P. 1
Himpunan Peraturan Perbendaharaan Tahun 2008 Triwulan 1

Himpunan Peraturan Perbendaharaan Tahun 2008 Triwulan 1

|Views: 270|Likes:
Dipublikasikan oleh Ahmad Abdul Haq

More info:

Published by: Ahmad Abdul Haq on Dec 09, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/16/2013

pdf

text

original

HIMPUNAN PERATURAN PERBENDAHARAAN

TRIWULAN I JANUARI2008 - MARET 2008

DEPARTEMEN KEUANGAN R.I. DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN

KATA PENGANTAR
Penyelenggaraan adrninistrasi dalam rangka pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada hakekatnya merupakan prakteb hukum administrasi Keuangan Negara. Oleh karena itu penyelenggaraan adrninistrasi dimaksud hams dilakukan berdasarkan danl atau sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dalam pelaksanaan dari waktu ke waktu, pemerintah menjawab berbagai pennasalahan administratif yang berdimensi hukum ini dengan menerbitkan berbagai ketentuanrperaturan perundang-undangan. Sebagai sarana pelaksanaan peraturan perundang-undangan dimaksud, Direktorat Jenderal Perbendaharaan menerbitkan surat-surat edaran sebagai pRdaman pelaksanaan bagi seluruh instansi di lingkungan Direktorat Jendn;ral Pehendaharaan, khususnya, dan instansi kementerian teknis terbait s r a instansi rnitra kerja Direktorat Jenderal Perbendaharaan, pada et

-a Y
Sejalan dengan itu, dalam rangka memberikan kemudahan untuk melakukan rujukan terhadap surat-surat edaran yang telah diterbitkan, Direktorat Jenderal Perbendaharaan menyajikan "Himpunan Peraturan Perbendaharaan Direktorat Jenderal Perbendaharaan Triwulan I Tahun Anggaran 2008" yang merupakan kompilasi dari Bulan Januari 2008 sld Maret 2008
'

Semoga bermanfaat dalam melengkapi khazanah kepustakaan Direktorat Jenderal Perbendaharaan.

Jakarta, Maret 2008 . Direktorat Jenderal Perbendaharaan
l b

SISWO SUJANTO NIP. 060031000

DAFTAR PENGELOMPOKAN MASALAH

11.

BELANJA PEMERINTAH PUSAT (Belanja Pegawai, Belanja Barang, Belanja Modal, Pembayaran Bunga Utang, Subsidi, Belanja Hibah, Belanja Sosial, Belanja Lain-lain) BELANJA DAERAH (Dana Perimbangan, Dana Otonoxhi Khusus, Dana Penyesuaian) PEMBIAYAAN DALAM NEGERI PEMBIAYAAN LUAR NEGERI PENGELOLAAN BARANG MILIWKEKAYAAN NEGARA PENGELOLAAN KAS NEGARA INFORMASI & AKUNTANSI UMUM (Tata Usaha, Kesekretariatan) ORGANISASI & TATA LAKSANA KEPEGAWAIAN KEUANGAN PERLENGKAPAN

111. IV.
V.

VI. VII. VIII. IX. X.

XI.
XII. XIII.

DAFTAR IS1 SE DITJEN PERBENDAHARAAN DAN PERATURAN DITJEN PERBENDAHARAAN TRIW. I TAHUN 2008

endapatan Akhir Tahun 2007

Ketiga

Pegawai

Negeri

Sipil

1.

2.

3.

4.

5.

Tunjangan Jabatan Fungsional Parnong Budaya. Tunjangan Jabatan Fungsional Pengawas Mutu Pakan. Batas Maksimal Pencairan Dana DIPA (PNBP) Direktorat Jenderal Pos dan Telekornunikasi Tahap I Tahun Anggaran 2008. Penyesuaian Besaran gaji Pokok Pegawai Negeri Sipil, Hakirn Peradilan Urnurn, Peradilan Tata Usaha Negara, dan Peradilan Agama, Anggota Tentara Nasional Indonesia dan Anggota Kepdisian Negara Indonesia. Perubahan atas Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nornor. PER-12/PB/2007 tentanq Prosedur dan Tata Cara

22-01-2008 SE-05/PB/2008 22-01-2008 SE-06/PB/2008 18-02-2008 SE-10/PB/2008

Dit. PA. Dit. PA. Dit. PA.
.

39
43
47

25-02-2008 SE-12/PB/2008

Dit. PA.

j1

11-02-2006 PER-05/PB/2008

Dit. PA.

j7

VII

inyak Goreng Tahun Anggaran

PHRD Grant For The Reparation

BARANGlMILIK KEKAYAAN NEGARA
VII. PENCELOLAAN KAS NEGARA
1.

2.

3.

4.

Permintaan Kebutuhan Dana, Pelimpahan Penerimaan Negara,dan Penyampaian Laporan Kas Posisi selama Pelaksanaan Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama. Penyampaian Laporan Kas Posisi (LKP) Tahun 2008 Perubahan atas Surat Edaran Nomor SE-01/PB/2008 tentang Permintaan Kebutuhan Dana, Pelimpahan Penerimaan Negara, dan Penyampaian Laporan Kas Posisi selama pelaksanaan hari libur nasional dan cuti bersama. Petunjuk Pelaksanaan Penyelesaian Pengembalian Surat Perintah Pencairan Dana pada

09-01-2008 SE-01/PB/2008

Dit. PKN

107

I
17-01-2008 SE-03/PB/2008 06-02-2008 SE-09/PB/2008
Dit. PKN Dit. PKN

111 113

24-01-2008 PER-02/PB/2008

Dit. PKN

1 15

VIII

5.

6.

Bank OperasionalIKantor Bank IndonesiaIKantor Pos Mitra Keja Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. Pengelolaan Rekening Milik 19-03-2008 PER-06/PB/2008 Bendahara Umum Negara melalui Sistem Bank Indonesia Bnking Government-Electronic (BIG-eB). Perubahan Ketiga atas Peraturan 31-03-2008 PER-09lPBl2008 Direktur Jenderal PerbendaharaPER-15lPBl2007 an Nomor tentang Pelaksanaan Uji Coba Mekanisme Baru Pembayaran
AKUNTANSI

135

Dit. PKN

151

Suara sebagai diliburkan.

hari

yang

X. ORGANISASI & TATA LAKSANA
1.

Uraian Jabatan dan Standar 21-02-2008 SE-ll/PB/2008 Roseur OperasiIStandard Operating Procedures di lingkungan Direktorat Jendral Perbendaharaan.
XI. KEPEGAWAIAN XII. KEUANGAN

Setditjen

167

1.

Pembuatan Surat Keterangan 17-01-2008 SE-04/PB/2008 untuk mendapatkan Tunjangan Keluarga (Formul ir DA.01.04lKP.4) Tahun Takwim 2008.
XIII. PERLENGKAPAN

Setditjen

175

B. DAFTAR IS1 MENURUT TANGGAL

29-01-2008

PER-04/PB/2008

11-02-2006 PER-05/PB/2008

20. 21. 22. 23.

1

19-03-2008 1 PER-06/PB/2008 26-03-2008 25-03-2008 31-03-2008 PER-07/PB/2008 PER-08/PB/2008 PER-09/PB/2008

Petunjuk Pelaksanaan Penyaluran dan Pencairan Dana Pinjarnan IBRD Nornor 4834-IND (Strategic Roads Infrastructure ProjectfSrip). Perubahan atas Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nornor PER-12/PB/2007 tentang Prosedur dan Tata Cara Permintaan serta Pernbayaran I Uang Makan bagi Pegawai Negeri Sipil. I Pengelolaan Rekening Milik Bendahara Umurn Negara rnelalui Sistern Bank ~ndonesia ~overnrnent-Electtonic aBnkinq (BIGeB). Petunjuk Pelaksanaan Penyaluran dan Pencairan Dana Subsidi Minyak Goreng Tahun Anggaran 2008. Tata Cara Pernotongan dan Penyetoran Perhitungan Fihak Ketiga Pegawai Negeri Sipil Daerah. Perubahan Ketiga atas Peraturan Direktur Jenderal ~erbendaharaan Nomor PER-15/PB/2007 tentang Pelaksanaan Uji Coba Mekanisrne Baru Pernbayaran rnelalui Rekening Khusus.

.

I. PENDAPATAN 1 PENE-

NEGARA

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN

Gedung Perbendaharaan Lantai II JI. Lapangan Banteng Timur No.2-4 Jakarta 10710 Kotak Pos 1139

: 3449230 pswt. 5200 3450959 Faksimile : 3457490 Website : www.oerbendaharaan.ao.id
Telepon

Yth.

1. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan 2. Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara SURAT EDARAN Nornor SE- 13 IPBl2008 TENTANG MEKANISME PENCATATAN PENDAPATAN AKHlR TAHUN 2007 YANG DILIMPAHKAN PADA AWAL TAHUN 2008

Sehubungan dengan adanya penerimaan negara (penerimaan pajak rnaupun PNBP) pada akhir tahun 2007 yang baru dilimpahkan pada tahun 2008 oleh Bank Persepsi, dengan ini disarnpaikan hal-ha1 sebagai berikut:
1.

lnformasi yang dirnuat dalarn Laporan Keuangan Pernerintah Pusat (LKPP) harus mencerrninkan fakta yang sebenarnya dan tidak menirnbulkan rnulti penafsiran serta dapat diverifikasi; Berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nornor PER73lPBl2007 tentang Langkah-Langkah dalarn Menghadapi Akhir Tahun Anggaran 2007 dan surat Direktur Jenderal Perbendaharaan Nornor S95971PB12007 tanggal 27 Desember 2007 tentang Perpanjangan Waktu Penerirnaan Negara, disebutkan bahwa: a. Sernua transaksi penerirnaan negara (kecuali penerimaan PBBIBPHTB) rnulai tanggal 17 Desernber sarnpai dengan 28 Desember 2007 harus dilirnpahkan setiap hari oleh Bank PersepsiIPos Persepsi ke rekening nornor 501.00000x pada Bank Indonesia KPPN KBI, sedangkan KPPN Non-KBI ke rekening Bank Indonesia KPPN lnduk paling larnbat pukul 16.30 waktu seternpat, dan khusus pada tanggal 28 Desernber 2007 dilirnpahkan paling lambat pukul 22.00 waktu seternpat;

2.

b.

Penerirnaan PBBIBPHTB yang diterirna oleh Bank PersepsiIPos Persepsi rnulai tanggal 17 Desernber sarnpai dengan 28 Desernber 2007 setiap hari harus dilirnpahkan ke BO Ill PBBIBPHTB paling larnbat pukul 14.00 waktu seternpat, sedangkan khusus pada tanggal 28 Desernber 2007 dilirnpahkan paling lambat pukul 21.30 waktu seternpat, untuk selanjutnya dibagi habis pada hari itu juga sesuai ketentuan, sehingga saldo Rekening Kas Negara pada BO 111 PBBIBPHTB pada hari itu rnenunjukkan saldo nihil; Bagian Pernerintah Pusat sebesar 10% dan biaya pungut sebesar 9% dari penerirnaan PBB serta 20% dari penerirnaan BPHTB tersebut, pada tanggal 28 Desernber 2007, ditransfer oleh BO 111 PBBIBPHTB ke rekening nornor 501.00000~ pada Bank lndonesia KPPN KBI, sedangkan KPPN Non-KBI ke rekening Bank Indonesia KPPN lnduk paling larnbat pukul 22.00 waktu seternpat; Bank PersepsiIPos Persepsi pada tanggal 28 Desernber 2007 wajib rnenyarnpaikan dokurnen penerirnaan negara kepada KPPN rnitra kerjanya paling larnbat pukul 23.00 waktu seternpat.

c.

d.

3.

Agar LKPP Tahun 2007 yang akan dihasilkan sesuai dengan SAP sebagairnana diatur dalarn Peraturan Pernerintah Nornor 24 Tahun 2005, Kepala KPPN dirninta untuk rnengarnbil langkah-langkah sebagai berikut: a. KPPN agar rnernbukukan seluruh penerirnaan negara yang diterirna Bank Persepsi sarnpai dengan 31 Desernber 2007 sebagai penerirnaan tahun 2007, rneskipun pelirnpahannya dilakukan pada awal tahun 2008; Pernbukuan pendapatan dirnaksud dilakukan koreksi dengan cara rnendebit Kas di KPPN dan rnengkredit Pendapatan yang bersangkutan pada aplikasi Verifikasi Akuntansi dengan rnenggunakan Memo Penyesuaian (Contoh sebagairnana tercantum dalarn Larnpiran Surat Edaran Direktur Jenderal Perbendaharaan ini). Atas pendapatan dirnaksud Seksi PersepsiIBendurn harus melakukan penyesuaian terhadap dokurnen terkait lainnya; Akun Pendapatan pada Laporan Realisasi Anggaran dan Laporan Arus Kas LKPP KPPN Tahun 2007 rnerupakan total penerirnaan tahun 2007, tennasuk penerirnaan akhir tahun 2007 yang pelirnpahannya dilakukan pada awal tahun 2008;

b.

c.

d.

Akun Kas di KPPN pada Neraca LKPP KPPN Tahun 2007 merupakan total transaksi pendapatan yang diterima tahun 2007, termasuk penerimaan akhir tahun 2007 yang pelimpahannya dilakukan pada awal tahun 2008; KPPN mengenakan denda sebagaimana diatur dalam Pasal 2 ayat (5) Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER73/PB12007 terhadap keterlambatan pelimpahan penerimaan negara; KPPN agar melakukan rekonsiliasi dengan data Modul Penerimaan Negara (MPN).

e.

f.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan agar mengawasi pelaksanaan Surat Edaran ini. Demikian untuk dipedomani dan dilaksanakan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 25 Februari 2008 Direktur Jenderal, ttd. Herry Pumomo NIP 060046544 Tembusan:

1. Sekretaris Direktorat Jenderal Perbendaharaan 2. Para Direktur di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan

LAMPIRAN
SURAT EDARAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN 13 IPBl2008 TENTANG MEKANISME NOMOR SEPENCATATAN PENDAPATAN AKHlR TAHUN 2007 YANG DILIMPAHKAN PADA AWAL TAHUN 2008

MEKANISME PENCATATAN PENDAPATAN AKHlR TAHUN 2007 YANG DILIMPAHKAN PADA AWAL TAHUN 2008 Contoh kasus: Pada tanggal 28 Desernber 2007, BO Ill PBB (Kode Bank 130) pada Bank Sulut Cabang Gorontalo rnenerirna PBB Pertarnbangan rnelalui Real Time Gross Settlement (RTGS) sebesar Rp4.000.000,- dan pada tanggal yang sama telah dibagi habis. Pelirnpahan tersebut sarnpai dengan tanggal 28 Desember 2007 pukul 24.00 WlTA belurn diterirna oleh BO I Non-Gaji. Pelirnpahan baru diterirna oleh KPPN Gorontalo pada tanggal 2 Januari 2008, yang kernudian dilirnpahkan ke BI Manado pada hari dan tanggal yang sarna. Perbaikan: Penerirnaan tersebut rnerupakan pendapatan negara tahun 2007, sehingga harus dibukukan sebagai pendapatan tahun 2007, bukan pendapatan tahun 2008. Pembukuan penerirnaan sebagai pendapatan tahun 2007 dilakukan dengan cara sebagai berikut: 1. Penerimaan dicatat sebagai pendapatan dengan rnenggunakan Jurnal Koreksi sebagairnana diatur dalarn Bab IV huruf A angka 1.b Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-69lPB12006 tentang Pedornan Koreksi Kesalahan Laporan Keuangan, sebagai berikut: Debit: Kredit: 2. Kas di KPPN Penerirnaan PBB Pertambangan Rp4.000,000,Rp4.000,000,-

Jurnal Koreksi tersebut dirnasukkan ke dalam Forrnulir Jurnal Koreksi, sebagai berikut:

FORMULIR JURNAL KOREKSI BA Eselon Wllayah Satuan Kej a (015)
: (04)

Departemen Keuangan Dltjen Pajak Prov~nsi Gorontalo

No. Dokumen Tanggal TA

: 015-04-123456112107IOMM1
'

2811212007

(31 00)

: 2007

: (1 19876) Kantw Pelayanan Pajak Gomntalo
Jen~s Jurnal Koreks~

PeriodeIBulan

01-12-2007 s d 31-12-2007

Periode Bejalan Perlode Sebelumnya

4

Keterangan

. Jurnal koreksi yang mempenga~hi posisi kas

No Uwt 1 2

Jen~s. o . dan Tanggal N Dokwnen Referens1 SSP No 123456789-12-07 SSP No 123456789-12-07

FISFIP

KeglSubkeg

Kode Perhaan 111211 411315

Ura~an Nama PerkIraan

Deb11 (Rupah) 4 000 000

Kred~t (Rupah)

Kas dl KPPN
Penenmaan PBB Perlambang an D~rekam oleh Tanggal

4000000

D~buat oleh Tanggal

Melly 28-12-2007

D~setuju~ oleh Tanggal

Abdul 28-12-2007

Amr 28-12-2007

3.

Formulir Jurnal Koreksi di-input melalui aplikasi Verak pada menu transaksi. Caranya, pilih menu "Transaksi", selanjutnya pilih "Jurnal Koreksi", pilih "Jurnal Koreksi SAU dan SAKUN", kemudian isikan data yang diperlukan (sesuai dengan Forrnulir Jurnal Koreksi), simpan, dan lakukan posting. Untuk memastikan bahwa transaksi dimaksud telah terbukukan, cetak LRA Pendapatan dan Hibah serta Laporan Arus Kas. Agar informasi yang disajikan Seksi Verifikasi dan Akuntansi sama dengan seksi lainnya, maka dokumen yang terkait dengan jurnal pada Seksi Persepsi dan Seksi Bendum agar disesuaikan. . ,

4.

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN

Gedung Perbendaharaan Lantai II JI. Lapangan Banteng Timur No.2-4 Jakarta 10710 Kotak Pos 1139

Telepon

: 3449230 pswt. 5200

3450959 Faksimile : 3457490 Website . www.~erbendaharaan.ao.~d

Yth.

1. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan 2. Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara SURAT EDARAN Nornor SE- 14 IPBl2008 TENTANG

BATAS MAKSIMAL PENCAIRAN DANA YANG BERASAL DARl SETORAN PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN TAHAP I TAHUN ANGGARAN 2008 Dalarn rangka pencairan dana yang berasal dari setoran Penerirnaan Negara Bukan Pajak (PNBP) lingkup Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Tahap I Tahun Anggaran 2008, dengan ini dirninta perhatian Saudara atas hal-ha1sebagai berikut: 1. PNBP lingkup BPOM Tahun Anggaran 2008 yang telah disetorkan ke rekening Kas Negara secara terpusat dari tanggal 17 September 2007 sarnpai dengan tanggal 28 Januari 2008 sebesar Rp10.516.873.275,(sepuluh rnilyar lima ratus enarn belas juta delapan ratus tujuh puluh tiga ribu dua ratus tujuh puluh lirna rupiah). Dari jurnlah setoran tersebut, yang digunakan sebagai dasar alokasi penggunaan batas rnaksimal pencairan dana DlPA (PNBP) berkenaan adalah sebesar Rp9.044.500.000,(sembilan rnilyar ernpat puluh ernpat juta lirna ratus ribu rupiah). Dengan adanya alokasi tersebut, KPPN dalarn proses penerbitan SP2D untuk pencairan DlPA (PNBP) berkenaan, tidak perlu rnerninta bukti setor (SSBP lernbar ke-4) kepada satker bersangkutan dalarn setiap Surat Perintah Mernbayar (SPM) yang diajukan. Batas rnaksirnal pencairan dana DlPA (PNBP) tahap I dari rnasingmasing satker adalah sebagairnana ditetapkan dalarn Larnpiran Surat Edaran Direktur Jenderal Perbendaharaan ini. Sedangkan ketentuan rnengenai batas rnaksirnal pencairan dana yang berasal dari setoran

2.

3.

PNBP tahap selanjutnya akan diatur dalarn Surat Edaran Direktur Jenderal Perbendaharaantersendiri. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan dirninta untuk rnengawasi pelaksanaan Surat Edaran Direktur Jenderal Perbendaharaan ini. Dernikian untuk dipedornani dan rnestinya. dilaksanakan sebagairnana

Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 10 Maret 2008 Direktur Jenderal, ttd. Herry Pumorno NIP 060046544 Ternbusan:

1. Direktur Jenderal Anggaran 2. Direktur Pelaksanaan Anggaran, Direktorat Jenderal Perbendaharaan 3. Sekretaris Utarna Badan Pengawas Obat dan Makanan 4. Kuasa Pengguna Anggaran BPOM

LAMPIRAN
SURAT EDARAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHAWN NOMOR SE- 14 IPB12008 TENTANG BATAS MAKSIMAL PENCAIRAN DANA YANG BERASAL DARl SETORAN PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN TAHAP I TAHUN ANGGARAN 2008

DAFTAR ALOKASI MAKSIMAL PENCAIRAN DANA PNBP LINGKUP BPOM TAHAP I TAHUN ANGGARAN 2008

Terapetik dan Napza

5. Pusat Pengujian Obat dan Makanan Nasional b. Balai Besar POM Jakarta 2. BANDUNG (022) Balai Besar POM Jawa Barat

632420 432747

963.980.000 355.226.000

634.100.000

432753

340.564.000

3.

SEMARANG (026) Balai Besar POM Semarang YOGYAKARTA (030) Balai Besar POM Yogyakarta JAWA TlMUR (135) Balai Besar POM Surabaya

432762

333.208.000

4.

432778

333.390.000

5.

432784

371.597.000

6.

BANDA ACEH (001) Balai Besar POM Banda Aceh 432790 256.976.000

7.

MEDAN (004)
Balai Besar POM Medan 432804 354.1 11.000

8.

PADANG (010) Balai Besar POM Padang 432810 313.690.000

12.

LAMPUNG (017) Balai Besar POM Bandar Lampung PONTIANAK (042) Balai Besar POM Pontianak PALANGKARAYA (043) Balai POM Palangkaraya BANJARMASIN (045) Balai Besar POM Banjarmasin SAMARINDA (046) Balai Besar POM Samarinda MANADO (049) Balai Besar POM Manado PALU (051) Balai POM Palu MAKASSAR (136) Balai Besar POM Makassar KENDARI (060) Balai POM Kendari

432850

292.569.000

13.

432866

190.497.000

14.

432872

248.890.000

15.

432881

263.700.000

16.

432897

202.584.000

17.

432901

295.171.000

18.

432917

272.371.000

19.

432923

336.710.000

20.

432932

215.121.000

21.

AMBON (061) Balai POM Ambon DENPASAR (037) Balai Besar POM Denpasar MATARAM (038) Balai Besar POM Mataram

432948

223.013.000

22.

432954

327.030.000

23.

432960

249.570.000

JUMLAH

19.780.000.000

9.044.500.000

Direktur Jenderal,

ttd .
Heny Pumorno NIP 060046544

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN NOMOR PER- 03 lPBl2008 TENTANG TATA CARA PEMOTONGAN DAN PENYETORAN PERHITUNGAN FlHAK KETIGA PEGAWAI NEGERI SlPlL DAERAH DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN, Menirnbang
:

bahwa dengan adanya sentralisasi penyaluran Dana Alokasi Urnurn dan untuk rnenjarnin kesinarnbungan pernotongan serta penyetoran Perhitungan Fihak Ketiga Pegawai Negeri Sipil Daerah, perlu rnenetapkan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan tentang Tata Cara Pernotongan dan Penyetoran Perhitungan Fihak Ketiga Pegawai Negeri Sipil Daerah; 1. Undang-Undang Nornor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2003 Nornor 47, Tarnbahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4286); Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lernbaran Negara Republik lndonesia Tahun 2004 Nornor 5, Tarnbahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nornor 4355); Undang-Undang Nornor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lernbaran Negara Republik lndonesia Tahun 2004 Nornor 66, Tambahan Lernbaran Negara Republik lndonesia Nornor 4400); Peraturan Pernerintah Nornor 25 Tahun 1981 tentang Asuransi Sosial Pegawai Negeri Sipil (Lernbaran Negara Republik lndonesia Tahun 1981 Nomor 37, Tarnbahan Lernbaran Negara Republik lndonesia Nomor 3200); Peraturan Pernerintah Nornor 28 Tahun 2003 tentang Subsidi dan luran Pernerintah dalarn Penyelenggaraan Asuransi Kesehatan bagi Pegawai Negeri Sipil dan Penerirna Pensiun (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2003 Nornor 62. Tarnbahan Lernbaran Negara Republik lndonesia Nomor 4294);

Mengingat

:

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.
9.

Keputusan Presiden Nomor 56 Tahun 1974 tentang Pembagian, Penggunaan, Cara Pemotongan, Penyetoran dan Besarnya luran-iuran yang Dipungut dari Pegawai Negeri, Pejabat Negara, dan Penerima Pensiun sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 8 Tahun 1977; Keputusan Presiden Nomor 14 Tahun 1993 tentang Tabungan Perumahan Pegawai Negeri Sipil juncto Keputusan Presiden Nomor 46 Tahun 1994; Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah; Peraturan Menteri Keuangan Nomor 91 Tahun 2007 tentang Bagan Akun Standar; MEMUTUSKAN:

Menetapkan

: PERATURAN

DIREKTUR JENDERAL TENTANG TATA CARA PERBENDAHARAAN PEMOTONGAN DAN PENYETORAN PERHITUNGAN FlHAK KETIGA PEGAWAI NEGERI SlPlL DAERAH.

