Anda di halaman 1dari 15

MO ENDOKRIN METABOLISME DAN GIZI MAKALAH DISKUSI 1

SEORANG LAKI-LAKI YANG MENGELUH SERING MERASA SEMUTAN


KELOMPOK VIII 030.07.128 030.07.208 030.08.018 030.08.028 030.08.048 030.08.058 030.08.078 030.08.108 030.08.168 030.08.188 030.08.198 030.08.238 030.08.228 Justhesia Fitriani Putri Mulyati Almira Devina Gunawan Andyan Yugatama Ayu Kusuma Ningrum Bernadeta Rosa Diah Pemata Kinanti Putri Mustafa Afif Wardhana Oktaria Lutfiani Raissa Andi S Teguh Imanuddin Sodiqa Aksiani

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TRISAKTI JAKARTA, 18 MARET 2011

BAB I PENDAHULUAN

Diskusi kami berlangsung selama 4 jam, dibagi dalam 2 sesi pertemuan. Setiap sesi berlangsung dalam 2 jam. Diskusi diikuti oleh 13 orang mahasiswa, sepanjang diskusi semua peserta mengikuti jalannya diskusi dengan baik. Pada diskusi sesi pertama diketuai oleh Raissa Andi Sukrisno dan yang menjadi sekretaris adalah Diah Permata Kinanti, sedangkan pada sesi kedua yang menjadi ketua dan sekretaris sama seperti pada diskusi sesi pertama. Topik diskusi yang diberikan adalah seorang pria yang mengeluh sering kesemutan. Hal-hal yang terjadi selama berlangsungnya diskusi adalah perdebatan antara anggota diskusi mulai dari anamnesa, hipotesis masalah, hingga tindakan terapi yang mungkin diberikan pada pasien ini. Diskusi kami memiliki 1 tutor yang sama pada tiap sesi pertemuan. Pada sesi pertama dan kedua yang menjadi tutor kami adalah dr. Revalita Wahab.

BAB II LAPORAN KASUS SESI I SEORANG LAKI-LAKI YANG MENGELUH SERING MERASA SEMUTAN Tn. Hadi (42 tahun), ke RS tempat saudara bekerja sebagai dokter poliklinik umum, datang Tn.Hadi , 42 tahun dengan keluhan sering merasa kesemutan, badannya juga makin gemuk karena katanya ia jarang olahraga. Ia pun mengeluh cepat lelah, dan sering sakit kepala terutama pada pagi hari saat bangun tidur. Pada pemeriksaan awal didapatkan : TB : 160 cm BB : 85 kg TD : 145/100 mmHg Nadi : 88x/menit, vol. sedang , reguler, suhu 36,8 C Pernapasan : 24x/menit Gula Darah Sewaktu: 210mg/dl

Tn. Hadi tampak gemuk dengan perut membuncit. Pada kelopak mata atas sebelah kiri tampak benjolan kekuningan sebesar kacang hijau. SESI II Pada anamnesis lanjutan, Tn. Hadi mengeluh sebagai tambahan, nyeri dipangkal ibu jari kaki kirinya sejak 3 hari yang lalu, tapi sekarang sudah membaik.

Pada pemeriksaan fisik Tn.Hadi didapatkan tidak ada pembesaran kelenjar tiroid dan kelainan getah bening leher. Tidak ada kelainan pada pemeriksaan jantung dan paru. Abdomen : nyeritekan (-), bising usus normal , shifting dullnes (-) , lingkar perut 114cm Hepar: teraba 1 jari b.a.c , kenyal, tepi tajam, permukaan licin, nyeri tekan (-) Lien : tak teraba Ekstremitas : terdapat pembengkakakAn pada sendi pangkal ibu jari kaki kiri dan masih tampak sedikit kemerahan, tidak ada pembengkakan pada sendi-sendi lain, Edema -/Lab: Darah : Hb : 11,5g% leukosit : 6.200/mm trombosit : 212.000 LED : 45mm/jam SGOT : 78u/L SGPT : 86 u/L GD Puasa : 145mg/dl HBA1C : 8%

Kolesterol : Total 292mg/dl Trigliserida : 270mg/dl HDL: 35mg/dl

ureum : 40mg/dl kreatinin : 1.5mg/dl asam urat : 8.5mg/dl

Urin BJ : 1015 pH : 6 Protein : +1 Glukosa : (-) Sedimen : o eritrosit : 5-6/LPB o Lekosit : 10-15/LPB

a.

