Anda di halaman 1dari 5

age | 1

Nama :Shinta Murti Melida Yasi


NM :11406241035
Prodi :Pendidikan Sejarah A

Judul Buku :BERJUTA WARNA PELANG
Karya : Edi AH Lyubenu
Cetakan Pertama : Oktober 2002
Penerbit :DVA Press

1. Sinopsis Novel
Rangga adalah seorang mahasiswa AN Sunan Kalijaga yang berasal
dari Madura. Dia mempunyai pacar bernama Suleta. Tetapi hubungan
mereka tidak disetujui oleh orang tua suleta. Suleta dinikahkan dengan
laki-laki pilihan orang tuanya yang dianggap lebih mapan. Laki-laki itu
bernama Bagas yang ternyata adalah sahabat Rangga. Bagaspun
mengetahui bahwa Suleta adalah pacar Rangga, dan dia tidak memaksa
Suleta untuk melupakan Rangga. Tapi Suleta bertakad untuk menjadi istri
yang baik walaupun dia tidak mencintai suaminya itu. Hubungan keluarga
Suleta dan Rangga barjalan baik. Mereka bersahabat dan bahkan menjadi
seperti saudara. Sampai Suleta dan Bagas mempunyai anak laki-laki yang
diberi nama Budi Darma. Nama itupun adalah pemberian Rangga. Darma
juga dekat dengan Rangga. Sampai pada suatu saat Rangga mengatakan
pada Bagas dan Suleta bahwa dia akan menikah dan meminta restu
kepada mereka. Ternyata calon istri Rangga adalah Ningrum, tetangga
Bagas. Mareka tahu kalau Ningrum itu penceburu. Mereka ingin
mengtakan hal itu pada Rangga, tapi mereka takut kalau Rangga
age | 2

tersinggung. Akhirnya mereka sepakat untuk memberi tahu Rangga, tapi
Rangga justru menyuruh mereka mencarikan calon istri yang lebih baik
dari Ningrum sebelum dia menikah dengan Ningrum. Suleta dan Bagas
berusaha mati-matian untuk mencarikan calon istri bagi Rangga. Akhirnya
meraka menemukan Kedasih, teman SD Suleta yang mereka pikir cocok
untuk Rangga. Mereka mempertemukan Rangga dengan Kedasih.
Ternyata Rangga sudah kenal Kedasih, setelah mereka bertemu mereka
malah saling memaki. Ternyata Kedasih adalah seorang Pelacur. Rangga
benar-benar marah keapada Suleta dan Bagas. Suleta dan bagas juga
menyesal karena mereka tidak mengetahui siapa sebenarnya Kedasih itu.
Akhirnya Rangga jadi menikah dengan Ningrum.
Setelah kejadian itu, Rangga tidak pernah lagi datang ke rumah Bagas
dan Suleta. Merekapun juga tidak berani datang kerumah Rangga.
Sampai suatu hari tiba-tiba Rangga datang ke rumah mereka dan
mengeluh tentang sikap Ningrum yang suka marah-marah dan cemburu
tidak jelas. Dia juga bingung karena Ningrum sedang mengandung
anaknya. Jadi dia tidak bisa meninggalkan Ningrum. Ketika itu Bagas
hanya menasihati rangga agar lebih sabar saja. Sikap Ningrum memang
benar-benar kasar, apalagi terhadap Suleta, dia masih saja cemburu
kepada suleta karena dia tahu kalau Suleta adalah mantan pacar Rangga.
Sampai suatu ketika ayah Ningrum sakit dan dirawat dirumah sakit. Bagas
dan Suleta menjenguk ayah Suleta. Merreka sangat terkejut karena tiba-
tiba Ningrum bersikap sangat manis kepada mereka. Sejak saat itu
hubungan dua keluarga itu menjadi semakin dekat. Mereka menjadi
sangat terbuka dalam segala hal. Bahkan Ningrum menceritakan maslah
keluarga yang tidak sepantasnya dibicarakan kepada orang lain. Dan itu
membuat Suleta dan bagas merasa risih.
Ningrum melahirkan seorang anak perempuan yang kemudian diberi
nama Rosa. Setelah Rosa menginjak remaja, Rangga berniat untuk
menjodohkan Rosa dengan Darma. Niatnya itu diutarakan kepada Suleta,
age | 3

senenanya Suleta menyetujui, tapi dia hanya ikut Bagas. Bagas sendiri
bingung, dia merasa Darma dan Rosa masih terlalu muda untuk
dijodohkan. Darmapun sepertinya juga belum memikirkan soal wanita.
Tapi dia takut persahatan mereka akan rusak bila tidak menyetujuinya.
Rangga terus meyakinkan Suleta dan Bagas bahwa untuk sementara
mereka ditunangkan dulu, baru setelah mereka dewasa akan dinikahkan.
Akhirnya Bagas menyetujui usulan Rangga, dia mencoba menyindir
Darma soal Rosa. Tapi Darma tetap cuek.
Sebenarnya Rangga masih sangat mencintai Suleta, untuk itu dia
berusaha menjodohkan anaknya dengan anak Suleta karena dulu dia
gagal mendapatkan Suleta. Jika anak mereka menikah setidaknya dia
akan bisa mendapatkan keturunan dari Suleta. Ternyata Suleta juga
berpikir demikian.
Sebagai usaha perjodohan tersebut, Rangga semakin sering mengajak
Rosa datang kerumah Darma dan mempertemukan mereka . Mereka
selalu memberikan ruang bagi Rosa dan Darma untuk berduaan.
Mereka sangat bahagia melihat usahanya hampir berhasil. Rosa dan
Darma semakin dekat sampai pada suatu hari ketika mereka
membicarakan tanggapan Darma mengenai pertunangan itu, mereka
mengetahui kalau Rosa sedang hamil dua bulan. Mereka terkejut, Rangga
menyesal, rencananya justru menghacurkan masa depan anaknya. Rosa
masih kelas satu SMA, masa depanya masih panjang. Dai ragu apakan
bayi dalam kandungan Rosa itu suci.
Akhirnya mereka menikahkan Rosa dan Darma sebalum aib itu menyebar.
Seteleh menikah Rosa tinggal dirumah suaminya. Rosa melahirkan
seorang bayi laki-laki yang diberi nama Edi Mulyono. Sejak kalahiran
cucunya itu Rangga semakin serng datang kerumah Suleta dengan
alasan untuk melihat cucunya, telebih saat Bagas dan Darma tidak ada
dirumah. tu membuat cintanya kepada Suleta semakin besar. Bahkan
age | 4