BAB l KETENTUAN UMUM Pasal I Dalam Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini yang dimaksud dengan: 1. Pemerintah Daerah, yang selanjutnya disebut Pemda adalah Gubernur, Bupati atau Walikota, dan perangkat daerah lainnya sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah. 2. Pegawai Negeri Sipil Daerah, yang selanjutnya disebut PNS Daerah adalah Calon Pegawai Negeri Sipil dan Pegawai Negeri Sipil yang gajinya dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. 3. luran Wajib PNS Daerah adalah iuran yang dipotong sebesar 10% dari gaji pokok dan tunjangan keluarga PNS Daerah untuk iuran pensiun, iuran tabungan hari tua, dan iuran pemeliharaan kesehatan. 4. Tabungan Perumahan adalah sejumlah dana yang dipotong dari gaji PNS Daerah untuk tabungan perumahan. 5. luran Pemda adalah kontribusi dana sebesar 2% dari gaji pokok dan tunjangan keluarga PNS Daerah yang diberikan oleh Pemda setiap bulan untuk penyelenggaraan asuransi kesehatan bagi PNS Daerah.

6.

Pihak Ketiga adalah pihak-pihak yang menerima pembayaran pengembalian penerimaan luran Wajib PNS Daerah, Tabungan Perumahan dan luran Pemda yaitu PT Taspen (Persero), PT Askes (Persero), dan Sekretariat Tetap Bapertarum-PNS. Kas Negara adalah tempat penyimpanan uang negara yang ditentukan oleh Menteri Keuangan selaku Bendahara Umum Negara untuk menampung seluruh penerimaan negara dan membayar seluruh pengeluaran negara. Bendahara Umum Daerah, yang selanjutnya disebut BUD adalah pejabat yang diberi tugas untuk melaksanakan fungsi bendahara umum daerah. Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara, yang selanjutnya disebut KPPN adalah instansi vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan;

7.

8.

9.

10. Bank Persepsi adalah bank umum yang ditunjuk oleh Menteri Keuangan untuk menerima setoran penerimaan negara bukan dalam rangka impor, yang meliputi penerimaan pajak, cukai dalam negeri, dan penerimaan negara bukan pajak. 11. Pos Persepsi adalah kantor pos yang ditunjuk oleh Menteri Keuangan untuk menerima setoran penerimaan negara. 12. Surat Setoran Bukan Pajak, yang selanjutnya disebut SSBP adalah surat setoran yang digunakan oleh Pemda untuk menyetorkan luran Wajib PNS Daerah, Tabungan Perumahan, dan luran Pemda ke BankIPos Persepsi. 13. Surat Perintah Membayar, yang selanjutnya disebut SPM adalah dokumen yang diterbitkanldigunakan oleh Pengguna AnggaranlKuasa Pengguna Anggaran untuk mencairkan alokasi dana yang sumber dananya dari DIPA. 14. Nomor Transaksi Bank, yang selanjutnya disebut NTB adalah nomor bukti transaksi penyetoran penerimaaan negara yang diterbitkan oleh Bank. 15. Nomor Transaksi Pos, yang selanjutnya disebut NTP adalah nomor bukti transaksi penyetoran penerimaaan negara yang diterbitkan oleh Pos.

16. Nomor Transaksi Penerimaan Negara, yang selanjutnya disebut NTPN adalah nomor yang tertera pada bukti penerimaan negara yang diterbitkan melalui Modul Penerimaan Negara. 17. Satuan Kerja Perangkat Daerah, yang selanjutnya disebut SKPD adalah perangkat daerah pada pemda selaku Pengguna AnggaranIPengguna Barang. BAB II RUANG LINGKUP Perhitungan Fihak Ketiga PNS Daerah meliputi: 1. 2. 3. luran Wajib PNS Daerah; Tabungan Perumahan; luran Pemda.

TATA CARA PEMOTONGAN DAN PENYETORAN Pasal 3 (1) SKPD mencantumkan besaran luran Wajib PNS Daerah dan Tabungan Perumahan dalam kolom potongan daftar gaji dan SPM sesuai dengan peraturan perundang-undangan. (2) BUD menerbitkan Surat Perintah Pencairan Dana untuk pembayaran gaji sebagaimana dimaksud pada ayat (1) setelah memungut luran Wajib PNS Daerah dan Tabungan Perumahan. (3) BUD wajib memotong luran Wajib PNS Daerah dan Tabungan Perumahan atas pembayaran gaji induk, gaji susulan, gaji terusan, dan kekurangan gaji PNS Daerah sesuai dengan peraturan penmdang-undangan. (4) Pemda bertanggung jawab dan berkewajiban membayar luran Pemda dalam penyelenggaraan asuransi kesehatan bagi PNS Daerah atas b e b a ~ Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. (5) BUD menyetorkan luran Wajib PNS Daerah, Tabungan Perumahan, dan luran Pemda ke Kas Negara melalui BankJPos Persepsi dengan menggunakan SSBP selambat-lambatnya tanggal 5 (lima) setiap bulan atau hari kerja berikutnya apabila tanggal 5 (lima) adalah hari libur (format sebagaimana tercantum dalam Lampiran 1.a s.d. 1.e Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini).

(6) BUD rnenerirna lernbar ke-1 dan ke-3 Bukti Penerirnaan NegaraISSBP yang telah rnendapat NTBINTPINTPN dari BankIPos Persepsi

BAB IV PELAPORAN PEMERINTAH DAERAH KEPADA PlHAK KETIGA Pasal 4 (1) BUD rnengirimkan copy lembar ke-3 SSBP, Daftar Rekapitulasi Hasil Pemungutan luran Wajib PNS, dan luran Pemda serta Daftar Rincian Jurnlah Pegawai dan Realisasi Pernbayaran Gaji PNS Daerah kepada Kantor Cabang UtarnalKantor Cabang PT Taspen (Persero) dan PT Askes (Persero) setempat paling lambat setiap akhir bulan. (2) BUD rnengirimkan copy lembar ke-3 SSBP dan Daftar Rekapitulasi Hasil Pernungutan Tabungan Perumahan kepada Sekretariat Tetap Bapertamrn-PNS paling larnbat setiap akhir bulan BAB V PENATAUSAHAAN PADA PIHAK KETIGA

(1) Kantor Cabang UtarnaIKantor Cabang PT Taspen (Persero), PT Askes (Persero) setempat, dan Sekretariat Tetap Bapertarurn-PNS rnelakukan verifikasi atas copy lernbar ke-3 SSBP dan dokurnen lain sebagairnana dirnaksud dalarn Pasal4.

(2) Apabila menurut verifikasi ternyata terdapat kekurangan setor dari Pernda, rnaka Kantor Cabang UtarnalKantor Cabang PT Taspen (Persero), PT Askes (Persero) seternpat, dan Sekretariat Tetap Bapertarurn-PNS rnengirirn surat tagihan kepada Pernda yang bersangkutan
BAB VI

(1) Pernda, Pihak Ketiga, dan KPPN rnelakukan rekonsiliasi data penerirnaan luran Wajib PNS Daerah, Tabungan Perumahan, dan luran Pernda sekurangkurangnya 1 (satu) kali dalam setahun.

(2) Hasil rekonsiliasi dituangkan dalam Berita Acara Rekonsiliasi yang ditandatangani oleh masing-masing pihak (format sebagaimana tercantum dalam Lampiran II Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaanini). (3) Apabila menurut hasil rekonsiliasi tersebut ternyata terdapat kekurangan penyetoran dari Pemda, Kantor Cabang UtamalKantor Cabang PT Taspen (Persero), PT Askes (Persero), dan Sekretariat Tetap Bapertarum-PNS mengirimkan surat tagihan kepada Pemda. (4) BUD wajib menyetor kekurangan penyetoran sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dan Pasal 5 ayat (2) ke Kas Negara paling lambat 5 (lima) hari kej a setelah tanggal surat tagihan. (5) Pihak Ketiga dan KPPN mengirimkan Laporan Hasil Rekonsiliasi, Berita Acara Rekonsiliasi, dan rincian data hasil rekonsiliasi dalam bentuk softcopy ke kantor pusat masing-masing sebagai bahan rekonsiliasi di tingkat pusat BAB VII KETENTUANPENUTUP Pasal7 Segala ketentuan yang terkait dengan tata cara pemotongan dan penyetoran luran Wajib PNS Daerah,Tabungan Perumahan, dan luran Pemda dalam Penyelenggaraan Asuransi Kesehatan sepanjang tidak bertentangan dengan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini dinyatakan masih tetap berlaku.

Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengumuman Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 25 Januari 2008 DIREKTUR JENDERAL, ttd HERRY PURNOMO NIP 060046544

LAMPIRAN 1.a
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN IPBI2M) TENTANG TATA CARA NOMOR PER- 03 PEMOTONGAN DAN PENYETORAN PERHITUNGAN FIHAK KETIGA PEGAWAI NEGERI SlPlL DAERAH

DEPARTEMEN KEUANGAN RI DITJEN PERBENDAHARAAN KPPN

I

, ,,

... ... ... ....... 1)

SURAT SETORAN BUKAN PAJAK (SSBP) Nomor ... .... . . .2) Tanggal .... .. . .. ...3)

Lembar 1 untuk

-

WAJlB SETORIBENDAHARA PENERIMA

KE REKENING KAS NEGARA NOMOR-

.. ... ... .

. .... . ... .......... ... ... . . . . . .... ...... ...4)

A. 1. NPWP wajib SetodBend 2. Nama Wajib SetorlBend 3. Alamat

:

,,,.,,.., 5) : .......................................................................... 6) . . ..........., .,,,,,,,,......,.,............ .......,,.,.............................................,,,,,.,. 7)

B

I

8. 1. Kementerian NegaraILembaga : 2. Unit Organisasi Eselon I 3. Satuan Kerja 4. Fungsi/Subfungsi/Program 5. Kegiatanlsubkegiatan 6. Lokasi :

Belanja Lain-lain ................................... 8) Ditjen Perbendaharaan ................................... 9) Pengembalian Penerimaan PFK ......... 10)

1: : 1 :1 :

)1
1

I0 I 115 1 1 I
8 1 2
1

1

) )

.. 11)

1 ......................................... 12)
Penerimaan SetoratlPotongan PFK 10% Gaji PNS DaerahBulan ...... Tahun .... 14) 15)

Jakarta Pusat ............................... . 13) .......... 2

C. MAP dan Uraian Penerimaan :
D. Jumlah Setoran Dengan Huruf

. .............................................................................. ......................... ....... 16)
: Nomor .......................... 17) Tanggal ............................... 18)
KPPN

: Rp

E. Surat Penagihan (SPN) atau Surat Pindahan Penagihan Piutang Negara (SP3N)

a ................................. I....................

19)

PERHATIAN Bacalah dahulu petunjuk pengisian formulir SSBP pada halaman belakang lembar ini

Untuk Keperluan : .............................. 20)

.................... ................................. 21), 22)

Diterima Oleh: Bank PersepsilKantor Pos dan Giro Tanggal ....... .................... .........25) Tanda Tangan ............................ 2%) Nama Terang .............................27)

..............................,................................23)
NIP ........................................................ 24) Pengisian SSBP untuk SetoranlPotongan PFK 10% Gaji PNS Daerah

LAMPIRAN 1.b
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN NOMOR PER- 03 I P B ~ W TENTANG TATA CAM PEMOTONGAN DAN PENYETORAN PERHITUNGAN FlHAK KETIGA PEGAWAI NEGERI SlPlL DAERAH

, , ,,

DEPARTEMEN KEUANGAN RI DITJEN PERBENDAHARAAN KPPN

... . .. . ..... . 1)

SURAT SETORAN BUKAN PAJAK (SSBP) Nornor . . . . . . ..2) Tanggal . .. . .. ... ...3)

Lembar 1 untuk WAJlB SETOWBENDAHARA PENERIMA

-

KE REKENING KAS NEGARA NOMOR: ...... ... ......... ........... ... ...... ... ...... ... ...........4)

A. 1. NPWP wajib SetorlBend 2. Nama Wajib SetorIBend 3. Alamat

1

: ......... 5) : ............................................................................................................ 6) . ................................................. .......... ................................ .............. 7)

(

.

B. 1. Kementerian NegaralLembaga : 2. Unit Organisasi Eselon I 3. Satuan Kej a 4. FungsilSubfungsi~Program 5. Kegiatantsubkegiatan 6. Lokasi

m
T
0 8

1 Belanja Lain-lain
14101718 10

.............

.........l.l ........l.ll .......llll

8)
9)

: : : : :

Ditjen Perbsndaharaan

[

4

I 1 7 1
1 2

I

Pengembalian Penerimaan PFK ... 10)

I ............. . . . . . . . . . . . ................12) ] .
2 Penerimaan SetoraVPotonganPFK 10% Gaji PNS Daerah Bulan .... Tahun ..... 14) 15)

...................................I ) I

I1151
1
I

. ........ Jakarta Pusat ......................... . . . ......,,..I 3)
1

C. MAP dan Uraian Penerimaan :
D. Jurnlah Setoran Dengan Huruf E. Surat Penagihan (SPN) atau Surat Pindahan Penagihan Piutang Negara (SP3N)

: Rp
: Nomor ..........................17) Tanggal ............................................. KPPN

. ............................,,,,,.........,.....,.,................................................,,,.,,,,,..16)
18)

....................................................................... 19)
Untuk Keperluan : .............................. 20)

PERHATIAN Bacalah dahulu petunjuk pengisian forrnulir SSBP pada halaman belakang lembar ini

.................... 21),

22)

Diterima Oleh: Bank PersepsiIKantor Pos dan Giro Tanggal -25) Tanda Tangan ................... ,.,.,26) Nama Terang ............................. 27)

..................,.......................,.......,,...,,.,....23) NIP ................... ............................ 24)

. . .

Pengisian SSBP untuk SetorantPotongan PFK 2% Gaji Terusan PNS Daerah

LAMPIRAN 1.c
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN NOMOR PER- 03 /PB/2W TENTANG TATA CARA PEMOTONGAN DAN PENYETORAN PERHITUNGAN FlHAK KETIGA PEGAWAI NEGERI SlPlL DAERAH

DEPARTEMEN KEUANGAN RI DITJEN PERBENDAHAWN KPPN

SURAT SETORAN BUKAN PAJAK (SSBP) Nomor . . .. .. 2) Tanggal . . . . . . .3)

Lembar I untuk WAJlB SETORIBENDAHARA PENERIMA

-

I
KE REKENING KAS NEGARA NOMOR: .. ... . ........... . . . .
. . . .. ..

I
.. .
.4)

A.1.NPWPwajibSetorlBend 2. Nama Wajib SetorlBend 3. Alamat

: I [ ] .. ....... 5) : ............................................................................................................ 6) . .........................,....,,,,..............................,,.,...................................... 7)

I I

I I I

I I I I I I I

B. 1. Kementerian NegaraILembaga :
2. Unit Organisasi Eselon I

1 1 1 1 Belanja Lain-lain ............................................... 069
14 14101718 10
..

8)

: : : : :

Ditjen Perbendaharaan ........................................ 9) Pengembalian Penerirnaan PFK ... 10)

3 Satuan Kerja 4. FungsilSubfungsilProgram
5. Kegiatanlsubkegiatan

1-

[ I 1 ..... 11) ....................... .
0

6. Lokasi

I1I

1-

......................................... 12)

5

[

1

]

Jakarta Pusat ................................................. 13) Penerimaan SetoratlPotonganPFK 2% luran Askes Kabupaten Bulan ........ Tahun ...............14)

C. MAP dan Uraian Penerimaan

:

D. Jumlah Setoran Dengan Huruf
E. Surat Penagihan (SPN) atau Surat Pindahan Penagihan Piutang Negara (SP3N)

: Nomor
KPPN

17) Tanggal

.. ....... 18)

1 1. 7 .....

19) Untuk Keperluan : ..............................20)

PERHATIAN Bacalah dahulu petunjuk pengisian forrnulir SSBP pada halaman belakang lembar ini

....................21),

22)

Diterima Oleh: Bank PenepsilKantorPos dan Giro Tanggal ....... ..........................25) ... Tanda Tangan ............................26) Nama Terang 27)

...............................................................23) NIP .. ................24)

Pengisian SSBP untuk SetoranlPotonganPFK luran Askes KabupatenIKota

LAMPIRAN 1.d
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN NOMOR PER- 03 lP81200 TENTANG TATA CARA PEMOTONGAN DAN PENYETORAN PERHITUNGAN FlHAK KETIGA PEGAWAI NEGERI SlPlL DAERAH

DEPARTEMEN KEUANGAN RI DITJEN PERBENDAHARAAN KPPN

I
'' '

1)

''.

..'..

SURAT SETORAN BUKAN PAJAK (SSBP) Nornor . .. . . .2) Tanggal ... . . . . 3 )

Lembar 1 untuk

-

WAJlB SETOWBENDAHARA PENERIMA

KE REKENING KAS NEGARA NOMOR: ... .

.

.. ..

. . ........ . . . . ... . . .... . .. . ......4)

A. 1. NPWP wajib SetorlBend
2. Nama Wajib SetorIBend 3. Alamat

: ......... 5) : .................................. . ...................................................................... 6) . . .......................................................................................................... 7)

I I I I

I I I I I 1 I I I

B. 1. Kementerian NegaraILembaga :
2. Unit Organisasi Eselon I 3. Satuan Kerja 4. FungsilSubfungsilProgram 5. Kegiatanlsubkegiatan
6. Lokasi

1 1 1 1Belanja Lain-lain 069
4

8)

:

1 0 1 1 Ditjen Perbendaharaan
14 10171
1

9)

:
: : :

11 7 7 11 1 ................................... 11) I ........................................ ] 12)
0

8

(

0

Pengembalian Penerimaan PFK ... 10)

I1151

JakartaPusat .................................................. 13) Penerimaan SetoratlPotongan PFK 2% luran Askes Provinsi Bulan ......... Tahun ......... 14)

C. MAP dan Uraian Penerimaan

:

ElTTI
KPPN

D Jumlah Setoran Dengan Huruf E. Surat Penagihan (SPN) atau Surat Pindahan Penagihan Piutang Negara (SP3N)

: Rp ......................................... ..,....... .,.,,....,..,,,...................................... 15) . ................................................................................................,.....,.,,,,,. 16) : Nomor .......................... 17) Tanggal

3)

............. .......................... ......... .... ..19) Untuk Keperluan :
20)

!

PERHATIAN Bacalah dahulu petunjuk pengisian formulir SSBP pada halaman belakang lembar ini .................... 21), .................................22)

Diterima Oleh: Bank PersepsilKantor Pos dan Giro Tanggal ............. ............ 25) Tanda Tangan ............................ 26) Narna Terang ............................. 27)

...,,..,.....,. , ..,......................... ...................23) NIP ................... ........... . . ............. ........ 24) Pengisian SSBP untuk SetoranlPotongan PFK luran Askes Provinsi

24

LAMPIRAN 1.e
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN IPBRM) TENTANG TATA CARA NOMOR PER- 03 PEMOTONGAN DAN PENYETORAN PERHITUNGAN FlHAK KETIGA PEGAWAI NEGERI SlPlL DAERAH

DEPARTEMEN KEUANGAN RI DITJEN PERBENDAHARAAN KPPN

I
I"

1)

'

'

SURAT SETORAN BUKAN PAJAK (SSBP) Nomor . . . . . . . . .2) Tanggal . . . . . . . 3)

Lembar . 1 untuk WAJlB SETORIBENDAHARA PENERIMA

KE REKENING KAS NEGARA NOMOR: ................................................ 4)

A . 1. NPWP wajib SetorlBend 2. Nama Wajib SetorlBend 3. Alamat

: ......... 5) : .......................................................................................................... 6) ........................................................................................................... 7)

B

l

B. 1. Kementerian NegaraILembaga : 2. Unit Organisasi Eselon I
3 . Satuan Kerja

: :

I Belanja Lain-lain ............................................. ] 8) 11 Ditjen Perbendaharaan ....................................... 9) 01 1 4 1 4 1 0 1 7 1 8 I 0 I PengembalianPenerimaan PFK .... 10)
I[
0

4. FungsilSubfungsilProgram 5. Kegiatanlsubkegiatan 6. Lokasi C. MAP dan Uraian Penerimaan

:

T
I1 1 5 11

I

................................

11)

: :

I

......................................... 12) Jakarta Pusat ................................................... 13)
Penerimaan SetoratlPotongan PFK Taperum PNS Daerah Bulan ......... Tahun ......... 14)

D. Jumlah Setoran Dengan Huruf E. Surat Penagihan (SPN) atau Surat Pindahan Penagihan Piutang Negara (SP3N)

: Rp ................................. ................................................................ 15) .... ............................................................................................................... 16) : Nomor .......................... 17) Tanggal ...............................18)

KPPN

................................................

19)

PERHATIAN Bacalah dahulu petunjuk pengisian formulir SSBP pada halaman belakang lembar ini

Untuk Keperluan : .............................. 20)

.................... .................................. 21) 22)

Diterima Oleh: Bank PersepsiIKantor Pos dan Giro ........ 25) Tanggal ..................... ..... Tanda Tangan ............................ 26) Nama Terang ............................. 27)

............................................................... 23)
NIP ...................................................... 24) Pengisian SSBP untuk SetoranlPotongan PFK Taperum PNS Daerah

PETUNJUK PENGlSlAN SURAT SETORAN BUKAN PAJAK (SSBP)

LAMPIRAN II
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARMN IPBRM) TENTANG TATA CARA NOMOR PER- 03 PEMOTONGAN DAN PENYETORAN PERHITUNGAN FIHAK KETIGA PEGAWAI NEGERI SlPlL DAERAH

BERITA ACARA REKONSlLlASl NOMOR ........................ ... TENTANG PENERIMAAN PERHITUNGAN FlHAK KETIGA (PFK) tar . .n p u n h a di........... telah dilaksanakan pembahasan Pada hari ini......tanggal......bulan......t mengenai penerimaan PFK Periode...... s.d ....... Tahun Anggaran...... yang diikuti oleh Pihak Ketiga....... KPPN...... dan Pemda....... Dalam pernbahasan dapat disepakati hal-ha1sebagai berikut:
1.

Data Awal Penerimaan PFK:

2.

Berdasarkan Hasil Rekonsiliasi terdapat pergeseranlperubahan jurnlah yang mengakibatkan penambahanlpengurangan sebagai berikut:

3.

Data Hasil Rekonsiliasi Penerimaan PFK:

4.

Hasil Rekonsiliasi akan ditindaklanjuti dengan perbaikan datdaporan dari masing-masing pihak, serta akan dilaporkan kepada Kantor Pusat Pihak Ketiga dan Kantor Pusat Ditjen Perbendaharan c.q. Direktur Pengelolaan Kas Negara.

(ternpat, tanggalhulanttahun) Pihak Ketiga KPPN Pernda

Nama Lenakao Jabatan

Nama Lenakav Jabatan

Jabatan

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN PERATUWN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN NOMOR PER- 08 IPB12008 TENTANG TATA CARA PEMOTONGAN DAN PENYETORAN PERHITUNGAN FlHAK KETIGA PEGAWAI NEGERI SlPlL DAERAH DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN,
Menimbang

:

a. bahwa dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 109/PMK.05/2007 tentang Dewan Pengawas Badan Layanan Umum, telah diatur ketentuan mengenai tugas dan kewajiban Dewan Pengawas untuk Badan Layanan Umum di lingkungan Pemerintah Pusat; b. bahwa dalam rangka penyampaian laporan pengawasan kepada Menteril Pimpinan Lembaga dan Menteri Keuangan, dipandang perlu mengatur ketentuan mengenai pedoman penyusunan laporan Dewan Pengawas Badan Layanan Umum di lingkungan Pemerintah Pusat dengan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan;

c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan b, perlu menetapkan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan tentang Pedoman Penyusunan Laporan Dewan Pengawas Badan Layanan Umum di Lingkungan Pemerintah Pusat;
Mengingat
: 1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik lndonesia tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4286);

2. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4355); 3. Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (Lembaran Negara Republik lndonesia tahun 2005 Nomor 48, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4502);

4.

Peraturan Menteri Keuangan Nomor 109/PMK.05/2007 tentang Dewan Pengawas Badan Layanan Umum; MEMUTUSKAN:

Menetapkan

: PERATURAN

DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN LAPORAN DEWAN PENGAWAS BADAN LAYANAN UMUM Dl LINGKUNGAN PEMERINTAH PUSAT. BAB l KETENTUAN UMUM Pasall Dalam Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini yang dimaksud dengan: 1. Badan Layanan Umum, yang selanjutnya disingkat BLU adalah instansi di lingkungan Pemerintah Pusat yang dibentuk untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat berupa penyediaan barang danlatau jasa yang dijual tanpa mengutamakan mencari keuntungan dan dalam melakukan kegiatannya didasarkan pada prinsip efisiensi dan produktivitas. Dewan Pengawas BLU, yang selanjutnya disebut Dewan Pengawas adalah organ BLU yang bertugas melakukan pengawasan terhadap pengelolaan BLU. Pejabat Pengelola BLU adalah Pimpinan BLU yang bertanggung jawab terhadap kinerja operasional BLU yang terdiri dari Pemimpin, Pejabat Keuangan, dan Pejabat Teknis, yang sebutannya dapat disesuaikan dengan nomenklatur yang berlaku pada BLU yang bersangkutan. Rencana Strategis Bisnis BLU, yang selanjutnya disebut Renstra adalah dokumen perencanaan BLU untuk periode 5 (lima) tahun. Rencana Bisnis dan Anggaran BLU, yang selanjutnya disebut RBA adalah dokumen perencanaan bisnis dan penganggaran tahunan yang berisi program, kegiatan, target kineja, dan anggaran suatu BLU.

