Anda di halaman 1dari 3

BAB II HEMATOLOGI, PERDARAHAN DAN PEMBEKUAN DARAH

A. HEMATOLOGI Jenis-Jenis Sel Darah Darah manusia merupakan jaringan tubuh yang terdapat di dalam pembuluh darah yang berwarna merah. Viskositas/ kekentalan darah mepunyai BJ 1,041-1,067, temperatur 37C-380C dan PH 7,37-7,45. Darah memilki beberapa fungsi yaitu sebagai alat pengangkut, sebagai pertahan tubuh terhadap serangan penyakit dan racun dalam tubuh dengan perantaraan leukosit dan antibodi/zat-zat racun serta menyebarkan panas keseluruh tubuh. Komponen darah terbagi menjadi dua bagian: 1. Sel Darah a. Eritrosit, berbentuk cakram bikonkaf tak berinti dengan komponen utama Hb (hemoglobin). Eritrosit memiliki garis tengah 8 m dengan tepi luar tebalnya 2 m dan bagian tengah dengan lebar 1 m (Sherwood, 2002). Dibanding sel-sel lain dalam jaringan sel darah merah kurang mengandung air karena lunak dan lentur maka sepanjang melewati mikrosirkulasi sel-sel ini mengalami perubahan konfigurasi yang memungkinkan pertukaran gas yang sesuai. Proses pergantian sel darah merah dari
http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSkqd1CfC0p UzmQCXLmTWxTJlEOcgs5fDukrrJ7C9QseP7cz2Pal7g6Lg

atau oleh sel darah baru terjadi setelah sirkulasi 3 sampai 4 bulan. Pada orang dewasa sel darah merah berjumlah sekitar 5 juta sel/mm darah pada laki-laki dan 4 juta sel/mm darah pada perempuan. Pada orang dewasa sel darah merah dibentuk dalam sumsum tulang pipih, sedangkan pada janin sel darah merah dibentuk dalam hati dan limfa. Setelah berumur 120 hari, sel darah merah akan mati dan diubah menjadi bilirubin atau zat warna empedu. Sel darah merah mengalami desintergrasi atau pemecahan sehingga melepas haemoglobin ke dalam sel dan selanjutnya sel darah pecah. Pembentukan sel darah merah pada orang dewasa pada sumsum tulang belakang dan pada bayi terjadi di hati, kelenjar timus, dan limpa (Frandson,1992). Eritrosit mengandung:

Hemoglobin Hemoglobin adalah protein di dalam SDM yang membawa oksigen ke seluruh tubuh. Hemoglobin terdiri dari bahan yang mengandung besi yang disebut hem (heme) dan protein globulin. Terdapat sekitar tiga ratus molekul hemoglobin dalam setiap sel darah merah. Tingkat hemoglobin normal adalah 12,0-16,0 gram per desiliter (g/dl) pada wanita dan 14,0-18,0 g/dl pada laki-laki. Setiap molekul hemoglobin memiliki empat tempat pengikatan untuk oksigen. Hemoglobin yang mengikat oksigen disebut oksihemoglobin. Hemoglobin dalam darah dapat
http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSB7FxywVI9 HtXR-4UHZHCkmlq20W6cO68eexIKFEMVTacr5zSsYbcoUg

mengikat oksigen secara parsial atau total di keempat tempatnya. Hemoglobin yang jenuh mengikat oksigen secara penuh atau total, sedangkan hemoglobin yang jenuh parsial atau mengalami deoksigenasi memiliki saturasi yang kurang dari 100%. Hematokrit Hematokrit adalah volume SDM di dalam darah yang dinyatakan dengan persentase volume seluruh darah (misalnya, sel saja tanpa cairan atau "plasma" darah). Nilai normalnya berkisar dari 40-54% pada laki-laki dan 37-47% pada wanita. Nilai hematokrit menunjukkan kekentalan darah yang sebanding dengan jumlah oksigen yang dibawanya. Persentase hematokrit yang rendah juga merupakan pertanda anemia. b. Leukosit, tidak berwarna, memiliki inti, dapat bergerak secara amoebeid, dan dapat

menembus dinding kapiler. Sel darah putih ini berfungsi untuk membantu tubuh melawan berbagai penyakit infeksi sebagai bagian dari sistem kekebalan tubuh. Leukosit terbagi atas: