Anda di halaman 1dari 20

BAB II

MENGEVALUASI BERBAGAI SISTEM PEMERINTAHAN



A. SISTEM PEMERINTAHAN DI BERBAGAI NEGARA
Pemerintahan merupakan salah satu unsur negara. Keberadaan pemerintah
sangat penting karena memiliki Iungsi untuk melaksanakan tugas-tugas negara
dalam rangka mewujudkan tujuan nasional, yaitu mensejahterakan seluruh rakyat
negaranya.
Sebagai suatu sistem, pemerintahan merupakan kesatuan dari berbagai unsur
yang saling berkaitan satu dengan lainnya. Unsur-unsur yang dimaksud terutama
adalah interaksi antara eksekutiI dengan legislatiI.
Istilah lain yang erat hubungannya dengan sistem pemerintahan adalah sistem
politik. Sistem politik pada dasarnya merupakan interaksi antara lembaga-lembaga
negara (suprastruktur politik) dengan lembaga atau individu yang berada dalam
masyarakat (inIrastruktur politik) dalam pembuatan keputusan penting (peraturan).
Dengan demikian maka sistem politik yang dianut oleh suatu negara dapat
menentukan sistem pemerintahan yang dikembangkan.
I. Pengertian Sistem Pemerintahan
Sistem Pemerintahan dalam Arti Luas dan Arti Sempit
a. Dalam arti luas
erarti sistem pemerintahan itu menjaga kestabilan masyarakat,
menjaga tingkah laku kaum mayoritas maupun minoritas,
menjaga Iondasi pemerintahan, menjaga kekuatan politik,
pertahanan, ekonomi dan keamanan sehingga menjadi sistem
pemerintahan yang kontinu dan demokrasi dimana seharusnya
masyarakat bisa ikut turut andil dalam pembangunan sistem
pemerintahan tersebut.
Pemerintahan adalah perbuatan pemerintah yang diatur oleh
badan legislatiI, eksekutiI ddan yudikatiI di suatu negara dalam
rangka mencapai tujuan negara.
-. Dalam arti sempit
erarti sistem pemerintahan hanya sebagai sarana kelompok
untuk menjalankan roda pemerintahan guna menjaga kestabilan
negara dalam waktu relatiI lama dan mencegah adanya perilaku
reaksioner maupun radikal dari rakyatnya itu sendiri.

Pemerintahan adalah perbuatan pemerintah yang dilakukan oleh


badan eksekutiI bersama jajarannya dalam rangka mencapai
tujuan negara.

Sistem Pemerintahan menurut Para Ahli
a. 4hn L4.e
Dalam bukunya Two Treaties of Government mengusulkan agar
kekuasaan negara itu harus dibagi-bagi kepada oragan-organ negara
yang berbeda. Pemegang kekuasaan dalam negara dibagi menjadi 3
macam kekuasaan, yaitu :
- Kekuasaan legislatif yaitu kekuasaan membuat undang-undang.
- Kekuasaan eseutif yaitu kekuasaan melaksanakan undang-
undang.
- Kekuasaan federatif yaitu kekuasaan melakukan hubungan
diplomatik dengan negara lain.
-. M4ntesquieu
Dalam bukunya esprit des ois mengusulkan untuk tegaknya
negara demokrasi perlu diadakan pemisahan kekuasaan negara ke
dalam organ-organ :
- Kekuasaan legislatif yaitu kekuasaan membuat undang-undang.
- Kekuasaan eseutif yaitu kekuasaan melaksanakan undang-
undang.
- Kekuasaan udiatif yaitu kekuasaan mengadili apabila terjadi
pelanggaran atas undang-undang tersebut.

II. Sistem Pemerintahan Presidensial
Menurut iml Assidiqie sistem pemerintahan presidensiil memiliki ciri-
ciri sebagai berikut :
1. Kedudukan kepala negara terpisah dari jabatan kepala pemerintahan.
2. Kepala negara tidak bertanggung jawab kepada parlemen, melainkan
langsung bertanggung jawab kepada rakyat yang memilihnya.
3. Presiden sebaliknya juga tidak berwenang membubarkan parlemen.

. Kabinet sepenuhnya bertanggung jawab kepada presiden sebagai


pemegang kekuasaan pemerintahan negara atau sebagai administrator
tertinggi.

Dengan demikian, maka badan eksekutiI dan badan legislatiI memiliki
kedudukan yang sama-sama kuat. Dalam negara tertentu, kepala negara
sekaligus sebagai kepala pemerintahan. Pemerintahan tidak bertanggung
jawab kepada parlemen. Pemerintah dan parlemen mempunyai kedudukan
yang sejajar, menteri-menteri diangkat, diberhentikan serta bertanggung
jawab kepada presiden.