2.

3.

4.

5.

BAB II TUGAS DAN PENYUSUNAN LAPORAN DEWAN PENGAWAS Dewan Pengawas bertugas melakukan pengawasan terhadap pengelolaan BLU yang dilakukan oleh Pejabat Pengelola BLU mengenai pelaksanaan Renstra, RBA, dan peraturan perundang-undangan.
(1)

Dalam rangka mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Dewan Pengawas berkewajiban menyampaikan laporan pengawasan kepada MenterilPimpinan Lembaga dan Menteri Keuangan. Laporan pengawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disampaikan paling sedikit 1 (satu) kali dalam satu semester. Laporan sebagaimana dimaksud ayat (2) disampaikan kepada Menteril Pimpinan Lembaga dan Menteri Keuangan, sebagai berikut: a. b. Laporan semester pertarna paling lambat 30 hari setelah periode semester berakhir; Laporan semester kedua (tahunan) paling lambat 40 hari setelah tahun anggaran berakhir.

(2)

(3)

Laporan Dewan Pengawas sebagaimana dimaksud dalam Pasal3 ayat (2) sekurang-kurangnya memuat: a. Penilaian terhadap Renstra, RBA, dan pelaksanaannya;

b. Penilaian terhadap kinerja pelayanan, keuangan, dan lainnya;

c.
d. e.

Penilaian ketaatan terhadap peraturan perundangundangan;

Permasalahan-permasalahan pengelolaan BLU dan solusinya;
Saran dan rekomendasi.

Selain laporan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3, Dewan Pengawas sewaktu-waktu menyampaikan laporan apabila terjadi hal-ha1 yang secara substansial berpengaruh terhadap pengelolaan BLU, antara lain terkait dengan: a. Penurunan kinerja BLU; b. Pemberhentian pimpinan BLU sebelum berakhirnya masa jabatan; c. Pergantian lebih dari satu anggota Dewan Pengawas; d. Berakhirnya masa jabatan Dewan Pengawas.

Laporan Dewan Pengawas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (2) dan Pasal 5 ditandatangani oleh ketua dan anggota Dewan Pengawas.

(1)

Contoh format laporan sebagaimana dimaksud dalarn Pasal 3 ayat (2) disusun sesuai dengan Lampiran Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini. Format laporan Dewan Pengawas sebagaimana dirnaksud dalam Pasal 5 dibuat sesuai dengan kebutuhan. BAB Ill KETENTUAN PENUTUP Pasal8

(2)

Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengumuman Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini dengan penernpatannya dalarn Berita Negara Republik Indonesia Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 25 Maret 2008 DIREKTUR JENDERAL, ttd HERRY PURNOMO NIP 060046544

LAMPIRAN
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN NOMOR PER- 08 lPB/ZW8 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN UPORAN DEWAN PENGAWAS BADAN LAYANAN UMUM Dl LINGKUNGAN PEMERINTAHPUSAT

CONTOH FORMAT LAPORAN DEWAN PENGAWAS BADAN LAYANAN UMUM

KATA PENGANTAR DAFTAR IS1 RINGKASAN EKSEKUTIF
I.

PENDAHULUAN
1.

Latar Belakang Berisikan uraian mengenai latar belakang pernbentukan Badan Layanan Umum (BLU), tujuan BLU, organisasi BLU, kedudukan BLU, Dewan Pengawas, peraturan perundang-undangan yang rnendasari pembentukan Dewan Pengawas dan kewajiban menyarnpaikan laporan, susunan Dewan Pengawas dan perubahan keanggotaan.

2.

Maksud dan Tujuan Pengawasan Berisikan uraian mengenai maksud dan tujuan pengawasan terhadap BLU.

3.

Ruang Lingkup Pengawasan Laporan Dewan Pengawas, sekurang-kurangnya mernuat: a. b.
c.

Penilaian terhadap Renstra, RBA, dan pelaksanaannya; Penilaian terhadap kinerja pelayanan, keuangan, dan lainnya; Penilaian ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan; Permasalahan-pennasalahan pengelolaan BLU dan solusinya; Saran dan rekornendasi.

d. e.

11.

KONDlSl BLU 1. Pelayanan Berisikan uraian rnengenai kualitas pelayanan yang telah dilaksanakan oleh BLU selama periode pengawasan. 2. Keuangan Berisikan uraian rnengenai kondisi keuangan BLU dalarn rnenjalankan operasionalnya selarna periode pengawasan.

3.

Organisasi dan Sumber Daya Manusia Berisikan uraian mengenai struktur organisasi dan surnber daya rnanusia yang rnendukung organisasi dalam melaksanakan operasionalnya, rnisalnya jumlah pegawai dan kornpetensi yang dirniliki.

4.

Sarana dan Prasarana Berisikan uraian tentang sarana dan prasarana yang dirniliki oleh BLU dalam menjalankan operasionalnya.

Ill. PELAKSANAAN PENGAWASAN

1.

Kegiatan Pengawasan Berisikan uraian mengenai pelaksanaan rapat-rapatlpertemuan-pertemuan dan kesepakatan penting yang telah dilakukan oleh Dewan Pengawas, baik antar anggota Dewan Pengawas maupun antara Dewan Pengawas dengan Pejabat Pengelola BLU.

2.

Materi dan Hasil Pengawasan
2.1.

Rencana Strategis Bisnis BLU (Renstra) a. Penilaian terhadap Renstra Berisikan kajian dan saran terhadap Renstra (kajian atas Renstra dilakukan pada saat Renstra dibuat atau direvisi). Kajian Renstra dirnaksud meliputi antara lain kesesuaian Renstra dengan Renstra Kementerian NegaraILernbaga, kelayakan program dalam Renstra dan keterkaitannya dalarn pencapaian visi dan misi BLU. b. lmplementasi Renstra Berisikan uraian ringkas mengenai pelaksanaan Renstra dengan membandingkan Renstra dengan realisasi sampai saat pelaporan. c. Kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan Renstra Berisikan uraian mengenai kendala-kendala yang dihadapi oleh Pejabat Pengelola BLU dalarn pelaksanaan Renstra. d. Pendapat Dewan Pengawas dan tindak lanjut yang perlu diarnbil oleh Pejabat Pengelola BLU Berisikan uraian rnengenai pendapat Dewan Pengawas berkaitan dengan hasil pelaksanaan Renstra serta saran dan rekomendasi untuk Pejabat Pengelola BLU dalarn menghadapi dan rnengatasi kendala-kendala yang dihadapi selarna pelaksanaan Renstra.

2.2.

Rencana Bisnis dan Anggaran BLU (RBA) a. Penilaian terhadap RBA Berisikan kajian dan saran terhadap RBA. Kajian RBA dimaksud meliputi antara lain kesesuaian RBA dengan Renstra. b. lmplementasi RBA Berisikan uraian ringkas mengenai pelaksanaan RBA yaitu membandingkan RBA dengan realisasi dan kaitannya dengan Daftar lsian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) BLU. c. Kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan RBA Berisikan uraian mengenai kendala-kendala yang dihadapi oleh Pejabat Pengelola BLU dalam pelaksanaan RBA. d. Pendapat Dewan Pengawas dan tindak lanjut yang perlu diambil oleh Pejabat Pengelola BLU Berisikan uraian mengenai pendapat Dewan Pengawas berkaitan dengan hasil pelaksanaan RBA serta saran dan rekomendasi untuk Pejabat Pengelola BLU dalam menghadapi dan mengatasi kendala-kendala yang dihadapi selama pelaksanaan RBA.

3.

Evaluasi Kinerja Berisikan ringkasan target kinerja yang ada pada RBA (pelayanan dan keuangan) dan pencapaiannya serta analisis pencapaian kinerja (penyebab keberhasilan dan penyebab tidak tercapainya target) berikut kaitannya dengan pencapaian target Renstra dan implementasi Standar Pelayanan Minimal (SPM).

4.

Ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku Berisikan uraian pelaksanaan pengelolaan keuangan dan teknis layanan yang belum mengikuti ketentuan yang berlaku berikut penyebabnya.

5.

Tindak Lanjut atas Hasil Pengawasan Sebelumnya Menguraikan mengenai tindak lanjut yang telah danlatau seharusnya dilakukan oleh Pejabat Pengelola BLU atas nasihat, masukan, saran, atau tanggapan yang disampaikan Dewan Pengawas pada periode sebelumnya. Diinformasikan pula mengenai tindak lanjut atas pendapat dan saran yang telah disampaikan kepada MenterilPimpinanLembaga.

IV. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI Berisikan kesimpulan dari hasil pengawasan yang dilakukan Dewan Pengawas serta saran dan rekomendasi kepada MenterilPimpinanLembaga dan Menteri Keuangan atas hasil pengawasan terhadap kinerja Pejabat Pengelola BLU secara keseluruhan.

I. BELANJA PEMERINTAH PUSAT I
(Belanja fegawai, Belanja B m g , Belanja Modal, Pembayaran Bunga Utang, Subsidi, Belanja Hibah, Belanja Sosial ,Belanja Lain-lain).

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN

Gedung Perbendaharaan Lantai II JI. Lapangan Banteng Timur No.2-4 Jakarta 10710 Kotak Pos 1139

Telepon

: 3449230 pswt. 5200

3450959 Faksimile : 3457490 Website : www.~erbendaharaan.ao.id

Yth.

1. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan 2. Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara

SURAT EDARAN Nornor SE- 05 IPBl2008 TENTANG TUNJANGAN JABATAN FUNGSIONAL PAMONG BUDAYA

Sehubungan dengan telah diterbitkannya Peraturan Presiden Nornor 74 Tahun 2007 tentang Tunjangan Jabatan Fungsional Parnong Budaya, dengan ini dirninta perhatian Saudara atas hal-ha1 sebagai berikut:
1.

Tunjangan Jabatan Fungsional Parnong Budaya, yang selanjutnya disebut dengan Tunjangan Parnong Budaya adalah tunjangan jabatan fungsional yang diberikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang diangkat dan ditugaskan secara penuh dalarn Jabatan Fungsional Parnong Budaya sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Kepada Pegawai Negeri Sipil yang diangkat dan ditugaskan secara penuh dalarn Jabatan Fungsional Parnong Budaya, diberikan Tunjangan Parnong Budaya setiap bulan. Besamya Tunjangan Parnong Budaya yang dirnaksud dalarn angka 2 sebagairnana dinyatakan dalarn Larnpiran Surat Edaran ini, diberikan terhitung rnulai tanggal 1 Januari 2007. Pernberian Tunjangan Parnong Budaya dihentikan apabila Pegawai Negeri Sipil sebagairnana dirnaksud dalarn angka 2, diangkat dalarn jabatan struktural atau jabatan fungsional lain atau karena ha1 lain yang rnengakibatkan pemberian tunjangan dihentikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

2.

3.

4.

5.

Prosedur penerbitan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) dilaksanakan sesuai ketentuan yang diatur dalarn Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nornor PER-66lPBl2005 tentang Mekanisrne Pelaksanaan Pernbayaran atas Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Kepala KPPN agar rnernberitahukan rnaksud Surat Edaran ini kepada satker-satker terkait di wilayah kerjanya masing-masing. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan dirninta untuk rnengawasi pelaksanaan Surat Edaran ini.

6. 7.

Dernikian untuk dipedornani dan dilaksanakan sebagairnana rnestinya. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 22 Januari 2008 Direktur Jenderal, ttd. Herry Purnorno NIP 060046544 Ternbusan:
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

Menteri Keuangan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Kepala Badan Kepegawaian Negara lnspektur Jenderal Departernen Keuangan Sekretaris Direktorat Jenderal Perbendaharaan Para Direktur di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan

LAMPIRAN
SURAT EDARAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN NOMOR SE- 05 IPBRMU) TENTANG TUNJANGAN JABATAN FUNGSIONAL PAMONG BUDAYA

TUNJANGAN JABATAN FUNGSIONAL PAMONG BUDAYA BERDASARKAN PERATURAN PRESIDEN NOMOR 74 TAHUN 2007

Pamong Budaya Muda Pamong Budaya Pertama

Pamong Budaya Pelaksana

.

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN

Gedung PerbendaharaanLantai II JI. Lapangan Banteng Timur No.2-4 Jakarta 10710 Kotak Pos I 139

Telepon

: 3449230 pswt. 5200

3450959 Faksirnile : 3457490 Websiie : w.wrbendaharaan.ao.ici

Yth.

1. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan 2. Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara
SURAT EDARAN Nomor SE- 06 lPB12008 TENTANG

TUNJANGAN JABATAN FUNGSIONAL PENGAWAS MUTU PAKAN

Sehubungan dengan telah diterbitkannya Peraturan Presiden Nomor 75 Tahun 2007 tentang Tunjangan Jabatan Fungsional Pengawas Mutu Pakan, dengan ini diminta perhatian Saudara atas hal-ha1sebagai berikut:
1.

Tunjangan Jabatan Fungsional Pengawas Mutu Pakan, yang selanjutnya disebut dengan Tunjangan Pengawas Mutu Pakan adalah tunjangan jabatan fungsional yang diberikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang diangkat dan ditugaskan secara penuh dalam Jabatan Fungsional Pengawas Mutu Pakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Kepada Pegawai Negeri Sipil yang diangkat dan ditugaskan secara penuh dalam Jabatan Fungsional Pengawas Mutu Pakan, diberikan Tunjangan Pengawas Mutu Pakan setiap bulan. Besarnya Tunjangan Pengawas Mutu Pakan yang dimaksud dalam angka 2 sebagaimana dinyatakan dalam Lampiran Surat Edaran ini, diberikan terhitung mulai tanggal 1 Januari 2007. Pemberian Tunjangan Pengawas Mutu Pakan dihentikan apabila Pegawai Negeri Sipil sebagaimana dimaksud dalam angka 2, diangkat dalam jabatan struktural atau jabatan fungsional lain atau karena ha1 lain yang mengakibatkan pemberian tunjangan dihentikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Prosedur penerbitan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) dilaksanakan sesuai ketentuan yang diatur dalam Peraturan Direktur

2.

3.

4.

5.

Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-66lPB12005 tentang Mekanisme Pelaksanaan Pembayaran atas Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. 6. Kepala KPPN agar memberitahukan maksud Surat Edaran ini kepada satker-satker terkait di wilayah kerjanya masing-masing. untuk mengawasi pelaksanaan Surat Edaran ini. Demikian untuk dipedomani dan dilaksanakan sebagaimana mestinya.

7. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan diminta

Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 22 Januari 2008 Direktur Jenderal, ttd. Heny Pumomo NIP 060046544 Tembusan:
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

Menteri Keuangan Menteri Pertanian Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Kepala Badan Kepegawaian Negara lnspektur Jenderal Depertemen Keuangan Sekretaris Direktorat Jenderal Perbendaharaan Para Direktur di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan

LAMPIRAN
SURAT EDARAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN NOMOR SE- 06 /PB/ZMK) TENTANG TUNJANGAN JABATAN FUNGSIONAL PENGAWAS MUTU PAKAN

TUNJANGAN JABATAN FUNGSIONAL PENGAWAS MUTU PAKAN BERDASARKAN PERATURAN PRESIDEN NOMOR 75 TAHUN 2007

Pengawas Mutu Pakan Madya Pengawas Mutu Pakan Muda Pengawas Mutu Pakan Pertama

Pengawas Mutu Pakan Penyelia

Pengawas Mutu Pakan Pelaksana

I

I

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN

Gedung Perbendaharaan Lantai II JI. Lapangan Banteng Timur No.2-4 Jakarta 10710 Kotak Pos 1139

: 3449230 pswl. 5200 3450959 Faksimile : 3457490 Website : www.wrbendaharaan.ao.id
Telepon

Yth.

Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (Daftar Terlarnpir) SURAT EDARAN Nornor SE- 10 IPBl2008 TENTANG BATAS MAKSIMAL PENCAIRAN DANA DlPA (PNBP) DIREKTORAT JENDERAL POS DAN TELEKOMUNIKASI TAHAP I TAHUN ANGGARAN 2008

Dalarn rangka pencairan dana yang berasal dari setoran Penerirnaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Tahun Anggaran 2008 lingkup Direktorat Jenderal Pos dan Telekornunikasi di seluruh Indonesia, dengan ini dirninta perhatian Saudara atas hal-ha1 sebagai berikut: 1. Penerirnaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Direktorat Jenderal Pos dan Telekornunikasi yang telah disetor ke rekening Kas Negara secara terpusat sarnpai dengan bulan Januari 2008 adalah sebesar Rp2.559.308.607.028,- (dua triliun lirna ratus lirna puluh sernbilan rniliar tiga ratus delapan juta enarn ratus tujuh ribu dua puluh delapan rupiah). Dari jurnlah setoran tersebut, yang digunakan sebagai dasar alokasi penggunaan batas rnaksirnal pencairan dana DlPA (PNBP) berkenaan adalah sebesar Rp112.201.580.000,- (seratus dua belas rniliar dua ratus satu juta lirna ratus delapan puluh ribu rupiah). Dengan adanya alokasi tersebut, KPPN dalarn proses penerbitan SP2D untuk pencairan DlPA (PNBP) berkenaan, tidak perlu rnerninta bukti setor (SSBP lernbar ke-4) kepada satker bersangkutan dalarn setiap Surat Perintah Mernbayar (SPM) yang diajukan. Batas rnaksirnal pencairan dana DlPA (PNBP) tahap I dari rnasingrnasing satker adalah sebagaimana ditetapkan dalam Larnpiran Surat Edaran Direktur Jenderal Perbendaharaan ini. Sedangkan ketentuan rnengenai batas rnaksirnal pencairan dana DlPA (PNBP) tahap selanjutnya akan diatur dalarn Surat Edaran Direktur Jenderal Perbendaharaan tersendiri.

2.

3.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan diminta untuk mengawasi pelaksanaan surat edaran ini. Demikian untuk dipedomani dan dilaksanakan sebagaimana mestinya. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 18 Februari 2008 Direktur Jenderal, ttd. Heny Pumomo NIP 060046544 Tembusan:
1. 2. 3. 4. 5. 6.

Sekretaris Jenderal Departemen Kominfo Direktur Jenderal Anggaran Direktur Jenderal Pos dan Telekomunikasi De~kominfo Direktur Pelaksanaan Anggaran Direktorat ~enderal Perbendaharaan Direktur Pengelolaan Kas Negara Direktorat Jenderal Perbendaharaan Direktur ~kuntansi ~ e l a ~ o r a n dan Keuangan Direktorat Jenderal Perbendaharaan 7. Para Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Daftar Terlampir)

Oaftar Batas Maksimal Pencalnn Dana DIPA (PNBP) Dw.b?al J*nd*nI PoS dan Tmiakomun~kari Tahap I Tahun Anggann 2008

UPIRAN SURAT EDARAN DIREKTUR JENDEWL PERBENDAHAWN NOMOR SE-10 R M W 0ATAS UAUSIMAL PENUIRAN DANA DIP* (PNBP) DIREKTORAT JENDERAL POS DAN TUEKOMUNIK4SI TAHAP I T W U N W O W 2028

.-

Direktur Jenderal, ttd. Herry Purnomo NIP 060046544

DAFTAR KANWIL DITJEN PERBENDAHARAAN DAN KPPN YANG MELAYANI SATKER Dl LINGKUNGAN DITJEN POS DAN TELEKOMUNIKASI

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN

Gedung Perbendaharaan Lantai II JI. Lapangan Banteng Timur No.2-4 Jakarta 10710 Kotak Pos 1139

: 3449230 pswt. 5200 3450959 Faksimile : 3457490 Website : www.~erbendaharaan.ao.id
Telepon

Yth.

1. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan 2. Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara SURAT EDARAN Nornor SE- 12 lPBl2008 TENTANG

PENYESUAIAN BESARAN GAJl POKOK PEGAWAI NEGERI SIPIL, HAKlM PERADllAN UMUM, PERADllAN TATA USAHA NEGARA, DAN PERADllAN AGAMA, ANGGOTA TENTARA NASIONAL INDONESIA DAN ANGGOTA KEPOLlSlAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA Sehubungan dengan telah diterbitkannya Peraturan Pernerintah Nornor 10 Tahun 2008 tentang Perubahan Kesepuluh atas Peraturan Pernerintah Nornor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri I Sipil, Peraturan Pernerintah Nornor I Tahun 2008 tentang Perubahan Kelirna atas Peraturan Pernerintah Nornor 8 Tahun 2000 tentang Peraturan Gaji Hakirn Peradilan Urnurn, Peradilan Tata Usaha Negara, dan Peradilan Agarna, Peraturan Pernerintah Nornor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Keernpat atas Peraturan Pernerintah Nornor 28 tahun 2001 tentang Peraturan Gaji Anggota Tentara Nasional Indonesia, dan Peraturan Pernerintah Nornor 13 Tahun 2008 tentang Perubahan Keernpat atas Peraturan Pernerintah Nornor 29 tahun 2001 tentang Peraturan Gaji Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, dengan ini dirninta perhatian Saudara atas hal-ha1 sebagai berikut: 1. Pembayaran gaji pokok Pegawai Negeri Sipil, Hakirn Peradilan Urnurn, Peradilan Tata Usaha Negara, dan Peradilan Agarna, Anggota Tentara Nasional Indonesia, Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, terhitung rnulai tanggal 1 Januari 2008, besarannya agar disesuaikan dengan Peraturan Pemerintah dirnaksud. Pernbayaran gaji bulan April 2008 harus sudah rnenggunakan besaran gaji pokok baru sebagairnana diatur dalarn Peraturan Pernerintah dirnaksud.

2.

3.

Kekurangan pembayaran gaji untuk bulan Januari sampai dengan Maret 2008 dibuat daftar tersendiri dan dapat dibayarkan setelah pembayaran gaji induk dengan besaran gaji pokok sesuai Peraturan Pemerintah dimaksud dibayarkan. Pembayaran kekurangan gaji tersebut diupayakan dapat diselesaikan pada bulan April 2008. Bersama ini terlampir fotokopi Lampiran Peraturan Pemerintah dimaksud berupa daftar besaran gaji pokok masing-masing. Prosedur penerbitan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) dilaksanakan sesuai ketentuan yang diatur dalam Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-66lPBl2005 tentang Mekanisme Pelaksanaan Pembayaran atas Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Kepala KPPN agar memberitahukan maksud Surat Edaran ini kepada satker-satker terkait di wilayah kerjanya masing-masing. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan diminta untuk mengawasi pelaksanaan Surat Edaran ini.

4.

5. 6.

7.
8.

Demikian untuk dipedomani dan dilaksanakan sebagaimana mestinya. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 25 Februari 2008 Direktur Jenderal. ttd. Herry Pumomo NIP 060046544 Ternbusan:

2. 3. 4. 5.

1. Menteri Keuangan Menteri Pertahanan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Kepada Badan Kepegawaian Negara 6. Sekretaris Jenderal Mahkamah Agung 7. Sekretaris Direktorat Jenderal Perbendaharaan 8. Para Direktur di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan

..
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA DAFTAR C N l POKOK HAKlM

IAIIPIRAN
PEFSNRAN PEMERINTAH REWBUK INDONESIA : 1 1 TAHUN 2008 NOMOR TANGGAL !: 4 PEBRUAR~ 2008

PRESIDEN R E P U B U K INDONESIA.

ttd.
DRiH. SUSIU) BAMBANG YUDHOYONO

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
UII IIW (

UaANUn ~ . B u u ( 1 0 0 * L ¶ U
lWQl

:Il.TNRWIU
:4-2aw

I

nrun m m
OV~

a
t

c

- m u
UN
1
I I Y
1151.11110.
>-..DO

c.oU)*Cu I
? A ~ A Y A

~VLMI

U N

mu
WIU

m wr

mrw
u , "
6

mnu r

mu

WI

c

c

srrw
wr

. - .I N m
10

tMOOU

OAFIAR O N 1 FOKOK A U 0 0 0 7 A 1 A lUSWmALIIIDONeslA mF A .
U)IOIEA".

mu nu
sr"A.0.

rvu
II

mu.mu
OVA

I

C a Y Y G U "l

U ,Emu*

COU*WN

mu
YN

r

MU

I

lur

mu
UN

wru
om

G

.
I
I*

U I Ol
mDOUL
M U
Uo l " L '-

YlOm

I
-0 1.
I-

s
01,111.m

1

11

IS

16

17

)D

11

n

-- - - u 6

I

-10.

MU

m o m

llRVU

1

UL .
I*

UPIYD*-~Y\LYW

I.

I (

I I
4 I
6 I

rm*.*
1m 1 11 0 1.0

,,u..DO ,.,u.t . t ~ g BY.~
11s.,$".DO

I U -

#n.m J I
13.1.DD
1JIIIO.

I . ~

tuuoo
8J.l-

n u l o .
1Y . -

I.. -

ODlDD

II.L).I

1 1 U U

IJII.Pm

s

n11.n~
LI*-

1.0s ~ J D D 1.1s) m

Ins*.
IDY-

t.1~10.

