P. 1
Himpunan Peraturan Perbendaharaan Tahun 2008 Triwulan 3

Himpunan Peraturan Perbendaharaan Tahun 2008 Triwulan 3

|Views: 253|Likes:
Dipublikasikan oleh Ahmad Abdul Haq

More info:

Published by: Ahmad Abdul Haq on Dec 09, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/14/2013

pdf

text

original

HIMPUNAN PERATURAN PERBENDAHARAAN

TRIWULAN Ill ) M I 2008 - SEPTEMBER 2008

DEPARTEMEN KEUAN6-AN'B.1.

HIMPUNAN PERATURAN PERBENDAHARAAN

TRIWULAN Ill jULl2008 - SEPTEMBER 2008

DEPARTEMEN KEUANGAN R.I. DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN

KATA PENGANTAR
Penyelenggaraan administrasi dalam rangka pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada hakekatnya merupakan praktek hukum administrasi Keuangan Negara. Oleh karena itu penyelenggaraan administrasi dimaksud hams dilakukan berdasarkan danlatau sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dalam pelaksanaan dari waktu ke waktu, Pemerintah menjawab berbagai permasalahan administratif yang berdimensi hukum ini dengan menerbitkan berbagai ketentuanlperaturan perundang-undangan. Sebagai sarana pelaksanaan peraturan perundang-undangan dimaksud, Direktorat Jenderal Perbendaharaan menerbitkan surat-surat edaran sebagai pedoman pelaksanaan bagi seluruh instansi di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan, khususnya, dan instansi kementerian teknis terkait serta instansi mitra kerja Direktorat Jenderal Perbendaharaan, pada umumnya. Sejalan dengan itu, dalam rangka memberikan kemudahan untuk melakukan rujukan terhadap surat-surat edaran yang telah diterbitkan, Direktorat Jenderal Perbendaharaan menyajikan " Himpunan Peraturan Perbendaharaan Direktorat Jenderal Perbendaharaan Triwulan In Tahun Anggaran 2008 yang merupakan kompilasi dari Bulan Juli 2008 sld September 2008. Semoga bermanfaat dalarn melengkapi khazanah kepustakaan Direktorat Jenderal Perbendaharaan.

SISWO SUJANTO NIP. 06003 1000

DAFTAR PENGELOMPOKAN MASALAH

PENDAPATAN / PENERIMAAN NEGARA BELANJA PEMERINTAH PUSAT (Belanja Pegawai, Belanja Barang, Belanja Modal, Pembayaran Bunga Utang, Subsidi, Belanja Hibah, Belanja Sosial, Belanja Lain-lain) BELANJA DAERAH (Dana Perimbangan, Dana Otonomi Khusus, Dana Penyesuaian) IV. v. PEMBIAYAAN DALAM NEGERI PEMBIAYAAN LUAR NEGERI PENGELOLAAN BARANG MILIWKEKAYAAN NEGARA PENGELOLAAN KAS NEGARA INFORMASI & AKUNTANSI UMUM (Tata Usaha, Kesekretariatan) ORGANISASI & TATA LAKSANA KEPEGAWAIAN KEUANGAN PERLENGKAPAN

I

VI. VII. VIII. IX.

X.
XI. XII. XIII.

6. Petunjuk Penyaluran dan Pencairan 03-09-2008 PER-37PBl2008
Dana Stimulan Usaha Ekonomi Poduktif kepada Kelompok Usaha Bersama(KUBE), Dana Operasional Daerah,danHonorariumPendamping Program Pembendayaan Fakir Miskin Melalui Mekanisme Bantuan Langsung Pemberdayaan Sosial (BLPS). Tunjangan Beras dalam Bentuk Natura dan Uang. Petunjuk Pelaksanaan Pencairan Dana Penyelenggaraan Pemilu 2009.

Di. PA

73

7.

08-09-2008 22-09-2008

PER-391PB12008 PER-44PB12008

Dit. PKN Dit. PA

85 91

8.

Ill. BELANJA DAERAH
IV. PEMBIAYAAN DALAM NEGERI I. Penerbitan Surat Kuasa Umum Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan oleh Kepala KPPN. Petunjuk Pelaksanaan Penyaluran dan Pencairan Dana Penguatan Modal Lembaga Usaha Ekonorni Pedesaaan ( DPM-LUEP ) melalui KPPN. Perubahan Atas Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nornor PER-071PB12005 Tentang Tata Cara Pelaksanaan Pembayaran melalui Mekanisme Pemberian Kuasa Antar kuasa Pengguna Anggaran. Petunjuk Pelaksanaan Penyaluran dan Pencairan Dana Subsidi Harga Kedelai Tahun Anggaran 2008. Petunjuk Pencairan dan Penyaluran Dana Bantuan Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat dalam Rangka Reintegrasi di Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam Tahun Anggaran 2008. 20-08-2008 SE-351PB12008 Dit. PKN 109

2.

01-07-2008

PER-27PB12008 Dit.

1I
121

3.

16-07-2008

PER-28PB12008

Di. PKN

4.

16-07-2008 03-09-2008

PER-291PB12008 PER-38PB12008

Dit. PA

125 135

5.

Di. PA

VIII

DAFTAR IS1SE DlTJEN PERBENDAHARAANDAN PERATURAN DITJEN PERBENDAHARAANTRMI. IllTAHUN 2008 No (1) Perihal (2) I PENDAPATAW . PENERIMAAN NEGARA 1. Batas Maksimal Pencairan Dana DIPA (PNBP) Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi Tahap II Tahun Anggaran 2008. Batas Maksimal Pencairan Dana yang b e r a d dari Setoran Penerimaan Negara Bukan Pajak DirektoratJenderal Perhubungan Laut Departemen Pernubungan Tahap IITahun Anggaran 2008. Tata Cara Penggunaan Bdanja yang bersumber dari Penerimaan Negara Bukan Pajak diatas pagu DIPA untuk Perguruan Tinggi NonBadan Hukum Milik Negara (PTNonBHMN). 11. BELANJA PEMERINTAH WSAT. Standar Biaya HonorariumTim 1 Nara somber di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan Uang Kehormatan dan Hak - Hak lainnya bagi Hakim Ad Hoc pada Pengadilan Perikanan di Pengadilan Negeri. Pembayaran Gaji Pegawai Negeri Bulan Oktober 2008 Mekanisme Pembayaran Biaya Panitia Pengadaan Tanah Bagi Pelaksanaan Pembangunan untuk Kepentingan Umum yang Dananya Berasal dari APBN. Petunjuk Pelaksanaan Penyaluran dan Pencairan Dana Program Pembangunan lnfrstnrktur Perdesa an ( (PPIP). 22-07-2008 SE-321PB12008 Di. PA 3 Tanggal (3) Nomor Surat (4) Sumber (5) Hal (6)

2.

26-09-2008

SE-37lPB12008

Dit. PA

7

3.

16-07-2008

PER-32lPB12008

Di. PA

27

1. 2.

04-07-2008

SE-291PB12008

Setditjen Di. PA

43 47

17-07-2008 SE-311PB12008

3. 4.

12-09-2008 SE-361PB12008 16-07-2008 PER-311PB12008

Di. PKN Dit. PA

51 53

5.

22-07-2008

PER-34lPB12008

Dit. PA

59

I

VII

Petunjuk Pelaksanaan Penyaluran dan Pencairan Dana Pinjaman IBRD Nomor 4385-IND (National Program For Rural Community Empowerment in Rural Areas ProjectlProgram Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan 1 PNPM Mandiri Perdesaan VI. PENGELOLMN BARANGI MlLlK KEKAYAAN NEGARA
- -

Dit. PA

VII. PENGELOLMN KAS NEGARA 1. Penrbahan Keempat Atas Peraturan 01-07-2008 Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-15PB12007 Tentang Pelaksanaan Uji Coba Mekanisme Baru PernbayaranMelaluiRekening Khusus. VIII. INFORMAS18 AKUNTANSI I. Dokumen Pembukuaan dan 17-07-2008 Laporan KPPN Terkait dengan Transaksi Badan Layanan Umum. 2. Petunjuk Penggunaan lntranet di 2447-2008 SE-34IPB12008 lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Akun 22-07-2008 PER-33PB12008 3. Pedoman Penggunaan Pendapatan , Belanja Pegawai , Belanja Barang, dan Belanja Modal sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 91PMK.05/2007 Tentang Badan Akun Standar. IX. UMUM PER-26PBl2008 Dit. PKN

----I-Setditjen Dit. APK

1
1.

X.

ORGANISASI (L TATA MISANA

I
23-07-2008

/

r
SE-33lPB12008 Setditjen 285

Han Libur dan Cuti Bersama Tahun 2009. XII. KEUANGAN

I

( XIII. PERLENGKAPAN

I

1

1

I

V.

PEMBIAYAAN LUAR NEGERI 16-07-2008 PER-30PB12008 Dit. PA 147

1.

2.

3.

4.

5.

6.

Petunjuk Pelaksanaan Penyaluran dan Pencairan Dana Loan Nornor JBIC IP-543 (ProyekPengembangan lnfrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah I Regional lnfrastruktur Sosial And Economic Development Project). Petunjuk Pelaksanaan Penyaluran dan Pencairan Dana Pinjaman IDA Credii Number 4204 - IND (Third water Supply And Sanitation for lowIncome Communit ProjectPAMSIMAS). Petunjuk Pelaksanaan Penyaluran dan Pencairan Dana Hibah TF 091414 ( Technical Assistance to Indonesia National Single Window, Multi Donor Trust Fund to Support Public Financial Management And Revenue Administration Reform Project- PFM MDTF ). Perubahan Kedua Atas Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-341PBl2005 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Pembayaran Proyek Pendukung Darurat Gempa Bumi dan Tsunami yang Didanai ADB Grant Number 0002-IN0 (SF) ( Earthquake And Tsunami Emergency Support Project). Perubahan atas Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-541PB12006 Tentang Petunjuk Pelaksanaan dan Pencairan Dana Loan ADB No.216312164 (SF)-IN0 Community Water Services And Health Project (CWSHP). Petunjuk Pelaksanaan Penyaluran dan Pencairan Dana Pinjaman IDA Credit No. 4384-IDllBRD Loan No. 7504-ID Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perkotaan.

23-07-2008

PER-35PB12008

Di. PA

157

20-08-2008

PER-36PB12008

Di. PA

175

09-09-2008

PER4OIPB12008

Di. PA

187

09-09-2008

PER41PB12008

Dit. PA

199

09-09-2008

PER42PB12008

Dit. PA

213

L

16.

16-07-2008 PER-32IPB12008

17.

22-07-2008 PER-33PB12008

18. 19.

22-07-2008 PER-34PB12008 23-07-2008 PER-351PB12008

20.

20-08-2008

PER-361PB12008

21.

03-09-2008

PER-37PBl2008

22.

03-09-2008

PER-381PB12008

23. 24.

08-09-2008 PER-391PB12008 09-09-2008 PER401PB12008

25.

09-09-2008

PER-41lPB12008

26.

09-09-2008 PER-42PB12008

Tata Cara Penggunaan Bdanja yang Bersumber dari Penerimaan Negara Bukan Pajak di atas Pagu DlPA untuk Pergunran Tinggi Non - Badan Hukum Milik Negara ( PT Non- BHMN). Pedoman Penggunaan Akun Pendapatan , Belanja Pegawai, Belanja Barang, dan Belanja Modal sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 911PMK.05 12007 Tentang Bagan Akun Standar Petunjuk Pelaksanaan Penyaluran dan Pencairan Dana Program Pernbangunan lnfrastrukturPedesaan (PPIP). Petunjuk Pelaksanaan Penyaluran dan Pencairan Dana Pinjaman IDA Credit Number 4204-IND ( Third water Supply And sanitation forLow-Income Communit Project - PAMSIMAS). Petunjuk PelaksanaanPenyaluran dan Pencairan Dana Hibah TF 091414( Technical Assistance to Indonesia National Single Window, Multi Donor Trust Fund to Support Public Financia l Management And Revenue Administration Reform Project-PFM MDTF). Petunjuk Penyaluran dan Pencairan Dana Stimulan Usaha Ekonomi Produktif kepada Kelompok Usaha Bersama ( KUBE ), Dana Operasional Daerah, dan Honorarium Pendamping Program Pemberdayaan Fakir Miskin rnelalui Mekanisme Bantuan Langsung Pemberdayaan Sosial (BLPS). Petunjuk Pencairan dan Penyaluran Dana Bantuan Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Dalam Rangka Reintegrasi di Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam Tahun Anggaran 2008. Tunjangan Beras dalam Bentuk Natura dan uang. Perubahan Kedua Atas Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER - 341PBl2005 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Pembayaran Prouek Pendukung Darurat Gempa Bumi danTsunami yang didanai ADB Grant Number 0002 - IN0 ( SF ) ( Earthquake And Tsunami Emergency Support Project ). Perubahan atas Peraturan Direktur Jenderal PerbendaharaanNomor PER- 541PB12006 Tentang Petunjuk Pelaksanaan dan Pencairan Dana Loan ADB No. 2163 1 ,2164 ( SF ) - IN0 Community Water Services And Health Project (CWSHP). Petunjuk Pelaksanaan Penyaluran dan Pencairan Dana Pinjaman IDA Credit No. 4384-IDllBRD Loan No. 7504ID Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM ) Mandiri Perkotaan.

B. DAFTAR IS1 MENURUT TANGGAL

NO 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

TANGGAL 04-07-2008

NOMOR SE-29lPB12008

PERlHAL Standar Biaya Honorarium TimlNarasumber di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Dokumen Pembukuan dan Laporan KPPN terkait dengan Transaksi Badan Layanan Umum. Uang Kehormatan dan Hak-hak lainnya bagi Hakim Ad Hoc pada Pengadilan Perikanan di Pengadilan Negeri. Batas Maksimal Pencairan Dana DlPA (PNBP) Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi Tahap II Tahun Anggaran 2008. Hari Libur dan Cuti Bersama Tahun 2009 Petunjuk Penggunaan lntranet di lingkungan Direktorat I Jenderal Perbendaharaan. Penerbiian Surat Kuasa Umum Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan oleh Kepala KPPN. Pembayaran Gaji Pegawai Negeri Bulan Oktober 2008. Batas Maksimal Pencairan Dana yang berasal dari Setoran Penerimaan Negara Bukan Pajak Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Departemen Perhubungan 1 Tahap I Tahun Anggaran 2008. Perubahan Keempat Atas Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER - 151PB12007 Tentang Pelaksanaan Uji Coba Mekanisme Baru Pembayaran rnelalui Rekening Khusus. Petunjuk Pelaksanaan Penyaluran dan Pencairan Dana Penguatan Modal Lembaga Usaha Ekonomi Pedesaan (DPM-LUEP) melalui KPPN. Perubahan Atas Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-07lPB12005 Tentang Tata Cara Pelaksanaan Pembayaran melalui Mekanisme Pemberian Kuasa Antar Kuasa Pengguna Anggaran. Petunjuk Pelaksanaan Penyaluran dan Pencairan Dana Subsidi Harga Kedelai Tahun Anggaran 2008. Petunjuk Pelaksanaan Penyaluran dan Pencairan Dana Loan Nomor JBlC lP - 543 ( Proyek Pengembangan lnfrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah I Regional lnfrastrukturSosial And Economic Development Project ). Mekanisme Pembayaran Biaya Panitia Pengadaan Tanah Bagi Pelaksanaan Pembangunan untuk kepentingan Umum Yang Dananya berasal dari APBN.

17-07-2008 SE-30lPB12008 17-07-2008 SE-31/PB/2008 22-07-2008 SE-32lPBl2008

23-07-2008 1 SE-331PB12008 24-07-2008 SE-341PB12008 20-08-2008 SE-351PB12008

12-09-2008 SE-361PB12008 26-09-2008 SE-371PBl2008

10.

01-07-2008

PER-26PB12008

11. 12.

01-07-2008

PER-27PB12008

16-07-2008 PER-281PB12008

13. 14.

16-07-2008

PER-29PB12008

16-07-2008 PER-30PB12008

15.

16-07-2008 PER-311PB12008

27.

17-09-2008

PER-43PB12008

28.

22-09-2008

PER-441PB12008

Petunjuk Pelaksanaan Penyaluran dan Pencairan Dana Pinjaman IBRD Nornor 7505-INDllDA Credit Nomor 4385IND ( National Program For Rural Community Empowerment In Rural Areas Project I Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan I PNPM Mandiri Perdesaan. Petunjuk Pelaksanaan Pencairan Dana Penyelenggaraan Pemilu 2009.

I. PENDAPATAN 1 PENERLIMAAN NEGARA

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN

Gedung Perbendaharaan Lantai II JI. Lapangan Banteng Timur No.2-4 Jakarta 10710 Kotak Pos 1139

: 3449230 psM. 5200 3450959 Faksimile : 3457490 Website : www.~erbendaharaan.ao.id
Telepon

Yth.

Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (Daffar Terlampir) SURAT EDARAN Nomor SE- 32 lPBl2008 TENTANG BATAS MAKSIMAL PENCAIRAN DANA DlPA (PNBP) DIREKTORAT JENDERAL POS DAN TELEKOMUNIKASI TAHAP I TAHUN ANGGARAN 2008 1

Dalam rangka pencairan dana yang berasal dari setoran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Tahun Anggaran 2008 lingkup Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi di seluruh Indonesia, dengan ini diminta perhatian Saudara atas hal-ha1 sebagai berikut:

1.

Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Direktorat Jenderal Pos dan Telekornunikasi yang telah disetor ke rekening Kas Negara secara terpusat sampai dengan bulan Mei 2008 adalah sebesar Rp4.523.817.044.505,- (empat triliun lima ratus dua puluh tiga miliar delapan ratus tujuh betas juta empat puluh empat ribu lima ratus lima rupiah). Dari jumlah setoran tersebut, yang digunakan sebagai dasar alokasi penggunaan batas maksimal pencairan dana DlPA (PNBP) berkenaan adalah sebesar Rp305.356.663.000,- (tiga ratus lima miliar tiga ratus lima puluh enam juta enam ratus enam puluh tiga ribu rupiah). Dengan adanya alokasi tersebut, KPPN dalam proses penerbitan SP2D untuk pencairan DlPA (PNBP) berkenaan, tidak perlu meminta bukti setor (SSBP lembar ke-4) kepada satker bersangkutan dalam setiap Surat Perintah Membayar (SPM) yang diajukan. Batas maksimal pencairan dana DlPA (PNBP) tahap II dari masingmasing satker adalah sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran Surat Edaran Direktur Jenderal Perbendaharaan ini. Sedangkan ketentuan mengenai batas rnaksimal pencairan dana DlPA (PNBP) tahap

2.

3.

selanjutnya akan diatur dalam Surat Edaran Direktur Jenderal Perbendaharaan tersendiri. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan dirninta untuk mengawasi pelaksanaan surat edaran ini. Demikian untuk rnestinya. dipedomani dan dilaksanakan sebagairnana

Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 22 Juli 2008 Direktur Jenderal, ttd Herry Pumomo NIP 060046544 Tembusan: Sekretaris Jenderal Departemen Korninfo Direktur Jenderal Anggaran Direktur Jenderal Pos dan Telekomunikasi Depkominfo 4. Direktur Pelaksanaan Anggaran Direktorat Jenderal Perbendaharaan 5. Direktur Pengelolaan Kas Negara Direktorat Jenderal Perbendaharaan 6 . Direktur Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Direktorat Jenderal Perbendaharaan 7. Para Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Daftar Terlampir)
1.

2. 3.

DAFTAR KANWIL DITJEN PERBENDAHARAAN DAN KPPN YANG MELAYANI SATKER Dl LINGKUNGAN DITJEN POS DAN TELEKOMUNIKASI

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN

Gedung Perbendaharaan Lantai I1

Telepon

: 3449230 pswt. 5200

JI. Lapangan Banteng Timur N 0 . 2 4
Jakarta 10710 Kotak Pos 1139

3450959 Faksimile : 3457490 Website : www.oerbendaharaan.ao,id

Yth.

I.Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan 2. Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara

SURAT EDARAN Nomor SE- 37 lPBl2008 TENTANG BATAS MAKSIMAL PENCAIRAN DANA YANG BERASAL DARI SETORAN PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN LAUT DEPARTEMEN PERHUBUNGAN TAHAP 1 I TAHUN ANGGARAN 2008 Dalam rangka pencairan dana yang berasal dari setoran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) lingkup Direktorat Jenderal 1 Perhubungan Laut Departemen Perhubungan Tahap I Tahun Anggaran 2008, dengan ini diminta perhatian Saudara atas hat-ha1 sebagai berikut: I. PNBP lingkup Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Departemen Perhubungan Tahap I Tahun Anggaran 2008 yang telah disetorkan ke 1 rekening Kas Negara secara terpusat sampai dengan tanggal 30 Juni 2008 sebesar Rp173.764.669.649,- (seratus tujuh puluh tiga miliar tujuh ratus enam puluh empat juta enam ratus enam puluh sembilan ribu enam ratus empat puluh sembilan rupiah). Dari jumlah tersebut, yang dipergunakan untuk perhitungan maksimal pencairan dana DIPA (PNBP) adalah sebagai berikut: a. PNBP Kepelabuhan sebesar Rp33.126.846.202,- (tiga puluh tiga miliar seratus dua puluh enam juta delapan ratus empat puluh enam ribu dua ratus dua rupiah); b. PNBP Kenavigasian sebesar Rp88.937.660.462,- (delapan puluh delapan miliar sembilan ratus tiga puluh tujuh juta enam ratus enam puluh ribu empat ratus enam puluh dua rupiah); dan c. PNBP Perkapalan sebesar Rp6.827.030.000,- (enam miliar delapan ratus dua puluh tujuh juta tiga puluh ribu rupiah).

2.

Dengan adanya alokasi tersebut, KPPN dalam proses penerbitan SP2D untuk pencairan DlPA (PNBP) berkenaan, tidak perlu meminta bukti setor (SSBP lembar ke-4) kepada satker bersangkutan dalam setiap Surat Perintah Membayar (SPM) yang diajukan. Batas maksimal pencairan dana DlPA (PNBP) tahap II dari masingmasing satker adalah sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran I Surat Edaran Direktur Jenderal Pebendaharaan ini. Sedangkan ketentuan mengenai batas maksimal pencairan dana yang berasal dari setoran PNBP tahap selanjutnya akan diatur dalam Surat Edaran Direktur Jenderal Perbendaharaan tersendiri. Pada saat pengajuan Surat Perintah Membayar (SPM) ke KPPN, Kuasa Pengguna Anggaran melampirkan Surat Pemyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) sebagaimana tercantum dalam Lampiran II Surat Edaran Direktur Jenderal Pebendaharaan ini. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan diminta untuk mengawasi pelaksanaan Surat Edaran ini. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 26 September 2008 Direktur Jenderal Perbendaharaan. ttd. Heny Pumomo NIP 060046544

3.

4.

5.

Demikian untuk dipedomani dan dilaksanakan sebagaimana mestinya.

Tembusan: 1. Sekretaris Jenderal Departemen Perhubungan 2. Direktur Jenderal Anggaran 3. Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Departemen Pernubungan 4. Direktur Pelaksanaan Anggaran, Direktorat Jenderal Perbendaharaan

SURAT EDARAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN NOMOR SE- 37 lPB12008 TENTANG BATAS MAKSIMAL PENCAIRAN DANA YANG BERASAL DARl SETORAN PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN LAUT DEPARTEMEN PERHUBUNGANTAHAP I1 TAHUN ANGGARAN 2008

LAMPIRAN I

DAFTAR BATAS MAKSIMAL PENCAIRAN DANA DlPA (PNBP) DIREKTORATJENDERALPERHUBUNGANLAUTDEPARTEMENPERHUBUNGAN TAHAP II TAHUN ANGGARAN 2008

521602 528895
092

Kanpel Senayang
KPLP Tanjung Uban Adpel R e w n

~ ~ O , M O . O W 98.219.056 465,000.OW 114.390.000

335,339,400 73.839.573

-

.
12,000,~

Rengat

413143

-

8
2

8

B
.

,

,

Q
N

8

,

8

8

,

H Q

8
,

Q
5

g

,

,

I
P
s

3 1
m

9

.

.

:

2 .

6

:

f .$
d

:

-9

2 ;

-

V)

m

2
,

,
I
3

$ : :
.

; .
N

.

.

$

.

, . -

2

,

,

I d g

H
N

N

0

m
N N N

O

m

n

N

8

$

=

N

S
N N L n

N

f I
3
a

3

E

4 2

m

c"

$:a :;n
1 3

L d
p

6

3

2 d z
m

.
3
P

. -

Direktur Jenderal, Herry Purnorno NIP 060046544

LAMPIRAN II
SURAT EDARAN DIRECUR JENDERAL PERBENDAHARAAN NOMOR SE- 37 IPBROOB TENTANG BATAS MAKSIMAL PENCAIRAN DANA YANG BERASAL DARl SETORAN PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN LAUT DEPARTEMEN PERHUBUNGAN TAHAP II TAHUN ANGGARAN 2008

KOP'SURAT SURAT PERNYATAAN TANGGUNG JAWAB MUTLAK Nornor: ........................... Yang bertanda tangan dibawah ini: Nama NIP Jabatan

rnenyatakan dengan sesungguhnya bahwa:

1.

Pencairan dana PNBP yang karni ajukan adalah bersurnber dari jenis penerimaan: a. b. Jasa Kepelabuhan Jasa Kenavigasian Jasa Perkapalan Rp.................................... (dengan huruf) Rp.................................... (dengan huruf) Rp.................................... (dengan huruf)

c. 2.

Apabila di kernudian hari terdapat kerugian negara dikarenakan pencairan tersebut, ha1 tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab karni dan karni bersedia untuk rnengganti kerugian tersebut ke kas negara. Dernikian pernyataan kami buat dengan sebenar-benarnyanya.

(Ternpat), (tanggal, bulan, tahun) Kuasa Pengguna Anggaranl Pejabat Pembuat Komitrnen,

(Nama lengkap) NIP

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLlK INDONESIA
DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN NOMOR PER- 32 lPBl2008 TENTANG TATA CARA PENGGUNAAN BELANJA YANG BERSUMBER DARl PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK Dl ATAS PAGU DlPA UNTUK PERGURUAN TlNGGl NON-BADAN HUKUM MlLlK NEGARA (PT NON-BHMN) DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN,
Menrmbang

:

bahwa untuk melaksanakan ketentuan dalam Pasal 6 Peraturan Menteri Keuangan Nomor 46/PMK.02/2008 tentang Tata Cara Perubahan Rincian Anggaran Belanja Pemerintah Pusat dan Perubahan Dafbr lsian Pelaksanaan Anggaran Tahun 2008, perlu menetapkan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan tentang Tata Cara Penggunaan Belanja yang Bersumber dari PNBP di atas Pagu DlPA Untuk Perguruan Tinggi Non-Badan Hukum Milik Negara (PT Non-BWMN);
1.

Mengingat

:

Undang-Wndang Nomor 20 Tahun 1997 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1997 Nomor 43, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 3687); Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Wegara Republik lndonesia Nomor 4286); Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4355); Undang-Wndang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4400); Jenis dan Penjetoran Penerimaan Negara Bukan Pajak;

2.

3.

4.

5. Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 1997 tentang

6.

Keputusan Presiden Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan

27

Belanja Negara (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2002 Nomor 73, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4212), sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 72 Tahun 2004 (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2004 Nomor 92, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4418);
7.

Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134/PMK.06/2005 tentang Pedoman Pembayaran dalam Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara; Peraturan Menteri Keuangan Nomor 46lPMK.0212008 tentang Tata Cara Perubahan Rincian Anggaran Belanja Pemerintah Pusat dan Perubahan Daftar lsian Pelaksanaan Anggaran Tahun Anggaran 2008; Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-66lPBl2005 tentang Mekanisme Pelaksanaan Pembayaran atas Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara; MEMUTUSKAN:

8.

9.

Menetapkan

: PERATURAN
-

DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN TENTANG TATA CARA PENGGUNAAN BELANJA YANG BERSUMBER DARl PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK Dl ATAS PAGU DPA UNWK PERGURUAN TINGGI NON-BADAN HUKUM MlLlK NEGARA (PT NON-BHMN).

-:

BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini, yang dimaksud dengan: Perguruan Tinggi Non-Badan Hukum Milik Negara, yang selanjutnya disebut PT Non-BHMN adalah Unit Pelaksana Pendidikan DepartemenILembaga NonDepartemen berupa Universitas, Institut, Sekolah Tinggi, Politeknik, dan Akademi yang berstatus Non Badan Hukum Milik Negara (Noq-BHMN). 2. Penerimaan Negara Bukan Pajak dari PT Non-BHMN, yang selanjutnya disebut PNBP PT Non-BMHN adalah seluruh penerimaan yang bukan berasal dari penerimaan perpajakan yang diperoleh dari penyelenggaraan kegiatan pendidikan sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Pernerintah Nomor 22 1.

Tahun 1997.

3.

Daftar lsian Pelaksanaan Anggaran, yang selanjutnya disebut DlPA adalah dokurnen pelaksanaan anggaran yang disusun oleh MenterilPirnpinan Lernbaga selaku Pengguna Anggaran dan disahkan oleh Menteri Keuangan selaku Bendahara Urnurn Negara. Pengguna Anggaran adalah pejabat yang berwenang dan bertanggung jawab atas penggunaan anggaran pada kernenterianllernbaga yang bersangkutan. Kuasa Pengguna Angggaran adalah pejabat yang mernperoleh kewenangan dan tanggung jawab dari pengguna anggaran untuk rnenggunakan anggaran yang dikuasakan kepadanya. Surat Perrnintaan Pembayaran, yang selanjutnya disebut SPP adalah dokurnen yang diterbitkan oleh Pejabat Pembuat Kornitmen yang berisi perrnintaan kepada Pejabat Penanda Tangan SPM untuk rnenerbitkan surat perintah rnernbayar sejurnlah uang atas beban bagian anggaran yang dikuasainya untuk untung pihak yang ditunjuk dan sesuai syarat-syarat yang ditentukan dalarn dokurnen perikatan yang menjadi dasar penerbitan SPP berkenaan. Surat Perintah Mernbayar, yang selanjutnya disebut SPM adalah surat perintah yang diterbitkan oleh Pejabat Penanda Tangan SPM untuk dan atas narna Pengguna Anggaran kepada Bendahara Umurn Negara atau kuasanya berdasarkan SPP untuk rnelakukan pembayaran sejurnlah uang kepada pihak dan atas beban bagian anggaran yang ditunjuk dalarn SPP berkenaan. Surat Perintah Pencairan Dana, yang selanjutnya disebut SP2D adalah surat perintah yang diterbitkan oleh Kuasa Bendahara Urnurn Negara kepada bank operasionallkantor pos dan giro berdasarkan SPM untuk memindahbukukan sejurnlah uang dari Kas Negara ke rekening pihak yang ditunjuk dalarn SPM berkenaan. Pejabat Pembuat Kornitmen adalah Pejabat yang diberi kewenangan untuk rnelakukan tindakan yang rnengakibatkan pengeluaran anggaran belanjalpenanggung jawab kegiatanlpernbuat kornitmen.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10. Pejabat ~enandatan~an SPM adalah Pejabat yang diberi kewenangan untuk rnenguji tagihan kepada negara dan rnenandatangani SPM.

11. Uang Persediaan yang selanjutnya disebut UP adalah uang muka kerja dengan jumlah tertentu yang bersifat daur ulang (revolving), diberikan kepada bendahara pengeluaran hanya untuk membiayai kegiatan operasional kantor sehari-hari yang tidak dapat dilakukan dengan pembayaran langsung.

12. Tambahan uang Persediaan yang selanjutnya disebut TUP adalah uang yang diberikan kepada satker untuk kebutuhan yang sangat mendesak dalam satu bulan melebihi pagu UP yang ditetapkan.
13. Surat Perintah Membayar Tambahan Uang Persediaan yang selanjutnya disebut SPM-TUP adalah surat perintah membayar yang diterbitkan oleh Pengguna AnggaranlKuasa Pengguna Anggaran karena kebutuhan dananya melebihi pagu uang persediaan dan membebani MAK transito.

14. Surat Perintah Membayar Penggantian Uang Persediaan yang selanjutnya disebut SPM-GUP adalah surat perintah mernbayar yang diterbitkan oleh Pengguna AnggaranlKuasa Pengguna Anggaran dengan membebani DIPA, yang dananya dipergunakan untuk menggantikan uang persediaan yang telah dipakai. 15. Surat Perintah Membayar Langsung yang selanjutnya disebut SPM-LS adalah surat perintah mernbayar langsung kepada pihak ketiga yang diterbitkan oleh Pengguna AnggaranlKuasa Pengguna Anggaran atas dasar perjanjian kontrak kej a atau surat perintah kerja lainnya.
16. Surat Pemyataan Tanggung jawab Belanja yang selanjutnya disebut SPTB adalah pemyataan tanggung jawab belanja yang dibuat oleh Pengguna AnggaranIKuasa Pengguna Anggaran atas transaksi belanja sampai dengan jumlah tertentu. 17. Surat Pemyataan Tanggung Jawab Mutlak, yang selanjutnya disebut SPTJM adalah surat yang dibuat oleh Kuasa Pengguna Anggaran yang memuat pemyataan bahwa seluruh pengeluaran telah dihitung dengan benar dan disertai kesanggupan untuk mengembalikan kepada negara apabila terdapat kelebihan pembayaran.

BAB II PENGELOLAAN PNBP PADA PT NON-BHMN

(1) PNBP PT Non-BHMN dikelola dalam sistem Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. (2) PNBP PT Non-BWMN terdiri dari: a. b. c. d. Penerimaan dari penyelenggaraan pendidikan; Penerimaan dari kontrak kerja yang sesuai dengan peran dan fungsi perguruan tinggi; Penerimaan dari hasil penjualan produk yang diperoleh dari penyelenggaraan pendidikan tinggi; Penerimaan dari sumbangan dan hibah dari perorangan, lembaga pemerintahan, atau lembaga non pemerintah.

(3) Seluruh PNBP PT Non-BHMN wajib disetor ke rekening Kas Negara selambat-lambatnya 1 (satu) hari kej a setelah diterima PNBP tersebut. (4) PNBP PT Non-BHMN yang telah disetor ke rekening Kas Negara dapat digunakan kembali seluruhnya untuk membiayai kegiatan PT Non-BHMN sesuai ketentuan.

(1) Penggunaan PNBP PT Non-BHMN dimuat dalam DIPA PT Non-BWMN dengan rencana penerimaan dana sebagaimana tercantum dalam halaman 3 DlPA bersangkutan. (2) Mekanisme pencairan PNBP PT Non-BHMN berpedoman pada Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-66lPBl2005 tentang Mekanisme Pelaksanaan Pembayaran atas Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

(1) Apabila PNBP PT Non-BHMN yang disetorkan ke Kas Negara telah melampaui target penerimaan yang ditetapkan sebagaimana tercantum dalam halaman 3 DIPA. PT Non-BHMN tersebut dapat mencairkan dananya ke KPPN mendahului revisi DlPA sepanjang selisih antara jumlah dana yang dicairkan dikurangi dengan pagu PNBP yang ada dalam DlPA tidak melebihi 10% dari pagu DlPA sebelumnya.

(2) Apabila selisih dana yang akan dicairkan rnelebihi 10% dari pagu DIPA, maka haws disesuaikan terlebih dahulu melalui revisi DIPA.
(3) Pencairan kelebihan setoran PNBP tersebut hanya untuk mernbiayai penambahan volume pada kegiatanlsubkegiatan yang sebelumnya telah tertuang pada DIPA yang bersurnber dari PNBP.
(4) Dalam ha1 penggunaan atas setoran PNBP akan dibebankan pada kegiatanlsubkegiatan yang belum tersedia pada DIPA, Kuasa Pengguna Anggaran rnengajukan revisi DIPA terlebih dahulu sesuai ketentuan.

Pencairan dana atas kelebihan setoran PNBP PT NonBHMN dapat dilakukan melalui mekanisrne Pembayaran Langsung (LS) a b u Uang Persediaan (UP).

(1) Pejabat Pernbuat Kornitmen rnengajukan SPP kepada Pejabat Penanda Tangan SPM dengan dilarnpiri bukti pendukung.

(2) Pejabat Penanda Tangan SPM rnelakukan pengujian SPP sebagairnana dimaksud pada ayat (1) yang meliputi:

a.
b.

Dokumen pendukung ketentuan;

SPP

sesuai

dengan

Ketersediaan dana berupa kelebihan setoran PNBP atas pagu DIPA yang bersumber dari PNBP; Kesesuaian rencana kerja danlatau kelayakan hasil kerja yang dicapai dengan indikator keluaran; Kebenaran atas hak tagih; Pencapaian tujuan danlatau sasaran kegiatan sesuai dengan indikator keluaran yang tercantum dalarn DlPA berkenaan.

c.
d. e.

(3) Berdasarkan hasil pengujian sebagaimana dimaksud pada ayat (2), Pejabat Penanda Tangan SPM

menerbitkan SPM.

BAB lV PENCAIRAN DANA

Pencainn dana PNBP PT Non-BHMN melalui mekanisme Uang PerSediaanTTambahan Uang Persediaan (UPTTUP) danlatau Langsung (LS) sebagaimana diatur dalam Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER66/PB/2005 tentang Mekanisme Pelaksanaan Pembayaran atas Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

Atas SPM yang diajukan oleh Pejabat Penanda Tangan SPM. KPPN melaksanakan pengujian substantif dan formal sesuai ketentuan.

Keputusan hasil pengujian ditindaklanjuti oleh KPPN dengan: 1. Menertlitkan SP2D apabila SPM yang memenuhi syarat yang ditentukan; diajukan

2. Mengembalikan SPM yang diajukan apabila tidak memenuhi syarat yang ditentukan.

KPPN dapat membebankan pengeluaran melampaui pagu DlPA untuk kegiatanlsubkegiatanlmata anggaran yang ditunjuk dalam SPM sebesar maksimal 10% dari pagu DIPA. BAB V REVlSl DIPA Pasalll (1) Atas pencairan dana PNBP PT Non-BHMN yang melampaui batas pagu DlPA sebagaimana dimaksud dalam Pasal4 wajib dilakukan revisi DIPA.

(2) Pengajuan revisi penambahan pagu PNBP oleh Kuasa Pengguna Anggaran PT Non-BHMN dilarnpiri dengan:
a. Daftar Realisasi Pendapatan dan Penggunaan PNBP pada'DIPA (format sebagaimana tercantum dalam Lampiran I Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini)

b.

c.

d.

Rincian Perhitungan Pernbebanan Mata Anggaran (format sebagaimana tercantum dalam Lampiran II Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini); Rekapitulasi Setoran PNBP PT Non-BHMN yang telah diverifikasi (format sebagaimana tercantum dalam Lampiran Ill Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini); Surat Pemyataan Kebenaran Perhitungan Realisasi PNBP PT Non-BHMN (format sebagaimana tercanturn dalam Lampiran IV Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini);

(3) Pengajuan revisi sebagairnana dimaksud pada ayat (2) disampaikan oleh satker PT Non-BHMN ke Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan setempat selarnbat-larnbatnya akhir bulan November tahun anggaran berkenaan.
(4) Persetujuan revisi penambahan pagu oleh kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan hanya untuk penambahan volume pada kegiatanlsubkegiatan yang sebelurnnya telah tertuang pada DIPA yang bersumber dari PNBP.

(5) Tata cara revisi DIPA dilaksanakan sesuai dengan ketentuan. (6) Dokurnen revisi DlPA yang telah disahkan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan disampaikan kepada: a. Menteri Pendidikan Nasional b. Ketua Badan Perneriksa Keuangan c. Gubenur d. Direktur Jenderal Anggaran: 1) Direktur Anggaran II 2) Direktur PNBP e. Direktur Jenderal Perbendaharaan: 1) Direktur Pelaksanaan Anggaran beserta ADK 2) Direktur Akuntansi dan Pelaporan Keuangan f. Kuasa Pengguna Anggaran g. KPPN
Pasal 12
(1) Atas dasar pengesahan revisi penambahan pagu DIPA, KPPN rnelakukan penyesuaian perhitungan antara pagu DIPA hasil revisi dengan realisasi kegiatan yang telah dilaksanakan.

-

(2) BerdasaWan ReviSi DIPA, KPPN wajib melakukan pencatatan dalam Kartu Pengawasan Kredit pada masing-masing kegiatanlsubkegiatanl mata anggaran satker bersangkutan.
(3) Realisasi pencairan dana pada akhir tahun anggaran

tidak boleh melampaui pagu DIPA hasil revisi. BAB VI PELAPORAN DAN PERTANGGUNGJAWABAN Pasal I 3 Kepala kantorlsatuan keja selaku Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran (UAKPA) wajib membuat laporan kelebihan setoran PNBP PT non-BHMN dan penggunaan dana yang melampaui pagu DlPA kepada Menteri Pendidikan Nasional c.q. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi derrgan ternbusan kepada Direktur Pelaksanaan Anggaran, Direktur Akuntansi dan Pelaporan Keuangan, dan Kepala KPPN setempat. BAB VII KEENTUANPENUTUP Pasall4 Peratwran DirGktur Jenderal Perbendaharaan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengumurnan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 16 Juli 2008 DIREKTUR JENDERAL, ttd HERRY PURNOMO NIP 060046544

35

LAMPIRAN I
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN NOMOR PER- 32 IPBR008 TENTANG TATA CAR. P E N G G U W BELANJA YANG BERSUMBER DARl PNBP Dl ATAS PAGU DlPA UNTUK PERGURUAN TlNGGl NON-BADAN HUKUM MlLlK NEGARA (PT NON-BHMN)

DAFTAR REALlSASl PENDAPATAN DAN PENGGUNAAN PNBP PADA DlPA Bulan ...............................
1.

Nama KantorISatker Kode KantorISatker Tanggal dan Nomor DlPA
:

2.
3.
4.

Perhitungan Realisasi Pendapatan dan Penggunaan dana DlPA a. Jumlah Setoran PNBP s.d. bulan................... Rp. .......................
b. c.

Jumlah Target PNBP dalam DlPA

Rp........................
(-)

Selisih Setoran PNBP dengan Target Penerimaan Rp....................... Jumlah dana yang dapat digunakan (4 a) Realisasi Pencairan dana 1 Januari s.d. ......... 1) SPM UP 20 % Pagu Rp........................ Rp....................

d. e.

2)

Jml SPM-TU (isi) Jml SPM-GU (isi) Jml SPM-LS

Rp.. ...................... Rp........................ Up........................ (+I
(-)

3)
4)
5)

Jumlah Penggunaan dana ...................... Rp....................... Rp.. ....................

f.

Sisa dana yang belum digunakan

(Tempat), (tanggal, Bulan, tahun) Kuasa Pengguna Anggaran,

(Nama Lengkap) NIP

LAMPIRAN I1
JENDERAL PERBENDAHARAAN NOMOR PER- 32 IPBnOOB TENTANG TATA CARA PENGGUNAAN BELANJA YANG BERSUMBER OAR1 PNBP Dl ATAS PAGU DlPA UNTUK PERGURUAN TlNGGl NON-BADAN HUKUM MlLlK NEGARA (PT NON-BHMN)

PERAWRAN DlREKTUR

RlNClAN PERHITUNGAN PEMBEBANAN MATA ANGGARAN TAHUN ANGGARAN ......... Satuan Kerja : <Kode dan nama satker> Lokas~ : <kode dan nama lokasi> Program : <kode dan nama program>

(Tempat), (tanggal, bulan, tahun) Kuasa Pengguna Anggaran,

(Nama Lengkap) NIP

,

....-

. ..- -

-

HUKUM MlLlK NEGARA (PT NON-BHMN)

REKAPITULASI SETORAN PNBP PERGURUAN TlNGGl NON-BHMN (PT NON-BHMN) Bulan .......................................
1. 2. 3. 4.

DepartemenlLembaga Unit Organisasi Eselon I Satuan Kerja Lokasi Mata Anggaran dan Uraian Penerimaan Penerimaan s.d. bulan Lalu
3

No.

Penerimaan bulan ini
4

1
1 2 3 dst

2

Jumlah Penerimaan s.d. saat ini 5=3+4

Jumlah

Mengetahui: Kepala Seksi Persepsil Kepala Seksi Bendum,

(Tempat), (tanggal, bulan, tahun) Bendahara Penerimaan,

(Nama Lengkap) NIP

(Nama Lengkap) NIP

LAMPIRAN IV
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHAWN NOMOR PER- 32 IPBROOB TENTANG TATA CARA PENGGUNAAN BELANJA YANG BERSUMBER DARl PNBP Dl ATAS PAGU DlPA UNTUK PERGURUAN TlNGGl NON-BADAN HUKUM MlLlK NEGARA (PT NON-BHMN)

SURATPERNYATAAN KEBENARAN PERHITUNGAN REALlSASl PNBP Yang bertanda tangan di bawah ini:
1. 2.

Nama Jabatan Bertindak untuk dan atas nama Alamat TeIeponlFaksimili Email

3.
4.

5.
6.

Menyatakan dengan sebenamya bahwa perhitungan realisasi PNBP pada < nama satuan kerja (PT Non-BHMN)> adalah data realisasi yang sebenarnya. Demikian pernyataan ini kami buat dengan sebenarnya dan apabila di kemudian hari terdapat ketidaksesuaian atas perhitungan realisasi dimaksud, kami siap mempertanggungjawabkansesuai peraturan perundang-undangan.

(Tempat), (tanggal, bulan, tahun) Kuasa Pengguna Anggaran
Rp. 6.000 tanggal dan cap instansi

'

(Nama Lengkap) NIP

39

I. BELANJA PEMERINTAH PUSAT I
(Belanja fegawai, Belanja Barang, Belanja Modal, Pembayaran Bunga Utang, Subsidi, Belanja Hibah, Belanja Sosial ,Belanja Lain-lain).

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLlK INDONESIA
DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN

m

Gedung Perbendaharaan Lantal II No JI. Lapangan Banteng T~mur 2-4 Jakarta 10710 KotakPos 1139

3449230 pswl 5200 3450959 Fakstrn~le. 3457490 Webs~te www oerbendaharaan qo ~d

Telepon

Yth.

1. Sekretaris Direktorat Jenderal Perbendaharaan

2. Para Direktur di lingkungan Kantor Pusat Direktorat Jenderal
Perbendaharaan

3. Para Kepala Kantor Wilayah Ore-ktoratJenderal
Perbendaharaan
j
4. Para Kepala Kantor Pelayanan Perlaendaharaan Negara

SURAT EDARAN 9 Nomor SE- 2 IPBR008 TENTANG STANDAR BIAYA HONORARIUM TIM/NARASUMBER Dl LINGKUNGAN DIREKTORAT JENDRAL PERBENDAHARAN Berkenaan dengan DlPA Tahun Anggaran 2008 dan untuk memberikan pedoman terhadap besaran honorarium tim di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan, perlu ditetapkan standar honorarium untuk pem pembentukan tim di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharan pada tahun 2008 dengan mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan R.1 Nomor 81lPMK.0212007 tanggal 23 Juli 2007 tentang standar Biaya Tahun Anggaran 2008 sebagai berikut :
1.