Sistem Pemerintahan Parlementer
Sistem pemerintahan parlementer memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1. abatan kepala negara dan kepala pemerintahan sebagai dua jabatan yang
terpisah.
2. Kepala negara tidak berkedudukan sebagai kepala pemerintahan karena
ia lebih bersiIat simbol nasional (alat pemersatu bangsa).
3. Pemerintahan dilakukan oleh sebuah kabinet yang dipimpin oleh seorang
perdana menteri.
. Kabinet bertanggung jawab kepada parlemen dan dapat dijatuhkan
melalui mosi tidak percaya.
5. Kedudukan eksekutiI (kabinet) lebih rendah daripada parlemen dan
tergantung pada parlemen.

Dengan demikian karena siIat kabinet yang lemah maka kabinet dapat
meminta bantuan kepada kepala negara untuk membubarkan parlemen (DPR)
dengan alasan yang sangat kuat sehingga parlemen tidak representatiI. ila
hal ini terjadi, maka dalam waktu yang relatiI singkat kabinet harus
menyelenggarakan pemilu untuk membentuk parlemen baru.

III. Sistem Pemerintahan Campuran
Sistem pemerintahan campuran adalah sistem pemerintah dimana
terdapat ciri-ciri presidensial dan ciri-ciri parlementer secara bersama-sama
dalam sistem pemerintahan yang ditetapkan. Sistem campuran ini menurut

para ahli disebut sesuai dengan kebiasaan yang ditetapkan oleh masing-
masing negara. Sistem pemerintahan campuran di Perancis disebut dengan
ybrid system.

Hybrid system mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
1. Kedudukan kepala negara dipegang oleh seorang presiden yang dipilih
secara langsung oleh rakyat.
2. Kepala pemerintahan dipimpin oleh seorang perdana menteri yang
didukung oleh parlemen seperti dalam sistem pemerintahan parlementer.
3. Perdana menteri bertanggung jawab kepada parlemen dan parlemen
dapat menjatuhkan perdana menteri dan kabinetnya.
. Presiden dapat membubarkan parlemen.
5. Sistem pemerintahan di Perancis dapat disebut pula sebagai ":asi-
Parlementer, karena ciri-ciri parlementernya lebih menonjol.

Di berbagai negara yang menganut sistem pemerintahan campuran dapat
pula ditemui dengan ciri-ciri sistem pemerintahan presidensiilnya lebih
menonjol, disebut ":asi-Presidensial. Sistem pemerintahan yang dianut oleh
UUD 195 sebelum diamandemen disebut sistem pemerintahan Quasi-
Presidensial.

IV. Sistem Referendum
Sistem pemerintahan reIerendum adalah variasi dari sistem pemerintahan
parlementer dan presidensial. Di negara Swiss, tugas pembuatan undang-
undang berada di bawah pengawasan rakyat yang mempunyai hak pilih.
Pengawasan itu dilakukan dalam bentuk reIerendum.

ReIerendum terdiri dari :
1. Referendum 4-ligat4ir, adalah untuk dapat membuat undang-undang,
memerlukan persetujuan dari rakyat dengan suara terbanyak. Setelah
badan legislatiI membuat rancangan undang-undang, maka rancangan
tersebut harus ditawarkan kepada rakyat dengan jalan pemungutan suara.

2. Referendum faultatif, adalah badan legislatiI membuat undang-undang


terlebih dahulu. Apabila dalam waktu tertentu tidak ada rakyat yang
protes atau menyatakan ketidaksetujuannya, maka undang-undang
tersebut siIatnya sudah tetap.
3. Referendum 4nsultatif, adalah reIerendum yang menyangkut masalah
teknis.

B. SISTEM PEMERINTAHAN NEGARA INDONESIA
I. Sistem Pemerintahan Menurut UUD 1945 pada Awal Kemerdeaan
Pada tanggal 18 Agustus 195 dalam sidang PPKI, ditetapkan UUD 195.
Dalam UUD 195 memuat sistem pemerintahan negara RI : pada bab III
UUD 195 tentang Kekuasaan Pemerintahan Negara terdiri dari 12 Pasal,
Yaitu Pasal sampai Pasal 15.
Didalam penjelasan UUD 195, dicantumkan pokok sistem pemerintahan
negara RI sebagai berikut :
1. Ind4nesia adalah Negara Huum (70.9889,,9
Negara Indonesia berdasar atas hukum. Ini mengandung arti bahwa
negara, termasuk didalamnya dalam melaksanakan tugas harus dilandasi
hukum dan dapat dipertanggung jawabkan secara hukum.
. Sistem K4stitusi4nal
Sistem ini memberikan ketegasan tentang cara pengendalian pemerintahan
yang dibatasi oleh ketentuan konstitusi, produk konstitusional seperti
ketetapan MPR, UU, Peraturan Pemerintah, dan sebagainya.
. Keuasaan Negara Tertinggi Ditangan MPR
Majelis ini memegang kekuasaan negara tertinggi, sedangkan presiden
menjalankan hukum negara menurut garis-garis besar yang ditetapkan
oleh MPR. Presiden diangkat dan bertanggung jawab kepada majelis.
Presiden adalah 'mandataris' dari majelis yang berkewajiban menjalankan
ketetapan MPR.
4. Presiden ialah Penelenggara Pemerintah ang Tertinggi Di-awah
Majelis
Presiden bertanggung jawab penuh dalam menjalankan kekuasaan pemerintah
karena dipercaya dan diberi tugas untuk melaksanakan kebijakan rakyat
berupa Garis-garis esar Haluan Negara atau Ketetapan MPR.

