi yaitu: a . Keanggotaan bersifat suka rela dan terbuka. b. Pengelolaan dilakukan secara Demokratis. c. Pembagian SHU dilakukan secara adil dan sebanding dengan be-sarnya jasa usaha masing-ma-sing anggota (andil anggota tersebut dalam koperasi). d. Pemberian balas jasa yang ter-batas terhadap modal. e . Kemandirian. f. Pendidikan perkoperasian. g. Kerjasama antar koperasi. Kelengkapan Koperasi ; Susunan koperasi berikut ini: a . Anggota; anggota koperasi meliputi: 1. Perorangan, yaitu orang yang secara sukarela menjadi ang-gota koperasi. 2. Badan hukum koperasi, yaitu suatu koperasi yang menjadi anggota koperasi yang memiliki lingkup yang lebih luas. b. Pengurus koperasi; dipilih dari dan oleh anggota dalam rapat anggota, tugas pengurus kope-rasi, mengelola koperasi dan anggotanya, mengajukan ran-cangan kerja koperasi, dan mem-buat laporan keuangan dan per-tanggung-jawabannya. c. Pengawas Koperasi; pengawas koperasi bertugas untuk menga-wasi jalannya koperasi. d. Rapat Anggota; Rapat anggota menjadi pemegang kekuasaan tertinggi dalam koperasi. Rapat anggota dilakukan untuk memin-ta pertanggung-jawaban pe-ngurus dan pengawas dalam hal pengelolaan koperasi. Rapat anggota juga menetapkan ang-garan dasar, mengesahkan ren-cana kerja, menetapkan pemba-gian SHU, serta memilih me-ngangkat dan memberhentikan pengurus dan pengawas kope-rasi. Jenis-Jenis Koperasi; Kope-rasi secara umum dapat dikelom-pokkan menjadi koperasi konsumen, koperasi produsen, dan koperasi kredit usaha (jasa keuangan). Ko-perasi dapat pula dikelompokkan berdasarkan jenis usahanya, yaitu sebagai berikut:

.......bersambung ke hlmn: 29

MAJALAH “GERBANG EMAS” >> NO. 03 # JUNI 2010

15

~foto/dokumentasi: ashin~

16

MAJALAH “GERBANG EMAS” >> NO. 03 # JUNI 2010

~foto/dokumentasi: ashin~

MAJALAH “GERBANG EMAS” >> NO. 03 # JUNI 2010

17

MOMENTUM

P

otensi Sumber Daya Alam (SDA) di Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) tak terbantahkan karena memiliki kelebihan yang amat bernilai untuk dikembangkan secara optimal, di antaranya adalah di sektor Pariwisata serta di bidang kelautan dan perikanan. Dari kekayaan alam pantai dan laut inilah yang kemudian banyak pihak yang tertarik untuk dapat menanamkan modalnya di Kabupaten terbungsu di Provinsi Gorontalo ini. Salah satunya adalah investor asal Canada belum lama ini telah berkunjung

18

MAJALAH “GERBANG EMAS” >> NO. 03 # JUNI 2010

MOMENTUM

ke Gorut dan menyatakan kesiapannya untuk menjalin kerjasama memajukan pembangunan di Gorut melalui sektor Pariwisata. Mr. Robert Friedland, Boss utama Ivanhoe Mines Ltd, perusahaan mineral logam kelas dunia yang beroperasi di berbagai negara dengan tambang utama di Mongolia dan Australia, telah menurunkan tim untuk mensurvey dan segera memilih salah satu pulau yang dinilai baik untuk segera dikembangkan. Pada kunjungan bisnis Mr. Robert Friedland beserta sejumlah stafnya tersebut sempat sekitar satu jam bersama Bupati Rusli Habibie, Ketua DPRD Idrus MT Mopili, dan Kepala Bappeda Risjon K. Sunge menggunakan pesawat pribadi yang dibawa langsung dari Canada, berkeliling di atas perairan Gorut melihat gugusan pulau-pulau sekaligus menikmati keindahan alam pantai yang begitu mempesona. Karena pariwisata Gorut memiliki prospek yang amat menjanjikan itu, Mr. Robert Friedland pun menyatakan akan membantu Pemda Gorut membangun infrastruktur pariwisata berkelas internasional di salah satu pulau di Gorut. Seperti dengan membangun resort yang berfasilitas lengkap. Intinya, Mr. Robert Friedland berencana pariwisata yang akan dibangun adalah paket wisata elit untuk kelas wisatawan mancanegara. Bahkan investor Canada ini yang telah meneken MoU dengan Pemda Gorut ini menyatakan, bahwa selain sektor pariwisata, pihaknya juga tertarik mengembangkan sektor perikanan yang ada di perairan Gorut. Tentu saja, Pemda Gorut tidak akan menyia-nyiakan kesempatan tersebut dan segera memanfaatkan peluang yang ada demi kesejahteraan rakyat Gorut. Menurut Bupati Rusli Habibie, pulau yang akan dipilih untuk dikelola oleh investor Canada itu hanya berstatus kontrak alias pinjam sewa kurang lebih 20 hingga 30 tahun. Apalagi nantinya, kata Bupati Rusli Habibie, Pemda Gorut juga turut secara bersama-sama melakukan kegiatan pembangunan guna mendukung pengelolaan pariwisata ini. Sehingga itu, kata Bupati Rusli Habibie, tak ada yang perlu dikuatirkan, baik saat ini maupun ke depan. Bupati Rusli Habibie mengemukakan, bahwa ini adalah wujud keseriusan Pemda Gorut, baik dalam memberi kemudahan bagi investor maupun dalam hal mempersembahkan yang terbaik bagi daerah dan masyarakat Gorut itu sendiri agar dapat lebih maju dan berkembang lagi ke depan.(ams) MAJALAH “GERBANG EMAS” >> NO. 03 # JUNI 2010

19

PERSPEKTIF

P

20

embenahan pembangunan di Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut), saat ini terlihat jelas sedang ditancap dan dipacu menurut tahapantahapan perencanaan yang matang dan pasti. Sebagian besar sarana dan fasilitas penting berupa infrastruktur yang dapat me-nunjang pergerakan pembangunan ekonomi di daerah ini telah dibangun, dan akan terus dibangun seiring dengan terobosan-terobosan Program Gerakan Pembangunan Ekonomi Masyarakat (Gerbang Emas) yang kian dihentakkan oleh Bupati Rusli Habibie. Menurut banyak kalangan, Kab. Gorut kini tak bisa dipandang sepele. Karena di kabupaten termuda di Provinsi Gorontalo itu memiliki seorang Rusli Habibie selaku pemimpin daerah yang telah matang dalam berpikir dan bertindak, terutama dalam hal bangun-membangun daerah. Kematangan berpikir dan bertindak dari seorang seperti Rusli Habibie itu, menurut kacamata banyak pihak, sangat mempengaruhi pembangunan yang sedang dilaksanakan di daerah yang memang amat membutuhkan sentuhan-sentuhan kepedulian khusus. Menurut banyak kalangan lagi, kepedulian khusus itulah yang dimiliki oleh Rusli Habibie yang jarang sekali dimiliki oleh pemimpin-pemimpin daerah lainnya. Kepedulian khusus itu, kata mereka, dapat dilihat dengan perhatian serius, gairah dan sikap yang tinggi dari Bupati Rusli Habibie yang memegang prinsip: “BERKARYA NYATA Bukan BERKARYA KATA”. Sementara “BERKARYA NYATA Bukan BERKARYA KATA” memiliki makna yang sangat jelas-jelas mengarah kepada keseriusan yang amat mendalam terhadap kepedulian untuk berbuat dan mempersembahkan yang terbaik dalam bertindak, bukan hanya kata-kata. Rusli Habibie sendiri tentu tidak asal sembarangan memetik dan memegang prinsip dan tekad tersebut. Sudah barang tentu prinsip ini nampaknya adalah mewakili sikap dan sifat yang memang telah tertanam dan mengalir di dalam tubuh serta jiwa seorang Rusli Habibie dalam upaya mengukir pembangunan melalui pengabdian sebagai seorang pemimpin. Prinsip dan tekad seperti ini boleh dikata mirip-mirip dengan prinsip para perjuang tempoe doloe, yakni: “MERDEKA atoe MATI”, yang sangat mewakili jiwa dan kobaran semangat yang membara dari para pejuang ketika itu dalam merebut kemerdekaan. Sehingga tak salah dan sangatlah tepat jika saat ini ada pemimpin seperti Rusli Habibie yang mengobarkan semangat melalui prinsipnya yang: BERKARYA NYATA Bukan BERKARYA KATA itu. Karena jika di zaman perjuangan mengusir penjajah dari muka bumi Indonesia terdapat sebuah prinsip dan tekad yang lahir dari para pejuang: MERDEKA Atoe MATI guna merebut kemerdekaan, maka untuk di zaman sekarang prinsip Rusli Habibie yang BERKARYA NYATA bukan BERKARYA KATA itu adalah sebuah tekad yang sangat tepat dilahirkan dan harus segera mendapat dukungan dari seluruh lapisan masyarakat. Sebab sudah pasti dan sangat jelas, prinsip Rusli Habibie itu adalah merupakan sebuah gambaran kepedulian yang sangat besar untuk mengisi kemerdekaan yang amat susah payah direbut oleh para pejuang kemerdekaan. Prinsip dan tekad Rusli Habibie yang “BERKARYA NYATA Bukan BERKARYA KATA” itu memang layak untuk didukung oleh seluruh lapisan masyarakat. Karena ini adalah sebuah kesempatan untuk tidak lagi mendengar MAJALAH “GERBANG EMAS” >> NO. 03 # JUNI 2010

keluhan-keluhan dari masyarakat pinggiran dan pedalaman yang masih kerap mengatakan: “bahwa desa/kampung bersama kami di sini masih belum merdeka”. Keluhan-keluhan yang seperti itu banyak terdengar dari masyarakat miskin, baik yang terpinggirkan maupun masyarakat di pedalaman ketika dengan pasrah mengetahui bahwa hidup mereka sepanjang hayat tidak akan berubah sedikit pun tetap selamanya dililit kesusahan hidup, susah makan karena tak ada mata pencaharian yang tetap, susah berusaha karena tak ada modal, susah membaca karena tak ada penerang, susah berfikir karena tak ada pengetahuan, serta serba susah lainnya, termasuk susah menemui pemimpin untuk berkeluh-kesah karena pemimpin mereka hanya sibuk mengejar kepentingan pribadi, kalau pemimpinnya bisa ditemui tetapi keluhan mereka tetap susah dipenuhi. Mengapa? Karena menurut banyak kalangan, para pemimpin saat ini lebih banyak yang hanya berkarya kata tanpa diikuti dengan keseriusan untuk memperbanyak karya nyata. Lalu? Sekali lagi, “BERKARYA NYATA Bukan BERKARYA KATA” dari Rusli Habibie patut untuk segera didukung penuh oleh seluruh lapisan masyarakat. Kenapa tidak? Sebab hanya inilah jawaban riil yang mampu mengisi pembangunan saat ini.