1.8

,..-

111110.

txe-

.
a
Y

n r d m

I=>- 1~.4so0

a~r-

,U...O.

tan-

I.,~Y
I.YI1D.
1*I1SD.
,"I-. 1.1.

a

I

J

~

O

~ ~ ~ 9 1

I*I-

I . Y . ~ IM-

IW-

I

8~1.m
,-.OD
111.DO

I.-IT.3.U
1.~7-

.
1 1

I. -%

,,.,.a # . n r r
178.100. - .1

,,.,la

I-.1S7-m

L.V10.1 n 4 . t ~

l

t.*nra
,.,I-

,.ram

l

l

tlr.0

L ..,.I n

so0

,Ym . .
I...

I I . U
2.u-

z.Y-

e~szm
m
I
Y

tr‘m
I.IO-

,*arm
t.0x .7.4

z.#o.ao
t ~UID

a0 ~ W M IY~ID.

1m . . n-

1111.00

tmow

1 7. .) 1

u im rl

t.,tra

bum

~sgrom

I,W.OD

umm

,sum

~ r m n trh

11.1-

,n.t.r
I.YI.-

smm tr
I . u . ~ #a

rror-

r a m

U

I

.

rrr1.10#.-

rmm
2.DG.m

r.trr.m
I I < U

r.unr rwlm
*ill.-

na.ra

unl
IJ..JO

1-1-

trim

14-.DO

tarslo.

lsrurOO

re
$

o ~ m e twm
l l Y I
,,ODI7<I.D.
1 7 1 -

nrrttoo
,764-

~ r r . ~
111.-

a ,
I." . . 26 D

I . U I

2-1-11

6.

1
I,
1 n 0

I.1I.m I7U.M IV.711.110)

111..)01

n n

tonI-1-

11.1(110

1 1 6 8 ~ r ~

m m

an.rm.a

s~nr,
r 4 r m

1.ru.w 1 s -

I.DIJIO
IIY-

8 . Ym 1.1190

1.21.1 00

IUIJO.,,

,U,m

1 - a

lrllrm

2mr.oorr

r.*rlur0.

11

Imm

Ir5.m

rmm

x
rDu27

,,
ltlvO.

-

1 ,.o -s0

II at

ztt,,m

rm..m

,
n
I

,
.
tratm
ts8s.m

.
r-8-

I

w

7

2-.m

n
m
t

am2.2s.sm

,,

2 1 1 1 m 30

.arrm

r6al.m

.. r r u r m

rnrrm

-

-'I-

Z ~ M W $2

2 w . w

r u m

~ r r o , ro>rlm

rnr-

**Ismo

R U D E N l W B U K IIDONUU.
lld

DII H SUSlLO B M B U I G VJDHOIO*O

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN NOMOR PER- 05 lPBl2008 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN NOMOR PER-12lPBl2007 TENTANG PROSEDUR DAN TATA CARA PERMINTAAN SERTA PEMBAYARAN UANG MAKAN BAG1 PEGAWAI NEGERI SlPlL DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN, Menirnbang
:

a.

bahwa dalarn Peraturan Menteri Keuangan Nornor 06lPMK.0512008 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nornor 22lPMK.0512007 tentang Pernberian Uang Makan bagi Pegawai Negeri Sipil, ditetapkan perubahan besaran Satuan Biaya Uang Makan Pegawai Negeri Sipil; bahwa dalarn Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nornor PER-12lPBl2007 tentang Prosedur dan Tata Cara Perrnintaan serta Pernbayaran Uang Makan bagi Pegawai Negeri Sipil, besaran satuan biaya uang rnakan rnengacu pada Peraturan Menteri Keuangan Nornor 221PMK.0512007 tentang Pernberian Uang Makan bagi Pegawai Negeri Sipil; bahwa berdasarkan pertirnbangan sebagairnana dirnaksud pada huruf a dan b, perlu menetapkan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan tentang Perubahan atas Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nornor PER-12lPBl2007 tentang Prosedur dan Tata Cara Permintaan serta Pernbayaran Uang Makan bagi Pegawai Negeri Sipil; Peraturan Menteri Keuangan Nornor 22lPMK.0512007 tentang Pernberian Uang Makan bagi Pegawai Negeri Sipil sebagairnana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nornor 06lPMK.0512008; Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nornor PER-12lPBl2007 tentang Prosedur dan Tata Cara Permintaan serta Pembayaran Uang Makan bagi Pegawai Negeri Sipil;

b.

c.

Mengingat

:

1.

2.

MEMUTUSKAN: Menetapkan DIREKTUR JENDERAL PERATURAN PERBENDAHARAAN TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN NOMOR PER-lUPBl2007 TENTANG PROSEDUR DAN TATA CARA PERMINTAAN SERTA PEMBAYARAN UANG MAKAN BAG1 PEGAWAI NEGERI SIPIL. Pasal l Beberapa ketentuan dalam Peraturan Direktur Jenderal PER-12/PB/2007 tentang Perbendaharaan Nomor Prosedur dan Tata Cara Permintaan serta Pembayaran Uang Makan bagi Pegawai Negeri Sipil, diubah sebagai berikut: 1. Mengubah ketentuan dalam berbunyi sebagai berikut: 'Pasal 1 Dalam Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini, yang dimaksud dengan: 1. Pegawai Negeri Sipil adalah Calon Pegawai Negeri Sipil dan Pegawai Negeri Sipil sebagaimana dimaksud dalarn Undang-Undang Nomor 8 Tahun tentang Pokok-pokok Kepegawaian 1974 sebagaimana telah diubah dengan Undangundang Nomor 43 Tahun 1999 yang berada di lingkungan Kementerian NegaralLembaga. Pasal I sehingga

2 Uang Makan adalah uang yang diberikan kepada .
Pegawai Negeri Sipil berdasarkan tarif dan dihitung secara harian untuk keperluan makan Pegawai Negeri Sipil.
3.

Daftar Hadir Keja adalah daftar yang memuat nama dan tanda tangan Pegawai Negeri Sipil sebagai bukti bahwa Pegawai Negeri Sipil tersebut hadir pada hari kerja. Daftar Perhitungan Uang Makan adalah daftar yang dibuat oleh Pembuat Daftar Gaji dan ditandatangani Kuasa Pengguna AnggaranlPejabat Wmbuat Komitmen dan Bendahara Pengeluaran yang memuat nama Pegawai Negeri Sipil, jumlah hari hadir kerja pada hari-hari kerja selama satu bulan, uang makan,

4.

jumlah kotor dan potongan pajak serta jumlah bersih yang diterima Pegawai Negeri Sipil. 5. Surat Pemyataan Tanggung Jawab Mutlak adalah surat yang dibuat oleh Kuasa Pengguna AnggaranIPejabat Pembuat Komitmen yang memuat pemyataan bahwa seluruh pengeluaran untuk pembayaran uang makan Pegawai Negeri Sipil telah dihitung dengan benar dan disertai kesanggupan untuk mengembalikan kepada negara apabila terdapat kelebihan pembayaran.
6.

Surat Permintaan Pembayaran, yang selanjutnya disebut SPP adalah dokumen yang diterbitkan oleh Pejabat Pembuat Komitmen yang berisi permintaan kepada Pejabat Penandatangan SPM untuk menerbitkan surat perintah membayar sejumlah uang atas beban bagian anggaran yang dikuasainya untuk untung pihak yang ditunjuk dan sesuai syarat-syarat yang ditentukan dalam dokumen perikatan yang menjadi dasar penerbitan SPP berkenaan.

7. Surat Perintah Membayar, yang selanjutnya disebut SPM adalah surat perintah yang diterbitkan oleh Pejabat Penandatangan SPM untuk dan atas nama Pengguna Anggaran kepada Bendahara Umum Negara atau kuasanya berdasarkan SPP untuk melakukan pembayaran sejumlah uang kepada pihak dan atas beban bagian anggaran yang ditunjuk dalam SPP berkenaan.

8. Surat Perintah Pencairan Dana, yang selanjutnya disebut SP2D adalah surat perintah yang diterbitkan oleh Kuasa Bendahara Umum Negara kepada Bank OperasionalIKantor Pos dan Giro berdasarkan SPM untuk memindahbukukan sejumlah uang dari kas negara ke rekening pihak yang ditunjuk dalam SPM berkenaan." 2. Mengubah ketentuan dalam Pasal 3, berbunyi sebagai berikut: sehingga

(1) Terhitung mulai tanggal 1 Januari 2008 besamya Uang Makan yang diberikan kepada Pegawai Negeri Sipil adalah sebesar Rp15.000,OO (lima belas ribu rupiah) setiap hari kerja. (2) Uang Makan diberikan dalam bentuk uang."

Mengubah ketentuan dalarn Pasal 4, berbunyi sebagai berikut:

sehingga

Uang Makan tidak diberikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang:
1. Tidak hadir kerja,

2.

Sedang rnenjalankan perjalanan dinas,

3. Sedang rnenjalani cuti,
4.

Sedang rnenjalani tugas belajar,

5. Sebab-sebab lain yang rnengakibatkan Pegawai Negeri Sipil tidak diberikan Uang Makan." Mengubah ketentuan dalarn Pasal 7, sehingga berbunyi sebagai berikut:

(1) Pernbayaran Uang Makan Pegawai Negeri Sipil hanya dapat diberikan dalarn batas pagu anggaran yang tersedia dalarn Daftar lsian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Satuan Kerja berkenaan.
(2) Apabila pagu anggaran untuk Uang Makan tersebut tidak Pegawai Negeri Sipil disediakanltidak cukup tersedia pada DIPA, Satuan Kerja dapat rnerevisi pagu anggaran untuk Uang Makan pada DlPA sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
(3) Pernbayaran Uang Makan bagi Pegawai Negeri Sipil dilakukan dengan Mekanisme Pernbayaran Langsung.
(4) Perrnintaan pernbayaran Uang Makan Pegawai Negeri Sipil dapat diajukan untuk beberapa bulan sekaligus.

(5) Pembayaran Uang Makan dapat ditujukan ke rekening Bendahara Pengeluaran atau ke rekening masing-masing penerirna Uang Makan.
(6) Dalam ha1 terdapat Pegawai Negeri Sipil yang

belurn dibayarkan Uang Makan untuk bulan pada tahun anggaran yang lalu, dapat dibayarkan pada tahun anggaran berikutnya sepanjang tersedia dananya dalarn DIPA."

Pasal II Perubahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal I di atas merupakan satu kesatuan dengan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-12lPBl2007. Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan dan mempunyai daya laku surut terhitung sejak tanggal 1 Januari 2008. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengumuman Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 11 Februari 2008 DIREKTUR JENDERAL,
ttd

HERRY PURNOMO NIP 060046544

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN NOMOR PER- 07 lPBl2008 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PENYALURAN DAN PENCAIRAN DANA SUBSlDl MINYAK GORENG TAHUN ANGGARAN 2008 DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN, Menimbang
: a. bahwa dalam rangka pemberian subsidi minyak goreng,

telah dialokasikan dananya dalam DlPA Tahun Anggaran 2008 Bagian Anggaran 062; b. bahwa untuk kelancaran pelaksanaan penyaluran dan pencairan dana subsidi minyak goreng, perlu diatur lebih lanjut petunjuk pelaksanaannya; c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan b, perlu menetapkan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyaluran dan Pencairan Dana Subsidi Minyak Goreng Tahun Anggaran 2008; Mengingat
: 1. Undang-Undang Nomor

17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik lndonesia tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4286);

2. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4355); 3. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4400); 4. Keputusan Presiden Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2002 Nomor 73, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4212) sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 72 Tahun 2004, (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2004 Nomor 92, Tambahan Lembaran Negara Republik

Indonesia Nornor 4418); 5. Peraturan Menteri Keuangan Nornor 134lPMK.0612005 tentang Pedornan Pernbayaran dalarn Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara; 6. Peraturan Menteri Keuangan Nornor 1711PMK.0512007 tentang Sistern Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pernerintah Pusat; 7. Peraturan Menteri Perdagangan Nornor 06lMDAGIPEFU312008 tentang Tata Cara Penyaluran Subsidi Minyak Goreng kepada Masyarakat; 8. Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nornor PER-66lPBl2005 tentang Mekanisrne Pelaksanaan Pernbayaran atas Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara; MEMUTUSKAN: Menetapkan

: PERATURAN

DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PENYALURAN DAN PENCAIRAN DANA SUBSlDl MINYAK GORENG TAHUN ANGGARAN 2008.

BAB l KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalarn Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini, yang dirnaksud dengan:
1.

Daftar lsian Pelaksanaan Anggaran, yang selanjutnya disebut DlPA adalah dokurnen pelaksanaan anggaran yang disusun oleh MenterilPirnpinan Lernbaga selaku Pengguna Anggaran dan disahkan oleh Menteri Keuangan selaku Bendahara Umurn Negara. dan bertanggung jawab atas penggunaan anggaran pada Kernenterian NegaraILernbagayang bersangkutan.

2 Pengguna Anggaran adalah pejabat yang berwenang .

3.

Kuasa Pengguna Anggaran adalah pejabat yang rnernperoleh kewenangan dan tanggung jawab dari Pengguna Anggaran untuk rnenggunakan anggaran yang dikuasakan kepadanya. Surat Permintaan Pernbayaran, yang selanjutnya disebut SPP adalah dokurnen yang diterbitkan oleh Pejabat Pembuat Kornitrnen yang berisi perrnintaan kepada Pejabat Penanda Tangan SPM untuk rnenerbitkan Surat Perintah Mernbayar sejurnlah uang atas beban bagian

4.

anggaran yang dikuasainya untuk untung pihak yang ditunjuk dan sesuai syarat-syarat yang ditentukan dalam dokumen perikatan yang menjadi dasar penerbitan SPP berkenaan. 5. Surat Perintah Membayar, yang selanjutnya disebut SPM adalah surat perintah yang diterbitkan oleh Pejabat Penanda Tangan SPM untuk dan atas nama Pengguna Anggaran kepada Bendahara Umum Negara atau kuasanya berdasarkan SPP untuk melakukan pembayaran sejumlah uang kepada pihak dan atas beban anggaran yang ditunjuk dalam SPP berkenaan. Surat Perintah Membayar Langsung, yang selanjutnya disebut SPM-LS adalah surat perintah membayar langsung kepada pihak ketiga yang diterbitkan oleh Pengguna AnggaranlKuasa Pengguna Anggaran atas dasar perjanjian kontrak kerja atau surat perintah kerja lainnya. Surat Perintah Pencairan Dana, yang selanjutnya disebut SP2D adalah surat perintah yang diterbitkan oleh Kuasa Bendahara Umum Negara kepada bank operasionallkantor pos dan giro berdasarkan SPM untuk memindahbukukan sejumlah uang dari Kas Negara ke rekening pihak yang ditunjuk dalam SPM berkenaan. Pejabat Pembuat Komitmen adalah pejabat yang diberi kewenangan oleh Pengguna AnggaranIKuasa Pengguna Anggaran untuk mengambil keputusan danlatau tindakan yang dapat mengakibatkan pengeluaran atas beban belanja negara. Pejabat Penanda Tangan SPM adalah pejabat yang diberikan kewenangan oleh Pengguna AnggaranIKuasa Pengguna Anggaran untuk melakukan pengujian atas SPP dan menerbitkan SPM.

6.

7.

8.

9.

10. Bendahara Pengeluaran adalah orang yang ditunjuk untuk menerima, rnenyimpan, rnembayarkan, menatausahakan, dan mempertanggung-jawabkan uang dalam rangka pelaksanaan belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara pada Kementerian NegaraILembaga danlatau Satuan Keja.

11. Surat Pemyataan Tanggung Jawab Belanja, yang selanjutnya disebut SPTB adalah pernyataan tanggung jawab belanja yang dibuat oleh Pengguna AnggaranlKuasa Pengguna Anggaran atas transaksi belanja sampai dengan jumlah tertentu.
12. Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara yang selanjutnya disebut KPPN adalah instansi vertikal

Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang berada di bawah dan bertanggung jawab secara langsung kepada Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan. 13. Subsidi Minyak Goreng adalah subsidi yang diberikan kepada rnasyarakat berpenghasilan rendah untuk rnernbeli rninyak goreng dengan besaran yang ditetapkan pernerintah. 14. Penyaluran Subsidi Minyak Goreng adalah proses pendistribusian subsidi rninyak goreng dari Pernerintah kepada rnasyarakat berpenghasilan rendah rnelalui penjualan rninyak goreng oleh pelaku usaha.
15. Pelaku Usaha adalah badan usaha yang berbentuk badan hukurnl tidak berbentuk badan hukurnlusaha perseorangan yang bergerak di bidang rninyak goreng.

XY

-

BAB II PENYEDIAAN DANA

(1) Dana subsidi rninyak goreng dialokasikan dalarn DIPA Bagian Anggaran 062 (Subsidi dan Transfer). (2) Jurnlah dana yang tercanturn dalarn DlPA untuk subsidi rninyak goreng rnerupakan pagu tertinggi yang tidak dapat dilampaui. BAB Ill TATA CARA PENGAJUAN SPP DAN PENERBITAN SPM

Dana subsidi rninyak goreng disalurkan dari Kas Negara ke Rekening Pelaku Usaha melalui bank.

(1) Guna penyaluran dana sebagairnana dirnaksud dalarn Pasal 3, Pejabat Pernbuat Kornitrnen rnengajukan SPP kepada Pejabat Penanda Tangan SPM. (2) Pejabat Penanda Tangan SPM rnelakukan pengujian terhadap SPP dimaksud, dan rnenerbitkan SPM-LS.

(3) Pejabat Penanda Tangan SPM rnenerbitkan SPM-LS secara penuhltanpa potongan pajak. (4) Ketentuan lebih lanjut rnengenai tata cara pengajuan

SPP dan penerbitan SPM berpedoman pada Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER66lPB12005 tentang Mekanisme Pelaksanaan Pembayaran atas Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, dengan lampiran sebagaimana diatur dalam Keputusan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Departemen Perdagangan Nomor 16/PDNIKEP/3/2008. BAB IV PENCAIRAN DANA

Pejabat Penanda Tangan SPM pada masing-masing lokasi mengajukan SPM-LS ke KPPN dengan melampirkan: a. b. SPTB (format sebagaimana tercantum dalam Lampiran I Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini). Daftar rekapitulasi ringkasan perjanjian kerja sama dan tagihan realisasi penyaluran subsidi minyak goreng yang memuat nomor umt, nama Pelaku Usaha, nomor dan tanggal surat perjanjian, alamat, nama banktnomor rekening Pelaku Usaha, jumlah uang yang ditagihkan pada bank sejenis, dan keterangan (format sebagaimana tercantum dalam Lampiran II Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini). Pasal6 (1) KPPN melaksanakan pengujian atas SPM-LS sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 dan menerbitkan SP2D untuk mentransfer dana ke rekening Pelaku Usaha pada bank yang ditunjuk.
(2) SP2D yang diterbitkan KPPN Pembayar mencantumkan nama, alamat, nomor rekening dan bank tempat dibukanya rekening pelaku usaha sesuai dengan SPMLS yang dijadikan dasar Bank Operasional mitra kerja KPPN untuk mentransfer dana subsidi minyak goreng.

BAB V PELAPORAN REALlSASl ANGGARAN

(1) Kuasa Pengguna Anggaran wajib menyusun laporan pertanggungjawaban pelaksanaan Anggamn Pendapatan dan Belanja Negara.

(2)

Penyusunan laporan sebagaimana dimaksud pada

ayat (1) dilaksanakan sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 171lPMK.0512007 tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat. BAB VI KETENTUAN LAIN-LAIN

Tata Cara Penyaluran Subsidi Minyak Goreng kepada Masyarakat diatur dengan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor O6IM-DAGI PEW312008, dan Petunjuk Teknis Penyaluran Subsidi Minyak Goreng kepada Masyarakat Berpenghasilan Rendah diatur dengan Peraturan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Departemen Perdagangan Nomor 16IPDNIKEPI312008. BAB VII KETENTUANPENUTUP Pasal9 Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengumuman Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 26 Maret 2008 DIREKTUR JENDERAL. ttd HERRY PURNOMO NIP 060046544

LAMPIRAN I
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN NOMOR PER47IPBROO8 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PENYALURAN DAN PENCAIRAN DANA SUBSlDl MINYAK GORENG TAHUN ANGGARAN 2008

SURAT PERNYATAANTANGGUNG JAWAB BELANJA
1.

2. 3. 4. 5.

Narna Satuan Kerja : Kode Satuan Kerja : Tanggall Nornor DIPA: Subkegiatan : Klasifikasi Belanja * :

Yang bertanda tangan di bawah ini Kuasa Pengguna Anggaran Satuan Kerja ......... rnenyatakan bahwa saya bertanggung jawab penuh atas segala pengeluaran yang telah dibayar lunas kepada yang berhak rnenerirna dengan perincian sebagai berikut : No MAK Penerirna Uraian
'

Bukti Tanggal Nornor

Jurnlah

Jurnlah Bukti-bukti belanja tersebut di atas disirnpan sesuai ketentuan yang berlaku pada satuan kerja ................... untuk kelengkapan adrninistrasi dan keperluan perneriksaan aparat pengawasan fungsional. Dernikian Surat Pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.

....................... ..................... Kuasa Pengguna Anggaranl Pejabat Pembuat Kornitmen

Narna.. ................. NIPINRP............... 'SPTB dibuat berdasarkan klasifikasi belanja (4 digit)

LAMPIRAN I1
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHAWN NOMOR PER-07lPBl2008 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PENYALURAN DAN PENCAIRAN DANA SUBSlDl MlNYAK GORENG TAHUN ANGGARAN 2008

DAFTAR REKAPITULASI RINGKASAN PERJANJIAN KERJA SAMA DAN TAGIHAN REALlSASl PENYALURAN SUBSlDl MINYAK GORENG DlPA NOMOR .................... No.
1.

Nama Pelaku Usaha

Nomor dan Tanggal Surat Perjanjian

Alamat

Nama Bank1 No. Rekening Pelaku Usaha

Jumlah Uang Yang Ditagihkan

Keterangan

2.

3.
4.

5.

(tempat), (tanggal bulan tahun) a.n. Kuasa Pengguna Anggaran, Pejabat Pembuat Komitmen

(Nama lengkap) NIP... ... ... ... ... ... ... ... ...

11 B E L A N J A D A E R A H 1.
@aria Perimbangan,Dana Otononii Khusus, Dana Penyesuaian) .

Catatan Triwulan I Tahun 2008 tidak ada Surat Edaran Ditjen PBN Mengenai BELANJA DAERAH

N. PEMBIAYAAN DALAM NEGERI

1

Catatan : Triwulan I Tahun 2008 tidak ada Surat Edaran Ditjen PBN Mengenai PEMBIAYAAN D A L A M NEGERI

V. PEMBIAYAAN LUAR NEGERI

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN NOMOR PER- 01 iPB12008 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PENYALURAN DAN PENCAIRAN DANA HlBAH NOMOR TF-054589 (JAPANESE PHRD GRANT FOR THE PREPARATION OF NATIONAL ROADS IMPROVEMENT PROJECT) DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN, Menimbang
:

a.

bahwa dalam rangka persiapan kegiatan perbaikan jalan-jalan strategis nasional, Pemerintah lndonesia memperoleh dana hibah dari Pemerintah Jepang melalui Japanese PHRD Grant for the Preparation of National Roads lmprovement Project yang diadministrasikan oleh Bank Dunia; bahwa dalam rangka pengelolaan dana hibah Nomor TF-054589 diperlukan petunjuk pelaksanaan penyaluran dan pencairan dana hibah dimaksud; bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan b, perlu menetapkan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyaluran dan Pencairan Dana Hibah Nomor TF-054589 (Japanese PHRD Grant for the Preparation of National Roads lmprovement Project); Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Repubiik lndonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lernbaran Negara Republik lndonesia Nomor 4286); Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lernbaran Negara Republik lndonesia Nomor 4355); Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4400);

b.

c.

Mengingat

:

1.

2.

3.

4.

Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2001 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 1995 tentang Bea Masuk, Bea Masuk Tambahan, Pajak Pertambahan Nilai, dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah dan Pajak Penghasilan dalam Rangka Pelaksanaan Proyek Pemerintah yang Dibiayai dengan Hibah atau Dana Pinjaman Luar Negeri (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2001 Nomor 48, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4092); Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengadaan Pinjaman danlatau Penerimaan Hibah serta Penerusan Pinjaman danlatau Hibah Luar Negeri (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2006 Nomor 3, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4597); Keputusan Presiden Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2002 Nomor 73, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4212) sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 72 Tahun 2004 (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2004 Nomor 92, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4418); Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134/PMK.06/2005 tentang Pedoman Pembayaran dalam Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara; Peraturan Menteri Keuangan Nomor 1311PMK.0112006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Keuangan; Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja lnstansi Vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan; Keputusan Menteri Keuangan Nomor 239/KMK.0111996 tentang Bea Masuk, Bea Masuk Tambahan, Pajak Pertambahan Nilai, Pajak Penjualan atas Barang Mewah, dan Pajak Penghasilan dalam Rangka Pelaksanaan Proyek Pemerintah yang Dibiayai dengan Hibah atau Dana Pinjaman Luar Negeri sebagaimana telah diubah terakhir dengan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 486/KMK.04/2000;

5.