5. Presiden Tida Bertanggung awa- epada DPR


Kedudukan presiden dengan DPR adalah sejajar. Dalam pembentukan
UU dan menetapkan APN, presiden harus mendapat persetujuan DPR.
Presiden tidak dapat membubarkan DPR dan sebaliknya.
. Menteri Negara ialah Pem-antu Presiden, Menteri Negara Tida
Bertanggung awa- epada DPR
Menteri negara bukan pegawai tinggi karena menterilah yang terutama
menjalankan kekuasaan pemerintah dalam praktek penyelenggaraan
negara.
. Keuasaan Kepala Negara Tida Ta Ter-atas
Kepala negara bukanlah 'diktator' atau kekuasaannya tidak terbatas.
Presiden harus sungguh-sungguh memperhatikan suara DPR karena DPR
memiliki pengawasan terhadap presiden. Seluruh anggota DPR adalah
anggota MPR, apabila presiden dianggap sungguh-sungguh melanggar
Haluan Negara dan Ketetapan lain maka DPR dapat memanggil anggota
MPR untuk mengadakan sidang istimewa guna meminta pertanggung
jawaban presiden.

II. Sistem Pemeritahan Negara Ind4nesia K4nstitusi RIS ( Desem-er
1949-1 Agustus 1950
%anggal 27 Desember 199 elanda mengakui kedaulatan negara
Indonesia Serikat dan mulailah berlaku Konstitusi RIS. Konstitusi RIS adalah
sebuah konstitusi pertama yang bersiIat sementara, karena menurut Konstitusi
RIS pasal 186 disebutkan 'Konstituante bersama-sama dengan pemerintah
selekas-lekasnya menetapkan konstitusi untuk menggantikan konstitusi
sementara ini.
1. Sistem Pemerintah
a) 'Republik Indonesia Serikat yang merdeka dan berdaulat ialah suatu
negara hukum yang demokrasi dan terbentuk Iederasi.' (Pasal 1 ayat
(1) Konstitusi RIS)
b) Kekuasaan berkedaulatan di dalam Negara Indonesia Serikat adalah
pemerintah bersama-sama dengan DPR dan senat. (pasal 1 ayat (2)
Konstitusi RIS)

c) Sesuai dengan Konstitusi RIS, sistem pemerintahan Indonesia adalah


sistem parlementer, yaitu kabinet bertanggung jawab kepada DPR
(parlemen).
d) Pemerintah menurut konstitusi RIS adalah presiden dengan
seseorang/beberapa/para menteri yakni menurut tanggung jawab
khusus/tanggung jawab umum mereka itu. (Pasal 68 ayat (2))
. Alat-alat Kelengapan RIS
a) Presiden
b) Menteri
c) Senat
d) DPR
e) Mahkamah Agung
I) Dewan Pengawas Keuangan
. Hu-ungan Kerja Badan--adan Terse-ut
a) Pemerintah secara bersama-sama oleh presiden dan menteri-menteri.
b) Kekuasaan untuk membuat UU dilaksanakan oleh pemerintah, DPR
dan senat.
c) Pemerintah mempunyai kekuasaan untuk melaksanakan UU.
d) Pengadilan Negeri, Pengadilan %inggi dan Mahkamah Agung
mempunyai kekuasaan untuk mengadili pelanggaran UU.
e) Presiden RIS adalah kepala negara yang dipilih oleh orang-orang
yang dikuasakan oleh pemerintah negara-negara bagian.
4. Sistem Ka-inet
a) Didalam pemerintahan ini, presiden tidak dapat diganggu gugat,
tetapi bertanggung jawab. Kebijakan pemerintah adalah di tangan
menteri-menteri, baik secara bersama-sama maupun sendiri-sendiri.
(Pasal 118)
b) Dalam merundingkan hal-hal yang bersiIat umum, menteri-menteri
bersidang dalam dewan menteri yang diketuai oleh perdana menteri.
ila perdana menteri berhalangan maka menteri yang berkedudukan
khusus menggantikannya, yaitu : menteri pertahanan, urusan dalam
negeri, keuangan, urusan ekonomi dan perdana menteri.

