Anda di halaman 1dari 23

KATA PENGANTAR

Assalamu`alaikum Wr.Wb.

Puji syukur kehadirat Allah YME karena atas rahmat dan hidayah-Nya saya selaku penulis
akhirnya dapat menyelesaikan makalah asuhan Keperawatan pada keluarga baru menikah sebagai
tugas kelompok dalam semester ini.
Tidak lupa ucapan terima kasih penulis haturkan kepada semua pihak yang
membantu terselesaikannya makalah ini.
Makalah ini disusun dari berbagai sumber reverensi yang relevan, baik buku-buku diktat
keperawatan, dari internet dan lain sebagainya. Semoga saja makalah ini dapat bermanIaat baik bagi
penulis sendiri khususnya maupun bagi para pembaca pada umumnya.
Tentu saja sebagai manusia, penulis tidak dapat terlepas dari kesalahan. Dan penulis
menyadari makalah yang dibuat ini jauh dari sempurna. Karena itu penulis merasa perlu untuk
meminta maaI jika ada sesuatu yang dirasa kurang.
Penulis mengharapkan masukan baik berupa saran maupun kritikan demi perbaikan yang
selalu perlu untuk dilakukan agar kesalahan - kesalahan dapat diperbaiki di masa yang akan datang.

Wassalamu`alaikum Wr.Wb.

!03:8



AFTAR ISI

alaman Judul
Kata Pengantar
DaItar Isi
Bab I Pendahuluan
Latar Belakan
Permasalahan
Tujuan
ManIaat

Bab II Pembahasan
DeIinisi
Fungsi Keluarga
Tugas Perkembangan Keluarga
Masalah keperawatan kesehatan Keluarga
Proses Keperawatan

DaItar Pustaka












BAB I
PENAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Asuhan keperawatan keluarga yaitu suatu rangkaian kegiatan yang diberikan
melalui praktek keperawatan pada keluarga . Asuhan keperawatan keluarga digunakan
untuk membantu menyelesaikan masalah kesehatan keluarga dengan menggunakan
pendekatan proses keperawatan. Agar pelayanan kesehatan yang diberikan dapat diterima
oleh keluarga, maka perawat harus mengerti, memahami tipe dan struktur keluarga,
mengetahui tingkat pencapaian keluarga dalam melakukan Iungsinya. Memerlukan
pemahaman setiap tahap perkembangan keluarga dan tugas perkembangannya.
Pengkajian asuhan keperawatan keluarga dilakukan untuk mengetahui sejauh mana
keluarga memenuhi tugas perkembangannya. Pasangan baru ( keluarga baru menikah)
ialah ketika masing-masing individu laki-laki dan perempuan membentuk
keluarga melalui perkawinan yang sah dan meninggalkan keluarga nya masing-masing.
Mempersiapkan keluarga yang baru membutuhkan penyesuaian peran dan Iungsi
sehari-hari diantaranya belajar hidup bersama, beradaptasi dengan kebiasaan sendiri dan
pasangannya. Masing-masing menghadapi perpisahan dengan keluarga sendiri dan orang
tuanya, mulai membina hubunganungan baru dengan keluarga dan kelompok social
lainnya.

1.2 Tujuan
Untuk mengetahui tentang asuhan keperawatan keluarga baru menikah .
Untuk mengetahui tugas perkembangan dan masalah-masalah yang terjadi pada
keluarga baru menikah.
Untuk mengetahui asuhan keperawatan yang diberikan kepada keluarga baru menikah.


1.3 Manfaat
Agar dapat mengetahui tentang asuhan keperawatan keluarga baru menikah .
Agar dapat mengetahui tugas perkembangan dan masalah-masalah yang terjadi pada
keluarga baru menikah.
Agar dapat mengetahui asuhan keperawatan yang diberikan kepada keluarga baru
menikah.




















