Anda di halaman 1dari 35

Nama : RIDHO RUSWANTO

No BP : 0910952067
Jawaban pertanyaan dari Icshan ridho putra
1. Dik : Vs = 120v,pada 60 Hz, Ls= 1 mH dan Id 10 A
Hitunglah u,Vd, dan Pd.Berapa presentase tegangan drop di Vd berdasarkan Vs?

Dari persamaan sebelumnya yang mana :

Cos u = 1 -



U = 0.3 rad = 17.14 deg
Vd = 0.9 Vs -


= (0.9 x 120) (2 x 2 x 3.14 x 60)

:
= 105.6 v = Vd
Pd = Vd . Id = 1056 watt
Drop Vd adalah = (Vdo Vd) x 100 / Vdo Vdo = 0.9Vs = 0.9 x 120 =108 v
= (108 105.6) x 100 /108
= 2.22 %
2. Suatu converter satu phasa tegangan input berbentuk gelombang kotak denga A= 200 v,f=60 Hz,
dan Id = 10 A. Tentukan ekspresi analitik untuk Vd berdasarkan Vs,Ig dan . Tentukan
gelombang Vd dan nliai rata-rata dari Vd untuk = 45 dan 135

Jawab



Au = Ls (Id (-Id)) = 2Ls . Id
= 2 . 2 . 0 . 10= 0
Vd = Vamp (1- 2/)- 2 Ls . Id/
Untuk = 45
Vd = 200 ( 1-2(/4) 2. 2.

x 10/
= 92.8 volt
derajat didapatkan Vd = 92.8 V
= 135
Vd = 200 ( 1-2(3/4) 2. 2.

x 10/
= - 107.2 volt
Sedangkan untuk nilai U = 2 Ls Id /v ampli
= 2 2 60 10 / 200
= 6.48 derajat









3. Step down Converter
Merupakan penyearah dc-dc yang mana tegangann output nya lebih rendah dari tegangan input
yang berfungsi untuk regulator power supply dan pengontrol kecepatan motor DC.

Step Up Converter
Merupakan penyearah DC-DC yang mana tegangan output lebih besar dari tegangan input yang
berfungsi sebagai regulator power supply serta pada motor DC.

Buck-boost Converter
Merupakan penyearah yang mencakup step up atau step down yang mana nilai outputnya dapat
lebih besar atau lebih kecil dari nilai input sesuai yang di inginkan. Penyearah ini meiliki dua
converter yaitu step up converter dan step down converter.

Cuk Converter
Cuk converter adalah jenis DC-DC konverter yang memiliki tegangan output yang baik lebih
besar dari atau kurang dari besarnya tegangan input.

Converter Cuk non-terisolasi hanya dapat memiliki polaritas yang berlawanan antara input dan
output. Menggunakan kapasitor sebagai komponen utama energi penyimpanan, tidak seperti
jenis lain sebagian besar konverter yang menggunakan sebuah induktor
Full bridge converter
Karakter rangkaian dari fuul bridge ini hamper sama dengan tiga fasa yang mana berfungsi
untuk pengaturan motor DC.

4. Prinsi kerja PWM inverter dc-ac?
Pembangkitan sinyal pwm secara digital dapat memberikan unjuk kerja sistem yang bagus
karena lebih kebal inverter adalah konverter dc ke ac diperlukan suatu cara agar komputasi
pwm tidak membebani mikrokontroler. 3. dasar teori komponen elektronika daya yang prinsip
kerjanya sama dengan prinsip aplikasi lainnya seperti converter dc to dc dan irwerter dc to ac.
searah (dc) menjadi tegangan keluaran arus bolak-balik (ac) yang besar pada aplikasi-aplikasi
industri, inverter digunakan secara dalam tugas akhir ini, akan dibahas bagaimana topologi
dasar dan prinsip kerja inverter yang prinsip kerja. arus ac dari inverter inilah yang digunakan
jika pada aplikasi perangkat audio ups di switch pada mode stand prinsip kerja dari arus searah
adalah membalik phasa tegangan dari gelombang yang mempunyai . electronic converter yang
mengubah ac power dari listrik ke dc. menjadikan lebih populer di sebagian besar aplikasi. reaksi
jangkar dengan inverter yang mengubah listrik dc menjadi listrik ac dihasilkan tegangan ac.
dalam aplikasi elektronika daya, transistor banyak digunakan sebagai blok diagram pengaturan
motor dc .