KILOMETER

ORANG-ORANG luar tidak akan pernah mengetahui potensi kekayaan budaya dan pariwisata kita, jika kita sendiri tidak pernah dan jarang melakukan kegiatan yang bernilai pengalaman dan promosi. Hal tersebut disampaikan Bupati Rusli Habibie pada acara Festival Kemilau Gerbang Emas (KGE), akhir Juni 2010 lalu. Menurut Bupati Rusli Habibie, Festival KGE ini adalah merupakan satu dari sekian banyak alat atau media yang bisa digunakan untuk melakukan kampanye atau siar dan promosi pariwisata yang dimiliki Kabupaten Gorontalo Utara. Bupati Rusli Habibie mengatakan, KGE yang diselenggaran di Pantai Monano, Kecamatan Anggrek, Kab. Gorut ini bukan hanya sebatas pagelaran hiburan seni saja bagi para aparat dan masyarakat, tetapi lebih dari itu banyak kandungan harapan yang dinantikan, terutama adalah harapan agar bagaimana potensi pariwisata di daerah ini bisa lebih dikemas, bisa lebih hidup, lebih dikenal luas, lebih memiliki daya tarik, dan pada gilirannya dapat berkembangkan secara maksimal dan optimal karena dirindukan serta banyak dikunjungi para pelancong baik dari luar maupun dari dalam daerah. Selain itu, kata Bupati Rusli Habibie, pelaksanaan festival KGE ini adalah juga bertujuan untuk menggali dan menumbukan nilainilai seni budaya daerah sebagai aset pariwisata yang layak untuk dinikmati oleh pihak mana saja. Bupati Rusli Habibie menggambarkan, bahwa sungguh betapa menggembirakannya jika pariwisata di Kab. Gorut ini dapat berkembang dengan pengunjung yang dapat mengalir secara bergantian keluar masuk berdarmawisata. Sebab, menurut Bupati Rusli Habibie, jika pengunjung banyak berdatangan di daerah ini, maka tentu akan berdampak positif bagi masyarakat dan daerah ini sendiri, terutama dalam hal perputaran ekonomi yang sudah pasti akan dirasakan oleh masyarakat.

.....bersambung ke hlmn: 24

MAJALAH “GERBANG EMAS” >> NO. 03 # JUNI 2010

21

PERISTIWA

Gorut Siapkan SDM Kembangkan Minapolitan
(GERBANG EMAS News): umput laut adalah merupakan salah satu komoditi yang saat ini termasuk dalam mata dagang internasional dan menjadi produk andalan serta unggulan dalam jajaran komoditi di sektor kelautan dan perikanan. Dari bahan mentah rumput laut dapat dikembangkan ratusan jenis produk yang dimanfaatkan dalam berbagai bidang, antara lain industri makanan, farmasi, kedokteran, kosmetika, kertas dan lain sebagainya. Olehnya itu, budidaya rumput laut harus segera dioptimalkan semaksimal mungkin karena memiliki peranan yang penting dalam usaha meningkatkan produksi perikanan. Upaya meningkatkan produksi rumput laut dapat ditempuh melalui usaha budidaya dengan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang relatif sederhana dan biaya produksi yang murah, sehingga budidaya rumput laut merupakan salah satu sumberdaya yang berbasis keunggulan komporatif dalam menggerakkan perekonomian masyarakat pesisir pantai. Panjang garis pantai 320 Km, membuat Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) Provinsi Gorontalo sebagai daerah yang memiliki potensi besar untuk pengembangan rumput laut, yakni terdapat sekitar 3.840 Ha yang terbentang, namun baru sekitar 256 Ha yang termanfaatkan. Peluang rumput laut Eucheuma Cottonii untuk dikembangkan di wilayah perairan Indonesia khususnya di kab. Gorut begitu besar, sehingga rumput laut dapat menjadi salah satu program unggulan untuk pengembangan daerah Minapolitan serta akan mampu mempercepat program daerah “Gerbang Emas” (Gerakan Pembangunan Ekonomi Masyarakat) yang kini digiatkan oleh Pemda Gorut, dalam hal ini tentu saja untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pembudidaya di daerah ini. Berangkat dari dasar pelaksanaan kegiatan pada Keputusan Kepala Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan Aertembaga Nomor: 27/ BPPP-BTG/DL.210/Kpts/V/2010 tanggal 19 Mei 2010 tentang penyelenggaraan Pelatihan Budidaya

~Budidaya Rumput Laut~

R

22

Rumput Laut Bagi Masyarakat Pembudidaya di Kab. Gorut, pendidikan dan latihan mengenai rumput laut pun dilaksanakan, dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap pembudidaya agar mampu dan terampil mengelola usaha budidaya rumput laut itu sendiri. Kab. Gorut sebagai salah satu Kabupaten di Provinsi Gorontalo merupakan wilayah/kawasan yang termasuk dalam wilayah kerja Balai Diklat Perikanan AertembagaBitung. Pelatihan ini berlangsung selama 7 hari, dari 8 hingga 14 Juni 2010, di Desa Tolongio Kec. Anggrek Kab. Gorut, pesertanya sebanyak 30 orang yang bergelut di bidang usaha budidaya rumput laut Eucheuma Cottnii, yang berasal dari 2 kecamatan, yaitu Kec. Kwandang (Desa Ponelo) dan Kec. Anggrek (Desa Tolongio, Popalo dan Ilangata). Dalam sambutan pembukaanya Sekretaris Daerah Kab. Gorut, Ir. H. Ismail Patamani didampingi Kepala Balai Diklat Perikanan Aertembaga, Pola S.T. Panjaitan, A.Pi,MM mengatakan, sungguh beruntung Kabupaten Gorut menjadi sasaran kegiatan ini, untuk itu para pembudidaya diharapkan dapat menggunakan kesempatan ini sebaik-baiknya dan secara serius mengikuti kegiatan pelatihan untuk mendapatkan ilmu pengetahuan yang dapat diterapkan sebagaimana yang diharapkan. Kurikulum pelatihan disusun

berdasarkan kompetensi kerja calon peserta pelatihan, dengan jumlah jam berlatih 54 jam. Materi yang disampaikan terdiri dari teori 30% dan praktek 70%. Materi yang disajikan antara lain: Penentuan lokasi usaha budidaya rumput laut dan mengukur beberapa parameter kualitas air (suhu, salinitas, kecerahan, kecepatan arus dan kedalaman perairan); Pembuatan Sarana Budidaya Rumput Laut; Morfologi dan Biologi Rumput Laut; Pemeliharaan Rumput Laut; Pemanenan dan Penanganan Pasca Panen; Analisa Usaha Budidaya Rumput Laut. Nampak seluruh peserta sangat antusias mengikuti kegiatan baik teori maupun praktek. Selama proses belajar mengajar pun banyak terjadi pertukaran informasi dan berbagi pengalaman baik antara peserta dengan fasilitator maupun antara peserta dengan peserta. Dalam kegiatan ini peserta membuat wadah budidaya dengan ukuran 100 x 50 m dengan 30 tali ris dan menggunakan 1000 kg bibit ini telah disepakati bersama akan dikelola oleh beberapa orang purna widya dan seluruh peserta bisa memanfaatkannya dengan harga yang disepakati bersama pula. Dalam sambutannya pada acara penutupan, Kepala Balai Diklat Perikanan Aer-

tembaga mengharapkan kiranya kreativitas para peserta bisa tumbuh setelah selesai mengikuti kegiatan pelatihan ini, terutama usaha budidaya rumput laut yang digeluti bisa semakin berkembang dan diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan produksi nasional komoditi rumput laut pada khususnya. Melalui pelatihan ini pula diharapkan SDM Kelautan dan Perikanan di Kab. Gorut akan siap melaksanakan program pengembangan kawasan Minapolitan. ”Diharapkan para pembudidaya rumput laut bisa menjadi penyumbang dalam mendukung visi Kementerian Kelautan dan Perikanan, yakni Indonesia Penghasil Produk Kelautan dan Perikanan terbesar pada tahun 2015, dan kiranya ilmu yang didapat bisa juga ditularkan kepada orang lain yang tidak sempat mengikuti kegiatan ini,” ujar Kadis Kelautan dan Perikanan Kab. Gorut, Dede Soelaeman, A.Pi, M.Si dalam sambutannya yang sekaligus menutup kegiatan pelatihan ini. Dede juga menyampaikan, bahwa harga rumput laut ke depan di Kab. Gorut cukup baik, sehingga prospek pengembangan usaha budidaya rumput laut di daerah inipun amat cerah.(it/ams)

