Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH

~KELAHIRAN FILSAFAT
Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah FilsaIat Umum

Pembimbing
Dr. Mafthukin,M.Ag




Disusun Oleh :
1. hmad Khobir P.S (3213113001)
2. Dea 5rilia H. (3213113007)
3. Firdha Yunita N. (3213113011)
4. Irsyadul Ibad (3213113015)
5. M. Zain Rozan (3213113018)
6. Ummi Sholikah (3213113026)

!rogram Studi Tadris Bahasa Inggris
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
TULUNGAGUNG
2011

KATA !ENGANTAR

Puji syukur kehadirat llah SWT telah memberikan lim5ahan rahmat, tauIik serta
hidayahNya sehingga da5at menyelesaikan makalah ini sesuai dengan yang dihara5kan. Sholawat
serta salam semoga teta5 terlim5ahkan ke5ada Nabi Muhammad SW yang membimbing kita dari
zaman jahilliyah menuju zaman terang benderang yakni agama islam.
Dengan selesainya makalah kami dengan tema Kelahiran FilsaIat da5at membantu banyak
hal dalam memahami mata kuliah FilsaIat Umum tersebut. Uca5an terimakasih kami sam5aikan
ke5ada dosen 5embimbing Ba5ak Dr. MaItukhin M.g atas bimbingan dan arahan yang
telahdiberikan ke5ada kami.
Menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesem5urnaan dan kebenaran, untuk itu
dengan segala kerendahan hati, kami menghara5kan ke5ada semua 5ihak agar senantiasa
memberikan saran dan kritiknya demi kesem5urnaan makalah ini.
Syukur alhamdulillah dengan terselesainya makalah yang kami buat ini, diiringi do'a
semoga bermanIaat bagi 5enyusun khususnya dan 5embaca 5ada umumnya.


Tulungagung, 18 Oktober 2011


Penyusun



DAFTAR ISI

Halaman Judul......................................................................................... ......... i
Kata Pengantar ............................................................................................. ii
DaItar Isi ...................................................................................................... iii

BB I PENDHULUN
. Latar Belakang ........................................................................... 1
B. Rumusan Masalah ...................................................................... 1
C. Metode Pengum5ulan Data
D. Tujuan Penulisan ....................................................................... 1
E. ManIaat Penulisan

BB II PEMBHSN
. Pengertian IilsaIat dan kalam ..................................................... 2
B. Penentuan Baik dan buruk .......................................................... 2
C. SiIat dari Baik dan Buruk ........................................................... 5
D. Baik dan Buruk dalam jaran Islam ........................................... 6

BB III PENUTUP
. Kesim5ulan ................................................................................ 9
B. Kritik dan Saran ......................................................................... 9

DFTR RUJUKN





BAB I
!ENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Berbicara tentang kelahiran dan 5erkembangan IilsaIat, 5ada awal kelahirannya
tidak da5at di5isahkan dengan 5erkembangan (ilmu) 5engetahuan yang munculnya 5ada
masa 5eradaban Kuno (masa Yunani). Pada tahun 2000 SM bangsa Babylon yang hidu5
di lembah sungai Nill (Mesir) dan sungai EIrat, telah mengenal alat 5engukur berat, tabel
bilangan ber5angkat, tabel 5erkalian dengan menggunakan se5uluh jari. Piramida yang
meru5akan salah satu keajaiban dunia itu, yang ternyata 5embuatannya menera5kan
geometri dan matematika, menunjukkan cara berIikirnya yang sudah tinggi. Selain itu
mereka 5un sudah da5at mengadakan kegiatan 5engamatan benda-benda langit, baik
bintang, bulan, matahari, sehingga da5at meramalkan gerhana bulan mau5un gerhana
matahari. Ternyata ilmu yang mereka 5akai dewasa ini disebut astronomi. Di India dan
Cina waktu itu telah ditemukan cara 5embuatan kertas dan kom5as (sebagai 5etunjuk
arah).