Nama : Prima Coveria
No. Bp : 0910952015
Jawaban pertanyaan yuki damura

1. Pada rangkaian rectifier satu fasa

Diketahui Vs = 120 V, 60 Hz, Ls = 1 mH, Id = 10 A
Tentukan:
a. Vd dan Pd
b. Persentasi jatuh tegangan karena Ls

Jawab:

% 22 . 2 % 100 .
120 9 . 0
6 . 105 120 9 . 0
% 100 . %
1056 10 . 6 . 105 .
6 . 105 10
10 . 1 . 2 . 2
120 9 . 0
2
9 . 0
3 . 0
10
120 . 2
10 . 1 2 . 2
1
2
2
1 cos
3
3
=

=
= = =
= = =
=
= =

x
x
Vdo
Vd Vdo
Vd
watt A v Id Vd Pd
volt
f
Id
Ls
Vs Vd
rad u
f
Id
Vs
Ls
u
t
t
t
e
t e

2. Pada inverter 3 fasa:

Diketahui V
LL
= 460 V pada 60 Hz, E= 550 V, Ls= 0,5 mH. Asumsi Ld sangat besar
sehingga hasil id (t) = id. Hitung dan jika daya yang mengalir 55 watt.
Jawab:


( )
( )
o
o
LL
o
LL
LL
u
u
Id
V
Ls
u
volt V
A Id
Id Id Ed Pd
volt Id
Ls
V Vd
8 . 23 180
2 . 156
415 . 0 058 . 0 857 . 0
2
2
cos cos
145
532 18 550 cos 35 . 1
100
10 . 55 . 550 .
550
3
cos 35 , 1
3
= + =
= +
= = = +
=
= + =
=
= = =
= =
o
o
e
o o
o
o
t
e
o


3. Cukkonverter bekerja pada 50 Hz, L1=L2= 1mH dan C1=5f. Vd= 10 V dan Vo constant
pada 5 V. Daya yang mengalir 5 watt. Hitung arus yang mengalir pada C1 .
Jawab:
Pada saat switch off : Ic
1
= IL
1
Pada saat switch on: Ic
1
=-IL
2

Asumsikan arus constant IL
1
= Id = 0.5 A dan arus constant IL
2
= I
o
= 1A
333 . 0
10
5
1
=
=

D
D
D

( )
( ) ( )
A
x x
rms Ic 707 . 0
1
333 . 0 1 667 . 0 5 . 0
2 2
=
+
=


4. Jelaskan apa yang dimaksud dengan inverter, pengertian dan prinsip kerja inverter !
Pengubah arus searah (DC) menjadi arus bolak balik (AC) dikenal sebagai inverter.
Fungsi dari inverter adalah untuk mengubah tegangan masukan DC menjadi tegangan
keluaran AC simetris sesuai dengan amplitudo dan frekuensi yang diinginkan. Jika
tegangan input tetap dan tidak dapat dikontrol, variasi tegangan masukan bisa didapatkan
dengan memvariasikan penguatan (gain) inverter, yang biasanya disempurnakan dengan
pengaturan modulasi lebar pulsa PWM pada inverter.
Inverter dapat diklasifikasikan dalam dua tipe, yaitu inverter satu fasa dan inverter tiga
fasa
Prinsip Kerja Inverter Tiga Fasa
E = V
d
i
S
D
1
D
4
D
3
D
5
D
6
D
2
S
1
S
4
S
3
S
6
S
5
S
2
A B C
i
A
i
B
i
C

Inverter tiga fasa dapat dibangun dengan kombinasi tiga buah inverter satu-fasa
jembatan-setengah gelombang. Rangkaian tersebut terdiri dari tiga lengan (enam buah
saklar daya), satu untuk tiap fasa, dengan enam buah dioda freewheeling. Saklar dibuka
dan ditutup berurutan secara periodik untuk menghasilkan keluaran gelombang yang
diinginkan. Banyak urutan untuk mengoperasikan tiga saklar ini yang memungkinkan,
tetapi hanya dua mode dasar untuk satu siklus penuh dengan enam saklar seperti : tipe
konduksi 120
o
dan tipe konduksi 180
o
. Untuk memahami prinsip kerja dasar inverter tiga
fasa, diambil contoh salah satu tipe konduksi yakni tipe konduksi 120
o
.
Inverter tiga fasa jembatan seperti pada gambar 2.1 dapat dikendalikan sehingga tiap-tiap
saklar menghantar untuk perioda 120
o
. Pada keadaan ini, hanya dua saklar menghantar
setiap saat, satu dari kelompok positif (S
1
, S
3
, dan S
5
) dan yang lainnya dari kelompok
negatif (S
2
, S
4
, dan S
6
), dua saklar menghubungkan dua terminal beban ke terminal
sumber tegangan DC, sementara terminal ketiga tetap terbuka. Ada enam interval dalam
satu siklus dari gelombang tegangan AC. Saklar-saklar dihidupkan pada interval 60
o
dari
gelombang tegangan keluaran dengan urutan yang tepat untuk mendapatkan tegangan
V
AB
, V
BC
, dan V
CA
. Kecepatan pensaklaran menentukan frekuensi tegangan keluaran
inverter.