5. Sistem Perwailan
Negara RIS mengenal sistem perwakilan bicameral (2 kamar) :
a) Senat, adalah perwakilan dari daerah-daerah.
b) DPR, adalah perwakilan seluruh rakyat Indonesia dan terdiri dari
150 orang anggota.
Senat bersama DPR dan pemerintah berwenang :
- Mengubah Konstitusi RIS (Pasal 190-191 Konstitusi RIS)
- Menetapkan UU Federal
- Menetapkan Anggaran elanja RIS
- Memberikan pertimbangan (nasehat kepada pemerintah)

III.Sistem Pemerintahan Menurut UUD Sementara 1950 (1 Agustus 1950-
5 uli 1959
UU Federal yang memuat UUDS RI ialah UU No. 7/1950 (LN 1950/56)
dan mulai berlaku tanggal 17 Agustus 1950. Maka tanggal 17 Agustus 1950,
bangsa Indonesia kembali ke kegara kesatuan.
1. Sistem Pemerintahan
a) Pasal 1 ayat (1) UUDS 1950 bahwa Negara RI merdeka dan
berdaulat.
b) RI adalah negara hukum.
c) Kedaulatan RI di tangan rakyat.
d) Presiden hanyalah kepala negara menurut UUDS 1950.
e) Pemerintah dijalankan oleh Dewan Menteri yang diketuai oleh
Perdana Menteri.
. Alat-alat Kelengapan Negara Menurut UUDS 1950
- Presiden dan wakil presiden
- Menteri-menteri
- DPR
- MA
- DPK (Dewan Pengawas Keuangan)
. Sistem Ka-inet
- Menteri-menteri harus bertanggung jawab kepada DPR
- Sistem multi partai
- Menteri-menteri tidak dapat didukung dari DPR
- Adanya jatuh bangunnya kabinet yaitu terjadinya pertentangan-
pertentangan politik.

4. Lem-aga Legislatif
a) Anggota DPR dipilih dalam suatu pemilu untuk masa jabatan tahun.
b) Hak-hak DPR :
- Ha Inisiatif, yaitu hak untuk mengusulkan RUU (Pasal 92 ayat
(2) UUDS 1950).
- Ha Budget, yaitu hak untuk ikut menetapkan RAPN (ab III
bagian IV UUDS 1950).
- Ha Interprestasi, yaitu hak untuk meminta keterangan/hak
untuk bertanya (Pasal 69 UUDS 1950).
- Ha Anquete, yaitu hak untuk menyelidiki (Pasal 10 UUDS
1950).
%anggal 21 September 1955 Pemilu DPR. %anggal 15 Desember 1955
Pemilu Konstituante menetapkan UUD Negara RI untuk menggantikan
UUDS 1950.

IV. Sistem Pemerintahan Pada Masa Pelasanaan UUD 1945 Peri4de
(5 uli sampai searang
Pemilu yang telah dilaksanakan pada tahun 1955 ternyata tidak
membawa hasil yang memuaskan. Konstiatuante yang bertugas membentuk
UUD yang tetap bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia ternyata gagal.
Walaupun sudah bermusyawarah selama dua setengah tahun, namun
mengenai dasar negara saja tidak mencapai kata sepakat.
Pandangan dan sikap politik masyarakat dan pemerintah yang liberal
dengan landasan konstitusi UUD Sementara tahun 1950. Penerapan
demokrasi parlementer telah menyebabkan jatuh bangunnya kabinet akibat
mosi tidak percaya dari DPR. Hal tersebut menimbulkan situasi dan kondisi
yang semakin tidak menentu baik dalam bidang politik, ekonomi, sosial
maupun gangguan keamanan.
Atas dasar demi keselamatan bangsa dan negara, pada tanggal 5 uli
1959 Presiden Soekarno mengeluarkan dekrit yang isinya :
a. Membubarkan konstituante
b. Menetapkan berlakunya kembali UUD 195
c. %idak berlakunya lagi UUDS 1950
d. Membentuk DPRS dan DPAS dalam waktu yang sesingkat-singkatnya

1 Sistem Pemerintahan Dem4rasi Terpimpin Pada Masa Orde Lama


a) Sejalan dengan berlakunya kembali UUD 195, Presiden Soekarno
meletakkan dasar-dasar kepemimpinannya yang dinamakan
'Demokrasi %erpimpin'.
b) Menurut Presiden Soekarno, Demokrasi %erpimpin adalah
demokrasi khas Indonesia yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan.
c) Pedoman demokrasi terpimpin :
Dalam 'lembaga eksekutiI', pimpinan lembaga mempunyai
wewenang untuk menentukan dalam menetapkan muIakat
(keputusan) jika tidak mencapai kebulatan pendapat.
Dalam permusyawaratan 'lembaga yudikatiI', keputusan harus
diambil secara kolektiI dan pimpinan lembaga mempunyai
wewenang untuk menentukan muIakat (keputusan) jika tidak
tercapat kebulatan pendapat.
Apabila dalam suatu permusyawaratan tidak didapat muIakat,
maka musyawarah mengambil kebijaksanaan dengan
memperhatikan pendapat yang bertentangan.
d) Dalam melaksanakan demokrasi terpimpin, lembaga-lembaga tinggi
negara dan lembaga tertinggi negara hanya menegaskan secara
yuridis Iormal, sedangkan keputusan dilakukan oleh presiden.
e) Dalam hal ini, PKI mendukung gagasan presiden dengan
memperhitungkan dapat mengarahkan presiden karena
'NASAKOM'. Selanjutnya PKI berupaya keras mempengaruhi
presiden disemua tingkatan dalam aparat/lembaga-lembaga negara
secara sistematis untuk mencapai tujuannya, yaitu membentuk
negara komunis di Indonesia.
I) Konsep NASAKOM (Nasionalis, Agama dan Komunis) bertentangan
dengan IalsaIah negara Indonesia, Pancasila, karena PKI menganut
sejarah Marxisme yang atheis.
Penimpangan-penimpangan Terhadap UUD 1945
a) Presiden membubarkan DPR hasil Pemilu 1955 dan membentuk
DPR-GR yang anggotanya dipilih dan diangkat sendiri oleh
presiden.