BAB II
PEMBAHASAN

2.1. keluarga
keluarga adalah unit terkecil masyarakat, terdiri dari suami istri dan anaknya atau
ayah dan anaknya atau ibu dan anaknya. (UU. No 10, 1992). keluarga adalah kumpulan dua
orang / lebih hidup bersama dengan keterikatan aturan dan emosional, dan setiap individu
punya peran masing-masing (Friedman 1998).
Whall (1986) dalam analisis konsep tentang keluarga sebagai unit yang perlu
dirawat, ia mendeIinisikan keluarga sebagai kelompok yang mengidentiIikasikan diri
dengan anggotanya yang terdiri dari dua individu atau lebih yang asosiasinya dicirikan oleh
istilah-istilah khusus, yang boleh jadi tidak diikat oleh hubungan darah atau hukum, tapi
yang berIungsi sedemikian rupa sehingga mereka menganggap diri mereka sebagai sebuah
keluarga .
Family Service America (1984) mendeIinisikan keluarga dalam suatu cara yang
komprehensiI, yaitu sebagai dua orang atau lebih yang disatukan oleh ikatan-ikatan
kebersamaan dan keintiman.
ariyanto, 2005. keluarga menunjuk kepada dua orang atau lebih yang disatukan
oleh ikatan-ikatan kebersamaan dan ikatan emosional dan yang mengidentiIikasikan diri
mereka sebagai bagian dari keluarga .
Dapat disimpulkan bahwa keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat dua orang /
lebih, memiliki ikatan perkawinan dan pertalian darah, hidup dalam satu rumah tangga,
berinteraksi, punya peran masing-masing dan mempertahankan suatu budaya.
Ciri-ciri keluarga , antara lain sebagai berikut : Diikat tali perkawinan, ada hubungan
darah, ada ikatan batin, tanggung jawab masingmasing, ada pengambil keputusan,
kerjasama diantara anggota keluarga , interaksi, dan tinggal dalam suatu rumah
Ciri, ciri struktur keluarga : 1. Terorganisasi, bergantung satu sama lain 2. Ada
keterbatasan, 3. Perbedaan dan kekhususan, peran dan Iungsi masing-masing.
Struktur keluarga (ikatan darah) : 1.Patrilineal, keluarga sedarah terdiri sanak
saudara sedarah dalam beberapa generasi, dimana hubungan itu berasal dari jalur ayah 2.
Matrilineal, keluarga sedarah terdiri sanak saudara sedarah dalam beberapa generasi ,
dimana hubungan itu berasal dari jalur ibu 3. Matrilokal, suami istri tinggal pada
keluarga sedarah istri 4. Patrilokal, suami istri tinggal pada keluarga sedarah suami 5.
keluarga kawinan, hubungan. Suami istri sebagai dasar bagi pembinaan keluarga dan sanak
saudara baik dari pihak suami dan istri.
a. Kelompok keluarga di Indonesia berdasarkan social ekonomi dan kebutuhan dasar
1. PRASEJATERA, belum dapat memenuhi kebutuhan dasar minimal : pengajaran
agama, sandang, papan, pangan, kesehatan atau keluarga belum dapat memenuhi
salah satu /lebih indikator KS tahap I.
2. KELUARGA SEJATERA (KS I) telah dapat memenuhi kebutuhan dasar
secara minimal, tetapi belum dapat sosial psikologis, pendidikan, KB, interaksi
lingkungan. Indikator : ibadah sesuai agama, makan 2 kali sehari, pakaian berbeda
tiap keperluan, lantai bukan tanah, kesehatan : anak sakit, ber-KB, dibawa
kesarana kesehatan
3. KELUARGA SEJATERA II
Indikator: belum dapat menabung, ibadah (anggota keluarga ) sesuai
agama, makan 2 kali sehari, pakaian berbeda, lantai bukan tanah, kesehatan
(idem), daging/ telur minimal 1 kali seminggu, Pakaian baru setahun sekali, Luas
lantai 8m
2
per orang, Sehat 3 bulan terakhir, Anggota yang berumur 15 tahun
keatas punya penghasilan tetap, Umur 10, 60 tahun dapat baca tulis, Umur 7-15
tahun bersekolah, Anak hidup 2 /lebih . keluarga masih pus saat ini
berkontrasepsi.
4. KELUARGA SEJATERA III
Indikator : belum berkontribusi pada masyarakat, ibadah sesuai agama, pakaian
berbeda tiap keperluan, lantai bukan tanah, kesehatan idem, anggota
melaksanakan ibadah, daging/telur seminggu sekali, memperoleh pakaian baru
dalam satu tahun terakhir, luas lantai 8 m
2
perorang, anggota keluarga sehat
dalam 3 bulan terakhir.
5. KS TAAP III PLUS, dapat memenuhi seluruh kebutuhannya : dasar, sosial,
pengembangan, kontribusi pada masyarakat, indikator KS III
(ditambah), memberikan sumbangan.
b. Fungsi keluarga
1. Fungsi aIektiI dan koping keluarga memberikan kenyamanan emosional
anggota, membantu anggota dalam membentuk identitas dan mempertahankan
saat terjadi stress.
2. Fungsi sosialisasi keluarga sebagai guru, menanamkan kepercayaan, nilai,
sikap, dan mekanisme koping, memberikan Ieedback, dan memberikan petunjuk
dalam pemecahan masalah.
3. Fungsi reproduksi keluarga melahirkan anak, menumbuh-kembangkan anak dan
meneruskan keturunan.
4. Fungsi ekonomi keluarga memberikan Iinansial untuk anggota keluarga nya dan
kepentingan di masyarakat.
5. Fungsi Iisik, keluarga memberikan keamanan, kenyamanan lingkungan yang
dibutuhkan untuk pertumbuhan, perkembangan dan istirahat termasuk untuk
penyembuhan dari sakit.