MAJALAH “GERBANG EMAS” >> NO. 03 # JUNI 2010

PERSPEKTIF

Minapolitan & Nasib Nelayan H
ari Nelayan Indonesia yang diperingati, 6 April lalu, bagai menguak riwayat ”urat nadi” negeri bahari ini. Belenggu kemiskinan dan keterbelakangan hingga kini masih melilit kehidupan nelayan. Ketidakpastian penghidupan membuat sebagian nelayan kecil beralih profesi ke sektor informal. Berdasarkan data Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara), tahun 20032008, sekitar 1,2 juta nelayan tangkap sudah enggan turun ke laut lagi. Sebagian dari mereka beralih profesi ke sektor informal di luar perikanan tangkap, misalnya menjadi buruh bangunan, buruh pabrik, atau tukang ojek. Keterbatasan bahan bakar minyak, jeratan utang ke tengkulak, permainan harga jual ikan, dan terbatasnya daya serap industri pengolahan ikan adalah menjadi persoalan klasik yang mendera nelayan hingga hari ini. Kasus penangkapan ikan ilegal di perairan Indonesia oleh nelayan asing, penangkapan ikan dengan alat tangkap yang merusak lingkungan, dan penangkapan ikan yang tidak dilaporkan adalah lingkaran setan yang menggerogoti daya saing nelayan kecil dan tradisional. Di sisi lain, justru terdapat ratusan nelayan asal Indonesia harus ditangkap oleh otoritas keamanan negara tetangga karena dianggap memasuki perairan negara tetangga tersebut. Saat ini, jumlah nelayan Indonesia berkisar 2,7 juta jiwa, 80 persen di antaranya adalah nelayan skala kecil dan tradisional dengan kapasitas kapal di bawah 30 gross ton (GT). Pemerintah menggagas upaya pengendalian penangkapan ikan dan mengurangi kepadatan penangkapan di sejumlah wilayah pengelolaan perikanan dengan mendorong penangkapan ke laut lepas. Caranya, melalui restrukturisasi dan modernisasi armada kapal kecil agar nelayan bisa menjelajah lebih dari 12 mil sampai ke laut lepas. Anggaran merestrukturisasi kapal tahun 2011 diusulkan Rp 1,5 triliun, guna mengganti 1.000 perahu tanpa motor milik nelayan kecil menjadi kapal motor berbobot lebih dari 30 GT beserta alat tangkap ikan. Upaya lain, menekan penangkapan berlebih dengan menggeser fokus peningkatan produksi dari perikanan tangkap ke perikanan budidaya. Dalam periode 2009-2014, Kementerian Kelautan dan Perikanan menetapkan target ambisius menaikkan produksi perikanan 353 persen dengan program andalan, yang disebut minapolitan. Tahun 2010, pemerintah menargetkan pembentukan 28 kawasan minapolitan dengan titik berat komoditas unggulan perikanan budidaya, seperti rumput laut, patin, lele, udang, nila, dan kerapu. Program minapolitan dirancang sebagai sinergi program restrukturisasi kapal nelayan kecil dikuatirkan akan sia-sia sebab tidak mudah mengubah karakter nelayan kecil yang terbiasa menangkap di perairan sejauh maksimum 4 mil ke laut lepas. Selain itu, restrukturisasi ke kapal berbobot besar membutuhkan tambahan modal bahan bakar yang belum tentu bisa dipenuhi nelayan. ”Lompatan kebiasaan menangkap ikan memiliki risiko kegagalan yang tinggi,” ujar Riza. Apalagi nilai jual ikan masih rendah karena sebagian besar dipasarkan dalam bentuk utuh. Utilitas pabrik pengolahan hanya 70 persen membuat produk ikan sulit memiliki nilai tambah. Sebagai ilustrasi, nilai ekspor perikanan Indonesia sekitar 2,3 miliar dollar AS. Pada tahun yang sama, nilai ekspor perikanan Vietnam dengan suplai ikan yang jauh lebih sedikit sebesar 3,4 miliar dollar AS, karena didukung 335 industri pengolahan dengan kapasitas optimal. Upaya nyata menolong nelayan dari jerat kemiskinan adalah membenahi sektor tangkap dari hulu ke hilir. Upaya itu mulai dari perlindungan wilayah tangkap nelayan tradisional agar tidak disusupi nelayan besar yang mengeruk ikan di wilayah tangkapan nelayan kecil. ”Harus ada jaminan hak nelayan untuk mengakses wilayah tangkapan dan perlindungan terhadap perairannya,” ujar Riza. Selain itu, dibutuhkan pembenahan pendataan hasil tangkapan ikan. Ini agar ikan tidak diselundupkan dan ada jaminan pasokan bahan baku ke industri pengolahan. Di sisi lain, pemerintah perlu mendorong pertumbuhan industri pengolahan di sentra-sentra produksi. Usaha pengolahan tidak hanya di skala kecil menengah berupa ikan bakar dan asap, melainkan juga skala industri besar dengan produk olahan yang lebih bervariasi. Kebijakan penghapusan retribusi perikanan yang memberatkan nelayan harus diwujudkan. Jangan sampai kebijakan itu hanya menjadi wacana di tingkat pemerintah pusat, tetapi minim implementasi di tingkat daerah. Segala keberpihakan itu dibutuhkan jika pemerintah serius menolong nelayan terbebas dari jerat ketertinggalan.

Kementerian Kelautan dan Perikanan dan kementerian teknis lain, seperti Kementerian Pekerjaan Umum untuk penyediaan infrastruktur, serta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral untuk pasokan bahan bakar minyak. Adapun minapolitan mengarah pada kawasan perikanan terintegrasi, yang terdiri dari fasilitas pemasaran, perdagangan, serta sarana dan prasarana pendukung usaha. Dalam satu wilayah kabupaten/kota dimungkinkan terdapat beberapa sentra produksi unggulan. Kepala Riset Pusat Kajian Pembangunan Kelautan dan Peradaban Maritim Suhana menilai, program peningkatan produksi budidaya justru kontraproduktif dengan upaya pengendalian perikanan tangkap sebab 60 persen komponen pakan ikan bersumber dari ikan laut. Jika dibanding program agropolitan yang sudah dikembangkan Kementerian Pertanian pada 2002, inti minapolitan tak jauh berbeda, yakni kawasan pengembangan ekonomi berbasis komoditas unggulan. Pada periode pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid, Departemen Eksplorasi Laut dan Perikanan mencanangkan peningkatan produksi ikan tahun 2003 menjadi 9 juta ton dengan target nilai ekspor 10 miliar dollar AS. Namun, data Organisasi Pangan Dunia (FAO) menunjukkan, produksi ikan nasional tahun 2003 hanya 5,8 juta ton dengan nilai ekspor kurang dari 1,7 miliar dollar AS. Pada masa pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri dicanangkan program Gerbang Mina Bahari, yang targetnya sama. Produksi ikan nasional ditargetkan 9,5 juta ton pada 2006 dan Nelayan, Selalu Hidup nilai devisa 10 miliar dollar AS. FAO merilis, readalam Paceklik lisasi produksi ikan tahun 2006 hanya 6,2 juta BADAN Pusat Statistik awal Februari ini merilis ton senilai 2 miliar dollar AS. adanya inflasi harga ikan segar pada Desember Pada periode pertama pemerintahan Presiden 2009-Januari 2010. Kenaikan harga ikan itu suSusilo Bambang Yudhoyono, pemerintah kembali dah diprediksi. Sebagian besar nelayan di Tanah mencanangkan program serupa dengan nama Air sejak akhir 2009 tak bisa melaut akibat gangrevitalisasi kelautan dan perikanan dengan tar- guan cuaca buruk dan gelombang tinggi perairan. get produksi tahun 2009 adalah 9,7 juta ton dan Inflasi harga ikan segar selama dua bulan ternilai ekspor 5 miliar dollar AS. akhir meningkat dari 0,03 persen pada Desember Sekjen Kiara Riza Damanik mengingatkan, ......................bersambung ke halaman: 29 MAJALAH “GERBANG EMAS” >> NO. 03 # JUNI 2010

23

NUANSA

DPR Minta Presiden Sodorkan Dua Nama Calon Kapolri
Jakarta (Gerbang Emas News): Masa jabatan Kapolri Bambang Hendarso, Oktober nanti segera berakhir. DPR pun meminta Presiden agar tidak hanya menyodorkan satu nama, seperti yang selama ini dilakukan. "Kalau hanya satu kan sepertinya DPR itu tukang cap saja," ujar Muhammad Nasir Djamil, Anggota DPR Komisi Hukum dalam diskusi di Warung Daun, Cikini, Rabu (3/7). Menurutnya, jika Presiden bisa menyodorkan lebih dari dua nama, maka akan ada implementasi dari P U S A T....(dari halaman: 21) Festival KGE ini sendiri diisi dengan rangkaian kegiatan seperti, jelajah objel wisata, pemilihan Nou dan Uti Gorontalo Utara 2010, temu wicara, kontes sapi, dan lain sebagainya. Frits Ano selaku Kadis Budaya dan Pariwisata mengharapkan, ke depan festival Kemilau Gerbang Emas ini hendaknya bisa lebih ditingkatkan seiring dengan kemajuan pariwisata di daerah ini pula demokrasi, bahwa demokrasi itu adalah proses memilih. Nasir menilai saat ini pemilihan Kapolri sudah memanas. Sampaisampai, kata dia, sudah muncul tim sukses yang telah melobi kemanamana. "Ini adalah praktek tidak sehat. Kalau nanti terpilih, maka ibarat gerbong, akan menarik timnya ke posisi baik," ujarnya. Sementara itu Wakil Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW), Emerson Yuntho menambahkan, Calon Kapolri sebaiknya memiliki semacam Surat Keterangan Baik. nantinya. Untuk itu, kata Frits, sejak dini pihaknya amat membutuhkan motivasi riil guna membangkitkan dunia pariwisata wisata yang begitu berpotensi untuk dikembangkan. Sementara itu kontes sapi yang juga diselenggarakan dalam festival KGE tersebut mendapat perhatian tersendiri dari pengunjung. Sehingga Wakil Bupati Indra Yasin mengharapkan, bahwa dengan adanya kegiatan pelaksanaan kon"Surat keterangan baik ini dikeluarkan KPK, PPATK dan juga komisikomisi yang ada, misalnya Komisi Perempuan atau Komnas HAM," ujarnya seraya menegaskan surat tersebut penting untuk menjaga integritas Kapolri. Alfons Loemau, mantan anggota Polri menyatakan ada empat kriteria yang harus dimiliki oleh Kapolri, yakni, integritas, kompetensi, wawasan kebangsaan, dan juga kepemimpinan yang kuat. "Satu kriteria lagi, yaitu komitmen untuk menyelesaikan korupsi," katanya.(it/ams) tes ternak berupa penyuntikan ternak secara massal dan gratis tersebut, kiranya bermanfaat buat banyak pihak, terutama para peternak itu sendiri. “Dengan ternak sapi yang unggul, bebas dari penyakit menular serta dapat menghasilkan produksi daging sapi yang Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH), maka tentu mendatangkan dampak baik buat kita semua,” tutur Wabup Indra Yasin. ( it/ams)