NAMA : MOCHAMMAD RISMANSYAH
NO.BP : 0910952019
Jawaban dari pertanyaan Refki Budiman


1.


atau

Memasukkan forced response dan natural respon +

Dimana dan A adalah koefisien yang akan dicari
t=0
pada kondisi ini kita akan menghitung nilai A



Grafik..








2.

Trafo VA = 1500 VA
Rated Vpri = 220 V
Rated Ipri = 1500/220 = 6,81 A
Z base = Vpri/Ipri (rated) = 32,3

Atau Ls = 0,08 x (32,3/314) = 8 mH
tidak bisa 0
o




3. Soal tidak jelas. Yang ditanyakan tidak diketahui.


NAMA : WAHYUDI PUTRA
NO.BP : 0910953107
Jawaban dari pertanyaan Fery suhanda

1.Sebutkan langkah-langkah perhitungan arus dc id
Untuk melakukan perhitungan arus dc id ada beberapa langkah sebagai berikut:
1.Tentukan dulu sudut b dengan persamaan:

2.Saat tegangan induktor mendekati dari nol pada b dan mejadi nol pada p sebelum
negatif ,p bisa dicari dengan persamaan:

3.Ketika arus mengalir,tegangan induktor bisa kita cari dengan:

Dan integral untuk persamaan (wt) adalah

Ketika > b,anggap bahwa id pada saat b adalah nol,berlaku persamaan:

4.Ketika sudut f pada id mendekati nol,bisa berlaku persamaan:

5. Nilai rata-rata arus dc id bisa di dapat dengan integral dari id dengan batas b
sampai f dengan dibagi ,dengan bentuk:


2.Pengaruh pemasangan Ls pada converter satu dan tiga fasa.
1. Efek Ls pada single phase converter:


Pengaruh Ls pada converter satu phasa mirip dengan pada rectifier satu phasa, yaitu
sama-sama mempengaruhi Vd, sehingga pada Vd nantinya ada tegangan jatuh yang disebabkan
oleh induktor yang bersifat menyimpan arus dan otomatis tegangannya berkurang.

3.Perbedaan antara discontinous dengan continous mode.
continous mode
Sebuah konverter buck beroperasi dalam mode kontinyu jika arus yang melalui induktor
(l
L)
tidak pernah jatuh ke nol selama siklus pergantian.Dalam mode ini, prinsip operasi
digambarkan oleh chronogram pada gambar 4:

- Ketika saklar digambarkan di atas ditutup (On-negara, atas angka 2), tegangan induktor
adalah V
L
= V
i
- V
o.
. Arus yang melalui induktor naik secara linear.Sebagai diode
adalah reverse-bias oleh sumber tegangan V, tidak ada arus yang mengalir melalui itu.
- Ketika saklar dibuka (off negara, bawah gambar 2), dioda bias maju. Tegangan induktor
adalah V
L
= - V
o
(mengabaikan diode drop). Saat ini I
L
menurun.
Energi yang tersimpan dalam induktor L adalah

Oleh karena itu, dapat dilihat bahwa energi yang tersimpan dalam L meningkat selama On-waktu
(seperti yang saya meningkat
L)
dan kemudian menurun selama keadaan-Off.L digunakan untuk
mentransfer energi dari input ke output dari konverter.
Laju perubahan
L
Saya dapat dihitung dari:

Dengan V
L
sama dengan V
i
- V
o
selama On-negara dan untuk - V
o
selama keadaan-Off.: Oleh
karena itu, kenaikan saat ini selama-On keadaan diberikan oleh:


Identik, penurunan saat in Off-diberikan oleh:

Jika kita berasumsi bahwa konverter beroperasi dalam keadaan tunak, energi yang tersimpan
dalam setiap komponen pada akhir siklus pergantian T sama dengan bahwa pada awal siklus. Itu
berarti bahwa
L
saya saat ini adalah sama pada t = 0 dan pada t = T (lihat gambar 4).
Jadi kita bisa menulis dari persamaan di atas:

Discontinous mode
Dalam beberapa kasus, jumlah energi yang dibutuhkan oleh beban cukup kecil untuk
ditransfer dalam waktu lebih rendah dari periode pergantian seluruh.Dalam kasus ini,
arus yang melalui induktor jatuh ke nol selama bagian periode. Satu-satunya perbedaan
dalam prinsip yang dijelaskan di atas adalah bahwa induktor benar-benar habis pada akhir
siklus pergantian (lihat gambar 5).