2.2. Tugas perkembangan keluarga baru menikah menurut uval (Sociological
Perspective)
1. Membangun perkawinan yang saling memuaskan.
2. Menghubungkan jaringan persaudaraan secara harmonis.
3. Membina hubungan dengan keluarga lain: teman dan kelompok sosial.
4. Merencanakan penambahan anggota baru (mempersiapkan menjadi orangtua),
mendiskusikan rencana punya anak.
2.3. Masalah keperawatan kesehatan keluarga
Komunikasi keluarga disIungsional
Potensial peningkatan menjadi orangtua, perubahan(krisis) menjadi orangtua, konIlik
peran orangtua
Perubahan penampilan peran
Gangguan citra tubuh
Koping keluarga tidak eIektiI (menurun, ketidakmampuan), potensial peningkatan
koping keluarga
Risiko terhadap tindak kekerasan
Perilaku mencari bantuan kesehatan,
Gangguan tumbuh kembang,
Risiko penularan penyakit,

2.4. Proses Keperawatan keluarga
Menurut Friedman (1998:54), Proses keperawatan merupakan pusat bagi semua
tindakan keperawatan, yang dapat diaplikasikan dalam situasi apa saja, dalam kerangka
reIerensi tertentu, konsep tertentu, teori atau IalsaIah. Friedman dalam Proses keperawatan
keluarga juga membagi dalam lima tahap proses keperawatan yang terdiri dari pengkajian
terhadap keluarga , identiIikasi masalah keluarga dan individu atau diagnosa keperawatan,
rencana perawatan, implemntasi rencana pengerahan sumber-sumber dan evaluasi
perawatan.
Dalam melakukan asuhan keperawatan kesehatan keluarga menurut EIIendi (2004)
dengan melalui membina hubungan kerjasama yang baik dengan keluarga yaitu dengan
mengadakan kontrak dengan keluarga , menyampaikan maksud dan tujuan, serta minat
untuk membantu keluarga dalam mengatasi masalah kesehatan keluarga , menyatakan
kesediaan untuk membantu memenuhi kebutuhan kebutuhan kesehatan yang dirasakan
keluarga dan membina komunikasi dua arah dengan keluarga .
Friedman (1998: 55) menjelakan proses asuhan keperawatan keluarga terdiri dari
lima langkah dasar meliputi :
1. Pengkajian
Menurut Suprajitno (2004:29) pengkajian adalah suatu tahapan ketika seorang
perawat mengumpulkan inIormasi secara terus menerus tentang keluarga yang dibinanya.
Pengkajian merupakan langkah awal pelaksanaan asuhan keperawatan keluarga . Agar
diperoleh data pengkajian yang akurat dan sesuai dengan keadaan keluarga , perawat
diharapkan menggunakan bahasa ibu (bahasa yang digunakan sehari-hari), lugas dan
sederhana (Suprajitno: 2004).
Kegiatan yang dilakukan dalam pengkajian meliputi pengumpulan inIormasi dengan
cara sistematis dengan menggunakan suatu alat pengkajian keluarga , diklasiIikasikan dan
dianalisa (Friendman, 1998: 56).

a. Pengumpulan data
1. Identitas keluarga yang dikaji adalah umur, pekerjaan, tempat tinggal, dan tipe
keluarga .
2. Riwayat dan Tahap Perkembangan keluarga

a. Tahap perkembangan keluarga saat ini
Tahap perkembangan keluarga ditentukan dengan anak tertua dari keluarga inti.
b. Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi
Menjelaskan mengenai tugas perkembangan yang belum terpenuhi oleh
keluarga serta kendala mengapa tugas perkembangan tersebut belum terpenuhi.
c. Riwayat keluarga inti
Menjelaskan mengenai riwayat kesehatan pada keluarga inti, yang meliputi
riwayat penyakit keturunan, riwayat kesehatan masing-masing anggota keluarga,
perhatian terhadap pencegahan penyakit (status imunisasi), sumber pelayanan
kesehatan yang biasa digunakan keluarga serta pengalaman-pengalaman
terhadap pelayanan kesehatan.
d. Riwayat keluarga sebelumnya
Dijelaskan mengenai riwayat kesehatan pada keluarga dari pihak suami dan istri.