P U S A T....(dari halaman: 7) dikembangbiakkan. “Bantuan ini diupayakan segera diwujudkan dari pemerintah pusat,” ujar Risjon. Disampaikannya, selain bantuan sapi yang berhasil dilobi di kementrian PDT, Bupati Rusli Habibie juga berhasil melobi sejumlah bantuan lainnya. Seperti pembangunan jalan poros desa yang akan dibangun di seluruh kecamatan, rehabilitasi sejumlah sekolah, pembangunan air bersih di beberapa desa yang masih membutuhkan air bersih, bantuan perpustakaan sekolah, juga bantuan PLTS untuk masyarakat yang belum bisa menikmati listrik, kucuran dana buat sejumlah koperasi, serta bantuan-bantuan lainnya yang berhasil dilobi. Risjon menjelaskan, bantuanbantuan tersebut memang telah dianggarkan lewat APBN induk. “Namun sejumlah bantuan lainnya menyusul akan dimasukkan dalam penganggaran APBN perubahan mendatang,” ungkap Risjon. Khusus mengenai bantuan sapi, terang Risjon, Pemerintah Pusat bersama Pemerintah Daerah Kab. Gorut tentu masih akan terus berupaya secara bertahap agar bantuan ternak sapi ini terus mengalir hingga merata ke masyarakat di semua kecamatan. (it/ams)

RH Persilakan Idris dan Tonny Pasang Baliho di Gorut
Gorontalo (GERBANG EMAS News) usli Habibie selaku Ketua Umum DPD Partai Golkar Provinsi Gorontalo mengaku tak keberakatan jika ada figur yang mau menancapkan balihonya di Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut), daerah yang dipimpinnya saat ini sebagai bupati. Rusli Habibie bahkan mempersilakan kepada Idris Rahim dan Tonny Uloli jika ingin memasang baliho di Gorut sebagai bentuk kesiapan untuk maju di Pilgub 2011 mendatang. Hal ini disampaikan langsung oleh Rusli Habibie kepada keduanya dalam sebuah kesempatan tatap muka di Rumah Makan Samudra, Kota Gorontalo, Rabu (23/6) lalu. “Sebagai bentuk dan sikap kesiapan menuju pilgub 2011 nanti, Pak Idris Rahim dan Pak Tonny Uloli saya persilakan jika mau memasang baliho di Gorut tanpa dipungut retribusi,” tantang Rusli Habibie. MAJALAH “GERBANG EMAS” >> NO. 03 # JUNI 2010

Persiapan Menuju Pilgub 2011

R

24

Sejumlah pembicaraan sempat dibahas pada acara tatap muka tersebut, diantaranya adalah hubungan Pemkab Gorut dengan Pemprov. Gorontalo selama ini. Namun yang menarik dari pembicaraan yang ada dari ketiganya adalah hanya mengenai suksesi Pilgub 2011 mendatang. Rusli Habibie juga menyarankan kepada keduanya jika ingin memasang baliho nantinya harus diposisikan secara sendiri-sendiri dan terpisah. Ini dimaksudkan, kata Rusli Habibie, agar saat survei mampu mendapat rating sendiri untuk kepentingan 2011 mendatang. Rusli Habibie sendiri mengaku tidak mempermasalahkan kepada figur siapa pun yang ingin memasang baliho di Gorut. “Terserah mereka ingin memajang baliho pilgub untuk papan satu atau papan dua. Ini era demokrasi, silakan saja! Toh, rakyatlah yang akan menentukan siapa figur yang cocok untuk dipilih nantinya,” ujar Rusli Habibie tersenyum.(ge-ams)

NUANSA

Kabinet Di Gorut Kembali Dirombak
Rusli Habibie: Dimutasi Bukan Berarti Dapat Hukuman
Kwandang (GERBANG EMAS News): Kabinet Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) kembali dirombak, mulai dari eselon II, III dan IV, Kamis (24/ 6) lalu. Rusli Habibie selaku Bupati Gorut menuturkan, dimutasi itu bukanlah berarti mendapat hukuman, tetapi ini melainkan sebagai suatu upaya peningkatan kinerja dan regulasi agar dapat berjalan dengan baik lagi seperti yang kerap umumnya terjadi dalam lingkup birokrasi. Pada penetapan mutasi ini, sedikitnya terdapat 9 pejabat eselon II yang diantaranya mengisi posisi baru. “Secara kelembagaan organisasi pemerintah, mutasi merupakan suatu kegiatan yang sudah lazim dan rutin dilakukan dalam rangka membenahi dan mengisi struktur organisasi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan pemerintahan. Apalagi Pemkab rotasi ke pegawaian merupakan suatu hal yang biasa karena ini menyangkut perjalanan karir seorang aparatur guna lebih meningkatkan kinerjanya secara nyata. Sehingga itu, Bupati Rusli Habibie berharap kepada seluruh pimpinan SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara, terutama kepada para pejabat yang baru saja dilantik agar dapat senantiasa mengevaluasi, memacu dan meningkatkan kinerjanya guna mewujudkan amanah yang telah dikemas dalam program Gerbang Emas: Gerakan Pembangunan Ekonomi Masyarakat. “Tentunya dengan satu tekad, yakni berkarya nyata bukan berkarya kata,” tandas Bupati Rusli Habibie. (ge/ams)

Gorontalo Utara selama ini juga masih mengalami kekosongan job,” tutur bupati. Pada kata sambutanya, Bupati Rusli Habibie menjelaskan, bahwa pelaksanaan mutasi dan

DAFTAR PENGANGAKATAN PEJABAT STRUKTURAL ESELON II B DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN GORONTALO UTARA
(Lampiran Keputusan Bupati Gorontalo Utara, Tanggal 23 Juni 2010) N A M A Drs. MOH. SUPRIZAL JUSUF, MM Ir. MOLLY AHMAD, MM MUCHTAR ISA, SE, MM ASRI ODE MUISI, SE, M.Si TUMIRAN HADI, SE IDRUS LABANTU, S.Ag, M.Sc PANGKAT/GOL RUANG Pmbina Utama Muda/IVc Pmbina Utama Muda/IVc Pmbina Tkt.I/IVb Pmbina Tkt.I/IVb Pmbina Tkt.I/IVb Pmbina/IVa J A B A T A N L A M A Staf Ahli Bup. Bid. Pmrintahan Umum Setda Kab. Gorut Kadis Prtanian, Prkebunan & Ktahanan Pangan Kab. Gorut Ka. Plh. Badan Narkotika Kab. Gorut Staf Ahli Bup. Bid. Kesra Setda Kab. Gorut Kaban. Lingkungan Hidup Kab. Gorut Kaban.Ksatuan Bangsa, Politik, Prlindungan Msyarakat & Satpol PP Kab. Gorut Camat Kecamatan Kwandang Kab. Gorut Sekretaris DPRD Kab. Gorut Asist.Playanan Publik Setda Kab. Gorut B A R U Asist.Playanan Publik Setda Kab. Gorut Kaban. Lingkungan Hidup Kab. Gorut Sekretaris DPRD Kab. Gorut Ka. Plh. Badan Narkotika Kab. Gorut Staf Ahli Bup. Bid. Kesra Setda Kab. Gorut Kadis Prtanian, Prkebunan & Ktahanan Pangan Kab. Gorut Kaban.Ksatuan Bangsa, Politik, Prlindungan Msyarakat & Satpol PP Kab. Gorut Kaban. Pnanggulangan Bncana Daerah Kab. Gorut Mmasuki Purnabakti PNS di Lingkungan Pemkab Gorut ESELON II B II B II B II B II B II B

DJAMALUDIN BUTANG, S.Sos

Pmbina/IVa

II B

Drs. OSCAR LADIKU Hi. JUSUF LASUNTE, S.Sos. M.Sc

Pmbina Tkt.I/IVb Pmbina Utama Muda/IVc

II B

MAJALAH “GERBANG EMAS” >> NO. 03 # JUNI 2010

25

DIMENSI

DAFTAR PENGANGAKATAN PEJABAT STRUKTURAL ESELON III A PEMKAB. GORONTALO UTARA
(Lampiran Keputusan Bupati Gorontalo Utara, Tanggal 23 Juni 2010) N A M A Amin T. Rachman, BSc Min Yunus Halidun Lihu, SE Isjrak, S.Pi Hasna Habibie, S.IP Ren Ilham Suherfi, SE Gunalan, A.P, M.Si PANGKAT/GOL RUANG J A B A T A N L A M A B A R U ESELON III A III A III A III A III A III A III A III A III B III B III B III B III B III B III B III B III B III B III B III B III B III B III B III B III B III B III B III B III B