6.

7.

8.

9.

11. Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Keuangan dan Menteri Negara Perencanaan Pembangunan NasionallKetua Bappenas Nomor 185lKMK.0311995 dan KEP.O31lKETl5/l995 tentang Tata Cara Perencanaan, Pelaksanaan, Penatausahaan, dan Pemantauan PinjamanIHibah Luar Negeri dalam Rangka Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, sebagaimana telah diubah dengan 459lKMK.0311999 dan KEPSKB Nomor 2641KET10911999; 12. Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-661PBI2005 tentang Mekanisme Pelaksanaan Pembayaran atas Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara; MEMUTUSKAN: Menetapkan DIREKTUR JENDERAL PERATURAN TENTANG PETUNJUK PERBENDAHARAAN PELAKSANAAN PENYALURAN DAN PENCAIRAN DANA HlBAH NOMOR TF-054589 (JAPANESE PHRD GRANT FOR THE PREPARATION OF NATIONAL ROADS IMPROVEMENTPROJECT). BAB l KETENTUAN UMUM Pasal I Dalam Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini, yang dimaksud dengan: 1. Grant Agreement Nomor TF-054589 (Japanese PHRD Grant for the Preparation of National Roads Improvement Project) adalah bantuan hibah Pemerintah Jepang yang diadministrasikan oleh Bank Dunia untuk membiayai persiapan proyek perbaikan jalan-jalan strategis nasional. Executing Agency adalah Kementerian NegaraILembaga yang bertanggung jawab secara keseluruhan pelaksanaan kegiatan. No Objection Letter, yang selanjutnya disebut NOL adalah persetujuan dari pemberi pinjamanlhibah atau donor atas suatu kontrak dengan jumlah batasan tertentu atau tanpa batasan nilai berdasarkan jenis pekerjaan yang sudah ditandatangani.

2.

3.

4.

Initial Deposit adalah dana awal yang dapat ditarik dari PHLN dan ditransfer ke Rekening Khusus (Special Account), setelah Naskah Perjanjian PinjamanlHibah Luar Negeri (NPPHLN) dinyatakan efektif. Withdrawal Application adalah dokumen yang digunakan untuk melakukan penarikan Initial Deposit dana pinjamanlhibah, pengisian kembali Rekening Khusus danlatau penarikan untuk penggantian atas pengeluaran-pengeluaran yang telah dibayarkan terlebih dahulu oleh Pemerintah. Closing Date adalah tanggal batas akhir penarikan pinjamanlhibah luar negeri yang ditetapkan dalam NPPHLN danlatau oleh pemberi pinjamanlhibah luar negeri. Daftar lsian Pelaksanaan Anggaran, yang selanjutnya disebut DlPA adalah dokumen pelaksanaan anggaran yang disusun oleh Menteril Pimpinan Lembaga selaku Pengguna Anggaran dan disahkan oleh Menteri Keuangan selaku Bendahara Umum Negara. Pengguna Anggaran, yang selanjutnya disebut PA adalah pejabat yang berwenang dan bertanggung jawab atas penggunaan anggaran pada Kementerian NegaralLembaga yang bersangkutan. Kuasa Pengguna Anggaran, yang selanjutnya disebut Kuasa PA adalah pejabat yang memperoleh kewenangan dan tanggung jawab dari PA untuk menggunakan anggaran yang dikuasakan kepadanya.

5.

6.

7.

8.

9.

10. Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara, selanjutnya disebut KPPN adalah instansi vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang memperoleh kewenangan selaku kuasa Bendahara Umurn Negara.
11. Kas Negara adalah ternpat penyimpanan uang negara yang ditentukan oleh Menteri Keuangan selaku Bendahara Umum Negara untuk menarnpung seluruh penerimaan negara dan membayar seluruh pengeluaran negara.

12. Rekening Khusus (Special Account) adalah rekening pemerintah yang berada di Bank Indonesia atau Bank Pemerintah lainnya yang ditunjuk Menteri Keuangan yang dibuka untuk menampung dana PPHLN yang digunakan untuk pembiayaan kegiatan pembangunan.

13. Surat Perintah Mernbayar, yang selanjutnya disebut SPM adalah surat perintah yang diterbitkan oleh Pejabat Penanda Tangan SPM untuk dan atas narna Pengguna Anggaran kepada Bendahara Umurn Negara atau kuasanya berdasarkan SPP untuk melakukan pernbayaran sejurnlah uang kepada pihak dan atas beban bagian anggaran yang ditunjuk dalarn SPP berkenaan. 14. Surat Perintah Pencairan Dana, yang selanjutnya disebut SP2D adalah surat perintah yang diterbitkan oleh Kuasa Bendahara Urnurn Negara kepada Bank Operasional/Kantor Pos dan Giro untuk rnernindahbukukan sejurnlah uang dari Kas Negara ke rekening pihak yang ditunjuk dalarn SPM berkenaan. 15. Uang Persediaan, yang selanjutnya disebut UP adalah uang rnuka kej a dengan jurnlah tertentu yang diberikan kepada Bendahara Pengeluaran hanya untuk rnernbiayai kegiatan operasional sehari-hari Satuan Kerja yang tidak dapat dilakukan dengan pernbayaran langsung. 16. Tambahan Uang Persediaan, yang selanjutnya disebut TUP adalah uang yang diberikan kepada Satuan Kerja untuk kebutuhan yang sangat rnendesak dalarn satu bulan rnelebihi pagu uang persediaan yang ditetapkan. Spesifikasi hibah, sebagai berikut: a. b. c. d. e. f. g. h. Nomor Hibah Nornor Register Tanggal Penandatanganan Effective Date Closing Date Jurnlah Hibah Initial Deposit Nornor Rekening Khusus : TF-054589 : 70600201 : 27 Juli 2005 : 27 Juli 2005 : 31 Maret 2008

: USD 1,000,000
: USD 200,000

: 602.093411
: Direktorat Jenderal Bina Marga Departernen Pekerjaan Urnurn

i. Executing Agency

BAB II PEMBEBANAN DAN PEMBAYARAN Pasal3
(1) Tata cara pembayaran dana hibah menggunakan mekanisme Rekening Khusus.

(2) Pembayaran dibebankan pada Rekening Khusus Nomor 602.09341 1 pada Kantor Pusat Bank Indonesia di Jakarta. (3) Pembebanan dan pembayaran dilakukan secara proporsional sesuai dengan kategori dan persentase dana hibah Nomor TF-054589 sebagaimana tercantum dalam Lampiran Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini. BAB Ill PENCAIRAN DANA
(1) Pencairan dana dilakukan melalui penerbitan SP2D oleh KPPN atas dasar SPM yang diajukan oleh PNKuasa PA berdasarkan DlPA (sesuai Surat Edaran Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor SE771PBl2005 tentang Tata Cara Penerbitan SP2D Rekening Khusus pada KPPN).

(2) Pada SPM tercantum nilai, nomor, dan tanggal kontrak termasuk addendum, nomor dan tanggal BAP, nomor pinjaman, kode dan besamya persentase (porsi) kategori dan tanggal NOL (apabila dipersyaratkan). (3) Dalam pelaksanaan pembayaran dengan UPTTUP, SP2D tidak dibebankan pada Rekening Khusus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (2), tetapi dibebankan pada Rekening Kas Negara. (4) Pertanggungjawaban atas UPrrUP dilaksanakan berdasarkan peraturan perundang-undangan.
(5) Untuk keperluan pembayaran kontrak-kontrak dalam valuta asing, tidak diperkenankan merupiahkan tagihan valuta asing (sesuai Surat Edaran Direktur Jenderal Anggaran Nomor SE-43/A/61/0392 tentang Pembayaran Mata Uang AsingNaluta Asing atas Beban Rekening Khusus jo. Surat Edaran Direktur Jenderal Anggaran Nomor SE-32lN6310295 tentang Pembayaran Mata Uang AsingNaluta Asing (Valas) dan Surat Edaran Direktur Jenderal Anggaran Nomor SE-

130lA/1989 tentang Petunjuk Tata Cara Penyaluran Pernbiayaan Training dalarn Rangka Bantuan Luar Negeri rnelalui Rekening Khusus). (6) Pengajuan dokurnen untuk pernbayaran sebagairnana dirnaksud pada ayat (5) disarnpaikan kepada KPPN Khusus Jakarta VI. (7) Pernbayaran terhadap kontrak-kontrak yang rnensyaratkan NOL, dapat dilaksanakan apabila SPM yang diajukan dilarnpiri copy "NOL" sesuai dengan Surat Edaran Direktur Jenderal Anggaran Nornor SE104/A/2000 tentang Penggantian Format NOL for Disbursment (Form 38) Bantuan IBRD rnenjadi Form 384P (untuk pekerjaan kategori goods and works) dan Form 384C (untuk pekerjaan kategori consultant) atas kontrak yang bersangkutan. NOL dari Bank Dunia rnerupakan NOL terhadap kontrak yang telah ditetapkanl ditandatangani (final/signed contract). BAB IV PENGlSlAN KEMBALI DANA REKENING KHUSUS

(1)

Pengisian kernbali dana Rekening Khusus dilaksanakan secara berkala dengan penyarnpaian aplikasi Replenishment kepada Direktorat Pengelolaan Kas Negara sesuai prosedur yang berlaku dan rnenjadi tanggung jawab penuh Executing Agency bersangkutan. Apabila Executing Agency tidak rnelaksanakan kewajibannya sebagaimana dirnaksud pada ayat (1) yang rnengakibatkan saldo dana yang tersedia pada Rekening Khusus berkenaan di Bank Indonesia tidak rnencukupi, maka Direktorat Jenderal Perbendaharaan dapat rnenerbitkan surat perintah penghentian pernbayaran sernentara kepada KPPN bersangkutan. Pernbayaran kernbali atas penghentian sementara sebagaimana dirnaksud pada ayat (2). dapat dilaksanakan setelah KPPN rnenerirna surat pernberitahuan dari Direktorat Jenderal Perbendaharaan c.q. Direktorat Pengelolaan Kas Negara.

(2)

(3)

BAB V PELAPORAN DAN PENGlRlMAN DOKUMEN

(1) (2)

Untuk keperluan pelaporan, KPPN mengirimkan copy SP2D dan copy SPM. Dokumen sebagaimana dimaksud pada ayat (I), dikirimkan setiap hari Senin yang diterbitkan pada minggu sebelumnya dan dialamatkan kepada: Direktorat Pengelolaan Kas Negara Subdirektorat Dana Pinjaman dan Hibah Gedung Perbendaharaan I Lantai IV Jalan Lapangan Banteng Timur No. 2-4 Jakarta 10710 TeleponlFaksimile (021) 3864779 e-mail d~h~knA~erbendaharaan.40.id. BAB VI KETENTUAN LAIN-LAIN

(1) PPN, PPnBM, dan PPh yang terutang untuk porsi PinjamanIHibah Luar Negeri dilaksanakan sesuai peraturan perundang-undangan. (2) Pengesahan Faktur Pajak dan SSP dilaksanakan sesuai peraturan perundang-undangan.

(1) Pengeluaran atas SP2D yang telah membebani Rekening Khusus tetapi belum dimintakan pinjamanlhibah penggantiannya dari pemberi dinyatakan backlog sampai dengan SP2D Reksus berkenaan diajukan ReplenishmenffReimbursementdan telah mendapat penggantian. (2) Pengeluaran atas SP2D Reksus yang tidak sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam NPPHLN atau pengeluaran setelah pinjamanlhibah luar negeri dinyatakan closing account dikategorikan sebagai pengeluaran ineligible. Pengeluaran yang dikategorikan ineligible sebagaimana dimaksud pada ayat (2), menjadi tanggung jawab penuh Kementerian Negarat Lembaga yang bersangkutan dan harus diperhitungkan dalam revisi DlPA tahun anggaran berjalan atau dibebankan dalam DIPA tahun anggaran berikutnya.

(4) Sesuai ketentuan sebagairnana dirnaksud pada ayat (3), Direktur Pengelolaan Kas Negara rnenyarnpaikan surat kepada Pirnpinan Kernenterian NegaralLernbaga dengan ternbusan Direktur Jenderal Anggaran untuk rnengajukan revisi DlPA dirnaksud dengan uraian untuk keuntungan Rekening Kas Urnurn Negara
BAB VII KETENTUANPENUTUP Pasal9 Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Agar setiap orang mengetahuinya, rnemerintahkan pengurnurnan peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini dengan penernpatannya dalarn Berita Negara Republik Indonesia. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 22 Januari 2008 DIREKTUR JENDERAL, ttd HERRY PURNOMO NIP 060046544

LAMPIRAN
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHAWN NOMOR PER- 01 IPBR008 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PENYALURAN DAN PENCAIRAN DANA HlBAH NOMOR TF-054589 (JAPANESE PHRD GRANT FOR THE PREPARATION OF NATIONAL ROADS IMPROPVEMENT PROJECT)

KATEGORI DAN PERSENTASE PEMBIAYAAN DANA HlBAH NOMOR TF-054589 (JAPANESE PHRD GRANT FOR THE PREPARATlONOF NATIONAL ROADS IMPROVEMENT PROJECT)

Uraian Kategori

Kode Kategori

Jumlah Hibah (USD) 1,000,000

Porsi Pembiayaan

SOE Threshold1 NOL (USD Eqv.)

Consultants' services

1

100%

100.000 for Firms 50.000 for Indiv.

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN NOMOR PER- 04 lPB12008 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PENYALURAN DAN PENCAIRAN DANA PINJAMAN IBRD NOMOR 4834-IND (STRATEGIC ROADS INFRASTRUCTURE PROJECTERIP) DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN, Menirnbang
:

a.

bahwa dalarn rangka peningkatan kapasitas dan kualitas jalan strategis nasional di Pulau Jawa dan Surnatera, Pernerintah lndonesia mernperoleh pinjarnan dari IBRD rnelalui kegiatan Strategic Roads lnfrastmcture Project (SRIP) yang diadministrasikan oleh Bank Dunia; bahwa untuk pengelolaan dana pinjarnan IBRD Nornor 4834-IND, perlu petunjuk pelaksanaan penyaluran dan pencairan dana pinjarnan dirnaksud; bahwa berdasarkan pertirnbangan sebagairnana dirnaksud dalarn huruf a dan b, perlu menetapkan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyaluran dan Pencairan Dana Pinjaman IBRD Nornor 4834-IND (Strategic Roads Infrastructure ProjectlSRIP); Undang-Undang Nornor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lernbaran Negara Republik lndonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tarnbahan Lernbaran Negara Republik lndonesia Nornor 4286); Undang-Undang Nornor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lernbaran Negara Republik lndonesia Tahun 2004 Nornor 5, Tarnbahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4355); Undang-Undang Nornor 15 Tahun 2004 tentang Perneriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lernbaran Negara Republik lndonesia Tahun 2004 Nornor 66, Tarnbahan Lernbaran Negara Republik lndonesia Nomor 4400); Peraturan Pernerintah Nornor 25 Tahun 2001 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Pernerintah Nomor

b.

c.

Mengingat

:

1.

2.

3.

4.

42 Tahun 1995 tentang Bea Masuk, Bea Masuk Tarnbahan, Pajak Pertarnbahan Nilai, dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah dan Pajak Penghasilan dalarn Rangka Pelaksanaan Proyek Pernerintah yang Dibiayai dengan Hibah atau Dana Pinjarnan Luar Negeri (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2001 Nomor 48, Tarnbahan Lernbaran Negara Republik lndonesia Nomor 4092); 5. Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengadaan Pinjaman danlatau Penerirnaan Hibah serta Penerusan Pinjarnan danlatau Hibah Luar Negeri (Lernbaran Negara Republik lndonesia Tahun 2006 Nomor 3, Tarnbahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nornor 4597); Keputusan Presiden Nornor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (Lernbaran Negara Republik lndonesia Tahun 2002 Nornor 73, Tarnbahan Lernbaran Negara Republik lndonesia Nornor 4212) sebagairnana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nornor 72 Tahun 2004 (Lernbaran Negara Republik lndonesia Tahun 2004 Nornor 92, Tarnbahan Lernbaran Negara Republik lndonesia Nornor 4418); Peraturan Menteri Keuangan Nomor 1341PMK.0612005 tentang Pedornan Pernbayaran dalam Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara; Peraturan Menteri Keuangan Nornor 131lPMK.0112006 tentang Organisasi dan Tata Kej a Departernen Keuangan; tentang Organisasi dan Tata Kerja lnstansi Vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan; 10. Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Keuangan dan Menteri Negara Perencanaan Pernbangunan NasionalIKetua Bappenas Nornor 1851KMK.0311995 dan KEP.031lKETl511995 tentang Tata Cara Perencanaan, Pelaksanaan, Penatausahaan, dan Pernantauan PinjarnanlHibah Luar Negeri dalarn Rangka Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, sebagairnana telah diubah dengan SKB Nornor 459lKMK.0311999 dan KEP2641KETl09/1999; 11. Keputusan Menteri Keuangan Nornor

6.

7.

8.

9. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134lPMK.0112006

2391KMK.01/1996 tentang Pelaksanaan Peraturan

Pernerintah Nornor 42 Tahun 1995 tentang Bea Masuk, Bea Masuk Tarnbahan, Pajak Pertarnbahan Nilai, dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah dan Pajak Penghasilan dalarn Rangka Pelaksanaan Proyek Pernerintah yang Dibiayai dengan Hibah atau Dana Pinjarnan Luar Negeri sebagairnana telah diubah terakhir dengan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 4861KMK.0412000; 12. Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nornor PER-66lPBl2005 tentang Mekanisrne Pelaksanaan Pernbayaran atas Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara; MEMUTUSKAN: Menetapkan DIREKTUR JENDERAL PERATURAN TENTANG PETUNJUK PERBENDAHARAAN PELAKSANAAN PENYALURAN DAN PENCAIRAN DANA PINJAMAN IBRD NOMOR 4834-IND (STRATEGIC ROADS INFRASTRUCTUREPROJECTBRIP). BAB I KETENTUAN UMUM Pasal I Dalarn Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini, yang dirnaksud dengan:
1.

Strategic Roads Infrastructure Project adalah pinjarnan dari IBRD yang diadrninistrasikan oleh Bank Dunia untuk rnernbiayai peningkatan kapasitas dan kualitas jalan strategis nasional di Pulau Jawa dan Surnatera, peningkatan keselarnatan jalan serta peningkatan efisiensi kualitas dan transparansi dalarn pelelangan dan pelaksanaannya dengan tujuan peningkatan daya saing ekonornis. Executing Agency adalah Kernenterian NegaralLernbaga yang rnenjadi penanggung jawab secara keseluruhan pelaksanaan kegiatan. No Objection Letter, yang selanjutnya disebut NOL adalah persetujuan dari pernberi pinjarnanlhibah atau donor atas suatu kontrak dengan jurnlah batasan tertentu atau batasan nilai berdasarkan jenis pekejaan yang ditetapkan.

2.

3.

4.

Initial Deposit adalah dana awal yang dapat ditarik dan donor dan ditransfer ke Rekening Khusus (Special Account), setelah Loan Agreement dinyatakan efektif. Withdrawal Application adalah dokumen yang digunakan untuk melakukan penarikan Initial Deposit dana pinjamanlhibah, pengisian kembali Rekening Khusus, danlatau penarikan untuk penggantian atas pengeluaran-pengeluaran yang telah dibayarkan terlebih dahulu oleh Pemerintah. Closing Date adalah tanggal batas akhir penarikan dana pinjamanlhibah luar negeri yang ditetapkan dalam NPPHLN danlatau oleh Pemberi PinjamanIHibah Luar Negeri. Daftar lsian Pelaksanaan Anggaran, yang selanjutnya disebut DlPA adalah dokumen pelaksanaan anggaran yang dibuat oleh MenteriIPimpinan Lembaga selaku Pengguna Anggaran dan disahkan oleh Menteri Keuangan selaku Bendahara Umum Negara. Pengguna Anggaran, yang selanjutnya disebut PA adalah pejabat yang berwenang dan bertanggung jawab atas penggunaan anggaran pada Kementerian NegaraILembagayang bersangkutan. Kuasa Pengguna Anggaran, yang selanjutnya disebut Kuasa PA adalah pejabat yang memperoleh kewenangan dan tanggung jawab dari PA untuk menggunakan anggaranyang dikuasakan kepadanya.

5.

6.

7.

8.

9.

10. Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara, yang selanjutnya disebut KPPN adalah instansi vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang memperoleh wewenang selaku Kuasa Bendahara Umum Negara.
1I.Kas Negara adalah tempat penyimpanan uang negara yang ditentukan oleh Menteri Keuangan selaku Bendahara Umum Negara untuk menampung seluruh penerimaan negara dan membayar seluruh pengeluaran negara. 12. Rekening Khusus (Special Account) adalah rekening pemerintah yang berada di Bank Indonesia atau bank pemerintah lainnya yang ditunjuk Menteri Keuangan yang dibuka untuk menampung dana PPHLN yang digunakan untuk pembiayaan kegiatan pembangunan.

13. Surat Perintah Membayar yang selanjutnya disebut SPM adalah surat perintah yang diterbitkan oleh

Pejabat Penanda Tangan SPM untuk dan atas narna PA kepada Bendahara Urnurn Negara atau kuasanya berdasarkan SPP untuk rnelakukan pernbayaran sejurnlah uang kepada pihak dan atas beban bagian anggaran yang ditunjuk dalarn SPP berkenaan. 14. Surat Perintah Pencairan Dana, yang selanjutnya disebut SP2D adalah surat perintah yang diterbitkan oleh Kuasa Bendahara Urnurn Negara kepada Bank OperasionalIKantor Pos dan Giro untuk rnernindahbukukan sejurnlah uang dari Kas Negara ke rekening pihak yang ditunjuk dalarn SPM berkenaan. 15. Uang Persediaan, yang selanjutnya disingkat UP adalah uang rnuka kerja dengan jurnlah tertentu yang bersifat daur ulang (revolving), diberikan kepada Bendahara Pengeluaran hanya untuk rnernbiayai kegiatan operasional kantor sehari-hari satuan kerja yang tidak dapat dilakukan dengan pernbayaran langsung. 16. Tarnbahan Uang Persediaan, yang selanjutnya disingkat TUP adalah uang yang diberikan kepada satuan kerja untuk kebutuhan yang sangat rnendesak dalarn 1 (satu) bulan rnelebihi pagu UP yang ditetapkan. Pasal2 Spesifikasi hibah, sebagai berikut: a. b. Nornor Pinjarnan Nornor Register Tanggal Penandatanganan Effective Date Closing Date Jurnlah Pinjarnan : 4834-IND

c.
d. e. f.

: 13 September 2007 : 1 November 2007 : 31 Desernber 2011
: USD208,000,000

h.

Nornor Rekening Khusus

: 601.27441 1
: Direktorat

i. Executing Agency

Jenderal Bina Marga Departernen Pekerjaan Urnurn

BAB II PEMBEBANAN DAN PEMBAYARAN Pasal3 (1) Tata cara pembayaran dana pinjaman untuk kategori 2 dan 4 menggunakan mekanisme Rekening Khusus. (2) Pembayaran dana dibebankan pada Rekening Khusus Nomor 601.274411 pada Kantor Pusat Bank Indonesia di Jakarta. (3) Pembebanan dan pembayaran dilakukan secara proporsional sesuai kategori dan persentase sebagaimana tercantum dalam Lampiran Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini BAB Ill PENCAIRAN DANA Pasal4 (1) Pencairan dana dilaksanakan melalui penerbitan SP2D oleh KPPN atas dasar SPM yang diajukan oleh PAfKuasa PA berdasarkan DlPA (sesuai Surat Edaran Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor SE77lPB12005 tentang Tata Cara Penerbitan SP2D Rekening Khusus pada KPPN). (2) Pada SPM tercantum nilai, nomor, dan tanggal kontrak termasuk adendum, nomor, dan tanggal BAP, nomor pinjaman, nomor register, kode dan porsi pembiayaan serta tanggal NOL (apabila dipersyaratkan). (3) Dalam pelaksanaan pembayaran dengan UPITUP, SP2D tidak dibebankan pada Rekening Khusus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (2),tetapi dibebankan pada Rekening Kas Negara. (4) Pertanggungjawaban atas UPrrUP dilaksanakan berdasarkan peraturan perundang-undangan. (5) Untuk keperluan pembayaran kontrak-kontrak dalam valuta asing tidak diperkenankan merupiahkan tagihan valuta asing tersebut (sesuai Surat Edaran Direktorat Jenderal Anggaran Nomor SE-43/Al61/0392 tentang Pembayaran Mata Uang AsingNaluta Asing atas Beban Rekening Khususjuncto Surat Edaran Direktorat Jenderal Anggaran Nomor SE-32lAf6310295 tentang Pembayaran Mata Uang AsingNaluta Asing (Valas) dan Surat Edaran Direktorat Jenderal Anggaran Nomor

SE-130lAll989 tentang Tata Cara Penyaluran Pernbiayaan Training dalarn Rangka Bantuan Luar Negeri rnelalui Rekening Khusus).
(6) Pengajuan dokurnen untuk pernbayaran sebagairnana dirnaksud pada ayat (5) disarnpaikan kepada KPPN Khusus Jakarta VI. (7) Pernbayaran terhadap kontrak-kontrak yang rnensyaratkan NOL, dapat dilaksanakan apabila SPM yang diajukan dilarnpiri copy "NOL" sesuai dengan Surat Edaran Direktorat Jenderal Anggaran Nornor SE104//V2000 tentang Penggantian Format NOL for Disbursement (Form 38) bantuan IBRD rnenjadi Form 384P (untuk pekerjaan kategori goods and works) dan Form 384C (untuk pekerjaan kategori consultant) atas kontrak yang bersangkutan. NOL dari Bank Dunia merupakan NOL terhadap kontrak yang telah ditetapkanl ditandatangani (finalkigned contract).

