Anda di halaman 1dari 12

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Agama Islam adalah agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad Saw.
Dengan agama inilah Allah menutup agama-agama sebelumnya. Allah telah
menyempurnakan agama ini bagi hamba-hambaNya. Dengan agama Islam ini
pula Allah menyempurnakan nikmat atas mereka. Allah hanya meridhoi
Islam sebagai agama yang harus mereka peluk. Oleh sebab itu tidak ada suatu
agama pun yang diterima selain Islam.
Agama Islam ini telah merangkum semua bentuk kemaslahatan yang
diajarkan oleh agama-agama sebelumnya. Agama Islam yang beliau bawa ini
lebih istimewa dibandingkan agama-agama terdahulu karena Islam adalah
ajaran yang bisa diterapkan di setiap masa, di setiap tempat dan di masyarakat
manapun.
Maksud dari pernyataan Islam itu cocok diterapkan di setiap masa,
tempat dan masyarakat adalah dengan berpegang teguh dengannya tidak akan
pernah bertentangan dengan kebaikan umat tersebut di masa kapan pun dan di
tempat manapun. Bahkan dengan Islamlah keadaan umat itu akan menjadi
baik. Akan tetapi bukanlah yang dimaksud dengan pernyataan Islam itu cocok
bagi setiap masa, tempat dan masyarakat adalah Islam tunduk kepada
kemauan setiap masa, tempat dan masyarakat, sebagaimana yang diinginkan
oleh sebagian orang.
Agama Islam adalah agama yang benar. Sebuah agama yang telah
mendapatkan jaminan pertolongan dan kemenangan dari Allah ta`ala bagi
siapa saja yang berpegang teguh dengannya dengan sebenar-benarnya.
Demikianlah uraian singkat mengenai agama Islam. Selanjutnya dalam
makalah ini akan diuraikan lebih jauh terkait dengan agama Islam
menyangkut arti dan ruang lingkupnya, klasiIikasinya dan hubungannya
dengan IPTEK.


B. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam makalah ini sebagaimana yang sudah
disinggung di latar belakang adalah sebagai berikut:
1. Apa arti dan ruang lingkup agama Islam?
2. Bagaimana klasiIikasi agama dan agama Islam?
3. Bagaimana hubungan agama Islam dengan IPTEK?

. Tujuan Pembahasan
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan dari pemahasan
dalam makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui arti dan ruang lingkup agama Islam.
2. Untuk mengetahui klasiIikasi agama dan agama Islam.
. Untuk mengetahui hubungan agama Islam dengan IPTEK.









BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian dan Ruang Lingkung Agama Islam
Kata Islam menurut bahasa berasal dari kata "aslama, yang berarti
tunduk, patuh dan berserah diri. Islam adalah nama dari agama wahyu yang
diturunkan Allah Swt. kepada Rasul-rasul-Nya untuk disampaikan kepada
manusia. Agama Islam berisi ajaran-ajaran Allah yang mengatur hubungan
manusia dengan Allah, manusia dengan manusia, dan manusia dengan alam.
Islam dalam pengertian ini adalah agama yang dibawa oleh para Rasul Allah.
sejak Nabi Adam sampai Nabi Muhammad Saw.
Agama Islam di setiap zaman mengajarkan aqidah yang sama, yaitu
tauhid atau mengesakan Allah Swt. Letak perbedaan ajaran di antara wahyu
yang diterima setiap Nabi pada syariat yang disesuaikan dengan tingkat
perkembangan dan kecerdasan umat pada saat itu.
Islam yang diturunkan kepada nabi Muhammad adalah wahyu Allah
terakhir untuk manusia. Oleh karena itu, agama ini sudah sempurna dan
senantiasa sesuai dengan tingkat perkembangan manusia sejak masa
diturunkannya, empat belas abad Yang laluhingga akhir peradaban manusia,
hari Kiamat kelak.
Agama Islam yang diturunkan kepada nabi-nabi sebelumnya tidak
selengkap wahyu yang diturunkan kepada nabi Muhammad. Wahyu yang
turun pada saat itu bersiIat lokal untuk satu atau dua suku bangsa saja.
Misalnya wahyu yang turun kepada nabi Isa untuk bani Israil dan sebagainya.
Al-Qur`an menjelaskan dengan gambling bahwa Nabi Allah
membawa agama Islam bagi umatnya:
Fb__C Bqb, BB B,
X0 B,1@f B, X0
b[Lf f
V@f, Cf,
L_f, BPJ.Bb, B,
,[X0 P_ P@@, B,
,[X0 ,_@1qBb
; N HA
)0 q. N, =
_/1
Katakanlah (hai orang-orang mukmin). "Kami beriman kepada Allah dan
apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim,
Ismail, Ishaq, Yaqub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada
Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya.
kami tidak membeda-bedakan seorangpun diantara mereka dan kami Hanya
tunduk patuh kepada-Nya". (QS. Al-Baqarah/2: 136).

