Anda di halaman 1dari 3

Pada batu duktus koledokus, riwayat nyeri atau kolik di epigastrium dan perut kanan atasakan disertai

tanda sepsis seperti demam dan menggigil bila terjadi kolangitis. Biasanyaterdapat ikterus dan urin
berwarna gelap yang hilang timbul.Pruritis ditemukan pada ikterus obstruktiI yang berkepanjangan
dan lebih banyak ditemukan di daerah tungkai daripada di daerah badan.Pada kolangitis dengan sepsis
yang berat, dapat terjadi keadaan kegawatan disertai syok dan gangguan kesadaran.
PEMERIKSAAN FISIK
Kalau ditemukan kelainan, biasanya berhubungan dengan komplikasi seperti kolesistitisakut dengan
peritonitis lokal atau umum, hidrops kandung empedu, empiema kandungempedu , atau
pankreatitis.Pada pemeriksaan ditemukan nyeri tekan dengan punctum maksimum di daerah
letak anatomik kandung empedu. Tanda murphy positiI, apabila nyeri tekan bertambahsewaktu
p|enderita menarik naIas panjang karena kandung empedu yang meradangtersentuh ujung jari tangan
pemeriksaan dan pasien berhenti menarik napas.
PEMERIKSAAN LABORATORIUM
Batu kandung empedu yang asimptomatik umumnya tidak menunjukkan kelainanlaboratorik. Apabila
terjadi peradangan akut dapat terjadi leukositosis. Apabila adasindrom Mirizzi akan ditemukan
kenaikan ringan bilirubin serum akibat penekananduktus koledokus oleh batu, dinding yang edema di
daerah kantong Hartmann, dan penjalaran radang ke dinding yang tertekan tersaebut. Kadar bilirubin
serum yang tinggimungkin disebabkan batu di dalam duktus koledokus. Kadar IosIatase alkali serum
danmungkin juga kadar amilase serum biasanya meningkat sedang setiap kali ada seranganakut.
PEMERIKSAAN PENCITRAAN
UltrasonograIi mempunyai derajat spesiIisitas dan sensitivitas yang tinggi untuk mendeteksi batu
kandung empedu dan pelebaran saluran empedu intrahepatik maupunekstrahepatik. Juga dapat dilihat
dinding kandung empedu yang menebal karena Iibrosisatau oedem karena peradangan maupun sebab
lain. Batu yang terdapat pada duktuskoledokus distal kadang sulit dideteksi, karena terhalang udara di
dalam usus. DenganultrasonograIi lumpur empedu dapat diketahui karena bergerak sesuai dengan
gayagravitasi. Dengan ultrasonograIi punctum maksimum rasa nyeri pada kandung empeduyang
gangren lebih jelas daripada dengan palpasi biasa.Foto polos perut biasanya tidak memberikan data
yang khas sebab hanya sekitar 10-15 batu kandung empedu yang bersiIat radioopaq. Kadang
kandung empedu yangmengandung cairan empedu berkadar kalsium tinggi dapat dilihat pada Ioto
polos. Pada

peradangan akut dengan kandung empedu yang membesar atau hidrops, kandung empedudapat
terlihat sebagai massa jaringan lunak di quadran kanan atas yang menekangambaran udara dalam usus
besar di Ileksura hepatika.Untuk penderita tertentu, kolesistograIi dengan kontras yang diberikan per
os cukup baik karena relatiI murah, sederhana, dan cukup akurat untuk melihat batu
radiolusen.Sehingga dapat dihitung jumlah dan ukuran batu. KolesistograIi oral akan gagal padaileus
paralitik, muntah, gangguan Iungsi ginjal, kadar bilirubin serum di atas 2 mg/dl,obstruksi pilorus, dan
hepatitis. Pemeriksaan kolesistograIi oral lebih bermakna pada penilaian Iungsi kandung
empedu.Payaran-CT tidak lebih unggul daripada ultrasonograIi untuk mendiagnosis batu
kandungempedu. Cara ini berguna untuk membantu diagnosis keganasan pada kandung empeduyang
mengandung batu dengan ketepatan sekitar 70-90.Foto ronsen dengan endoskopi retrograd di papila
Vater (ERCP) atau melalui Iungsi hati perkutan (PTC) berguna untuk pemeriksaan batu di duktus
koledokus. Indikasinya adalah batu di kandung empedu dengan gangguan Iungsi hati yang tidak dapat
dideteksi denganultrasonograIi dan kolesistograIi, misalnya karena batu kecil.
Pendekatan Diagnosa Ikterus
(4)
Pendahuluan
Kelainan sistem hepatobilier dapat bermaniIestasi dalam banyak bentuk. Ikterus adalahgejala yang
paling umum terjadi dan menjadi Iokus pemeriksaan meskipun tidak selalumenjadi gejala yang
dominan. Untuk kepentingan penatalaksanaan ikterus dibagi menjadi2 bagian besar yaitu:1. Medi kal
(konvensi onal ), meli puti kel ai nan prehepati k, hepati k yang t anpa disertai kelainan
struktural.2. Surgi cal (bedah), melibat kan ost ruksi mekani k dukt us biliaris (dapat
di akibat kan batu atau massa intra/ekstra duktal)Beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan
meliputi USG, CT Scan Abdomen,CholangiograIi, serta pemeriksaan terhadap marker hepar
(SGOT/SGPT, AFP, -GT,LDH, Alkali FosIatase).
Pemeriksaan Klinis Ikterus
(3,4)
Anamnesa