BAB IV PENGlSlAN KEMBALI DANA REKENING KHUSUS Pasal5
(1) Pengisian kernbali dana Rekening Khusus dilaksanakan secara berkala dengan rnenyarnpaikan aplikasi replenishment kepada Direktorat Pengelolaan Kas Negara sesuai prosedur yang berlaku dan rnenjadi tanggung jawab penuh Executing Agency bersangkutan.

(2) Apabila Executing Agency tidak rnelaksanakan kewajibannya sebagairnana dirnaksud pada ayat (1) yang rnengakibatkan ketersediaan saldo dana pada Rekening Khusus di Bank Indonesia tidak rnencukupi, rnaka Direktorat Jenderal Perbendaharaan dapat rnenerbitkan surat perintah penghentian sernentara kepada KPPN bersangkutan.

(3) Pernbayaran kernbali atas penghentian pernbayaran sernentara sebagairnana dirnaksud pada ayat (2), dapat
dilaksanakan setelah KPPN rnenerirna surat pernberitahuan dari Direktorat Jenderal Perbendaharaan c.q. Direktorat Pengelolaan Kas Negara.

BAB V PELAPORAN DAN PENGlRlMAN DOKUMEN

(1) Untuk keperluan pelaporan, KPPN mengirimkan copy SP2D dan copy SPM. (2) Dokumen sebagaimana dimaksud pada ayat (I), dikirimkan setiap hari Senin yang diterbitkan pada minggu sebelumnya dan dialamatkan kepada: Direktorat Pengelolaan Kas Negara Subdirektorat Dana Pinjaman dan Hibah Gedung PerbendaharaanI Lantai IV Jalan Lapangan Banteng Timur No. 2-4 Jakarta 10710 TeleponIFaksimile (021) 3864779 e-mail d~h~kn@~erbendaharaan.ao.id BAB VI KETENTUAN LAIN-LAIN

(1) PPN, PPn BM, dan PPh yang terutang untuk porsi PinjamanIHibah Luar Negeri dilaksanakan sesuai peraturan perundang-undangan.

(2) Pengesahan Faktur Pajak dan SSP dilaksanakan sesuai peraturan perundang-undangan.

(1) Pengeluaran atas SP2D yang telah membebani Rekening Khusus tetapi belum dimintakan penggantiannya kepada pemberi pinjamanlhibah dinyatakan backlog sampai dengan SP2D Rekening Khusus berkenaan diajukan replenishmenVreimbursement dan telah mendapat penggantian.
(2) Pengeluaran atas SP2D Rekening Khusus yang tidak sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam NPPHLN atau pengeluaran setelah pinjamanlhibah luar negeri dinyatakan closing account dikategorikan sebagai pengeluaran ineligible.

(3) Pengeluaran yang dikategorikan ineligible sebagaimana dimaksud pada ayat (2), menjadi tanggung jawab NegaraILembaga yang penuh Kementerian bersangkutan dan harus diperhitungkan dalam revisi

DlPA tahun anggaran berjalan atau dibebankan dalarn DlPA tahun anggaran berikutnya.

(4) Sesuai ketentuan sebagairnana dirnaksud pada ayat (3), Direktur Pengelolaan Kas Negara menyarnpaikan surat kepada pirnpinan Kernenterian NegaraILernbaga dengan ternbusan Direktur Jenderal Anggaran untuk rnengajukan revisi DlPA dirnaksud dengan uraian "untuk keuntungan Rekening Kas Umum Negara."
BAB VII KETENTUAN PENUTUP

Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Agar setiap orang mengetahuinya, mernerintahkan pengurnuman peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini dengan penernpatannya dalarn Berita Negara Republik Indonesia. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 29 Januari 2008 DIREKTUR JENDERAL, ttd HERRY PURNOMO NIP 060046544

LAMPIRAN
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN NOMOR PER- 04 IPBR008 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PENYALURAN DAN PENCAIRAN DANA PINJAMAN 18RD NOMOR 4834-IND (STRATEGIC ROADS lNFRASTRUCTUREPROJECTISRIP)

DAFTAR KATEGORI DAN PERSENTASE PEMBIAYAAN LOAN IBRD NOMOR 4834-IND (STRATEGIC ROADS INFRASTRUCTUREPROJECTISRIP) Rekening Khusus Nomor 601.274411 Kode Kategori 2 4 Uraian Kategori Goods Incremental operating costs TOTAL AMOUNT Jumlah Alokasi Loan (USD) 1,325,000 720,000 Persentase Pembiayaan 100 % 80%

2,045,000

VI. PENGELOLAAN BARANG MILIK 1 KEKAYMN NEGARA

Catatan : Triwulan I Tahun 2008 tidak ada Surat Edaran Ditjen PBN Mengenai PENGELOLAAN BARANG MILIKIKEKAYAAN NEGARA

VII. PENGELOLAAN KAS NEGARA

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN

Gedung Perbendaharaan Lantai II JI. Lapangan Banteng Timur No.2-4 Jakarta 10710 Kotak Pos 1139

: 3449230 pswt. 5200 3450959 Faksimile : 3457490 Website : www.~erbendaharaan.ao.id
Telepon

Yth.

1. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan 2. Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara SURAT EDARAN Nomor SE- 01 lPBl2008 TENTANG PERMINTAAN KEBUTUHAN DANA, PELIMPAHAN PENERIMAAN NEGARA, DAN PENYAMPAIAN LAPORAN KAS POSlSl SELAMA PELAKSANAAN HARl LlBUR NASIONAL DAN CUT1 BERSAMA

Berdasarkan Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, dan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 55 Tahun 2007, Nomor KEP.222lMENN12007, dan Nomor SKB103/M.PAN15/2007 tanggal 30 Mei 2007 tentang Hari-Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2008, ditetapkan: A. HARl LlBUR TAHUN 2008

6.

21 Maret 1 Mei

Jumat Wafat Yesus Kristus. Kamis Kenaikan Yesus Kristus.

11. 1-2 Oktober 12. 8 Desember 13. 25 Desember 14. 29 Desember B. CUT1 BERSAMA TAHUN 2008

ri Raya Waisak, Selasa 20 Mei 5. 29, 30 September gdan 3 Oktober Senin, Cuti bersama sebelum dan sesudah Selasa dan 'Hari Raya ldul Fitri 1 Syawal 1429 {Hijriyah,Rabu 8 Kamis 1-2 Oktober Jumat 2008. Cuti bersama menyarnbung libur Jumat Hari Raya Natal, iKarnis 25 Desember 2008.

6. 26 Desember

Dengan ini Kepala KPPN diminta untuk rnemperhatikan hal-ha1 sebagai berikut: 1. Permintaan kebutuhan dana untuk hari kerja setelah cuti bersamalhari libur nasional menggunakan e-kirana dilaksanakan pada hari kerja terakhir sebelum cuti bersamalhari libur nasional. Penerimaan negara yang diterima BanWPos Persepsi pada hari yang ditetapkan sebagai hari cuti bersama agar dibukukan oleh BanklPos Persepsi mitra kerja masing-masing sebagai penerimaan hari kerja

2.

berikutnya, dan dilaporkan ke KPPN pada periode pelaporan penerirnaan hari kerja tersebut. 2. Pelimpahan penerirnaan negara Rekening Persepsi dan Devisa Persepsi (terrnasuk Penerirnaan PBBIBPHTB) yang seharusnya dilaksanakan pada hari atau tanggal transaksi sesuai ketentuan, yang ternyata hariltanggal dirnaksud ditetapkan sebagai hari libur nasional atau terrnasuk dalarn hari cuti bersarna, dilaksanakan pada hari kerja berikutnya paling lambat pukul 10.00waktu seternpat.

3. Pembagian seluruh saldo Rekening Kas Negara q.q. PBB yang
seharusnya dilaksanakan setiap hari Jurnat dan pernbagian seluruh saldo Rekening Kas Negara q.q. BPHTB yang seharusnya dilaksanakan setiap hari Rabu kepada yang berhak oleh Bank Operasional Ill PBBIBPHTB rnitra kerja, dilaksanakan pada hari kerja pertarna setelah cuti bersarnalhari libur nasional apabila hari tersebut ditetapkan sebagai hari libur nasional atau terrnasuk dalarn hari cuti bersarna. 4. Transaksi penerirnaan dan pelirnpahan sebagairnana dirnaksud pada angka 2 dan 3 dilaporkan oleh KPPN dalarn Laporan Kas Posisi Harian sesuai peraturan perundang-undangan. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan agar rnengawasi pelaksanaan Surat Edaran ini. Dernikian agar dilaksanakan sebagaimana rnestinya. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 9 Januari 2008 Direktur Jenderal, ttd. Heny Pumorno NIP 060046544 Ternbusan:
1. 2.
.

Sekretaris Direktorat Jenderal Perbendaharaan Para Direktur di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharan

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN
Cedung Direktorat hnderal ~erbenciaharaan Lantai I1

1.Lapangan Banteng Timur No. 2 4
JAKARTA 10710

Tdepon : 021-3450959 Te dm : 45799 Faksimil : 021-3457490

Yth.

1. Para Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan 2. Para Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara di seluruh Indonesia SURAT EDARAN NO:SE - 03 IPB12008 TENTANG PENYAMPAIAN LAPORAN KAS POSlSl (LKP) TAHUN 2008

Sehubungan dengan telah disiapkannya Aplikasi Bendurn Tahun 2008 dan rnengingat data realisasi APBN sangat diperlukan dalam rangka monitoring dan untuk penyajian laporan bagi pirnpinan di lingkungan Departemen Keuangan, khususnya Direktur Jenderal Perbendaharaan. Untuk itu diinstruksikan kepada KPPN untuk segera rnenyarnpaikan Laporan LKP harian dan LKP rningguan lengkap (setiap tanggal 7,15,23 dan akhir bulan) dengan rnenggunakanAplikasi Bendurn Tahun 2008. Berkaitan dengan ha1 tersebut, diinstruksikan pula kepada KPPN agar rneneliti terlebih dahulu LKP sebelurn dikirirnkan dan rnenyampaikan LKP tepat waktu sesuai yang telah ditetapkan. Apabila tejadi penyesuaian pada LKP harian, maka perubahannya juga harus dikirirnkan kernbali pada pengirirnan LKP rningguan. Pengirirnan LKP dilakukan dan rnelalui e-mail: datak~~n@.~erbendaharaan.no.id harus dikonfirmasi terlebih dahulu rnelalui nornor (021) - 3860487, (021) - 3456547, dan (021) - 3449230 ext. 5402 dan 5404. Kepada Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan diminta untuk dapat rnengawasi penyampaian LKP masing-masing KPPN dalarn wilayah kerjanya dalarn rangka pelaksanaan surat edaran ini. Dernikian agar dilaksanakan

Ditetapakan di Jakarta Pada tanggal 17 Januari 2008 Direktur Jenderal ttd. Herry Pumomo NJP.060046544

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN
J. Lapanom B ~ t s n g u r No.2-4 k
J.*.r(.
b

10710

i F M m * :+62-21-3457450
I

Tdapon : -2-21-Y50858: Ssnlrsl : e2-21-3449230 psw : 5200
Wehka :-har.an.ao
Id

Yth :

1. Para Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan 2. Para Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara

SURAT EDARAN NOMOR: SE-09lPB12008 TENTANG PERUBAHAN ATAS SURAT EDARAN NOMOR SE-011PB12008 TENTANG PERMINTAAN KEBUTUHAN DANA, PELIMPAHAN PENERIMAAN NEGARA, DAN PENYAMPAIAN LAPORAN KAS POSlSl SELAMA PELAKSANAAN HARl LlBUR NASIONAL DAN CUT1 BERSAMA Berdasarkan Keputusan Bersama Menteri Agarna, Menteri Tenaga K e j a dan Transmigrasi, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 1 Tahun 2008, KEP.241MEN11112008, dan SKBIOllM.PAN12/2008 tanggal 5 Pebruari 2008, dengan ini ditetapkan hari cuti bersama tahun 2008 sebagaimana tersebut pada Surat Edaran Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor SE-011PB/2008 dilakukan perubahan sehingga menjadi sebagai berikut: B. CUT1 BERSAMA TAHUN 2008

]No1

Tanaaal

I

Hari

I

Keteranaan

I

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan agar rnengawasi pelaksanaan Surat Edaran ini. Demikian untuk dipedomani dan dilaksanakan sebagaimana mestinya.

Ditetapakan di Jakarta Pada tanggal 6 Pebruari 2008 Direktur PKN,

ttd.

Tata Suntara
Tembusan:

NIP.060044880

1. Direktur Jenderal Perbendaharaan; 2. Sekretaris Ditjen Perbendaharaan; 3. Para Direktur dilingkungan Ditjen Perbendaharaan.

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN NOMOR PER- 02 lPBl2008 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PENYELESAIAN PENGEMBALIAN SURAT PERINTAH PENCAIRAN DANA PADA BANK OPERASIONAU KANTOR BANK INDONESIAIKANTOR POS MlTRA KERJA KANTORPELAYANANPERBENDAHARAANNEGARA DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN, Menimbang
:

a.

bahwa dalam rangka pelaksanaan pembayaran atas beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan untuk penyelesaian Surat Perintah Pencairan Dana OperasionallKantor Bank kepada Bank IndonesiaIKantor Pos mitra kerja Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara yang ditolakfdikembalikan (retur) oleh BanWKantor Pos Penerima pemindahbukuan danlatau transfer, dipandang perlu untuk mengatur petunjuk pelaksanaannya; bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perlu menetapkan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyelesaian Pengembalian Surat Perintah Pencairan . Dana pada Bank OperasionallKantor Bank IndonesiaIKantor Pos Mitra Kerja Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4286); Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4355); Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4400);

b.

Mengingat

:

1.

2.

3.

4.

Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134lPMK.0612005 tentang Mekanisme Pelaksanaan Pembayaran atas Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara; Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja lnstansi Vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan; Peraturan Menteri Keuangan Nomor 98lPMK.0512007 tentang Pelaksanaan Rekening Pengeluaran Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Bersaldo Nihil dalam Rangka Penerapan Treasury Single Account (TSA); Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-66lPB12005 tentang Mekanisme Pelaksanaan Pembayaran atas Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara; Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-591PB12007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Rekening Pengeluaran Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Bersaldo Nihil dalam Rangka Penerapan Treasury Single Account (TSA); MEMUTUSKAN:

5.

6.

7.

8.

Menetapkan

PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PENYELESAIAN PENGEMBALIAN SURAT PERINTAH PENCAIRAN DANA PADA BANK OPERASIONAUKANTOR BANK INDONESIAKANTOR POS MlTRA KERJA KANTOR PELAYANAN PERBENDAHARAANNEGARA. BAB l KETENTUAN UMUM Pasall Dalam Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini yang dimaksud dengan:
1. Bendahara Umum Negara, yang selanjutnya disebut

BUN adalah pejabat yang diberi tugas untuk melaksanakanfungsi Bendahara Umum Negara.
2.

Kuasa Bendahara Umum Negara, yang selanjutnya disebut Kuasa BUN adalah pejabat yang diangkat oleh BUN untuk melaksanakan tugas kebendaharaan dalam rangka pelaksanaan anggaran dalam wilayah keja yang telah ditetapkan.

3.
4. 5.

Kuasa BUN Pusat adalah Direktur Jenderal Perbendaharaan atau pejabat lain yang diberi kuasa. Kuasa BUN di daerah adalah Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara. Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara, yang selanjutnya disebut KPPN adalah instansi vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang memperoleh kewenangan selaku Kuasa BUN. Bank Operasional I, yang selanjutnya disebut BO I adalah bank operasional mitra kerja Kuasa BUN di daerah yang menyalurkan dana APBN untuk pengeluaran non-gaji bulanan (terrnasuk kekurangan gaji dan gaji susulan) dan Uang Persediaan. adalah bank operasional mitra kerja Kuasa BUN di daerah yang menyalurkan dana APBN untuk pengeluaran gaji bulanan.

6.

7. Bank Operasional 11, yang selanjutnya disebut BO II

8.

Bank Operasional Ill, yang selanjutnya disebut BO 111 adalah bank operasional mitra kerja Kuasa BUN di daerah yang melakukan pembagian Pajak Bumi dan BangunanlBea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (PBBIBPHTB), dan upah pungut serta membayar pengembalian PBB. Kantor Bank Indonesia, yang selanjutnya disebut KBI adalah Kantor Bank Indonesia di daerah tertentu yang merupakan mitra kerja Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara.

9.

10. Kantor Pos adalah unit pelaksana teknis penyedia layanan jasa pos dan giro serta layanan pihak ketiga lainnya. 11. Bank Persepsi adalah bank umum yang ditunjuk oleh Menteri Keuangan selaku BUN menjadi mitra kerja KPPN untuk menerima penerimaan negara (tidak termasuk penerimaan negara yang berasal dari impor dan ekspor). 12. Pos Persepsi adalah kantor pos yang ditunjuk oleh Menteri Keuangan selaku BUN menjadi mitra kerja KPPN untuk menerima penerimaan negara (kecuali penerimaan negara yang berasal dari impor dan ekspor). 13. BankIKantor Pos Penerima adalah bank umumlkantor pos tempat bendaharalpegawailpihak ketiga membuka rekening untuk menerima penyaluran dana APBN sebagaimana tercantum pada Surat Perintah Pencairan Dana.

14. Pengguna Anggaran, yang selanjutnya disebut PA adalah pejabat yang berwenang dan bertanggung jawab atas penggunaan anggaran pada Kementerian NegaraILembaga yang bersangkutan. 15. Kuasa Pengguna Anggaran, yang selanjutnya disebut Kuasa PA adalah pejabat yang memperoleh kewenangan dan tanggung jawab dari PA untuk menggunakananggaranyangdikuasakan kepadanya.
16. Surat Perintah Membayar, yang selanjutnya disebut SPM adalah dokumen yang diterbitkan oleh PAlKuasa PA atau pejabat lain yang ditunjuk untuk mencairkan dana yang bersumber dari DIPA.

17. Surat Perintah Pencairan Dana, yang selanjutnya disebut SP2D adalah surat perintah yang diterbitkan oleh KPPN selaku Kuasa BUN untuk pelaksanaan pengeluaran atas beban APBN berdasarkan SPM.
18. SP2D Rekening Khusus, yang selanjutnya disebut

SP2D-Reksus adalah surat perintah yang diterbitkan oleh KPPN selaku Kuasa BUN untuk pelaksanaan pengeluaran atas beban APBN dari Rekening Khusus pinjamanlhibah luar negeri berdasarkan SPM.
19. Pengernbalian SP2D adalah penolakanlpengembalian (retur) pemindah-bukuan danlatau transfer pencairan APBN dari BanWKantor Pos Penerima kepada Bank OperasionallKBIIKantor Pos karena nama, alamat, nomor rekening danlatau nama BanMKantor Pos yang dituju tidak sesuai dengan data rekening BanWKantor Pos Penerima.

20. Surat Setoran Bukan Pajak, yang selanjutnya disebut SSBP adalah surat setoran yang digunakan oleh BO I untuk menyetorkan dana akibat pengembalian SP2D ke BanMPos Persepsi. 21. Surat Ketetapan Pembayaran Kembali, yang selanjutnya disebut SKPK adalah ketetapan yang diterbitkan oleh Kuasa PA tentang permintaan pembayaran kembali SP2D yang telah disetor ke Kas Negara. 22. Surat Keterangan Telah Dibukukan, yang selanjutnya disebut SKTB adalah surat keterangan yang diterbitkan oleh Seksi Verifikasi dan Akuntansi KPPN atas pendapatan danlatau penerimaan negara yang telah dibukukan KPPN.

23. Surat Keputusan Persetujuan Pembayaran Pengembalian Pendapatan, yang selanjutnya disebut SKP4 adalah dokumen yang berfungsi sebagai dasar pengembalian pendapatan danlatau penerimaan. BAB II RUANG LINGKUP

(1) Pengembalian SP2D meliputi pengembalian atas: a. SP2D yang diterbitkan oleh KPPN kepada BO I untuk keuntungan Rekening Bendahara Pengeluaranlpihak ketiga terrnasuk SPZD-Reksus dan untuk keuntungan Rekening Wajib Pajak karena pembayaran kembali kelebihan pernbayaran BPHTB; SP2D yang diterbitkan oleh KPPN kepada BO II untuk keuntungan Rekening Bendahara Pengeluaranlpara pegawai; SP2D yang diterbitkan oleh KPPN kepada BO 111 PBB untuk keuntungan Rekening Wajib Pajak karena pembayaran kembali kelebihan pernbayaran PBB; SP2D-Reksus yang diterbitkan oleh KPPN kepada KBI untuk keuntungan Rekening Bendahara Pengeluaranlpihak ketiga; SP2D yang diterbitkan oleh KPPN kepada Kantor Pos untuk keuntungan Rekening Bendahara Pengeluaranlpara pegawai.

b.

c.

d.

e.

(2) Ketentuan lebih lanjut mengenai pengembalian SP2D dalam mata uang asing yang diterbitkan oleh KPPN Khusus Banda Aceh dan KPPN Khusus Jakarta VI diatur dengan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan. BAB Ill PROSEDUR PENGEMBALIAN SP2D Pasal3 (1) BanWKantor Pos Penerima menyampaikan surat penolakanlpengembalian (retur) kepada Bank OperasionallKBIIKantor Pos paling larnbat 1 (satu) hari setelah diketahui bahwa nama, alamat, nomor rekening danlatau nama bank yang dituju tidak sesuai dengan data rekening Banmantor Pos Penerima.

(2) Bank OperasionaMKBllKantor Pos menyampaikan surat pemberitahuan kepada KPPN paling lambat 1 (satu) hari setelah pemberitahuan dari BanWKantor Pos Penerima apabila terdapat SP2D yang dikembalikan oleh BanklKantor Pos Penerima.
(3) KPPN menyampaikan surat pemberitahuan kepada Kuasa PA dengan menggunakan sarana tercepat berdasarkan pemberitahuan dari Bank OperasionallKBllKantor Pos paling larnbat I(satu) hari setelah pemberitahuan dari Bank OperasionallKBllKantor Pos untuk menyampaikan ralat nama, alamat, nomor rekening, danlatau nama bank pada SPM.
(4) Kuasa PA menyampaikan surat mengenai ralat nama,

alamat, nomor rekening, danlatau nama bank kepada KPPN paling lambat 7 (tujuh) hari keja sejak tanggal pemberitahuan dari KPPN.

(5) KPPN segera menyampaikan surat ralat SP2D ke Bank OperasionallKBII Kantor Pos paling larnbat 1 (satu) hari kerja sejak diterima surat ralat dari Kuasa PA.
(6) Bank OperasionaMKBllKantor Pos melakukan pencairan dana ke rekening yang ditunjuk sesuai surat ralat SP2D dari KPPN.

(1) Dalam ha1 Kuasa PA tidak rnenyampaikan ralat nama, alamat, nomor rekening, danlatau nama bank paling lambat 7 (tujuh) hari kerja terhitung mulai tanggal surat pemberitahuan, maka KPPN pada hari kerja berikutnya menerbitkan Surat Permintaan Penyetoran Dana SPPD kepada Bank OperasionallKBllKantor Pos untuk menyetorkan kembali dana SP2D ke Kas Negara melalui BanWPos Persepsi dengan format sebagaimana tercantum dalam Lampiran I Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini. (2) Penyetoran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menggunakan formulir SSBP dengan kode Kementerian NegardLembagdBagian Anggaran BUN (999), Unit Eselon I Direktorat Jenderal Perbendaharaan (08). kode Satuan Kerja KPPN Penerima Setoran, dan Akun Penerimaan Non-Anggaran Pihak Ketiga Karena Kesalahan Rekening dengan format sebagaimana tercantum dalam Lampiran II Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini.

'

(3) Bank OperasionallKBIIKantor Pos rnelaporkan penyetoran sebagairnana dirnaksud pada ayat (2) dilarnpiri copy SSBP kepada KPPN paling larnbat 1 (satu) hari kerja setelah dilakukan penyetoran dengan format sebagairnana tercanturn dalarn Larnpiran Ill Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini.

(4) KPPN rnencatat dalarn Kartu Pengawasan Pengernbalian SP2D dengan format sebagairnana tercanturn dalarn Larnpiran IV Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini. (5) KPPN rnenyarnpaikan surat pernberitahuan kepada Kuasa PA bahwa dana atas SP2D berkenaan telah disetor ke Kas Negara oleh Bank Operasional IKBIIKantor Pos.

(1) Bendahara Pengeluaranlpihak ketiga rnengajukan Surat Perrnintaan Pernbayaran Kernbali SP2D yang telah disetor ke Kas Negara yang berisi ralat narna, alarnat, danlatau nornor rekening kepada Kuasa PA. (2) Berdasarkan permintaan sebagairnana dirnaksud pada ayat (1) Kuasa PA rnenerbitkan SKPK dengan format sebagaimana tercanturn dalarn Larnpiran V Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini.
(3) Kuasa PA rnenyampaikan SKPK kepada KPPN dengan rnelampirkan:

a.

b.