Demikian pula, wahyu Allah yang diturunkan kepada nabi Isa As.,
Nabi yang paling dekat urutannya dengan Nabi Muhammad, dinyatakan
Allah sebagai agama Islam, dalam Iirman-Nya:
B1 =0 P@@ 8
NBb XBC ;B@0
[Lf Bb F BC
,_;b,_Bb N
;B@0 Bb Bqb, BB
)Bb, B0 ,_1


Maka tatkala Isa mengetahui keingkaran mereka (Bani lsrail) berkatalah dia.
"Siapakah yang akan menfadi penolong-penolongku untuk (menegakkan
agama) Allah?" para hawariyyin (sahabat-sahabat setia) menfawab.
"Kamilah penolong-penolong (agama) Allah, kami beriman kepada Allah,
dan saksikanlah bahwa Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang
berserah diri. (QS. Ali Imran/3: 52).

Wahyu yang diturunkan Allah kepada para Nabi sebelum Nabi
Muhammad, tidak dijamin Allah orisinalitasnya, setelah para Nabi
pembawanya tiada. Oleh karena itu, pada waktu selanjutnya umat dan para
penganutnya menambah dan mengurangi ajaran yang ditinggalkan para nabi
bahkan mengganti nama Islam yang melekat pada ajaran agama itu dengan
nama lain yang diinginkan mereka. Penyimpangan-penyimpangan itu
dijelaskan oleh Al-Qur`an, misalnya dalam ayat yang menjelaskan
penyimpangan kaum Yahudi:
. CBb Fb@B
_ 1NBb
=b,_ __f,
BqA B,1@@,
Bb, ,@A q
B,1,;, B@
0 Bqq, [
)Bb P

Yaitu orang-orang Yahudi, mereka mengubah perkataan dari tempat-
tempatnya. mereka Berkata. "Kami mendengar", tetapi kami tidak mau
menurutinya. dan (mereka mengatakan pula). "Dengarlah" sedang kamu
Sebenarnya tidak mendengar apa-apa. dan (mereka mengatakan). "Raaina",
dengan memutar-mutar lidahnya dan mencela agama. (QS. An-Nisaa`/4: 46).

Pada ayat yang lain dijelaskan penyimpangan kaum Nasrani:
, CBb Fb_BC Bf
b@ B@0
fd@ Fb_q B=
B. Fbm[ =
Bq0 q
,b)Bb ,BBb,
P[Lf _ ,@fBb P
@[_, =P Bb
B Fb_Bm ,_q

Dan diantara orang-orang yang mengatakan. "Sesungguhnya kami Ini
orang-orang Nasrani", ada yang Telah kami ambil perfanfian mereka, tetapi
mereka (sengafa) melupakan sebagian dari apa yang mereka Telah diberi
peringatan dengannya, Maka kami timbulkan di antara mereka permusuhan
dan kebencian sampai hari kiamat. dan kelak Allah akan memberitakan
kepada mereka apa yang mereka kerfakan. (QS. Al-Maidah/5: 14).