b) Pembentukan badan pengawas aparatur negara atau Front Nasional


yang anggotanya diangkat oleh presiden dan lembaga tersebut tidak
ada dalam UUD 195.
c) Pimpinan lembaga tinggi dan tertinggi negara diangkat sebagai
menteri negara yang kedudukannya lebih rendah.
d) Pidato kenegaraaan presiden yang berjudul 'Penemuan Kembali
Revolusi Kita pada tanggal 17 Agustus 1960 kemudian ditetapkan
sebagai GHN.
e) Melalui Ketetapan MPRS No. II/MPRS/1963 Presiden sebagai
Pemimpin esar Revolusi diangkat sebagai Presiden seumur hidup.
Surat Perintah 11 Maret 1966
a) Dalam usaha mencapai cita-citanya PKI melakukan tindakan, antara
lain :
1. Memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.
2. erusaha memasukkan ajaran Marxisme-Lenninisme di Indonesia.
3. erusaha mengubah politik luar negeri yang bebas-aktiI menjadi
politik luar negeri yang berpihak pada negara-negara komunis.
. Dalam bidang ekonomi, PKI melakukan embargo, sebagai
akibatnya harga kebutuhan pokok sangat tinggi dan mengalami
inIlasi sampai 650 pada tahun 1966.
5. Mempersenjatai buruh dan tani, Angkatan Darat, Angkatan
Laut, Angkatan Udara dan Angkatan Kepolisian.
6. Mengadakan kudeta dengan jalan kekerasan yang kita kenal
dengan peristiwa G 30 S/PKI, dengan korban tujuh orang
pahlawan revolusi.
b) Atas berkat rahmat Allah dan adanya kesaktian Pancasila maka
pemberontakan PKI dapat ditumpas dalam waktu yang singkat.
c) Untuk mengatasi ancaman bahaya terhadap jalannya pemerintahan
dan jalannya revolusi kemudian dikeluarkanlah 'Surat Perintah 11
Maret 1996'.
d) Surat Perintah 11 Maret 1966 merupakan sumber hukum tata negara
darurat untuk mengambil tindakan :
1. Membubarkan PKI serta ormas-ormasnya serta menyatakannya
sebagai organisasi terlarang di seluruh wilayah negara RI.

2. Menangkap 15 orang menteri yang tersangkut PKI.


3. Mengamankan kebijaksanaan pengambilan pelaksanaan UUD
195.
. Memelihara persatuan dan kesatuan bangsa dan tegaknya
Negara Kesatuan RI atas landasan Pancasila dan UUD 195.
5. Dalam bidang ekonomi diupayakan penurunan harga.
e) Supersemar merupakan tonggak sejarah negara Indonesia yang
melahirkan tatanan kehidupan baru/yang kita kenal dengan nama
Orde aru. Orde aru merupakan upaya bangsa dan negara RI untuk
melaksanakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara
yang berdasar pada kemurnian Pancasila dan UUD 195.

V. Sistem Pemerintahan Menurut UUD 1945 Setelah Diamandemen
Disepakatinya perubahan terhadap UUD 195, karena perubahan UUD
tidak menyangkut dan tidak mengganggu eksistensi negara.

Sistem pemerintahan negara RI sebagai berikut :
1. Negara Indonesia adalah Negara Hukum.
Pasal 1 aat ( UUD Negara RI.
Negara hukum ialah negara yang menegakkan supremasi hukum untuk
menegakkan kebenaran dan keadilan dan tidak ada kekuasaan yang tidak
dipertanggung jawabkan.
prinsip dasar negara huum :
a. Supremasi hukum (s:premacy of law)
b. Kesetaraan didalam hukum (eq:ality before te law)
c. Penegakan hukum dengan cara yang tidak bertentangan dengan
hukum (d:e process law)
2. Kekuasaan Pemerintah Negara
a. Presiden dan Wail Presiden
- Presiden RI memegang kekuasaan pemerintah menurut UUD.
(Pasal ayat (1) UUD 195)
- Dalam melakukan kewajibannya Presiden dibantu oleh satu
orang Wakil Presiden. (Pasal ayat (2) UUD 195)

Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatan selama 5 tahun


dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama
hanya untuk 1 kali masa jabatan.
- Presiden berhak mengajukan RUU kepada DPR. (Pasal 5 ayat
(1) UUD 195)
- Presiden menetapkan peraturan pemerintah untuk menjalankan
UU sebagaimana mestinya. (Pasal 5 ayat (2) UUD 195)
- Presiden dan Wakil Presiden dapat diberhentikan dalam masa
jabatannya oleh MPR, apabila terbukti telah melakukan
pelanggaran yang berupa pengkhianatan terhadap negara,
korupsi, penyuapan, tindak pidana berat lainnya.
- Presiden tidak dapat membekukan dan atau membubarkan DPR.
-. Kementerian Negara
Presiden dibantu oleh menteri-menteri negara. Menteri-menteri itu
diangkat dan diberhentikan oleh Presiden. Pembentukan,
pengubahan dan pembubaran kementerian negara diatur UU.
.. Pemda
NKRI dibagi-bagi atas daerah-daerah propinsi, daerah propinsi
dibagi atas kabupaten dan kota. %iap-tiap propinsi, kabupaten dan
kota mempunyai Pemerintah Daerah yang diatur dengan UU.
3. Peran Lembaga Negara sebagai Pelaksana Kedaulatan Rakyat
a. MPR
(Pasal 2 ayat (1)) 'Majelis Permusyawaratan Rakyat terdiri atas
anggota DPR dan anggota DPD yang dipilih melalui pemilihan
umum dan diatur lebih lanjut dengan undang-undang.
Keanggotaan DPD dalam MPR sesuai dengan prinsip demokrasi,
perwakilan yaitu perwakilan atas pemilihan (representation by
selection).
Pasal 3 UUD 195, mengatur tentang wewenang MPR sebagai
berikut :
- Mengubah dan menetapkan UUD
- Melantik Presiden dan/atau Wakil Presiden
- Dapat menghentikan Presiden dan/atau Wakil Presiden dalam
masa jabatannya menurut UUD

(Pasal 3 ayat (3)) 'MPR hanya dapat memberhentikan Presiden


dan/atau Wakil Presiden dalam masa jabatannya menurut UUD.
-. DPR
Lembaga tinggi negara yang anggotanya dipilih secara langsung oleh
rakyat melalui pemilu/
%ugas dan wewenang DPR antara lain :
- Membentuk UU yang dibahas bersama Presiden untuk mendapat
persetujuan bersama.
- Menetapkan APN bersama Presiden dengan pertimbangan
DPD.
- Melaksanakan pengawasan terhadap UU, APN serta kebijakan
pemerintah.
- Memilih anggota PK dengan pertimbangan DPD.
- Membahas dan menindak lanjuti hasil pemeriksaan atau
pertanggung jawaban keuangan negara yang disampaikan oleh
PK.
.. DPD
Ialah wakil-wakil daerah yang dipilih melalui pemilu. Setiap
propinsi mewakilkan empat orang.
%ugas dan wewenang DPD antara lain :
- DPD mengusulkan RUU sebagaimana dimaksud sebelum DPR
membahas RUU dengan pemerintah.
- DPD diundang oleh DPR untuk melakukan pembahasan RUU
bersama dengan pemerintah.
- DPD memberikan pertimbangan kepada DPR atas RUU APN
yang berkaitan dengan pajak, pendidikan dan agama.
d. Presiden
- Presiden RI memegang kekuasaan pemerintah menurut UUD.
- Presiden berhak mengajukan RUU kepada DPR.
- Presiden memegang kekuasaan tertinggi atas AL, AD dan AU.
- Presiden mengangkat duta dan konsul.
- Presiden menerima penempatan duta dari negara lain dengan
pertimbangan DPR.

e. Lem-aga Yudiatif
%erdiri dari Mahkamah Agung, Mahkamah Konstitusi dan Komisi
Yudisial yang peranannya sebagai berikut :
- MA berwenang mengadili pada tingkat kasasi, menguji
peraturan perundang-undangan dibawah undang-undang dan
mempunyai wewenang lain yang diberikan oleh undang-undang.
- MK berwenang mengadili pada tingkat pertama dan terakhir
yang putusannya bersiIat Iinal untuk menguji UU terhadap
UUD, memutuskan sengketa kewenangan lembaga negara yang
kewenangannya diberikan oleh UUD, memutuskan perselisihan
tentang hasil pemilu.
- KY bersiIat mandiri yang berwenang mengusulkan pengangkatan
Hakim Agung dan mempunyai wewenang lain dalam rangka
menjaga kehormatan, keluhuran martabat serta perilaku hakim.
f. BPK
ertugas memeriksa pengelolaan dan bertanggung jawab tentang
keuangan negara dan menyerahkan hasil pemeriksaan keuangan
negara kepada DPR.
g. Kementerian Negara
- Menteri-menteri tersebut ada yang memimpin departemen
pemerintahan.
- Setiap menteri membidangi urusan tertentu dalam pemerintahan.
- Menteri koordinator yaitu menteri yang mengkoordinir beberapa
menteri, misalnya Menko Ekuin (Ekonomi, Keuangan dan
Industri), Menko POLKAM (Politik dan Keamanan).
h. Pemda
Menjalankan otonomi yang seluas-luasnya, kecuali urusan yang oleh
UU ditentukan sebagai urusan pemerintah pusat.
i. DPDP
- DPRD di tingkat propinsi merupakan lembaga perwakilan
rakyat daerah yang berkedudukan di daerah propinsi.
- DPRD propinsi memiliki hak legalisasi, anggaran, pengawasan.