Surat Permintaan Pernbayaran Kernbali SP2D yang telah disetor ke Kas Negara dari Bendahara Pengeluaranlpihak ketiga; Copy SPM dan SP2D yang dananya telah disetor ke Kas Negara.

(4) Berdasarkan SKPK dan hasil konfirmasi dengan Seksi Persepsi KPPN penerirna setoran, Kepala Seksi Verifikasi dan Akuntansi rnenerbitkan SKTB dengan format sebagairnana tercanturn dalarn Larnpiran VI Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini. (5) Berdasarkan SKTB, Kepala KPPN rnenerbitkan SKP4 dengan format sebagairnana tercantum dalarn VII Peraturan Direktur Jenderal Larnpiran Perbendaharaan ini.
(6) Kepala Seksi BanWGiro Pos atau Bendahara Urnurn berdasarkan SKP4 menerbitkan SPM dengan rnenggunakan kode Satuan Kerja KPPN, Bagian Anggaran BUN (999), Unit Eselon I Direktorat Jenderal

121

Perbendaharaan (08), dan Akun Pengeluaran NonAnggaran Pihak Ketiga Karena Kesalahan Rekening. (7) KPPN menerbitkan SP2D sesuai mekanisme penerbitan SP2D dan mencatat dalam Kartu Pengawasan Pengembalian SP2D dengan format sebagaimana tercantum dalam Lampiran IV Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini BAB IV KETENTUAN LAIN-LAIN Dalam ha1 terjadi penutupan Bank OperasionallKantor Pos maka Bank OperasionalIKantor Pos segera menyetorkan saldo dana pengembalian SP2D ke Kas Negara pada BanWPos Persepsi.

Bank Penerima tidak diperkenankan membebani biaya apapun atas pengembalian dana SP2D kepada Bank OperasionallKBIIKantor Pos. BAB V KETENTUANPENUTUP Pasal8 Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengumuman Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 24 Januari 2008 DIREKTUR JENDERAL, ttd HERRY PURNOMO NIP 060046544

LAMPIRAN I
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN 02 IPBIZ008 TENTANG PETUNJUK NOMOR PERPEIAKSANAAN PENYELESAIAN PENGEMBALIAN SURAT PERINTAH PENCAIRAN DANA PADA BANK OPERASIONAUKANTOR BANK INDONESWKANTOR POS MlTRA KERJA KANTOR PELAYANAN PERBENDAHARAAN

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN KANTOR WllAYAH ..................................... KANTOR PELAYANAN PERBENDAHARAAN NEGARA ................... Alamat ............................................... ................................................ ................................................ Telepon : .................................... Faksimili : ................................... E-mail : kppn.. .........@oerbendaharaan.ao.id

Nomor Lampiran Hal

............................. ...............................

... .(tanggal), (bulan), (tahun)....

: Permintaan Penyetoran Dana SP2D

Yth. Pimpinan BanWPos ............. Di ..........................................

Bersama ini kami meminta dana yang terdapat pada SP2D tanggal

.........................Nomor .....................................nominal ..................... pada
bank Saudara, agar disetor ke Kas Negara pada BanWos Persepsi

.............................. dengan menggunakan Surat Setoran Bukan Pajak (SSBP)
Demikian atas perhatian dan kerjasama Saudara diucapkan terima kasih. Kepala Kantor,

(Nama lengkap) NIP.. .............

LAMPIRAN II
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN 02 IPB/2M)8 TENTANG PETUNJUK NOMOR PERPELAKSANAAN PENYELESAIAN PENGEMBALIAN SURAT PERINTAH PENCAIRAN DANA PADA BANK OPERASIONALIKANTOR BANK INDONESIAIKANTOR POS MlTRA KERJA KANTOR PELAYANAN PERBENDAHARAAN

-

, , ,,

DEPARTEMENKEUANGAN RI DITJEN PERBENDAHARAAN KPPN

......... . . I )

SURAT SETORAN BUKAN PAJAK (SSBP) Nomor .......... 2 ) Tanggal ........ ..3)

Lembar I untuk

-

WAJlB SETORIBENDAHARA PENERIMA

..4) KE REKENING KAS NEGARA NOMOR: . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

A. 1 . NPWP wajib SetorlBend 2. Nama Wajib SetorlBend 3. Alamat

: ......... 5) : ......................... . . .............................................................................. 6) ........................................................................................................... 7)

B. 1. Kementerian NegaralLembaga : 2. Unit Organisasi Eselon I
3. Satuan Kej a

1

:

1: : :

IDitjen Perbendaharaan........................................... F (

1 Bendahara Umum Negara .................................

8) 9)

4. Fungsi/Subfungsi/Program 5. KegiatanlSubkegiatan 6. Lokasi C. Akun D. Jumlah Setoran Dengan Huruf E. Surat Penagihan (SPN) atau Surat Pindahan Penagihan Piutang Negara (SP3N)

[III :1 -

)

mI .................. . .)
...........11)

..............................................................10)

........................................ .12) ............................................................................... 13)
Penerimaan Non Anggaran Pihak Ketiga Karena Kesalahan Rekening .............. 14)

: Rp .................................... .. ................................................................ 15) ...............................................................................................................16) : Nomor ......................... 17) Tanggal ............................... 18)

KPPN

( ................................................

19)

PERHATIAN Bacalah dahulu petunjuk pengisian formulir SSBP pada halaman belakang lembar ini

Untuk Keperluan : ............................ 20)

.................... ............................... 21),

22)

Diterima Oleh: Bank PersepsiIKantor Pos dan Giro Tanggal ...................................... 25) Tanda Tangan ............................ 26) Nama Terang ........................... ..27)

............................................................. 23) NIP ....................................................... 24)

PETUNJUK PENGlSlAN SURAT SETORAN BUKAN PAJAK (SSBP)

[

Nomor

I

Uraian lsian

I

125

LAMPIRAN Ill
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN NOMOR PER- 02 IPBROOB TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PENYELESAIAN PENGEMBALIAN SURAT PERINTAH PENCAIRAN DANA PADA BANK OPERASIONAL/KANTOR BANK INDONESlAlKANTOR POS MITRA KERJA KANTOR PELAYANAN PERBENDAHARAAN

-

Nomor Lampiran Hal

:
: :

............... (1)........................
SSBP .... ..(3).........Lembar Laporan Penyetoran Dana Pengembalian SP2D

Yth. Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara .......(4) ........... ................... (5)......................................... di ...................... (6).................................. Menunjuk surat Kepala KPPN .......... .............. Nomor ........(8) ........... (7) tanggal ...(9) ................. perihal perrnintaan penyetoran dana dengan ini kami sampaikan dana SP2D yang telah kami setorkan ke Kas Negara melalui BanWPos Persepsi .............(10) ..................., sebagai berikut: SP2D No Tanggal 1 (11) Nomor Nominal
4

Tujuan Pembayaran Nama Perusahaan Banw Pos 5 6 (15) (16) Nomor Rekening 7 (17)

2
(12)

3
(13)

(14)

Demikian atas perhatian dan kerjasama Saudara diucapkan terima kasih. Pimpinan BanWKantor Pos.. .......(18).........

(Nama lengkap) Jabatan

PETUNJUK PENGlSlAN SURAT LAPORAN PENYETORAN DANA PENGEMBALIAN SP2D

Uraian lsian

(13)
(14) (15) (16) (17) (18) (19)

Diisi dengan nomor SP2D yang dananya telah disetorkan Diisi dengan jumlah rupiah yang tertera pada SP2D Diisi dengan nama penerima dana sesuai tertulis pada SP2D Diisi dengan nama bank penerima dana sesuai tertulis pada SP2D Diisi dengan nomor rekening penerima dana sesuai tertulis pada SP2D Diisi dengan nama banklkantor pos penyetor dana SP2D Diisi dengan nama lengkap, jabatan, dan tanda tangan pejabat yang berwenang serta dibubuhi cap dinas

LAMPIRAN IV
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN 02 IPBRW8 TENTANG PETUNJUK NOMOR PERPELAKSANAAN PENYELESAIAN PENGEMBALIAN SURAT PERINTAH PENCAIRAN DANA PADA BANK OPERASlONALlKANTOR BANK INDONESlAlKANTOR POS MlTRA KERJA KANTOR PELAYANAN PERBENDAHARAAN

DEPARTEMEN KEUANGAN RI DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN KPPN ............................................. KARTU PENGAWASAN PENGEMBALIAN SP2D
Tgl & No Tgl di-SP2D- l ~ Penyetoran~ ~ ~ oleh kan kembali BankIPos

No

Tgl& No SP2D

Rupiah

Kesalahan pada spzD

~

~ i

~

~ ~

1

Kepala Seksi Perbendaharaan .............

(Nama lengkap) NIP ................

LAMPIRAN V
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHAWN NOMOR PER02 lPB12008 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PENYELESAIAN PENGEMBALIAN SURAT PERINTAH PENCAIRAN DANA PADA BANK OPERASIONAUKANTOR BANK INDONESINKANTOR POS MrrRA KERJA KANTOR PELAYANAN PERBENDAHAWN

KETETAPAN KUASA PENGGUNA ANGGARAN

......................................... ................................... (1) NO. ...................... ..(2)........................
TENTANG SURAT KETETAPAN PEMBAYARAN KEMBALI SURAT PERINTAH PENCAIRAN DANA PADA KANTOR PELAYANAN PERBENDAHARAAN NEGARA Menunjuk surat permintaan pernbayaran kernbali Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) Nomor : ........(4)........ tanggal .......(5)......... sebesar .........(6)........... (dengan angka dan huruf), dengan ini diberitahukan bahwa terdapat kesalahan pada ............... .............. tertulis: (7) Semula: Narna Perusahaan Alarnat Nornor Rekening Narna Bank ...........(12)....................... Seharusnya: Narna Perusahaan Alamat Nornor Rekening Nama Bank ................(12).................. : : : : : : : : : :

.......................(8). ............................................. ...........................(9)...........................................
................................ 10).....................................

.....................................(11)............................... ......................................... .(I 3).., .......................
............................ (14)....................................... ..................................(I 5). ............................... ........................................ (16).......................... ............................................. (17)..................... ................................................ ...(18)...............

Sehubungan dengan perbaikanlralat diatas, kami menetapkan pembayaran kernbali SP2D yang telah disetor ke Kas Negara kepada yang berhak menerima oleh KPPN ........... (3)......... Segala ha1 dan resiko yang terjadi atas perbaikanlralat tenebut menjadi tanggung jawab kami sepenuhnya. Demikian untuk dipergunakan sebagaimana mestinya. Ditetapkandi ..........(19)......................... Tanggal .............. ...(20) ......................... a.n. MenteriIKetua Lernbaga......(21)......... Kuasa Pengguna Anggaran

(Nama lengkap) NIP ...................

PETUNJUK PENGlSlAN SURAT KETETAPAN PEMBAYARAN KEMBALI No (1) (2)
(3)
(4)

Uraian lsian

Diisi dengan Satuan Kerja pemegang DlPA Diisi dengan nomor penerbitan Surat Ketetapan Kuasa Pengguna Anggaran Diisi dengan nama KPPN mitra Kuasa Pengguna Anggaran Diisi dengan nomor SP2D yang akan diminta pencairan kembali Diisi dengan tanggal SP2D yang akan diminta pencairan kembali Diisi dengan nilai rupiah yang terdapat pada SP2D Diisi dengan jenis kesalahan yang terdapat pada SP2D Diisi dengan nama penerima dana yang terdapat pada SP2D Diisi dengan alamat penerima dana yang terdapat pada SP2D Diisi dengan nomor rekening yang terdapat pada SP2D Diisi dengan nama bank yang terdapat pada SP2D Diisi dengan ha1 lain yang tidak didapati sebelumnya dan mengakibatkan SP2D salah Diisi dengan ha1 lain yang tidak didapati sebelumnya yang terdapat pada SP2D Diisi dengan perbaikan nama penerima dana yang terdapat pada SP2D Diisi dengan perbaikan alamat penerima dana yang terdapat pada SP2D Diisi dengan perbaikan nomor rekening yang terdapat pada SP2D Diisi dengan perbaikan nama bank yang terdapat pada SP2D Diisi dengan perbaikan ha1 lain yang tidak didapati sebelumnya dan mengakibatkan SP2D salah Diisi dengan tempat pembuatan Surat Ketetapan Pembayaran Kembali Diisi dengan tanggal, bulan, dan tahun pembuatan Surat Ketetapan Pembayaran Kembali Diisi dengan KementerianILembaga yang membawahi Kuasa Pengguna Anggaran Diisi dengan nama lengkap, NIP, dan tanda tangan pejabat yang berwenang serta dibubuhi cap dinas

(5)
(6)

(7) (8) (9) (10) ( I 1) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18) (19)

I

(20)
(21) (22)

LAMPIRAN VI
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARMN NOMOR PER02 IPBROOB TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PENYELESAIAN PENGEMBALIAN SURAT PERINTAH PENCAIRAN DANA PADA BANK OPERASIONAUKANTOR BANK INDONESINKANTOR POS MlTRA KERJA KANTOR PELAYANAN PERBENDAHARAAN

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN KANTOR WILAYAH ..................................... KANTOR PELAYANAN PERBENDAHARAAN NEGARA .........
Alamat Telepon Fakslmll! E-mall kDDn D~erbendaharaan ld ao

SURAT KETERANGAN TELAH DIBUKUKAN Nornor: ............ (1)............................. Seksi Verifikasi dan Akuntansi Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara ......... (2)......... menerangkan bahwa Rekening Kas Negara Nornor ...........(3)............ telah rnenerima setoran dan telah dibukukan oleh KPPN sebagai penerimaan pada Buku BankIPos dengan rincian sebagai berikut:

...........(1I )............., ........................ Kepala Seksi Verifikasi dan Akuntansi,

(Nama lengkap) NIP.............

PETUNJUK PENGlSlAN SURAT KETERANGAN TELAH DIBUKUKAN (SKTB)

I

1 bewenang serta dibubuhi cap dinas KPPN

I

LAMPIRAN VII
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN NOMOR PER02 IPBRWB TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PENYELESAIAN PENGEMBALIAN SURAT PERINTAH PENCAIRAN DANA PADA BANK OPERASIONAUKANTOR BANK INDONESlAlKANTOR POS MlTRA KERJA KANTOR PELAYANAN PERBENDAHARAAN

KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN NOMOR ..(I).. TENTANG PERSETUJUAN PEMBAYARAN PENGEMBALIAN PENDAPATAN MENTERI KEUANGAN, Membaca
: .... (2)....

MEMUTUSKAN: Eerdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara dan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan menyetujui pembayaran pengembalian pendapatanlpenerimaan negara melalui Rekening Kas Negara ....(3) ....dengan uraian sebagai berikut: 1. 2. Jumlah uang : ..(4).. Yang berhak menerima : ..(5).. 3. Atas beban: a. Fungsi, Subfungsi, Program : ..(el.. b. Kegiatan, Subkegiatan : ..(7).. : ..(8).. c. Klasifikasi Belanja : ..(9).. d. Akun : ..(lo).. e. Bagian Anggaran : ..(I I).. f. Satuan Kerja : ..(12).. g. Lokasi 4. Untuk keperluan : ..(13).. 5. Asli Keputusan Menteri Keuangan ini disampaikan kepada ..(14).. selaku penerbit Surat Perintah Membayar Pengembalian Pendapatan (SPM-PP). 6. Pencairan dana dilakukan melalui ..(15).. Ditetapkan di ..(16).. pada tanggal ..(I 7).. a.n. MENTERI KEUANGAN ........ (18)...........

.........(19). ......... (nama lengkap) NIP

PETUNJUK PENGISIAN SURATKEPUTUSANPERSETUJUAN PEMBAYARAN PENGEMBALIAN PENDAPATAN

(13) (14) (15) (16)

Diisi dengan uraian pembayaran Diisi dengan Seksi Bank Giro PoslBendum Diisi dengan kode dan nama KPPN tempat pencairan SP2D Diisi dengan tempat Surat Keputusan Persetujuan Pengembalian Pendapatan dibuat dan ditandatangani Pembayaran Pembayaran

(17) Diisi dengan tanggal Surat Keputusan Persetujuan Pengembalian Pendapatan dibuat dan ditandatangani
(18) (19)

Diisi dengan jabatan penanda tangan Surat Keputusan Persetujuan Pembayaran Pengembalian Pendapatan Diisi dengan tanda tangan pejabat yang menandatangani Surat Keputusan Persetujuan Pembayaran Pengembalian Pendapatan dan dibubuhi cap dinas KPPN

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN NOMOR PER- 06 IPBl2008 TENTANG PENGELOLAAN REKENING MlLlK BENDAHARA UMUM NEGARA MELALUI SISTEM BANK INDONESIA GOVERNMENT-ELECTRONIC BANKING (BIG-eB) DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN, Menimbang
:

a.

bahwa dalam rangka mendukung pengelolaan rekening milik Bendahara Umum Negara di Bank lndonesia sebagaimana diatur dalam Bab VI Peraturan Menteri Keuangan Nomor 218lPMK.0512007 tentang Tata Cara Pembukaan dan Pengelolaan Rekening Milik Bendahara Umum Negara, diperlukan sistem layanan program aplikasi perbankan secara elektronik dan on-line berdasarkan Sistem Bank lndonesia Government-Electronic Banking (BIG-eB);

b. bahwa untuk kelancaran pelaksanaan Sistem BIG-eB, dipandang perlu dituangkan dalam Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan;

c.

bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan b, perlu menetapkan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan tentang Pengelolaan Rekening Milik Bendahara Umum Negara melalui Sistem Bank lndonesia Government-Electronic Banking (BIG-eB); Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank lndonesia (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 1999 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3843) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2004 (Lernbaran Negara Republik lndonesia Tahun 2004 Nomor 7, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4357); Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4286); Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tarnbahan Lernbaran

Mengingat

:

1.

2.

3.

135

Negara Republik lndonesia Nomor 4355); 4. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4400); Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Uang NegaraIDaerah (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2007 Nomor 83, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4738); Peraturan Menteri Keuangan Nomor 218/PMK.05/2007 tentang Tata Cara Pembukaan dan Pengelolaan Rekening Milik Bendahara Umum Negara;

5.

6.

Memperhatikan

:

Kesepakatan Bersama antara Bank lndonesia dan Departemen Keuangan Nomor BI 9IlIDpGIDASP dan Nomor S-9526lPBl2007 tanggal 27 Desember 2007 tentang Penggunaan Sistem Bank lndonesia Government-Electronic Banking (BIG-eB); MEMUTUSKAN:

Menetapkan

: PERATURAN

DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN TENTANG PENGELOLAAN REKENING MlLlK BENDAHARA UMUM NEGARA MELALUI SISTEM BANK INDONESIA GOVERNMENTELECTRONIC BANKING (BIG-eB).

BAB l KETENTUAN UMUM Pasall Dalam Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini yang dimaksud dengan: 1. Sistem Bank lndonesia Government-Electronic Banking, yang selanjutnya disebut Sistem BIG-eB adalah suatu sarana elektronik yang disediakan Bank lndonesia untuk Departemen Keuangan dalam rangka memonitor saldo dan mutasi rekening, mencetak laporan, mengunduh (download) data rekening, melakukan tata usaha pengguna, dan melakukan transaksi secara elektronik dan on-line.

2. Bank lndonesia adalah Bank Sentral Republik lndonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank lndonesia sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun

3.

Rekening Pemerintah adalah rekening milik Bendahara Umum Negara. Bendahara Umum Negara adalah Menteri Keuangan.

4.

5. Kuasa Bendahara Umum Negara Pusat, yang selanjutnya disebut Kuasa BUN Pusat adalah Direktur Jenderal Perbendaharaan.
6.

Surat Perintah Pencairan Dana, yang selanjutnya disebut SP2D adalah surat perintah yang diterbitkan oleh Kuasa BUN Pusat untuk pelaksanaan pengeluaran atas beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara berdasarkan Surat Perintah Membayar.

7. Warkat Pencairan Dana Sistem BIG-eB, yang selanjutnya disebut Warkat adalah alat permintaan pemindahbukuan dari rekening asal ke rekening tujuan yang diterbitkan oleh Bendahara Umum Negaral Kuasa Bendahara Umum Negara dalam Sistem BIG-eB.
8. Warkat Bank lndonesia adalah alat permintaan pemindahbukuan dari rekening asal ke rekening tujuan yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia.

BAB II FUNGSI SISTEM BIG-eB

(1) (2)

Sistem BIG-eB digunakan untuk kegiatan transaksi dan informasi. Kegiatan transaksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan kegiatan untuk melaksanakan pendebin rekening pemerintah di Bank Indonesia secara elektronik dan on-line. Kegiatan informasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan kegiatan untuk memperoleh informasi secara elektronik dan on-line mengenai saldo dan mutasi rekening dengan cara melihat (query), mencetak laporan, dan mengunduh data rekening pemerintah. BAB Ill

(3)

PENGGUNA, ADMINISTRATOR, DAN SATUAN TUGAS OPERASIONAL SISTEM BIG-eB Bagian Pertama

Pengguna Pasal3 Pengguna Sistem BIG-eB yaitu Bendahara Umum Negara dan Kuasa BUN Pusat. Bagian Kedua Administrator Kuasa BUN Pusat menunjuk Direktur Pengelolaan Kas Negara dan Kepala Subdirektorat Kas Umum Negara sebagai administrator.

Administrator bewenang melaksanakan penatausahaan pengguna Sistem BIG-eB pada Departemen Keuangan. Bagian Ketiga Satuan Tugas Operasional Pasal6
(1)

Kuasa BUN Pusat membentuk Satuan Tugas Operasional Sistem BIG-eB yang bersifat ad hoc. Satuan Tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri dari pegawai yang bertindak sebagai: a. b. c. d. e. Manajer; Supervisor I; Supervisor II; Operator; dan Validator. Pasal7

(2)

(1)

Satuan Tugas Operasional Sistem BIG-eB mempunyai tugas melaksanakan operasional Sistem BIG-eB baik dalam kegiatan transaksi maupun kegiatan informasi. Operasional Sistem BIG-eB sebagaimana dimaksud pada ayat (I), dilaksanakan sebagai berikut: a. melaksanakan pendebitan rekening pemerintah di Bank Indonesia secara elektronik dan on-line dalam rangka pembayaran pengeluaran negara;

(2)

b.

memonitor

saldo

dan

mutasi

rekening

pemerintah di Bank Indonesia;
c.

melihat, rnencetak laporan, dan mengunduh data rekening pemerintah dalarn rangka memperoleh informasi atas rekening pemerintah di Bank Indonesia.

I

Satuan Tugas Operasional Sistem BIG-eB bertanggung jawab kepada Direktur Pengelolaan Kas Negara melalui Kepala Subdirektorat Kas Umum Negara. BAB IV PENYELENGGARAAN SISTEM BIG-eB Bagian Pertama Ruang Akses

Sistem BIG-eB dioperasikan di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perbendaharaan Departemen Keuangan Bagian Kedua Jadwal Layanan

(1)

Penggunaan Sistem BIG-eB oleh Pengguna Sistem BIG-eB untuk kegiatan transaksional disesuaikan dengan hari dan jam operasional Bank Indonesia. Dalam ha1 tertentu, Pengguna Sistem BIG-eB dapat meminta perpanjangan waktu kepada Bank Indonesia. Bagian Ketiga Kegiatan Transaksi

(2)

(1)

Transaksi pendebitan yang dilakukan oleh Pengguna Sistem BIG-eB didasarkan pada warkat dengan menggunakan format sebagaimana tercantum dalam Lampiran I Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini. Dalam ha1 Pengguna Sistem BIG-eB tidak atau tidak

(2)

dapat menggunakan Sistem BIG-eB untuk melakukan

I39

I

transaksi sebagaimana dimaksud pada ayat (I), Pengguna Sistem BIG-eB menyampaikan SP2D atau Warkat Bank lndonesia dilampiri warkat kepada Bank Indonesia.

(1)

Apabila transaksi pendebitan dalam Sistem BIG-eB ditolak oleh bank penerima dana, maka Bank lndonesia mengembalikan dana dimaksud ke rekening asal. Apabila transaksi pendebitan dalam Sistem BIG-eB terjadi duplikasi atau kesalahan lainnya, pengguna Sistem BIG-eB wajib memberitahukan kepada Bank lndonesia untuk dilakukan langkah-langkah penyelesaiannya.