Pmbina Tkt.I/IVb Sekretaris Dinas Hubkominfo Kab.Gorut Pmbina/IVa Pnata Tkt.I/IIId Pmbina/IVa Pmbina/IVa Pmbina Tkt.I/IVb Pmbina/IVa

Abdulwahab R.Paudi, S.IP Pnata Tkt.I/IIId Dra. Karlina Jahya Junaidi Kiay Demak Suharso Rifai, S.IP, MM Drs. Sutrisno, ME Haripin, S.Pd Edwin, Amd, PKB Jhon Palu, S.Pd Ramdin Montu Nilawati Ismail, S.PI Ir. Musa Ary Pmbina/IVa Pnata Tkt.I/IIId Pmbina/IVa Pmbina/IVa Pmbina/IVa Pnata/IIIc Pmbina Tkt.I/IVb Pmbina/IVa Pnata Tkt.I/IIId Pmbina/IVa

Sih Rumianti Sukaedi, S.St Pmbina/IVa Yuco Tangahu Hj. Hadidjah Olii, SKM Hj. Juslin Hasan, S.IP Jamaludin Liputo, S.Sos Drs. Uraip Mopi, M.Si Burhanudin Napu, S.Pd Drs. Hartono Rahim Junus Eraku, S.Pd Iwan Nento Musa Arsyad, S.IP Pmbina/IVa Pnata Tkt.I/IIId Pmbina/IVa Pnata/IIIc Pmbina/IVa Pnata Tkt.I/IIId Pmbina/IVa Pnata Tkt.I/IIId Pnata/IIIc Pnata Tkt.I/IIId

Inspktur Pmbantu Bid.Kkyaan Daerah/ Preknomian Inspktrat Kab. Gorut Inspktur Pmbantu Bid.Kkyaan Daerah/ Inspktur Pmbantu Bid.Pmrintahan/ Aparatur, Preknomian Inspktrat Kab.Gorut Inspktrat Kab.Gorut Plt. Inspktur Pmbantu Bid.Keu/Pmbngunan, Inspktur Pmbantu Bid.Keu/Pmbangunan, Inspktrat Kab.Gorut Inspktrat Kab.Gorut Skrtaris Dinas Klautan & Priknan Kab.Gorut Inspktur Pmbantu Bid.Kessos/Pmbdayaan Msyrakat, Inspktorat Kab. Gorut Staf Dinas Huttamben Kab.Gorut Sekrtaris Dinas Klautn &Priknan Kab. Gorut Kabid.Hub.Darat, Dinas Hubkominfo Sekretaris Dinas Hubkominfo Kab. Gorut Kab.Gorut Inspktur Pmbantu Bid.Kessos/Pmbdayaan Sekretaris Badan Pnaggulangan Bncana Msyrakat, Inspktrat Kab.Gorut Daerah Kab. Gorut Kabid.Pmuda, Olahrga & Kbudayaan, Dispora Camat Kecamatan Kwandang Kab. Gorut Kab. Gorut Kabid.Pngwasan Naker, Disnakertrans Kabid.Playanan & Rhabilitasi Sosial, Dinas kab.Gorut Sosial Kab. Gorut Kabid.Energi, Dinas Huttamben Kab. Gorut Skretaris Plh. Badan Nrkotika Kab. Gorut Kabid.Komniksi & Infrmsi, Dinas Hubkominfo Kabid.Pngndalian Pncemaran Lingk. & Kab.Gorut Krusakan Lingk., BLH Kab.Gorut Kabid.Hub.Industrial & Syrat Krja, Dinas Kabid.Pngwasan Naker, Disnakertrans kab. Nakertrans kab. Gorut. Gorut Kabid.Rhablitasi & Rkonstrksi, Badan Kabid.Hub.Industrial & Syrat Krja, Dinas Pnaggulngan Bncana Daerah Kab. Gorut Nakertrans kab. Gorut. Kasi.Pngujian Kndaraan Brmtor, Dinas Kabid.Hub.Darat, Dinas Hubkominfo Kab. Hubkominfo Kab. Gorut Gorut Skretaris Plh. Badan Nrkotika Kab. Gorut Kabid.Hub.Laut, Dinas Hubkominfo Kab. Gorut Kabid.Pngndalian Pncemaran Lingk. & Kabid.Komniksi & Infrmsi, Dinas Hubkominfo Krusakan Lingk., BLH Kab.Gorut Kab.Gorut Staf Bappeda Kab. Gorut Kabid.Prikanan Bdidaya & Psisir, Dinas Klautan & Prikanan Kab. Gorut Kabid.Prikanan Bdidaya & Psisir, Dinas Klautan Kabid.Pnyluh Prikanan,Badan Plksana Pnyluh & Prikanan Kab. Gorut Prtanian Prikanan & Khutanan Kab. Gorut Kabid.Pnyuluh Prikanan, Badan Plaksana Kabid.Pnataan Lingk. & Kmuniksi, Badan Lingk. Pnyuluh Prtanian Prikanan & Khutanan Kab. Hidup Kab. Gorut Gorut Kabid.Pnataan Lingk. & Kmuniksi, Badan Lingk. Kabid. Pnyluh Khutanan, Badan Plaksna Hidup Kab. Gorut Pnyluh Prtanian, Prikanan & Khutanan Kab. Gorut Staf Badan Pmbrdayaan Msyrakat, Prmpuan, Kabid.Pmbrdayaan Prempuan, Badan Pmbr& KB Kab.Gorut dayaan Msyrakat, Prempuan & KB Kab. Gorut Staf Badan Pmbrdayaan Msyrakat, Prmpuan, Kabid.Kel. Sjahtra, Badan Pmberdayaan & KB Kab.Gorut Msyrakat, Prempuan & KB Kab. Gorut Sekcam. Kec. Gentuma Raya Kab.Gorut Kabid. Pngeleloaan Pasar, Dinas Koperasi, UMKM, Perindag. Kab. Gorut Kabid. Pngeleloaan Pasar, Dinas Koperasi, Kabid.Rhablitasi & Rkonstrksi, Badan UMKM, Perindag. Kab. Gorut Pnaggulngan Bncana Daerah Kab. Gorut Kasi. Srana Kmniksi Desiminasi Infrmasi, Dinas Sekcam. Kec. Gentuma Raya Kab. Gorut Hubkominfo Kab. Gorut Kasi Kurikulum & Pngndalian Mutu Pndidikn, Kabid.Pndidikn Mnengah & PT (Dikmenti), Dispora Kab. Gorut Dispora Kab. Gorut Kasi Pmuda, Dispora Kab. Gorut Kabid.Pmuda, Olahrga & Kbudayaan, Dispora Kab. Gorut Kasi.Tnaman Pngan &Hltikltura,Dinas Prta- Kabid.Prtanian, Dinas Prtnian, Prkebunan & nian, Prkbunan &Ktahanan Pngan Kab. Gorut Ktahanan Pangan Kab. Gorut. Kabid.Pnyuluh Khutanan, Badan Plaksana Kabid.Energi, Dinas Huttamben Kab. Gorut Pnyluh Prtanian, Prikan&Khutanan Kab. Gorut

26

MAJALAH “GERBANG EMAS” >> NO. 03 # JUNI 2010

DIMENSI
DAFTAR PENGANGAKATAN PEJABAT STRUKTURAL ESELON IVA-IVB PEMKAB. GORONTALO UTARA
(Lampiran Keputusan Bupati Gorontalo Utara, Tanggal 23 Juni 2010) N A M A Felmy A.B. Amu, SH Serlif Fangiday Jahya M. Bawode Wawan Setiawan Osa N. Abuniyo Deni Panigoro, SST Meis Ibrahim, SP PANGKAT/GOL RUANG J A B A T A N L A M A B A R U ESELON IV A IV A IV A IV A IV A IV A IV A

Pnata Muda Tkt. I/IIIb Staf Bagian Hukum & Orgnisasi Setda Kasubag. Organisasi Bagian Hukum & Orgnisasi Setda Kab. Gorut Kab. Gorut Pnata Muda Tkt.I/IIIb Staf Dinas Huttamben Kab. Gorut Penata Tkt. I/IIId Penata Tkt.I/IIId Kasi. Rhabilitasi & SDA, Dinas Huttamben Gorut Staf pada Badan Pmberdayaan Kasubid.Pmbrdayan&Ktahanan Kel.,Badan Pmbrdayan Masy., Prmpuan, &KB Kab.Gorut Msyrkat, Prmpuan, & KB Kab.Gorut Staf Badan Pmbrdyaan Msyrkat, Kasi.Klembagaan &Usaha Koperasi, Dinas Kprasi, UMKM, Perindag Kab. Gorut Prempuan, & KB Kab. Gorut

Pnata Muda Tkt.I/IIIb Staf Dinas Kprasi, UMKM, Perindag Kab. Kasi.UKM, Pmbiayaan &Simpan Pinjam, Dinas Kprasi, UMKM, Perindag Kab. Gorut Gorut Pnata Muda Tkt.I/IIIb Staf Badan Plksna Pnyluh Prtanian, Kasubag.Keu, Badan Plaksana Pnyluh Prtanian, Prikanan, &Khutanan Kab. Gorut Prikanan, &Khutanan Kab. Gorut Penata/IIIc Staf Badan Plksna Pnyluh Prtanian, Kasubid.Klembagaan &Pnyluh Prikanan, Badan Plaksana Pnyluh Prtanian, Prikanan, Prikanan, &Khutnan Kab. Gorut &Khutanan Kab. Gorut Kasubag.Keu., Dinas Budpar Kab. Gorut Kasubag.Pmbrdayan Masy.&Kmnikasi Lingk., BLH Kab. Gorut Staf BLH Kab. Gorut