Kita masih menganggap bahwa konverter beroperasi dalam kondisi mapan. Oleh karena itu,
energi dalam induktor adalah sama pada awal dan pada akhir siklus (dalam kasus modus
diskontinu, itu adalah nol). Ini berarti bahwa nilai rata-rata dari tegangan induktor (V
L)
adalah
nol, yaitu, bahwa daerah persegi panjang kuning dan oranye pada gambar 5 adalah sama. Ini
menghasilkan:

Jadi nilai adalah:

Arus keluaran dikirimkan ke beban (I
o)
adalah konstan, karena kita menganggap bahwa output
kapasitor cukup besar untuk mempertahankan tegangan konstan di terminal selama siklus
pergantian. Ini berarti bahwa arus mengalir melalui kapasitor memiliki nilai rata-rata nol. Oleh
karena itu, kita memiliki:

Dimana adalah nilai rata-rata arus induktor. Seperti dapat dilihat pada gambar 5, gelombang
arus induktor memiliki bentuk segitiga.Oleh karena itu, nilai rata-rata I
L
dapat diselesaikan
secara geometris sebagai berikut:

Arus induktor adalah nol pada awal dan naik selama t hingga I
Lmax.
Itu berarti bahwa saya
Lmax

sama dengan:

Mensubstitusikan nilai I
Lmax
dalam persamaan sebelumnya mengarah pada:

Dan mengganti oleh ekspresi yang diberikan di atas menghasilkan:

Ungkapan ini dapat ditulis sebagai:

Hal ini dapat dilihat bahwa tegangan output dari operasi buck konverter dalam modus diskontinu
jauh lebih rumit daripada mitranya dari modus kontinuSelain itu, tegangan keluaran sekarang
tidak hanya merupakan fungsi dari tegangan masukan (V
i)
dan siklus tugas D, tetapi juga dari
nilai induktor (L), periode pergantian (T) dan arus keluaran (I
o).

4.Prinsip kerja dari PWM
Secara umum PWM adalah sebuah cara untuk memanipulasi lebar sinyal atau tegangan
yang dinyatakan dalam pulsa yang dinyartakan dalam perioda yang digunakan untuk mentransfer
data pada telekomunikasi atau mengatur tegangan sumber yang konstan untuk mendapatkan
tegangan rata-rata yang berbeda. Penggunaan PWM sangat banyak mulai dari pemodulasian data
untuk telekomunikasi, pengiontrolan daya atau tegangan yang masuk ke beban, regulator
tegangan, audio effect dan penguatan serta aplikasi lainnya.
Untuk mendapatkan sinyal PWm dari input berupa sinyal analog dapat dilakuikuan
dengan membentuk gelombang gigi gergaji atau sinyal segitiga yang diteruskan ke komparator
bersama sinyal aslinya. Aplikasinya bisa sebagai pengontrol kecepatan robot, kecepatan putar
motor dc, dan juga membuat dimmer LED..

Nama : RIDHO RUSWANTO
No BP : 0910952067
Jawaban pertanyaan dari Icshan ridho putra
5. Dik : Vs = 120v,pada 60 Hz, Ls= 1 mH dan Id 10 A
Hitunglah u,Vd, dan Pd.Berapa presentase tegangan drop di Vd berdasarkan Vs?

Dari persamaan sebelumnya yang mana :

Cos u = 1 -



U = 0.3 rad = 17.14 deg
Vd = 0.9 Vs -


= (0.9 x 120) (2 x 2 x 3.14 x 60)

:
= 105.6 v = Vd
Pd = Vd . Id = 1056 watt
Drop Vd adalah = (Vdo Vd) x 100 / Vdo Vdo = 0.9Vs = 0.9 x 120 =108 v
= (108 105.6) x 100 /108
= 2.22 %
6. Suatu converter satu phasa tegangan input berbentuk gelombang kotak denga A= 200 v,f=60 Hz,
dan Id = 10 A. Tentukan ekspresi analitik untuk Vd berdasarkan Vs,Ig dan . Tentukan
gelombang Vd dan nliai rata-rata dari Vd untuk = 45 dan 135

Jawab



Au = Ls (Id (-Id)) = 2Ls . Id
= 2 . 2 . 0 . 10= 0
Vd = Vamp (1- 2/)- 2 Ls . Id/
Untuk = 45
Vd = 200 ( 1-2(/4) 2. 2.

x 10/
= 92.8 volt
derajat didapatkan Vd = 92.8 V
= 135
Vd = 200 ( 1-2(3/4) 2. 2.

x 10/
= - 107.2 volt
Sedangkan untuk nilai U = 2 Ls Id /v ampli
= 2 2 60 10 / 200
= 6.48 derajat









7. Step down Converter
Merupakan penyearah dc-dc yang mana tegangann output nya lebih rendah dari tegangan input
yang berfungsi untuk regulator power supply dan pengontrol kecepatan motor DC.

Step Up Converter
Merupakan penyearah DC-DC yang mana tegangan output lebih besar dari tegangan input yang
berfungsi sebagai regulator power supply serta pada motor DC.

Buck-boost Converter
Merupakan penyearah yang mencakup step up atau step down yang mana nilai outputnya dapat
lebih besar atau lebih kecil dari nilai input sesuai yang di inginkan. Penyearah ini meiliki dua
converter yaitu step up converter dan step down converter.