Berdasarkan ayat-ayat Al-Qur`an di atas dapat diambil kesimpulan
bahwa agama yang diturunkan Allah kepada para Rasul sebelum Nabi
Muhammad telah diintervensi, ditambah dan dikurangi para pengikutnya
setelah para Rasul itu waIat.
Dengan demikian, Agama Islam menjadi satu-satunya nama bagi
wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw. yang terkumpul
dalam kitab suci Al-Qur`an. Wahyu yang diturunkan kepada nabi-nabi
sebelumnya tidak berlaku lagi, telah dikoreksi dan disempurnakan oleh
wahyu yang turun kepada Nabi Muhammad, yaitu Al-Qur`an. Salah satu
Iirman Allah yang mengoreksi aqidah trinitas kaum Nasrani, antara lain:
)f Am CBb Fb_BC
,f Bb 8B d1 B,
L=f oNf =f ),
P f, Fb_J B
,__f ,@ CBb
FbAAH q bA@
@0

Sesungguhnya kafirlah orang0orang yang mengatakan. "Bahwasanya Allah
salah seorang dari yang tiga", padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain
dari Tuhan yang Esa. fika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka
katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa
siksaan yang pedih. (QS. Al-Maidah/5: 73).
Lebih lanjut Al-Qur`an memberi peringatan kepada mereka untuk
kembali kepada wahyu Allah yang murni, seraya mengutuk perbuatan inkar
yang mereka lakukan, Iirman Allah dalam Al-Qur`an:
B)0 CBb Fb_V0
@1JNBb Fb_qb, BN
B,1 B8C)@ B
N . VPC 0
B4_ B@@4 b[V
B;B@0 0 81
BAH Bq @10 6PBb
P CAH, 0 Bb N_


Hai orang-orang yang Telah diberi Al kitab, berimanlah kamu kepada apa
yang Telah kami turunkan (Al Quran) yang membenarkan Kitab yang ada
pada kamu sebelum kami mengubah muka (mu), lalu kami putarkan ke
belakang atau kami kutuki mereka sebagaimana kami Telah mengutuki
orang-orang (yang berbuat maksiat) pada hari Sabtu. dan ketetapan Allah
pasti berlaku. (QS. An-Nisaa`/4: 47).

Ajaran agama Islam yang turun kepada Nabi Muhammad merupakan
wahyu Allah yang terakhir diturunkan secara sempurna. Tidak aka nada lagi
wahyu yang akan turun ke muka bumi. Ketetapan ini dinyatakan dalam
Iirman Allah:
P _,@Bb 61H0 N
Nq@ 60,
N@1 / 6@,;,
N 16Bb Bqq@
!ada hari ini Telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan Telah Ku-
cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan Telah Kuridhai Islam itu fadi agama
bagimu. (QS. Al-Maidah/5: 3)

Dengan demikian, agama Islam yang terakhir dan diridhai-Nya,
menutup sama sekali kebenaran atas kepercayaan akan adanya Nabi setelah
Nabi Muhammad. Oleh karena itu, orang yang mempercayai turunnya Nabi
setelah Nabi Muhammad tidak dapat digolongkan sebagai seorang Muslim.
Ayat di atas mengisyaratkan pula, bahwa Agama Islam mampu
menjadi landasan hidup dan menyediakan jawaban terhadap segala
permasalahan dan perkembangan budaya manusia sampai akhir sejarahnya.
Karena itu, manusia tidak memerlukan lagi sumber nilai lain yang menjadi
landasan hidupnya, walaupun budaya manusia setiap waktu berubah selain
Al-Qur`an.
Relevansi ajaran agama Islam dengan perkembangan budaya manusia
itu diisyaratkan oleh Allah:
Bf N B,1 HCBb
Bf, = _=6
Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Quran dan sesungguhnya
Kami benar-benar memeliharanya. (QS. Al-Hijr/15: 9).

