Anda di halaman 1dari 8

Remedial Agama

Mengenai Hari Akhir

Nama : Mohammad Fajar Adnan Kelas : 95 No Abesen : 22

Pengertian, Definisi, Alam dan Peristiwa Sesudah Hari Kiamat Hari kiamat adalah hari akhir kehidupan seluruh manusia dan makhluk hidup di dunia yang harus kita percayai kebenaran adanya yang menjadi jembatan untuk menuju ke kehidupan selanjutnya di akhirat yang kekal dan abadi. Iman kepada hari kiamat adalah rukum iman yang ke-lima. Hari kiamat diawali dengan tiupan terompet sangkakala oleh malaikat isrofil untuk menghancurkan bumi beserta seluruh isinya. Hari kiamat tidak dapat diprediksi kapan akan datangnya karena merupakan rahasia Allah SWT yang tidak diketahui siapa pun. Namun dengan demikian kita masih bisa mengetahui kapan datangnya hari kiamat dengan melihat tanda-tanda yang diberikan oleh Nabi Muhammad SAW. Orang yang beriman kepada Allah SWT dan banyak berbuat kebaikan akan menerima imbalan surga yang penuh kenikmatan, sedangkan bagi orang-orang kafir dan penjahat akan masuk neraka yang sangat pedih untuk disiksa. Dengan percaya dan beriman kepada hari kiamat kita akan didorong untuk selalu berbuat kebajikan, menghindari perbuatan dosa, tidak mudah putus asa, tidak sombong, tidak takabur dan lain sebagainya karena segala amal perbuatan kita dicatat oleh malaikat yang akan digunakan sebagai bahan referensi apakah kita akan masuk surga atau neraka. Setelah peristiwa kiamat berlalu, manusia akan menjalani kehidupan selanjutnya. Fase-fase kehidupan itu adalah sebagai berikut.

1. Yaumul-Baas (Hari Kebangkitan dari Kubur) Kehidupan hari akhir dimulai dengan yaumul-baas, yaitu bangkitnya seluruh makluk dari kubur. Semua manusia, sejak manusia yang pertama hingga manusia yang terakhir dibangkitkan dari kubur. Kebangkitan itu ditandai dengan trompet Malaikat Israfil utnuk kedua kalinya. Ketika Rosulullah saw, menyampaikan maslah yaumul baas kepada penduduk Mekah ada yang menolak dan sama sekali tidak percaya. Dia antara mereka dalah Ubay bin Khalaf dan Ash bin Wail. Keduanya langsung mengambil cangkul dan menggali kuburan. Kemudian, mereka mebawa tulang belulang yang telah lapuk ke hadapan Rasulullah saw. Setelah itu mereka menginjak-injak serta menghancurkan tulang-belulang itu menjadi debu. Lalu meniupnya hingga beterbangan. Kemudian, keduanya menantang beliau, Wahai Muhammad! Apakah engkau mendakwahkan bahwa Allah swt, akan menghidupkan kembali tulang belulang yang telah hancur menjadi debu? Untuk mejawab tantangan itu Allah swt. Menurunkan Al-Quran surat Yasin Ayat 77-79 berikut ini. Artinya ; Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penantang Nyata! Dan dia membuat perumpamaan bagi kami dan ia lupa kepada kejadiannya. Ia berkata,Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang yang telah hancur luluh?Katakanlah, Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang telah menciptakanya kali yang

pertama. Dan dia Maha Mengatahui tentang segala makhluk.(Q.S. Yasin; 77-79) 2. Yaumul-Hasyr (Hari Berkumpulnya Manusia) Setelah fase Yaumul-baas, manusia digiring ke suatu tepat lapang yang bernama Mahsyar. Di sinilah seluruh Bani Adam dikumpulkan, mulai manusia yang pertama sampai manusia yang terakhir. Tidak ada satupun yang ketinggalan di antara mereka, sebagai firman Allah swt, berikut ini. Artinya : Dan kami kumpulkan seluruh manusia, dan tidak Kami tinggalkan seorang pun di antara mereka (Q.S. Al-Kahfi:4) 3. Yaumul Hisab (Hari perhitungan) dan Yaumul-Mizan(Hari Penimbangan) Setelah manuisa berkumpul di Padang Mahsyar, manusia akan dihisab, diitung dan ditimbang amal perbuatannya. Hisab adalah perhitungan semua amalan manusia, yang dilakukan selama hidupnya di dunia. Sebagai besar manusia telah melupakan segala sesuatu yang mereka lakukan di dunia. Akan tetapi, Allah swt, tidak pernah lupa. Dia akan memperlihatkan semua amalan manusia yang baik dan yang buruk sampai sekecil-kecilnya. Manusia akan dapat melihat semua amalanya sendiri pada hari itu. Allah swt, berirman dalam surat Az-Zalzalah Ayat 7-8 berikut ini Artinya : Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat(balasan)nya. Dan barang siapa yang

