Anda di halaman 1dari 15

PLEMPUKANSINDUTAN

TEMON KULON PROGO


DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
ASOSIASI PELAKU BIOFARMAKA
#A S P A K A#
KULON PROGO
8A8 I
NAMA kLDUDUkAN DAN WAk1U
Pasal 1
(1) Lembaga ini adalah ASOSIASI
(2) Asosiasi yang dimaksud pada pasal (1) ayat (1) adalah Asosiasi Pelaku BioIarmaka
disingkat #ASPAKA#
Pasal 2
(1) Asosiasi ini berkedudukan di :
a. Dusun : Plempukan
b. Desa : Sindutan
c. Kecamatan : Temon
d. Kabupaten : Kulon Progo
e. Propinsi : Daerah Istimewa Yogyakarta
Pasal 3
Asosiasi yang didirikan di dusun Plempukan, Desa Sindutan, Kecamatan Temon, Kabupaten
Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta di mulai sejak hari dan tanggal berdiri 10
November 2009 untuk jangka waktu yang tidak ditetapkan dan tidak terbatas.
8A8 II
LANDASAN ASAS DAN kINSI
Pasal 4
Asosiasi ini berlandaskan Pancasila dan UUD 1945
Pasal 5
(1) Asosiasi melakukan kegiatan berdasarkan prinsip-prinsip :
a. Keanggotaan bersiIat sukarela dan terbuka
b. Pengelolaan dilakukan secara terbuka dan demokratis
c. Kegiatan Asosiasi bersiIat mandiri dan independen
(2) Asosiasi bersiIat sebagai lembaga proIesi dalam melaksanakan kegiatannya
adalah mengorganisasi dan mengakomodasi kegiatan proIesi anggota di
bidang pelaku, pemerhati, dan pecinta bioIarmaka.
Pasal 6
Tujuan didirikannya Asosiasi ini adalah untuk :
(1) Meningkatkan usaha dibidang bioIarmaka
(2) Menjadi gerakan dan wadah perjuangan para pelaku dan pemerhati bioIarmaka baik ditingkat
petani, produsen, dan pengusaha bioIarmaka.
(3) Menjadi gerakan dan wadah perjuangan mewujudkan Kabupaten Kulon Progo sebagai penyedia
dan pemasok kebutuhan bioIarmaka ditataran Lokal, Regional, Nasional maupun Global.
Pasal 7
(1) Untuk mencapai tujuan tersebut Asosiasi berusaha :
a. Melakukan pembinaan kepada petani bioIarmaka dengan memberikan pendidikan dan
pelatihan
b. Melakukan pembinaan kepada produsen dan pengusaha bioIarmaka dengan memberikan
pendidikan dan pelatihan serta riset.
c. Memberikan pembinaan, pendampingan serta inkubasi dan advokasi terhadap
pengembangan dan pemberdayaan pelaku dan pemerhati bioIarmaka.
d. Menumbuh kembangkan kesadaran masyarakat untuk membudidayakan, mengolah,
menggunakan bioIarmaka
e. Memberdayakan dan melibatkan masyarakat secara aktiI terhadap budaya hidup sehat
dengan membudidayakan mengolah dan mengkonsumsi bioIarmaka.
8A8 III
1UIUANDAN USAnA
8A8 IV
kLANGGC1AAN
Pasal 8
Persyaratan untuk menjadi anggota Asosiasi adalah :
(1) Warga Negara Indonesia
(2) Berkedudukan diwilayah hukum kabupaten Kulon Progo
(3) Memiliki kepedulian terhadap bioIarmaka
(4) Petani, pengusaha, pemerhati dan pecinta terhadap bioIarmaka
(5) Menyetujui, tunduk dan patuh pada isi anggaran dasar dan anggaran rumah tangga
dan ketentuan-ketentuan yang berlaku pada asosiasi
(6) Tata cara penerimaan anggota diatur dalam anggaran rumah tangga
Pasal 9
Setiap anggota berhak :
(1) Memperoleh pelayanan dari asosiasi
(2) Menghadiri dan berbicara dalam rapat-rapat anggota
(3) Memiliki Hak suara yang sama
(4) Memilih dan dipilih menjadi pengurus
(5) Mengajukan pendapat, saran dan usul untuk kebaikan dan kemajuan asosiasi
8A8 IV
kLANGGC1AAN
Pasal 10
Setiap anggota mempunyai kewajiban :
(1) Berpartisipasi aktiI dalam kegiatan asosiasi
(2) Mentaati ketentuan anggaran dasar (AD) dan anggaran rumah tangga (ART) serta
keputusan rapat anggota dan ketentuan lainnya yang berlaku