Standar Biaya Honorarium di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan di tetapkan sesuai perhitungan yang memadai, dapat dipertanggungjawabkan, dan menganut prinsip-prinsip efeisien, bersaing, transparan, dan akuntabel. diperkenankan, setiap besaran biaya yang lebih besar dari standar ini harus mendapat persetujuan terlebih dahulu dan Direktur Jenderal Perbendaharaan.

2. Standar Biaya ini merupakan batas tertinggi atas biaya yang

3.

Standar biaya ini berlaku untuk pembentukan timlnarasumber pada pelaksanaan anggaran tahun 2008 dan usulan kegiatan tim tahun 2009. Setiap satuan kerja diminta untuk melakukan penyesuaian atas biaya

yang telah ditetapkan, sesuai pagu anggaran yang tersedia. Honorarium. Narasumber tidak dapat diberikan kepada Narasumber yang berasal dari satuan keja yang bersangkutan untuk kegiatan yang berlangsung di dalam satuan kerjalunit eselon I yang hanya diikuti oleh peserta satuan kejalunit eselon I yang bersangkutan.
4.

, ,

Pembentukan Tim harus didasarkan Surat Keputusan dan atau Surat Tugas dengan memperhatiakan beban keja, keluaran, tingkat koordinasi, serta komposisi anggota tim. Setiap Tim harus menyampaikan laporan atas kegiatan yang telah dilaksanakan. tim apabila pelaksanaan rapat dilaksanakan dengan pihak lain di luar Direktorat Jenderal Perbendaharan, Pertanggungjawaban uang rapat agar dilengkapi dengan surat undangan, daftar hadir, dan notulasi rapat.

5. Biaya rapat dapat diberikan kepada tim yang mendapat dukungan honor

6.

Standar biaya ini ditetapkan dan disesuaikan dengan perubahan standar biaya unurnlstandar biaya khusus dan sekaligus mencabut surat edaran terdahulu berkenaan dengan h'al yang sama. Sekretaris Direktorat Jenderal Perbendaharaan dan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharan agar mengawasai, melaksanakan koordinasi dan bertanggungjawab atas pelaksanaan surat edaran ini. Januari 2008. Demikian untuk dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

7.

8. Surat Edaran DirekKorat Jenderal Perbendaharaan ini berlaku mulai 1

Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 04 Juli 2008 Direktur Jenderal, ttd.

Heny Pumomo NIP 060046544

Lamplran Surat Edaran Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor : SE-29 IPB12008 Tentang Standar Biaya HonorariumTinlNarasurnSer di Lingkungan Direktur Jenderal Perbendaha-aan STANDAR BIAYA HONORARIUM TIMINARASUMBER DILINGKUNGAN DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN TAHUN ANGGARAN 2008 No. Kegiatan 1 2 I Honorarium TimRlang Rapat A Diietapkan atas dasar Surat Peraturan Menteri Keuangan a. Pengarah b. Penanggungjawab c. Koordinator d. Ketua e. Wakil Ketua ) Sekretaris 8. Anggota B Diietapkan atas dasar Surat Keputusan I Surat Tugas Eselon I a. Pengarah b. Penanggungjawab c. Koordinator d. Ketua e. Wakil Ketua f. Sekretaris g. Anggota r C Ditetapkan atas d a ~Surat Keputusan I Surat Tugas KPA a. Pengarah b. Penanggungjawab c. Koordinator 4: Ketua e. Wakil Ketua f. Sekretaris g. Anggota Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. 500.000 400.00 300.000 275.000 250.000 200.000 150.000 Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. 100.000 100.000 100.000 100.000 100.000 50.000 50.000 @ per blnl per keglatan @ per blnl per kegiatan @ per blnl per kegiatan @ per blnl per kegiatan @ per blnl per kegiatan @ per blnl per kegiatan @ per blnl per kegiatan

I I

Honorarium 3

I 1

Uang Rapat 4

1 1

Keterangan 5

Rp. 1.500.000 Rp. Rp. 1.000.000 Rp. Rp. 750.000 Rp. Rp. 650.000 Rp. Rp. 500.000 Rp. Rp. 350.000 Rp. Rp. 300.000 Rp.

300.000 300.000 300.000 300.000 300.000 200.000 150.000

@ per blnl per kegiatan @ per blnl per kegiatan @ per blnl per kegiatan @ per blnl per kegiatan @ per blnl per kegiatan @ per blnl per kegiatan @ per blnl per kegiatan

Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp.

750.000 600.000 500.000 450.000 400.000 300.000 250.000

Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp.

300.000 300.000 250.000 200.000 200.000 100.000 75.000

@ per blnl per kegiatan @ per blnl per kegiatan @ per blnl per kegiatan @ per blnl per kegiatan @ per blnl per kegiatan @ per blnl per kegiatan @ per blnl per kegiatan

,

1 Honorariun Narasumber dalarn rangka I
SeminarlRakorlSosialisasilDeseminasi untuk kegiatan Inter Departemen a. MenteriIPejabatsetingkat Menteri b. Pejabat Eselon I c. Pejabat Eselon I I d. Pejabat Eselon Ill ke bawah e. PakarlPraktisilPembicaraKhusus f. Moderator Rp. 1.000.000 Rp. Rp. 800.000 Rp. Rp. 600.000 Rp. Rp. 500.000 Rp. Rp. 800.000 Rp. Rp. 400.000 Rp. @ per blnl per jam @ per blnl per jam @ per blnl per jam @ per blnl per jam @ per blnl per jam @ per blnl per jam

r

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLlK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN

Gedung Perbendaharaan Lantai II JI. Lapangan Banteng Timur N0.24 Jakarta 10710 Kotak Pos 1139

: 3449230 pswl. 5200 3450959 Faksimile : 3457490 Website : www.~erbendaharaan.ao.id

Telepon

Yth.

1. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan 2. Kepala Kantor Pelayanan PerbendaharaanNegara SURAT EDARAN Nomor SE- 31 1PBl2008 TENTANG

UANG KEHORMATAN DAN HAK-HAK LAINNYA BAG1 HAKlM AD HOC PADA PENGADllAN PERIKANAN Dl PENGADILAN NEGERI Sehubungan dengan telah diterbitkannya Peraturan Presiden Nomor 23 Tahun 2008 tentang Uang Kehormatan dan Hak-hak Lainnya Bagi Hakim Ad Hoc pada Pengadilan Perikanan di Pengadilan Negeri, dengan ini diminta perhatian Saudara atas hal-ha1sebagai berikut: 1. 2. Uang Kehormatan diberikan kepada Hakim Ad Hoc pada Pengadilan Perikanan di Pengadilan Negeri setiap bulan. Besarnya Uang Kehormatan dimaksud adalah sebesar Rp4.000.000,(empat juta rupiah) termasuk pajak penghasilan. Disamping Uang Kehorrnatan, kepada Hakim Ad Hoc pada Pengadilan Perikanan di Pengadilan Negeri dalam melaksanakan tugasnya diberikan hak-hak lainnya yang berupa biaya transportasi dan akomodasi. Besarnya biaya transportasi dan akomodasi sebagaimana dimaksud pada angka 3 adalah sesuai dengan ketentuan mengenai biaya perjalanan dinas yang berlaku bagi Pegawai Negeri Sipil Golongan IV.

3.

4.

5. Uang Kehormatan bagi Hakim Ad Hoc pada Pengadilan Perikanan di Pengadilan Negeri diberikan sejak yang bersangkutan dilantik dan menjalankan tugas sebagai Hakim Ad Hoc pada Pengadilan Perikanan di Pengadilan Negeri.

6.

Kepada Hakim Karier yang ditugaskan pada Pengadilan Perikanan di Pengadilan Negeri diberikan tambahan Uang Kehormatan sebesar selisih Uang Kehormatan Hakim Ad Hoc dengan tunjangan jabatan Hakim yang diterimanya berdasarkan peraturan perundang-undangan. Pemberian tambahan Uang Kehormatan bagi Hakim Karier pada Pengadilan Perikanan di Pengadilan Negeri sebagaimana dimaksud pada angka 6 diberikan setiap bulan sejak yang bersangkutan diangkat sebagai Hakim pada Pengadilan Perikanan di Pengadilan Negeri. yang diterbitkan oleh Presiden atau Ketua Mahkamah Agung atau karena ha1 lain yang mengakibatkan pemberian Uang Kehormatan dihentikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

7.

8. Pemberian Uang Kehormatan dihentikan dengan surat pemberhentian

9.

Uang Kehormatan bagi Hakim Ad Hoc pada Pengadilan Perikanan di Pengadilan Negeri dialokasikan dalam Daftar lsian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) di setiap Pengadilan Negeri pada BKPK 51 13 dan MAK 51 1332 (Belanja Uang Kehormatan Pejabat Negara).

10. Daftar pembayaran Uang Kehormatan Hakim Ad Hoc dan tambahan Uang Kehorrnatan bagi Hakim Karier dibuatkan tersendiri dan diajukan terpisah dengan daftarpaji induk, dan dibayarkan secara bulanan.
11. Surat Perintah Membayar (SPM) untuk pembayaran Uang Kehormatan Hakim Ad Hoc dan tambahan Uang Kehormatan bagi Hakim Karier diajukan ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) dengan melampirkan:

a. b.

Copy Surat Keputusan Pengangkatan; Copy Surat Pernyataan Pelantikan; dan Copy Surat Pernyataan Melaksanakan Tugas.

c.

12. Kekurangan Uang Kehormatan Hakim Ad Hoc dan tambahan tunjangan bagi Hakim Karier dapat diajukan ke KPPN sesuai ketentuan. 13. Prosedur penerbitan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) dilakukan sesuai Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER66lPBl2005 tentang Mekanisme Pelaksanaan Pembayaran atas Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

14. Kepala KPPN agar memberitahukan maksud Surat Edaran ini kepada seluruh Satuan Kerja terkait di wilayah kerjanya masing-masing.

15. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan dirninta untuk rnengawasi pelaksanaan Surat Edaran ini. Dernikian untuk dipedomani dan dilaksanakan sebagairnana mestinya.

Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 17 Juli 2008 Direktur Jenderal, ttd. Herry Purnorno NIP 060046544 Ternbusan: 1. Menteri Keuangan 2. Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara 3. Kepala Badan Kepegawaian Negara 4. Sekretaris Jenderal Mahkamah Agung 5. Sekretaris Direktorat Jenderal Perbendaharaan 6. Para Direktur di Lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan

DEPARTEMEN KEWANGAN REPUBLIK INDONESIA
DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN

Gedung Perbendaharaan Lantai II JI. Lapangan Banteng Tirhur No.24 Jakarta 10710 Kotak Pos 1139

: 3449230 pswt. 5200 3450959 Faksimile : 3457490 Website : www.wrbendaharaan.ao.id

Telepon

Yth.

1.

2.

Para Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Para Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharan Negara SURAT EDARAN Nomor SE- 36 IPB12008 TENTANG

PEMBAYARAN GAJI PEGAWAI NEGERI BULAN OKTOBER 2008

Berdasarkan Peratumn Presiden Nomor 62 tahun 2008 tanggal 12 September 2008 tentang Penetapan Pembayaran Gaji Pegawai Negeri, Pensiun, dan Dana Alokasi Umum bulan Oktober 2008, antara lain ditetapkan pembayaran gaji bulan Oktober 2008 bagi Pegawai Negeri dilaksanakan pada tanggal 25 september 2008. Sehubungan dengan itu diminta perhatian Saudara atas hal-ha1 sebagai berikut: 1.
2.

SP2D Gaji lnduk bulan Oktober diterbitkan paling lambat tanggal 19 September 2008 dan dibubuhi tanggal 25 September 2008. KPPN mengajukan perrnintaan dana untuk pembayaran gaji induk bulan Oktober 2008 dan kebutuhan dana tanggal 23 September 2008 pada tanggal 22 September 2008 dengan menggunakan e-kirana. KPPN menerbitkan Surat Perintah tnnsfwer (SPT) Pelimpahan dan dari 8 0 I ke BO IIIKantor Pos untuk pembayaran gaji induk bulan Oktober 2008 pada tanggal 23 September 2008. KPPN mengajukan permintaan kebutuhan dana untuk tanggal 6 Oktober 2008 pada tanggal 26 September 2008 menggunakan e-kirana. Kepala KPPN agar memberitahukan kepada semua satuan kerja dan bank operasional yang menjadi mitra kerjanya bahwa pembayaran gaji bulan Oktober 2008 dilaksanakan pada tanggal 25 September 2008.

3.

4.

5

t

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan agar mengawasi pelaksanaan surat edaran ini. Demikian untuk dipedomani dan dilaksanakan sebagaimana mestinya.

. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 12 September 2008
Direktor Jenderal, nd. Merry Pumomo NIP 060046544 Tembusan: 1. 2. Sekretaris Direktorat Jenderal Perbendaharaan

Para Direktur di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan

52

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN NOMOR PER- 31 lPBl2008 TENTANG MEKANISME PEMBAYARAN BlAYA PANlTlA PENGADAAN TANAH BAG1 PELAKSANAAN PEMBANGUNAN UNTUK KEPENTINGAN UMUM YANG DANANYA BERSUMBER DARl ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN, Menimbang
:

bahwa untuk rnelaksanakan ketentuan Pasal 4 Peraturan Menteri Keuangan Nornor 58lPMK.0212008 tentang Biaya Panitia Peagadaan Tanah bagi Pelaksanaan Pernbangunan untuk Kepentingan Umurn, perlu rnenetapkan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan tentang Mekanisrne Pernbayaran Biaya Panitia Pengadaan Tanah Bagi Pelaksanaan Pernbangunan Untuk Kepentingan Urnurn yang Dananya Bersurnber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara; 1. Undang-Undang Nornor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lernbaran Negara Republik lndonesia Tahun 2003 Nornor 47, Tarnbahan Lernbaran Negara Republik lndonesia Nornor 4286); 2. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tarnbahan Lernbaran Negara Republik lndonesia Nornor 4355); 3. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lernbaran Negara Republik lndonesia Tahun 2004 Nornor 66, Tarnbahan Lernbaran Negara Republik lndonesia Nomor 4400); 4. Peraturan Presiden Nornor 36 Tahun 2005 tentang Pengadaan Tanah bagi Pelaksanaan Pernbangunan untuk Kepentingan Urnurn, sebagairnana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 65 Tahun 2006; 5. Peraturan Menteri Keuangan Nornor 134/PMK.06/2005 tentang Pedornan Pernbayaran dalarn Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara; 6. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 58lPMK.0212008

Mengingat

:

tentang Biaya Panitia Pengadaan Tanah bagi Pelaksanaan Pembangunan untuk Kepentingan Umum;
7. Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-66IPB12005 tentang Mekanisme Pelaksanaan Pembayaran Atas Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara;

MEMUTUSKAN: Menetapkan

: PERATURAN

DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN TENTANG MEKANISME PEMBAYARAN BlAYA PANlTlA PENGADAAN TANAH BAG1 PELAKSANAAN PEMBANGUNAN UNTUK KEPENTINGAN UMUM YANG DANANYA BERSUMBER DARl ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA.

BAB l KETENTUAN UMUM Pasal I Dalam Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini, yang dimaksud dengan:
1. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang selanjutnya disebut APBN adalah rencana keuangan tahunan pemerintahan negara yang disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat. 2. Daftar lsian Pelaksanaan Anggaran yang selanjutnya disebut DlPA adalah dokumen pelaksanaan anggaran yang disusun oleh MenteriIPimpinan Lembaga selaku Pengguna Anggaran dan disahkan oleh Menteri Keuangan selaku Bendahara Umum Negara.

3.

Pengguna Anggaran yang selanjutnya disebut PA adalah pejabat yang berwenang dan bertanggung jawab atas penggunaan anggaran pada Kementerian NegaraILembagayang bersangkutan. Kuasa Pengguna Anggaran yang selanjutnya disebut Kuasa PA adalah pejabat yang memperoleh kewenangan dan tanggung jawab dari PA untuk menggunakan anggaranyangdikuasakan kepadanya. Panitia Pengadaan Tanah yang selanjutnya disebut PPT adalah Panitia sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Presiden No 36 Tahun 2005 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pelaksanaan Pembangunan untuk Kepentingan Umum, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 65 Tahun 2006.

4.

5.

6.

Bendahara Pengeluaran adalah orang yang ditunjuk untuk rnenerirna, rnenyirnpan, rnernbayarkan, rnenatausahakan, dan rnernpertanggung-jawabkan uang untuk keperluan belanja negara dalarn rangka pelaksanaan APBN pada kantortsatuan kerja kernenterian negarallembaga. Surat Perintah Mernbayar yang selanjutnya disebut SPM adalah surat perintah yang diterbitkan oleh Pejabat Penanda Tangan SPM untuk dan atas nama PA kepada Bendahara Umum Negara atau kuasanya berdasarkan SPP untuk rnelakukan pernbayaran sejurnlah uang kepada pihak dan atas beban bagian anggaran yang ditunjuk dalam SPP berkenaan. Surat Perintah Pencairan Dana yang selanjutnya disebut SP2D adalah surat perintah yang diterbitkan oleh Kuasa Bendahara Urnurn Negara kepada Bank Operasional/Kantor Pos dan Giro untuk rnernindahbukukan sejurnlah uang dari Kas Negara ke rekening pihak yang ditunjuk dalarn SPM berkenaan. Uang Persediaan yang selanjutnya disebut UP adalah uang muka kerja dengan jurnlah tertentu yang bersifat berdaur ulang (revolving), diberikan kepada Bendahara Pengeluaran hanya untuk rnernbiayai kegiatan operasional kantor sehari-hari satuan kerja yang tidak dapat dilakukan dengan pernbayaran langsung.

7.

8.

9.

10. Tarnbahan Uang Persediaan yang selanjutnya disebut TUP adalah uang yang diberikan kepada satuan kerja untuk kebutuhan yang sangat rnendesak dalarn 1 (satu) bulan rnelebihi pagu UP yang ditetapkan.

11. Surat Perintah Membayar Langsung yang selanjutnya disebut SPM-LS adalah surat perintah membayar langsung kepada pihak ketiga yang diterbitkan oleh PNKuasa PA atas dasar perjanjian kontrak kerja atau surat perintah keja lainnya.

12. Surat Perintah Mernbayar Uang Persediaan yang selanjutnya disebut SPM-UP adalah surat perintah rnernbayar yang diterbitkan oleh PNKuasa PA untuk pekerjaan yang akan dilaksanakan dan mernbebani mata anggaran transito. 13. Surat Perintah Membayar Tambahan Uang Persediaan yang selanjutnya disebut SPM-TUP adalah surat perintah membayar yang diterbitkan oleh PNKuasa PA karena kebutuhan dananya melebihi pagu UP dan rnernbebani rnata anggaran transito.

14. Surat Perintah Membayar Penggantian Uang Persediaan yang selanjutnya disebut SPM-GUP adalah surat perintah membayar yang diterbitkan oleh PNKuasa PA dengan membebani DIPA, yang dananya dipergunakan untuk menggantikan UP yang telah dipakai.
15. Surat Pernyataan Tanggung Jawab Belanja yang selanjutnya disebut SPTB adalah pemyataan tanggung jawab belanja yang dibuat oleh PNKuasa PA atas transaksi belanja sampai dengan jumlah tertentu.

BAB II PENYEDIAAN DAN PENGGUNAAN DANA
(1) Biaya

PPT merupakan biaya operasional yang disediakan untuk PPT dalam rangka membantu pengadaan tanah bagi pelaksanaan pembangunan untuk kepentingan umum.

(2) Biaya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disediakan dalam DIPA Satuan Kerja yang memerlukan pengadaan tanah.
(3) Besaran biaya operasional PPT adalah sebagaimana tercantum pada Lampiran I Peraturan Menteri Keuangan Nomor 58lPMK.0212008 tentang Biaya bagi Pelaksanaan Panitia Pengadaan Tanah Pembangunan untuk Kepentingan Umum.

Biaya operasional sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ayat (1) digunakan untuk pembayaran honorarium, pengadaan bahan, alat tulis kantor, cetaklstensil, fotokopilpenggandaan, penunjang musyawarah, sosialisasi, sidang-sidang yang berkaitan dengan proses pengadaan tanah, satuan tugas (satgas), biaya keamanan, dan biaya perjalanan dalam rangka pengadaan tanah.

(1) Honorarium sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 diberikan sejak bulan penugasan sampai dengan batas waktu selesai penetapan ganti rugi, ditambah paling lama 2 (dua) bulan untuk masa penyerahan ganti rugi dan penyerahan dokumen pengadaan tanah kepada instansi pemerintah yang memerlukan tanah dan Kantor Pertanahan KabupatenIKota setempat.

(2) Honorarium sebagaimana dimaksud pada ayat ( I ) hanya dapat dibayarkan dalam tahun anggaran berjalan.
(3) Besaran

honorarium PPT adalah sebagaimana tercantum pada Lampiran II Peraturan Menteri Keuangan Nomor 58lPMK.0212008 tentang Biaya Panitia Pengadaan Tanah bagi Pelaksanaan Pembangunan untuk Kepentingan Umum.

BAB Ill PEMBAYARAN BlAYA PANlTlA PENGADAAN TANAH

(1) Biaya operasional PPT untuk keperluan honorarium, dibayarkan dengan SPM-LS ke rekening Bendahara Pengeluaran. (2) Biaya operasional PPT untuk keperluan selain honorarium dapat dilakukan dengan pembayaran langsung danlatau melalui mekanisme UP.

(1) Untuk pelaksanaan pembayaran langsung, Pejabat Pembuat Komitmen mengajukan permintaan pembayaran biaya operasional PPT kepada Kuasa PA dengan melampirkan dokumen tagihan. (2) Untuk pelaksanaan kegiatan yang tidak dapat dilakukan dengan pembayaran langsung, Kuasa PA mengajukan SPM-UPTTUP kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara.

(1) SPM-UPTTUP untuk kegiatan biaya operasional PPT dimintakan tersendiri oleh Kuasa PA. (2) SPM-TUP sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus dipergunakan dan dipertanggungjawabkan oleh Bendahara Pengeluaran paling lambat 1 (satu) bulan sejak SP2D diterbitkan.

I

(3) Pertanggungjawaban penggunaan uP ~ P U dilaksanakan oleh Kuasa PA dengan mengajukan SPMGUP sesuai ketentuan.

BAB IV KETENTUAN PENUTUP Pasal8 Pada saat Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini rnulai berlaku, ketentuan rnengenai rnekanisme pelaksanaan pernbayaran atas beban APBN sebagairnana daiarn Peraturan Direktur Jenderal dirnaksud Perbendaharaan Nornor PER-66lPB12005 tetap berlaku sepanjang tidak diatur dalarn Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini.

Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini rnulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Agar setiap orang rnengetahuinya, mernerintahkan pengumurnan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini dengan penernpatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 22 Juli 2008 DIREKTUR JENDERAL, ttd HERRY PURNOMO NIP 060046544

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN NOMOR PER- 34 /PB/2008 TENTANG PETUNJUKPELAKSANAANPENYALURANDANPENCAIRANDANA PROGRAM PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR PERDESAAN (PPIP) DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN, nimbang
: a.

Guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan akses masyarakat miskin terhadap pelayanan prasarana dasar perdesaan terutama bagi masyarakat di desa-desa tertinggal, Direktorat Jenderal Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum telah mengalokasikan dana dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara untuk kegiatan Program Pembangunan lnfrastruktur Perdesaan (PPIP); bahwa untuk mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan dimaksud, perlu disusun petunjuk pelaksanaan penyaluran dan pencairan dananya; bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan b, perlu menetapkan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyaluran dan Pencairan Dana Program Pembangunan lnfrastruktur Perdesaan (PPIP); Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 47 Tahun 2003, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4286); Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4355); Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lernbaran Negara Republik lndonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4400); Keputusan Presiden Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (Lembaran Negara Republik lndonesia

b.

c.

Mengingat

:

1.

2.

3.

4.

Tahun 2002 Nornor 73, Tarnbahan Lernbaran Negara Republik lndonesia Nomor 4212) sebagairnana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 72 Tahun 2004 (Lernbaran Negara Republik lndonesia Tahun 2004 Nomor 92, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nornor 4418);

5. Keputusan Presiden Nornor 80 Tahun 2003 tentang
Pedornan Pelaksanaan Pengadaan BarangNasa Pemerintah (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2003 Nornor 120, Tarnbahan Lernbaran Negara Republik lndonesia Nomor 4330) sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 85 Tahun 2006; 6. Peraturan Menteri Keuangan Nornor 134/PMK.06/2005 tentang Pedornan Pembayaran dalarn Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara; Peraturan Menteri Keuangan Nornor 131/PMK.0112006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Keuangan sebagairnana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nornor 54/PMK.01/2007; Peraturan Menteri Keuangan Nornor 134/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja lnstansi Vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan; Peraturan Menteri Pekerjaan Urnurn Nomor 02/PRT/M/2008 tentang Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Departemen Pekerjaan Umurn yang Merupakan Kewenangan Pernerintah dan Dilaksanakan Sendiri;

7.

8.

9.

10. Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nornor PER-66/PB/2005 tentang Mekanisme Pelaksanaan Pernbayaran atas Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara; MEMUTUSKAN: Menetapkan DIREKTUR JENDERAL PERATURAN TENTANG PETUNJUK PERBENDAHARAAN PELAKSANAAN PENYALURAN DAN PENCAIRAN DANA PROGRAM PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR PERDESAAN (PPIP).

BAB l

KETENTUAN UMUM Pasall Dalam Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini, yang dimaksud dengan:
1.

Program Pembangunan lnfrastruktur Perdesaan, yang PPlP adalah program selanjutnya disebut pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui peningkatan akses masyarakat miskin terhadap pelayanan infrastruktur dasar perdesaan. lnfrastruktur Perdesaan adalah sarana jalan dan jembatan perdesaan, titian dan tambatan perahu, irigasi perdesaan, penyediaan air minum, dan sanitasi perdesaan yang secara rinci diatur dalam pedoman umum dan pedoman pelaksanaan serta petunjuk teknis. Desa sasaran adalah desa-desa yang mendapat alokasi dana bantuan sosial pembangunan infrastruktur dan nama desa-desa tersebut ditetapkan oleh Menteri Pekerjaan Umum. Satuan Keja Pembangunan lnfrastruktur Perdesaan Provinsi adalah satuan kerja yang diberi kewenangan oleh Menteri Pekejaan Umum untuk menyelenggarakan kegiatan-kegiatan di tingkat provinsi, sesuai dengan alokasi dana yang telah ditetapkan dalam DIPA. Satuan Kerja Pembangunan lnfrastruktur Perdesaan KabupatenIKota adalah satuan kerja yang diberi kewenangan oleh Menteri Pekerjaan Umum untuk menyelenggarakan kegiatan-kegiatan di tingkat kabupatenlkota, sesuai dengan alokasi dana yang telah ditetapkan dalam DIPA. Organisasi Masyarakat Setempat (0MS)IKelompok Masyarakat (Pokmas)/Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) adalah kelompok yang terdiri dari Ketua, Bendahara, Sekretaris, Tenaga Teknis, dan Anggota yang ditetapkan dalam Musyawarah Desa I, disahkan oleh Kepala Desa dan diketahui oleh Camat. Disyaratkan tiap desa dibentuk 1 (satu) OMSlPokmaslLKD atau dapat memanfaatkan organisasi yang sudah ada yang ditetapkan dalam Musyawarah Desa I, dan disahkan oleh Kepala Desa dan diketahui oleh Camat. Kontrak Keja adalah surat pejanjian pelaksanaan

2.

3.

4.

5.

6.

7.

pekejaan pembangunan infrastruktur perdesaan yang

61

ditandatangani oleh Kepala SatkerIKuasa Pengguna Anggaran dengan Ketua OMS/Pokmas/LKD.
8.

Daftar lsian Pelaksanaan Anggaran, yang selanjutnya disebut DlPA adalah dokumen pelaksanaan anggaran yang disusun oleh MenteriIPimpinan Lembaga selaku Pengguna Anggaran dan disahkan oleh Menteri Keuangan selaku Bendahara Umum Negara. Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara, yang selanjutnya disebut KPPN adalah instansi vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang memperoleh kewenangan selaku Kuasa Bendahara Umum Negara.

9.

10. Pengguna Anggaran adalah pejabat yang benvenang dan bertanggung jawab atas penggunaan anggaran NegaraILembaga yang pada Kementerian bersangkutan. 11. Kuasa Pengguna Anggaran adalah pejabat yang memperoleh kewenangan dan tanggung jawab dari Pengguna Anggaran untuk menggunakan anggaran yang dikuasakan kepadanya.

12. Pejabat-pejabat pengelola anggaran adalah Kuasa Pengguna Anggaran, Pejabat Pembuat Komitmen, Pejabat Penanda Tangan SPM, dan Bendahara Pengeluaran. Surat Permintaan Pembayaran, yang selanjutnya disebut SPP adalah dokumen yang diterbitkan oleh Pejabat Pembuat Komitmen yang berisi permintaan kepada Pejabat Penanda Tangan SPM untuk menerbitkan Surat Perintah Membayar sejumlah uang atas beban bagian anggaran yang dikuasainya untuk untung pihak yang ditunjuk dan sesuai syarat-syarat yang ditentukan dalam dokumen perikatan yang menjadi dasar penerbitan SPP berkenaan.
14. Surat Perintah Membayar Langsung, yang selanjutnya disebut SPM-LS adalah surat perintah membayar langsung kepada pihak ketiga yang diterbitkan oleh Pengguna AnggaranIKuasa Pengguna Anggaran atas dasar perjanjian kontrak kerja atau surat perintah lainnya. 15. Surat Perintah Pencairan Dana, yang selanjutnya disebut SP2D adalah surat perintah yang diterbitkan oleh Kuasa Bendahara Umum Negara kepada Bank OperasionalIKantor Pos dan Giro untuk memindahbukukan sejumlah uang dari Kas Negara ke rekening pihak yang ditunjuk dalam SPM berkenaan.

16. Pejabat Pembuat Komitmen adalah pejabat yang diberi kewenangan oleh Pengguna AnggaranlKuasa Pengguna Anggaran untuk mengambil keputusan danlatau tindakan yang dapat mengakibatkan pengeluaran atas beban belanja negara. 17. Pejabat Penanda Tangan SPM adalah pejabat yang diberi kewenangan oleh Pengguna AnggaranIKuasa Pengguna Anggaran untuk melakukan pengujian atas SPP dan menerbitkan SPM. 18. Surat Pemyataan Tanggung Jawab Belanja, yang selanjutnya disebut SPTB adalah pernyataan tanggung jawab belanja yang dibuat oleh Pengguna AnggaranlKuasa Pengguna Anggaran atas transaksi belanja. BAB iI PEJABAT PENGELOLA ANGGARAN

(1) Menteri Pekerjaan Umum menetapkan Pejabat Pengelola Anggaran di tingkat provinsi atas usulan Gubemur. (2) Menteri Pekerjaan Umum menetapkan Pejabat Pengeiola Anggaran di tingkat kabupatenlkota atas usul BupatiMlalikota. (3) Surat Keputusan Penetapan Pejabat Pengelola Anggaran disampaikan kepada KPPN pembayar dengan dilampiri narna dan spesimen tanda tangan serta cap dinas instansi penerbit SPM. BAB Ill PENYEDIAAN DANA

(1) Dana PPlP dialokasikan dalam DIPA Kegiatan Pembangunan lnfrastruktur Perdesaan untuk jenis Belanja Bantuan Sosial.
(2) Jumlah dana yang tercantum dalam DIPA sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan jumlah pagu tertinggi yang tidak dapat dilampaui.

BAB IV PENERIMA DANA Pasal4 (1) Penerirna dana untuk pembangunan infrastruktur perdesaan adalah masyarakat desa yang nama desanya tercanturn dalam Daftar Desa Sasaran yang ditetapkan oleh Menteri Pekerjaan Umum, melalui OMS1 PokmaslLKD dengan penanggung jawab Ketua OMSlPokrnaslLKD yang bersangkutan dan disalurkan ke rekening masing-masing OMSIPokrnaslLKD. (2) Ketua dan Bendahara OMSIPokmaslLKD diwajibkan membuka rekening bantuan di Bank Umum atas nama Rekening OMS1 PokmaslLKD PPlP (Nama Desa) dan rnemberitahukan nomor rekeningnya kepada Kuasa Pengguna Anggaran. BAB V TATA CARA PENGAJUAN SPP DAN PENERBITAN SPM Pasal5 Guna pencairan dana PPlP berdasarkan alokasi dana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3, Pejabat Pembuat Komitrnen mengajukan SPP kepada Pejabat Penanda Tangan SPM. Pasal6 SPP sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 dilaksanakan dalam 3 (tiga) tahap yaitu: a. Tahap I (sebesar 40% dari nilai kontrak) dengan melampirkan: 1. Copy Berita Acara Musyawarah Desa I (Pemilihan OMS1 PokmasILMD) yang disahkan oleh Kepala Desa dan diketahui oleh Camat; 2. Kontrak kerja; 3. Copy buku rekening bank milik OMSIPokmaslLKD yang juga menunjukkan 25% dari total dana perneliharaan; 4. Rencana penggunaan dana Tahap I; 5. Kuitansi tagihan Tahap I; 6. SPTB. b. Tahap II (sebesar 40% dari nilai kontrak) apabila kemajuan fisik pelaksanaan kegiatan telah mencapai minimal 36%, dengan melampirkan:

64

1. Laporan kernajuan fisik; 2. Copy buku rekening bank rnilik OMS/Pokrnas/LKD yang juga menunjukkan 75% dari total dana perneliharaan; 3. Rencana penggunaan dana Tahap II; 4. Kuitansi tagihan Tahap II, dilengkapi dengan buktibukti pengeluaran dan Laporan Buku Kas; 5. SPTB.
c.

Tahap Ill (sebesar 20% dari nilai kontrak) apabila kemajuan fisik pelaksanaan kegiatan telah mencapai minimal 72%, dengan rnelarnpirkan: 1. Laporan kemajuan fisik; 2. Copy buku rekening bank milik OMSlPokrnaslLKD yang juga menunjukkan 100% dari total dana pemeliharaan; 3. Rencana penggunaan dana Tahap Ill; 4. Kuitansi tagihan Tahap Ill, dilengkapi dengan buktibukti pengeluaran dan Laporan Buku Kas; 5. SPTB.

(1) Pejabat Penanda Tangan SPM melakukan pengujian SPP yang diajukan oleh Pejabat Pembuat Komitmen sebagaimana dirnaksud dalam Pasal6, meliputi: a. Dokumen pendukung SPP sesuai dengan ketentuan yang berlaku; b. Ketersediaan pagu anggaran dalam DlPA untuk memperoleh keyakinan bahwa tagihan tidak melampaui batas pagu anggaran; c. Kesesuaian rencana kerja kerja dantatau kelayakan hasil kerja yang dicapai dengan indikator keluaran; d. Kebenaran hak tagih yang rnenyangkut antara lain: Pihak yang ditunjuk untuk rnenerirna pembayaran dana PPlP (nama OMSIPokrnaslLKD, alarnat, nornor rekening, dan nama bank); Nilai tagihan dana PPlP yang hams dibayar; 2) 3) Jadwal waktu pembayaran. e. Pencapaian tujuan danlatau sasaran kegiatan sesuai dengan indikator keluaran yang tercanturn dalam DlPA berkenaan danlatau spesifikasi teknis yang sudah ditetapkan oleh Menteri Pekejaan Urnurn. I)

65

(2) Berdasarkan hasil pengujian sebagaimana dimkasud pada ayat (I), Pejabat Penanda Tangan SPM menerbitkan SPM-LS.
(3) Pejabat Penanda Tangan SPM menerbitkan SPM-LS secara penuhl tanpa potongan pajak.

BAB VI PENCAIRAN DANA Pasal8 ( I ) Pejabat Penanda Tangan SPM mengajukan SPM-LS untuk Tahap I kepada KPPN dengan melampirkan: a. Ringkasan Kontrak Kerja (format sebagaimana tercantum dalam Lampiran I Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini); b. SPTB (format sebagaimana tercantum dalam Lampiran II Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini);

(2) Dalam ha1 pencairan dana dilaksanakan kepada beberapa OMSIPokmaslLKD yang mempunyai rekening pada bank yang sejenis, Pejabat Penanda Tangan SPM dapat menerbitkan 1 (satu) SPM-LS sekaligus dengan melampirkan Rekapitulasi Pembayaran kepada OMS/Pokmas/LKD (format sebagaimana tercantum dalam Lampiran Ill Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini).
(3) Untuk pengajuan SPM-LS Tahap II dan Tahap Ill melampirkan SPTB dan dokumen sebagaimana dimaksud pada ayat (2).

Pasal9 KPPN melaksanakan pengujian atas SPM-LS sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 dan menerbitkan SPPD untuk mentransfer dana ke rekening OMS/Pokmas/LKD pada bank yang ditunjuk. Pasall0 Penerbitan SP2D dilaksanakan sesuai Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-66/PB/2005 tentang Mekanisme Pelaksanaan Pembayaran atas Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

66

BAB VII

PELAPORAN DAN PERTANGGUNGJAWABAN Pasall 1
(1) Kuasa Pengguna Anggaran wajib menyusun laporan pertanggungjawaban pelaksanaan penyaluran dana PPIP.

(2) Penyusunan laporan sebagaimana dimaksud pada ayat ( I ) dilaksanakan sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 171/PMK.05/2007 tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat. BAB Vlll KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal I 2 Dana yang tidak dicairkan pada KPPN setelah batas akhir tahun anggaran dinyatakan hangus. BAB IX KETENTUANPENUTUP Pasal I 3 Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Agar setiap orang mengetahuinya, mernerintahkan pengumuman Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 22 Juli 2008 DIREKTUR JENDERAL. ttd HERRY PURNOMO NIP 060046544

PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN NOMOR PER34 IPB12008 TENTANG PETUNJUK P E W S A W PENYALURAN DAN PENCAIRAN DANA PROGRAM PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR P E R D E S W (PPlP)

KOP SURAT

RINGKASAN KONTRAK KERJA

Nomor dan tanggal DlPA Kode KegiatanlSubkegiatanlMataAnggaran Nomor dan tanggal Kontrak Kerja Nama OMSIPOKMASRKD Alamat OMSIPOKMASILKD Nilai Kontrak Kerja Uraian dan volume pekejaan Cara Pembayaran

..............................................

(9)

a.n. Kuasa Pengguna Anggaran Pejabat Pembuat Komitrnen,

(Nama lengkap) NIP

Catatan: A~abila terjadi adendum Kontrak Kerja, data Ringkasan Kontrak Kerja agar dkes~aikanden~an perubahan.

PETUNJUK PENGlSlAN RINGKASAN KONTRAK KERJA
r

NOMOR
(1)

URAIAN ISlAN Diisi nomor dan tanggal DlPA Diisi kode kegiatan (4 digit), kode subkegiatan (4 digit), dan kode rnata anggaran (6 digit) sesuai DlPA sebagairnana pada uraian isian (1) Diisi nornor serta tanggal, bulan, dan tahun Kontrak Kerja Diisi nama OMSIPOKMASILKD, nama bank yang ditunjuk, dan nomor rekening (sesuai Kontrak Kerja) Diisi alamat OMSIPOKMASILKD berkenaan Diisi nilai yang disepakati sesuai Kontrak Kerja Diisi uraian persentase dan volume pekerjaan sesuai Kontrak Kerja Diisi cara pembayaran PPlP Diisi tempat serta tanggal, bulan, dan tahun pembuatan Ringkasan Kontrak Kerja Diisi tanda tangan, nama lengkap, dan NIP Pejabat Pembuat Komitmen, serta dibubuhi caplstempel dinas

(2)

(3)
(4)

(5)
(6)

(7)

(8)
(9)
(10)

LAMPIRAN II
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN NOMOR PER34 IPB120M) TENTANG PETUNJUK PEWSANAAN PENYALURAN DAN PENCAIRAN DANA PROGRAM PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR P E R D E S W (PPIP)

KOP SURAT SURAT PERNYATAAN TANGGUNG JAWAB BELANJA Nornor: ..........................
1. Nama Satuan Kerja 2. Kode Satuan Kerja 3. Nornorrranggal DlPA 4 . Kegiatan 5. Subkegiatan 6. Klasifikasi Belanja
:

:
:

Yang bertanda tangan di bawah ini Kuasa Pengguna Anggaran Satuan Kerja .................................rnenyatakan bahwa saya bertanggung jawab penuh atas segala pengeluaran yang telah dibayar tunas kepada yang berhak menerima sesuai Surat Keputusan .................. Nornor.............. Tanggal......... tentang Penetapan OMSIPokrnaslLKD Penerirna Dana Program Pernbangunan lnfrastruktur Perdesaan dengan rincian sebagai berikut:

Bukti-bukti belanja tersebut di atas disirnpan sesuai ketentuan yang berlaku pada Satuan Kerja.......................... untuk kelengkapan administrasi dan keperluan perneriksaan aparat pengawas fungsional. Apabila dikemudian hari diternukan penyimpangan dari penggunaan Dana Program Pembangunan lnfrastruktur Perdesaan ini, saya siap rnempertanggungjawabkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Dernikian Surat Pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya. (Ternpat), (tanggal, bulan, tahun) Kuasa Pengguna Anggaranl Pejabat Pernbuat Komitrnen,

(Narna lengkap)

NIP

70

PERANRAN DIREKTUR JENDERAL P R E D H R A EBNAAAN NOMOR PER- 34 IPBROOB TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PENYALURAN DAN PENCAIRAN DANA PROGRAM PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR PERDESAAN (PPIP)

LAMPIRAN Ill

KOP SURAT REKAPlTULASl PEMBAYARAN KEPADA OMSIPokmaslLKD PENERIMA DANA PPlP Sehubungan dengan pengajuan Surat Permintaan Pembayaran nomor................ tanggal .................... dengan ini disampaikan nama OMSIPokmaslLKD Penerima Dana Program Pembangunan lnfrastruktur Pedesaan beserta nomor rekeningnya pada Bank............ (nama bank) Cabang..............,sebagai berikut:

Kami bertanggung jawab sepenuhnya atas isi Rekapitulasi Pembayaran Kepada OMSIPokmaslLKD Penerima Dana PPlP ini. Demikian Rekapitulasi Pembayaran ini dibuat sebagaimana mestinya. Mengetahui, Pejabat Penanda Tangan SPM, untuk dapat dipergunakan

(Tempat), (tanggal, bulan, tahun) Kuasa Pengguna Anggaran,

(Nama lengkap) NIP Rekapitulas~ Pembayaran ini sebagai lampiran SP2D Nomor Tanggal : KPPN ........................................... Kepala Seksi Perbendaharaan .....

(Nama lengkap) NIP

(Nama lengkap)

NIP

71

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLlK INDONESIA
DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN NOMOR PER- 37 lPB12008

PETUNJUK PENYALURAN DAN PENCAIRAN DANA STIMULAN USAHA EKONOMI PRODUKTIF KEPADA KELOMPOK USAHA BERSAMA (KUBE), DANA OPERASIONAL DAERAH. DAN HONORARIUM PENDAMPING PROGRAM PEMBERDAYAAN FAKIR MlSKlN MELALUI MEKANISME BANTUAN LANGSUNG PEMBERDAYAAN SOSIAL (BLPS) DIREKTUR JENDERAL PERBENDAMARAAN, Menimbang
: a.

bahwa dalam rangka pelaksanaan penyaluran Dana Stimulan Usaha Ekonorni Produktif kepada Kelompok Usaha Bersarna (KUBE), Dana Operasional Daerah, dan Honorarium Pendamping Program Pemberdayaan Fakir Miskin rnelalui Mebnisme Bantuan Langsung Pemberdayaan Sosial (BLPS) yang bersumber pada DIPA Direktorat Jenderal Pernberdayaan Sosial Departernen Sosial, diperiukan petunjuk teknis pencairan dan penyaluran dana program dimaksud; bahwa berdasarkan pertirnbangan sebagaimana dimaksud dalarn huruf a, perlu rnenetapkan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan tentang Petunjuk Penyaluran dan Pencairan Dana Stimulan kepada Kelornpok Usaha Bersarna (KUBE), Dana Operasional Daerah, dan Honorarium Pendarnping Program Pemberdayaan Fakir Miskin rnelalui Mekanisme Bantuan Langsung Pemberdayaah Sosial (BLPS); Undang-Undang Nornor 6 Tahun 1974 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Kesejahteraan Sosial (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 1974 Nomor 54, Tarnbahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nornor 3039); Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lernbaran Negara Republik lndonesia Tahun 2003 Nornor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4286); Undang-Undang Nornor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tarnbahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nornor 4355);

b.

Mengingat

: 1.

2.

3.

4.

Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4400); Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 1981 tentang Pelayanan Kesejahteraan Sosial bagi Fakir Miskin (Lernbaran Negara Republik lndonesia Tahun 1981 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nornor 3206); Keputusan Presiden Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2002 Nomor 73, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nornor 4212) sebagaimana tefah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 72 Tahun 2004 (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2004 Nomor 92, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4418); tentang Pedoman Pembayaran dalam Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara;

5.

6.

7 Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134/PMK.06/2005 .

8.

Keputusan Menteri Sosial Nomor 19lHUW1998 tentang Pelayanan Kesejahteraan Sosial bagi Fakir Miskin yang Diselenggarakanoleh Masyarakat; Keputusan Menteri Sosial Nomor 84lHUWl998 tentang Pelaksanaan Pernbenan Bantuan Sosial bagi Keluarga Fakir Miskin;

9.

10. Keputusan Menteri Sosial Nomor 01lHUW2008 tentang Penunjukan Pejabat Kuasa Pengguna Anggaran, Pejabat Pembuat Komitmen, Pejabat Penerbit dan Penandatanganan SPM, Bendahara Pengeluaran dan Penerimaan di Lingkungan Departemen Sosial Tahun Anggaran 2008;
1I Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor .

PER-66lPBl2005 tentang Mekanisme Pelaksanaan Pembayaran atas Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara;

MEMUTUSKAN: Menetapkan PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN TENTANG PETUNJUK PENYALURAN DAN PENCAIRAN DANA STIMULAN USAHA EKONOMI PRODUKTIF KEPADA USAHA BERSAMA (KUBE), DANA KELOMPOK OPERASIONAL DAERAH, DAN HONORARIUM PENDAMPING PROGRAM PEMBERDAYAAN FAKIR MlSKlN MELALUI, MEKANISME BANTUAN LANGSUNG PEMBERDAYAAN SOSIAL (BLPS). BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini yang dimaksud dengan:

1.