,mengerjakan kejahatan seberat zarah pun, niscaya ia kan melihat(balasan)nya pula, (Q.S. Az Zalzalah:7-8) Pada hari itu, manusia tidak dapat mengelak atas perbuatanya selama hidup di dunia. Ia akan mendapat balasan yang setimpal atas segala perbutannya. 4. Yaumul-Jaza atau Yaumul-Fasl Setelah amal perbutan manusia dihitung dan ditimbang dengan teliti. Tibalah saat terakhir, yaitu putusan Allah swt utuk memberikan balasan. Inilah yang disebut yaumul-jaza (hari pembalasan) atau disebut yaumul-fasl(hari keputusan). Allah swt, pasti akan memberikan balasan secara adil. Orang yang berbuat jahat niscaya akan mendapat balaan yang tidak menyenangkan dan orang yang berbuat kebaikan akan mendapat balasan yang menyenangkan. Allah swt. Berfirman dalam Al-Quran Surat AlMumin ayat 17 berikut inil. Artinya: Pada hari ini tiap-tiap jiwa diberi balasan dengan apa yang diusahakannya. Tidak ada yag dirugikan pada hari ini. Sesungguhnya Allah sangat cepat hisabnya(perhitungannya), (Q.S. Al-Mumin: 17) 5. Kehidupan Surga dan Neraka. Setelah mendapat keputusan di mana tempat mereka selanjutnya, manusia segera di bawa ke surga atau neraka. Setelah mendapat keputusan di mana tempat mereka selanjutnya, manusia segera di bawa ke surga atau neraka. a. Surga

Surga adalah tempat yang dipenuhi oleh berbagai macam kenikmatan. Tempat tersebut disediakan Allah swt. Untuk para hamba yang berbakti dan taat kepada-Nya. Keistimewaan dan kenikmatan yang ada di dalam surga digambarkan oleh Allah swt. Dalam hadis berikut ini. Artinya ; Sesuatu yang belum pernah terlihat oleh mata, belum pernah terdengar oleh telinga dan tidak pernah terlintas di dalam hati manusia.(Hadis Qudsi) Surga digambarkan oleh Al-Quran sebagai taman yang di dalamnya mengalir sungai-sungai. Gambaran semacam itu hanya sebuah perumpamaan bukan keadaan yang sesungguhnya, seperti taman atau sungai yang ada di dunia. Kenikmatan yang diberikan Allah swt di surga belum pernah dilihat, didengar, disentuh, atau terlintas dalam hati manusia. Penghuni Surga disebut ashabul-jannah atau ahlul-jannah. adapun surga yang mereka tempati disebutkan Allah swt, dengan beberapa nama berikut ini. No 1. 2. 3. 4. 5. Nama Surga 1. 2. 3. 4. Arti Dalil Naqli Q.S. As-Sajdah Ayat 9 Q.S. At-Taubah Ayat72 Q.S. Al-Furqan Ayat 15 Q.S. Al-Kahfi

Janatul-mawa Surga tempat Jannatu-adn kediaman Jannatul-khuld Jannatul-firdaus Surga yang kekal Surga yang kekal Suga Firdaus Surga yang berisi kenikmatan

5. Jannatun-naim

Ayat 107 Q.S. AsySyuara Ayat 85 b. Neraka Neraka adalah tempat siksaan dan menjadi balasan bagi orangorang yang berbuat dosa dan kesalahan. Neraka tempat yang disediakan Allah swt, untuk menyiksa iblis, setan, jin, dan manusia yang membangkang terhadap ketentuan-Nya sebagai pembalasan yang setimpal. Jangka waktu lamanya seseorang berada dalam neraka berbedabeda ada orang yang hanya sementara waktu berada di neraka, kemudian dimasukkan ke dalam surga. Mereka adalah orang-orang iman yang berbuat dosa. Ada pula orang yang berada di neraka selama-lamanya. Mereka adalah orang-orang kafir dan orang-orang yang mendustakan agama. Di neraka, manusia juga diberi makan dan minum. Makanan mereka adalah Zaqqum, yaitu buah yang paling buruk, rasanya sangat pahit, baunya tidak enak, dan berduri. Penghuni neraka yang memakan buah tersebut tidak akan merasa kenyang walaupun perut mereka penuh dengan buah tersebut. Setelah memakan buah zaqqum, mereka akan mendapat minuman air yang sangat panas. Hal itu dikemukakan Allah swt, dalam Al-Quran Surat AlWaqiah Ayat 51-54 berikut ini. Artinya: Kemudian sesungguhnya kamu hai orang yang sesat lagi mendustakan, benar-benar akan memakan pohon Zaqqum, dan akan

memenuhi perutmu dengannya, sesudah itu, kamu akan meminum air yang sangat panas. Q.S. Al- Waqiah:51-54) Penghuni neraka disebut ashabun-nar atau ahlun-nar. Adapun neraka yang mereka tempati disebut Allah swt. Dengan beberapa nama berikut ini. No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Nama Neraka wail Neraka hawiyah Neraka laza Neraka sair Arti Neraka yang paling ringan siksaannya Neraka yang sangat dalam Dalil naqli Q.S. AlHumazah Ayat 1 Q.S. Al-Qariah Ayat 8-11

Neraka yang bergolak apinya dan mengelupaskan kulit Q.S. Al-Maarij kepala Ayat 15-18

Neraka saqar Neraka yang menyala-nyala Q.S. Al-Mulk Ayat 5 Neraka Neraka yang mebakar hutamah manusia dan mengoyakQ.S. Alnyoyak kulit Muddasir Ayat Neraka jahim 26-30 Neraka yang membakar Neraka manusia sampai ke ulu Q.S. Aljahanam hatinya Humazah Ayat 4 Api yang menghanguskan Q.S. As-Saffat Ayat 68

Neraka yang paling dalam dan paling berat siksaannya Q.S. Al-Isra Ayat 97-98