%ugas dan wewenang serta kewajiban DPRD propinsi antara lain :


- Membentuk Perda yang dibahas dengan gubernur untuk
mendapatkan persetujuan bersama.
- Menetapkan APD bersama gubernur.
- Melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan Perda dan
peraturan perundangan lainnya.
j. DPRD Ka-upaten/K4ta
Melalui Pemilu DPRD Kabupaten/Kota beranggotakan sekurang-
kurangnya 20 orang dan sebanyak-banyaknya 5 orang dan
diresmikan dengan keputusan Gubernur atas nama Presiden.

C. PELAKSANAAN SISTEM PEMERINTAHAN DI INDONESIA DENGAN
NEGARA LAIN
Sistem pemerintahan negara-negara di dunia pada umumnya menerapkan
sistem pemerintahan presidensial atau sistem pemerintahan parlementer.
Negara Inggris menerapkan sistem pemerintahan parlementer 'oter of
Parliaments atau Induk Parlementer. Sedangkan Amerika Serikat menerapkan
sistem pemerintahan presidensial.
I. Pelasanaan Sistem Pemerintahan di Ind4nesia
a. Pelasanaan Sistem Pemerintahan Parlementer
Kelebihan sistem pemerintahan parlementer di Indonesia
Kabinet bertanggung jawab kepada parlemen.
Kekuasaan parlemen sangat dominan sebagai perwujudan
kedaulatan rakyat, sehingga demokrasi dapat terwujud.
Garis tanggung jawab dalam pembuatan dan pelaksanaan
kebijakan publik lebih jelas.
Kelemahan sistem pemerintahan parlementer di Indonesia
Kedudukan badan eksekutiI/kabinet sangat tergantung pada
mayoritas dukungan parlemen, sehingga sewaktu-waktu kabinet
dapat dijatuhkan oleh parlemen.
Kelangsungan kedudukan badan eksekutiI atau kabinet tidak
bisa ditentukan berakhir sesuai dengan jabatannya, karena
kabinet sewaktu-waktu dapat dibubarkan oleh parlemen.

Parlemen dapat menjadi tempat kaderisasi bagi jabatan-jabatan


eksekutiI. Pengalaman mereka menjadi anggota parlemen
bermanIaat dan menjadi bekal penting untuk menduduki jabatan
menteri atau jabatan eksekutiI lainnya.
-. Pelasanaan Sistem Pemerintahan Presidensial
Kelebihan sistem pemerintahan presidensial di Indonesia
adan eksekutiI lebih stabil kedudukannya karena tidak
tergantung pada parlemen.
Masa jabatan badan eksekutiI lebih jelas dalam jangka waktu
tertentu, misalnya lama jabatan Presiden Amerika Serikat adalah
tahun dan masa jabatan Presiden Republik Indonesia adalah 5
tahun.
Penyusunan program kerja kabinet mudah disesuaikan karena
masa jabatan sudah ditentukan.
Kelemahan sistem pemerintahan presidensial di Indonesia
Kekuasaan eksekutiI berada diluar pengawasan langsung
legislatiI sehingga dapat menciptakan kekuasaan yang bersiIat
mutlak.
Sistem pertanggung jawaban kurang jelas.
Pembuatan keputusan/kebijakan publik pada umumnya
merupakan hasil tawar menawar antara eksekutiI dan legislatiI
sehingga dapat terjadi keputusan tidak tegas dan memakan
waktu yang lama.
II. Per-andingan Pelasanaan Sistem Pemerintahan Ind4nesia dengan
Negara Lain
a. Analisis Pelasanaan Sistem Pemerintahan Negara Ind4nesia
1. Sistem pemerintahan liberal/parlementer, telah menyebabkan jatuh
bangunnya kabinet, sehingga program kerja kabinet tidak dapat
terwujud.
2. Sistem pemerintahan presidensial telah menyebabkan terjadinya
pengkultusan individu, sikap individu dan pemberontakan PKI
dengan G 30 S/PKI.