Daftar lsian Pelaksanaan Anggaran, yang selanjutnya disebut DlPA adalah dokurnen pelaksanaan anggaran yang disusun oleh Menteril Pimpinan Lembaga selaku Pengguna Anggaran dan disahkan oleh Menteri Keuangan selaku Bendahara Urnum Negara. Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan adalah instansi vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaanyang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Direktur Jenderal Perbendaharaan. Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara, yang selanjutnya disebut KPPN adalah instansi vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Pengguna Anggaran adalah pejabat yang berwenang dan bertanggung jawab atas penggunaan anggaran pada Kementerian NegaraJLembaga yang bersangkutan. Kuasa Pengguna Anggaran adalah pejabat yang memperoleh kewenangan dan tanggung jawab dari Pengguna Anggaran untuk menggunakan anggaran yang dikuasakan kepadanya. Pejabat Pembuat Komitmen adalah pejabat yang diberi kewenangan oleh Pengguna AnggaranlKuasa Pengguna Anggaran untuk mengambil keputusan danlatau tindakan yang dapat mengakibatkan pengeluaran atas beban belanja negara. Pejabat Penanda Tangan SPM adalah pejabat yang diberi kewenangan oleh Pengguna AnggaranIKuasa

2.

3.

4.

5.

6.

7.

Pengguna Anggaran untuk rnelakukan pengujian atas SPP dan rnenerbitkan SPM.
8.

Surat Permintaan Pernbayaran, yang selanjutnya disebut SPP adalah dokurnen yang diterbitkan oleh Pejabat Pernbuat Kornitrnen yang berisi permintaan kepada Pejabat Penanda Tangan SPM untuk rnenerbitkan surat perintah rnernbayar sejurnlah uang atas beban bagian anggaran yang dikuasainya untuk untung pihak yang ditunjuk dan sesuai syarat-syarat yang ditentukan dalarn dokurnen perikatan yang rnenjadi dasar penerbitan SPP berkenaan. Surat Perintah Mernbayar, yang selanjutnya disebut SPM adalah surat perintah yang diterbitkan oleh Pejabat Penanda Tangan SPM untuk dan atas narna Pengguna Anggaran kepada Bendahara Urnurn Negara atau kuasanya berdasarkan SPP untuk rnelakukan pernbayaran sejurnlah uang kepada pihak dan atas beban anggaran yang ditunjuk dalarn SPP berkenaan.

9.

10. Surat Perintah Mernbayar Langsung, yang selanjutnya disebut SPM-LS adalah surat perintah rnernbayar langsung kepada pihak ketiga yang diterbitkan oleh Pengguna AnggaranIKuasa Pengguna Anggaran atas dasar perjanjian kontrak kerja atau surat perintah kerja lainnya.

1I.Surat Perintah Pencairan Dana, yang selanjutnya disebut SP2D adalah surat perintah yang diterbitkan oleh Kuasa Bendahara Urnurn Negara kepada Bank OperasionaNKantor Pos dan Giro berdasarkan SPM untuk rnernindahbukukan sejurnlah uang dari Kas Negara ke rekening pihak yang ditunjuk dalarn SPPD berkenaan.
12. Surat Pemyaban Tanggung Jawab Belanja, yang

selanjutnya disebut SPTB adalah pernyataan tanggung jawab yang dibuat oleh Pengguna AnggaranlKuasa Pengguna Anggaran atas transaksi belanja sarnpai dengan jurnlah tertentu.

13. Pernberdayaan Sosial adalah proses pemberian, penguatan dan kernarnpuan kepada anggota Kelornpok Usaha Bersarna (KUBE) dalarn rnengelola Usaha Ekonorni Produktif yang bertujuan untuk rneningkatkan kesejahteraannya.
14. Program Pernberdayaan Fakir Miskin adalah salah satu kebijakan Departernen Sosial yang dilaksanakan oleh Direktorat Pernberdayaan Fakir Miskin dalarn upaya

penanggulangan kemiskinan di Indonesia.
15. Kelompok Usaha Bersama, yang selanjutnya disebut KUBE adalah himpunan dari keluarga yang tergolong masyarakat miskin yang dibentuk oleh rnasyarakat, tumbuh dan berkembang atas dasar prakarsanya send~ri. sehingga berinteraksi antara satu dengan yang lain dan tinggal dalam satu wilayah tertentu dengan tujuan untuk meningkatkan'relasi yang harmonis, dalarn rnemenuhi kebutuhan anggota, mernecahkan rnasalah sosial ekonomi yang dialaminya, dan menjadi wadah pengembangan usaha bersama. 16. Pendampingan Sosial adalah suatu proses rnenjalin relasi sosial antara pendamping dengan KUBE, dan masyarakat sekitamya dalam rangka rnernecahkan masalah, memperkuat dukungan, rnendayagunakan berbagai surnber dan potensi dalarn pernenuhan kebutuhan hidup, serta meningkatkan akses anggota terhadap pelayanan sosial dasar, lapangan keja, dan fasilitas pelayanan publik lainnya. 17. Usaha Ekonomi Produktif adalah serangkaian kegiatan yang ditujukan untuk meningkatkan kemampuan dalarn mengakses sumber dana ekonorni, rneningkatkan kemampuan usaha ek~nomi, meningkatkan produktivitas kerja, meningkatkan penghasilan, tabungan, dan menciptakan kernitraan usaha yang sating menguntungkan.

18. Dana Stimulan Usaha Ekonomi Produktif adalah dana bantuan sosial yang diberikan kepada anggota KUBE dengan maksud agar mereka dapat rneningkatkan kehidupannya secara wajar.
19. Dana Operasional Daerah adalah sejumlah dana yang InstansilDinas Sosial diberikan kepada ProvinsilKabupatenlKota untuk pembiayaan honorarium, konsultansi, bimbingan, monitoring, evaluasi dan pelaporan sebagai pendukung pelaksanaan Program Pemberdayaan Fakir Miskin melalui mekanisrne Bantuan Langsung Pemberdayaan Sosial (BLPS).

20. Honorarium Pendamping adalah insentif yang diberikan kepada Pendamping yang telah ditetapkan rnelalui Keputusan Direktur Jenderal Pernberdayaan Sosial (Kuasa Pengguna Anggaran) dalam besaran tertentu selama 6 (enam) bulan.
21. Rekening Nostro adalah tempat penyimpanan uang pada BanWPos Mitra Kerja yang ditentukan oleh Kuasa

Pengguna Ang.garan untuk menampung Dana Stimulan

Usaha Ekonomi Produktif kepada KUBE, Dana Operasional Daerah, dan Honorarium Pendamping. BanWPos Mitra Kerja adalah BanWPos Mitra Kerja sebagai tempat dibukanya rekening Nostro yang menampung Dana Stimulan Usaha Ekonomi Produktif kepada KUBE, Dana Operasional Daerah, dan Honorarium Pendamping Program Pemberdayaan Fakir Miskin melalui Mekanisme Bantuan Langsung Pemberdayaan Sosial (BLPS) yang akan ditransfer ke Rekening BanWPos Bayar. 23. BanWPos Bayar adalah Unit Pelaksana Teknis BanWPos Mitra Kerja sebagai tempat dibukanya dan tempat pembayaran rekening KUBE, rekening InstansilDinas Sosial ProvinsiIKabupatenlKota, dan rekening Pendamping. BAB II ALOKASI DANA

(1) Alokasi Dana Stimulan Usaha Ekonomi Produktif, Dana Operasional Daerah, dan Honorarium Pendamping Program Pemberdayaan Fakir Miskin melalui mekanisme BLPS tertuang dalam DlPA Direktorat Pemberdayaan Fakir Miskin, Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial Departemen Sosial.

(2) Jumlah dana yang tercantum dalam DlPA sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan pagu maksimal yang tidak dapat dilampaui. BAB Ill PENYALURAN DANA

(1) Penyaluran Dana Stimulan Usaha Ekonomi Produktif kepada KUBE, Dana Operasional Daerah, dan Honorarium Pendamping Program Pemberdayaan Fakir Miskin melalui mekanisme BLPS dilakukan melalui BanWPos Mitra kerja berdasarkan suatu perjanjian kerjasama antara Kuasa Pengguna Anggaran dengan BanWPos Mitra Kerja.

(2) BanWPos Mitra Kerja sesuai perjanjian kerjasama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bertanggungjawab atas penyampaian dan penyaluran Dana Stimulan Usaha Ekonomi Produktif kepada KUBE, Dana Operasional

78

Daerah, dan Honorarium Pendamping Program Pemberdayaan Fakir Miskin melalui mekanisme BLPS.

(3) KUBE sebagai penerima Dana Stirnulan Usaha Ekonomi Produktif, InstansiIDinas Sosial ProvinsilKabupatenlKota sebagai penerima Dana Operasional Daerah, dan Pendamping sebagai penerirna Honorarium Program Pemberdayaan Fakir Miskin ditetapkan dengan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial yang memuat nama KUBE, nama InstansiIDinas Sosial ProvinsilKabupatenlKota, dan nama Pendamping beserta nomor rekening di BanWPos Bayar.

(1) Pencairan Dana Stimulan Usaha Ekonomi Produktif oleh KUBE di BanWPas Bayar dilakukan dengan pengajuan proposal pemanfaatan dana yang telah disetujui oleh Kepala lnstansi Scxsial KabupatenlKota.

(2) Besamya Dana Stimulan Usaha Ekonorni Produktif yang
dicairkan KUBE sesuai dengan proposal sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

(3) Pencairan Dana Operasional Daerah oleh InstansilDinas Sosial Provinsjl KabupatenlKota di BanWPos Bayar dilakukan berdasarkan Rincian Anggaran Belanja yang disetujui oleh Kepala lnstansi Sosial ProvinsilKabupa~enlKota.
(4) Pencairan Honorarium oleh Pendamping di BanWPos Bayar dilakukan setelah Pendamping membuat dan menunjukkan laporan kegiatan pendampingan yang telah dilaksanakan dan diketahui Koordinator Pendamping Kecamatan. (5) Seluruh Dana Operasional Daerah kepada InstansiIDinas Sosial Provinsi/Kabupaten/Kota di BanWPos Bayar selambat-lambatnya 10 (sepuluh) hari kerja sebelum tahun anggaran berakhir sudah harus dicairkan. BAB IV TATA CARA PENGAJUAN SPP DAN PENERBITAN SPM

(1) Guna pembayaran Dana Stimulan Usaha Ekonomi Produktif kepada KUBE, Dana Operasional Daerah, dan Honorarium Pendamping Program Pemberdayaan Fakir Miskin melalui mekanisme BLPS berdasarkan alokasi

dana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Pejabat Pembuat Komitmen mengajukan SPP kepada Pejabat Penanda Tangan SPM.

(2) Ketentuan mengenai tata cara dan persyaratan pengajuan SPP diatur dengan Peraturan Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial, dengan mengacu pada Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-66lPBl2005 tentang Mekanisme Pelaksanaan Pembayaran atas Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.
,

(1) Pejabat Penanda Tangan SPM melakukan pengujian SPP yang diajukan oleh Pejabat Pembuat Komitmen sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5, yang meliputi sekurang-kurangnya:

a. b.

c. d.

Dokumen pendukung SPP sesuai peraturan perundang-undangan; Ketersediaan pagu anggaran dalam DlPA untuk memperoleh keyakinan bahwa tagihan tidak melampaui batas pagu anggaran; Kesesuaian rencana keja danlatau kelayakan hasil kerja yang dicapai dengan indikator keluaran; Kebenaran hak tagih yang terkait dengan:
1)

2)

3)
e.

Pihak yang ditunjuk untuk menerima pembayaran Dana Stimulan Usaha Ekonomi Produktif kepada KUBE, Dana Operasional Daerah, dan Honorarium Pendamping Program Pemberdayaan Fakir Miskin melalui mekanisme BLPS (nama penerima, alamat, nomor rekening, dan nama bank); Nilai Dana Stimulan Usaha Ekonomi Produktif kepada KUBE, Dana Operasional Daerah, dan Honorarium Pendamping Program Pemberdayaan Fakir Miskin melalui mekanisme BLPS yang harus dibayar; Jadual waktu pembayaran.

Pencapaian tujuan danlatau sasaran kegiatan sesuai dengan indikator keluaran yang tercantum dalam DlPA berkenaan dan/atau spesifikasi teknis yang sudah ditetapkan dalam kontrak;

(2) Berdasarkan hasil pengujian sebagaimana dimaksud pada ayat ( I ) , Pejabat Penanda Tangan SPM menerbitkan SPM-LS.

(3) Pejabat Penanda Tangan SPM menerbitkan SPM-LS secara penuhltanpa potongan pajak.

BAB V PENCAlRAN DANA Pasal7 (1) Pejabat Penanda Tangan SPM rnengajukan SPM-LS kepada KPPN Jakarta Ill dengan rnelarnpirkan: a. b. SPTB; Resume KontraWSurat Perjanjian Kerjasarna antara Direktur Jenderal Pernberdayaan Sosial dengan BanWPos Mitra Kerja mengenai penyaluran Dana Stimulan Usaha Ekonomi Produktif kepada KUBE, Dana Operasional Daerah, dan Honorarium Pendamping Program Pemberdayaan Fakir Miskin melalui mekanisme BLPS; Surat Keputusan Direktur Jenderal Pernberdayaan Sosial mengenai penetapan penerima Dana StirnuIan Usaha Ekonomi Produktif kepada KUBE, Dana Operasional Daerah, dan Honorarium Pendamping Program Pernberdayaan Fakir Miskin melalui mekanisme BLPS; Daftar rekapitulasi KUBE penerirna Dana Stimulan Usaha Ekonomi Produktif kepada KUBE. InstansiIDinas Daftar rekapitulasi ProvinsilKabupatenlKota penerirna Operasional Daerah. Sosial Dana

c.

d. e.

f.

Daftar rekapitulasi Pendarnping Kecarnatan, DesaIKelurahan penerima honorarium.

(2) Atas dasar SPM LS sebagaimana dirnaksud pada ayat (1) KPPN Jakarta Ill melakukan pengujian atas SPM-LS dimaksud dan melaksanakan pencairan dana dengan menerbitkan SPPD serta mentransfer dana ke rekening Nostro di BanWPos Mitra Kerja.

(3) BanWPos Mitra Keja rnelakukan pernindahbukuan dana dari rekening Nostro ke rekening masing-masing KUBE, InstansiIDinas Sosial ProvinsilKabupatenlKota, dan Pendamping di BanklPos Bayar dalarn jangka waktu selambat-larnbatnya 8 (delapan) hari kerja setelah rnenerima transfer dana dari KPPN Jakarta Ill.

Penerbitan SP2D dilaksanakan sesuai dengan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-66lPBl2005 tentang Mekanisme Pelaksanaan Pembayaran atas Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. BAB VI PELAPORAN DAN PERTANGGUNG JAWABAN Pasal9
(1) Atas penyampaian dan penyaluran Dana Stimulan Usaha Ekonomi Produktif kepada KUBE, Dana Operasional Daerah, dan Honorarium Pendamping Program Pemberdayaan Fakir Miskin melalui mekanisme BLPS, BankIPos Mitra Kerja wajib menyampaikan laporan pertanggungjawaban atas dana yang telah disalurkan dan sisa dana yang tidak tersalurkan selambat-lambatnya 8 (delapan) hari kalender sejak pemindahbukuan dana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (3) kepada Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial untuk diteliti dan mendapatkan pengesahan, dengan tembusan kepada KPPN Jakarta 111.

(2) BanklPos Mitra Keja dan Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial membuat Surat Pernyataan Bersama mengenai dana yang telah disalurkan ke InstansVDinas Sosial rekening KUBE, Provinsi/Kabupaten/ Kota, dan Pendamping serta sisa dana yang tidak tersalurkan. Surat Pemyataan Bersama dimaksud disampaikan kepada KPPN Jakarta III selambat-lambatnya 10 (sepuluh) hari kalender sejak penyampaian laporan pertanggungjawaban sebagaimana dirnaksud pada ayat (1).
(3) BanWPos Mitra Keja pada akhir tahun anggaran menyampaikan laporan pertanggungjawaban atas realisasi penyaluran Dana Stimulan Usaha Ekonomi Produktif kepada KUBE, Dana Operasional Daerah, dan Honorarium Pendamping Program Pemberdayaan Fakir Miskin melalui mekanisme BLPS, kepada Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial dan KPPN Jakarta Ill selambat-lambatnya 5 (lima) hari keja terhitung sejak berakhirnya Tahun Anggaran 2008.
(4) Atas dasar laporan pertanggungjawaban sebagaimana dimaksud pada ayat (3), apabila terdapat sisa dana yang tidak tersalurkan pada rekening KUBE, InstansiIDinas Sosial Provinsi/KabupatenlKota, dan Pendamping di

.

BanwPos Bayar, BanWPos Mitra Kerja dan Direktur Jenderal Pernberdayaan Sosial rnembuat pemyataan bersarna mengenai dana yang tidak tersalurkan kepada KUBE, InstansilDinas Sosial ProvinsilKabupatenlKota, dan Pendarnping selarnbat-larnbatnya 5 (lirna) hari kej a terhitung sejak penyarnpaian laporan sebagaimana dirnaksud pada,ayat (3). BAB VII KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 10 (1) Dana yang tidak dicairkan pada KPPN Jakarta Ill setelah batas akhir tahun anggaran dinyatakan hangus. (2) Apabila pada akhir tahun anggaran terdapat sisa dana pada rekening Nostro di BanWPos Mitra Kerja yang tidak tersalurkan kepada KUBE, InstansilDinas Sosial Provinsi/Kabupaten/Kota, dan Pendarnping, rnaka sisa dana tersebut wajib diset~rkan kernbali ke rekening Kas Negara.

(3) Apabila pada akhir tahun anggaran terdapat sisa dana
yang tidak dicairkan oleh InstansilDinas Sosial ProvinsilKabupatenlKota di Bank1 Pos Bayar, rnaka sisa dana tersebut wajib disetorkan kernbali ke rekening Kas Negara.
(4) Bukti setoran sisa dana sebagairnana dirnaksud pada

ayat (3) dan ayat (4) disarnpaikan kepada KPPN Jakarta Ill paling brnbat 3 (tiga) hari keja sejak tanggal penyetoran.
(5) Dengan ditetapkannya Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini, rnaka Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nornor PER-54/PB/2007 tentang Petunjuk Pencairan dan Penyaluran Dana Penguatan Modal Usaha Kepada Kelornpok Usaha Bersarna rnelalui Program Bantuan Langsung (KUBE) Pernberdayaan Sosial (BLPS) dan Dana Operasional Daerah, dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.
BAB Vlll

KETENTUAN PENUTUP Pasall1 Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Agar setiap orang mengetahuinya, memeiintahkan pengumuman Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 3 September 2008

DIREKTUR JENDERAL,
ttd HERRY PURNOMO NIP 060046544

DEPARTEMEN KEWANGAN REPUBLIK INDONESIA
DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN NOMOR PER- 39 lPBl2008

1

TENTANG TUNJANGAN BERAS DALAM BENTUK NATURA DAN UANG DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN, Menimbang
: a.

1
I

bahwa dalarn raffgka pengelolaan keuangan negara dan pelayanan kepada Pegawai Negeri Sipil Pusat, Anggota Polri, TNI, dan penerima pensiunltunjangan serta untuk memenuhi hak pihak ketiga terkait dengan pembayaran kekuranganlselisih harga beras, perlu dibuat petunjuk pelaksanaannya; bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a, perlu menetapkan Peraturan Direktur Jbnderal Perbendaharaan tentang Tunjangan Beras dalam Bentuk Natura dan Clang; Undang-Urrdang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4286); Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4355); Undang-Undmg Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Niegara (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4400); Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2007 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2008 (Lernbaran Negara Republik lndonesia Tahun 2007 Nomor 133, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesh Nomor 4778) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2008 (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2008 Nomor 63, Tambahan Lembaran Negara Republik

b.

Menglngat

: 1.

2.

3.

4.

lndonesia Nomor 4848);

5.

Keputusan Presiden Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2002 Nomor 73, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4212), sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 72 Tahun 2004 (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2004 Nomor 92, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4418); tentang Pedoman Pembayaran dalam Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara;

6. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134lPMK.0612005

7.

Peraturan Menteri Keuangan Nomor 80/PMK.05/2007 tentang Petunjuk Penyusunan dan Penelaahan Rencana Kerja Anggaran Kernentenan NegarajLembaga dan Penyusunan, Penelaahan, Pengesahan, dan Pelaksanaan Dafiar lsian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun Anggaran 2008; Peraturan Menteri Keuangan Nornor 89lPMK.0212008 tentang Subsidi Biaya Perawatan Beras dan Subsidi Pangan Program Beras untuk Keluarga Miskin (Raskin) Tahun 2008; Peraturan Menteri Keuangan Nomor 1311PMK.0112006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Keuangan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 54/PMK.0112007;

8.

9.

10. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 1341 PMK.O 112006 tentang Organisasi dan Tata Keja lnstansi Vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan; MEMUTUSKAN: Menetapkan

: PERATURAN

DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN TENTANG TUNJANGAN BERAS DALAM BENTUK NATURA DAN UANG.

Terhitung mulai tanggal 1 Januari 2008 ditetapkan sebagai berikut:
I.

Harga pembelian beras oleh Pemerintah kepada Perusahaan Umum (Perum) Bulog menjadi sebesar Rp4.700,00 per kilogram. Pemberian tunjangan berm dalam bentuk uang menjadi sebesar Rp4.230,OO per kilogram.

2.

Tunjangan beras baik dalarn bentuk natura rnaupun dalarn bentuk uang agar dicanturnkan dalarn daftar gaji dan daftar pernbayaran pensiun dengan harga sebagairnana dirnaksud dalam Pasal 1 terhitung mulai bulan Oktober 2008.

(1) Pernbayaran

selisih hargaltunjangan beras dalam bentuk natura yang belum dibayarkan akan diselesaikan oleh Direktomt Jenderal Perbendaharaan dengan ketentuan sebagai berikut: a. Divisi RegioniWSubdivisi Regional Perurn Bulog melakukan rekonsiliasi dengan KPPN mitra kerjanya atas realisasi penyaluran beras dan realisasi potongan Peneflrnaan Fihak Ketiga (PFK) Bulog bulan Januari 2008 sampai dengan bulan September 2008; Hasil rekonsiliasi berupa penetapan jurnlah kekurangan pernbayaran harga beras yang ditandatangani oleh Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) dan Kepala Divisi RegionallS~bdivisi Regional Perum Bulog bersangkutan dituangkan dalam Daftar Rekapitulasi (format sebagairnana tercantum dalam Lampiran I Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini); Daftar rekpitulasi sebagairnana dimaksud pada huruf b dibuat dalam rangkap 2 (dua) dengan peruntwkan lembar ke-1 kepada Divrel Subdivre seternpat mtuk diteruskan ke Kantor Pusat Perurn Bulog dan lembar ke-2 kepada KPPN untuk diteruskan ke Direktorat Jenderal Perbendaharaan u.p. D i m b r a t Pengelolaan Kas Negara paling larnbat tanggal 31 Oktober 2008; Pemrn Bulog menyampaikan Surat Permintaan Pernbayawn (SPP) kekurangan harga beras kepada Departemen Keuangan c.q. Direktorat Jenderal Perbendaharaan dengan rnelampirkan Daftar Rekapitulasi (format sebagairnana tercantum dalarn Lampiran II Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini.

b.

c.

d.

b

Pasal4 Pembayaran kekuranganlselisih tunjangan beras yang dibayarkan dalam bentuk uang dapat diajukan dengan cara menerbitkan Surat Perintah Membayar (SPM) atas beban DlPA masing-masing Pengguna AnggaranJKuasa Pengguna Anggaran yang bersangkutan kepada KPPN. Pasal5 Dengan berlakunya Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini, maka Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-81/PB/2007 tentang Tunjangan Beras dalam Bentuk Natura dan Uang dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Pasal6 Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan dan mempunyai daya laku surut terhitung sejak tanggal 1 Januari 2008. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengumuman Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 8 September 2008 DIREKTUR JENDERAL,

ttd
HERRY PURNOMO NIP 060046544

88

LAMPIRAN II
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN NOMOR PER- 39 lPB12008 TENTANG TUNJANGAN BERAS DALAMBENTUKNATURADANUANG

DAFTAR REKAPITULASI KEKURANGAN PEMBAYARAN ATAS REALlSASl PENYALURAN BERAS OLEH PERUM BULOG Bulan Januari s.d. .................2008
Jumlah Pegawai dan Keluarga yang Berhak Mendapat Tunjangan Beras pegawai
1

Jumlah Tunjangan Beras

No.

KPPN

Istril suami
4

JW
5
6= (3+4+5)

Kuantjbs
7=(6)x Kg)

HaQ'Lama (RP)
8=(7)x4 619,99)

Haw
(RP)
9=(7)x4 700,W)

Jumlah Kekurangan yang Belum Dlbayar (RP)
10=(98)

Keterangan

2

3

11

I.

DivreISubdivre I. 2.
3.

dst. II.

.........

I. 2. 3. dst.

(tempat), (tanggal, bulan, tahun) Perum Bulog Direksi, (Nama lengkap)

..................................

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAMARAAN PERATURAN DIREKTUR JEMDERAL PERBENDAHARAAN NOMDR PER- 44 IPB/2008

TENTANG
PETUNJUK PELAKSANAAN PENCAIRAN DANA P E N Y E L E N G G A W PEMlLU 2009 DIREKTUR JENDERAL PERBENQAMARAAN, Menimbang
:

a.

bahwa dalam rangka memperlancar penyelenggaraan Pemilu 2009, perlu penyediaan dan ketentuan pencajran dana yang mernadai; bahwa dalam rangka pencairan dana penyelenggaraan Pemilu 2009 yang dananya bersumber dari dana rupiah mumi yang dialokasikan dalam DIPA, perlu diatur petunjuk pelaksanaannya; bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan b, perlu menetapkan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan tentang Petunjuk Pelaksanaan Pencairan Dana Penyelenggaraan Pemilu 2009; Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 47 Tahun 2003, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4286); Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4355); Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4400); Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2007 Tentang Penyelenggara Pemilihan Umum (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2007 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik.lndonesia Nomor 4721); Keputusan Presiden Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan

b.

c.

Mengingat

:

1.

2.

3.

4.

5.

Belanja N ~ g m (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2002 N o m r 73, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4214) sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 72 Tahun 2004, (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2004 Nornor 92,Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4418); MEMUTUSKAN: Menetapkan DIREKTUR PERATURAN TENTANG PERBENDAHARAAN PENCAIRAN PELAKSANAAN PENYELENGGARAAN PEMILU 2009. JENDERAL PETUNJUK DANA

BAB I KETENTUAN UMUM Pasall Dalam Peraturan Direktur Jepderal Perbendaharaan ini, yang dimaksud dengan:
1.

Daftar lsian Pelaksanaan Anggaran, yang selanjutnya disebut DlPA adalah dokurnen pelaksanaan anggaran yang disusun oleh MentetilPimpinan Lembaga selaku Pengguna Anggaran dan disahkan oleh Menteri Keuangan selaku Bendahara Umum Negara. Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara, yang selanjutnya ddiebut KPPN adalah instansi vertikal Direktomt Jenderal Perbendaharaan yang memperoleh kewenangan selaku Kuasa Bendahara Umum Negara. Pengguna Anggaran, yang selanjutnya disebut PA adalah pejabat yang trerwenang dan bertanggung jawab atas penggunaan anggaran pada Kementerian NegaWLembaga yang bersangkutan. Kuasa Pengguna Anggaran, yang selanjutnya disebut Kuasa PA adelah pejabat yang memperoleh kewenangan dan tanggung jawab dari PA untuk menggunakan anggaran yang dikuasakan kepadanya. Pejabat Peslandatangan Surat Perintah Mernbayar adalah Pejabat yang diberikan kewenangan oleh Pengguna AnggaranIKwasa Pengguna Anggaran untuk rnelakukan pengujian atas Surat Permintaan Pembayaran (SPP) dan menerbitkan Surat Perintah Membayar.

2.

3.

4.

5.

6.

Bendahara Pengeluaran adalah orang yang ditunjuk untuk menerima, menyimpan, rnernbayarkan, menatausahakan, dan mempertanggungjawabkan uang untuk keperluan belanja negara dalam rangka pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara pada KantorISatker Kementerian NegaraILembaga. Surat Perintah Membayar, yang selanjutnya disebut SPM adalah surat perintah yang diterbitkan oleh Pejabat Penandatangan SPM untuk dan atas nama PA kepada Bendahara Umum Negara atau kuasanya berdasarkan Surat Permintaan Pembayaran (SPP) untuk melakukan pernbayaran sejumlah uang kepada pihak dan atas beban bagian anggaran yang ditunjuk dalam SPP berkenaan.

8.

Uang Persediaan, yang selanjutnya disebut UP adalah uang muka kerja yang bersifat daur ulang (revolving), diberikan kepada Bendahara Pengeluaran hanya untuk membiayai kegiatan operasional kantor sehari-hari yang tidak dapat dilakukan dengan pernbayaran langsung. Tarnbahan Uang Persediaan, yang selanjutnya disebut TUP adalah uang yang diberikan kepada Satker untuk kebutuhan yang sangat mendesak dalam satu bulan melebihi pagu UP yang ditetapkan.

9.

10. Surat Perintah Pencairan Dana, yang selanjutnya disebut SPPD adalah swat perintah yang diterbitkan oleh Kuasa Bendahara Umum Negara kepada Bank OperasionalIKantor Pos dan Giro berdasarkan SPM untuk mernindahbukukan sejumlah uang dari Kas Negara ke rekening pihak yang ditunjuk pada SPM berkenaan.
11. Panitia Pemilihan Kecamatan, yang selanjutnya disebut PPK adalah panitia yang dibentuk oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) KabupatenIKota untuk menyelenggarakan Pemilu ditingkat kecamatan atau nama lain.

12. Panitia Pemungutan Suara, yang selanjutnya disebut PPS adalah panitia yang dibentuk oleh KPU KabupatenIKota untuk menyelenggarakan Pemilu ditingkat desa atau nama lainikelurahan.
13. Petugas Pernutakhiran Data Pemilih, yang selanjutnya disebut PPDP adalah petugas yang dibentuk oleh PPS untuk melaksanakan pemutakhiran data pemilih ditingkat desa atau nama lainlkelurahan.

14. Panitia Pemilihan Luar Negeri, yang selanjutnya disebut

PPLN adalah panitia yang dibentuk oleh KPU untuk rnenyelenggarakan Pernilu di luar negeri.
15. Kelornpok Penyelenggara Pemungutan Suara, yang

selanjutnya disebut KPPS adalah kelornpok yang dibentuk oleh PPS untuk menyelenggarakan pernungutan suara di ternpat pernungutan suara.
16. Kelornpok Penyelenggara Pernungutan Suara Luar Negeri, yang selanjutnya disebut KPPSLN adalah kelornpok yang dibentuk oleh PPLN untuk rnenyelenggarakan pemungutan suara di tempat pemungutan suara luar negeri.

17. Surat Pemyataan Tanggung Jawab Mutlak, yang selanjutnya disebut SPTJM adalah pernyataan tanggung jawab dari Kuasa PA atas pelaksanaan penyaluran dan penggunaan dana untuk keperluan PPK, PPS, KPPS, PPDP, PPLN, dan KPPSLN. BAB I 1 ALOKASI DANA

(1) Dana Penyelenggaraan Pernilu 2009 dialokasikan dalarn DlPA Bagian Anggaran 069 Belanja Lain-Lain atau dokumen lain yang dipersarnakan. (2) Dana dalarn OlPA sebagaimana dirnaksud pada ayat (1) dialokasikan untuk Satker KPU Pusat, Satker KPU Provinsi, dan Satker KPU KabupatenJKota.
(3) Jurnlah dana yang tercanturn dalarn DlPA sebagairnana dirnaksud pada ayat (2) rnerupakan jurnlah pagu tertinggi yang tidak dapat dilampaui.

BAB Ill PEMBAYARAN

Pembayaran Dana Penyelenggaraan Pernilu 2009 sebagairnana dirnaksud dalarn Pasal 2 dilakukan melalui mekanisme Uang Persediaan dan Pembayaran Langsung.

(1) Kuasa PA membuat Daftar Alokasi Dana untuk seluruh keperluan PPK/PPS/KPPS/PPDP/PPLN/KPPSLN dan Logistik Pemilu. sesuai format sebagaimana tercantum dalam Lampiran I Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini dan disampaikan ke KPPN pada saat mengajukan SPM-LS atau SPM-UP. (2) Pembayaran untuk keperluan pengadaan logistik Pemilu 2009 dilakukan melalui mekanisme Pernbayaran Langsung (LS) se.suai ketentuan.

(3) Pembayaran untuk keperluan PPK, PPS, KPPS, PPDP pada Satker KPU KabupatenIKota dan untuk keperluan PPLN dan KPPSLN pada Satker KPU Pusat dapat dilakukan dengan mekanisme Pembayaran Langsung (LS) sekaligus kepada Bendahara Pengeluaran.
(4) Pembayaran untuk selain keperluan sebagaimana dimaksud pada ayat '(2) dan (3) dapat dilakukan melalui mekanisme LS sesuai ketentuan danlatau mekanisme UPKUP deogan ketentuan sehagai berikut:

a. UP dapat diberikam maksimal sebesar 1112 (satu per dua belas) dari pagu DIPA diluar keperluan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan (3); b. Pengisian kembaJiUP sebagaimana dimaksud pada huruf a dapat diberikan apabila dana UP telah digunakan sekurang-kurangnya 50% dari dana UP yang diterima;

c. Dalam ha1 penggunaan UP belurn mencapai 50% sedangkan Satker bersangkutan memerlukan pendanaan melebihi sisa dana UP yang tersedia, maka Satker dimaksud dapat mengajukan TUP;
d. Kepala KPPN dapat memberikan persetujuan TUP sebagaimana dimaksud pada huruf c sebesar yang diajukan Satker KPU KabupatenlKota, KPU Propinsi Kepulauan Riau, KPU Propinsi Papua Barat, dan KPU Propinsi Sulawesi Barat dalam wilayah kejanya, dengan memperhatikan sisa pagu dana Satker KPU bersangkutan. e. Permintaan TUP di atas Rp200.000.000,- (dua ratus juta rupiah) untuk Satker KPU Pusat dan KPU Propinsi haws mendapat dispensasi dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan, kecuali untuk KPU Propinsi sebagaimana dmaksud pada huruf d.

f. TUP dapat digunakan paling lama 2 (dua) bulan 2 sejak tanggal SP2D diterbitkan.

g. Apabila tidak habis digunakan dalam waktu 2 (dua) bulan, sisa dana yang ada pada Bendahara harus disetor ke Rekening Kas Pengeluaran Negara. h. Pada akhir tahun anggaran, terhadap sisa dana UPRUP yang ada pada Bendahara Pengeluaran mengikuti ketentuan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan yang mengatur langkah-langkah akhir tahun anggaran.
(5) Ketentuan lebih lanjut mengenai penyaluran dan pertanggungjawaban penggunaan dana keperluan PPK, PPS, KPPS, PPDP, PPLN, dan KPPSLN diatur oleh Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum.

BAB IV PENCAIRAN DANA KEPERLUAN PPK, PPS, KPPS, PPDP, PPLN, DAN KPPSLN

(1) Pencairan dana untuk keperluan PPK, PPS, KPPS, dan PPDP pada Satker KPU KabupatenlKota dan untuk keperluan PPLN, KPPSLN pada Satker KPU Pusat dilakukan dengan cara pengajuan SPM-LS oleh Kuasa PA kepada KPPN dengan dilampiri:

a.

SPTJM smuai format sebagaimana tercantum I dalam Lampiran I Pemturan Direktur Jenderal Peb~daha'raan ini; Daftar Rincian Dana untuk Keperluan PPK, PPS, KPPS, PPDP, PPLN, dan KPPSLN sesuai format sebagaimana tercantum dalam Lampiran llla dan lllb Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini.

b.

(2) Atas dasar SPM-LS sebagaimana dimaksud pada ayat (1). KPPN melakukan pengujian SPM-LS dimaksud melaksanakan pencairan dana dengan dan menerbitkan SP2D untuk mentransfer dana ke rekening Bendahara Pengeluaran.

(3) KPPN melakukan pencairan dana sebagaimana dimaksud pada ayat (2) secara penuh tanpa potongan.

PELAPQRAN KEUANGAN Pasal6 (1) Kuasa PA wajib menyusun laporan keuangan dana penyelenggaraan PemiJu 2009.
(2) Penyusunan laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 17l/PMK.05/2008 tentang Sistem Akuntansi dari Pelaporan Kelrangan Pemerintah Pusat.

BAB VI
KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal7 (1) Pajak-pajak yang timbul dalam pelaksanaan penggunaan Dana Penyelenggaraan Pemilu 2009 diselesaikan s.esuai kelentuan. (2) Kuasa PA bertanggung jawab atas penggunaan dana penyelenggman PmiJ.u 2OQ9 yang tertuang dalam DlPA dan agar! do~kumen yang dipersamakan. lain

(3) HaChal yang tic!& diatw dalam Peraturan Direktur Jenderal Perbend-raan ini, mengikuti ketentuan yang diatur dalarn Pemturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-66lPBl2005 tentang Mekanisme Pelaksanaan Pembayaran Atas Beban Anggaran Pendapatan d m Belanja Megara.
BAB Vlll KETENTUANPENUTUP Pawl 8 Peraturan DireMur Jenderal Perbendaharaan ini mulai berlaku pada tanggal djtetapkan.

Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 22 September 2008 DIREKTUR JENDERAL, ttd MERRY PURNOMO

NIP 06@M65AA

97

LAMPIRAN I
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN NOMOR PER44 lPBROOe TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PENCAIRAN DANA PENYELENGGARAAN PEMILU 2009

DAFTAR ALOKASI DANA KEPERLUAN PPWPPSIKPPSIPPDPIPPLNIKPPSLN DAN LOGlSTlK PEMILU DlPA Nornor :................................................... Satker .................................................... NO.
1.
2.

SELURUH DANA UNTUK KEPERLUAN
PPKI PPS/KPPS/PPDP/PPLNKPPSLN ..... Logistik Pemilu 2009: a. Pengadaan Kendaraan Roda 4 ............. b. Pengadaan Kendaraan Roda 2 .............. c. Pengadaan formulir................................ d. Pengadaan kelengkapan tehnologi informasi................................................. e. Pengadaan surat suara.......................... f. Dst..........................................................

JUMLAH

...................................... ...................................... ...................................... ......................................
...................................... ......................................

Jumlah

......................................

Kami selaku Kuasa Pengguna Anggaran menyatakan bahwa uraian keperluan dan jumlah dana tersebut di atas adalah sesuai dengan yang tercantum dalam Petunjuk Operasional Kegiatan (POK) yang telah disahkanlditetapkan. Kebenaran atas uraian dan jurnlah dana tersebut, sepenuhnya menjadi tanggung jawab kami.

................., ...............................
Kuasa Pengguna Anggaran,

NIP.

LAMPIRAN II
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN 44 IPBRMX) TENTANG PETUNJUK NOMOR PERP E W S A N M N PENCAIRAN DANA PENYELENGGARAAN PEMILU 2QQ9

SURAT PERNYATAAN TANGGUNG JAWAB MUTLAK Yang bertanda tangan di bawah inj, Kuasa Pengguna Anggaran pada menyatakan dengan pelaksanaan DIPA TA 2008 BA 069 Nornor:.................... sesungguhnya bahwa saya bertanggung jawab penuh atas penyaluran dan penggunaan dana untuk keperluan PPK/PPS/KPPSIPPDPIPPLNlKPPSLN sebesar Rp..................................... (dengan hunrf) d a J m rangka penyelenggaraan Pemilu 2009 sesuai dengan ketentuan yang diatur obh Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum. Bukti-bukti pengeluaran terkait dengan penyaluran dan penggunaan dana tersebut di atas disimpan sesuai kdentuan pada Satuan Keja KPU.........................untuk kelengkapan agrniaistrasi dan keperluan pemeriksaan aparat pengawas fungsional. Demikian Surat Pemyataan ini dibuat dengan sebnamya.

Kuasa Pengguna Anggaran........

.................................................

NIP.

LAMPIRAN llla
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN NOMOR PER44 /PER008 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PENCAIRAN DANA PENYELENGGARAAN PEMILU 2009

DAFTAR RlNClAN DANA NO.
1.

URAIAN KEPERLUAN Panitia Pemilihan Kecarnatan (PPK)..................... Panitia Pernungutan Suara (PPS)......................... Kelornpok Penyelenggaran Pernungutan Suara (KPPS)............ Petugas Pemutakhiran (PPDP).............................. Data Pemilih

JUMLAH (RP)

.........................

2.

.........................
.........................

3.
4.

.........................

JUMLAH

Kuasa Pengguna Anggaran ........

................, ..............................

NIP.

LAMPIRAN Illb
PERATURAN DlREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN 44 IPBl2008 TENTANG PETUNJUK NOMOR PERPEIAKSANAAN PENCAIRAN DANA PENYELENGGARAAN PEMILU 2009

RlNClAN PENGGUNAAN DANA KEPERLUAN PPLNIKPPSLN NO. A.
1.

PERWAKILAN Wilavah ............................................. PPLNIKPPSLN.................................. PPLNIKPPSLN.................................. Dst...................................................... Jumlah Wilayah..................................

JUMLAH (RP)

1

......................... .........................

2.
3.

.........................

.........................
.........................
.........................

6.

Wilavah............................................... PPLNMPPSLN.................................. PPLNMPPSLN.................................. Dst..................................................... Jumlah Wilayah...................................

1.

2.
3 .

.........................
.........................

C.

Dst.......................................................

JUMLAH SELURUHNYA

.....................

Kuasa Pengguna Anggaran........

................................................

NIP.

Triwulan I11 Tahun 2008 tidak ada Surat Edaran Ditjen PBN Mengenai B E L A N J A D A E R AH ( Dana Perirnbangan, Dana Otonomi Khusus, Dana Penyesuaian )

N PEMBLAYAAN DALAM NEGERI .

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLlK INDONESIA DIREKTORATJENDERAL PERBENDAHARAAN

Gedung Perbendaharaan Lantai II JI. Lapangan Banteng Tirnur No.2-4 Jakarta 10710 Kotak Pos 1 139

Telepon

: 3449230 pswl. 5200

3450959 Faksirnile : 3457490 Website : www.~erbendaharaan.ao.~d

Yth.

1. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan 2. Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara

SUUAT EDARAN Nomor SE- 35 tIPBR008 TENTANG PENERBITAN SURAT KUASA UMUM PAJAK BUM1 DAN BANGUNAN DAN BEA PEROLEHAN HAK ATAS TANAH DAN BANGUNAN OLEHKEPALAKANTORPELAYANANPERBENDAMARAANNEGARA Sehubungan dengan teJah diterbitkannya Peraturan Menteri Keuangan Nomor 98PMK.0512008 tentang Pelimpahan Wewenang Penerbitan Surat Kuasa Umum Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara, dengan ini diminta perhatian Saudara atas hal-ha1 sebagai berikut: 1. Dengan berlakunya Peraturan Menteri Keuangan tersebut di atas, maka: a. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 42lPMK.0512007 tentang Pelimpahan Wewenang Penerbitan Surat Kuasa Umum Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan kepada Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara dicabut dan dinyatakan tidak berlaku; Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam tidak lagi rnendapat pengalokasian Dana Bagi Hasil PBB dan BPHTB untuk dana pendidikan.

b.

2.

Kepala KPPN agar: a. Mencabut Surat Kuasa Umum (SKU) kepada BankIKantor Pos Operasional Ill PBB dan BPHTB yang diterbitkan sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 42PMK.0512007;

b.

Menerbitkan SKU PBB dan SKU BPHTB berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 98lPMK.0512008 kepada Bank Operasional Ill yang barn sesuai Keputusan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor KEP-154/PB/2008 tentang Penunjukan BO Ill PBB dan Nomor KEP-155lPBl2008 tentang Penunjukan BO 111 BPHTB. Melaporkan pencabutan dan penerbitan SKU sebagaimana dimaksud pada huruf a dan b kepada Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan dengan tembusan kepada Direktur Pengelolaan Kas Negara, Direktorat Jenderal Perbendaharaan.

c.

3.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan diminta untuk mengawasi pelaksanaan Surat Edaran ini. Dernikian untuk dipedomani dan dilaksanakan sebagaimana mestinya. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 20 Agustus 2008 Direktur Jenderal. ttd.

,

Herry Pumomo NIP 060046544 Tembusan: 1. Menteri Keuangan 2. Direktur Jenderal Pajak 3. Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan 4. Direksi Bank Rakyat Indonesia, Bank Negara Indonesia, Bank Mandiri, seluruh Bank Pembangunan Daerah (untuk diteruskan ke seluruh kantor cabang yang bersangkutan) 5. Sekretaris dan para Direktur di Lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHAWN PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN NOMOR PER- 27 lPBl2008 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PENYALURAN DAN PENCAIRAN DANA PENGUATAN MODAL LEMBAGA USAHA EKONOMI PEDESAAN (DPM-LUEP) MELALUI KANTOR PELAYANAN PERBENDAHAWN NEGARA DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN, Menimbang
:

a. bahwa dalam rangka mendukung program pemerintah untuk menjaga stabilitas harga gabahlberas dan jagung produksi petani dan memfasilitasi pengembangan ekonomi di pedesaan serta memperkuat kelembagaan petani, Departemen Pertanian telah mengalokasikan Dana Penguatan Modal Lembaga Usaha Ekonomi Pedesaan (DPM-LUEP) dalam DIPA Tahun Anggaran 2008; b. bahwa untuk rnendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan dimaksud, perlu disusun petunjuk pelaksanaannya; c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan b, perlu menetapkan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyaluran dan Pencairan Dana Penguatan Modal Lembaga Usaha Ekonorni Pedesaan (DPM-LUEP) melalui Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara;

1

Mengingat

: 1. Undang-Undang Nornor

17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lernbaran Negara Republik lndonesia Tahun 2003 Nornor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4286);

2. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2004 Nornor 5, Tambahan Lernbaran Negara Republik lndonesia Nomor 4355);
3. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan, Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lernbaran Negara Republik lndonesia Tahun 2004 Nornor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nornor 4400);

4. Keputusan Presiden Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedornan Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (Lernbaran Negara Republik lndonesia Tahun 2002 Nornor 73, Tarnbahan Lernbaran Negara Republik lndonesia Nornor 4212) sebagairnana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nornor 72 Tahun 2004 (Lernbaran Negara Republik lndonesia Tahun 2004 Nornor 92, Tarnbahan Lernbaran Negara Republik lndonesia Nornor 4418); 5. Peraturan Menteri Keuangan Nornor 134/PMK.06/2005 tentang Pedornan Pernbayaran dalarn Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara; 6. Peraturan Menteri Keuangan Nornor 134/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja lnstansi Vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan;
7. Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nornor PER-66/PB/2005 tentang Mekanisrne Pelaksanaan Pernbayaran atas Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara;'

8. Peraturan Kepala Badan Ketahanan Pangan Nornor 03/Kpts/PP.330/ 1/01/2008 tentang Pedornan Urnurn Pelaksanaan Dana Penguatan Modal Lernbaga Usaha Ekonorni Pedesaan (DPMLUEP) untuk Pernbelian GabahIBeras dan Jagung di Tingkat Petani Tahun 2008; MEMUTUSKAN: Menetapkan

: PERATURAN

DIREKTUR JENDERAL TENTANG PETUNJUK PERBENDAHARAAN PELAKSANAAN PENYALURAN DAN PENCAIRAN DANA PENGUATAN MODAL LEMBAGA USAHA EKONOMI PEDESAAN (DPM-LUEP) MELALUI KANTOR PELAYANAN PERBENDAHARAANNEGARA.