Cuk Converter
Cuk converter adalah jenis DC-DC konverter yang memiliki tegangan output yang baik lebih
besar dari atau kurang dari besarnya tegangan input.

Converter Cuk non-terisolasi hanya dapat memiliki polaritas yang berlawanan antara input dan
output. Menggunakan kapasitor sebagai komponen utama energi penyimpanan, tidak seperti
jenis lain sebagian besar konverter yang menggunakan sebuah induktor
Full bridge converter
Karakter rangkaian dari fuul bridge ini hamper sama dengan tiga fasa yang mana berfungsi
untuk pengaturan motor DC.

8. Prinsi kerja PWM inverter dc-ac?
Pembangkitan sinyal pwm secara digital dapat memberikan unjuk kerja sistem yang bagus
karena lebih kebal inverter adalah konverter dc ke ac diperlukan suatu cara agar komputasi
pwm tidak membebani mikrokontroler. 3. dasar teori komponen elektronika daya yang prinsip
kerjanya sama dengan prinsip aplikasi lainnya seperti converter dc to dc dan irwerter dc to ac.
searah (dc) menjadi tegangan keluaran arus bolak-balik (ac) yang besar pada aplikasi-aplikasi
industri, inverter digunakan secara dalam tugas akhir ini, akan dibahas bagaimana topologi
dasar dan prinsip kerja inverter yang prinsip kerja. arus ac dari inverter inilah yang digunakan
jika pada aplikasi perangkat audio ups di switch pada mode stand prinsip kerja dari arus searah
adalah membalik phasa tegangan dari gelombang yang mempunyai . electronic converter yang
mengubah ac power dari listrik ke dc. menjadikan lebih populer di sebagian besar aplikasi. reaksi
jangkar dengan inverter yang mengubah listrik dc menjadi listrik ac dihasilkan tegangan ac.
dalam aplikasi elektronika daya, transistor banyak digunakan sebagai blok diagram pengaturan
motor dc .

























Nama : Prima Coveria
No. Bp : 0910952015
Jawaban pertanyaan yuki damura

5. Pada rangkaian rectifier satu fasa

Diketahui Vs = 120 V, 60 Hz, Ls = 1 mH, Id = 10 A
Tentukan:
c. Vd dan Pd
d. Persentasi jatuh tegangan karena Ls

Jawab:

% 22 . 2 % 100 .
120 9 . 0
6 . 105 120 9 . 0
% 100 . %
1056 10 . 6 . 105 .
6 . 105 10
10 . 1 . 2 . 2
120 9 . 0
2
9 . 0
3 . 0
10
120 . 2
10 . 1 2 . 2
1
2
2
1 cos
3
3
=

=
= = =
= = =
=
= =

x
x
Vdo
Vd Vdo
Vd
watt A v Id Vd Pd
volt
f
Id
Ls
Vs Vd
rad u
f
Id
Vs
Ls
u
t
t
t
e
t e

6. Pada inverter 3 fasa:

Diketahui V
LL
= 460 V pada 60 Hz, E= 550 V, Ls= 0,5 mH. Asumsi Ld sangat besar
sehingga hasil id (t) = id. Hitung dan jika daya yang mengalir 55 watt.
Jawab:


( )
( )
o
o
LL
o
LL
LL
u
u
Id
V
Ls
u
volt V
A Id
Id Id Ed Pd
volt Id
Ls
V Vd
8 . 23 180
2 . 156
415 . 0 058 . 0 857 . 0
2
2
cos cos
145
532 18 550 cos 35 . 1
100
10 . 55 . 550 .
550
3
cos 35 , 1
3
= + =
= +
= = = +
=
= + =
=
= = =
= =
o
o
e
o o
o
o
t
e
o


7. Cukkonverter bekerja pada 50 Hz, L1=L2= 1mH dan C1=5f. Vd= 10 V dan Vo constant
pada 5 V. Daya yang mengalir 5 watt. Hitung arus yang mengalir pada C1 .
Jawab:
Pada saat switch off : Ic
1
= IL
1
Pada saat switch on: Ic
1
=-IL
2

Asumsikan arus constant IL
1
= Id = 0.5 A dan arus constant IL
2
= I
o
= 1A
333 . 0
10
5
1
=
=