(2)

(1)

Standar Prosedur Operasi kegiatan transaksi dalam rangka penyelesaian transaksi pendebitan rekening pemerintah di Bank lndonesia secara elektronik dan on-line adalah sebagaimana tercantum dalam Lampiran II Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini. Untuk mengawasi pelaksanaan kegiatan penyelesaian transaksi pendebitan dipergunakan Kartu Pengawasan Kegiatan yang harus diisi oleh masing-masing pegawai dalam Satuan Tugas Operasional Sistem BIG-eB (Format Kartu Pengawasan Kegiatan sebagaimana tercantum dalam Lampiran Ill Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini). Bagian Keempat Kegiatan lnformasi

(2)

Dalam rangka memonitor saldo dan mutasi rekening pemerintah di Bank Indonesia, operator dapat mencetak hasil monitoring saldo dan mutasi rekening dan melaporkannya kepada Kepala Subdirektorat Kas Umum Negara melalui Supervisor I. Operator dapat memonitor, mencetak laporan, dan men-download data rekening pemerintah untuk memperoleh inforrnasi atas rekening pemerintah dan

(1)

untuk mendukung pembukuan. (2) Melalui Supervisor I, Operator: a. menyampaikan hasil download data transaksi rekening pemerintah danlatau hasil cetakan laporan kepada petugas pembukuan di lingkungan Subdirektorat Kas Umum Negara; b. menyampaikan hasil download data transaksi rekening pemerintah danlatau hasil cetakan laporan kepada Kepala Subdirektorat Kas Umum Negara untuk keperluan Menteri Keuangan, Direktur Jenderal Perbendaharaan, dan Direktur Pengelolaan Kas Negara; c. menyampaikan hasil download data transaksi rekening pemerintah danlatau hasil cetakan laporan kepada Unit Akuntansi dan Verifikasi di lingkungan Subdirektorat Kas Umum Negara analisis dalam rangka untuk dilakukan penyusunan laporan untuk keperluan pihak-pihak di luar pengguna sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a dan huruf b.

(3)

Laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf c harus mendapat persetujuan dari Direktur Pengelolaan Kas Negara melalui Kepala Subdirektorat Kas Umum Negara BAB V KETENTUANPENUTUP Pasal I 6

Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini mulai bedaku pada tanggal ditetapkan. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengumuman Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia Ditetapkan di Jakarta Maret 2008 pada tanggal ,I 9 DIREKTUR JENDERAL, ttd HERRY PURNOMO NIP 060046544

LAMPIRAN I
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL P E R B E N D A H A M NOMOR PER- 06 IPBn008 TENTANG PENGELOLAAN REKENING MlLlK BENDAHARA UMUM NEGARA MELALUI SISTEM BANK INDONESIA GOVERNMENT-ELECTRONIC BANKING (BIG%B)

DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN Nomor Seri: WARKAT PENCAIRAN DANA SISTEM BIG-eB

:

Bendahara Umum Negara

MEMERINTAHKAN: Supervisor I untuk memindahbukukan dana dari Rekening milik Bendahara Umum Negara di Bank Indonesia sebagai berikut:

Nomor Rekening Nama Rekening Nama Penerima Nomor Rekening Nama Rekening

: :

(5) ......
(6)......

KEPADA:

:
: :

(7)...... (8) ...... (9) ......

Jakarta, (tanggal seperti di atas) am. Bendahara Umum Negara

PETUNJUK PENGlSlAN WARKAT PENCAIRAN DANA SISTEM BIG-eB

LAMPIRAN 11
PERATURAN DlREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN NOMOR PER- 06 IPB12008 TENTANG PENGELOLAAN REKENING MlLlK BENDAHARA UMUM NEGARA MELALUI SISTEM BANK INDONESIA GOVERNMENT-ELECTRONIC BANKING (BIG-eB)

STANDAR PROSEDUR OPERAS1 KEGIATAN TRANSAKSIONAL DALAM RANGKA PENYELESAIAN TRANSAKSI PENDEBITAN REKENING PEMERINTAH Dl BANK INDONESIA MELALUI SISTEM BIG-eB

2.

Melakukan persetujuan awal (Pre-Approval) ke dalarn Sistern BIG-eB. Mernbubuhkan paraf pada kolorn "PA".

Supervisor ll Supervisor II

3.
4.

PERSETUJUAN AKHlR (FINAL APPROVAL)
1.

Merneriksa kelengkapan paraf Validator dan Operator pada Kartu Pengawasan Kegiatan. Sistern BIG-eB.

Supervisor I Supervisor I Supervisor I Supervisor I

2. Melakukan persetujuan akhir (Final Approval) ke dalarn

3.
4. 5.

Mernbubuhkan paraf pada kolorn "FA". Mernbubuhkan cap "VOID" pada warkat. Menyerahkan seluruh berkas warkat yang telah dibukukan kepada Validator untuk dilakukan pernbundelan atau pengarsipan berdasarkan nornor per tanggal.

5.

PENGARSIPAN DAN ADMlNlSTRASl 1. Melakukan pengarsipan dan penatausahaan atas warkat-warkat yang telah dibukukan maupun yang ditolakldibatalkan. Pengarsipan warkat dan data-data keuangan rneliputi warkat dan data pendukung lainnya. a. Pengarsipan dilakukan dengan cara disusun berdasarkan pada urutan tanggal transaksi dan NUW. Untuk pelapis diberi kertas lapis dan linen, sedangkan sebagai cover rnenggunakan binder. b. Pernberian identitas arsip, untuk rnengetahui kelompok warkat atau laporan pada setiap arsip dibelakang (punggung) arsip diterakan ternpelan berupa tulisan nornor urut punggung, narna arsip, dan tanggal transaksi. Penyirnpanan dokurnen sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Mernbubuhkan paraf pada kolorn "ARS". Validator

2.

Validator

3.
4.

Validator Validator

6.

REKONSlLlASl
1.

Melakukan kegiatan rekonsiliasi atas penyelesaian transaksi yang telah dibukukan dalarn Sistern BIG-eB dengan laporan dari Bank Indonesia danlatau rekening koran. Mernbuat laporan hasil rekonsiliasi kepada Kepala Subdirektorat Kas Urnurn Negara rnelalui Supervisor I.

Supervisor I1

2.

Supervisor II

STANDAR PROSEDUR OPERAS1 KEGIATAN TRANSAKSIONAL DALAM RANGKA PENYELESAIAN TRANSAKSI PENDEBITAN REKENING PEMERINTAH Dl BANK INDONESIA MELALUI SISTEM BANK INDONESIA GOVERNMENTELECTRONIC BANKING (BIG-eB)

a.

Apabila

ditolak

rnaka

b.

disirnpan dan ditatausahakan oleh Validator dan rnernbe-ritahukan kepada Kepala Subdirektorat Kas Urnurn Negara rnelalui Supervisor I. Apabila disetujui, rnaka warkat diteruskan ke Operator. V

3.

Operator rnenerirna warkat yang telah divalidasi dan rnerekarn transaksi ke dalarn BIG-eB sesuai Sistern dengan warkat, kernudian mernberitahukan petugas Supervisor II atas transaksi yang telah direkarn. Supervisor II menerirna warkat yang telah direkarn dan rnelakukan verifikasi data transaksi yang direkarn oleh Operator dengan cara rnernbandingkan antara warkat hasil rekarnan.

0
€3
' I

4.

0

c.

Apabila disetujui, maka Supervisor I melakukan transaksi settlement (pembayaran atau pemindahbukuan dana)

Warkat yang telah diproses dibubuhkan stempel "VOID" dan dikembalikan ke Validator untuk ditatausahakan sesuai ketentuan yang berlaku.
6.

Validator menerima warkat dan menatausahakan sesuai ketentuan yang bertaku.

4

A

LAMPIRAN 111
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL P E R B E N D A M NOMOR PER- 06 IPBR008 TENTANG PENGELOLAAN REKENING MlLlK BENDAHARA UMUM NEGARA MEWUl SISTEM BANK INDONESIA GOVERNMENT-ELECTRONIC BANKING (BIG-eB)

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN DIREKTORAT PENGELOLAAN KAS NEGARA KARTU PENGAWASAN KEGIATAN Nomor Warkat Tanggal Warkat

Tanggal dan Jam Terima Nomor Urut Warkat (NUW)
:

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORATJENDERAL PERBENDAHARAAN PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN NOMOR PER- 09 lPB12008 TENTANG PERUBAHAN KETIGA ATAS PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAANNOMOR PER-15lPB12007 TENTANG PELAKSANAAN UJI COBA MEKANISME BARU PEMBAYARAN MELALUI REKENING KHUSUS DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN,
Menimbang

:

a.

bahwa hasil evaluasi atas pelaksanaan uji coba rnekanisrne barn melalui Rekening Khusus di KPPN dalam wilayah keja 15 (lima belas) Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang akan berakhir tanggal 31 Maret 2008 telah bejalan dengan baik dan lancar, sehingga dipandang perlu mernperpanjang masa pelaksanaannya; bahwa dalam rangka rnemperluas cakupan wilayah pelaksanaan uji coba rnekanisrne baru tersebut, dipandang perlu rnenarnbah jurnlah KPPN dalarn wilayah kerja 15 (lirna belas) Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan; bahwa berdasarkan pertirnbangan sebagaimana dirnaksud pada huruf a dan b, perlu rnenetapkan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nornor PER-15/PB/2007 tentang Pelaksanaan Uji Coba Mekanisme Baru Pembayaran rnelalui Rekening Khusus; Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lernbaran Negara Republik lndonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4286); Undang-Undang Nornor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lernbaran Negara Republik lndonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tarnbahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4355); Undang-Undang Nornor 15 Tahun 2004 tentang Perneriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lernbaran Negara Republik lndonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tarnbahan Lembaran

b.

c.

Mengingat

:

1.

2.

3.

Negara Republik lndonesia Nomor 4400):

4.

Peraturan Menteri Keuangan Nomor 131/PMK.0112006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Keuangan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 54lPMK.0112007; Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134lPMK.0112006 tentang Organisasi dan Tata Kerja lnstansi Vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan; Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-15lPB12007 tentang Pelaksanaan Uji Coba Mekanisme Baru Pembayaran melalui Rekening Khusus yang telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-82lPBl2007; MEMUTUSKAN:

5.

6.

Menetapkan

.

PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN TENTANG PERUBAHAN KETIGA ATAS PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN NOMOR PER-15lPBl2007 TENTANG PELAKSANAAN UJI COBA MEKANISME BARU PEMBAYARAN MELALUI REKENING KHUSUS. Pasal l Beberapa ketentuan dalam Peraturan Direktur Jenderal tentang Perbendaharaan Nomor PER-15lPB12007 Pelaksanaan Uji Coba Mekanisme Baru Pembayaran melalui Rekening Khusus yang telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-82lPB12007, diubah sebagai berikut: 1. Ketentuan Pasal 2 diubah, sehingga berbunyi sebagai berikut:

(1) Uji coba mekanisme baru pembayaran melalui Rekening Khusus ini dilaksanakan untuk seluruh KPPN dalam wilayah kerja Kantor Wilayah II Ditjen Perbendaharaan Medan, Kantor Wilayah X Ditjen Perbendaharaan Serang, Kantor Wilayah XI1 Ditjen Perbendaharaan Bandung, Kantor Wilayah XXlX Ditjen Perbendaharaan Ambon, dan Kantor Wilayah XXX Ditjen Perbendaharaan Jayapura. (2) Pelaksanaan uji coba sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dimulai sejak tanggal 1 April 2007 sampai

dengan 30 Juni 2008.

(3) Pelaksanaan uji coba mekanisme baru pembayaran rnelalui Rekening Khusus untuk seluruh KPPN dalam wilayah kerja Kantor Wilayah XVI Ditjen Perbendaharaan Pontianak, Kantor Wilayah XVll Ditjen Perbendaharaan Palangkaraya, Kantor Wilayah XVlll Ditjen Perbendaharaan Banjarmasin, Kantor Wilayah XIX Ditjen Perbendaharaan XXI Ditjen Sarnarinda, Kantor Wilayah Perbendaharaan Mataram, Kantor Wilayah XXll Ditjen Perbendaharaan Kupang, Kantor Wilayah XXlll Ditjen Perbendaharaan Makassar, Kantor Wilayah XXlV Ditjen Perbendaharaan Palu, Kantor Wilayah XXV Ditjen Perbendaharaan Kendari, dan Kantor Wilayah XXVll Ditjen Perbendaharaan Manado dimulai sejak tanggal 1 Januari 2008 sampai dengan 30 Juni 2008. (4) Pelaksanan uji coba mekanisrne baru pembayaran melalui Rekening Khusus dilaksanakan untuk selu~h KPPN dalam wilayah kerja Kgntor Wilayah I Ditjen Perbendaharaan Banda Aceh, Kantor Wilayah Ill Ditjen Perbendaharaan Padang, Kantor Wilayah IV Ditjen Perbendaharaan Pekanbaru, Kantor Wilayah V Ditjen Perbendaharaan Jambi, Kantor Wilayah VI Ditjen Perbendaharaan Palembang, Kantor Wilayah VII Ditjen Perbendaharaan Bandar Vlll Ditjen Larnpung, Kantor Wilayah Perbendaharaan Bengkulu, Kantor Wilayah IX Ditjen Perbendaharaan Pangkalpinang, Kantor Wilayah XI Ditjen Perbendaharaan Jakarta, Kantor Wilayah Xlll Ditjen Perbendaharaan Semarang, Kantor Wilayah XIV Ditjen Perbendaharaan Yogyakarta, Kantor Wilayah XV Ditjen Perbendaharaan Surabaya, Kantor Wilayah XX Ditjen Perbendaharaan Denpasar, Kantor Wilayah XXVl Ditjen Perbendaharaan Gorontalo, Kantor Wilayah XXVlll Ditjen Perbendaharaan Ternate, dimulai sejak tanggal IApril 2008 sampai dengan 30 Juni 2008."
2. Ketentuan Pasal 3 diubah, sehingga berbunyi sebagai berikut:

(I) KPPN Non-KBI selambat-larnbatnya pukul 16.00 waktu setempat pada hari yang sarna dengan tanggal penerbitan SP2D Rekening Khusus dan SPB, menyampaikan Daftar SPB sebagaimana ditetapkan pada Larnpiran II Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-151PBl2007

kepada Direktorat Pengelolaan Kas Negara u.p. Subdirektorat Dana Pinjaman dan Hibah dengan menggunakan faksimile nomor 021-3864779, 0213524548,021-3840515, dan 021-3840516. (2) KPPN KBI selambat-lambatnya pukul 09.00 waktu setempat hari keja keesokan harinya, menyampaikan Daftar SP2D Rekening Khusus sebagaimana ditetapkan pada Lampiran I Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER151PBl2007 kepada Direktorat Pengelolaan Kas Negara u.p. Subdirektorat Dana Pinjaman dan Hibah dengan menggunakan faksimile nomor 0213864779, 021-3524548, 021-3840515, dan 0213840516. (2a) KPPN Non-KBI maupun KPPN KBI berdasarkan program aplikasi Rekening Khusus yang ada, mencetak Daftar SPB atau Daftar SP2D dan selanjutnya mengirimkan outpui program aplikasi dimaksud kepada Direktorat Pengelolaan Kas Negara melalui sakrran komunikasi data yang ada secara paralel dengan pengmman melalui faksimile. (2b) Setelah dilakukan pengiriman sebagaimana diiaksud pada ayat (I), (2), dan (2a). KPPN diminta melakukan konfirrnasi melalui telepon nomor 0213449230 ext. 5406, 5407, dan 5408 atau pesan singkat (sms) ke nomor 0811-170774. (3) Penerbiian SPB: Berdasarkan SP2D-LS Rekening Khusus yang telah dterbitkan, KPPN Non-KBI menerbitkan SPB sebesar jumlah pada SP2D (sama dengan nilai SPM-LS Rekening Khusus berkenaan); b. Berdasarkan SP2D-GUP Isi Rekening Khusus yang telah diterbitkan, KPPN Non-KBI menerbitkan SPB sebesar jumlah pada SP2D; c. Berdasarkan SP2D-GUP Potongan Rekening Khusus yang telah dterbitkan, KPPN Non-KBI menerbitkan SPB sebesar nilai SPM-GUP Potongan Rekening Khusus berkenaan; d. Berdasarkan SP2D-GUP Nihil Rekening Khusus yang telah diterbitkan, KPPN Non-KBI menerbitkan SPB sebesar nilai SPM-GUP Nihil. (4) SP2D-LSIGUP IsilPotonganlNihiVPengganti Rekening Khusus yang diterbitkan KPPN KBI dan KPPN NonKBI dibukukan sebagai pengeluaran anggaran dengan membebani akun terkait. a.

(5) Setiap hari Senin KPPN KBI mengirimkan dokumen asli Daftar SPPD Rekening Khusus beserta copy SPPD Rekening Khusus atas seluruh transaksi penerbitan SPPD Rekening Khusus minggu sebelumnya dengan sarana ekspedisi tercepat ke Direktorat Pengelolaan Kas Negara u.p. Subdirektorat Dana Pinjaman dan Hibah. (6) Setiap hari Senin KPPN Non-KBI mengirimkan dokumen asli D a h r SPB dan SPB beserta copy SPPD Rekening Khusus atas seluruh transaksi penerbitan SPPD Rekening Khusus minggu sebelumnya dengan sarana ekspedisi tercepat kepada Direktorat Pengelolaan Kas Negara u.p. Subdirektorat Dana Pinjaman dan Hibah. (7) Pengiriman dokumen sebagaimana dimaksud pada ayat (5) dan (6), dikelompokkan per masing-masing kode pinjamanlhibah luar negeri dalam satu surat pengantar." Pasal II Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan dan mempunyai daya laku surut terhitung sejak tanggal 1 Januari 2008. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengumurnan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 31 Maret 2008 DIREKTUR JENDERAL, ttd HERRY PURNOMO NIP 060046544

VIII. INFORMAS1 & AKUNTANSI

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN
JI. Lapangan Banteng Timur No.2-4

,

Telepon Faksimil Website

: 021- 3450959

Jakarta 10710 Kotak Pos 1139 E-mail : dirjen@perbendaharaan.go.id

021- 3449230 pes.5200 : 021- 3864776

: http:llwww.perbendaharaan.go.id

1
1

Yth. 1. Para Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan 2. Para Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara di seluruh Indonesia

Nomor : SE-08 IPBl2008 Tentang Soft Launching Aplikasi SAI 2008 Untuk Tingkat Satuan Kerja (SAKPA) Oalam rangka penerapan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 1711PMK.O5m)07 tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pernerintah Pusat khususnya mengenai Sistem Akuntansi lnstansi dan sehubungan dengan adanya pengembangan Aplikasi SAI 2008, maka diinformasikan bahwa aplikasi tingkat satuan keja (SAKPA) versi 2008 sudah tersedia di website www.~erbendaharaan.ao.id. Selanjutnya kepada Kanwil Ditjen Perbendaharaan dan KPPN dalarn rangka pembinaan dan rekonsiliasi kepada seluruh Kementerian NegaraILembaga pada wilayah kej a masing-masing, diminta agar segera men-download aplikasi tersebut untuk dipergunakan sebagaimana mestinya. Segala penyernpumaan yang tejadi pada Aplikasi tersebut, akan diberitahukan secara resmi melalui surat. Dernikian agar dilaksanakan dengan sebaik-baiknya Surat Edaran ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.

SURAT EDARAN

D i t e t a p b di Jakarta Pada tanggal 4 Februari 2008 a.n.DirekturJenderal Direktura Akuntansi dan Pelaporan Keuangan ttd.
Dr. Hekinus Manao, Ak., M.Acc, CGFM NIP.060052698

Tembusan : Direktur Jenderal Perbendaharaan

I. U M U M X
flata Usaha, Kesekretariatan)

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DlREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN
Gedung Perbendaharaan Lantai II Jalan Lapangan Banteng Timur No. z-4 Jakarta 10710 , Kotak Pos 21 Telepon Faksimil Website 344-9230 (20 saluran) Pesawat 2416.3852143 : 3844784 : www.perbendaharaan.go.id
:

I

Yth. 1. Sekretaris Direktorat Jenderal 2. Para Direktur 3. Para Kepala Kantor Wilayah di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan SURAT EDARAN Nornor SE-07 IPBl2008 TENTANG PENETAPAN HARl PEMUNGUTAN SUARA SEBAGAI HARl YANG DlLlEURKAN Berkenaan dengan penetapan hari pernungutan suara sebagai hari yang diliburkan, dengan ini diberitahukan bahwa: 1. Sesuai Pasal 70 ayat (3) Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2005 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nornor 17 Tahun 2005 tentang Pemilihan, Pengesahan Pengangkatan, dan Pernberhentian Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, dinyatakan bahwa pemungutan suara dilakukan pada hari libur atau hari yang diliburkan. 2. Sehubungan dengan ha1 tersebut, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan diberi kewenangan untuk rnenetapkan hari libur bagi pegawai Direktorat Jenderal Perbendaharaan di wilayahnya dalarn rangka pernilihan Kepala Daerah. Penetapan tersebut tidak perlu rnendapatkan izin terlebih dahulu dari Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perbendaharaan.
3. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan agar melaporkan penetapan hari libur dirnaksud kepada Direktur Jenderal Perbendaharaan dan mengatur penyelesaian pekerjaan di wilayah kerjanya.

Dernikian untuk dipedomani Ditetapakan di Jakarta Pada tanggal 3 1 Januari 2008 Direktur Jenderal ttd.

Herry Pumorno NIP.060046544

Ternbusan: Sekretaris Jenderal Departemen Keuangan

X. ORGANISASI & TATA LAKSANA

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN
Gedung Perbcnd&.nn L n h i II JI. Lapangan Banlenp Thur No. 2 4 Jakafta 10710 Kotak Por 1139 Tckpon Faksimill Webrile
'

.

344-9230 (20 rafuran) Prw 5200 384-2234.386-5150.3444107 345-4640

Yth.

1. Sekretaris Direktorat Jenderal 2. Para Direktur 3. Para Kepala Kantor Wllayah; 4. Para Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara; di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan

SURAT EDARAN Nornor SE- 11 IPBl2008

I

TENTANG URAIAN JABATAN DAN STANDAR PROSEDUR OPERAS11 STANDARD OPERATING PROCEDURES 0 LINGKUNGAN DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN 1

Sehubungan dengan telah diterbitkannya Peraturan Menteri Keuangan Nornor 429/PM.112007 tentang Uraian Jabatan di Lingkungan Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perbendaharaan dan Nomor 430/PM.1/2007 tentang Uraian Jabatan lnstansi Vertikal di Lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan, serta Keputusan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor KEP-297lPB12007 tentang Standar Prosedur Operasil Standard Operating Procedures di Lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan, dengan ini dirninta perhatian Saudara untuk rnensosialisasikan kepada seluruh pejabaff pegawai di lingkungan Saudara dan mempedomani peraturanlkeputusan dirnaksud dalam pelaksanaan tugas. Lampiran Peraturan Menferi Keuangan dan Keputusan Direktur 1,oerbendaharaan qo.id. Perbendaharaan diatas dapat di download di alamat fi~.//fto Demikian untuk dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Ditetapakan di Jakarta Pada tanggal 21 Pebruari 2008 Direktur Jenderal, Jenderal

ttd.

Herry Pumomo NIP.060046544
Ternbusan: 1. Menteri Keuangan 2. Ketua Tim Reformasi Birokrasi Departemen Keuangan

X. K E P E G A W A I A N I

-.

Triwulan I Tahun 2008 tidak ada Surat Edaran Ditjen PBN Mengenai KEPEGAWAIAN

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN SEKRETARlAT DIREKTORAT JENDERAL
n.~ . p ~~gunl t s n g r ~2-1 ~ o . ~
J . k u u 10710 K d P a 1139

Ocdung Paknd.huun

Tclcpon :3449230p. 124 5

~ e k x :45799 F.trimik : 3454640

Yth. 1. Para Direktur 2. Para Kepalo Sub Direktorot 3. Para Kepola Bogion lingkup Kontor Pusot Direktorot Jenderol Perbendaharoon S R T EDARAN UA Nomor : SE- 0 4 1PB.I 12008 Tentong PernbuotonSurot Keterongon untuk MendapotkanTunjongan Keluargo (Formulir DA.01.04IKP.4) Tohun Tokwim 2008 Dengan ini diberitohukon bohwo pada setiap awal tahun takwim seluruh pegawoi negeri (termasuk calon pegawoi) diwajibkan meloporkon susunan keluarga untuk rnemperoleh tunjangan keluarga dengan mengisi Formulir DA. 01. 04 (KP. 4). Mengingat 0 botas usia anak yong berhok rnemperoleh tunjangan rnaksirnum odalah 2 tahun, mako 1 bagi pegawai yang mempunyai onak berusia 2 sarnpai 25 tahun dan rnasih mengikuti pendidikan diwajibkon melampirkon surot keterangan dari sekolahlperguruan tinggilkunus di ternpat yang benangkutan. Formulir DA.01.04 (KP.4) tersebut agar terlebih dohulu diperikso don ditandatongoni oleh atasan yong benongkuton serendah-rendahnyaKepalo Sub DirektorotIKepala Bagian. Forrnulir tenebut agar disornpaikon kepada Bagian Keuongon c.q. Subbagian Gaji dan Kesejohteroon selarnbot-lambotnyo pado tanggal 25 Januari 2008 dolom 2 rongkap dan ternbusan kepada Bogion Kepegawaion Direktorot Jenderol Perbendahoroan. Perlu diingotkon bohwo kepoda pegawai yang terlarnbot otau tidok rnenyornpoikan formulir DA.01.04 (KP.4) tenebut, okon rnengakibatkon diberhentikonnya pernbayaran tunjangan keluarga. Dernikian atas perhation Saudoro diucopkon terirna kasih.

Ditetapakan di Jakarta Pada tanggal 17 Januari 2008 SekretarisDitjenPerbendaharaan,
ttd.

Siswo Sujanto NIP.060031000

m. E R L E N G K A P A N P

Triwulan I Tahun 2008 PERLENGKAPAN

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->