BAB l KETENTUAN UMUM Pasall Dalarn Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini, yang dirnaksud dengan:
1. Daftar lsian Pelaksanaan Anggaran, yang selanjutnya disebut DlPA adalah dokumen pelaksanaan anggaran yang disusun oleh MenteriIPirnpinan Lembaga selaku Pengguna Anggaran dan disahkan oleh Menteri Keuangan selaku Bendahara Urnurn Negara.

2. Pengguna Anggaran adalah pejabat yang berwenang dan bertanggung jawab atas penggunaan anggaran pada Kernenterian NegaralLernbaga yang bersangkutan. 3. Kuasa Pengguna Anggaran adalah pejabat yang rnernperoleh kewenangan dan tanggung jawab dari Pengguna Anggaran untuk rnenggunakan anggaran yang dikuasakan kepadanya. 4. Surat Permintaan Pernbayaran, yang selanjutnya disebut SPP adalah dokurnen yang diterbitkan oleh Pejabat Pernbuat Kornitrnen yang berisi perrnintaan kepada Pejabat Penanda Tangan SPM untuk rnenerbitkan Surat Perintah Mernbayar sejurnlah uang atas beban bagian anggaran yang dikuasainya untuk untung pihak yang ditunjuk dan sesuai syarat-syarat yang ditentukan dalarn dokurnen perikatan yang rnenjadi dasar penerbitan SPP berkenaan. 5. Surat Perintah Mernbayar, yang selanjutnya disebut SPM adalah surat perintah yang diterbitkan oleh Pejabat Penanda Tangan SPM untuk dan atas narna Pengguna Anggaran kepada Bendahara Urnurn Negara atau kuasanya berdasarkan SPP untuk rnelakukan pernbayaran sejurnlah uang kepada pihak dan atas beban anggaran yang ditunjuk dalarn SPP berkenaan.

6. Surat Perintah Mernbayar Langsung, yang selanjutnya disebut SPM-LS adalah surat perintah rnernbayar langsung kepada pihak ketiga yang diterbitkan oleh Pengguna AnggaranlKuasa Pengguna Anggaran atas dasar perjanjian kontrak keja atau surat perintah kerja lainnya. 7. Surat Perintah Pencairan Dana, yang selanjutnya disebut SP2D adalah surat perintah yang diterbitkan oleh Kuasa Bendahara Urnurn Negara kepada Bank OperasionallKantor Pos dan Giro berdasarkan SPM untuk rnernindahbukukan sejurnlah uang dari Kas Negara ke rekening pihak yang ditunjuk dalarn SP2D berkenaan.

8. Pejabat Pernbuat Kornitrnen adalah pejabat yang diberi
kewenangan oleh Pengguna AnggaranIKuasa Pengguna Anggaran untuk rnengarnbil keputusan danlatau tindakan yang dapat rnengakibatkan pengeluaran atas beban belanja negara.

9. Pejabat Penanda Tangan SPM adalah pejabat yang diberi kewenangan oleh Pengguna AnggaranIKuasa Pengguna Anggaran untuk rnelakukan pengujian atas

SPP dan menerbitkan SPM.

10. Surat Pernyataan Tanggung Jawab Belanja, yang selanjutnya disebut SPTB adalah pernyataan tanggung jawab yang dibuat oleh Pengguna AnggaranIKuasa Pengguna Anggaran atas transaksi belanja sarnpai dengan jurnlah tertentu. 11. Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara, yang selanjutnya disebut KPPN adalah instansi vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan. 12. Dana Penguatan Modal, yang selanjutnya disebut DPM adalah dana talangan yang bersurnber dari alokasi Anggaran Pendapatan .dan Belanja Negara (APBN) yang digunakan oleh Lembaga Usaha Ekonomi Pedesaan untuk mernbeli gabahlberas dan jagung petani pada saat panen raya serta wajib dikernbalikan ke Kas Negara.

13. Lembaga Usaha Ekonorni Pedesaan, yang selanjutnya disebut LUEP adalah lernbaga yang berbadan hukurn atau berbadan usaha di pedesaan yang bergerak di bidang pernbelian, pengolahan, pengernasan, dan pernasaran gabahlberas dan jagung.
BAB I 1 PENYEDIAAN DAN PENGGUNAAN DANA

(1) DPM-LUEP dialokasikan oleh Departernen Pertanian dalarn DlPA Dekonsentrasi lingkup Badan Ketahanan Pangan Departemen Pertanian Tahun Anggaran 2008. (2) Jumlah dana yang tercanturn dalarn DlPA rnerupakan jurnlah pagu tertinggi yang tidak boleh dilarnpaui.

BAB Ill TATACARAPENGAJUANSPPDANPENERBITANSPM

(1) Guna pembayaran DPM-LUEP berdasarkan alokasi dana sebagairnana dirnaksud dalam Pasal 2, Pejabat Pernbuat Kornitrnen rnengajukan SPP kepada Pejabat Penanda Tangan SPM.
(2) Ketentuan mengenai tata cara dan persyaratan pengajuan SPP diatur dengan Peraturan Kepala Badan Ketahanan Pangan, Departernen Pertanian dengan

mengacu pada Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-66lPBl2005 tentang Mekanisme Pelaksanaan Pembayaran atas Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

(1) Pejabat Penanda Tangan SPM melakukan pengujian SPP yang diajukan oleh Pejabat Pembuat Komitmen sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3, yang meliputi sekurang-kurangnya:

a. b.

c. d.

Dokumen pendukung SPP sesuai peraturan perundang-undangan; Ketersediaan pagu anggaran dalam DlPA untuk memperoleh keyakinan bahwa tagihan tidak melampaui batas pagu anggaran; Kesesuaian rencana kerja danlatau kelayakan hasil keia yang dicapai dengan indikator keluaran; Kebenaran hak tagih yang terkait dengan: 1) Pihak yang ditunjuk untuk menerima pembayaran DPM-LUEP (nama penerima, alamat, nomor rekening, dan nama bank); 2) Nilai DPM-LUEP yang harus dibayar; 3) Jaduai waktu pembayaran.

e.

Pencapaian tujuan danlatau sasaran kegiatan sesuai dengan indikator keluaran yang tercantum dalam DlPA berkenaan danlatau spesifikasi teknis yang sudah ditetapkan dalam kontrak;

(2) Berdasarkan hasil pengujian sebagaimana dimaksud pada ayat (I), Pejabat Penanda Tangan SPM menerbitkan SPM-LS.

(3) Pejabat Penanda Tangan SPM menerbitkan SPM-LS secara penuhltanpa potongan pajak.
BAB IV PENCAIRAN DANA

(1) Pejabat Penanda Tangan SPM mengajukan SPM-LS kepada KPPN dengan melampirkan: a. Ringkasan Surat Perjanjian (format sebagaimana tercantum dalam Lampiran I Peraturan Direktur

Jenderal Perbendaharaan ini);

b.

SPTB (format sebagaimana tercantum dalarn Larnpiran II Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini).

KPPN rnelaksanakan pengujian atas SPM-LS sebagaimana dimaksud dalarn Pasal 5 dan menerbitkan SP2D untuk mentransfer dana ke rekening LUEP pada bank yang ditunjuk.

Penerbitan SP2D dilaksanakan sesuai dengan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-66lPBl2005 tentang Mekanisrne Pelaksanaan Pernbayaran atas Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. BAB V PENGEMBALIAN DANA PENGUATAN MODAL (DPM) Pasal8 (1) Selarnbat-lambatnya pada tanggal 15 Desember 2008, LUEP wajib rnengembalikan DPM sebesar dana yang diterirna ke rekening Bendahara Penerima pada BadanlDinasIKantorlUnit Kerja yang rnenangani ketahanan pangan provinsi. (2) Bendahara Penerima menyetorkan pengembalian DPM ke Kas Negara selarnbat-lambatnya 1 (satu) hari setelah tanggal penerirnaan pengembalian DPM dari LUEP dengan mempergunakan formulir Surat Setoran Pengembalian Belanja (SSPB) dengan menggunakan Mata Anggaran 536211 Kode Departemen 018 Kode Unit Organisasi 01I . (3) Dalam ha1 pengembalian DPM setelah tanggal sebagairnana dimaksud pada ayat (I), LUEP wajib membayar denda sebesar l 0 l 0 o (satu permil) untuk setiap hari keterlambatan dengan maksimum denda sebesar 5 % (lima persen), dari sisa tunggakan.
(4) Penyetoran denda atas keterlambatan pengembalian

DPM-LUEP rnenggunakan formulir Surat Setoran Bukan Pajak (SSBP) dengan rnenggunakan Mata Anggaran 423752 atau Mata Anggaran 423913 dalarn ha1 pembayaran denda yang dilakukan setelah tanggal 31 Desernber 2008.

(5) Ketentuan lebih lanjut mengenai pengernbalian DPM diatur dengan Peraturan Kepala Badan Ketahanan Pangan, Departernen Pertanian. BAB VI PELAPORAN DAN PERTANGGUNGJAWABAN Pasal9
(1) Kuasa Pengguna Anggaran wajib menyusun laporan

pertanggungjawabanpelaksanaan APBN. (2) Penyusunan laporan sebagairnana dimaksud pada ayat (1) dilakukan sesuai dengan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-66/PB/2005 tentang Mekanisrne Pelaksanaan Pernbayaran atas Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. BAB VII KETENTUAN LAIN-LAIN Pasall0 Dana yang tidak dicairkan pada KPPN setelah batas akhir tahun anggaran dinyatakan hangus. BAB Vlll KETENTUANPENUTUP Pasalll Peraturan Mel(twr Jendeml Perbendaharaan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Agar setiap orang rnengetahuinya, memerintahkan pengurnurnan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini dengan penempatannya dalarn Berita Negara Republik Indonesia Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 1 Juli 2008 DIREKTUR JENDERAL, ttd WERRY PURNOMO NIP 060046544

LAMPIRAN I
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHAWN NOMOR PER27 IPBI2W8 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PENYALURAN DAN PENCAIRAN DANA PENGUATAN MODAL LEMBAGA USAHA EKONOMI PEDESAAN MELALUI KANTOR PELAYANAN (DPM-LUEP) PERBENDAHARAANNEGARA

KOP SURAT

RINGKASAN SURAT PERJANJIAN Nornor dan tanggal DlPA Kode KegiatanISubkegiatanlMata Anggaran Nomor dan tanggal Surat Perjanjian Narna LUEP Alarnat LUEP Nilai Surat Perjanjian Uraian dan volume pekerjaan Ketentuan sanksi

..............................................
:

.............................................

(2)

(3) ..............................................
(4) ..............................................

(5) ..............................................

............................................. (6)
............................................. (7)
(8) ..............................................

a.n. Kuasa Pengguna Anggaran Pejabat Pembuat Komitrnen,

(Nama lengkap) NIP

Catatan: Apabila terjadi adendum Surat Perjanjian, data Ringkasan Surat Perjanjian agar disesuaikan dengan perubahan.

PETUNJUK PENGlSlAN RINGKASAN SURAT PERJANJIAN

NOMOR (1)
(2)

URAIAN ISlAN Diisi nomor dan tanggal DlPA Diisi kode kegiatan (4 digit), kode subkegiatan (4 digit), dan kode mata anggaran (6 digit) sesuai DlPA sebagaimana pada uraian isian (1) Diisi nomor serta tanggal, bulan, dan tahun Surat Perjanjian berkenaan Diisi nama LUEP, nomor rekening dan nama bank sesuai Surat Perjanjian Diisi alamat LUEP berkenaan Diisi nilai yang disepakati sesuai Surat Perjanjian berkenaan Diisi uraian persentase dan volume pekerjaan sesuai Surat Perjanjian Diisi penalti denda keterlambatan pengembalian Dana Penguatan Modal (DPM) minimum dan maksimum Diisi tempat serta tanggal, bulan, dan tahun pembuatan Ringkasan Surat Perjanjian Diisi tanda tangan, nama lengkap, dan NIP Pejabat Pembuat Komitmen, serta dibubuhi caplstempel dinas

(3)
(4)

(5)
(6)
!

(7) (8)

(9)

(10)

LAMPIRAN II
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN NOMOR PER27 lPB12008 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PENYALURAN DAN PENCAIRAN DANA PENGUATAN MODAL LEMBAGA USAHA EKONOMI PEDESAAN (DPM-LUEP) MELALUI KANTOR PELAYANAN PERBENDAHARAANNEGARA

KOP SURAT SURAT PERNYATAAN TANGGUNG JAWAB BELANJA Nomor: ..........................
1. Nama Satuan Kej a 2. Kode Satuan Kerja 3. Nomorrranggal DlPA 4. Kegiatan 5. Subkegiatan 6. Klasifikasi Belanja

: : :

: Belanja Modal (5362)

Yang bertanda tangan di bawah ini Kuasa Pengguna Anggaran Satuan Kerja ............................. rnenyatakan bahwa saya bertanggung jawab penuh atas segala pengeluaran yang dibayar lunas kepada yang berhak rnenerirna sesuai Surat Keputusan Kepala BadanlDinas/Kantor/Unit Kerja Provinsi yang menangani ... Ketahanan Pangan ....(nama provins~) nomor.............. tanggal......... tentang Lembaga Usaha Ekonomi Pedesaan danlatau KoperasiIKUDlKoptan dengan perincian sebagai berikut:

Bukti-bukti belanja tersebut di atas disimpan sesuai ketentuan yang berlaku pada Satuan Kerja.......................... untuk kelengkapan administrasi dan keperluan pemeriksaan aparat pengawas fungsional. Apabila dikemudian hari ditemukan penyimpangan dari penggunaan Dana Penguatan Modal Lembaga Usaha Ekonomi Pedesaan, saya siap mempertanggungjawabkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Dernikian Surat Pernyataan ini dibuat dengan sebenarn~a.
., <

(Tempat), (tanggal, bulan, tahun) Kuasa Pengguna Anggaranl Pejabat Pembuat Komitmen, (Nama lengkap) NIP

120

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN PERATURANDIREKTURJENDERALPERBENDAHARAAN NOMOR PER- 28 /PB/2008

PERUBAHANATASPERATURANDIREUURJENDERALPERBENDAHARAAN NOMOR PER-07lPBl2005 TENTANG TATA C A M PELAKSANAAN PEMBAYARAN MELALUI MEKANISME PEMBERIAN KUASA ANTARKUASA PENGGUNA ANGGARAN
DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN, a. bahwa untuk rnenyernpurnakan rnekanisrne pernberian Kuasa Antarkuasa Pengguna Anggaran, dipandang perlu dilakukan perubahan ketentuan yang diatur dalam Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nornor PER-07lPBl2005 tentang Tata Cara Pelaksanaan Pernbayaran rnelalui Mekanisme Pemberian Kuasa Antarkuasa Pengguna Anggaran; b. bahwa bedasarkan pertirnbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a, perlu rnenetapkan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan tentang Perubahan atas Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nornor PER-07lPBl2005 tentang Tata Cara Pelaksanaan Pernbayaran rnelalui Mekanisme Pernberian Kuasa Antarkuasa Pengguna Anggaran; Undang-Undang Nornor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tarnbahan Lernbaran Negara Republik lndonesia Nornor 4286); Undang-Undang Nornor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lernbaran Negara Republik lndonesia Tahun 2004 Nornor 5, Tarnbahan Lernbaran Negara Republik lndonesia Nornor 4355); Undang-Undang Nornor 15 Tahun 2004 tentang Perneriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2004 Nornor 66, Tarnbahan Lernbaran Negara Republik lndonesia Nomor 4400); Keputusan Presiden Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedornan Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (Lernbaran Negara Republik lndonesia Tahun 2002 Nornor 73, Tarnbahan Lernbaran Negara

Menimbang

:

Mengingat

:

1.

2.

3.

4.

Republik IRclbnasia Nomor 4212), sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 72 fahun 2004 (Lembann Negara Republik lndonesia Tahun 2004 Nomor 92, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4418); 5. Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan BarangIJasa Pernerintah (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2003 Nomor 120, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4330) sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2007; Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134/PMK.06/2005 tentang Pedoman Pembayaran dalam Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara; Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-07lPBl2005 tentang Tata Cara Pelaksanaan Pembayaran melalui Mekanisme Pemberian Kuasa Antarkuasa Pengguna Anggaran; Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-66lPBl2005 tentang Mekanisme Pelaksanaan Pembayaran atas Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara; MEMUTUSKAN: Menetapkan

6.

7.

8.

: PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAPJY
TENTANG PERUBAWAN ATAS PERATURAN DIREKTU. JENDERAL PERBENDAHARAAN NOMOR PER-07/PB/20GY TENTANG TATA CARA PELAKSANAAN PEMBAYARAN MELALUI MEKANISME PEMBERIAN KUASA ANTARKUASA PENGGUNA ANGGARAN. Bsberapa k&e-muan dalam Peraturan Direktur Jenderal Perbendahaman Nomor PER-07lPBl2005 tentang Tata Cara Pelaksarraan Pembayaran melalui Mekanisme Pemberian Kuasa Antarkuasa Pengguna Anggaran diubah sebagai betikut:
1. Ketentuan PZSl 2 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut:

(1) SKPA diterbitkan dalam rangka efisiensi dan efektivitas pelaksanaan pembayaran antarwilayah.

(2) SKPA diterbitkan per jenis belanja untuk jangka waktu 1 (satu) tahun anggaran sesuai format sebagairnana ditetapkan dalarn Lampiran I Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-07lPBl2005 tentang Tata Cara Pelaksanaan Pernbayaran rnelalui Mekanisme Pemberian Kuasa Antarkuasa.Pengguna Anggaran. (3) SKPA diterbitkan oleh KPA unit eselon yang lebih tinggi kepada KPA unit eselon yang lebih rendah. dalarn unit eselon I yang sama pada suatu Kernenterian NegaraILernbaga. (3a) SKPA sebagairnana dirnaksud pada ayat (3) tidak diperkenankan untuk diterbitkan dari satker instansi vertikal ke satker Dekonsentrasi danlatau Tugas Pernbantuan yang dikelola oleh dinas teknis di daerah. (4) KPA Penerirna tidak diperkenankan untuk rnenerbitkan SKPA lagi kepada KPA Penerirna lainnya. (5) SKPA diterbitkan sesuai program, kegiatan, subkegiatan, dan mata anggaran sebagaimana tercanturn dalarn DIPA.

(6) SKPA rnengurangi alokasi pagu anggaran KPA Asal dan rnenambah alokasi pagu anggaran KPA Penerirna.
(7) Pengecualian terhadap ketentuan pada ayat (3) dan (3a) dimungkinkan setelah rnernperoleh persetujuan Direktur Jenderal Perbendaharaan hanya untuk keadaan darurat (bencana alarn, kerusuhan sosial, dan penanggulangan penyakit rnenular).

(8) Pengecualian terhadap ketentuan pada ayat (4) dirnungkinkan setelah rnernperoleh persetujuan Direktur Jenderal Perbendaharaan hanya untuk penerbitan kernbali SKPA ke penerbit SKPA asal."
2. Ketentuan Pasal 7 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut: "Pasal7
(1)

KPA Penerirna rnenyarnpaikan SKPA yang diterima dalarn rangkap 3 (tiga) kepada KPPN Penerima pada saat pengajuan pertarna SPM yang diterbitkannya.

(2) KPPN Penerima meneliti SKPA sebagaimana mencocokkannya dengan dimaksud pada ayat (l), SKPA yang diterima dari KPPN Asal dan mempergunakannya sebagai dasar dalam penerbitan SP2D terkait dengan penguasaan penggunaan anggaran dimaksud.
(3) KPA Penerima melakukan pencatatan atas pengeluaran-pengeluaran yang berasal dari SKPA secara terpisah dari dana yang berasal dari DIPA." Pasal II Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengumuman Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 16 Juli 2008 DIREKTUR JENDERAL, ttd HERRY PURNOMO NIP 060046544

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN

m

PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN NOMOR PER- 29 lPB12008 TENTANG PETU~JUKPELAKSANAANPENYALURANDANPENCAIRAN DANA SUBSlDl HARGA KEDELAI TAHUN ANGGARAN 2008 DREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN,

I

Menimbang

: a.

bahwa dalarn rangka pernberian subsidi harga kedelai, telah ,dialokasikan dananya dalarn DlPA Tahun Anggaran 2008 Bagian Anggaran 062 Subsidi dan Transfer; \ bahwa dalam rangka pelaksanaan penyaluran dan pencairan dana sebagairnana dirnaksud pada huruf a, perlu diatur lebih lanjut petunjuk pelaksanaannya; bahwa berdasarkan pertirnbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan b, perlu rnenetapkan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyaluran dan Pencairan Dana Subsidi Harga Kedelai Tahun Anggaran 2008; Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lernbaran Negara Republik lndonesia Tahun 2003 Nornor 47, Tarnbahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nornor 4286);

b.

c.

Mengingat

: I. Undang-Undang

2.

Undang-Undang Nornor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lernbaran Negara Republik lndonesia Tahun 2004 Nornor 5, Tarnbahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nornor 4355); Undang-Undang Nornor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lernbaran Negara Republik lndonesia Tahun 2004 Nornor 66, Tarnbahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nornor 4400); Keputusan Presiden Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedornan Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (Lernbaran Negara Republik lndones~a Tahun 2002 Nomor 73, Tambahan Lernbaran Negara Republik lndonesia Nomor 4212) sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 72 Tahun 2004 (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2004

3.

4.

Nomar 92, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4418);

5 Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134/PMK.06/2005 .
tentang Pedoman Pembayaran dalam Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara; 6. Peraturan Bersama Menteri Perindustrian dan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Nomor 16lM-INDIPEW312008 dan Nomor 031PB/M.KUKM/111/2008 tentang Program Penyaluran Subsidi Harga Kedelai bagi UMK Tempenahu; Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-66lPBl2005 tentang Mekanisme Pelaksanaan Pembayaran atas Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara; Peraturan Direktur Jenderal lndustri Kecil dan Menengah Departemen Perindustrian Nomor 31lIKMlPEW512008 tentang Petunjuk Teknis Penyaluran Subsidi Harga Kedelai kepada UMK Tempemahu; MEMUTUSKAN: Menetapkan

7.

8.

-

PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAMRAAN TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PENYALURAN DAN PENCAIRAN DANA SUBSlDl HARGA KEDELAI TAHUN ANGGARAN 2008. BAB I KETENTWAN UMUM Pasall Dalam Peraturn Direktur Jenderal Perbendaharaan ini, yang dimaksud dengan: 1. Dana Subsidi Harga Kedelai adalah dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja NegaraPerubahan (APBN-P) Departemen Perindustrian Tahun Anggaran 2008 yang diberikan kepada Usaha Mikro dan Kecil tempeltahu untuk menjamin stabilisasi harga kedelai sebagai bahan baku. Usaha Mikro dan Kecil (UMK) tempeltahu adalah unit usaha produksi tempel tahu yang berhak menerima dana subsidi harga kedelai. Penjual adalah perorangan atau badan usaha yang ditetapkan oleh DinasISuku Dinas KabupatenIKota yang membidangi industri sebagai penjual kedelai bersubsidi, seperti Primer Koperasi Perajin tempeltahu (Prirnkopti),

2.

3.

koperasi Wn, ped.agang importirldistributor.

urnurn,

dan

outlet

Daftar lsian Pelaksanaan Anggaran, yang selanjutnya disebut DIPA adalah dokurnen pelaksanaan anggaran yang disusun oleh MenterilPirnpinan selaku Pengguna Anggaran dan disahkan oleh Menteri Keuangan selaku Bendahara Umum Negara. Pengguna Anggaran adalah pejabat yang berwenang dan bertanggung jawab atas penggunaan anggaran pada Kementerian NegWCernbaga yang bersangkutan. Kuasa Pengguna Anggaran adalah pejabat yang rnemperdeh kewenangan dan tanggung jawab dari Pengguna Anggaran untuk menggunakan anggaran yang dikuasakan kepadanya. Surat Permintan Pembayaran, yang selanjutnya disebut SPP adalah dokumen yang diterbitkan oleh Pejabat Pembuat Uomitmen yang berisi perrnintaan kepada Pejabat Penanda Tangan SPM untuk rnenerbitkan Surat Perintah Membyar sejumlah uang atas beban bagian anggaran yang dikuasainya untuk untung pihak yang ditunjuk dan sesuai syarat-syarat yang ditentukan dalarn dokumen periktan yang rnenjadi dasar penerbitan SPP berkenaan. Surat Perintah Mernbayar, yang selanjutnya disebut SPM adalah surat perintah yang diterbitkan oleh Pejabat Penanda Tangan SPM untuk dan atas narna Pengguna Anggaran kepada Bendahara Umurn Negara atau kuasanya berdasarkan SPP untuk rnelakukan pembayaran sejumlah uang kepada pihak dan atas beban anggaran yang ditunjuk dalam SPP berkenaan. Surat Perintah Membayar Langsung, yang selanjutnya disebut SPM-LS adalah surat perintah rnernbayar langsung kepada pihak ketiga yang diterbitkan oleh Pengguna AnggaranIKuasa Pengguna Anggaran atas dasar perjanjian kontrak kerja atau surat perintah kej a lainnya. Surat Perintah Pencairan Dana Langsung, yang selanjutnya disebut SP2D-LS adalah surat perintah yang diterbitkan oleh Kuasa Bendahara Urnurn Negara kepada bank operasionallkantor pos dan giro berdasarkan SPM untuk memindahbukukan sejumlah uang dari Kas Negara ke rekening pihak yang ditunjuk dalam SPM berkenaan. Pejabat Pembuat Komitmen adalah pejabat yang diberikan kewenangan oleh Pengguna AnggaranlKuasa

Pengguna Anggaran untuk rnengarnbil keputusan danlatau tindakan yang rnengakibatkan pengeluaran atas beban belanja negara.
12. Pejabat Penanda Tangan SPM adalah pejabat yang

diberikan kewenangan oleh Pengguna AnggaranIKuasa Pengguna Anggaran untuk melakukan pengujian atas SPP dan rnenerbitkan SPM.
13. Bendahara Pengeluaran adalah orang yang ditunjuk untuk menerirna, rnenyimpan, rnernbayarkan, rnenatausahakan, dan rnernpertanggung-jawabkan uang dalarn rangka pelaksanaan APBN pada Kernenterian NegaraILembaga danlatau Satuan Keja.
14. Surat Pernyataan Tanggung Jawab Belanja, yang

selanjutnya disebut SPTB adalah pemyataan tanggung jawab belanja yang dibuat oleh Pengguna AnggaranIKuasa Pengguna Anggaran atas transaksi belanja sarnpai dengan jumlah tertentu.
15. Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara, yang selanjutnya disebut KPPN adalah instansi vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan.

1 BAB I PENYEDIAAN DANA

(1) Dana subsidi harga kedelai dialokasikan dalam DlPA Bagian Anggaran 062 (Subsidi dan Transfer).

(2) Jumlah dana ymg tercantum dalarn DlPA untuk subsidi harga kedelai merupakan pagu tertinggi yang tidak dapat dilarnpaui.
BAB Ill TATACARAPENGAJUANSPPDANPENERBITANSPM

Dana subsidi harga kedelai disalurkan dari Kas Negara kepada rekenihg penjual rnelalui bank yang ditunjuk.

(1) Guna penyaluran dana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3, Pejabat Pernbuat Komitmen mengajukan SPP kepada Pejabat Penanda Tangan SPM. (2) Pejabat Penanda Tangan SPM melakukan pengujian terhadap SPP dimaksud dan menerbitkan SPM-LS. (3) Pejabat Penande Tangan SPM menerbitkan SPM-LS secara penuhltanpa potongan pajak.

(4) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pengajuan
SPP dan penerbitan SPM berpedoman pada Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER66lPB12005 tentang Mekanisme Pelaksanaan Pembayaran atas Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Peraturan Bersama Menteri Perindustrian dan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Nomor 16lM-INDIPER13/2008 dan tentang Program Nomor 03IPBIM.KUKMI111l2008 Penyaluran Subsidi Marga Kedelai bagi UMK TempeITahu, serta Peraturan Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah Departemen Perindustrian Nomor 31/IKMIPER/5/2008 tentang Petunjuk Teknis Penyaluran Subsidi Harga Kedelai kepada UMK Tempemahu.

.

BAB IV
PENCAIFtAN DANA

Pejabat Penanda Tangan SPM pada masing-masing lokasi mengajukan SPM-LS ke KPPN dengan melampirkan: a. SPTB (format sebagaimana tercantum dalam Lampiran I Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini); b. Daftar Rekapitulasi Ringkasan Surat Perintah Kerja dan Tagihan Realisasi Penyaluran Subsidi Harga Kedelai yang memuat nomor urut, nama penjual, nomor dan tanggal surat perintah kerja, alamat, nama banklnomor rekening penjual, jumlah uang yang ditagihkan kepada bank sejenis, dan keterangan (format sebagaimana tercantum dalam Lampiran II Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini).

(1) KPPN melaksanakan pengujian atas SPM-LS sebagaimana dirnaksud dalam Pasal5 dan menerbitkan SP2D untuk mentransfer dana ke rekening penjual pada bank yang ditunjuk. (2) SP2D yang diterbitkan KPPN Pembayar mencantumkan nama, alamat. nomor rekening, dan bank tempat dibukanya rekening penjual sesuai dengan SPM-LS yang dijadikan dasar Bank Operasional mitra kerja KPPN untuk mentransfer dana subsidi harga kedelai. BAB V PELAPORAN REALISAS1 ANGGARAN Pasal7 (1) Kuasa Pengguna Anggaran wajib menyusun Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. (2) Penyusunan laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nornor 171/PMK.0512007 tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat. BAB VI KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal8 Tata cara penyaluran dana subsidi harga kedelai kepada UMK tempeltahu diatur dalam Peraturan Bersama Menteri Perindustrian dan Menteti Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Namor 16/M-IND/PEW3/2008 dan Nomor 03/PB/M.KUKM/I1112008 tentang Program Penyaluran Subsidi Warga Kedelai bagi UMK Tempefrahu serta Peraturan Direktur Jenderal lndustri Kecil dan Menengah Departemen Perindustrian Nomor 31IIKM/PER/512008 tentang Petunjuk Teknis Penyaluran Subsidi Harga Kedelai kepada UMK TempeKahu.

Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah Departemen Perindustrian selaku Kuasa Pengguna Anggaran bertanggung jawab atas pelaksanaan penyaluran dana subsidi harga kedelai.

BAB Vlll KETENTUANPENUTUP Pasal 10 Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini rnulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Agar setiap orang rnengetahuinya, memerintahkan pengumuman Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 16 Juli 2008 DIREKTUR JENDERAL, ttd HERRY PURNOMO NIP 060046544

LAMPIRAN I
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN NOMOR PER29 IPB12008 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PENYALURAN DAN PENCAIRAN DANA SUBSlDl WRGA KEDELAl TAHUN ANGGARAN 2008

SURAT PERNYATAAN TANGGUNG JAWAB BELANJA
1.

2. 3.
4.

5.

Nama Satuan Kerja : Kode Satuan Kerja : Tanggall Nornor DIPA : Subkegiatan Klasifikasi Belanja* :

Yang bertanda tangan di bawah ini Kuasa Pengguna Anggaran Satuan Kerja ...... ... menyatakan bahwa saya bertanggung 1b penuh atas segala pengeluaran yang telah dibayar lunas kepada yang berhak menerima dengan perincian sebagai berikut: No. MA Penerirna Bukti lJraian Tanggal Nomor Jumlah

Jwmlah . Bukti-bukti belanja tersebut di atas disimpan sesuai ketentuan yang berlaku pada satuan kerja ...................... urrtuk keleflgkapan administrasi dan keperluan pemeriksaan aparat pengawas furrgsional.

I

Demikian Surat Pernyataan ini dibuat clengan sebenarnya. (tempt), (tanggal, bulan, dan tahun) Kuasa Pengguna Anggaranl Pejabat Pernbuat Kornitmen,

(nama lengkap) NlPlNRP ...
*SPTB dibual berdasarkan klasifikasi belsnja (4 digit)

1

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAMARAAN PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN NOMOR PER- 38 lPBl2008 TENTANG PETUNJUK PENCAIRAN DAN PENYALURAN DANA BANTUAN SOSIAL DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAIAM RANGKA RElNTEGRASl Dl PROVlNSl NANGGROE ACEH DARUSSALAM TAMUN ANGGAMN 2008 DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN, : a. ,bahwa untuk pernberian bantuan sosial dan pernberdayaan rnasyarakat dalam rangka reintegrasi di Propinsi Nanggroe Aceh Darussalarn, telah dialokasikan dananya dalam DIPA Tahun Anggaran 2008 Bagian Anggaran 069; b. bahwa dalarn rangka pelaksanaan pencairan dan penyaluran dana sebagaimana dimaksud pada huruf a, perlu di atur lebih lanjut petunjuk pelaksanaannya; Bahwa berdasarkan pertirnbangan sebagairnana dimaksud pada huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan DireMur Jenderal Perbendaharaan tentang Petunjuk Pencairan dan Penyaluran Dana Bantuan Sosial dan Pernberdayaan Masyarakat Dalam Rangka Reintegrasi di Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam Tahun Anggaran 2008; Undang-Undang Nornor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lernbaran Negara Republik lndonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4286); Undang-Undang Nornor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2004 Nornor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nornor 4355); Undang-Undang Nornor 15 Tahun 2004 tentang Perneriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2004 Nornor 66, Tarnbahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4400); Keputusan Presiden Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedornan Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2002 Nornor 73, Tarnbahan Lembaran Negara

Menimbang

c.

Mengingat

: 1.

2.

3.

4.

Republik Indonesia Nomor 4212) sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 72 Tahun 2004 (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2004 Nomor 92, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4418); 5. Peraturan Menten Keuangan RI Nomor 134/PMK.06/2005 tanggal 27 Desember 2005 tentang Pedoman Pembayaran dalam Pelaksanaan APBN; Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-66lPB12005 tanggal 28 Desember 2005 tentang Mekanisme Pelaksanaan Pembayaran atas Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. MEMUTUSKAN: Menetapkan

6.

: PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN
TENTANG PETUNJUK PENCAIRAN DAN PENYALURAN DANA BANTUAN SOSIAL DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM RANGKA RElNTEGRASl Dl PROVlNSl NANGGROE ACEH DARUSSALAM TAHUN ANGGARAN 2008. BAB l KETENTUAN UMUM Pasal I Dalam Peraturan DSrektur Jenderal Perbendaharaan ini yang dimaksud dengan: 1. Daftar lsian Pelaksanaan Anggaran yang selanjutnya disebut DIPA adalah dokwmen pelaksanaan anggaran yang disusun oleh MenteriIPimpinan Lembaga selaku Pengguna Anggaran dan disahkan oleh Menteri Keuangan selaku Bendahara Umum Negara. Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara yang selanjutnya disebut KPPN addlah instansi vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kwasa Pengguna Anggaran yang selanjutnya disebut Kuasa PA adalah pejabat yang memperoleh kewenangan dan tanggung jawab dari Pengguna Anggaran untuk menggunakan anggaran yang dikuasakan kepadanya. Pejabat Penandatangan SPM adalah Pejabat yang diberikan kewenangan wntuk menguji tagihan kepada

2.

3.

4.

negara dan rnenandatangani Surat Perintah Membayar.

5.

Bendahara Pengeluaran adalah orang yang ditunjuk rneneyirna, rnenyirnpan, rnernbayarkan, untuk rnenatausahakan dan rnernpertanggungjawabkan uang untuk keperluan belanja Negara dalam rangka pelaksanaan APBN pada kantorlsatker Kementerian NegaraILernbaga. SPP adalah suatu dokurnen yang dibuatlditerbitkan oleh pejabat yang bertanggung jawab atas pelaksanaan kegiatan dan disarnpaikan kepada Pengguna AnggaranIKuasa Pengguna Anggaran atau pejabat lain yang ditunjuk selaku pernberi kerja untuk selanjutnya diteruskan kepada pejabat penerbit SPM berkenaan, Surat Perintah Mernbayar yang selanjutnya disebut SPM adalah dokurnen yang diterbitkan oleh Pengguna AnggaranlKuasa Pengguna Anggaran atau pejabat lain yang ditunjuk untuk rnencairkan dana yang bersumber dad DIPA atau dokurnen lain yang dipersamakan. Surat Perin.tah Mernbayar Langsung yang selanjutnya disebut SPM-LS adalah surat perintah rnembayar langsung kepada pihak ketiga yang diterbitkan oleh Pengguna AnggaranIKuasa Pengguna Anggaran atau pejabat lain yang ditunjuk atas dasar pejanjian kontrak kerja atau surat perintah kerja lainnya. SP2D adalah surat perintah yang diterbitkan oleh KPPN selaku Kuasa Bendahara Urnum Negara untuk beban APBN pelaksanaan pengeluaran atas berdasarkan SPM.

6. Surat Perrnintaan Pernbayaran yang selanjutnya disebut

.

7.

8.

9. Surat Perintah Pencairan Dana yang selanjutnya disebut

10. Perjanjian Kerjasarna Penyaluran Dana yang selanjutnya disebut Perjanjian Kejasama adalah Perjanjian kerjasarna antara Kuasa Pengguna Anggaran pada Direktorat Jenderal Bantuan dan Jaminan Sosial Departernan Sosial dengan Kepala Dinas Sosial Provinsi Nanggroe Aceh Darussalarn rnengenai penyaluran dana bantuan sosial dan pernberdayaan rnasyarakat dalam rangka reintegrasi di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.
11. Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak yang selanjutnya disebut SPTJM adalah pemyataan tanggung jawab dari Kuasa PA atas pelaksanaan kegiatan pernberian dana bantuan sosial dan pemberdayaan rnasyarakat dalam rangka reintegrasi di Propinsi Nanggroe Aceh Darvssalarn.

BAB II PENYEDIAAN DANA (1) Alokasi dana untuk keperluan bantuan sosial dan pemberdayaan masyarakat dalam rangka reintegrasi di Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam, dituangkan dalam DlPA Bagian Anggaran 069 (Belanja Lain-Lain) (2) Jumlah dana yang tercantum dalam DlPA sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan pagu tertinggi yang tidak dapat dilampaui.
(3) Dalam rangka pelaksanaan DlPA berkenaan, Sekretaris Direktorat Jenderal Bantuan dan Jaminan Sosial Departemen Sosial bertindak sebagai Kuasa PA.

BAB Ill TATACARAPENGAJUANSPPDANPENERBITANSPM

(1) Pembayaran dana bantuan sosial dan pemberdayaan masyarakat dalam rangka reintegrasi di Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam Tahun Anggaran 2008 dilakukan melalui mekanisme Pembayaran Langsung (LS) kepada Bendahara Pengeluaran pada Direktorat Jenderal Bantuan dan Jaminan Sosial Departemen Sosial. (2) Untuk pembayaran dana sebagaimana dimaksud pada ayat (I), Pejabat Pembuat Komitmen mengajukan Surat Permintaan Pembayaran Langsung (SPP-LS) kepada Pejabat Penanda Tangan SPM, dilampiri sekurangkurangnya: a. b. c. d. e. Surat Perjanjian Kerjasama, Kuitansi yang disetujui oleh Kuasa PA atau Pejabat yang ditunjuk, Rincian Penggunaan Dana, Surat Keputusan mengenai Penetapan Penerima Bantuan, Surat keterangan dari Kuasa PA, bahwa kewajiban pajak yang timbul dalam pelaksanaan kegiatan pemberian dana bantuan akan diselesaikan sesuai ketentuan.

(3) Pejabat Penanda Tangan SPM melakukan pengujian terhadap SPPLS kemudian menerbitkan SPM-LS

sesuai ketentuan.

BAB IV PENGAIRAN DANA

(1) Pencairan dana bantuan sosial dan pemberdayaan rnasyarakat dalam rangka reintegrasi di Propinsi Nanggroe Aceh Darussalarn Tahun Anggaran 2008 dilakukan rnelalui mekanisrne Pernbayaran Langsung (LS) kepada Bendirhara Pengeluaran pada Direktorat Jenderal Bantuan dan Jarninan Sosial Departemen Sosial.
a

(2) Guna pencairan dana dirnaksud pada ayat (1) Kuasa PA rnengajukan SPM-LS kepada KPPN Jakarta I, dengan Uilarnpiri: a. b. c. Resume Pejanjim Kejasarna, Surat Pemyataan Tanggung Jawab Mutlak, sebagairnana format Lampiran I Rincian Penggunaan Dana, sebagairnana format Larnpiran II.

(1) KPPN Jakarta I rnelakukan pengujian atas SPM-LS sebagairnana dirnaksud pada Pasal 4 ayat (2), dan kernudian rnenerbitkan SP2D-LS serta mentransfer dana ke Rekening Bendahara Pengeluaran Direktorat Jenderal Bantuan dan Jarninan Sosial Departernen Sosial pada bank yang ditunjuk. I rnelakukan pencairan dana (2) KPPN Jakarta sebagaimana dirnaksud pada ayat (1) secara penuh tanpa potongan.
(3) Untuk mnarnpung dana sebagairnana dirnaksud pada ayat (I), Kuasa PA mernbuka Rekening Bendahara Pengeluaran tersendin.

(4) Paling larnbat 1 (satu) hari setelah rnenerirna SP2D dari KPPN Jakarta I sebagairnana dirnaksud pada ayat (l), Bendahara Pengeluaran hams rnentransfer seluruh dana sebesar SP2D berkenaan ke rekening Dinas Sosial Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam.

BAB V
PENYALURAN DANA Pasal6 (1) Untuk penyaluran dana bantuan sosial dan pemberdayaan masyarakat dalam rangka Reintegrasi di dibuat Perjanjian Propinsi Nanggroe Aceh Da~ssalam Kejasama antara Kuasa PA dengan Kepala Dinas Sosial Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam. (2) Dana sebagaimana dimaksud pada ayat ( I ) meliputi dana untuk keperluan: I. Bantuan pemberdayaan ekonomi bagi eks TapollNapol. 2. Bantuan bagi masyarakat korban konflik, 3. Bantuan pembangunan rumah rusawterbakar, 4. Bantuan untuk ormasllembaga/masyarakat lainnya, 5. Bantuan beasiswa untuk anak-anak terimbas konflik, 6. Penunjang kegiatan a sampai dengan e, yang digunakanl dikelola oleh Dinas Sosial Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam. (3) Tata cara penyaluran dan pertanggungjawaban atas penggunaan dana tersebut pada ayat (1) berpedoman pada ketentuan yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Bantuan dan Jaminan Sosial Departemen Sosial yang mengacu pada ketentuan pengelolaan keuangan negara.

(4) Sisa dana yang tidak digunakan oleh Dinas Sosial Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam danlatau tidak tersalurkan oleh Badan Reintegrasi-Damai Aceh KabupatenlKota pada akhir Tahun Anggaran 2008 harus disetor ke Rekening Kas Negara paling lambat tanggal 31 Desember 2008.
BABVI
'

PELAPORAN REALISAS1ANGGARAN DAN PERTANGGUNGJAWABAN PENYALURAN DANA Pasal7 (1) Kuasa PA wajib menyusun laporan pertanggungjawaban pelaksanaan dana bantuan sosial dan pemberdayaan masyarakat dalam rangka reintegrasi di Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam.

(2) Penyusunan lapofan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan ,sesuai dengan Peratumn Menteri Keuangan Nomar 171/PMK.05/2007 tentang Sistem

Akuntansi dan Pelapran Keuangan Pernerintah Pusat. (3) Dinas Sosial Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam menyampaikan laporan pertanggungjawaban penyaluran dan penggunaan dana secara berkala setiap bulan kepada Direktorat Jenderal Bantuan dan Jaminan Sosial Departemen Sosial. BAB VII KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal8
(1) Pajak-pajak yang timbul dalam pelaksanaan kegiatan genggunaan dana bantuan diselesaikan sesuai ketentuan.

(2) Kuasa PA bertanggung jawab sepenuhnya terhadap penggunaan dana bantuan sosial dan pernberdayaan masyarakat dalam rangka reintegrasi di Propinsi Nanggroe Aceh Darussalarn yang tertuang dalarn DIPA. (3) Hal-ha1 yang tidak diatur dalam Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini mengikuti ketentuan yang diatur dalam Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-66lPBl2005 tentang Mekanisme Pelaksanaan Pembayaran atas Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. BAB Vlll KETENTUANPENUTUP Pasal9 Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Agar setiap orang mengetahuinya, mernerintahkan pengumurnan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 3 September 2008 DIREKTUR JENDERAL, ttd HERRY PURNOMO NIP 060046544

LAMPIRAN I
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN NOMOR PER- 38 IPBR008 TENTANG PETUNJUK PENCAIRAN DAN PENYALURAN DANA BANTUAN SOSIAL DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM RANGKA REINTEGRASI Dl PROVlNSl NANGGROE ACEH DARUSSALAM TAHUN ANGGARAN 2008.

SURAT PERNYATAAN TANGGUNG JAWAB MUTLAK Yang bertanda tangan di bawah ini. Sekretaris Direktorat Jenderal Bantuan dan Jaminan Sosial Departemen Sosial selaku Kuasa Pengguna Anggaran pada pelaksanaan DlPA TA.2008 BA.069 Nomor:................menyatakan dengan sesungguhnya bahwa saya bertanggung jawab penuh atas penyaluran dana sebesar Rp..........................( dengan huruf) untuk kegiatan pemberian bantuan sosial dan pemberdayaan masyarakat dalam rangka reintegrasi di Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam sesuai dengan Perjanjian Kerjasama. Bukti-bukti pengeluaran terkait dengan pemberian bantuan sosial dan pemberdayaan masyarakat dalam rangka reintegrasi di Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam tersebut di atas disimpan sesuai ketentuan pada Satuan Kerja Ditjen Bantuan dan Jaminan Sosial Departemen Sosial untuk kelengkapan administrasi dan keperluan pemeriksaan aparat pengawasan fungsional. Demikian Surat Pernyataan ini dibuat dengan sebenamya.

................ , .............................. 2008 Kuasa Pengguna Anggaran ........

NIP

LAMPIRAN I1
PERATURAN DIREKTUR JENOERAL PERBENDAHARAAN NOMOR PER- 38 IPBR008 TENTANG PETUNJUK PENCAIRAN DAN P N A U A DANA BANTUAN SOSlAL EYLRN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT OALAM RANGKA REINTEGRASI Dl PROVlNSl NANGGROE ACEH DARUSSAIAMTAHUN ANGGARAN 2008.