D
D
D

( )
( ) ( )
A
x x
rms Ic 707 . 0
1
333 . 0 1 667 . 0 5 . 0
2 2
=
+
=


8. Jelaskan apa yang dimaksud dengan inverter, pengertian dan prinsip kerja inverter !
Pengubah arus searah (DC) menjadi arus bolak balik (AC) dikenal sebagai inverter.
Fungsi dari inverter adalah untuk mengubah tegangan masukan DC menjadi tegangan
keluaran AC simetris sesuai dengan amplitudo dan frekuensi yang diinginkan. Jika
tegangan input tetap dan tidak dapat dikontrol, variasi tegangan masukan bisa didapatkan
dengan memvariasikan penguatan (gain) inverter, yang biasanya disempurnakan dengan
pengaturan modulasi lebar pulsa PWM pada inverter.
Inverter dapat diklasifikasikan dalam dua tipe, yaitu inverter satu fasa dan inverter tiga
fasa
Prinsip Kerja Inverter Tiga Fasa
E = V
d
i
S
D
1
D
4
D
3
D
5
D
6
D
2
S
1
S
4
S
3
S
6
S
5
S
2
A B C
i
A
i
B
i
C

Inverter tiga fasa dapat dibangun dengan kombinasi tiga buah inverter satu-fasa
jembatan-setengah gelombang. Rangkaian tersebut terdiri dari tiga lengan (enam buah
saklar daya), satu untuk tiap fasa, dengan enam buah dioda freewheeling. Saklar dibuka
dan ditutup berurutan secara periodik untuk menghasilkan keluaran gelombang yang
diinginkan. Banyak urutan untuk mengoperasikan tiga saklar ini yang memungkinkan,
tetapi hanya dua mode dasar untuk satu siklus penuh dengan enam saklar seperti : tipe
konduksi 120
o
dan tipe konduksi 180
o
. Untuk memahami prinsip kerja dasar inverter tiga
fasa, diambil contoh salah satu tipe konduksi yakni tipe konduksi 120
o
.
Inverter tiga fasa jembatan seperti pada gambar 2.1 dapat dikendalikan sehingga tiap-tiap
saklar menghantar untuk perioda 120
o
. Pada keadaan ini, hanya dua saklar menghantar
setiap saat, satu dari kelompok positif (S
1
, S
3
, dan S
5
) dan yang lainnya dari kelompok
negatif (S
2
, S
4
, dan S
6
), dua saklar menghubungkan dua terminal beban ke terminal
sumber tegangan DC, sementara terminal ketiga tetap terbuka. Ada enam interval dalam
satu siklus dari gelombang tegangan AC. Saklar-saklar dihidupkan pada interval 60
o
dari
gelombang tegangan keluaran dengan urutan yang tepat untuk mendapatkan tegangan
V
AB
, V
BC
, dan V
CA
. Kecepatan pensaklaran menentukan frekuensi tegangan keluaran
inverter.

NAMA : MOCHAMMAD RISMANSYAH
NO.BP : 0910952019
Jawaban dari pertanyaan Refki Budiman


4.


atau

Memasukkan forced response dan natural respon +

Dimana dan A adalah koefisien yang akan dicari
t=0
pada kondisi ini kita akan menghitung nilai A



Grafik..








5.

Trafo VA = 1500 VA
Rated Vpri = 220 V
Rated Ipri = 1500/220 = 6,81 A
Z base = Vpri/Ipri (rated) = 32,3

Atau Ls = 0,08 x (32,3/314) = 8 mH
tidak bisa 0
o




6. Soal tidak jelas. Yang ditanyakan tidak diketahui.







NAMA : WAHYUDI PUTRA
NO.BP : 0910953107
Jawaban dari pertanyaan Fery suhanda

1.Sebutkan langkah-langkah perhitungan arus dc id
Untuk melakukan perhitungan arus dc id ada beberapa langkah sebagai berikut:
1.Tentukan dulu sudut b dengan persamaan:

2.Saat tegangan induktor mendekati dari nol pada b dan mejadi nol pada p sebelum
negatif ,p bisa dicari dengan persamaan:

3.Ketika arus mengalir,tegangan induktor bisa kita cari dengan:

Dan integral untuk persamaan (wt) adalah

Ketika > b,anggap bahwa id pada saat b adalah nol,berlaku persamaan:

4.Ketika sudut f pada id mendekati nol,bisa berlaku persamaan:

5. Nilai rata-rata arus dc id bisa di dapat dengan integral dari id dengan batas b
sampai f dengan dibagi ,dengan bentuk:


2.Pengaruh pemasangan Ls pada converter satu dan tiga fasa.
2. Efek Ls pada single phase converter:


Pengaruh Ls pada converter satu phasa mirip dengan pada rectifier satu phasa, yaitu
sama-sama mempengaruhi Vd, sehingga pada Vd nantinya ada tegangan jatuh yang disebabkan
oleh induktor yang bersifat menyimpan arus dan otomatis tegangannya berkurang.