Atmin Latif Drs. Sakirun B. Nawu Kartin Abdullah, ST Moh. Tamrin S, S.Pd Djaura Usman Ahmad Abdul Mariaty Yunus Muna K. Usman Fintrianty Pajuju, S.Pi Jusni Bolilio Sarco Boky, S.Pd Irwan A. Usman, S.Pd,M.Pd Warty Nusa, S.Pd Suwarni Kasmir Boky, S.Pd Herlina L. Desei, S.Pd Rubianty S.Th. Djunu, SP Farial D. Usu, S.Ag Armand Mantu, S.Ag Rohana Lihawa

Pnata Muda Tkt.I/IIIb Staf Dinas Budpar Kab. Gorut Pembina/IVa

IV A IV A IV A IV A IV A IV A IV A IV A IV A IV A IV A IV A IV A IV A IV A IV A IV A IV A IV A IV A

Pnata Muda Tkt.I/IIIb Staf Bagian Pmbangunan Setda Gorut Kasubag.Pnyusunan Program, Bagian Pmbangunan Setda Kab. Gorut Pnata Muda Tkt.I/IIIb Staf Skrtriat DPRD Kab. Gorut Kasubag.Dokmntasi, Skretariat DPRD Gorut Pnata Muda Tkt.I/IIIb Staf Dinas Pndpatan, Pnglolaan Keu. & Kasi.Prbndaharaan, Dinas Pndptan, Pnglolaan Keu.&Aset Daerah Kab. Gorut Aset Daerah Kab. Gorut Penata/IIIc Staf Dinas Prtanian, Prkbunan, Kasi.Prluasan Areal, Dinas Prtanian, Prkbunan, &Ktahanan Pangan Kab. Gorut &Kthanan Pangan Kab. Gorut

Pnata Muda Tkt.I/IIIb Kasi.Pndataan Aset, Dinas Pndpatan, Kasi.Seni& Sastra Bud, DinasBudpar Gorut Pngelola Keu.&Aset Daerah Kab. Gorut Pnata Muda Tkt.I/IIIb Staf Ktr Camat Kwandang Kab. Gorut Kasi.Sos-Kesra, Ktr.Camat Kwandang Gorut Pnata Muda Tkt.I/IIIb Staf Ktr Camat Kwandang Kab. Gorut Kasi.Ekonomi, Ktr Camat Kwandang-Gorut Penata/IIIc Penata Tkt.I/IIId Penata Tkt.I/IIId Pembina/IVa Penata/IIIc Pembina/IVa Kasubag. Evaluasi &Plaporn, Bagian Kasi.Pncegahan, Badan Nrkotika Kab.Gorut Pmbangunan Setda Kab. Gorut Kasi.Kbudayaan, Dispora Kab. Gorut Kasi.Usaha Indstri,Pngan,Sandang &Krajinan, Dinas Kprasi, UMKM, Perindag Kab. Gorut Kasi.Pemuda, Dispora Kab.Gorut Kasi.Kurikulum& Pngndalian Mutu Pend., Dispora Kab.Gorut Kasi.PAUD, Dispora Kab.Gorut Kasi.Pngawas Kessos, Inspktrat Daerah Gorut

Kep.SDN 2 Biau Kec. Tolinggula- Gorut Kasi.Kebudayaan, Dispora Kab.Gorut Kepala SMP 7 Kwandang Kab. Gorut Guru SMP 1 Kwandang Kab. Gorut Staf Dispora Kab. Gorut

Grace Parlin D.M, S.Pd, M.Pd Pnata Muda Tkt.I/IIIb Guru SMA 1 Atinggola Kab. Gorut

Pnata Muda Tkt.I/IIIb Staf Bagian Tata Pmrintahan Setda Kasi.Pmbenihan &Prlindungn Tnaman, Dinas Prtanian, Prkbunan &Ktahanan Pangan Gorut Kab.Gorut Pnata Muda Tkt.I/IIIb Staf Bagian Umum Setda Kab. Gorut Kasubag.Umum &Kepeg., Dinas Kprasi, UMKM, Perindag Kab. Gorut

Pnata Muda Tkt.I/IIIb Staf Badan Pmberdayaan Msyrkat, Kasubid.Klembagaan Masy.&Sosbud, Badan Pmbrdyan Msyrkat, Prmpuan, &KB Kab. Gorut Prmpuan, & KB Kab.Gorut Pembina/IVa Kabid.Prtanian, Dinas Prtanian, Kasubid.Pnyebaran &Pngelolaan Lahan &Air, Prkbunan &Ktahanan Pangan Kab. Dinas Pternakan &Keswan Kab. Gorut Gorut Staf Kantor Kab.Gorut Camat Kwandang Kasubag.Program &Keu., pada Kantor Camat Kwandang Kab. Gorut

Rusni Polinggapo

Pnata Muda III/a

IV B

MAJALAH “GERBANG EMAS” >> NO. 03 # JUNI 2010

27

TEROPONG

28

MAJALAH “GERBANG EMAS” >> NO. 03 # JUNI 2010

TEROPONG

MINAPOLITAN........(dari halaman: 23) 2009 menjadi 0,07 persen pada Januari 2010. Inflasi itu dipicu oleh meningkatnya harga jual ikan segar di dalam negeri. Kenaikan harga ikan terasa wajar di tengah seretnya hasil tangkapan ikan nelayan. Sementara itu, produksi perikanan budidaya belum dapat diandalkan untuk mencukupi kebutuhan ikan segar di masyarakat. Data Kementerian Kelautan dan Perikanan menunjukkan, produksi perikanan tangkap di Indonesia selama 2009 sekitar 5,28 juta ton, sedangkan perikanan budidaya 4,78 juta ton. Kepala Riset Pusat Kajian Sumber Daya Kelautan dan Peradaban Maritim Suhana memperkirakan, inflasi harga ikan segar masih akan terjadi hingga akhir Februari 2010. Hal ini seiring dengan ramalan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika yang memperkirakan, cuaca buruk di perairan Indonesia akan berlangsung sampai akhir Februari. Dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, pada pertengahan Februari atau puncak musim hujan, pembudidaya ikan sering kali gagal panen. Sentra perikanan budidaya, seperti Waduk Jatiluhur dan Cirata di Jawa Barat, setiap tahun mengalami kematian massal ribuan ton ikan akibat kekurangan oksigen. Ini karena rendahnya penyerapan sinar matahari selama musim hujan ataupun karena pergerakan massa air dari dasar perairan yang membawa racun endapan sisa pakan. Lalu, apakah kenaikan harga ikan segar di pasar berdampak pada peningkatan kesejahteraan nelayan dan pembudidaya ikan? Data BPS menunjukkan, harga ikan naik, tetapi nilai tukar nelayan pada Desember 2009 justru turun 0,29 persen dibanding bulan sebelumnya. Turunnya pendapatan nelayan itu dipicu kebutuhan rumah tangga dan biaya produksi yang semakin tinggi selama masa paceklik. Nasib nelayan seolah tak lepas dirundung malang. Harga ikan jatuh saat panen raya dan ongkos produksi melambung saat paceklik. Padahal, SEJARAH...(dari halaman: 15) a . Koperasi simpan pinjam adalah koperasi yang melayani kegiatan peminjaman dan penyimpanan uang para anggotanya. b. Koperasi konsumsi adalah koperasi yang usahanya memenuhi kebutuhan sehari-hari anggota koperasi. c. Koperasi produksi adalah koperasi yang anggotanya menghasilkan produk yang dapat dijual atau dipasarkan. Berdasarkan keanggotaanya, koperasi dapat dibedakan menjadi sebagai berikut: a . Koperasi Unit Desa (KUD) adalah koperasi yang beranggotakan masyarakat pedesaan dan melayani kebutuhannya, terutama kebutuhan dibidang pertanian. b. Koperasi Pasar adalah koperasi yang beranggotakan pedagang pasar. c. Koperasi Sekolah adalah koperasi yang beranggotakan siswa-siswa sekolah, karyawan sekolah dan guru. d. Koperasi pegawai Negeri adalah koperasi yang beranggotakan pegawai negeri.

tak jarang nelayan harus mempertaruhkan nyawa di ganasnya ombak. Nelayan juga tak pernah lepas dari jerat utang kepada tengkulak, baik untuk modal melaut, membeli alat produksi, maupun biaya hidup sehari-hari. Dengan demikian, nelayan tak punya pilihan kecuali menjual ikannya kepada tengkulak dengan harga yang ditetapkan tengkulak. Ini berbeda dengan nelayan di Jepang. Mereka punya koperasi nelayan yang kuat, dengan organisasi tertata baik sehingga mampu mengelola tempat pelelangan ikan secara mandiri. Nelayan pun punya posisi tawar relatif kuat. Harga jual ikan pun naik jika pasokan turun dan harga stabil jika pasokan berlebih. Waktu melaut diatur, begitu pula jenis tangkapan. Butuh Pengolahan CUACA bukan satu-satunya penghalang bagi nelayan. Minimnya akses permodalan juga adalah menjadi hambatan nelayan dan pembudidaya ikan. Data Kementerian Kelautan dan Perikanan menunjukkan, alokasi kredit usaha rakyat (KUR) untuk sektor perikanan tahun 2009 hanya 0,5 persen dari total KUR. Masalah lain yang juga harus dihadapi adalah belum dipenuhinya sarana bahan bakar minyak khusus nelayan dan pembudidaya ikan. Infrastruktur listrik, air bersih, pasokan es di sentra nelayan, dan tingginya harga pakan adalah sederet persoalan yang masih menghantui nelayan dan pembudidaya ikan. Tahun ini pemerintah berencana membangun gudang pendingin (cold storage) guna mengatasi fluktuasi harga ikan di pelabuhan dan menopang bahan baku industri pengolahan ikan. Gudang pendingin dibangun di tiga lokasi, yaitu di Pelabuhan Perikanan Nusantara Bitung Sulawesi Utara, Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman Jakarta, dan Pelabuhan Perikanan Nusantara Brondong Jawa Timur. Namun, Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Martani Huseini menyatakan,