RlNClAN PENGGUNAAN DANA NO.
1.

URAIAN KEPERLUAN
Bantuan pemberdayaan ekonomi bagi eks TapoV Napol.......... Bantuan bagi rnasyarakat korban konflik................................. Bantuan pembangunan rumah rusaklterbakar........................ Bantuan untuk ormasllembaga/masyarakatlainnya................ Bantuan beasiswa untuk anak-anak terimbas konflik............. Penunjang kegiatan 1 sampai dengan 5, yang digunakanl dikelola oleh Dinas Sosial Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam..

JUMLAH (RP)

.........................
.........................

2.

3.
4.

.........................
.........................

5.
6.

.........................

.........................

JUMLAH

Kuasa Pengguna Anggaran........

NIP.

V PEMBIAYAAN LUAR NEGERI .

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN NOMOR PER- 30 lPBl2008 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PENYALURAN DAN PENCAIRAN DANA LOAN NOMOR JBIC IP-543 (PROYEK PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR SOSIAL EKONOMI WILAYAHIREGIONAL INFRASTRUCTURE FOR SOCIAL AND ECONOMIC DEVELOPMENTPROJECT) DIeKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN, Menimbang
:

a.

bahwa dalarn rangka rnernpercepat pernbangunan ekonomi masyarakat yang berbasis surnber daya lokal, rnengurangi kesenjangan antarwilayah, pengentasan kemiskinan di daerah perdesaan, rnernperbaiki pengelolaan pernerintahan, dan penguatan institusi di perdesaan, Pernerintah lndonesia rnernperoleh dana pinjarnan dari pernerintah Jepang rnelalui Japan Bank for International Cooperation (JBIC)) untuk rnernbiayai kegiatan Regional Infrastructure for Social and Economic Development Project (RISE); Bahwa dalarn rangka pengelolaan dana Loan JBlC IP543 diperlukan petunjuk pelaksanaan penyaluran dan pencairan dana pinjarnan dirnaksud;

b.

Mengingat

:

bahwa berdasarkan pertimbangan sebagairnana dirnaksud pada huruf a dan b, perlu rnenetapkan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyaluran dan Pencairan Dana Loan Nornor JBlC IP-543 (Proyek Pengernbangan lnfrastruktur Sosial Ekonorni WilayahlRegional Infrastructure for Social and Economic Development Project); 1. Undang-Undang Nornor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lernbaran Negara Republik lndonesia Tahun 2003 Nornor 47, Tarnbahan Lernbaran Negara Republik lndonesia Nornor 4286); 2. Undang-Undang Nornor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lernbaran Negara Republik lndonesia Tahun 2004 Nornor 5, Tarnbahan Lernbaran Negara Republik lndonesia Nornor 4355);

c.

3. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang

Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4400); 4. Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2001 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 1995 tentang Bea Masuk, Bea Masuk Tambahan, Pajak Pertambahan Nilai, dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah dan Pajak Penghasilan dalam Rangka Pelaksanaan Proyek Pernerintah yang Dibiayai Dengan Hibah atau Dana Pinjaman Luar Negeri (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2001 Nomor 48, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4092); 5. Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengadaan Pinjaman danlatau Penerimaan Hibah serta Penerusan Pinjaman danlatau Hibah Luar Negeri (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2006 Nomor 3, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4597); 6. Keputusan Presiden Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2002 Nomor 73, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4212), sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 72 Tahun 2004 (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2004 Nomor 92, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4418); Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134lPMK.0612005 tentang Pedoman Pembayaran dalam Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara; 8. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 131/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Keuangan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 54/PMK.01/2007; 9. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja lnstansi Vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan; 10. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 143/PMK.05/2006 tentang Tata Cara Penarikan Pinjaman danlatau Hibah Luar Negeri; 11. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 239/KMK.0111996 tentang Bea Masuk, Bea Masuk Tambahan, Pajak Pertambahan Nilai, dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah dan Pajak Penghasilan dalam Rangka 7.

148

Pelaksanaan Proyek Pernerintah yang Dibiayai dengan Hibah atau Dana Pinjarnan Luar Negeri sebagaimana telah diubah terakhir dengan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 486lKMK.0412000; 12. Surat Keputusan Bersarna (SKB) Menteri Keuangan dan Menteri Negara Perencanaan Pembangunan NasionalIKetua Bappenas Nomor 185lKMK.0311995 dan KEP.O31/KET15/1995 tentang Tata Cara Perencanaan, Pelaksanaan, Penatausahaan, dan Pernantauan PinjarnanIHibah Luar Negeri dalarn Rangka Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, sebagaimana telah diubah dengan SKB Nornor 459lKMK.0311999 dan KEP264lKETl0911999; 13.' Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nornor PER-66lPBl2005 tentang Mekanisme Pelaksanaan Pernbayaran atas Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara; MEMUTUSKAN: Menetapkan

: PERATURAN

DIREKTUR JENDERAL TENTANG PETUNJUK PERBENDAHARAAN PELAKSANAAN PENYALURAN DAN PENCAIRAN DANA LOAN NOMOR JBIC IP-543 (PROYEK PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR SOSIAL EKONOMI WILAYAHIREGIONAL INFRASTRUCTURE FOR SOCIAL AND ECONOMIC DEVELOPMENTPROJECT). BAB l KETENTUAN UMUM Pasall

Dalarn Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini, yang dirnaksud dengan: Regional Infrastructure for Social and Economic Development Project (RISE) adalah kegiatan yang dibiayai dari pinjarnan Pernerintah Jepang melalui Japan Bank for International Cooperation (JBIC) untuk mernbiayai pernbangunan ekonorni rnasyarakat yang berbasis surnber daya lokal, mengurangi kesenjangan antarwilayah, pengentasan kerniskinan di derah pedesaan, rnernperbaiki pengelolaan pernerintahan, dan penguatan institusi di pedesaan Indonesia Barat. Executing Agency adalah Kernenterian NegaraILernbaga yang rnenjadi penanggung jawab secara keseluruhan atas pelaksanaan kegiatan.

3.

4.

No Objection Letter yang selanjutnya disebut NOL adalah persetujuan dari pemberi pinjamanlhibah atau donor atas suatu kontrak dengan jumlah batasan tertentu atau tanpa batasan nilai berdasarkan jenis pekerjaan yang sudah ditandatangani. Initial Deposit adalah dana awal yang dapat ditarik dari pinjamanlhibah luar negeri dan ditransfer ke Rekening Khusus (Special Account) setelah Naskah Pejanjian PinjamanIHibah Luar Negeri (NPPHLN) dinyatakan efektif. Withdrawal Application adalah dokumen yang digunakan untuk melakukan penarikan Initial Deposit dana pinjamanlhibah, pengisian kembali Rekening Khusus, danlatau penarikan untuk penggantian atas pengeluaran-pengeluaran yang telah dibayarkan terlebih dahulu oleh pemerintah. Closing Date adalah batas akhir pembayaran dana pinjamanlhibah luar negeri oleh pihak PPHLN dalam rangka pengisian Rekening Khusus atau penggantian dana talangan. disebut DlPA adalah dokumen pelaksanaan anggaran yang disusun oleh MenteriIPimpinan Lembaga selaku Pengguna Anggaran dan disahkan oleh Menteri Keuangan selaku Bendahara Umum Negara.

5.

6.

7 Daftar lsian Pelaksanaan Anggaran yang selanjutnya .

8.

Pengguna Anggaran yang selanjutnya disebut PA adalah pejabat yang berwenang dan bertanggung jawab atas penggunaan anggaran pada Kementerian NegaraILembaga yang bersangkutan. Kuasa Pengguna Anggaran yang selanjutnya disebut Kuasa PA adalah pejabat yang memperoleh kewenangan dan tanggung jawab dari PA untuk menggunakananggaranyang dikuasakan kepadanya.

9.

10. Kantor Pelayanan Perbendaheraan Negara yang selanjutnya disebut KPPN adalah instansi vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang memperoleh kewenangan selaku Kuasa Bendahara Umum Negara. 11. Kas Negara adalah tempat penyimpanan uang negara yang ditentukan oleh Menteri Keuangan selaku Bendahara Umum Negara untuk menampung seluruh penerimaan negara dan membayar seluruh pengeluaran negara. 12. Rekening Khusus (Special Account) adalah Rekening Pemerintah yang berada di Bank Indonesia atau Bank Pemerintah lainnya yang ditunjuk oleh Menteri Keuangan yang dibuka untuk menampung dana

150

pinjarnanl hibah luar negeri yang digunakan untuk pernbiayaan kegiatan pernbangunan. 13. Surat Perintah Mernbayar yang selanjutnya disebut SPM adalah surat perintah yang diterbitkan oleh Pejabat Penanda Tangan SPM untuk dan atas narna PA kepada Bendahara Urnurn Negara atau kuasanya berdasarkan Surat Perrnintaan Pernbayaran (SPP) untuk rnelakukan pernbayaran sejurnlah uang kepada pihak dan atas beban bagian anggaran yang ditunjuk dalarn SPP berkenaan.
14. Surat Perintah Pencairan Dana yang selanjutnya disebut SP2D adalah surat perintah yang diterbitkan oleh Kuasa Bendahara Urnurn Negara kepada Bank , OperasionalIKantor Pos dan Giro untuk rnernindahbukukan sejurnlah uang dari Kas Negara ke rekening pihak yang ditunjuk dalarn SPM berkenaan.

Spesifikasi pinjarnan sebagai berikut: 1. Nornor Loan 2. 4. 5. 7. 8. 9. Nornor Register Effective Date Closing Date Nomor Rekening Khusus A Nornor Rekening Khusus B Initial Deposit A 3. Tanggal Penandatanganan

:

JBlC IP-543

: 21586401 : 29 Maret 2007 : 26 Juli 2007

6. Jurnlah Pinjarnan

: : : :

26 Juli 2014 JPY 3,519,000,000 601.0551 11 601.0561 11 JPY 3,000,000,000 (untuk Kategori A) Sesuai kebutuhan 6 (enarn) bulan (untuk Kategori B)

10. Initial Deposit B

11. ExecutingAgency

:

Direktorat Jenderal Cipta Karya, Departemen Pekerjaan Umum

BAB II PEMBEBANAN DAN PEMBAYARAN Pasal3 (1) Tata cara pernbayaran dana pinjarnan untuk Kategori A

dan B menggunakan mekanisme Rekening Khusus dan

untuk Kategori C dengan mekanisme Pembayaran Langsung (Direct Payment) danlatau Leiter of Credit. (2) Pembayaran dengan mekanisme Rekening Khusus dibebankan ke Rekening Khusus Nomor 601.055111 untuk Kategori A dan Nomor 601.0561 11 untuk Kategori 6 pada Kantor Pusat Bank Indonesia di Jakarta. (3) Pembayaran dilakukan secara proposional sesuai kategori dan persentase pernbiayaan dana Loan JBlC lP-543 sebagaimana tercantum dalam Lampiran Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini. BAB Ill PENCAlRAN DANA Pasal4 (1) Pencairan dana dilakukan melalui penerbitan SP2D oleh KPPN atas dasar SPM yang diajukan oleh PNKuasa PA berdasarkan DIPA. (2) Pada SPM dicantumkan nilai, nomor, dan tanggal kontrak termasuk adendum, nomor dan tanggal BAP, nomor pinjaman, nomor register, kode dan besarnya persentase (porsi) kategori, dan tanggal NOL (apabila disyaratkan). (3) KPPN hanya diperkenankan menerbitkan SP2D atas beban' pinjaman ini sampai dengan tanggal 26 April 2014. (4) Untuk keperluan pembayaran kontrak-kontrak dalam valuta asing, tidak diperkenankan merupiahkan tagihan valuta asing (sesuai Surat Edaran Direktur Jenderal SE-43/N61/0392 tentang Anggaran Nomor Pembayaran Mata Uang AsingNaluta Asing atas Beban Rekening Khusus jo. Surat Edaran Direktur Jenderal Anggaran Nomor SE-32/N63/0295 tentang Pembayaran Mata Uang AsingNaluta Asing (Valas) dan Surat Edaran Direktur Jenderal Anggaran Nomor SE130lN1989 tentang Petunjuk Tata Cara Penyaluran Pembiayaan Training dalam Rangka Bantuan Luar Negeri melalui Rekening Khusus). ' (5) Pengajuan dokumen untuk pembayaran sebagaimana dimaksud pada ayat (4) disampaikan kepada KPPN Khusus Jakarta VI.

BAB IV PENGlSlAN KEMBALI DANA REKENING KHUSUS Pasal5 (7) Executing Agency bersama PNKuasa PA menyusun dan menyiapkan konsep Withdrawal Application dalam rangka Replenishment/ Reimbursement sebagai berikut: a. PAlKuasa PA mengirimkan copy SP2D Rekening Khusus beserta dokumen pendukungnya kepada ExecutingAgency. b. Berdasarkan laporan Rekening Koran yang diterima dari Bank Indonesia, Direktorat Pengelolaan Kas Negara menyampaikan copy rekening koran Rekening Khusus loan berkenaan kepada ExecutingAgency. c. Berdasarkan copy rekening koran Rekening Khusus dan copy SP2D Rekening Khusus yang diterima, Executing Agency menyiapkan dan menyampaikan draft Withdrawal Application dalam rangka Replenishment/Reimbursement ke Direktorat Jenderal Perbendaharaan c.q. Direktorat Pengelolaan Kas Negara. (2) Direktorat Pengelolaan Kas Negara memeriksa dan meneliti Withdrawal Application yang diterima dari Executing Agency. Setelah Withdrawal Application dinyatakan benar, Direktorat Jenderal Perbendaharaan c.q Direktorat Pengelolaan Kas Negara membuat covering letter Withdrawal Application dan menyampaikan secara lengkap Withdrawal Application tersebut kepada Lender.

(3) Apabila Executing AgencylKuasa PA tidak melaksanakan kewajiban untuk menyampaikan aplikasi replenishmenVreimbursement secara berkala, dan mengakibatkan ketidaktersediaan saldo dana Rekening Khusus di Bank Indonesia, maka Direktorat Jenderal Perbendaharaan c.q. Direbrat Pengelolaan Kas Negara dapat menerbitkan surat perintah penghentian pembayaran sementara kepada KPPN. (4) Pembayaran kembali atas penghentian sementara sebagaimana dimaksud pada ayat (3), dapat dilaksanakan setelah KPPN menerima surat pemberitahuan dari Direktorat Jenderal Perbendaharaan c.q. Direktorat Pengelolaan Kas Negara.

(5) Pengisian kembali dana rekening khusus dilaksanakan secara berkala dengan penyampaian aplikasi Replenishment kepada Direktorat Pengelolaan Kas Negara sesuai prosedur yang berlaku dan menjadi tanggung jawab Executing Agency bersangkutan. (6) Executing Agency bertanggung jawab menyusun laporan keuangan dalam rangka audit dan JBlC sebagaimana menyampaikannya kepada tercantum dalam loan agreement berkenaan. BAB V PELAPORAN DAN PENGlRlMAN DOKUMEN

(1) Setiap hari Senin KPPN KBI mengirimkan dokumen asli Daftar SP2D Rekening Khusus beserta copy SP2D Rekening Khusus atas seluruh transaksi penerbitan SP2D Rekening Khusus minggu sebelumnya dengan sarana expedisi tercepat. (2) Setiap hari Senin KPPN non-KBI mengirimkan dokumen asli Daftar SPB dan SPB beserta copy SP2D Rekening Khusus atas seluruh transaksi penerbitan SP2D Rekening Khusus minggu sebelumnya dengan sarana expedisi tercepat. (3) Pengiriman dokumen sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan (2), dikelompokan per masing-masing kode pinjamanthibah luar negeri dalam satu surat pengantar. (4) Pengiriman dokumen sebagaimana dimaksud pada ayat ( I ) dan (2), di alamatkan kepada: Direktorat Pengelolaan Kas Negara Subdirektorat Dana Pinjaman dan Hibah Gedung Perbendaharaan I Lantai IV Jalan Lapangan Banteng Timur No. 2-4 Jakarta 10710 TelepontFaksimili: (021) 3864779,'(021) 3524548, (021) 3840515, dan (021) 3840516 e-mail: d~h~kn@~erbendaharaan.ao.id BAB VI KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal7
(1) PPN, PPnBM, dan PPh yang terutang untuk porsi PinjamanIHibah Luar Negeri dilaksanakan sesuai peraturan perundang-undangan.

(2) Pengesahan Faktur Pajak dan SSP dilaksanakan sesuai peraturan perundang-undangan.
(1) Pengeluaran atas

,

SP2D yang telah membebani rekening khusus tetapi belum dimintakan penggantiannya dari pemberi pinjamanlhibah dinyatakan backlog sampai dengan SP2D Rekening Khusus berkenaan diajukan ReplenishrneniYReirnbursernent dan telah mendapat penggantian.

(2) Pengeluaran atas SP2D Rekening Khusus berdasarkan SPM yang diajukan oleh PAlKuasa PA yang tidak sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam NPPHLN dikategorikan sebagai pengeluaran ineligible.
(3) Pengeluaran yang dikategorikan ineligible sebagaimana dimaksud pada ayat (2), menjadi tanggung jawab Kernenterian NegaraILembaga yang bersangkutan dan hams diperhitungkan dalam revisi DIPA tahun anggaraan berjalan atau dibebankan dalam DlPA tahun anggaran berikutnya.

(4) Sesuai ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (3), Direktur Pengelolaan Kas Negara menyampaikan surat kepada Pimpinan Kementerian NegaraILernbaga dengan tembusan Direktur Jenderal Anggaran untuk mengajukan Revisi DlPA dimaksud dengan uraian "untuk keuntungan Rekening Kas Umum Negara".
BAB VII KETENTUANPENUTUP

Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Agar setiap orang mengetahuinya, rnemerintahkan pengumuman peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 16 Juli 2008 DIREKTUR JENDERAL, ttd

HERRY PURNOMO
NIP 060046544

155

LAMPIRAN
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN NOMOR PER30 IPBI2008 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PENYALURAN DAN PENCAIRAN DANA LOAN NOMOR JBlC IP-543 (PROYEI< PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR SOSIAL EKONOMI WILAYAHIREGIONAL INFRASTRUCTURE FOR SOCIAL AND ECONOMIC DEVELOPMENTPROJECT)

KATEGORI DAN PRESENTASE PEMBIAYAAN DANA LOAN NOMOR JBlC IP-543 (REGIONAL INFRASTRUCTURE FOR SOCIAL AND ECONOMIC DEVELOPMENT PROJECT)
1

Code

Category

Amount of the Loan Allocated (in million Japanese Yen)

% of Expenditure to be Financed

A

Construction Works 1. Contruction Works 2. Local Management Assisten Micro-Credit (Pilot)

20,866

100

B

179

,

100

c
D E

..6onsu@g Services
Contingencies Unavailable Balance

.

'

.

..

.

1,422 1,052 0 23,519

lQ0

Total

156

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN NOMOR PER- 35 IPBl2008 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PENYALURAN DAN PENCAIRAN DANA PINJAMAN IDA CREDIT NUMBER 4204-IND (THIRD WATER SUPPLY AND SANITATION FOR LOW-INCOME COMMUNITIES PROJECT-PAMSIMAS) DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN, Menimbang
:

a. bahwa dalam rangka meningkatkan akses pelayanan air minum dan sanitasi bagi masyarakat miskin perdesaan dan peri-urban serta menciptakan perilaku hidup bersih, Pemerintah lndonesia memperoleh dana Pinjaman dari International Development Association (IDA) yang diadministrasikan oleh Bank Dunia untuk membiayai Third Water Supply and Sanitation for Low-Income Communities Project-PAMSIMAS; b. bahwa untuk pengelolaan dana IDA Credit Number 4204-IND, perlu petunjuk pelaksanaan penyaluran dan pencairan dana pinjaman dimaksud;
c. bahwa

berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan b, perlu menetapkan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyaluran dan Pencairan Dana Pinjaman IDA Credit Number 4204-IND (Third Water Supply and Sanitation for Low-Income Communities Projec-PAMSIMAS);

Mengingat

:

1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4286);
2. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4355); 3. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4400);

4. Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2001 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 1995 tentang Bea Masuk, Bea Masuk Tambahan, Pajak Pertambahan Nilai, dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah dan Pajak Penghasilan dalam Rangka Pelaksanaan Proyek Pemerintah yang Dibiayai dengan Hibah atau Dana Pinjaman Luar Negeri (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2001 Nornor 48, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4092); 5. Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengadaan Pinjaman danlatau Penerimaan Hibah serta Penerusan Pinjaman danlatau Hibah Luar Negeri (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2006 Nomor 3, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4597); 6. Keputusan Presiden Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2002 Nomor 73, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4212) sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 72 Tahun 2004 (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2004 Nomor 92, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4418); 7. Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan BarangNasa lnstansi Pemerintah (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2003 Nomor 120, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4330) sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 85 Tahun 2006 tentang Perubahan Keenam atas Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003;

.

8. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134/PMK.06/2005 tentang Pedoman Pembayaran dalam Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara;
9. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 131/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Keuangan sebagairnana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nornor 54/PMK.01/2007;

10. Peraturan Menteri Keuangan Nornor 134/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja lnstansi Vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan;

11. Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Keuangan dan Menteri Negara Perencanaan Pembangunan

158 .

NasionallKetua Bappenas Nornor 185lKMK.0311995 dan Kep.031IKet/511995 tentang Tata Cara Perencanaan, Pelaksanaan, Penatausahaan, dan Pernantauan PinjarnanIHibah Luar Negeri dalarn Rangka Peiaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, sebagairnana telah diubah dengan SKB Nornor 459lKMK.0311999 dan KEP-264lKETl0911999; 12. Keputusan Menteri Keuangan Nornor 239lKMK.0111996 tentang Bea Masuk, Bea Masuk Tarnbahan, Pajak Pertarnbahan Nilai, dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah dan Pajak Penghasilan dalam Rangka Pelaksanaan Proyek Pernerintah yang Dibiayai dengan Hibah atau Dana Pinjaman Luar Negeri sebagaimana telah diubah terakhir dengan Keputusan Menteri Keuangan Nornor 486lKMK.0412000;
13. Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nornor PER-66/PBl2005 tentang Mekanisrne Pelaksanaan Pernbayaran atas Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara;

MEMUTUSKAN: Menetapkan

: PERATURAN

DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PENYALURAN DAN PENCAIRAN DANA PINJAMAN IDA CREDIT NUMBER 4204-IND (THIRD WATER SUPPLY AND SANITATION FOR LOW-INCOME COMMUNITIES PROJECT-PAMSIMAS). BAB 1 KETENTUAN UMUM Pasal I

Dalarn Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini, yang dirnaksud dengan:

1. IDA Credit Number 4204-IND adalah pinjarnan yang bersurnber dari International Development Association (IDA) untuk rneningkatkan akses pelayanan air rninurn dan sanitasi bagi rnasyarakat rniskin perdesaan dan periurban serta rnenciptakan perilaku hidup bersih rnelalui prornosi kesehatan lingkungan dan penyediaan prasaranal sarana air rninurn serta sanitasi berbasis rnasyarakat yang berkelanjutan dan rnarnpu diadaptasi oleh Pernerintah Daerah dan rnasyarakat rnenuju tercapainya target Millenium Development Goals

(MDGs).

2. Pemberi Pinjarnan Luar Negeri yang selanjutnya disebut PPLN adalah pemerintah suatu negara asing, lembaga multilateral, lembaga keuangan dan lernbaga nonkeuangan asing, serta lembaga keuangan non-asing, yang berdomisili dan melakukan kegiatan usaha di luar wilayah negara Republik Indonesia, yang rnemberi pinjaman kepada Pemerintah Indonesia.
3. Naskah Perjanjian Pinjarnan Luar Negeri yang selanjutnya disebut NPPLN adalah naskah perjanjian atau naskah lain yang disarnakan yang rnemuat kesepakatan mengenai pinjarnan luar negeri antara Pernerintah Indonesia dan PPLN.

4. Executing Agency adalah Direktorat Jenderal Cipta Karya Departernen Pekerjaan Umum.

5. Implementing Agency adalah Direktorat Jenderal Bina Daerah, Direktorat Jenderal Pembangunan Pernberdayaan Masyarakat dan Desa Departemen Dalarn Negeri, dan Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Departemen Kesehatan, serta Direktorat Jenderal Cipta Karya Departernen Pekerjaan Umum.

6. Satuan Kerja yang selanjutnya disebut Satker adalah Unit Pelaksana Program PAMSIMAS di tingkat Pusat, Provinsi, dan KabupatenIKota. Di tingkat Pusat, Satker berada di setiap unit eselon 11, yaitu Direktorat Fasilitasi Penataan Ruang dan Lingkungan Hidup Direktorat Jenderal Bina Bangda Departemen Dalam Negeri, Direktorat Sumber Daya Alam dan Teknologi Tepat Guna Ditjen Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Departemen Dalarn Negeri, Direktorat Penyehatan Lingkungan Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Departernen Kesehatan, dan Satker Pembinaan PAMSIMAS di Direktorat Pengembangan Air Minum Direktorat Jenderal Cipta Karya Departernen Pekerjaan Umum. 7. Lembaga Keswadayaan Masyarakat yang selanjutnya disebut LKM adalah pelaksana kegiatan Program yang terdiri dari anggota rnasyarakat yang dipilih dari desa bersangkutan secara demokratis dengan memperhatikan potensi kelembagaan masyarakat hasil program pernberdayaan terdahulu, kesetaraan jender, dan sosial (social and gender balance).
8. Surat Perjanjian Pemberian Bantuan yang selanjutnya disebut SPPB adalah perjanjian pernberian bantuan yang berkekuatan hukum antara LKM dengan Satker

9. No Objection Letter yang selanjutnya disebut NOL adalah persetujuan dari pemberi pinjamanlhibah atau donor atas suatu kontrak dengan jumlah batasan tertentu atau tanpa batasan nilai berdasarkan jenis pekerjaan yang ditetapkan.
10. Initial Deposit adalah dana awal yang dapat ditarik dari pinjaman luar negeri dan ditransfer ke Rekening Khusus (SpecialAccount), setelah NPPLN dinyatakan efektif.
11. Withdrawal Application adalah dokumen yang digunakan

untuk melakukan penarikan Initial Deposit dana pinjaman, pengisian kembali Rekening Khusus, danlatau penarikan untuk penggantian atas pengeluaranpengeluaran yang telah dibayarkan terlebih dahulu oleh pemerintah. 12. Closing Date adalah tanggal batas akhir pembayaran dana pinjaman luar negeri oleh pihak PPLN dalam rangka pengisian Rekening Khusus atau penggantian dana talangan.
13. Daftar lsian Pelaksanaan Anggaran yang selanjutnya

disebut DlPA adalah dokumen pelaksanaan anggaran yang dibuat oleh Menteril Pimpinan Lembaga selaku Pengguna Anggaran dan disahkan oleh Menteri Keuangan selaku Bendahara Umum Negara.
14. Pengguna Anggaran, yang selanjutnya disebut PA

adalah pejabat yang berwenang dan bertanggungjawab atas penggunaan anggaran pada Kementerian NegaralLembaga yang bersangkutan.
15. Kuasa Pengguna Anggaran yang selanjutnya disebut Kuasa PA adalah pejabat yang memperoleh kewenangan dan tanggung jawab dari PA untuk menggunakananggaranyangdikuasakan kepadanya.

-16.Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara yang selanjutnya disebut KPPN adalah instansi vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang memperoleh kewenangan selaku Kuasa Bendahara Umum Negara. 17. Kas Negara adalah tempat penyimpanan uang negara yang ditentukan oleh Menteri Keuangan selaku Bendahara Umum Negara untuk menampung seluruh penerimaan negara dan membayar seluruh pengeluaran negara.
18. Rekening Khusus (Special Account) adalah rekening pemerintah yang berada di Bank Indonesia atau bank

pemerintah lainnya yang ditunjuk Menteri Keuangan yang dibuka untuk menampung dana pinjaman luar negeri yang digunakan untuk pembiayaan kegiatan pembangunan.
19. Surat Perintah Membayar yang selanjutnya disebut SPM adalah surat perintah yang diterbitkan ofeh Pejabat Penandatangan SPM untuk dan atas nama PA kepada Bendahara Umum Negara atau kuasanya berdasarkan Surat Permintaan Pernbayaran (SPP) untuk melakukan pembayaran sejumlah uang kepada pihak dan atas beban bagian anggaran yang ditunjuk dalarn SPP berkenaan.

20. Surat Perintah Pencairan Dana yang selanjutnya disebut SPPD adalah surat perintah yang diterbitkan oleh Kuasa Bendahara Umum Negara kepada Bank OperasionalIKantor Pos dan Giro untuk memindahbukukan sejumlah uang dari Kas Negara ke rekening pihak yang ditunjuk dalam SPM berkenaan.

21. Uang Persediaan yang selanjutnya disingkat UP adalah uang rnuka keja dalam jumlah tertentu yang bersifat daur ulang (revoiving), diberikan kepada Bendahara Pengeluaran hanya untuk rnembiayai kegiatan operasional kantor sehari-hari Satuan Kerja yang tidak dapat dilakukan dengan pembayaran langsung. 22. Tarnbahan Uang Persediaan yang selanjutnya disingkat TUP adalah uang yang diberikan kepada Satuan Kerja untuk kebutuhan yang sangat mendesak ddam satu buian melebiM pagu UP yang ditetapkan.
23. Surat Pemyataan Tanggung Jawab Belanja yang selanjutnya disingkat SPTB adalah pemyataan tanggung jawab belanja -yang dibuat oleh PAIKuasa PA atas transaksi belanja.

Pasal2 Spesifikasi pinjaman luar negeri adalah sebagai berikut: a. Nomor Perjanjian b. Nomor Register c. Tanggal Penandatanganan d. Effective Date e. Closing Date
:

:

IDA Credit 4204-IND 10764001 27 Desember 2007

:

6 Juni 2008
30 Juni 2013

:
:

f. Jumlah Pinjaman g. Jumlah Initial Deposit
h. Nomor Rekening Khusus i. Executing Agency

SDR 94.100,000,Proyeksi Kebutuhan 6 (enam) Bulan : 601.28041 1 : Direktorat Jenderal Karya Cipta Departemen Pekerjaan Umum
:

j.

ImplementingAgency

:

1. Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah, Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Departemen Dalam Negeri. 2. Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Departemen Kesehatan. 3. Direktorat Jenderal Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum.

BAB II
PEMBEBANAN DAN PEMBAYARAN DANA

Pasal3 (1)Tata cara pembayaran dana pinjaman menggunakan mekanisme Rekening Khusus.

(2) Pernbayaran dibebankan pada Rekening Khusus Nornor 601.280411 pada Kantor Pusat Bank Indonesia di Jakarta. (3) Pernbebanan dan pembayaran dilakukan secara proporsional sesuai dengan daftar persentase pernbiayaan IDA Credit Number 4204-IND sebagaimana tercanturn dalarn Larnpiran I Peratwan Direktur Jenderal ini. BAB Ill PENCAIRAN DANA (1) Pencairan dana dilakukan rnelalui penerbitan SP2D oleh KPPN atas dasar SPM yang diajukan oleh PNKuasa PA berdasarkan DIPA. (2) Pada SPM tercanturn nilai, nomor, dan tanggal kontrak terrnasuk adendurn, nornor dan tanggal BAP, nomor pinjarnan, nornor register, kode kategori, dan besarnya porsi pernbiayaan serta tanggal NOL (apabila disyaratkan). (3) Pembayaran rnelalui rnekanisrne UPITUP, SP2D tidak rnernbebani Rekening Khusus sebagairnana dirnaksud dalarn Pasal 3 ayat (2), tetapi mernbebani rekening Kas Negara. (4)Sisa UP yang rnasih ada pada bendahara pada akhir tahun anggaran hams disetor ke rekening Kas Negara selambat-lambatnya tanggal 31 Desember tahun anggaran berkenaan. (5) Pertanggungjawaban atas UPITUP dilaksanakan sesuai Surat Edaran Direktur Jenderal Perbendaharaan Nornor SE-77lPB12005 tentang Tata Cara Penerbitan SP2D Rekening Khusus pada KPPN.
(6) Untuk keperluan pernbayaran kontrak-kontrak dalarn valuta asing fvalas), tidak diperkenankan merupiahkan tagihan valas tersebut (sesuai Surat Edaran Direktur Jenderal Anggaran Nomor SE-43/Al61/0392 tentang Pernbayaran Mata Uang AsingNaluta Asing atas Beban Rekening Khusus jo. Surat Edaran Direktur Jenderal Anggaran Nornor SE-32lN63/0295 tentang Pernbayaran Mata Uang AsingNaluta Asing dan Surat Edaran Direktur Jenderal Anggaran Nornor SE-130lN1989 tentang Tata Cara Penyaluran Pernbiayaan Training dalam Rangka Bantuan Luar Negeri rnelalui Rekening

Khusus).

(7) Pengajuan dokumen untuk pembayaran sebagaimana dimaksud pada ayat (6) disampaikan kepada KPPN Khusus Jakarta VI.
(8) Pembayaran terhadap kontrak-kontrak yang mensyaratkan NOL, dapat dilaksanakan apabila SPM yang diajukan dilampiri copy "NOL" sesuai dengan Surat Edaran Direktur Jenderal Anggaran Nomor SE104/Al2000 tentang Penggantian Format NOL for Disbursement (Form 38) Bantuan IBRD menjadi Form 384P (untuk pekerjaan kategori goods and works) dan Form 384C (untuk pekerjaan kategori consultant) atas kontrak yang bersangkutan.

(1) Pencairan dana kategori 1 (Goods, workshops, and training under Parts A and E of the Project), kategori 2 (Goods, workshops, training, and studies under Parts B of the Project), dan Kategori 4 (Consultants' services) sebagaimana tercantum dalam Lampiran I Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

(2) Pencairan dana untuk Kategori 3 Grants (Hibah Desa): a. Tahap I sebesar 20% (dua puluh persen) dari nilai kontrak dengan dilampiri:
1)

Ringkasan KontraWRingkasan SPPB (format sebagaimana tercantum dalam Lampiran I 1 Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini); Daftar Nomor Rekening LKM (format sebagaimana tercantum dalam Lampiran Ill Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini); SPTB.

2)

3)
b.

Tahap II sebesar 40% (empat puluh persen) dari nilai kontrak dapat dicairkan setelah Dana Tahap I telah dimanfaatkan sekurang-kurangnya 90%, dengan dilampiri: 1) 2) 3) Ringkasan KontrakIRingkasan SPPB; Daftar Nomor Rekening LKM; SPTB

c.

Tahap Ill sebesar 40% (empat puluh persen) dari nilai kontrak dapat dicairkan setelah Dana Tahap I dan Tahap I telah dirnanfaatkan sekurang1 kurangnya 90%, dengan dilarnpiri:
1)

Ringkasan KontrakIRingkasanSPPB; Daftar Nomor Rekening LKM; SPTB

2)
3)

BAB IV PENGISIAN KEMBALI DANA REKENING KHUSUS Pasal6 (1) Executing Agency bersama PAlKuasa PA menyusun dan rnenyiapkan konsep W~Yhdrawal Application dalam rangka Replenishment/ Reimbursement sebagai berikut: a. PAlKuasa PA mengirirnkan copy SP2D Rekening Khusus beserta dokurnen pendukungnya kepada ExecutingAgency. Berdasarkan Laporan Rekening Koran yang diterima dari Bank Indonesia, Direktorat Pengeldaan Kas Negara menyampaikan copy Rekening Koran Rekening Khusus pinjaman berkenaan kepada ExecutingAgency. Berdasarkan copy Rekening Koran Bank lndonesia yang diterima dari Direktorat Pengelolaan Kas Negara dan copy SP2D Rekening Khusus beserta dokumen pendukungnya yang diterirna dari PAIKuasa PA, Executing Agency menyiapkan dan rnenyampaikan drafl Withdrawal Application dalam rangka Replenishment/ Reimbursement ke Direktorat Jenderal Perbendaharaan c.q. Direktorat Pengelolaan Kas Negara.

b.

c.

(2) Direktorat Pengelolaan Kas Negara memeriksa dan meneliti Withdrawal Application yang diterima dari Executing Agency. Setelah Withdrawal Application dinyatakan benar, Direktorat Jenderal Perbendaharaan c.q. Direktorat Pengelolaan Kas Negara membuat covering letter Withdrawal Application dan rnenyampaikan secara lengkap Withdrawal Application tersebut kepada pernberi pinjaman.
(3) Apabila Executing Agency tidak melaksanakan kewajibannya sebagaimana dimaksud pada ayat (I), yang mengakibatkan saldo dana yang tersedia pada Rekening Khusus berkenaan di Bank lndonesia tidak

mencukupi, Direktur Jenderal Perbendaharaan c.q. Direktur Pengelolaan Kas Negara dapat menertitkan surat perintah penghentian pembayaran sementara kepada KPPN bersangkutan. (4) Pembayaran kembali atas penghentian sementara sebagaimana dimaksud pada ayat (3), dapat dilaksanakan setelah KPPN menerima surat pemberitahuan dari Direktorat Jenderal Perbendaharaan c.q. Direktorat Pengelolaan Kas Negara.
(5) Pengisian kembali dana Rekening Khusus dilaksanakan secara berkala dengan menyampaikan aplikasi Replenishment kepada Direktorat Pengelolaan Kas Negara sesuai prosedur yang berlaku dan menjadi tanggung jawab ExecutingAgency bersangkutan.

(1) Dalam ha1 dipersyaratkan Executing Agency menyusun Financial Statement of Special Account (FISSA) untuk kepentingan audit penggunaan rekening khusus oleh auditor.
(2) FISSA yang telah diperiksa oleh auditor sebagaimana dimaksud pada ayat (I), disampaikan Executing Agency kepada Direktur Jenderal Pengelolaan Utang u.p Direktur Pinjaman dan Hibah Luar Negeri untuk selanjutnya diteruskan kepada PPLN berkenaan.

BAB V PELAPORAN DAN PENGlRlMAN DOKUMEN

(1) Untuk keperluan pelaporan, KPPN mengirimkan copy SPPD dan copy SPM.
(2) Dokumen sebagaimana dimaksud pada ayat (I), dikirimkan setiap hari Senin yang diterbitkan pada minggu sebelumnya dan dialamatkan kepada:

Direktorat Pengelolaan Kas Negara Subdirektorat Dana Pinjaman dan Hibah Gedung Perbendaharaan I Lantai IV JI. Lapangan Banteng Timur No. 2-4, Jakarta 10710 TeleponeIFaksimili : 021-3864779 e-mail : d~h~knd~erbendaharaan.ao.id

(3) Penyampaian dokumen sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dikelompokkan per masing-masing pinjarnan luar negeri dalam satu surat pengantar.
BAB VI KETENTUAN LAIN-LAIN

(1) PPN, PPnBM dan PPh yang terutang untuk porsi pinjaman luar negeri dilaksanakan sesuai peraturan perundang-undangan.

(2) Pengesahan Faktur Pajak dan SSP dilakukan sesuai
peraturan perundang- undangan. Pasal 10
(1) Pengeluaran atas SP2D yang telah membebani Rekening Khususl Rekening Antara tetapi belum dimintakan penggantiannya kepada PPLN dinyatakan backlog sampai dengan SPPD Rekening Khusus berkenaan diajukan replenishment~'rejmbursementdan telah mendapat penggantian.

(2) Pengeluaran atas SP2D Rekening Khusus berdasarkan SPM yang diajukan oleh PAIKuasa PA yang tidak sesuai dengan ketentuan sebagairnana diatur d a l m NPPLN dikategorikan sebagai pengeluaran ineligible.

(3) Pengeluaran yang dikategorikan ineligible sebagaimana dirnaksud pada ayat (2), rnenjadi tanggung jawab penuh Kementerian NegaralLembaga yang bersangkutan dan harus diperhitungkan dalam revisi DlPA Kementerian NegaraILembaga tahun anggaran berjalan atau dibebankan dalarn DlPA Kementerian NegaraILembaga tahun anggaran berikutnya.
(4) Sesuai ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (3), Direktur Pengelolaan Kas Negara menyarnpaikan surat kepada pirnpinan Kernenterian NegaraILembaga dengan tembusan Direktur Jenderal Anggaran untuk mengajukan revisi DlPA dimaksud dengan uraian "untuk keuntungan Rekening Kas Urnum Negara".

BAB VII KETENTUANPENUTUP Pasalll Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Agar setiap orang mengetahuinya, rnemerintahkan pengumurnan peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 23 Juli 2008 DIREKTUR JENDERAL, ttd HERRY PURNOMO NIP 060046544

P E P A W OIREUNR JENDERN P E R B E N O A H W NOUOR PER35 IPBRm ENTANG PETUWK PEWSANMN P E N Y A L W D M PENCNWW DAN4 IDA C a a T N ME U B R 423440 (THIRD WATER SUPPLY rWD SAWTATION FOR LOWlNCaUE C U U l E PR(UEC. OUN S n
PMISM)

LAMPIRAN I

DAFTAR PERSENTASE PEMBIAYAAN IDA CREDITNUMBER 4204-IN0 THIRD WATER SUPPLY AND SANITATION FOR LOW-INCOME COMMUNITIESPROJECT-PAMSIMAS No. 1 Uraian Kategori Goods,workshops and training under Paris A and E of the Project Goods,workshops, training and studies under Pad B of the Project
I

Amount Of Allocated (expressed in SDR) 2,900,000

Kode Kategon' 13

Pemntage of Expenditures to be Financed 100%

SOE ThresholdslNOL ( US0 Eqv)

: 2 US0 50.000 Goods Workshops : SOE Training : SOE : r USD 50.000 Goods Workshops : SOE Training : SOE
SOE

2

9.200.000

23

100%

3
4

Grants Consultant' seNices

70,100,000 11.000.000

3
43

100% of Grant amount disbursed 100% of expenditures incurred in FY 2008 and F Y 2009; 40 % of expenditurns incuned in FY 2010; and 15 % of expenditures incuned in Fiscal Years aRer FY 2010

r US0 50.000 (Individual)
2

100,ooo,( m r= )i

5

Unalbcated JUM LAH

900.000
94,100,000

Catatan 1 Untuk kategon 1') Goods under Pad A and Pad E of the pmlect, yang nnllalnya dalam pengapan SPP-LS leblh atau sama dengan equlvalen US0 50.000 dllampln NOL 2 Unluk kategon 2') Goods under Pad B of the Pnyect, yang nllalnya dalam pengajuan SPP-LS leblh atau sama dengan equlvalen US0 50.000 dllampln NOL 3 Untuk kategon 4') Consultants' S e ~ c e s ,pembebanan tefbadap kategon tersebut atas kontrak yang dllakukan dengan pe~sahaan (PT. CV, dan lam-Ian) yang nlla~nya leblh atau sama dengan equlvalen US0 100,000 dalam pengajuan SPP-LS h a ~ dllarnp~nNOL dan Bank Dunla, untuk tndlvldual nrlalnya leblh atau sama dengan equlvalen USD 50.000 S

170

LAMPIRAN II
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN NOMOR PER35 /PBnOOB TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PENYALURAN DAN PENCAIRAN DANA IDA CREDIT NUMBER 4204-IND (THIRD WATER SUPPLY AND SANITATION FOR LOW-INCOME COMMUNITIES PROJECPAMSIMAS)

KOP SURAT

RINGKASAN KONTRAW RINGKASAN SURAT PERJANJIAN PEMBERIAN BANTUAN (SPPB) Nomor dan tanggal DlPA Kode Kegiatan/Subkegiatan/Mata Anggaran Nomor dan tanggal Surat Perjanjian Nama LKM Alamat LKM Nilai Surat Perjanjian Uraian dan volume pekerjaan Cara Pembayaran

.................................................................. (1)
:

................................................................. (2)

.................................................................. (3)

..................................................................(4) .................................................................. (5) ..................................................................(6)
..................................................................(7) ................................................................... (8)

a.n. Kuasa Pengguna Anggaran Pejabat Pembuat Komitmen,

(Nama lengkap) NIP

Catatan: Apabila terjadi adendum Surat Perjanjian, data Ringkasan Surat Pejanjian agar disesuaikan dengan perubahan.

PETUNJUK PENGISIAN RINGKASAN KONTRAKI RINGKASAN SURAT PERJANJIAN PEMBERIAN BANTUAN (SPPB)

NOMOR
(1) (2)

URAIAN ISlAN Diisi nomor dan tanggal DlPA

-

Diisi kode kegiatan (4 digit), kode subkegiatan (4 digit), dan kode mata anggaran (6 digit) sesuai DlPA sebagaimana pada uraian isian (I) Diisi nomor serta tanggal, bulan, dan tahun Surat Perjanjian berkenaan

(3)

I

1

(4)

(5)
(6) (7)
(8)
(9)

I

1

Diisi nama LKM, nama Bank yang ditunjuk, dan nomor rekening (sesuai Surat Perjanjian) Diisi alamat LKM berkenaan Diisi nilai yang disepakati sesuai Surat Perjanjian berkenaan Diisi uraian persentase dan volume pekerjaan sesuai Surat Perjanjian Diisi cara pembayaran pemberian bantuan Diisi tempat serta tanggal, bulan, dan tahun pembuatan Ringkasan Kontrakl Ringkasan Surat Perjanjian Pemberian Bantuan Diisi tanda tangan, nama lengkap, dan NIP Pejabat Pembuat Komitmen, serta dibubuhi captstempet dinas

1
I

(10)

LAMPIRAN Ill
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHAWN NOMOR PER35 PBROOB TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PENYALURAN DAN PENCAIRAN DANA IDA CRWIT NUMBER 4204-IND (THIRD WAER SUPPLY AND SANITATION FOR LOW-INCOME COMMUNITIES PRWEC PAMSIMAS)

KOP SURAT DAFTAR NOMOR REKENING LKM Sehubungan dengan pengajuan Surat Permintaan Pembayaran nomor................ tanggal .................... dengan ini disampaikan nama LKM dan nomor rekeningnya pada Bank............ [nama bank] Cabang..............,sebagai berikut:

Kami bertanggungjawab sepenuhnya atas isi Daftar Nomor Rekening ini. Demikian Dafiar Nomor Rekening ini dibuat untuk digunakan sebagaimana mestinya. Mengetahui, Pejabat Penanda Tangan SPM, (Tempat), (tanggal, bulan, tahun) Kuasa Pengguna Anggaran,

(Nama lengkap) NIP Rekapitulasi Pembayaran ini sebagai lampiran SP2D Nomor : Tanggal : KPPN ........................................... Kepala Seksi Perbendaharaan ...., (Nama lengkap) NIP

(Nama lengkap) NIP

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN NOMOR PER- 36 IPBl2008 TENTANG PETUNJUKPELAKSANAANPENYALURANDANPENCAIRANDANAHIBAH TF 091414 (TECHNICAL ASSISTANCE TO INDONESIA NATIONAL SINGLE WINDOW, MULTI DONOR TRUST FUND TO SUPPORT PUBLIC FINANCIAL MANAGEMENTAND REVENUEADMlNlSTRA TlON REFORM PROJECT-PFM MDTF) DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN, Menimbang
:

a. bahwa dalarn rangka rneningkatkan kontribusi sektor publik bagi pengembangan sosial-ekonorni melalui peningkatan kapasitas, efisiensi, pengelolaan, dan transparansi pernberdayaan surnber dana publik, Pemerintah lndonesia rnernperoleh dana hibah dari International Bank for Reconstruction and Development (IBRD) yang diadrninistrasikan oleh Bank Dunia melalui Technical Assistance to lndonesia National Single Window, Multi Donor Trust Fund to Support Public Financial Management and Revenue Administration Reform Project (PFM MDTF); b. Bahwa untuk pengelolaan dana hibah TF 091414, perlu petunjuk pelaksanaan penyaluran dan pencairan dana hibah dirnaksud; c. bahwa berdasarkan pertirnbangan sebagaimana dirnaksud dalarn huruf a dan b, perlu rnenetapkan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyaluran dan Pencairan Dana Hibah TF 091414 (Technical Assistance to lndonesia National Single Window, Multi Donor Trust Fund to Support Public Financial Management And Revenue Administration Reform Project-PFM MDTF);

Mengingat

: 1.