3.Perbedaan antara discontinous dengan continous mode.
continous mode
Sebuah konverter buck beroperasi dalam mode kontinyu jika arus yang melalui induktor
(l
L)
tidak pernah jatuh ke nol selama siklus pergantian.Dalam mode ini, prinsip operasi
digambarkan oleh chronogram pada gambar 4:

- Ketika saklar digambarkan di atas ditutup (On-negara, atas angka 2), tegangan induktor
adalah V
L
= V
i
- V
o.
. Arus yang melalui induktor naik secara linear.Sebagai diode
adalah reverse-bias oleh sumber tegangan V, tidak ada arus yang mengalir melalui itu.
- Ketika saklar dibuka (off negara, bawah gambar 2), dioda bias maju. Tegangan induktor
adalah V
L
= - V
o
(mengabaikan diode drop). Saat ini I
L
menurun.
Energi yang tersimpan dalam induktor L adalah

Oleh karena itu, dapat dilihat bahwa energi yang tersimpan dalam L meningkat selama On-waktu
(seperti yang saya meningkat
L)
dan kemudian menurun selama keadaan-Off.L digunakan untuk
mentransfer energi dari input ke output dari konverter.
Laju perubahan
L
Saya dapat dihitung dari:

Dengan V
L
sama dengan V
i
- V
o
selama On-negara dan untuk - V
o
selama keadaan-Off.: Oleh
karena itu, kenaikan saat ini selama-On keadaan diberikan oleh:


Identik, penurunan saat in Off-diberikan oleh:

Jika kita berasumsi bahwa konverter beroperasi dalam keadaan tunak, energi yang tersimpan
dalam setiap komponen pada akhir siklus pergantian T sama dengan bahwa pada awal siklus. Itu
berarti bahwa
L
saya saat ini adalah sama pada t = 0 dan pada t = T (lihat gambar 4).
Jadi kita bisa menulis dari persamaan di atas:

Discontinous mode
Dalam beberapa kasus, jumlah energi yang dibutuhkan oleh beban cukup kecil untuk
ditransfer dalam waktu lebih rendah dari periode pergantian seluruh.Dalam kasus ini,
arus yang melalui induktor jatuh ke nol selama bagian periode. Satu-satunya perbedaan
dalam prinsip yang dijelaskan di atas adalah bahwa induktor benar-benar habis pada akhir
siklus pergantian (lihat gambar 5).

Kita masih menganggap bahwa konverter beroperasi dalam kondisi mapan. Oleh karena itu,
energi dalam induktor adalah sama pada awal dan pada akhir siklus (dalam kasus modus
diskontinu, itu adalah nol). Ini berarti bahwa nilai rata-rata dari tegangan induktor (V
L)
adalah
nol, yaitu, bahwa daerah persegi panjang kuning dan oranye pada gambar 5 adalah sama. Ini
menghasilkan:

Jadi nilai adalah:

Arus keluaran dikirimkan ke beban (I
o)
adalah konstan, karena kita menganggap bahwa output
kapasitor cukup besar untuk mempertahankan tegangan konstan di terminal selama siklus
pergantian. Ini berarti bahwa arus mengalir melalui kapasitor memiliki nilai rata-rata nol. Oleh
karena itu, kita memiliki:

Dimana adalah nilai rata-rata arus induktor. Seperti dapat dilihat pada gambar 5, gelombang
arus induktor memiliki bentuk segitiga.Oleh karena itu, nilai rata-rata I
L
dapat diselesaikan
secara geometris sebagai berikut:

Arus induktor adalah nol pada awal dan naik selama t hingga I
Lmax.
Itu berarti bahwa saya
Lmax

sama dengan:

Mensubstitusikan nilai I
Lmax
dalam persamaan sebelumnya mengarah pada:

Dan mengganti oleh ekspresi yang diberikan di atas menghasilkan:

Ungkapan ini dapat ditulis sebagai:

Hal ini dapat dilihat bahwa tegangan output dari operasi buck konverter dalam modus diskontinu
jauh lebih rumit daripada mitranya dari modus kontinuSelain itu, tegangan keluaran sekarang
tidak hanya merupakan fungsi dari tegangan masukan (V
i)
dan siklus tugas D, tetapi juga dari
nilai induktor (L), periode pergantian (T) dan arus keluaran (I
o).

4.Prinsip kerja dari PWM
Secara umum PWM adalah sebuah cara untuk memanipulasi lebar sinyal atau tegangan
yang dinyatakan dalam pulsa yang dinyartakan dalam perioda yang digunakan untuk mentransfer
data pada telekomunikasi atau mengatur tegangan sumber yang konstan untuk mendapatkan
tegangan rata-rata yang berbeda. Penggunaan PWM sangat banyak mulai dari pemodulasian data
untuk telekomunikasi, pengiontrolan daya atau tegangan yang masuk ke beban, regulator
tegangan, audio effect dan penguatan serta aplikasi lainnya.
Untuk mendapatkan sinyal PWm dari input berupa sinyal analog dapat dilakuikuan
dengan membentuk gelombang gigi gergaji atau sinyal segitiga yang diteruskan ke komparator
bersama sinyal aslinya. Aplikasinya bisa sebagai pengontrol kecepatan robot, kecepatan putar
motor dc, dan juga membuat dimmer LED..