3 Latar belakang budaya /kebiasaan keluarga
Kebiasaan makan
Kebiasaan makan ini meliputi jenis makanan yang dikosumsi oleh keluarga .
PemanIaatan Iasilitas kesehatan
Perilaku keluarga didalam memanIaatkan Iasilitas kesehatan merupakan Iactor
yang penting dalam penggelolaan penyakit.
Pengobatan tradisional
Merupakan pilihan bagi keluarga untuk menentukan pengobatan yang diinginkan
ataupun alternative pilihan yang dipilih yaitu pengobatan tradisional.



4. Status Sosial Ekonomi
Pendidikan
Tingkat pendidikan keluarga mempengaruhi keluarga dalam mengenal suatu
penyakit dan pengelolaannya. Berpengaruh pula terhadap pola pikir dan
kemampuan untuk mengambil keputusan dalam mengatasi masalah dangan tepat
dan benar.
Pekerjaan dan Penghasilan
Penghasilan yang tidak seimbang juga berpengaruh terhadap keluarga dalam
melakukan pengobatan dan perawatan pada angota keluarga yang sakit salah
satunya disebabkan karena suatu penyakit. Menurut (EIIendy,1998)
mengemukakan bahwa ketidakmampuan keluarga dalam merawat anggota
keluarga yang sakit salah satunya disebabkan karena tidak seimbangnya sumber-
sumber yang ada pada keluarga .
5. Tingkat perkembangan dan riwayat keluarga
Menurut Friedmen (1998:125), Riwayat keluarga mulai lahir hingga saat ini
termasuk riwayat perkembangan dan kejadian serta pengalaman kesehatan yang unik
atau berkaitan dengan kesehatan yang terjadi dalam kehidupan keluarga yang belum
terpenuhi berpengaruh terhadap psikologis seseorang yang dapat mengakibatkan
kecemasan.
6. AktiItas
Pola aktiIitas yang dipilih oleh suatu keluarga dapat berpengaruh terhadap
terjadinya suatu penyakit dan gaya hidup suatu keluarga .
7. Data Lingkungan
Karakteristik rumah
Cara memodiIikasikan lingkungan Iisik yang baik seperti lantai rumah,
penerangan dan Ientilasi yang baik dapat mengurangai Iaktor penyebab
terjadinya suatu penyakit.
Karakteristik Lingkungan
Menurut (Iriedman,1998 :22) derajad kesehatan dipengaruhi oleh lingkungan.
Ketenangan lingkungan sangat mempengaruhi derajat kesehatan.