Undang-Undang Nornor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lernbaran Negara Republik lndonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tarnbahan Lernbaran Negara Republik lndonesia Nomor 4286); Undang-Undang Nornor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lernbaran Negara Republik lndonesia Tahun 2004 Nornor 5, Tarnbahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nornor 4355);

2.

1 75

3.

Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4400); Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2001 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 1995 tentang Bea Masuk, Bea Masuk Tambahan, Pajak Pertambahan Nilai, dan Pajak Penjualan Atas Barang ~ewah-danPajak Penghasilan dalam Rangka Pelaksanaan Proyek Pemerintah yang Dibiayai Dengan Hibah atau Dana Pinjaman Luar Negeri (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2001 Nomor 48, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nornor 4092); Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengadaan Pinjaman danlatau Penerimaan Hibah serta Penerusan Pinjaman danlatau Hibah Luar Negeri (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2006 Nomor 3, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4597); Keputusan Presiden Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2002 Nomor 73, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4212), sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 72 Tahun 2004 (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2004 Nomor 92, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4418); Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134/PMK.06/2005 tentang Pedoman Pembayaran dalam Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara; Peraturan Menteri Keuangan Nomor 131lPMK.0112006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departernen Keuangan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 54/PMK.01/2007; Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja lnstansi Vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan;

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10. Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Keuangan dan Menteri Negara Perencanaan Pembangunan NasionalIKetua Bappenas Nomor 185/KMK.03/1995 dan KEP.0311KET1511995 tentang Tata Cara Perencanaan, Pelaksanaan, Penatausahaan, dan Pemantauan PinjamanlHibah Luar Negeri dalam Rangka Pelaksanaan

176

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, sebagaimana telah diubah dengan SKB Nomor 459/KMK.03/1999 dan KEP-264/KET/09/1999; 11. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 239/KMK.01/1996 tentang Bea Masuk, Bea Masuk Tambahan, Pajak Pertambahan Nilai, dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah dan Pajak Penghasilan dalam Rangka Pelaksanaan Proyek Pemerintah yang Dibiayai dengan Hibah atau Dana Pinjaman Luar Negeri sebagaimana telah diubah terakhir dengan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 486/KMK.04/2000; 12. Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-66/PB/2005 tentang Mekanisme Pelaksanaan Pembayaran atas Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara; MEMUTUSKAN: Menetapkan

: PERATURAN

DIREKTUR JENDERAL TENTANG PETUNJUK PERBENDAHARAAN PELAKSANAAN PENYALURAN DAN PENCAIRAN DANA HlBAH TF 091414 (TECHNICAL ASSISTANCE TO INDONESIA NATIONAL SINGLE WINDOW, MULTI DONOR TRUST FUND TO SUPPORT PUBLIC FINANCIAL MANAGEMENT AND REVENUE ADMINISTRATION REFORM PROJECT-PFM MDTF). BAB l KETENTUAN UMUM Pasal 1

Dalam Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini, yang dimaksud dengan: 1.

Grant TF 091414 adalah dana hibah dari IBRD yang diadministrasikan oleh Bank Dunia untuk meningkatkan kontribusi sektor publik bagi pengembangan sosialekonomi melalui peningkatan kapasitas, efisiensi, pengelolaan dan transparansi pemberdayaan sumber dana publik.
Pemberi Hibah Luar Negeri yang selanjutnya disebut PHLN adalah pemerintah suatu negara asing, lembaga multilateral, lembaga keuangan dan lembaga nonkeuangan asing, serta lembaga keuangan non-asing, yang berdomisili dan melakukan kegiatan usaha di luar wilayah negara Republik Indonesia, yang memberi hibah kepada Pemerintah Indonesia.

2.

3.

Naskah Pejanjian Hibah Luar Negeri yang selanjutnya disebut NPHLN adalah naskah perjanjian atau naskah lain yang disamakan yang memuat kesepakatan mengenai hibah luar negeri antara Pemerintah Indonesia dan PHLN. Executing Agency adalah Kementerian NegaraILembaga yang menjadi penanggung jawab secara keseluruhan atas pelaksanaan kegiatan. Project Services and Support Unit yang selanjutnya disebut PSSU adalah unit pada GFMRAP yang bertanggung jawab dalam koordinasi antara Project lmplementing Unit (PIU) dengan Bank Dunia. Project lmplementing Unit yang selanjutnya disebut PIU adalah unit pelaksana kegiatan pada GFMRAP. No Objection Letter yang selanjutnya disebut NOL adalah persetujuan dari pemberi pinjamanlhibah atau donor atas suatu kontrak dengan jumlah batasan tertentu atau tanpa batasan nilai berdasarkan jenis pekejaan yang sudah ditandatangani. Initial Deposit adalah dana awal yang dapat ditarik dari pinjamanlhibah luar negeri dan ditransfer ke Rekening Khusus (Special Account) setelah NPHLN) dinyatakan efektif. Withdrawal Application adalah dokumen yang digunakan untuk melakukan penarikan Initial Deposit dana hibah, pengisian kembali Rekening Khusus, danlatau penarikan untuk penggantian atas pengeluaran-pengeluaran yang telah dibayarkan terlebih dahulu oleh pemerintah.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10. Closing Date adalah batas akhir pembayaran dana hibah luar negeri oleh pihak PHLN dalam rangka pengisian Rekening Khusus atau penggantian dana talangan.
11. Daftar lsian Pelaksanaan Anggaran yang selanjutnya disebut DIPA adalah dokumen pelaksanaan anggaran yang disusun oleh MenteriIPimpinan Lembaga selaku Pengguna Anggaran dan disahkan oleh Menteri Keuangan selaku Bendahara Umum Negara. 12. Pengguna Anggaran yang selanjutnya disebut PA adalah pejabat yang bemenang dan bertanggung jawab atas penggunaan anggaran pada Kementerian NegaraILembaga yang bersangkutan.
13. Kuasa Pengguna Anggaran yang selanjutnya disebut Kuasa PA adalah pejabat yang mernperoleh kewenangan dan tanggung jawab dari PA untuk menggunakananggaranyangdikuasakankepadanya.

14. Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara yang selanjutnya disebut KPPN adalah instansi vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang rnernperoleh kewenangan selaku Kuasa Bendahara Urnurn Negara.

15. Kas Negara adalah tempat penyirnpanan uang negara yang ditentukan oleh Menteri Keuangan selaku Bendahara Urnurn Negara untuk rnenarnpung seluruh penerirnaan negara dan rnernbayar seluruh pengeluaran negara.
16. Rekening Khusus (Special Account) adalah Rekening Pernerintah yang berada di Bank Indonesia atau Bank Pernerintah lainnya yang ditunjuk oleh Menteri Keuangan yang dibuka untuk rnenampung dana pinjamant hibah luar negeri yang digunakan untuk pernbiayaan kegiatan pernbangunan. 17. Surat Perintah Mernbayar yang selanjutnya disebut SPM adalah surat perintah yang diterbitkan oleh Pejabat Penanda Tangan SPM untuk dan atas narna PA kepada Bendahara Urnurn Negara atau kuasanya berdasarkan Surat Permintaan Pernbayaran (SPP) untuk rnelakukan pernbayaran sejurnlah uang kepada pihak dan atas beban bagian anggaran yang ditunjuk dalarn SPP berkenaan.

18. Surat Perintah Pencairan Dana yang selanjutnya disebut SP2D adalah surat perintah yang diterbitkan oleh Kuasa Bendahara Urnurn Negara kepada Bank OperasionaltKantor Pos dan Giro untuk rnernindahbukukan sejurnlah uang dari Kas Negara ke rekening pihak yang ditunjuk dalarn SPM berkenaan.

19. Uang Persediaan, yang selanjutnya disebut UP adalah uang rnuka kerja dengan jurnlah tertentu yang bersifat daur ulang (revolving), diberikan kepada Bendahara Pengeluaran hanya untuk rnernbiayai kegiatan operasional kantor sehari-hari Satuan Kerja yang tidak dapat dilakukan dengan pernbayaran langsung.
20. Tarnbahan Uang Persediaan, yang selanjutnya disebut TUP adalah uang yang diberikan kepada Satuan Kerja untuk kebutuhan yang sangat rnendesak dalarn satu bulan melebihi pagu UP yang ditetapkan.
21. Surat Pernyataan Tanggung Jawab Belanja, yang selanjutnya disebut SPTB adalah pernyataan tanggung jawab belanja yang dibuat oleh PAlKuasa PA atas transaksi belanja.

Pasal2 Spesifikasi hibah adalah sebagai berikut: a. Nornor Hibah b. Nornor Register c. Tanggal Penandatanganan d. Effective Date e. Closing Date

:
:

TF091414 70752601 14 Pebruari 2008

f. Jumlah Hibah g . Initial Deposit h. Nornor Rekening Khusus i. Executing Agency

j.

Implementing Unit

: 14 Pebruari 2008 : 31 Januari2011 : USD 1.350.000 : USD 40.000 : 602.122411 : Direktorat Jenderal Perbendaharaan Departernen Keuangan : 1. Sekretariat Jenderal Departemen Keuangan 2. Kernenterian Koordinator Bidang Perekonomian

BAB II
PEMBEBANAN DAN PEMBAYARAN

Pasal3

(1) Tata cara pernbayaran dana hibah untuk Kategori 1 (Consultants' Services) dilaksanakan dengan rnekanisme Pernbayaran Langsung (Direct Payment).
(2) Tata cara pernbayaran dana hibah untuk Kategori 2 (Training and Workshops) dan Kategori 3 (Overseas Training and Study Tours) dilaksanakan dengan mekanisrne Rekening Khusus. (3) Pernbayaran dengan rnekanisrne Rekening Khusus dibebankan pada Rekening Khusus Nomor 602.122411 pada Kantor Pusat Bank Indonesia di Jakarta. (4) Pernbebanan dan pembayaran dilakukan secara proporsional sesuai kategori dan persentase sebagairnana tercanturn dalarn Larnpiran Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini.

BAB Ill PENCAIRAN DANA Pasal4 (1) Pencairan dana dilakukan rnelalui penerbitan SP2D oleh KPPN atas dasar SPM yang diajukan oleh PAIKuasa PA berdasarkan DIPA. (2) Pada SPM tercanturn nilai, nornor, dan tanggal kontrak termasuk adendum, nomor dan tanggal BAP, nornor hibah, nornor register, kode kategori dan besarnya porsi pernbiayaan, serta tanggal NOL (apabila disyaratkan). (3) Pembayaran rnelalui mekanisrne UPKUP, SP2D tidak membebani Rekening Khusus sebagairnana tercanturn dalam Pasal 3 ayat (3), tetapi mernbebani rekening Kas Negara. ' , (4) Sisa UP yang masih ada pada bendahara pada akhir tahun anggaran harus disetor ke rekening Kas Negara selambat-larnbatnya tanggal 31 Desernber tahun anggaran berkenaan. (5) Pertanggungjawaban atas UPKUP dilaksanakan sesuai Surat Edaran Direktur Jenderal Perbendaharaan Nornor SE-77lPBl2005 tentang Tata Cara Penerbitan SP2D Rekening Khusus pada KPPN. (6) Untuk keperluan pernbayaran kontrak-kontrak dalam valuta asing, tidak diperkenankan merupiahkan tagihan valuta asing (sesuai Surat Edaran Direktur Jenderal Anggaran Nomor SE-43lN6110392 tentang Pernbayaran Mata Uang AsingNaluta Asing atas Beban Rekening Khusus jo. Surat Edaran Direktur Jenderal Anggaran Nomor SE-32lN6310295 tentang Pernbayaran Mata Uang AsingNaluta Asing (Valas) dan Surat Edaran Direktur Jenderal Anggaran Nomor SE130lN1989 tentang Petunjuk Tata Cara Penyaluran Pembiayaan Training dalam Rangka Bantuan Luar Negeri rnelalui Rekening Khusus). (7) Pengajuan dokumen untuk pembayaran sebagaimana dirnaksud pada ayat (6) disampaikan kepada KPPN Khusus Jakarta VI. (8) Pembayaran terhadap kontrak-kontrak yang rnensyaratkan NOL, dapat dilaksanakan apabila SPM yang diajukan dilarnpiri copy 'NOL" sesuai dengan Surat Edaran Direktur Jenderal Anggaran Nornor SE104lN2000 tentang Penggantian Format NOL for Disbursement (Form 38) Bantuan IBRD rnenjadi Form 384P (untuk pekerjaan kategori goods and works) dan

Form 3846 (untuk pekerjaan kategori consultant) atas
kontrak yang bersangkutan.

181

BAB IV PENGlSlAN KEMBALI DANA REKENING KHUSUS Pasal5 (1) Executing Agency bersarna PAlKuasa PA rnenyusun dan rnenyiapkan konsep Withdrawal Application dalam rangka Replenishment/ Reimbursement sebagai berikut: a. PNKuasa PA rnengirirnkan copy SP2D Rekening Khusus beserta dokurnen pendukungnya kepada Executing Agency: b. Berdasarkan laporan Rekening Koran yang diterirna dad Bank Indonesia, Direktorat Pengelolaan Kas Negara menyampaikan copy rekening koran Rekening Khusus hibah berkenaan kepada Executing Agency. Berdasarkan copy rekening koran Rekening Khusus dan copy SP2D Rekening Khusus yang diterirna, Executing Agency rnenyiapkan dan menyampaikan draf Withdrawal Application dalarn rangka Replenishment/Reimbursement ke Direktorat Jenderal Perbendaharaan c.q. Direktorat Pengelolaan Kas Negara.

c.

(2) Direktorat Pengelolaan Kas Negara merneriksa dan rneneiiti Withdrawal Application yang diterima dari Executing Agency. Setelah Withdrawal Application dinyatakan benar, Direktorat Jenderal Perbendaharaan c.q Direktorat Pengelolaan Kas Negara rnernbuat covering letter Withdrawal Application dan rnenyampaikan secara lengkap Withdrawal Application tersebut kepada pernberi hibah.

(3) Apabila Executing Agency tidak melaksanakan aplikasi kewajiban untuk menyampaikan replenishment/reimbursement secara berkala, dan rnengakibatkan ketidaktersediaan saldo dana Rekening Khusus di Bank Indonesia, rnaka Direktorat Jenderal Perbendaharaan c.q. Direktorat Pengelolaan Kas Negara dapat rnenerbitkan surat perintah penghentian pembayaran sementara kepada KPPN bersangkutan. (4) Pembayaran kernbali atas penghentian sernentara - sebagaimana dirnaksud pada ayat (3), dapat dilaksanakan setelah KPPN rnenerirna surat pemberitahuan dari Direktorat Jenderal Perbendaharaan c.q. Direktorat Pengelolaan Kas Negara.

(5) Pengisian kembali dana rekening khusus dilaksanakan secara berkala dengan penyampaian aplikasi Replenishment kepada Direktorat Pengelolaan Kas Negara sesuai prosedur dan menjadi tanggung jawab ExecutingAgency bersangkutan.

(1) Dalam ha1 dipersyaratkan, Executing Agency menyusun Financial Statement of Special Account (FISSA) untuk kepentingan audit penggunaan Rekening Khusus oleh auditor. (2) FISSA yang telah diperiksa oleh auditor sebagaimana dimaksud pada ayat (I), disampaikan kepada Direktur Jenderal Pengelolaan Utang untuk selanjutnya diteruskan kepada PHLN berkenaan. BAB V PELAPORAN DAN PENGlRlMAN DOKUMEN

(1) Untuk keperluan pelaporan, KPPN mengirimkan copy SP2D dan copy SPM. (2) Dokumen sebagaimana dimaksud pada ayat (I), dikirimkan setiap hari Senin yang diterbitkan pada minggu sebelumnya dan dialamatkan kepada: Direktorat Pengelolaan Kas Negara Subdirektorat Dana Pinjaman dan Hibah Gedung Perbendaharaan I Lantai IV Jalan Lapangan Banteng Timur No. 2-4 Jakarta 10710 Telepon/Faksimili (021) 3864779 e-mail dphpkn@perbendaharaan.go.id (3) Penyampaian dokumen sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dikelompokkan per masing-masing hibah luar negeri dalam satu surat pengantar. BAB VI KETENTUAN LAIN-LAIN

(1) PPN, PPnBM, dan PPh yang terutang untuk porsi hibah luar negeri dilaksanakan sesuai peraturan perundangundangan. (2) Pengesahan Faktur Pajak dan SSP dilaksanakan

sesuai peraturan perundang-undangan.

(1) Pengeluaran atas SP2D yang telah mernbebani Rekening Khusus tetapi belum dimintakan penggantiannya kepada pernberi hibah dinyatakan backlog sarnpai dengan SP2D Rekening Khusus berkenaan diajukan Replenishrnent/Reirnbursernentdan telah rnendapat penggantian. (2) Pengeluaran atas SP2D Rekening Khusus berdasarkan SPM yang diajukan oleh PAIKuasa PA yang tidak sesuai dengan ketentuan yang diatur dalarn NPHLN dikategorikan sebagai pengeluaran ineligible.
(3) Pengeluaran yang dikategorikan ineligible sebagairnana dirnaksud pada ayat (2), menjadi tanggung jawab Kernenterian NegaralLernbaga yang bersangkutan dan harus diperhitungkan dalam revisi DlPA tahun anggaran berjalan atau dibebankan dalam DIPA tahun anggaran berikutnya.

(4) Sesuai ketentuan sebagairnana dirnaksud pada ayat (3), Direktur Pengelolaan Kas Negara rnenyarnpaikan surat kepada Pirnpinan Kernenterian NegaralLernbaga dengan ternbusan Direktur Jenderal Anggaran untuk rnengajukan Revisi DIPA dimaksud dengan uraian "untuk keuntungan Rekening Kas Umum Negara".
BAB VII KETENTUANPENUTUP

Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini rnulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Agar setiap orang rnengetahuinya, rnernerintahkan pengurnurnan peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 20 Agustus 2008 DIREKTUR JENDERAL. ttd HERRY PURNOMO NIP 060046544

1

LAMPIRAN
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN 36 lPBRW8 TENTANG PETUNJUK NOMOR PERPELAKSANAAN PENYALURAN DAN PENCAIRAN DANA HlBAH TF591414 (TECHNICAL ASSISTANCE TO INDONESIA NATIONAL SINGLE WINDOW, MULTl DONOR TRUST FUND TO SUPPORT PUBUC FINANCIAL MANAGEMENT AND REVENUE ADMlNlS7RATlON REFORM PROJECT-PFM MDTF)

-

DAFTAR PRESENTASE PEMBIAYAAN HlBAH TF 091414 (TECHNICAL ASSISTANCE TO INDONESIA NATIONAL SINGLE WINDOW, MULTl DONOR TRUST FUND TO SUPPORT PUBLIC FINANCIAL MANAGEMENT AND REVENUE ADMINISTRATION REFORM PROJECT-PFM MDTF) REKENING KHUSUS NOMOR 602.12241 1

No

Uraian Kategori

Kode Kategori

Hibah

SOE ThresholdlNOL (USD Eqv.) ALL SOE

1
2
3

Consultants' Services

1

100% 100% 100%

Training and Workshops

2
3

ALL SOE

Overseas Training and Study Tours

ALL SOE

185

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLlK INDONESIA
DIREKTORATJENDERAL PERBENDAHARAAN PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN NOMOR PER- 40 lPBl2008

TEMANG
PERUBAHANKEDUAATASPERATURANDIREKTURJENDERAL PERBENDAHARAAN NOMOR PER-34IPBl2095 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PEMBAYARANPRDYEK PENDUKUNG DARURAT GEMPA BUM1 DAN TSUNAMIYANG DlDANAl ADB GRANT NUMBER 0002-IN0 (SF) (EARTHQUAKEAND TSUNAMI EMERGENCY SUPPORT PROJECT)

DIREKTUR JENDERAL PERBENDAMARAAN, Menimbang
:

Mengingat

:

bahwa dengan adanya perubahan alokasi sumber dana pembiayaan dan perpanjangan closing date pada Proyek Pendukung D a ~ mGempa Burni dan Tsunami t (Earthquake and Tsunami Emergency Support Project), perlu dilslkukan penyesuaian ketentuan-ketentuan yang dalarn Peraturan Direktur Jenderal diatur Perbendaharaan Nornor PER-34lPBl2005 sebagairnana telah diubah dengan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan PER-481 PB12006; 2. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud &lam huruf a, perlu menetapkan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan tentang Perubahan atas Peraturan Direktur Jenderal Kedua Perbendaharaan Nomor PER-34lPBl2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pembayaran Proyek Pendukung Darurat Gempa Bumi dan Tsunami yang Didanai ADB Grant Number 00Q2-IN0 (SF) (Earthquake and Tsunami Emergency Support Project); 1. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 N o m r 5, Tambahan Lernbaran Negara Republik Indonesia Nornor 4355); 2. Peraturan DireMur Jenderal Perbendaharaan Nornor PER-34/PB12005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pembayaran Proyek Pendukung Darurat Gempa Burni dan Tsunami yang Didanai AD9 Grant Number 0002IN0 (SF) (Earthquake and Tsunami Emergency Support Project) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Direktur Jended Perbsndaharaan Nornor PER1.

48/P8/2006:

Memperhatikan

:

Grant 0002-INO: Earthquake and Tsunami Emergency Support Project (ETESP)-Amandement to the Grant I Agreement (Special Operations) tanggal I September 2007; MEMUTUSKAN:

Menetapkan

.

PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN NOMOR PER-34lPBl2005 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PEMBAYARAN PROYEK PENDUKUNG DARURAT GEMPA BUM1 DAN TSUNAMI YANG DlDANAl ADB GRANT NUMBER 0002-IN0 (SF) (EARTHQUAKE AND TSUNAMI EMERGENCY SUPPORT PROJECT). Pasal l Beberapa ketentuan dalam Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-34lPBl2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pembayaran Proyek Pendukung Darurat Gempa Bumi dan Tsunami yang Didanai ADB Grant Number 0002-IN0 (SF) (Earthquake and Tsunami Emergency Support Project) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nornor PER-48/PB/2006, diubah sebagai berikut: 1. Ketentuan Pasal 2 diubah, sehingga berbunyi sebagai berikut:

Spesifikasi dari hibah dimaksud adalah sebagai berikut:

h.

Initial Deposit

USD 44,000,000.00

USD 300.000.00

i.

Executing Agency

BRR NAD-Nias"

2. Ketentuan Pasal 8 diubah, sehingga berbunyi sebagai berikut:

(1) Berdasarkan rekening koran yang diterima dari Bank

Indonesia, Direktorat Pengelolaan Kas Negara menyarnpaikan copy rekening koran Bank Indonesia untuk hibah berkenaan kepada Executing Agency sebagai bahan penyusunan replenishment.
(2) Executing

Agency menyampaikan usulan replenishment beserta dokumen pendukungnya atas dasar SPM yang diterbitkan oleh Pengguna AnggaranIKuasa Pengguna Anggaran kepada Direktorat Pengelolaan Kas Negara Direktorat Jenderal Perbendaharaan.

Dokumen pendukung tersebut meliputi: a. Form I-A (Special Account Reconcilliation Statement) b. Form 1B (Summary Sheet) c. Form 1C (Summary of Statement of Expenditures) (SLIM-SOE) d. Form 28 (English Contract Summary) e. Form 2C (List of Contracts Reimbursable Under Statement of Expendifums) f. CopySPM g. CopySP2D

(3) Direktorat Pengelolaan Kas Negara, atas dasar dokumen sebagaimana dimaksud pada ayat (2) yang diterima dari Executing Agency segera menyampaikan perrnintaan replenishment/rembursement kepada Asian Development Bank (ADB) dengan dilengkapi coveringletter."
3. Ketentuan Pasal 9 diubah, sehingga krbunyi sebagai berikut:

(1) Dalam rangka pengisian Rekening Khusus, diminta agar KPPN Khusus Banda Aceh dan KPPN Khusus Jakarta VI mengirimkan copy SP2D dan copy SPM berkenaan (kecuali SPM-UP dan SPM-TUP) beserta dokumen pendukungnya, yaitu: a. Untuk SPM-LS
1. Berita Acara Pembayaran (contoh pada SE DJA Nomor SE-84/An1/0696).

2. PersetujuantApproval dari dipersyaratkan.

lender

sepanjang

b. Untuk SPM-GUP (IsitPotongan ataupun Nihil)
1. Rekapitulasi Pengeluaran per Kategori NPLN (Lampiran Ill, SE DJA Nomor SE-20/A/61/0291) dengan pengertian bahwa rekapitulasi pengeluaran per kategori dimaksud adalah realisasi SPM-GUP yang diterbitkan pada saat itu yang terdiri dari porsi PHLN dan porsi pendamping. 2. SPM-RK Pengganti selain dilampiri dokumen tersebut di atas juga dilampiri dengan SPM-GUP NihilIPotongan bersangkutan.

(2) Pengiriman copy SP2D beserta SPM dan dokumen pendukung sebagaimana dimaksud pada ayat (1) agar dilaksanakan setiap hari Senin untuk semua SPPD yang diterbitkan pada rninggu sebelumnya dan dialamatkan kepada: Direktorat Pengelolaan Kas Negara Subdirektorat Dana Pinjarnan dan Hibah Gedung Perbendaharaan I Lantai IV Jalan Lapangan Banteng Tirnur No. 2-4 Jakarta 10710"
4. Lampiran I Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan

Nomor PER-34lPBl2005 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-48lPBl2006 diubah, sehingga menjadi sebagaimana tercantum dalam Lampiran Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini. Pasal II Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Agar setiap orang rnengetahuinya, rnernerintahkan pengurnurnan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini dengan penernpatannya dalarn Berita Negara Republik Indonesia. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 9 September 2008 DIREKTUR JENDERAL, ttd HERRY PURNOMO NIP 060046544

LAMPIRAN
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN NOMOR PER- 40 IPBR008 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN DIREKTUR JENDEFAL PEREENDAHARAAN NOMOR PER-34tPBR005 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PEMBAYARAN PROYEK PENDUKUNG DARURAT GEMPA BUMI DAN TSUNAMI YANG DlDANAl ADB GRANT NUMBER 0002-IN0 (SF) (EARTHQUAKE AND TSUNAMI EMERGENCY SUPPORT PROJECT)

SUMMARY OF PROGRAM REVIEW ($ Million)
NO. COMPONENT
ALLOCATIO~~"

COMMITMENT

UTILIZATION

REVISED

VARIANCE

ORIGINAL (04R005)

CURRENT (0212007) (0612007) (06M007) (0812007) (08R007)

1 2 3

Agriculture Fisheries Micm and Small Medium Enterprises Health Education and Skills Development Rural Water Supply and Sanitation Housing Irrigationb1 Spatial Planning and Environmental Management Roadsand Bridges Power F~duciary Oversight Asian Tsunami Fund The Netherlands Grant Grant Total

30.00 30.00 21.00

30.00 30.00 16.00

22.25 12.15 13.71

19.93 10.67 3.48

36.00

6.00 2.00 -1.00

32.00 15.00

4 5

23.00 21.00

17.00 13.00

3.67 2.16

1.75 0.58

12.00 16.00

-5.00 3.00

6

10.50

10.50

2.38

1.45

7.00

-3.50

7 8 9

72.50 30.50 15.00

72.50 31.50 15.00

50.34 14.72 11.92

20.61 7.41 7.16

70.00 29.00 15.00

-2.50 -2.50 0.00

10 11 12

19.50 9.50

38.50 9.50

19.90 4.22

6.83 2.74

38.50 9.50

0.00 0.00

7.50 3.50

7.50 3.50

6.27
1.68

4.41
1.44

11.00 3.50

3.50 0.00

293.50

294.50

165.37

88.46

294.50

0.00

a) E x c l u s i v e of local tax

b) inclusive of the Luxemburg contribution of $1 million

EARTHQUAKE AND TSUNAMI EMERGENCY SUPPORT PROJECT (ETESP) GRANTADB NO. 0002-IN0 (SF) CATEGORY AND ALLOCATION OF GRANT PROCEEDS (REVISED)
CATEGORY CWPOMENT ALLOCATIONa
REVISED2

NUYBER

RM E

E@pmentWak,and Vehicles

38.217.900 15.000.000 32.107.500 28.80r1.3W 3.000.000 16.JB0.300 290.000.000

33.650.400 10.000.000 25.172.700 39.710.300 3.000.000 16.335.600 290.000.000

35.697.000 9.500.000 15.370.200
50.286.000

2.046.600 (500.000) (9.802.500) 10.575.700 (3.000.000) 180.200 1.000.000

3
4

Mcmh~Fundc S d s u~ y , o m n l i , r ~s m u c u nS C M~M~a(nn.Wakshopand Trsining, NGO SeMcas
~nilIgandndAu~ sewice3

~ b H o u s e -b

0
16.515.800 2B1.000.000

7

RoisdTOW

Agrkul(un

30.~W0.000

SO.000.000

36.000.000

6.000.000

CAlEGmY COMPONENT NUITW

ALLOCATION *

OWOlNAL

REMSED 1

RNISED 2

VARlAllON

wHdIh
1 2
M.W.000

-m
17.W.000 12.000.OW~ (5.000.~)

UvUWaLs

8.900.000 7.000.000

6.496.000 2.457.500

7.019.W 415.000

523.000 (2.042.500)

E~kulmnt&hWe~iS&

~ ~ S & s a n d
SysfemDevelopmal

1.000.000

485.000

(W.W)

4 5

Tr&b~hg

1.000.000 2.000.000 1.900.000 1.200.000

2.980.200 3.628.000

1.166.W 3.m.000

(1.814.200) (236.000)

-*Opmfhnsand

Consumables
7
P m j b d k W

945.m

(945.300)

Educalion and

Wlh Development

21.OW.W

13.W0.000

16.000.~0

3.000.OM)

7.900.CQLl

5.575.000

5.900.000

325.000

8
9

Ass~ssment St~dies and
i

300.000 1.100.000

400.000 0

106.000 182.000

(294.000) 182.000

P & d Management

Rural Water SUPPWa d Sanitation

~O.SOO.WO

1o.5oo.oo0

7.000.m

(3.500.000)

1

Civil Works

8.150.OW

6.MK).000

4.125.000

(1.875.000)

2

Cowulb'ng Selvio?~ Sani?ation and seh~chmg8 procpam

2.130.000

2.130.M)O

2.130.000

3

0

810.000

3M.000

(510.000)

S m sM M m a n d u y, Evabafjon

0

730.000

245.000

(465.000)

/a -n -d S a u n m

220.000

830.000

200.000

(630.000)

CAEGORY COMPONENT NUMBER

ALLOCATION'

ITEM

OWGlNAL

RMSED I

RMSW 2 August2007

VARIATION

rn
HMkrg

Febnu1yla07

72.500.000 1

72.500.000

70.000.000

(2.500.000)

C Works M
BaFicRehabiWdimld Housing

64.020.000 18.080.000

64.020.000

63.000.000 2.500.000

(1.020.000) (15.580.000)

18.080.000

a. Exclusive of local taxes b. Inclusive of the Luxemburg contribution

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORATJENDERAL PERBENDAHARAAN PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN NOMOR PER- 41 lPBl2008 TENTANG PERUBAHANATASPERATURANDIREKTURJENDERALPERBENDAHARAAN NOMOR PER-54lPBl2006 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PENYALURAN DAN PENCAIRAN DANA LOANADB NO. 216312164 (SF)-IN0 COMMUNITY WATER SERVICES AND HEALTH PROJECT (CWSHP) DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN, Menimbang
:

a. bahwa dengan adanya perubahan alokasi surnber dana pernbiayaan pada Loan ADB No. 216312164 (SF)-INO, dilakukan penyesuaian ketentuan-ketentuan yang diatur dalarn Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nornor PER-54lPBl2006 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyaluran dan Pencairan Dana Loan ADB No. 216312164 (SF)-IN0 Community Water Services and Health Project (CWSHP); b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagairnana dirnaksud pada huruf a, perlu menetapkan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan tentang Perubahan atas Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nornor PER-54lPBl2006 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyaluran dan Pencairan Dana Loan ADB No. 216312164 (SF)-IN0 Community Water Services and Health Project (CWSHP);

Mengingat

:

1. Undang-Undang Nornor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lernbaran Negara Republik lndonesia Tahun 2003 Nornor 47, Tarnbahan Lernbaran Negara Republik lndonesia Nornor 4286); 2. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lernbaran Negara Republik lndonesia Nornor 4355); 3. Undang-Undang Nornor 15 Tahun 2004 tentang Perneriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lernbaran Negara Republik lndonesia Tahun 2004 Nornor 66, Tarnbahan Lernbaran Negara Republik lndonesia Nornor 4400); 4. Peraturan Pernerintah Nornor 25 Tahun 2001 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Pemerintah Nornor 42

199

Tahun 1995 tentang Bea Masuk, Bea Masuk Tambahan. Pajak Pertambahan Nilai, dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah dan Pajak Penghasilan dalam Rangka Pelaksanaan Proyek Pemerintah yang Dibiayai dengan Hibah atau Dana Pinjaman Luar Negeri (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2001 Nomor 48, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4092); 5. Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengadaan Pinjaman danlatau Penerimaan Hibah serta Penerusan Pinjaman danlatau Hibah Luar Negeri (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2006 Nomor 3, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4597); 6. Keputusan Presiden Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2002 Nomor 73, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4212), sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 72 Tahun 2004 (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2004 Nomor 92, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4418);
7. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134lPMK.0612005 tentang Pedoman Pembayaran dalam Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara; 8. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 131/PMK.0112006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Keuangan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 54/PMK.0112007;

9. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja lnstansi Vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan; 10.Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Keuangan dan Menteri Negara Perencanaan Pembangunan NasionallKetua Bappenas Nomor 185/ KMK.0311995 dan Kep.O31/Ket/511995 tentang Tata Cara Perencanaan, Pelaksanaan, Penatausahaan, dan Pemantauan PinjamanIHibah Luar Negeri dalam Rangka Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara sebagaimana telah diubah dengan SKB Menteri Keuangan dan Menteri Negara Perencanaan Pembangunan NasionalIKetua Bappenas Nomor 459lKMK.0311999 dan KEP264lKET10911999;

11.Keputusan Menteri Keuangan Nomor 239lKMK.0111996 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 1995 tentang Bea Masuk, Bea Masuk Tambahan, Pajak Pertambahan Nilai, dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah dan Pajak Penghasilan dalam Rangka Pelaksanaan Proyek Pemerintah yang Dibiayai dengan Hibah atau Dana Pinjaman Luar Negeri sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 486lKMK.0412000; 12.Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-66lPBl2005 tentang Mekanisme Pelaksanaan Pembayaran atas Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara; Memperhatikan
:

Surat Country Director Indonesia Resident Mission No. 08lLNVW2163121641035 tanggal 13 Juni 2008; MEMUTUSKAN:

Menetapkan

DIREKTUR JENDERAL PERATURAN PERBENDAHARAAN TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN NOMOR PER-54lPBl2006 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PENYALURAN DAN PENCAIRAN DANA LOAN ADB NO. 216312164 (SF)-IN0 COMMUNITY WATER SERVICES AND HEALTH PROJECT (CWSHP). Pasal l Beberapa ketentuan dalam Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-54lPB/2006 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyaluran dan Pencairan Dana Loan ADB No. 2163/2164 (SF)-IN0 Community Water Services and Health Project (CWSHP) diubah sebagai berikut:
1. Ketentuan Pasal 1 diubah sehingga berbunyi sebagai

berikut: "Pasall Dalam Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini, yang dimaksud dengan: (1) Community Water Services and Health Project, yang selanjutnya disebut CWSHP adalah kegiatan peningkatan derajat dan kualitas hidup masyarakat berpenghasilan rendah di pedesaan dan pinggir perkotaan dengan pendekatan berbasis masyarakat. Kegiatan ini dibiayai dari pinjaman ADB, APBN, dan kontribusi masyarakat.

(2) xecuting Agency adalah unit pelaksana yang bertanggung jawab atas pelaksanaan proyek CWSHP.
(3) Central Project Management Unit, yang selanjutnya disebut CPMU adalah unit pengelola yang bertanggung jawab secara teknis di pusat atas penyelenggaraan CWSHP yang dibentuk berdasarkan surat keputusan dari Executing Agency.

(4) Provincial Project Secretariat, yang selanjutnya disebut PPS adalah unit pelaksana CWSHP di tingkat provinsi yang dibentuk berdasarkan surat keputusan dari Gubernur.

(5) District Project Management Unit, yang selanjutnya disebut DPMU adalah unit pelaksana CWSHP di tingkat kabupatenkota yang dibentuk berdasarkan surat keputusan dari Bupati.
(6) Community Facilitator Team, yang selanjutnya disebut CFT adalah tenaga pendamping masyarakat dari daerah yang bersangkutan yang rnernpunyai tugas dalam meningkatkan kapasitas dan kapabilitas masyarakat dalam mernutuskan, memantau, menilai, dan mengelola kegiatan di desa.

(7) Initial ~ e ~ o s adalah dana atau uang muka it (advance) yang dapat ditarik setelah Naskah Perjanjian Pinjarnan dan Hibah Luar Negeri (NPPHLN) dinyatakan efektif.
(8) Withdrawal Application adalah dokurnen yang digunakan untuk melakukan penarikan Initial Deposit dana pinjarnan, pengisian kembali Rekening Khusus, danlatau penarikan untuk penggantian atas pengeluaran-pengeluaran yang telah dibayarkan terlebih dahulu oleh pemerintah.

(9) Closing Date adalah batas akhir waktu penarikan dana pinjamanlhibah luar negeri melalui penerbitan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN).
(10) Bank Pemerintah adalah lembaga keuangan milik pemerintahl pemerintah daerah yang dipergunakan oleh kelompok masyarakatl organisasi masyarakat dalam membuka rekening guna penyaluran dana.

(11) Daftar

lsian

Pelaksanaan

Anggaran,

yang

selanjutnya disebut DlPA atau dokumen lain yang

202

dipersamakan dengan DlPA adalah dokumen pelaksanaan anggaran yang dibuat olsh MenterilPimpinan Lembaga atau Satuan Kerja (satker) serta disahkan oleh Direktur Jenderal Perbendaharaan atau Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan atas nama Menteri Keuangan dan berfungsi sebagai dasar untuk melakukan tindakan yang mengakibatkan pengeluaran Negara dan pencairan dana atas beban APBN serta dokumen pendukung kegiatan akuntansi pemerintah. (12) Pengguna AnggaranlKuasa Pengguna Anggaran, yang selanjutnya disebut PAIKuasa PA adalah MenterilPimpinan Lembaga atau kuasanya yang bettanggung jawab atas pengelolaan anggaran pada Kementerian NegaraILembaga yang bersangkutan.
(13) Pejabat Pembuat Komitmen, yang selanjutnya disebut PPK adalah pejabat yang diberi kewenangan untuk melakukan tindakan yang mengakibatkan pengeluaran anggaran belanjalpenanggung jawab kegiatanlpembuat komitmen.
(14) Rekening Kas Negara adalah rekening tempat penyimpanan uang Negara yang ditentukan oleh Menteri Keuangan selaku Bendahara Umum Negara atau pejabat yang ditunjuk untuk menampung seluruh penerimaan Negara danlatau membayar seluruh pengeluaran negara pada BankJSentral Giro yang ditunjuk.

(15) Rekening Khusus adalah rekening pemerintah yang berada di Bank Indonesia atau bank pemerintah lainnya yang ditunjuk oleh Menteri Keuangan untuk menampung penarikan Initial Deposit (uang muka) dan bersifat revolving fund (berdaur ulang). 16) Uang Persediaan, yang selanjutnya disebut UP adalah uang muka kerja dengan jumlah tertentu yang bersifat daur ulang (revolving), diberikan kepada bendahara pengeluaran hanya untuk membiayai kegiatan operasional sehari-hari perkantoran yang tidak dapat dilakukan dengan pembayaran langsung. (17)Tambahan Uang Persediaan, yang selanjutnya disebut TUP adalah uang yang diberikan kepada satker untuk kebutuhan yang sangat mendesak dalam 1 (satu) bulan melebihi pagu UP yang

ditetapkan. (18) Surat Perintah Membayar, yang sdanjutnya disebut SPM adalah dokumen yang diterbitkan oleh PAlKuasa PA atau pejabat lain yang ditunjuk mencairkan dana yang bersumber dari DIPA atau dokumen lain yang dipersamakan.
(19) Surat Perintah Pencairan Dana, yang selanjutnya disebut SP2D adalah surat perintah yang diterbitkan oleh KPPN selaku Kuasa Bendahara Umum Negara untuk pelaksanaan pengeluaran atas beban APBN berdasarkan Surat Perintah Membayar (SPM).

(20) Surat Pemyataan Tanggung Jawab Belanja (SPTB) adalah pemyataan tanggung jawab yang dibuat oleh PAlKuasa PA atas transaksi belanja sampai dengan jumlah tertentu. (21) Komponen Pusat adalah kegiatan yang dilaksanakan pemerintah dengan sumber dana pernbiayaan dari pinjaman ADB No. 216312164 (SF)-IN0 dan dana pendamping dari APBN. (22) Komponen Provinsi adalah kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi dengan sumber dana pembiayaan dari pinjaman ADB No. 216312164 (SF)-IN0 dan dana pendamping dari APBN. (23) Komponen Kabupaten adalah kegiatan yangf dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten dengan sumber dana pembiayaan dari Pinjaman ADB No. 216312164 (SF)-IN0 dan dana pendamping APBN serta kontribusi masyarakat." 2. Ketentuan Pasal 3 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut: Lokasi CWSHP meliputi 4 (empat) provinsi dan 20 (dua puluh) kabupaten sebagaimana tercantum dalam Lampiran 111 Peraturan Direkhrr Jenderal Perbendaharaan ini." 3. Ketentuan Pasal 4 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut:

Proyek dibagi atas 2 (dua) pola pelaksanaan, yaitu: (1) Dihapus. (2) Dihapus." 4. Ketentuan Pasal 5 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut:

(1) Pembayaran untuk Loan ADB No. 2163-IN0 dibebankan pada Rekening Khusus No. 601.25741 1 di Bank lndonesia Jakarta. (2) Pembayaran untuk Loan ADB No. 2164 (SF)-IN0 dibebankan pada Rekening Khusus No. 601.258411 di Bank lndonesia Jakarta.
(3) Dalam pelaksanaan pembayaran dengan UP, SP2D-UPTTUP tidak dibebankan pada Rekening Khusus sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan (2), tetapi dibebankan pada rekening Kas Negara.

(4) Pertanggungjawaban atas UP dilaksanakan sesuai ketentuan. (5) Pembebanan dan pembayaran dilakukan secara proporsional sesuai persentase pembiayaan Loan ADB No. 216312164 (SF)-IN0 sebagaimana tercantum dalam Lampiran I dan I Peraturan 1 Direktur Jenderal Perbendaharaan ini. (6) Dihapus." 5. Ketentuan Pasal 6 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut: "Pasal6 (1) Dihapus. (la) Kegiatan pembangunan sarana air minum dan penyehatan lingkungan, disediakan dananya melalui Loan ADB No. 216312164 (SF)-IN0 dan dana pendamping APBN yang dituangkan dalam DIPA atau dokumen lain yang dipersamakan. (2) Kategori 1 dan 3 merupakan jenis kegiatan yang dibiayai Loan ADB No. 216312164 (SF)-IN0 yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten dengan dana APBN sebagai dana pendamping."

6. Ketentuan Pasal 7 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut:
'Pasal 7 (1) Pencairan dana CWSHP: a. untuk Loan ADB No. 216312164 (SF)-IN0 dilakukan oleh KPPN sebagaimana tercantum dalam DlPA atau dokumen lain yang dipersamakan. Dihapus.

b.

(2) Dihapus."

7. Ketentuan Pasai 9 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut:
Pembayaran untuk masing-masing pola pelaksanaan diiakukan dengan tata cara Rekening Khusus, yang diatur sebagai berikut: (1) Dihapus. (2) Dihapus."

8. Ketentuan Pasal 10 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut:
( I ) Executing Agency bersama PAlKuasa PA menyusun dan menyiapkan konsep Withdrawal Application dalam rangka replenishment/ reimbursement. (2) PAlKuasa PA mengirimkan copy SP2D Rekening Khusus beserta dokumen pendukungnya kepada ExecutingAgency.

(3) Berdasarkan copy SP2D dan copy rekening koran Rekening Khusus yang diterima, Executing Agency menyiapkan dan menyampaikan konsep Withdrawal Application untuk pengajuan replenishment/ reimbursement ke Direktorat Jenderal Perbendaharaan c.q. Direktorat Pengelolaan Kas Negara.
(4) Direktorat Pengelolaan Kas Negara memeriksa dan meneliti konsep Withdrawal Application yang diterima dari Executing Agency. Setelah Withdrawal Application dinyatakan lengkap dan benar,

Direktorat Jenderal Perbendaharaan c.q. Direktorat
Pengelotaan Kas Negara membuat covering letter

206

dan menyampaikannya beserta Application tersebut kepada ADB.

Withdrawal

(5) Apabila Executing Agency tidak melaksanakan kewajibannya untuk menyampaikan aplikasi replenishment/reimbursement secara berkala dan mengakibatkan ketidaktersediaan saldo dana Rekening Khusus di Bank Indonesia, maka Direktur Jenderal Perbendaharaan c.q. Direktur Pengelolaan Kas Negara dapat menerbitkan surat perintah penghentian pembayaran sementara kepada KPPN bersangkutan. Pembayaran kembali atas penghentian sementara sebagaimana dimaksud pada ayat (5) dapat dilaksanakan setelah KPPN menerima surat pemberitahuan dari Direktur Jenderal Perbendaharaan c.q. Direktur Pengelolaan Kas Negara.
(7) Jika pengeluaran per SPMlSP2D Rekening Khusus lebih kecil dari USD100,000, permintaan pengisian kembali (replenishment) dilakukan dengan menggunakan format Statement of Expenditure (SOE) tanpa lampiran dokumen pendukung.