ANAMNESIS

Identitas pasien

Nama

: Tn.Hadi :42 tahun : sering merasa kesemutan : cepat lelah, sering sakit kepala terutama pada pagi hari, nyeri di pangkal ibu jari kaki kiri sejak 3 hari yang lalu

Umur Keluhan utama Keluhan tambahan

Riwayat Penyakit Sekarang

: sering merasa kesemutan Badannya makin gemuk karena jarang berolahraga Cepat lelah dan sering sakit kepala terutama saat bangun tidur Tampak gemuk dengan perut membuncit Kelopak mata atas kiri ada benjolah kekuningan sebesar kacang hijau

Riwayat Penyakit Dahulu

: Nyeri dipangkal ibu jari kaki kiri sejak 3 hari yang lalu tapi sekarang sudah membaik

Riwayat Keluaraga Riwayat Pengobatan

::-

PEMERIKSAAN FISIK Tanda Vital Hasil TB BB TD Nadi Suhu RR

Nilai Normal BMI : 18,5-25

Keterangan BMI: 33,2 Obese tingkat I

160 cm 85 kg 145/100mmHg 88x/menit 36,80C 24x/menit

<120/<80 60-100x/menit 36,8-37,20C 16-20x/menit

Hipertensi stage III Normal Normal Meningkat

Jantung Paru tidak ada kelainan Kelenjar tiroid dan getah bening tidak ada pembesaran Abdomen : nyeritekan (-), bising usus normal , shifting dullnes (-) , lingkar perut 114cm o Hepar: teraba 1 jari b.a.c , kenyal, tepi tajam, permukaan licin, nyeri tekan (-) o Lien : tak teraba

Ekstremitas : terdapat pembengkakakn pada sendi pangkal ibu jari kaki kiri dan masih tampak sedikit kemerahan, tidak ada pembengkakan pada sendi-sendi lain, Edema -/-

PEMERIKSAAN LAB

Pemeriksaan Darah Hb Leukosit Trombosit LED SGOT SGPT GD Puasa GDS HBA1C Kolesterol LDL Kolesterol Total Trigliserida HDL ureum kreatinin asam urat Urin BJ Protein Glukosa Sedimen Eritrosit Leukosit

Hasil 11,5g% 6.200/mm 212.000 45mm/jam 78u/L 86 u/L 145mg/dl 210mg/dl 8% 292mg/dl 270mg/dl 35mg/dl 40mg/dl 1.5mg/dl 8.5mg/dl 1015 +1 -

Nilai Normal 13-16g% 5000-10000/mm 150000-400000 0-10 mm/jam 10-38 u/L 10-41 u/L <126 <150 <6,5-8 <200 mg/dl <150 mg/dl >55 mg/dl 15-40 0.5-1.5 mg/dl 3.4-7 1003-1030 0-1 -

Keterangan anemia normal normal meningkat meningkat meningkat meningkat meningkat Batas atas normal meningkat meningkat menurun Batas atas normal Batas atas normal meningkat normal normal normal

5-6/LPB 0-15/LPB

0-1/LPB 0-3/LPB

Meningkat Meningkat

b.

Faktor resiko yang teridentifikasi


Obesitas BMI 33,2 Hipertensi stage III TD: 145/100mmHg

Kadar lipid abnormal Kolesterol total: 292mg/dl, TG: 270mg/dl, HDL: 35mg/dl Hiperuricemia as.urat: 8,5mg/dl

c.

Daftar semua masalah dan penyakit yang telah diketahui

Dislipidemia
d.

Hipertensi Hiperuricemia Diabetes Melitus Tipe II Neuropati Diabetik

Pengkajian dari tipe masalah atau diagnosis penyakit sekarang yaitu dasar ditetapkannya menjadi masalah atau ditegakkannya diagnosis tersebut,

patofisiologi, mekanisme dn penyebab Pada pasien ini, dislipidemi dapat disebabkan oleh pola makan yang tidak baik dan berlebihan dimana hal ini dapat menyebabkan peningkatan lipogenesis. Lipogenesis ini akan membentuk jaringan adiposa yang dapat mengeluarkan hormon, salah satunya adalah resistin yang dapat membuat resistensi insulin meningkat. Resistensi insulin akan menyebabkan hiperglikemia karena glukosa tidak bisa masuk ke sel. Hiperglikemia menyebabkan aktivitas jalur poliol (sorbitol dan fruktosa meningkat), AGEs meningkat dan NO menurun yang menyebabkan gangguan kondusi sel saraf, salah satunya adalah kesemutan (neuropati diabetik). Resistensi insulin juga dapat membuat gangguan metabolisme lipoprotein di hepar yang disebut lipid triad (peningkatan VLDL/TG, penurunan HDL, pembentukan small dense LDL yang lebih aterogenik). Penigkatan metabolisme di hepar ditunjukan dengan peningkatan nilai SGPT dan SGOT.

