Anda di halaman 1dari 9

IASWI8 FADA ADIAN Sb8bH

Taswib adalah mengumandangkan kalimat Asholatu khoirun mina al


Naum" didalam adzan, mengumandangkan kalimat taswib ini telah
ditetapkan waktunya oleh Rasulullah saw.
Seperti halnya yang diketahui bahwa dalam sejarah perkembangan
hadits banyak pihakpihak yang mencoba menghancurkan kemurnian !slam
dengan membuat khabar kemudian mereka sandarkan khabar itu kepada
Rasul, sehingga dalam pembelajaran ilmu hadits ada istilah hadits dla'if dan
shohih. Dan beramal dengan hadits dla'if adalah suatu amal tanpa perintah
dan contoh (tidak berdasar).
Demikian pula dalam masalah waktu mengumandangkan taswib ada
terdapat hadis yang satu sama lain saling bertentangan diantaranya ada
hadits yang mengatakan pada adzan Subuh dan ada hadits yang
menyatakan pada adzan awwal sebelum adzan Subuh, maka diperlukan
penelitian terhadap haditshadits yang berkaitan dengan masalah taswib.
Hadits pertama:
.' , . ` = : -' . ~ _ .' ) - ( ' -' ~ , -_ ~ _ ` ` _ ` '
= -' ` - .
Dari Bilal, ia berkata: Rasulullah saw bersabda kepadaku, kamu tidak
boleh bertaswib pada shalat manapun kecuali pada shalat fajar".
(H R, alTirmidzi, Tuhfatu alAhwadziy: !, S33 H, 138)
Kalimat fajar belum tentu tertuju kepada shalat Subuh, karena istilah
fajar ada dua yaitu, fajar awwal dan fajar tsani atau fajar kadzib dan fajar
shodik.
Sanad hadits diatas sebagai berikut:
Rasulullah


Bilal




Abdurrahman ibn abi Laila



Hakam



Abu !srail




Abu Ahmad alZubairi




Ahmad ibn Nani'in




alTirmidzi.






KETERANCAN SANAD (SUSUNAN RAW! HAD!TS)

#ada sanad diatas, Abu !srail mendengar dari Hakam ibn Utaibah,
padahal dia tidak mendengar langsung dari Hakam akan tetapi dia
mendengar dari Hasan ibn Umarah dari Hakam. Dan Hasan ibn Umarah dia
itu Natruk" (di tolak/tertuduh dusta). Tuhfatu alAhwadzi : !, S34
Dengan tidak mencantumkan Hasan ibn Umarah dalam sanad diatas
maka sanad hadits ini Nunqathi" (terputus).


KETERANCAN RAW! (YANC NER!WAYATKAN HAD!TS)


Abu !srail nama aslinya adalah !smail ibn kholifah al'Absiy, Abu !sra'il
ibn abi !shak alNalaiy alKufi. Tahdzibul alkamal, jilid !! hal: 160


#ERNYATAAN
#ARA AHL! HAD!TS TENTANC ABU !SRA'!L
Abu Bakar alAtsrom berkata, dari Ahmad ibn Hanbal: dia (Abu !sra'il)
meriwayatkan hadits munkar (hadits yang diriwayatkan oleh orang yang
lemah dan menyalahi periwayatan yang lebih kuat darinya) dalam alQatil.
Nuawiyah ibn Shalih berkata, dari Yahya: Dia Dlaif.
ALBukhari berkata: !bn Nuhdi meninggalkannya, dan keadaannya
mencela Utsman.
Abu Hatim berkata: baik haditsnya, baikpula dalam bertemunya, dan
atasnya terdapat
penipuan/kekeliruan, jangan berhujah dengan haditsnya, dan ditulis hadits
darinya dan dia jelek
hafalan.
Nasa'! berkata: Dia dlai'f.
Dan yang lainnya ada yang mengatakan haditsnya tidak kuat dalam
penilaian ahli hadits dan ada yang mengatakan bahwa apa yang
diriwayatkannya bertentangan dengan yang kuat.
Akan tetapi !shak !bn Nanshur berkata dari Yahya ibn Na'in: dia itu baik
haditsnya.
Amr ibn 'Ali berkata: Bukan dari golongan pendusta.
Abu zur'ah berkata: dia benar (shaduq) kecuali adalah dia berlebihan
dalam penilaiannya.
Tahdzibul alkamal, jilid !! hal: 160 s/d 163

Hadits kedua:
= ~= ~ _ ~ ~ = ~ = .' - ~ = = - : , - ~ -~ = -' . ~ ' -
' ~ `' . .' : ~ ~ - ~ _ ~ ~ . .' , . - : ' -' , ' -' , ' -' , ' -'
... _ -' ` - ' : = ` -' -' ~ - , 2 ' -' , ' -' ,
-' ` ` .
Dari Nuhammad ibn Abi Nahdzurah dari bapaknya dari kakeknya, ia
berkata: Ya Rasulullah ajarkan kepadaku sunnah adzan. !a berkata: maka
beliau mengusap wajahku. Beliau bersabda, katakan olehmu Allahu Akbar
4x dst. maka apabila keadaannya untuk shalat Subuh ucapkan olehmu:
Asholatu khoerun mina alnaum 2x, Allahu Akbar, Allahu Akbar, La ilaha illa
Allah".
Hadits ini diriwayatkan dalam tiga kitab hadits yaitu, dalam kitab
Sunan Abu Daud (Aunul Na'bud, sarah Abu Daud jilid: ! juz: !! hal: 124 no
hadits: 336). !bn Hibban jilid: 3: 63. Ahmad ibn Hanbal, jilid: 3 , S00 no
hadits :1S38S, dengan urutan sanad sebagai berikut:



Rasulullah



Abi Nahdzurah



Abdul Nalik




Nuhammad ibn Abdul Nalik




Harits ibn Ubaid




Nusadad ibn Nasrohad Syuraij ibn Nu'man




#adl ibn Hibab Abi (Nuhammad)

Al]amhiyyi
Abdullah




(Abu Daud) (!bn Hibban) (Ahmad ibn Hanbal)





#EN]ELASAN RAW!