Agama Islam merupakan satu-satunya agama yang paling sesuai untuk
manusia. Islam datang dari Allah Pencipta manusia. Pencipta lebih tahu
tentang kemampuan, dan karakter yang diciptakannya. Oleh karena itu,
Agama Islam akan sesuai dengan karakter manusia dengan segala dimensi
kemanusiaannya.
Kesesuaian ini juga dapat dilihat dari segi hakekat manusia sendiri
sebagai makhluk yang telah dibekali Allah dengan Iitrah keagamaan sejak
dilahirkannya ke muka bumi. Allah telah mengikat peranjian dengan manusia
ketika mereka berada, dalam alam rahim, sebagaimana dinyatakan Al-Qur`an:
[f, A@.0 ,; H
@b, ;_
;[ )0,
b[V 0 60
N F Fb_BC P[V
B)A ,0 Fb__fV
_ ,@fBb Bf B1m
bA@ CbA

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam
dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap fiwa mereka
(seraya berfirman). "Bukankah Aku Ini Tuhanmu?" mereka menfawab.
"Betul (Engkau Tuban kami), kami menfadi saksi". (Kami lakukan yang
demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan. "Sesungguhnya
kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap Ini (keesaan
Tuhan)". (QS. Al-A`raaI/7: 172).

Kesaksian itu melahirkan Iitrah keagamaan sehingga agama menjadi
potensi dasar yang dimiliki setiap orang. Pada saat manusia lahir di muka
bumi, potensi tersebut bertemu dengan wahyu Allah yang diberikan kepada
Nabi, sehingga kedua hal tersebut mewujudkan kesatuan yang membentuk
kepribadian manusia.
Ajaran Islam yang terhimpun dalam Al-Qur`an diturunkan Allah
untuk mengatur seluruh aspek kehidupan manusia di muka bumi, memberi
petunjuk dasar kepada manusia apa yang harus dilakukannya dalam rangka
mencapai kehidupan yang sejahtera di dunia dan akhirat.
Dengan demikian, Agama Islam menjadi dasar dan pedoman hidup
bagi manusia dalam mengatur kehidupannya baik dalam hubungannya
dengan Allah, hubungan dengan sesama manusia serta hubungannya dengan
alam secara keseluruhan.
Secara umum agama Islam itu terdiri dari aspek-aspek yang berkaitan
dengan keyakinan atau credial, yaitu tata aturan yang mengatur keyakinan
seseorang terhadap Allah Swt., disebut aqidah. Kemudian ritual, yaitu tata
aturan tentang penyembahan terhadap Allah yang mendasarinya disebut
syariah, dan norma atau tata hukum yang mengatur hubungan-hubungan antar
manusia dengan manusia dan manusia dengan alam yang sesuai dengan tata
keyakinan dan tata peribadatan tersebut di atas, disebut akhlak.