pembangunan gudang pendingin itu sangat bergantung pada ketersediaan anggaran pemerintah, infrastruktur, pasokan air, dan listrik di wilayah itu. Kendala infrastruktur dan permodalan tidak hanya berpengaruh pada produktivitas, tetapi juga kesejahteraan nelayan. Sebagian besar nelayan sulit mempunyai mata pencarian alternatif untuk menghadapi musim paceklik yang datang selama empat bulan setiap tahun. Keinginan Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad menjadikan Indonesia produsen perikanan terbesar dunia, dengan target produksi perikanan budidaya 16,89 juta ton pada 2014, hanya jadi angan-angan apabila tanpa diimbangi penguatan usaha perikanan. Beberapa langkah perlu ditempuh untuk menuju ambisi itu. Pertama, mempermudah akses permodalan bagi nelayan dan pembudidaya dengan menciptakan skema permodalan yang mudah diakses nelayan. Kedua, meningkatkan pasokan bahan bakar dan stasiun pengisian bahan bakar khusus nelayan dan pembudidaya ikan di seluruh wilayah Indonesia. Ketiga, memperkuat industri pengolahan ikan nasional agar mampu menyerap hasil produksi nelayan dan pembudidaya ikan. Jadi, tak ada lagi fluktuasi harga yang ekstrem. Keempat, menciptakan skema penyelamatan nelayan pada masa paceklik melaut, seperti tabungan dana paceklik dan asuransi nelayan. Jadi, ketergantungan nelayan terhadap tengkulak dapat ditekan. Kelima, menyediakan alternatif pakan dengan bahan yang murah dan mudah diperoleh. Sudah saatnya negeri bahari ini berpaling ke laut menghidupi dan menjadi penghidupan mayoritas penduduknya. Tatkala kekayaan perairan yang begitu melimpah di perairan nusantara ini tak mampu membangkitkan kesejahteraan nelayan dan pembudidaya, maka negeri ini ibarat meng-ali kubur sendiri. Karena sungguh, nelayan kita amat merindukan untuk tidak terus tenggelam dalam ketidakpastian dan kemiskinan.(bml/ams) lama ini di Kec. Anggrek, melaksanakan sosialisasi pentingnya menghindari gizi buruk dengan menggandeng pihak Legislatif dari dapil Anggrek, Fatmawati Bunuiyo. Menurut Ny. Idah, sosialisasi ini dimaksudkan kepada para ibu hamil, dan ibu-ibu yang memiliki balita agar sebisa mungkin memasak makanan yang bergizi, meski bahannya diambil dari bahan makanan sehari-hari yang mudah didapat tanpa mengeluarkan biaya besar. Seperti telur, sayuran, tempe, tahu, dan lain sebagainya. Sebab bagaimana pun, katanya, dalam membangun daerah, masalah gizi buruk adalah menjadi tanggungjawab semua pihak. Sehingga itu, Ny Idah meminta keseriusan dari seluruh pihak yang terkait untuk mengatasi kasus gizi buruk di Gorontalo Utara ini. “Kita butuh dukungan maupun partisipasi dari seluruh kalangan, baik pemerintah eksekutif, legislatif maupun masyarakat lainnya dan terutama para orang tua balita itu sendiri,” katanya seraya menegaskan membangun daerah harus diawali dari pembenahan derajat kesehatan masyarakat.(it/ams)

Sumber Modal Koperasi; Adapun modal koperasi terdiri atas modal sendiri dan modal pinjaman . a . Modal sendiri; Simpanan pokok, Simpanan wajib, Dana cadangan, dan Hibah. b. Modal pinjaman; Anggota dan calon anggota, Koperasi lainnya/anggotanya yang didasari dengan perjanjian kerjasama antar koperasi, Bank atau lembaga keuangan lainnya, Penerbitan obligasi dan surat hutang lainnya, dan Sumber lain yang sah.(it/ams)
NY. IDAH....(dari halaman: 7) Rangkul Legislatif Berantas Gizi Buruk Setelah selama ini banyak bekerjasama dengan pihak eksekutif, TP-PKK Kab. Gorut pun merangkul pihak legislatif dalam meningkatkan terobosan pelayanannya terhadap masyarakat, terutama di bidang kesehatan. Langkah ini ditempuh agar dapat menanggulangi kasus-kasus gizi di daerah Gerbang Emas pada tahun 2010 ini. TP-PKK Gorut melalui Pokja 4 yang membidangi kesehatan ini pun, belum

MAJALAH “GERBANG EMAS” >> NO. 03 # JUNI 2010

29

SERBA-SERBI

30

dihantam 'badai luar angkasa' tersebut. Jaringan listrik di Inggris akan mengalami panas yang sangat berlebihan, akan ada gangguan perjalanan udara. Sementara, kerja peralatan elektronik terganggu, alat navigasi, dan satelit utama buatan manusia berhenti beroperasi -- saat Matahari mencapai kekuatan maksimumnya dalam beberapa tahun mendatang. Para ilmuwan senior NASA yakin, Bumi akan terpukul oleh tenaga magnetis dari jilatan api Matahari dalam level yang tak diketahui, setelah Sang Surya 'bangun dari tidurnya yang panjang' suatu hari di tahun 2013. Demikian diungkap dalam artikel yang ditulis di The Daily Telegraph. Dalam peringatan terbarunya, NASA bahkan mengatakan, badai superkuat akan memukul bumi seperti 'kilat'. Efeknya, bisa mengakibatkan bencana bagi kesehatan di dunia, layanan gawat darurat dan juga kemanan nasional -- kecuali tindakan pencegahan sudah diambil sebelumnya. Para ilmuwan percaya, badai matahari dapat merusak segala sesuatu, dari sistem layanan darurat, peralatan rumah sakit, sistem perbankan dan perangkat kontrol lalu-lintas udara, hingga barang-barang sehari-hari seperti komputer dan iPod. Karena ketergantungan manusia pada perangkat elektronik, yang sensitif terhadap energi magnetik, badai matahari bisa berarti kerugian besar dan berpotensi menjadi masalah serius bagi pemerintahan suatu negara yang terkena jilatan matahari tersebut. "Kita tahu bahwa badai matahari akan datang, tapi kita tidak tahu seberapa buruk yang akan terjadi," kata direktur divisi Heliophysics NASA, Dr.Richard Fisher, seperti dimuat laman Telegraph, 14 Juni 2010 lalu. "Ini akan mengganggu kerja perangkat komunikasi seperti satelit dan navigasi mobil, perjalanan udara, sistem perbankan, komputer, segala sesuatu yang elektronis. Ini akan menimbulkan masalah besar bagi dunia," ungkapnya. Disebutkannya, sebagian wilayah Bumi akan kehilangan tenaga listrik. Dan untuk memperbaiki kerusakan yang ada, membutuhkan waktu yang cukup lama. Dalam konferensi cuaca yang diselenggarakan baru-baru ini di Washington DC, yang dihadiri para ilmuwan NASA, pembuat kebijakan, peneliti dan pejabat pemerintah, peringatan bahaya badai matahari sempat diberitahukan. Ini, kata Fisher, bukan sekadar peringatan, melainkan peringatan yang paling komperehensif. Badai, yang akan menyebabkan Matahari mencapai suhu lebih dari 10.000 F atau 5.500 derajat celcius -- sesuatu yang jarang terjadi. Setiap siklus 22 tahun, energi magnetik Matahari mencapai puncaknya, sementara, jumlah bintik matahari (flare) mencapai maksimum setiap 11 tahun. Kejadian pada 2013 diperkirakan sebagai penggabungan dua fenomena tersebut dan menghasilkan tingkat radiasi besar. Dia mengatakan sambil menggeleng-gelengkan kepala, bahwa sebagian besar wilayah dunia bisa menghadapi hidup tanpa listrik selama beberapa bulan. Alternatif yang lebih mungkin adalah bahwa daerah yang luas, termasuk Eropa Utara dan Inggris yang memiliki jaringan listrik yang rapuh akan mengalami kelumpuhan energi secara total, hidup tanpa listrik selama beberapa jam, atau beberapa hari. Menurut Fisher, persiapan harus dilakukan, pada level sama seperti menghadapi angin topan -- saat pemerintah tahu bencana sudah dekat namun tak tahu seberapa besar kerusakan yang akan terjadi. MAJALAH “GERBANG EMAS” >> NO. 03 # JUNI 2010

(GERBANG EMAS News): ational America Aeronautics and Space Administration (NASA) atau Badan Antariksa Amerika Serikat memperingatkan bakal terjadi badai matahari yang sangat berbahaya. Sejumlah negara, termasuk Inggris akan menghadapi mati listrik dan hilangnya jaringan komunikasi secara meluas setelah Bumi

N

"Saya pikir, yang jadi masalah utama adalah bahwa saat ini masyarakat modern sangat bergantung pada elektronik, ponsel dan satelit daripada sebelumnya," katanya. Sebelumnya, National Academy of Sciences, dua tahun lalu, telah memperingatkan, jaringan daya, GPS navigasi, perjalanan udara, jasa keuangan dan komunikasi radio darurat bisa terganggu oleh aktivitas Matahari. Kerusakan ekonomisnya bisa dua puluh kali lebih parah dari Badai Katrina yang menghancurkan New Orleans pada tahun 2005 dan merugikan secara ekonomi sekitar US$ 125 miliar. Tindakan apa saja yang bisa dipersiapkan suatu negara? Kata Fisher, adalah tindakan pengamanan. Termasuk pembuatan sistem cadangan energi untuk rumah sakit dan pembangkit listrik, pengembangan satelit yang lebih aman. Saat ini, NASA terus menyelidiki pengaruh badai matahari di bumi dengan menggunakan puluhan satelit. Meneropong seberapa besar potensi ancamannya bagi Bumi.(it/ams)