ketika dirumah itu hanya ada mereka berdua dan cucunya rangga
membayangakan kalau Edi itu anaknya dan Suleta dan dia berusaha
mengingatkan Suleta dengan masa lalu mereka. Suleta sebanarya juga
masih mencintai dan menginginkan Rangga, tapi dia sadar dia telah
menjadi istri Bagas. Maka dia berusaha menepis perasaan itu dan merasa
perlu berkonsultasi dengan Psikolog. Ranggapun juga berpikir demikian.
Keesokan harinya Rangga pergi ke Psikolog, tanpa sengaja dia bertemu
suleta disana. Dia terkejut dan bisa menangkap bahwa suleta sama sama
sepertinya, Suleta masih mencintainya. Kemudian rangga mengajak
Suleta untuk makan disebuah restoran dan pulang bersama dengan taksi.
Tapi dalam perjalanan pulang Rangga meminta sopir untuk mengantarkan
mereka kesebuah losmen. Dan terjadilah perselingkuhan itu. Suleta
menyesal tapi dia tidak bisa mengelak kalau dia juga bahagia. Setelah itu
mereka semakin sering melakukan perselingkuhan itu. Sampai Suleta
hamil. Dia tidak tahu anak yang dikandungnya itu anak Bagas atau
Rangga. Dia mengungkapkan kegelisahanya kepada rangga, rangga
berkata dia tidak peduli itu anak siapa, dia akan tetap menyayangi anak itu
seperti anaknya sendiri. Semenjak itu mereka semakin berani melakukan
perselingkuhan itu, bahkan dirumahnya ketika tidak ada orang. Sampai
suatu ketika Rosa memergoki mereka. Mereka panik dan mengancam
rosa untuk tidak mengadukan kejadian itu kepada siapapun. Akhirnya rosa
tidak tahan, dia mengadukannya pada Darma. Darma sangat marah dan
mengadukan hal itu kepada Bagas dan bagas lebih marah lagi. Dia
mengambil sebuah pisau besar dan berari kerumah Rangga. Tetangganya
gempar melihat kejadian itu. Ningrum juga panik meliha Bagas berteriak-
teriak didepan rumanya sambil membawa Pisau besar. Tapi Rangga
menyuruhnya untuk tenang. Rangga keluar dan langsung minta maaf. Dia
mempersilahkan Bagas untuk membunuhnya. Karena dia memang pantas
untuk dihukum. Bagas terus berteriak memaki Rangga tapi dia tidak
age | 3

mampu untuk membunuh Rangga. Dia berlari dan melampiaskan
kemarahanya kepada pohon pisang.

2. Tema Yang Diangkat
Novel ini mengangkat tema percintaan dan kekeluargaan, tentang
seseorang yang terjebak diantara cinta pasanganya dan cinta seseorang
yang pernah bahkan masih dicintainya. Tentang cinta yang tidak pernah
padam walaupun tidak mungkin lagi untuk saling memiliki dan usahanya
untuk tetap menjadi pendamping hidup yang baik dan setia bagi
pasanganya. Serta usaha untuk dapat menyatukan cinta mereka
walaupun tidak bisa saling memiliki yaitu dengan menjodohkan anak
mereka yang justru menjadi awal kehancuran bagi mereka sendiri. Yang
membakar kembali cinta mereka yang sebenarnya tidak pernah padam.
Membuka jalan yang selama ini mereka hindari dan menjadi penghancur
kehidupan mereka.
3. Tanggapan
Mencintai itu memang tidak salah, tapi terkadang cara kita mencintai itu
yang salah, Juga dalam novel ini. Seharusnya kalau mereka sudah
berkomitmen untuk setia pada pasangan masing-masing, mereka tidak
tidak boleh melakukan tindakan jang jelas-jelas dilarang agama tersebut.
Memang tidak mudah untuk menolak cinta dari orang yang sesungguhnya
juga kita cintai. Tapi tindakan mereka itu tidak bisa dibenarkan, apalagi
mereka sudah mempunyai anak cucu.
Boleh saja mereka tetap mencintai mantan kekasihnya, karena
pernikahan itu juga terpaksa. Tapi mereka sudah memilih untuk menjadi
pendamping hidup orang lain walaupun itu tidak murni pilihan hati mereka.
Maka mereka harus konsisten dengan pilihanya.