3. Masa pemerintahan Orde aru telah menyebabkan terciptanya


pemerintah yang otoriter, pembangunan kekuasaan yang sentralis,
kehancuran ekonomi dan membawa Indonesia pada krisis
multidimensi dan KKN.
. Muncul era reIormasi.
5. Sistem pemerintahan presidensiil yang memiliki kekuatan dan
kelemahan tersendiri.
6. Mengadakan amandemen terhadap UUD 195.
7. Amandemen yang dilakukan merupakan langkah baru bagi bangsa
Indonesia untuk menata kembali kehidupan ketatanegaraan RI yang
demokratis berdasarkan prinsip konstitusionalisme.
-. Sistem Pemerintahan di Ber-agai Negara
1. Sistem Pemerintahan Parlementer
O Sistem Pemerintahan di Negara Inggris
- Lembaga eksekutiI terdiri dari Raja/Ratu dan 20 Perdana
Menteri. Kekuasaan Raja/Ratu bersiIat simbolis, kekuasaan
eksekutiI berada di tangan perdana menteri.
- Masa kerja kabinet sangat bergantung pada dukungan
legislatiI.
- Faktor yang menguntungkan Perdana Menteri adalah
Inggris hanya memiliki dua partai besar, yaitu Partai
KonservatiI dan Partai uruh.
- Wewenang Perdana Menteri Inggris :
Memimpin anggota kabinet yang anggotanya dipilih
sendiri
Membimbing majelis rendah
Menjadi penghubung rakyat dengan Raja/Ratu
Memimpin partai mayoritas
O Sistem Pemerintahan di Negara Cina
- Negara yang masih bertahan dengan ideologi komunis
(demokrasi komunis).
- entuk negaranya kesatuan yang terbagi dalam 23 provinsi.
- Presiden berIungsi sebagai kepala negara dan kepala
pemerintahan di jalankan oleh seorang perdana menteri.

- Presiden dipilih oleh kongres rakyat nasional dengan masa


jabatan 5 tahun.
- Masa jabatan perdana menteri ditetapkan oleh presiden
dengan persetujuan kongres rakyat nasional.
- Lembaga tertinggi negara adalah kongres rakyat nasional
yang bertindak sebagai lembaga legislative yang biasanya
didominasi oleh partai komunis Cina.
- Kekuasaan lembaga yudikatiI terdiri atas s:preme peoles
co:rt, local peoles co:rt dan special peoles co:rt.
2. Sistem Pemerintahan Presidensial
O Sistem Pemerintahan di negara Amerika Serikat
- Amerika adalah negara republik yang berbentuk Iederal
dengan 50 negara bagian.
- Pusat pemerintahan Iederal dan negara bagian berada di
Washington D.C.
- Pasal 1 hingga pasal 3 Konstitusi Amerika mengatur
tentang pemisahan kekuasaan secara tegas antara lembaga
eksekutiI, legislatiI dan yudikatiI.
- Presiden merupakan kepala negara sekaligus kepala
pemerintahan dan memegang kekuasaan eksekutiI.
- Presiden dan wakil presiden dipilih dalam satu pasangan
oleh rakyat secara langsung. Presiden tidak bertanggung
jawab kepada konggres/parlemen.
- Presiden membentuk kabinet dan mengepalai lembaga
eksekutiI.
- Kekuasaan lembaga legislatiI berada di tangan parlemen
yang disebut konggres.
- Konggres terdiri dari dua bagian (bikameral) yaitu senat dan
badan perwakilan (Te Ho:se of Representative).
- Kekuasaan lembaga yudikatiI berada di tangan mahkamah
agung.
- Sistem pemerintahan Amerika menganut sistem dwi partai
yaitu Partai Republik dan Partai Demokrat.

O Sistem Pemerintahan di negara Pakistan


- Sesuai dengan UUD tahun 1962, badan eksekutiI terdiri dari
seorang presiden yang beragama Islam beserta menteri-
menteri yang dipimpin perdana menteri.
- Perdana menteri merupakan pembantu presiden yang tidak
boleh merangkap menjadi anggota legislatiI.
- Presiden dapat mengajukan rancangan UU melalui
reIerendum dan mempunyai wewenang untuk
membubarkan lembaga legislatiI.
- Presiden dapat berhenti dari jabatannya manakala benar-
benar melanggar UUD atau berkelakuan buruk.
- Sejak tahun 1958, Pakistan menggunakan sistem
pemerintahan presidensial tetapi sekarang ini Pakistan telah
kembali ke sistem parlementer.
3. Sistem Pemerintahan Campuran
O Sistem Pemerintahan di Negara Perancis
- Negara Perancis adalah sebuah republik semi-presidensial
uniter.
- Ideologi utamanya tercantum dalam deklarasi HAM dan
warga negara.
- Presiden dipilih oleh rakyat dengan masa jabatan 7 tahun.
- Pemerintahan dipimpin oleh perdana menteri yang ditunjuk
oleh presiden.
- Parlemen Perancis adalah sebuah badan legislatiI bicameral
yang terdiri dari majelis nasional dan senat.
- Deputi majelis nasional mewakili konstituensi lokal dan
memiliki kekuasaan untuk membubarkan kabinet.
- ika timbul pertentangan antara kabinet dan legislatiI,
presiden boleh membubarkan legislatiI.