8. Struktur keluarga
Pola komunikasi
Menurut (Friedman, 1998) Semua interaksi perawat dengan pasien adalah
berdasarkan komunikasi. Istilah komunikasi teurapetik merupakan suatu
tekhnik diman usaha mengajak pasien dan keluarga untuk bertukar pikiran
dan perasaan. Tekhnik tersebut mencakup ketrampilan secara verbal maupun
non verbal, empati dan rasa kepedulian yang tinggi.
Struktur Kekuasaan
Kekuasaan dalam keluarga mempengaruhi dalam kondisi kesehatan,
kekuasaan yang otoriter dapat menyebabkan stress psikologik.
Struktur peran
` Menurut Friedman(1998), anggota keluarga menerima dan konsisten
terhadap peran yang dilakukan, maka ini akan membuat anggota
keluarga puas atau tidak ada konIlik dalam peran, dan sebaliknya bila peran
tidak dapat diterima dan tidak sesuai dengan harapan maka akan
mengakibatkan ketegangan dalam keluarga .
9. Fungsi keluarga
Fungsi aIektiI
keluarga harus saling menghargai satu dengan yang lainnya agar tidak
menimbulkan suatu permasalahan maupun stressor tertentu bagi anggota
keluarga itu sendiri.
Fungsi sosialisasi .
keluarga memberikan kebebasan bagi anggota keluarga dalam
bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. Bila keluarga tidak memberikan
kebebasan pada anggotanya, maka akan mengakibatkan anggota
keluarga menjadi sepi. Keadaan ini mengancam status emosi menjadi labil
dan mudah stress.
Fungsi kesehatan
Menurut suprajitno (2004) Iungsi mengembangkan dan melatih
anak untukberkehidupan sosial sebelum meninggalkan rumah untuk
berhubungan dengan orang lain diluar rumah.
al-hal yang perlu dikaji untuk mengetahui sejauh mana
keluarga melakukan pemenuhan tugas perawatan keluarga adalah :
a. Untuk mengetahui kemampuan keluarga mengenal masalah kesehatan,
yang perlu dikaji adalah sejauhmana keluarga memahami Iakta-Iakta
dari masalah kesehatan yang meliputi: pen gertian, tanda dan gejala,
Iaktor penyebab dan yang mempengaruhinya serta persepsi
keluarga terhadap masalah.
b. Untuk mengetahui kemampuan keluarga mengambil keputusan mengenai
tindakan kesehatan yang tepat, hal yang perlu dikaji adalah ;
1. Sejauhmana kemampuan keluarga mengerti mengenai siIat dan
luasnya masalah
2. Apakah masalah kesehatan dirasakan oleh keluarga
3. Apakah keluarga merasa menyerah terhadap masalah yang dialami
4. Apakah keluarga merasa takut akan akibat dari penyakit
5. Apakah keluarga mempunyai sikap negatiI terhadap masalah
kesehatan.
6. Apakah keluarga dapat menjangkau Iasilitas kesehatan yang ada.
7. Apakah keluarga kurang percaya terhadap tenaga kesehatan.
8. Apakah keluarga mendapat inIormasi yang salah terhadap tindakan
dalam mengatasi masalah.
c. Mengetahui sejauhmana kemampuan keluarga merawat anggota
keluarga yang sakit, termasuk kemampuan memelihara lingkungan dan
menggunakan sumber/Iasilitas kesehatan yang ada di masyarakat, yang
perlu dikaji adalah ;
1. Apakah keluarga mengetahui siIat dan perkembangnan perawatan
yang dibutuhkan untuk menanggulangi masalah kesehatan/ penyakit.
2. Apakah keluarga mempunyai sumber daya dan Iasilitas yang
diperlukan untuk perawatan.
3. Keterampilan keluarga mengenai macam perawatan yang diperlukan
memadai.
4. Apakah keluarga mempunyai pandangan negatiI terhadap perawatan
yang diperlukan
5. Adakah konIlik individu dan perilaku mementingkan diri sendiri
dalam keluarga
6. Apakah keluarga kurang dapat memelihara keuntungan dalam
memelihara lingkungan dimasa mendatang.
7. Apakah keluarga mempunyai upaya penuingkatan kesehatan dan
pencegahan penyakit
8. Apakah keluarga sadar akan pentingnya Iasilitas kesehatan dan
bagaimana pandangan keluarga akan Iasilitas tersebut.
9. Apakah keluarga merasa takut akan akibat dari tindakan (diagnostik,
pengobatan dan rehabilitasi).
10. Bagaimana IalsaIah hidup keluarga berkaitan dengan upaya
perawatan dan pencegahan.
4. Fungsi reproduksi
al yang perlu dikaji mengenai Iungsi reproduksi keluarga adalah :
a. Berapa jumlah anak
b. Bagaimana keluarga merencanakan jumlah anggota keluarga
c. Metode apa yang digunakan keluarga dalam upaya mengendalikan jumlah anggota
keluarga .
5. Fungsi ekonomi
al yang perlu dikaji mengenai Iungsi ekonomi keluarga adalah :
a. Sejauhmana keluarga memenuhi kebutuhan sandang, pangan dan papan
b. Sejauhmana keluarga memanIaatkan sumber yang ada di masyarakat sdalam upaya
peningkatan status kesehatan keluarga .

F. Stress dan Koping keluarga
1. Stressor jangka pendek dan panjang
a. Stressor jangka pendek yaitu stressor yang dialami keluarga yang
memerlukan penyelesaian dalam waktu kurang dari 6 bulan.
b. Stressor jangka panjang yaitu stressor yang dialami keluarga yang
memerlukan penyelesaian dalam waktu lebih dari 6 bulan.
2. Kemampuan keluarga berespon terhadap situasi/stressor
al yang perlu dikaji adalah sejauhmana keluarga berespon terhadap
situasi/stressor.
3. Strategi koping yang digunakan
Strategi koping yang digunakan keluarga bila menghadapi permasalahan.
4. Strategi adaptasi disIungsional
5. Strategi adaptasi disIungsional yang digunakan keluarga bila menghadapi
permasalahan

G. Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan Iisik dilakukan terhadap semua anggota keluarga . Metode yang
digunakan pada pemeriksaan Iisik tidak berbeda dengan pemeriksaan Iisik di klinik.