#ada gambar susunan sanad diatas dengan jelas tergambar bahwa
hadits ini dari ketiga mukhorij (kitab yang mengeluarkan hadits) semuanya
melalui Harits ibn Ubaid dari Nuhammad ibn Nalik.
!mam asSyaukani dalam kitabnya Nailul Author memberikan
pandangan terhadap Nuhammad ibn Abdul malik, bahwa dia
itu majhul (tidak dikenal). Nailul Autor, jilid: ! juz: !! hal: 2S no
hadits: 43S
Adzahabi menyatakan: dia tidak dikenal.
Abdul Haq mengatakan: jangan berhujah dengan sanad ini.
!bn Qathan mengatakan keadaannya majhul tidak diketahui
riwayat darinya kecuali melalui Harits.
!bn Hibban menyebutkan dalam kitabnya bahwa dia tsiqat
(kuat). Tahdzibul alKamal, jilid: 17 hal: 11, Tahdzibut at
Tahdzib, jilid 3 hal: 282

Dan mengenai harits ibn Ubaid ada beberapa pandangan dari ulama hadits
yaitu:
!mam Ahmad menyatakan bahwa dia mudltharib (goyah /
guncang).
!bn Nu'in menyatakan dla'if.
!bn Hibban memasukkan kepada orangorang yang sering ragu
(katsuro wahmuhu).
AnNasa'! dan yang lainnya menyatakan bahwa dia tidak kuat.
Nijanul al!'tidal, jilid: ! hal: 631



Dari penjelasan mengenai matan dan rawi hadits tentunya kita dapat
mengetahui bahwa kedua hadits diatas tidak dapat dipakai sebagai hujjah (alasan)
dalam melaksanakan suatu amal, karena baik dalam segi sanad atau matannya tidak
dapat dipertanggung jawabkan.

Hadits pertama yang diriwayatkan oleh !mam Tirmidzi, meski ada yang
menta'dilnya (menganggap adil) namun ta'dilnya itu tidak dapat
mengalahkan jarah yang dikemukakan oleh ahli hadits yang lain, maka
jelaslah bahwa hadits ini ditolak untuk menjadi alasan (hujjah) dalam
beramal.
Demikian pula halnya dengan hadits yang kedua, meski dimuat dalam
tiga kitab Hadits karena terdapat rawi yang cacad yang menyebabkan
hadits itu tertolak.
Haditshadits diatas adalah yang menyatakan taswib itu
dikumandangkan pada adzan Subuh. Sedangkan hadits yang menyatakan
taswib dikumandangkan pada adzan awwal sebelum subuh adalah sebagai
berikut:
.' ~= ~ ' = : -' . ~ ~ ' - ) - ( = -' '~ ' _ . -
. `' " _ ` -' _ = = , -' ~ - = ` -' , -' ~ - = ` -' , ' -' ,
' -' , ` -' ` ' .
Dari Abi Nahdzurah, ia berkata: keadanku adzan di jaman Rasulullah, dan
pada adzan awwal keadaanku mengumandangkan hayya ala alfalah, as
Solatu khoerun mina alNaum 2x, Allahu Akbar 2x, La ilaha ila Allah".
(HR, alNasa'!, 2: 1S, Amad ibn Hanbal: Fathul alRabani, 3:12 no hadits:
243)



!bn Huzaimah menyatakan: sanad hadits ini shahih. Subulu asSalam,
jilid: ! hal: 222

!mam Ahmad ibn Hanbal menyatakan: zaid (baik/bagus)
terhadap sanad hadits ini.

Dan banyak lagi hadits yang shahih yang semakna dengan hadits diatas.


KES!N#ULAN

Dari keterangan diatas kita dapat menarik sebuah kesimpulan bahwa
hadits yang menyatakan mengumandangkan taswib pada adzan Subuh, itu
bertentangan dengan hadits yang lebih kuat yang menyatakan bahwa
dikumandangkannya taswib itu pada adzan awwal sebelum Subuh, dengan
demikian yang mesti kita lakukan dalam mengumandangkan taswib adalah
pada waktu adzan awwal bukan pada adzan Subuh.
!mam alShon'ani dalam kitabnya Subulus alSalam menyatakan:

= - . `' '~ `' _ - ' ~ - -` ' - = ~ -' -' =' -- ` - ` , ' ~ `' ' ~ '
` -' _ -' = ~ ' . = ~ = - -' `' .
Naka sesungguhnya disyari'atkan tatsiwib itu, pada adzan awwal fajar,
karena taswib itu untuk membangunkan yang tidur, dan adapun adzan
kedua (Subuh), adalah untuk memberitahukan masuknya waktu dan
mengajak kepada shalat (Subuh). Subulus alSalam, jilid: ! hal: 221
= ' -'