Anda di halaman 1dari 5

RESUME PENGANTAR ILMU HUKUM NAMA KELAS JURUSAN : ALFIAN MOHAMAD :A : ILMU HUKUM

PENGERTIAN DAN FUNGSI PENGANTAR ILMU HUKUM A. ISTILAH DAN PENGERTIAN PENGANTAR ILMU HUKUM Istilah Pengantar ilmu Hukum merupakan mata kuliah dasar bagi mahasiswa ayang akan mempelajari atau bahkan memperdalam ilmu hukum. Sebagai pengantar maka PIH objeknya adalah hukum, mengkaji dan menganalisis hukum sebagai suatu fenomena hukum yang berkaitan dengan kehidupan manusia secara universal. Pemberian istilah PIH hakikatnya mengandung pemahaman dan makna yaitu sebagai suatu mtakuliah dasar, suatu basis leervark. PIH mengantar atau menunjuk jalan ke arah cabang-cabang ilmu hukum lain. Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa mata kuliah PIH adalah pengetahuan ringkas dan sistematis tentang ilmu hukum secara keseluruhan untuk mengantar menuju cabang-cabang hukum lainnya. Untuk memberikan gambaran dan pemahaman tentang ilmu hukum, di bawah ini ada beberapa juris yang mengemukakan pendapatnya sebagai berikut :
-

Ulpian, mengatakan hukum sebagai pengetahuan mengenai masalah yang bersifat surgawi dan manusiawi, pengetahuan tentang yang benar dan yang tidak benar. Stone, hukum merupakan penyelidikan oleh para ahli hukum tentang norma-norma, cita-cita, teknik-teknik hukum dengan meggunakan pengetahuan yang diperoleh dari berbagai disiplin di luar hukum mutakhir. Jolowic, mengartikan hukum adalah suatu diskusi teoritis yang umum mengenai hukum dan asa-asasnya,sebagai lawan dan studi mengenai peraturan-peraturan hukum yang konkret. Llewellyn menyebut hukum adalah pemikiran yang diteliti, dan bobot mengenai semua tingkat kehidupan hukum, dan pemikiran itu menjangkau ke luar batas pemecahan terhadap suatu problem yang konkret.

B. TUJUAN MEMPELAJARI ILMU HUKUM Umumnya, pembelajaran ilmu hukum yang dilaksanakan di perguruan tinggi yang dimaksudkan sebagai upaya untuk membentuk kepribadian manusia yang mengacu pada nilai nilai tertentu. Kepribadian sebagai pola pikir, bersikap,merasa, dan bertindak secara terpadu dalam diri individu. Menurut John Austin, tugas dan tujuan mempelajari ilmu hukum adalah untuk menganalisis unsur-unsur yang secara nyata ada dari system system hukum modern. Hukum adalah perintah dari kekuasaaan politik yang berdaulat dalam suatu Negara. Perbedaan dan hubungan antara PIH dengan PHI adalah : 1. Keduanya memiliki objek kajian yang berbeda yaitu objek kajian PIH adalah pengertian pengertian dasar dan teorei ilmu hukum serta membahas hkum pada umumnya, dan tidak terbatas pada hukum yang berlaku di tempat atau Negara tertentu saja, tetapi berlaku kapan pun.
2. PIH berfungsi sebagai dasar bagi setiap orang yang akan mempelajari hukum secara

luas beserta berbagai hal yang melingkupinya,sedangkan PHI berfungsi untuk mengantarkan setiap orang yang akan mempelajari hukum yang sedang berlaku atau hukum positif. Hubungan PIH denga PHI sebagai berikut : 1. Keduanya merupakan matakuliah dasar kahlian yang mempelajari atau menyelidiki hukum sebagai ilmu 2. PIH merupakan dasar atau penunjang dalam mempelajari PHI, artinya PIH harus dipelajari terlabih dahulu sebelum mempelajari PHI.

DEFINISI HUKUM A. KESULITAN MENDEFINISIKAN ILMU HUKUM Definisi hukum yang sampai saat ini belu disepakati oleh para ahli hukum, menunjukan bahwa untuk membangun suatu definisi yang lengkap, sistematis, padat, dan jelas, memang sangat sulit. Van Apeldoorn menilai bahwa definisi memang berharg, lebih-lebih jika definisi itu merupakan hasil pikiran dan penyelidikan sendiri. Definisi memang ada faedahnya, sebab akan memberikan pengertian dan pemahaman tentang sesuatu hal, termasuk keberadaan hukum bagi orang yang baru mempelajarinya.