. arapan keluarga
Pada akhir pengkajian, perawat menanyakan harapan keluarga terhadap petugas
kesehatan yang ada.

10. Pola istirahat tidur
Istirahat tidur seseorang akan terganggu manakala sedang mengalami masalah yang
belum terselesaikan.
11. Pemeriksaan Iisik anggota keluarga
Sebagaimana prosedur pengkajian yang komprehensiI, pemeriksaan Iisik juga
dilakukan menyeluruh dari ujung rambut sampai kuku untuk semua anggota keluarga
Setelah ditemukan masalah kesehatan, pemeriksaan Iisik lebih terIokuskan.
12. Koping keluarga
Bila ada stressor yang muncul dalam keluarga , sedangkan koping keluarga tidak
eIektiI, maka ini akan menjadi stress anggota keluarga yang berkepanjangan.



13. Pengkajian Lingkungan
a. Karakteristik rumah
Karakteristik rumah diidentiIikasi dengan melihat luas rumah, type rumah,
jumlah ruangan, jumlah jendela, jarak septic tank dengan sumber air, sumber air
minum yang digunakan serta denah rumah.
b. Karakteristik tetangga dan komunitas RW
Menjelaskan mengenai karakteristik tetangga dan komunitas setempat yang
meliputi kebiasaan, lingkungan Iisik, aturan/kesepakatan penduduk setempat,
budaya setempat yang mempengaruhi kesehatan.
c. Mobilitas geograIis keluarga
Mobilitas geograIis keluarga ditentukan dengan kebiasaan keluarga berpindah
tempat.
d. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat
Menjelaskan mengenai waktu yang digunakan keluarga untuk berkumpul serta
perkumpulan keluarga yang ada dan sejauh mana interaksi keluarga dengan
masyarakat.
e. Sistem pendukung keluarga
Yang termasuk dalam sistem pendukung keluarga adalah jumlah anggota
keluarga yang sehat, Iasilitas-Iasilitas yang dimiliki keluarga untuk menunjang
kesehatan. Fasilitas mencakup Iasilitas Iisik, Iasilitas psikologis atau dukungan
dari anggota keluarga dan Iasilitas sosial atau dukungan dari masyarakat
setempat.

2. iagnosa keperawatan
Diagnosa keperawatan adalah pernyataan yang menggambarkan respon manusia atas
perubahan pola interaksi potensial atau aktual individu. Perawat secara legal dapat
mengidentiIikasi dan menyusun intervensi masalah keperawatan. Kolaborasi dan
koordinasi dengan anggota tim lain merupakan keharusan untuk menghindari
kebingungan anggota akan kurangnya pelayanan kesehatan.
Diagnosa keperawatan keluarga dirumuskan berdasarkan data yang didapat pada
pengkajian yang terdiri dari masalah keperawatan yang akan berhubungan dengan
etiologi yang berasal dari pengkajian Iungsi perawatan keluarga. Diagnosa keperawatan
mengacu pada PES dimana untuk problem dapat digunakan rumusan NANDA.
Tipologi dari diagnosa keperawatan keluarga terdiri dari :
- Aktual (terjadi deIisit/gangguan kesehatan)
- Resiko (ancaman kesehatan)
- Keadaan sejahtera (wellness)
Contoh diagnosa keperawatan keluarga ;
Diagnosa Keperawatan keluarga Aktual
Contoh 1
a. Gangguan nutrisi : kurang dari kebutuhan pada balita (Anak M), keluarga Bapak
berhubungan denganketidaktahuan keluarga mengenal masalah kekurangan
nutrisi.
b. Gangguan nutrisi : kurang dari kebutuhan pada balita (Anak M), keluarga Bapak
berhubungan denganketidakmauan keluarga mengambil keputusan/tindakan
untuk mengatasi masalah kekurangan nutrisi.
c. Gangguan nutrisi : kurang dari kebutuhan pada balita (Anak M), keluarga Bapak
berhubungan denganketidakmampuan keluarga merawat anggota
keluarga dangan masalah kekurangan nutrisi.
Pada contoh diatas, yang menjadi etiologi (tugas keluarga ) mengandung 3 unsur yaitu
ketidaktahuan (tidak mengenal masalah), ketidak mauan mengambil keputusan dan
ketidak mampuan merawat, maka dari 3 diagnosa tersebut cukup hanya menentukan 1
(satu) diagnosa yaitu diagnosa yg ketiga, akan tetapi dalam metrumuskan tujuan dan
intervensi harus melibatkan ketiga etiologi tersebut
Contoh 2
Perubahan peran dalam keluarga (bapak S) berhubungan
dengan ketidakmampuan keluarga mengenal masalah peran suami
Contoh 3
Keterbatasan pergerakan pada lanjut usia (ibu A) keluarga bapak B berhubungan
dengan ketidakmampuanmerawat anggota keluarga dengan keterbatasan gerak
(rematik).