BAB II
!EMBAHASAN
A. Masa Yunani
Yunani terletak di sia Kecil. Kehidu5an 5enduduknya sebagai nelayan dan
5edagang, sebab sebagian besar 5enduduknya tinggal di daerah 5antai, sehingga mereka
da5at menguasai jalur 5erdagangan di Laut Tengah. Kebiasaan mereka hidu5 di alam
bebas sebagai nelayan itulah mewarnai ke5ercayaan yang dianutnya, yaitu berdasarkan
kekuatan alam, sehingga berangga5an bahwa hubungan manusia dengan Sang Maha
Penci5ta bersiIat Iormalitas. rtinya kedudukan Tuhan ter5isah dengan kehidu5an
manusia.
Ke5ercayaan yang bersiIat Iormalitas (natural religion) tidak memberikan
kebebasan ke5ada manusia, ini ditentang oelh Homerus dengan dua buah karyanya yang
terkenal, yaitu Ilias dan Odyseus. Kedua karya Homerus itu memuat nilai-nilai yang
tinggi dan bersiIat edukatiI. Sedemikian besar 5eranan karya Homerus, sama
kedudukannya se5erti wayang 5urwa di Jawa. kibatnya masyarakat lebih kritis dan
rasional. Pada abad ke-6 SM, bermunculan 5ara 5emikir yang berke5ercayaan sangat
bersiIat rasional (cultural religion) menimbulkan 5ergeseran. Tuhan tidak lagi ter5isah
dengan manusia, melainkan justru menyatu dengan kehidu5an manusia. Sistem
ke5ercayaan yang natural religius berubah menjadi sistem cultural religius. Dalam sistem
ke5ercayaan natural religius ini manusia terikat oleh tradisionalisme. Sedangkan dalam
sistem ke5ercayaan kultural religius ini memungkinkan manusia mengembangkan 5otensi
dan budayanya dengan bebas, sekaligus da5at mengembangkan 5emikirannya untuk
menghada5ai dan memecahkan berbagai kehidu5an alam dengan akal 5ikiran. hli 5ikir
5ertama kali yang muncul adalah Thales (625 545 SM) yang berhasil mengembangkan
geometri dan matematika. Liki5os dan Democritos mengembangkan teori materi,
Hi5ocrates mengembangkan ilmu kedokteran, Euclid mengembangkan geometri edukatiI,
Socrates mengembangkan teori tentang moral, Plato mengembangkan teori tentang ide,
ristoteles mengembang teori tentang dunia dan benda serta berhasil mengum5ulkan data
500 jenis binatang (ilmu biologi). Suatu keberhasilan yang luar biasa dari ristoteles
adalah menemukan sistem 5engaturan 5emikiran (logika Iormal) yang sam5ai sekarang
masih terkenal. Para ahli 5ikir Yunani Kuno ini mencoba membuat konse5 tentang asal
mula alam. Walau5un sebelumnya sudah ada tentang konse5 tersebut. kan teta5i
konse5nya bersiIat mitos yaitu mite kosmogonis (tentang asal usul alam semesta) dan
mite kosmologis (tentang asal-usul serta siIat kejadian-kejadia dalam alam semesta),
sehingga konse5 mereka sebagai mencari asche (asal mula) alam semesta, dan mereka
disebutnya sebagai IilosoI alam. Oleh karena arah 5emikiran IilsaIatnya 5ada alam
semesta maka corak 5emikirannya kosmosentris. Sedangkan 5ara ahli 5ikir se5erti
Socrates, Plato dan ristoteles yang hidu5 5ada masa Yunani Klasik karena arah
5emikirannya 5ada manusia maka corak 5emikiran IilsaIatnya antro5osentris. Hal ini
disebabkan, arah 5emikiran 5ara ahli 5ikir Yunani Klasik tersebut memasukkan manusia
sebagai subyek yang harus bertanggung jawab terhada5 segala tindakannya.