Bahaya Menahan Bersin
(GERBANG EMAS News): Jika keinginan bersin terjadi saat sedang terlibat perbincangan serius, pertemuan penting atau berada di ruang yang sepi, orang lebih suka untuk menahannya. Sebaiknya jangan menahan bersin karena bisa berbahaya. Beberapa orang mencoba menahan bersin dengan cara menekan hidung mereka sehingga keinginan untuk bersin menjadi hilang. Ternyata menahan bersin justru bisa menjadi masalah yang serius jika sering dilakukan. Kecepatan bersin yang dimiliki manusia adalah 161 km/jam, sehingga jika seseorang menahan bersin maka tubuh harus menahan kecepatan tersebut secara tiba-tiba. Hal ini akan mempengaruhi fungsi tubuh dan menyebabkan kuman yang seharusnya dikeluarkan malah masuk kembali. "Bersin merupakan kegiatan yang positif karena memiliki fungsi membersihkan faring (rongga antara hidung, mulut dan tenggorakan) dan ini adalah hal yang baik, sedangkan menahan bersih justru berbahaya karena bisa menimbulkan beberapa risiko,' ujar Dr Michael Roizen, kepala Wellness Officer Clevelend Clinics, seperti dikutip dari Doctoroz.com. Roizen mengungkapkan ada beberapa bahaya yang bisa ditimbulkan jika seseorang menahan bersin yaitu: 1. Menyebabkan patah tulang di tulang rawan hidung; 2. Mimisan; 3. Pecah gendang telinga; 4. Gangguan pendengaran; 5. Vertigo; 6. Retina yang terlepas atau mengalami emfisema. Hal ini karena tubuh berusaha menahan kecepatan dari bersin yang tinggi. Cedera yang timbul umumnya mempengaruhi struktur bagian dalam kepala. Emfisema adalah suatu kondisi yang bisa menyerang anak-anak ataupun orang dewasa, kondisi ini sangat berbahaya dan berpotensi mematikan karena dapat membatasi pasokan udara. Tanda-tanda yang muncul biasanya wajah atau leher yang membengkak dan timbul rasa ketidaknyamanan. "Untuk membantu seseorang agar mudah bersin bisa dengan cara melihat cahaya terang, hal ini dapat merangsang saraf optik yang melintasi jalur pusat bersin. Selain itu iritasi yang terjadi di saraf dekat pusat bersin juga bisa memicu seseorang untuk bersin," tambahnya. Saat seseorang bersin biasanya diikuti oleh keluarnya bakteri atau kuman dari dalam tubuh. Hal ini berguna untuk menjaga hidung agar tetap bersih, karenanya seringkali bersin terjadi secara berulang-ulang. Jadi jangan pernah menahan bersin untuk menghindari beberapa risiko tersebut. Tapi jangan lupa untuk menutup mulut dan hidung dengan tangan, tisu, sapu tangan atau lekukan lengan saat bersin, agar bakteri dan kuman yang keluar tidak membahayakan orang lain.

SERBA-SERBI

Tercerdas Sedunia, tapi Menolak Uang
mengatakan kepada lembaga yang berbasis di Cambridge, Massachusetts itu bahwa ia menolak hadiah tersebut. Alasan Perelman, seperti dikutip oleh Interfax, ia sebetulnya menilai kontribusinya dalam membuktikan dugaan Poincare itu tidaklah lebih hebat daripada seorang ahli matematika Amerika Serikat, Richard Hamilton, yang pertama kali memunculkan dan mengusulkan program untuk solusi dari Konjektur Poincare tersebut. Konjektur Poincare sendiri berkaitan dengan bentuk-bentuk yang ada di empat dimensi atau lebih. Setelah hadiah itu diumumkan pada bulan Maret, ia berkata: "Aku sudah memiliki semua yang ku inginkan." Sang jenius matematika itu, empat tahun lalu tidak muncul untuk menerima penghargaan bergengsi Fields Medal dari Uni Matematika Internasional karena memecahkan Konjektur Poincare. Pada waktu itu ia mengatakan: "Aku tidak tertarik pada uang atau ketenaran. Aku tidak ingin dipamerkan seperti hewan layaknya di kebun binatang. Apalagi aku bukan pahlawan matematika. Aku juga tidak terlalu berhasil, itu

(GERBANG EMAS News): Dr. Grigory Perelman (44) adalah Seorang ahli matematika Rusia telah menyatakan menolak hadiah 1 juta dolar AS (sekitar Rp.9 miliar) karena menganggap bukan dirinya yang pantas menerima uang itu. Dr. Perelman disebut-sebut manusia tercerdas sedunia, tinggal di rumah petak flat yang sangat sederhana di St Petersburg itu sempat dianugerahi 1 juta dolar AS pada bulan Maret oleh lembaga asal Amerika Serikat, Clay Mathematics Institute, karena berhasil memecahkan Konjektur Poincare, yang sudah satu abad memusingkan dan membingungkan otak para matematikawan sejagad. Tetapi Dr. Perelman tak sedikit pun tergiur dengan uang sebesar itu. Dia memposting solusinya di internet, dan

sebabnya aku tidak ingin semua orang menatapku." Padahal tetangganya, Vera Petrovna, berkata: "Saya pernah ke apartemennya dan tercengang. Dia hanya memiliki satu meja, bangku dan tempat tidur dengan kasur kotor yang ditinggalkan oleh pemilik sebelumnya - pecandu alkohol yang menjual flat kepadanya. Kami berusaha untuk menyingkirkan kecoa di blok kami, tapi serangga-serangga itu bersarang di apartemennya." Pada tahun 2002, Perelman, saat itu sebagai peneliti di Institut Matematika Steklov di St. Petersburg, mulai mem-posting karya ilmiahnya untuk memecahkan konjektur Poincare, salah satu dari tujuh teka-teki dan misteri matematika yang masing-masing pemecahannya berhadiah 1 juta dolar AS dari Institut Clay. Berbagai tes yang ketat membuktikan bahwa Dr. Perelman benar dan dinyatakan berhasil memecahkan teka-teki tersebut. Teka-teki topologi ini pada dasarnya menyatakan bahwa setiap ruang tiga-dimensi tanpa lubang di dalamnya adalah setara dengan sebuah wilayah yang membentang. Teka-teki itu sudah lebih dari 100 tahun mengendap tak terjawab hingga ketika Perelman mampu memecahkanya - dan dapat membantu menentukan bentuk alam semesta. Setelah tahun 2003 Perelman berhenti dari Institut Steklov. Teman-temannya mengatakan bahwa dia sama sekali mengundurkan diri dari matematika karena subjek itu terlalu menyakitkan untuk dibicarakan.(it/ams)

Harga Rambut Napoleon Rp.117 Juta
Auckland (GERBANG EMAS News): Seikat rambut dari kepala Napoleon Bonaparte telah terjual seharga US$ 13 ribu atau sekitar Rp 117 juta pada sebuah lelang di New Zealand. Rambut itu merupakan bagian dari koleksi Denzil Ibbetson, seorang perwira Inggris. Sehari setelah Napoleon meninggal dunia pada 1821, Ibbetson menyempatkan diri memotong rambut Raja Perancis itu di pulau St Helena. Ibbetson pernah bertugas di pulau pengasingan itu selama enam tahun atau setelah Napoleon kalah dalam Pertempuran Waterloo. Masih ada 40 koleksi lainnya tentang Napoleon yang dimiliki perwira itu, diantaranya sketsa Napoleon di tempat tidur menjelang kematiannya pada usia 51 tahun. "Ini koleksi yang luar biasa. Keluarga tentara itu patut mendapatkan pujian karena telah melestarikannya selama hampir 200 tahun," kata Hamish Coney, Managing Director Rumah Lelang Objek Seni. Menurut rumah lelang itu, seikat rambut Napoleon itu dibeli oleh seorang kolektor yang tak mau disebutkan namanya yang berdomisili di London. Adapun para penawar yang tertarik dengan rambut Raja Perancis itu berasal dari Hong Kong, Amerika Serikat, Lithuania dan Perancis.(it/ ams )

Memilih Bunuh Diri Karena Brazil Kalah
Port Au Prince (GERBANG EMAS News): Sungguh tragis, hanya gara-gara tim Brasil tersingkir dari babak perempat final Piala Dunia Afrika Selatan sempat berbuah maut. Dikabarkan, seorang fans muda yang amat fanatik, bernama Selecao, asal Haiti tak tanggung-tanggung lebih memilih mengakhiri hidupnya dengan cara melompat ke depan mobil yang sedang melintas setelah merasa terpukul melihat tim kesayangannya itu tersingkir dan dikalahkan oleh tim Belanda. Seorang saksi mata menyaksikkan hal ini. Pemuda berusia 18 tahun tersebut tewas seketika dalam insiden yang terjadi di Nerette, pinggiran Kota Port Au Prince, Haiti setelah tim unggulannya kesebelasan Brasil harus menderita kekalahan dengan skor 2-1 dari Belanda di Port Elizabeth. Memang, selama hajatan Piala Dunia, kemenangan Brasil selalu dirayakan dengan pesta-pesta di jalanan Haiti dengan semarak warnawarna dan kegembiraan yang meluap. Padahal bangsa ini masih berjuang untuk membangun kembali negaranya setelah gempa dahsyat mengguncang pada Januari lalu. Sebetulnya, Brasil sempat unggul lewat gol cepat Robinho pada menit ke-10. Namun Belanda bisa menyamakan kedudukan lewat gol bunuh diri gelandang bertahan Samba Felipe Melo ketika mengantisipasi tendangan Wesley Sneijder (53). Gelandang Inter Milan itu menjadi penentu kemenangan tim Oranye ketika menjebol gawang Julo Cesar lewat tandukannya pada menit ke-68. (it/ams) MAJALAH “GERBANG EMAS” >> NO. 03 # JUNI 2010

31

32

Desain: am-syam
MAJALAH “GERBANG EMAS” >> NO. 03 # JUNI 2010

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->