(8) Jika pengeluaran per SPMlSP2D Rekening Khusus lebih besar dari USD100,000, permintaan pengisian kembali (replenishment) dilakukan dengan menggunakan format Summary Sheet (SS) dengan lampiran dokumen pendukung ke ADB antara lain invoicelkuitansi, SPM, dan BAP." 9. Ketentuan Pasal 11 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut:
"Pasal I I (1) Dihapus. (2) Dihapus. (2a) Setiap hari Senin KPPN-KBI mengirimkan dokumen asli Dafiar SPPD-Rekening Khusus beserta copy SP2D, Rekening Khusus atas seluruh transaksi penerbitan SP2D Rekening Khusus minggu sebelumnya dengan sarana ekspedisi tercepat. (2b) Setiap hari Senin KPPN-KBI mengirimkan dokumen asli Daftar SPB dan SPB beserta copy SP2D Rekening Khusus atas seluruh transaksi penerbitan SP2D Rekening Khusus minggu sebelumnya dengan sarana ekspedisi tercepat.
.

(2c) Pengiriman dokumen sebagaimana dimaksud pada ayat (2a) dan (Zb), dikelompokkan per masingmasing kode pinjamanlhibah luar negeri dalam satu surat pengantar. (3) Dokumen sebagaimana dimaksud pada ayat (2a) dan (2b), dialamatkan kepada: Direktorat Pengelolaan Kas Negara u.p. Subdirektorat Dana Pinjaman dan Hibah Kotak Pos 1127 Jakarta 10011" 10.Ketentuan Pasal 12 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut: (1) Direktorat Pengelolaan Kas Negara bersarna dengan Executing AgencylCPMU dapat rnelakukan monitoring dan evaluasi langsung ke daerah-daerah lokasi kegiatan CWSHP.
(2) Dalam rangka moniton'ng dan evaluasi pelaksanaan AgencylCPMU wajib kegiatan, Executing rnelaksanakan koordinasi dan menyampaikan laporan kemajuan kegiatanldisbursement kepada Direktorat Jenderal Perbendaharaan c.q. Direktorat Pengelolaan Kas Negara secara triwlanan.

(3) PPN, PPnBM, dan PPh yang terutang untuk porsi pinjamanlhibah luar negeri dilaksanakan sesuai peraturan perundang-undangan.

(4) Pengesahan Faktur Pajak dan SSP dilaksanakan sesuai peraturan perundang-undangan."
1 Pasal I

Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengumurnan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 9 September 2008 DIREKTUR JENDERAL, ttd

HERRY PURNOMO
NIP 060046544

208

5

,

LAMPIRAN I PERATURAN DIREKNR JENDERAL PERBENDAHARAAN NOMOR P E R 4 lPBn008 TENTANG PERUBAHAN PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN NOMOR P E R - ~ 0 0 6 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PENYALURAN DAN PENCAIRAN DANA LOAN AD0 NO 2163Q164 (SF>INO_ COMMUNlN WATER SERVICES AND HEALTHPROJECT (CWSHP)

AG

DAFTAR PERSENTASE PEMBIAYAAN COMMUNITY WATER SERVICES AND HEALTH PROJECT (CWSHP) LOAN ADB NO.2163-IN0

-. - .

NOMoR PER-~~PB~OO~ TENTANG PETUNJUK PEIAKSANAAN PENYALURAN DAN PENCARAN DANA LOAN ADS NO 216512164 (SF)-IN0 COMMUNITY WATER SERVICES AND HEALTH PROJECT (CWSHP)

DAFTAR P E R S E N T A S E P E M B I A Y A A N COMMUNITY WATER SERVICES AND HEAL JH PROJECT ( C W S H P ) LOAN,ADB NO. 2164 ( S F ) - I N 0
CATEGORY AMOUNT ALLOCATED SUB CATEGORY CATEGORY

ITEMS
:

I
!

I

PERCENTAGE OF BANK FINANCE ] BASISFOR WITHDRAWAL FROM LOAN AMOUNT

1

I
2

Civrl Works (Wafer l Supply and Sanitalion) Equipment andSuppoft Computer, Equipment -and Materials Support Staff and Operating Cost TrainingAclrclrvi(ies Surveys and Monrtoring and Evaluations Consullrng Services Interest and Commitment Chawe Unallocated
TOTAL

4.860.000 2.142.000
342.000

28%

Percent cf Total Expendilum (14% for Fomgn and 14% fw Local)

2A

Patwnl of FcniOn Expendrlum Percent of Local Expend~hne P e m d of Foreign ExpenUiture perce~ of~xpend,tum

2/3
3
4 5

.800.000 4.774.000 674.000 5.919000 572.000 1.009.000 19.944.000

,

50% 42%

Petwnl ofFon,@n ExpencNum Petwlif Of/&& &WIldrlWE PercedofFcfwnExpbndrlm Petwnl of Locar Expend~lm

I

50% 49% 50% 50%

,

Peml ExpendrIum i Pment of Local Expend,lum 1 Petcent d h o u n t Ow,

6

-7

-

100%

LAMPIRAN Ill PEPATURAN OIREKTIJR JENDERAL PERBENDAHARAAN NOMOR P E R - ~ ~ / P B /TENTANG PERUBAHAN ATAS ~W~ PERATURAN OIREKTUR JENOERAL PERBENDAHARAAN NOMOR PER-Y/PMWG TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PENYALURAN DAN PENCAIRAN DANA LOAN ADB NO 216312164 (SFMNO COMMUNIN WATER

LOKASI PROYEK Pusat

KPPN

II.

Provinsi Kallmantan Tengah
1. Kabupaten Kapuas
2.

7
Sarnplt Buntok Buntok

1

KPPN Jakarla VI

JTI

1

Palangkaraya Palangkaraya

Kabupaten Kotawaring~n Tirnur Kabupaten Barito Selatan Kabupaten Katingan Kabupaten Pulang Pisau Kabupaten Barito Tirnur

3
4.

Palangkaraya Palangkaraya

5.
6.

Barat Provinsi Kal~rnantan
1. Kabupaten Ketapang

Pont~anak Ketapang Sintang Sanggau Putussibau Sanggau

2.

Kabupaten Sintang Kabupaten Landak Kabupaten Kapuas Hulu Kabupaten Sanggau Kabupaten Sambas

3.
4. 5.

6.

-.

Singkawang Jambi Kuala Tungkal

Provinsi Jambi

1. Kabupaten Tanjung Jabung Barat
2. 3.
4.

Kabupaten Bungo Kabupaten Batanghari Kabupaten Sarolangun

I Muara Bungo
Jarnbi Bangko Jambi

5. Kabupaten Muaro Jambi
Provinsi Bengkulu
1.

Kabupaten Bengkulu Utara Kabupaten Bengkulu Selatan Kabupaten Rejang Lebong

2

I

' Bengkulu
Bengkulu Manna

3.

1 curup

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN NOMOR PER- 42 lPB12008 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PENYALURAN DAN PENCAIRAN DANA PINJAMAN IDA CREDIT NO. 4384-IDIIBRD LOAN NO. 7504-ID PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PNPM) MANDlRl PERKOTAAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN, Menimbang
:

a.

bahwa dalam rangka mempercepat penanggulangan kemiskinan dan penciptaan kesempatan kerja masyarakat miskin, perlu dilakukan pengintegrasian dan periuasan program-program penanggulangan kemiskinan yang berbasis pemberdayaan masyarakat dalam satu Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri; bahwa untuk pengelolaan dana pinjaman IDA Credit No. 4384-IDIIBRD Loan No. 7504-ID, perlu petunjuk pelaksanaan penyaluran dan pencairan dana pinjaman dimaksud; bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan b, perlu menetapkan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyaluran dan Pencairan Dana Pinjaman IDA Credit No. 4384-lD/lBRD Loan No. 7504ID Program Nasional Pernberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perkotaan; Undang-Undang Nornor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4286); Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4355); Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4400);

b.

c,

Mengingat

: 1.

2.

3.

213

4.

Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2001 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 1995 tentang Bea Masuk, Bea Masuk Tambahan, Pajak Pertambahan Nilai, dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah dan Pajak Penghasilan dalam Rangka Pelaksanaan Proyek Pemerintah yang Dibiayai dengan Hibah atau Dana Pinjaman Luar Negeri (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2001 Nomor 48, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4092); Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengadaan Pinjaman danlatau Penerimaan Hibah serta Penerusan Pinjaman danlatau Hibah Luar Negeri (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2006 Nomor 3, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4597); Keputusan Presiden Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2002 Nomor 73, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4212) sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 72 Tahun 2004 (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2004 Nomor 92, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4418); Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134lPMK.0612005 tentang Pedoman Pembayaran dalam Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara; Peraturan Menteri Keuangan Nomor 131/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Keuangan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 54lPMK.0112007; Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134lPMK.0112006 tentang Organisasi dan Tata Kerja lnstansi Vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan;

5.

6.

7.

8.

9.

10. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 143lPMK.0512006 tentang Tata Cara Penarikan Pinjarnan danlatau Hibah Luar Negeri; 11. Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Keuangan dan Menteri Negara Perencanaan Pembangunan NasionalIKetua Bappenas Nomor 185lKMK.0311995 dan Kep.031IKetlSl1995 tentang Tata Cara Perencanaan, Pelaksanaan, Penatausahaan, dan Pemantauan PinjamanlHibah Luar Negeri dalam Rangka Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan

214

Belanja Negara, sebagaimana telah diubah dengan 459lKMK.0311999 dan KEPSKB Nomor 264lKETl0911999; 12. Keputusan Menteri Keuangan Nomor 239lKMK.0111996 tentang Bea Masuk, Bea Masuk Tarnbahan, Pajak Pertambahan Nilai, Pajak Penjualan atas Barang Mewah, dan Pajak Penghasilan dalarn Rangka Pelaksanaan Proyek Pemerintah yang Dibiayai dengan Hibah atau Dana Pinjaman Luar Negeri sebagaimana telah diubah terakhir dengan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 486lKMK.0412000; 13. Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nornor PER-66lPBl2005 tentang Mekanisrne Pelaksanaan Pernbayaran atas Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara; MEMUTUSKAN: Menetapkan

: PERATURAN

DIREKTUR JENDERAL TENTANG PETUNJUK PERBENDAHARAAN PELAKSANAAN PENYALURAN DAN PENCAIRAN DANA PINJAMAN IDA CREDIT NO. 4384-IDllBRD LOAN NO. 7504-ID PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PNPM) MANDlRl PERKOTAAN. BAB 1 KETENTUAN UMUM Pasal I

I

Dalam Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini, yang dimaksud dengan: 1. Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perkotaan yang selanjutnya disebut PNPM Perkotaan adalah program nasional dalam wujud kerangka kebijakan sebagai dasar dan acuan pelaksanaan program-program penanggulangan kemiskinan berbasis pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan melalui harmonisasi dan pengembangan sistern serta mekanisme dan prosedur program, penyediaan pendampingan, dan pendanaan stirnulan untuk rnendorong prakarsa dan inovasi masyarakat dalam upaya penanggulangan kemiskinan yang berkelanjutan di kelurahan perkotaan. Executing Agency adalah Kementerian NegaraILembaga yang menjadi penanggung jawab secara keseluruhan pelaksanaan kegiatan.

2.

3.

No Objection Letter, yang selanjutnya disebut NOL adalah persetujuan dari pemberi pinjarnanlhibah atau donor atas suatu kontrak dengan jumlah batasan tertentu atau tanpa batasan nilai berdasarkan jenis pekerjaan yang ditetapkan. Initial Deposit adalah dana awal yang dapat ditarik dari pinjamanlhibah luar negeri dan ditransfer ke Rekening Khusus (Special Account) setelah Naskah Perjanjian PinjamanlHibah Luar Negeri (NPPHLN) dinyatakan efektif. Withdrawal Application adalah dokumen yang digunakan untuk melakukan penarikan Initial Deposit dana pinjamanlhibah, pengisian kembali Rekening Khusus, danlatau penarikan untuk penggantian atas pengeluaran-pengeluaran yang telah dibayarkan terlebih dahulu oleh pemerintah. Closing Date adalah batas akhir pembayaran dana pinjamanlhibah luar negeri oleh pihak PPLNIPHLN dalam rangka pengisian Rekening Khusus atau penggantian dana talangan.

4.

5.

6.

7. Daftar lsian Pelaksanaan Anggaran, yang selanjutnya disebut DIPA adalah dokumen pelaksanaan anggaran yang dibuat oleh MenteriIPimpinan Lembaga selaku Pengguna Anggaran dan disahkan oleh Menteri Keuangan selaku Bendahara Umum Negara.
8.
Pengguna Anggaran, yang selanjutnya disebut PA adalah pejabat yang berwenang dan bertanggung jawab atas penggunaan anggaran pada Kementerian NegaraJLembaga yang bersangkutan.

9. Kuasa Pengguna Anggaran, yang selanjutnya disebut Kuasa PA adalah pejabat yang rnernperoleh kewenangan dan tanggung jawab dari PA untuk menggunakan anggaran yang dikuasakan kepadanya.
10. Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara, yang selanjutnya disebut KPPN adalah instansi vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang memperoleh kewenangan selaku Kuasa Bendahara Umum Negara.

11. Kas Negara adaiah tempat penyimpanan uang negara yang ditentukan oleh Menteri Keuangan selaku Bendahara Umum Negara untuk menampung seluruh penerimaan negara dan membayar seluruh pengeluaran negara.

12. Rekening Khusus (Special Account) adalah rekening
pemerintah yang berada di Bank Indonesia atau bank

216

pemerintah lainnya yang ditunjuk Menteri Keuangan yang dibuka untuk menampung dana pinjamanl hibah luar negeri yang digunakan untuk pembiayaan kegiatan pembangunan. 13. Surat Perintah Membayar, yang selanjutnya disebut SPM adalah surat perintah yang diterbitkan oleh Pejabat Penanda Tangan SPM untuk dan atas nama PA kepada Bendahara Umum Negara atau kuasanya berdasarkan Surat Perrnintaan Pembayaran (SPP) untuk mdakukan pembayaran sejumlah uang kepada pihak dan atas beban bagian anggaran yang ditunjuk dalam SPP berkenaan.
14. Surat Perintah Pencairan Dana, yang selanjutnya disebut SPZD adalah surat perintah yang diterbitkan oleh Kuasa Bendahara Umum Negara kepada Bank OperasionallKantor Pos dan Giro untuk memindahbukukan sejumlah uang dari Kas Negara ke rekening pihak yang ditunjuk dalam SPM berkenaan.
15. Uang Persediaan, yang selanjutnya disebut UP adalah

uang muka kerja dengan jumlah tertentu yang bersifat daur ulang (revolving), diberikan kepada Bendahara Pengeluaran hanya untuk membiayai kegiatan operasional kantor sehari-hari Satuan Kerja yang tidak dapat dilakukan dengan pembayaran langsung.

16. Tambahan Uang Persediaan, yang selanjutnya disebut TUP adalah uang yang diberikan kepada Satuan Kerja untuk kebutuhan yang sangat mendesak dalam satu bulan melebihi pagu UP yang ditetapkan.
17. Dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) kepada Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) merupakan dana stimulan yang diberikan kepada masyarakat melalui BKM dengan tujuan untuk mendorong masyarakat membangun modal sosial melalui pembelajaran Tridaya agar mandiri dalam menanggulangi persoalan kemiskinan dan peningkatan lndeks Pembangunan Manusia (IPM) serta mempercepat pencapaian Millenium Development Goals (MDG's).
18. Koordinator

KotalAssisten (KorkoVAsisten) dan Fasilitator adalah orang yang berdasarkan Surat Perjanjian Kerja (SPK) dengan PAIKPA melaksanakan tugas sebagai KorkoVAsistenIFasilitator dan untuk itu berhak menerima gaji dalam jumlah tertentu setiap bulan yang telah ditetapkan (sesuai Surat Keputusan

Satker yang berlaku).

Tunjangan Operasional dan Pelatihan Warga adalah jumlah uang tertentu yang dibayarkan kepada Fasilitator setiap bulan untuk keperluan operasional dan pembiayaan pelatihan warga dalam rangka mendukung pelaksanaan program. Pasal2 Spesifikasi pinjaman sebagai berikut:

BAB II PEMBEBANAN DAN PEMBAYARAN Pasal3 (1) Tata cara pembayaran dana pinjaman menggunakan mekanisme Rekening Khusus. (2) Pembayaran dibebankan pada Rekening Khusus Nomor 601.28341 1 pada Kantor Pusat Bank Indonesia di Jakarta. (3) Pembebanan dan pembayaran dilakukan secara proporsional sesuai kategori dan persentase sebagaimana tercantum dalam Lampiran I Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaanini. BAB Ill PENCAIRAN DANA

Pasal4

(1) Pencairan dana dilakukan rnelalui penerbitan SP2D oleh KPPN atas dasar SPM yang diajukan oleh PAlKuasa PA berdasarkan DIPA. (2) Pada SPM tercantum nilai, nornor, dan tanggal kontrak termasuk adendurn, nornor dan tanggal BAP, nornor pinjaman, nornor register, kode kategori, dan besamya porsi pernbiayaan serta tanggal NOL (apabila disyaratkan). (3) Pernbayaran rnelalui rnekanisrne UPITUP, SP2D tidak rnernbebani Rekening Khusus sebagaimana tercanturn dalam Pasal 3 ayat (2), tetapi rnembebani rekening Kas Negara. (4) Sisa UP yang masih ada pada bendahara pada akhir tahun anggaran hams disetor ke rekening Kas Negara selarnbat-lambatnya tanggal 31 Desember tahun anggaran berkenaan. (5) Pertanggungjawaban atas UPITUP dilaksanakan sesuai Surat Edaran Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor SE-77/PB/2005 tentang Tata Cara Penerbitan SP2D Rekening Khusus pada KPPN. (6) Untuk keperluan pernbayaran kontrak-kontrak dalam valuta asing (valas), tidak diperkenankan merupiahkan tagihan valas tersehut (sesuai Surat Edaran Direktur Jenderal Anggaran Nomor SE-43/A/61/0392 tentang Pernbayaran Mata Uang AsingNaluta Asing atas Beban Rekening Khusus jo. Surat Edaran Direktur Jenderal Anggaran Nomor SE-32/Al63/0295 tentang Pembayaran Mata Uang AsingNaluta Asing (Valas) dan Surat Edaran Direktur Jenderal Anggaran Nornor SE1301Al1989 tentang Tata Cara Penyaluran Pembiayaan Training dalarn Rangka Bantuan Luar Negeri rnelalui Rekening Khusus). (7) Pengajuan dokurnen untuk pernbayaran sebagaimana dimaksud pada ayat (6) disarnpaikan kepada KPPN Khusus Jakarta VI.

(8) Pernbayaran terhadap kontrak-kontrak yang rnensyaratkan NOL, dapat dilaksanakan apabila SPM yang diajukan dilampiri copy WOL" sesuai dengan Surat Edaran Direktur Jenderal Anggaran Nomor SE104/Al2000 tentang Penggantian Format NOL for Disbursement (Form 38) Bantuan IBRD rnenjadi Form 384P (untuk pekerjaan kategori goods and works) dan Form 384C (untuk pekerjaan kategori consultant) atas kontrak yang bersangkutan.

Bagian Kesatu Banyuan Langsung Masyarakat

( I ) Dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) mencakup: a. BLM kepada BKM di kelurahanldesa sasaran lama yang sudah pemah atau sedang melaksanakan P2KP (kelurahan grants and sub loan) merupakan kategori I. b. BLM kepada BKM di kelurahanldesa sasaran baru yang belum pemah melaksanakan P2KP (kelurahan grants and sub loan) merupakan kategori 1.

(2) Pembayaran dana BLM dilakukan dengan mengajukan SPM LS kepada KPPN yang dilampiri Dafiar Nominatif Penerima Bantuan (format sebagaimana tercantum 1 dalam Larnpiran I Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini) dan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Belanja (SPTB) oleh PAlKuasa PA.

(3) KPPN menerbitkan SP2D Rekening Khusus dengan dilampiri Daftar Nominatif Penerima Bantuan (format sebagaimana tercantum dalam Lampiran II Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini) yang diajukan PAlKuasa PA dan selanjutnya Bank OperasionalIKantor Bank Indanesia penerima SP2D akan melakukan transTer dana kepada penerima dana sesuai Daflar Nominatif berkenaan.
(4) Tahapan pencairan BLM kepada masyarakat diatur sesuai Pedoman Umum/Petunjuk Pelaksanaan yang diterbitkan oleh Executing Agency.

Bagian Kedua Individual Konsultan

Gaji Korkot/Asisten/Fasilitator dan tunjangan operasional kegiatan dan Pelatihan Masyarakat termasuk dalam kategori 2 (Consultants' services under Parts 1 and 3 of the Project). Pasal 7 (1) Pembayaran Gaji KorkotlAsistenlFasilitator dan tunjangan operasional dilakukan dengan mengajukan SPM LS kepada KPPN yang dilampiri Daftar Nominatif

Pembayaran Jasa (format sebagaimana tercantum dalam Lampiran Ill Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini) dan Surat Pemyataan Tanggung Jawab Belanja (SPTB) oleh PAlKuasa PA. (2) KPPN menerbitkan SP2D Rekening Khusus dengan dilampiri Daftar Nominatif Pembayaran Jasa (format sebagaimana tercantum dalam Lampiran Ill Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini) yang diajukan PNKuasa PA dan selanjutnya Bank OperasionallKantor Bank lndonesia penelima SP2D akan melakukan transfer dana kepada penerima dana sesuai Daftar Nominatif berkenaan. Pencairan dana pelatihan masyarakat dapat dilaksanakan melalui rekening Pihak Ketiga atau rekening Bendahara Pengeluaran Satker. BAB IV PENGlSlAN KEMBALI DANA REKENING KHUSUS

PasJ 9 (1) Executing Agency bersama PAlKuasa PA menyusun dan menyiapkan konsep Wdhdrawal Application dalam rangka Replenishment/ Reimbursement sebagai berikut:
a. PAIKuasa PA mengirimkan copy SP2D Reksus beserta dokumen pendukungnya kepada Executing Agency. b. Berdasarkan laporan Rekening Koran yang diterima dari Bank Indonesia, Direktorat Pengelolaan Kas Negara menyampaikan copy rekening koran Rekening Khusus LwnIGrant berkenaan kepada ExecutingAgency.

c. Berdasarkan copy Rekening Koran Bank lndonesia yang diterirna dari Direktorat Pengelolan Kas Negara dan copy SP2D Rekening Khusus beserta dokumen pendukungnya yang diterima dari PAlKuasa PA, Executing Agency menyiapkan dan menyampaikan draf Withdrawal Application dalam rangka Replenishmenff Reimbursement ke Direktorat Jenderal Perbendaharaan c.q. Direktorat Pengelolaan Kas Negara.
(2) Direktorat Pengelolaan Kas Negara memeriksa dan meneliti Withdrawal Application yang diterima dari Executing Agency. Se,blah Withdrawal Application

dinyatakan benar, Direktorat Jenderal Perbendaharaan c.q. Direktorat Pengelolaan Kas Negara membuat covering letter Withdrawal Application dan menyampaikan secara lengkap Withdmwal Application tersebut kepada Bank Dunia.
(3)

Apabila Executing Agency tidak melaksanakan kewajibannya sebagaimana dimaksud pada ayat ( I ) , yang mengakibatkan saldo dana yang tersedia pada Rekening Khusus berkenaan di Bank Indonesia tidak mencukupi, Direktorat Jenderal Perbendaharaan c.q. Direktorat Pengelolaan Kas Negara dapat menerbitkan surat perintah penghentian pembayaran sementara kepada KPPN bersangkutan. Pembayaran kembali atas penghentian sementara sebagaimana dimaksud pada ayat (3), dapat dilaksanakan setelah KPPN menerima surat pemberitahuan dari Direktorat Jenderal Perbendaharaan c.q. Direktorat Pengelolaan Kas Negara. Pengisian kembali dana Rekening Khusus dilaksanakan secara berkala dengan menyampaikan aplikasi Replenishment kepada Direktorat Pengelolaan Kas Negara sesuai prosedur yang berlaku dan menjadi tanggung jawab penuh Executing Agency bersangkutan. Executing Agency dalam ha1 dipersyaratkan, menyusun Financial Statement of Special Account (FISSA) untuk kepentingan audit penggunaan rekening khusus oleh auditor. FISSA yang telah diperiksa oleh auditor sebagaimana dimaksud pada ayat (I), disampaikan kepada Direktur Jenderal Pengelolaan Uhng untuk selanjutnya diteruskan kepada Pemberi PinjamanlHibah Luar Negeri berkenaan.

(4)

(5)

(1)

(2)

BAB V PELPIPORAN DAN PENGIRIMAN DOKUMEN

(1)

Setiap hari Senin KPPN-KBI mengirimkan dokumen

asli Oaftar SP2D Rekening Khusus beserta copy SP2D Rekening Khusus atas seluruh transaksi pemerbitan SP2D Rekening Khusus minggu sebelumnya dengan sarana expdisi tercepat.
(2)

Setiap hari Senin KPPN-Non KBI mengirimkan dokumen asli. DaStar SPB dan SPB beserta copy SP2D Rekenjng Khusus atas seluruh transaksi penerbitan SP2D Rekening Khusus minggu sebelumnya dengan sarana expedisi tercepat. Penginman dokumn sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan (2). dikelompokkan per masing-masing kode pinjaman luar negeri dalam satu surat pengantar dan dialamatkan kegada: Direktorat Pengelolaan Mas Negara Subdirektorat Dana Pinjaman dan Hibah Gedung Perbendahaman ILantai IV Jalan Lapangan &n@ng Timur No. 2-4 Jakarta 10710 TeleponIFaksirnile (Q21) 3864779 e-mail dphpkn-rb~ndaharaan.go.id BAB VI KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal I 2

(3)

(1) Dalam rangka penerbitan SP2D Rekening Khusus porsi PinjamanIHibah Luar Negeri, PAlKuasa PA tidak diperkenankan menmtumkan potongan pajak pada SPM Rekening Khusus dan KPPN tidak melakukan pemtongan pajak.
(2) PPN, PPnBM, dan PPh yang terutang untuk porsi pinjaman luar negeri dhksanakan sesuai peraturan perundang-undangan.

(3) Pengesahan Faktur Pajak dan SSP dilakukan sesuai peraturan perundang-undangan.

(1) Pengeluaran atas SP2D yang telah membebani Rekening Khuslls tetapi belum dimintakan penggantiannya kepada pemberi pinjamanlhibah dinyatakan backlag sanpai dengan SP2D Rekening

Khusus berkenaan replenishme~~irnbu~~ement dan penggantian.

telah

diajukan mendapat

(2) Pengeluaran atas SP2D Rekening Khusus berdasarkan SPM yang diajukan oleh PA/Kuasa PA yang tidak sesuai dengan ketentuan sebagaimana diatur dalam Naskah Perjanjian PinjamanIHibah Luar Negeri dikategorikan sebagai pengeluaran ineligible. (3) Pengeluaran yang dikategorikan ineligible sebagaimana dimaksud pada ayat (2), menjadi tanggung jawab Kementerian NegadLembaga yang bersangkutan dan hams diperhitungkan dalam revisi DlPA tahun anggaran berjalan atau dibebankan dalarn DlPA tahun anggaran berikutnya. (4) Sesuai ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (3). Direktur Pengelolaan Kas Negara menyampaikan surat kepada Pimpinan Kementerian NegadLembaga dengan tembusan Direktur Jenderal Anggaran untuk mengajukan revisi DlPA dimaksud dengan uraian "untuk keuntungan rekening Kas Umum Negara". BAB VII KEfENTUANPENUTUP

Peraturan Ditektur Jendeml Perbendaharaan ini mulai berfaku pada tanggal ditetapkan. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengumuman perahrran Direktur Jenderal Perbendaharaan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 9 September 2008 DIREKTUR JENDERAL,

HERRY PURNOMO NIP 060046544

LAMPIRAN I
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN IPBR008 TENTANG PET'JNJUK NOMOR PER42 PELAKSANAAN PENYALURAN DAN PENCAIQAN DANA PINJAMAN IDA CREDIT NO. 4384-IDllBRD LOAN NO. 7504-ID PROGRAM NASlONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PNPM) MANDlRl PERKOTAAN

DAFTAR PERSENTASE PEMBIAYAAN IDA CREDIT NO. 4384-IDIIBRD LOAN NO. 7504-ID PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PNPM) MANDlRl PERKOTAAN
Jurnlah Alokasi
-

Kategori

Uraian Kategori

Credit (SDR)

Loan (USD)

Persentase Pernbiayaan

Batas Maksirnal Nilai Kontrak SOE (tidak perlu NOL World Bank)
100% dari Kelumhan Grant or Kelurahan Sub loan

1

Kelurahan Grants and Sub-loans

57.600.000

38.615.000

100%

2

Goods and Consultants' services under Parts 1 and 3 of the Project Front end Fee

21 .OOO.OOO

13.933.300

100%

Sesuai dengan procurement plan

3

78.600.000

131.700 52.680.000

JUMLAH

I AMPIRAN I 1 PERATUWN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHAWN NOMOR PER42 IPBRMB TENTANG PETUNJUU PELAKSANAAN PENYALURAN DAN PENCAIRAN DANA PINJAMAN IDA CREDIT NO 4384-IDllBRO LOAN NO 7504.10 P R O G W NASIONAL PEMBERDAYPAN MASYARAKAT (PNPM) MANDlRl PERKOTPAN

........

Lampiran SPM

Nomor :
Tanggal : DAFTAR NOMINATIF PENERIMA BANTUAN

TOTAL

Rp.

1 ') SPPB adalah Surat Perjanjian Pemberian Bantuan

.................,................
Mengetahui: Kepala Seksi Perbendaharaan KPPN ........ Menyetujui: Kepala Satker, Bendahara Satker,

..................................
NIP. .............................. NIP. ........................

..............................
NIP. ..................

PEFWTURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARIUW N O W PER42 PBRMB TENTANG PETUNAOK PEbWWNMN PENVALWUN DAN Pt'lCAIRW DANA P l W IDA CREDIT NO 4381-1Di18AU L O W NO 7501.10 P R O O W N I S l O N N P E Y B E R M i Y M MASYAR/U(AT(PNPY) MANDlRl P E R M T U

LAMPIRAN Ill

Larnpiran SPM Nornor : Tanggal : DAFTAR NOMlNATlF PEMBAYARAN JASA

TOTAL

Rp

Mengetahui: Kepala Seksi Perbendaharaan KPPN......

Menyetujui: Kepala Satka Bendahara Satker,

................................

NIP. ..............................

NIP. .......................

NIP. ........

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN NOMOR PER- 43 IPBE008

PETUNJUK PELAKSANAAN PENYALURAN DAN PENCAIRAN DANA PINJAMAN IBRD NOMOR 7505-INDIIDA CREDIT NOMOR 4385-IND (NATIONAL PROGRAMFOR RURAL COMMUNIW EMPOWERMENT I N RURAL AREAS PROJECTIPROGRAMNASlONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MANDlRl PERDESAANIPNPM MANDlRl PERDESAAN) DIREKTUR JENDERAL PERBENDAMARAAN, Menimbang
:

a.

bahwa dalan rangka rnempercepat penanggulangan kerniskinan dan perluasan kesempatan keja bagi rnasyarakat rniskin di perdesaan. Pemerintah lndonesia rnemperoleh dana pinjaman dari International Bank for Reconstruction and Development (IBRD) dan International Development Association (IDA) untuk mernbiayai National Program for Rural Community Empowerment in RuralAreas ProjecWrogram Nasional Pernberdayaan Masyarakat Mandiri PerdesaanlPNPM Mandiri Perdesaan); bahwa untuk pengelolaan dana pinjaman IBRD Nomor 7505-INDIIDA Credit Nornor 4385-IND, perlu petunjuk pelaksanaan penyaluran dan pencairan dana pinjaman dirnaksud; bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dirnaksud dalam huruf a dan b, perlu menetapkan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyaluran dan Pencairan Dana Pinjaman IBRD Nomor 7505-INDIIDA Credit Nomor 4385-IND (National Program for Rural Community Empowennentin RuralAreas ProjecUPrograrn Nasional Pernberdayaan Masyarakat Mandiri PerdesaanlPNPM Mandiri Perdesaan); Undang Undang Nornor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lernbaran Negara Republik lndonesia Tahun 2003 Nornor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4286); Undang Undang Nornor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negam (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2004 Nornor 5. Tambahan Lembaran

b.

c.

Mengingat

:

1.

2.

229

Wegara Rspwblik lndonesia Nomor 4355);

3.

Undang Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2004 Nornor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4400); Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2001 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 1995 tentang Bea Masuk, Bea Masuk Tambahan, Pajak Pertambahan Nilai, dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah dan Pajak Penghasilan dalam Rangka Pelaksanaan Proyek Pemerintah yang Dibiayai dengan Dana Pinjaman Luar Negeri (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2001 Nomor 48, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4092); Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengadaan Pinjaman danlatau Penerimaan Wibah serta Penerusan Pinjaman danlatau Hibah Luar Negeri (Lembaen Negara Republik lndonesia Tahun 2006 Namor 3, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4597); Keputusan Pmiden Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2002 Nomor 73, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4212) sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 72 Tahun 2004 (Lemtsamn Negara Republik lndonesia Tahun 2004 Nomor 92, Tambahan Lembaran Negara Republik Indofiesia Nomor 4418); Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan BarangIJasa lnstansi Pemerintah (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2003 Nomor 120, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4330) sebagaimana telah diwbah terakhir dengan Peraturan Presiden Nombr 85 fahun 2006; Peraturan Manteri Keuangan Nomor 134lPMK.0612005 tentang Pedoman Pembayaran Dalam Pelaksanaan Anggann Pendriptan dan Belanja Negara; Peraturan ~enteri: Keuangan Nomor 100/PMK.0112008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Keuangan;

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 1011PMK.0112008 tentang Organisasi dan Tata Kerja lnstansi Vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan; 11. Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Keuangan dan Menteri Negara Perencanaan Pembangunan NasionallKetua Bappenas Nomor 185lKMK.0311995 dan Kep.O31/Ket/5/1995 tentang Tata Cara Perencanaan, Pelaksanaan, Penatausahaan dan Pemantauan Pinjamanl Hibah Luar Negeri Dalam Rangka Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, sebagairnana telah diubah dengan SKB Menteri Keuangan dan Menteri Negara Perencanaan Pernbangunan NasionallKetua Bappenas Nornor 459lKMK.0311999 dan KEP-264lKETl0911999. 12. Keputusan Menteri Keuangan Nornor 239lKMK.0111996 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 1995 tentang Bea Masuk, Bea Masuk Tambahan, Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah dan Pajak Penghasilan dalam Rangka Pelaksanaan Proyek Pemerintah yang Dibiayai dengan Hibah atau Dana Pinjaman Luar Negeri sebagairnana telah diubah terakhir dengan Nornor Keputusan Menteri Keuangan 486/KMK.04/2000;

13. Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor
66lPBl2005 tentang Mekanisme Pelaksanaan Pembayaran atas Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. MEMUTUSKAN:

: PERATURAN

DIREKTUR JENDERAL TENTANG PETUNJUK PERBENDAHARAAN PELAKSANAAN PENYALURAN DAN PENCAlRAN DANA PINJAMAN IBRD NOMOR 7505-INDIIDA CREDIT NOMOR 4385-IND (NATIONAL PROGRAM FOR RURAL COMMUNIN EMPOWERMENT IN RURAL AREAS PROJECTIPROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MANDlRl PERDESAANIPNPM MANDlRl PERDESAAN).

BAB I KETENTUAN UMUM Pasall Dalam Peaturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini, yang dimaksud dengan:
1.

Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan, yang selanjutnya disebut PNPM Mandiri Perdesaan adalah program nasional dalam wujud kerangka kebijakan sebagai dasar dan acuan pelaksanaan program-program penanggulangan kemiskinan berbasis pemberdayaan masyarakat di perdesaan. PNPM Mandiri Perdesaan dilaksanakan melalui harrnonisasi dan pengembangan sistem serta mekanisme dan prosedur program, penyediaan pendampingan, dan pendanaan stimulan untuk mendorong prakarsa dan inovasi masyarakat dalam upaya penanggulangan kemiskinan berkelanjutan. Executing Agency adalah Kementerian NegaraJLembaga yang menjadi penanggung jawab secara keseluruhan pelaksanaan kegiatan. Unit Pelaksana PNPM Mandiri Perdesaan ditingkat Pusat, Provinsi, dan KabupatenlKota. Ditingkat Pusat, Satker berada pada unit eselon I, yaitu Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Departemen Dalam Negeri;

2.

3. Satuan Keja, yang selanjutnya disebut satker adalah

4.

Sumber dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) kegiatan PNPM Mandiri Perdesaan terdiri dari Block Grant yang berSurnber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Rupiah Mumi, APBN Pinjaman Luar Negeri, dan Partisipasi Pemerintah Daerah; pejanjian antara Pejabat Pembuat KomitmenlPenanggung Jawab Operasional Kegiatan (PJOK) dengan Ketua Unit Pengelola Kegiatan (UPK) yang berisi kewajiban PJOK dalam mendanai BLM Dana Operasional Kegiatan (DOK) Perencanaan, BLM DOK Pelatihan Masyarakat, maupun BLM Dana Kegiatan yang diusulkan oleh masyarakat.

5 Surat Perjanjian Pendanaan (SP2) adalah dokumen .

6.

No Objection Letter, yang selanjutnya disebut NOL adalah persetujuan dari pemberi pinjamanlhibah atau donor atas suatu kontrak dengan jumlah batasan tertentu atau tanpa batasan nilai berdasarkan jenis pekejaan yang sudah ditandatangani.

7 . Initial Deposit adaiah dana awal yang dapat ditarik dari pinjamanhitiah luar negeri dan ditransfer ke Reke,i~ng Khusus (Special Account) setelah Naskah Perjanjian Pinjaman dan Mibah Luar Negeri (NPPHLN) dinyatakan efektif.

8.

Withdrawal Application adalah dokurnen yang digunakan untuk melakukan penarikan Initial Deposit dana pinjamanlhibah, pengisian kernbali Rekening Khusus, danlatau penarikan untuk penggantian a!as pengeluaran-pengeluaran yang telah dibayarkan terlebih dahulu oleh pernerintah. Closing Date adalah batas akhir pernbayaran dana pinjamanlhibah luar negeri oleh pihak pemberi pinjarnanlhibah luar negeri dalam rangka pengisian Rekening Khusus atau penggantian dana talangan.

9.

10. Daftar lsian Pelaksanaan Anggaran, yang selanjutnya disingkat DlPA adalah dokumen pelaksanaan anggaran yang disusun oleh menterilpimpinan lembaga selaku Pengguna Anggaran dan disahkan oleh Menteri Keuangan selaku Bendahara Umum Negara. 11. Pengguna Anggaran, yang selanjutnya disingkat PA adalah pejabat yang bewenang dan bertanggung jawab atas penggunaan anggaran pada kementerian negara~lernbaga yang bersangkutan.
12. Kuasa PA adalah pejabat yang rnernperoleh kewenangan dan tanggung jawab dari PA untuk menggunakan anggaran yang dikuasakan kepadanya.

13. Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara, yang selanjutnya disingkat KPPN adalah instansi vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan.
14. Kas Negara adalah rekening tempat penyimpanan uang negara yang ditentukan oleh Menteri Keuangan selaku Bendahara Umum Negara untuk menampung seluruh penerimaan negara danlatau membayar seluruh pengeluaran negara pada banwsentral giro yang ditunjuk.

15. Rekening Khusus (Special Account) adalah rekening pemerintah yang berada di Bank Indonesia atau bank pemerintah lainnya yang ditunjuk oleh Menteri Keuangan yang djbuka untuk menampung dana dari pemberi pinjamanlhibah luar negeri yang digunakan untuk pembiayaan kegiahn pembangunan.

16. Surat Petintah Membayar, yang selanjutnya disingkat SPM adalah surat perintah yang diterbitkan oleh Pejabat Penanda Tangan SPM untuk dan atas nama PA kepada Bendahara Umum Negara atau kuasanya berdasarkan Surat Perrnintaan Pernbayaran (SPP) untuk melakukan pembayaran sejumlah uang kepada pihak dan atas beban anggaran yang ditunjuk dalarn SPP berkenaan.

17. Surat Perintah Membayar Langsung, yang selanjutnya disebut SPM-LS adalah surat perintah rnembayar langsung kepada pihak ketiga yang diterbitkan oleh PNKuasa PA atas dasar perjanjian kontrak kerja atau surat perintah kefja lainnya.

18. Surat Perintah Pencairan Dana, yang selanjutnya disebut SP2D adalah surat perintah yang diterbitkan oleh Kuasa Bendahara Umum Negara kepada Bank OperasionaVKantor Pos dan Giro berdasarkan SPM untuk memindahbukukan sejumlah uang dari Kas Negara ke rekening pihak yang ditunjuk dalam SP2D berkenaan.
19. Uang Persediaan, yang selanjutnya disingkat UP adalah uang muka kerja dengan jumlah tertentu yang bersifat daur ulang (revolving), diberikan kepada Bendahara Pengeluaran hanya untuk membiayai kegiatan operasional kantor sehari-hari satker yang tidak dapat dilakukan dengan pembayaran langsung.

20. Tambahan Uang Persediaan, yang selanjutnya disingkat T J adalah uang yang diberikan kepada LP satker untuk kebutuhan yang sangat mendesak dalam satu bulan mlebihi pagu UP yang ditetapkan.
21. Surat Pemyataan Tanggung Jawab Belanja, yang selanjutnya disebut SPTB adalah pemyataan tanggung jawab yang dibuat oleh PNKuasa PA atas transaksi belanja sampai dengan jumlah tertentu.

Pasal2 Spesifikasi pinjaman sebagai berikut:

BAB II PEMBEBANAN DAN PEMBAYARAN Pasal3
(1) Tata cara pembayaran dana pinjarnan menggunakan rnekanisme Rekening Khusus. (2) Pembayaran dibebankan pada Rekening Khusus Nomor 601.282411 pada Kantor Pusat Bank Indonesia di Jakarta.

(3) Pembebanan dan pembayaran dana pinjarnan dilakukan secara proporsional sesuai dengan kategori dan persentase sebagaimana tercanturn dalam Lampiran I Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaanini.
BAB Ill PENCAIRAN DANA
(1) Pencairan dana dilakukan melalui penerbitan SP2D oleh KPPN atas dasar SPM yang diajukan oleh

PAlKuasa PA berdasarkan DIPA.

(2) Pada SPM tercantum nilai dan nomor pinjaman, nomor register, kode kategori, porsi pembiayaan, nilai, nomor, dan tanggal kontrak termasuk adendum, nomor dan tanggal BAP serta tanggal NOL (apabila dipersyaratkan). (3) Pembayaran melalui mekanisme UPTTUP. SP2D tidak membebani Rekening Khusus sebagaimana tercantum dalam Pasal 3 ayat (2), tetapi membebani Rekening Kas Negara. (4) Sisa UP yang masih ada pada bendahara pada akhir tahun anggaran harus disetor ke rekening Kas Negara selambat-lambatnya tanggal 31 Desember tahun anggaran berkenaan.
(5) Pertanggungjawabanatas UPKUP dilaksanakan sesuai Surat Edaran Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor SE-77lPBl2005 tentang Tata Cara Penerbitan SPPD Rykening Khusus pada KPPN.

(6) Untuk keperluan pembayaran kontrak-kontrak dalam valuta asing (valas), tidak diperkenankan merupiahkan tagihan valas tersebut (sesuai Surat Edaran Direktur Jenderal Anggaran Nomor SE-43lAl6110392 tentang Pembayaran Mata Uang AsingNaluta Asing atas Beban Rekening Khusus jo. Surat Edaran Direktur Jenderal Anggaran Nomor SE-32/Al63/0295 tentang Pembayaran Mata Uang AsingNaluta Asing, dan Surat Edaran Direktur Jenderal Anggaran Nomor SE130lN1989 tentang Petunjuk Tata Cara Penyaluran Pembiayaan Training dalam Rangka Bantuan Luar Negeri melalui Rekening Khusus).

(7) Pengajuan dokumm untuk pembayaran sebagaimana dimaksud pada ayat (6) disampaikan kepada KPPN Khusus Jakarta VI.
terhadap kontrak-kontrak yang (8) Pembayaran mensyaratkan NOL, dapat dilaksanakan apabila SPM yang diajukan dilampiri copy %OL" sesuai dengan Surat Edaran Direktur Jenderal Anggaran Nomor SE104IN2000 tentang Penggantian Format NOL for Disbursement (Form 38) Bantuan IBRD menjadi Form 384P (untuk pekerjaan kategori goods and works) dan Form 384C (untuk pekerjaan kategori consultant) atas kontrak yang bmsangkutan. NOL dari Bank Dunia yang dimaksud adalah NOL terhadap kontrak yang telah ditetapkanlditandatangani (finaysignedcontract).

Bagian Kesatu 1Block Grants (Bantuan Langsung Masyarakat) Kategon

(1) Dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM), merupakan dana kegiatan yang diperuntukkan mendanai usulan/proposalkegiatan masyarakat. (2) Pembayaran dana BLM dilakukan dengan mengajukan SPM-LS kepada KPPN yang dilampiri: a. Ringkasan KontraklSPWSP2 (format sebagaimana tercantum dalam Lampiran I Peraturan Direktur 1 Jenderal Perbendaharaan ini); b. SPTB.
(3) Tahapan pencairan BLM kepada masyarakat diatur sesuai Petunjuk TeknislPelaksanaan yang diterbitkan oleh ExecutingAgency.