Diagnosa Keperawatan keluarga Resiko (ancaman)
Sudah ada data yang menunjangtapi belum terjadi gangguan, misalnya lingkungan rumah
kurang bersih, pola makan yang tidak adekuat, stimulasi tumbuh kembang yang tidak
adekuat, dsb.

Contoh
a. Resiko terjadi konIlik pada keluarga bapak B berhubungan
dengan ketidaktahuan keluarga mengenal masalah komunikasi
b. Resiko gangguan perkembangan pada Balita (Anak S) keluarga bapak B
berhubungan dengan ketidakmauankeluarga mellakukan stimulasi terhadap Balita
.
Diagnosa Keperawatan keluarga Sefahtera/Potensial
Suatu keadaan dimana keluarga dalam keadaan sejahtera sehingga kesehatan
keluarga dapat ditingkatkan . Khusus untuk diagnosa keperawatan potensial (sejahtera)
boleh tidak menggunakan etiologi.
Contoh
a. Potensial terjadinya kesejahteraan pada ibu hamil (Ibu M) keluarga bapak R
b. Potensial peningkatan status kesehatan pada bayi (Anak L) keluarga bapak R
c. Potensial peningkatan status kesehatan pada pasangan baru menikah keluarga bapak R

3. Menyusun prioritas
Friedman (1998:64), menjelaskan perencanaan perawatan meliputi seleksi bersama
yang dirancang untuk mencapai tujuan. Faktor penetapan prioritas perasaan peka terhadap
klien dan eIek terpeutik terhadap tindakan dimasa mendatang.
Cara membuat skor penentuan prioritas masalah keperawatan keluarga :
NO KRITERIA SKOR BOBOT
1 SiIat masalah
O Aktual (Tidak/kurang sehat)
O Ancaman kesehatan
O Keadaan sejahtera

3
2
1


1
2

Kemungkinan masalah dapat diubah
O Mudah
O Sebagian
O Tidak dapat

2
1
0


2
3

Potensi masalah untuk dicegah
O Tinggi
O Sedang
O Rendah

3
2
1


1
4 Menonjolnya masalah
Masalah berat, harus segera ditangani
Ada masalah, tetapi tidak perlu segera
ditangani
Masalah tidak dirasakan

2
1

0


1
Skoring :
Skor
x Bobot
Angka tertinggi

Catatan : Skor dihitung bersama dengan keluarga
Faktor yang dapat mempengaruhi penentuan prioritas
- Kriteria 1
SiIat masalah ; bobot yang lebih berat diberikan pada tidak/kurang sehat karena yang
pertama memerlukan tindakan segera dan biasanya disadari dan dirasakan oleh keluarga
- Kriteria 2
Kemungkinan masalah dapat diubah, perawat perlu memperhatikan terjangkaunya Iaktor-
Iaktor sebagai berikut :
O Pengetahuan yang ada sekarang, teknologi dan tindakan untuk menangani masalah
O Sumber daya keluarga dalam bentuk Iisik, keuangan dan tenaga
O Sumber daya perawat dalam bentuk pengetahuan, keterampilan dan waktu.

O Sumber daya masyarakat dalam bentuk Iadsilitas, organisasi dalam masyarakat dan
dukungan masyarakat
Kriteria 3
Potensi masalah dapat dicegah, Iaktor-Iaktor yang perlu diperhatikan :
O Kepelikan dari masalah yang berhubungan dengan penyakit atau masalah
O Lamanya masalah, yang berhubungan dengan jangka waktu masalah itu ada
O Tindakan yang sedang dijalankan adalah tindakan-tindakan yang tepat dalam
memperbaiki masalah.
O Adanya kelompok high risk atau kelompok yang sangat peka menambah potensi
untuk mencegah masalah.
Kriteria 4
Menonjolnya masalah, perawat perlu menilai persepsi atau bagaimana keluarga melihat
masalah kesehatan tersebut. Nilai skor tertinggi yang terlebih dahulu dilakukan intervensi
keperawatan keluarga .
4. Menyusun tujuan
Friedman (1998:64) menjelaskan perencanaan meliputi perumusan tujuan yang
berorientasi kepada klien kemungkinan sumber-sumber penggambaran pendekatan
alternatiI untuk memenuhi tujuan dan operasional perencanaan.
Ada 3 kegiatan menurut Friedman (1998:64) yaitu:
1. Tujuan jangka pendek yang siIatnya dapat diukur langsung dan spesiIik
2. Tujuan jangka menengah
3. Tujuan akhir atau jangka panjang yang siIatnya umum dan mempunyai tujuan