Dicolorisation (ikterus) atau riwayat ikterus yang terlihat dalam inspeksi bilakadar bilirubin serum ~
2,5 mg/dl.

Perubahan warna urine, urine jadi gelap seperti warna teh.



Perubahan warna Ieses, menjadi pucat seperti dempul dalam minimal 3x pemeriksaan berturut-turut.

Riwayat anemia, terkadang kolelitiasis dpat disertai dengan anemia hemolitik.

Nyeri terutama di regio perut kanan atas, lebih sering diakibatkan oleh obstruksimekanis. Kolik bilier
merupakan gejala yang umum terjadi berupa nyeri hilangtimbul pada area epigastrium (subxyphoid)
yang menjalar ke subcostal dextra,scapula dextra, dan leher. Waktu munculnya nyeri pada obstruksi
bilier terutamadirasakan setelah makan makanan berlemak yang diikuti mual, muntah.

Gejala anoreksia dan kaheksia lebih sering terjadi pada keganasan (Ca caput pankreas atau Ca hepar)
daripada obstruksi batu bilier.

Demam. Pada obstruksi mekanik muncul setelah nyeri timbul. Sedangkan padainIlamasi demam
muncul bersamaan dengan nyeri.

Usia. Pada usia muda kebanyakan hepatitis, sedangkan usia tua lebih seringkeganasan.

Riwayat tansIusi darah, penggunaan jarum suntik bergantian, tatoo, promiskuitas, pekerjaan beresiko
tinggi terhadap hepatitis B, pembedahan sebelumnya.

Makanan dan obat. Contohnya CloIibrate akan merangsang pembentukan batuempedu; alkohol, CCl
4
, makanan tinggi kolesterol juga akan merangsang pembentukan batu empedu. Disamping itu alkohol
juga akan menyebabkan Iattyliver disease.

Gejala-gejala sepsis lebih sering menyertai ikterus akibat sumbatan batu empedu, jarang pada
keganasan.

Gatal-gatal. Kaerna penumpukan bilirubin direk pada kolestasis.Pemeriksaan Fisik

Ikterus

Dicari stigmata sirosis (rontoknya rambut aksila dan pubis, spider naevi,gynkomastia, asites, caput
medussae, palmar eritem, liver nail, pitting edema),
scratch effect
.

Hepar teraba atau tidak. Hepar membesar pada hepatitis, Ca hepar, obstruksi bilier, bendungan hepar
akibat kegagalan jantung. Hepar mengecil pada sirosis.

Kandung empedu membesar atau tidak (
4:rv4ser s3
(

)
). PositiI bila kantungempedu tampak membesar, biasanya pada keganasan karena dilatasi
kandngempedu. NegatiI bila kantung empedu tidak tampak membesar, biasanya padaobstruksi batu
karena adanya proses inIlamasi pada dinding kantung empedu.

:rphys s3
. PositiI pada kolangitis, kolesistitis, koledokolelitiasis terinIeksi.Laboratorium

Pemeriksaan darah lengkap, amilase, albumin, Iaktor pembekuan, SGOT/SGPT,AFP, -GT, LDH,
Alkali FosIatase, -Glutamil Transpeptidase, Complete BloodCount.

Urinalisis terutama bilirubin direk dan total.

Benzidin test. Untuk mencari etiologi anemia.

Marker serologis hepatitis untuk hepatitis.


Interpretasi LaboratoriumPerkiraan ada tidaknya batu di duktus biliaris komunis sulit bila:-
Peningkatan bilirubin disertai ALP dan CBD ~ 12 mm, resiko batu 90 -
Kalau bilirubin normal, ALP dan CBD ~ 12 mm, resiko batu 0,2