B. Klasifikasi Agama dan Agama Islam
Ditinjau dari sumbernya, agama dibagi 2 (dua), yaitu:
1. Agama wahyu (revealed religion) disebut juga dengan agama langit yang
artinya agama yang diterima oleh manusia dari Allah Sang Pencipta
melalui malaikat jibril dan disampaikan serta disebarkan oleh Rasul-Nya
kepada umat manusia.
Ciri-cirinya adalah:
a. Secara pasti dapat ditentukan lahirnya, dan bukan tumbuh dari
masyarakat, melainkan diturunkan kepada masyarakat.
b. Disampaikan oleh manusia yang dipilih Allah sebagai utusan-Nya
c. Memiliki kitab suci yang bersih dari campur tangan manusia
d. Ajarannya serba tetap, walaupun taIsirnya dapat berubah sesuai
dengan kecerdasan dan kepekaan manusia
e. Konsep ketuhanannya monotheisme mutlak (tauhid)
I. Kebenarannya adalah universal yaitu berlaku bagi setiap manusia,
masa dan keadaan.
2. Agama budaya (cultural religion) disebut juga dengan agama bumi yang
artinya bersandar semata-mata kepada ajaran seorang manusia yang
dianggap memiliki pengetahuan tentang kehidupan dalam berbagai
aspeknya secara mendalam.
Ciri-cirinya adalah:
a. Tumbuh secara komulatiI dalam masyarakat penganutnya
b. Tidak disampaikan oleh utusan Tuhan (Rasul)
c. Umumnya tidak memiliki kitab suci
d. Ajarannya dapat berubah-ubah, sesuai dengan perubahan akal pikiran
penganutnya
e. Konsep ketuhanannya: dinamisme, animisme, politheisme, dan
paling tinggi adalah onotheisme nisbi
I. Kebenaran ajarannya tidak universal, yaitu tidak berlaku bagi setiap
manusia, masa dan keadaan.
Perbedaan kedua agama ini dikemukakan Al Masdoosi dalam iving
Religious of the World sebagai berikut:
1. Agama wahyu berpokok pada konsep keesaan Tuhan, sedangkan agama
budaya tidak demikian
2. Agama wahyu beriman kepada Nabi, sedangkan agama budaya tidak
3. Agama wahyu sumber utamanya adalah kitab suci yang diwahyukan,
sedangkan agama budaya kitab suci tidak penting
4. Semua agama wahyu lahir di Timur Tengah, sedangkan agama budaya
lahir di luar itu
5. Agama wahyu lahir di daerah-daerah yang berada di bawah pengaruh ras
simetik
6. Agama wahyu memberikan arah yang jelas dan lengkap baik spiritual
maupun material, sedangkan agama budaya lebih menitik beratkan aspek
spiritual saja, seperti Taoisme, atau pada aspek material saja seperti pada
ConIusianisme.
7. Ajaran agama wahyu jelas dan tegas, sedangkan agama budaya kabur dan
elastis.
8. Agama wahyu sesuai dengan ajarannya adalah agama misionari,
sedangkan agama budaya bukan agama misionari.
Selain ditinjau dari sumbernya, klasiIikasi agama dapat ditinjau dari
siIatnya dan juga tempatnya, yaitu:
1. Ditinjau dari siIatnya, ada agama misionari dan bukan misionari, dan
2. Ditinjau dari tempatnya, ada agama ras geograIis dan agama universal.
Agama Misionari adalah agama yang menurut ajarannya harus
disebarkan kepada seluruh umat manusia, sedangkan agama bukan misionari
tidak ada kewajiban dalam ajarannya untuk menyebarkan kepada seluruh
umat. Pada kategori ini, agama yang tampak jelas pesannya untuk disebarkan
hanyalah Islam, tetapi dalam perkembangan selanjutnya para pemeluk agama
selain Islam mengubah pesannya menjadi agama misionari.
Dari segi ras geograIis, terdiri atas agama Semitik, Arya, dan
Mongolian. Agama Semitik pada umumnya adalah agama wahyu, seperti
Islam, Nasrani dan Yahudi, sedangkan agama non semitik, yaitu Arya dan
Mongolian bukanlah agama wahyu, seperti Hindu, Budha dan Zoroaster di
Mongolia, atau ConIusianisme, Taoisme, dan Sintoisme di Mongolia.
Agama non semitik dilihat dari ajarannya termasuk agama ras
geograIis atau agama lokal dan agama semitik lebih bersiIat Universal. Tetapi
jika dilihat lebih lanjut, hanya agama Islam yang bersiIat Universal.
Walaupun pada perkembangan selanjutnya semua agama menyatakan
keuniversalitasannya.
Dilihat dari segi sumbernya agama dibagi dalam kategori samawi
(agama langit) dan agama budaya (ardli). Sedangkan yang termasuk dalam
kategori agama samawi hanyalah agama Islam.

. Agama Islam dan IPTEK
Agama Islam bersumber dari wahyu Allah, sedangkan ilmu
pengetahuan bersumber dari pikiran manusia yang disusun berdasarkan hasil
penyelidikan alam. Ilmu pengetahuan bertujuan mencari kebenaran ilmiah,
yaitu kebenaran yang sesuai dengan kaidah-kaidah ilmiah. IPTEK dalam
Islam dipandang sebagai kebutuhan manusia dalam rangka mencapai
kesejahteraan hidup di dunia dan memberi kemudahan pada peningkatan
ubudiyah kepada Allah. Karena itu Islam memandang IPTEK sebagai bagian
dari pelaksanaan kewajiban manusia sebagai makhluk Allah yang berakal.
Islam adalah agama universal yang berlaku sepanjang zaman, karena
itu dalam tingkat kemajuan mana pun Islam akan dapat menjadi dasar pijakan
manusia.
Islam bukan hanya terbuka terhadap pembaharuan yang dilakukan
ilmu pengetahuan, melainkan juga mendorong dicapainya kemajuan bidang
tersebut. Dorongan ke arah penguasaan ilmu pengetahuan dapat dilihat
dengan banyaknya Iirman Allah yang menganjurkan manusia untuk
memahami alam. Alam adalah ciptaan Allah yang menjadi obyek ilmu
pengetahuan. Melalui penelitian ilmiah manusia dapat menyusun teori-teori
yang merupakan deskripsi dari Ienomena alam.
Dengan memahami alam, manusia dapat menyusun berbagai alat dan
perlakuan yang dapat dilakukan untuk mengolah dan menggunakan alam
untuk meningkatkan kesejahteraan hidup manusia. Karena itu ilmu
pengetahuan menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dari peran manusia
sebagai subyek pengelola alam. Atau dengan kata lain, IPTEK merupakan
sarana bagi manusia dalam melaksanakan tugasnya sebagai khaliIah Allah di
muka bumI. Penempatannya sebagai khaliIah ditunjukkan dalam Iirman
Allah:
,_, CBb P1
b1 ;J.Bb ,;,
N H_ L
16,;@ H,_1,@ [
B NqVb, N
Dan dia lah yang menfadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan dia
meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa
derafat, untuk mengufimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu.
(QS. Al-An`am/6: 165).

Manusia sebagai khaliIah dituntut untuk memiliki rasa tanggung jawab yang
tidak lain adalah mengahlikan diri dalam mengelola alam sekitarnya. Untuk
memperoleh kemampuan itu ia harus memperhatikan alam lingkungan
sebaik-baiknya dengan mengamati dan menyelidiki gejala-gejalanya
sebagaimana Iirman-Nya:
VC FbBb b[B [
d,_Bb ;J.Bb, P B,
V 6JBb ;@qBb,
_C N _1
Katakanlah (wahai Muhammad). !eriksalah dengan nad:ar apa-apa yang
ada di langit dan di bumi. (QS. Yunus/10: 101).

Memeriksa, mengamati dan menyelidiki adalah kegiatan-kegiatan
ilmiah untuk menghasilkan teori-teori ilmu pengetahuan dan selanjutnya
melahirkan teknologi yang dimanIaatkan untuk kesejahteraan manusia di
muka bumi.
Seorang khaliIatullah harus membuktikan dirinya sebagai penguasa dan
pengelola, alam melalui penguasaan IPTEK yang dipersembahkan bagi
peningkatan kualitas ibadah kepada Allah dan kesejahteraan manusia secara
keseluruhan. Dengan IPTEK manusia, dapat menghayati kekuasaan Allah
secara mendalam dan empirik, sehingga kualitas keimanannya kepada Allah
semakin kuat. Karena itu posisi ilmuwan sangat mulia di hadapan Allah
sebagaimana Iirman-Nya:
Bb CBb Fb_1b,
N1 CBb, Fb_V0
1Bb 16,;@ P Bb, B
_1V @
... niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu
dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derafat. Dan Allah
Maha Mengetahui apa yang kamu keifakan. (QS. Al-Mujaadilah/58: 11).

Islam menempatkan IPTEK sebagai alat kesejahteraan manusia yang
didasarkan pada nilai-nilai ilahiyah serta diarahkan bagi tujuan-tujuan
kemanusiaan. Oleh karena itu, Agama Islam menempatkan IPTEK di atas
dasar keimanan dan ketakwaan. Pengembangannya merupakan tugas manusia
yang beriman kepada Allah.