Anda di halaman 1dari 4

Definisi Membilang, Mengukur dan Aproksimasi

Dalam matematika istilah mengukur dan membilang ini memiliki pengertian yang
berbeda. Mengukur adalah membandingkan sesuatu yang diukur dengan besaran sejenis yang
ditetapkan sebagai satuan atau suatu kegiatan atau proses mengidentiIikasi dan
mengumpulkan Iakta/data, kemudian membandingkan Iakta tersebut terhadap suatu
parameter atau ukuran tertentu dengan tujuan tertentu. Contohnya: pengukuran panjang, luas,
masa, waktu dll. Sedangkan membilang atau menghitung merupakan sesuatu yang pasti
(Eksak). Contoh : banyak siswa di satu sekolah, suatu produk yang dihasilkan, dll.
Lalu apa yang dimaksud dengan Aproksimasi itu?
Aproksimasi adalah pembulatan nilai terhadap hasil pengukuran dan tidak berlaku untuk
hal yang siIatnya eksak (seperti hasil membilang/menghitung).
A. ara-cara pembulatan hasil pengukuran
1. Pembulatan ke satuan ukuran terdekat
Aturan :
Jika ada suatu bilangan yang angka berikutnya lebih dari atau sama dengan 5 (~ 5),
maka angka di depannya ditambah satu. Dan jika angka berikutnya kurang dari 5 (
5), maka angka ini akan dihilangkan dan angka di depannya tetap.
Contoh :
a. 3,5381 gram (bulatkan ke perseratusan gram terdekat)
b. 145,14 m (bulatkan ke persepuluhan meter terdekat)
Jawab : a. 3,54 gram b. 145,1 m
2. Pembulatan ke banyaknya angka desimal
Tujuan pembulatan ini untuk mempermudah dalam perhitungan.
Contoh :
Bulatkan hasil pengukuran 43,127539 gram sampai dengan :
a. Lima tempat decimal
b. Dua tempat desimal
Jawab : a. 43,12754 gram b. 43,13 gram
3. Pembulatan ke banyaknya angka penting (signiIikan)
Aturan:
Angka penting : Semua angka bukan nol adalah penting, dan angka nol adalah
penting kecuali angka nol yang berada di depan angka bukan nol pada bilangan
desimal kurang dari 1.
Misal:
453,098 (ada 6 angka penting)
0,02010 (ada 4 angka penting)

Contoh
Bulatkan bilangan berikut hingga tiga angka penting:
a. 0,017368 m
b. 123,72 detik
Jawab : a. 0,0174 m b. 124 detik
. Kesalahan Pengukuran
DeIinisi Kesalahan adalah selisih antara ukuran sebenarnya dengan ukuran yang
diperoleh dari hasil pengukuran.
Jenis-jenis kesalahan pengukuran
Salah Mutlak
Salah mutlak 1/2 x Satuan ukuran terkecil
Batas atas hasil pengukuran
Batas atas hasil pengukuran salah mutlak
Batas bawah hasil pengukuran
Batas bawah hasil pengukuran salah mutlak
Contoh :
Diketahui hasil pengukuran:
a) 12 kg
b) 5,9 m c. 6,17 l
Tentukanlah:
i. Satuan ukuran terkecil
ii. Salah mutlak hasil pengukuran
iii. Batas atas dan batas bawah hasil pengukuran
Jawab :
a) i). Satuan ukuran terkecil 1 kg
ii). Salah mutlak (1 kg) 0,5 kg
iii). Batas atas 12 0,5 12,5 kg dan Batas bawah 12 0,5 11,5 kg
b) i). Satuan ukuran terkecil 0,1 m
ii). Salah mutlak (0,1 m) 0,05 kg
iii). Batas atas 5,9 0,05 5,95m dan Batas bawah 5,9 0,05 5,85 m
c) i). Satuan ukuran terkecil 0,01 l
ii). Salah mutlak (0,01 l) 0,005 l
iii). Batas atas 6,17 0,005 6,175 l dan Batas bawah 6,17 0,005
6,165l





Salah RelatiI
Salah RelatiI salah mutlak / hasil pengukuran
Persentase kesalahan
Persentase Kesalahan salah relatiI x 100
ontoh .
Tentukan salah relatiI dan persentase kesalahan hasil pengukuran 3,4 mm!
Jawab .
Satuan ukuran terkecilnya 0,1 mm
Salah mutlak 1/2 x 0,1 0,05 mm
Salah relatiI 0,05/3,4 0,0147
Persentase kesalahan 0,0147 x 100 1,47
Toleransi Pengukuran
Toleransi dalam pengukuran merupakan selisih antara pengukuran terbesar dengan
pengukuran terkecil yang dapat diterima.
ontoh .
Suatu benda memiliki massa (17 0,8) gr. Berapakah toleransinya?
Jawab .
Batas atas pengukuran 17 0,8 17,8 gr
Batas bawah pengukuran 17 0,8 16,2 gr
Maka toleransinya 17,8 16,2 3,6 gr

. Penjumlahan Hasil Pengukuran
Perhatikan contoh berikut:
Contoh:
Diketahui dua potong pipa dengan panjang masing-masing 3,2 cm dan 1,6 cm. jika kedua
pipa tersebut disambungkan, tentukan panjang maksimum dan minimum sambungan
pipa yang terjadi
Jawab :
Panjang pipa 1 : terletak pada jangkauan (3,2 0,05) cm, yaitu 3,25 cm dan 3,15 cm
Panjang pipa 2 : terletak pada jangkauan (1,6 0,05) cm, yaitu 1,65 cm dan 1,55 cm
Sehingga panjang maksimum (3,25 1,65) cm 4,9 cm dan
panjang minimum (3,15 1,55) cm 4,7 cm
Panjang sambungan terletak pada batas-batas 4,7 cm dan 4,9 cm atau ditulis dengan
(4,81). Sehingga salah mutlak dari panjang sambungan dua pengukuran tersebut
adalah0,1.









D. Pengurangan Hasil Pengukuran
Perhatikan contoh berikut:
ontoh.
Berapakah selisih antara hasil-hasil pengukuran 5 cm dan 3 cm? (masing-masing
bulatkan ke cm terdekat).
Jawab .
5 cm terletak dalam jangkauan (5 0,5) cm, yaitu 5,5 cm dan 4,5 cm.
3 cm terletak dalam jangkauan (3 0,5) cm, yaitu 3,5 cm dan 2,5 cm.
Selisih maksimum (5,5 2,5) cm 3 cm
Selisih Minimum (4,5 3,5) cm 1 cm
Hasil selisih terletak pada batas-batas 3 cm dan 1 cm atau (2 1).cm
Sehingga salah mutlak dari hasil selisih pengukuran tersebut adalah 1 cm.

. Perkalian Pengukuran
Hasil perkalian maksimum dua pengukuran adalah sebagai berikut :
Hasil kali maksimum ukuran maksimum x ukuran maksimum
Hasil kali minimum ukuran minimum x ukuran minimum
ontoh .
Berapakah batas-batas luas persegi panjang dengan panjang 4,1 cm dan lebar 2,9 cm?
Jawab .
4,1 cm terletak dalam jangkauan (4,1 0,05) cm, yaitu 4,15 cm dan 4,05 cm.
2,9 cm terletak dalam jangkauan (2,9 0,5) cm, yaitu 2,95 cm dan 2,85 cm.
Sehingga:
Luas maksimum (4,15)(2,95) cm2 12,2425 cm2 dan
Luas minimum (4,05)(2,85) cm2 11,5425 cm