(3) Memelihara dan menjaga nama baik dan kebersamaan dalam asosiasi
Pasal 11
Keanggotaan berakhir, apabila
(1) Anggota tersebut meninggal dunia
(2) Asosiasi membubarkan diri atau dibubarkan oleh pemerintah
(3) Berhenti atas permintaan sendiri
(4) Diberhentikan oleh pengurus karena melanggar AD dan ART dan ketentuan yang
berlaku
8A8 V
kAA1 ANGGC1A
Pasal 12
(1) Rapat anggota merupakan kekuatan tertinggi
(2) Rapat anggota asosiasi untuk menetapkan AD / ART
(3) Rapat anggota untuk menetapkan kebijakan umum dan manajemen asosiasi
(4) Rapat anggota untuk memilih, mengangkat dan memberhentikan pengurus
(5) Rapat anggota untuk menyusun rencana kerja, rencana anggaran, belanja organisasi dan
laporan keuangan
(6) Rapat anggota terdiri dari : Rapat anggota biasa, Rapat anggota khusus, dan Rapat
anggota luar biasa
Pasal 13
(1) Rapat anggota sah jika dihadiri oleh
1
/
2
dari jumlah anggota dan disetujui oleh lebih
dari
1
/
2
bagian dari anggota yang hadir, kecuali apabila ditentukan lain dalam anggaran
dasar ini
(2) Apabila quorum sebagaimana dimaksud pasal 13 ayat (1) diatas tidak tercapai maka
rapat anggota ditunda dalam waktu paling lama 7 hari untuk rapat kedua dan diadakan
panggilan kembali
Pasal 14
(1) Pengambilan keputusan rapat anggota berdasarkan musyawarah untuk mencapai
muIakat
(2) Jika tidak tercapai muIakat seperti yang dimaksud pasal 14 ayat (1) diatas maka
keputusan diambil suara terbanyak dari jumlah yang hadir
(3) Dalam hal dilakukan pemungutan suara, setiap angota mempunyai hak satu suara
(4) Anggota yang berhalangan hadir suaranya tidak dapat diwakilkan kepada anggota yang
lain
(5) Pemungutan suara dapat dilakukan terbuka dan tertutup
(6) Keputusan rapat anggota ditandatangani oleh pimpinan rapat
(7) Pengaturan selanjutnya diatur dalamART dan atau peraturan khusus
Pasal 15
(1) Rapat angota khusus diadakan untuk :
a. Mengubah AD dan ART
b. Mensikapi hal-hal yang urgen dan insidental dalam hal kegiatan dan segala
sesuatu yang berkaitan dengan asosiasi
BAB V
RAPAT ANGGOTA
Pasal 16
(1) Rapat anggota luar biasa diadakan apabila dipandang sangat diperlukan adanya
keputusan yang kewenangannya pada rapat anggota tetapi tidak mewujudkan
dilaksanakannya rapat biasa
BAB V
RAPAT ANGGOTA
Pasal 17
(1) Pengurus Asosiasi dipilih dari dan oleh anggota dalam rapat anggota
(2) Masa jabatan pengurus adalah 3 tahun
(3) Masa jabatan pengurus yang telah berakhir dapat dipilih kembali untuk masa jabatan 3
tahun berikutnya
(4) Pengurus yang telah menduduki jabatan 2 kali periode masa jabatan terus menerus
tidak bisa dipilih untuk menduduki jabatan yang sama pada asosiasi
(5) Tata cara dan syarat untuk dipilih menjadi pengurus diatur oleh ART
8A8 VI
LNGUkUS
Pasal 18
Penurus Asosiasi Pelaku BioIarmaka terdiri dari :
1. Ketua dan Wakil Ketua
2. Sekretaris I dan Sekretaris II
3. Bendahara I dan Bendahara II
4. Koordinator Bidang ( Korbid)
a.
b.
c.
d.
8A8 VII
S1kUk1Uk LNGUkUS ASCSIASI
Pasal 19
(1) Atribut Asosiasi adalah bendera dan panji serta mars
(2) Lambang Asosiasi merupakan lambang identitas sebagai simbol
(3) Atribut dan lambang akan dituangkan dalamARTAsosiasi ini
8A8 VIII
A1kI8U1 DAN LAM8ANG
Pasal 20
Keuangan Asosiasi diperoleh dari :
a. Iuran anggota
b. Usaha-usaha yang sah
c. Bantuan dari pihak lain yang tidak mengikat
8A8 Ik
kLUANGAN
Pasal 21
Hal-hal yang belum diatur dalam anggaran dasar ini akan diatur dalam anggaran rumah
tangga dan peraturan-peraturan pada asosiasi
8A8 k
LAIN LAIN