Peningkatan produksi dari small dense LDL yang bersifat aterogenik membuat penumpukkan lemak pada pembuluh darah (ateroskleroris).

Penumpukkan lemak pada dinding pembuluh darah akan membuat lumen mengecil sehingga aliran darah terganggu dan peningkatan tekanan darah. Aliran darah yang terganggu akan membuat perfusi ke jaringan berkurang, salah satunya ke otak. Pada saat pagi hari, rangsangan simpatik yang meningkat akan menyebabkan vasokonstriksi pembuluh darah sehingga pasien ini akan sering sakit kepala pada pagi hari. Pada penderita obesitas terdapat timbunan lemak pada bagian dada dan rongga perutnya sehingga akan menyebabkan gangguan proses pernapasan. Apalagi pada penderita obesitas, akibat proses aterosklerosis yang menyebabkan pembuluh darah menyempit, kadar O2 ke jaringan pun akan terganggu dan tekanan darah meningkat. Sehingga tubuh mengkompensasi dengan cara menaikkan frekuensi pernapasan. Asupan makanan yang terlalu berlebihan akan disimpan sebagai cadangan lemak terutama dalam rongga tubuh yang tidak terdapat tahanan. Biasanya lemak akan disimpan salah satunya adalah di rongga perut sehingga perut membuncit, juga paling sering di sekitar orbita berupa benjolan kekuningan di kelopak mata atau xanthelasma. Diabetes Melitus Tipe 2 diakibatkan oleh penurunan sensitivitas insulin sehingga glukosa tidak dapat masuk ke dalam sel. Penurunan sensitivitas insulin dapat diakibatkan oleh berbagai macam faktor, namun yang paling sering adalah karena gangguan pada reseptornya. Pada orang obesitas, kemampuan tubuh untuk meregulasi glukosa plasma akan menurun sehingga biasanya sangat cenderung terjadi gangguan reseptor pada insulin. Akibat gangguan pada reseptor insulin, glukosa tidak bisa masuk ke dalam sel dan akan beredar di dalam darah. Padahal

glukosa sangat penting untuk metabolisme tubuh. Kekurangan energi inilah yang menyebabkan cepat lelah. Peningkatan asupan makanan membuat timbulnya asam urat akibat pemecahan asam nukleat dari inti sel makanan. Peningkatan asam urat pada pasien ini ditunjukkan dengan adanya hiperuricemia dan gout arthritis. Anemia terjadi karena penurunan kadar hemoglobin. Eritrosit membutuhkan suplai energi hanya dari glukosa karena eritrosit tidak memiliki mitokondria. Resistensi insulin menyebabkan glukosa tidak bisa masuk ke dalam sel (dalam hal ini sel darah merah) sehingga eritrosit tidak mempunyai energi dan akan mudah sekali lisis.

e. Penatalaksanaan Non medikamentosa Pengelolaan makanan Latihan jasmani Edukasi

Medikamentosa DM: metformin Dislipidemia : golongan statin

Hipertensi; ACE Inhibitor Hiperuricemia : allopurinol

Rujuk ke Internist

f. Prognosis Ad Vitam : Bonam

Ad Fungsionam : Dubia ad bonam Ad Sanationam : Dubia ad bonam

BAB III PEMBAHASAN

DAFTAR PUSTAKA

Sudoyo AW, Setyohadi B, Alwi I, Simadibrata M,editors. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. 4th ed. Jilid 3. Jakarta: Ilmu Penyakit Dalam FKUI. 2006. Silbernagl S, Lang F. 2006. Teks dan Atlas Berwarna Patofisiologi (Color Atlas of Pathophysiology). Jakarta: EGC. Price Sylvia A, Wilson Lorraine M. Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit Edisi 6 Volume 2. Jakarta: EGC. 2006. Sutedjo AY. Buku Saku Mengenal Penyakit Melalui Hasil Pemeriksaan Laboratorium. Yogyakarta: Amara Books. 2006.

BAB V PENUTUP DAN UCAPAN TERIMA KASIH

Penutup Berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan laboratorium yang didapatkan, maka diagnosis Tn. Hadi adalah Diabetes Melitus Tipe II.

Ucapan Terima Kasih Demikianlah makalah ini kami buat, semoga makalah ini dapat bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan pembaca. Kami mengucapkan terima kasih untuk tutor kami, yaitu

dr. Revalita Wahab, yang telah bersedia membimbing dan mengarahkan kami selama diskusi berlangsung.