Bagian Kedua Kategon 2 (Facilitations Support) dan Kategon 3 (Goods, Consultants' Services, Trainning and Warkshops)

(1) Pembayaran Honorarium, Tunjangan, dan Operasional Individual Konsultan/Fasilitator dilakukan dengan mengajukan SPM-LS kepada KPPN yang dilampiri: a. Daftar Nominatif Honorarium, Tunjangan, dan Operasional Individual Konsultan/Fasilitator (format sebagaimana tercantum dalam Lampiran Ill Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini); b. SPTB.
(2) Pembayaran terhadap kontrak-kontrak selain sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1). dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundangundangan.
Bagian Ketiga

Kategon 4 (Incrernental Operating Costs)

Pembayaran terhadap kontrak-kontrak yang dibiayai dengan

Kategori 4 (Incremental Operating Costs) sebag aimana

tercantum dalam Lampiran I Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini, dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. BAB IV PENGISIAN KEMBALI DANA REKENING KHUSUS
(1) Executing Agency bersama PAIKuasa PA menyusun dan menyiapkan konsep Withdrawal Application dalam rangka Replenishment/ Reimbursement sebagai berikut:

PAlKuasa PA rnengirimkan copy SP2D Rekening Khusus beserta dokumen pendukungnya kepada ExecutingAgency. b. Berdasarkan laporan Rekening Koran yang diterima dari Bank Indonesia, Direktorat Pengelolaan Kas Negara menyampaikan copy rekening koran berkenaan kepada Executing Agency. c. Berdasarkan copy Rekening Koran Bank lndonesia yang diterima dari Direktorat Pengelolaan Kas Negara dan copy SP2D Rekening Khusus beserta dokurnen pendukungnya yang diterima dari PAlKuasa PA, Executing Agency menyiapkan dan menyampaikan konsep Withdrawal Application dalam rangka Interim Financial Report (IFR)IReplenishment/Reimbursement ke Direktorat Jenderal Perbendaharaan c.q Direktorat Pengelolaan Kas Negara. a. (2) Direktorat Pengelolaan Kas Negara memeriksa dan meneliti konsep Withdrawal Application yang diterima dari Executing Agency. Setelah dinyatakan lengkap dan benar, Direktorat Jenderal Perbendaharaan c.q. Direktorat Pengelolaan Kas Negara membuat Covering Letter Withdrawal Application dan menyampaikan secara lengkap kepada pemberi pinjaman.

(3) Apabila Executing Agency tidak melaksanakan kewajibannya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang mengakibatkan saldo dana yang tersedia pada Rekening Khusus berkenaan di Bank lndonesia tidak mencukupi, Direktorat Jenderal Perbendaharaan c.q. Direktorat Pengelolaan Kas Negara dapat menerbitkan surat perintah penghentian pernbayaran sementara kepada KPPN bersangkutan.

(4) Pembayaran kembali atas penghentian sementara sebagaimana dimaksud pada ayat (3), aapat KPPN menerima surat dilaksanakan setelah pemberitahuan dari Direktorat Jenderal Perbendaharaan c.q. Direktorat Pengelolaan Kas Negara. (5) Pengisian kernbali dana Rekening Khusus dilaksanakan secara berkala dengan menyampaikan IFWReplenishment/Reimbursement kepada Direktorat Pengelolaan Kas Negara sesuai dengan prosedur yang berlaku dan menjadi tanggung jawab Executing Agency bersangkutan.

(1) Dalam ha1 dipersyaratkan, ExecutingAgency menyusun Financial Statement of Special Account (FISSA) untuk kepentingan audit penggunaan rekening khusus oleh auditor. (2) FISSA yang telah djperiksa oleh auditor sebagaimana dimaksud pada ayat (I), disampaikan Executing Agency kepada Direktur Jenderal Pengelolaan Utang u.p. Direktur Pinjaman dan Hibah Luar Negeri untuk selanjutnya dite~skan kepada pemberi pinjaman berkenaan BAB V PELAPORAN DAN PENGlRlMAN DOKUMEN

(1) Setiap hari Senin KPPN-KBI mengirimkan dokumen asli Daftar SP2D Rekening Khusus beserta copy SP2D Rekening Khusus atas seluruh transaksi pemerbitan SP2D Rekening Khusus, minggu sebelumnya dengan sarana expedisi tercepat.

(2) Setiap hari Senin KPPN-Non KBI mengirimkan dokumen asli Daftar SPB dan SPB beserta copy SP2D Rekening Khusus atas seluruh transaksi penerbitan SP2D Rekening Khusus, minggu sebelumnya dengan sarana expedisi tercepat.
(3) Pengiriman dokumen sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2), dikelompokkan per masingmasing kode pinjaman luar negeri dalam satu surat pengantar dan dialamatkan kepada:

Direktorat Pengelolaan Kas Negara Subdirektbfat Dana Pinjaman dan Hibah Gedung Perbendaharaan I Lantai IV Jalan Lapangan Banteng Timur No. 2-4 Jakarta 10710 TeleponIFaksimile (021) 3864779 e-mail dphpkn@perbendaharaan.go.id BAB VI KETENTUAN LAIN-LAIN

(1) Dalam rangka penerbitan SP2D Rekening Khusus porsi pinjamanlhibah luar negeri, PNKuasa PA tidak diperkenankan mencantumkan potongan pajak pada SPM Rekening Khusus dan KPPN tidak melakukan pemotongan pajak. (2) PPN, PPnBM, dan PPh yang terutang untuk porsi pinjamanlhibah luar negeri dilaksanakan sesuai peraturan perundang-undangan.
(3) Pengesahan Faktur Pajak dan SSP dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

(1) Pengeluaran atas SP2D yang telah membebani belum dimintakan Rekening Khusus tetapi penggantiannya kepada pemberi pinjamanlhibah dinyatakan backlog sampai dengan SP2D Rekening Khusus berkenaan diajukan replenishmentlreimbursement dan telah mendapat penggantian.

(2) Pengeluaran atas SP2D Rekening Khusus berdasarkan SPM yang diajukan oleh PNKuasa PA yang tidak sesuai dengan ketentuan sebagaimana diatur dalam Naskah Perjanjian PinjamanIHibah Luar Negeri dikategorikan sebagai pengeluaran ineligible.
(3) Pengeluaran yang dikategorikan ineligible sebagaimana dirnaksud pada ayat (2), menjadi tanggung jawab kementerian negarallembaga yang bersangkutan dan haws diperhitungkan dalam revisi DlPA tahun anggaran berjalan atau dibebankan dalam DlPA tahun anggaran berikutnya.

(4) Sesuai ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (3), Direktur Pengelolaan Kas Negara menyampaikan surat kepada pimpinan kementerian negaranembaga dengan ternbusan kepada Direktur Jenderal Anggaran untuk mengajukan revisi DlPA dimaksud dengan uraian "untuk keuntungan rekening Kas Umum Negara".

BAB VII KETENTUAN PENUTUP
Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 17 September 2008 DlREKTUR JENDERAL, ttd

HERRY PURNOMO NIP 060046544

LAMPIRAN I
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL P E R B E N D A H A M NOMOR PER43 IPBl2008 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PENYALURAN DAN PENCAIRAN DANA LOAN IBRD NOMOR 75051NDllDA CREDIT NOMOR 43851ND (NATIONAL PROGRAM FOR RURAL COMMUNITY EMPOWERMENT IN RURAL AREAS PROJECTIPROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MANDlRl P E R D E W P N P M MANDlRl PERDESAAN)

KATEGORI DANA PERSENTASE PEMBIAYAAN LOAN IBRD NO. 7075-INDllDA CREDIT NO. 4385-IND NATIONAL PROGRAMFOR RURAL COMMUNITY EMPOWERMENT IN RURAL AREAS PROJECT (PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MANDlRl PERDESAANI PNPM MANDlRl PERDESAAN)
Porsi Pernbiayaan Loan Batas Maksirnal Nilai Kontrak SOE (Tidak Perlu NOL World Bank)

Kode

Uraian Kategori

(11

(2)
Block Grants Fasilitatims Supports

(3)

(4) All SOE Kontrak < 50.000 (Goods) Kontrak < 30.000 (Individual Consultant) Kontrak < 50.000(Fims Consultant) Kontrak < 50.000(Goods) Kontrak < 30.000 (Individual Consultant) Kontrak < 50.000(Firms Consultant) All SOE

1

100 % 100 %

2

3

Goods, Consultants' services, trainning and workshops Incremental Operating Costs

100 %

4

100 %

LAMPIRAN II
PERANRAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN NOMOR PER43 IPBRW8 TENTANG PETUNJUK PEU\KSANAAN PENYALURAN DAN PENCAIRAN DANA LOAN IBRD NOMOR 7505-INDllDA CREDIT NOMOR 4385-IN0 (NATIONAL PROGRAM FOR RURAL COMMUNITY EMPOWERMENT I N RURAL AREAS PROJECTPROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MANDlRl P E R R E W P N P M MANDlRl PERDESAAN)

KOP SURAT

RINGKASAN KONTRAW RINGKASAN SURAT PERJANJIAN PENDANAAN (SP2) Nomor dan tanggal DlPA ................................................. (1 Kode Kegiatan/Subkegiatan/Mata Anggaran : ................................................ (2) Nomor dan tanggal Surat Pejanjian .................................................. (3) Nama UPK ....................................................................... (4) Alamat UPK ........................................................................ (5) ., Nilai Surat Pejanjian ........................................................................ (6) Uraian dan volume pekerjaan : ....................................................................... (7) Cara Pembayaran ........................................................................ (8)

a.n. Kuasa Pengguna Anggaran Pejabat Pembuat Kornitmen,

(Nama lengkap) NIP Catatan : Apabila tejadi adendum Surat Pejanjian, data Ringkasan Surat Pejanjian agar disesuaikan dengan perubahan.

PETUNJUK PENGlSlAN RINGKASAN KONTRAW RINGKASAN SURAT PERJANJIAN PENDANAAN (SP2)

PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENOAHARMN NOMOR PER43 R B R W TENTANG PFTVNJUK PEWSANAAN P E N Y A L U W DAN PENCAIP *h DANA PINJAh4AN IDA CREDIT NO 4W-IDIIBRO L(,Av NO 7504.10 PROGrUM NASIONAL PEMBERDAYAAN MSYARAKAT lPNPMl

- ....... ......
"

Lampiran SPM Nomor : Tanggal : DAFTAR NOMlNATlF PEMBAYARAN HONORARIUM,TUNJANGAN DAN OPERASIONAL INDIVIDUAL KONSULTANIFASILITATOR BULAN

.............................

Mengetahu~ Kepala Seksi Perbendaharaan KPPN ............................

Menyetujui Kuasa Pengguna Anggaran

Pejabat Pernbuat KornitrnenIPPK

PT

-.
(Narna Lengkap) NIP

(Nama Lengkap) NIP

(Narna Lengkap) NIP

V . PENGELOLAAN BARANG MILIK 1 I
KEMYAAN NEGARA

Catatan : Triwulan 111 Tahun 2008 tidak ada Surat Edaran Ditjen PBN Mengenai PENGELOLAAN BARANG MILIK/KEKAYAAN NEGARA

VII. PENGELOLAAN KAS NEGARA

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLlK INDONESIA
DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN NOMOR PER- 26 /PB/2008 TENTANG PERUBAHAN KEEMPAT ATAS PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN NOMOR PER-15lPB12007 TENTANG PELAKSANAAN UJI COBA MEKANISME BARU PEMBAYARAN MELALUI REKENING KHUSUS DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN,
Menimbang

:

a.

bahwa pelaksanaan rnekanisrne baru pembayaran pinjamanlhibah luar negeri rnelalui rekening khusus pada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara di seluruh Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan yang uji cobanya bmakhir tanggal 30 Juni 2008, telah berjalan dengan baik dan Lancar; bahwa untuk lsbih rnemantapkan pelaksanaan rnekanisme baru pernbayaran sebagairnana dirnaksud pada huwf a, dipandang periu rnernperpanjang rnasa pelaksanaannya; bahwa berdasarkan pertirnbangan sebagaimana dirnaksud pada humf a dan b, perlu rnenetapkan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nornor PER-15/PB/2007 tentang Pelaksanaan Uji Coba Mekanisrne Baru Pernbayaran Melalui Rekening Khusus Undang-Undang Nornor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lernbaran Negara Republik lndonesia Tahun 2003 Nornor 47, Tarnbahan Lernbaran Negara Republik lndonesia Nornor 4286); Undang-Undang Nornor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2004 Nornor 5. Tarnbahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4355); Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Perneriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lernbaran Negara Republik lndonesia Tahun 2004 Nornor 6C, Tarnbahan Lernbaran

b.

c.

Mengingat

:

1.

2.

3.

Negara Republik Indonesia Nomor 4400); 4. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 131/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Keuangan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 54/PMK.01/2007; Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134/PMK.01/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor lnstansi Vertikal Direktorat Jenderal Perbendaharaan; Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-15/PB/2007 tentang Pelaksanaan Uji Coba Mekanisme Baru Pembayaran Melalui Rekening Khusus yang telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-09/PB/2008;

5.

6.

MEMUTUSKAN: Menetapkan DIREKTUR JENDERAL PERATURAN PERBENDAHARAAN TENTANG PERUBAHAN KEEMPAT ATAS PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN NOMOR PER-15/PB/2007 TENTANG PELAKSANAAN UJI COBA MEKANISME BARU PEMBAYARAN MELALUI REKENING KHUSUS.

Pasal I Ketentuan dalam Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-15lPBl2007 tentang Pelaksanaan Uji Coba Mekanisme Baru Pembayaran Melalui Rekening Khusus yang telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-09lPBl2008, diubah sebagai berikut: Ketentuan Pasal 2 diubah, sehingga berbunyi sebagai berikut:

(1) Uji coba mekanisme baru pembayaran melalui Rekening Khusus ini dilaksanakan untuk seluruh KPPN dalam wilayah kerja Kantor Wilayah II Ditjen Perbendaharaan Medan, Kantor Wilayah X Ditjen Perbendaharaan Serang, Kantor Wilayah XI1 Ditjen Perbendaharaan Bandung, Kantor Wilayah XXlX Ditjen

Perbendaharaan Arnbon, dan Kantor Wilayah XXX Ditjen Perbendaharaan Jayapura. (2) Pelaksanaan uji coba sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dirnulai sejak tanggal 1 April 2007 sarnpai dengan 31 Desernber 2008. (3) Pelaksanaan uji coba rnekanisme baru pembayaran rnelalui Rekening Khusus untuk seluruh KPPN dalarn wilayah kerja Kantor Wilayah XVI Ditjen Perbendaharaan Pontianak, Kantor Wilayah XVll Ditjen Perbendaharaan Palangkaraya, Kantor Wilayah XVlll Ditjen Perbendaharaan Banjarmasin, Kantor Wilayah XIX Ditjen Perbendaharaan Sarnarinda, Kantor Wilayah XXI Ditjen Perbendaharaan Mataram, Kantor Wilayah XXll Ditjen Perbendaharaan Kupang, Kantor Wilayah XXlll Ditjen Perbendaharaan Makassar, Kantor Wilayah XXlV Ditjen Perbendaharaan Palu, Kantor Wilayah XXV Ditjen Perbendaharaan Kendari, dan Kantor Wilayah XXVll Ditjen Perbendaharaan Manado dirnulai sejak tanggal 1 Januari 2008 sarnpai dengan 31 Desernber 2008. (4) Pelaksanaan uji coba rnekanisrne baru pernbayaran rnelalui Rekening Khusus dilaksanakan untuk seluruh KPPN dalarn wilayah kerja Kantor Wilayah I Ditjen Perbendaharaan Banda Aceh, Kantor Wilayah Ill Ditjen Perbendaharaan Padang, Kantor Wilayah IV Ditjen Perbendaharaan Pekanbaru, Kantor Wilayah V Ditjen Perbendaharaan Jarnbi, Kantor Wilayah VI Ditjen Perbendaharaan Palernbang, Kantor Wilayah VII Ditjen Perbendaharaan Bandar Larnpung, Kantor Wilayah Vlll Ditjen Perbendaharaan Bengkulu, Kantor Wilayah IX Ditjen Perbendaharaan Pangkalpinang, Kantor Wilayah XI Ditjen Perbendaharaan Jakarta, Kantor Wilayah Xlll Ditjen Perbendaharaan Sernarang, Kantor Wilayah XIV Ditjen Perbendaharaan Yogyakarta, Kantor Wilayah XV Ditjen Perbendaharaan Surabaya, Kantor Wilayah XX Ditjen Perbendaharaan Denpasar, Kantor Witayah XXVl Ditjen Perbendaharaan Gorontalo, Kantor Wilayah XXVlll Ditjen Perbendaharaan Ternate, dirnulai sejak tanggal 1 April 2008 sarnpai dengan 31 Desernber 2008."

1 Pasal I Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini rnulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Agar setiap orang mengetahuinya, rnernerintahkan pengumuman Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini dengan penernpatannya dalarn Berita Negara Republik Indonesia. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 1 Juli 2008 DIREKTUR JENDERAL, ttd HERRY PURNOMO NIP 060046544

VIII. INFORMAS1 & AKUNTANSI

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN

Gedung Perbendaharaan Lanta~ II JI Lapangan Banteng Timur No.2-4 Jakarta 10710 Kotak Pos 1139

Telepon Faksirn~le Website

3449230 pswl 5200 3450959 3457490 www ~erbendaharaan ~d 40

Yth.

1. Kepala Kantor Wilayah Rirektorat Jenderal Perbendaharaan 2. Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara SURAT EDARAN Nomor SE- 30 /FBI2008 TENTANG DOKUMEN PEMBUKUAN DAN LAPORAN KPPN TERKAIT DENGAN TRANSAKSI BADAN LAYANAN UMUM

Sehubungan dengan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-67lPBl2007 tentang Tata Cara Pengmtegrasian Laporan Keuangan Badan Layanan Umum ke dalan Laporan Keuangan Kernentenan NegaralLembaga, dengan ini diminta perhatian Saudara atas hal-ha1 sebagai berikut: 1. Saldo Kas yang disajikan KPPN pada dokumen pembukuannaporan KPPN adalah termasuk saldo kas yang berasal dari SPM Pengesahan BLU dan SP2D Pengesahan BLU. Program Aplikasi Bendum dan Dokumen Pembukuan Bendurn KPPN yang lama belum mencatatlmembukukan Saldo Satker BLU yang berasal dari SPM Pengesahan BLU dan SP2D Pengesahan BLU. Sehubungan dengan ha1 tersebut, dilakukan penyernpurnaan Program Aplikasi Bendum dan Dokumen Pembukuan Bendum KPPN, yang meliputi: a. b. c. Penambahan Buku BLU (DA 05.03b); Penambahan "Kolom Saldo BLU" pada Buku Bank Tunggal Umum (DA 05.05); Penambahan "Kolom Saldo BLU" pada Buku Pertanggungjawaban Bendahara Umum (DA 05.06); Rangkuman

2.

3.

d.
4.

Penambahan 'Kolom Saldo BLU" pada Laporan Kas Posisi (DA 05.07).

KPPN menetapkan kode Buku Satker BLU dalam rangka penyusunan Buku BLU (DA 05.03b), sebagaimana halnya kode Buku BanWPos yang terdiri dari 3 digit yang diawali dengan angka 4XX. Kode Buku Satker BLU disusun untuk masing-masing Satker BLU wilayah kerja KPPN berkenaan. KPPN menyesuaikan Saldo Awal untuk setiap Satker BLU per tanggal pada bulan transaksi SP2D Pengesahan BLU diterbitkan. KPPN menyesuaikan Saldo BLU pada kolom 'Menurut Pembukuan Bank" pada LKP (DA 05.07) berdasarkan penerbitan SP2D Pengesahan BLU. Dalam ha1 KPPN telah menerbitkan SP2D Pengesahan BLU dengan menggunakan kode BanWPos yang berbeda dari ketentuan sebagaimana dimaksud pada angka 4 agar melakukan perbaikan data SP2D dimaksud. penerbitan SP2D Pengesahan BLW, KPPN mengirimkan data perbaikan dimaksud sesuai ketentuan.

5.
6.

7.

8.

9. Atas perbaikan data Pembukuan Bendum KPPN sehubungan dengan

10. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan diminta untuk mengawasi pelaksanaan Surat Edaran ini. Demikian untuk mestinya. dipedomani dan dilaksanakan sebagaimana

Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 17 Juli 2008 Direktur Jenderal, ttd. Werry Purnomo NIP 060046544 Tembusan: 1. Sekretaris Direktorat Jenderal Perbendaharaan 2. Para Direktur di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN

Gedung Perbendaharaan Lantai II JI. Lapangan Banteng Tirnur No.2-4 Jakarta 10710 Kotak Pos 1139

: 3449230 pswl. 5200 3450959 Faksirnile : 3457490 Website : www.wrbendaharaan.oo.rd

Telepon

Yth.

I . Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan 2. Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara

SURAT EDARAN Nomor SE- 34 lPBl2008 TENTANG PETUNJUK PENGGUNAAN INTRANET Dl LINGKUNGAN DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN Sehubungan dengan telah dibangunnya situs intranet di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan, dengan ini diminta perhatian Saudara untuk menggunakan situs intranet Direktorat Jenderal Perbendaharaan dengan alamat http://intra.~erbendaharaan.~o.id. Situs intranet Direktorat Jenderal Perbendaharaan dapat digunakan untuk melakukan monitoring pengiriman LKP KPPN dan monitoring kualitas kebenaran LKP KPPN. Berkaitan dengan ha1 tersebut, bersama ini disampaikan bahwa petunjuk penggunaan situs intranet dimaksud dapat di download pada www.~erbendaharaan.ao.id. Demikian untuk dipedomani dan dilaksanakan sebagaimana mestinya. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 24 Juli 2008 a.n.Direktur Jenderal Perbendaharaan Sekretaris Direktorat Jenderal, ttd. Siswo Sujanto NIP 060031000 Tembusan: Direktur Jenderal Perbendaharaan

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN NOMOR PER- 33 lPBl2008

TENTANG
PEDOMAN PENGGUNAAN AKUN PEMDAPATAN, BELANJA PEGAWAI, BELANJA BARANG, DAN BELANJA MODAL SESUAI DENGAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 911PMK.05/2007 TENTANGBAGANAKUNSTANDAR DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN, Menimbang
:

a. bahwa dalam rangka mernberikan kernudahan dalarn rnekanisrne pelaksanaan APBN dan penyusunan Laporan Kwangan Kementerian Negara1Lernbaga, perlu disusun pedornan penggunaan akun pendapatan, belanja pegawai, belanja barang, dan belanja modal sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nornor 91/PMY.05/2007 tentang Bagan Akun Standar; b. bahwa bedasarkan pertimbangan sebagaimana dirnaksud pada huruf a, perlu menetapkan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan tentang Pedornan Penggunaan Akun Pendapatan, Belanja Pegawai, Belanja Barang. dan Belanja Modal sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nornor 9llPMK.0512007 tentang Bagan Akun Standar;

Mengingat

:

1. Undang-Undang Nornor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lernbaran Negara Republik lndonesia Tahun 2003 Nornor 47. Tambahan Lernbaran Negara Republik lndonesia Nomor 4286); 2. Undang-Undang Nornor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lernbaran Negara Republik lndonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nornor 4355); 3. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lernbaran Negara Republik lndonesia Tahun 2004 Nornor 66, Tambahan Lernbaran Negara Republik lndonesia Nomor 4400); 4. Peraturan Pernerintah Nomor 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pernerintahan (Lernbaran Negara Republik lndonesia Tahun 2005 Nomor 49. Tarnbahan Lernbaran Negara Republik lndonesia Tahun 2005

Nornor 4503); 5. Peraturan Pemerintah Nornor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja lnstansi Pernerintah; 6. Keputusan Presiden Nornor 42 Tahun 2002 tentang Pedornan Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (Lernbaran Negara Republik lndonesia Tahun 2002 Nornor 73, Tambahan Lernbaran Negara Republik lndonesia Nornor 4212), sebagairnana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nornor 72 Tahun 2004 (Lernbaran Negara Republik lndonesia Tahun 2004 Nornor 92, Tarnbahan Lernbaran Negara Republik lndonesia Nornor 4418); 7. Peraturan Menteri Keuangan Nornor 91lPMK.0512007 tentang Bagan Akun Standar;
8. Peraturan Menteri Keuangan Nornor 171lPMK.0512007 tentang Sistern Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pernerintah Pusat;

MEMUTUSKAN: Menetapkan PERATURAN DIREKTUR JENDERAL TENTANG PEDOMAN PERBENDAHARAAN PENGGUNAAN AKUN PENDAPATAN, BELANJA PEGAWAI, BELANJA BARANG, DAN BELANJA MODAL SESUAI DENGAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 9l/PMK.05/2007 TENTANG BAGAN AKUN STANDAR.

Untuk penerapen Bagan Akun Standar oleh Kernenterian NegaraILernbaga khususnya penggunaan akun pendapatan, belanja pegawai, belanja barang, dan belanja modal, perlu pedoman penggunaan akun pendapatan, belanja pegawai, belanja barang, dan belanja modal sesuai Nornor dengan Peraturan Menteri Keuangan 91lPMK.0512007 tentang Bagan Akun Standar.

Pedornan penggunaan akun pendapatan, belanja pegawai, belanja barang, dan belanja modal ini disusun untuk rnernberikan kemudahan dalam rnekanisrne pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan penyusunan Laporan Keuangan Kementerian NegaraILembaga.

Mekanisme penggunaan akun pendapatan, belanja pegawai, belanja barang, dan belanja modal dilakukan sebagaimana tercantum dalam Lampiran I dan I Peraturan 1 Direktur Jenderal Perbendaharaan ini.

Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengumuman Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 22 Juli 2008 DIREKTUR JENDERAL, ttd HERRY PURNOMO NIP 060046544

LAMPIRAN I
PERATURANDIREKTURJENDERALPERBENDAHARAAN NOMOR PER- 33 IPBROOB TENTANG PEDOMAN PENGGUNAAN AKUN PENDAPATAN. BELANJA PEGAWAI. BELANJA BARANG. DAN BELANJA MODAL SESUAI DENGAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 911PMK.W2007 TENTANG BAGAN AKUN STANDAR

A. PENDAHULUAN Dalam rangka pelaksanaan APBN Tahun Anggaran 2008 diatur ketentuan sebagai berikut:
1.

Mata Anggaran sebagaimana tercantum pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 9l/PMK.05/2007 tentang Bagan Akun Standar. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 911PMK.05/2007 tentang Bagan Akun Standar berlaku efektif untuk transaksi mulai tanggal 1 Januari 2008 kecuali untuk transaksi pendapatan mulai tanggal 1 Maret 2008. Nomenklatur MAK (Mata Anggaran Pengeluaran) dan MAP (Mata Anggaran Penerimaan) tidak digunakan lagi.

2.

3.

B. PELAKSANAAN MOOUL PENERIMAAN NEGARA (MPN)
1

Transaksi penerimaan negam tanggal 1 Januari 2008 sampai dengan 28 Februari 2008 yang dibukukan dengan menggunakan MPN mengacu kepada kode Mata Anggaran sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 13/PMK.06/2005 tentang Bagan Perkiraan Standar. Transaksi penerimaan negaw tanggal 1 Maret 2008 sampai dengan 31 Desember 2008 yang dibukukan dengan menggunakan MPN mengacu kepada kode Mata Anggaran sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 91/PMK.05/2007 tentang Bagan Akun Standar. Untuk tujuan pelaporan keuangan, transaksi sebagaimana dimaksud pada angka 1 dilakukan mapping kode perkiraan ke Peraturan Menteri Keuangan Nomor 91/PMK.05/2007 tentang Bagan Akun Standar. Dalam rangka mempercepat penerapan mapping pada Kementerian NegardLembaga, tata cara mengenai mapping diatur tersendiri.

2.

3.

4.

C. TRANSAKSI PENGEMBALIANPENDAPATAN, BELANJA, DAN UANG
PERSEDIAAN 1 Sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 91/PMK.05/2007 tentang Bagan Akun Standar, tidak ada kode untuk pengembalian pendapatan dan pengembalian belanja. Untuk transaksi pengembalian penbapatan dan penerimaan pembiayaan tahun 2008 menggunakan kode akun penerimaan tahun 2008 yang terkait. Untuk transaksi pengembalian pendapatan dan penerimaan pembiayaan tahun 2007 menggunakan kode akun penerimaan tahun 2008 yang terkait.

2.

3.

4.

Untuk transaksi pengembalian belanja dan pengeluaran pembiayaan tahun 2008 rnenggunakan kode akun pengeluaran yang terkait. 2007 menggunakan kode akun penerimaan pendapatan lain-lain yang terkait.

5. Untuk transaksi pengembalian belanja dan pengeluaran pembiayaan tahun

6.

Untuk transaksi pengembalian Uang Persediaan tahun anggaran 2008, menggunakan kode pengembalian Uang Persediaan tahun anggararr berjalan dan dibedakan berdasarkan kode sumber dana. Untuk transaksi pengembalian Uang Persediaan tahun anggaran 2007, menggunakan kode pengembalian Uang Persediaan tahun anggaran lalu dan tidak dibedakan berdasarkan kode sumber dana.

7.

D. BELANJA PEGAWAI
1.

Belanja Pegawai adalah belanja kompensasi baik dalam bentuk uang maupun barang yang ditetapkan berdasarkan peraturan perundangundangan yang diberikan kepada pejabat negara, Pegawai Negeri Sipil (PNS), dan pegawai yang dipekerjakan oleh pemerintah yang belum berstatus PNS sebagai imbalan atas pekejaan yang telah dilaksanakan kecuali pekerjaan yang berkaitan dengan pembentukan modal. Contoh Belanja Pegawai adalah gaji dan tunjangan, honorarium, lembur, kontribusi sosial, dan lain-lain yang berhubungandengan pegawai. Belanja Pegawai berupa honorarium tetap hanya dipergunakan untuk pembayaran honor pegawai honorer yang akan diangkat menjadi pegawai dalam rangka mendukung tugas pokok dan fungsi unit organisasi yang bersangkutan. Belanja Pegawai berupa honorarium tidak tetap dipergunakan untuk pembayaran honor bagi pegawai yang rnenjadi anggota tirn yang dibentuk untuk melaksanakan kegiatan tertentu baik yang sifatnya insidentil, crash program, dengan jangka waktu tertentu atau terus-menerus dalam rangka penugasan maupun yang sesuai tugas pokok dan fungsinya, dan berlaku hanya pada tahun anggaran 2008. Sifat tim yang dibentuk dapat yang teknis dan non-teknis. Contoh honorarium tidak tetap adalah honor untuk semua tim pelaksana kegiatan yang terdiri Pengarah, Penanggung Jawab, Koordinator, Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, dan Anggota termasuk Sekretariat. Belanja Pegawai berupa honorarium tidak tetap mulai tahun anggaran 2009 masuk ke dalam belanja barang yang dipisahkan sesuai dengan sifat belanja barang b e ~ p a belanja barang operasional dan belanja barang nonoperasional.

2.

3.

4.

E. BELANJA BARANG
1.

Belanja Barang adalah pembelian barang dan jasa yang habis pakai untuk memproduksi barang dan jasa yang dipasarkan maupun yang tidak dipasarkan. Belanja Barang dan Jasa merupakan pengeluaran yang antara

lain dilakukan untuk membiayai keperluan kantor sehari-hari, pengadaan barang yang habii pakai seperti alat tulis kantor, pengadaanlpenggantian peralatan kantor, langganan daya dan jasa, lain-lain pengeluaran untuk membiayai pekejaan yang bersifat non-fisik dan secara langsung menunjang tugas pokok d m fungsi KementerianJLembaga. pengadaan peralatan kantor yang nilainya tidak memenuhi syarat nilai kapitalisasi minimum yang diatur oleh pemfrrintah pusat. dan pengeluaran jasa nonfisik seperti pengeluaran untuk biaya pelatihan dan penelitian. Contoh: Suatu instansi menetapkan kebijakan akuntansi tentang batasan nilai minimum kapitalisasi (capitalization treshold) aset tetap sebesar Rp300.000,-. lnstansi tersebut merencanakan untuk menganggarkan pembelian kalkulator 1 unit seharga Rp280.000,-. lnstansi A akan menganggarkan pmbelian kalkulator tersebut pada APBN sebagai Belanja Barang sebesar Rp280.000,-. Jika tejadi pernbelian kalkulator. pembelian tersebut akan dicatat sebagai Belanja Barang dan tidak disajikan sebagai aset dalam nsraca, tstapi cukup dicatat dalam buku inventaris. 2. Belanja Barang dikelompokkan ke dalam 3 kategori belanja yaitu: a. Belanja Pengadaan Barang dan Jasa Belanja Pengadaan Barang yang tidak memenuhi nilai kapitalisasi dalam laporan keuangan dikategorikan ke &lam Belanja Barang Operasional dan Belanja Barang Wn-Operasional. Belanja Pengadaan Jasa Konsultan tidak ten& dalam kategori kelompok Belanja Jasa. Belanja Pengadaan &rang yang memenuhi nilai kapitalisasi aset tetap dimasukkan ke d a b kalegod Belanja Modal yang masuk ke dalam laporan keuangan sebagai penarnbahan nilai aset tetap dan tidak dapat dikelompokkan ke dalam W n j a Barang. b. Belanja Pemeliharaan Belanja Pemeliharaan yang dikeluarkan dan tidak rnenambah dan memperpanjang masa manfaat danlatau kernungkinan besar tidak memberi manfaat ekonomi di masa yang akan datang dalam bentuk kapasitas, mutu produksi, atau peningkatan standar kinerja, tetap dikategorikan sebagai Belanja Pemeliharaan dalam laporan keuangan. c. Belanja Pejalanan Belanja Perjalanan yang dikeluarkan tidak untuk tujuan perolehan aset tetap dikategorikan sebagai Belanja Pejalanan dalam laporan keuangan.
3.

Belanja Pemeliharaan adalah pengeluaran yang dirnaksudkan untuk mempertahankan aset tetap atau aset lainnya yang sudah ada ke dalam kondisi normal tanpa rnemperhatikan besar kecilnya jumlah belanja. Belanja Pemeliharaan meliputi antara lain perneliharaan tanah, perneliharaan

268

gedung dan bangunan kantor, rumah dinas, kendaraan berrnotor dinas, perbaikan peralatan dan sarana gedung, jalan, jaringan irigasi, peralatan mesin, dan lain-lain sarana yang berhubungan dengan penyelenggaraan pemerintahan. Contoh: Suatu instansi merencanakan untuk mengalokasikan anggaran sebesar Rp2.000.000,- untuk biaya ganti oli sebanyak 10 mobil dinas. lnstansi tersebut akan mencantumkan belanja pemeliharaan pada APBNIAPBD sebesar Rp2.000.000,-. Terhadap realisasi pengeluaran belanja tersebut dicatat dan disajikan sebagai Belanja Pemeliharaan karena pengeluaran untuk Belanja Pemeliharaan tersebut tidak memenuhi persyaratan kapitalisasi aset tetap yaitu karena tidak mengakibatkan bertambahnya umur, manfaat, atau kapasitas.
4.

Belanja Pemeliharaan yang dikeluarkan setelah perolehan aset tetap yang menambah dan memperpanjang rnasa manfaat dan atau kemungkinan besar memberi manfaat ekonomi di masa yang akan datang dalam bentuk kapasitas, mutu produksi, atau peningkatan standar kinerja hams dikapitalisasi ke dalam Belanja Modal dan masuk ke dalam laporan keuangan sebagai penambahan nilai aset tetap dan diberikan penjelasan di dalam Catatan atas Laporan Keuangan. Belanja Pejalanan merupakan pengeluaran yang dilakukan untuk membiayai pejalanan dinas dalam rangka pelaksanaan tugas, fungsi, dan jabatan. Contoh: Suatu instansi merencanakan akan melakukan pejalanan dinas keluar kota dalam rangka monitonnglpemantauan pelaksanaan tugas dengamanggaran sebesar Rp4.000.000,- dengan realisasi sebesar Rp3.900.000,-. Rencana pengeluaran atas perjalanan dinas dianggarkan pada APBN sebagai Belanja Pejalanan. Terhadap realisasinya disajikan pada Laporan Realisasi Anggaran sebagai Belanja Pejalanan sebesar Rp3.900.000,-.

5.

6.

Belanja Pejalanan yang dikeluarkan untuk tujuan perolehan aset tetap harus dikapitalisasi ke dalam belanja modal dan masuk ke dalam laporan keuangan sebagai penambahan nilai aset tetap dan diberikan penjelasan di dalam Catatan atas Laporan Keuangan. Belanja Modal adalah pengeluaran yang dilakukan dalam rangka pembentukan modal yang sifatnya menambah aset tetap atau aset lainnya yang memberikan manfaat lebih dari 1 (satu) periode akuntansi, terrnasuk di dalamnya adalah pengeluaran untuk biaya pemeliharaan yang sifatnya mempertahankan atau menambah masa manfaat, meningkatkan kapasitas dan kualitas aset. Aset tetap mempunyai ciri-ciri berwujud, akan menambah aset pemerintah, mempunyai masa manfaat lebih dari 1 (satu) tahun, dan nilainya relatif

F. BELANJA MODAL 1.

2.

material. Sedangkan ariciri aset lakmya -ah tidak berwujud, akan menambah aset pemerintah, mempunyai masa manfaat lebih dari 1 (satu) tahun, dan nilainya retatif material.
3.

Sum belanja dikategorikan sebagai Belanja Modal apabila: a. Pengeluaran tersebut mengd<ibatlcan adanya perdehan aset tetap atau aset lainnya yang menambah masa umur, manfaat, dan kapasitas. Dengan demikian menambah aset pemerintah;
b.
c.

Pengeluaran tersebut melebihi batasan minimum kapitalisasi aset tetap atau aset lainnya yang telah diietapkan oleh pemerintah; Perolehan as& tetap tersebut diniatkan bukan untuk dijual.

4.

Belanja untuk pengeluaran-pengduaran sesudah pmlehan aset tetap atau aset lainnya yaitu Bebja Pemeliharaan yang dikapitalisasi dapat dimasukkan sebagai eehnja Modal. Rmgeluaran tersebut dapat dikategorikan sebagai Beianja Modal jika mememuhi persyaratan sebagai

bailan:
a. b. 5.
Pengelwan tersebut mengakibatkan bertambahnya masa manfaat, kapasitas, k u a l i , dan volume as& yang telah dimiliki;

Pengeluaran tersebut memenuhi batasan minimum nilai kapitalisasi aset tf?tap/asetlainnya.

Pertambahan masa manfaat adalah bertambahnya umur ekonomis yang diharapkan dari as& tetap yang sudah ada. Misalnya, sebuah gedung semula d i r a k a n mempunyai umur ekorromis 10 tahun. Pada tahun ke-7 pemerintah meld<ukan renovasi dengan harapan gedung tenrebut masih &pat digunakan 8 tahun lagi. Dengan adanya renovasi bmbut maka umur gedung betubah dari 10 tahun menjadi 15 tahun. Peningkatan kapasitas adalah bertambahnya kapasitas atau kemampuan aset tetap yang sudah ada. Misalnya, sebuah generator listtik yang mempunyai output 200 W dilakukan renovasi sehingga kapasitasnya meningkat menjadi 300 kW. Peningkatan k u a l i aset adalah bertambahnya kualitas dari aset tetap yang sudah ada. Misalnya, jalan yang masih berupa tanah ditingkatkan oleh pemerintah menjadijalan aspal. Pertambahanvolume aset adalah bertambahnya jumlah atau satwn ukuran aset yang sudah ada. Misalnya, penambahan luas bangunan suatu gedung dari 400 m2menjadi 500 d. Contoh: Kementerian NegaralLembaga merencanakan untuk menganggarkandalam DlPA untuk perbaikan kantor dengan memperbaiki atapnya yang sering bocor, pengecatan, penggantian ban mobil dinas A, ganti oli dan servis mobil A. serta overhaul mobiI6. Rencananya, atap kantor yang terboat dari seng akan diganti dengan atap yang lebih baik, yaitu menggunakan genteng keramik dengan menelan biaya Rp20.000.000,-. Pengecatan

6.

7.

8.

dengan cat kualitas nornor 1 Dulux Rp15.000.000,-. Ganti ernpat ban Rp750.000,-, dan overhaul Rp Rp2.000.000,-, servis dan ganti oli 6.500.000,-. Sebelurn dialokasikan anggaran untuk pengeluaran penggantian atap kantor perlu dilakukan analisis apakah pengeluaran tersebut dirnasukkan sebagai Belanja Modal atau Belanja Operasional. Rencana pengeluaran untuk rnengganti atap lama dengan atap baru dapat menarnbah kualitas atau rnanfaat dari bangunan. Berarti kriteria pertarna terpenuhi yaitu pengeluaran tersebut rnengakibatkan bertarnbahnya rnasa rnanfaat, kapasitas, kualitas, dan volume aset yang dirniliki. Dernikian juga kriteria kedua, pengeluaran tersebut mernenuhi nilai minimum kapitalisasi untuk gedung dan bangunan yang ditetapkan sebesar Rp10.000.000,-. Pengecatan tidak akan menarnbah masa manfaat, urnur, dan kapasitas, berapa pun nilai pengecatan. Ganti ban sarna sehingga rnasuk klasifikasi Belanja Barang. Sedangkan overhaul akan menarnbah urnur rnesin rnobil, rnasuk klasifikasi Belanja Modal. G. PELAPORAN DALAM SISTEM AKUNTANSI INSTANSI 1. Untuk pelaporan Sistem Akuntansi Instansi, Satuan Kerja Kementerian NegaraILembaga membukukan penerirnaan dari tanggal 1 Januari 2008 sarnpai dengan tanggal 28 Februari 2008 dengan menggunakan kode dan uraian hasil mapping dari Bagan Perkiraan Standar ke Bagan Akun Standar sebagaimana tata cara mapping yang akan diatur dalam surat Direktur Jenderal Perbendaharaan. Untuk pelaporan Sistern Akuntansi Instansi, Satuan Keja Kernenterian NegaraILembaga rnernbukukan penerirnaan dari tanggal 1 Maret 2008 sarnpai dengan tanggal 31 Desember 2008 dengan rnenggunakan kode dan uraian sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nornor 91lPMK.0512007 tentang Bagan Akun Standar. Untuk pelaporan ist tern Akuntansi Instansi, Satuan Kerja Kernenterian NegaraJLembaga membukukan belanja dengan menggunakan kode dan uraian sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nornor 91lPMK.0512007 tentang Bagan Akun Standar.

2.

3.

LAMPIRAN II
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN NOMOR PER- 33 IPBL2008 TENTANG PEDOMAN PENGGUNAAN AKUN PENDAPATAN. BELANJA PEGAWAI, BELANJA BARANG, DAN BELANJA MODAL SESUAI DENGAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 911PMK.O5/2007 TENTANG BAGAN AKUN STANDAR

12.

Rumah yang akan diserahkan kepada masyarakat Peralatan dan mesin yang akan diserahkan kepada pihak ketiga Pembayaran satpam dan cleaning service

BELANJA BARANG BELANJA BARANG BELANJA BARANG Secara kontraktual

13.
14.

15.
16. 17.

Pembelian accu mobil dinas Pembelian tape mobil dinas Penambahanjaringan dan pesawat telepon Penambahanjaringan listrik Perjalanan dinas pengadaaan aset Pembelian lampu ruangan kantor Pembayaran konsultan perencanaan pembangunan gedungdanbangunan Perbaikan atap gedung kantor Perbaikan atap dari seng ke multimof

BELANJA BARANG BELANJA MODAL BELANJA MODAL BELANJA MODAL BELANJA MODAL BELANJA BARANG BELANJA MODAL BELANJA BARANG BELANJA MODAL Memenuhi nilai minimum kapitalisasi

18.

19. 20. 21.

22.

23.

I. U M U M X
(Tata Usaha, Kesekretariatan)

Triwulan I11 Tahun 2008 tidak ada Surat Edaran Ditjen PBN Mengenai U M U M ( Tata Usaha, Kesekretariatan )

X. ORGANlSASI & TATA LAKSANA

Triwulan 111 Tahun 2008 tidak ada Surat Edaran Ditjen PBN Mengenai ORGANISASI & TATA LAKSANA

XI. K E P E G A W A I A N

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN

Gedung Perbendaharaan Lantal II JI. Lapangan Banteng T~rnur 2-4 No Jakarta 10710 139 Kotak Pos I

Telepon Faksrrntle Webs~te

3449230 pswt 5200 3450959 3457490 www ~rbendaharaan ~d qo

Yth.

1. Para Direktur 2. Para Kepala Kanwil 3. Para Kepala KPPN Di lingkungan Direktorat Jenderal Perbendaharaan

SURAT EDARAN Nomor SE- 33 IPB/2008 TENTANG HARl LlBUR DAN CUT1 BERSAMA TAHUN 2009

Menunjuk Surat Edaran Sekretaris Jenderal Depkeu RI Nomor SE-591/SJ/2008 tanggal 10 Juli 2008 dan Surat Keputusan Bersarna Menteri agama, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan Menteri Negara Pendayagunaan Apratur Negara Nomor 04 Tahun 2008, Nomor KEP-115IMENNI/200S dan Nomor SKB/06.M.PAN/6/2008 tentang Hari-hari Libur Nasional dan Cuti Bersama tahun 2009, bersama ini kami beritahukan hal-ha1 sebagai berikut :
1.

Hari Libur Tahun 2009 Tanggal
1 Januiari

No. 1. 2.
3.
4.

Hari Kamis Senin Senin Kamis

Keterangan Tahun Baru Masehi Tahun Baru lmlek 2560 Maulid Nabi Muhammad SAW Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1931

26 Januari
9 Maret

26 Maret

2. No. 1.

Cuti Bersama Tahun 2009 Tanggal 2 Januari 18 September 23 September 24 Desember Hari Jum'at Jum'at Rabu Kamis Keterangan Cuti Bersama Tahun Baru Masehi Cuti Bersama Idul Fitri Cuti ~ e k a m a Fitri ldul Cuti Bersama Natal

2.
3. 4.

3

Untuk kepentingan pelaksanaan ibadah Hari Raya ldul Fitri dan Hari Raya ldul Adha bagi umat Islam, maka tanggal 1 Ramadhan 1430 H, 1 syawal 1430 H di tetapkan kemudian dengan keputusan Menteri Agama. Unit kerjalsatuan kerja organisasi yang berfungsi memberikan langsung kepada masyarakat di tingkat Pusat dan Daerah yang mencakup kepentingan masyarakat luas, seperti pajak dan bea cukai, dan unit kerja pelayanan lainnya yang sejenis agar mengatur penugasan pegawai dan pekerjatburuh pada hari-hari libur nasional dan cuti bersama yang ditetapkan sesuai deangan peraturan perundang-undangan. Pelaksanaan cuti bersama sebagaimana dimaksud pada butir 2, mengurangi hak cuti tahunan pegawai sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan ketentuan yang berlaku. sisa hak cuti tahunan untuk tahun 2009 berjumlah 8 (delapan) hari kerja, dan

4.

5.

6. sehubungan dengan ha1 tersebut, maka :
a.

b.

setiap Pimpinan unit eselon II agar melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap hari libur nasional dan cuti bersama di lingkungan unit organisasi masing-masing.

Demikian kami sampaikan untuk diberitahukan kepada seluruh pegawai di lingkungan unit saudara. Atas perhatian saudara, kami ucapkan terima kasih.

Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 23 Juli 2008 A.n. Direktur Jenderal Sekretaris Ditjen Perbendaharaan ttd . Siswo Sujanto NIP 060031000

Triwulan I11 Tahun 2008 tidak ada Surat Edaran Ditjen PBN Mengenai KEUANGAN

XIII. P E R L E N G K A P A N

Triwulan I11 Tahun 2008 tidak ada Surat Edaran Ditjen PBN Mengenai PERLENGKAPAN

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->