Mengetahui dan memahami hukum sebagai suatu ilmu, tampaknya agak sulit tanpa memahami bagaimana definisi hukum itu sendiri, sebagai objek kajian dari ilmu hukum.. belum adanya kesepakatan para ilmuan hukum, karena terdapat kesulitan dalam mendifinisikan disebabkan oleh berbagai factor sebagai berikut : a. Faktor Intern Adalah hal-hal atau kondisi-kondisi yang terdapat dalam diri atau lingkup hukum yang terdiri atas dua jenis, yaitu : Hukum bersifat abstrak, artinya hukum memiliki sifat yang abstrak kendati dalam aplikasinya dapat berwujud konkret, seperti yang terlihat dalam mekanisme peradilan dan pelaksanaan putusan hakim. Akan tetapi, perwujudan hukum di pengadilan itu hanyalah salah satu bentuk pelaksana hukum, apabila terjadi perkara pidana atau terjadi konflik dalam masyarakat. Hukum mengatur hampir seluruh sebagian besar kehiduopan manusia, baik ketika masih di dalam kandungan maupun setelah meninggal dunia, misalnya, ketika manusia dalam kandungan ia sudah diberi hak oleh hukum untuk memperoleh warisan. Setelah meninggal dunia pun manusia masih dipersoalkan oleh hukum mengenai masalah warisan yang ditinggalkanserta piutang saat hidup.

b. Faktor Ekstern Adalah hal hal dan kondisi yang mempengaruhi kesulitan mendefinisikan hukum yang ada di luar hukum karena berbagai factor sebagai berikut :
-

Faktor bahasa yaitu adanya kesulitan membahasakan symbol atau lambing hukum disebabkan beragamnya bahasa di dunia. Hal tersebut menunjukan bahwa factor bahasa menjadi salah satu penyebab hukum didefinisikan yang dapat dimengerti oleh semua orang dan bangsa di dunia. Kesulitan-kesulitan dalam mendefinisikan hukum dari factor bahasa menurut Curzon sebagai berikut : 1. Penggunaan kata-kata yang sangat dibatasi 2. Penggunaan kata-kata dalam konteks yang spesifik 3. Kecenderungan setiap orang untuk memberi arti yang berbeda terhadap suatu hal 4. Sejarah perubahan dalam konteks hukum itu sendiri

B. KEGUNAAN MENGETAHUI DEFINISI HUKUM

Banyak definisi hukum yang dikemukakan oleh ilmuan hukum yang tentu saja sangat berguna dalam hal sebagai berikut : 1. Sebagai pegangan awal bagi orang yang ingin mempelajari hukum, khususnya bagi kalangan pemula. 2. Berguna bagi kalangan yang ingin lebih jauh memperdalam teori hukum, ilmu hukum,filsafat hukum, dsb

PENGERTIAN-PENGERTIAN DASAR DALAM ILMU HUKUM A. B. C. SUBJEK HUKUM OBJEK HUKUM HAK DAN KEWAJIBAN KAIDAH HUKUM DAN KAIDAH SOSIAL A. KAIDAH HUKUM DAN PEMBAGIAN KAIDAH SOSIAL LAINNYA B. PERBEDAAN KAIDAH HUKUM DENGAN KAIDAH SOSIAL LAINNYA C. ASAL USUL KAIDAH HUKUM D. SIFAT DAN ISI KAIDAH HUKUM E. SANKSI KAIDAH HUKUM SUMBER, TUJUAN, DAN FUNGI HUKUM A. SUMBER HUKUM B. PENGKLASIFIKASIAN HUKUM C. TUJUAN HUKUM D. FUNGSI HUKUM E. KONSEP JOSEPH RAZ TERHADAP FUNGSI HUKUM ASAS DAN SISTEM HUKUM A. ASAS HUKUM

B. SISTEM HUKUM ALIRAN ALIRAN TEORI DALAM ILMU HUKUM A. ALIRAN HUKUM ALAM B. ALIRAN HUKUM POSITIVISME DAN UTILITARINISME C. ALIRAN HISTORIS D. ALIRAN SOSIOLOGIS E. ALIRAN ANTROPOLOGI F. ALIRAN REALIS G. HUKUM PROGRESIF PENEMUAN HUKUM OLEH HAKIM A. PENGERTIAN PENEMUAN HUKUM B. SEJARAH PENEMUAN HUKUM C. DASAR HUKUM PENEMUAN HUKUM DI INDONESIA D. PERKEMBANGAN PENEMUAN HUKUM E. METODE PENEMUAN HUKUM