B. Masa Abad !0rt0ngahan
Masa ini diawali dengan lahirnya IilsaIat Ero5a. Sebagaimana halnya dengan
IilsaIat Yunani yang di5engaruhi oleh ke5ercayaan, maka IilsaIat atau 5emikiran 5ada
abad 5ertengahan 5un di5engaruhi oleh ke5ercayaan Kristen. rtinya, 5emikiran IilsaIat
abad 5ertengahan didominasi oelh agama. Pemecahan semua 5ersoalan selalu didasarkan
atas dogma agama, sehingga corak 5emikiran keIilsaIatannya bersiIat teosentris.
Baru 5ada abad ke-6 Masehi, setelah menda5atkan dukungan dari Karel gung, maka
didirikanlah sekolah-sekolah yang memberi 5elajaran gramatika, dialektika, geometri,
aritmatika, astronomi dan musik. Keadaan yang demikan akan mendorong 5erkembangan
5emikiran IilsaIat 5ada abad ke-13 yang ditandai berdirinya universitas-universitas dan
ordo-ordo. Dalam ordo inilah mereka mengabdikan dirinya untuk kemajuan ilmu dan
agama, se5erti nselmus (1033 1109), baelardus (1079 1143), Thomas 6uinas
(1225 1274). Di kalangan 5ara ahli 5ikir Islam (5eriode IilsaIat Skolastik Islam) muncul
al-Kindi, al-Farabi, Ibnu Sina, al-Ghazali, Ibnu Bajah, Ibnu TuIail, Ibnu Rusyd. Periode
skolastik Islam ini berlangsung tahun 850 1200. 5ada masa itulah kejayaan Islam
berlangsung dan ilmu 5engetahuan berkembang dengan 5esat. kan teta5isetelah
jatuhnya kerajaan Islam di Granada di S5anyol tahun 1492 mulailah kekuasaan 5olitik
Barat menjarah ke Timur. Suatu 5restasi yang 5aling besar dalam kegiatan ilmu
5engetahuan terutama dalam bidang IilsaIat. Di sini mereka meru5akan mata rantai yang
mentransIer IilsaIat Yunani, sebagaimana yang dilakukan oelh sarjana-sarjana Islam di
Timur terhada5 Ero5a dengan menambah 5ikiran-5ikiran Islam sendiri. Para IilosoI Islam
sendiri sebagian mengangga5 bahwa IilsaIat ristoteles adalah benar, Plato dan l-
Qur`an adalah benar, mereka mengadakan 5er5aduan dan sinkretisme antara agama dan
IilsaIat.
Kemudian 5ikiran-5ikiran ini masuk ke Ero5a yang meru5an sumbangan Islam
yang 5aling besar, yang besar 5engaruhnya terhada5 ilmu 5engetahuan dan 5emikiran
IilsaIat terutama dalam bidang teologi dan ilmu 5engetahuan alam. Peralihan dari abad
5ertengahan ke abad modern dalam sejarah IilsaIat disebut sebagai masa 5eralihan (masa
transisi), yaitu munculnya Renaissance dan Humanisme yang berlangsung 5ada abad 15-
16. munculnya Renaisance dan Humanisme inilah yang mengawali masa abad modern.
Mulai zaman modern inilah 5eranan ilmu alam kodrat sangat menonjol, sehingga
akibatnya 5emikiran IilsaIata semakin diangga5 sebagai 5elayan dari teologi, yaitu
sebagai suatu sarana untuk meneta5kan kebenaran-kebenaran mengenai Tuhan yang
da5at dica5ai oleh akal manusia.
. Masa Abad Mod0rn
Pada masa abad modern ini 5emikiran IilsaIat berhasil menem5atkan manusia
5ada tem5at yang sentral dalam 5andangan kehidu5an, sehingga corak 5emikirannnya
antro5osentris, yaitu 5emikiran IilsaIatnya mendasarkan 5ada akal Iikir dan 5engalaman.
Di atas telah dikemukakan bahwa munculnya Renaisance dan Humanisme sebagai awal
masa abad modern. Di mana 5ara ahli (IilosoI) menjadi 5elo5or 5erkembangan IilsaIat
(kalau 5ada abad 5ertengahan yang menjadi 5elo5or 5erkembangan IilsaIat adalah 5ara
5emuka agama). Dan 5emikiran IilsaIat masa abad modern ini berusaha meletakkan
dasar-dasar bagi metode logis ilmiah. Pemikiran IilsaIat diu5ayakan lebih bersiIat 5raktis,
artinya 5emikiran IilsaIat diarahkan 5ada u5aya manusia agar da5at mengasai lingkungan
alam dengan menggunakan berbagai 5enemuan ilmiah.
Karena semakin 5esatnya orang menggunakan metode induksi/ eks5erimental
dalam berbagai 5enelitian ilmiah, akibatnya 5erkembangan 5emikiran IilsaIat mulai
tertinggal oleh 5erkembangan ilmu-ilmu alam kodrat (natural sciences). Rene Descartes
(1596 1650) sebagai ba5ak IilsaIat modern yang berhasil melahirkan suatu konse5 dari
5er5aduan antara metode ilmu alam dengan ilmu 5asti ke dalam 5emikiran IilsaIat.
U5aya ini dimaksudkan, agar kebenaran dan kenyataan IilsaIat juga sebagai kebenaran
dan kenyataan yang jelas dan terang. Pada abad ke-18, 5erkembangan 5emikiran IilsaIat
mengarah ke5ada IilsaIat ilmu 5engetahuan, di mana 5emikiran IilsaIat diisi dengan
u5aya manusia, bagaimana cara/ sarana a5a yang di5akai untuk mencari kebenaran dan
kenyataan. Sebagai tokohnya George Berkeley (1685 1753), David Hume (1711
1776), Rousseau (1722 1778). Di Jerman muncul Christian WolIt (1679 1754) dan
Immanuel Kant (1724 1804), yang mengu5ayakan agar IilsaIat menjadi ilmu
5engethuan yang 5asti dan berguna, yaitu dengan cara membentuk 5engertian-5engertian
yang jelas dan bukti yang kuat. bad ke-19, 5erkembangan 5emikiran IilsaIat ter5ecah
belah. Pemikiran IilsaIat 5ada saat itu telah mam5u membentuk suatu ke5ribadian tia5-
tia5 bangsa dengan 5engertian dan caranya sendiri. da IilsaIat merika, IilsaIat
Perancis, IilsaIat Inggris, IilasaIat Jerman. Tokoh-tokohnya adalah Hegel (1770-18311),
Karl Marx (1818 -1883), ugust Comte (1798 -1857), JS. Mill (1806 1873), John
Dewey (1858 1952). khirnya dengan munculnya 5emikiran IilsaIat yang bermacam-
macam ini, berakibat tidak terda5at lagi 5emikiran IilsaIat yang mendominasi. Giliran
selanjutnya lahirlah IilsaIat kontem5orer atau IilsaIat dewasa ini.
D. Masa Abad D0asa Ini
FilsaIat dewasa ini atau IilsaIat abad ke-20 juga disebut FilsaIat Kontem5orer
yang meru5akan ciri khas 5emikiran IilsaIat adalah desentralisasi manusia. Karena
5emikiran IilsaIat abad ke-20 ini memberikan 5erhatian yang khusus ke5ada bidang
bahasa dan etika sosial. Dalam bidang bahasa terda5at 5okok-5okok masalah; arti kata-
kata dan arti 5ernyataan-5ernyataan. Masalah ini muncul karena bahwa realitas sekarang
ini banyak bermunculan berbagai istilah, di mana cara 5emakainnnya sering tidak
di5ikirkan secara mendalam, sehingga menimbulkan taIsir yang berbeda-beda (bermakna
ganda). Maka timbullah IilsaIat analitika, yang di dalamnya membahas tentang cara
berIikir untuk mengatur 5emakaian kata-kata/ istilah-istilah yang menimbulkan
kerancauan, dan sekaligus da5at menunjukkan bahaya-bahaya yang terda5at di dalamnya.
Oleh karena bahasa sebagai obyek ter5enting dalam 5emikiran IilsaIat, maka 5ara ahli
5ikir menyebut sebagai logosentris. Dalam bidang etika sosial memuat 5okok-5okok
masalah a5akah yang hendak kita 5erbuat di dalam masyarakat dewasa ini. Kemudian,
5ada 5aruh 5ertama abad ke-20 ini timbul aliran-aliran keIilsaIatan se5erti Neo-
Thomisme, Neo-Kantianisme, Neo-Hegelianisme, Kritika Ilmu, Historisme,
Irasionalisme, Neo-Vitalisme, S5iritualisme, Neo-Positivisme. liran-aliran di atas
sam5ai sekarang tinggal sedikit yang masih bertahan. Sedangkan 5ada awal belahan akhir
abad ke-20 muncul aliran keIilsaIatan yang lebih da5at memberikan corak 5emikiran
dewasa ini se5erti FilsaIat nalitik, FilsaIat Eksistensi, Strukturalisme, Kritika Sosial.