NAMA : YUDA PRATAMA
NO BP : 0910952067
Jawaban pertanyaan dari Nurul Rahmawati


3. Line Current Distortion










Secara prakteknya, penyearah jembatan dioda tidak bekerja 100% sempurna, karena masih terdapat
distorsi-distorsi yang nantinya sedikit banyaknya akan mempengaruhi output. Grafik mengenai arus
distorsi ini ditunjukkan seperti gambar di atas. I distorsi ini merupakan arus pada dioda yang lazimnya
disebut arus bocor, karena setiap dioda yang diproduksi tidak ada yang sempurna menghantarkan arus.
Secara teori arus ini dapat diabaikan karena besarnya tidak begitu mempengaruhi perhitungan, akan
tetapi dalam prakteknya besar arus distorsi ini menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan besar
output.
4.
5. Efek Ls pada single phase converter:


Pengaruh Ls pada converter satu phasa mirip dengan pada rectifier satu phasa, yaitu sama-sama
mempengaruhi Vd, sehingga pada Vd nantinya ada tegangan jatuh yang disebabkan oleh
induktor yang bersifat menyimpan arus dan otomatis tegangannya berkurang.


6. Tidak bisa menjawab. Karena pertanyaan dirasa sangat tidak jelas
7. Pada inverter, sederhananya tegangan input adalah tegangan DC yang besarnya konstan,
sehingga inverter ini harus sanggup mengontrol tegangan dan frekuensi dari output yang berupa
DC. Dan grafik pengotrolan inilah yang disebut dengan PWM yang nantinya akan bersifat
sinusoidal jika dibahas lebih jauh.





NAMA : FREDIMINO EFKA
NO BP : 0910952063
Jawaban pertanyaan dari Novi Safitri

1. Pengaruh Ls pada rangkaian pada single phase dioda bridge rectifier

Ls akan mempengaruhi tegangan Vd dari rangkaian rectifier karena sebagaimana yang kita
ketahui bahwa Ls ini akan menyimpan sejumlah arus dan memiliki sejumlah tegangan saat arus
AC melewatinya. Tegangan dari Ls ini akan memotong atau mengurangi tegangan vd sehingga
pada suatu timing tertentu vd akan bernilai nol dan pada saat tersebut V
L
lah yang berperan. V
L

akan bernilai positif saat Vs berada dalam kondisi positif dan bernilai negatif saat Vs bernilai
negstif.
2. Prinsip kerjanya mirip degan penyearah jembatan dioda yang bekerja dengan bergantian
dalam menghantarkan arus. Perbedaannya terletak pada thyristor yang membutuhkan arus
gate sebagai pemicu awal agar thyristor ini aktif, setelah thyristor ini aktif, maka yang
berperan adalah arus hold.
3. Buck boost converter merupakan gabungan dari step up converter dan step down
converter, sedangkan CUK converter merupakan gabungan dari 2 buck boost converter
Prinsip kerja dari buck boost converter: saat switch ditutup, arus input akan disimpan dalam
induktor dan dioda reverse bias atau bias mundur. Sedangkan saat switch dibuka, arus yang
disimpan oleh induktor akan ditransfer ke output.
Prinsip kerja CUK converter hampir sama dengan buck boost converter, hanya saja yang
menjadi perbedaan dasar antara kedua konverter ini terletak pada komponen penyimpan
energinya, pada buck boost converter yang berperan besar dalam penyimpanan energi
adalah induktor, sedangkan pada CUK converter yang berperan besar sebagai penyimpan
energi adalah kapasitor.

4. a. Pada inverter, sederhananya tegangan input adalah tegangan DC yang besarnya konstan,
sehingga inverter ini harus sanggup mengontrol tegangan dan frekuensi dari output yang
berupa DC. Dan grafik pengotrolan inilah yang disebut dengan PWM yang nantinya akan
bersifat sinusoidal jika dibahas lebih jauh.
e. pada inverter, apabila tegangan input berupa arus DC dan inverter ini hanya mengontrol
rkeuensi saja, maka akan menghasilkan suatu gelombag yang berbentuk persegi dan disebut
dengan square wave, sehingga inverter yang seperti ini disebut dengan square wave
inverter.
















NAMA : WAHYU AL-ANSHARI
NO BP : 0910952059
Jawaban dari Roni Prima Zarta

1. Cos u = 1-

Id
Cos u = 1-

5
Cos u = 0,495
U = 60,3
o


Vd = 0,9 Vs -


Vd = 0,9 . 220 -

5
Vd = 148 V



2. VLL = 0.25 v , Vdo = ?
JAWAB : Vdo = 1.35 VLL
= 1.35 x 0.25
= 0.3375 V



3. Nilai dari soal tidak diketahui
4. Nilai dari soal tidak diketahui