2.5 Perencanaan Keperawatan keluarga
Perencanaan keperawatan keluarga terdiri dari penetapan tujuan, yang mencakup
tujuan umum dan tujuan khusus serta dilengkapi dengan kriteria dan standar. Kriteria dan
standar merupakan pernyataan spesiIik tentang hasil yang diharapkan dari setiap tindakan
keperawatan berdasarkan tujuan khusus yang ditetapkan.

2.6 Implementasi
Tindakan yang dilakukan oleh perawat kepada keluarga berdasarkan perencanaan
mengenai diagnosa yang telah dibuat sebelumnya. Tindakan keperawatan terhadap
keluarga mencakup hal-hal dibawah ini ;
1. Menstimulasi kesadaran atau penerimaan keluarga mengenai masalah dan kebutuhan
kesehatan dengan cara :
a. Memberikan inIormasi
b. MengidentiIikasi kebutuhan dan harapan tentang kesehatan
c. Mendorong sikap emosi yang sehat terhadap masalah
2. Menstimulasi keluarga untuk memutuskan cara perawatan yang tepat dengan cara :
a. MengidentiIikasi konsekwensi tidak melakukan tindakan
b. MengidentiIikasi sumber-sumber yang dimiliki keluarga
c. Mendiskusikan tentang konsekwensi tiap tindakan
3. Memberikan kepercayaan diri dalam merawat anggota keluarga yang sakit dengan cara :
a. Mendemonstrasikan cara perawatan
b. Menggunakan alat dan Iasilitas yang ada di rumah
c. Mengawasi keluarga melakukan perawatan
4. Membantu keluarga untuk menemukan cara bagaimana membuat lingkungan menjadi
sehat, dengan cara ;
a. Menemukan sumber-sumber yang dapat digunakan keluarga
b. Melakukan perubahan lingkungan dengan seoptimal mungkin
5. Memotivasi keluarga untuk memanIaatkan Iasilitas kesehatan yang ada dengan cara :
a. Memperkenalkan Iasilitas kesehatan yang ada di lingkungan keluarga
b. Membantu keluarga menggunakan Iasilitas kesehatan yang ada

2.7 Evaluasi
Sesuai rencana tindakan yang telah diberikan, dilakukan penilaian untuk menilai
keberhasilannya. Bila tidak / belum berhasil perlu disusun rencana baru yang sesuai.
Semua tindakan keperawatan mungkin tidak dapat dilakukan dalam satu kali
kunjungan ke keluarga . Unyuk itu dapat dilakukan secara bertahap sesuai dengan
waktu dan kesediaan keluarga . Evaluasi disusun dengan menggunakan SOAP secara
operasional.
S : al-hal yang dikemukakan oleh keluarga secara subjektiI setelah dilakukan
intervensi keperawatan. Misal : keluarga mengatakan nyerinya berkurang.
O : al-hal yang ditemui oleh perawat secara objektiI setelah dilakukan
intervensi keperawatan. Misal : BB naik 1 kg dalam 1 bulan.
A : Analisa dari hasil yang telah dicapai dengan mengacu kepada tujuan terkait
dengan diagnosa keperawatan.
P : Perencanaan yang akan datang setelah melihat respon dari keluarga pada
tahap evaluasi.
Tahapan evaluasi dapat dilakukan secara IormatiI dan sumatiI. Evaluasi
IormatiI dilakukan selama proses asuhan keperawatan, sedangkan evaluasi sumatiI
adalah evaluasi akhir.














BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan
kasih, kasih sayang , perhatian, rasa aman kegangatan pada anggota
keluarga sehingga dapat tumbang sesuai usia. Asuh, perawatan agar selalu sehat Iisik
mental spiritual. Asah, kebutuhan pendidikan anak, untuk masa depan























AFTAR PUSTAKA

Agustiansyah, Tri A. 2009. Asuhan Keperawatan keluarga Pasangan Baru Menikah
dengan Masalah KB. http://ners86.wordpress.com/2009/03/30/asuhan-keperawatan-
keluarga /
http://lensaproIesi.blogspot.com/2009/01/konsep- keluarga .html
http://blog.ilmukeperawatan.com/asuhan-keperawatan- keluarga -dengan-stroke.html