BAB III
!ENUTU!
Demikian bebera5a uraian tentang sejarah kelahiran IilsaIat secara umum. Dengan
adanya ragam variasi model 5emikiran IilsaIat tersebut dimaskudkan akan menci5takan
suasana 5ikir generasi mendatang untuk lebih kritis. Ter5acu dan terins5irasi untuk
mengim5lementasikan 5emikiran IilsaIat yang kontekstual dengan 5erubahan zaman di
mana dia tinggal. Karena hakekatnya ber5ikir secara IilsaIat da5at diartikan sebagai
ber5ikir yang sangat mendalam sam5ai hakikat, atau ber5ikir secara global, menyeluruh,
atau ber5ikir yang dilihat dari berbagai sudut 5andang 5emikiran atau sudut 5andang ilmu
5engetahuan.
Ber5ikir yang demikian ini sebagai u5aya untuk da5at ber5ikir secara te5at dan
benar serta da5at di5ertanggungjawabkan. Dengan memahami konse5 yang mendasari
sejarah kelahiran masing-masing 5emikiran IilsaIat, dihara5kan da5at menjadikannya
sebagai 5adangan hidu5, sebagai 5enjelmaan manusia secara total dan sentral sesuai
dengan hakikat manusia sebagai makhluk monodualisme(terdiri dari jiwa dan raga)

DAFTAR AUAN
Qosim, Iandi, FilsaIat Ilmu dan Bebera5a Pokok jaran Fenomenologi,
Malang, l-Farabi, 1997.
min, hmad, Etika Ilmu khlak, Jakarta, Bulan Binntang, 1983.
Syalabi, hmad, Masyarakat Islam, Yogyakarta, hmad Nabhan, 1957.
Bahri, bdul Malik, FilsaIat Pendidikan, Semarang, Lembaga Studi I6ra`,
1994.
hmadi, smoro, FilsaIat Umum, Jakarta, Raja GraIindo, Persada, 1995